P. 1
PDF Pragmatisme

PDF Pragmatisme

|Views: 99|Likes:
Published by Keong MAdu

More info:

Published by: Keong MAdu on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2011

pdf

text

original

Pragmatisme: Sebuah Tinjauan Sejarah Intelektual Amerika

Mohammad Najib Abdullah Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara

1. Pendahuluan Tulisan yang berjudul “Pragmatisme: Sebuah tinjauan Sejarah Intelektual Amerika" akan membahas apa sebenarnya pragmatisme itu, dan ia sebagai filsafat Amerika Serikat. Dalam tulisan ini juga membahas sejarah timbulnya pracmatisme di Amerika Serikat sekaligus di kaitkan dengan tokoh-tokoh yang mempelopori filsafat pragmatisme ini. Akhir-akhir ini, kalau kita mengamati secara tajam perkembangan negara kita ini, kita akan kerap mendengar kata-kata seperti "pragmatis", "berguna", laksanakan yang bermanfaat bagi masyrakat saja, ada gunanya atau tidak sarana itu. Ungkapan-ungkapan itu belakangan ini semakin santer disuarakan. Secara fenomenologis hal itu berarti ada suatu sumbernya. Di belakang sumber itu pasti ada aliran cara berfikir tertentu yang berpengaruh. Apakah sumber itu? Inilah yang akan kita pertanyakan untuk kita ketahui. Dengan demikian, kita akan memasuki sumber itu untuk mengerti latar belakang aliran atau cara berfikir apa yang mempengaruhi ungkapan-uangkapan di atas. 2. Arti Pragmatisme Pada garis besarnya, filsafat Amerika Serikat senasib dengan kebudayaan Amerika pada umumnya. Seperti kita ketahui bahwa kebudayaan Amerika Serikat mempunyai ciri khas yaitu tidak mempunyai tradisi yang panjang. Karena itu, ia belum pernah mempunyai wajah sendiri. Kebudayaannya bersandar pada "self made man". Apabila kita lihat, pandang secara cermat, ciri yang penting adalah perkembangan material dan tekniknya. Perkembangan ini sangat mempengaruhi alam pemikiran bangsa tersebut. Pengaruh itu jelas dalam pragmatisme. Istilah pragmatisme berasal dari kata Yunani "pragma" yang berarti perbuatan atau tindakan. "Isme" di sini sama artinya dengan isme-isme yang lainnya yaitu berarti aliran atau ajaran atau paham. Dengan demikian pragmatisme berarti: ajaran yang menekankan bahwa pemikiran itu menuruti tindakan. Kreteria kebenarannya adalah "faedah" atau "manfaat". Suatu teori atau hipotesis dianggap oleh pragmatisme benar apabila membawa suatu hasil. Dengan kata lain, suatu teori adalah benar if it works ( apabila teori dapat diaplikasikan). Pada awal perkembangannya, pragmatisme lebih merupakan suatu usaha-usaha untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan filsafat agar filsafat dapat menjadi ilmiah dan berguna

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara

1

William James. Stroh: 1968). Keduanya merupakan suatu paket tunggal dari metode bertindak yang pragmatis. Pertama-tama manusia memiliki ide atau keyakinan itu yang ingin direalisasikan. filsafat inipun segera menjadi populer. yang hampir mewarnai seluruh perkembangan dan perjalanan filsafat sejak zaman Yunani kuno (Guy W. metode tersebut diterapkan dalam setiap bidang kehidupan manusia. karena menyangkut pengalaman manusia sendiri. Bagi kaum pragmatis. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Dalam perkembangannya lebih lanjut. Dan tujuan itu tidak lain adalah hasil yang akan diperoleh dari tindakan itu sendiri. sebagaimana diketahui oleh Peirce. dan John Dewey menjadi sebuah aliran pemikiran yang sangat mempengaruhi segala bidang kehidupan Amerika. ia dikenal sebagaimana suatu model pengambilan keputusan. atau konsekwensi praktis dari adanya tindakan itu. Dan yang kedua. manusia mengambil keputusan yang berisi: akan dilakukan tindakan tertentu sebagai realisasi ide atau keyakinan tadi. Sehubungan dengan usaha tersebut. dan model praktis Amerika. ada dua hal penting. Apa yang dikatakan oleh Peirce tersebut merupakan prinsip pragmatis dalam arti yang sebenarnya. Dalam hal ini. Dan karena metode yang dipakai sangat populer untuk di pakai dalam mengambil keputusan melakukan tindakan tertentu. ide atau keyakinan yang mendasari keputusan yang harus diambil untuk melakukan tindakan tertentu. pragmatisme akhirnya berkembang menjadi suatu metoda untuk memecahkan berbagai perdebatan filosofis-metafisik yang tiada henti-hentinya. tujuan dari tindakan itu sendiri. maka setiap bidang kehidupan manusia menjadi bidang penerapan dari filsafat yang satu ini. model bertindak. yaitu dengan mencari konsekwensi praktis dari setiap konsep atau gagasan dan pendirian yang dianut masing-masing pihak. Karena itulah pragmatisme diartikan sebagal suatu filsafat tentang tindakan. untuk mengambil tindakan tertentu. karena filsafat ini merupakan filsafat yang khas Amerika. Namun filsafat inl akhirnya menjadi lebih terkenal sebagai suatu metode dalam mengambil keputusan melakukan tindakan tertentu atau yang menyangkut kebijaksanaan tertentu. Pragmatisme dalam hal ini tidak lain adalah suatu metode untuk menentukan konsekwensi praktis dari suatu ide atau tindakan.bagi kehidupan praktis manusia. Karena pragmatisme adalah suatu filsafat tentang tindakan manusia. Itu berarti bahwa pragmatisme bukan merupakan suatu sistem filosofis yang siap pakai yang sekaligus memberikan jawaban terakhir atas masalah-masa1ah filosofis. Dalam usahanya untuk memcahkan masalah-masalah metafisik yang selalu menjadi pergunjingan berbagai filosofi tulah pragmatisme menemukan suatu metoda yang spesifik. Pragmatisme e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 2 . Lebih dari itu. Pertama. tindakan tersebut tidak dapat diambil lepas dari tujuan tertentu. Dan filsafat ini yang berkembang di Amerika pada abad ke-19 sekaligus menjadi filsafat khas Amerika dengan tokoh-tokohnya seperti Charles Sander Peirce. Untuk merealisasikan ide atau keyakinan itu.

Karena itu mereka menganjurkan agar evolusi Darwin dipahami secara lain. Lebih lagi karena keyakinan bahwa pemikiran mengenai proses seleksi dan evolusi alamiah berakhir dengan atheisme dan bahwa manusia hanya bisa membenarkan eksistensinya dengan agama.S. bunuh diri dan semacamnya. 1966: 342). Karen Peirce sangat tertarik untuk membuat filsafat dapat diuji secara ilmiah atau eksperiemntal. dan Dayid Hume (1711 . ia mengambil alih istilah pragmatisme untuk merancang suatu filsafat yang mau berpeling kepada konsekwensi praktis atau hasil eksperimental sebagai ujian bagi arti dan validitas idenya.1704). George Berkeley (1685 1753). abad ke-19 di tandai dengan skeptisisme yang di tiupkan oleh teori evolusi Darwin. Latar Belakang Munculnya Pragmatisme Kendati pragmatisme merupakan filsafat Amerika. Pada saat yang sama. dipertanyakan. kelompok ini yang dikenal dengan "Perkumpulan Metafisika". Nilai religius dan spiritual menjadi. Dari segi historis. Dan karena filsafat Unitarian sendiri hampir mati. 3. apatis.hanya berusaha menentukan konsekwensi praktis dari masa1ah-masalah itu. Filsafat Unitarian. sebagaimana dimiliki oleh seorang dokter yang memberi resep untuk menyembuhkan penyakit tertentu. metodenya bukanlah sesuatu yang sama sekali baru. filosoffilosof Unitarian menjadi tenggelam. dan Aristoteles telah menggunakannya secara metodis John Locke (1632 . suatu kelompok pemikir dari Harvard menemukan suatu jalan untuk menghadapi krisis teologi ini tanpa mengorbankan ajaran agama yang essensial. Kelompok ini melihat bahwa suatu interpretasi yang mekanistis tentang teori Darwin dapat menghancurkan agama dan dapat mengarah ke aliran ateisme yang fatalistis. la belum menyadari bahwa keyakinan seperti itu juga cocok untuk filsafat. 1978: xiii). bukan memberikan jawaban final atas masa1ah-masalah itu. menyusun prinsip-prinsip pragmatisme baik secara bersama maupun secara individual dalam menghadapi evolusi Darwin (Kucklick. Karena kaum ilmuan menerima teori evolusi Darwin. Manusia memiliki keyakinan-keyakinan yang berguna tetapi hanya bersifat kemungkinan belaka. mereka tidak dapat mengintegrasikan hipotesis evolusi ke dalam keyakinan mereka (Bukhart. suatu aliran pemikiran yang hanya menerima ke Esaan. Socrates sebenarnya ahli dalam hal ini. 1979: xix). lemah dalam membela diri terhadap evolusi onisme. Kant sendiri memberi nama "keyakinan-keyakinan hipotesa tertentu yang mencakup penggunaan suatu sarana yang merupakan suatu kemungkinan real untuk mencapai tujuan tertentu”.1776) mempunyai sumbangan yang sangat berarti dalam pemikiran pragmatis ini (Copleston. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 3 . Tetapi Kant baru melihat bahwa keyakinan-keyakinan pragmatis atau berguna seperti itu dapat di terapkan misalnya dalam penggunaan obat atau semacamnya. Mereka khawatir bahwa interpretasi ini dapat berakhir dengan sikap yang pasif. Tuhan yang bergantung pada argumen-argumen tentang teologi kodrati dan perwahyuan. Istilah pragamatisme sebenarnya diambil oleh C. Peirce dari Immanuel Kant.

dan sebagainya. 4. Pragmatisme lalu dikenal pada permulaannya sebagai usaha Peirce untuk merintis suatu metode bagi pemikiran filosofis sebagaimana yang dikehendaki di atas. London. Untuk maksud benar-benar dibutuhkan revisi dalam logika dan metafisika yang merupakan dasar filsafat. Hal ini bisa dimenegerti karena James sebagai lektor dan penulis lebih cepat terkenal dari pada Peirce sebagai filosof selama hidupnya. Part IV). Pencetus dan Tokoh-tokoh Pragmatisme Berbicara tentang suatu aliran tertentu. Peirce (1839-1914). dan alam semesta. pragmatisme lebih populer dan selalu dikaitkan dengan nama William James. kita tidak lepas dari siapa pencetus Pragmatisme di Amerika Serikat. pemula aliran pragmatisme di Amerika Serikat dalam C. karena dialah yang mempopulerkannya. filsafat tradisional lebih menutup jalan untuk diadakan penyelidikan dan bukannya membawa kemajuan bagi filsafat dan ilmu pengetahuan Dalam rangka itulah Peirce mencoba merintis suatu pemikiran filosofis baru yang agak lain dari pemikiran filosofis tradisional.S. VIII. Menurut Copleston dalam A History of Philosophy (Vol. dan meninggalkan jejaknya pada setiap kehidupan Amerika. Atau barangkali lebih tepat kalau dikatakan bahwa pragmatisme mengkristalisasikan keyakinan-keyakinan dan sikap-sikap yang telah menentukan perkembangan Amerika sebagaimana menggejala dalam berbagai aspek kehidupannya. menurut Peirce. Metafisika dan logika tradisional hanya mengajukan teori-teori yang tertutup dan murni tentang arti. Pemikiran filosofis yang baru ini diberi nama Pragmatisme. misalnya dalam penerapan teknologi. 1966.Filsafat tradisional. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 4 . kebijaksanaan-kebijaksanaan politik pemerintah. Pragmatisme merupakan bagian sentral dari usaha membuat filsafat tradisional menjadi ilmiah. Tetapi untuk merevisi seluruh pemikiran filosofis tradisional bukan suatu hal yang mudah. Dengan demikian. serta tokoh-tokohnya yang berpengaruh. Secara pasti. Ini berarti bahwa kita di bawa untuk melihat siapa pencetus dan tokoh-tokoh lainnya. Dengan sistemnya yang tertutup tentang kebenaran yang absolut. kebenaran. sangat lemah dalam metode yang akan memberi arti kepada ide-ide filosofis dalam rangka eksperimental serta metode yang akan menyusun dan memperluas ide-ide dan kesimpulan-kesimpulan sampai mencakup fakta-fakta baru. Pendeknya. progmatisme muncul sebagai usaha refleksi analitis dan filosofis mengenai kehidupan Amerika sendiri yang dibuat oleh orang Amerika di Amerika sebagai suatu bentuk pengalaman mendasar. Oleh karena itu ada suatu alasan yang kuat untuk meyakini bahwa pragmatisme mewakili suatu pandangan asli Amerika tentang hidup dan dunia. Filsafat tradisional tidak menambah sesuatu yang baru.

la sendiri membedakan kemajemukan kebenaran itu sebagai berikut : Pertama. Singkatnya letak kebenaran suatu hal adalah pada "things as things ". Kedua.Tahun akademis 1864-1865 dan tahun 1869-1879 digunakan Peirce untuk menekuni sejarah ilmu pengetahuan modern. ia berkenalan dan kemudian bersahabat erat dengan William James. Jameslah yang mengolah. untuk menemukan kasus yang lemah. complex truth yang berarti kebenaran dari pernyataan-pernyataan. Pada tahun 1914. Karena itulah Peirce mengatakan bahwa proposisi matematika murni tidak e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 5 . Dalam matematika murni. Misalnya sesuatu itu dikatakan berarti atau benar bila berguna bagi masyarakat. Sutrisno lebih lanjut menyatakan bahwa pragmatisme Peirce yang kemudian hari ia namakan pragmatisme lebih merupakan suatu teori mengenai arti (Theory of Meaning) daripada teori tentang kebenaran (Theory of Truth). Sedangkan kebenaran logis adalah selarasnya suatu pernyataan dengan realitas yang didefinisikan. Ia belajar logika secara sungguh-sungguh pada tahun 1870-1871. kanker merenggut kehidupan Peirce (Sutrisno. Di sini kreteria kebenaran matematika murni letaknya dalam hal "Ketidakmungkinannya lagi ". yaitu proposisi dari matematika murni. Pada tahun 1879-1884 ia menjadi rektor pada universitas John Hopkins. bertentangan dengan pengalaman realitas. Pada tahun ini juga. 1977: 92). Kekhasan Pragmatisme Peirce Seperti kita lihat dalam uraian sebelumnya. Artinya. suatu proposisi itu benar bila pengalaman membuktikan kebenarannya. Menurut Peirce. Peirce mengubah teori pragmatisme. 5. secara umum orang memakai istilah pragmatisme sebagai ajaran yang mengatakan bahwa suatu teori itu benar sejauh sesuatu mampu dihasilkan oleh teori tersebut. dan menyempurnakan karya-karya yang terbengkalai. Pada tahun 1905. Proposisi matematika murni samasekali juga tidak mengatakan sesuatu tentang hal-hal yang faktual ada atau fakta aktual karena matematika murni tidak pernah menghiraukan apakah ada hal real atau fakta yang cocok dengan pernyataan itu atau tidak. Menurut Peirce kebenaran itu ada bermacam-macam. mengerjakan. Proposisi itu keliru apabila bertentangan dengan realitas yang diucapkannya. semua kasus dan proposisi serba kuat. Kebenaran etis adalah seluruhnya pernyataan dengan siapa yang diimani oleh sipembicara. Kebenaran kompleks ini dibagi dalam dua hal yaitu kebenaran etis disatu pihak dan kebenaran logis dilain pihak. ada beberapa proposisi yang tidak dapat dikatakan salah. transcendental truth yang diartikan sebagai letak kebenaran suatu hal itu bermukim pada kedudukan benda itu sebagai benda itu sendiri. Patokan kebenaran proporsi atau pernyataan itu dilandaskan pada pengalaman.

yaitu ide tentang kaitan salah satu bentuk pasti dari obyek yang diamati oleh penilik. Ketiga. Kelihatan lagi tekanan teori arti Peirce pada pragmatisismenya. lepas dari yang lain. Kedua adalah ide tindakan yang meliputi aspek subyek pelaku dan obyek sasaran. Coba bayangkan bila seseorang mengatakan kepada anda. Ide itulah yang mau diditerminasikan atau artinya melalui pragmatisme. pragmatisme adalah suatu metode untuk membuat sesuatu ide menjadi jelas atau terang dan menjadi berarti. dapatlah kini dirumuskan bahwa benda itu keras. tetapi anggaplah diri anda belum tahu arti keras itu yang bagaimana. Dalam mulut Peirce. ide kemerahan. Dari pengumpulan akibat-akibat praktis tadi. Karena itulah. Karena itu. begitu seterusnya. kekhasan pragmatisme Peirce merupakan suatu metode untuk memastikan arti ide-ide di atas. Penekanan segi teori arti dalam pragmatisme Peirce dapat kita lihat dalam rumusan lengkapnya mengenai pragmatisme. bisa kita mengerti kalau di tempat lain Peirce menegaskan bahwa teori arti pragmatisme itu menolak nominalisme dan menerima realisme. Secara praktis. Ide lni dipandang dalam dirinya sendiri tanpa berhubungan dengan yang lain. bahwa suatu benda itu keras. lebih merupakan pandangan seorang idealis daripada pandangan seorang pragmatis. inilah kekhasan pragmatisme Peirce. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 6 . Peirce menamai ide ini ide ketigaan. konsekwensi-konsekwensi praktis tadi memberi arti penuh mengenai benda-benda tadi. Caranya adalah orang harus mempertimbangkan konsekwensi-konsekwensi praktis dari teori tersebut. dari sudut epistemologi. Pragmatisme adalah suatu teori untuk dapat memastikan makna dari suatu ide intelektual. Masalah penentuan hal "benar" memang bisa dilihat dari bermacam-macam segi yaitu disatu pihak benar bisa diartikan sebagai "the universe of all truth (universe of all universes). ia memberi contoh. ide persepsi ini ia sebut sebagai ide "kepertmaan". Persepsi adalah ide yang dipandang berdiri sendiri. Menurut Peirce. Istilah Peirce untuk ide ini adalah ide keduaan. Dilain pihak. baginya pragmatisme adalah metode untuk menditerminasi makna dari ide-ide. kebenaran didefinisikan sebagai kesesuaian antara pernyataan dengan penyelidikan empiris. Contohnya ide kebiruan. Dengan perkataan lain. Karena perumusan tadi masih terlalu abstrak. teori pragmatisme Peirce lebih mencanangkan teori tentang arti daripada teori tentang kebenaran. Setelah itu. orang itu akan menjelaskan kepada bahwa suatu benda itu keras bila konsekwensi-konsekwensi praktisnya adalah bila benda itu disentuh tidak akan memberikan rasa lembut pada tangan anda bila orang duduk di atasnya tidak akan tenggelam di dalamnya. Ada bermacam-macam ide yaitu pertama ide persepsi (sense datum). Inilah yang menentukan arti ide tersebut.dapat diklasifikasi secara pasti benarnya. Pandangan Peirce tentang kebenaran dalam uraian di atas.

Dia masih harus diversifikasi benar-tidaknya berdasarkan pengalaman dan bukan begitu saja di terima sebagai dogma. Kebanyakan orang terutama kaum filosof abad lalu memperlakukan tidak demikian. Menurut James. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 7 . justeru karena ajaran monisme sendiri ia perlakukan sebagai hipotesis. James lebih tandas mengemukakan pendirian empirisme radikalnya. Dalam tokoh ini. Dalam kata pengantar buku The Will to Believe (1903). Seorang filosof rasionalis sebagaimana dilihat James adalah orang yang bekerja dan menyelidiki sesuatu secara deduktip. Di situ. Ia membantu kita untuk menganalisis konsep-konsep dengan mengujinya melalui konsekwensi-konsekwensi praktis sehingga menjadi kongkrit. James menulis sikap filsafatnya sebagai empirisme radikal. William James Pada tokoh ini. Dalam buku Some Problems of Philosophy (1911). Dengan empirisnya James memaksudkan sebagai pandangan yang "contented to regard its most assured conclusions concerning matters of future experience ". Pendapatnya ini diperketat dengan pendapatnya tentang arti kebenaran. mendeduksi fakta dari prinsip. Sedangkan kaum empiris adalah orang-orang fakta. ia menegaskan bahwa kesatuan dari kemacamragaman hal-hal yang memberi pengertian itu sendiri merupakan hipotesis. para rasionalis adalah orang-orang prinsip. Seperti kita ketahui. Segi radikalnya terletak dalam perlakuannya terhadap ajaran monisme. Pahamnya mengenai monisme adalah keanekaragaman hal yang membentuk suatu kesatuan yang dapat dimengerti. Sutrisno juga menjelaskan bahwa James adalah tokoh pragmatisme yang lebih terkenal daripada Peirce. Usaha sebaliknya yaitu mau memastikan suatu kebenaran yang total dan final adalah asing bagi filosof empiris. Sebaliknya filosof empirisme mulai dari yang khusus (partikuler). Berkat analisisnya mengenai arti. Keradikalannya. Ia lebih senang menerangkan prinsip-prinsip sebagai proses induksi dari fakta. Rasionalis berusaha mendeduksi yang umum menuju yang khusus. 6. ia membantu kita untuk mengerti kejelasan suatu konsep. Pendapat ini terdapat dalam bukunya. Dialah yang mempublikasikan ajaran pragmatisme. dari yang menyeluruh menuju kebagian-bagian. Dengan sikap filsafat empirisme radikal.Inilah kekhasan Peirce dalam pragmatismenya. The Meaning Of Truth (1909). monisme adalah teori yang mengatakan bahwa dunia ini merupakan suatu entitas saja yang unik. ia melawankan empirisme dengan rasionalisme. dari situ menuju kemenyeluruh. pragmatisme mencapai keradikalannya.

7. Karena itu. Maka bila seseorang dalam menghadapi situasi problematis dan terdorong untuk berpikir dan mengatasi soal di dalamnya. Selama itu pulalah proses tanggapan berlangsung terus. Dewey juga termasuk tokoh empirisme yang di sangkutkan pula dengan pragmatisme. Malahan hal ini terang-terangan ia ungkapkan "nilai prinsip Peirce yang adalah prinsip pragmatisme”. ia mulai berhenti dan tidak mau hanya asal beraksi saja terhadap lingkungan. pertimbangan moral ia buat sebagai rencana untuk e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 8 . Menurut Dewey. kita melihat garis penekanan yang sama dengan metode pragmatisme Peirce. pragmatisme hanyalah merupakan suatu metode. Dilain pihak siap untuk diuji denga diskusi. James menerapkannya dalam bidang agama. Ketiga kebenaran itu merupakan kesimpulan yang telah diperumum (digeneralisasikan) dari pernyataan fakta. Dari cara James menguji teori di atas berdasarkan konsekwensi praktisnya. Kekhususan filsafatnya terutama berdasarkan pada prinsip "naturalisme empiris atau empirisme naturalis". John Dewey (1859-1952) Pada tokoh ini Sutrisno menjelaskan bahwa berlainan dengan gaya empirisme James. Berkat proses ini. 98). ia menulis: "ajaran Peirce tetap tinggal tertutup sampai saat saya membukanya kepada umum dalam tahun 1898 It. yaitu semua hal yang disatu pihak bisa ditentukan dan ditemukan berdasarkan pengalaman. akal budi adalah perwujudan proses tanggap antara rangsangan dengan tanggapan panca indera pada tingkat biologis. terwujud adanya perubahan dalam lingkungan. manusia mula-mula bertindak menurut kebiasaan-kebiasaan yang telah ada. Mulailah ia mempertanyakan lingkungan alam itu. Cara manusia bertindak dalam situasi problematis ini tidak hanya fisik belaka tetapi juga kultural. Rangsangan tersebut aslinya dari alam. hal ini nyata kelihatan dalam buku the Will to Believe maupun Varieties of Religious experience (1902) (hal. perumusan kesimpulan ini sifatnya sudah kompleks. bagi James. Artinya segala hal yang ada sangkut-pautnya dengan pengalaman. Inilah penegasan James mengenai kebenaran. Dewey menyebut situasi tempat manusia hidup sebagai situasi problematis. Suatu metode untuk memastikan atau menyelesaikan pertentangan antara teori A dan B. Memang sudah menjadi rahasia umum diantara para ilmuwan dan filosof bahwa James berhutang budi banyak pada Peirce. Dalam buku Pragmatism (1907). Pokoknya Dewey menolak untuk merumuskan realitas berdasar pada pangkalan perbedaan antara subyek yang memandang obyek. Dewey lebih mau memandang proses intelektual manusia sebagaimana berkembang dari alam.Di sana ia mengartikan kebenaran pertama-tama kebenaran itu merupakan suatu postulat. Kedua arti kebenaran itu merupakan suatu pernyataan fakta. Setelah refleksinya bekerja. Istilah "naturalisme" ia terangkan sebagai pertama-tama bagi Dewey akal budi bukanlah satu-satunya pemerosesan istimewa dari realitas obyektip secara metafisis. Dengan demikian pragmatisme James adalah metode untuk mencapai kejelasan pengertian kita tentang suatu obyek dengan cara menimbang dan menguji akibat-akibat praktis yang dikandung obyek tersebut.

Dari dasar di atas. tindakannya benar-benar mewujud. Di samping itu pula. Baru setelah orang bertindak dalam situasi problematisnya. William James mengajukan prinsip-prinsip dasar terhadap pragmatisme. tindakan itu sendiri belum muncul. walaupun akal budi sudah mengarah ke tindakan. konsepnya atas kebenaran berangkat secara induktip oleh kumpulan akal (pikiran) memberikan William James dengan titik awal bagi versinya sendiri atas pragmatisme (hal. antara tindak dengan benda material. Seperti apa yang telah dijelaskan di atas. suatu hubungan aktif antara organisme dengan lingkungannya. Dewey mempunyai gagasan tentang sifat naturalistis sebagai “perkembangan terus-menerus hubungan organisme dengan lingkungannya". 2. Pengalaman sendiri boleh dikatakan sebagai transaksi proses “doing dan undergoing". Dengan hati-hati dan teliti.memungkinkan tindakannya. 168). 1977: 99). Bahwa kebenaran ilmu pengetahuan sebenarnya tidak lebih dari pada kemurnian opini manusia. Dewey tidak membedakan antara subyek dengan obyek. ia menekankan bahwa sesuatu itu benar bila berguna. Bahwa apa yang kita namakan "universal" adalah opini-opini yang pada akhirnya setuju dan menerima keyakinan dari: “Community of knowers" 3. Meskipun demikian didalam pengalaman kedua hal tadi tercakup dalam ketotalan yang mampat. Bahwa filsafat dan matematika harus di buat lebih praktis dengan membuktikan bahwa problem-problem dan kesimpulan-kesimpulan yang terdapat dalam filsafat dan matematika merupakan hal yang nyata bagi masyarakat (komunitas). Dari pandangan tersebut bisalah kita menggolongkan Dewey sebagai seorang empiris karena ia bertitik tolak dari pengalaman dan kembali kepengalaman. Kegunaan di sini harus di tafsir dalam konteks Dewey yaitu proses transformasi situasi problematis seperti telah diterangkan di atas (sutrisno. Dalam memberi patokan tentang kebenaran. yaitu bahwa suatu hipotesis itu benar bila bisa diterapkan dan dilaksanakan menurut tujuan kita. sebagai berikut : e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 9 . Horton dan Edwards di dalam sebuah buku yang berjudul Background of American Literary Thought (1974) menjelaskan bahwa Peirce memformulasikan tiga prinsip-prinsip lain yang menjadi dasar bagi pragmatisme antara lain sebagai berikut : 1. tentang gagasan atau ajaran Peirce terhadap pragmatisme. Dewey mencantumkan ukuran yang sama dengan Peirce. Si subyek bergumul dengan situasi problematika yang real empiris dan memecahkannya sedapat mungkin sehingga menghasilkan perubahan-perubahan . Walaupun penggunaan istilah "universal" memperlihatkan bahwa Peirce masih memikirkan sehubungan dengan "Pre-existing truths" dimana semua opini manusia harus dipertegas pada akhirnya.

Untuk menilai bermanfaat atau tidaknya ilmu pengetahuan. Bahwa dunia tidak hanya terlihat menjadi spontan. tetapi sesuatu yang terjadi pada ide-ide dalam proses yang dipakai dalam situasi kehidupan nyata.1. Kecukupan yang digunakan ke dalam situasi tertentu adalah kebenaran. Dengan perkataan lain. sepanjang keyakinannya tidak berlawanan dengan pengalaman praktisnya maupun penguasaan ilmu pengetahuannya. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 10 . memecahkan problem-problem melalui penggunaan intelegensia praktisnya. yang dapat memenuhi tuntutan hidup manusia. Bahwa kebenaran tidaklah melekat dalam ide-ide. pelaksanaan atau praktek hiduplah yang penting bukan pendapat atau teori rang hipotesis atau sepihak. kita harus bekerja sesuai dengan situasi yang telah ditentukan dan tidak boleh melebihinya. Semua pengalaman adalah hal yang nyata. berhenti dan tak dapat diprediksi tetapi dunia benar adanya. 3. 1974: 172 ). KESIMPULAN Bagi pragmatisme. Demikianlah pragmatisme berpendapat bahwa yang benar itu hanyalah yang mempengaruhi hidup manusia serta yang berguna dalam praktek. Bahwa nilai akhir kebenaran tidak merupakan satu titik ketententuan yang absolut. Yang pokok adalah manusia berbuat dan bukan berfikir. 8. Filsafat pragmatisme penting di terapkan di Indonesia apalagi kita sedang hangat-hangatnya melaksanakan pembangunan nasional jangka panjang 25 tahun yang kedua. Dalam segalanya itu. Yang penting buat kita berbuat bukan berteori. Bahwa manusia betas untuk meyakini apa yang menjadi keinginannya untuk percaya akan dunia. 4. tetapi semata-mata terletak dalam kekuasaannya mengarahkan kita kepada kebenaran-kebenaran yang lain tentang duinia dimana kita tinggal di dalamnya (Horton dan Edwards. James berpendapat bahwa "manusia tidak diminta untuk menjelaskan semuanya sesegera mungkin". filsafat itu adalah alat untuk menolong manusia dalam hidup seharihari dan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mewujudkan dunia teknik (praktis). 2. James telah berhasil membuat satu pandangan filosofis terhadap dunia yang pada hakekatnya sejajar dengan opini publik yang berasal dari orang-orang awam dan bahkan memberi ruang baginya dalam alam jagad raya ini sebagai agen yang bebas dan bertanggung jawab. Pikiran atau teori merupakan alat yang hanya berguna untuk memungkinkan timbulnya pengalaman yang semakin ikut mengembangkan hidup manusia dalam praktek pelaksanaannya. malahan filsafat sendiripun perlu diperhatikan segala hasil den kesimpulan atau akibat yang terjadi atas dasar hipotesis-hipotesis itu. anggapan hidup. dengan pengertian bahwa kita bekerja dalam situasi itu sendiri.

A History Philosophy. Mudji 1977. Inc. American Philosophy. Frederick 1966.. Background of American Literary Thought. Kucklick. Copleston. Stroh. Rd W. James. The Rice of American Philosophy.. New York: The World Publishing Company. Princenton: Duven Nostrand Company. and The Free Press. London: Prentice Hall International. Pragmatisme. W.. and Herbert W. Inc. ______________1967.DAFTAR PUSTAKA Bukhard. F. Sutrisno. The Encyclopedia of Philosophy Vol. Eruce 1979.London: Harvard University Press. Jakarta: PT Gramedia. New York: Yale University Press. Inc. Guy 1968. William 1968. Frederick 1979. Horton.X. 5 and 6 MacMillan Publishing Co. London: Burns and Dates Ltd. The Works of William James: Some Pro blems of Philosophy. Edwards 1974. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 11 . Pragmatism.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->