Pragmatisme: Sebuah Tinjauan Sejarah Intelektual Amerika

Mohammad Najib Abdullah Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara

1. Pendahuluan Tulisan yang berjudul “Pragmatisme: Sebuah tinjauan Sejarah Intelektual Amerika" akan membahas apa sebenarnya pragmatisme itu, dan ia sebagai filsafat Amerika Serikat. Dalam tulisan ini juga membahas sejarah timbulnya pracmatisme di Amerika Serikat sekaligus di kaitkan dengan tokoh-tokoh yang mempelopori filsafat pragmatisme ini. Akhir-akhir ini, kalau kita mengamati secara tajam perkembangan negara kita ini, kita akan kerap mendengar kata-kata seperti "pragmatis", "berguna", laksanakan yang bermanfaat bagi masyrakat saja, ada gunanya atau tidak sarana itu. Ungkapan-ungkapan itu belakangan ini semakin santer disuarakan. Secara fenomenologis hal itu berarti ada suatu sumbernya. Di belakang sumber itu pasti ada aliran cara berfikir tertentu yang berpengaruh. Apakah sumber itu? Inilah yang akan kita pertanyakan untuk kita ketahui. Dengan demikian, kita akan memasuki sumber itu untuk mengerti latar belakang aliran atau cara berfikir apa yang mempengaruhi ungkapan-uangkapan di atas. 2. Arti Pragmatisme Pada garis besarnya, filsafat Amerika Serikat senasib dengan kebudayaan Amerika pada umumnya. Seperti kita ketahui bahwa kebudayaan Amerika Serikat mempunyai ciri khas yaitu tidak mempunyai tradisi yang panjang. Karena itu, ia belum pernah mempunyai wajah sendiri. Kebudayaannya bersandar pada "self made man". Apabila kita lihat, pandang secara cermat, ciri yang penting adalah perkembangan material dan tekniknya. Perkembangan ini sangat mempengaruhi alam pemikiran bangsa tersebut. Pengaruh itu jelas dalam pragmatisme. Istilah pragmatisme berasal dari kata Yunani "pragma" yang berarti perbuatan atau tindakan. "Isme" di sini sama artinya dengan isme-isme yang lainnya yaitu berarti aliran atau ajaran atau paham. Dengan demikian pragmatisme berarti: ajaran yang menekankan bahwa pemikiran itu menuruti tindakan. Kreteria kebenarannya adalah "faedah" atau "manfaat". Suatu teori atau hipotesis dianggap oleh pragmatisme benar apabila membawa suatu hasil. Dengan kata lain, suatu teori adalah benar if it works ( apabila teori dapat diaplikasikan). Pada awal perkembangannya, pragmatisme lebih merupakan suatu usaha-usaha untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan filsafat agar filsafat dapat menjadi ilmiah dan berguna

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara

1

Pertama. Dalam perkembangannya lebih lanjut. yang hampir mewarnai seluruh perkembangan dan perjalanan filsafat sejak zaman Yunani kuno (Guy W. tujuan dari tindakan itu sendiri. filsafat inipun segera menjadi populer. Itu berarti bahwa pragmatisme bukan merupakan suatu sistem filosofis yang siap pakai yang sekaligus memberikan jawaban terakhir atas masalah-masa1ah filosofis. Dalam hal ini. Pragmatisme dalam hal ini tidak lain adalah suatu metode untuk menentukan konsekwensi praktis dari suatu ide atau tindakan. metode tersebut diterapkan dalam setiap bidang kehidupan manusia. Karena pragmatisme adalah suatu filsafat tentang tindakan manusia. Dan yang kedua. pragmatisme akhirnya berkembang menjadi suatu metoda untuk memecahkan berbagai perdebatan filosofis-metafisik yang tiada henti-hentinya. atau konsekwensi praktis dari adanya tindakan itu. Namun filsafat inl akhirnya menjadi lebih terkenal sebagai suatu metode dalam mengambil keputusan melakukan tindakan tertentu atau yang menyangkut kebijaksanaan tertentu. sebagaimana diketahui oleh Peirce. model bertindak. karena filsafat ini merupakan filsafat yang khas Amerika. Stroh: 1968). manusia mengambil keputusan yang berisi: akan dilakukan tindakan tertentu sebagai realisasi ide atau keyakinan tadi. Dalam usahanya untuk memcahkan masalah-masalah metafisik yang selalu menjadi pergunjingan berbagai filosofi tulah pragmatisme menemukan suatu metoda yang spesifik. Bagi kaum pragmatis. Dan karena metode yang dipakai sangat populer untuk di pakai dalam mengambil keputusan melakukan tindakan tertentu. dan model praktis Amerika. Dan tujuan itu tidak lain adalah hasil yang akan diperoleh dari tindakan itu sendiri. tindakan tersebut tidak dapat diambil lepas dari tujuan tertentu.bagi kehidupan praktis manusia. Keduanya tidak dapat dipisahkan. ide atau keyakinan yang mendasari keputusan yang harus diambil untuk melakukan tindakan tertentu. dan John Dewey menjadi sebuah aliran pemikiran yang sangat mempengaruhi segala bidang kehidupan Amerika. Keduanya merupakan suatu paket tunggal dari metode bertindak yang pragmatis. Karena itulah pragmatisme diartikan sebagal suatu filsafat tentang tindakan. untuk mengambil tindakan tertentu. William James. karena menyangkut pengalaman manusia sendiri. Dan filsafat ini yang berkembang di Amerika pada abad ke-19 sekaligus menjadi filsafat khas Amerika dengan tokoh-tokohnya seperti Charles Sander Peirce. ada dua hal penting. Pragmatisme e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 2 . ia dikenal sebagaimana suatu model pengambilan keputusan. Apa yang dikatakan oleh Peirce tersebut merupakan prinsip pragmatis dalam arti yang sebenarnya. Sehubungan dengan usaha tersebut. yaitu dengan mencari konsekwensi praktis dari setiap konsep atau gagasan dan pendirian yang dianut masing-masing pihak. Untuk merealisasikan ide atau keyakinan itu. Lebih dari itu. Pertama-tama manusia memiliki ide atau keyakinan itu yang ingin direalisasikan. maka setiap bidang kehidupan manusia menjadi bidang penerapan dari filsafat yang satu ini.

S. ia mengambil alih istilah pragmatisme untuk merancang suatu filsafat yang mau berpeling kepada konsekwensi praktis atau hasil eksperimental sebagai ujian bagi arti dan validitas idenya. Manusia memiliki keyakinan-keyakinan yang berguna tetapi hanya bersifat kemungkinan belaka. dan Aristoteles telah menggunakannya secara metodis John Locke (1632 . Tetapi Kant baru melihat bahwa keyakinan-keyakinan pragmatis atau berguna seperti itu dapat di terapkan misalnya dalam penggunaan obat atau semacamnya. abad ke-19 di tandai dengan skeptisisme yang di tiupkan oleh teori evolusi Darwin. lemah dalam membela diri terhadap evolusi onisme. Kant sendiri memberi nama "keyakinan-keyakinan hipotesa tertentu yang mencakup penggunaan suatu sarana yang merupakan suatu kemungkinan real untuk mencapai tujuan tertentu”. filosoffilosof Unitarian menjadi tenggelam. Lebih lagi karena keyakinan bahwa pemikiran mengenai proses seleksi dan evolusi alamiah berakhir dengan atheisme dan bahwa manusia hanya bisa membenarkan eksistensinya dengan agama. Mereka khawatir bahwa interpretasi ini dapat berakhir dengan sikap yang pasif. la belum menyadari bahwa keyakinan seperti itu juga cocok untuk filsafat. dan Dayid Hume (1711 . Dan karena filsafat Unitarian sendiri hampir mati. Karena kaum ilmuan menerima teori evolusi Darwin. sebagaimana dimiliki oleh seorang dokter yang memberi resep untuk menyembuhkan penyakit tertentu. suatu kelompok pemikir dari Harvard menemukan suatu jalan untuk menghadapi krisis teologi ini tanpa mengorbankan ajaran agama yang essensial. George Berkeley (1685 1753). Latar Belakang Munculnya Pragmatisme Kendati pragmatisme merupakan filsafat Amerika. Karena itu mereka menganjurkan agar evolusi Darwin dipahami secara lain. Socrates sebenarnya ahli dalam hal ini. Istilah pragamatisme sebenarnya diambil oleh C. Nilai religius dan spiritual menjadi. menyusun prinsip-prinsip pragmatisme baik secara bersama maupun secara individual dalam menghadapi evolusi Darwin (Kucklick. Kelompok ini melihat bahwa suatu interpretasi yang mekanistis tentang teori Darwin dapat menghancurkan agama dan dapat mengarah ke aliran ateisme yang fatalistis. Tuhan yang bergantung pada argumen-argumen tentang teologi kodrati dan perwahyuan. suatu aliran pemikiran yang hanya menerima ke Esaan. kelompok ini yang dikenal dengan "Perkumpulan Metafisika". Pada saat yang sama. Filsafat Unitarian.1776) mempunyai sumbangan yang sangat berarti dalam pemikiran pragmatis ini (Copleston. mereka tidak dapat mengintegrasikan hipotesis evolusi ke dalam keyakinan mereka (Bukhart. 1979: xix). 1966: 342). e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 3 .hanya berusaha menentukan konsekwensi praktis dari masa1ah-masalah itu. 1978: xiii). apatis. Peirce dari Immanuel Kant. Dari segi historis. dipertanyakan. 3. bukan memberikan jawaban final atas masa1ah-masalah itu. bunuh diri dan semacamnya.1704). Karen Peirce sangat tertarik untuk membuat filsafat dapat diuji secara ilmiah atau eksperiemntal. metodenya bukanlah sesuatu yang sama sekali baru.

dan sebagainya. Atau barangkali lebih tepat kalau dikatakan bahwa pragmatisme mengkristalisasikan keyakinan-keyakinan dan sikap-sikap yang telah menentukan perkembangan Amerika sebagaimana menggejala dalam berbagai aspek kehidupannya. filsafat tradisional lebih menutup jalan untuk diadakan penyelidikan dan bukannya membawa kemajuan bagi filsafat dan ilmu pengetahuan Dalam rangka itulah Peirce mencoba merintis suatu pemikiran filosofis baru yang agak lain dari pemikiran filosofis tradisional. kebijaksanaan-kebijaksanaan politik pemerintah. London. Part IV). dan meninggalkan jejaknya pada setiap kehidupan Amerika. kita tidak lepas dari siapa pencetus Pragmatisme di Amerika Serikat. Untuk maksud benar-benar dibutuhkan revisi dalam logika dan metafisika yang merupakan dasar filsafat. kebenaran. Dengan demikian. serta tokoh-tokohnya yang berpengaruh. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 4 . menurut Peirce. Pendeknya. misalnya dalam penerapan teknologi. 4. dan alam semesta. Filsafat tradisional tidak menambah sesuatu yang baru. sangat lemah dalam metode yang akan memberi arti kepada ide-ide filosofis dalam rangka eksperimental serta metode yang akan menyusun dan memperluas ide-ide dan kesimpulan-kesimpulan sampai mencakup fakta-fakta baru. pemula aliran pragmatisme di Amerika Serikat dalam C.Filsafat tradisional. Menurut Copleston dalam A History of Philosophy (Vol. Tetapi untuk merevisi seluruh pemikiran filosofis tradisional bukan suatu hal yang mudah. Pemikiran filosofis yang baru ini diberi nama Pragmatisme. Metafisika dan logika tradisional hanya mengajukan teori-teori yang tertutup dan murni tentang arti. Peirce (1839-1914). Pragmatisme merupakan bagian sentral dari usaha membuat filsafat tradisional menjadi ilmiah. Dengan sistemnya yang tertutup tentang kebenaran yang absolut.S. VIII. Ini berarti bahwa kita di bawa untuk melihat siapa pencetus dan tokoh-tokoh lainnya. Hal ini bisa dimenegerti karena James sebagai lektor dan penulis lebih cepat terkenal dari pada Peirce sebagai filosof selama hidupnya. Secara pasti. karena dialah yang mempopulerkannya. Pragmatisme lalu dikenal pada permulaannya sebagai usaha Peirce untuk merintis suatu metode bagi pemikiran filosofis sebagaimana yang dikehendaki di atas. pragmatisme lebih populer dan selalu dikaitkan dengan nama William James. 1966. Pencetus dan Tokoh-tokoh Pragmatisme Berbicara tentang suatu aliran tertentu. progmatisme muncul sebagai usaha refleksi analitis dan filosofis mengenai kehidupan Amerika sendiri yang dibuat oleh orang Amerika di Amerika sebagai suatu bentuk pengalaman mendasar. Oleh karena itu ada suatu alasan yang kuat untuk meyakini bahwa pragmatisme mewakili suatu pandangan asli Amerika tentang hidup dan dunia.

Proposisi matematika murni samasekali juga tidak mengatakan sesuatu tentang hal-hal yang faktual ada atau fakta aktual karena matematika murni tidak pernah menghiraukan apakah ada hal real atau fakta yang cocok dengan pernyataan itu atau tidak. Jameslah yang mengolah. Pada tahun 1914. Kebenaran etis adalah seluruhnya pernyataan dengan siapa yang diimani oleh sipembicara. Pada tahun 1879-1884 ia menjadi rektor pada universitas John Hopkins. 5. complex truth yang berarti kebenaran dari pernyataan-pernyataan. Di sini kreteria kebenaran matematika murni letaknya dalam hal "Ketidakmungkinannya lagi ". Sedangkan kebenaran logis adalah selarasnya suatu pernyataan dengan realitas yang didefinisikan. ada beberapa proposisi yang tidak dapat dikatakan salah. kanker merenggut kehidupan Peirce (Sutrisno. suatu proposisi itu benar bila pengalaman membuktikan kebenarannya. Menurut Peirce kebenaran itu ada bermacam-macam. dan menyempurnakan karya-karya yang terbengkalai. Singkatnya letak kebenaran suatu hal adalah pada "things as things ". bertentangan dengan pengalaman realitas. semua kasus dan proposisi serba kuat. Ia belajar logika secara sungguh-sungguh pada tahun 1870-1871. Misalnya sesuatu itu dikatakan berarti atau benar bila berguna bagi masyarakat.Tahun akademis 1864-1865 dan tahun 1869-1879 digunakan Peirce untuk menekuni sejarah ilmu pengetahuan modern. Sutrisno lebih lanjut menyatakan bahwa pragmatisme Peirce yang kemudian hari ia namakan pragmatisme lebih merupakan suatu teori mengenai arti (Theory of Meaning) daripada teori tentang kebenaran (Theory of Truth). Karena itulah Peirce mengatakan bahwa proposisi matematika murni tidak e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 5 . Patokan kebenaran proporsi atau pernyataan itu dilandaskan pada pengalaman. secara umum orang memakai istilah pragmatisme sebagai ajaran yang mengatakan bahwa suatu teori itu benar sejauh sesuatu mampu dihasilkan oleh teori tersebut. Peirce mengubah teori pragmatisme. mengerjakan. yaitu proposisi dari matematika murni. Artinya. Kebenaran kompleks ini dibagi dalam dua hal yaitu kebenaran etis disatu pihak dan kebenaran logis dilain pihak. 1977: 92). Pada tahun ini juga. Kekhasan Pragmatisme Peirce Seperti kita lihat dalam uraian sebelumnya. Pada tahun 1905. Kedua. Menurut Peirce. transcendental truth yang diartikan sebagai letak kebenaran suatu hal itu bermukim pada kedudukan benda itu sebagai benda itu sendiri. ia berkenalan dan kemudian bersahabat erat dengan William James. Dalam matematika murni. la sendiri membedakan kemajemukan kebenaran itu sebagai berikut : Pertama. untuk menemukan kasus yang lemah. Proposisi itu keliru apabila bertentangan dengan realitas yang diucapkannya.

Setelah itu. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 6 . orang itu akan menjelaskan kepada bahwa suatu benda itu keras bila konsekwensi-konsekwensi praktisnya adalah bila benda itu disentuh tidak akan memberikan rasa lembut pada tangan anda bila orang duduk di atasnya tidak akan tenggelam di dalamnya. lebih merupakan pandangan seorang idealis daripada pandangan seorang pragmatis. Pandangan Peirce tentang kebenaran dalam uraian di atas. inilah kekhasan pragmatisme Peirce. Contohnya ide kebiruan. Dalam mulut Peirce. begitu seterusnya. pragmatisme adalah suatu metode untuk membuat sesuatu ide menjadi jelas atau terang dan menjadi berarti. ide persepsi ini ia sebut sebagai ide "kepertmaan". yaitu ide tentang kaitan salah satu bentuk pasti dari obyek yang diamati oleh penilik. Masalah penentuan hal "benar" memang bisa dilihat dari bermacam-macam segi yaitu disatu pihak benar bisa diartikan sebagai "the universe of all truth (universe of all universes). Ide lni dipandang dalam dirinya sendiri tanpa berhubungan dengan yang lain. dari sudut epistemologi. Ada bermacam-macam ide yaitu pertama ide persepsi (sense datum). Secara praktis. dapatlah kini dirumuskan bahwa benda itu keras. Pragmatisme adalah suatu teori untuk dapat memastikan makna dari suatu ide intelektual. ide kemerahan. Karena itu. Penekanan segi teori arti dalam pragmatisme Peirce dapat kita lihat dalam rumusan lengkapnya mengenai pragmatisme. konsekwensi-konsekwensi praktis tadi memberi arti penuh mengenai benda-benda tadi. Dengan perkataan lain. Persepsi adalah ide yang dipandang berdiri sendiri. Kelihatan lagi tekanan teori arti Peirce pada pragmatisismenya. bahwa suatu benda itu keras. Karena perumusan tadi masih terlalu abstrak. kekhasan pragmatisme Peirce merupakan suatu metode untuk memastikan arti ide-ide di atas. ia memberi contoh. Caranya adalah orang harus mempertimbangkan konsekwensi-konsekwensi praktis dari teori tersebut. Karena itulah. lepas dari yang lain. Menurut Peirce. kebenaran didefinisikan sebagai kesesuaian antara pernyataan dengan penyelidikan empiris. tetapi anggaplah diri anda belum tahu arti keras itu yang bagaimana. bisa kita mengerti kalau di tempat lain Peirce menegaskan bahwa teori arti pragmatisme itu menolak nominalisme dan menerima realisme. baginya pragmatisme adalah metode untuk menditerminasi makna dari ide-ide. Ketiga. Ide itulah yang mau diditerminasikan atau artinya melalui pragmatisme. teori pragmatisme Peirce lebih mencanangkan teori tentang arti daripada teori tentang kebenaran. Inilah yang menentukan arti ide tersebut. Coba bayangkan bila seseorang mengatakan kepada anda. Dilain pihak.dapat diklasifikasi secara pasti benarnya. Istilah Peirce untuk ide ini adalah ide keduaan. Kedua adalah ide tindakan yang meliputi aspek subyek pelaku dan obyek sasaran. Peirce menamai ide ini ide ketigaan. Dari pengumpulan akibat-akibat praktis tadi.

Keradikalannya. pragmatisme mencapai keradikalannya. Dengan sikap filsafat empirisme radikal. Pendapatnya ini diperketat dengan pendapatnya tentang arti kebenaran. Sebaliknya filosof empirisme mulai dari yang khusus (partikuler). monisme adalah teori yang mengatakan bahwa dunia ini merupakan suatu entitas saja yang unik. James menulis sikap filsafatnya sebagai empirisme radikal. William James Pada tokoh ini. Segi radikalnya terletak dalam perlakuannya terhadap ajaran monisme. Ia lebih senang menerangkan prinsip-prinsip sebagai proses induksi dari fakta. Kebanyakan orang terutama kaum filosof abad lalu memperlakukan tidak demikian. justeru karena ajaran monisme sendiri ia perlakukan sebagai hipotesis. Dengan empirisnya James memaksudkan sebagai pandangan yang "contented to regard its most assured conclusions concerning matters of future experience ". Rasionalis berusaha mendeduksi yang umum menuju yang khusus. 6. Sutrisno juga menjelaskan bahwa James adalah tokoh pragmatisme yang lebih terkenal daripada Peirce. Pahamnya mengenai monisme adalah keanekaragaman hal yang membentuk suatu kesatuan yang dapat dimengerti. Di situ. mendeduksi fakta dari prinsip. dari yang menyeluruh menuju kebagian-bagian.Inilah kekhasan Peirce dalam pragmatismenya. ia melawankan empirisme dengan rasionalisme. Berkat analisisnya mengenai arti. Dalam buku Some Problems of Philosophy (1911). Dalam tokoh ini. James lebih tandas mengemukakan pendirian empirisme radikalnya. Pendapat ini terdapat dalam bukunya. para rasionalis adalah orang-orang prinsip. ia menegaskan bahwa kesatuan dari kemacamragaman hal-hal yang memberi pengertian itu sendiri merupakan hipotesis. Seorang filosof rasionalis sebagaimana dilihat James adalah orang yang bekerja dan menyelidiki sesuatu secara deduktip. Dialah yang mempublikasikan ajaran pragmatisme. ia membantu kita untuk mengerti kejelasan suatu konsep. Dia masih harus diversifikasi benar-tidaknya berdasarkan pengalaman dan bukan begitu saja di terima sebagai dogma. The Meaning Of Truth (1909). Dalam kata pengantar buku The Will to Believe (1903). e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 7 . Sedangkan kaum empiris adalah orang-orang fakta. Menurut James. dari situ menuju kemenyeluruh. Seperti kita ketahui. Usaha sebaliknya yaitu mau memastikan suatu kebenaran yang total dan final adalah asing bagi filosof empiris. Ia membantu kita untuk menganalisis konsep-konsep dengan mengujinya melalui konsekwensi-konsekwensi praktis sehingga menjadi kongkrit.

ia menulis: "ajaran Peirce tetap tinggal tertutup sampai saat saya membukanya kepada umum dalam tahun 1898 It. perumusan kesimpulan ini sifatnya sudah kompleks. Malahan hal ini terang-terangan ia ungkapkan "nilai prinsip Peirce yang adalah prinsip pragmatisme”. pragmatisme hanyalah merupakan suatu metode. Inilah penegasan James mengenai kebenaran. kita melihat garis penekanan yang sama dengan metode pragmatisme Peirce. Artinya segala hal yang ada sangkut-pautnya dengan pengalaman. Cara manusia bertindak dalam situasi problematis ini tidak hanya fisik belaka tetapi juga kultural. yaitu semua hal yang disatu pihak bisa ditentukan dan ditemukan berdasarkan pengalaman. Dalam buku Pragmatism (1907). bagi James. Dewey juga termasuk tokoh empirisme yang di sangkutkan pula dengan pragmatisme. Maka bila seseorang dalam menghadapi situasi problematis dan terdorong untuk berpikir dan mengatasi soal di dalamnya. Berkat proses ini. 98). Ketiga kebenaran itu merupakan kesimpulan yang telah diperumum (digeneralisasikan) dari pernyataan fakta. Karena itu. akal budi adalah perwujudan proses tanggap antara rangsangan dengan tanggapan panca indera pada tingkat biologis. John Dewey (1859-1952) Pada tokoh ini Sutrisno menjelaskan bahwa berlainan dengan gaya empirisme James. Kedua arti kebenaran itu merupakan suatu pernyataan fakta. terwujud adanya perubahan dalam lingkungan.Di sana ia mengartikan kebenaran pertama-tama kebenaran itu merupakan suatu postulat. ia mulai berhenti dan tidak mau hanya asal beraksi saja terhadap lingkungan. 7. Menurut Dewey. Mulailah ia mempertanyakan lingkungan alam itu. Istilah "naturalisme" ia terangkan sebagai pertama-tama bagi Dewey akal budi bukanlah satu-satunya pemerosesan istimewa dari realitas obyektip secara metafisis. Rangsangan tersebut aslinya dari alam. Dewey menyebut situasi tempat manusia hidup sebagai situasi problematis. Kekhususan filsafatnya terutama berdasarkan pada prinsip "naturalisme empiris atau empirisme naturalis". Selama itu pulalah proses tanggapan berlangsung terus. hal ini nyata kelihatan dalam buku the Will to Believe maupun Varieties of Religious experience (1902) (hal. Dilain pihak siap untuk diuji denga diskusi. Pokoknya Dewey menolak untuk merumuskan realitas berdasar pada pangkalan perbedaan antara subyek yang memandang obyek. Setelah refleksinya bekerja. James menerapkannya dalam bidang agama. Memang sudah menjadi rahasia umum diantara para ilmuwan dan filosof bahwa James berhutang budi banyak pada Peirce. Dewey lebih mau memandang proses intelektual manusia sebagaimana berkembang dari alam. Suatu metode untuk memastikan atau menyelesaikan pertentangan antara teori A dan B. manusia mula-mula bertindak menurut kebiasaan-kebiasaan yang telah ada. pertimbangan moral ia buat sebagai rencana untuk e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 8 . Dengan demikian pragmatisme James adalah metode untuk mencapai kejelasan pengertian kita tentang suatu obyek dengan cara menimbang dan menguji akibat-akibat praktis yang dikandung obyek tersebut. Dari cara James menguji teori di atas berdasarkan konsekwensi praktisnya.

Horton dan Edwards di dalam sebuah buku yang berjudul Background of American Literary Thought (1974) menjelaskan bahwa Peirce memformulasikan tiga prinsip-prinsip lain yang menjadi dasar bagi pragmatisme antara lain sebagai berikut : 1. 2. yaitu bahwa suatu hipotesis itu benar bila bisa diterapkan dan dilaksanakan menurut tujuan kita. tindakannya benar-benar mewujud. suatu hubungan aktif antara organisme dengan lingkungannya. Bahwa apa yang kita namakan "universal" adalah opini-opini yang pada akhirnya setuju dan menerima keyakinan dari: “Community of knowers" 3.memungkinkan tindakannya. ia menekankan bahwa sesuatu itu benar bila berguna. konsepnya atas kebenaran berangkat secara induktip oleh kumpulan akal (pikiran) memberikan William James dengan titik awal bagi versinya sendiri atas pragmatisme (hal. 1977: 99). Dewey mempunyai gagasan tentang sifat naturalistis sebagai “perkembangan terus-menerus hubungan organisme dengan lingkungannya". sebagai berikut : e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 9 . Pengalaman sendiri boleh dikatakan sebagai transaksi proses “doing dan undergoing". Seperti apa yang telah dijelaskan di atas. William James mengajukan prinsip-prinsip dasar terhadap pragmatisme. Dari pandangan tersebut bisalah kita menggolongkan Dewey sebagai seorang empiris karena ia bertitik tolak dari pengalaman dan kembali kepengalaman. Walaupun penggunaan istilah "universal" memperlihatkan bahwa Peirce masih memikirkan sehubungan dengan "Pre-existing truths" dimana semua opini manusia harus dipertegas pada akhirnya. Bahwa filsafat dan matematika harus di buat lebih praktis dengan membuktikan bahwa problem-problem dan kesimpulan-kesimpulan yang terdapat dalam filsafat dan matematika merupakan hal yang nyata bagi masyarakat (komunitas). Dalam memberi patokan tentang kebenaran. Meskipun demikian didalam pengalaman kedua hal tadi tercakup dalam ketotalan yang mampat. Dengan hati-hati dan teliti. tentang gagasan atau ajaran Peirce terhadap pragmatisme. Di samping itu pula. Bahwa kebenaran ilmu pengetahuan sebenarnya tidak lebih dari pada kemurnian opini manusia. 168). antara tindak dengan benda material. Baru setelah orang bertindak dalam situasi problematisnya. Dewey tidak membedakan antara subyek dengan obyek. Dari dasar di atas. Dewey mencantumkan ukuran yang sama dengan Peirce. Kegunaan di sini harus di tafsir dalam konteks Dewey yaitu proses transformasi situasi problematis seperti telah diterangkan di atas (sutrisno. walaupun akal budi sudah mengarah ke tindakan. tindakan itu sendiri belum muncul. Si subyek bergumul dengan situasi problematika yang real empiris dan memecahkannya sedapat mungkin sehingga menghasilkan perubahan-perubahan .

Filsafat pragmatisme penting di terapkan di Indonesia apalagi kita sedang hangat-hangatnya melaksanakan pembangunan nasional jangka panjang 25 tahun yang kedua. filsafat itu adalah alat untuk menolong manusia dalam hidup seharihari dan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mewujudkan dunia teknik (praktis). Untuk menilai bermanfaat atau tidaknya ilmu pengetahuan. Yang pokok adalah manusia berbuat dan bukan berfikir. tetapi semata-mata terletak dalam kekuasaannya mengarahkan kita kepada kebenaran-kebenaran yang lain tentang duinia dimana kita tinggal di dalamnya (Horton dan Edwards. KESIMPULAN Bagi pragmatisme. Bahwa kebenaran tidaklah melekat dalam ide-ide. Pikiran atau teori merupakan alat yang hanya berguna untuk memungkinkan timbulnya pengalaman yang semakin ikut mengembangkan hidup manusia dalam praktek pelaksanaannya. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 10 . 1974: 172 ). 3. Yang penting buat kita berbuat bukan berteori. 2. 4. sepanjang keyakinannya tidak berlawanan dengan pengalaman praktisnya maupun penguasaan ilmu pengetahuannya. 8. Bahwa nilai akhir kebenaran tidak merupakan satu titik ketententuan yang absolut. malahan filsafat sendiripun perlu diperhatikan segala hasil den kesimpulan atau akibat yang terjadi atas dasar hipotesis-hipotesis itu. Kecukupan yang digunakan ke dalam situasi tertentu adalah kebenaran. James telah berhasil membuat satu pandangan filosofis terhadap dunia yang pada hakekatnya sejajar dengan opini publik yang berasal dari orang-orang awam dan bahkan memberi ruang baginya dalam alam jagad raya ini sebagai agen yang bebas dan bertanggung jawab. Dengan perkataan lain. Bahwa manusia betas untuk meyakini apa yang menjadi keinginannya untuk percaya akan dunia. berhenti dan tak dapat diprediksi tetapi dunia benar adanya. Semua pengalaman adalah hal yang nyata. Bahwa dunia tidak hanya terlihat menjadi spontan. yang dapat memenuhi tuntutan hidup manusia. James berpendapat bahwa "manusia tidak diminta untuk menjelaskan semuanya sesegera mungkin". memecahkan problem-problem melalui penggunaan intelegensia praktisnya. anggapan hidup. pelaksanaan atau praktek hiduplah yang penting bukan pendapat atau teori rang hipotesis atau sepihak. tetapi sesuatu yang terjadi pada ide-ide dalam proses yang dipakai dalam situasi kehidupan nyata. kita harus bekerja sesuai dengan situasi yang telah ditentukan dan tidak boleh melebihinya. dengan pengertian bahwa kita bekerja dalam situasi itu sendiri.1. Dalam segalanya itu. Demikianlah pragmatisme berpendapat bahwa yang benar itu hanyalah yang mempengaruhi hidup manusia serta yang berguna dalam praktek.

New York: Yale University Press. ______________1967. The Works of William James: Some Pro blems of Philosophy. Pragmatism. Mudji 1977. Background of American Literary Thought. Inc. Guy 1968. Edwards 1974. Stroh. Pragmatisme. James. The Rice of American Philosophy. The Encyclopedia of Philosophy Vol. e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 11 . and Herbert W.. Jakarta: PT Gramedia.. New York: The World Publishing Company. Horton.DAFTAR PUSTAKA Bukhard. Copleston.. Princenton: Duven Nostrand Company. London: Burns and Dates Ltd. F. W. 5 and 6 MacMillan Publishing Co. London: Prentice Hall International. Inc. A History Philosophy. Frederick 1979. Rd W.London: Harvard University Press. Eruce 1979. Kucklick.X. and The Free Press. American Philosophy. Frederick 1966. William 1968. Sutrisno. Inc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful