P. 1
20090904122126-kelas2_ipa_henryg

20090904122126-kelas2_ipa_henryg

5.0

|Views: 72,935|Likes:
Published by Dadang Erawan

More info:

Published by: Dadang Erawan on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2014

pdf

text

original

Setiap pohon dapat tetap hidup karena daunnya. Meskipun daun mempunyai bentuk
dan ukuran yang berbeda-beda, semua daun berfungsi sama. Peranan umumnya adalah
memproduksi makanan melalui proses fotosintesis.

Daun juga mempunyai struktur dalam yang hampir sama, yaitu mempunyai banyak klorofil
yang berfungsi dalam fotosintesis dan stomata yang berfungsi sebagai lubang udara serta
mengatur jumlah air yang mengalir melalui seluruh tumbuhan.

Daun yang lengkap adalah daun yang terdiri dari pelepah daun, tangkai daun, dan helaian
daun. Contoh daun pisang, pohon pinang, dan daun bambu. Daun yang tidak lengkap adalah
daun yang terdiri dari tangkai daun dan helaian daun atau pelepah daun dan helaian daun.
Pada umumnya tumbuhan mempunyai daun yang tidak lengkap.

Seperti batang, daun juga digolongkan menjadi dua, yaitu daun dikotil dan monokotil.
Perbedaan daun dikotil dan monokotil dapat kalian pelajari pada Tabel 7.3.

Tabel 7.3. Perbedaan daun tumbuhan dikotil dan monokotil

No.

Pembeda

1.

2.

Morfologi

Anatomi

Dikotil

Monokotil

Tulang daun sejajar atau
melengkung.
Mesofil tidak dibedakan
antara jaringan palisade dan
spons.

Tulang daun menjari atau
menyirip.
Mesofil dibedakan antara
jaringan palisade dengan spons
parenkim.

1.Bentuk morfologi daun (bentuk helaian daun)

a.Bentuk daun lebar di atas tengah daun

Bentuk daun seperti ini terdapat pada:
1)Bentuk segitiga terbalik, contoh: daun semanggi.
2)Bentuk bulat telur sungsang, contoh: daun sawo kecik.

IPA SMP/MTs Kelas VIII

115

Bundar

Jorong

Bundar
telur

Berbentuk
jarum

Berbentuk
tombak

Berbentuk
ginjal

Berbentuk
jantung

Menyirip

Menyirip rangkap

Mengaki menjari

Mengaki

Menjari

Gambar 7.19 Beraneka ragam bentuk tepi daun

Sumber: HDI Dunia Tumbuhan

b.Bentuk ujung daun

Bentuk daun seperti ini terdapat pada:
1)Runcing, contoh: daun oleander.
2)Meruncing, contoh: daun sirsak
3)Membulat, contoh: daun teratai
4)Rompang/rata, contoh: daun
semanggi
5)Terbelah, contoh: daun bayam
6)Berduri, contoh: daun nenas

c.Bentuk daun lebar di tengah

Bentuk daun lebar di tengah terdapat
pada:

1)Bentuk bundar, contoh: daun
teratai.
2)Bentuk memanjang, contoh: daun
srikaya
3)Bentuk lanset, contoh: daun kamboja

d.Bentuk daun yang melebar di pangkal daun

Bentuk daun seperti ini terdapat pada:
1)Bentuk bulat telur, contoh: daun kembang sepatu.
2)Bentuk jantung, contoh: daun waru.
3)Bentuk segitiga, contoh: daun bunga pukul empat.

e.Bentuk tepi daun

Contoh bentuk daun seperti ini adalah:
1)Berombak, contoh: daun air mata pengantin.
2)Bergerigi, contoh: daun lantana.
3)Beringgik, contoh: daun cocor bebek.
4)Bergigi, contoh: daun beluntas.

f.Susunan tulang daun

Contoh bentuk morfologi daun seperti ini adalah:
1)Sejajar, contoh: daun teki.
2)Menjari, contoh: daun ketela pohon.
3)Melengkung, contoh: daun gadung.
4)Menyirip, contoh: daun mangga.

116

IPA SMP/MTs Kelas VIII

2.Struktur daun

Daun juga mempunyai struktur seperti batang yaitu mempunyai epidermis, jaringan
parenkim, dan jaringan pengangkut (jaringan vaskuler).

a.Epidermis

Pada umumnya daun itu pipih dan lebar, maka untuk melindungi agar penguapan tidak
terlalu banyak daun dilapisi kutikula dan kadang-kadang mempunyai lapisan lilin. Epidermis
daun terletak di permukaan atas dan permukaan bawah. Pada epidermis bawah ada yang
berubah bentuk menjadi stomata (mulut daun) yang dilengkapi dengan sel penutup gunanya
untuk mengatur transpirasi dan masuknya gas karbondioksida (CO

2) pada saat fotosintesis

berlangsung (siang hari) dan keluarnya oksigen sebagai hasil dari fotosintesis.

b.Jaringan pengangkutan (berkas pengangkutan)

Berkas pengangkutan pada daun berupa xilem dan floem, terdapat pada tulang daun
yang susunannya seperti pada batang.

c.Jaringan parenkim

Jaringan ini terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah yang disebut mesofil
yang berbentuk jaringan pagar (palisade parenkim) dan jaringan spons (spons parenkim).
Pada palisade parenkim banyak mengandung klorofil, sehingga jaringan ini berperan dalam
fotosintesis. Spons parenkim juga mengandung klorofil tetapi lebih sedikit dibanding palisade
parenkim.

Spons parenkim terletak di bawah epidermis dan bentuknya memanjang, dan spons
parenkim di bawahnya bentuknya tidak teratur dan susunan sel-selnya renggang (terdapat
ruang antarsel) maka disebut juga jaringan bunga karang.

Gambar 7.20 (a) Struktur daun, dan (b) penampang melintang daun

Sumber:HDI Time-Life. Dunia Tumbuhan

Stoma

Sel
epidermis

Ruang antarsel

Jaringan pagar
(palisade)

Jaringan spons
(Bunga karang)

Xilem
Floem

Selaput urat

Lapisan kutikula

bagian yang rata dari daun

rusuk daun

urat daun

tangkai daun

lapisan lilin (pada daun
tahan air)

kulit
daun
bagian
atas

sel-sel yang
melakukan proses
fotosintesis

pori-pori daun (stomata)

kulit daun bagian bawah

kloroplas (yang
berisi klorofil)

urat daun

tabung-tabung yang
membawa air masuk
dan keluar daun

(a) (b)

IPA SMP/MTs Kelas VIII

117

3.Fungsi daun

Daun memiliki banyak fungsi, selain sebagai tempat membuat makanan melalui proses
fotosintesis, daun juga sebagai alat transpirasi, serta sebagai alat pertukaran gas karbondioksida
dan oksigen.

4.Proses membuka dan menutupnya stomata

Proses membuka dan menutupnya
stomata banyak dipengaruhi oleh intensitas
cahaya di sekitarnya. Jika intensitas cahaya
kuat, maka stomata membuka, sebaliknya
juga intensitas cahaya rendah (lemah) atau
dalam keadaan gelap, stomata akan
menutup.

Oleh karena itu, pada siang hari sto-
mata lebih banyak terbuka, sehingga
proses transpirasi sangat besar. Gerakan
membuka dan menutupnya stomata ini
juga disebabkan oleh mengembang dan
mengkerutnya sel pengawal (sel penutup).

Pada saat cahaya kuat, sel pengawal (penutup) menyerap air dari sel tetangga, yang
mengakibatkan sel pengawal mengembang dan tegang. Kondisi ini mengakibatkan bagian
dinding sel yang lentur tertarik di belakang ke arah sel tetangga dan bagian dinding sel yang
berbatasan dengan lubang stomata ikut tertarik. Hal ini yang menjadikan stomata terbuka
sehingga uap air dari dalam rongga antarsel keluar.

Pada saat cahaya lemah atau gelap, sel pengawal kehilangan air karena air dari sel
pengawal kembali ke sel tetangga. Hal ini mengakibatkan sel pengawal mengerut dan lemas
sehingga stomata tertutup.

sel pengawal
stoma
vakuola
kloroplas

sel epidermis

sel pengawal

respirasi

terbukatertutup

sel epidermis

karbondioksidaoksigen

Gambar 7.21 Membuka menutupnya stomata

Sumber:HDI Time-Life. Dunia Tumbuhan

Wawasan Kontekstual

Carilah bermacam-macam daun di sekitar rumahmu, sebanyak 10 macam.
1.Tulislah ciri-ciri daun tersebut!
2.Kelompokkan mana daun dikotil dan daun monokotil.
3.Tulislah ciri-ciri daun dikotil dan daun monokotil, kemudian kumpulkan!

118

IPA SMP/MTs Kelas VIII

Gambar 7.22 Bermacam-macam bunga

Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer 6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->