BAHAN PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn

)

Kata Pengantar Daftar Pustaka Bab I Pendahuluan 1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn 1.2 Landasan Yuridis MPK PKn 1.3 Visi dan misi MPK PKn 1.4 Kompetensi dasar MPK PKn Bab II Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan 2.1 Pengertian dan latar belakang PKn 2.2 Sejarah dan perkembangan PKn 2.3 Substansi kajian PKn 2.4 Metodologi dan tujuan pembelajaran PKn Bab III Filsafat Pancasila 3.1 Pengertian Pancasila 3.2 Pancasila sebagai sistem filsafat 3.3 Susunan isi arti Pancasila 3.4 Asal mula Pancasila sebagai ideologi 3.5 Pancasila sebagai ideologi terbuka Bab IV Identitas Nasional 4.1 Pengertian identitas nasional 4.2 Lambang-lambang negara 4.3 Nilai-nilai budaya bangsa 4.4 Etika dan moral bangsa Bab V Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia 5.1 Pengertian warga negara, penduduk, dan rakyat 5.3 Hak-hak warga negara 5.4 Kewajiban warga negara

Bab VI Demokrasi Indonesia 6.1 Pengertian negara, teori, terjadinya negara, sifat dan unsur-unsur negara 6.2 Pengertian dan konsep demokrasi 6.3 Demokrasi dalam sistem NKRI Bab VII Hak Asasi Manusia 7.1 Pengertian HAM 7.2 Latar belakang munculnya HAM 7.3 Perkembangan konsep hukum internasional tentang HAM 7.4 Pelaksanaan HAM di Indonesia Bab VIII Penegakan, Peningkatan dan Kesadaran Hukum (Rule Of Law) 8.1 Pengertian Rule of Law 8.2 Sistem Pemerintahan Negara 8.3 Amandemen UUD 1945 8.4 Kesadaran Hukum WNI Bab IX Geopolitik (Wawasan Nusantara) 9.1 Pengertian Wanus 9.2 Latar belakang terbentuknya Wanus 9.4 Konsepsi Wanus 9.4 Perwujudan Wanus 9.5 Unsur dasar Wanus Bab X Geostrategi (Ketahanan Nasional) 10.1 Pengertian Tannas 10.2 Latar belakang Tannas 10.3 Konsepsi Tannas 10.4 Hakikat dan wujud Tannas 10.5 Bela negara dan sistem pertahanan dan keamanan negara Bab XI Polstranas (Politik Strategi Nasional) 11.1 Pengertian Polstranas 11.2 Sistem politik Indonesia 11.3 Konsep strategi nasional dan implementasi 11.4 Wujud politik dan strategi nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap TYME dan berbudi pekerti luhur,

berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. MPK bertujuan untuk pendayaan wawasan, pendalaman intensitas, pemahaman dan pengayaan bahan kajian agar mampu membangun kesadarannya sendiri guna membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Kesemua mata kuliah dalam kelompok MPK termasuk pendidikan afektif, yaitu untuk mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab

kemanusiaan.

1.2 Landasan Yuridis MPK PKn Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan khususnya pada lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia, berlandaskan pada : 1) Pembukaan UUD 1945 dalam alinea II dan IV, tersurat dalam cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia. 2) Batang Tubuh UUD 1945 pasal 31 ayat 1-5 tentang Pendidikan. 3) Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik IndonesiaNomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, dan Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, antara lain ditegaskan jenis kurikulum inti Program Diploma dan Sarjana, meliputi kelompok Mata Kuliah

Pengembangan Kurikulum (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

dan Bahasa Indonesia. (4) Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara sebagai warga negara. berdisiplin dalam masyarakat. (3) Rasional. dinamis. dan Bahasa. serta (5) Aktif memanfaatkan ipteks untuk kepentingan kemanusiaan. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 menetapkan tentang visi dan misi kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). (2) Berbudi pekerti luhur. penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. yaitu: . berbangsa. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi Program Diploma dan Sarjana wajib memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian. dan negara. bangsa. dan bernegara. yaitu meliputi kompetensi Pendidikan Agama.3 Visi dan Misi MPK PKn Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan menumbuhkan dan membuahkan sikap mental yang cerdas. Pendidikan Kewarganegaraan. dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan. serta mata kuliah statistika dan atau matematika. sebagai berikut: (1) Beriman dan bertaqwa kepada TYME dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa. Sikap mental ini disertai dengan perilaku. 5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mewajibkan kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi memuat mata kuliah Pendidikan Agama. 1. dan Bahasa Indonesia. serta Bahasa Inggris.4) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 37 ayat 2 menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan Agama. kebudayaan. 6) Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 menetapkan tentang visi dan misi kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.

teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab. budaya. seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. menerapkan. Sementara. Selanjutnya.A. dan negara secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional. berdisiplin. dan kewarganegaraan serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. demokratis yang berkeadaban. . dan mengembangkan ilmu pengetahuan. melalui Pendidikan Kewarganegaraan ini kompetensi yang diharapkan adalah mampu memahami.4 Kompetensi Dasar MPK PKn Standar kompetensi yang wajib dikuasai mahasiswa. 1. B. Misi Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. semangat kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. kompetensi dasar untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah membimbing mahasiswa menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air. menjadi warga Negara yang memiliki daya saing. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila. meliputi pengetahuan tentang nilai-nilai agama. bangsa. menganalisis dan menjawab masalahmasalah yang dihadapi oleh masyarakat. Visi Sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia yang berkarakter Indonesia seutuhnya.

Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi sekarang ini diwujudkan dengan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan tentang berdasarkan SK Dirjen Mata Dikti Kuliah No. Kewarganegaraan 38/Dikti/Kep/2002 dengan Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.B. yang pada saat itu diberikan di sekolah guru. van Dorp dan Co.B. Pengertian PKn Kata kewarganegaraan dalam bahasa Latin disebut Civicus.BAB II PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 2. dan Civic Education. Dari kata Civic lahir kata Civic yaitu ilmu kewarganegaraan. tahun 1940. yaitu : 1) Indische Burgerscapkunde yang disusun oleh P. kata Civicus diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi kata Civic yang artinya mengenai warga negara atau kewarganegaraan. sedangkan kebanyakan sekolah lanjutan mendapat pelajaran Staats Inricting (Tata Negara). 2) Rech en Plicht yang disusun oleh J. Groningen tahun 1934.C. Pelajaran Civics atau kewarganegaraan telah dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda dengan nama Burgerkunde. Terdapat dua buku pelajaran Civics yang digunakan.V.T. N. Kemudian penjabaran lebih tentang lanjut operasional diatur mata SK kuliah Dirjen Pendidikan Dikti No.1 Pengertian dan Latar Belakang PKn A. Menurut Pasha (2002:12) pengertian Pendidikan Kewarganegaraan merupakan materi perkuliahan yang menyangkut pemahaman tentang . Selanjutnya.267/Dikti/Kep/2000 Penyempurnaan Kurikulum Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa di Peguruan Tinggi. Tromps diterbitkan oleh penerbit J. Selanjutnya. Vortman diterbitkan oleh G. Wolters Maatschappij N. yaitu Pendidikan Kewarganegaraan.V. Pelajaran ini pada hakikatnya untuk kepentingan penguasa kolonial.

Berbeda dengan pendapat di atas. B. Soemantri dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:8) mengenai Pendidikan Kewarganegaraan sebagai kegiatan yang meliputi seluruh program sekolah yang meliputi berbagai macam kegiatan mengajar yang dapat menumbuhkan hidup dan perilaku yang lebih baik dalam masyarakat demokratis. penguatan keterampilan partisipatif yang demokratis. Dikemukakan oleh Puskur dalam Depdiknas (2003:2) bahwa Kewarganegaraan (Citizenship) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi yang berisi program pendidikan dan mencakup pemahaman tentang masalah kebangsaan. usia dan suku bangsa untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas.persatuan dan kesatuan. sosio-kultural. Azra (2001:7) Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang cakupannya lebih luas dari pendidikan demokasi dan pendidikan HAM. menurut Civitas Internasional dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:8) bahwa Civic Education atau Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang mencakup pemahaman dasar tentang cara kerja demokrasi dan lembaga-lembaganya. bahasa. Kemudian dilanjutkan dengan era . penegakan rule of law. serta pendidikan bela negara. Zamroni dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:7) bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis. dan selama penjajahan. pengembangan budaya demokrasi dan perdamaian. dan masyarakat madani. hak dan kewajiban warga negara dalam berbangsa dan bernegara. HAM. terampil dan berkarakter yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945. Lalu. sebelum. demokrasi. tentang rule of law. pendidikan bela negara. HAM. kesadaran warga negara dalam bernegara. kewarganegaraan dalam hubungannya dengan negara. Sedangkan. Latar Belakang PKn Perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai sejak.

maka perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing-masing memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga negara Indonesia pada umumnya. meningkatkan semangat kebangsaan. bangsa. Generasi penerus tersebut diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya. Hal ini tentunya sesuai dengan kemampuan spiritual dan berkaitan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik. sikap. kreatif. maju. mandiri. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik. tangguh. cerdas. hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan dan memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir. Jadi. kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan dan berorientasi kepada masa depan. bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. kesetiakawanan sosial. Semangat perjuangan bangsa tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketaqwaan kepada TYME dan keikhlasan untuk berkorban. dan hubungan internasional. Selain itu juga bagi mahasiswa sebagai calon cendekiawan pada khususnya yaitu melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). beretos kerja. profesional. negara. mempertebal cinta tanah air. disiplin. 2. Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental dan spritual yang dapat melahirkan sikap dan . Selain itu. Hal tersebut tentunya dipupuk melalui Pendidikan Kewarganegaraan.2 Sejarah dan perkembangan PKn Semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tak kenal lelah menyerah telah terbukti pada perang kemerdekaan 17 Agustus 1945. yaitu manusia yang beriman dan bertawa terhadap TYME. berbudi luhur. Dalam kaitannya dengan semangat perjuangan bangsa. pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas Indonesia.perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna. dan perilaku sebagai pola tindak kecintaan pada tanah air berdasarkan Pancasila. kepribadian. terampil.

antara lain : a. kedua buku teks tersebut di atas menjadi buku pegangan guru Civics di sekolah menengah atas. Semangat perjuangan bangsa inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Pelajaran tersebut tidak diberikan secara ilmu pengetahuan melainkan sebagai dasar yang berjiwa nasional serta kewarganegaraan yang baik (good citizenship). Akhlaq. serta pertahanan dan keamanan global. Materi buku ini meliputi. Kemudian. tetapi dalam mata pelajaran yang terurai pada SMA tahun 1950 iitu dikatakan bahwa kewarganegaraan yang diberikan disamping tata negara adalah tugas dan kewajiban warga negara terhadap pemerintah. sedangkan dalam menghadapi globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan. negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. berbangsa dan bernegara. dan ilmu pengetahuan . perekonomian. Inilah yang melatar belakangi adanya Pendidikan Kewarganegaraan. Globalisasi ditandai oleh adanya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional. Globalisasi yang ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan bernegara. keluarga. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam perjuangan fisik merebut. berbangsa. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan adalah mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan dengan sungguh-sungguh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat. sosial budaya. mempertahankan dan mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat. Bangsa Indonesia memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan kapasitas masing-masing. yaitu struktur global. pendidikan. dan diri sendiri.perilaku heroik dan patriotik serta menumbuhkan kekuatan kesanggupan dan kemauan yang luar biasa. Pada tahun 1950 dalam suasana Indonesia merdeka. semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. khususnya dibidang informasi komunikasi dan transfortasi membuat dunia menjadi transparan seolah-olah menjadi sebuah kampung tanpa mengenal batas. pengajaran. Kondisi ini menciptakan struktur baru. masyarakat.

dan soal-soal internasional. sejarah pergerakan. meliputi pancasila. Pada tahun 1955 terbit buku tentang kewarganegaraan berbahasa Indonesia dengan judul Inti Pengetahuan Warga Negara disusun oleh J. Tanah airku Indonesia Raya b. dan lain-lain c. Pada tahun 1972 diselenggarakan seminar nasional pengajaran dan pendidikan civics di tawang mangu sukarata. Pajak dan Perekonomian Pada tahun 1991 mata pelajaran civics digunakan untyuk memberi pengertian tentang pidato kenegaraan presiden ditambah dengan pancasila. Bendera dan Lambang Negara c. perusahaan. dan Sumintarjo. Simorangkir. agraria. kewanitaan. UUD 1945. Kehidupan rakyat. Warga Negara Beserta Hak dan Kewajibannya d.b. ketetapan MPR dan PBB. ditambah dengan orde baru. imigrasi. pemerintah. sejarah Indonesia dan ilmu bumi Indonesia. dan negara (good citizen). hak dan kewajiban warga Negara.T. Dengan hasil yang memberikan ketegasan terhadap istilah civics. sebagai berikut: . kemakmuran rakyat.C. masyarakat. peerburuhan. Materi buku ini meliputi. Keuangan Negara f. Tujuan pelajaran tersebut adalah untuk membangkitkan dan memeliharakeinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Iindonesia memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri. Ditahun itu juga istilah kewarganegaraan diganti dengan istilah kewargaan Negara atas prakarsa Dr. pertahanan rakyat. Gusti Mayur. Ketatanegaraan e. antara lain : a. kesehatan. perwakilan. Kesadaran dalam dan luar negeri. Pada tahun 1966 buku di atas dilarang digunakan sebagai buku pegagan di sekolah-sekolah untuk mengatasi kekosongan materi civics . Sahardjo dengan alas an untuk menyesuaikan dengan pasal 26 ayat 2 UUD 1945 yang menekankan pada warga yang mengandung pengertian atas hak dan kewajiban terhadap Negara.

(2) Pendidikan Pancasila. Civics Education diganti dengan istilah Pendidikan Kewargaan Negara. cultural sesuai dan sejauh yang diatur dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. yuridis. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan pada tanggal 1 Februari 1985 menggariskan Pola Pembinaan Pendidikan Kewiraan di lingkungan Perguruan Tinggi. dan jenjang pendidikan wajib memuat (1) Pendidikan Agama.25/Dikti/Kep/1985). ekonomi. Istilah civics diganti dengan istilah ilmu kewargaan Negara. filsafat Pancasila. yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga neagara menjadi lebih baik menurut syarat-syarat. dan ukuran ketentuan pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. Bahannya diambil dari ilmu kewargaan Negara termasuk kewiraan nasional. politik. social. criteria. dan disusul dengan Penerapan Kurikulum Inti Mata Kuliah Dasar Umum oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Kep. yaitu suatu disiplin yang objek studynya mengenai peranan warga Negara dalam bidang spiritual.No. pada tahun 1981 ditetapkan Pedoman Kurikulum Inti bagi Perguruan Tinggi sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0212/U/1981. 2009:12). Undang-undang Nomor 2 Tahun 1985 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan tinggi pada Pasal 39 Ayat 2 menyebutkan bahwa isi kurikulum setiap jenis. Pada tahun 1987 buku tersebut mengalami perubahan dan perbaikan. Di dalam operasionalnya ketiga mata kuliah wajib tersebut dihimpun ke dalam kelompok .1. jalur. Pada tahun 1975 disusun buku pokok kewiraan bagi mahasiswa dan diterbitkan pertama kali sebagai buku kewiraan untuk mahasiswa pada tahun 1979 yang digunakan sebagai bahan perkuliahan Pendidikan Kewiraan di perguruan tinggi. Lalu. dan (3) Pendidikan Kewarganegaraan yang mencakup pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). 2. mental Pancasila dan filsafat pendidikan nasional serta menuju kedudukan para warga Negara yang diharapkan di masa depan (Supriatnoko dalam Kansil.

menetapkan status Pandidikan Agama. GBPP Pendidikan Kewiraan ditetapkan dalam Keputusan Dikti Nomor 151/Dikti/Kep/2000. yaitu tahap awal dan tahap lanjutan. Pada tingkat lanjutan diberikan kepada mahasiswa di perguruan tinggi dalam bentuk Pendidikan Kewiraan. Pembentukan MPK didasarkan atas pertimbangan: 1. meningkatkan kesadaran untuk rela berkorban demi bangsa dan Negara Indonesia. dan bernegara. Pendidikan Kewiraan diintegrasikan dan menjadi bagian dari Pendidikan Kewarganegaraan. dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum pendidikan tinggi sebagai mata kuliah wajib untuk setiap program studi dan bersifat nasional.Mata Kuliah Pembinaan Kepribadian sebagai bagian dari kurikulum inti yang berlaku secara nasional. PPBN bertujuan meningkatkan kesadaran bermasyarakat. keterampilan. serta memberikan kemampuan awal bela negara. Berdasarkan Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar . berbangsa. melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 267/Dikti/Kep/2000 tentang Penyempurnaan Kurikulum Inti Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. meningkatkan keyakinan terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi negara. Pendidikan Kewiraan bersifat intrakurikuler dan wajib. Selanjutnya. Pendidikan Pancasila. Pelaksanaan PPBN melalui dua tahap. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 38/Dikti/Kep/2002 dibentuk kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di perguruan tinggi. dan sikap yang dapat diandalkan menjadi seorang warga negara yang bela Negara dan NKRI. Pendidikan Kewiraan sebagai pendidikan yang membekali mahasiswa berupa pengetahuan. Pada tahap awal diberikan kepada peserta didik di tingkat SD sampai SM dengan kegiatan kepramukaan. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 056/U/1994. menitikberatkan kepada kemampuan penalaran ilmiah yang sikap kognitif dan afektif tentang bela negara dalam rangka ketahanan nasional. yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990.

Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pola pikir pembahasan bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan merupakan general education untuk membangun karakter bangsa guna memperkuat bela negara. Pada tahun 2006 Dirjen Dikti mengeluarkan Keputusan Nomor 43/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Kelompok MPK di perguruan tinggi sebagai penyempurnaan dari Keputusan Nomor 38/Dikti/Kep/2002. Di dalam operasionalnya ketiga mata kuliah wajib tersebut dihimpun ke dalam kelompok MPK. dan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah yang dihimpun dalam kelompok MPK. Selanjuttnya. Pendidikan Kewarganegaraan. menetapkan Pendidikan Agama. Sebagai pelaksana butir 1 di atas dipandang perlu menetapkan ramburambu pelaksanaan MPK di perguruan tinggi. meliputi : I. dan Bahasa. PENDAHULUAN Topik kajian Pendahuluan mencakup materi bahasan tentang : 1) Dasar pemikiran MPK PKn 2) Landasan yuridis MPK PKn 3) Visi dan misi MPK PKn 4) Kompetensi dasar MPK PKn a.3 Substansi Kajian PKn Substansi kajian mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006/ tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.Mahasiswa telah ditetapkan bahwa Pendidikan Agama. . dan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap prodi atau kelompok prodi. 2. Pendidikan Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan. 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 37 Ayat 2 menyebutkan bahwa isi kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan Agama.

b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan sikap sebagai warga negara yang

beriman, bertaqwa, dan berbudi pekerti luhur serta mempertahankan sikap toleransi, semangat pluralisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara. II. PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Topik kajian Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian dan latar belakang PKn 2) Sejarah dan perkembangan PKn 3) Substansi Kajian PKn 4) Metodologi dan tujuan pembelajaran PKn

III. FILSAPAT PANCASILA Topik kajian Pancasila mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Pancasila 2) Pancasila sebagai sistem filsafat 3) Susunan isi arti Pancasila 4) Asal mula Pancasila sebagai ideologi nasional 5) Pancasila sebagai ideologi terbuka a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dan nilai dasar pancasila sebagai kesatuan sistem fisafat dan ideologi bangsa sehingga mahasiswa mampu menganalisis dan ikut serta menyelesaikan persoaan bangsa dengan berlandaskan pada system nilai tersebut. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu mempertahankan pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi Negara serta mampu mempraktikkan sifat dan keadaan yang berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan social dalam kehidupan pribadi dan sosial.

IV. IDENTITAS NASIONAL Topik kajian Identitas Nasional mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Identitas Nasional 2) Lambang-lambang negara 3) Nilai-nilai budaya bangsa 4) Etika dan moral bangsa a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian, ciri khas yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia, serta kandungan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan kkesadaran mengenai Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia serta mempraktikkan prinsip, konsep, dan nilai dasar Pancasila sebagai pribadi yang berjiwa, berkarakter, dan berbudaya Indonesia. V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA Topik kajian Warga Negara Indonesia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Warga Negara Indonesia 2) Hak Warga Negara Indonesia 3) Kewajiban Warga Negara Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan makna Negara dan isi konstitusi dalam mengisi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu mempertahankan system politik dan ketatanegaraan berdasarkan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 serta memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sumber hokum tertinggi daalm penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbagsa, dan bernegara.

VI. DEMOKRASI INDONESIA Topik kajian Demokrasi Indonesia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian negara, teori terjadinya negara, sifat dan unsur-unsur negara 2) Pengertian dan Konsep demokrasi 3) Demokrasi dalam sistem NKRI a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep demokrasi berdasarkan nilai dasar dalam pacaila sehingga mahasiswa terbiasa

mempraktikkannya bernegara. b. Indikator Sikap :

kehidupan

bermasyarakat,

berbangsa

Mahasiswa mampu menunjukkan sikap demokrasi yang berkeadaban berdasarkan landasan idil pancasila dan mampu mempraktikkan konsep demokrasi pancasila berdasarkan paham kekeluargaan dan gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial VII.HAK ASASI MANUSIA Topik kajian Hak Asasi Manusia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Hak Asasi Manusia 2) Latar belakang munculnya Hak Asasi Manusia 3) Perkembangan Hak Asasi Manusia 4) Pelaksanaan Hak Asasi Manusia di Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan hak asasi manusia dan rule of law sehingga keduanya dapat ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu memperkasai pelaksanaan ham di Indonesia berdasarkan falsafah dan ideologi pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan mampu mempraktikkan prinsip rule of law berdasarkan falsafah dan ideologi pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

dan mampu mendukung pelimpahan wewenang kepada daerah didalam merealisasikan geopolitik wawasan nusantara untuk menjamin tetap tegaknya NKRI. dan kesadarannya dalam mempersamakan persepsi guna mewujudkan persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu memegang teguh wawasan nusantara sebagai landasan visional di dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu IX. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep dan bentuk geopolitik di Indonesia sebagai wawasan kebangsaan sehingga mantap dalam sikap. . GEOPOLITIK (WAWASAN NUSANTARA) Topik kajian Wawasan Nusantara mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Wawasan Nusantara 2) Latar belakang terbentuknya wawasan nasional Indonesia 3) Konsepsi wawasan nusantara 4) Perwujudan wawasan nusantara 5) Unsur dasar wawasan nusantara a. PENEGAKAN HUKUM (RULE OF LAW) Topik kajian Penegakan Hukum atau Rule of Law mencakup bahasan tentang : 1) Pengertian Penegakan Hukum atau Rule of Law 2) Sistem pemerintahan negara 3) Amandemen UUD 1945 4) Kesadaran hukum Warga Negara Indonesia a. pendirian. b.VIII. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu b.

X. POLSTRANAS Topik kajian Politik dan Strategi Nasional mencakup bahasan tentang : 1) Pengertian Politik Strategi Nasional 2) Sistem politik Indonesia 3) Konsep strategi nasional dan implementasinya 4) Wujud Politik Startegi Nasional a. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu . daan tantangan yang akan melemahkan dan memakan ketahanan nasional. b. hambatan. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan sikap ulet dan tangguh di dalam membagun ketahanan nasional. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep dan bentuk geostrategik mahasiswa Indonesia berperan sebaggai dalam ketahanan nasional sehingga untuk melaksanakan pembangunan mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. dan mampu menunjukkan kemampuan dan kekuatan didalam menghadapi dan menggagalkan ancaman. gangguan. GEOSTRATEGIS (KETAHANAN NASIONAL) Topik kajian Ketahanan Nasional mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Pertahanan Nasional 2) Latar belakang pertahanan nasional 3) Hakikat dan perwujudan pertahaan nasional 4) Aspek ketahanan nasional 5) Bela negara serta Sistem pertahanan dan keamanan a. XI. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu b.

dan kemandirian dengan menempatkan mahasiswa sebagai subjek pendidikan mitra dalam proses pembelajaran dan sebagai anggota keluarga. dan warganegara. seminar kecil. kreatifitas. B.2. penugasan mandiri dalam bentuk mengerjakan soal-soal latihan dan penugasan kelompok dalam bentuk pembuatan makalah. Metodologi Pembelajaran PKn 1) Proses Pembelajaran yang diselenggarakan. antara lain: 1) Secara Umum a. didalamnya terjadi pembahasan kritis analitis. memotivasi untuk berpartisifasi aktif serta memberikan kesempatan bagi prakarsa. menantang. Memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. kegiatan kokurikuler. tugas baca. dengan cara kuliah tatap muka. Konsep good citizenship tentunya amat tergantung dari pandangan hidup dan sistem politik negara yang bersangkutan. 2) Pembelajaran yang diselenggarakan merupakan proses yang mendidik. masyarakat. 4) Motivasi menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran pengembangan kepribadian merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis di dalam masyarakat global. induktif dan deduktif. menyenangkan. b. diskusi interaktif. inspiratif. dan reflektif melalui dialog kreatif pertisifatory untuk nencapai pemahaman tentang kebenaran substansi dasar kajian. ceramah. secara interaktif.4 Metodologi dan Tujuan Pembelajaran PKn A. studi kasus. 3) Bentuk aktivitas pembelajaran. berkarya nyata dan untuk menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hidup. Membentuk warga negara yang baik dan cerdas yang mampu mendukung pembangunan dan juga kelangsungan bangsa dan negara. dan lain-lain. Tujuan Pembelajaran PKn Adapun tujuan mata kuliah PKn ini. .

Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat. serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila. Agar mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santuun. serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa.2) Secara Khusus a. cinta tanah air. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. . demokratis serta ikhlas sebagai warga negara Indonesia terdidik dan bertanggung jawab. c. Agar mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilainilai kejuangan. jujur. berbangsa dan bernegara. b.

bahwa semua Nabi/Rasul berasal dari wilayah Timur Tengah (Yahudi. seperti para pemikir filsafat (filosof). karena Timur Tengah diakui sebagai pusat berkembangnya ajaran agama supranatural (agama wahyu. Selain itu. serta bersikap arif bijaksana. wisdom. sedangkan pemikiran filsafat yang dianggap tertua di Eropa (Yunani) baru berkembang sekitar 650 SM. Fenomena demikian merupakan data sejarah budaya sebagai peradaban monumental. love dan sophia berati learning. pemikiran filsafat tertua bersumber dari wilayah Timur Tengah. . Sementara menurut Mohammad Noor Syam dalam psp. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran sejati. kemudian menghasilkan sikap hidup arif bijaksana. Oleh karena itu. Nilai filsafat berwujud kebenaran sedalam-dalamnya. di Mesir dan sekitar sungai Tigris dan Eufrat sekitar 5000-1000 SM. universal dan hakiki. Juga di India sekitar 3000-1000 SM serta Cina sekitar 3000-500 SM. Jadi. di daerah Palestina/Israel sebagai doktrin Yahudi sekitar 4000-1000 SM. diakses tanggal 20 Juni 2010 bahwa istilah filsafat secara etimologis terbentuk dari kata bahasa Yunani.doc ). sinergis dengan ajaran nilai religious. Filos berarti friend.ac. Jadi. Kita juga maklum.ugm. secara sederhana pemahaman filsafat adalah keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran sejati. terutama di wilayah Timur Tengah sejak sekitar 6000-600 SM. Sesungguhnya nilai ajaran filsafat telah berkembang. Oleh karenanya dijadikan filsafat hidup oleh pemikir dan penganutnya. revealation religions). Jadi.BAB III FILSAFAT PANCASILA 3.1 Pengertian Filsafat Pancasila dan Ideologi Pancasila Secara etimologis. kata filsafat berasal dari bahasa Yunani philen yang berarti cinta dan sophos yang berarti kebijaksanaan. filsafat menurut asal katanya berarti cinta pada kebijaksanaan. bersifat fundamental. yaitu filos dan sophia. Cinta dalam arti yang luas sebagai keinginan sungguh-sungguh terhadap sesuatu.id/pancasila/FILSAFAT_PANCASILA_2009_pak%20Noorsyam. Belajar filsafat berarti mencari kebenaran sedalam-dalamnya. makna filsafat adalah orang yang bersahabat dan mencintai ilmu pengetahuan.

Empat sila dibubuhi awalan kedan akhiran -an dan satu pe-an. Sistem filsafat dan cabang-cabangnya termasuk sistem ideologi dalam kepustakaan modern diakui sebagai Kultuurwissenschaft. kami menyatakan bahwa nilai filsafat Timur Tengah dianggap sebagai sumur madu peradaban umat manusia karena kualitas dan integritas intrinsiknya yang fundamentaluniversal theisme religious. dan waktu. rakyat. dan atau Geistesswissenschaft (terutama filsafat hukum. yaitu Tuhan. Sebagaimana pribadi manusia yang ingin sehat minumlah susu dengan madu. filsafat politik. Menurut pendapat Notonagoro (dalam Supriatnoko. 2009:17) pengertian filsafat Pancasila mempunyai sifat mewujudkan ilmu filsafat. filsafat ekonomi dan filsafat etika). Nilai ajaran filsafat Barat adalah nilai filsafat natural dan rasional (ipteks) yang dianggap sebagai sumur susu peradaban. Hendaknya memadukan nilai theisme religious dengan ipteks. Nilai filsafat menjangkau alam metafisika dan misteri alam semesta serta visi-misi penciptaan manusia. Kedua macam awalan dan akhiran itu. Alam semesta dengan hukum alam memancarkan nilai supranatural dan suprarasional sebagaimana rohani manusia dan martabat budi nuraninya juga memancarkan integritas suprarasional. yaitu ilmu yang memandang Pancasila dari sudut hakikat. Pengertian hakikat adalah unsurunsur yang tetap dan tidak berubah pada suatu objek. dan adil. tempat. manusia. Rumusan sila-sila Pancasila itu terdiri atas katakata pokok dan kata-kata sifat. Oleh karena itu pula. filsafat manusia. Kata-kata pokok terdiri atas kata-kata dasar. Berdasarkan data demikian kita percaya bahwa nilai filsafat sinergis dengan nilai-nilai theisme religious. Pengertian hakikat abstrak dimungkinkan bahkan diharuskan pada rumusan sila-sila Pancasila. Makna uraian di atas adalah manusia atau bangsa yang ingin sehat dan jaya. budaya dan peradaban yang luhur dan unggul akan berkembang berdasarkan nilai-nilai (moral) agama dan ipteks. Hakikat abstrak diartikan sebagai sifat tidak berubah akan terlepas dari perubahan keadaan. filsafat ilmu. Budaya dan peradaban modern mengakui bahwa perkembangan ipteks dan kebudayaan manusia bersumber dan dilandasi oleh ajaran nilai filsafat.Kristen dan Islam). menurut . Karena itu pula. Artinya. satu. filsafat diakui sebagai induk ipteks atau philosophy as the queen and as the mother of knowledge as well).

dan nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi sebagai pedoman. dan bernegara. Oleh karena itu. secara sederhana pemahaman ideologi adalah suatu gagasan atau cita-cita yang berdasarkan hasil pemikiran. bersikap. maka ideologi Pancasila merupakan ideologi terbuka. masyarakat. dan bertindak. keyakinan-keyakinan. dan budaya masyarakat Indonesia serta bersumber dari pandangan hidup bangsa. cita-cita. hukum dan negara Indonesia sebagai hasil kristalisasi nilai-nilai yang sudah ada di bumi Indonesia bersumber pada adat-istiadat. rakyat Indonesia berkewajiban untuk mewujudkan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. cita-cita. ideologi Pancasila milik semua rakyat dan bangsa Indonesia. dan keyakinan bangsa Indonesia mengenai sejarah. Pancasila sebagai ideologi diartikan sebagai keseluruhan pandangan. dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Isinya sedikit tetapi luasnya tidak terbatas. . Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat Pancasila adalah refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa. ideologi diartikan sebagai keseluruhan gagasan. ideologi diartikan sebagai ggagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang hendak menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus berpikir. Dalam arti luas. moral. agama. Jadi. Oleh karena ideologi Pancasila bersumber pada manusia Indonesia. secara etimologis kata ideologi berasal dari bahasa Yunani idea yang berarti gagasan atau cita-cita dan logos yang berarti ilmu sebagai hasil pemikiran. artinya meliputi segala hal dan keadaan yang terdapat pada bangsa dan negara Indonesia dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Sementara dalam arti sempit. Pancasila sebagai ideologi digali dan ditemukan dari kekayaan rohani. Dengan demikian. Ideologi yang dapat beradaptasi terhadap proses kehidupan baru dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain tetapi konsisten mempertahankan identitas dalam ikatan persatuan Indonesia.bahasa menjadikan abstrak dari kata dasarnya. budaya. berbangsa. dan kepercayaan TYME. Pengertian yang demikian disebut pengertian yang abstrak umum universal. Selanjutnya.

Pancasila dalam pendekatan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mendalam mengenai Pancasila. . agama. Namun.2 Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila bagi masyarakat Indonesia bukanlah sesuatu yang asing. Nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Indonesia terdapat dalam adat istiadat. saat ini terutama di era reformasi dan globalisasi membicarakan Pancasila dianggap sebagai keinginan untuk kembali orde baru. karena nilai-nilai luhur yang dimiliki tiap bangsa berbeda. dan ideologi nasional. 2003). para pendiri negara Indonesia merdeka sampai pada suatu pertanyaan yang mendasar di atas apakah negara Indonesia merdeka ini didirikan?. Nilai-nilai luhur itu kemudian menjadi tolok ukur kebaikan yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat mendasar dan abadi. baik untuk menata kehidupan pribadi maupun dalam interaksi manusia dengan komunitas dan alam sekitarnya. Oleh karena itu. kepercayaan terhadap adanya Tuhan. Ketika cita-cita menjadi bangsa yang bersatu sudah sangat bulat untuk hidup bersama atau living together dalam suatu negara merdeka. Pancasila terdiri dari lima sila yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 dan diperuntukkan sebagai dasar negara Indonesia. dan kepribadian dalam pergaulan. jiwa. Untuk mengetahui secara mendalam tentang Pancasila diperlukan pendekatan filosofis. dasar. budaya. Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur itu merupakan suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu sendiri. seperti cita-cita yang ingin diwujudkannya dalam hidup manusia. Pertanyaan ini muncul untuk menjawab kenyataan bahwa bangsa Indonesia yang menegara tidak mungkin memiliki pandangan hidup atau falsafah hidup yang sa ma dengan bangsa lain. Pandangan hidup atau weltanschauung berfungsi sebagai kerangka acuan. Filsafat Pancasila secara ringkas dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila dalam bangunan bangsa dan negara Inndonesia (Syarbaini. kajian Pancasila pada bab ini berpijak dari kedudukan Pancasila sebagai filosofi bangsa.3. Bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara Indonesia sudah memiliki nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup.

Nilai berasal dari bahasa Inggris value dan bahasa Latin valere artinya kuat. nilai persatuan. nilai mufakat. Ada hubungan antara nilai dengan norma. ditemukan. Nilai yang abstrak dan normatif dijabarkan dalam wujud norma. nilai adalah suatu penghargaan atau kualitas terhadap suatu hal yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku manusia. 2) Perwujudan nilai Pancasila sebagai norma bernegara. nilai keadilan dan keberadaban. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. dan nilai kesejahteraan.Selanjutnya. Jadi. nilai kemanusiaan. dan nilai keadilan. 1) Ketuhanan Yang Maha Esa. nilai persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup yang berkembang dalam masyarakat Indonesia sebelum menegara itulah yang kemudian oleh para pendiri negara digali kembali. Berdasarkan pemikiran filsafat Pancasila pada dasarnya merupakan suatu nilai. Ciri-ciri nilai adalah suatu yang abstrak bersifat normatif sebagai motivator/daya dorong manusia dalam bertindak. . yaitu nilai ketuhanan. Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup masyarakat Indonesia itu terdiri atas keimanan dan ketaqwaan. rumusan nilai dasar Negara tersebut diformulasikan kembali sebagai lima sila Pancasila dengan urutan berikut ini. 3) Persatuan Indonesia. dirumuskan. Norma atau kaidah adalah aturan atau pedoman bagi manusia dalam berperilaku sebagai perwujudan dari nilai. nilai kerakyatan. berikut ini. Soekarno diusulkan bernama Pancasila. Pancasila dalam pendekatan filsafat akan dibahas menjadi dua bagian. yang oleh Ir. 1) Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. dan berharga. Menurut PPKI. 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Nilai-nilai luhur tersebut kemudian disepakati oleh para pendiri negara sebagai dasar filsafat negara Indonesia merdeka. baik. dan selanjutnya disepakati dalam rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai dasar filsafat negara atau filosofische grondslag dari negara yang akan didirikan.

epistemologis dan axiologis sistem filsafat Pancasila mengandung ajaran tentang potensi dan martabat kepribadian manusia (SDM) yang dianugerahi martabat mulia sebagaimana terjabar dalam ajaran HAM berdasarkan filsafat Pancasila ! Keunggulan dan kemuliaan ini merupakan anugerah dan amanat Tuhan Yang Maha Esa. Setelah masyarakat Indonesia menjadi bangsa dalam NKRI. Dengan demikian. Maha Rahman dan Maha Rahim sebagai tersurat di dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945 sebagai asas kerokhanian bangsa dan NKRI. . sosial-budaya. yang dilakukan oleh para pendiri negara Indonesia. ekonomi. Dikatakan sebagai filsafat. karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam. PPKI menetapkan Pancasila secara resmi sebagai pandangan hidup bangsa dan pandangan hidup negara. maka sebelum masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang menegara. dan 5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dalam pengertian inilah. nilai-nilai luhur Pancasila telah menjadi bagian dari kehidupan diri pribadi dan masyarakatnya. yaitu Pancasila. Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai ideologi bangsa dan pandangan hidup negara dapat disebut ideologi negara. Dengan demikian bangsa Indonesia memiliki satu pedoman dan sumber nilai sebagai hasil karya besar bangsa Indonesia di dalam memecahkan berbagai persoalan politik.4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Allah Yang Maha Kuasa. nilai-nilai Pancasila itu dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa dan juga dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa. Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai cita-cita bersama atau collective ideology dari seluruh bangsa Indonesia. dan pertahanan keamanan serta hukum dalam gerak kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Pada tanggal 18 Agustus 1945. Secara ontologis. Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi padangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi ideologi negara dimaksudkan untuk memungkinkan bangsa Indonesia dalam mengelola bangsa dan negara memiliki satu kesatuan sistem filsafat yang jelas dan sama.

sosialisme. dilandasi dan dipandu oleh sistem filsafat dan atau sistem ideologi. sedangkan subjek pendukung pokok sila-sila Pancasila adalah manusia. terbukti dengan berbagai aliran (sistem) filsafat yang memberikan identitas berbagai sistem budaya. Pancasila secara dasar filsafat negara Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. naziisme. A. seperti theokratisme. dan dasar aksiologis. hakikat dasar ontologis sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hakikat mutlak monopluralis. sifat kodrat. serta Pancasilaisme. Pancasila terdiri atas lima sila yang saling mengikat. dan 3. sistem kenegaraan dan peradaban bangsa-bangsa modern. Secara ontologis-axiologis bangsa Indonesia belum secara signifikan melaksanakan visi-misi yang diamanatkan oleh sistem filsafat Pancasila. Jadi. 2. Dengan demikian. sebagaimana terjabar dalam UUD Proklamasi 1945. Sistem kenegaraan ini dijiwai. termasuk filsafat Pancasila ditegakkan (dan dibudayakan) dalam peradaban manusia modern khususnya bangsa Indonesia. Sedemikian berkembang. maka khasanah ajaran nilai filsafat kuantitati-kualitatif terus meningkat. dan kedudukan kodrat. Aktualisasi nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia Raya. Secara filsafat. landasan dan identitas tatanan atau sistem nilai kehidupan umat manusia. Agar lebih jelas mengenai Pancasila sebagai kesatuan sistem filsafat memiliki dasar ontologis. Pancasila merupakan dasar filsafat negara. marxisme-komunisme-atheisme. Nilai-nilai filsafat. terutama : 1. Dalam dinamika peradaban modern. Selanjutnya. fascisme. semua bangsa berkembang dan menegakkan tatanan kehidupan nasionalnya dengan sistem kenegaraan. zionisme. Dasar Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat segala sesuatu yang ada atau untuk menjawab pertanyaan “apakah kenyataan itu?”. Pancasila secara hierarkis sila-silanya saling menjiwai dan dijiwai satu sama lain. dasar epistemologis. yaitu memiliki susunan kodrat. Aktualisasi Integritas Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45. liberalisme-kapitalisme.Sesungguhnya ajaran filsafat merupakan sumber. yaitu berupa sifat kodrat .

C. nilai-nilai Pancasila yang merupakan satu kesatuan yang utuh dengan sifat dasar mutlaknya berupa sifat kodrat manusia tersebut menjadi dasar dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus berpedoman dan bersumber pada nilai-nilai Pancasila. Ada tiga persoalan mendasar dalam kajian epistemologis. (2) Teori kebenaran pengetahuan manusia. tujuan negara. . bahwa sesuatu bernilai karena berkaitan dengan subjek pemberi nilai. kajian epistemilogisfilsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. dasar aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa pembahasan tertuju pada filsafat nilai Pancasila. Adapun susunan isi arti sila-sila Pancasila. 3. yaitu : (1) Sumber pengetahuan manusia. moral negara. (2) Menurut sudut pandang objektif. Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila.3 Susunan Isi Arti Pancasila Pancasila sebagai suatu sistem susunan pengetahuan memiliki susunan bersifat formal logis dalam arti susunan sila-sila Pancasila sebagaimana telah dibahas pada bagian epistemologis. sebagai berikut : (1) Menurut sudut pandang subjektif. dan segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. Upaya untuk mendapatkan jawaban tentang kebenaran dilakukan pembuktian melalui ilmu pengetahuan. sistem hukum negara. Dasar Aksiologis Aksiologi adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan. Oleh karena itu. B. Dengan demikian. Dasar Epistemologis Epistemologis adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang apakah kebenaran atau apakah hakikat ilmu pengetahuan.monodualis. seperti bentuk negara. Sebagai konsekuensinya. bahwa hakikatnya sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri memang bernilai. dan (3) Watak pengetahuan manusia. tugas dan kewajiban negara dan warga negara. sifat negara. Dalam memandang tentang nilai. yaitu manusia.

sedangkan isi arti khusus konkrit dimaksudkan bagi realisasi praktis dalam suatu lapangan kehidupan tertentu sehingga memiliki sifat khusus konkrit. diuraikan menjadi isi arti Pancasila yang umum kolektif dan khusus konkret sebagai sistem etika Pancasila yang bercorak normatif. yaitu bahwa hakikat manusia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berketuhanan. 3. dan realisasi praktisnya dalam berbagai bidang kehidupan konkrit. Realisasi pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan memerlukan pengkhususan isi rumusannya yang secara abstrak umum universal menjadi pengertian yang umum kolektif dan khusus konkret. sekaligus sebagai jiwa bangsa (Volksgeist. satu. berkeadilan sosial dalam praktik kehidupan bermasyarakat. Pancasila sebagai pedoman dan sumber nilai kolektif bangsa dan negara Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia. (2) isi arti Pancasila yang umum kolektif. dan (3) isi arti Pancasila yang khusus kongkrit. tertib hukum Indonesia. adil merupakan konsep filsafat Pancasila yang bercorak tematis. yaitu : (1) isi arti Pancasila yang abstrak umum universal. berbangsa. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal sebagai prinsip dasar umum merupakan pengertian yang sama bagi bangsa Indonesia. rakyat. Isi arti umum kolektif adalah realisasinya dalam bidang-bidang kehidupan. Selanjutnya.4 Asal Mula Pancasila Sebagai Ideologi Nilai Filsafat Pancasila berkembang dalam budaya dan peradaban Indonesia terutama sebagai jiwa dan asas kerokhanian bangsa dalam perjuangan kemerdekaan dari kolonialisme-imperialisme 1596-1945. manusia. jatidiri nasional) memberikan identitas dan integritas serta martabat (kepribadian) . berpersatuan. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal yang bersumber dari hakikat Tuhan. dan bernegara. berkerakyatan. Weltanschauung) bangsa. berkemanusiaan. isi arti Pancasila yang abstrak umum universal merupakan inti dari atau esensi Pancasila sehingga menjadi pangkal tolak pelaksanaan pada bidang-bidang kenegaraan. Pertama. Nilai filsafat Pancasila baik sebagai pandangan hidup (filsafat hidup.meliputi tiga hal.

bangsa dalam budaya dan peradaban dunia modern; sekaligus sumber motivasi dan spirit perjuangan bangsa Indonesia. Nilai filsafat Pancasila secara filosofis-ideologis dan konstitusional berkembang dalam sistem kenegaraan Indonesia yang dinamakan sebagai sistem kenegaraan Pancasila yang terjabar dalam UUD 1945. Jadi, tegaknya bangsa dan NKRI sebagai bangsa merdeka, berdaulat, bersatu dan bermartabat amat ditentukan oleh tegaknya integritas sistem kenegaraan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan analisis normatif filosofis-ideologis dan konstitusional, semua komponen bangsa wajib setia dan bangga (mengikat, memaksa) kepada sistem kenegaraan Pancasila sebagaimana terjabar dalam UUD 1945, termasuk kewajiban bela negara. Sebagai bangsa dan negara modern, kita mewarisi nilai-nilai fundamental filosofis-ideologis sebagai pandangan hidup bangsa (filsafat hidup, Weltanschauung) yang telah menjiwai dan sebagai identitas bangsa (jatidiri nasional, Volksgeist) Indonesia. Nilai-nilai fundamental warisan sosio-budaya Indonesia ditegakkan dan dikembangkan dalam sistem kenegaraan Pancasila, sebagai pembudayaan dan pewarisan bagi generasi penerus. Kehidupan nasional sebagai bangsa merdeka dan berdaulat sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 berwujud NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem NKRI ditegakan oleh kelembagaan negara (suprastruktur)

bersama semua komponen bangsa, yakni infrastruktur dan warganegara berkewajiban menegakkan asas normatif filosofis-ideologis secara

konstitusional, yakni UUD 1945 seutuhnya sebagai wujud kesetiaan dan kebanggaan nasional. Nilai-nilai fundamental dimaksud terutama filsafat hidup

(Weltanschauung) bangsa yang oleh pendiri negara (PPKI) dengan jiwa hikmat kebijaksanaan dan kenegarawanan, musyawarah mufakat menetapkan dan

mengesahkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Berdasarkan legalitas dan otoritas PPKI sebagai pendiri negara, maka UUD 1945 sesungguhnya mengikat (imperatif) seluruh komponen bangsa untuk setia menegakkan dan membudayakannya.

Selanjutnya, asal mula terbentuknya Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, dapat ditelusuri dari proses pembentukannya, berikut ini. 1) Kausa Materialis Pancasila yang sekarang menjadi ideologi negara bersumber pada bangsa Indonesia. Artinya bangsa Indonesia sebagai kausa materialis (asal mula bahan) dari adanya Pancasila. Nilai-nilai Pancasila digali dari kekayaan bangsa Indonesia, berupa adat istiadat, budaya, dan nilai religius yang terpelihara dan berkembang sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa. 2) Kausa Formalis Kausa formalis (asal mula bentuk) Pancasila sebagai ideologi negara merujuk kepada bagaimana proses Pancasila itu dirumuskan menjadi Pancasila yang terkandung pada Pembukaan UUD 1945, yaitu berasal mula bentuk pada pidato Ir. Soekarno yang selanjutnya dibahas dalam sidang BPUPKI khsususnya mengenai bentuk rumusan dan nama. 3) Kausa Efisien Kausa efisien adalah asal mula karya yang menjadikan Pancasila dari calon ideologi negara menjadi ideologi negara adalah PPKI yang berperan sebagai pembentuk negara. Sebagai pemegang kuasa pembentuk negara, PPKI mengesahkan Pancasila menjadi ideologi negara yang sah setelah melalui pembahasan mendalam pada sidang-sidang BPUPKI. 4) Kausa Finalis Pancasila dirumuskan dan dibahas pada sidang-sidang para pendiri negara untuk diwujudkan sebagai ideologi negara yang sah. Kausa finalis (asal mula tujuan) mewujudkan Pancasila sebagai ideologi negara yang sah adalah para anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan. Para anggota dari badan itulah yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila ditetapkan oleh PPKI sebagai ideologi negara yang sah. 3.5 Hakikat dan Fungsi Ideologi Pancasila A. Hakikat Ideologi Pancasila Pada hakikatnya ideologi Pancasila tidak lain adalah hasil refleksi bangsa Indonesia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia

kehidupannya. Antara keduanya, yaitu ideologi dan kenyataan hidup bangsa terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh timbal balik yang terwujud dalam interaksi yang disatu pihak memacu ideologi makin realitas dan dilain pihak mendorong bangsa Indonesia untuk teruus berusaha mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berpikir bangsa Indonesia, namun juga membentuk bangsa Indonesia menuju cita-cita. Dengan demikian ideologi bukanlah sebuah pengetahuan teoritis belaka tetapi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi sebuah keyakinan. Ideologi Pancasila adalah satu pilihan yang jelas membawa komitmen bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, semakin mendalam kesadaran ideologis setiap bangsa Indonesia akan berarti semakin tinggi pula rasa komitmennya untuk melaksanakannya. Komitmen itu tercermin dalam sikap setiap orang Indonesia yang meyakini ideologisnya sebagai ketentuan-ketentuan normatif yang harus ditaati dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. B. Fungsi Ideologi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Pancasila sebagai ideologi negara memberikan orientasi yang lebih eksplisit dan terarah kepada keseluruham sistem masyarakat dalam berbagai aspeknya dan dilakukan dengan cara dan penjelasan yang lebih logis dan sistematis. Pancasila sebagai ideologi negara berawal dalam fungsinya sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia. Kemudian oleh para pendiri negara prinsip-prinsip dasarnya dieksplisitasi lebih lanjut ke dalam kondisi hidup modern dan dibersihkan dari unsur-unsur magis atau mistik. Ideologi Pancasila bukanlah agama. Pedoman dan sumber nilai bermsyarakat yang diberikan oleh ideologi Pancasila ditujukan langsung untuk kehidupan dunia ini. Merujuk pada uraian di atas, maka fungsi ideologi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah untuk memberikan : (1) Struktur kognitif berupa keseluruhan pengetahuan yang dapat menjadi landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian alam sekitar; (2) Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia;

Beberapa faktor yang mendorong Pancasila sebagai ideologi terbuka. menghayati.(3) Norma-norma yang menjadi pedoman dan sumber nilai bagi bangsa Indonesia untuk melangkah dan bertindak. (4) Bekal dan jalan bagi orang perorangan untuk menemukan identitasnya sebagai bangsa Indonesia. (3) Keterbukaan menjadikan Pancasila tidak eksklusif. (5) Kekuatan yang mampu mengyemangati dan mendorong bangsa Indonesia untuk menjalankan aktivitas dan mencapai tujuan. tetapi dalam prinsip untuk memperkaya wawasan dan orientasi dalam hidup bermasyarakat. serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalam ideologi Pancasila.6 Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka A. antara lain : . setiap warga negara Indonesia berkewajiban untuk mengubah nilai dasar Pancasila menjadi operasional ke dalam sistem kehidupan kenegaraan secara nasional. dan (6) Pendidikan bagi masyarakat untuk memahami. Prinsip dan Faktor Pendorong Keterbukaan Pancasila Sejak ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai ideologi bangsa dan negara. (4) Keterbukaan mendorong Pancasila menjadi dinamis. Oleh karena. artinya nilai-nilai dasar Pancasila dapat menyaring unsur-unsur baru yang dapat memperkaya perkembangan dan pelaksanaan ideologi Pancasila secara positif ke arah kemajuan kehidupan bangsa dan negara. dan bernegara. Pancasila memiliki sifat hakikat sebagai ideologi terbuka. 3. (2) Keterbukaan ideologi Pancasila menjamin tidak totaliter. berbangs. yaitu : (1) Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti membuka pintu lebar-lebar untuk menerima begitu saja hal-hal dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Pada prinsipnya. Maksudnya adalah warganegara sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial.

Dimensi Fleksibilitas Ideologi Pancasila bersifat terbuka dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sebab memiliki kemampuan berinteraksi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemikiran baru yang relevan dengan perubahan dan kemajuan zaman. Dimensi Realitas Nilai yang terkandung dalam Pancasila bersumber dari nilai-nilai yang riil dan hidup di dalam masyarakat sehingga nilai-nilai dasar ideologi Pancasila hidup tertanam dan berakar dalam masyarakat. d) Tekad untuk membangkitkan kembali kesadaran bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkannya secara kreatif-dinamis dalam rangka mewujudkan cita-cita tujuan nasional. seperti pada waktu besarnya pengaruh komunisme.a) Kenyataan bahwa dalam proses pembangunan nasional. b) Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi tertutup. dan bernegara. . berbangsa. 1. c) Pengalaman sejarah politik bangsa Indonesia masa lalu. Ideologi Pancasila bersumber dari pandangan hidup yang terpelihara dalam adat istiadat. seperti komunisme cenderung mengisolasi diri dari perkembangan lingkungan. Pancasila pernah menjadi doktrin yang kaku. agama dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap TYME. budaya. dinamika masyarakat Indonesia berkembang dengan sangat cepat sehingga memerlukan kejelasan sikap secara ideologis. dan fleksibilitas. Tiga Dimensi Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi memiliki dimensi-dimensi realitas. Cita-cita bangsa Indonesia telah dicantumkan dengan jelas pada Alinea II Pembukaan UUD 1945 yang juga berfungsi sebagai penuangan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. 2. 3. idealitas. B. Dimensi Idealitas Ideologi Pancasila mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat.

sistem. organisasi. yaitu: a) Nilai Dasar Nilai atau norma dasar Pancasila merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang abstrak umum universal. tujuan. atau program-program yang merupakan tindak lanjut dari nilai dasar. Nilai dasar ini berbentuk kaidah-kaidah hakiki menyangkut eksistensi negara. Oleh karena itu. Nilai instrumental merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang umum kolektif. berbangsa.C. tatanan dasar dan ciri-ciri khasnya. Nilai praksis adalah wahana pelaksanaan nilai dasar dan instrumental secara nyata dan sesungguhnya. dan tidak langsung. c) Nilai Praksis Nilai praksis merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang khusus konkret. tidak berubah. strategi. Untuk dapat diterapkan dalam bentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual. Tingkatan Nilai Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung nilai dasar yang bersifat tetap. Nilai praksis sebagai wahana untuk menunjukkan bahwa nilai dasar berfungsi dalam kehidupan sekaligus sebagai sarana mengevaluasi atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan nilai dasar dalam sesuatu bidang kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. bersifat tidak berubah. . b) Nilai Instrumental Nilai instrumental menjadi sarana mewujudkan nilai dasar. tidak terikat dengan tempat dan waktu. Nilai instrumental dapat berbentuk kebijakan. cita-cita. nilai dasar Pancasila harus diuraikan terlebih dahulu ke dalam nilai instrumental kemudian ke dalam nilai praksis. akan terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu. ada tiga tingkatan nilai dalam ideologi Pancasila. serta dapat dioperasionalkan. penerapannya secara kontekstual disesuaikan dengan tuntutan zaman. rencana.

Singapura. dan j) Kebudayaan nasional. sebagian Thailand. Oleh karena itu. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia. c) Lagu kebangsaan. identitas nasional merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik atau politic unity. Identitas nasional Indonesia yang menunjukkan pada identitas-identitas yang sifatnya nasional. identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. f) Bendera negara. h) Bentuk negara. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris yaitu identity yang berarti ciri. kelompok. sebagai berikut : a) Bahasa nasional. Sementara nasional berasal dari kata national yang diartikan sebagai kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar. i) Konsepsi. yaitu: 1) Wilayah geografi Wilayah geografi Indonesia secara historis adalah wilayah yang semula menjadi wilayah kekuasaan dua kerajaan besar. 4. masayarakat bahkan bangsa.1 Pengertian Identitas Nasional Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Malaysia. meliputi seluruh wilayah nusantara. b) Dasar negara. tanda. e) Semboyan negara. atau jati diri yang diimiliki oleh seseorang. Secara etimologis. yakni Sriwijaya dan Majapahit. d) Lambang negara. Ketika bangsa Indonesia .2 Unsur Pembentuk Identitas Nasional Adapun unsur pembentuk identitas nasional bangsa Indonesia. g) Konstitusi negara. sampai ke Filipina.BAB IV IDENTITAS NASIONAL 4.

migran dari Asia (Tionghoa. Suku bangsa askriptif adalah suku bangsa yang sudah ada di wilayah geografi nusantara. Oleh karena itu. Jerman. migran dari Amerika (Kanada dan Amerika Serikat).menyatakan diri menjadi bangsa yang merdeka. Sebagai upaya mencegah resiko konflik antar umat beragama diantaranya adalah saling mengakui secara positif keberadaan agama dan para pemeluk serta saling menghormati prinsip satu sama lain. ideologi dan dasar negara. migran dari Afrika (Mesir dan Nigeria). dan India). Bagi bangsa Indonesia. 3) Agama Agama menjadi unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan realitas bahwa bangsa Indonesia tergolong sebagai rakyat agamis. kemajemukan dalam beragama merupakan anugerah dari TYME yang wajib disyukuri dan dikelola secara wajar. berdaulat. Italia). bangsa Indonesia terbentuk dari ras dan suku bangsa yang majemuk. sedangkan kelompok migran adalah mereka yang telah menyatakan diri menjadi warga negara dan setia terhadap Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. 4) Kebudayaan Kebudayaan menjadi unsur pembentuk identitas nasional karena realitas bahwa kebudayaan yang dipelihara dan berkembang di dalam lingkungan setiap suku bangsa berisi nilai-nilai dasar yang secara kolektif digunakan oleh para pendukungnya untuk menafsiirkan dan memahami lingkungan . Secara keseluruhan. Kelompok migran di Indonesia meliputi. bersatu. 2) Suku bangsa Suku bangsa sebagai unsur pembentuk identitas nasional dibagi ke dalam dua kelompok. di Indonesia terdapat lebih kurang 300 suku bangsa dengan bahasa dan dialek yang berbeda. yang secara sadar bersama-sama membangun hubungan yang rukun antar umat seagama dan antar umat beragama. Arab. yaitu suku bangsa askriptif dan kelompok migran. sebagian besar termasuk suku bangsa askriptif. migran dari Eropa (Belanda. secara politik par pendiri negara menetapkan bahwa wilayah geografi yang menjadi identitas negara Indonesia adalah seluruh wilayah nusantara yang meliputi seluruh bekas jajahan Belanda.

5) Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia yang sekarang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia berawal dari bahasa Melayu. 4.serta digunakan sebagai pedoman berpikir. . dari kerajaan bbercorak Hindu dan Budha sampai pada kerajaan yang bercorak Islam. didirikan oleh Sutomo. Perlawanan yang tersebar di setiap daerah ataupun peperangan melawan penjajah yang dilakukan oleh pemimpin keadaerahan. kepala suku. Mereka hidup berkelompok sebagai rakyat dalam wilayah kerajaankerajaan. Wahidin Sudirohusodo merupakan orang yang berjasa membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia untuk membangun jiwa kebangsaan. bahkan raja sekalipun belum mampu mengusir penjajah dari bumi nusantara secara keseluruhan. dan kemiskinan akibat ditutupnya kesempatan belajar bagi rakyat pribumi.3 Perjuangan Menjadi Satu Bangsa Bangsa yang sekarang disebut bangsa Indonesia terbentuk dari kumpulan berbagai suku bangsa yang khususnya telah mendiami kepulauan nusantara. Suradji. kebodohan. bahasa melayu telah menjadi bahasa penghubung (lingua franca) jauh sebelum kemerdekaan. Dalam interaksi antar suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara. Dampak langsung dari kejadian sebagai bangsa yang terjajah adalah rakyat Indonesia mengalami keterbelakangan. akan tetapi berjalan secara sendiri. Atas semangat tersebutlah pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah organisasi pergerakan nasional pertama yang diberi nama “Boedi Oetomo”. dan mengatur diri sendiri menurut kekuatan sendiri. Setiap kerajaan merupakan sebuah pemerintahan otonom yang saling menjaga hubungan baik satu sama lain. Bangsa Indonesia mengalami berbagai era pemerintahan kerajaan. Dr. Kesadaran bangsa Indonesia bangkit untuk berbangsa sejalan dengan terjadinya pergolakan kebangkitan bangsa-bangsa terjajah di dunia untuk membentuk negara merdeka. bersikap. berdaulat. dan Gunawan Mangunkusumo di Jakarta. Dalam fungsinya sebagai bahasa penghubung itulah bahasa melayu kemudian ditetapkan oleh para pemuda dari Sabang sampai Merauke sebagai bahasa persatuan dalam ikrar Sumpah Pemuda. dan bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.

Soekarno yang mempunyai semangat nasionalisme. Perang Dunia II berperan dalam menghentikan penjajahan Belanda atas bangsa Indonesia. misalnya Jong Java. Jong Sumatra. Diantara para tokoh pergerakan dan pemuda itu adalah Ir. seperti Sarekat Islam. Sosok perjuangan semakin jelas. terbukti dengan lahirnya berbagai organisasi pergerakan nasional. Kebulatan tekad untuk menjadi bangsa Indonesia ditindaklanjuti dengan mengadakan Kongres Pemuda II dan pada tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan ikrar yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. baik secara politik maupun fisik. serta berbagai organisasi pemuda lainnya. Pada tahun 1928 tokoh-tokoh organisasi pergerakan nasional dan organisasi pemuda mengadakan Kongres Pemuda I dengan menghasilkan kesepakatan untuk menggalang persatuan dari seluruh organisasi pergerakan dan organisasi pemuda untuk melawan penjajah Belanda. meliputi: 1) Konsep tentang hakikat eksistensi manusia 2) Konsep pluralistik 3) Konsep harmoni dan keselarasan 4) Konsep kekeluargaan dan gotong royong 5) Konsep integralistik 6) Konsep kerakyatan 7) Konsep kebangsaan . Partai Indonesia. PNI. Organisasi pergerakan nasional dengan tokoh pemuda mencapai kata sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan dengan syarat adanya persatuan dan kesatuan nasional. pemerintah pendudukan Jepang pada tanggal 29 April 1945 membentuk BPUPKI yang diberi tugas untuk mempersiapkan Indonesia merdeka.4 Konsep Pancasila Identitas Nasional Konsep yang terdapat di dalam Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia.Sejak itu semangat kebangsaan bangsa Indonesia semakin berapi. 4. Indische Partij. tetapi kemudian bangsa Indonesia jatuh ke dalam penjajahan Jepang. dan lain-lain. Guna mendapatkan simpati rakyat Indonesia membantu Jepang melawan tentara Sekutu.

Di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dalam bidang sosial-budaya. nilai individualistis yang dibawa gobalisasi bernilai positif untuk membangkitkan semangat kerja keras. namun secara bertahap dapat diterapkan di berbagai negara yang dianggap sebagai semboyan yang bernilai universal. serta pertahanan dan keamanan negara. Sementara di bidang ekonomi. terutama melalui bidang sosial-budaya. Semboyan globalisasi bila dicermati secara kebangsaan Indonesia merupakan instrumen atau sarana untuk menyebarluaskan ideologi liberal atau liberaisme. politik. Dalam bidang politik. globalisasi menanamkan liberalisasi politik dalam kehidupan politik. bangsa Indonesia tidak dapat menghindar dari pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan. globalisasi harus dipandang sebagai instrumen yang pantas dipahami sebagai konsep pergaulan dan hubungan internasional dalam urusan ekonomi antarbangsa dan sebagai faktor yang memperkaya serta memajukan iptek bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Proses globalisasi mengandung implikasi bahwa suatu suatu aktivitas yang sebelumnya terbatas jangkauannya secara nasional. Upaya-upaya ke arah liberalisasi perdagangan atau perdagangan bebas mulai digerakkan pada tahun 1947 pada pertemuan dunia pertama di Jenewa yang melahirkan GATT (General Agreement on Tarrifs and Trade). Bagi bangsa Indonesia. Globalisasi adalah masuk atau mewabahnya pengaruh dari suatu negara dalam pergaulan dunia.5 Pemberdayaan Identitas Nasional A. meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai hasil proses liberalisasi pendidikan dan pengaruh kemajuan ipteks untuk mampu bersaing dengan banggsa-bangsa lain dalam mengolah sumber daya alam. globalisasi menanamkan lliberalisasi perdagangan dalam kehidupan ekonomi. Mendasarkan pada prinsip sekuler dalam kehidupan politik . Keterkaitan Identitas Nasional dan Globalisasi Dalam konteks pergaulan dan hubungan antarbangsa di dunia.4. ekonomi. globalisasi menjadi instrumen efektif dalam melahirkan berbagai sikap perilaku yang bertentangan dengan nilai keimanan dan ketaqwaan sebagai nilai tertinggi dari Pancasila.

globalisasi memunculkan sikap arogan dan ingin menang sendiri. (b) Memperkuat daya tahan. Sistem ini sangat bertentangan dengan Pancasila sebagai identitas nasional bangsa dan negara Indonesia yang lebih mendasarkan pada nilai-nilai persatuan dan kesatuan di dalam pembangunan sistem pertahanan dan keamanan yang dikenal dengan nama Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau SISHANKAMRATA. Globalisasi telah berhasil membuat bangsa Indonesia saat ini menjadi ragu-ragu terhadap nilainilai dasar Pancasila yang telah disepakati bersama sebagai identitas nasional. Kedaulatan rakyat itu diterapkan dalam sistem demokrasi melalui pemilu dan proses-proses politik untuk mengatur kehidupan bernegara. dan (d) Memperkuat semangat kebangsaan. Revitalisasi Ideologi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Globalisasi dalam konteks ekonomi merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai potensi pasar yang luas dan sumber dana dan teknologi serta menjadi alternatif pilihan produk berkualitas dan murah. B.adalah menjauhkan segala hal yang berbau agama. Untuk memberdayakan Pancasila kembali menjadi identitas nasional dalam konteks kehidupan kebangsaan Indonesia. (c) Meningkatkan daya saing. . Ideologi liberal kemudian dijadikan dasar filsafat bagi adanya kedaulatan manusia yang mewujud ke dalam kedaulatan rakyat. Kebebasan individu dijadikan dasar untuk mempengaruhi dan menguasai kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Upaya-upaya pokok yang secara terus menerus dilakukan adalah : (a) Memperkuat kesadaran terhadap ideologi Pancasila. Dalam bidang pertahanan dan keamanan. Eksploitasi dan monopoli sistem persenjataan adalah pusat perhatiannya. menjadi alat untuk menghancurkan bangsa-bangsa terutama bangsa-bangsa yang tidak menganut ideologi liberal.

penduduk dari suatu kota. penduduk adalah dalam arti formal menunjukkan pada tempat . ikatan sejarah tanah air. Warga Negara Istilah warga negara berasal dari bahasa Inggris citizen yang berarti warga negara. Kewarganegaraan dalam arti sosiologis tidak ditandai dengan ikatan hukum tetapi ikatan emosional. yaitu : 1) Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis a. Jadi. dan bawahan atau kawula. Istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA 5. Kewarganegaraan dalam arti material yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara. Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara. dan Rakyat A. Kewarganegaraan kewarganegaraan. anggota atau warga dari suatu oorganisasi perkumpulan. b. ikatan nasib. warga negara sebagai terjemahan dari citizen yaitu anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. 2) Kewarganegaraan dalam arti formal dan material a. orang setanah air. Hikam dalam Ghazali (2004). seperti ikatan perasaan. Selanjutnya. Warga mengandung arti peserta. Dalam sosiologi. b.1 Pengertian Warga Negara. kewarganegaraan atau citizenship artinya keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara warga negara dengan warga negara. Penduduk Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Penduduk. B. Sementara menurut AS. dapat disimpulkan bahwa warga negara adalah anggota dari suatu negara. ikatan keturunan. sesama penduduk. sesama warga negara. sedangkan warga negara artinya warga atau anggota dari suatu negara.

kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi.3 Hak-hak warga negara Berikut ini adalah hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan kewajiban warga negara terhadap negara. (4) Hak negara untuk menjamin hak asasi warga negara. (3) Hak negara untuk menguasai sistem hukum yang adil. yaitu (1) orang yang tinggal di daerah tersebut. dan (2) orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. C. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi. Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. 5. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. ekonomi. tetapi memilih tinggal di daerah lain. seperti pengecer hingga pelanggan potensial. Misalkan bukti kewarganegaraan. (2) Hak negara untuk dibela. dan geografi. Rakyat Rakyat adalah penduduk Indonesia yang telah setuju dengan berdirinya Negara Republik Indonesia dan memberikan mandat kepada sekelompok orang Indonesia yang rela melepaskan haknya sebagai rakyat untuk bersedia mengelola pemerintahan Negara Republik Indonesia yang dimandatkan atas kedaulatan rakyat dan hanya mengabdi kepada rakyat. sebagai berikut : (1) Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan. (5) Hak negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional. Adapun hak warga negara. dan (7) Hak negara untuk memberi kebebasan beribadah. antara lain : a) Pasal 27 b) Pasal 28 . Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. (6) Hak negara untuk memberi jaminan sosial. Adapun ketentuan tersebut. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua.

2.4 Kewajiban warga negara Adapun kewajiban warga negara. dan 5 j) Pasal 34 5. antara lain : a) Pasal 27 Ayat 1 b) Pasal 27 Ayat 3 c) Pasal 30 Ayat 1 . 4.c) Pasal 28 Ayat A-J d) Pasal 29 Ayat 1 dan 2 e) Pasal 30 Ayat 1 f) Pasal 31 Ayat 1 dan 2 g) Pasal 32 Ayat 1 h) Pasal 33 Ayat 1 i) Pasal 33 Ayat 1. 3.

Pengertian Negara Secara literal istilah negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing. berbangsa dan bernegara. Tujuan negara Republik Indonesia: “Memajukan kesejahteraan umum. dengan mengacu pada al-Quran dan al-Sunnah.BAB VI DEMOKRASI INDONESIA 6. hanya saja dalam alQuran dan al-Sunnah terdapat prinsip-prinsip dasar dalam bermasyarakat. staat (bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (bahasa Perancis). mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. tidak ditemukan rumusan tentang negara secara eksplisit. Tujuan Negara Tujuan negara adalah : a) Memperluas kekuasaan b) Menyelenggarakan ketertiban hukum c) Mencapai kesejahteraan umum Menurut Plato bahwa memajukan kesusilaan manusia. yaitu: a) Paradigma tentang teori khilafah yang dipraktikan sesudah Rasulullah Saw. yakni state (bahasa Inggris). Kata staat. konsep islam tentang negara juga berasal dari 3 tahap paradigma. sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk sosial. b) Paradigma yang bersumber pada teori imamah dalam paham islam Syi’ah. sifat dan unsur-unsur negara A. teori terjadi negara. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Soltau: Memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). terutama biasanya merujuk pada masa Khulafa al Rasyidun. yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.1 Pengertian negara. Dalam konsepsi Islam. Menurut Roger H. c) Paradigma yang bersumber dari teori imamah atau pemerintahan. B. Selain itu. etate itu diambil dari kata bahasa latin status atau statum. state.” .

Ketiga unsur ini oleh Mahfud MD disebut sebagai unsur konstitutif. 3) Pemerintah Pemerintah adalah alat kelengkapan negara yang bertugas memimpin organisasi negara untuk mencapai tujuan negara. Perairan (wilayah laut/perairan) Perairan atau laut yang menjadi bagian atau termasuk wilayah suatu negara disebut perairan atau laut teritorial dari negara bersangkutan. Secara mendasar. 2) Wilayah Wilayah dalam sebuah negara merupakan unsur yang harus ada. . Kursi Suci (Holy See. Papacy) adalah sebuah negara. Sebagai contoh. rakyat dan wilayah tertentu. Udara (wilayah udara) Udara yang berada di atas wilayah darat dan wilayah laut teritorial suatu negar merupakan bagian dari wilayah udara sebuah negara. Pembatasan wilayah suatu negara biasanya ditentukan berdasarkan perjanjian. Daratan (wilayah darat) Wilayah darat suatu negara dibatasi oleh wilayah darat dan atau laut (perairan) negara lain. karena menguasai sebagian wilayah Italia dari pantai barat sampai ke bagian timur jazirah Italia. a. pemerintah seringkali menjadi personifikasi sebuah negara. Unsur rakyat ini sangat penting dalam sebuah negara. karena tidak mungkin ada negara tanpa ada batas-batas teritoral yang jelas. 1) Rakyat Setiap negara tidak mungkin bisa ada tanpa adanya warga atau rakyatnya. Unsur-Unsur Negara Dalam rumusan Konveni Montevideo tahun1933 disebbutkan negara harus memiiki tiga unsur penting yaitu rakyat. Sejalan dengan itu. karena secara konkret rakyatlah yang memiliki kepentingan agar negara itu dapat berjalan baik. wilayah dan pemerintah. perairan (wilayah laut/perairan) dan udara (wilayah udara). c. wilayah dalam sebuah negara biasanya mencangkup daratan (wilayah darat). b.C. Oleh karenanya. Mac Iver merumuskan bahwa suatu negara harus memenuhi 3 unsur pokok yaitu pemerintahan. pada tahun 1860.

yakni keadaan selama belum ada negara. Negara terbentuk dengan penakhlukan dan pendudukan. menurut kehendak hatinya sendiri. . Teori Historis Lembaga-lembaga sosial tidak dibuat. 4. Teori Kekuatan Negara yang pertama adalah hasil dominasi dari kelompok yan kuat terhadap kelompok yang lemah. 3) Jean Jacques Rousseau (1712-1778) : Rousseau merupakan tokoh yang pertama kali menggunakan istilah kontrak sosial (social contract). 5. Teori Organis Negara dianggap atau disamakan dengan makhluk hidup. raja (kaisar) sebagai kepala dan para individu sebagai daging makhluk hidup itu. Kehidupan korporal dari negara dapat disamakan sebagai tulang belulang manusia. manusia atau binatang. tetapi tumbuh secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia. Raja dan pemimpin-pemimpin negara hanya bertanggung jawab pada tuhan dan tidak pada siapapun. Dengan penaklukan dan pendudukan dari sekelompok etnis yang lebih kuat atas kelompok etnis yang lebih lemah. 1) Thomas Hobbes (1588-1679) : Hobbes mengemukakan bahwa kehidupan manusia terpisah dalam 2 zaman. Teori Terbentuknya Negara 1. 2) John Locke (1632-1704) : Bagi Locke. undang-undang sebagai urat syaraf.D. 3. Teori Kontrak Sosial (Social Contrac) Teori kontrak sosial atau teori perjanjian masyarakat beranggapan bahwa negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjajnjian masyarakat. Teori ini adalah salah satu teori yang terpenting mengenai asal-usul negara. keadaan alamiah ditafsirkan sebagai suatu keadaan dimana manusia hidup bebas dan sederajat. 2. Individu yang merupakan kompenen-kompenen negara dianggap sebagai sel-sel dari makhluk hidup itu. Teori Ketuhanan Negara dibentuk oleh tuhan dan pemimpin-pemimpin negara ditunjuk oleh tuhan.

oleh. Namun. 3) Henry B. b. dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggararakan oleh warga negara melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. by the people. karena itu kekuasaan pemerintahan itu melekat pada diri rakyat. seiring dengan berjalannya waktu pada saat ini orang lebih mengenal pelaksanaan demokrasi secara tidak langsung atau demokrasi perwakilan. demokrasi berasal dari bahasa Yunani demos berarti rakyat dan cratos atau cratein berarti pemerintahan atau kekuasaan. Pengertian Secara Etimologis Dari sudut bahasa. pengertian demokrasi dikemukakan oleh beberapa ahli politik. Pengertian Secara Terminologis Dari sudut iistilah.6. Mayo Demokrasi adalah sistem politik yang menunjukkan bahwa kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan umum.2 Pengertian dan konsep demokrasi Kata demokrasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang. Demokrasi yang dipraktekkan pada waktu itu adalah demokrasi langsung atau direct democracy. 2) Harris Soche Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat. yaitu : a. dan untuk rakyat atau government of the people. Hal ini dapat dilakukan karena pada saat itu Yunani masih berbentuk negara kota atau polis yang penduduknya terbatas. Konsep negara demokratis ini muncul dan dipraktekkan pada abad ke-4 sampai ke-6 SM. . and for the people. sebagai berikut : 1) Abraham Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan dari. Demokrasi langsung artinya hak rakyat untuk membuat keputusankeputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh rakyat atau warga negara. 4) International Commision for Jurrist Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan.

Disamping itu trenyata ada beberapa kekuatan sosial dan politik yang tidak memperoleh saluran dan tempat yang realistis dalam konstelasi politik. Selain itu terjadi penyelewengan dibidang perundang-undangan dimana berbagai tindakan pemerintah dilaksanakan melalui penetapan presiden Yng memakai Dekrit 5 Juli sebagai sumber hukum. Undang-Undang Dasar 1945 serta ketetapan-ketetapan MPRS. padahal merupakan kekuatan yang paling penting. berkembangnya pengaruh komunis dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik. Dalam pandangan Ahmad Syafi’i Ma’arif demokrasi terpimpin sebenarnya ingin menempatkan Soekarno sebagai ayah dalam famili besar yang bernama Indonesia dengan kekuasaan terpusat berada ditangannya. Demokrasi pada Peiode 1959-1965 Ciri-ciri periode ini adalah dominasi dari presiden. Demokrasi pada Periode 1965-1998 Landasan formil dari periode ini adalah Pacasila. B.3 Demokrasi dalam sistem NKRI A.Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang mengganti Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilihan umum ditonjolkan peranannya sebagai pembantu pemerintah sedangkan fungsi kontrol ditiadakan. Demokrasi pada Periode 1945-1959 Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer. ternyata kurang cocok untuk Indonesia. terbatasnya peranan partai politik. Sistem parlementer yang mulai berlaku sebulan sesudah kemerdekaan diproklamirkan dan kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan 1950. Dekrit president 5 juli dapat dipandang sebagai suatu usaha mencari jalan keluar dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat. Bebarapa perumusan tentang demokrasi Pancasila sebagai berikut: . Undang-Undang Dasar 1950 menetapkan berrlakunya sistem parlementer dimana bbadan eksekutif terdiri dari Preiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) beserta menteri-menterinya yang mempunyai tanggung jawab politik.6. C.

tahap penentuan (decision phase) dimana unsur-unsur penegak demokrasi dibangun dan dikembangkan. Sukses atau gagalnya transisi demokrasi sangat bergantung pada empat faktor kunci. Dalam kaitan dengan transisi menuju demokrasi. 5) Masa mengambang. (2) desain institusi politik.a) Demokrasi dalam bidang politik pada hakekatnya adalah menegakkan kembali asas-asas hukum dan kepastian hukum. Pertama. serta 7) Inkoorporasi lembaga non pemerintah D. 3) Pengebirian peran dan fungsi pertai politik. seperti yang tengah terjadi diIndonesia dalam tiga tahun terakhir merupakan proses yang sangat lama dan komplek karena melilbatkan beberapa tahap. Demokrasi pada Periode 1998 sampai sekarang Runtuhnya rezim otoriter Orde Baru telah membawa harapan baru bagi tumbuhnya demokrasi Indonesia. ditandai oleh : 1) Dominannya peranan ABRI. tahap konsolidasi (democratic phase). Dimana demokrasi baru dikembangkan lebih lanjut sehingga praktik demokrasi menjadi bagian yang mapan dari budaya politik. 2) Birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik. (3) kultur politik atau perubahan sikap terhadap politik dikalangan ellite dan non ellite. Menurut Rusli Karim rezim orde baru. yakni (1) komposisi elite politik. demokrasi dalam sistem NKRI dimulai dengan adanya: . peradilan yang bebas dan tidak memihak. 6) Monolitisasi ideologi negara. Kedua. Indonesia saat ini tengah berada dalam fase kedua dan ketiga. Menurut Sorensen transisi bentuk pemerintahan (rezim) non demokratis menjadi demokratis. dan (4) peran civil society. Ketiga. Selain itu. c) Demokrasi dalam bidang hukum pada hakekatnya bahwa pengakuan dan perlindungan HAM. 4) Campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan partai politik dan publik. b) Demokrasi dalam bidang ekonomi pada hakekatnya adalah kehidupan yang layak bagi semua warga negara. tahap persiapan ( preparatory phase) yang ditandai dengan pergulatan dan pergolakan politik yang berakhir dengan jatuhnya rezim non demokratis.

. Demokrasi Desa Menurut Moh. Demokrasi desa memiliki lima unsur. sebagai berikut : (1) Kedaulatan rakyat. (6) Prinsip musyawarah. Hatta. dan (7) Prinsip ketuhanan. hak mengadakan proses bersama. mufakat. (3) Negara berdasar atas hukum. Demokrasi Pancasila Demokrasi yang berkembang di Indonesia dan bersumber dari ideologisnya adalah Demokrasi Pancasila. demokrasi di Indonesia dibedakan menjadi tiga bagian. Hatta dalam Padmo Wahyono (1990) desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi. yaitu rapat. 2. Hal inilah yang dinamakan sebagai demokrasi desa. (2) Republik. misalnya dengan pemilihan Kepala Desa dan adanya rembug desa. Adapun nilai-nilai demokrasi yang terjabar dalam nilai-nilai luhur Pancasila.1. (5) Sistem perwakilan. sesuai. (3) Demokrasi di bidang sosial. dan menguntungkan bangsa. (4) Pemerintahan yang konstitusional. dan hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut. gotong royong. Pancasila adalah ideologi nasional yakni seperangkat nilai yang dianggap baik. (2) Demokrasi di bidang ekonomi. Masih menurut Moh. yakni : (1) Demokrasi di bidang politik.

sebagai berikut : (1) Landasan yang langsung dan pertama Adalah kodrat manusia. . bahkan jika di suatu negara terjadi pelanggaran HAM. yang pertama adalah kata “hak”. yakni sama derajat dan martabatnya. Pengakuan terhadap HAM memiliki dua landasan. dan ketiga adalah “manusia’. terlebih lagi banyaknya peristiwa yang terjadi (baik di Indonesia maupun di luar negeri) yang melanggar HAM. mulai dari dimasukkannya masalah HAM ini ke dalam UUD 1945 yang di amandemen. kedua kata “asasi”. baiklah kita pahami dulu arti HAM ditinjau dari asal katanya. dan sebagainya. hak milik. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada yang berpendapat sebenarnya HAM bermula dari yang dikenal dengan istilah right of man untuk menggantikan natural right. Pasha (2002) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan HAM ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir dan melekat pada esensinya sebagai anugerah Allah SWT. hak kemerdekaan. Salah satu contohnya adalah masih belum jelasnya penyebab kematian aktivis HAM Munir. yakni semua manusia merupakan makhluk dari pencipta yang sama yaitu TYME. Akhir-akhir ini masalah HAM (HAM) menjadi masalah yang sering dibicarakan. maka masalah ini akan menjadi “senjata yang ampuh bagi negara lain (dunia internasional) untuk menjatuhkan wibawa dari negara yang mengalami permasalahan HAM tersebut. Sebelum kita memahami apa arti Hak-hak Asasi Manusia (HAM).1 Pengertian HAM Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat dan dimiliki setiap manusia sebagai anugerah TYME. Hak-hak asasi manusia terdiri atas tiga kata. Hak tersebut meliputi hak untuk hidup. Sementara Ghazali (2004) menyatakan bahwa HAM merupakan hak-hak dasar yang dibawa sejak lahir dan melekat dengan potensinya sebagai makhluk dan wakil Tuhan. Istilah natural right berasal dari konsep John Locke (1932-1704) mengenai hak-hak alamiah manusia.BAB VII HAK ASASI MANUSIA 7. (2) Landasan yang lebih dalam dan kedua Adalah Tuhan menciptakan manusia.

Selanjutnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk lain ciptaanNya. seperti pada pasal 27 ayat 1. jika anda telah mendiskusikannya. pasal 29 ayat 2. HAM adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dari Tuhan. sedangkan di dalam UUD 1945. dan hak mendapat perlindungan. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. seperti hak hidup. Winataputra (2003:6. Hak untuk memperoleh pendidikan. pasal 28. cobalah Anda pahami pengertian HAM di bawah ini. Mengingat sifatnya mendasar manusia. Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain. kewenangan. masalah HAM diatur secara khusus mulai pasal 28a-28j. hak berbicara. pasal 30 ayat 1. sebuah pernyataan global tentang HAM. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM. Sedangkan “asasi” berarti bersifat dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia. oleh karenanya siapa saja yang melanggarnya harus mendapat sanksi yang tegas. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme.Kata hak diartikan bermacam-macam. dan pasal 31 ayat 1 (UUD 1945 sebelum amandemen). Hak untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan kata lain. Contoh HAM : Hak untuk hidup. maka HAM dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan. .3)) menyebutkan bahwa hak diartikan sebagai sesuatu yang benar. HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. Hari HAM dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. Baiklah. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia. pada 10 Desember 1948. sehingga Anda dapat memastikan apakah sejumlah daftar yang saudara buat tadi adalah memang termasuk HAM ataukah bukan ? HAM dapat diartikan sesuatu yang benar.

Tentang manusia bermartabat. melainkan semata-mata bersumber dari Tuhan. manusia mau tidak mau (given) menyandang martabat yang tinggi. hak asasi manusia tidak dapat . dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang ada di bawah ini. Kedua. Dengan demikian. Dengan begitu. Pandekatan dan pandangan prestasi (achievement oriented). dijunjung tinggi. baik dan mulia pada umumnya ditanggapi dari dua pendekata dan orientasi (pandangan). Memang ada pengakuan bahwa ketika lahir manusia memiliki derajat yang mulia. pendekatan dan orientasi status. Prinsipnya. pasal 1 angka 1). Menurut definisi tersebut. Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihoramati. negara. tetapi sepanjang hidupnya martabat itu akan dipertaruhkan menurut amal perbuatannya. 39 Tahun 1999. Pertama. perkembangan. 39 Tahun 1999. martabat manusia tidak dapat dipertahankan apabila manusia berkinerja (mencapai prestasi) yang rendah atau buruk. perlu dipahami bahwa hak asasi manusia tidaklah bersumber dari penguasa. atau kedua-duanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hak-hak asasi manusia terkait dengan martabat manusia.Pengertian HAM beraneka ragam antara lain dapat ditemukan dan penglihatan dimensi visi. yang menempatkan martabat manusia sebagai hadiah atau pemberian atau takdir Tuhan. pendekatan dan orientasi prestasi. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. bagaimanakah kaitannya dengan persoalan hak asasi manusia? Hak asasi manusia itu given atau prestasi. Manusia dengan akan dan pikirannya telah menjadi makhuk yang paling sempurna diantara makhluk-mkhluk lainnya. Dalam pandangan prestasi. bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik makhluk. pemerintah. atau hukum. dan dilindungi oleh negara. perhatikan definisi hak asasi manusia menurut Undang-Undang No. hukum. menyatakan bahwa martabat manusia tidak given tetapi harus dicapai setelah manusia berjuang dan berusaha meperoleh martabat mulai dengan jerih payah dan kegigihan. Deklarasi HAM Universal/ PBB (Universal Declaration of Human Right/UDHR) dan menurut UU No.

maka HAM dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan. seperti hak hidup. Visi yuridis-konstitusional mengaitkan pemahaman HAM itu dengan.3)) menyebutkan bahwa hak diartikan sebagai sesuatu yang benar. HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah. ebelum kita memahami apa arti Hak-hak Asasi Manusia (HAM). dan ketiga adalah “manusia’. kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. dan hak mendapat perlindungan. Dengan kata lain. Visi filsafati sebagian besar berasal dari teologi agama-agama. Pengertian HAM beraneka ragam antara lain dapat ditemukan dan penglihatan dimensi visi. kewenangan. Tindakan yang diperlukan dari negara dan hukum adalah suatu pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia tersebut. baiklah kita pahami dulu arti HAM ditinjau dari asal katanya. 39 Tahun 1999.dikurangi (non derogable right). Konsep HAM dilihat dari dimensi visi mencakup visi filsafati. visi yuridis-konstitusional dan visi politik (Saafroedin Bahar. 1944:82). perkembangan. tugas. oleh karenanya siapa saja yang melanggarnya harus mendapat sanksi yang tegas. Hak-hak asasi manusia terdiri atas tiga kata. Sedangkan “asasi” berarti bersifat dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia. kedua kata “asasi”. hak. Mengingat sifatnya mendasar manusia. Selanjutnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk lain ciptaanNya. hak berbicara. Deklarasi HAM Universal/ PBB (Universal Declaration of Human Right/UDHR) dan menurut UU No. wewenang dan tanggung jawab negara sebagai suatu nation-state. Winataputra (2003:6. yang pertama adalah kata “hak”. Yang jati diri manusia pada tempat yang tinggi sebagai makhluk Tuhan. Sedangkan visi politik memahami HAM dalam kenyataan hidup sehari-hari yang umumnya berwujud pelanggaran HAM baik oleh sesama warga masyarakat yang lebih kuat maupun oleh oknumoknum pejabat pemerintah . Kata hak diartikan bermacam-macam.

HAM diniia i sebagai totalitas yang tidak boleh dipisah-pisahkan. politik dan budaya. Dan perjuangan HAM akan berhenti sebagai pelampiasan emosi (emotional outlet). Misalnya.Dilihat dari perkembangan HAM maka konsep. Sebab jika konsep ini tidak dikembang-kan. merupakan ramuan dari hak hukum. seperti tidak disiksa dan di-tahan. berkembangnya sistem sosial yang memihak ke atas dan mernelaratkan mereka yang dibawah. HAM sekaligus menjadi satu antar d isip lin yang harus didekati secara interdisipliner. konsep HAM mencakup Generasi II merupakan terutama sebagai reaksi bagi negara dunia ketiga yang telah memperoleh kemerdekaan dalam rangka mengisi kemerdekaannva setelah Perang Dunia II Generasi III konsep HAM.Mulya Lubis. HAM mencakup generasi I. ekonomi. ekonomi. hak akan equality before thelaw (persamaan di hadapan hukum). politik dan budaya menjadi apa yang disebut hak akan pembangunan (the right to development). sosial. Pendekatan struktural (melihat akibat kebijakan pemerintah yang diterapkan) dalam HAM seharusnya merupakan generasi IV dari konsep HAM. Generasi II konsep HAM merupakan perluasan secara horizontal generasi I. Karena dalam real itas masalah-masalah pelanggaran HAM cenderung merupakan akibat kebijakan yang tidak berpihak pada HAM. Generasi 1 ini merupakan reaksi terhadap kehidupan kenegaraan yang totaliter dan fasistis yang mewarnai tahun-tahun sebelum Perang Dunia II. 1972:127). Generasi I konsep HAM sarat dengan hak-hak yuridis. bukan penyakit. Dengan derniikian. generasi II I dan pendekatan struktural (T. 1987: 3-6). praduga tak bersalah dan sebagainya. sehingga juga bidang social. keadilan dan perdamaian dunia (Maurice Cranston. maka yang kita lakukan hanya memperbaiki gejala. generasi II. suatu pola hubungan yang "repressive". masalah . hak akan fair trial (peradilan yang jujur). Pengertian HAM menurut UDHR dapat ditemukan dalam Mukaddimah yang pada prinsipnya dinyatakan bahwa HAM merupakan pengakuan akan martabat yang terpadu dalam diri setiap orang akan hak-hak yang sama dan takteralihkan dari semua anggota keluarga manusia ialah dasar dari kebebasan.

Pemerintah. Sedang kan jika memperhatikan pengertian HAM menurut UU No.lain. bebas mengeluarkan pikirannya. 39 Tahun 1999. kewajiban dan tidak boleh dihilangkan atau dihapus oleh siapapun Negara pemerintah dan atau orang lain. Untuk itu. hidup bahagia dan lain . Definisi memang penting untuk ditempatkan pada awal perbincangan suatu hal. masyarakat) dengan alasan apapun (pembangunan. yaitu isinya sarat dengan hak-hak yuridik dan politik. dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. pemerintah dan atau orang lain. tampak mengandung visi filsafati dan visi yuridis konstitusional. Kemudian pengertian HAM menurut visi politik dapat diidentikan dengan pendekatan struktural. tidak ingin dieksploitasi. Karena melalui definisi yang tepat. perang.org/wiki/Ideologi). bukan pemberian negara pemerintah dan atau orang lain. kita akan sampai pada konsep suatu hal. dan atau keadaan darurat). bebas dari rasa takut. Pengertian HAM menurut UDHR sering dinilai masih pada tahap' Generasi 1 Konsep HAM. Secara harfiah. Di Indonesia.39 Tahun 1999 tentang HAM.39 Tahun 1999 juga mendefinisikan kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya HAM. sengketa bersenjata. istilah tersebut ditambahi dengan kata (hak) asasi yang merupakan terjemahan dari . Ibnu Sina pernah berkomentar: “tanpa definisi kita tidak akan pernah sampai pada “ (http://id. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. istilah hak (asasi) manusia merupakan terjemahan dari human rights yang berarti hak manusia (tanpa asasi). maka HAM merupakan sesuatu yang bersifat universal. mengartikan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. karena keduanya lebih menonjolkan pengertian HAM dalam kehidupan sehari-hari yang cenderung banyak pelanggaran. Karena kebutuhan dasar manusia dimanapun pada hakekatnya sama seperti hak atas hidup. UU No. Memperhatikan berbagai pengertian /konsep/definisi hak asasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa HAM merupakan hak yang melekat (inheren) pada setiap orang yang merupakan karunia Tuhan YME. kewajiban dan vvajib dijunjung tinggi oleh negara. hukum.wikipedia.UU No.

atau bukan Negara”. dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. Menurut Notonagoro (dalam Chaidir Basrie. ras. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM. Soegito.” Dari beberapa definisi tersebut di atas dapatlah diambil suatu pengertian sebagai berikut.” Minto Rahayu (2007:146) mendefinisikan human right sebagai “perlindungan terhadap seseorang dari penindasan oleh siapupun. Agar kita dapat memperoleh suatu konsep yang tepat mengenai hak asasi manusia itu. Pertama. di bawah ini disajikan beberapa definisi tentang hak asasi manusia. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. Hari HAM dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. karena hak asasi manusia itu dimiliki manusia bukan karena kemurahan atau pemberian Negara.basic rights. beberapa hak yang dimiliki manusia tanpa berbedaan atas bangsa. Menurut Tilaar (dalam A. . adanya tidak tergantung kepada adanya suatu Negara atau undang-undang dasar maupun kekuasaan pemerintah. Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan di bawanya bersamaan dengan kelahirannya. melainkan karena berasal dari sumber yang lebih tinggi. pada 10 Desember 1948. atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Artinya. Artinya. agama. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi. Negara. atau jenis kelamin. Hal ini rupanya dimaksudkan untuk menegaskan dan membedakan antara hak manusia yang asasi dan hak manusia yang tidak asasi. 2005:1). Kedua. dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. 2004:3) “Hak ialah kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu atau yang semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu. hak asasi manusia adalah “hak-hak yang melekat pada diri manusia.T. sebuah pernyataan global tentang HAM. hak asasi manusia itu bersifat umum (universal). hak asasi manusia itu bersifat supralegal.

perilaku korupsi. Berkaitan dengan permasalahan hak asasi manusia. tetapi juga berasal dari dunia internasional di luar negeri. Akibatnya tidak ada lagi sikap percaya kepada pemimpin. Tantangan dan persaingan yang terjadi tidak lagi bersumber dari dalam negeri. dan gejala-gejala buruk lainnya sudah menjadi hal yang dianggap biasa. kolusi. Pada era globalisasi dan pasar bebas dunia. yang disadari atau tidak sedang melanda perikehidupan bangsa kita belakangan ini. sosial. Selanjutnya baca dengan cermat deskripsi tentang teori Erich From tentang “Syndrome of Decay” atau simdom pembusukan. baik ditingkat elit maupun rakyat bawah yang sering disebut sebagai masyarakat akar rumput (grassroots).Realitas kehidupan bermasyarakat. dan nepotisme telah dilakukan secara terbuka oleh aparatur pemerintah dari pusat sampai tingkat paling bawah. Sebagaimana kita ketahui saat ini kita telah berada dalam perikehidupan global yang penuh dengan tantangan dan persaingan. maka tidak ada pilihan lain bahwa warga negara bersama pemerintah harus peka dan berkomitmen tinggi terhadap masalahmasalah yang terkait dengan hak asasi manusia. budaya. politik. Pada titik tertentu bahkan telah dipersepsi sebagai budaya dan kebiasaan yang melekat pada masyarakat. maka bangsa Indonesia tidak dapat hanya berpegang kepada nilai-nilai luhur bangsa sendiri. Misalnya. serta pertahanan dan keamanan. tetapi juga harus merujuk nilai-nilai universal. dan lamakelamaan berkembang menjadi saling curiga diantara sesama warga dan kelompok. Masalah hak asasi manusia tersebut menyangkut seluruh aspek kehidupan bangsa. Pertama. menyatakan bahwa perikehidupan bermasyarakat akan dihantui oleh munculnya gejala pembusukan. yang bersumber dari kesepakatan-kesepakatan (konvensi) internasional. dan bernegara akhirakhir ini menunjukkan. betapa pentingnya setiap warga negara untuk ikut terlibat dalam perikehidupan bersama yang lebih intensif. Perilaku amoral. . Erich From dalam teori Syndrome of Decay. berbangsa. Sekurangkurangnya ada dua sindrom pembusukan yang dapat diidentifikasi. asusila. dimana bangsa Indonesia ikut terlibat di dalamnya. masyarakat mengalami kondisi mental-spiritual yang sangat rapuh. baik di bidang ekonomi.

Dalam keadaan alamiah. dan antaragama. karena persoalan sepele. Manusia dipandang sebagai homo homini lupus yaitu naluri manusia itu bagaikan . antaretnis. Oleh karena itu pemikiran HAM di Inggris dipengaruhi oleh: (a) adat dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. cinta antarsesama. Menurut empirisme. ganas. melainkan dapat terjadi di mana saja di seluruh masyarakat manusia di dunia ini. menghancurkan. Akibatnya. tiap manusia ingin mempertahankan kebebasannya dan kebebasan orang lain. Pengalaman kehidupan menunjukkan hal itu dengan berbagai tonggak sejarah perjuangan dan pengakuan hak asasi manusia. Fromm mendefinisikan sindrom pertumbuhan sebagai cinta kehidupan. pengetahuan itu hanya dapat dibentuk melalui pengalaman sebagai sumbernya. Pemikiran HAM di Inggris lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran empirisme. Alternatif penyembuhan dari sindrom pembusukan tersebut tidak ada lain. Magna Charta di Inggris (15 Juni 1215). bahkan mengalirkan darah sesamanya. dan tiba-tiba berubah menjadi sikap beringas. rukun. (b) menghormati kekuasaan kerajaan (raja). seperti memudarnya sikap ramah. hilangnya perasaan akan nilai-nilai kemanusiaan. Ajaran empirisme mengikuti jejak Francis Bacon pada abad 17 yang memulai menggunakan pendekatan induktif melalui pengamatan dan eksperimentasi di dalam memperoleh pengetahuan. Adapun tonggak-tonggak sejarah hak asasi manusia dimaksud adalah: 1. kecuali melalui pembalikan dari itu semua. Thomas Hobbes (1588-1679) mengajarkan bahwa semua manusia itu memiliki sifat yang sama. masyarakat begitu mudah tersulut perilaku merusak. dan cinta akan kemerdekaan.Kedua. Di Inggris a. semisal perkelaian antarpemuda biasa didramatisir sebagai pertikaian atarras. Gejala-gejala tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. dan suka menolong. Gejala-gejala seperti yang dideskripsikan di atas merupakan fakta kehidupan yang sarat dengan isu-isu hak asasi manusia. toleran. dan barbarian (suka bertikai). yakni sindrom pertumbuhan (syndrome of growth). Misalnya.

maka kekuasaannya dipisahkan menjadi: (a) legislatif yaitu kekuasaan membuat undang-undang. kekuasaan pemerintahan itu ada pada raja dan gereja. Warga negara tinggal menaati kekuasaan raja dan berbakti pada Tuhan. manusia harus mengikuti akal sehat yaitu melepaskan hak untuk bebas berbuat sekehendak sendiri dengan bersatu melalui perjanjian sosial (du contract social).serigala untuk selalu ingin mempertahankan dirinya sendiri. Hak negara hanya menghancurkan teori-teori atau ajaran yang membahayakan keberadaan negara. Orang banyak yang dipersatukan dalam perjanjian sosial itu disebut commonwealth. Menurutnya. pengalaman menjadi sumber pengetahuan. Negara tidak boleh meniadakan agama. Hak asasi manusia dipahami dalam hubungan antara warga negara dan pemerintah yang diatur dalam hukum perjanjian dan hukum Tuhan (agama). Menurut pengalaman. bersaing. Warga negara bebas menganut kebebasan beragama. Perjanjian itu bukan dibuat antara penguasa dan warga negara tetapi dibuat sendiri oleh warga negara tersebut. (b) menaati undang-undang supaya dikatakan tidak salah. Konflik dan pertikaian akan muncul manakala manusia mengikuti nalurinya itu. Di dalam commonwealth yang diutamakan adalah perdamaian dan keamanan seluruh warga negara. (c) sesuai dengan pendapat umum tentang kebajikan. dan saling menerkam sesamanya. Mereka bersepakat untuk membuat perjanjian membentuk penguasa atau pemerintah. supaya tidak terjadi pertengkaran dan peperangan. Bagi Locke. Setelah pemerintahan terbentuk maka hak-hak warga negara menjadi hilang dan warga negara tidak dapat memberontak. Supaya negara tidak sewenang-wenang. Menurut Hobbes. Kewajiban pemerintah adalah mengusahakan perdamaian dan perlindungan warga negara sehingga merasa aman. Ajarannya tidak jauh berbeda dengan Thomas Hobbes. Suatu perbuatan dikatakan etis apabila: (a) menaati perintah Tuhan. negara tidak boleh mencampuri agama. (c) federatif yaitu kekuasaan untuk menentukan perang dan damai. Tokoh lain dari empirisme Inggris adalah John Locke (1632-1704). Ketiga kekuasaan tersebut tidak boleh mencampuri satu dengan . (b) eksekutif yaitu kekuasaan untuk melaksanakan pemerintahan negara.

disiksa. Pemikiran Locke kemudian dilanjutkan oleh J. Di dalam perjanjian itu orang menyerahkan hak-haknya kepada masyarakat.J.lainnya. Pemikiran beberapa tokoh tersebut di atas. Tidak seorang pun warga negara Inggris yang merdeka dapat ditahan. Rousseau yang memandang manusia itu sebagai makhluk alamiah. Ketentuan suara terbanyak itu diatur di dalam perjanjian masyarakat (contract social). Hak asasi manusia diatur sesuai dengan ketiga jenis kekuasaan tersebut. dirampas harta kekayaannya. Hidup seseorang tergantung pada perlindungan undang-undang sebagai kehendak umum. Selain itu. 2002) kekuasaan Raja (John Lackland) harus dibatasi. Undang-undang ini menyatakan bahwa: “Sebuah . diperkosa. Hak asasi manusia lebih penting daripada kekuasaan Raja. hak hidup. memberikan inspirasi untuk memperjuangkan HAM di Inggris. atau dengan cara apapun diperkosa hak-haknya kecuali dengan pertimbangan hukum. Habeas Corpus Act adalah suatu dokumen yang memuat pernyataan tentang perlindungan terhadap kebebasan yang dimiliki oleh setiap warga negara. HAM dan hukum yang membatasi kekuasaan Raja agar tidak melakukan kesewenang-wenangan. diasingkan. Mereka tunduk pada pemerintahan yang adil. dan hak milik. Hukum alam berlaku dalam kehidupan masyarakat. Menurut Magna Charta (Al Hakim. Undang-undang mengatur bahwa masyarakat mempunyai kehendak umum melalui suara terbanyak. Dalam keadaan alamiah itu manusia memiliki kebebasan. Kekuasaan untuk menetapkan undang-undang di dalam negara dibentuk melalui perjanjian antara penguasa dan rakyat. Perjanjian masyarakat sebagai kehendak umum itu melindungi agar hak-hak individu tidak dilanggar individu lainnya. Pada tahun 1629 masyarakat mengajukan Petition of Right (petisi hak asasi manusia) yang berisi tentang pajak yang dipungut kerajaan harus mendapat persetujuan parlemen Inggris. b) Habeas Corpus Act ( 1679) Pada tahun 1679 dibuatlah suatu ketentuan di dalam Habeas Corpus Act yang menyatakan bahwa penangkapan terhadap seseorang hanya dapat dilakukan apabila disertai dengan surat-surat yang lengkap dan sah. tidak seorang pun dapat ditangkap tanpa tuduhan dan bukti-bukti yang sah.

” Undang-undang yang dibuat di Inggris ini bertujuan untuk mencegah pemenjaraan yang sewenang-wenang. Berbagai ketentuan HAM dan hukum tersebut bertujuan untuk membatasi kekuasaan Raja agar tidak sewenang-wenang dan melindungi warga negara sebagai manusia. maka harus segera dihadapkan kepada seorang hakim serta diberitahukan kepadanya atas tuduhan apa ia ditahan. Setiap orang yang ditahan dalam waktu tiga hari. Asia. Ketika Amerika masih di bawah pemerintahan kolonial Inggris. Mereka mempunyai kebiasaan dan pengalaman sendiri yang dibawa dari negaranya. Bill of Right (1689) Setelah Habeas Corpus Act ( 1679) dinyatakan.undang-undang harus melindungi kebebasan warga negara. Amerika a. Untuk itu disusun suatu UUD yang menerima aspirasi seluruh rakyat. Rakyat Amerika yang bersifat heterogen harus dapat hidup berdampingan secara damai. Afrika. 2. Pada tahun 1776 bangsa Amerika menyatakan kemerdekaan dari pemerintahan kerajaan Inggris melalui Declaration of Independence. Keanekaragaman bangsa Amerika tersebut sebagai potensi negara harus diterima dan diberdayakan demi kejayaan Amerika. Kaum imigran tersebut semula berpikir secara sempit untuk kepentingannya sendiri. masyarakat kolonial Inggris dari berbagai belahan bumi dibawa ke Amerika untuk bekerja dan mengabdi kepada pemerintah kerajaan Inggris Raya. dan Australia. Bill of Right adalah suatu piagam yang berisi pernyataan bahwa Raja William di Inggris harus mengakui hak-hak parlemen. Hak-hak asasi masyarakat harus dijamin dan dilindungi tanpa pengecualian. maka di lanjutkan dengan aturan baru yang dibuat pada tahun 1689 yaitu Bill of Right yang menyatakan bahwa pemungutan pajak harus mendapat persetujuan parlemen dan parlemen dapat mengubah keputusan Raja. c). Sebelum merdeka. masyarakat diperlakukan secara tidak adil. serta kebebasan berbicara atau mengeluarkan pendapat. Declaration of Independence (1776) Bangsa Amerika berasal dari kaum imigran berbagai negara Eropa. Di dalam deklarasi kemerdekaan tersebut .

cogito ergo sum artinya aku berpikir maka aku ada.Declaration of Independence merupakan Piagam Hak-hak Asasi Manusia karena memuat pernyataan: “bahwa sesungguhnya semua bangsa diciptakan sama sederajat oleh Maha Penciptannya. Kebebasan adalah ciri khas kesadaran yang berpikir. Menurutnya masyarakat itu berkembang melalui tiga tahap: . Ditandai dengan hancurnya penjara Bastille sebagai simbol penindasan hak asasi manusia. Perjuangan rakyat Prancis berhasil dalam meraih hak-hak asasi yang dirampas oleh penguasa raja dimulai ketika mereka berhasil membatasi kekuasaan melalui revolusi Prancis. Rene Descates sebagai bapak rasionalisme modern menyatakan bahwa semua hal dapat diragukan kecuali aku yang sedang berpikir. (b) freedom of Religon ( kebebasan beragama). kemerdekaan dan kebebasan untuk menikmati kebahagiaan”. Menurutnya hak asasi manusia terletak pada kebebasan untuk berpikir dan berkehendak. Katanya. equality. Rasionalisme tumbuh subur di Prancis dan dikembangkan lebih lanjut oleh Auguste Comte. dan legality. perlakuan yang sama dan adil serta perlindungan hukum. 3. manusia tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan. rakyat Prancis mengumandangkan liberty. Keberadaanku ditentukan oleh cara berpikirku. Prancis (Declaration des droits de`lHomme et du Citoyen. Semua orang memiliki hak untuk merdeka atau bebas. Presiden Franklin Delano Roosevelt di hadapan konggres Amerika (1941) menyatakan ada empat kemerdekaan (The Four Freedoms) yaitu: (a) freedom of speech and expression (kebebasan berbicara dan berpendapat). Kebebasan manusia mengambil bagian dari kebebasan Tuhan artinya dalam menjalankan kebebasan. Bahwa semua manusia dianugerahi oleh Penciptanya hak hidup. 1789) Pemikiran yang berkembang di Prancis lebih banyak bercorak rasionalisme. (c) freedom from fear (bebas dari rasa takut) dan (d) freedom from want (bebas dari kekurangan dan kelaparan/kemiskinan). Dengan metode keraguan metodis. Artinya rasio dijadikan sumber dan ukuran untuk menentukan kebenaran. b) The four Freedoms (1941) Ketika sedang berkecamuk perang dunia ke II.

Perhatian HAM di Prancis memperoleh inspirasi dari revolusi kemerdekaan Amerika. masyarakat modern memahami hak asasi secara ilmiah. Deklarasi tersebut berisi tentang pernyataan bahwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan bebas dan mempunyai kedudukan yang sama. dan sesungguhnya tujuan dari segala persekutuan politik ialah memelihara hak-hak bawaan kodrat manusia yang tidak dapat dialihkan. Pada tahap positif. dan  tahap positif dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut ini sejarah Majelis bertindak atas nama semua negara-negara Anggota untuk mempropagandakan teks Deklarasi dan "menyebabkan ia harus disebarluaskan. Revolusi Prancis (1789) dimulai dengan dideklarasikan Declaration des droits de`lHomme et du Citoyen (deklarasi tentang hak asasi manusia dan penduduk). 4) Universal Declaration Of Human Rights / UDHR ( PBB 1948) Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menyatakan mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang penuh teks yang muncul di halaman berikut ini. Perjuangan bangsa Prancis dalam mewujudkan HAM secara rasional ditandai dengan dirobohkannya penjara Bastille. sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. dan membaca expounded . ditampilkan. Prancis merayakan kemerdekaan sebagai negara modern dengan semboyan liberty (kemerdekaan). Sejak itu. tahap teologis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kepercayaan pada kekuatan adi kodrati.  tahap metafisis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kekuatan berpikir rasional. Hak asasi manusia berkembang dan dipahami sesuai dengan perkembangan rasional positif. Robohnya penjara tersebut sebagai tonggak hancurnya kekuasaan yang represif dan melanggar HAM. equality (persamaan). Hak asasi diletakkan dalam perkembangan ipteks. dan egality (persaudaraan). Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi membuat arus informasi semakin cepat diterima masyarakat sehingga tumbuh kesadaran akan hak-haknya sebagai manusia. Kemerdekaan yang dimaksudkan dalam deklarasi tersebut adalah semua orang boleh bertindak sesukanya asal tidak merugikan orang lain.

akan martabat dan nilai seseorang manusia dan hak-hak yang sama laki-laki dan perempuan. Menimbang bahwa mengabaikan dan hak asasi manusia telah mengakibatkan perbuatan yang biadab outraged dengan hati nurani umat manusia. dan kebahagiaan pribadinya. Adapun isi pembukaan tersebut adalah sebagai berikut : PREAMBUL Sedangkan pengakuan terhadap martabat dan melekat pada hakhak yang sama dan tidak dapat dicabut dari semua anggota keluarga manusia adalah dasar kemerdekaan. dan telah bertekad untuk menggalakkan kemajuan sosial dan taraf hidup yang lebih baik dalam kemerdekaan yang lebih luas.”. Negara-Negara Anggota telah berjanji untuk mencapai kemajuan dalam kerjasama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. di akhir bahwa setiap individu dan setiap organ masyarakat. Sedangkan yang umum memahami hak-hak dan kebebasankebebasan tersebut sangat penting untuk pelaksanaan realisasi dari janji ini. jika manusia itu tidak akan memaksa untuk meminta bantuan. tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya. Piagam PBB ini terdiri atas pembukaan dan 30 pasal. kebebasan. Sedangkan ia sangat penting. harus berusaha keras . keadilan dan perdamaian di dunia. sebagai jalan terakhir. hak asasi manusia yang harus dilindungi oleh supremasi hukum. dan karena itu setiap manusia berhak akan kehidupan yang layak. dengan mengingat Pernyataan ini selalu diingat. untuk pemberontakan menentang kezaliman dan penindasan. keselamatan. Sekarang. " Alinea pertama Mukadimah Pernyataan Sedunia tentang Hak-hak Asasi Manusia tersebut menyatakan: ”Bahwa sesungguhnya hak-hak kodrati yang diperoleh setiap manusia berkat pemberian Tuhan Seru Sekalian Alam. Sedangkan ia sangat penting untuk mendorong perkembangan hubungan antara bangsa-bangsa yang ramah. Sedangkan bangsa dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ada dalam Piagam reaffirmed iman mereka di dasar hak asasi manusia. dan terbentuknya suatu dunia di mana manusia akan menikmati kebebasan berbicara dan beragama serta kebebasan dari ketakutan dan kekurangan telah dinyatakan sebagai cita-cita tertinggi dari masyarakat umum.terutama di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. tanpa berdasarkan status politik negara atau wilayah. demikian Majelis Umum memperkenalkan Universal Declaration of Human Rights sebagai satu standar umum keberhasilan untuk semua bangsa dan semua negara. promosi universal dan ketaatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.

Pasal 4. Setiap orang berhak atas pengakuan di mana-mana sebagai orang di depan hukum. Pasal 1. kelahiran atau status lainnya. Setiap orang perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang melanggar Deklarasi ini dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam berhak atas bantuan yang efektif dari pengadilan nasional yang kompeten untuk tindakan pelanggaran hak-hak dasar yang diberikan kepadanya oleh konstitusi atau oleh hukum. Setiap orang berhak untuk hidup.Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan. bahasa. nasional dan internasional. Semua orang dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan rights. warna kulit. . Pasal 3. jenis kelamin. non-self-pemimpin yang lain atau di bawah batasan kedaulatan. Pasal 2.dengan mengajar dan pendidikan untuk meningkatkan rasa hormat terhadap hak-hak dan kebebasan dan dengan langkah-langkah progresif. Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. politik atau pendapat lain. hak milik. Pasal 9. kebebasan dan keselamatan individu. Pasal 5. Pasal 8. Semua orang sama di depan hukum dan berhak tanpa diskriminasi sama untuk perlindungan hukum. berhubung dgn hukum atau status internasional negara atau wilayah yang dimiliki oleh seseorang. trust. Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini tanpa perkecualian apapun. seperti ras. Pasal 6. untuk memastikan mereka universal dan efektif pengakuan dan pemeliharaan. tidak ada perbedaan harus dilakukan atas dasar politik. Tidak seorang pun akan diselenggarakan di perbudakan atau diperhambakan. baik oleh bangsa-bangsa dari Negara-Negara Anggota sendiri maupun oleh bangsa-bangsa dari wilayah di bawah kekuasaan hukum mereka. baik bersifat independen. agama. Semua berhak atas itu. Pasal 7. ganas atau perlakuan atau hukuman menghinakan. Selain itu. asal nasional atau sosial. perbudakan dan perdagangan budak harus dilarang dalam segala bentuk.

Pasal 10. berhak untuk nikah dan untuk membentuk . Setiap orang berhak penuh untuk kesetaraan yang adil dan terbuka oleh pengadilan yang independen dan imparsial hakim. sampai dibuktikan kesalahannya menurut hukum dalam suatu pengadilan di mana dia memiliki semua jaminan yang diperlukan untuk pembelaannya. (2) Tidak seorang pun akan diselenggarakan bersalah atas pelanggaran hukuman pada setiap perbuatan atau kelalaian yang tidak merupakan suatu pelanggaran hukuman. (2) Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang deprived of his negaraannya atau ditolak hak untuk mengubah kewarganegaraan itu. atau serangan ke atas kehormatannya dan nama baiknya. (1) Setiap orang yang dituntut dengan hukuman pelanggaran berhak untuk disangka bersalah. rumah atau korespondensi. penahanan atau pembuangan.Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang penangkapan. termasuk negerinya sendiri. keluarganya. dan berhak kembali ke negerinya. (2) Setiap orang berhak meninggalkan sesuatu negeri. Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang gangguan dengan pribadinya. Pasal 12. (1) Setiap orang berhak mencari dan menikmati suaka di negara-negara lain dari pengejaran. dalam menetapkan hak dan kewajiban-kewajibannya serta dalam setiap tuntutan pidana yang dijatuhkan kepadanya. Pasal 14. di bawah undang-undang nasional atau internasional. Pasal 11. (1) Pria dan wanita yang sudah dewasa. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum terhadap gangguan atau serangan seperti itu. (1) Setiap orang berhak atas kebebasan bergerak dan berdiam di dalam batasbatas setiap negara. Pasal 13. dengan tidak dibatasi kebangsaan. (1) Setiap orang berhak atas kewarganegaraan. kewarga-negaraan atau agama. Juga tidak yang akan dikenakan hukuman berat dari salah satu yang telah berlaku pada saat hukuman pelanggaran tersebut dilakukan. Pasal 15. Pasal 16. ketika perbuatan tersebut dilakukan. (2) Ha ini tidak berlaku untuk kasus penuntutan yang benar-benar timbul karena kejahatan non-politik atau perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

sebagai anggota masyarakat. (2) Pernikahan akan memasuki hanya dengan bebas dan persetujuan penuh oleh kedua mempelai. Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. untuk nyata nya agama atau kepercayaan dalam pengajaran. Pasal 17. (3) Keluarga adalah kesatuan alamiah dan fundamental dari masyarakat dan berhak mendapat perlindungan dari masyarakat dan Negara. berhak atas jaminan sosial dan berhak melaksanakan dengan perantaraan usaha-usaha nasional dan kerjasama internasional dan sesuai dengan organisasi serta sumber-sumber kekayaan dari setiap Negara.keluarga. Mereka berhak memperoleh hak yang sama seperti perkawinan. hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan. hak ini termasuk kebebasan untuk mengubah agamanya atau kepercayaan. baik sendiri maupun dengan orang lain dan masyarakat umum atau swasta. Pasal 22. Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran. (1) Setiap orang berhak turut serta dalam pemerintahan negerinya. (2) Setiap orang berhak atas kesempatan yang sama untuk diangkat dalam jabatan pemerintahan negerinya. dari ekonomi. Pasal 18. selama perkawinan dan pada saat perceraian. Pasal 21. ibadah dan ketaatan. (1) Setiap orang berhak atas kebebasan berkumpul dan berserikat secara damai. dan kebebasan. . Pasal 19. hati nurani dan agama. baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain. (2) Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang deprived of his property. (2) Tidak seorang pun boleh dipaksa untuk memasuki sesuatu perkumpulan. menerima dan menyampaikan informasi dan ide melalui media apapun dan berapapun frontiers. Pasal 20. ini harus dinyatakan dalam pemilihan berkala dan asli yang harus oleh universal dan kesetaraan hak dan harus dilaksanakan oleh rahasia suara atau setara gratis voting prosedur. (3) Kehendak rakyat harus menjadi dasar kekuasaan pemerintah. (1) Setiap orang berhak memiliki harta. secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih secara bebas. dan untuk mencari. praktek . Pasal 23. Setiap orang. sosial dan budaya sangat diperlukan untuk hak martabat dan pertumbuhan bebas pribadinya.

tanpa diskriminasi. dengan cara lain dengan perlindungan sosial. mencapai usia lanjut atau mengalami kekurangan mata pencarian yang lain keadaan yang berada di luar kekuasaannya. toleransi dan persahabatan di antara semua bangsa. berdasarkan kepantasan. (3) Setiap orang yang melakukan pekerjaan berhak atas pengupahan yang adil dan baik yang menjamin kehidupannya dan keluarganya. dan jika perlu. dan hanya untuk kondisi baik. Pendidikan rendah harus diwajibkan.(1) Setiap orang berhak atas pekerjaan. termasuk jam kerja dan hari libur berkala. Pendidikan harus menggalakkan saling pengertian. suatu kehidupan yang pantas untuk manusia yang bermartabat. pakaian. serta harus memajukan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memelihara perdamaian. (1) Setiap orang berhak atas taraf hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Semua anak. (3) Orang tua mempunyai hak utama untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka. Pasal 27. perumahan dan perawatan kesehatannya serta pelayanan sosial yang diperlukan. Pasal 26. untuk mengecap kenikmatan kesenian dan berbagi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan manfaatnya. Teknis dan profesional pendidikan harus dibuat tersedia secara umum dan pendidikan tinggi harus secara adil dapat diakses oleh semua orang. . Pendidikan harus gratis. baik yang dilahirkan di dalam maupun di luar perkawinan. sakit. Pasal 25. (1) Setiap orang berhak mendapat pendidikan. dengan menerima upah. kelompok ras maupun agama. setidak-tidaknya untuk tingkat sekolah rendah dan pendidikan dasar. (2) ibu dan anak-anak berhak mendapat perawatan dan bantuan. dan hak untuk keamanan dalam hal pengangguran. (2) Pendidikan harus ditujukan ke arah perkembangan penuh manusia dengan kepribadian dan memperkuat hak asasi manusia dan kebebasan fundamental. Setiap orang berhak atas istirahat dan liburan. cacat. Pasal 24. (1) Setiap orang berhak untuk berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan kebudayaan masyarakat. menjadi janda. dan berhak atas perlindungan dari pengangguran. berhak atas pengupahan yang sama untuk pekerjaan yang sama. harus mendapat perlindungan sosial yang sama. berhak dengan bebas memilih pekerjaan. termasuk pangan. (2) Setiap orang. (4) Setiap orang berhak mendirikan dan memasuki serikat-serikat pekerja untuk melindungi kepentingannya.

Setiap orang berhak atas suatu tatanan sosial dan internasional di mana hakhak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini dapat dilaksanakan sepenuhnya.(2) Setiap orang berhak mendapat perlindungan atas kepentingan-kepentingan moril dan material yang diperoleh sebagai hasil dari ilmiah.HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. dijaga dan dilindungi oleh setiap individu. Begitu juga upaya menghormati. pemerintah (aparatur pemerintahan baik sipil maupun militer) dan negara. (1) Setiap orang mempunyai kewajiban terhadap masyarakat di mana saja yang kosong dan penuh pengembangan pribadinya adalah mungkin. (2) Dalam menjalankan hak-hak dan kebebasan-kebebasannya. .2 Latar Belakang Munculnya HAM HAM sebagai hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat qodratidan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus dihormati. Berdasarkan beberapa rumusan HAM diatas. 7. Hakekat HAM merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui sksi keseimbangan yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban. serta keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. kesusasteraan atau artistik produksi yang dia adalah penulis. setiap orang harus tunduk hanya seperti itu karena keterbatasan yang ditentukan oleh undang-undang semata-mata untuk tujuan pengamanan karena pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak dan kebebasan orang lain dan tentu saja memenuhi persyaratan moralitas . menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu. Pasal 30. Pasal 29. hak untuk terlibat di dalam kegiatan apa pun atau melakukan perbuatan yang bertujuan untuk pemusnahan atas hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di sini. dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu: a) HAM tidak perlu diberikan. (3) Hak-hak dan kebebasan Mei sama sekali tidak dapat dilaksanakan bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. ketertiban umum dan kesejahteraan umum dalam suatu masyarakat yang demokratis. Pasal 28. melindungi dan menjunjung tinggi HAM. kelompok ataupun seseorang. Tidak satu pun di dalam Pernyataan ini boleh ditafsirkan memberikan sesuatu Negara. dibeli ataupun diwarisi. masyarakat atau negara.

31 ayat apabila ditelaah lebih lanjut secara garis besar macam . yaitu suatu keadaan di mana belum terdapat kekuasaan dan otorita. menimbulkan pemikiran untuk melindungi ketiga hak-hak fundamental di atas (hak hidup. hak . b.orang itu sering terjadi percekcokan karena perbedaan pemilikan nana benda dan karena ada orang yang hidup di atas penderitaan orang lain. semua orang sama sekali bebas dan sama derajatnya. Tidak seorang pun yang mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Thomas Hobbes berpendapat bahwa satu-satunya hak asasi adalah hak hidup.hak sosial ekonomi dan budaya (Baut&Harman. hak . Untuk itu kemudian berkumpul dan mengadakan perjanjian untuk ber-masyarakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak mereka kepada. 1988:6-7). . kemerdekaan {the right to liberty) dan hak milik (the right to property) (Rodee & Anderson. Dalam UDHR yang memuat 30 pasal. hak . 1988:9).macam hak asasi manusia dapat dikelompokan ke dalam tiga bagian yaitu : a. Dalam perkembangan selanjutnya. Orang tetap mempunyai HAM walaupun negara membuat hukum yang tidak dilindungi melanggar HAM. Bagi John Locke dan Liberalisme klasik.apa-apa. hak asasi meliputi hak hidup (the right to life). c) HAM tidak bisa dilanggar.b) HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandag jenis kelamin. Dan c. merdeka dan memiliki).hak politik dan yuridik. etnis. ras. Tentang macam-macam hak asasi manusia ada berbagai pandangan.seorang pemimpin yang bertugas untuk melindungi ketiga hak tersebut sebagai hak individu dan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari dirinya dan diserahkan kepada pemimpin/ in casu negara dan diterima manusia sejak lahir dan bukan merupakan pemberian hukum manusia atau masyarakat (Baut S:Harman. agama. Pendapat John Locke ini sahgat dipengaruhi oleh gagasan hukum alam (natural law) ketika dalam keadaan alamiah (state of nature). pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa. 1988 : 194). diantara orang .hak atas martabat dan integritas manusia. Kondisi seperti itu telah menggeser keadaan alamiah ke keadaan perang (state war).

Sedangkan yang dimaksud hak-hak sipil dalam pengertian yang luas. Seperti : hak memilih. pembagaian kekuasaan dan batas-batas kewenangan penguasa terhadap warga negaranya (Subhi Mahmassan 1993:54). seperti: hak memiiih. hak atas kebebasan berkumpul secara damai. mencakup hak-hak ekonomi sosial dan kebudayaan merupakan hak yang dinikmati oleh manusia dalam huburigannya dengan warga negara yang lainnya. c. Yang termasuk hak . Dengan kata lain lapangan hak-hak politik sangat luas sekali . hak atas keamanan di muka badan-badan peradilan. hak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan-jabatan politik.hak sosial. d. g. hak memegang jabatan-jabatan umum dalam negara atau hak yang mcnjadikan seseorang ikut serta di dalam mengatur kepentingan negara atau pemerintahan (Abdul Karim Zaidan. hak mcmegang jabatan-jabatan umum dalam negara atau hak yang menjadikan seseorang ikut serta di dalam mengatur kepentingan negara atau pemerintahan (Abdul Karim Zaidan. 1988 : 9). partisipasi rakyat didalamnya. beragama. Ekonomi dan Budaya. b. Macam. dan tidak ada hubungannva dengan penyelenggaraan kekuasaan negara salah satu jabatan dan kegiatannya (Subhi. Perbedaan hak po lit ik dengan hak sipil dapat dikemukakan bahwa hak politik merupakan hak yang didapat oleh seseorang dalam hubungan seorang anggota di dalam lembaga politik. Hukum untuk berserikat martabat dan integritas manusia.l983:l9). 1993:236). e. Dengan kata lain lapangan hak-hak poiitik sangat luas sekali mencakup asas-asas masyarakat. hak atas kebebasan berpikir. hak dipilih. Dalam Perjanjian tentang Hak-hak Sipil dan Politik dan Perjanjian lentang hak hak Sosial. f.l983:l9). ekonomi dan budaya (Baut&Harman. hak dipilih. hak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan-jabatan poiitik. dan hak . hak mempunyai keyakinan (conscience).hak sipil dan politik antara lain: a. dasar-dasar negara. hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan. hak atas hidup. hak atas kebebasan dan keamanan diriina.Perbedaan hak politik dengan hak sipil dapat dikemukakan bahwa hak politik merupakan hak yang didapat oleh seseorang dalam hubungan sebagai seorang anggota di dalam lembaga politik. tata hukum. h.macam HAM dapat dikemukakan sebagai berikut.

5. Sedangkan yang dimaksud hak-hak sipil dalam pengertian sang luas. 1922 : I 2 7 ). termasuk makanan. hak untuk berserikat. pembagaian kekuasaan dan batas-batas kewenangan penguasa terhadap warga negaranya (Subhi Mahmassan 1993:54). Dalam Perjanjian tentang hak-hak Sipil dan Politik dan Perjanjian tentang Hak . beribadah menurut agama masing-masing. hak atas pendidikan (Miriam Budiardjo. hak atas pekerjaan. Yang termasuk hak . 4. macam . dan kebebasan berorganisasi atau berpartai. Sedangkan macam . hak atas tingkat kehidupan yang layak bagi diriina serta keluarganya. 3. tata hukum. dan tidak ada hubungannya dengan penyelenggaraan kekuasaan negara salah satu jabatan dan k e g i a t a n n y a ( Subhi.hak sipil dan politik antara lain: hak atas hidup.mencakup asas-asas masyarakat. hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan.macam HAM menurut Perjanjian tentang hak-hak Ekonomi. mengemukaan pendapat. sosial dan kebudayaan merupakan hak yang dinikmati oleh manusia daiam huburigannya dengan warga negara yang lainnya. 1. mencakup hak-hak ekonomi. Pembagian hak asasi manusia sang agak mirip dengan kedua pendapat tersebut di atas adalah yang mengikuti pembedaan sebagai berikut : a. hak atas pensiun. 5 .macam HAM dapat dikemukakan sebagai berikut. Hak asasi pribadi (personal rights) meliputi hak kemerdekaan memeluk agama. Sosial dan Budaya mencakup antara lain : 1. hak atas kebebasan dan keamanan dirinya. dasar-dasar negara. Ekonomi dan Budaya. hak untuk membentuk serikat kerja. 2. partisipasi rakyat didalamnya. . 2.1993:236). hak atas kebebasan berkumpul secara damai. 7. pakaian dan perumahan yang layak. beragama. 3. hak atas keamanan di muka badan-badan peradilan.hak Sosial. 6. 4. hak atas kebebasan berpikir mempunyai keyakinan (conscience).

Hak asasi sosial dan kebudayaan (social and culture rights) meliputi hak kebebasan mendapatkan pengajaran atau hak pendidikan serta hak pengembangan kebudayaan. Hak asasi perlakuan yang sama dalam tata peradilan dan perlindungan hukum (procedural rights) meliputi hak perlakukan yang wajar dan adil dalam penggeledahan (rasia. peradilan dan pembelaan hukum). penangkapan. d. Hak Asasi Negatif atau Liberal. Pendapat lain tentang macam .hak kebebasan (liberal). Hak asasi ini didasarkan pada kebebasan dan hak individu untuk mengurus diri sendiri dan oleh karena itu juga disebut hak .130) yang mengelompokanya menjadi empat kelompok yaitu hak asasi negatif atau liberal. Hak asasi ekonomi (property rights) meliputi hak memiliki sesuatu. oleh sebab itu di mana pun dan kapan pun pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia harus ada. Uraian masing .macam hak asasi manusia dikemukakan Franz Magnis Suseno (1987: 125 . hak membeli dan menjual sesuatu. Kelompok hak asasi pertama ini diperjuangkan oleh liberalisme dan pada hakekatnya mau melindungi kehidupan pribadi manusia terhadap campur tangan negara dan kekuatan-kekuatan sosial lain. hak asasi aktif atau demokratis. atau dapat disebut sebagai hak persamaan hukum (rights of lega lequality). Hak asasi mendapatkan pengayoman dan perlakukan yang sama dalam keadilan dan pemerintahan. Sedangkan dikatakan negatif. oleh karena itu setiap warga negara wajar mendapat hak itu serta dalam mengolah dan menata serta menentukan warna politik dan kemajuan negara e. karena prinsip yang dianutnya bahwa kehidupan saya (pribadi) tidak boleh dicampuri .masing sebagai berikut: 1. Hak asasi politik (political rihts) meliputi hak untuk diakui sebagai warga negara yang sederajat. hak mengadakan suatu perjanjian atau kontrak. f. hak asasi positif dan hak asasi sosial. Semua manusia tanpa terkecuali mempunyai hak-hak tersebut di atas.b. dan hak memilih pekerjaan c.

Yang termasuk hak asasi aktif.Macam -macam hak asasi manusia negatif antara lain :             hak atas hidup. 3. d. hak untuk mengurus kerumahtanggaan sendiri. hak untuk mengangkat dan mengontrol pemerintah: hak untuk menyatakan pendapat.wenang. hak atas kebebasan pers. perlindungan terhadap hak milik. kebebasan untuk berkumpul dan berserikat. Hak ini disebut aktif karena merupakan hak atas suatu aktivitas manusia untuk ikut menentukan arah perkembangan masyarakat/ negaranya. c. hak untuk tidak ditahan secara sewenang . Hak Asasi Positif Paham hak asasi positif berdasarkan anggapan bahwa negara bukan tujuan pada dirinya sendiri. hak untuk memilih pekerjaan dan tempat tinggal. Dasar hak ini adalah keyakinan akan kedaulatan rakyat yang menuntut agar rakyat memerintah dirinya sendiri dan setiap pemerintah di bawah kekuasaan rakyat. hak keutuhan jasmani. Hak Asasi Aktif atau Demokratis Kalau hak-hak negatif menghalau campur tangan negara dalam urusan pribadi manusia. Kehidupan pribadi merupakan otonomi setiap orang yang harus dihormati.pihak luar. antara lain : a. maka hak asasi negatif ini tetap merupakan inti hak asasi manusia.hak positif justru menuntut prestasiprestasi tertentu dari negara. . maka sebaliknya hak . hak untuk memilih wakil dalarn badan pembuat undang-undang. kebebasan bergerak. e. Otonomi ini merupakan kedaulatan atasinya sendiri merupakan dasar segala usaha lain. b. melainkan merupakan lembaga yang diciptakan dan dipelihara oleh masyarakat untuk memberikan pelayanan-pelayanan . kebebasan untuk mengikuti suara hati sejauh tidak mengurangi kebebasan serupa orang lain. - 2. kebebasan beragama. kebebasan berpikir. hak untuk membentuk perkumpulan politik. kebebasan untuk memilih jodoh.

Yang termasuk hak asasi sosial antara lain a. hak atas keadilan). hak membentuk serikat kerja. c. perkembangan pemikiran HAM dalam empat generasi: . The American Declaration (berpandang bahwa manusia adalah merdeka sejak didalam perut ibunya. sampai ada keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap menyatakan bersalah). artinya orangorang yang ditangkap. Oleh karena itu tidak boleh ada anggota masyarakat yang tidak mendapat pelayanan itu hanya karena ia terlaiu miskin untuk membayar biayanya. sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu). Hak ini hars dijamin dengan tindakan negara.tertentu (pelayanan publik). Hak asasi sosial mencerminkan kesadaran bahwa setiap anggota masyarakat berhak atas bagian yang adil dari harta benda material dan kultural bangsanya dan atas bagian yang wajar dari hasil nilai ekonomis. 7. Hak Asasi Sosial Hak asasi sosial ini merupakan paham tentang kewajiban negara untuk menjamin hasil kerja kaum buruh yang wajar dan merupakan hasil kesadaran kaum borjuis melawan kaum buruh.3 Perkembangan Konsep Hukum Internasional Tentang HAM Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari adanya piagam Magna Charta. kemudian ditahan dan dituduh. hak atas pendidikan. The French Declaration (tidak boleh ada penang-kapan dan penahanan yang semena-mena termasuk penangkapan tanpa alasan yng syah dan penahanan tanpa surat perintah yang dikeluarkan oleh pejabat yang syah. Selain itu. e. hak atas pekerjaan. dan The Four Freedom. hak warga masyarakat atas kewarganegaraan. berhak dinyatakan tidak bersalah. Yang termasuk hak asasi positif antara lain :   hak atas perlindungan hukum (misalnya : hak atas perlakuan yang sama di depan hukum. d. 4. hak ikut serta dalam kehidupan kultural masyarakatnya. hak atas jaminan sosial. b. dalam kaitan itu berlaku prinsip resumption of innocent.

Deklarasi ini lebih maju dari rumusan generasi ketiga. Sedangkan secara pragmatis. bukan setelah pembangunan itu selesai.justice deny” tetap berlaku untuk kita semua. 3) Generasi Ketiga : Keadilan dan pemenuhan hak asasi haruslah dimulai sejak pembangunan itu sendiri. 2) Generasi Kedua : Pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial. apalagi menindasnya atau menghilangkannya.T. khususnya pemerintah penguasa Negara yang bersangkutan. pelaksanaan hak asasi manusia dapat dibedakan dalam arti ideal dan pragmatis. Ini memberi suatu isyarat kepada penguasa agar memiliki kearifan dalam mengambil suatu kebijakan pembangunan yang biasanya memiliki implikasi dengan hak asasi manusia.ekonomi. dan budaya.4 Perkembangan Wawasan Bangsa Indonesia Tentang HAM Menurut John Stuart Mills sebagaimana yang terdapat di dalam bukunya Tilaar (2001) yang berjudul Demensi-demensi Hak Asasi Manusia dalam Kurikulum Persekolahan Indonesia (A. 2005:5). politik. 6. 4) Generasi Keempat : Pemikiran ham generasi keempat dipelopori oleh negara-negara dikawasan asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut declaration of the basic duties of asia people and goverment. dalam pelaksanaan hak asasi manusia Negara tidak dibenarkan mencampuri hak asasi manusia setiap warga Negara. . Secara ideal. pelaksanaan hak asasi manusia acapkali dipengaruhi oleh muatan local atau kepentingan subyektif bangsa tersebut.karena tidak mencakup tuntutan struktural tetapi juga berpihak terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia ll. Agaknya pepatah kuno “justice delayed.1) Generasi Pertama : Pengertian HAM hanya berpusat pada bidang hukum politik. Soegito. totaliterisme dan adanya keinginan negara-negara baru yang merdeka untuk menciptakan suatu tertib hukum yang baru.

ekonomi. dan konsisten. Beberapa kegiatan yang relevan meliputi halhal sebagai berikut ini.T. 2005 dalam A. RAN Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. Pembenahan system manajemen penanganan perkara yang menjamin akses public. 1. anti terorisme. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia harus didasarkan kepada prinsip bahwa hak-hak sipil. . Penguatan pelaksanaan RAN Hak Asasi Manusia 2004-2009. Penyelamatan bahan bukti akuntabilitas kinerja yang berupa system manajemen kelembagaan hokum yang dokumen/arsip lembaga Negara dan badan pemerintahan untuk mendukung penegakan hokum dan hak asasi manusia.7/2005) yang meliputi pemberantasan korupsi. 3.Sejalan dengan amanat konstitusi. 5. sosial budaya dan hak pembangunan meupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. 6. dan Program nasional bagi anak Indonesia 2015. baik dalam penerapan. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hokum yang lebih sederhanan. dan pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya harus dilakukan secara tegas. Program penegakan hukum dan hak asasi manusia (PP No. Pelaksanaan RAN Hak asasi Manusia 2004-2009 sebagai gerakan nasional. tepat dan dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. pengembangan system pengawasan yang transparan dan akuntabel. tidak diskriminatif. cepat. 7. 2. Soegito. 4. 2005:5). Pengembangan transparan. politik. RAN Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Korupsi 2004-2009. pemantauan maupun pelaksanannya (Hasan Wirajuda. Penyelenggaraan audit regular atas kekayaan seluruh pejabat pemerintah dan pejabat Negara.

Soegito. 2005: 7-8) sebagai berikut ini. 181 tahun 1988. Pencapaian Indonesia sejak tahun 1991-2004 dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia dapat diikuti dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia (Hasan Wirajuda. yang akhirnya dibentuk pada tanggal 7 Juni 1993 melalui Keppres No.8. semua instrumen hak asasi manusia dalam skop nasional dan local sebagaimana yang seudh diutarakan di atas .T. Kelompok Kerja HAM tersebut berhasil menyusun seuatu RAN HAM Indonesia yang memuat langkah-langkah nyata pemajuan dan penghormatan HAM yang dilakukan pada tingkat nasional dalam kurun waktu 5 tahun. Perlu ditegaskan di sini. Departemen Luar Negeri membentuk Kelompok Kerja HAM yang terdiri dari berbagai unsur departemen dan lembaga terkait. 2005:7). Pembaharuan materi hokum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. 77 tahun 2003. dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dibentuk pada tahun 2003 melalui Keppres No. Departemen Luar Negeri Indonesia bekerjasama dengan pusat HAM PBB telah menyelenggarakan serangkaian lokakarya. Soegito. Lokakarya Regional PBB ke-2 pada tanggal 26-28 Januari 1993.T. 2005 dalam A. Soegito. yakni mulai dari tahun 1998-2003. dan Lokakarya Nasional HAM ke-1 telah merekomendasikan pembentukan Komisi Nasional HAM. dan masih banyak lagi yang serupa itu (lihat A. Sesuai dengan salah satu rekomendasi lokakarya tersebut. meningkatkan pemahaman tentang hak asasi manusia kepada masyarakat dan luas termasuk hak aparatur asasi negara manusia dengan secara melaksanakan pendidikan pelatihan berkelanjutan (lihat A. 50/1993. Selanjutnya. yaitu Lokakarya Nasional HAM ke-1 pada tanggal 21-22 Januari 1991.T. Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Nasional HAM ke2 tahun 1994. 2005: 6-7) Secara khusus untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dalam rangka perlindungan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: pembentukan kantor-kantor perwakilan Komisi Nasional di daerah. Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan telah dibentuk pada tahun 1998 dengan Keppres No.

hak atas pengajaran (Pasal 31 ayat 1). terdapat lima pokok mengenai HAM yang terdapat dalam batang tubuh UUD 1945. yakni pasal 27. Dengan demikian memahami pokok-pokok HAM dalam UUD 1945 referensinya yang akurat adalah pendapat Bung Hatta.merupakan suatu bukti perhatian Negara Indonesia terhadap pengaturan hak asasi manusia yang implikasinya pada upaya-upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan UU (Pasal 28). Dari keempat pasal tersebut. Hatta) dalam UUD 1945.1. hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2). Pemikiran bahwa HAM bersifat individualisme dan dipertentangkan dengan kedaulatan rakyat dan keadilan sosial seperti yang dikemukakan Bung Karno yang sampai Jaminan HAM dalam UUD 1945 dan Undang . kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk di jamin oleh Negara (Pasal 29 ayat 2). Dalam kenyataan empirik memang pelanggaran HAM terutama dilakukan oleh penguasa.4.Undang No. Untuk jelasnya bahwa implementasi HAM di Indonesia. 28. bukan ber-arti kurang mendapat perhatian. Ketiga. Kelima. Pertama. 39 Tahun . akan tetapi karena susunan pertarna UUD 1945 adalah merupakan inti-inti dasar kenegaraan. 29 dan 31. yang esensinya mencegah berkembangnya Negara Kekuasaan. Masuk-nya pasal-pasal di atas tidak lepas dari perdebatan yang mendahuluinya antara kelompok yang keberatan (terutama Soekarno dan Soepomo) dan yang meng-hendaki justru dimasukkan (terutama Moh. 1999 Tentang jaminan HAM dalam UUD1945 Kuntjoro Purbopranoto (1982:26-29) memberikan pandangan belum disusun secara sistematis dan hanya empat pasal memuat ketentuan-ketentuan tentang hak asasi. kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Meskipun demikian. meliputi : 2. Keempat. tentang kesamaan kedudukan dan kewajiban warganegara di dalam hukum dan di muka pemerintahan( Pasal 27 ayat 1). Kedua. Bung Hatta tampak bersifat buruk sangka terhadap kekuasaan (negara).

Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Dalam era reformasi sekarang ini. Hak memperoieh keadilan (misalnya hak kepastian hukum. mengajukan usulan kepada pemerintah). per-dagangan Anak.J (perubahan pasal 28). keyakinan politik. 4. Dalam amandemen kedua tersebut. Apabila dicermati jaminan HAM dalam UUD 1945 dan penjabarannya dalam UU No. psikotropika dan zat adiktif lainnya). melakukan hubungan komunikasi. mendirikan serikat kerja. memperoleh pekerjaan yang layak. memperoleh kesejahteraan lahir batin. memperoleh informasi. 39 Tahun 1999.2. upaya untuk menjabarkan ketentuan HAM telah dilakukan melalui amandemen UUD 1945 ke dua (Tahun 2000) dan diundangkan-nya UU No. Hak atas rasa aman (misalnya hak : memperoleh suaka politik. pelecehan sexual. memperoleh manfaat dari iptek. masyarakat dan Negara. dan jaminan sosial). meningkatkan kuaiitas hidup. 3. ada titel Bab yang secara eksplisit menggunakan istilah HAM yaitu Bab XA yang berisikan pasal 28A s/d 28. status kewarganegaraan. Hak atas. 9. 8. memilih status kewarganegaraam berpendapat dan menyebarluas kannya. secara garis besar meliputi : 1. diangkat daiam jabatan pemerintah. kesejahteraan (misalnya hak : milik pribadi dan kolektif. bebas bergerak dan bertempat tinggal. kehidupan yang layak. melakukan pekerjaan sosial). penyalahgunaan narkotika. Hak untuk hidup (misalnya hak mempertahankan hidup. berekspresi. partisipasi langsung dan tidak langsung. pekerjaan. 7. Hak anak (misalnya hak perlindungan oleh orang tua. 5. 10. 4. Ratifikasi Jaminan HAM secara normatif . kiranya bukan rujukan yang akurat dalam rangka memahami jaminan HAM "dalam UUD 1945. Hak wanita (hak yang sama/tidak ada diskriminasi antara wanita dan pria daiam bidang politik. pekerjaan. persamaan di depan hukum). 6. Hak atas kebebasan pribadi (misalnya hak : memeluk agama. LSM dan organisasi lain. Dalam UU No.39 Tahun 1999 tampak jaminan HAM lebih terinci lagi. perlindungan dari eksploitasi ekonomi. Hal itu terlihat dari jumlah bab dan pasal-pasal yang dikandungnva relatif banyak yaitu terdiri atas XI bab dan 106 pasal. beribadah menurut agamanya. perlindungan terhadap ancaman ketakutan. bertempat tinggal yang layak. mendirikan parpol. keluarga. perlakuan khusus bagi anak cacat.perlindungan terhadap penyiksaan. Hak mengembangkan diri (misalnya hak pemenuhan kebutuhan dasar. memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat). keluarga/ perkawinan). penghilangan dengan paksa dan penghilangan nyawa). Hak turut serta daiam pemerintahan (misalnya hak : memilih dan dipilih dalam pemilu. 39 Tahun 1999 tentang HAM.saat ini masih tampak dianut terutama oleh penguasa. 2.

Deklarasi PBB mengenai Hak-hak Anak tahun 1959 (Declaration on the Rights of the Child of 1959) dan deklarasi PBB tentang Tahun anak-anak Internasional (Declaration on the International Year of the Child (1979). Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia). 44/25 tanggal 5 Desember 1989 tentang Convention on the Rights (Wayan Parthiana. juga dapat dilihat pada apa yang telah diratifikasi negara Rl terhadap konvensi internasional tentang HAM. atau merendahkan martabat manusia yang dilakukan oleh atau atas hasutan dari atau dengan persetujuan/sepengetahuan pejabat publik dan orang lain yang bertindak dalam jabatannya.Ratifikasi jaminan HAM secara normatif. tidak manusiawi. Majelis Umum PBB dalam sidangnya yang ke 44 pada bulan Desember 1989 telah berhasil menyepakati sebuah Resolusi PBB No. dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam. hukum dan langkah-langkah efektif lain guna mencegah tindakan penyiksaan (tindak pidana) di dalam wilayah yuridiksinya. Ketentuan pokok konvensi ini mengatur pelarangan penyiksaan baik fisik maupun mental. 8 Tahun 1998 tentang Pengesahan Convention Against Fortune and Other Cruel In human or Degradi Treatment (konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. Misalnya langkah yang dilakukan dengan memperbaiki cara interograsi dan pelatihan bagi . 2) UU No. yang terbukti dengan dikeluarkannya Deklarasi Jenewa 1924 (Geneve Declaration of 1924) tentang pembentukan Uni Internasional Dana dan Keselamatan Anak-Anak (Save the Children Fund International Union). Ini berarti negara RI yang telah meratifikasi wajib mengambil langkah-langkah legeslatif. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi tentang Hak-hak Anak). Liga Bangsa-Bangsapun telah menaruh perhatian yang serius" tentang masalah anak-anak ini. administratif. Bahkan jauh sebelumnya. Beberapa konvensi internasional berkaitan dengan HAM yang telah diratifikasi antara lain sebagat berikut: 1) Keputusan Presiden No. disamping dapat dilihat pada konstitusi dan perundang-undangan yang ada. 1990 :3-11). Demikian puia PBB secara khusus memiliki salah satu organ khusus yang berkenaan dengan anak-anak yakni UNICEF( United Nations Children's Fund/Dari PBB untuk Anak-Anak).

Sedangkan di bidang ekonomi masih tarnpak dikuasai oleh segelintir orang (konglomerat) yang menunjukkan belum adanya kesempatan yang sama untuk berusaha. Kehidupan politik masih cenderung didominasi konflik antar elit politik sering berimbas pada konflik dalam masyarakat (konflik horizontal) dan elit politik lebih memperhatikan kepentingan diri/kelompoknya.Baut. tetapi belum menjamin bahwa HAM di-laksanakan dalam kenyataan kehidupan sehari-hari atau dalam pelaksanaan pembangunan. Lukman Soetrisno (Paul S. . Berbagai konflik dalam masyarakat paling tidak di permukaan masih sering terdapat nuansa SARA. Kedua. dalam bidang sosial berupa 1) perlakukan yang sama oleh hukum antara wong cilik dan priyayi dan 2) toleransi dalam masyarakat terhadap perbedaan atau latar belakang agama dan ras warga negara Indonesia. dan Ketiga. 4. sebagai berikut : Pertama.3 Indikator Pelaksanaan HAM di Indonesia Meskipun di Indonesia telah ada jaminan secara konstitusional maupun telah dibentuk lembaga untuk penegakanya. konflik.setiap aparatur penegak hukum dan pejabat publik lain yang bertanggungjawab terhadap orang-orang yang dirampas kemerdekaannya. sementara kepentingan masyarakat sebagai konstiuennya diabaikan Di bidang hukum masih terlihat lemahnya penegakan hukum. ras. dalam bidang ekonomi dalam bentuk tidak adanya monopoli dalam sistem ekonomi yang berlaku. sementara keiika pelanggaran itu dilakukan oleh wong cilik hukum tampak begitu kuat cengkramannya. Ketiga indikator tersebut jika dipakai untuk melihat pelaksanaan pembangunan di Indonesia dewasa ini di bidang politik. 1989:221) mengajukan indikator bahwa suatu pembangunan telah melaksanakan HAM apabila telah menunjukan adanya indikator-indikator. dalam bidang politik berupa kemauan pemerintah dan masyarakat untuk mengakui pluralisme pendapat dan kepentingan dalam masyarakat. Dalam masyarakat juga masih tampak kurang adanya toleransi terhadap perbedaan agama. sosial dan ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. banyak pejabat yang melakukan pelanggaran hukum sulit dijamah oleh hukum.

Teror dapat dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat (oposan).2 Kategori Pelanggaran HAM Hampir dapat dipastikan dalam kehidupan sehari-hari kita temui pelanggaran HAM baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain. Hasilnya adalah disusunnya kategori-kategori pelanggaran HAM yang dianggap kejam. f) Perusakan kualitas lingkungan (esocide). Pemerintahan totaliter. Terorisme resmi berskala besar. Rasialisme resmi. Pelanggaran itu baik yang dilakukan oleh negara/pemerintah maupun oleh masyarakat. 'Teror dapat dalam bentuk pembunuhan.kebutuhan dasar manusia. main hakim sendiri. pelanggaran peraturan hukum. g) Kejahatan-kejahatan perang. Richard Falk (Mulyana W. . namun ada kecenderungan pihak penguasa lebih dominan. pembajakan dan penyanderaan. yaitu : a) b) c) d) e) Pembunuhan besar-besaran (genocide). sabotase. biasanya disertai dengan ancaman-ancaman hak berkemanusiaan dan tak mengenal belas kasihan terhadap kehidupan dan barang-barang dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum. Akhir-akhir ini di dunia Internasional maupun di Indonesia. Pelanggaran baik dilakukan oleh penguasa maupun masyarakat. penculikan.Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor mengapa Indonesia begitu sulit untuk keluar dari krisis politik. ekonomi dan sosial.4. karena sebagai pemegang kekuasaan dapat secara leluasa untuk memenuhi kepentingan yang seringkali dilakukan dengan cara-cara manipulasi sehingga mengorbankan hak-hak pihak lain. 2. Penolakan secara sadar untuk memenuhi kebutuhan . Ini berarti harus diakui bahwa dalam pelaksanaan HAM masih banyak terjadi pelanggaran dalam berbagai bidang kehidupan. subversif. penyebaran desas-desus. 1985: 79) mengartikan teror sebagai tindakan berasal dari suatu kekecewaan atau keputusasaan. Kusunah. 1981 : 71) mengembangkan suatu standar guna mengukur derajat keseriusan pelanggaran HAM. dihadapkan banyak pelanggaran HAM dalam wujud teror Leiden & Schmit (Bayo Ala.

2000: 24). Aksi ini berbuntut dengan di PHK-nya 13 buruh. aparat keamanan bersikap berlebihan dan represif dalam menghadapi pengunjuk rasa tersebut sehingga pecah insiden berdarah yang menimbulkan korban jiwa di pihak mahasiswa dengan cara menyerbu kampus UMI dan menembak dengan peluru tajam sehsngga jatuh korban (Surip Kadi. Ujung Pandang. 26 April 1996. kasus ini berawal dari unjuk rasa dan pemogokan yang dilakukan buruh PT. dan akhirnya pada 9 Mei 1993. . aparat keamanan maupun oleh masyarakat. karena menimbulkan ketakutan sehingga rasa aman sebagai hak setiap orang tidak lagi dapat dirasakan. karena pada tanggal 7 Mei 1993 masih ada 8 orang buruh PT. Marsinah ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan di hutan Wilangan Nganjuk. 20 Polri serta 1 orang Kejaksaan.CPS pada tanggal 3-4 Mei 1993. Saurip Kadi. Namun sayangnya.CPS di PHK oleh Kodim di markas Kodim (Prisma 4. kasus Marsinah. Namun perlakuan Kodim tidak berhenti pada PHK 13 orang dan matinya Marsinah. Kopassus.5 Contoh Pelanggaran HAM Banyak pelanggaran HAM di Indonesia.Teror sebagai bentuk pelanggaran HAM yang kejam (berat). Awal dari kerusuhan tersebut bermula pada aksi unjuk rasa mahasiswa UM1 terhadap kenaikan tarif angkutan kota (Pete-pete) yang memberatkan kalangan pelajar dan mahasiswa yang dikenai aturan lebih dari yang ditetapkan Menteri Perhubungan sebesar Rp. Contoh-contoh pelanggaran HAM oleh pemerintah dan atau aparat keamanan antara lain sebagai berikut : Pertama. Marsinah menuntut dicabutnya PHK yang menimpa kawan-kawannya Pada 5 Mei 1993 Marsinah 'menghilang'. April 1994 : 71-73. Perkembangan pengusutan kasus ini menghasilkan keterlibatan 6 anggota TNI-AD dari kesatuan Danintel Kodam. sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam upaya mengembangkan kehidupan yang lebih maju dan bermartabat 4. Kasus Universitas Muslim Indonesia (UMI). 2000 : 27). Kedua. baik yang dilakukan pemerintah. 100. Dalam kondisi ketakutan maka seseorang/masyarakat sulit untuk melakukan hak/kebebasan yang lain.

Ketiga. kasus pembunuhan Tengku Bantaqiah. meskipun seperti telah dikemukakan di atas telah dijamin secara konstitusional dan telah dibentuknya lembaga penegakan HAM. Berdasarkan penyelidikan. Untuk mendalami informasi tersebut pada tanggal 23 Juli 1999. Kasus ini bermula dari informasi adanya sejumlah senjata di salah seorang tokoh Dayah Bale. Apakah pembantaian itu merupakan kebijakan yang diambil dalam satu kerangka kebijakan mengatasi masalah Aceh ataukah semata-mata karena tindakan yang diambil atas pertimbangan kondisi lapangan Saurip Kadi. pembunuhan di Los Palos. Hilangnya Letkol Inf Sudjono (Kasi Intel Korem 011/Lilawangsa) tentu saja membuat penyelesaian kasus ini menjadi terhambat. Kasus Trisakti Mei 1998) yang menewaskan 4 mahasiswa. kabur. Tengku Bantaqiah adalah seorang tokoh ulama terkemuka di Aceh. Kasus Pasca Jejak Pendapat di orang Timur yang ditandai dengan praktek bumi hangus. Maliana. Apabila dicermati secara seksama ternyata faktor penyebabnya kompleks.4. Faktor-faktor penyebabnya antara lain: (1) masih belum adanya kesepahaman pada tataran konsep HAM antara universalisme dan partikularisme. Sebanyak 51 orang termasuk Tengku Bantaqiah tewas. Beberapa pelanggaran HAM yang lain yang sedang dituntut oleh masyarakat untuk diselesaikan melalui Pengadilan HAM antara lain. pembunuhan massa di Suai. Operasi ini ternyata mengakibat-kan pengikut Tengku Bantaqiah ditembaki oleh aparat setempat. 2. . dan (4) pemahaman belum merata baik dikalangan sipil. Kasus Pasca jaja pendapat di Timtim sekarang mulai di sidangkan lewat Peradilan HAM.3 Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran HAM Mengapa pelanggaran HAM sering terjadi di Indonesia. 2000: 36). Liquisa dan Dili. 23 Juii 1999. maupun militer. karena motivasi pem-bantaian itu menjadi. (2) adanya dikhotomi antara individualisme dan kolektivisme. Danrem menugaskan Kasi Intelnya untuk melaksanakan penyelidikan. jaksa dan pengadilan). termasuk di dalamnya Letkol Inf Sudjono. sebanyak 24 anggota TNI dinyatakan sebagai tersangka. (3) kurang berfungsinya lembaga-lembaga penegak hukum (polisi.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dibentuk berdasarkan Kepres No. Peradilan HAM dan lembaga . Pengadilan HAM Pengadilan HAM sebagai peradilan khusus di lingkungan peradilan umum. yang didalamnya mengatur tentang Komnas HAM ( Bab VIII. Komnas HAM yang terbentuk dengan Kepres tersebut harus menyesuaikan dengan UU No. 181 Tahun 1998. Contoh Pengadilan HAM di daerah kabupaten atau daerah kota yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum Pengadilan Negeri yang bersangkutan. masyarakatpun terutama melalui LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau . Komisi Nasional HAM Komisi Nasional (Komnas) HAM pada awalnya dibentuk dengan Kcpres No.7 Lembaga HAM Saat ini lembaga resmi oleh pemerintah seperti Komnas HAM Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. b. c.lembaga yang dibentuk oleh masyarakat terutama dalam bentuk LSM prodemokrasi dan HAM. 99). 26 Tahun 2000.4. 39 Tahun 1999 tentang HAM. LSM Prodemokrasi dan HAM Disamping lembaga penegakan HAM yang dibentuk oleh pemerintah. Peradilan HAM memiliki wewenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM yang berat.39 Tahun 1999. d. 50 Tahun 1993 sebagai respon terhadap tuntutan masyarakat niaupun tekanan dunia intemasional perlunya penegakan HAM di Indonesia. a. Dasar pertimbangan pembentukan Komisi Nasional ini sebagai upaya mencegah terjadinya dan menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Kemudian dengan lahirnya UU No. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. pasal 75 s/d. termasuk yang dilakukan di luar tentorial wilayah negara Rl oleh warga negara Indonesia.

Pembelajaran Pembelajaran tentang HAM. tetapi audio-visual seperti rekaman video berbagai peristiwa pelanggaran HAM di Indonesia maupun dunia internasional. Dalam pembelajaran topik tersebut Guru bisa berangkat dari cerita tentang pelanggaran HAM atau memperlihatkan ''gambar tentang pelanggaran hak asasi manusia". Oleh karena itu. akibat-akibat apa yang timbul ketika terjadi pelanggaran HAM. ketika mengajarkan topik tentang "Pelanggaran HAM". Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekersan). Sedangkan media pembelajaran tidak sekedar visual. discovery. Dua masalali ini tampak mienjadi persoaian paling mendasar yang dihadapi sekarang ini. Dengan cara pembelajaran yang demikian siswa tidak saja aktif. pemecahan masaiah. Kemudian siswa secara individual atau kelompok diminia untuk membuat konsep tentang pelanggaran HAM. juga bisa bermula dari "Apa yang dilihat/ kesan siswa tentang pelanggaran HAM". tetapi juga merangsang kreativitas dan kemampuan dalam mengatasi berbagai persoalan sosial khususnya yang terkait dengan HAM. juga bias bertitik tolak dari "Rekaman video tentang pelanggaran HAM". Untuk itu pembelajarannya menghendaki metoda pembelajaran yang lebih mengedepankan observasi. pembelajaran tentang HAM disamping menuntut materi yang luas. 2. mendalam dan jelas juga hams dikaitkan dengan kenyataan dafam kehidupan sehari-hari.5 Indikator pelaksanaan HAM . dan inkuiri. e. Yang termasuk LSM ini antara lain YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia).4. Dalam pembelajaran tentang HAM misalnya dapat diberikan sebagai contoh-nya. terutama bagaimana upaya untuk memberikan pemahaman yang benar tentang pengertian HAM dan upayaupaya penegakannya. Kemudian diminta memberikan alasan mengapa pelanggaran HAM perlu dicegah.NGO (Non Governmental Organization) yang programnya berfokus pada demokratisasi dan pengembangan HAM (LSM Prodemokrasi dan HAM ).

telah diberikan pengakuan dan jaminan terhadap ahak asasi manusia. Untuk jelasnya dapat kita rinci sebagai berikut. a. Undang-Undang Dasar 1945. Selain sebagai landasan konstitusional UUD 1945 setelah amandemen pada Bab XA memuat secara khusus dalam satu bab tersendiri tentang HAM yang diuraikan dalam 10 pasal mulai pasal 28A samapai dengan pasal 28J a. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia c. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia . kerakyatan. disamping telah adanya bebrapa konvensi PBB tentang HAM. persatuan. Pengakuan dan jaminan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia telah cukup banyak diberikan. a. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia b. baik yang ditemukan dalam nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pengakuan dan jaminan perlindungan HAM tercermin dalam nilai-nilai Pancasila. Isu-isu mengenai hak asasi manusia dewasa ini bukan lagi berkisar seputar masalah pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia. maka isu global beralih dari komunisme dan pertentangan antara blok barat dan blok timur ke masalah baru yaitu masalah hak asasi manusia. karena hampir di semua negara.Semenjak berakhirnya perang dingin. b. dan keadilan sosial. Pancasila. Undang-Undang Dasar 1945. misalkan nilai ketuhanan. baik dalam konstitusinya maupun dalam peraturan peundang-undangan. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia tidak terlepas dari isu hak asasi manusia yang melanda hampir semua negara di dunia. masalah lingkungan. serta peraturan perundang-undagan lainnya. Masalahnya sekarang tertuju pada isu-isu penegakan dan pemajuan hak asasi manusia itu. dan masalah liberalisme perdagangan. kemanusiaan. c.

International Convention on The Elimation of All Form Racial Discrimination (1965). Tidak Manusiawi dan Meendahkan. Peraturan perundang-undangan lainnya (KUH Pidana. Dengan rencana aksi tersebut sampai sekarang telah diratifikasi beberapa konvensi. meningkatnya angka korban kriminalitas dan lain-lain. Walaupun demikian dimana-mana sekarang masih saja terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Konvensi tentang Hak-hak Ekonomi. Konvensi mengenai Hak Politik perempuan Kita juga telah mendeklarasikan Rencana Aksi Nasional Hak-hak Asasi Manusia Indonesia 1998-2003 yang diantara programnya secara bertahap akan diratifikasi beberapa konvensi PBB tentang HAM. DPR. Semua itu bertujuan untuk pemajuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia Indonesia. Konvensi tentang persamaan upah pekerja perempuan dan laki-laki. Politik dan Budaya Kita juga telah mempunyai Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Sampit. d. yaitu: a. UU Susunan dan Kedudukan MPR. ILO Convention Concering Equal Renumeration for Men and Women Workers for work of Equal Value (1951). Maluku. konvensi Penghapusan Segala bentuk Diskriminasi Rasial b. International Convention on The Suppression and Punishment of The Crime of Aprtheid (1973). kasus-kasus perburuhan. UU Perlindungan Anak. Konvensi menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam. UU Perburuhan. seperti di Aceh. dan lain-lain. yaitu suatu badan independen yang bertugas memantau pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia. b. Konvensi tentang apartheid c. kemiskinan. UU Pemilu. Penegakan hak asasi manusia .d. negara kita telah meratifikasi beberapa konvensi PBB tentang HAM kurang lebih 17 konvensi. Sehingga permasalahan utamanya adalah penegakan hak asasi manusia itu sendiri. diantaranya yaitu: a. UU tentang Pers. Poso. kebodohan. Convention on The Political Right of Women (1952). UU tentang Partai Politik.) Disamping itu.

tetapi pelanggaran hak asasi manusia juga dapat dilakukan oleh orang per orang atau individu terhadap orang atau individu yang lain atau bahkan negara kepada negara yang lain. ekonomi. Hambatan yang sekaligus merupakan tantangan dalam penegakan hak asasi manusia adalah berikut : 1. Kenyataan masih membuktikan pengetahuan tentang HAM hanya dimiiliki dan mungkin diamalkan oleh sebagian kecil dari kalangan kita. perbedaan kehidupan sosial. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia tidak selalu merupakan dominasi negara terhadap rakyatnya. Hak asasi adalah sebuah idealisme yang sudah bersifat mondial dan universal. Demikian pula sebaliknya penegakan hak asasi manusia sebenarnya bukan hanya merupakan kewajiban negara akan tetapi merupakan kewajiban setiap individu manusia dan semua negara di dunia. bahkan sebagian besar masyarakat masyarakat hanya tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali tentang hak-hak fundamental yang dimilikinya itu. Tragisnya. Pelanggaran dan pemerkosaan terhadap hak-hak asasi manusia merupakan kenyataan negatif yang akan selalu diiringi dengan upaya untuk mengatasinya secara positif. Sementara pertentangan kehidupan sosial agama dan etnis. Akan tetapi masih banyak hambatan dan dan tantangan menuju tegaknya HAM di Indonesia.merupakan upaya secara sadar untuk melindungi dan mewujudkan hak-hak asasi manusia dan memberikan tindakan atau sanksi yang tegas kepada semua pihak yang melakukan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia tanpa terkecuali. permusuhan antar suku. politis dan ketidakpuasan lainnya yang bersifat umum tidak jarang mengundang meletupnya amarah sosial di kalangan masyarakat. Akan tetapi HAM juga setidak-tidaknya di Indonesia masih barang yang dapat dikatakan relatif baru yang masih terasa asing dalam kebudayaan kita. Upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia bukan tidak pernah dilakukan bahkan sudah terlihat upaya-upaya serius untuk tegaknya hak asasi manusia di Indonesia. ditengah situasi seperti itu justru hukum dan HAM menjadi terinjak-injak kembali. Sehingga tantangan ke depan di Indonesia diantaranya . dengan atau tanpa tekanan dari dunia internasional.

5. Sampai kapanpun HAM tidak akan dapat ditegakkan dalam kondisi masyarakat yang timpang dan tidak adil. Sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat situasi masyarakat yang sangat kondusif untuk penegakan HAM dengan menghilangkan ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Kalau kekuasaan masih mempengaruhi hukum. Kondisi negara kita yang secara umum masih termasuk negara-negara miskin yang terlilit utang yang besar dengan Korupsi. Kondisi ketimpangan dan ketidakadilan dalam berbagai bidang.adalah bagaimana mensosialisikan HAM dan segala hal yang tekait ke seluruh lapisan masyarakat indonesia dimanapun mereka berada. Kolusi dan Nepotisme yang masih dominan. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor diantaranya karena kurangnya pengetahuan aparat penegak hukum itu sendiri tentang HAM atau HAM dipandang memperlambat atau mempersulit aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas. maka penegakan hak asasi manusia hanya akanmenjadi slogan saja. Kondisi seperti ini akan menghambat upaya penegakan hak asasi manusia 4. Masih kurangnya kesadaran aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip penegakan HAM. 2. 3. Sehingga tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan aparat-aparat penegak hukum yang tetap mau menghormati HAM dalam menjalankan tugasnya dengan memperbaiki sistem rekruitmen dan sistem pendidikannya. maka yang terjadi adalah tidak berdayanya hukum pada saat berhadapan dengan orang atau kelompok-kelompok yang punya kekuasaan. sehingga hukum akan sulit ditegakkan untuk kalangan mereka. Pendidikan tentang HAM harus dilakukan sejak dini dalam masyarakat. Kondisi dimana ada ketimpangan sosial ada yang sangat maju sekali ada yang masih sangat tertinggal. Demikia pula pada saat kekuasaan melakukan pelanggaran-pelanggaran . Tegaknya hukum dapat dikatakan juga tegaknya pula HAM. Masih terlihatnya dominasi kekuasaan terhadap hukum. Kondisi ekonomi yang sangat timpang. ada yang miskin sekali dan ada yang sangat kaya apalagi ketimpangan tersebut tercipta karena ketidakadilan.

6. kelompok atau organisasi. Masih lemahnya posisi lembaga-lembaga yang khusus dibentuk dalam penegakan HAM di Indonesia. Besarnya jumlah penduduk dan kondisi geografis Indonesia juga masih merupakan hambatan dan tantangan dalam penegakan HAM. Tantangan ke depan adalah bagaimana membuat lembaga hukum yang independen (bebas) dari pengaruh kekuasaan dengan tatanan masyarakat yang demokratis. Luasnya wilayah dan kondisi kepulauan yang ada menuntut pula investasi dan energi yang sangat besar untuk penegakan HAM. Masih lemah dan kurangnya peran serta masyarakat dalam pengawasan terhadap penegakan HAM baik secara perorangan.terhadap HAM maka akan sangat sulit untuk mengambil tindakan yang tegas dan adil. 8. seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Contoh hak akan rasa aman untuk kondisi kependudukan dan wilayah Indonesia menuntut Kepolisian yang seimbang dengan jumlah penduduk dan merata di seluruh wilayah. dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Indonesia. Pemberantasan Kemiskinan dan keterbelakangan masih menjadi pekerjaan yang tidak kunjung selesai karena kondisi kependudukan dan geografis. Sehingga lembaga-lembaga ini harus lebih diberdayakan dengan memberikan dukungan dan kewenangan yang lebih baik dalam penegakan HAM 7. . Jumlah penduduk yang besar menuntut pula investasi dan modal yang sangat besar dalam pengakan hak asasi manusia dalam paradigma pemerataan.

Konsep Dasar / Definisi Rule of Law 1. Rule of Law pada hakekatnya adalah memposisikan hukum sebagai landasan bertindak dari seluruh elemen bangsa dalam sebuah Negara. dengan demikian masyarakat terhindar dari tindakan-tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa.1 Asal Usul Rule of Law (RoL) RoL merupakan satu doktrin dalam hukum yang muncul pada abad ke 19.1 Pengertian Rule of Law Rule of Law (RoL) adalah sebuah konsep hukum yang sesungguhnya lahir dari sebuah bentuk protes terhadap sebuah kekuasaan yang absolute di sebuah Negara. Negara absolute (sebagai Negara modern) menyerap kekuasaan yang semula ada pada wilayah-wilayah ke dalam satu tangan yaitu tangan raja. Dalam rangka membatasi kekuasaan yang absolute tersebut maka diperlukanlah pembatasan-pembatasan terhadap kekuasaan itu. . bersamaan dengan kelahiran Negara konstitusi dan demokrasi. Negara absolute sebagai perkembangan keadaan di Eropa yaitu Negara yang terdiri atas wilayah-wilayah otonom. Kehadirannya boleh disebut sebagai reaksi dan koreksi terhadap Negara absolute yang telah berkembang sebelumnya.BAB VIII PENEGAKAN. Dalam kaitannya dengan materi kuliah pendidikan Kewarganegaraan maka pembahasan tentang Rule of Law dan Hak Asasi Manusia menjadi penting agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagaimana konsep Rule of Law dan Hak Asasi Manusia serta keterkaitan antara Rule of Law dan Hak Asasi Manusia tersebut dalam pelaksanaannya khususnya di Indonesia. PENINGKATAN DAN KESADARAN HUKUM (RULE OF LAW) 8. Rule of Law dapat dilaksanakan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia karena salah satu ciri dari Rule of Law (Negara Hukum) adalah terlindunginya Hak Asasi Manusia di Negara yang bersangkutan. sehingga kekuasaan tersebut ditata agar tidak melanggar kepentingan Asasi dari masyarakat.

2 Definisi Rule of Law Menurut Albert Venn Dicey dalam “Introduction to the Law of the Constitution” memperkenalkan istilah the rule of law yang secara sederhana diartikan suatu keteraturan hukum. prajurit dan kerajaan. 3. ningrat. kemudian Rule of Law mengambil alih dominasi yang dimiliki ancient regime yang terdiri dari golongan-golongan gereja. inilah awal dari kelahiran Doktrin Egalitarian dalam hukum yang menjadi ciri utama Rule of Law. 6. Lembaga kehakiman yang bebas dan tidak memihak. parlemen dan sebagainya. Pemerintahan yang demokratis di bawah RoL yang dinamis memiliki syarat-syarat yaitu : 1. 1. 2. artinya selain menjamin hak-hak individual. Perlindungan konstitusional. 5. terdapat tiga unsure yang pundamental dalam rule of law yaitu : .Rule of Law lahir dengan semangat yang tinggi bersama-sama dengan demokrasi. Disinilah kemudian Rule of Law merupakan doktrin dengan semangat dan idealism keadilan yang tinggi seperti supremasi hukum dan kesamaan setiap orang di depan hukum. untuk menghindari kekuasaan yang dispotik. Munculnya keinginan untuk melakukan pembatasan yuridis terhadap kekuasaan. pada dasarnya disebabkan oleh politik kekuasaan yang cenderung korup. Hal ini dikhawatirkan akan menjauhkan fungsi dan peran Negara bagi kehidupan individu dan masyarakat. Kebebasan berserikat/berorganisasi dan berposisi. Menurut Dicey. Pemilihan umum yang bebas 4. konstitusi harus pula menentukan teknis procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. Pendidikan kewarganegaraan. Dalam hubungan inilah maka kedudukan konstitusi sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu lahirlah Negara konstitusi yang melahirkan doktrin Rule of Law. Kebebasan menyatakan untuk menyatakan pendapat. Atas dasar pengertian tersebut maka terdapat keinginan yang sangat besar untuk melakukan pembatasan terhadap kekuasaan secara normative yuridis .

melainkan pasif. Supremasi aturan-aturan hukum. Setelah pertengahan abad ke-20 mulai bergeser. berdasarkan bentuknya sebenarnya rule of law adalah kekuasaan public yang diatur secara legal. hal ini berlaku baik bagi masyarakat biasa maupun pejabat Negara 3. melainkan harus aktif melaksanakan upaya-upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengatur kehidupan social ekonomi. Terjaminnya hak-hak asasi manusia oleh UU serta keputusan-keputusan UU Suatu hal yang harus diperhatikan bahwa jika dalam suatu hubungan jika memperlakukan prinsip tersebut maka negara terbatas dalam pengertian hukum formal yaitu Negara tidak bersifat proaktif. Dengan perkataan lain Negara tidak hanya sebagai penjaga malam. bahwa Negara harus bertanggungjawab terhadap kesejahteraan rakyatnya.1. Gagasan baru inilah yang kemudian dikenal dengan welfare state atau Negara hukum material. Dalam pengertian seperti ini seakan-akan Negara tidak berurusan dengan kesejahteraan rakyat. Menurut Friedman. Oleh karena itu setiap organisasi atau persekutuan hidup dalam masyarakat termasuk Negara. sebenarnya antara pengertian rule of law dan rechtsstaat saling mengisi. mendasarkan pada suatu rule of law. Untuk itu Negara tidak hanya sebagai penjaga malam saja. Sikap Negara yang seperti ini dikarenakan Negara hanya menjalankan dan taat pada apa yang tercantum dalam konstitusi semata. Hal itu tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV yang secara eksplisit menjelaskan bahwa “maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. tidak adanya kekuasaan yang sewenangwenang dalam arti seseorang Hanya boleh dihukum jikalau memang melanggar hukum 2. Kedudukan yang sama di muka hukum. Hal ini mengandung arti bahwa suatu keharusan Negara Indonesia yang didirikan itu berdasarkan atas Undang-undang Dasar Negara. Oleh karena itu. Bagi Negara Indonesia ditentukan secara yuridis formal bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan pada hukum. Berdasarkan pengertian tersebut maka .

Meskipun demikian. pengertian rule of law berdasarkan subtansi atau isinya sangat berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu Negara. tetap sama ialah bahwa rule of law harus menjamin apa yang oleh masyarakat/bangsa yang bersangkutan di pandang sebagai keadilan. inti dari pengertian rule of law. 1. Atas dasar alasan tersebut maka diakui bahwa sulit menentukan pengertian rule of law secara universal karena setiap masyarakat melahirkan pengertian secara berbeda pula. disebutkan rule of law memiliki ciri yang evolusioner dimana gerakan masyarakat menghendaki bahwa kekuasaan raja maupun penyelenggara Negara harus dibatasi dan diatur melalui suatu peraturan perundang-undangan yang dalam pelaksanaanya juga berhubungan dengan segala peraturan perundang-undangan itulah yang sering diistilahkan dengan rule of law. seperti “Supremasi hukum” dan “Kesamaan setiap orang di depan hukum”. Hardjon. Konsekuensinya. khususnya keadilan sosial. dalam hubungan inilah maka rule of law dalam hal munculnya bersifat endogen. Dalam hubungan ini.pengertian Negara yang legal senantiasa menegakkan rule of law. meskipun Negara tersebut adalah negara otoriter. Sedangkan Rule of Law dalam pengertian “Hakiki” (materiil) adalah sangat erat hubungannya dengan menegakkan “the rule of law”. Oleh Friedman Rule of Law dibagi dalam pengertian “formal” dan “ Hakiki”. Oleh Philipus M. Rule of Law juga terkait erat dengan “ keadilan”.3 Perkembangan Rule di Dunia Rule of Law merupakan doktrin dengan semangat dan idialisme keadilan yang tinggi. Keberadaan ada atau tidaknya rule of law di suatu . Artinya muncul dan berkembang dari suatu masyarakat tertentu. Dalam pengertian formal Rule of law tidak lain adalah “organized public Power” atau kekuasaan umum yang terorganisasikan. setiap Negara akan mengatakan berdasarkan pada rule of law dalam kehidupan kenegaraan. sedang rasa keadilan tiap Negara berbeda satu dengan lainnya. karena dalam pengertian hakiki telah menyangkut ukuran-ukuran tentang hukum yang baik dan hukum yang buruk ( Just and unjust law ).

2. penegakan rule of law harus diartikan secara hakiki (materiil). di Amerika diletakkan pada hak-hak asasi manusia. yaitu dalam arti “ pelaksanaan dari just law”. dan di . Terkait dengan perkembangan Rule of Law di beberapa Negara di dunia. atau pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di dalam suatu Negara itu senantiasa mengandung suatu persyaratan (premis) bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan atau enforced itu merupakan hukum yang adil artinya kaidah hukum yang menjamin perlakukan yang adil (sesuai dengan faham masyarakat yang bersangkutan tentang keadilan sosial). baik dari sesama warganegaranya. Amerika Serikat dan Belanda. Oleh karena itu supaya tercipta suatu Negara hukum yang membawa keadilan bagi seluruh rakyat yang bersangkutan. Dr. pemerintah sebagai “ untergeordnet “ pada hukumnya. Menarik untuk melihat penelitian tentang RoL yang dilakukan oleh Prof. 4. apakah rakyatnya benar-benar dapat menikmati keadilan dalam arti perlakuan yang adil. Wieldon lebih tegas lagi menyebutkan bahwa rule of law tidak saja memiliki suatu system peradilan yang sempurna diatas kertas saja akan tetapi ada tidaknya rule of law di dalam suatu Negara ditentukan oleh kenyataan. Bahkan penegakan the rule of law itu akan memungkinkan berdirinya suatu Negara kekuasaan. 3. Pelaksanaan the rule of law dan terjaminnya Negara hukum (di Inggris) tidak saja warga negaranya tunduk dan harus tunduk pada hukum. 5. Penelitian yang bersifat historis-komparatif tentang rule of law tersebut menyimpulkan bahwa : 1. Faham the rule of law di Inggris diletakkan pada hubungan antara hukum dan keadilan. Setiap bangsa memiliki faham rule of law yang berbeda satu sama lain karena setiap bangsa/Negara memiliki rule of sendiri-sendiri. Oleh karena itu “ the enforcement of the rules of law “ .SH di Negara Inggris.Negara ditentukan oleh ada tidaknya keadilan yang dapat dinikmati oleh setiap anggota masyarakat. Hal ini mengakibatkan bahwa penegakan rule of law tidak dengan sendirinya mengakibatkan tegaknya Negara hukum. maupun dari pemerintahnya. tetapi juga pemerintahannya. Sunarjati Hartono.

UUD/konstitusi itu bersifat statis sehingga akan ketinggalan zaman. Menjelaskan konsep. 7. implementasi dan instrumen HAM di Indonesia. Namun. 6. melalui faham kedaulatan hukum. yaitu: pertama. berdasarkan kenyataan setelah dilakukan dua kali perubahan (tahun 1999 dan 2000). .Belanda faham rule of law lahir dari faham kedaulatan Negara. politik/masyarakat akan berkembang. Aturan tersebut sudah tidak sesuai dengan tuntutan masyaakat yang menghendaki adanya pembatasa masa jabatan presiden sehingga paal 7 tersebut di-amandemen . Perlu anda pahami bahwa mengubah UUD dapat berarti 2. jenis. tidak ada ketentuan mengenai maksud perubahan yang dikehendaki UUD tersebut.2 Sistem Pemerintahan Negara 8. dimana seorang presiden /wakil presiden hanya dapat dipilih kenbali untuk satu kali masa jabatan. menambahkan sesuatu yang belum Diatur dalam UUD (Sri Soemantri. dan kedua. Ternyata meliputi kedua pengertian tersebut. mengubah sesuatu yang sudah diatur dalam UUD itu.3 Amandemen UUD 1945 Setiap UUD (konstitusi) yang tertulis selalu mencantumkan pasal tentang perubahan konstitusi tersebut. 1979) termasuk pengertian yang mana yang dianut UUD 1945? Jika dikaji. selalu akan tertinggal dari peerkembangan masyarakat sehingga suatu saat UUD itu perlu diubah. dengan memberi kewenangan yang tinggi kepada hakim untuk mengawasi pelaksanaan tugas kekuatan pemerintah. Artinya ada perubahan yang berarti menambahkan sesutau yang belum diatur ( misalnya tentang HAM pasal 28A-28J) dan ada pula yang berarti mengubah yang sudah diatur ( misalnya pasal 5 ayat 1 yang semula president memegang kekuasaan membentuk UU diubah menjadi presiden berhak mengajukan rancangan UU). yaitu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dengan pertimbangan pertama. Menguraikan lembaga-lembaga di Indonesia 8. Mengapa perlu adanya pasal tentang perubahan? Hal ini disebabkan karena suatu UUD (konstitusi) walaupun dirancang untuk jangka waktu yang lama. dan kedua. Dengan kata lain. Contohnya dalam pasal 7 UUD1945 tidak diatur berapa kali masa jabatan seorang presiden dapat dipilih kembali (sehingga presiden orde baru berkuasa 32 tahun).

Jadi. Untuk mengetahui cara mengubah UUD1945.F. Berdasarkan pasal 37 tersebut maka terdapat 2 syarat yang harus dipenuhi untuk mengubah UUD 1945 yaitu pertama. dan pada ayat 2 disebutkan bahwa putusan diambil dengan persetujuan sekurangkurangnya 2/3 darripada jumlah anggota yang hadir. (c) sejumlah negara bagian (untuk negara serikat). Syarat kedua adalah syarat sah nya keputusan yaitu sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR yang hadir harus hadir menyetujui. yitu sekurang-kurangnya 2/3 dari seluruh anggota MPR harus hadir. dengan pembatasan tertentu.STRONG (1960) mengemukakan bahwa konstitusi dapat diubah oleh (a) kekuasaan legislatif. (b) rakyat melaluui refrendum.STRONG. (c) kebiasaan ketatanegaraan.F. C.Pertanyaan kita sekarang adalah ”bagaimana cara dan persyaratan untuk melakukan perubahan UUD 1945 “? Dan “ bagian mana saja yang dapat diubah”? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. ada baiknya kita lihat bagaimana cara perubahan konstitusi yang rigit menurut para ahli. (b) penafsiran hakim. syarat kehadiran atau Quorum. yang berwenang mengubah UUD 1945 yaitu MPR yang juga sebagai lembaga yang menetapkan UUD. batang tubuh dan penjelasannya merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan dalam ketetapan MPRS No. cara yang ditempuh untuk mengubah UUD 1945. dan (d) dengan kebiasaan ketatanegaraan. Artinya penetapan dan pengubahan UUD 1945 dilakukan oleh suatu lembaga yang sama. Jika dihubungkan dengan pendapat ISMAIL SUNY dan C. Pertanyaan berikut yang perlu dijawab adalah bagian mana yang boleh diubah? Seperti telah anda pahami bahwa UUD 1945 terdiri dari pembukaan. Sedangkan menurut Ismail Suny dapat dengan (a) perubahan resmi. yaitu dengan cara perubahan resmi (diatur dalam pasal 37) melalui kekuasaan legislatif (dalam hal ini rakyat indonesia).XX/MPRS/1966 (sekarang sudah diganti) ditegaskan bahwa pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci yang mengandung cita-cita luhur proklamasi 17 Agustus 1945 dan yang memuat Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat . anda buka pasal 37 UUD 1945 yang menegaskan bahwa untuk mengubah UUD sekurangkurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota MPR harus hadir (ayat 1).

pasal 17 ayat 2 dan hal yang penting yang menunjukkan disatu pihak mengurangi dominasi keekuasaan presideen dan dilain pihak menambah kekuasaan DPR seebagai lembaga legislatif yang mewakili rakyat. perubahan (amandemen) pertama terhadap UUD 1945 meliputi pasal 5 ayat 1. pasal 20A. pasal 9. pasal 19. presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR (pasal 14 ayat 2) Masalah apa yang diubah pada amandemen kedua UUD1945? Pada tanggal 18 Agustus tahun 2000 MPR menetapkan perubahan kedua UUDD 1945 dengan mengubah/menambah: pasal 18. beralih ketangan DPR (amandemen pasal 20 ayat1) b. pasal 22B. pasal 18B. berubah bahwa dalam mengangkat duta. pasal 18A. antara lain: 1.diubah oleh siapapun termasuk MPR hasil pemilihan umum karena mengubah pembukaan berarti pembubaran negara (negara proklamasi 17 Agustus 1945). Bab XII. Hal-hal yang diubah itu menyangkut. Sebagaimana telah diungkapkan dimuka bahwa UUD 1945 telah mengalami dua kali perubahan. pasal 30. Bab X. Pemegang kekuasaan membentuk Undang-Undang yang semula dipegang oleh presiden (pasal 5 ayat 1). pasal 20 ayat 5. pasal 28A-28J. presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR (amandemen pasal 13 ayat 2 dan 3) d. Hal ini berarti yang dapat diubah oleh MPR bagian batang tubuh dan penjelasan UUD 1945. Periode masa jabatan presiden dan wakil presiden dalam jabatan yang sama yang semula tidak dibatasi. pasal 15. pasal 25 E. yang semula tidak ada ketentuan untuk melibatkan DPR. Bab XA. Dalam hal presiden mengangkat dan menerima duta. Bab IXA. pasal 13 ayat2 ditambah ayat3. nyata. pasal 36A-36C. pasal 22A. pengaturan tentang pemerintahan daerah dalam rangka melaksanakan otonomi daerah yang luas. pasal 26 ayat 2 dan 3. berubah (dibatasi) menjadi maksimal dua kali masa jabatan (amandemen pasal 7) c. Bab XV. Dalam hal presiden memberi amenestti dan rehabilitasi. pasal 7. dan bertanggung jawab (mengubah pasal 18 dan menambah pasal 18A dan 18B) . yaitu tahun 1999 dan tahun 2000. Hal-hak tersebut diantaranya adalah : a. pasal 27 ayat 3. pasal 14.

b.4 Otonomi Daerah a. penegasan tentang lambang negara (pasal 36A) dan lagu kebangsaan (pasal 36B). Pengertian Otonomi Daerah Otonomi Daerah adalah kemandirian suatu daerah dalam kaitan pembuatan dan pengambilan keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. penegasan tentang pengisian keanggotaan DPR. Visi Otonomi Daerah a) Politik Harus dipahami sebagai sebuah proses untuk membuka ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara demokratis. penegasan tentang fungsi DPR dan hak-hak DPR (pasal 20A ayat 1-4). 8. yaituu melalui pemilihan umum (amandemen pasal 19) 3. penegasan tentang pertahanan dan keamanan negara (amandemen pasal 30 ayat 1-5). pengaturan secara tegas tentang hak asasi manusia (amandemen pasal 28A-28J) 5. 6. . b) Ekonomi Terbukanya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal ekonomi didaerahnya c) Sosial Menciptakan kemampuan masyarakat untuk merespon dinamika untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi kehidupan disekitarnya. memungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintahan yang responsif. 4. desentralisasi yaitu pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.2. Lalu.

dan swadaya masyarakat. 2) Delegasi Pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi yang tidak secara langsung berada dibawah pengawasan pemerintah pusat. swasta. 2) Penguatan peran DPRD sebagai representasi rakyat lokal dalam pemilihan dan penetapan kepala daerah 3) Pembangunan tradisi politik yang lebih sesuai dengan kultur berkualitas tinggi tingkat akseptabilitas yang tinggi pula 4) Peningkatan efektifitas fungsi-fungsi pelayanan eksekutif 5) Peningkatan efesiensi administrasi keuangan daerah 6) Pengaturan pembagian sumber-sumber pendapatan daerah. 3) Devolusi Transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. keuangan dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. pemberian keleluasaan kepada daerah dan optimalisasi upaya pemberdayaan masyarakat. d. Model Desentralisasi 1) Dekonsentralisasi Merupakan pembagian kewenangan dan tanggung jawab administratif antara departemen pusat dengan pejabat pusat di lapangan tanpa adanya penyerahan kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan. 4) Privatisasi Tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. Konsep Dasar Otonomi Daerah: 1) Penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintahan dalam hubungan domestik kepada daerah. 8.c.5 Kesadaran hukum WNI .

. hakikat Wawasan Nusantara adalah persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Secara Etimologis Wawasan Nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. 1. 2. tinjauan. Secara Termilogis. Wan Usman Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. GBHN Tahun 1998 Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenal diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayahnya dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat.BAB IX GEOPOLITIK (WAWASAN NUSANTARA) 9. hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. Dalam GBHN disebutkan bahwa hakikat Wawasan Nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya dan kesatuan pertahanan dan keamanan. penglihatan tanggap indrawi. Prof. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan. b. berbangsa dan bernegara. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang. Bangsa Indonesia yang dari aspek sosial budaya adalah beragam serta dari segi kewilayahan bercorak nusantara. Dengan kata lain. Wawasan Nusantara menurut beberapa pendapat sebagai berikut: a. Wawasan artinya pandangan.1 Pengertian Wawasan Nusantara Pengertian Wawasan Nusantara dapat diartikan secara etimologis dan terminologis. tinjauan atau penglihatan indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat. kita pandang merupakan satu kesatuan yang utuh. Selain itu. meninjau atau melihat.

Perkembangan semangat kebangsaan Indonesia dapat dikategorikan dalam kurun waktu sebagai berikut: 1) Zaman Perintis 1908 yaitu kemunculan Pergerakan Nasional Budi Oetomo 2) Zaman Penegas yaitu dengan Ikrar Sumpah Pemuda 3) Zaman Pendobrak 1945 yaitu dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Keluarnya deklarasi Juanda 1957 telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara. Visi bangsa Indonesia sesuai dengan konsep Wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula kedudukan Wawasan Nusantara sebagai salah satu konsep ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan berikut: 9. yaitu (1) kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah.192 juta KM dengan rincian luas daratan adalah 2.166 juta KM. Visi adalah keadaan atau rumusan umum mengenai keadaan tertentu yang diinginkan. . Selanjutnya. dalam kurun waktu terakhir menjelang kemerdekaan. B. Inggris dan Belanda. dimana laut tidak lagi sebagai pemisah tetap dipakai sebagai penghubung. bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang satu adalah karena dua hal. Wawasan Nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju konsep masa depan. b) Luas wilayah Indonesia 5. Indonesia merupakan negara dan bangsa dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa Indonesia antara lain: a) Indonesia bercirikan negara maritime/kepulauan.027 juta KM dan luas laut adalah 3. Portugis.Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa. dan (2) kita pernah mengalami memiliki wilayah yang terpisah-pisah Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa barat yaitu Spanyol. Segi Historis atau Sejarah Dari segi historis. Segi Geografis dan Sosial Budaya Dari segi geografis dan sosial budaya.2 Latar Belakang Terbentunya Wawasan Nasional Bangsa A. bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Jepang.

e) Indonesia terletak pada garis Khatulistiwa. geopolitik mempelajari fenomena politik dari aspek geografi. Sementra untuk Indonesia orang yang pertama kali mengaitkan geopolitk dengan bangsa Indonesia adalah Ir. Konsepsi Wawasan Nusantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. tujuan dan visi nasional. Segi Geopolitis dan Kepentingan Nasional Geopolitik adalah istilah pertama kali ditemukan oleh Freedich Ratzel sebagai Ilmu Bumi Politik. h) Berada pada 6 derajat LU-11 derajat LS serta 95 derajat BT-141 derajat BT. f) Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim. penglihatan. 9. C.c) Jarak utara selatan 1. tinjauan. atau tanggap indrawi. g) Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu Mediterania dan Sirkum Pasifik. dan l) Memiliki jumlah penduduk yang besar dengan jumlah diatas 220 juta. Sebagai ilmu.3 Konsepsi Wanus Kata wawasan mengandung arti pandangan. sedangkan istilah nusantara dipergunakan untuk mengggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak diantara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia . Berdasarkan geopolitik wilayah Indinesia adalah satu kesatuan wilayah dari Sabang sampai Merauke yang terletak antara dua benua dan dua samudra.110 KM. i) Wilayah yang subur dan dapat huni. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenia wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia (Sobana. Soekarno. 2005). j) Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam. d) Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudra (pos silang).888 KM dan jarak timur barat 5. Salah satu kepentingan nasional Indonesia adalah bagaimana menjadikan bangsa dan wilayah ini senantiasa satu dan utuh. k) Memiliki etnik dan kebudayaan yang sangat banyak. Kepentingan nasional itu merupakan tuntutan lanjut dari cita-cita nasional.

(3) TAP MPR No. sosial dan budaya serta pertahanan dan keamanan tercantum dalam GBHN. Untuk membina dan menyelenggarakan kehidupan nasional. II/MPR/1993. 9. Wawasan Nusantara mengarahkan visi bangsa Indonesia untuk mewujudkan kesatuan dan keserasian dalam berbagai bidang kehidupan nasional. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Politik Meliputi : . (5) TAP MPR No. serta (6) TAP MPR No II/MPR/1998. IV/MPR/1973. Konsepsi Wawasan Nusantara dituangkan dalam peraturan perundangundangan.serta diantara Benua Asia dan Benua Australia.4 Perwujudan Wawasan Nusantara Perwujudan Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan politik. yaitu dalam ketetapan MPR mengenai GBHN secara berturut-turut ketentuan tersebut adalah: (1) TAP MPR No. bangsa Indonesia merumuskan suatu landasan visional yang dapat membangkitkan kesadaran untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang menjadi cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya. Landasan visional ini dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional yang kemudian diberi nama Wawasan Nusantara. IV/MPR/1978. II/MPR/1983. sebagai berikut: a. Berarti jelaslah bahwa Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan landasan visional bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan perwujudan ideologi Pancasila. (4) TAP MPR No. (2) TAP MPR No. II/MPR/1988. ekonomi. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia yang diberi pengertian cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.

(3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi seluruh daerah. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Sosial-Budaya Meliputi: (1) Pemerataan. (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. Isi (content) adalah aspirasi yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD.5 Unsur Dasar Wawasan Nusantara Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri dari tiga unsur dasar yaitu: a. kesembangan dan persamaan dalam kemajuan bersama kekayaan efektif maupun potensi wilayah masyarakat serta adanya. (2) Pemerataan hasil pemamfaatan kekayaan wilayah nusantara. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan Meliputi: (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela negara dan bangsa. b. (2) keselarasan kehidupan yang sesama dengan kemajuan bangsa. dan (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi Meliputi : (1) Kepemilikan nusantara. dan (3) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional budaya bangsa.(1) Kewilayahan nasional. b. dan (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. . bangsa dan negara yang meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta ragam busaya. c. Wadah (contour) adalah wadah kehidupan masyarakat. 9. d.

semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.c. . Tata Laku (conduct) adalah hasil interaksi antara wadah dan isi yang terdiri dari tata laku bathiniah dan lahiriah. Sedangkan. yang kedua tersebut akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan. tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia. Tata laku bathiniah mencerminkan jiwa.

Gagasan tentang ketahanan nasional bermula pada awal tahun 1960-an pada kalangan militer angkatan darat dari SSKAD sekarang SESKOAD (Sunardi.BAB X GEOSTRATEGI (KETAHANAN NASIONAL) 10. Integral dalam artian pendekatan yang mencerminkan antara segala aspek/isi. Vietnam dan sebagainya yang meluas sampai ke Indonesia? . Berdasarkan ketiga pengertian ini. Ketahanan Nasional sebagai kondisi. kita mengenal tiga wujud atau wajah dari Ketahanan nasional (Chaidir Basrie. Sebagai suatu pendekatan. 1997). (3) Ketahanan Nasional sebagai doktrin. b. Ketahanan Nasional menggambarkan pendekatan yang integral. (2) Ketahanan Nasional sebagai sebuah pendekatan. Masa itu addalah sedang meluasnya pengaruh komunisme seperti Laos. sebagai berikut: (1) Ketahanan Nasional sebagai kondisi. Ketahanan Nasional sebagai doktrin. c. 10.1 Pengertian Ketahanan Nasional Terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap konsep ketahanan nasional. Perspektif ini melihat ketahanan nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. baik pada saat membangun pemecahan masalah kehidupan. Ketahanan Nasional sebagai metode. 2002) sebagai berikut: a.2 Latar Belakang dan Proses Kajian Tannas A. Sejarah Lahirnya Ketahanan Nasional Konsepsi Ketahanan Nasional memiliki latar belakang sejarah kelahirannya di Indonesia. Ketahanan Nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dalam penyelenggaraan bernegara. metode atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara.

Ketahanan ideologi adalah kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan dan kebenaran ideologi pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasiona. dari tinggalnya konsep kekuatan. ekonomi. sosial. Ketahanan ekonomi adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi pancasila yang mengandung . d. f. Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif diletakkan dari hambatan. Rumusan ketahanan nasional dalam GBHN 1998 sebagai berikut: a. e.Dalam pemikiran Lembanas tahun 1968 tersebut telah ada kemajuan konsep tual berupa ditemukannya unsur-unsur dari tata kehidupan asional yang berupa ideologi politik. dan budaya serta pertahanan dan keamanan. ancaman dan gangguan yang timbul dari dalam maupun dari luar. politik. Ketahanan politik adalah kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan pancasila dan UUD1945 yang mengandung kemampuan memelihara sistem politik yang sehat ddan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas aktif. meskipun dalam ketahanan nasional sendiri terdapat konsep kekuatan. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. b. rumusan konseptual ketahanan nasional dapat digambarkan sebagai berikut: Dari sejarah tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep ketahanan nasional Indonesia berawal dari konsepsi kekuatan nasional yang dikembangkan oleh kalangan militer. tantangan. Ketahanan Nasional dalam GBHN Konsepsi ketahanan nasional untuk pertama kalinya dimasukkan ke dalam GBHN 1973 yaitu ketetapan MPR No. kemampuan menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. IV/MPR/1973. Ketahanan nasional meliputi ketahanan ideologi. c. pemikiran konseptual ketahanan nasional ini mulai menjadi doktrin dasar nasional setelah dimasukkan dalam GBHN. B. Secara skematis.

g. Morgenthau Morgenthau mengemukakan bahwa untuk membangun Ketahanan Nasional suatu bangsa diperlukan sembilan gatra. bersatu. dan (9) Kualitas pemerintahan.3 Konsepsi Tannas 1. (7) Moril nasional yang kuat. maju. (5) Kemampuan penduduk. Ketahanan pertahanan dan keamanan adalah kondisi daya tangkat bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. (3) Kapasitas industri. yaitu: (1) Stabilitas geografi. (8) Kualitas diplomasi. (6) Karakter bangsa yang berkualitas. Ketahanan sosial dan budaya adalah kondisi kehidupan sosial budaya yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial da budaya manusia dan masyarakat Indoesia yang beriman dan bertaqwa terhadap TYME. (2) Kekuatan sumber daya alam. seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. serasi. rukun. . berkualitas. Mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. (4) Kesiapan militer.kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kamampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyatyang adil dan merata. 10. cinta tanah air. Konsep Hans J. h. dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras.

(4) Kemampuan ekonomi. (4) Jumlah penduduk. Konsep Alfred Thayer Mahan Mahan berpendapat bahwa Ketahanan Nasional suatu bangsa dapat dibangun atas dasar pemenuhan enam gatra. dan d. . Kekayaan alam. dan (6) Sifat pemerintahan. yakni: (1) Perceived power atau kekuatan nasional dipersepsikan negara lain. suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat mengaktualisasikan dirinya sebagai negara besar. yaitu: a. 3.2. Cline menyusun enam gatra yang diperlukan untuk membangun Ketahanan Nasional suatu bangsa. b. Apabila suatu negara memiliki potensi geografi besar dan sumber kekayaan alam yang besar pula. (2) Bentuk wujud bumi. maka negara tersebut akan muncul sebagai negara yang memiliki kekuatan besar. (3) Luas wilayah. Berdasarkan konsep itu. Mahan juga menyatakan bahwa Ketahanan Nasional tidak hanya bergantung pada luas wilayah daratan tetapi juga bergantung pada faktor luas akses ke laut dan bentuk pantai dari wilayah negara. yakni: (1) Letak geografi. Jumlah penduduk. (2) Critical mass atau strategi antara potensi penduduk dengan geografi. Sebaliknya. (3) Kemampuan militer. Konfigurasi wilayah negara. Sehingga demikian ketahanan laut suatu negara dapat diciptakan atas empat faktor. (5) Watak nasional/bangsa. Konsep Ray Cline Cline menyatakan bahwa suatu negara dilihat atas dasar persepsi negara lain termasuk didalamnya persepsi atas sistem penangkalannya. c. Situasi geografi.

(5) Strategi nasional; dan (6) Tekad rakyat untuk mewujudkan strategi nasional. 4. Konsep Ketahanan Nasional Republik Indonesia Konsep Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan oleh Lemhannas dan berisi daya keuletan (tenacity) dan daya tahan alam (resistence/resilience). Konsep Ketahanan Nasional Indonesia melibatkan delapan gatra yang dikelompokkan ke dalam trigatra dan pancagatra. Oleh sebab itu, konsep Ketahanan Nasional Indonesia disebut sebagai konsep Astagatra. Trigatra berisi aspek alamiah, meliputi : (1) Letak geografi negara (Geografi); (2) Keadaan dan kekayaan alam (Sumber Daya Alam); (3) Keadaan dan kemampuan penduduk (Demografi). Pancagatra berisi aspek sosial, meliputi : (1) Ideologi; (2) Politik; (3) Ekonomi; (4) Sosial-Budaya; dan (5) Pertahanan dan Keamanan.

10.4 Hakikat dan Wujud Tannas 10.5 Pembelaan Negara dan Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara A. Pembelaan Negara Terdapat hubungan antara Ketahanaa Nasional suatu negara dengan pembelaan negara. Kegiatan pembelaan negara pada dasarnya merupakan usaha dari warga negara untuk mewujudkan Ketahanan Nasional. Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada TNI. Padahal berdasarkan Pasal 27 dan 30 UUD 1945, masalah bela negara dan pertahanan negara merupakan hak dan kewajiban setiap WNI. Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri. Di masa demokrasi dan keterbukaan sekarang ini, tentu muncul pertanyaan apakah bela negara masih relevan?

1. Makna Bela Negara Membela negara merupakan kewajiban sebagai warga

negara.membela negara Indonesia adalah hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Membela negara Indonesia adalah hak dan kewajiban dari setiap WNI. Hal ini tercantum dalam Pasal 27 Ayat 3 UUD 1945 Amandemen ke-2. Selain itu, dalam UU No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Konsep Bela Negara dapat diuraikan secara fisik maupun non fisik. Secara fisik, yaitu dengan memanggul bedil menghadapi serangan atau agresi musuh. Bela negara secara fisik dilakukan untuk menghadapi ancaman dari luar. Adapun bela negara secara non fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. 2. Peraturan Perundang-Undangan tentang Bela Negara Ketentuan atau landasan hukum mengenai Bela Negara terdapat dalam bagian pasal atau tubuh UUD 1945 berikut ini. a. Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1-5; b. UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI; c. UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara; dan d. UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. 3. Keikutsertaan Warga Negara dalam Bela Negara 1) Bela negara secara fisik Menurut UU No.32 Tahun 2006 tentang pertahanan negara disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara daam bela negara secara fisik dapat dilakukan dengan menjadi anggota TNI dan pelatihan dasar militer, PDK ini terdiri dari berbagai unsur, seperti Menwa, Wanra, Hansip, Mitra Babinsa dan organisasi kemasyarakat pemuda atau OKP. 2) Bela Negara secara non-fisik Menurut UU No.3 Tahun 2002, disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam bela negara secara non-fisik dapat diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesi. Acaman dapat dikonsepsikan sebagai setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri

maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman inilah yang perlu kita atasi melalui keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara. Menurut UU No.20 Tahun 1982, ancaman mencangkup ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Sementara menurut UU No. 3 Tahun 2002 digunakan satu istilah yakni ancaman. Adapun bentuk-bentuk dari ancaman militer mencangkup: a) Agresi; b) Pelanggaran Wilayah; c) Spionase; d) Sabotase; e) Aksi Teror Bersenjata; f) Pemberontakan Negara; dan g) Perang Saudara. Selain yang telah disebutkan di atas, macam-macam ancaman yang di hadapi bangsa indonesia di masa depan antara teroris internasional, gerakan separatis, aksi radikalisme, konflik komunal, kejahatan lintas negara, kegiatan imigrasi gelap, gangguan keamanan laut, gangguan keamanan udara, perusakan lingkungan, bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa. B. Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Pertahanan dan keamanan adalah bidang kehidupan nasional

Indonesia yang diupayakan untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara demi tetap terwujudnya kondisi kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan bangsa dan negara serta terpenuhinya hak dan kewajiban warga negara dalam rangka pencapaian tujuan nasional. Pertahanan dan keamanan NKRI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, dan menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi dengan TNI dan Polri sebagai kekuatan inti. Pertahanan dan keamanan negara bertujuan untuk menjamin tetap tegaknya NKRI berandaskan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman dari dalam maupun luar negeri demi tercapainya tujuan nasional. TNI

berdaya dan berhasil guna. dan kewilayahan dengan menggunakan dua cara pendekatan. serta saling bersangkut paut dari pengintegrasian semua unsur kekuatan sosial berupa potensi ipoleksosbudhankam. Pertahanan dan keamanan NKRI diselenggarakan dengan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (SISHANKAMRATA). Kekuatan fisik dan teknologi diartikan sebagai kekuatan fisik manusia dan perlengkapan teknologi termasuk keterampilan yang diperlukan untuk memelihara atau membuat alat-alat perlengkapan tersebut. Sistem tersebut bersifat total. TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila diminta oleh Polri atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat. dan militer di dalam negeri. baik dari luar maupun dalam negeri. yaitu pendekatan sistem senjata teknologi (sistek) dan sistem senjata sosial (sissos) secara serasi. berdaya dan berhasil guna. politik. sosialbudaya. konsep keamanan NKRI ditujukan untuk menggagalkan usaha-usaha dan kegiatankegiatan infiltrasi dan subversi di bidang ideologi. dan kekuatan nasional yang bekerja secara total.merupakan komponen inti yang bertanggung jawab di bidang pertahanan untuk menghadapi ancaman dari luar negeri. kemampuan. Berdasarkan doktrin pertahanan dan keamanan di atas. yaitu suatu sistem pertahanan dan keamanan dengan komponen-komponen yang terdiri atas seluruh potensi. serta berlanjut dalam rangka mencapai Ketahanan Nasional. Polri merupakan komponen inti yang bertangggung jawab di bdang keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri. serta bersangkut paut dari pengintegrasian semua unsur kekuatan fisik dan teknologi diwujudkan dalam suatu pola yang merupakan kondisi serta alat untuk memenangkan perang. Menyadari bentuk ancaman. integral. kerakyatan. Sissos adalah suatu keseluruhan yang teratur. Konsep politik atau doktrin pertahanan dan keamanan NKRI defensif aktif di bidang pertahanan dan preventif aktif di bidang keamanan. Senjata diartikan sebagai sarana untuk melaksanakan sesuatu. Defensif aktif dalam arti bahwa walaupun melakukan pertahanan. Sistek adalah suatun keseluruhan yang teratur. diwujudkan dalam suatu pola yang . ekonomi.

Pendayagunaan potensi nasional dalam pertahanan dan keamanan negara dilakukan secara optimal dan terkoordinasi untuk mewudjudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan negara yang menyeimbangkan dan menyelaraskan kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Sishankamrata diorganisasikan dalam satu wadah tunggal. . tentara pejuang. yaitu TNI dan Polri. Wadah ini dibangun dalam jati diri sebagai tentara rakyat.merupakan kondisi serta alat untuk mencapai tujuan. dan tentara nasional yang mengabdi hanya untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

prinsip. tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam bidang ekonomi maupun olahraga. strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Sementara dalam bahasa Indonesia. jalan. jalan.1 Pengertian Politik Strategi Nasional Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani politeia dari kata asal polis berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu negara dan teia berarti urusan. dan arah itu sebaik-baiknya. atau alokasi sumber-sumber yang ada. Kemudian. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. cara. politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. . Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau atau seorang panglima atau militer dalam peperangan. pengertian politik secara umum adalah menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. dan medannya. jalan. Jadi. usaha. sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. menurut Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. politik dalam arti poliitic mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. serta kebijakan negara tentang pembinaan dan penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Politik merupakan suatu rangkaian asas. haluan. Selanjutnya. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. Antara politics dan policy memberikan asas. arah.BAB XI POLSTRANAS (POLITIK STRATEGI NASIONAL) 11. keadaan. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. Jadi. pembagian. sedangkan policy memberikan pertimbangan tanpa pelaksanaan asas. Sementara pengertian strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.

3 Konsep Strategi Nasional dan Implementasi Penyusunan politik strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung terkadung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila.2 Sistem Politik Indonesia 11. dan MA. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan suprastruktur politik. DPR. Politik strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945.11.4 Wujud Politik dan Strategi Nasional Indonesia . Lembaga-lembaga itu adalah MPR. penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. kelompok kepentingan dan kelompok penekan. media massa. 11. organisasi kemasyarakatan. Presiden. Proses polstranas pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional. BPK. Selain itu. UUD 1945. Oleh karena itu. Sementara badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai infrastruktur politik yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. proses penyusunan polstranas di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Mekanisme penyusunan polstranas di tingkat suprastruktur politik yang diatur oleh Presiden. seperti partai politik.

Refleksi Komprehensif Hal Ikhwal Pancasila. 2002. Yogyakarta : Badan Penerbit Filsafat UGM. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Jakarta : Ganexa Exact./FILSAFAT_PANCASILA_2009_pak%20No orsyam. Yogyakarta : Cipta Karya Mandiri. Pendidikan Kewarganegaraan. Joko. Demokrasi.. 2007.doc). 2008. Edisi Baru. UUD Republik Indonesia 1945 dan Perubahannya. Cetakan Kedua.. Mohammad Noor. Siswanto. Supriatnoko. Wiyono. diakses tanggal 20 Juni 2010. Jakarta : ICCE UIN Jakarta.ac. 2001. Jakarta : Bumi Aksara.ugm. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2007. ABC Pancasila. Kewarganegaraan untuk SMP Kelas IX. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi.. Yogyakarta : Paradigma. Tegak Sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila dan UUD Proklamasi 1945 dalam psp. Sumarsono. Hak Asasi Manusia.DAFTAR PUSTAKA Pasha. Winarno. dan Masyarakat Madani. 2002. Penabur Ilmu. 2002. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Otonomi Daerah. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Pendidikan Kewargaan (Civic Education).. Tim ICCE UIN Jakarta. 2008.pancasila/. Hadi dan Iswooro. Jakarta : Penabur Ilmu. Tim Dosen UGM. ed. Syam. Dwi. Edisi Reformasi. Sistem Filsafat Pancasila. Mustafa Kamal. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan Kewarganegaraan.id/. Kaelan. 2006. . 2009. dkk. Jakarta : Penaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful