P. 1
Bahan_pkn

Bahan_pkn

|Views: 62,555|Likes:
Published by Zul Ciity Ilia

More info:

Published by: Zul Ciity Ilia on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn
  • 1.2 Landasan Yuridis MPK PKn
  • 1.3 Visi dan Misi MPK PKn
  • 1.4 Kompetensi Dasar MPK PKn
  • 2.1 Pengertian dan Latar Belakang PKn
  • 2.2 Sejarah dan perkembangan PKn
  • 2.3 Substansi Kajian PKn
  • 2.4 Metodologi dan Tujuan Pembelajaran PKn
  • 3.1Pengertian Filsafat Pancasila dan Ideologi Pancasila
  • 3.2Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
  • 3.3Susunan Isi Arti Pancasila
  • 3.4Asal Mula Pancasila Sebagai Ideologi
  • 3.5Hakikat dan Fungsi Ideologi Pancasila
  • 3.6Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
  • 4.1 Pengertian Identitas Nasional
  • 4.2 Unsur Pembentuk Identitas Nasional
  • 4.3 Perjuangan Menjadi Satu Bangsa
  • 4.4 Konsep Pancasila Identitas Nasional
  • 4.5 Pemberdayaan Identitas Nasional
  • 5.1 Pengertian Warga Negara, Penduduk, dan Rakyat
  • 5.3 Hak-hak warga negara
  • 5.4 Kewajiban warga negara
  • 6.1 Pengertian negara, teori terjadi negara, sifat dan unsur-unsur negara
  • 6.2 Pengertian dan konsep demokrasi
  • 6.3 Demokrasi dalam sistem NKRI
  • 7.1 Pengertian HAM
  • 7.2 Latar Belakang Munculnya HAM
  • 7.3 Perkembangan Konsep Hukum Internasional Tentang HAM
  • 8.1 Pengertian Rule of Law
  • 8.2 Sistem Pemerintahan Negara
  • 8.3 Amandemen UUD 1945
  • 8.4 Otonomi Daerah
  • 8.5 Kesadaran hukum WNI
  • 9.1 Pengertian Wawasan Nusantara
  • 9.2 Latar Belakang Terbentunya Wawasan Nasional Bangsa
  • 9.3 Konsepsi Wanus
  • 9.4 Perwujudan Wawasan Nusantara
  • 9.5 Unsur Dasar Wawasan Nusantara
  • 10.1 Pengertian Ketahanan Nasional
  • 10.2 Latar Belakang dan Proses Kajian Tannas
  • 10.3 Konsepsi Tannas
  • 10.4 Hakikat dan Wujud Tannas
  • 10.5 Pembelaan Negara dan Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara
  • 11.1 Pengertian Politik Strategi Nasional
  • 11.2 Sistem Politik Indonesia
  • 11.3 Konsep Strategi Nasional dan Implementasi
  • 11.4 Wujud Politik dan Strategi Nasional Indonesia

BAHAN PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn

)

Kata Pengantar Daftar Pustaka Bab I Pendahuluan 1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn 1.2 Landasan Yuridis MPK PKn 1.3 Visi dan misi MPK PKn 1.4 Kompetensi dasar MPK PKn Bab II Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan 2.1 Pengertian dan latar belakang PKn 2.2 Sejarah dan perkembangan PKn 2.3 Substansi kajian PKn 2.4 Metodologi dan tujuan pembelajaran PKn Bab III Filsafat Pancasila 3.1 Pengertian Pancasila 3.2 Pancasila sebagai sistem filsafat 3.3 Susunan isi arti Pancasila 3.4 Asal mula Pancasila sebagai ideologi 3.5 Pancasila sebagai ideologi terbuka Bab IV Identitas Nasional 4.1 Pengertian identitas nasional 4.2 Lambang-lambang negara 4.3 Nilai-nilai budaya bangsa 4.4 Etika dan moral bangsa Bab V Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia 5.1 Pengertian warga negara, penduduk, dan rakyat 5.3 Hak-hak warga negara 5.4 Kewajiban warga negara

Bab VI Demokrasi Indonesia 6.1 Pengertian negara, teori, terjadinya negara, sifat dan unsur-unsur negara 6.2 Pengertian dan konsep demokrasi 6.3 Demokrasi dalam sistem NKRI Bab VII Hak Asasi Manusia 7.1 Pengertian HAM 7.2 Latar belakang munculnya HAM 7.3 Perkembangan konsep hukum internasional tentang HAM 7.4 Pelaksanaan HAM di Indonesia Bab VIII Penegakan, Peningkatan dan Kesadaran Hukum (Rule Of Law) 8.1 Pengertian Rule of Law 8.2 Sistem Pemerintahan Negara 8.3 Amandemen UUD 1945 8.4 Kesadaran Hukum WNI Bab IX Geopolitik (Wawasan Nusantara) 9.1 Pengertian Wanus 9.2 Latar belakang terbentuknya Wanus 9.4 Konsepsi Wanus 9.4 Perwujudan Wanus 9.5 Unsur dasar Wanus Bab X Geostrategi (Ketahanan Nasional) 10.1 Pengertian Tannas 10.2 Latar belakang Tannas 10.3 Konsepsi Tannas 10.4 Hakikat dan wujud Tannas 10.5 Bela negara dan sistem pertahanan dan keamanan negara Bab XI Polstranas (Politik Strategi Nasional) 11.1 Pengertian Polstranas 11.2 Sistem politik Indonesia 11.3 Konsep strategi nasional dan implementasi 11.4 Wujud politik dan strategi nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap TYME dan berbudi pekerti luhur,

berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. MPK bertujuan untuk pendayaan wawasan, pendalaman intensitas, pemahaman dan pengayaan bahan kajian agar mampu membangun kesadarannya sendiri guna membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Kesemua mata kuliah dalam kelompok MPK termasuk pendidikan afektif, yaitu untuk mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab

kemanusiaan.

1.2 Landasan Yuridis MPK PKn Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan khususnya pada lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia, berlandaskan pada : 1) Pembukaan UUD 1945 dalam alinea II dan IV, tersurat dalam cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia. 2) Batang Tubuh UUD 1945 pasal 31 ayat 1-5 tentang Pendidikan. 3) Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik IndonesiaNomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, dan Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, antara lain ditegaskan jenis kurikulum inti Program Diploma dan Sarjana, meliputi kelompok Mata Kuliah

Pengembangan Kurikulum (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

Pendidikan Kewarganegaraan. 6) Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 menetapkan tentang visi dan misi kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Pendidikan Kewarganegaraan. dinamis. serta (5) Aktif memanfaatkan ipteks untuk kepentingan kemanusiaan. yaitu: . (4) Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara sebagai warga negara. berbangsa. yaitu meliputi kompetensi Pendidikan Agama. serta mata kuliah statistika dan atau matematika. dan bernegara. serta Bahasa Inggris. 5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mewajibkan kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi memuat mata kuliah Pendidikan Agama. dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.4) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 37 ayat 2 menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan Agama. dan Bahasa Indonesia. dan negara. 1. berdisiplin dalam masyarakat. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 menetapkan tentang visi dan misi kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). dan Bahasa Indonesia. kebudayaan. Pendidikan Kewarganegaraan. (2) Berbudi pekerti luhur. penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik.3 Visi dan Misi MPK PKn Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan menumbuhkan dan membuahkan sikap mental yang cerdas. sebagai berikut: (1) Beriman dan bertaqwa kepada TYME dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa. dan Bahasa. (3) Rasional. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi Program Diploma dan Sarjana wajib memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian. Sikap mental ini disertai dengan perilaku. bangsa.

kompetensi dasar untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah membimbing mahasiswa menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air. melalui Pendidikan Kewarganegaraan ini kompetensi yang diharapkan adalah mampu memahami. demokratis yang berkeadaban. dan kewarganegaraan serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. bangsa. dan negara secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional.4 Kompetensi Dasar MPK PKn Standar kompetensi yang wajib dikuasai mahasiswa. menerapkan. Misi Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. menjadi warga Negara yang memiliki daya saing.A. Visi Sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia yang berkarakter Indonesia seutuhnya. dan mengembangkan ilmu pengetahuan. berdisiplin. B. 1. menganalisis dan menjawab masalahmasalah yang dihadapi oleh masyarakat. Sementara. budaya. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab. Selanjutnya. semangat kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. . meliputi pengetahuan tentang nilai-nilai agama. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila.

C. 2) Rech en Plicht yang disusun oleh J. Selanjutnya. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa di Peguruan Tinggi. Pengertian PKn Kata kewarganegaraan dalam bahasa Latin disebut Civicus.1 Pengertian dan Latar Belakang PKn A. Pelajaran ini pada hakikatnya untuk kepentingan penguasa kolonial. kata Civicus diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi kata Civic yang artinya mengenai warga negara atau kewarganegaraan. dan Civic Education. Selanjutnya. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi sekarang ini diwujudkan dengan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan tentang berdasarkan SK Dirjen Mata Dikti Kuliah No.T. tahun 1940. Pelajaran Civics atau kewarganegaraan telah dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda dengan nama Burgerkunde. Kewarganegaraan 38/Dikti/Kep/2002 dengan Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. yang pada saat itu diberikan di sekolah guru. Menurut Pasha (2002:12) pengertian Pendidikan Kewarganegaraan merupakan materi perkuliahan yang menyangkut pemahaman tentang . Vortman diterbitkan oleh G. Wolters Maatschappij N.B. van Dorp dan Co. Terdapat dua buku pelajaran Civics yang digunakan. yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Tromps diterbitkan oleh penerbit J.V.267/Dikti/Kep/2000 Penyempurnaan Kurikulum Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. N. yaitu : 1) Indische Burgerscapkunde yang disusun oleh P. Kemudian penjabaran lebih tentang lanjut operasional diatur mata SK kuliah Dirjen Pendidikan Dikti No. Dari kata Civic lahir kata Civic yaitu ilmu kewarganegaraan.B. Groningen tahun 1934. sedangkan kebanyakan sekolah lanjutan mendapat pelajaran Staats Inricting (Tata Negara).BAB II PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 2.V.

Sedangkan. HAM. dan selama penjajahan. kesadaran warga negara dalam bernegara. tentang rule of law. pendidikan bela negara. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi yang berisi program pendidikan dan mencakup pemahaman tentang masalah kebangsaan. Dikemukakan oleh Puskur dalam Depdiknas (2003:2) bahwa Kewarganegaraan (Citizenship) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama. terampil dan berkarakter yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945. sebelum.persatuan dan kesatuan. sosio-kultural. serta pendidikan bela negara. demokrasi. HAM. dan masyarakat madani. Soemantri dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:8) mengenai Pendidikan Kewarganegaraan sebagai kegiatan yang meliputi seluruh program sekolah yang meliputi berbagai macam kegiatan mengajar yang dapat menumbuhkan hidup dan perilaku yang lebih baik dalam masyarakat demokratis. penguatan keterampilan partisipatif yang demokratis. Zamroni dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:7) bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis. B. Kemudian dilanjutkan dengan era . Latar Belakang PKn Perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai sejak. pengembangan budaya demokrasi dan perdamaian. bahasa. penegakan rule of law. usia dan suku bangsa untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas. kewarganegaraan dalam hubungannya dengan negara. Azra (2001:7) Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang cakupannya lebih luas dari pendidikan demokasi dan pendidikan HAM. Berbeda dengan pendapat di atas. menurut Civitas Internasional dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:8) bahwa Civic Education atau Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang mencakup pemahaman dasar tentang cara kerja demokrasi dan lembaga-lembaganya. hak dan kewajiban warga negara dalam berbangsa dan bernegara. Lalu.

sikap. 2. negara. bangsa. dan hubungan internasional. dan perilaku sebagai pola tindak kecintaan pada tanah air berdasarkan Pancasila. maju. Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental dan spritual yang dapat melahirkan sikap dan . Selain itu juga bagi mahasiswa sebagai calon cendekiawan pada khususnya yaitu melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). kepribadian. Hal tersebut tentunya dipupuk melalui Pendidikan Kewarganegaraan. mandiri. kesetiakawanan sosial. cerdas. tangguh. Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna. Dalam kaitannya dengan semangat perjuangan bangsa.perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Jadi. disiplin. profesional. Selain itu.2 Sejarah dan perkembangan PKn Semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tak kenal lelah menyerah telah terbukti pada perang kemerdekaan 17 Agustus 1945. mempertebal cinta tanah air. maka perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing-masing memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga negara Indonesia pada umumnya. pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas Indonesia. hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan dan memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir. berbudi luhur. Hal ini tentunya sesuai dengan kemampuan spiritual dan berkaitan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik. beretos kerja. terampil. yaitu manusia yang beriman dan bertawa terhadap TYME. Semangat perjuangan bangsa tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketaqwaan kepada TYME dan keikhlasan untuk berkorban. Generasi penerus tersebut diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya. bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan dan berorientasi kepada masa depan. meningkatkan semangat kebangsaan. kreatif. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik.

negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. masyarakat. Akhlaq. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam perjuangan fisik merebut. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan adalah mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan dengan sungguh-sungguh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat. Kondisi ini menciptakan struktur baru. berbangsa dan bernegara. pengajaran. kedua buku teks tersebut di atas menjadi buku pegangan guru Civics di sekolah menengah atas. Bangsa Indonesia memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan kapasitas masing-masing. Semangat perjuangan bangsa inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. berbangsa. sedangkan dalam menghadapi globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan. sosial budaya. yaitu struktur global. Materi buku ini meliputi. dan diri sendiri. mempertahankan dan mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat. dan ilmu pengetahuan . tetapi dalam mata pelajaran yang terurai pada SMA tahun 1950 iitu dikatakan bahwa kewarganegaraan yang diberikan disamping tata negara adalah tugas dan kewajiban warga negara terhadap pemerintah. pendidikan. Pada tahun 1950 dalam suasana Indonesia merdeka. Inilah yang melatar belakangi adanya Pendidikan Kewarganegaraan. serta pertahanan dan keamanan global. perekonomian. Globalisasi yang ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Globalisasi ditandai oleh adanya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional. dan bernegara.perilaku heroik dan patriotik serta menumbuhkan kekuatan kesanggupan dan kemauan yang luar biasa. Pelajaran tersebut tidak diberikan secara ilmu pengetahuan melainkan sebagai dasar yang berjiwa nasional serta kewarganegaraan yang baik (good citizenship). antara lain : a. khususnya dibidang informasi komunikasi dan transfortasi membuat dunia menjadi transparan seolah-olah menjadi sebuah kampung tanpa mengenal batas. keluarga. Kemudian.

Tanah airku Indonesia Raya b. Tujuan pelajaran tersebut adalah untuk membangkitkan dan memeliharakeinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Iindonesia memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri. UUD 1945. meliputi pancasila. Sahardjo dengan alas an untuk menyesuaikan dengan pasal 26 ayat 2 UUD 1945 yang menekankan pada warga yang mengandung pengertian atas hak dan kewajiban terhadap Negara. sebagai berikut: . sejarah pergerakan. perwakilan. Warga Negara Beserta Hak dan Kewajibannya d. dan Sumintarjo. Gusti Mayur. Keuangan Negara f. Pajak dan Perekonomian Pada tahun 1991 mata pelajaran civics digunakan untyuk memberi pengertian tentang pidato kenegaraan presiden ditambah dengan pancasila. Pada tahun 1966 buku di atas dilarang digunakan sebagai buku pegagan di sekolah-sekolah untuk mengatasi kekosongan materi civics . perusahaan.b. pemerintah. Pada tahun 1972 diselenggarakan seminar nasional pengajaran dan pendidikan civics di tawang mangu sukarata. dan negara (good citizen). peerburuhan. Bendera dan Lambang Negara c. Simorangkir. dan lain-lain c. ditambah dengan orde baru. dan soal-soal internasional. Ketatanegaraan e. kesehatan. masyarakat. Materi buku ini meliputi. Pada tahun 1955 terbit buku tentang kewarganegaraan berbahasa Indonesia dengan judul Inti Pengetahuan Warga Negara disusun oleh J. agraria.C. antara lain : a. Dengan hasil yang memberikan ketegasan terhadap istilah civics. ketetapan MPR dan PBB. imigrasi. Kesadaran dalam dan luar negeri. Ditahun itu juga istilah kewarganegaraan diganti dengan istilah kewargaan Negara atas prakarsa Dr. kemakmuran rakyat. hak dan kewajiban warga Negara. sejarah Indonesia dan ilmu bumi Indonesia. kewanitaan. Kehidupan rakyat.T. pertahanan rakyat.

Istilah civics diganti dengan istilah ilmu kewargaan Negara. ekonomi. dan jenjang pendidikan wajib memuat (1) Pendidikan Agama. Bahannya diambil dari ilmu kewargaan Negara termasuk kewiraan nasional. jalur. criteria. dan ukuran ketentuan pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. 2009:12). Civics Education diganti dengan istilah Pendidikan Kewargaan Negara.25/Dikti/Kep/1985). pada tahun 1981 ditetapkan Pedoman Kurikulum Inti bagi Perguruan Tinggi sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0212/U/1981. 2.1. mental Pancasila dan filsafat pendidikan nasional serta menuju kedudukan para warga Negara yang diharapkan di masa depan (Supriatnoko dalam Kansil. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan pada tanggal 1 Februari 1985 menggariskan Pola Pembinaan Pendidikan Kewiraan di lingkungan Perguruan Tinggi.No. cultural sesuai dan sejauh yang diatur dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. filsafat Pancasila. Pada tahun 1987 buku tersebut mengalami perubahan dan perbaikan. yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga neagara menjadi lebih baik menurut syarat-syarat. politik. Lalu. dan (3) Pendidikan Kewarganegaraan yang mencakup pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). dan disusul dengan Penerapan Kurikulum Inti Mata Kuliah Dasar Umum oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Kep. yuridis. (2) Pendidikan Pancasila. Di dalam operasionalnya ketiga mata kuliah wajib tersebut dihimpun ke dalam kelompok . Pada tahun 1975 disusun buku pokok kewiraan bagi mahasiswa dan diterbitkan pertama kali sebagai buku kewiraan untuk mahasiswa pada tahun 1979 yang digunakan sebagai bahan perkuliahan Pendidikan Kewiraan di perguruan tinggi. social. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1985 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan tinggi pada Pasal 39 Ayat 2 menyebutkan bahwa isi kurikulum setiap jenis. yaitu suatu disiplin yang objek studynya mengenai peranan warga Negara dalam bidang spiritual.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 38/Dikti/Kep/2002 dibentuk kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di perguruan tinggi. GBPP Pendidikan Kewiraan ditetapkan dalam Keputusan Dikti Nomor 151/Dikti/Kep/2000. serta memberikan kemampuan awal bela negara. Selanjutnya. melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 267/Dikti/Kep/2000 tentang Penyempurnaan Kurikulum Inti Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Pelaksanaan PPBN melalui dua tahap. menitikberatkan kepada kemampuan penalaran ilmiah yang sikap kognitif dan afektif tentang bela negara dalam rangka ketahanan nasional. meningkatkan keyakinan terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi negara. Pada tingkat lanjutan diberikan kepada mahasiswa di perguruan tinggi dalam bentuk Pendidikan Kewiraan. PPBN bertujuan meningkatkan kesadaran bermasyarakat. Pada tahap awal diberikan kepada peserta didik di tingkat SD sampai SM dengan kegiatan kepramukaan. Pendidikan Kewiraan bersifat intrakurikuler dan wajib. Berdasarkan Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar . meningkatkan kesadaran untuk rela berkorban demi bangsa dan Negara Indonesia. Pembentukan MPK didasarkan atas pertimbangan: 1. menetapkan status Pandidikan Agama. berbangsa. yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 056/U/1994. dan bernegara. keterampilan. dan sikap yang dapat diandalkan menjadi seorang warga negara yang bela Negara dan NKRI. dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum pendidikan tinggi sebagai mata kuliah wajib untuk setiap program studi dan bersifat nasional.Mata Kuliah Pembinaan Kepribadian sebagai bagian dari kurikulum inti yang berlaku secara nasional. yaitu tahap awal dan tahap lanjutan. Pendidikan Kewiraan sebagai pendidikan yang membekali mahasiswa berupa pengetahuan. Pendidikan Pancasila. Pendidikan Kewiraan diintegrasikan dan menjadi bagian dari Pendidikan Kewarganegaraan.

Di dalam operasionalnya ketiga mata kuliah wajib tersebut dihimpun ke dalam kelompok MPK. dan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah yang dihimpun dalam kelompok MPK. PENDAHULUAN Topik kajian Pendahuluan mencakup materi bahasan tentang : 1) Dasar pemikiran MPK PKn 2) Landasan yuridis MPK PKn 3) Visi dan misi MPK PKn 4) Kompetensi dasar MPK PKn a. Sebagai pelaksana butir 1 di atas dipandang perlu menetapkan ramburambu pelaksanaan MPK di perguruan tinggi. Pada tahun 2006 Dirjen Dikti mengeluarkan Keputusan Nomor 43/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Kelompok MPK di perguruan tinggi sebagai penyempurnaan dari Keputusan Nomor 38/Dikti/Kep/2002. dan Bahasa. .Mahasiswa telah ditetapkan bahwa Pendidikan Agama. Pendidikan Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan. dan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap prodi atau kelompok prodi. menetapkan Pendidikan Agama. 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 37 Ayat 2 menyebutkan bahwa isi kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan Agama.3 Substansi Kajian PKn Substansi kajian mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006/ tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Selanjuttnya. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pola pikir pembahasan bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan merupakan general education untuk membangun karakter bangsa guna memperkuat bela negara. meliputi : I. Pendidikan Kewarganegaraan. 2.

b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan sikap sebagai warga negara yang

beriman, bertaqwa, dan berbudi pekerti luhur serta mempertahankan sikap toleransi, semangat pluralisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara. II. PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Topik kajian Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian dan latar belakang PKn 2) Sejarah dan perkembangan PKn 3) Substansi Kajian PKn 4) Metodologi dan tujuan pembelajaran PKn

III. FILSAPAT PANCASILA Topik kajian Pancasila mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Pancasila 2) Pancasila sebagai sistem filsafat 3) Susunan isi arti Pancasila 4) Asal mula Pancasila sebagai ideologi nasional 5) Pancasila sebagai ideologi terbuka a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dan nilai dasar pancasila sebagai kesatuan sistem fisafat dan ideologi bangsa sehingga mahasiswa mampu menganalisis dan ikut serta menyelesaikan persoaan bangsa dengan berlandaskan pada system nilai tersebut. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu mempertahankan pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi Negara serta mampu mempraktikkan sifat dan keadaan yang berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan social dalam kehidupan pribadi dan sosial.

IV. IDENTITAS NASIONAL Topik kajian Identitas Nasional mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Identitas Nasional 2) Lambang-lambang negara 3) Nilai-nilai budaya bangsa 4) Etika dan moral bangsa a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian, ciri khas yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia, serta kandungan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan kkesadaran mengenai Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia serta mempraktikkan prinsip, konsep, dan nilai dasar Pancasila sebagai pribadi yang berjiwa, berkarakter, dan berbudaya Indonesia. V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA Topik kajian Warga Negara Indonesia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Warga Negara Indonesia 2) Hak Warga Negara Indonesia 3) Kewajiban Warga Negara Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan makna Negara dan isi konstitusi dalam mengisi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu mempertahankan system politik dan ketatanegaraan berdasarkan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 serta memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sumber hokum tertinggi daalm penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbagsa, dan bernegara.

VI. DEMOKRASI INDONESIA Topik kajian Demokrasi Indonesia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian negara, teori terjadinya negara, sifat dan unsur-unsur negara 2) Pengertian dan Konsep demokrasi 3) Demokrasi dalam sistem NKRI a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep demokrasi berdasarkan nilai dasar dalam pacaila sehingga mahasiswa terbiasa

mempraktikkannya bernegara. b. Indikator Sikap :

kehidupan

bermasyarakat,

berbangsa

Mahasiswa mampu menunjukkan sikap demokrasi yang berkeadaban berdasarkan landasan idil pancasila dan mampu mempraktikkan konsep demokrasi pancasila berdasarkan paham kekeluargaan dan gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial VII.HAK ASASI MANUSIA Topik kajian Hak Asasi Manusia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Hak Asasi Manusia 2) Latar belakang munculnya Hak Asasi Manusia 3) Perkembangan Hak Asasi Manusia 4) Pelaksanaan Hak Asasi Manusia di Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan hak asasi manusia dan rule of law sehingga keduanya dapat ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu memperkasai pelaksanaan ham di Indonesia berdasarkan falsafah dan ideologi pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan mampu mempraktikkan prinsip rule of law berdasarkan falsafah dan ideologi pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

PENEGAKAN HUKUM (RULE OF LAW) Topik kajian Penegakan Hukum atau Rule of Law mencakup bahasan tentang : 1) Pengertian Penegakan Hukum atau Rule of Law 2) Sistem pemerintahan negara 3) Amandemen UUD 1945 4) Kesadaran hukum Warga Negara Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu IX. pendirian. dan mampu mendukung pelimpahan wewenang kepada daerah didalam merealisasikan geopolitik wawasan nusantara untuk menjamin tetap tegaknya NKRI. dan kesadarannya dalam mempersamakan persepsi guna mewujudkan persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu memegang teguh wawasan nusantara sebagai landasan visional di dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. . b.VIII. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep dan bentuk geopolitik di Indonesia sebagai wawasan kebangsaan sehingga mantap dalam sikap. GEOPOLITIK (WAWASAN NUSANTARA) Topik kajian Wawasan Nusantara mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Wawasan Nusantara 2) Latar belakang terbentuknya wawasan nasional Indonesia 3) Konsepsi wawasan nusantara 4) Perwujudan wawasan nusantara 5) Unsur dasar wawasan nusantara a.

daan tantangan yang akan melemahkan dan memakan ketahanan nasional. XI. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu . Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep dan bentuk geostrategik mahasiswa Indonesia berperan sebaggai dalam ketahanan nasional sehingga untuk melaksanakan pembangunan mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. hambatan. POLSTRANAS Topik kajian Politik dan Strategi Nasional mencakup bahasan tentang : 1) Pengertian Politik Strategi Nasional 2) Sistem politik Indonesia 3) Konsep strategi nasional dan implementasinya 4) Wujud Politik Startegi Nasional a. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan sikap ulet dan tangguh di dalam membagun ketahanan nasional. b.X. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu b. GEOSTRATEGIS (KETAHANAN NASIONAL) Topik kajian Ketahanan Nasional mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Pertahanan Nasional 2) Latar belakang pertahanan nasional 3) Hakikat dan perwujudan pertahaan nasional 4) Aspek ketahanan nasional 5) Bela negara serta Sistem pertahanan dan keamanan a. gangguan. dan mampu menunjukkan kemampuan dan kekuatan didalam menghadapi dan menggagalkan ancaman.

menyenangkan. B. dan warganegara. antara lain: 1) Secara Umum a. 2) Pembelajaran yang diselenggarakan merupakan proses yang mendidik. berkarya nyata dan untuk menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hidup. penugasan mandiri dalam bentuk mengerjakan soal-soal latihan dan penugasan kelompok dalam bentuk pembuatan makalah. Memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. diskusi interaktif. induktif dan deduktif. inspiratif. memotivasi untuk berpartisifasi aktif serta memberikan kesempatan bagi prakarsa. ceramah. Konsep good citizenship tentunya amat tergantung dari pandangan hidup dan sistem politik negara yang bersangkutan. Membentuk warga negara yang baik dan cerdas yang mampu mendukung pembangunan dan juga kelangsungan bangsa dan negara. . seminar kecil. 3) Bentuk aktivitas pembelajaran. kreatifitas. b. dan lain-lain. tugas baca. masyarakat. kegiatan kokurikuler. secara interaktif. dan reflektif melalui dialog kreatif pertisifatory untuk nencapai pemahaman tentang kebenaran substansi dasar kajian.4 Metodologi dan Tujuan Pembelajaran PKn A. didalamnya terjadi pembahasan kritis analitis. studi kasus. dengan cara kuliah tatap muka. Tujuan Pembelajaran PKn Adapun tujuan mata kuliah PKn ini. Metodologi Pembelajaran PKn 1) Proses Pembelajaran yang diselenggarakan. dan kemandirian dengan menempatkan mahasiswa sebagai subjek pendidikan mitra dalam proses pembelajaran dan sebagai anggota keluarga.2. menantang. 4) Motivasi menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran pengembangan kepribadian merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis di dalam masyarakat global.

2) Secara Khusus a. Agar mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santuun. cinta tanah air. c. b. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. berbangsa dan bernegara. Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat. demokratis serta ikhlas sebagai warga negara Indonesia terdidik dan bertanggung jawab. . serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila. serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. jujur. Agar mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilainilai kejuangan.

Jadi. universal dan hakiki. Belajar filsafat berarti mencari kebenaran sedalam-dalamnya. Jadi. seperti para pemikir filsafat (filosof). Filos berarti friend. makna filsafat adalah orang yang bersahabat dan mencintai ilmu pengetahuan. bersifat fundamental. Nilai filsafat berwujud kebenaran sedalam-dalamnya. Juga di India sekitar 3000-1000 SM serta Cina sekitar 3000-500 SM. Oleh karenanya dijadikan filsafat hidup oleh pemikir dan penganutnya. Fenomena demikian merupakan data sejarah budaya sebagai peradaban monumental. serta bersikap arif bijaksana. terutama di wilayah Timur Tengah sejak sekitar 6000-600 SM. yaitu filos dan sophia. Jadi.BAB III FILSAFAT PANCASILA 3. di Mesir dan sekitar sungai Tigris dan Eufrat sekitar 5000-1000 SM. sedangkan pemikiran filsafat yang dianggap tertua di Eropa (Yunani) baru berkembang sekitar 650 SM. Sesungguhnya nilai ajaran filsafat telah berkembang. karena Timur Tengah diakui sebagai pusat berkembangnya ajaran agama supranatural (agama wahyu. love dan sophia berati learning.doc ). filsafat menurut asal katanya berarti cinta pada kebijaksanaan.id/pancasila/FILSAFAT_PANCASILA_2009_pak%20Noorsyam.ac. Kita juga maklum. bahwa semua Nabi/Rasul berasal dari wilayah Timur Tengah (Yahudi. . kata filsafat berasal dari bahasa Yunani philen yang berarti cinta dan sophos yang berarti kebijaksanaan. pemikiran filsafat tertua bersumber dari wilayah Timur Tengah. di daerah Palestina/Israel sebagai doktrin Yahudi sekitar 4000-1000 SM. diakses tanggal 20 Juni 2010 bahwa istilah filsafat secara etimologis terbentuk dari kata bahasa Yunani. kemudian menghasilkan sikap hidup arif bijaksana. Sementara menurut Mohammad Noor Syam dalam psp. Oleh karena itu. revealation religions).ugm. secara sederhana pemahaman filsafat adalah keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran sejati.1 Pengertian Filsafat Pancasila dan Ideologi Pancasila Secara etimologis. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran sejati. sinergis dengan ajaran nilai religious. wisdom. Selain itu. Cinta dalam arti yang luas sebagai keinginan sungguh-sungguh terhadap sesuatu.

Pengertian hakikat abstrak dimungkinkan bahkan diharuskan pada rumusan sila-sila Pancasila. Oleh karena itu pula. rakyat. Artinya. yaitu Tuhan. satu. dan atau Geistesswissenschaft (terutama filsafat hukum. Makna uraian di atas adalah manusia atau bangsa yang ingin sehat dan jaya. Sebagaimana pribadi manusia yang ingin sehat minumlah susu dengan madu. Sistem filsafat dan cabang-cabangnya termasuk sistem ideologi dalam kepustakaan modern diakui sebagai Kultuurwissenschaft. Menurut pendapat Notonagoro (dalam Supriatnoko. Hakikat abstrak diartikan sebagai sifat tidak berubah akan terlepas dari perubahan keadaan. filsafat manusia. menurut . dan adil. Budaya dan peradaban modern mengakui bahwa perkembangan ipteks dan kebudayaan manusia bersumber dan dilandasi oleh ajaran nilai filsafat. 2009:17) pengertian filsafat Pancasila mempunyai sifat mewujudkan ilmu filsafat. budaya dan peradaban yang luhur dan unggul akan berkembang berdasarkan nilai-nilai (moral) agama dan ipteks. filsafat politik. Nilai filsafat menjangkau alam metafisika dan misteri alam semesta serta visi-misi penciptaan manusia. filsafat ekonomi dan filsafat etika). Pengertian hakikat adalah unsurunsur yang tetap dan tidak berubah pada suatu objek. Berdasarkan data demikian kita percaya bahwa nilai filsafat sinergis dengan nilai-nilai theisme religious. dan waktu. Alam semesta dengan hukum alam memancarkan nilai supranatural dan suprarasional sebagaimana rohani manusia dan martabat budi nuraninya juga memancarkan integritas suprarasional.Kristen dan Islam). filsafat ilmu. manusia. Karena itu pula. Hendaknya memadukan nilai theisme religious dengan ipteks. kami menyatakan bahwa nilai filsafat Timur Tengah dianggap sebagai sumur madu peradaban umat manusia karena kualitas dan integritas intrinsiknya yang fundamentaluniversal theisme religious. Empat sila dibubuhi awalan kedan akhiran -an dan satu pe-an. Nilai ajaran filsafat Barat adalah nilai filsafat natural dan rasional (ipteks) yang dianggap sebagai sumur susu peradaban. Rumusan sila-sila Pancasila itu terdiri atas katakata pokok dan kata-kata sifat. filsafat diakui sebagai induk ipteks atau philosophy as the queen and as the mother of knowledge as well). Kata-kata pokok terdiri atas kata-kata dasar. yaitu ilmu yang memandang Pancasila dari sudut hakikat. Kedua macam awalan dan akhiran itu. tempat.

Jadi. dan keyakinan bangsa Indonesia mengenai sejarah. secara sederhana pemahaman ideologi adalah suatu gagasan atau cita-cita yang berdasarkan hasil pemikiran. ideologi Pancasila milik semua rakyat dan bangsa Indonesia. cita-cita. Pancasila sebagai ideologi digali dan ditemukan dari kekayaan rohani. . Oleh karena itu. keyakinan-keyakinan. berbangsa. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat Pancasila adalah refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa. bersikap. secara etimologis kata ideologi berasal dari bahasa Yunani idea yang berarti gagasan atau cita-cita dan logos yang berarti ilmu sebagai hasil pemikiran. artinya meliputi segala hal dan keadaan yang terdapat pada bangsa dan negara Indonesia dalam jangka waktu yang tidak terbatas. ideologi diartikan sebagai ggagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang hendak menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus berpikir. ideologi diartikan sebagai keseluruhan gagasan. hukum dan negara Indonesia sebagai hasil kristalisasi nilai-nilai yang sudah ada di bumi Indonesia bersumber pada adat-istiadat. Pancasila sebagai ideologi diartikan sebagai keseluruhan pandangan. Dalam arti luas. Isinya sedikit tetapi luasnya tidak terbatas. dan bernegara. Pengertian yang demikian disebut pengertian yang abstrak umum universal. agama. Selanjutnya. dan bertindak. budaya. cita-cita. Oleh karena ideologi Pancasila bersumber pada manusia Indonesia. dan kepercayaan TYME. maka ideologi Pancasila merupakan ideologi terbuka. dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. dan nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi sebagai pedoman. Ideologi yang dapat beradaptasi terhadap proses kehidupan baru dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain tetapi konsisten mempertahankan identitas dalam ikatan persatuan Indonesia. moral. masyarakat. Sementara dalam arti sempit. rakyat Indonesia berkewajiban untuk mewujudkan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.bahasa menjadikan abstrak dari kata dasarnya. dan budaya masyarakat Indonesia serta bersumber dari pandangan hidup bangsa. Dengan demikian.

Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur itu merupakan suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu sendiri. seperti cita-cita yang ingin diwujudkannya dalam hidup manusia. kepercayaan terhadap adanya Tuhan. . karena nilai-nilai luhur yang dimiliki tiap bangsa berbeda. Nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Indonesia terdapat dalam adat istiadat. Pandangan hidup atau weltanschauung berfungsi sebagai kerangka acuan. Pancasila terdiri dari lima sila yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 dan diperuntukkan sebagai dasar negara Indonesia. budaya. dan ideologi nasional. saat ini terutama di era reformasi dan globalisasi membicarakan Pancasila dianggap sebagai keinginan untuk kembali orde baru. Namun. Pancasila dalam pendekatan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mendalam mengenai Pancasila. Untuk mengetahui secara mendalam tentang Pancasila diperlukan pendekatan filosofis. Nilai-nilai luhur itu kemudian menjadi tolok ukur kebaikan yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat mendasar dan abadi. dasar. Bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara Indonesia sudah memiliki nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup. 2003). dan kepribadian dalam pergaulan. agama. kajian Pancasila pada bab ini berpijak dari kedudukan Pancasila sebagai filosofi bangsa. Oleh karena itu.2 Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila bagi masyarakat Indonesia bukanlah sesuatu yang asing. Ketika cita-cita menjadi bangsa yang bersatu sudah sangat bulat untuk hidup bersama atau living together dalam suatu negara merdeka. Pertanyaan ini muncul untuk menjawab kenyataan bahwa bangsa Indonesia yang menegara tidak mungkin memiliki pandangan hidup atau falsafah hidup yang sa ma dengan bangsa lain. Filsafat Pancasila secara ringkas dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila dalam bangunan bangsa dan negara Inndonesia (Syarbaini.3. baik untuk menata kehidupan pribadi maupun dalam interaksi manusia dengan komunitas dan alam sekitarnya. para pendiri negara Indonesia merdeka sampai pada suatu pertanyaan yang mendasar di atas apakah negara Indonesia merdeka ini didirikan?. jiwa.

Jadi. Nilai-nilai luhur tersebut kemudian disepakati oleh para pendiri negara sebagai dasar filsafat negara Indonesia merdeka.Selanjutnya. baik. Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup yang berkembang dalam masyarakat Indonesia sebelum menegara itulah yang kemudian oleh para pendiri negara digali kembali. . yaitu nilai ketuhanan. Norma atau kaidah adalah aturan atau pedoman bagi manusia dalam berperilaku sebagai perwujudan dari nilai. Nilai yang abstrak dan normatif dijabarkan dalam wujud norma. nilai persatuan. Nilai berasal dari bahasa Inggris value dan bahasa Latin valere artinya kuat. Pancasila dalam pendekatan filsafat akan dibahas menjadi dua bagian. 2) Perwujudan nilai Pancasila sebagai norma bernegara. nilai kerakyatan. ditemukan. 1) Ketuhanan Yang Maha Esa. dirumuskan. nilai kemanusiaan. dan nilai kesejahteraan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Berdasarkan pemikiran filsafat Pancasila pada dasarnya merupakan suatu nilai. dan berharga. yang oleh Ir. Ciri-ciri nilai adalah suatu yang abstrak bersifat normatif sebagai motivator/daya dorong manusia dalam bertindak. nilai keadilan dan keberadaban. 3) Persatuan Indonesia. nilai mufakat. Menurut PPKI. rumusan nilai dasar Negara tersebut diformulasikan kembali sebagai lima sila Pancasila dengan urutan berikut ini. Soekarno diusulkan bernama Pancasila. dan selanjutnya disepakati dalam rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai dasar filsafat negara atau filosofische grondslag dari negara yang akan didirikan. berikut ini. 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. nilai adalah suatu penghargaan atau kualitas terhadap suatu hal yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku manusia. 1) Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ada hubungan antara nilai dengan norma. dan nilai keadilan. nilai persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup masyarakat Indonesia itu terdiri atas keimanan dan ketaqwaan.

Allah Yang Maha Kuasa. Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi padangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi ideologi negara dimaksudkan untuk memungkinkan bangsa Indonesia dalam mengelola bangsa dan negara memiliki satu kesatuan sistem filsafat yang jelas dan sama. Dalam pengertian inilah. epistemologis dan axiologis sistem filsafat Pancasila mengandung ajaran tentang potensi dan martabat kepribadian manusia (SDM) yang dianugerahi martabat mulia sebagaimana terjabar dalam ajaran HAM berdasarkan filsafat Pancasila ! Keunggulan dan kemuliaan ini merupakan anugerah dan amanat Tuhan Yang Maha Esa. sosial-budaya. PPKI menetapkan Pancasila secara resmi sebagai pandangan hidup bangsa dan pandangan hidup negara. yang dilakukan oleh para pendiri negara Indonesia. nilai-nilai luhur Pancasila telah menjadi bagian dari kehidupan diri pribadi dan masyarakatnya. Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai cita-cita bersama atau collective ideology dari seluruh bangsa Indonesia. Dengan demikian bangsa Indonesia memiliki satu pedoman dan sumber nilai sebagai hasil karya besar bangsa Indonesia di dalam memecahkan berbagai persoalan politik. Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai ideologi bangsa dan pandangan hidup negara dapat disebut ideologi negara. ekonomi. yaitu Pancasila. dan pertahanan keamanan serta hukum dalam gerak kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Secara ontologis. Pada tanggal 18 Agustus 1945. dan 5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. . Maha Rahman dan Maha Rahim sebagai tersurat di dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945 sebagai asas kerokhanian bangsa dan NKRI. Dikatakan sebagai filsafat. maka sebelum masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang menegara. Setelah masyarakat Indonesia menjadi bangsa dalam NKRI. karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam. Dengan demikian.4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. nilai-nilai Pancasila itu dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa dan juga dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa.

terutama : 1. Pancasila secara dasar filsafat negara Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. yaitu memiliki susunan kodrat. Secara ontologis-axiologis bangsa Indonesia belum secara signifikan melaksanakan visi-misi yang diamanatkan oleh sistem filsafat Pancasila. fascisme. Pancasila merupakan dasar filsafat negara. Aktualisasi nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia Raya. terbukti dengan berbagai aliran (sistem) filsafat yang memberikan identitas berbagai sistem budaya. dan kedudukan kodrat. Jadi. Sedemikian berkembang. dilandasi dan dipandu oleh sistem filsafat dan atau sistem ideologi. Dalam dinamika peradaban modern. landasan dan identitas tatanan atau sistem nilai kehidupan umat manusia. naziisme. Dengan demikian. seperti theokratisme. Dasar Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat segala sesuatu yang ada atau untuk menjawab pertanyaan “apakah kenyataan itu?”. serta Pancasilaisme. Aktualisasi Integritas Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45. marxisme-komunisme-atheisme. dan 3. sifat kodrat. Pancasila secara hierarkis sila-silanya saling menjiwai dan dijiwai satu sama lain. liberalisme-kapitalisme. hakikat dasar ontologis sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hakikat mutlak monopluralis. maka khasanah ajaran nilai filsafat kuantitati-kualitatif terus meningkat. Nilai-nilai filsafat. sedangkan subjek pendukung pokok sila-sila Pancasila adalah manusia. Agar lebih jelas mengenai Pancasila sebagai kesatuan sistem filsafat memiliki dasar ontologis. Secara filsafat. 2. termasuk filsafat Pancasila ditegakkan (dan dibudayakan) dalam peradaban manusia modern khususnya bangsa Indonesia. zionisme. Sistem kenegaraan ini dijiwai. dan dasar aksiologis. semua bangsa berkembang dan menegakkan tatanan kehidupan nasionalnya dengan sistem kenegaraan. A. sebagaimana terjabar dalam UUD Proklamasi 1945. Pancasila terdiri atas lima sila yang saling mengikat. dasar epistemologis. sistem kenegaraan dan peradaban bangsa-bangsa modern. yaitu berupa sifat kodrat . sosialisme.Sesungguhnya ajaran filsafat merupakan sumber. Selanjutnya.

dan segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. tujuan negara. dasar aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa pembahasan tertuju pada filsafat nilai Pancasila. Dasar Aksiologis Aksiologi adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan. Sebagai konsekuensinya.monodualis. moral negara. Dasar Epistemologis Epistemologis adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang apakah kebenaran atau apakah hakikat ilmu pengetahuan. yaitu : (1) Sumber pengetahuan manusia. nilai-nilai Pancasila yang merupakan satu kesatuan yang utuh dengan sifat dasar mutlaknya berupa sifat kodrat manusia tersebut menjadi dasar dan jiwa bagi bangsa Indonesia. sifat negara. Ada tiga persoalan mendasar dalam kajian epistemologis. sebagai berikut : (1) Menurut sudut pandang subjektif. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus berpedoman dan bersumber pada nilai-nilai Pancasila. bahwa sesuatu bernilai karena berkaitan dengan subjek pemberi nilai. Dalam memandang tentang nilai. Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila. 3. (2) Menurut sudut pandang objektif. seperti bentuk negara. kajian epistemilogisfilsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.3 Susunan Isi Arti Pancasila Pancasila sebagai suatu sistem susunan pengetahuan memiliki susunan bersifat formal logis dalam arti susunan sila-sila Pancasila sebagaimana telah dibahas pada bagian epistemologis. C. Upaya untuk mendapatkan jawaban tentang kebenaran dilakukan pembuktian melalui ilmu pengetahuan. Adapun susunan isi arti sila-sila Pancasila. sistem hukum negara. (2) Teori kebenaran pengetahuan manusia. yaitu manusia. Dengan demikian. . tugas dan kewajiban negara dan warga negara. B. Oleh karena itu. bahwa hakikatnya sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri memang bernilai. dan (3) Watak pengetahuan manusia.

Realisasi pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan memerlukan pengkhususan isi rumusannya yang secara abstrak umum universal menjadi pengertian yang umum kolektif dan khusus konkret. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal yang bersumber dari hakikat Tuhan. tertib hukum Indonesia. berkeadilan sosial dalam praktik kehidupan bermasyarakat. Weltanschauung) bangsa. sekaligus sebagai jiwa bangsa (Volksgeist. Pertama. dan realisasi praktisnya dalam berbagai bidang kehidupan konkrit. (2) isi arti Pancasila yang umum kolektif. berkerakyatan. isi arti Pancasila yang abstrak umum universal merupakan inti dari atau esensi Pancasila sehingga menjadi pangkal tolak pelaksanaan pada bidang-bidang kenegaraan. berpersatuan. yaitu : (1) isi arti Pancasila yang abstrak umum universal.meliputi tiga hal. rakyat. Pancasila sebagai pedoman dan sumber nilai kolektif bangsa dan negara Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia. sedangkan isi arti khusus konkrit dimaksudkan bagi realisasi praktis dalam suatu lapangan kehidupan tertentu sehingga memiliki sifat khusus konkrit. jatidiri nasional) memberikan identitas dan integritas serta martabat (kepribadian) . diuraikan menjadi isi arti Pancasila yang umum kolektif dan khusus konkret sebagai sistem etika Pancasila yang bercorak normatif. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal sebagai prinsip dasar umum merupakan pengertian yang sama bagi bangsa Indonesia. dan bernegara. adil merupakan konsep filsafat Pancasila yang bercorak tematis. Isi arti umum kolektif adalah realisasinya dalam bidang-bidang kehidupan. manusia. yaitu bahwa hakikat manusia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berketuhanan. satu. Nilai filsafat Pancasila baik sebagai pandangan hidup (filsafat hidup. berbangsa.4 Asal Mula Pancasila Sebagai Ideologi Nilai Filsafat Pancasila berkembang dalam budaya dan peradaban Indonesia terutama sebagai jiwa dan asas kerokhanian bangsa dalam perjuangan kemerdekaan dari kolonialisme-imperialisme 1596-1945. Selanjutnya. dan (3) isi arti Pancasila yang khusus kongkrit. berkemanusiaan. 3.

bangsa dalam budaya dan peradaban dunia modern; sekaligus sumber motivasi dan spirit perjuangan bangsa Indonesia. Nilai filsafat Pancasila secara filosofis-ideologis dan konstitusional berkembang dalam sistem kenegaraan Indonesia yang dinamakan sebagai sistem kenegaraan Pancasila yang terjabar dalam UUD 1945. Jadi, tegaknya bangsa dan NKRI sebagai bangsa merdeka, berdaulat, bersatu dan bermartabat amat ditentukan oleh tegaknya integritas sistem kenegaraan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan analisis normatif filosofis-ideologis dan konstitusional, semua komponen bangsa wajib setia dan bangga (mengikat, memaksa) kepada sistem kenegaraan Pancasila sebagaimana terjabar dalam UUD 1945, termasuk kewajiban bela negara. Sebagai bangsa dan negara modern, kita mewarisi nilai-nilai fundamental filosofis-ideologis sebagai pandangan hidup bangsa (filsafat hidup, Weltanschauung) yang telah menjiwai dan sebagai identitas bangsa (jatidiri nasional, Volksgeist) Indonesia. Nilai-nilai fundamental warisan sosio-budaya Indonesia ditegakkan dan dikembangkan dalam sistem kenegaraan Pancasila, sebagai pembudayaan dan pewarisan bagi generasi penerus. Kehidupan nasional sebagai bangsa merdeka dan berdaulat sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 berwujud NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem NKRI ditegakan oleh kelembagaan negara (suprastruktur)

bersama semua komponen bangsa, yakni infrastruktur dan warganegara berkewajiban menegakkan asas normatif filosofis-ideologis secara

konstitusional, yakni UUD 1945 seutuhnya sebagai wujud kesetiaan dan kebanggaan nasional. Nilai-nilai fundamental dimaksud terutama filsafat hidup

(Weltanschauung) bangsa yang oleh pendiri negara (PPKI) dengan jiwa hikmat kebijaksanaan dan kenegarawanan, musyawarah mufakat menetapkan dan

mengesahkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Berdasarkan legalitas dan otoritas PPKI sebagai pendiri negara, maka UUD 1945 sesungguhnya mengikat (imperatif) seluruh komponen bangsa untuk setia menegakkan dan membudayakannya.

Selanjutnya, asal mula terbentuknya Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, dapat ditelusuri dari proses pembentukannya, berikut ini. 1) Kausa Materialis Pancasila yang sekarang menjadi ideologi negara bersumber pada bangsa Indonesia. Artinya bangsa Indonesia sebagai kausa materialis (asal mula bahan) dari adanya Pancasila. Nilai-nilai Pancasila digali dari kekayaan bangsa Indonesia, berupa adat istiadat, budaya, dan nilai religius yang terpelihara dan berkembang sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa. 2) Kausa Formalis Kausa formalis (asal mula bentuk) Pancasila sebagai ideologi negara merujuk kepada bagaimana proses Pancasila itu dirumuskan menjadi Pancasila yang terkandung pada Pembukaan UUD 1945, yaitu berasal mula bentuk pada pidato Ir. Soekarno yang selanjutnya dibahas dalam sidang BPUPKI khsususnya mengenai bentuk rumusan dan nama. 3) Kausa Efisien Kausa efisien adalah asal mula karya yang menjadikan Pancasila dari calon ideologi negara menjadi ideologi negara adalah PPKI yang berperan sebagai pembentuk negara. Sebagai pemegang kuasa pembentuk negara, PPKI mengesahkan Pancasila menjadi ideologi negara yang sah setelah melalui pembahasan mendalam pada sidang-sidang BPUPKI. 4) Kausa Finalis Pancasila dirumuskan dan dibahas pada sidang-sidang para pendiri negara untuk diwujudkan sebagai ideologi negara yang sah. Kausa finalis (asal mula tujuan) mewujudkan Pancasila sebagai ideologi negara yang sah adalah para anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan. Para anggota dari badan itulah yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila ditetapkan oleh PPKI sebagai ideologi negara yang sah. 3.5 Hakikat dan Fungsi Ideologi Pancasila A. Hakikat Ideologi Pancasila Pada hakikatnya ideologi Pancasila tidak lain adalah hasil refleksi bangsa Indonesia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia

kehidupannya. Antara keduanya, yaitu ideologi dan kenyataan hidup bangsa terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh timbal balik yang terwujud dalam interaksi yang disatu pihak memacu ideologi makin realitas dan dilain pihak mendorong bangsa Indonesia untuk teruus berusaha mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berpikir bangsa Indonesia, namun juga membentuk bangsa Indonesia menuju cita-cita. Dengan demikian ideologi bukanlah sebuah pengetahuan teoritis belaka tetapi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi sebuah keyakinan. Ideologi Pancasila adalah satu pilihan yang jelas membawa komitmen bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, semakin mendalam kesadaran ideologis setiap bangsa Indonesia akan berarti semakin tinggi pula rasa komitmennya untuk melaksanakannya. Komitmen itu tercermin dalam sikap setiap orang Indonesia yang meyakini ideologisnya sebagai ketentuan-ketentuan normatif yang harus ditaati dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. B. Fungsi Ideologi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Pancasila sebagai ideologi negara memberikan orientasi yang lebih eksplisit dan terarah kepada keseluruham sistem masyarakat dalam berbagai aspeknya dan dilakukan dengan cara dan penjelasan yang lebih logis dan sistematis. Pancasila sebagai ideologi negara berawal dalam fungsinya sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia. Kemudian oleh para pendiri negara prinsip-prinsip dasarnya dieksplisitasi lebih lanjut ke dalam kondisi hidup modern dan dibersihkan dari unsur-unsur magis atau mistik. Ideologi Pancasila bukanlah agama. Pedoman dan sumber nilai bermsyarakat yang diberikan oleh ideologi Pancasila ditujukan langsung untuk kehidupan dunia ini. Merujuk pada uraian di atas, maka fungsi ideologi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah untuk memberikan : (1) Struktur kognitif berupa keseluruhan pengetahuan yang dapat menjadi landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian alam sekitar; (2) Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia;

(4) Bekal dan jalan bagi orang perorangan untuk menemukan identitasnya sebagai bangsa Indonesia. 3. menghayati. yaitu : (1) Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti membuka pintu lebar-lebar untuk menerima begitu saja hal-hal dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. (3) Keterbukaan menjadikan Pancasila tidak eksklusif. berbangs. dan bernegara. (2) Keterbukaan ideologi Pancasila menjamin tidak totaliter. (5) Kekuatan yang mampu mengyemangati dan mendorong bangsa Indonesia untuk menjalankan aktivitas dan mencapai tujuan. Pancasila memiliki sifat hakikat sebagai ideologi terbuka. serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalam ideologi Pancasila. antara lain : . (4) Keterbukaan mendorong Pancasila menjadi dinamis. Pada prinsipnya. Beberapa faktor yang mendorong Pancasila sebagai ideologi terbuka. artinya nilai-nilai dasar Pancasila dapat menyaring unsur-unsur baru yang dapat memperkaya perkembangan dan pelaksanaan ideologi Pancasila secara positif ke arah kemajuan kehidupan bangsa dan negara. Oleh karena.6 Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka A. Prinsip dan Faktor Pendorong Keterbukaan Pancasila Sejak ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai ideologi bangsa dan negara. setiap warga negara Indonesia berkewajiban untuk mengubah nilai dasar Pancasila menjadi operasional ke dalam sistem kehidupan kenegaraan secara nasional. Maksudnya adalah warganegara sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. dan (6) Pendidikan bagi masyarakat untuk memahami. tetapi dalam prinsip untuk memperkaya wawasan dan orientasi dalam hidup bermasyarakat.(3) Norma-norma yang menjadi pedoman dan sumber nilai bagi bangsa Indonesia untuk melangkah dan bertindak.

. Tiga Dimensi Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi memiliki dimensi-dimensi realitas. Ideologi Pancasila bersumber dari pandangan hidup yang terpelihara dalam adat istiadat. berbangsa. seperti pada waktu besarnya pengaruh komunisme. d) Tekad untuk membangkitkan kembali kesadaran bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkannya secara kreatif-dinamis dalam rangka mewujudkan cita-cita tujuan nasional. Dimensi Idealitas Ideologi Pancasila mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. c) Pengalaman sejarah politik bangsa Indonesia masa lalu. dan bernegara. Pancasila pernah menjadi doktrin yang kaku. Cita-cita bangsa Indonesia telah dicantumkan dengan jelas pada Alinea II Pembukaan UUD 1945 yang juga berfungsi sebagai penuangan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. 3. B. dinamika masyarakat Indonesia berkembang dengan sangat cepat sehingga memerlukan kejelasan sikap secara ideologis.a) Kenyataan bahwa dalam proses pembangunan nasional. 1. Dimensi Realitas Nilai yang terkandung dalam Pancasila bersumber dari nilai-nilai yang riil dan hidup di dalam masyarakat sehingga nilai-nilai dasar ideologi Pancasila hidup tertanam dan berakar dalam masyarakat. idealitas. 2. dan fleksibilitas. Dimensi Fleksibilitas Ideologi Pancasila bersifat terbuka dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sebab memiliki kemampuan berinteraksi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemikiran baru yang relevan dengan perubahan dan kemajuan zaman. seperti komunisme cenderung mengisolasi diri dari perkembangan lingkungan. b) Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi tertutup. budaya. agama dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap TYME.

strategi. tidak terikat dengan tempat dan waktu. Untuk dapat diterapkan dalam bentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual. dan bernegara. rencana. Oleh karena itu. c) Nilai Praksis Nilai praksis merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang khusus konkret.C. tidak berubah. Nilai dasar ini berbentuk kaidah-kaidah hakiki menyangkut eksistensi negara. yaitu: a) Nilai Dasar Nilai atau norma dasar Pancasila merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang abstrak umum universal. Nilai instrumental dapat berbentuk kebijakan. tujuan. Tingkatan Nilai Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung nilai dasar yang bersifat tetap. organisasi. cita-cita. serta dapat dioperasionalkan. akan terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu. dan tidak langsung. bersifat tidak berubah. ada tiga tingkatan nilai dalam ideologi Pancasila. atau program-program yang merupakan tindak lanjut dari nilai dasar. b) Nilai Instrumental Nilai instrumental menjadi sarana mewujudkan nilai dasar. Nilai praksis sebagai wahana untuk menunjukkan bahwa nilai dasar berfungsi dalam kehidupan sekaligus sebagai sarana mengevaluasi atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan nilai dasar dalam sesuatu bidang kehidupan bermasyarakat. penerapannya secara kontekstual disesuaikan dengan tuntutan zaman. berbangsa. sistem. Nilai praksis adalah wahana pelaksanaan nilai dasar dan instrumental secara nyata dan sesungguhnya. nilai dasar Pancasila harus diuraikan terlebih dahulu ke dalam nilai instrumental kemudian ke dalam nilai praksis. . tatanan dasar dan ciri-ciri khasnya. Nilai instrumental merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang umum kolektif.

Oleh karena itu. kelompok. masayarakat bahkan bangsa. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris yaitu identity yang berarti ciri. Malaysia. 4. b) Dasar negara. Sementara nasional berasal dari kata national yang diartikan sebagai kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar. dan j) Kebudayaan nasional.2 Unsur Pembentuk Identitas Nasional Adapun unsur pembentuk identitas nasional bangsa Indonesia.BAB IV IDENTITAS NASIONAL 4. d) Lambang negara. Secara etimologis. c) Lagu kebangsaan. yakni Sriwijaya dan Majapahit. sampai ke Filipina. Singapura. f) Bendera negara. h) Bentuk negara.1 Pengertian Identitas Nasional Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. identitas nasional merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik atau politic unity. Identitas nasional Indonesia yang menunjukkan pada identitas-identitas yang sifatnya nasional. Ketika bangsa Indonesia . tanda. atau jati diri yang diimiliki oleh seseorang. sebagian Thailand. meliputi seluruh wilayah nusantara. identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. e) Semboyan negara. i) Konsepsi. yaitu: 1) Wilayah geografi Wilayah geografi Indonesia secara historis adalah wilayah yang semula menjadi wilayah kekuasaan dua kerajaan besar. sebagai berikut : a) Bahasa nasional. g) Konstitusi negara.

Italia). 4) Kebudayaan Kebudayaan menjadi unsur pembentuk identitas nasional karena realitas bahwa kebudayaan yang dipelihara dan berkembang di dalam lingkungan setiap suku bangsa berisi nilai-nilai dasar yang secara kolektif digunakan oleh para pendukungnya untuk menafsiirkan dan memahami lingkungan . Arab. secara politik par pendiri negara menetapkan bahwa wilayah geografi yang menjadi identitas negara Indonesia adalah seluruh wilayah nusantara yang meliputi seluruh bekas jajahan Belanda. migran dari Amerika (Kanada dan Amerika Serikat). berdaulat. yaitu suku bangsa askriptif dan kelompok migran. dan India). Jerman. 2) Suku bangsa Suku bangsa sebagai unsur pembentuk identitas nasional dibagi ke dalam dua kelompok. Sebagai upaya mencegah resiko konflik antar umat beragama diantaranya adalah saling mengakui secara positif keberadaan agama dan para pemeluk serta saling menghormati prinsip satu sama lain. Oleh karena itu. sebagian besar termasuk suku bangsa askriptif. migran dari Asia (Tionghoa. sedangkan kelompok migran adalah mereka yang telah menyatakan diri menjadi warga negara dan setia terhadap Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. yang secara sadar bersama-sama membangun hubungan yang rukun antar umat seagama dan antar umat beragama. Bagi bangsa Indonesia. ideologi dan dasar negara. bersatu. Suku bangsa askriptif adalah suku bangsa yang sudah ada di wilayah geografi nusantara. Kelompok migran di Indonesia meliputi. di Indonesia terdapat lebih kurang 300 suku bangsa dengan bahasa dan dialek yang berbeda. Secara keseluruhan. 3) Agama Agama menjadi unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan realitas bahwa bangsa Indonesia tergolong sebagai rakyat agamis. migran dari Eropa (Belanda.menyatakan diri menjadi bangsa yang merdeka. migran dari Afrika (Mesir dan Nigeria). bangsa Indonesia terbentuk dari ras dan suku bangsa yang majemuk. kemajemukan dalam beragama merupakan anugerah dari TYME yang wajib disyukuri dan dikelola secara wajar.

berdaulat. Dalam interaksi antar suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara. bahasa melayu telah menjadi bahasa penghubung (lingua franca) jauh sebelum kemerdekaan. dan kemiskinan akibat ditutupnya kesempatan belajar bagi rakyat pribumi. Kesadaran bangsa Indonesia bangkit untuk berbangsa sejalan dengan terjadinya pergolakan kebangkitan bangsa-bangsa terjajah di dunia untuk membentuk negara merdeka. Atas semangat tersebutlah pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah organisasi pergerakan nasional pertama yang diberi nama “Boedi Oetomo”. bersikap. kepala suku. Bangsa Indonesia mengalami berbagai era pemerintahan kerajaan. . 4. Mereka hidup berkelompok sebagai rakyat dalam wilayah kerajaankerajaan. dan Gunawan Mangunkusumo di Jakarta. dan bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Dalam fungsinya sebagai bahasa penghubung itulah bahasa melayu kemudian ditetapkan oleh para pemuda dari Sabang sampai Merauke sebagai bahasa persatuan dalam ikrar Sumpah Pemuda. Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan orang yang berjasa membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia untuk membangun jiwa kebangsaan. kebodohan. didirikan oleh Sutomo. dan mengatur diri sendiri menurut kekuatan sendiri. 5) Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia yang sekarang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia berawal dari bahasa Melayu. dari kerajaan bbercorak Hindu dan Budha sampai pada kerajaan yang bercorak Islam. Suradji.serta digunakan sebagai pedoman berpikir.3 Perjuangan Menjadi Satu Bangsa Bangsa yang sekarang disebut bangsa Indonesia terbentuk dari kumpulan berbagai suku bangsa yang khususnya telah mendiami kepulauan nusantara. Perlawanan yang tersebar di setiap daerah ataupun peperangan melawan penjajah yang dilakukan oleh pemimpin keadaerahan. bahkan raja sekalipun belum mampu mengusir penjajah dari bumi nusantara secara keseluruhan. Setiap kerajaan merupakan sebuah pemerintahan otonom yang saling menjaga hubungan baik satu sama lain. Dampak langsung dari kejadian sebagai bangsa yang terjajah adalah rakyat Indonesia mengalami keterbelakangan. akan tetapi berjalan secara sendiri.

serta berbagai organisasi pemuda lainnya. baik secara politik maupun fisik. seperti Sarekat Islam. Organisasi pergerakan nasional dengan tokoh pemuda mencapai kata sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan dengan syarat adanya persatuan dan kesatuan nasional. terbukti dengan lahirnya berbagai organisasi pergerakan nasional. Diantara para tokoh pergerakan dan pemuda itu adalah Ir.4 Konsep Pancasila Identitas Nasional Konsep yang terdapat di dalam Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia. Partai Indonesia. Sosok perjuangan semakin jelas. 4. tetapi kemudian bangsa Indonesia jatuh ke dalam penjajahan Jepang. Kebulatan tekad untuk menjadi bangsa Indonesia ditindaklanjuti dengan mengadakan Kongres Pemuda II dan pada tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan ikrar yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. misalnya Jong Java.Sejak itu semangat kebangsaan bangsa Indonesia semakin berapi. PNI. Pada tahun 1928 tokoh-tokoh organisasi pergerakan nasional dan organisasi pemuda mengadakan Kongres Pemuda I dengan menghasilkan kesepakatan untuk menggalang persatuan dari seluruh organisasi pergerakan dan organisasi pemuda untuk melawan penjajah Belanda. pemerintah pendudukan Jepang pada tanggal 29 April 1945 membentuk BPUPKI yang diberi tugas untuk mempersiapkan Indonesia merdeka. dan lain-lain. Guna mendapatkan simpati rakyat Indonesia membantu Jepang melawan tentara Sekutu. Soekarno yang mempunyai semangat nasionalisme. meliputi: 1) Konsep tentang hakikat eksistensi manusia 2) Konsep pluralistik 3) Konsep harmoni dan keselarasan 4) Konsep kekeluargaan dan gotong royong 5) Konsep integralistik 6) Konsep kerakyatan 7) Konsep kebangsaan . Jong Sumatra. Perang Dunia II berperan dalam menghentikan penjajahan Belanda atas bangsa Indonesia. Indische Partij.

meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai hasil proses liberalisasi pendidikan dan pengaruh kemajuan ipteks untuk mampu bersaing dengan banggsa-bangsa lain dalam mengolah sumber daya alam.4. ekonomi. terutama melalui bidang sosial-budaya. bangsa Indonesia tidak dapat menghindar dari pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan. namun secara bertahap dapat diterapkan di berbagai negara yang dianggap sebagai semboyan yang bernilai universal. Di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Upaya-upaya ke arah liberalisasi perdagangan atau perdagangan bebas mulai digerakkan pada tahun 1947 pada pertemuan dunia pertama di Jenewa yang melahirkan GATT (General Agreement on Tarrifs and Trade). serta pertahanan dan keamanan negara. Proses globalisasi mengandung implikasi bahwa suatu suatu aktivitas yang sebelumnya terbatas jangkauannya secara nasional. globalisasi menjadi instrumen efektif dalam melahirkan berbagai sikap perilaku yang bertentangan dengan nilai keimanan dan ketaqwaan sebagai nilai tertinggi dari Pancasila.5 Pemberdayaan Identitas Nasional A. nilai individualistis yang dibawa gobalisasi bernilai positif untuk membangkitkan semangat kerja keras. Sementara di bidang ekonomi. Semboyan globalisasi bila dicermati secara kebangsaan Indonesia merupakan instrumen atau sarana untuk menyebarluaskan ideologi liberal atau liberaisme. Globalisasi adalah masuk atau mewabahnya pengaruh dari suatu negara dalam pergaulan dunia. Dalam bidang sosial-budaya. Bagi bangsa Indonesia. globalisasi menanamkan lliberalisasi perdagangan dalam kehidupan ekonomi. Dalam bidang politik. Mendasarkan pada prinsip sekuler dalam kehidupan politik . globalisasi harus dipandang sebagai instrumen yang pantas dipahami sebagai konsep pergaulan dan hubungan internasional dalam urusan ekonomi antarbangsa dan sebagai faktor yang memperkaya serta memajukan iptek bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. globalisasi menanamkan liberalisasi politik dalam kehidupan politik. Keterkaitan Identitas Nasional dan Globalisasi Dalam konteks pergaulan dan hubungan antarbangsa di dunia. politik.

Globalisasi telah berhasil membuat bangsa Indonesia saat ini menjadi ragu-ragu terhadap nilainilai dasar Pancasila yang telah disepakati bersama sebagai identitas nasional. menjadi alat untuk menghancurkan bangsa-bangsa terutama bangsa-bangsa yang tidak menganut ideologi liberal. Sistem ini sangat bertentangan dengan Pancasila sebagai identitas nasional bangsa dan negara Indonesia yang lebih mendasarkan pada nilai-nilai persatuan dan kesatuan di dalam pembangunan sistem pertahanan dan keamanan yang dikenal dengan nama Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau SISHANKAMRATA. Eksploitasi dan monopoli sistem persenjataan adalah pusat perhatiannya. Kedaulatan rakyat itu diterapkan dalam sistem demokrasi melalui pemilu dan proses-proses politik untuk mengatur kehidupan bernegara.adalah menjauhkan segala hal yang berbau agama. Upaya-upaya pokok yang secara terus menerus dilakukan adalah : (a) Memperkuat kesadaran terhadap ideologi Pancasila. B. dan (d) Memperkuat semangat kebangsaan. (c) Meningkatkan daya saing. globalisasi memunculkan sikap arogan dan ingin menang sendiri. . Kebebasan individu dijadikan dasar untuk mempengaruhi dan menguasai kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Ideologi liberal kemudian dijadikan dasar filsafat bagi adanya kedaulatan manusia yang mewujud ke dalam kedaulatan rakyat. (b) Memperkuat daya tahan. Revitalisasi Ideologi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Globalisasi dalam konteks ekonomi merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai potensi pasar yang luas dan sumber dana dan teknologi serta menjadi alternatif pilihan produk berkualitas dan murah. Untuk memberdayakan Pancasila kembali menjadi identitas nasional dalam konteks kehidupan kebangsaan Indonesia. Dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Sementara menurut AS. yaitu : 1) Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis a. Kewarganegaraan dalam arti material yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara. Warga Negara Istilah warga negara berasal dari bahasa Inggris citizen yang berarti warga negara. Jadi. seperti ikatan perasaan. Dalam sosiologi. ikatan sejarah tanah air. Kewarganegaraan dalam arti sosiologis tidak ditandai dengan ikatan hukum tetapi ikatan emosional. 2) Kewarganegaraan dalam arti formal dan material a. Selanjutnya. anggota atau warga dari suatu oorganisasi perkumpulan.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA 5. sesama penduduk. Penduduk. sedangkan warga negara artinya warga atau anggota dari suatu negara. B. dapat disimpulkan bahwa warga negara adalah anggota dari suatu negara. Istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. Kewarganegaraan kewarganegaraan. dan bawahan atau kawula. Warga mengandung arti peserta. Penduduk Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara. penduduk dari suatu kota. kewarganegaraan atau citizenship artinya keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara warga negara dengan warga negara. warga negara sebagai terjemahan dari citizen yaitu anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri.1 Pengertian Warga Negara. penduduk adalah dalam arti formal menunjukkan pada tempat . b. Hikam dalam Ghazali (2004). dan Rakyat A. orang setanah air. sesama warga negara. b. ikatan nasib. ikatan keturunan.

Rakyat Rakyat adalah penduduk Indonesia yang telah setuju dengan berdirinya Negara Republik Indonesia dan memberikan mandat kepada sekelompok orang Indonesia yang rela melepaskan haknya sebagai rakyat untuk bersedia mengelola pemerintahan Negara Republik Indonesia yang dimandatkan atas kedaulatan rakyat dan hanya mengabdi kepada rakyat. dan geografi. ekonomi.3 Hak-hak warga negara Berikut ini adalah hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan kewajiban warga negara terhadap negara. seperti pengecer hingga pelanggan potensial. (5) Hak negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional. Adapun ketentuan tersebut. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi. (3) Hak negara untuk menguasai sistem hukum yang adil. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran. Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi. (4) Hak negara untuk menjamin hak asasi warga negara. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. tetapi memilih tinggal di daerah lain. yaitu (1) orang yang tinggal di daerah tersebut. Misalkan bukti kewarganegaraan. (2) Hak negara untuk dibela. Adapun hak warga negara. antara lain : a) Pasal 27 b) Pasal 28 .kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. 5. C. sebagai berikut : (1) Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan. dan (2) orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. (6) Hak negara untuk memberi jaminan sosial. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua. dan (7) Hak negara untuk memberi kebebasan beribadah.

3. dan 5 j) Pasal 34 5.4 Kewajiban warga negara Adapun kewajiban warga negara. 4. 2.c) Pasal 28 Ayat A-J d) Pasal 29 Ayat 1 dan 2 e) Pasal 30 Ayat 1 f) Pasal 31 Ayat 1 dan 2 g) Pasal 32 Ayat 1 h) Pasal 33 Ayat 1 i) Pasal 33 Ayat 1. antara lain : a) Pasal 27 Ayat 1 b) Pasal 27 Ayat 3 c) Pasal 30 Ayat 1 .

terutama biasanya merujuk pada masa Khulafa al Rasyidun. staat (bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (bahasa Perancis). etate itu diambil dari kata bahasa latin status atau statum. Tujuan Negara Tujuan negara adalah : a) Memperluas kekuasaan b) Menyelenggarakan ketertiban hukum c) Mencapai kesejahteraan umum Menurut Plato bahwa memajukan kesusilaan manusia. Dalam konsepsi Islam. c) Paradigma yang bersumber dari teori imamah atau pemerintahan. Selain itu. perdamaian abadi dan keadilan sosial. tidak ditemukan rumusan tentang negara secara eksplisit. berbangsa dan bernegara. Tujuan negara Republik Indonesia: “Memajukan kesejahteraan umum. dengan mengacu pada al-Quran dan al-Sunnah. konsep islam tentang negara juga berasal dari 3 tahap paradigma. yakni state (bahasa Inggris). teori terjadi negara. b) Paradigma yang bersumber pada teori imamah dalam paham islam Syi’ah. state. Soltau: Memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). B. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. hanya saja dalam alQuran dan al-Sunnah terdapat prinsip-prinsip dasar dalam bermasyarakat. Menurut Roger H. Kata staat. yaitu: a) Paradigma tentang teori khilafah yang dipraktikan sesudah Rasulullah Saw. yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.1 Pengertian negara. sifat dan unsur-unsur negara A.” .BAB VI DEMOKRASI INDONESIA 6. sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk sosial. Pengertian Negara Secara literal istilah negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing.

perairan (wilayah laut/perairan) dan udara (wilayah udara). pemerintah seringkali menjadi personifikasi sebuah negara.C. . wilayah dan pemerintah. wilayah dalam sebuah negara biasanya mencangkup daratan (wilayah darat). Secara mendasar. Sejalan dengan itu. karena secara konkret rakyatlah yang memiliki kepentingan agar negara itu dapat berjalan baik. Papacy) adalah sebuah negara. Oleh karenanya. 3) Pemerintah Pemerintah adalah alat kelengkapan negara yang bertugas memimpin organisasi negara untuk mencapai tujuan negara. Unsur-Unsur Negara Dalam rumusan Konveni Montevideo tahun1933 disebbutkan negara harus memiiki tiga unsur penting yaitu rakyat. Daratan (wilayah darat) Wilayah darat suatu negara dibatasi oleh wilayah darat dan atau laut (perairan) negara lain. rakyat dan wilayah tertentu. b. karena tidak mungkin ada negara tanpa ada batas-batas teritoral yang jelas. 2) Wilayah Wilayah dalam sebuah negara merupakan unsur yang harus ada. Kursi Suci (Holy See. Unsur rakyat ini sangat penting dalam sebuah negara. Ketiga unsur ini oleh Mahfud MD disebut sebagai unsur konstitutif. c. 1) Rakyat Setiap negara tidak mungkin bisa ada tanpa adanya warga atau rakyatnya. Sebagai contoh. pada tahun 1860. a. Mac Iver merumuskan bahwa suatu negara harus memenuhi 3 unsur pokok yaitu pemerintahan. Perairan (wilayah laut/perairan) Perairan atau laut yang menjadi bagian atau termasuk wilayah suatu negara disebut perairan atau laut teritorial dari negara bersangkutan. Udara (wilayah udara) Udara yang berada di atas wilayah darat dan wilayah laut teritorial suatu negar merupakan bagian dari wilayah udara sebuah negara. Pembatasan wilayah suatu negara biasanya ditentukan berdasarkan perjanjian. karena menguasai sebagian wilayah Italia dari pantai barat sampai ke bagian timur jazirah Italia.

menurut kehendak hatinya sendiri. tetapi tumbuh secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia. Individu yang merupakan kompenen-kompenen negara dianggap sebagai sel-sel dari makhluk hidup itu. keadaan alamiah ditafsirkan sebagai suatu keadaan dimana manusia hidup bebas dan sederajat. Teori Kekuatan Negara yang pertama adalah hasil dominasi dari kelompok yan kuat terhadap kelompok yang lemah. Teori Historis Lembaga-lembaga sosial tidak dibuat. raja (kaisar) sebagai kepala dan para individu sebagai daging makhluk hidup itu. Negara terbentuk dengan penakhlukan dan pendudukan. Teori Organis Negara dianggap atau disamakan dengan makhluk hidup. 3) Jean Jacques Rousseau (1712-1778) : Rousseau merupakan tokoh yang pertama kali menggunakan istilah kontrak sosial (social contract). Raja dan pemimpin-pemimpin negara hanya bertanggung jawab pada tuhan dan tidak pada siapapun. 1) Thomas Hobbes (1588-1679) : Hobbes mengemukakan bahwa kehidupan manusia terpisah dalam 2 zaman. yakni keadaan selama belum ada negara. Teori Ketuhanan Negara dibentuk oleh tuhan dan pemimpin-pemimpin negara ditunjuk oleh tuhan. . Kehidupan korporal dari negara dapat disamakan sebagai tulang belulang manusia. 4. 2) John Locke (1632-1704) : Bagi Locke. Teori Terbentuknya Negara 1. 3. Dengan penaklukan dan pendudukan dari sekelompok etnis yang lebih kuat atas kelompok etnis yang lebih lemah. undang-undang sebagai urat syaraf. 2. manusia atau binatang.D. Teori Kontrak Sosial (Social Contrac) Teori kontrak sosial atau teori perjanjian masyarakat beranggapan bahwa negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjajnjian masyarakat. Teori ini adalah salah satu teori yang terpenting mengenai asal-usul negara. 5.

dan untuk rakyat atau government of the people. and for the people. Demokrasi yang dipraktekkan pada waktu itu adalah demokrasi langsung atau direct democracy.6. Pengertian Secara Etimologis Dari sudut bahasa.2 Pengertian dan konsep demokrasi Kata demokrasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang. 3) Henry B. pengertian demokrasi dikemukakan oleh beberapa ahli politik. Mayo Demokrasi adalah sistem politik yang menunjukkan bahwa kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan umum. Konsep negara demokratis ini muncul dan dipraktekkan pada abad ke-4 sampai ke-6 SM. Namun. by the people. sebagai berikut : 1) Abraham Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan dari. demokrasi berasal dari bahasa Yunani demos berarti rakyat dan cratos atau cratein berarti pemerintahan atau kekuasaan. seiring dengan berjalannya waktu pada saat ini orang lebih mengenal pelaksanaan demokrasi secara tidak langsung atau demokrasi perwakilan. oleh. 4) International Commision for Jurrist Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan. Pengertian Secara Terminologis Dari sudut iistilah. . Hal ini dapat dilakukan karena pada saat itu Yunani masih berbentuk negara kota atau polis yang penduduknya terbatas. 2) Harris Soche Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat. b. dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggararakan oleh warga negara melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. karena itu kekuasaan pemerintahan itu melekat pada diri rakyat. yaitu : a. Demokrasi langsung artinya hak rakyat untuk membuat keputusankeputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh rakyat atau warga negara.

B. Bebarapa perumusan tentang demokrasi Pancasila sebagai berikut: . ternyata kurang cocok untuk Indonesia. Demokrasi pada Periode 1945-1959 Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer. berkembangnya pengaruh komunis dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik.3 Demokrasi dalam sistem NKRI A.Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang mengganti Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilihan umum ditonjolkan peranannya sebagai pembantu pemerintah sedangkan fungsi kontrol ditiadakan. Undang-Undang Dasar 1950 menetapkan berrlakunya sistem parlementer dimana bbadan eksekutif terdiri dari Preiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) beserta menteri-menterinya yang mempunyai tanggung jawab politik. Demokrasi pada Peiode 1959-1965 Ciri-ciri periode ini adalah dominasi dari presiden. Disamping itu trenyata ada beberapa kekuatan sosial dan politik yang tidak memperoleh saluran dan tempat yang realistis dalam konstelasi politik. Dalam pandangan Ahmad Syafi’i Ma’arif demokrasi terpimpin sebenarnya ingin menempatkan Soekarno sebagai ayah dalam famili besar yang bernama Indonesia dengan kekuasaan terpusat berada ditangannya. Sistem parlementer yang mulai berlaku sebulan sesudah kemerdekaan diproklamirkan dan kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan 1950. Undang-Undang Dasar 1945 serta ketetapan-ketetapan MPRS.6. padahal merupakan kekuatan yang paling penting. terbatasnya peranan partai politik. Dekrit president 5 juli dapat dipandang sebagai suatu usaha mencari jalan keluar dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat. C. Selain itu terjadi penyelewengan dibidang perundang-undangan dimana berbagai tindakan pemerintah dilaksanakan melalui penetapan presiden Yng memakai Dekrit 5 Juli sebagai sumber hukum. Demokrasi pada Periode 1965-1998 Landasan formil dari periode ini adalah Pacasila.

Demokrasi pada Periode 1998 sampai sekarang Runtuhnya rezim otoriter Orde Baru telah membawa harapan baru bagi tumbuhnya demokrasi Indonesia. Sukses atau gagalnya transisi demokrasi sangat bergantung pada empat faktor kunci. c) Demokrasi dalam bidang hukum pada hakekatnya bahwa pengakuan dan perlindungan HAM. peradilan yang bebas dan tidak memihak. demokrasi dalam sistem NKRI dimulai dengan adanya: . Ketiga. 6) Monolitisasi ideologi negara. 5) Masa mengambang. dan (4) peran civil society. Menurut Sorensen transisi bentuk pemerintahan (rezim) non demokratis menjadi demokratis. yakni (1) komposisi elite politik. Pertama. (2) desain institusi politik. serta 7) Inkoorporasi lembaga non pemerintah D. 3) Pengebirian peran dan fungsi pertai politik. Selain itu. Dalam kaitan dengan transisi menuju demokrasi. tahap konsolidasi (democratic phase). tahap penentuan (decision phase) dimana unsur-unsur penegak demokrasi dibangun dan dikembangkan. Menurut Rusli Karim rezim orde baru.a) Demokrasi dalam bidang politik pada hakekatnya adalah menegakkan kembali asas-asas hukum dan kepastian hukum. 4) Campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan partai politik dan publik. tahap persiapan ( preparatory phase) yang ditandai dengan pergulatan dan pergolakan politik yang berakhir dengan jatuhnya rezim non demokratis. ditandai oleh : 1) Dominannya peranan ABRI. (3) kultur politik atau perubahan sikap terhadap politik dikalangan ellite dan non ellite. Dimana demokrasi baru dikembangkan lebih lanjut sehingga praktik demokrasi menjadi bagian yang mapan dari budaya politik. b) Demokrasi dalam bidang ekonomi pada hakekatnya adalah kehidupan yang layak bagi semua warga negara. 2) Birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik. Kedua. Indonesia saat ini tengah berada dalam fase kedua dan ketiga. seperti yang tengah terjadi diIndonesia dalam tiga tahun terakhir merupakan proses yang sangat lama dan komplek karena melilbatkan beberapa tahap.

Hatta dalam Padmo Wahyono (1990) desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi. (2) Demokrasi di bidang ekonomi. dan hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut. gotong royong. misalnya dengan pemilihan Kepala Desa dan adanya rembug desa. Adapun nilai-nilai demokrasi yang terjabar dalam nilai-nilai luhur Pancasila. Demokrasi Pancasila Demokrasi yang berkembang di Indonesia dan bersumber dari ideologisnya adalah Demokrasi Pancasila. Demokrasi Desa Menurut Moh. . dan menguntungkan bangsa. (4) Pemerintahan yang konstitusional. (2) Republik. (6) Prinsip musyawarah. yaitu rapat. Masih menurut Moh. (3) Negara berdasar atas hukum. yakni : (1) Demokrasi di bidang politik. 2. sesuai. Hatta. Hal inilah yang dinamakan sebagai demokrasi desa. demokrasi di Indonesia dibedakan menjadi tiga bagian. mufakat. dan (7) Prinsip ketuhanan. (5) Sistem perwakilan.1. (3) Demokrasi di bidang sosial. hak mengadakan proses bersama. Demokrasi desa memiliki lima unsur. Pancasila adalah ideologi nasional yakni seperangkat nilai yang dianggap baik. sebagai berikut : (1) Kedaulatan rakyat.

hak kemerdekaan. Istilah natural right berasal dari konsep John Locke (1932-1704) mengenai hak-hak alamiah manusia. sebagai berikut : (1) Landasan yang langsung dan pertama Adalah kodrat manusia. yang pertama adalah kata “hak”.BAB VII HAK ASASI MANUSIA 7. hak milik. Pengakuan terhadap HAM memiliki dua landasan. maka masalah ini akan menjadi “senjata yang ampuh bagi negara lain (dunia internasional) untuk menjatuhkan wibawa dari negara yang mengalami permasalahan HAM tersebut. mulai dari dimasukkannya masalah HAM ini ke dalam UUD 1945 yang di amandemen. Hak tersebut meliputi hak untuk hidup. (2) Landasan yang lebih dalam dan kedua Adalah Tuhan menciptakan manusia. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada yang berpendapat sebenarnya HAM bermula dari yang dikenal dengan istilah right of man untuk menggantikan natural right. Salah satu contohnya adalah masih belum jelasnya penyebab kematian aktivis HAM Munir. Pasha (2002) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan HAM ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir dan melekat pada esensinya sebagai anugerah Allah SWT. Sebelum kita memahami apa arti Hak-hak Asasi Manusia (HAM). . kedua kata “asasi”. bahkan jika di suatu negara terjadi pelanggaran HAM. baiklah kita pahami dulu arti HAM ditinjau dari asal katanya. Akhir-akhir ini masalah HAM (HAM) menjadi masalah yang sering dibicarakan.1 Pengertian HAM Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat dan dimiliki setiap manusia sebagai anugerah TYME. Hak-hak asasi manusia terdiri atas tiga kata. terlebih lagi banyaknya peristiwa yang terjadi (baik di Indonesia maupun di luar negeri) yang melanggar HAM. dan sebagainya. dan ketiga adalah “manusia’. Sementara Ghazali (2004) menyatakan bahwa HAM merupakan hak-hak dasar yang dibawa sejak lahir dan melekat dengan potensinya sebagai makhluk dan wakil Tuhan. yakni sama derajat dan martabatnya. yakni semua manusia merupakan makhluk dari pencipta yang sama yaitu TYME.

oleh karenanya siapa saja yang melanggarnya harus mendapat sanksi yang tegas. Hak untuk mendapatkan pekerjaan. HAM adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dari Tuhan. Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain. kewenangan. Baiklah. seperti hak hidup. sedangkan di dalam UUD 1945. . Hari HAM dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. Winataputra (2003:6. dan hak mendapat perlindungan. dan pasal 31 ayat 1 (UUD 1945 sebelum amandemen). Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. pasal 30 ayat 1. kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. seperti pada pasal 27 ayat 1.Kata hak diartikan bermacam-macam.3)) menyebutkan bahwa hak diartikan sebagai sesuatu yang benar. masalah HAM diatur secara khusus mulai pasal 28a-28j. Selanjutnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk lain ciptaanNya. maka HAM dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan. HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah. pada 10 Desember 1948. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM. Sedangkan “asasi” berarti bersifat dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia. sehingga Anda dapat memastikan apakah sejumlah daftar yang saudara buat tadi adalah memang termasuk HAM ataukah bukan ? HAM dapat diartikan sesuatu yang benar. Hak untuk memperoleh pendidikan. hak berbicara. sebuah pernyataan global tentang HAM. Dengan kata lain. jika anda telah mendiskusikannya. cobalah Anda pahami pengertian HAM di bawah ini. pasal 29 ayat 2. Contoh HAM : Hak untuk hidup. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia. pasal 28. Mengingat sifatnya mendasar manusia.

baik dan mulia pada umumnya ditanggapi dari dua pendekata dan orientasi (pandangan). dijunjung tinggi. atau hukum. bagaimanakah kaitannya dengan persoalan hak asasi manusia? Hak asasi manusia itu given atau prestasi. Hak-hak asasi manusia terkait dengan martabat manusia. Menurut definisi tersebut. melainkan semata-mata bersumber dari Tuhan. atau kedua-duanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (UU No. 39 Tahun 1999. dan dilindungi oleh negara. yang menempatkan martabat manusia sebagai hadiah atau pemberian atau takdir Tuhan. Kedua. menyatakan bahwa martabat manusia tidak given tetapi harus dicapai setelah manusia berjuang dan berusaha meperoleh martabat mulai dengan jerih payah dan kegigihan. Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihoramati. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. 39 Tahun 1999. Dengan demikian. Prinsipnya. negara. tetapi sepanjang hidupnya martabat itu akan dipertaruhkan menurut amal perbuatannya. pendekatan dan orientasi prestasi. hak asasi manusia tidak dapat .Pengertian HAM beraneka ragam antara lain dapat ditemukan dan penglihatan dimensi visi. martabat manusia tidak dapat dipertahankan apabila manusia berkinerja (mencapai prestasi) yang rendah atau buruk. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang ada di bawah ini. perlu dipahami bahwa hak asasi manusia tidaklah bersumber dari penguasa. Deklarasi HAM Universal/ PBB (Universal Declaration of Human Right/UDHR) dan menurut UU No. perhatikan definisi hak asasi manusia menurut Undang-Undang No. perkembangan. hukum. pasal 1 angka 1). Pertama. Dengan begitu. bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik makhluk. Tentang manusia bermartabat. Manusia dengan akan dan pikirannya telah menjadi makhuk yang paling sempurna diantara makhluk-mkhluk lainnya. Dalam pandangan prestasi. pendekatan dan orientasi status. pemerintah. Memang ada pengakuan bahwa ketika lahir manusia memiliki derajat yang mulia. manusia mau tidak mau (given) menyandang martabat yang tinggi. Pandekatan dan pandangan prestasi (achievement oriented).

kewenangan. baiklah kita pahami dulu arti HAM ditinjau dari asal katanya. kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. Visi yuridis-konstitusional mengaitkan pemahaman HAM itu dengan. Sedangkan “asasi” berarti bersifat dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia. Visi filsafati sebagian besar berasal dari teologi agama-agama. Dengan kata lain.dikurangi (non derogable right). hak. hak berbicara. wewenang dan tanggung jawab negara sebagai suatu nation-state. Yang jati diri manusia pada tempat yang tinggi sebagai makhluk Tuhan. Winataputra (2003:6. kedua kata “asasi”. perkembangan. HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah. dan hak mendapat perlindungan. Mengingat sifatnya mendasar manusia. Selanjutnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk lain ciptaanNya. maka HAM dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan. yang pertama adalah kata “hak”.3)) menyebutkan bahwa hak diartikan sebagai sesuatu yang benar. Tindakan yang diperlukan dari negara dan hukum adalah suatu pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia tersebut. seperti hak hidup. Hak-hak asasi manusia terdiri atas tiga kata. dan ketiga adalah “manusia’. Konsep HAM dilihat dari dimensi visi mencakup visi filsafati. tugas. ebelum kita memahami apa arti Hak-hak Asasi Manusia (HAM). Pengertian HAM beraneka ragam antara lain dapat ditemukan dan penglihatan dimensi visi. visi yuridis-konstitusional dan visi politik (Saafroedin Bahar. oleh karenanya siapa saja yang melanggarnya harus mendapat sanksi yang tegas. Kata hak diartikan bermacam-macam. 1944:82). Deklarasi HAM Universal/ PBB (Universal Declaration of Human Right/UDHR) dan menurut UU No. 39 Tahun 1999. Sedangkan visi politik memahami HAM dalam kenyataan hidup sehari-hari yang umumnya berwujud pelanggaran HAM baik oleh sesama warga masyarakat yang lebih kuat maupun oleh oknumoknum pejabat pemerintah .

Generasi I konsep HAM sarat dengan hak-hak yuridis. bukan penyakit. Generasi II konsep HAM merupakan perluasan secara horizontal generasi I. politik dan budaya. Dan perjuangan HAM akan berhenti sebagai pelampiasan emosi (emotional outlet).Mulya Lubis. konsep HAM mencakup Generasi II merupakan terutama sebagai reaksi bagi negara dunia ketiga yang telah memperoleh kemerdekaan dalam rangka mengisi kemerdekaannva setelah Perang Dunia II Generasi III konsep HAM. generasi II I dan pendekatan struktural (T. generasi II. sehingga juga bidang social. Dengan derniikian. hak akan equality before thelaw (persamaan di hadapan hukum). seperti tidak disiksa dan di-tahan. masalah . ekonomi.Dilihat dari perkembangan HAM maka konsep. Pendekatan struktural (melihat akibat kebijakan pemerintah yang diterapkan) dalam HAM seharusnya merupakan generasi IV dari konsep HAM. Pengertian HAM menurut UDHR dapat ditemukan dalam Mukaddimah yang pada prinsipnya dinyatakan bahwa HAM merupakan pengakuan akan martabat yang terpadu dalam diri setiap orang akan hak-hak yang sama dan takteralihkan dari semua anggota keluarga manusia ialah dasar dari kebebasan. merupakan ramuan dari hak hukum. HAM diniia i sebagai totalitas yang tidak boleh dipisah-pisahkan. Misalnya. 1987: 3-6). 1972:127). keadilan dan perdamaian dunia (Maurice Cranston. suatu pola hubungan yang "repressive". politik dan budaya menjadi apa yang disebut hak akan pembangunan (the right to development). hak akan fair trial (peradilan yang jujur). ekonomi. berkembangnya sistem sosial yang memihak ke atas dan mernelaratkan mereka yang dibawah. HAM mencakup generasi I. praduga tak bersalah dan sebagainya. sosial. maka yang kita lakukan hanya memperbaiki gejala. Karena dalam real itas masalah-masalah pelanggaran HAM cenderung merupakan akibat kebijakan yang tidak berpihak pada HAM. Sebab jika konsep ini tidak dikembang-kan. HAM sekaligus menjadi satu antar d isip lin yang harus didekati secara interdisipliner. Generasi 1 ini merupakan reaksi terhadap kehidupan kenegaraan yang totaliter dan fasistis yang mewarnai tahun-tahun sebelum Perang Dunia II.

kewajiban dan vvajib dijunjung tinggi oleh negara. maka HAM merupakan sesuatu yang bersifat universal. masyarakat) dengan alasan apapun (pembangunan. tampak mengandung visi filsafati dan visi yuridis konstitusional.lain. yaitu isinya sarat dengan hak-hak yuridik dan politik. sengketa bersenjata.39 Tahun 1999 juga mendefinisikan kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya HAM. Untuk itu. hidup bahagia dan lain .org/wiki/Ideologi). Kemudian pengertian HAM menurut visi politik dapat diidentikan dengan pendekatan struktural. dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Karena melalui definisi yang tepat. Ibnu Sina pernah berkomentar: “tanpa definisi kita tidak akan pernah sampai pada “ (http://id. kewajiban dan tidak boleh dihilangkan atau dihapus oleh siapapun Negara pemerintah dan atau orang lain. mengartikan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Pengertian HAM menurut UDHR sering dinilai masih pada tahap' Generasi 1 Konsep HAM. perang. kita akan sampai pada konsep suatu hal. karena keduanya lebih menonjolkan pengertian HAM dalam kehidupan sehari-hari yang cenderung banyak pelanggaran. Karena kebutuhan dasar manusia dimanapun pada hakekatnya sama seperti hak atas hidup.39 Tahun 1999 tentang HAM.UU No.wikipedia. Memperhatikan berbagai pengertian /konsep/definisi hak asasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa HAM merupakan hak yang melekat (inheren) pada setiap orang yang merupakan karunia Tuhan YME. istilah tersebut ditambahi dengan kata (hak) asasi yang merupakan terjemahan dari . Definisi memang penting untuk ditempatkan pada awal perbincangan suatu hal. Sedang kan jika memperhatikan pengertian HAM menurut UU No. istilah hak (asasi) manusia merupakan terjemahan dari human rights yang berarti hak manusia (tanpa asasi). 39 Tahun 1999. dan atau keadaan darurat). Secara harfiah. pemerintah dan atau orang lain. bukan pemberian negara pemerintah dan atau orang lain. hukum. tidak ingin dieksploitasi. Pemerintah. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Di Indonesia. UU No. bebas dari rasa takut. bebas mengeluarkan pikirannya.

ras. Menurut Notonagoro (dalam Chaidir Basrie.” Minto Rahayu (2007:146) mendefinisikan human right sebagai “perlindungan terhadap seseorang dari penindasan oleh siapupun.T. Soegito. sebuah pernyataan global tentang HAM. hak asasi manusia itu bersifat umum (universal). adanya tidak tergantung kepada adanya suatu Negara atau undang-undang dasar maupun kekuasaan pemerintah. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. beberapa hak yang dimiliki manusia tanpa berbedaan atas bangsa. . bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi. melainkan karena berasal dari sumber yang lebih tinggi.basic rights. dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. pada 10 Desember 1948. Kedua. Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan di bawanya bersamaan dengan kelahirannya. Menurut Tilaar (dalam A. Artinya. Agar kita dapat memperoleh suatu konsep yang tepat mengenai hak asasi manusia itu. Artinya. Negara. 2005:1). atau bukan Negara”. hak asasi manusia adalah “hak-hak yang melekat pada diri manusia. Pertama. Hal ini rupanya dimaksudkan untuk menegaskan dan membedakan antara hak manusia yang asasi dan hak manusia yang tidak asasi. agama. atau jenis kelamin. di bawah ini disajikan beberapa definisi tentang hak asasi manusia. Hari HAM dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. hak asasi manusia itu bersifat supralegal. atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM. 2004:3) “Hak ialah kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu atau yang semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu.” Dari beberapa definisi tersebut di atas dapatlah diambil suatu pengertian sebagai berikut. karena hak asasi manusia itu dimiliki manusia bukan karena kemurahan atau pemberian Negara. dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia.

menyatakan bahwa perikehidupan bermasyarakat akan dihantui oleh munculnya gejala pembusukan. dan lamakelamaan berkembang menjadi saling curiga diantara sesama warga dan kelompok. dan gejala-gejala buruk lainnya sudah menjadi hal yang dianggap biasa. betapa pentingnya setiap warga negara untuk ikut terlibat dalam perikehidupan bersama yang lebih intensif. Pada titik tertentu bahkan telah dipersepsi sebagai budaya dan kebiasaan yang melekat pada masyarakat. . yang bersumber dari kesepakatan-kesepakatan (konvensi) internasional. kolusi. perilaku korupsi. Selanjutnya baca dengan cermat deskripsi tentang teori Erich From tentang “Syndrome of Decay” atau simdom pembusukan. dan bernegara akhirakhir ini menunjukkan. maka bangsa Indonesia tidak dapat hanya berpegang kepada nilai-nilai luhur bangsa sendiri. asusila. berbangsa. budaya. Berkaitan dengan permasalahan hak asasi manusia. Masalah hak asasi manusia tersebut menyangkut seluruh aspek kehidupan bangsa. Pertama.Realitas kehidupan bermasyarakat. serta pertahanan dan keamanan. tetapi juga berasal dari dunia internasional di luar negeri. Sekurangkurangnya ada dua sindrom pembusukan yang dapat diidentifikasi. Akibatnya tidak ada lagi sikap percaya kepada pemimpin. baik ditingkat elit maupun rakyat bawah yang sering disebut sebagai masyarakat akar rumput (grassroots). baik di bidang ekonomi. dan nepotisme telah dilakukan secara terbuka oleh aparatur pemerintah dari pusat sampai tingkat paling bawah. politik. maka tidak ada pilihan lain bahwa warga negara bersama pemerintah harus peka dan berkomitmen tinggi terhadap masalahmasalah yang terkait dengan hak asasi manusia. Tantangan dan persaingan yang terjadi tidak lagi bersumber dari dalam negeri. yang disadari atau tidak sedang melanda perikehidupan bangsa kita belakangan ini. Sebagaimana kita ketahui saat ini kita telah berada dalam perikehidupan global yang penuh dengan tantangan dan persaingan. Perilaku amoral. sosial. tetapi juga harus merujuk nilai-nilai universal. masyarakat mengalami kondisi mental-spiritual yang sangat rapuh. dimana bangsa Indonesia ikut terlibat di dalamnya. Pada era globalisasi dan pasar bebas dunia. Erich From dalam teori Syndrome of Decay. Misalnya.

menghancurkan. tiap manusia ingin mempertahankan kebebasannya dan kebebasan orang lain. dan tiba-tiba berubah menjadi sikap beringas. kecuali melalui pembalikan dari itu semua. pengetahuan itu hanya dapat dibentuk melalui pengalaman sebagai sumbernya. masyarakat begitu mudah tersulut perilaku merusak. Gejala-gejala tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Dalam keadaan alamiah. Alternatif penyembuhan dari sindrom pembusukan tersebut tidak ada lain. Pemikiran HAM di Inggris lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran empirisme. toleran. dan cinta akan kemerdekaan. Magna Charta di Inggris (15 Juni 1215). hilangnya perasaan akan nilai-nilai kemanusiaan. Thomas Hobbes (1588-1679) mengajarkan bahwa semua manusia itu memiliki sifat yang sama. Gejala-gejala seperti yang dideskripsikan di atas merupakan fakta kehidupan yang sarat dengan isu-isu hak asasi manusia. Fromm mendefinisikan sindrom pertumbuhan sebagai cinta kehidupan. Misalnya. dan suka menolong. cinta antarsesama. Di Inggris a. antaretnis. Adapun tonggak-tonggak sejarah hak asasi manusia dimaksud adalah: 1. ganas. Oleh karena itu pemikiran HAM di Inggris dipengaruhi oleh: (a) adat dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Pengalaman kehidupan menunjukkan hal itu dengan berbagai tonggak sejarah perjuangan dan pengakuan hak asasi manusia. Ajaran empirisme mengikuti jejak Francis Bacon pada abad 17 yang memulai menggunakan pendekatan induktif melalui pengamatan dan eksperimentasi di dalam memperoleh pengetahuan. Akibatnya. dan barbarian (suka bertikai). yakni sindrom pertumbuhan (syndrome of growth). bahkan mengalirkan darah sesamanya. rukun. Menurut empirisme.Kedua. (b) menghormati kekuasaan kerajaan (raja). karena persoalan sepele. Manusia dipandang sebagai homo homini lupus yaitu naluri manusia itu bagaikan . melainkan dapat terjadi di mana saja di seluruh masyarakat manusia di dunia ini. dan antaragama. seperti memudarnya sikap ramah. semisal perkelaian antarpemuda biasa didramatisir sebagai pertikaian atarras.

Menurut Hobbes. Perjanjian itu bukan dibuat antara penguasa dan warga negara tetapi dibuat sendiri oleh warga negara tersebut. (c) sesuai dengan pendapat umum tentang kebajikan. Konflik dan pertikaian akan muncul manakala manusia mengikuti nalurinya itu. Ajarannya tidak jauh berbeda dengan Thomas Hobbes. Orang banyak yang dipersatukan dalam perjanjian sosial itu disebut commonwealth. Hak negara hanya menghancurkan teori-teori atau ajaran yang membahayakan keberadaan negara. Di dalam commonwealth yang diutamakan adalah perdamaian dan keamanan seluruh warga negara. kekuasaan pemerintahan itu ada pada raja dan gereja. manusia harus mengikuti akal sehat yaitu melepaskan hak untuk bebas berbuat sekehendak sendiri dengan bersatu melalui perjanjian sosial (du contract social). Bagi Locke. Supaya negara tidak sewenang-wenang. Hak asasi manusia dipahami dalam hubungan antara warga negara dan pemerintah yang diatur dalam hukum perjanjian dan hukum Tuhan (agama). Warga negara tinggal menaati kekuasaan raja dan berbakti pada Tuhan. negara tidak boleh mencampuri agama. (b) eksekutif yaitu kekuasaan untuk melaksanakan pemerintahan negara. supaya tidak terjadi pertengkaran dan peperangan. Ketiga kekuasaan tersebut tidak boleh mencampuri satu dengan . Negara tidak boleh meniadakan agama. Setelah pemerintahan terbentuk maka hak-hak warga negara menjadi hilang dan warga negara tidak dapat memberontak. (b) menaati undang-undang supaya dikatakan tidak salah. Kewajiban pemerintah adalah mengusahakan perdamaian dan perlindungan warga negara sehingga merasa aman. Mereka bersepakat untuk membuat perjanjian membentuk penguasa atau pemerintah. Warga negara bebas menganut kebebasan beragama. Suatu perbuatan dikatakan etis apabila: (a) menaati perintah Tuhan. dan saling menerkam sesamanya. maka kekuasaannya dipisahkan menjadi: (a) legislatif yaitu kekuasaan membuat undang-undang. pengalaman menjadi sumber pengetahuan.serigala untuk selalu ingin mempertahankan dirinya sendiri. bersaing. (c) federatif yaitu kekuasaan untuk menentukan perang dan damai. Menurut pengalaman. Menurutnya. Tokoh lain dari empirisme Inggris adalah John Locke (1632-1704).

Undang-undang ini menyatakan bahwa: “Sebuah . HAM dan hukum yang membatasi kekuasaan Raja agar tidak melakukan kesewenang-wenangan. Di dalam perjanjian itu orang menyerahkan hak-haknya kepada masyarakat. Undang-undang mengatur bahwa masyarakat mempunyai kehendak umum melalui suara terbanyak. Tidak seorang pun warga negara Inggris yang merdeka dapat ditahan. Mereka tunduk pada pemerintahan yang adil. 2002) kekuasaan Raja (John Lackland) harus dibatasi. Rousseau yang memandang manusia itu sebagai makhluk alamiah. Hak asasi manusia diatur sesuai dengan ketiga jenis kekuasaan tersebut. diasingkan. Kekuasaan untuk menetapkan undang-undang di dalam negara dibentuk melalui perjanjian antara penguasa dan rakyat. diperkosa. dirampas harta kekayaannya. hak hidup. Hidup seseorang tergantung pada perlindungan undang-undang sebagai kehendak umum. tidak seorang pun dapat ditangkap tanpa tuduhan dan bukti-bukti yang sah. Perjanjian masyarakat sebagai kehendak umum itu melindungi agar hak-hak individu tidak dilanggar individu lainnya. Hukum alam berlaku dalam kehidupan masyarakat. Pemikiran Locke kemudian dilanjutkan oleh J. dan hak milik. atau dengan cara apapun diperkosa hak-haknya kecuali dengan pertimbangan hukum. Selain itu.J. Hak asasi manusia lebih penting daripada kekuasaan Raja. Pemikiran beberapa tokoh tersebut di atas. Ketentuan suara terbanyak itu diatur di dalam perjanjian masyarakat (contract social).lainnya. Pada tahun 1629 masyarakat mengajukan Petition of Right (petisi hak asasi manusia) yang berisi tentang pajak yang dipungut kerajaan harus mendapat persetujuan parlemen Inggris. memberikan inspirasi untuk memperjuangkan HAM di Inggris. Dalam keadaan alamiah itu manusia memiliki kebebasan. Menurut Magna Charta (Al Hakim. disiksa. Habeas Corpus Act adalah suatu dokumen yang memuat pernyataan tentang perlindungan terhadap kebebasan yang dimiliki oleh setiap warga negara. b) Habeas Corpus Act ( 1679) Pada tahun 1679 dibuatlah suatu ketentuan di dalam Habeas Corpus Act yang menyatakan bahwa penangkapan terhadap seseorang hanya dapat dilakukan apabila disertai dengan surat-surat yang lengkap dan sah.

Kaum imigran tersebut semula berpikir secara sempit untuk kepentingannya sendiri. Pada tahun 1776 bangsa Amerika menyatakan kemerdekaan dari pemerintahan kerajaan Inggris melalui Declaration of Independence. maka di lanjutkan dengan aturan baru yang dibuat pada tahun 1689 yaitu Bill of Right yang menyatakan bahwa pemungutan pajak harus mendapat persetujuan parlemen dan parlemen dapat mengubah keputusan Raja. Rakyat Amerika yang bersifat heterogen harus dapat hidup berdampingan secara damai. serta kebebasan berbicara atau mengeluarkan pendapat. dan Australia. Keanekaragaman bangsa Amerika tersebut sebagai potensi negara harus diterima dan diberdayakan demi kejayaan Amerika.” Undang-undang yang dibuat di Inggris ini bertujuan untuk mencegah pemenjaraan yang sewenang-wenang. Berbagai ketentuan HAM dan hukum tersebut bertujuan untuk membatasi kekuasaan Raja agar tidak sewenang-wenang dan melindungi warga negara sebagai manusia. masyarakat kolonial Inggris dari berbagai belahan bumi dibawa ke Amerika untuk bekerja dan mengabdi kepada pemerintah kerajaan Inggris Raya. Di dalam deklarasi kemerdekaan tersebut . masyarakat diperlakukan secara tidak adil.undang-undang harus melindungi kebebasan warga negara. Mereka mempunyai kebiasaan dan pengalaman sendiri yang dibawa dari negaranya. Bill of Right adalah suatu piagam yang berisi pernyataan bahwa Raja William di Inggris harus mengakui hak-hak parlemen. Setiap orang yang ditahan dalam waktu tiga hari. Asia. 2. c). Declaration of Independence (1776) Bangsa Amerika berasal dari kaum imigran berbagai negara Eropa. Amerika a. Bill of Right (1689) Setelah Habeas Corpus Act ( 1679) dinyatakan. Ketika Amerika masih di bawah pemerintahan kolonial Inggris. Sebelum merdeka. Untuk itu disusun suatu UUD yang menerima aspirasi seluruh rakyat. Hak-hak asasi masyarakat harus dijamin dan dilindungi tanpa pengecualian. maka harus segera dihadapkan kepada seorang hakim serta diberitahukan kepadanya atas tuduhan apa ia ditahan. Afrika.

kemerdekaan dan kebebasan untuk menikmati kebahagiaan”. Perjuangan rakyat Prancis berhasil dalam meraih hak-hak asasi yang dirampas oleh penguasa raja dimulai ketika mereka berhasil membatasi kekuasaan melalui revolusi Prancis. Rene Descates sebagai bapak rasionalisme modern menyatakan bahwa semua hal dapat diragukan kecuali aku yang sedang berpikir. equality. Kebebasan adalah ciri khas kesadaran yang berpikir. Dengan metode keraguan metodis. Katanya.Declaration of Independence merupakan Piagam Hak-hak Asasi Manusia karena memuat pernyataan: “bahwa sesungguhnya semua bangsa diciptakan sama sederajat oleh Maha Penciptannya. (c) freedom from fear (bebas dari rasa takut) dan (d) freedom from want (bebas dari kekurangan dan kelaparan/kemiskinan). Presiden Franklin Delano Roosevelt di hadapan konggres Amerika (1941) menyatakan ada empat kemerdekaan (The Four Freedoms) yaitu: (a) freedom of speech and expression (kebebasan berbicara dan berpendapat). Ditandai dengan hancurnya penjara Bastille sebagai simbol penindasan hak asasi manusia. Bahwa semua manusia dianugerahi oleh Penciptanya hak hidup. b) The four Freedoms (1941) Ketika sedang berkecamuk perang dunia ke II. 3. cogito ergo sum artinya aku berpikir maka aku ada. Kebebasan manusia mengambil bagian dari kebebasan Tuhan artinya dalam menjalankan kebebasan. Menurutnya masyarakat itu berkembang melalui tiga tahap: . Rasionalisme tumbuh subur di Prancis dan dikembangkan lebih lanjut oleh Auguste Comte. 1789) Pemikiran yang berkembang di Prancis lebih banyak bercorak rasionalisme. perlakuan yang sama dan adil serta perlindungan hukum. Prancis (Declaration des droits de`lHomme et du Citoyen. rakyat Prancis mengumandangkan liberty. Artinya rasio dijadikan sumber dan ukuran untuk menentukan kebenaran. Keberadaanku ditentukan oleh cara berpikirku. dan legality. Menurutnya hak asasi manusia terletak pada kebebasan untuk berpikir dan berkehendak. manusia tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Semua orang memiliki hak untuk merdeka atau bebas. (b) freedom of Religon ( kebebasan beragama).

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi membuat arus informasi semakin cepat diterima masyarakat sehingga tumbuh kesadaran akan hak-haknya sebagai manusia. Robohnya penjara tersebut sebagai tonggak hancurnya kekuasaan yang represif dan melanggar HAM.  tahap metafisis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kekuatan berpikir rasional. Kemerdekaan yang dimaksudkan dalam deklarasi tersebut adalah semua orang boleh bertindak sesukanya asal tidak merugikan orang lain. Hak asasi diletakkan dalam perkembangan ipteks. dan membaca expounded . Berikut ini sejarah Majelis bertindak atas nama semua negara-negara Anggota untuk mempropagandakan teks Deklarasi dan "menyebabkan ia harus disebarluaskan. equality (persamaan). dan sesungguhnya tujuan dari segala persekutuan politik ialah memelihara hak-hak bawaan kodrat manusia yang tidak dapat dialihkan. sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Hak asasi manusia berkembang dan dipahami sesuai dengan perkembangan rasional positif. dan  tahap positif dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejak itu. Prancis merayakan kemerdekaan sebagai negara modern dengan semboyan liberty (kemerdekaan). Perjuangan bangsa Prancis dalam mewujudkan HAM secara rasional ditandai dengan dirobohkannya penjara Bastille. Revolusi Prancis (1789) dimulai dengan dideklarasikan Declaration des droits de`lHomme et du Citoyen (deklarasi tentang hak asasi manusia dan penduduk). 4) Universal Declaration Of Human Rights / UDHR ( PBB 1948) Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menyatakan mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang penuh teks yang muncul di halaman berikut ini. masyarakat modern memahami hak asasi secara ilmiah. ditampilkan. dan egality (persaudaraan). Deklarasi tersebut berisi tentang pernyataan bahwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan bebas dan mempunyai kedudukan yang sama. tahap teologis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kepercayaan pada kekuatan adi kodrati. Perhatian HAM di Prancis memperoleh inspirasi dari revolusi kemerdekaan Amerika. Pada tahap positif.

dan kebahagiaan pribadinya. Sekarang. dan terbentuknya suatu dunia di mana manusia akan menikmati kebebasan berbicara dan beragama serta kebebasan dari ketakutan dan kekurangan telah dinyatakan sebagai cita-cita tertinggi dari masyarakat umum. harus berusaha keras . Sedangkan yang umum memahami hak-hak dan kebebasankebebasan tersebut sangat penting untuk pelaksanaan realisasi dari janji ini. Negara-Negara Anggota telah berjanji untuk mencapai kemajuan dalam kerjasama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sedangkan ia sangat penting. akan martabat dan nilai seseorang manusia dan hak-hak yang sama laki-laki dan perempuan. keadilan dan perdamaian di dunia.terutama di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. " Alinea pertama Mukadimah Pernyataan Sedunia tentang Hak-hak Asasi Manusia tersebut menyatakan: ”Bahwa sesungguhnya hak-hak kodrati yang diperoleh setiap manusia berkat pemberian Tuhan Seru Sekalian Alam. promosi universal dan ketaatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental. sebagai jalan terakhir. tanpa berdasarkan status politik negara atau wilayah. Piagam PBB ini terdiri atas pembukaan dan 30 pasal. demikian Majelis Umum memperkenalkan Universal Declaration of Human Rights sebagai satu standar umum keberhasilan untuk semua bangsa dan semua negara. hak asasi manusia yang harus dilindungi oleh supremasi hukum. tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya. dan telah bertekad untuk menggalakkan kemajuan sosial dan taraf hidup yang lebih baik dalam kemerdekaan yang lebih luas. dengan mengingat Pernyataan ini selalu diingat. kebebasan.”. untuk pemberontakan menentang kezaliman dan penindasan. di akhir bahwa setiap individu dan setiap organ masyarakat. keselamatan. jika manusia itu tidak akan memaksa untuk meminta bantuan. Menimbang bahwa mengabaikan dan hak asasi manusia telah mengakibatkan perbuatan yang biadab outraged dengan hati nurani umat manusia. Sedangkan ia sangat penting untuk mendorong perkembangan hubungan antara bangsa-bangsa yang ramah. Adapun isi pembukaan tersebut adalah sebagai berikut : PREAMBUL Sedangkan pengakuan terhadap martabat dan melekat pada hakhak yang sama dan tidak dapat dicabut dari semua anggota keluarga manusia adalah dasar kemerdekaan. dan karena itu setiap manusia berhak akan kehidupan yang layak. Sedangkan bangsa dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ada dalam Piagam reaffirmed iman mereka di dasar hak asasi manusia.

agama. bahasa.dengan mengajar dan pendidikan untuk meningkatkan rasa hormat terhadap hak-hak dan kebebasan dan dengan langkah-langkah progresif. hak milik. Pasal 8. perbudakan dan perdagangan budak harus dilarang dalam segala bentuk. Pasal 4. Pasal 2. kebebasan dan keselamatan individu. kelahiran atau status lainnya. Pasal 3. Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini tanpa perkecualian apapun. untuk memastikan mereka universal dan efektif pengakuan dan pemeliharaan. warna kulit. Tidak seorang pun akan diselenggarakan di perbudakan atau diperhambakan. Pasal 1. . asal nasional atau sosial. Pasal 7. baik bersifat independen. Setiap orang berhak atas pengakuan di mana-mana sebagai orang di depan hukum. Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. Semua berhak atas itu. politik atau pendapat lain.Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan. Semua orang dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan rights. nasional dan internasional. ganas atau perlakuan atau hukuman menghinakan. tidak ada perbedaan harus dilakukan atas dasar politik. Semua orang sama di depan hukum dan berhak tanpa diskriminasi sama untuk perlindungan hukum. non-self-pemimpin yang lain atau di bawah batasan kedaulatan. Pasal 5. Setiap orang berhak untuk hidup. Pasal 9. baik oleh bangsa-bangsa dari Negara-Negara Anggota sendiri maupun oleh bangsa-bangsa dari wilayah di bawah kekuasaan hukum mereka. Setiap orang perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang melanggar Deklarasi ini dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam berhak atas bantuan yang efektif dari pengadilan nasional yang kompeten untuk tindakan pelanggaran hak-hak dasar yang diberikan kepadanya oleh konstitusi atau oleh hukum. berhubung dgn hukum atau status internasional negara atau wilayah yang dimiliki oleh seseorang. trust. Pasal 6. jenis kelamin. seperti ras. Selain itu.

berhak untuk nikah dan untuk membentuk . Pasal 11. Pasal 10. (1) Setiap orang berhak atas kebebasan bergerak dan berdiam di dalam batasbatas setiap negara. (2) Tidak seorang pun akan diselenggarakan bersalah atas pelanggaran hukuman pada setiap perbuatan atau kelalaian yang tidak merupakan suatu pelanggaran hukuman. (1) Setiap orang berhak atas kewarganegaraan. dan berhak kembali ke negerinya. rumah atau korespondensi. (1) Pria dan wanita yang sudah dewasa. dalam menetapkan hak dan kewajiban-kewajibannya serta dalam setiap tuntutan pidana yang dijatuhkan kepadanya. (1) Setiap orang yang dituntut dengan hukuman pelanggaran berhak untuk disangka bersalah. Pasal 15. (2) Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang deprived of his negaraannya atau ditolak hak untuk mengubah kewarganegaraan itu.Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang penangkapan. kewarga-negaraan atau agama. sampai dibuktikan kesalahannya menurut hukum dalam suatu pengadilan di mana dia memiliki semua jaminan yang diperlukan untuk pembelaannya. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum terhadap gangguan atau serangan seperti itu. Pasal 13. (2) Setiap orang berhak meninggalkan sesuatu negeri. Pasal 14. (2) Ha ini tidak berlaku untuk kasus penuntutan yang benar-benar timbul karena kejahatan non-politik atau perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. (1) Setiap orang berhak mencari dan menikmati suaka di negara-negara lain dari pengejaran. Pasal 12. penahanan atau pembuangan. di bawah undang-undang nasional atau internasional. Setiap orang berhak penuh untuk kesetaraan yang adil dan terbuka oleh pengadilan yang independen dan imparsial hakim. keluarganya. Juga tidak yang akan dikenakan hukuman berat dari salah satu yang telah berlaku pada saat hukuman pelanggaran tersebut dilakukan. termasuk negerinya sendiri. atau serangan ke atas kehormatannya dan nama baiknya. Pasal 16. dengan tidak dibatasi kebangsaan. ketika perbuatan tersebut dilakukan. Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang gangguan dengan pribadinya.

ini harus dinyatakan dalam pemilihan berkala dan asli yang harus oleh universal dan kesetaraan hak dan harus dilaksanakan oleh rahasia suara atau setara gratis voting prosedur. untuk nyata nya agama atau kepercayaan dalam pengajaran. Pasal 17. (3) Kehendak rakyat harus menjadi dasar kekuasaan pemerintah. (2) Setiap orang berhak atas kesempatan yang sama untuk diangkat dalam jabatan pemerintahan negerinya.keluarga. praktek . hati nurani dan agama. (3) Keluarga adalah kesatuan alamiah dan fundamental dari masyarakat dan berhak mendapat perlindungan dari masyarakat dan Negara. baik sendiri maupun dengan orang lain dan masyarakat umum atau swasta. Pasal 19. baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain. hak ini termasuk kebebasan untuk mengubah agamanya atau kepercayaan. (1) Setiap orang berhak turut serta dalam pemerintahan negerinya. secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih secara bebas. hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan. Pasal 23. Pasal 21. . selama perkawinan dan pada saat perceraian. berhak atas jaminan sosial dan berhak melaksanakan dengan perantaraan usaha-usaha nasional dan kerjasama internasional dan sesuai dengan organisasi serta sumber-sumber kekayaan dari setiap Negara. menerima dan menyampaikan informasi dan ide melalui media apapun dan berapapun frontiers. Pasal 20. (1) Setiap orang berhak memiliki harta. (2) Tidak seorang pun boleh dipaksa untuk memasuki sesuatu perkumpulan. sosial dan budaya sangat diperlukan untuk hak martabat dan pertumbuhan bebas pribadinya. dan kebebasan. Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran. sebagai anggota masyarakat. (2) Pernikahan akan memasuki hanya dengan bebas dan persetujuan penuh oleh kedua mempelai. Pasal 18. dari ekonomi. ibadah dan ketaatan. Pasal 22. Setiap orang. (2) Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang deprived of his property. (1) Setiap orang berhak atas kebebasan berkumpul dan berserikat secara damai. Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. Mereka berhak memperoleh hak yang sama seperti perkawinan. dan untuk mencari.

(3) Setiap orang yang melakukan pekerjaan berhak atas pengupahan yang adil dan baik yang menjamin kehidupannya dan keluarganya. harus mendapat perlindungan sosial yang sama.(1) Setiap orang berhak atas pekerjaan. dan hak untuk keamanan dalam hal pengangguran. (2) Setiap orang. dengan menerima upah. untuk mengecap kenikmatan kesenian dan berbagi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan manfaatnya. cacat. (1) Setiap orang berhak mendapat pendidikan. (2) Pendidikan harus ditujukan ke arah perkembangan penuh manusia dengan kepribadian dan memperkuat hak asasi manusia dan kebebasan fundamental. Setiap orang berhak atas istirahat dan liburan. baik yang dilahirkan di dalam maupun di luar perkawinan. dan berhak atas perlindungan dari pengangguran. Teknis dan profesional pendidikan harus dibuat tersedia secara umum dan pendidikan tinggi harus secara adil dapat diakses oleh semua orang. Pendidikan harus menggalakkan saling pengertian. perumahan dan perawatan kesehatannya serta pelayanan sosial yang diperlukan. sakit. dan jika perlu. termasuk pangan. (2) ibu dan anak-anak berhak mendapat perawatan dan bantuan. . berhak dengan bebas memilih pekerjaan. (4) Setiap orang berhak mendirikan dan memasuki serikat-serikat pekerja untuk melindungi kepentingannya. dengan cara lain dengan perlindungan sosial. Semua anak. setidak-tidaknya untuk tingkat sekolah rendah dan pendidikan dasar. menjadi janda. dan hanya untuk kondisi baik. Pasal 25. pakaian. termasuk jam kerja dan hari libur berkala. suatu kehidupan yang pantas untuk manusia yang bermartabat. serta harus memajukan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memelihara perdamaian. mencapai usia lanjut atau mengalami kekurangan mata pencarian yang lain keadaan yang berada di luar kekuasaannya. Pasal 27. toleransi dan persahabatan di antara semua bangsa. tanpa diskriminasi. (1) Setiap orang berhak atas taraf hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Pasal 26. kelompok ras maupun agama. Pendidikan harus gratis. (1) Setiap orang berhak untuk berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan kebudayaan masyarakat. berhak atas pengupahan yang sama untuk pekerjaan yang sama. (3) Orang tua mempunyai hak utama untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka. Pendidikan rendah harus diwajibkan. berdasarkan kepantasan. Pasal 24.

Pasal 28. ketertiban umum dan kesejahteraan umum dalam suatu masyarakat yang demokratis. pemerintah (aparatur pemerintahan baik sipil maupun militer) dan negara. 7. masyarakat atau negara. (3) Hak-hak dan kebebasan Mei sama sekali tidak dapat dilaksanakan bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hakekat HAM merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui sksi keseimbangan yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban. Pasal 29. dibeli ataupun diwarisi. serta keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Setiap orang berhak atas suatu tatanan sosial dan internasional di mana hakhak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini dapat dilaksanakan sepenuhnya. melindungi dan menjunjung tinggi HAM. dijaga dan dilindungi oleh setiap individu. Tidak satu pun di dalam Pernyataan ini boleh ditafsirkan memberikan sesuatu Negara. dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu: a) HAM tidak perlu diberikan.HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. kesusasteraan atau artistik produksi yang dia adalah penulis. Pasal 30. Berdasarkan beberapa rumusan HAM diatas. (2) Dalam menjalankan hak-hak dan kebebasan-kebebasannya. setiap orang harus tunduk hanya seperti itu karena keterbatasan yang ditentukan oleh undang-undang semata-mata untuk tujuan pengamanan karena pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak dan kebebasan orang lain dan tentu saja memenuhi persyaratan moralitas .(2) Setiap orang berhak mendapat perlindungan atas kepentingan-kepentingan moril dan material yang diperoleh sebagai hasil dari ilmiah. Begitu juga upaya menghormati. (1) Setiap orang mempunyai kewajiban terhadap masyarakat di mana saja yang kosong dan penuh pengembangan pribadinya adalah mungkin. kelompok ataupun seseorang. menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu. . hak untuk terlibat di dalam kegiatan apa pun atau melakukan perbuatan yang bertujuan untuk pemusnahan atas hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di sini.2 Latar Belakang Munculnya HAM HAM sebagai hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat qodratidan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus dihormati.

orang itu sering terjadi percekcokan karena perbedaan pemilikan nana benda dan karena ada orang yang hidup di atas penderitaan orang lain. menimbulkan pemikiran untuk melindungi ketiga hak-hak fundamental di atas (hak hidup. Tentang macam-macam hak asasi manusia ada berbagai pandangan. . Bagi John Locke dan Liberalisme klasik.b) HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandag jenis kelamin.hak politik dan yuridik. 1988 : 194).hak atas martabat dan integritas manusia. Dan c.apa-apa. Dalam UDHR yang memuat 30 pasal. merdeka dan memiliki). ras. 1988:9). hak asasi meliputi hak hidup (the right to life). hak . hak .seorang pemimpin yang bertugas untuk melindungi ketiga hak tersebut sebagai hak individu dan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari dirinya dan diserahkan kepada pemimpin/ in casu negara dan diterima manusia sejak lahir dan bukan merupakan pemberian hukum manusia atau masyarakat (Baut S:Harman. Kondisi seperti itu telah menggeser keadaan alamiah ke keadaan perang (state war). agama. 31 ayat apabila ditelaah lebih lanjut secara garis besar macam .macam hak asasi manusia dapat dikelompokan ke dalam tiga bagian yaitu : a. Untuk itu kemudian berkumpul dan mengadakan perjanjian untuk ber-masyarakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak mereka kepada. 1988:6-7). etnis. Pendapat John Locke ini sahgat dipengaruhi oleh gagasan hukum alam (natural law) ketika dalam keadaan alamiah (state of nature). Dalam perkembangan selanjutnya. hak . pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.hak sosial ekonomi dan budaya (Baut&Harman. yaitu suatu keadaan di mana belum terdapat kekuasaan dan otorita. kemerdekaan {the right to liberty) dan hak milik (the right to property) (Rodee & Anderson. diantara orang . Tidak seorang pun yang mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun negara membuat hukum yang tidak dilindungi melanggar HAM. Thomas Hobbes berpendapat bahwa satu-satunya hak asasi adalah hak hidup. b. semua orang sama sekali bebas dan sama derajatnya. c) HAM tidak bisa dilanggar.

mencakup hak-hak ekonomi sosial dan kebudayaan merupakan hak yang dinikmati oleh manusia dalam huburigannya dengan warga negara yang lainnya. d. c. dan tidak ada hubungannva dengan penyelenggaraan kekuasaan negara salah satu jabatan dan kegiatannya (Subhi. Macam. Seperti : hak memilih. hak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan-jabatan politik. Yang termasuk hak . Perbedaan hak po lit ik dengan hak sipil dapat dikemukakan bahwa hak politik merupakan hak yang didapat oleh seseorang dalam hubungan seorang anggota di dalam lembaga politik. dan hak . h.l983:l9).Perbedaan hak politik dengan hak sipil dapat dikemukakan bahwa hak politik merupakan hak yang didapat oleh seseorang dalam hubungan sebagai seorang anggota di dalam lembaga politik. beragama.hak sipil dan politik antara lain: a. ekonomi dan budaya (Baut&Harman. f. hak mcmegang jabatan-jabatan umum dalam negara atau hak yang menjadikan seseorang ikut serta di dalam mengatur kepentingan negara atau pemerintahan (Abdul Karim Zaidan. g. 1988 : 9). hak dipilih. Dengan kata lain lapangan hak-hak politik sangat luas sekali . Dengan kata lain lapangan hak-hak poiitik sangat luas sekali mencakup asas-asas masyarakat. e.l983:l9).macam HAM dapat dikemukakan sebagai berikut. hak atas keamanan di muka badan-badan peradilan. Sedangkan yang dimaksud hak-hak sipil dalam pengertian yang luas. hak dipilih. hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan. Hukum untuk berserikat martabat dan integritas manusia. tata hukum. seperti: hak memiiih. pembagaian kekuasaan dan batas-batas kewenangan penguasa terhadap warga negaranya (Subhi Mahmassan 1993:54). b. hak atas hidup. hak atas kebebasan berpikir. hak memegang jabatan-jabatan umum dalam negara atau hak yang mcnjadikan seseorang ikut serta di dalam mengatur kepentingan negara atau pemerintahan (Abdul Karim Zaidan. hak atas kebebasan berkumpul secara damai. hak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan-jabatan poiitik. Ekonomi dan Budaya. hak mempunyai keyakinan (conscience). Dalam Perjanjian tentang Hak-hak Sipil dan Politik dan Perjanjian lentang hak hak Sosial. 1993:236). partisipasi rakyat didalamnya. hak atas kebebasan dan keamanan diriina. dasar-dasar negara.hak sosial.

pakaian dan perumahan yang layak. hak untuk berserikat. 4. . Ekonomi dan Budaya. 1922 : I 2 7 ). Dalam Perjanjian tentang hak-hak Sipil dan Politik dan Perjanjian tentang Hak . sosial dan kebudayaan merupakan hak yang dinikmati oleh manusia daiam huburigannya dengan warga negara yang lainnya. dan tidak ada hubungannya dengan penyelenggaraan kekuasaan negara salah satu jabatan dan k e g i a t a n n y a ( Subhi. 5. Hak asasi pribadi (personal rights) meliputi hak kemerdekaan memeluk agama.macam HAM menurut Perjanjian tentang hak-hak Ekonomi. hak atas keamanan di muka badan-badan peradilan. mengemukaan pendapat. dan kebebasan berorganisasi atau berpartai. Sosial dan Budaya mencakup antara lain : 1.hak Sosial. partisipasi rakyat didalamnya. 4. hak atas kebebasan berkumpul secara damai. Sedangkan yang dimaksud hak-hak sipil dalam pengertian sang luas. macam . Yang termasuk hak .macam HAM dapat dikemukakan sebagai berikut. 3. hak untuk membentuk serikat kerja. beribadah menurut agama masing-masing. 6.1993:236). 2. termasuk makanan. hak atas pensiun.hak sipil dan politik antara lain: hak atas hidup. mencakup hak-hak ekonomi. hak atas kebebasan dan keamanan dirinya. hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan. hak atas pekerjaan. hak atas tingkat kehidupan yang layak bagi diriina serta keluarganya. 1. hak atas kebebasan berpikir mempunyai keyakinan (conscience). 3. pembagaian kekuasaan dan batas-batas kewenangan penguasa terhadap warga negaranya (Subhi Mahmassan 1993:54). Sedangkan macam . dasar-dasar negara. hak atas pendidikan (Miriam Budiardjo.mencakup asas-asas masyarakat. 5 . 7. tata hukum. beragama. Pembagian hak asasi manusia sang agak mirip dengan kedua pendapat tersebut di atas adalah yang mengikuti pembedaan sebagai berikut : a. 2.

peradilan dan pembelaan hukum).130) yang mengelompokanya menjadi empat kelompok yaitu hak asasi negatif atau liberal.macam hak asasi manusia dikemukakan Franz Magnis Suseno (1987: 125 . atau dapat disebut sebagai hak persamaan hukum (rights of lega lequality). Hak Asasi Negatif atau Liberal. Sedangkan dikatakan negatif. hak mengadakan suatu perjanjian atau kontrak. f. karena prinsip yang dianutnya bahwa kehidupan saya (pribadi) tidak boleh dicampuri . Hak asasi ekonomi (property rights) meliputi hak memiliki sesuatu. dan hak memilih pekerjaan c. hak membeli dan menjual sesuatu. d. hak asasi aktif atau demokratis. hak asasi positif dan hak asasi sosial.masing sebagai berikut: 1. Hak asasi ini didasarkan pada kebebasan dan hak individu untuk mengurus diri sendiri dan oleh karena itu juga disebut hak . Semua manusia tanpa terkecuali mempunyai hak-hak tersebut di atas. oleh sebab itu di mana pun dan kapan pun pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia harus ada. Hak asasi perlakuan yang sama dalam tata peradilan dan perlindungan hukum (procedural rights) meliputi hak perlakukan yang wajar dan adil dalam penggeledahan (rasia. oleh karena itu setiap warga negara wajar mendapat hak itu serta dalam mengolah dan menata serta menentukan warna politik dan kemajuan negara e. Kelompok hak asasi pertama ini diperjuangkan oleh liberalisme dan pada hakekatnya mau melindungi kehidupan pribadi manusia terhadap campur tangan negara dan kekuatan-kekuatan sosial lain. Hak asasi sosial dan kebudayaan (social and culture rights) meliputi hak kebebasan mendapatkan pengajaran atau hak pendidikan serta hak pengembangan kebudayaan. Pendapat lain tentang macam .hak kebebasan (liberal). Uraian masing . Hak asasi politik (political rihts) meliputi hak untuk diakui sebagai warga negara yang sederajat. Hak asasi mendapatkan pengayoman dan perlakukan yang sama dalam keadilan dan pemerintahan.b. penangkapan.

kebebasan berpikir. kebebasan bergerak. kebebasan untuk memilih jodoh. . 3. Otonomi ini merupakan kedaulatan atasinya sendiri merupakan dasar segala usaha lain. hak untuk memilih wakil dalarn badan pembuat undang-undang. e. maka sebaliknya hak .wenang. antara lain : a. b. hak keutuhan jasmani. perlindungan terhadap hak milik. Yang termasuk hak asasi aktif. - 2.pihak luar. Hak Asasi Positif Paham hak asasi positif berdasarkan anggapan bahwa negara bukan tujuan pada dirinya sendiri. hak atas kebebasan pers. hak untuk memilih pekerjaan dan tempat tinggal. hak untuk tidak ditahan secara sewenang . kebebasan untuk berkumpul dan berserikat. hak untuk mengurus kerumahtanggaan sendiri. maka hak asasi negatif ini tetap merupakan inti hak asasi manusia. hak untuk mengangkat dan mengontrol pemerintah: hak untuk menyatakan pendapat. melainkan merupakan lembaga yang diciptakan dan dipelihara oleh masyarakat untuk memberikan pelayanan-pelayanan .hak positif justru menuntut prestasiprestasi tertentu dari negara. c. hak untuk membentuk perkumpulan politik. Hak Asasi Aktif atau Demokratis Kalau hak-hak negatif menghalau campur tangan negara dalam urusan pribadi manusia. kebebasan beragama. Hak ini disebut aktif karena merupakan hak atas suatu aktivitas manusia untuk ikut menentukan arah perkembangan masyarakat/ negaranya. kebebasan untuk mengikuti suara hati sejauh tidak mengurangi kebebasan serupa orang lain. Kehidupan pribadi merupakan otonomi setiap orang yang harus dihormati. d. Dasar hak ini adalah keyakinan akan kedaulatan rakyat yang menuntut agar rakyat memerintah dirinya sendiri dan setiap pemerintah di bawah kekuasaan rakyat.Macam -macam hak asasi manusia negatif antara lain :             hak atas hidup.

Hak asasi sosial mencerminkan kesadaran bahwa setiap anggota masyarakat berhak atas bagian yang adil dari harta benda material dan kultural bangsanya dan atas bagian yang wajar dari hasil nilai ekonomis.tertentu (pelayanan publik). berhak dinyatakan tidak bersalah. hak warga masyarakat atas kewarganegaraan. hak atas jaminan sosial. c. Oleh karena itu tidak boleh ada anggota masyarakat yang tidak mendapat pelayanan itu hanya karena ia terlaiu miskin untuk membayar biayanya. e. d. perkembangan pemikiran HAM dalam empat generasi: . 7. Selain itu. The French Declaration (tidak boleh ada penang-kapan dan penahanan yang semena-mena termasuk penangkapan tanpa alasan yng syah dan penahanan tanpa surat perintah yang dikeluarkan oleh pejabat yang syah. Hak Asasi Sosial Hak asasi sosial ini merupakan paham tentang kewajiban negara untuk menjamin hasil kerja kaum buruh yang wajar dan merupakan hasil kesadaran kaum borjuis melawan kaum buruh. dalam kaitan itu berlaku prinsip resumption of innocent. hak atas keadilan). Yang termasuk hak asasi sosial antara lain a. hak atas pekerjaan. kemudian ditahan dan dituduh. sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu). Hak ini hars dijamin dengan tindakan negara. hak membentuk serikat kerja. dan The Four Freedom. Yang termasuk hak asasi positif antara lain :   hak atas perlindungan hukum (misalnya : hak atas perlakuan yang sama di depan hukum.3 Perkembangan Konsep Hukum Internasional Tentang HAM Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari adanya piagam Magna Charta. The American Declaration (berpandang bahwa manusia adalah merdeka sejak didalam perut ibunya. artinya orangorang yang ditangkap. 4. sampai ada keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap menyatakan bersalah). b. hak atas pendidikan. hak ikut serta dalam kehidupan kultural masyarakatnya.

Agaknya pepatah kuno “justice delayed. dalam pelaksanaan hak asasi manusia Negara tidak dibenarkan mencampuri hak asasi manusia setiap warga Negara. Ini memberi suatu isyarat kepada penguasa agar memiliki kearifan dalam mengambil suatu kebijakan pembangunan yang biasanya memiliki implikasi dengan hak asasi manusia. totaliterisme dan adanya keinginan negara-negara baru yang merdeka untuk menciptakan suatu tertib hukum yang baru. khususnya pemerintah penguasa Negara yang bersangkutan.1) Generasi Pertama : Pengertian HAM hanya berpusat pada bidang hukum politik. apalagi menindasnya atau menghilangkannya. 6.justice deny” tetap berlaku untuk kita semua. dan budaya. politik.ekonomi.karena tidak mencakup tuntutan struktural tetapi juga berpihak terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. 3) Generasi Ketiga : Keadilan dan pemenuhan hak asasi haruslah dimulai sejak pembangunan itu sendiri. Soegito. 2) Generasi Kedua : Pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial.T. 4) Generasi Keempat : Pemikiran ham generasi keempat dipelopori oleh negara-negara dikawasan asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut declaration of the basic duties of asia people and goverment.4 Perkembangan Wawasan Bangsa Indonesia Tentang HAM Menurut John Stuart Mills sebagaimana yang terdapat di dalam bukunya Tilaar (2001) yang berjudul Demensi-demensi Hak Asasi Manusia dalam Kurikulum Persekolahan Indonesia (A. bukan setelah pembangunan itu selesai. pelaksanaan hak asasi manusia dapat dibedakan dalam arti ideal dan pragmatis. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia ll. 2005:5). pelaksanaan hak asasi manusia acapkali dipengaruhi oleh muatan local atau kepentingan subyektif bangsa tersebut. Deklarasi ini lebih maju dari rumusan generasi ketiga. . Secara ideal. Sedangkan secara pragmatis.

Soegito. Penguatan pelaksanaan RAN Hak Asasi Manusia 2004-2009. Pembenahan system manajemen penanganan perkara yang menjamin akses public.Sejalan dengan amanat konstitusi. 6. tepat dan dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. tidak diskriminatif. Pelaksanaan RAN Hak asasi Manusia 2004-2009 sebagai gerakan nasional. 2005 dalam A. RAN Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. Pengembangan transparan. pengembangan system pengawasan yang transparan dan akuntabel. 1. baik dalam penerapan. pemantauan maupun pelaksanannya (Hasan Wirajuda. 4. Penyelamatan bahan bukti akuntabilitas kinerja yang berupa system manajemen kelembagaan hokum yang dokumen/arsip lembaga Negara dan badan pemerintahan untuk mendukung penegakan hokum dan hak asasi manusia. RAN Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Korupsi 2004-2009.T. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia harus didasarkan kepada prinsip bahwa hak-hak sipil. 5.7/2005) yang meliputi pemberantasan korupsi. dan Program nasional bagi anak Indonesia 2015. cepat. sosial budaya dan hak pembangunan meupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. 7. 2. Program penegakan hukum dan hak asasi manusia (PP No. 3. Beberapa kegiatan yang relevan meliputi halhal sebagai berikut ini. 2005:5). dan konsisten. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hokum yang lebih sederhanan. ekonomi. Penyelenggaraan audit regular atas kekayaan seluruh pejabat pemerintah dan pejabat Negara. anti terorisme. dan pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya harus dilakukan secara tegas. . politik.

2005:7). Sesuai dengan salah satu rekomendasi lokakarya tersebut. dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dibentuk pada tahun 2003 melalui Keppres No. 2005: 6-7) Secara khusus untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dalam rangka perlindungan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: pembentukan kantor-kantor perwakilan Komisi Nasional di daerah. yaitu Lokakarya Nasional HAM ke-1 pada tanggal 21-22 Januari 1991. Departemen Luar Negeri Indonesia bekerjasama dengan pusat HAM PBB telah menyelenggarakan serangkaian lokakarya. meningkatkan pemahaman tentang hak asasi manusia kepada masyarakat dan luas termasuk hak aparatur asasi negara manusia dengan secara melaksanakan pendidikan pelatihan berkelanjutan (lihat A.T. Kelompok Kerja HAM tersebut berhasil menyusun seuatu RAN HAM Indonesia yang memuat langkah-langkah nyata pemajuan dan penghormatan HAM yang dilakukan pada tingkat nasional dalam kurun waktu 5 tahun. dan Lokakarya Nasional HAM ke-1 telah merekomendasikan pembentukan Komisi Nasional HAM. yang akhirnya dibentuk pada tanggal 7 Juni 1993 melalui Keppres No. Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Nasional HAM ke2 tahun 1994. Departemen Luar Negeri membentuk Kelompok Kerja HAM yang terdiri dari berbagai unsur departemen dan lembaga terkait. Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan telah dibentuk pada tahun 1998 dengan Keppres No. Lokakarya Regional PBB ke-2 pada tanggal 26-28 Januari 1993. 181 tahun 1988. Pencapaian Indonesia sejak tahun 1991-2004 dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia dapat diikuti dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia (Hasan Wirajuda. Soegito. 77 tahun 2003.8. Pembaharuan materi hokum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. 2005: 7-8) sebagai berikut ini.T. Soegito. semua instrumen hak asasi manusia dalam skop nasional dan local sebagaimana yang seudh diutarakan di atas . 50/1993. Perlu ditegaskan di sini. 2005 dalam A.T. Soegito. dan masih banyak lagi yang serupa itu (lihat A. yakni mulai dari tahun 1998-2003. Selanjutnya.

39 Tahun . hak atas pengajaran (Pasal 31 ayat 1). tentang kesamaan kedudukan dan kewajiban warganegara di dalam hukum dan di muka pemerintahan( Pasal 27 ayat 1).Undang No. Hatta) dalam UUD 1945. Masuk-nya pasal-pasal di atas tidak lepas dari perdebatan yang mendahuluinya antara kelompok yang keberatan (terutama Soekarno dan Soepomo) dan yang meng-hendaki justru dimasukkan (terutama Moh. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan UU (Pasal 28). meliputi : 2. Dengan demikian memahami pokok-pokok HAM dalam UUD 1945 referensinya yang akurat adalah pendapat Bung Hatta. Untuk jelasnya bahwa implementasi HAM di Indonesia. akan tetapi karena susunan pertarna UUD 1945 adalah merupakan inti-inti dasar kenegaraan. kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk di jamin oleh Negara (Pasal 29 ayat 2). terdapat lima pokok mengenai HAM yang terdapat dalam batang tubuh UUD 1945. Pertama. Dari keempat pasal tersebut. Kedua. hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2). Kelima. Bung Hatta tampak bersifat buruk sangka terhadap kekuasaan (negara). yakni pasal 27. kemerdekaan berserikat dan berkumpul. bukan ber-arti kurang mendapat perhatian. Keempat. Dalam kenyataan empirik memang pelanggaran HAM terutama dilakukan oleh penguasa.1. 1999 Tentang jaminan HAM dalam UUD1945 Kuntjoro Purbopranoto (1982:26-29) memberikan pandangan belum disusun secara sistematis dan hanya empat pasal memuat ketentuan-ketentuan tentang hak asasi.merupakan suatu bukti perhatian Negara Indonesia terhadap pengaturan hak asasi manusia yang implikasinya pada upaya-upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Meskipun demikian.4. yang esensinya mencegah berkembangnya Negara Kekuasaan. 29 dan 31. Ketiga. Pemikiran bahwa HAM bersifat individualisme dan dipertentangkan dengan kedaulatan rakyat dan keadilan sosial seperti yang dikemukakan Bung Karno yang sampai Jaminan HAM dalam UUD 1945 dan Undang . 28.

memperoleh informasi. 9. masyarakat dan Negara. melakukan hubungan komunikasi. dan jaminan sosial). Hak anak (misalnya hak perlindungan oleh orang tua. ada titel Bab yang secara eksplisit menggunakan istilah HAM yaitu Bab XA yang berisikan pasal 28A s/d 28. Hak atas. Hak memperoieh keadilan (misalnya hak kepastian hukum. kesejahteraan (misalnya hak : milik pribadi dan kolektif. Hak atas kebebasan pribadi (misalnya hak : memeluk agama. Dalam era reformasi sekarang ini. berekspresi. Hak untuk hidup (misalnya hak mempertahankan hidup. memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat). Hal itu terlihat dari jumlah bab dan pasal-pasal yang dikandungnva relatif banyak yaitu terdiri atas XI bab dan 106 pasal. status kewarganegaraan.2. penghilangan dengan paksa dan penghilangan nyawa).perlindungan terhadap penyiksaan. Dalam amandemen kedua tersebut. beribadah menurut agamanya. partisipasi langsung dan tidak langsung. 39 Tahun 1999 tentang HAM. pelecehan sexual. persamaan di depan hukum).J (perubahan pasal 28). keluarga. 2.saat ini masih tampak dianut terutama oleh penguasa. 4. perlindungan terhadap ancaman ketakutan. pekerjaan. memilih status kewarganegaraam berpendapat dan menyebarluas kannya. meningkatkan kuaiitas hidup. 4. melakukan pekerjaan sosial). memperoleh kesejahteraan lahir batin. Ratifikasi Jaminan HAM secara normatif . Apabila dicermati jaminan HAM dalam UUD 1945 dan penjabarannya dalam UU No. Dalam UU No. penyalahgunaan narkotika. 5. LSM dan organisasi lain. kehidupan yang layak. kiranya bukan rujukan yang akurat dalam rangka memahami jaminan HAM "dalam UUD 1945.39 Tahun 1999 tampak jaminan HAM lebih terinci lagi. 6. keyakinan politik. psikotropika dan zat adiktif lainnya). perlindungan dari eksploitasi ekonomi. mendirikan serikat kerja. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. mengajukan usulan kepada pemerintah). 39 Tahun 1999. Hak mengembangkan diri (misalnya hak pemenuhan kebutuhan dasar. memperoleh pekerjaan yang layak. bertempat tinggal yang layak. Hak atas rasa aman (misalnya hak : memperoleh suaka politik. 7. secara garis besar meliputi : 1. diangkat daiam jabatan pemerintah. keluarga/ perkawinan). pekerjaan. 3. Hak wanita (hak yang sama/tidak ada diskriminasi antara wanita dan pria daiam bidang politik. 8. memperoleh manfaat dari iptek. bebas bergerak dan bertempat tinggal. 10. per-dagangan Anak. Hak turut serta daiam pemerintahan (misalnya hak : memilih dan dipilih dalam pemilu. mendirikan parpol. perlakuan khusus bagi anak cacat. upaya untuk menjabarkan ketentuan HAM telah dilakukan melalui amandemen UUD 1945 ke dua (Tahun 2000) dan diundangkan-nya UU No.

Deklarasi PBB mengenai Hak-hak Anak tahun 1959 (Declaration on the Rights of the Child of 1959) dan deklarasi PBB tentang Tahun anak-anak Internasional (Declaration on the International Year of the Child (1979). Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia). 44/25 tanggal 5 Desember 1989 tentang Convention on the Rights (Wayan Parthiana. tidak manusiawi. Beberapa konvensi internasional berkaitan dengan HAM yang telah diratifikasi antara lain sebagat berikut: 1) Keputusan Presiden No. administratif. Majelis Umum PBB dalam sidangnya yang ke 44 pada bulan Desember 1989 telah berhasil menyepakati sebuah Resolusi PBB No. yang terbukti dengan dikeluarkannya Deklarasi Jenewa 1924 (Geneve Declaration of 1924) tentang pembentukan Uni Internasional Dana dan Keselamatan Anak-Anak (Save the Children Fund International Union). atau merendahkan martabat manusia yang dilakukan oleh atau atas hasutan dari atau dengan persetujuan/sepengetahuan pejabat publik dan orang lain yang bertindak dalam jabatannya. 2) UU No. 1990 :3-11). hukum dan langkah-langkah efektif lain guna mencegah tindakan penyiksaan (tindak pidana) di dalam wilayah yuridiksinya. juga dapat dilihat pada apa yang telah diratifikasi negara Rl terhadap konvensi internasional tentang HAM. Ketentuan pokok konvensi ini mengatur pelarangan penyiksaan baik fisik maupun mental. Misalnya langkah yang dilakukan dengan memperbaiki cara interograsi dan pelatihan bagi . Bahkan jauh sebelumnya. Demikian puia PBB secara khusus memiliki salah satu organ khusus yang berkenaan dengan anak-anak yakni UNICEF( United Nations Children's Fund/Dari PBB untuk Anak-Anak). 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi tentang Hak-hak Anak). Ini berarti negara RI yang telah meratifikasi wajib mengambil langkah-langkah legeslatif. dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam. disamping dapat dilihat pada konstitusi dan perundang-undangan yang ada.Ratifikasi jaminan HAM secara normatif. 8 Tahun 1998 tentang Pengesahan Convention Against Fortune and Other Cruel In human or Degradi Treatment (konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. Liga Bangsa-Bangsapun telah menaruh perhatian yang serius" tentang masalah anak-anak ini.

Baut. Kehidupan politik masih cenderung didominasi konflik antar elit politik sering berimbas pada konflik dalam masyarakat (konflik horizontal) dan elit politik lebih memperhatikan kepentingan diri/kelompoknya. dalam bidang sosial berupa 1) perlakukan yang sama oleh hukum antara wong cilik dan priyayi dan 2) toleransi dalam masyarakat terhadap perbedaan atau latar belakang agama dan ras warga negara Indonesia. sebagai berikut : Pertama. Ketiga indikator tersebut jika dipakai untuk melihat pelaksanaan pembangunan di Indonesia dewasa ini di bidang politik. 1989:221) mengajukan indikator bahwa suatu pembangunan telah melaksanakan HAM apabila telah menunjukan adanya indikator-indikator. dalam bidang ekonomi dalam bentuk tidak adanya monopoli dalam sistem ekonomi yang berlaku. banyak pejabat yang melakukan pelanggaran hukum sulit dijamah oleh hukum. tetapi belum menjamin bahwa HAM di-laksanakan dalam kenyataan kehidupan sehari-hari atau dalam pelaksanaan pembangunan. . Kedua. Dalam masyarakat juga masih tampak kurang adanya toleransi terhadap perbedaan agama. dalam bidang politik berupa kemauan pemerintah dan masyarakat untuk mengakui pluralisme pendapat dan kepentingan dalam masyarakat. sementara keiika pelanggaran itu dilakukan oleh wong cilik hukum tampak begitu kuat cengkramannya. Lukman Soetrisno (Paul S.setiap aparatur penegak hukum dan pejabat publik lain yang bertanggungjawab terhadap orang-orang yang dirampas kemerdekaannya. konflik. ras. Sedangkan di bidang ekonomi masih tarnpak dikuasai oleh segelintir orang (konglomerat) yang menunjukkan belum adanya kesempatan yang sama untuk berusaha. sementara kepentingan masyarakat sebagai konstiuennya diabaikan Di bidang hukum masih terlihat lemahnya penegakan hukum. sosial dan ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. dan Ketiga. Berbagai konflik dalam masyarakat paling tidak di permukaan masih sering terdapat nuansa SARA. 4.3 Indikator Pelaksanaan HAM di Indonesia Meskipun di Indonesia telah ada jaminan secara konstitusional maupun telah dibentuk lembaga untuk penegakanya.

penyebaran desas-desus. . Pemerintahan totaliter. namun ada kecenderungan pihak penguasa lebih dominan. main hakim sendiri. pembajakan dan penyanderaan. Richard Falk (Mulyana W. karena sebagai pemegang kekuasaan dapat secara leluasa untuk memenuhi kepentingan yang seringkali dilakukan dengan cara-cara manipulasi sehingga mengorbankan hak-hak pihak lain. Kusunah. yaitu : a) b) c) d) e) Pembunuhan besar-besaran (genocide).2 Kategori Pelanggaran HAM Hampir dapat dipastikan dalam kehidupan sehari-hari kita temui pelanggaran HAM baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain. penculikan. dihadapkan banyak pelanggaran HAM dalam wujud teror Leiden & Schmit (Bayo Ala. 1981 : 71) mengembangkan suatu standar guna mengukur derajat keseriusan pelanggaran HAM. Ini berarti harus diakui bahwa dalam pelaksanaan HAM masih banyak terjadi pelanggaran dalam berbagai bidang kehidupan. Penolakan secara sadar untuk memenuhi kebutuhan . Terorisme resmi berskala besar. Pelanggaran itu baik yang dilakukan oleh negara/pemerintah maupun oleh masyarakat. pelanggaran peraturan hukum.kebutuhan dasar manusia. sabotase. Pelanggaran baik dilakukan oleh penguasa maupun masyarakat. 'Teror dapat dalam bentuk pembunuhan. Akhir-akhir ini di dunia Internasional maupun di Indonesia. Rasialisme resmi.4. f) Perusakan kualitas lingkungan (esocide). subversif. ekonomi dan sosial.Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor mengapa Indonesia begitu sulit untuk keluar dari krisis politik. 2. Hasilnya adalah disusunnya kategori-kategori pelanggaran HAM yang dianggap kejam. g) Kejahatan-kejahatan perang. Teror dapat dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat (oposan). 1985: 79) mengartikan teror sebagai tindakan berasal dari suatu kekecewaan atau keputusasaan. biasanya disertai dengan ancaman-ancaman hak berkemanusiaan dan tak mengenal belas kasihan terhadap kehidupan dan barang-barang dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum.

karena pada tanggal 7 Mei 1993 masih ada 8 orang buruh PT. Kedua. Marsinah menuntut dicabutnya PHK yang menimpa kawan-kawannya Pada 5 Mei 1993 Marsinah 'menghilang'. April 1994 : 71-73. Perkembangan pengusutan kasus ini menghasilkan keterlibatan 6 anggota TNI-AD dari kesatuan Danintel Kodam. kasus Marsinah. 20 Polri serta 1 orang Kejaksaan. . Awal dari kerusuhan tersebut bermula pada aksi unjuk rasa mahasiswa UM1 terhadap kenaikan tarif angkutan kota (Pete-pete) yang memberatkan kalangan pelajar dan mahasiswa yang dikenai aturan lebih dari yang ditetapkan Menteri Perhubungan sebesar Rp.CPS pada tanggal 3-4 Mei 1993. kasus ini berawal dari unjuk rasa dan pemogokan yang dilakukan buruh PT. Ujung Pandang.Teror sebagai bentuk pelanggaran HAM yang kejam (berat). karena menimbulkan ketakutan sehingga rasa aman sebagai hak setiap orang tidak lagi dapat dirasakan. 26 April 1996. Aksi ini berbuntut dengan di PHK-nya 13 buruh. Dalam kondisi ketakutan maka seseorang/masyarakat sulit untuk melakukan hak/kebebasan yang lain. aparat keamanan bersikap berlebihan dan represif dalam menghadapi pengunjuk rasa tersebut sehingga pecah insiden berdarah yang menimbulkan korban jiwa di pihak mahasiswa dengan cara menyerbu kampus UMI dan menembak dengan peluru tajam sehsngga jatuh korban (Surip Kadi. baik yang dilakukan pemerintah. 2000 : 27). aparat keamanan maupun oleh masyarakat.CPS di PHK oleh Kodim di markas Kodim (Prisma 4. Marsinah ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan di hutan Wilangan Nganjuk. 100. Kasus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Kopassus. Namun sayangnya. Contoh-contoh pelanggaran HAM oleh pemerintah dan atau aparat keamanan antara lain sebagai berikut : Pertama. 2000: 24). dan akhirnya pada 9 Mei 1993. Saurip Kadi.5 Contoh Pelanggaran HAM Banyak pelanggaran HAM di Indonesia. Namun perlakuan Kodim tidak berhenti pada PHK 13 orang dan matinya Marsinah. sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam upaya mengembangkan kehidupan yang lebih maju dan bermartabat 4.

pembunuhan di Los Palos.Ketiga. Beberapa pelanggaran HAM yang lain yang sedang dituntut oleh masyarakat untuk diselesaikan melalui Pengadilan HAM antara lain. Untuk mendalami informasi tersebut pada tanggal 23 Juli 1999. Apabila dicermati secara seksama ternyata faktor penyebabnya kompleks. karena motivasi pem-bantaian itu menjadi. (3) kurang berfungsinya lembaga-lembaga penegak hukum (polisi. Liquisa dan Dili. termasuk di dalamnya Letkol Inf Sudjono. Kasus Pasca Jejak Pendapat di orang Timur yang ditandai dengan praktek bumi hangus. kabur. Hilangnya Letkol Inf Sudjono (Kasi Intel Korem 011/Lilawangsa) tentu saja membuat penyelesaian kasus ini menjadi terhambat.4. 23 Juii 1999. Faktor-faktor penyebabnya antara lain: (1) masih belum adanya kesepahaman pada tataran konsep HAM antara universalisme dan partikularisme. Berdasarkan penyelidikan. Tengku Bantaqiah adalah seorang tokoh ulama terkemuka di Aceh. Operasi ini ternyata mengakibat-kan pengikut Tengku Bantaqiah ditembaki oleh aparat setempat. Kasus Pasca jaja pendapat di Timtim sekarang mulai di sidangkan lewat Peradilan HAM. Kasus Trisakti Mei 1998) yang menewaskan 4 mahasiswa. Danrem menugaskan Kasi Intelnya untuk melaksanakan penyelidikan. Maliana. maupun militer. sebanyak 24 anggota TNI dinyatakan sebagai tersangka. meskipun seperti telah dikemukakan di atas telah dijamin secara konstitusional dan telah dibentuknya lembaga penegakan HAM. 2000: 36). . dan (4) pemahaman belum merata baik dikalangan sipil.3 Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran HAM Mengapa pelanggaran HAM sering terjadi di Indonesia. Apakah pembantaian itu merupakan kebijakan yang diambil dalam satu kerangka kebijakan mengatasi masalah Aceh ataukah semata-mata karena tindakan yang diambil atas pertimbangan kondisi lapangan Saurip Kadi. 2. jaksa dan pengadilan). pembunuhan massa di Suai. (2) adanya dikhotomi antara individualisme dan kolektivisme. kasus pembunuhan Tengku Bantaqiah. Sebanyak 51 orang termasuk Tengku Bantaqiah tewas. Kasus ini bermula dari informasi adanya sejumlah senjata di salah seorang tokoh Dayah Bale.

a. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dibentuk berdasarkan Kepres No. LSM Prodemokrasi dan HAM Disamping lembaga penegakan HAM yang dibentuk oleh pemerintah.4. Komisi Nasional HAM Komisi Nasional (Komnas) HAM pada awalnya dibentuk dengan Kcpres No. Komnas HAM yang terbentuk dengan Kepres tersebut harus menyesuaikan dengan UU No. Dasar pertimbangan pembentukan Komisi Nasional ini sebagai upaya mencegah terjadinya dan menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Peradilan HAM dan lembaga . c. Kemudian dengan lahirnya UU No.7 Lembaga HAM Saat ini lembaga resmi oleh pemerintah seperti Komnas HAM Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Peradilan HAM memiliki wewenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM yang berat. 39 Tahun 1999 tentang HAM.lembaga yang dibentuk oleh masyarakat terutama dalam bentuk LSM prodemokrasi dan HAM. masyarakatpun terutama melalui LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau . Pengadilan HAM Pengadilan HAM sebagai peradilan khusus di lingkungan peradilan umum. b. 26 Tahun 2000.39 Tahun 1999. pasal 75 s/d. d. 181 Tahun 1998. 99). Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. Contoh Pengadilan HAM di daerah kabupaten atau daerah kota yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum Pengadilan Negeri yang bersangkutan. 50 Tahun 1993 sebagai respon terhadap tuntutan masyarakat niaupun tekanan dunia intemasional perlunya penegakan HAM di Indonesia. termasuk yang dilakukan di luar tentorial wilayah negara Rl oleh warga negara Indonesia. yang didalamnya mengatur tentang Komnas HAM ( Bab VIII.

2. pemecahan masaiah. ketika mengajarkan topik tentang "Pelanggaran HAM". Dengan cara pembelajaran yang demikian siswa tidak saja aktif. Dua masalali ini tampak mienjadi persoaian paling mendasar yang dihadapi sekarang ini. Kemudian diminta memberikan alasan mengapa pelanggaran HAM perlu dicegah. Untuk itu pembelajarannya menghendaki metoda pembelajaran yang lebih mengedepankan observasi. Kemudian siswa secara individual atau kelompok diminia untuk membuat konsep tentang pelanggaran HAM.NGO (Non Governmental Organization) yang programnya berfokus pada demokratisasi dan pengembangan HAM (LSM Prodemokrasi dan HAM ). Oleh karena itu. juga bisa bermula dari "Apa yang dilihat/ kesan siswa tentang pelanggaran HAM". pembelajaran tentang HAM disamping menuntut materi yang luas. juga bias bertitik tolak dari "Rekaman video tentang pelanggaran HAM". tetapi audio-visual seperti rekaman video berbagai peristiwa pelanggaran HAM di Indonesia maupun dunia internasional. Sedangkan media pembelajaran tidak sekedar visual. tetapi juga merangsang kreativitas dan kemampuan dalam mengatasi berbagai persoalan sosial khususnya yang terkait dengan HAM. mendalam dan jelas juga hams dikaitkan dengan kenyataan dafam kehidupan sehari-hari. dan inkuiri. discovery.4. Dalam pembelajaran topik tersebut Guru bisa berangkat dari cerita tentang pelanggaran HAM atau memperlihatkan ''gambar tentang pelanggaran hak asasi manusia". Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekersan).5 Indikator pelaksanaan HAM . Dalam pembelajaran tentang HAM misalnya dapat diberikan sebagai contoh-nya. e. Yang termasuk LSM ini antara lain YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia). akibat-akibat apa yang timbul ketika terjadi pelanggaran HAM. terutama bagaimana upaya untuk memberikan pemahaman yang benar tentang pengertian HAM dan upayaupaya penegakannya. Pembelajaran Pembelajaran tentang HAM.

serta peraturan perundang-undagan lainnya. maka isu global beralih dari komunisme dan pertentangan antara blok barat dan blok timur ke masalah baru yaitu masalah hak asasi manusia. Selain sebagai landasan konstitusional UUD 1945 setelah amandemen pada Bab XA memuat secara khusus dalam satu bab tersendiri tentang HAM yang diuraikan dalam 10 pasal mulai pasal 28A samapai dengan pasal 28J a. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia c. kerakyatan. karena hampir di semua negara. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia tidak terlepas dari isu hak asasi manusia yang melanda hampir semua negara di dunia. c. a. dan masalah liberalisme perdagangan. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia . dan keadilan sosial. Isu-isu mengenai hak asasi manusia dewasa ini bukan lagi berkisar seputar masalah pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Masalahnya sekarang tertuju pada isu-isu penegakan dan pemajuan hak asasi manusia itu. a. Pancasila. Pengakuan dan jaminan perlindungan HAM tercermin dalam nilai-nilai Pancasila. baik yang ditemukan dalam nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. telah diberikan pengakuan dan jaminan terhadap ahak asasi manusia. misalkan nilai ketuhanan. kemanusiaan. Undang-Undang Dasar 1945. b. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia b. persatuan. Undang-Undang Dasar 1945. baik dalam konstitusinya maupun dalam peraturan peundang-undangan. Pengakuan dan jaminan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia telah cukup banyak diberikan. masalah lingkungan. disamping telah adanya bebrapa konvensi PBB tentang HAM. Untuk jelasnya dapat kita rinci sebagai berikut.Semenjak berakhirnya perang dingin.

DPR. Semua itu bertujuan untuk pemajuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia Indonesia. yaitu suatu badan independen yang bertugas memantau pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia. UU tentang Pers. Sampit. yaitu: a. seperti di Aceh.) Disamping itu. Konvensi tentang Hak-hak Ekonomi. Konvensi mengenai Hak Politik perempuan Kita juga telah mendeklarasikan Rencana Aksi Nasional Hak-hak Asasi Manusia Indonesia 1998-2003 yang diantara programnya secara bertahap akan diratifikasi beberapa konvensi PBB tentang HAM. Dengan rencana aksi tersebut sampai sekarang telah diratifikasi beberapa konvensi. dan lain-lain. kemiskinan. UU Perlindungan Anak. Convention on The Political Right of Women (1952). Konvensi menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam. meningkatnya angka korban kriminalitas dan lain-lain. Konvensi tentang apartheid c. International Convention on The Elimation of All Form Racial Discrimination (1965). UU Pemilu. Walaupun demikian dimana-mana sekarang masih saja terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia. UU tentang Partai Politik. ILO Convention Concering Equal Renumeration for Men and Women Workers for work of Equal Value (1951). Tidak Manusiawi dan Meendahkan. Peraturan perundang-undangan lainnya (KUH Pidana. kasus-kasus perburuhan. UU Perburuhan. Sehingga permasalahan utamanya adalah penegakan hak asasi manusia itu sendiri. kebodohan. Maluku. diantaranya yaitu: a. Konvensi tentang persamaan upah pekerja perempuan dan laki-laki. b. Poso. konvensi Penghapusan Segala bentuk Diskriminasi Rasial b. Politik dan Budaya Kita juga telah mempunyai Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Penegakan hak asasi manusia . d. negara kita telah meratifikasi beberapa konvensi PBB tentang HAM kurang lebih 17 konvensi. UU Susunan dan Kedudukan MPR.d. International Convention on The Suppression and Punishment of The Crime of Aprtheid (1973).

Demikian pula sebaliknya penegakan hak asasi manusia sebenarnya bukan hanya merupakan kewajiban negara akan tetapi merupakan kewajiban setiap individu manusia dan semua negara di dunia. permusuhan antar suku. perbedaan kehidupan sosial. Upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia bukan tidak pernah dilakukan bahkan sudah terlihat upaya-upaya serius untuk tegaknya hak asasi manusia di Indonesia. bahkan sebagian besar masyarakat masyarakat hanya tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali tentang hak-hak fundamental yang dimilikinya itu. ekonomi. Kenyataan masih membuktikan pengetahuan tentang HAM hanya dimiiliki dan mungkin diamalkan oleh sebagian kecil dari kalangan kita. Hak asasi adalah sebuah idealisme yang sudah bersifat mondial dan universal. Sehingga tantangan ke depan di Indonesia diantaranya . Akan tetapi masih banyak hambatan dan dan tantangan menuju tegaknya HAM di Indonesia. Tragisnya. Pelanggaran dan pemerkosaan terhadap hak-hak asasi manusia merupakan kenyataan negatif yang akan selalu diiringi dengan upaya untuk mengatasinya secara positif. ditengah situasi seperti itu justru hukum dan HAM menjadi terinjak-injak kembali. Akan tetapi HAM juga setidak-tidaknya di Indonesia masih barang yang dapat dikatakan relatif baru yang masih terasa asing dalam kebudayaan kita. Hambatan yang sekaligus merupakan tantangan dalam penegakan hak asasi manusia adalah berikut : 1. tetapi pelanggaran hak asasi manusia juga dapat dilakukan oleh orang per orang atau individu terhadap orang atau individu yang lain atau bahkan negara kepada negara yang lain. dengan atau tanpa tekanan dari dunia internasional. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia tidak selalu merupakan dominasi negara terhadap rakyatnya.merupakan upaya secara sadar untuk melindungi dan mewujudkan hak-hak asasi manusia dan memberikan tindakan atau sanksi yang tegas kepada semua pihak yang melakukan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia tanpa terkecuali. politis dan ketidakpuasan lainnya yang bersifat umum tidak jarang mengundang meletupnya amarah sosial di kalangan masyarakat. Sementara pertentangan kehidupan sosial agama dan etnis.

2. sehingga hukum akan sulit ditegakkan untuk kalangan mereka. Kondisi negara kita yang secara umum masih termasuk negara-negara miskin yang terlilit utang yang besar dengan Korupsi. Pendidikan tentang HAM harus dilakukan sejak dini dalam masyarakat. Kondisi ketimpangan dan ketidakadilan dalam berbagai bidang. Masih terlihatnya dominasi kekuasaan terhadap hukum. 3. Kondisi seperti ini akan menghambat upaya penegakan hak asasi manusia 4.adalah bagaimana mensosialisikan HAM dan segala hal yang tekait ke seluruh lapisan masyarakat indonesia dimanapun mereka berada. Masih kurangnya kesadaran aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip penegakan HAM. Kondisi dimana ada ketimpangan sosial ada yang sangat maju sekali ada yang masih sangat tertinggal. Demikia pula pada saat kekuasaan melakukan pelanggaran-pelanggaran . Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor diantaranya karena kurangnya pengetahuan aparat penegak hukum itu sendiri tentang HAM atau HAM dipandang memperlambat atau mempersulit aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas. Sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat situasi masyarakat yang sangat kondusif untuk penegakan HAM dengan menghilangkan ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. ada yang miskin sekali dan ada yang sangat kaya apalagi ketimpangan tersebut tercipta karena ketidakadilan. Kolusi dan Nepotisme yang masih dominan. maka yang terjadi adalah tidak berdayanya hukum pada saat berhadapan dengan orang atau kelompok-kelompok yang punya kekuasaan. Tegaknya hukum dapat dikatakan juga tegaknya pula HAM. Kondisi ekonomi yang sangat timpang. maka penegakan hak asasi manusia hanya akanmenjadi slogan saja. Sampai kapanpun HAM tidak akan dapat ditegakkan dalam kondisi masyarakat yang timpang dan tidak adil. Kalau kekuasaan masih mempengaruhi hukum. 5. Sehingga tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan aparat-aparat penegak hukum yang tetap mau menghormati HAM dalam menjalankan tugasnya dengan memperbaiki sistem rekruitmen dan sistem pendidikannya.

kelompok atau organisasi. dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Indonesia. seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.terhadap HAM maka akan sangat sulit untuk mengambil tindakan yang tegas dan adil. . Tantangan ke depan adalah bagaimana membuat lembaga hukum yang independen (bebas) dari pengaruh kekuasaan dengan tatanan masyarakat yang demokratis. Masih lemahnya posisi lembaga-lembaga yang khusus dibentuk dalam penegakan HAM di Indonesia. Sehingga lembaga-lembaga ini harus lebih diberdayakan dengan memberikan dukungan dan kewenangan yang lebih baik dalam penegakan HAM 7. Masih lemah dan kurangnya peran serta masyarakat dalam pengawasan terhadap penegakan HAM baik secara perorangan. Luasnya wilayah dan kondisi kepulauan yang ada menuntut pula investasi dan energi yang sangat besar untuk penegakan HAM. Besarnya jumlah penduduk dan kondisi geografis Indonesia juga masih merupakan hambatan dan tantangan dalam penegakan HAM. Jumlah penduduk yang besar menuntut pula investasi dan modal yang sangat besar dalam pengakan hak asasi manusia dalam paradigma pemerataan. Contoh hak akan rasa aman untuk kondisi kependudukan dan wilayah Indonesia menuntut Kepolisian yang seimbang dengan jumlah penduduk dan merata di seluruh wilayah. 6. Pemberantasan Kemiskinan dan keterbelakangan masih menjadi pekerjaan yang tidak kunjung selesai karena kondisi kependudukan dan geografis. 8.

Dalam rangka membatasi kekuasaan yang absolute tersebut maka diperlukanlah pembatasan-pembatasan terhadap kekuasaan itu. Negara absolute (sebagai Negara modern) menyerap kekuasaan yang semula ada pada wilayah-wilayah ke dalam satu tangan yaitu tangan raja.1 Pengertian Rule of Law Rule of Law (RoL) adalah sebuah konsep hukum yang sesungguhnya lahir dari sebuah bentuk protes terhadap sebuah kekuasaan yang absolute di sebuah Negara.BAB VIII PENEGAKAN. Negara absolute sebagai perkembangan keadaan di Eropa yaitu Negara yang terdiri atas wilayah-wilayah otonom.1 Asal Usul Rule of Law (RoL) RoL merupakan satu doktrin dalam hukum yang muncul pada abad ke 19. PENINGKATAN DAN KESADARAN HUKUM (RULE OF LAW) 8. Konsep Dasar / Definisi Rule of Law 1. sehingga kekuasaan tersebut ditata agar tidak melanggar kepentingan Asasi dari masyarakat. . Rule of Law dapat dilaksanakan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia karena salah satu ciri dari Rule of Law (Negara Hukum) adalah terlindunginya Hak Asasi Manusia di Negara yang bersangkutan. dengan demikian masyarakat terhindar dari tindakan-tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa. bersamaan dengan kelahiran Negara konstitusi dan demokrasi. Dalam kaitannya dengan materi kuliah pendidikan Kewarganegaraan maka pembahasan tentang Rule of Law dan Hak Asasi Manusia menjadi penting agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagaimana konsep Rule of Law dan Hak Asasi Manusia serta keterkaitan antara Rule of Law dan Hak Asasi Manusia tersebut dalam pelaksanaannya khususnya di Indonesia. Rule of Law pada hakekatnya adalah memposisikan hukum sebagai landasan bertindak dari seluruh elemen bangsa dalam sebuah Negara. Kehadirannya boleh disebut sebagai reaksi dan koreksi terhadap Negara absolute yang telah berkembang sebelumnya.

2 Definisi Rule of Law Menurut Albert Venn Dicey dalam “Introduction to the Law of the Constitution” memperkenalkan istilah the rule of law yang secara sederhana diartikan suatu keteraturan hukum. untuk menghindari kekuasaan yang dispotik. artinya selain menjamin hak-hak individual.Rule of Law lahir dengan semangat yang tinggi bersama-sama dengan demokrasi. Oleh karena itu lahirlah Negara konstitusi yang melahirkan doktrin Rule of Law. kemudian Rule of Law mengambil alih dominasi yang dimiliki ancient regime yang terdiri dari golongan-golongan gereja. Munculnya keinginan untuk melakukan pembatasan yuridis terhadap kekuasaan. Kebebasan berserikat/berorganisasi dan berposisi. parlemen dan sebagainya. Pemerintahan yang demokratis di bawah RoL yang dinamis memiliki syarat-syarat yaitu : 1. Disinilah kemudian Rule of Law merupakan doktrin dengan semangat dan idealism keadilan yang tinggi seperti supremasi hukum dan kesamaan setiap orang di depan hukum. 1. Pendidikan kewarganegaraan. Dalam hubungan inilah maka kedudukan konstitusi sangat penting bagi kehidupan masyarakat. konstitusi harus pula menentukan teknis procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. pada dasarnya disebabkan oleh politik kekuasaan yang cenderung korup. Lembaga kehakiman yang bebas dan tidak memihak. 3. prajurit dan kerajaan. Perlindungan konstitusional. Kebebasan menyatakan untuk menyatakan pendapat. Hal ini dikhawatirkan akan menjauhkan fungsi dan peran Negara bagi kehidupan individu dan masyarakat. Pemilihan umum yang bebas 4. 6. Menurut Dicey. terdapat tiga unsure yang pundamental dalam rule of law yaitu : . 2. ningrat. Atas dasar pengertian tersebut maka terdapat keinginan yang sangat besar untuk melakukan pembatasan terhadap kekuasaan secara normative yuridis . 5. inilah awal dari kelahiran Doktrin Egalitarian dalam hukum yang menjadi ciri utama Rule of Law.

Menurut Friedman. Oleh karena itu setiap organisasi atau persekutuan hidup dalam masyarakat termasuk Negara. tidak adanya kekuasaan yang sewenangwenang dalam arti seseorang Hanya boleh dihukum jikalau memang melanggar hukum 2. Bagi Negara Indonesia ditentukan secara yuridis formal bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan pada hukum. Berdasarkan pengertian tersebut maka . Kedudukan yang sama di muka hukum. Supremasi aturan-aturan hukum. Dengan perkataan lain Negara tidak hanya sebagai penjaga malam. Hal itu tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV yang secara eksplisit menjelaskan bahwa “maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. Oleh karena itu. Hal ini mengandung arti bahwa suatu keharusan Negara Indonesia yang didirikan itu berdasarkan atas Undang-undang Dasar Negara. berdasarkan bentuknya sebenarnya rule of law adalah kekuasaan public yang diatur secara legal. sebenarnya antara pengertian rule of law dan rechtsstaat saling mengisi. melainkan pasif. Gagasan baru inilah yang kemudian dikenal dengan welfare state atau Negara hukum material. Sikap Negara yang seperti ini dikarenakan Negara hanya menjalankan dan taat pada apa yang tercantum dalam konstitusi semata. melainkan harus aktif melaksanakan upaya-upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengatur kehidupan social ekonomi.1. Setelah pertengahan abad ke-20 mulai bergeser. Terjaminnya hak-hak asasi manusia oleh UU serta keputusan-keputusan UU Suatu hal yang harus diperhatikan bahwa jika dalam suatu hubungan jika memperlakukan prinsip tersebut maka negara terbatas dalam pengertian hukum formal yaitu Negara tidak bersifat proaktif. hal ini berlaku baik bagi masyarakat biasa maupun pejabat Negara 3. Dalam pengertian seperti ini seakan-akan Negara tidak berurusan dengan kesejahteraan rakyat. Untuk itu Negara tidak hanya sebagai penjaga malam saja. mendasarkan pada suatu rule of law. bahwa Negara harus bertanggungjawab terhadap kesejahteraan rakyatnya.

khususnya keadilan sosial.3 Perkembangan Rule di Dunia Rule of Law merupakan doktrin dengan semangat dan idialisme keadilan yang tinggi. disebutkan rule of law memiliki ciri yang evolusioner dimana gerakan masyarakat menghendaki bahwa kekuasaan raja maupun penyelenggara Negara harus dibatasi dan diatur melalui suatu peraturan perundang-undangan yang dalam pelaksanaanya juga berhubungan dengan segala peraturan perundang-undangan itulah yang sering diistilahkan dengan rule of law. Dalam hubungan ini. Oleh Philipus M. tetap sama ialah bahwa rule of law harus menjamin apa yang oleh masyarakat/bangsa yang bersangkutan di pandang sebagai keadilan. karena dalam pengertian hakiki telah menyangkut ukuran-ukuran tentang hukum yang baik dan hukum yang buruk ( Just and unjust law ).pengertian Negara yang legal senantiasa menegakkan rule of law. Keberadaan ada atau tidaknya rule of law di suatu . Artinya muncul dan berkembang dari suatu masyarakat tertentu. Sedangkan Rule of Law dalam pengertian “Hakiki” (materiil) adalah sangat erat hubungannya dengan menegakkan “the rule of law”. Oleh Friedman Rule of Law dibagi dalam pengertian “formal” dan “ Hakiki”. meskipun Negara tersebut adalah negara otoriter. Rule of Law juga terkait erat dengan “ keadilan”. 1. Hardjon. seperti “Supremasi hukum” dan “Kesamaan setiap orang di depan hukum”. sedang rasa keadilan tiap Negara berbeda satu dengan lainnya. Konsekuensinya. Dalam pengertian formal Rule of law tidak lain adalah “organized public Power” atau kekuasaan umum yang terorganisasikan. Atas dasar alasan tersebut maka diakui bahwa sulit menentukan pengertian rule of law secara universal karena setiap masyarakat melahirkan pengertian secara berbeda pula. inti dari pengertian rule of law. dalam hubungan inilah maka rule of law dalam hal munculnya bersifat endogen. pengertian rule of law berdasarkan subtansi atau isinya sangat berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu Negara. Meskipun demikian. setiap Negara akan mengatakan berdasarkan pada rule of law dalam kehidupan kenegaraan.

Oleh karena itu supaya tercipta suatu Negara hukum yang membawa keadilan bagi seluruh rakyat yang bersangkutan. 5. Sunarjati Hartono. 4. Hal ini mengakibatkan bahwa penegakan rule of law tidak dengan sendirinya mengakibatkan tegaknya Negara hukum. Dr. Menarik untuk melihat penelitian tentang RoL yang dilakukan oleh Prof.Negara ditentukan oleh ada tidaknya keadilan yang dapat dinikmati oleh setiap anggota masyarakat. Amerika Serikat dan Belanda. penegakan rule of law harus diartikan secara hakiki (materiil). dan di . di Amerika diletakkan pada hak-hak asasi manusia. Setiap bangsa memiliki faham rule of law yang berbeda satu sama lain karena setiap bangsa/Negara memiliki rule of sendiri-sendiri. atau pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di dalam suatu Negara itu senantiasa mengandung suatu persyaratan (premis) bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan atau enforced itu merupakan hukum yang adil artinya kaidah hukum yang menjamin perlakukan yang adil (sesuai dengan faham masyarakat yang bersangkutan tentang keadilan sosial). Oleh karena itu “ the enforcement of the rules of law “ . yaitu dalam arti “ pelaksanaan dari just law”. apakah rakyatnya benar-benar dapat menikmati keadilan dalam arti perlakuan yang adil. 3.SH di Negara Inggris. maupun dari pemerintahnya. baik dari sesama warganegaranya. Wieldon lebih tegas lagi menyebutkan bahwa rule of law tidak saja memiliki suatu system peradilan yang sempurna diatas kertas saja akan tetapi ada tidaknya rule of law di dalam suatu Negara ditentukan oleh kenyataan. Pelaksanaan the rule of law dan terjaminnya Negara hukum (di Inggris) tidak saja warga negaranya tunduk dan harus tunduk pada hukum. pemerintah sebagai “ untergeordnet “ pada hukumnya. Faham the rule of law di Inggris diletakkan pada hubungan antara hukum dan keadilan. Terkait dengan perkembangan Rule of Law di beberapa Negara di dunia. Penelitian yang bersifat historis-komparatif tentang rule of law tersebut menyimpulkan bahwa : 1. Bahkan penegakan the rule of law itu akan memungkinkan berdirinya suatu Negara kekuasaan. tetapi juga pemerintahannya. 2.

7. tidak ada ketentuan mengenai maksud perubahan yang dikehendaki UUD tersebut.2 Sistem Pemerintahan Negara 8. Dengan kata lain. politik/masyarakat akan berkembang. jenis. dan kedua. 6. 1979) termasuk pengertian yang mana yang dianut UUD 1945? Jika dikaji. Namun. Artinya ada perubahan yang berarti menambahkan sesutau yang belum diatur ( misalnya tentang HAM pasal 28A-28J) dan ada pula yang berarti mengubah yang sudah diatur ( misalnya pasal 5 ayat 1 yang semula president memegang kekuasaan membentuk UU diubah menjadi presiden berhak mengajukan rancangan UU). Contohnya dalam pasal 7 UUD1945 tidak diatur berapa kali masa jabatan seorang presiden dapat dipilih kembali (sehingga presiden orde baru berkuasa 32 tahun). berdasarkan kenyataan setelah dilakukan dua kali perubahan (tahun 1999 dan 2000). Perlu anda pahami bahwa mengubah UUD dapat berarti 2. yaitu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dengan pertimbangan pertama. implementasi dan instrumen HAM di Indonesia. selalu akan tertinggal dari peerkembangan masyarakat sehingga suatu saat UUD itu perlu diubah. . dan kedua. melalui faham kedaulatan hukum. yaitu: pertama. dengan memberi kewenangan yang tinggi kepada hakim untuk mengawasi pelaksanaan tugas kekuatan pemerintah.Belanda faham rule of law lahir dari faham kedaulatan Negara. UUD/konstitusi itu bersifat statis sehingga akan ketinggalan zaman.3 Amandemen UUD 1945 Setiap UUD (konstitusi) yang tertulis selalu mencantumkan pasal tentang perubahan konstitusi tersebut. mengubah sesuatu yang sudah diatur dalam UUD itu. Aturan tersebut sudah tidak sesuai dengan tuntutan masyaakat yang menghendaki adanya pembatasa masa jabatan presiden sehingga paal 7 tersebut di-amandemen . Ternyata meliputi kedua pengertian tersebut. Mengapa perlu adanya pasal tentang perubahan? Hal ini disebabkan karena suatu UUD (konstitusi) walaupun dirancang untuk jangka waktu yang lama. menambahkan sesuatu yang belum Diatur dalam UUD (Sri Soemantri. Menjelaskan konsep. dimana seorang presiden /wakil presiden hanya dapat dipilih kenbali untuk satu kali masa jabatan. Menguraikan lembaga-lembaga di Indonesia 8.

Pertanyaan kita sekarang adalah ”bagaimana cara dan persyaratan untuk melakukan perubahan UUD 1945 “? Dan “ bagian mana saja yang dapat diubah”? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. yang berwenang mengubah UUD 1945 yaitu MPR yang juga sebagai lembaga yang menetapkan UUD. (c) sejumlah negara bagian (untuk negara serikat). Artinya penetapan dan pengubahan UUD 1945 dilakukan oleh suatu lembaga yang sama. yitu sekurang-kurangnya 2/3 dari seluruh anggota MPR harus hadir. ada baiknya kita lihat bagaimana cara perubahan konstitusi yang rigit menurut para ahli. batang tubuh dan penjelasannya merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan dalam ketetapan MPRS No.STRONG. Sedangkan menurut Ismail Suny dapat dengan (a) perubahan resmi. Untuk mengetahui cara mengubah UUD1945. C. yaitu dengan cara perubahan resmi (diatur dalam pasal 37) melalui kekuasaan legislatif (dalam hal ini rakyat indonesia). anda buka pasal 37 UUD 1945 yang menegaskan bahwa untuk mengubah UUD sekurangkurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota MPR harus hadir (ayat 1). Pertanyaan berikut yang perlu dijawab adalah bagian mana yang boleh diubah? Seperti telah anda pahami bahwa UUD 1945 terdiri dari pembukaan. dengan pembatasan tertentu. Berdasarkan pasal 37 tersebut maka terdapat 2 syarat yang harus dipenuhi untuk mengubah UUD 1945 yaitu pertama. dan pada ayat 2 disebutkan bahwa putusan diambil dengan persetujuan sekurangkurangnya 2/3 darripada jumlah anggota yang hadir. Jika dihubungkan dengan pendapat ISMAIL SUNY dan C.F. Syarat kedua adalah syarat sah nya keputusan yaitu sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR yang hadir harus hadir menyetujui.F. Jadi.XX/MPRS/1966 (sekarang sudah diganti) ditegaskan bahwa pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci yang mengandung cita-cita luhur proklamasi 17 Agustus 1945 dan yang memuat Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat . (b) penafsiran hakim.STRONG (1960) mengemukakan bahwa konstitusi dapat diubah oleh (a) kekuasaan legislatif. dan (d) dengan kebiasaan ketatanegaraan. syarat kehadiran atau Quorum. (b) rakyat melaluui refrendum. cara yang ditempuh untuk mengubah UUD 1945. (c) kebiasaan ketatanegaraan.

Dalam hal presiden mengangkat dan menerima duta. dan bertanggung jawab (mengubah pasal 18 dan menambah pasal 18A dan 18B) . pasal 13 ayat2 ditambah ayat3. pasal 22B. pasal 25 E. pasal 17 ayat 2 dan hal yang penting yang menunjukkan disatu pihak mengurangi dominasi keekuasaan presideen dan dilain pihak menambah kekuasaan DPR seebagai lembaga legislatif yang mewakili rakyat. pasal 27 ayat 3. yaitu tahun 1999 dan tahun 2000. Bab XA. Bab XII. yang semula tidak ada ketentuan untuk melibatkan DPR. berubah (dibatasi) menjadi maksimal dua kali masa jabatan (amandemen pasal 7) c. pasal 30. pasal 7. Pemegang kekuasaan membentuk Undang-Undang yang semula dipegang oleh presiden (pasal 5 ayat 1). antara lain: 1. nyata. pasal 19. berubah bahwa dalam mengangkat duta. Hal ini berarti yang dapat diubah oleh MPR bagian batang tubuh dan penjelasan UUD 1945. presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR (amandemen pasal 13 ayat 2 dan 3) d. pasal 28A-28J. pengaturan tentang pemerintahan daerah dalam rangka melaksanakan otonomi daerah yang luas.diubah oleh siapapun termasuk MPR hasil pemilihan umum karena mengubah pembukaan berarti pembubaran negara (negara proklamasi 17 Agustus 1945). Hal-hak tersebut diantaranya adalah : a. pasal 18A. pasal 14. pasal 36A-36C. Hal-hal yang diubah itu menyangkut. pasal 9. pasal 18B. beralih ketangan DPR (amandemen pasal 20 ayat1) b. Bab IXA. presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR (pasal 14 ayat 2) Masalah apa yang diubah pada amandemen kedua UUD1945? Pada tanggal 18 Agustus tahun 2000 MPR menetapkan perubahan kedua UUDD 1945 dengan mengubah/menambah: pasal 18. Periode masa jabatan presiden dan wakil presiden dalam jabatan yang sama yang semula tidak dibatasi. Bab XV. Dalam hal presiden memberi amenestti dan rehabilitasi. pasal 20A. pasal 22A. perubahan (amandemen) pertama terhadap UUD 1945 meliputi pasal 5 ayat 1. pasal 26 ayat 2 dan 3. pasal 15. Sebagaimana telah diungkapkan dimuka bahwa UUD 1945 telah mengalami dua kali perubahan. pasal 20 ayat 5. Bab X.

6. Visi Otonomi Daerah a) Politik Harus dipahami sebagai sebuah proses untuk membuka ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara demokratis. penegasan tentang lambang negara (pasal 36A) dan lagu kebangsaan (pasal 36B). penegasan tentang pengisian keanggotaan DPR. 4. Lalu.4 Otonomi Daerah a. pengaturan secara tegas tentang hak asasi manusia (amandemen pasal 28A-28J) 5. penegasan tentang fungsi DPR dan hak-hak DPR (pasal 20A ayat 1-4).2. 8. b) Ekonomi Terbukanya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal ekonomi didaerahnya c) Sosial Menciptakan kemampuan masyarakat untuk merespon dinamika untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi kehidupan disekitarnya. b. yaituu melalui pemilihan umum (amandemen pasal 19) 3. Pengertian Otonomi Daerah Otonomi Daerah adalah kemandirian suatu daerah dalam kaitan pembuatan dan pengambilan keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. . penegasan tentang pertahanan dan keamanan negara (amandemen pasal 30 ayat 1-5). memungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintahan yang responsif. desentralisasi yaitu pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

swasta. pemberian keleluasaan kepada daerah dan optimalisasi upaya pemberdayaan masyarakat. keuangan dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah.c.5 Kesadaran hukum WNI . 4) Privatisasi Tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. dan swadaya masyarakat. Konsep Dasar Otonomi Daerah: 1) Penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintahan dalam hubungan domestik kepada daerah. Model Desentralisasi 1) Dekonsentralisasi Merupakan pembagian kewenangan dan tanggung jawab administratif antara departemen pusat dengan pejabat pusat di lapangan tanpa adanya penyerahan kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan. 2) Penguatan peran DPRD sebagai representasi rakyat lokal dalam pemilihan dan penetapan kepala daerah 3) Pembangunan tradisi politik yang lebih sesuai dengan kultur berkualitas tinggi tingkat akseptabilitas yang tinggi pula 4) Peningkatan efektifitas fungsi-fungsi pelayanan eksekutif 5) Peningkatan efesiensi administrasi keuangan daerah 6) Pengaturan pembagian sumber-sumber pendapatan daerah. 2) Delegasi Pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi yang tidak secara langsung berada dibawah pengawasan pemerintah pusat. 8. 3) Devolusi Transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. d.

Dalam GBHN disebutkan bahwa hakikat Wawasan Nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya dan kesatuan pertahanan dan keamanan. 1. b. penglihatan tanggap indrawi. tinjauan. Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat. GBHN Tahun 1998 Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenal diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayahnya dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. tinjauan atau penglihatan indrawi.BAB IX GEOPOLITIK (WAWASAN NUSANTARA) 9. 2. Selain itu. Prof. Wan Usman Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Secara Etimologis Wawasan Nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang. Dengan kata lain. Wawasan artinya pandangan. Bangsa Indonesia yang dari aspek sosial budaya adalah beragam serta dari segi kewilayahan bercorak nusantara. berbangsa dan bernegara. meninjau atau melihat. Wawasan Nusantara menurut beberapa pendapat sebagai berikut: a. kita pandang merupakan satu kesatuan yang utuh. .1 Pengertian Wawasan Nusantara Pengertian Wawasan Nusantara dapat diartikan secara etimologis dan terminologis. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan. hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. Secara Termilogis. hakikat Wawasan Nusantara adalah persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.

Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Wawasan Nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju konsep masa depan. Visi bangsa Indonesia sesuai dengan konsep Wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula kedudukan Wawasan Nusantara sebagai salah satu konsep ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan berikut: 9. bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Jepang.192 juta KM dengan rincian luas daratan adalah 2. dan (2) kita pernah mengalami memiliki wilayah yang terpisah-pisah Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa barat yaitu Spanyol. dalam kurun waktu terakhir menjelang kemerdekaan. Indonesia merupakan negara dan bangsa dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa Indonesia antara lain: a) Indonesia bercirikan negara maritime/kepulauan. bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang satu adalah karena dua hal. B. . Inggris dan Belanda.2 Latar Belakang Terbentunya Wawasan Nasional Bangsa A.027 juta KM dan luas laut adalah 3.166 juta KM. Selanjutnya. yaitu (1) kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah. dimana laut tidak lagi sebagai pemisah tetap dipakai sebagai penghubung. Portugis. Segi Historis atau Sejarah Dari segi historis. Perkembangan semangat kebangsaan Indonesia dapat dikategorikan dalam kurun waktu sebagai berikut: 1) Zaman Perintis 1908 yaitu kemunculan Pergerakan Nasional Budi Oetomo 2) Zaman Penegas yaitu dengan Ikrar Sumpah Pemuda 3) Zaman Pendobrak 1945 yaitu dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Keluarnya deklarasi Juanda 1957 telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara. Visi adalah keadaan atau rumusan umum mengenai keadaan tertentu yang diinginkan. b) Luas wilayah Indonesia 5. Segi Geografis dan Sosial Budaya Dari segi geografis dan sosial budaya.

j) Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam. geopolitik mempelajari fenomena politik dari aspek geografi. i) Wilayah yang subur dan dapat huni. sedangkan istilah nusantara dipergunakan untuk mengggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak diantara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia . Sebagai ilmu. C. Konsepsi Wawasan Nusantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. 2005). Berdasarkan geopolitik wilayah Indinesia adalah satu kesatuan wilayah dari Sabang sampai Merauke yang terletak antara dua benua dan dua samudra.110 KM. penglihatan. h) Berada pada 6 derajat LU-11 derajat LS serta 95 derajat BT-141 derajat BT.888 KM dan jarak timur barat 5. dan l) Memiliki jumlah penduduk yang besar dengan jumlah diatas 220 juta. d) Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudra (pos silang).c) Jarak utara selatan 1.3 Konsepsi Wanus Kata wawasan mengandung arti pandangan. Salah satu kepentingan nasional Indonesia adalah bagaimana menjadikan bangsa dan wilayah ini senantiasa satu dan utuh. tinjauan. k) Memiliki etnik dan kebudayaan yang sangat banyak. Kepentingan nasional itu merupakan tuntutan lanjut dari cita-cita nasional. atau tanggap indrawi. Sementra untuk Indonesia orang yang pertama kali mengaitkan geopolitk dengan bangsa Indonesia adalah Ir. Segi Geopolitis dan Kepentingan Nasional Geopolitik adalah istilah pertama kali ditemukan oleh Freedich Ratzel sebagai Ilmu Bumi Politik. f) Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim. Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia (Sobana. Soekarno. 9. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenia wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. tujuan dan visi nasional. g) Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu Mediterania dan Sirkum Pasifik. e) Indonesia terletak pada garis Khatulistiwa.

II/MPR/1988. Berarti jelaslah bahwa Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan landasan visional bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan perwujudan ideologi Pancasila. (2) TAP MPR No. yaitu dalam ketetapan MPR mengenai GBHN secara berturut-turut ketentuan tersebut adalah: (1) TAP MPR No. Wawasan Nusantara mengarahkan visi bangsa Indonesia untuk mewujudkan kesatuan dan keserasian dalam berbagai bidang kehidupan nasional.serta diantara Benua Asia dan Benua Australia. ekonomi. 9. (5) TAP MPR No. (4) TAP MPR No. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Politik Meliputi : . Konsepsi Wawasan Nusantara dituangkan dalam peraturan perundangundangan. serta (6) TAP MPR No II/MPR/1998. (3) TAP MPR No. Landasan visional ini dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional yang kemudian diberi nama Wawasan Nusantara. IV/MPR/1973. sebagai berikut: a. II/MPR/1993. Untuk membina dan menyelenggarakan kehidupan nasional. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia yang diberi pengertian cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. II/MPR/1983.4 Perwujudan Wawasan Nusantara Perwujudan Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan politik. IV/MPR/1978. bangsa Indonesia merumuskan suatu landasan visional yang dapat membangkitkan kesadaran untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang menjadi cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya. sosial dan budaya serta pertahanan dan keamanan tercantum dalam GBHN.

(1) Kewilayahan nasional. (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. 9. dan (3) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional budaya bangsa. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi Meliputi : (1) Kepemilikan nusantara. dan (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. b. bangsa dan negara yang meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta ragam busaya. . (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi seluruh daerah. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan Meliputi: (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela negara dan bangsa. d. Wadah (contour) adalah wadah kehidupan masyarakat. c. Isi (content) adalah aspirasi yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD. (2) Pemerataan hasil pemamfaatan kekayaan wilayah nusantara. b. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. (2) keselarasan kehidupan yang sesama dengan kemajuan bangsa.5 Unsur Dasar Wawasan Nusantara Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri dari tiga unsur dasar yaitu: a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Sosial-Budaya Meliputi: (1) Pemerataan. kesembangan dan persamaan dalam kemajuan bersama kekayaan efektif maupun potensi wilayah masyarakat serta adanya. dan (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional.

. Tata Laku (conduct) adalah hasil interaksi antara wadah dan isi yang terdiri dari tata laku bathiniah dan lahiriah. yang kedua tersebut akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan. Tata laku bathiniah mencerminkan jiwa.c. semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia. tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia. Sedangkan.

sebagai berikut: (1) Ketahanan Nasional sebagai kondisi. Sejarah Lahirnya Ketahanan Nasional Konsepsi Ketahanan Nasional memiliki latar belakang sejarah kelahirannya di Indonesia.BAB X GEOSTRATEGI (KETAHANAN NASIONAL) 10. Sebagai suatu pendekatan. kita mengenal tiga wujud atau wajah dari Ketahanan nasional (Chaidir Basrie. Ketahanan Nasional sebagai doktrin. metode atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. 1997). c. Ketahanan Nasional menggambarkan pendekatan yang integral. Masa itu addalah sedang meluasnya pengaruh komunisme seperti Laos. baik pada saat membangun pemecahan masalah kehidupan. Ketahanan Nasional sebagai kondisi. Berdasarkan ketiga pengertian ini. 2002) sebagai berikut: a. Ketahanan Nasional sebagai metode. b. (2) Ketahanan Nasional sebagai sebuah pendekatan. 10.1 Pengertian Ketahanan Nasional Terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap konsep ketahanan nasional. Ketahanan Nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dalam penyelenggaraan bernegara.2 Latar Belakang dan Proses Kajian Tannas A. Gagasan tentang ketahanan nasional bermula pada awal tahun 1960-an pada kalangan militer angkatan darat dari SSKAD sekarang SESKOAD (Sunardi. Perspektif ini melihat ketahanan nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Vietnam dan sebagainya yang meluas sampai ke Indonesia? . Integral dalam artian pendekatan yang mencerminkan antara segala aspek/isi. (3) Ketahanan Nasional sebagai doktrin.

meskipun dalam ketahanan nasional sendiri terdapat konsep kekuatan. Ketahanan ideologi adalah kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan dan kebenaran ideologi pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasiona. dari tinggalnya konsep kekuatan. politik. f. Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif diletakkan dari hambatan. B. rumusan konseptual ketahanan nasional dapat digambarkan sebagai berikut: Dari sejarah tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep ketahanan nasional Indonesia berawal dari konsepsi kekuatan nasional yang dikembangkan oleh kalangan militer. pemikiran konseptual ketahanan nasional ini mulai menjadi doktrin dasar nasional setelah dimasukkan dalam GBHN. ancaman dan gangguan yang timbul dari dalam maupun dari luar. b. Ketahanan politik adalah kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan pancasila dan UUD1945 yang mengandung kemampuan memelihara sistem politik yang sehat ddan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas aktif. dan budaya serta pertahanan dan keamanan. c. e. Ketahanan ekonomi adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi pancasila yang mengandung . tantangan. Rumusan ketahanan nasional dalam GBHN 1998 sebagai berikut: a. IV/MPR/1973. Secara skematis. sosial. d. ekonomi. kemampuan menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Ketahanan nasional meliputi ketahanan ideologi.Dalam pemikiran Lembanas tahun 1968 tersebut telah ada kemajuan konsep tual berupa ditemukannya unsur-unsur dari tata kehidupan asional yang berupa ideologi politik. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Ketahanan Nasional dalam GBHN Konsepsi ketahanan nasional untuk pertama kalinya dimasukkan ke dalam GBHN 1973 yaitu ketetapan MPR No.

Morgenthau Morgenthau mengemukakan bahwa untuk membangun Ketahanan Nasional suatu bangsa diperlukan sembilan gatra. Konsep Hans J. (5) Kemampuan penduduk. dan (9) Kualitas pemerintahan. dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras.3 Konsepsi Tannas 1. bersatu. (6) Karakter bangsa yang berkualitas. Mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kamampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyatyang adil dan merata. serasi. (2) Kekuatan sumber daya alam. (3) Kapasitas industri. seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. . maju. g. yaitu: (1) Stabilitas geografi. (8) Kualitas diplomasi. (4) Kesiapan militer. h. cinta tanah air. Ketahanan sosial dan budaya adalah kondisi kehidupan sosial budaya yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial da budaya manusia dan masyarakat Indoesia yang beriman dan bertaqwa terhadap TYME. berkualitas. 10. (7) Moril nasional yang kuat. rukun. Ketahanan pertahanan dan keamanan adalah kondisi daya tangkat bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis.

(2) Critical mass atau strategi antara potensi penduduk dengan geografi. Sebaliknya. dan (6) Sifat pemerintahan. maka negara tersebut akan muncul sebagai negara yang memiliki kekuatan besar. yakni: (1) Perceived power atau kekuatan nasional dipersepsikan negara lain. Cline menyusun enam gatra yang diperlukan untuk membangun Ketahanan Nasional suatu bangsa. Jumlah penduduk. yaitu: a. Sehingga demikian ketahanan laut suatu negara dapat diciptakan atas empat faktor. (5) Watak nasional/bangsa. (4) Jumlah penduduk. (3) Kemampuan militer. Konsep Ray Cline Cline menyatakan bahwa suatu negara dilihat atas dasar persepsi negara lain termasuk didalamnya persepsi atas sistem penangkalannya. suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat mengaktualisasikan dirinya sebagai negara besar. Apabila suatu negara memiliki potensi geografi besar dan sumber kekayaan alam yang besar pula. dan d. Konsep Alfred Thayer Mahan Mahan berpendapat bahwa Ketahanan Nasional suatu bangsa dapat dibangun atas dasar pemenuhan enam gatra. yakni: (1) Letak geografi. . (4) Kemampuan ekonomi. (3) Luas wilayah. Konfigurasi wilayah negara. b.2. c. (2) Bentuk wujud bumi. Berdasarkan konsep itu. Situasi geografi. Mahan juga menyatakan bahwa Ketahanan Nasional tidak hanya bergantung pada luas wilayah daratan tetapi juga bergantung pada faktor luas akses ke laut dan bentuk pantai dari wilayah negara. 3. Kekayaan alam.

(5) Strategi nasional; dan (6) Tekad rakyat untuk mewujudkan strategi nasional. 4. Konsep Ketahanan Nasional Republik Indonesia Konsep Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan oleh Lemhannas dan berisi daya keuletan (tenacity) dan daya tahan alam (resistence/resilience). Konsep Ketahanan Nasional Indonesia melibatkan delapan gatra yang dikelompokkan ke dalam trigatra dan pancagatra. Oleh sebab itu, konsep Ketahanan Nasional Indonesia disebut sebagai konsep Astagatra. Trigatra berisi aspek alamiah, meliputi : (1) Letak geografi negara (Geografi); (2) Keadaan dan kekayaan alam (Sumber Daya Alam); (3) Keadaan dan kemampuan penduduk (Demografi). Pancagatra berisi aspek sosial, meliputi : (1) Ideologi; (2) Politik; (3) Ekonomi; (4) Sosial-Budaya; dan (5) Pertahanan dan Keamanan.

10.4 Hakikat dan Wujud Tannas 10.5 Pembelaan Negara dan Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara A. Pembelaan Negara Terdapat hubungan antara Ketahanaa Nasional suatu negara dengan pembelaan negara. Kegiatan pembelaan negara pada dasarnya merupakan usaha dari warga negara untuk mewujudkan Ketahanan Nasional. Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada TNI. Padahal berdasarkan Pasal 27 dan 30 UUD 1945, masalah bela negara dan pertahanan negara merupakan hak dan kewajiban setiap WNI. Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri. Di masa demokrasi dan keterbukaan sekarang ini, tentu muncul pertanyaan apakah bela negara masih relevan?

1. Makna Bela Negara Membela negara merupakan kewajiban sebagai warga

negara.membela negara Indonesia adalah hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Membela negara Indonesia adalah hak dan kewajiban dari setiap WNI. Hal ini tercantum dalam Pasal 27 Ayat 3 UUD 1945 Amandemen ke-2. Selain itu, dalam UU No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Konsep Bela Negara dapat diuraikan secara fisik maupun non fisik. Secara fisik, yaitu dengan memanggul bedil menghadapi serangan atau agresi musuh. Bela negara secara fisik dilakukan untuk menghadapi ancaman dari luar. Adapun bela negara secara non fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. 2. Peraturan Perundang-Undangan tentang Bela Negara Ketentuan atau landasan hukum mengenai Bela Negara terdapat dalam bagian pasal atau tubuh UUD 1945 berikut ini. a. Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1-5; b. UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI; c. UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara; dan d. UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. 3. Keikutsertaan Warga Negara dalam Bela Negara 1) Bela negara secara fisik Menurut UU No.32 Tahun 2006 tentang pertahanan negara disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara daam bela negara secara fisik dapat dilakukan dengan menjadi anggota TNI dan pelatihan dasar militer, PDK ini terdiri dari berbagai unsur, seperti Menwa, Wanra, Hansip, Mitra Babinsa dan organisasi kemasyarakat pemuda atau OKP. 2) Bela Negara secara non-fisik Menurut UU No.3 Tahun 2002, disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam bela negara secara non-fisik dapat diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesi. Acaman dapat dikonsepsikan sebagai setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri

maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman inilah yang perlu kita atasi melalui keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara. Menurut UU No.20 Tahun 1982, ancaman mencangkup ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Sementara menurut UU No. 3 Tahun 2002 digunakan satu istilah yakni ancaman. Adapun bentuk-bentuk dari ancaman militer mencangkup: a) Agresi; b) Pelanggaran Wilayah; c) Spionase; d) Sabotase; e) Aksi Teror Bersenjata; f) Pemberontakan Negara; dan g) Perang Saudara. Selain yang telah disebutkan di atas, macam-macam ancaman yang di hadapi bangsa indonesia di masa depan antara teroris internasional, gerakan separatis, aksi radikalisme, konflik komunal, kejahatan lintas negara, kegiatan imigrasi gelap, gangguan keamanan laut, gangguan keamanan udara, perusakan lingkungan, bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa. B. Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Pertahanan dan keamanan adalah bidang kehidupan nasional

Indonesia yang diupayakan untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara demi tetap terwujudnya kondisi kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan bangsa dan negara serta terpenuhinya hak dan kewajiban warga negara dalam rangka pencapaian tujuan nasional. Pertahanan dan keamanan NKRI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, dan menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi dengan TNI dan Polri sebagai kekuatan inti. Pertahanan dan keamanan negara bertujuan untuk menjamin tetap tegaknya NKRI berandaskan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman dari dalam maupun luar negeri demi tercapainya tujuan nasional. TNI

Pertahanan dan keamanan NKRI diselenggarakan dengan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (SISHANKAMRATA). serta saling bersangkut paut dari pengintegrasian semua unsur kekuatan sosial berupa potensi ipoleksosbudhankam. Sistem tersebut bersifat total. yaitu suatu sistem pertahanan dan keamanan dengan komponen-komponen yang terdiri atas seluruh potensi. Kekuatan fisik dan teknologi diartikan sebagai kekuatan fisik manusia dan perlengkapan teknologi termasuk keterampilan yang diperlukan untuk memelihara atau membuat alat-alat perlengkapan tersebut. kerakyatan. berdaya dan berhasil guna. yaitu pendekatan sistem senjata teknologi (sistek) dan sistem senjata sosial (sissos) secara serasi. kemampuan. Sissos adalah suatu keseluruhan yang teratur. berdaya dan berhasil guna. Polri merupakan komponen inti yang bertangggung jawab di bdang keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri. dan militer di dalam negeri. baik dari luar maupun dalam negeri. Berdasarkan doktrin pertahanan dan keamanan di atas. ekonomi. integral. Sistek adalah suatun keseluruhan yang teratur. dan kewilayahan dengan menggunakan dua cara pendekatan. dan kekuatan nasional yang bekerja secara total. diwujudkan dalam suatu pola yang . TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila diminta oleh Polri atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat.merupakan komponen inti yang bertanggung jawab di bidang pertahanan untuk menghadapi ancaman dari luar negeri. Menyadari bentuk ancaman. sosialbudaya. konsep keamanan NKRI ditujukan untuk menggagalkan usaha-usaha dan kegiatankegiatan infiltrasi dan subversi di bidang ideologi. serta bersangkut paut dari pengintegrasian semua unsur kekuatan fisik dan teknologi diwujudkan dalam suatu pola yang merupakan kondisi serta alat untuk memenangkan perang. Defensif aktif dalam arti bahwa walaupun melakukan pertahanan. politik. serta berlanjut dalam rangka mencapai Ketahanan Nasional. Konsep politik atau doktrin pertahanan dan keamanan NKRI defensif aktif di bidang pertahanan dan preventif aktif di bidang keamanan. Senjata diartikan sebagai sarana untuk melaksanakan sesuatu.

Sishankamrata diorganisasikan dalam satu wadah tunggal. Pendayagunaan potensi nasional dalam pertahanan dan keamanan negara dilakukan secara optimal dan terkoordinasi untuk mewudjudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan negara yang menyeimbangkan dan menyelaraskan kepentingan kesejahteraan dan keamanan.merupakan kondisi serta alat untuk mencapai tujuan. tentara pejuang. Wadah ini dibangun dalam jati diri sebagai tentara rakyat. dan tentara nasional yang mengabdi hanya untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. yaitu TNI dan Polri. .

politik dalam arti poliitic mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa.1 Pengertian Politik Strategi Nasional Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani politeia dari kata asal polis berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu negara dan teia berarti urusan. dan arah itu sebaik-baiknya. Politik merupakan suatu rangkaian asas. strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.BAB XI POLSTRANAS (POLITIK STRATEGI NASIONAL) 11. menurut Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Kemudian. Jadi. jalan. arah. sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. pembagian. . jalan. atau alokasi sumber-sumber yang ada. Antara politics dan policy memberikan asas. sedangkan policy memberikan pertimbangan tanpa pelaksanaan asas. Jadi. cara. politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. keadaan. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau atau seorang panglima atau militer dalam peperangan. dan medannya. serta kebijakan negara tentang pembinaan dan penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. haluan. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. Selanjutnya. tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam bidang ekonomi maupun olahraga. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. Sementara pengertian strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. jalan. pengertian politik secara umum adalah menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. prinsip. usaha. Sementara dalam bahasa Indonesia.

2 Sistem Politik Indonesia 11. UUD 1945. cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia. Oleh karena itu. BPK. dan MA. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. proses penyusunan polstranas di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN. penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Sementara badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai infrastruktur politik yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. DPR. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional. Presiden.4 Wujud Politik dan Strategi Nasional Indonesia . Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan suprastruktur politik.3 Konsep Strategi Nasional dan Implementasi Penyusunan politik strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung terkadung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. Selain itu. seperti partai politik. 11. Mekanisme penyusunan polstranas di tingkat suprastruktur politik yang diatur oleh Presiden.11. Politik strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Proses polstranas pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Lembaga-lembaga itu adalah MPR. organisasi kemasyarakatan. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. media massa. kelompok kepentingan dan kelompok penekan.

2006. Edisi Baru. . Demokrasi. Penabur Ilmu. diakses tanggal 20 Juni 2010. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education).doc). Siswanto. Yogyakarta : Cipta Karya Mandiri. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. 2007. 2002. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Otonomi Daerah. Kewarganegaraan untuk SMP Kelas IX. ABC Pancasila. ed.ac. Pendidikan Kewarganegaraan.pancasila/.DAFTAR PUSTAKA Pasha. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Tegak Sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila dan UUD Proklamasi 1945 dalam psp. Pendidikan Kewarganegaraan. Kaelan. Joko. 2002. UUD Republik Indonesia 1945 dan Perubahannya. Supriatnoko. Tim ICCE UIN Jakarta. Jakarta : Bumi Aksara. Winarno. Tim Dosen UGM. Cetakan Kedua.. dan Masyarakat Madani. Wiyono. 2007./FILSAFAT_PANCASILA_2009_pak%20No orsyam. Edisi Reformasi. 2009. Jakarta : Ganexa Exact. 2002. Mustafa Kamal. Mohammad Noor. Yogyakarta : Badan Penerbit Filsafat UGM. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : Penaku. Sistem Filsafat Pancasila. Jakarta : ICCE UIN Jakarta. Dwi. 2001.ugm. 2008. Jakarta : Penabur Ilmu.. Syam.. Yogyakarta : Paradigma. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. dkk. Hadi dan Iswooro.id/.. Sumarsono. Hak Asasi Manusia. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). 2008. Refleksi Komprehensif Hal Ikhwal Pancasila.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->