BAHAN PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn

)

Kata Pengantar Daftar Pustaka Bab I Pendahuluan 1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn 1.2 Landasan Yuridis MPK PKn 1.3 Visi dan misi MPK PKn 1.4 Kompetensi dasar MPK PKn Bab II Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan 2.1 Pengertian dan latar belakang PKn 2.2 Sejarah dan perkembangan PKn 2.3 Substansi kajian PKn 2.4 Metodologi dan tujuan pembelajaran PKn Bab III Filsafat Pancasila 3.1 Pengertian Pancasila 3.2 Pancasila sebagai sistem filsafat 3.3 Susunan isi arti Pancasila 3.4 Asal mula Pancasila sebagai ideologi 3.5 Pancasila sebagai ideologi terbuka Bab IV Identitas Nasional 4.1 Pengertian identitas nasional 4.2 Lambang-lambang negara 4.3 Nilai-nilai budaya bangsa 4.4 Etika dan moral bangsa Bab V Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia 5.1 Pengertian warga negara, penduduk, dan rakyat 5.3 Hak-hak warga negara 5.4 Kewajiban warga negara

Bab VI Demokrasi Indonesia 6.1 Pengertian negara, teori, terjadinya negara, sifat dan unsur-unsur negara 6.2 Pengertian dan konsep demokrasi 6.3 Demokrasi dalam sistem NKRI Bab VII Hak Asasi Manusia 7.1 Pengertian HAM 7.2 Latar belakang munculnya HAM 7.3 Perkembangan konsep hukum internasional tentang HAM 7.4 Pelaksanaan HAM di Indonesia Bab VIII Penegakan, Peningkatan dan Kesadaran Hukum (Rule Of Law) 8.1 Pengertian Rule of Law 8.2 Sistem Pemerintahan Negara 8.3 Amandemen UUD 1945 8.4 Kesadaran Hukum WNI Bab IX Geopolitik (Wawasan Nusantara) 9.1 Pengertian Wanus 9.2 Latar belakang terbentuknya Wanus 9.4 Konsepsi Wanus 9.4 Perwujudan Wanus 9.5 Unsur dasar Wanus Bab X Geostrategi (Ketahanan Nasional) 10.1 Pengertian Tannas 10.2 Latar belakang Tannas 10.3 Konsepsi Tannas 10.4 Hakikat dan wujud Tannas 10.5 Bela negara dan sistem pertahanan dan keamanan negara Bab XI Polstranas (Politik Strategi Nasional) 11.1 Pengertian Polstranas 11.2 Sistem politik Indonesia 11.3 Konsep strategi nasional dan implementasi 11.4 Wujud politik dan strategi nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap TYME dan berbudi pekerti luhur,

berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. MPK bertujuan untuk pendayaan wawasan, pendalaman intensitas, pemahaman dan pengayaan bahan kajian agar mampu membangun kesadarannya sendiri guna membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Kesemua mata kuliah dalam kelompok MPK termasuk pendidikan afektif, yaitu untuk mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab

kemanusiaan.

1.2 Landasan Yuridis MPK PKn Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan khususnya pada lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia, berlandaskan pada : 1) Pembukaan UUD 1945 dalam alinea II dan IV, tersurat dalam cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia. 2) Batang Tubuh UUD 1945 pasal 31 ayat 1-5 tentang Pendidikan. 3) Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik IndonesiaNomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, dan Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, antara lain ditegaskan jenis kurikulum inti Program Diploma dan Sarjana, meliputi kelompok Mata Kuliah

Pengembangan Kurikulum (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

kebudayaan. yaitu meliputi kompetensi Pendidikan Agama. yaitu: . dan kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi Program Diploma dan Sarjana wajib memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian. berdisiplin dalam masyarakat. serta mata kuliah statistika dan atau matematika. 1. dinamis. dan Bahasa. Pendidikan Kewarganegaraan. (2) Berbudi pekerti luhur. serta (5) Aktif memanfaatkan ipteks untuk kepentingan kemanusiaan. bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan. 5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mewajibkan kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi memuat mata kuliah Pendidikan Agama.3 Visi dan Misi MPK PKn Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan menumbuhkan dan membuahkan sikap mental yang cerdas. 6) Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 menetapkan tentang visi dan misi kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. (3) Rasional. (4) Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara sebagai warga negara. sebagai berikut: (1) Beriman dan bertaqwa kepada TYME dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa. dan Bahasa Indonesia. berbangsa. dan negara. Sikap mental ini disertai dengan perilaku. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 menetapkan tentang visi dan misi kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). dan Bahasa Indonesia. penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.4) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 37 ayat 2 menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan Agama. dan bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan. serta Bahasa Inggris.

. demokratis yang berkeadaban. budaya. meliputi pengetahuan tentang nilai-nilai agama. 1. Sementara. Visi Sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia yang berkarakter Indonesia seutuhnya.A. bangsa. menjadi warga Negara yang memiliki daya saing. dan mengembangkan ilmu pengetahuan. berdisiplin. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab. kompetensi dasar untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah membimbing mahasiswa menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air. semangat kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila. menganalisis dan menjawab masalahmasalah yang dihadapi oleh masyarakat. dan negara secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional. Misi Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. menerapkan. Selanjutnya. seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. dan kewarganegaraan serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. melalui Pendidikan Kewarganegaraan ini kompetensi yang diharapkan adalah mampu memahami. B.4 Kompetensi Dasar MPK PKn Standar kompetensi yang wajib dikuasai mahasiswa.

yaitu : 1) Indische Burgerscapkunde yang disusun oleh P. van Dorp dan Co. kata Civicus diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi kata Civic yang artinya mengenai warga negara atau kewarganegaraan. Terdapat dua buku pelajaran Civics yang digunakan. Tromps diterbitkan oleh penerbit J.B. Pelajaran ini pada hakikatnya untuk kepentingan penguasa kolonial.T. yang pada saat itu diberikan di sekolah guru. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi sekarang ini diwujudkan dengan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan tentang berdasarkan SK Dirjen Mata Dikti Kuliah No. N. tahun 1940. yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Pelajaran Civics atau kewarganegaraan telah dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda dengan nama Burgerkunde. Groningen tahun 1934. Wolters Maatschappij N. Selanjutnya. Menurut Pasha (2002:12) pengertian Pendidikan Kewarganegaraan merupakan materi perkuliahan yang menyangkut pemahaman tentang . Vortman diterbitkan oleh G.V. Kemudian penjabaran lebih tentang lanjut operasional diatur mata SK kuliah Dirjen Pendidikan Dikti No.V.C. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa di Peguruan Tinggi.B. Kewarganegaraan 38/Dikti/Kep/2002 dengan Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.267/Dikti/Kep/2000 Penyempurnaan Kurikulum Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. dan Civic Education.BAB II PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 2. Dari kata Civic lahir kata Civic yaitu ilmu kewarganegaraan. Selanjutnya. sedangkan kebanyakan sekolah lanjutan mendapat pelajaran Staats Inricting (Tata Negara).1 Pengertian dan Latar Belakang PKn A. Pengertian PKn Kata kewarganegaraan dalam bahasa Latin disebut Civicus. 2) Rech en Plicht yang disusun oleh J.

Sedangkan. demokrasi. Zamroni dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:7) bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi yang berisi program pendidikan dan mencakup pemahaman tentang masalah kebangsaan. penegakan rule of law. pengembangan budaya demokrasi dan perdamaian. Dikemukakan oleh Puskur dalam Depdiknas (2003:2) bahwa Kewarganegaraan (Citizenship) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama. penguatan keterampilan partisipatif yang demokratis. Azra (2001:7) Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang cakupannya lebih luas dari pendidikan demokasi dan pendidikan HAM. tentang rule of law. Berbeda dengan pendapat di atas. sebelum. Kemudian dilanjutkan dengan era . serta pendidikan bela negara. dan masyarakat madani.persatuan dan kesatuan. Soemantri dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:8) mengenai Pendidikan Kewarganegaraan sebagai kegiatan yang meliputi seluruh program sekolah yang meliputi berbagai macam kegiatan mengajar yang dapat menumbuhkan hidup dan perilaku yang lebih baik dalam masyarakat demokratis. kewarganegaraan dalam hubungannya dengan negara. usia dan suku bangsa untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas. sosio-kultural. kesadaran warga negara dalam bernegara. Latar Belakang PKn Perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai sejak. hak dan kewajiban warga negara dalam berbangsa dan bernegara. B. HAM. Lalu. pendidikan bela negara. bahasa. HAM. dan selama penjajahan. menurut Civitas Internasional dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:8) bahwa Civic Education atau Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang mencakup pemahaman dasar tentang cara kerja demokrasi dan lembaga-lembaganya. terampil dan berkarakter yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945.

mempertebal cinta tanah air. kesetiakawanan sosial. Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental dan spritual yang dapat melahirkan sikap dan . negara. yaitu manusia yang beriman dan bertawa terhadap TYME. Dalam kaitannya dengan semangat perjuangan bangsa. berbudi luhur. Hal ini tentunya sesuai dengan kemampuan spiritual dan berkaitan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik. profesional. disiplin. kepribadian. 2. Generasi penerus tersebut diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik. Hal tersebut tentunya dipupuk melalui Pendidikan Kewarganegaraan. dan hubungan internasional. tangguh. bangsa. Semangat perjuangan bangsa tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketaqwaan kepada TYME dan keikhlasan untuk berkorban. cerdas. bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna.perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. maju. Jadi. hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan dan memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir. kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan dan berorientasi kepada masa depan. Selain itu juga bagi mahasiswa sebagai calon cendekiawan pada khususnya yaitu melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). meningkatkan semangat kebangsaan. maka perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing-masing memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga negara Indonesia pada umumnya. dan perilaku sebagai pola tindak kecintaan pada tanah air berdasarkan Pancasila. Selain itu. pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas Indonesia.2 Sejarah dan perkembangan PKn Semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tak kenal lelah menyerah telah terbukti pada perang kemerdekaan 17 Agustus 1945. terampil. kreatif. beretos kerja. sikap. mandiri.

negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. perekonomian. berbangsa dan bernegara. dan bernegara. semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Globalisasi ditandai oleh adanya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional. Pada tahun 1950 dalam suasana Indonesia merdeka. Inilah yang melatar belakangi adanya Pendidikan Kewarganegaraan. Semangat perjuangan bangsa inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Kondisi ini menciptakan struktur baru. pengajaran. sedangkan dalam menghadapi globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan. Globalisasi yang ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Materi buku ini meliputi. sosial budaya. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan adalah mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan dengan sungguh-sungguh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam perjuangan fisik merebut. mempertahankan dan mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat. dan ilmu pengetahuan . khususnya dibidang informasi komunikasi dan transfortasi membuat dunia menjadi transparan seolah-olah menjadi sebuah kampung tanpa mengenal batas. Bangsa Indonesia memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan kapasitas masing-masing. antara lain : a. kedua buku teks tersebut di atas menjadi buku pegangan guru Civics di sekolah menengah atas. Pelajaran tersebut tidak diberikan secara ilmu pengetahuan melainkan sebagai dasar yang berjiwa nasional serta kewarganegaraan yang baik (good citizenship). Akhlaq.perilaku heroik dan patriotik serta menumbuhkan kekuatan kesanggupan dan kemauan yang luar biasa. keluarga. masyarakat. serta pertahanan dan keamanan global. yaitu struktur global. Kemudian. dan diri sendiri. pendidikan. tetapi dalam mata pelajaran yang terurai pada SMA tahun 1950 iitu dikatakan bahwa kewarganegaraan yang diberikan disamping tata negara adalah tugas dan kewajiban warga negara terhadap pemerintah. berbangsa.

Tujuan pelajaran tersebut adalah untuk membangkitkan dan memeliharakeinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Iindonesia memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri. kewanitaan. Keuangan Negara f. Warga Negara Beserta Hak dan Kewajibannya d. meliputi pancasila. Pada tahun 1972 diselenggarakan seminar nasional pengajaran dan pendidikan civics di tawang mangu sukarata. Pada tahun 1966 buku di atas dilarang digunakan sebagai buku pegagan di sekolah-sekolah untuk mengatasi kekosongan materi civics . pemerintah. antara lain : a. Pajak dan Perekonomian Pada tahun 1991 mata pelajaran civics digunakan untyuk memberi pengertian tentang pidato kenegaraan presiden ditambah dengan pancasila. Tanah airku Indonesia Raya b. kesehatan. Simorangkir. Pada tahun 1955 terbit buku tentang kewarganegaraan berbahasa Indonesia dengan judul Inti Pengetahuan Warga Negara disusun oleh J. Kehidupan rakyat.T. sejarah pergerakan. sejarah Indonesia dan ilmu bumi Indonesia. dan soal-soal internasional. Kesadaran dalam dan luar negeri. perwakilan. peerburuhan.b. Materi buku ini meliputi.C. UUD 1945. Dengan hasil yang memberikan ketegasan terhadap istilah civics. dan lain-lain c. masyarakat. dan Sumintarjo. pertahanan rakyat. hak dan kewajiban warga Negara. Gusti Mayur. Ketatanegaraan e. perusahaan. agraria. ditambah dengan orde baru. imigrasi. dan negara (good citizen). Ditahun itu juga istilah kewarganegaraan diganti dengan istilah kewargaan Negara atas prakarsa Dr. ketetapan MPR dan PBB. Bendera dan Lambang Negara c. Sahardjo dengan alas an untuk menyesuaikan dengan pasal 26 ayat 2 UUD 1945 yang menekankan pada warga yang mengandung pengertian atas hak dan kewajiban terhadap Negara. sebagai berikut: . kemakmuran rakyat.

yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga neagara menjadi lebih baik menurut syarat-syarat. politik. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan pada tanggal 1 Februari 1985 menggariskan Pola Pembinaan Pendidikan Kewiraan di lingkungan Perguruan Tinggi. yaitu suatu disiplin yang objek studynya mengenai peranan warga Negara dalam bidang spiritual. jalur.No. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1985 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan tinggi pada Pasal 39 Ayat 2 menyebutkan bahwa isi kurikulum setiap jenis. dan jenjang pendidikan wajib memuat (1) Pendidikan Agama. dan disusul dengan Penerapan Kurikulum Inti Mata Kuliah Dasar Umum oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Kep. 2009:12). social. Pada tahun 1975 disusun buku pokok kewiraan bagi mahasiswa dan diterbitkan pertama kali sebagai buku kewiraan untuk mahasiswa pada tahun 1979 yang digunakan sebagai bahan perkuliahan Pendidikan Kewiraan di perguruan tinggi. mental Pancasila dan filsafat pendidikan nasional serta menuju kedudukan para warga Negara yang diharapkan di masa depan (Supriatnoko dalam Kansil. ekonomi. pada tahun 1981 ditetapkan Pedoman Kurikulum Inti bagi Perguruan Tinggi sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0212/U/1981. Civics Education diganti dengan istilah Pendidikan Kewargaan Negara. cultural sesuai dan sejauh yang diatur dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. 2. Lalu. criteria. filsafat Pancasila. dan (3) Pendidikan Kewarganegaraan yang mencakup pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). (2) Pendidikan Pancasila. dan ukuran ketentuan pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945.25/Dikti/Kep/1985). Di dalam operasionalnya ketiga mata kuliah wajib tersebut dihimpun ke dalam kelompok .1. Istilah civics diganti dengan istilah ilmu kewargaan Negara. Bahannya diambil dari ilmu kewargaan Negara termasuk kewiraan nasional. yuridis. Pada tahun 1987 buku tersebut mengalami perubahan dan perbaikan.

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 056/U/1994. Pendidikan Pancasila. menetapkan status Pandidikan Agama. Pelaksanaan PPBN melalui dua tahap. GBPP Pendidikan Kewiraan ditetapkan dalam Keputusan Dikti Nomor 151/Dikti/Kep/2000. meningkatkan keyakinan terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi negara. menitikberatkan kepada kemampuan penalaran ilmiah yang sikap kognitif dan afektif tentang bela negara dalam rangka ketahanan nasional. keterampilan. berbangsa. Pendidikan Kewiraan diintegrasikan dan menjadi bagian dari Pendidikan Kewarganegaraan. melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 267/Dikti/Kep/2000 tentang Penyempurnaan Kurikulum Inti Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Pada tingkat lanjutan diberikan kepada mahasiswa di perguruan tinggi dalam bentuk Pendidikan Kewiraan. dan sikap yang dapat diandalkan menjadi seorang warga negara yang bela Negara dan NKRI. Pada tahap awal diberikan kepada peserta didik di tingkat SD sampai SM dengan kegiatan kepramukaan.Mata Kuliah Pembinaan Kepribadian sebagai bagian dari kurikulum inti yang berlaku secara nasional. Pendidikan Kewiraan sebagai pendidikan yang membekali mahasiswa berupa pengetahuan. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 38/Dikti/Kep/2002 dibentuk kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di perguruan tinggi. yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990. Pembentukan MPK didasarkan atas pertimbangan: 1. yaitu tahap awal dan tahap lanjutan. Pendidikan Kewiraan bersifat intrakurikuler dan wajib. meningkatkan kesadaran untuk rela berkorban demi bangsa dan Negara Indonesia. serta memberikan kemampuan awal bela negara. PPBN bertujuan meningkatkan kesadaran bermasyarakat. Selanjutnya. Berdasarkan Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar . dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum pendidikan tinggi sebagai mata kuliah wajib untuk setiap program studi dan bersifat nasional. dan bernegara.

PENDAHULUAN Topik kajian Pendahuluan mencakup materi bahasan tentang : 1) Dasar pemikiran MPK PKn 2) Landasan yuridis MPK PKn 3) Visi dan misi MPK PKn 4) Kompetensi dasar MPK PKn a. Selanjuttnya. Pendidikan Pancasila. meliputi : I. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 37 Ayat 2 menyebutkan bahwa isi kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan Agama. dan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah yang dihimpun dalam kelompok MPK. Di dalam operasionalnya ketiga mata kuliah wajib tersebut dihimpun ke dalam kelompok MPK. Pendidikan Kewarganegaraan. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pola pikir pembahasan bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan merupakan general education untuk membangun karakter bangsa guna memperkuat bela negara. 2. 2. Pendidikan Kewarganegaraan. Sebagai pelaksana butir 1 di atas dipandang perlu menetapkan ramburambu pelaksanaan MPK di perguruan tinggi. . Pada tahun 2006 Dirjen Dikti mengeluarkan Keputusan Nomor 43/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Kelompok MPK di perguruan tinggi sebagai penyempurnaan dari Keputusan Nomor 38/Dikti/Kep/2002.3 Substansi Kajian PKn Substansi kajian mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006/ tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. menetapkan Pendidikan Agama. dan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap prodi atau kelompok prodi. dan Bahasa.Mahasiswa telah ditetapkan bahwa Pendidikan Agama.

b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan sikap sebagai warga negara yang

beriman, bertaqwa, dan berbudi pekerti luhur serta mempertahankan sikap toleransi, semangat pluralisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara. II. PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Topik kajian Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian dan latar belakang PKn 2) Sejarah dan perkembangan PKn 3) Substansi Kajian PKn 4) Metodologi dan tujuan pembelajaran PKn

III. FILSAPAT PANCASILA Topik kajian Pancasila mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Pancasila 2) Pancasila sebagai sistem filsafat 3) Susunan isi arti Pancasila 4) Asal mula Pancasila sebagai ideologi nasional 5) Pancasila sebagai ideologi terbuka a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dan nilai dasar pancasila sebagai kesatuan sistem fisafat dan ideologi bangsa sehingga mahasiswa mampu menganalisis dan ikut serta menyelesaikan persoaan bangsa dengan berlandaskan pada system nilai tersebut. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu mempertahankan pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi Negara serta mampu mempraktikkan sifat dan keadaan yang berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan social dalam kehidupan pribadi dan sosial.

IV. IDENTITAS NASIONAL Topik kajian Identitas Nasional mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Identitas Nasional 2) Lambang-lambang negara 3) Nilai-nilai budaya bangsa 4) Etika dan moral bangsa a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian, ciri khas yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia, serta kandungan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan kkesadaran mengenai Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia serta mempraktikkan prinsip, konsep, dan nilai dasar Pancasila sebagai pribadi yang berjiwa, berkarakter, dan berbudaya Indonesia. V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA Topik kajian Warga Negara Indonesia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Warga Negara Indonesia 2) Hak Warga Negara Indonesia 3) Kewajiban Warga Negara Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan makna Negara dan isi konstitusi dalam mengisi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu mempertahankan system politik dan ketatanegaraan berdasarkan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 serta memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sumber hokum tertinggi daalm penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbagsa, dan bernegara.

VI. DEMOKRASI INDONESIA Topik kajian Demokrasi Indonesia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian negara, teori terjadinya negara, sifat dan unsur-unsur negara 2) Pengertian dan Konsep demokrasi 3) Demokrasi dalam sistem NKRI a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep demokrasi berdasarkan nilai dasar dalam pacaila sehingga mahasiswa terbiasa

mempraktikkannya bernegara. b. Indikator Sikap :

kehidupan

bermasyarakat,

berbangsa

Mahasiswa mampu menunjukkan sikap demokrasi yang berkeadaban berdasarkan landasan idil pancasila dan mampu mempraktikkan konsep demokrasi pancasila berdasarkan paham kekeluargaan dan gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial VII.HAK ASASI MANUSIA Topik kajian Hak Asasi Manusia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Hak Asasi Manusia 2) Latar belakang munculnya Hak Asasi Manusia 3) Perkembangan Hak Asasi Manusia 4) Pelaksanaan Hak Asasi Manusia di Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan hak asasi manusia dan rule of law sehingga keduanya dapat ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu memperkasai pelaksanaan ham di Indonesia berdasarkan falsafah dan ideologi pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan mampu mempraktikkan prinsip rule of law berdasarkan falsafah dan ideologi pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

dan kesadarannya dalam mempersamakan persepsi guna mewujudkan persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. GEOPOLITIK (WAWASAN NUSANTARA) Topik kajian Wawasan Nusantara mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Wawasan Nusantara 2) Latar belakang terbentuknya wawasan nasional Indonesia 3) Konsepsi wawasan nusantara 4) Perwujudan wawasan nusantara 5) Unsur dasar wawasan nusantara a. pendirian. dan mampu mendukung pelimpahan wewenang kepada daerah didalam merealisasikan geopolitik wawasan nusantara untuk menjamin tetap tegaknya NKRI. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep dan bentuk geopolitik di Indonesia sebagai wawasan kebangsaan sehingga mantap dalam sikap. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu memegang teguh wawasan nusantara sebagai landasan visional di dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu b.VIII. b. . PENEGAKAN HUKUM (RULE OF LAW) Topik kajian Penegakan Hukum atau Rule of Law mencakup bahasan tentang : 1) Pengertian Penegakan Hukum atau Rule of Law 2) Sistem pemerintahan negara 3) Amandemen UUD 1945 4) Kesadaran hukum Warga Negara Indonesia a. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu IX.

XI. gangguan.X. b. GEOSTRATEGIS (KETAHANAN NASIONAL) Topik kajian Ketahanan Nasional mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Pertahanan Nasional 2) Latar belakang pertahanan nasional 3) Hakikat dan perwujudan pertahaan nasional 4) Aspek ketahanan nasional 5) Bela negara serta Sistem pertahanan dan keamanan a. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu . hambatan. daan tantangan yang akan melemahkan dan memakan ketahanan nasional. POLSTRANAS Topik kajian Politik dan Strategi Nasional mencakup bahasan tentang : 1) Pengertian Politik Strategi Nasional 2) Sistem politik Indonesia 3) Konsep strategi nasional dan implementasinya 4) Wujud Politik Startegi Nasional a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep dan bentuk geostrategik mahasiswa Indonesia berperan sebaggai dalam ketahanan nasional sehingga untuk melaksanakan pembangunan mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu b. dan mampu menunjukkan kemampuan dan kekuatan didalam menghadapi dan menggagalkan ancaman. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan sikap ulet dan tangguh di dalam membagun ketahanan nasional.

dan lain-lain. b. dan warganegara. menyenangkan. studi kasus.4 Metodologi dan Tujuan Pembelajaran PKn A. penugasan mandiri dalam bentuk mengerjakan soal-soal latihan dan penugasan kelompok dalam bentuk pembuatan makalah. berkarya nyata dan untuk menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hidup. Tujuan Pembelajaran PKn Adapun tujuan mata kuliah PKn ini. seminar kecil. B. didalamnya terjadi pembahasan kritis analitis. Konsep good citizenship tentunya amat tergantung dari pandangan hidup dan sistem politik negara yang bersangkutan. masyarakat. dengan cara kuliah tatap muka. Membentuk warga negara yang baik dan cerdas yang mampu mendukung pembangunan dan juga kelangsungan bangsa dan negara. Metodologi Pembelajaran PKn 1) Proses Pembelajaran yang diselenggarakan. kreatifitas. Memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. ceramah. 2) Pembelajaran yang diselenggarakan merupakan proses yang mendidik. 4) Motivasi menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran pengembangan kepribadian merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis di dalam masyarakat global. diskusi interaktif. kegiatan kokurikuler. 3) Bentuk aktivitas pembelajaran.2. induktif dan deduktif. dan kemandirian dengan menempatkan mahasiswa sebagai subjek pendidikan mitra dalam proses pembelajaran dan sebagai anggota keluarga. dan reflektif melalui dialog kreatif pertisifatory untuk nencapai pemahaman tentang kebenaran substansi dasar kajian. memotivasi untuk berpartisifasi aktif serta memberikan kesempatan bagi prakarsa. antara lain: 1) Secara Umum a. menantang. tugas baca. inspiratif. secara interaktif. .

Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat. cinta tanah air. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. demokratis serta ikhlas sebagai warga negara Indonesia terdidik dan bertanggung jawab. Agar mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santuun. berbangsa dan bernegara. Agar mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilainilai kejuangan. jujur.2) Secara Khusus a. . serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila. c. b.

universal dan hakiki. bersifat fundamental. Nilai filsafat berwujud kebenaran sedalam-dalamnya. diakses tanggal 20 Juni 2010 bahwa istilah filsafat secara etimologis terbentuk dari kata bahasa Yunani. Oleh karenanya dijadikan filsafat hidup oleh pemikir dan penganutnya.1 Pengertian Filsafat Pancasila dan Ideologi Pancasila Secara etimologis. Sesungguhnya nilai ajaran filsafat telah berkembang. filsafat menurut asal katanya berarti cinta pada kebijaksanaan. Kita juga maklum. Jadi. Oleh karena itu. revealation religions).ugm. love dan sophia berati learning. sinergis dengan ajaran nilai religious. makna filsafat adalah orang yang bersahabat dan mencintai ilmu pengetahuan. di Mesir dan sekitar sungai Tigris dan Eufrat sekitar 5000-1000 SM. Filos berarti friend. Juga di India sekitar 3000-1000 SM serta Cina sekitar 3000-500 SM. Cinta dalam arti yang luas sebagai keinginan sungguh-sungguh terhadap sesuatu. Belajar filsafat berarti mencari kebenaran sedalam-dalamnya. Jadi.id/pancasila/FILSAFAT_PANCASILA_2009_pak%20Noorsyam. terutama di wilayah Timur Tengah sejak sekitar 6000-600 SM. kemudian menghasilkan sikap hidup arif bijaksana. seperti para pemikir filsafat (filosof). . di daerah Palestina/Israel sebagai doktrin Yahudi sekitar 4000-1000 SM. Fenomena demikian merupakan data sejarah budaya sebagai peradaban monumental. pemikiran filsafat tertua bersumber dari wilayah Timur Tengah. Jadi. secara sederhana pemahaman filsafat adalah keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran sejati. Selain itu. kata filsafat berasal dari bahasa Yunani philen yang berarti cinta dan sophos yang berarti kebijaksanaan. yaitu filos dan sophia. sedangkan pemikiran filsafat yang dianggap tertua di Eropa (Yunani) baru berkembang sekitar 650 SM. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran sejati.BAB III FILSAFAT PANCASILA 3. wisdom.doc ).ac. karena Timur Tengah diakui sebagai pusat berkembangnya ajaran agama supranatural (agama wahyu. Sementara menurut Mohammad Noor Syam dalam psp. bahwa semua Nabi/Rasul berasal dari wilayah Timur Tengah (Yahudi. serta bersikap arif bijaksana.

Berdasarkan data demikian kita percaya bahwa nilai filsafat sinergis dengan nilai-nilai theisme religious. filsafat ilmu. Kedua macam awalan dan akhiran itu. yaitu ilmu yang memandang Pancasila dari sudut hakikat. menurut . dan adil.Kristen dan Islam). Nilai ajaran filsafat Barat adalah nilai filsafat natural dan rasional (ipteks) yang dianggap sebagai sumur susu peradaban. Oleh karena itu pula. Karena itu pula. budaya dan peradaban yang luhur dan unggul akan berkembang berdasarkan nilai-nilai (moral) agama dan ipteks. filsafat manusia. dan waktu. Nilai filsafat menjangkau alam metafisika dan misteri alam semesta serta visi-misi penciptaan manusia. yaitu Tuhan. Menurut pendapat Notonagoro (dalam Supriatnoko. Sistem filsafat dan cabang-cabangnya termasuk sistem ideologi dalam kepustakaan modern diakui sebagai Kultuurwissenschaft. dan atau Geistesswissenschaft (terutama filsafat hukum. Hendaknya memadukan nilai theisme religious dengan ipteks. Alam semesta dengan hukum alam memancarkan nilai supranatural dan suprarasional sebagaimana rohani manusia dan martabat budi nuraninya juga memancarkan integritas suprarasional. Kata-kata pokok terdiri atas kata-kata dasar. Pengertian hakikat abstrak dimungkinkan bahkan diharuskan pada rumusan sila-sila Pancasila. filsafat politik. Sebagaimana pribadi manusia yang ingin sehat minumlah susu dengan madu. Budaya dan peradaban modern mengakui bahwa perkembangan ipteks dan kebudayaan manusia bersumber dan dilandasi oleh ajaran nilai filsafat. filsafat diakui sebagai induk ipteks atau philosophy as the queen and as the mother of knowledge as well). Pengertian hakikat adalah unsurunsur yang tetap dan tidak berubah pada suatu objek. Rumusan sila-sila Pancasila itu terdiri atas katakata pokok dan kata-kata sifat. satu. kami menyatakan bahwa nilai filsafat Timur Tengah dianggap sebagai sumur madu peradaban umat manusia karena kualitas dan integritas intrinsiknya yang fundamentaluniversal theisme religious. Artinya. filsafat ekonomi dan filsafat etika). Makna uraian di atas adalah manusia atau bangsa yang ingin sehat dan jaya. 2009:17) pengertian filsafat Pancasila mempunyai sifat mewujudkan ilmu filsafat. Hakikat abstrak diartikan sebagai sifat tidak berubah akan terlepas dari perubahan keadaan. tempat. manusia. rakyat. Empat sila dibubuhi awalan kedan akhiran -an dan satu pe-an.

Jadi. ideologi diartikan sebagai keseluruhan gagasan. bersikap. ideologi Pancasila milik semua rakyat dan bangsa Indonesia. berbangsa. keyakinan-keyakinan. dan bernegara. Dalam arti luas. Selanjutnya. ideologi diartikan sebagai ggagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang hendak menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus berpikir. cita-cita. secara sederhana pemahaman ideologi adalah suatu gagasan atau cita-cita yang berdasarkan hasil pemikiran. dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. maka ideologi Pancasila merupakan ideologi terbuka. Pengertian yang demikian disebut pengertian yang abstrak umum universal. Ideologi yang dapat beradaptasi terhadap proses kehidupan baru dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain tetapi konsisten mempertahankan identitas dalam ikatan persatuan Indonesia. Dengan demikian. Isinya sedikit tetapi luasnya tidak terbatas. dan bertindak. Pancasila sebagai ideologi digali dan ditemukan dari kekayaan rohani. Pancasila sebagai ideologi diartikan sebagai keseluruhan pandangan. dan keyakinan bangsa Indonesia mengenai sejarah. Oleh karena ideologi Pancasila bersumber pada manusia Indonesia. artinya meliputi segala hal dan keadaan yang terdapat pada bangsa dan negara Indonesia dalam jangka waktu yang tidak terbatas. . agama. budaya. hukum dan negara Indonesia sebagai hasil kristalisasi nilai-nilai yang sudah ada di bumi Indonesia bersumber pada adat-istiadat. dan nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi sebagai pedoman. dan budaya masyarakat Indonesia serta bersumber dari pandangan hidup bangsa. secara etimologis kata ideologi berasal dari bahasa Yunani idea yang berarti gagasan atau cita-cita dan logos yang berarti ilmu sebagai hasil pemikiran. dan kepercayaan TYME. Sementara dalam arti sempit. rakyat Indonesia berkewajiban untuk mewujudkan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. moral.bahasa menjadikan abstrak dari kata dasarnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat Pancasila adalah refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa. Oleh karena itu. masyarakat. cita-cita.

. jiwa. Nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Indonesia terdapat dalam adat istiadat. Filsafat Pancasila secara ringkas dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila dalam bangunan bangsa dan negara Inndonesia (Syarbaini. Pandangan hidup atau weltanschauung berfungsi sebagai kerangka acuan. saat ini terutama di era reformasi dan globalisasi membicarakan Pancasila dianggap sebagai keinginan untuk kembali orde baru. kepercayaan terhadap adanya Tuhan. Namun. Pertanyaan ini muncul untuk menjawab kenyataan bahwa bangsa Indonesia yang menegara tidak mungkin memiliki pandangan hidup atau falsafah hidup yang sa ma dengan bangsa lain. Nilai-nilai luhur itu kemudian menjadi tolok ukur kebaikan yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat mendasar dan abadi. Bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara Indonesia sudah memiliki nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup. Pancasila dalam pendekatan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mendalam mengenai Pancasila.3. seperti cita-cita yang ingin diwujudkannya dalam hidup manusia. Untuk mengetahui secara mendalam tentang Pancasila diperlukan pendekatan filosofis. budaya. dan kepribadian dalam pergaulan. Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur itu merupakan suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu sendiri. para pendiri negara Indonesia merdeka sampai pada suatu pertanyaan yang mendasar di atas apakah negara Indonesia merdeka ini didirikan?. kajian Pancasila pada bab ini berpijak dari kedudukan Pancasila sebagai filosofi bangsa. dan ideologi nasional. karena nilai-nilai luhur yang dimiliki tiap bangsa berbeda.2 Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila bagi masyarakat Indonesia bukanlah sesuatu yang asing. Oleh karena itu. dasar. Ketika cita-cita menjadi bangsa yang bersatu sudah sangat bulat untuk hidup bersama atau living together dalam suatu negara merdeka. agama. Pancasila terdiri dari lima sila yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 dan diperuntukkan sebagai dasar negara Indonesia. baik untuk menata kehidupan pribadi maupun dalam interaksi manusia dengan komunitas dan alam sekitarnya. 2003).

Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup masyarakat Indonesia itu terdiri atas keimanan dan ketaqwaan. baik. 1) Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. nilai persatuan dan kesatuan. Norma atau kaidah adalah aturan atau pedoman bagi manusia dalam berperilaku sebagai perwujudan dari nilai. 3) Persatuan Indonesia. rumusan nilai dasar Negara tersebut diformulasikan kembali sebagai lima sila Pancasila dengan urutan berikut ini. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. dan nilai kesejahteraan. nilai persatuan. dan berharga. Pancasila dalam pendekatan filsafat akan dibahas menjadi dua bagian. Menurut PPKI. yaitu nilai ketuhanan. dirumuskan. ditemukan. 2) Perwujudan nilai Pancasila sebagai norma bernegara. yang oleh Ir. 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. berikut ini. dan selanjutnya disepakati dalam rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai dasar filsafat negara atau filosofische grondslag dari negara yang akan didirikan. Nilai yang abstrak dan normatif dijabarkan dalam wujud norma. nilai adalah suatu penghargaan atau kualitas terhadap suatu hal yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku manusia. dan nilai keadilan. nilai kerakyatan. Berdasarkan pemikiran filsafat Pancasila pada dasarnya merupakan suatu nilai. Ciri-ciri nilai adalah suatu yang abstrak bersifat normatif sebagai motivator/daya dorong manusia dalam bertindak. nilai kemanusiaan. nilai mufakat. nilai keadilan dan keberadaban. Nilai berasal dari bahasa Inggris value dan bahasa Latin valere artinya kuat. . Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup yang berkembang dalam masyarakat Indonesia sebelum menegara itulah yang kemudian oleh para pendiri negara digali kembali. Jadi. 1) Ketuhanan Yang Maha Esa. Ada hubungan antara nilai dengan norma.Selanjutnya. Nilai-nilai luhur tersebut kemudian disepakati oleh para pendiri negara sebagai dasar filsafat negara Indonesia merdeka. Soekarno diusulkan bernama Pancasila.

dan 5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. dan pertahanan keamanan serta hukum dalam gerak kemajuan bangsa dan negara Indonesia. ekonomi. epistemologis dan axiologis sistem filsafat Pancasila mengandung ajaran tentang potensi dan martabat kepribadian manusia (SDM) yang dianugerahi martabat mulia sebagaimana terjabar dalam ajaran HAM berdasarkan filsafat Pancasila ! Keunggulan dan kemuliaan ini merupakan anugerah dan amanat Tuhan Yang Maha Esa. Allah Yang Maha Kuasa. yaitu Pancasila. Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai ideologi bangsa dan pandangan hidup negara dapat disebut ideologi negara. Dalam pengertian inilah. . Maha Rahman dan Maha Rahim sebagai tersurat di dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945 sebagai asas kerokhanian bangsa dan NKRI. Dengan demikian. Secara ontologis. maka sebelum masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang menegara. Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi padangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi ideologi negara dimaksudkan untuk memungkinkan bangsa Indonesia dalam mengelola bangsa dan negara memiliki satu kesatuan sistem filsafat yang jelas dan sama. Dengan demikian bangsa Indonesia memiliki satu pedoman dan sumber nilai sebagai hasil karya besar bangsa Indonesia di dalam memecahkan berbagai persoalan politik. nilai-nilai Pancasila itu dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa dan juga dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa. Setelah masyarakat Indonesia menjadi bangsa dalam NKRI. karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam. PPKI menetapkan Pancasila secara resmi sebagai pandangan hidup bangsa dan pandangan hidup negara. sosial-budaya. yang dilakukan oleh para pendiri negara Indonesia. Pada tanggal 18 Agustus 1945. nilai-nilai luhur Pancasila telah menjadi bagian dari kehidupan diri pribadi dan masyarakatnya. Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai cita-cita bersama atau collective ideology dari seluruh bangsa Indonesia. Dikatakan sebagai filsafat.

dan 3. Pancasila merupakan dasar filsafat negara. naziisme. yaitu berupa sifat kodrat . Sedemikian berkembang.Sesungguhnya ajaran filsafat merupakan sumber. fascisme. Sistem kenegaraan ini dijiwai. A. sistem kenegaraan dan peradaban bangsa-bangsa modern. Dasar Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat segala sesuatu yang ada atau untuk menjawab pertanyaan “apakah kenyataan itu?”. dan dasar aksiologis. Nilai-nilai filsafat. sebagaimana terjabar dalam UUD Proklamasi 1945. dilandasi dan dipandu oleh sistem filsafat dan atau sistem ideologi. sosialisme. landasan dan identitas tatanan atau sistem nilai kehidupan umat manusia. liberalisme-kapitalisme. Pancasila secara hierarkis sila-silanya saling menjiwai dan dijiwai satu sama lain. Dalam dinamika peradaban modern. Pancasila secara dasar filsafat negara Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. Secara ontologis-axiologis bangsa Indonesia belum secara signifikan melaksanakan visi-misi yang diamanatkan oleh sistem filsafat Pancasila. Aktualisasi Integritas Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45. dasar epistemologis. sifat kodrat. Jadi. 2. serta Pancasilaisme. sedangkan subjek pendukung pokok sila-sila Pancasila adalah manusia. yaitu memiliki susunan kodrat. Agar lebih jelas mengenai Pancasila sebagai kesatuan sistem filsafat memiliki dasar ontologis. terbukti dengan berbagai aliran (sistem) filsafat yang memberikan identitas berbagai sistem budaya. marxisme-komunisme-atheisme. Dengan demikian. dan kedudukan kodrat. Aktualisasi nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia Raya. seperti theokratisme. maka khasanah ajaran nilai filsafat kuantitati-kualitatif terus meningkat. Secara filsafat. hakikat dasar ontologis sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hakikat mutlak monopluralis. semua bangsa berkembang dan menegakkan tatanan kehidupan nasionalnya dengan sistem kenegaraan. termasuk filsafat Pancasila ditegakkan (dan dibudayakan) dalam peradaban manusia modern khususnya bangsa Indonesia. Pancasila terdiri atas lima sila yang saling mengikat. Selanjutnya. zionisme. terutama : 1.

nilai-nilai Pancasila yang merupakan satu kesatuan yang utuh dengan sifat dasar mutlaknya berupa sifat kodrat manusia tersebut menjadi dasar dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Sebagai konsekuensinya. sebagai berikut : (1) Menurut sudut pandang subjektif. sifat negara. tujuan negara. . yaitu : (1) Sumber pengetahuan manusia. 3. dan (3) Watak pengetahuan manusia. sistem hukum negara. C. (2) Teori kebenaran pengetahuan manusia. (2) Menurut sudut pandang objektif. Ada tiga persoalan mendasar dalam kajian epistemologis. Dengan demikian. seperti bentuk negara. Dalam memandang tentang nilai. tugas dan kewajiban negara dan warga negara. Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila. B. kajian epistemilogisfilsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.monodualis. bahwa sesuatu bernilai karena berkaitan dengan subjek pemberi nilai. moral negara. Adapun susunan isi arti sila-sila Pancasila. Dasar Aksiologis Aksiologi adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan.3 Susunan Isi Arti Pancasila Pancasila sebagai suatu sistem susunan pengetahuan memiliki susunan bersifat formal logis dalam arti susunan sila-sila Pancasila sebagaimana telah dibahas pada bagian epistemologis. dasar aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa pembahasan tertuju pada filsafat nilai Pancasila. Oleh karena itu. Dasar Epistemologis Epistemologis adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang apakah kebenaran atau apakah hakikat ilmu pengetahuan. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus berpedoman dan bersumber pada nilai-nilai Pancasila. bahwa hakikatnya sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri memang bernilai. dan segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. yaitu manusia. Upaya untuk mendapatkan jawaban tentang kebenaran dilakukan pembuktian melalui ilmu pengetahuan.

yaitu bahwa hakikat manusia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berketuhanan. dan (3) isi arti Pancasila yang khusus kongkrit. Pertama.meliputi tiga hal. Weltanschauung) bangsa. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal yang bersumber dari hakikat Tuhan. berkemanusiaan. (2) isi arti Pancasila yang umum kolektif. tertib hukum Indonesia. Selanjutnya. adil merupakan konsep filsafat Pancasila yang bercorak tematis. jatidiri nasional) memberikan identitas dan integritas serta martabat (kepribadian) . Pancasila sebagai pedoman dan sumber nilai kolektif bangsa dan negara Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia. sedangkan isi arti khusus konkrit dimaksudkan bagi realisasi praktis dalam suatu lapangan kehidupan tertentu sehingga memiliki sifat khusus konkrit. berbangsa. Realisasi pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan memerlukan pengkhususan isi rumusannya yang secara abstrak umum universal menjadi pengertian yang umum kolektif dan khusus konkret. yaitu : (1) isi arti Pancasila yang abstrak umum universal. manusia. Isi arti umum kolektif adalah realisasinya dalam bidang-bidang kehidupan. rakyat. isi arti Pancasila yang abstrak umum universal merupakan inti dari atau esensi Pancasila sehingga menjadi pangkal tolak pelaksanaan pada bidang-bidang kenegaraan. berkerakyatan. satu. diuraikan menjadi isi arti Pancasila yang umum kolektif dan khusus konkret sebagai sistem etika Pancasila yang bercorak normatif. berkeadilan sosial dalam praktik kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. Nilai filsafat Pancasila baik sebagai pandangan hidup (filsafat hidup.4 Asal Mula Pancasila Sebagai Ideologi Nilai Filsafat Pancasila berkembang dalam budaya dan peradaban Indonesia terutama sebagai jiwa dan asas kerokhanian bangsa dalam perjuangan kemerdekaan dari kolonialisme-imperialisme 1596-1945. 3. sekaligus sebagai jiwa bangsa (Volksgeist. dan realisasi praktisnya dalam berbagai bidang kehidupan konkrit. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal sebagai prinsip dasar umum merupakan pengertian yang sama bagi bangsa Indonesia. berpersatuan.

bangsa dalam budaya dan peradaban dunia modern; sekaligus sumber motivasi dan spirit perjuangan bangsa Indonesia. Nilai filsafat Pancasila secara filosofis-ideologis dan konstitusional berkembang dalam sistem kenegaraan Indonesia yang dinamakan sebagai sistem kenegaraan Pancasila yang terjabar dalam UUD 1945. Jadi, tegaknya bangsa dan NKRI sebagai bangsa merdeka, berdaulat, bersatu dan bermartabat amat ditentukan oleh tegaknya integritas sistem kenegaraan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan analisis normatif filosofis-ideologis dan konstitusional, semua komponen bangsa wajib setia dan bangga (mengikat, memaksa) kepada sistem kenegaraan Pancasila sebagaimana terjabar dalam UUD 1945, termasuk kewajiban bela negara. Sebagai bangsa dan negara modern, kita mewarisi nilai-nilai fundamental filosofis-ideologis sebagai pandangan hidup bangsa (filsafat hidup, Weltanschauung) yang telah menjiwai dan sebagai identitas bangsa (jatidiri nasional, Volksgeist) Indonesia. Nilai-nilai fundamental warisan sosio-budaya Indonesia ditegakkan dan dikembangkan dalam sistem kenegaraan Pancasila, sebagai pembudayaan dan pewarisan bagi generasi penerus. Kehidupan nasional sebagai bangsa merdeka dan berdaulat sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 berwujud NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem NKRI ditegakan oleh kelembagaan negara (suprastruktur)

bersama semua komponen bangsa, yakni infrastruktur dan warganegara berkewajiban menegakkan asas normatif filosofis-ideologis secara

konstitusional, yakni UUD 1945 seutuhnya sebagai wujud kesetiaan dan kebanggaan nasional. Nilai-nilai fundamental dimaksud terutama filsafat hidup

(Weltanschauung) bangsa yang oleh pendiri negara (PPKI) dengan jiwa hikmat kebijaksanaan dan kenegarawanan, musyawarah mufakat menetapkan dan

mengesahkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Berdasarkan legalitas dan otoritas PPKI sebagai pendiri negara, maka UUD 1945 sesungguhnya mengikat (imperatif) seluruh komponen bangsa untuk setia menegakkan dan membudayakannya.

Selanjutnya, asal mula terbentuknya Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, dapat ditelusuri dari proses pembentukannya, berikut ini. 1) Kausa Materialis Pancasila yang sekarang menjadi ideologi negara bersumber pada bangsa Indonesia. Artinya bangsa Indonesia sebagai kausa materialis (asal mula bahan) dari adanya Pancasila. Nilai-nilai Pancasila digali dari kekayaan bangsa Indonesia, berupa adat istiadat, budaya, dan nilai religius yang terpelihara dan berkembang sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa. 2) Kausa Formalis Kausa formalis (asal mula bentuk) Pancasila sebagai ideologi negara merujuk kepada bagaimana proses Pancasila itu dirumuskan menjadi Pancasila yang terkandung pada Pembukaan UUD 1945, yaitu berasal mula bentuk pada pidato Ir. Soekarno yang selanjutnya dibahas dalam sidang BPUPKI khsususnya mengenai bentuk rumusan dan nama. 3) Kausa Efisien Kausa efisien adalah asal mula karya yang menjadikan Pancasila dari calon ideologi negara menjadi ideologi negara adalah PPKI yang berperan sebagai pembentuk negara. Sebagai pemegang kuasa pembentuk negara, PPKI mengesahkan Pancasila menjadi ideologi negara yang sah setelah melalui pembahasan mendalam pada sidang-sidang BPUPKI. 4) Kausa Finalis Pancasila dirumuskan dan dibahas pada sidang-sidang para pendiri negara untuk diwujudkan sebagai ideologi negara yang sah. Kausa finalis (asal mula tujuan) mewujudkan Pancasila sebagai ideologi negara yang sah adalah para anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan. Para anggota dari badan itulah yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila ditetapkan oleh PPKI sebagai ideologi negara yang sah. 3.5 Hakikat dan Fungsi Ideologi Pancasila A. Hakikat Ideologi Pancasila Pada hakikatnya ideologi Pancasila tidak lain adalah hasil refleksi bangsa Indonesia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia

kehidupannya. Antara keduanya, yaitu ideologi dan kenyataan hidup bangsa terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh timbal balik yang terwujud dalam interaksi yang disatu pihak memacu ideologi makin realitas dan dilain pihak mendorong bangsa Indonesia untuk teruus berusaha mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berpikir bangsa Indonesia, namun juga membentuk bangsa Indonesia menuju cita-cita. Dengan demikian ideologi bukanlah sebuah pengetahuan teoritis belaka tetapi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi sebuah keyakinan. Ideologi Pancasila adalah satu pilihan yang jelas membawa komitmen bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, semakin mendalam kesadaran ideologis setiap bangsa Indonesia akan berarti semakin tinggi pula rasa komitmennya untuk melaksanakannya. Komitmen itu tercermin dalam sikap setiap orang Indonesia yang meyakini ideologisnya sebagai ketentuan-ketentuan normatif yang harus ditaati dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. B. Fungsi Ideologi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Pancasila sebagai ideologi negara memberikan orientasi yang lebih eksplisit dan terarah kepada keseluruham sistem masyarakat dalam berbagai aspeknya dan dilakukan dengan cara dan penjelasan yang lebih logis dan sistematis. Pancasila sebagai ideologi negara berawal dalam fungsinya sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia. Kemudian oleh para pendiri negara prinsip-prinsip dasarnya dieksplisitasi lebih lanjut ke dalam kondisi hidup modern dan dibersihkan dari unsur-unsur magis atau mistik. Ideologi Pancasila bukanlah agama. Pedoman dan sumber nilai bermsyarakat yang diberikan oleh ideologi Pancasila ditujukan langsung untuk kehidupan dunia ini. Merujuk pada uraian di atas, maka fungsi ideologi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah untuk memberikan : (1) Struktur kognitif berupa keseluruhan pengetahuan yang dapat menjadi landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian alam sekitar; (2) Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia;

setiap warga negara Indonesia berkewajiban untuk mengubah nilai dasar Pancasila menjadi operasional ke dalam sistem kehidupan kenegaraan secara nasional. (4) Bekal dan jalan bagi orang perorangan untuk menemukan identitasnya sebagai bangsa Indonesia. (2) Keterbukaan ideologi Pancasila menjamin tidak totaliter. Beberapa faktor yang mendorong Pancasila sebagai ideologi terbuka. Pada prinsipnya.(3) Norma-norma yang menjadi pedoman dan sumber nilai bagi bangsa Indonesia untuk melangkah dan bertindak. artinya nilai-nilai dasar Pancasila dapat menyaring unsur-unsur baru yang dapat memperkaya perkembangan dan pelaksanaan ideologi Pancasila secara positif ke arah kemajuan kehidupan bangsa dan negara. (4) Keterbukaan mendorong Pancasila menjadi dinamis. Pancasila memiliki sifat hakikat sebagai ideologi terbuka. menghayati. Oleh karena.6 Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka A. serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalam ideologi Pancasila. tetapi dalam prinsip untuk memperkaya wawasan dan orientasi dalam hidup bermasyarakat. berbangs. Prinsip dan Faktor Pendorong Keterbukaan Pancasila Sejak ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai ideologi bangsa dan negara. 3. dan (6) Pendidikan bagi masyarakat untuk memahami. antara lain : . Maksudnya adalah warganegara sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. (5) Kekuatan yang mampu mengyemangati dan mendorong bangsa Indonesia untuk menjalankan aktivitas dan mencapai tujuan. (3) Keterbukaan menjadikan Pancasila tidak eksklusif. yaitu : (1) Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti membuka pintu lebar-lebar untuk menerima begitu saja hal-hal dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. dan bernegara.

Ideologi Pancasila bersumber dari pandangan hidup yang terpelihara dalam adat istiadat. 1. Pancasila pernah menjadi doktrin yang kaku. Dimensi Realitas Nilai yang terkandung dalam Pancasila bersumber dari nilai-nilai yang riil dan hidup di dalam masyarakat sehingga nilai-nilai dasar ideologi Pancasila hidup tertanam dan berakar dalam masyarakat. seperti pada waktu besarnya pengaruh komunisme. Dimensi Idealitas Ideologi Pancasila mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. dinamika masyarakat Indonesia berkembang dengan sangat cepat sehingga memerlukan kejelasan sikap secara ideologis. B. Dimensi Fleksibilitas Ideologi Pancasila bersifat terbuka dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sebab memiliki kemampuan berinteraksi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemikiran baru yang relevan dengan perubahan dan kemajuan zaman. c) Pengalaman sejarah politik bangsa Indonesia masa lalu.a) Kenyataan bahwa dalam proses pembangunan nasional. b) Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi tertutup. d) Tekad untuk membangkitkan kembali kesadaran bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkannya secara kreatif-dinamis dalam rangka mewujudkan cita-cita tujuan nasional. seperti komunisme cenderung mengisolasi diri dari perkembangan lingkungan. dan fleksibilitas. 3. dan bernegara. idealitas. berbangsa. Cita-cita bangsa Indonesia telah dicantumkan dengan jelas pada Alinea II Pembukaan UUD 1945 yang juga berfungsi sebagai penuangan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. 2. Tiga Dimensi Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi memiliki dimensi-dimensi realitas. agama dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap TYME. budaya. .

penerapannya secara kontekstual disesuaikan dengan tuntutan zaman. yaitu: a) Nilai Dasar Nilai atau norma dasar Pancasila merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang abstrak umum universal. Nilai dasar ini berbentuk kaidah-kaidah hakiki menyangkut eksistensi negara. c) Nilai Praksis Nilai praksis merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang khusus konkret. Oleh karena itu. tidak berubah. Untuk dapat diterapkan dalam bentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual. Nilai praksis sebagai wahana untuk menunjukkan bahwa nilai dasar berfungsi dalam kehidupan sekaligus sebagai sarana mengevaluasi atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan nilai dasar dalam sesuatu bidang kehidupan bermasyarakat. organisasi. bersifat tidak berubah. sistem. b) Nilai Instrumental Nilai instrumental menjadi sarana mewujudkan nilai dasar. akan terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu. tujuan. atau program-program yang merupakan tindak lanjut dari nilai dasar.C. Nilai instrumental merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang umum kolektif. serta dapat dioperasionalkan. cita-cita. tidak terikat dengan tempat dan waktu. dan bernegara. rencana. ada tiga tingkatan nilai dalam ideologi Pancasila. Nilai instrumental dapat berbentuk kebijakan. strategi. Tingkatan Nilai Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung nilai dasar yang bersifat tetap. dan tidak langsung. Nilai praksis adalah wahana pelaksanaan nilai dasar dan instrumental secara nyata dan sesungguhnya. berbangsa. nilai dasar Pancasila harus diuraikan terlebih dahulu ke dalam nilai instrumental kemudian ke dalam nilai praksis. tatanan dasar dan ciri-ciri khasnya. .

Singapura. sebagai berikut : a) Bahasa nasional. Identitas nasional Indonesia yang menunjukkan pada identitas-identitas yang sifatnya nasional. atau jati diri yang diimiliki oleh seseorang. meliputi seluruh wilayah nusantara. 4. g) Konstitusi negara. kelompok.2 Unsur Pembentuk Identitas Nasional Adapun unsur pembentuk identitas nasional bangsa Indonesia. b) Dasar negara. f) Bendera negara. e) Semboyan negara. Sementara nasional berasal dari kata national yang diartikan sebagai kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar. d) Lambang negara. sebagian Thailand. h) Bentuk negara.1 Pengertian Identitas Nasional Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. sampai ke Filipina. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris yaitu identity yang berarti ciri. Malaysia. masayarakat bahkan bangsa. Oleh karena itu. yakni Sriwijaya dan Majapahit. i) Konsepsi. yaitu: 1) Wilayah geografi Wilayah geografi Indonesia secara historis adalah wilayah yang semula menjadi wilayah kekuasaan dua kerajaan besar. tanda.BAB IV IDENTITAS NASIONAL 4. identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional. dan j) Kebudayaan nasional. c) Lagu kebangsaan. Secara etimologis. Ketika bangsa Indonesia . identitas nasional merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik atau politic unity.

menyatakan diri menjadi bangsa yang merdeka. migran dari Eropa (Belanda. bangsa Indonesia terbentuk dari ras dan suku bangsa yang majemuk. 3) Agama Agama menjadi unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan realitas bahwa bangsa Indonesia tergolong sebagai rakyat agamis. migran dari Amerika (Kanada dan Amerika Serikat). Italia). Kelompok migran di Indonesia meliputi. kemajemukan dalam beragama merupakan anugerah dari TYME yang wajib disyukuri dan dikelola secara wajar. Jerman. yaitu suku bangsa askriptif dan kelompok migran. yang secara sadar bersama-sama membangun hubungan yang rukun antar umat seagama dan antar umat beragama. Sebagai upaya mencegah resiko konflik antar umat beragama diantaranya adalah saling mengakui secara positif keberadaan agama dan para pemeluk serta saling menghormati prinsip satu sama lain. 2) Suku bangsa Suku bangsa sebagai unsur pembentuk identitas nasional dibagi ke dalam dua kelompok. secara politik par pendiri negara menetapkan bahwa wilayah geografi yang menjadi identitas negara Indonesia adalah seluruh wilayah nusantara yang meliputi seluruh bekas jajahan Belanda. migran dari Asia (Tionghoa. di Indonesia terdapat lebih kurang 300 suku bangsa dengan bahasa dan dialek yang berbeda. Arab. Bagi bangsa Indonesia. bersatu. Secara keseluruhan. Oleh karena itu. berdaulat. migran dari Afrika (Mesir dan Nigeria). ideologi dan dasar negara. sedangkan kelompok migran adalah mereka yang telah menyatakan diri menjadi warga negara dan setia terhadap Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. 4) Kebudayaan Kebudayaan menjadi unsur pembentuk identitas nasional karena realitas bahwa kebudayaan yang dipelihara dan berkembang di dalam lingkungan setiap suku bangsa berisi nilai-nilai dasar yang secara kolektif digunakan oleh para pendukungnya untuk menafsiirkan dan memahami lingkungan . Suku bangsa askriptif adalah suku bangsa yang sudah ada di wilayah geografi nusantara. dan India). sebagian besar termasuk suku bangsa askriptif.

Suradji. dan mengatur diri sendiri menurut kekuatan sendiri. 5) Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia yang sekarang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia berawal dari bahasa Melayu. 4. Dampak langsung dari kejadian sebagai bangsa yang terjajah adalah rakyat Indonesia mengalami keterbelakangan. . Dalam fungsinya sebagai bahasa penghubung itulah bahasa melayu kemudian ditetapkan oleh para pemuda dari Sabang sampai Merauke sebagai bahasa persatuan dalam ikrar Sumpah Pemuda. bahasa melayu telah menjadi bahasa penghubung (lingua franca) jauh sebelum kemerdekaan. dan Gunawan Mangunkusumo di Jakarta. dan bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. akan tetapi berjalan secara sendiri. Wahidin Sudirohusodo merupakan orang yang berjasa membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia untuk membangun jiwa kebangsaan. Dr. Atas semangat tersebutlah pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah organisasi pergerakan nasional pertama yang diberi nama “Boedi Oetomo”. Bangsa Indonesia mengalami berbagai era pemerintahan kerajaan. Kesadaran bangsa Indonesia bangkit untuk berbangsa sejalan dengan terjadinya pergolakan kebangkitan bangsa-bangsa terjajah di dunia untuk membentuk negara merdeka. kepala suku. dari kerajaan bbercorak Hindu dan Budha sampai pada kerajaan yang bercorak Islam. bahkan raja sekalipun belum mampu mengusir penjajah dari bumi nusantara secara keseluruhan.serta digunakan sebagai pedoman berpikir. berdaulat. Mereka hidup berkelompok sebagai rakyat dalam wilayah kerajaankerajaan. Setiap kerajaan merupakan sebuah pemerintahan otonom yang saling menjaga hubungan baik satu sama lain. Perlawanan yang tersebar di setiap daerah ataupun peperangan melawan penjajah yang dilakukan oleh pemimpin keadaerahan.3 Perjuangan Menjadi Satu Bangsa Bangsa yang sekarang disebut bangsa Indonesia terbentuk dari kumpulan berbagai suku bangsa yang khususnya telah mendiami kepulauan nusantara. kebodohan. dan kemiskinan akibat ditutupnya kesempatan belajar bagi rakyat pribumi. bersikap. Dalam interaksi antar suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara. didirikan oleh Sutomo.

Perang Dunia II berperan dalam menghentikan penjajahan Belanda atas bangsa Indonesia. Indische Partij. serta berbagai organisasi pemuda lainnya. terbukti dengan lahirnya berbagai organisasi pergerakan nasional. Sosok perjuangan semakin jelas. dan lain-lain. tetapi kemudian bangsa Indonesia jatuh ke dalam penjajahan Jepang. Diantara para tokoh pergerakan dan pemuda itu adalah Ir. Kebulatan tekad untuk menjadi bangsa Indonesia ditindaklanjuti dengan mengadakan Kongres Pemuda II dan pada tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan ikrar yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. baik secara politik maupun fisik. 4. meliputi: 1) Konsep tentang hakikat eksistensi manusia 2) Konsep pluralistik 3) Konsep harmoni dan keselarasan 4) Konsep kekeluargaan dan gotong royong 5) Konsep integralistik 6) Konsep kerakyatan 7) Konsep kebangsaan . seperti Sarekat Islam. Soekarno yang mempunyai semangat nasionalisme. Pada tahun 1928 tokoh-tokoh organisasi pergerakan nasional dan organisasi pemuda mengadakan Kongres Pemuda I dengan menghasilkan kesepakatan untuk menggalang persatuan dari seluruh organisasi pergerakan dan organisasi pemuda untuk melawan penjajah Belanda. Jong Sumatra. misalnya Jong Java. Organisasi pergerakan nasional dengan tokoh pemuda mencapai kata sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan dengan syarat adanya persatuan dan kesatuan nasional.4 Konsep Pancasila Identitas Nasional Konsep yang terdapat di dalam Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia. Partai Indonesia.Sejak itu semangat kebangsaan bangsa Indonesia semakin berapi. PNI. Guna mendapatkan simpati rakyat Indonesia membantu Jepang melawan tentara Sekutu. pemerintah pendudukan Jepang pada tanggal 29 April 1945 membentuk BPUPKI yang diberi tugas untuk mempersiapkan Indonesia merdeka.

Globalisasi adalah masuk atau mewabahnya pengaruh dari suatu negara dalam pergaulan dunia. politik. globalisasi menjadi instrumen efektif dalam melahirkan berbagai sikap perilaku yang bertentangan dengan nilai keimanan dan ketaqwaan sebagai nilai tertinggi dari Pancasila. Proses globalisasi mengandung implikasi bahwa suatu suatu aktivitas yang sebelumnya terbatas jangkauannya secara nasional. terutama melalui bidang sosial-budaya. serta pertahanan dan keamanan negara. namun secara bertahap dapat diterapkan di berbagai negara yang dianggap sebagai semboyan yang bernilai universal. Sementara di bidang ekonomi. globalisasi harus dipandang sebagai instrumen yang pantas dipahami sebagai konsep pergaulan dan hubungan internasional dalam urusan ekonomi antarbangsa dan sebagai faktor yang memperkaya serta memajukan iptek bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. globalisasi menanamkan liberalisasi politik dalam kehidupan politik. ekonomi. Di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. globalisasi menanamkan lliberalisasi perdagangan dalam kehidupan ekonomi. meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai hasil proses liberalisasi pendidikan dan pengaruh kemajuan ipteks untuk mampu bersaing dengan banggsa-bangsa lain dalam mengolah sumber daya alam. Dalam bidang sosial-budaya.4.5 Pemberdayaan Identitas Nasional A. bangsa Indonesia tidak dapat menghindar dari pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan. Upaya-upaya ke arah liberalisasi perdagangan atau perdagangan bebas mulai digerakkan pada tahun 1947 pada pertemuan dunia pertama di Jenewa yang melahirkan GATT (General Agreement on Tarrifs and Trade). Mendasarkan pada prinsip sekuler dalam kehidupan politik . Semboyan globalisasi bila dicermati secara kebangsaan Indonesia merupakan instrumen atau sarana untuk menyebarluaskan ideologi liberal atau liberaisme. nilai individualistis yang dibawa gobalisasi bernilai positif untuk membangkitkan semangat kerja keras. Dalam bidang politik. Keterkaitan Identitas Nasional dan Globalisasi Dalam konteks pergaulan dan hubungan antarbangsa di dunia. Bagi bangsa Indonesia.

. (b) Memperkuat daya tahan. (c) Meningkatkan daya saing.adalah menjauhkan segala hal yang berbau agama. globalisasi memunculkan sikap arogan dan ingin menang sendiri. dan (d) Memperkuat semangat kebangsaan. menjadi alat untuk menghancurkan bangsa-bangsa terutama bangsa-bangsa yang tidak menganut ideologi liberal. Eksploitasi dan monopoli sistem persenjataan adalah pusat perhatiannya. Dalam bidang pertahanan dan keamanan. Kebebasan individu dijadikan dasar untuk mempengaruhi dan menguasai kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Sistem ini sangat bertentangan dengan Pancasila sebagai identitas nasional bangsa dan negara Indonesia yang lebih mendasarkan pada nilai-nilai persatuan dan kesatuan di dalam pembangunan sistem pertahanan dan keamanan yang dikenal dengan nama Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau SISHANKAMRATA. Ideologi liberal kemudian dijadikan dasar filsafat bagi adanya kedaulatan manusia yang mewujud ke dalam kedaulatan rakyat. Kedaulatan rakyat itu diterapkan dalam sistem demokrasi melalui pemilu dan proses-proses politik untuk mengatur kehidupan bernegara. Globalisasi telah berhasil membuat bangsa Indonesia saat ini menjadi ragu-ragu terhadap nilainilai dasar Pancasila yang telah disepakati bersama sebagai identitas nasional. Untuk memberdayakan Pancasila kembali menjadi identitas nasional dalam konteks kehidupan kebangsaan Indonesia. Revitalisasi Ideologi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Globalisasi dalam konteks ekonomi merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai potensi pasar yang luas dan sumber dana dan teknologi serta menjadi alternatif pilihan produk berkualitas dan murah. Upaya-upaya pokok yang secara terus menerus dilakukan adalah : (a) Memperkuat kesadaran terhadap ideologi Pancasila. B.

ikatan sejarah tanah air. dapat disimpulkan bahwa warga negara adalah anggota dari suatu negara. sesama penduduk. ikatan nasib.1 Pengertian Warga Negara. penduduk dari suatu kota. dan bawahan atau kawula. Sementara menurut AS. warga negara sebagai terjemahan dari citizen yaitu anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. orang setanah air. 2) Kewarganegaraan dalam arti formal dan material a. sesama warga negara. kewarganegaraan atau citizenship artinya keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara warga negara dengan warga negara. B. b. dan Rakyat A. Penduduk.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA 5. Istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. Kewarganegaraan kewarganegaraan. Warga mengandung arti peserta. seperti ikatan perasaan. Selanjutnya. Warga Negara Istilah warga negara berasal dari bahasa Inggris citizen yang berarti warga negara. yaitu : 1) Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis a. Dalam sosiologi. sedangkan warga negara artinya warga atau anggota dari suatu negara. Kewarganegaraan dalam arti material yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara. Kewarganegaraan dalam arti sosiologis tidak ditandai dengan ikatan hukum tetapi ikatan emosional. Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara. Penduduk Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Hikam dalam Ghazali (2004). penduduk adalah dalam arti formal menunjukkan pada tempat . anggota atau warga dari suatu oorganisasi perkumpulan. ikatan keturunan. Jadi. b.

Adapun hak warga negara. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran. Adapun ketentuan tersebut. dan (7) Hak negara untuk memberi kebebasan beribadah. 5. dan geografi.3 Hak-hak warga negara Berikut ini adalah hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan kewajiban warga negara terhadap negara. yaitu (1) orang yang tinggal di daerah tersebut. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi. yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi. Rakyat Rakyat adalah penduduk Indonesia yang telah setuju dengan berdirinya Negara Republik Indonesia dan memberikan mandat kepada sekelompok orang Indonesia yang rela melepaskan haknya sebagai rakyat untuk bersedia mengelola pemerintahan Negara Republik Indonesia yang dimandatkan atas kedaulatan rakyat dan hanya mengabdi kepada rakyat. C. Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. tetapi memilih tinggal di daerah lain. (6) Hak negara untuk memberi jaminan sosial. dan (2) orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. ekonomi. (2) Hak negara untuk dibela. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. (3) Hak negara untuk menguasai sistem hukum yang adil. (4) Hak negara untuk menjamin hak asasi warga negara. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua. seperti pengecer hingga pelanggan potensial. sebagai berikut : (1) Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan. (5) Hak negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional. antara lain : a) Pasal 27 b) Pasal 28 .kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Misalkan bukti kewarganegaraan.

2.4 Kewajiban warga negara Adapun kewajiban warga negara. antara lain : a) Pasal 27 Ayat 1 b) Pasal 27 Ayat 3 c) Pasal 30 Ayat 1 . dan 5 j) Pasal 34 5. 4.c) Pasal 28 Ayat A-J d) Pasal 29 Ayat 1 dan 2 e) Pasal 30 Ayat 1 f) Pasal 31 Ayat 1 dan 2 g) Pasal 32 Ayat 1 h) Pasal 33 Ayat 1 i) Pasal 33 Ayat 1. 3.

tidak ditemukan rumusan tentang negara secara eksplisit.” . Pengertian Negara Secara literal istilah negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing. dengan mengacu pada al-Quran dan al-Sunnah. yaitu: a) Paradigma tentang teori khilafah yang dipraktikan sesudah Rasulullah Saw. terutama biasanya merujuk pada masa Khulafa al Rasyidun. berbangsa dan bernegara. B. yakni state (bahasa Inggris). state. Soltau: Memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). sifat dan unsur-unsur negara A. hanya saja dalam alQuran dan al-Sunnah terdapat prinsip-prinsip dasar dalam bermasyarakat. teori terjadi negara. yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap.1 Pengertian negara. Dalam konsepsi Islam. Tujuan Negara Tujuan negara adalah : a) Memperluas kekuasaan b) Menyelenggarakan ketertiban hukum c) Mencapai kesejahteraan umum Menurut Plato bahwa memajukan kesusilaan manusia. Tujuan negara Republik Indonesia: “Memajukan kesejahteraan umum. Kata staat. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. b) Paradigma yang bersumber pada teori imamah dalam paham islam Syi’ah. Menurut Roger H.BAB VI DEMOKRASI INDONESIA 6. etate itu diambil dari kata bahasa latin status atau statum. konsep islam tentang negara juga berasal dari 3 tahap paradigma. sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk sosial. c) Paradigma yang bersumber dari teori imamah atau pemerintahan. staat (bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (bahasa Perancis). perdamaian abadi dan keadilan sosial. Selain itu.

pemerintah seringkali menjadi personifikasi sebuah negara. Pembatasan wilayah suatu negara biasanya ditentukan berdasarkan perjanjian. karena secara konkret rakyatlah yang memiliki kepentingan agar negara itu dapat berjalan baik. karena menguasai sebagian wilayah Italia dari pantai barat sampai ke bagian timur jazirah Italia. c. Unsur-Unsur Negara Dalam rumusan Konveni Montevideo tahun1933 disebbutkan negara harus memiiki tiga unsur penting yaitu rakyat. Papacy) adalah sebuah negara. b. Perairan (wilayah laut/perairan) Perairan atau laut yang menjadi bagian atau termasuk wilayah suatu negara disebut perairan atau laut teritorial dari negara bersangkutan. karena tidak mungkin ada negara tanpa ada batas-batas teritoral yang jelas. pada tahun 1860. 3) Pemerintah Pemerintah adalah alat kelengkapan negara yang bertugas memimpin organisasi negara untuk mencapai tujuan negara. Kursi Suci (Holy See. 2) Wilayah Wilayah dalam sebuah negara merupakan unsur yang harus ada. Unsur rakyat ini sangat penting dalam sebuah negara. Daratan (wilayah darat) Wilayah darat suatu negara dibatasi oleh wilayah darat dan atau laut (perairan) negara lain. Sebagai contoh. rakyat dan wilayah tertentu. Secara mendasar. Sejalan dengan itu. Udara (wilayah udara) Udara yang berada di atas wilayah darat dan wilayah laut teritorial suatu negar merupakan bagian dari wilayah udara sebuah negara.C. Mac Iver merumuskan bahwa suatu negara harus memenuhi 3 unsur pokok yaitu pemerintahan. . wilayah dan pemerintah. Ketiga unsur ini oleh Mahfud MD disebut sebagai unsur konstitutif. a. wilayah dalam sebuah negara biasanya mencangkup daratan (wilayah darat). perairan (wilayah laut/perairan) dan udara (wilayah udara). 1) Rakyat Setiap negara tidak mungkin bisa ada tanpa adanya warga atau rakyatnya. Oleh karenanya.

Teori Historis Lembaga-lembaga sosial tidak dibuat. . manusia atau binatang.D. Teori ini adalah salah satu teori yang terpenting mengenai asal-usul negara. 4. 2. 5. yakni keadaan selama belum ada negara. menurut kehendak hatinya sendiri. undang-undang sebagai urat syaraf. Negara terbentuk dengan penakhlukan dan pendudukan. 3) Jean Jacques Rousseau (1712-1778) : Rousseau merupakan tokoh yang pertama kali menggunakan istilah kontrak sosial (social contract). Dengan penaklukan dan pendudukan dari sekelompok etnis yang lebih kuat atas kelompok etnis yang lebih lemah. Teori Ketuhanan Negara dibentuk oleh tuhan dan pemimpin-pemimpin negara ditunjuk oleh tuhan. Kehidupan korporal dari negara dapat disamakan sebagai tulang belulang manusia. raja (kaisar) sebagai kepala dan para individu sebagai daging makhluk hidup itu. Teori Organis Negara dianggap atau disamakan dengan makhluk hidup. 2) John Locke (1632-1704) : Bagi Locke. Raja dan pemimpin-pemimpin negara hanya bertanggung jawab pada tuhan dan tidak pada siapapun. Teori Terbentuknya Negara 1. Teori Kontrak Sosial (Social Contrac) Teori kontrak sosial atau teori perjanjian masyarakat beranggapan bahwa negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjajnjian masyarakat. keadaan alamiah ditafsirkan sebagai suatu keadaan dimana manusia hidup bebas dan sederajat. Individu yang merupakan kompenen-kompenen negara dianggap sebagai sel-sel dari makhluk hidup itu. 3. tetapi tumbuh secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia. 1) Thomas Hobbes (1588-1679) : Hobbes mengemukakan bahwa kehidupan manusia terpisah dalam 2 zaman. Teori Kekuatan Negara yang pertama adalah hasil dominasi dari kelompok yan kuat terhadap kelompok yang lemah.

4) International Commision for Jurrist Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan. pengertian demokrasi dikemukakan oleh beberapa ahli politik. Namun. yaitu : a. Demokrasi yang dipraktekkan pada waktu itu adalah demokrasi langsung atau direct democracy. 3) Henry B. b. sebagai berikut : 1) Abraham Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan dari. Pengertian Secara Terminologis Dari sudut iistilah. by the people. demokrasi berasal dari bahasa Yunani demos berarti rakyat dan cratos atau cratein berarti pemerintahan atau kekuasaan. 2) Harris Soche Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat. karena itu kekuasaan pemerintahan itu melekat pada diri rakyat.2 Pengertian dan konsep demokrasi Kata demokrasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang. Konsep negara demokratis ini muncul dan dipraktekkan pada abad ke-4 sampai ke-6 SM. dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggararakan oleh warga negara melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. Mayo Demokrasi adalah sistem politik yang menunjukkan bahwa kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan umum. oleh.6. Demokrasi langsung artinya hak rakyat untuk membuat keputusankeputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh rakyat atau warga negara. and for the people. dan untuk rakyat atau government of the people. Pengertian Secara Etimologis Dari sudut bahasa. . Hal ini dapat dilakukan karena pada saat itu Yunani masih berbentuk negara kota atau polis yang penduduknya terbatas. seiring dengan berjalannya waktu pada saat ini orang lebih mengenal pelaksanaan demokrasi secara tidak langsung atau demokrasi perwakilan.

Demokrasi pada Periode 1945-1959 Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer. Bebarapa perumusan tentang demokrasi Pancasila sebagai berikut: . B. padahal merupakan kekuatan yang paling penting. Dekrit president 5 juli dapat dipandang sebagai suatu usaha mencari jalan keluar dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat. Disamping itu trenyata ada beberapa kekuatan sosial dan politik yang tidak memperoleh saluran dan tempat yang realistis dalam konstelasi politik.3 Demokrasi dalam sistem NKRI A.6. Demokrasi pada Peiode 1959-1965 Ciri-ciri periode ini adalah dominasi dari presiden. Selain itu terjadi penyelewengan dibidang perundang-undangan dimana berbagai tindakan pemerintah dilaksanakan melalui penetapan presiden Yng memakai Dekrit 5 Juli sebagai sumber hukum.Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang mengganti Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilihan umum ditonjolkan peranannya sebagai pembantu pemerintah sedangkan fungsi kontrol ditiadakan. terbatasnya peranan partai politik. Dalam pandangan Ahmad Syafi’i Ma’arif demokrasi terpimpin sebenarnya ingin menempatkan Soekarno sebagai ayah dalam famili besar yang bernama Indonesia dengan kekuasaan terpusat berada ditangannya. Undang-Undang Dasar 1950 menetapkan berrlakunya sistem parlementer dimana bbadan eksekutif terdiri dari Preiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) beserta menteri-menterinya yang mempunyai tanggung jawab politik. Undang-Undang Dasar 1945 serta ketetapan-ketetapan MPRS. ternyata kurang cocok untuk Indonesia. Sistem parlementer yang mulai berlaku sebulan sesudah kemerdekaan diproklamirkan dan kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan 1950. berkembangnya pengaruh komunis dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik. C. Demokrasi pada Periode 1965-1998 Landasan formil dari periode ini adalah Pacasila.

b) Demokrasi dalam bidang ekonomi pada hakekatnya adalah kehidupan yang layak bagi semua warga negara. serta 7) Inkoorporasi lembaga non pemerintah D. Menurut Rusli Karim rezim orde baru. yakni (1) komposisi elite politik. (3) kultur politik atau perubahan sikap terhadap politik dikalangan ellite dan non ellite. ditandai oleh : 1) Dominannya peranan ABRI. Pertama. Dalam kaitan dengan transisi menuju demokrasi. Ketiga. 4) Campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan partai politik dan publik. 2) Birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik.a) Demokrasi dalam bidang politik pada hakekatnya adalah menegakkan kembali asas-asas hukum dan kepastian hukum. tahap penentuan (decision phase) dimana unsur-unsur penegak demokrasi dibangun dan dikembangkan. c) Demokrasi dalam bidang hukum pada hakekatnya bahwa pengakuan dan perlindungan HAM. Sukses atau gagalnya transisi demokrasi sangat bergantung pada empat faktor kunci. 6) Monolitisasi ideologi negara. (2) desain institusi politik. Indonesia saat ini tengah berada dalam fase kedua dan ketiga. dan (4) peran civil society. Menurut Sorensen transisi bentuk pemerintahan (rezim) non demokratis menjadi demokratis. demokrasi dalam sistem NKRI dimulai dengan adanya: . seperti yang tengah terjadi diIndonesia dalam tiga tahun terakhir merupakan proses yang sangat lama dan komplek karena melilbatkan beberapa tahap. tahap konsolidasi (democratic phase). 3) Pengebirian peran dan fungsi pertai politik. Selain itu. tahap persiapan ( preparatory phase) yang ditandai dengan pergulatan dan pergolakan politik yang berakhir dengan jatuhnya rezim non demokratis. Dimana demokrasi baru dikembangkan lebih lanjut sehingga praktik demokrasi menjadi bagian yang mapan dari budaya politik. peradilan yang bebas dan tidak memihak. Demokrasi pada Periode 1998 sampai sekarang Runtuhnya rezim otoriter Orde Baru telah membawa harapan baru bagi tumbuhnya demokrasi Indonesia. Kedua. 5) Masa mengambang.

(3) Negara berdasar atas hukum. Pancasila adalah ideologi nasional yakni seperangkat nilai yang dianggap baik. mufakat. Adapun nilai-nilai demokrasi yang terjabar dalam nilai-nilai luhur Pancasila. gotong royong. 2. (6) Prinsip musyawarah. sebagai berikut : (1) Kedaulatan rakyat. Masih menurut Moh. dan (7) Prinsip ketuhanan. (3) Demokrasi di bidang sosial. hak mengadakan proses bersama. sesuai. Demokrasi desa memiliki lima unsur. yaitu rapat. Demokrasi Desa Menurut Moh. Hal inilah yang dinamakan sebagai demokrasi desa. (5) Sistem perwakilan. yakni : (1) Demokrasi di bidang politik. (4) Pemerintahan yang konstitusional. dan menguntungkan bangsa. (2) Republik. demokrasi di Indonesia dibedakan menjadi tiga bagian. Demokrasi Pancasila Demokrasi yang berkembang di Indonesia dan bersumber dari ideologisnya adalah Demokrasi Pancasila. dan hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut. Hatta. Hatta dalam Padmo Wahyono (1990) desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi.1. . (2) Demokrasi di bidang ekonomi. misalnya dengan pemilihan Kepala Desa dan adanya rembug desa.

yakni sama derajat dan martabatnya. baiklah kita pahami dulu arti HAM ditinjau dari asal katanya. bahkan jika di suatu negara terjadi pelanggaran HAM. Sementara Ghazali (2004) menyatakan bahwa HAM merupakan hak-hak dasar yang dibawa sejak lahir dan melekat dengan potensinya sebagai makhluk dan wakil Tuhan. sebagai berikut : (1) Landasan yang langsung dan pertama Adalah kodrat manusia.BAB VII HAK ASASI MANUSIA 7. Salah satu contohnya adalah masih belum jelasnya penyebab kematian aktivis HAM Munir. yang pertama adalah kata “hak”. kedua kata “asasi”. . mulai dari dimasukkannya masalah HAM ini ke dalam UUD 1945 yang di amandemen. terlebih lagi banyaknya peristiwa yang terjadi (baik di Indonesia maupun di luar negeri) yang melanggar HAM. Akhir-akhir ini masalah HAM (HAM) menjadi masalah yang sering dibicarakan. dan sebagainya. Istilah natural right berasal dari konsep John Locke (1932-1704) mengenai hak-hak alamiah manusia.1 Pengertian HAM Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat dan dimiliki setiap manusia sebagai anugerah TYME. Sebelum kita memahami apa arti Hak-hak Asasi Manusia (HAM). (2) Landasan yang lebih dalam dan kedua Adalah Tuhan menciptakan manusia. Hak tersebut meliputi hak untuk hidup. maka masalah ini akan menjadi “senjata yang ampuh bagi negara lain (dunia internasional) untuk menjatuhkan wibawa dari negara yang mengalami permasalahan HAM tersebut. yakni semua manusia merupakan makhluk dari pencipta yang sama yaitu TYME. hak kemerdekaan. Pasha (2002) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan HAM ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir dan melekat pada esensinya sebagai anugerah Allah SWT. hak milik. Hak-hak asasi manusia terdiri atas tiga kata. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada yang berpendapat sebenarnya HAM bermula dari yang dikenal dengan istilah right of man untuk menggantikan natural right. Pengakuan terhadap HAM memiliki dua landasan. dan ketiga adalah “manusia’.

kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. Hak untuk mendapatkan pekerjaan.3)) menyebutkan bahwa hak diartikan sebagai sesuatu yang benar. . Baiklah. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. Sedangkan “asasi” berarti bersifat dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia. Mengingat sifatnya mendasar manusia. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM. Winataputra (2003:6. Hari HAM dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia. HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah. sebuah pernyataan global tentang HAM. pasal 28.Kata hak diartikan bermacam-macam. kewenangan. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. jika anda telah mendiskusikannya. hak berbicara. masalah HAM diatur secara khusus mulai pasal 28a-28j. pasal 29 ayat 2. pada 10 Desember 1948. HAM adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dari Tuhan. Hak untuk memperoleh pendidikan. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. dan pasal 31 ayat 1 (UUD 1945 sebelum amandemen). Selanjutnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk lain ciptaanNya. maka HAM dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan. Dengan kata lain. oleh karenanya siapa saja yang melanggarnya harus mendapat sanksi yang tegas. pasal 30 ayat 1. seperti pada pasal 27 ayat 1. sehingga Anda dapat memastikan apakah sejumlah daftar yang saudara buat tadi adalah memang termasuk HAM ataukah bukan ? HAM dapat diartikan sesuatu yang benar. seperti hak hidup. cobalah Anda pahami pengertian HAM di bawah ini. Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain. Contoh HAM : Hak untuk hidup. dan hak mendapat perlindungan. sedangkan di dalam UUD 1945.

hukum. perhatikan definisi hak asasi manusia menurut Undang-Undang No. perkembangan. Pandekatan dan pandangan prestasi (achievement oriented). pendekatan dan orientasi status. 39 Tahun 1999. Tentang manusia bermartabat. pemerintah. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik makhluk. baik dan mulia pada umumnya ditanggapi dari dua pendekata dan orientasi (pandangan). dan dilindungi oleh negara. Manusia dengan akan dan pikirannya telah menjadi makhuk yang paling sempurna diantara makhluk-mkhluk lainnya. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang ada di bawah ini. Hak-hak asasi manusia terkait dengan martabat manusia. Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihoramati. bagaimanakah kaitannya dengan persoalan hak asasi manusia? Hak asasi manusia itu given atau prestasi. atau kedua-duanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. 39 Tahun 1999. tetapi sepanjang hidupnya martabat itu akan dipertaruhkan menurut amal perbuatannya. hak asasi manusia tidak dapat . dijunjung tinggi. atau hukum. yang menempatkan martabat manusia sebagai hadiah atau pemberian atau takdir Tuhan. pasal 1 angka 1). negara. martabat manusia tidak dapat dipertahankan apabila manusia berkinerja (mencapai prestasi) yang rendah atau buruk. menyatakan bahwa martabat manusia tidak given tetapi harus dicapai setelah manusia berjuang dan berusaha meperoleh martabat mulai dengan jerih payah dan kegigihan. Dalam pandangan prestasi. Deklarasi HAM Universal/ PBB (Universal Declaration of Human Right/UDHR) dan menurut UU No. Dengan begitu. Menurut definisi tersebut. perlu dipahami bahwa hak asasi manusia tidaklah bersumber dari penguasa. Dengan demikian. Kedua. pendekatan dan orientasi prestasi. Pertama. melainkan semata-mata bersumber dari Tuhan.Pengertian HAM beraneka ragam antara lain dapat ditemukan dan penglihatan dimensi visi. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (UU No. Memang ada pengakuan bahwa ketika lahir manusia memiliki derajat yang mulia. manusia mau tidak mau (given) menyandang martabat yang tinggi. Prinsipnya.

Winataputra (2003:6. kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. kedua kata “asasi”. wewenang dan tanggung jawab negara sebagai suatu nation-state. 39 Tahun 1999. visi yuridis-konstitusional dan visi politik (Saafroedin Bahar. tugas. oleh karenanya siapa saja yang melanggarnya harus mendapat sanksi yang tegas. Yang jati diri manusia pada tempat yang tinggi sebagai makhluk Tuhan. yang pertama adalah kata “hak”. hak berbicara. Sedangkan visi politik memahami HAM dalam kenyataan hidup sehari-hari yang umumnya berwujud pelanggaran HAM baik oleh sesama warga masyarakat yang lebih kuat maupun oleh oknumoknum pejabat pemerintah . 1944:82). Hak-hak asasi manusia terdiri atas tiga kata. Kata hak diartikan bermacam-macam. maka HAM dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan.dikurangi (non derogable right). Deklarasi HAM Universal/ PBB (Universal Declaration of Human Right/UDHR) dan menurut UU No. dan hak mendapat perlindungan. seperti hak hidup. Tindakan yang diperlukan dari negara dan hukum adalah suatu pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia tersebut. Mengingat sifatnya mendasar manusia. Pengertian HAM beraneka ragam antara lain dapat ditemukan dan penglihatan dimensi visi. Dengan kata lain.3)) menyebutkan bahwa hak diartikan sebagai sesuatu yang benar. perkembangan. Selanjutnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk lain ciptaanNya. dan ketiga adalah “manusia’. Konsep HAM dilihat dari dimensi visi mencakup visi filsafati. Sedangkan “asasi” berarti bersifat dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia. HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah. ebelum kita memahami apa arti Hak-hak Asasi Manusia (HAM). Visi yuridis-konstitusional mengaitkan pemahaman HAM itu dengan. Visi filsafati sebagian besar berasal dari teologi agama-agama. baiklah kita pahami dulu arti HAM ditinjau dari asal katanya. hak. kewenangan.

HAM diniia i sebagai totalitas yang tidak boleh dipisah-pisahkan. ekonomi. politik dan budaya. ekonomi. praduga tak bersalah dan sebagainya. Generasi I konsep HAM sarat dengan hak-hak yuridis. politik dan budaya menjadi apa yang disebut hak akan pembangunan (the right to development). konsep HAM mencakup Generasi II merupakan terutama sebagai reaksi bagi negara dunia ketiga yang telah memperoleh kemerdekaan dalam rangka mengisi kemerdekaannva setelah Perang Dunia II Generasi III konsep HAM. berkembangnya sistem sosial yang memihak ke atas dan mernelaratkan mereka yang dibawah.Mulya Lubis. hak akan equality before thelaw (persamaan di hadapan hukum). Sebab jika konsep ini tidak dikembang-kan. keadilan dan perdamaian dunia (Maurice Cranston. Generasi 1 ini merupakan reaksi terhadap kehidupan kenegaraan yang totaliter dan fasistis yang mewarnai tahun-tahun sebelum Perang Dunia II. maka yang kita lakukan hanya memperbaiki gejala. 1987: 3-6). Pendekatan struktural (melihat akibat kebijakan pemerintah yang diterapkan) dalam HAM seharusnya merupakan generasi IV dari konsep HAM.Dilihat dari perkembangan HAM maka konsep. Pengertian HAM menurut UDHR dapat ditemukan dalam Mukaddimah yang pada prinsipnya dinyatakan bahwa HAM merupakan pengakuan akan martabat yang terpadu dalam diri setiap orang akan hak-hak yang sama dan takteralihkan dari semua anggota keluarga manusia ialah dasar dari kebebasan. generasi II I dan pendekatan struktural (T. sosial. bukan penyakit. Dan perjuangan HAM akan berhenti sebagai pelampiasan emosi (emotional outlet). HAM mencakup generasi I. sehingga juga bidang social. Dengan derniikian. hak akan fair trial (peradilan yang jujur). seperti tidak disiksa dan di-tahan. masalah . generasi II. 1972:127). Karena dalam real itas masalah-masalah pelanggaran HAM cenderung merupakan akibat kebijakan yang tidak berpihak pada HAM. suatu pola hubungan yang "repressive". Generasi II konsep HAM merupakan perluasan secara horizontal generasi I. Misalnya. HAM sekaligus menjadi satu antar d isip lin yang harus didekati secara interdisipliner. merupakan ramuan dari hak hukum.

bukan pemberian negara pemerintah dan atau orang lain. istilah tersebut ditambahi dengan kata (hak) asasi yang merupakan terjemahan dari .UU No. Ibnu Sina pernah berkomentar: “tanpa definisi kita tidak akan pernah sampai pada “ (http://id. maka HAM merupakan sesuatu yang bersifat universal.39 Tahun 1999 tentang HAM. 39 Tahun 1999. karena keduanya lebih menonjolkan pengertian HAM dalam kehidupan sehari-hari yang cenderung banyak pelanggaran.39 Tahun 1999 juga mendefinisikan kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya HAM.wikipedia. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Kemudian pengertian HAM menurut visi politik dapat diidentikan dengan pendekatan struktural. Di Indonesia. yaitu isinya sarat dengan hak-hak yuridik dan politik. sengketa bersenjata.lain. Karena melalui definisi yang tepat. Secara harfiah. Pemerintah. dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. hidup bahagia dan lain . kewajiban dan tidak boleh dihilangkan atau dihapus oleh siapapun Negara pemerintah dan atau orang lain. mengartikan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. tidak ingin dieksploitasi. Karena kebutuhan dasar manusia dimanapun pada hakekatnya sama seperti hak atas hidup. Pengertian HAM menurut UDHR sering dinilai masih pada tahap' Generasi 1 Konsep HAM. Definisi memang penting untuk ditempatkan pada awal perbincangan suatu hal. Memperhatikan berbagai pengertian /konsep/definisi hak asasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa HAM merupakan hak yang melekat (inheren) pada setiap orang yang merupakan karunia Tuhan YME. tampak mengandung visi filsafati dan visi yuridis konstitusional. Sedang kan jika memperhatikan pengertian HAM menurut UU No. kita akan sampai pada konsep suatu hal.org/wiki/Ideologi). Untuk itu. UU No. perang. kewajiban dan vvajib dijunjung tinggi oleh negara. dan atau keadaan darurat). masyarakat) dengan alasan apapun (pembangunan. pemerintah dan atau orang lain. bebas dari rasa takut. bebas mengeluarkan pikirannya. istilah hak (asasi) manusia merupakan terjemahan dari human rights yang berarti hak manusia (tanpa asasi). hukum.

hak asasi manusia itu bersifat supralegal.basic rights. Hal ini rupanya dimaksudkan untuk menegaskan dan membedakan antara hak manusia yang asasi dan hak manusia yang tidak asasi.” Dari beberapa definisi tersebut di atas dapatlah diambil suatu pengertian sebagai berikut. hak asasi manusia itu bersifat umum (universal). . atau bukan Negara”. beberapa hak yang dimiliki manusia tanpa berbedaan atas bangsa. Menurut Tilaar (dalam A. dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Hari HAM dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. adanya tidak tergantung kepada adanya suatu Negara atau undang-undang dasar maupun kekuasaan pemerintah. 2004:3) “Hak ialah kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu atau yang semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. agama. Kedua. Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan di bawanya bersamaan dengan kelahirannya. Menurut Notonagoro (dalam Chaidir Basrie.T. Artinya. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM. 2005:1). Pertama. melainkan karena berasal dari sumber yang lebih tinggi. atau jenis kelamin. hak asasi manusia adalah “hak-hak yang melekat pada diri manusia. di bawah ini disajikan beberapa definisi tentang hak asasi manusia. Agar kita dapat memperoleh suatu konsep yang tepat mengenai hak asasi manusia itu. sebuah pernyataan global tentang HAM. atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. ras.” Minto Rahayu (2007:146) mendefinisikan human right sebagai “perlindungan terhadap seseorang dari penindasan oleh siapupun. karena hak asasi manusia itu dimiliki manusia bukan karena kemurahan atau pemberian Negara. Negara. Soegito. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi. Artinya. pada 10 Desember 1948.

Tantangan dan persaingan yang terjadi tidak lagi bersumber dari dalam negeri. maka bangsa Indonesia tidak dapat hanya berpegang kepada nilai-nilai luhur bangsa sendiri. sosial. dan lamakelamaan berkembang menjadi saling curiga diantara sesama warga dan kelompok. maka tidak ada pilihan lain bahwa warga negara bersama pemerintah harus peka dan berkomitmen tinggi terhadap masalahmasalah yang terkait dengan hak asasi manusia. . Sekurangkurangnya ada dua sindrom pembusukan yang dapat diidentifikasi. dan nepotisme telah dilakukan secara terbuka oleh aparatur pemerintah dari pusat sampai tingkat paling bawah. budaya. Selanjutnya baca dengan cermat deskripsi tentang teori Erich From tentang “Syndrome of Decay” atau simdom pembusukan. Pada titik tertentu bahkan telah dipersepsi sebagai budaya dan kebiasaan yang melekat pada masyarakat. Pertama. serta pertahanan dan keamanan. dan gejala-gejala buruk lainnya sudah menjadi hal yang dianggap biasa. Akibatnya tidak ada lagi sikap percaya kepada pemimpin. baik ditingkat elit maupun rakyat bawah yang sering disebut sebagai masyarakat akar rumput (grassroots). betapa pentingnya setiap warga negara untuk ikut terlibat dalam perikehidupan bersama yang lebih intensif. perilaku korupsi. Perilaku amoral. asusila. tetapi juga harus merujuk nilai-nilai universal. dan bernegara akhirakhir ini menunjukkan. politik. Sebagaimana kita ketahui saat ini kita telah berada dalam perikehidupan global yang penuh dengan tantangan dan persaingan. kolusi.Realitas kehidupan bermasyarakat. Erich From dalam teori Syndrome of Decay. baik di bidang ekonomi. Berkaitan dengan permasalahan hak asasi manusia. dimana bangsa Indonesia ikut terlibat di dalamnya. Misalnya. menyatakan bahwa perikehidupan bermasyarakat akan dihantui oleh munculnya gejala pembusukan. Masalah hak asasi manusia tersebut menyangkut seluruh aspek kehidupan bangsa. yang disadari atau tidak sedang melanda perikehidupan bangsa kita belakangan ini. tetapi juga berasal dari dunia internasional di luar negeri. Pada era globalisasi dan pasar bebas dunia. yang bersumber dari kesepakatan-kesepakatan (konvensi) internasional. berbangsa. masyarakat mengalami kondisi mental-spiritual yang sangat rapuh.

toleran. bahkan mengalirkan darah sesamanya. masyarakat begitu mudah tersulut perilaku merusak. antaretnis. Menurut empirisme. Akibatnya. melainkan dapat terjadi di mana saja di seluruh masyarakat manusia di dunia ini. Gejala-gejala seperti yang dideskripsikan di atas merupakan fakta kehidupan yang sarat dengan isu-isu hak asasi manusia. Dalam keadaan alamiah. dan suka menolong. dan barbarian (suka bertikai). Misalnya. tiap manusia ingin mempertahankan kebebasannya dan kebebasan orang lain. Pemikiran HAM di Inggris lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran empirisme. Thomas Hobbes (1588-1679) mengajarkan bahwa semua manusia itu memiliki sifat yang sama. seperti memudarnya sikap ramah. Ajaran empirisme mengikuti jejak Francis Bacon pada abad 17 yang memulai menggunakan pendekatan induktif melalui pengamatan dan eksperimentasi di dalam memperoleh pengetahuan. kecuali melalui pembalikan dari itu semua. Adapun tonggak-tonggak sejarah hak asasi manusia dimaksud adalah: 1.Kedua. yakni sindrom pertumbuhan (syndrome of growth). Alternatif penyembuhan dari sindrom pembusukan tersebut tidak ada lain. hilangnya perasaan akan nilai-nilai kemanusiaan. karena persoalan sepele. (b) menghormati kekuasaan kerajaan (raja). pengetahuan itu hanya dapat dibentuk melalui pengalaman sebagai sumbernya. dan tiba-tiba berubah menjadi sikap beringas. rukun. Di Inggris a. Fromm mendefinisikan sindrom pertumbuhan sebagai cinta kehidupan. dan antaragama. dan cinta akan kemerdekaan. ganas. cinta antarsesama. menghancurkan. Pengalaman kehidupan menunjukkan hal itu dengan berbagai tonggak sejarah perjuangan dan pengakuan hak asasi manusia. Manusia dipandang sebagai homo homini lupus yaitu naluri manusia itu bagaikan . Magna Charta di Inggris (15 Juni 1215). Gejala-gejala tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. semisal perkelaian antarpemuda biasa didramatisir sebagai pertikaian atarras. Oleh karena itu pemikiran HAM di Inggris dipengaruhi oleh: (a) adat dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

Tokoh lain dari empirisme Inggris adalah John Locke (1632-1704). Negara tidak boleh meniadakan agama. Kewajiban pemerintah adalah mengusahakan perdamaian dan perlindungan warga negara sehingga merasa aman. Hak negara hanya menghancurkan teori-teori atau ajaran yang membahayakan keberadaan negara. Menurutnya. pengalaman menjadi sumber pengetahuan. Konflik dan pertikaian akan muncul manakala manusia mengikuti nalurinya itu. supaya tidak terjadi pertengkaran dan peperangan. (c) sesuai dengan pendapat umum tentang kebajikan. Orang banyak yang dipersatukan dalam perjanjian sosial itu disebut commonwealth. Warga negara bebas menganut kebebasan beragama. dan saling menerkam sesamanya. Warga negara tinggal menaati kekuasaan raja dan berbakti pada Tuhan. Perjanjian itu bukan dibuat antara penguasa dan warga negara tetapi dibuat sendiri oleh warga negara tersebut. (c) federatif yaitu kekuasaan untuk menentukan perang dan damai.serigala untuk selalu ingin mempertahankan dirinya sendiri. Setelah pemerintahan terbentuk maka hak-hak warga negara menjadi hilang dan warga negara tidak dapat memberontak. bersaing. Suatu perbuatan dikatakan etis apabila: (a) menaati perintah Tuhan. Hak asasi manusia dipahami dalam hubungan antara warga negara dan pemerintah yang diatur dalam hukum perjanjian dan hukum Tuhan (agama). manusia harus mengikuti akal sehat yaitu melepaskan hak untuk bebas berbuat sekehendak sendiri dengan bersatu melalui perjanjian sosial (du contract social). (b) eksekutif yaitu kekuasaan untuk melaksanakan pemerintahan negara. Bagi Locke. (b) menaati undang-undang supaya dikatakan tidak salah. Mereka bersepakat untuk membuat perjanjian membentuk penguasa atau pemerintah. kekuasaan pemerintahan itu ada pada raja dan gereja. maka kekuasaannya dipisahkan menjadi: (a) legislatif yaitu kekuasaan membuat undang-undang. Menurut pengalaman. Ajarannya tidak jauh berbeda dengan Thomas Hobbes. Di dalam commonwealth yang diutamakan adalah perdamaian dan keamanan seluruh warga negara. negara tidak boleh mencampuri agama. Ketiga kekuasaan tersebut tidak boleh mencampuri satu dengan . Menurut Hobbes. Supaya negara tidak sewenang-wenang.

Tidak seorang pun warga negara Inggris yang merdeka dapat ditahan. Habeas Corpus Act adalah suatu dokumen yang memuat pernyataan tentang perlindungan terhadap kebebasan yang dimiliki oleh setiap warga negara. HAM dan hukum yang membatasi kekuasaan Raja agar tidak melakukan kesewenang-wenangan.lainnya. Hak asasi manusia diatur sesuai dengan ketiga jenis kekuasaan tersebut. Pemikiran Locke kemudian dilanjutkan oleh J. Perjanjian masyarakat sebagai kehendak umum itu melindungi agar hak-hak individu tidak dilanggar individu lainnya. Ketentuan suara terbanyak itu diatur di dalam perjanjian masyarakat (contract social). 2002) kekuasaan Raja (John Lackland) harus dibatasi. Hukum alam berlaku dalam kehidupan masyarakat. Rousseau yang memandang manusia itu sebagai makhluk alamiah. Pemikiran beberapa tokoh tersebut di atas. atau dengan cara apapun diperkosa hak-haknya kecuali dengan pertimbangan hukum. hak hidup. dan hak milik. Selain itu. b) Habeas Corpus Act ( 1679) Pada tahun 1679 dibuatlah suatu ketentuan di dalam Habeas Corpus Act yang menyatakan bahwa penangkapan terhadap seseorang hanya dapat dilakukan apabila disertai dengan surat-surat yang lengkap dan sah. diasingkan. dirampas harta kekayaannya. Di dalam perjanjian itu orang menyerahkan hak-haknya kepada masyarakat.J. Mereka tunduk pada pemerintahan yang adil. Undang-undang mengatur bahwa masyarakat mempunyai kehendak umum melalui suara terbanyak. Dalam keadaan alamiah itu manusia memiliki kebebasan. Menurut Magna Charta (Al Hakim. Pada tahun 1629 masyarakat mengajukan Petition of Right (petisi hak asasi manusia) yang berisi tentang pajak yang dipungut kerajaan harus mendapat persetujuan parlemen Inggris. Hidup seseorang tergantung pada perlindungan undang-undang sebagai kehendak umum. memberikan inspirasi untuk memperjuangkan HAM di Inggris. Kekuasaan untuk menetapkan undang-undang di dalam negara dibentuk melalui perjanjian antara penguasa dan rakyat. Undang-undang ini menyatakan bahwa: “Sebuah . tidak seorang pun dapat ditangkap tanpa tuduhan dan bukti-bukti yang sah. disiksa. diperkosa. Hak asasi manusia lebih penting daripada kekuasaan Raja.

Kaum imigran tersebut semula berpikir secara sempit untuk kepentingannya sendiri. maka di lanjutkan dengan aturan baru yang dibuat pada tahun 1689 yaitu Bill of Right yang menyatakan bahwa pemungutan pajak harus mendapat persetujuan parlemen dan parlemen dapat mengubah keputusan Raja. Setiap orang yang ditahan dalam waktu tiga hari. Declaration of Independence (1776) Bangsa Amerika berasal dari kaum imigran berbagai negara Eropa. Bill of Right (1689) Setelah Habeas Corpus Act ( 1679) dinyatakan. Berbagai ketentuan HAM dan hukum tersebut bertujuan untuk membatasi kekuasaan Raja agar tidak sewenang-wenang dan melindungi warga negara sebagai manusia. Di dalam deklarasi kemerdekaan tersebut . Rakyat Amerika yang bersifat heterogen harus dapat hidup berdampingan secara damai. Bill of Right adalah suatu piagam yang berisi pernyataan bahwa Raja William di Inggris harus mengakui hak-hak parlemen. Amerika a. Sebelum merdeka. maka harus segera dihadapkan kepada seorang hakim serta diberitahukan kepadanya atas tuduhan apa ia ditahan. masyarakat kolonial Inggris dari berbagai belahan bumi dibawa ke Amerika untuk bekerja dan mengabdi kepada pemerintah kerajaan Inggris Raya.undang-undang harus melindungi kebebasan warga negara. Hak-hak asasi masyarakat harus dijamin dan dilindungi tanpa pengecualian. Pada tahun 1776 bangsa Amerika menyatakan kemerdekaan dari pemerintahan kerajaan Inggris melalui Declaration of Independence. serta kebebasan berbicara atau mengeluarkan pendapat. Keanekaragaman bangsa Amerika tersebut sebagai potensi negara harus diterima dan diberdayakan demi kejayaan Amerika. masyarakat diperlakukan secara tidak adil. 2. c).” Undang-undang yang dibuat di Inggris ini bertujuan untuk mencegah pemenjaraan yang sewenang-wenang. Asia. Mereka mempunyai kebiasaan dan pengalaman sendiri yang dibawa dari negaranya. Ketika Amerika masih di bawah pemerintahan kolonial Inggris. Untuk itu disusun suatu UUD yang menerima aspirasi seluruh rakyat. Afrika. dan Australia.

kemerdekaan dan kebebasan untuk menikmati kebahagiaan”. 3. dan legality. Bahwa semua manusia dianugerahi oleh Penciptanya hak hidup. Kebebasan manusia mengambil bagian dari kebebasan Tuhan artinya dalam menjalankan kebebasan. Menurutnya masyarakat itu berkembang melalui tiga tahap: . manusia tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Rasionalisme tumbuh subur di Prancis dan dikembangkan lebih lanjut oleh Auguste Comte. (b) freedom of Religon ( kebebasan beragama). rakyat Prancis mengumandangkan liberty. 1789) Pemikiran yang berkembang di Prancis lebih banyak bercorak rasionalisme. equality. Kebebasan adalah ciri khas kesadaran yang berpikir. cogito ergo sum artinya aku berpikir maka aku ada. perlakuan yang sama dan adil serta perlindungan hukum. Keberadaanku ditentukan oleh cara berpikirku. Rene Descates sebagai bapak rasionalisme modern menyatakan bahwa semua hal dapat diragukan kecuali aku yang sedang berpikir. Menurutnya hak asasi manusia terletak pada kebebasan untuk berpikir dan berkehendak. Dengan metode keraguan metodis. Perjuangan rakyat Prancis berhasil dalam meraih hak-hak asasi yang dirampas oleh penguasa raja dimulai ketika mereka berhasil membatasi kekuasaan melalui revolusi Prancis. b) The four Freedoms (1941) Ketika sedang berkecamuk perang dunia ke II. Prancis (Declaration des droits de`lHomme et du Citoyen. Ditandai dengan hancurnya penjara Bastille sebagai simbol penindasan hak asasi manusia. Artinya rasio dijadikan sumber dan ukuran untuk menentukan kebenaran. Semua orang memiliki hak untuk merdeka atau bebas. (c) freedom from fear (bebas dari rasa takut) dan (d) freedom from want (bebas dari kekurangan dan kelaparan/kemiskinan).Declaration of Independence merupakan Piagam Hak-hak Asasi Manusia karena memuat pernyataan: “bahwa sesungguhnya semua bangsa diciptakan sama sederajat oleh Maha Penciptannya. Presiden Franklin Delano Roosevelt di hadapan konggres Amerika (1941) menyatakan ada empat kemerdekaan (The Four Freedoms) yaitu: (a) freedom of speech and expression (kebebasan berbicara dan berpendapat). Katanya.

Berikut ini sejarah Majelis bertindak atas nama semua negara-negara Anggota untuk mempropagandakan teks Deklarasi dan "menyebabkan ia harus disebarluaskan.  tahap metafisis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kekuatan berpikir rasional. Kemerdekaan yang dimaksudkan dalam deklarasi tersebut adalah semua orang boleh bertindak sesukanya asal tidak merugikan orang lain. Sejak itu. dan sesungguhnya tujuan dari segala persekutuan politik ialah memelihara hak-hak bawaan kodrat manusia yang tidak dapat dialihkan. Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi membuat arus informasi semakin cepat diterima masyarakat sehingga tumbuh kesadaran akan hak-haknya sebagai manusia. Hak asasi manusia berkembang dan dipahami sesuai dengan perkembangan rasional positif. Pada tahap positif. dan  tahap positif dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Robohnya penjara tersebut sebagai tonggak hancurnya kekuasaan yang represif dan melanggar HAM. equality (persamaan). Revolusi Prancis (1789) dimulai dengan dideklarasikan Declaration des droits de`lHomme et du Citoyen (deklarasi tentang hak asasi manusia dan penduduk). masyarakat modern memahami hak asasi secara ilmiah. dan membaca expounded . Hak asasi diletakkan dalam perkembangan ipteks. tahap teologis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kepercayaan pada kekuatan adi kodrati. Deklarasi tersebut berisi tentang pernyataan bahwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan bebas dan mempunyai kedudukan yang sama. sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. ditampilkan. 4) Universal Declaration Of Human Rights / UDHR ( PBB 1948) Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menyatakan mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang penuh teks yang muncul di halaman berikut ini. dan egality (persaudaraan). Perhatian HAM di Prancis memperoleh inspirasi dari revolusi kemerdekaan Amerika. Perjuangan bangsa Prancis dalam mewujudkan HAM secara rasional ditandai dengan dirobohkannya penjara Bastille. Prancis merayakan kemerdekaan sebagai negara modern dengan semboyan liberty (kemerdekaan).

dan terbentuknya suatu dunia di mana manusia akan menikmati kebebasan berbicara dan beragama serta kebebasan dari ketakutan dan kekurangan telah dinyatakan sebagai cita-cita tertinggi dari masyarakat umum. akan martabat dan nilai seseorang manusia dan hak-hak yang sama laki-laki dan perempuan. keadilan dan perdamaian di dunia. tanpa berdasarkan status politik negara atau wilayah.terutama di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. hak asasi manusia yang harus dilindungi oleh supremasi hukum. harus berusaha keras . sebagai jalan terakhir. di akhir bahwa setiap individu dan setiap organ masyarakat. keselamatan. Sedangkan ia sangat penting. dan karena itu setiap manusia berhak akan kehidupan yang layak. Sedangkan yang umum memahami hak-hak dan kebebasankebebasan tersebut sangat penting untuk pelaksanaan realisasi dari janji ini. dan telah bertekad untuk menggalakkan kemajuan sosial dan taraf hidup yang lebih baik dalam kemerdekaan yang lebih luas. untuk pemberontakan menentang kezaliman dan penindasan. Sedangkan ia sangat penting untuk mendorong perkembangan hubungan antara bangsa-bangsa yang ramah. Negara-Negara Anggota telah berjanji untuk mencapai kemajuan dalam kerjasama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan kebahagiaan pribadinya. Adapun isi pembukaan tersebut adalah sebagai berikut : PREAMBUL Sedangkan pengakuan terhadap martabat dan melekat pada hakhak yang sama dan tidak dapat dicabut dari semua anggota keluarga manusia adalah dasar kemerdekaan. Sekarang. demikian Majelis Umum memperkenalkan Universal Declaration of Human Rights sebagai satu standar umum keberhasilan untuk semua bangsa dan semua negara. " Alinea pertama Mukadimah Pernyataan Sedunia tentang Hak-hak Asasi Manusia tersebut menyatakan: ”Bahwa sesungguhnya hak-hak kodrati yang diperoleh setiap manusia berkat pemberian Tuhan Seru Sekalian Alam.”. jika manusia itu tidak akan memaksa untuk meminta bantuan. Sedangkan bangsa dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ada dalam Piagam reaffirmed iman mereka di dasar hak asasi manusia. tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya. dengan mengingat Pernyataan ini selalu diingat. Piagam PBB ini terdiri atas pembukaan dan 30 pasal. kebebasan. Menimbang bahwa mengabaikan dan hak asasi manusia telah mengakibatkan perbuatan yang biadab outraged dengan hati nurani umat manusia. promosi universal dan ketaatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.

Setiap orang perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang melanggar Deklarasi ini dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam berhak atas bantuan yang efektif dari pengadilan nasional yang kompeten untuk tindakan pelanggaran hak-hak dasar yang diberikan kepadanya oleh konstitusi atau oleh hukum. perbudakan dan perdagangan budak harus dilarang dalam segala bentuk. seperti ras. . Pasal 9. Pasal 2. Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. baik oleh bangsa-bangsa dari Negara-Negara Anggota sendiri maupun oleh bangsa-bangsa dari wilayah di bawah kekuasaan hukum mereka.Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan. hak milik. Pasal 4. Tidak seorang pun akan diselenggarakan di perbudakan atau diperhambakan. politik atau pendapat lain. Pasal 3. kebebasan dan keselamatan individu. baik bersifat independen. Pasal 8. warna kulit. Pasal 1. Setiap orang berhak atas pengakuan di mana-mana sebagai orang di depan hukum. non-self-pemimpin yang lain atau di bawah batasan kedaulatan. Semua orang sama di depan hukum dan berhak tanpa diskriminasi sama untuk perlindungan hukum. asal nasional atau sosial. Pasal 7. bahasa. ganas atau perlakuan atau hukuman menghinakan. Pasal 6.dengan mengajar dan pendidikan untuk meningkatkan rasa hormat terhadap hak-hak dan kebebasan dan dengan langkah-langkah progresif. trust. Pasal 5. agama. jenis kelamin. Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini tanpa perkecualian apapun. Semua berhak atas itu. berhubung dgn hukum atau status internasional negara atau wilayah yang dimiliki oleh seseorang. Setiap orang berhak untuk hidup. Semua orang dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan rights. untuk memastikan mereka universal dan efektif pengakuan dan pemeliharaan. nasional dan internasional. Selain itu. kelahiran atau status lainnya. tidak ada perbedaan harus dilakukan atas dasar politik.

Pasal 15. termasuk negerinya sendiri. Pasal 11. (2) Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang deprived of his negaraannya atau ditolak hak untuk mengubah kewarganegaraan itu. rumah atau korespondensi. (2) Tidak seorang pun akan diselenggarakan bersalah atas pelanggaran hukuman pada setiap perbuatan atau kelalaian yang tidak merupakan suatu pelanggaran hukuman. dan berhak kembali ke negerinya. Pasal 14. Pasal 13. Pasal 10. (2) Setiap orang berhak meninggalkan sesuatu negeri. Juga tidak yang akan dikenakan hukuman berat dari salah satu yang telah berlaku pada saat hukuman pelanggaran tersebut dilakukan. (1) Setiap orang yang dituntut dengan hukuman pelanggaran berhak untuk disangka bersalah. (2) Ha ini tidak berlaku untuk kasus penuntutan yang benar-benar timbul karena kejahatan non-politik atau perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa.Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang penangkapan. kewarga-negaraan atau agama. keluarganya. Pasal 16. atau serangan ke atas kehormatannya dan nama baiknya. (1) Setiap orang berhak mencari dan menikmati suaka di negara-negara lain dari pengejaran. dengan tidak dibatasi kebangsaan. penahanan atau pembuangan. Pasal 12. berhak untuk nikah dan untuk membentuk . (1) Setiap orang berhak atas kewarganegaraan. dalam menetapkan hak dan kewajiban-kewajibannya serta dalam setiap tuntutan pidana yang dijatuhkan kepadanya. (1) Pria dan wanita yang sudah dewasa. sampai dibuktikan kesalahannya menurut hukum dalam suatu pengadilan di mana dia memiliki semua jaminan yang diperlukan untuk pembelaannya. (1) Setiap orang berhak atas kebebasan bergerak dan berdiam di dalam batasbatas setiap negara. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum terhadap gangguan atau serangan seperti itu. Setiap orang berhak penuh untuk kesetaraan yang adil dan terbuka oleh pengadilan yang independen dan imparsial hakim. di bawah undang-undang nasional atau internasional. Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang gangguan dengan pribadinya. ketika perbuatan tersebut dilakukan.

(1) Setiap orang berhak atas kebebasan berkumpul dan berserikat secara damai. Pasal 18. hati nurani dan agama. baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain. hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan. Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. . dan untuk mencari. berhak atas jaminan sosial dan berhak melaksanakan dengan perantaraan usaha-usaha nasional dan kerjasama internasional dan sesuai dengan organisasi serta sumber-sumber kekayaan dari setiap Negara. Setiap orang. Pasal 20.keluarga. praktek . (1) Setiap orang berhak memiliki harta. (3) Keluarga adalah kesatuan alamiah dan fundamental dari masyarakat dan berhak mendapat perlindungan dari masyarakat dan Negara. (2) Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang deprived of his property. sosial dan budaya sangat diperlukan untuk hak martabat dan pertumbuhan bebas pribadinya. menerima dan menyampaikan informasi dan ide melalui media apapun dan berapapun frontiers. untuk nyata nya agama atau kepercayaan dalam pengajaran. (2) Tidak seorang pun boleh dipaksa untuk memasuki sesuatu perkumpulan. Pasal 19. (2) Setiap orang berhak atas kesempatan yang sama untuk diangkat dalam jabatan pemerintahan negerinya. (3) Kehendak rakyat harus menjadi dasar kekuasaan pemerintah. sebagai anggota masyarakat. dari ekonomi. selama perkawinan dan pada saat perceraian. Pasal 17. Pasal 21. ibadah dan ketaatan. Pasal 23. secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih secara bebas. ini harus dinyatakan dalam pemilihan berkala dan asli yang harus oleh universal dan kesetaraan hak dan harus dilaksanakan oleh rahasia suara atau setara gratis voting prosedur. dan kebebasan. (1) Setiap orang berhak turut serta dalam pemerintahan negerinya. hak ini termasuk kebebasan untuk mengubah agamanya atau kepercayaan. Pasal 22. baik sendiri maupun dengan orang lain dan masyarakat umum atau swasta. Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran. (2) Pernikahan akan memasuki hanya dengan bebas dan persetujuan penuh oleh kedua mempelai. Mereka berhak memperoleh hak yang sama seperti perkawinan.

(2) Setiap orang. menjadi janda. perumahan dan perawatan kesehatannya serta pelayanan sosial yang diperlukan. baik yang dilahirkan di dalam maupun di luar perkawinan. dengan cara lain dengan perlindungan sosial. Teknis dan profesional pendidikan harus dibuat tersedia secara umum dan pendidikan tinggi harus secara adil dapat diakses oleh semua orang. cacat. Pasal 26. termasuk pangan. toleransi dan persahabatan di antara semua bangsa. sakit. setidak-tidaknya untuk tingkat sekolah rendah dan pendidikan dasar. berdasarkan kepantasan. serta harus memajukan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memelihara perdamaian. Semua anak. Pasal 25. Pendidikan harus menggalakkan saling pengertian. dan jika perlu.(1) Setiap orang berhak atas pekerjaan. Pendidikan rendah harus diwajibkan. berhak atas pengupahan yang sama untuk pekerjaan yang sama. dan hanya untuk kondisi baik. (3) Setiap orang yang melakukan pekerjaan berhak atas pengupahan yang adil dan baik yang menjamin kehidupannya dan keluarganya. (2) ibu dan anak-anak berhak mendapat perawatan dan bantuan. (1) Setiap orang berhak atas taraf hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. . untuk mengecap kenikmatan kesenian dan berbagi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan manfaatnya. Pasal 24. (4) Setiap orang berhak mendirikan dan memasuki serikat-serikat pekerja untuk melindungi kepentingannya. Setiap orang berhak atas istirahat dan liburan. (2) Pendidikan harus ditujukan ke arah perkembangan penuh manusia dengan kepribadian dan memperkuat hak asasi manusia dan kebebasan fundamental. pakaian. (1) Setiap orang berhak untuk berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan kebudayaan masyarakat. harus mendapat perlindungan sosial yang sama. dengan menerima upah. Pendidikan harus gratis. dan hak untuk keamanan dalam hal pengangguran. berhak dengan bebas memilih pekerjaan. (3) Orang tua mempunyai hak utama untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka. tanpa diskriminasi. termasuk jam kerja dan hari libur berkala. (1) Setiap orang berhak mendapat pendidikan. mencapai usia lanjut atau mengalami kekurangan mata pencarian yang lain keadaan yang berada di luar kekuasaannya. dan berhak atas perlindungan dari pengangguran. Pasal 27. kelompok ras maupun agama. suatu kehidupan yang pantas untuk manusia yang bermartabat.

ketertiban umum dan kesejahteraan umum dalam suatu masyarakat yang demokratis. (2) Dalam menjalankan hak-hak dan kebebasan-kebebasannya. dijaga dan dilindungi oleh setiap individu.HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. melindungi dan menjunjung tinggi HAM. Hakekat HAM merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui sksi keseimbangan yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban. kesusasteraan atau artistik produksi yang dia adalah penulis. serta keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Berdasarkan beberapa rumusan HAM diatas. Pasal 28. Tidak satu pun di dalam Pernyataan ini boleh ditafsirkan memberikan sesuatu Negara. hak untuk terlibat di dalam kegiatan apa pun atau melakukan perbuatan yang bertujuan untuk pemusnahan atas hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di sini. .(2) Setiap orang berhak mendapat perlindungan atas kepentingan-kepentingan moril dan material yang diperoleh sebagai hasil dari ilmiah. Pasal 29. pemerintah (aparatur pemerintahan baik sipil maupun militer) dan negara. setiap orang harus tunduk hanya seperti itu karena keterbatasan yang ditentukan oleh undang-undang semata-mata untuk tujuan pengamanan karena pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak dan kebebasan orang lain dan tentu saja memenuhi persyaratan moralitas .2 Latar Belakang Munculnya HAM HAM sebagai hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat qodratidan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus dihormati. menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu. Pasal 30. 7. dibeli ataupun diwarisi. (1) Setiap orang mempunyai kewajiban terhadap masyarakat di mana saja yang kosong dan penuh pengembangan pribadinya adalah mungkin. kelompok ataupun seseorang. dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu: a) HAM tidak perlu diberikan. (3) Hak-hak dan kebebasan Mei sama sekali tidak dapat dilaksanakan bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. masyarakat atau negara. Begitu juga upaya menghormati. Setiap orang berhak atas suatu tatanan sosial dan internasional di mana hakhak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini dapat dilaksanakan sepenuhnya.

yaitu suatu keadaan di mana belum terdapat kekuasaan dan otorita. 1988:6-7). semua orang sama sekali bebas dan sama derajatnya. hak . menimbulkan pemikiran untuk melindungi ketiga hak-hak fundamental di atas (hak hidup. Dan c.hak sosial ekonomi dan budaya (Baut&Harman.orang itu sering terjadi percekcokan karena perbedaan pemilikan nana benda dan karena ada orang yang hidup di atas penderitaan orang lain. b.apa-apa.macam hak asasi manusia dapat dikelompokan ke dalam tiga bagian yaitu : a.b) HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandag jenis kelamin. merdeka dan memiliki). agama. Kondisi seperti itu telah menggeser keadaan alamiah ke keadaan perang (state war). Dalam UDHR yang memuat 30 pasal. Dalam perkembangan selanjutnya. 1988 : 194). diantara orang . 1988:9). . Tentang macam-macam hak asasi manusia ada berbagai pandangan. 31 ayat apabila ditelaah lebih lanjut secara garis besar macam . Thomas Hobbes berpendapat bahwa satu-satunya hak asasi adalah hak hidup. Untuk itu kemudian berkumpul dan mengadakan perjanjian untuk ber-masyarakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak mereka kepada. Tidak seorang pun yang mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. etnis. hak . ras. hak asasi meliputi hak hidup (the right to life). pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa. kemerdekaan {the right to liberty) dan hak milik (the right to property) (Rodee & Anderson. Orang tetap mempunyai HAM walaupun negara membuat hukum yang tidak dilindungi melanggar HAM. Pendapat John Locke ini sahgat dipengaruhi oleh gagasan hukum alam (natural law) ketika dalam keadaan alamiah (state of nature). c) HAM tidak bisa dilanggar. hak . Bagi John Locke dan Liberalisme klasik.hak politik dan yuridik.seorang pemimpin yang bertugas untuk melindungi ketiga hak tersebut sebagai hak individu dan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari dirinya dan diserahkan kepada pemimpin/ in casu negara dan diterima manusia sejak lahir dan bukan merupakan pemberian hukum manusia atau masyarakat (Baut S:Harman.hak atas martabat dan integritas manusia.

f.Perbedaan hak politik dengan hak sipil dapat dikemukakan bahwa hak politik merupakan hak yang didapat oleh seseorang dalam hubungan sebagai seorang anggota di dalam lembaga politik. hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan. ekonomi dan budaya (Baut&Harman. hak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan-jabatan politik. hak atas keamanan di muka badan-badan peradilan. partisipasi rakyat didalamnya. Ekonomi dan Budaya. Macam. hak atas kebebasan dan keamanan diriina. pembagaian kekuasaan dan batas-batas kewenangan penguasa terhadap warga negaranya (Subhi Mahmassan 1993:54). d. mencakup hak-hak ekonomi sosial dan kebudayaan merupakan hak yang dinikmati oleh manusia dalam huburigannya dengan warga negara yang lainnya. e. Yang termasuk hak .macam HAM dapat dikemukakan sebagai berikut. hak atas kebebasan berpikir. dan tidak ada hubungannva dengan penyelenggaraan kekuasaan negara salah satu jabatan dan kegiatannya (Subhi.l983:l9). seperti: hak memiiih. hak dipilih. hak dipilih. 1988 : 9). hak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan-jabatan poiitik. Sedangkan yang dimaksud hak-hak sipil dalam pengertian yang luas. hak mcmegang jabatan-jabatan umum dalam negara atau hak yang menjadikan seseorang ikut serta di dalam mengatur kepentingan negara atau pemerintahan (Abdul Karim Zaidan. hak memegang jabatan-jabatan umum dalam negara atau hak yang mcnjadikan seseorang ikut serta di dalam mengatur kepentingan negara atau pemerintahan (Abdul Karim Zaidan. dasar-dasar negara. g. b. Dalam Perjanjian tentang Hak-hak Sipil dan Politik dan Perjanjian lentang hak hak Sosial. c. Hukum untuk berserikat martabat dan integritas manusia. hak mempunyai keyakinan (conscience). dan hak . Perbedaan hak po lit ik dengan hak sipil dapat dikemukakan bahwa hak politik merupakan hak yang didapat oleh seseorang dalam hubungan seorang anggota di dalam lembaga politik.hak sosial. hak atas kebebasan berkumpul secara damai.hak sipil dan politik antara lain: a. beragama. tata hukum. h. Seperti : hak memilih. hak atas hidup. Dengan kata lain lapangan hak-hak politik sangat luas sekali . 1993:236).l983:l9). Dengan kata lain lapangan hak-hak poiitik sangat luas sekali mencakup asas-asas masyarakat.

hak Sosial. sosial dan kebudayaan merupakan hak yang dinikmati oleh manusia daiam huburigannya dengan warga negara yang lainnya. 5. macam . 2. dan tidak ada hubungannya dengan penyelenggaraan kekuasaan negara salah satu jabatan dan k e g i a t a n n y a ( Subhi. pembagaian kekuasaan dan batas-batas kewenangan penguasa terhadap warga negaranya (Subhi Mahmassan 1993:54). Sedangkan yang dimaksud hak-hak sipil dalam pengertian sang luas. Hak asasi pribadi (personal rights) meliputi hak kemerdekaan memeluk agama.mencakup asas-asas masyarakat. hak atas kebebasan berkumpul secara damai. tata hukum.1993:236). pakaian dan perumahan yang layak.macam HAM menurut Perjanjian tentang hak-hak Ekonomi. 1922 : I 2 7 ). Sedangkan macam . hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan. partisipasi rakyat didalamnya. Pembagian hak asasi manusia sang agak mirip dengan kedua pendapat tersebut di atas adalah yang mengikuti pembedaan sebagai berikut : a. hak atas tingkat kehidupan yang layak bagi diriina serta keluarganya. dasar-dasar negara. 1. hak atas pensiun. hak untuk membentuk serikat kerja. beribadah menurut agama masing-masing. 5 . 4. mengemukaan pendapat. hak atas keamanan di muka badan-badan peradilan. hak untuk berserikat. mencakup hak-hak ekonomi. 3. 7.hak sipil dan politik antara lain: hak atas hidup. beragama. termasuk makanan. 2. 3. Dalam Perjanjian tentang hak-hak Sipil dan Politik dan Perjanjian tentang Hak . Ekonomi dan Budaya. Sosial dan Budaya mencakup antara lain : 1. hak atas pendidikan (Miriam Budiardjo. dan kebebasan berorganisasi atau berpartai. .macam HAM dapat dikemukakan sebagai berikut. hak atas kebebasan berpikir mempunyai keyakinan (conscience). hak atas kebebasan dan keamanan dirinya. hak atas pekerjaan. 4. 6. Yang termasuk hak .

b. Hak asasi sosial dan kebudayaan (social and culture rights) meliputi hak kebebasan mendapatkan pengajaran atau hak pendidikan serta hak pengembangan kebudayaan. Hak asasi politik (political rihts) meliputi hak untuk diakui sebagai warga negara yang sederajat.hak kebebasan (liberal). hak membeli dan menjual sesuatu. Uraian masing . Hak Asasi Negatif atau Liberal.masing sebagai berikut: 1. oleh sebab itu di mana pun dan kapan pun pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia harus ada. hak mengadakan suatu perjanjian atau kontrak. Kelompok hak asasi pertama ini diperjuangkan oleh liberalisme dan pada hakekatnya mau melindungi kehidupan pribadi manusia terhadap campur tangan negara dan kekuatan-kekuatan sosial lain. karena prinsip yang dianutnya bahwa kehidupan saya (pribadi) tidak boleh dicampuri . hak asasi aktif atau demokratis. Hak asasi ini didasarkan pada kebebasan dan hak individu untuk mengurus diri sendiri dan oleh karena itu juga disebut hak . atau dapat disebut sebagai hak persamaan hukum (rights of lega lequality). Pendapat lain tentang macam . Hak asasi perlakuan yang sama dalam tata peradilan dan perlindungan hukum (procedural rights) meliputi hak perlakukan yang wajar dan adil dalam penggeledahan (rasia. hak asasi positif dan hak asasi sosial. Hak asasi ekonomi (property rights) meliputi hak memiliki sesuatu. d. dan hak memilih pekerjaan c. peradilan dan pembelaan hukum). f. oleh karena itu setiap warga negara wajar mendapat hak itu serta dalam mengolah dan menata serta menentukan warna politik dan kemajuan negara e.130) yang mengelompokanya menjadi empat kelompok yaitu hak asasi negatif atau liberal. Sedangkan dikatakan negatif.macam hak asasi manusia dikemukakan Franz Magnis Suseno (1987: 125 . Semua manusia tanpa terkecuali mempunyai hak-hak tersebut di atas. Hak asasi mendapatkan pengayoman dan perlakukan yang sama dalam keadilan dan pemerintahan. penangkapan.

Kehidupan pribadi merupakan otonomi setiap orang yang harus dihormati. d. maka hak asasi negatif ini tetap merupakan inti hak asasi manusia.wenang. kebebasan berpikir. hak untuk mengurus kerumahtanggaan sendiri. hak keutuhan jasmani. Otonomi ini merupakan kedaulatan atasinya sendiri merupakan dasar segala usaha lain. kebebasan bergerak. Dasar hak ini adalah keyakinan akan kedaulatan rakyat yang menuntut agar rakyat memerintah dirinya sendiri dan setiap pemerintah di bawah kekuasaan rakyat. b. hak untuk memilih pekerjaan dan tempat tinggal. hak untuk memilih wakil dalarn badan pembuat undang-undang.hak positif justru menuntut prestasiprestasi tertentu dari negara. maka sebaliknya hak . Hak Asasi Aktif atau Demokratis Kalau hak-hak negatif menghalau campur tangan negara dalam urusan pribadi manusia. - 2. antara lain : a. kebebasan untuk memilih jodoh.Macam -macam hak asasi manusia negatif antara lain :             hak atas hidup. Hak ini disebut aktif karena merupakan hak atas suatu aktivitas manusia untuk ikut menentukan arah perkembangan masyarakat/ negaranya. c. hak atas kebebasan pers. hak untuk tidak ditahan secara sewenang .pihak luar. Yang termasuk hak asasi aktif. . hak untuk membentuk perkumpulan politik. kebebasan untuk mengikuti suara hati sejauh tidak mengurangi kebebasan serupa orang lain. 3. kebebasan untuk berkumpul dan berserikat. e. melainkan merupakan lembaga yang diciptakan dan dipelihara oleh masyarakat untuk memberikan pelayanan-pelayanan . perlindungan terhadap hak milik. Hak Asasi Positif Paham hak asasi positif berdasarkan anggapan bahwa negara bukan tujuan pada dirinya sendiri. kebebasan beragama. hak untuk mengangkat dan mengontrol pemerintah: hak untuk menyatakan pendapat.

dalam kaitan itu berlaku prinsip resumption of innocent. hak atas pendidikan. Yang termasuk hak asasi sosial antara lain a. Hak Asasi Sosial Hak asasi sosial ini merupakan paham tentang kewajiban negara untuk menjamin hasil kerja kaum buruh yang wajar dan merupakan hasil kesadaran kaum borjuis melawan kaum buruh. hak warga masyarakat atas kewarganegaraan.3 Perkembangan Konsep Hukum Internasional Tentang HAM Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari adanya piagam Magna Charta. kemudian ditahan dan dituduh. artinya orangorang yang ditangkap. c. 7. The American Declaration (berpandang bahwa manusia adalah merdeka sejak didalam perut ibunya. d. berhak dinyatakan tidak bersalah. dan The Four Freedom. hak atas pekerjaan. hak ikut serta dalam kehidupan kultural masyarakatnya. Hak ini hars dijamin dengan tindakan negara. Hak asasi sosial mencerminkan kesadaran bahwa setiap anggota masyarakat berhak atas bagian yang adil dari harta benda material dan kultural bangsanya dan atas bagian yang wajar dari hasil nilai ekonomis. e. Oleh karena itu tidak boleh ada anggota masyarakat yang tidak mendapat pelayanan itu hanya karena ia terlaiu miskin untuk membayar biayanya. hak membentuk serikat kerja. 4.tertentu (pelayanan publik). perkembangan pemikiran HAM dalam empat generasi: . sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu). Yang termasuk hak asasi positif antara lain :   hak atas perlindungan hukum (misalnya : hak atas perlakuan yang sama di depan hukum. hak atas jaminan sosial. hak atas keadilan). sampai ada keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap menyatakan bersalah). b. Selain itu. The French Declaration (tidak boleh ada penang-kapan dan penahanan yang semena-mena termasuk penangkapan tanpa alasan yng syah dan penahanan tanpa surat perintah yang dikeluarkan oleh pejabat yang syah.

Secara ideal. .4 Perkembangan Wawasan Bangsa Indonesia Tentang HAM Menurut John Stuart Mills sebagaimana yang terdapat di dalam bukunya Tilaar (2001) yang berjudul Demensi-demensi Hak Asasi Manusia dalam Kurikulum Persekolahan Indonesia (A. 6. pelaksanaan hak asasi manusia acapkali dipengaruhi oleh muatan local atau kepentingan subyektif bangsa tersebut. 4) Generasi Keempat : Pemikiran ham generasi keempat dipelopori oleh negara-negara dikawasan asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut declaration of the basic duties of asia people and goverment. apalagi menindasnya atau menghilangkannya. totaliterisme dan adanya keinginan negara-negara baru yang merdeka untuk menciptakan suatu tertib hukum yang baru.justice deny” tetap berlaku untuk kita semua. 2) Generasi Kedua : Pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial. pelaksanaan hak asasi manusia dapat dibedakan dalam arti ideal dan pragmatis. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia ll.ekonomi. Ini memberi suatu isyarat kepada penguasa agar memiliki kearifan dalam mengambil suatu kebijakan pembangunan yang biasanya memiliki implikasi dengan hak asasi manusia.karena tidak mencakup tuntutan struktural tetapi juga berpihak terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan.T. 3) Generasi Ketiga : Keadilan dan pemenuhan hak asasi haruslah dimulai sejak pembangunan itu sendiri. Deklarasi ini lebih maju dari rumusan generasi ketiga. politik. 2005:5). khususnya pemerintah penguasa Negara yang bersangkutan.1) Generasi Pertama : Pengertian HAM hanya berpusat pada bidang hukum politik. Agaknya pepatah kuno “justice delayed. Soegito. Sedangkan secara pragmatis. dan budaya. bukan setelah pembangunan itu selesai. dalam pelaksanaan hak asasi manusia Negara tidak dibenarkan mencampuri hak asasi manusia setiap warga Negara.

pemantauan maupun pelaksanannya (Hasan Wirajuda. baik dalam penerapan.T. Program penegakan hukum dan hak asasi manusia (PP No. dan Program nasional bagi anak Indonesia 2015. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hokum yang lebih sederhanan. Penyelenggaraan audit regular atas kekayaan seluruh pejabat pemerintah dan pejabat Negara. 2005 dalam A. ekonomi. 4. Soegito. Pembenahan system manajemen penanganan perkara yang menjamin akses public. Penguatan pelaksanaan RAN Hak Asasi Manusia 2004-2009. dan konsisten. 3.Sejalan dengan amanat konstitusi. RAN Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. 5. . Beberapa kegiatan yang relevan meliputi halhal sebagai berikut ini. sosial budaya dan hak pembangunan meupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. 2005:5). politik. Penyelamatan bahan bukti akuntabilitas kinerja yang berupa system manajemen kelembagaan hokum yang dokumen/arsip lembaga Negara dan badan pemerintahan untuk mendukung penegakan hokum dan hak asasi manusia. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Korupsi 2004-2009. 6.7/2005) yang meliputi pemberantasan korupsi. 2. Pengembangan transparan. tepat dan dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. dan pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya harus dilakukan secara tegas. 1. Pelaksanaan RAN Hak asasi Manusia 2004-2009 sebagai gerakan nasional. pengembangan system pengawasan yang transparan dan akuntabel. tidak diskriminatif. anti terorisme. cepat. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia harus didasarkan kepada prinsip bahwa hak-hak sipil. 7. RAN Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak.

2005: 7-8) sebagai berikut ini. Departemen Luar Negeri Indonesia bekerjasama dengan pusat HAM PBB telah menyelenggarakan serangkaian lokakarya. Selanjutnya. Perlu ditegaskan di sini. 77 tahun 2003. Soegito. Pembaharuan materi hokum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. Kelompok Kerja HAM tersebut berhasil menyusun seuatu RAN HAM Indonesia yang memuat langkah-langkah nyata pemajuan dan penghormatan HAM yang dilakukan pada tingkat nasional dalam kurun waktu 5 tahun. yang akhirnya dibentuk pada tanggal 7 Juni 1993 melalui Keppres No. 2005: 6-7) Secara khusus untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dalam rangka perlindungan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: pembentukan kantor-kantor perwakilan Komisi Nasional di daerah. meningkatkan pemahaman tentang hak asasi manusia kepada masyarakat dan luas termasuk hak aparatur asasi negara manusia dengan secara melaksanakan pendidikan pelatihan berkelanjutan (lihat A. 2005:7). Soegito. Sesuai dengan salah satu rekomendasi lokakarya tersebut. semua instrumen hak asasi manusia dalam skop nasional dan local sebagaimana yang seudh diutarakan di atas . yaitu Lokakarya Nasional HAM ke-1 pada tanggal 21-22 Januari 1991. 181 tahun 1988. Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan telah dibentuk pada tahun 1998 dengan Keppres No. Soegito. yakni mulai dari tahun 1998-2003.T. dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dibentuk pada tahun 2003 melalui Keppres No. Pencapaian Indonesia sejak tahun 1991-2004 dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia dapat diikuti dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia (Hasan Wirajuda. 50/1993.T. dan Lokakarya Nasional HAM ke-1 telah merekomendasikan pembentukan Komisi Nasional HAM. Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Nasional HAM ke2 tahun 1994. dan masih banyak lagi yang serupa itu (lihat A.T. 2005 dalam A. Lokakarya Regional PBB ke-2 pada tanggal 26-28 Januari 1993. Departemen Luar Negeri membentuk Kelompok Kerja HAM yang terdiri dari berbagai unsur departemen dan lembaga terkait.8.

Untuk jelasnya bahwa implementasi HAM di Indonesia. tentang kesamaan kedudukan dan kewajiban warganegara di dalam hukum dan di muka pemerintahan( Pasal 27 ayat 1).Undang No. bukan ber-arti kurang mendapat perhatian. Pemikiran bahwa HAM bersifat individualisme dan dipertentangkan dengan kedaulatan rakyat dan keadilan sosial seperti yang dikemukakan Bung Karno yang sampai Jaminan HAM dalam UUD 1945 dan Undang . terdapat lima pokok mengenai HAM yang terdapat dalam batang tubuh UUD 1945. yang esensinya mencegah berkembangnya Negara Kekuasaan. Meskipun demikian. akan tetapi karena susunan pertarna UUD 1945 adalah merupakan inti-inti dasar kenegaraan. hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2). Pertama. Masuk-nya pasal-pasal di atas tidak lepas dari perdebatan yang mendahuluinya antara kelompok yang keberatan (terutama Soekarno dan Soepomo) dan yang meng-hendaki justru dimasukkan (terutama Moh. Ketiga. hak atas pengajaran (Pasal 31 ayat 1). 29 dan 31. Bung Hatta tampak bersifat buruk sangka terhadap kekuasaan (negara). Dengan demikian memahami pokok-pokok HAM dalam UUD 1945 referensinya yang akurat adalah pendapat Bung Hatta. kemerdekaan berserikat dan berkumpul. meliputi : 2. kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk di jamin oleh Negara (Pasal 29 ayat 2). 1999 Tentang jaminan HAM dalam UUD1945 Kuntjoro Purbopranoto (1982:26-29) memberikan pandangan belum disusun secara sistematis dan hanya empat pasal memuat ketentuan-ketentuan tentang hak asasi. Dari keempat pasal tersebut. Keempat.4. 39 Tahun . 28. Dalam kenyataan empirik memang pelanggaran HAM terutama dilakukan oleh penguasa. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan UU (Pasal 28). Kelima. yakni pasal 27. Hatta) dalam UUD 1945.merupakan suatu bukti perhatian Negara Indonesia terhadap pengaturan hak asasi manusia yang implikasinya pada upaya-upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia.1. Kedua.

memperoleh informasi. 4. mendirikan parpol. 2. secara garis besar meliputi : 1. mendirikan serikat kerja. Hak turut serta daiam pemerintahan (misalnya hak : memilih dan dipilih dalam pemilu. 39 Tahun 1999. masyarakat dan Negara. 8. memperoleh pekerjaan yang layak. 4. mengajukan usulan kepada pemerintah). pelecehan sexual. Hak anak (misalnya hak perlindungan oleh orang tua. Hak atas. kiranya bukan rujukan yang akurat dalam rangka memahami jaminan HAM "dalam UUD 1945. kesejahteraan (misalnya hak : milik pribadi dan kolektif. perlindungan dari eksploitasi ekonomi. 6. keyakinan politik. per-dagangan Anak.perlindungan terhadap penyiksaan. 39 Tahun 1999 tentang HAM. diangkat daiam jabatan pemerintah. Hak untuk hidup (misalnya hak mempertahankan hidup. memperoleh kesejahteraan lahir batin. Dalam UU No. Hal itu terlihat dari jumlah bab dan pasal-pasal yang dikandungnva relatif banyak yaitu terdiri atas XI bab dan 106 pasal. penghilangan dengan paksa dan penghilangan nyawa). memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat). berekspresi. 9. perlindungan terhadap ancaman ketakutan. Dalam amandemen kedua tersebut. ada titel Bab yang secara eksplisit menggunakan istilah HAM yaitu Bab XA yang berisikan pasal 28A s/d 28. pekerjaan. memperoleh manfaat dari iptek. dan jaminan sosial). 10.2.saat ini masih tampak dianut terutama oleh penguasa. LSM dan organisasi lain. Hak atas kebebasan pribadi (misalnya hak : memeluk agama. Hak wanita (hak yang sama/tidak ada diskriminasi antara wanita dan pria daiam bidang politik. kehidupan yang layak. keluarga. Dalam era reformasi sekarang ini. melakukan pekerjaan sosial). pekerjaan. Apabila dicermati jaminan HAM dalam UUD 1945 dan penjabarannya dalam UU No. persamaan di depan hukum). beribadah menurut agamanya.39 Tahun 1999 tampak jaminan HAM lebih terinci lagi. 7. 5. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Hak mengembangkan diri (misalnya hak pemenuhan kebutuhan dasar.J (perubahan pasal 28). 3. memilih status kewarganegaraam berpendapat dan menyebarluas kannya. keluarga/ perkawinan). status kewarganegaraan. Hak atas rasa aman (misalnya hak : memperoleh suaka politik. Ratifikasi Jaminan HAM secara normatif . melakukan hubungan komunikasi. penyalahgunaan narkotika. meningkatkan kuaiitas hidup. Hak memperoieh keadilan (misalnya hak kepastian hukum. perlakuan khusus bagi anak cacat. partisipasi langsung dan tidak langsung. bertempat tinggal yang layak. psikotropika dan zat adiktif lainnya). bebas bergerak dan bertempat tinggal. upaya untuk menjabarkan ketentuan HAM telah dilakukan melalui amandemen UUD 1945 ke dua (Tahun 2000) dan diundangkan-nya UU No.

juga dapat dilihat pada apa yang telah diratifikasi negara Rl terhadap konvensi internasional tentang HAM. Bahkan jauh sebelumnya. 2) UU No.Ratifikasi jaminan HAM secara normatif. 44/25 tanggal 5 Desember 1989 tentang Convention on the Rights (Wayan Parthiana. Deklarasi PBB mengenai Hak-hak Anak tahun 1959 (Declaration on the Rights of the Child of 1959) dan deklarasi PBB tentang Tahun anak-anak Internasional (Declaration on the International Year of the Child (1979). yang terbukti dengan dikeluarkannya Deklarasi Jenewa 1924 (Geneve Declaration of 1924) tentang pembentukan Uni Internasional Dana dan Keselamatan Anak-Anak (Save the Children Fund International Union). Ini berarti negara RI yang telah meratifikasi wajib mengambil langkah-langkah legeslatif. 8 Tahun 1998 tentang Pengesahan Convention Against Fortune and Other Cruel In human or Degradi Treatment (konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. Demikian puia PBB secara khusus memiliki salah satu organ khusus yang berkenaan dengan anak-anak yakni UNICEF( United Nations Children's Fund/Dari PBB untuk Anak-Anak). Misalnya langkah yang dilakukan dengan memperbaiki cara interograsi dan pelatihan bagi . hukum dan langkah-langkah efektif lain guna mencegah tindakan penyiksaan (tindak pidana) di dalam wilayah yuridiksinya. Ketentuan pokok konvensi ini mengatur pelarangan penyiksaan baik fisik maupun mental. tidak manusiawi. dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam. Liga Bangsa-Bangsapun telah menaruh perhatian yang serius" tentang masalah anak-anak ini. Beberapa konvensi internasional berkaitan dengan HAM yang telah diratifikasi antara lain sebagat berikut: 1) Keputusan Presiden No. administratif. Majelis Umum PBB dalam sidangnya yang ke 44 pada bulan Desember 1989 telah berhasil menyepakati sebuah Resolusi PBB No. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi tentang Hak-hak Anak). Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia). 1990 :3-11). atau merendahkan martabat manusia yang dilakukan oleh atau atas hasutan dari atau dengan persetujuan/sepengetahuan pejabat publik dan orang lain yang bertindak dalam jabatannya. disamping dapat dilihat pada konstitusi dan perundang-undangan yang ada.

Berbagai konflik dalam masyarakat paling tidak di permukaan masih sering terdapat nuansa SARA. konflik. dan Ketiga. tetapi belum menjamin bahwa HAM di-laksanakan dalam kenyataan kehidupan sehari-hari atau dalam pelaksanaan pembangunan. Ketiga indikator tersebut jika dipakai untuk melihat pelaksanaan pembangunan di Indonesia dewasa ini di bidang politik. 1989:221) mengajukan indikator bahwa suatu pembangunan telah melaksanakan HAM apabila telah menunjukan adanya indikator-indikator. Sedangkan di bidang ekonomi masih tarnpak dikuasai oleh segelintir orang (konglomerat) yang menunjukkan belum adanya kesempatan yang sama untuk berusaha. dalam bidang sosial berupa 1) perlakukan yang sama oleh hukum antara wong cilik dan priyayi dan 2) toleransi dalam masyarakat terhadap perbedaan atau latar belakang agama dan ras warga negara Indonesia. 4. . dalam bidang politik berupa kemauan pemerintah dan masyarakat untuk mengakui pluralisme pendapat dan kepentingan dalam masyarakat. ras.Baut. sebagai berikut : Pertama.3 Indikator Pelaksanaan HAM di Indonesia Meskipun di Indonesia telah ada jaminan secara konstitusional maupun telah dibentuk lembaga untuk penegakanya. sosial dan ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. sementara keiika pelanggaran itu dilakukan oleh wong cilik hukum tampak begitu kuat cengkramannya. sementara kepentingan masyarakat sebagai konstiuennya diabaikan Di bidang hukum masih terlihat lemahnya penegakan hukum. dalam bidang ekonomi dalam bentuk tidak adanya monopoli dalam sistem ekonomi yang berlaku. Lukman Soetrisno (Paul S.setiap aparatur penegak hukum dan pejabat publik lain yang bertanggungjawab terhadap orang-orang yang dirampas kemerdekaannya. Dalam masyarakat juga masih tampak kurang adanya toleransi terhadap perbedaan agama. banyak pejabat yang melakukan pelanggaran hukum sulit dijamah oleh hukum. Kedua. Kehidupan politik masih cenderung didominasi konflik antar elit politik sering berimbas pada konflik dalam masyarakat (konflik horizontal) dan elit politik lebih memperhatikan kepentingan diri/kelompoknya.

namun ada kecenderungan pihak penguasa lebih dominan.2 Kategori Pelanggaran HAM Hampir dapat dipastikan dalam kehidupan sehari-hari kita temui pelanggaran HAM baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain.Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor mengapa Indonesia begitu sulit untuk keluar dari krisis politik. main hakim sendiri. Pemerintahan totaliter. Akhir-akhir ini di dunia Internasional maupun di Indonesia. 1981 : 71) mengembangkan suatu standar guna mengukur derajat keseriusan pelanggaran HAM. penyebaran desas-desus. Teror dapat dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat (oposan). karena sebagai pemegang kekuasaan dapat secara leluasa untuk memenuhi kepentingan yang seringkali dilakukan dengan cara-cara manipulasi sehingga mengorbankan hak-hak pihak lain. subversif. Ini berarti harus diakui bahwa dalam pelaksanaan HAM masih banyak terjadi pelanggaran dalam berbagai bidang kehidupan. 1985: 79) mengartikan teror sebagai tindakan berasal dari suatu kekecewaan atau keputusasaan.kebutuhan dasar manusia. Pelanggaran itu baik yang dilakukan oleh negara/pemerintah maupun oleh masyarakat.4. biasanya disertai dengan ancaman-ancaman hak berkemanusiaan dan tak mengenal belas kasihan terhadap kehidupan dan barang-barang dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum. Penolakan secara sadar untuk memenuhi kebutuhan . Hasilnya adalah disusunnya kategori-kategori pelanggaran HAM yang dianggap kejam. 'Teror dapat dalam bentuk pembunuhan. penculikan. 2. g) Kejahatan-kejahatan perang. f) Perusakan kualitas lingkungan (esocide). Rasialisme resmi. Terorisme resmi berskala besar. dihadapkan banyak pelanggaran HAM dalam wujud teror Leiden & Schmit (Bayo Ala. sabotase. pembajakan dan penyanderaan. ekonomi dan sosial. Kusunah. Richard Falk (Mulyana W. . Pelanggaran baik dilakukan oleh penguasa maupun masyarakat. pelanggaran peraturan hukum. yaitu : a) b) c) d) e) Pembunuhan besar-besaran (genocide).

Teror sebagai bentuk pelanggaran HAM yang kejam (berat). aparat keamanan bersikap berlebihan dan represif dalam menghadapi pengunjuk rasa tersebut sehingga pecah insiden berdarah yang menimbulkan korban jiwa di pihak mahasiswa dengan cara menyerbu kampus UMI dan menembak dengan peluru tajam sehsngga jatuh korban (Surip Kadi. Ujung Pandang. Contoh-contoh pelanggaran HAM oleh pemerintah dan atau aparat keamanan antara lain sebagai berikut : Pertama. 26 April 1996. sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam upaya mengembangkan kehidupan yang lebih maju dan bermartabat 4. Saurip Kadi. karena pada tanggal 7 Mei 1993 masih ada 8 orang buruh PT. dan akhirnya pada 9 Mei 1993. 100. April 1994 : 71-73. . Aksi ini berbuntut dengan di PHK-nya 13 buruh. kasus ini berawal dari unjuk rasa dan pemogokan yang dilakukan buruh PT. Kasus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Dalam kondisi ketakutan maka seseorang/masyarakat sulit untuk melakukan hak/kebebasan yang lain. Marsinah ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan di hutan Wilangan Nganjuk. Perkembangan pengusutan kasus ini menghasilkan keterlibatan 6 anggota TNI-AD dari kesatuan Danintel Kodam. kasus Marsinah. 20 Polri serta 1 orang Kejaksaan. Awal dari kerusuhan tersebut bermula pada aksi unjuk rasa mahasiswa UM1 terhadap kenaikan tarif angkutan kota (Pete-pete) yang memberatkan kalangan pelajar dan mahasiswa yang dikenai aturan lebih dari yang ditetapkan Menteri Perhubungan sebesar Rp.5 Contoh Pelanggaran HAM Banyak pelanggaran HAM di Indonesia.CPS di PHK oleh Kodim di markas Kodim (Prisma 4. karena menimbulkan ketakutan sehingga rasa aman sebagai hak setiap orang tidak lagi dapat dirasakan. Namun sayangnya. Kedua. 2000: 24). 2000 : 27). Namun perlakuan Kodim tidak berhenti pada PHK 13 orang dan matinya Marsinah. aparat keamanan maupun oleh masyarakat. baik yang dilakukan pemerintah.CPS pada tanggal 3-4 Mei 1993. Kopassus. Marsinah menuntut dicabutnya PHK yang menimpa kawan-kawannya Pada 5 Mei 1993 Marsinah 'menghilang'.

Kasus Pasca Jejak Pendapat di orang Timur yang ditandai dengan praktek bumi hangus. kabur. pembunuhan di Los Palos. (2) adanya dikhotomi antara individualisme dan kolektivisme. Untuk mendalami informasi tersebut pada tanggal 23 Juli 1999. . Tengku Bantaqiah adalah seorang tokoh ulama terkemuka di Aceh. Apakah pembantaian itu merupakan kebijakan yang diambil dalam satu kerangka kebijakan mengatasi masalah Aceh ataukah semata-mata karena tindakan yang diambil atas pertimbangan kondisi lapangan Saurip Kadi. jaksa dan pengadilan). 23 Juii 1999. (3) kurang berfungsinya lembaga-lembaga penegak hukum (polisi. 2000: 36). Sebanyak 51 orang termasuk Tengku Bantaqiah tewas. Kasus ini bermula dari informasi adanya sejumlah senjata di salah seorang tokoh Dayah Bale. meskipun seperti telah dikemukakan di atas telah dijamin secara konstitusional dan telah dibentuknya lembaga penegakan HAM. Kasus Pasca jaja pendapat di Timtim sekarang mulai di sidangkan lewat Peradilan HAM. maupun militer. kasus pembunuhan Tengku Bantaqiah. 2. sebanyak 24 anggota TNI dinyatakan sebagai tersangka. Maliana. Kasus Trisakti Mei 1998) yang menewaskan 4 mahasiswa.3 Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran HAM Mengapa pelanggaran HAM sering terjadi di Indonesia. Danrem menugaskan Kasi Intelnya untuk melaksanakan penyelidikan. Liquisa dan Dili. pembunuhan massa di Suai. Faktor-faktor penyebabnya antara lain: (1) masih belum adanya kesepahaman pada tataran konsep HAM antara universalisme dan partikularisme. Apabila dicermati secara seksama ternyata faktor penyebabnya kompleks. Berdasarkan penyelidikan. dan (4) pemahaman belum merata baik dikalangan sipil. Operasi ini ternyata mengakibat-kan pengikut Tengku Bantaqiah ditembaki oleh aparat setempat. Hilangnya Letkol Inf Sudjono (Kasi Intel Korem 011/Lilawangsa) tentu saja membuat penyelesaian kasus ini menjadi terhambat.4. Beberapa pelanggaran HAM yang lain yang sedang dituntut oleh masyarakat untuk diselesaikan melalui Pengadilan HAM antara lain. karena motivasi pem-bantaian itu menjadi.Ketiga. termasuk di dalamnya Letkol Inf Sudjono.

39 Tahun 1999. Peradilan HAM memiliki wewenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM yang berat. pasal 75 s/d. 99). a. Komisi Nasional HAM Komisi Nasional (Komnas) HAM pada awalnya dibentuk dengan Kcpres No. 26 Tahun 2000. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. 50 Tahun 1993 sebagai respon terhadap tuntutan masyarakat niaupun tekanan dunia intemasional perlunya penegakan HAM di Indonesia.lembaga yang dibentuk oleh masyarakat terutama dalam bentuk LSM prodemokrasi dan HAM. masyarakatpun terutama melalui LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau . Peradilan HAM dan lembaga . Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dibentuk berdasarkan Kepres No. Komnas HAM yang terbentuk dengan Kepres tersebut harus menyesuaikan dengan UU No. termasuk yang dilakukan di luar tentorial wilayah negara Rl oleh warga negara Indonesia. b. Kemudian dengan lahirnya UU No. d. LSM Prodemokrasi dan HAM Disamping lembaga penegakan HAM yang dibentuk oleh pemerintah. c.7 Lembaga HAM Saat ini lembaga resmi oleh pemerintah seperti Komnas HAM Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Contoh Pengadilan HAM di daerah kabupaten atau daerah kota yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum Pengadilan Negeri yang bersangkutan. Pengadilan HAM Pengadilan HAM sebagai peradilan khusus di lingkungan peradilan umum.4. yang didalamnya mengatur tentang Komnas HAM ( Bab VIII. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Dasar pertimbangan pembentukan Komisi Nasional ini sebagai upaya mencegah terjadinya dan menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. 181 Tahun 1998.

5 Indikator pelaksanaan HAM . Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekersan).NGO (Non Governmental Organization) yang programnya berfokus pada demokratisasi dan pengembangan HAM (LSM Prodemokrasi dan HAM ). ketika mengajarkan topik tentang "Pelanggaran HAM". discovery. Oleh karena itu. Dengan cara pembelajaran yang demikian siswa tidak saja aktif. Dalam pembelajaran topik tersebut Guru bisa berangkat dari cerita tentang pelanggaran HAM atau memperlihatkan ''gambar tentang pelanggaran hak asasi manusia". Kemudian siswa secara individual atau kelompok diminia untuk membuat konsep tentang pelanggaran HAM. terutama bagaimana upaya untuk memberikan pemahaman yang benar tentang pengertian HAM dan upayaupaya penegakannya. Untuk itu pembelajarannya menghendaki metoda pembelajaran yang lebih mengedepankan observasi. akibat-akibat apa yang timbul ketika terjadi pelanggaran HAM. tetapi juga merangsang kreativitas dan kemampuan dalam mengatasi berbagai persoalan sosial khususnya yang terkait dengan HAM.4. 2. Dalam pembelajaran tentang HAM misalnya dapat diberikan sebagai contoh-nya. pemecahan masaiah. mendalam dan jelas juga hams dikaitkan dengan kenyataan dafam kehidupan sehari-hari. juga bisa bermula dari "Apa yang dilihat/ kesan siswa tentang pelanggaran HAM". dan inkuiri. Dua masalali ini tampak mienjadi persoaian paling mendasar yang dihadapi sekarang ini. Kemudian diminta memberikan alasan mengapa pelanggaran HAM perlu dicegah. Pembelajaran Pembelajaran tentang HAM. Sedangkan media pembelajaran tidak sekedar visual. e. tetapi audio-visual seperti rekaman video berbagai peristiwa pelanggaran HAM di Indonesia maupun dunia internasional. juga bias bertitik tolak dari "Rekaman video tentang pelanggaran HAM". Yang termasuk LSM ini antara lain YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia). pembelajaran tentang HAM disamping menuntut materi yang luas.

Masalahnya sekarang tertuju pada isu-isu penegakan dan pemajuan hak asasi manusia itu. b. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia c. a. persatuan. a. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia tidak terlepas dari isu hak asasi manusia yang melanda hampir semua negara di dunia. dan masalah liberalisme perdagangan. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia b. baik dalam konstitusinya maupun dalam peraturan peundang-undangan. kerakyatan. Undang-Undang Dasar 1945. karena hampir di semua negara. misalkan nilai ketuhanan. dan keadilan sosial. Untuk jelasnya dapat kita rinci sebagai berikut. serta peraturan perundang-undagan lainnya. c.Semenjak berakhirnya perang dingin. Pengakuan dan jaminan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia telah cukup banyak diberikan. maka isu global beralih dari komunisme dan pertentangan antara blok barat dan blok timur ke masalah baru yaitu masalah hak asasi manusia. telah diberikan pengakuan dan jaminan terhadap ahak asasi manusia. Undang-Undang Dasar 1945. Isu-isu mengenai hak asasi manusia dewasa ini bukan lagi berkisar seputar masalah pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia . masalah lingkungan. Pengakuan dan jaminan perlindungan HAM tercermin dalam nilai-nilai Pancasila. baik yang ditemukan dalam nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. kemanusiaan. Selain sebagai landasan konstitusional UUD 1945 setelah amandemen pada Bab XA memuat secara khusus dalam satu bab tersendiri tentang HAM yang diuraikan dalam 10 pasal mulai pasal 28A samapai dengan pasal 28J a. Pancasila. disamping telah adanya bebrapa konvensi PBB tentang HAM.

Konvensi tentang persamaan upah pekerja perempuan dan laki-laki. UU Pemilu. kemiskinan. yaitu: a. kasus-kasus perburuhan. negara kita telah meratifikasi beberapa konvensi PBB tentang HAM kurang lebih 17 konvensi.d. Semua itu bertujuan untuk pemajuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia Indonesia. Peraturan perundang-undangan lainnya (KUH Pidana. ILO Convention Concering Equal Renumeration for Men and Women Workers for work of Equal Value (1951). Penegakan hak asasi manusia . Konvensi tentang apartheid c. UU Perburuhan. International Convention on The Elimation of All Form Racial Discrimination (1965). dan lain-lain. UU tentang Pers. Sehingga permasalahan utamanya adalah penegakan hak asasi manusia itu sendiri. UU tentang Partai Politik. d. DPR. diantaranya yaitu: a. seperti di Aceh. yaitu suatu badan independen yang bertugas memantau pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia. Sampit. International Convention on The Suppression and Punishment of The Crime of Aprtheid (1973).) Disamping itu. Walaupun demikian dimana-mana sekarang masih saja terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia. UU Susunan dan Kedudukan MPR. kebodohan. Maluku. Dengan rencana aksi tersebut sampai sekarang telah diratifikasi beberapa konvensi. b. meningkatnya angka korban kriminalitas dan lain-lain. Konvensi mengenai Hak Politik perempuan Kita juga telah mendeklarasikan Rencana Aksi Nasional Hak-hak Asasi Manusia Indonesia 1998-2003 yang diantara programnya secara bertahap akan diratifikasi beberapa konvensi PBB tentang HAM. Poso. Convention on The Political Right of Women (1952). UU Perlindungan Anak. Konvensi tentang Hak-hak Ekonomi. Tidak Manusiawi dan Meendahkan. konvensi Penghapusan Segala bentuk Diskriminasi Rasial b. Politik dan Budaya Kita juga telah mempunyai Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Konvensi menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam.

Sementara pertentangan kehidupan sosial agama dan etnis. Tragisnya.merupakan upaya secara sadar untuk melindungi dan mewujudkan hak-hak asasi manusia dan memberikan tindakan atau sanksi yang tegas kepada semua pihak yang melakukan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia tanpa terkecuali. bahkan sebagian besar masyarakat masyarakat hanya tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali tentang hak-hak fundamental yang dimilikinya itu. Demikian pula sebaliknya penegakan hak asasi manusia sebenarnya bukan hanya merupakan kewajiban negara akan tetapi merupakan kewajiban setiap individu manusia dan semua negara di dunia. dengan atau tanpa tekanan dari dunia internasional. Sehingga tantangan ke depan di Indonesia diantaranya . perbedaan kehidupan sosial. Upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia bukan tidak pernah dilakukan bahkan sudah terlihat upaya-upaya serius untuk tegaknya hak asasi manusia di Indonesia. politis dan ketidakpuasan lainnya yang bersifat umum tidak jarang mengundang meletupnya amarah sosial di kalangan masyarakat. ditengah situasi seperti itu justru hukum dan HAM menjadi terinjak-injak kembali. Pelanggaran dan pemerkosaan terhadap hak-hak asasi manusia merupakan kenyataan negatif yang akan selalu diiringi dengan upaya untuk mengatasinya secara positif. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia tidak selalu merupakan dominasi negara terhadap rakyatnya. Akan tetapi masih banyak hambatan dan dan tantangan menuju tegaknya HAM di Indonesia. Kenyataan masih membuktikan pengetahuan tentang HAM hanya dimiiliki dan mungkin diamalkan oleh sebagian kecil dari kalangan kita. Akan tetapi HAM juga setidak-tidaknya di Indonesia masih barang yang dapat dikatakan relatif baru yang masih terasa asing dalam kebudayaan kita. tetapi pelanggaran hak asasi manusia juga dapat dilakukan oleh orang per orang atau individu terhadap orang atau individu yang lain atau bahkan negara kepada negara yang lain. Hak asasi adalah sebuah idealisme yang sudah bersifat mondial dan universal. Hambatan yang sekaligus merupakan tantangan dalam penegakan hak asasi manusia adalah berikut : 1. ekonomi. permusuhan antar suku.

Tegaknya hukum dapat dikatakan juga tegaknya pula HAM. Kondisi dimana ada ketimpangan sosial ada yang sangat maju sekali ada yang masih sangat tertinggal. Masih kurangnya kesadaran aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip penegakan HAM. Sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat situasi masyarakat yang sangat kondusif untuk penegakan HAM dengan menghilangkan ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. 3. Kondisi ketimpangan dan ketidakadilan dalam berbagai bidang. Kolusi dan Nepotisme yang masih dominan. Masih terlihatnya dominasi kekuasaan terhadap hukum. Kondisi ekonomi yang sangat timpang. sehingga hukum akan sulit ditegakkan untuk kalangan mereka. 2. Sehingga tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan aparat-aparat penegak hukum yang tetap mau menghormati HAM dalam menjalankan tugasnya dengan memperbaiki sistem rekruitmen dan sistem pendidikannya. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor diantaranya karena kurangnya pengetahuan aparat penegak hukum itu sendiri tentang HAM atau HAM dipandang memperlambat atau mempersulit aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas.adalah bagaimana mensosialisikan HAM dan segala hal yang tekait ke seluruh lapisan masyarakat indonesia dimanapun mereka berada. Kondisi seperti ini akan menghambat upaya penegakan hak asasi manusia 4. maka penegakan hak asasi manusia hanya akanmenjadi slogan saja. Demikia pula pada saat kekuasaan melakukan pelanggaran-pelanggaran . maka yang terjadi adalah tidak berdayanya hukum pada saat berhadapan dengan orang atau kelompok-kelompok yang punya kekuasaan. Kalau kekuasaan masih mempengaruhi hukum. Sampai kapanpun HAM tidak akan dapat ditegakkan dalam kondisi masyarakat yang timpang dan tidak adil. ada yang miskin sekali dan ada yang sangat kaya apalagi ketimpangan tersebut tercipta karena ketidakadilan. 5. Kondisi negara kita yang secara umum masih termasuk negara-negara miskin yang terlilit utang yang besar dengan Korupsi. Pendidikan tentang HAM harus dilakukan sejak dini dalam masyarakat.

Jumlah penduduk yang besar menuntut pula investasi dan modal yang sangat besar dalam pengakan hak asasi manusia dalam paradigma pemerataan. seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. 6. 8. . Contoh hak akan rasa aman untuk kondisi kependudukan dan wilayah Indonesia menuntut Kepolisian yang seimbang dengan jumlah penduduk dan merata di seluruh wilayah. kelompok atau organisasi. Masih lemahnya posisi lembaga-lembaga yang khusus dibentuk dalam penegakan HAM di Indonesia. Pemberantasan Kemiskinan dan keterbelakangan masih menjadi pekerjaan yang tidak kunjung selesai karena kondisi kependudukan dan geografis. Luasnya wilayah dan kondisi kepulauan yang ada menuntut pula investasi dan energi yang sangat besar untuk penegakan HAM. Masih lemah dan kurangnya peran serta masyarakat dalam pengawasan terhadap penegakan HAM baik secara perorangan. Sehingga lembaga-lembaga ini harus lebih diberdayakan dengan memberikan dukungan dan kewenangan yang lebih baik dalam penegakan HAM 7. Besarnya jumlah penduduk dan kondisi geografis Indonesia juga masih merupakan hambatan dan tantangan dalam penegakan HAM. dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Indonesia. Tantangan ke depan adalah bagaimana membuat lembaga hukum yang independen (bebas) dari pengaruh kekuasaan dengan tatanan masyarakat yang demokratis.terhadap HAM maka akan sangat sulit untuk mengambil tindakan yang tegas dan adil.

Dalam rangka membatasi kekuasaan yang absolute tersebut maka diperlukanlah pembatasan-pembatasan terhadap kekuasaan itu. sehingga kekuasaan tersebut ditata agar tidak melanggar kepentingan Asasi dari masyarakat.BAB VIII PENEGAKAN.1 Asal Usul Rule of Law (RoL) RoL merupakan satu doktrin dalam hukum yang muncul pada abad ke 19. Kehadirannya boleh disebut sebagai reaksi dan koreksi terhadap Negara absolute yang telah berkembang sebelumnya. dengan demikian masyarakat terhindar dari tindakan-tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa. Rule of Law dapat dilaksanakan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia karena salah satu ciri dari Rule of Law (Negara Hukum) adalah terlindunginya Hak Asasi Manusia di Negara yang bersangkutan. Negara absolute sebagai perkembangan keadaan di Eropa yaitu Negara yang terdiri atas wilayah-wilayah otonom. bersamaan dengan kelahiran Negara konstitusi dan demokrasi. . PENINGKATAN DAN KESADARAN HUKUM (RULE OF LAW) 8. Dalam kaitannya dengan materi kuliah pendidikan Kewarganegaraan maka pembahasan tentang Rule of Law dan Hak Asasi Manusia menjadi penting agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagaimana konsep Rule of Law dan Hak Asasi Manusia serta keterkaitan antara Rule of Law dan Hak Asasi Manusia tersebut dalam pelaksanaannya khususnya di Indonesia.1 Pengertian Rule of Law Rule of Law (RoL) adalah sebuah konsep hukum yang sesungguhnya lahir dari sebuah bentuk protes terhadap sebuah kekuasaan yang absolute di sebuah Negara. Konsep Dasar / Definisi Rule of Law 1. Rule of Law pada hakekatnya adalah memposisikan hukum sebagai landasan bertindak dari seluruh elemen bangsa dalam sebuah Negara. Negara absolute (sebagai Negara modern) menyerap kekuasaan yang semula ada pada wilayah-wilayah ke dalam satu tangan yaitu tangan raja.

ningrat. Munculnya keinginan untuk melakukan pembatasan yuridis terhadap kekuasaan. Kebebasan menyatakan untuk menyatakan pendapat. Oleh karena itu lahirlah Negara konstitusi yang melahirkan doktrin Rule of Law. Pendidikan kewarganegaraan. kemudian Rule of Law mengambil alih dominasi yang dimiliki ancient regime yang terdiri dari golongan-golongan gereja. pada dasarnya disebabkan oleh politik kekuasaan yang cenderung korup. Perlindungan konstitusional. Lembaga kehakiman yang bebas dan tidak memihak. artinya selain menjamin hak-hak individual. 2.2 Definisi Rule of Law Menurut Albert Venn Dicey dalam “Introduction to the Law of the Constitution” memperkenalkan istilah the rule of law yang secara sederhana diartikan suatu keteraturan hukum. Disinilah kemudian Rule of Law merupakan doktrin dengan semangat dan idealism keadilan yang tinggi seperti supremasi hukum dan kesamaan setiap orang di depan hukum. 3. konstitusi harus pula menentukan teknis procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. 5. 1. parlemen dan sebagainya. inilah awal dari kelahiran Doktrin Egalitarian dalam hukum yang menjadi ciri utama Rule of Law. Atas dasar pengertian tersebut maka terdapat keinginan yang sangat besar untuk melakukan pembatasan terhadap kekuasaan secara normative yuridis . Dalam hubungan inilah maka kedudukan konstitusi sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Hal ini dikhawatirkan akan menjauhkan fungsi dan peran Negara bagi kehidupan individu dan masyarakat.Rule of Law lahir dengan semangat yang tinggi bersama-sama dengan demokrasi. 6. terdapat tiga unsure yang pundamental dalam rule of law yaitu : . Kebebasan berserikat/berorganisasi dan berposisi. Menurut Dicey. prajurit dan kerajaan. untuk menghindari kekuasaan yang dispotik. Pemerintahan yang demokratis di bawah RoL yang dinamis memiliki syarat-syarat yaitu : 1. Pemilihan umum yang bebas 4.

Supremasi aturan-aturan hukum.1. sebenarnya antara pengertian rule of law dan rechtsstaat saling mengisi. Oleh karena itu setiap organisasi atau persekutuan hidup dalam masyarakat termasuk Negara. Bagi Negara Indonesia ditentukan secara yuridis formal bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan pada hukum. Dengan perkataan lain Negara tidak hanya sebagai penjaga malam. Gagasan baru inilah yang kemudian dikenal dengan welfare state atau Negara hukum material. Untuk itu Negara tidak hanya sebagai penjaga malam saja. Oleh karena itu. bahwa Negara harus bertanggungjawab terhadap kesejahteraan rakyatnya. berdasarkan bentuknya sebenarnya rule of law adalah kekuasaan public yang diatur secara legal. Sikap Negara yang seperti ini dikarenakan Negara hanya menjalankan dan taat pada apa yang tercantum dalam konstitusi semata. Hal ini mengandung arti bahwa suatu keharusan Negara Indonesia yang didirikan itu berdasarkan atas Undang-undang Dasar Negara. melainkan pasif. Dalam pengertian seperti ini seakan-akan Negara tidak berurusan dengan kesejahteraan rakyat. Setelah pertengahan abad ke-20 mulai bergeser. Hal itu tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV yang secara eksplisit menjelaskan bahwa “maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. mendasarkan pada suatu rule of law. Terjaminnya hak-hak asasi manusia oleh UU serta keputusan-keputusan UU Suatu hal yang harus diperhatikan bahwa jika dalam suatu hubungan jika memperlakukan prinsip tersebut maka negara terbatas dalam pengertian hukum formal yaitu Negara tidak bersifat proaktif. Menurut Friedman. Berdasarkan pengertian tersebut maka . tidak adanya kekuasaan yang sewenangwenang dalam arti seseorang Hanya boleh dihukum jikalau memang melanggar hukum 2. Kedudukan yang sama di muka hukum. hal ini berlaku baik bagi masyarakat biasa maupun pejabat Negara 3. melainkan harus aktif melaksanakan upaya-upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengatur kehidupan social ekonomi.

1. Konsekuensinya. dalam hubungan inilah maka rule of law dalam hal munculnya bersifat endogen.pengertian Negara yang legal senantiasa menegakkan rule of law. sedang rasa keadilan tiap Negara berbeda satu dengan lainnya. setiap Negara akan mengatakan berdasarkan pada rule of law dalam kehidupan kenegaraan. Atas dasar alasan tersebut maka diakui bahwa sulit menentukan pengertian rule of law secara universal karena setiap masyarakat melahirkan pengertian secara berbeda pula. Oleh Friedman Rule of Law dibagi dalam pengertian “formal” dan “ Hakiki”. Keberadaan ada atau tidaknya rule of law di suatu . pengertian rule of law berdasarkan subtansi atau isinya sangat berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu Negara. Artinya muncul dan berkembang dari suatu masyarakat tertentu. seperti “Supremasi hukum” dan “Kesamaan setiap orang di depan hukum”. Sedangkan Rule of Law dalam pengertian “Hakiki” (materiil) adalah sangat erat hubungannya dengan menegakkan “the rule of law”. Oleh Philipus M.3 Perkembangan Rule di Dunia Rule of Law merupakan doktrin dengan semangat dan idialisme keadilan yang tinggi. Meskipun demikian. meskipun Negara tersebut adalah negara otoriter. Dalam hubungan ini. disebutkan rule of law memiliki ciri yang evolusioner dimana gerakan masyarakat menghendaki bahwa kekuasaan raja maupun penyelenggara Negara harus dibatasi dan diatur melalui suatu peraturan perundang-undangan yang dalam pelaksanaanya juga berhubungan dengan segala peraturan perundang-undangan itulah yang sering diistilahkan dengan rule of law. tetap sama ialah bahwa rule of law harus menjamin apa yang oleh masyarakat/bangsa yang bersangkutan di pandang sebagai keadilan. karena dalam pengertian hakiki telah menyangkut ukuran-ukuran tentang hukum yang baik dan hukum yang buruk ( Just and unjust law ). inti dari pengertian rule of law. khususnya keadilan sosial. Hardjon. Rule of Law juga terkait erat dengan “ keadilan”. Dalam pengertian formal Rule of law tidak lain adalah “organized public Power” atau kekuasaan umum yang terorganisasikan.

Setiap bangsa memiliki faham rule of law yang berbeda satu sama lain karena setiap bangsa/Negara memiliki rule of sendiri-sendiri. Hal ini mengakibatkan bahwa penegakan rule of law tidak dengan sendirinya mengakibatkan tegaknya Negara hukum. Terkait dengan perkembangan Rule of Law di beberapa Negara di dunia. 4. penegakan rule of law harus diartikan secara hakiki (materiil). Oleh karena itu supaya tercipta suatu Negara hukum yang membawa keadilan bagi seluruh rakyat yang bersangkutan. baik dari sesama warganegaranya. Penelitian yang bersifat historis-komparatif tentang rule of law tersebut menyimpulkan bahwa : 1. Faham the rule of law di Inggris diletakkan pada hubungan antara hukum dan keadilan. pemerintah sebagai “ untergeordnet “ pada hukumnya. Amerika Serikat dan Belanda.Negara ditentukan oleh ada tidaknya keadilan yang dapat dinikmati oleh setiap anggota masyarakat. atau pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di dalam suatu Negara itu senantiasa mengandung suatu persyaratan (premis) bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan atau enforced itu merupakan hukum yang adil artinya kaidah hukum yang menjamin perlakukan yang adil (sesuai dengan faham masyarakat yang bersangkutan tentang keadilan sosial). Bahkan penegakan the rule of law itu akan memungkinkan berdirinya suatu Negara kekuasaan. maupun dari pemerintahnya. yaitu dalam arti “ pelaksanaan dari just law”.SH di Negara Inggris. di Amerika diletakkan pada hak-hak asasi manusia. Pelaksanaan the rule of law dan terjaminnya Negara hukum (di Inggris) tidak saja warga negaranya tunduk dan harus tunduk pada hukum. 2. Sunarjati Hartono. Wieldon lebih tegas lagi menyebutkan bahwa rule of law tidak saja memiliki suatu system peradilan yang sempurna diatas kertas saja akan tetapi ada tidaknya rule of law di dalam suatu Negara ditentukan oleh kenyataan. Dr. Menarik untuk melihat penelitian tentang RoL yang dilakukan oleh Prof. dan di . tetapi juga pemerintahannya. 5. 3. apakah rakyatnya benar-benar dapat menikmati keadilan dalam arti perlakuan yang adil. Oleh karena itu “ the enforcement of the rules of law “ .

Belanda faham rule of law lahir dari faham kedaulatan Negara. Mengapa perlu adanya pasal tentang perubahan? Hal ini disebabkan karena suatu UUD (konstitusi) walaupun dirancang untuk jangka waktu yang lama. menambahkan sesuatu yang belum Diatur dalam UUD (Sri Soemantri. Perlu anda pahami bahwa mengubah UUD dapat berarti 2. mengubah sesuatu yang sudah diatur dalam UUD itu. Menjelaskan konsep. Aturan tersebut sudah tidak sesuai dengan tuntutan masyaakat yang menghendaki adanya pembatasa masa jabatan presiden sehingga paal 7 tersebut di-amandemen . melalui faham kedaulatan hukum. Menguraikan lembaga-lembaga di Indonesia 8. 7. dan kedua. dan kedua. UUD/konstitusi itu bersifat statis sehingga akan ketinggalan zaman. berdasarkan kenyataan setelah dilakukan dua kali perubahan (tahun 1999 dan 2000). politik/masyarakat akan berkembang. . Ternyata meliputi kedua pengertian tersebut. dimana seorang presiden /wakil presiden hanya dapat dipilih kenbali untuk satu kali masa jabatan.3 Amandemen UUD 1945 Setiap UUD (konstitusi) yang tertulis selalu mencantumkan pasal tentang perubahan konstitusi tersebut. selalu akan tertinggal dari peerkembangan masyarakat sehingga suatu saat UUD itu perlu diubah. yaitu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dengan pertimbangan pertama. 1979) termasuk pengertian yang mana yang dianut UUD 1945? Jika dikaji. Dengan kata lain. Contohnya dalam pasal 7 UUD1945 tidak diatur berapa kali masa jabatan seorang presiden dapat dipilih kembali (sehingga presiden orde baru berkuasa 32 tahun). implementasi dan instrumen HAM di Indonesia. jenis. 6. Artinya ada perubahan yang berarti menambahkan sesutau yang belum diatur ( misalnya tentang HAM pasal 28A-28J) dan ada pula yang berarti mengubah yang sudah diatur ( misalnya pasal 5 ayat 1 yang semula president memegang kekuasaan membentuk UU diubah menjadi presiden berhak mengajukan rancangan UU). tidak ada ketentuan mengenai maksud perubahan yang dikehendaki UUD tersebut. Namun. dengan memberi kewenangan yang tinggi kepada hakim untuk mengawasi pelaksanaan tugas kekuatan pemerintah. yaitu: pertama.2 Sistem Pemerintahan Negara 8.

syarat kehadiran atau Quorum. cara yang ditempuh untuk mengubah UUD 1945. dan pada ayat 2 disebutkan bahwa putusan diambil dengan persetujuan sekurangkurangnya 2/3 darripada jumlah anggota yang hadir. Syarat kedua adalah syarat sah nya keputusan yaitu sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR yang hadir harus hadir menyetujui. Berdasarkan pasal 37 tersebut maka terdapat 2 syarat yang harus dipenuhi untuk mengubah UUD 1945 yaitu pertama.F. yaitu dengan cara perubahan resmi (diatur dalam pasal 37) melalui kekuasaan legislatif (dalam hal ini rakyat indonesia). (b) rakyat melaluui refrendum. dengan pembatasan tertentu. (b) penafsiran hakim. Jika dihubungkan dengan pendapat ISMAIL SUNY dan C. dan (d) dengan kebiasaan ketatanegaraan. Untuk mengetahui cara mengubah UUD1945. Jadi. C.F. ada baiknya kita lihat bagaimana cara perubahan konstitusi yang rigit menurut para ahli. (c) kebiasaan ketatanegaraan. yang berwenang mengubah UUD 1945 yaitu MPR yang juga sebagai lembaga yang menetapkan UUD. anda buka pasal 37 UUD 1945 yang menegaskan bahwa untuk mengubah UUD sekurangkurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota MPR harus hadir (ayat 1). Artinya penetapan dan pengubahan UUD 1945 dilakukan oleh suatu lembaga yang sama. batang tubuh dan penjelasannya merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan dalam ketetapan MPRS No. Pertanyaan berikut yang perlu dijawab adalah bagian mana yang boleh diubah? Seperti telah anda pahami bahwa UUD 1945 terdiri dari pembukaan. yitu sekurang-kurangnya 2/3 dari seluruh anggota MPR harus hadir.STRONG (1960) mengemukakan bahwa konstitusi dapat diubah oleh (a) kekuasaan legislatif.XX/MPRS/1966 (sekarang sudah diganti) ditegaskan bahwa pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci yang mengandung cita-cita luhur proklamasi 17 Agustus 1945 dan yang memuat Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat .STRONG.Pertanyaan kita sekarang adalah ”bagaimana cara dan persyaratan untuk melakukan perubahan UUD 1945 “? Dan “ bagian mana saja yang dapat diubah”? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. (c) sejumlah negara bagian (untuk negara serikat). Sedangkan menurut Ismail Suny dapat dengan (a) perubahan resmi.

dan bertanggung jawab (mengubah pasal 18 dan menambah pasal 18A dan 18B) . pasal 20 ayat 5. presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR (pasal 14 ayat 2) Masalah apa yang diubah pada amandemen kedua UUD1945? Pada tanggal 18 Agustus tahun 2000 MPR menetapkan perubahan kedua UUDD 1945 dengan mengubah/menambah: pasal 18. yaitu tahun 1999 dan tahun 2000. Bab XV. Periode masa jabatan presiden dan wakil presiden dalam jabatan yang sama yang semula tidak dibatasi. Bab XII. Hal-hak tersebut diantaranya adalah : a. pasal 27 ayat 3. berubah bahwa dalam mengangkat duta. Bab IXA. pasal 15. yang semula tidak ada ketentuan untuk melibatkan DPR. perubahan (amandemen) pertama terhadap UUD 1945 meliputi pasal 5 ayat 1. pasal 28A-28J. beralih ketangan DPR (amandemen pasal 20 ayat1) b. pasal 13 ayat2 ditambah ayat3. pasal 36A-36C. pasal 9. Sebagaimana telah diungkapkan dimuka bahwa UUD 1945 telah mengalami dua kali perubahan. pasal 22A. pasal 25 E. pasal 20A. presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR (amandemen pasal 13 ayat 2 dan 3) d. antara lain: 1. pasal 22B. pengaturan tentang pemerintahan daerah dalam rangka melaksanakan otonomi daerah yang luas. pasal 17 ayat 2 dan hal yang penting yang menunjukkan disatu pihak mengurangi dominasi keekuasaan presideen dan dilain pihak menambah kekuasaan DPR seebagai lembaga legislatif yang mewakili rakyat. berubah (dibatasi) menjadi maksimal dua kali masa jabatan (amandemen pasal 7) c. pasal 19. Hal ini berarti yang dapat diubah oleh MPR bagian batang tubuh dan penjelasan UUD 1945. pasal 30. pasal 7. Dalam hal presiden mengangkat dan menerima duta. pasal 14. pasal 18B. Dalam hal presiden memberi amenestti dan rehabilitasi.diubah oleh siapapun termasuk MPR hasil pemilihan umum karena mengubah pembukaan berarti pembubaran negara (negara proklamasi 17 Agustus 1945). Bab X. Hal-hal yang diubah itu menyangkut. Pemegang kekuasaan membentuk Undang-Undang yang semula dipegang oleh presiden (pasal 5 ayat 1). pasal 26 ayat 2 dan 3. Bab XA. nyata. pasal 18A.

penegasan tentang lambang negara (pasal 36A) dan lagu kebangsaan (pasal 36B). penegasan tentang fungsi DPR dan hak-hak DPR (pasal 20A ayat 1-4). 4. memungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintahan yang responsif. Visi Otonomi Daerah a) Politik Harus dipahami sebagai sebuah proses untuk membuka ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara demokratis. 6.4 Otonomi Daerah a. Pengertian Otonomi Daerah Otonomi Daerah adalah kemandirian suatu daerah dalam kaitan pembuatan dan pengambilan keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. penegasan tentang pertahanan dan keamanan negara (amandemen pasal 30 ayat 1-5).2. . Lalu. 8. b) Ekonomi Terbukanya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal ekonomi didaerahnya c) Sosial Menciptakan kemampuan masyarakat untuk merespon dinamika untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi kehidupan disekitarnya. b. yaituu melalui pemilihan umum (amandemen pasal 19) 3. penegasan tentang pengisian keanggotaan DPR. pengaturan secara tegas tentang hak asasi manusia (amandemen pasal 28A-28J) 5. desentralisasi yaitu pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

pemberian keleluasaan kepada daerah dan optimalisasi upaya pemberdayaan masyarakat.c. 2) Penguatan peran DPRD sebagai representasi rakyat lokal dalam pemilihan dan penetapan kepala daerah 3) Pembangunan tradisi politik yang lebih sesuai dengan kultur berkualitas tinggi tingkat akseptabilitas yang tinggi pula 4) Peningkatan efektifitas fungsi-fungsi pelayanan eksekutif 5) Peningkatan efesiensi administrasi keuangan daerah 6) Pengaturan pembagian sumber-sumber pendapatan daerah. 3) Devolusi Transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. Model Desentralisasi 1) Dekonsentralisasi Merupakan pembagian kewenangan dan tanggung jawab administratif antara departemen pusat dengan pejabat pusat di lapangan tanpa adanya penyerahan kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan. 8.5 Kesadaran hukum WNI . 4) Privatisasi Tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. d. keuangan dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. 2) Delegasi Pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi yang tidak secara langsung berada dibawah pengawasan pemerintah pusat. Konsep Dasar Otonomi Daerah: 1) Penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintahan dalam hubungan domestik kepada daerah. swasta. dan swadaya masyarakat.

hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional.1 Pengertian Wawasan Nusantara Pengertian Wawasan Nusantara dapat diartikan secara etimologis dan terminologis. 2. hakikat Wawasan Nusantara adalah persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.BAB IX GEOPOLITIK (WAWASAN NUSANTARA) 9. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang. penglihatan tanggap indrawi. Wawasan artinya pandangan. GBHN Tahun 1998 Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenal diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayahnya dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. kita pandang merupakan satu kesatuan yang utuh. Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat. meninjau atau melihat. Wawasan Nusantara menurut beberapa pendapat sebagai berikut: a. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan. Selain itu. Secara Etimologis Wawasan Nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. Dalam GBHN disebutkan bahwa hakikat Wawasan Nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya dan kesatuan pertahanan dan keamanan. Secara Termilogis. 1. Dengan kata lain. tinjauan atau penglihatan indrawi. Bangsa Indonesia yang dari aspek sosial budaya adalah beragam serta dari segi kewilayahan bercorak nusantara. b. Prof. . Wan Usman Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. tinjauan.

yaitu (1) kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah.Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa.192 juta KM dengan rincian luas daratan adalah 2. Segi Historis atau Sejarah Dari segi historis. Inggris dan Belanda. Visi bangsa Indonesia sesuai dengan konsep Wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula kedudukan Wawasan Nusantara sebagai salah satu konsep ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan berikut: 9. Perkembangan semangat kebangsaan Indonesia dapat dikategorikan dalam kurun waktu sebagai berikut: 1) Zaman Perintis 1908 yaitu kemunculan Pergerakan Nasional Budi Oetomo 2) Zaman Penegas yaitu dengan Ikrar Sumpah Pemuda 3) Zaman Pendobrak 1945 yaitu dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Keluarnya deklarasi Juanda 1957 telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara. dan (2) kita pernah mengalami memiliki wilayah yang terpisah-pisah Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa barat yaitu Spanyol. Segi Geografis dan Sosial Budaya Dari segi geografis dan sosial budaya. Indonesia merupakan negara dan bangsa dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Jepang. Selanjutnya. B.027 juta KM dan luas laut adalah 3. keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa Indonesia antara lain: a) Indonesia bercirikan negara maritime/kepulauan.166 juta KM.2 Latar Belakang Terbentunya Wawasan Nasional Bangsa A. Visi adalah keadaan atau rumusan umum mengenai keadaan tertentu yang diinginkan. Wawasan Nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju konsep masa depan. b) Luas wilayah Indonesia 5. dimana laut tidak lagi sebagai pemisah tetap dipakai sebagai penghubung. Portugis. dalam kurun waktu terakhir menjelang kemerdekaan. bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang satu adalah karena dua hal. .

Segi Geopolitis dan Kepentingan Nasional Geopolitik adalah istilah pertama kali ditemukan oleh Freedich Ratzel sebagai Ilmu Bumi Politik. sedangkan istilah nusantara dipergunakan untuk mengggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak diantara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia .c) Jarak utara selatan 1. Berdasarkan geopolitik wilayah Indinesia adalah satu kesatuan wilayah dari Sabang sampai Merauke yang terletak antara dua benua dan dua samudra.3 Konsepsi Wanus Kata wawasan mengandung arti pandangan. Konsepsi Wawasan Nusantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. g) Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu Mediterania dan Sirkum Pasifik. Soekarno. geopolitik mempelajari fenomena politik dari aspek geografi. Kepentingan nasional itu merupakan tuntutan lanjut dari cita-cita nasional. i) Wilayah yang subur dan dapat huni. k) Memiliki etnik dan kebudayaan yang sangat banyak. atau tanggap indrawi.888 KM dan jarak timur barat 5. Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia (Sobana. h) Berada pada 6 derajat LU-11 derajat LS serta 95 derajat BT-141 derajat BT. 9. Sementra untuk Indonesia orang yang pertama kali mengaitkan geopolitk dengan bangsa Indonesia adalah Ir. Salah satu kepentingan nasional Indonesia adalah bagaimana menjadikan bangsa dan wilayah ini senantiasa satu dan utuh.110 KM. tujuan dan visi nasional. Sebagai ilmu. C. e) Indonesia terletak pada garis Khatulistiwa. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenia wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. penglihatan. dan l) Memiliki jumlah penduduk yang besar dengan jumlah diatas 220 juta. f) Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim. 2005). d) Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudra (pos silang). tinjauan. j) Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam.

yaitu dalam ketetapan MPR mengenai GBHN secara berturut-turut ketentuan tersebut adalah: (1) TAP MPR No. IV/MPR/1978. (3) TAP MPR No. ekonomi. serta (6) TAP MPR No II/MPR/1998. (2) TAP MPR No.serta diantara Benua Asia dan Benua Australia. IV/MPR/1973. Untuk membina dan menyelenggarakan kehidupan nasional. II/MPR/1993. sebagai berikut: a. (4) TAP MPR No. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia yang diberi pengertian cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Politik Meliputi : .4 Perwujudan Wawasan Nusantara Perwujudan Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan politik. sosial dan budaya serta pertahanan dan keamanan tercantum dalam GBHN. II/MPR/1983. Konsepsi Wawasan Nusantara dituangkan dalam peraturan perundangundangan. Berarti jelaslah bahwa Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan landasan visional bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan perwujudan ideologi Pancasila. II/MPR/1988. bangsa Indonesia merumuskan suatu landasan visional yang dapat membangkitkan kesadaran untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang menjadi cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya. 9. (5) TAP MPR No. Landasan visional ini dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional yang kemudian diberi nama Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara mengarahkan visi bangsa Indonesia untuk mewujudkan kesatuan dan keserasian dalam berbagai bidang kehidupan nasional.

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Sosial-Budaya Meliputi: (1) Pemerataan. b.(1) Kewilayahan nasional. (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi seluruh daerah. b. kesembangan dan persamaan dalam kemajuan bersama kekayaan efektif maupun potensi wilayah masyarakat serta adanya. (2) Pemerataan hasil pemamfaatan kekayaan wilayah nusantara. Isi (content) adalah aspirasi yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD. c. Wadah (contour) adalah wadah kehidupan masyarakat. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan Meliputi: (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela negara dan bangsa. bangsa dan negara yang meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta ragam busaya. d. dan (3) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional budaya bangsa. . (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi Meliputi : (1) Kepemilikan nusantara.5 Unsur Dasar Wawasan Nusantara Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri dari tiga unsur dasar yaitu: a. dan (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. (2) keselarasan kehidupan yang sesama dengan kemajuan bangsa. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. dan (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. 9.

Sedangkan. semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia. Tata Laku (conduct) adalah hasil interaksi antara wadah dan isi yang terdiri dari tata laku bathiniah dan lahiriah. tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia. Tata laku bathiniah mencerminkan jiwa. .c. yang kedua tersebut akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan.

Sejarah Lahirnya Ketahanan Nasional Konsepsi Ketahanan Nasional memiliki latar belakang sejarah kelahirannya di Indonesia. sebagai berikut: (1) Ketahanan Nasional sebagai kondisi. 2002) sebagai berikut: a. 1997). Vietnam dan sebagainya yang meluas sampai ke Indonesia? .2 Latar Belakang dan Proses Kajian Tannas A. Ketahanan Nasional sebagai metode. Masa itu addalah sedang meluasnya pengaruh komunisme seperti Laos. Ketahanan Nasional sebagai kondisi. 10. b. (3) Ketahanan Nasional sebagai doktrin. baik pada saat membangun pemecahan masalah kehidupan. kita mengenal tiga wujud atau wajah dari Ketahanan nasional (Chaidir Basrie. Integral dalam artian pendekatan yang mencerminkan antara segala aspek/isi.BAB X GEOSTRATEGI (KETAHANAN NASIONAL) 10. Sebagai suatu pendekatan. metode atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Ketahanan Nasional menggambarkan pendekatan yang integral. c. Gagasan tentang ketahanan nasional bermula pada awal tahun 1960-an pada kalangan militer angkatan darat dari SSKAD sekarang SESKOAD (Sunardi. Ketahanan Nasional sebagai doktrin. Ketahanan Nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dalam penyelenggaraan bernegara. Perspektif ini melihat ketahanan nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. (2) Ketahanan Nasional sebagai sebuah pendekatan. Berdasarkan ketiga pengertian ini.1 Pengertian Ketahanan Nasional Terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap konsep ketahanan nasional.

kemampuan menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. B. Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif diletakkan dari hambatan. ekonomi. pemikiran konseptual ketahanan nasional ini mulai menjadi doktrin dasar nasional setelah dimasukkan dalam GBHN. d. f. Ketahanan Nasional dalam GBHN Konsepsi ketahanan nasional untuk pertama kalinya dimasukkan ke dalam GBHN 1973 yaitu ketetapan MPR No.Dalam pemikiran Lembanas tahun 1968 tersebut telah ada kemajuan konsep tual berupa ditemukannya unsur-unsur dari tata kehidupan asional yang berupa ideologi politik. Ketahanan nasional meliputi ketahanan ideologi. ancaman dan gangguan yang timbul dari dalam maupun dari luar. dari tinggalnya konsep kekuatan. b. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. e. dan budaya serta pertahanan dan keamanan. Ketahanan ekonomi adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi pancasila yang mengandung . sosial. c. rumusan konseptual ketahanan nasional dapat digambarkan sebagai berikut: Dari sejarah tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep ketahanan nasional Indonesia berawal dari konsepsi kekuatan nasional yang dikembangkan oleh kalangan militer. Rumusan ketahanan nasional dalam GBHN 1998 sebagai berikut: a. tantangan. Secara skematis. Ketahanan ideologi adalah kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan dan kebenaran ideologi pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasiona. meskipun dalam ketahanan nasional sendiri terdapat konsep kekuatan. Ketahanan politik adalah kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan pancasila dan UUD1945 yang mengandung kemampuan memelihara sistem politik yang sehat ddan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas aktif. politik. IV/MPR/1973.

dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras. (4) Kesiapan militer. maju. Ketahanan sosial dan budaya adalah kondisi kehidupan sosial budaya yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial da budaya manusia dan masyarakat Indoesia yang beriman dan bertaqwa terhadap TYME. cinta tanah air. Mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. (2) Kekuatan sumber daya alam. bersatu. Konsep Hans J.3 Konsepsi Tannas 1.kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kamampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyatyang adil dan merata. h. dan (9) Kualitas pemerintahan. (5) Kemampuan penduduk. rukun. (3) Kapasitas industri. berkualitas. g. . (6) Karakter bangsa yang berkualitas. seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. yaitu: (1) Stabilitas geografi. 10. Ketahanan pertahanan dan keamanan adalah kondisi daya tangkat bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. serasi. (7) Moril nasional yang kuat. (8) Kualitas diplomasi. Morgenthau Morgenthau mengemukakan bahwa untuk membangun Ketahanan Nasional suatu bangsa diperlukan sembilan gatra.

maka negara tersebut akan muncul sebagai negara yang memiliki kekuatan besar. Situasi geografi. Berdasarkan konsep itu. Mahan juga menyatakan bahwa Ketahanan Nasional tidak hanya bergantung pada luas wilayah daratan tetapi juga bergantung pada faktor luas akses ke laut dan bentuk pantai dari wilayah negara. Apabila suatu negara memiliki potensi geografi besar dan sumber kekayaan alam yang besar pula. Konsep Ray Cline Cline menyatakan bahwa suatu negara dilihat atas dasar persepsi negara lain termasuk didalamnya persepsi atas sistem penangkalannya. (5) Watak nasional/bangsa. Jumlah penduduk. . (3) Kemampuan militer. (3) Luas wilayah. Konfigurasi wilayah negara. Konsep Alfred Thayer Mahan Mahan berpendapat bahwa Ketahanan Nasional suatu bangsa dapat dibangun atas dasar pemenuhan enam gatra. Cline menyusun enam gatra yang diperlukan untuk membangun Ketahanan Nasional suatu bangsa. (2) Bentuk wujud bumi. Sebaliknya. yakni: (1) Letak geografi. dan (6) Sifat pemerintahan. dan d. Sehingga demikian ketahanan laut suatu negara dapat diciptakan atas empat faktor. Kekayaan alam. (4) Kemampuan ekonomi. (2) Critical mass atau strategi antara potensi penduduk dengan geografi. b. yaitu: a. yakni: (1) Perceived power atau kekuatan nasional dipersepsikan negara lain. suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat mengaktualisasikan dirinya sebagai negara besar. c. 3.2. (4) Jumlah penduduk.

(5) Strategi nasional; dan (6) Tekad rakyat untuk mewujudkan strategi nasional. 4. Konsep Ketahanan Nasional Republik Indonesia Konsep Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan oleh Lemhannas dan berisi daya keuletan (tenacity) dan daya tahan alam (resistence/resilience). Konsep Ketahanan Nasional Indonesia melibatkan delapan gatra yang dikelompokkan ke dalam trigatra dan pancagatra. Oleh sebab itu, konsep Ketahanan Nasional Indonesia disebut sebagai konsep Astagatra. Trigatra berisi aspek alamiah, meliputi : (1) Letak geografi negara (Geografi); (2) Keadaan dan kekayaan alam (Sumber Daya Alam); (3) Keadaan dan kemampuan penduduk (Demografi). Pancagatra berisi aspek sosial, meliputi : (1) Ideologi; (2) Politik; (3) Ekonomi; (4) Sosial-Budaya; dan (5) Pertahanan dan Keamanan.

10.4 Hakikat dan Wujud Tannas 10.5 Pembelaan Negara dan Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara A. Pembelaan Negara Terdapat hubungan antara Ketahanaa Nasional suatu negara dengan pembelaan negara. Kegiatan pembelaan negara pada dasarnya merupakan usaha dari warga negara untuk mewujudkan Ketahanan Nasional. Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada TNI. Padahal berdasarkan Pasal 27 dan 30 UUD 1945, masalah bela negara dan pertahanan negara merupakan hak dan kewajiban setiap WNI. Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri. Di masa demokrasi dan keterbukaan sekarang ini, tentu muncul pertanyaan apakah bela negara masih relevan?

1. Makna Bela Negara Membela negara merupakan kewajiban sebagai warga

negara.membela negara Indonesia adalah hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Membela negara Indonesia adalah hak dan kewajiban dari setiap WNI. Hal ini tercantum dalam Pasal 27 Ayat 3 UUD 1945 Amandemen ke-2. Selain itu, dalam UU No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Konsep Bela Negara dapat diuraikan secara fisik maupun non fisik. Secara fisik, yaitu dengan memanggul bedil menghadapi serangan atau agresi musuh. Bela negara secara fisik dilakukan untuk menghadapi ancaman dari luar. Adapun bela negara secara non fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. 2. Peraturan Perundang-Undangan tentang Bela Negara Ketentuan atau landasan hukum mengenai Bela Negara terdapat dalam bagian pasal atau tubuh UUD 1945 berikut ini. a. Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1-5; b. UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI; c. UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara; dan d. UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. 3. Keikutsertaan Warga Negara dalam Bela Negara 1) Bela negara secara fisik Menurut UU No.32 Tahun 2006 tentang pertahanan negara disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara daam bela negara secara fisik dapat dilakukan dengan menjadi anggota TNI dan pelatihan dasar militer, PDK ini terdiri dari berbagai unsur, seperti Menwa, Wanra, Hansip, Mitra Babinsa dan organisasi kemasyarakat pemuda atau OKP. 2) Bela Negara secara non-fisik Menurut UU No.3 Tahun 2002, disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam bela negara secara non-fisik dapat diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesi. Acaman dapat dikonsepsikan sebagai setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri

maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman inilah yang perlu kita atasi melalui keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara. Menurut UU No.20 Tahun 1982, ancaman mencangkup ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Sementara menurut UU No. 3 Tahun 2002 digunakan satu istilah yakni ancaman. Adapun bentuk-bentuk dari ancaman militer mencangkup: a) Agresi; b) Pelanggaran Wilayah; c) Spionase; d) Sabotase; e) Aksi Teror Bersenjata; f) Pemberontakan Negara; dan g) Perang Saudara. Selain yang telah disebutkan di atas, macam-macam ancaman yang di hadapi bangsa indonesia di masa depan antara teroris internasional, gerakan separatis, aksi radikalisme, konflik komunal, kejahatan lintas negara, kegiatan imigrasi gelap, gangguan keamanan laut, gangguan keamanan udara, perusakan lingkungan, bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa. B. Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Pertahanan dan keamanan adalah bidang kehidupan nasional

Indonesia yang diupayakan untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara demi tetap terwujudnya kondisi kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan bangsa dan negara serta terpenuhinya hak dan kewajiban warga negara dalam rangka pencapaian tujuan nasional. Pertahanan dan keamanan NKRI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, dan menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi dengan TNI dan Polri sebagai kekuatan inti. Pertahanan dan keamanan negara bertujuan untuk menjamin tetap tegaknya NKRI berandaskan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman dari dalam maupun luar negeri demi tercapainya tujuan nasional. TNI

Pertahanan dan keamanan NKRI diselenggarakan dengan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (SISHANKAMRATA). serta berlanjut dalam rangka mencapai Ketahanan Nasional. kerakyatan. Sistem tersebut bersifat total. konsep keamanan NKRI ditujukan untuk menggagalkan usaha-usaha dan kegiatankegiatan infiltrasi dan subversi di bidang ideologi. ekonomi. serta saling bersangkut paut dari pengintegrasian semua unsur kekuatan sosial berupa potensi ipoleksosbudhankam. politik. Menyadari bentuk ancaman. Defensif aktif dalam arti bahwa walaupun melakukan pertahanan. Polri merupakan komponen inti yang bertangggung jawab di bdang keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri. integral. yaitu suatu sistem pertahanan dan keamanan dengan komponen-komponen yang terdiri atas seluruh potensi. diwujudkan dalam suatu pola yang . dan kewilayahan dengan menggunakan dua cara pendekatan. Berdasarkan doktrin pertahanan dan keamanan di atas. serta bersangkut paut dari pengintegrasian semua unsur kekuatan fisik dan teknologi diwujudkan dalam suatu pola yang merupakan kondisi serta alat untuk memenangkan perang. Sissos adalah suatu keseluruhan yang teratur. Kekuatan fisik dan teknologi diartikan sebagai kekuatan fisik manusia dan perlengkapan teknologi termasuk keterampilan yang diperlukan untuk memelihara atau membuat alat-alat perlengkapan tersebut. dan kekuatan nasional yang bekerja secara total.merupakan komponen inti yang bertanggung jawab di bidang pertahanan untuk menghadapi ancaman dari luar negeri. Konsep politik atau doktrin pertahanan dan keamanan NKRI defensif aktif di bidang pertahanan dan preventif aktif di bidang keamanan. dan militer di dalam negeri. yaitu pendekatan sistem senjata teknologi (sistek) dan sistem senjata sosial (sissos) secara serasi. berdaya dan berhasil guna. baik dari luar maupun dalam negeri. Sistek adalah suatun keseluruhan yang teratur. berdaya dan berhasil guna. sosialbudaya. Senjata diartikan sebagai sarana untuk melaksanakan sesuatu. kemampuan. TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila diminta oleh Polri atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat.

merupakan kondisi serta alat untuk mencapai tujuan. Wadah ini dibangun dalam jati diri sebagai tentara rakyat. dan tentara nasional yang mengabdi hanya untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. . yaitu TNI dan Polri. Sishankamrata diorganisasikan dalam satu wadah tunggal. Pendayagunaan potensi nasional dalam pertahanan dan keamanan negara dilakukan secara optimal dan terkoordinasi untuk mewudjudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan negara yang menyeimbangkan dan menyelaraskan kepentingan kesejahteraan dan keamanan. tentara pejuang.

politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. dan medannya. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. usaha. pengertian politik secara umum adalah menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. atau alokasi sumber-sumber yang ada. prinsip. politik dalam arti poliitic mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. Sementara dalam bahasa Indonesia. menurut Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. dan arah itu sebaik-baiknya. Sementara pengertian strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. serta kebijakan negara tentang pembinaan dan penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. jalan. jalan. tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam bidang ekonomi maupun olahraga. arah. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau atau seorang panglima atau militer dalam peperangan. Selanjutnya. jalan.BAB XI POLSTRANAS (POLITIK STRATEGI NASIONAL) 11. Kemudian. strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. pembagian. keadaan. Politik merupakan suatu rangkaian asas. cara. haluan. sedangkan policy memberikan pertimbangan tanpa pelaksanaan asas.1 Pengertian Politik Strategi Nasional Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani politeia dari kata asal polis berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu negara dan teia berarti urusan. sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. Jadi. Antara politics dan policy memberikan asas. . Jadi.

3 Konsep Strategi Nasional dan Implementasi Penyusunan politik strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung terkadung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan suprastruktur politik. seperti partai politik. cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia.4 Wujud Politik dan Strategi Nasional Indonesia . Presiden. proses penyusunan polstranas di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN. DPR. kelompok kepentingan dan kelompok penekan. 11. dan MA. UUD 1945. Politik strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional.2 Sistem Politik Indonesia 11. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Selain itu. organisasi kemasyarakatan. BPK. Sementara badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai infrastruktur politik yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. Proses polstranas pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.11. Lembaga-lembaga itu adalah MPR. Mekanisme penyusunan polstranas di tingkat suprastruktur politik yang diatur oleh Presiden. penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Oleh karena itu. media massa.

Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Ganexa Exact. Syam. Dwi. Siswanto. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : Penaku. ABC Pancasila. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.. Wiyono. 2002./FILSAFAT_PANCASILA_2009_pak%20No orsyam.pancasila/. Yogyakarta : Badan Penerbit Filsafat UGM. Tim Dosen UGM. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education). 2002. 2008. Supriatnoko. Jakarta : Penabur Ilmu. Sistem Filsafat Pancasila. dkk. dan Masyarakat Madani. Mohammad Noor. 2002. Tim ICCE UIN Jakarta.doc). Mustafa Kamal. Kaelan. Pendidikan Kewarganegaraan. diakses tanggal 20 Juni 2010. 2006.ac. Yogyakarta : Cipta Karya Mandiri. Jakarta : Bumi Aksara.ugm.. Pendidikan Kewarganegaraan.id/. 2001. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). Tegak Sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila dan UUD Proklamasi 1945 dalam psp. Edisi Baru. Penabur Ilmu. Yogyakarta : Paradigma. 2008. Demokrasi. Hadi dan Iswooro. Refleksi Komprehensif Hal Ikhwal Pancasila.DAFTAR PUSTAKA Pasha. 2007.. Edisi Reformasi. ed. Sumarsono. Kewarganegaraan untuk SMP Kelas IX. . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Otonomi Daerah. Winarno. Cetakan Kedua. Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Joko. Jakarta : ICCE UIN Jakarta.. 2009. 2007. UUD Republik Indonesia 1945 dan Perubahannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful