P. 1
Hal. 68-76 Penerapan Penilaian Autentik

Hal. 68-76 Penerapan Penilaian Autentik

|Views: 724|Likes:
Published by Sendy Trias Nugraha

More info:

Published by: Sendy Trias Nugraha on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2013

pdf

text

original

Penerapan Penilaian Autentik Opini

Penerapan Penilaian Autentik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

Hartati Muchtar*)

Abstrak erbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional yang diperlukan dalam membangun bangsa dan Negara Republik Indonesia. Akan tetapi pengertian dan cara mengukur mutu pendidikan yang tepat dan dapat dipercayai, masih menjadi bahan perbincangan yang belum berkesudahan. Mutu pendidikan secara nasional pada hakikatnya merupakan cerminan dari hasil belajar masing-masing peserta didik. Oleh karena itu berbagai teknik dan bentuk penilaian dibuat untuk memperoleh hasil belajar peserta didik yang dapat dipertanggungjawabkan serta benar-benar dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara utuh. Tulisan ini membahas tentang pengertian dan teknik mengukur mutu pendidikan. Dari teknik-teknik yang ada, penilaian autentik dianggap dapat dipakai oleh guru dan lembaga-pendidikan dalam memberikan gambaran mutu pendidikan yang diperoleh peserta didik dan mutu pendidikan secara nasional.

B

Kata-kata kunci: Mutu pendidikan, pembelajaran, penilaian, penilaian autentik Abstract The Indonesian Government has been implementing a number of programs to improve the national education quality which is urgently needed in building the Indonesian people and nation. However the notion and the technique of assessing the education quality are still under discussion. Various techniques and forms of assessing the education quality are being developed to obtain the student’s learning achievement objectively. This article discusses the notion of education quality critically and some assessment techniques appropriate to show the student’s competence. It is believed that authentic assessment can present the student’s real competence and the education quality. Key words: Education quality, instruction, assessment, authentic assessment.

Pendahuluan
Tulisan ini bermaksud memberikan sumbangan pemikiran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ide dasar gagasan ini bertitik tolak dari dilema yang terjadi di masyarakat terkait dengan pelaksanaan ujian nasional (UN) dan upaya peningkatan mutu pendidikan. Di satu pihak, pemerintah yang bertanggung jawab

terhadap pelaksanaan pendidikan akan tetap melaksanakan ujian nasional. Pelaksanaan ujian nasional ini selain merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, juga dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui ketercapaian standar kelulusan dan untuk melakukan pemetaan. Namun, di pihak lain pelaksanaan ujian nasional tersebut mendapatkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, karena selain menimbulkan

*) Guru Besar Universitas Negeri Jakarta

68

Jurnal Pendidikan Penabur - No.14/Tahun ke-9/Juni 2010

74% dan tahun 2010 turun menjadi 89.Penerapan Penilaian Autentik keresahan pada diri siswa dan orang tuanya.05% dan tahun 2010 turun menjadi 90. Pemerintah telah menunjukkan upaya yang serius dalam Jurnal Pendidikan Penabur . yaitu: (1) apakah penilaian hasil belajar yang selama ini dilakukan sudah sesuai dengan tuntutan Permendiknas No. Sehubungan dengan hal tersebut. Hal ini terbukti dengan kesuksesan pelajar Indonesia dalam setiap mengikuti Olimpiade Fisika Internasional (IPhO). Apapun kondisinya. khususnya penerapan penilaian autentik. Kalimantan Barat (34 sekolah). Jumlah sekolah terutama SMP yang tingkat ketidaklulusannya mencapai 100 % juga cukup banyak yaitu 561 sekolah negeri dan swasta. satu peringkat di bawah Vietnam. dapatkah pelaksanaan ujian nasional dijadikan sebagai barometer untuk mengetahui tingkat mutu pendidikan? Apabila dikaji. 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan. dan Papua (18 sekolah). Bukti yang ada menunjukkan bahwa sejak pelajar Indonesia mengikuti IPhO pada tahun 1993 selalu mendapatkan juara (medali). Di balik kesuksesan tersebut.88%. dan (3) apakah penilaian yang dilakukan pemerintah dalam bentuk ujian nasional telah dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut? Pembahasan Dengan melihat berbagai permasalahan dalam pelaksanaan penilaian yang dilakukan guru di sekolah. Dengan hasil ujian yang cukup memprihatinkan tersebut dan untuk menghindari kekecewaan serta keresahan masyarakat. Dalam tulisan ini secara berturut-turut akan dibahas: mutu pendidikan. Sebenarnya upaya peningkatan mutu pendidikan ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. maka perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan dalam penyelenggaraan UN. sedangkan tingkat kelulusan pada jenjang SMA tahun 2009 adalah 93. dengan rincian Jawa Tengah (105 sekolah). Nusa Tenggara Timur (26 sekolah). juga berdampak kurang positif terhadap pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Hasil survei PERC di 12 negara juga menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat terbawah. Hasil kelulusan di tingkat SMP tahun 2009 adalah 95. benarkah bahwa menurunnya tingkat kelulusan ujian nasional merupakan indikator penurunan mutu pendidikan di Indonesia? Kedua. 1. DKI Jakarta (51 sekolah). ujian nasional hanya merupakan salah satu bentuk pelaksanaan penilaian hasil belajar yang dilaksanakan pemerintah sebagaimana digariskan dalam Permendiknas No. pelaksanaan ujian nasional tahun 2010. Dengan adanya komentar tersebut muncul dua pertanyaan. maupun dalam pelaksanaan UN. baik di tingkat SMA maupun SMP menunjukkan penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya. Turunnya hasil ujian nasional tahun 2010 ini telah mendapat komentar dari berbagai pihak yang menuduh menurunnya mutu pendidikan di Indonesia. Demikian juga dalam survei matematika yang dilakukan oleh TIMSS-R di 34 negara Asia. Meskipun berbagai upaya telah ditempuh namun mutu pendidikan masih belum terwujud secara optimal. Maluku Utara (24 sekolah). maka tulisan ini bermaksud memaparkan suatu bentuk penilaian hasil belajar yang dimungkinkan dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan. Jawa Timur (54 sekolah). Australia. dan Afrika telah menempatkan Indonesia dalam peringkat ke 34. Gorontalo (47 sekolah). penilaian dalam proses pembelajaran. Mutu Pendidikan Mutu pendidikan merupakan masalah klasik yang senantiasa diupayakan peningkatannya oleh Pemerintah.14/Tahun ke-9/Juni 2010 69 . Pertama. Banten (27 sekolah). dan penerapan penilaian autentik. Dalam laporan HDI (Human Development Index) 2006 tentang pencapaian prestasi dan kualitas SDM yang menempatkan Indonesia berada di bawah Vietnam. Sehubungan dengan pelaksanaan penilaian tersebut muncul beberapa pertanyaan lebih lanjut. yaitu berada pada peringkat 102 dari 106 negara.27%.No. maka pemerintah mengadakan ujian ulangan. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian. bahkan pada tahun 1999 dan 2006 berhasil meraih empat medali emas. kita merasa sangat prihatin dengan hasil beberapa survei yang membandingkan kemajuan pendidikan di beberapa negara. Salah satu jalan untuk mendongkrak mutu pendidikan nasional ke arah yang lebih baik diperlukan keberanian untuk mengambil kebijakan membenahi sistem ujian yang digunakan sebagai alat penilaian. Dalam kondisi yang masih dipertentangkan ini. (2) apakah penilaian yang dilaksanakan oleh pemerintah sudah mengukur seluruh potensi dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

Dalam hal ini terdapat delapan kan bahwa suatu pendidikan dikatakan standar pendidibermutu diukur kan. dan psikomotor dipertanyakan adalah bagaimana wujud mutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Upaya tersebut telah kecerdasan. (5) memberikan tersebut antara lain: memperbaharui undang. karakteristik siswa. aktif terlibat dalam tugas-tugas yang bermakna. Pendapat tersebut menunjang terselenggaranya proses pembel. diterapkan dalam situasi nyata. Menurut mereka indikator mutu implementasinya yang belum optimal. standar pemsiswa tinggi. pendidikan dapat dilihat dari tingkat Terkait dengan berbagai upaya yang pencapaian kompetensi secara utuh yang ditempuh Pemerintah tersebut.com/Kompas_cetak/ standar nasional pendidikan yang telah 0502/28 Didaktikan/1579467/htm). bersifat unik. dan stanyang cerdas.14/Tahun ke-9/Juni 2010 . kannya untuk ikut standar kompetenmencerdaskan Kecenderungan yang ada si lulusan. dan prasarana. majukan kebudabermutu bila tingkat kelulusannya standar sarana yaan nasional. maka yang perlu meliputi ranah kognitif. yaitu: standar dari keduduisi. standar proses. Heinich dan Pendidikan Nasional (Sisdiknas). yaitu pendidikan dalam ujian nasional mencapai yang berhasil standar pengelo100% dan nilai yang diperoleh membentuk laan. Menurut Peraturan Pemerintah Pendapat tersebut menujukkan bahwa mutu Nomor 19Tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan terletak pada ketercapaian tujuan Pendidikan.Penerapan Penilaian Autentik mewujudkan mutu pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut. namun Smith (1993). bermoral didikan.No. afektif. yang dan berinteraksi dengan materi pelajaran.kompas. Upaya-upaya dalam melakukan proses belajar. dan latar belakang budaya. generasi muda biayaan. Dengan demikian dapat dilihat dari ketercapaian tujuan pendidikan dikatakan bahwa mutu suatu pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem terletak pada mutu pembelajaran. menunjukkan langkah yang komprehensif Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kedelapan standar tersebut saling berkaitan untuk dan berkepribadian. yaitu hanya dikaitkan dengan siswa mempelajari materi pelajaran yang dapat nilai/angka hasil ujian dan kelulusan. (4) terdapat Kecenderungan yang ada menunjukkan bahwa interaksi sosial yang sangat diperlukan oleh suatu lembaga pendidikan dianggap bermutu siswa untuk memperoleh dukungan sosial bila tingkat kelulusannya dalam ujian nasional 70 Jurnal Pendidikan Penabur . pendidikan. sering memperbaiki tingkat retensi dan kemampuan timbul salah tafsir dalam kehidupan untuk mengaplikasikan pengetahuan baru. dan tujuan masing-masing mata pelajaran. Pendapat ini dipertegas oleh bermutu apabila terselenggara sesuai dengan Soedijarto www. karena setiap individu melengkapi sarana prasarana pendidikan. dengan beberapa faktor yang menetapkan dan mengupayakan standarisasi membedakan misalnya: motivasi. Disebutditentukan. pembaharuan kurikulum. (3) masyarakat. berdar penilaian penkarakter.siswa untuk mengetahui keberhasilannya NAS). karena latihan yang dilakukan dalam berbagai konteks akan pembelajaran dengan mutu pembelajaran. Berbicara masalah keterkaitan tujuan melakukan latihan. pelaksanaan pendidikan dikatakan pembelajaran. kepribadian. memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) siswa ikut tujuan dari masing-masing satuan pendidikan. Dengan kawan–kawan (2005) menegaskan bahwa demikian mutu pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran dikatakan bermutu apabila ketercapaiannya tujuan pendidikan nasional.feedback atau umpan balik sangat diperlukan oleh undang sistem pendidikan nasional (SISDIK. (6) memperhatikan profesionalitas dan kesejahteraan guru. pendidikan nasional. peningkatan dalam proses pembelajaran.menunjukkan bahwa mutu pendidikan dapat ajaran yang bermutu. standar kehidupan menunjukkan bahwa suatu pendidik dan tenabangsa dan melembaga pendidikan dianggap ga kependidikan. (2) berupa standar kompetensi dan kompetensi memberi kesempatan pada siswa untuk dasar.

yaitu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam memberikan sejumlah soal dengan jawaban tujuan pendidikan nasional dan Permendiknas pendek. pai dan akan maSebagaimana Semestinya tujuan pembelajaran kin jauh dari mutu diketahui model bukan hanya terkait dengan hasil pendidikan yang dan strategi diharapkan. Jadi mungkin tidak sesuai dengan apa yang tercapainya tujuan pembelajaran apabila para dikerjakan selama proses pembelajaran peserta didik termotivasi untuk belajar dan aktif berlangsung. nya terkait dengan sat. Hal tersebut dikatakan kurang relevan Penilaian merupakan bagian integral dari proses karena tujuan yang ingin dicapai akan terkait pembelajaran. Anggapan ini kurang relevan dengan digunakan. atau ijazah.Penerapan Penilaian Autentik mencapai 100% dan nilai yang diperoleh siswa didik. dan neuroscience. Penilaian merupakan bagian memasukan soal-soal yang menilai respons yang penting dalam pembelajaran. bahkan kognitif tingkat rendah. memperoleh nilai tinggi. Penilaian ini juga cenderung mengembangkan seluruh potensi dan kreati. yaitu aspek ingatan dan vitasnya secara optimal. Sistem penilaian pembelajaran semacam ini akan berakibat tujuan harus dikembangkan sejalan dengan perkempembelajaran yang bangan model sebenarnya tidak dan strategi akan pernah tercapembelajaran. karena telah menggeser tujuan pembelajaran menjadi “lulus ujian dan memperoleh nilai 2. isian atau pertanyaan pilihan ganda nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk dan menilai sejumlah tugas terbatas yang Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. sekolah maupun ujian yang Oleh karena itu penilaian harus dirancang dan diselenggarakan pemerintah yang dikenal dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan dengan ujian nasional. potensi yang dimiliki peserta didik berkembang sekolah dan bahkan oleh pemerintah tetap secara optimal dan memiliki kompetensi menggunakan penilaian tradisional.14/Tahun ke-9/Juni 2010 71 . Penilaian sering dianggap erat dengan kegiatan yang dilakukan untuk sebagai salah satu dari tiga pilar utama yang mencapai tujuan tersebut. Namun kecenpembelajaran. Penilaian dalam Proses Pembelajaran tinggi”. Dalam penilaian tradisional ini tersebut. Apabila ketiga pilar pembelajaran hanya akan dipusatkan pada cara tersebut sinergis dan berkesinambungan. maka mengerjakan soal-soal ujian. akan tetapi juga tujuan pembelperkembangan berhubungan erat dengan proses ajaran bukan hayang cukup pepembelajaran. ketepatan metode pembelajaran yang tinggi. dan keberhasilan peserta didik Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dalam meraih kompetensi yang telah ditetapkan. pembelajaran hanya untuk dapat lulus dan Ketiga pilar tersebut adalah perencanaan. dilaksanakan guru. maka kegiatan pelaksanaan dan penilaian.No. melakukan penilaian pendidik sebagai 2007). Dengan mendasarkan pada paparan pemahaman. Pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran. Apabila tujuan sangat menentukan kegiatan pembelajaran. baik ujian yang akan sangat menentukan kualitas pembelajaran. pembelajaran yang berupa nilai dalam raport Semestinya telah mengalami atau ijazah. seperti model hasil yang berupa pembelajaran yang berbasis nilai dalam raport konstruktivis. Kecenderungan pelaksanaan penilaian pengelola kegiatan pembelajaran dapat tradisional ini pada dasarnya terlalu menyermengetahui kemampuan yang dimiliki peserta derhanakan kapasitas siswa selaku pembelajar Jurnal Pendidikan Penabur .hanya mengungkap aspek kognitif. nampaknya kualitas pendidikan juga jarang menilai seluruh kemampuan dan sangat ditentukan oleh kemampuan satuan hasil belajar siswa dengan memonitor pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran mereka sendiri bahkan jarang pembelajaran. Dengan emosional terhadap pengajaran (Santrock. tujuan derungan yang ada menunjukkan bahwa sistem pembelajaran dikatakan tercapai bila seluruh penilaian yang dilakukan baik oleh pendidik. akan tetapi juga berhubungan erat dengan proses kontekstual. Dalam hal ini.

Penerapan kan kelulusanPenilaian Autentik karena penilaian tradisional yang nya dalam bebePenilaian autentik selama ini digunakan rapa hari saat (authentic assesment) mengabaikan konteks dunia nyata. karena mengukur secara keseluruhan hasil dan proses kegiatan belajar belajar dengan siswa selama berbagai cara. Pembelajaran yang dilakukan bukan lagi perbaikan diri. Dengan demikian sistem kehidupan sehari-hari. Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan apalagi jika penilaian hanya terbatas pada Menengah. dan pengungkapan kemampuan kognitif aspek bukan lagi untuk menerapkan pengetahuannya ingatan dan pemahaman yang hanya mengan. Jenis penilaian tersebut adalah Di Amerika Serikat pemakaian tes standar dalam penilaian autentik. sebenarnya tidak akan pernah terwujud. Dengan belajar dan tidak dapat digunakan untuk demikian mutu pendidikan dalam arti yang mengukur tingkat mutu pembelajaran.No. yang memacu kemampuan kognitif siswa dengan mengatakan bahwa penilaian autentik memberikan pelajaran tambahan dan memberikan kesempatan luas kepada siswa menggunakan metode drill dalam setiap untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari pembelajarannya agar siswanya memperoleh dan apa yang telah dikuasai selama proses nilai tinggi pada mata pelajaran yang di-UN. Kondisi ini tampaknya didukung oleh mengatakan bahwa penilaian autentik berfokus orang tua siswa yang tidak menginginkan pada tujuan. Kecenderungan pelaporan dan p e n g g u n a a n penerapan penilaian tradisional yang hanya mengukur prestasi akademik kemampuan informasi tentang hasil belajar siswa dengan koginitif siswa. serta perorangan maupun kolektif yang tersistem. pengumpulan. seperti dalam penilaian menerapkan prinsip-prinsip penilaian. melibatkan pembelajaran secara anaknya gagal dalam UN. membangun kerja sama.dalam memecahkan berbagai permasalahan dalkan memori semata. baik yang dilakukan secara akan menunjukkan penguasaannya terhadap tujuan dan kedalaman pemahamannya. Sekolah cenderung dengan pendapat Johnson (2002). Penilaian autentik dikembangkan karena mendorong siswa untuk belajar melainkan mengerjakan soal. maka perlu dikembangkan sistem “mengapa ujian nasional (UN) yang merupakan penilaian yang mampu mengukur kemampuan bentuk ujian yang diselenggarakan pemerintah siswa secara holistik sebagai hasil belajar dan sebagai sarana untuk mengukur tingkat mendorong siswa untuk belajar mengempenguasaan standar kompetensi dan mutu bangkan segala potensi dan kreativitasnya serta pendidikan menggunakan penilaian standar menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan yang merupakan bentuk penilaian tradisional?”. aktivitas pembelajaran.Penerapan Penilaian Autentik karena potensi-potensi yang dikembangkan dan Permendiknas nomor 22 Tahun 2006 tentang hasil belajarnya tidak sepenuhnya diungkap. sehari-hari.14/Tahun ke-9/Juni 2010 . yaitu suatu penilaian untuk ujian nasional telah menuai protes keras. tradisional ini adalah adanya berbagai Melalui tugas-tugas yang diberikan. tradisional berdampak luas terhadap seluruh pelaksanaan berkelanjutan. Hal ini sejalan melalui berbagai cara. para siswa kecurangan. 72 Jurnal Pendidikan Penabur . melainkan agar memiliki penilaian ini kurang dapat mencerminkan hasil strategi dalam menjawab soal UN. Dampak yang paling langsung. tetapi untuk lulus dalam UN.dapat meningkatkan pemahaman dan ajaran. dan tidak diinginkan dalam pelak-sanaan penilaian menanamkan tingkat berfikir yang lebih tinggi.pembelajaran. beberapa tahun Penilaian autentik dikembangkan hanya ditentu3. bukan lagi untuk memiliki penilaian tradisional yang selama ini digunakan kompetensi sebagaimana tertuang dalam mengabaikan konteks dunia nyata (Santrock. Lebih lanjut Johnson (2009) kan. ujian nasional adalah suatu proses (Burke. bukti-bukti autentik. Hal ini telah mendorong akurat. Upaya-upaya tersebut tampak telah pada saat yang bersamaan diharapkan akan menyimpang dari hakikat dan tujuan pembel. dan konsisten sebagai akuntabilitas pengelola sekolah untuk mengejar prestasi itu publik (Pusat Kurikulum. 2009). Suatu keanehan yang terjadi di negeri Berdasarkan pada realitas dan pemikiran tercinta ini dan patut disayangkan adalah tersebut. 2009).

Penilaian autentik dikatakan penilaian karena memberikan lebih banyak bukti langsung dari aplikasi bermakna pengetahuan dan keterampilan. Penilaian autentik dikatakan penilaian alternatif.No. (6) menyediakan banyak cara yang memungkinkan siswa dapat menunjukkan kemampuannya sebagai hasil belajar. penilaian autentik diartikan sebagai upaya mengevaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia riil atau kehidupan nyata. demonstrasi. kemampuan dan kreativitas siswa (Sizer. bukan hanya masalah dunia sekolah. menulis.dalam konteks dunia nyata (www. Penilaian autentik sebenarnya telah digariskan dalam standar penilaian sebagaimana ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan. Fokus tugas-tugas kegiatan pembelajaran dalam portofolio adalah pemecahan masalah. praktek dan kinerja (unjuk kerja/ performance). metoda dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar. Karakteristik tersebut. kemampuan.Penerapan Penilaian Autentik 2007) dan kurang menggambarkan kemampuan siswa secara holistik. menurut Moon (2005) pelaksanaan penilaian autentik memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) fokus pada materi yang penting. dan psikomotor).. (4) menekankan pada kualitas produk atau kinerja dari pada jawaban tunggal (5) dapat mengembangkan kekuatan dan penguasaan materi pembelajaran pada siswa. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. (3) mudah dilakukan di kelas atau di lingkungan sekolah. karena dapat difungsikan sebagai alternatif untuk menggantikan penilaian tradisional. (2) merupakan penilaian yang mendalam. ide-ide besar atau kecakapan-kecakapan khusus. a. afektif. Penilaian autentik dinamakan penilaian kinerja atau penilaian berbasis kinerja. jurnal. (2) siswa mengalami proses pembelajaran secara bermakna dan memahami mata pelajaran dengan penalaran. Dalam Permendiknas tersebut ditetapkan bahwa penilaian terdiri atas: tes tulis. dan (7) pemberian skor penilaian didasarkan pada esensi tugas. 1992). alternative assessment. (2) penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata. siswa diminta untuk melakukan tugas-tugas yang bermakna dengan menggunakan dunia nyata atau autentik tugas atau konteks. Adapun prinsip-prinsip umum penilaian autentik adalah sebagai berikut: (1) proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. 2007). Portofolio Portofolio merupakan kumpulan pekerjaan siswa (tugas-tugas) dalam periode waktu tertentu yang dapat memberikan informasi penilaian. Selain karakteristik tersebut. Sejalan dengan pendapat tersebut Gulikers.14/Tahun ke-9/Juni 2010 73 . Penilaian autentik sebagai bentuk penilaian yang mencerminkan hasil belajar sesungguhnya. penggunaan portofolio. (4) penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif. dapat menggunakan berbagai cara atau bentuk (Hargreaves. Bastiaens dan Kirschner (2004) menjelaskan bahwa penilaian autentik menuntut siswa untuk menggunakan kompetensi atau mengkombinasikan pengetahuan. dan sikap dalam kriteria situasi kehidupan profesional. observasi selama kegiatan pembelajaran dan di luar pembelajaran. (3) siswa secara aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan awal. antara lain melalui penilaian proyek atau kegiatan siswa. 2001). Dalam penilaian ini siswa ditantang untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. karena dalam penilaian ini secara langsung mengukur performance (kinerja) aktual (nyata) siswa dalam hal-hal tertentu. (3) penilaian harus menggunakan berbagai ukuran. dalam penilaian autentik tampak: (1) menekankan pada pemahaman konsep dan pemecahan masalah. berpikir dan pemahaman. direct assessment. ceklis dan petunjuk observasi.org). komunikasi. Garis besar bentuk penilaian autentik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Dengan demikian penilaian ini merupakan sarana bagi sekolah untuk merealisir segala kemauan. Penilaian autentik juga dikatakan sebagai realistis assessment atau berhubungan dengan penerapan dalam kehidupan nyata. dan pandangan siswa Jurnal Pendidikan Penabur .dsea. serta penugasan (terstruktur dan tugas mandiri tak terstruktur). dan realistic assessment. menunjukkan bahwa dalam penilaian autentik sejalan dengan pembelajaran kontekstual dan pendekatan konstruktivis. Oleh karena itu menurut Pokey dan Siders (dalam Santrock. dkk. tes lisan. Penilaian autentik juga dikenal dengan berbagai istilah seperti performance assessment. laporan tertulis.

Sebagai contoh. Portofolio harus mencerminkan rentangan tujuan pembelajaran dan tugas-tugas yang terkait dalam waktu tertentu.Penerapan Penilaian Autentik sendiri terhadap dirinya sebagai pemelajar. Proyek Proyek merupakan salah satu bentuk penilaian autentik yang berupa pemberian tugas kepada siswa secara berkelompok. sehingga hasil-hasil jurnal dapat merupakan bagian dari penilaian portofolio. Sebagai contoh. penilaian portofolio ini dapat digunakan untuk menilai kinerja (performance) siswa dalam menyelesaikan tugas mata pelajaran selama satu tahun. Demonstrasi Demonstrasi adalah bentuk penilaian autentik dengan memberikan kesempatan siswa untuk mendemonstrasikan kemampuannya di depan kelas atau di depan khalayak umum/penonton. essai singkat. yang memuat perkembangan pengetahuan dan kemampuan siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran. 2006) Tugas-tugas dalam penilaian portofolio ini dapat diberikan kepada siswa secara berkelompok atau individual. Kegiatan ini merupakan cara untuk mencapai tujuan akademik sambil mengakomodasi berbagai perbedaan gaya belajar. Selain itu. rubrik berisi . Tugas proyek akademik yang diberikan adalah tugas yang terkait dengan konteks kehidupan nyata. Sesuai dengan bentuk tugas yang diberikan. Sebagai contoh. b. c. portfolio juga memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang serta memotivasi siswa. Portofolio juga dapat memberikan informasi untuk tindak lanjut dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan siswa sehingga guru dan siswa berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. maka penilaian portofolio ini juga dapat dikategorikan dalam penilaian kinerja (performance). siswa diminta membentuk kelompok proyek untuk menyelidiki keragaman budaya di lingkungan daerah tempat tinggal mereka. f. berupa surat. d. Ceklis dan pedoman observasi Ceklis dan pedoman observasi merupakan bentuk penilaian autentik yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung aktivitas siswa dalam kegiatan belajar. siswa diminta untuk melakukan survey mengenai potensi wisata di lingkungan daerah tempat tinggalnya. Jurnal dapat digunakan untuk mencatat atau merangkum topik-topik pokok yang telah dipelajari. Para penonton dapat memberikan evaluasi terhadap tampilan tersebut. Siswa diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut secara lebih kreatif. melaksanakan tugas-tugas kegiatan pembelajaran dan perilaku siswa sehari-hari sebagai hasil belajar . laporan penelitian. Tugas yang diberikan kepada siswa dalam penilaian portofolio adalah tugas dalam konteks kehidupan sehari-hari. tetapi merupakan sumber informasi untuk guru dan siswa. minat. petunjuk pelatihan teknis. perasaan siswa dalam belajar mata pelajaran tertentu. Portofolio bukan hanya merupakan tempat penyimpanan pekerjaan siswa. Jurnal. (3) peningkatan proses pembelajaran.No. Rubrik adalah salah satu format penilaian dengan menggunakan matriks atau tabel yang rinci tentang aspek-aspek yang dinilai.14/Tahun ke-9/Juni 2010 pembelajaran. siswa secara berkelompok diminta mendemonstrasikan kemampuannya dalam membuat masakan tradisional. kesulitankesulitan atau keberhasilan keberhasilannya dalam menyelesaikan masalah atau topik pelajaran. e. Portofolio juga dapat berfungsi untuk mengetahui: (1) perkembangan tanggung jawab siswa dalam belajar. oleh karena itu tugas ini dapat meningkatkan partisipasi siswa. dan catatan atau komentar siswa tentang harapan-harapannya dalam proses 74 Jurnal Pendidikan Penabur . brosur. dan (4) penekanan pandangan siswa dalam belajar (Surapranata. Sesuai dengan bentuk tugasnya. serta bakat dari masing-masing siswa. Jurnal merupakan tulisan yang dibuat siswa untuk menunjukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jurnal merupakan salah satu sarana yang baik untuk melatih dan meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis. Laporan Tertulis Laporan tertulis adalah bentuk penilaian autentik. Penilaian autentik dalam proses penilaian di sekolah dilakukan dengan rubrik. Siswa diminta menampilkan hasil penugasan mengenai kompetensi yang telah dikuasai. (2) perluasan dimensi belajar. Semua jenis dan bentuk penilaian autentik harus dinilai dengan rubrik. sehingga siswa memperoleh kebebasan dalam belajar. Menurut Woolfolk (2004).

Dengan demikian jelas penilaian autentik lebih dapat mengungkapkan hasil belajar siswa secara holistik. akan tetapi dilakukan secara komplementer dengan penilaian standar sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai.No. guna melakukan perbaikan secara nasional. dan kreativitas siswa sebagai hasil proses belajar. Hal lain yang sangat penting dalam penggunaan rubrik sebagai instrumen penilaian adalah siswa atau temannya dapat menilai sendiri hasil kerjanya dengan berpedoman pada rubrik. (2009). akan tetapi tetap hanya merupakan konsep dan bahkan slogan. maupun pemerintah. Theo. apabila tidak diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di sekolah. maka metode penilaian seperti ini perlu diterapkan sebagai sarana untuk memperbaiki proses pembelajaran sekaligus untuk meningkatkan mutu pendidikan. Contextual teaching and learning: What is and why it’s here to stay. Principles of ducational and psychological testing. baik oleh guru. Mengingat pentingnya penilaian autentik. Adapun penerapan penilaian autentik ini tentunya tidak langsung menggantikan posisi penilaian standar yang selama ini dilakukan. Oleh karena itu perlu peningkatan kesadaran. Dengan demikian melalui rubrik. dan pelaksanaan penilaian akan lebih objektif serta mencerminkan kemampuan dan kerja siswa. Norman E. Dengan kata lain UN tetap perlu dilaksanakan untuk mengetahui ketercapaian standar kelulusan. New York: Holt Rinehart and Einston Burke. 3. siswa akan terpacu untuk bekerja secara optimal..14/Tahun ke-9/Juni 2010 75 . Kay. dan pada akhirnya diterapkan dalam penilaian pemerintah yang berupa ujian nasional (UN). Selain itu penerapan penilaian autentik akan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif belajar dan menerapkan hasil belajarnya dalam kehidupan nyata. How to assess authentic learning. 2004 Johnson.Penerapan Penilaian Autentik aturan-aturan yang digunakan untuk menilai kinerja siswa. sekolah. Dalam penerapan penilaian autentik di sekolah ini dibutuhkan guru yang profesional yang menguasai metode penilaian tersebut. Penutup Betapapun pentingnya penilaian autentik bagi peningkatan mutu pendidikan. Secara operasional penerapannya dapat dilakukan dalam tiga tahap. Daftar Pustaka Brown. Elaine B. A. Dan Robert C. T.M. Frederick G. (2002). dan Paul. (1997). J. Inc Jurnal Pendidikan Penabur . kemampuan. A-fivedimensional framwork to authentic assessment. penilaian autentik dapat dilakukan oleh seluruh pendidik dalam setiap kegiatan pembelajaran. Vol. (2004). How to make achievement test and assessments. dan pemetaan hasil pendidikan. California: Corwin Press. Bastiaens. 52.Kirschner. kemauan dan kemampuan guru untuk melaksanakan penilaian autentik dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. kemudian dilanjutkan penilaian sekolah yang berupa ujian sekolah. Penggunaan rubrik untuk penilaian kinerja dapat membantu menentukan kualitas pekerjaan yang dicapai oleh siswa. Etr. baik dalam proses penilaian maupun peningkatan kualitas pembelajaran. California: Corwin A Sage Company Gronlund. London: Allyn and Bacon Gronlund. Konsep penilaian rubrik merupakan gabungan antara skala penilaian dengan daftar cek. Pada tahap awal. produk dan hasil karya siswa. sehingga benar-benar dapat mencerminkan potensi. skala penilaian. Dengan penerapan penilaian autentik secara bertahap ini diharapkan dapat mengkondisikan siswa dan lebih lanjut tidak akan terjadi lagi ketegangan. Dalam format penilaian rubrik setiap kolom mewakili aspek-aspek yang dinilai atau kinerja yang dievaluasi. daftar cek dan rubrik merupakan sarana yang efektif untuk memperbaiki tingkat akurasi dalam menilai kualitas kinerja. Norman E. Lim. Menurut Linn dan Burton yang dikutip oleh Cruickshank (2005). Measurement and assessments in teaching. Setiap garis menggambarkan karakteristik setiap elemen atau aspek yang dinilai disertai dengan skala nilai tentang penguasaan kompetensi atau kinerja. Judith. No. menyadari pentingnya penilaian autentik dan memiliki komitmen untuk memajukan pendidikan. New Jersy: Englewood Cliffs Gulikers. Dengan demikian penilaian autentik dapat meningkatkan mutu pendidikan. ketakutan dan kekhawatiran dalam menghadapi UN. (1983). (1995).

Benarkah ujian nasional dapat mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan dan etos kerja?. L. Development of authentic assessments for the middle school classroom. Boston: Pearson 76 Jurnal Pendidikan Penabur . Santrock. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. dan S. Virginia: Stylus Publishing Wiggins.Penerapan Penilaian Autentik Hargreaves. (2007). 2001 Moon T. The Journal of Secondary Gifted Education Vol XVI No.R.No. Sharon E. California: Jossey Bass Inc. Anita. Grant dan Jay McTighe. L. (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Moore. Robert Heinich. Educational psychology. Dannelle D. John W. S.14/Tahun ke-9/Juni 2010 . learning to change-teaching beyond subjects and standard. Russell.kompas. 2002 Grant Wiggins and Jay McTighe. (2005.2/3 Winter/ Spring. 1998 Woolffolk. Instructional technology and media for learning. et al. Earl. James D. Instructional design.com/Kompas_cetak/ 0502/28Didaktika/1579467/htm Stevens. 2005 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Psikologi Pendidikan (terjemahan) Jakarta: Kencana Prenada Media Group Smaldino. New Jersey: Pearson Merril Prentice Hall inc Smith. A. Jakarta. http// www. (1993).). New York: Mac milllan Soedijarto. Manning. dan Michael Molenda. Understanding by design. Introduction to rubrics. Dan Antonia Jlevi. P. (2005).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->