P. 1
aspek+pajak

aspek+pajak

|Views: 318|Likes:

More info:

Published by: Dwi Fitria Aprilianti on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2015

pdf

text

original

BAB 6 ASPEK PAJAK DALAM BISNIS

Pajak dan bisnis dikatakan sebagai satu mata uang dengan dua sisi yang saling berkaitan satu sama lain. Berkembang tidaknya dunia bisnis tentu akan dipengaruhi oleh aspek perpajakan yang berlaku. Begitupun dengan penerimaan pajak, akan berhasil bila dunia bisnis berkembang dengan baik. Setelah berlakunya undang – undang perpajakan sejak tahun 1983, terdapat bermacam – maca pajak yang berlaku dalam dunia bisnis.

PAJAK PENGHASILAN Setiap orang atau badan yang melakukan bisnis, tentunya mengharapkan keuntungan. Tetapi keuntungan yang akan dan telah diperoleh tidaklah dapat dinikmati seluruhnya, oleh karena baik penghasilan maupun keuntungan setiap orang atau badan pasti akan terkena pajak, yaitu pajak penghasilan. Adapun objek yang akan terkena pajak penghsilan adalah penghasilan. Pengertian penghasilan ini tidak terbatas pada gaji, keuntungan, honorarium saja, tetapi penghasilan dalam arti yang luas, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh seseorang atau suatu badan. Dengan demikian pengertian penghasilan dipandang dari segi mengalirnya tambahan kemampuan ekonomi kepada wajib pajak, dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam yaitu : a. Penghasilan dari pekerjaan, baik dalam hubungan kerja maupun atas pekerjaan bebas. b. Penghasilan dari kegiatan usaha, yakni kegiatan melalui sarana perusahaan. c. Penghasilan dari modal, yaitu penghasilan dari harta gerak, hrta tidak bergerak, dan harta yang dikerjakan sendiri. d. Penghasilan lain – lain , penghasilan yng dimaksud di sini sangat luas batasnya.

Menurut Pasal 4 ayat (3) UU No. 10 Tahun 1994, pengecualian sebagai objek pajak adalah sebagai berikut.

persekutuan. asuransi kecelakaan. j. i. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia dengan syarat pasangan usaha tersebut. . d. tunjangan. asuransi jiwa. e. honorarium. Dividen atau bagian laba yag diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. upah. b. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggoota dari perseroan komanditer yang odalnya tidak terbagi atas saham – saham. premi bulanan. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan. Pengganti atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan/atau kenikamatan dari wajib pajak atau pemerintah. pemilikan. firma. perkumpulan. Warisan. Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh anggota dari perusahaan reksa dana. f. atau penguasaan antara pihak – pihak yang bersangkutan. atau pembayaran lain dengan pekerjaan atau jabatan ataupun sebagai imbalan atas jasa yang diberikannya. Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yng pendirinannya telah disahkan Menteri Keuangan. h. PPh Pasal 21 dikenakan terhadap gaji. c. pekerjaan. dan asuransi bea siswa. koperasi. dan segala jenis tunjangan yang diterima dalam bentuk uang. Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyetoran modal. dan kongsi. g. gaji istimewa. Bantuan atau sumbangan. termasuk uang tebusan pensiun. yayasan atau organisasi yang sejenis. baik yang dbayar oleh pemberik kerja maupun pegawai. PPh Pasal 21 PPh Pasal 21 merupakan pengenaan pajak terhadap penghasilan yang diterima atau diperoleh dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas. komisi. harta hibahan yang diterima keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan social atau pengusaha kecil termasuk koperasi. sepanjang tidak ada hubungannya dengan usaha. dan penghasilan dan pensiun tersebut dari modal yang ditanamkan dalam bidang – bidang tertentu yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Dengan demikian.a. asuransi dwi guna.

upah dengan nama apapun sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan di Indonesia. Menurut ketentuan. c. yaitu : 1. e. upah. cabang. Badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas. maka ada2 objek PPh Pasal 22. Penghasilan yang dibayar atau terhutang kepada bank. badan. Sewa yang dibayarkan atau terhutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan bank opsi. a. Adanya pemasukan barang ke dalam daerah paben Indonesia oleh subjek pajak. PPh Pasal 22 PPh pasal 22 ini mengatur tentang pengenaan dan pemungutan pajak terhadap penghasilan dari kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain yang memperoleh pembayaran untuk barang dan atau jasa dari APBN dan APBD. Pemberi kerja baik orang pribadi maupun badan yang merupakan induk. tunjangan. atau unit perusahaan yang membayar gaji. honorarium. PPh Pasal 23 Menurut undang – undang ada beberapa hal yang tetap dikecualikan dari pemotongan PPh pasal 23 yaitu sebagai berikut. dan penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan. Bendaharawan pemerintah yang membayar gaji. Badan pensiun atau badan lain yang mebayarkan ung pensiun dan pembayaran lain dengan nama apapun dalam rangka pensiun.Yang diwajibkan menghitung dan memotong serta melaporkan pajak penghasilan karyawan tersebut adalah. seubungan dengan pekerjaan jasa atau kegiatan. d. Perusahaan. perwakilan. 1. b. . Adanya penyerahan barang dan / atau jasa oleh subjek pajak kepada badan atau lemabaga pemerintah yang pembayarannya menggunakan dana APBN atau APBD 2. dan pembayaran lain. 2.

4. 2) Pengalihan BKP karena suatu perjanjian sewa beli dan perjanjian leasing. koperasi. perairan. 6. d. Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh menteri keuangan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. Deviden atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai waji pajak dalam negeri. yayasan atau organisasi yang sejenis. Yang termasuk dalam pengertian penyerahan barang kena pajak adalah : 1) Penyerahan hak atas BKP karena suatu perjanjian. Barang : adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak dan barang tidak berwujud. Barang Kena Pajak (BKP) : adalah barang sebagaimana dimaksud dalam angka 2 yang dikenakan pajak berdasarkan undang – undang PPN. c. 7. atau yang menjalankan kegiatan dalam sector sector usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan . ruang udara di atasnya serta tempat tertentu di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlakuUndang – Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabean. Daerah Pabean : adalah wilayah republic Indonesia yang meliputi wailayah darat. Sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. 5. menengh. b.3. Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksa dana. . Pajak Pertambahan Nilai Beberapa pengertian yang perlu diketahui untuk memahami masalah PPN dapat disebutkan antara lain: a. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertemapat kedudukan di Indonesia. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia dengan syarat pasangan usaha tersebut merupakan perusahaan kecil. badan usaha milik Negara atau daerah. Sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan koperasi kepada anggotanya.

Penyerahan Jasa Kena Pajak dari luar daerah pabean : adalah setiap kegiatan pemberin Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada huruf f. Ekspor : adalah setiap kegiatan mengeluarkan barang dari dalam daerah pabean ke luar daerah pabean. Impor : adalah setiap kegiatan memasukkan barang dari luar daerah pabean ke dalam daerah pabean. 3. 5) Persediaan BKP dan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan. 7) Penyerahan BKP secara konsinyasi. Penyerahan BKP kepada makelar sebagimana dimaksud dalam Kitab Undang – Undang Hukum Dagang. 6) Penyerahn BKP dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP antarcabang. k. 2. sepanjang PPN atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan. Jasa : adalah setiap kegiatan pelayanan berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai. Yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP adalah : 1. termasuk kegiatan untuk menukar barang tanpa mengubah bentuk atau sifatnya. Penyerahan BKP untuk jaminan utang piutang. 4) Pemakaian sendiri dan/atau pemberian Cuma – Cuma atas BKP. . e.3) Penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui jruru lelang. termasuk jasa yang dilakukan untuk meghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan. Penyerahan BKP sebagaimana dimaksud angka 6 di atas dalam hal pengusaha kena pajak memperoleh izin pemusatan tempat pajak terutang. j. i. yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan. Perdagangan : adalah kegiatan usaha membeli dan menjual. f. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar daerah pabean : adalah setiap kegiatan pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean. Jasa kena pajak (JKP) : adalah jasa sebagaimana dimaksud pada huruf e yang dikenakan pajak berdasarkan undang – undang PPN. h. g.

Dasar pengenaan pajal (DPP) : adalah jumlah harga jual atau penggantian atau nilai ekspor atau nilai lain yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang. Pembeli : adalah orang pribadi atau badan atau instansi pemerintah yang menerima atau seharusnya menerima penyerahan BKP dan yang membayar atau seharusnya membayar harga BKP tersebut. Penggantian : adalah nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan JKP. Menghasilkan : adalah kegiatan mengolah melalui proses mengubah bentuk atau sifat suatu barang dari bentuk aslinya menjadi barang baru atau mempunyai daya guna baru. n. . t. tidak termasuk pajak yang dipungut menurut UU PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak. Nilai impor : adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar perhitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang – undangan kepabean untuk impor BKP. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP. o.l. r. s. Pengusaha Kena Pajak (PKP) : adalah pengusaha sebagaimana dimaksud pada huruf k yang melakukan penyerahan BKP dan/atai JKP yang dikenakan pajak berdasarkan Undang – Undang PPN. m. melakukan usaha jasa. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut UU PPN. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean. Pengusaha : adalah orang atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menghasilkan barang. Penerima Jasa : adalah orang pribadi atau badan atau instansi pemerintah yang menerima atau seharusnya menerima penyerahan JKP dan yang membayar atau seharusnya membayar atau seharusnya membayar pengantian atas JKP tersebut. Harga jual : adalah nilai berupa uang. p. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut UU PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak. q. tidak termasuk pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan kecuali pengusaha kecil yang memilih untuk dikukuhkan menjadi PKP.atau kegiatan mengubah sumber daya alam termasuk menyuruh orang pribadi atau badan lain melakukan kegiatan tersebut. atau memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean.

u. Pajak Masukan (PM) : adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh BKP karena perolehan BKP dan/atau penerimaan JKP dan/atau pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean dan/atau impor BKP. Oleh karena jenis pajak ini mengenakan pajak terhadap bumi dan bangunan. w. Nilai ekspor : adalah nilai berupa uang. . Pemungutan PPN : adalah bendaharawan pemerintah. sebagai berikut. maka barang yang diekspor atau dikonsumsi di luar negeri tidak dikenakan PPN. agar mereka juga dapat mengantisipasi dalam rangka kegiatan bisnis sehari – hari. Tarif PPN Secara umum tariff PPN adalah sebesar 10%. badan. Oleh karenanya tariff PPN untuk barang yang diekspor adalah 0%. Pajak Keluaran (PK) : adalah Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut oleh PKP karena penyerahan BKP atau JKP. Dengan demikian barang yang diekspor itu tidak lagi mengandung unsure PPN. dan melaporkan pajak yang terutang oleh PKP atas penyerahan BKP dan/atau penyerahan JKP kepada bendaharawan pemerintah. v. Pajak Bumi dan Bangunan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah salah satu jenis pajak yang dikenakan terhadap objek berupa bumi dan atau bangunan. Sedangkan teraif PPN atau ekspor BKP adalah 0%. badan. beberapa teknologi yang diatur dalam UU nomor 12 Tahun 1994 tentang PBB perlu dikemukakan. termasuk semua biaya yang diminta atau yang seharusnya diminta oleh eksportir. menyetor. Faktur pajak : adalah bukti pemungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan BKP atau JKP atau bukti pungutan pajak karena impor BKP yang digunakan oleh Ditjen Bea dan Cukai. Sebagai akibatnya maka pajak masukan yang telah dibayar eksportir pada waktu memeproleh barang yang ekspor dapat diminta kembali. atau instansi pemerintah yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk memungut. atau instansi pmerintah tersebut. maka kalangan dunia usaha atau bisnis juga seringkali memantau ketentuan – ketentuan yang mengaturnya. Karena PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi barang di dalam negeri. x. y. Untuk itu.

Yang merupakan hutan lindung. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah salah satu jenis pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang dapat berupa tanah. konsulat berdasarkan atas perlakuan timbale balik. yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Yang digunakan oleh perwakilan diplomatic. atau nilai jual objek pajak pengganti. Yang digunakan semata – mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah. hutan wisata. Yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. yang dapat diartikan bahwa pengenaannya tidak memandang kepada kemampuan atau daya pikul subjeknya tetapi didasarkan pada wujud benda yang menjadi objek PBB. . tanah dan bangunan. pendidikan. social. d. e. Nilai jual objel pajak : adalah harga rata – rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa.- Bumi : adalah permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah Indonesia dan tubuh bumi yang ada di bawahnya. b. atau bangunan. 1) Pemindahan hak. c. Yang digunakan untuk kuburan. Nilai jual objel pajak ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. peninggalan purbakala. Seperti diketahui bahwa PBB tergolong pada jenis pajak objetif yang bersifat kebendaan. hutan suaka alam. atau yang sejenis dengan itu. atau nilai perolehan baru. Objek – objek pajak yang tidak dikenakan PBB dimaksud adalah : a. dan tanah Negara yang belum dibebani suatu hak. dan kebudayaan nasional. yang diatur dalam Undang – Undang NOmor 20 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Bangunan : adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. taman nasional. kesehatan. dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli.

Dokumen menurut UU Bea Materai adalah kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang suatu perbuatan.000. Surat – surat biasa dan surat – surat kerumahtanggaan. Surat yang memuat jumlah uang lebi dari Rp1. Sebaliknya bila tidak ada dokumen.000. PAJAK ATAS BEA MATERAI Aturan bea materai dikenakan terhadap suatu dokumen.000. Akta – akta notaries termasuk salinannya.000. keadaan atau kenyataan bagi seseorang dan/atau pihak – pihak yang berkepentingan. Akta – akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah termasuk rangkap – rangkapnya. Surat berharga seperti wesel. promes.00.00. c. Menurut UU Bea Materai. Jika ada suatu dokumen di situ aka nada bea materai.000. dokumen – dokumen yang akan dikenakan bea materai adalah : 1) Dokumen yang disebutkan dalam undang – undang ialah seperti : a. . Efek dengan nama dan dalam bentuk apa pun sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp1. dan cek yang harga nominalnya lebih dari Rp1.2) Pemberian hak baru. tidak akan pernah ada bea materai. f. e.00. yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank. seperti : a. yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank. dan yang berisi pengakuan bahwa utang uang seluruhnya atau sebagian telah dilunasi atau diperhitungkan. aksep. yaitu yang menyebutkan penerimaan uang. 2) Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.000. d. b. Surat perjajian dan surat – surat lainya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.

. lain dari maksud semula. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek. Surat penyimpanan barang. 3. pensiun. e. Dokumen yang menyebutkan tabungan. d. pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh bank. Surat angkutan penumpang dan barang. dan pembayaran lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat – surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran itu. surat keterangan telah mengikuti sesuatu pendidikan. 2. 7. c. h. Kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan linnya yang dapat disamakan dengan itu dari kas Negara. g. Tanda penerimaan uang yang disebut untuk keperluan intern organisasi. kursusu.b. 6. Tanda terima gaji. Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang. yaitu : STTB. 2 dan 3. b. Keterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen dimaksud dalam angka 1. Segala bentuk ijazah. Tanda bukti penerimaan uang Negara dari kas Negara. f. latihan. dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Dokumen – dokumen yang dimaksus adalah : a. Surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim. dn penataran. Dokumen yang berupa : 1. uang tunggu. Surat – surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat – surat sebagaiamana dimaksud dalam angka 1 sampai dengan angka 6. i. kas pemerintah daerah dan bank. Surat – surat yang semula tidak dikenakan bea materai berdasarkan tujuannya. 5. 4. uang tunjangan. koperasi. Dalam Undang – Undang Bea Materai juga secara jelas disebutkan bebrapa dokumen yang tidak dikenakan bea materai. tanda lulus. dn badan – badan lainnya yang bergerak di bidang tersebut. Surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan Jawatan Pegadaian. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. kas pemerintah daerah dan bank. Konsumen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->