P. 1
DEMOG-DAS

DEMOG-DAS

|Views: 118|Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Apr 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2015

pdf

text

original

PERTAMBAHAN JUMLAH PENDUDUK

Rumus :

Pt = P0 + (B ± D) + (Mm ± Mk)

dengan:

Pt = P0 = B = D = Mm = Mk =

jumlah penduduk pada tahun t jumlah penduduk pada tahun dasar (0) jumlah kelahiran pada jangka waktu 0 dan t jumlah kematian dalam jangka waktu 0 dan t jumlah migran masuk dalam jangka waktu 0 dan t jumlah migran keluar dalam jangka waktu 0 dan t

PERTUMBUHAN PENDUDUK EKSPONENSIAL

Rumus :

Pt = P0 . ert

1 Pt r = --- x ln ( ----- ) t P0
dengan:

r = angka pertumbuhan penduduk per tahun t = selisih tahun t dengan tahun dasar e = bilangan pokok sistem logaritma natural (2,71828)

PERTUMBUHAN PENDUDUK EKSPONENSIAL

Contoh:
Jml penduduk tahun 1990 = 6.059.564 dan meningkat menjadi 6.980.589 pada tahun 2000. Maka pertumbuhan penduduk per tahun secara eksponensial pada 19902000 adalah:

1 Pt r = --- x ln ( ----- ) t P0 1 6.980.589 r = --------------- x ln ( --------------- ) 2000-1990 6.059.564 1 = ----- x ln (1,151995) = 0,01415 = 1,415 % per tahun 10

BEBERAPA UKURAN DEMOGRAFI
Bilangan = jml mutlak (absolut) penduduk atau kejadian lainnya (kelahiran, kematian, migrasi) suatu wilayah dlm jk wk ttt. jml penduduk Indonesia mnrt SP 2000 = 206 juta jml kelahiran Indonesia mnrt SP 2000 = 3 juta Angka (rate) = banyaknya peristiwa vital suatu penduduk dalam jangka waktu tertentu. Ada 2 (dua) macam:
1. Angka kasar (crude rate) pembagi jml penduduk lengkap pembagi kelompok penduduk ttt. 2. Angka spesifik (specific rate)

CBR Indo mnrt SP 1990 = 28 per 1000 pddk. ASFR 20-24 th mnrt SUPAS 1995 = 151 per 1000 wanita usia 20-24 tahun

BEBERAPA UKURAN DEMOGRAFI

Rasio = bilangan yang menyatakan nilai relatif hasil perbandingan dari dua bilangan (pembilang dan penyebut), tetapi pembilang bukan merupakan bagian dari penyebut. a Jadi ---b Contoh : Rasio jenis kelamin penduduk Indonesia tahun 2000 (perbandingan jml penduduk laki-laki dengan jml penduduk perempuan) 101. Artinya terdapat 101 penduduk laki-laki diantara 100 penduduk perempuan.

BEBERAPA UKURAN DEMOGRAFI
Proporsi = bilangan yang menyatakan nilai relatif hasil perbandingan dari dua bilangan (pembilang dan penyebut), tetapi pembilang merupakan bagian dari penyebut, biasanya dinyatakan dlm perseratus atau perseribu. a Jadi -------a+b Contoh : Proporsi penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan (perbandingan jml penduduk tinggal di perkotaani dengan jml penduduk tinggal di perkotaan dan jml penduduk tinggal di perdesaan) pada tahun 2000 = 42,0 persen dari seluruh jml penduduk Indonesia.

BEBERAPA UKURAN DEMOGRAFI
Konstanta = bilangan tetap, misalnya 100, 1000 atau 100.000 yang berfungsi sbg pengali untuk memperjelas hasil pengukuran. Konstanta biasanya dinyatakan dengan K Contoh : IMR Indonesia mnrt SP 2000 = 0,047, kemudian dikalikan 1000 = 47; yg berarti dari setiap 1000 kelahiran hidup di Indonesia terjadi 47 kematian bayi. Ukuran kohor = sekelompok orang yg mempunyai pengalaman waktu yg sama (biasanya 1 tahun) dari suatu peristiwa ttt. Contoh : kohor kelahiran : sekelompok orang yg dilahirkan dalam tahun atau periode yg sama.

permasalahan Perbedaan Fertilitas & Fecunditas
Fertilitas : jumlah kelahiran hidup oleh seorang atau sekelompok perempuan (nyata telah lahir)

Fecunditas : kemampuan biologis perempuan untuk menghasilkan anak lahir hidup (potensi)

Fecunditas sangat sulit diukur shg biasanya hanya fertilitas (kelahiran hidup) yang dilakukan pengukuran

permasalahan Pengukuran 
Lebih kompleks dp pengukuran mortalitas krn perempuan dpt melahirkan lebih dari satu kali, di lain pihak perempuan hanya mengalami satu kali kematian;  Perempuan yg tlh melahirkan tdk berarti menurunkan risiko thdp kelahiran, sebaliknya perempuan yg meninggal otomatis tidak ada risiko meninggal lagi;  Ada perempuan yg tdk mempunyai risiko melahirkan

Konsep & Definisi
Fertilitas : hasil reproduksi yg nyata dr seorang atau sekelompok perempuan. Menyangkut banyaknya bayi dilahirkan hidup.

Fecunditas: kemampuan biologis (potensi fisik) seorang atau sekelompok perempuan untuk melahirkan. Lahir hidup: kelahiran bayi tanpa memperhitungkan lama dlm kandungan pd saat dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan : bernafas, jantung berdenyut, menangis.

Konsep & Definisi
Lahir mati : kelahiran yg berumur paling sedikit 28 minggu dalam kandungan tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan Abortus : kematian janin dlm kandungan dg umur kandungan kurang dari 28 minggu (disengaja & tdk disengaja)

Masa reproduksi : perempuan berumur 15-49 tahun atau usia subur

macam ukuran Secara umur ada dua macam:
1. Tahunan : pengukuran jml kelahiran pada suatu tahun ttt dikaitkan dg jml penduduk yg mempunyai risiko melahirkan pd tahun ybs.
Angka kelahiran kasar (CBR) Angka kelahiran umum (GFR) Angka kelahiran menurut umur (ASFR) Angka kelahiran Total (TFR)

2. Kumulatif : mengukur rata-rata jml anak yg dilahirkan oleh perempuan hingga mencapai umur tertentu.
Rasio ibu anak (CWR) Angka reproduksi kasar (GRR) Angak reproduksi bersih (NRR)

ukuran tahunan
Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate = CBR) Banyaknya kelahiran hidup pada suatu periode (tahun) per 1000 penduduk pada periode yg sama.
B Rumus : CBR = ---- x k P
dengan:

B = jml kelahiran selama suatu periode (1 tahun) P = jml penduduk pertengahan periode (tahun) k = konstanta = 1000

ukuran tahunan
Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate = CBR)
Contoh : tahun 2000 ada 122.670 kelahiran & jml penduduk pertengahan tahun 2000 = 4.264.490 orang B CBR = ---- x k P 122.670 = --------------- x 1000 = 28,8 per 1000 pddk 4.264.490 Ukuran ini sangat kasar krn membandingkan jml kelahiran dg jml penduduk tengah tahun pada hal yg mempunyai risiko melahirkan hanya perempuan usia 15-49 tahun 15-

ukuran tahunan
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate = GFR) Banyaknya kelahiran hidup pada suatu periode (tahunan) per 1000 penduduk perempuan usia 15-49 tahun pertengahan tahun periode/tahun yg sama.
B Rumus : GFR = ---------- x k Pf 15-49
dengan:

B = jml kelahiran selama suatu periode (1 tahun) Pf 15-49 = jml perempuan 15-49 th pertengahan tahun k = konstanta = 1000

ukuran tahunan
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate = GFR)
Contoh : tahun 2000 ada 122.670 kelahiran & jml penduduk perempuan pertengahan tahun 2000 = 1.006.860 jiwa B GFR = ---------- x k Pf 15-49 15122.670 = --------------- x 1000 1.006.860 = 121,8 per 1000 perempuan 15-49 tahun 15Ukuran ini masih bersifat umum krn blm tidak mempertimbangkan kelompok umur perempuan padahal tedapat variasi kemampuan melahirkan pada kelompok umur perempuan usia 15-49 tahun 15-

ukuran tahunan
Angka Kelahiran menurut Umur (Age Specific Fertility Rate = ASFR) Banyaknya kelahiran hidup pada perempuan kelompok umur ttt pada suatu periode (tahun) per 1000 penduduk perempuan kelompok umur yg sama pada pertengahan tahun yg sama.
Bi Rumus : ASFRi = ------ x k Pf i
dengan:

(i = 1, 2, «.. 7)

Bi = jml kelahiran pd perempuan klp umur i pd suatu th i = 1 utk kelompok umur 15-19 i = 2 utk kelompok umur 20-24 --------------i = 7 utk kelompok umur 45-49 Pf i = jml perempuan klp umur i pertengahan tahun

ukuran tahunan
Angka Kelahiran menurut Umur (Age Specific Fertility Rate = ASFR) Contoh:
Umur perempuan 1 Jumlah perempuan 2 Jumlah kelahiran 3 ASFR 4=3/2x1000

1515-19 2020-24 2525-29 3030-34 3535-39 4040-44 4545-49

219.670 183.850 155.880 138.440 126.600 115.460 66.960

10.360 30.040 35.200 29.680 12.500 4.200 690

47 163 226 214 99 36 10

ukuran tahunan
Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate = TFR) rata-rata anak yang akan dimiliki oleh seorang perempuan pada akhir masa reproduksinya dg ketentuan perempuan tsb mengikuti pola fertilitas pada saat TFR dihitung.
Rumus :

TFR = 5 x (ASFR1+ASFR2+«. + ASFR7)

Contoh dari tabel ASFR:
TFR = 5 x (47+163+226+214+99+36+10) = 5 x 795 = 3.975 per 1000 perempuan 15-49 tahun = 3,975 per perempuan usia 15-49 tahun

ukuran kumulatif
Rasio Ibu Anak (Child Woman Ratio = CWR) rasio antara jml anak usia 0-4 tahun dg jumlah perempuan usia 15-49 tahun.
P0-4 Rumus : CWR = ---------- x k Pf 15-49
dengan:

P0-4 = jml anak usia 0-4 tahun Pf 15-49 = jml perempuan usia 15-49 tahun k = konstanta = 1000

ukuran kumulatif
Rasio Ibu Anak (Child Woman Ratio = WR) Contoh : P0-4
Pf 15-49 P0-4 CWR = ---------- x k Pf 15-49 = 345.185 = 1.006.860

345.185 .185 = --------------- x 1000 1.006.860 = 343 per 1000 perempuan 15-49 tahun 15-

ukuran kumulatif
Angka Reproduksi Kotor (Gross Reprodaction Rate = GRR)
jumlah kelahiran hidup bayi perempuan dari suatu kohor perempuan sepanjang masa reproduksinya, dg asumsi tdk ada yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya. Dengan asumsi sek ratio waktu lahir 105
Rumus :

100 GRR = ------- x TFR 205

Jika jml kelahiran bayi perempuan per klp umur diketahui
Rumus :

GRR = 5 x (ASFRf1+ASFRf2+ «.. + SFRf7) ASFRfi = angka kelahiran bayi perempuan pd klp umur i per 1000 permpuan klp umur i

dengan:

ukuran kumulatif
Angka Reproduksi Kotor (Gross Reproduction Rate = GRR) Contoh : dengan asumsi rasio jenis kelamin waktu lahir = 105, maka GRR berdasarkan ASFR pd tabel di depan:
100 GFR = ------- x 3.975 205 = 1.939 per 1000 perempuan 15-49 tahun 15-

Ukuran ini tidak memperhitungkan kemungkinan meninggal dari bayi perempuan sebelum masa reproduksinya

ukuran kumulatif
Angka Reproduksi Bersih (Net Reprodaction Rate = NRR) rata-rata jml bayi perempuan dari suatu kohor hipotetis dari 1000 perempuan dg memperhitungkan kemungkinan meninggalnya perempuan-perempuan sebelum mengakhiri masa reproduksinya.

Dengan asumsi bayi perempuan mengikuti pola fertilitas dan pola mortalitas ibunya.

ukuran kumulatif
Angka Reproduksi Bersih (Net Reproduction Rate = NRR)
Umur Perempua n Jumlah Perempuan Kelahiran Perempuan ASFR Khusus Perempuan RMH ASFRfa i

1 1515-19 2020-24 2525-29 3030-34 3535-39 4040-44 4545-49

2 219.670 183.850 155.880 138.440 126.600 115.460 66.960

3 5.054 14.654 17.171 14.478 6.098 2.049 337

4=3/2 23,0 79,7 110,2 104,6 48,2 17,7 5,0

5 0,9736 0,9710 0,9674 0,9596 0,9552 0,9442 0,9304 JUMLAH

6=4x5 22,4 77,4 106,6 100,4 46,0 16,7 4,7 374,2

NRR = 5 x (22m4 + 77,4 + 106,6 + 100,4 + 56,0 + 16,7 + 4,7) = 5 x 374,2 = 1,871 per perempuan

ASFR Indonesia
ASFR I SIA

ASFR

R

TFR & ALH Indonesia
ASPEK Tempat tinggal Wilayah LTR BLKG Kota Desa JB LJB I LJB II Pendidikan Tidak Sekolah Tak Tamat SD Tamat SMP Tamat SMU + TFR 2,40 2,98 2,57 3,10 3,20 2,66 3,23 2,96 2,55 ALH 3,97 4,48 3,87 5,06 4,98 4,27 4,75 4,34 3,59

Pengertian Mati= Mati = keadaan menghilangnya semua tanda-tanda tandakehidupan secara permanen, yg bisa terjadi setiap saat setelah dilahirkan hidup

Mati hanya bisa terjadi jika di didahului dengan kelahiran hidup

UkuranUkuran-ukuran 1. Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)
Banyaknya kematian pada suatu periode (tahun) tertentu per 1000 penduduk tengah periode/tahun yang sama D Rumus : CDR = --- x k P
dengan: D = jml kematian selama suatu periode (1 tahun)

P = jml penduduk pertengahan periode (tahun) k = konstanta = 1000

UkuranUkuran-ukuran

1. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate = CDR)
Contoh : tahun 2000 ada 229.840 kematian & jml penduduk
pertengahan tahun 2000 = 13.600.000 orang

D CDR = --- x k P
229.840 = ---------- x 1000 = 16,9 per 1000 pddk 13.600.000

Seperti fertilitas, ukuran ini juga sangat kasar krn membandingkan jml kematian dg jml penduduk tengah tahun, pada hal kematian menurut umur cukup bervariasi.

UkuranUkuran-ukuran 2. Angka kematian menurut Umur (Age Spedific Death Rate = ASDR)
Banyaknya kematian kelompok umur ttt pada suatu periode (tahun) tertentu per 1000 penduduk kelompok umur yg sama, tengah periode/tahun yang sama
Rumus : ASDRi

Di = --- x k Pi

dengan: Di = jml kematian kelompok umur i

Pi = jml penduduk kelompok umur i tengah tahun k = konstanta = 1000

UkuranUkuran-ukuran

2. Angka Kematian menurut Umur (Age Specific Death
Rate = ASDR)
Contoh : tahun 2000 jml penduduk umur 40-44 tahun adalah
6.424 jiwa. Jml kematian penduduk 40-44 tahun selama tahun 2000 = 92 jiwa. Rumus : ASDR40-44

D40-44 = ------ x 1000 P40-44
92 = ------ x 1000 6.424 = 14,3 per 1000 pddk 40-44 tahun 40-

UkuranUkuran-ukuran

Contoh tabel ASDR
KELOMPOK UMUR 1 0-4 5-9 1010-14 1515-19 2020-24 2525-29 3030-34 3535-39 4040-44 4545-49 5050-54 5555-59 6060-64 65 + JML PENDUDUK 2 21.860 18.845 16.076 15.284 8.941 8.912 8.043 7.200 6.424 5.300 4.054 2.791 1.835 2.108 JML KEMATIAN 3 1.192 142 99 117 75 81 80 84 92 100 111 109 106 250 ASDR 4=3/2X1000 54,5 7,5 6,2 7,7 8,4 9,1 9,9 11,7 14,3 18,9 27,4 39,1 57,8 118,6

UkuranUkuran-ukuran

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

U U

UkuranUkuran-ukuran 3. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Banyaknya kematian bayi (anak usia kurang satu tahun) pada suatu periode (tahun) tertentu per 1000 kelahiran hidup periode/tahun yang sama D<1 Rumus : IMR = ---- x k B
dengan: D<1 = jml kematian bayi selama satu periode/tahun

B k

= jml lahir hidup selama periode/tahun yg sama = konstanta = 1000

UkuranUkuran-ukuran

3. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Contoh : tahun 2000 jml kematian bayi 16.658 jiwa; jml
kelahiran hidup selama tahun 2000 = 342.692 jiwa.

D<1 Rumus : IMR = ---- x k B
16.658 = -------- x 1000 342.692 = 48,6 per 1000 kelahiran hidup

UkuranUkuran-ukuran
4. Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate = MMR) Banyaknya kematian ibu pada waktu hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama & tempat kelahiran, yg disebabkan krn kehamilannya atau pengelolaannya, bukan oleh sebab-sebab lain pada sebabsuatu periode (tahun) per 100.000 kelahiran hidup periode/tahun yang sama
Df Rumus : MMR = ---- x k B
dengan: Df

B k

= jml kematian ibu selama satu periode/tahun = jml lahir hidup selama periode/tahun yg sama = konstanta = 100.000

UkuranUkuran-ukuran

4. Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate = IMR)
Contoh : tahun 2000 jml kematian ibu karena kehamilan dan
atau melahirkan = 250 jiwa; jml kelahiran hidup selama tahun 2000 = 81.376 jiwa.

Df Rumus : MMR = ---- x k B
250 = ------- x 100.000 81.376 = 307 per 100.000 kelahiran hidup

UkuranUkuran-ukuran
IMR Indonesia menurut latar belakang, SDKI 1997
ASPEK Tempat tinggal Wilayah Kota Desa JB LJB I LJB II Pendidikan Tidak Sekolah Tak Tamat SD Tamat SMP Tamat SMU + INDONESIA LTR BLKG TFR 35,7 58,0 46,8 58,3 60,7 77,5 63,4 54,5 28,0 52,2

JenisJenis-jenis
Migrasi Masuk : masuknya penduduk ke suatu daerah dg tujuan menetap Migrasi Keluar : keluarnya penduduk dari suatu daerah asal ke suatu daerah tujuan untuk menetap Migrasi Neto : selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar

Migrasi Bruto : jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar Migrasi semasa hidup : migrasi berdasarkan tempat kelahiran Migrasi risen : migrasi berdasarkan tempat tinggal lima tahun yang lalu Urbanisasi Urbanisasi : persentase penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan : pemindahan & kepindahan penduduk dari suatu daerah lain untuk menetap di wilayag RI guna kepentingan negara

UkuranUkuran-ukuran 
Angka Urbanisasi (Urbanization Rate = UR) adalah persentase penduduk yg tinggal di wilayah perkotaan. perkotaan.
U Rumus : UR = ---- x k P
dengan: U

B k

= jml penduduk perkotaan = jml penduduk keseluruhan = konstanta = 100

UkuranUkuran-ukuran 
Angka Urbanisasi (Urbanization Rate =UR)
Contoh : jml penduduk perkotaan DIY tahun 2000 adalah 1.798.513 jiwa & jmlh penduduk DIY adalah 3.120.478 jiwa. 1.798.513 Rumus : UR = -------------- x 100 3.120.478 = 57,6 persen 57,6

UkuranUkuran-ukuran 
Rasio penduduk perkotaan dg penduduk perdesaan (ratio of urban-rural population = Ru/r) urbanRumus : Ru/r dengan: U

U = ---- x k R = jml penduduk perkotaan = jml penduduk perdesaan = konstanta = 100

R k

UkuranUkuran-ukuran 
Rasio penduduk perkotaan dg penduduk perdesaan (ratio of urban-rural population = Ru/r) urban-

Contoh : jml penduduk perdesaan Sumsel tahun 2000 adalah 4.494.586 jiwa & jmlh penduduk perkotaan adalah 2.362.790 jiwa. 2.362.790 Rumus : Ru/r = -------------- x 100 4.494.586 = 52,6 52,6

UkuranUkuran-ukuran 
Angka Migrasi Masuk Kasar (Crude In-Migration Rate = InCIMR) : banyaknya migran masuk pada suatu periode per 1000 penduduk pada pertengahan periode yg sama
IM Rumus : CIMR = ---- x k P
dengan: IM = jml migran masuk

P k

= jml penduduk pertengahan tahun = konstanta = 1000

UkuranUkuran-ukuran 
Angka Migrasi Keluar Kasar (Crude Out-Migration Rate Out= COMR) : banyaknya migran keluar pada suatu periode per 1000 penduduk pada pertengahan periode yg sama
OM Rumus : COMR = ---- x k P
dengan: OM = jml migran keluar

P k

= jml penduduk pertengahan periode = konstanta = 1000

UkuranUkuran-ukuran 
Angka Migrasi Masuk Umur Tertentu (Age Specific InInMigration Rate = ASIMR) : banyaknya migran masuk kelompok umur ttt pada suatu periode per 1000 penduduk kelompok umur yg sama pada pertengahan periode yg sama
IMi Rumus : ASIMR = ---- x k Pi
dengan: IMi = jml migran masuk kelompok umur i

Pi k

= jml penduduk kelompok umur i tengah tahun = konstanta = 1000

UkuranUkuran-ukuran 
Angka Migrasi Keluar Umur Tertentu (Age Specific OutOut-Migration Rate = ASOMR) : banyaknya migran keluar kelompok umur ttt pada suatu periode per 1000 penduduk kelompok umur yg sama pada pertengahan periode yg sama
OMi Rumus : ASIMR = ---- x k Pi
dengan: OMi = jml migran keluar kelompok umur i

Pi k

= jml penduduk kelompok umur i tengah tahun = konstanta = 1000

UkuranUkuran-ukuran 
Angka Migrasi Neto Umur Tertentu (Age Specific NetNetMigration Rate = ASNMR) : banyaknya migran keluar dikurangi migran masuk kelompok umur ttt pada suatu periode per 1000 penduduk kelompok umur yg sama pada pertengahan periode yg sama
NMi Rumus : ASNMR = ---- x k Pi
dengan: NMi = jml migran keluar dikurangi migran masuk

Pi k

kelompok umur i = jml penduduk kelompok umur i tengah periode = konstanta = 1000

Pola 
Tinggi pada penduduk usia produktif;  Memperoleh pekerjaan lebih baik;  Memperoleh pendidikan lebih baik;  Lebih tinggi utk laki-laki; merupakan indikasi bahwa laki-

lakilaki-laki lebih mobil daripada perempuan.

Faktor Pendorong 
Makin berkurangnya sumber daya alam;  Menyempitnya lapangan pekerjaan;  Adanya tekanan-tekanan atau diskriminasi; tekanan Tidak cocok dg adat/budaya/kepercayaan tempat asal;  Pekerjaan atau perkawinan;  Bencana alam.

Faktor penarik 
Adanya kesempatan kerja;  Pendapatan lebih baik;  Pendidikan lebih tinggi;  Lingkungan dan hidup yg lebih menyenangkan;  Tarikan dari orang-orang yang diharapkan sbg tempat orang-

berlindung; 
Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar. aktivitas-

Terima Kasih

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->