MAKALAH KODE ETIK SEORANG GURU DALAM PENDIDIKAN

Disusun guna memenuhi mata kuliah Etika Profesi Dosen pengampu : Ibu Nanik Suryani

Disusun oleh : Nama : Dania Wahyu Destiana NIM : 7312309010 Prodi : Manajemen Perkantoran D3

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2011

Dengan memiliki pendidikan yang layak maka seseorang akan memiliki nilai lebih di mata masyarakat. Melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. dan beradap. sehat. Pendidikan katakter yang baik dapat dilihat dari perilaku seseorang begitu pula sebaliknya. Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip tersebut guru indonesia ketika menjalankan tugas-tugas profesional sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. cakap. Biasanya pendidikan yang didapatkan dilingkungan rumah adalah lebih ditekankan pada pendidikan karakter. pihak-pihak yang berkepentingan selayaknya tidak mengabaikan peranan guru dan profesinya. bertakwa dan berakhlak mulia serta mengusai ilmu pengetahuan. mengajar. membimbing. Sejak kecil orang tua telah menanamkan pendidikan karakter yang baik tinggal bagaimana seseorang mengasah pendidikan karakter yang didapatnya sehingga bisa memiliki kepribadian yang kuat dan berkarakter. berilmu. Untuk itu. Sedangkan pendidikan yang bersifat formal biasanya didapatkan dari bangku sekolah. Guru indonesia bertanggung jawab mengatarkan siswanya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua bidang kehidupan. baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. Guru Indonesia memiliki kehandalan yang tinggi sebagai sumber daya utama untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. adil.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pendidikan saat ini sangat penting dalam kehidupan. agar bangsa dan negara dapat tumbuh sejajar dengan bangsa lain di negara maju. berbangsa dan bernegara. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia indonesia yang bermain. ing madya mangun karso. Guru Indonesia selalu tampil secara profesional dengan tugas utama mendidik. Pendidikan bisa didapatkan dimana saja. khususnya oleh peserta didik yang dalam melaksanakan tugas berpegang teguh pada prinsip “ing ngarso sung tulodho.makmur. Guru indonesia adalah insan yang layak ditiru dalam kehidupan bermasyarakat. teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju.seorang murid akan melihat bagaima seorang guru bertutur kata dan bertingkah laku dan setelah itu tanpa sadar murid tersebut akan mengikuti bagaimana guru yang dilihatnya. kreatif. pendidikan dasar. Kondisi seperti itu bisa mengisyaratkan bahwa guru dan profesinya merupakan . mengarahkan. berakhlak mulia. Dengan memiliki kepribadian yamg berkarakter maka dengan sendirinya seseorang akan memiliki etika yang bagus. tut wuri handayani”. dan pendidikan menengah. mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

.komponen kehidupan yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini sepanjang zaman. Peranan guru semakin penting dalam era global. terhormat dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia ini. RUMUSAN MASALAH Dengan latar belakang tersebut penulis ingin memaparkan rumusan masalh sebagai berikut : Apakah yang dimaksud dengan kode etik seorang guru ? Bagaimana pengimplementasian kode etik tersebut ? Adakah manfaat yang didapatkan dengan adanya kode etik tersebut? MANFAAT PENULISAN Dengan melihat rumusan masalh diatas maka manfaan yang ingin di dapatkan oleh penulis adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui dan mempelajari kode etik seorang guru. Hanya dengan tugas pelaksanaan tugas guru secara profesional hal itu dapat diwujudkan eksitensi bangsa dan negara yang bermakna. Dalam melaksanakan tugas profesinya guru indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik putera-puteri bangsa. setiap siswa dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mengetahui manfaat adanya kode etik seorang guru. Untuk mengetahui pengimplementasian kode etik tersebut dalam kehidupan nyata. kompetetif dan produktif sebagai aset nasional dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan berat sekarang dan dimasa datang. Hanya melalui bimbingan guru yang profesional.

Sedangkan menurut Suyetti dalam bukunya bekerja sama dngan kolega dan pelanggan mendefinisikan kode etik sebagai berikut : Kode etik merupakan aturan-aturan asusila yang ditetapkan dan ditaati bersama oleh seluruh anggota yang bergabung dalam organisasi. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. 8 (Pokok-Pokok Kepegawaian) Kode etik profesi adalah pedoman sikap. Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. Kode etik lebih mengingatkan pembinaan kepada para anggotannya. SUMPAH HIPOKRATES. sehingga mampu memberikan sumbangan yang berguna dalam pelayanannya kepada masyarakat luas. MANFAAT KODE ETIK Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi : Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. sehingga . Menurut UU No. pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Kode etik merupakan serangakaian peraturan yang disepakati bersama guna menyatakan sikap atau perilaku para anggota suatu profesi. yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Salah satu contoh tertua adalah . tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan seharihari. Kode etik merupakan persetujuan bersama yang timbul secara murni dari diri pribadi para anggota yang bergabung dalam suatu organisasi.BAB II TEORI DEFINISI KODE ETIK Kode etik adalah pegangan umum yang mengikat setiap warga negara dari suatu peran yang berlaku bagi setiap anggota profesi.

TUJUAN KODE ETIK Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. institusi. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya . dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Hal ini disebabkan perbedaan adat. dan masyarakat pada umumnya Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggotaanggota tertentu Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. kebudayaan. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undangundang). kebiasaan.memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalanggan social).

Salah satunya adalah guru sebagai tenaga pendidik. Berikut adalah kode etik profesi keguruan (dikutip Soetjipto dan kosasi. bangsa. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah. 1994:34-35). dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik.BAB III PEMBAHASAN DEFINISI KODE ETIK GURU Kode etik adalah sistem norma. KODE ETIK GURU INDONESIA Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap tuhan yang maha esa. . Dalam hal itu. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Dalam proses pendidikan. dan negara. banyak unsur-unsur yang terlibat agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Etika profesional guru dituntut dalam hal ini. guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan pedoman dasar sebagai berikut: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. Etika yang harus dimiliki oleh seorang pendidik sesuai kode etik profesi keguruan. oleh sebab itu. guru sebagai jantung pendidikan dituntut semakin profesional seiring perkembangan ilmu dan teknologi. serta kemanusiaan pada umumnya. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Guru sebagai suatu profesi kependidikan mempunyai tugas utama melayani masyarakat dalam dunia pendidikan. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia kepada Undang-Undang dasar 1945.

Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Dari sembilan kode etik tersebut diatas. . Guru merupakan aparatur negara dan abdi negara dalam bidang pendidikan. Dalam kurikulum tersebut. guru mutlak harus mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan dan melaksanakannya sebagaimana aturan yang berlaku. Guru memelihara hubungan seprofesinya. semangat kekeluargaan. Dengan jelas bahwa dalam kode etik tersebut diatur bahwa guru di Indonesia harus taat akan peraturan perundangundangan yang di buat oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasonal. yang nantinya diharapkan akan dapat memacu produktivitas guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Seorang guru yang profesional taat akan peraturan yang berlaku dengan cara menerapkan kebijakan pendidikan yang baru tersebut. dan akan menerima tantangan baru tersebut. Oleh karena itu. makalah ini hanya membahas lima kode etik saja. ETIKA GURU PROFESIONAL TERHADAP PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Pada butir kesembilan Kode Etik Guru Indonesia disebutkan bahwa “Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan”. Berikut secara rinci akan diuraikan satu-persatu. Sebagai contoh pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu mengubah kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi dan kemudian diubah lagi menjadi KTSP dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. dan kesetiakawanan sosial.Guru memelihara hubungan dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. secara eksplisit bahwa hendaknya guru menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajarannya. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Ada pepatah Sunda yang akrab ditelinga kita yaitu “Guru digugu dan Ditiru” (diikuti dan diteladani). Semua tingkah laku guru hendaknya jadi teladan. kemahiranmengintervensi perkembangan peserta didik dan kemahiran mengakses perkembangan peserta didik (Kartadinata. seorang guru yang bersikap premanisme akan berpengaruh buruk terhadap sikap dan moral siswa. Dengan hal itu guru dapat mempengaruhi dan mampu mengendalikan peserta didik. dan semua harus terinternalisasi dan teraktualisasi dalam perilaku mendidik. baik jasmani maupun rohani. tidak bisa secara alamiah. guru bukanlah sebagai orang yang harus ditakuti. Dalam hal ini. hendaknya guru menghargai potensi yang ada dalam keberagaman siswa. dalam memberikan contoh kepada peserta didik guru harus dapat mencontohkan bagaimana bersifat objektif. Pertama. Seorang guru berpenampilan baik dan sopan akan sangat mempengaruhi sikap siswa. Sementara itu.Kalimatkalimat tersebut mempunyai makna yang sesuai dalam konteks ini. tetapi hendaknya menjadi ‘teman’ bagi peserta didik tanpa menghilangkan kewibawaan sebagai seorang guru. Sebaliknya. Kedua. keberagaman siswa yang dihadapinya adalah sebuah wahana layanan profesional yang diembannya.Pepatah ini harus diperhatikan oleh guru sebagai tenaga pendidik. terbuka akan kritikan. Dari ketiga kalimat tersebut. guru hendaknya memberi contoh yang baik bagi anak didiknya. Bagi seorang guru. Peserta didik tidak hanya . Sekarang. Ketiga. Semua kemahiran tersebut perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh dan sistematis. dan menghargai pendapat orang lain. Menurut Nurzaman (2005:3). prilaku dan pribadi guru akan menjadi instrumen ampuh untuk mengubah prilaku peserta didik. guru harus dapat mempengaruhi dan mengendalikan anak didiknya. Layanan profesional guru akan tampil dalam kemahiran memahami keberagaman potensi dan perkembangan peserta didik. Guru adalah contoh nyata bagi anak didiknya. prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. utuh. 2004:4). dan tut wuri handayani. serta menanamkan sikap kepercayaan terhadap siswa. keteladanan seorang guru merupakan perwujudan realisasi kegiatan belajar mengajar. secara akademik. ing madyo mangun karso. Dalam membimbing anak didiknya Ki Hajar Dewantara mengemukakan tiga kalimat padat yang terkenal yaitu ing ngarso sung tulodo.ETIKA GURU PROFESIONAL TERHADAP ANAK DIDIK Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila. etika guru terhadap peserta didik tercermin. Disamping itu.

guru harus melayani masyarakat dalam bidang pendidikan dengan profesional juga. koran. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan di masa depan. . Secara profesional. lokakarya. Secara informal dapat dilakukan melalui televisi. belajar terus menerus adalah hal yang mutlak. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. guru selalu dituntut untuk secara terus menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. seminar. rohani. Secara formal artinya guru mengikuti pendidikan lanjutan dan mengikuti penataran. dan sebagainya. Bagi seorang guru. keterampilan. radio. guru tidak boleh dilanda wabah completism. 2004:1). melainkan harus belajar terus menerus (Kartadinata. ETIKA GURU PROFESIONAL TERHADAP PEKERJAAN Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang mulia. Sebagai seorang yang profesional. Dalam UU No. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. sosial maupun yang lainnya yang sesuai dengan hakikat pendidikan. menurut Soejipto dan kosasi ada dua cara yaitu cara formal dan cara informal. dan mutu layanannya. guru harus dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi “Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya”. Untuk meningkatkan mutu profesinya. Hal ini karena yang dihadapi adalah peserta didik yang sedang berkembang dengan segala dinamikanya yang memerlukan pemahaman dan kearifan dalam bertindak dan menanganinya. Peserta didik tidak dapat dipandang sebagai objek semata yang harus patuh pada kehendak dan kemauan guru. tetapi harus bermoral tinggi juga. tetapi juga harus memperhatikan perkembangan pribadi peserta didik. merasa diri sudah sempurna dengan ilmu yang dimilikinya. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. baik jasmani. Oleh sebab itu.dituntut berlimu pengetahuan tinggi. Ketidakoptimalan kinerja guru antara lain disebabkan oleh lingkungan kerja yang tidak menjamin pemenuhan tugas dan kewajiban guru secara optimal. atau kegiatan ilmiah lainnya. ETIKA GURU PROFESIONAL TERHADAP TEMPAT KERJA Sudah diketahui bersama bahwa suasana yang baik ditempat kerja akan meningkatkan produktivitas.

Berkaitan dengan ini. guru yang profesional harus mampu memanfaatkan fasilitas yang ada dalam rangka terwujudnya manusia seutuhnya sesuai dengan Visi Pendidikan Nasional. Kreatifitas guru harus dikembangkan dalam situasi seperti ini. Tanpa fasilitas yang memadai guru dituntut untuk tetap profesional dalam membimbing anak didik. Dalam pendekatan ini. sikap profesional guru terhadap tempat kerja juga dengan cara menciptakan hubungan harmonis di lingkungan tempat kerja. . diartikan strategi belajar yang membantu guru mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya drngan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. masyarakat maupun dengan orang tua peserta didik. pendekatan pembelajaran kontekstual dapat menjadi pemikiran para guru untuk lebih kreatif. keprofesionalan guru sangat diuji disini. Disisi lain.20/2003 pasal 1 bahwa pemerintah berkewajiban menyiapkan lingkungan dan fasilitas sekolah yang memadai secara merata dan bermutu diseluruh jenjang pendidikan. Jika ini terpenuhi. jika kita dihadapkan dengan tempat kerja yang tidak mempunyai fasilitas yang memadai bahkan buku pelajaran saja sangat minim. baik di lingkungan sekolah. Sementara itu. Bagaimana sikap kita sebagai seorang guru? Ternyata.

Sikap profesional guru terhadap tempat kerja juga dengan cara menciptakan hubungan harmonis di lingkungan tempat kerja. baik di lingkungan sekolah. . Seorang guru yang mengetahui akan pentingnya kode etik profesi guru maka akan lebih menjaga segala apa yang dilakukan dan di ucapkan olehnya. Adanya kode etik membantu seseorang mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilkukan dalam menjalankan profesi yang ditekuni. masyarakat maupun dengan orang tua peserta didik.BAB IV PENUTUP KESIMPULAN Kode etik adalah pegangan umum yang mengikat setiap warga negara dari suatu peran yang berlaku bagi setiap anggota profesi. Etika profesional guru dituntut dalam pendidikan.

com/2007/06/30/pengertian-etika Suyetti dan Gita Kurniawan.html http://asyilla. Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan.blogspot.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://y0un13. Jakarta: yudistira .com/2006/03/etika-profesi-dan-tanggung-jawab.com/2008/03/pengertian-etika.wordpress.html http://etikaprofesidanprotokoler. 2006.