P. 1
Pendidkan orang dewasa

Pendidkan orang dewasa

|Views: 866|Likes:
Published by Rahmat Ibrahim

More info:

Published by: Rahmat Ibrahim on Apr 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

KARYA ILMIAH PENDIDIKAN ORANG DEWASA

DOSEN PENGAMPU : DRA. HJ. AFIYAH AS., M.SI.,

DISUSUN OLEH:

RAHMAT IBRAHIM 10410117
1 PAI-5

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 5 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

KATA PENGANTAR

Alhamdullilah, Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini tepat waktu yang telah ditentukan.

Makalah

ini disusun untuk menambah nilai mata Kuliah Pengantar Ilmu Pendidkan

semester ganjil (satu) di Perguruan Tinggi UIN sunan kalijaga Yogyakarta.

Makalah ini telah disusun

dengan usaha yang maksimal. Namun, apabila menurut

pembaca masih ada kekurangan dan kesalahan. Saya harapkan saran perbaikan yang sifatnya membangun. Demi kesempurnaan karya tulis selanjutnya.

Yogyakarta, 2 November 2010

Penyusun

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB. I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN MASALAH

BAB. II PEMBAHASAN MASALAH A. PENGERTIAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA B. SIAPAKAH ORANG DEWASA ITU ? C. APAKAH ORANG DEWASA BISA BELAJAR ? D. BAGAIMANA ORANG DEWASA BELAJAR ? E. PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA

BAB. III PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Didalam sistem pendidikan di indonesia, salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian adalah pendidikan untuk orang dewasa. Tidak seharusnya pendidikan selalu berorientasi pada murid sekolah yang berusia relatif muda karena kenyataan dilapangan, tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan, baik melalui pendidikan informal maupun non formal. Orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak didik pada umumnya sehingga memerlukan pendidikan khusus, konsep, metode, dan strategi yang didasarkan pada asumsi atau pemehaman orang dewasa sebagai siswa.

B. TUJUAN MASALAH Sesuai tugas yang diberikan dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan semester satu, bahwa tujuan penulisan karya Ilmiyah ini untuk memenuhi tugas Kuliah Pengantar Ilmu

pendidikan serta untuk menambah nilai Pengantar Ilmu Pendidkan. Serta memberikan masukan kepada para mahasiswa/mahasiswi Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta tentang pengertian pendidikan Orang dewasa itu seperti apa.

1

BAB II PEMBAHASAN MASALAH A. PENGERTIAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA Pendidikan Orang Dewasa atau Andragogi adalah ilmu tentang memimpin atau membimbing orang dewasa atau ilmu mengajar orang dewasa. Pendidikan orang dewasa berbeda dengan konsep pendidikan untuk anak-anak, yang sering disebut dengan istilah pedagogi. Perbedaan antara konsep andragogi dan pedagogi adalah bahwa konsep andragogi berkaitan dengan proses pencarian dan penemuan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia untuk hidup, sedangkan konsep pedagogi berkaitan dengan proses mewariskan kebudayaan yang dimiliki generasi yang lalu kepada generasi sekarang. B. SIAPAKAH ORANG DEWASA ITU ? Masa dewasa dibagi menjadi 3 (tiga) kategori : 1. Masa dewasa dini Masa ini usianya berkisar antara 18 sampai dengan 30 tahun. Tugas perkembangannya adalah :  Belajar memikul tanggung jawab sosial  Belajar memilih kelompok sosial yang cocok  Belajar hidup berkeluarga  Belajar mengurus anak  Belajar mengurus rumah tangga 2. Masa dewasa pertengahan Masa ini usianya berkisar antara 30 tahun sampai 50 tahun. Tugas perkembangannya adalah:  Mencapai tanggung jawab sosial yang layak bagi orang dewasa  Membina dan mempertimbangkan standar kehidupan ekonomi  Membantu para remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab  Mengembangkan kegiatan untuk mengisi waktu luang  Mencapai hubungan yang harmonis dengan sekitarnya  Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisiologis pada masa dewasa pertengahan  Menyesuaikan diri sebagai orang tua yang telah berusia Masa dewasa matang Masa ini usianya berkisar diatas 50 tahun. Tugas perkembangannya adalah :  Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan dan kesehatan jasmani  Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan berkurangnya pendapatan  Menyesuaikan diri terhadap datangnya kematian bagi keluarga 3.

2 

Memenuhi kewajiban sosial  Membina dan mengatur kehidupan fisik yang lebih mantap  Mengatur kehidupan batiniah yang lebih baik C. APAKAH ORANG DEWASA BISA BELAJAR ? Ternyata orang dewasa itu belajar, karna belajar juga adalah Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan, yaitu : secara intelektual, emosional, dan fungsi fisologis. Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman. Kemampuan dasar untuk belajar sebenarnya tidak pernah berubah selama hidup. Sementara penyebab bahwa orang dewasa terkesan tidak bisa belajar adalah :  Kurang yakin pada kemampuan diri sendiri  Perubahan fisiologis  Tidak begitu peduli terhadap faktor eksternal D. BAGAIMANA ORANG DEWASA BELAJAR ? 1. Menciptakan iklim yang kondusif Orang dewasa akan belajar produktif apabila :  Lingkungan fisik bersifat santai  Ruangan diatur secara tidak formal  Memberikan kesan bahwa mereka diterima, dihargai dan didukung kehadirannya.  Ditumbuhkan suasana saling membutuhkan dan menguntungkan antara guru dan murid  Memberikan kebebasan untuk berekspresi tanpa rasa takut akan ancaman atau takut dianggap melakukan perbutan yang memalukan.  Ciptakan suasana yang bersahabat dan informal  Mereka dikenal sebagai individu yang unik  Menggunkan alat bantu belajar dari bahan yang jauh dari kesan peadagogi, contoh menggunkan lembar kerta yang murah  Menaruh minat pada peserta didik dan mengahrgainya bukan menganggap peserta didik sebagai penerima kebijakan  Kesediaan guru untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh muridnya 2. Mendiagnosa kebutuhan Pendiagnosaan kebutuhan bagi peserta memiliki tujuan, yaitu peserta memahami dan menyadari perlunya hal-hal tersebut mereka pelajari Dalam praktek mendiagnosa kebutuhan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :  Melibatkan peserta dalam proses menentukan apa-apa saja yang perlu mereka pelajari  Memberikan gambaran tentang ciri-ciri yang dikehendaki
3 

Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengenali diri sendiri  Membantu mereka mengukur kesenjangan yang ada antara kemampuan yang mereka miliki saat ini dan kemampuan-kemampuan yang dituntut oleh model profesinya dengan harapan akan timbul ketidak puasan pada diri mereka sendiri 3. Proses perencanaan Dalam proses perencanaan peserta didik ikut serta menentukan apa yang ingin mereka pelajari, sedang guru membantu memberikan arah dan sebagai sumber dari isi pelajaran (content resource). Bentuk partisipasi peserta bisa berupa perwakilan, panitia, dan atau satuan tugas. Perencanaan yang dimaksud meliputi:  Diagnosis kebutuhan belajar.  Menentukan tujuan pendidikan khusus.  Arah pengembangan dan pentahapan.  Perencanaan pengalaman-pengalaman belajar yang akan disajikan.  Menentukan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan. Penyelenggaraan pengalaman belajar Transaksi belajar mengajar sebagai tanggung jawab bersama antara guru dan peserta didik. Peran guru dirumuskan sebagai teknisi prosedural, manusia sumber, dan mitra (partner) dalam mempelajari sesuatu. Guru lebih bersifat katalisator yang mempercepat proses belajar dari pada sebagai instruktur. Guru lebih bersifat pemandu. Guru hanya mampu membantu orang lain belajar. Memberikan kesempatan kepada peserta didik utnuk ikur bertanggung jawab dalam kegiatan belajar. Evaluasi hasil belajar Proses penilaian hasil belajar pada pendidikan orang dewasa adalah proses menilai diri sendiri, dengan membantu peserta memperoleh bukti-bukti bagi mereka sendiri. Bukti evaluasi hasil belajar digunakan bukan menilai baik atau buruk, tetapi untuk mendiagnosa ulang kebutuhan belajarnya.

4.

5.

E. PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA Untuk menciptakan suasana pembelajaran orang dewasa yang efektif dan efisien perlu diterapkan sebelas prinsip belajar orang dewasa, yaitu sebagai berikut :  Orang dewasa akan belajar dengan baik apabila dia secara penuh mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran.  Orang dewasa akan belajar dengan baik apabila materinya menarik bagi dia dan ada kaitannya dengan kehidupannya sehari-hari.

4 

Orang dewasa akan belajar dengan sebaik mungkin apabila apa yang dipelajari bermanfaat dan dapat diterapkan.  Dorongan semangat dan pengulangan terus-menerus akan membantu orang dewasa untuk belajar lebih baik.  Orang dewasa akan belajar sebaik mungkin apabila dia mempunyai kesempatan yang memadai untuk mengembangkan pengetahuannya, sikapnya dan keterampilannya.  Proses belajar orang dewasa dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang lalu dan daya pikirnya.  Saling pengertian yang lebih baik akan membantu pencapaian tujuan pembelajaran.  Orang dewasa akan lebih banyak belajar dari situasi kehidupan nyata.  Orang dewasa tidak dapat memusatkan perhatian untuk waktu yang lama kalau hanya mendengar saja.  Orang dewasa mencapai retensi tertinggi melalui kombinasi kata-kata dan visual.  Orang dewasa akan cenderung mengulang kembali perilaku yang dipuji. Pertumbuan orang dewasa dimulai pertengahan masa remaja (adolescence) sampai dewasa, di mana setiap individu tidak hanya memiliki kecenderungan tumbuh kearah menggerakkan diri sendiri tetapi secara aktual dia menginginkan orang lain memandang dirinya sebagai prihadi yang mandiri yang memiliki identitas diri. Dengan begitu orang dewasa tidak menginginkan orang memandangnya apalagi memperlakukan dirinya seperti anak-anak. Dia mengharapkan pengakuan orang lain akan otonomi dirinya, dan dijamin kelentramannya untuk menjaga identitas dirinya dengan penolakan dan ketidaksenangan akan usaha orang lain untuk menekan, memaksa, dan manipulasi tingkah laku yang ditujukan terhadap dirinya. Tidak seperti anak-anak yang beberapa tingkatan masih menjadi objek pengawasan, pengendalian orang lain yaitu pengawasan dan pengendalian orang dewasa yang berada di sekeliling, terhadap dirinya. F. METODE PENDIDIKAN ORANG DEWASA Dalam pembelajaran orang dewasa banyak metode yang diterapkan. Untuk memberhasilkan pembelajaran semacam ini, apapun metode yang diterapkan seharusnya mempertimbangkan faktor sarana dan prasarana yang tersedia untuk mencapai tujuan akhir pembelajaran, yakni agar peserta dapat memiliki suatu pengalaman belajar yang bermutu. Merupakan suatu kekeliruan besar bilamana dalam hal ini, pembimbing secara kurang wajar menetapkan pemanfaatan metode hanya karena faktor pertimbangannya sendiri yakni menggunakan metode yang dianggapnya paling mudah, atau hanya disebabkan karena keinginannya dikagumi oleh peserta di kelas itu ataupun mungkin ada kecenderungannya hanya menguasai satu metode tertentu saja. Penetapan pemilihan metode seharusnya guru mempertimbangkan aspek tujuan yang ingin dicapai, yang dalam hal ini mengacu pada garis besar program pengajaran yang dibagi dalam dua jenis: 1. Rancangan proses untuk mendorong orang dewasa mampu menata dan mengisi pengalaman baru dengan memmedomani masa lampau yang pernah dialami, misalnya dengan latihan keterampilan, melalui tanya jawab, wawancara, konsultasi, latihan kepekaan, dan lain-lain, sehingga mampu memberi wawasan baru pada masing-masing individu untuk dapat memanfaatkan apa yang sudah diketahuinya.
5

2. Proses pembelajaran yang dirancang untuk tujuan meningkatkan transfer pengetahuan baru, pengalaman baru, keterampilan baru, untuk mendorong masing-masing individu orang dewasa dapat meraih semaksimal mungkin ilmu pengetahuan yang diinginkannya, apa yang menjadi kebutuhannya, keterampilan yang diperlukannya, misalnya belajar menggunakan program komputer yang dibutuhkan di tempat ia bekerja. Sejalan dengan itu, orang dewasa belajar lebih efektif apabila ia dapat mendengarkan dan berbicara. Lebih baik lagi kalau di samping itu ia dapat melihat pula, dan makin efektif lagi kalau dapat juga mengerjakan. Fungsi bicara hanya sedikit terjadi pada waktu tanya jawab. Untuk metode diskusi bicara dan mendengarkan adalah seimbang. Dalam pendidikan dengan cara demonstrasi, peserta sekaligus mendengar, melihat dan berbicara. Pada saat latihan praktis peserta dapat mendengar, berbicara, melihal dan mengerjakan sekaligus, sehingga dapat diperkirakan akan menjadi paling efektif. G. IMPLIKASI PENDIDIKAN ORANG DEWASA Usaha-usaha ke arah penerapan teori andragogi dalam kegiatan pendidikan orang dewasa telah dicobakan oleh beberapa ahli, berdasarkan empat asumsi dasar orang dewasa yaitu: konsep diri, akumulasi pengalaman, kesiapan belajar, dan orientasi belajar. Asumsi dasar tersebut dijabarkan dalam proses perencanaan kegiatan pendidikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:  Menciptakan suatu struktur untuk perencanaan bersama. Secara ideal struktur semacam ini seharusnya melibatkan semua pihak yang akan terkenai kegiatan pendidikan yang direncanakan, yaitu termasuk para peserta kegiatan belajar atau siswa, guru atau fasilitator, wakil-wakil lembaga dan masyarakat.  Menciptakan iklim belajar yang mendukung untuk orang dewasa belajar. Adalah sangat penting menciptakan iklim kerjasama yang menghargai antara guru dan siswa. Suatu iklim belajar orang dewasa dapat dikembangkan dengan pengaturan lingkungan phisik yang memberikan kenyamanan dan interaksi yang mudah, misalnya mengatur kursi atau meja secara melingkar, bukan berbaris-berbaris ke belakang. Guru lebih bersifat membantu bukan menghakimi.  Diagnosa sendiri kebutuhan belajarnya. Diagnosa kebutuhan harus melibatkan semua pihak, dan hasilnya adalah kebutuhan bersama.  Formulasi tujuan. Agar secara operasional dapat dikerjakan maka perumusan tujuan itu hendaknya dikerjakan bersama-sama dalam deskripsi tingkah laku yang akan dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut diatas.  Mengembangkan model umum. ini merupakan aspek seni dan perencanaan program, dimana harus disusun secara harmonis kegiatan belajar dengan membuat kelompokkelompok belajar baik kelompok besar maupun kelompok kecil.  Perencanaan evaluasi. Seperti halnya dalam diagnosa kebutuhan, dalam evaluasi harus sejalan dengan prinsip-prinsip orang dewasa, yaitu sebagai pribadi dan dapat mengarahkan diri sendiri. Maka evaluasi lebih bersifat evaluasi sendiri atau evaluasi bersama.
6

Aplikasi yang diuaraikan di atas sebenamya lebih bersifat prinsip-prinsip atau rambu-rambu sebagai kendali tindakan membelajarkan orang dewasa. Oleh karena itu, keberhasilannya akan lebih benyak bergantung pada setiap pelaksanaan dan tentunya juga tergantung kondisi yang dihadapi. Tapi, implikasi pengembangan teknologi atau pendekatan andragogi dapat dikaitkan terhadap penyusunan kurikulum atau cara mengajar terhadap mahasiswa. Namun, karena keterikatan pada sistem lembaga yang biasanya berlangsung, maka penyusunan program atau kurikulum dengan menggunakan andragogi akan banyak lebih dikembangkan dengan menggunakan pendekatan andragogi ini.

7

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN Orang dewasa sebagai peserta didik dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk di bangku sekolah tradisional. OIeh sebab itu, harus dipahami bahwa, orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri, Dan orang dewasa mempunyai prinsip belajar yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien. Ilmu pendidikan orang dewasa atau berbeda dengan ilmu pendidikan pada umumnya, andragogi berkaitan dengan proses pencarian dan penemuan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia untuk hidup, sedangkan konsep pedagogi atau ilmu pendidkan berkaitan dengan proses mewariskan kebudayaan yang dimiliki generasi yang lalu kepada generasi sekarang. orang dewasa itu belajar, karna belajar juga adalah Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan, yaitu : secara intelektual, emosional, dan fungsi fisologis. Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. B. SARAN Pendidikan atau belajar adalah sebagai proses menjadi dirinya sendiri (process of becoming) bukan proses untuk dibentuk (proces of beings Imped) nunurut kehendak orang lain, maka kegiatan belajar harus melihatkan individu atau client dalam proses pemikiran apa yang mereka inginkan, mencari apa yang dapat dilakukan untuk memenuhi keinginan itu, menentukan tindakan apa yang harus dilakukan, dan merencanakan serta melakukan apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkan keputusan itu. Dapat dikatakan disini tugas pendidik pada umumnya adalah menolong orang belajar bagaimana memikirkan diri mereka sendiri, mengatur urusan kehidupan mereka sendiri dan mempertimbangkan pandangan dan interest orang lain. Dengan singkat menolong orang lain untuk berkembang dan matang. Dalam andragogi, keterlibatan orang dewasa dalam proses belajar jauh lehih besar, sebab sejak awal harus diadakan suatu diagnosa kebutuhan, merumuskan tujuan, dan mengevaluasi hasil belajar serta mengimplementasikannya secara bersama-sama. orang dewasa itu belajar, karna belajar juga adalah Suatu proses internal yang dikendalikan oleh peserta didik sendiri dengan rasa melibatkan diri secara keseluruhan, yaitu : secara intelektual, emosional, dan fungsi fisologis. Jadi rekomendasi untuk membelajarkan orang dewasa adalah : rangsang agar terlibat dalam proses belajar dengan cara buatlah belajar menjadi kebutuhannya. Pusat dinamika belajar pada orang dewasa terletak pada mereka yang merasakan belajar sebagai sebuah pengalaman.

8

DAFTAR PUSTAKA

y y y y

Ahmuddiputra, Enuh, & Atmaja, Bisar, Suyatna. (1986). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: Karunika. Arif, Zainuddin. (1994). Andragogi. Bandung: Angkasa. Lunandi, A, G. (1987). Pendidikan orang dewasa. Jakarta: Gramedia. Tamat, Tisnowati. (1 984) Dari Pedagogik ke Andragogik, Jakarta: Pustaka Dian.

9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->