ARITMATIKA SOSIAL

ARITMATIKA SOSIAL A. Harga pembelian, harga penjualan, untung, dan rugi Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita menjumpai atau melakukan kegiatan jual beli atau perdagangan. Dalam perdagangan terdapat penjual dan pembeli. Jika kita ingin memperoleh barang yang kita inginkan maka kita harus melakukan pertukaran untuk mendapatkannya. Misalnya penjual menyerahkan barang kepada pembeli sebagai gantinya pembeli menyerahkan uang sebagai penganti barang kepada penjual. Seorang pedagang membeli barang dari pabrik untuk dijual lagi dipasar. Harga barang dari pabrik disebut modal atau harga pembelian sedangkan harga dari hasil penjualan barang disebut harga penjualan. Dalam perdagangan sering terjadi dua kemungkinan yaitu pedagan mendapat untung dan rugi. 1. Untung Untuk memahami pengertian untung perhatikan contoh berikut: Pak Umar membeli sebidang tanah dengan harga Rp 10.000.000,- kemudian karena ada suatu leperluan pak Umar menjual kembali sawah tersebut dengan harga Rp 11.500.000,-. Ternyata harga penjualan lebih besar dibanding harga pembelian, berarti pak Umar mendapat untung. Selisih harga penjualan dengan harga pembelian =Rp 11.500.000,- ± Rp 10.000.000,=Rp 1.500.000,Jadi pal Umar mendapatkan untung sebesar Rp 1.500.000,Berdasarkan contoh diatas, maka dapat ditarik kesimpulan: Penjual dikatakan untung jika jika harga penjualan lebih besar dibanding dengan harga pembelian. Untung = harga jual ± harga beli 2. Rugi Ruri membeli radio bekas dengan harga Rp 150.000,- radio itu diperbaiki dan menghabiskan biaya Rp 30.000,- kemudian Ruri menjual radio itu dan terjual dengan harga Rp 160.000,Modal (harga pembelian) = Rp 150.000,- + Rp 30.000,= Rp !80.000,Harga penjualan = Rp 160.000,Ternyata harga jual lebih rendah dari pada harga harga pembelian, jadi Ruri mengalami rugi. Selisih harga pembelian dan harga penjualan: =Rp 180.000,- ± Rp 160.000,=RP 20.000,Berdasarkan uraian diatas penjual dikatakan rugi jika harga penjualan lebih rendah dibanding harga pembelian. Rugi = harga beli ± harga jual 3. Harga pembelian dan harga penjualan Telah dikemukakan bahwa besar keuntungan atau kerugian dapat dihitung jika harga penjualan

000 ± Rp 35. Berapakah besar persentase keuntungan pedagang tersebut? Jawab: Harga beli Rp 35. Seorang bapak membeli sebuah mobil seharga Rp 50.000.7 % .000 = 28.000.000 Rp 5. Persentase untung dan rugi 1.000. Harga jual Rp 45.000. Besar keuntungan dirumuskan: Untung =harga jual ± harga beli Maka dapat diturunkan dua rumus yaitu: 1. b).000.000 ± Rp 45..000. dan persentase rugi berarti rugi dibanding harga pembelian.000. kemudian dijual dengan harga Rp 45.000.000.000 Rugi = Rp 50.000. Harga jual = harga beli ± Rugi B.000 Harga jual Rp 45. Harga beli = harga jual + Rugi 2.000. Harga jual = harga beli + Untung 2. Menentukan Persentase Untung atau Rugi Pada persentase untung berarti untung dibanding dengan harga pembelian.000.000. Untung Persentase Untung = X 100 % Harga beli Rugi Persentase Rugi = X 100 % Harga beli Contoh: a).000 Rp 35.000 = Rp 10.000. karena sudah bosan dengan mobil tersebut maka mobil tersebut dijual dengan harga Rp 45.000 Rp 10. Harga beli = harga jual ± harga untung Besar kerugian dirumuskan: Rugi = harga beli ± harga jual Maka dapat diturunkan rumus: 1.000.000 Rp 50. Untung = Rp 45.000 = Rp 5. Seorang pedagang membeli gula 5 kg dengan harga Rp 35.dan harga pembelian telah diketahui.000 = Rp 10 % Jadi besar persentase kerugiannya adalah 10 %.Tentukan persentase kerugiannya! Jawab: Harga beli Rp 50.

000 = Rp 63. budi membeli sebuah rice cooker dengan harga Rp 420. kecuali ada keterangan lain.08kg=50. 000 Jadi budi harus membayar Rp 375.000 +Rp 10.8 kg disebut bruto(berat kotor) Berar karung 0.000 = Rp 375.000 ± Rp 63. dan neto adalah: Z Neto = Bruto ± T ara Jika diketahui persen tara dan bruto maka untuk mencari tara digunakan rumus: Z Tara = Persaen Tara x Bruto .000 Harga jual = harga beli + untung =Rp 50. Tara. maka berat seluruhnya = 50kg + 0. berapakah harga yang harus dibayar budi? Jawab: Harga sebelum diskon = Rp 420.000 Persentase untung atau rugi selalu dibandingkan terhadap harga pembelian (modal). Contoh: Sebuah toko memberikan diskon 15 %. Persentase Untung = Persentase Rugi = Hb = harga pembelian C.000. dan neto 1.000 Harga setelah diskon = Rp 420.000 Untung 20 % dari harga beli = = Rp 10.000 / ekor.7 % 2.000 Potongan harga = 15 % x Rp 420. Rabat(diskon).08 kg disebut disebut tara Berat pupuk 50 kg disebut berat neto ( berat bersih) Jadi hubungan bruto.000 =Rp 60.Jadi persentase keuntungan adalah 28.000 Berdasarkan contoh diatas dapat diperoleh rumus: Harga bersih = harga kotor ± Rabat (diskon) Harga kotor adalah harga sebelum didiskon Harga bersih adalah harga setelah didiskon 2. dan Neto Dalam sebuah karung yang berisi pupuk tertera tulisan berat bersih 50 kg sedangkan berat kotor 0.08 kg. tara. Menentukan harga pembelian atau harga penjualan berdasarkan persentase untung atau rugi Contoh: Seorang pedagang membeli ikan seharga Rp 50.8kg. Rabat Rabat adalah potongan harga atau lebih dikenal dengan diskon. bruto.000 Jadi pedagang itu harus menjual dengan harga Rp 60. Berat karung dan pupuk yaitu 50. tara. Bruto. Jika pedagang tersebut menghendaki untung 20 % berapa rupiahkah ikan tersebut harus dijual? Jawab: Harga beli Rp 50.

Contoh: Seorang ibu mendapat gaji sebulan sebesar Rp 1. grosor. artinya yang mendapat bunga hanya modalnya saja. jira besar pajak penghasilan (PPh) adalah 10 % berapakah gaji yang diterima ibu tersebut? Jawab: Diketahui: Pesar penghasilan Rp 1. dealer.000. Apabila bunganya turut berbunga maka jenis bunga tersebut disebut bunga majemuk. Hitung jumlah uang rio setelah enam bulan. Pajak Pajak adalah statu kewajiban dari masyarakat untuk menterahkan sebagian kekayaannya pada negara menurut peraturan yan di tetapkan oleh negara. kecuali jira ada ketersngan lain pada soal.000 . Bunga tabungan dan pajak 1.500 Dari contoh tersebut dapat disimpulkan Bunga 1 tahun = persen bunga x modal Bunga n bulan = x persen bunga x modal = x bunga 1 tahun Persen bunga selalu dinyatakan untuk 1 tahun.000. Pegawai tetap maupun swasta negeri dikenakan pajak dari penghasilan kena pajak yang disebut pajak penghasilan (PPh).000.000 + Rp 4500 = Rp 79.000 dengan bunga 12% per tahun.000 = Rp 600. Contoh: Rio menabung dibank sebesar Rp 75.000. atau toko maka harga barangnya dikenakan pajak yang disebut pajak pertambahan nilai (PPN).000 Pengahasilan kena pajak = Rp 1.Untuk setiap pembelian yang mendapat potongan berat(tara) dapat dirumuskan: Z Harga bersih = neto x harga persatuan berat D. sedangkan bunganya tidak akan berbunga lagi. hal itu terjadi karena kita mendapatkan bunga dari bank. Jawab: Besar modal (uang tabungan) = Rp 75.000 Pajak penghasilan 10 % Ditanya: gaji yang diterima ibu tersebut Jawab: Besar pajak penghasilan = 10 % x Rp 600. Jenis bunga tabungan yang akan kita pelajari adalah bunga tunggal.000 = x Rp 600. Sedangkan barang atau belanjaan dari pabrik.000 dengan penghasilan tidak kena pajak Rp 400. 2.000 Bunga 1 tahun 12 % = = Bunga 6 bulan = = Rp 4500 Jadi jumlah uang Rio setelah disimpan selama enam bulan menjadi: = Rp 75. Bunga tabungan (Bunga Tunggal) Jika kita menyimpan uang dibank jumlah uang kita akan bertambah.000 Penghasilan tidak kena pajak Rp 400.000 ± Rp 400.

000 ± Rp 120. Ahmad membeli sepeda motor dengan harga Rp 15.25 % Jadi persentase kerugiannya adalah 6. maka berapakah persentase kerugian yang ditanggung pedagang? 3.500.000 Untung = Rp 125. berapakah kerugian yang diderita Ahmad? Penyelesaian: 1. Dalam sebuah toko terdapat diskonan.000.= Rp 60. celana seharga Rp 70.500 Persentase Rugi = = 6.000 s/d Rp 150.000 Harga jual 1 kg telur Rp 12. topi seharga 20. diskon 10 % . diketahui: Harga baju Rp 40. tas seharga 35.500 = Rp 7.000 ± Rp 60. setelah beberapa tahun Ahmad menjual mator tersebut dengan harga Rp 11.000 didiskon 15 %.500 Rugi = Rp 120. baju dengan harga Rp 40.500 Telur yang dapat dijual 10 kg ± 1 kg = 9 kg Ditanya: Persentase kerugian yang ditanggung pedagang? Jawab: Persentase Rugi = x 100 % Rugi = harga beli ± harga jual Harga jual = 9 x Rp 12.000 didiskon 5 %.1 jika dari 10 kg telur pecah 1 kg sehingga tidak dapat dijual.000 LATIHAN 1.000 Jadi pedagang itu mendapat keuntungan Rp 5000 2.000 maka barang apa saja yang akan Yuda beli? 4.500 = Rp 112.25 %. Seorang pedagang membeli telur 10 kg dengan harga Rp 120.000 = Rp 940.500 Ditanya: keuntungan pedagang? Jawab: Untung = Harga Jual ± Harga Beli Harga jual = 10 x Rp 12.000. kemudian telur itu dijual denan harga Rp12.000 = Rp 5.500 = Rp 125.000 didiskon 10 %.500/kg. Berapakah keuntungan pedagang tersebut? 2.000 didiskon 25 %. Jika Yuda ingin berbelanja dengan menghabiskan uang antara Rp 130.000 didiskon 5 %. Dari soal no.000.000 dengan pajaknya 10 %. Diketahui: harga beli 10 kg telur Rp 120.000 ± Rp 112.000 Harga jual 1 kg telur Rp 12.000. dan kaos seharga Rp 55. Diketahui: Harga beli 10 kg telur Rp 120.000.000 Jadi besar gaji yang diterima ibu tersebut adalah = Rp 1. 3.

000 = Rp 4.000 Rugi = Rp 15. 2009. Ditulis dalam Matematika . tas š Baju.000.000 Harga jual Rp 11.000.000.000.000. ~ oleh wyndis pada Januari 13.500.000 ± Rp 11.250 Jadi barang yang dapat dibeli Yuda adalah š Celana.000 Jadi kerugian yang diderita Ahmad adalah Rp 4.000 ± (15 % x Rp 55.000 Pajak 10 % = 10 % x 15.000 ± (5 % x Rp 20.diskon 15 % Uang belanja Rp 130.000 + Rp 500.500. Diketahui: harga beli Rp 15.500 Topi = 20.000.000 = Rp 500.250 Kaos = Rp 55.500.000 = Rp 15.000 Ditanya: Barang apa saja yang bisa dibeli Yuda? Jawab: Harga setelah didiskon: Baju = 40.000 ± ( 5 % x Rp 35.000 Tas = Rp 35. diskon 5 % Harga tas Rp 35.000 Ditanya: kerugian? Jawab: Besar modal ( harga beli + pajak) = Rp 15.000 Celana = 70. diskon 15 % Harga topi Rp 20.000.000 s/d Rp 150.000) = Rp 64.000.000.000 ± (15% x Rp 70.000 ± 4000 = 36.000.000 ± (10 % x Rp 40.000) = Rp 19.Harga celana Rp 70. kaos 4. tas.500.diskon 5 % Harga kaos Rp 55. kaos š Baju.000) = Rp 41. celana.000) = 40. celana.000) = Rp 33.