KEUTAMAANNIAT

Pengertianniatdalamibadah.Niatsecarabahasaadalahmaksuddankeingina nhatiuntukmelakukansesua tu. Niatmenurutsyariatadalahkeinginanhatiuntukmenjalankanibadahbaik yang wajibatau yang sunnah. dankeinginanakansesuatuseketikaituatauuntukwaktu yang akandatangjugadisebutniat. Tempatniatadalahdidalamhati.jikaseseorangberniatwudhudalamhatikemudiandiaberwudhumakasah wudhunyawalaupundiatidakmelafadzkanniattersebut. dalamniattidakdiharuskanmengucapkandenganlisan, akantetapicukupdalamhati. jikaseseorangberniatdalamhatidanmengucapkannyadenganlisanmakalebihsempurna. karenaniatadalahsebuahkeikhlasanmakatempatnyaadalahdalamhati. SedangkandalamMadzhabMalikiyahniathanyadalamhati, karenaRosulullah-shollahu 'alaihiwasallamdanparasahabatnyatidakpernahmengucapkanniatdenganlisan. Dari Umar bin Khathab, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap -tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. B arangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya. Makna Ungkapan Hadits

Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat. Imam An-Nawawi berkata, Jumhur ulama berkata, Menurut ahli bahasa, ahli ushul dan yang lain lafadz digunakan untuk membatasi, yaitu menetapkan sesuatu yang disebutkan dan menafikan selainnya. Jadi, makna hadits di atas adalah bahwa amalan seseorang akan dihisab (diperhitungkan) berdasarkan niatnya; dan suatu amalan tidak akan dihisab bila tdak disertai niat. (Kitab Syarah i Shahih Muslim XIII/47). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, Lafadz dalam bahasa Arab sejenis dengan lafadz (maksud), (keinginan) dan semisalnya. Niat dapat mengungkapkan jenis keinginan, dan dapat pula mengungkapkan yang diinginkan itu sendiri. (Kitab Majmu Al-Fatawa XVIII/251) . Ibnu Rajab berkata, Niat menurut para ulama mengandung dua maksud, yaitu: Pertama, sebagai pembeda antara satu ibadah dengan yang lain, seperti membedakan a ntara shalat zhuhur dengan shalat ashar, puasa Ramadan dengan puasa yang lain; atau pembeda antara ibadah dengan adat kebiasaan, seperti membedakan antara mandi junub (mandi wajib) dengan mandi untuk sekedar mendinginkan atau membersihkan badan atau yang s emisalnya. Niat semacam ini banyak dibicarakan oleh para ahli fikih dalam kitab-kitab mereka. Kedua, untuk membedakan tujuan dalam beramal, apakah yang dituju adalah Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya atau semata-mata hanya untuk selain-Nya, atau untuk Allah tapi juga untuk selain-Nya. Niat semacam ini dibicarakan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka ketika

dan bisa jadi bepergian untuk hal ya haram. Ibnu Rajab berkata. atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya. Jadi. Bisa jadi seseorang bepergian untuk hal yang wajib. karena kalimat pertama menunjukkan bahwa baik dan buruknya amalan tergantung pada niat yang melakukannya. Ibnu Rajab berkata. Perkataan ini menerangkan bahwa seseorang tidak akan mendapatkan hasil dari amalannya melainkan apa yang telah diniatkannya. Maksudnya ialah. Dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya). barangsiapa tujuan hirahnya untuk mencari hal-hal yang sifatnya keduniaan atau untuk menikahi seorang wanita maka itulah yang akan ia peroleh dan tidak ada bagian baginya di akh karena hijrahnya itu. Dan kalimat ini bukan semata-mata pengulangan dari kalimat pertama.membicarakan masalah ikhlas dan apa-apa yang berkaitan dengannya. . Kata hijrah irat arti asalnya ialah meninggalkan. maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. buruk. seperti bepergian untuk ng merampok. (yakni innamal a maalu binniyat). bukan hanya sebagai penegas. (Syarah Shahih Muslim 13/47-48). barangsiapa tujuan hijrahnya mengharap wajah All h a Azza wa Jalla. seperti berhaji atau berjihad. (Jami ul Ulum wal Hikam 1/37). jelek. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. maka dia akan mendapatkan pahala dari Allah Azza wa Jalla. sedangkan kalimat kedua berbicara tentang hasil. (Majmu Al Fatawa 18/253-254). Dan bepergian adalah suatu ungkapan yang masih umum sehingga sangat tergantung dengan niat pelakunya. bepergian untuk keluar dari jama ah kaum muslimin. amalan seseorang dianggap baik. sedangkan kalimat kedua menunjukkan bahwa pelakunya mendapat pahala amalan kalau niatnya baik dan akan mendapatk siksa kalau niatnya jelek. dan jika meniatkan untuk kejelekan niscaya akan memperoleh kejelekan pula. dan kalimat kedua hanya merupakan penegas bagi kalimat pertama saja. (Jami ul Ulum wal Hikam 1/27-28). karena kalimat kedua juga merupakan pokok pembicaraan tersendiri. (Syarah Riyadhus Shalihin 1/12). jika dia meniatkan untuk kebaikan niscaya akan memperoleh kebaikan. Apabila kita perhatikan secara seksama dua kalimat tersebut akan nampak bahwa keduanya mempunyai perbedaan yang jelas. sebagaimana kaum muhajirin sebelum penaklukkan kota Mekkah berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Pendapat ini tidak benar. atau mubah tergantung pada niatnya. dan perginya wanita yang dalam keadaan nusyuz (durhaka pada suami). Kata hijrah arti asalnya ialah meninggalkan negeri syirik menuju ke negeri Islam. Hijrah menurut zahir hadits ini berarti bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata. Niat an bisa saja dalam hal yang mubah di mana amalannya pun mubah sehingga seseorang tidak memperoleh pahala maupun siksa. apakah baik. Para ulama berbeda pendapat tentang dua kalimat ini (yakni innamal a maalu binniyat dan wa innamaa likullimri-in maa nawaa). Para ulama salaf juga banyak membicarakan masalah ini. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata. Sebagian ulama mengatakan bahwa kedua kalimat ini memiliki satu makna. (Kitab Jami Al Ulum Wa Al Hikam I/28-29). Yang dimaksud dalam hadits di atas adalah meninggalkan negeri. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan. maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya. yaitu: kalimat pertama berbicara tentang sebab. perginya budak yang kabur dari pemiliknya. atau mubah. Imam An-Nawawi berkata.

Untuk membedakan yang dituju dalam ibadah. Sebagai misalnya. yaitu: a. Hijrah yang pernah terjadi dalam Islam ada dua bentuk. Waktu itu. Untuk membedakan antara ibadah dengan adat kebiasaan. yaitu untuk segala perpindahan dari negeri kafir ke negeri iman bagi siapa yang sanggup melakukannya. Niat semakna dengan maksud dan keinginan hati. bila niatnya baik akan meperoleh pahala kebaikan dan bila niatnya jelek akan memperoleh balasan kejelekan. dan amalan tersebut juga bukan amalan yang biasa dilakukannya. Hakikat niat adalah bagaimana seseorang menguasai dirinya agar tidak menginginkan pujian manusia ketika hendak beramal. seperti antara shalat fardlu dengan shalat sunnah. (Kitab Fathul Bari I/23). sebagaimana dua hijrah yang pernah dilakukan kaum muslimin. (Kitab Syarah Riyadhus Shalihin I/14-15). yaitu hijrahnya siapa saja dari kal ngan kaum a muslimin yang sanggup melakukannya ke Madinah setelah Nabi menetap di sana. Secara syar i. Hijrah artinya meninggalkan. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata. pengkhususan ini berakhir hingga ditaklukkannya kota Mekkah. Hijrah ialah berpindahnya seseorang dari negeri kafir menuju negeri Islam. tetapi tidak bisa melaksanakan ajaran Islam secara leluasa di sana. Semua amalan selalu bersumber dari niat. Hijrah kepada sesuatu. -Amerika saat ini adalah merupakan negeri kafir. hijrah berarti meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. Besar kecilnya nilai suatu amal saleh dipengaruhi oleh niat. Kedua. atau Allah tapi dengan selain-Nya. hijrah memang dikhususkan untuk perpindahan dengan tujuan ke Madinah saja. . apakah yang dituju Allah semata atau selain-Nya semata. Seseorang yang telah meniatkan suatu amalan sementara dia belum ada usaha untuk merealisasikannya. lalu dia berpindah ke (salah satu dari) negeri-negeri Islam. lalu terhalang oleh sesuatu udzur maka nilainya sama seperti orang yang mengerjakannya (yakni dia akan memperoleh pahala niat dan pahala amalannya). umum. Niat menurut para ulama mengandung beberapa maksud.kemudian dia masuk Islam. yaitu dari Mekkah ke negeri Habasyah dan dari Mekkah ke Madinah. maka ia hanya memperoleh pahala niatnya saja. Begitulah yang namanya hijrah.Ibnu Hajar berkata. Seorang yang meniatkan suatu amalan yang biasa dikerjakannya atau dalam usaha mengerjakannya. seperti antara puasa ibadah dengan puasa diet. Setiap orang akan memperoleh balasan dari apa yang telah diniatkannya. Namun. Untuk membedakan antara satu ibadah dengan ibadah yang lain. yaitu: Pertama. b. seseorang yang tinggal di Amerika. hijrah dari negeri kafir ke negeri iman. artinya berpindah kepada sesuatu dari sesuatu yang lain sebelumnya. c. Kesimpulan Niat merupakan sepertiga ilmu yang harus kita pelajari. hijrah dari negeri yang tidak aman menuju negeri yang aman. Untuk selanjutn hijrah kembali dipakai secara ya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful