P. 1
biji jarak

biji jarak

|Views: 400|Likes:
Published by Vera Indriasanti

More info:

Published by: Vera Indriasanti on Apr 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara

Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan

LAPORAN PENELITIAN

PROSES PEMBUATAN MINYAK JARAK SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

OLEH : TIM DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN

DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2005

Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif

1

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara

Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan

RINGKASAN “Proses Pembuatan Minyak jarak sebagai Bahan Bakar Alternatif”, oleh Tim Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU. Ketersediaan bahan bakar minyak yang berasal dari minyak bumi semakin hari semakin menipis, sedangkan kebutuhan akan bahan bakar terus meningkat. Hal ini menyebabkan harga bahan bakar minyak semakin meningkat. Untuk itu perlu dilakukan upaya penghematan serta upaya pengalihan bahan bakar dari bahan yang berasal dari minyak bumi menjadi sumber energi yang dapat diperbaharui. Salah satu bahan baku yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar pengganti minyak bumi adalah tanaman jarak yang dapat menghasilkan minyak yaitu dari bijinya. Minyak jarak diperoleh dengan cara pengepresan biji jarak dengan alat pengepres minyak. Alat pengepres yang digunakan dalam penelitian ini adalah hydraulic press. Pada penelitian ini juga digunakan alat pemecah biji jarak dan alat penghancur biji jarak yang akan memudahkan proses pengepresan minyak dari biji jarak. Penelitian ini terdiri dari 2 (dua) tahap, yaitu : 1) Penentuan Komposisi Biji Jarak, dengan cara melakukan analisis proksimat terhadap biji jarak, yang terdiri dari kadar protein, kadar air, kadar lemak, kadar abu dan karbohidrat (by difference), serta serat kasar. Tahap 2) yaitu Pengaruh Metode Pemanasan terhadap Mutu Minyak jarak yang dihasilkan. Metode pemanasan yang dilakukan terdiri dari 3 (tiga) perlakuan, yaitu pemanasan dengan cara blansir menggunakan uap air pada suhu 170oC selama 30 menit (P1), pemanasan dengan oven pada suhu 105oC selama 30 menit (P2) dan pemanasan dengan cara penggongsengan biji sehingga biji menjadi cukup panas untuk diekstraksi (P3). Parameter yang diamati pada penelitian tahap kedua adalah rendemen, bilangan iod, bilangan asam, indeks bias, berat jenis dan warna. Dari hasil analisis proksimat biji jarak, diperoleh kadar air biji jarak sebesar 48.06% (bb), kadar protein 18.88 % (bk), kadar lemak (46.25)% bk, kadar abu 2.62 % bk, karbohidrat 32.25 %bk dan serat kasar 15.10 %. Berdasarkan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa biji jarak merupakan bahan yang sangat potensial untuk digunakan sebagai sumber minyak. Hasil percobaan penentuan metode pemanasan yang terbaik sebelum dilakukan ekstraksi minyak, maka pemanasan dengan cara penggongsengan menghasilkan rendemen minyak yang tertinggi yaitu 27.95%, sedangkan pemanasan dengan cara oven menghasilkan rendemen 24.51% dan pemanasan dengan blansir uap 22.23 %. Bilangan iod dari minyak jarak dipengaruhi oleh metode pemanasan pendahuluan,. Bilangan iod yang tertinggi diperoleh pada minyak hasil pemanasan dengan cara oven yaitu 92.85 mg iodin/g, sedangkan pemanasan dengan blansir dan penggongsengan mempunyai bilangan iod berturut-turut sebesar 90.9 dan 88.25 mg iodin/g. Metode pemanasan tidak berpengaruh nyata terhadap bilangan asam dari minyak biji jarak yang dihasilkan. Bilangan asam yang paling rendah diperoleh pada pemanasan dengan menggunakan oven yaitu sebesar 3.79 mg KOH/g, sedangkan pemanasan dengan menggunakan blansir uap menghasilkan minyak dengan bilangan asam 4.79 mg KOH/g, dan pemanasan dengan penggongsengan 5.34 mg KOH/g.

Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif

2

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara

Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan

Berat jenis minyak dipengaruhi oleh metode pemanasan pendahuluan terhadap biji jarak. Berat jenis minyak jarak pada proses pemanasan dengan blansir uap, adalah 0.954 sedangkan pada proses pemanasan dengan oven dan pemanasan dengan blansir berat jenisnya berturut-turut adalah 0.921 dan 0.962. Indeks bias minyak tidak dipengaruhi oleh metode pemanasan pendahuluan. Dari hasil penelitian, indeks bias minyak yang tertinggi terdapat pada pemanasan pendahuluan dengan menggunakan oven yaitu sebesar 1.505, dan yang terendah pada pemanasan dengan penggongsengan yaitu 1.475, sedang pemanasan dengan blansir uap, indeks bias minyaknya sebesar 1.485. Metode pemanasan pendahuluan sangat mempengaruhi warna minyak yang dihasilkan. Warna minyak pada pemanasan dengan oven terlihat lebih jernih dibanding pemanasan dengan penggongsengan. Pemanasan dengan blansir menghasilkan minyak yang berwarna bening/jernih keputihan, sedangkan minyak dari hasil pemanasan pendahuluan dengan penggongsengan menghasilkan warna minyak yang coklat. Dari hasil pengamatan terhadap mutu minyak jarak yang dihasilkan, maka pemanasan dengan menggunakan oven memberikan mutu minyak jarak yang terbaik, sedangkan metode pemanasan dengan penggongsengan menghasilkan rendemen yang tertinggi, tetapi mutu minyak yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan minyak yang dihasilkan dari pemanasan pendahuluan dengan oven atau blansir uap.

Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif

3

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara

Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi biji jarak dan pemanfaatannya sebagai sumber minyak serta sebagai sumber bahan bakar alternatif minyak bumi, serta untuk mengetahui proses pembuatan minyak jarak dan karakteristik fisikokimia minyak jarak. Dari hasil analisis proksimat pada biji jarak, diperoleh kandungan protein dari biji jarak sebesar 18.88% bk, kandungan lemak 46.25 %bk, kadar air 48.06%bb, kadar abu 2.62 %bk, karbohidrat (by difference) 32.25 %bk dan serat kasar 15.10 %bk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji jarak potensial digunakan sebagai sumber minyak, karena kandungan minyak dari biji jarak sebesar 46%. Bungkil hasil pengepresan minyak juga masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau bahan pangan dengan melalui proses tertentu untuk menghilangkan racunnya, karena bungkil ini masih mengandung protein dan serat kasar yang cukup tinggi. Proses pemanasan pendahuluan terhadap biji jarak sebelum pengepresan dapat mempengaruhi rendemen dan mutu minyak jarak yang dihasilkan. Pemanasan dengan cara penggongsengan menghasilkan rendemen minyak yang tertinggi, tetapi mutu minyak yang dihasilkan rendah. Sedangkan pemanasan dengan menggunakan oven suhu 105oC selama 30 menit, menghasilkan mutu minyak yang terbaik, dibanding pemanasan dengan blansir uap air pada suhu 170o C selama 30 menit atau penggongsengan.

Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif

4

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara

Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas Rahmat dan hidayahNya sehingga laporan hasil penelitian yang berjudul “Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif” ini dapat diselesaikan. Penyediaan bahan bakar alternatif selain bahan bakar minyak saat ini merupakan hal yang semakin mendesak karena ketersediaan minyak bumi yang sudah semakin menipis dan harganya yang terus menerus meningkat. Penelitian tentang alternatif bahan pengganti bahan bakar fosil masih diperlukan dan salah satu bahan baku yang dapat digunakan adalah minyak biji jarak. Meskipun penelitian mengenai minyak biji jarak sudah banyak dilakukan, tetapi hingga saat ini aplikasinya di lapangan masih belum optimal. Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh data-data mengenai karakteristik minyak jarak sehingga pemanfaatan dan aplikasinya sebagai bahan bakar pengganti solar dapat lebih dioptimalkan. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, yang telah memberikan dana untuk terlaksananya penelitian ini, juga kepada semua pihak yang telah membantu hingga selesainya penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama dalam mengatasi krisis bahan bakar minyak yang saat ini tengah melanda dunia.

Medan, November 2005 Dekan Fakultas Pertanian USU

Prof.Ir.ZulkifliNasution,MSc.PhD. NIP.131 570 478

Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif

5

Hipotesis II. Tempat dan Waktu Penelitian 2. Latar Belakang 2. Komposisi Kimia Biji dan Minyak Jarak 4. Karakteristik Umum Biodiesel III. Tujuan Penelitian 3. Proses Pengolahan Minyak Biji Jarak 6. Tanaman Jarak 2. Manfaat Tanaman Jarak 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Sifat Fisik dan Kimia Minyak jarak 5. Bentuk dan Rendemen Biji Jarak b. STUDI PUSTAKA YANG SUDAH DILAKUKAN 1. Bahan dan Alat Penelitian 3. Manfaat Penelitian 4. BAHAN DAN METODE PENELITIAN 1. Metode Pengamatan IV. PENDAHULUAN 1. Karakteristik Biji Jarak a.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan DAFTAR ISI Halaman RINGKASAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN I. Perbandingan Berat Kulit Biji dan Endosperm Biji Jarak i ii iii iv v 1 1 3 3 3 4 4 6 7 7 9 9 14 14 14 14 16 19 19 19 19 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 6 . Metodologi Penelitian 4.

Proses Pembuatan Minyak jarak 3. Komposisi Kimia Biji Jarak 2. Berat Jenis d. Indeks Bias e. Bilangan Iod b. Warna V. KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 20 21 22 23 24 26 27 28 29 30 31 32 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 7 . Bilangan Asam c.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan c. Pengaruh Metode Pemanasan Biji Terhadap Rendemen Minyak 4. Karakteristik Minyak Biji Jarak a.

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan DAFTAR TABEL No. 3. 1986) Kandungan Asam Lemak Minyak Biji Jarak Sifat Fisik dan Kimia Minyak Jarak Perbandingan Berat Kulit Biji dan Endosperm Biji Jarak Basah Komposisi Kimia Biji Jarak Komposisi Asam Lemak Minyak Biji Jarak Pengaruh Metode Pemanasan Biji Jarak Terhadap Rendemen Minyak Karakteristik Minyak Biji Jarak Yang Dihasilkan Dari 3 (Tiga) Metode Pemanasan Pendahuluan Halaman 7 7 8 19 20 21 22 24 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 8 . 1. 8. Judul Komposisi Kimia Biji Jarak (Ketaren. 4. 7. 6. 5. 2.

3. 5. 2.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan DAFTAR GAMBAR No. Judul Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Rendemen Minyak Biji jarak Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Bilangan Iod Minyak Biji jarak Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Bilangan Asam Minyak Biji jarak Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Berat Jenis Minyak Biji jarak Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Indeks Bias Minyak Biji jarak Halaman 23 25 26 27 28 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 9 . 4. 1.

Judul Data Pengamatan Rendemen Minyak Jarak (%) Data Pengamatan Bilangan Iod Minyak Jarak (mg Iod/g) Data Pengamatan Bilangan Asam Minyak Jarak (mg KOH/g) Data Pengamatan Berat Jenis Minyak Jarak (%) Data Pengamatan Indeks Bias Minyak Jarak (%) Gambar Tanaman dan Buah Jarak (Jatropha curcas L.) Gambar Biji Utuh dan Daging Biji Jarak Gambar Alat Hydraullic Press dan Alat Penghancur Biji Jarak Gambar Minyak Jarak Halaman 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 10 .Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan DAFTAR LAMPIRAN No. 8. 6. 4. 5. 9. 2. 1. 3. 7.

10 tahun 2005. Indonesia merupakan Negara agraris yang kaya akan sumber daya alam. karena produksi dalam negeri tidak dapat lagi memenuhi permintaan pasar yang meningkat cepat akibat pertumbuhan penduduk dan industri. Ketersediaan minyak bumi sangat terbatas dan merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Indonesia yang saat ini dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi diperkirakan juga akan mengimpor bahan bakar minyak pada 20 tahun mendatang. Di Indonesia. Upaya ke arah penyediaan bahan bakar alternatif selain bahan bakar fosil terus diupayakan. bahan baku lain yang dapat diolah menjadi biodiesel juga dapat berasal dari bahan Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 11 . pemerintah mengeluarkan kebijakan penghematan BBM yang dituangkan dalam Instruksi Presiden No. Bahan baku biodiesel atau etanol dapat berupa ketela pohon. Penelitian tentang alternatif pengganti bahan bakar fosil sudah lama dilakukan yaitu dengan mencari bahan baku atau sumber daya alam yang dapat diperbaharui. tetes tebu. Selain upaya penghematan. sehingga harganya akan semakin meningkat.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan PENDAHULUAN 1. Untuk mengatasi krisis BBM ini. antara lain dengan mengubah bentuk mesin serta menyediakan sumber energi lain selain bahan bakar fosil. Selain itu. Energi terbarukan yang dapat digunakan adalah etanol dan biodiesel yang bahan bakunya sangat melimpah di Indonesia. kelapa sawit atau biji jarak. Inpres ini mengatur tentang langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam rangka penghematan BBM. maka upaya untuk mengatasi krisis BBM juga dapat dilakukan dengan mengalihkan pemanfaatan energi fosil (minyak) kepada energi yang terbarukan (renewable energy). Latar Belakang Pada saat ini bahan bakar minyak (BBM) yang ada di pasaran disintesa dari produk petrokimia yang menggunakan bahan baku berasal dari minyak bumi. sehingga mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin dalam energi yang terbarukan ini. Tanaman-tanaman penghasil biodiesel ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyerap gas-gas CO2 dari udara untuk mengurangi pemanasan global sebagaimana yang telah dicantumkan dalam Kyoto Protocol.

abu 4. Ekstraksi minyak dari buah jarak akan meningkatkan nilai ekonomi dari pohon jarak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kadar lemak kasar yang terdapat pada biji jarak adalah 47. Berdasarkan hasil Penelitian Manurung (2005). Berdasarkan hal ini. biodiesel khususnya biodiesel dari minyak jarak belum dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Dalam perhitungan matematis.2000/kg. protein kasar 24.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan tidak terpakai atau limbah seperti eceng gondok. Minyak jarak dihasilkan dari daging buah biji jarak melalui proses ekstraksi dengan menggunakan mesin pengepres minyak. Tanaman jarak dapat menghasilkan 40 ton biji per hektar dengan harga jual Rp. dan sudah dikenal oleh bangsa Indonesia sejak tahun 1940-an. untuk membangkitkan pembangkit listrik tenaga diesel berkekuatan 1 Megawatt dibutuhkan 90 hektar pohon jarak (Suara Pembaruan. Biji jarak yang mengandung minyak dengan kadar cukup tinggi ini sangat mudah diekstraksi. saat penjajah Jepang menggunakan minyak jarak untuk penerangan di rumah-rumah penduduk dan sumber energi untuk menggerakkan alat-alat perang (Suara Pembaruan.5% dan karbohidrat 7.12%. sedangkan daun dan buahnya hanya digunakan untuk pakan ternak. serat kasar 10. tetapi hanya sebatas sebagai tanaman pagar atau pembatas sawah petani. 2005). 2005).25%. karena dianggap tidak ekonomis. Di Indonesia. Pohon jarak berasal dari Afrika Selatan. minyak bekas pakai.99%. baik untuk transportasi maupun industri. maka biji jarak dapat menghasilkan minyak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak diesel (solar) dan minyak tanah. Tanaman jarak adalah salah satu tanaman yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel.5%. Kandungan iodin minyak biji jarak juga cukup tinggi yaitu 105. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 12 .2 mg iodine/g.60% . maka Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU tertarik untuk melakukan penelitian mengenai proses pembuatan minyak jarak sebagai bahan bakar alternatif. gas methanol dari sampah atau kotoran hewan serta limbah minyak kelapa sawit. kadar air 5. Tanaman jarak sudah dikenal oleh masyarakat.

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan 2. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 13 . Dari data karakteristik minyak jarak juga dapat diketahui arah pemanfaatan minyak jarak.Diduga metode pemanasan yang berbeda terhadap biji jarak sebelum diekstraksi akan mempengaruhi rendemen minyak biji jarak yang dihasilkan. yang salah satunya adalah sebagai bahan bakar alternatif. Data dasar tersebut berguna untuk merancang dan membangun alat pengepres minyak jarak yang dapat diterapkan di tingkat pengguna yaitu petani dan pengusaha minyak jarak. proses pembuatan minyak jarak serta karakteristik dari minyak jarak. 4. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui komposisi kimia biji jarak Mendapatkan metode ekstraksi minyak biji jarak yang terbaik yang dapat menghasilkan rendemen minyak tertinggi. Mengetahui komposisi asam lemak dari minyak biji jarak yang dihasilkan Mempelajari aplikasi dari minyak biji jarak pada mesin diesel 3. Hipotesis Penelitian . Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat diperoleh data dasar tentang sifat fisik dan komposisi biji jarak.

Tanaman jarak pagar tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Tanaman jarak pagar tergolong tanaman hari panjang. 2005). Tanaman ini tahan kekeringan dan dapat tumbuh di tempat-tempat dengan curah hujan 200 mm hingga 1500 mm per tahun. akan mengakibatkan timbulnya serangan cendawan dan bakteri. Tanaman ini mulai berbuah setelah berusia lima bulan dan mencapai produktivitas penuh pada usia 5 tahun. Daerah penyebaran tanaman terletak antara 40o LS sampai 50o LU dengan ketinggian optimal 0-800 meter di atas permukaan laut (Hamdi. yaitu tanaman yang memerlukan sinar matahari langsung dan terus menerus sepanjang hari. Tanaman Jarak Tanaman jarak (Jatropha curcas L. dengan suhu optimum 20 – 35o C. Jarak tidak tahan terhadap genangan air.) dikenal sebagai jarak pagar. Tanaman jarak tidak memerlukan tanah subur. hari hujan perbulan dan panjang bulan basah. Suhu yang rendah pada saat penanaman dan pembungaan akan sangat merugikan karena mudah terserang jamur. Tanah yang ditanami harus bebas dari naungan sehingga mendapatkan sinar matahari yang cukup (Hamdi. Pada saat berbunga dan berbuah membutuhkan bulan kering minimal 3 bulan (Hamdi. Kelembaban yang tinggi akan mendorong perkembangan jamur sehingga akan menurunkan produktivitas. 2005). Jarak pagar hampir tidak memiliki hama karena sebagian besar bagian tubuhnya beracun. yang berakibat akan menghambat pertumbuhannya (Hamdi. dan merupakan tanaman semak yang tumbuh dengan cepat hingga mencapai ketinggian 3-5 meter. 2005). Umumnya produksi maksimum dicapai pada tanaman yang tumbuh di tanah lempung berpasir dengan pH 5 – 6. Intensitas hujan yang tinggi dalam bulan-bulan basah.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan STUDI PUSTAKA YANG SUDAH DILAKUKAN 1. 2005). Tanaman jarak memerlukan iklim yang kering dan panas terutama pada saat berbuah. Faktor utama yang berpengaruh terhadap tanaman adalah intensitas hujan. tetapi lebih sesuai bila struktur tanahnya ringan. baik di bagian atas maupun bagian dalam tanah. Buahnya berbentuk ellips dengan panjang 1 inchi Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 14 . sehingga drainase harus dilakukan dengan baik. Tanaman tidak boleh terlindung dari tanaman lainnya.5.

padi gogo. campuran urea. kacang tanah dan ketela pohon. Umur tanaman ini dapat mencapai 50 tahun (Suara Pembaruan. Panen buah jarak dapat dilakukan pada saat buah jarak sudah mulai tua. Hasil panen tergantung dari kondisi tanah dan pemeliharaan. Waktu panen harus tepat sebab keterlambatan akan mengakibatkan pecahnya kulit biji dan biji akan terlempar keluar (Trubus. sebelum ditanam biji direndam selama 24 jam. dan biasanya dilakukan bersama-sama dengan tanaman palawija seperti jagung. kemudian ditutup tanah kembali. Panen dilakukan dengan cara memotong malai menggunakan pisau yang tajam. Pemeliharaan tanaman dan pemupukan dapat dilakukan pada waktu tanaman berumur 3 minggu (Ketaren. Pemupukan dilakukan dengan melubangi tanah sedalam 5-7 cm di sekitar pohon sejauh 5-10 cm. 100 kg TSP dan 50 kg KCl. Dipakai system hara berimbang (NPK) dosis pemakaian per hektar lahan 200 kg urea. Satu pohon jarak dapat menghasilkan Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 15 .Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan dan memiliki 2-3 biji. Penanaman jarak dilakukan dengan cara memasukkan 2-3 biji pada setiap lubang sedalam kira-kira 3 cm pada tanah yang telah digemburkan dan diratakan. Pada satu buah terdapat 3 biji. Penanaman sebaiknya dilakukan pada akhir musim hujan. untuk menjaga agar saat pembungaan tidak terkena hujan yang dapat mengakibatkan gugurnya bunga. Buah yang masih berkulit kemudian dijemur selama 3 hari dan kulit buah akan pecah dengan sendirinya. 1986). Biji-biji yang diperoleh dijemur kembali sampai kering kemudian disimpan (Ketaren. Waktu tanam perlu disesuaikan dengan keadaan iklim setempat serta jenis jarak yang akan ditanam. Ciri-ciri buah yang sudah dapat dipanen adalah batas antar ruang biji sudah tampak jelas bergaris. 1986). TSP dan KCL 2:2:1 pada saat tanam dan 20 gram urea setelah 3-4 minggu. yang ditandai dengan 75% buah pada sebuah malai sudah mengering. Saat ini cara bercocok tanam jarak masih dilakukan secara sederhana. Untuk mempercepat perkembangan dan pertumbuhan biji secara serentak. 2005). Biji dan buah dipisahkan dengan cara ditampi kemudian biji dijemur kembali hingga kering dan siap diolah menjadi minyak jarak pagar. Tiap pohon memerlukan 50 gra. Pemupukan dapat diberikan dua kali yaitu pada saat tanam dan setelah tanaman berumur 3-4 minggu. 2005). kedele.

Bagian daun digunakan sebagai obat untuk penyakit koreng.infeksi jamur dan bengkak. sehingga bias digunakan untuk mobil dengan mesin diesel. kanker mulut rahim dan kulit (carcinoma of cervix and skin). Manfaat Tanaman Jarak Bagian tanaman jarak yang dapat dimanfaatkan adalah biji. bronchitis pada anak-anak. hidrogenasi. mesin penggilingan beras dan kapal-kapal nelayan . akar. luka terpukul. penyabunan dan sebagainya. Sebelum digunakan untuk berbagai keperluan. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 16 . pelumas. tetanus. tinta cetak. batuk sesak dan hernia. epilepsy. Minyak jarak dihasilkan dari biji buah jarak dengan proses ekstraksi menggunakan mesin pengepres atau menggunakan pelarut. Crude bio oil dihasilkan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut dan kemudian dilanjutkan dengan proses pirolisis. 1986). lacquer. 2005).Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan 10-15 kg/tahun apabila tanaman dipelihara dan diberi pemupukan dengan baik (Hamdi. scabies . bisul. TBC kelenjar dan schizophrenia (gangguan jiwa). Bagian biji digunakan untuk mengurangi kesulitan buang air besar (konstipasi). eczema. visceroptosis/gastroptosis. oil cloth dan sebagai bahan baku dalam industri-industri plastic dan nilon. kelumpuhan oton muka. 2. Dalam jumlah kecil minyak jarak dan turunannya juga digunakan untuk pembuatan kosmetik. Bagian akar digunakan untuk rematik sendi. varnish. TBC kelenjar. kesulitan melahirkan dan retensi plasenta/ari-ari. Modified bio oil dapat digunakan sebagai bahan substitusi minyak tanah (Suara Pembaruan. oksidasi. Pengolahan tersebut mengakibatkan perubahan sifat fisiko-kimia minyak jarak (Ketaren. 2005). Pengolahan ini meliputi dehidrasi. gatal (pruritus). Bahan bakar biji jarak ini dapat digunakan sebagai alternatif sumber energi yaitu sebagai pengganti bahan bakar solar. sulfitasi. dan untuk menghasilkan modified bio oil dilanjutkan dengan proses partial cracking. 1986). semir dan lilin (Ketaren. linoleum. daun dan minyak dari bijinya. Minyak jarak dan turunannya digunakan dalam industri cat. minyak jarak perlu diolah lebih dahulu. koreng.

Kandungan asam lemak minyak biji jarak (Ketaren. 1986). Komposisi kimia biji jarak (Ketaren.5 2. Tabel 1. dan sedikit larut dalam golongan hidrokarbon alifatis. Nilai kelarutan dalam petroleum eter relative rendah. Kekentalan (viskositas) dan bilangan asetil serta kelarutannya dalam alkohol nilainya relatif tinggi.0 1-2 4. 1986) Asam Lemak Asam Risinoleat Asam Oleat Asam Linoleat Asam Stearat Asam Dihidroksi Stearat Jumlah (%) 86 8. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 17 .05%). Kandungan tokoferol relatif kecil (0. Minyak jarak larut dalam etil alcohol 95% pada suhu kamar serta pelarut organik yang polar.5-2. Sifat Fisik dan Kimia Minyak Jarak Minyak jarak mempunyai rasa asam dan dapat dibedakan dengan trigliserida lainnya karena bobot jenis. dan dapat dipakai untuk membedakannya dengan golongan trigliserida lainnya. 1986) Komponen Minyak Karbohidrat Serat Abu Protein Jumlah (%) 54 13 12. Minyak jarak mempunyai kandungan asam lemak seperti pada Tabel 2.5 0. serta kandungan asam lemak essensial yang sangat rendah menyebabkan minyak jarak tersebut berbeda dengan minyak nabati lainnya (Ketaren.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan 3. Sifat fisik dan kimia minyak jarak dapat dilihat pada Tabel 3.5 3. Komposisi Kimia Biji dan Minyak Jarak Biji jarak terdiri dari 75% kernel (daging biji) dan 25% kulit dengan komposisi kimia seperti pada Tabel 1.5 18 Tabel 2.

25 C Bobot Jenis 20/20o C Bilangan Asam Bilangan Penyabunan Bilangan tak Tersabun Bilangan Iod (Wijs) Warna (appearance) Warna Gardner (max) Indeks Bias Kelarutan dalam alkohol (20oC) Bilangan asetil Titik Nyala (tag close cup) Titik Nyala (cleveland open cup) Antoignition temperature Titik Api Titik Didih Putaran optik.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Tabel 3.2 mg yang berarti kandungan minyak tak jenuhnya sangat tinggi.7 82 – 88 Bening Tidak lebih gelap dari 3’ 1.0 176 – 181 0.08 mg KOH/g. Pada suhu 25oC viskositas minyak jarak ricinus mencapai 600-800 cP dan pada suhu 100oC mencapai 15-20 cP. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 18 . Minyak jarak pagar (jatropha) mempunyai ikatan rangkap sehingga viskositasnya rendah (encer). Minyak jarak Jatropha curcas L berwarna kuning bening. sedangkan minyak jarak ricinus (Ricinus communis).477 – 1. titik nyala 290oC. 5sD + 9. maka minyak biji jarak sudah memenuhi syarat ideal sebuah bahan bakar.9 dyne/cm Sebagai alternatif bahan bakar minyak.957 – 0.0181 g/cm3. Sifat fisik dan kimia minyak jarak Karakteristik Viskositas (gardner-hold).00066 -33oC 39.4 – 4.0 0. 2005).3-8.963 0. memiliki bilangan iodine tinggi yaitu 105. tidak memiliki ikatan rangkap dan mempunyai gugus OH sehingga minyaknya lebih kental. bilangan asam 3.58 MJ/kg. 200 mm Koefisien Muai per o C Pour Point Tegangan Permukaan pada 20o C Sumber : Bailey (!950) di dalam Ketaren (1986) o Nilai u-v (6. 2005).8 st) 0. sehingga minyak jarak ricinus sesuai untuk digunakan sebagai pelumas (Trubus. yaitu nilai kalorinya 35.80 cSt dan densitas 0.478 Jernih (tidak keruh) 145 – 154 230 oC 285 oC 449 oC 322 oC Dec +7. terutama terdiri atas asam oleat dan linoleat yang mencapai 90% (Trubus. viskositas 50.

yaitu dengan menambahkan etanol dan NaOH (Trubus. indeks diesel. . volatilitas. pemisahan kulit biji (cangkang) dengan daging biji yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin pemisah biji jarak. berat jenis. penghancuran daging biji . sedangkan racun ricin dapat dihilangkan dengan perlakuan kimiawi. Proses Pengolahan Minyak Biji Jarak Proses pengolahan minyak biji jarak dari biji buah jarak meliputi : pengeringan buah jarak untuk mengeluarkan biji dari buah jarak. proses pemanasan daging biji (steam) pada suhu 170oC selama 30 menit. 2005).Viskositas Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 19 . kadar sulfur dan titik nyala. Israel dan Turki berkadar ricin 3. kadar residu karbon. 2005).3-3.0%. titik embun. dan penyaringan minyak (Trubus. pengepresan minyak dengan menggunakan mesin pengepres. juga ngandung asam lemak linoleat 4. titik tuang.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Minyak jarak ricinus mengandung asam risinoleat yang sangat tinggi yaitu 89. Bungkil biji jarak dari hasil pengepresan minyak jarak dapat digunakan sebagai pakan ternak setelah terlebih dahulu membuang racun ricin dan kurkinnya. kadar air dan sediment. pengeringan biji jarak hingga diperoleh kadar air biji 6%. Karakteristik Umum Biodiesel Karakteristik umum yang perlu diketahui untuk menilai kinerja bahan bakar diesel antara lain viskositas. Kadar racun jarak yang ditanam di Indonesia belum diketahui. 2005). Tempurung jarak juga masih dapat dimanfaatkan melalui teknologi pirolisa dan dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor (Trubus. asam oleat 3. Setelah proses pemanasan racun kurkin akan kehilangan daya toksiknya. asam stearat 1. 6. 5. nilai kalor pembakaran. sedangkan jarak Riccinus communis yang dibudidayakan di negara-negara lain seperti Afrika Selatan.0%. nilai wijs iodine 89 dan titik leleh 5.2%. cetane index.5oC (Trubus.5%. 2005). Asam risinoleat mempunyai nilai saponifikasi 186.9 mg/g.

Angka setana suatu bahan bakar biasanya didefinisikan sebagai persentase volume dari normal setana dengan campurannya tersebut (Shreve. dan sebaliknya angka setana rendah menunjukkan bahan bakar baru dapat menyala pada temperatur yang relatif tinggi. 1956). Ika viskositas semakin tinggi. tekanan injeksi serta ukuran lubang injektor (Shreve. bahan bakar harus mempunyai viskositas yang relatif rendah agar dapat mudah mengalir dan teratomisasi Hal ini dikarenakan putaran mesin yang cepat membutuhkan injeksi bahan bakar yang cepat pula. Atomisasi bahan bakar sangat bergantung pada viskositas. Penggunaan bahan bakar mesin diesel yang mempunyai angka setana yang tinggi dapat mencegah terjadinya knocking karena begitu bahan bakar diinjeksikan ke dalam silinder pembakaran maka bahan bakar akan langsung terbakar dan tidak terakumulasi (Shreve. Normal setana memiliki angka setana 100. . 1956).Berat Jenis Berat jenis menunjukkan perbandingan berat per satuan volume. . Namun tetap ada batas minimal karena diperlukan sifat pelumasan yang cukup baik untuk mencegah terjadinya keausan akibat gerakan piston yang cepat (Shreve. Pada umumnya. biasanya dinyatakan dalam waktu yang diperlukan untuk mengalir pada jarak tertentu.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Viskositas adalah tahanan yang dimiliki fluida yang dialirkan dalam pipa kapiler Terhadap gaya gravitasi. maka tahanan untuk mengalir akan semakin tinggi. karakteristik ini berkaitan dengan nilai kalor dan daya yang dihasilkan oleh mesin diesel per satuan volume bahan bakar. Skala untuk angka setana biasanya menggunakan referensi berupa campuran antara normal setana (C16H34) dengan alpha methyl naphthalene (C10H7CH3) atau dengan heptamethylnonane (C16H34). Karakteristik ini sangat penting karena mempengaruhi kinerja injektor pada mesin diesel. Angka setana yang tinggi menunjukkan bahwa bahan bakar dapat menyala pada temperatur yang relatif rendah. dan heptamethylnonane memiliki angka setana 15. 1956).Angka Setana Angka setana menunjukkan kemampuan bahan bakar untuk menyala sendiri (auto ignition). Berat jenis bahan bakar diesel diukur dengan menggunakan metode Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 20 . alpha methyl naphtalene memiliki angka setana 0. 1956).

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan ASTM D287 atau ASTM D1298 dan mempunyai satuan kilogram per meter kubik (kg/m3). Adanya fraksi hidrokarbon ini Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 21 .Volatilitas Volatilitas adalah sifat kecenderungan bahan bakar untuk berubah fasa menjadi fasa uap.semakin tinggi ketidakjenuhan maka titik tuang semakin rendah. semakin panjang rantai karbon maka semakin tinggi titik tuang. C. Titik tuang ini dipengaruhi oleh derajat ketidakjenuhan (angka iodium). .Titik Tuang Titik tuang adalah titik temperatur terendah dimana mulai terbentuk kristal-kristal parafin yang dapat menyumbat saluran bahan bakar. 1956). Nilai kalor dapat diukur dengan bomb calorimeter kemudian dimasukkan dalam rumus : 8100C + 3400 (H-O/8) Nilai Kalor = 100 Nilai kalor H. 1956). dan O dinyatakan dalam persentase berat setiap unsur yang terkandung dalam satu kilogram bahan bakar (Shreve. Titik tuang juga dipengaruhi oleh panjang rantai karbon. Karakteristik ini ditentukan dengan menggunakan metoda ASTM D97 (Shreve.Kadar Residu Karbon Kadar residu karbon menunjukkan kadar fraksi hidrokarbon yang mempunyai titik didih lebih tinggi dari range bahan bakar . 1956). . Tekanan uap yang tinggi dan titik didih yang rendah menandakan tingginya volatilitas (Shreve. . kkal/kg .Nilai Kalor Pembakaran Nilai kalor pembakaran menunjukkan energi kalor yang dikandung dalam tiap satuan massa bahan bakar.

1956). cara menentukkan indeks diesel dari suatu bahan bakar mesin diesel dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini : Titik Anilin (oF) x API Gravity Indeks Diesel = 100 Dari rumus di atas dapat diketahui bahwa nilai indeks diesel dipengaruhi oleh titik anilin dan berat jenisnya (Shreve. keberadaan air dapat menyebabkan korosi dan pertumbuhan mikroorganisme yang juga dapat menyumbat aliran bahan bakar. Mutu penyalaan dari bahan bakar diesel dapat diartikan sebagai waktu yang diperlukan untuk bahan bakar agar dapat menyala di ruang pembakaran dan diukur setelah penyalaan terjadi. Pada temperatur tinggi deposit karbon ini dapat membara.Kadar Sulfur Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 22 . .Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan menyebabkan menumpuknya residu karbon dalam ruang pembakaran yang dapat mengurangi kinerja mesin. . Sedimen dapat menyebabkan penyumbatan juga dan kerusakan mesin (Shreve. 1956).Kadar Air dan Sedimen Pada negara yang mempunyai musim dingin kandungan air yang terkandung dalam bahan bakar dapat membentuk kristal yang dapat menyumbat aliran bahan bakar. . 1956). sehingga menaikkan temperatur silinder pembakaran (Shreve. . Karakteristik ini ditentukan dengan menggunakan metoda ASTM D97. Selain itu.Titik Embun Titik embun adalah suhu dimana mulai terlihatnya cahaya yang berwarna suram relatif terhadap cahaya sekitarnya pada permukaan minyak diesel dalam proses pendinginan.Indeks Diesel Indeks diesel adalah suatu parameter mutu penyalaan pada bahan bakar mesin diesel selain angka setana.

1956). Kandungan sulfur yang berlebihan dalam bahan bakar diesel dapat menyebabkan terjadinya keausan pada bagian-bagian mesin. 1956). Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 23 . .Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Kadar sulfur dalam bahan bakar diesel dari hasil penyulingan pertama (straightrun) sangat bergantung pada asal minyak mentah yang akan diolah. Pada umumnya. Karakteristik ini ditentukan dengan menggunakan metode ASTM D1551 (Shreve. kadar sulfur dalam bahan bakar diesel adalah 50-60% dari kandungan dalam minyak mentahnya. Hal ini terjadi karena adanya partikel-partikel padat yang terbentuk ketika terjadi pembakaran dan dapat juga disebabkan karena keberadaan oksida belerang seperti SO2 dan SO3. Hal ini berkaitan dengan keamanan dalam penyimpanan dan penanganan bahan bakar (Shreve.Titik nyala ( flash point) Titik nyala adalah titik temperatur terendah dimana bahan bakar dapat menyala.

Biji jarak yang digunakan adalah biji jarak yang sudah tua yang ditandai dengan kulit buah yang sudah mengering dan batas antar ruang biji di dalam buah sudar terlihat jelas bergaris. kadar protein (Kjeldahl). Tahap II : Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Mutu Minyak Jarak. kadar protein. kadar lemak (metode soxhlet). Tahap I : Penentuan Komposisi Kimia Biji Jarak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia dari biji jarak. dan dilaksanakan di laboratorium Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan. AOAC. Metodologi Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 24 . yaitu : Tahap I : Penentuan Komposisi Kimia Biji Jarak.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan BAHAN DAN METODE 1. serta analisa karakteristik minyak biji jarak yaitu bilangan iod dan bilangan asam. 1995). berat cangkang dan berat daging bijinya. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan selama 3 (tiga) bulan dari bulan Juli hingga September 2005. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati biji jarak yaitu : berat biji rata-rata. Alat-alat yang digunakan dalam Penelitian ini terdiri dari mesin pengupas biji jarak. dan mesin pengepres minyak jarak yaitu hydraulic press serta alat-alat gelas untuk analisa kimia minyak jarak yang dihasilkan. Bahan lainnya adalah bahan-bahan kimia untuk analisa kadar lemak. 2. kemudian dilakukan analisa proksimat terhadap kadar air (metode oven. 3. Bahan dan Alat Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji jarak yang berasal dari tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L) yang sudah tua yang diperoleh dari petani serta dari hasil tanaman jarak yang ditanam di areal Fakultas Pertanian USU.

Daging buah dipanaskan sesuai dengan perlakuan Daging buah dihancurkan dengan blender Bubur buah yang dihasilkan dipress dengan mesin pengepress Minyak yang dihasilkan ditampung dan kemudian disaring Dihitung rendemen minyak yang dihasilkan Berat minyak jarak yang dihasilkan Rendemen = Berat Biji jarak yang digunakan Metode pemanasan yang menghasilkan rendemen minyak yang terbanyak dipilih sebagai metode pemanasan yang terbaik.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan kadar abu dan karbohidrat (by difference). Dilakukan pemisahan daging buah dengan cangkang (tempurung) dengan menggunakan mesin pengupas biji jarak. BJdan indeks bias (Apriyantono et al. juga dilakukan analisa serat kasar dari biji jarak. Kemudian dikumpukan dalam satu wadah. dan proses ekstraksi minyak jarak dilakukan sebagai berikut : Buah hasil panen dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hari. Tahap II : Pengaruh Metode Pemanasan Daging Buah Biji Jarak Terhadap Rendemen Minyak Penelitian tahap II ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemanasan biji jarak sebelum diektraksi terhadap rendemen minyak jarak yang dihasilkan. x 100% Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 25 . hingga kadar airnya mencapai 6%. Percobaan dilakukan dalam 3 ulangan. bilangan asam. 1989). Minyak jarak yang dihasilkan juga dianalisis karakteristiknya yang meliputi bilangan iod. pemanasan dengan menggunakan oven suhu 105o C dan pemanasan dengan cara penggongsengan biji. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan pemanasan sebelum diekstraksi yaitu dengan cara blansir menggunakan uap air panas selama 30 menit pada suhu 170o C.

Ditambahkan 25 ml pereaksi Wijs. Digunakan pati 1% sebagai indikator. Apriyantono et al.20 g minyak ditimbang dalam Erlenmeyer 250 ml . dikocok merata.Blanko dibuat seperti pada penetapan sample. Metode Pengamatan Karakteristik Minyak Jarak a. . Bilangan asam dinyatakan sebagai jumlah milligram KOH yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram minyak atau lemak. Erlenmeyer dan tutupnya dicuci dengan 100 ml aquades yang baru dan dingin. 1989). . .69 Bilangan iod = Berat sample (gram) b. .Bilangan iod dihitung dengan menggunakan perhitungan berikut : (titer blanko – titer sample) x N Na2S2O3 x 12. menggunakan indicator fenolftalein sampai terbentuk warna merah jambu yang persisten selama 10 detik. kemudian dipanaskan. dan cucian dimasukkan ke dalam larutan.1 Bilangan asam = Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 26 .Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan 4. . 1989).1 N dengan pengocokan yang konstan. ditempatkan di ruang gelap selama 30 menit sambil sekali-sekali dikocok.Bilangan asam dihitung dengan perhitungan berikut : ml KOH x N KOH x 56. Cara penentuan bilangan asam adalah sebagai berikut : .Sampel minyak ditimbang 0.5 g di dalam Erlenmeyer bertutup. . dimana minyak diganti dengan kloroform. Bilangan Asam (Apriyantono. .1 N. dipanaskan hingga mendidih (± 10 menit) dalam penangas air sambil diaduk.Larutan ini kemudian dititrasi dengan KOH 0.Ditambahkan 50 ml alkohol 95% netral.Ditambahkan 20 ml larutan KI 15%.Dititrasi dengan Na2S2O3 0. . . Bilangan Iod (Metode Wijs.Ditambahkan 15 ml kloroform untuk melarutkan sample minyak.

Pikonometer dibersihkan dan ditimbang . botol direndam dalam bak air yang bersuhu 25o C dengan toleransi 0. Pengujian indeks bias dapat digunakan untuk menentukan kemurnian minyak dan dapat menentukan dengan cepat terjadinya hidrogenasi katalitis.Kemudian piknometer diisi dengan aquades bersuhu 20-30o C. Cara penentuan berat jenis adalah sebagai berikut : . Indeks Bias (Apriyantono et al. Pengisian dilakukan sampai air dalam botol meluap dan tidak ada gelembung udara di dalamnya. 1989) Indeks bias didefenisikan sebagai Perbandingan dari kecepatan cahaya di udara dengan kecepatan cahaya dalam medium tertentu. Berat Jenis (Apriyantono et al. . 1989) Berat jenis (BJ) adalah perbandingan berat dari volume sample minyak dengan berat air yang volumenya sama pada suhu tertentu (25o C).2oC selama 30 menit. .Contoh minyak jarak disaring dengan kertas saring untuk membuang benda asing dan kandungan air.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Berat sample Ml KOH x N KOH x M Kadar asam = 10 G G = berat sample M = berat molekul asam lemak yang dominant dalam minyak. Cara penentuannya adalah sebagai berikut : Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 27 .Ditimbang berat botol dengan isinya. Selanjutnya contoh minyak diperlakukan sama seperti langkah di atas.Berat jenis minyak dihitung sebagai berikut : Berat botol dan minyak – berat botol BJ pada suhu 25/25o C = Berat air pada suhu 25o C d. . . c.Botol diangkat dari bak dan dikeringkan dengan kertas pengisap.Setelah ditutup. .

Warna Warna minyak jarak ditentukan secara visual (subjektif) yaitu dengan cara mengamati warna dari minyak jarak yang dihasilkan.Indeks bias dikoreksi untuk suhu standar dengan menggunakan rumus berikut : R = R’ – K (T’-T) R = Indeks bias pada suhu standar R’ = Indeks bias pada suhu pembacaan T = suhu standar T’ = suhu pembacaan K = 0. . .Dilakukan pembacaan indeks bias.Dibiarkan selama 1-2 menit untuk mencapai suhu refraktometer.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan . yang sudah distabilkan pada suhu tertentu. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 28 .Beberapa tetes minyak diteteskan pada prisma refraktometer Abbe. .000385 e.

5 cm panjang dan diameter sekitar 2. Buah jarak yang dapat dimanfaatkan bijinya sebagai sumber minyak adalah buah jarak yang sudah tua. Bentuk dan Rendemen Biji Jarak Buah jarak berbentuk bulat lonjong dengan ukuran 3-3. Hal ini berarti rendemen biji jarak dalam keadaan basah adalah 21. Panjang biji berkisar antara 1. Tabel 4. Biji jarak pagar berwarna hitam dan berbentuk lonjong.3 0.5 – 2. Bagian Biji Kulit Biji Endosperm Biji Berat (g) 0.0 cm sedangkan diameternya ± 1 cm. Karakteristik Biji Jarak Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap biji jarak yang meliputi rendemen biji. perbandingan berat kulit biji dan endosperm (daging) biji serta komposisi kimia biji jarak.4 g atau 11.7 Persentase 30 70 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 29 . a.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan HASIL DAN PEMBAHASAN 1. dengan ciri-ciri batas antara ruang biji sudah tampak jelas bergaris. sebanyak 1 kg buah jarak akan menghasilkan 213 gram biji jarak yang masih mengandung air sebesar 48%. sehingga dari 1 kg buah jarak basah akan diperoleh biji karet yang sudah kering sebanyak 117. Pada satu buah terdapat 3 (tiga) biji.5 cm. Perbandingan Berat Kulit Biji dan Endosperm Biji Jarak Perbandingan antara berat kulit biji jarak dan endosperm (daging) biji jarak pada saat basah dapat dilihat pada Tabel 4. Dalam pengolahan biji jarak menjadi minyak. b. Dari hasil pengamatan terhadap buah jarak yang baru dipanen. maka biji jarak dikeringkan hingga kadar air mencapai 6%. bentuk biji.74%.3% dan bagian terbesar dari buah jarak adalah daging buah yaitu 78.7%. Perbandingan berat kulit biji dan endosperm biji jarak basah.

protein dan serat ini masih tetap terdapat pada bungkil/ampasnya.62 32. Komposisi kimia biji jarak Analisa Lemak (% basis kering) Protein (% basis kering) Abu (% basis kering) Karbohidrat (basis kering) Air (basis basah) Serat Kasar (basis kering) Komposisi 46. sedang ricin dihilangkan dengan proses kimiawi. maka komposisi asam lemak dari lemak biji jarak dapat dilihat pada Tabel 6. 2005). Berdasarkan hasil analisa dari Gubitz et al. Pada proses pengolahan minyak biji jarak.. Asam lemak yang dominan terdapat pada minyak jarak adalah asam oleat dan linoleat yang merupakan asam lemak tidak jenuh. Sehingga bungkil/ampas dari proses pembuatan minyak jarak cukup potensial untuk digunakan baik sebagai pakan ternak maupun bahan pangan.88 2. (1998).1 Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa kadar lemak biji jarak mencapai 46%. Tingginya asam lemak tidak jenuh pada minyak jarak ini menyebabkan minyak Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 30 . Selain itu biji jarak juga mengandung protein dan serat yang cukup tinggi. sedangkan asam linoleat memiliki dua ikatan rangkap. c. Tetapi bungkil ini juga masih mengandung racun yaitu ricin dan kurkin. sehingga biji jarak sangat potensial digunakan sebagai sumber lemak/minyak.06 15. Pada penelitian ini komposisi asam lemak dari minyak jarak belum dilakukan. Komposisi Kimia Biji Jarak Penentuan komposisi kimia biji jarak dilakukan dengan cara analisa proksimat biji yang hasilnya disajikan pada Tabel 5. Asam oleat memiliki satu ikatan rangkap.25 18. Tabel 5.25 48. Racun kurkin dapat hilang pada proses pemanasan . yaitu dengan menambahkan etanol dan natrium hidroksida (Trubus.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Dari Tabel 4 diketahui perbandingan kulit dan endosperm biji jarak adalah 30% kulit dan 70% daging (endosperm).

yaitu berupa pemanasan dengan uap pada suhu 170oC selama 30 menit.2 0. yaitu 14oC untuk oleat dan 11oC untuk asam linoleat (Ketaren. Dengan alat ini. 1986).7 – 9. Untuk memisahkan bagian biji dengan kulit buah dilakukan dengan menggunakan alat pemisah biji. 1986).0 – 44.3 – 45. Proses Pembuatan Minyak Biji Jarak Minyak jarak dapat diperoleh dari biji jarak yang sudah tua dan diproses dengan cara pengepresan.0 – 0. Asam oleat dan linoleat memiliki titik cair yang rendah. Pemanasan merupakan salah satu tahap dalam proses pengolahan minyak.1 14. yang ditandai dengan kulit buah yang sudah menguning. Buah yang masih berkulit ini kemudian dijemur selama 3 hari hingga kering dan kulitnya menjadi pecah dengan sendirinya.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan jarak berbentuk cair pada suhu ruang. pemanasan dengan oven pada suhu 105o C selama 30 menit serta pemanasan dengan penggongsengan biji sehingga biji cukup panas untuk dilakukan pengepresan.1 – 15.3 34.2 0. Selain itu.8 29. Biji yang sudah dipisahkan dari cangkangnya kemudian diberi pemanasan pendahuluan.0 – 0.8 0.0 – 0.0 – 1. persentase biji utuh yang diperoleh sekitar 48% dan biji pecah 3%.0 – 0. yang bertujuan untuk menyatukan dan mengumpulkan butir-butir minyak sehingga memungkinkan minyak dapat mengalir keluar dari daging biji dengan mudah serta dapat mengurangi afinitas minyak pada permukaan biji sehingga pekerjaan pemerasan menjadi lebih efisien (Ketaren.3 2.3 0. Pada penelitian ini biji jarak yang digunakan adalah biji jarak pagar dari buah yang sudah cukup tua. Tabel 6.. (1998) Komposisi (%) 0. Komposisi asam lemak minyak biji jarak *) Asam Lemak Asam Miristat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Arakidat Asam Behenat Asam Palmitoleat Asam Oleat Asam Linoleat Asam Linolenat *) Sumber : Gubitz et al.3 3. pemanasan juga dimaksudkan untuk Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 31 .

daging biji yang telah dipanaskan dimasukkan ke dalam kain saring. pemanasan dengan menggunakan oven pada suhu 105oC (P2) dan pemanasan dengan cara penggongsengan (P3). kemudian dikempa pada tekanan 110 kg/cm2 selama 15 menit sampai semua minyak keluar dan ditampung. maka rendemen minyak yang tertinggi diperoleh pada perlakuan pemanasan dengan cara penggongsengan. menguapkan air hingga kadar air tertentu. Tujuan pengepresan adalah untuk mengeluarkan minyak yang ada di dalam daging biji. 3. tetapi pada Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 32 . Pengepresan biji jarak dalam penelitian ini dengan menggunakan alat pengepres hidraulik. 1982). maka tingkat rendemen minyak yang dihasilkan akan menentukan efisiensi dari proses ekstraksi. sterilisasi pendahuluan. Pemanasan dengan uap menggunakan suhu yang paling tinggi yaitu 170oC. Pengaruh Metode Pemanasan Biji Jarak Terhadap Rendemen Minyak Dalam proses ekstraksi minyak. dan suhu permukaan biji jarak menjadi lebih tinggi dibanding pemanasan dengan oven. menggumpalkan beberapa protein sehingga memudahkan pemisahan lebih lanjut dan mengendapkan beberapa pospatida yang tidak dikehendaki (Makfoeld. lama dan cara pengempaan. Pada penelitian ini digunakan 3 (tiga) perlakuan pemanasan.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan menonaktifkan enzim-enzim. maka dilakukan pemanasan pendahuluan yang bertujuan untuk mengeluarkan minyak dari sel-sel dan jaringan sehingga proses ekstraksi menjadi lebih sempurna. Hal ini disebabkan karena dengan penggongsengan kadar air dipermukaan biji jarak menjadi rendah. sebelum esktraksi minyak jarak dengan pengempa hidraulik. yaitu cara blansir menggunakan uap panas selama 30 menit pada suhu 170oC (P1). Pada pengempaan hidraulik. Berdasarkan Tabel 7 dan Gambar 1 . Dalam penelitian ini. Dari hasil pengempaan ini dihasilkan minyak jarak sekitar 28-40% dan bungkil yang masih mengandung minyak dengan kadar 10-20 % tergantung metode pemanasan pendahuluan yang dilakukan. Metode pemanasan biji jarak sebelum diektraksi ternyata dapat mempengaruhi rendemen minyak yang dihasilkan seperti terlihat pada Tabel 7 dan data hasil pengamatan disajikan pada Lampiran 1. meningkatkan keenceran minyak.

Karakteristik Minyak Biji Jarak Karakteristik minyak biji jarak yang diamati dalam penelitian ini adalah bilangan iod. bilangan asam. Rendemen Minyak 22. 3. Rendahnya rendemen minyak jarak yang dihasilkan. Semakin tinggi suhu pemanasan. sehingga justru dapat meningkatkan kadar air dari biji jarak.95c Keterangan : Angka yang diikuti dengan huruf yang sama tidak berbeda nyata menurut uji wilayah berganda Duncan Rendemen minyak jarak yang dihasilkan dalam penelitian ini masih cukup rendah yaitu berkisar antara 22-27%. sedangkan rekapitulasinya dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 7.51b 27. Data hasil pengamatan disajikan pada Lampiran 2. Hal ini menunjukkan bahwa pada bungkil biji jarak masih terdapat minyak sebesar 19-24%.23a 24. Untuk dapat mengeluarkan minyak dari biji jarak secara maksimum maka alat pengepres yang digunakan hendaknya berupa screw press ataupun alat pengepress yang menggunakan motor sebagai penggerak. 4. berat jenis.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan penelitian ini sumber uap yang digunakan adalah uap dari air panas. Minyak biji jarak yang diamati adalah minyak biji jarak hasil pengepresan dengan menggunakan alat pengepres hidraulik (hydraulic press). Pengaruh metode pemanasan biji jarak terhadap rendemen minyak Metode Pemanasan Blansir uap panas (P1) Pemanasan dengan Oven (P2) Penggongsengan (P3) pada taraf 5%. sedangkan kadar minyak yang terdapat dalam biji jarak yang digunakan adalah sebesar 46%. dan dengan menggunakan 3 (tiga) metode pemanasan pendahuluan. 4 dan 5. disebabkan karena alat pengepres biji jarak yang digunakan masih sangat sederhana yaitu berupa hydraulic press. turbidity point dan indeks bias. maka semakin mudah minyak keluar dari bahan karena pemanasan dapat mengakibatkan minyak menjadi encer. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 33 . hal ini akan menyulitkan proses pengeluaran minyak dari biji.

85c 88. Bilangan Iod Bilangan iod didefenisikan sebagai jumlah garam iodin yang diserap oleh 100 g minyak.921b 0.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Rendemen 30 28 24.48a Warna Bening keputihan Bening Bening kecoklatan Keterangan : P1 = pemanasan dengan cara blansir dengan uap air selama 30 menit suhu 170 oC. metode penentuan bilangan iod dilakukan dengan metode Wijs.23 24 22 20 P1 P2 P3 Metode Pemanasan 27.95 Gambar 1. Karakteristik minyak biji jarak yang dihasilkan dari 3 (tiga) metode pemanasan pendahuluan. P3 = pemanasan dengan penggongsengan.962a Indeks Bias 1.25a Bilangan Asam (mg KOH/g) 4. P2 = Pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit. Pada penelitian ini.954a 0. Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Rendemen dari Minyak Biji Jarak (P1 = Pemanasan dengan blansir uap suhu 170oC selama 30 menit. P3 = Pemanasan dengan Penggongsengan) Tabel 8.79a 5.51 26 22.79a 3.34a Berat Jenis (g/cm3. Metode Pemanasan P1 P2 P3 Bilangan Iod (mg iodin/g) 90. Prinsip Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 34 .90b 92. Angka yang diikuti dengan huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji wilayah berganda Duncan pada taraf 5% a. P2 = pemanasan dengan oven suhu 105oC.51a 1. Nilai yang diperoleh menunjukkan derajat ketidak jenuhan minyak.49a 1. 25oC) 0.

Selain itu oksidasi juga akan dipercepat oleh adanya radiasi misalnya oleh panas atau cahaya. Proses hidrogenasi pada minyak bertujuan untuk menstabilkan minyak sehingga masa simpannya lebih panjang.. Berdasarkan Tabel 8 dan Gambar 1. ozon. khususnya apabila dibantu dengan suatu carrier seperti iodine klorida. Analisis sidik ragam untuk bilangan iod (Lampiran 2) dan nilai rataan bilangan iod (Tabel 8) menunjukkan bahwa metode pemanasan berpengaruh sangat nyata terhadap bilangan iod minyak jarak. maka terjadinya reaksi oksidasi minyak yang terdapat pada biji jarak lebih mudah terjadi. perasid. Pada proses pemanasan pendahuluan dengan penggongsengan. karena penggongsengan dilakukan pada udara yang terbuka serta suhu yang relatif lebih tinggi. Semakin tinggi suhu pemanasan maka terjadinya oksidasi minyak akan semakin cepat. dam kelebihan iod dititrasi dengan Na-tiosulfat sehingga iod yang diabsorbsi oleh minyak dapat diketahui jumlahnya (Apriyantono et al. 1986). Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 35 . Ke dalam sejumlah sample minyak ditambahkan iod berlebih. Proses oksidasi pada minyak terjadi karena aksi oksigen dari udara terhadap minyak. konstituen yang paling mudah mengalami oksidasi adalah asam lemak tidak jenuh (Ketaren. Pemutusan ikatan rangkap pada minyak dapat disebabkan oleh proses hidrogenasi atau terjadinya oksidasi pada minyak. Hal ini menunjukkan bahwa pemanasan dengan oven pada suhu 105oC. terlihat bahwa bilangan iod yang paling tinggi terdapat pada minyak jarak yang dihasilkan melalui pemanasan pendahuluan dengan cara pengovenan pada suhu 105oC. 1989). asam nitrat dan beberapa senyawa organic nitro dan aldehid aromatik (Ketaren. membentuk suatu senyawa jenuh. tidak menyebabkan putusnya ikatan rangkap yang terdapat pada rantai atom C dari asam lemak tidak jenuhnya. adanya katalis atau bahan pengoksidasi seperti peroksida. 1986). Dalam bahan yang mengandung minyak/lemak.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan dasar dari metode ini adalah gliserida tak jenuh mempunyai kemampuan mengabsorbsi sejumlah iod. Jumlah iod yang diabsorbsi menunjukkan ketidak jenuhan minyak.

Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 36 . Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Bilangan Iod dari Minyak Biji Jarak (P1 = Pemanasan dengan blansir uap suhu 170oC selama 30 menit.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan 92.85 Bilangan 94 Iod (mg iodin/g) 92 90 88 86 84 P1 P2 P3 Metode Pemanasan 90. Bilangan asam yang paling tinggi terdapat pada pemanasan pendahuluan dengan cara blansir (P1). Tetapi nilai bilangan asam yang dihasilkan dalam penelitian ini masih cukup tinggi seperti terlihat pada Lampiran 3 dan Tabel 8. P2 = Pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit. tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap bilangan asam dari minyak jarak yang dihasilkan. P3 = Pemanasan dengan Penggongsengan) b. dan yang terendah pada pemanasan dengan oven (P2) seperti terlihat pada Gambar 3. Metode pemanasan pendahuluan terhadap biji jarak.25 Gambar 2.9 88. Tingginya bilangan asam pada minyak hasil proses pemanasan dengan blansir (P1) dan pemanasan dengan penggongsengan (P2) menunjukkan minyak tersebut sudah mengalami kerusakan dimana trigliserida minyak sudah terdegradasi membentuk asam lemak bebas. Bilangan Asam Bilangan asam adalah ukuran dari jumlah asam lemak bebas dan dihitung berdasarkan berat molekul asam lemak atau campuran asam lemak.

Dari Tabel 8 terlihat bahwa berat jenis minyak jarak dipengaruhi oleh metode pemanasan pendahuluan terhadap biji jarak.34 3. P2 = Pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit.962 sedangkan pemanasan dengan blansir (P1) dan pemanasan dengan oven (P2) minyak yang dihasilkannya mempunyai berat jenis berturutturut sebesar 0. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 37 .95 5.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan 4.79 27.954 dan 0.921. Pada penelitian ini berat jenis diukur dengan menggunakan alat piknometer. karena minyak yang dihasilkan semakin kental. sedangkan data hasil pengukuran disajikan pada Lampiran 4 dan Tabel 8.48 39.95 4 30 3 25 20 2 P1 P2 P3 P1 MetodeP2 Pemanasan P3 Metode Pemanasan Gambar 3. Berat Jenis Berat jenis adalah perbandingan berat dari suatu volume contoh pada suhu 25oC dengan berat air pada volume dan suhu yang sama. Semakin tinggi suhu pemanasan maka berat jenis akan semakin besar. P3 = Pemanasan dengan Penggongsengan) c. dan dapat digunakan untuk minyak dalam bentuk cair. dimana minyak dari hasil pemanasan dengan pemanggangan mempunyai berat jenis sebesar 0. Hal ini dapat dilihat dari Gambar 4.79 Bilangan Bilangan 5 Asam Asam (mg 40 KOH/g) KOH/g) 35 38. Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Bilangan Asam dari Minyak Biji Jarak (P1 = Pemanasan dengan blansir uap suhu 170oC selama 30 menit.

Indeks Bias Berdasarkan hasil pengamatan pada Lampiran 5 dan Tabel 8.485.4 0.954 Berat Jenis 1 0.962 P2 P3 Metode Pemanasan Gambar 4. Indeks bias minyak yang tertinggi diperoleh pada pemanasan dengan oven (P2) yaitu sebesar 1.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan 0. Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Berat Jenis dari Minyak Biji Jarak (P1 = Pemanasan dengan blansir uap suhu 170oC selama 30 menit.505.2 0 P1 0. P3 = Pemanasan dengan Penggongsengan) d. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 38 .475. Hilangnya ikatan rangkap menyebabkan minyak menjadi jenuh dan ini akan menurunkan nilai indeks bias dari minyak. P2 = Pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit. sehingga minyak mengalami oksidasi yang mengakibatkan putusnya ikatan rangkap pada molekul lemak.8 0. sedangkan pada pemanasan dengan blansir (P1) indeks biasnya sebesar 1.pada pemanasan dengan penggongsengan suhu yang digunakan terlalu tinggi. dan indeks bias yang terendah pada pemanasan dengan penggongsengan (P3) sebesar 1.921 0. Tetapi ada kecenderungan indeks bias menurun dengan meningkatnya suhu pemanasan (Gambar 5). Hal ini disebabkan. maka metode pemanasan pendahuluan tidak mempengaruhi indeks bias dari minyak yang dihasilkan (P>0.6 0.05).

1986). Refraksi atau pembiasan ini disebabkan adanya interaksi antara gaya elektrostatik dan gaya elektromagnetik dari atom-atom di dalam molekul cairan. yaitu zat warna alamiah dan zat warna hasil degradasi zat warna alamiah.48 1.4 0 P1 P2 P3 Metode Pemanasan Gambar 5. P3 = Pemanasan dengan Penggongsengan) Indeks bias dari suatu zat adalah perbandingan dari sinus sinar jatuh dan sinus sudut sinar pantul dari cahaya yang melalui suatu zat. Pengujian indeks bias dapat digunakan untuk menentukan kemurnian minyak dan dapat menentukan dengan cepat terjadinya hidrogenasi. seperti terlihat pada Tabel 8. berwarna bening untuk perlakuan pemanasan dengan oven (P2) dan berwarna bening kecoklatan untuk perlakuan pemanasan dengan penggongsengan (P3). proses oksidasi dan suhu (Ketaren.2 0. Indeks bias juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kadar asam lemak bebas.51 1. Pengaruh Metode Pemanasan Terhadap Indeks Bias dari Minyak Biji Jarak (P1 = Pemanasan dengan blansir uap suhu 170oC selama 30 menit.6 1.8 0.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan 1. Warna Warna dari minyak jarak pada penelitian ini ditentukan secara visual (subjektif). e.49 Indeks Bias 1. Semakin panjang rantai karbon dan semakin banyak ikatan rangkap maka indeks bias akan semakin besar. P2 = Pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 39 . Minyak jarak yang dihasilkan dari penelitian ini berwarna bening untuk perlakuan pemanasan dengan blansir (P1). Zat warna dalam minyak terdiri dari 2 (dua) golongan.

Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 40 . suhu pemanasan yang terlalu tinggi pada saat pengepresan. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan. 1986). maka metode pemanasan pendahuluan dengan oven (P2) merupakan metode pemanasan yang dapat menghasilkan minyak jarak dengan mutu yang baik. Cu dan Mn (Ketaren. serta adanya logam seperti Fe. walaupun rendemen yang dihasilkannya lebih rendah daripada pemanasan dengan penggongsengan.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Terbentuknya warna yang gelap pada minyak disebabkan oleh proses oksidasi.

Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 41 .21 mg KOH/g. minyak yang dihasilkan dengan cara ini rendah. Minyak jarak sangat potensial dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar.85 mg iod/g. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 3. 2. 3. Hendaknya dicara metode pengepresan lainnya. 4. B. Proses pembuatan minyak jarak dapat dilakukan dengan metode yang sederhana. yaitu bilangan iod 92. Rendemen minyak yang tertinggi diperoleh pada tetapi mutu pemanasan dengan cara penggongsengan yaitu sebesar 27. 5. yaitu dengan pengepresan dengan alat hydraulic press. berat jenis 0. 2. indeks bias 1.51% dengan mutu yang terbaik. misalnya dengan cara screw press.505 dan warna minyak bening.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan KESIMPULAN DAN SARAN A.95%. Perlu dicari alat pengepres dengan teknologi tepat guna sehingga dapat diterapkan pada petani atau skala rumah tangga. Pemanasan dengan menggunakan oven pada suhu 105oC selama 30 menit memberikan rendemen minyak sebesar 24. pada mesin-mesin yang menggunakan solar seperti mesin diesel atau kenderaan berbahan bakar solar lainnya. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai aplikasi minyak jarak sebagai bahan bakar alternatif. Biji jarak mengandung kadar lemak yang cukup tinggi yaitu sekitar 47% sehingga biji jarak sangat potensial digunakan sebagai sumber minyak.921. Saran Dari hasil penelitian yang diperoleh. bilangan asam 3. maka disarankan : 1. Minyak biji jarak mengandung ikatan rangkap sehingga minyak ini berbentuk cair pada suhu ruang dan mempunyai titik cair yang rendah. Metode pemanasan pendahuluan pada biji jarak sebelum diekstraksi dapat mempengaruhi rendemen dan mutu minyak jarak yang dihasilkan. yang dapat memaksimalkan rendemen minyak.

Chemical engineering series. Deskripsi Pengolahan Hasil Nabati. American Society for Testing and Materials. Juni 2005.Mittelbach. Provisional specification for biodiesel fuel (B100) blend stock for distillate fuels. Pengantar teknologi minyak dan lemak angan. 1985. Agritech. Apriyantono. Ketaren.L.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan DAFTAR PUSTAKA American Standard Technical Material – ASTM PS 121-99.Trabi. Yogyakarta. M. London.Fardiaz. 2000. G. S. 6 Kolom 1-2. 2005. Trubus. The chemical process industries. Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 42 . Hal.C. Gubitz. D. Shreve. Sedarnawati. Official Method of Analysis of the Association of Official Analylitical Chemists. Bahan Bakar Kenderaan Masa Depan. 2nd eds. Rabu. UI Press. Suara Pembaruan. R. S. IPB Press. Washington.N. Bioresource Technology (67). Makfoeld. 1999.M. D. Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan. M. Exploitation of the tropical seed plant Jatropha curcas L.. New York. 2005. D. A.Budiyanto. Association of Official Analytical Chemists. 1986. Dikembangkan BBM Alternatif dari Minyak Jarak. Jakarta.. Toronto.Puspitasari. 1989. United States. 18 Mei 2005. 1956.. 1982. N. AOAC.

P3 = pemanasan dengan penggingsengan.94 55.96 27.57 49.38 Rataan 24.05 tabel 9.02 24. Data Pengamatan Rendemen Minyak Jarak (%) Ulangan Total Rataan 1 2 P1 22.90 27.0347 Total 5 33.81 24.01 tabel 30.1669 16.51 P3 27.45** F.99 Keterangan : P1 = pemanasan dengan blansir uap air suhu 170oC selama 30 menit.45 44.55 F.45 24.82 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 43 .1042 0.23 P2 24.2711 F Hitung 477.46 22.95 Total 74.42 74.5933 Galat 3 0. P2 = pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit.96 149.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 1.01 22. Perlakuan Hasil Analisis Sidik Ragam Rendemen Minyak Jarak Sumber Derajat Jumlah Kuadrat Keragaman bebas Kuadrat Tengah Perlakuan 2 33.

2 88.2 272.93 Keterangan : P1 = pemanasan dengan blansir uap air suhu 170oC selama 30 menit.82 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 44 .5 88.66 Galat 3 0.05 tabel 9.55 F.90 P2 88. Hasil Analisis Sidik Ragam Bilangan Iod Minyak Jarak Sumber Derajat Jumlah Kuadrat Keragaman bebas Kuadrat Tengah Perlakuan 2 21.5 93.89 F Hitung 93.11 Total 5 21.2 185. Data Pengamatan Bilangan Iod Minyak Jarak (mg iod/g) Perlakuan Ulangan Total Rataan 1 2 P1 92.3 176.32 10.8 544.85 Total 271.57 0.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 2.3 181.0 Rataan 90.5 91.4 90.01 tabel 30.7 90.58** F. P2 = pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit.8 92.25 P3 90. P3 = pemanasan dengan penggingsengan.

05 tabel 9.076 Total 5 7.93 13.79 P2 3.23 2. Perlakuan Hasil Analisis Sidik Ragam Bilangan Asam Minyak Jarak Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F Hitung Keragaman bebas Kuadrat Tengah Perlakuan 2 1.82 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 45 . P3 = pemanasan dengan penggingsengan.64 Keterangan : P1 = pemanasan dengan blansir uap air suhu 170oC selama 30 menit.80 3.75 0.34 Total 13.421 tn Galat 3 6.64 4.78 9.24 Rataan 4.58 3.80 4.55 F.01 tabel 30.79 P3 5.91 27.35 10.58 4.08 5. Data Pengamatan Bilangan Asam Minyak Jarak (mg KOH/g) Ulangan Total Rataan 1 2 P1 4.98 F.875 0.33 5. P2 = pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit.78 7.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 3.

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 4.921 P3 0.841 0.00095 Galat 3 0. Perlakuan Hasil Analisis Sidik Ragam Berat Jenis Minyak Jarak Sumber Derajat Jumlah Kuadrat Keragaman bebas Kuadrat Tengah Perlakuan 2 0.942 Keterangan : P1 = pemanasan dengan blansir uap air suhu 170oC selama 30 menit.845 2. Data Pengamatan Berat Jenis Minyak Jarak Ulangan Total Rataan 1 2 P1 0.82 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 46 .958 1. P3 = pemanasan dengan penggingsengan.908 0.99** F.951 1.002055 F Hitung 51.01 tabel 30.000018 Total 5 0.000055 0.55 F.923 0.948 0. P2 = pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit.954 P2 0.918 1.965 0.827 5.002 0.672 Rataan 0.923 0.957 0.962 Total 2.05 tabel 9.

485 P2 1.0009 0.82 Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 47 . Perlakuan Hasil Analisis Sidik Ragam Indeks Bias Minyak Jarak Sumber Derajat Jumlah Kuadrat Keragaman bebas Kuadrat Tengah Perlakuan 2 0. Data Pengamatan Indeks Bias Minyak Jarak Ulangan Total Rataan 1 2 P1 1. P2 = pemanasan dengan oven suhu 105oC selama 30 menit.5 tn F.95 1.09 Galat 3 0.47 4.49 Keterangan : P1 = pemanasan dengan blansir uap air suhu 170oC selama 30 menit.49 1.01 tabel 30.48 1.1859 F Hitung 1.47 2.48 2.475 Total 4.05 tabel 9.185 0.93 Rataan 1.51 3. P3 = pemanasan dengan penggingsengan.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 5.97 1.01 1.55 F.50 1.46 8.49 1.06 Total 5 0.505 P3 1.

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 6. Tanaman Jarak b. Buah Jarak Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 48 . Gambar Tanaman dan Buah Jarak pagar (Jatropha curcas L.) a.

Gambar Biji Jarak Utuh dan Daging Biji Jarak a. Daging Biji Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 49 .Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 7. Biji Utuh b.

Hydraullic Press b. Alat Penghancur Biji Jarak Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 50 . Alat Hydraullic Press dan Alat Penghancur Biji Jarak a.Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 8.

Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Sumatera Utara Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan Lampiran 9. Gambar Minyak Biji Jarak a. Bungkil/ Cake Proses Pembuatan Minyak Jarak Sebagai Bahan Bakar Alternatif 51 . Minyak Jarak b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->