Objek Penelitian Agama

A. Latar Belakang Masalah Penelitian secara bahasa berasal dari kata ³teliti´, yang berarti ³cermat´ atau ³seksama´.1 Penelitian artinya sama dengan ³penyelidikan´ atau ³pemeriksaan´ yang dilakukan secara cermat dan seksama. Adapun penelitian secara istilah merupakan terjemah dari bahasa Inggris ³research´ yang berarti usaha atau pekerjaan untuk mencari kembali yang dilakukan dengan suatu metode tertentu dan dengan cara yang hati-hati, sistematis serta sempurna terhadap permasalahan, sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan atau menjawab problemnya.2 Jadi, secara umum penelitian dapat diartikan sebagai upaya menemukan jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan atas sejumlah masalah berdasarkan data-data yang terkumpul melalui prosedur-prosedur ilmiah, sistematis, terkontrol, bersifat empiris dan kritis. Sejak era 70-an, para pemerhati agama dan keagamaan di Indonesia gelisah atas metodologi dalam meneliti agama dan keagamaan. Kala itu, penelitian agama dan keagamaan dengan menggunakan metode-metode yang biasa digunakan dalam penelitian ilmiah untuk keperluan akademis, masih dianggap tabuh. Menurut Amin Abdullah, fenomena seperti itu sesungguhnya bukan hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga muncul di dunia Barat. Arkoun menyebutnya taqdis al-afkar ad-diniy (pensakralan pemikiran keagamaan).3 Agama sebagai ajaran yang memberi tuntunan hidup banyak dijadikan pilihan karena ada indikasi dalam agama terdapat banyak nilai yang bisa dimanfaatkan manusia ketimbang ideologi. Orang lebih leluasa memeluk agama dan merasakan nilai positifnya tanpa harus capek-capek menggunakan potensi akalnya. Agama memberi tempat bagi semua. Di kalangan kaum

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,1991), h.520 P. Jojo Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), h, 1 Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas dan Historisitas,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996), h. 108
1
3 2

1

akademisi dan aktivis sosial khususnya, agama saat ini tidak hanya dipandang sebagai seperangkat ajaran (nilai), dogma atau sesuatu yang bersifat normatif lainnya, tetapi juga dilihat sebagai suatu case study, studi kasus yang menarik bagaimana agama dilihat sebagai obyek kajian untuk diteliti. Dalam perspektif budaya, agama dilihat bagaimana sesuatu yang ilahi itu menghistoris (menyejarah) di dalam praktek tafsir dan tindakan sosial, sehingga dengan demikian agama bukannya sesuatu yang tak tersentuh (untouchable), namun sesuatu yang dapat diobservasi dan dianalisis karena perilaku keberagamaan itu dapat dilihat dan dirasakan. Terlebih di dalam masyarakat yang agamis seperti Indonesia, yang menempatkan agama sebagai bagian dari identitas ke-indonesia-an tentu ada banyak problem keagamaan yang menarik untuk diungkap. Kita tidak akan pernah tahu rahasia agama dan keberagamaan masyarakat bila kita tidak mampu melakukan penelitian atau kajian, seperti mengapa seseorang itu menjadi sangat militan atau mengapa antar komunitas agama saling berkonflik dan seterusnya.4 Penelitian agama perlu dilakukan untuk mengetahui fenomena keberagamaan agar umat beragama bisa menentukan sikap yang seharusnya diambil. Berdasarkan latar belakang masalah di atas dan untuk membatasi permasalahan yang akan di bahas agar terfokus dan terarah, maka dapat dirumuskan pokok permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu: apa saja obyek dari penelitian agama?, apa yang dimaksud dengan penelitian agama?, apa saja pendekatan yang bisa dipakai dalam penelitian agama?, teknik pengumpulan data seperti apa yang digunakan dalam penelitian agama?. Semua ini bertujuan untuk mengetahui seluk-beluk dari peneleitian agama itu sendiri. B. Obyek Penelitian Agama Agama sebagai obyek penelitian sudah lama diperdebatkan. Harun Nasution menunjukkan pendapat yang menyatakan bahwa agama karena merupakan wahyu, maka tidak dapat menjadi sasaran penelitian ilmu sosial, dan kalau pun dapat dilakukan maka harus menggunakan metode khusus yang berbeda dengan metode ilmu sosial.5 Pendapat ini dapat
4

Abdur Razaki,´ Penelitian Dalam Perspektif Budaya.´ Makalah Seminar, 2005

Atang abdul Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), h.56-57
2

5

ia tidak sekedar menentukan hukum sesuatu. Rusli Karim (ed). baik pada individu dan masyarakat. Pernyataan tersebut sah-sah saja. xi-xiii 3 7 6 . bukankah agama sendiri adalah kebenaran. yaitu: Mattulada. maka pendekatan antar disiplin dapat digunakan. (Jakarta: Sinar Harapan. yaitu pendekatan studi integral atas manusia sebagai makhluk sosial dalam kebudayaannya. yaitu dengan menentukan mata rantai isnad. sosiologi atau antropologi. ( Yogyakarta: Tiara Wacana. h. ia sebenarnya telah memulai tradisi penelitian. melacak sejarah tentang situasi sosial yang dialami oleh pembawa hadis. Maka dari itu. tetapi masalahnya tidak semudah itu. pada tahap yang paling awal memang harus disadari benar bahwa penelitian agama sebagai suatu usaha akademis yang berarti menjadikan agama sebagai sasaran penelitian. Jadi. menemukan kesesuaian hadis tersebut dengan al-Qur¶an. tetapi terlebih dahulu memperkenalkan metode ushul fiqh dalam usaha penentuan hukum itu. Ketika Imam Bukhari mengumpulkan dan menentukan tingkat keabsahan hadis. h. seperti psikologi. maka yang menjadi persoalan adalah jika yang menjadi obyek penelitian itu adalah agama. Secara metodologis agama haruslah dijadikan sebagai suatu fenomena yang riil. Penelitian Agama: Masalah dan Pemikiran. 1982). maka barangkali dapat dirumuskan 5 (lima) kategori agama sebagai fenomena yang menjadi subject matter penelitian. 55 Taufik Abdullah dan M. ³Penelitian Berbagai Aspek Keagamaan Dalam Kehidupan Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia´ dalam Mulyanto Sumardi (ed). maka niscaya ia dapat didekati melalui masing-masing ilmu. Begitu pun yang dilakukan oleh Imam Syafi¶i.dipandang ekstrem. apabila menyadari bahwa perilaku keagamaan sesungguhnya adalah perilaku yang terdapat pada kenyataan. sebenarnya penelitian dan pencarian metode penelitian telah menjadi bagian dari tradisi Islam. 1998). betapa pun mungkin terasa agama itu sangat abstrak. maupun dalam kebudayaan. Kalau pendekatan disipliner itu kurang memadai. Kalau ia adalah kenyataan. Metode Penelitian Agama : Masalah dan Pemikiran.7 Dari sudut pandang di atas.6 Kalau memang tujuan dari sebuah penelitian adalah untuk mencari sebuah kebenaran.

karena bersifat metafisik. Teks (Scripture) Sebagai Sumber Ajaran Agama Penelitian terhadap al-Qur¶an bukan bermaksud mempertanyakan kebenaran al-Quran sebagai wahyu ilahiyah. AlQur¶an menurutnya mengandung dua macam realitas. Berangkat dari dua realitas dan dihubungkan dengan kehidupan modern. al-Qur¶an memegang posisi utama dalam studi keislaman. seperti: sejarah. h. Kajian terhadap riwayat-riwayat tersebut membutuhkan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu. dalam Taufik dan M. sejarah. Maka. Dengan demikian. dan realitas yang berada di luar jangkauan indra manusia.9 Ahmad Syafii Maarif. Menurut Syafii Maarif.130 9 8 Ibid 4 . antropologi. Fungsinya secara garis besar terbagi dua. maka ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi. yakni realitas yang dapat didekati secara empiris (lewat eksperimen dan observasi). Riwayat-riwayat hadis yang tersebar dalam berbagai kitab hadis memerlukan penelitian yang sangat serius terhadap sanad dan matannya untuk membuktikan bahwa riwayat itu betul-betul berasal dari Nabi.8 Demikian halnya dengan penelitian terhadap hadis Nabi. untuk realitas yang kedua ini. Rusli Karim (ed). dan sebagai furqan (permisah antara sesuatu yang haq dan yang bathil). sosiologi. Kajian ini melibatkan ilmu antropologi. dan lainnya. Metode Penelitian Agama : Sebuah Pengantar. Posisi Sentral Al-Qur¶an dalam Studi Islam. al-Quran dan hadis tidak lagi hanya dipahami sebagai dogma ilahiyah-nabawiyah semata.1. dan ilmu-ilmu yang lain. pendekatan yang digunakan adalah keimanan. antropologi dan sejarah mempunyai peran yang sangat signifikan untuk memahami doktrin-doktrin al-Qur¶an. yaitu sebagai sumber inspirasi dan dorongan berpikir kreatif. sosiologi. tapi dapat dijadikan sebagai sumber teori yang dapat menginspirasi dan mendorong umatnya untuk berpikir kreatif. tetapi dengan mengkaji al-Qur¶an diharapkan akan melahirkan sejumlah bidang keilmuan. termasuk faktor sosiologis dan kultural masyarakat pada saat al-Qur¶an diturunkan. Kajian itu meliputi proses turunnya al-Qur¶an.

maupun dalam kebudayaan.10 Agama mengandung dua kelompok ajaran. Bentuk ajaran agama yang kedua ini bersifat relatif. baik pada individu dan masyarakat. Agama Sebagai Sebuah Produk Pemikiran (Thought) Pada kategori kedua ini. Ajaran dasar agama. Ajaran dasar yang demikian terdapat dalam kitab-kitab suci agama. maka pendekatan antar disiplin dapat digunakan. karena hanya merupakan penjelasan dan hasil pemikiran manusia. 55 5 11 10 .2. dan kalau ia adalah kenyataan. agama tampak sebagai sebuah konsep pemikiran yang lahir dari kultur yang diakibatkan oleh dinamika pemikiran umatnya. yaitu pendekatan studi integral atas manusia sebagai makhluk sosial dalam kebudayaannya. Agama Sebagai Produk Interaksi Sosial (Social Interaction) Menurut Mattulada. teks-teks yang menjadi sumber utama ajaran-ajaran agama. h. Agama tampak sebagai sebuah hasil pemikiran atau pemahaman seseorang atau kelompok terhadap teks-teks keagamaan. 93 Mattulada. maka niscaya ia dapat didekati melalui masing-masing ilmu. kekal. h. Kedua. sosiologi atau antropologi. Rusli Karim(ed). perilaku keagamaan sesungguhnya adalah perilaku yang terdapat pada kenyataan. nisbi. karena merupakan wahyu dari Tuhan. Pertama. Penjelasan ahli agama terhadap ajaran dasar agama. ³Penelitian Berbagai Aspek Keagamaan´.11 Jalaludin Rakhmat. Ajaran-ajaran yang terdapat dalam kitab-kitab suci itu memerlukan penjelasan tentang arti (makna) dan cara pelaksanaannya. bersifat absolut. tidak berubah dan tidak dapat diubah. berubah dan dapat diubah sesuai dengan tuntutan perkembangan ruang dan waktu. tidak mutlak benar dan tidak matkekal. Metode Penelitian Sebuah Pengantar. seperti psikologi. tidak bersifat absolut. mutlak benar. dalam Taufik Abdullah dan M. dalam Mulyanto Sumardi (ed). Penjelasan-penjelasan pemuka atau pakar agama membentuk ajaran agama. Kalau pendekatan disipliner itu kurang memadai. ajaran dasar yang diwahyukan Tuhan melelalui para rasul-Nya kepada umat manusia. 3. ³Metodologi Penelitian Agama´. Penelitian Agama.

para pemeluk agama membentuk masyarakat sendiri yang berbeda dengan komunitas kognitif lainnya. orang akan meneliti tentang sejarah ka¶bah. Demikian pula alat-alat agama lain yang dapat dijadikan sasaran penelitian. 55-57 Taufik Abdullah dan M. Agama Dalam Bentuk Institusi-institusi Keagamaan Kata seorang ahli. apakah sistem pelapisan sosial?. Agama mempengaruhi jalannya masyarakat dan selanjutnya pertumbuhan masyarakat mempengaruhi pemikiran terhadap agama.Hal yang mendorong adanya penelitian agama khususnya di Indonesia ialah adanya kesadaran umum yang kuat. Metodologi Penelitian. h. komunitas ini pun mempunyai tatanan struktural dan tidak pula terlepas dari dinamika sejarah. 5. ataujika penilaian doktrin akan diberikan. sejauh manakah tatanan tersebut merupakan pantulan dari keharusan doktrin agama?. Rusli Karim. kapan didirikan. maka yang perlu dilakukan adalah apakah alat-alat tersebut betul-betul alat agama atau tidak. Sebagai suatu masyarakat. Pengaruh timbal-balik antara keduanya merupakan kenyataan sosial-budaya yang menjadi tantangan untuk dipahami seluas dan sedalam mungkin. Bagaimanakah corak dan bentuk tatanan itu?. h. xiv 6 13 . Artinya agama merupakan awal dari terbentuknya suatu komunitas atau kesatuan hidup yang diikat oleh keyakinan akan kebenaran hakiki yang sama. tetapi 12 Ibid. yang memungkinkan berlakunya suatu patokan pengetahuan yang sama pula. bahwa kenyataan sosial dan kultural bangsa Indonesia adalah kenyataan yang bersifat religius. Tidaklah terlalu sukar untuk membayangkan bahwa corak penelitian atau kajian dalam kategori ini didiami oleh disiplin-disiplin ilmu13. agama adalah landasan dari terbentuknya suatu komunitas kognitif. (ed). siapa yang membangun. Agama Dalam Bentuknya Sebagai Simbol-Simbol keagamaan (Tools/Merchandise) Penelitian terhadap peralatan agama tergantung pada alat apa yang diteliti. Jadi meskipun bermula sebagai suatu ikatan spiritual.12 4. Misalnya saja. bagaimana bentuknya dan seterusnya. karena ada yang hanya dianggap sebagai alat agama. Agama dan masyarakat itu ada dan saling pengaruhmempengaruhi satu sama lain.

pranata sosial maupun perilaku sosial yang lahir atau sebagai perwujudan kepercayaan suci. Metodologi Penelitian Sosial Agama. penelitian agama adalah pengkajian akademis terhadap agama sebagai realitas sosial.sebenarnya bukan alat agama. atau benda yang dianggap sakral atau suci. sama dengan batu-batu yang lain´. h. Kerangka Teori (Konseptual) Sebagai usaha akademis. baik berupa teks. 2003) h. Jadi. di daerah tertentu menganggap peci sebagai ´tanda´ atau ´simbol´ orang Islam dan bahkan ada yang menganggap sebagai pelengkap sahnya shalat. 15 Imam Suprayogo. metode dan sistematika yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 1998). Atho¶ Mudzhar mengatakan. misalnya Hajar Aswad. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.14 Dalam komunitas Islam juga terjadi hal yang sama. Tetapi. seperti peci. kenapa begitu? Ada pendapat dalam ilmu sosiologi. Maka. Tetapi pada waktu tertentu peci digunakan untuk pengambilan sumpah pejabat dan bahkan di daerah lain peci sebagai ´simbol´ kebangsaan daripada simbol keagamaan. sebenarnya tidak ada hal-hal. C. Karena itu konsep penelitian agama tidak bermaksud untuk menemukan agama baru atau agama yang benar. tetapi benda yang sama mungkin saja tidak menjadi suci (profane) apabila orang tidak menganggapnya suci. Kamu hanya sebuah batu. terletak pada kepercayaan orang tersebut mengenai nilai-nilai yang ada di dalamnya dan bukan sakral. yang menurut Jalaluddin Rakhmat. sesuatu. penelitian agama mensyaratkan obyek. saya tidak akan menciummu. melainkan filsafat agama. dalam konsep Islam. karena itu bukan tugas metodologi penelitian agama. dan Tobroni. Dengan kata lain. Umar bin Khattab pernah berkata di depan hajar aswad´Kalau saya tidak melihat Nabi menciummu. nilai Hajar Aswad bagi seorang muslim. Misalnya. penelitian agama adalah pengkajian akademis terhadap ajaran dan keberagamaan15. ajaran tersebut adalah teks (lisan atau tulisan) sakral yang menjadi Atho Mudzar. (Bandung: Rosdakarya. 17 7 15 14 . suatu benda dianggap suci (sakral) karena orang menganggapnya demikian.

³Mengapa Penelitian Agama´. h. Salah satu contoh yang dikatakan Atho¶ Mudzhar bahwa pernyataan Mukti Ali (Menteri Agama) ketika membuka Program Latihan Penelitian Agama (PLPA). obyek penelitianlah yang menjadi penentu metode suatu penelitian.19 Sedangkan penelitian keagamaan (religious research) adalah penelitian yang obyeknya tidak langsung mengenai doktrin agama. Ludjito. dalam Taufik Abdullah dan M.18 Dalam hal ini.16 1. Metodologi Penelitian Agama. Penggunaan istilah penelitian agama sering juga dimaksudkan mencakup pengertian istilah penelitian keagamaan dan juga sebaliknya. h. Penelitian Agama (research on religion) dan Penelitian Keagamaan (religious research) Mengenai perbedaan penggunaan istilah penelitian agama dan penelitian keagamaan. tapi menitik beratkan pada agama sebagai sistem keagamaan dan nilai-nilai yang dilingkupinya dan gejala-gejala yang terjadi seperti nilai kemanusiaan. Pendekatan Studi Islam dalam Teosi dan Praktek. ³Metodologi Penelitian Agama´. Penlitian Agama dan Pemikiran.rujukan. Ludjito. menggunakan kedua istilah tersebut dengan pengertian yang sama.17 Sebagian peneliti berpendapat bahwa penelitian agama dan penelitian keagamaan adalah dua hal yang berbeda. yang dalam hal ini yaitu al-Qur¶an dan hadis. Scientific Cum Doctriner Jalaludin Rakhmat. menurut Atho¶ Mudzhar sampai sekarang masih belum diberi batas yang tegas. ³Studi Islam Kontemporer´. Merode Penelitian Agama: Sebuah Pengantar. h. sedangkan keberagamaan adalah perilaku yang bersumber langsung atau tidak langsung kepada nash. kerukunan. 35 A.20 2. 18 MAttulada. bukan sebaliknya. 17 17 16 Atho Mudzar. 4 20 19 18 A. interaksi sosial dan seterusnya. Penelitian agama (research on religion) adalah penelitian yang obyeknya adalah sumber agama sebagai doktrin. Rusli Karim (ed). Sebuah Pengantar. h. h. dalam Taufik Abdullah dan M. 16 8 . ³Mengapa Penelitian Agama´ dalam Mulyanto Sumardi (ed). Rusli Karim (ed).

maka perhatian terhadap kenyataan yang serba kongkrit makin berkembang. 2007) h. Lalu timbul pertanyaan apakah agama pada umumnya tidak memerlukan suatu dasar empirik?. Mereka sebagai hamba Allah yang berusaha mengembangkan hubungannya dengan Tuhan di tengah-tengah pergaulan dengan sesama manusia di dunia. Penelitian agama berhubungan dengan ungkapan umat manusia sebagai hamba Allah yang menjalankan pesan-pesan agamanya sebagai anggota masyarakat di tengah-tengah dunia ini. Dengan ini maka penelitian agama berpijak pada situasi kongkrit dan empirik dan pada pengalaman umat yang nyata. bahkan ilmu agama pun terkena pengaruh perkembangannya. mereka yang menganggap perlu dibangun suatu metode penelitian agama yang khas. Kedua. Penelitian Agama (Suatu Pembahasan Tentang Metode dan Sistem)´. Dengan demikian timbul pertanyaan: apakah penelitian agama akan meminjam hasil pengamatan dan penelitian ilmu-ilmu sosial?. yang berbeda dengan metode dalam penelitian-penelitian ilmiah. Restrukturisasi Metodoogi Islamic Studies Mazhab Yogyakarta (Yogyakarta: Suka Press. 79-80 22 21 Ibid 9 . Pertama. atau penelitian agama seharusnya mempunyai alat-alatnya sendiri untuk menghadapi dan meneliti situasi kongkrit itu?22 Di kalangan para ahli tampaknya ada dua kecenderungan pola berpikir yang berkembang. metode ini disebut metode sui generic. Di pihak lain.Dengan makin berkembangnya ilmu eksakta. dalam Amin Abdullah (ed). situasi kongkrit itu juga menjadi obyek penelitian ilmu-ilmu sosial.21 Penelitian agama menyangkut umat beragama yang hidup di tengah-tengah dunia. mereka yang berpandangan bahwa dalam penelitian agama tidak perlu membangun metode baru. para ahli bisa melakukan penelitian dengan cara memanfaatkan dan menggunakan pengetahuan serta metode dari berbagai disiplin Mukti Ali. Orang beragama semakin menaruh perhatian terhadap pengalaman langsung umatnya. Ilmu sosial pun mengarahkkan perhatiannnya kepada kenyataan social.

Metode Penelitian Agama Perspektif Perbandingan Agama (Bandung: Pustaka Setia. Pendekatan ilmiah dan doktriner harus digunakan secara bersama-sama. Rusli Karim (ed).(Jakarta: Sinar Harapan. 82 Mukti Ali.25 3. Untuk mempelejari ini metode filosofis harus dipergunakan. yakni ilmu-ilmu sosial dan pengetahuan budaya.(interdisipliner atau multidisipliner). mengkaji Islam dengan segala aspek tidaklah cukup dengan metode ilmiah saja. sosiologis saja. historis. ilmu-ilmu manusia. yaitu metode filosofis. fenomena keberagamaan manusia dapat dilihat dari berbegai sudut pendekatan. tetapi ia juga dapat dilihat dari sudut dan terkait erat dengan historisitas pemahaman dan interpretasi orang atau kelompok Mulyanto Sumardi. h. Lihat juga Dadang Kahmad. Masalah dan Pemikiran. Metode yang kedua ini disebut metode saintifik. Lalu islam juga merupakan agama yang membentuk suatu masyarakat dan peradaban. Normativitas dan Historisitas Islam Dalam wacana studi agama kontemporer. Inilah yang oleh Mukti Ali disebut dengan metode scientific cum doctriner. h. khususnya dari dua disiplin terdekat. 1-2. Untuk mempelajari dimensi ini harus dipergunakan metode-metode yang selama ini dipergunakan dalam ilmu manusia. karena hubungan manusia dengan Tuhan di dalam filsafat. Metode Penelitian Agama: Sebuah Pengantar.24 Jelasnya.23 Satu metode saja tidak bisa dipilih untuk mempelajari Islam. Islam bukan agama yang hanya didasarkan kepada intuisi mistis dari manusia dan terbatas pada hubungan manusia dan Tuhan. Penlitian Agama. ³Metodologi Ilmu Agama Islam´. 2000). dalam Taufik Abdullah dan M. pendekatan ilmiahcum-doktriner harus dipergunakan. karena islam bukan agama yang mono-dimensi. 47 25 24 23 Ibid 10 . h. Ia tidak lagi hanya dapat dilihat dari sudut dan semata-mata terkait dengan normativitas ajaran wahyu. Demikian juga memahami Islam dengan segala aspeknya itu tidak bisa hanya secara doktriner saja. 1982). pendekatan scientific-cum-suigeneris harus diterapkan. Dimensi yang lain dari agama adalah masalah kehidupan manusia di bumi ini. Untuk mempelajari dimensi ini maka metode sejarah dan sosiologi harus dipergunakan.

yakni pemahaman keagamaan yang hanya terbatas pada aspek eksternal-lahiriah dari keberagamaan manusia dan kurang begitu memahami. Sedang pendekatan historis yang lebih bersifat historis menuduh corak pendekatan normatif sebagai jenis pendekatan dan pemahaman keagamaan yang cenderung bersifat absolutis. Yang menurutnya bersifat reduksionis. yang kemudian semua itu digunakan 26 Amin Abdullah. tanpa berusaha memahami lebih dahulu apa sesungguhnya yang melatarbelakangi berbagai teks keagaamaan yang ada. Pendekatan normatif lantaran berangkat dari teks (kitab suci) yang bercorak literalis. tekstualis dan skriptualis tidak sepenuhnya menyetujui alternasi pemahaman yang dikemukakan oleh pendekatan historis. menyelami dan menyentuh aspek batiniah-eksoteris serta makna terdalam dan moralitas yang dikandung oleh ajaran agama itu sendiri. Pendekatan historis ingin menggarisbawahi pentingnya telaah yang mendalam tentang asbab al-nuzul.26 Pendekatan normatif dan historis tidak selamanya seirama.27 D. apa yang terjadi pada masa sekarang. psikologis maupun sosiologis. vi 11 27 . v Ibid.terhadap norma-norma ajaran agama yang dipeluknya. h. serta model-model amalan dan praktek-praktek ajaran agama yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Studi Agama: Normativitas dan Historisitas. lantaran cenderung mengabsolutkan teks yang sudah tertulis. hubungan keduanya seringkali diwarnai ketegangan. h. baik yang bersifat kreatif maupun destruktif. Pendekatan-pendekatan dalam Penelitian Agama Berikut adalah pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam sebuah penelitian agama atau keagamaan: 1. baik yang bersifat cultural. Pendekatan Sejarah Penggunaan sejarah sebagai sebuah pendekatan atau pisau analisis dalam studi Islam adalah mencoba sekuat tenaga memahami sejumlah peristiwa yang terkait dengan Islam (baik yang menyangkut ajaran maupun realitas empiris sehari-hari) pada masa lalu. hubungan antara keduanya.

2010). Metodologi. 42-43 Dawam Rahrj0.16-17 12 30 29 28 . Tetapi akhirnya orang akan berkesimpulan bahwa yang nyata hanyalah yang dapat diselidiki secara empiris. ³Pendekatan Sejarah´. dalam Dudung Abdurrahman (ed). Metode Penelitian Agama. maka setiap penggambaran atau deskripsinya hendaklah mencerminkan sesuatu proses yang diungkapkan berdasarkan fakta-fakta tentang apa. dan Implementasi. kapan. Akan tetapi karena gejala historis itu sangat komplek. Apabila penggambaran itu bermaksud menulis sejarah naratif. Tetapi kemudian orang akan menyelidiki realitas dari berbagai jenisnya dan mulai pula menyelidiki secara rasional asal-usul kejadian. 2006). (Yogyakarta: Suka Press. Sejarah Sosial dalam Studi Islam: Teori. h.28 Karakteristik sejarah sebagai pendekatan adalah sebagai sebuah kerangka metodologi di dalam pengkajian atas suatu masalah.untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh umat Islam saat ini maupun yang akan datang. Sebaliknya.20 Dudung Abdurrahman. dimana dan mengapa peristiwa terjadi. h. sesungguhnya dimaksudkan untuk meneropong segala sesuatu masalah itu dalam kelampauannya. atau cara penyusunan ceritanya berpusat pada masalah (problem-oriented). maka pembuatan kisah sejarah memakai seleksi berdasarkan common sense dan tidak membutuhkan teori atau konsep-konsep ilmu lain. siapa. Metodologi Penelitian Agama: Pendekatan multi Disipliner. penggambaran yang bersifat analitis menuntut alat-alat analisis sejak awal penulisannya. Pendekatan Sosiologi Sosiologi adalah suatu ilmu atau cabang ilmu yang mempergunakan observasi. ³ Pendekatan Ilmiah Terhadap Fenomena Keagamaan´.29 2.Sebuah Pengantar. Pada mulanya pemikiran orang bertitik tolak dari kepercayaan akan adanya Tuhan. (Yogyakarta: Kurnia Alam Semesta. hal. Minhaji.30 Penelitian Agama dengan pendekatan sosiologi dapat mengambil beberapa tema: Akh. eksperimentasi dan komparasi sebagai metode untuk memahami realitas. dalam Taufik Abdullah dan M. di luar itu adalah sesuatu hal yang mustahil. Rusli Karim (ed).

sebagai kombinasi dari pendekatan sejarah dan pendekatan sosiologi.32 4. mobilitas sosial. Kebudayaan manusia meliputi pelbagai aspek dari kehidupan manusia itu sendiri. Penelitian tentang gerakan masyarakat yang membawa paham yang dapat melemahkan atau menjunjung kehidupan beragama. Penelitian tentang pola interaksi sosial masyarakat. Pendekatan Sejarah Sosial Dalam perkembangannya berikutnya. h. d. dan ekonomi yang mempengaruhi lahir dan berkembangnya pemikiran Islam. h. e. c. Penelitian tentang tingkat pengalaman beragama masyarakat. 77-78 32 31 Akh. dalam Dudung Abdurrahman (ed) Metodologi Penelitian Agama. muncul sebuah pendekatan baru yang disebut pendekatan sejarah sosial. pendekatan Multidisipliner. yaitu melihat sesuatu secara totalitas dengan mengupas tuntas struktur sosial. Minhaji. akan tetapi agama dalam sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari. Penelitian tentang pengaruh agama terhadap masyarakat atau tepatnya pengaruh agama terhadap perubahan masyarakat. memusatkan kajiannya pada manusia yang distigmakan sebagai makhluk berbudaya.31 3. Sejarah Sosial dalam Studi Islam. 48 13 . Agama sebagai sasaran kajian antropologi bukan mengarah kepada wahyu sebagai sumber agama. politik. Penelitian tentang pengaruh struktur dan perubahan masyarakat terhadap pemahaman ajaran agama atau konsep keagamaan.a. Dengan kata lain antropologi ingin memperoleh penjelasan Mochamad Shodik. budaya. dan hubungan sosial di tengah-tengah masyarakat. Dalam konteks studi Islam maka sejarah sosial adalah mengkaji Islam dengan memperhatikan social. b. ³Pendekatan Sosiologi´. Pendekatan Antropologi Antropologi sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan sosial.

89-90 14 . Rasa agama merupakan kristal nilai agama (religious conscience) dalam diri yang terdalam dari seseorang yang merupakan produk dari internalisasi nilai-nilai agama yang dirancang oleh lingkungannya. Demikian juga hubungan pengaruh dari rasa agama terhadap perilaku seseorang. Pendekatan Multidisipliner.dari pertanyaan bagaimana agama dapat dianggap sebagai pedoman dan pengarah bagi manusia untuk bersikap dan berperilaku dalam menghadapi hidup dan kehidupan. Shomad. dicari variasinya dan Abd.35 6. dibetulkan. Kata-kata dipertimbangkan. Pendekatan Filologi. Pendekatan Psikologi Penelitian agama dengan pendekatan psikologi adalah penelitian terhadap peristiwa atau pengalaman kejiwaan individu yang terkait dengan rasa agama atau keagamaannya (religiousity). ³Pendekatan Antropoloi´. diperbandingkan. dijelaskan asal-usulnya. dalam Dudung Abdurrahman (ed). psikologi kemudian berusaha menelaah tentang kondisi pengalaman batin tersebut dari berbagai sudut dan aspek. ³Pendekatan Psikologi´. khususnya bila efek dari pengalaman itu terbukti dalam bentuk perilaku. Metodoloogi Penelitian: Pendekatan Multidisipliner. Seseorang mungkin tidak faham mengapa ada orang yang religius tapi berperilaku tidak religius. h.34 Agama adalah pengalaman batin daris seseorang ketika ia merasakan adanya Tuhan. nilai rasa agama sangat berpengaruh terhadap bentuk persepsi. Sebagai sebuah kristal. yaitu ketika dia secara aktif berusaha menyesuaikan hidupnya dengan Tuhan. Metodologi Penelitian Agama. sikap. Proses perkembangan rasa agama sangat kompleks. baik dalam bentuk yang dapat dikategorikan sebagai sikap dan perilaku religius maupun yang bukan religius. Dari sini.33 5. h. h. Seseorang tidak mudah memahami bagaimana rasa agamanya hadir dalam dirinya. serta perilaku individu. 88 35 34 33 Ibid. 74 Susilaningsih. Filologi secara harfiah berarti bercinta kepada pembicaraan atau kata-kata. dalam Dudung Abdurrahman (ed).

Karena itu tidak ada persoalan apakah penelitian agama itu penelitian ilmu sosial. filologi tidak hanya sibuk dengan kritik teks. 101 Lebih lanjut baca Mulyanto Sumardi (ed). karena naskah itu sebelumnya mengalami penyalinan untuk kesekian kalinya. pendekatan arkeologi (seperti ide Hasan Muarif Ambary) dan sebagainya.37 Dari uraian beberapa pendekatan di atas. Sidjabat). 101 37 36 Ibid.36 Pekerjaan utama filologi ialah mendapatkan kembali naskah dari kesalahan. Selain pendekatan-pendekatan di atas. supaya isi naskah tidak diinterpretasikan secara salah.sebagainya sehingga jelas bentuk dan artinya. Metodologi Penelitian Agama :Pendekatan Multi Disipliner. seperti: pendekatan dari ilmu agama (seperti yang ditawarkan oleh W. tetapi karena bidang kajiannya. dalam Dudung Abdurrahman (ed). ³ Pendekatan Filologi´. Obyeknya tetap sama yaitu naskah. Hal ini penting. h. Pengertian filologi ini kemudian berkembang. Penelitian Agama . h.38 M. Jandra. sudah jelas bahwa agama bisa diteliti dengan berbagai paradigma. masih banyak lagi model pendekatan yang bisa dipergunakan dalam penelitian agama. serta komentar penjelasannya. penelitian legalistis atau penelitian filosofis. sehingga dapat diketahui naskah yang dekat pada aslinya. sehingga perlu dibersihkan dari tambahan yang diterapkan dalam zaman kemudian yang dilakukan waktu penyalinan. yang berarti memberikan pengertian yang sebaik-baiknya dan yang bisa dipertanggungjawabkan. tetapi juga ilmu yang menyelidiki kebudayaan suatu bangsa berdasarkan naskah.B. Realitas keagamaan yang diungkapkan mempunyai nilai kebenaran sesuai dengan kerangka paradigmanya. Penelitian agama disebut penelitian agama bukan karena metodenya. Masalah dan Pemikiran 15 38 .

peradaban. ekonomi dan bagian sah dari perkembangan dunia. teks suci.7. Dalam pendekatan fenomenologi Islam tidak lagi dipahami hanya dalam pengertian historis dan doktriner saja. studi Islam layak untuk dijadikan sebagai salah satu cabang ilmu favorit. Dengan demikian. melainkan telah menjadi sebuah sistem budaya. Pendekatan Kajian Islam dalam studi Agama. komunitas politik. 8-9 16 39 . alih bahasa Zakiyuddin Baidhawy. Ketika general pattern tersebut dirinci maka lahirlah apa yang dinamakan particular pattern. h. misalnya dalam hal kepercayaan Islam mempunyai konsep tauhid sedangkan Kristen berpegang konsep pada trinitas. pendekatan fenomenologi adalah pendekatan yang mencoba menggabungkan sifat obyektif dan subjektif yang ada dalam diri setiap pengkaji agama. karenanya dibutuhkan metode dan pendekatan interdisipliner. tetapi telah menjadi fenomena yang kompleks.39 Dalam studi agama terdapat dua aspek yang harus dibedakan. 2002). Jadi pendekatan fenomenologi dapat diartikan sebagai upaya-upaya yang dilakukan untuk melahirkan satu disiplin tersendiri yang bersifat obyektif dalam kajian agama yang disertai dengan metodologi tersendiri pula. di luar kemampuan pemeluknya. Artinya studi Islam telah mendapat tempat dalam percaturan dunia ilmu pengetahuan. Dalam menilai particular pattern ini lebih banyak peneliti yang bersifat subyektif karena berhubungan langsung dengan keyakinan dirinya. Seorang peneliti harus bersifat obyektif dalam mengkaji hal tersebut. Mengkaji dan mendekati Islam. Setiap agama memiliki particular pattern yang berbeda. Mudahnya. Richad C. histori serta konstitusi. dalam hal ibadah Islam mempunyai sholat sedangkan Kristen mempunyai kebaktian. tidak lagi mungkin hanya dari satu aspek. inilah yang disebut dengan fundamental structure dari agama. ritual. seperti: kepercayaan. Islam tidak hanya terdiri dari rangkaian petunjuk formal. General pattern adalah sesuatu yang pasti ada pada setiap agama. Pendekatan Fenomenologi Fenomenologi pada dasarnya merupakan kritik terhadap ilmu-ilmu lama yang dianggap kaku. dan morality. leadership. yaitu apa yang disebut dengan general pattern dan particular pattern. Martin. (Surakarta: Muhammadiyah University Press.

seperti: kalam.com/2009/01/08/model-model penelitian Agama/ 17 41 . Dengan demikian. akan tetapi selalu beriringan dan bersinggungan langsung dengan hal-hal yang berada di luar agama itu sendiri. Problem Penelitian Agama Agama tidak datang dalam ruang yang hampa. sosiologi. Ia jelas dipengaruhi persepsipersepsi yang ada dalam dirinya sendiri. pentingnya netralitas. Artinya studi agama dengan pendekatan fenomenologi lebih menekankan upaya pemahaman seorang pengkaji agama terhadap agama yang dianut orang lain. Hal-hal tersebutlah yang menjadi problem dalam penelitian agama. dan pada waktu yang sama mencoba mendekati agama orang lain berdasarkan pemahaman dan pengalaman penganut agama itu sendiri. dan dalam perjalanan kesejarahannya pun agama tidak selalu berjalan sendiri. 1. dan juga dipengaruhi hal hal lain di luar dirinya. histori.Terdapat dua hal penting yang menjadi karakteristik pendekatan fenomenologi. dan yang lain.41 40 Ibid http://awalbarri. antropologi. dan bahkan kategorisasi. 40 Dalam kenyatannya. Di sisi lain seorang ilmuwan (peneliti) yang akan meneliti agama juga tidak dating dengan tangan hampa. hermeneutic. pedekataan fenomenologi ini tidak dapat berdiri sendiri.wordpress. akan tetapi membutuhkan bantuan pendekatan-pendekatan yang lain. budaya. karakteristik pertama. Karakteristik kedua adalah kontruksi skema taxonomi dalam mengklasifikasi fenomena menembus batas-batas komunitas agama. E. seorang pengkaji diharapkan untuk sementara mengesampingkan pemahaman dan komitmen terhadap agama yang dianut. Problem Agama dan Budaya Budaya menurut koenjaraningrat adalah keseluruhan system gagasan tindakan dan hasil kerja manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar.kategorisasi peristiwa sejarah (epoch).

yaitu faktor geografis. seni bangunan. Namun harus dicatat pula bahwa kajian Islam dari para outsider menyumbangkan gagasan-gagasan besar ilmiah yang memicu gerakan intelektual dalam peradaban Islam. Rahman berpendapat bahwa laporan outsider tentang pernyataan insider mengenai pengalaman agamanya sendiri bisa sebenar laporan insider sendiri. agama.42 2. Yang paling penting adalah kejujuran akademis dalam memahami Islam. budaya dan beberapa kondisi yan objektif. sarjana muslim sendiri (insider) atau sarjana Barat dan para orientalis (outsider)? Menjawab persoalan ini.43 Berbeda dengan Rauf. Fazlur Rahman ingin menjelaskan maksud pendirian Abdul Rauf secara lebih tepat. Pendekatan Kajian Islam dalam Studi Agama. struktur masyarakat dan adat istiadat. Muhammad Abdul Rauf mencoba membangun jembatan penghubung antara pengkaji Islam dari Barat dan dari kalangan Muslim sendiri. Martin. Misalnya adalah analisis studi Islam yang didasarkan pada prasangka budaya. Lahirnya daya kritis Islam lahir berkat 42 ibid Richard C. dan prasangka intelektual yang didasarkan pada supremasi budaya (cultural supremacy). Siapa yang paling kompeten untuk bicara mengenai Islam. h. Rauf memberikan catatan bahwa banyak prasangka dan bahaya dalam studi Islam yang dilakukan oleh Barat. alih bahasa Zakiyuddin Baidhawy.Budaya yang digerakkan agama timbul dari proses interaksi manusia dengan teks (kitab) yang diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup pelakunya. Problem Insider dan Outsider Problem outsider dan insider juga menjadi bahasa akademik dalam studi agama. Hal pokok bagi semua agama adalah bahwa agama berfungsi sebagai alat pengatur dan sekaligus membudayakannya dalam arti mengungkapkan apa yang ia percaya dalam bentuk budaya yaitu dalam bentuk etis. 8-9 18 43 . Faktor kondisi objektif menyebabkan terjadinya budaya agama yang berbeda-beda walaupun agama yang mengilhaminya adalah sama.

unit-unit eksperimen.44 F.kajian-kajian para outsider. teknik penarikan sampel. minat mempelajari agama. kepedulian terhadap orang lain. etos kerja kelompok beragama. dan hipotesis. intelektual Muslim mengetahui problem yang sedang diderita sembari mengusulkan pelbagai pemecahan yang harus dilakukan. konstruk/operasional (perwujudan dari konsep yang sudah didefinisikan dan terukur). penelitian kuantitatif melakukan berbagai uji statistik untuk melihat pengaruh. yaitu: konsep. psrtisipasi dalam kegiatan agama. teori. Metodologi Penelitian Agama: Pendekatan Teori dan Praktek. Metode Kuantitatif Peneltian kuantitatif ialah penelitian yang melakukan berbagai bentuk perhitungan terhadap berbagai gejala keagamaan. seperti sampel yang 44 Richad C.45 Ada beberapa unsur penting yang harus ada dalam penelitian kuantitatif. sampel. Teknik Pengumpulan Data Berikut adalah teknik pengumpulan data yang bisa dipergunakan dalam penelitian agama: 1. Bila prinsip keterwakilan tidak terpenuhi. dan lain-lain diukur dan diwujudkan dalam bilangan. Selain itu dalam penelitian kuantitatif diperlukan adanya metode yang meliputi: populasi. alat ukur. 28 19 45 . seperti ketaatan beragama. Dengan cara berfikir kritis. Selain itu. Artinya sampel harus mewakili populasi. h. 2002). pengumpulan dan pengolahan data serta analisis data dengan uji-uji statistik. Martin. (Jakarta: Grafindo Persada. 237-248 Sayuti Ali. Penarikan sampel dilakukan dengan prinsip keterwakilan. perilaku sosial dan ekonomi kelompok beragama. Pendekatan Kajian Islam. h. hubungan dan perbandingan. sehingga peneliti dapat menyimpulkan karakteristik atau keadaan populasi berdasarkan sampel. variabel.

Penelitian kualitatif bukan hanya menggambarkan variabelvariabel tunggal melainkan dapat mengungkap hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.48 46 Ibid. apakah variabel diukur secara nominal. Sumber data lain ialah bahan-bahan pustaka. Pertanyaan disusun sesuai definisi operasional dan pengukuran variabel. 58 Ibid. Penelitian kualitatif dapat melihat hubungan sebab-akibat. seperti: dokumen. 63 20 47 48 . Hanya saja yang menjadi titik tekan ialah sesuatu keadaan secara alamiah (apa adanya). 54 Ibid. atau hubungan sebabakibat.47 Penelitian kualitatif karena menekankan pada keaslian. majalah. Selain itu. yang sering disebut grounded theory (teori dari dasar). h. Karena itu penelitian kualitatif tidak bertolak dari teori tetapi menghasilkan teori. h. ordinal atau interval.ditarik secara purposive atau kuota. koran. tidak bertolak dari teori secara deduktif (a priori) melainkan berangkat dari sebuah fakta sebagaimana adanya. dikelompokkan.46 Salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang sering digunakan ialah wawancara terstruktur. dan lain sebagainya. arsip. Rangkaian fakta yang dikumpulkan. 2. Secara umum sumber data penelitian kualitatif ialah tindakan dan perkataan manusia dalam suatu latar yang bersifat alamiah. ditafsirkan. foto dan video yang dapat menggambarkan suasana alamiah juga dapat menjadi sumber rujukan. h. peneliti tidak dapat menyimpulkan populasi berdasarkan sampel. Dalam konteks tersebut terlihat adanya pengaruh satu variabel terhadap variabel lain. buku. dan disajikan dapat menghasilkan teori. jurnal. Metode Kualitatif Penelitian kualitatif ialah sebuah penelitian yang berusaha mengungkap keadaan yang bersifat alamiah secara holistic.

pemikiran (hasil pemahaman terhadap teks). sebab obyeklah yang menentukan metode dan bukan sebaliknya. sangat bergantung pada obyeknya. studi kasus yang menarik bagaimana agama dilihat sebagai obyek kajian untuk diteliti. Sedangkan penelitian keagamaan (religious research) adalah penelitian yang obyeknya tidak langsung mengenai doktrin agama. dogma atau sesuatu yang bersifat normatif lainnya. yang dalam hal ini yaitu Al-Qur¶an dan hadis. Obyek penelitian agama adalah fakta agama dan pengungkapannya. interaksi sosial. Sebagian peneliti berpendapat bahwa penelitian agama dan penelitian keagamaan adalah dua hal yang berbeda. Obyek yang bersifat berkaitan dengan fakta ajaran yang diyakini pemeluknya sebagai sesuatu yang sakral. Obyek yang bersifat empiris seperti teks kitab suci. Dalam hal ini. interaksi sosial dan seterusnya. tetapi juga dilihat sebagai suatu case study. kerukunan. ilmu hadis. G. struktur dan dinamika 21 . Prinsipnya.Adapun teknik pengumpulan data yang biasa dipakai dalam penelitian kualitatif ialah: wawancara mendalam. yaitu berupa kitab suci (teks). ilmu akhlak dan tasawuf. tapi menitik beratkan pada agama sebagai sistem keagamaan dan nilai-nilai yang dilingkupinya dan gejala-gejala yang terjadi seperti nilai kemanusiaan. yang berupa ajaran atau doktrin didekati dengan pendekatan filsafat. namun sesuatu yang dapat diobservasi dan dianalisis karena perilaku keberagamaan itu dapat dilihat dan dirasakan. Penelitian agama (research on religion) adalah penelitian yang obyeknya adalah sumber agama sebagai doktrin. fenomena keberagamaan. filologi. dan studi pustaka. ilmu kalam. Dilihat dari metode penelitian yang digunakan. teknikteknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk menggambarkan fenomena sosial keagamaan secara alamiah. dan teologi. termasuk di dalamnya ilmuilmu agama seperti ilmu tafsir. dan simbol-simbol keagamaan. Agama bukan lagi sesuatu yang tak tersentuh (untouchable). obyek penelitianlah yang menjadi penentu metode suatu penelitian. riset partisipatif. institusi-institusi sebagai bentuk dari pemikiran-pemikiran yang menjadi sebuah organisasi. bukan sebaliknya. pengamatan. Kesimpulan Agama saat ini tidak hanya dipandang sebagai seperangkat ajaran (nilai).

seperti sejarah. dan psikologi. serta problem fakta dan value. Beberapa problem yang seringkali muncul dalam penelitian agama diantaranya adalah problem agama dan budaya. sosiologi. problem subjek dan obyek. antropologi. Sedangkan dilihat dari teknik pengumpulan data serta pengolahannya. penelitian agama bisa menggunakan metode kuantitatif atau bisa juga mempergunakan metode kualitatif.masyarakat beragama dikaji dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial. 22 . problem insider dan outsider.

2006. Yogyakarta: Tiara Wacana. cet.J. Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek. cet. Jakarta: Sinar Harapan. Sejarah Sosial dalam Studi Islam: Teori. ke-1. ke1. makalah disampaikan pada Studium General yang diselenggarakan Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2002 Minhaji.). Metodologi Penelitian Sosial Agama. Subagyo. Mudzhar. Re-Strukturisasi Metodologi Islamic Studies Mazhab Yogyakarta. ke-11. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Martin. dan Jaih Mubarak. cet. 14 Mei 2005. 2001. Dadang. Abdullah. Kahmad. cet. Masalah Dan Pemikiran. Rusli Karim (ed. Pendekatan Kajian Islam dalam Studi Agama. Dudung (ed. ke-13. 2009. Surakarta. Metodologi Penelitian Agama. Metode Penelitian Agama. ke-1. Hakim. Poerwadarminta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ke-1.S. Pendekatan Multidisipliner. Jakarta: UI-Press. W. Akh. Richard C. Mulyanto. Pendekatan Teori dan Praktek. Bandung: Pustaka Setia. Sayuti. Bandung: PT. Atang Abd. ke-2. alih bahasa Zakiyuddin Bhaidawy. Nasution. Studi Agama: Normativitas dan Historisitas. Bandung: Rosdakarya. Remaja Rosdakarya. Imam dan Tobroni. Yogyakarta: Kurnia Alam Semesta.. cet. 2003. Ali. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. Amin (ed. 1996. Sumardi. Yogyakarta: Suka Press. Metodologi Penelitian Agama. Sebuah Pengantar.. 1989. P. Penelitian Agama. Taufik dan M. Muhammadiyah University Press. 2010. 2000. Atho¶. Edisi ke-2 cet.com/2009/01/08/model-model-penelitian-agama/. Jakarta: Balai Pustaka. Jojo. ³Penelitian Dalam Perspektif Budaya´.). akses 30 Januari 2011.wordpress. http://awalbarri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1998. Abdur. 23 . 1982.). Yogyakarta: Suka Press. Razaki. dan Implementasi. Metodologi Studi Islam. 2002.DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Suprayogo. Abdurrahman. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. 2007. cet.. ²²±. Metode Penelitian Agama Perspektif Perbandingan Agama. Ke-2. cet. 2006. 1991. Metodologi. Harun.

Program Studi Hukum Islam. ke-1 (Jakarta: Sinar Harapan. 55. [15] Taufik Abdullah dan M. [13] Mattulada.J. ³Penelitian Berbagai Aspek Keagamaan´. Masalah dan Pemikiran. xiv. cet. 1991). Remaja Rosdakarya. dalam Mulyanto Sumardi (ed. 55. Metode Penelitian Agama. 2006). ³Penelitian Berbagai Aspek Keagamaan Dalam Kehidupan Masyarakat Dan Kebudayaan Di Indonesia´.). ke-13 (Jakarta: Balai Pustaka. hlm. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. dalam Taufik Abdullah dan M. [9] Taufik Abdullah dan M. Amin Abdullah. [11] Ibid. 520. hlm. 14 Mei 2005. Kamus Umum Bahasa Indonesia. hlm. Studi Agama: Normativitas dan Historisitas. angkatan 2010. cet. [10] Ahmad Syafii Maarif.).). Rusli Karim (ed. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana. Penelitian Agama. H. ke-11 (Bandung: PT. 108. Penelitian Agama. 1996). [6] Abdur Razaki. Metode Penelitian Agama. Metodologi Studi Islam. hlm. makalah disampaikan pada Studium General yang diselenggarakan Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2009). hlm. dalam Taufik Abdullah dan M. Dr. [7] Atang Abd.). hlm. 130. 1. [4] P. ³Penelitian Dalam Perspektif Budaya´. 55-57. dalam Mulyanto Sumardi (ed.M. xi-xiii. Rusli Karim (ed. [5] Amin Abdullah.56-57. cet. Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. Sebuah Pengantar. hlm. Metode Penelitian Agama. Rusli Karim (ed. hlm. hlm.). Hakim dan Jaih Mubarak. cet. Sebuah Pengantar. Sebuah Pengantar. [3] W. 93. ³Metodologi Penelitian Agama´. hlm. Rusli Karim (ed. hlm.[1] Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pendekatan dalam Pengkajian Islam. 24 . Jojo Subagyo. Metode Penelitian Agama. [14] Ibid. ³Posisi Sentral Al-Quran Dalam Studi Islam´. dosen pengampu Prof. [2]Penulis program Magister (S2) Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.). Poerwadarminta. Konsentrasi Hukum Keluarga. [8] Mattulada.S. 1982). 1989). [12] Jalaluddin Rakhmat.

Studi Agama: Normativitas dan Historisitas. cet. Metode Penelitian Agama. ³Mengapa Penelitian Agama´. hlm. Ludjito. hlm. Metode Penelitian Agama. Metodologi Penelitian Agama. hlm.). dalam Dudung Abdurrahman (ed. [23] Mukti Ali. [30] Akh. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek. [26] Mukti Ali. [20] A. 25 . Rusli Karim (ed. 1-2. 35. Metodologi Penelitian Sosial Agama. Rusli Karim (ed. 18. 1982). cet.). hlm. ke-1 (Jakarta: Sinar Harapan. Minhaji. dalam Taufik Abdullah dan M. hlm. hlm. Penelitian Agama.). 2006).). hlm. 17. [17] Imam Suprayogo dan Tobroni. 82.[16] Atho¶ Mudzhar. 42-43. Masalah Dan Pemikiran. [29] Ibid. dan Implementasi. ³Studi Islam Kontemporer´. 92. dalam Taufik Abdullah (ed. [31] Dudung Abdurrahman. ³Metodologi Ilmu Agama Islam´. hlm. [24] Ibid. Penelitian Agama. (Yogyakarta: Kurnia Alam Semesta. [18] Jalaluddin Rakhmat. 2010). dalam Taufik Abdullah dan M. Sebuah Pengantar. hlm. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. [28] Amin Abdullah. Sebuah Pengantar. 1998). hlm. Sebuah Pengantar. Metodologi. Metode Penelitian Agama Perspektif Perbandingan Agama (Bandung: Pustaka Setia. Pendekatan Multidisipliner. cet. 79-80. hlm. 20. ³Metodologi Penelitian Agama´. ke-1 (Yogyakarta: Suka Press. [27] Ibid. vi. 4. hlm. Lihat juga Dadang Kahmad. ³Mengapa Penelitian Agama´ dalam Mulyanto Sumardi (ed. 15.). [22] A. ke-2 (Bandung: Rosdakarya. 2000). 47. ³Penelitian Agama (Suatu Pembahasan Tentang Metode dan Sistem)´. 2003). Masalah Dan Pemikiran. [19] Atho¶ Mudzhar. hlm. Metode Penelitian Agama. hlm. ³Pendekatan Sejarah´. 16. [25] Mulyanto Sumardi. dalam Amin Abdullah(ed. Sejarah Sosial dalam Studi Islam: Teori. [21] Mattulada. v.). 2007). Ludjito. Re-Strukturisasi Metodologi Islamic Studies Mazhab Yogyakarta (Yogyakarta: Suka Press. hlm.

[32] Dawam Raharjo. ³Pendekatan Antropologi´. Metodologi Penelitian Agama. 48. hlm.wordpress. hlm. Sebuah Pengantar. Ke-2 (Surakarta. cet.). 58. Rusli Karim (ed.101. dalam Taufik Abdullah dan M. [36] Susilaningsih. hlm. [38] M. Pendekatan Multidisipliner. Martin. Pendekatan Kajian Islam. Metodologi Penelitian Agama. 8-9. 2002). Minhaji. 2002). Metodologi Penelitian Agama. ³Pendekatan Sosiologi´. 237-248. [37] Ibid. Shomad. ³Pendekatan Psikologi´.). [46] Richard C. [48] Ibid. [40] Lebih lanjut baca Mulyanto Sumardi (ed. Penelitian Agama. Pendekatan Kajian Islam dalam Studi Agama. hlm. Metodologi Penelitian Agama. Muhammadiyah University Press. 16-17. hlm. 26 . 54. 102. hlm. hlm. 77-78. hlm. dalam Dudung Abdurrahman (ed. ³Pendekatan Ilmiah Terhadap Fenomena Keagamaan´. ³Pendekatan Filologi´. dalam Dudung Abdurrahman (ed. 74. [41] Richard C. Jandra. [35] Abd. alih bahasa Zakiyuddin Bhaidawy. dalam Dudung Abdurrahman (ed. hlm. akses 30 Januari 2011.com/2009/01/08/model-model-penelitian-agama/. [44] Ibid. Pendekatan Kajian Islam. hlm. [49] Ibid. hlm. Pendekatan Multidisipliner. hlm. Pendekatan Multidisipliner. hlm. [34] Akh. Metode Penelitian Agama.). Martin. hlm. [45] Richard C. Masalah dan Pemikiran. [47] Sayuti Ali.). 89-90. [39] Ibid.). [42] Ibid. Pendekatan Multidisipliner. [43] http://awalbarri. 28. Pendekatan Teori dan Praktek (Jakarta: Raja Grafindo Persada. dalam Dudung Abdurrahman (ed. 88.). Metodologi Penelitian Agama. [33] Mochamad Shodik. Sejarah Sosial dalam Studi Islam. 249-266. Martin.

hlm.[50] Ibid. 63. 27 .