Peranan Agribisnis dalam Pembangunan Pertanian dan Ekonomi .

Pembangunan pertanian tidak terlepas dari pengembangan kawasan pedesaan yang menempatkan pertanian sebagai penggerak utama perekonomian. Lahan, potensi tenaga kerja, dan basis ekonomi lokal pedesaan menjadi faktor utama pengembangan pertanian. Saat ini disadari bahwa pembangunan pertanian tidak saja bertumpu di desa tetapi juga diperlukan integrasi dengan kawasan dan dukungan sarana serta prasarana yang tidak saja berada di pedesaan (baca : kota). Struktur perekonomian wilayah merupakan faktor dasar yang membedakan suatu wilayah dengan wilayah lainnya, perbedaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kondisi dan potensi suatu wilayah dari segi fisik lingkungan, sosial ekonomi dan kelembagaan Berangkat dari kondisi tersebut perlu disusun sebuah kerangka dasar pembangunan pertanian yang kokoh dan tangguh, artinya pembangunan yang dilakukan harus didukung oleh segenap komponen secara dinamis, ulet, dan mampu mengoptimalkan sumberdaya, modal, tenaga, serta teknologi sekaligus mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pertanian harus berdasarkan asas ‘keberlanjutan’ yakni, mencakup aspek ekologis, sosial dan ekonomi (Wibowo, 2004). Konsep pertanian yang berkelanjutan dapat diwujudkan dengan perencanaan wilayah yang berbasiskan sumberdaya alam yang ada di suatu wilayah tertentu. Konsep perencanaan mempunyai arti penting dalam pembangunan nasional karena perencanaan merupakan suatu proses persiapan secara sistematis dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam usaha pencapaian suatu tujuan tertentu. Perencanaan pembangunan yang mencakup siapa dan bagaimana cara untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi dan potensi sumberdaya yang dimiliki agar pelaksanaan pembangunan tersebut dapat berjalan lebih efektif dan efesien. Perencanaan pembangunan wilayah adalah suatu upaya merumuskan dan mengaplikasikan kerangka teori kedalam kebijakan ekonomi dan program pembangunan yang didalamnya mempertimbangkan aspek wilayah dengan mengintegrasikan aspek sosial lingkungan menuju tercapainya kesejahteraan yang optimal dan berkelanjutan. Untuk memberhasilkan pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan sektor agribisnis, kita perlu menemu-kenali terlebih dahulu kondisi dan tantangan yang dihadapi sektor agribisnis nasional. Dengan menmu-kenali hal-hal tersebut, kita dapat merumuskan strategi untuk menghadapinya dan mempercepat pembangunan sektor agribisnis dari kondisi saat ini menuju kinerja sektor agribisnis yang diharapkan. Pengembangan sektor agribisnis di masa depan, khususnya menghadapi era globalisasi, akan menghadapi sejumlah tantangan besar yang bersumber dari tuntutan pembangunan ekonomi domestik, perubahan lingkungan ekonomi Interansional, baik karena pengaruh lieberalisasi ekonomi maupun karena perubahan-perubahan fundamental dalam pasar produk agribisnis internasional.

85 persen dibanding tahun 1993 yang jumlahnya 10. dan (c) agribisnis berorientasi pasar dan perolehan nilai tambah dari suatu komoditas. sedangkan subsistem lainnya merupakan off-farm agribisnis. Keempat. jumlah rumah tangga petani gurem (penggarap kurang dari 0.6persen rakyat Indonesia yang termasuk kelompok miskin. Kedua. perlu dipertahankan untuk keseimbangan ekosistem (lingkungan). variabel kelembagaan masyarakat yang bersifat struktural di pedesaan kurang diperhatikan dalam menentukan kebijakan ekonomi pertanian. (c) subsistem pengolahan hasil pertanian. di mana pertumbuhan ekonomi menjadi orientasi utama. Timbul pertanyaan.5 ha) adalah 13. dan subsistem ketiga merupakan on-farm agribisnis.8 juta rumah tangga. dewasa ini masih tersekat-sekat. Dari berbagai definisi dan batasan konsep agribisnis di atas. logika pembangunan pertanian di Indonesia merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi nasional. jika sektor pertanian sangat penting. Setidaknya ada lima alasan mengapa sektor pertanian atau agribisnis menjadi strategis.Struktur agribisnis. 60persen-nya adalah kalangan petani gurem. merupakan penyedia bahan baku bagi sektor industri (agroindustri). dari 52. dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang penting dan harus ada dalam proses pembangunan agribisnis adalah sebagai barikut : (a) agribisnis merupakan suatu sistem. memberikan kontribusi bagi devisa negara melalui komoditas yang diekspor.7 juta rumah tangga. sebagian dari subsistem pertama. Persentase rumah tangga petani gurem terhadap rumah tangga pertanian pengguna lahan juga meningkat. Pertama. Dari 16.5 persen (2003). agribisnis merupakan konsep dari suatu sistem yang integratif dan terdiri atas beberapa subsistem. Agribisnis juga dapat dijadikan tolok ukur dalam menilai keberhasilan pembangunan pertanian serta pengembangan terhadap pembangunan nasional secara lebih tepat. Kedua. Selama ini. meski pertanian dianggap strategis. Petani gurem ini mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan. sehingga semua kegiatan yang terdapat dalam sistem tersebut harus saling terkait dan tidak berdiri sendiri.7 persen (1993) menjadi 56. Struktur agribisnis yang tersekat-sekat ini dicirkan oleh beberapa hal yaitu : Pertama. yaitu (a) subsistem pertanian hulu. Menurut Sensus Pertanian 2003. Dan kelima. Ketiga. sekaligus sebagai suatu konsep untuk dapat menelaah dan menjawab berbagai permasalahan. pertanian merupakan sektor yang menyediakan kebutuhan pangan masyarakat. dan (e) subsistem jasa penunjang pertanian. Konsekuensinya. agribisnis merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu kegiatan utuh yang komprehensif. menyediakan kesempatan kerja bagi tenaga kerja pedesaan. mengapa petaninya “dibiarkan” tidak berdaya? Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari kebijakan nasional dalam mengembangkan sektor pertanian (politik pertanian). meningkat 26. tantangan. (b) subsistem budidaya pertanian. Ironisnya. (d) subsistem pemasaran hasil pertanian. dan kendala yang dihadapi pembangunan pertanian. . untuk hampir semua komoditi. Subsistem kedua. tapi kondisi petaninya kian termarginalkan. (b) agribisnis merupakan alternatif bagi pengembangan strategi pembangunan ekonomi.

sektor pertanian mampu memperkerjakan sebanyak 42 juta orang atau 46. meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. penyedia tenaga kerja terbesar. Peranan tersebut antara lain: meningkatkan penerimaan devisa negara.Secara empirik. dimana agribisnis memiliki pertumbuhan yang positif. Peranan pertanian/agribisnis tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan ekonomi petani dengan cara pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Sektor agribisnis mempunyai peranan penting didalam pembangunan. sektor pertanian mampu memperkerjakan sebanyak 42 juta orang atau 46. memperbesar pasar untuk industri. peranan sektor pertanian masih dapat ditingkatkan sebagai upaya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat tani di Indonesia. Sampai saat ini. peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. Tahun 2003. pertanian harapannya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk. penyedia tenaga kerja terbesar. seperti pengembangan agroindustri. Salah satu lapangan usaha pertanian yang berorientasi ekspor dan mampu memberikan nilai tambah adalah sektor perekebunan. Pertanian sangat berperan dalam pembangunan suatu daerah dan perekonomian dengan. satu-satunya sektor yang menjadi penyelamat perekonomian Indonesia pada tahun 1997-1998 hanyalah sektor agribisnis. memperbesar pasar untuk industri. yang pertama dilihat hádala peranan penting agribisnis (dalam bentuk sumbangan atau pangsa realtif terhadap nilai tambah industri non-migas dan ekspor non-migas). sebagai sumber pendapatan. perolehan nilai tambah dan daya saing. Jika diperhatikan dengan baik. Sektor pertanian mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Penting pula diperhatikan bahwa pangsa impor agribisnis relatif rendah. keunggulan dan peranan pertanian/agribisnis tersebut cukup jelas.Sektor agribisnis mempunyai peranan penting didalam pembangunan.26 persen dari penduduk yang bekerja secara keseluruhan. Ada lima peran penting dari sektor pertanian dalam kontribusi pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik.26 persen dari penduduk yang bekerja secara keseluruhan. Sampai saat ini. yang cukup tinggi. bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. sebagai sarana untuk berusaha. penyediaan lapangan kerja. Tahun 2003. Nilai PDB sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang semakin membaik dari tahun ke tahun. pengembangan lapangan usaha pertanian difokuskan pada produk-produk olahan hasil pertanian yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. . meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. Ada lima peran penting dari sektor pertanian dalam kontribusi pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik. pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri. Dalam jangka panjang. serta sebagai sarana untuk dapat merubah nasib ke arah yang lebih baik lagi. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terutama pada masa kirisis ekonomi yang dialami Indonesia.

Suatu kegiatan pertanian akan lebih dapat berkembang pada lokasi tertentu yang disebabkan oleh adanya kemudahaan bagi konsumen yang berasal dari dalam atau dari luar lokasi untuk datang ke lokasi pemasaran komoditi pertanian tersebut. Orientasi pasar ini akan menunjukkan bahwa setiap lokasi dapat menghasilkan komoditi pertanian tertentu. dilihat ternyata pembangunan agribisnis mampu menunjukkan peningkatan produktivitas di sektor pertanian. bahwa terjadi peningkatan productivitas pada hasil produk pertanian yang diikuti oleh perbaikan koalitas. Diharapkan dalam pembangunan ekonomi lokal. Disisi lain. dan tentunya lebih dari itu. Sebagai agregasi dari ekonomi daerah. akan sulit ditemukan adanya kebijaksanaan nasional pembangunan pertanian yang steril dari pengaruh-pengaruh factor eksternal. kegiatan pertanian dalam perkembangannya akan berorientasi pada pasar (konsumen) apabila terjadi penyebaran sumberdaya dan faktor produksi yang merata serta adanya biaya transportasi yang relatif murah. hal ini menunjukkan dua hal yakni. perekonomian nasional yang tangguh hanya mungkin diwujudkan melalui perekonomian yang kokoh. seperti yang ditunjukkan pada awal-awal bab ini. karena telah memberikan bukti dan dan peranan yang cukup besar dalam pembangunan perekonomian bangsa. transfer ilmu pengetahuan. bahwa pembangunan ekonomi yang berbasiskan lepada sektor pertanian (agribisnis). yang meletakkan formasi institusi baru. identifikasi pasar baru. pengembangan industri alternatif. Sehingga dengan demikian sektor agribisnis merupakan sumber cadangan devisa bagi negara. Rapuhnya perekonomian nasional selama ini disatu sisi dan tingginya disparitas ekonomi antar daerah dan golongan disisi lain mencerminkan bahwa perekonomian nasional Indonesia dimasa lalu tidak berakar kuat pada ekonomi daerah. perbaikan teknologi yang mengikutinya dan peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada pertanian merupakan sebuah proses orientasi. dan menstimulasi bangkitnya perusahaan baru serta semangat kewirausahaan. Pembangunan pertanian dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional berarti menjadikan perekonomian daerah sebagai tulang punggung perekonomian nasional. apalagi dalam era globalisasi yang di cirikan adanya keterbukaan ekonomi dan perdagangan yang lebih bebas. Pada dasarnya tidak perlu diragukan lagi. Kebijaksanaan nasional pembangunan pertanian di suatu negara tentunya tidak lepas dari pengaruh faktor-faktor eksternal. terutama negara-negara berkembang yang perekonomiannya masih 60persen bertumpu pada sektor pertanian.yang mana ini berarti bahwa agribisnis dari sisi ekonomi dan neraca ekonomi kurang membebani neraca perdagangan dan pembayaran luar negeri. peningkatan kapasitas pelaku untuk menghasilkan produk yang lebih baik. Diharapkan sektor pertanian mampu menjadi sumber pertumbuhan perekonomian status bangsa. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kebijaksanaan nasional .

Artinya komoditi yang dihasilkan usahatanilah yang menentukan perkembangan agribisnis hulu dan hilir. Hal ini sesuai pada masa lalu. diperlukan pengembangan sumberdaya agribisnis. (ii) kebijaksanaan perdagangan komoditas pertanian di negara-negara mitra perdagangan indonesia. ketika orientasi pembangunan pertanian terletak pada peningkatan produksi. menjadi kendala sekaligus tantangan yang harus dihadapi oleh pengambil kebijakan. dimana preferensi konsumen terus mengalami perubahaan. Artinya. (iii) lembaga-lembaga internasional yang memberikan bantuan kepada Indonesia terutama dalam masa krisis. rendahnya SDM. seperti WTO. Serta. orientasi sektor telah berubah kepada orientasi pasar. masih lemahya posisi tawar petani. serta pembangunan kemampuan sumberdaya manusia (SDM) agribisnis sebagai aktor pengembangan sektor pertanian. masih banyak permasalahan yang dihadapi terutama sektor pertanian. karena target kita masih bertujuan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. dan masih kurangnya atau lemahnya sistem pasar komoditi produk pertanian. Pembangunan sektor pertanian/agribisnis yang berorientasi pasar menyebabkan strategi pemasaran menjadi sangat penting bahkan pemasaran ini semakin penting peranannya terutama menghadapi masa depan. Banyak pendapat yang diajukan oleh pakar terutama dalam . terutama masalah kemiskinan. maka motor penggerak sektor agribisnis harus berubah dari usaha tani kepada industri pengolahan (agroindustri). APEC dan AFTA. konsumen juga belum menuntut pada atributatribut produk yang lebih rinci dan lengkap. Permasalahan ini tentunya. rendahnya produktivitas. dan kurang diserapnya hasil komodit dengan baik akibat infrastruktur yang masih kurang memadai. ketidakadaannya kelembagaan yang mendukung usaha tani pelaku pertanian. merupakan pertanyaan terus yang mengemuka sepanjang sejarah pembangunan dan perdagangan internasional. Pertanian/Agribisnis di Negara Maju Fenomena mengapa suatu negara dapat memenangkan persaingan sedangkan negara lain tidak. Dengan berangsungnya perubahan preferensi konsumen yang semakin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap. khususnya dinegara-negara berkembang. untuk memampukan sektor agribisnis menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar. Sehingga dengan demikian diharapkan nantinya sektor pertanian mampu menjadi penggerak perekonomian di pedesaan dan negara. Selain itu.pembangunan pertanian di Indonesia antara lain adalah. yang menjadi motor penggerak sektor agribisnis adalah usahatni. khususnya pemanfaatan dan pengembangan teknologi. untuk mengembangkan sektor agribisnis yang mogern dan berdaya saing. Dimasa lalu. Dewasa ini dan dimasa yang akan datang. agroindustri menjadi penentu kegiatan pada subsistem usahatani dan selanjutnya akan menetukan subsistem agribisnis hulu. Disamping konsep pembangunan pertanian diatas. (i) kesepakatan-kesepakatan internasional.

dimasa yang akan datang akan menguasai sektor agroindustri. Dengan demikian apabila sektor pertanian dijadikan landasan bagi pembangunan nasional dimana sektor-sektor lain menunjang sepenuhnya. bahkan Malaysia dan Thailand yang secara tradisional menguasai agribisnis internasional. sebagian besar masalah yang dihadapi oleh masyarakat akan dapat terpecahkan. Negara-negara maju. Eropa. walaupun disatu sisi akan menghadapi permasalahan yakni kesulitan untuk mengembangkan agribisnis. hanya karena sektor pertanian tidak dapat mendukung ketahanan pangan sebagai landasan pembangunan. seperti Australia dan selandia Baru. dimana sumberdaya alam merupakan keunggulan komparatifnya. Negara-negara agribisnis. Jepang. Kenyataaan menunjukkan bahwasanya negara-negara di Eropa Timur dan Uni Soviet pada akhirya harus menerima terjadinya disintegrasi karena lemahnya daya dukung sektor pertanian. dari masa yang lalu sudah melihat bagaimana potensi pertanian dalam perekonomian mereka. preferensi konsumen produk agribisnis yang kita hadapi sangat berbeda dan sedang mengalami perubahaan secara fundamental. maka kini harus lebih berorientasi pada petani. sangat menentukan keunggulan bersaing di pasar internasional. disamping itu bagian terbesar penduduk Indonesia juga hidup dan bermata pencaharian di sektor tersebut. negara-negara di kawasan afrika juga mengalami kesulitan dalam membangun bangsanya. mampu bersaing di pasar interansional disebabkan kemampuan negara tersebut dalam menjual apa yang diinginkan konsumen bukan menjual apa yang dihasilkan. fenomena kemiskinan juga banyak terjadi di sektor pertanian. maka sudah sepantasnya jika pembangunan nasional didasarkan pada pengelolaan sumberdaya alam tersebut. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat. . Artinya. Kemampuan untuk menyediakan produk yang berkembang.bidang ekonomi dan bisnis internasional. Berbeda dengan masa sebelumnya. melainkan juga pengaruh dari perdagangan dunia dan kebijaksanaan pembangunan pertanian di negara mitra dagang. pendayagunaan keunggulan sisi penawaran ditujukan untuk memenuhi keinginan konsumen. Disamping itu orientasi pembangunan pertanian juga perlu disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Sejarah perekonomian dunia sebenarnya telah memberikan pelajaran bagi kita semua bahwa tidak ada negara besar di dunia ini yang kuat tanpa di dukung oleh pertanian yang tangguh. Namun demikian harus sepenuhnyadi sadari bahwa dalam menyusun kebijaksanaan pembangunan pertanian hanya memperhatikan potensi sumberdaya alam dan kepentingan produsen semata-mata. karena kesulitan dalam hal lahan pertanian. Bagi Indonesia. Pertanian merupakan salah satu sumberdaya alam dimana Indonesia mempunyai keunggulan komparatif. apabila pada waktu yang lalu lebih banyak berorientsai pada pengembangan komoditas. dewasa ini dan masa yang akan datang. dalam menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan preferensi konsumen. tetapi tidak satupun yang mampu menjelaskan kemampuan daya saing suatu negara secara komprehensif. Keunggulan daya saing ditentukan oleh kemampuan mendayagunakan keunggulan komparatif yang dimiliki mulai dari hulu sampai hilir.

Pandangan dari Partai Politik juga tidak jauh berbeda dengan pandangan dari pemerintah maupun para pengamat ekonomi. dapat menjadi kenyataan. Wallahu’alam!. misalnya AS telah mencadangkan sekitar US$ 100 ribu subsidi per petani yang diberikan kepada siapapun yang mau mengganti tanamannya dengan padi. Negara bagian di pantai barat seperti California dan Washington. Dalam hal beras. . pemerintah AS memberikan subsidi sebesar US $ 19 milliar per tahun kepada petaninya. terutama ketika perundingan dan persaingan tingkat dunia dengan negaranegara Eropa Barat dalam hal gandum sering mengalami kendala besar. Sebagai contoh kasus bagaimana pembangunan pertanian dan kebijakannya di Negara Maju. dan negara bagian di tenggara seperti Lousiana. Imam Churmen (1999) dari PKB menyatakan bahwa diperlukan komitmen dari semua pihak untuk menempatkan sektor pertanian sebagai sektor prioritas pembangunan yang dicerminkan dalam anggaran pemerintah. atau sekitar dua kali dari dana yang dicadangkan untuk bantuan interansionalnya. dapat kita perhatikan dalam negara Amerika serikat berikut. Sejak tahun 2002. Target besar untuk menjadi produsen nomor dua beras dunia. South dan North Carolina memang sedang antusias mengembangkan agribisnis padi sawah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful