MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN

PROBLEMA POKOK FILSAFAT PENDIDIKAN

Disusun oleh : Enen Patimah 08030456

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) SILIWANGI BANDUNG 2011

B. Baik dalam menyeles ikan masalah-masalah yang ada akaitannya dengan masalah filsafat pendidikan. Dan mampu berperan dalam hubungan sosial. yang nanti pada akhirnya kita dapat menentukan sikap yang sesuai dengan tuntutan kita sebagai pendidik. Sehingga sikap kita sebagai guru dapat menjadi sosok yang patut diteladani. diharapkan dapat: 1. Dapat menentukan salah satu pandangan yanf berkembang mengenai filsafat yang sesuai dengan kepribadian. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas. Objek materi apa saja yang dipelajari dalam filsafat? 2. Selain itu kita sudah sepatutnya memahami filsafat dalam praktek pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada sutu kepribadian yang diharapkan. LATAR BELAKANG Seorang guru sekolah dasar sewajarnya memahami filsafat dalam melaksanakan tugasnya sebagi pendidik. Dapat mencari solusi dari problem-problem yang terdapat pada filsafat dan pendidikan . Menjelaskan berbagai objek materi dalam kajian filasafat termasuk filsafat pendidikan.BAB I PENDAHULUAN A. Selain itu kita nantinya perlu memahami lebih dalam berbagai filsafat yang berkembang dalam dunia pendidikan. Problem-problem apakah yang menjadi kajian filsafat dan pendidikan? C. 3. Bagaimanakah pandanagan yang berkembang mengenai adanya filsafat? 3. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. TUJUAN PENULISAN Dengan memahami pokok bahsan ini. 2.

Obyek filsafat. muncul filsafat yang disebut estetika. Subyek filsafat pendidikan adalah seseorang yang berpikir atau memikirkan hakikat sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam tentang bagaimana memperbaiki pendidikan. OBJEK DAN SUDUT PANDANG FILSAFAT Berpikir merupakan subjek dari filsafat pendidikan. 2) Obyek formal/ sudut pandang. Adapun pola dan sistem pemikiran kefilsafatan sebagai suatu ilmu adalah: 1) Pemikiran kefilsafatan harus bersifat sistematis. Akan tetapi. yang disebut filsafat kebudayaan. Jika dilihat dari segi rasa. 2) Tinjauan terhadap permasalahan yang dipikirkan bersifat radikal artinya menyangkut persoalan yang mendasar sampai keakar-akarnya. menyusun. Hasil pemikirannya tersusun secara sistematis artinya satu bagian dengan bagian lainnya saling berhubungan. jika ilmu pengetahuan yang menjadi menjadi objek filsafat maka menjadi filsafat ilmu pengetahuan. yaitu mencari keterangan sedalam-dalamnya. Jika dilihat dari segi akal manusia. yaitu: 1) Obyek materi. maka perlu diikuti pola dan pemikiran kefilsafatan pada umumnya. tidak semua berpikir berarti berfilsafat. ada yang harus ada (disebut dengan absoluth/ mutlak. yaitu Sang Pencipta) dan ada yang tidak harus ada (mahluk yang diciptakan Tuhan). sampai keakarnya persoalan sampai kepada sebab-sebab terakhir tentang objek materi filsafat. obyek itu dapat berupa suatu barang atau subyek itu sendiri. mengambil manusia sebagai obyeknya.BAB II PEMBAHASAN A. yaitu segala sesuatu atau realita. maka akan muncul filsafat tentang jiwa manusia. Dalam rangka menggali. rasa dan kehendak dapat dijadikan satu. sepanjang kemungkinan yang ada pada akal budi manusia. Sebab kebudayaan menyangkut ketiga segi dan alat-alat kejiwaan manusia tadi. dalam arti cara berfikirnya bersifat logis dan rasional tentang hakikat permasalahan yang dihadapi. dan mengembangkan pemikiran kefilsafatan tentang pendidikan. Jika dilihat dari segi jiwanya saja. Selanjutnya. Pandangan mengenai hasil dari usaha manusia menyangkut akal. artinya persoalan-persoalan yang . Obyek filsafat dapat dibedakan menjadi dua macam. yang disebut Psikologi. muncul filsafat yang dikenal Logika. Misalnya. 3) Ruang lingkup pemikirannya bersifat universal. Pandangan atau sudut pandang yang berbeda terhadap suatu obyek akan melahirkan filsafat yang berbeda-beda.

SIKAP MANUSIA TERHADAP FILSAFAT Sesuai dengan macam-macam dan perbedaan pengertian mereka terhadap arti kata filsafat. maka dapat digolongkan menjadi : 1) Pandangan yang berpendapat bahwa setiap mendengar kata ³ filsafat ³ maka yang ada dalam bayangan mereka adalah sesuatu yang ruwet dan sulit. antara lainnya: 1) Ilmu filsafat dapat dijadikan pedoman dalam kenyataan kehidupan sehari-hari baik sebagai individu ataupun sebagai anggota masyarakat. Pola dan sistem berpikir filosofis demikian dilaksanakan dalam ruang lingkup yang menyangkut bidang-bidang sebagai berikut: 1) Cosmologi. tempat melatih akal untuk berpikir. dengan mengatakan dengan berfilsafat adalah bermain api atau berbahaya. . 4) Golongan yang memandang dari sudut positif. yakni orang-orang yang berpendapat bahwa filsafat adalah sesuatu perbuatan yang tidak ada gunanya. 3) Pandangan yang bersifat negatif karena mengambil manfaat secara negatif. ruang dan waktu. B. yakni filsafat adalah suatu lapangan studi. 2) Pandangan yang bersifat skeptis. Yang dalam yang hanya dapat dipahami oleh orang tertentu saja. maka paham ini disebut materialisme.dipikirkan mencakup hal-hal yang menyeluruh dan mengandung generalisasi bagi semua jenis dan tingkat kenyataan yang ada di alam ini. Pemikiran ontologis akhirnya akan menentukan suatu kekuatan yang menciptakan alam semesta ini. Karena pengertian filsafat hanya dibatasi pada pengertian mencari hakikat Tuhan. Filsafat sebagai lapangan studi banyak memberikan nilai kegunaan bagi yang mempelajarinya. 2) Ontologi yaitu suatu pemikiran tentang asal-usul kejadian alam semesta. baik pada masa sekarang maupun masa mendatang. artinya pemikiran-pemikiran yang tidak didasari dengan pembuktian-pembuktian empiris atau eksperimental (seperti dalam ilmu alam). serta proses kejadian kejadian dan perkembangan hidup manusia di alam nyata dan sebagainya. Dimaksud dengan nilai obyektif oleh permasalahannya adalah suatu realitas (kenyataan) yang ada pada obyek yang dipikirkannya. dari mana dan kearah mana proses kejadiannya. Jadi setiap manusia mempunyai kemungkinan untuk berfilsafat. Dan apakah kekuatan penciptaan alam semesta ini bersifat kebendaan. yaitu suatu pemikiran dalam permasalahan yang berhubungan dengan alam semesta. termasuk kehidupan umat manusia. kenyataan hidup manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan. akan tetapi mengandung nilai-nilai obyektif. apakah pencipta itu satu zat (monisme) ataukah dua zat (dualisme) atau banyak zat (pluralisme). 4) Meskipun pemikiran yang dilakukan lebih bersifat spekulatif.

bahkan keduanya pada hakikatnya adalah proses yang satu. yang relevan dengan pembinaan kepribadian sehingga cakap memangku suatu jabatan di masyarakat? 5) Bagaimana asas penyelengaraan pendidikan yang baik.2) Bila memiliki filsafat hidup. Kependidikan memiliki ruang lingkup yang luas. Oleh karena itu. tetapi memerlukan analisa dan pemikiran yang mendalam. desentralisasi atau otonomi? . sentralisasi. maka manusia terus berusaha memiliki filsafat agar tingkah lakunya berguna. PROBLEM ESENSIAL FILSAFAT DAN PENDIDIKAN Masalah pendidikan adalah merupakan masalah hidup dan kehidupan manusia. C. 3) Kehidupan dan penghidupan ke arah gejala yang negatif dalam keadaan masyarakat yang serba tidak pasti akan dapat dikurangi. Proses pendidikan berada dan berkembang bersama proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia. karena menyangkut seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia. yang dipilih atas dasar keputusan batin sendiri. yaitu analisa filsafat. Jadi manusia telah memiliki kebebasan dan kepribadian sendiri. apakah pendidikan itu dipusatkan pada pembinaan manusia pribadi atau masyarakat? 3) Apakah hakikat masyarakat itu dan bagaimanakah kedudukan individu di dalam masyarakat? 4) Untuk mencapai tujuan pendidikan yang ideal. tetapi ada pula di antaranya yang menyangkut masalah ang bersifat mendasar dan mendalam. tanpa pendidikan dan lingkungan yang baik tidak mencapai perkembangan kepribadian sebagaimana diharapkan? 2) Apakah tujuan pendidikan itu sesungguhnya? Apakah pendidikan berguna bagi individu sebdiri atau untuk kepentingan sosial. Permasalahan pendidikan ada yang sederhana yang menyangkut praktik dan pelaksanaan sehari-hari. Beberapa contoh permasalahan pendidikan yang memerlukan analisa filsafat dalam memahami dan memecahkannya adalah: 1) Apakah pendidikan bermanfaat atau berguna membina kepribadian manusia atau tidak? Apakah potensi hereditas yang menentukan kepribadian ataukah faktor luar? Mengapa anak yang potensi hereditasnya relatif baik. apakah pendidikan yang diutamakan. 4) Tingkah laku manusia pada dasarnya ditentukan oleh filsafat hidupnya. sehingga memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain dalam memecahkannya. Bahkan pendidikan juga banyak menghadapi persoalan-persoalan yang tidak mungkin terjawab dengan menggunakan analisa ilmiah semata-mata. Lodge mengatakan bahwa seluruh proses dan kehidupan manusia adalah proses pendidikan segala pengalaman sepanjang hidupnya merupakan dan memberikan pendidikan baginya. ada banyak permasalah pendidikan yang dihadapi. pandangan hidup akan menjadi mantap yang akhirnya menentukan criteria baik buruknya tingkah laku.

masyarakat. yaitu: 1) Pendekatan filsafat historis Yaitu dengan cara mengadakan deteksi dari pertanyaan-pertanyaan filosofis yang diajukan. pengertian. seperti apakah hakikat mendidik dan pendidikan. dan sebagainya. 2) Pendekatan normatif Yaitu nilai atau aturan dan ketentuan yang berlaku dan dijunjung tinggi dalam hidup dan kehidupan. diharapkan untuk memahami konsep dari para ahli pendidikan tentang bagaimana masalah yang berhubungan dengan pendidikan. hakikat manusia.Masalah-masalah tersebut hanyalah sebagian dapi problematika pendidikan. Selanjutnya. yang berrati memikirkan. 3) Pendekatan analisa konsep Artinya. juga merupakan masalah kependidikan. analisa filsafat menggunakan berbagai macam pendekatan yang sesuai dengan permasalahannya. Dengan pendekatan ini. dimaksudkan adalam memikirkan. juga membayangkan dan menggambarkan. serta bagaimana hubungan nilai dan norma tersebut dengan pendidikan. Masalah pendidikan memang berhubungan dengan hal-hal yang harus diketahui hakikatnya. kepribadian. 4) Analisa ilmiah Sasaran pendekatan ini adalah masalah-masalah kependidikan yang aktual. Dalam memecahkan masalah tersebut. Dengan teknik pendekatan ini. Dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Sehingga dapat dirumuskan petunjuk-petunjuk ke arah mana usaha pendidikan akan diarahkan. diharapkan untuk berusaha memahami nilai-nilai norma yang berlaku dalam hidup dan kehidupan manusia dalam proses kehidupan. . kurikulum. atau tangkapan seseorang terhadap suatu obyek. mempertimbangkan. yang menjadi problema di masa kini. sebagaimana dikemukakan oleh Imam Bernadib dalam bukunya Filsafat Pendidikan. hakikat manusia. Dengan pendekatan ini. dapat didiskripsikan dan kemudian dipahami permasalah-permasalahan yang hidup dalam masyarakat dan dalam proses pendidikan serta aktivitas yang berhubungan dengan pendidikan. menekankan bahwa analisa filsafat terhadap masalahmasalah pendidikan digunakan dua macam pendekatan. kedewasaan. dan menggambarkan tentang sesuatu obyek untuk mencari hakikat yang sebenarnya. yang dalam pemecahannya memerlukan usaha-usaha pemikiran yang mendalam dan sistematis. Setiap orang memiliki pengertian atau penangkapan yang berbeda-beda mengenai suatu hal yang sama. mempertimbangkan. Di antaranya pendekatan yang digunakan antara lain: 1) Pendekatan secara spekulatif Pendekatan ini disebut juga pendekatan reflektif. menurut Harry Schofield.

2) Analisa konsep Sedangkan analisa konsep adalah suatu analisa mengenai istilah-istilah (kata-kata) yang mewakili gagasan. Analisa dalam pendekatan filsafat kritis adalah: 1) Analisa bahasa (linguistik) Analisa bahasa adalah usaha untuk mengadakan interpretasi yang menyangkut pendapatpendapat mengenai makna yang dimilikinya.mana-mana yang telah mendapat jawaban dari para ahli filsafat sepanjang sejarah. dapat dipilih jawaban mana yang sekiranya sesuai dan dibutuhkan. . 2) Pendekatan filsafat kritis Yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis dan diusahakan jawabannya secara filosofis pula. Dari jawaban-jawaban yang ada.

SARAN 1. Agar pembelajaran menjadi maksimal perlu adanya partisipasi setiap mahasiswa termasuk dalam berdiskusi 3. Selain itu kita sebagai calon guru juga dihadapkan pada berbagai pandangan mengenai filsafat. Termasuk problema dalam bidang pendididkan berkaitan dengan peserta didik. Tidak terlepas dari itu semua kita dalam kehidupan selalu dihadapkan pada problem-problem yang menuntut kita untuk mamapu memberikan solusi pada setiap problema yang ada. B. Bagi dosen untuk dapat memberikan gambaran mengenai filsafat dan pendididkan 2.BAB III PENUTUP A. Bagi semua pihak semoga makalah ini menjadi motivasi kita untuk berlajar dan menggali ilmu . Dimana kita sebagai calon guru haruslah mempunyai filsafat hidup yang nantinya dapat membimbing pandangan hidup menjadi lebih mantap. SIMPULAN Dalam kajian filsafat terutama dalam kajian filsafat pendidikan kita sebagai calon guru dihadapkan pada problem-problem yang bersangkutan dengan kepribadian kita sebagai calon guru baik dalam mengambil sikap untuk membimbing peserta didik untuk berperilaku yang sesuai dengan yang diharapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful