P. 1
Menelisik Jejak Kepribadian Satrio Piningit

Menelisik Jejak Kepribadian Satrio Piningit

|Views: 1,333|Likes:
Published by Shirou Matagasuki

More info:

Published by: Shirou Matagasuki on Apr 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

Narada : (menjelaskan), engkau laksana pribadi sukasarana, dengarlah wahai cucu ku.

dia adalah : jiwa yang mempunyai budi pekerti yang sangat luhur. orang yang berbudi luhur dan merupakan kekasih Betara Dharma.

Di dalam dirinya bersemayam pula Candra Birawa. Sosok Candra Birawa yang sedang menunggu kedatangan kekasih Betara Dharma supaya dirinya bisa menitis kedalam tubuh Sukarsana. Candra Birawa pun menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya diciptakan dari gabungan raksasa2 yang menyerang Swargaloka / Candra Birawa sebuah mahkluk berbadan halus yang sangat sakti. Candra Birawa tidak boleh sembarangan berkeliaran di mayapada, dia diharuskan bersatu dengan kekasih/keturunan Betara Dharma karena di tangan orang yang salah, Candra Birawa sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kekacauan di mayapada. Candra Birawa kemudian menjelaskan bahwa jika tubuhnya menjadi satu, Sukarsana akan menjadi lebih sehat dan kuat, selain itu jika dalam kesulitan Sukarsana tinggal singkep memangil Candra Birawa dan dirinya akan segera muncul untuk membantu.

Narada : abimanyu, Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani.

Narada : antaboga memiliki sikap hidup sederhana, setia, jujur dan patuh pada perintah kesetiaan dan kepinterannya menyimpan rahasia

Narada : karna perannya dalam kisah Mahabharata jauh melebihi peran seorang raja. Indra yang menyamar mendekati Karna dan meminta sedekah berupa baju besi (kavacha) dan antingnya (kundala). Karna tahu bahwa dengan memberikan kedua hal tersebut, ia tidak lagi tak terkalahkan. tetapi karena telah menjadi komitment-nya maka ia tetap memberikan kedua benda tersebut. Indra kagum akan kebaikan hati Karna, menawarkan Karna untuk memakai senjatanya (Shakti) tetapi hanya untuk satu kali saja.

Narayana : berilah aku nasehat, wahai narada ? Narada : dewi jembawati dan narayana. Narayana : apa itu, wahai narada ? Narada : (menjelaskan),

tekun belajar dalam mencari ilmu, dan diri mu berpandangan luas, memiliki daya analisis yang tajam, ahli dalam menyelesaikan masalah, arif bijaksana, berani menegakkan kebenaran, kejujuran, keadilan dan memberantas keangkaramurkaan.

Gatotkaca lalu dimasukkan oleh batara Narada ke kawah Candradimuka bersama dengan berbagai pusaka baja kahyangan, sehingga saat keluar dari kawah Candradimuka, Gatotkaca kecil (Bambang Tetuka) yang tadinya masih berwujud raksasa (buto bajang), sekarang telah menjadi ksatriya yang gagah dan pilih tanding. Dari sinilah, kemudian, Gatotkaca menjadi berotot kawat dan bertulang besi. Gatotkaca juga diberi berbagai macam pusaka serta diberi nama Raden Krincing Wesi (nama Gatotkaca pun di peroleh dari sini, sebagai pemberian dari Dewa).

Narada : Dewa Dharma, dharma yang mengandung arti hukum yang mengatur dan memelihara alam semesta beserta segala isinya. Dalam hubungan dengan peredaran alam semesta, kata dharma dapat pula berarti kodrat. Sedangkan dalam kehidupan manusia, dharma dapat berarti ajaran, kewajiban atau peraturan- peraturan suci yang memelihara dan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup yaitu tingkah laku dan budi pekerti yang luhur.

Ia adalah tipe murni raja yang baik. Darah putih (Seta ludira. Seta berarti putih, ludira berarti darah) mengalir di nadinya. Tak pernah murka, tak pernah bertarung, tak pernah juga menolak permintaan siapa pun, betapapun rendahnya sang peminta. Waktunya dilewatkan untuk meditasi dan penghimpunan kebijakan. Tak seperti ksatria yang lain, yang pusaka saktinya berupa senjata, pusaka andalan Yudistira adalah Kalimasada yang misterius, naskah keramat yang memuat rahasia agama dan semesta.

Dia, pada dasarnya, adalah cendikiawan tanpa pamrih, yang memerintah dengan keadilan sempurna dan kemurah hatinya yang luhur. Dengan kenampakan yang sama sekali tanpa perhiasan mencolok, dengan kepala merunduk yang mawas diri, dan raut muka keningratan yang halus, dia tampil sebagai gambaran ideal tentang "Pandita Ratu" (Raja Pendeta) yang telah menyingkirkan nafsu dunia.

Yudistira : Waktunya dilewatkan untuk meditasi dan penghimpunan kebijakan. Tak seperti ksatria yang lain, yang pusaka saktinya berupa senjata, pusaka andalan Yudistira adalah Kalimasada yang misterius, naskah keramat yang memuat rahasia agama dan semesta. Dia, pada dasarnya, adalah cendikiawan tanpa pamrih, yang memerintah dengan keadilan sempurna dan kemurah hatinya yang luhur.

Kalimasada yang misterius, naskah keramat yang memuat rahasia agama dan semesta : Kitab Suci [kacamata rohani/Sumber Ilmu Pengetahuan = Pustaka/Semua Kasustraan yang mengandung Ilmu Kebaikan maupun keburukan].

Sebagai Pelengkap dan Pengontrol atas sifat Kebenaran.[panakawan/falsafah hidup]

Ia adalah saudara para Korawa. kehadirannya sebagai pengasuh merupakan sosial kontrol memberi koreksi. Setelah Yudistira mengundurkan diri dari dunia.Panakawan adalah teman yang baik yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas dan lengkap serta mendalam. ia memihak Pandawa saat perang di Kurukshetra. Perlahan-lahan penduduk baru berdatangan dan Indraprastha menjadi kota yang ramai. Tiba-tiba di dalam pasukan Korawa. Nama Yuyutsu dalam bahasa Sansekerta artinya ialah "yang memiliki kemauan untuk berperang/bertempur". reaksi dan kritik terhadap para satria Pandawa memperlambangkan hidupnya demokrasi. seorang dayang-dayang. Yuyutsu berseru. "Siapa pun yang memilih kami. Secara filosofis mengandung arti hubungan antara keluarga Pandawa dengan Panakawan. Kresna memanggil Wiswakarma. "Hamba bersedia bertempur di bawah panji-panji paduka. Arsitek Mayasura membangun balairung besar yang dikenal sebagai Mayasabha. Yuyutsu memihak Yudistira Sebelum pertempuran dimulai. tetapi kepada ilmu pengetahuannya dan pengetahuan itu dapat diartikan sebagai Pandangan hidup atau falsafah hidup. Sedang kesimpulan kedua bukan semata-mata ditujukan kepada individunya. masa yang sedang dijalani dan masa yang akan datang. untuk membangun daerah tersebut menjadi kota megah. maka ia akan dibinasakan oleh Kala. Yudistira berseru. sementara saudaranya yang lain (Korawa) gugur semua di medan Kuru atau Kurukshetra. maka pada saat itu pula Kala akan datang menjemputnya. Panakawan seolah Pewaris dan pemelihara yang konsekuen terhadap nilai-nilai sejarah dan peradaban manusia untuk masa lampau. Karena itu. itulah yang kupilih menjadi sekutu". Yuyutsu adalah seorang tokoh protagonis dari wiracarita Mahabharata. Akhirnya Kandawaprastha menjadi kota yang megah dan berganti nama menjadi "Indraprastha" atau "kota Dewa Indra". dari ibu yang lain. Kala merupakan simbol bahwa siapa pun tidak dapat melawan hukum karma. Berbeda dengan para Korawa. arsitek para dewa. Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri. demii kemenangan paduka sekalian. Narada : kekuatan demi tujuan mu adalah "Bhatara Kala". terdengar sebuah jawaban dari Yuyutsu. . Suasana hening sejenak setelah mendengarkan seruan Yudistira. Hal itu membuatnya menjadi penerus garis keturunan Drestarastra. Dengan bantuan sepupunya yang bernama Kresna. Yuyutsu diangkat menjadi raja di Indraprasta. Yudistira memperbarui daerah tersebut. Apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan dunia fana.

akan mengalami jaman gila. ing pamrih melok pakolih. mencoba untuk melihat tanda-tanda yang tersembunyi dalam peristiwa ini. * Disertai dengan tangis dan kedukaan yang mendalam. sulit untuk mengambil sikap.Tidak ada penjahat. * Apabila tidak ikut menjalani. melik kalling donya iki. begitu agar kejadiannya / yang akan terjadi bisa jadi peringatan. tidak kebagian untuk memiliki harta benda. Nawung krida. apabila ikut gila/edan tidak tahan. Ing Paniti sastra wawarah. Yen tan melu. Wus dilalah. mangimur saniberike. ananging sayektineki. yang akhirnya bisa kelaparan. takut dengan kewibawaan sang pemimpin yang sangat adil dan bijaksana. * Berupaya tanpa pamrih. karsane kang Among tuwuh. kang lali kabegjan. semuanya sudah bertobat. kang menangi jaman gemblung. sung pemut. walaupun kemungkinan dicemooh. anglakoni wus tartamtu. boya keduman. yen meluwa edan yekti nora tahan. * Memberikan peringatan pada zaman yang kalut dengan bijaksana. luwih begja kang eling lawan waspada. iya jaman edan. Anaruwung. * Untuk dibuktikan. yaitu zaman edan. kang mangkono yen niteni lamampahan. wong ambeg jatmika kontit. satemahe kaliren wekasane. temah suha ing karsa tanpa wiweka. ewuh aya kang pambudi. ing zaman musibat. . menceng pangupaya.

hanya . sirep dur angkaramurka. seperti muncul secara gaib. zaman Kalabendu hilang. wus parek wekasanipun. kang kapisan karanya. karaton ing tanah Jawa. jumeneng sri pandhita. mungsuh rerep sirep sirna. duk masih keneker Sukma. Luwih adil paraarta. mung sirollah prajuritnya. banyak mengalami halangan dalam hidupnya. jaman Kaladuka. Pada saat itu sudah dekat berakhirnya zaman Kaladuka. * Mempunyai sifat adil. hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda. mulyaning jenengan nata. kasampar kasandhung rata. tidak ketahuan asal kedatangannya. ingaranan naranata. tungguling dhikir kewala. yang oleh izin Allah SWT. tidak pernah menonjol sebelumnya. Pupuh 258 (tembang 1 s/d 7) : Saka marmaning Hayang Sukma. tapi yang sebetulnya. lebih beruntung yang tetap ingat dan waspada (dalam perbuatan berbudi baik dan luhur). tanpa sangakan rawuhira. bernama Sultan Erucakra (pemimpin yang memiliki wahyu). adenge tanpa sarana. sonya rutikedatonnya. lumuh maring branaarta. Marga sinapih rawuhnya. tidak mengandalkan bala bantuan manusia. akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur. nama Sultan Erucakra. yang mempunyai sifat-sifat utama. * Atas izin Allah SWT. mamalaning bumi sirna. karsaning Sukma kinarya. tidak tertarik dengan harta benda. wiji wijiling utama. yang lupa untuk mengejar keberuntungan. keh wong katambehan ika. * Kedatangan pemimpin baru tidak terduga. nagdam makduming srinata.* Sudah kepastian. sirnaning ratu amargi. ora ana kara-kara. ing kono raharjanira. sinalinan jamanira. atas kehendak Allah SWT. nata ginaib sanyata. Wektu iku. wawan-wawan kalawan memaronira. berganti zaman dimana tanah Jawa/Indonesia menjadi makmur. Lire sepi tanpa srana. * Datangnya tanpa sarana apa-apa. tan ngadu bala manungsa. pada saat masih muda. jaman Kalabendu sirna. salin alamnya.

dan kemakmuran semuanya. amrih kartaning nagara. yang memimpin adalah putra Batara Indra. ngerahake jin setan.sirullah prajuritnya (pasukan Allah) dan senjatanya adalah se-mata2 dzikir. nugel tanah Jawa kaping pindho. namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang. …. pitung reyal ika. sakti mandraguna tanpa aji-aji * …. pada rebut benere garis. tan arupa. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. kumara prewangan. jejeg. tan karsa lamun luwiha. apeparap pangeraning prang. landhepe triniji suci. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). jika berperang tanpa pasukan. mengerahkan jin dan setan. berebut garis yang benar. sakti mandraguna tanpa azimat 163. tidak mau melebihi. bersenjatakan trisula wedha. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong * …. tak berbentuk. krana panjenengan nata. denwangeni katahhira. para asuhannya menjadi perwira perang. bala prewangan makhluk halus padha baris. harjaning jagat sadaya. momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala. memotong tanah Jawa kedua kali. dari buku menelisik jejak satrio piningit 162. bener. sing madhegani putrane Bethara Indra. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman . jujur. penghasilan yang diterima. … * bergelar pangeran perang. agegaman trisula wedha. … 164. musuh semua bisa dikalahkan. dhahare jroning sawarsa. tak kelihatan. kelihatan berpakaian kurang pantas. mumpuni sakabehing laku. * Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara. pasukan makhluk halus sama-sama berbaris. …. tan kasat mata. hidupnya sederhana. tan pokro anggoning nyandhang. ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. Tumpes tapis tan na mangga.

pada trisula weda. gegawe pati utawa utang nyawa. tan bibi. tetapi hanya memilih beberapa saja 167. Membangunkan semua yang salah arah. garis sabdanya tidak akan lama. yatim piatu. muda maupun bayi. tidak khawatir tertelan zaman 168. sudah lulus weda Jawa. angawuningani jantraning zaman Jawa. Mereka tidak sadar. buyutira. langit sudah memerah. sing mbregendhul mesti mati. tajamnya tritunggal nan suci. pindha lahir bareng sadina. beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. maunya menang sendiri. mengerti sebelum sesuatu terjadi. tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati. bisa pirsa mbahmbahira. datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. membawa maut atau utang nyawa. . mengerti garis hidup setiap umat. waskita pindha dewa. Lalu mereka mengacakngacak tanah orang lain. ora bisa diapusi marga bisa maca ati. mengetahui leluhur anda. mula den upadinen sinatriya iku. tidak mau dihormati orang se tanah Jawa. garis sabda ora gentalan dina. cermat dan sakti. orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi. mung angandelake trisula. ujung trisulanya sangat tajam. wus tan abapa. tak bersanak saudara. sabdane malati. sabdanya sakti (terbukti). beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya. yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain. memahami putaran roda zaman Jawa. sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda * oleh sebab itu carilah satria itu. beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. yang membantah pasti mati. buyut dan canggah anda. benar. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. enom padha dene bayi. Karena pintar keblinger. pemuda berjanggut ditangkap dimasukan ke penjara. jujur. bisa nyumurupi lahire mbahira. canggahira. idune idu geni. ora tuwo. bijak. Alih-alih dianggap. wegig. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong 166. hanya berpedoman trisula. wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. landheping trisula pucuk. ngerti garise siji-sijining umat. wasis. seolah-olah lahir di waktu yang sama. dapat mengetahui lahirnya kakek. yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan * pemuda berjanggut. tapi tidak dianggap. nanging inung pilih-pilih sapa * ludahnya ludah api. orang tua. asap mengepul dari perapian. lurus. Tan kewran sasuruping zaman * pandai meramal seperti dewa. waskita. mengingatkan pada yang lupa. ngerti sakdurunge winarah. lola. awus aputus weda Jawa.

Namun tidak dianggap. Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri.” Sosok ”Pemuda Berjanggut” di atas adalah lambang laki-laki sejati yang sangat kuat prinsip dan akidahnya serta selalu eling (dilambangkan dengan baju serba hitam). ti dapur laju salembur. nu boga hak marénta bagianana. maka memang saat ini seluruh rakyat sedang berharap-harap menunggu datangnya mu’jizat di tengah-tengah carut marut yang sedang berlangsung di negeri ini. tumbal untuk perbuatannya sendiri. Arinyana mah ngalalajoan.Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Coba mari kita simak alinea berikut : . mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. Fenomena paling tragis dalam perebutan tanah pada masa ini (2007) ditandai dengan kasus Pasuruan yang membawa 4 korban tewas rakyat kecil di tangan aparat. Lebih-lebih utamanya rakyat korban lumpur Lapindo yang kian hari makin kian sengsara. mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut. Hanya yang sadar pada diam. saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara. Kalau kita perhatikan dengan cermat alinea ini. mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa. Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran utama yang dikatakan dengan istilah ”Budak Angon” (Anak Gembala) dan ”Budak Janggotan” (Pemuda Berjanggut). bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarepngarep caringin reuntas di alun-alun. Penguasa itu akan menjadi tumbal. Penguasa yang buta. Sebab takut ketahuan. semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule. Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasa tersebut akan tumbang pada saat munculnya “Budak Angon”. Dan dia juga seorang yang tekun dan taat beribadah serta kuat dalam memegang ajaran leluhur (dilambangkan dengan menyanding sarung tua). Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. tapi. Iraha mangsana? Engké. wadal pamolahna sorangan. yang berhak meminta bagiannya. bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Kapan waktunya? Nanti. tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mu’jizat datang untuk mereka. Huru-hara terjadi di mana-mana. dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Buta bakal jaradi wadal. ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut. Bencana datang bertubi-tubi. Ngan nu aréling caricing. Tapi kabarérang. Dan akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tanah. Yang sudah punya ingin lebih. dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah.” Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. ”Pemuda Berjanggut” datang mengingatkan yang pada lupa untuk kembali eling. Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan : ”Jayana buta-buta. Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepentingan pribadi.” * ”Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama. Digambarkan bahwa di tengah situasi negeri yang panas membara (carut marut) dimana manusia dipenuhi nafsu angkara. Nu hawek hayang loba. hanteu pati lila.

Nusa jaya lagi. sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung. Dikatakan oleh bapak Budi Marhaen. Urang Sunda disarambat. kabéh gé taya nu meunang bagian. lamun Gunung Gedé anggeus bitu. Karena selalu saja pihak penguasa membantu yang kuat. jangan menoleh ke belakang!” Perlambang gagak berkoar di dahan mati bermakna situasi dimana banyak suara-suara tanpa arti. Sekarang ini banyak gunung di nusantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus.”Nu garelut laju rareureuh. Naréanganana budak tumbal. di tempat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ringin Telu). yang bertengkar ketakutan. penguasa mengumbar janji-janji kosong. setelah Gunung Gede meletus. Génjlong deui sajajagat. yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Ribut lagi seluruh bumi. Nusa Jaya. tapi engké. Lebih lanjut dikatakan : ”Nu kasampak ngan kari gagak. ratu adil yang sejati. Sanagara sahiji deui. tapi nanti. geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan. sejana dék marénta tumbal. berdiri angkuh di atas yang lemah. Ribut seluruh bumi merupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan . Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. secara gambaran spiritual. tapi Budak Angon sudah tidak ada. Ayeuna mah. Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu. Tempat itu digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk perahu besar. parindah ka Lebak Cawéné!” * ”Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong. Negara bersatu kembali. budak angon enggeus euweuh. Buta-buta laju nyarusup. laju kakara arengeuh. pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!” Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. Sabab warisan sakabéh béak. Sedangkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. lalu mereka mencari Budak Angon. geus mariang pindah ngababakan. Rakyat menjerit-jerit. carilah Anak Gembala. keur ngelak dina tutunggul. Laju naréangan budak angon. Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan. Dengarkan! jaman akan berganti lagi. sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. sebab berdiri ratu adil. orang sunda memaafkan. sudah pergi bersama Budak Janggotan. Hadé deui sakabéhanana. urang Sunda ngahampura. yang dikatakan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu. Sekarang. ulah ngalieuk ka tukang!” * ”Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Ada saat dimana ”wong cilik” sebagai lambang ”si lemah yang tertindas” mencari penuh harap sosok ”Budak Angon dan Budak Janggotan. Orang sunda dipanggil-panggil. jaya deui. ketakutan kehilangan negara. Tapi ingat. nu garelut jadi kareueung.” Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Cawéné. disusul ku tujuh gunung. Semua mencari tumbal. Para penguasa lalu menyusup. Baik lagi semuanya. sabab ngadeg ratu adil. Tapi. Segeralah pergi. siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi. béakna ku nu nyarekel gadéan. Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. disusul oleh tujuh gunung. ratu adil nu sajati.

bener. mumpuni sakabehing laku.iklim dunia dan pemanasan global. Mari kita renungkan dan perhatikan dengan apa yang sedang terjadi di seluruh negeri ini. hiya iku tandane kalabendu wis minger. Jika belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong. ”Sabdapalon matur yen arêp misah. jujur. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. yen menang tan ngasorake liyan. nglurug tanpa bala. Tentu ini tidak kita kehendaki. benar. lurus. banyak terjadi bencana dengan unsur Air. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. bersenjatakan trisula wedha. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. mengerahkan jin dan setan. ini semua adalah merupakan skenario langit. mung nêtêpi jênênge Sêmar. nanging ora manggon ing kono. nugel tanah Jawa kaping pindho. tak ada yang mengeluh kekurangan. para kawula padha suka-suka. Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. barêng didangu lungane mênyang ngêndi. para pendeta juga pada memuja. banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang ketidakpuasan di berbagai tempat. angagem trisula wedha. segalanya tampak terang benderang. rakyat bersuka ria. genaha kacetha kanthi njingglang. siapakah ”Budak Angon” itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak angon adalah orang sunda atau berdarah sunda. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. Api. itulah tanda zaman kalabendu telah usai.. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. andayani indering jagad raya. para pandhita hiya padha muja. padha asung bhekti. kumara prewangan.” . nora ana wong ngresula kurang. * …. Angin dan Tanah dimana-mana. jejeg. ngerahake jin setan. itulah asuhannya Sabdopalon. jujur. tajamnya tri tunggal nan suci. marga adiling pangeran wus teka. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. ature ora lunga. memperkokoh tatanan jagad raya. Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bagi yang memahami. …. ratune nyembah kawula. Gunung-gunung telah mulai aktif. Lalu. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan toleransi yang tinggi. memotong tanah Jawa kedua kali. berganti zaman penuh kemuliaan. nglimputi salire wujud. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). bila menang tak menghina yang lain. Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terjadi di banyak negara. * menyerang tanpa pasukan. anglela kalingan padhang. raja menyembah rakyat. Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya. landhepe triniji suci. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi. centi wektu jejering kalamukti. sing wis adu wirang nanging kondhang.

langgeng selamanya. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi. diantaranya adalah Ki Sabdopalon.” * ”…. Dari apa yang telah disinggung di atas. Sang Hyang Ismoyo. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada ”majikan”nya. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : ”…. …. Palon: pikukuh kandhang. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual (ponokawan) Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus. Ki Bodronoyo. Naya artinya pandangan. Jadi Semar merupakan pamomong yang ”tut wuri handayani”. akan tetapi tidak bertempat di situ. salah berpikir atau salah dalam perbuatan.” Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. Naya têgêsipun ulat. sedangkan Imam Muhammad al Mahdi adalah pemimpin dunia. selalu bersyukur dan eling serta berjalan pada jalan kebaikan. hanya menetapkan namanya Semar..* ”Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. Genggong: langgêng botên ewah. Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti. Satrio Paningit(Imam Al Hasyimi) dalam pandangan Jawa merupakan pemimpin Nusantara. jawabnya tidak pergi. langgêng salaminipun. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas. Waallohu alam. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. begitu ditanya perginya kemana. dan lain-lain. serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurunge winarah). Dados wicantên-kula punika. Satrio Paningit merupakan wakil Imam Mahdi untuk Nusantara atau wakil dari 313 orang pengikut Imam Mahdi. yang meliputi segala wujud. Palon adalah kayu pengancing kandang. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa ”perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada ”bagaimana sebaiknya melakukan”. Genggong artinya langgeng tidak berubah.” Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan bertaqwa kepada Tuhan. . Imam Mahdi memiliki 313 orang pengikut yang tersebar di seluruh dunia. membuatnya samar.

4. lakukanlah berdua. seperti menggunakan mata. anggon ngadek twah gunanya. guru prabhu. * Mulai sekarang lakukan. * Ayahanda memberitahumu anakku.Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. kalah oleh anak baik seorang. ring sang ngangun yadnya pisan. eda bani ring kawitan. da jua ulah malihat. melah alepe majalan. bacin tuara bakat ingsak. gunanya untuk melihat. sebab kaki tak akan tersandung. kasor buin yadnyane satus. 2. resepang pejang di manah. banyaknya seratus. * Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. utama ngwangun tlaga. tong ada ngupet manemah. tuah anggon maningehang. orang yang disebut guru. oleh orang yang melakukan korban suci sekali. guru prabhu. patut utamakan tingkah laku yang benar. satus reka saliunnya. Tingkahe mangelah kuping. da pati dingeh-dingehang. korban suci yang seratus ini. tak ada yang akan mencaci maki. guru tapak tui timpalnya. tak akan ternoda keturunannya. ningehang raose melah. kepada semua orang. gunannya anggon malihat. Bapa mituduhin cening. lebih baik hati-hati dalam berjalan. memperhatikan tingkah laku yang benar. baan suputra satunggal. kasor ento utamannya. patut tingkahe buatang. . ring ida dane samian. Tuwi ada ucaping haji. kalah keutamaannya itu. guru reka. wangsane tong kaletehan. telu ne maadan garwa. sang sampun kaucap garwa. 5. Melah pelapanin mamunyi. 3. kranannya mangelah cunguh. dan tidak akan menginjak kotoran. tingkahe mangelah mata. jangan durhaka pada leluhur. ajak dadwa nah gawenang. tata cara menjadi anak. jangan hanya sekedar melihat. mamedasin ane patut. guru reka. lalu bapak Budi Marhaen memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan yang diperoleh dari kegaiban dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. Uli jani jwa kardinin. tingkahe menadi pyanak. * Lebih baik hati-hati dalam berbicara. batise twara katanjung. utama orang yang membangun telaga. tiga banyaknya yang disebut guru. dan guru tapak (yang mengajar) itu.

Awake patut gawenin. juga masih memilih. da maren ngertiang awak. sebenarnya untuk mendengar. wantah nista ya ajinnya. Nanging da pati adekin. kegunaan mulut untuk berbicara. twah ne melah tumbas ipun.* Kegunaan punya telinga. Tingkah ne melah pilihin. yen anteng twi manandur. hal yang benar hendaknya diucapkan. patutang jua agrasayang. jangan henti-hentinya berbuat baik. mendengar kata-kata yang benar. tidak mau membeli yang rusak. Tingkah ne melah pilihin. buine tong kanggoang anak. hati-hatilah melangkahkannya. tata cara dalam bertingkah laku. katanjung bena nahanang. hati-hati menggunakan. keto cening sujatinnya. camkan dan simpan dalam hati. da manganggoang tingkah rusak. buka anake ka pasar. apikin jua nyemakang. 6. ibaratnya bagai bercocok tanam. bermaksud hendak berbelanja. 9. agar bisa melaksanakannya. de mangucap pati kacuh. * Pilihlah perbuatan yang baik. mangulah maan madiman. Ngelah lima da ja gudip. gunan bibih twah mangucap. 7. 8. sama halnya dengan memilih tingkah laku. waluya matetanduran. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. * Kebenaran hendaknya diperbuat. masih ya nu mamilihin. . apang manggih karahaywan. agar selalu mendapat kebenaran. jangan berbicara sembarangan. joh pare twara mupuang. * Jangan segalanya dicium. yatnain twah nyalanang. kija aba tuara laku. seperti orang ke pasar. apang bisa jwa ningkahang. agar menemukan keselamatan. jangan semua hal didengarkan. maidep matetumbasan. patuh ring ma mwatang tingkah. twara nyak meli ne rusak. tak mungkin tidak akan berhasil. baik-baiklah caranya merasakan. pasti yang baik dibelinya. * Memiliki tangan jangan usil. saluire kaucap rusak. apang patute bakatang. wyadin batise tindakang. kalau rajin menanam. 10. begitu pula dalam melangkahkan kaki. eda jwa mangulah laku. ne patut jwa ucapang. tingkahe ngardinin awak. sok baru dapat mencium.

betul-betul hina nilainya. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. yaitu : Pusaka Oumyang Majapahit (lambang Daya Atman) dan Pusaka Sabdo Palon (Ki Rancak – lambang Daya Rohul Kudus). dan “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu. Karena ini adalah wilayah para kasepuhan suci. jika seseorang telah mendapatkan hidayah Allah SWT maka dia dapat menjumpai Semar yang pada hakekatnya adalah pancaran Cahaya Ilahiah itu sendiri. Sabdo Palon yang telah menitis kepada ”seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. Karena dalil yang berlaku seperti halnya dalam memandang Semar. Secara fisik ”seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. Orang yang hatinya kotor dan masih diliputi dengan berbagai hawa nafsu akan sulit melihat Semar. Walaupun tidak menjumpainya namun daya-daya kehadirannya dapat dirasakan secara luas tanpa disadari. Ronggowarsito. begitulah sebenarnya anakku. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. Semua akan terfilter secara alamiah. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. waskito. Banyak pendapat yang berkembang di masyarakat luas selama ini dalam memandang dan memahami isitilah ”Satrio Piningit”. Hal ini mengisyaratkan bahwa tidak semua orang dapat menjumpainya. ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. Pusaka tersebut merupakan kata sandi (password) berkaitan dengan hakekat keberadaan Pura Rambut Siwi sebagai pembuktiannya. KESIMPULAN Akhirnya bapak Budi Marhaen mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan : ”Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. Keberadaannya gaib namun nyata. Bahkan para winasis waskita pun belum tentu mampu menembus aura misterinya. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo.Ng. Pemahamannya tentu bertingkat-tingkat sesuai dengan kapasitas keilmuan masing-masing orang. Atau dengan bahasa lain. yaitu sosok yang dikenal dengan nama ”SATRIO PININGIT”.” Dapatlah dikatakan bahwa : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon. ditambah lagi tiada disukai masyarakat. kemanapun dibawa tak akan laku. Ia merupakan perbendaharaan rahasia bumi dan langit yang teramat sulit ditembus oleh akal pikiran. Fenomena ini . Sangat sensitif. Satrio Piningit yang telah menjadi mitos selama perjalanan sejarah bangsa ini memunculkan misteri tersendiri. Namun Semar dapat terlihat bagi orang yang hatinya bersih/suci dan melakoni tirakat (tapaning ngaurip/tasawuf hidup) sepanjang hidupnya.* Pilihlah tingkah laku yang baik. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tanda-tanda yang telah nampak dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang ? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab secara vulgar persoalan ini.

dilambangkan dalam cerita pewayangan ketika ”Semar Ngejawantah” dan kemudian saatnya ”Semar Mbabar Diri” maka pecahlah peperangan ”Bharatayudha Jaya Binangun”. Angka 0 dan 1 adalah bilangan digit (binary) yang melambangkan kalimah toyyibah : ”La ilaha ilallah” (tiada Tuhan (0) selain Allah (1). suku. maupun agama atau kepercayaan. bangsa. Satrio Piningit (SP) adalah : 1. Sosok guru yang tidak menyebarkan ”ajaran ataupun agama baru” namun menebar kasih ke atas seluruh umat tanpa membedakan golongan. Perangnya kebaikan melawan keburukan. dengan nama Sendang Pengasihan (SP) 10. berada di Semarang Pinggiran (SP) 7. berlaku sebagai Sang Pamomong (SP) 4. Dalam konteks ini bapak Budi Marhaen mengungkapkan rahasia sandi tersebut (mbabar wadi) berdasarkan fenomena spiritual yang ditemuinya berkaitan dengan sandi-sandi rahasia di dalam karya warisan leluhur nusantara : Jadi. Sehingga kembali dalam konteks ”Satrio Piningit” yang sejatinya adalah Sabdo Palon. yang sejatinya adalah Sabdo Palon (SP) 3. pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) 6. kita harus mengosongkan diri (0). Maka dalam perjalanan tasawuf hal ini dikenal dengan dalil ”Man arofa nafsahu faqad arofa robbahu” (kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenal Allah). yaitu : ”Di balik SP (Satrio Piningit) terdapat 10 SP. terdapat suatu misteri kata sandi yang harus dipecahkan. Hakekat Satrio Piningit menurut pandangan bapak Budi Marhaen adalah sosok seorang ”Guru Sejati”. tepatnya di daerah Semarang Podorejo (SP) 8. maka beruntung jika dapat menjumpainya. akan tetapi yang sangat hakiki adalah ”Kebenaran Sejati” yang harus dicari atau ditembus di dalam dirinya.” Angka 10 menyiratkan bahwa untuk mencari yang 1 (satu = Esa). Bukan sekedar sosok Satrio Piningit atau Guru Sejati yang harus kita cari. dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) 5. dimana terdapat Sendang Pancuran (SP) 9. seorang Satrio Pinandhito (SP) 2. Setidaknya . dan Sendang Panguripan (SP) Jika memang mendapatkan ridho dan hidayah Allah.

Ada yang mengukur dari segi kekuatannya sehingga apabila ada yang memiliki kekuatan. 2008 Posted by eddycorret in Artikel. Yudi Krisnadi. Dia. Dibukanya misteri ini berkaitan dengan Sarasehan Spiritual : Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya. Telah tiba saatnya Misteri Nusantara terkuak. Satrio Piningit akan tetap piningit sampe tiba waktu baginya untuk muncul membawa Indonesia menuju jaman Kalasuba. pemimpin muda. yang tidak hanya terpaku dengan umur.” ucap Yuddy diplomatis. Yudi Krisnadi meyakini Ratu adil itu akan hadir dalam Tahun 2014. Satrio Piningit trackback Satrio Piningit Tetap akan tersembunyi Sampai tiba waktu kemunculannya. Antara satu orang dengan yang lainnya memiliki ukuran yang berbeda tentang Satrio Piningit.inilah jawaban dari apa yang telah diungkapkan oleh bapak Budi Marhaen berkaitan dengan misteri ”Semarang Tembayat” yang tertulis di dalam Serat Musarar Joyoboyo. “Orang itu memiliki tingkat religiusitas yang tinggi dan dia taat. Tetapi ada juga yang menyerah dan tidak akan mencarinya mengingat memang seluruh naskah-naskah leluhur tidak ada satupun yang menyebutkan bila Satrio Piningit sejati akan berhasil ditemukan sebelum kemunculannya. Kontroversi. akan tampil sendirinya karena setiap zaman kepemimpinan telah menjadi bagian dari Satrio Piningit.com. Orang lebih memilih menunggu saja. Setidaknya menjadikan Indonesia menjadi macan di kawasan ASEAN. Oleh karena statusnya yang piningit atau tersembunyi itulah membuat orang penasaran saja dan banyak yang berusaha untuk bisa menemukannya. tetapi spirit yang diembannya.” pungkas Ketua Bidang Mengapa Satrio Piningit Sejati Sulit Ditemukan? Agustus 25. dengan kata Kata Satrio Piningit yang dianggap sebagai tokoh. akan menyelesaikan masalah korupsi dan mampu menciptakan kesejahteraan rakyat serta membawa harum nama bangsa di dunia internasioal. sebut Yuddy lagi. para leluhur Nusantara. terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. di Semarang pada tanggal 20 Desember 2007 yang telah mencanangkan topik : ”REVOLUSI AKBAR SPIRITUAL NUSANTARA”. Kemunculan Satrio Piningit dikatakan Politisi Yudi Krisnadi. Ratu Adil. Semoga Allah ridho. melihat kepemimpinan nasional akan tampil dari kalangan muda. kontrofersi. “Sosoknya akan berani ambil resiko. Amin. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. Tags: Jongko Joyoboyo. Apakah memang Satrio Piningit tidak bisa ditemukan sebelum kemunculannya? Belum bisa dipastikan . sementara orang itu dipandang mendekati naskah-naskah yang ada maka dia diyakini sebagai Satrio Piningit. Dia pemimpin yang memiliki karakter mengabdikan semua kehidupannya untuk membereskan masalah. ( Nurahmad ) Theme: Blix by Sebastian Schmieg . Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua. Blog pada WordPress.

Hingga saat ini banyak yang masih belum sepakat mengenai rumah Satrio Piningit sejati di daerah mana. maka tempat yang paling cocok yaitu disembunyikan di goa atau di alam gaib. Ingatlah cerita Nabi Musa as. Satrio Piningit disembunyikan Tuhan. tumbuh berkembang sama dengan manusia pada umumnya. karena bila ini dilakukan Tuhan maka kesannya Tuhan sangat mengkawatirkan nasib Satrio Piningit. pada waktu dulu ketika Raja Fir’aun beraksi untuk membunuh semua bayi laki-laki yang terlahir guna menghilangkan peluang munculnya seorang yang dapat membunuhnya. Hal ini sepertinya tidak mungkin terjadi karena bila Satrio Piningit berada di gua otomatis dia akan jauh dari manusia. Jauh dari manusia baik yang akan berteman dengannya maupun juga yang akan memusuhinya. Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di alam gaib. Satrio Piningit diselubungi Tuhan. semoga dapat membantu yang mencarinya : 1. Ada yang berpendapat Satrio Piningit sulit ditemukan karena disembunyikan Tuhan. Apabila saat ini ada orang yang menyimpulkan demikian. Beberapa naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit. Untuk itulah berikut ini beberapa hal mengenai keadaan Satrio Piningit yang tersembunyi. tidak satupun yang menyebut bila Satrio Piningit dalam hidupnya bertapa di gua maupun bersembunyi di alam gaib. Peristiwa ini sampai detik ini belum terjadi. maka sebenarnya pengertian orang bahwa Satrio Piningit sulit ditemukan dengan berbagai alasannya itu masih belum tentu benar. maka dia akan menjadi manusia “abnormal”. 2. Tuhan bukannya menyelamatkan Musa as dengan menyembunyikannya ke alam gaib.jawaban akan pertanyaan ini. Dari 25 Rosul Tuhan. melawan sambil tertawa tanpa memperdulikan larangan”. Sosialnya buruk. tidak ada satupun yang disembunyikan di alam gaib. Kemungkinan kedua. Padahal Tuhan Maha Kuasa jadi tidak perlu ada kekawatiran semacam itu. Kemungkinan pertama. Mustahil Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di alam gaib. Tetapi apabila dicermati. itu berarti atas kehendak sendiri untuk maksud tertentu dan bukannya untuk disembunyikan. Seandainya kelak Satrio Piningit memiliki kemampuan untuk masuk ke alam gaib. tetapi justru sebaliknya Musa ditempatkan di keluarga raja Fir’aun yang nyata-nyata musuhnya. Sementara dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan bahwa Satrio Piningit “mencari sambil melawan. Apabila pendapat ini benar. ada peristiwa lain yaitu orang berhasil menemukan rumahnya di ujung sungai. maka hal itu berlaku bagi Satrio Piningit yang palsu dan bukan yang sejati. ada beberapa kalimat yang menyebut bila Satrio Piningit hidupnya sengsara pada masa mudanya. Sebaliknya naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit. namun juga tidak salah. . Kedua tempat tersebut sangat aman dan dipastikan jauh dari jangkauan manusia. Artinya Satrio Piningit ada di tengah-tengah dan membaur dengan masyarakat. alasan ini juga masih dipertanyakan karena sebelum Satrio Piningit pergi ke Lebak Cawéné. Di sisi lain apabila manusia hidupnya di alam gaib. Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di dalam Goa atau bisa ditafsirkan sebagai bertapa di gua. tidak ada pengalaman dalam menjalani hidup dengan manusia lainnya dan juga alam gaib adalah alam dimana Jin serta makhluk gaib lainnya berada disana sehingga mustahil manusia akan dihidupkan Tuhan di alam gaib. Untuk itulah alasan disembunyikan di dalam gua tidak sesuai dengan naskah yang ada karena di gua siapa yang akan dilawan sambil tertawa? Sembunyi di gua mungkin bisa diartikan sebagai “pergi ke Lebak Cawéné”. Kalimat tersebut mengindikasikan bila Satrio Piningit sengaja melakukan perlawanan pada manusia dan bukannya menghindarinya. Bisa juga ditafsirkan dia menghindar dari manusia. Oleh karena itu dipastikan Satrio Piningit tidak akan disembunyikan Tuhan di alam gaib.

maka mereka bisa dilukai bahkan juga bisa diburu untuk dibunuh. dan yang jelas terlihat Isa as. Karena tidak ada selubung yang melindungi para Rosul dahulu juga bagi Satrio Piningit. tidak ada firman Tuhan yang menyebut bila Rosul-Nya diberi selubung. Yunus as ditelan ikan Paus. Keadaan Satrio Piningit tidak jauh berbeda dengan cerita para Rosul tersebut. Keadaan dihina yang menjadikannya tersembunyi. Jelas tidak mungkinlah. Namun sepertinya Tuhan sengaja menaruh Satrio Piningit di dalam situasi tersebut. Alasan bisa bermacam-macam. Sebagai orang yang kelak menumpas kejahatan. Satrio Piningit dimusuhi mungkinkah karena perilakunya atau karena memang dia orangnya jahat dan tidak baik sangat meresahkan masyarakat. memfitnah. Semua sepakat mempercayai kata-kata dalam naskahnaskah yang mengatakan hal tersebut. Padahal manusia diciptakan Tuhan seimbang. Ingatlah cerita-cerita Nabi seperti Yusuf as dimasukkan ke sumur. Belum diketahui apa yang melatarbelakangi orang-orang pada memusuhi Satrio Piningit pada masa mudanya sebelum muncul. sementara Ronggowarsito menyebut “masa muda Satrio Piningit penuh dengan halangan”. Orang-orang kita ini aja yang mengatakan demikian. Apa mungkin karena baju yang dikenakannya? seperti kata Joyoboyo dalam bait 163 “kelihatan berpakaian kurang pantas”. Seperti cerita Musa as. Masalah perilaku sepertinya semua sepakat bila Satrio Piningit orangnya tidak jahat. Apabila orang menghinanya. Cuma cara menemukannya itulah yang masih belum diketahui. Tuhan tidak menyembunyikan Isa as ke alam gaib juga tidak diselubungi. Lantas apa yang menjadi penyebab dia dimusuhi orang banyak. Semua naskah justru bicara sebaliknya yaitu Satrio Piningit hidupnya menderita penuh halangan dan kesandung kesampar. Tuhan menempatkan mereka diantara orang-orang yang memusuhinya. tetapi Isa as diangkat ke langit. menghina. Muhammad SAW. 3. Keadaan dimusuhi dan dihina ini secara otomatis memposisikan dirinya sebagai sosok yang tersembunyi. Sedangkan Siliwangi menyebutkan bila Satrio Piningit hidup di tengah-tengah banyaknya larangan tetapi “dia terus melawan sambil tertawa”. mana mungkin Tuhan kawatir pada manusia. Ini tidak mungkin terjadi karena apabila Tuhan memberinya selubung agar susah ditemukan berarti Tuhan sangat mengkawatirkan si Satrio. Naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit juga tidak ada satupun yang menyebutkan bila Satrio Piningit diselubungi kekuatan oleh Tuhan. Muhammad SAW copot giginya ketika perang Uhud. ada kelebihan juga ada kekurangan. Joyoboyo menyebutkan bila hidup Satrio Piningit selalu “kesandung kesampar”. maka segala hal yang baik dalam dirinya otomatis akan tertutupi. Tidak ada satupun ayat yang menyebutkan adanya selubung tersebut bagi Rosul utusan-Nya. Satrio Piningit akan dimusuhi orang dimana-mana. Meskipun demikian Satrio Piningit tetap melawan sambil tertawa. Lihatlah cerita para Rosul jaman dulu kala. Naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit menyebutkan bila sebelum kemunculannya dia hidup dengan derita dan tidak menyenangkan. Yang nampak hanya buruknya saja sehingga orang yang memusuhinya akan terus memusuhinya. Satrio Piningit tidak mungkin diberi selubung oleh Tuhan.Ada juga yang berpendapat bila Satrio Piningit diselubungi atau dinaungi kekuatan oleh Tuhan sehingga sulit sekali ditemukan. Bukannya Tuhan menjauhkan para Rosulnya dari marabahaya. tentunya pada bihak yang baik. Ibrahim as dibakar. menyingkirkan dan sebagainya. Oleh karena tidak diselubungi kekuatan maka Satrio Piningit bisa dilukai. Ismail as nyaris disembelih. Dia ditempatkan tepat ditengah-tengah orang-orang yang selalu memusuhinya sehingga tidak ada hal lain yang bisa dilakukan orang kepadanya selain memusuhi. justru sebaliknya Para Rosul hidup di tengah-tengah bahaya yaitu diantara . Kisah para Rosul jaman dulu. Mungkinkan ini penyebabnya? entahlah. Isa as dll. bisa disakiti dan juga bisa ditemukan sebelum kemunculannya.

Tetapi cobalah menggunakan hati karena letak Ruh manusia ada di Hati Nurani. Karena terus dalam situasi sembunyi dan dipaksa sembunyi maka auranya otomatis mendukung ke arah tersembunyi dari orang lain. Dimana-mana banyak yang mengatakan Satrio Piningit sejati sulit ditemukan. Manusia bisa melihat orang apakah dengan pakaian rapi dan mewah atau tidak. sehingga yang tidak perlu disembunyikan hanya aktifitas hidup biasanya saja. Kedua mata fisik manusia sering tertipu oleh penampilan orang yang dilihat. Padahal bila diperhatikan maka apabila Satrio Piningit telah memiliki kekuatan. Mata tubuh non fisik juga demikian halnya sama dengan mata tubuh fisik yaitu mudah ditipu oleh yang nampak. Kemungkinan kedua orang banyak yang mencoba menemukan Satrio Piningit dengan cara menerawang atau meneropong (bagi yang memiliki kekuatan atau kesaktian). Hal ini telah disebutkan dalam naskah-naskah yang membicarakannya. Yusuf as dipenjara dan contoh-contoh hidup Rosul lainnya. Pada saat yang bersamaan banyak sekali sosok-sosok non fisik yang ingin dilihat atau ingin dikagumi bahkan disembah berkeliaran dimana-mana. Padahal mata merupakan sarana yang paling mudah ditipu oleh yang tidak kasat mata. Musa as meninggalkan Mesir. Satrio Piningit juga demikian karena dimusuhi terus maka dia harus sembunyi-sembunyi dalam menjalani hidupnya. Mereka meyakini dia disembunyikan atau diselubungi kekuatan oleh Tuhan. Jawabnya kemungkinan orang itu cenderung menghina dan memusuhinya. Banyak yang tertipu Kekuatan. 4. Hasilnya orangpun sulit untuk menemukannya. Baik mata tubuh fisik maupun mata tubuh non fisik manusia sepertinya sama saja mudah tertipu dan ditipu. Orang tidak menyadari bahwa yang mereka hina dan musuhi adalah Satrio Piningit sejati. Adanya ukuran kesaktian inilah yang mendorong orang untuk menemukannya. Apa yang terlihat sering menjadi ukuran mengenai orang tersebut yang bisa jadi hatinya bertentangan dan tidak sebersih dengan pakaiaannya. Mereka menggunakan mata untuk mencari dimana Satrio Piningit berada. Kondisi ini dimungkinkan juga dialaminya dalam keluarga. Muhammad SAW sering ke gua Hiro. Apabila ada sosok yang sakti atau memiliki kekuatan tertentu apalagi dapat ditunjukkan pada orang lain maka orang akan berfikir dialah Satrio Piningit.musuh-musushnya. Orang banyak yang menyimpulkan bahwa Satrio Piningit adalah sosok yang sakti. Karena penyebutan sakti tersebut maka kesaktian dijadikan sebagai ukuran untuk menemukan Satrio Piningit sejati. Bagaimana yaa ……. Paranormal dan orang sakti di Indonesia angkat tangan dan menyerah tidak dapat menemukan Satrio Piningit sejati. seharusnya dia sudah muncul membereskan Nusantara. Tetapi bagaimana caranya? waduh. tetapi manusia tidak dapat mengetahui dalam hatinya. Kemungkinan pertama apa yang akan dilakukan orang seandainya bertemu fisik dengan Satrio Piningit sementara orang itu tidak tahu kalo dia Satrio Piningit sejati. Hal ini juga telah diberitahukan Joyoboyo dalam bait-bait Jongko Joyoboyonya. Kemampuan orang yang mencarinya. Sehingga kelak pada saatnya muncul maka semua akan kaget dan tidak percaya. Oleh karena dalam menjalani hidup selalu dimusuhi orang lain maka tidak bisa tidak harus sembunyi dan suka sembunyi-sembunyi dalam hidupnya. padahal tidak demikian. Perilaku demikian otomatis menempatkan Satrio Piningit sebagai sosok yang tersembunyi. Oleh karena itu sebaiknya jangan menggunakan mata dalam mencari Satrio Piningit sejati. Mana mungkin dia telah memiliki kekuatan hanya untuk kebanggaan atau . 5. Sehingga terawang atau teropong orang ke Satrio Piningit mejadi kabur bahkan melenceng dan hasilnya Satrio Piningit tetep tersembunyi.

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Sepertinya Tuhan berkehendak bagi Satrio Piningit untuk mendapatkan Wahyu hanya dalam semalam saja. Dengan kesadaran ruh. maka Getaran Frekuensi baik tubuh fisik maupun non fisiknya secara otomatis akan berubah dan menyesuaikannya. Seandainya dia telah memiliki kesaktian. Sejak dalam kandungan. 6. manusia dapat berkomunikasi dengan jiwa orang lain juga makhluk non fisik. tetapi Wahyu bisa diturunkan Tuhan dalam waktu singkat. Satrio Piningit meningkatkan Kesadarannya. Baik Fisik. Contoh mudahnya adalah radio. Satrio Piningit sepertinya termasuk orang yang berbakat dan berpotensi. manusia dapat berkomunikasi dengan ruh-ruh manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Disinilah bedanya Satrio Piningit palsu dengan Satrio Piningit sejati. Kesaktian biasa diperoleh dalam jangka waktu lama. Sementara itu Alam Semesta memiliki banyak dimensi dan setiap dimensi memiliki Getaran Frekuensi yang berbeda-beda sama halnya radio. Kemustahilan inilah yang memunculkan pengertian bahwa Satrio Piningit sejati saat ini belum memiliki kesaktian. Kondisi berubahnya Getaran Frekuensi tubuh Satrio Piningit inilah yang sulit untuk ditebak dan sulit untuk dijangkau oleh manusia biasa seperti kita-kita ini. Mereka yang memiliki bakat dan potensi yang memadai akan lebih mudah mempelajarinya dari pada yang kurang bakat dan kurang berpotensi. Cuma masalahnya bakat dan potensi manusia tidak sama. jiwa dan ruh juga kesadaran. Hal ini sesuai dengan kata Nabi SAW yang menyebut kelak Al-Mahdi “akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam”. orang banyak yang tertipu dengan kekuatan/kesaktian seseorang dan menyimpulkannya sebagai Satrio Piningit. Apabila satu tahap / tangga kesadaran berhasil dilaluinya maka dipastikan dia akan terus melangkah ke tangga kesadaran yang lebih tinggi. Tubuh fisik ada di alam fisik. Selanjutnya manusia meskipun terdiri atas 3 hal tersebut.mendirikan komunitas tetapi tidak ada gunanya bagi Indonesia. maka belum memiliki kesaktian. Apabila fisik terkena sesuatu maka akan meresponnya. sehingga dia belum muncul membereskan negri ini. Lantas kapan dia mendapatkan kesaktian? Inilah bedanya kesaktian biasa dengan Wahyu. Jiwa maupun Ruh berada dalam satu kesatuan manusia. dan Ruh ada di alam Ruh. Sementara Satrio Piningit sejati apabila belum dekat waktu kemunculannya. Satrio Piningit karena telah berhasil meningkatkan Getaran Frekuensi . jiwa ada di alam non fisik. Rupanya lagi kesadaran bisa juga dipindahkan dari fisik ke Ruh yang biasa dikenal dengan kesadaran Ruh. Rupanya kesadaran manusia bisa dipindahkan dari fisik ke non fisik yang biasa dikenal dengan kesadaran jiwa. Oleh karena 1 malam saja. Perpindahan kesadaran ini dapat dipelajari siapa saja karena setiap manusia memiliki tubuh fisik. Dia berarti masih sama dengan kita sebagai manusia biasa yang tidak ada apa-apanya. dipastikan selang beberapa hari sebelum kemunculannya Wahyu itu mungkin baru diturunkan. Dengan kesadaran jiwa. Tuhan tidak menghendaki si Satrio mendapatkan Wahyu dalam jangka waktu lama. Oleh karena faktor tersebut maka baginya meningkatkan kesadaran tidak sesulit kita-kita ini. tetapi ketiganya berada pada dimensi yang berbeda. Karena Satrio Piningit Getaran Frekuensinya berubah sementara kita yang mencari tetap pada Getaran Frekuensi manusia normalnya maka jelas saja dia tidak akan ditemukan dan sulit ditemukan. kesadaran manusia berada dalam tubuh fisik. Masih ada satu lagi yaitu Ruh yang juga non fisik. Semua orang mengetahui bahwa dirinya sebagai manusia terdiri atas tubuh fisik dan tubuh non fisik (jiwa). namun kesadaran manusia hanya ada 1 saja. dipastikan sudah beraksi memperbaiki kerusakan Nusantara. Satrio Piningit apabila telah mencapai tangga kesadaran dimensi tertentu.

dia bersembunyi ke Lebak Cawéné. Untuk memecahkan masalah ini maka tidak bisa tidak kita harus meningkatkan kesadaran kita agar dapat menemukan Satrio Piningit sejati. Demikianlah beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa Satrio Piningit sejati sulit ditemukan. Tubuh fisik. Ada faktor intern dari Satrio Piningit sendiri. Mengapa harus sembunyi? Kemungkinan pertama. maka otomatis auranya menyesuaikan dan lingkungan fisik dan non fisik juga ikut mendukung keinginannya bersembunyi. ya jelas tidak ketemu. Persiapan yang dilakukannya dipastikan tidak sepele dan gampang mengingat masalah di Nusantara begitu banyak dan beraneka ragam. Hasilnya kita-kita yang mencari mengalami kesulitan untuk menemukannya.9 SL di Jogja pula diyakini sebagai tanda bahwa Sabdo Palon telah datang. Peristiwa letusan gunung merapi dan gempa di Jogja sebagai tanda Sabdo Palon telah datang menjadi sindiran bagi Satrio Piningit bahwa dirinyalah calon Ratu Adil sejati. Sekarang telah diketahui masalahnya mengapa Satrio Piningit sejati sulit ditemukan. Kita terus mencari dia disekolah-sekolah SMP se Indonesia.tubuhnya ke tangga kesadaran yang lebih tinggi. Memang beginilah kenyataannya bahwa Satrio Piningit sejati digariskan Tuhan sebagai piningit dan tetap akan piningit sampai tiba waktu baginya untuk muncul. Untuk kelancaran proses persiapan inilah dia sengaja bersembunyi dan atau menyembunyikan diri. Apabila memang benar bahwa Satrio Piningit telah menjadi sosok pemuda. pada saat yang sama pula hadir sosok-sosok palsu bermunculan di sana sini menjadi semakin tidak dapat dijangkau keberadaannya. Keberadaannya bukan lagi masih bayi atau kanak-kanak tetapi semua meyakini dia telah menjadi sosok pemuda. jiwa dan ruhnya berproses untuk bersembunyi dan melakukan persiapan secara diam-diam. ya jelas tidak ketemu. ada faktor extern juga ada faktor munculnya sosok-sosok palsu. karena dia harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjadi Ratu. Contoh lain adalah sekolah SMP. Selanjutnya Siliwangi juga menyebut “Tapi ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu”. 7. Dengan gelombang radio AM kita terus mencari dia. Naskah-naskah juga tidak satupun yang mengatakan bila Satrio Piningit sejati berhasil ditemukan sebelum kemunculannya. maka boleh jadi dia telah mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Sebaiknya kita tunggu saja karena waktu kemunculannya sudah dekat . Terjadinya peristiwa tersebut disusul gempa 6. Akhirnya orangorang banyak yang melirik sosok-sosok palsu dan diyakini sebagai yang sejati. karena diyakini ada pihak-pihak tertentu yang sengaja akan menghalangi dan mencegah kemunculannya. Satrio Piningit karena telah berhasil meningkatkan Getaran Frekuensi tubuhnya ke tangga kesadaran yang lebih tinggi. Sementara kita yang belum menaikkan kesadaran maka kita masih sekolah di SMP.” Artinya memang Satrio Piningit tidak akan mungkin ditemukan. Satrio Piningit karena telah mengetahui bila dirinya adalah calon Ratu Adil sejati. maka sekolahnya pindah ke SMA. maka gelombang radionya berubah jadi FM. maka diapun beraksi untuk bersembunyi. Ingatlah akan peristiwa meletusnya gunung merapi Jogja laharnya ke arah barat daya pada mei 2006. Satrio Piningit sengaja sembunyi. Bahkan Prabu Siliwangi menyebut “ketika orang telah berhasil menemukan rumahnya. Sebabnya karena Getaran Frekuensi yang mencari dengan Getaran Frekuensi yang dicari tidak sama. Pada saat kita kesulitan menemukan Satrio Piningit sejati. Cuma caranya gimana? Nah itu juga masalah. Dengan kembalinya Sabdo Palon maka orang meyakini bila Satrio Piningit sejak saat itu telah ada. Bila dicermati memang terdapat banyak faktor yang mendukung sulitnya ditemukan. Sementara kita yang belum menaikkan kesadaran maka gelombang radio kita masih AM. Kemungkinan kedua.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->