Narada : (menjelaskan), engkau laksana pribadi sukasarana, dengarlah wahai cucu ku.

dia adalah : jiwa yang mempunyai budi pekerti yang sangat luhur. orang yang berbudi luhur dan merupakan kekasih Betara Dharma.

Di dalam dirinya bersemayam pula Candra Birawa. Sosok Candra Birawa yang sedang menunggu kedatangan kekasih Betara Dharma supaya dirinya bisa menitis kedalam tubuh Sukarsana. Candra Birawa pun menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya diciptakan dari gabungan raksasa2 yang menyerang Swargaloka / Candra Birawa sebuah mahkluk berbadan halus yang sangat sakti. Candra Birawa tidak boleh sembarangan berkeliaran di mayapada, dia diharuskan bersatu dengan kekasih/keturunan Betara Dharma karena di tangan orang yang salah, Candra Birawa sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kekacauan di mayapada. Candra Birawa kemudian menjelaskan bahwa jika tubuhnya menjadi satu, Sukarsana akan menjadi lebih sehat dan kuat, selain itu jika dalam kesulitan Sukarsana tinggal singkep memangil Candra Birawa dan dirinya akan segera muncul untuk membantu.

Narada : abimanyu, Abimanyu merupakan makhluk kekasih Dewata. Perwatakan; halus, baik tingkah lakunya, ucapannya terang, hatinya keras, besar tanggung jawabnya dan pemberani.

Narada : antaboga memiliki sikap hidup sederhana, setia, jujur dan patuh pada perintah kesetiaan dan kepinterannya menyimpan rahasia

Narada : karna perannya dalam kisah Mahabharata jauh melebihi peran seorang raja. Indra yang menyamar mendekati Karna dan meminta sedekah berupa baju besi (kavacha) dan antingnya (kundala). Karna tahu bahwa dengan memberikan kedua hal tersebut, ia tidak lagi tak terkalahkan. tetapi karena telah menjadi komitment-nya maka ia tetap memberikan kedua benda tersebut. Indra kagum akan kebaikan hati Karna, menawarkan Karna untuk memakai senjatanya (Shakti) tetapi hanya untuk satu kali saja.

Narayana : berilah aku nasehat, wahai narada ? Narada : dewi jembawati dan narayana. Narayana : apa itu, wahai narada ? Narada : (menjelaskan),

tekun belajar dalam mencari ilmu, dan diri mu berpandangan luas, memiliki daya analisis yang tajam, ahli dalam menyelesaikan masalah, arif bijaksana, berani menegakkan kebenaran, kejujuran, keadilan dan memberantas keangkaramurkaan.

Gatotkaca lalu dimasukkan oleh batara Narada ke kawah Candradimuka bersama dengan berbagai pusaka baja kahyangan, sehingga saat keluar dari kawah Candradimuka, Gatotkaca kecil (Bambang Tetuka) yang tadinya masih berwujud raksasa (buto bajang), sekarang telah menjadi ksatriya yang gagah dan pilih tanding. Dari sinilah, kemudian, Gatotkaca menjadi berotot kawat dan bertulang besi. Gatotkaca juga diberi berbagai macam pusaka serta diberi nama Raden Krincing Wesi (nama Gatotkaca pun di peroleh dari sini, sebagai pemberian dari Dewa).

Narada : Dewa Dharma, dharma yang mengandung arti hukum yang mengatur dan memelihara alam semesta beserta segala isinya. Dalam hubungan dengan peredaran alam semesta, kata dharma dapat pula berarti kodrat. Sedangkan dalam kehidupan manusia, dharma dapat berarti ajaran, kewajiban atau peraturan- peraturan suci yang memelihara dan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup yaitu tingkah laku dan budi pekerti yang luhur.

Ia adalah tipe murni raja yang baik. Darah putih (Seta ludira. Seta berarti putih, ludira berarti darah) mengalir di nadinya. Tak pernah murka, tak pernah bertarung, tak pernah juga menolak permintaan siapa pun, betapapun rendahnya sang peminta. Waktunya dilewatkan untuk meditasi dan penghimpunan kebijakan. Tak seperti ksatria yang lain, yang pusaka saktinya berupa senjata, pusaka andalan Yudistira adalah Kalimasada yang misterius, naskah keramat yang memuat rahasia agama dan semesta.

Dia, pada dasarnya, adalah cendikiawan tanpa pamrih, yang memerintah dengan keadilan sempurna dan kemurah hatinya yang luhur. Dengan kenampakan yang sama sekali tanpa perhiasan mencolok, dengan kepala merunduk yang mawas diri, dan raut muka keningratan yang halus, dia tampil sebagai gambaran ideal tentang "Pandita Ratu" (Raja Pendeta) yang telah menyingkirkan nafsu dunia.

Yudistira : Waktunya dilewatkan untuk meditasi dan penghimpunan kebijakan. Tak seperti ksatria yang lain, yang pusaka saktinya berupa senjata, pusaka andalan Yudistira adalah Kalimasada yang misterius, naskah keramat yang memuat rahasia agama dan semesta. Dia, pada dasarnya, adalah cendikiawan tanpa pamrih, yang memerintah dengan keadilan sempurna dan kemurah hatinya yang luhur.

Kalimasada yang misterius, naskah keramat yang memuat rahasia agama dan semesta : Kitab Suci [kacamata rohani/Sumber Ilmu Pengetahuan = Pustaka/Semua Kasustraan yang mengandung Ilmu Kebaikan maupun keburukan].

Sebagai Pelengkap dan Pengontrol atas sifat Kebenaran.[panakawan/falsafah hidup]

ia memihak Pandawa saat perang di Kurukshetra. "Siapa pun yang memilih kami. itulah yang kupilih menjadi sekutu". Arsitek Mayasura membangun balairung besar yang dikenal sebagai Mayasabha. Apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan dunia fana. tetapi kepada ilmu pengetahuannya dan pengetahuan itu dapat diartikan sebagai Pandangan hidup atau falsafah hidup. Sedang kesimpulan kedua bukan semata-mata ditujukan kepada individunya. Perlahan-lahan penduduk baru berdatangan dan Indraprastha menjadi kota yang ramai. . Hal itu membuatnya menjadi penerus garis keturunan Drestarastra. maka pada saat itu pula Kala akan datang menjemputnya. untuk membangun daerah tersebut menjadi kota megah. seorang dayang-dayang. Ia adalah saudara para Korawa. Yuyutsu berseru. maka ia akan dibinasakan oleh Kala. "Hamba bersedia bertempur di bawah panji-panji paduka.Panakawan adalah teman yang baik yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas dan lengkap serta mendalam. Secara filosofis mengandung arti hubungan antara keluarga Pandawa dengan Panakawan. dari ibu yang lain. Berbeda dengan para Korawa. demii kemenangan paduka sekalian. Yuyutsu diangkat menjadi raja di Indraprasta. Panakawan seolah Pewaris dan pemelihara yang konsekuen terhadap nilai-nilai sejarah dan peradaban manusia untuk masa lampau. Nama Yuyutsu dalam bahasa Sansekerta artinya ialah "yang memiliki kemauan untuk berperang/bertempur". Kresna memanggil Wiswakarma. Narada : kekuatan demi tujuan mu adalah "Bhatara Kala". Yuyutsu memihak Yudistira Sebelum pertempuran dimulai. Suasana hening sejenak setelah mendengarkan seruan Yudistira. Akhirnya Kandawaprastha menjadi kota yang megah dan berganti nama menjadi "Indraprastha" atau "kota Dewa Indra". Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri. Setelah Yudistira mengundurkan diri dari dunia. kehadirannya sebagai pengasuh merupakan sosial kontrol memberi koreksi. arsitek para dewa. sementara saudaranya yang lain (Korawa) gugur semua di medan Kuru atau Kurukshetra. masa yang sedang dijalani dan masa yang akan datang. Yuyutsu adalah seorang tokoh protagonis dari wiracarita Mahabharata. Tiba-tiba di dalam pasukan Korawa. reaksi dan kritik terhadap para satria Pandawa memperlambangkan hidupnya demokrasi. terdengar sebuah jawaban dari Yuyutsu. Karena itu. Yudistira berseru. Dengan bantuan sepupunya yang bernama Kresna. Yudistira memperbarui daerah tersebut. Kala merupakan simbol bahwa siapa pun tidak dapat melawan hukum karma.

* Disertai dengan tangis dan kedukaan yang mendalam. mencoba untuk melihat tanda-tanda yang tersembunyi dalam peristiwa ini. iya jaman edan. tidak kebagian untuk memiliki harta benda. apabila ikut gila/edan tidak tahan. Yen tan melu. * Memberikan peringatan pada zaman yang kalut dengan bijaksana. begitu agar kejadiannya / yang akan terjadi bisa jadi peringatan. boya keduman. yen meluwa edan yekti nora tahan. kang mangkono yen niteni lamampahan. ing pamrih melok pakolih. anglakoni wus tartamtu. mangimur saniberike. takut dengan kewibawaan sang pemimpin yang sangat adil dan bijaksana. temah suha ing karsa tanpa wiweka. luwih begja kang eling lawan waspada. wong ambeg jatmika kontit. . sung pemut. Nawung krida. * Untuk dibuktikan. semuanya sudah bertobat. melik kalling donya iki.Tidak ada penjahat. menceng pangupaya. * Berupaya tanpa pamrih. Ing Paniti sastra wawarah. yaitu zaman edan. walaupun kemungkinan dicemooh. ing zaman musibat. * Apabila tidak ikut menjalani. kang menangi jaman gemblung. kang lali kabegjan. satemahe kaliren wekasane. karsane kang Among tuwuh. akan mengalami jaman gila. Anaruwung. sulit untuk mengambil sikap. Wus dilalah. yang akhirnya bisa kelaparan. ewuh aya kang pambudi. ananging sayektineki.

adenge tanpa sarana. Pada saat itu sudah dekat berakhirnya zaman Kaladuka. yang lupa untuk mengejar keberuntungan. nata ginaib sanyata. tidak pernah menonjol sebelumnya. sirep dur angkaramurka. pada saat masih muda. Pupuh 258 (tembang 1 s/d 7) : Saka marmaning Hayang Sukma. atas kehendak Allah SWT. akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur. keh wong katambehan ika. kang kapisan karanya. * Mempunyai sifat adil. tungguling dhikir kewala. tidak mengandalkan bala bantuan manusia. sinalinan jamanira. Lire sepi tanpa srana.* Sudah kepastian. wus parek wekasanipun. tapi yang sebetulnya. wawan-wawan kalawan memaronira. kasampar kasandhung rata. tidak ketahuan asal kedatangannya. sonya rutikedatonnya. nama Sultan Erucakra. seperti muncul secara gaib. tanpa sangakan rawuhira. Marga sinapih rawuhnya. tan ngadu bala manungsa. hanya . bernama Sultan Erucakra (pemimpin yang memiliki wahyu). mungsuh rerep sirep sirna. * Kedatangan pemimpin baru tidak terduga. zaman Kalabendu hilang. lebih beruntung yang tetap ingat dan waspada (dalam perbuatan berbudi baik dan luhur). mulyaning jenengan nata. lumuh maring branaarta. ora ana kara-kara. nagdam makduming srinata. jaman Kalabendu sirna. ingaranan naranata. sirnaning ratu amargi. yang mempunyai sifat-sifat utama. wiji wijiling utama. yang oleh izin Allah SWT. banyak mengalami halangan dalam hidupnya. karaton ing tanah Jawa. * Atas izin Allah SWT. mamalaning bumi sirna. salin alamnya. tidak tertarik dengan harta benda. Luwih adil paraarta. ing kono raharjanira. karsaning Sukma kinarya. hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda. * Datangnya tanpa sarana apa-apa. berganti zaman dimana tanah Jawa/Indonesia menjadi makmur. jumeneng sri pandhita. duk masih keneker Sukma. mung sirollah prajuritnya. jaman Kaladuka. Wektu iku.

tidak mau melebihi. ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). dari buku menelisik jejak satrio piningit 162. agegaman trisula wedha. memotong tanah Jawa kedua kali. mumpuni sakabehing laku. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong * …. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. tak kelihatan. sakti mandraguna tanpa azimat 163. berebut garis yang benar. tan pokro anggoning nyandhang. apeparap pangeraning prang. bener. tan kasat mata. dan kemakmuran semuanya. tak berbentuk. jejeg. …. nugel tanah Jawa kaping pindho. penghasilan yang diterima. namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang. amrih kartaning nagara. momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala. kelihatan berpakaian kurang pantas. harjaning jagat sadaya. krana panjenengan nata. para asuhannya menjadi perwira perang. landhepe triniji suci. ngerahake jin setan.sirullah prajuritnya (pasukan Allah) dan senjatanya adalah se-mata2 dzikir. sing madhegani putrane Bethara Indra. tan karsa lamun luwiha. bala prewangan makhluk halus padha baris. tan arupa. jika berperang tanpa pasukan. Tumpes tapis tan na mangga. pitung reyal ika. … 164. yang memimpin adalah putra Batara Indra. mengerahkan jin dan setan. … * bergelar pangeran perang. jujur. musuh semua bisa dikalahkan. hidupnya sederhana. bersenjatakan trisula wedha. denwangeni katahhira. * Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara. kumara prewangan. …. pada rebut benere garis. pasukan makhluk halus sama-sama berbaris. dhahare jroning sawarsa. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman . sakti mandraguna tanpa aji-aji * ….

waskita pindha dewa. tidak khawatir tertelan zaman 168. landheping trisula pucuk. sudah lulus weda Jawa. sabdane malati. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. garis sabda ora gentalan dina. muda maupun bayi. asap mengepul dari perapian. tidak mau dihormati orang se tanah Jawa. gegawe pati utawa utang nyawa. bisa pirsa mbahmbahira. pemuda berjanggut ditangkap dimasukan ke penjara. langit sudah memerah. beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. tan bibi. wegig.pada trisula weda. yatim piatu. tajamnya tritunggal nan suci. beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya. sabdanya sakti (terbukti). angawuningani jantraning zaman Jawa. cermat dan sakti. maunya menang sendiri. wus tan abapa. tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati. enom padha dene bayi. mula den upadinen sinatriya iku. Membangunkan semua yang salah arah. garis sabdanya tidak akan lama. Alih-alih dianggap. wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. wasis. canggahira. tetapi hanya memilih beberapa saja 167. ngerti sakdurunge winarah. bisa nyumurupi lahire mbahira. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. ujung trisulanya sangat tajam. seolah-olah lahir di waktu yang sama. ngerti garise siji-sijining umat. Karena pintar keblinger. ora tuwo. nanging inung pilih-pilih sapa * ludahnya ludah api. tapi tidak dianggap. lola. sing mbregendhul mesti mati. hanya berpedoman trisula. Lalu mereka mengacakngacak tanah orang lain. benar. sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda * oleh sebab itu carilah satria itu. yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan * pemuda berjanggut. mengerti sebelum sesuatu terjadi. awus aputus weda Jawa. Tan kewran sasuruping zaman * pandai meramal seperti dewa. orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi. buyut dan canggah anda. bijak. dapat mengetahui lahirnya kakek. mengingatkan pada yang lupa. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong 166. mung angandelake trisula. lurus. . waskita. Mereka tidak sadar. mengetahui leluhur anda. mengerti garis hidup setiap umat. datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. ora bisa diapusi marga bisa maca ati. yang membantah pasti mati. beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. buyutira. pindha lahir bareng sadina. orang tua. tak bersanak saudara. jujur. yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain. memahami putaran roda zaman Jawa. idune idu geni. membawa maut atau utang nyawa.

nu boga hak marénta bagianana. dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah. Fenomena paling tragis dalam perebutan tanah pada masa ini (2007) ditandai dengan kasus Pasuruan yang membawa 4 korban tewas rakyat kecil di tangan aparat. maka memang saat ini seluruh rakyat sedang berharap-harap menunggu datangnya mu’jizat di tengah-tengah carut marut yang sedang berlangsung di negeri ini. Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri. Dan akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tanah. semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule. dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Coba mari kita simak alinea berikut : . Nu hawek hayang loba. Sebab takut ketahuan. mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. Tapi kabarérang. Ngan nu aréling caricing. ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut. Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepentingan pribadi. Digambarkan bahwa di tengah situasi negeri yang panas membara (carut marut) dimana manusia dipenuhi nafsu angkara. mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut. mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.” Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan : ”Jayana buta-buta. Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran utama yang dikatakan dengan istilah ”Budak Angon” (Anak Gembala) dan ”Budak Janggotan” (Pemuda Berjanggut). wadal pamolahna sorangan. ti dapur laju salembur. ”Pemuda Berjanggut” datang mengingatkan yang pada lupa untuk kembali eling.” Sosok ”Pemuda Berjanggut” di atas adalah lambang laki-laki sejati yang sangat kuat prinsip dan akidahnya serta selalu eling (dilambangkan dengan baju serba hitam). yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam.Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. hanteu pati lila. Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Penguasa itu akan menjadi tumbal. Kalau kita perhatikan dengan cermat alinea ini. Iraha mangsana? Engké.” * ”Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama. Lebih-lebih utamanya rakyat korban lumpur Lapindo yang kian hari makin kian sengsara. bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Namun tidak dianggap. Bencana datang bertubi-tubi. bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarepngarep caringin reuntas di alun-alun. yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. tapi. tumbal untuk perbuatannya sendiri. Kapan waktunya? Nanti. Arinyana mah ngalalajoan. Buta bakal jaradi wadal. Penguasa yang buta. saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara. Yang sudah punya ingin lebih. Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasa tersebut akan tumbang pada saat munculnya “Budak Angon”. Huru-hara terjadi di mana-mana. Dan dia juga seorang yang tekun dan taat beribadah serta kuat dalam memegang ajaran leluhur (dilambangkan dengan menyanding sarung tua). tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mu’jizat datang untuk mereka.

Karena selalu saja pihak penguasa membantu yang kuat. ratu adil nu sajati. laju kakara arengeuh. yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. tapi engké. yang bertengkar ketakutan. secara gambaran spiritual. Tapi ingat. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Tapi. ketakutan kehilangan negara. keur ngelak dina tutunggul. sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Negara bersatu kembali. Sekarang ini banyak gunung di nusantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus. ratu adil yang sejati. béakna ku nu nyarekel gadéan. disusul ku tujuh gunung. di tempat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ringin Telu). yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu. lamun Gunung Gedé anggeus bitu. pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!” Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. Ribut lagi seluruh bumi. jaya deui. urang Sunda ngahampura. disusul oleh tujuh gunung. Ayeuna mah. Urang Sunda disarambat. setelah Gunung Gede meletus. Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan. Lebih lanjut dikatakan : ”Nu kasampak ngan kari gagak.” Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Cawéné. Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. carilah Anak Gembala. Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. penguasa mengumbar janji-janji kosong. Laju naréangan budak angon. Nusa jaya lagi. Baik lagi semuanya. sabab ngadeg ratu adil. Ada saat dimana ”wong cilik” sebagai lambang ”si lemah yang tertindas” mencari penuh harap sosok ”Budak Angon dan Budak Janggotan. nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. lalu mereka mencari Budak Angon. Segeralah pergi. Orang sunda dipanggil-panggil. jangan menoleh ke belakang!” Perlambang gagak berkoar di dahan mati bermakna situasi dimana banyak suara-suara tanpa arti. siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi. Rakyat menjerit-jerit. kabéh gé taya nu meunang bagian. geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan. Nusa Jaya. tapi nanti. Naréanganana budak tumbal. yang dikatakan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu. Sabab warisan sakabéh béak. tapi Budak Angon sudah tidak ada. nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung. budak angon enggeus euweuh. Sekarang. sebab berdiri ratu adil. Semua mencari tumbal.”Nu garelut laju rareureuh. parindah ka Lebak Cawéné!” * ”Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong. Dengarkan! jaman akan berganti lagi. berdiri angkuh di atas yang lemah. sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Génjlong deui sajajagat. ulah ngalieuk ka tukang!” * ”Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Ribut seluruh bumi merupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan . orang sunda memaafkan. sejana dék marénta tumbal. Sedangkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. Dikatakan oleh bapak Budi Marhaen. geus mariang pindah ngababakan. nu garelut jadi kareueung. Para penguasa lalu menyusup. sudah pergi bersama Budak Janggotan. Hadé deui sakabéhanana. Tempat itu digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk perahu besar. Sanagara sahiji deui. Buta-buta laju nyarusup.

para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda. mumpuni sakabehing laku. mung nêtêpi jênênge Sêmar. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. jujur. ngerahake jin setan. yen menang tan ngasorake liyan. Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bagi yang memahami. * …. genaha kacetha kanthi njingglang. sing wis adu wirang nanging kondhang. memotong tanah Jawa kedua kali. banyak terjadi bencana dengan unsur Air. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). landhepe triniji suci. nora ana wong ngresula kurang. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi. Angin dan Tanah dimana-mana. padha asung bhekti.” . hiya iku tandane kalabendu wis minger. ature ora lunga. anglela kalingan padhang. Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terjadi di banyak negara. siapakah ”Budak Angon” itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak angon adalah orang sunda atau berdarah sunda. para pandhita hiya padha muja. kumara prewangan. bersenjatakan trisula wedha.iklim dunia dan pemanasan global. tajamnya tri tunggal nan suci. Tentu ini tidak kita kehendaki. barêng didangu lungane mênyang ngêndi. benar. Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. nanging ora manggon ing kono. nglurug tanpa bala. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. Mari kita renungkan dan perhatikan dengan apa yang sedang terjadi di seluruh negeri ini. Lalu. mengerahkan jin dan setan. rakyat bersuka ria.. raja menyembah rakyat. banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang ketidakpuasan di berbagai tempat. nugel tanah Jawa kaping pindho. nglimputi salire wujud. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong. para pendeta juga pada memuja. * menyerang tanpa pasukan. Jika belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. ratune nyembah kawula. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan toleransi yang tinggi. Gunung-gunung telah mulai aktif. tak ada yang mengeluh kekurangan. para kawula padha suka-suka. Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya. jejeg. berganti zaman penuh kemuliaan. Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengungkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. andayani indering jagad raya. ini semua adalah merupakan skenario langit. memperkokoh tatanan jagad raya. centi wektu jejering kalamukti. itulah asuhannya Sabdopalon. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. jujur. lurus. Api. marga adiling pangeran wus teka. ”Sabdapalon matur yen arêp misah. …. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. bila menang tak menghina yang lain. segalanya tampak terang benderang. angagem trisula wedha. bener.

Naya têgêsipun ulat. . selalu bersyukur dan eling serta berjalan pada jalan kebaikan. Dados wicantên-kula punika. dan lain-lain. …. Imam Mahdi memiliki 313 orang pengikut yang tersebar di seluruh dunia. begitu ditanya perginya kemana. Palon: pikukuh kandhang. langgêng salaminipun. yang meliputi segala wujud. Satrio Paningit(Imam Al Hasyimi) dalam pandangan Jawa merupakan pemimpin Nusantara. langgeng selamanya. diantaranya adalah Ki Sabdopalon. jawabnya tidak pergi. akan tetapi tidak bertempat di situ.” * ”….. Waallohu alam. menjadi tempat bertanya karena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi. Jadi Semar merupakan pamomong yang ”tut wuri handayani”. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tentang apa dan bagaimana Semar. Satrio Paningit merupakan wakil Imam Mahdi untuk Nusantara atau wakil dari 313 orang pengikut Imam Mahdi. Semua yang disabdakan Semar tidak pernah berupa ”perintah untuk melakukan” tetapi lebih kepada ”bagaimana sebaiknya melakukan”. salah berpikir atau salah dalam perbuatan. paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepada ”majikan”nya. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. Semar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi hidup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti. hanya menetapkan namanya Semar.” Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu mengingatkan bilamana yang di”emong”nya salah jalan. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual (ponokawan) Prabu Brawijaya merupakan sosok Semar yang nyata. sedangkan Imam Muhammad al Mahdi adalah pemimpin dunia. Palon adalah kayu pengancing kandang. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah merupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk melaksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan bertaqwa kepada Tuhan. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : ”….* ”Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. Sang Hyang Ismoyo. membuatnya samar. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa.” Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernama Semar. apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata. Genggong: langgêng botên ewah. Naya artinya pandangan. serta memiliki sifat yang bijaksana dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurunge winarah). Ki Bodronoyo. Dari apa yang telah disinggung di atas. Genggong artinya langgeng tidak berubah.

bacin tuara bakat ingsak. mamedasin ane patut. kepada semua orang. batise twara katanjung. da jua ulah malihat. ring sang ngangun yadnya pisan. jangan durhaka pada leluhur. seperti menggunakan mata. gunanya untuk melihat. sang sampun kaucap garwa. guru reka. dan tidak akan menginjak kotoran. telu ne maadan garwa. memperhatikan tingkah laku yang benar. Uli jani jwa kardinin. * Ayahanda memberitahumu anakku. ningehang raose melah. tong ada ngupet manemah. Tingkahe mangelah kuping. lalu bapak Budi Marhaen memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan yang diperoleh dari kegaiban dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. oleh orang yang melakukan korban suci sekali. kasor buin yadnyane satus. eda bani ring kawitan. 4. kranannya mangelah cunguh. kalah oleh anak baik seorang. 2. 5. ajak dadwa nah gawenang. lebih baik hati-hati dalam berjalan. sebab kaki tak akan tersandung. Bapa mituduhin cening. melah alepe majalan. banyaknya seratus. guru prabhu. . tata cara menjadi anak. guru prabhu.Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. Tuwi ada ucaping haji. tingkahe mangelah mata. wangsane tong kaletehan. * Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. korban suci yang seratus ini. 3. tuah anggon maningehang. patut tingkahe buatang. tiga banyaknya yang disebut guru. patut utamakan tingkah laku yang benar. Melah pelapanin mamunyi. dan guru tapak (yang mengajar) itu. resepang pejang di manah. da pati dingeh-dingehang. tingkahe menadi pyanak. utama orang yang membangun telaga. guru tapak tui timpalnya. baan suputra satunggal. jangan hanya sekedar melihat. anggon ngadek twah gunanya. kasor ento utamannya. tak ada yang akan mencaci maki. utama ngwangun tlaga. tak akan ternoda keturunannya. lakukanlah berdua. satus reka saliunnya. guru reka. kalah keutamaannya itu. * Mulai sekarang lakukan. orang yang disebut guru. * Lebih baik hati-hati dalam berbicara. gunannya anggon malihat. ring ida dane samian.

maidep matetumbasan. 8. buine tong kanggoang anak. agar selalu mendapat kebenaran. wantah nista ya ajinnya. kegunaan mulut untuk berbicara. * Jangan segalanya dicium. Tingkah ne melah pilihin. kija aba tuara laku. hal yang benar hendaknya diucapkan. agar menemukan keselamatan. agar bisa melaksanakannya. hati-hati menggunakan. bila kesandung pasti kita yang menahan (menderita) nya. * Pilihlah perbuatan yang baik. 9. da manganggoang tingkah rusak. kalau rajin menanam. Ngelah lima da ja gudip. de mangucap pati kacuh. jangan semua hal didengarkan. patutang jua agrasayang. bermaksud hendak berbelanja. baik-baiklah caranya merasakan. tak mungkin tidak akan berhasil. 10. ne patut jwa ucapang. da maren ngertiang awak. keto cening sujatinnya. camkan dan simpan dalam hati. gunan bibih twah mangucap. eda jwa mangulah laku. yatnain twah nyalanang. yen anteng twi manandur. wyadin batise tindakang. . twah ne melah tumbas ipun. apang patute bakatang. * Kebenaran hendaknya diperbuat. tidak mau membeli yang rusak. juga masih memilih. tata cara dalam bertingkah laku. Awake patut gawenin. Nanging da pati adekin. * Memiliki tangan jangan usil. begitu pula dalam melangkahkan kaki. waluya matetanduran. patuh ring ma mwatang tingkah. saluire kaucap rusak. masih ya nu mamilihin. ibaratnya bagai bercocok tanam. apikin jua nyemakang. twara nyak meli ne rusak. sama halnya dengan memilih tingkah laku. sebenarnya untuk mendengar. katanjung bena nahanang. Tingkah ne melah pilihin. hati-hatilah melangkahkannya. tingkahe ngardinin awak.* Kegunaan punya telinga. apang manggih karahaywan. buka anake ka pasar. jangan berbicara sembarangan. jangan henti-hentinya berbuat baik. seperti orang ke pasar. sok baru dapat mencium. mendengar kata-kata yang benar. joh pare twara mupuang. apang bisa jwa ningkahang. pasti yang baik dibelinya. mangulah maan madiman. 6. 7.

Karena dalil yang berlaku seperti halnya dalam memandang Semar. Atau dengan bahasa lain. Satrio Piningit yang telah menjadi mitos selama perjalanan sejarah bangsa ini memunculkan misteri tersendiri. waskito. Orang yang hatinya kotor dan masih diliputi dengan berbagai hawa nafsu akan sulit melihat Semar. begitulah sebenarnya anakku. Bahkan para winasis waskita pun belum tentu mampu menembus aura misterinya. Sabdo Palon yang telah menitis kepada ”seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. yaitu : Pusaka Oumyang Majapahit (lambang Daya Atman) dan Pusaka Sabdo Palon (Ki Rancak – lambang Daya Rohul Kudus). Sangat sensitif. ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. Hal ini mengisyaratkan bahwa tidak semua orang dapat menjumpainya. “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi. Namun Semar dapat terlihat bagi orang yang hatinya bersih/suci dan melakoni tirakat (tapaning ngaurip/tasawuf hidup) sepanjang hidupnya. Ronggowarsito. Ia merupakan perbendaharaan rahasia bumi dan langit yang teramat sulit ditembus oleh akal pikiran.” Dapatlah dikatakan bahwa : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini.Ng. Walaupun tidak menjumpainya namun daya-daya kehadirannya dapat dirasakan secara luas tanpa disadari. Keberadaannya gaib namun nyata. Secara fisik ”seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. KESIMPULAN Akhirnya bapak Budi Marhaen mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan : ”Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tanda-tanda yang telah nampak dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang ? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab secara vulgar persoalan ini. Fenomena ini . Pemahamannya tentu bertingkat-tingkat sesuai dengan kapasitas keilmuan masing-masing orang. Pusaka tersebut merupakan kata sandi (password) berkaitan dengan hakekat keberadaan Pura Rambut Siwi sebagai pembuktiannya. Karena ini adalah wilayah para kasepuhan suci. Semua akan terfilter secara alamiah. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. ditambah lagi tiada disukai masyarakat. betul-betul hina nilainya. Banyak pendapat yang berkembang di masyarakat luas selama ini dalam memandang dan memahami isitilah ”Satrio Piningit”. yaitu sosok yang dikenal dengan nama ”SATRIO PININGIT”. jika seseorang telah mendapatkan hidayah Allah SWT maka dia dapat menjumpai Semar yang pada hakekatnya adalah pancaran Cahaya Ilahiah itu sendiri. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo. tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. dan “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu.* Pilihlah tingkah laku yang baik. kemanapun dibawa tak akan laku.

akan tetapi yang sangat hakiki adalah ”Kebenaran Sejati” yang harus dicari atau ditembus di dalam dirinya. dengan nama Sendang Pengasihan (SP) 10. Angka 0 dan 1 adalah bilangan digit (binary) yang melambangkan kalimah toyyibah : ”La ilaha ilallah” (tiada Tuhan (0) selain Allah (1). Sosok guru yang tidak menyebarkan ”ajaran ataupun agama baru” namun menebar kasih ke atas seluruh umat tanpa membedakan golongan. Maka dalam perjalanan tasawuf hal ini dikenal dengan dalil ”Man arofa nafsahu faqad arofa robbahu” (kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenal Allah). pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) 6. berlaku sebagai Sang Pamomong (SP) 4. seorang Satrio Pinandhito (SP) 2. dan Sendang Panguripan (SP) Jika memang mendapatkan ridho dan hidayah Allah.dilambangkan dalam cerita pewayangan ketika ”Semar Ngejawantah” dan kemudian saatnya ”Semar Mbabar Diri” maka pecahlah peperangan ”Bharatayudha Jaya Binangun”. Hakekat Satrio Piningit menurut pandangan bapak Budi Marhaen adalah sosok seorang ”Guru Sejati”. Bukan sekedar sosok Satrio Piningit atau Guru Sejati yang harus kita cari. tepatnya di daerah Semarang Podorejo (SP) 8. Sehingga kembali dalam konteks ”Satrio Piningit” yang sejatinya adalah Sabdo Palon. bangsa.” Angka 10 menyiratkan bahwa untuk mencari yang 1 (satu = Esa). Satrio Piningit (SP) adalah : 1. kita harus mengosongkan diri (0). suku. maupun agama atau kepercayaan. yaitu : ”Di balik SP (Satrio Piningit) terdapat 10 SP. berada di Semarang Pinggiran (SP) 7. maka beruntung jika dapat menjumpainya. Dalam konteks ini bapak Budi Marhaen mengungkapkan rahasia sandi tersebut (mbabar wadi) berdasarkan fenomena spiritual yang ditemuinya berkaitan dengan sandi-sandi rahasia di dalam karya warisan leluhur nusantara : Jadi. Setidaknya . terdapat suatu misteri kata sandi yang harus dipecahkan. dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) 5. dimana terdapat Sendang Pancuran (SP) 9. Perangnya kebaikan melawan keburukan. yang sejatinya adalah Sabdo Palon (SP) 3.

kontrofersi. ( Nurahmad ) Theme: Blix by Sebastian Schmieg .inilah jawaban dari apa yang telah diungkapkan oleh bapak Budi Marhaen berkaitan dengan misteri ”Semarang Tembayat” yang tertulis di dalam Serat Musarar Joyoboyo. 2008 Posted by eddycorret in Artikel. Telah tiba saatnya Misteri Nusantara terkuak. Antara satu orang dengan yang lainnya memiliki ukuran yang berbeda tentang Satrio Piningit. “Orang itu memiliki tingkat religiusitas yang tinggi dan dia taat. Kemunculan Satrio Piningit dikatakan Politisi Yudi Krisnadi. Blog pada WordPress. Setidaknya menjadikan Indonesia menjadi macan di kawasan ASEAN. Oleh karena statusnya yang piningit atau tersembunyi itulah membuat orang penasaran saja dan banyak yang berusaha untuk bisa menemukannya. di Semarang pada tanggal 20 Desember 2007 yang telah mencanangkan topik : ”REVOLUSI AKBAR SPIRITUAL NUSANTARA”. Tags: Jongko Joyoboyo. dengan kata Kata Satrio Piningit yang dianggap sebagai tokoh. Dibukanya misteri ini berkaitan dengan Sarasehan Spiritual : Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya. Kontroversi. Semoga Allah ridho. sementara orang itu dipandang mendekati naskah-naskah yang ada maka dia diyakini sebagai Satrio Piningit. tetapi spirit yang diembannya. Yudi Krisnadi. Yudi Krisnadi meyakini Ratu adil itu akan hadir dalam Tahun 2014. pemimpin muda. “Sosoknya akan berani ambil resiko. Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfaat bagi kita semua. Dia pemimpin yang memiliki karakter mengabdikan semua kehidupannya untuk membereskan masalah.com. Satrio Piningit akan tetap piningit sampe tiba waktu baginya untuk muncul membawa Indonesia menuju jaman Kalasuba. terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyang kita. Amin. yang tidak hanya terpaku dengan umur. akan tampil sendirinya karena setiap zaman kepemimpinan telah menjadi bagian dari Satrio Piningit. Satrio Piningit trackback Satrio Piningit Tetap akan tersembunyi Sampai tiba waktu kemunculannya. Apakah memang Satrio Piningit tidak bisa ditemukan sebelum kemunculannya? Belum bisa dipastikan . melihat kepemimpinan nasional akan tampil dari kalangan muda. Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-marut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. Orang lebih memilih menunggu saja. Dia. sebut Yuddy lagi. Ada yang mengukur dari segi kekuatannya sehingga apabila ada yang memiliki kekuatan. akan menyelesaikan masalah korupsi dan mampu menciptakan kesejahteraan rakyat serta membawa harum nama bangsa di dunia internasioal.” ucap Yuddy diplomatis.” pungkas Ketua Bidang Mengapa Satrio Piningit Sejati Sulit Ditemukan? Agustus 25. Tetapi ada juga yang menyerah dan tidak akan mencarinya mengingat memang seluruh naskah-naskah leluhur tidak ada satupun yang menyebutkan bila Satrio Piningit sejati akan berhasil ditemukan sebelum kemunculannya. Ratu Adil. para leluhur Nusantara.

maka hal itu berlaku bagi Satrio Piningit yang palsu dan bukan yang sejati. Sementara dalam Ugo Wangsit Siliwangi disebutkan bahwa Satrio Piningit “mencari sambil melawan. Bisa juga ditafsirkan dia menghindar dari manusia. Kemungkinan kedua. maka sebenarnya pengertian orang bahwa Satrio Piningit sulit ditemukan dengan berbagai alasannya itu masih belum tentu benar. Hingga saat ini banyak yang masih belum sepakat mengenai rumah Satrio Piningit sejati di daerah mana. Tuhan bukannya menyelamatkan Musa as dengan menyembunyikannya ke alam gaib. melawan sambil tertawa tanpa memperdulikan larangan”. Artinya Satrio Piningit ada di tengah-tengah dan membaur dengan masyarakat. Sebaliknya naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit. Oleh karena itu dipastikan Satrio Piningit tidak akan disembunyikan Tuhan di alam gaib. itu berarti atas kehendak sendiri untuk maksud tertentu dan bukannya untuk disembunyikan. maka tempat yang paling cocok yaitu disembunyikan di goa atau di alam gaib. tidak satupun yang menyebut bila Satrio Piningit dalam hidupnya bertapa di gua maupun bersembunyi di alam gaib. Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di dalam Goa atau bisa ditafsirkan sebagai bertapa di gua. maka dia akan menjadi manusia “abnormal”. tidak ada pengalaman dalam menjalani hidup dengan manusia lainnya dan juga alam gaib adalah alam dimana Jin serta makhluk gaib lainnya berada disana sehingga mustahil manusia akan dihidupkan Tuhan di alam gaib. semoga dapat membantu yang mencarinya : 1. Hal ini sepertinya tidak mungkin terjadi karena bila Satrio Piningit berada di gua otomatis dia akan jauh dari manusia. 2. Kedua tempat tersebut sangat aman dan dipastikan jauh dari jangkauan manusia. alasan ini juga masih dipertanyakan karena sebelum Satrio Piningit pergi ke Lebak Cawéné. Ada yang berpendapat Satrio Piningit sulit ditemukan karena disembunyikan Tuhan. Tetapi apabila dicermati. Padahal Tuhan Maha Kuasa jadi tidak perlu ada kekawatiran semacam itu. Untuk itulah alasan disembunyikan di dalam gua tidak sesuai dengan naskah yang ada karena di gua siapa yang akan dilawan sambil tertawa? Sembunyi di gua mungkin bisa diartikan sebagai “pergi ke Lebak Cawéné”. Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di alam gaib. Peristiwa ini sampai detik ini belum terjadi. ada peristiwa lain yaitu orang berhasil menemukan rumahnya di ujung sungai. Seandainya kelak Satrio Piningit memiliki kemampuan untuk masuk ke alam gaib. Mustahil Satrio Piningit disembunyikan Tuhan di alam gaib. Ingatlah cerita Nabi Musa as. Satrio Piningit diselubungi Tuhan. Satrio Piningit disembunyikan Tuhan. Untuk itulah berikut ini beberapa hal mengenai keadaan Satrio Piningit yang tersembunyi. Apabila pendapat ini benar. tidak ada satupun yang disembunyikan di alam gaib. . tumbuh berkembang sama dengan manusia pada umumnya. Beberapa naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit. Apabila saat ini ada orang yang menyimpulkan demikian. pada waktu dulu ketika Raja Fir’aun beraksi untuk membunuh semua bayi laki-laki yang terlahir guna menghilangkan peluang munculnya seorang yang dapat membunuhnya. Di sisi lain apabila manusia hidupnya di alam gaib. ada beberapa kalimat yang menyebut bila Satrio Piningit hidupnya sengsara pada masa mudanya. karena bila ini dilakukan Tuhan maka kesannya Tuhan sangat mengkawatirkan nasib Satrio Piningit. tetapi justru sebaliknya Musa ditempatkan di keluarga raja Fir’aun yang nyata-nyata musuhnya. Kalimat tersebut mengindikasikan bila Satrio Piningit sengaja melakukan perlawanan pada manusia dan bukannya menghindarinya. Kemungkinan pertama. Jauh dari manusia baik yang akan berteman dengannya maupun juga yang akan memusuhinya.jawaban akan pertanyaan ini. namun juga tidak salah. Sosialnya buruk. Dari 25 Rosul Tuhan.

Semua sepakat mempercayai kata-kata dalam naskahnaskah yang mengatakan hal tersebut. Karena tidak ada selubung yang melindungi para Rosul dahulu juga bagi Satrio Piningit. Ini tidak mungkin terjadi karena apabila Tuhan memberinya selubung agar susah ditemukan berarti Tuhan sangat mengkawatirkan si Satrio. memfitnah. Ibrahim as dibakar. Naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit juga tidak ada satupun yang menyebutkan bila Satrio Piningit diselubungi kekuatan oleh Tuhan. Alasan bisa bermacam-macam. sementara Ronggowarsito menyebut “masa muda Satrio Piningit penuh dengan halangan”. justru sebaliknya Para Rosul hidup di tengah-tengah bahaya yaitu diantara . Tuhan tidak menyembunyikan Isa as ke alam gaib juga tidak diselubungi. Jelas tidak mungkinlah. ada kelebihan juga ada kekurangan. Seperti cerita Musa as. maka mereka bisa dilukai bahkan juga bisa diburu untuk dibunuh. Namun sepertinya Tuhan sengaja menaruh Satrio Piningit di dalam situasi tersebut. Lantas apa yang menjadi penyebab dia dimusuhi orang banyak. tentunya pada bihak yang baik. Yang nampak hanya buruknya saja sehingga orang yang memusuhinya akan terus memusuhinya. Keadaan dihina yang menjadikannya tersembunyi. Semua naskah justru bicara sebaliknya yaitu Satrio Piningit hidupnya menderita penuh halangan dan kesandung kesampar. Ismail as nyaris disembelih. mana mungkin Tuhan kawatir pada manusia. Satrio Piningit dimusuhi mungkinkah karena perilakunya atau karena memang dia orangnya jahat dan tidak baik sangat meresahkan masyarakat. Belum diketahui apa yang melatarbelakangi orang-orang pada memusuhi Satrio Piningit pada masa mudanya sebelum muncul. bisa disakiti dan juga bisa ditemukan sebelum kemunculannya. Masalah perilaku sepertinya semua sepakat bila Satrio Piningit orangnya tidak jahat. Keadaan Satrio Piningit tidak jauh berbeda dengan cerita para Rosul tersebut. Orang-orang kita ini aja yang mengatakan demikian. Oleh karena tidak diselubungi kekuatan maka Satrio Piningit bisa dilukai. tidak ada firman Tuhan yang menyebut bila Rosul-Nya diberi selubung. Muhammad SAW. Dia ditempatkan tepat ditengah-tengah orang-orang yang selalu memusuhinya sehingga tidak ada hal lain yang bisa dilakukan orang kepadanya selain memusuhi. Lihatlah cerita para Rosul jaman dulu kala. Tidak ada satupun ayat yang menyebutkan adanya selubung tersebut bagi Rosul utusan-Nya. Meskipun demikian Satrio Piningit tetap melawan sambil tertawa. Naskah-naskah yang membicarakan mengenai Satrio Piningit menyebutkan bila sebelum kemunculannya dia hidup dengan derita dan tidak menyenangkan. Ingatlah cerita-cerita Nabi seperti Yusuf as dimasukkan ke sumur. Cuma cara menemukannya itulah yang masih belum diketahui. dan yang jelas terlihat Isa as. 3. Apabila orang menghinanya.Ada juga yang berpendapat bila Satrio Piningit diselubungi atau dinaungi kekuatan oleh Tuhan sehingga sulit sekali ditemukan. Isa as dll. Joyoboyo menyebutkan bila hidup Satrio Piningit selalu “kesandung kesampar”. Tuhan menempatkan mereka diantara orang-orang yang memusuhinya. Yunus as ditelan ikan Paus. Satrio Piningit tidak mungkin diberi selubung oleh Tuhan. menyingkirkan dan sebagainya. Apa mungkin karena baju yang dikenakannya? seperti kata Joyoboyo dalam bait 163 “kelihatan berpakaian kurang pantas”. Muhammad SAW copot giginya ketika perang Uhud. menghina. Sedangkan Siliwangi menyebutkan bila Satrio Piningit hidup di tengah-tengah banyaknya larangan tetapi “dia terus melawan sambil tertawa”. Sebagai orang yang kelak menumpas kejahatan. tetapi Isa as diangkat ke langit. Satrio Piningit akan dimusuhi orang dimana-mana. Bukannya Tuhan menjauhkan para Rosulnya dari marabahaya. Padahal manusia diciptakan Tuhan seimbang. Mungkinkan ini penyebabnya? entahlah. Keadaan dimusuhi dan dihina ini secara otomatis memposisikan dirinya sebagai sosok yang tersembunyi. Kisah para Rosul jaman dulu. maka segala hal yang baik dalam dirinya otomatis akan tertutupi.

Mana mungkin dia telah memiliki kekuatan hanya untuk kebanggaan atau . Muhammad SAW sering ke gua Hiro. 5. Oleh karena itu sebaiknya jangan menggunakan mata dalam mencari Satrio Piningit sejati. Adanya ukuran kesaktian inilah yang mendorong orang untuk menemukannya. Manusia bisa melihat orang apakah dengan pakaian rapi dan mewah atau tidak. Dimana-mana banyak yang mengatakan Satrio Piningit sejati sulit ditemukan.musuh-musushnya. Hal ini juga telah diberitahukan Joyoboyo dalam bait-bait Jongko Joyoboyonya. Kondisi ini dimungkinkan juga dialaminya dalam keluarga. Karena penyebutan sakti tersebut maka kesaktian dijadikan sebagai ukuran untuk menemukan Satrio Piningit sejati. Musa as meninggalkan Mesir. Orang banyak yang menyimpulkan bahwa Satrio Piningit adalah sosok yang sakti. Apa yang terlihat sering menjadi ukuran mengenai orang tersebut yang bisa jadi hatinya bertentangan dan tidak sebersih dengan pakaiaannya. padahal tidak demikian. Kedua mata fisik manusia sering tertipu oleh penampilan orang yang dilihat. 4. Mereka meyakini dia disembunyikan atau diselubungi kekuatan oleh Tuhan. Oleh karena dalam menjalani hidup selalu dimusuhi orang lain maka tidak bisa tidak harus sembunyi dan suka sembunyi-sembunyi dalam hidupnya. Pada saat yang bersamaan banyak sekali sosok-sosok non fisik yang ingin dilihat atau ingin dikagumi bahkan disembah berkeliaran dimana-mana. Apabila ada sosok yang sakti atau memiliki kekuatan tertentu apalagi dapat ditunjukkan pada orang lain maka orang akan berfikir dialah Satrio Piningit. Tetapi cobalah menggunakan hati karena letak Ruh manusia ada di Hati Nurani. Baik mata tubuh fisik maupun mata tubuh non fisik manusia sepertinya sama saja mudah tertipu dan ditipu. Sehingga kelak pada saatnya muncul maka semua akan kaget dan tidak percaya. seharusnya dia sudah muncul membereskan Nusantara. Yusuf as dipenjara dan contoh-contoh hidup Rosul lainnya. Padahal mata merupakan sarana yang paling mudah ditipu oleh yang tidak kasat mata. Hal ini telah disebutkan dalam naskah-naskah yang membicarakannya. Perilaku demikian otomatis menempatkan Satrio Piningit sebagai sosok yang tersembunyi. Sehingga terawang atau teropong orang ke Satrio Piningit mejadi kabur bahkan melenceng dan hasilnya Satrio Piningit tetep tersembunyi. Kemungkinan kedua orang banyak yang mencoba menemukan Satrio Piningit dengan cara menerawang atau meneropong (bagi yang memiliki kekuatan atau kesaktian). Jawabnya kemungkinan orang itu cenderung menghina dan memusuhinya. Orang tidak menyadari bahwa yang mereka hina dan musuhi adalah Satrio Piningit sejati. Kemungkinan pertama apa yang akan dilakukan orang seandainya bertemu fisik dengan Satrio Piningit sementara orang itu tidak tahu kalo dia Satrio Piningit sejati. Bagaimana yaa ……. sehingga yang tidak perlu disembunyikan hanya aktifitas hidup biasanya saja. Mereka menggunakan mata untuk mencari dimana Satrio Piningit berada. Kemampuan orang yang mencarinya. Mata tubuh non fisik juga demikian halnya sama dengan mata tubuh fisik yaitu mudah ditipu oleh yang nampak. Padahal bila diperhatikan maka apabila Satrio Piningit telah memiliki kekuatan. Paranormal dan orang sakti di Indonesia angkat tangan dan menyerah tidak dapat menemukan Satrio Piningit sejati. tetapi manusia tidak dapat mengetahui dalam hatinya. Tetapi bagaimana caranya? waduh. Karena terus dalam situasi sembunyi dan dipaksa sembunyi maka auranya otomatis mendukung ke arah tersembunyi dari orang lain. Banyak yang tertipu Kekuatan. Satrio Piningit juga demikian karena dimusuhi terus maka dia harus sembunyi-sembunyi dalam menjalani hidupnya. Hasilnya orangpun sulit untuk menemukannya.

Sejak dalam kandungan. manusia dapat berkomunikasi dengan jiwa orang lain juga makhluk non fisik. Contoh mudahnya adalah radio. Lantas kapan dia mendapatkan kesaktian? Inilah bedanya kesaktian biasa dengan Wahyu. Oleh karena faktor tersebut maka baginya meningkatkan kesadaran tidak sesulit kita-kita ini. Baik Fisik. Ahmad dan Ibnu Majah) Sepertinya Tuhan berkehendak bagi Satrio Piningit untuk mendapatkan Wahyu hanya dalam semalam saja. Rupanya lagi kesadaran bisa juga dipindahkan dari fisik ke Ruh yang biasa dikenal dengan kesadaran Ruh. Dengan kesadaran jiwa. Karena Satrio Piningit Getaran Frekuensinya berubah sementara kita yang mencari tetap pada Getaran Frekuensi manusia normalnya maka jelas saja dia tidak akan ditemukan dan sulit ditemukan. Satrio Piningit apabila telah mencapai tangga kesadaran dimensi tertentu. Kesaktian biasa diperoleh dalam jangka waktu lama. Cuma masalahnya bakat dan potensi manusia tidak sama. tetapi ketiganya berada pada dimensi yang berbeda. (HR. maka Getaran Frekuensi baik tubuh fisik maupun non fisiknya secara otomatis akan berubah dan menyesuaikannya. Tuhan tidak menghendaki si Satrio mendapatkan Wahyu dalam jangka waktu lama. Rupanya kesadaran manusia bisa dipindahkan dari fisik ke non fisik yang biasa dikenal dengan kesadaran jiwa. tetapi Wahyu bisa diturunkan Tuhan dalam waktu singkat. Dengan kesadaran ruh. Oleh karena 1 malam saja. Kondisi berubahnya Getaran Frekuensi tubuh Satrio Piningit inilah yang sulit untuk ditebak dan sulit untuk dijangkau oleh manusia biasa seperti kita-kita ini. jiwa dan ruh juga kesadaran. Apabila satu tahap / tangga kesadaran berhasil dilaluinya maka dipastikan dia akan terus melangkah ke tangga kesadaran yang lebih tinggi. Sementara Satrio Piningit sejati apabila belum dekat waktu kemunculannya. sehingga dia belum muncul membereskan negri ini. namun kesadaran manusia hanya ada 1 saja. Jiwa maupun Ruh berada dalam satu kesatuan manusia. Hal ini sesuai dengan kata Nabi SAW yang menyebut kelak Al-Mahdi “akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam”. Sementara itu Alam Semesta memiliki banyak dimensi dan setiap dimensi memiliki Getaran Frekuensi yang berbeda-beda sama halnya radio. dipastikan sudah beraksi memperbaiki kerusakan Nusantara. jiwa ada di alam non fisik. Satrio Piningit meningkatkan Kesadarannya. Mereka yang memiliki bakat dan potensi yang memadai akan lebih mudah mempelajarinya dari pada yang kurang bakat dan kurang berpotensi. Semua orang mengetahui bahwa dirinya sebagai manusia terdiri atas tubuh fisik dan tubuh non fisik (jiwa). 6. Apabila fisik terkena sesuatu maka akan meresponnya. Disinilah bedanya Satrio Piningit palsu dengan Satrio Piningit sejati. Kemustahilan inilah yang memunculkan pengertian bahwa Satrio Piningit sejati saat ini belum memiliki kesaktian. Perpindahan kesadaran ini dapat dipelajari siapa saja karena setiap manusia memiliki tubuh fisik. orang banyak yang tertipu dengan kekuatan/kesaktian seseorang dan menyimpulkannya sebagai Satrio Piningit. dan Ruh ada di alam Ruh. Dia berarti masih sama dengan kita sebagai manusia biasa yang tidak ada apa-apanya. Selanjutnya manusia meskipun terdiri atas 3 hal tersebut. maka belum memiliki kesaktian. Satrio Piningit karena telah berhasil meningkatkan Getaran Frekuensi .mendirikan komunitas tetapi tidak ada gunanya bagi Indonesia. Satrio Piningit sepertinya termasuk orang yang berbakat dan berpotensi. Masih ada satu lagi yaitu Ruh yang juga non fisik. manusia dapat berkomunikasi dengan ruh-ruh manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. dipastikan selang beberapa hari sebelum kemunculannya Wahyu itu mungkin baru diturunkan. kesadaran manusia berada dalam tubuh fisik. Seandainya dia telah memiliki kesaktian. Tubuh fisik ada di alam fisik.

maka gelombang radionya berubah jadi FM. maka diapun beraksi untuk bersembunyi. Selanjutnya Siliwangi juga menyebut “Tapi ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu”. ya jelas tidak ketemu. Bahkan Prabu Siliwangi menyebut “ketika orang telah berhasil menemukan rumahnya. dia bersembunyi ke Lebak Cawéné. Ada faktor intern dari Satrio Piningit sendiri. Persiapan yang dilakukannya dipastikan tidak sepele dan gampang mengingat masalah di Nusantara begitu banyak dan beraneka ragam. Naskah-naskah juga tidak satupun yang mengatakan bila Satrio Piningit sejati berhasil ditemukan sebelum kemunculannya. 7.9 SL di Jogja pula diyakini sebagai tanda bahwa Sabdo Palon telah datang. Satrio Piningit karena telah mengetahui bila dirinya adalah calon Ratu Adil sejati. maka boleh jadi dia telah mengetahui siapa sebenarnya dirinya. maka otomatis auranya menyesuaikan dan lingkungan fisik dan non fisik juga ikut mendukung keinginannya bersembunyi. Pada saat kita kesulitan menemukan Satrio Piningit sejati. Peristiwa letusan gunung merapi dan gempa di Jogja sebagai tanda Sabdo Palon telah datang menjadi sindiran bagi Satrio Piningit bahwa dirinyalah calon Ratu Adil sejati. ada faktor extern juga ada faktor munculnya sosok-sosok palsu. Satrio Piningit sengaja sembunyi. Apabila memang benar bahwa Satrio Piningit telah menjadi sosok pemuda. Dengan gelombang radio AM kita terus mencari dia. Sementara kita yang belum menaikkan kesadaran maka gelombang radio kita masih AM. maka sekolahnya pindah ke SMA. Satrio Piningit karena telah berhasil meningkatkan Getaran Frekuensi tubuhnya ke tangga kesadaran yang lebih tinggi. Kemungkinan kedua. Contoh lain adalah sekolah SMP. Tubuh fisik. Keberadaannya bukan lagi masih bayi atau kanak-kanak tetapi semua meyakini dia telah menjadi sosok pemuda.tubuhnya ke tangga kesadaran yang lebih tinggi. Kita terus mencari dia disekolah-sekolah SMP se Indonesia. Sebaiknya kita tunggu saja karena waktu kemunculannya sudah dekat . Untuk kelancaran proses persiapan inilah dia sengaja bersembunyi dan atau menyembunyikan diri. Sebabnya karena Getaran Frekuensi yang mencari dengan Getaran Frekuensi yang dicari tidak sama. karena diyakini ada pihak-pihak tertentu yang sengaja akan menghalangi dan mencegah kemunculannya. Cuma caranya gimana? Nah itu juga masalah. Mengapa harus sembunyi? Kemungkinan pertama.” Artinya memang Satrio Piningit tidak akan mungkin ditemukan. karena dia harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjadi Ratu. Sekarang telah diketahui masalahnya mengapa Satrio Piningit sejati sulit ditemukan. jiwa dan ruhnya berproses untuk bersembunyi dan melakukan persiapan secara diam-diam. Untuk memecahkan masalah ini maka tidak bisa tidak kita harus meningkatkan kesadaran kita agar dapat menemukan Satrio Piningit sejati. Demikianlah beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa Satrio Piningit sejati sulit ditemukan. Sementara kita yang belum menaikkan kesadaran maka kita masih sekolah di SMP. Terjadinya peristiwa tersebut disusul gempa 6. Akhirnya orangorang banyak yang melirik sosok-sosok palsu dan diyakini sebagai yang sejati. Memang beginilah kenyataannya bahwa Satrio Piningit sejati digariskan Tuhan sebagai piningit dan tetap akan piningit sampai tiba waktu baginya untuk muncul. Hasilnya kita-kita yang mencari mengalami kesulitan untuk menemukannya. Ingatlah akan peristiwa meletusnya gunung merapi Jogja laharnya ke arah barat daya pada mei 2006. ya jelas tidak ketemu. pada saat yang sama pula hadir sosok-sosok palsu bermunculan di sana sini menjadi semakin tidak dapat dijangkau keberadaannya. Bila dicermati memang terdapat banyak faktor yang mendukung sulitnya ditemukan. Dengan kembalinya Sabdo Palon maka orang meyakini bila Satrio Piningit sejak saat itu telah ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful