P. 1
Penyebab Perubahan Warna Pada Gigi

Penyebab Perubahan Warna Pada Gigi

|Views: 190|Likes:

More info:

Published by: Eva Apriliyana Rizki on Apr 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2014

pdf

text

original

Penyebab Perubahan Warna pada Gigi

Minum teh secara teratur dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Karena teh mengandung flour sekira 90-350 mg yang diperlukan dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Namun, siapa kira ternyata teh juga bisa merusak gigi. Di antara sekian banyak jenis minuman, teh termasuk paling banyak dikonsumsi masyarakat, bahkan di Jepang dikenal adanya upacara minum teh. Namun, meminum teh secara terusmenerus ternyata dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi, yaitu gigi berubah warna menjadi kekuningan. Gigi dapat mengalami perubahan warna menjadi abu-abu, kuning atau cokelat kehitaman dikarenakan banyak faktor, baik faktor dari luar tubuh (ekstrinsik) maupun dari dalam tubuh (intrinsik). Penyebab umum diskolorasi ekstrinsik ini adalah kopi, teh, pewarna makanan buatan, anggur, berri, mengunyah tembakau, ataupun rokok yang meninggalkan tar berwarna kecokelatan pada gigi yang terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang. Sedangkan diskolorasi intrinsic, terjadi pada saat pembentukan struktur gigi. Contoh ekstrem adalah pemakai obat antibiotik tetrasiklin yang dikonsumsi semasa pertumbuhan gigi pada anakanak berumur di bawah delapan tahun atau semasa dalam kandungan ibunya. Bila terkena obat ini selama proses pembentukan struktur gigi, maka akan menyebabkan gigi berubah warna menjadi cokelat sampai abu-abu pada seluruh struktur gigi. Tergantung seberapa parah efek yang terjadi akibat dari tetrasiklin tersebut. Diskolorasi gigi dapat pula disebabkan intake fluoride yang melebihi batas aman, kadar fluoride yang diperbolehkan adalah 800-1.000 ppm. Akan tetapi, pada anak sebaiknya sekira 200-300 ppm. Gigi nonvital atau gigi mati akibat trauma, misalnya pernah jatuh atau terkena benda keras dapat menyebabkan gigi menjadi kehitaman. Hal ini disebabkan darah yang keluar dari pembuluh darah pulpa teroksidasi, kemudian masuk ke saluran-saluran sangat kecil pada gigi yang disebut tubuli dentalis dan akhirnya terjadi perubahan warna pada gigi. Seperti sudah disinggung di atas bahwa diskolorasi yang disebabkan asap rokok, makanan, ataupun minuman dapat mudah dibersihkan. Alasannya, hanya terdapat permukaan gigi dan tidak sampai mempengaruhi struktur dentin. Pada kasus tersebut dapat diatasi dengan aplikasi TSR atau tooth stain remover. Namun, pada kasus yang sudah melibatkan jaringan di dalam gigi (dentin dan email), maka perawatannya harus dilakukan dengan bahan-bahan kimia tertentu. Siapa yang tidak ingin menginginkan gigi putih bersih dan senyum menawan? Setiap orang pasti mendambakan hal ini. Jangan khawatir, dengan kemajuan teknologi terdapat cara atau metode

Perawatan bleaching pada para perokok berat. . Tidak semua kondisi pasien dapat menghasilkan prognosis yang baik untuk dilakukan perawatan bleaching. metode bleaching paling mudah dan dapat dilakukan di rumah. Misalnya peradangan gusi dan mukosa mulut. veneer. dan kopi akan memberi prognosis baik apabila menghentikan kebiasaan selama proses perawatan. Apabila masyarakat membeli sendiri. Yang harus kita perhatikan sebelum melakukan pemutihan adalah memeriksakan gigi pada dokter untuk dilihat keadaannya. Pada pasien usia muda bila terjadi diskolorasi dapat lebih mudah dirawat dibandingkan pada orang yang sudah memiliki usia tua. Bleaching adalah pembuangan noda atau warna dengan suatu bahan kimia.yang tersedia untuk mencerahkan gigi. Di antara beberapa metode tersebut. Perawatan bleaching tidak akan dapat mencerahkan warna gigi yang hitam. kadar hidrogen peroksida yang ada dalam bahan pemutih gigi yang aman untuk digunakan pasien sendiri di rumah adalah H2O2 10 persen. Warna stain yang paling mudah dirawat adalah kuning. sedangkan yang paling sulit adalah warna keabu-abuan. dan pembuatan mahkota jaket. Pada fluorosis. Jika kita memiliki gigi berlubang. pastikan kadar aktif bahan pemutihnya dalam batas yang aman. peminum teh. Di antaranya yang populer adalah metode pemutihan gigi (bleaching). atau putih akibat proses pembusukan. Gel yang masuk ke dalam sela gigi dan gusi akan menyebabkan rasa linu yang cukup berat. Gigi penderita fluorosis juga tidak dapat dirawat dengan metode bleaching. Jadi sebaiknya penggunaan pemutih gigi selayaknya dilakukan melalui dokter gigi yang mengerti efek samping bahan yang dimaksud dan melakukan pencegahan efek samping yang akan timbul maupun mengobati sensitivitas yang akan terjadi setelah pemakaian bahan pemutih gigi. Perawatan bleaching juga tidak dapat mencerahkan warna gigi yang gelap akibat tumpatan amalgam yang telah menahun. Dr Bruce Amatis yang melakukan penelitian masalah pemutihan gigi menyatakan. dan juga menyikat gigi secara teratur dengan bahan yang mengandung abrasif. Beredarnya bahan pemutih gigi di pasaran harus dicermati masyarakat luas karena apabila pemakaian kadar peroksida di atas batas aman dapat menimbulkan dampak yang merugikan. proses bleaching tidak menghilangkan bintik putih tetapi hanya mencerahkan email di sekitar bintik putih sehingga bintik putih tersebut tersamar. Pemutihan gigi dengan gel Pemutihan dengan menggunakan gel merupakan pemutihan yang bisa dilakukan di rumah. jika pasien terus mengonsumsi air minum yang mengandung fluoride berkadar tinggi di lingkungan tempat tinggalnya.maka gigi-gigi tersebut akan ditambal lebih dulu untuk menghindari iritasi. cokelat. Beberapa teknik yang dilakukan dalam pemutihan gigi: 1.

Jika pemutihan lain bisa bertahan tiga tahun. satu paket selotip pemutih memiliki masa kedaluwarsa dua tahun. Perubahan akan terlihat hanya dalam waktu 0. Dan setelah dilepaskan. Namun.2. Cara ini juga merupakan cara sekali pakai. dengan selotip hanya bertahan beberapa hari. Pada proses pemutihannya. misalnya teratur menggosok gigi dan lebih selektif mengonsumsi makanan atau minuman. sementara komposisi dalam gel pemutih hanya 10-15 mili. pada proses pemutihannya gusi akan disinari sinar yang cukup tinggi. akan mengakibatkan rasa ngilu yang cukup berat. Tidak seperti gel. Untuk hasil yang baik. kemudian dibilas dan disinari lagi. Karena bisa mengakibatkan iritasi pada gusi. pemasangan selotip bisa digunakan kembali. Setelah itu.(lsi) (//tty) . gigi akan tampak menjadi lebih putih. 3. hanya butuh waktu setengah jam. Ini disebabkan kandungan pemutih giginya lebih tinggi sampai 35 mili. hasilnya tidak awet.5-1 jam. Pemutihan dengan Laser Pemutihan dengan cara ini biasanya dilakukan untuk kasus yang cukup parah. pasien harus melakukan perawatan gigi seperti biasa dengan baik. Sehingga jika tidak dilakukan hati-hati. selotip pemutih ditempelkan pada gigi selama setengah jam. Pemutihan dengan selotip pemutih Ini adalah pemutihan gigi paling cepat. dokter biasanya akan memberikan pengamanan terlebih dahulu pada gusi. Jika pada kesempatan lain warna gigi sudah berubah. cara pemutihan gigi ini harus dilakukan di klinik dengan bantuan dokter gigi. Biasanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->