PENINGKATAKAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI KOMPETENSI

Makalah Disusun sebagai bahan diskusi kelas Pada Mata Kuliah Intelegensi dan Lingkungan Pendidikan Program Pasca Sarjana UNINUS Angkatan XXVIII Kelas D

Oleh Kelompok I B BASUKI NURAELI, S Pd NURSA¶ADAH, S Pd

PROGRAM PASCA SARJANA ( S2) UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2010

baik sebagai obyek namun sekaligus sebagai subyek pembangunan. Sebagai obyek pembangunan. sebuah wilayah yang miskin sumber daya alam. yang implikasinya pada tuntutan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). dan sebagai subyek. yaitu bagaimana meningkatkan nilai tambah dalam rangka meningkatkan produktivitas. Pertama. ternyata lebih cepat berkembang dibandingkan wilayah lainnya yang tidak cukup mempunyai sumber daya alam dan manusia yang unggul. jika sumberdaya manusia yang ada tidak mampu memanfaatkan dan mengembangkan teknologi guna memanfaatkan sumber daya alamnya. Pengangguran yang sudah lebih dari 9 juta jiwa 4. Sumber daya manusia berperan ganda.yaitu bagaimana meningkatkan daya saing bangsa dalam meningkatkan karya-karya yang bermutu dan . Sebaliknya. Kedua. Hal ini berarti bahwa sumberdaya manusia ternyata memiliki peran penting dalam proses pemakmuran sebuah wilayah. sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan. tantangan untuk melakukan pengkajian secara komprehensif dan mendalam terhadap terjadinya transformasi (perubahan) struktur masyarakat. Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja 3. Jumlah penduduk Indonesia yang sudah lebih dari 220 juta jiwa 2. pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. dari masyarakat yang agraris ke masyarakat industri yang menguasai teknologi dan informasi. Sumber Daya Manusia Indonesia saat ini setidaknya menghadapi empat tantangan besar yang kompleks. SDM berperan sebagai pelaku pembangunan yang sangat menentukan kemajuan. tantangan untuk meningkatkan nilai tambah (Added value). keterampilan dan kemampuan. SDM merupakan sasaran pembangunan untuk disejahterakan. Fakta dan masalah sumber daya manusia Indonesia saat ini.A. dantaranya adalah : 1. tidaklah dengan sendirinya memberikan kemakmuran bagi warga masyarakatnya. namun cakap dalam mengembangkan teknologi. Ketiga. tantangan dalam persaingan global yang semakin ketat. SDM yang kurang berkualitas dari segi pendidikan. Latar Belakang Sebuah wilayah yang kaya akan sumberdaya alam.

Peningkatan kompetensi harus dilihat secara pendekatan sistem. melainkan dalam bentuk informasi. Manajemen sumber daya manusia merupakan sebuah sistem yang memberikan hak atau otoritas khusus kepada individu untuk mengelola kemampuannya sesuai dengan kondisi. berpandangan jauh ke depan (Visioner). Berdasarkan analisa diatas. teknologi dan seni (Ipteks). Peningkatkan kompetensi tidak bisa dipandang secara pragmatis. munculnya kolonialisme baru di bidang iptek dan ekonomi menggantikan kolonialisme politik. terutama system manajemen sumber daya manusia akan sangat mudah dan efektif untuk mengevaluasi system apa yang perlu ditinjau. Keempat. Dengan demikian kolonialisme kini tidak lagi berbentuk fisik. utuh dan tidak terpisah-pisah dari bagian-bagiannya sehingga dapat dilihat progress reports terhadap laju perkembangan kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mewujudkan hasil diatas diperlukan strategi yang tepat. dimodifikasi ataupun dirubah menurut kebutuhan. professional. fungsi dan misinya secara optimal. diantaranya adalah bagaimana strategi mengembangkan kompetensi melalui Pendidikan. menyeluruh. Kemajuan ini harus dapat diwujudkan dengan proses pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang berwawasan luas. pengembangan kompetensi dengan konsep pendekatan system. Selain dari pada itu. Jawabannya adalah masyarakat yang berpendidikan (Educated Sociaty). khususnya dalam menghadapi masa depan harus ditujukan pada reformasi kelembagaan secara total. memiliki percaya dan harga diri yang tinggi. bagaimanakah wujud masyarakat Indonesia baru yang seharusnya ?. sehingga bangsa Indonesia sangat bergantung kepada bangsa-bangsa yang telah lebih dulu menguasai teknologi informasi. unggul. Oleh karena itu setiap lembaga pendidikan. .mampu bersaing sebagai hasil penguasaan ilmu pengetahuan. terpisah dari bagian bagiannya yang utuh. lingkungan dan tuntutan ataupun kebutuhan masyarakat dimana mereka berada. agar pendidikan nasional memiliki kemampuan untuk melaksanakan peran. Berkembangnya teknologi informasi dalam bentuk computer dan internet. Inilah bentuk kolonialisme baru yang menjadi semacam virtual enemy yang telah masuk keseluruh pelosok dunia ini.

B. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama. Pengertian 1. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H. Jadi membahas sumber daya manusia berarti membahas penduduk dengan segala potensi atau kemampuannya.145) . yaitu H. penyebaran penduduk dan komposisi penduduk. Tidak saja sebatas keunggulan bahkan keterbatasan andapun bisa menjadi keunggulan. melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka. Human Capital adalah anda dan kehidupan yang anda miliki. sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya. Sumber Daya Manusia a.Dewasa ini. c. perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka. Sikula (1981. Karakteristik demografi merupakan aspek kuantitatif sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk menggambarkan jumlah dan pertumbuhan penduduk. atau Human Capital. Potensi manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek kuantitas dan kualitas. Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. sosial maupun ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Karakteristik sosial dan ekonomi berhubungan dengan kualitas (mutu) sumber daya manusia. b. (Human Resources).R. tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan. Sumber daya manusia adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang berada di dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis. Andrew E. Sumber daya manusia yaitu potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk social yang adaptif dan tranformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi Yang terkandung di dalam menuju tercapainya kesejahtreaan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya.C.

Kata kompetensi secara etimologis berasal dari dua kata Bahasa Inggris yang maknanya saling terkait. keterampilan interpersonal. kecakapan mempengaruhi orang lain dan lain sebagainya.. yaitu competence (yang berjamak competences) dan competency (menjadi competencies). c.. perlu dipahami terlebih dahulu makna kedua kata tersebut. berorientasi pada output. competence dalam pengertian bahasa Inggris berarti: ³.. yang menekankan dimensi perilaku seseorang. Kompetensi a.. b. kata kompetensi bisa bermakna kewenangan atau kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Dalam pengertian ini. Misalnya kompetensi Pemda dalam mengurus pemerintahan sendiri atau kompetensi seseorang untuk mengambil keputusan (Poerwadarminta 1982). d.2. yaitu kompetensi sehingga kadang menimbulkan kesalahpahaman. Terjemahan kata tersebut dalam bahasa Indonesia menjadi hanya satu kata.. yang meliputi kemampuan memotivasi. Pengertian kedua tentang kompetensi berasal dari kata competency yang berarti ". the dimensions of behaviour that lie behind competence performance atau dimensi perilaku seseorang yang menghasilkan kinerja (Oxford Learners Dictionary).. Spencer (1993:9) mendefinisikan kompetensi ³an underlying characteristic of individual that is causally related to criterion- . Kata pertama. kompetensi kepemimpinan (leadership competency) yang perlu dimiliki seorang Kepala Kantor. Dengan demikian.what the people need to be able to do to perform a job well´ atau kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Kompetensi semacam ini seringkali disebut kompetensi perilaku (behavioral competencies) karena menjelaskan perilaku orang ketika melaksanakan suatu tindakan. Misalnya. kompetensi yang dimaksud dalam kajian ini merujuk kepada kata kedua yaitu competency... Untuk memperoleh kejelasan makna.

yakni ³Karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang PNS berupa pengetahuan dan keterampilan serta sikap dan perilaku yang diperlukan agar dapat melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya secara berdayaguna dan berhasil guna´. Pengertian ini senada dengan definisi kompetensi yang dirumuskan dalam PP Nomor 101 Tahun 2000 tentang Diklat Jabatan PNS. Sebagai karakteristik individu yang melekat kompetensi merupakan bagian dari kepribadian individu yang relatif dalam dan stabil. nilai dan sikap yang dapat direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak´ (Kurikulum 2004). e. dan dapat dilihat serta diukur dari perilaku individu yang bersangkutan. Di dalam Islam ketiga domain tersebut adalah ilmu. sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional. h. Diperoleh kejelasan bahwa dimensi perilaku atau karateristik seseorang meliputi tiga domain. di tempat kerja atau dalam berbagai situasi. adalah ´Seperangkat tindakan cerdas penuh tanggungjawab yang dimilki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu´. efektif. dan domain keterampilan atau skill. g. 045/U/2002. domain nilai dan sikap atau attitude. . Departemen Diknas mendefinisikan kompetensi sebagai ´Keseluruhan pengetahuan. Pengertian kompetensi merujuk pada Keputusan Kepala BKN Nomor 46A Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktural PNS dinyatakan sebagai: ³Kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang PNS berupa pengetahuan. keahlian. f. iman dan amal. dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya. dan efisien´.referenced effective and/or superior performance in a job or situation´. Definisi kompetensi berdasarkan SK Mendiknas No. yaitu domain pengetahuan atau knowledge.

sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang ada baik secara fisik maupun mental. (knowledge).Dari definisi-definisi yang disebut diatas terlihat bahwa kompetensi berupa pengetahuan. keterampilan (skill) dan sikap (attitude) ketiga hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Competence Kemampuan vs vs Performance Kinerja Knowledge Verbal Performance Skill Physical Performance Attitude Attitudinal Performance Gambar: Gambar Komponen Kompetensi dan Performansi Keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh suatu negara. . Sumber daya manusia atau penduduk menjadi aset tenaga kerja yang efektif untuk menciptakan kesejahteraan. Kekayaan alam yang melimpah tidak akan mampu memberikan manfaat yang besar bagi manusia apabila sumber daya manusia y ang ada tidak mampu mengolah dan memanfaatkan kekayaan alam yang tersedia. Demikianlah kita harus memahami betapa pentingnya mengupayakan agar sumber daya alam berkualitas tinggi sehingga tidak menjadi beban bagi pembangunan.

Departemen sumber daya manusia mulai diposisikan sebagai unit strategis yang turut menentukan arah dan kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan. manajemen kinerja. serta dana yang tidak sedikit jumlahnya ke dalam program-program seperti: pelatihan dan pengembangan karyawan (training and development). Hanya saja. keterampilan. kompensasi. maupun perencanaan strategis di bidang sumber daya manusia ke titik yang paling optimum. Program-program pengelolaan sumber daya manusia yang diimplementasikan seringkali terkesan artifisial dan tidak menyentuh inti permasalahan yang sebenarnya terjadi di organisasi. assessment. Competency-Based Human Resources Management (CBHRM) adalah suatu pola pendekatan di dalam membangun suatu sistem manajemen sumber daya manusia yang handal dengan memanfaatkan kompetensi sebagai titik sentralnya. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat meningkatkan efektifitas dan konsistensi kebijakan seleksi. Kecenderungan baru ini berkembang dengan suatu kesadaran mengenai fungsi sumber daya manusia sebagai the man behind the gun bagi setiap bentuk kebijakan perusahaan.Bidang sumber daya manusia. pembenahan atau pemberdayaan terhadap bidang sumber daya manusia di suatu perusahaan seringkali dirasakan belum memberikan hasil yang optimal bagi pemberdayaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. penilaian kinerja. pengalaman. perencanaan karir. Oleh karenanya menempatkan bidang sumber daya manusia sebagai unit strategis telah muncul sebagai suatu kebutuhan. Kompetensi muncul dalam . Pembenahan atau pemberdayaan di bidang sumber daya manusia seringkali dilakukan tanpa dilandasi suatu strategic grand scenario yang jelas. yang pada akhirnya menentukan pula kualitas dan daya saing perusahaan. keahlian. Alhasil. Kualitas sumber daya manusia yang ada di suatu perusahaan akan menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. mendapatkan hasil yang kurang maksimal. promosi. tenaga. banyak perusahaan yang telah mengalokasikan waktu. sikap) yang diperlukan untuk dapat melaksanakan pekerjaan dan terkait dengan performansi seseorang pada pekerjaan tersebut. dalam beberapa tahun ke belakang ini mulai mendapatkan perhatian yang serius dari jajaran direksi perusahaan. Kompetensi adalah atribut individu (pengetahuan. maupun instalasi program Human Resources Information System. pendidikan dan pelatihan.

Manfaat Kompetensi Mengacu pada pendapat Ryllat. Akses pada pendidikan dan pelatihan yang lebih efektif dari segi biaya berbasis kebutuhan industri dan identifikasi penyedia pendidikan dan pelatihan internal dan ekternal berbasis kompetensi yang diketahui. . negara dan budaya yang akan semakin ditentang. Gerakan anti diskriminasi yang memisahkan pekerja dan pelanggan berdasarkan ras. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi Berbagai perubahan yang membawa konsekuensi terhadap perubahan organisasi antara lain (Kusumastuti. Pemetaan yang akurat mengenai kompetensi angkatan kerja yang ada yang dibutuhkan. Meningkatnya efektifitas rekrutmen dengan cara menyesuaikan kompetensi yang diperlukan dalam pekerjaan dengan yang dimiliki pelamar. 2. 5. 2. Pengambilan keputusan dalam organisasi akan lebih percaya diri karena karyawan telah memiliki keterampilan yang akan diperoleh dalam pendidikan dan pelatihan. 4.al. 3. Pasar yang terpecah-pecah dalam cakupan geografi yang luas. serta dapat ditingkatkan melalui pelatihan maupun program pengembangan lainnya.1993 kompetensi memberikan beberapa manfaat kepada organisasi yaitu : 1. Persaingan global yang semakin intensif. 5. 4. e-commerce. Pendidikan dan pelatihan difokuskan pada kesenjangan keterampilan dan persyaratan keterampilan perusahaan yang lebih khusus. yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang semakin tinggi. C. Pergeseran ekonomi digital.et. 2003:2) sebagai berikut: 1.bentuk perilaku kerja yang dapat diukur / diperbandingkan dengan suatu standar obyektif. sehingga menuntut spesifikasi bidang yang jelas. Peningkatan perubahan teknologi dan perubahan sosial yang besar serta perubahan gaya hidup masyarakat. jenis kelamin. 3.

Penilaian dan pembelajaran sebelumnya dan penilaian hasil pendidikan dan pelatihan akan lebih reliable dan konsisten. Pendidikan dan pelatihan ini merupakan suatu proses pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan secara khusus untuk mencapai hasil kerja yang berbasis target kinerja yang telah ditetapkan. menelaah laporan evaluasi kinerja atas penilaian untuk promosi atau ditetapkan pada suatu pekerjaan berdasarkan atas ranking dari total bobot skor berdasarkan criteria kompetensi.6. Mempermudah terjadinya perubahan melalui identifikasi kompetensi yang diperlukan untuk mengelola perubahan. D. Usaha yang dilakukan adalah menggunakan sebanyak mungkin sumber informasi tentang calon sehingga dapat ditentukan apakah calon memiliki kompetensi yang dibutuhkan. 7. Model Kompetensi Model kompetensi yang dikaitkan dengan strategi pengelolaan sumberdaya manusia dimulai pada saat rekruitmen. penempatan sampai pengembangan karir sehingga pengembangan kompetensi pegawai tidak merupakan aktifitas yang ³instan´. E. Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia berbasis pada kompetensi merupakan salah satu pendekatan dalam pengembangan SDM yang berfokus pada hasil ahir (outcome). seleksi. Karyawan yang dinilai lemah pada aspek kompetensi tertentu dapat diarahkan untuk kegiatan pengembangan kompetensi tertentu sehingga diharapkan dapat memperbaiki kinerjanya. Tujuan utama pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia berbasis kompetensi adalah : . simulasi lewat assessment centers. Metode penilaian atas calon yang dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti wawancara perilaku (behavioral even review) tes. Sistem rekruitman dan penempatan pegawai yang berbasis kompetensi perlu menekankan kepada usaha mengidentifikasikan beberapa kompetensi calin pegawai seperti inisiatif. motivasi berprestasi dan kemampuan bekerja dalam tim.

3. maka dewasa ini cara orang belajar sanagt fleksibel. Pengakuan ini akan dan memudahkan serta lebih fleksibel bagi mereka yang mengikuti pendidikan dan pelatihan. Mengakui penghalaman belajar sebelumnya (recognizes perior learning) Pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia mengakui pengalaman belajar yang diperoleh sebelumnya yang memepunyai relevansi sebelum mereka mengikuti uji kompetensi. praktek terbaik (meaningful. Penelusuran (penilaian) kompetensi yang telah dicapai dan sertifikasi. 2. 2. c. Alur karir Terdapat 9 prinsisp yang harus diperhatikan dalam pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia (Rylatt. 1993) : 1. Kebutuhan multi-skilling d. b. Program pendidikan dan pelatihan didasarkan atas uraian kerja. Tidak didasarkan atas waktu (not time based) Pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia ini tidak dibatasi oleh waktu. membaca dan cara belajar lainnya baik formal maupun informal.1. 5. best practice). Suatu program pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dapat diselesaikan dengan waktu yang fleksibel. Hasil pembelajaran (acquisition of learning). 6. Standar kompetensi yang akan diberikan. Hasil pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia berbasis kompetensi hendaknya dihubungkan dengan kebutuhan: a. 4. Penilaian yang disesuaikan (Appropriate assessment) . Menghasilkan kompetensi dalam menggunakan keterampilan yang ditentukan untuk pencapaian standar pada suatu kondisi yang telah ditetapkan dalam berbagai pekerjaan dan jabatan. Pembelajaran mandiri oleh seseorang dimungkinkan akan divalidasi melalui suatu proses penulusuran dan uji kompetensi. Bermakna. Fleksibel memberikan peluang orang belajar berbasis informal sepanjang mereka dapat menunjukan kemampuan (kompeten). Pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Fleksibel Sebagai suatu hasil keprihatinan atas penguasaan pembelajaran.

Untuk mencapai hasil yang optimal pada pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia hendaknya diperhatikan factor yang dapat berpengaruh pada hasil akhir pendidikan dan pelatihan. Proses Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Salah satu model yang dikembangkan oleh Dubois. Monitoring dan evaluasi (on-going monitoring and evaluation) Monitoring evaluasi pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia mutlak diperlukan mulai dan masukan. 1996 untuk peningkatan kompetensi yang dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada agar dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan. proses sampai pada keluaran. metode dan tehnik penyampaian. Faktor-faktor ini antara lain. 7. misalnya penyedia pendidikan dan pelatihan kejuruan tukang roti (baku) kurikulum yang dipergunakan harus memperoleh pengakuan dan badan atau instansi yang berkompeten. dukungan dan anggaran dari managemen. kurikulum. G. sosialisasi program dan evaluasi program. Pemberdayaan profesionalisme SDM . Akreditasi pembelajaran Suatu system akreditasi yang konsisten secara nasional diantara penyedia jasa pendidikan dan pelatihan. F. sarana dan prasarana. oleh karena itu perlu bagi setiap orang dinilai untuk menentukan apakah mereka kompetensi untuk memperoleh kualifikasi yang diperolehnya akan mampu melaksanakan pekerjaan dan tugasnya. keselarasan tujuan program dengan kebutuhan dan kebijakan organisasi. instruktur.Pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia sangat memperhatikan kemampuan mempergakan kompetensi. manajemen dan administrasi. yang hasilnya dibuhungkan dengan standar nasional untukmemperoleh pengalaman (accareditation). peserta didik. litbang. 8.

visual. Banyak orang yang frustrasi bukan karena perlakuan keadaan tetapi tidak ada yang cocok untuk dilakukan terhadap keadaan tersebut meski ia memiliki begitu banyak potensi. kecerdasan. Ibarat battery. Anda punya potensi dasar mulai dari fisik. Management SDM diawali dengan keyakinan ilmiah bahwa anda memiliki software skill di samping juga hardware skill. intelektual. atau akses eksternal. Tetapi terus-terang sumber daya tersebut masih berupa potensi dasar yang menunggu tombol aktivasi untuk di-ON-kan atau ibarat Gold yang menunggu sentuhan Gold Mind supaya memiliki nilai jual yang fantastis. maka keberadaannya adalah beban. Dalam teori Electrical Engineering. Tidak sedikit contoh yang bisa anda saksikan. Tanpa sentuhan kreativitas. Artinya pohon tersebut lebih berupa beban daripada asset. mental. Tidak saja sebatas keunggulan bahkan keterbatasan andapun bisa menjadi keunggulan ketika anda menemukan jawaban dari why di balik lipatan what bahwa nothing happens by accident. potensi dasar masih berupa potential energy dan agar menjadi actual energy.Untuk dapat memberdayakan profesionalisme SDM maka dapat ikuti cara-cara berikut ini: 1. Potensi dasar yang dimiliki semua manusia sangat variatif tergantung dengan disiplin atau pendekatan yang digunakan. selamanya tidak akan menciptakan setrum yang menghasilkan cahaya kalau tidak diaktifkan. ketahanan. Anda hanya tinggal menentukan manakah di antara potensi tersebut yang menjadi keunggulan anda. dan kegigihan mengasahnya. spiritual. emosional. Sama halnya dengan potensi dasar yang anda miliki. Menggunakan human capital identik dengan upaya mencerdaskannya melalui proses belajar (learning). Menggunakan Human capital adalah anda dan kehidupan yang anda miliki. material. maka harus diaktifkan terlebih dahulu. Dasar pengembangan diri dimulai dari keyakinan ilmiah bahwa di dalam diri anda sudah diciptakan kemampuan untuk memiliki job skill dan mental skill. bukan sekedar . Sindiran bijak mengatakan: ³Pengetahuan yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah´ . atau ketika anda telah menemukan pemahaman baru dari sesuatu yang biasa dilihat oleh anda dan orang lain sebagai hal yang biasa-biasa saja. moral.

Misalkan anda memiliki potensi postur fisik bagus. Ia mengatakan: ³One of the things person hold most important is the identity. Semua bayi dilahirkan ke dunia tanpa sebutan atau embel-embel apapun. Alasannya sangat jelas karena keduanya akan menjadi tempat di mana anda mencurahkan energi pengabdian. Hidup tanpa identitas yang didasarkan pada penggunaan human capital diistilahkan oleh Mark Twin bagai neraka yaitu ketika Tuhan telah menganugerahkan visi yang jelas dalam satu paket human capital tetapi dihambur-hamburkan. Atau secara singkat bisa disimpulkan bahwa learning adalah sebuah proses realisasi gagasan secara bertahap berdasarkan perkembangan kemampuan anda. dan prestasi yang seharusnya bisa diraih gagal diperoleh karena selama hidup tidak melakukan tindakan apapun. Oleh karena itu sebutan tidak dimiliki oleh mereka yang hanya dimotivasi kepentingan jangka pendek dengan dalil logika perut. sampai ia bisa menggunakan keunggulan human capital yang dimiliki dengan menempuh proses hukum petani kemudian barulah sebutan atau embel-embel tersebut diberikan. . Maxwell Maltz mengistilahkannya dengan Identity (identitas). 2. Menjadikan Masalah hidup yang nilainya mungkin sama besar dengan persoalan jodoh adalah sebutan apakah yang kelak bakal anda sandang. Pakar psikologi. Learning juga merupakan penemuan sebabsebab atau faktor yang membedakan antara sesuatu yang berakhir dengan kesuksesan dan kegagalan. Jika anda melatihnya dengan cara-cara . Artinya learning adalah proses mengubah ketidakmampuan masa lalu menjadi bentuk kemampuan baru.sentuhan pendidikan baik formal atau non-formal.that they will behave in accordance with the definition of themselves or their self-image. Learning bukanlah seperti mengisi keranjang yang kosong supaya penuh tetapi seperti menyalakan api. menurut Dale Carnegie merupakan dua hal yang anda peroleh setelah menempuh proses pemilihan secara benar. Tugas anda adalah menciptakan identitas diri dengan menggunakan human capital. Sebutan dan pasangan hidup. termasuk Dr. Setelah anda menggunakannya dengan cara dan di dalam hal yang tepat berarti proses terciptanya identitas diri sedang berlangsung .

Maka jangan heran. penemu Action Learning. jiwa atau ilmu. Persoalannya bukan pada apakah anda memiliki atau tidak tetapi semata karena realitas yang anda huni. dunia sudah membenarkan langkah anda. Salah satu dari bentuk paradoks tersebut adalah bahwa jika anda memberi tidak berarti kehilangan melainkan mempunyai. Tokoh bisnis international. Sampai ketika anda tidak menjadi seorang atletik pun karena alasanalasan khusus. Dunia ini mengandung lapisan realitas yang bisa dikastakan menjadi lapisan permukaan. Atas dasar sebutan inilah anda akan menerima reward dari orang lain yang oleh para pakar pengembangan pribadi disebut ³to attract success´ bukan ³to pursue´ yang memiliki implikasi memakan cost lebih tinggi. Artinya benefit bisnis tidak lain adalah berupa solusi atau sesuatu yang membuat orang lain merasa beda. bisa jadi beramal dengan senyuman pun sulit. atau fakta. lapisan dalam. lapisan tengah. Dalil lapisan permukaan bukan berbunyi memberi berarti mempunyai tetapi untuk . Maka berjasalah tetapi jangan minta jasa. maka sebutan atletik sangat rasional bakal anda sandang. Tetapi sayangnya paradoks tersebut berlaku pada level realitas esensial yang diistilahkan agama dengan invisible value. ketika anda tidak bisa beramal dengan harta. Peter Drucker pernah menuturkan: "the purpose of business is to create customer". disebut sebagai Reflection yaitu new understanding about something.yang ditempuh para atlet sesuai disiplin yang ada lalu anda menggunakannya di bidang keolahragaan. Seorang businessman disebut pebisnis ketika telah memberikan benefit bisnis kepada customernya. Memberikan Seorang dokter disebut dokter bukan ketika ia menerima sertifikat kedokteran tetapi ketika ia memberikan benefit medis kepada pihak-pihak yang menjadi pasiennya. (John Heider dalam The Tao of Leadership. Besar-kecilnya nilai benefit bagi customer akan menciptakan rate of return setimpal bahkan lebih atas sebutan anda. atau menurut Reg Regan. Bagian dari hukum yang mengendalikan dunia ini adalah The Law of Paradox. London: 1986). Setiap lapisan memiliki dalilnya masing-masing. Realitas esensial adalah realitas hikmah di mana keberadaannya ditutupi sekian data. 3.

bahkan kalau perlu dengan paksa. Dengan pemahaman terhadap cara-cara memobilisasi sumber daya yang dimiliki diharapkan bahwa kita akan mampu mengaktualisasikan diri secara optimal baik dalam pekerjaan maupun dalam persoalan hidup sehari-hari. Kesimpulan Adanya transformasi peran sumberdaya manusia dari professional menjadi strategic menuntut adanya pengembangan SDM berbasis komapetensi agar kontribusi kinerja SDM terhadap organisasi menjadi jelas dan terukur. paket pelayanan solusi tidak sekedar tahu atau pernah belajar. menggambarkannya dalam ³Zaman Edan´. Oleh karena itu. temukan cara ilmiah dan wajar untuk mendapatkan sesuatu kalau anda mengharapkan kasta realitas yang terhormat. Hal ini seringkali membuat orang mengabaikan cara-cara yang pantas dalam mendapatkan sesuatu. anda menjadi sendirian tanpa bagian. Sang pujangga. Kompetensi merupakan salah satu unsur penentu upaya peningkatan kinerja organisasi dan penyediaan tenaga kerja yang memberikan perspektif yang lebih tajam dan spesifik terhadap pekerja dan pekerjaannya. Tetapi. Mengingat program pengembangan SDM adalah program yang berkesinambungan maka dalam pelaksanaannya diperlukan proses pembelajaran yang berkelanjutan agar dapat mendukung keberhasilan peningkatan kinerja organisasi. Ronggowarsito. Oleh karena itu mari kita bersama-sama merubah potensi tersebut menjadi asset. Cara tersebut adalah business of selling dengan menciptakan paket pelayanan solusi bagi manusia lain yang membutuhkan sesuai dengan sebutan/identitas yang anda miliki. The power of giving seringkali dilupakan karena nafsu egoisme yang kuat untuk mendapatkan. Jangan lupa. kalau anda tidak ikut-ikutan edan. Dalam zaman edan tersebut. lanjut Ronggowarsito. H. jangan lupa di balik realitas permukaan itu masih terdapat realitas esensial yang berdalil: ³sehebat-hebat anda menggunakan cara merampas untuk mendapatkan hak. tetapi dalam bentuk tindakan nyata. Dengan jumlah penduduk negeri ini yang demikian besar maka alangkah besar potensi yang kita miliki. maka tidak akan melebihi kehebatan jika anda memperolehnya melalui jalan memberi solusi".mempunyai harus dengan cara mengambil dari orang lain. Peningkatan kinerja SDM yang .

.pertama dengan memperbaiki system dan lingkungan kerja. Pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi adalah system pendidikan dan pelatihan yang menawarkan upaya peningkatan kinerja SDM dan organisasi melalui kompetensi yang menciptakan karyawan dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan pekerjaan. Upaya pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan hendaknya diperlukan dukungan dan pertimbangan seperti : 1. Kedua melalui pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi. 3. sarana dan prasarana yang memadai dapat mendukung pengembangan sumberdaya manusia. 2. Seleksi peserta didik dan pelatih. Pengembangan SDM yang berbasis kompetensi dapat membantu organisasi memiliki manager yang dapat melaksanakan kepemimpinannya dengan tepat dan akan memiliki pegawai yang mengetahui apa yang seharusnya dilakukan untuk keberhasilan organisasi. profesionalisme instruktur. metode. Komitmen yang tinggi dari pengelolaan dan penyediaan anggaran atas pembinaan SDM yang berkesinambungan. Akhirnya kompetensi apa yang seharusnya dimiliki dan dikembangkan oleh organisasi terhadap anggotanya sepenuhnya tergantung dari visi misi organisasi yang bersangkutan dengan tetap melihat budaya organisasi. Terpeliharanya keselarasan antara kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta kebutuhan organisasi.