Batasan Kosa Kata dan Diksi

Filed Under : Arsip 02 Pebruari 2009 Batasan Kosa Kata dan Diksi

1.Pilihan Kata Pilihan kata atau diksi adalah pemilihan kata kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Saat kata yang kita gunakan. Maka dari itu, tidak jarang orang

kita berbicara, kadang kita tidak sadar dengan kata

yang kita ajak berbicara salah menangkap maksud pembicaraan kita.

Dari buku Gorys Keraf (DIKSI DAN GAYA BAHASA (2002), hal. 24) dituliskan beberapa point tentang diksi, yaitu :

point penting

Plilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata

kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu kata yang tepat atau menggunakan ungkapan

gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata

ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi. Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa nuansa makna dari gagasan

yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa saejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki suatu bahasa.

2.Kata-Kata Ilmiah Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu saja sudah sangat sering mendengar kata ilmiah. Kata ilmiah seringkali dihubungkan dengan bidang pendidikan atau hal-hal yang berbau ilmu pengetahuan.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, kata ilmiah memiliki arti bersifat ilmu. Secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Namun, pengertian dari kata ilmiah itu sendiri tidak lantas menjelaskan keilmiahan dari sebuah karya atau kegiatan yang bersifat ilmiah. Untuk mengukur keilmiahan suatu karya atau kegiatan perlu ada tolok ukur.

3.Pembentukan Istilah dan Defenisi Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang dan yang dengan cermat mengungkpakan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Syarat istilah yang baik : 1.Paling tepat mengungkapkan konsep yang dimaksud. 2.Paling singkat di antara pilihan yang ada. 3.Bernilai rasa (konotasi) baik.

yang mengandung maksud lingkup kuasa pengadilan. atau lingkungan hak dan kewajiban serta tanggung jawab di suatu wilayah. Contoh : Nenas adalah buah yang rasanya asam. misalnya kata atau frasa: jika.4. maka ini merupakan definisi yang baik.Ekuivalen Definisi yang dibuat harus dapat diuji melalui konverbilitas atau dapat dipertukarkan satu sama lain antara yang didefinisikan (definiendum) dan yang mendefinisikan (definiens). Ada beberapa macam definisi nominal. karena definiens dapat mengandung syarat atau pengandaian yang dapat menimbulkan ketidakpastian definisi. kata ilmu dan hukum harus didefinisikan sebagai Pengetahuan mengenai normanorma yang mengatur tingkah laku yang disusun berdasarkan sistimatika yang teratur . 5. jikalau. Ilmu Hukum. di mana. definisi kamus atau penunjukan klas terhadap suatu benda atau barang. yaitu definisi nominal (suatu persamaan kata yang tepat digunakan) dan definisi formal (definisi logis atau riel). misalnya. Jika A dan B dapat dibuktikan sama dan dapat dipertukarkan. maka berbunyi: Buah yang rasanya asam adalah nenas. definisi dibagi menjadi dua bagian. Jadi bukan Ilmu yang mempelajari tentang hukum. apabila.Bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia. C. yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepastian hukum. Secara umum. sinonim atau persamaan makna. A = B dan B = A. Apakah secara logika definisi ini betul? Jika tidak. dan antonim atau penyangkalan (misalnya orang mati adalah orang yang tidak hidup). etimologi kata atau penggunaan kata asing yang memerlukan penjelasan yang tepat dan persis dalam bahasa Indonesia. maka definisi tersebut hanya merupakan pernyataan. dalam pembuatannya perlu memperhatikan syarat-syarat di bawah ini : A. kalau.Sedap didengar (eufonik). B.Pengulangan Kata Definiens Hindari adanya pengulangan kata yang sama yang ada dalam definiendum.misalnya. yang terdiri dari juris (jus) = hukum dan diksi (dicere) = berkata. Khusus untuk etimologi kata.Paralel Dalam membuat suatu definisi. Definisi nominal digunakan untuk hal-hal yang sifatnya praktis dengan tujuan mempermudah pemahaman. Definisi formal yang juga disebut sebagai definisi logis atau ilmiah yang sebagian besar digunakan dalam membuat batasan atau pengertian dalam peraturan perundangundangan. maka contoh di atas hanya merupakan pernyataan. (misalnya Menteri adalah Menteri Kehakiman da n Hak Asasi Manusia). kepada siapa. Jika dibalik atau dipertukarkan. atau lingkungan kerja tertentu. stipulatif atau suatu batasan kata yang tidak ditafsirkan lain. Pengertian yurisdiksi misalnya. hindarkan adanya penggunaan kata-kata dalam definiens. Jika tidak dapat dipertukarkan. untuk apa. kita harus mengartikan suatu kata asing sesuai dengan asal kata asingnya. dapat diartikan orang tidak boleh bicara di sini melainkan di tempat lain. . dll.

Sistem kata yang berasal dari bahasa morfologi bahasa Jawa Kuna lebih dekat kepada bahasa Melayu. Di antara penutur bahasa Indonesia beranggapan bahwa bahasa Sanskerta yang sudah mati itu merupakan sesuatu yang bernilai tinggi dan klasik. gapura. kerja. bahtera. Kurang benar jika kita mengatakan bahwa Manusia adalah bukan binatang .Definisi sosiologi . menteri. Jadi logi atau ilmu harus pula didefinisikan. jika ada suruhan kepada seseorang atau warga. dalam arti menggunakan kata seperti: bukan. Jadi.. sangsi. termasuk tempat duduk pengemudi. Sebagai pedoman yang terpenting dalam pembentukan definisi adalah bahwa dalam mendefinisikan suatu kata yang akan dibatasi. . D. Bandingkan jika ada definisi yang menyatakan bahwa Yatim Piatu adalah seorang anak yang tidak mempunyai ayah dan ibu . perkasa. Kata harus yang ditujukan kepada karoseri di atas adalah suatu norma. darma. Kata Sanskerta-Jawa Kuna misalnya acara. cakrawala. lambat.Kata Serapan Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum. dslb. kurang baik jika logi tidak didefinisikan atau Definisi kadang -kadang logi dipadankan dengan kata ilmu .Negatif Hindari adanya definiens yang negatif. non. Contoh : Bus adalah kendaraan umum yang mempunyai paling sedikit enam roda dan dalam kendaraan harus disediakan oleh karoseri atau pembuat kendaraan bus sebanyak dua puluh empat tempat duduk. dan wanita. hindari adanya definisi yang berjejal atau definisi yang di dalamnya mengandung norma. bukan di dalam batasan pengertian atau definisi 4. tidak. Kata kata Sanskerta sering diserap dari sumber yang tidak langsung. yaitu Jawa Kuna. tatkala. Alasan itulah yang menjadi pendorong penghidupan kembali bahasa tersebut. Contoh terakhir ini salah satu pengecualian penyangkalan ciri deferensialnya dan hal ini tidak bisa dihindari untuk tidak menggunakan kata negatif. maka suruhan tersebut harus dituangkan dalam materi yang diatur. misalnya. jaksa. kecuali terhadap klas-klas yang mempunyai sifat dekotomi atau yang disangkal ciri deferensialnya dan bukan anggotanya. Contoh kata serapan dalam bahasa Indonesia adalah: tetapi (dari bahasa Sansekerta tathâpi: namun itulah) mungkin (dari bahasa Arab mumkinun: ?) meski (dari bahasa Portugis mas que: walau) Penyerapan kata dari bahasa Cina sampai sekarang masih terjadi di bidang pariboga termasuk bahasa Jepang yang agaknya juga potensial menjadi sumber penyerapan.

Kata rela (senang hati) dan korban (yang menderita akibat suatu kejadian). ketercakupan makna (hiponimi). Makna sebuah kata atau sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. misalnya. Bahkan sampai dengan sekarang yang lebih dikenal adalah bahasa Inggris. . Makna Denotatif dan Konotatif d. kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas). Kata serapan dari bahasa Inggris ke dalam kosa kata Indonesia umumnya terjadi pada zaman kemerdekaan Indonesia. masing-masing adalah kata yang seasal dengan rida (perkenan) dan kurban (persembahan kepada Tuhan). kiper. gol. Umumnya kata serapan disesuaikan pada lafalnya saja. 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu: a. dan wesket. Juga badminton. A. kelebihan makna (redundansi) dan sebagainya. van Ophuijsen menerbitkan sistem ejaan untuk bahasa Melayu pada tahun 1910. Kata alkohol yang sebenar asalnya dari bahasa Arab. Makna Idiomatikal dan Peribahasa g. Dua kata terakhir berkaitan dengan konsep keagamaan. cara menulis tidak menjadi pertimbangan penyesuaiankata serapan . Meski kontak budaya dengan penutur bahasa bahasa itu berkesan silih berganti. misalnya pompa dan kapten sebagai serapan dari bahasa Portugis. Sesudah Indonesia merdeka. Kata kata itu seperti kalar. Makna Referensial dan Nonreferensial c.Bahasa Arab menjadi sumber serapan ungkapan. tetapi sebagian besar orang agaknya mengenal kata itu berasal dari nahasa Belanda. namun ada juga kata kata Inggris yang sudah dikenal. kelainan makna (homonimi). Makna Konseptual dan Makna Asosiatif e. kebalikan makna (antonim). Adapun makna menurut Chaer (Chaer. Belanda. diserap. sepanar. Makna Kias dan Lugas Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim). Sebelum Ch. terutama dalam bidang agama Islam. yang sudah disesuaikan lafalnya ke dalam bahasa Melayu pada zamannya dan yang kemudian juga mengalami pergeseran makna. Makna Kata dan Makna Istilah f. maka harus diperhatikan dua hal pokok.Hal-Hal yang Mempengaruhi Pilihan Kata Sebelum menentukan pilihan kata. bridge. pengaruh bahasa Belanda mula surut sehingga kata kata serapan yang sebetulnya berasal dari bahasa Belanda sumbernya tidak disadari betul. Ia umumnya dipelihara betul sehingga makna (kadang-kadang juga bentuknya) cenderung tidak mengalami perubahan. 5. atau Inggris. Makna Leksikal dan makna Gramatikal b. yakni: masalah makna dan relasi makna. dan disesuaikan pelafalannya ke dalam bahasa Melayu sejak zaman Belanda yang pada saat Inggris berkoloni di Indonesia antara masa kolonialisme Belanda. proses penyerapan itu ada kalanya pada kurun waktu yang tmpang tindih sehingga orang-orang dapat mengenali suatu kata serapan berasal dari bahasa yang mereka kenal saja.

(benar) . (benar) Pendapat saya beda dengan pendapatnya. (salah) Sampai berjumpa lagi.Penanggalan Awalan berKata-kata yang berawalan ber. (benar) Eka lebih menyintai boby daripada menyintai Roy. (salah) Amerika serikat meluncurkan pesawat bolak-balik Columbia.pada judul berita dalam surat kabar diperbolehkan. Ketercakupan Makna (Hiponimi) e.Peluluhan bunyi /c/ Kata dasar yang diawal bunyi /c/ sering menjadi luluh apabila mendapat awalan meng-. dalam berita teks beritanya awalan meng. Wakidi sedang menyuci mobil.Kesalahan Pembentukan dan Pemilihan Kata Pada bagian berikut akan diperlihatkan kesalahan pembentukan kata yang sering kita temukan.harus dieksplisitkan secara jelas. Di bawah ini di perlihatkan bentuk yang salah dan bentuk yang benar.sering menanggalkan awalan ber-. Dibawah ini diperlihatkan bentuk salah dan bentuk benar. Sampai jumpa lagi. Padahal. a. sesungguhnya bunyi /c/ tidak luluh apabila mendapat awalan meng-. Setelah diperlihatkan bentuk yang salah. Padahal. Kegandaan Makna (Polisemi dan Ambiguitas) d. (benar) c.Adapun relasi makna terbagi atas beberapa kelompok yaitu : a. (salah) Eka lebih mencintai Boby daripada mencintai Roy. Dibawah ini dapat dilihat bentuk salah dan benar dalam pemakaiannya. Namun. baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulis.harus eksplisit.Penanggalan Awalan mengPenanggalan awalan meng. awalan ber. (benar) b. Kebalikan Makna (Antonim) c. (salah) Wakidi sedang mencuci mobil. (salah) Pendapat saya berbeda dengan pendapatnya. Kelebihan Makna (Redundansi) 6. Amerika serikat luncurkan pesawat bolak-balik Columbia. Kesamaan Makna (Sinonim) b. diperlihatkan pula bentuk yang benar yang merupakan perbaikannya.

Kita sering menemukan pengunaan kata-kata. nabrak. nulis. menyuap. dan nyari. awalan ke. menanam. nyabut. Umumnya kesalahan itu dipengaruhi oleh bahasa daerah (Jawa/Sunda). /p/. atau /t/ sering tidak luluh jika mendapat awalan meng. kehendak. dan t tidak berlaku pada kata-kata yang dibentuk dengan gugus konsonan. Akhirnya.yang Keliru Pada kenyataanya sehari-hari. menolak. Dibawah ini di paparkan bentuk salah dan bentuk benar dalam pemakaian. Pengecualian terdapat pada kata kekasih. (salah) Eksistensi Indonesia sebagai negara penyuplai minyak sebaiknya di pertahankan. Kata traktor apabila diberi awalan meng-. k. Pengendara motor itu meninggal karena ketabrak oleh metro mini. (benar) Kaidah peluluhan bunyi s. Hal itu disebabkan oleh kekurang cermatan dalam memilih awalan yang tepat.Penyengauan Kata Dasar Ada lagi gejala penyengauan bunyi awalan kata dasar. dan seterusnya. ngepung. nanam. kita harus menggunakan kata-kata memandang. keseribu. /k/. dan ketua. Oleh sebab itu .sering diberi berawalan ke-. nyubit.Bunyi /s/. menulis. ngail. keempat. dan /t/ yang Berimbuhan meng-/pengKata dasar yang bunyi awalnya /s/. Padahal. kata-kata yang seharusnya berawalan ter. Di bawah ini dibedakan bentuk salah dan bentuk benar dalam pemakaian sehari-hari. ketiga. mandang. kata ini akan menjadi mentraktor bukan menraktor. menurut kaidah baku bunyi-bunyi itu harus lebur menjadi bunyi sengau. Penyengauan kata dasar ini sebenarnya adalah ragam lisan yang di pakai dalam ragam tulis. . kata ketawa. pencampuradukan antara ragam lisan dan ragam tulis menimbulkan suatu bentuk kata yang salah dalam pemakaian.atau peng-. menabrak. e.akan menjadi memproklamasikan. Kata proklamasi apabila di beri awalan meng. Eksistensi Indonesia sebagai negara pensuplai minyak sebaiknya di pertahankan. (salah) Semua warga negara harus menaati peraturan yang berlaku. mengantuk.Awalan ke. ketabrak bukanlah bentuk baku dalam bahasa Indonesia. mengail. nolak. (benar) Semua warga negara harus mentaati peraturan yang berlaku.hanya dapat menempel pada kata bilangan. keseleo.tidak dapat dipakai. ngantuk. (benar) Mengapa kamu ketawa terus? (salah) Mengapa kamu tertawa terus? (benar) Perlu diketahui bahwa awalan ke. Bentuk yang benar ialah kedua. mencubit. /p/. (salah) Pengendara motor itu meninggal karena tertabrak oleh metro mini. kecantol. nyuap. mencabut. /k/. f.d. kebawa. p. Dalam bahasa Indonesia baku tulis. dan mancari.

. maka. maka. Bentuk yang baku untuk mengganti padanan itu adalah disebabkan oleh. turinisasi. . dan kata walaupun dan tetapi. Karena modal di bank terbatas sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. . . h. dan gerakan memasyarakatkan Koran. (salah) Soekarno-Hatta memproklamasikan Negara republik Indonesia. (salah) Karena modal di bank terbatas. . meskipun saja tanpa di susul tetapi atau tetapi saja tanpa di susul meskipun. (benar) Kata lainya seperti: Akomodir Legalisir akomodasi legalisasi Perlu diperhatikan. radionisasi. (salah) Saya sanggup mengoordinasi kegiatan itu. tetapi. . karena/untuk/kalau saja tanpa diikuti maka. tidak semua pengusaha lemah memproleh kredit. untuk . maka. usaha pemansangan neon. atau dan sebagainya.atau maka saja tanpa didahulai karena/untuk/kalau. yang muncul dalam pembicaraan sehari-hari adalah padanan yang tidak sepadan atau tidak serasi. (benar) Karena modal di bank terbatas sehingga semua pengusaha lemah memperoleh kredit. Hal itu terjadi karena dua kaidah bahasa bersilang atau bergabung dalam sebuah kalimat. terutama dalam memakai ungkapan penghubung intrakalimat.Pemakaian Akhiran irPemakaian akhiran ir. dan lain-lain. (benar) Soekarno-Hatta memproklamirkan Negara republik Indonesia. kata apabila dan maka.sangat produktif dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari.adalah asi atau isasi. pompanisasi. . dalam bahasa Indonesia baku untuk padanan akhiran ir. neonisasi. Di bawah ini di ungkapkan bentuk yang salah dan bentuk yang benar. akhiran asi atau asasi pada kata-kata lelenisasi. karena. meskipun . gerakan pemasangan pompa. dan koranisasi merupakan bentuk yang salah karena kata dasarnya bukan kata serapan dari bahasa asing. gerakan memasyarakatkan radio.Padanan yang Tidak serasi Karena pemakai bahasa kurang cermat memilih padanan kata yang serasi. . Padahal. kalau . dan sebagainya. Saya sanggup mengkoordinir kegiatan itu.g. . (benar) Bentuk-bentuk di atas adalah bentuk yang mengabungkan kata karena dan sehingga. Penggunaan dua kata itu dalam sebuah kalimat tidak di perlukan. Bentuk-bentuk lainya yang merupakan padanan yang tidak serasi adalah disebabkan karena. . Di bawah ini dipaparkan bentuk salah dan bentuk benar. dan lain sebagainya. usaha penanaman turi. Kata-kata itu harus diungkapkan menjadi usaha peternakan lele.

Mana yang benar penalaran ataukah penalaran. yaitu international boxing federation dan international badminton federation. dan Pemukiman Kata-kata kesimpulan bersaing pemakaiannya dengan kata simpulan. Kata permukiman bersaing dengan kata pemukiman. Putusan daripada pemerintah itu melegakan hati rakyat.Pemakaian Kata Depan di. misalnya Verab yang berawalan meng. dan daripada sering dipertukarkan. Kalau kita perhatikan dengan seksama. (benar) j. Kata keputusan bersaing pemakaiannya dengan kata putusan. ataukah sebaliknya. seperti lab (laboratorium). (salah) Meja ini terbuat dari kayu. DPR. Penalaran. Oleh sebab itu. MA. Namun dalam komunikasi sehari-hari sering dijumpai pemakaian kata yang tidak hemat (boros). (salah) Paman saya sudah membeli rumah di permukiman Puri Giri Indah. Penggunaan Kata yang Hemat Salah satu ciri pemakaian bahasa yang efektif adalah pemakaian bahasa yang hemat kata. (benar) l. pemakaian akronim dan singkatan sedapat mungkin dihindari karena sudah umum maknanya telah mantap.Penggunaan Kesimpulan. dari pada. dari. dan terhadap Dalam pemakaian sehari-hari. terdapat korelasi diantara bentukan tersebut. Yang dimaksud dengan bentuk singkatan ialah kontraksi bentuk kata sebagai mana dipakai dalam ucapan cepat. bentukan-bentukan kata itu memiliki hubungan antara yang satu dan yang lain. Singkatan IBF mempunyai dua makna. Perhatikanlah. Dengan kata lain. KBK. dan KTSP. ke. kata pemukiman atau pemukiman? Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia sebenarnya mengikuti pola yang rapi dan konsisten. Pemakaian akronim dan singkatan dalam bahasa Indonesia kadang.Pemakaian Akronim (Singkatan) Singkatan ialah hasil menyingkat atau memendekan berupa huruf atau gabungan huruf seperti PLO. Contoh: Paman saya sudah membeli rumah di pemukiman Puri Giri Indah. UI. Di bawah ini dipaparkan bentuk benar dan bentuk salah dalam pemakaian kata depan. bagi. Keputusan.dapat dibentuk menjadi nomina yang bermakna proses yang berimbuhan peng-an dan dapat pula di bentuk menjadi nomina yang berbentuk proses yang berimbuhan peng-an dan dapat pula dibentuk menjadi nomina yang bermakna hasil yang beribuhan an. ke. dari. pada. KY. k. ataukah sebaliknya yang tepat keputusan yang salah putusan. (salah) Putusan pemerintah itu melegakan hati rakyat. (benar) Meja ini terbuat daripada kayu.kadang tidak teratur. tetapi padat isi.i. . bagi. Lalu bentukan manakah yang sebenarnya paling tepat? Apakah yang tepat kesimpulan yang salah simpulan. pemakaian di. KPP.

akan tercipta bentukan seperti berikut ini. dan bersilat mungkin biasa digunakan. dan zaman dahulu kala juga harus di hindari. agar supaya. Akan tetapi. (Hemat. (Boros. agar supaya agar / supaya 3. Oleh sebab.Berikut ini daftar kata yang sering digunakan tidak hemat itu. apakah semua kata dibentuk dengan cara yang sama dengan pembentukan kata petinju? Jika harus dilakukan demikian. tetapi kata bergolf. Dewasa ini dapat dijumpai banyak kata yang sekelompok dengan petinju. pegolf. bersenam. bertenis dan berboling bukan kata yang lazim. (Hemat. petenis. Kata petinju berkolerasi dengan kata bertinju. Karburator adalah bagian mesin motor tempat dimana gas bahan bakar minyak bercampur dengan udara.Analogi Di dalam dunia olahraga terdapat istilah petinju. Petinju orang bertinju Pesenam orang yang bersenam Pesilat orang yang bersilat Peski orang yang berski Kata bertinju. m. Benar) Pemakaian kata yang boros seperti sejak dari. sejak dari / sejak atau dari 2. (boros. salah) Karburator adalah bagian mesin motor tempat gas bahan bakar minyak bercampur dengan udara. demi untuk. dan peboling. seperti pesenam. demi untuk / demi atau untuk Marilah kita lihat perbandingan pemakaian kata yang boros dan hemat berikut. Salah) Perkembangan teknik mobil akhir-akhir ini sangat pesat. berterjun. adalah. Kata petinju berarti orang yang (biasa) bertinju . pesilat. itu munculnya kata Peski Peselancar Pegolf Petenis Peboling Pada dasarnya tidak dibentuk dari Berski (yang baku bermain ski) Berselancar (yang baku bermain selancar) . peterjun. Benar) Perkembangan teknik mobil akhir-akhir ini sangat pesat sekali. bukan orang yang (biasa) meninju . merupakan. Boros / Hemat 1.

. hal mana Kata di mana tidak dapat dipakai dalam kalimat pe rnyataan.Bergolf (yang baku bermain golf) Bertenis (yang baku bermain tenis) n. BentukTunggal Bentuk Jamak datum data alumnus alumni alim ulama Dalam bahasa Indonesia bentuk datum dan data yang dianggap baku ialah data yang dipakai sebagai bentuk tunggal. Bentuk alumnu s dan alumni yang dianggap baku ialah bentuk alumni yang dipakai sebagai bentuk tunggal.Beberapa data. yang mana. Kata dimana tersebut harus diubah manjadi yang. bahwa. dan sebagainya. seperti Beberapa meja Sekalian tamu Semua buku Dua tempat Sepuluh computer 3) Bentuk jamak dengan menambah kata Bantu jamak. kadang-kadang orang salah mengunakan bentuk jamak dalam bahasa Indonesia sehingga terjadi bentuk yang rancu atau kacau. Bentuk jamak dalam bahasa Indonesia dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Bentuk jamak dengan melakukan pengulangan kata yang bersangkutan. Dibawah ini beberapa bentuk jamak dan bentuk tunggal dari bahasa asing. tidak salah kalau ada bentuk. dan seterusnya. Oleh sebab itu. o.Penggunaan di mana. seperti para tamu. tempat. 4) Bentuk jamak dengan menggunakan kata ganti orang seperti Mereka kita Kami kalian Dalam pemakaian kata sehari -hari orang cenderung memilih bentuk jamak asing dalam menyatakan jamak dalam bahasa Indonesia.Bentuk Jamak dalam Bahasa Indonesia Dalam pemakaian sehari-hari. seperti Kuda-kuda Meja-meja Buku-buku 2) Bentuk jamak dengan menambah kata bilangan. Bentuk alim dan ulama ke dua-duanya dianggap baku yang di pakai masing -masing sebagai bentuk tunggal.Tiga alumni.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful