BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Manusia pada dasarnya menginginkan dirinya selalu dalam kondisi yang sehat, baik secara fisik maupun secara psikis, karena hanya dalam kondisi yang sehatlah manusia akan dapat melakukan segala sesuatu secara optimal. Tetapi pada kenyataannya selama rentang kehidupannya, manusia selalu dihadapkan pada permasalahan kesehatan dan salah satunya berupa penyakit yang diderita. Untuk itu manusia memerlukan mekanisme koping yang positif untuk menghadapi berbagai masalah yang timbul tersebut. Strategi koping (mekanisme koping) akan digunakan secara berbeda-beda dari suatu individu dengan individu lainnya dan dari satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Umumnya setiap individu menggunakan strategi koping yang sudah pernah digunakan sebelumnya dan berhasil, bila koping tersebut tidak berhasil pada situasi tertentu strategi lain dapat dipertimbangkan. Adapun strategi koping yang umum digunakan adalah latihan untuk menghadapi suatu peristiwa, konfrontasi, denial (pengingkaran), kontrol diri, dukungan sosial, menerima tanggung jawab, kepercayaan/agama, penyelesaian masalah, penilaian yang positif dan penanggulangan peristiwa. B. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melengkapi tugas pada mata ajar keperawatan jiwa. Selain itu juga untuk memahami materi mekanisme koping terutama bagi mahasiswa ilmu keperawatan. C. Rumusan Masalah 1. Defenisi mekanisme koping 2. Klsifikasi Mekanisme koping 3. Metoda Koping 4. Mekanise pertahanan ego D. Manfaat Penulisan Penulisan makalah ini dapat berguna untuk memahami konsep mekanisme koping dan megaplikasikan berbagai mekanisme koping dalam kehidupan sehari-hari. Konsep koping yang telah dipahami juga dapat di gunakan dalam menghadapi masalah secara positif dalam keseharian pembaca. BAB II PEMBAHASAN A. Defenisi Mekanisme Koping Koping adalah mekanisme untuk mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. Apabila mekanisme koping ini berhasil, seseorang akan dapat beradaptasi terhadap perubahan atau beban tersebut. Mekanisme koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan, serta respon terhadap situasi yang mengancam (Keliat, 1999). Sedangkan menurut Lazarus (1985), koping adalah perubahan kognitif dan perilaku secara konstan dalam upaya untuk mengatasi tuntutan internal dan atau eksternal khusus yang melelahkan atau melebihi sumber individu. Berdasarkan kedua definisi maka yang dimaksud mekanisme koping adalah cara yang digunakan individu dalam menyelesaikan masalah, mengatasi perubahan yang terjadi dan situasi yang mengancam baik secara kognitif maupun perilaku. Mekanisme koping terbentuk melalui proses belajar dan mengingat, yang dimulai sejak awal timbulnya stresor dan saat mulai disadari dampak stresor tersebut. Kemampuan belajar ini tergantung pada kondisi eksternal dan internal, sehingga yang berperan bukan hanya bagaimana lingkungan

persepsi. dan emotion-focused coping. atau minimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. melainkan berubah menjadi stimulan yang memacu prestasi serta kondisi fisik dan mental yang baik. mentoleransi. Hampir senada dengan penggolongan jenis coping seperti dikemukakan di atas. untuk menguasai. mengurangi. yaitu active& avoidant coping strategi (Lazarus mengkategorikan menjadi Direct Action& Palliative). Klasifikasi Mekanisme Koping Lipowski membagi coping menjadi: coping style dan coping strategy. Kondisi neurohormonal yang terbentuk akhirnya menyebabkan individu mengembangkan dua hal baru yaitu. Contoh: seseorang cenderung menggunakan problem-solving focused coping dalam menghadapai masalah-masalah yang menurutnya bisa dikontrol seperti masalah yang berhubungan dengan sekolah atau pekerjaan. dimana individu secara aktif mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stres. sementara avoidant coping merupakan strategi yang dilakukan individu untuk menjauhkan diri dari sumber stres dengan cara melakukan suatu aktivitas atau menarik diri dari suatu kegiatan atau situasi yang berpotensi menimbulkan stres. serta kognisi terhadap stresor tersebut. dimana individu melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan diitmbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh tekanan. Active coping merupakan strategi yang dirancang untuk mengubah cara pandang individu terhadap sumber stres. ketika terdapat stresor yang lebih berat (dan bukan yang biasa diadaptasi). dalam literatur tentang coping juga dikenal dua strategi coping. Apa yang dilakukan individu pada avoidant coping strategi sebenarnya merupakan suatu bentuk mekanisme pertahanan diri yang sebenarnya dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu karena cepat atau lambat permasalahan yang ada haruslah diselesaikan oleh yang bersangkutan. Para ahli menggolongkan dua strategi coping yang biasanya digunakan oleh individu. individu secara otomatis melakukan mekanisme koping. stresor tidak lagi menimbulkan tekanan secara psikis. B.Copi ng style adalah mekanisme adaptasi individu yang meliputi aspek psikologis. Efektivitas koping memiliki kedudukan sangat penting dalam ketahanan tubuh dan daya penolakan tubuh terhadap gangguan maupun serangan penyakit (fisik maupun psikis).membentuk stresor tetapi juga kondisi temperamen individu. Mekanisme koping merupakan suatu proses di mana individu berusaha untuk menanggani dan menguasai situasi stres yang menekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya. sebaliknya ia akan cenderung menggunakan strategi emotion-focused coping ketika dihadapkan pada masalah-masalah yang menurutnya sulit dikontrol seperti masalahmasalah yang berhubungan dengan penyakit yang tergolong berat seperti kanker atau AIDS. penyakit. Permasalahan akan semakin menjadi lebih rumit jika mekanisme pertahanan diri tersebut justru menuntut kebutuhan energi dan menambah kepekaan terhadap ancaman. kognitif. Apabila coping dilakukan secara efektif. perubahan perilaku dan perubahan jaringan organ. Mekanisme koping merupakan suatu proses di mana individu berusaha untuk menanggani dan menguasai situasi stres yang menekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya. Mekanisme koping menunjuk pada baik mental maupun perilaku. Faktor yang menentukan strategi mana yang paling banyak atau sering digunakan sangat tergantung pada kepribadian seseorang dan sejauhmana tingkat stres dari suatu kondisi atau masalah yang dialaminya. atau minimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. . atau rasa sakit. Jadi. Mekanisme koping menunjuk pada baik mental maupun perilaku. dan persepsi. Coping strategy merupakan coping yang dilakukan secara sadar dan terarah dalam mengatasi rasa sakit atau menghadapi stresor. yaitu: problem-solving focused coping. yang sekaligus memicu perubahan neurohormonal. mengurangi. untuk menguasai. mentoleransi.

ikut kegiatan sosial politik. tetapi tidak efektf untuk digunakan dalam jangka panjang. a. melamun dan fantasi. Keterampilan social keterampilan ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dan bertingkah laku dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku dimasyarakat. aktivitas yang berkompetisi yaitu pencapaian akdemik atau olahraga. seperti keyakinan akan nasib (external locus of control) yang mengerahkan individu pada penilaian ketidakberdayaan (helplessness) yang akan menurunkan kemampuan strategi coping tipe : problem-solving focused coping 3. banyak tidur. penyalahgunaan zat. dan potensi individu. saudara. menggunakan alkohol atau obat. Karakteristik koping jangka pendek antara lain: a. Ex. b. b. aspirasi. Ex. c. Aktivitas yang memberikan kekuatan atau dukungan sementara terhadap konsep diri Ex. 4. Metoda Koping Koping jangka pendek. keterampilan ini meliputi kemampuan untuk mencari informasi. beralih pada aktifitas lain agar dapat melupakan masalah. Kesehatan Fisik kesehatan merupakan hal yang penting. C. antara lain: 1. 6. tidak ragu dan merasa yakin bahwa semua akan kembali stabil. Koping jangka panjang dikategorikan dalam penutupan identitas dan identitas negatif. dan lingkungan masyarakat sekitarnya. dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat. Identitas negatif . mencoba melihat aspek humor dari situasi yang tidak menyenangkan. kerja keras. menganalisa situasi.Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi strategi koping. d. Aktivitas yang dapat memeberikan kesempatan lari sementara dari krisis. anggota keluarga lain. Keterampilan memecahkan masalah. Koping jangka panjang cara ini adalah konstruktif dan merupakan cara yang efektif dan realistis dalam menangani masalah psikologis dalam kurun waktu yang lama. 5. Aktivitas yang dapat memberikan identitas pengganti sementara. mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan. menonton televise. Keyakinan atau pandangan positif keyakinan menjadi sumber daya psikologis yang sangat penting. kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang ingin dicapai. barang barang atau layanan yang biasanya dapat dibel. Materi dukungan ini meliputi sumber daya daya berupa uang. Dukungan social dukungan ini meliputi dukungan pemenuhan kebutuhan informasi dan emosional pada diri individu yang diberikan oleh orang tua. menangis. cara ini digunakan untuk mengurangi stres dan cukup efektif untuk waktu sementara. contohnya antara lain. karena selama dalam usaha mengatasi stres individu dituntut untuk mengerahkan tenaga yang cukup besar 2. olahraga berat. banyak merokok. agama. penutupan identitas Adopsi identitas prematur yang diinginkan oleh orang yang penting bagi individu tanpa memperhatikan keinginan. Aktivitas yang mewakili jarak untuk membuat masalah identitas menjadi kurang berarti dalam kehidupan Ex. teman.

diantaranya dikemukakan oleh Freud. memecahkan masalah secara efektif. latihan seimbang dan aktivitas konstruktif. Perasaan demikian akan terdorong untuk bertindak defensif terhadap apa yang dianggap membahayakannya. kita akan membicarakan strategi yang dipelajari individu untuk meminimalkan kecemasan dalam situasi yang tidak dapat mereka tanggulangi secara efektif. memecah pertumbuhan. Mekanisme koping berdasarkan penggolongannya dibagi menjadi 2 (dua) (Stuart dan Sundeen. dan super ego. atau dengan tanpa disadari menghambat impuls tersebut. teknik relaksasi. Bahwa individu merepresikan mimpinya. b. Dari mekanisme pertahanan diri berikut. Orang yang sehat biasa menggunakan berbagai mekanisme pertahanan selama hidupnya. Mekanisme pertahanan dilakukan oleh ego sebagai salah satu bagian dalam struktur kepribadian menurut psikoanalisis Freud selain id. krisis keuangan dan sejenisnya yang menimbulkan kecemasan. sanksi sosial atau untuk menjadi tempat "mengungsi" dari situasi yang tidak sanggup untuk dihadapi. Tetapi represi juga dapat terjadi dalam situasi yang tidak terlalu menekan. Bila represi terjadi. dibandingkan . 1995) yaitu : a. sekelompok orang.Asumsi identitas yang tidak wajar untuk dapat diterima oleh nilai-nilai dan harapan masyarakat. Kegunaan mekanisme pertahan ego adalah untuk melindungi pikiran/diri/ego dari kecemasan. Penggunaan mekanisme pertahanan dilakukan dengan membelokan impuls id ke dalam bentuk yang bisa diterima. menurunkan otonomi dan cenderung menguasai lingkungan. atau bila ada ancaman dari luar yang dihadapi ego. Mekanisme Koping Maladaptif mekanisme koping yang menghambat fungsi integrasi. terutama para remaja yang sedang mengalami pergulatan yang dasyat dalam perkembangannya ke arah kedewasaan. Istilah tersebut mungkin karena Freud banyak dipengaruhi oleh kecenderungan abad ke-19 yang memandang manusia sebagai mesin yang rumit. Mekanisme Pertahanan Diri (Ego) Mekanisme pertahanan ego adalah strategi psikologis yang dilakukan seseorang. Mekanisme tersebut menjadi patologis bila penggunaannya secara terus menerus membuat seseorang berperilaku maladaptif sehingga kesehatan fisik dan/atau mental orang itu turut terpengaruhi. Istilah mekanisme bukan merupakan istilah yang paling tepat karena menyangkut semacam peralatan mekanik. a. misalnya: individu cenderung untuk tidak berlama-lama untuk mengenali sesuatu yang tidak menyenangkan. Rasa bersalah dan malu sering menyertai perasaan cemas. belajar dan mencapai tujuan. Kategorinya adalah berbicara dengan orang lain. Mekanisme Koping Adaptif mekanisme koping yang mendukung fungsi integrasi. Sudah menjadi umum banyak individu pada dasarnya menekankan aspek positif dari kehidupannya. tetapi beberapa yang lain merupakan hasil pengembangan ahli psikoanalisis lainnya. Sebenarnya. atau bahkan suatu bangsa untuk berhadapan dengan kenyataan dan mempertahankan citra-diri. pertumbuhan. maka ego perlu menerapkan mekanisme pertahanan untuk melindungi individu. hal-hal yang mencemaskan itu tidak akan memasuki kesadaran walaupun masih tetap ada pengaruhnya terhadap perilaku. Faktor penyebab perlunya dilakukan mekanisme pertahanan adalah kecemasan. Mekanisme tersebut diperlukan saat impuls-impuls dari id mengalami konflik satu sama lain. mimpi buruk. Kecemasan dirasakan sebagai peningkatan ketegangan fisik dan mental. D. Tetapi karena ³mekanisme pertahanan diri´ masih merupakan istilah terapan yang paling umum maka istilah ini masih akan tetap digunakan. Jenis-jenis amnesia tertentu dapat dipandang sebagai bukti akan adanya represi. Berikut ini beberapa mekanisme pertahanan diri yang biasa terjadi dan dilakukan oleh sebagian besar individu. Beberapa bukti. Represi Represi didefinisikan sebagai upaya individu untuk menyingkirkan frustrasi. konflik batin. atau impuls itu mengalami konflik dengan nilai dan kepercayaan dalam super ego. karena mereka membuat keinginan tidak sadar yang menimbulkan kecemasan dalam dirinya. Bila kecemasan sudah membuat seseorang merasa sangat terganggu.

lebih sering mengkomunikasikan berita baik daripada berita buruk. g. Bisa saja secara fisik mereka mengelak atau mereka akan menggunakan metode yang tidak langsung. Fiksasi Dalam menghadapi kehidupannya individu dihadapkan pada suatu situasi menekan yang membuatnya frustrasi dan mengalami kecemasan. d. Mengelak Bila individu merasa diliputi oleh stres yang lama. individu cenderung untuk mencoba mengelak. dan menampilkan ekspresi wajah yang berlawanan dengan yang sebetulnya. lebih sering menekankan pada kejadian yang membahagiakan dan enggan menekankan yang tidak membahagiakan. dengan hal-hal yang menyenangkan. Bila individu menarik diri. atau individu menggunakan strategi regresi karena belum pernah belajar respons-respons yang lebih efektif terhadap problem tersebut atau dia sedang mencoba mencari perhatian Menarik Diri Reaksi ini merupakan respon yang umum dalam mengambil sikap. ia sadar akan pikiran-pikiran yang ditindas (supresi) tetapi umumnya tidak menyadari akan dorongan-dorongan atau ingatan yang ditekan (represi) Reaction Formation (Pembentukan Reaksi) Individu dikatakan mengadakan pembentukan reaksi adalah ketika dia berusaha menyembunyikan motif dan perasaan yang sesungguhnya (mungkin dengan cara represi atau supresi). . Ini dapat pula terjadi bila individu yang menghadapi tekanan kembali lagi kepada metode perilaku yang khas bagi individu yang berusia lebih muda. e. c. kuat dan terus menerus. padahal perilaku demikian sudah lama tidak pernah lagi dilakukannya. dia memilih untuk tidak mengambil tindakan apapun. misalnya tak jarang dibuat samar dengan menampilkan sikadan tindakan yang penuh kasih sayang. dan permusuhan ditutupi dengan tindak kebaikan. Pada remaja dimana terjadi perubahan yang drastis seringkali dihadapkan untuk melakukan mekanisme ini. Dengan kata lain. Individu yang sangat tergantung dengan individu lain merupakan salah satu contoh pertahan diri dengan fiksasi. individu menjadi terfiksasi pada satu tahap perkembangan karena tahap berikutnya penuh dengan kecemasan. Regresi Regresi merupakan respon yang umum bagi individu bila berada dalam situasi frustrasi.b. berusaha sedapat mungkin untuk tidak melihat gambar kejadian yang menyesakkan dada. setidak-tidaknya pada anak-anak. Anak yang baru memperoleh adik. akan memperlihatkan respons mengompol atau menghisap jempol tangannya. Supresi Supresi merupakan suatu proses pengendalian diri yang terang-terangan ditujukan menjaga agar impuls-impuls dan dorongan-dorongan yang ada tetap terjaga (mungkin dengan cara menahan perasaan itu secara pribadi tetapi mengingkarinya secara umum). f. Ex. atau dorongan seksual yang besar dibuat samar dengan sikap sok suci. kecemasan menghalanginya untuk menjadi mandiri. Dengan cara ini individu tersebut dapat menghindarkan diri dari kecemasan yang disebabkan oleh keharusan untuk menghadapi ciri-ciri pribadi yang tidak menyenangkan. Regresi barangkali terjadi karena kelahiran adiknnya dianggap sebagai sebagai krisis bagi dirinya sendiri. Biasanya respons ini disertai dengan depresi dan sikap apatis. lebih mudah mengingat hal-hal positif daripada yang negatif. Individu sewaktuwaktu mengesampingkan ingatan-ingatan yang menyakitkan agar dapat menitik beratkan kepada tugas. sehingga membuat individu tersebut merasa tidak sanggup lagi untuk menghadapinya dan membuat perkembangan normalnya terhenti untuk sementara atau selamanya. Dengan regresi (mundur) ini individu dapat lari dari keadaan yang tidak menyenangkan dan kembali lagi pada keadaan sebelumnya yang dirasakannya penuh dengan kasih sayang dan rasa aman. Ia memberikan respons seperti individu dengan usia yang lebih muda (anak kecil). Kebencian.

biasanya sangat cepat dalam memperlihatkan ciri pribadi individu lain yang tidak dia sukai dan apa yang dia perhatikan itu akan cenderung dibesar-besarkan. atau yang baik adalah yang buruk. Rasionalisasi Rasionalisasi sering dimaksudkan sebagai usaha individu untuk mencari. represi atau supresi sering kali dipergunakan pula. k. maka fantasi terlihat menjadi cara sehat untuk mengatasi stres. tentunya harus dengan pemahaman konsep terlebih dahulu. BAB III PENUTUP A. Dalam hal ini. Individu yang seringkali melamun terlalu banyak kadang-kadang menemukan bahwa kreasi lamunannya itu lebih menarik dari pada kenyataan yang sesungguhnya. j. Dengan kata lain.Kesimpulan Mekanisme koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah. salah satunya makalah ini. l. seseorang akan dapat beradaptasi terhadap perubahan atau beban tersebut. Denial (Menyangkal Kenyataan) Bila individu menyangkal kenyataan. dan memberikan kesempatan pada dirinya untuk meninjau permasalah secara obyektif. Dengan intelektualisasi.h. Aplikasi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Penyangkalan kenyataan juga mengandung unsur penipuan diri. maka dia menghadapi situasi yang seharusnya menimbulkan perasaan yang amat menekan dengan cara analitik. Proyeksi Individu yang menggunakan teknik proyeksi ini. Mekanisme koping terbentuk melalui proses belajar dan mengingat. penulis menyarankan pada pembaca agar dapat mengaplikasikan mekanisme koping secara tepat dalam masalah di kehidupan sehari-hari. intelektual dan sedikit menjauh dari persoalan. . i. menyesuaikan diri dengan perubahan. individu sering merasa mencapai tujuan dan dapat menghindari dirinya dari peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan. Tetapi bila fantasi ini dilakukan secara proporsional dan dalam pengendalian kesadaraan yang baik. yang dapat menimbulkan kecemasan dan yang mengakibatkan frustrasi. maka situasi itu akan dipelajarinya atau merasa ingin tahu apa tujuan sebenarnya supaya tidak terlalu terlibat dengan persoalan tersebut secara emosional.cari alasan yang dapat diterima secara sosial untuk membenarkan atau menyembunyikan perilakunya yang buruk. serta respon terhadap situasi yang mengancam. Saran Melalui makalah ini. Apabila mekanisme koping ini berhasil. Fantasi Dengan berfantasi pada apa yang mungkin menimpa dirinya. B. sehingga yang berperan bukan hanya bagaimana lingkungan membentuk stresor tetapi juga kondisi temperamen individu. maka dia menganggap tidak ada atau menolak adanya pengalaman yang tidak menyenangkan (sebenarnya mereka sadari sepenuhnya) dengan maksud untuk melindungi dirinya sendiri. serta kognisi terhadap stresor tersebut. sebaiknya pembaca dapat memahami konsep mekanisme koping dari berbagai sumber. yang dimulai sejak awal timbulnya stresor dan saat mulai disadari dampak stresor tersebut. persepsi. Untuk itu. bila individu menghadapi situasi yang menjadi masalah. Teknik ini mungkin dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan karena dia harus menerima kenyataan akan keburukan dirinya sendiri. manusia dapat sedikit mengurangi hal-hal yang pengaruhnya tidak menyenangkan bagi dirinya. Rasionalisasi juga muncul ketika individu menipu dirinya sendiri dengan berpura-pura menganggap yang buruk adalah baik. Kemampuan belajar ini tergantung pada kondisi eksternal dan internal. dengan begitu dengan berfantasi tampaknya menjadi strategi yang cukup membantu. Intelektualisasi Apabila individu menggunakan teknik intelektualisasi.