P. 1
Pendidikan Anti Korupsi Dan Pengertian Korupsi

Pendidikan Anti Korupsi Dan Pengertian Korupsi

|Views: 4,889|Likes:
Published by vanderblank

More info:

Published by: vanderblank on Apr 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2014

pdf

text

original

PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

Pengertian Pendidikan Anti Korupsi : Pendidikan anti korupsi adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang kritis terhadap nilai -nilai anti korupsi. Dalam proses tersebut, maka Pendidikan Antikorupsi bukan sekedar media bagi transfer pengalihan pengetahuan (kognitif) namun juga menekankan pada upaya pembentukan karakter (afektif) dan kesadaran moral dalam melakukan perlawanan (psikomotorik) terhadap penyimp[angan perilaku korupsi. Dasar Pemikiran Pendidikan Anti Korupsi :

1. Realitas dan praktek korupsi di Indonesia sudah sangat akut, maka masalah tidak
bisa diselesaikan hanya melalui penegakan hukum.

2. Menurut Paulo Freire,

pendidikan mesti menjadi jalan menuju pembebasan

permanen agar manusia menjadi sadar (disadarkan) tentang penindasan yang menimpanya, dan perlu melakukan aksi -aksi budaya yang membebaskannya.

3. Perlawanan masyarakat terhadap korupsi masih sangat rendah >>> jalur
penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi selama ini tidak ada. Latar Belakang Pendidikan Anti Korupsi :

1. Praktek korupsi di Indonesia telah terjadi sejak masa kerajaan di wilayah nusantara,
bahkan telah tersistematisasi mulai pada masa VOC dan pemerintahan Hindia Belanda

2. Secara Faktual persoalan korupsi di Indonesia, dikat akan telah sampai pada titik
kulminasi yang akut >>> tidak hanya mewabah di kultur dan struktur birokrasi pemerintah >>> juga menjadi fenomena multi dimensional >> telah menggerogoti sendi2 kehidupan sosial dan kultural

3. Pergeseran pola hidup masyarakat yan g tadinya menjunjung tinggi nilai2 spiritual
mulai bergeser pada nilai2 materialistis dan konsumerisme.

4. Korupsi = extra ordinary crime >>> Upaya menjadikan ´musuh bersama/ common enemy´ belum menjadi bagian dari gerakan moral bangsa
Karena itu pemberantasan korupsi harus dijadikan sebagai collective ethics movement.

Sebagian besar dari kita mungkin beranggapan bahwa kepengurusan SIM itu mahal. Hal ini terutama terjadi apabila prosedur tersebut kurang diawasi. Hal yang lain adalah apabila terjadinya penumpukan wewenang pada satu bagian atau orang. Terutama pembuatan kebijakan dan peraturan yang cenderung bersifat politis dan sarat akan kepentingan pih ak-pihak tertentu. Padahal menurut peraturan. Kebijakan dan peraturan yang resmi pun kadang bisa menjadi celah terjadinya korupsi. Rendahnya tingkat pemahaman terhadap korupsi di Indonesia disebabkan karena belum jelasnya definisi dan batasan korupsi. namun juga dapat menyeret seseorang terperangkap dalam sistem yang mangakomodir perilaku korupsi tersebut. Sebelum dibentuknya KPK dan dikeluarkannya peraturan tentang tindak pidana korupsi. Rendahnya tingkat pemahaman terhadap korupsi di Indonesia. . Hal ini tidak hanya dapat menyebabkan kesalahpahaman mengenai bentuk -bentuk korupsi. Kadang kala. Kebijakan dan peraturan yan g ada di pemerintahan yang bisa menjadi celah terjadinya korupsi. kepengurusan SIM itu adalah murah dan harus melalui tes. Prosedur dan mekanisme yang ada di pemerintahan yang bisa menjadi celah terjadinya korupsi. yaitu satu bagian / orang melakukan fungsi pelaksanaan dan pengawas an sekaligus. Hal ini disebabkan masih bobroknya mental para pembuat peraturan atau kurang kompetennya pembuat aturan tersebut. Belum jelasnya definisi dan batasan dari korupsi. Contoh : Gratifikasi dan Uang Terima Kasih 3. Terutama hal -hal yang tidak secara langsung merugikan keuangan Negara. prosedur yang diterapkan di pemerintah bisa menjadi celah terjadinya korupsi itu sendiri. Penumpukan wewenang pada suatu kantor yang kekurangan orang. dimana satu orang memegang peranan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dan Pengguna Kuasa Anggaran. namun bisa sehari jadi dan tanpa tes. masyarakat cenderung gamang dalam memutuskan apakah hal yang dilakukannya tersebut adalah korupsi ataukah bukan. 2. 4.Signifikansi Pendidikan anti Korupsi : 1. Contoh mudahnya adalah ³kemudahan´ dalam pengurusan SIM oleh oknum Kepolisian. Misal : mark up dalam SPPD yang sistemnya reimbursement.

‡ memperkaya diri sendiri. atau sarana. korupsi adalah perilaku pejabat publik. Secara harfiah. tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur -unsur sebagai berikut : ‡ perbuatan melawan hukum. PENGERTIAN KORUPSI Pengertian Korupsi Pengertian Korups i (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk. ‡ menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara ). rusak. Melawan hukum untuk memperkaya diri dan dapat merugikan keuangan Negara b. ‡ merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Dalam arti yang luas. kesempatan. Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain. atau korporasi. Jenis-jenis Korupsi sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 31 tahun 1999 jo. baik politikus|politisi maupun pegawai negeri. Korupsi yang Terkait dengan Kerugian Keuangan Nega ra a. korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. ‡ ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). UU Nomor 1 : 1.Contohnya adalah RUU tentang Dana Aspirasi DPR sebesar 15 Milyar. memutarbalik. yang secara tidak wajar dan tid ak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya. diant aranya: ‡ memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan). ‡ pemerasan dalam jabatan. Dari sudut pandang hukum. ‡ penyalahgunaan kewenangan. ‡ penggelapan dalam jabatan. menyogok). orang lain. menggoyahkan. dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepadamereka. Menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri dan dapat merugikan keuangan Negara .

Memberi hadiah kepada Pegawai Negeri karena jabatan d. 2. Menyuap Pegawai Negeri dengan maksud supaya berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajibannya b. Menyuap Advokat Hakim dan Advokat menerima suap k.Perbedaan kedua pasal di atas adalah apakah seseorang tersebut mempunyai kewenangan ataukah tidak. Pegawai Negeri menerima suap baik akan atau telah berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya sehingg a bertentangan dengan kewajibannya e. Pegawai Negeri menerima suap padahal diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkkannya agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Pegawai Negeri menerima suap padahal diketahui atau patut diduga bahwa janji atau hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. baik yang disuap maupu n yang menyuap akan mendapatkan sanksi. Advokat menerima suap Jadi dalam hal suap menyuap. Pegawai negeri menerima hadiah karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya. Menyuap Pegawai Negeri karena telah berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya sehingga bertentangan dengan kewajibannya c. Korupsi yang terkait dengan suap menyuap a. tetap terkena sanksi. baik dia melakukan. Menyuap hakim i. g. belum atau tidak melakukan hal yang diminta si penyuap. f. j. Pegawai Negeri yang menerima suap. h. Korupsi yang terkait penggelapan dalam jabatan . 3. Hakim menerima suap l.

Korupsi yang terkati dengan perbuatan curang a. Pegawai negeri menggelapkan uang ata u membiarkan penggelapan uang b.a. akan dikenai sanksi. Pengawas proyek membiarkan perbuatan curang c. Korupsi yag terkait dengan benturan kepentingan dalam pengadaan a. Pegawai negeri memeras dengan cara meminta seseorang memberikan sesuatu seolah-olah merupakan utang kepada dirinya. Pegawai Negeri sudah melakukan sesuatu yang dimaksud dalam pemerasan tersebut. membantu melakukan penggelapan tau hanya membiarkan terjadinya penggelapan. Rekanan TNI/Polri berbuat curang d. c. Pegawai negeri memeras pegawai negeri yang lain 5. Pegawai negeri merusakkan bukti d. Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi c. Membiarkan orang lain merusakkan bukti e. Penerima barang TNI/Polri membiarkan perbuatan c urang f. Pengawas rekanan TNI/Polri membiarkan perbuatan curang e. Perbedaan dengan butir a di ata s adalah apabila pada huruf a. Pegawai negeri turut serta dalam pengadaannya . Pemborong berbuat curang b. 4. Sementara pada huruf b. b. Pegawai Negeri yan g melakukan penggelapan. Korupsi yang terkait dengan perbuatan pemerasan a. Pegawai negeri membantu orang lain merusakkan bukti Dalam hal penggelapan. Pegawai Negeri belum melakukan sesuatu yang dimaksud dalam pemerasan tersebut. Pegawai negeri memeras dengan cara memaksa orang memberikan sesuatu untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya. Pegawai negeri menyerobot tanah negara sehingga merugikan orang lain 6.

7. Korupsi yang terkait dengan gratifikasi a. Pegawai negeri menerima gratifi kasi dan tidak melapor KPK .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->