P. 1
Draft Anggaran Rumah Tangga Koperasi Karyawan Husada

Draft Anggaran Rumah Tangga Koperasi Karyawan Husada

|Views: 3,753|Likes:
Published by ujangketul62
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: ujangketul62 on Apr 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2013

pdf

text

original

DRAFT ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI KARYAWAN HUSADA

BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Ketentuan Umum Secara umum, kebijakan perkoperasian ini berlaku ketentuan dalam UU Nomor 25 Tahun 1992 dan ketentuan dalam BAB IV Syarat Keanggotaan Pasal 4, 5, 6, 7, dan 8 Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Karyawan Husada RSD Kol. Abundjani Bangko. Pasal 2 Kriteria Anggota
1.

2.

3. 4. 5.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) a. PNS yang bekerja di RSD Kol Abundjani Bangko dan gajinya dibayarkan oleh bendaharawan gaji RSD Kol Abundjani Bangko. b. PNS yang pernah bekerja di RSD Kol Abundjani Bangko dan telah menjadi anggota pada saat di mutasi minimal 3 (tiga) tahun dan memenuhi kewajiban sebagai anggota dengan surat pernyataan. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) a. CPNS yang bekerja di RSD Kol Abundjani Bangko dan gajinya dibayarkan oleh bendaharan gaji RSD Kol Abundjani Bangko. b. CPNS yang pernah bekerja di RSD Kol Abundjani Bangko dan telah menjadi anggota pada saat di mutasi minimal 3 (tiga) tahun dan memenuhi kewajiban sebagai anggota dengan surat pernyataan. Pegawai Tidak Tetap Pegawai Honor Daerah Tenaga Kerja Sukarela Pasal 3 Syarat Menjadi Anggota

Untuk menjadi anggota Koperasi selain memenuhi kriteria pada pasal 2 Anggaran Rumah Tangga ini, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1. Pegawai Negeri Sipil/Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Tidak Tetap/Pegawai Honor Daerah yang gaji/honornya dibayarkan oleh bendaharawan gaji RSD Kol Abundjani Bangko dan sekurang-kurangnya telah bekerja selama 3 (tiga) bulan. 2. Menerima dan menyetujui Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan RAT dan ketentuan ketentuan Koperasi lainnya. 3. Sanggup dan bersedia mengikuti kegiatan Koperasi dan kewajiban perkoperasian. 4. Untuk calon anggota dengan kriteria 3, 4, dan 5 pada pasal 1 dilengkapi persyaratan administrasi berupa surat penegasan status kepegawaiannya. Pasal 4

Pendaftaran Anggota 1. Proses pendaftaran dapat dilakukan melalui pengurus koperasi, dengan: a. Menyampaikan permohonan lisan dan atau tulisan kepada pengurus, b. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan pengurus koperasi. c. Menyerahkan pas fhoto ukuran 2 x 3cm ke pengurus koperasi d. Membawa dan menyerahkan rekomendasi setuju rekruitmen dari pengurus tersebut ke bendaharawan koperasi e. Membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan atau bisa juga simpanan sukarela kepada bendaharawan koperasi f. Membuat surat pernyataan di atas materai untuk bersedia memenuhi kewajiban sebagai anggota koperasi 2. Proses pendaftaran juga dapat dilakukan melalui bendaharawan gaji RSD Kol. Abundjani Bangko, dengan: a. Menyampaikan secara lisan keinginan untuk menjadi anggota koperasi b. Meminta bendaharawan gaji untuk melakukan potongan pertama untuk simpanan pokok, simpanan wajib bulan yang bersangkutan dan seterusnya dan atau juga untuk simpanan sukarela. c. Meminta bantuan bendaharawan gaji untuk juga melaporkan keinginan menjadi anggota koperasi kepada pengurus koperasi. d. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan pengurus koperasi. e. Menyerahkan pas fhoto ukuran 2 x 3cm ke pengurus koperasi 3. Sebelum permohonan diterima dan disahkan, yang bersangkutan masih berstatus calon anggota. Pasal 5 Kewajiban dan Hak Anggota 1. Kewajiban Anggota: a. Melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Rapat Anggota Tahunan dan semua keputusan serta ketentuan Koperasi. b. Menjunjung tinggi serta membela nama baik dan kehormatan Koperasi. c. Berperan serta dalam pelaksanaan program Koperasi. d. Menghadiri rapat-rapat dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan Koperasi dan atau dengan perwakilan. e. Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib dan atau iuran dan sumbangan lainnya yang ditetapkan oleh Koperasi berdasarkan hasil RAT. f. Melakukan pengawasan kegiatan koperasi yang dilakukan pengurus yang dianggap dapat merugikan koperasi melalaui Badan Pengawas. g. Memberikan keterangan yang benar dengan bukti yang mendukung jika berada dalam proses hukum perdata. 2. Hak Anggota: a. Berbicara, mengeluarkan pendapat, usul dan saran-saran dalam rapat anggota tahunan dan rapat anggota luar biasa.

b. c. d. e. f. g.

Memilih dan dipilih menjadi pengurus, badan pengawas koperasi dan manejer unit usaha koperasi. Memperoleh perlakuan yang sama dari Koperasi. Memperoleh perlindungan dan dukungan dalam melaksanakan tugas Koperasi. Memperoleh penjelasan atas ketidaktahuan perihal kegiatan koperasi dari pengurus koperasi dan atau dari badan pengawas koperasi. Menyampaikan rasa dan kesan tidak percaya dengan melampirkan bukti dan dalam forum rapat anggota dan atau rapat anggota luar biasa Memberikan informasi sesuai dengan pengetahuan dan bukti yang dimilikinya dalam proses hukum perdata Pasal 6 Klasifikasi Anggota

Anggota Aktif, adalah anggota biasa yang telah memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam pasal 9 Anggaran Perubahan Dasar Koperasi dan atau pasal 3 Anggaran Rumah Tangga ini. 2. Anggota Luar Biasa, adalah seorang yang karena jasa-jasa dan dedikasinya yang tinggi, diangkat oleh Pengurus Koperasi dan dinyatakan sebagai Anggota Koperasi. 3. Anggota Kehormatan, adalah anggota masyarakat dan atau penyelenggara negara yang pantas diangkat menjadi Anggota karena jasa dan perjuangannya terhadap Koperasi. 4. Anggota Pasif, adalah anggota koperasi yang tidak berkerja lagi di RSD Kol Abundjani Bangko.
1.

Pasal 7 Peran Anggota Peran anggota sebagai pemilik meliputi: a. Berperan aktif dalam memberikan masukan kepada pengurus dalam menetapkan kebijakan koperasi baik dalam forum rapat anggota maupun pada kesempatan lainnya. b. Memberikan kontribusi berupa modal dalam bentuk simpanan pokok dan simpanan wajib dan/atau simpanan lainnya yang ditetapkan dalam rapat anggota. c. Dipilih menjadi pengurus dan/atau memilih pengurus dan pengawas. d. Berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha koperasi. e. Berperan aktif dalam mengikuti rapat anggota. f. Menanggung resiko jika terjadi kerugian. 2. Peran anggota sebagai pengguna jasa meliputi: a. Memanfaatkan jasa pelayanan unit usaha koperasi. b. Memenuhi hak dan kewajiban atas manfaat sebagai pengguna.
1.

Pasal 8 Anggota Kehormatan Koperasi
1.

Sejak berdiri tahun 1999 sampai dengan sekarang Koperasi menetapkan nama-nama berikut sebagai anggota kehormatan, nama tersebut diantaranya adalah: a. KHAIDIR AMKEP b. NURHASANAH

NURMAN AMKEP 2. Kepada nama-nama sepertii ayat 1 pasal ini dapat diserahkan piagam atau cendera mata sebagai ucapan terima kasih dalam acara khusus. 3. Penetapan nama anggota kehormatan seperti tertera pada ayat 1 pasal ini dapat berkembang dan dilakukan dalam rapat anggota tahunan dan atau rapat anggota luar biasa.
c.

Pasal 9 Berhenti Sebagai Anggota Anggota Koperasi dapat berhenti sebagai anggota karena: a. Atas permintaan sendiri; b. Diberhentikan karena alasan telah melanggar hak dan kewajiban sebagai anggota dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi; c. Meninggal dunia, kecuali ahli warisnya dapat memenuhi kewajiban sebagai anggota koperasi. Pasal 10 Pengunduran Diri dan Pemberhentian Anggota 1. Pengunduran Diri a. Atas permintaan sendiri dan diharuskan mengajukan permohonan secara tertulis. b. Atas permohonan tersebut pada butir a. pasal ini dikeluarkan Surat Keputusan Pemberhentian dari pengurus, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah permohonan diterima. c. Kepada anggota yang berhenti, pengurus dapat mengembalikan simpanannya setelah penghitungan tanggungan kewajibannya kepada koperasi 2. Pemberhentian a. Anggota yang diberhentikan berhak memberikan pembelaan sebelum keputusan akhir ditetapkan. b. Anggota yang telah diberhentikan diwajibkan mengembalikan seluruh kekayaan Koperasi yang di bawah penguasaannya. c. Jika simpanan anggota yang berhenti lebih kecil dari nilai nominal tanggung jawabnya terhadap koperasi, maka pengurus berkebijaksanaan meminta anggota tersebut untuk menyelesaikannya. d. Kepada anggota yang berhenti, pengurus dapat mengembalikan simpanannya setelah penghitungan tanggungannya kepada koperasi 1. Alasan Pemberhentian Anggota diantaranya adalah: a. jika tidak membayar simpanan wajib selama 3 (tiga) bulan b. jika tidak mengembalikan angsuran atas pinjaman selama 2 (dua) bulan c. mencemarkan nama baik dan membuat laporan tanpa bukti dan tanpa konfirmasi pengurus dan badan pengawas kepada pihak ketiga. Pasal 11 Menjadi Anggota Kembali

Bagi anggota yang telah diberhentikan pengurus dapat menjadi anggota kembali setelah mendapat persetujuan keputusan RAT atau rapat anggota luar biasa dan telah memenuhi persyaratan pada BAB I pasal 1 Anggaran Rumah Tangga ini. Pasal 12 Jabatan Rangkap Keanggotaan dan jabatan rangkap pengurus dan atau badan pengawas di bidang perkoperasian lainnya dapat diatur dengan kebijakan perkoperasian sepanjang tidak mengurangi tugas dan fungsinya. 2. Anggota Koperasi dapat menjadi pengurus dan anggota koperasi lainnya melalui persetujuan pengurus. 3. Persetujuan koperasi ini harus disetujui dalam RAT tahun berikutnya.
1.

Pasal 13 Perwakilan Suara Anggota dalam RAT Untuk memelihara keberlangsungan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi anggota yang memberikan pelayanan kepada masyarakat maka dalam pelaksanaan RAT ditetapkan suara perwakilan a. Suara perwakilan untuk instalasi dan ruangan dengan surat kuasa. b. Instalasi dan ruangan, masing-masing dapat diwakilkan oleh 1 (satu) orang dengan surat kuasa. 2. Hak suara yang sudah diwakilkannya tidak berlaku dalam RAT yang dihadirinya. 3. Anggota dapat hadir dalam RAT baik atas nama pribadi dan atau sebagai perwakilan jika kehadirannya dalam RAT tidak mengganggu tugas pokok dan fungsinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 4. Anggota yang hadir dalam RAT sebagai perwakilan anggota atau yang mendapat kuasa wajib menyampaikan hasil RAT kepada anggota yang diwakilinya.
1.

Pasal 14 Keanggotaan Ahli Waris Anggota yang meninggal dunia dapat tetap menjadi anggota jika ahli warisnya menyatakan bersedia memenuhi hak dan kewajiban sebagai anggota koperasi. BAB II KEPENGURUSAN KOPERASI HUSADA Pasal 15 Susunan Pengurus Susunan pengurus Koperasi dapat terdiri dari: 1. Ketua I 2. Wakil Ketua 3. Sekretaris I 4. Sekretaris II 5. Bendahara

6.

Badan Pengawas dengan 2 atau 4 anggotanya. Pasal 16 Tugas Pengurus

Tugas pengurus lainnya yang belum termaktub dalam pasal ini adalah tugas pengurus seperti tertulis pada pasal 13 BAB VII Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Karyawan Husada 2. Tugas pengurus dalam pasal demi pasal dari ART ini diantaranya adalah: a. Melaksanakan rekruitment anggota baru; b. Meneliti keabsahan syarat administrasi calon anggota pada pasal 1 dan 2 ART ini; c. Membuat surat persetujuan penerimaan anggota baru; d. Menerima dan menata bukukan simpanan anggota; e. Mempertimbangkan permohonan anggota untuk berhenti/keluar dari keanggotaan koperasi; f. Membuat surat pernyataan anggota berhenti/keluar dari keanggotaan koperasi; g. Mempertimbangkan pembelaan anggota pada pasal 10 ART ini; h. Membuat surat keterangan keanggotaan bila ada anggota menjadi anggota, pengurus atau badan pengawas pada koperasi lain; i. Mengesahkan kehadiran perwakilan anggota dalam RAT; j. Mempertimbangkan dari segala aspek perkoperasian bagi keanggotaan ahli waris; k. Merekomendasi besaran pinjaman anggota dan pinjaman kedinasan berdasarkan kemampuan membayar, kebutuhan dan ketersediaan dana; l. Mendokumentasikan simpanan anggota dalam tertib administrasi perkoperasian; m. Mengelola administrasi usaha koperasi dan simpanan anggota; n. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi pada RAT; o. Menyelenggarakan rapat-rapat; p. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pada RAT; q. Memberikan jawaban atas pertanyaan dan menanggapi tanggapan anggota pada RAT; r. Mewakili anggota dan atau koperasi dalam kegiatan sosial dan kegiatan perkoperasian; s. Menunjuk Manajer Unit Usaha, dan Juru Buku Koperasi dan meminta pengesahannya dalam RAT; t. ………………… u. ……………… v. ………………………. w. ………………………………. x. …………………………………. y. ……………………. z. ………………………………..
1.

Pasal 17 Tugas Ketua Koperasi

Ketua Koperasi melakukan segala tindakan hukum dan administrasi untuk dan atas nama Koperasi, didalam maupun diluar Pengadilan. 2. Tugas ketua koperasi antara lain: a. Memimpin organisasi yang dipimpinnya b. Bertanggungjawab atas perkembangan koperasi kepada rapat anggota c. Mewujudkan dan membuat rencana jangka panjang koperasi. Bersama-sama wakil ketua, sekretaris, dan bendahara menandatangani dokumen yang berhubungan dengan administrasi dan keuangan. d. Wewenang ketua koperasi adalah Menetapkan ketentuan-ketetuan tentang pemberian layanan koperasi kepada anggota. 3. Tanggung jawab ketua koperasi yaitu memberikan laporan di depan rapat anggota.
1.

Pasal 18 Tugas Sekretaris Sekretaris Koperasi bertanggung jawab atas segala pengurusan Koperasi sehari – hari, terutama untuk segala pengurusan administrasi dalam Koperasi, termasuk dan tidak terkecuali pendataan calon anggota dan anggota, mengagendakan rapat pengurus, termasuk dan tidak terkecuali rapat pengurus dan pengawas, dan juga rapat anggota, memimpin setiap rapat dan melaksanakan setiap keputusan rapat. Sekretaris juga berkewajiban untuk menyimpan dan mengumumkan hasil rapat dan keputusan pengurus atas Koperasi. 2. Sekretaris Koperasi berkewajiban mendampingi tugas – tugas Ketua Koperasi dan Bendahara Koperasi dan selalu berkoordinasi dengan seluruh Pengawas Koperasi. 3. Tugas–tugas Sekretaris koperasi antara lain: a. menyusun laporan organisasi b. melakukan kegiatan surat menyurat dan pencatatan c. mendata anggota koperasi d. Mengarsip segala bentuk laporan koperasi e. Wewenang Sekretaris adalah melaksanakan tertib administrasi 4. Tanggung jawab, Sekretaris bertanggungjawab terhadap administrasi organisasi.
1.

Pasal 19 Tugas Bendahara Bendahara Koperasi bertanggung jawab atas segala pengurusan Koperasi sehari – hari, terutama untuk segala pengurusan administrasi keuangan dalam Koperasi, termasuk dan tidak terkecuali pendataan keuangan calon anggota dan anggota, menyimpan dan mengawasi simpanan investasi penyertaan dalam Koperasi serta wajib melakukan pembukuan keuangan sesuai standar ketentuan akuntansi yang berlaku. 2. Tugas–tugas Bendahara Koperasi antara lain: a. Memberikan uang simpan pinjam kepada bagian administrasi untuk pinjaman anggota. b. Menerima pinjaman dari badan usaha simpan pinjam c. Menyusun laporan keuangan dalam rangka rapat anggota d. Mengontrol perputaran keuangan koperasi 3. Wewenang Bendahara, merencanakan anggaran belanja dan pendapatan koperasi. 4. Tanggung jawab, bertanggungjawab terhadap keuangan maupun administrasinya.
1.

Pasal 20 Perlengkapan Organisasi Koperasi Perlengkapan Organisasi Koperasi dapat terdiri dari: a. Manajer Unit Usaha dan staf b. Bendaharawan Gaji c. Juru Buku 2. Perlengkapan Organisasi Koperasi diberikan biaya-biaya operasional setiap bulannya berdasarkan hasil keputusan RAT dan sesuai dengan kebutuhannya.
1.

Pasal 21 Hak, Kewajiban dan Wewenang Pengurus
1. 2. 3.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Pengurus mempunyai hak, kewajiban dan wewenang sesuai BAB VII pasal 11, pasal 12, pasal 13 Akte Perubahan Anggaran Dasar Koperasi. Dalam hal hubungan dengan unit usaha, hak dan wewenang serta kewajiban pengurus hanya kepada menejer unit usaha yang diatur dalam perjanjian kerjasama diantaranya. Perjanjian kerja sama ini berdasarkan keadilan dan saling menguntungkan dan disetujui oleh rapat pengurus dengan badan pengawas dan sedikitnya 5 (lima) perwakilan anggota. Pengurus bertanggug jawab terhadap segala kegiatan pengelolaan koperasi Pengurus koperasi dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha. Pengelola bertanggung jawab kepada pengurus Hubungan antara pengelola usaha dengan pengurus koperasi merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan perjanjian kerja sama. …………………. ………………………… ………………………………. BAB III PINJAMAN ANGGOTA Pasal 22

Besarnya pinjaman anggota disetujui ketua koperasi terhadap unit usaha sebanyak nominal permohonan pinjaman anggota sepanjang dana kas/barang tersedia di unit usaha simpan pinjam dan realisasi pinjaman ini juga berdasarkan kemampuan membayar. 2. Jika jumlah nominal pinjaman lebih besar dari dana kas tersedia di unit usaha simpan pinjam, maka jumlah pinjaman anggota pemohon pinjaman disesuaikan dengan dana kas tersedia dan atau dikurangi sisa kewajiban dan kemampuan membayar. 3. Jika jumlah nominal pinjaman lebih kecil dari dana kas tersedia di unit usaha simpan pinjam, maka pengurus berkewajiban menginformasikan kepada anggota lainnya dan atau anggota pemohon pinjaman tentang masih adanya ketersediaan dana. 4. Untuk pembayaran pinjaman anggota yang dilakukan unit usaha simpan pinjam dalam dua tahap diberlakukan bunga sesuai waktu realisasi pinjaman awal.
1.

5.

Sisa kewajiban koperasi terhadap permohonan ini (ayat 4 pasal ini) menjadi prioritas di bulan berikutnya. Pasal 23 Jangka Waktu Pinjaman

Jangka waktu pinjaman 10 (sepuluh) bulan terhitung bulan berikutnya dengan bunga 15%, berlaku untuk pinjaman sampai dengan 10 juta rupiah. 2. Untuk pinjaman di atas 10 (Sepuluh) Juta rupiah jangka waktu pengembalian tidak boleh lebih dari 16 bulan dengan bunga 1,5% per bulannya. 3. Bunga pinjaman untuk permohonan pinjaman yang tidak lebih dari 5 (lima) bulan adalah 2% perbulannya.
1.

Pasal 24 Pengembalian Pinjaman Tidak Atas Waktu Jika anggota mengajukan pinjaman kembali sedangkan sisa pinjaman masih ada dapat dilakukan, dengan catatan sisa pinjaman anggota tersebut lebih kecil 50% dari total pinjaman semula; 2. Sisa pinjaman lebih besar dari 50% permohonan pinjaman tidak disetujui 3. Bagi anggota yang benar-benar tidak dapat mengembalikan pinjaman dalam waktu pengembalian kepadanya dapat diberikan rekomendasi dan berlaku hanya 1 (satu) kali dengan catatan tetap membayar bunga pinjaman dan membuat permohonan penundaan pembayaran kewajiban atas pinjamannya
1.

Pasal 25 Pinjaman Anggota Baru Anggota baru koperasi baru boleh mengajukan pinjaman setelah menjadi anggota koperasi selama 3 (Tiga) bulan sejak tanggal pernyataan diterima menjadi anggota. Pasal 26 Pinjaman atas nama dinas atau ada unsur kedinasan, maka dikenakan bunga 10% perbulannya. 2. Bukti pinjaman ini dibuat rangkap 3 (tiga) dengan peruntukkan: a. asli ketua koperasi; b. tindasan pertama ketua badan pengawas, dan; c. tindasan ketiga bendaharawan koperasi. 3. Permohonan pinjaman dibuat tertulis dan ditandatangani dan diketahui oleh Direktur
1.

BAB IV SIMPANAN Pasal 27 Simpanan anggota terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela sesuai dengan BAB X pasal 24 Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi. 2. Besarnya simpanan pokok adalah Rp 100.000.oo (Seratus Ribu Rupiah)
1.

Besarnya simpanan Wajib adalah Rp 10.000.oo (sepuluh Ribu Rupiah) Besarnya simpanan wajib dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dana pengembangan koperasi. 5. Perubahan seperti ayat 4 dalam pasal ini dimusyawarahkan antar pengurus, badan pengawas dan beberapa perwakilan anggota. 6. Besarnya simpanan Sukarela maksimal Rp. 10.000.000.oo. (Sepuluh Juta Rupiah)
3. 4.

Pasal 28 Jasa Simpanan Jasa Koperasi terhadap simpanan anggota bersumber pada SHU yang dibagikan menurut waktu simpanan. 2. Rumus jasa simpanan adalah: total simpanan anggota tertentu dibagi total simpanan anggota keseluruhan dikali persentase SHU perbulan 3. Jasa simpanan dari anggota pasif dibayarkan 90% diakhir tahun usaha.
1.

BAB V KEGIATAN SOSIAL DAN KOPERASI Pasal 29 Kegiatan Sosial Keanggotaan Koperasi dapat memberikan bantuan sosial terhadap anggotanya yang meninggal dunia sebesar Rp. 1.000.000,oo (Satu Juta Rupiah). 2. Bantuan sosial ini merupakan biaya operasional koperasi. 3. Bantuan diberikan oleh ketua koperasi mewakili dan atas nama anggota koperasi kepada ahli warisnya.
1.

Pasal 30 Kegiatan Sosial Kedinasan Koperasi dapat memberikan bantuan terhadap kegiatan perkoperasian Kabupaten Merangin minimal sebesar Rp. 200.000,oo (Dua Ratus Ribu Rupiah) dan maksimal sebesar Rp. 500.000,oo (Lima Ratus Ribu Rupiah) 2. Koperasi dapat memberikan bantuan terhadap kegiatan RSD Kol Abundjani dan atau kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan minimal sebesar Rp. 200.000,oo (Dua Ratus Ribu Rupiah) dan maksimal sebesar Rp. 500.000,oo (Lima Ratus Ribu Rupiah) 3. Pemberian bantuan diketahui minimal oleh 3 (tiga) orang, yang terdiri dari 2 (dua) pengurus 1 (satu) orang badan pengawas. 4. Biaya dalam pasal ini termasuk dalam biaya operasional koperasi di tahun usaha.
1.

BAB VIII RAPAT ANGGOTA Pasal 31
1. 2.

Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi. Rapat Anggota dilaksanakan untuk menetapkan : a. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan perubahan Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga; b. Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi; c. Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas; d. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta pengesahan laporan keuangan; e. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya dan pelaksanaan tugas pengawas bila koperasi mengangkat pengawas tetap;

3. 4. 5.

6.

Pembagian Sisa Hasil Usaha; Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran Koperasi. Rapat Anggota dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun; Rapat Anggota dapat dilakukan secara langsung atau melalui perwakilan yang pengaturannya ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga. Rapat Anggota Koperasi terdiri dari: a. Rapat Anggota Tahunan; b. Rapat Anggota Penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja; c. Rapat Anggota Khusus; d. Rapat Anggota Luar Biasa. Setiap Rapat Koperasi wajib dibuatkan notulensi dan hasilnya diumumkan melalui Pengumuman Koperasi, kecuali untuk rapat – rapat yang sifatnya rahasia ataupun strategis hanya disampaikan kepada Seluruh Badan Pengawas Koperasi.
f. g.

Pasal 32 Susunan Rapat Anggota Tahunan Pengurus Koperasi dapat membentuk panitia penyelenggara rapat anggota tahunan dengan surat keputusan sementara atau tetap dengan lampiran yang berisikan nama, tugas dan tanggungjawab sebagai panitia. 2. Kepada panitia penyelenggara rapat anggota tahunan dapat diberikan uang jasa yang merupakan bagian dari anggaran rapat dan atau biaya operasional tahun usaha berjalan. 3. Susunan Rapat Anggota Tahunan dapat berisikan: a. Pembukaan oleh Pembawa Acara/panitia rapat; b. Pengesahan Quorum Rapat oleh Pembawa Acara; c. Pembacaan tata tertib rapat oleh wakil ketua koperasi dan pengesahannya oleh peserta rapat; d. Pembacaan susunan acara rapat oleh wakil sekretaris koperasi dan pengesahannya oleh peserta rapat; e. Pemilihan moderator untuk acara point k dan l dipimpin pembawa acara; f. Pembacaan dan pengesahan berita acara rapat anggota tahunan yang lampau; g. Pengesahan dan atau Pelantikan Pengurus dan Badan Pengawas hasil rapat anggota tahunan yang lampau dengan rohaniawan; h. Pembacaan Laporan Pengurus 1 (satu) tahun usaha oleh Ketua Koperasi; i. Pembacaan Rencana Kerja, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi untuk tahun buku berikutnya dan peninjauan Rencana Kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk tahun berjalan; j. Pembacaan laporan badan pengawas tentang hasil pemeriksaan pengelolaan koperasi 1 (satu) tahun usaha; k. Tanggapan anggota rapat terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus dan atau laporan pertanggungjawaban badan pengawas; l. Penjelasan pengurus dan atau badan pengawas terhadap tanggapan anggota; m. Penetapan pembagian Sisa Hasil Usaha tahun berjalan; n. Pengarahan Perkoperasian oleh Dewan Koperasi dan atau oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan; o. Pengarahan oleh Direktur RSD Kol Abundjani Bangko;
1.

Pemilihan Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha; Forum usul dan tanya jawab; Pembacaan do’a; Pembacaan pemenang doorprize; Penutup. 4. Susunan Acara Rapat Lainnya disesuaikan dengan latar belakang penyebab pelaksanaan rapat dan atau urgensinya materi rapat.
p. q. r. s. t.

Pasal 33 Pengesahan Quorum Rapat Dalam hal pengesahan quorum rapat dengan suara perwakilan maka jumlah anggota yang hadir dan yang diwakilkan harus memenuhi jumlah setengah dari jumlah seluruh anggota ditambah 1 (satu). 2. Pengesahan quorum rapat dilakukan oleh ketua koperasi setelah menerima laporan dari panitia penyelenggara. 3. Jika tidak tercapai nilai yang dimaksud pada ayat ini maka berlakulah ketentuan dalam ayat 7 pasal 10 BAB VI Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Karyawan Husada perihal Rapat Anggota.
1.

Pasal 34 Tata Tertib Rapat Anggota Tahunan
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Peserta hadir dengan membawa undangan dan atau dengan surat kuasa dari yang menguasakannya Mengisi daftar hadir dan menandatanganinya Anggota duduk dengan tenang di tempat yang telah disediakan Tidak diperkenankan meninggalkan acara rapat sebelum rapat dinyatakan selesai Mengatur tanda nada HP menjadi Silent dan atau tanda getar. Izin meninggalkan acara rapat dipertimbangkan oleh ketua panitia rapat dengan penggantian peserta rapat. Door prize dikeluarkan atas nama anggota.

Pasal 35 Susunan Acara Rapat Susunan Acara Rapat Anggota Tahunan dapat seperti yang tertera pada ayat 3 pasal 30 anggaran rumah tangga ini. 2. Pembacaan susunan acara rapat dilakukan oleh sekretaris koperasi di quorum untuk mendapat pengesahan anggota peserta RAT. 3. Atas tanggapan anggota terhadap Laporan Pengurus Koperasi dan Badan Pengawas, diperlukan acara lain selain yang telah ditetapkan, maka acara tersebut diselenggarakan sebagai acara khusus atau Rapat Anggota Luar Biasa yang ditentukan agendanya oleh RAT.
1.

Pasal 36 Panitia Penyelenggara
1. 2.

Pengurus Koperasi dapat membentuk panitia penyelenggaraan RAT Uraian Tugas Panitia Penyelenggara dapat berisikan: a. Notulen rapat b. Penyambut dan pembukuan tamu c. Pembawa acara/Moderator d. Penghidang dan peladen e. Pembuat undangan dan penyampai undangan f. Pengawas pelaksanaan acara g. Pembawa acara doorprize h. Cleaning Service i. Perlengkapan acara rapat j. Dan lain-lain yang dianggap perlu Pasal 37

Pengesahan dan atau Pelantikan Pengurus dan Badan Pengawas hasil rapat anggota tahunan yang lampau jika memungkinkan dengan rohaniawan. 2. Yang melakukan pelantikan adalah Pejabat Dinas Koperindag Kabupaten Merangin dan atau Pejabat RSD Kol Abundjani Bangko. 3. Proses pemilihan Pengurus dan Badan Pengawas dilakukan dengan cara yang disetujui anggota dengan memperhatikan kriteria keanggotaan calon pengurus dan atau calon badan pengawas.
1.

Pasal 38 Pembacaan laporan pengurus 1 (satu) tahun usaha berjalan dilakukan oleh Ketua Koperasi 2. Isi laporan pengurus dapat terdiri dari: a. BAB I, yang berisikan: i. Pendahuluan ii. Dasar hukum iii. Tujuan Pembuatan Laporan b. BAB II, yang berisikan:
1.

Pertumbuhan dan perkembangan koperasi 1 (satu) tahun usaha ● Keanggotaan ● Modal ● Unit Usaha ii. Pertanggung jawaban atas rencana kerja dan rencana anggaran yang disusun pada RAT tahun lalu iii. Jenis dan kelengkapan laporan keuangan yaitu laporan triwulan dan laporan tahunan yang harus dapat diaudit; iv. Ketepatan dan kesesuaian waktu pelaporan yaitu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak bulan terakhir untuk laporan triwulan dan paling lambat 5 (lima) bulan sejak periode tahun berakhir untuk laporan tahunan; v. Kelengkapan informasi laporan tahunan sesuai dengan SOM yang diatur oleh Menteri; yang terdiri dari ○ Permodalan; ○ Kualitas aktiva produktif; ○ Manajemen; ○ Efisiensi; ○ Likuiditas; ○ Kemandirian dan pertumbuhan; ○ Jatidiri koperasi. vi. Kesesuaian perlakuan akuntansi yang menyangkut pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan seluruh perkiraan dilakukan berdasarkan prinsip akuntansi pedoman umum koperasi yang berlaku secara umum; vii. Kesesuaian penyajian laporan keuangan yang memenuhi syarat karakteristik kualitatif laporan keuangan yaitu dapat dipahami, relevan, handal dan dapat diperbandingkan. c. BAB III, yang berisikan: i. SHU ● Per Unit Usaha ● Total ii. Neraca ● Per Unit Usaha ● Total iii. Penjelasan Aliran Kas ● Per Unit Usaha ● Total iv. Penjelasan Neraca ● Per Unit Usaha ● Total d. BAB IV, yang berisikan: i. Rencana kegiatan dan rencana anggaran tahun yang akan datang ii. Saran iii. Penutup
i.

Pasal 39

Pembacaan Rencana Kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk tahun buku berikutnya dan peninjauan Rencana Kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk tahun berjalan dilakukan oleh Ketua Koperasi. 2. Anggota Koperasi sebagai peserta rapat mendapatkan kopiannya masing-masing satu eksemplar
1.

Pasal 40 Pembacaan laporan badan pengawas tentang hasil pemeriksaan pengelolaan koperasi 1 (satu) tahun usaha berjalan oleh Ketua Badan Pengawas. 2. Pembacaan laporan dapat tidak dibacakan secara keseluruhan. 3. Penggunaan media elektronik untuk mempermudah komunikasi dapat dilakukan 4. Isi laporan badan pengawas dapat berisikan: a. Aspek organisasi; b. Aspek pengelolaan; c. Aspek keuangan; d. Produk dan layanan e. Aspek pembinaan anggota, pengurus, pengelola, pengawas dan karyawan;
1.

Pasal 41 Tanggapan Anggota Acara dipimpin oleh moderator Anggota dipersilahkan memberikan 1 (satu) pertanyaan dari 3 (tiga) anggota dan dicatat oleh notulen rapat. 3. Anggota dipersilahkan memperkenalkan diri dan berbicara dengan posisi berdiri 4. Isi Tanggapan anggota rapat adalah tanggapan terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus dan atau laporan pertanggungjawaban badan pengawas dari pertanyaan pada ayat 2 pasal ini. 5. Penjelasan pengurus dan atau badan pengawas terhadap tanggapan anggota
1. 2.

Pasal 42 Acara Pembacaan Sisa Hasil Usaha Pembacaan Sisa Hasil Usaha berpedoman pada BAB XIII Pasal 34 Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Karyawan Husada Oleh Bendaharawan Koperasi. 2. Pembayaran Sisa Hasil Usaha tahun berjalan diatur secepat-cepatnya 7 (tujuh) hari setelah pelaksanaan RAT dan selambat-lambatnya 14 (empat belas hari) setelah pelaksanaan RAT. 3. Pembayaran SHU dapat dilakukan oleh bendaharawan Koperasi di ruangan dimana bendaharawan bertugas.
1.

Pasal 43 Acara Pengarahan Perkoperasian dilakukan oleh Dewan Koperasi dan atau oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merangin, anggota RAT di mohon untuk tidak meninggalkan ruang rapat.

Pasal 44 Isi materi pengarahan oleh Direktur RSD Kol Abundjani Bangko dapat disiapkan oleh pengurus; 2. Materi pengarahan pada ayat 1 minimal diserahkan sehari sebelum pelaksanaan RAT tahun berjalan, jika tidak, dapat diinformasikan oleh pengurus sebelum acara berjalan.
1.

Pasal 45 Acara Pemilihan Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha
1. 2. 3. 4. 5. 6.

7.

Pemilihan Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha Dipimpin moderator dengan pembentukan formatur. Anggota formatur adalah anggota koperasi aktif Pemilihan calon Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha merupakan hak formatur Penetapan Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha dilakukan dengan votting. Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha terpilih dilantik pada RAT tahun yang akan datang. Serah terima tugas pokok dan tanggung jawab dari Pengurus lama ke Pengurus Baru, Badan Pengawas Lama ke Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha Lama dan ke Manajer Unit Usaha Baru dilakukan dengan kesaksian Badan Pengawas Lama dan minimal 5 (lima) orang Perwakilan Anggota Koperasi. Dokumentasi serah terima disimpan oleh para pihak. Pasal 46 Acara Forum Usul dan Tanya Jawab

Forum usul dan Tanya jawab dipimpin oleh moderator yang dipilih oleh pengurus Forum usul dan Tanya jawab dibagi dalam minimal 2 sesi dan dapat maksimal 5 sesi sesuai kebutuhan 3. Setiap sesi disediakan untuk 3 pertanyaan 4. Jika terjadi pernyataan kurang puas dari anggota maka pengurus dapat menjelaskannya secara khusus kepada anggota tersebut disaksikan oleh badan pengawas dalam rapat pengurus. 5. Jika pernyataan kurang puas berhubungan dengan unit usaha seperti ayat 4 pada pasal ini, maka pengurus dapat menjelaskannya secara khusus kepada anggota tersebut disaksikan oleh badan pengawas dalam rapat pengurus dengan menyertakan manajer unit usaha dimaksud.
1. 2.

Pasal 47 Acara Pembacaan Do’a Pembacaan Do’a dilakukan menurut cara Islam. Pasal 48 Acara Pembacaan Pemenang Doorprize

Pemenang doorprize adalah peserta RAT yang hadir sebagai pribadi dan anggota yang diwakilkannya sesuai surat kuasanya. 2. Biaya doorprize adalah biaya operasional tahun berjalan dan direncanakan dalam perencanaan kegiatan dan perencanaan anggaran. 3. Nilai minimal doorprize yang disediakan adalah Rp 1.000.000.oo. (Satu Juta Rupiah)
1.

Pasal 49 Acara Penutup
1. 2.

Penutupan acara RAT dilakukan oleh ketua koperasi Jika masih diperlukan rapat-rapat lainnya diumumkan sekalian kepada anggota waktu pelaksanaannya. Pasal 50

Biaya RAT harus direncanakan dalam setiap RAT dengan pertimbangan efisiensi dan efektifitasnya kegiatan dan disetujui oleh RAT 2. Biaya pelaksanaan RAT dikelompokkan dalam biaya operasional koperasi.
1.

BAB IX UNIT-UNIT USAHA Pasal 51 Kriteria Manejer Unit Usaha Kriteria manejer unit usaha secara umum adalah: a. anggota koperasi berstatus PNS. b. mampu berkomunikasi dengan anggota, pengurus dan badan pengawas. c. bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. d. beritikad baik dalam mengelola unit usaha. 2. Kriteria khusus manejer unit usaha diantaranya adalah: a. Memiliki pengetahuan perkoperasian; b. Tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan Pengurus Koperasi, dengan Badan Pengawas dan bukan merupakan pejabat struktural.
1.

Pasal 52 Unit Usaha Perkreditan Usaha perkreditan adalah bidang usaha penyediaan barang konsumsi dan atau barang kebutuhan sekunder anggota yang disediakan Koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggota 2. Bidang usaha ini dipimpin oleh manejer seperti yang tertera dalam BAB IX pasal 19 akta perubahan anggaran dasar koperasi 3. Menejer dalam pengelolaan unit usaha bertanggungjawab kepada ketua koperasi dan hubungan kerjanya diatur dalam perjanjian kontrak kerja sama kedua belah pihak dan diketahui Badan Pengawas. 4. Pengelolaan unit usaha dapat diperiksa oleh badan pengawas.
1.

5.

Bunga perkreditan adalah 15% pertahun Pasal 53 Unit Usaha Simpan Pinjam

Usaha Simpan Pinjam adalah bidang usaha penyimpanan modal anggota untuk dipinjamkan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mendesak anggota. 2. Bidang usaha ini dipimpin oleh manejer seperti yang tertera dalam BAB IX pasal 19 akta perubahan anggaran dasar koperasi 3. Pengelolaan unit usaha dapat diperiksa oleh badan pengawas. 4. Bunga atas usaha simpan pinjam ini adalah 1,5% perbulannya untuk 10 bulan
1.

Pasal 54 Unit Usaha Farmasi
1.

2. 3. 4.

5.

6.

Usaha Farmasi adalah bidang usaha penyediaan barang farmasi dan peralatan kesehatan yang disediakan Koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggota dan atau kebutuhan instansi. Bidang usaha ini dipimpin oleh manejer seperti yang tertera dalam BAB IX pasal 19 akta perubahan anggaran dasar koperasi. Pengelolaan unit usaha dapat diperiksa oleh badan pengawas. Nilai jual bahan farmasi di atur: a. untuk karyawan unit usaha harga jual adalah: nilai modal ditambahkan 10% b. untuk anggota harga jual adalah: nilai modal ditambahkan 15% c. untuk masyarakat harga jual adalah: nilai modal ditambahkan 20% d. untuk perusahaan harga jual harga jual adalah: nilai modal ditambahkan 30% e. untuk ASKES dan Jamkesmas berlaku harga sesuai ketentuan yang berlaku. Bagian nilai jual diperuntukkan kepada: a. Biaya operasional apotek b. Gaji manejer dan karyawan Apotek c. Fee resep; yang terdiri dari: i. Dokter pembuat resep ii. Ruangan/instalasi asal resep d. Fee racikan e. Kebersamaan f. Fee Manajemen g. Belanja Barang h. …………… i. …………………. j. ………………… k. …………. Hal-hal lain akan diatur kemudian dan aturan tersebut berkekuatan hukum yang sama dengan anggaran rumah tangga. Pasal 55 Usaha Warung Serba Ada

1.

2. 3. 4.

5. 6. 7. 8.

Usaha Warung Serba Ada adalah bidang usaha penyediaan barang konsumsi dan atau barang kebutuhan sekunder anggota yang disediakan Koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggota Bidang usaha ini dipimpin oleh manejer seperti yang tertera dalam BAB IX pasal 19 akta perubahan anggaran dasar koperasi. Pengeloaan unit usaha dapat diperiksa oleh badan pengawas. Bagian nilai jual diperuntukkan kepada: a. Biaya operasional Waserda b. Gaji manejer dan karyawan Waserda c. Fee racikan d. Kebersamaan e. Fee Manajemen f. Belanja Barang g. …………… h. …………………. i. ………………… Nilai jual barang sediaan di sesuaikan dengan harga pasar. Tidak berlaku BON, Jika dilakukan maka kepada anggota tersebut dikenakan bunga dari total belanja sebesar 15% …………. Pasal 56 Usaha Parkir

Usaha perparkiran adalah usaha jasa penyediaan lahan dan keamanan parkir kendaraan bermotor. 2. Kewajiban parkir ke Dinas Perhubungan sebagai retribusi daerah 100% menjadi tanggungan Koperasi. 3. Persentase peruntukkan penghasilan jasa perparkiran adalah: 70% manejer; 30% koperasi. 4. Menejer bertanggung jawab 100% terhadap permasalahan usaha jasa dalam pengelolaannya.
1.

BAB X KEUNTUNGAN UNIT USAHA Pasal 57
1.

Usaha Simpan Pinjam dan Perkreditan a. Keuntungan Bersih Unit Usaha ini adalah bunga atas pinjaman dan bunga atas nilai kredit b. Pembagian untuk Jasa Anggota adalah berasal dari jasa transaksi c. Persentase jasa transaksi adalah 87,25% dari ketetapan SHU Anggota BAB XI KEUANGAN

2.

Pasal 58 Sumber keuangan koperasi bersumber kepada: 1. Simpanan Pokok 2. Simpanan Wajib 3. Simpanan Sukarela 4. Bantuan yang tidak mengikat 5. Hibah dari pihak ketiga dan MOU 6. Keuntungan bersih dari unit-unit usaha Pasal 59 Pengelolaan Keuangan Unit Usaha Koperasi Pengelolaan Keuangan Unit Usaha dan Koperasi berprinsip pada Pedoman Standar Akuntansi Koperasi No 27 Tahun 1999; 2. Laporan kas setiap unit usaha pada setiap bulannya disampaikan ke pengurus koperasi selambat-lambatnya pada minggu ke 2 pada bulan berikutnya. 3. Jika terjadi kekurangan modal untuk usaha di unit usaha maka pengurus wajib memenuhi kebutuhan ini.
1.

Pasal 60 Usaha Simpan Pinjam: a. ADMINISTRASI i. kartu pinjaman anggota ii. bukti tagihan kewajiban anggota iii. kwitansi pembayaran pinjaman iv. form permohonan pinjaman v. catatan SHU atas pinjaman b. KEUANGAN. i. Berpedoman kepada SK Menteri Koperasi dan UKM perihal KSP ii. Berpedoman kepada Pedoman Standar Akuntansi Koperasi Nomor 27 tahun 1999 c. ………. 2. Usaha Apotek: a. Kas menjadi tanggung jawab manejer apotek b. Simpanan Sukarela anggota dikelola menejer setelah dibukukan oleh bendahara koperasi. c. Kewajiban jangka pendek usaha diselesaikan dengan kas tunai dengan bukti tersusun rapi d. Kewajiban jangka pendek tersebut adalah: i. Honor menejer, honor staf ii. Fee resep dokter/ruangan asal resep iii. Membayar kewajiban terhadap penyedia barang iv. ………….. e. Keuntungan usaha perbulannya/persemester/perbulan dibukukan dengan prinsip transparansi.
1.

BAB XI SISA HASIL USAHA Pasal 60 Sumber SHU dan macam SHU 1. Sumber SHU adalah laba bersih dari unit-unit usaha: a. Unit usaha farmasi/apotek i. Laba bersih 100% dikurang bagian jasa anggota 45% ii. Sisa shu tetap berada di unit usaha yang nantinya digunakan sebagai modal awal tahun berjalan. b. Unit usaha simpan pinjam c. Unit usaha warung serba ada d. Unit usaha perparkiran e. Unit usaha perkreditan 2. Macam SHU adalah: a. Dana cadangan 30% b. Dana jasa anggota 40% c. Dana pendidikan d. Dana jasa pengurus e. Dana audit PASAL 61 Dana Cadangan 30% Dana Cadangan adalah dana ekuitas permanen yang keluar kembali untuk modal pengelolaan koperasi beserta unit usahanya. 2. Dana ini dapat digunakan kembali untuk usaha sebesar 90%, sisa dana tunai harus berada di Kas bendahara untuk dapat digunakan sebagai dana peraih kesempatan memperoleh keuntungan koperasi.
1.

Pasal 62 Dana Pendidikan 10% Dana pendidikan adalah dana …………… Dana ini dapat digunakan kembali untuk usaha sebesar 90%, sisa dana harus berada di Kas bendahara untuk dapat digunakan sebagai dana peraih kesempatan memperoleh keuntungan koperasi. 3. ………………….
1. 2.

Pasal 63 Dana Jasa Anggota 45%
1.

Dana Jasa Anggota terdiri dari jasa transaksi dan jasa penyertaan modal atau simpanan. a. Dana Jasa Transaksi Anggota adalah 40 % dana bagian dari total SHU Jasa Anggota b. Dana Jasa Penyertaan Modal atau Simpanan adalah 5% dana bagian dari total SHU Jasa Anggota

Rumus jasa transaksi dapat dihitung atas indeks persentase pembagian SHU yang sama nilainya sebagai hasil pembagian dari Bagian SHU atau jasa transaksi dibagi total transaksi anggota d. Rumus jasa penyertaan modal atau simpanan dapat dihitung atas indeks persentase pembagian SHU yang sama nilainya sebagai hasil pembagian dari Bagian SHU atau jasa penyertaan modal atau simpanan dibagi total penyertaan modal atau simpanan anggota e. Rumus jasa transaksi juga dapat dihitung atas Pembagian dari Jumlah Rupiah Transaksi Anggota Tertentu dibagi Total Rupiah Transaksi Keseluruhan Anggota dikali 40% f. Rumus jasa penyertaan modal atau simpanan dapat dihitung atas Pembagian Jumlah Rupiah penyertaan modal atau Rupiah simpanan anggota tertentu dibagi total Rupiah penyertaan modal atau simpanan keseluruhan anggota dikali 5% g. Dana ini dibayarkan 100% kepada anggota yang berhak, jika tidak diambil oleh anggota yang bersangkutan, maka dana tersebut menjadi simpanan sukarela anggota yang wajib dibukukan oleh bendahara koperasi.
c.

Pasal 64 Jasa Pengurus 10%
1. 2.

Dana jasa pengurus adalah dana ………………… Penggunaannya 100% dibayarkan untuk pengurus pada tahun usaha yang dipertanggugjawabkan pada RAT, kecuali ada kesepakatan lain antar pengurus. Pasal 65 Dana Audit 5%

1. 2.

Dana Audit adalah dana ………………… Penggunaannya 100% dibayarkan untuk pengawas pada tahun usaha yang dipertanggugjawabkan pada RAT, kecuali ada kesepakatan lain antar Badan Pengawas. Pasal 66 Insentif-insentif

Insentif bendaharawan gaji diambil 1% dari dana pendidikan (10% DARI TOTAL TAGIHAN BULANAN YANG DIBAYARKAN 1 (SATU) KALI DALAM SETAHUN) 2. Penggunaannya 100% untuk bendaharawan gaji dengan azas rasionalitas beban kerja dan beban anggaran …..
1.

Pasal 67 SHU Simpanan Sukarela BAB XII BADAN PENGAWAS

Pasal 68 Secara umum tugas badan pengawas adalah seperti tertuang dalam UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan BAB VIII Pasal 16, 17 dan 18 Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Karyawan Husada
Tujuan pengawasan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi: a. Mengendalikan KSP dan USP Koperasi agar dalam menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku; b. Meningkatkan citra dan kredibilitas KSP dan USP Koperasi sebagai lembaga keuangan yang mampu mengelola dana dari anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya berdasarkan prinsip koperasi; c. Menjaga dan melindungi asset KSP dan USP Koperasi dari tindakan penyelewengan oleh pihakpihak yang tidak bertanggung jawab; d. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan KSP dan USP Koperasi terhadap pihak-pihak yang berkepentingan; e. Mendorong pengelolaan KSP dan USP Koperasi mencapai tujuannya secara efektif dan efisien yaitu meningkatkan pemberdayaan ekonomi anggota. Unsur-unsur yang harus dipantau dari laporan keuangan meliputi: a. Jenis dan kelengkapan laporan keuangan yaitu laporan triwulan dan laporan tahunan yang harus dapat diaudit; b. Ketepatan dan kesesuaian waktu pelaporan yaitu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak bulan terakhir untuk laporan triwulan dan paling lambat 5 (lima) bulan sejak periode tahun berakhir untuk laporan tahunan; c. Kelengkapan informasi laporan tahunan sesuai dengan SOM yang diatur oleh Menteri; d. Kesesuaian perlakuan akuntansi yang menyangkut pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan seluruh perkiraan dilakukan berdasarkan prinsip akuntansi pedoman umum koperasi yang berlaku secara umum; e. Kesesuaian penyajian laporan keuangan yang memenuhi syarat karakteristik kualitatif laporan keuangan yaitu dapat dipahami, relevan, handal dan dapat diperbandingkan. Pasal 8 (1) Pejabat pengawas dapat meminta konfirmasi langsung kepada Pengurus KSP dan USP Koperasi yang bersangkutan apabila dari pemantauan laporan keuangan yang disampaikan oleh KSP dan USP Koperasi dinilai menyajikan informasi yang kurang jelas dan atau meragukan. (2) Rekomendasi, saran dan catatan hasil pemantauan pejabat pengawas harus disampaikan secara tertulis kepada KSP dan USP Koperasi yang bersangkutan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal laporan keuangan KSP dan USP Koperasi diterima pejabat pengawas. (3) KSP dan USP Koperasi berhak untuk meminta konfirmasi kepada Menteri apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menyampaikan rekomendasi, saran dan catatan hasil pemantauan. (4) Pencatatan atas pemantauan terhadap KSP dan USP Koperasi dilaksanakan dengan menggunakan contoh lembar kerja pemantauan sebagaimana dimaksud dalam lampiran 1 peraturan ini. Pasal 9 (1) Pemeriksaan terhadap KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c dilakukan oleh pejabat pengawas yang ditetapkan Menteri. (2) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara berkala dan atau setiap waktu bila diperlukan. (3) Hasil pemeriksaan oleh pejabat harus dibuatkan berita acara pemeriksaan secara tertulis yang ditandatangani oleh pemeriksa dan pengurus koperasi dan dapat dijadikan catatan resmi untuk

Pasal 69

pejabat dalam mempertimbangkan pemberian penghargaan atau sanksi kepada pihak koperasi bersangkutan. (4) Pemeriksaan Pejabat Pengawas terhadap KSP dan USP dilaksanakan dengan mempedomani petunjuk Teknis Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran 2 dan 3 peraturan ini. Pasal 10 Objek pemeriksaan terhadap KSP dan USP Koperasi meliputi: a. Aspek organisasi; b. Aspek pengelolaan; c. Aspek keuangan; d. Produk dan layanan; e. Aspek pembinaan anggota, pengurus, pengelola, pengawas dan karyawan; Pasal 11 Aspek organisasi KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud Pasal 10 huruf a, meliputi : a. Kelengkapan legalitas yang terdiri dari Akta Pendirian Koperasi, Anggaran Dasar, perubahan pengesahan Anggaran Dasar bagi USP Koperasi, surat ijin pembukaan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas; b. Ketaatan dan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku; c. Kelengkapan organisasi KSP dan USP Koperasi yang mencerminkan struktur organisasi dan uraian pekerjaan. Pasal 12 Aspek pengelolaan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud Pasal 10 huruf b, meliputi: a. Derajat kepatuhan dan kesesuaian pelaksanaan ketentuan pengelolaan KSP dan USP Koperasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; b. Derajat kesesuaian kompetensi dan persyaratan ketentuan mengenai pengelola baik pengelola perseorangan atau pengelola lembaga sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; c. Ada tidaknya standar pengelolaan tertulis yang dirumuskan dalam SOM dan SOP yang disetujui oleh Rapat Anggota KSP dan USP Koperasi yang bersangkutan; d. Efektivitas pelaksanaan fungsi dan tugas Perangkat Organisasi Koperasi, e. Efektivitas pelaksanaan dari SOM dan SOP yang telah disetujui oleh Rapat Anggota, Pasal 13 Aspek keuangan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 10 huruf c, meliputi: a. Derajat kesesuaian pelaksanaan ketentuan tentang modal disetor dan sumbernya pada awal pendirian KSP dan USP Koperasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; b. Derajat kepatuhan pelaksanaan ketentuan bahwa modal awal disetor KSP dan USP Koperasi tidak boleh berkurang jumlahnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; c. Pelaksanaan pedoman standar akuntansi keuangan koperasi KSP dan USP Koperasi berdasarkan PSAK yang berlaku; d. Pemeriksaan terhadap pos-pos neraca, pos-pos laporan perubahan ekuitas, dan pos-pos laporan perhitungan hasil usaha; e. Pelaksanaan ketentuan pembagian dan penggunaan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Simpan Pinjam sesuai dengan keputusan Rapat Anggota; f. Pelaksanaan ketentuan pembagian dan penggunaan hasil usaha USP Koperasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan keputusan Rapat Anggota; g. Pelaksanaan kebijakan pengendalian risiko berdasarkan asas-asas

pemberian pinjaman yang sehat, dan menerapkan prinsip-prinsip kehatihatian serta pemberian pinjaman yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui: penerapan analisis kelayakan usaha yang cermat, watak dan kemampuan anggota dan calon anggota peminjam, dan penetapan agunan baik fisik maupun non fisik sebagai jaminan. Dep.3.2 Dep.1.5 Dep.1.2 Dep.3 Dep.1 SMPasal 14 Aspek produk dan layanan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud pada pasal 10 huruf d, meliputi: a. Derajat kepatuhan pelaksanaan ketentuan penghimpunan dana hanya berasal dari anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; b. Kepatuhan pelaksanaan ketentuan pengembangan produk simpanan dan tabungan sesuai dengan prinsip-prinsip sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; c. Kepatuhan pelaksanaan ketentuan perhitungan jasa antara KSP atau USP Koperasi dengan peminjam dan perhitungan penetapan distribusi pendapatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; d. Kepatuhan pelaksanaan ketentuan pengembangan produk layanan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; e. Kepatuhan pelaksanaan ketentuan mengenai persyaratan, tata cara dan administrasi penyelenggaraan pelayanan pemberian pinjaman sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi; Pasal 15 Aspek pembinaan anggota, pengurus, pengelola, pengawas dan karyawan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 10 huruf e, meliputi: a. Kebijakan tertulis mengenai pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia KSP dan USP Koperasi yang meliputi: program pembinaan, tujuan pembinaan, kelompok sasaran, jadwal dan anggaran biaya pembinaan; b. Evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia KSP dan USP Koperasi. c. Konfirmasi dan pengecekan ulang dengan melakukan uji petik terhadap buktibukti pendukung laporan pembinaan maupun memperoleh informasi langsung dari beberapa kelompok sasaran pembinaan. Pasal 16 (1) Penilaian kesehatan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf d, dilaksanakan dengan melakukan penilaian terhadap aspekaspek sebagai berikut: a. Permodalan; b. Kualitas aktiva produktif; c. Manajemen; d. Efisiensi e. Likuiditas f. Kemandirian dan Pertumbuhan g. Jatidiri (2) Penilaian terhadap aspek-aspek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)

dilakukan dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif. (3) Persyaratan dan tatacara penilaian terhadap kesehatan KSP dan USP Koperasi dilaksanakan berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 20/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Simpan pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi. BAB IV PEJABAT PENGAWAS SIMPAN PINJAM Pasal 17 (1) Menteri mengangkat Pejabat Pengawas Simpan Pinjam yang berperan sebagai pengawas Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi. (2) Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab melakukan pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 4. (3) Pejabat pengawas simpan pinjam mempunyai wewenang : a. Menerima laporan mengenai kondisi organisasi, usaha dan permodalan KSP dan USP Koperasi; b. Melakukan audit atau meminta auditor independen untuk melakukan audit terhadap semua dana, surat-surat berharga, pembukuan, kertas kerja, catatan dan semua sumber informasi yang dimiliki dan dikuasai koperasi; c. Merekomendasikan kepada Menteri untuk menghentikan kegiatan usaha dan atau mencabut izin usaha simpan pinjam koperasi, apabila terdapat dugaan kuat berdasarkan bukti-bukti nyata yang ditemukan bahwa KSP dan atau USP Koperasi : 1) menjalankan usaha keuangan yang tidak sehat dan tidak aman; 2) melanggar ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; atau
Dep.3.2 Dep.1.5 Dep.1.2 Dep.3 Dep.1 SM

d. Mengeluarkan perintah untuk menempatkan KSP dan atau USP Koperasi dalam pengawasan administratif. Pasal 18 Pejabat Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Pegawai Negeri Sipil (PNS); b. Berpendidikan serendah-rendahnya Sarjana Muda atau yang sederajat; c. Memiliki integritas moral yang baik, jujur dan dapat dipercaya dibuktikan dengan dokumen fakta integritas dan belum pernah melakukan tindakan tercela. d. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang pengawasan dan pembinaan KSP dan USP Koperasi yang dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan atau Lembaga yang kompeten. Pasal 19 Sebelum pejabat pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 terbentuk, maka penyelenggaraan tugas pengawasan terhadap KSP dan USP Koperasi dilakukan oleh Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pembiayaan. KOORDINASI PENYELENGGARAAN PENGAWASAN Pasal 25 (1) Pejabat pemerintah yang bertanggung jawab dalam bidang pengawasan KSP dan USP Koperasi dalam hal ini di tingkat pusat adalah Menteri yang membidangi koperasi, di tingkat Propinsi/DI dan Kabupaten/Kota adalah Kepala instansi yang membidangi koperasi wajib menyampaikan laporan berkala pelaksanaan pengawasan dengan hierarki sebagai berikut:

a. Menteri kepada Presiden dengan tembusan kepada Gubernur Bank Indonesia selaku otoritas moneter, b. Kepala instansi yang membidangi koperasi di tingkat Propinsi/DI kepada Menteri dengan tembusan kepada Gubernur, c. Kepala instansi yang membidangi koperasi di tingkat Kabupaten/Kota kepada Menteri dengan tembusan kepada Bupati/Walikota. (2) Laporan pelaksanaan pengawasan berkala terdiri dari: a. Laporan Triwulan, b. Laporan Tahunan, (3) Laporan triwulan disampaikan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak bulan terakhir pada periode yang bersangkutan. (4) Laporan tahunan disampaikan selambat-lambatnya 5 (lima) bulan sejak periode tahunan itu berakhir. Pasal 26 (1) Laporan berkala pelaksanaan pengawasan KSP dan USP Koperasi menyajikan informasi yang memuat: a. Perkembangan jumlah KSP dan USP Koperasi berdasarkan klasifikasi yang diatur Menteri; b. Perkembangan modal sendiri, nilai asset, nilai simpanan atau tabungan yang dihimpun, nilai pemberian pinjaman atau investasi yang diberikan, anggota dan calon anggota yang dilayani serta SHU yang diperoleh, c. Ragam produk simpanan dan pemberian pinjaman yang umumnya dikembangkan oleh KSP dan USP Koperasi, d. Capaian pelaksanaan pemantauan terhadap laporan keuangan berkala KSP dan USP Koperasi, e. Capaian pelaksanaan pemeriksaan,
Dep.3.2 Dep.1.5 Dep.1.2 Dep.3 Dep.1 SM

f. Capaian pelaksanaan penilaian kesehatan KSP dan USP Koperasi dan hasil klasifikasi penilaiannya, g. Masalah dan kendala yang dihadapi dalam pengawasan KSP dan USP Koperasi. h. Rekomendasi untuk umpan balik peningkatan kinerja pengawasan oleh pihak terkait. (2) Laporan tahunan pengawasan disajikan dengan membandingkan keadaan kinerja pengawasan antara tahun berjalan dengan tahun sebelumnya secara komparatif, kecuali bagi instansi pemerintah yang membidangi koperasi yang belum memiliki laporan pengawasan periode sebelumnya.

Tatacara Pemeriksaan

Pasal 70 Materi Pemeriksaan Pasal 71 Pengungkapan Hasil Pemeriksaan

BAB XIII ATRIBUT DAN KELENGKAPAN KOPERASI Pasal 72
1.

Atribut Koperasi diajukan oleh Pengurus Koperasi kepada RAT untuk mendapat pengesahan.

Atribut Koperasi wajib digunakan oleh KOPERASI BINA HUSADA dan seluruh jajaran Koperasi. 3. ….
2.

Pasal 73 Kelengkapan Koperasi Kelengkapan koperasi terdiri dari: 1. 17 buku administrasi koperasi 2. Ruang kerja pengurus 3. Lemari arsip 4. Komputer 5. Kalkulator 6. Dan lain-lain yang selanjutnya dijadikan modal atau aset koperasi. BAB XIII PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 74 Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh RAT. Penyusunan kembali Perubahan Anggaran Rumah Tangga dilakukan oleh tim berdasarkan keputusan Ketua Koperasi 3. Penyusunan kembali Perubahan Anggaran Rumah Tangga dibiayai oleh Koperasi dengan keputusan Ketua Koperasi.
1. 2.

BAB XIV PENUTUP Pasal 75 Force Majure Force Majeure adalah istilah yang biasanya terdapat dalam dokumen – dokumen kontrak kerjasama, kontrak kerja, kontrak jual beli yaitu Kejadian Luar Biasa (KLB), termasuk di dalamnya adalah kejadian – kejadian seperti; perang, demo, huru-hara, bencana alam, atau dapat juga diartikan sebagai Act of God (Kejadian diluar kemampuan manusia). 2. Jika terjadi force majure atau kejadian yang merugikan terhadap unit usaha maka kerugian modal menjadi tanggungan semua anggota.
1.

Pasal 76 Segala sesuatu yang belum atau tidak diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Peraturan-peraturan Koperasi, instruksi-instruksi/petunjuk-petunjuk pelaksanaan, hasil keputusan rapat anggota tahunan, hasil keputusan rapat anggota luar biasa dan yang ditetapkan oleh Pengurus dan berdasarkan keputusan rapat anggota tahunan.

Pasal 77 Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di: Bangko Tanggal: ……………..2011 KOPERASI “BINA HUSADA” KETUA

BAMBANG IRMAWAN TIM PENYUSUN DRAFT ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI HUSADA SK NOMOR 04/KOPERASI BINA HUSADA/2010.
1. 2. 3. 4. 5.

BAMBANG IRMAWAN. RONNI HUTAGALUNG. JONI RASMANTO SKM, MKES. NUR USMAN SKM. RUSTI SITORUS.

DISAKSIKAN OLEH: PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT JALAN ……………………………………… PERWAKILAN ANGGOTA UGD ……………………………………………………. PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP ANAK …………………………………………………… PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP DALAM ……………………………………………………. PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP BEDAH ……………………………………………………. PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP KEBIDANAN ……………………………………………………. PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP MATA ……………………………………………………. PERWAKILAN ANGGOTA ICU ……………………………………………………. PERWAKILAN ANGGOTA VIP……………………………………………………. PERWAKILAN ANGGOTA PENUNJANG MEDIS ……………………………………………………. PERWAKILAN ANGGOTA MANAJEMEN …………………………………………………….

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->