P. 1
Buku Sop Ksp Usp Penting Dan Bagus

Buku Sop Ksp Usp Penting Dan Bagus

|Views: 22,975|Likes:
Published by ujangketul62
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: ujangketul62 on Apr 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2015

pdf

text

original

4.7.3.1. Inventarisasi Asset Tetap

Pengelolaan aktiva tetap baik yang berwujud maupun tidak berwujud dalam rangka pengamanan
asset Koperasi, sebaiknya Koperasi harus membuat buku inventaris dengan:
1) Menyusun daftar inventaris yang berkaitan dengan asset tersebut;
2) Melengkapi surat-surat yang diperlukan berkaitan dengan asset-asset tersebut (sertifikat, akta
jual beli, BPKB dan sebagainya);

115

3) Menetapkan metode depresiasi dari setiap asset yang dimiliki (ada semacam surat keputusan);
4) Menetapkan Tanggal perolehan, harga perolehan, taksiran waktu penggunaannya
5) Melakukan penjualan secara terbuka terhadap asset tetap yang sudah habis umur ekonomisnya
atau terpaksa harus diganti.
6) Memproduktifkan semua aktiva tetap yang dimiliki oleh koperasi dalam rangka meningkatkan
pelayanan kepada anggota, bagi asset yang tidak produktif sebaiknya dijual, atau diinvestasikan
pada kegiatan usaha yang lain.

Contoh :
Tabel : Daftar Inventaris Aktiva Tetap Koperasi

No

Jenis
Ak. Tetap

Tgl. Perolehan

Harga
Perolehan

Bukti
Kepemilikan

Unit

Taksiran
UE

Metode
Depresiasi

A

1
2
3

AT Berwujud :
Tanah
Kendaraan
Komputer

5/6-1995
6/72000

Rp.100 Jt.
Rp.120 Jt.

Serifikat No….
BPKB No….

1 persil
200 M2
1 unit

-
5 Th

-
G. Lurus

B

1
2

Ak. Tdk Tetap

Rp………….

Jumlah

Rp…………

Ket : Dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan Koperasi

Dengan membuat daftar inventaris, minimal hal ini akan dapat mengamankan asset-asset yang
dimiliki oleh Koperasi. Dan sebaiknya diarsipkan secara khusus bersama surat-surat bukti
kepemilikannya.

4.7.3.2. Penentuan Harga Pokok Perolehan

Harga pokok/perolehan aktiva tetap adalah seluruh pengorbanan untuk memperoleh sampai kondisi
siap pakai. Harga perolehan meliputi ; harga faktur dikurangi potongan, ditambah biaya balik nama,
biaya instalasi, biaya pengangkutan, biaya percobaan dan lain-lain.

Perolehan aktiva tetap dapat dilakukan melalui :
Pembelian tanah;
Pembelian kredit jangka panjang;
Pembelian gabungan;
Sumbangan;
Dibangun sendiri

Sedangkan untuk aktiva tetap tak berwujud yang merupakan hak keistimewaan dan keunggulan
kompetitif. Hak perolehannya dapat berupa kontrak, lisensi dan dokumen lain. Harga pokok

116

perolehannya sebesar pengeluaran yang digunakan untuk memperoleh hak, keistimewaan dan
keunggulan kompetitif tersebut.

Untuk tanah yang dieksploitasi (sumber alam), harga perolehannya adalah sejumlah kas yang
dikorbankan untuk memperoleh sumber itu sampai kondisi siap dieksploitasi.

Mengapa harga perolehan asset tetap, perlu didiskusikan secara khusus? Karena harga perolehan
aktiva tetap sebagai dasar :
Pencatatan aktiva tetap dalam neraca;
Untuk menentukan besarnya, depresiasi, amortisasi dan deplesi.

Yang pertama sangat berkaitan erat dengan metode pencatatan yang telah ditetapkan dalam prinsip
akuntansi konsep harga pokok. Jadi semua asset Koperasi harus dicatat sebesar harga pokok
perolehannya pada saat dibeli.

Sedangkan yang kedua, depresiasi, amortisasi, dan deplesi, berhubungan erat dengan masalah
perhitungan :
Rugi Laba;
Pajak;
Perhitungan aliran kas;

(Hal ini akan dijelaskan kemudian)

4.7.3.3. Prosedur Perhitungan Depresiasi

Besar kecilnya depresiasi, deplesi dan amortisasi yang dibebankan kepada setiap periode akuntansi
dipengaruhi oleh empat variabel, yaitu :
Harga perolehan;
Taksiran umur ekonomis, yaitu taksiran lamanya penggunaan dari aktiva tetap tersebut
Taksiran nilai residu; yaitu taksiran nilai jual pada saat umur ekonomis telah habis
Pola penggunaan aktiva tersebut. Misalnya kendaraan, sebagai mobil dinas atau sebagai
kendaraan operasional.

Selain variabel-variabel di atas nilai depresiasi juga dipengaruhi oleh metode depresiasi yang
digunakan.

Depresiasi biasanya diperhitungkan pada setiap akhir periode atau pada saat Koperasi harus
menyusun laporan keuangan melalui penyesuaian/adjustment.

117

Metode yang sering digunakan untuk menentukan besarnya depresiasi setiap periode antara lain:

1. Metode garis lurus, menetapkan beban depresiasi setiap periode sama besar nilainya;

Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa

Depresiasi/Tahun =

Taksiran Umur Ekonomis

2. Metode angka tahun menurun, dengan dasar penilaian bahwa kemampuan aktiva tetap
semakin lama semakin berkurang, maka depresiasinya pun semakin lama semakin kecil.
Misalnya taksiran umur ekonomis suatu asset tetap selama 5 tahun, maka perbandingan
depresiasi setiap tahun adalah sebagai berikut :

Tahun Skor

Depresiasi

1
2
3
4
5

5
4
3
2
1

5/15 x (Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa)
4/15 x (Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa)
3/15 x (Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa)
2/15 x (Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa)
1/15 x (Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa)

15

3. Metode saldo menurun, yaitu biasanya depresiasi setiap periode (tahun) dihitung berdasarkan
persentase tertentu dari nilai buku. Nilai buku adalah harga perolehan dikurangi akumulasi
depresiasi.

Depresiasi/Tahun = % x Nilai Buku

4. Metode Output Produktif (prestasi). Besarnya depresiasi didasarkan pada banyaknya output
yang dihasilkan.

Jadi besarnya depresiasi dapat dihitung :

Depresiasi/Tahun = Kapasitas tahun tertentu x Tarip Depresiasi

Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa

Tarif Depresiasi =

Kapasitas Selama Umur Ekonomis

118

Metode depresiasi yang digunakan bila mempertimbangkan dengan kewajiban membayar pajak
penghasilan (PPh). UU Perpajakan No.17 tahun 2000 pasal 11 ayat (6) yang menyatakan untuk
menghitung penyusutan, masa manfaat dan tarif penyusutan harta berwujud ditetapkan sebagai
berikut :

Tarif Penyusutan
Sebagaimana Dimaksud

Kelompok Harta Berwujud

Masa Manfaat

Ayat (1)

Ayat (2)

I. Bukan bangunnan

Kelompok 1
Kelompok 2
Kelompok 3
Kelompok 4

4 Tahaun
8 Tahun
16 Tahun
20 tahun

25%
12.5%
6.25%
5%

50%
25%
12.5%
10%

II. Bangunan

Permanen
Tidak Permanen

20 Tahun
10 Tahun

5%
10%

-
-

Pasal 11 A ayat (2), untuk menghitung amortisasi, masa manfaat dan tarif amortisasi ditetapkan
sebagai berikut :

Kelompok Harta Berwujud

Masa Manfaat

Tarif Amortisasi
Berdasarkan Metode

Kelompok 1
Kelompok 2
Kelompok 3
Kelompok 4

4 Tahaun
8 Tahun
16 Tahun
20 tahun

Garis Lurus
25%
12.5%
6.25%
5%

Saldo Menurun
50%
25%
12.5%
10%

4.7.3.4. Contoh

KSP X pada tanggal 5 Januari 2000 membeli 1 unit kendaraan yang akan digunakan untuk
operasional sehari-hari, dengan data sebagai berikut:
Harga beli kendaraan Rp.140.000.000,-;
Biaya balik nama dan sebagainya Rp30.000.000,-;
Taksiran umur ekonomi 5 tahun;
Taksiran nilai residu Rp.40.000.000,-, bila dijual pada akhir tahun ke-5;
Kapasitas operasional per tahun sebagai berikut :

119

Tahun

Kapasitas (km)

1
2
3
4
5

32.000
32.000
30.000
21.000
15.000

Jumlah

130.000

Pertanyaan :

1. Hitung besarnya harga pokok perolehan!
2. Hitung besarnya depresiasi setiap tahun (dalam bentuk tabel) dengan metode :
Garis Lurus;
Angka Tahun Menurun;
20% Nilai Buku;
Kapasitas Produktif.

Bila pada tanggal 1 juli 2002, truk tersebut dijual dengan harga Rp. 110.000.000,-hitung rugi/laba
dari penjualan truk tersebut:

Form: JAWABAN (KASUS AKTIVA TETAP):

1. Harga Pokok Perolehan :

Harga Beli Truk

Rp

140.000.000,-

Biaya balik nama

Rp

30.000.000,-

Harga Perolehan

Rp

170.000.000,-

2. Perhitungan Depresiasi :

a) Metode Garis Lurus :

Daftar Perhitungan Depresiasi (Rp.000)

Tgl

H. Perolehan Depresiasi / Tahun

Ak.Depresiasi Nilai Buku

5 Jan’00

170.000

-

-

170.000

31/12-‘00
31/12-‘01
31/12-‘02
31/12-‘03
31/12-‘04

b) Metode Angka tahun Menurun

Daftar Perhitungan Depresiasi (Rp.000)

Tgl

H.
Perol.

Th. Ke

Skor

Depresiasi/Th

Akumulasi
Depresiasi

5/1-00

170.000

0

0

0

0

170.000

31/12-00

120

31/12-‘01
31/12-‘02
31/12-‘03
31/12-‘04

Ket : *) Dibulatkan

c) Metode %tase Dari Nilai Buku

Tabel : Daftar Perhitungan Depresiasi/Tahun (Rp.000)
Tgl

H. Perolehan Depresiasi / Tahun

Ak.Depresiasi

Nilai Buku

5 Jan’00

170.000

-

-

170.000

31/12-‘00
31/12-‘01
31/12-‘02
31/12-‘03
31/12-‘04

d) Metode Kapasitas Produktif

Tgl

H.Perolehan

Depresiasi*)

Akumulasi
Depresiasi

Nil.Buku

5/1-000
31/12-00
31/12-01
31/12-02
31/12-03
31/12-04

JAWABAN ( AKTIVA TETAP)
1.
Harga Pokok Perolehan :

Harga Beli Truk

Rp

140.000.000,-

Biaya balik nama

Rp

30.000.000,-

Harga Perolehan

Rp

170.000.000,-

2. Perhitungan Depresiasi :

a) Metode Garis Lurus

Daftar Perhitungan Depresiasi (Rp.000)
Tgl

H. Perolehan Depresiasi 1 Tahun

Ak.Depresiasi Nilai Buku

5 Jan’00

170.000

-

-

170.000

31/12-‘00

170.000

170.000-40.000 =26.000
5

26.000

144.000

31/12-‘01

170.000

170.000-40.000 =26.000

52.000

118.000

121

5

31/12-‘02

170.000

170.000-40.000 =26.000
5

78.000

92.000

31/12-‘03

170.000

170.000-40.000 =26.000
5

104.000

66.000

31/12-‘04

170.000

170.000-40.000 =26.000
5

130.000

40.000

b) Metode Angka tahun Menurun

Daftar Perhitungan Depresiasi (Rp.000)

Tgl

H.
Perolehan. Th. Ke

Skor

Depresiasi / tahun

Akumulasi
Depresiasi

5/1-00

170.000

0

0

0

0

170.000

31/12-00

170.000

1

5

5/15x(170.000-40.000)=43.000*)

43.000

127.000

31/12-‘01

170.000

2

4

5/15x(170.000-40.000)=35.000

78.000

92.000

31/12-‘02

170.000

3

3

5/15x(170.000-40.000)=26.000

104.000

66.000

31/12-‘03

170.000

4

2

5/15x(170.000-40.000)=17.000

121.000

49.000

31/12-‘04

170.000

5

1

5/15x(170.000-40.000)=9.000

130.000

40.000

15

Ket : *) Dibulatkan

c) Metode persentase Dari Nilai Buku

Tabel : Daftar Perhitungan Depresiasi/Tahun (Rp.000)

Tgl

H. Perolehan

Depresiasi*)

Akumulasi
Depresiasi

Nil. Buku

5/1-000
31/12-00
31/12-01
31/12-02
31/12-03
31/12-04

170.000
170.000
170.000
170.000
170.000
170.000

-
20%x170.000=34.000
20%x170.000=27.000
20%x170.000=22.000
20%x170.000=17000
20%x170.000=14.000

-
34.000
61.000
83.000
100.000
114.000

170.000
136.000
109.000
87.000
70.000
56.000

*) Dibulatkan

d) Metode Kapasitas Produktif

Tgl

H. Perolehan

Depresiasi*)

Akumulasi
Depresiasi Nil. Buku

5/1-000
31/12-00
31/12-01
31/12-02
31/12-03
31/12-04

170.000
170.000
170.000
170.000
170.000
170.000

-
32.000xRp.1000=32.000
32.000xRp.1000=32.000
32.000xRp.1000=30.000
32.000xRp.1000=21.000
32.000xRp.1000=15.000

-
2.000
64.000
94.000
115.000
130.000

170.000
138.000
106.000
76.000
55.000
40.000

3) Bila Truk tersebut pada tanggal 1/7-2002, dijual dengan harga Rp.110.000.000,-, apakah
penjualan tersebut akan mengakibatkan kerugian/keuntungan bagi Koperasi? (depresiasi
dengan m metode garis lurus)

122

Perhitungan R/L
Penjualan Truk per 1/7-2002

HP Penjualan

Rp.110.000.000

Nilai Buku :
Harga Perolehan

Rp.170.000.000

Akumulasi depresiasi :
Depresiasi th.2000 Rp.26.000.000
Depresiasi th.2001 Rp.26.000.000
Depresiasi th.1/7.02 Rp.26.000.000

Rp. 65.000.000

Nilai Buku

Rp.105.000.000

Laba atas penjualan truk

Rp. 5.000.000

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->