Sel (biologi) Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa).

Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Perbesaran 400 kali. Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota. Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA. Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain. Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n, maka notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid, 1nC menunjukkan genom sel haploid, 3nC menunjukkan genom sel triploid, 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. Pada manusia, C = 3,5 × 10-12 g, dengan n = 23, sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3,5 × 10-12, karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid. Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid. Genom sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom, 22 diantaranya merupakan otosom, sisanya merupakan kromosom genital. Pada oosit, kromosom genital senantiasa memiliki notasi X, sedangkan pada spermatosit, kromosom dapat berupa X maupun Y. Setelah terjadi fertilisasiantara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya, terbentuklah sebuah zigot diploid. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46,XX atau 46,XY. • Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid, namun terdapat beberapa perkecualian, antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. Hepatosit bergenomtetraploid 4nC, sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid hingga 8nC, 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan sel nuliploid. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak disertai pembelahan sel, yang lazim disebut sebagai endomitosis. Sejarah penemuan sel Robert Hooke Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata selberasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan. Pada tahun 1835, sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota. [1]

sedangkan pada spermatosit. maka notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid. antara lain dengan membran internal. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar.Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Sebagaimana organisme multiselular lainnya. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme. Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n. karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri. Setelah terjadi fertilisasi antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya. dengan kapasitas unipoten. terbentuklah sebuah zigot diploid. dengan n = 23. sel-sel embrio bersifat totipoten. dan archaea. . kapasitas diferensiasi menjadi menurun menjadi pluripoten. Pada manusia. yang disebut uniselular. Genom sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom. sel menjadi lengkap. 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. telah dikenali sekitar 210 jenis sel. di dalam sel terjadi fungsi-fungsi vital demi kelangsungan hidup organisme dan terdapat informasi mengenai regulasi fungsi tersebut yang dapat diteruskan pada generasi sel berikutnya.XY. Teori sel kemudian dikembangkan pada tahun 1839 oleh Matthias Jakob Schleiden danTheodor Schwann yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup atau organisme tersusun dari satu sel tunggal. 1nC menunjukkan genom sel haploid. Selang berjalannya tahap perkembangan. hingga menjadi sel progenitor yang hanya memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi satu jenis sel saja. Pada tahap awal. Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks. Perkembangan sel Di dalam tubuh manusia. antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei. kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak disertai pembelahan sel. 22 diantaranya merupakan otosom. namun terdapat beberapa perkecualian. sisanya merupakan kromosom genital. Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.XX atau 46.5 × 10-12 g. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46. 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan sel nuliploid. setiap sel memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi salah satu dari seluruh jenis sel tubuh. Pada oosit. Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya. tanpa organisasi DNA. Jan Evangelista Purkyně melakukan pengamatan terhadap granula pada tanaman melalui mikroskop. Hepatosit bergenom tetraploid 4nC. atau lebih. sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3. sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid hingga 8nC. kehidupan manusia juga dimulai dari sebuah sel embrio diploid hasil dari fusi haploid oosit dan spermatosit yang kemudian mengalami serangkaian mitosis. kromosom dapat berupa X maupun Y. namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid. organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. yang disebut multiselular. di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain. C = 3. yang lazim disebut sebagai endomitosis. kromosom genital senantiasa memiliki notasi X. 3nC menunjukkan genom sel triploid.5 × 10-12.

pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik) Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. Fasa G1. pada awalnya. Fasa S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA 2. Regenerasi dan diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. Fasa G2. Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional. 1. Proses pembelahan sel Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Tiap proses. jenis sel. Fasa G0. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. perkembangan sel dikendalikan melalui suatu proses pembelahan sel. Fase pada siklus sel 1. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya. Fasa M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas) 3. dan mendukung fisiologis hewan. Setiap sel dari jutaan sel . [sunting]Diferensiasi sel Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak. 2. terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan. yaitu sel yang telah dibuahi. interaksi sel. [sunting]Morfogenesis Pengekspresian gen itu sendiri mempengaruhi jumlah sel. Saat sebuah sel tunggal. Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati. pada sel retina mata. bahkan lokasi sel. Dalam konteks Mitosis. morfogenesis dan apoptosis. diaktivasi secara genetik. sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi. sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. Tidak ada badan pengatur khusus untuk proses ini. tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya. fase G dan S disebut sebagai Interfase. 3. sebagai berikut: Proliferasi sel menghasilkan banyak sel dari satu sel Spesialisasi sel menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda Interaksi sel mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya Pergerakan sel menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ Pada embrio yang berkembang. Misalnya. sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit. sebelum sel tersebut dapat menerima sinyal mitogenik dari lingkungan di luar sel. Misalnya. Genom yang identik terdapat pada setiap sel. sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh. diferensiasi sel. mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler.Pada level molekular. sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen. Oleh karena itu. Fasa G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel. keempat proses ini berlangsung bersamaan. antara sitokinesis dan sintesis. namun mengekspresikan set gen yang berbeda.

embrio harus membuat keputusannya masing-masing. [sunting]Apoptosis Apoptosis merupakan bagian dari perkembangan sel. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Sel tumbuhan. yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan. yang dapat diaktivasi oleh sinyal internal maupun eksternal. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk. Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah  mitokondria (kondriosom)  badan Golgi (diktiosom)  retikulum endoplasma  plastida (khusus tumbuhan. Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen. Mempunyai bentuk yang tetap. Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan. Mempunyai bentuk yang tetap. mencakup leukoplas. Mempunyai dinding sel [cell wall] dari lipoprotein. Sel bakteri sangat kecil. seperti otot. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Tidak mempunyai plastida. . Tidak mempunyai vakuola. Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) pati. Mempunyai vakuola [vacuole] atau rongga sel yang besar. menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus masing-masing sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel. walaupun kadang-kadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Mempunyai sentrosom [centrosome]. Tidak mempunyai bentuk yang tetap. Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]. dan  inti sel atau nukleus. dan sel bakteri mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut: Sel tumbuhan Sel hewan Sel bakteri Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan. Mempunyai dinding sel [cell wall] dari selulosa. sel tidak dapat mati begitu saja tanpa suatu mekanisme yang tertanam di dalam sel. Tidak mempunyai dinding sel [cell wall]. Tidak mempunyai plastida. Sel tubuh. Yang biasa dimiliki hewan adalah vesikel atau [vesicle]. Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]. dsb. Tidak mempunyai vakuola [vacuole]. saraf.  sitoplasma. [sunting]Struktur sel [sunting]Sel eukariota Secara umum setiap sel memiliki  membran sel. dan kromoplas)  vakuola (khusus tumbuhan) [sunting]Sel prokariota Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antarsel. tetap mempertahankan karakteristik karena masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio. Mempunyai plastida. kloroplas. sel hewan. sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol.

[sunting]Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan sel hewan dan tanaman Secara umum. contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). contohnya euglena sp. contohnya adalah sel xilem. Di dalam sel darah merah. Walaupun sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup. Anda sudah mendapatkan sedikit gambaran yang jelas tentang sel. kecuali kemampuan akar dalam hal menopang berat tubuh bagian atas Apoptosis untuk perkembangan jaringan.wkipedia. perbedaan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut: Hewan Tumbuhan Terdapat sentriol Tidak ada sentriol Tidak ada pembentukan dinding sel Terdapat sitokinesis dan pembentukan dinding sel Ada kutub animal dan vegetal Tidak ada perbedaan kutub embriogenik. 2010 Label: Biologi STRUKTUR DAN PERANAN BAGIAN –BAGIAN SEL. melibatkan mitokondria dan caspase Tidak ada "Apoptosis". Source: id. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai "tulang" dan saluran air. Tidak memiliki nukleus dalam arti sebenarnya. terdapat hemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel). yang ada lebih ke arah proteksi diri. Senin. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses transpirasi pada tumbuhan.  Sel Berinti Banyak. tetapi sel masih memiliki bagian-bagian lebih kecil lagi yang menyusunnya. 1. Memiliki lisosom [lysosome]. April 12. Nukleus lebih besar daripada vesikel. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil. Nukleus lebih kecil daripada vakuola. Membran Sel .ahmad cecep sofyan hariri . tidak melibatkan mitokondria ]Sel-sel khusus  Sel Tidak Berinti.org/sel STRUKTUR DAN PERANAN BAGIAN –BAGIAN SEL By . contohnya Paramecium sp dan sel otot  Sel hewan berklorofil. yang ada semacam epigeal dan hipogeal Jaringan sel hewan bergerak menjadi bentuk yang berbeda Jaringan sel tumbuhan tumbuh menjadi bentuk yang berbeda Terdapat proses gastrulasi Terdapat proses histodiferensiasi Tidak terdapat jaringan embrionik seumur hidup Meristem sebagai jaringan embrionik seumur hidup Terdapat batasan pertumbuhan (ukuran tubuh) Tidak ada batasan pertumbuhan. Jenis organela-organela tersebut bermacam-macam dan masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda. Di situlah terjadinya segala aktivitas di dalam sel.  Sel pendukung.Di sini kita akan mempelajari bagaimana struktur sel itu? dan apa saja bagian-bagian sel? dan apa peranan sel itu? STRUKTUR DAN PERANAN BAGIAN –BAGIAN SEL Dari pengertian tentang sel. Bagian sel tersebut dinamakan organela.Tidak memiliki lisosom [lysosome].

Biasanya sebuah sel hanya memiliki satu nukleus saja. Membran sel memiliki fungsi antara lain: a.Nicolson (1972) menyampaikan teori tentang membran sel. b. b. Membran Nukleus (Karioteka) . tempat terjadinya reaksi kimia. Inti Sel (Nukleus) Nukleus merupakan organ terbesar sel. Singer dan E. membran sel memiliki kemampuan untuk mengenali zat. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik). sebagai pelindung sel. Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapislapis. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol.5! 2. disebut juga plasmalema.Membran sel berupa selaput tipis. Dalam hal ini protein dibedakan menjadi 2 sebagai berikut. Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein. a. a. dan c. Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Protein Intrinsik (Integral) Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. terutama dalam melakukan sintesis protein. Zat yang dibutuhkan akan diizinkan masuk. Protein intrinsik bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik yaitu tidak mudah larut dalam air. Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik disebut dengan glikopolid. Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya. yang memiliki dua buah nukleus. tetapi keberadaannya dapat dibuktikan pada waktu sel mengalami plasmolisis S. Tebal membran antara 5-10 nm. Protein ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat hidrofilik yaitu mudah larut dalam air. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel eritrosit dan sel trombosit. mengendalikan pertukaran zat. yang disebut dengan ujung polar. yang terletak di tengah. yang menjelaskan bahwa membran sel terdiri atas protein yang tersusun seperti mozaik (tersebar) dan masing-masing tersisip di antara dua lapis fosfolipid. coba Anda perhatikan Gambar 1. Untuk menunjang fungsinya ini. Apabila diamati dengan mikroskop cahaya tidak terlihat jelas. Masuknya zat dari luar melalui membran sel yaitu melalui peristiwa transpor pasif dan transpor aktif. Agar lebih jelas memahami struktur membran sel. Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar. Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus. karena nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel. Namun ada sel-sel yang memiliki inti lebih dari satu yaitu pada sel parenkim hati dan sel otot jantung. matriks. Adapun pada sel otot rangka terdapat banyak nukleus. dan anak inti. sedangkan zat yang sudah tidak digunakan berupa sampah akan dibuang. Fosfolipid tersusun atas dua lapis. Ada juga zat tertentu yang dikeluarkan untuk diekspor ke sel lain. Protein Ekstrinsik (Perifer) Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid. Hampir semua sel memiliki nukleus. Teori ini disebut teori membran mozaik cair. Pada kedua sel ini aktivitas metabolisme terbatas dan tidak dapat melakukan pembelahan. Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein.

keberadaan mitokondria dapat terlihat. Adanya lekukan-lekukan ini akan dapat memperluas bidang permukaannya. Mitokondria disusun oleh bahan-bahan antara lain fosfolipid dan protein. Anak Inti (Nukleolus) Di dalam nukleolus banyak terkandung kromosom. sedangkan tempat sintesis RNA terjadi pada nukleolus. Untuk lebih memahami tentang struktur nukleus dapat Anda lihat 3. 3) menentukan generasi selanjutnya. Permukaan pada membran luar halus. 2) mengatur bentuk sel. Mitokondria Mitokondria merupakan organela penghasil energi dalam suatu sel. Kromosom tersebut berfungsi untuk: 1) menentukan ciri-ciri yang dimiliki sel. Sitoplasma Sitoplasma merupakan suatu cairan sel dan segala sesuatu yang larut di dalamnya. mitokondria berfungsi untuk tempat respirasi sel atau sebagai pembangkit energi. yaitu tidak padat dan tidak cair. ion-ion dan bahan hidup (organela) ukuran partikel terlarut yaitu 0. Sitoplasma yang berada di dalam inti sel disebut nukleoplasma.2-5 mikrometer dengan diameter 0. a. Tiap-tiap organela mempunyai struktur dan fungsi khusus. Matriks (Nukleoplasma) Nukleoplasma terdiri atas cairan inti yang tersusun dari zat protein inti yang disebut dengan nukleoprotein.6 Nukleus Dari proses respirasi inilah dapat dihasilkan energi. Sifat koloid sitoplasma ini dapat berubahubah tergantung kandungan air. Organela yang menyusun sitoplasma adalah sebagai berikut.5 mikrometer. Membran inti terdiri atas dua selaput yaitu selaput luar dan selaput dalam. Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0. Selaput luar mengandung ribosom pada sisi yang menghadap sitoplasma dan sering kali berhubungan dengan membran retikulum endoplasma. Bagian yang merupakan lingkungan dalam sel adalah matrik sitoplasma. kecuali nukleus (inti sel) dan organela. dan bersifat transparan. yaitu benang-benang halus DNA. Sitoplasma bersifat koloid kompleks. Jadi. Gambar 1. ATP inilah yang merupakan sumber energi . Mitokondria mempunyai dua lapisan membran. Jika konsentrasi air tinggi maka koloid akan bersifat encer yang disebut dengan sol. c. Krista berperan dalam penyerapan oksigen untuk respirasi. Sitoplasma tersusun atas air yang di dalamnya terlarut molekul-molekul kecil (mikromolekul) dan molekul-molekul besar (makromolekul). yaitu berupa lipoprotein. yaitu membran luar dan membran dalam. tetapi untuk dapat melihat struktur dasarnya harus menggunakan mikroskop elektron. Membran inti juga dilengkapi dengan poripori yang dapat memungkinkan hubungan antara nukleoplasma dan sitoplasma. Membran inti hanya bisa dilihat dengan jelas dengan menggunakan mikroskop elektron. sedangkan jika konsentrasi air rendah maka koloid bersifat padat lembek yang disebut dengan gel. Pori-pori ini berperan dalam memindahkan materi antara inti sel dan sitoplasmanya. b. Dengan bantuan mikroskop cahaya.Susunan molekul membran ini sama dengan susunan molekul membran sel. sedangkan pada membran dalam banyak terdapat lekukanlekukan ke dalam yang disebut krista.001 – 1 mikron. DNA tersusun dalam kromosom yang terdapat pada nukleoplasma. Mitokondria mempunyai enzim yang dapat mengubah energi potensial dari makanan kemudian disimpan dalam bentuk ATP.

sebagai bahan bakar untuk melakukan proses kegiatan untuk hidup. Pada sel-sel yang aktif dalam sintesis protein. Otot akan selalu berkontraksi ketika seseorang bergerak. dan sterol. 1) Retikulum Endoplasma Kasar (REK) Retikulum endoplasma kasar ditempeli dengan ribosom yang tersebar merata pada permukaannya. letaknya di dalam sitoplasma sehingga hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop elektron. yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Badan Golgi Coba Anda perhatikan Gambar 1. maka bagian tubuh yang paling aktif bekerja adalah otot. ribosom dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel. ginjal. Komposisi kimia tersusun atas lipoprotein. Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Sel hati merupakan sel yang banyak mengandung ribosom. dan 3) biosintesis fosfolipid. 2) transpor protein yang disintesis dalam ribosom. karena sel hati terlibat aktif dalam melakukan sintesis protein. dan steroid. sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma. karena bagian tubuh tersebut paling aktif melakukan kerja dan menghasilkan energi. b. Retikulum Endoplasma Untuk memahami struktur retikulum endoplasma. Coba sebutkan pada bagian organ mana saja pada tubuh manusia yang paling banyak terdapat ribosom? Keberadaan ribosom secara acak tersebar di dalam sitoplasma. Coba analisalah kegunaan ATP ketika kita dalam keadaan tidur. Ribosom Ribosom merupakan struktur terkecil yang bergaris tengah 17-20 mikron. jantung. membran di dalam sel berupa saluran-saluran dan tabung pipih.9! Gambar itu menunjukkan badan golgi. Retikulum endoplasma ada dua macam. ketika Anda tidur pun sel selalu melakukan pemecahan ATP. c. tetapi ada beberapa yang terikat pada membran retikulum endoplasma kasar (REK). 2) Retikulum Endoplasma Halus (REH) Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli oleh ribosom. Membran ini lebih tipis dari membran plasma. Perhatikan strukturnya! . Semua sel hidup memiliki ribosom. Mitokondria banyak terdapat pada bagian tubuh antara lain otot. Pada bagian organ mana dalam tubuh Anda yang paling aktif dan giat bekerja? Misalnya jika seorang olahragawan melakukan aktivitas berolahraga. Jadi. dan lainlain. perhatikan Gambar 1. untuk memompa jantung.7. Protein yang sudah terbentuk kemudian akan diangkut ke bagian dalam retikulum endoplasma. glikolipid. Sel-sel mana saja yang banyak terdapat mitokondria pada tubuh manusia? Tentu saja sel-sel yang banyak melakukan aktivitas kerja. secara umum fungsi retikulum endoplasma antara lain: 1) penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma. glikolipid. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein. d. hati. Kegunaan ATP yaitu sebagai energi yang digunakan untuk mengganti sel-sel yang rusak.8! Retikulum endoplasma merupakan sistem yang sangat luas. perkembangbiakan atau perbaikan sel yang rusak. Bahkan. Struktur mitokondria dapat dilihat pada Gambar 1. dan kemudian disimpan di dalam membran yang berkantong yang disebut vesikula. Permukaan REH ini menghasilkan enzim yang dapat mensintesis fosfolipid. yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan.

lipid. lipid. misalnya pada protozoa atau sel darah putih. Vakuola berbentuk cairan yang di dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim. seperti getah pada batang tumbuhan karet. Lisosom membantu menghancurkan sel yang luka atau mati dan menggantikan dengan yang baru yang disebut dengan autofagus. Lisosom banyak terdapat pada sel-sel darah terutama leukosit. memiliki ukuran diameter 1. Organela ini terdapat di dekat inti.Organela ini ditemukan pertama kali oleh Camilio Golgi. Badan golgi terdiri atas sekelompok kantong pipih yang dibatasi membran yang dinamakan saccula. terutama pada sel-sel kelenjar. f. g. Di dekat saccula terdapat vesikel sekretori yang berupa gelembung bulat. Bentuk sentrosom bulat kecil. 3) menghasilkan lisosom. Untuk memahami struktur vakuola pada tumbuhan Anda dapat melihat Gambar 1. dan protein. limfosit. Lisosom berperan aktif melakukan fungsi imunitas. dan basa. Vakuola berperan untuk menyimpan zat makanan berupa sukrosa dan garam mineral. Badan golgi biasa dijumpai pada sel tumbuhan maupun hewan. Begitu pula selaput antara jari-jari tangan dan kaki manusia ketika berujud embrio akan hilang setelah embrio tersebut lahir. Pada sel hewan terdapat 10-20 badan golgi. Vakuola protozoa berupa vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil. Agar dapat memahami struktur lisosom. e. Semakin tua suatu tumbuhan. Badan golgi pada tumbuhan disebut dengan diktiosom. Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik untuk memecah polisakarida. Sentrosom Sentrosom hanya dijumpai pada sel hewan. seorang ilmuwan dari Italia. Sentrosom menyerupai bola-bola duri karena adanya serat-serat radial. dan monosit. Vakuola Vakuola ialah organela sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang disebut tonoplas. 2) Vakuola nonkontraktil .11! Vakuola juga terdapat pada protozoa.5 mikron. Contohnya lisosom banyak terdapat pada sel-sel ekor kecebong. 2) membentuk dinding sel pada tumbuhan. selain juga berfungsi sebagai tempat penimbunan sisa metabolisme. maka vakuola yang terbentuk semakin besar. Lisosom Lisosom hanya ditemukan pada sel hewan saja. Pada diktiosom terjadi pembuatan polisakarida dalam bentuk selulosa yang digunakan sebagai bahan penyusun dinding sel. Lisosom juga berperan penting dalam matinya sel-sel. Lisosom berperan dalam pencernaan intrasel. alkaloid. vakuola selalu ada. Vakuola kontraktil memiliki fungsi sebagai osmoregulator yaitu mengatur nilai osmotik dalam sel. Di dalam selsel tersebut lisosom berperan mensintesis enzim-enzim hidrolitik untuk mencernakan bakteri-bakteri patogen yang menyerang tubuh. Pada sel tumbuhan. garam mineral. Lisosom merupakan struktur agak bulat yang dibatasi membran tunggal. 1)Vakuola kontraktil Vakuola kontraktil disebut juga vakuola berdenyut. 4) membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur. Secara umum fungsi dari badan golgi antara lain: 1) secara aktif terlibat dalam proses sekresi. Ekor kecebong secara bertahap akan diserap dan mati. berperan dalam proses pembelahan sel. fosfolipid. Hasil penghancurannya digunakan untuk pertumbuhan sel-sel baru bagi katak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Lain halnya dengan tumbuhan yang memiliki ratusan badan golgi pada setiap sel. asam.

Plastida yang tidak terkena cahaya matahari tidak akan menghasilkan pigmen warna yang disebut leukoplas atau amiloplas yaitu untuk tempat amilum. ungu. Coba Anda bayangkan jika sel tidak memiliki organelaorganela seperti di atas. kloroplas berbentuk cakram dengan diameter 5-8 um dengan tebal 2-4 um. yaitu membran internal (dalam) dan membran eksternal (luar). yang berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh tubuh. Klorofil merupakan pigmen hijau untuk menangkap energi cahaya matahari. a) Klorofil Klorofil meliputi klorofil a dan b. melalui proses fotosintesis.12! Pada gambar tersebut terlihat bahwa kloroplas dibungkus oleh membran ganda. Pada sel-sel tumbuhan. h. Tumpukan dari beberapa thilakoid akan membentuk granum. tetapi perlu Anda ketahui bahwa pertumbuhan sel ini bersifat terarah dan terkendali. maka plastida menghasilkan pigmen warna yang disebut kloroplas. Dari uraian di atas dapat kita ketahui bahwa di dalam sel yang masih hidup selalu terdapat unsur-unsur pokok seperti disebutkan di atas. Sel hidup masih selalu melakukan aktivitas tumbuh dan berkembang. Mekanisme kerja plastida sangat dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Contohnya sel-sel janin. dan terdapat banyak pigmen fotosintesis yang terletak pada thilakoid. melainkan mengandung pigmen xanthofil yang disebut violaxanthin. ia tahu persis kapan harus membelah dan kapan harus berhenti. biru. Plastida Plastida juga merupakan organela spesifik yang terdapat pada sel tumbuhan. dan memantulkan sinar hijau. 2 mata. Thilakoid yang memanjang menghubungkan granum satu dengan lainnya disebut stroma. apakah yang akan terjadi? Tentunya kita tidak dapat tumbuh dan berkembang. kuning (xantin). Kloroplas Pada sel tumbuhan ada bagian paling spesifik yang tidak terdapat pada sel hewan. Coba perhatikan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan Anda! Bagaimanakah warna daun-daun tumbuhan tersebut? Kloroplas hanya terdapat dalam sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Aktivitas ini dilakukan oleh bagian-bagian pokok sel tersebut. Di dalam plastida terdapat zat pigmen.Vakuola nonkontraktil disebut juga vakuola makanan. Bagian manakah itu? Tentu Anda sudah mengetahui bahwa bagian yang dimaksud adalah klorofil. misalnya sinar merah. bahkan jika kita perhatikan jari kelingking tidak lebih panjang . Klorofil dihasilkan oleh suatu struktur yang disebut kloroplas. sehingga hanya ada 2 kaki. Pigmen ini akan menangkap cahaya matahari dan mengubah energi cahaya ini menjadi energi kimia dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). 2 ginjal. antara lain pigmen hijau (klorofil). 2) Membran Eksternal (Luar) Pada membran ekternal ini tidak mengandung klorofil maupun karotenoid. Kloroplas dapat dilihat pada Gambar 1. Karotenoid menyerap sinar gelombang antara hijau-biru. dan kuning kemerah-merahan (xantofil). Pigmen fotosintesis tersebut antara lain klorofil dan karotenoid. Pada lingkungan yang banyak terdapat penyinaran matahari. i. b) Karotenoid Karotenoid merupakan pigmen kuning sampai jingga. 2 tangan. yaitu bagian yang berperan dalam proses fotosintesis. 1) Membran Internal (Dalam) Pada membran ini tidak terdapat lipatan (halus).

Kunjungi juga : http://ahmadcecep.dari jari manis dan sebagainya. xmateri STRUKTUR DAN PERANAN BAGIAN –BAGIAN SEL di ambil dari buku Biologi Kelas 11 karangan Endang Sri I BSE. Contoh tersebut menggambarkan pembelahan sel yang terarah dan terkendali.com/ .blogspot.