PENGARUH ORANG TUA YANG BERCERAI DAN TIDAK BERCERAI TERHADA TINGKAT EMOSI ANAK

Tugas Akhir Disusun Dalam Rangka Penyelesaian Studi S -1 Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya

Disusun Oleh : Nama : Lia Noviana NIM : 081684209 Program : PG-PAUD

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2010

PENGESAHAN

Karya tulis yang berjudul anak “ penulis susun

“Pengaruh orang tua yang bercerai dan tidak bercerai pada tingkat emosi

memenuhi salah satu syarat mata kuliah tugas akhir disyahkan pada : Hari Tanggal 2010 : Senin : 27-12Surabaya,22-10-2010

Mengetahui

Dosen Penguji Dosen Pembimbing

Drs., M. Pd NIP.

. S. Pd NIP

Ka. Prodi

Dra. M.Pd NIP.

ii

MOTTO

Kegagalan adalah kunci keberhasilan. Pengetahuan adalah kekuatan. Ilmu bila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

PERSEMBAHAN

Tugas akhir ini penulis persembahan untuk : Orang tua dan keluarga (kakak, adik) yang tersayang. Teman-teman seperjuangan S-I PG-

PAUD Angkatan 2008

iii

Maka orang tua harus tetap menyayangi anaknya.ABSTRAK Kasus perceraian sering dianggap suatu peristiwa tersendiri dan menegangkan dalam kehidupan keluarga. seperti menciptakan kehangatan. Dalam pandangan seorang anak. 2004 : 3) beberapa anak akan mengalami efek-efek merugikan terhadap harga dirinya sehingga mereka menganggap diri mereka sebagai anak “nakal” yang telah menyebabkan perceraian orang tua mereka. yaitu menekankan kualitas dalam pertemuan pada anak. iv . dan lainlain. Dia akan sering merasa dirinya adalah seorang anak yang tidak beruntung dan kekurangan. memberi dorongan sosial. Ketika orang tua memutuskan untuk bercerai. keintiman. Apakah anak-anak mengetahui keputusan orang tua tersebut atau tidak tergantung pada banyak hal. Studi pustaka tersebut bersumber dari pustaka. segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya disebabkan oleh perilaku. buku. Tugas akhir ini membahas tentang dampak perceraian pada anak. Metode penulisan ini yang digunakan tugas akhir ini meliputi metode observasi. pikiran dan harapan-harapannya. menanamkan norma dan susila. Menurut Kelly Cole (Kelly Cole. Selain metode tersebut penulis juga menggunakan metode pengumpulan data dimana yang dipergunakan adalah studi pustaka. yaitu data diperoleh dari kejadian-kejadian yang terjadi selama penulis melakukan PPL I dan mengajar di TK. mereka secara khususnya telah melewati serangkaian peristiwa yang membawa mereka ke keputusan tersebut. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sangatlah penting walaupun mereka sudah berpisah. Terjadi pola pandang dalam mengasuh anak. internet. Ia akan menyalahkan diri sendiri atas perceraian kedua orang tuanya dan berfikir bahwa ia tidak layak mendapatkan hal-hal baik dalam hidupnya.

M. M. Akhirnya penulis berharap. semoga ada manfaatnya khususnya untuk penulis dalam menangani masalah anak di Taman Kanak-Kanak. Dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf. Bapak Rektor UNESA 2.KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang dengan rahmat. Dengan segala daya upaya penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun tulisan ini sesuai dengan kemampuan yang penulis miliki. Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan. bimbingan dan dukungan. Penulis telah dapat diberi kemampuan untuk menyusun tulisan ini. 5.Pd selaku ketua program PG-PAUD 4. Surabaya. Penulis menyajikan judul “Pengaruh Orang Tua yang Tidak Bercerai dan Orang Tua yang Bercerai Terhadap Tingkt Emosi Anak”. 6. walaupun hanya dalam bentuk yang sangat sederhana. Bapak Dekan UNESA. hidayat dan petunjuk-Nya. Penulis tidak dapat menjalankan tugas akhir ini oleh karena itu penulis hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada : 1. Semua pihak yang telah membantu sehingga selesainya Tugas Akhir yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu. Ternyata hanya demikian adanya yang tentu saja masih banyak sekali kekurangannya..23-12-2010 Penulis v .Pd selaku dosen pembimbing. Orang tua saya yang telah memberikan motivasi dan do’a. 3.

B. Bantuan Yang Dapat Diberikan Guru …………………………... BAB II KAJIAN PUSTAKA A. D. Latar Belakang………. Manfaat …………………………………………………………. BAB III PEMBAHASAN MASALAH A..16 C... … MOTTO DAN PERSEMBHAN …………………………………… ABSTRAK …………………………………………………………… KATA PENGANTAR …………………………………………..Faktor Penyebab Perceraian ………………………….. Penegasan ………………………………………………………... i ii iii iv v vi 1 2 2 3 3 7 14 16 B....………………………………………… B......DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………… HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………. 18 vi .. Banyak Perceraian Bagi Anak Pra Sekolah …………………. Faktor .… DAFTAR ISI ………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN A. E. Pengertian Perceraian …………………………………………... Tujuan …………………………………………………………. Masalah ………………………………………………………… C.... Pemahaman Dan Perasaan Anak Pra Sekolah Tentang Perceraian ………………………………… ….

. Kesimpulan ……………………………………………………. Saran …………………………………………………………… LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 19 20 vii . B.BAB IV PENUTUP A.

Bagaimana anak bereaksi terhadap perceraian orang tuanya sangat dipengaruhi oleh orang tua berperilaku sebelum. Oleh karena itu. Anak akan membutuhkan dukungan. Belakangan ini sering kita jumpai kasus perceraian dilingkungan sekitar maupun melalui pemberitaan mass media. Orang tua diharapkan dapat membantu anaknya dalam menyesuaikan diri dengan lingkunganya untuk mengatasi masalahnya secara realistik dan simpati. kepekaan dan kasih sayang yang lebih besar untuk membantunya mengatasi kehilangan yang dialaminya selama masa sulit ini. Untuk belajar menghormati orang yang lebih tua serta membantu menyelesaikan berbagai masalah yang timbul. Anak akan mengalami reaksi emosi dan perilaku karena kehilangan satu orang tua. selama.BAB I PENDAHULUAN A. keluarga sebagai tempat untuk mengkondisikan pemberian nilai positif pada anak. Perceraian dalam keluarga manapun merupakan peralihan besar dan penyesuaian terutama bagi anak. Latar Belakang Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama bagi anak yang memberi dasar perilaku perkembangan sikap dan nilai kehidupan dari keluarga. dan sesudah perpisahan. Namun sayangnya. Seperti orang tua yang mengalami kesedihan yang 1 . keluarga sering kali menjadi sumber konflik bagi sejumlah orang suasana keluarga yang tidak harmonis sering mendorong terjadinya konflik antara kedua orang tua.

takut dan bersalah.dalam karena perceraian. 2002 : 117) Peristiwa perceraian itu menimbulkan ketidak stabilan emosi. Menurut Piaget mengatakan bahwa perkembangan intelektual itu terbentuk karena interaksi adaptif antara fungsi-fungsi giologis dengan lingkungan. marah. Menurut hasil penelitian Hetherington (Save M Dagun. Tujuan Penulisan Tujuan akhir ini bertujuan untuk : 1. dan sering marah-marah. kesulitan belajar atau penarikan diri dari lingkungan sosial. Untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap anak ? 2. Bantuan apa yang dapat diberikan guru terhadap anak korban perceraian ? C. Anak yang orang tuanya bercerai sering merasa berbeda dengan teman sebayanya. Identifikasi Masalah 1. Bagaimana dampak perceraian orang tua terhadap anak ? 2. penyangkalan. B. Untuk mengetahui bantuan apa yang dapat diberikan guru terhadap anak korban perceraian 2 . mengalami rasa cemas. anak juga memiliki perasaan sedih. tertekan. Mereka mungkin akan menunjukkan kesulitan penyesuaian diri dalam bentuk masalah perilaku. Adaptasi ini diungkapkan oleh dua hal saling melengkapi yaitu asimilasi dan akomodasi.

1. Mereka melakukan sesuatu tanpa suatu motivasi jelas dan efektif. Gejala ini tampak pada pergaulan dengan teman dan teman yang berusia lebih kecil dari dirinya. Dampak Pada Anak. Setelah 2 tahun berlalu. dan gambaran ini diteguhkan 3 . goyah. aktivitas fisiknya menjadi lebih agresif untuk tahun pertama. Orang tua dari waktu ke waktu memperlihatkan sikap kasar terhadap anaknya. Tetapi sebaliknya. aktivitas bahasa lebih agresif. Manfaat Penulisan 1. Tahun pertama perceraian masa krisis yang paling sulit. Pada anak-anak keluarga retak. Main telah menemukan juga bahwa kelompok anak yang menjalin hubungan baik hanya pada satu orang tua saja. anak ini masih memperlihatkan aktivitas fisik yang menurun. Tugas akhir ini bermanfaat bagi orang tua untuk mengetahui sejauh manakah pengaruh perceraian itu terhadap perkembangan anak ? 2. Penegasan Istilah Anak yang Korban Perceraian.D. dapat menimbulkan keengganan relasi dengan orang dewasa lain. Bagi guru memberi pengalaman bagaimana mengatasi anak korban perceraian E. Namun setelah dua tahun situasi mulai pulih kembali. Meski anak ini agresif dalam berbicara namun ia tidak stabil. Namun tahun berikutnya anak ini kurang menampilkan kegirangan mereka lebih diselimuti perasaan cemas. juga emosi tidak terkontrol.

Menurut Mildrad B. Ainsworth menggambarkan sikap ini tidak ada keterikatan. kadang-kadang antusias dan malah menjauhi orang tuanya. kurang efektif dalam kegiatan dan lamban bergaul dengan temannya. Pengaruh Pada Anak. reaksi anak ambivalen. Sikap kerja sama. Parten (Save M Dagun. Kecenderungan anak bermain paralel. Bermain asosiasif. Bahkan ketika. 6. Kelompok ini akan mengalami stres. Keterlibatan anak bermain dengan temannya. 2. 5. 3. Jumlah waktu anak berada diluar rumah. 4 . Kecenderungan anak bermain sendiri. tertekan. Menurut Mary Ainsworth (Save M Dagun. otang tua kembali. 2. 2002 : 86) ada 6 kategori yang muncul ketika anak masuk dalam era berinteraksi dengan teman sebaya : 1. 4. Main dan Weston juga memperlihatkan ada kelompok ada anak yang tidak memberikan reaksi atas kepergian orang tuanya.pula dengan hasil penelitian Hess dan Camara. 2002 :85) menjelaskan bahwa sikap anak itu sebagai pertanda adanya terikatan kuat antara anak dengan orang tua.

Suka bertengkar. 2. Perkembangan sosial yang semakin meningkat pada anak tampak terlihat dalam keinginannya untuk memperoleh berbagai stimulus dari luar. 6. ada kecenderungan untuk 5 . 5. semakin kuat kecenderungan untuk terlibat kecenderungan bermain. Kecenderungan ini muncul adanya kebutuhan dalam dirinya untuk mengenal dimensi sosial yang lebih luas lewat kegiatan bermain. mendirikan 6 kategori yang berkembang pada anak usia pra sekolah ini dalam kaitan interaksi dengan teman sebaya : 1.3. ingin menjadi pemimpin atas temannya. Ia ingin mempengaruhi yang lain. Aktivitas bernada agresif semakin bertambah tetapi cenderung menurun setelah masa pra sekolah berakhir. Perasaan ketergantungan pada teman sebayanya lebih besar daripada teman sebayanya. Perasaan kompetisi bertambah. Setiap tingkat usia anak dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru ini memperlihatkan cara dan penyelesaian berbeda. Perasaan simpati dan perasaan semakin bertambah. Kelompok anak yang belum berusia sekolah pada saat kasus ini terjadi. Melalui bermain anak menyiapkan diri melatih berinteraksi dengan orang lain. 4. 2002 : 55). 3. Perkembangan Pada Anak Selanjutnya Hartup (Save M Dagun. semakin besar anak. Dalam perkembangan selanjutnya.

selalu ingin mencari ketenangan. 6 . Ia tinggalkan salah satu orang tuanya.mempermasalahkan diri bila ia menghadapi masalah dalam hidupnya. Bahwa anak usia belum sekolah akan lebih mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam situasi yang baru. Ia menangisi dirinya umumya anak usia kecil ini sering tidak betah. Anak ini sering dibayangi rasa cemas. Ia tidak akrab dengan orang tuanya. tidak menerima cara hidup yang baru.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Selama periode ini orang tua yang terlalu disibukkan atau yang emosinya terganggu dan seorang anak yang sedih serta banyak menuntut. sebagai masa ganggu serius terhadap hubunganhubungan orang tua dengan anak. Kesulitan dapat dimulai pada awal masa kanak-kanak dengan keterampilanketerampilan pergaulan yang buruk dan tingkah laku garang. Banyak ilmuwan sosial lain telah membuat penemuan-penemuan serupa tentang masalah-masalah tingkah laku diantara anak-anak dari perkawinanperkawinan yang bermasalah. yang menjurus pada penolakan oleh rekan sebaya. besar kemungkinannya menghadapi kesulitan untuk saling mendukung atau saling menghibur dan barang kali bahkan yang memperparah kesulitan masing-masing. karena terganggu oleh masalah-masalah 7 . Kalau dikumpulkan bersama-sama penelitian ini membuktian bahwa perceraian dan konflik perkawinan dapat menempatkan anakanak pada suatu lintasan yang menjurus pada masalah-masalah berat dikemudian hari. kurang bekerjasama dalam bermain dan mempunyai lebih banyak interaksi negatif dengan teman-teman bermain mereka dari pada anak-anak yang orang tua bahagia perkawinannya. Pengertian Perceraian Anak-anak diperkawinan orang tua yang menyedihkan. orang tua. Selama perpisahan dan perceraian orang tua dan juga 2 tahun pertama setelah perceraian tersebut.

penggunaan obat-obat terlarang dan tindakan kejahatan. Selain memberi asuhan yang buruk.mereka sendiri. termasuk nilai-nilai yang merosot. Ada pula sejumlah bukti. bahwa anak-anak dari keluarga-keluarga dengan tingkat konflik dan perceraian yang tinggi mengalami lebih banyak depresi. Salah satu studi yang dilakukan oleh Hetherington dari university of virginia menemukan bahwa laju masalah kesehatan mental yang secara teknis nyata hampir 3x lipat lebih tinggi pada kaum remaja dari rumah tangga yang bercerai bila dibandingkan dengan kaum remaja dari polusi pada umumnya. Ilmuwan sosial mengajukan berbagai macam teori mengenai sebab mengapa anak kecil dari keluarga yang penuh konflik mempunyai lebih banyak persoalan tingkah laku serta lebih banyak kesulitan dalam hubungan dengan teman sebaya. anak-anak itu larut. kecemasan dan menarik diri. Jadi. banyak anak dari keluarga-keluarga yang retak telah tersandung ke dalam sarang lebah malapetaka kaum remaja. banyak pakar berpendapat bahwa orang tua dalam perkawinan yang bermasalah menjadi contoh buruk bagi anak-anak mereka mengenai bagaimana bergaul dengan orang lain. Kurang waktu serta perhatiannya bagi anak-anak mereka. meskipun tidak begitu kuat. Pada awal masa remaja. tanpa terawasi menuju ke sebuah kelompok rekan sebaya yang lebih bandel. 8 . Ada yang menyarankan bahwa orang tua yang terlibat perselisihan dengan pandangan hidup mereka atau mantan pasangan hidup mereka kekurangan energi dan waktu untuk anak-anak mereka. tingkah laku seksual terlampau dini.

ngerumpi dan serangan fisik. mekerlah kecerdasan emosional anak mereka. Interaksi seperti bertengkar. Jika memperhatikan tingkah laku negatif yang terbuka oleh anak-anak yang sedang kami amati itu. Jahli psikologi E. Kenyataannya bahwa sebagian besar anak yang telah dewasa dari orang tua yang bercerai itu terasingkan dari sekurang-kurangnya salah satu orang tua dan minoritas cukup besar diantaranya terasingkan dari ke 2 orang tuanya. tingkah laku negatif dan anti sosial merupakan alasan penting mengapa anak-anak ditolak oleh 9 . Ahli lain mengamati reaksi stres nonverbal terhadap amarah dalam anak-anak umum 6 bulanan. mengernyitkan dahi mereka atau minta izin pergi. Mark Cummings yang mengamati reaksi anak terhadap perkelahian orang tua. mencatat bahwa lazimnya anak-anak menanggapi dengan menangis. Pada umumnya bila orang tua saling mendukung dan mengerti. anak-anak yang terusmenerus terkena permusuhan orang tua mereka barang kali akan menghadapi resiko-resiko yang parah. mengancam. Menurut pendapat saya merupakan sebab yang sah bagi keprihatinan masyarakat.Tidak dapat disangkal bahwa anak-anak menjadi sedih dan bila mereka menyaksikan perkelahian orang tuanya. seperti dari teman laki-laki atau teman wanita atau teman-teman sebaya. Tapi. Studi telah membuktikan bahwa. memberi sebutan jelek. itu berarti bahwa banyak anak muda ini sangat rentan terhadap pengaruhpengaruh diluar keluarga. bahkan anak-anak yang kecil bereaksi terhadap perselisihan dewasa dengan mengalami perubahan fisiologis seperti meningkatnya detak jantung serta tekanan darah. menutup telinga-telinga mereka. Berdiri termenung dengan tegang.

orang tua menjadi kurang dekat dengan anaknya. baik di dalam kelas dan ditempat lain diperoleh keterangan. Keadaan ini jauh berbeda dengan keluarga utuh yang orang tuanya bersikap tegas dalam mendewasakan anaknya. Akibat yang lebih jauh lagi dapat menjadi alasan penting terhambatnya perkembangan anak. Orang tua menjadi tegas lagi dan kurang melatih anaknya bersikap tanggung jawab. 2002 : 119) mengadakan tes pada kelompok yang belum usia sekolah pada saat terjadinya peristiwa perceraian. Hetheringtons menemukan bahwa konflik keluarga itu menimbulkan pengaruh terhadap sikap bermain anak. Anak berkembang tidak stabil terutama ketika bergaul dengan teman-temannya. 2002 : 120) mengamati perilaku bermain anakanak dari keluarga cerai dan keluarga utuh. Hetheringtons dan koleganya (Save M Dagun.teman-teman sebaya pada awal masa kanak-kanak kami juga tahu bahwa kegagalan seorang anak kecil untuk menjalin persahabatan merupakan indikator utama resiko seorang anak menderita masalah psikiatri. Peristiwa perceraian itu menimbulkan berbagai akibat terhadap orang tua dan anak. Masa ini aku terus berlanjut sampai anak menginjak masa remaja dan interaksi sosial sedikit terganggu pada masa dewasa. Setelah 2 10 . Hetheringtons (Save M Dagun. meski banyak waktu tersedia untuk itu. Pengaruh sampingan lain adalah terganggunya pergaulan dengan teman sebaya. Pada tahun pertama setelah perceraian. ternyata jelas dengan terjadinya perubahan sikap. Tercipta sebagai orang tua mereka tidak lagi memperlihatkan tanggung jawab penuh dalam mengasuh anak. Tes ini dilakukan pada waktu anak bermain dan pada saat berinteraksi sosial dengan teman.

mereka tampak kurang imajinatif. menciptakan keakraban bagi kedua orang tua. tidak lagi menerima kenyataan berkurangnya daya imajinasi anak pada saat bermain akan sangat berpengaruh pada perkembangan sosial dan perkembangan kognitifnya. Daya imajinasi jauh lebih penting dari pada sikap reaksi anak terhadap suatu respons. dan daya kreatif berkurang. Menurut Singger (Save M Dagun. Sebab hal baru dengan lincah dan dapat mengalihkan bentuk baru. kasus perceraian itu tetap membaca dampak dalam perkembangan sosial dan emosi anak. dan jeli menggunakan bahan yang tersedia ia menjadi ekspresif dalam rencana dan berbicara. Anak dari keluarga retak berbuah menjadi canggung menghadapi realitas sebenarnya. Keadaan ini bebeda dengan anak dari keluarga utuh yang tetap memperlihatkan kegairahan dan semangat. 11 . Meskipun demikian. yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Penggaruh ini akan tetap bertahan sampai 5 tahun berikutnya. Daya imajinasi pada saat bermain dapat dianggap sebagai faktor yang besar. Faktor yang paling berat dalam kasus perceraian adalah bagaimana memberikan pengaruh dan bagaimana memulihkan kembali hubungan yang baik dan stabil.bulan peristiwa perceraian itu berlalu. Mereka menerawang jauh. 2002 : 120) kemahiran berfantasi pada saat bermain sangat penting. dan perkembangan sosial. Kadang-kadang mereka mulai berfantasi yang tinggi-tinggi memimpikan menjadi orang tenar. perasaan. Kebiasaan mengunjungi masih penting bagi sebagian besar anak. Pengaruh orang tua dapat menciptakan kekuatan pada diri anak.

Perasaan terluka. sangat penting bagi orang tua untuk menolong mereka mengenali perasaan-persaan itu dan mengatasinya. dan lain-lain. penting bagi orang tua untuk tetap menyayangi dan mencintai anak-anak mereka walaupun perkawinan mereka telah berakhir. Untuk menolongnya mengatasi kehilangan tersebut. terabaikan dan tidak dicintai terus menetap dihati bahkan sampai mereka dewasa oleh karena itu. seperti menciptakan kehangatan. memberi dorongan sosial.Banyak para peneliti menemukan bahwa anak yang diasuh satu orang tua akan jauh lebih baik dari pada anak yang diasuh keluarga utuh yang diselimuti rasa tertekan. Seorang anak mungkin akan mengalami beberapa emosi yang umumnya selama dan sesudah perpisahan orang tuanya. rasa tidak puas. tidaklah selalu membawa dampak negatif. Semua ini merupakan pengalaman berharga bagi anak. Selain itu ayah ibu dan anak-anak lebih memahami banyak hal jika mereka juga terbuka kepada banyak orang. 12 . Ada penelitian baru-baru ini yang memperlihatkan suatu yang penting terjadi perubahan pola pandang dalam mengasuh anak yaitu menekankan kualitas dalam pertemuan dengan anak. keintiman. menanamkan norma susila. Oleh karena itu. marah. penting bagi orang tua untuk tetap menyayangi dan mencintai terus menetap dihati mereka bahkan sampai mereka dewasa. Sikap untuk menghindari suatu konflik. Beberapa anak tidak bisa terbatas dari dampak perceraian orang tuanya. maka peristiwa perceraian itu satu-satunya jalan keluar untuk memperoleh ketentraman diri. Perbedaan paham yang terus-menerus. Perceraian dalam keluarga.

2004 : 3) beberapa anak akan mengalami efek-efek yang merugikan harga dirinya sehingga mereka menganggap diri mereka sebagai anak yang “nakal” yang telah menyebabkan perceraian orang tua mereka. Bagaimana anak bereaksi terhadap perceraian orang tuanya sangat dipengaruhi oleh cara orang tua berperilaku sebelum. S. dan kasih sayang yang lebih besar untuk membantunya mengatasi kehilangan yang dialaminya selama masa sulit ini. selama dan sesudah perpisahan. 2006 : I) Perceraian dalam keluarga manapun merupakan peralihan besar dan penyesuaian utama bagi anak-anak akan mengalami reaksi emosi dan perilaku karena “kehilangan” satu orang tua. Ia akan sering merasa dirinya adalah seorang anak yang tidak beruntung dan kekurangan. 13 . kepekaan. Menurut Dodi Ahmad Fauzi. Ia akan menyalahkan dirinya sendiri atas perceraian orang tuanya dan berfikir bahwa ia tidak layak mendapatkan hal-hal baik dalam kehidupannya.Menurut Kelly Cole (Kelly Cole. pikiran dan harapan-harapannya. Mereka mungkin akan menunjukkan kesulitan penyesuaian diri dalam bentuk masalah perilaku. Anak akan membutuhkan dukungan. kesulitan belajar.Sos (Dodi Ahmad Fauzi. Hal ini terutama terjadi pada anak-anak yang lebih kecil cenderung egoisentris. segala sesuatu yang terjadi disekelilingnya disebabkan oleh perilaku. atau penarikan diri dari lingkungan sosial. Dalam pandangan seorang anak.

yang dapat dilalaikannya tanggung jawab baik oleh suami ataupun istri.istri yang akan bercerai. krisis akhlak. pelecehan dan keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri. masalah lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian adalah perzinahan. Dengan kata lain. dan adanya orang ketiga. 3. poligami yang tidak sehat. Perzinahan Di samping itu. Ketidakharmonisan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain.B. perceraian juga sering memperoleh landasan berupa krisis moral dan akhlak. berzinah. Faktor . misal mabuk.faktor penyebab perceraian antara lain adalah sebagai berikut : 1. istilah keharmonisan adalah terlalu umum sehingga memerlukan perincian yang lebih mendetail. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga Alasan tersebut di atas adalah alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami . 2. yaitu hubungan seksual di luar nikah yang dilakukan baik oleh suami maupun istri. 14 . Krisis moral dan akhlak Selain ketidakharmonisan dalam rumah tangga. 2006 : 4). penganiayaan. bahkan utang piutang. ada beberapa faktor . terlibat tindak kriminal.Faktor Penyebab Perceraian Menurut Dodi Ahmad Fauzi (Dodi Ahmad Fauzi. krisis keuangan.

4. 2. pasangan harus merefleksi diri untuk memahami masalah sebenarnya. Untuk mengatasi kesulitan akibat sebuah pernikahan tanpa cinta. sebaiknya diselesaikan secara baikbaik 4. untuk mengakhiri sebuah perkawinan adalah bahwa perkawinan mereka telah berlangsung tanpa dilandasi adanya cinta. 3. Saling menyayangi antara pasangan 15 . Adanya keterbukaan antara suami . 5.istri Berusaha untuk menghargai pasangan Jika dalam keluarga ada masalah. juga harus berupaya untuk mencoba menciptakan kerjasama dalam menghasilkan keputusan yang terbaik. Pernikahan tanpa cinta Alasan lainnya yang kerap dikemukakan oleh suami dan istri. Masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa. tapi percekcokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan pisah ranjang. Adanya masalah-masalah dalam perkawinan Dalam sebuah perkawinan pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Langkah pertama dalam menanggulangi sebuah masalah perkawinan adalah : 1.

Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Membantu Anak-Anak Pra Sekolah Mengatasi Dampak Perceraian ? Menurut Kelly Cole (Kelly Cole.BAB III PEMBAHASAN MASALAH A. Mungkin anak menyalahkan diri sendiri atas perceraian tersebut. Menunjukkan tanda kesedihan ketidakhadiran satu orang tua. d. Anak pra sekolah dan . e. Pemahaman : Anak usia pra sekolah mengetahui bahwa satu orang tua tidak lagi tinggal dirumah 2. dan kemurungan karena B. c. Anak pra sekolah bisa menjadi agresif dan marah kepada orang tua yang mereka salahkan. b. anak-anak bisa memiliki fantasi yang kaya tentang bersatu kembalinya orang tua. Mendapat lebih banyak mimpi buruk. Perasaan : a. 2004 : 16) anak-anak pada tingkatan ini sering kali bingung tentang penyebab perceraian. Karena anak pra sekolah berjuang dengan perbedaan antara fantasi dan realitas. Bagaimanakah Pemahaman dan Perasaan Anak Usia Pra Sekolah T entang Perceraian ? 1.

16 .

buku cerita juga dapat membantu anak kecil memahami perasaan marah. ledakan amarah dan kemanjaan. Mereka mungkin memiliki gagasan semacam “jika aku benar-benar baik. dan melakukan hal-hal yang manis untuk menyenangkan orang tuanya dengan harapan mereka kembali. sedih dan takut. ibu dan ayah akan kembali bersama lagi”. Beberapa anak menjadi agresif dan kasar. Anak harus belajar mengungkapkan amarahnya dengan cara yang lebih dapat diterima. Penting bagi orang tua untuk meyakinkan si anak bahwa perceraian bukan karena ulahnya. Orang tua harus waspada bahwa ini adalah mekanisme yang digunakan anak kecil untuk mengatasi trauma kehilangan satu orang tua. Orang tua yang mendisiplinkan anaknya dari perilaku agresif sebenarnya membantu anak merasa aman dengan menahan emosi yang membingungkan ini. Seperti berbicara dengan orang dewasa akan mengungkapkan lewat seni. Orang harus mengambil tindakan segera untuk membatasi perilaku semacam itu dan menerapkan langkah-langkah pendisiplinan yang tepat seperti yang akan mereka lakukan dalam keluarga yang normal. Orang tua sebaiknya mencari cara yang lebih sehat lagi bagi anak untuk mengungkapkan amarahnya. 17 .anak yang besar pada umumnya merenungkan hal ini dan kemungkinan menyalahkan diri sendiri karena “mengusir” orang tuanya. Tekanan perceraian juga dapat menyebabkan anak merespons dengan menunjukkan perilaku masa kecil seperti mengompol. Mereka dapat berubah menjadi sangat penurut. Membaca dari buku. Pada dasarnya. Meskipun perilaku semacam ini bisa menimbulkan frustasi.

tapi mereka harus ingat bahwa beberapa guru mengabaikan urusannya sendiri untuk memastikan agar anak-anak dari keluarga broken home mendapat cukup perhatian dan perbaikan. Guru dapat menjadi orang tua jika si anak mengalami perubahan perilaku kesulitan akademik. Jika orang tua dan guru dapat segera turun tangan.perilaku regresif membantu si anak mundur secara mental hingga ia dapat menghadapi emosional. Bantuan Apa yang Dapat Diberikan Guru ? Guru cukup berpengalaman dalam menangkap sesuatu yang salah dengan seorang anak. Beberapa orang tua mungkin akan menemukan kesulitan untuk mengatakan yang sejujurnya pada seorang guru. 18 . Bagi seorang guru dia harus menjaga kerahasiaan persoalannya. Guru dapat menyarati kelebihan seorang anak dan melibatkannya dalam bidang-bidang yang dikuasainya supaya dia dapat bekerjasama dengan orang tua untuk membentuk batasan bagi anak yang telah berlaku mengganggu di kelas sebagai akibat dari perceraian orang tuanya. C. mereka dapat membantu anak untuk menyesuaikan diri lebih baik terhadap perceraian tersebut.

marah. terabaikan dan tidak dicintai terusmenerus anak-anak mereka. Seorang anak mungkin akan mengalami beberapa emosi yang umum selama dan sesudah perpisahan orang tuanya. Si anak mungkin akan berfikir bahwa 19 . perasaan terluka. Si anak akan dapat menerima bahwa. orang tuanya yang “sempurna” bisa membuat kesalahan dan dia lebih mudah untuk menyalahkan dirinya sendiri akibatnya si anak terbebani dengan rasa bersalahnya. Bagi anak. dan membangun kesan diri yang negatif. Beberapa anak mengidolakan orang tuanya. walaupun perkawinan mereka telah berakhir. Oleh karena itu.BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Setelah penulis menerangkan tugas akhir ini penulis dapat menyimpulkan bahwa : 1. Untuk menolongnya mengatasi kehilangan tersebut. Ketika hal-hal tidak berjalan lancar diantara keduanya. kedudukan orang tua tidak tergantikan ketika satu orang tua pergi. 2. sangat penting bagi orang tua untuk menolong mereka mengenali perasaan-persaan itu dan mengatasinya. penting bagi orang tua untuk tetap menyayangi dan mencintai anak-anak mereka. Beberapa anak tidak bisa terbebas dari dampak perceraian orang tuanya.

B. Saran 1. 3. Bagi orang tua. Dia anak menjadi pendiam dan lesu dan sering melamun.orang tuanya tak lagi peduli dengannya. kesedihannya dapat diekspresikan dalam bentuk tangisan dan sikap murung. sebaiknya sebelum orang tua memutuskan bercerai. orang tua menemui psikolog atau berbicara dengan orang yang dianggap bisa memberikan solusi yang terbaik dan memikirkan apakah dampak akibat dari perceraian tersebut dapat diterima anak mereka ? 2. Orang tua sebaiknya memikirkan sejauh mana anak-anak terpengaruh perceraian orang tuanya ? 3. Beberapa tindakan ini hanya sebagian dari perwujudan betapa bahagianya anak-anak korban perceraian ini. antara orang tua dan guru dapat berkomunikasi dengan lancar agar si anak dapat menyesuaikan diri lebih baik terhadap perceraian tersebut. Di sekolah. Sebaiknya bila di sekolah. amarah ini bisa diekspresikan melalui tindakantindakan seperti : melempar benda-benda atau memukul temannya. 20 . Ini membuatnya merasa ditolak dan tidak dicintai.

Jakarta : Cipta Jakarta.Indonesia ). Mendampingi Anak Menghadapi Perceraian Orang Tua.com 21 .Indonesia. ( Anggota IKAPI ). Jakarta . Jakarta : Prestasi Pustakaraya. Perceraian Siapa Takut. 2006. Keluarga.DAFTAR PUSTAKA Hetherington. E Mavis (dalam buku Save M Dagun). Psikologi Cole Kelly. Jakarta . Comming E Mark. Fauzi Ahmad Dodi. Jakarta : Restu Agung ( Anggota IKAPI . 2002. 2004. www.gogle.

LAMPIRAN .LAMPIRAN 22 .

23 . Terkadang seorang ibu melarang anaknya untuk bertemu dengan ayahnya. Kesedihan orang tua yang bercerai sangat mempengaruhi perkembangan anaknya.BILA ORANG TUA BERCERAI Perceraian dialami berbagai macam manusia. Bila demikian halnya. Akibatnya. tetapi juga bagi orang tua yang tinggal bersamanya. jalan hidup anak telah terenggut oleh keputusan itu. Sikap orang tua yang cepat memutuskan menempuh jalan perceraian seringkali menunjukkan adanya semacam ketidakstabilan emosional pada dirinya. Baik bagi si ayah maupun si anak. Seorang ibu yang karena kehancuran hatinya. Situasi yang demikian dapat menjadi bumerang di kemudian hari. Anak dari orang tua yang bercerai cenderung dibesarkan dalam kondisi sosial yang kurang sehat daripada anak-anak dalam rumah tangga normal. Hal ini sangat berbahaya karena orang tua yang tidak nampak akan menjadi tumpuan terciptanya beraneka ragam khayalan pada anak. tetapi rata-rata terjadi pada mereka yang tidak bahagia dalam perkawinannya. tidak hanya bagi anak. bersikap acuh tak acuh terhadap suaminya yang datang menengok anak-anaknya. Anak yang orang tuanya bercerai mempunyai problem emosional tersendiri. situasi tersebut akan terasa menegangkan dan sangat tidak memuaskan. akan menyulitkan terciptanya hubungan ayah dan anak. anakanaknya juga akan ikut dihinggapi ketidakstabilan yang sama. Ia merupakan korban dari dua orang tua yang mempunyai problem dan kesulitan yang mereka kira hanya dapat dipechkan melalui perceraian.

dalam kasus ini adalah sang ibu. walaupun dia tahu bahwa tindakan yang dilakukannya itu tidak adil. Jadi. Tetapi jika orang tua mampu memberi pemahaman kepada anaknya tentang konflik yang mereka hadapi. pertentangan itu akan muncul kembali di hatinya. anak-anak yang orang tuanya bercerai lebih banyak terlibat dalam kenakalan dan kejahatan. secara individu atau kelompok. seorang ibu tidak ingin melihat ayah dari anaknya secara keseluruhan. Sejak dia memutuskan untuk bercerai. masing-masing pihak menimpakan kesalahannya pada pihak-pihak lawan. ketika sang anak menginginkan kembalinya sang ayah. meskipun tidak serta merta membebaskan mereka dari konflik.Penyelidikan para ahli telah membuktikan bahwa banyak anak yang terganggu jiwanya. Terkadang bisa ditunujukkan pula bahwa anak-anak dari hasil perceraian (bahkan dari perkawianan yang gagal) cenderung lebih mudah menemui kegagalan dalam kehidupan perkawinannya sendiri. Ada alasan kuat mengapa orang tua sangat sukar untuk bisa rujuk kembali. 24 . Biasanya. Mereka tak mungkin bersatu kembali karena suaminya tak bertanggung jawab atau tidak setia. kadang-kadang anak-anak tersebut akan dapat mengatasinya. dengan membesar-besarkan kesalahan pihak lawan dan maminimalkan kesalahan sendiri. dan banyak anak-anak nakal adalah anak-anak dari keluarga yang berantakan. Dia ingin menjelaskan kapada teman-temannya bahwa sang ayah dari anaknya itu orang yang sulit dan dia juga ingin agar anaknya percaya akan hal tersebut. Dia sukar memenuhi keinginan sang anak karena setelah melalui kegagalan tersebut.

Benyamin Spock dalam bukunya. sebelum perceraian terjadi. Dr. secara gamblang mengemukakan bahwa lasan lain mengapa seorang anak 25 . Sekarang mari kita pikirkan mengapa seorang anak ingin agar kedua orang tuanya yang bercerai itu bisa rujuk kembali. pengabdian yang terbagi (anak-anak dijadikan tameng atau perisai dalam pertengkaran orang tua). kesulitan dalam menentukan sikap pengabdian terhadap lingkungan baru (problem orang tua tiri). Mereka berpikir bahwa mereka masih membutuhkan kedua orang tuanya yang masing-masing memberi kepuasan batin tersendiri bagi si anak. atau karena orang tuanya hidup terpisah. Pikiran tentang kedua orang tuanya yang tak mungkin bersatu kembali itu sangat menakutkan mereka. Barangkali anak-anak setuju akan pendapat ibunya bahwa ayahnya memang salah. anak akan memperkecil kesalahan si ayah dengan harapan keduanya mau rujuk kembali.Anak dari orang tua yang bercerai seringkali adalah anak yang tidak mempunyai keyakinan diri karena situasi rumah yang tidak stabil. Anak-anak seperti ini. kurangnya keyakinan emosional. penghancuran terhadap ide atau cita-citanya. Ditambah lagi bila anak tersebut sering berpindah-pindah tempat tinggal karena alasan keluarga. “Raising Children In A Difficult Time”. setidak-tidaknya sampai ketika mereka akan menjadi terbiasa oleh perceraian dan segala konsekuensinya. telah biasa hidup dengan kedua orang tua mereka. Tetapi jika sang ibu terlalu membesar-besarkan. Berbagai akibat perceraian yang sering dijumpai misalnya kesulitan pendidikan dan ekonomi. kurang atau tidak adanya pengawasan dari orang tua. dan sebagainya.

Bahkan sebenarnya. yakni ayah yang dapat berkumpul bersama mereka setiap hari. Biasanya hal yang seperti ini timbul jika ayahnya tak dapat setiap hari berkumpul dengan mereka. tak ada proses khusus yang diterapkan. Bagaimanapun juga. Anggapan serupa ini seringkali dijumpai pada anak-anak yang mempunyai catatan kriminalitas. Mungkin sekali anak-anak menjadi marah kepada kedua orang tuanya karena mereka telah bercerai. karena mereka ingin memiliki seorang ayah seperti anak-anak lain. Pada umumnya. Anak menyerap semua yang 26 . Kebiasaan tersebut merupakan hasil dari satu proses yang diterapkan oleh orang tuanya dalam perkembangan kepribadian anaknya. tidak secara sembunyi-sembunyi. Sikap seperti ini pada dasarnya tidak berlawanan dengan cintanya terhadap sang ayah. Kemarahan ini harus dikeluarkannya secara langsung. Seorang anak mungkin secara tiba-tiba meminta pada ibunya untuk mencari seorang ayah baru baginya. yang menyandang bentuk fisik dan rohani yang sama dengan mereka berdua.menonjolkan orang tua yang hidup terpisah darinya karena perceraian adalah karena mereka tahu bahwa mereka adalah keturunan kedua orang tuanya. tetapi dengan kata-kata langsung. entah karena tugas ataupun karena perceraian. Jika salah satunya bersifat buruk. Dan keuntungan atau kerugian yang didapat anak-anak dalam kehidupan perkawinan kedua dari orang tuanya akan tergantung dari bagaimana pernikahan yang kedua itu sendiri berjalan. tidak ada anak yang dilahirkan dengan telah memiliki satu kebiasaan. mereka sendiri pun akan mengidap sifat buruk tersebut. kaum pria maupun wanita yang bercerai akan kawin lagi.

ada di sekelilingnya. Bila lingkungan baik. Bahan diedit dari sumber. Namun bila keadaannya tidak menguntungkan.284 27 . agresif serta cenderung malakukan hal-hal yang sifatnya destruktif. misalnya dalam situasi broken home di mana orang tuanya hidup berpisah. ia akan berkembang sebagai pribadi yang akan menghindarkan diri dari kehidupan normal. ia akan berkembang menjadi individu yang baik. Yogyakarta dan BPK Gunung Mulia. Jakarta 1987 : 281 . menjadi anti sosial. Judul buku Penulis Penerbit Halaman : Butir-Butir Mutiara Rumah Tangga : Alex Sobur : Kanisius.

- .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful