LAPORAN

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Matakuliah: EKOLOGI UMUM

Oleh: Ir. N U R M AN, MP.

PROGRAM STUDI AGRONOMI JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2008

67

LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM
Angkatan IV Telah diperiksa dan disetujui Oleh Coash Clinic SCL Universitas Hasanuddin Makassar, 30 Agustus 2007

Coach,

Coachee,

Dr.Ir. Yunus Musa, MSc NIP. 131 287 796

Ir. Nurman, MP. NIP. 131 803 219

Mengetahui, Ketua LKPP-Unhas ub.Kepala PKPAI-Unhas

Ir. Machmud Syam, DEA NIP. 131 637 597
68

...... Rencana Pembelajaran Matakuliah ................................................................................... 5.............................. Kompetensi Lulusan Kurikulum PS ....................................................................................................................................... 8............ Hal............... Kontrak Pembelajaran .............................................................................................................. Lembar Konsultasi................................................................................... Tabel Rencana Penilaian Kinerja Mahasiswa ............... 7.............................................................Daftar Isi No 1........................................................ 4..................................................................................... 6...........aman 1 2 3 5 16 36 42 Halaman Pengesahan ........ 2. Daftar Isi ............. 69 .....

b. Mengerti dan memahami tentang interaksi tanaman dan lingkungan c.KOMPETENSI Lulusan Program Studi KELOMPOK KOMPETENSI NO 1. Menguasai penerapan teknik-teknik pemuliaan tanaman d. 4. Menguasai penerapan teknik-teknik perlindungan tanaman yang berorientasi ramah lingkungan Menguasai secara aktif pengoperasian komputer √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 70 ELEMEN KOMPETENSI b c d e 2. Menguasai penerapan teknik-teknik budidaya tanaman c. Menguasai penerapan teknik-teknik produksi benih dan pengelolaannya untuk menghasilkan benih bermutu e. Mampu berkomunikasi secara efektif a. etika. Mengerti dan memahami tentang hubungan anatara tanaman dan iklim a. Menjungjung tinggi norma. RUMUSAN KOMPETENSI a a. Mampu berkomunikasi secara efektif. Menguasai penerapan teknik-teknik perencanaan. . tata nilai. Mengerti dan memahami sain dasar b. dan perencanaan pengelolaan lanskap f. agama. moral. KOMPETENSI UTAMA 3. Menguasai penerapan sain dasar dalam bidang pertanian b. dan tanggung jawab profesional. Menguasai penerapan teknik-teknik pengaturan tanaman untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan g. desain.

12. pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya 71 . 7. KOMPETENSI PENDUKUNG 8. landasan kepribadian. baik sebagai pimpinan maupun sebagai anggota dalam tim kerja Kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan kerja Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengelaman yang diperoleh selama menempuh studi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ ELEMEN KOMPETENSI: a. Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat dilingkungan kerja b. d. 6. e.5. KOMPETENSI LAINNYA a. Mampu untuk mengembangkan diri dan mampu berfikir logis dan analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional Kemampuan dalam penguasaan bahasa Inggeris Kemampuan dalam penguasaan sofware dan hardware computer Kemampuan bekerjasama. 9. 10. b. c. sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. penguasaan ilmu dan keterampilan. kemampuan berkarya. 11.

dan Cara-cara pendekatan Ekologis Indikator Penilaian . terbentuknya kelompok dan memilih ketua kelompok Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi. dan kemutakhiran bahan pustaka . Materi Pembelajaran Kontrak perkuliahan dan rencana pembelajaran Pengertian Ekologi.Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh.RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK NAMA MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM Kompetensi Utama Kompensi Pendukung Kompetensi lainnya : Mengerti dan memahami sain dasar : Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) : Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi Bentuk Pembelajaran Kuliah. Bobot Nilai (%) Minggu Ke: 1 2.Menyebutkan dngan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian 5% 72 . DL Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Tata tertib perkuliahan. dan Diskusi Kuliah + Tugas Kajian Pustaka. Ruang Lingkup. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian.

dekomposisi. Materi Pembelajaran Konsep Sistem dan Ekosistem.Minggu Ke: 3-4. Dekomposisi.Membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan disertai contoh . Komponen Ekosistem. Proses produksi. Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Memahami konsep sistem dan ekosistem.Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis . Struktur Ekosistem. Struktur ekosistem darat dan air.Menjelaskan dengan tepat proses Produksi. Manfaat dekomposisi di dalam ekosistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi biologis Indikator Penilaian . dan CL. Proses Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentase + SGD. Komponen ekosistem. organisme yang terlibat dalam dekomposisi bahan organik dan manfaatnya dalam ekosistem disertai contoh Bobot Nilai (%) 12% 73 .

dan Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. Pengertian Produktivitas Primer.Dapat memberikan contoh tentang perubahan bentuk energi . netto.Mendefinisikan dengan tepat tentang energi disertai contoh . Bruto. dapat membedakan produktivitas primer. Lingkungan Energi. Dapat mendefinisikan kualitas energi. Jaring Makanan. dan sekunder. dan sekunder dan disertai contoh . Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem.Mendefinisikan dengan tepat kualitas energi .Minggu Ke 5-6 Materi Pembelajaran Pengertian Energi.Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramida ekologi dalam ekosistem . Struktur Trofik dan Piramida Ekologi. bruto. bruto. Kualitas Energi. 16% 74 . Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. CL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan tentang Energi. Indikator Penilaian .Membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Bobot Nilai (%) Tingkat Trofik. DL. Netto. netto.Memberikan satu contoh untuk menjelaskan konsep daya dukung .Dapat memberikan contoh mekanisme rantai makanan dalam ekosistem . Rantai Makanan. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi.Ketepatan dalam menjelaskan pengertian produktivitas primer. Dapat menjelaskan perilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. dan Sekunder.

Indikator Penilaian . Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi.Menyebut dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dan dilengkapi dengan contoh-contoh . hubungan lingkungan dan organisme Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. .Minggu Ke 7-8 Materi Pembelajaran Faktor pembatas dalam ekosistem.Menerangkan dengan jelas disertai contoh hubungan organisme dan lingkungannya . Taraf toleransi nisbi suatu organisme.Dapat menyebut 9 unsur hara makro dan 6 unsur hara mikro serta fungsinya untuk pertumbuhan organisme Bobot Nilai (%) 12 % 75 . CL. Hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Faktor lingkungan.Menyebut dengan tepat minimal 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organosme . dan CS Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh.Menerangkan dengan tepat 5 azas tambahan hukum toleransi Shelford disertai contoh .Menyatakan taraf toleransi nisbi suatu organisme terhadap lingkungan atau makanan dengan mempergunakan kata awalan steno dan eury dan disertai contoh . Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme.

Membuat sketsa/bagam dengan tepat dan menjelaskan siklus karbon. siklus sulfur Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Dapat memahami siklus karbon dan air. SGD.Ketepatan menjelaskan pengertian siklus biogeokimia disertai contoh .Menyebutkan dengan tepat jenis mikroba yang berperan dalam siklus karbon.Ketepatan menjelaskan komposisi udara yang dianggap sudah tercemar disertai contoh . siklus Nitrogen. siklus fosfat. siklus fosfat. Pencemaran udara. fosfat. nitrogen dan sulfur Bobot Nilai (%) 8% 76 . CL. dan sulfur dari sunber pustaka yang mutakhir . Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. siklus air dan karbon. air. siklus nitrogen. fosfat. Dapat memahami pencemaran udara.Minggu Ke 9 Materi Pembelajaran Siklus biogeokimia. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia Indikator Penilaian .

PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan populasi. Dapat memahami konsep laju instrissik.Membedakan dengan jelas kerapatan kotor dan kerapatan ekologis disertai contoh . Laju instrinsik.Menjelaskan dengan tepat faktor yang mempengaruhi berkembangnya populasi . Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi Indikator Penilaian . CL. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. fluktuasi dan Pertumbuhan populasi Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.Minggu Ke 10 Materi Pembelajaran Sifat populasi. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi . 77 . Kepadatan populasi. Natalitas.Mendefinisikan dengan tepat pengertian populasi disertai contoh . Mortalitas.Menghitung tingkat natalitas dan mortalitas dengan rumus dan contoh . Dapat menjelaskan perkembangan populasi. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. DL.Menjelaskan dengan tepat tentang fluktuasi populasi Bobot Nilai (%) 10.Menjelaskan dengan tepat disertai rumus tentang konsep laju instrinsik.Mempraktekkan dan menjelaskan 5 metode dengan tepat untuk mengukur kepadatan populasi . Penyebaran umur dan pertumbuhan alami. SGD. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. Konsep laju.5% pada ekosistem.

SGD. CL. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. Pola-pola penyebaran.Menyebutkan dan menggambar pola-pola penyebaran populasi . Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. dan PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menjelaskan dentitas populasi. Pengumpulan agregasi dan asas Allee.Menjelaskan dengan benar pentingnya optimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Bobot Nilai (%) 9% 78 .Menjelaskan dengan tepat metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggorombolan populasi .Menerangkan dengan tepat penyebab pengolompokan populasi dan memahami asaz Allee disertai contoh . sifat dan cara hidup Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. DL. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Indikator Penilaian . Pembagian energi.Minggu Ke 11 Materi Pembelajaran Aksi densitas independen dan densitas dependen.Meyebutkan dengan tepat sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial organisme misalanya burung menurut niche . isolasi dan teritorialitas.Menerangkan dengan jelas aksi dentitas independen .

dan parasitisme.Membedakan dengan jelas setiap tipe-tipe interaksi antara jenis . koperasi.Minggu Ke 12 Materi Pembelajaran Tipe-tipe interaksi antara 2 jenis organisme. Dapat membedakan tipetipe interaksi antara jenis. Dapat menjelaskan peranan komensalisme. dan herbivori. Kompetisi interspesifik dan koeksistensi. koperasi. parasitissme dan herbivori dalam ekosistem disertai contoh. dan mutualisme Bobot Nilai (%) 9% 79 . Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi. DL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis. predasi. SGD.Menjelaskan secara singkat dan tepat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi disertai contoh .Menyebutkan dengan tepat 9 tipe interaksi antara jenis disertai contoh . CL.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi alelopati.Membedakan dengan tepat predasi dan parasitisme disertai contoh . . predasi. dan mutualisme Indikator Penilaian . koperasi.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi komensalisme. Peranan allelopati. Peranan komensalisme. dan mutualiasme Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. parasisitisme. herbivori. predasi. Dapat menjelasskan peranan alelopati.

Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas. Dapat membedakan ekotone dan edge effect.Membedakan secara tepat ekotone dan edge effect .memadukan biologi populasi dan pengetahuan ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. CL. niche ekologi.5 % 80 . Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas. dan guild disertai contoh. DL. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. SGD. Struktur ekosistem dalam abad-abad yang silam. Indikator Penilaian .Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai peranan genetik dalam komunitas . dan guild.Minggu Ke 13. Keanekaragaman jenis dan polanya di dalam komunitas. Materi Pembelajaran Konsep habitat. Pengertian dan peranan edge effect. niche ekologi. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai hubungan komunitas terhadap gradien geografik .Menyebutkan dengan tepat 2 komponen konsep keanekaragaman jenis . . Pengetian dan peranan ekotone. . PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat membedakan konsep habitat. dan guild. komunitas di dalam ekosistem yang utuh.Membedakan konsep dengan tepat tentang habitat. Hubungan populasi dan komunitas terhadap gradien geografik. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik. niche ekologi.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai struktur komunitas pada abad yang silam Bobot Nilai (%) 10.Menyebutkan dengan tepat 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas dalam waktu yang singkat. Kajian populasi.

sere. Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. DL. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan suksesi. Allogenik dan Autogeneik.Membedakan dengan tepat dan lancar suksesi allogenik dan suksesi autogenik disertai contoh . dan klimaks. Materi Pembelajaran Suksesi. Indikator Penilaian . Suksesi heterotropik. Seleksi kualitatif dan kuantitatif.Mendefinisikan dengan tepat istilah suksesi. Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder. Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik. Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. CL. SGD.Minggu Ke 14. sere.Membedakan dengan tepat suksesi primer dan suksesi sekunder disertai contoh . dan klimaks disertai contoh . Konsep klimaks.Menerangkan dengan tepat dan lancar jenis-jenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Bobot Nilai (%) 4% 81 .

Menjelaskan dengan tepat dan lancar tentang seleksi buatan dan seleksi alami dan disertai contoh . Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria Indikator Penilaian . SGD. Dapat menerangkan koevolusi.Menjelaskan dengan tepat sifat-sifat khas wilayah estuaria- Bobot Nilai (%) 4% 82 . Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami.Menjelaskan dengan tepat pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi disertai contoh .Minggu Ke 15 Materi Pembelajaran Evolusi biosfir. CL.Menerangkan dengan tepat terjadinya evolusi biosfir disertai contoh . Seleksi alamiah dan seleksi buatan.Membedakan dengan tepat tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika . Relevansi perkembangan ekosistem dan teori evolusi biosfer terhadap ekologi manusia. Koevolusi. Komposisi vegetasi pada berbagai ketinggian. Membedakan tipe hutan tropika dan hutan musim tropika. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir. Sifat khas wilayah estuaria Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.

MP. Sruktur ekosistem darat dan air. pengertian penerapan dan ekosistem dekomposisi. Nurman. dekomposisi. 5. JUMLAH PESERTA : 26 orang (2-4) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan dapat membedakan istilah ekologi dan ekonomi. ekologi dan ekologi menyebutkan perairan organisme membedakan dalam bidang komponen disertai yang terlibat dengan tepat pertanian ekosistem contoh (2%) dalam baik dari segi dekomposisi istilah (1%) stratum bahan ekonomi dan maupun segi organik dan ekologi biologis manfaatnya (2 %) dalam (5 %) ekosistem disertai contoh (5 %) No NIM Nama Mahasiswa 1. manfaat dekomposisi di dalam eksistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi (12 %) Ketepatan Menyebutkan Kemutakhiran Mendefinisikan Membedakan Menjelaskan struktur dengan tepat penjelasan dengan tepat daftar pustaka dengan tepat konsep sistem ekosistem proses tentang satu contoh (2%) dan ekosistem darat dan Produksi.NAMA MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM KODE/NAMA DOSEN : Ir. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. 4. Proses produksi. 6. 2. (5 %) Memahami konsep sistem dan ekosistem. H Idar Badaruddin Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari 83 . 3.

14. 15.7. 10. 16. 22. 13. 25. 17. 8. G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi Arminingsih M. 20. 18. 23. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. Shaleh Mardhiyah Reski Ramadhany Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 84 . 21. 12. 24. 11. 19. 9. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 26.Moh.

4. M. NIM 1. Rifki Z 85 . 10. (16 %) Mendefinisikan Dapat Ketepatan Dapat Mende Menerang Memberi Membuat dengan tepat memberikan dalam memberikan finisika kan dengan kan satu klasifikasi tentang contoh contoh menjelaskan n tepat contoh ekosistem tentang energi rantai pengertian dengan struktur untuk berdasarkan perubahan disertai produktivitas makanan tepat ekologis menjelas energi contoh (2 %) bentuk dalam primer. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. kualitas dan kan (2 %) energi ekosistem bruto. netto. bruto. 14.Moh. Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. energi piramida konsep (2 %) dan sekunder (2 %) ekologi daya (2%) dan disertai dalam dukung contoh (2 %) ekosistem (2%) (2 %) No. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 2. netto. dan sekunder. 13. 6. 3. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A.(5-6) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa Dapat mendefinisikan tentang Energi. 8. Dapat menjelaskan prilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. 9. Dapat mendefinisikan kualitas energi. 7. H Idar B. 5. dapat membedakan produktivitas primer. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. dan Dapat menjelaskan konsep daya dukung. 11. 12.

18. 20. 16. 23. G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. Shaleh Mardhiyah Reski R. 19. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 86 . 26. 22.15. 21. 17. 25. 24.

11. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi. 10. 9. 7. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme (12 %) Menerangkan Menyebut 9 Menyebut Menerangkan Menyatakan Menyebut dengan jelas unsur dengan dengan tepat taraf toleransi dengan tepat disertai contoh hara makro tepat hukum 5 azas nisbi suatu minimal 4 hubungan dan 6 unsur minimum tambahan organisme faktor organisme dan hara Leibig dan hukum terhadap lingkungan lingkungannya mikro serta hukum toleransi lingkungan atau yang fungsinya toleransi Shelford makanan mempengaruhi (2 %) untuk Shelford dan disertai dengan pertumbuhan pertumbuhan dilengkapi contoh (2 %) mempergunakan dan organisme dengan kata awalan perkembangan (2 %) contohsteno dan eury organosme contoh (2 %) dan disertai (2%) contoh (2 %) No. 8. M. 5. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 3. H Idar B.(7-8) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. Darmawan 87 . 4. 2. 6. NIM Nama Mahasiswa 1. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya.

17. 21. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 88 . 26. 14. Shaleh Mardhiyah Reski R. 15. 13. 24. 25. G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Ihsan Arhan Risqa Andika A. 23.Moh. 16. 22. 20. 19. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 18.12.

9. 4. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. Dapat memahami pencemaran udara. 13.Moh. 8. H Idar B. Dapat memahami siklus karbon dan air. siklus fosfat. nitrogen dan disertai sudah tercemar siklus karbon.5 %) disertai contoh fosfat. 7. 15. NIM Nama Mahasiswa 1.5 %) contoh (1. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 11. dan sulfur dari (1. 5. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik 89 . sulfur (2. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia (8 %) Ketepatan Ketepatan Membuat Menyebutkan dengan tepat menjelaskan menjelaskan sketsa/bagam jenis mikroba yang pengertian siklus komposisi udara dengan tepat dan berperan dalam siklus biogeokimia yang dianggap menjelaskan karbon. 2.5 %) No. 10. fosfat.5 %) sunber pustaka yang mutakhir (2. 6. 3. air.9) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. siklus nitrogen. 12. M. 14. 16.

21. G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rezal M. 22. 26.17. 20. 23. 19. Shaleh Mardhiyah Reski R. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 90 . 18. 25. 24.

Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. 11. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi (10. 4. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika 91 . Dapat memahami konsep laju instrissik.5 %) No. 12. 6. NIM Nama Mahasiswa 1. 5. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. M. H Idar B. 7. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. 9. 10. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.(10) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat mendefinisikan populasi. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. 3. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 Erwin Indrajit Sulaik Abd.5 %) Mendefinisikan Membedakan Mempraktekkan Menghitung Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas dan tingkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat tentang pengertian kerapatan menjelaskan 5 natalitas dan faktor yang disertai fluktuasi mempengaruhi rumus populasi dan kotor dan metode dengan mortalitas populasi berkembangn tentang disertai contoh kerapatan tepat untuk dengan pada ya populasi ekologis mengukur rumus dan konsep laju (1 %) ekosistem. Dapat menjelaskan perkembangan populasi. 8. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. 2. (1.5 %) (1 %) penyebaran contoh (2 %) populasi (2 %) (1 %) umur dan pertumbuhan populasi (1. 13. disertai kepadatan contoh instrinsik.

26. 19. Shaleh Mardhiyah Reski R. 17. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 92 . 23.14. 16. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 24. G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 A. 21.Moh. 15. 18. 22. 25. 20.

Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. M.Moh. 11. 10.5 %) misalnya untuk (1. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A.5 %) (1. 13. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi (9 %) Menerangkan Menyebutkan Menjelaskan Menerangkan Meyebutkan Menjelaskan dengan jelas dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan benar aksi dentitas menggambar metode untuk penyebab sebab-sebab pentingnya independen pola-pola menentukan pengolompokan terjadinya optimasi penyebaran tipe tata ruang populasi dan isolasi dan energi (1. 6. 2. NIM Nama Mahasiswa 1. 5. Rifki Z 93 .5 %) populasi dan derajat memahami klasifikasi serta dengan tepat penggorombolan asaz Allee teritorial penambahan populasi disertai contoh organisme waktu (1. 8.5 %) burung reproduksi menurut (1 %) niche (2 %) No. Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. 7. 4. 12.(11) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menjelaskan dentitas populasi. 9. 14. 3. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. H Idar B.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. Shaleh Mardhiyah Reski R. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar

94

(12) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis; Dapat membedakan tipe-tipe interaksi antara jenis; Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi; Dapat menjelaskan peranan alelopati, predasi, parasisitisme, dan herbivori; Dapat menjelaskan peranan komensalisme, koperasi, dan mutualisme (9 %) Menyebutkan Membedakan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas secara singkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat 9 tipe setiap tipe- dan tepat predasi dan dan lancar dan lancar interaksi tipe interaksi tentang parasitisme peranan tipe peranan tipe antara jenis antara jenis kompetisi disertai interaksi interaksi komensalisme, disertai interspesifik contoh (1 %) alelopati, (1,5 %) koperasi, dan contoh dan predasi, mutualisme koeksistensi parasitisme (1,5 %) disertai dan herbivori (1,5 %) contoh dalam ekosistem (1,5 %) disertai contoh. (2 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009

Erwin I
Sulaik Abd. H

Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan Arhan Risqa A.
A.Moh. Rifki

95

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka M.K
Devi Sumarlik

Rezal M. S. Mardhiyah Reski R. Walies M S Ary M Riska D Sari Fera A Jumriani A
Dian Ekawaty

Akbar

96

10. (1. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.5 %) geografik (1. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. 15.(13) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat membedakan konsep habitat.5 %) dalam waktu hubungan peranan struktur guild disertai yang singkat.5 %) Membedakan Menyebutkan Menyebutkan Menjelaskan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan konsep dengan tepat 2 dengan tepat 8 secara secara secara tepat secara Nama dengan tepat komponen keanekaragaman singkat dan singkat dan ekotone dan singkat dan Mahasiswa tentang konsep pola di dalam tepat tepat tepat edge effect habitat. Darmawan G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Ihsan A Risqa A. Rifki Rifka M. (10.5 %) 1. dan guild. 97 . 12. dan jenis (1. niche keanekaragaman komunitas mengenai mengenai mengenai (1%) ekologi. 3.5 %) (2 %) No NIM . Dapat membedakan ekotone dan edge effect. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas. 14. komunitas genetik komunitas contoh. niche ekologi.5 %) gradien komunitas yang silam (1.Moh. 5. 7. 8. A. 6. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin I Sulaik H Idar B. M. 2. 4. 13. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik. 9. Muh Taufik Hendarto R. 11.K Devi S. 16. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas. terhadap dalam pada abad (1.

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R.
Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

98

(14) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat mendefinisikan suksesi, sere, dan klimaks; Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik; Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder; Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.(4 %) Mendefinisikan Membedakan Membedakan Menerangkan dengan tepat dan dengan tepat dengan tepat dan dengan tepat lancar jenis-jenis klimaks dan istilah suksesi, lancar suksesi suksesi primer dan faktor-faktor yang sere, dan klimaks allogenik dan suksesi sekunder mempengaruhinya (1 %) disertai contoh suksesi autogenik disertai contoh disertai contoh (1 %) (1 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

(1 %)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015

Erwin I
Sulaik H Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan A Risqa A.
A.Moh. Rifki

Rifka M.K
Devi S.

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R. 99

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

100

Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria (4 %) Menerangkan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat denga tepat dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat terjadinya lancar tentang tipe hutan hujan pengaruh sifat-sifat khas evolusi biosfir seleksi buatan tropika dan altitude wilayah estuaria disertai contoh dan seleksi hutan musim terhadap (0. Rezal M. Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami.5 %) alami dan tropika (1%) komposisi (1%) disertai contoh vegetasi disertai contoh (1. 3. 5. Dapat menerangkan koevolusi. A. 12. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 Erwin I Sulaik H Idar B.K Devi S. 11. 4. 10. Darmawan Ihsan A Risqa A. 2. S. 18. 13.5 %) (1 %) No. Mardhiyah 101 . 8. M. Rifki Rifka M. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. 16. 7. Muh Taufik Hendarto R. 14. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 6. 15.Moh. NIM Nama Mahasiswa 1. 9. 17.(15) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir.

25. 23. 24. 20. G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Reski R. 22. 26. 21.19. Walies M S Ary M Riska D S Fera A Jumriani A Dian E Akbar 102 .

siklus biogeokimia.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama Matakuliah Kode Matakuliah Pembelajar Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat : Ekologi Umum : 206 G113 : Ir. Matakuliah ekolgi umum membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep ekologi dan ekosistem dalam bidang pertanian. ekosistem. proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 3. struktur ekosistem darat dan air. Mampu menerangkan struktur dan piramida ekologi. faktor lingkungan. 6. Mampu mendefinisikan energi. MP. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mampu menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem dan mengkasifikasi ekosistem menurut energi. Mampu memahami konsep sistem dan ekosistem. proses dekomposisi. dan 2. faktor pembatas pertumbuhan. : III : Kamis/11. dinamika populasi dalam komunitas. energi dalam ekosistem. DESKRIPSI MATAKULIAH Pengetahuan dasar mengenai ekologi yang bersifat umum. produktivitas dan menjelaskan perilaku energi sesuai penerapan hukum Thermodinamika I dan II dalam ekosisstem 4. 5. dan konsep daya dukung dalam ekosistem. 3. mempelajari hubungan organisme lingkungannya.00 : PB 523 1. Nurman. dan perkembangan ekosistem. produksi ekosistem. Mampu menjelaskan pengertian ekologi dan penerapan ekologi dalam bidang pertanian 2. MANFAAT MATAKULIAH Matakuliah ini merupakan matakuliah dasar sebagai prasyarat matakuliah ekologi tanaman. kualitas energi. Mampu menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford serta taraf toleransi nisbi dari suatu organisme 103 .20 – 13.

Mampu menjelaskan pengertian suksesi. Mampu menjelaskan dentitas populasi. MS. dan guild. 13. Prof. Ir. klimaks.Hj. sebab-sebab terjadinya isolasi dan kalsifikasi teritorial serta pentingnya estimasi energi untuk reproduksi. MP = RF 4. Laode Asrul. Sennang. MP = AD 5.Ir. MS = AA 2. Mampu menerangkan terjadinya evolusi biosfir dan hubungan altitude dengan komposisi vegetasi Dosen : Matakuliah ini terdiri atas 2 kelas paralel (A dan B) Kelas A : 1.Dr. Hari Iswoyo. pertumbuhan dan perkembangan populasi. Dr. dan penyebaran umur populasi.Amirullah Dachlan. MP. Hernusye C. Nurman. 12.. niche ekologi. laju intrinsik.Ir. Ir. Dr. MS = DD 3. Rafiuddin. Mampu menjelaskan konsep habitat.Dr. Hj. Dr.Ir. 10. = NM Kelas B : 1.Ir. peranan genetik dalam komunitas 15. Msi = KD 104 .Ir. azas Allee. Dahliana D. = NS 2. siklus karbon dan air. = HC 3. Hj. tipe tata ruang. MP = LA 5. dan fakror-faktor yang mempengaruhinya 16. SP. Ir. L. Mampu memahami pencemaran udara.7.Dr. Mampu memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia 11.Ir. Mampu menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya 9. 14. Kaimuddin. Prof. Mampu menyebutkan 9 tipe interaksi antar jenis organisme dan fungsinya serta membedakan sifat antar jenis tersebut. sere. Ambo Ala. penggerombolan populasi.H. MA = HI 4. Mampu menjelaskan 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme 8. pengertian siklus biogeokimia. Nadira R.MSc. Prof. siklus hara. Mampu mendefinisikan dan menjelaskan sifat-sifat populasi.

Konsep Sistem dan Ekosistem 05. Pola Penyebaran. PETA KEDUDUKAN MODUL 13. 105 . Pengertian ekologi. Sifat Populasi. Tipe-tipe interaksi antar 2 Organisme 10. S dan P 06. Populasi Dalam Komunitas. dan Guild.4. Produksi dan Dekomposisi Dalam ekosistem 01. hubungan populasi dan komunitas 11. Siklus Air. dan Tingkat Trofik. Rantai Makanan. Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi 08. Faktor Pembatas Ekosistem 07. niche ekologi. Suksesi dan Konsep Klimak 14. Aksi densitas. Evolusi Biosfir dan Komposisi Vegetasi 12. Agregasi. CO2. Pengertian Energi dalam Ekosistem 02. 03. Azas Allee. Konsep habitat. Siklus Biogeokimia. Faktor Lingkungan 04. N2. Isolasi dan Teritorialitas 9.

Palenewan. 6. A. Lephas Unhas. baik dari kuliah. 1985. 1970. 1985. Suwondo.M. J. Lephas Unhas. 1971. MATERI/BAHAN BACAAN 1. TUGAS 1. Riyanto. . Fundamental of Ecology. Suwondo.Inc. dipadu dengan metode Collaborative/ Cooperative Learning (CL). Mac. dan presentasi dituliskan dalam dokumen fortofolio matakuliah ini. Nurkin. H. 2. Hatta. P. Ujung Pandang 4. Nurkin. Nur Rahman. J. R. (CS) dengan Sedang tugas-tugas perorangan digunakan metode kombinasi kuliah interaktif dan metode PBL.H. P.P. kajian pustaka. Jan Renwarin. London 2. Dokumen pengalaman belajar mahasiswa. Jodjo. Jan Renwarin. A. Hatta. STRATEGI PEMBELAJARAN Matakuliah ini menggunakan metode ceramah yang interaktif.M. M. Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tuga-tugas yang diberikan dan dikumpul sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.L. Ekologi Dasar 2. H.New York. Palenewan. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Small Group Discussion (SGD). Communities and Ecosystem. Kleden. Saunders College Publishing. Buku bacaan materi kuliah telah dibaca oleh mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan. Ujung Pandang 3. Dan lain-lain 7. Jodjo. Discovery Learning (DL) dan Problem Based Learning (PBL) atau Case Study pemberian tugas-tugas pada setiap topik yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. dan G. 106 . E.Millan Publiching Co. B. M. Kleden. 5. Wiltaker. Ekologi Dasar 1. Nur Rahman.L. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Delmi. Perkembangan kemajuan peserta dipantau melalui aktivitas tutorial dan presentase di depan kelas. Riyanto. Odum. Delmi. dan G. B.5.

dan E) berdasarkan PAP A = > 85 B = > 70 – 85 C = > 60 – 70 D = > 50 – 60 E = < 50 9. Mahasiswa wajib membawa minimal satu buku teks Ekologi Umum yang relevan 107 . D.8. penjelasan/uraian yang tepat dan kemutakhiran bahan pustaka (20 %) 2. Mahasiswa harus berpakaian rapih dan pakai sepatu (tidak pakai baju kaos bundar leher) 2. C. dan kemampuan analogi (25 %) Penentuan nilai akhir (A. KRITERIA PENILAIAN Kriteria yang dinilai pada matakuliah ini adalah: 1. NORMA AKADEMIK 1. Ketepatan pemakaian konsep dan disertai contoh. Kreativitas dan kerja sama tim pada prsentasi (25 %) 3. Kejelasan pemakaian contoh-contoh. ketelitian. B. Kelengkapan isi dari tugas-tugas yang diberikan dan kemampuan menyelesaikan Problem Set dan disiplin (30 %) 4.

12. Perkembangan Ekosistem. dan Cara pendekatan Ekologi Konsep Sistem dan Ekosistem. Niche. dan Teritorialitas Tipe-tipe Interaksi antara 2 Jenis Organisme/Populasi Konsep Habitat. 8. Lingkungan Energi. 6. Siklus CO2. 10. 4. 16. 5. P. Guild dan Komunitas Suksesi dan Konsep Klimaks Evolusi Biosfir. dan Produktivitas Ekosistem Rantai Makanan. Air. Isolasi. 9. 15. Konsep Laju Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi Aksi Dentitas. Pengumpulan. dan S Sifat Populasi. 3. Komponen dan Struktur Ekosistem. 14.10. N. Hukum Leibig dan Shelford dalam Ekosistem Faktor Lingkungan dan hubungan Organisme dengan Lingkungan Siklus Biogeokimia. dan Komposisi Vegetasi Uji Kompetensi dan Remedial Topik Bahasan Metode SCL Kuliah Interaktif Kuliah Interaktif dan kelompok Klh Interaktif + Tutorial Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interkatif + Presentasi/SGD Klh Interaktif + Presentasi/SGD/CL Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interaktif + SGD/PBL Klh Interaktif +Presentasi + SGD?DL Klh Interaktif + CL Klh Interaktif+ Presentasi + SGD/PBL Klh Interaktif + Presentasi + SGD Klh Interaktif + Presentasi + SGD/CL Problem Solving Presentasi Dosen DD/Tim DD NM NM DD NM DD NM LA LA LA LA KD KD KD TIM 108 . Ruang Lingkup. dan Piramida Ekologi Faktor Pembatas. Tingkat Trofik. JADWAL PEMBELAJARAN Minggu 1. 11. Kontrak pembelajaran Ekologi. Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Energi. 13. 7. 2.

MP.2007 Perbaikan laporan.2007 Perbaikan format pembelajaran SCL dengan format baru atau versi baru 22 – 09 . 109 . N u r m a n. MSc. Rekomendasi/Catatan Pemilihan versi format pembelajaran dan penjelasan model-model pembelajaran MK. 15 .2007 2.. ……………………. Tanggal 1. Yunus Musa. Ir. NIP.2007 Perbaikan laporan akhir Makassar. 5. format pembelajaran SCL disesuaikan dengan format baru 14 – 09 .2007 Mengetahui. : Ir. 6.2007 Konsep awal laporan dan penjelasan tentang kompetensi lulusan program studi Agronomi 10 – 09 .08 . 7. TTD Coach No. 3 4. Konsultan Coaching Clinic SCL ……………………………………. Ekologi Umum 03 – 09 .LEMBAR KONSULTASI Nama Coach Nama Coachy : Dr.

MS.. Tuliskan definisi ekosistem dengan tepat (2). Ir. acuan yang digunakan: Mengerjakan sendiri dengan menggunakan berbagai sumber Metodologi/cara tidak sama dengan teman yang lain pustaka ditunjukkan c. Laode Asrul.Deskripsi Singkat: atakuliah : Ekologi Umum. Terangkan apa yang diebut hipotesis Gaia dan apakah manfaat yang diperoleh dari hipotesis tersebut d. Tuliskan persamaan-persamaan reaksi fotosintesis. MP.. Jelaskan pula perbedaan energi dan materi dan peranannya masing-masing (3). MS. Hj. Obyek garapan: Ekosistem b. Dr. Dahliana Dahlan. Hj.Ir. Kode : 206 G11 3. MP. dan sebagainya) (4).Ir. Menggunakan sumber atau pustaka yang terbaru lebih dari 2 sumber c. Nadira R. b.Dr. MP. Kelas Paralel : 2 atau 3 kelas pada setiap tahun ajaran DOSEN: Prof.. Rafiuddin. Nurman. Ambo Ala.Ir. URAIAN TUGAS: a. Kriteria Penilaian: (8). akuarium. Prof.Dr. kebun.Ir. Hj. Tujuan Tugas: untuk membantu mahasiswa dalam penyerapan materi pembelajaran Ekologi Umum 2. Dr.. Berikan satu contoh ekosistem dan bagian-bagiannya yang berada di sekitar Anda (dapat beupa pekarangan. kolam. MP...Dr. Amirullah Dachlan. Prof. MS. Jelaskan perbedaan tumbuhan C3 dan C4 3. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan: Menjawab soal-soal berikut (1). Pekerjaannyapengerjaan. Ir. Kriteria luaran yang dihasilkan/produksi (5).H. Hernusye.. Ir. Sennang. Seriusyang terbaru dengan pekerjaan rapi 110 . MSc. BENTUK TUGAS MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM SEMESTER : III SKS : 3 1. Jelaskan apa yang dimaksud dikerjakan: Dijawab dengan penjelasan yang tepat dan diserahkan sesuai dengan waktu yang disepakati (6).Ir. Sebutkan semua komponen-komponen ekosistem yang harus ada sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi. Terangkan keunggulan tanaman C3 dibandingkan tanaman C4 a. baik pada tumbuhan tingkat tinggi maupaun pada mikro organisme (7).

yaitu siklus karbon dan air. aiklus hara N. 6. perubahan atau pengalihan energi dalam ekosistem berdasarkan hukum thermodinamika. dan kesehatan. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organik dan organisme-organisme yang terlibat. Dapat memahami batasan umum tentang ekologi dan dapat memberikan contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. serta membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi. Mendefinisikan dengan tepat konsep ekosistem. 8. dan mendefinisikan dengan jelas proses produksi di dalam ekosistem. pentingnya faktor lingkungan fisik sebagai faktor pembatas. Dapat mendefinisikan suksesi dan klimaks. mortalitas. di dalam ekosistem. 3. dan bentuk-bentuk energi di alam. dan dapat memberikan satu contoh ekosistem alam dan ekosistem buatan. peternakan. menjelaskan mekanisme rantai makanan secara umum dalam ekosistem dan dapat mendefinisikan dengan tepat kaualitas energi. Menjelaskan definisi tentang energi. Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramoda ekologis dalam ekosistem dan memberi satu contoh untuk menjelaskan daya dukung. dan sekunder. Memahami siklus biogeokimia. membedakan produktivitas primer. kehutanan. membedakan suksesi allogenik dan autogeneik. 9. perikanan. dapat menjelaskan peranan allelopaty pada ekosistem 10. Menyebutkan dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. 7.MATA KULIAH SEMESTER : EKOLOGI UMUM : III SKS: 3 Sasaran KOMPETENSI Profil Lulusan yang akan DICAPAI OLEH PESERTA melalui Matakuliah ini: 1. dapat menjelaskan komponen-komponen penyusun ekosistem dengan tepat. bruto. menjelaskan kompetisi interspesifik dan koeksistensi. netto. Menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis organisme. pertumbuhan dan perkembangannya natalitas. primer dan sekunder 111 . membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan. P. 4. 5. 2. dan kerapatan populasi. Memahami sifat-sifat populasi. menyebutkan manfaat dari proses dekomposisi. S. menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan menggunakan awalan steno dan eury.

Karakterisasi morfologi tananan lada yang dikembangkan di Sulsel Out Put 2009 2007 2008 2009 Target 2010 Mengetahui varietas lada yang dikembangkan di Sulsel 2008 Agronomi Pemupukan Agronomi Lada Sambung dengan batang bawah dari tanaman lada asal biji dan lada liar Mengetahui produktivitas dan ketahanan tanaman lada terhadap penyakit akar Respon tanaman Lada (panjatan) terhadap kombinasi pupuk orgnik dan pupuk angorganik Rekomendasi kombinasi pupuk organik dan anorganik 112 .Nama : N u r m an ARPS 2006-2010 Kegiatan/sub Sub Program Kegiatan Teknologi Identifikasi Budidaya Varietas Tanaman Lada Kegiatan Penelitian PS PS 2006 2007 1.

113 .Ekologi Agronomi Pertumbuhan Lada Perdu di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui karakter morfologi lada perdu yang tumbuh di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui kesesuaian ekologi untuk per tanaman lada di daearah Sulsel Mengetahui kesesuaian CH untuk pertumbuhan dan produksi tanaman lada Tinjauan ekologi daerah pertanaman lada di Sulsel Pengaruh CH tahunan terhadap pertumbuhan dan produksi.

Isi/Materi B. Kaitan Modul D. Latar Belakang B. Ruang Lingkup Isi C. Sasaran Pembelajaran Modul Pembahasan A. Indikator Penilaian BAB II BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 114 .MODUL I JUDUL : Pengertian Ekologi BAB I Pendahuluan A.

kehidupan pergantian generasi. Kaitan Modul Modul I ini merupakan modul awal pendahuluan. Demikian pula proses kelahiran. Asas Sifat Emergen d. dan air. Umpamanya berapa jumlah energi sinar matahari. Ada pula hewan menjadi makanan hewan lain. ruang lingkup ekologi dan pembagian ekologi serta menjelaskan kondisi ekologi saat ini secara umum dan 115 . C. Latar Belakang Sesungguhnya ekologi merupakan proses alam yang telah dikenal sejak lama. Umpamanya. menjelaskan pengetahuan dasar tentang pengertian ekologi.BAB I PENGERTIAN EKOLOGI A. tumbuhan memerlukan sinar matahari. Istilah ekologi. Pembagian Ekologi f. Ekologi yang baru. bukan hanya mencari pola kehidupan secara kualitatif. hubungannya dengan ilmu-ilmu lain b. sesuai sejarah manusia. manusia mencari ikan di sungai atau di laut. komponenkomponen ekologi. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup c. Ruang Lingkup Isi/Materi a. jumlah air hujan yang jatuh. tanah. Ekologi pemahaman kuantitatif relatif masih baru. Proses interaksi mansusia dengan alam terus berkesinambungan mengikuti apa yang disebut ”Hukum Alam”. dan luas tanah untuk satu pohon kelapa misalnya. semua aktivitas manusia selalu berinteraksi dengan alam atau lingkungannya. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya. dan kematian. Model Sistem ekologi (ekosistem) e. tapi juga berusaha mencari jawaban atas masalah kuantitatif seperti tersebut di atas. Tumbuhan menjadi makanan hewan. mencari makanan dan kayu di hutan. B.

kaitannya dengan bidang pertanian atau kehidupan organisme (manusia. 116 . ternak dan organisme lainnya seperti serangga dan mikroorganisme. tumbuhan.

asas sifat emergen dalam ekologi. BAB II PEMBAHASAN A. Kata ”ekologi” berasal dari Yunani. Jadi ekonomi adalah pengelolaan rumah tangga atau tempat hidup (riyanto . ahli biologi Jerman pada tahun 1869. dan hungan ekologi dengan ilmu lainnya. yaitu ”eko”. Kata ”ekonomi” berasal pula dari bahasa Yunani yaitu ”Oikos” berarti rumah atau tempat tinggal dan ”nomein” atau ”nomos” yang berarti mengatur atau mengelola. Atau ilmu yang mempelajari upaya mengatur keperluan hidup (manusia) dalam rumah tangga atau wilayah dalam arti luas. Isi/Materi a. 1990) atau ekologi adalah ilmu yang mempelajari rumah tangga lingkungan. hubungan dengan ilmu-ilmu lain Kata ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Heackel. et al. tentunya mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang pernah dimotori oleh suatu ilmu yang hingga sekarang pun masih populer yaitu ilmu ekonomi. tempat hidup semua organisme (makhluk hidup) serta seluruh proses-proses fungsional yang menyebabkan tempat hidup itu cocok untuk didiami. yaitu Oikos yang berarti ”rumah” atau ”rumah tangga” atau ”tempat tinggal” dan logos yang berarti ”ilmu” atau ”studi”. Ilmu ekologi dan ilmu ekonomi sebenarnya berasal dari suku kata awal yang sama. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mengikuti materi ini. pembagian ekologi. Secara harfah ekologi adalah ilmu yang mempelajari ”organisme di tempat hidupnya” dengan mengutamakan ”pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya”. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi.D. Istilah ekologi. 1985). 1992). Manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya selalu ingin berkarya dan berproduksi. dapat menerapkan sistem ekologi dalam bidang pertanian. 117 . bahkan negara dalam arti makro (Deshmukh. Jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang rumah atau tempat tinggal makhluk hidup (Resosoedarmo . model sistem ekologi.

118 .

Perbedaan ilmu ekologi dan ilmu ekonomi No. lingkungan. Makhluk hidup dari mikroorganisme Ekonomi berkembang dari manusia. pengaturan populasi.E. dan . Clement dan V. Sumber energi : Sinar matahari Sumber energi : Uang 2. Ekologi menerangkan jaring-jaring Ekonomi menerangkan keadaan tenaga makanan. Kedua ilmu ekologi dan ekonomi mempelajari tempat hidup yang sama yaitu planet bumi Sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Haeckel pada tahun 1969 telah berkembang pengetahuan yang memberikan sumbangan pikiran dalam bidang ekologi. itulah garapan obyek. 5. Manusia adalah menjadi motor penggerak pembangunan komponen hayati yang memiliki dalam rangka manusia meningkatkan keterkaitan dengan makhluk lainnya paraf hidupnya. pasar. siklus hara.E. 3) F. 119 Rantai makanan. manusia dan untuk manusia. 3. oleh sampai manusia sebagai subyek. tumbuhan maupun hewan. dan sebagainya. Pertukaran energi : melalui organisme Pertukaran energi : melalui bank (makan dan dimakan) 4. shelford (tahun 1900) memahami atau mengemukakan tentang komunitas biotik. 1. pendekatan dan lain-lain. 2) Richard Bradley (tahun 1700-an) memahami produktivitas biologis. misalnya : 1) Anton Van Leeuwenhoek (ahli mikroskop) pada tahun 1700-an mempelopori pengkajian rantai makanan dan pengaturan populasi. walaupun kata ekologi belum digunakan. Ilmu pengetahuan dan teknologi utama ekologi. makhluk lainnya sebagai antar makhluk hidup. Manusia Ketergantungan dan keseimbangan sebagai subyek. produktivitas biologis merupakan kajian penting dalam ekologi muthir. toleransi terhadap faktor kerja. EKOLOGI EKONOMI Tempat hidup (habitat) berbagai Tempat hidup manusia (rumah tinggal) makhluk hidup yang berhubungan secara timbal balik dengan lingkungannya (biosfer). mekanisme penyebaran.

memahami atau mengemukakan rantai makanan dan siklus materi. yakni pembagian berdasarkan ”lapisan vertikal” dan pembagian berdasarkan ”keratan” taksonomi. Ekologi sebagai ilmu berkembang pesat setelah tahun 1900. yaitu : 1) Lapisan Vertikal Morfologi Anatomi Hisyologi Fisiologi Genetika Ekologi : ilmu tentang bentuk luar : ilmu tentang bagian dalam : ilmu tentang jaringan mikroskopis : ilmu tentang faal : ilmu tentang keturunan : ilmu tentang ”rumah” organisme 2) Kerataan taksonomi Mikologi Milrobiologi Entomologi Ornitologi Botani Dan lain-lain : ilmu tentang jamur : ilmu tentang jasad renik : ilmu tentang serangga : ilmu tentang burung : ilmu tentang tumbuhan 120 . Ekologi adalah bagian kecil dari biologi. Hutchinson (tahun 1900-an).A. yang merupakan ilmu tersendiri. Ilmu biologi murni dapat dibagi dua. 5) E. Yang dimaksud dengan makhluk hidup disini adalah ”kelompok” makhluk hidup. Birge dan Chauncy Juday (tahun 1900-an).E.4) Roymond Lindeman dan G. mengkaji ssitem danau Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Lingkungan Hidup (Enviromental Science) dan Biologi Lingkungan (Envromental Biology).

121 .Untuk memudahkan pemahaman. dapat dilukiskan sebagai ”kue lapis” tiga dimensi (Gambar 1).

Biologi ”Kue Lapis” Menggambarkan Pembagian ”Dasar” (Horisontal) dan Taksonomi ”(Vertikal)” (Odum.Gambar 1. jaringan. b. 1990). Atau dari sudut pandang lain. sistem merupakan suatu himpunan hubungan timbal balik yang menyusun suatu kesatuan yang dapat diidentifikasi dengan nyata atau secara postulat. suatu sistem inang dan atau sistem dua spesies yang terdiri dari 122 . 1966 dalam Resosoedarmo. et al. organ. Misalnya. Tingkatan (hirarki) berartu suatu penataan menurut skala dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Bila dideratkan dalam pemahaman ekologis akan terlihat suatu deretan organisasi biologi yang disebut ”SPEKTRUM BIOLOGIS” seperti tampak pada Gambar 2. Ruang lingkup ekologi mutakhir dapat dimengerti dengan memahami pengertian tingkat organisasi makhluk hidup. dan komunitas. Gen (protoplasma). Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan materi/benda) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem dengan fungsi yang khas. populasi. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup Makhluk hidup atau organisme memiliki tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat paling sederhana ke tingkat organisasi paling kompleks. organisme. sel. yang keseluruhannya membentuk suatu kesatuan. Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen (sub sistem) yang secara teratur berinteraksi dan berketergantungan.

Biocoenosis dan geobiocoenosis (secara harfiah mempunyai arti kehidupan dan bumi berfungsi bersama-sama) merupakan istilah yang sering dipakai dalam pustaka-pustaka Rusia dan Eropa. Ruang Lingkup Ekologi adalah Sistem populasi dan Sistem Komunitas atau Ekosistem Komunitas bersama-sama dengan lingkungan abiotik berfungsi bersama membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. Komponen Biotik Dan Gen ↑↓ Sel ↑↓ Organ Organisme Populasi Komuniatas ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ Komponen Abiotik MATERI -------------------------------------------------ENERGI Menjadi Bosistem ⏐⏐ ⏐⏐ Gen Sel Sistem sistem ⏐⏐ Organ sistem ⏐⏐ Organisme sistem ⏐⏐ Populasi sistem ⏐⏐ Komunitas sistem Gambar 2.G. yang masing-masing bermakna komunitas dan ekositem. ahli ekologi hutan menekankan pengertian biocoenosis (komunitas). Perintis ekologi dari Rusia. mencakup semua makhluk hidup di bumi dan berinteraksi dengan lingkungan fisik secara 123 . suatu istilah yang kemudian dikembangkan menjadi geobiocoenosis (ekosistem). Bioma adalah tingkat organisme yang lebih tinggi dari ekosistem. Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. Spektrum Biologis. merupakan tingkat-tingkat yang ada di antara populasi dan komunitas. Morozov. yaitu suatu biosistem yang lebih luas. misalnya Asia Tenggara terdapat Bioma hutan hujan tropika.organisme-organisme yang saling berketergantungan secara timbal balik. Biosfer adalah sistem biologis yang terbesar.

. d. mempunyai sifat yang berbeda dengan sifat-sifat penyusun semula yang berbentuk gas. Hal ini disebut MODEL. yaitu tahan terhadap gangguan-gangguan yang berskala kecil. Model-model Sistem Ekologi (ekosistem) Suatu sistem ekologi (ekosistem) terdiri dari organisasi (komponen biotik) dan lingkungan abiotik yang mempunyai ciri struktur dan fungsi yang khas. c. seperti kerapatan biomas. 124 . Jadi emergen adalah sifat baru dari keseluruhan komponen sistem yang tidak dapat disamakan dengan jumlah sifat-sifat unit atau komponen sistem yagn bergabung tadi. Untuk memahami tsebuah sistem ekologi telah dikembangkan suatu rumusan yang memberikan gambaran tentang hubungan antara komponen-komponen (sub sistem) pada suatu sistem serta fungsinya.) Sistem karang. Keadaan keseimbangan yang tunak yaitu keadaan keseimbangan. Maka suatu sifat emergen dari suatu tingkat organisasi atau unit tertentu tidak dapat diramalkan dengan mempelajari sifat komponen dari unit yang bersangkutan. Asas Sifat Emergen Emergen (emergency) : kejadian yang tiba-tiba Suatu konsekuensi penting dari tingkatan organisasi makhluk hidup bahwa komponen-komponen (subsistem) atau bagianbagian yang bergabung menghasilkan keseluruhan fungsional yang lebih besar. Contoh emergen adalah : (1. maka terjadi suatu mekanisme siklus hara yang efisien yang memungkinkan sistem kombinasi terebut menghasilkan produktivitas tinggi di perairan yang kadar haranya rendah.. energi.. siklus unsur-unsur hara. komponen hidrogen dan komponen oksigen akan membentuk air.keseluruhan sehingga terpelihara suatu keseimbangan yang tunak (steady state) dalam aliran energi dengan sinar matahari sebagai masukan dan ruang angka sebagai penerima panas. dan faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sebuah sistem ekologi (ekosistem). yaitu sifat-sifat baru akan timbul yang sebelumnya tidak tampak pada tingkat organisasi sebelum penggabungan berlangsung. (2) Sistem air... apabila gangguan tertentu dan hewan kolentrata berkembang bersama di dalam laut membentuk karang.

yaitu : 125 . dimana P1 adalah tumbuhan (produsen). dan dengan model tersebut dapat dibuat ramalan-ramalan. yang mampu mengubah energi matahari (E) menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesia. merupakan suatu sistem ekologi (ekosistem). apabila sistem tersebut digerakkan oleh suatu sumber energi. masingmasing P1 dan P2 sebagai variabel yang berinteraksi satu sama lain sebagai I untuk menghasilkan sifat ketiga. E. P3. P1 E P2 1 P3 Gambar 3. Jika gambar 3.Suatu model merupakan suatu rumusan yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Di dalam gambar tersebut terdapat sifat. Penyusunan suatu model didahului dengan merancang suatu diagram atau model gambar yang seringkali berbentuk diagram kotak (Gambar 3). Secara keseluruhan terdapat 6 jalur aliran. F. P2 menggambarkan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) dan P3 adalah hewan omnivora yang dapat memakan tumbuhan maupun herbivora. Diagram komponen dasar dalam pemodelan sistem ekologis (ekosistem) jadi sekurang-kurangnya terdapat empat komponen utama pada suatu model ekologis. Model dapat berbentuk gambar atau lisan. Dalam teladan ini fungsi interaksi I dapat menggambarkan beberapa kemungkinan. I dapat merupakan suatu pintu pembagi yang selalu terbuka penuh sehingga omnivora P3 selalu memakan P1 atau P2 tergantung pada kesediaannya di alam. dimana F1 adalah menggambarkan masukan dan F6 adalah keluaran.

(2) subsistem atau komponen yang dianggap sangat berperan terhadap keseluruhan sistem. a. sifat parasitis atau non-parasitis. Autekologi. Pembagian ekologi menurut habitat. b. memperbesar atau mengendalikan aliran dan membentuk sifat emergen baru. Suatu model yang baik akan mencakup tiga dimensi (1) ruang dan batas sistem. Sinekologi. misalnya : Ekologi laut Ekologi air tawar Ekologi estuaria Ekologi darat (terestrial) Ekologi padang rumput Dan lain-lain 126 . dan lain-lain. adaptasi terhadap lingkungan. atau fungsi penentu (forcing function) yang datang dari luas sistem 2) Sifat-sifat yang disebut perubah keadaan (state variables) 3) Jalan aliran (flow pathways) menggambarkan bagaimana aliran energi atau aliran materi yang menghubungkan komponenkomponen sistem. menurut habitat atau tempat suatu jenis atau kelompok tertentu. Biaya ditekankan pada aspek siklus hidup. 4) Interaksi atau fungsi interaksi dimaan tenaga dan sifat berinteraksi untuk mengubah.1) Sumber energi. ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya. e. dan (3) interval waktu. Pembagian Ekologi Ekologi masa kini menjadi sangat luas cakupannya. namun dapat digolongkan menurut bidang kajiannya. ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu.

gravitasi. B. erosi. mempelajari peran ekosistem terhadap kehidupan manusia. bahwa manusia telah terlibat dalam kajian kologi sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Heackel tahun 1869. sesuai sistematika makhluk hidup. musim kemarau. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya Telah disebutkan bahwa ekologi adalah bagian dari biologi. karena manusia adalah bagian dari ekosistem. abrasi. dan lain-lain. perubahan suhu.Pembagian menurut taksonomi. Hubungan Ekologi dengan ilmu alam lainnya 1) Ilmu Fisika. daya serap tanah. berperan karena dalam ekologi faktor fisik seperti sinar matahari. CO2. hujan. berperan karena dalam ekologi proses kimia seperti pendauran unsur-unsur C. 127 . karena ekologi berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa siang malam. misalnya : Ekologi tumbuhan Ekologi serangga Ekologi burung Ekologi mikroba Dan sebagainya. sedimentasi. P dan sebagainya merupakan bagian yang penting. N. Kemutakhiran bahan pustaka Menjelaskan dan memberikan satu contoh yang tepat. 2) Ilmu kimia. dan lainlain terlibat. Indikator Penilaian Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. f. namun ilmu ekologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu-ilmu lainnya. 4) Ilmu sosial. 3) Ilmu bumi dan antariksa. dan musim hujan.

128 . dimana setiap orang mulai memikirkan masalah pencemaran. (1) bagaimana alam bekerja. kenaikan suhu bumi atau pemanasan global dan lainnya telah memberikan efek yang mendalam atas teori ekologi. kelembaban. perkembangan penduduk. Seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal seperti. BAB III PENUTUP Ekologi adalah ilmu tentang interaksi organisme-organisme dan lingkungannya. predator. suhu.- Menjelaskan tingkat organisasi makhluk hidup dengan tepat. dan habitat. Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan manusia. mencakup semua hal di luar organisme bersangkutan. curah hujan. Dengan adanya gerakan kesadaran lingkungan di negara maju pada tahun 1968 dan di Indonesia sejak tahun 1972. tetapi juga parasit. Menerangkan dengan rapat pembagian ekologi berdasarkan bidang kajian. (4) bagaimana mereka mencakupi kebutuhannya akan unsur hara (materi) dan energi. (2) bagaimana suatu spesies beradaptasi dengan habitatnya. masalah makanan. (5) bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya. taksonomi. Menjelaskan sifat-sifat emergen dalam sistem ekologi dengan tepat disertai satu contoh. (6) bagiamana individu-individu alam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi dan (7) bagaimana keindahan ekosistem tercipta. Tidak saja termasuk cahaya. Lingkungan mempunyai arti luas. an kompetitor. Ini semua adalah bagian dari organisme tersebut. (3) apa yang mereka perlukan dari habitatnya untuk dapat dimanfaatkan guna melanjutkan kehidupan. penggunaan energi. Menyebutkan dengan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. dan topografi.

1989. Suwondo. Kormondy. Soegiarto. Ekologi Dasar. Soekartomo. J.. Z. Kleden. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. A. Badan kerjasama PTN Indonesia Bagian Timur. S. M. Irwan. 1997. P. Hatta.D. Resosoedarmo. Concepts Of Ecology. Pengantar Ekologi. Yayasan Obor indonesia. Rajawali Press. 1992. Jakarta. Riyanto. N. Bumi Aksara. New Delhi.N. Delmi. PT : Remaja Rosdakarya.J. J. Heddy . Kartawinata.. S. B. K. Renwarin. Nurkin. dan A. Lembaga Penerbitan. dan S. Palenewan. E.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Ekologi dan Biologi Tropika. Kominitas. Pengantar Ekologi.M.L.. Jodjo. Bandung. I. Jakarta. Universitas Hasanuddin. Jakarta. Soemitro. Prentice Hall.H. 1990. G. S. dan Lingkungan. 1989. Rahman. 129 .B. 1985.

Sasaran Pembelajaran Modul BAB II PEMBAHASAN A. Kaitan Modul D. Latar Belakang B. Indikator Penilaian BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 130 . Materi/Isi B.MODUL II JUDUL : EKOSISTEM BAB I PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup Isi C.

proses produksi dan dekomposisi sehingga terbentuk kehidupan baru dalam ekosistem. curah hujan. Ruang Lingkup Isi a. suhu. predator.BAB I PENDAHULUAN A. et. udara. B. dan sebagainya selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. mencakup semua hal di luar organisme (biotik) yang bersangkutan. kelembaban. dan kompetitor (lingkungan biotik). Konsep Ekosistem b. dan tofografi (lingkungan fisik/abiotik). Jadi ekosistem (sistem ekologi) dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan di dalam alam yang terdiri dari semua organisme yang berfungsi bersama-sama di suatu tempat yang berinteraksi dengan lingkungan fisiknya yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan siklus materi dan membentuk suatu struktur biotik yang jelas di antara komponen-komponen hidup dan tak hidup (Riyanto. Latar Belakang Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang itneraksi antara organisme-organisme dan lingkungannya. memberikan contoh-contoh ekosistem yang mendekati keadaan seimbang (stabil) di bidang pertanian. Lingkungan di sini mempunyai arti luas. Ekosistem merupakan unit dasar dalam ekologi karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungannya (abiotik). 1985). sistem adalah suatu gugus yang terdiri dari elemen yang saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. Organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) seperti radiasi matahari. tetapi juga parasit. Materi ini pula merupakan pengetahuan dasar bagi mahasiswa tentang bagaimana mengelola sumberdaya alam (ekosistem lahan) agar dapat berkelanjutan. Struktur Ekosistem 131 . suhu. Sistem adalah suatu obyek yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen (subsistem) yang sering berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. al. Tidak saja termasuk cahaya. Menurut Manetsch dan Park (1979 dalam Eryatno 2003). air. Pada materi ini akan membahas struktur ekosistem atau komponen-komponen penyusun ekosistem darat dan air.

terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi. Isi/Materi a. 2003). saling mempengaruhi dan saling membutuhkan. D. (1979 dalam Eryatno. Konsep Ekosistem Sistem adalah suatu obyek. Menurut Manetch dan Park. Kaitan Modul Materi ekosistem merupakan satuan fundsional dasar dalam ekologi. Di dalam ekosistem terjadi aliran/arus energi dan siklus materi antara komponen penyusun sistem. Ekossitem adalah hubungan timbal balik antara organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tak hidup (abiotik) selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain disuatu tempat yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan 132 . Stabilitas Ekosistem dan Agroekosistem C. Sasaran Pembelajaran Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan konsep sistem dan ekosistem. komponen ekosistem. Sifat Sibernetik. yaitu biotik dan abiotik. struktur ekosistem darat dan air. dimana di dalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusunan sistem (sub sistem) yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya untuk mencapai suatu tujuan atau produk. Sistem adalah suatu gugus atau himpunan dimana elemen atau anggota gugus saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai tujuan. BAB II PEMBAHASAN A.c.

Morosov ahli oleh ahli ekologi hutan yang menekankan pengertian ”biocoenosis” yang kemudina dikembangkan oleh ahli ekologi Rusia menjadi GEOBIOCOENOSIS (ekosistem). Trofikos = menyediakan makanan. Contoh tahun 1877 Karl Mablus di jerman telah menulis tentang ”Komonitas organisme di dalam terumbu karang sebangai suatu biocoenosis/komunitas”. dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofoli. Ekosistem = Oikos : rumah (lingkungan) (terdiri dari biotik dan abiotik). Udara. seorang ahli ekologi bangsa Inggeris. Ekosistem merupakan unit fungsi dasar dalam EKOLOGI karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungan abiotik. Biotik semua organisme misalnya tumbuhan/tanaman dan organisme lainnya. dengan menggunakan bahan-bahan anorganik sederhana dan membentuk zat-zat atau senyawa organik yang lebih kompleks. Struktur Ekosistem Ditinjau dari struktur trofik (fungsinya). CM. Suhu. Stratum atas (komponen autotrofik) atau lapisan hijau terdiri dari tumbuhan yang berhijau daun yang dapat mengikat energi matahari. Transley. Autos = terdiri. Iklim seperti CH (air). G.siklus materi (hara) di antara komponen hidup dan tak hidup. Sebelum ekosisten diperkenalkan 1935. b. ekosistem terdiri dari 2 lapisan/komponen. RH. Abiotik : terdiri dari iklim dan tanah.G. Lapisan autotrofik adalah organisme (TUMBUHAN/TANAMAN) yang mampu menyediakan makanannya sendiri berupa bahan organik (hasil fotosintesis). telah berkembang pengetahuan tentang konsep EKOSISTEM. Sistem suatu gugus yang elemennya atau komponennya (sub sistem) saling berinteraksi. Karena itu semua organisme yang mengandung klorofil di sebut organisme Autotrofik. Juga perintis ekologi dari Rusia Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. Istilah ekosistem perama kali diusulkan pada tahun 1935 oleh A. CO2 + H2O SM Klorofil C6H1206 + 02 Glukosa/KH Senyawa Kompleks Senyawa Anorganik Sederhana 133 . yaitu : 1.

karbohidrat. Mikroorganisme atau dekomposer memperoleh makanan atau energinya dengan merombak jaringan tubuh yang telah mati atau mengabsorpsi bahan organik terlarut yang dikeluarkan dari tumbuh-tumbuhan atau organisme lain. Dekomposer juga mengeluarkan zat-zat seperti antibiotik. suhu. Bahan-bahan ini menghubungkan bagian biotik dan abiotik dari ekosistem. yaitu organisme heterotrofik yang sebagian besar adalah binatang yang memangsa organisme lain. 2. Senyawa-senyawa organik. Pada lapisan ini terjadi proses pemakaian. Biofag = Organisme yang memangsa atau 134 . Komponen heterotrofik atau disebut lapisan warna coklat. Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang (Recyling) dalam ekosistem. Senyawa-senyawa atau bahan-bahan anorganik yang terlibat dalam siklus materi.2. nematoda disebut jasad renik (mikroorganisme). dan lain-lain. yaitu : (1). hormon yang bisa mengstimulir atau menghambat biotik lainnya dalam ekosistem. dan sebagainya yang tersimpan dalam organisme itu sendiri. Makro konsumer atau fagotrof atau baufag. virus. 3. yaitu : 1. misalnya H2O. Keadaan iklim dan faktor fisik lainnya. Dekomposer unsur hara sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen (tumbuhan). Mikro konsumer atau Saprotrof. Semua organisme autotrofik yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan berhijau daun. PROSEDUR. C. bakteri. KONSUMER. penyusunan. perombakan zat-zat atau senyawa kompleks Ditinjau dari segi biologis suatu ekosistem dapat dibagi atas beberapa komponen: Abiotik (komponen tidak hidup). Organisme Heterotrofik seperti hewan/binatang (makroorganisme) dan jamur. (2). CO2. yaitu dekomposer atau osmotrof. sisa perakaran tanaman. bahan-bahan organik yang dapat dirombak. tanah (unsur hara). seperti protein . dan sebagainya. Biotik (Komponen hidup). Kelompok ini adalah organisme heterotrof yang sebagian besar adalah berupa mikro organisme (jazad renik) seperti jamur. b. lemak. N. bakteri. yaitu a. protozoa. termasuk juga tanah atau sedimen. yaitu kelompok organisme yang mampu memanfaatkan bahan organik (hasil dari autotrofik/hasil fotosintesis) sebagai bahan makanannya. Stratum bawah (Stratum heterotrofik). cahaya matahari.

Sketsa interaksi antar komponen ekosistem dapat dilihat pada Gambar 1.organisme yang memperoleh energinya dengan memangsa organisme lainnya yang masih hidup (PREDATOR). Matahari PRODUSEN Tumbuhan berklorofil KONSUMEN I herbivora KONSUMEN II Karmivora Kecil KONSUMEN III Karnivora besar SAMPAH ORGANIK Berasal dari tumbuhan dan hewan mati Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus 135 . Saprofag = Organisme yang memperoleh makanan atau energinya dari bahan-bahan organik atau organisme yang sudah mati (PARASIT).

Sifat Sibernetik dan Stabilitas Ekosistem Sifat Sibernetik Ekosistem Di samping adanya eliaran energi dan siklus materi/hara. pengendalian tergantugng pada umpan balik (feed back) yang terjadi bilamana dari ”keluaran” dikembalikan sebagai ”masukan”. pada pengendalian ekosistem adalah : mekanisme pengendalian pada ekosistem. Contoh ini.Bahan mineral siap diserap tumbuhan Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus Siklus mineral Aliran energi Gambar 1. Ekosistem memiliki sifat sibernetik yaitu mengendalikan diri secara internal. ekosistem juga mempunyai jaringan informasi yang terdiri dari arus komunikasi fisik dan kimia yang menghubungkan semua bagian-bagian atau komponen yang dapat mengendalikan atau mengatur sistem. Misalnya. Di alam terdapat beberapa spesies yang dapat melaksanakan suatu fungsi yang memungkinkan terciptanya stabilitas ekosistem. Pada keadaan manapun. dimana sub sistem mikroba (bakter/jamur) yang mengatur penyimpanan dan pembebasan unsur-unsur hara. Sketsa interaksi antara komponen penyusun ekosistem. Demikian pula adanya pemasangan (predator) pada ekosistem 136 . c. untuk menghindarkan pertumbuhan yang berlebihan dari populasi maka harus ada umpan balik yang negatif atau masukan yang menantang. bertujuan untuk mengendalikan kepadatan populasi.

Stabilitas resistensi. Pada agroekosistem. adalah kemampuan ekosistem bertahan menghadapi tekanan Contoh. 137 . Tetapi apabila sampah terlalu banyak apalagi mengandung zat beracun maka batas homeostatis alami sungai itu akan terlampaui. Mekanisme umpan baliknya disebut HEMEOSTATIS. Ada 3 perbedaan pokok antara ekosistem pertanian dan ekosistem hutan (alami/hutan primer). Stabilitas resiliensi. ada energi tambahan dari luar seperti tenaga kerja hewan. pertumbuhan organisme. pupuk. Ekosistem alami (hutan primer). b. ekosistem tahan terhadap adanya kekeringan. pestisida. diatur oleh berbagai faktor termasuk mekanisme mengatur penyimpanan dan pelepasan hara. mungkin saja sistem dalam sungai itu tidak mempunyai lagi mekanisme homeostatis. dan air irigasi dan sebagainya. Misalnya. Ada 2 jenis stabilitas : a. ekosistem hutan yang terbakar dapat pulih kembali menjadi hutan baru atau vegetasinya tumbuh kembali. sungai dapat dijernihkan kembali airnya secara alami. Stabilitas Ekosistem Derajat stabilitas ekosistem yang dapat dicapai sangat bervariasi. Pengetahuan sibernitika dipelopori oleh Heabert Wiemer (1948) yang mencakup pengendalian pada sistem hidup maupun tidak hidup. sungai yang dikotori oleh pembuangan sampah yang tidak terlalu banyak. Agroekosistem Agroekosistem atau ekosistem pertanian mempunyai komponen autotrofik atau jalur hijau sebagai suatu bagian yang integral. mesing mengolah. Contoh. adalah kemampuan ekosistem untuk cepat pulih. sehingga air sungai itu secara permanen berubah atau bahkan rusak sama sekali. sehingga keseluruhan sungai itu dianggap tidak tercemar. Homeostatis adalah kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. energinya hanya berasal dari cahaya matahari.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar terhadap perubahan. yaitu : 1. Dalam ekosistem terdapat suatu keseimbangan. tergantung pada kerasnya tantangan lingkungan dan efisiensi pengendalian di dalam ekosistem. dan dekomposisi bahan organik. tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia.

Pada agroekosistem. O2. 2. air. konsumer kecil (ikan kecil). herbivora (zooplankton) dan bentos organisme yang hidup di dasar kolam. Pada ekosistem alami. Konsumer besar (ikan besar). Pada ekosistem alami (hutan primer). 3. Contoh Ekosistem : KOLAM Komponen abiotik. Menjelaskan fugnsi masing-masing komponen (subsistem) dalam sebuah wilayah Ekosistem dengan tepat dan diberi contoh. B. diversitas organisme sangat diperkecil untuk memaksimalkan bahan makanan atau produksi lainnya. organisme produser (fitoplankton). Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis. Membedakan struktur ekosistem dartat dan ekosistem perairan disertai contoh. Pada agroekosistem. organisme unggul adalah hasil seleksi alami. organisme variasinya sangat besar. Ca. Indikator Penilaian 1.2. CO2. 138 . tumbuhan dan hewan yang unggul adalah hasil seleksi buatan. dan unsur hara lainnya. N. 3. cahaya matahari Komponen biotik.

dan pertukaran bahan-bahan (materi dan aliran energi) antara bagian yang hidup dan tidak hidup. Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting yaitu arus energi (aliran energi) dan daur materi atau juga disebut daur mineral/hara di samping adanya sistem informasi. berhubungan erat tak terpisahkan dan saling penaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suatu sistem. 139 . keragaman biotik. Aliran energi dapat dilihat pada struktur makanan.BAB III PENUTUP Di alam terdapat organisme (makhluk hidup/biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) saling berinteraksi.

Yayasan Obor. Kleden. B. S. Resosoedarmo. Rajawali Press. M. Riyanto. E. S. Soekartomo. Heddy.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Pengantar Ekologi. Bandung. Palenewan. A. N. Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. Concepts of Ecology. Soemitro.H. PT. K. Bumi aksara. dan A. IPB Press. Ilmu Sistem. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Timur. Saunders Company. dan S. Nurkin. Soegiarto. Delmi. 1992. N. G. 2004. dan Lingkungan. 1989. I. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisme Ekosistem. Odum.L. Renwari. Fundamental of Ecology. M.. Kormondy. W. Suwondo. S. Jodjo. Kartawinata.P.J. Eryanto. 1990. Jakarta. E. Prentice Hall. Indonesia. Jakarta. J.D. Rahman. 1971. Remaja Rosdakarya. Ekologi dan Biologi Tropika. Z. Pengantar Ekologi. Hatta 1985. Irwan. Komunitas.B. Universitas Hasanuddin. Lembaga Penerbitan. P. Ekologi Dasar. New Delhi. Bogor. J. 1997. 1989. London..B. 140 .

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LKPP) ------------------------------------------------------------------------------------------LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah EKOLOGI UMUM Melalui Modul Ajar OLEH : NURMAN 141 .

05/2008 Tanggal 04 Januari 2008 JURUSAN BUDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR FEBRUARI 2008 142 .23/PM.Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.

: 131 803 219 : Pembina/IV a (Lektor Kepala) : Budidaya Pertanian : Pertanian/Hasanuddin : 1 Bulan Mulai 04 Januari s/d Februari 2008 Biaya : Rp. : Ir.(Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.i LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin ============================================================== HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008 Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan : Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah Ekologi Umum melalui Modul Ajar.. tanggal 04 Januari 2008 143 . MP.000. N u r m a n.000.23/PM. 4.05/2008.

Ir.Sc. 131 803 219 144 . MP. u. Pembantu Dekan I Makassar. NIP. N u r m a n. M.Mengetahui : Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Dekan. Yunus Musa.b. NIP. 04 Februari 2008 Pembuat Modul Dr. 131 287 796 Ir.

khususnya matakuliah Ekologi Umum. teknik lingkungan. Penulis 145 . Misalnya ilmu ekonomi. bahkan keruangangkasaan juga dihiasi oleh perbincangan dan permasalahan yang bersifat ekologi. Kalangan masyarakat yang mencoba memahami disiplin ilmu ekologiini juga tidak terbatas hanya pada ilmuan biologi dan pengetahuan alam belaka. Mengapa ekologi begitu populer? Sebab manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya untuk berkarya dan berproduksi. hukum. dan dari kaum cendikiawan hingga masyarakat awam. Disiplin ilmu ekologi bukan hanya mendapat sorotan dari cabang disiplin ilmu dalam biologi atu ilmu pengetahuan alam lainnya. ilmu perencanaan kota dan pengembangan wilayah. dengan Pengembangan Pendidikan. tetapi belum dibuat dalam bentuk buku atau modul ajar. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada LKPP Unhas dan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga modul ini dapat terwujud. melainkan juga dari politkus hingga wartawan. Materi modul matakuliah Ekologi Umum telah disajikan pada setiap semester ganjil kepaa mahasiswa pertanian semester III dan pada setiap semester dilakukan perbaikan-perbaikan atau penyempurnaan materi dengan pengadaan bahan bacaan yang terbaru. Untuk penyempurnaannya dengan segala kerendahan hati penulis menerima saran dan kritik yang membangun. kami dari Tim pengajar termotivasi untuk menuangkan materi kuliah ini ke dalam bentuk buku atau modul ajar untuk membantu mahasiswa dalam pencapaian kompetensi pembelajaran. Peningkatan perhatian masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup memberi pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ekologi dalam pengetahuan. Di beberapa perguruan tinggi semula hanya diberikan sebagai matakuliah di jurusan biologi. geofisika dan meteorologi dan bidang ilmu lainnya di luar biologi. mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Alhamudlillah. kerekayasaan.ii KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah dipanjatkan kehadirat Ilahi karena penulis berhasil menyusun modul ini. melainkan juga dari cabang disiplin ilmu di luar itu. Sekarang diajarkan juga di jurusan nonhayati seperti jurusan arsitktur. Mudah-mudahan modul ini dapat bermanfaat.

MODUL I 146 .

PEMBAHASAN A. PENDAHULIUAN A. III.MODUL III JUDUL: PRODUKSI DAN DEKOMPOSISI DALAM EKOSISTEM BAB I. Kaitan Modul D. Ruang Lingkup Isi C. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 147 . Latar Belakang B. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. Materi/Isi B. Indikator Penilaian BAB.

Sebagai sumber energi utama bagi manusia. Fotosintesis adalah pemanfaatan energi cahaya untuk membentuk molekul karbohidrat. Latar Belakang Pertanian pada dasarnya merupakan sistem pemanfaatan energi matahari melalui proses fotosintesis. maka cadangan makanan tersebut disimpan pada organ batang. dan bunga. Produksi tumbuhan atau tanaman budidaya pada dasarnya tergantung pada ukuran dan efisiensi sistem fotosintesis. fotosintesis telah memasok energi untuk makanan dan bahan bakar fosil yang memberikan tenaga untuk pemnbangkit tenaga listrik dan banyakm mesin lainnya. hewan. Jika cadangan makanan ini dikonsumsi oleh organisme lain misalnya manusia. dan membentuk energi. dengan bahan baku CO2 (karbon dioksida) dan H2O (air) disebut senyawa anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari dan zat hijau daun (klorofil) membentuk gula atau karbohidarat (senyawa organik). daun. H2O.BAB I. Pembentukan karbohidrat atau cadangan makanan melalui proses fotosintsis disebut produksi Sebaliknya. Energi ini oleh tumbuhan ddimanfaatkan untuk tumbuh dan berkembang Apabila tumbuhan memasuki fase berbuah atau berumbi maka cadangan makanan disimpan pada buah atau pada umbi. Apabila tanaman tidak menghasilkan buah. jika karbohidrat atau cadangan makanan dirombak atau dioksidasi akan melepaskan energi. akar. Molekul karbohidrat disebut juga sebagai cadangan makanan untuk tumbuhan itu sendiri atau untuk organisme lain karena mengandung energi. Perombakan 148 . PENDAHULUAN A. makro dan mikro organisme maka cadangan makanan itu dirombak menjadi CO2.

Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. fotosintesis dan organisme produser b. D. a. mahasiswa dapat: 149 . Perombakan senyawa organik lain misalnya protein dan lemak akan menghasilkan hara/mineral makro dan mikro yang sangat penting dalam mendukung kestabilan ekosistem.karbohidrat/cadangan makanan menjadi energi disebut dekomposisi. Ruang Lingkup isi. Di sini terlihat bahwa tidak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak tergantung pada tumbuhan. sedangkan hewan karnivora mendapatkan makanannya yang sudah jadi dari herbivora yang memakan tumbuhan. yaitu hubungan timbal balik atau interaksi antara organisme dan lingkungannnya sehingga terbentuk suatu sistem hidup (biosistem). B. yaitu terdiri dari senyawa organik yang berasal dari tumbuhan (nabati) dan hewani. Pada Modul II membahas tentang ekosistem. dimana pada saat terjadi interaksi antar organisme serta organisme dan lingkungannya terjadi aliran energi dan siklus materi antara organisme satu dengan organisme lainnya yang berlangsung secara berkesinambungan. adanya aliran energi dan siklus materi/hara dalam ekosistem berawal dari terjadinya proses produksi atau fotosintesis oleh tumbuhan dan dekomposisi produk fotosintesis (karbohidrat) atau dekomposisi senyawa organic lain seperti lemak dan protein dari organisme yang telah mati sehingga menghasilkan hara/mineral yang lepas ke dalam ekosistem. Pada Modul I membahas tentang pengertian ekologi. Pada Modul III ini membahas tentang produksi dan dekomposisi. Produksi dalam ekosistem. Dekomposisi dan dekomposer dalam ekosistem C. Kaitan Modul Manusia dan hewan (makro dan mikro) mendapatkan makanan dalam bentuk yang sudah jadi. Manusia dan herbivora mendapatkan makanannya dari tumbuhan. sedangkan manusia dan hewan hanyalah sebagai konsumen. Dalam hal ini tumbuh-tumbuhan benar-benar merupakan produsen sejati.

PEMBAHASAN A. terjadi penimbunan dari sebagian bahan organic yang dihasilkan. Adanya kelebihan produksi bahan organik sehingga membentuk bahan fosil minyak berlangsung kurang lebih 300 juta tahun yang lalu. kirakira sejumlah yang sama dioksidasi kembali menjadi CO2 dan H2O melalui proses respirasi Selama masa geologi sekitar 600 juta tahun yang lalu. pelapukan batuan sedimentasi. Produksi dalam ekosistem. Timbunan ini berada dalam sedimen (endapan) anaerobic atau terpendam dan selanjutnya menjadi fosil tanpa mengalami respirasi atau dekomposisi. CO2 < O2. fotosintesis dan organisme produser 1). Selanjutnya selama setengah abad terakhir kegiatan industri pertanian dan industri lainnya menyebabkan meningkatnya kadar CO2 150 . CO2 rendah dan O2 meningkat. Produksi dalam ekosistem Produksi dalam ekosistem adalah produk bahan organik melalui proses fotosintesis Setiap tahun ditaksir 1017 gram kurang lebih 100 milyar bahan organik diproduksi di seluruh dunia melalui proses fotosintesis. dan variasi masukan sinar matahari mengakibatkan terjadinya keseimbangan CO2 = O2 di atmosfir. Di masa itu produksi bahan organik (O2) lebih besar dari respirasi. Selama 60 juta tahun yang lalu. MATERI/ISI a. terjadi pergeseran dalam keseimbangan biologis diiringi berbagai variasi kegiatan vulakanik. Menjelaskan proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 2. Menjelaskan manfaat produksi dan dekomposisi dalam ekosistem BAB II.1.

protein. Pada awalnya dihasilkan glukosa. Jadi setiap jam 1 ha daun-daunan yang menghijau menyerap 8 kg CO2 setara dengan CO2 yang dikeluarkan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama sebagai hasil pernafasannya (Irwan. 2) Jenis fotosisntesis dan organisme produser Secara kimiwai proses fotosintesis meliputi penyimpanan sebagian energi matahari sebagai energi potensial atau energi terikat dalam bentuk makanan. kemudian terbentuk karbohidrat. Pada peristiwa ini juga dilepaskan oksigen (O2) ke atmosfir.000 juta ton CO2 dan 25. 1997). Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di atas bola bumi mempersenyawakan sekitar 150.meningkat di atmosfir.000 juta ton oksigen ke atmosfir. menyebabkan perubahan iklim seperti yang dirasakan saat ini.000 juta senyawa organic. dijadikannya senyawa organic dengan bantuan sinar matahari yang berlangsung di dalam zat hijau daun (klorofil/kloroplas). CO2 > O2. vitamin-vitamin. dan lainnya.000 juta ton hydrogen dengan membebaskan 400. yaitu temperatur menjadi tinggi. disebut proses fotosintesis. Persamaan umum dari reaksi oksidasi-reduksi dalam fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut: CM dan klorofil CO2 + H2A --------------------→ (CH2O)n + 2A + H2O Reaksi oksidasinya: 2H2A ----------→ 4 H + 2A Reaksi reduksinya: 4H + CO2 -----→ (CH2O) + H2O CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A + H2O Pada tumbuhan hijau (tumbuhan dan ganggang atau Fitoplankton). A adalah Oksigen (O2) dan CO2 direduksi menjadi Karbohidrat = (CH2O)n atau C6H12O6 (gula) 151 . hal ini yang menyebabkan terjadinya perubahan temperatur di bumi. Tumbuh-tumbuhan menggunakan senyawa anorganik yang diambilnya dari atmosfir dan dari dalam bumi. serta menghasilkan 450. lemak.

dan air. batang. tetapi dapat berfungsi dimana tumbuhan hijau tidak sesuai untuk hidup. yaitu: CO2 + H2S ---------→ (C6H12O6) + S2 Hanya memegang peranan yang kecil dalam produksi bahan organic dan tidak melepaskan oksigen (O2). Bakteri yang berfotosintesis sebagian besar hidup di air laut dan air tawar dan kebanyakan hanya memegang peranan kecil dalam produksi bahan organik. umumnya adalah anaerob fakultatif dapat berfungsi dalam kondisi ada atau tidak ada oksigen. Mereka juga dapat berfungsi sebagai heterotrof dalam keadaan tanpa cahaya seperti kebanyakan ganggang. Bakteri sulfur ini berfungsi dalam siklus hara belerang (sulfur). Tanaman C3 dan C4 mempunyai tanggap yang berbeda terhadap cahaya. suhu. sebaliknya proses fotosintesis yang dilakukan oleh bakteri. CO2 152 . reaksi fotosintesanya tidak menggunakan air. daun.Tanaman C3 dan C4 Tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang memiliki organ yang lengkap (akar. Takahshi dan Ichimura (1968) menemukan bahwa fotosintesis bakteri sulfur hanya menyumbangkan 3-5% dari produksi bahan organik total tahunan kebanyakan danau. A adalah Sulfur (S). Pada Tanaman C3.CM/klorofil CO2 + H2O -----------------→ C6H12O6 + O2 CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A Pada tumbuhan tingkat tinggi dan fitoplankton A adalah Oksigen (O2). Tumbuhan tingkat tinggi ini terdiri dari tanaman C3 dan C4. bunga. misalnya pada bakteri sulfur (misalnya bakteri sulfur hijau dan bakteri sulfur ungu). dan buah). . bakteri ini menyumbang sampai 25 % dari produksi total bahan organik tahunan. tetapi menggunakan H2S. Fotosintesis bakteri bermanfaat dalam perairan yang mengalami pencemaran atau eutrofikasi. Tetapi di danau yang tidak mengalir dan kaya dengan H2S. Bakteri non sulfur. Penelitian di danau-danau di Jepang. Tanaman C3 dan C4 menunjukkan perbedaan dalam mengikat atau mereduksi CO2.

Pada tahun 1960-an. Tumbuhan/tanaman C3 cenderung mencapai puncak tingkat fotosintesis (persatuan permukaan daun) pada intensitas cahaya dan temperatur sedang dan terhambat atau cenderung menurun pada temperatur dan intensitas cahaya tinggi dan terjadi fotorespirasi. Contoh tanaman kacang-kacangan (tan. Tanaman C3 membutuhkan 400 – 1000 gram air untuk menghasilkan 1 gram bahan kering. Kacang Tanah. modul pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas tumbuhan C3. Gambar 1 Daur cal vin.diikat oleh senyawa RUBP ( Ribulosa Bifosfat) melalui siklus Calvin. Daur Calvin. yaitu perombakan kembali gula atau karbohidrat yang telah terbentuk menjadi CO2 dan H2O dan melepaskan eneri dalam bentuk panas. Kedelei. Perpindahan dan fiksasi CO2 dalam tanaman C4 yang sedang berfotosintesis (Gambar 2). dan sebagainya). 153 . terutama Hatch dan Slack di Australia menemukan tumbuhan yang mempunyai cara mereduksi CO2 dengan siklus asam dikarboksilat (C4). suatu model pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas pada tumbuhan C3 yang sedang melakukan fotosintesis (Gambar 1)..

Gambar 2 Perpindahan dan fiksasi CO2 pada tanaman C4 154 .

Tanaman C4 mendominasi vegetasi di gurung-gurung di daerah tropika. Perbandingan tanggap fotosintsis tanaman C3 dan C4 terhadap peningkatan intensitas cahaya dan temperatur (Gambar 3). 155 .Pada tumbuhan/tanaman C4. Pada tanaman/tumbuhan C4 menggunakan air lebih efisien. Tanaman C4 tidak terhambat oleh kandungan oksigen yang tinggi dibandingkan C3. Contoh tanaman Jagung.. Tumbuhan/tanaman C4 dapat beradaptasi pada temperatur dan intensitas cahaya yang tinggi dan tidak terjadi fotorespirasi. hanya menggunakan kurang dari 400 gram air untuk memproduksi 1 gram bahan kering. Sorgum. CO2 diikat oleh senyawa PEP (Phospho Enol Piruvat) melalui siklus Asam Karboksilat. Tebu.

dirombak kembali menjadi CO2 dan H2O dengan pembebasan energi. Penundaan fotosintesa ini mengurangi kehilangan air pada siang hari. Respirasi aerobik. Respirasi anerobik (tanpa oksigen). Dekomposisi diartiak secara luas sebagai oksidasi biotic yang menghasilkan energi. Beberapa jenis tumbuhan sekulen di daerah gurun seperti Kaktus. ragi. Merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. . 2.Fotosintesis CAM (Crassulacean Acid Metabolism) CAM adalah bentuk fotosintesis yang khusus dapat beradaptasi di daerah kering. menutup stomanya pada siang hari yang panas dan membuka kembali pada malam hari. protozoa dsb. Hal ini memungkinkan tumbuhan sekulen mampu mempertahankan keseimbangan dan penyimpanan air.Gambar 3 Perbandingan tanggap fotosintesis dari tanaman C3 dan C4 terhadap kenaikan intensitas cahaya dan temperatur. gas oksigen (O2) sebagai penerima elektron (Oksidan). Contoh Bakteri metan yang dapat merombak senyawa organik dan menghasilkan metan (CH4) atau gas alam. satu senyawa anorganik selain oksigen atau senyawa organik sebagai penerima elektron (oksidan). disini bahan organik (C6H12O6). CO2 yang diabsorsi disimpan dalam asam-asam organik hingga keesokan harinya. Dekomposisi dan decomposer dalam ekosistem Di seluruh dunia proses dekomposisi yang dilakukan oleh kelompok organisme Heterotrof (Dekomposer) diperkirakan seimbang dengan proses metabolisme yang dilakukan oleh Autotrof. Dekomposisi (respirasi) tediri dari: 1. Respirasi anaerobik ini umumnya dilakukan oleh kelompok saprofag yaitu pemakan organisme mati seperti bakteri. b. Dekomposisi atau perombakan ada 2. Bakteri 156 . yaitu (1) secara fisik misalnya dibakar atau dipotong-potong dan (2) secara biologis atau oksidasi biotic.

peristiwa pembekuan dan pencairan karena pengaruh suhu tinggi dan suhu rendah saling berganti. Hasil dari proses dekomposisi yang resisten atau tahan (tidak mudah melapuk) akan menghasilkan Zat humik. Ragi merupakan contoh yang sangat dikenal dalam fermentasi. juga anaerobik tetapi senyawa organik yang dioksidasi juga sebagai penerima electron. Dekomposisi terjadi melalui transformasi energi antara organisme dan ini merupakan fungsi yang mutlak diperlukan. Pengaruh biotik. dsb sangat lambat hancur karena ikatan karbonnya sangat kuat. . rambut. 3. yaitu (a) pengaruh api atau pembakaran. Gas H2S yang naik ke sedimen dangkal dan ke permukaan air dimanfaatkan oleh organisme lain misalnya oleh bakteri fotosintesis. Dari segi ekologi.Zat/senyawa asam humik Bila proses dekomposisi tidak terjadi maka semua unsur-unsur hara akan tetap terikat pada organisme yang mati itu.Penyebab dekomposisi. Lemak. yaitu organisme yang memakan tubuh binatang atau tumbuhan yang telah mati. II. Pengaruh faktor fisik (non biotik). Bakteri ini mereduksi Sulfat (SO4) menjadi sulfida (H2S) pada sedimen yang dalam dan perairan yang tak mengandung oksigen.metan dapat dipelihara untuk menghasilkan gas metan (biogas) secara besar-besaran dari bahan baku kotoran ternak atau bahan organik lainnya. lignin. membebaskan gas-gas CO2 dan gas-gas lainnya ke atmosfir serta melepaskan sejumlah unsur-unsur hara ke dalam tanah. ada 2 yaitu: I. karbohidrat. . Zat ini merupakan komponen universal dalam ekosistem. tetapi sellulosa. . Fermentasi. dan protein didekomposisi dengan cepat.•Proses dekomposisi yang terbesar adalah yang melibatkan mikroorganisme heterotrofik atau saprofag. tulang. (b).Dekomposisi mempunyai 3 tahap: 157 . Ragipun banyak terdapat dalam tanah dan membantu proses perombakan sisa-sisa tumbuhan. misalnya bakteri dan jamur serta mikroorganisme lainnya. Bakteri Desulfovibrio mempunyai peranan penting dalam respirasi anaerobik. Ini berarti tidak ada kehidupan baru yang muncul Bagian-bagian tubuh dari bangkai hewan/ binatang atau tumbuhan tidak mengalami penghancuran pada saat yang sama.

Cu.. kimia. Humus berwarna gelap. yang diikuti dengan pembebasan bahan 2. dan biologi tanah yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. Cincin benzena dan ikatan rantai samping membuat senyawa ini rekalsitran terhadap perombakan oleh mikro organisme. . Untuk memecahkan struktur ini diperlukan enzim dioksigenase yang mungkin tidak terdapat pada saftotrof tanah dan air. Pembentukan butiran-butiran destritus oleh proses fisik dan biologis organik yang terlarut. Dalam jumlah yang cukup bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik. merupakan koloid yang sukar ditentukan susunan kimianya. Humus atau senyawa humik merupakan kondensasi dari senyawa-senyawa aromatik (fenol) digabung dengan hasil dekomposisi dari protein (Nitrogen) dan poliskarida/KH (C. dan zat-zat buangan industri adalah senyawasenyawa turunan benzena yang berbahaya karena daya degradibilitas (daya mengurai) yang rendah.O). Dekomposisi bahan organik menghasilkan senyawa asam organik. Banyak zat-zat beracun yang dibuang atau ditambahkan oleh manusia ke lingkungan seperti herbisida.Bahan organik Senyawa asam humik dan bahan organic lainnya yang mengalami dekomposisi sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. atau Fe yang disebut dengan celat (Chelation) sehingga logam tersebut tidak beracun bagi tanaman dan melepaskan hara esensial yang diikatnya. Produksi yang relatif cepat untuk menghasikan humus dan pembebasan bahan-bahan organik tambahan yang terlarut oleh saprotrop 3. Mineralisasi humus yang berlangsung lambat Lambatnya dekomposisi humus menyebabkan menumpuknya oksigen. misalnya asam amino glisin dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam Al. Model molekul asam humik (Gambar 4).Ada dua tahap yang dilalui oleh bahan organic untuk dapat menjadi fosil: 158 .1. pestisida.H. . seingkali coklat kekuningan.

Membentuk celat dan menyediakan hara kembali untuk tanaman 3. Menghasilkan energi (makanan) untuk organisme lain pada rantai makanan 5. Dengan bantuan mikroba. Tungau Tanah. Indikator Penilaian 1.Organisme tanah Beberapa studi membuktikan bahawa fagotrop misalnya binatang-binatang kecil seperti Cacing. misalnya proses produksi pada tanaman C3. Menjelaskan dengan tepat berlansungnya proses produksi yang dimulai dari tumbuhan. tetapi proses ini berperan penting dalam ekosistem. 159 . dan bakteri fotosintesis disertai contoh. yaitu: 1. permukaan sehingga dapat tersedia bagi B. Memungkinkan siklus hara melalui mineralisasi bahan-bahan organik yang telah mati 2. Menambah zat tumbuh yang mengstimulasi pertumbuhan mikroba dan aktivitas metabolisme populasi mikroba Dekomposisi bahan organic merupakan proses yang panjang dan kompleks. umumnya terjadi dalam suasana aerobik dan berlangsung relatif cepat. umumnya terjadi kondisi anaerobik dan berlangsung sangat lambat. Humifikasi. Menghasilkan zat-zat metabolit sekunder yang dapat menghambat (inhibitor) contoh Penisilin yaitu antibiotik yang dihasilkan oleh cendawan dan menghasilkan stimulator seperti vitamin dan zat pengatur tumbuh(hormon tumbuh). dan sebagainya mempunyai peran penting dalam dekomposisi. dan CAM. . proses ke dua ini merupakan perubahan dari gambut ke lignin lalu ke batubara keras dengan kadar karbon yang meningkat pada setiap tahap. C4. fitoplankton. Menghancurkan bahan organik menjadi bagian-bagian kecil berarti memperluas mikroorganisme 2. dapat mengembalikan hara dan energi 4.(1). (2) Karbonifikasi. Kelompok organisme ini mempercepat dekomposisi dengan beberapa cara: 1. Keong.

2. 160 . Menjelaskan proses dekomposisi bahan organic disertai contoh dan manfaatnya pada kestabilan ekosistem.

Proses dekomposisi menghasilkan materi atau mineral. bakteri.BAB III PENUTUP Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran energi. Materi atau mineral dari penguraian organisme yang mati dimanfaatkan kembali oleh produser. Tubuh makhluk hidup diuraikan menjadi patahan-patahan kecil oleh rayap. 161 . serangga dan mikro organisme seperti jamur. Produksi merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. hewan/binatang. semut. kecoa. Produksi diawali dari pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis oleh produser (tumbuhan/tanaman). Proses ini dimulai dari adanya tumbuhan atau hewan yang telah mati. Sebagaian dari cadangan makanan yang dibentuk dalam proses fotosintesis dipakai oleh produsen sendiri. Kelebihannya kemudian digunakan oleh konsumen. Energi kimia (energi potensial) yang terbentuk digunakan oleh organisme lain sebagai sumber energi seperti manusia. dan sebagainya. dan mikroorganisme.

Company. G. E. Riyanto.H. Yayasan Obor. Bumi Aksara. Saunders. Kleden. J. P.B. Jodjo. Komunitas.N. ZD. 1997.E.J. 1989. Delmi. 1992.M. Hatta. London. Ekologi dan Biologi Tropika.L. Renwarin’ P. Jakarta. Kormondy. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Palenewan. 1985. 1971.BAB III DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Nurkin. dan Lingkungan. Lembaga penerbitan. M. N. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. New Delhi. Odum. Ekolgi Dasar. Conceps of Ecology. Rahman. B. Indonesia Irwan. W. J. Siwondo. Universitas Hasanuddin 162 . A. Fundamental of Ecology. I. Prentice Hall.

MODUL V 163 .

PEMBAHASAN C. Latar Belakang F. JUDUL: ENERGI DALAM EKOSISTEM BAB I. Ruang Lingkup Isi G. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. Materi/Isi D. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 164 . PENDAHULIUAN E.MODUL IV. III. Kaitan Modul H. Indikator Penilaian BAB.

hewan. Jika pada tumbuhan. dan tumbuhan serta benda-benda lain tersusun oleh materi (mineral). Ada pula molekul yang lebih kompleks misalnya glukosa yang terdiri dari C6H12O6. Pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman tersusunlah materi menjadi pohon. yang dapat dilihat adalah efek dari energi. Di dalam tubuh makhluk hidup selain terdapat mataeri juga terdapat energi. Jadi jika energi tidak ada. Latar Belakang Tubuh makhluk hidup seperti manusia. Belajar memerlukan energi. 165 . Energi dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan.BAB I. Untuk melakukan kerja diperlukan energi. H (hydrogen). PENDAHULUAN A. O (oksigen). dalam proses fotosintesis. Makanpun memerlukan energi. Misalnya tanaman menjadi menjadi besar. Unsur-unsur kimia tersebut berkombinasi membentuk molekul. Demikian juga pertumbuhan anak-anak menjadi dewasa itupun merupakan kerja. Hidrogen dan Oksigen berkombinasi membentuk molekul air (H2O). maka buah atau bunga tidak akan ada. dengan sumber enrgi dari sinar matahari maka hasil dari proses fotosintesis tersimpan dalam bentuk buah atau bunga. Dalam bidang ekonomi. energi dari bahan baku bensin dapat dilihat jika terjadi peembakaran dalam mesin mobil dan mobil tersebut dapat berjalan. Materi terdiri dari unsur kimia yaitu C (karbon). Seperti melakukan perjalanan memerlukan energi. N (Nitrogen). uang merupakan sumber energi. Energi tidak dapat dilihat. P (fosfor) dan sebagainya.

II. 166 . Dalam kondisi tertentu tumbuhan atau hewan yang mati tetapi tidak melapuk kemudiaN akan menjadi fosil. Konsep Produktivitas ekosistem C. Energi matahari diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Fosil menjadi batubara atau minyak bumi yang banyak mengandung energi. Dalam kehidupan sumber energi adalah sinar matahari. Kaitan Modul Modul ini terkait erat dengan modul I. batang. Energi kimia tersimpan dalam bentuk molekul glukosa selanjutnya diubah menjadi karbohidrat/pati tersimpan dalam tubuh tumbuh-tumbuhan pada akar.Jika tidak ada uang maka perekonomian negara tidak akan berjalan. yaitu membahas tentang perilaku-perilaku energi dalam ekosistem. jika tidak ada energi kehidupan tidak akan terjadi. buah atau bunga. Mendefinisikan pengertian energi dan menjelaskan perilaku energi menurut hukum termodinamika I dan II dalam ekosistem. mahasiswa dapat: 1. 2. Ruang Lingkup Isi a. dan III. Lingkungan energi c. D. Begitu pula dalam ekologi. Sasararan pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Menjelaskan asas-asas energi dalam lingkungan dan kehidupan. B. Sebagian besar materi ini mengcakup sisstem ekologi.. Tinjauan tentang pengertian dasar energi b. daun.

Perilaku energi di alam (ekosistem) mengikuti hokum termodinamika: 167 . dan produktivitas sekunder dalam ekosistem. baik berupa panas yang ditimbulkan maupaun akibat mekanik/kerja. en = dalam. BAB II. Membedakan pengertian produktivitas primer bruto. PEMBAHASAN A. Tinjauan tentang pengertian dasar energi Energi berasal dari bahasa Yunani. ergon = kerja Energi dapat didefinisikan kemampuan atau suatu kesanggupan untuk melaksanakan kerja. Atau Kemampuan untuk memberikan pengaruh atau akibat. Materi/Isi a. produktivitas netto.3.

2. yang berbunyi: “Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. yang berbunyi: Misalnya energi cahaya dapat diubah menjadi energi kimia (energi potemnsial) atau energi panas.1. Ini juga berarti jumlah total energi harus tetap “Setiap terjadi perubahan energi pasti terjadi drgradasi energi atau penguraian energi dari bentuk energi terpusat menjadi energi terpencar”. Tidak ada perubahan/transformasi energi yang betul-betul efisien 100% karena selalu ada energi yang terpencar sebagai energi panas yang tak dapat digunakan. Produksi = Konsumsi + Produk Limbah + Respirasi. Hukum termodinamika I atau Hukum Kekekalan Energi. sebelum dan setelah transformasi. Kedua hokum tersebut dapat dinyatakan pada Gambar 1 berikut: 168 . Misalnya benda panas pasti menyebarkan panas ke lingkungan yang lebih rendah suhunya. tetapi tidak pernah diciptakan atau dihancurkan”. Hukum termodinamika II atau Hukum Entropi.

tidak akan ada kehidupan dan sistem-sitem ekologis. Energi yang sampai di permukaan bumi sebagai cahaya diimbangi dengan energi yang keluar dari permukaan bumi sebagai radiasi panas yang tak tampak dan hanya sebagian kecil dari energi cahaya yang diserap`oleh tumbuhan hijau dan mengubah energi cahaya menjadi energi potensial. Gambaran dari dua hukum termodinamika. perubahan energi cahaya matahari ke energi kimia (makanan/gula) lewat proses fotosintesis. Tanpa adanya pengalihan energi yang mengikuti . C = gula. A = Sinar/cahaya Matahari. anatara hewan predator dengan hewan mangsa. bentuk energi yang lemah (100 unit). bentuk energi yang sangat lemah (98 unit). penggandaan diri dan sintesis berbagai materi. jumlah dan jenis organisme 169 Energi potensial ini dimanfaatkan untuk pertumbuhan. C selalu lebih kecil dari A. A = B + C (hukum termodinamika I). disebabkan karena ada yang hilang sebagai panas pada waktu terjadi transformasi (perubahan). Berbagai bentuk kehidupan selalu diikuti oleh perubahan-perubahan energi. B = Panas.Gambar 1. Hubungan tumbuhan/produser dan hewan konsumer. bentuk energi yang dipadatkan (2 unit). Cahaya atau sinar matahari mempunyai hubungan dengan sistem-sistem ekologis dan bagaimana energi digunakan dalam sistem itu. semua perubahan.

ozon (O3). yang akhirnya menyebabkan terjadinya aliran angin. 170 Kedua-duanya mempengaruhi lingkungan (iklim) yaitu temperatur. Radiasi matahari pada lapisan atmosfir adalah konstan dibandingkan dengan (1) radiasi/energi cahaya matahari yang mencapai permukaan laut pada hari cerah. lalu menjadi energi kinetik dari angin yang dapat melakukan pekerjaan memompa air. tetapi sebagian besar menjadi panas dan sebagian kecil energi potensil ini diubah menjadi protoplasma baru atau sel baru. (2) sinar matahari yang menembus mendung sempurna. dan (3) cahaya yang menembus vegetasi. Lingkungan energi Organisme yang berada di atau dekat permukaan bumi secara terus menerus disinari oleh (1) radiasi matahari dan (2) radiasi panas bergelombang panjang dari permukaan-permukaan di sekitarnya. absorpsi cahaya/sinar matahari oleh daratan dan air menyebabkan terjadinya daerah-daerah panas dan dingin. Dalam sehari masukan radiasi/energi cahaya matahari ke lapisan autotropik (tumbuhan/vegetasi) sekitar 100-800 kalori g kalori/cm2. energi mengalir masuk melalui fotosintesis dan mengalir keluar melalui respirasi. Hewan/binatang (makro dan mikro) dan manusia memperoleh energi kimia (energi potensial) dari hasil fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dan khemosintesis dari dari mikroba (bakteri sulfur). permukaan lereng di bagian selatan menerima radiasi lebih besar dan lereng bagian utara lebih kecil dari yang diperoleh permukaan datar. b. tetapi hanya sebagian kecil dari cahaya matahari dapat diubah oleh proses fotosintesis . Jadi dalam hal ini energi cahaya berubah menjadi eneri panas di daratan. besarnya radiasi atau energi cahaya matahari kurang lebih 2 g kalori/cm2/detik. dan debu. O2. Di daerah perbukitan atau daerah pegunungan.34 g calori/cm2/detik) yang dapat mencapai permukaan bumi pada tengah hari di musim panas. Pada lapisan teratas atmosfir. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam iklim stempat dan vegetasi. CO2. air. Demikian pula. menjadi energi yang berguna untuk komponen biotik ekosistem. gerakan udara dan air. yang dapat menggerakkan kincir angin sehingga dapat menggerakkan pabrik penggilingan. kesemuanya dibatasi oleh aliran energi. Jumlah ini akan berkurang sebesar 67% apabila melewati atmosfir (melewati awan. atau vegetasi) (hanya 1. penguapan air. Dalam ekosistem. Radiasi yang menembus atmosfir akan berkurrang intesitasnya karena tersaring gas atmosfir.dalam lingkungan tertentu. Keadaan ini terjadi pada daerah yang horizontal (datar).

4 µm) = 9%. 3. Intensitas sinar matahari Intensitas cahaya adalah jumlah energi cahaya matahari yang sampai pada permukaan bumi pada luasan dan waktu tertentu. Panjang hari Panjang hari adalah lamanya matahari memanjarkan sinaranya ke permukaan bumi sangat tergantung pada altitude dan latitude 1 µm = 10-4 cm.4 µm diserap habis oleh lapisan ozon (O3) dibagian luar atmosfir kira-kira pada ketinggian 25 km.7 µm) memiliki banyak warna bergantung pada panjang gelombangnya. Satuannya kalori/cm2. (a).625 µm). Radiasi ultra violet (gelombang pendek) 0.595 µm). (b). 1 Joule = 0.239 kalori. Infra merah (> 0. Pantulan cahaya ini dipergunakan didalam pengindraan jauh baik dengan foto udara maupun citra satelit untuk menetukan pola vegetasi alam. Sinar ultra violet (0. Cahaya tampak sedikit sekali berkurangnya jika melewati awan tebal dan air. 171 .7 µm). yaitu: merah (0. Cahaya tampak ((0.435 –0.3 – 0.750 µm).400 – 0. 2. J/m2. biru (0. Dari semua warna sinar tampak ini.480 µm).7 µm) = 46%. memantau serangan hama dan penyakit tanaman. hijau (0. Pengaruhnya secara ekologis penting dalam memberikan efek pemanasan. watt/m2.435 µm).625 – 0. keadaan tanaman (perkebunan). Kualitas sinar matahari Kualitas sinar matahari adalah spectrum cahaya yang dipancarkan oleh sinar matahari yang terdiri dari berbagai panjang gelombang.3 – 0. kuning (0. dan sebagainya. (c) Infra merah (> 0.7 µm) = 45%. tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan sebagai radiasi panas.574 –0.574 µm). sinar matahari dibagi 3 unsur: 1. Terbagi atas 3 kualitas sinar matahari berdasarkan panjang gelombang. ungu (0.. orange (0. Sinar Tampak (Vesible light) (0. vegetasi/klorofil menyerap gelombang cahaya tampak yang berwarna merah dan biru untuk kegiatan fotosintesis.4 – 0. kurang kuat merangsang reaksi kimia tumbuhan.595 – 0. Cahaya hijau dari cahaya tampak dan infra merah pendek (near infra red) dipantulkan oleh tumbuh-tumbuhan. selain itu juga dapat berpenagruh pada proses perkecambahan dan pertumbuhan batang.4 – 0.490 – 0. artinya fotosintesis dapat terus berlangsung pada hari yang berawan dan beberapa kedalaman air yang jernih.Berdasarkan peranannya bagi pertumbuhan tumbuhan/tanaman.

Naungan yang sejuk dan teduh di dalam hutan (vegetasi) disebabkan oleh absorpsi cajhaya tampak dan infra merah panjang oleh daun-daun bagian atas. Di samping garis lintang (latitude). namun keterpaduan radiasi matahari langsung yang memasuki stratum autotrofik. Antara garis lintang 40o LU dan LS radiasi netto tahunan adalah 1 juta kilokalori/m2/tahun di atas samudra dan 0.6 kilokalori/m2/tahun di atas daratan. Kendatipun perubahan radiasi total menentukan kondisi keberadaan organisme. yaitu energi sinar matahari yang diterima oleh tumbuh-tumbuhan hijau setiap hari.5 juta kilokalori/m2/tahun. 172 . dan tahun adalah amat penting bagi produktivitas dan pertukaran hara mineral dalam ekosistem. Masukan energi primer itu menggerakkan semua sistem biologis. bulan. Air di dalam daun dan uapa air di sekelilingnya menyerap energi panas infra merah panjang. masukan energi radiasi adalah kira-kira 3000 – 4000 Radiasi netto di permukaan bumi yaitu terkecuali di daerah kutub atau daerah tropis yang beriklim kering. Penggunaan energi radiasi matahari dalam setahun diringkaskan pada Tabel 1. Di sana keadaannya begitu ekstrim.1 – 1. perbedaan antara semua arus radiasi yang turun dikurangi dengan semua arus radiasi yang naik. sehingga hanya sedikit keluaran biologis yang dapat dihasilkan. Oleh karena itu sebagian besar biosfir. penutupan awan adalah suatu factor pokok dalam penerimaan radiasi matahari. kilokalori/m2/hari dan 1. Radiasi sebanyak 100 – 800 g kalori/cm2/hari. altitude. mungkin diterima sebagian besar dunia pada hampir setiap saat. dan musim.

precipitasi (hujan) Angin. c. Beberapa definisi penting.2 0. hujan. Karena energi panas ini menyebabkan adanya temperatur yang sesuai untuk hidup dan menggerakkan sistem cuaca dan siklus air yang kesemuanya diperlukan untu kehidupan di bumi.0017 0. juga disebut asimilasi total. 173 .5 Sumber: Hubert. (1985) Hanya lebih kurang 1% saja energi matahari diubah menjadi energi kimia dan lebih kurang 70% digunakan untuk memanaskan bumi. Penggunaan radiasi matahari sebagai persentase dari masukan tahunan ke dalam biosfir Penggunaan Dipantulkan Konversi langsung menjadi panas Evaporasi. Konsep produktivitas ekosistem Produktivitas adalah laju produksi senyawa organic dalam suatu ekosistem. yaitu: 1) Produktivitas primer dari suatu ekosistem adalah laju konversi energi cahaya menjadi senyawa organic melalui fotosintesis dan khemosintesis oleh organisme produser (terutama tumbuhan hijau). 2) Produktivitas primer bruto adalah laju fotosintesis total termasuk senyawa organic yang dipakai untuk pernafasan selama masa pengukuran.Tabel 1. yang dimulai dengan konversi energi cahaya matahari menjadi senyawa organic melalui fotosintesis pada tumbuhan hijau. evaporasi. gelombang. arus Fotosintesis Energi pasang surut lebih kurang Panas terestria lebih kurang Persen (%) 30 46 23 0. angin dan sebagainya.8 0. 1971 dalam Riyanto et al.

dan kekeringan. dan varietas tanaman). Produktivitas primer netto tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (Tabel 2) 174 . (2). tanah. pestisida. Ada subsidi energi dari luar sistem. polusi. disebut juga fotosintesis nyata atau asimilasi netto 4) Produktivitas komunitas netto adalah laju penyimpanan senywa organic yang tidak digunakan heterotrop atau produktivitas primer netto dikurangi konsumsi oleh heterotrop selama waktu pengukuran. (2). Biomas adalah jumlah bahan organic pada saat pengukuran. dan sebagainya. Dalam mengevaluasi produktivitas ekosistem perlu dipertimbangkan (1). ada tenaga kerja manusia. sebagian lagi hilang dalam bentuk panas dan kotoran. biasanya selam musim tumbuh atau setahun. Energi yang tersimpan dalam tubuh sapi yang berasal dari rumput itu disebut produktivitas sekunder Laju produksi (produktivitas) yang tinggi baik pada ekosistem alami (hutan primer) maupun ekosistem budidaya terjadi apabila : (1). sebagian yang rumput yang dimakan tersimpan dalam tubuh sapi sebagai sumber energi. Sebagai contoh suatu padang rumput yang subur tapi dirumputi oleh ternak/hewan herbivora akan mempunyai biomas yang lebih kecil dari pada padang rumput yang kurang subur yang tak mengalami perumputan. panen. Contoh Sapi makan rumput. Untuk ekosistem budidaya. Produktivitas dapat dijadikan ukuran dari kekayaan kesuburan suatu ekosistem. 5) Produktivitas sekunder adalah laju penyimpanan energi pada tingkat konsumer atau decomposer. pupuk. energi pasang surut di daerah estuary untuk ekosistem alami. alat-alat pertanian. Heterotrop adalah organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri misalnya hewan/binatang dan manusia.3) Produktivitas primer netto adalah laju penyimpanan senyawa organic di dalam jaringan tumbuh-tumbuhan setelah dikurangi pemakaian untuk pernafasan selama masa pengukuran. Faktor fisik yang menunjang sesuai (iklim. Sifat dan besarnya kehilangan energi karena gangguan iklim. misalnya hasil kerja angin. Adanya subsidi energi yang dapat menambah produksi dengan mengurangi kehilangan panas untuk pernafasan. hujan.

yaitu tanaman yang memiliki tipe fotosintesis yang mampu mengalami hambatan yang ditimbulkan oleh iklim yang panas.al. Subsidi energi Sumber energi yang mengurangi penggunaan energi yang ada pada ekosistem untuk memelihara kondisinya dan dapat meningkatkan penggunaan energi yang ada untuk dikonversikan menjadi produksi disebut aliran energi tambahan atau subsidi energi Temperatur yang tinggi dan ketegangan air yang tinggi umumnya memaksa tumbuhan untuk menggunakan lebih banyak energi produksi bruto untuk respirasi. 1990.00 1.94 1.03 3.23 6. (Gambar 2). Produktivitas primer bersih tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (hutan primer) Produktivitas primer bersih (g/m2) EKOSISTEM Per tahun Tanaman Budidaya (rata-rata dunia) Gandum 344 Jagung 412 Padi 497 Tebu 1723 Hutan primer Hutan tropika (Malaysia) 2200 Hutan iklim sedang (Inggris) 1500 Padang rumput (Oklahoma dan 446 nebraska) Gurun pasir (Nevda) 40 Sumbe : Odum.36 4.22 0. 1966 dalam Resosoedarmo.11 . et.13 1. 175 Per hari 0. Pada vegetasi alami.Tabel 2. kecenderungan bagi rasio Pn/Pg (produksi netto/produksi bruto) menjadi lebih rendah di daerah tropika dari pada di daerah temperatur sedang juga berlaku bagi tumbuhan C3 seperti padi. Hubungan umum antara produksi bruto dan netto sebagai fungsi garis lintang (latitude). Ini berarti bahwa akan lebih banyak biaya energi untuk mempertahankan struktur tumbuhan pada iklim yang panas. meskipun tumbuhan C4.

176 .

Mendefinisikan dengan tepat pengertian energi dalam ekosistem disertai contoh 2. Persentase (%) rasio produksi (netto/kotor) atau (Pn/Pg) untuk vegetasi alami bervariasi dengan letak tempat (latitude). Indikator Penilaian 1.Gambar 2. Menjelaskan pengertian produktivitas dalam ekosistem. produktivitas primer bruto dan netto. produktivitas primer. Menjelaskan perilaku energi dalam ekosistem disertai contoh nyata yang terjadi di lapangan baik pada ekosistem pertanian maupun pada ekosistem alami (hutan) 3. produktivitas sekunder diseratai contoh-contoh nyata yang terjadi dibidang budidaya pertanian saat ini 177 . B. Kecenderungan yang terjadi di daearah tropik yaitu rasio Pn/Pg kurang dari 50% dan meningkat menjadi 60-70% bila letak tempat semakin jauh dari daerah tropik.

4. Menjelaskan dengan tepat penggunaan subsidi energi pada ekosistem pertanian yang ramah lingkungan dan produktivitas tanaman meningkat 178 .

179 . setiap terjadi transformasi energi pasti terjadi degradasi energi dalam bentuk panas.BAB III. tumbuh dan berkembang. Hukum termodinamika I menunjukkan bahwa jumlah total energi harus tetap sebelum dan setelah transformasi. Peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh kesesuaian/keadaan lingkungan (iklim dan tanah) bagi komoditi yang dikembangkan serta kesesuaian altitude dan latitude. diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru tumbuhan/tanaman atau organisme Tranformasi energi dalam ekosistem mengikuti hukum termodinamika I dan II. Sumber energi sebagian besar berasal dari cahaya matahari. Energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia dan bersama dengan unsur-unsur hara dari dalam tanah. PENUTUP Semua organisme memelukan energi. untuk bergerak. dan melaksanakan fungsi-fungsi badaniahnya. Pada ekositem buatan diperlukan subsidi energi yang tepat agar produktivitas ekosistem meningkat dan ramah lingkungan. Sedangkan Hukum termodinamika II. yang diubah menjadi energi kimia oleh proses fotosintesis dalam tumbuhan hijau.

P. G. 1971. Kormondy. 1992. Delmi. Universitas Hasanuddin 180 . Odum. Riyanto. A. Komunitas.L. Prentice Hall. Ekolgi Dasar. 1985.N. Ekologi dan Biologi Tropika. I. B. E. Conceps of Ecology. Kleden. Lembaga penerbitan. Jakarta. Renwarin’ P. Yayasan Obor. 1997. N. London. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Palenewan. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem.B. J. Fundamental of Ecology. W.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh.J. New Delhi. Rahman. ZD.E.H. Indonesia Irwan. Bumi Aksara. J.M. Hatta. Siwondo. 1989. Jodjo. Saunders. dan Lingkungan. Nurkin. M. Company.

Kaitan Modul L. Materi/Isi F.MODUL V JUDUL: RANTAI MAKANAN DAN TINGKAT TROFIK BAB I. Indikator Penilaian BAB. III. PENDAHULIUAN I. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 181 . Latar Belakang J. Ruang Lingkup Isi K. PEMBAHASAN E. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II.

dimana tikus adalah hewan yang dapat berpindah tempat. Jika pada kucing ada kutunya. PENDAHULUAN A. hewan/binatang dan organisme lainnya (biotic) pada tempat dan waktu tertentu bersama-sama dengan lingkungan abiotiknya membentuk suatu sistem ekologi (ekosistem). ular memakan tikus sehingga organisme ini disebut konsumen kedua . baru berarti jika ada organisme lainnya. Sebagai contoh tikus memakan padi dan tanaman-tanaman lain seperti ubi jalar. 182 . Latar belakang Dunia kehidupsan sebenarnya jauh lebih rumit daripada yang dilihat sepintas lalu. sedangkang padi adalah tumbuhan yang tidak dapat berpindah tempat sendiri. jagung. Selanjutnya kucing. Tikus disebut konsumen atau pemakai.BAB I. dan sebagainya. Tetapi tumbuhan hijau seperti padi. elang. Suatu organisme. Karena tikus langsung memakan tumbuhan hijau maka disebut konsumen tingkat pertama. Misalnya jika melihat hubungan antara tikus dan padi. hubungan konsumen selangkah lebih jauh dari produen. Tumbuhan disebut sebagai produser. dapat membentuk senyawa organic dengan menggunakan energi matahari. Tidak ada satu organismepun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. Energi dan materi merupakan landasan dunia organisme (makhluk hidup). Tumbuhan. Antara organisme yang satu dengan organisme lainnya terjadi pengalihan energi dengan cara memakan dan dimakan. maka kutu disebut konsumen ketiga. Hidup tumbuhan itu sendiri dan hidup organisme lainnya bergantung pada senyawa organic yang dibentuk oleh tumbuhan. Setiap tingkat lebih tinggi.

Jika konsumen mati atau menjadi bangkai. jaring makanan. III. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi C. Rantai makanan. Kaitan Modul Modul V ini membhasa tentang rantai makanan dalam ekosistem. Kestabilan ekosistem hanya dapat dicapai dengan pengalihan energi dan siklus materi/hara melalui rantai makanan. dan menyebutkan tingkat trofiknya pada setiap ekosistem tersebut. juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Namun karena adanya kucing atau hewan lain yang memakan tikus. 183 . Modul V ini masih sangat terkait dengan materi modul I. dan IV D. maka akan mengakibatkan tikus-tikus itu akan kehabisan makanan dan akan mati kelaparan. Misalnya jika tikus dapat berkembang terus tanpa ada pengendalian. Struktur trofik dan piramida ekologis d. dan tingkat-tingkat trofik b. Menjelaskan rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Metabolisme dan ukuran individu c. mahasiswa dapat: 1. II. maka hal tersebut tidak akan terjadi. Rantai makanan Adalah pengalihan energi dari sumbernya yaitu tumbuhan (produser) ke organisme lain melalui sederetan organisme yang memakan dan dimakan. didalamnya terjadi arus energi dan suklus materi merupakan landasan dasar pada suatu ekoistem. RUANG LINGKUP ISI a. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. maka akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi oleh mikro organisme (decomposer) menjadi unsure-unsur hara yang kemudian diserap kembali oleh organisme produser di dalam suatu ekosistem. Adanya pengalihan energi dan materi/hara dari organisme yang satu ke organisme yang lain melalui makan dimakan.. B.

184 . dan tingkat-tingkat trofik Rantai makanan (food chain) adalah pemindahan (transfer) energi makanan dari sumbernya (tumbuh-tumbuhan) melalui serangkaian organisme yang memakan dan dimakan. makin besar energi yang tersedia bagi populasi itu. Pada setiap pemindahan (transfer) sebagian (80-90 %) dari energi potensial (makanan) hilang sebagai panas. atau makin dekat konsumer dengan permulaan rantai makanan (tumbuhan). Rantai makanan. yang dapat diubah menjadi biomas. yaitu: 1. dimulai dari tumbuhan/tanaman sebagai dasar lalu ke herbivora yang merumput (organisme yang memakan tumbuhan/tanaman hidup) dan terus ke karnivora kecil kemudian dimakan karnovora besar (pemakan binatang). Rantai makanan terdiri dari dua tipe dasar. Menerangkan dan memberikan contoh struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem darat dan air 3. Rantai makanan perumputan (grazing food chain). makin pendek rantai makanan ini. Oleh karena itu. jarring makanan. PEMBAHASAN A. Materi/Isi a.2. yaitu berat hidup. termasuk persediaan makanan dan untuk digunakan untuk bernafas. Menerangkan empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi BAB II.

dimulai dari organisme besar kepada organisme kecil. 3. rantai makanan dibagi atas tiga macan. et al. 185 . Rantai makanan tidak berjalan sendiri-sendiri. yaitu: 1. kepada hewan yang lebih besar dan terakhir pada hewan yang terbesar. Rantai pemangsa. hubungan antara produsen. Menurut Resosoedarmo. berjalan dari organisme mati ke mikro organisme. Landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. tapi saling berkaitan yang satu dengan lainnya sehingga membentuk jaringjaring makanan. Rantai parasit. dimulai dari bahan-bahan yang mati lalu ke mikro organisme pemakan detritus (bahan organicyang hancur) dan predaornya. Contoh jaring-jaring makanan yang sederhana (Gambar 1) Gambar 1 Gambar 1. Jaring-jaring makanan. yang hidup sebagai parasit. konsumen.2. Rantai makanan perombakan (detritus food chain). (1990). 2. Rantai saprofit. dan perombak dalam suatu daur materi dan energi. dimulai dari hewan kecil sebagai mata rantai pertama.

Tumbuhan hijau daun adalah produsen primer.

Dalam proses daur materi dan energi seterusnya, produsen primer ini

merupakan makanan konsumer primer (herbivora) ialah hewan pemakan tumbuhan seperti burung, kelelawar, kupu-kupu, lebah, sapi, dan lainnya. Selanjutnya konsumer primer akan menjadi mangsa dari konsumer sekunder yaitu predator (karnivora). Baik produser, herbivora, dan karnivora atau predator apabila telah tua atau mati akan mengalami pembusukan, dan perombakan oleh decomposer (mikro organisme, misalnya bakteri atau jamur) menjadi bahan organic yang lebih sederhana, sampai akhirnya menjadi unsureunsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme produser (tumbuhan/tanaman). Suatu komunitas alamiah, seekor pemangsa (predator) sangat funsional dalam mamaelihahara keseimbangan dengan populasi binatang yang dimangsa. Dalam keseimbangan seperti itu misalnya populasi kijang yang lamban dengan mudah menjadi mangsa harimau sehingga yang tinggal hidup adalah kijang-kijang yang sehat. Populasi kijang hanya ada yang sehat justru karena adanya populasi harimau (pemangsa). Begitu pula padang rumput akan berada dalam dalam pertumbuhan yang sehat karena terbatasnya populasi kijang yang memakan rumput tersebut. Harimau yang lamban akan mati kelaparan karena kijang yang masih hidup hanyalah kijang-kijang yang sehat dan gesit serta tidak akan tertangkap atau dimangsa oleh harimau yang lamban atau lemah. Akhirnya harimau yang dapat bertahan hidup hanyalah populasi harimau yang sehat. Sehingga yang ada dalam komunitas alamiah hanyalah populasi harimau yang sehat. Komponen yang sehat-sehat memberikan situasi dan serasi antara satu dengan yang lainnya. Transfer energi dan materi pada setiap komponen biotik: MATAHARI (Sumber energi) ↓ PRODUSER (R dan D) ↓ 186 = R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Karena organismenya mati

HERBIVORA (R, D, F) ↓ KARNIVORA I (R,D,F) ↓ KARNIVORA II (R, D, F)

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran R ; energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

Di dalam komunitas-komunitas yang kompleks, organisme-organisme yang makanannya dari konversi energi matahari dengan jumlah langkah yang sama dikatakan termasuk kedalam tingkat trofik yang sama. Aliran energi berdasarkan trofik dalam suatu ekosistem mempunyai jarak transfer makanan tertentu dari sumber energi, menempati suatu tingkat trofik tertentu, sebagai berikut: Tingkat Trofik I, adalah tumbuhan hijau, yaitu menangkap cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan di sebut PRODUSER. Tingkat Trofik II, HERBIVORA, organisme yang mencernakan bahan-bahan tumbuhan hidup sebagai makanannya untuk mendapatkan energi. Terdidri dari jamur parasit pada tumbuh-tumbuhan hingga seekor gajah. Tingkat Trofik III, KARNIVORA KECIL (I), yaitu binatang yang memperoleh energi dari memakan herbivora. Bisa terdidri dari serangga, laba-laba sampai elang, tikus 187

Tingkat Trofik IV, KARNIVORA BESAR (II), organisme memperoleh energi dengan memakan karnivora-karnivora kecil, yang dimulai dari ular, burung hantu sampai harimau dan singa. Jadi energi dipindahkan selangkah demi selangkah lebih jauh dari sumber semula, yaitu energi cahaya matahari. Beberapa binatang, seperti beruang dan juga manusia adalah omnivora kadang-kadang memakan tumbuhan dan kadang-kadang memakan binatang lain. Bakteri, protozoa, jamur, dan binatang-binatang kecil lainnya, menggunakan tumbuhan dan hewan yang mati sebagai makanannya disebut Dekomposer atau perombak. Dekomposer yang menguraikan bahan dan senyawa organic menjadi senyawa yang sederhana hingga menjadi unsure hara dan kembali ke lingkungan, juga menggunakan energi dan membawanya ke langkah yang lebih jauh dari sumbernya. Pada ekosistem darat, kebanyakan decomposer hidup dipermukaan atau di lapisan atas tanah, mengubah bahan mati menjadi humus dan akhirnya menjadi mineral, gas-gas, dan air untukm selanjutnya diserap oleh akar tanaman. Pentingnya decomposer tidaklah diragukan. Tanpa mereka, bahan-bahan mati akan tertumpuk, unsur-unsur hara akan terikat pada organismenya yang telah mati atau menjadi bangkai (sisa tanaman dan hewan). Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang hara (Recyvling) hara dalam ekosistem. Kualitas sumberdaya (ekosistem) dapat ditingkatkan dengan melibatkan konsumer yang dapat menyalurkan unsur hara dan memproduksi hormon-hormon yang menguntungkan pertumbuhan. Sebagai contoh penggunaan mikroba seperti jamur mikoriza yang menyalurkan hara P kepada akar pohon sebagai penukar makanan berkualitas tinggi yang diperoleh dari tumbuhan. Demikiaan juga penggunaan bakteri rizhobium pada tanaman kacang-kacangan, dapat menfiksasi N dari udara yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. Produser dan konsumer mendapatkan keuntungan dari pembagian ini. Interaksi tumbuhan/tanaman dengan mikroba disebut mutualisme. Beberapa zat makanan terkonsentrasi pada tiap tingkat trofik di dalam rantai makanan. Pengkonsentrasian zat atau senyawa pada rantai makanan sering disebut magnifukasi biologis atau pembesaran biologis. Contoh adanya unsure rsdioaktif, logam berat dan 188

tetapi kualitas energi dalam jumlah kalori energi matahari yang digunakan meningkat dari 1-10. tetapi kualitas energi untuk menjalankan pekerjaan meningkat dengan tiap-tiap konversi. (1985). satu biomas kecil predator mempunyai kualitas energi 100 kali dari satu biomas kecil herbivora. menunjukkan bahwa dalam satu rantai makanan alami penurunan energi melalui tiap-tiap tingkat dari 106 kilokalori/m2 masukan matahari hingga 100 atau kurang pada tingkat predator. lalu terkonsentrasi lagi pada burung pemakan ikan. Akibatnya makin kecil biomassanya yang dapat ditopangnya pada suatu tingkat trofik tertentu di dalam ekosistem. Pada akhirnya melenyapkan populasi burung predator seperti elang. diperkirakan tercuci ke laut. ternyata residu yang beracun itu diserap`oleh detritus (bahan organic) dan menjadi terkonsentrasi dalam jaringan-jaringan hewan pemakan detritus yaitu pada ikan-ikan kecil. Metabolisme dan ukuran individu Biomas dinyatakan sebagai jumlah berat kering atau jumlah nilai kalori organisme yang terdapat pada suatu waktu tertentu yang dapat ditopang oleh arus tetap dari energi di dalam rantai makanan amat tergantung pada pada ukuran organisme masing-masing. dan sebagainya. Gambar 2/////// 189 .000. Sebaliknya makin besar organismenya.. rajawali. secara tidak langsung menyebabkan kematian ikan dan margasatwa. Kuantitas energi menurun melalui rantai transfer. makin besar pula biomassanya. makin besar metabolisme per gram (per kalori) biomassanya. Pada Gambar 2. bahwa bahan bakar fosil memiliki kualitas atau potensi kerja 2000 kali dari cahaya matahari. pestisida DDT (pembunuh serangga) sering disebut insektisida DDT untuk mengendalikan nyamuk selama beberapa tahun di rawa-rawa.pestisida dalam rantai makanan. Menurut Riyanto. Jadi jumlah bakteri yang terdapat pda suatu saat akan jauh lebih kecil akan jauh lebih kecil daripada biomassa ikan atau mamalia sekalipun penggunaan energi untuk kedua golongan itu sama. Contoh kasus. Sifat racun berjangka panjang dari residu DDT. Sepuluh ribu cahaya matahari diperlukan untuk menghasilkan 1 kilokalori energi predator. et ala. b. Makin kecil organismenya. Jadi.

Di dalam banyak hal. bagian-bagian yang penting dari satu komunitas bukan organisme-organisme yang besar tetapi sedikit. tetapi justru organisme kecil yang banyak yang seringkali tidak tampak oleh mata. bakteri. B = Rantai energi Metabolisme per gram biomas tumbuhan dan binatang kecil seperti ganggang. dan protozoa jauh lebih besar daripada laju metabolic organisme-organisme besar seperti pohon atau binatang vertebrata. A = Rantai makanan. Jadi ganggang kecil 190 .Gambar 2. dari segi metabolisme. Hal tersebut berlaku untuk fotosintesis dan respirasinya. Peningkatan kualitas dengan penurunan kuantitas yang terjadi pada dua rantai aliran energi yang dimulai dari matahari.

Contoh danau. (b). (c). hutan. Piramida-piramida ekologis terdiri atas tiga tipe. terumbu karang dan sebagainya. 191 . Demikian juga crustaceae kecil (zooplankton) yang memakan ganggang dapat memiliki respirasi total yang sama dengan apa yang dimiliki oleh sapi yang berlipat ganda beratnya di padang penggembalaan. Piramida biomassa. Semakin kecil ukuran suatu organisme semakin besar metabolimenya per gram biomassa. didasarkan pada jumlah berat kering. Ukuran individu menentukan besarnya metabolisme suatu organisme. yaitu: 1. Struktur trofik dan piramida ekologis Fenomena interaksi antara rantai makanan dan hubungan metabolisme dan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas memiliki struktur trofik tertentu yang seringkali khas untuk tipe ekosistem tertentu. dimana tingkat pertama atau tingkat produser merupakan dasar dari tingkat-tingkat berikutnya yang membentuk puncaknya. Piramida jumlah sangat bervariasi pada komunitas berlainan. Struktur trofik dan fungsi trofik dapat diperlihatkan dengan menggunakan “Piramida Ekologis”. berdasarkan jumlah individu peratuan luas. c.(fitoplankton) di dalam kolam yang beratnya hanya seberapa pada setiapsaat dapat memiliki metabolisme yang sama besar dengan pohon-pohon yang bervolume lebih besar di dalam hutan-hutan atau jerami di padang rumput. Memberikan gambaran menyeluruh tentang sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komonen biotic suatu ekosistem karena sesungguhnya jumlah dan berat organisme yang dapat ditunjang pada setiap tingkat trofik tergantung pada energi yang digunakan dan dihasilkan. Biomassa bersifat kualitatif. 3. 2. berdasarkan kecepatan arus energi dan produktivitas tingkat-tingakat trofik yang berurutan. (a). lapangan penggembalaan. nilai kalori atau ukuran lain dari jumlah total bahan hidup. Memberikan gambran kasar tentang efek hubungan rantai makanan. Piramida biomas dapat memberikan gambaran yang lenbih baik tentang hubungan tingkat-tingkat trofik pada rantai makanan. Piramida energi. Piramida jumlah.

Menerangkan dengan tepat empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi 192 . Pada ekosistem darat dan ekosistem air. Sistem ini memproduksi makanan dan serat dengan dukungan energi tambahan seperti minyak bumi atau energi lain yang ditambahkan oleh manusia. pola fungsional dan proses pertumbuhan. Contoh. tanpa subsidi dan hanya ditunjang oleh energi cahaya matahari. Indikator Penilaian a. beberapa hutan hujan. Arus energi tahunan 10.000 – 40. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Sumber dan kualitas energi yang tersedia menentukan jenis dan jumlah organisme. akuakultur.000 – 3000. b. Ekosistem yang ditunjang oleh energi matahari dan dibantu oleh manusia. Estuaria pasang surut. Arus energi tahunan100. hutanhutan di dataran tinggi. dan pola hidup manusia. Memberikan satu contoh rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Contoh laut terbuka. Karena energi adalah suatu penyebut umum dan factor penentu terakhir di dalam semua ekosistem. Contoh ekosisstem pertanian.000 kilokalori/m2 B. Sistem-sistem industri perkotaan yang ditunjang oleh tenaga bahan bakar fosil atau bahan bakar organic atau bahan bakar nuklir.000 kilokalori/m2 b. c.000 kilkalori/m2 d. Ekosistem alam. Pada sistem-sistem ini sumber energi utama adalah minyak bumi.000 – 40.000 kilokalori/m2 c. dan menyebutkan tingkat trofiknya dengan tepat. dibedakan 4 kelas dasar ekositem. Sistem ini merupakan pencetus kemakmuran. Arus energi tahunan 10. Menerangkan dengan tepat struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem dan memberikan contoh.d. a. menghasilkan kelebihan bahan organic. namun juga merupakan sumber pencemaran. Ekosistem alam yang ditunjang energi matahari dan dibantu oleh energi alam lainnya. Atas dasar ini. Arus energi tahunan 1000 – 10. tanpa subsidi energi.

193 .

Energi mengalir di dalam ekosistem yang dimulai dari luar yaitu energi dari cahaya matahari dan sebagian juga energi itu hilang dari ekosistem sebagai panas melalui respirasi. herbivora. maka semakin besar pula energi yang dapat disimpan dalam tubuh organisme di ujung akhir rantai serta dapat menghilang melalui proses respirasi oleh organisme tersebut. merupakan perombak yang memakan organisme mati Misalnya rayap mungkin sebagai konsumer kecil sekaligus 194 . Hara-hara ini ada melalui jaring-jaring atau rantai makanan yang sebagian besar kembali ke lingkungan dalam bentuk anorganik dengan melapuknya bahan organic yang mati. Pada pertukaran energi antar organisme. Rantai makanan atau jaring-jaring makanan/hara biasanya memiliki ratusan jenis yang saling di pertautkan oleh kebiasaan makan. Dalam perpindahan energi dari organisme satu ke organisme lain. atau endapan di dalam tanah. Sebagian besar hara berputar dalam ekosistem. Aliran energi dan siklus hara mempunyai pola hubungan dengan lingkungan abiotik pada suatu ekosistem. Rantai makanan tersebut tidaklah berjalan sendiri dan terpisah. sebab pada jarring-jaring makananlah terjadi alih energi dan alih materi/hara. PENUTUP Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian organisme dengan saling makan memakan. sebagian besar energi terpencar sebagai energi panas. Herbivora dan karnivora digabungkan menjadi konsumen (consumer) atau biofag (biophage) yang memakan organisme hidup. karnivora besar. Produser. Tumbuh-tumbuhan memperoleh hara dari lingkungan anorganik dalam atmosfir. air. Dekomposer (decomposer) atau safrofag yang makan bahan organic mati. Jaring-jaring makanan adalah satuan dasar ekosistem. tetapi berhubungan satu sama lainnya membentuk jarringjaring makanan. Semakin pendek rantai makanan itu semakin dekat jarak antara organisme dari permulaan dan organisme pada ujung rantai. karnivora kecil. Satu populasi tertentu dapat berada sekaligus pada lebih dari satu tingkat trofik.BAB III. dan decomposer menunjukkan tingkat-tingkat trofik. juga dijumpai pertukaran hara antar organisme dengan lingkungan abiotik. tanah.

Lembaga penerbitan. Kleden. Renwarin’ P. B. Odum. Fundamental of Ecology. 1971. A. Company. Riyanto. Palenewan. 1985. Hatta. ZD.N. Kormondy. Prentice Hall.H. P. Saunders. Nurkin. dan Lingkungan.M. Universitas Hasanuddin 195 .J. 1997. Bumi Aksara. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur.E. London. Indonesia Irwan. Komunitas. Ekolgi Dasar.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. 1989.L. G. J. Jakarta. 1992. Jodjo. M. Delmi. J. New Delhi.B. Conceps of Ecology. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. W. I. Rahman. E. Ekologi dan Biologi Tropika. N. Yayasan Obor. Siwondo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful