LAPORAN

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Matakuliah: EKOLOGI UMUM

Oleh: Ir. N U R M AN, MP.

PROGRAM STUDI AGRONOMI JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2008

67

LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM
Angkatan IV Telah diperiksa dan disetujui Oleh Coash Clinic SCL Universitas Hasanuddin Makassar, 30 Agustus 2007

Coach,

Coachee,

Dr.Ir. Yunus Musa, MSc NIP. 131 287 796

Ir. Nurman, MP. NIP. 131 803 219

Mengetahui, Ketua LKPP-Unhas ub.Kepala PKPAI-Unhas

Ir. Machmud Syam, DEA NIP. 131 637 597
68

.............. 6.............................................. 4......................................................................................................aman 1 2 3 5 16 36 42 Halaman Pengesahan ....................................... Tabel Rencana Penilaian Kinerja Mahasiswa ... Lembar Konsultasi......................................... 5........................................................ Kontrak Pembelajaran ................ Daftar Isi ............................................................... Kompetensi Lulusan Kurikulum PS ...... 8............................................................................... 2............................................................................................................................................................................. 69 .... Rencana Pembelajaran Matakuliah ................................. 7.............. Hal.Daftar Isi No 1.......................................

tata nilai. Mengerti dan memahami tentang hubungan anatara tanaman dan iklim a. Menguasai penerapan teknik-teknik perencanaan. etika. desain. Mengerti dan memahami tentang interaksi tanaman dan lingkungan c. Menjungjung tinggi norma.KOMPETENSI Lulusan Program Studi KELOMPOK KOMPETENSI NO 1. . Menguasai penerapan teknik-teknik pengaturan tanaman untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan g. Menguasai penerapan teknik-teknik produksi benih dan pengelolaannya untuk menghasilkan benih bermutu e. Mampu berkomunikasi secara efektif a. dan tanggung jawab profesional. Menguasai penerapan teknik-teknik perlindungan tanaman yang berorientasi ramah lingkungan Menguasai secara aktif pengoperasian komputer √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 70 ELEMEN KOMPETENSI b c d e 2. b. RUMUSAN KOMPETENSI a a. KOMPETENSI UTAMA 3. Menguasai penerapan sain dasar dalam bidang pertanian b. Mengerti dan memahami sain dasar b. 4. Mampu berkomunikasi secara efektif. moral. dan perencanaan pengelolaan lanskap f. Menguasai penerapan teknik-teknik budidaya tanaman c. agama. Menguasai penerapan teknik-teknik pemuliaan tanaman d.

10. Mampu untuk mengembangkan diri dan mampu berfikir logis dan analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional Kemampuan dalam penguasaan bahasa Inggeris Kemampuan dalam penguasaan sofware dan hardware computer Kemampuan bekerjasama. penguasaan ilmu dan keterampilan. baik sebagai pimpinan maupun sebagai anggota dalam tim kerja Kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan kerja Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengelaman yang diperoleh selama menempuh studi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ ELEMEN KOMPETENSI: a. e. pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya 71 . 7. sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. c. 11. Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat dilingkungan kerja b. kemampuan berkarya. KOMPETENSI LAINNYA a. 9. d. 6.5. 12. KOMPETENSI PENDUKUNG 8. b. landasan kepribadian.

Ruang Lingkup. Bobot Nilai (%) Minggu Ke: 1 2. dan Diskusi Kuliah + Tugas Kajian Pustaka. Materi Pembelajaran Kontrak perkuliahan dan rencana pembelajaran Pengertian Ekologi. dan Cara-cara pendekatan Ekologis Indikator Penilaian .RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK NAMA MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM Kompetensi Utama Kompensi Pendukung Kompetensi lainnya : Mengerti dan memahami sain dasar : Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) : Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi Bentuk Pembelajaran Kuliah. terbentuknya kelompok dan memilih ketua kelompok Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi.Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. DL Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Tata tertib perkuliahan. dan kemutakhiran bahan pustaka .Menyebutkan dngan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian 5% 72 .

Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Memahami konsep sistem dan ekosistem. Materi Pembelajaran Konsep Sistem dan Ekosistem. dekomposisi. Proses produksi. dan CL. Komponen Ekosistem. Struktur ekosistem darat dan air. Proses Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentase + SGD. Manfaat dekomposisi di dalam ekosistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi biologis Indikator Penilaian .Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis .Menjelaskan dengan tepat proses Produksi. Komponen ekosistem.Membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan disertai contoh . Dekomposisi. organisme yang terlibat dalam dekomposisi bahan organik dan manfaatnya dalam ekosistem disertai contoh Bobot Nilai (%) 12% 73 . Struktur Ekosistem.Minggu Ke: 3-4.

Ketepatan dalam menjelaskan pengertian produktivitas primer.Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramida ekologi dalam ekosistem .Membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Bobot Nilai (%) Tingkat Trofik. dan Sekunder. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. netto. Struktur Trofik dan Piramida Ekologi. Pengertian Produktivitas Primer. Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. CL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan tentang Energi. bruto.Minggu Ke 5-6 Materi Pembelajaran Pengertian Energi. Netto. Dapat mendefinisikan kualitas energi. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. DL. dan Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. bruto. netto. 16% 74 .Mendefinisikan dengan tepat tentang energi disertai contoh . dapat membedakan produktivitas primer. Jaring Makanan.Mendefinisikan dengan tepat kualitas energi . Dapat menjelaskan perilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. Kualitas Energi. Rantai Makanan. Bruto.Dapat memberikan contoh mekanisme rantai makanan dalam ekosistem .Dapat memberikan contoh tentang perubahan bentuk energi . dan sekunder. Lingkungan Energi.Memberikan satu contoh untuk menjelaskan konsep daya dukung . dan sekunder dan disertai contoh . Indikator Penilaian .

Hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. Faktor lingkungan.Minggu Ke 7-8 Materi Pembelajaran Faktor pembatas dalam ekosistem.Menerangkan dengan tepat 5 azas tambahan hukum toleransi Shelford disertai contoh .Dapat menyebut 9 unsur hara makro dan 6 unsur hara mikro serta fungsinya untuk pertumbuhan organisme Bobot Nilai (%) 12 % 75 . dan CS Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. Indikator Penilaian . CL.Menyebut dengan tepat minimal 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organosme .Menyatakan taraf toleransi nisbi suatu organisme terhadap lingkungan atau makanan dengan mempergunakan kata awalan steno dan eury dan disertai contoh . Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi.Menyebut dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dan dilengkapi dengan contoh-contoh . Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya.Menerangkan dengan jelas disertai contoh hubungan organisme dan lingkungannya . . Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. hubungan lingkungan dan organisme Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. Taraf toleransi nisbi suatu organisme.

siklus Nitrogen. nitrogen dan sulfur Bobot Nilai (%) 8% 76 . siklus nitrogen. Dapat memahami pencemaran udara. dan sulfur dari sunber pustaka yang mutakhir . air. siklus air dan karbon. siklus fosfat.Menyebutkan dengan tepat jenis mikroba yang berperan dalam siklus karbon. fosfat. Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia.Ketepatan menjelaskan komposisi udara yang dianggap sudah tercemar disertai contoh .Ketepatan menjelaskan pengertian siklus biogeokimia disertai contoh . siklus sulfur Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. SGD. Pencemaran udara. siklus fosfat. fosfat.Membuat sketsa/bagam dengan tepat dan menjelaskan siklus karbon. CL. Dapat memahami siklus karbon dan air. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia Indikator Penilaian .Minggu Ke 9 Materi Pembelajaran Siklus biogeokimia.

Mempraktekkan dan menjelaskan 5 metode dengan tepat untuk mengukur kepadatan populasi . Natalitas. Kepadatan populasi.Menjelaskan dengan tepat tentang fluktuasi populasi Bobot Nilai (%) 10. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis.Menghitung tingkat natalitas dan mortalitas dengan rumus dan contoh .Menjelaskan dengan tepat disertai rumus tentang konsep laju instrinsik. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. SGD. CL. DL. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas.Menjelaskan dengan tepat faktor yang mempengaruhi berkembangnya populasi . fluktuasi dan Pertumbuhan populasi Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Mortalitas. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. 77 .Membedakan dengan jelas kerapatan kotor dan kerapatan ekologis disertai contoh . penyebaran umur dan pertumbuhan populasi . Konsep laju.Mendefinisikan dengan tepat pengertian populasi disertai contoh . PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan populasi. Penyebaran umur dan pertumbuhan alami. Laju instrinsik. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi Indikator Penilaian . Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. Dapat memahami konsep laju instrissik.Minggu Ke 10 Materi Pembelajaran Sifat populasi.5% pada ekosistem. Dapat menjelaskan perkembangan populasi.

Minggu Ke 11 Materi Pembelajaran Aksi densitas independen dan densitas dependen. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. Pola-pola penyebaran. dan PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menjelaskan dentitas populasi.Menerangkan dengan jelas aksi dentitas independen .Menjelaskan dengan benar pentingnya optimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Bobot Nilai (%) 9% 78 . CL.Menerangkan dengan tepat penyebab pengolompokan populasi dan memahami asaz Allee disertai contoh . Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. isolasi dan teritorialitas. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Indikator Penilaian . Pengumpulan agregasi dan asas Allee. sifat dan cara hidup Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. DL.Menjelaskan dengan tepat metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggorombolan populasi . SGD.Menyebutkan dan menggambar pola-pola penyebaran populasi .Meyebutkan dengan tepat sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial organisme misalanya burung menurut niche . Pembagian energi.

Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi. Peranan allelopati. koperasi.Minggu Ke 12 Materi Pembelajaran Tipe-tipe interaksi antara 2 jenis organisme. DL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis. predasi.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi komensalisme. dan parasitisme. herbivori. Dapat membedakan tipetipe interaksi antara jenis. dan mutualisme Indikator Penilaian .Menjelaskan secara singkat dan tepat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi disertai contoh . parasitissme dan herbivori dalam ekosistem disertai contoh. dan mutualisme Bobot Nilai (%) 9% 79 . dan herbivori. Dapat menjelaskan peranan komensalisme. CL.Membedakan dengan tepat predasi dan parasitisme disertai contoh . Peranan komensalisme. predasi. koperasi. koperasi.Menyebutkan dengan tepat 9 tipe interaksi antara jenis disertai contoh . SGD. parasisitisme. dan mutualiasme Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. .Membedakan dengan jelas setiap tipe-tipe interaksi antara jenis . Kompetisi interspesifik dan koeksistensi.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi alelopati. predasi. Dapat menjelasskan peranan alelopati.

Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai hubungan komunitas terhadap gradien geografik . dan guild disertai contoh. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas. SGD. Indikator Penilaian . PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat membedakan konsep habitat. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik.Membedakan konsep dengan tepat tentang habitat. niche ekologi.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai struktur komunitas pada abad yang silam Bobot Nilai (%) 10.Menyebutkan dengan tepat 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas dalam waktu yang singkat. Pengetian dan peranan ekotone. dan guild. . Dapat membedakan ekotone dan edge effect. Kajian populasi. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. Pengertian dan peranan edge effect. komunitas di dalam ekosistem yang utuh.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai peranan genetik dalam komunitas . . Materi Pembelajaran Konsep habitat. dan guild. niche ekologi. Keanekaragaman jenis dan polanya di dalam komunitas.5 % 80 . Struktur ekosistem dalam abad-abad yang silam.Minggu Ke 13.Menyebutkan dengan tepat 2 komponen konsep keanekaragaman jenis . niche ekologi. DL.memadukan biologi populasi dan pengetahuan ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. CL. Hubungan populasi dan komunitas terhadap gradien geografik.Membedakan secara tepat ekotone dan edge effect .

Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder. Materi Pembelajaran Suksesi. Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.Menerangkan dengan tepat dan lancar jenis-jenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Bobot Nilai (%) 4% 81 . sere. Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. dan klimaks. sere.Membedakan dengan tepat suksesi primer dan suksesi sekunder disertai contoh . Suksesi heterotropik. dan klimaks disertai contoh . Indikator Penilaian . Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik. DL. CL. Allogenik dan Autogeneik. SGD. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan suksesi.Membedakan dengan tepat dan lancar suksesi allogenik dan suksesi autogenik disertai contoh .Minggu Ke 14. Konsep klimaks. Seleksi kualitatif dan kuantitatif.Mendefinisikan dengan tepat istilah suksesi.

Komposisi vegetasi pada berbagai ketinggian.Minggu Ke 15 Materi Pembelajaran Evolusi biosfir. SGD.Menerangkan dengan tepat terjadinya evolusi biosfir disertai contoh . Dapat menerangkan koevolusi.Menjelaskan dengan tepat sifat-sifat khas wilayah estuaria- Bobot Nilai (%) 4% 82 . Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria Indikator Penilaian . Seleksi alamiah dan seleksi buatan.Menjelaskan dengan tepat pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi disertai contoh . CL. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. Membedakan tipe hutan tropika dan hutan musim tropika. Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi.Membedakan dengan tepat tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika . Sifat khas wilayah estuaria Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Relevansi perkembangan ekosistem dan teori evolusi biosfer terhadap ekologi manusia. Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir.Menjelaskan dengan tepat dan lancar tentang seleksi buatan dan seleksi alami dan disertai contoh . Koevolusi.

5. MP. (5 %) Memahami konsep sistem dan ekosistem. ekologi dan ekologi menyebutkan perairan organisme membedakan dalam bidang komponen disertai yang terlibat dengan tepat pertanian ekosistem contoh (2%) dalam baik dari segi dekomposisi istilah (1%) stratum bahan ekonomi dan maupun segi organik dan ekologi biologis manfaatnya (2 %) dalam (5 %) ekosistem disertai contoh (5 %) No NIM Nama Mahasiswa 1. Nurman. dekomposisi. Sruktur ekosistem darat dan air. 3. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 4. Proses produksi.NAMA MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM KODE/NAMA DOSEN : Ir. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. 6. H Idar Badaruddin Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari 83 . manfaat dekomposisi di dalam eksistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi (12 %) Ketepatan Menyebutkan Kemutakhiran Mendefinisikan Membedakan Menjelaskan struktur dengan tepat penjelasan dengan tepat daftar pustaka dengan tepat konsep sistem ekosistem proses tentang satu contoh (2%) dan ekosistem darat dan Produksi. 2. JUMLAH PESERTA : 26 orang (2-4) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan dapat membedakan istilah ekologi dan ekonomi. pengertian penerapan dan ekosistem dekomposisi.

Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 24. 16. 25. 13.7. 21. 26. 11. Shaleh Mardhiyah Reski Ramadhany Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 84 . 14.Moh. 23. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 20. 8. 17. 18. G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi Arminingsih M. 22. 12. 9. 19. 10. 15.

(5-6) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa Dapat mendefinisikan tentang Energi. dan sekunder.Moh. Rifki Z 85 . energi piramida konsep (2 %) dan sekunder (2 %) ekologi daya (2%) dan disertai dalam dukung contoh (2 %) ekosistem (2%) (2 %) No. netto. 2. kualitas dan kan (2 %) energi ekosistem bruto. M. 6. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 7. 4. dan Dapat menjelaskan konsep daya dukung. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. (16 %) Mendefinisikan Dapat Ketepatan Dapat Mende Menerang Memberi Membuat dengan tepat memberikan dalam memberikan finisika kan dengan kan satu klasifikasi tentang contoh contoh menjelaskan n tepat contoh ekosistem tentang energi rantai pengertian dengan struktur untuk berdasarkan perubahan disertai produktivitas makanan tepat ekologis menjelas energi contoh (2 %) bentuk dalam primer. 14. Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. 8. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. bruto. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. netto. 3. dapat membedakan produktivitas primer. NIM 1. 5. 9. 12. 11. 13. Dapat menjelaskan prilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. Dapat mendefinisikan kualitas energi. 10. H Idar B.

20. G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 25. 22. 17. 26.15. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 86 . 19. Shaleh Mardhiyah Reski R. 24. 18. 23. 21. 16.

Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya. M. 7. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 3. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme.(7-8) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. 5. H Idar B. 10. 2. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme (12 %) Menerangkan Menyebut 9 Menyebut Menerangkan Menyatakan Menyebut dengan jelas unsur dengan dengan tepat taraf toleransi dengan tepat disertai contoh hara makro tepat hukum 5 azas nisbi suatu minimal 4 hubungan dan 6 unsur minimum tambahan organisme faktor organisme dan hara Leibig dan hukum terhadap lingkungan lingkungannya mikro serta hukum toleransi lingkungan atau yang fungsinya toleransi Shelford makanan mempengaruhi (2 %) untuk Shelford dan disertai dengan pertumbuhan pertumbuhan dilengkapi contoh (2 %) mempergunakan dan organisme dengan kata awalan perkembangan (2 %) contohsteno dan eury organosme contoh (2 %) dan disertai (2%) contoh (2 %) No. 6. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. NIM Nama Mahasiswa 1. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi. 4. 11. 8. Darmawan 87 . 9.

13. G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Ihsan Arhan Risqa Andika A. 24. 16. 14. 25.12. 20. 26. 17. 22. 15. 21. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 88 . 18.Moh. 19. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 23. Shaleh Mardhiyah Reski R.

H Idar B.5 %) disertai contoh fosfat.Moh. 4. 10.5 %) sunber pustaka yang mutakhir (2. NIM Nama Mahasiswa 1. nitrogen dan disertai sudah tercemar siklus karbon. sulfur (2. dan sulfur dari (1. 8. 15.5 %) contoh (1. 13. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Erwin Indrajit Sulaik Abd.5 %) No. 7.9) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 5. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik 89 . 9. 2. siklus fosfat. 11. 14. 6. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia (8 %) Ketepatan Ketepatan Membuat Menyebutkan dengan tepat menjelaskan menjelaskan sketsa/bagam jenis mikroba yang pengertian siklus komposisi udara dengan tepat dan berperan dalam siklus biogeokimia yang dianggap menjelaskan karbon. 3. 12. Dapat memahami pencemaran udara. siklus nitrogen. Dapat memahami siklus karbon dan air. 16. fosfat. M. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. air.

26. 21. 18. 20. 23. 22. Shaleh Mardhiyah Reski R. 19. G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rezal M. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 90 . 24. 25.17.

H Idar B. 8.5 %) Mendefinisikan Membedakan Mempraktekkan Menghitung Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas dan tingkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat tentang pengertian kerapatan menjelaskan 5 natalitas dan faktor yang disertai fluktuasi mempengaruhi rumus populasi dan kotor dan metode dengan mortalitas populasi berkembangn tentang disertai contoh kerapatan tepat untuk dengan pada ya populasi ekologis mengukur rumus dan konsep laju (1 %) ekosistem.5 %) No. NIM Nama Mahasiswa 1. disertai kepadatan contoh instrinsik.(10) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat mendefinisikan populasi. 3. Dapat menjelaskan perkembangan populasi. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. (1. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. 4. 6. 9. M. 7. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. 10. 13. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi (10. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 Erwin Indrajit Sulaik Abd.5 %) (1 %) penyebaran contoh (2 %) populasi (2 %) (1 %) umur dan pertumbuhan populasi (1. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika 91 . Dapat memahami konsep laju instrissik. 11. 12. 5. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. 2.

Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 26.Moh.14. 19. 25. 17. 21. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 92 . 24. 18. 22. 16. G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 A. 15. Shaleh Mardhiyah Reski R. 23. 20.

Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 14. 12. M. 5. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi (9 %) Menerangkan Menyebutkan Menjelaskan Menerangkan Meyebutkan Menjelaskan dengan jelas dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan benar aksi dentitas menggambar metode untuk penyebab sebab-sebab pentingnya independen pola-pola menentukan pengolompokan terjadinya optimasi penyebaran tipe tata ruang populasi dan isolasi dan energi (1. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. H Idar B. 7. 9. 10. 4.5 %) (1. 13. NIM Nama Mahasiswa 1. 3. 2.5 %) burung reproduksi menurut (1 %) niche (2 %) No. 8.5 %) populasi dan derajat memahami klasifikasi serta dengan tepat penggorombolan asaz Allee teritorial penambahan populasi disertai contoh organisme waktu (1. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 6. Rifki Z 93 .5 %) misalnya untuk (1. Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial.Moh.(11) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menjelaskan dentitas populasi. 11. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. Shaleh Mardhiyah Reski R. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar

94

(12) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis; Dapat membedakan tipe-tipe interaksi antara jenis; Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi; Dapat menjelaskan peranan alelopati, predasi, parasisitisme, dan herbivori; Dapat menjelaskan peranan komensalisme, koperasi, dan mutualisme (9 %) Menyebutkan Membedakan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas secara singkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat 9 tipe setiap tipe- dan tepat predasi dan dan lancar dan lancar interaksi tipe interaksi tentang parasitisme peranan tipe peranan tipe antara jenis antara jenis kompetisi disertai interaksi interaksi komensalisme, disertai interspesifik contoh (1 %) alelopati, (1,5 %) koperasi, dan contoh dan predasi, mutualisme koeksistensi parasitisme (1,5 %) disertai dan herbivori (1,5 %) contoh dalam ekosistem (1,5 %) disertai contoh. (2 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009

Erwin I
Sulaik Abd. H

Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan Arhan Risqa A.
A.Moh. Rifki

95

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka M.K
Devi Sumarlik

Rezal M. S. Mardhiyah Reski R. Walies M S Ary M Riska D Sari Fera A Jumriani A
Dian Ekawaty

Akbar

96

(10. 3. niche ekologi. 7. 12. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. 9.5 %) geografik (1.5 %) (2 %) No NIM .5 %) Membedakan Menyebutkan Menyebutkan Menjelaskan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan konsep dengan tepat 2 dengan tepat 8 secara secara secara tepat secara Nama dengan tepat komponen keanekaragaman singkat dan singkat dan ekotone dan singkat dan Mahasiswa tentang konsep pola di dalam tepat tepat tepat edge effect habitat. dan guild. 11.5 %) 1. niche keanekaragaman komunitas mengenai mengenai mengenai (1%) ekologi. 14. Muh Taufik Hendarto R. Dapat membedakan ekotone dan edge effect. A.5 %) dalam waktu hubungan peranan struktur guild disertai yang singkat. 10. Darmawan G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Ihsan A Risqa A.Moh. M.(13) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat membedakan konsep habitat. 4. 97 . 5. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik.K Devi S. 8. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam. (1. 2. 16.5 %) gradien komunitas yang silam (1. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas. Rifki Rifka M. komunitas genetik komunitas contoh. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin I Sulaik H Idar B. 13. dan jenis (1. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas. 15. terhadap dalam pada abad (1. 6.

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R.
Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

98

(14) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat mendefinisikan suksesi, sere, dan klimaks; Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik; Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder; Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.(4 %) Mendefinisikan Membedakan Membedakan Menerangkan dengan tepat dan dengan tepat dengan tepat dan dengan tepat lancar jenis-jenis klimaks dan istilah suksesi, lancar suksesi suksesi primer dan faktor-faktor yang sere, dan klimaks allogenik dan suksesi sekunder mempengaruhinya (1 %) disertai contoh suksesi autogenik disertai contoh disertai contoh (1 %) (1 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

(1 %)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015

Erwin I
Sulaik H Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan A Risqa A.
A.Moh. Rifki

Rifka M.K
Devi S.

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R. 99

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

100

Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. Muh Taufik Hendarto R. 13.Moh. Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami. 15. 11. 8. 10. M. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 Erwin I Sulaik H Idar B. 17. 12.K Devi S.(15) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir. S. Mardhiyah 101 .5 %) alami dan tropika (1%) komposisi (1%) disertai contoh vegetasi disertai contoh (1. 6. 3. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 2. 7. Rifki Rifka M. 18. A. 16. 14.5 %) (1 %) No. Rezal M. 9. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria (4 %) Menerangkan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat denga tepat dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat terjadinya lancar tentang tipe hutan hujan pengaruh sifat-sifat khas evolusi biosfir seleksi buatan tropika dan altitude wilayah estuaria disertai contoh dan seleksi hutan musim terhadap (0. Dapat menerangkan koevolusi. NIM Nama Mahasiswa 1. 4. Darmawan Ihsan A Risqa A. 5.

19. 24. 20. G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Reski R. 23. 21. 26. 25. 22. Walies M S Ary M Riska D S Fera A Jumriani A Dian E Akbar 102 .

Mampu menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem dan mengkasifikasi ekosistem menurut energi. Nurman. dan 2. kualitas energi. mempelajari hubungan organisme lingkungannya. Mampu menerangkan struktur dan piramida ekologi. dan konsep daya dukung dalam ekosistem. 3. 6.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama Matakuliah Kode Matakuliah Pembelajar Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat : Ekologi Umum : 206 G113 : Ir. DESKRIPSI MATAKULIAH Pengetahuan dasar mengenai ekologi yang bersifat umum. proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 3. Matakuliah ekolgi umum membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep ekologi dan ekosistem dalam bidang pertanian. : III : Kamis/11.00 : PB 523 1. faktor pembatas pertumbuhan. energi dalam ekosistem. Mampu menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford serta taraf toleransi nisbi dari suatu organisme 103 . Mampu mendefinisikan energi. Mampu menjelaskan pengertian ekologi dan penerapan ekologi dalam bidang pertanian 2. 5. MANFAAT MATAKULIAH Matakuliah ini merupakan matakuliah dasar sebagai prasyarat matakuliah ekologi tanaman. produksi ekosistem. struktur ekosistem darat dan air. siklus biogeokimia. dan perkembangan ekosistem. dinamika populasi dalam komunitas.20 – 13. MP. faktor lingkungan. Mampu memahami konsep sistem dan ekosistem. ekosistem. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. proses dekomposisi. produktivitas dan menjelaskan perilaku energi sesuai penerapan hukum Thermodinamika I dan II dalam ekosisstem 4.

Dr. Mampu menjelaskan 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme 8. Nurman. MP = LA 5. Kaimuddin. penggerombolan populasi. azas Allee. = NS 2. Hari Iswoyo.MSc.Ir. Dr. dan fakror-faktor yang mempengaruhinya 16. Dr. L. Hj. MA = HI 4. 12.. pengertian siklus biogeokimia. Mampu memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia 11. dan guild. = NM Kelas B : 1. Rafiuddin.H. klimaks.Dr. Msi = KD 104 . Mampu menyebutkan 9 tipe interaksi antar jenis organisme dan fungsinya serta membedakan sifat antar jenis tersebut. = HC 3. peranan genetik dalam komunitas 15. Mampu menerangkan terjadinya evolusi biosfir dan hubungan altitude dengan komposisi vegetasi Dosen : Matakuliah ini terdiri atas 2 kelas paralel (A dan B) Kelas A : 1. Mampu menjelaskan pengertian suksesi.Ir. Dahliana D.Ir. Prof. Mampu memahami pencemaran udara.Ir. MP. 10. Hernusye C. tipe tata ruang. Ir.Dr. Mampu menjelaskan konsep habitat. 14. Prof. niche ekologi. pertumbuhan dan perkembangan populasi. siklus karbon dan air. Mampu mendefinisikan dan menjelaskan sifat-sifat populasi.Amirullah Dachlan.7. Ir. Dr. MS. sebab-sebab terjadinya isolasi dan kalsifikasi teritorial serta pentingnya estimasi energi untuk reproduksi. Ir. MP = RF 4.Hj. MP = AD 5.Ir. Prof. sere. Mampu menjelaskan dentitas populasi. Nadira R. MS = DD 3. MS = AA 2. Laode Asrul. Hj. Ambo Ala. 13. dan penyebaran umur populasi. SP. Mampu menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya 9. laju intrinsik. siklus hara.Ir. Sennang.

Konsep habitat. Pengertian ekologi. Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi 08. Faktor Lingkungan 04. Siklus Air. Pola Penyebaran. Produksi dan Dekomposisi Dalam ekosistem 01. 105 . hubungan populasi dan komunitas 11. Siklus Biogeokimia. niche ekologi. Pengertian Energi dalam Ekosistem 02. Azas Allee. Aksi densitas. Konsep Sistem dan Ekosistem 05. Rantai Makanan. 03. S dan P 06. Evolusi Biosfir dan Komposisi Vegetasi 12. N2. Faktor Pembatas Ekosistem 07. PETA KEDUDUKAN MODUL 13. CO2. Sifat Populasi. Suksesi dan Konsep Klimak 14. Isolasi dan Teritorialitas 9. dan Guild. Agregasi.4. Tipe-tipe interaksi antar 2 Organisme 10. Populasi Dalam Komunitas. dan Tingkat Trofik.

J. dipadu dengan metode Collaborative/ Cooperative Learning (CL). Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur.5. Jan Renwarin. 6. Hatta. A. 1970. Communities and Ecosystem. Suwondo. Kleden. 1985. Fundamental of Ecology. Dokumen pengalaman belajar mahasiswa. Hatta. P. STRATEGI PEMBELAJARAN Matakuliah ini menggunakan metode ceramah yang interaktif. Nurkin. Wiltaker. Riyanto. Ujung Pandang 4.M. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. 106 . Kleden. A. Delmi.P. London 2. (CS) dengan Sedang tugas-tugas perorangan digunakan metode kombinasi kuliah interaktif dan metode PBL. dan presentasi dituliskan dalam dokumen fortofolio matakuliah ini. Buku bacaan materi kuliah telah dibaca oleh mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan. Ekologi Dasar 1. Palenewan. Delmi. E.H. 2. J. MATERI/BAHAN BACAAN 1. M. B. P. Saunders College Publishing. dan G.L. B. Odum. Jodjo. kajian pustaka. Jan Renwarin. Dan lain-lain 7. Mac.Millan Publiching Co. Discovery Learning (DL) dan Problem Based Learning (PBL) atau Case Study pemberian tugas-tugas pada setiap topik yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam.New York. Nurkin. Nur Rahman. Ekologi Dasar 2. Perkembangan kemajuan peserta dipantau melalui aktivitas tutorial dan presentase di depan kelas. H. Nur Rahman. 5. 1971.M.L. Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tuga-tugas yang diberikan dan dikumpul sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. H. dan G. . TUGAS 1. Suwondo. 1985. baik dari kuliah. Lephas Unhas. R.Inc. Riyanto. Small Group Discussion (SGD). M. Jodjo. Lephas Unhas. Ujung Pandang 3. Palenewan.

NORMA AKADEMIK 1. C. KRITERIA PENILAIAN Kriteria yang dinilai pada matakuliah ini adalah: 1. Mahasiswa harus berpakaian rapih dan pakai sepatu (tidak pakai baju kaos bundar leher) 2. dan kemampuan analogi (25 %) Penentuan nilai akhir (A. penjelasan/uraian yang tepat dan kemutakhiran bahan pustaka (20 %) 2. ketelitian. D. Kreativitas dan kerja sama tim pada prsentasi (25 %) 3.8. dan E) berdasarkan PAP A = > 85 B = > 70 – 85 C = > 60 – 70 D = > 50 – 60 E = < 50 9. B. Kejelasan pemakaian contoh-contoh. Kelengkapan isi dari tugas-tugas yang diberikan dan kemampuan menyelesaikan Problem Set dan disiplin (30 %) 4. Mahasiswa wajib membawa minimal satu buku teks Ekologi Umum yang relevan 107 . Ketepatan pemakaian konsep dan disertai contoh.

Air. Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Energi. Konsep Laju Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi Aksi Dentitas. 11. 10. dan Komposisi Vegetasi Uji Kompetensi dan Remedial Topik Bahasan Metode SCL Kuliah Interaktif Kuliah Interaktif dan kelompok Klh Interaktif + Tutorial Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interkatif + Presentasi/SGD Klh Interaktif + Presentasi/SGD/CL Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interaktif + SGD/PBL Klh Interaktif +Presentasi + SGD?DL Klh Interaktif + CL Klh Interaktif+ Presentasi + SGD/PBL Klh Interaktif + Presentasi + SGD Klh Interaktif + Presentasi + SGD/CL Problem Solving Presentasi Dosen DD/Tim DD NM NM DD NM DD NM LA LA LA LA KD KD KD TIM 108 . Pengumpulan. N. Perkembangan Ekosistem. Niche. 16. JADWAL PEMBELAJARAN Minggu 1. 15.10. dan Produktivitas Ekosistem Rantai Makanan. 7. 14. Siklus CO2. 6. Isolasi. dan S Sifat Populasi. 4. dan Teritorialitas Tipe-tipe Interaksi antara 2 Jenis Organisme/Populasi Konsep Habitat. Ruang Lingkup. Tingkat Trofik. dan Cara pendekatan Ekologi Konsep Sistem dan Ekosistem. Kontrak pembelajaran Ekologi. Komponen dan Struktur Ekosistem. 9. 2. 8. 3. 13. 5. Lingkungan Energi. dan Piramida Ekologi Faktor Pembatas. Hukum Leibig dan Shelford dalam Ekosistem Faktor Lingkungan dan hubungan Organisme dengan Lingkungan Siklus Biogeokimia. 12. Guild dan Komunitas Suksesi dan Konsep Klimaks Evolusi Biosfir. P.

N u r m a n. Ir.2007 Perbaikan laporan. MP.2007 Perbaikan laporan akhir Makassar. 7.2007 Konsep awal laporan dan penjelasan tentang kompetensi lulusan program studi Agronomi 10 – 09 . 5.LEMBAR KONSULTASI Nama Coach Nama Coachy : Dr. 15 . NIP. ……………………. Konsultan Coaching Clinic SCL ……………………………………. Ekologi Umum 03 – 09 . Tanggal 1. 6.. Yunus Musa.08 . Rekomendasi/Catatan Pemilihan versi format pembelajaran dan penjelasan model-model pembelajaran MK.2007 Perbaikan format pembelajaran SCL dengan format baru atau versi baru 22 – 09 .2007 2.2007 Mengetahui. TTD Coach No. MSc. 109 . format pembelajaran SCL disesuaikan dengan format baru 14 – 09 . : Ir. 3 4.

Hj.Dr. Sebutkan semua komponen-komponen ekosistem yang harus ada sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi. Dr. Ambo Ala.Ir. baik pada tumbuhan tingkat tinggi maupaun pada mikro organisme (7). dan sebagainya) (4). MP. Prof. MS. Kriteria Penilaian: (8).Ir.. Jelaskan apa yang dimaksud dikerjakan: Dijawab dengan penjelasan yang tepat dan diserahkan sesuai dengan waktu yang disepakati (6). Tuliskan definisi ekosistem dengan tepat (2).Ir. Berikan satu contoh ekosistem dan bagian-bagiannya yang berada di sekitar Anda (dapat beupa pekarangan. Prof. Hj. Nurman.Dr. acuan yang digunakan: Mengerjakan sendiri dengan menggunakan berbagai sumber Metodologi/cara tidak sama dengan teman yang lain pustaka ditunjukkan c. Seriusyang terbaru dengan pekerjaan rapi 110 . Pekerjaannyapengerjaan.. b. Nadira R. Hernusye. Kode : 206 G11 3.. Menggunakan sumber atau pustaka yang terbaru lebih dari 2 sumber c. Terangkan apa yang diebut hipotesis Gaia dan apakah manfaat yang diperoleh dari hipotesis tersebut d. Tujuan Tugas: untuk membantu mahasiswa dalam penyerapan materi pembelajaran Ekologi Umum 2.Ir. kebun. Dahliana Dahlan. Kelas Paralel : 2 atau 3 kelas pada setiap tahun ajaran DOSEN: Prof. Jelaskan perbedaan tumbuhan C3 dan C4 3.Ir.. MS.H. Hj.. akuarium. MSc. MP. Amirullah Dachlan. Obyek garapan: Ekosistem b. Ir. Dr. Ir. BENTUK TUGAS MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM SEMESTER : III SKS : 3 1. Jelaskan pula perbedaan energi dan materi dan peranannya masing-masing (3). Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan: Menjawab soal-soal berikut (1). MP. Sennang. Tuliskan persamaan-persamaan reaksi fotosintesis. Kriteria luaran yang dihasilkan/produksi (5).Dr. MS. Rafiuddin.. Terangkan keunggulan tanaman C3 dibandingkan tanaman C4 a. MP.Deskripsi Singkat: atakuliah : Ekologi Umum.. URAIAN TUGAS: a. Ir. kolam. Laode Asrul.

Dapat memahami batasan umum tentang ekologi dan dapat memberikan contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. dan dapat memberikan satu contoh ekosistem alam dan ekosistem buatan. Memahami sifat-sifat populasi. Menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis organisme. kehutanan. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organik dan organisme-organisme yang terlibat. dan kerapatan populasi. bruto. 3. aiklus hara N. membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan. Memahami siklus biogeokimia. dapat menjelaskan peranan allelopaty pada ekosistem 10. mortalitas. S. 6. primer dan sekunder 111 . peternakan. dapat menjelaskan komponen-komponen penyusun ekosistem dengan tepat. membedakan produktivitas primer. di dalam ekosistem. Menjelaskan definisi tentang energi. Menyebutkan dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. pentingnya faktor lingkungan fisik sebagai faktor pembatas. 7. 9. menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan menggunakan awalan steno dan eury. Mendefinisikan dengan tepat konsep ekosistem. dan mendefinisikan dengan jelas proses produksi di dalam ekosistem. yaitu siklus karbon dan air. Dapat mendefinisikan suksesi dan klimaks. 5. 4. menjelaskan mekanisme rantai makanan secara umum dalam ekosistem dan dapat mendefinisikan dengan tepat kaualitas energi. 8. netto. dan bentuk-bentuk energi di alam. P.MATA KULIAH SEMESTER : EKOLOGI UMUM : III SKS: 3 Sasaran KOMPETENSI Profil Lulusan yang akan DICAPAI OLEH PESERTA melalui Matakuliah ini: 1. perubahan atau pengalihan energi dalam ekosistem berdasarkan hukum thermodinamika. menyebutkan manfaat dari proses dekomposisi. 2. membedakan suksesi allogenik dan autogeneik. dan kesehatan. pertumbuhan dan perkembangannya natalitas. dan sekunder. serta membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi. menjelaskan kompetisi interspesifik dan koeksistensi. perikanan. Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramoda ekologis dalam ekosistem dan memberi satu contoh untuk menjelaskan daya dukung.

Nama : N u r m an ARPS 2006-2010 Kegiatan/sub Sub Program Kegiatan Teknologi Identifikasi Budidaya Varietas Tanaman Lada Kegiatan Penelitian PS PS 2006 2007 1. Karakterisasi morfologi tananan lada yang dikembangkan di Sulsel Out Put 2009 2007 2008 2009 Target 2010 Mengetahui varietas lada yang dikembangkan di Sulsel 2008 Agronomi Pemupukan Agronomi Lada Sambung dengan batang bawah dari tanaman lada asal biji dan lada liar Mengetahui produktivitas dan ketahanan tanaman lada terhadap penyakit akar Respon tanaman Lada (panjatan) terhadap kombinasi pupuk orgnik dan pupuk angorganik Rekomendasi kombinasi pupuk organik dan anorganik 112 .

113 .Ekologi Agronomi Pertumbuhan Lada Perdu di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui karakter morfologi lada perdu yang tumbuh di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui kesesuaian ekologi untuk per tanaman lada di daearah Sulsel Mengetahui kesesuaian CH untuk pertumbuhan dan produksi tanaman lada Tinjauan ekologi daerah pertanaman lada di Sulsel Pengaruh CH tahunan terhadap pertumbuhan dan produksi.

Ruang Lingkup Isi C. Kaitan Modul D. Latar Belakang B. Isi/Materi B.MODUL I JUDUL : Pengertian Ekologi BAB I Pendahuluan A. Sasaran Pembelajaran Modul Pembahasan A. Indikator Penilaian BAB II BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 114 .

Ekologi yang baru. tanah. Istilah ekologi. mencari makanan dan kayu di hutan. semua aktivitas manusia selalu berinteraksi dengan alam atau lingkungannya. Tumbuhan menjadi makanan hewan. Pembagian Ekologi f. tumbuhan memerlukan sinar matahari. B. ruang lingkup ekologi dan pembagian ekologi serta menjelaskan kondisi ekologi saat ini secara umum dan 115 . Ekologi pemahaman kuantitatif relatif masih baru. Asas Sifat Emergen d. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup c. Umpamanya berapa jumlah energi sinar matahari. sesuai sejarah manusia. manusia mencari ikan di sungai atau di laut. dan kematian. dan air. hubungannya dengan ilmu-ilmu lain b. menjelaskan pengetahuan dasar tentang pengertian ekologi. Umpamanya. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya. Demikian pula proses kelahiran. Proses interaksi mansusia dengan alam terus berkesinambungan mengikuti apa yang disebut ”Hukum Alam”. Ruang Lingkup Isi/Materi a. dan luas tanah untuk satu pohon kelapa misalnya. Kaitan Modul Modul I ini merupakan modul awal pendahuluan. C. Model Sistem ekologi (ekosistem) e. kehidupan pergantian generasi. Ada pula hewan menjadi makanan hewan lain. komponenkomponen ekologi. tapi juga berusaha mencari jawaban atas masalah kuantitatif seperti tersebut di atas. jumlah air hujan yang jatuh. bukan hanya mencari pola kehidupan secara kualitatif.BAB I PENGERTIAN EKOLOGI A. Latar Belakang Sesungguhnya ekologi merupakan proses alam yang telah dikenal sejak lama.

kaitannya dengan bidang pertanian atau kehidupan organisme (manusia. 116 . tumbuhan. ternak dan organisme lainnya seperti serangga dan mikroorganisme.

Jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang rumah atau tempat tinggal makhluk hidup (Resosoedarmo . 1992). hubungan dengan ilmu-ilmu lain Kata ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Heackel. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mengikuti materi ini. dan hungan ekologi dengan ilmu lainnya. yaitu Oikos yang berarti ”rumah” atau ”rumah tangga” atau ”tempat tinggal” dan logos yang berarti ”ilmu” atau ”studi”. yaitu ”eko”. 117 . ahli biologi Jerman pada tahun 1869. Manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya selalu ingin berkarya dan berproduksi. pembagian ekologi. 1990) atau ekologi adalah ilmu yang mempelajari rumah tangga lingkungan. BAB II PEMBAHASAN A. 1985). Ilmu ekologi dan ilmu ekonomi sebenarnya berasal dari suku kata awal yang sama. tempat hidup semua organisme (makhluk hidup) serta seluruh proses-proses fungsional yang menyebabkan tempat hidup itu cocok untuk didiami. Kata ”ekologi” berasal dari Yunani. et al. Isi/Materi a. Istilah ekologi. asas sifat emergen dalam ekologi. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi. bahkan negara dalam arti makro (Deshmukh. tentunya mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang pernah dimotori oleh suatu ilmu yang hingga sekarang pun masih populer yaitu ilmu ekonomi. Kata ”ekonomi” berasal pula dari bahasa Yunani yaitu ”Oikos” berarti rumah atau tempat tinggal dan ”nomein” atau ”nomos” yang berarti mengatur atau mengelola.D. model sistem ekologi. Jadi ekonomi adalah pengelolaan rumah tangga atau tempat hidup (riyanto . Secara harfah ekologi adalah ilmu yang mempelajari ”organisme di tempat hidupnya” dengan mengutamakan ”pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya”. Atau ilmu yang mempelajari upaya mengatur keperluan hidup (manusia) dalam rumah tangga atau wilayah dalam arti luas. dapat menerapkan sistem ekologi dalam bidang pertanian.

118 .

3) F. oleh sampai manusia sebagai subyek. itulah garapan obyek. lingkungan. dan sebagainya. 119 Rantai makanan.E. makhluk lainnya sebagai antar makhluk hidup. pendekatan dan lain-lain. Kedua ilmu ekologi dan ekonomi mempelajari tempat hidup yang sama yaitu planet bumi Sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Haeckel pada tahun 1969 telah berkembang pengetahuan yang memberikan sumbangan pikiran dalam bidang ekologi. toleransi terhadap faktor kerja. produktivitas biologis merupakan kajian penting dalam ekologi muthir. Ekologi menerangkan jaring-jaring Ekonomi menerangkan keadaan tenaga makanan. Ilmu pengetahuan dan teknologi utama ekologi.E. misalnya : 1) Anton Van Leeuwenhoek (ahli mikroskop) pada tahun 1700-an mempelopori pengkajian rantai makanan dan pengaturan populasi. siklus hara. EKOLOGI EKONOMI Tempat hidup (habitat) berbagai Tempat hidup manusia (rumah tinggal) makhluk hidup yang berhubungan secara timbal balik dengan lingkungannya (biosfer). 3. Manusia adalah menjadi motor penggerak pembangunan komponen hayati yang memiliki dalam rangka manusia meningkatkan keterkaitan dengan makhluk lainnya paraf hidupnya. walaupun kata ekologi belum digunakan. dan . Manusia Ketergantungan dan keseimbangan sebagai subyek. pasar. shelford (tahun 1900) memahami atau mengemukakan tentang komunitas biotik. 5. Clement dan V. pengaturan populasi.Perbedaan ilmu ekologi dan ilmu ekonomi No. 2) Richard Bradley (tahun 1700-an) memahami produktivitas biologis. mekanisme penyebaran. tumbuhan maupun hewan. 1. Sumber energi : Sinar matahari Sumber energi : Uang 2. Makhluk hidup dari mikroorganisme Ekonomi berkembang dari manusia. manusia dan untuk manusia. Pertukaran energi : melalui organisme Pertukaran energi : melalui bank (makan dan dimakan) 4.

Birge dan Chauncy Juday (tahun 1900-an). Hutchinson (tahun 1900-an). yakni pembagian berdasarkan ”lapisan vertikal” dan pembagian berdasarkan ”keratan” taksonomi. Ekologi adalah bagian kecil dari biologi. Ekologi sebagai ilmu berkembang pesat setelah tahun 1900. yang merupakan ilmu tersendiri. Yang dimaksud dengan makhluk hidup disini adalah ”kelompok” makhluk hidup. 5) E.E. Lingkungan Hidup (Enviromental Science) dan Biologi Lingkungan (Envromental Biology). Ilmu biologi murni dapat dibagi dua. mengkaji ssitem danau Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. yaitu : 1) Lapisan Vertikal Morfologi Anatomi Hisyologi Fisiologi Genetika Ekologi : ilmu tentang bentuk luar : ilmu tentang bagian dalam : ilmu tentang jaringan mikroskopis : ilmu tentang faal : ilmu tentang keturunan : ilmu tentang ”rumah” organisme 2) Kerataan taksonomi Mikologi Milrobiologi Entomologi Ornitologi Botani Dan lain-lain : ilmu tentang jamur : ilmu tentang jasad renik : ilmu tentang serangga : ilmu tentang burung : ilmu tentang tumbuhan 120 .4) Roymond Lindeman dan G. memahami atau mengemukakan rantai makanan dan siklus materi.A.

dapat dilukiskan sebagai ”kue lapis” tiga dimensi (Gambar 1).Untuk memudahkan pemahaman. 121 .

Biologi ”Kue Lapis” Menggambarkan Pembagian ”Dasar” (Horisontal) dan Taksonomi ”(Vertikal)” (Odum. suatu sistem inang dan atau sistem dua spesies yang terdiri dari 122 . Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan materi/benda) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem dengan fungsi yang khas. sistem merupakan suatu himpunan hubungan timbal balik yang menyusun suatu kesatuan yang dapat diidentifikasi dengan nyata atau secara postulat. Tingkatan (hirarki) berartu suatu penataan menurut skala dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen (sub sistem) yang secara teratur berinteraksi dan berketergantungan. sel. dan komunitas. Bila dideratkan dalam pemahaman ekologis akan terlihat suatu deretan organisasi biologi yang disebut ”SPEKTRUM BIOLOGIS” seperti tampak pada Gambar 2. 1990). Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup Makhluk hidup atau organisme memiliki tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat paling sederhana ke tingkat organisasi paling kompleks. Misalnya.Gambar 1. Gen (protoplasma). jaringan. populasi. b. Atau dari sudut pandang lain. organisme. organ. Ruang lingkup ekologi mutakhir dapat dimengerti dengan memahami pengertian tingkat organisasi makhluk hidup. yang keseluruhannya membentuk suatu kesatuan. 1966 dalam Resosoedarmo. et al.

Spektrum Biologis. yaitu suatu biosistem yang lebih luas. misalnya Asia Tenggara terdapat Bioma hutan hujan tropika. Biosfer adalah sistem biologis yang terbesar. Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. Bioma adalah tingkat organisme yang lebih tinggi dari ekosistem. Perintis ekologi dari Rusia. ahli ekologi hutan menekankan pengertian biocoenosis (komunitas). yang masing-masing bermakna komunitas dan ekositem.organisme-organisme yang saling berketergantungan secara timbal balik. Biocoenosis dan geobiocoenosis (secara harfiah mempunyai arti kehidupan dan bumi berfungsi bersama-sama) merupakan istilah yang sering dipakai dalam pustaka-pustaka Rusia dan Eropa. mencakup semua makhluk hidup di bumi dan berinteraksi dengan lingkungan fisik secara 123 . Morozov. Ruang Lingkup Ekologi adalah Sistem populasi dan Sistem Komunitas atau Ekosistem Komunitas bersama-sama dengan lingkungan abiotik berfungsi bersama membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. suatu istilah yang kemudian dikembangkan menjadi geobiocoenosis (ekosistem). merupakan tingkat-tingkat yang ada di antara populasi dan komunitas. Komponen Biotik Dan Gen ↑↓ Sel ↑↓ Organ Organisme Populasi Komuniatas ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ Komponen Abiotik MATERI -------------------------------------------------ENERGI Menjadi Bosistem ⏐⏐ ⏐⏐ Gen Sel Sistem sistem ⏐⏐ Organ sistem ⏐⏐ Organisme sistem ⏐⏐ Populasi sistem ⏐⏐ Komunitas sistem Gambar 2.G.

Hal ini disebut MODEL. Untuk memahami tsebuah sistem ekologi telah dikembangkan suatu rumusan yang memberikan gambaran tentang hubungan antara komponen-komponen (sub sistem) pada suatu sistem serta fungsinya. Maka suatu sifat emergen dari suatu tingkat organisasi atau unit tertentu tidak dapat diramalkan dengan mempelajari sifat komponen dari unit yang bersangkutan.keseluruhan sehingga terpelihara suatu keseimbangan yang tunak (steady state) dalam aliran energi dengan sinar matahari sebagai masukan dan ruang angka sebagai penerima panas. yaitu tahan terhadap gangguan-gangguan yang berskala kecil. Model-model Sistem Ekologi (ekosistem) Suatu sistem ekologi (ekosistem) terdiri dari organisasi (komponen biotik) dan lingkungan abiotik yang mempunyai ciri struktur dan fungsi yang khas. siklus unsur-unsur hara.. Contoh emergen adalah : (1... Keadaan keseimbangan yang tunak yaitu keadaan keseimbangan. 124 . yaitu sifat-sifat baru akan timbul yang sebelumnya tidak tampak pada tingkat organisasi sebelum penggabungan berlangsung. Jadi emergen adalah sifat baru dari keseluruhan komponen sistem yang tidak dapat disamakan dengan jumlah sifat-sifat unit atau komponen sistem yagn bergabung tadi. komponen hidrogen dan komponen oksigen akan membentuk air. seperti kerapatan biomas. energi. c.. Asas Sifat Emergen Emergen (emergency) : kejadian yang tiba-tiba Suatu konsekuensi penting dari tingkatan organisasi makhluk hidup bahwa komponen-komponen (subsistem) atau bagianbagian yang bergabung menghasilkan keseluruhan fungsional yang lebih besar. dan faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sebuah sistem ekologi (ekosistem). apabila gangguan tertentu dan hewan kolentrata berkembang bersama di dalam laut membentuk karang. d. (2) Sistem air..) Sistem karang. maka terjadi suatu mekanisme siklus hara yang efisien yang memungkinkan sistem kombinasi terebut menghasilkan produktivitas tinggi di perairan yang kadar haranya rendah. mempunyai sifat yang berbeda dengan sifat-sifat penyusun semula yang berbentuk gas.

F. Dalam teladan ini fungsi interaksi I dapat menggambarkan beberapa kemungkinan. P1 E P2 1 P3 Gambar 3. Di dalam gambar tersebut terdapat sifat. merupakan suatu sistem ekologi (ekosistem). Jika gambar 3. Secara keseluruhan terdapat 6 jalur aliran. yaitu : 125 . apabila sistem tersebut digerakkan oleh suatu sumber energi. I dapat merupakan suatu pintu pembagi yang selalu terbuka penuh sehingga omnivora P3 selalu memakan P1 atau P2 tergantung pada kesediaannya di alam. E. dimana F1 adalah menggambarkan masukan dan F6 adalah keluaran. P2 menggambarkan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) dan P3 adalah hewan omnivora yang dapat memakan tumbuhan maupun herbivora. masingmasing P1 dan P2 sebagai variabel yang berinteraksi satu sama lain sebagai I untuk menghasilkan sifat ketiga. Penyusunan suatu model didahului dengan merancang suatu diagram atau model gambar yang seringkali berbentuk diagram kotak (Gambar 3). Model dapat berbentuk gambar atau lisan. dan dengan model tersebut dapat dibuat ramalan-ramalan. P3. dimana P1 adalah tumbuhan (produsen).Suatu model merupakan suatu rumusan yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Diagram komponen dasar dalam pemodelan sistem ekologis (ekosistem) jadi sekurang-kurangnya terdapat empat komponen utama pada suatu model ekologis. yang mampu mengubah energi matahari (E) menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesia.

adaptasi terhadap lingkungan.1) Sumber energi. Biaya ditekankan pada aspek siklus hidup. Pembagian ekologi menurut habitat. (2) subsistem atau komponen yang dianggap sangat berperan terhadap keseluruhan sistem. menurut habitat atau tempat suatu jenis atau kelompok tertentu. 4) Interaksi atau fungsi interaksi dimaan tenaga dan sifat berinteraksi untuk mengubah. ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya. ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu. atau fungsi penentu (forcing function) yang datang dari luas sistem 2) Sifat-sifat yang disebut perubah keadaan (state variables) 3) Jalan aliran (flow pathways) menggambarkan bagaimana aliran energi atau aliran materi yang menghubungkan komponenkomponen sistem. dan (3) interval waktu. misalnya : Ekologi laut Ekologi air tawar Ekologi estuaria Ekologi darat (terestrial) Ekologi padang rumput Dan lain-lain 126 . memperbesar atau mengendalikan aliran dan membentuk sifat emergen baru. Sinekologi. e. sifat parasitis atau non-parasitis. b. dan lain-lain. namun dapat digolongkan menurut bidang kajiannya. Suatu model yang baik akan mencakup tiga dimensi (1) ruang dan batas sistem. Pembagian Ekologi Ekologi masa kini menjadi sangat luas cakupannya. a. Autekologi.

karena ekologi berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa siang malam. P dan sebagainya merupakan bagian yang penting. berperan karena dalam ekologi proses kimia seperti pendauran unsur-unsur C. Indikator Penilaian Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. abrasi. Hubungan Ekologi dengan ilmu alam lainnya 1) Ilmu Fisika. sedimentasi. mempelajari peran ekosistem terhadap kehidupan manusia. erosi. hujan. dan lain-lain. misalnya : Ekologi tumbuhan Ekologi serangga Ekologi burung Ekologi mikroba Dan sebagainya. dan musim hujan. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya Telah disebutkan bahwa ekologi adalah bagian dari biologi. 4) Ilmu sosial. CO2. daya serap tanah. berperan karena dalam ekologi faktor fisik seperti sinar matahari.Pembagian menurut taksonomi. B. bahwa manusia telah terlibat dalam kajian kologi sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Heackel tahun 1869. sesuai sistematika makhluk hidup. 127 . N. gravitasi. perubahan suhu. musim kemarau. Kemutakhiran bahan pustaka Menjelaskan dan memberikan satu contoh yang tepat. 3) Ilmu bumi dan antariksa. f. karena manusia adalah bagian dari ekosistem. namun ilmu ekologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu-ilmu lainnya. dan lainlain terlibat. 2) Ilmu kimia.

taksonomi. suhu. penggunaan energi. BAB III PENUTUP Ekologi adalah ilmu tentang interaksi organisme-organisme dan lingkungannya. dimana setiap orang mulai memikirkan masalah pencemaran. (4) bagaimana mereka mencakupi kebutuhannya akan unsur hara (materi) dan energi. perkembangan penduduk. kelembaban. (1) bagaimana alam bekerja. (2) bagaimana suatu spesies beradaptasi dengan habitatnya. tetapi juga parasit. (5) bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya. Menerangkan dengan rapat pembagian ekologi berdasarkan bidang kajian. 128 . Dengan adanya gerakan kesadaran lingkungan di negara maju pada tahun 1968 dan di Indonesia sejak tahun 1972. Menjelaskan sifat-sifat emergen dalam sistem ekologi dengan tepat disertai satu contoh. Tidak saja termasuk cahaya. curah hujan. dan topografi. Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan manusia. Menyebutkan dengan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. kenaikan suhu bumi atau pemanasan global dan lainnya telah memberikan efek yang mendalam atas teori ekologi. Seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal seperti. predator. mencakup semua hal di luar organisme bersangkutan. dan habitat. Ini semua adalah bagian dari organisme tersebut. an kompetitor. masalah makanan. (3) apa yang mereka perlukan dari habitatnya untuk dapat dimanfaatkan guna melanjutkan kehidupan. (6) bagiamana individu-individu alam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi dan (7) bagaimana keindahan ekosistem tercipta.- Menjelaskan tingkat organisasi makhluk hidup dengan tepat. Lingkungan mempunyai arti luas.

Universitas Hasanuddin. Irwan. J. Ekologi Dasar. K. I.M. Resosoedarmo. Delmi. A. Rahman. S.. N. B.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Riyanto. Suwondo. Jakarta. 1985. P. Badan kerjasama PTN Indonesia Bagian Timur. Kominitas. Hatta. M. G. dan Lingkungan.H. S. Bandung. Jakarta.. Kartawinata. Soemitro. New Delhi. Nurkin. Palenewan. Rajawali Press.. Prentice Hall. Bumi Aksara. dan S. dan A. 1989. S. 1997.N. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem.B.J. Concepts Of Ecology. 1989. Kormondy. 1992. Lembaga Penerbitan. Soegiarto. Renwarin. Yayasan Obor indonesia. 129 .L. Jodjo. Pengantar Ekologi. 1990. Soekartomo. Z. Kleden. J. PT : Remaja Rosdakarya.D. E. Jakarta. Ekologi dan Biologi Tropika. Pengantar Ekologi. Heddy .

Indikator Penilaian BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 130 . Materi/Isi B. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II PEMBAHASAN A. Ruang Lingkup Isi C. Latar Belakang B. Kaitan Modul D.MODUL II JUDUL : EKOSISTEM BAB I PENDAHULUAN A.

et. predator. curah hujan. suhu. proses produksi dan dekomposisi sehingga terbentuk kehidupan baru dalam ekosistem.BAB I PENDAHULUAN A. dan tofografi (lingkungan fisik/abiotik). 1985). air. dan kompetitor (lingkungan biotik). Struktur Ekosistem 131 . tetapi juga parasit. Ekosistem merupakan unit dasar dalam ekologi karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungannya (abiotik). memberikan contoh-contoh ekosistem yang mendekati keadaan seimbang (stabil) di bidang pertanian. udara. Pada materi ini akan membahas struktur ekosistem atau komponen-komponen penyusun ekosistem darat dan air. mencakup semua hal di luar organisme (biotik) yang bersangkutan. Organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) seperti radiasi matahari. B. Lingkungan di sini mempunyai arti luas. Materi ini pula merupakan pengetahuan dasar bagi mahasiswa tentang bagaimana mengelola sumberdaya alam (ekosistem lahan) agar dapat berkelanjutan. kelembaban. Latar Belakang Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang itneraksi antara organisme-organisme dan lingkungannya. al. suhu. Menurut Manetsch dan Park (1979 dalam Eryatno 2003). Konsep Ekosistem b. dan sebagainya selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Tidak saja termasuk cahaya. sistem adalah suatu gugus yang terdiri dari elemen yang saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem adalah suatu obyek yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen (subsistem) yang sering berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Jadi ekosistem (sistem ekologi) dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan di dalam alam yang terdiri dari semua organisme yang berfungsi bersama-sama di suatu tempat yang berinteraksi dengan lingkungan fisiknya yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan siklus materi dan membentuk suatu struktur biotik yang jelas di antara komponen-komponen hidup dan tak hidup (Riyanto. Ruang Lingkup Isi a.

Konsep Ekosistem Sistem adalah suatu obyek. Ekossitem adalah hubungan timbal balik antara organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tak hidup (abiotik) selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain disuatu tempat yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan 132 . BAB II PEMBAHASAN A. dimana di dalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusunan sistem (sub sistem) yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya untuk mencapai suatu tujuan atau produk. D.c. Sifat Sibernetik. terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi. Sistem adalah suatu gugus atau himpunan dimana elemen atau anggota gugus saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai tujuan. Stabilitas Ekosistem dan Agroekosistem C. 2003). (1979 dalam Eryatno. Menurut Manetch dan Park. saling mempengaruhi dan saling membutuhkan. Di dalam ekosistem terjadi aliran/arus energi dan siklus materi antara komponen penyusun sistem. komponen ekosistem. Isi/Materi a. Kaitan Modul Materi ekosistem merupakan satuan fundsional dasar dalam ekologi. Sasaran Pembelajaran Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan konsep sistem dan ekosistem. yaitu biotik dan abiotik. struktur ekosistem darat dan air.

G. Ekosistem = Oikos : rumah (lingkungan) (terdiri dari biotik dan abiotik). Ekosistem merupakan unit fungsi dasar dalam EKOLOGI karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungan abiotik. Karena itu semua organisme yang mengandung klorofil di sebut organisme Autotrofik. Lapisan autotrofik adalah organisme (TUMBUHAN/TANAMAN) yang mampu menyediakan makanannya sendiri berupa bahan organik (hasil fotosintesis).siklus materi (hara) di antara komponen hidup dan tak hidup. Sebelum ekosisten diperkenalkan 1935. Transley. ekosistem terdiri dari 2 lapisan/komponen. RH. seorang ahli ekologi bangsa Inggeris. Struktur Ekosistem Ditinjau dari struktur trofik (fungsinya). dengan menggunakan bahan-bahan anorganik sederhana dan membentuk zat-zat atau senyawa organik yang lebih kompleks. Abiotik : terdiri dari iklim dan tanah. Suhu. yaitu : 1. G. Morosov ahli oleh ahli ekologi hutan yang menekankan pengertian ”biocoenosis” yang kemudina dikembangkan oleh ahli ekologi Rusia menjadi GEOBIOCOENOSIS (ekosistem). Autos = terdiri. Iklim seperti CH (air). b. telah berkembang pengetahuan tentang konsep EKOSISTEM. CO2 + H2O SM Klorofil C6H1206 + 02 Glukosa/KH Senyawa Kompleks Senyawa Anorganik Sederhana 133 . Sistem suatu gugus yang elemennya atau komponennya (sub sistem) saling berinteraksi. CM. Trofikos = menyediakan makanan. Biotik semua organisme misalnya tumbuhan/tanaman dan organisme lainnya. dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofoli. Contoh tahun 1877 Karl Mablus di jerman telah menulis tentang ”Komonitas organisme di dalam terumbu karang sebangai suatu biocoenosis/komunitas”. Juga perintis ekologi dari Rusia Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. Stratum atas (komponen autotrofik) atau lapisan hijau terdiri dari tumbuhan yang berhijau daun yang dapat mengikat energi matahari. Udara. Istilah ekosistem perama kali diusulkan pada tahun 1935 oleh A.

nematoda disebut jasad renik (mikroorganisme). Komponen heterotrofik atau disebut lapisan warna coklat. termasuk juga tanah atau sedimen. Makro konsumer atau fagotrof atau baufag. bakteri. Stratum bawah (Stratum heterotrofik). Mikro konsumer atau Saprotrof. bakteri. Biotik (Komponen hidup). yaitu dekomposer atau osmotrof. yaitu organisme heterotrofik yang sebagian besar adalah binatang yang memangsa organisme lain. Senyawa-senyawa organik. b.2. cahaya matahari. bahan-bahan organik yang dapat dirombak. KONSUMER. N. yaitu : 1. yaitu : (1). suhu. hormon yang bisa mengstimulir atau menghambat biotik lainnya dalam ekosistem. CO2. Semua organisme autotrofik yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan berhijau daun. lemak. protozoa. Dekomposer unsur hara sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen (tumbuhan). sisa perakaran tanaman. perombakan zat-zat atau senyawa kompleks Ditinjau dari segi biologis suatu ekosistem dapat dibagi atas beberapa komponen: Abiotik (komponen tidak hidup). seperti protein . 2. Bahan-bahan ini menghubungkan bagian biotik dan abiotik dari ekosistem. dan sebagainya yang tersimpan dalam organisme itu sendiri. penyusunan. Keadaan iklim dan faktor fisik lainnya. tanah (unsur hara). Senyawa-senyawa atau bahan-bahan anorganik yang terlibat dalam siklus materi. Pada lapisan ini terjadi proses pemakaian. (2). dan sebagainya. PROSEDUR. yaitu kelompok organisme yang mampu memanfaatkan bahan organik (hasil dari autotrofik/hasil fotosintesis) sebagai bahan makanannya. karbohidrat. Organisme Heterotrofik seperti hewan/binatang (makroorganisme) dan jamur. Dekomposer juga mengeluarkan zat-zat seperti antibiotik. Biofag = Organisme yang memangsa atau 134 . 3. C. Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang (Recyling) dalam ekosistem. virus. dan lain-lain. yaitu a. Mikroorganisme atau dekomposer memperoleh makanan atau energinya dengan merombak jaringan tubuh yang telah mati atau mengabsorpsi bahan organik terlarut yang dikeluarkan dari tumbuh-tumbuhan atau organisme lain. misalnya H2O. Kelompok ini adalah organisme heterotrof yang sebagian besar adalah berupa mikro organisme (jazad renik) seperti jamur.

organisme yang memperoleh energinya dengan memangsa organisme lainnya yang masih hidup (PREDATOR). Saprofag = Organisme yang memperoleh makanan atau energinya dari bahan-bahan organik atau organisme yang sudah mati (PARASIT). Sketsa interaksi antar komponen ekosistem dapat dilihat pada Gambar 1. Matahari PRODUSEN Tumbuhan berklorofil KONSUMEN I herbivora KONSUMEN II Karmivora Kecil KONSUMEN III Karnivora besar SAMPAH ORGANIK Berasal dari tumbuhan dan hewan mati Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus 135 .

Demikian pula adanya pemasangan (predator) pada ekosistem 136 . Sketsa interaksi antara komponen penyusun ekosistem. untuk menghindarkan pertumbuhan yang berlebihan dari populasi maka harus ada umpan balik yang negatif atau masukan yang menantang. Ekosistem memiliki sifat sibernetik yaitu mengendalikan diri secara internal. pengendalian tergantugng pada umpan balik (feed back) yang terjadi bilamana dari ”keluaran” dikembalikan sebagai ”masukan”. Di alam terdapat beberapa spesies yang dapat melaksanakan suatu fungsi yang memungkinkan terciptanya stabilitas ekosistem. ekosistem juga mempunyai jaringan informasi yang terdiri dari arus komunikasi fisik dan kimia yang menghubungkan semua bagian-bagian atau komponen yang dapat mengendalikan atau mengatur sistem. c. Pada keadaan manapun.Bahan mineral siap diserap tumbuhan Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus Siklus mineral Aliran energi Gambar 1. pada pengendalian ekosistem adalah : mekanisme pengendalian pada ekosistem. Contoh ini. Misalnya. bertujuan untuk mengendalikan kepadatan populasi. dimana sub sistem mikroba (bakter/jamur) yang mengatur penyimpanan dan pembebasan unsur-unsur hara. Sifat Sibernetik dan Stabilitas Ekosistem Sifat Sibernetik Ekosistem Di samping adanya eliaran energi dan siklus materi/hara.

Mekanisme umpan baliknya disebut HEMEOSTATIS. tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. adalah kemampuan ekosistem bertahan menghadapi tekanan Contoh. mesing mengolah. ada energi tambahan dari luar seperti tenaga kerja hewan. 137 . dan dekomposisi bahan organik. tergantung pada kerasnya tantangan lingkungan dan efisiensi pengendalian di dalam ekosistem.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar terhadap perubahan. Misalnya. diatur oleh berbagai faktor termasuk mekanisme mengatur penyimpanan dan pelepasan hara. Stabilitas resistensi. sungai dapat dijernihkan kembali airnya secara alami. pestisida. Stabilitas resiliensi. Ada 2 jenis stabilitas : a. Tetapi apabila sampah terlalu banyak apalagi mengandung zat beracun maka batas homeostatis alami sungai itu akan terlampaui. ekosistem tahan terhadap adanya kekeringan. pupuk. Agroekosistem Agroekosistem atau ekosistem pertanian mempunyai komponen autotrofik atau jalur hijau sebagai suatu bagian yang integral. dan air irigasi dan sebagainya. pertumbuhan organisme. Dalam ekosistem terdapat suatu keseimbangan. adalah kemampuan ekosistem untuk cepat pulih. Ekosistem alami (hutan primer). sehingga air sungai itu secara permanen berubah atau bahkan rusak sama sekali. Stabilitas Ekosistem Derajat stabilitas ekosistem yang dapat dicapai sangat bervariasi. sehingga keseluruhan sungai itu dianggap tidak tercemar. yaitu : 1. sungai yang dikotori oleh pembuangan sampah yang tidak terlalu banyak. Homeostatis adalah kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. ekosistem hutan yang terbakar dapat pulih kembali menjadi hutan baru atau vegetasinya tumbuh kembali. Ada 3 perbedaan pokok antara ekosistem pertanian dan ekosistem hutan (alami/hutan primer). Pada agroekosistem. Pengetahuan sibernitika dipelopori oleh Heabert Wiemer (1948) yang mencakup pengendalian pada sistem hidup maupun tidak hidup. energinya hanya berasal dari cahaya matahari. mungkin saja sistem dalam sungai itu tidak mempunyai lagi mekanisme homeostatis. Contoh. b.

2. O2. 138 . 3. organisme produser (fitoplankton). dan unsur hara lainnya. Menjelaskan fugnsi masing-masing komponen (subsistem) dalam sebuah wilayah Ekosistem dengan tepat dan diberi contoh. tumbuhan dan hewan yang unggul adalah hasil seleksi buatan. organisme variasinya sangat besar. Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis. Pada agroekosistem. Membedakan struktur ekosistem dartat dan ekosistem perairan disertai contoh. CO2. organisme unggul adalah hasil seleksi alami. Indikator Penilaian 1. Konsumer besar (ikan besar). 2. diversitas organisme sangat diperkecil untuk memaksimalkan bahan makanan atau produksi lainnya. Ca. cahaya matahari Komponen biotik. air. konsumer kecil (ikan kecil). Pada ekosistem alami (hutan primer). herbivora (zooplankton) dan bentos organisme yang hidup di dasar kolam. 3. Contoh Ekosistem : KOLAM Komponen abiotik. Pada ekosistem alami. N. B. Pada agroekosistem.

berhubungan erat tak terpisahkan dan saling penaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suatu sistem.BAB III PENUTUP Di alam terdapat organisme (makhluk hidup/biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) saling berinteraksi. dan pertukaran bahan-bahan (materi dan aliran energi) antara bagian yang hidup dan tidak hidup. Aliran energi dapat dilihat pada struktur makanan. Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting yaitu arus energi (aliran energi) dan daur materi atau juga disebut daur mineral/hara di samping adanya sistem informasi. keragaman biotik. 139 .

Prentice Hall. E. Bumi aksara. 1989. N. Pengantar Ekologi.. Nurkin. B.B. Ilmu Sistem. Rajawali Press.H. Palenewan.B. J. M. Ekologi dan Biologi Tropika. 1997. Concepts of Ecology. 1989. Kormondy. New Delhi. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Timur. S.P. N. Eryanto. Saunders Company. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisme Ekosistem.L. 1992. Jodjo. Renwari. Riyanto. IPB Press. Bogor. S. Bandung. Lembaga Penerbitan. P. 1971. Irwan. dan A. Universitas Hasanuddin.J. Soekartomo. London. Jakarta. K. G. Komunitas. 140 . Suwondo. Z. A. Jakarta. J. E. Indonesia. Pengantar Ekologi. Hatta 1985. 1990. S. Ekologi Dasar. Remaja Rosdakarya.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Delmi. PT. Soegiarto. Resosoedarmo. dan Lingkungan. Yayasan Obor. M. 2004. Kartawinata. Kleden. W. Fundamental of Ecology. Soemitro. Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. Odum. Rahman.D. dan S. I.. Heddy.

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LKPP) ------------------------------------------------------------------------------------------LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah EKOLOGI UMUM Melalui Modul Ajar OLEH : NURMAN 141 .

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.05/2008 Tanggal 04 Januari 2008 JURUSAN BUDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR FEBRUARI 2008 142 .23/PM.

: Ir. tanggal 04 Januari 2008 143 . MP. : 131 803 219 : Pembina/IV a (Lektor Kepala) : Budidaya Pertanian : Pertanian/Hasanuddin : 1 Bulan Mulai 04 Januari s/d Februari 2008 Biaya : Rp.i LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin ============================================================== HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008 Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan : Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah Ekologi Umum melalui Modul Ajar.000. 4..000.05/2008.23/PM. N u r m a n.(Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.

NIP.Mengetahui : Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Dekan. MP. Pembantu Dekan I Makassar.Sc. u. Ir. 131 803 219 144 . N u r m a n. 131 287 796 Ir.b. M. 04 Februari 2008 Pembuat Modul Dr. NIP. Yunus Musa.

mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. melainkan juga dari politkus hingga wartawan. geofisika dan meteorologi dan bidang ilmu lainnya di luar biologi. Disiplin ilmu ekologi bukan hanya mendapat sorotan dari cabang disiplin ilmu dalam biologi atu ilmu pengetahuan alam lainnya. Mengapa ekologi begitu populer? Sebab manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya untuk berkarya dan berproduksi. Di beberapa perguruan tinggi semula hanya diberikan sebagai matakuliah di jurusan biologi. Misalnya ilmu ekonomi. dan dari kaum cendikiawan hingga masyarakat awam. kerekayasaan. Untuk penyempurnaannya dengan segala kerendahan hati penulis menerima saran dan kritik yang membangun. Peningkatan perhatian masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup memberi pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ekologi dalam pengetahuan. melainkan juga dari cabang disiplin ilmu di luar itu. teknik lingkungan.ii KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah dipanjatkan kehadirat Ilahi karena penulis berhasil menyusun modul ini. Sekarang diajarkan juga di jurusan nonhayati seperti jurusan arsitktur. Alhamudlillah. khususnya matakuliah Ekologi Umum. bahkan keruangangkasaan juga dihiasi oleh perbincangan dan permasalahan yang bersifat ekologi. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada LKPP Unhas dan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga modul ini dapat terwujud. Materi modul matakuliah Ekologi Umum telah disajikan pada setiap semester ganjil kepaa mahasiswa pertanian semester III dan pada setiap semester dilakukan perbaikan-perbaikan atau penyempurnaan materi dengan pengadaan bahan bacaan yang terbaru. ilmu perencanaan kota dan pengembangan wilayah. tetapi belum dibuat dalam bentuk buku atau modul ajar. Penulis 145 . dengan Pengembangan Pendidikan. hukum. Kalangan masyarakat yang mencoba memahami disiplin ilmu ekologiini juga tidak terbatas hanya pada ilmuan biologi dan pengetahuan alam belaka. kami dari Tim pengajar termotivasi untuk menuangkan materi kuliah ini ke dalam bentuk buku atau modul ajar untuk membantu mahasiswa dalam pencapaian kompetensi pembelajaran. Mudah-mudahan modul ini dapat bermanfaat.

MODUL I 146 .

Ruang Lingkup Isi C.MODUL III JUDUL: PRODUKSI DAN DEKOMPOSISI DALAM EKOSISTEM BAB I. PENDAHULIUAN A. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. PEMBAHASAN A. Kaitan Modul D. III. Materi/Isi B. Latar Belakang B. Indikator Penilaian BAB. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 147 .

makro dan mikro organisme maka cadangan makanan itu dirombak menjadi CO2. dengan bahan baku CO2 (karbon dioksida) dan H2O (air) disebut senyawa anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari dan zat hijau daun (klorofil) membentuk gula atau karbohidarat (senyawa organik). jika karbohidrat atau cadangan makanan dirombak atau dioksidasi akan melepaskan energi. Molekul karbohidrat disebut juga sebagai cadangan makanan untuk tumbuhan itu sendiri atau untuk organisme lain karena mengandung energi. Fotosintesis adalah pemanfaatan energi cahaya untuk membentuk molekul karbohidrat. daun. Latar Belakang Pertanian pada dasarnya merupakan sistem pemanfaatan energi matahari melalui proses fotosintesis.BAB I. Energi ini oleh tumbuhan ddimanfaatkan untuk tumbuh dan berkembang Apabila tumbuhan memasuki fase berbuah atau berumbi maka cadangan makanan disimpan pada buah atau pada umbi. Pembentukan karbohidrat atau cadangan makanan melalui proses fotosintsis disebut produksi Sebaliknya. Produksi tumbuhan atau tanaman budidaya pada dasarnya tergantung pada ukuran dan efisiensi sistem fotosintesis. Sebagai sumber energi utama bagi manusia. Jika cadangan makanan ini dikonsumsi oleh organisme lain misalnya manusia. PENDAHULUAN A. Apabila tanaman tidak menghasilkan buah. akar. fotosintesis telah memasok energi untuk makanan dan bahan bakar fosil yang memberikan tenaga untuk pemnbangkit tenaga listrik dan banyakm mesin lainnya. Perombakan 148 . dan membentuk energi. H2O. dan bunga. hewan. maka cadangan makanan tersebut disimpan pada organ batang.

Kaitan Modul Manusia dan hewan (makro dan mikro) mendapatkan makanan dalam bentuk yang sudah jadi. sedangkan manusia dan hewan hanyalah sebagai konsumen. Produksi dalam ekosistem. fotosintesis dan organisme produser b. Pada Modul II membahas tentang ekosistem. Dekomposisi dan dekomposer dalam ekosistem C. sedangkan hewan karnivora mendapatkan makanannya yang sudah jadi dari herbivora yang memakan tumbuhan. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Pada Modul I membahas tentang pengertian ekologi. Manusia dan herbivora mendapatkan makanannya dari tumbuhan. dimana pada saat terjadi interaksi antar organisme serta organisme dan lingkungannya terjadi aliran energi dan siklus materi antara organisme satu dengan organisme lainnya yang berlangsung secara berkesinambungan. adanya aliran energi dan siklus materi/hara dalam ekosistem berawal dari terjadinya proses produksi atau fotosintesis oleh tumbuhan dan dekomposisi produk fotosintesis (karbohidrat) atau dekomposisi senyawa organic lain seperti lemak dan protein dari organisme yang telah mati sehingga menghasilkan hara/mineral yang lepas ke dalam ekosistem. D. a. Pada Modul III ini membahas tentang produksi dan dekomposisi. mahasiswa dapat: 149 . Ruang Lingkup isi. yaitu terdiri dari senyawa organik yang berasal dari tumbuhan (nabati) dan hewani.karbohidrat/cadangan makanan menjadi energi disebut dekomposisi. Di sini terlihat bahwa tidak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak tergantung pada tumbuhan. Dalam hal ini tumbuh-tumbuhan benar-benar merupakan produsen sejati. yaitu hubungan timbal balik atau interaksi antara organisme dan lingkungannnya sehingga terbentuk suatu sistem hidup (biosistem). B. Perombakan senyawa organik lain misalnya protein dan lemak akan menghasilkan hara/mineral makro dan mikro yang sangat penting dalam mendukung kestabilan ekosistem.

1. Di masa itu produksi bahan organik (O2) lebih besar dari respirasi. Produksi dalam ekosistem. CO2 < O2. pelapukan batuan sedimentasi. fotosintesis dan organisme produser 1). PEMBAHASAN A. Timbunan ini berada dalam sedimen (endapan) anaerobic atau terpendam dan selanjutnya menjadi fosil tanpa mengalami respirasi atau dekomposisi. terjadi penimbunan dari sebagian bahan organic yang dihasilkan. CO2 rendah dan O2 meningkat. MATERI/ISI a. Selama 60 juta tahun yang lalu. Selanjutnya selama setengah abad terakhir kegiatan industri pertanian dan industri lainnya menyebabkan meningkatnya kadar CO2 150 . Menjelaskan proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 2. kirakira sejumlah yang sama dioksidasi kembali menjadi CO2 dan H2O melalui proses respirasi Selama masa geologi sekitar 600 juta tahun yang lalu. Produksi dalam ekosistem Produksi dalam ekosistem adalah produk bahan organik melalui proses fotosintesis Setiap tahun ditaksir 1017 gram kurang lebih 100 milyar bahan organik diproduksi di seluruh dunia melalui proses fotosintesis. terjadi pergeseran dalam keseimbangan biologis diiringi berbagai variasi kegiatan vulakanik. Menjelaskan manfaat produksi dan dekomposisi dalam ekosistem BAB II. Adanya kelebihan produksi bahan organik sehingga membentuk bahan fosil minyak berlangsung kurang lebih 300 juta tahun yang lalu. dan variasi masukan sinar matahari mengakibatkan terjadinya keseimbangan CO2 = O2 di atmosfir.

lemak. Jadi setiap jam 1 ha daun-daunan yang menghijau menyerap 8 kg CO2 setara dengan CO2 yang dikeluarkan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama sebagai hasil pernafasannya (Irwan. dijadikannya senyawa organic dengan bantuan sinar matahari yang berlangsung di dalam zat hijau daun (klorofil/kloroplas). yaitu temperatur menjadi tinggi. Pada peristiwa ini juga dilepaskan oksigen (O2) ke atmosfir.000 juta ton hydrogen dengan membebaskan 400. kemudian terbentuk karbohidrat.000 juta ton oksigen ke atmosfir. serta menghasilkan 450.meningkat di atmosfir. Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di atas bola bumi mempersenyawakan sekitar 150.000 juta ton CO2 dan 25. disebut proses fotosintesis. hal ini yang menyebabkan terjadinya perubahan temperatur di bumi. CO2 > O2. A adalah Oksigen (O2) dan CO2 direduksi menjadi Karbohidrat = (CH2O)n atau C6H12O6 (gula) 151 . 1997). menyebabkan perubahan iklim seperti yang dirasakan saat ini. Persamaan umum dari reaksi oksidasi-reduksi dalam fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut: CM dan klorofil CO2 + H2A --------------------→ (CH2O)n + 2A + H2O Reaksi oksidasinya: 2H2A ----------→ 4 H + 2A Reaksi reduksinya: 4H + CO2 -----→ (CH2O) + H2O CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A + H2O Pada tumbuhan hijau (tumbuhan dan ganggang atau Fitoplankton). dan lainnya. Tumbuh-tumbuhan menggunakan senyawa anorganik yang diambilnya dari atmosfir dan dari dalam bumi. 2) Jenis fotosisntesis dan organisme produser Secara kimiwai proses fotosintesis meliputi penyimpanan sebagian energi matahari sebagai energi potensial atau energi terikat dalam bentuk makanan. Pada awalnya dihasilkan glukosa.000 juta senyawa organic. vitamin-vitamin. protein.

A adalah Sulfur (S). Tetapi di danau yang tidak mengalir dan kaya dengan H2S. Bakteri sulfur ini berfungsi dalam siklus hara belerang (sulfur). . batang. Pada Tanaman C3. misalnya pada bakteri sulfur (misalnya bakteri sulfur hijau dan bakteri sulfur ungu). tetapi dapat berfungsi dimana tumbuhan hijau tidak sesuai untuk hidup. CO2 152 . daun. umumnya adalah anaerob fakultatif dapat berfungsi dalam kondisi ada atau tidak ada oksigen. Penelitian di danau-danau di Jepang. tetapi menggunakan H2S. bakteri ini menyumbang sampai 25 % dari produksi total bahan organik tahunan. Fotosintesis bakteri bermanfaat dalam perairan yang mengalami pencemaran atau eutrofikasi. Bakteri non sulfur. Bakteri yang berfotosintesis sebagian besar hidup di air laut dan air tawar dan kebanyakan hanya memegang peranan kecil dalam produksi bahan organik. dan air.Tanaman C3 dan C4 Tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang memiliki organ yang lengkap (akar. Tanaman C3 dan C4 menunjukkan perbedaan dalam mengikat atau mereduksi CO2. yaitu: CO2 + H2S ---------→ (C6H12O6) + S2 Hanya memegang peranan yang kecil dalam produksi bahan organic dan tidak melepaskan oksigen (O2). Takahshi dan Ichimura (1968) menemukan bahwa fotosintesis bakteri sulfur hanya menyumbangkan 3-5% dari produksi bahan organik total tahunan kebanyakan danau. reaksi fotosintesanya tidak menggunakan air. Mereka juga dapat berfungsi sebagai heterotrof dalam keadaan tanpa cahaya seperti kebanyakan ganggang. suhu. Tanaman C3 dan C4 mempunyai tanggap yang berbeda terhadap cahaya. sebaliknya proses fotosintesis yang dilakukan oleh bakteri. dan buah).CM/klorofil CO2 + H2O -----------------→ C6H12O6 + O2 CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A Pada tumbuhan tingkat tinggi dan fitoplankton A adalah Oksigen (O2). Tumbuhan tingkat tinggi ini terdiri dari tanaman C3 dan C4. bunga.

Gambar 1 Daur cal vin. Tumbuhan/tanaman C3 cenderung mencapai puncak tingkat fotosintesis (persatuan permukaan daun) pada intensitas cahaya dan temperatur sedang dan terhambat atau cenderung menurun pada temperatur dan intensitas cahaya tinggi dan terjadi fotorespirasi. Perpindahan dan fiksasi CO2 dalam tanaman C4 yang sedang berfotosintesis (Gambar 2). Daur Calvin. modul pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas tumbuhan C3. dan sebagainya). Pada tahun 1960-an. yaitu perombakan kembali gula atau karbohidrat yang telah terbentuk menjadi CO2 dan H2O dan melepaskan eneri dalam bentuk panas.diikat oleh senyawa RUBP ( Ribulosa Bifosfat) melalui siklus Calvin. Contoh tanaman kacang-kacangan (tan.. terutama Hatch dan Slack di Australia menemukan tumbuhan yang mempunyai cara mereduksi CO2 dengan siklus asam dikarboksilat (C4). Kedelei. suatu model pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas pada tumbuhan C3 yang sedang melakukan fotosintesis (Gambar 1). Tanaman C3 membutuhkan 400 – 1000 gram air untuk menghasilkan 1 gram bahan kering. Kacang Tanah. 153 .

Gambar 2 Perpindahan dan fiksasi CO2 pada tanaman C4 154 .

Perbandingan tanggap fotosintsis tanaman C3 dan C4 terhadap peningkatan intensitas cahaya dan temperatur (Gambar 3). Tanaman C4 tidak terhambat oleh kandungan oksigen yang tinggi dibandingkan C3. 155 . hanya menggunakan kurang dari 400 gram air untuk memproduksi 1 gram bahan kering. Sorgum..Pada tumbuhan/tanaman C4. Tebu. Tumbuhan/tanaman C4 dapat beradaptasi pada temperatur dan intensitas cahaya yang tinggi dan tidak terjadi fotorespirasi. Pada tanaman/tumbuhan C4 menggunakan air lebih efisien. Contoh tanaman Jagung. Tanaman C4 mendominasi vegetasi di gurung-gurung di daerah tropika. CO2 diikat oleh senyawa PEP (Phospho Enol Piruvat) melalui siklus Asam Karboksilat.

Dekomposisi (respirasi) tediri dari: 1. protozoa dsb. gas oksigen (O2) sebagai penerima elektron (Oksidan). Bakteri 156 . Contoh Bakteri metan yang dapat merombak senyawa organik dan menghasilkan metan (CH4) atau gas alam. Respirasi anaerobik ini umumnya dilakukan oleh kelompok saprofag yaitu pemakan organisme mati seperti bakteri.Gambar 3 Perbandingan tanggap fotosintesis dari tanaman C3 dan C4 terhadap kenaikan intensitas cahaya dan temperatur. Respirasi anerobik (tanpa oksigen). . Dekomposisi dan decomposer dalam ekosistem Di seluruh dunia proses dekomposisi yang dilakukan oleh kelompok organisme Heterotrof (Dekomposer) diperkirakan seimbang dengan proses metabolisme yang dilakukan oleh Autotrof. Dekomposisi atau perombakan ada 2. menutup stomanya pada siang hari yang panas dan membuka kembali pada malam hari. Penundaan fotosintesa ini mengurangi kehilangan air pada siang hari. Dekomposisi diartiak secara luas sebagai oksidasi biotic yang menghasilkan energi. b. CO2 yang diabsorsi disimpan dalam asam-asam organik hingga keesokan harinya. Merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. Beberapa jenis tumbuhan sekulen di daerah gurun seperti Kaktus. 2. ragi. dirombak kembali menjadi CO2 dan H2O dengan pembebasan energi. yaitu (1) secara fisik misalnya dibakar atau dipotong-potong dan (2) secara biologis atau oksidasi biotic. disini bahan organik (C6H12O6). satu senyawa anorganik selain oksigen atau senyawa organik sebagai penerima elektron (oksidan). Respirasi aerobik.Fotosintesis CAM (Crassulacean Acid Metabolism) CAM adalah bentuk fotosintesis yang khusus dapat beradaptasi di daerah kering. Hal ini memungkinkan tumbuhan sekulen mampu mempertahankan keseimbangan dan penyimpanan air.

3. Fermentasi. dan protein didekomposisi dengan cepat. ada 2 yaitu: I.Zat/senyawa asam humik Bila proses dekomposisi tidak terjadi maka semua unsur-unsur hara akan tetap terikat pada organisme yang mati itu. dsb sangat lambat hancur karena ikatan karbonnya sangat kuat.Penyebab dekomposisi. rambut. Dari segi ekologi. peristiwa pembekuan dan pencairan karena pengaruh suhu tinggi dan suhu rendah saling berganti. II. membebaskan gas-gas CO2 dan gas-gas lainnya ke atmosfir serta melepaskan sejumlah unsur-unsur hara ke dalam tanah. Bakteri ini mereduksi Sulfat (SO4) menjadi sulfida (H2S) pada sedimen yang dalam dan perairan yang tak mengandung oksigen.Dekomposisi mempunyai 3 tahap: 157 . Zat ini merupakan komponen universal dalam ekosistem. misalnya bakteri dan jamur serta mikroorganisme lainnya. yaitu (a) pengaruh api atau pembakaran. juga anaerobik tetapi senyawa organik yang dioksidasi juga sebagai penerima electron. Pengaruh faktor fisik (non biotik). Ini berarti tidak ada kehidupan baru yang muncul Bagian-bagian tubuh dari bangkai hewan/ binatang atau tumbuhan tidak mengalami penghancuran pada saat yang sama. tetapi sellulosa. Hasil dari proses dekomposisi yang resisten atau tahan (tidak mudah melapuk) akan menghasilkan Zat humik. karbohidrat. .•Proses dekomposisi yang terbesar adalah yang melibatkan mikroorganisme heterotrofik atau saprofag. Pengaruh biotik. . tulang. Ragipun banyak terdapat dalam tanah dan membantu proses perombakan sisa-sisa tumbuhan. Ragi merupakan contoh yang sangat dikenal dalam fermentasi. Bakteri Desulfovibrio mempunyai peranan penting dalam respirasi anaerobik. (b). lignin. Lemak. yaitu organisme yang memakan tubuh binatang atau tumbuhan yang telah mati. Gas H2S yang naik ke sedimen dangkal dan ke permukaan air dimanfaatkan oleh organisme lain misalnya oleh bakteri fotosintesis.metan dapat dipelihara untuk menghasilkan gas metan (biogas) secara besar-besaran dari bahan baku kotoran ternak atau bahan organik lainnya. . Dekomposisi terjadi melalui transformasi energi antara organisme dan ini merupakan fungsi yang mutlak diperlukan.

Bahan organik Senyawa asam humik dan bahan organic lainnya yang mengalami dekomposisi sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. yang diikuti dengan pembebasan bahan 2. seingkali coklat kekuningan. Mineralisasi humus yang berlangsung lambat Lambatnya dekomposisi humus menyebabkan menumpuknya oksigen. Banyak zat-zat beracun yang dibuang atau ditambahkan oleh manusia ke lingkungan seperti herbisida. dan zat-zat buangan industri adalah senyawasenyawa turunan benzena yang berbahaya karena daya degradibilitas (daya mengurai) yang rendah.H.Ada dua tahap yang dilalui oleh bahan organic untuk dapat menjadi fosil: 158 . Model molekul asam humik (Gambar 4). Pembentukan butiran-butiran destritus oleh proses fisik dan biologis organik yang terlarut. Humus berwarna gelap. Dekomposisi bahan organik menghasilkan senyawa asam organik. Untuk memecahkan struktur ini diperlukan enzim dioksigenase yang mungkin tidak terdapat pada saftotrof tanah dan air. Produksi yang relatif cepat untuk menghasikan humus dan pembebasan bahan-bahan organik tambahan yang terlarut oleh saprotrop 3.1. misalnya asam amino glisin dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam Al. Dalam jumlah yang cukup bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik. merupakan koloid yang sukar ditentukan susunan kimianya. . kimia.. Cu. Cincin benzena dan ikatan rantai samping membuat senyawa ini rekalsitran terhadap perombakan oleh mikro organisme. Humus atau senyawa humik merupakan kondensasi dari senyawa-senyawa aromatik (fenol) digabung dengan hasil dekomposisi dari protein (Nitrogen) dan poliskarida/KH (C. dan biologi tanah yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. pestisida. .O). atau Fe yang disebut dengan celat (Chelation) sehingga logam tersebut tidak beracun bagi tanaman dan melepaskan hara esensial yang diikatnya.

proses ke dua ini merupakan perubahan dari gambut ke lignin lalu ke batubara keras dengan kadar karbon yang meningkat pada setiap tahap. Menghasilkan energi (makanan) untuk organisme lain pada rantai makanan 5. Tungau Tanah. dan sebagainya mempunyai peran penting dalam dekomposisi. C4. misalnya proses produksi pada tanaman C3. Dengan bantuan mikroba. tetapi proses ini berperan penting dalam ekosistem. Menghasilkan zat-zat metabolit sekunder yang dapat menghambat (inhibitor) contoh Penisilin yaitu antibiotik yang dihasilkan oleh cendawan dan menghasilkan stimulator seperti vitamin dan zat pengatur tumbuh(hormon tumbuh). Memungkinkan siklus hara melalui mineralisasi bahan-bahan organik yang telah mati 2. Indikator Penilaian 1. yaitu: 1. Keong. .Organisme tanah Beberapa studi membuktikan bahawa fagotrop misalnya binatang-binatang kecil seperti Cacing. dan bakteri fotosintesis disertai contoh. Membentuk celat dan menyediakan hara kembali untuk tanaman 3. fitoplankton. Humifikasi. Kelompok organisme ini mempercepat dekomposisi dengan beberapa cara: 1. 159 . Menghancurkan bahan organik menjadi bagian-bagian kecil berarti memperluas mikroorganisme 2.(1). umumnya terjadi dalam suasana aerobik dan berlangsung relatif cepat. Menjelaskan dengan tepat berlansungnya proses produksi yang dimulai dari tumbuhan. permukaan sehingga dapat tersedia bagi B. dan CAM. umumnya terjadi kondisi anaerobik dan berlangsung sangat lambat. dapat mengembalikan hara dan energi 4. (2) Karbonifikasi. Menambah zat tumbuh yang mengstimulasi pertumbuhan mikroba dan aktivitas metabolisme populasi mikroba Dekomposisi bahan organic merupakan proses yang panjang dan kompleks.

Menjelaskan proses dekomposisi bahan organic disertai contoh dan manfaatnya pada kestabilan ekosistem.2. 160 .

serangga dan mikro organisme seperti jamur. Produksi merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Kelebihannya kemudian digunakan oleh konsumen. dan mikroorganisme. hewan/binatang. Tubuh makhluk hidup diuraikan menjadi patahan-patahan kecil oleh rayap. kecoa. Sebagaian dari cadangan makanan yang dibentuk dalam proses fotosintesis dipakai oleh produsen sendiri. Materi atau mineral dari penguraian organisme yang mati dimanfaatkan kembali oleh produser. Produksi diawali dari pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis oleh produser (tumbuhan/tanaman). dan sebagainya.BAB III PENUTUP Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran energi. Proses dekomposisi menghasilkan materi atau mineral. 161 . semut. Energi kimia (energi potensial) yang terbentuk digunakan oleh organisme lain sebagai sumber energi seperti manusia. bakteri. Proses ini dimulai dari adanya tumbuhan atau hewan yang telah mati.

Saunders. Renwarin’ P.H. W. G. Fundamental of Ecology. M.L. Bumi Aksara.N. New Delhi. B. Jakarta. Odum. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. ZD. Yayasan Obor. Rahman. 1989. Palenewan. 1985. J. Ekologi dan Biologi Tropika. Lembaga penerbitan.M. J. Nurkin. Indonesia Irwan. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Kleden. Kormondy. 1971.B. A. N. dan Lingkungan. Conceps of Ecology. London. Prentice Hall. Siwondo. Delmi.BAB III DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Company. Hatta. Universitas Hasanuddin 162 . 1997. Riyanto.J. 1992. I. Jodjo.E. Komunitas. P. E. Ekolgi Dasar.

MODUL V 163 .

PENDAHULIUAN E. Materi/Isi D. Latar Belakang F.MODUL IV. JUDUL: ENERGI DALAM EKOSISTEM BAB I. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 164 . Ruang Lingkup Isi G. Indikator Penilaian BAB. PEMBAHASAN C. III. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. Kaitan Modul H.

N (Nitrogen). 165 . Seperti melakukan perjalanan memerlukan energi. H (hydrogen). Misalnya tanaman menjadi menjadi besar.BAB I. Materi terdiri dari unsur kimia yaitu C (karbon). dengan sumber enrgi dari sinar matahari maka hasil dari proses fotosintesis tersimpan dalam bentuk buah atau bunga. Latar Belakang Tubuh makhluk hidup seperti manusia. Pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman tersusunlah materi menjadi pohon. O (oksigen). yang dapat dilihat adalah efek dari energi. Belajar memerlukan energi. P (fosfor) dan sebagainya. hewan. Di dalam tubuh makhluk hidup selain terdapat mataeri juga terdapat energi. Makanpun memerlukan energi. energi dari bahan baku bensin dapat dilihat jika terjadi peembakaran dalam mesin mobil dan mobil tersebut dapat berjalan. Jika pada tumbuhan. Jadi jika energi tidak ada. Demikian juga pertumbuhan anak-anak menjadi dewasa itupun merupakan kerja. maka buah atau bunga tidak akan ada. Energi tidak dapat dilihat. Hidrogen dan Oksigen berkombinasi membentuk molekul air (H2O). Ada pula molekul yang lebih kompleks misalnya glukosa yang terdiri dari C6H12O6. PENDAHULUAN A. Energi dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Unsur-unsur kimia tersebut berkombinasi membentuk molekul. Dalam bidang ekonomi. uang merupakan sumber energi. dan tumbuhan serta benda-benda lain tersusun oleh materi (mineral). Untuk melakukan kerja diperlukan energi. dalam proses fotosintesis.

2. B. Menjelaskan asas-asas energi dalam lingkungan dan kehidupan. Begitu pula dalam ekologi. Fosil menjadi batubara atau minyak bumi yang banyak mengandung energi. yaitu membahas tentang perilaku-perilaku energi dalam ekosistem. daun. Kaitan Modul Modul ini terkait erat dengan modul I. Lingkungan energi c. D. 166 . Mendefinisikan pengertian energi dan menjelaskan perilaku energi menurut hukum termodinamika I dan II dalam ekosistem. buah atau bunga. Energi kimia tersimpan dalam bentuk molekul glukosa selanjutnya diubah menjadi karbohidrat/pati tersimpan dalam tubuh tumbuh-tumbuhan pada akar. dan III. Konsep Produktivitas ekosistem C.. Dalam kehidupan sumber energi adalah sinar matahari.Jika tidak ada uang maka perekonomian negara tidak akan berjalan. Sebagian besar materi ini mengcakup sisstem ekologi. mahasiswa dapat: 1. Ruang Lingkup Isi a. Dalam kondisi tertentu tumbuhan atau hewan yang mati tetapi tidak melapuk kemudiaN akan menjadi fosil. II. jika tidak ada energi kehidupan tidak akan terjadi. batang. Sasararan pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Tinjauan tentang pengertian dasar energi b. Energi matahari diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis.

Membedakan pengertian produktivitas primer bruto.3. Atau Kemampuan untuk memberikan pengaruh atau akibat. BAB II. Perilaku energi di alam (ekosistem) mengikuti hokum termodinamika: 167 . Materi/Isi a. produktivitas netto. en = dalam. Tinjauan tentang pengertian dasar energi Energi berasal dari bahasa Yunani. dan produktivitas sekunder dalam ekosistem. baik berupa panas yang ditimbulkan maupaun akibat mekanik/kerja. PEMBAHASAN A. ergon = kerja Energi dapat didefinisikan kemampuan atau suatu kesanggupan untuk melaksanakan kerja.

1. yang berbunyi: “Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. sebelum dan setelah transformasi. Tidak ada perubahan/transformasi energi yang betul-betul efisien 100% karena selalu ada energi yang terpencar sebagai energi panas yang tak dapat digunakan. Kedua hokum tersebut dapat dinyatakan pada Gambar 1 berikut: 168 . yang berbunyi: Misalnya energi cahaya dapat diubah menjadi energi kimia (energi potemnsial) atau energi panas. Produksi = Konsumsi + Produk Limbah + Respirasi. 2. Misalnya benda panas pasti menyebarkan panas ke lingkungan yang lebih rendah suhunya. Ini juga berarti jumlah total energi harus tetap “Setiap terjadi perubahan energi pasti terjadi drgradasi energi atau penguraian energi dari bentuk energi terpusat menjadi energi terpencar”. tetapi tidak pernah diciptakan atau dihancurkan”. Hukum termodinamika II atau Hukum Entropi. Hukum termodinamika I atau Hukum Kekekalan Energi.

Gambar 1. bentuk energi yang dipadatkan (2 unit). Gambaran dari dua hukum termodinamika. Berbagai bentuk kehidupan selalu diikuti oleh perubahan-perubahan energi. B = Panas. C = gula. A = Sinar/cahaya Matahari. A = B + C (hukum termodinamika I). C selalu lebih kecil dari A. Tanpa adanya pengalihan energi yang mengikuti . penggandaan diri dan sintesis berbagai materi. bentuk energi yang sangat lemah (98 unit). disebabkan karena ada yang hilang sebagai panas pada waktu terjadi transformasi (perubahan). tidak akan ada kehidupan dan sistem-sitem ekologis. perubahan energi cahaya matahari ke energi kimia (makanan/gula) lewat proses fotosintesis. Energi yang sampai di permukaan bumi sebagai cahaya diimbangi dengan energi yang keluar dari permukaan bumi sebagai radiasi panas yang tak tampak dan hanya sebagian kecil dari energi cahaya yang diserap`oleh tumbuhan hijau dan mengubah energi cahaya menjadi energi potensial. Cahaya atau sinar matahari mempunyai hubungan dengan sistem-sistem ekologis dan bagaimana energi digunakan dalam sistem itu. semua perubahan. anatara hewan predator dengan hewan mangsa. bentuk energi yang lemah (100 unit). Hubungan tumbuhan/produser dan hewan konsumer. jumlah dan jenis organisme 169 Energi potensial ini dimanfaatkan untuk pertumbuhan.

tetapi hanya sebagian kecil dari cahaya matahari dapat diubah oleh proses fotosintesis . absorpsi cahaya/sinar matahari oleh daratan dan air menyebabkan terjadinya daerah-daerah panas dan dingin. gerakan udara dan air. CO2. Hewan/binatang (makro dan mikro) dan manusia memperoleh energi kimia (energi potensial) dari hasil fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dan khemosintesis dari dari mikroba (bakteri sulfur). lalu menjadi energi kinetik dari angin yang dapat melakukan pekerjaan memompa air. ozon (O3). Lingkungan energi Organisme yang berada di atau dekat permukaan bumi secara terus menerus disinari oleh (1) radiasi matahari dan (2) radiasi panas bergelombang panjang dari permukaan-permukaan di sekitarnya. menjadi energi yang berguna untuk komponen biotik ekosistem. Dalam sehari masukan radiasi/energi cahaya matahari ke lapisan autotropik (tumbuhan/vegetasi) sekitar 100-800 kalori g kalori/cm2. Radiasi matahari pada lapisan atmosfir adalah konstan dibandingkan dengan (1) radiasi/energi cahaya matahari yang mencapai permukaan laut pada hari cerah. b. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam iklim stempat dan vegetasi. Dalam ekosistem. dan debu. yang akhirnya menyebabkan terjadinya aliran angin. Pada lapisan teratas atmosfir.34 g calori/cm2/detik) yang dapat mencapai permukaan bumi pada tengah hari di musim panas. Jadi dalam hal ini energi cahaya berubah menjadi eneri panas di daratan. Keadaan ini terjadi pada daerah yang horizontal (datar). Demikian pula. (2) sinar matahari yang menembus mendung sempurna. Di daerah perbukitan atau daerah pegunungan. penguapan air. Radiasi yang menembus atmosfir akan berkurrang intesitasnya karena tersaring gas atmosfir. air. atau vegetasi) (hanya 1. dan (3) cahaya yang menembus vegetasi. energi mengalir masuk melalui fotosintesis dan mengalir keluar melalui respirasi. 170 Kedua-duanya mempengaruhi lingkungan (iklim) yaitu temperatur. kesemuanya dibatasi oleh aliran energi. yang dapat menggerakkan kincir angin sehingga dapat menggerakkan pabrik penggilingan. permukaan lereng di bagian selatan menerima radiasi lebih besar dan lereng bagian utara lebih kecil dari yang diperoleh permukaan datar. Jumlah ini akan berkurang sebesar 67% apabila melewati atmosfir (melewati awan. tetapi sebagian besar menjadi panas dan sebagian kecil energi potensil ini diubah menjadi protoplasma baru atau sel baru.dalam lingkungan tertentu. besarnya radiasi atau energi cahaya matahari kurang lebih 2 g kalori/cm2/detik. O2.

7 µm) = 46%. Panjang hari Panjang hari adalah lamanya matahari memanjarkan sinaranya ke permukaan bumi sangat tergantung pada altitude dan latitude 1 µm = 10-4 cm. J/m2.435 µm). watt/m2. Cahaya hijau dari cahaya tampak dan infra merah pendek (near infra red) dipantulkan oleh tumbuh-tumbuhan.574 –0. Infra merah (> 0.595 µm).. Sinar ultra violet (0. Pantulan cahaya ini dipergunakan didalam pengindraan jauh baik dengan foto udara maupun citra satelit untuk menetukan pola vegetasi alam. dan sebagainya. Dari semua warna sinar tampak ini.7 µm) = 45%.4 µm) = 9%. memantau serangan hama dan penyakit tanaman. biru (0.4 – 0. Pengaruhnya secara ekologis penting dalam memberikan efek pemanasan. kurang kuat merangsang reaksi kimia tumbuhan.7 µm) memiliki banyak warna bergantung pada panjang gelombangnya.625 – 0. Intensitas sinar matahari Intensitas cahaya adalah jumlah energi cahaya matahari yang sampai pada permukaan bumi pada luasan dan waktu tertentu.400 – 0.625 µm). Terbagi atas 3 kualitas sinar matahari berdasarkan panjang gelombang. sinar matahari dibagi 3 unsur: 1.480 µm).574 µm). Cahaya tampak sedikit sekali berkurangnya jika melewati awan tebal dan air. 171 .750 µm). Satuannya kalori/cm2. yaitu: merah (0. (c) Infra merah (> 0. Cahaya tampak ((0. Sinar Tampak (Vesible light) (0.7 µm).595 – 0. orange (0.Berdasarkan peranannya bagi pertumbuhan tumbuhan/tanaman.435 –0.490 – 0. (a). ungu (0. hijau (0. Radiasi ultra violet (gelombang pendek) 0. artinya fotosintesis dapat terus berlangsung pada hari yang berawan dan beberapa kedalaman air yang jernih. kuning (0.4 – 0. Kualitas sinar matahari Kualitas sinar matahari adalah spectrum cahaya yang dipancarkan oleh sinar matahari yang terdiri dari berbagai panjang gelombang. vegetasi/klorofil menyerap gelombang cahaya tampak yang berwarna merah dan biru untuk kegiatan fotosintesis. selain itu juga dapat berpenagruh pada proses perkecambahan dan pertumbuhan batang. 3. 2. tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan sebagai radiasi panas. 1 Joule = 0.239 kalori. keadaan tanaman (perkebunan).4 µm diserap habis oleh lapisan ozon (O3) dibagian luar atmosfir kira-kira pada ketinggian 25 km.3 – 0. (b).3 – 0.

dan tahun adalah amat penting bagi produktivitas dan pertukaran hara mineral dalam ekosistem. Kendatipun perubahan radiasi total menentukan kondisi keberadaan organisme.Naungan yang sejuk dan teduh di dalam hutan (vegetasi) disebabkan oleh absorpsi cajhaya tampak dan infra merah panjang oleh daun-daun bagian atas. mungkin diterima sebagian besar dunia pada hampir setiap saat.6 kilokalori/m2/tahun di atas daratan. Di samping garis lintang (latitude). penutupan awan adalah suatu factor pokok dalam penerimaan radiasi matahari. namun keterpaduan radiasi matahari langsung yang memasuki stratum autotrofik. Antara garis lintang 40o LU dan LS radiasi netto tahunan adalah 1 juta kilokalori/m2/tahun di atas samudra dan 0. Penggunaan energi radiasi matahari dalam setahun diringkaskan pada Tabel 1. Masukan energi primer itu menggerakkan semua sistem biologis. altitude. perbedaan antara semua arus radiasi yang turun dikurangi dengan semua arus radiasi yang naik. Radiasi sebanyak 100 – 800 g kalori/cm2/hari. kilokalori/m2/hari dan 1. Oleh karena itu sebagian besar biosfir. yaitu energi sinar matahari yang diterima oleh tumbuh-tumbuhan hijau setiap hari. Di sana keadaannya begitu ekstrim. Air di dalam daun dan uapa air di sekelilingnya menyerap energi panas infra merah panjang. masukan energi radiasi adalah kira-kira 3000 – 4000 Radiasi netto di permukaan bumi yaitu terkecuali di daerah kutub atau daerah tropis yang beriklim kering. bulan. dan musim. 172 .1 – 1.5 juta kilokalori/m2/tahun. sehingga hanya sedikit keluaran biologis yang dapat dihasilkan.

(1985) Hanya lebih kurang 1% saja energi matahari diubah menjadi energi kimia dan lebih kurang 70% digunakan untuk memanaskan bumi. evaporasi.5 Sumber: Hubert.Tabel 1. Karena energi panas ini menyebabkan adanya temperatur yang sesuai untuk hidup dan menggerakkan sistem cuaca dan siklus air yang kesemuanya diperlukan untu kehidupan di bumi. Beberapa definisi penting. precipitasi (hujan) Angin. Konsep produktivitas ekosistem Produktivitas adalah laju produksi senyawa organic dalam suatu ekosistem. angin dan sebagainya. arus Fotosintesis Energi pasang surut lebih kurang Panas terestria lebih kurang Persen (%) 30 46 23 0. 1971 dalam Riyanto et al. yaitu: 1) Produktivitas primer dari suatu ekosistem adalah laju konversi energi cahaya menjadi senyawa organic melalui fotosintesis dan khemosintesis oleh organisme produser (terutama tumbuhan hijau). 173 . Penggunaan radiasi matahari sebagai persentase dari masukan tahunan ke dalam biosfir Penggunaan Dipantulkan Konversi langsung menjadi panas Evaporasi. gelombang.2 0.8 0. 2) Produktivitas primer bruto adalah laju fotosintesis total termasuk senyawa organic yang dipakai untuk pernafasan selama masa pengukuran. juga disebut asimilasi total. yang dimulai dengan konversi energi cahaya matahari menjadi senyawa organic melalui fotosintesis pada tumbuhan hijau. c.0017 0. hujan.

(2). (2). Untuk ekosistem budidaya. misalnya hasil kerja angin. Sebagai contoh suatu padang rumput yang subur tapi dirumputi oleh ternak/hewan herbivora akan mempunyai biomas yang lebih kecil dari pada padang rumput yang kurang subur yang tak mengalami perumputan. sebagian yang rumput yang dimakan tersimpan dalam tubuh sapi sebagai sumber energi. dan kekeringan. Adanya subsidi energi yang dapat menambah produksi dengan mengurangi kehilangan panas untuk pernafasan. alat-alat pertanian. disebut juga fotosintesis nyata atau asimilasi netto 4) Produktivitas komunitas netto adalah laju penyimpanan senywa organic yang tidak digunakan heterotrop atau produktivitas primer netto dikurangi konsumsi oleh heterotrop selama waktu pengukuran. 5) Produktivitas sekunder adalah laju penyimpanan energi pada tingkat konsumer atau decomposer. biasanya selam musim tumbuh atau setahun. Faktor fisik yang menunjang sesuai (iklim. panen. pestisida. Biomas adalah jumlah bahan organic pada saat pengukuran. Heterotrop adalah organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri misalnya hewan/binatang dan manusia. Produktivitas primer netto tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (Tabel 2) 174 . Contoh Sapi makan rumput. Dalam mengevaluasi produktivitas ekosistem perlu dipertimbangkan (1). ada tenaga kerja manusia. Produktivitas dapat dijadikan ukuran dari kekayaan kesuburan suatu ekosistem. energi pasang surut di daerah estuary untuk ekosistem alami. Energi yang tersimpan dalam tubuh sapi yang berasal dari rumput itu disebut produktivitas sekunder Laju produksi (produktivitas) yang tinggi baik pada ekosistem alami (hutan primer) maupun ekosistem budidaya terjadi apabila : (1). hujan. Sifat dan besarnya kehilangan energi karena gangguan iklim. pupuk. polusi. sebagian lagi hilang dalam bentuk panas dan kotoran. dan varietas tanaman). tanah. Ada subsidi energi dari luar sistem.3) Produktivitas primer netto adalah laju penyimpanan senyawa organic di dalam jaringan tumbuh-tumbuhan setelah dikurangi pemakaian untuk pernafasan selama masa pengukuran. dan sebagainya.

Subsidi energi Sumber energi yang mengurangi penggunaan energi yang ada pada ekosistem untuk memelihara kondisinya dan dapat meningkatkan penggunaan energi yang ada untuk dikonversikan menjadi produksi disebut aliran energi tambahan atau subsidi energi Temperatur yang tinggi dan ketegangan air yang tinggi umumnya memaksa tumbuhan untuk menggunakan lebih banyak energi produksi bruto untuk respirasi.00 1.03 3. yaitu tanaman yang memiliki tipe fotosintesis yang mampu mengalami hambatan yang ditimbulkan oleh iklim yang panas. Hubungan umum antara produksi bruto dan netto sebagai fungsi garis lintang (latitude). Pada vegetasi alami. 1990. Produktivitas primer bersih tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (hutan primer) Produktivitas primer bersih (g/m2) EKOSISTEM Per tahun Tanaman Budidaya (rata-rata dunia) Gandum 344 Jagung 412 Padi 497 Tebu 1723 Hutan primer Hutan tropika (Malaysia) 2200 Hutan iklim sedang (Inggris) 1500 Padang rumput (Oklahoma dan 446 nebraska) Gurun pasir (Nevda) 40 Sumbe : Odum.36 4. et. 175 Per hari 0. meskipun tumbuhan C4.22 0. Ini berarti bahwa akan lebih banyak biaya energi untuk mempertahankan struktur tumbuhan pada iklim yang panas.11 . (Gambar 2).94 1. 1966 dalam Resosoedarmo.al.13 1.Tabel 2. kecenderungan bagi rasio Pn/Pg (produksi netto/produksi bruto) menjadi lebih rendah di daerah tropika dari pada di daerah temperatur sedang juga berlaku bagi tumbuhan C3 seperti padi.23 6.

176 .

produktivitas primer. Menjelaskan pengertian produktivitas dalam ekosistem. Indikator Penilaian 1. produktivitas primer bruto dan netto. Menjelaskan perilaku energi dalam ekosistem disertai contoh nyata yang terjadi di lapangan baik pada ekosistem pertanian maupun pada ekosistem alami (hutan) 3. Kecenderungan yang terjadi di daearah tropik yaitu rasio Pn/Pg kurang dari 50% dan meningkat menjadi 60-70% bila letak tempat semakin jauh dari daerah tropik. B. Mendefinisikan dengan tepat pengertian energi dalam ekosistem disertai contoh 2.Gambar 2. produktivitas sekunder diseratai contoh-contoh nyata yang terjadi dibidang budidaya pertanian saat ini 177 . Persentase (%) rasio produksi (netto/kotor) atau (Pn/Pg) untuk vegetasi alami bervariasi dengan letak tempat (latitude).

Menjelaskan dengan tepat penggunaan subsidi energi pada ekosistem pertanian yang ramah lingkungan dan produktivitas tanaman meningkat 178 .4.

Sumber energi sebagian besar berasal dari cahaya matahari. 179 . setiap terjadi transformasi energi pasti terjadi degradasi energi dalam bentuk panas. Energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia dan bersama dengan unsur-unsur hara dari dalam tanah. untuk bergerak. Hukum termodinamika I menunjukkan bahwa jumlah total energi harus tetap sebelum dan setelah transformasi. tumbuh dan berkembang. Sedangkan Hukum termodinamika II. yang diubah menjadi energi kimia oleh proses fotosintesis dalam tumbuhan hijau. Pada ekositem buatan diperlukan subsidi energi yang tepat agar produktivitas ekosistem meningkat dan ramah lingkungan. PENUTUP Semua organisme memelukan energi.BAB III. dan melaksanakan fungsi-fungsi badaniahnya. Peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh kesesuaian/keadaan lingkungan (iklim dan tanah) bagi komoditi yang dikembangkan serta kesesuaian altitude dan latitude. diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru tumbuhan/tanaman atau organisme Tranformasi energi dalam ekosistem mengikuti hukum termodinamika I dan II.

Ekologi dan Biologi Tropika. J. Prentice Hall. I. Nurkin.H. Saunders. 1997. E. Renwarin’ P. Universitas Hasanuddin 180 . Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Jodjo. 1992. A. Bumi Aksara. Yayasan Obor. 1989.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Rahman. Kormondy. Company. Kleden. P. Fundamental of Ecology.B. Siwondo. J.M. Jakarta. W. New Delhi. Palenewan. B. Lembaga penerbitan.L. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. G. Ekolgi Dasar. 1985. ZD.N. Conceps of Ecology. 1971. Hatta.J. Indonesia Irwan. dan Lingkungan. Riyanto. Delmi. London. Odum. Komunitas. N.E. M.

Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. III. Materi/Isi F. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 181 . Ruang Lingkup Isi K.MODUL V JUDUL: RANTAI MAKANAN DAN TINGKAT TROFIK BAB I. PENDAHULIUAN I. PEMBAHASAN E. Kaitan Modul L. Latar Belakang J. Indikator Penilaian BAB.

PENDAHULUAN A. Hidup tumbuhan itu sendiri dan hidup organisme lainnya bergantung pada senyawa organic yang dibentuk oleh tumbuhan. baru berarti jika ada organisme lainnya. Misalnya jika melihat hubungan antara tikus dan padi. dan sebagainya. Latar belakang Dunia kehidupsan sebenarnya jauh lebih rumit daripada yang dilihat sepintas lalu. elang. Energi dan materi merupakan landasan dunia organisme (makhluk hidup). ular memakan tikus sehingga organisme ini disebut konsumen kedua . dimana tikus adalah hewan yang dapat berpindah tempat. Tumbuhan. Tikus disebut konsumen atau pemakai. Tidak ada satu organismepun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. 182 . Sebagai contoh tikus memakan padi dan tanaman-tanaman lain seperti ubi jalar. Karena tikus langsung memakan tumbuhan hijau maka disebut konsumen tingkat pertama. sedangkang padi adalah tumbuhan yang tidak dapat berpindah tempat sendiri. Setiap tingkat lebih tinggi. Tetapi tumbuhan hijau seperti padi. Tumbuhan disebut sebagai produser. hewan/binatang dan organisme lainnya (biotic) pada tempat dan waktu tertentu bersama-sama dengan lingkungan abiotiknya membentuk suatu sistem ekologi (ekosistem). Antara organisme yang satu dengan organisme lainnya terjadi pengalihan energi dengan cara memakan dan dimakan. maka kutu disebut konsumen ketiga.BAB I. dapat membentuk senyawa organic dengan menggunakan energi matahari. Suatu organisme. Selanjutnya kucing. Jika pada kucing ada kutunya. jagung. hubungan konsumen selangkah lebih jauh dari produen.

Jika konsumen mati atau menjadi bangkai. III. maka hal tersebut tidak akan terjadi. Modul V ini masih sangat terkait dengan materi modul I. juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. mahasiswa dapat: 1. 183 . Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi C. dan tingkat-tingkat trofik b. maka akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi oleh mikro organisme (decomposer) menjadi unsure-unsur hara yang kemudian diserap kembali oleh organisme produser di dalam suatu ekosistem. RUANG LINGKUP ISI a. B. II. Rantai makanan Adalah pengalihan energi dari sumbernya yaitu tumbuhan (produser) ke organisme lain melalui sederetan organisme yang memakan dan dimakan. jaring makanan. Metabolisme dan ukuran individu c. maka akan mengakibatkan tikus-tikus itu akan kehabisan makanan dan akan mati kelaparan. Namun karena adanya kucing atau hewan lain yang memakan tikus. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Kaitan Modul Modul V ini membhasa tentang rantai makanan dalam ekosistem.. didalamnya terjadi arus energi dan suklus materi merupakan landasan dasar pada suatu ekoistem. dan IV D. Struktur trofik dan piramida ekologis d. dan menyebutkan tingkat trofiknya pada setiap ekosistem tersebut. Menjelaskan rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Misalnya jika tikus dapat berkembang terus tanpa ada pengendalian. Kestabilan ekosistem hanya dapat dicapai dengan pengalihan energi dan siklus materi/hara melalui rantai makanan. Rantai makanan. Adanya pengalihan energi dan materi/hara dari organisme yang satu ke organisme yang lain melalui makan dimakan.

Menerangkan empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi BAB II. Oleh karena itu.2. Pada setiap pemindahan (transfer) sebagian (80-90 %) dari energi potensial (makanan) hilang sebagai panas. dan tingkat-tingkat trofik Rantai makanan (food chain) adalah pemindahan (transfer) energi makanan dari sumbernya (tumbuh-tumbuhan) melalui serangkaian organisme yang memakan dan dimakan. Rantai makanan terdiri dari dua tipe dasar. Rantai makanan. Rantai makanan perumputan (grazing food chain). jarring makanan. makin pendek rantai makanan ini. Materi/Isi a. atau makin dekat konsumer dengan permulaan rantai makanan (tumbuhan). termasuk persediaan makanan dan untuk digunakan untuk bernafas. Menerangkan dan memberikan contoh struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem darat dan air 3. yaitu berat hidup. yaitu: 1. PEMBAHASAN A. yang dapat diubah menjadi biomas. 184 . dimulai dari tumbuhan/tanaman sebagai dasar lalu ke herbivora yang merumput (organisme yang memakan tumbuhan/tanaman hidup) dan terus ke karnivora kecil kemudian dimakan karnovora besar (pemakan binatang). makin besar energi yang tersedia bagi populasi itu.

dimulai dari organisme besar kepada organisme kecil. 185 . dimulai dari hewan kecil sebagai mata rantai pertama. Rantai saprofit. hubungan antara produsen. Rantai parasit. kepada hewan yang lebih besar dan terakhir pada hewan yang terbesar. Rantai pemangsa. dan perombak dalam suatu daur materi dan energi. yang hidup sebagai parasit. berjalan dari organisme mati ke mikro organisme. rantai makanan dibagi atas tiga macan. Rantai makanan tidak berjalan sendiri-sendiri. dimulai dari bahan-bahan yang mati lalu ke mikro organisme pemakan detritus (bahan organicyang hancur) dan predaornya. Landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. Jaring-jaring makanan. Menurut Resosoedarmo. 3. tapi saling berkaitan yang satu dengan lainnya sehingga membentuk jaringjaring makanan. 2.2. (1990). Rantai makanan perombakan (detritus food chain). et al. konsumen. yaitu: 1. Contoh jaring-jaring makanan yang sederhana (Gambar 1) Gambar 1 Gambar 1.

Tumbuhan hijau daun adalah produsen primer.

Dalam proses daur materi dan energi seterusnya, produsen primer ini

merupakan makanan konsumer primer (herbivora) ialah hewan pemakan tumbuhan seperti burung, kelelawar, kupu-kupu, lebah, sapi, dan lainnya. Selanjutnya konsumer primer akan menjadi mangsa dari konsumer sekunder yaitu predator (karnivora). Baik produser, herbivora, dan karnivora atau predator apabila telah tua atau mati akan mengalami pembusukan, dan perombakan oleh decomposer (mikro organisme, misalnya bakteri atau jamur) menjadi bahan organic yang lebih sederhana, sampai akhirnya menjadi unsureunsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme produser (tumbuhan/tanaman). Suatu komunitas alamiah, seekor pemangsa (predator) sangat funsional dalam mamaelihahara keseimbangan dengan populasi binatang yang dimangsa. Dalam keseimbangan seperti itu misalnya populasi kijang yang lamban dengan mudah menjadi mangsa harimau sehingga yang tinggal hidup adalah kijang-kijang yang sehat. Populasi kijang hanya ada yang sehat justru karena adanya populasi harimau (pemangsa). Begitu pula padang rumput akan berada dalam dalam pertumbuhan yang sehat karena terbatasnya populasi kijang yang memakan rumput tersebut. Harimau yang lamban akan mati kelaparan karena kijang yang masih hidup hanyalah kijang-kijang yang sehat dan gesit serta tidak akan tertangkap atau dimangsa oleh harimau yang lamban atau lemah. Akhirnya harimau yang dapat bertahan hidup hanyalah populasi harimau yang sehat. Sehingga yang ada dalam komunitas alamiah hanyalah populasi harimau yang sehat. Komponen yang sehat-sehat memberikan situasi dan serasi antara satu dengan yang lainnya. Transfer energi dan materi pada setiap komponen biotik: MATAHARI (Sumber energi) ↓ PRODUSER (R dan D) ↓ 186 = R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Karena organismenya mati

HERBIVORA (R, D, F) ↓ KARNIVORA I (R,D,F) ↓ KARNIVORA II (R, D, F)

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran R ; energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

Di dalam komunitas-komunitas yang kompleks, organisme-organisme yang makanannya dari konversi energi matahari dengan jumlah langkah yang sama dikatakan termasuk kedalam tingkat trofik yang sama. Aliran energi berdasarkan trofik dalam suatu ekosistem mempunyai jarak transfer makanan tertentu dari sumber energi, menempati suatu tingkat trofik tertentu, sebagai berikut: Tingkat Trofik I, adalah tumbuhan hijau, yaitu menangkap cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan di sebut PRODUSER. Tingkat Trofik II, HERBIVORA, organisme yang mencernakan bahan-bahan tumbuhan hidup sebagai makanannya untuk mendapatkan energi. Terdidri dari jamur parasit pada tumbuh-tumbuhan hingga seekor gajah. Tingkat Trofik III, KARNIVORA KECIL (I), yaitu binatang yang memperoleh energi dari memakan herbivora. Bisa terdidri dari serangga, laba-laba sampai elang, tikus 187

Tingkat Trofik IV, KARNIVORA BESAR (II), organisme memperoleh energi dengan memakan karnivora-karnivora kecil, yang dimulai dari ular, burung hantu sampai harimau dan singa. Jadi energi dipindahkan selangkah demi selangkah lebih jauh dari sumber semula, yaitu energi cahaya matahari. Beberapa binatang, seperti beruang dan juga manusia adalah omnivora kadang-kadang memakan tumbuhan dan kadang-kadang memakan binatang lain. Bakteri, protozoa, jamur, dan binatang-binatang kecil lainnya, menggunakan tumbuhan dan hewan yang mati sebagai makanannya disebut Dekomposer atau perombak. Dekomposer yang menguraikan bahan dan senyawa organic menjadi senyawa yang sederhana hingga menjadi unsure hara dan kembali ke lingkungan, juga menggunakan energi dan membawanya ke langkah yang lebih jauh dari sumbernya. Pada ekosistem darat, kebanyakan decomposer hidup dipermukaan atau di lapisan atas tanah, mengubah bahan mati menjadi humus dan akhirnya menjadi mineral, gas-gas, dan air untukm selanjutnya diserap oleh akar tanaman. Pentingnya decomposer tidaklah diragukan. Tanpa mereka, bahan-bahan mati akan tertumpuk, unsur-unsur hara akan terikat pada organismenya yang telah mati atau menjadi bangkai (sisa tanaman dan hewan). Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang hara (Recyvling) hara dalam ekosistem. Kualitas sumberdaya (ekosistem) dapat ditingkatkan dengan melibatkan konsumer yang dapat menyalurkan unsur hara dan memproduksi hormon-hormon yang menguntungkan pertumbuhan. Sebagai contoh penggunaan mikroba seperti jamur mikoriza yang menyalurkan hara P kepada akar pohon sebagai penukar makanan berkualitas tinggi yang diperoleh dari tumbuhan. Demikiaan juga penggunaan bakteri rizhobium pada tanaman kacang-kacangan, dapat menfiksasi N dari udara yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. Produser dan konsumer mendapatkan keuntungan dari pembagian ini. Interaksi tumbuhan/tanaman dengan mikroba disebut mutualisme. Beberapa zat makanan terkonsentrasi pada tiap tingkat trofik di dalam rantai makanan. Pengkonsentrasian zat atau senyawa pada rantai makanan sering disebut magnifukasi biologis atau pembesaran biologis. Contoh adanya unsure rsdioaktif, logam berat dan 188

dan sebagainya. makin besar metabolisme per gram (per kalori) biomassanya. menunjukkan bahwa dalam satu rantai makanan alami penurunan energi melalui tiap-tiap tingkat dari 106 kilokalori/m2 masukan matahari hingga 100 atau kurang pada tingkat predator. satu biomas kecil predator mempunyai kualitas energi 100 kali dari satu biomas kecil herbivora. Makin kecil organismenya. Sepuluh ribu cahaya matahari diperlukan untuk menghasilkan 1 kilokalori energi predator. Sebaliknya makin besar organismenya. Kuantitas energi menurun melalui rantai transfer.000. Gambar 2/////// 189 . tetapi kualitas energi untuk menjalankan pekerjaan meningkat dengan tiap-tiap konversi. pestisida DDT (pembunuh serangga) sering disebut insektisida DDT untuk mengendalikan nyamuk selama beberapa tahun di rawa-rawa. Jadi jumlah bakteri yang terdapat pda suatu saat akan jauh lebih kecil akan jauh lebih kecil daripada biomassa ikan atau mamalia sekalipun penggunaan energi untuk kedua golongan itu sama. Menurut Riyanto. bahwa bahan bakar fosil memiliki kualitas atau potensi kerja 2000 kali dari cahaya matahari. Pada akhirnya melenyapkan populasi burung predator seperti elang. secara tidak langsung menyebabkan kematian ikan dan margasatwa. ternyata residu yang beracun itu diserap`oleh detritus (bahan organic) dan menjadi terkonsentrasi dalam jaringan-jaringan hewan pemakan detritus yaitu pada ikan-ikan kecil. Contoh kasus. et ala. Jadi. (1985). b. Pada Gambar 2.. Akibatnya makin kecil biomassanya yang dapat ditopangnya pada suatu tingkat trofik tertentu di dalam ekosistem. lalu terkonsentrasi lagi pada burung pemakan ikan. makin besar pula biomassanya.pestisida dalam rantai makanan. diperkirakan tercuci ke laut. Sifat racun berjangka panjang dari residu DDT. tetapi kualitas energi dalam jumlah kalori energi matahari yang digunakan meningkat dari 1-10. rajawali. Metabolisme dan ukuran individu Biomas dinyatakan sebagai jumlah berat kering atau jumlah nilai kalori organisme yang terdapat pada suatu waktu tertentu yang dapat ditopang oleh arus tetap dari energi di dalam rantai makanan amat tergantung pada pada ukuran organisme masing-masing.

Hal tersebut berlaku untuk fotosintesis dan respirasinya. dari segi metabolisme. B = Rantai energi Metabolisme per gram biomas tumbuhan dan binatang kecil seperti ganggang. A = Rantai makanan. Di dalam banyak hal. dan protozoa jauh lebih besar daripada laju metabolic organisme-organisme besar seperti pohon atau binatang vertebrata. tetapi justru organisme kecil yang banyak yang seringkali tidak tampak oleh mata. Peningkatan kualitas dengan penurunan kuantitas yang terjadi pada dua rantai aliran energi yang dimulai dari matahari. Jadi ganggang kecil 190 . bagian-bagian yang penting dari satu komunitas bukan organisme-organisme yang besar tetapi sedikit.Gambar 2. bakteri.

yaitu: 1. Piramida biomas dapat memberikan gambaran yang lenbih baik tentang hubungan tingkat-tingkat trofik pada rantai makanan. 2. Struktur trofik dan fungsi trofik dapat diperlihatkan dengan menggunakan “Piramida Ekologis”. Piramida energi. didasarkan pada jumlah berat kering. (c). lapangan penggembalaan. Piramida jumlah sangat bervariasi pada komunitas berlainan. Demikian juga crustaceae kecil (zooplankton) yang memakan ganggang dapat memiliki respirasi total yang sama dengan apa yang dimiliki oleh sapi yang berlipat ganda beratnya di padang penggembalaan. Memberikan gambaran menyeluruh tentang sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komonen biotic suatu ekosistem karena sesungguhnya jumlah dan berat organisme yang dapat ditunjang pada setiap tingkat trofik tergantung pada energi yang digunakan dan dihasilkan. Contoh danau. (b). Semakin kecil ukuran suatu organisme semakin besar metabolimenya per gram biomassa. 191 . dimana tingkat pertama atau tingkat produser merupakan dasar dari tingkat-tingkat berikutnya yang membentuk puncaknya. nilai kalori atau ukuran lain dari jumlah total bahan hidup. c. Struktur trofik dan piramida ekologis Fenomena interaksi antara rantai makanan dan hubungan metabolisme dan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas memiliki struktur trofik tertentu yang seringkali khas untuk tipe ekosistem tertentu. Memberikan gambran kasar tentang efek hubungan rantai makanan. Piramida jumlah. (a). Piramida-piramida ekologis terdiri atas tiga tipe. Piramida biomassa. 3. Biomassa bersifat kualitatif.(fitoplankton) di dalam kolam yang beratnya hanya seberapa pada setiapsaat dapat memiliki metabolisme yang sama besar dengan pohon-pohon yang bervolume lebih besar di dalam hutan-hutan atau jerami di padang rumput. terumbu karang dan sebagainya. Ukuran individu menentukan besarnya metabolisme suatu organisme. hutan. berdasarkan kecepatan arus energi dan produktivitas tingkat-tingakat trofik yang berurutan. berdasarkan jumlah individu peratuan luas.

Menerangkan dengan tepat empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi 192 . Pada ekosistem darat dan ekosistem air.d. menghasilkan kelebihan bahan organic. dibedakan 4 kelas dasar ekositem. Karena energi adalah suatu penyebut umum dan factor penentu terakhir di dalam semua ekosistem. Arus energi tahunan 1000 – 10. Ekosistem yang ditunjang oleh energi matahari dan dibantu oleh manusia.000 – 3000. Sistem ini merupakan pencetus kemakmuran. Arus energi tahunan100. namun juga merupakan sumber pencemaran. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Sumber dan kualitas energi yang tersedia menentukan jenis dan jumlah organisme.000 kilokalori/m2 c. tanpa subsidi dan hanya ditunjang oleh energi cahaya matahari.000 kilkalori/m2 d.000 – 40. Pada sistem-sistem ini sumber energi utama adalah minyak bumi. tanpa subsidi energi. Memberikan satu contoh rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Ekosistem alam. Estuaria pasang surut. c. Contoh ekosisstem pertanian. pola fungsional dan proses pertumbuhan. Sistem ini memproduksi makanan dan serat dengan dukungan energi tambahan seperti minyak bumi atau energi lain yang ditambahkan oleh manusia. Arus energi tahunan 10. dan pola hidup manusia. Ekosistem alam yang ditunjang energi matahari dan dibantu oleh energi alam lainnya. Arus energi tahunan 10. b. Contoh.000 kilokalori/m2 b. Atas dasar ini. dan menyebutkan tingkat trofiknya dengan tepat. Contoh laut terbuka.000 – 40. a. Menerangkan dengan tepat struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem dan memberikan contoh. hutanhutan di dataran tinggi. Sistem-sistem industri perkotaan yang ditunjang oleh tenaga bahan bakar fosil atau bahan bakar organic atau bahan bakar nuklir. Indikator Penilaian a.000 kilokalori/m2 B. beberapa hutan hujan. akuakultur.

193 .

Satu populasi tertentu dapat berada sekaligus pada lebih dari satu tingkat trofik. tanah. Produser. Hara-hara ini ada melalui jaring-jaring atau rantai makanan yang sebagian besar kembali ke lingkungan dalam bentuk anorganik dengan melapuknya bahan organic yang mati. Aliran energi dan siklus hara mempunyai pola hubungan dengan lingkungan abiotik pada suatu ekosistem. Sebagian besar hara berputar dalam ekosistem. juga dijumpai pertukaran hara antar organisme dengan lingkungan abiotik. karnivora kecil. Semakin pendek rantai makanan itu semakin dekat jarak antara organisme dari permulaan dan organisme pada ujung rantai. dan decomposer menunjukkan tingkat-tingkat trofik. maka semakin besar pula energi yang dapat disimpan dalam tubuh organisme di ujung akhir rantai serta dapat menghilang melalui proses respirasi oleh organisme tersebut. Energi mengalir di dalam ekosistem yang dimulai dari luar yaitu energi dari cahaya matahari dan sebagian juga energi itu hilang dari ekosistem sebagai panas melalui respirasi. herbivora. Rantai makanan atau jaring-jaring makanan/hara biasanya memiliki ratusan jenis yang saling di pertautkan oleh kebiasaan makan. PENUTUP Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian organisme dengan saling makan memakan. Jaring-jaring makanan adalah satuan dasar ekosistem. Pada pertukaran energi antar organisme.BAB III. tetapi berhubungan satu sama lainnya membentuk jarringjaring makanan. merupakan perombak yang memakan organisme mati Misalnya rayap mungkin sebagai konsumer kecil sekaligus 194 . Dekomposer (decomposer) atau safrofag yang makan bahan organic mati. sebagian besar energi terpencar sebagai energi panas. Rantai makanan tersebut tidaklah berjalan sendiri dan terpisah. Tumbuh-tumbuhan memperoleh hara dari lingkungan anorganik dalam atmosfir. atau endapan di dalam tanah. Dalam perpindahan energi dari organisme satu ke organisme lain. sebab pada jarring-jaring makananlah terjadi alih energi dan alih materi/hara. air. Herbivora dan karnivora digabungkan menjadi konsumen (consumer) atau biofag (biophage) yang memakan organisme hidup. karnivora besar.

Riyanto. Jakarta. J. Nurkin.H. Jodjo. B.E. Saunders. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. J. Ekologi dan Biologi Tropika. Yayasan Obor. Rahman. M. 1989. Siwondo. 1992. Conceps of Ecology. N. New Delhi. P. Lembaga penerbitan. Palenewan. 1997. Bumi Aksara.N. Ekolgi Dasar. I. Odum.L. A. Company. Komunitas. Delmi. Fundamental of Ecology. London. E. Universitas Hasanuddin 195 . G. W. 1971. Kleden. ZD.M. Hatta.J. Prentice Hall. Renwarin’ P. 1985.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur.B. dan Lingkungan. Kormondy. Indonesia Irwan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful