LAPORAN

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Matakuliah: EKOLOGI UMUM

Oleh: Ir. N U R M AN, MP.

PROGRAM STUDI AGRONOMI JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2008

67

LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM
Angkatan IV Telah diperiksa dan disetujui Oleh Coash Clinic SCL Universitas Hasanuddin Makassar, 30 Agustus 2007

Coach,

Coachee,

Dr.Ir. Yunus Musa, MSc NIP. 131 287 796

Ir. Nurman, MP. NIP. 131 803 219

Mengetahui, Ketua LKPP-Unhas ub.Kepala PKPAI-Unhas

Ir. Machmud Syam, DEA NIP. 131 637 597
68

........... 69 ............. 7................................................................................................................................................................... Tabel Rencana Penilaian Kinerja Mahasiswa .................... 6................................................................................ 8.................................. 5... Rencana Pembelajaran Matakuliah .......................................... Kompetensi Lulusan Kurikulum PS ....................................................................................................Daftar Isi No 1.............. Kontrak Pembelajaran ............aman 1 2 3 5 16 36 42 Halaman Pengesahan .............. Daftar Isi .................................................................... 4..................... 2............................................................................................... Hal.... Lembar Konsultasi...................................

desain. etika. Menjungjung tinggi norma. KOMPETENSI UTAMA 3. agama. Menguasai penerapan teknik-teknik produksi benih dan pengelolaannya untuk menghasilkan benih bermutu e. moral. Menguasai penerapan sain dasar dalam bidang pertanian b. Mengerti dan memahami tentang interaksi tanaman dan lingkungan c.KOMPETENSI Lulusan Program Studi KELOMPOK KOMPETENSI NO 1. Menguasai penerapan teknik-teknik pengaturan tanaman untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan g. dan tanggung jawab profesional. Mampu berkomunikasi secara efektif. Mampu berkomunikasi secara efektif a. . tata nilai. Menguasai penerapan teknik-teknik perlindungan tanaman yang berorientasi ramah lingkungan Menguasai secara aktif pengoperasian komputer √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 70 ELEMEN KOMPETENSI b c d e 2. Mengerti dan memahami tentang hubungan anatara tanaman dan iklim a. Menguasai penerapan teknik-teknik pemuliaan tanaman d. Menguasai penerapan teknik-teknik budidaya tanaman c. b. Menguasai penerapan teknik-teknik perencanaan. RUMUSAN KOMPETENSI a a. Mengerti dan memahami sain dasar b. 4. dan perencanaan pengelolaan lanskap f.

Mampu untuk mengembangkan diri dan mampu berfikir logis dan analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional Kemampuan dalam penguasaan bahasa Inggeris Kemampuan dalam penguasaan sofware dan hardware computer Kemampuan bekerjasama. Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat dilingkungan kerja b. 12.5. 10. 7. baik sebagai pimpinan maupun sebagai anggota dalam tim kerja Kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan kerja Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengelaman yang diperoleh selama menempuh studi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ ELEMEN KOMPETENSI: a. penguasaan ilmu dan keterampilan. kemampuan berkarya. 11. b. c. 6. landasan kepribadian. KOMPETENSI LAINNYA a. e. pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya 71 . d. sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. 9. KOMPETENSI PENDUKUNG 8.

dan kemutakhiran bahan pustaka . dan Cara-cara pendekatan Ekologis Indikator Penilaian .Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. Ruang Lingkup.RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK NAMA MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM Kompetensi Utama Kompensi Pendukung Kompetensi lainnya : Mengerti dan memahami sain dasar : Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) : Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi Bentuk Pembelajaran Kuliah. DL Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Tata tertib perkuliahan. terbentuknya kelompok dan memilih ketua kelompok Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi. Materi Pembelajaran Kontrak perkuliahan dan rencana pembelajaran Pengertian Ekologi. Bobot Nilai (%) Minggu Ke: 1 2.Menyebutkan dngan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian 5% 72 . dan Diskusi Kuliah + Tugas Kajian Pustaka. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian.

Membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan disertai contoh . Komponen Ekosistem. Proses Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentase + SGD.Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis .Minggu Ke: 3-4. Manfaat dekomposisi di dalam ekosistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi biologis Indikator Penilaian . organisme yang terlibat dalam dekomposisi bahan organik dan manfaatnya dalam ekosistem disertai contoh Bobot Nilai (%) 12% 73 . Struktur Ekosistem. Materi Pembelajaran Konsep Sistem dan Ekosistem. Komponen ekosistem. dan CL. Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Memahami konsep sistem dan ekosistem. dekomposisi.Menjelaskan dengan tepat proses Produksi. Struktur ekosistem darat dan air. Dekomposisi. Proses produksi.

Indikator Penilaian .Dapat memberikan contoh tentang perubahan bentuk energi . Dapat menjelaskan perilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. Lingkungan Energi.Ketepatan dalam menjelaskan pengertian produktivitas primer. Pengertian Produktivitas Primer.Dapat memberikan contoh mekanisme rantai makanan dalam ekosistem . bruto. netto.Mendefinisikan dengan tepat tentang energi disertai contoh . Netto. dapat membedakan produktivitas primer. Bruto. Rantai Makanan. CL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan tentang Energi. netto. dan Sekunder. Jaring Makanan.Memberikan satu contoh untuk menjelaskan konsep daya dukung . Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem.Minggu Ke 5-6 Materi Pembelajaran Pengertian Energi.Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramida ekologi dalam ekosistem . Kualitas Energi.Membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Bobot Nilai (%) Tingkat Trofik. Dapat mendefinisikan kualitas energi. dan Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. Struktur Trofik dan Piramida Ekologi. dan sekunder dan disertai contoh . Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem.Mendefinisikan dengan tepat kualitas energi . DL. dan sekunder. bruto. 16% 74 .

CL.Menerangkan dengan tepat 5 azas tambahan hukum toleransi Shelford disertai contoh . Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya.Menerangkan dengan jelas disertai contoh hubungan organisme dan lingkungannya .Dapat menyebut 9 unsur hara makro dan 6 unsur hara mikro serta fungsinya untuk pertumbuhan organisme Bobot Nilai (%) 12 % 75 . Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi.Menyebut dengan tepat minimal 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organosme . . Faktor lingkungan. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme.Minggu Ke 7-8 Materi Pembelajaran Faktor pembatas dalam ekosistem. hubungan lingkungan dan organisme Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. Indikator Penilaian . Hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford.Menyebut dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dan dilengkapi dengan contoh-contoh . Taraf toleransi nisbi suatu organisme.Menyatakan taraf toleransi nisbi suatu organisme terhadap lingkungan atau makanan dengan mempergunakan kata awalan steno dan eury dan disertai contoh . dan CS Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh.

siklus fosfat. siklus fosfat. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia Indikator Penilaian . fosfat. CL. siklus sulfur Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Dapat memahami pencemaran udara. nitrogen dan sulfur Bobot Nilai (%) 8% 76 .Ketepatan menjelaskan pengertian siklus biogeokimia disertai contoh . siklus Nitrogen. dan sulfur dari sunber pustaka yang mutakhir . Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia.Menyebutkan dengan tepat jenis mikroba yang berperan dalam siklus karbon. Dapat memahami siklus karbon dan air.Minggu Ke 9 Materi Pembelajaran Siklus biogeokimia. SGD.Membuat sketsa/bagam dengan tepat dan menjelaskan siklus karbon. siklus nitrogen. fosfat.Ketepatan menjelaskan komposisi udara yang dianggap sudah tercemar disertai contoh . siklus air dan karbon. Pencemaran udara. air.

fluktuasi dan Pertumbuhan populasi Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. Dapat memahami konsep laju instrissik. Natalitas.Membedakan dengan jelas kerapatan kotor dan kerapatan ekologis disertai contoh .Menjelaskan dengan tepat disertai rumus tentang konsep laju instrinsik.Minggu Ke 10 Materi Pembelajaran Sifat populasi.Menjelaskan dengan tepat tentang fluktuasi populasi Bobot Nilai (%) 10. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. Kepadatan populasi.5% pada ekosistem.Menjelaskan dengan tepat faktor yang mempengaruhi berkembangnya populasi . Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. 77 . Dapat menjelaskan perkembangan populasi. DL. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi Indikator Penilaian . SGD. Penyebaran umur dan pertumbuhan alami. Laju instrinsik.Menghitung tingkat natalitas dan mortalitas dengan rumus dan contoh .Mendefinisikan dengan tepat pengertian populasi disertai contoh . Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. Mortalitas. Konsep laju. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan populasi. CL. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi .Mempraktekkan dan menjelaskan 5 metode dengan tepat untuk mengukur kepadatan populasi .

Menerangkan dengan jelas aksi dentitas independen . Pembagian energi. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee.Menjelaskan dengan tepat metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggorombolan populasi . sifat dan cara hidup Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. SGD. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Indikator Penilaian . Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial.Menyebutkan dan menggambar pola-pola penyebaran populasi . Pola-pola penyebaran. CL. DL.Minggu Ke 11 Materi Pembelajaran Aksi densitas independen dan densitas dependen.Meyebutkan dengan tepat sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial organisme misalanya burung menurut niche . Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi.Menerangkan dengan tepat penyebab pengolompokan populasi dan memahami asaz Allee disertai contoh .Menjelaskan dengan benar pentingnya optimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Bobot Nilai (%) 9% 78 . Pengumpulan agregasi dan asas Allee. dan PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menjelaskan dentitas populasi. isolasi dan teritorialitas.

predasi. koperasi. Peranan allelopati. CL.Menjelaskan secara singkat dan tepat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi disertai contoh . koperasi.Membedakan dengan jelas setiap tipe-tipe interaksi antara jenis . SGD. koperasi. predasi. parasisitisme. dan parasitisme. dan mutualiasme Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. parasitissme dan herbivori dalam ekosistem disertai contoh.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi komensalisme.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi alelopati. dan mutualisme Bobot Nilai (%) 9% 79 . Peranan komensalisme. herbivori. dan herbivori. dan mutualisme Indikator Penilaian . Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi. DL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis. Dapat menjelaskan peranan komensalisme. Dapat membedakan tipetipe interaksi antara jenis. predasi. Kompetisi interspesifik dan koeksistensi.Minggu Ke 12 Materi Pembelajaran Tipe-tipe interaksi antara 2 jenis organisme. Dapat menjelasskan peranan alelopati.Menyebutkan dengan tepat 9 tipe interaksi antara jenis disertai contoh .Membedakan dengan tepat predasi dan parasitisme disertai contoh . .

Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai hubungan komunitas terhadap gradien geografik . Keanekaragaman jenis dan polanya di dalam komunitas.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai peranan genetik dalam komunitas .Menyebutkan dengan tepat 2 komponen konsep keanekaragaman jenis . Struktur ekosistem dalam abad-abad yang silam. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas. CL. Kajian populasi. dan guild.Membedakan secara tepat ekotone dan edge effect . DL. . Hubungan populasi dan komunitas terhadap gradien geografik. dan guild.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai struktur komunitas pada abad yang silam Bobot Nilai (%) 10.Membedakan konsep dengan tepat tentang habitat. Indikator Penilaian . Pengetian dan peranan ekotone. . Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas. niche ekologi.5 % 80 . PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat membedakan konsep habitat. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam. SGD.memadukan biologi populasi dan pengetahuan ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. dan guild disertai contoh. niche ekologi.Menyebutkan dengan tepat 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas dalam waktu yang singkat. niche ekologi. Pengertian dan peranan edge effect. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik. Materi Pembelajaran Konsep habitat. Dapat membedakan ekotone dan edge effect.Minggu Ke 13. komunitas di dalam ekosistem yang utuh.

Materi Pembelajaran Suksesi.Membedakan dengan tepat dan lancar suksesi allogenik dan suksesi autogenik disertai contoh . Indikator Penilaian . Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik. Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. SGD. Suksesi heterotropik.Menerangkan dengan tepat dan lancar jenis-jenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Bobot Nilai (%) 4% 81 . sere.Mendefinisikan dengan tepat istilah suksesi. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan suksesi. DL. sere. Allogenik dan Autogeneik. Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Konsep klimaks. dan klimaks disertai contoh . dan klimaks. Seleksi kualitatif dan kuantitatif.Membedakan dengan tepat suksesi primer dan suksesi sekunder disertai contoh .Minggu Ke 14. Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder. CL.

Koevolusi. Dapat menerangkan koevolusi. Relevansi perkembangan ekosistem dan teori evolusi biosfer terhadap ekologi manusia. Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria Indikator Penilaian . Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami.Menerangkan dengan tepat terjadinya evolusi biosfir disertai contoh .Menjelaskan dengan tepat pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi disertai contoh .Menjelaskan dengan tepat dan lancar tentang seleksi buatan dan seleksi alami dan disertai contoh . Membedakan tipe hutan tropika dan hutan musim tropika. Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. Sifat khas wilayah estuaria Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.Membedakan dengan tepat tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika . Komposisi vegetasi pada berbagai ketinggian.Minggu Ke 15 Materi Pembelajaran Evolusi biosfir. SGD. CL.Menjelaskan dengan tepat sifat-sifat khas wilayah estuaria- Bobot Nilai (%) 4% 82 . Seleksi alamiah dan seleksi buatan. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi.

JUMLAH PESERTA : 26 orang (2-4) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan dapat membedakan istilah ekologi dan ekonomi. 5. ekologi dan ekologi menyebutkan perairan organisme membedakan dalam bidang komponen disertai yang terlibat dengan tepat pertanian ekosistem contoh (2%) dalam baik dari segi dekomposisi istilah (1%) stratum bahan ekonomi dan maupun segi organik dan ekologi biologis manfaatnya (2 %) dalam (5 %) ekosistem disertai contoh (5 %) No NIM Nama Mahasiswa 1. H Idar Badaruddin Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari 83 . MP. 2. pengertian penerapan dan ekosistem dekomposisi. dekomposisi. 6. Proses produksi. manfaat dekomposisi di dalam eksistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi (12 %) Ketepatan Menyebutkan Kemutakhiran Mendefinisikan Membedakan Menjelaskan struktur dengan tepat penjelasan dengan tepat daftar pustaka dengan tepat konsep sistem ekosistem proses tentang satu contoh (2%) dan ekosistem darat dan Produksi. 4. Sruktur ekosistem darat dan air.NAMA MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM KODE/NAMA DOSEN : Ir. 3. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. Nurman. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 Erwin Indrajit Sulaik Abd. (5 %) Memahami konsep sistem dan ekosistem.

Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 15. 10. 21. G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi Arminingsih M. 25. 20. 19. 23. 26. Shaleh Mardhiyah Reski Ramadhany Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 84 . 16.7. 11. 8. 12. 14. 22.Moh. 13. 9. 17. 24. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 18.

netto. dan Dapat menjelaskan konsep daya dukung. 5. 8. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Rifki Z 85 . 7. dan sekunder. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. 2.(5-6) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa Dapat mendefinisikan tentang Energi. H Idar B. 13. 3. 12. 11. Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. Dapat menjelaskan prilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. netto. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. 4. 14. 9. dapat membedakan produktivitas primer. energi piramida konsep (2 %) dan sekunder (2 %) ekologi daya (2%) dan disertai dalam dukung contoh (2 %) ekosistem (2%) (2 %) No.Moh. 6. kualitas dan kan (2 %) energi ekosistem bruto. 10. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. NIM 1. (16 %) Mendefinisikan Dapat Ketepatan Dapat Mende Menerang Memberi Membuat dengan tepat memberikan dalam memberikan finisika kan dengan kan satu klasifikasi tentang contoh contoh menjelaskan n tepat contoh ekosistem tentang energi rantai pengertian dengan struktur untuk berdasarkan perubahan disertai produktivitas makanan tepat ekologis menjelas energi contoh (2 %) bentuk dalam primer. M. Dapat mendefinisikan kualitas energi. bruto.

24. 26.15. 21. 20. Shaleh Mardhiyah Reski R. 17. 16. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 86 . 23. 18. 19. 22. 25. G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M.

4. NIM Nama Mahasiswa 1. 8. 10. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme (12 %) Menerangkan Menyebut 9 Menyebut Menerangkan Menyatakan Menyebut dengan jelas unsur dengan dengan tepat taraf toleransi dengan tepat disertai contoh hara makro tepat hukum 5 azas nisbi suatu minimal 4 hubungan dan 6 unsur minimum tambahan organisme faktor organisme dan hara Leibig dan hukum terhadap lingkungan lingkungannya mikro serta hukum toleransi lingkungan atau yang fungsinya toleransi Shelford makanan mempengaruhi (2 %) untuk Shelford dan disertai dengan pertumbuhan pertumbuhan dilengkapi contoh (2 %) mempergunakan dan organisme dengan kata awalan perkembangan (2 %) contohsteno dan eury organosme contoh (2 %) dan disertai (2%) contoh (2 %) No. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 9. 5. 2. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi. 11. 6.(7-8) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. H Idar B. Darmawan 87 . G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya. M. 3. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. 7.

26. G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Ihsan Arhan Risqa Andika A. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 88 .Moh. 24.12. 21. 19. 23. 22. 16. 17. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 13. Shaleh Mardhiyah Reski R. 18. 20. 15. 14. 25.

9. sulfur (2. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Dapat memahami siklus karbon dan air. 13. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia (8 %) Ketepatan Ketepatan Membuat Menyebutkan dengan tepat menjelaskan menjelaskan sketsa/bagam jenis mikroba yang pengertian siklus komposisi udara dengan tepat dan berperan dalam siklus biogeokimia yang dianggap menjelaskan karbon. 4.5 %) contoh (1. 12. 8. 6. 16. fosfat.5 %) No. 7. 14. 5. siklus nitrogen.5 %) disertai contoh fosfat. 10. 11. NIM Nama Mahasiswa 1. Dapat memahami pencemaran udara. H Idar B. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Erwin Indrajit Sulaik Abd. siklus fosfat. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik 89 .9) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. air. 2. nitrogen dan disertai sudah tercemar siklus karbon. dan sulfur dari (1. 3. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A.Moh. M.5 %) sunber pustaka yang mutakhir (2. 15.

G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rezal M. 22. 19. 18. 25. 21. 26. 24. Shaleh Mardhiyah Reski R. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 90 .17. 23. 20.

M. (1.5 %) (1 %) penyebaran contoh (2 %) populasi (2 %) (1 %) umur dan pertumbuhan populasi (1. 8.5 %) Mendefinisikan Membedakan Mempraktekkan Menghitung Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas dan tingkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat tentang pengertian kerapatan menjelaskan 5 natalitas dan faktor yang disertai fluktuasi mempengaruhi rumus populasi dan kotor dan metode dengan mortalitas populasi berkembangn tentang disertai contoh kerapatan tepat untuk dengan pada ya populasi ekologis mengukur rumus dan konsep laju (1 %) ekosistem. 13. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. 12. 10. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika 91 . 9. 2. 7. Dapat menjelaskan perkembangan populasi. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi (10.(10) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat mendefinisikan populasi. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. 3. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. H Idar B. 5. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Dapat memahami konsep laju instrissik. disertai kepadatan contoh instrinsik. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.5 %) No. NIM Nama Mahasiswa 1. 11. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. 6. 4.

23. 15. Shaleh Mardhiyah Reski R. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 22. 16. 17. 19. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 92 .Moh. 24. 21. 25. 26. 18.14. G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 A. 20.

Rifki Z 93 . 8. M.Moh. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi.(11) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menjelaskan dentitas populasi. 11. 14. 12. 2. 7. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi (9 %) Menerangkan Menyebutkan Menjelaskan Menerangkan Meyebutkan Menjelaskan dengan jelas dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan benar aksi dentitas menggambar metode untuk penyebab sebab-sebab pentingnya independen pola-pola menentukan pengolompokan terjadinya optimasi penyebaran tipe tata ruang populasi dan isolasi dan energi (1. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. 5. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 4. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A.5 %) (1. 10. 3.5 %) misalnya untuk (1. 6. H Idar B. NIM Nama Mahasiswa 1. Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. 13.5 %) burung reproduksi menurut (1 %) niche (2 %) No.5 %) populasi dan derajat memahami klasifikasi serta dengan tepat penggorombolan asaz Allee teritorial penambahan populasi disertai contoh organisme waktu (1. 9.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. Shaleh Mardhiyah Reski R. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar

94

(12) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis; Dapat membedakan tipe-tipe interaksi antara jenis; Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi; Dapat menjelaskan peranan alelopati, predasi, parasisitisme, dan herbivori; Dapat menjelaskan peranan komensalisme, koperasi, dan mutualisme (9 %) Menyebutkan Membedakan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas secara singkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat 9 tipe setiap tipe- dan tepat predasi dan dan lancar dan lancar interaksi tipe interaksi tentang parasitisme peranan tipe peranan tipe antara jenis antara jenis kompetisi disertai interaksi interaksi komensalisme, disertai interspesifik contoh (1 %) alelopati, (1,5 %) koperasi, dan contoh dan predasi, mutualisme koeksistensi parasitisme (1,5 %) disertai dan herbivori (1,5 %) contoh dalam ekosistem (1,5 %) disertai contoh. (2 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009

Erwin I
Sulaik Abd. H

Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan Arhan Risqa A.
A.Moh. Rifki

95

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka M.K
Devi Sumarlik

Rezal M. S. Mardhiyah Reski R. Walies M S Ary M Riska D Sari Fera A Jumriani A
Dian Ekawaty

Akbar

96

5 %) geografik (1. Muh Taufik Hendarto R.Moh. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. dan guild. 14.(13) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat membedakan konsep habitat. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas. Dapat membedakan ekotone dan edge effect. komunitas genetik komunitas contoh. 8. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 2.5 %) (2 %) No NIM .5 %) Membedakan Menyebutkan Menyebutkan Menjelaskan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan konsep dengan tepat 2 dengan tepat 8 secara secara secara tepat secara Nama dengan tepat komponen keanekaragaman singkat dan singkat dan ekotone dan singkat dan Mahasiswa tentang konsep pola di dalam tepat tepat tepat edge effect habitat.5 %) dalam waktu hubungan peranan struktur guild disertai yang singkat. A. (1. Rifki Rifka M. 3. 4.5 %) gradien komunitas yang silam (1. niche ekologi. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin I Sulaik H Idar B. 10. 9. 7. 16. M. Darmawan G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Ihsan A Risqa A. (10. niche keanekaragaman komunitas mengenai mengenai mengenai (1%) ekologi. 6. 13. terhadap dalam pada abad (1. 12. dan jenis (1. 15. 5.K Devi S. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas. 97 . 11.5 %) 1.

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R.
Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

98

(14) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat mendefinisikan suksesi, sere, dan klimaks; Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik; Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder; Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.(4 %) Mendefinisikan Membedakan Membedakan Menerangkan dengan tepat dan dengan tepat dengan tepat dan dengan tepat lancar jenis-jenis klimaks dan istilah suksesi, lancar suksesi suksesi primer dan faktor-faktor yang sere, dan klimaks allogenik dan suksesi sekunder mempengaruhinya (1 %) disertai contoh suksesi autogenik disertai contoh disertai contoh (1 %) (1 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

(1 %)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015

Erwin I
Sulaik H Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan A Risqa A.
A.Moh. Rifki

Rifka M.K
Devi S.

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R. 99

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

100

8. Dapat menerangkan koevolusi.K Devi S.5 %) alami dan tropika (1%) komposisi (1%) disertai contoh vegetasi disertai contoh (1. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi.(15) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir. Rifki Rifka M. M. 15. 3. 11. Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria (4 %) Menerangkan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat denga tepat dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat terjadinya lancar tentang tipe hutan hujan pengaruh sifat-sifat khas evolusi biosfir seleksi buatan tropika dan altitude wilayah estuaria disertai contoh dan seleksi hutan musim terhadap (0. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.5 %) (1 %) No. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 Erwin I Sulaik H Idar B. NIM Nama Mahasiswa 1. Rezal M. Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami. 16. 18. 9. 5.Moh. 14. 4. Muh Taufik Hendarto R. 7. Darmawan Ihsan A Risqa A. 12. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. Mardhiyah 101 . 17. 6. A. 2. 10. S. 13.

23. Walies M S Ary M Riska D S Fera A Jumriani A Dian E Akbar 102 . 22. 20. 25.19. 21. G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Reski R. 26. 24.

dinamika populasi dalam komunitas. Mampu menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem dan mengkasifikasi ekosistem menurut energi. struktur ekosistem darat dan air. Mampu memahami konsep sistem dan ekosistem. : III : Kamis/11. Matakuliah ekolgi umum membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep ekologi dan ekosistem dalam bidang pertanian.00 : PB 523 1. Mampu menjelaskan pengertian ekologi dan penerapan ekologi dalam bidang pertanian 2. faktor pembatas pertumbuhan. faktor lingkungan. dan perkembangan ekosistem. produktivitas dan menjelaskan perilaku energi sesuai penerapan hukum Thermodinamika I dan II dalam ekosisstem 4.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama Matakuliah Kode Matakuliah Pembelajar Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat : Ekologi Umum : 206 G113 : Ir. siklus biogeokimia. dan konsep daya dukung dalam ekosistem. ekosistem. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Nurman. 5. produksi ekosistem.20 – 13. 3. MP. dan 2. proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 3. kualitas energi. Mampu menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford serta taraf toleransi nisbi dari suatu organisme 103 . mempelajari hubungan organisme lingkungannya. DESKRIPSI MATAKULIAH Pengetahuan dasar mengenai ekologi yang bersifat umum. energi dalam ekosistem. proses dekomposisi. MANFAAT MATAKULIAH Matakuliah ini merupakan matakuliah dasar sebagai prasyarat matakuliah ekologi tanaman. Mampu mendefinisikan energi. 6. Mampu menerangkan struktur dan piramida ekologi.

Hj. MP. Hari Iswoyo. Kaimuddin. Ir. = NS 2. Mampu menyebutkan 9 tipe interaksi antar jenis organisme dan fungsinya serta membedakan sifat antar jenis tersebut. Mampu menjelaskan dentitas populasi. MP = AD 5. Ir. 14. SP.Ir. klimaks. laju intrinsik. Rafiuddin.Ir.. Dahliana D. pengertian siklus biogeokimia. sebab-sebab terjadinya isolasi dan kalsifikasi teritorial serta pentingnya estimasi energi untuk reproduksi.7. Mampu menjelaskan 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme 8. dan fakror-faktor yang mempengaruhinya 16. 10. Hernusye C.Hj. Dr.Ir. Prof. Mampu menjelaskan pengertian suksesi.MSc. Sennang. Prof. MS = DD 3. Mampu menjelaskan konsep habitat. dan guild. Ir.Ir. 13. Mampu memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia 11.Dr. 12. Mampu memahami pencemaran udara. Prof. siklus karbon dan air. Nadira R. = HC 3. Msi = KD 104 . pertumbuhan dan perkembangan populasi. MS = AA 2.H. siklus hara. Nurman.Dr. Mampu mendefinisikan dan menjelaskan sifat-sifat populasi. MP = LA 5. sere. MP = RF 4. azas Allee. Ambo Ala. = NM Kelas B : 1.Ir.Amirullah Dachlan. tipe tata ruang.Dr. Laode Asrul. peranan genetik dalam komunitas 15. Mampu menerangkan terjadinya evolusi biosfir dan hubungan altitude dengan komposisi vegetasi Dosen : Matakuliah ini terdiri atas 2 kelas paralel (A dan B) Kelas A : 1. MA = HI 4. niche ekologi.Ir. Dr. penggerombolan populasi. dan penyebaran umur populasi. Hj. MS. Mampu menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya 9. L. Dr.

Konsep Sistem dan Ekosistem 05. dan Tingkat Trofik. N2. Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi 08. Siklus Biogeokimia. Rantai Makanan. Evolusi Biosfir dan Komposisi Vegetasi 12. Sifat Populasi. Siklus Air. Faktor Pembatas Ekosistem 07. Pengertian ekologi. Isolasi dan Teritorialitas 9. Konsep habitat. Azas Allee. Suksesi dan Konsep Klimak 14. Tipe-tipe interaksi antar 2 Organisme 10. Produksi dan Dekomposisi Dalam ekosistem 01. hubungan populasi dan komunitas 11. Pengertian Energi dalam Ekosistem 02. PETA KEDUDUKAN MODUL 13. 105 . 03. S dan P 06.4. Populasi Dalam Komunitas. Faktor Lingkungan 04. Pola Penyebaran. dan Guild. Aksi densitas. niche ekologi. CO2. Agregasi.

kajian pustaka. Dokumen pengalaman belajar mahasiswa. Saunders College Publishing.L. Small Group Discussion (SGD). E.M. Communities and Ecosystem. 1985. Nurkin. Ujung Pandang 3. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Riyanto. 6.5. J. Wiltaker. A. Jodjo. dan G. P. Odum. P.H. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Nur Rahman. B. dan presentasi dituliskan dalam dokumen fortofolio matakuliah ini. dipadu dengan metode Collaborative/ Cooperative Learning (CL). Buku bacaan materi kuliah telah dibaca oleh mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan. Delmi. Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tuga-tugas yang diberikan dan dikumpul sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.M. MATERI/BAHAN BACAAN 1. Ekologi Dasar 2. Lephas Unhas. Hatta. J. Delmi. Fundamental of Ecology.L. 1985. Palenewan. H. Nurkin. baik dari kuliah. Suwondo. 5. H. Dan lain-lain 7. Palenewan. R.Millan Publiching Co. Ujung Pandang 4. TUGAS 1.Inc. Perkembangan kemajuan peserta dipantau melalui aktivitas tutorial dan presentase di depan kelas. M.P. B. London 2. Suwondo. STRATEGI PEMBELAJARAN Matakuliah ini menggunakan metode ceramah yang interaktif. 1970. 2. Jodjo. A. 106 . Jan Renwarin. 1971. Ekologi Dasar 1. M. Nur Rahman. Jan Renwarin.New York. Mac. (CS) dengan Sedang tugas-tugas perorangan digunakan metode kombinasi kuliah interaktif dan metode PBL. Kleden. Hatta. dan G. . Riyanto. Discovery Learning (DL) dan Problem Based Learning (PBL) atau Case Study pemberian tugas-tugas pada setiap topik yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Lephas Unhas. Kleden.

dan kemampuan analogi (25 %) Penentuan nilai akhir (A. penjelasan/uraian yang tepat dan kemutakhiran bahan pustaka (20 %) 2. Mahasiswa wajib membawa minimal satu buku teks Ekologi Umum yang relevan 107 .8. C. Mahasiswa harus berpakaian rapih dan pakai sepatu (tidak pakai baju kaos bundar leher) 2. Ketepatan pemakaian konsep dan disertai contoh. NORMA AKADEMIK 1. Kelengkapan isi dari tugas-tugas yang diberikan dan kemampuan menyelesaikan Problem Set dan disiplin (30 %) 4. Kejelasan pemakaian contoh-contoh. KRITERIA PENILAIAN Kriteria yang dinilai pada matakuliah ini adalah: 1. B. Kreativitas dan kerja sama tim pada prsentasi (25 %) 3. dan E) berdasarkan PAP A = > 85 B = > 70 – 85 C = > 60 – 70 D = > 50 – 60 E = < 50 9. ketelitian. D.

9. 8. 14. Air. dan Produktivitas Ekosistem Rantai Makanan. dan Komposisi Vegetasi Uji Kompetensi dan Remedial Topik Bahasan Metode SCL Kuliah Interaktif Kuliah Interaktif dan kelompok Klh Interaktif + Tutorial Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interkatif + Presentasi/SGD Klh Interaktif + Presentasi/SGD/CL Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interaktif + SGD/PBL Klh Interaktif +Presentasi + SGD?DL Klh Interaktif + CL Klh Interaktif+ Presentasi + SGD/PBL Klh Interaktif + Presentasi + SGD Klh Interaktif + Presentasi + SGD/CL Problem Solving Presentasi Dosen DD/Tim DD NM NM DD NM DD NM LA LA LA LA KD KD KD TIM 108 . 6. Lingkungan Energi. Perkembangan Ekosistem. Kontrak pembelajaran Ekologi. 4. Niche. Ruang Lingkup. Komponen dan Struktur Ekosistem. Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Energi. 10. Guild dan Komunitas Suksesi dan Konsep Klimaks Evolusi Biosfir. 13. Isolasi. 5. JADWAL PEMBELAJARAN Minggu 1. dan S Sifat Populasi. Tingkat Trofik. dan Cara pendekatan Ekologi Konsep Sistem dan Ekosistem. 12. 3. Konsep Laju Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi Aksi Dentitas. 16. dan Teritorialitas Tipe-tipe Interaksi antara 2 Jenis Organisme/Populasi Konsep Habitat. Hukum Leibig dan Shelford dalam Ekosistem Faktor Lingkungan dan hubungan Organisme dengan Lingkungan Siklus Biogeokimia. 7. 2. N. Pengumpulan. Siklus CO2. P. dan Piramida Ekologi Faktor Pembatas.10. 11. 15.

7. 3 4. Ekologi Umum 03 – 09 .2007 Perbaikan format pembelajaran SCL dengan format baru atau versi baru 22 – 09 . Ir. MP. format pembelajaran SCL disesuaikan dengan format baru 14 – 09 .2007 Konsep awal laporan dan penjelasan tentang kompetensi lulusan program studi Agronomi 10 – 09 . 15 . …………………….2007 Perbaikan laporan akhir Makassar.2007 2.2007 Mengetahui.. MSc. Rekomendasi/Catatan Pemilihan versi format pembelajaran dan penjelasan model-model pembelajaran MK.2007 Perbaikan laporan. 6. 5. Tanggal 1. : Ir. N u r m a n.LEMBAR KONSULTASI Nama Coach Nama Coachy : Dr. Konsultan Coaching Clinic SCL ……………………………………. TTD Coach No. 109 .08 . Yunus Musa. NIP.

Hernusye. Jelaskan pula perbedaan energi dan materi dan peranannya masing-masing (3). MP.. dan sebagainya) (4).Dr. Tuliskan persamaan-persamaan reaksi fotosintesis. Dahliana Dahlan. BENTUK TUGAS MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM SEMESTER : III SKS : 3 1. Ir. MS. baik pada tumbuhan tingkat tinggi maupaun pada mikro organisme (7). MS. Obyek garapan: Ekosistem b. Terangkan keunggulan tanaman C3 dibandingkan tanaman C4 a. Sennang.Ir.Ir.Dr. Hj. Ir. Amirullah Dachlan. Kelas Paralel : 2 atau 3 kelas pada setiap tahun ajaran DOSEN: Prof. MP. acuan yang digunakan: Mengerjakan sendiri dengan menggunakan berbagai sumber Metodologi/cara tidak sama dengan teman yang lain pustaka ditunjukkan c.Ir. Dr. Nadira R..Dr. MP. Kriteria Penilaian: (8).Deskripsi Singkat: atakuliah : Ekologi Umum. MP. Nurman. Prof. Kriteria luaran yang dihasilkan/produksi (5). Dr. Hj. MS. Ambo Ala. b.. kebun. Ir. akuarium..Ir. Seriusyang terbaru dengan pekerjaan rapi 110 . Laode Asrul. Kode : 206 G11 3.Ir.. Rafiuddin. Menggunakan sumber atau pustaka yang terbaru lebih dari 2 sumber c. Prof.H. Berikan satu contoh ekosistem dan bagian-bagiannya yang berada di sekitar Anda (dapat beupa pekarangan.. Terangkan apa yang diebut hipotesis Gaia dan apakah manfaat yang diperoleh dari hipotesis tersebut d. MSc. Tujuan Tugas: untuk membantu mahasiswa dalam penyerapan materi pembelajaran Ekologi Umum 2. Tuliskan definisi ekosistem dengan tepat (2). URAIAN TUGAS: a. Sebutkan semua komponen-komponen ekosistem yang harus ada sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi. kolam. Pekerjaannyapengerjaan.. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan: Menjawab soal-soal berikut (1). Jelaskan apa yang dimaksud dikerjakan: Dijawab dengan penjelasan yang tepat dan diserahkan sesuai dengan waktu yang disepakati (6). Jelaskan perbedaan tumbuhan C3 dan C4 3. Hj.

pentingnya faktor lingkungan fisik sebagai faktor pembatas. 3. 7. 6. dan dapat memberikan satu contoh ekosistem alam dan ekosistem buatan. dan bentuk-bentuk energi di alam. membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan. Menyebutkan dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. dan kerapatan populasi. 9. peternakan. perubahan atau pengalihan energi dalam ekosistem berdasarkan hukum thermodinamika. menjelaskan kompetisi interspesifik dan koeksistensi. primer dan sekunder 111 . Dapat mendefinisikan suksesi dan klimaks. membedakan suksesi allogenik dan autogeneik. menjelaskan mekanisme rantai makanan secara umum dalam ekosistem dan dapat mendefinisikan dengan tepat kaualitas energi. Menjelaskan definisi tentang energi. netto. menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan menggunakan awalan steno dan eury.MATA KULIAH SEMESTER : EKOLOGI UMUM : III SKS: 3 Sasaran KOMPETENSI Profil Lulusan yang akan DICAPAI OLEH PESERTA melalui Matakuliah ini: 1. 8. Memahami siklus biogeokimia. dan sekunder. 4. S. 2. P. dapat menjelaskan peranan allelopaty pada ekosistem 10. Menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis organisme. perikanan. di dalam ekosistem. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organik dan organisme-organisme yang terlibat. dan mendefinisikan dengan jelas proses produksi di dalam ekosistem. membedakan produktivitas primer. mortalitas. 5. Mendefinisikan dengan tepat konsep ekosistem. Dapat memahami batasan umum tentang ekologi dan dapat memberikan contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramoda ekologis dalam ekosistem dan memberi satu contoh untuk menjelaskan daya dukung. Memahami sifat-sifat populasi. serta membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi. aiklus hara N. bruto. dan kesehatan. yaitu siklus karbon dan air. kehutanan. dapat menjelaskan komponen-komponen penyusun ekosistem dengan tepat. menyebutkan manfaat dari proses dekomposisi. pertumbuhan dan perkembangannya natalitas.

Nama : N u r m an ARPS 2006-2010 Kegiatan/sub Sub Program Kegiatan Teknologi Identifikasi Budidaya Varietas Tanaman Lada Kegiatan Penelitian PS PS 2006 2007 1. Karakterisasi morfologi tananan lada yang dikembangkan di Sulsel Out Put 2009 2007 2008 2009 Target 2010 Mengetahui varietas lada yang dikembangkan di Sulsel 2008 Agronomi Pemupukan Agronomi Lada Sambung dengan batang bawah dari tanaman lada asal biji dan lada liar Mengetahui produktivitas dan ketahanan tanaman lada terhadap penyakit akar Respon tanaman Lada (panjatan) terhadap kombinasi pupuk orgnik dan pupuk angorganik Rekomendasi kombinasi pupuk organik dan anorganik 112 .

Ekologi Agronomi Pertumbuhan Lada Perdu di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui karakter morfologi lada perdu yang tumbuh di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui kesesuaian ekologi untuk per tanaman lada di daearah Sulsel Mengetahui kesesuaian CH untuk pertumbuhan dan produksi tanaman lada Tinjauan ekologi daerah pertanaman lada di Sulsel Pengaruh CH tahunan terhadap pertumbuhan dan produksi. 113 .

Indikator Penilaian BAB II BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 114 . Kaitan Modul D. Latar Belakang B. Sasaran Pembelajaran Modul Pembahasan A. Isi/Materi B. Ruang Lingkup Isi C.MODUL I JUDUL : Pengertian Ekologi BAB I Pendahuluan A.

Proses interaksi mansusia dengan alam terus berkesinambungan mengikuti apa yang disebut ”Hukum Alam”.BAB I PENGERTIAN EKOLOGI A. Ruang Lingkup Isi/Materi a. manusia mencari ikan di sungai atau di laut. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya. bukan hanya mencari pola kehidupan secara kualitatif. B. Model Sistem ekologi (ekosistem) e. dan luas tanah untuk satu pohon kelapa misalnya. Ada pula hewan menjadi makanan hewan lain. Ekologi yang baru. Tumbuhan menjadi makanan hewan. Ekologi pemahaman kuantitatif relatif masih baru. Umpamanya. tumbuhan memerlukan sinar matahari. Demikian pula proses kelahiran. Asas Sifat Emergen d. dan air. tanah. Pembagian Ekologi f. ruang lingkup ekologi dan pembagian ekologi serta menjelaskan kondisi ekologi saat ini secara umum dan 115 . menjelaskan pengetahuan dasar tentang pengertian ekologi. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup c. Umpamanya berapa jumlah energi sinar matahari. Kaitan Modul Modul I ini merupakan modul awal pendahuluan. C. sesuai sejarah manusia. Istilah ekologi. jumlah air hujan yang jatuh. Latar Belakang Sesungguhnya ekologi merupakan proses alam yang telah dikenal sejak lama. mencari makanan dan kayu di hutan. tapi juga berusaha mencari jawaban atas masalah kuantitatif seperti tersebut di atas. komponenkomponen ekologi. semua aktivitas manusia selalu berinteraksi dengan alam atau lingkungannya. kehidupan pergantian generasi. dan kematian. hubungannya dengan ilmu-ilmu lain b.

ternak dan organisme lainnya seperti serangga dan mikroorganisme. tumbuhan.kaitannya dengan bidang pertanian atau kehidupan organisme (manusia. 116 .

Isi/Materi a. model sistem ekologi. dapat menerapkan sistem ekologi dalam bidang pertanian. 1985). pembagian ekologi. Istilah ekologi. ahli biologi Jerman pada tahun 1869.D. 1990) atau ekologi adalah ilmu yang mempelajari rumah tangga lingkungan. Kata ”ekonomi” berasal pula dari bahasa Yunani yaitu ”Oikos” berarti rumah atau tempat tinggal dan ”nomein” atau ”nomos” yang berarti mengatur atau mengelola. Kata ”ekologi” berasal dari Yunani. 117 . dan hungan ekologi dengan ilmu lainnya. Jadi ekonomi adalah pengelolaan rumah tangga atau tempat hidup (riyanto . yaitu Oikos yang berarti ”rumah” atau ”rumah tangga” atau ”tempat tinggal” dan logos yang berarti ”ilmu” atau ”studi”. bahkan negara dalam arti makro (Deshmukh. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mengikuti materi ini. Atau ilmu yang mempelajari upaya mengatur keperluan hidup (manusia) dalam rumah tangga atau wilayah dalam arti luas. yaitu ”eko”. Ilmu ekologi dan ilmu ekonomi sebenarnya berasal dari suku kata awal yang sama. tempat hidup semua organisme (makhluk hidup) serta seluruh proses-proses fungsional yang menyebabkan tempat hidup itu cocok untuk didiami. asas sifat emergen dalam ekologi. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi. et al. Secara harfah ekologi adalah ilmu yang mempelajari ”organisme di tempat hidupnya” dengan mengutamakan ”pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya”. BAB II PEMBAHASAN A. tentunya mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang pernah dimotori oleh suatu ilmu yang hingga sekarang pun masih populer yaitu ilmu ekonomi. Manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya selalu ingin berkarya dan berproduksi. 1992). Jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang rumah atau tempat tinggal makhluk hidup (Resosoedarmo . hubungan dengan ilmu-ilmu lain Kata ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Heackel.

118 .

Pertukaran energi : melalui organisme Pertukaran energi : melalui bank (makan dan dimakan) 4. dan sebagainya. misalnya : 1) Anton Van Leeuwenhoek (ahli mikroskop) pada tahun 1700-an mempelopori pengkajian rantai makanan dan pengaturan populasi. Clement dan V. 5. Manusia Ketergantungan dan keseimbangan sebagai subyek. pengaturan populasi. pendekatan dan lain-lain. oleh sampai manusia sebagai subyek. siklus hara. Ekologi menerangkan jaring-jaring Ekonomi menerangkan keadaan tenaga makanan. Kedua ilmu ekologi dan ekonomi mempelajari tempat hidup yang sama yaitu planet bumi Sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Haeckel pada tahun 1969 telah berkembang pengetahuan yang memberikan sumbangan pikiran dalam bidang ekologi. 1. Manusia adalah menjadi motor penggerak pembangunan komponen hayati yang memiliki dalam rangka manusia meningkatkan keterkaitan dengan makhluk lainnya paraf hidupnya. walaupun kata ekologi belum digunakan. 119 Rantai makanan. 3) F. EKOLOGI EKONOMI Tempat hidup (habitat) berbagai Tempat hidup manusia (rumah tinggal) makhluk hidup yang berhubungan secara timbal balik dengan lingkungannya (biosfer). Sumber energi : Sinar matahari Sumber energi : Uang 2.E. pasar. dan . Makhluk hidup dari mikroorganisme Ekonomi berkembang dari manusia. produktivitas biologis merupakan kajian penting dalam ekologi muthir. 2) Richard Bradley (tahun 1700-an) memahami produktivitas biologis.E.Perbedaan ilmu ekologi dan ilmu ekonomi No. 3. lingkungan. toleransi terhadap faktor kerja. makhluk lainnya sebagai antar makhluk hidup. itulah garapan obyek. shelford (tahun 1900) memahami atau mengemukakan tentang komunitas biotik. manusia dan untuk manusia. mekanisme penyebaran. Ilmu pengetahuan dan teknologi utama ekologi. tumbuhan maupun hewan.

mengkaji ssitem danau Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. yakni pembagian berdasarkan ”lapisan vertikal” dan pembagian berdasarkan ”keratan” taksonomi. Ekologi adalah bagian kecil dari biologi. 5) E. Ekologi sebagai ilmu berkembang pesat setelah tahun 1900. Birge dan Chauncy Juday (tahun 1900-an). Ilmu biologi murni dapat dibagi dua. Hutchinson (tahun 1900-an).A. Yang dimaksud dengan makhluk hidup disini adalah ”kelompok” makhluk hidup.4) Roymond Lindeman dan G. yang merupakan ilmu tersendiri.E. Lingkungan Hidup (Enviromental Science) dan Biologi Lingkungan (Envromental Biology). yaitu : 1) Lapisan Vertikal Morfologi Anatomi Hisyologi Fisiologi Genetika Ekologi : ilmu tentang bentuk luar : ilmu tentang bagian dalam : ilmu tentang jaringan mikroskopis : ilmu tentang faal : ilmu tentang keturunan : ilmu tentang ”rumah” organisme 2) Kerataan taksonomi Mikologi Milrobiologi Entomologi Ornitologi Botani Dan lain-lain : ilmu tentang jamur : ilmu tentang jasad renik : ilmu tentang serangga : ilmu tentang burung : ilmu tentang tumbuhan 120 . memahami atau mengemukakan rantai makanan dan siklus materi.

121 .Untuk memudahkan pemahaman. dapat dilukiskan sebagai ”kue lapis” tiga dimensi (Gambar 1).

1966 dalam Resosoedarmo. organisme. Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan materi/benda) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem dengan fungsi yang khas.Gambar 1. Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen (sub sistem) yang secara teratur berinteraksi dan berketergantungan. Bila dideratkan dalam pemahaman ekologis akan terlihat suatu deretan organisasi biologi yang disebut ”SPEKTRUM BIOLOGIS” seperti tampak pada Gambar 2. jaringan. populasi. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup Makhluk hidup atau organisme memiliki tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat paling sederhana ke tingkat organisasi paling kompleks. dan komunitas. et al. Tingkatan (hirarki) berartu suatu penataan menurut skala dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Ruang lingkup ekologi mutakhir dapat dimengerti dengan memahami pengertian tingkat organisasi makhluk hidup. suatu sistem inang dan atau sistem dua spesies yang terdiri dari 122 . organ. sistem merupakan suatu himpunan hubungan timbal balik yang menyusun suatu kesatuan yang dapat diidentifikasi dengan nyata atau secara postulat. 1990). sel. Gen (protoplasma). Atau dari sudut pandang lain. b. yang keseluruhannya membentuk suatu kesatuan. Misalnya. Biologi ”Kue Lapis” Menggambarkan Pembagian ”Dasar” (Horisontal) dan Taksonomi ”(Vertikal)” (Odum.

Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. ahli ekologi hutan menekankan pengertian biocoenosis (komunitas). yaitu suatu biosistem yang lebih luas. misalnya Asia Tenggara terdapat Bioma hutan hujan tropika. Morozov.G.organisme-organisme yang saling berketergantungan secara timbal balik. Komponen Biotik Dan Gen ↑↓ Sel ↑↓ Organ Organisme Populasi Komuniatas ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ Komponen Abiotik MATERI -------------------------------------------------ENERGI Menjadi Bosistem ⏐⏐ ⏐⏐ Gen Sel Sistem sistem ⏐⏐ Organ sistem ⏐⏐ Organisme sistem ⏐⏐ Populasi sistem ⏐⏐ Komunitas sistem Gambar 2. merupakan tingkat-tingkat yang ada di antara populasi dan komunitas. yang masing-masing bermakna komunitas dan ekositem. Bioma adalah tingkat organisme yang lebih tinggi dari ekosistem. Biocoenosis dan geobiocoenosis (secara harfiah mempunyai arti kehidupan dan bumi berfungsi bersama-sama) merupakan istilah yang sering dipakai dalam pustaka-pustaka Rusia dan Eropa. Spektrum Biologis. Biosfer adalah sistem biologis yang terbesar. suatu istilah yang kemudian dikembangkan menjadi geobiocoenosis (ekosistem). mencakup semua makhluk hidup di bumi dan berinteraksi dengan lingkungan fisik secara 123 . Perintis ekologi dari Rusia. Ruang Lingkup Ekologi adalah Sistem populasi dan Sistem Komunitas atau Ekosistem Komunitas bersama-sama dengan lingkungan abiotik berfungsi bersama membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem.

apabila gangguan tertentu dan hewan kolentrata berkembang bersama di dalam laut membentuk karang. komponen hidrogen dan komponen oksigen akan membentuk air.) Sistem karang. Hal ini disebut MODEL. Model-model Sistem Ekologi (ekosistem) Suatu sistem ekologi (ekosistem) terdiri dari organisasi (komponen biotik) dan lingkungan abiotik yang mempunyai ciri struktur dan fungsi yang khas. energi. d. Jadi emergen adalah sifat baru dari keseluruhan komponen sistem yang tidak dapat disamakan dengan jumlah sifat-sifat unit atau komponen sistem yagn bergabung tadi. mempunyai sifat yang berbeda dengan sifat-sifat penyusun semula yang berbentuk gas. Contoh emergen adalah : (1.. siklus unsur-unsur hara.. 124 . Keadaan keseimbangan yang tunak yaitu keadaan keseimbangan.. yaitu sifat-sifat baru akan timbul yang sebelumnya tidak tampak pada tingkat organisasi sebelum penggabungan berlangsung. Maka suatu sifat emergen dari suatu tingkat organisasi atau unit tertentu tidak dapat diramalkan dengan mempelajari sifat komponen dari unit yang bersangkutan. Asas Sifat Emergen Emergen (emergency) : kejadian yang tiba-tiba Suatu konsekuensi penting dari tingkatan organisasi makhluk hidup bahwa komponen-komponen (subsistem) atau bagianbagian yang bergabung menghasilkan keseluruhan fungsional yang lebih besar. c. maka terjadi suatu mekanisme siklus hara yang efisien yang memungkinkan sistem kombinasi terebut menghasilkan produktivitas tinggi di perairan yang kadar haranya rendah. (2) Sistem air... seperti kerapatan biomas. Untuk memahami tsebuah sistem ekologi telah dikembangkan suatu rumusan yang memberikan gambaran tentang hubungan antara komponen-komponen (sub sistem) pada suatu sistem serta fungsinya.keseluruhan sehingga terpelihara suatu keseimbangan yang tunak (steady state) dalam aliran energi dengan sinar matahari sebagai masukan dan ruang angka sebagai penerima panas. yaitu tahan terhadap gangguan-gangguan yang berskala kecil. dan faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sebuah sistem ekologi (ekosistem).

Di dalam gambar tersebut terdapat sifat. I dapat merupakan suatu pintu pembagi yang selalu terbuka penuh sehingga omnivora P3 selalu memakan P1 atau P2 tergantung pada kesediaannya di alam. F. P3. dan dengan model tersebut dapat dibuat ramalan-ramalan. apabila sistem tersebut digerakkan oleh suatu sumber energi.Suatu model merupakan suatu rumusan yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Secara keseluruhan terdapat 6 jalur aliran. masingmasing P1 dan P2 sebagai variabel yang berinteraksi satu sama lain sebagai I untuk menghasilkan sifat ketiga. yaitu : 125 . dimana F1 adalah menggambarkan masukan dan F6 adalah keluaran. dimana P1 adalah tumbuhan (produsen). E. Penyusunan suatu model didahului dengan merancang suatu diagram atau model gambar yang seringkali berbentuk diagram kotak (Gambar 3). P1 E P2 1 P3 Gambar 3. P2 menggambarkan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) dan P3 adalah hewan omnivora yang dapat memakan tumbuhan maupun herbivora. Dalam teladan ini fungsi interaksi I dapat menggambarkan beberapa kemungkinan. Jika gambar 3. Model dapat berbentuk gambar atau lisan. merupakan suatu sistem ekologi (ekosistem). yang mampu mengubah energi matahari (E) menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesia. Diagram komponen dasar dalam pemodelan sistem ekologis (ekosistem) jadi sekurang-kurangnya terdapat empat komponen utama pada suatu model ekologis.

e. Sinekologi. 4) Interaksi atau fungsi interaksi dimaan tenaga dan sifat berinteraksi untuk mengubah. Suatu model yang baik akan mencakup tiga dimensi (1) ruang dan batas sistem. memperbesar atau mengendalikan aliran dan membentuk sifat emergen baru. ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya. Autekologi. Pembagian Ekologi Ekologi masa kini menjadi sangat luas cakupannya. a. sifat parasitis atau non-parasitis. b. namun dapat digolongkan menurut bidang kajiannya. atau fungsi penentu (forcing function) yang datang dari luas sistem 2) Sifat-sifat yang disebut perubah keadaan (state variables) 3) Jalan aliran (flow pathways) menggambarkan bagaimana aliran energi atau aliran materi yang menghubungkan komponenkomponen sistem. dan lain-lain. (2) subsistem atau komponen yang dianggap sangat berperan terhadap keseluruhan sistem.1) Sumber energi. Pembagian ekologi menurut habitat. dan (3) interval waktu. adaptasi terhadap lingkungan. menurut habitat atau tempat suatu jenis atau kelompok tertentu. Biaya ditekankan pada aspek siklus hidup. misalnya : Ekologi laut Ekologi air tawar Ekologi estuaria Ekologi darat (terestrial) Ekologi padang rumput Dan lain-lain 126 . ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu.

B. sedimentasi. 2) Ilmu kimia. dan lainlain terlibat. gravitasi. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya Telah disebutkan bahwa ekologi adalah bagian dari biologi. Indikator Penilaian Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. P dan sebagainya merupakan bagian yang penting. dan lain-lain. Hubungan Ekologi dengan ilmu alam lainnya 1) Ilmu Fisika. 3) Ilmu bumi dan antariksa. 127 . mempelajari peran ekosistem terhadap kehidupan manusia. perubahan suhu. dan musim hujan. Kemutakhiran bahan pustaka Menjelaskan dan memberikan satu contoh yang tepat. musim kemarau. f.Pembagian menurut taksonomi. daya serap tanah. 4) Ilmu sosial. karena ekologi berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa siang malam. berperan karena dalam ekologi proses kimia seperti pendauran unsur-unsur C. CO2. abrasi. karena manusia adalah bagian dari ekosistem. sesuai sistematika makhluk hidup. berperan karena dalam ekologi faktor fisik seperti sinar matahari. namun ilmu ekologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu-ilmu lainnya. misalnya : Ekologi tumbuhan Ekologi serangga Ekologi burung Ekologi mikroba Dan sebagainya. bahwa manusia telah terlibat dalam kajian kologi sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Heackel tahun 1869. N. hujan. erosi.

taksonomi. BAB III PENUTUP Ekologi adalah ilmu tentang interaksi organisme-organisme dan lingkungannya. kelembaban. Seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal seperti. Lingkungan mempunyai arti luas. mencakup semua hal di luar organisme bersangkutan. (3) apa yang mereka perlukan dari habitatnya untuk dapat dimanfaatkan guna melanjutkan kehidupan. dimana setiap orang mulai memikirkan masalah pencemaran. kenaikan suhu bumi atau pemanasan global dan lainnya telah memberikan efek yang mendalam atas teori ekologi. an kompetitor. Dengan adanya gerakan kesadaran lingkungan di negara maju pada tahun 1968 dan di Indonesia sejak tahun 1972. (5) bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya. (2) bagaimana suatu spesies beradaptasi dengan habitatnya. (4) bagaimana mereka mencakupi kebutuhannya akan unsur hara (materi) dan energi. Menjelaskan sifat-sifat emergen dalam sistem ekologi dengan tepat disertai satu contoh. dan topografi. predator. (1) bagaimana alam bekerja. penggunaan energi. Tidak saja termasuk cahaya. Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan manusia. tetapi juga parasit. curah hujan. Ini semua adalah bagian dari organisme tersebut. Menyebutkan dengan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. masalah makanan. 128 . suhu. Menerangkan dengan rapat pembagian ekologi berdasarkan bidang kajian. (6) bagiamana individu-individu alam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi dan (7) bagaimana keindahan ekosistem tercipta. dan habitat. perkembangan penduduk.- Menjelaskan tingkat organisasi makhluk hidup dengan tepat.

129 .D. Soekartomo. 1990. dan Lingkungan. S. S. J. B. Ekologi dan Biologi Tropika. Riyanto. K.N. E. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Jakarta. Pengantar Ekologi.H. Jakarta. Jakarta. Delmi. G. Kormondy.. Renwarin. Concepts Of Ecology. J. Suwondo. dan A. Rahman. I. Hatta. Heddy . Kartawinata. Palenewan. Kominitas.. Ekologi Dasar. New Delhi. Irwan. Lembaga Penerbitan. 1985.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh.. Soemitro. 1989. P. M. A. Z.L. Rajawali Press. Badan kerjasama PTN Indonesia Bagian Timur. Kleden. Nurkin.B. N. PT : Remaja Rosdakarya. Universitas Hasanuddin. S. 1989. 1992. Resosoedarmo. Soegiarto. Pengantar Ekologi.M.J. 1997. Yayasan Obor indonesia. Bandung. dan S. Prentice Hall. Jodjo. Bumi Aksara.

Sasaran Pembelajaran Modul BAB II PEMBAHASAN A. Indikator Penilaian BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 130 . Materi/Isi B. Kaitan Modul D.MODUL II JUDUL : EKOSISTEM BAB I PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup Isi C. Latar Belakang B.

tetapi juga parasit. Materi ini pula merupakan pengetahuan dasar bagi mahasiswa tentang bagaimana mengelola sumberdaya alam (ekosistem lahan) agar dapat berkelanjutan. proses produksi dan dekomposisi sehingga terbentuk kehidupan baru dalam ekosistem. Menurut Manetsch dan Park (1979 dalam Eryatno 2003). Tidak saja termasuk cahaya. dan kompetitor (lingkungan biotik). predator. et.BAB I PENDAHULUAN A. dan tofografi (lingkungan fisik/abiotik). suhu. Ekosistem merupakan unit dasar dalam ekologi karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungannya (abiotik). memberikan contoh-contoh ekosistem yang mendekati keadaan seimbang (stabil) di bidang pertanian. suhu. Lingkungan di sini mempunyai arti luas. Sistem adalah suatu obyek yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen (subsistem) yang sering berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Struktur Ekosistem 131 . air. Organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) seperti radiasi matahari. udara. B. al. curah hujan. Ruang Lingkup Isi a. 1985). mencakup semua hal di luar organisme (biotik) yang bersangkutan. kelembaban. sistem adalah suatu gugus yang terdiri dari elemen yang saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. Pada materi ini akan membahas struktur ekosistem atau komponen-komponen penyusun ekosistem darat dan air. dan sebagainya selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Konsep Ekosistem b. Jadi ekosistem (sistem ekologi) dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan di dalam alam yang terdiri dari semua organisme yang berfungsi bersama-sama di suatu tempat yang berinteraksi dengan lingkungan fisiknya yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan siklus materi dan membentuk suatu struktur biotik yang jelas di antara komponen-komponen hidup dan tak hidup (Riyanto. Latar Belakang Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang itneraksi antara organisme-organisme dan lingkungannya.

yaitu biotik dan abiotik. komponen ekosistem. BAB II PEMBAHASAN A. Di dalam ekosistem terjadi aliran/arus energi dan siklus materi antara komponen penyusun sistem.c. Ekossitem adalah hubungan timbal balik antara organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tak hidup (abiotik) selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain disuatu tempat yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan 132 . Sasaran Pembelajaran Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan konsep sistem dan ekosistem. Stabilitas Ekosistem dan Agroekosistem C. (1979 dalam Eryatno. Konsep Ekosistem Sistem adalah suatu obyek. Sifat Sibernetik. dimana di dalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusunan sistem (sub sistem) yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya untuk mencapai suatu tujuan atau produk. Isi/Materi a. D. struktur ekosistem darat dan air. Sistem adalah suatu gugus atau himpunan dimana elemen atau anggota gugus saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai tujuan. 2003). Menurut Manetch dan Park. Kaitan Modul Materi ekosistem merupakan satuan fundsional dasar dalam ekologi. saling mempengaruhi dan saling membutuhkan. terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi.

Karena itu semua organisme yang mengandung klorofil di sebut organisme Autotrofik. Abiotik : terdiri dari iklim dan tanah. Suhu. G. Contoh tahun 1877 Karl Mablus di jerman telah menulis tentang ”Komonitas organisme di dalam terumbu karang sebangai suatu biocoenosis/komunitas”. Juga perintis ekologi dari Rusia Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. CO2 + H2O SM Klorofil C6H1206 + 02 Glukosa/KH Senyawa Kompleks Senyawa Anorganik Sederhana 133 . Autos = terdiri. Iklim seperti CH (air). Biotik semua organisme misalnya tumbuhan/tanaman dan organisme lainnya. Udara. Sistem suatu gugus yang elemennya atau komponennya (sub sistem) saling berinteraksi. Sebelum ekosisten diperkenalkan 1935.siklus materi (hara) di antara komponen hidup dan tak hidup. ekosistem terdiri dari 2 lapisan/komponen. RH. Trofikos = menyediakan makanan. CM. dengan menggunakan bahan-bahan anorganik sederhana dan membentuk zat-zat atau senyawa organik yang lebih kompleks. dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofoli.G. Morosov ahli oleh ahli ekologi hutan yang menekankan pengertian ”biocoenosis” yang kemudina dikembangkan oleh ahli ekologi Rusia menjadi GEOBIOCOENOSIS (ekosistem). Ekosistem = Oikos : rumah (lingkungan) (terdiri dari biotik dan abiotik). b. Ekosistem merupakan unit fungsi dasar dalam EKOLOGI karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungan abiotik. Lapisan autotrofik adalah organisme (TUMBUHAN/TANAMAN) yang mampu menyediakan makanannya sendiri berupa bahan organik (hasil fotosintesis). Struktur Ekosistem Ditinjau dari struktur trofik (fungsinya). Stratum atas (komponen autotrofik) atau lapisan hijau terdiri dari tumbuhan yang berhijau daun yang dapat mengikat energi matahari. yaitu : 1. Transley. seorang ahli ekologi bangsa Inggeris. telah berkembang pengetahuan tentang konsep EKOSISTEM. Istilah ekosistem perama kali diusulkan pada tahun 1935 oleh A.

seperti protein . Senyawa-senyawa atau bahan-bahan anorganik yang terlibat dalam siklus materi. Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang (Recyling) dalam ekosistem. b. dan sebagainya yang tersimpan dalam organisme itu sendiri. yaitu kelompok organisme yang mampu memanfaatkan bahan organik (hasil dari autotrofik/hasil fotosintesis) sebagai bahan makanannya. yaitu dekomposer atau osmotrof. Pada lapisan ini terjadi proses pemakaian. hormon yang bisa mengstimulir atau menghambat biotik lainnya dalam ekosistem. perombakan zat-zat atau senyawa kompleks Ditinjau dari segi biologis suatu ekosistem dapat dibagi atas beberapa komponen: Abiotik (komponen tidak hidup). N. Organisme Heterotrofik seperti hewan/binatang (makroorganisme) dan jamur. Biotik (Komponen hidup). sisa perakaran tanaman. Bahan-bahan ini menghubungkan bagian biotik dan abiotik dari ekosistem. yaitu organisme heterotrofik yang sebagian besar adalah binatang yang memangsa organisme lain. dan sebagainya. yaitu a. Mikroorganisme atau dekomposer memperoleh makanan atau energinya dengan merombak jaringan tubuh yang telah mati atau mengabsorpsi bahan organik terlarut yang dikeluarkan dari tumbuh-tumbuhan atau organisme lain. Kelompok ini adalah organisme heterotrof yang sebagian besar adalah berupa mikro organisme (jazad renik) seperti jamur. Makro konsumer atau fagotrof atau baufag. Keadaan iklim dan faktor fisik lainnya. bakteri. Dekomposer juga mengeluarkan zat-zat seperti antibiotik. Dekomposer unsur hara sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen (tumbuhan). termasuk juga tanah atau sedimen. karbohidrat. suhu. Semua organisme autotrofik yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan berhijau daun. Stratum bawah (Stratum heterotrofik). 3. Senyawa-senyawa organik. (2). cahaya matahari. penyusunan. lemak.2. nematoda disebut jasad renik (mikroorganisme). protozoa. dan lain-lain. CO2. Komponen heterotrofik atau disebut lapisan warna coklat. bakteri. KONSUMER. 2. Mikro konsumer atau Saprotrof. PROSEDUR. yaitu : 1. misalnya H2O. C. Biofag = Organisme yang memangsa atau 134 . bahan-bahan organik yang dapat dirombak. tanah (unsur hara). virus. yaitu : (1).

Matahari PRODUSEN Tumbuhan berklorofil KONSUMEN I herbivora KONSUMEN II Karmivora Kecil KONSUMEN III Karnivora besar SAMPAH ORGANIK Berasal dari tumbuhan dan hewan mati Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus 135 . Sketsa interaksi antar komponen ekosistem dapat dilihat pada Gambar 1. Saprofag = Organisme yang memperoleh makanan atau energinya dari bahan-bahan organik atau organisme yang sudah mati (PARASIT).organisme yang memperoleh energinya dengan memangsa organisme lainnya yang masih hidup (PREDATOR).

Di alam terdapat beberapa spesies yang dapat melaksanakan suatu fungsi yang memungkinkan terciptanya stabilitas ekosistem. dimana sub sistem mikroba (bakter/jamur) yang mengatur penyimpanan dan pembebasan unsur-unsur hara. Pada keadaan manapun. c. pengendalian tergantugng pada umpan balik (feed back) yang terjadi bilamana dari ”keluaran” dikembalikan sebagai ”masukan”. Sketsa interaksi antara komponen penyusun ekosistem.Bahan mineral siap diserap tumbuhan Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus Siklus mineral Aliran energi Gambar 1. untuk menghindarkan pertumbuhan yang berlebihan dari populasi maka harus ada umpan balik yang negatif atau masukan yang menantang. Ekosistem memiliki sifat sibernetik yaitu mengendalikan diri secara internal. ekosistem juga mempunyai jaringan informasi yang terdiri dari arus komunikasi fisik dan kimia yang menghubungkan semua bagian-bagian atau komponen yang dapat mengendalikan atau mengatur sistem. pada pengendalian ekosistem adalah : mekanisme pengendalian pada ekosistem. Sifat Sibernetik dan Stabilitas Ekosistem Sifat Sibernetik Ekosistem Di samping adanya eliaran energi dan siklus materi/hara. Misalnya. Demikian pula adanya pemasangan (predator) pada ekosistem 136 . Contoh ini. bertujuan untuk mengendalikan kepadatan populasi.

Stabilitas resistensi. sungai dapat dijernihkan kembali airnya secara alami.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar terhadap perubahan. tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. Contoh. adalah kemampuan ekosistem untuk cepat pulih. yaitu : 1. b. ada energi tambahan dari luar seperti tenaga kerja hewan. tergantung pada kerasnya tantangan lingkungan dan efisiensi pengendalian di dalam ekosistem. Ekosistem alami (hutan primer). sehingga air sungai itu secara permanen berubah atau bahkan rusak sama sekali. Dalam ekosistem terdapat suatu keseimbangan. Pengetahuan sibernitika dipelopori oleh Heabert Wiemer (1948) yang mencakup pengendalian pada sistem hidup maupun tidak hidup. ekosistem hutan yang terbakar dapat pulih kembali menjadi hutan baru atau vegetasinya tumbuh kembali. Stabilitas resiliensi. adalah kemampuan ekosistem bertahan menghadapi tekanan Contoh. Mekanisme umpan baliknya disebut HEMEOSTATIS. Stabilitas Ekosistem Derajat stabilitas ekosistem yang dapat dicapai sangat bervariasi. dan dekomposisi bahan organik. diatur oleh berbagai faktor termasuk mekanisme mengatur penyimpanan dan pelepasan hara. Ada 2 jenis stabilitas : a. mesing mengolah. Misalnya. mungkin saja sistem dalam sungai itu tidak mempunyai lagi mekanisme homeostatis. dan air irigasi dan sebagainya. Ada 3 perbedaan pokok antara ekosistem pertanian dan ekosistem hutan (alami/hutan primer). ekosistem tahan terhadap adanya kekeringan. Tetapi apabila sampah terlalu banyak apalagi mengandung zat beracun maka batas homeostatis alami sungai itu akan terlampaui. sehingga keseluruhan sungai itu dianggap tidak tercemar. pertumbuhan organisme. Agroekosistem Agroekosistem atau ekosistem pertanian mempunyai komponen autotrofik atau jalur hijau sebagai suatu bagian yang integral. Homeostatis adalah kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. energinya hanya berasal dari cahaya matahari. pestisida. sungai yang dikotori oleh pembuangan sampah yang tidak terlalu banyak. pupuk. 137 . Pada agroekosistem.

diversitas organisme sangat diperkecil untuk memaksimalkan bahan makanan atau produksi lainnya. Pada ekosistem alami (hutan primer). B. N. tumbuhan dan hewan yang unggul adalah hasil seleksi buatan. Pada agroekosistem. cahaya matahari Komponen biotik. Indikator Penilaian 1. organisme produser (fitoplankton).2. Menjelaskan fugnsi masing-masing komponen (subsistem) dalam sebuah wilayah Ekosistem dengan tepat dan diberi contoh. Contoh Ekosistem : KOLAM Komponen abiotik. Ca. CO2. Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis. 3. 138 . Pada agroekosistem. Pada ekosistem alami. organisme unggul adalah hasil seleksi alami. dan unsur hara lainnya. air. konsumer kecil (ikan kecil). organisme variasinya sangat besar. Konsumer besar (ikan besar). herbivora (zooplankton) dan bentos organisme yang hidup di dasar kolam. O2. Membedakan struktur ekosistem dartat dan ekosistem perairan disertai contoh. 3. 2.

dan pertukaran bahan-bahan (materi dan aliran energi) antara bagian yang hidup dan tidak hidup. Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting yaitu arus energi (aliran energi) dan daur materi atau juga disebut daur mineral/hara di samping adanya sistem informasi. keragaman biotik. berhubungan erat tak terpisahkan dan saling penaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suatu sistem. 139 . Aliran energi dapat dilihat pada struktur makanan.BAB III PENUTUP Di alam terdapat organisme (makhluk hidup/biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) saling berinteraksi.

Indonesia. Pengantar Ekologi. A. Remaja Rosdakarya. S. Bandung. Concepts of Ecology. J.. New Delhi. Kormondy. 1992. Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. Bumi aksara. Delmi. London.H. W.L. G. Soegiarto. Ekologi Dasar. E. Bogor. S. Lembaga Penerbitan. Riyanto. Yayasan Obor. Rajawali Press.. Palenewan. 1997. dan A.P. Suwondo.B. Resosoedarmo. Komunitas. Fundamental of Ecology. Kleden. N. Rahman. 1971. Jakarta. 140 . I. Nurkin. Jodjo.D. Jakarta. Hatta 1985. 1989. Pengantar Ekologi. B. 1989. Ilmu Sistem. Irwan. Z. Eryanto. Prentice Hall. P. Heddy. dan S. Soemitro. J. 1990. N. Soekartomo. Renwari. PT. S. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Timur. IPB Press. 2004. Saunders Company.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. M. Ekologi dan Biologi Tropika.J.B. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisme Ekosistem. Odum. Universitas Hasanuddin. Kartawinata. M. K. E. dan Lingkungan.

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LKPP) ------------------------------------------------------------------------------------------LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah EKOLOGI UMUM Melalui Modul Ajar OLEH : NURMAN 141 .

05/2008 Tanggal 04 Januari 2008 JURUSAN BUDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR FEBRUARI 2008 142 .Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.

000.05/2008. MP. : 131 803 219 : Pembina/IV a (Lektor Kepala) : Budidaya Pertanian : Pertanian/Hasanuddin : 1 Bulan Mulai 04 Januari s/d Februari 2008 Biaya : Rp.(Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4. N u r m a n.000. : Ir..23/PM.i LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin ============================================================== HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008 Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan : Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah Ekologi Umum melalui Modul Ajar. 4. tanggal 04 Januari 2008 143 .

131 287 796 Ir. N u r m a n.b.Mengetahui : Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Dekan. MP. M. Ir.Sc. 131 803 219 144 . 04 Februari 2008 Pembuat Modul Dr. Yunus Musa. Pembantu Dekan I Makassar. NIP. NIP. u.

Mudah-mudahan modul ini dapat bermanfaat. Peningkatan perhatian masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup memberi pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ekologi dalam pengetahuan. teknik lingkungan. dan dari kaum cendikiawan hingga masyarakat awam. Kalangan masyarakat yang mencoba memahami disiplin ilmu ekologiini juga tidak terbatas hanya pada ilmuan biologi dan pengetahuan alam belaka. bahkan keruangangkasaan juga dihiasi oleh perbincangan dan permasalahan yang bersifat ekologi. dengan Pengembangan Pendidikan. tetapi belum dibuat dalam bentuk buku atau modul ajar. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada LKPP Unhas dan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga modul ini dapat terwujud. Materi modul matakuliah Ekologi Umum telah disajikan pada setiap semester ganjil kepaa mahasiswa pertanian semester III dan pada setiap semester dilakukan perbaikan-perbaikan atau penyempurnaan materi dengan pengadaan bahan bacaan yang terbaru.ii KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah dipanjatkan kehadirat Ilahi karena penulis berhasil menyusun modul ini. Penulis 145 . kami dari Tim pengajar termotivasi untuk menuangkan materi kuliah ini ke dalam bentuk buku atau modul ajar untuk membantu mahasiswa dalam pencapaian kompetensi pembelajaran. Sekarang diajarkan juga di jurusan nonhayati seperti jurusan arsitktur. khususnya matakuliah Ekologi Umum. geofisika dan meteorologi dan bidang ilmu lainnya di luar biologi. mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. hukum. ilmu perencanaan kota dan pengembangan wilayah. Misalnya ilmu ekonomi. Alhamudlillah. Disiplin ilmu ekologi bukan hanya mendapat sorotan dari cabang disiplin ilmu dalam biologi atu ilmu pengetahuan alam lainnya. Untuk penyempurnaannya dengan segala kerendahan hati penulis menerima saran dan kritik yang membangun. melainkan juga dari politkus hingga wartawan. Mengapa ekologi begitu populer? Sebab manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya untuk berkarya dan berproduksi. kerekayasaan. Di beberapa perguruan tinggi semula hanya diberikan sebagai matakuliah di jurusan biologi. melainkan juga dari cabang disiplin ilmu di luar itu.

MODUL I 146 .

Kaitan Modul D. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 147 . Indikator Penilaian BAB. Ruang Lingkup Isi C. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II.MODUL III JUDUL: PRODUKSI DAN DEKOMPOSISI DALAM EKOSISTEM BAB I. PENDAHULIUAN A. PEMBAHASAN A. Latar Belakang B. III. Materi/Isi B.

hewan. daun. dengan bahan baku CO2 (karbon dioksida) dan H2O (air) disebut senyawa anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari dan zat hijau daun (klorofil) membentuk gula atau karbohidarat (senyawa organik). dan bunga. fotosintesis telah memasok energi untuk makanan dan bahan bakar fosil yang memberikan tenaga untuk pemnbangkit tenaga listrik dan banyakm mesin lainnya. Apabila tanaman tidak menghasilkan buah. PENDAHULUAN A. Produksi tumbuhan atau tanaman budidaya pada dasarnya tergantung pada ukuran dan efisiensi sistem fotosintesis. maka cadangan makanan tersebut disimpan pada organ batang. Molekul karbohidrat disebut juga sebagai cadangan makanan untuk tumbuhan itu sendiri atau untuk organisme lain karena mengandung energi. Perombakan 148 . H2O. dan membentuk energi. Fotosintesis adalah pemanfaatan energi cahaya untuk membentuk molekul karbohidrat.BAB I. Sebagai sumber energi utama bagi manusia. jika karbohidrat atau cadangan makanan dirombak atau dioksidasi akan melepaskan energi. Jika cadangan makanan ini dikonsumsi oleh organisme lain misalnya manusia. Latar Belakang Pertanian pada dasarnya merupakan sistem pemanfaatan energi matahari melalui proses fotosintesis. Pembentukan karbohidrat atau cadangan makanan melalui proses fotosintsis disebut produksi Sebaliknya. akar. Energi ini oleh tumbuhan ddimanfaatkan untuk tumbuh dan berkembang Apabila tumbuhan memasuki fase berbuah atau berumbi maka cadangan makanan disimpan pada buah atau pada umbi. makro dan mikro organisme maka cadangan makanan itu dirombak menjadi CO2.

Dekomposisi dan dekomposer dalam ekosistem C. Produksi dalam ekosistem. sedangkan hewan karnivora mendapatkan makanannya yang sudah jadi dari herbivora yang memakan tumbuhan. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Perombakan senyawa organik lain misalnya protein dan lemak akan menghasilkan hara/mineral makro dan mikro yang sangat penting dalam mendukung kestabilan ekosistem. Pada Modul I membahas tentang pengertian ekologi. Dalam hal ini tumbuh-tumbuhan benar-benar merupakan produsen sejati. mahasiswa dapat: 149 . a. adanya aliran energi dan siklus materi/hara dalam ekosistem berawal dari terjadinya proses produksi atau fotosintesis oleh tumbuhan dan dekomposisi produk fotosintesis (karbohidrat) atau dekomposisi senyawa organic lain seperti lemak dan protein dari organisme yang telah mati sehingga menghasilkan hara/mineral yang lepas ke dalam ekosistem. fotosintesis dan organisme produser b. sedangkan manusia dan hewan hanyalah sebagai konsumen. dimana pada saat terjadi interaksi antar organisme serta organisme dan lingkungannya terjadi aliran energi dan siklus materi antara organisme satu dengan organisme lainnya yang berlangsung secara berkesinambungan. Manusia dan herbivora mendapatkan makanannya dari tumbuhan. D. yaitu hubungan timbal balik atau interaksi antara organisme dan lingkungannnya sehingga terbentuk suatu sistem hidup (biosistem). yaitu terdiri dari senyawa organik yang berasal dari tumbuhan (nabati) dan hewani.karbohidrat/cadangan makanan menjadi energi disebut dekomposisi. B. Pada Modul III ini membahas tentang produksi dan dekomposisi. Kaitan Modul Manusia dan hewan (makro dan mikro) mendapatkan makanan dalam bentuk yang sudah jadi. Pada Modul II membahas tentang ekosistem. Di sini terlihat bahwa tidak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak tergantung pada tumbuhan. Ruang Lingkup isi.

Selanjutnya selama setengah abad terakhir kegiatan industri pertanian dan industri lainnya menyebabkan meningkatnya kadar CO2 150 . Menjelaskan proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 2. Produksi dalam ekosistem Produksi dalam ekosistem adalah produk bahan organik melalui proses fotosintesis Setiap tahun ditaksir 1017 gram kurang lebih 100 milyar bahan organik diproduksi di seluruh dunia melalui proses fotosintesis. PEMBAHASAN A. CO2 < O2. MATERI/ISI a. Adanya kelebihan produksi bahan organik sehingga membentuk bahan fosil minyak berlangsung kurang lebih 300 juta tahun yang lalu. Di masa itu produksi bahan organik (O2) lebih besar dari respirasi. pelapukan batuan sedimentasi. Timbunan ini berada dalam sedimen (endapan) anaerobic atau terpendam dan selanjutnya menjadi fosil tanpa mengalami respirasi atau dekomposisi. terjadi penimbunan dari sebagian bahan organic yang dihasilkan.1. terjadi pergeseran dalam keseimbangan biologis diiringi berbagai variasi kegiatan vulakanik. Menjelaskan manfaat produksi dan dekomposisi dalam ekosistem BAB II. dan variasi masukan sinar matahari mengakibatkan terjadinya keseimbangan CO2 = O2 di atmosfir. fotosintesis dan organisme produser 1). Selama 60 juta tahun yang lalu. CO2 rendah dan O2 meningkat. Produksi dalam ekosistem. kirakira sejumlah yang sama dioksidasi kembali menjadi CO2 dan H2O melalui proses respirasi Selama masa geologi sekitar 600 juta tahun yang lalu.

lemak. Pada peristiwa ini juga dilepaskan oksigen (O2) ke atmosfir. hal ini yang menyebabkan terjadinya perubahan temperatur di bumi. menyebabkan perubahan iklim seperti yang dirasakan saat ini. 1997). CO2 > O2. yaitu temperatur menjadi tinggi. disebut proses fotosintesis. dan lainnya. kemudian terbentuk karbohidrat. Persamaan umum dari reaksi oksidasi-reduksi dalam fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut: CM dan klorofil CO2 + H2A --------------------→ (CH2O)n + 2A + H2O Reaksi oksidasinya: 2H2A ----------→ 4 H + 2A Reaksi reduksinya: 4H + CO2 -----→ (CH2O) + H2O CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A + H2O Pada tumbuhan hijau (tumbuhan dan ganggang atau Fitoplankton). Tumbuh-tumbuhan menggunakan senyawa anorganik yang diambilnya dari atmosfir dan dari dalam bumi.000 juta ton oksigen ke atmosfir. A adalah Oksigen (O2) dan CO2 direduksi menjadi Karbohidrat = (CH2O)n atau C6H12O6 (gula) 151 .000 juta ton CO2 dan 25.meningkat di atmosfir. dijadikannya senyawa organic dengan bantuan sinar matahari yang berlangsung di dalam zat hijau daun (klorofil/kloroplas). 2) Jenis fotosisntesis dan organisme produser Secara kimiwai proses fotosintesis meliputi penyimpanan sebagian energi matahari sebagai energi potensial atau energi terikat dalam bentuk makanan. serta menghasilkan 450. vitamin-vitamin. Jadi setiap jam 1 ha daun-daunan yang menghijau menyerap 8 kg CO2 setara dengan CO2 yang dikeluarkan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama sebagai hasil pernafasannya (Irwan.000 juta ton hydrogen dengan membebaskan 400. Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di atas bola bumi mempersenyawakan sekitar 150.000 juta senyawa organic. protein. Pada awalnya dihasilkan glukosa.

Bakteri non sulfur. daun. Pada Tanaman C3. suhu.Tanaman C3 dan C4 Tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang memiliki organ yang lengkap (akar. CO2 152 . Tumbuhan tingkat tinggi ini terdiri dari tanaman C3 dan C4. misalnya pada bakteri sulfur (misalnya bakteri sulfur hijau dan bakteri sulfur ungu). A adalah Sulfur (S). Tetapi di danau yang tidak mengalir dan kaya dengan H2S. umumnya adalah anaerob fakultatif dapat berfungsi dalam kondisi ada atau tidak ada oksigen. reaksi fotosintesanya tidak menggunakan air. Tanaman C3 dan C4 menunjukkan perbedaan dalam mengikat atau mereduksi CO2. dan air. dan buah). yaitu: CO2 + H2S ---------→ (C6H12O6) + S2 Hanya memegang peranan yang kecil dalam produksi bahan organic dan tidak melepaskan oksigen (O2). tetapi dapat berfungsi dimana tumbuhan hijau tidak sesuai untuk hidup. Mereka juga dapat berfungsi sebagai heterotrof dalam keadaan tanpa cahaya seperti kebanyakan ganggang. Penelitian di danau-danau di Jepang. batang. Bakteri yang berfotosintesis sebagian besar hidup di air laut dan air tawar dan kebanyakan hanya memegang peranan kecil dalam produksi bahan organik.CM/klorofil CO2 + H2O -----------------→ C6H12O6 + O2 CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A Pada tumbuhan tingkat tinggi dan fitoplankton A adalah Oksigen (O2). bakteri ini menyumbang sampai 25 % dari produksi total bahan organik tahunan. Takahshi dan Ichimura (1968) menemukan bahwa fotosintesis bakteri sulfur hanya menyumbangkan 3-5% dari produksi bahan organik total tahunan kebanyakan danau. . sebaliknya proses fotosintesis yang dilakukan oleh bakteri. bunga. Tanaman C3 dan C4 mempunyai tanggap yang berbeda terhadap cahaya. Bakteri sulfur ini berfungsi dalam siklus hara belerang (sulfur). tetapi menggunakan H2S. Fotosintesis bakteri bermanfaat dalam perairan yang mengalami pencemaran atau eutrofikasi.

153 . Kacang Tanah. Pada tahun 1960-an. yaitu perombakan kembali gula atau karbohidrat yang telah terbentuk menjadi CO2 dan H2O dan melepaskan eneri dalam bentuk panas. suatu model pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas pada tumbuhan C3 yang sedang melakukan fotosintesis (Gambar 1). Tumbuhan/tanaman C3 cenderung mencapai puncak tingkat fotosintesis (persatuan permukaan daun) pada intensitas cahaya dan temperatur sedang dan terhambat atau cenderung menurun pada temperatur dan intensitas cahaya tinggi dan terjadi fotorespirasi. Daur Calvin. terutama Hatch dan Slack di Australia menemukan tumbuhan yang mempunyai cara mereduksi CO2 dengan siklus asam dikarboksilat (C4). Kedelei. Perpindahan dan fiksasi CO2 dalam tanaman C4 yang sedang berfotosintesis (Gambar 2). Contoh tanaman kacang-kacangan (tan.diikat oleh senyawa RUBP ( Ribulosa Bifosfat) melalui siklus Calvin. dan sebagainya). Gambar 1 Daur cal vin.. modul pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas tumbuhan C3. Tanaman C3 membutuhkan 400 – 1000 gram air untuk menghasilkan 1 gram bahan kering.

Gambar 2 Perpindahan dan fiksasi CO2 pada tanaman C4 154 .

Pada tumbuhan/tanaman C4. CO2 diikat oleh senyawa PEP (Phospho Enol Piruvat) melalui siklus Asam Karboksilat.. Tumbuhan/tanaman C4 dapat beradaptasi pada temperatur dan intensitas cahaya yang tinggi dan tidak terjadi fotorespirasi. Contoh tanaman Jagung. Tanaman C4 tidak terhambat oleh kandungan oksigen yang tinggi dibandingkan C3. Sorgum. Pada tanaman/tumbuhan C4 menggunakan air lebih efisien. 155 . Tanaman C4 mendominasi vegetasi di gurung-gurung di daerah tropika. Tebu. Perbandingan tanggap fotosintsis tanaman C3 dan C4 terhadap peningkatan intensitas cahaya dan temperatur (Gambar 3). hanya menggunakan kurang dari 400 gram air untuk memproduksi 1 gram bahan kering.

Merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. Dekomposisi atau perombakan ada 2. Respirasi aerobik. ragi. 2. dirombak kembali menjadi CO2 dan H2O dengan pembebasan energi. yaitu (1) secara fisik misalnya dibakar atau dipotong-potong dan (2) secara biologis atau oksidasi biotic.Fotosintesis CAM (Crassulacean Acid Metabolism) CAM adalah bentuk fotosintesis yang khusus dapat beradaptasi di daerah kering. Respirasi anerobik (tanpa oksigen). protozoa dsb. Dekomposisi diartiak secara luas sebagai oksidasi biotic yang menghasilkan energi. Hal ini memungkinkan tumbuhan sekulen mampu mempertahankan keseimbangan dan penyimpanan air. Bakteri 156 . Dekomposisi (respirasi) tediri dari: 1. Contoh Bakteri metan yang dapat merombak senyawa organik dan menghasilkan metan (CH4) atau gas alam. Penundaan fotosintesa ini mengurangi kehilangan air pada siang hari. . satu senyawa anorganik selain oksigen atau senyawa organik sebagai penerima elektron (oksidan). Beberapa jenis tumbuhan sekulen di daerah gurun seperti Kaktus.Gambar 3 Perbandingan tanggap fotosintesis dari tanaman C3 dan C4 terhadap kenaikan intensitas cahaya dan temperatur. Respirasi anaerobik ini umumnya dilakukan oleh kelompok saprofag yaitu pemakan organisme mati seperti bakteri. menutup stomanya pada siang hari yang panas dan membuka kembali pada malam hari. disini bahan organik (C6H12O6). gas oksigen (O2) sebagai penerima elektron (Oksidan). CO2 yang diabsorsi disimpan dalam asam-asam organik hingga keesokan harinya. Dekomposisi dan decomposer dalam ekosistem Di seluruh dunia proses dekomposisi yang dilakukan oleh kelompok organisme Heterotrof (Dekomposer) diperkirakan seimbang dengan proses metabolisme yang dilakukan oleh Autotrof. b.

Lemak. ada 2 yaitu: I.Zat/senyawa asam humik Bila proses dekomposisi tidak terjadi maka semua unsur-unsur hara akan tetap terikat pada organisme yang mati itu. tetapi sellulosa. Ini berarti tidak ada kehidupan baru yang muncul Bagian-bagian tubuh dari bangkai hewan/ binatang atau tumbuhan tidak mengalami penghancuran pada saat yang sama. peristiwa pembekuan dan pencairan karena pengaruh suhu tinggi dan suhu rendah saling berganti. Dekomposisi terjadi melalui transformasi energi antara organisme dan ini merupakan fungsi yang mutlak diperlukan. Ragi merupakan contoh yang sangat dikenal dalam fermentasi.Dekomposisi mempunyai 3 tahap: 157 .metan dapat dipelihara untuk menghasilkan gas metan (biogas) secara besar-besaran dari bahan baku kotoran ternak atau bahan organik lainnya. (b). Gas H2S yang naik ke sedimen dangkal dan ke permukaan air dimanfaatkan oleh organisme lain misalnya oleh bakteri fotosintesis. Hasil dari proses dekomposisi yang resisten atau tahan (tidak mudah melapuk) akan menghasilkan Zat humik. . II. Fermentasi. Zat ini merupakan komponen universal dalam ekosistem. Bakteri ini mereduksi Sulfat (SO4) menjadi sulfida (H2S) pada sedimen yang dalam dan perairan yang tak mengandung oksigen. Pengaruh faktor fisik (non biotik).•Proses dekomposisi yang terbesar adalah yang melibatkan mikroorganisme heterotrofik atau saprofag. membebaskan gas-gas CO2 dan gas-gas lainnya ke atmosfir serta melepaskan sejumlah unsur-unsur hara ke dalam tanah.Penyebab dekomposisi. . Dari segi ekologi. Bakteri Desulfovibrio mempunyai peranan penting dalam respirasi anaerobik. rambut. juga anaerobik tetapi senyawa organik yang dioksidasi juga sebagai penerima electron. Pengaruh biotik. Ragipun banyak terdapat dalam tanah dan membantu proses perombakan sisa-sisa tumbuhan. lignin. . misalnya bakteri dan jamur serta mikroorganisme lainnya. tulang. 3. karbohidrat. dsb sangat lambat hancur karena ikatan karbonnya sangat kuat. dan protein didekomposisi dengan cepat. yaitu organisme yang memakan tubuh binatang atau tumbuhan yang telah mati. yaitu (a) pengaruh api atau pembakaran.

Dalam jumlah yang cukup bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik.O).Ada dua tahap yang dilalui oleh bahan organic untuk dapat menjadi fosil: 158 . Humus berwarna gelap. . Cincin benzena dan ikatan rantai samping membuat senyawa ini rekalsitran terhadap perombakan oleh mikro organisme. atau Fe yang disebut dengan celat (Chelation) sehingga logam tersebut tidak beracun bagi tanaman dan melepaskan hara esensial yang diikatnya. dan zat-zat buangan industri adalah senyawasenyawa turunan benzena yang berbahaya karena daya degradibilitas (daya mengurai) yang rendah. Pembentukan butiran-butiran destritus oleh proses fisik dan biologis organik yang terlarut. merupakan koloid yang sukar ditentukan susunan kimianya. yang diikuti dengan pembebasan bahan 2.1. Cu. Mineralisasi humus yang berlangsung lambat Lambatnya dekomposisi humus menyebabkan menumpuknya oksigen. Untuk memecahkan struktur ini diperlukan enzim dioksigenase yang mungkin tidak terdapat pada saftotrof tanah dan air. .H. Model molekul asam humik (Gambar 4).. pestisida.Bahan organik Senyawa asam humik dan bahan organic lainnya yang mengalami dekomposisi sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. Banyak zat-zat beracun yang dibuang atau ditambahkan oleh manusia ke lingkungan seperti herbisida. kimia. dan biologi tanah yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. seingkali coklat kekuningan. Produksi yang relatif cepat untuk menghasikan humus dan pembebasan bahan-bahan organik tambahan yang terlarut oleh saprotrop 3. Humus atau senyawa humik merupakan kondensasi dari senyawa-senyawa aromatik (fenol) digabung dengan hasil dekomposisi dari protein (Nitrogen) dan poliskarida/KH (C. misalnya asam amino glisin dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam Al. Dekomposisi bahan organik menghasilkan senyawa asam organik.

dan sebagainya mempunyai peran penting dalam dekomposisi. Menambah zat tumbuh yang mengstimulasi pertumbuhan mikroba dan aktivitas metabolisme populasi mikroba Dekomposisi bahan organic merupakan proses yang panjang dan kompleks. Menghasilkan zat-zat metabolit sekunder yang dapat menghambat (inhibitor) contoh Penisilin yaitu antibiotik yang dihasilkan oleh cendawan dan menghasilkan stimulator seperti vitamin dan zat pengatur tumbuh(hormon tumbuh).(1). misalnya proses produksi pada tanaman C3. yaitu: 1. Menjelaskan dengan tepat berlansungnya proses produksi yang dimulai dari tumbuhan.Organisme tanah Beberapa studi membuktikan bahawa fagotrop misalnya binatang-binatang kecil seperti Cacing. Memungkinkan siklus hara melalui mineralisasi bahan-bahan organik yang telah mati 2. umumnya terjadi kondisi anaerobik dan berlangsung sangat lambat. Membentuk celat dan menyediakan hara kembali untuk tanaman 3. tetapi proses ini berperan penting dalam ekosistem. fitoplankton. dan bakteri fotosintesis disertai contoh. dapat mengembalikan hara dan energi 4. Menghasilkan energi (makanan) untuk organisme lain pada rantai makanan 5. Dengan bantuan mikroba. Tungau Tanah. Humifikasi. umumnya terjadi dalam suasana aerobik dan berlangsung relatif cepat. Keong. permukaan sehingga dapat tersedia bagi B. (2) Karbonifikasi. dan CAM. C4. 159 . Menghancurkan bahan organik menjadi bagian-bagian kecil berarti memperluas mikroorganisme 2. proses ke dua ini merupakan perubahan dari gambut ke lignin lalu ke batubara keras dengan kadar karbon yang meningkat pada setiap tahap. . Indikator Penilaian 1. Kelompok organisme ini mempercepat dekomposisi dengan beberapa cara: 1.

Menjelaskan proses dekomposisi bahan organic disertai contoh dan manfaatnya pada kestabilan ekosistem.2. 160 .

Produksi merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Tubuh makhluk hidup diuraikan menjadi patahan-patahan kecil oleh rayap. serangga dan mikro organisme seperti jamur. Kelebihannya kemudian digunakan oleh konsumen. Energi kimia (energi potensial) yang terbentuk digunakan oleh organisme lain sebagai sumber energi seperti manusia. Sebagaian dari cadangan makanan yang dibentuk dalam proses fotosintesis dipakai oleh produsen sendiri. Proses ini dimulai dari adanya tumbuhan atau hewan yang telah mati.BAB III PENUTUP Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran energi. 161 . Proses dekomposisi menghasilkan materi atau mineral. dan mikroorganisme. kecoa. Produksi diawali dari pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis oleh produser (tumbuhan/tanaman). dan sebagainya. bakteri. semut. hewan/binatang. Materi atau mineral dari penguraian organisme yang mati dimanfaatkan kembali oleh produser.

1989. P.N. Conceps of Ecology. dan Lingkungan.E. Universitas Hasanuddin 162 . 1971. A. Ekolgi Dasar. E. London. Prentice Hall. Nurkin. B. J. Kleden.J. Hatta. Fundamental of Ecology. 1985. Kormondy. M. Komunitas. Siwondo. Odum. Delmi.M. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Jakarta. I. 1997. Renwarin’ P. G. Lembaga penerbitan.L. Jodjo. Company. Rahman. Riyanto. Bumi Aksara. Yayasan Obor.B. ZD. Saunders. Palenewan. Ekologi dan Biologi Tropika. J.H. Indonesia Irwan. 1992. New Delhi.BAB III DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. W. N.

MODUL V 163 .

JUDUL: ENERGI DALAM EKOSISTEM BAB I. Materi/Isi D. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 164 . III. Kaitan Modul H. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. Indikator Penilaian BAB. PENDAHULIUAN E.MODUL IV. Latar Belakang F. Ruang Lingkup Isi G. PEMBAHASAN C.

H (hydrogen). Misalnya tanaman menjadi menjadi besar. N (Nitrogen). hewan. Makanpun memerlukan energi. energi dari bahan baku bensin dapat dilihat jika terjadi peembakaran dalam mesin mobil dan mobil tersebut dapat berjalan. uang merupakan sumber energi. Latar Belakang Tubuh makhluk hidup seperti manusia. P (fosfor) dan sebagainya. maka buah atau bunga tidak akan ada.BAB I. dan tumbuhan serta benda-benda lain tersusun oleh materi (mineral). Materi terdiri dari unsur kimia yaitu C (karbon). Dalam bidang ekonomi. Demikian juga pertumbuhan anak-anak menjadi dewasa itupun merupakan kerja. Pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman tersusunlah materi menjadi pohon. Energi dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan. dalam proses fotosintesis. Belajar memerlukan energi. PENDAHULUAN A. Energi tidak dapat dilihat. Ada pula molekul yang lebih kompleks misalnya glukosa yang terdiri dari C6H12O6. Seperti melakukan perjalanan memerlukan energi. yang dapat dilihat adalah efek dari energi. dengan sumber enrgi dari sinar matahari maka hasil dari proses fotosintesis tersimpan dalam bentuk buah atau bunga. Untuk melakukan kerja diperlukan energi. Unsur-unsur kimia tersebut berkombinasi membentuk molekul. Hidrogen dan Oksigen berkombinasi membentuk molekul air (H2O). Di dalam tubuh makhluk hidup selain terdapat mataeri juga terdapat energi. Jika pada tumbuhan. O (oksigen). 165 . Jadi jika energi tidak ada.

D. buah atau bunga. Dalam kehidupan sumber energi adalah sinar matahari. daun. Tinjauan tentang pengertian dasar energi b. jika tidak ada energi kehidupan tidak akan terjadi. Kaitan Modul Modul ini terkait erat dengan modul I. Sebagian besar materi ini mengcakup sisstem ekologi. Sasararan pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Fosil menjadi batubara atau minyak bumi yang banyak mengandung energi. 2. II. Konsep Produktivitas ekosistem C. Lingkungan energi c. Energi matahari diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis..Jika tidak ada uang maka perekonomian negara tidak akan berjalan. Mendefinisikan pengertian energi dan menjelaskan perilaku energi menurut hukum termodinamika I dan II dalam ekosistem. dan III. 166 . yaitu membahas tentang perilaku-perilaku energi dalam ekosistem. Begitu pula dalam ekologi. Menjelaskan asas-asas energi dalam lingkungan dan kehidupan. Energi kimia tersimpan dalam bentuk molekul glukosa selanjutnya diubah menjadi karbohidrat/pati tersimpan dalam tubuh tumbuh-tumbuhan pada akar. batang. B. mahasiswa dapat: 1. Ruang Lingkup Isi a. Dalam kondisi tertentu tumbuhan atau hewan yang mati tetapi tidak melapuk kemudiaN akan menjadi fosil.

Membedakan pengertian produktivitas primer bruto. Atau Kemampuan untuk memberikan pengaruh atau akibat. PEMBAHASAN A. BAB II. ergon = kerja Energi dapat didefinisikan kemampuan atau suatu kesanggupan untuk melaksanakan kerja. Tinjauan tentang pengertian dasar energi Energi berasal dari bahasa Yunani. en = dalam. produktivitas netto. baik berupa panas yang ditimbulkan maupaun akibat mekanik/kerja.3. Perilaku energi di alam (ekosistem) mengikuti hokum termodinamika: 167 . Materi/Isi a. dan produktivitas sekunder dalam ekosistem.

Hukum termodinamika II atau Hukum Entropi. Hukum termodinamika I atau Hukum Kekekalan Energi. Tidak ada perubahan/transformasi energi yang betul-betul efisien 100% karena selalu ada energi yang terpencar sebagai energi panas yang tak dapat digunakan. Produksi = Konsumsi + Produk Limbah + Respirasi. Kedua hokum tersebut dapat dinyatakan pada Gambar 1 berikut: 168 . Misalnya benda panas pasti menyebarkan panas ke lingkungan yang lebih rendah suhunya. 2. Ini juga berarti jumlah total energi harus tetap “Setiap terjadi perubahan energi pasti terjadi drgradasi energi atau penguraian energi dari bentuk energi terpusat menjadi energi terpencar”.1. sebelum dan setelah transformasi. yang berbunyi: “Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. tetapi tidak pernah diciptakan atau dihancurkan”. yang berbunyi: Misalnya energi cahaya dapat diubah menjadi energi kimia (energi potemnsial) atau energi panas.

disebabkan karena ada yang hilang sebagai panas pada waktu terjadi transformasi (perubahan). anatara hewan predator dengan hewan mangsa. bentuk energi yang dipadatkan (2 unit). Cahaya atau sinar matahari mempunyai hubungan dengan sistem-sistem ekologis dan bagaimana energi digunakan dalam sistem itu.Gambar 1. tidak akan ada kehidupan dan sistem-sitem ekologis. perubahan energi cahaya matahari ke energi kimia (makanan/gula) lewat proses fotosintesis. semua perubahan. C = gula. Energi yang sampai di permukaan bumi sebagai cahaya diimbangi dengan energi yang keluar dari permukaan bumi sebagai radiasi panas yang tak tampak dan hanya sebagian kecil dari energi cahaya yang diserap`oleh tumbuhan hijau dan mengubah energi cahaya menjadi energi potensial. Berbagai bentuk kehidupan selalu diikuti oleh perubahan-perubahan energi. bentuk energi yang sangat lemah (98 unit). Tanpa adanya pengalihan energi yang mengikuti . penggandaan diri dan sintesis berbagai materi. jumlah dan jenis organisme 169 Energi potensial ini dimanfaatkan untuk pertumbuhan. C selalu lebih kecil dari A. B = Panas. Hubungan tumbuhan/produser dan hewan konsumer. A = Sinar/cahaya Matahari. bentuk energi yang lemah (100 unit). Gambaran dari dua hukum termodinamika. A = B + C (hukum termodinamika I).

34 g calori/cm2/detik) yang dapat mencapai permukaan bumi pada tengah hari di musim panas. yang dapat menggerakkan kincir angin sehingga dapat menggerakkan pabrik penggilingan. gerakan udara dan air. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam iklim stempat dan vegetasi. ozon (O3). b. absorpsi cahaya/sinar matahari oleh daratan dan air menyebabkan terjadinya daerah-daerah panas dan dingin. Radiasi yang menembus atmosfir akan berkurrang intesitasnya karena tersaring gas atmosfir. Hewan/binatang (makro dan mikro) dan manusia memperoleh energi kimia (energi potensial) dari hasil fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dan khemosintesis dari dari mikroba (bakteri sulfur). Jadi dalam hal ini energi cahaya berubah menjadi eneri panas di daratan. Lingkungan energi Organisme yang berada di atau dekat permukaan bumi secara terus menerus disinari oleh (1) radiasi matahari dan (2) radiasi panas bergelombang panjang dari permukaan-permukaan di sekitarnya. penguapan air. dan debu. tetapi hanya sebagian kecil dari cahaya matahari dapat diubah oleh proses fotosintesis . Dalam sehari masukan radiasi/energi cahaya matahari ke lapisan autotropik (tumbuhan/vegetasi) sekitar 100-800 kalori g kalori/cm2. menjadi energi yang berguna untuk komponen biotik ekosistem. atau vegetasi) (hanya 1. permukaan lereng di bagian selatan menerima radiasi lebih besar dan lereng bagian utara lebih kecil dari yang diperoleh permukaan datar. air. Pada lapisan teratas atmosfir.dalam lingkungan tertentu. lalu menjadi energi kinetik dari angin yang dapat melakukan pekerjaan memompa air. Dalam ekosistem. 170 Kedua-duanya mempengaruhi lingkungan (iklim) yaitu temperatur. dan (3) cahaya yang menembus vegetasi. CO2. O2. Demikian pula. (2) sinar matahari yang menembus mendung sempurna. Di daerah perbukitan atau daerah pegunungan. kesemuanya dibatasi oleh aliran energi. Jumlah ini akan berkurang sebesar 67% apabila melewati atmosfir (melewati awan. Keadaan ini terjadi pada daerah yang horizontal (datar). Radiasi matahari pada lapisan atmosfir adalah konstan dibandingkan dengan (1) radiasi/energi cahaya matahari yang mencapai permukaan laut pada hari cerah. yang akhirnya menyebabkan terjadinya aliran angin. tetapi sebagian besar menjadi panas dan sebagian kecil energi potensil ini diubah menjadi protoplasma baru atau sel baru. energi mengalir masuk melalui fotosintesis dan mengalir keluar melalui respirasi. besarnya radiasi atau energi cahaya matahari kurang lebih 2 g kalori/cm2/detik.

Panjang hari Panjang hari adalah lamanya matahari memanjarkan sinaranya ke permukaan bumi sangat tergantung pada altitude dan latitude 1 µm = 10-4 cm. Sinar ultra violet (0. dan sebagainya. (c) Infra merah (> 0. Cahaya hijau dari cahaya tampak dan infra merah pendek (near infra red) dipantulkan oleh tumbuh-tumbuhan. Pantulan cahaya ini dipergunakan didalam pengindraan jauh baik dengan foto udara maupun citra satelit untuk menetukan pola vegetasi alam. Terbagi atas 3 kualitas sinar matahari berdasarkan panjang gelombang. keadaan tanaman (perkebunan). Pengaruhnya secara ekologis penting dalam memberikan efek pemanasan. selain itu juga dapat berpenagruh pada proses perkecambahan dan pertumbuhan batang. tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan sebagai radiasi panas.7 µm) = 46%. (a). J/m2.7 µm) = 45%. Satuannya kalori/cm2.400 – 0.4 – 0. Infra merah (> 0. hijau (0. Cahaya tampak sedikit sekali berkurangnya jika melewati awan tebal dan air.750 µm).. Kualitas sinar matahari Kualitas sinar matahari adalah spectrum cahaya yang dipancarkan oleh sinar matahari yang terdiri dari berbagai panjang gelombang. Cahaya tampak ((0. Radiasi ultra violet (gelombang pendek) 0.7 µm). Dari semua warna sinar tampak ini.480 µm). biru (0.4 – 0. orange (0. Sinar Tampak (Vesible light) (0. kuning (0.574 µm).490 – 0.435 µm). vegetasi/klorofil menyerap gelombang cahaya tampak yang berwarna merah dan biru untuk kegiatan fotosintesis. kurang kuat merangsang reaksi kimia tumbuhan. watt/m2. ungu (0.595 µm).595 – 0.574 –0. 2.239 kalori.625 µm). 1 Joule = 0. 171 . artinya fotosintesis dapat terus berlangsung pada hari yang berawan dan beberapa kedalaman air yang jernih.4 µm) = 9%.435 –0. 3.Berdasarkan peranannya bagi pertumbuhan tumbuhan/tanaman.7 µm) memiliki banyak warna bergantung pada panjang gelombangnya. sinar matahari dibagi 3 unsur: 1. Intensitas sinar matahari Intensitas cahaya adalah jumlah energi cahaya matahari yang sampai pada permukaan bumi pada luasan dan waktu tertentu. memantau serangan hama dan penyakit tanaman.625 – 0. yaitu: merah (0.3 – 0.3 – 0. (b).4 µm diserap habis oleh lapisan ozon (O3) dibagian luar atmosfir kira-kira pada ketinggian 25 km.

Di sana keadaannya begitu ekstrim. dan musim. Di samping garis lintang (latitude). 172 . Antara garis lintang 40o LU dan LS radiasi netto tahunan adalah 1 juta kilokalori/m2/tahun di atas samudra dan 0. altitude. kilokalori/m2/hari dan 1.1 – 1. dan tahun adalah amat penting bagi produktivitas dan pertukaran hara mineral dalam ekosistem. sehingga hanya sedikit keluaran biologis yang dapat dihasilkan. Kendatipun perubahan radiasi total menentukan kondisi keberadaan organisme. Radiasi sebanyak 100 – 800 g kalori/cm2/hari. Oleh karena itu sebagian besar biosfir.Naungan yang sejuk dan teduh di dalam hutan (vegetasi) disebabkan oleh absorpsi cajhaya tampak dan infra merah panjang oleh daun-daun bagian atas. mungkin diterima sebagian besar dunia pada hampir setiap saat. perbedaan antara semua arus radiasi yang turun dikurangi dengan semua arus radiasi yang naik. Masukan energi primer itu menggerakkan semua sistem biologis. yaitu energi sinar matahari yang diterima oleh tumbuh-tumbuhan hijau setiap hari. bulan. penutupan awan adalah suatu factor pokok dalam penerimaan radiasi matahari.6 kilokalori/m2/tahun di atas daratan. Air di dalam daun dan uapa air di sekelilingnya menyerap energi panas infra merah panjang.5 juta kilokalori/m2/tahun. masukan energi radiasi adalah kira-kira 3000 – 4000 Radiasi netto di permukaan bumi yaitu terkecuali di daerah kutub atau daerah tropis yang beriklim kering. Penggunaan energi radiasi matahari dalam setahun diringkaskan pada Tabel 1. namun keterpaduan radiasi matahari langsung yang memasuki stratum autotrofik.

1971 dalam Riyanto et al.2 0.8 0. Konsep produktivitas ekosistem Produktivitas adalah laju produksi senyawa organic dalam suatu ekosistem. (1985) Hanya lebih kurang 1% saja energi matahari diubah menjadi energi kimia dan lebih kurang 70% digunakan untuk memanaskan bumi. 173 . angin dan sebagainya. precipitasi (hujan) Angin.5 Sumber: Hubert.Tabel 1.0017 0. arus Fotosintesis Energi pasang surut lebih kurang Panas terestria lebih kurang Persen (%) 30 46 23 0. Penggunaan radiasi matahari sebagai persentase dari masukan tahunan ke dalam biosfir Penggunaan Dipantulkan Konversi langsung menjadi panas Evaporasi. yaitu: 1) Produktivitas primer dari suatu ekosistem adalah laju konversi energi cahaya menjadi senyawa organic melalui fotosintesis dan khemosintesis oleh organisme produser (terutama tumbuhan hijau). juga disebut asimilasi total. gelombang. evaporasi. yang dimulai dengan konversi energi cahaya matahari menjadi senyawa organic melalui fotosintesis pada tumbuhan hijau. c. 2) Produktivitas primer bruto adalah laju fotosintesis total termasuk senyawa organic yang dipakai untuk pernafasan selama masa pengukuran. Karena energi panas ini menyebabkan adanya temperatur yang sesuai untuk hidup dan menggerakkan sistem cuaca dan siklus air yang kesemuanya diperlukan untu kehidupan di bumi. Beberapa definisi penting. hujan.

pestisida. 5) Produktivitas sekunder adalah laju penyimpanan energi pada tingkat konsumer atau decomposer. Untuk ekosistem budidaya. energi pasang surut di daerah estuary untuk ekosistem alami. biasanya selam musim tumbuh atau setahun. polusi. Faktor fisik yang menunjang sesuai (iklim. Produktivitas primer netto tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (Tabel 2) 174 . tanah. misalnya hasil kerja angin. disebut juga fotosintesis nyata atau asimilasi netto 4) Produktivitas komunitas netto adalah laju penyimpanan senywa organic yang tidak digunakan heterotrop atau produktivitas primer netto dikurangi konsumsi oleh heterotrop selama waktu pengukuran. dan varietas tanaman). Energi yang tersimpan dalam tubuh sapi yang berasal dari rumput itu disebut produktivitas sekunder Laju produksi (produktivitas) yang tinggi baik pada ekosistem alami (hutan primer) maupun ekosistem budidaya terjadi apabila : (1). dan kekeringan. ada tenaga kerja manusia. Sebagai contoh suatu padang rumput yang subur tapi dirumputi oleh ternak/hewan herbivora akan mempunyai biomas yang lebih kecil dari pada padang rumput yang kurang subur yang tak mengalami perumputan. Produktivitas dapat dijadikan ukuran dari kekayaan kesuburan suatu ekosistem. pupuk. Contoh Sapi makan rumput. dan sebagainya. sebagian lagi hilang dalam bentuk panas dan kotoran.3) Produktivitas primer netto adalah laju penyimpanan senyawa organic di dalam jaringan tumbuh-tumbuhan setelah dikurangi pemakaian untuk pernafasan selama masa pengukuran. Ada subsidi energi dari luar sistem. Dalam mengevaluasi produktivitas ekosistem perlu dipertimbangkan (1). (2). hujan. (2). Heterotrop adalah organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri misalnya hewan/binatang dan manusia. Adanya subsidi energi yang dapat menambah produksi dengan mengurangi kehilangan panas untuk pernafasan. panen. Sifat dan besarnya kehilangan energi karena gangguan iklim. alat-alat pertanian. Biomas adalah jumlah bahan organic pada saat pengukuran. sebagian yang rumput yang dimakan tersimpan dalam tubuh sapi sebagai sumber energi.

kecenderungan bagi rasio Pn/Pg (produksi netto/produksi bruto) menjadi lebih rendah di daerah tropika dari pada di daerah temperatur sedang juga berlaku bagi tumbuhan C3 seperti padi.23 6. Subsidi energi Sumber energi yang mengurangi penggunaan energi yang ada pada ekosistem untuk memelihara kondisinya dan dapat meningkatkan penggunaan energi yang ada untuk dikonversikan menjadi produksi disebut aliran energi tambahan atau subsidi energi Temperatur yang tinggi dan ketegangan air yang tinggi umumnya memaksa tumbuhan untuk menggunakan lebih banyak energi produksi bruto untuk respirasi.03 3. yaitu tanaman yang memiliki tipe fotosintesis yang mampu mengalami hambatan yang ditimbulkan oleh iklim yang panas. 1990. meskipun tumbuhan C4. et.36 4. 175 Per hari 0.Tabel 2.13 1.94 1.11 .00 1. Produktivitas primer bersih tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (hutan primer) Produktivitas primer bersih (g/m2) EKOSISTEM Per tahun Tanaman Budidaya (rata-rata dunia) Gandum 344 Jagung 412 Padi 497 Tebu 1723 Hutan primer Hutan tropika (Malaysia) 2200 Hutan iklim sedang (Inggris) 1500 Padang rumput (Oklahoma dan 446 nebraska) Gurun pasir (Nevda) 40 Sumbe : Odum.22 0. (Gambar 2). 1966 dalam Resosoedarmo. Hubungan umum antara produksi bruto dan netto sebagai fungsi garis lintang (latitude).al. Ini berarti bahwa akan lebih banyak biaya energi untuk mempertahankan struktur tumbuhan pada iklim yang panas. Pada vegetasi alami.

176 .

Menjelaskan perilaku energi dalam ekosistem disertai contoh nyata yang terjadi di lapangan baik pada ekosistem pertanian maupun pada ekosistem alami (hutan) 3. Indikator Penilaian 1. Menjelaskan pengertian produktivitas dalam ekosistem. Kecenderungan yang terjadi di daearah tropik yaitu rasio Pn/Pg kurang dari 50% dan meningkat menjadi 60-70% bila letak tempat semakin jauh dari daerah tropik. Mendefinisikan dengan tepat pengertian energi dalam ekosistem disertai contoh 2.Gambar 2. produktivitas primer bruto dan netto. produktivitas sekunder diseratai contoh-contoh nyata yang terjadi dibidang budidaya pertanian saat ini 177 . B. Persentase (%) rasio produksi (netto/kotor) atau (Pn/Pg) untuk vegetasi alami bervariasi dengan letak tempat (latitude). produktivitas primer.

4. Menjelaskan dengan tepat penggunaan subsidi energi pada ekosistem pertanian yang ramah lingkungan dan produktivitas tanaman meningkat 178 .

Peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh kesesuaian/keadaan lingkungan (iklim dan tanah) bagi komoditi yang dikembangkan serta kesesuaian altitude dan latitude. 179 . Energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia dan bersama dengan unsur-unsur hara dari dalam tanah. Pada ekositem buatan diperlukan subsidi energi yang tepat agar produktivitas ekosistem meningkat dan ramah lingkungan.BAB III. dan melaksanakan fungsi-fungsi badaniahnya. Sumber energi sebagian besar berasal dari cahaya matahari. PENUTUP Semua organisme memelukan energi. Sedangkan Hukum termodinamika II. untuk bergerak. diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru tumbuhan/tanaman atau organisme Tranformasi energi dalam ekosistem mengikuti hukum termodinamika I dan II. tumbuh dan berkembang. setiap terjadi transformasi energi pasti terjadi degradasi energi dalam bentuk panas. yang diubah menjadi energi kimia oleh proses fotosintesis dalam tumbuhan hijau. Hukum termodinamika I menunjukkan bahwa jumlah total energi harus tetap sebelum dan setelah transformasi.

J. Hatta. ZD. Ekolgi Dasar. G. 1997. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Delmi. B. 1989.B. Fundamental of Ecology. Ekologi dan Biologi Tropika. Odum. New Delhi. Rahman. Renwarin’ P. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Riyanto. Company. Komunitas. M. Kleden.L.J. 1992. Palenewan.M. Lembaga penerbitan. London. Saunders. Bumi Aksara. Kormondy. W. I.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh.H. J. N. Indonesia Irwan. Universitas Hasanuddin 180 .N. Jakarta.E. Siwondo. Yayasan Obor. Prentice Hall. dan Lingkungan. 1971. 1985. Jodjo. Conceps of Ecology. A. Nurkin. P. E.

PEMBAHASAN E. Kaitan Modul L. Ruang Lingkup Isi K.MODUL V JUDUL: RANTAI MAKANAN DAN TINGKAT TROFIK BAB I. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 181 . Indikator Penilaian BAB. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. Materi/Isi F. Latar Belakang J. III. PENDAHULIUAN I.

Energi dan materi merupakan landasan dunia organisme (makhluk hidup). Hidup tumbuhan itu sendiri dan hidup organisme lainnya bergantung pada senyawa organic yang dibentuk oleh tumbuhan. dan sebagainya. Tetapi tumbuhan hijau seperti padi. hewan/binatang dan organisme lainnya (biotic) pada tempat dan waktu tertentu bersama-sama dengan lingkungan abiotiknya membentuk suatu sistem ekologi (ekosistem). dapat membentuk senyawa organic dengan menggunakan energi matahari. Tumbuhan. elang. Tumbuhan disebut sebagai produser. Tikus disebut konsumen atau pemakai. Karena tikus langsung memakan tumbuhan hijau maka disebut konsumen tingkat pertama. PENDAHULUAN A. Selanjutnya kucing. sedangkang padi adalah tumbuhan yang tidak dapat berpindah tempat sendiri. jagung. Sebagai contoh tikus memakan padi dan tanaman-tanaman lain seperti ubi jalar. Tidak ada satu organismepun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. Setiap tingkat lebih tinggi.BAB I. ular memakan tikus sehingga organisme ini disebut konsumen kedua . hubungan konsumen selangkah lebih jauh dari produen. Latar belakang Dunia kehidupsan sebenarnya jauh lebih rumit daripada yang dilihat sepintas lalu. 182 . baru berarti jika ada organisme lainnya. Misalnya jika melihat hubungan antara tikus dan padi. dimana tikus adalah hewan yang dapat berpindah tempat. Antara organisme yang satu dengan organisme lainnya terjadi pengalihan energi dengan cara memakan dan dimakan. maka kutu disebut konsumen ketiga. Suatu organisme. Jika pada kucing ada kutunya.

Menjelaskan rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Struktur trofik dan piramida ekologis d. Rantai makanan. Kaitan Modul Modul V ini membhasa tentang rantai makanan dalam ekosistem. dan tingkat-tingkat trofik b. Kestabilan ekosistem hanya dapat dicapai dengan pengalihan energi dan siklus materi/hara melalui rantai makanan. dan IV D. Metabolisme dan ukuran individu c. Modul V ini masih sangat terkait dengan materi modul I. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Rantai makanan Adalah pengalihan energi dari sumbernya yaitu tumbuhan (produser) ke organisme lain melalui sederetan organisme yang memakan dan dimakan. Namun karena adanya kucing atau hewan lain yang memakan tikus. Adanya pengalihan energi dan materi/hara dari organisme yang satu ke organisme yang lain melalui makan dimakan. mahasiswa dapat: 1. dan menyebutkan tingkat trofiknya pada setiap ekosistem tersebut. RUANG LINGKUP ISI a. Misalnya jika tikus dapat berkembang terus tanpa ada pengendalian. maka akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi oleh mikro organisme (decomposer) menjadi unsure-unsur hara yang kemudian diserap kembali oleh organisme produser di dalam suatu ekosistem.Jika konsumen mati atau menjadi bangkai.. juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. jaring makanan. didalamnya terjadi arus energi dan suklus materi merupakan landasan dasar pada suatu ekoistem. 183 . III. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi C. maka hal tersebut tidak akan terjadi. II. B. maka akan mengakibatkan tikus-tikus itu akan kehabisan makanan dan akan mati kelaparan.

Oleh karena itu. Pada setiap pemindahan (transfer) sebagian (80-90 %) dari energi potensial (makanan) hilang sebagai panas. Menerangkan empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi BAB II. Menerangkan dan memberikan contoh struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem darat dan air 3. Rantai makanan perumputan (grazing food chain). dimulai dari tumbuhan/tanaman sebagai dasar lalu ke herbivora yang merumput (organisme yang memakan tumbuhan/tanaman hidup) dan terus ke karnivora kecil kemudian dimakan karnovora besar (pemakan binatang). yang dapat diubah menjadi biomas. makin besar energi yang tersedia bagi populasi itu. jarring makanan. dan tingkat-tingkat trofik Rantai makanan (food chain) adalah pemindahan (transfer) energi makanan dari sumbernya (tumbuh-tumbuhan) melalui serangkaian organisme yang memakan dan dimakan. atau makin dekat konsumer dengan permulaan rantai makanan (tumbuhan). yaitu berat hidup. Rantai makanan.2. Rantai makanan terdiri dari dua tipe dasar. PEMBAHASAN A. yaitu: 1. makin pendek rantai makanan ini. 184 . termasuk persediaan makanan dan untuk digunakan untuk bernafas. Materi/Isi a.

yaitu: 1. Contoh jaring-jaring makanan yang sederhana (Gambar 1) Gambar 1 Gambar 1. yang hidup sebagai parasit. Rantai saprofit. dimulai dari organisme besar kepada organisme kecil. hubungan antara produsen. Rantai makanan perombakan (detritus food chain). Rantai pemangsa. rantai makanan dibagi atas tiga macan. Rantai makanan tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurut Resosoedarmo. Rantai parasit. et al. 2. 3. Landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. konsumen. tapi saling berkaitan yang satu dengan lainnya sehingga membentuk jaringjaring makanan.2. kepada hewan yang lebih besar dan terakhir pada hewan yang terbesar. dimulai dari hewan kecil sebagai mata rantai pertama. berjalan dari organisme mati ke mikro organisme. dan perombak dalam suatu daur materi dan energi. 185 . Jaring-jaring makanan. (1990). dimulai dari bahan-bahan yang mati lalu ke mikro organisme pemakan detritus (bahan organicyang hancur) dan predaornya.

Tumbuhan hijau daun adalah produsen primer.

Dalam proses daur materi dan energi seterusnya, produsen primer ini

merupakan makanan konsumer primer (herbivora) ialah hewan pemakan tumbuhan seperti burung, kelelawar, kupu-kupu, lebah, sapi, dan lainnya. Selanjutnya konsumer primer akan menjadi mangsa dari konsumer sekunder yaitu predator (karnivora). Baik produser, herbivora, dan karnivora atau predator apabila telah tua atau mati akan mengalami pembusukan, dan perombakan oleh decomposer (mikro organisme, misalnya bakteri atau jamur) menjadi bahan organic yang lebih sederhana, sampai akhirnya menjadi unsureunsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme produser (tumbuhan/tanaman). Suatu komunitas alamiah, seekor pemangsa (predator) sangat funsional dalam mamaelihahara keseimbangan dengan populasi binatang yang dimangsa. Dalam keseimbangan seperti itu misalnya populasi kijang yang lamban dengan mudah menjadi mangsa harimau sehingga yang tinggal hidup adalah kijang-kijang yang sehat. Populasi kijang hanya ada yang sehat justru karena adanya populasi harimau (pemangsa). Begitu pula padang rumput akan berada dalam dalam pertumbuhan yang sehat karena terbatasnya populasi kijang yang memakan rumput tersebut. Harimau yang lamban akan mati kelaparan karena kijang yang masih hidup hanyalah kijang-kijang yang sehat dan gesit serta tidak akan tertangkap atau dimangsa oleh harimau yang lamban atau lemah. Akhirnya harimau yang dapat bertahan hidup hanyalah populasi harimau yang sehat. Sehingga yang ada dalam komunitas alamiah hanyalah populasi harimau yang sehat. Komponen yang sehat-sehat memberikan situasi dan serasi antara satu dengan yang lainnya. Transfer energi dan materi pada setiap komponen biotik: MATAHARI (Sumber energi) ↓ PRODUSER (R dan D) ↓ 186 = R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Karena organismenya mati

HERBIVORA (R, D, F) ↓ KARNIVORA I (R,D,F) ↓ KARNIVORA II (R, D, F)

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran R ; energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

Di dalam komunitas-komunitas yang kompleks, organisme-organisme yang makanannya dari konversi energi matahari dengan jumlah langkah yang sama dikatakan termasuk kedalam tingkat trofik yang sama. Aliran energi berdasarkan trofik dalam suatu ekosistem mempunyai jarak transfer makanan tertentu dari sumber energi, menempati suatu tingkat trofik tertentu, sebagai berikut: Tingkat Trofik I, adalah tumbuhan hijau, yaitu menangkap cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan di sebut PRODUSER. Tingkat Trofik II, HERBIVORA, organisme yang mencernakan bahan-bahan tumbuhan hidup sebagai makanannya untuk mendapatkan energi. Terdidri dari jamur parasit pada tumbuh-tumbuhan hingga seekor gajah. Tingkat Trofik III, KARNIVORA KECIL (I), yaitu binatang yang memperoleh energi dari memakan herbivora. Bisa terdidri dari serangga, laba-laba sampai elang, tikus 187

Tingkat Trofik IV, KARNIVORA BESAR (II), organisme memperoleh energi dengan memakan karnivora-karnivora kecil, yang dimulai dari ular, burung hantu sampai harimau dan singa. Jadi energi dipindahkan selangkah demi selangkah lebih jauh dari sumber semula, yaitu energi cahaya matahari. Beberapa binatang, seperti beruang dan juga manusia adalah omnivora kadang-kadang memakan tumbuhan dan kadang-kadang memakan binatang lain. Bakteri, protozoa, jamur, dan binatang-binatang kecil lainnya, menggunakan tumbuhan dan hewan yang mati sebagai makanannya disebut Dekomposer atau perombak. Dekomposer yang menguraikan bahan dan senyawa organic menjadi senyawa yang sederhana hingga menjadi unsure hara dan kembali ke lingkungan, juga menggunakan energi dan membawanya ke langkah yang lebih jauh dari sumbernya. Pada ekosistem darat, kebanyakan decomposer hidup dipermukaan atau di lapisan atas tanah, mengubah bahan mati menjadi humus dan akhirnya menjadi mineral, gas-gas, dan air untukm selanjutnya diserap oleh akar tanaman. Pentingnya decomposer tidaklah diragukan. Tanpa mereka, bahan-bahan mati akan tertumpuk, unsur-unsur hara akan terikat pada organismenya yang telah mati atau menjadi bangkai (sisa tanaman dan hewan). Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang hara (Recyvling) hara dalam ekosistem. Kualitas sumberdaya (ekosistem) dapat ditingkatkan dengan melibatkan konsumer yang dapat menyalurkan unsur hara dan memproduksi hormon-hormon yang menguntungkan pertumbuhan. Sebagai contoh penggunaan mikroba seperti jamur mikoriza yang menyalurkan hara P kepada akar pohon sebagai penukar makanan berkualitas tinggi yang diperoleh dari tumbuhan. Demikiaan juga penggunaan bakteri rizhobium pada tanaman kacang-kacangan, dapat menfiksasi N dari udara yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. Produser dan konsumer mendapatkan keuntungan dari pembagian ini. Interaksi tumbuhan/tanaman dengan mikroba disebut mutualisme. Beberapa zat makanan terkonsentrasi pada tiap tingkat trofik di dalam rantai makanan. Pengkonsentrasian zat atau senyawa pada rantai makanan sering disebut magnifukasi biologis atau pembesaran biologis. Contoh adanya unsure rsdioaktif, logam berat dan 188

Makin kecil organismenya. tetapi kualitas energi dalam jumlah kalori energi matahari yang digunakan meningkat dari 1-10. Sifat racun berjangka panjang dari residu DDT.000. Pada Gambar 2. Jadi. Sepuluh ribu cahaya matahari diperlukan untuk menghasilkan 1 kilokalori energi predator. tetapi kualitas energi untuk menjalankan pekerjaan meningkat dengan tiap-tiap konversi. Gambar 2/////// 189 . Akibatnya makin kecil biomassanya yang dapat ditopangnya pada suatu tingkat trofik tertentu di dalam ekosistem. (1985). Metabolisme dan ukuran individu Biomas dinyatakan sebagai jumlah berat kering atau jumlah nilai kalori organisme yang terdapat pada suatu waktu tertentu yang dapat ditopang oleh arus tetap dari energi di dalam rantai makanan amat tergantung pada pada ukuran organisme masing-masing.pestisida dalam rantai makanan. Contoh kasus. menunjukkan bahwa dalam satu rantai makanan alami penurunan energi melalui tiap-tiap tingkat dari 106 kilokalori/m2 masukan matahari hingga 100 atau kurang pada tingkat predator. dan sebagainya. Menurut Riyanto. makin besar pula biomassanya. pestisida DDT (pembunuh serangga) sering disebut insektisida DDT untuk mengendalikan nyamuk selama beberapa tahun di rawa-rawa. b. satu biomas kecil predator mempunyai kualitas energi 100 kali dari satu biomas kecil herbivora.. diperkirakan tercuci ke laut. et ala. ternyata residu yang beracun itu diserap`oleh detritus (bahan organic) dan menjadi terkonsentrasi dalam jaringan-jaringan hewan pemakan detritus yaitu pada ikan-ikan kecil. Jadi jumlah bakteri yang terdapat pda suatu saat akan jauh lebih kecil akan jauh lebih kecil daripada biomassa ikan atau mamalia sekalipun penggunaan energi untuk kedua golongan itu sama. lalu terkonsentrasi lagi pada burung pemakan ikan. Pada akhirnya melenyapkan populasi burung predator seperti elang. bahwa bahan bakar fosil memiliki kualitas atau potensi kerja 2000 kali dari cahaya matahari. makin besar metabolisme per gram (per kalori) biomassanya. Kuantitas energi menurun melalui rantai transfer. Sebaliknya makin besar organismenya. rajawali. secara tidak langsung menyebabkan kematian ikan dan margasatwa.

B = Rantai energi Metabolisme per gram biomas tumbuhan dan binatang kecil seperti ganggang. dan protozoa jauh lebih besar daripada laju metabolic organisme-organisme besar seperti pohon atau binatang vertebrata.Gambar 2. bagian-bagian yang penting dari satu komunitas bukan organisme-organisme yang besar tetapi sedikit. Di dalam banyak hal. Peningkatan kualitas dengan penurunan kuantitas yang terjadi pada dua rantai aliran energi yang dimulai dari matahari. tetapi justru organisme kecil yang banyak yang seringkali tidak tampak oleh mata. bakteri. dari segi metabolisme. Hal tersebut berlaku untuk fotosintesis dan respirasinya. Jadi ganggang kecil 190 . A = Rantai makanan.

Piramida biomas dapat memberikan gambaran yang lenbih baik tentang hubungan tingkat-tingkat trofik pada rantai makanan. Demikian juga crustaceae kecil (zooplankton) yang memakan ganggang dapat memiliki respirasi total yang sama dengan apa yang dimiliki oleh sapi yang berlipat ganda beratnya di padang penggembalaan. Piramida jumlah. hutan. Piramida energi. terumbu karang dan sebagainya. didasarkan pada jumlah berat kering. 2. Contoh danau. yaitu: 1. c. dimana tingkat pertama atau tingkat produser merupakan dasar dari tingkat-tingkat berikutnya yang membentuk puncaknya. Piramida-piramida ekologis terdiri atas tiga tipe. Biomassa bersifat kualitatif. Ukuran individu menentukan besarnya metabolisme suatu organisme. Memberikan gambran kasar tentang efek hubungan rantai makanan. Semakin kecil ukuran suatu organisme semakin besar metabolimenya per gram biomassa. berdasarkan kecepatan arus energi dan produktivitas tingkat-tingakat trofik yang berurutan.(fitoplankton) di dalam kolam yang beratnya hanya seberapa pada setiapsaat dapat memiliki metabolisme yang sama besar dengan pohon-pohon yang bervolume lebih besar di dalam hutan-hutan atau jerami di padang rumput. Piramida biomassa. Piramida jumlah sangat bervariasi pada komunitas berlainan. (c). nilai kalori atau ukuran lain dari jumlah total bahan hidup. Memberikan gambaran menyeluruh tentang sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komonen biotic suatu ekosistem karena sesungguhnya jumlah dan berat organisme yang dapat ditunjang pada setiap tingkat trofik tergantung pada energi yang digunakan dan dihasilkan. (b). Struktur trofik dan fungsi trofik dapat diperlihatkan dengan menggunakan “Piramida Ekologis”. 3. (a). lapangan penggembalaan. 191 . Struktur trofik dan piramida ekologis Fenomena interaksi antara rantai makanan dan hubungan metabolisme dan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas memiliki struktur trofik tertentu yang seringkali khas untuk tipe ekosistem tertentu. berdasarkan jumlah individu peratuan luas.

Contoh ekosisstem pertanian. akuakultur.d. Karena energi adalah suatu penyebut umum dan factor penentu terakhir di dalam semua ekosistem.000 kilokalori/m2 c. Ekosistem yang ditunjang oleh energi matahari dan dibantu oleh manusia.000 kilokalori/m2 B.000 – 40. Ekosistem alam yang ditunjang energi matahari dan dibantu oleh energi alam lainnya. dan pola hidup manusia. dan menyebutkan tingkat trofiknya dengan tepat. pola fungsional dan proses pertumbuhan. b.000 – 3000. Arus energi tahunan100. Arus energi tahunan 1000 – 10. Pada sistem-sistem ini sumber energi utama adalah minyak bumi.000 kilkalori/m2 d. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Sumber dan kualitas energi yang tersedia menentukan jenis dan jumlah organisme. beberapa hutan hujan. Indikator Penilaian a. Memberikan satu contoh rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Atas dasar ini. tanpa subsidi dan hanya ditunjang oleh energi cahaya matahari. Menerangkan dengan tepat struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem dan memberikan contoh. Sistem ini merupakan pencetus kemakmuran. hutanhutan di dataran tinggi. Contoh laut terbuka. tanpa subsidi energi. Pada ekosistem darat dan ekosistem air. Menerangkan dengan tepat empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi 192 . menghasilkan kelebihan bahan organic.000 – 40. c. Ekosistem alam.000 kilokalori/m2 b. namun juga merupakan sumber pencemaran. Arus energi tahunan 10. a. Sistem ini memproduksi makanan dan serat dengan dukungan energi tambahan seperti minyak bumi atau energi lain yang ditambahkan oleh manusia. Arus energi tahunan 10. Estuaria pasang surut. Sistem-sistem industri perkotaan yang ditunjang oleh tenaga bahan bakar fosil atau bahan bakar organic atau bahan bakar nuklir. dibedakan 4 kelas dasar ekositem. Contoh.

193 .

Rantai makanan atau jaring-jaring makanan/hara biasanya memiliki ratusan jenis yang saling di pertautkan oleh kebiasaan makan. tanah. karnivora besar. Pada pertukaran energi antar organisme. tetapi berhubungan satu sama lainnya membentuk jarringjaring makanan. Herbivora dan karnivora digabungkan menjadi konsumen (consumer) atau biofag (biophage) yang memakan organisme hidup. dan decomposer menunjukkan tingkat-tingkat trofik. sebab pada jarring-jaring makananlah terjadi alih energi dan alih materi/hara. Aliran energi dan siklus hara mempunyai pola hubungan dengan lingkungan abiotik pada suatu ekosistem. Semakin pendek rantai makanan itu semakin dekat jarak antara organisme dari permulaan dan organisme pada ujung rantai. Satu populasi tertentu dapat berada sekaligus pada lebih dari satu tingkat trofik.BAB III. Dekomposer (decomposer) atau safrofag yang makan bahan organic mati. Hara-hara ini ada melalui jaring-jaring atau rantai makanan yang sebagian besar kembali ke lingkungan dalam bentuk anorganik dengan melapuknya bahan organic yang mati. atau endapan di dalam tanah. Jaring-jaring makanan adalah satuan dasar ekosistem. Rantai makanan tersebut tidaklah berjalan sendiri dan terpisah. maka semakin besar pula energi yang dapat disimpan dalam tubuh organisme di ujung akhir rantai serta dapat menghilang melalui proses respirasi oleh organisme tersebut. PENUTUP Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian organisme dengan saling makan memakan. juga dijumpai pertukaran hara antar organisme dengan lingkungan abiotik. Sebagian besar hara berputar dalam ekosistem. karnivora kecil. Energi mengalir di dalam ekosistem yang dimulai dari luar yaitu energi dari cahaya matahari dan sebagian juga energi itu hilang dari ekosistem sebagai panas melalui respirasi. herbivora. merupakan perombak yang memakan organisme mati Misalnya rayap mungkin sebagai konsumer kecil sekaligus 194 . sebagian besar energi terpencar sebagai energi panas. Produser. Tumbuh-tumbuhan memperoleh hara dari lingkungan anorganik dalam atmosfir. air. Dalam perpindahan energi dari organisme satu ke organisme lain.

Delmi. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur.E.N.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. M. I. dan Lingkungan. Yayasan Obor. Lembaga penerbitan. Riyanto. Jodjo. Komunitas. P. Saunders. Bumi Aksara. 1971. Prentice Hall. N. A. Kormondy.B. Indonesia Irwan. Hatta. Conceps of Ecology. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. 1985.L.H. Nurkin.J.M. Rahman. Kleden. W. B. Renwarin’ P. G. Universitas Hasanuddin 195 . ZD. Palenewan. Company. 1992. Ekolgi Dasar. E. Jakarta. Ekologi dan Biologi Tropika. Fundamental of Ecology. J. J. 1989. Odum. 1997. Siwondo. New Delhi. London.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful