LAPORAN

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Matakuliah: EKOLOGI UMUM

Oleh: Ir. N U R M AN, MP.

PROGRAM STUDI AGRONOMI JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2008

67

LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM
Angkatan IV Telah diperiksa dan disetujui Oleh Coash Clinic SCL Universitas Hasanuddin Makassar, 30 Agustus 2007

Coach,

Coachee,

Dr.Ir. Yunus Musa, MSc NIP. 131 287 796

Ir. Nurman, MP. NIP. 131 803 219

Mengetahui, Ketua LKPP-Unhas ub.Kepala PKPAI-Unhas

Ir. Machmud Syam, DEA NIP. 131 637 597
68

. Kontrak Pembelajaran ............. Kompetensi Lulusan Kurikulum PS ............................................................................................................................... Lembar Konsultasi.................................... 8.................................................................................aman 1 2 3 5 16 36 42 Halaman Pengesahan ........ 7.................. Daftar Isi .......................... Rencana Pembelajaran Matakuliah ................... Hal............Daftar Isi No 1................................................................................................................ 2. 5..................................................................................................... 69 ..... 6........................................... 4........ Tabel Rencana Penilaian Kinerja Mahasiswa ......................................................................................................................

Menguasai penerapan teknik-teknik perencanaan. Menguasai penerapan teknik-teknik budidaya tanaman c. Mengerti dan memahami sain dasar b. Mampu berkomunikasi secara efektif a. agama. tata nilai. etika. Menguasai penerapan teknik-teknik produksi benih dan pengelolaannya untuk menghasilkan benih bermutu e. Mampu berkomunikasi secara efektif.KOMPETENSI Lulusan Program Studi KELOMPOK KOMPETENSI NO 1. Menguasai penerapan teknik-teknik pengaturan tanaman untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan g. Menguasai penerapan teknik-teknik pemuliaan tanaman d. KOMPETENSI UTAMA 3. Menguasai penerapan sain dasar dalam bidang pertanian b. dan perencanaan pengelolaan lanskap f. Mengerti dan memahami tentang interaksi tanaman dan lingkungan c. Mengerti dan memahami tentang hubungan anatara tanaman dan iklim a. . Menguasai penerapan teknik-teknik perlindungan tanaman yang berorientasi ramah lingkungan Menguasai secara aktif pengoperasian komputer √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 70 ELEMEN KOMPETENSI b c d e 2. desain. dan tanggung jawab profesional. 4. moral. RUMUSAN KOMPETENSI a a. Menjungjung tinggi norma. b.

6. b. pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya 71 . KOMPETENSI LAINNYA a. 12. landasan kepribadian. 10. c. e. sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. KOMPETENSI PENDUKUNG 8. d. 7. kemampuan berkarya. 11.5. 9. baik sebagai pimpinan maupun sebagai anggota dalam tim kerja Kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan kerja Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengelaman yang diperoleh selama menempuh studi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ ELEMEN KOMPETENSI: a. Mampu untuk mengembangkan diri dan mampu berfikir logis dan analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional Kemampuan dalam penguasaan bahasa Inggeris Kemampuan dalam penguasaan sofware dan hardware computer Kemampuan bekerjasama. Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat dilingkungan kerja b. penguasaan ilmu dan keterampilan.

dan kemutakhiran bahan pustaka . dan Cara-cara pendekatan Ekologis Indikator Penilaian . DL Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Tata tertib perkuliahan. Ruang Lingkup. Materi Pembelajaran Kontrak perkuliahan dan rencana pembelajaran Pengertian Ekologi. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. terbentuknya kelompok dan memilih ketua kelompok Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi.Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. Bobot Nilai (%) Minggu Ke: 1 2.RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK NAMA MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM Kompetensi Utama Kompensi Pendukung Kompetensi lainnya : Mengerti dan memahami sain dasar : Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) : Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi Bentuk Pembelajaran Kuliah. dan Diskusi Kuliah + Tugas Kajian Pustaka.Menyebutkan dngan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian 5% 72 .

Struktur ekosistem darat dan air.Membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan disertai contoh . Proses produksi. organisme yang terlibat dalam dekomposisi bahan organik dan manfaatnya dalam ekosistem disertai contoh Bobot Nilai (%) 12% 73 . Komponen ekosistem. dan CL.Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis . Proses Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentase + SGD. Manfaat dekomposisi di dalam ekosistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi biologis Indikator Penilaian . Struktur Ekosistem. Komponen Ekosistem.Menjelaskan dengan tepat proses Produksi. Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Memahami konsep sistem dan ekosistem. dekomposisi. Dekomposisi. Materi Pembelajaran Konsep Sistem dan Ekosistem.Minggu Ke: 3-4.

netto. Dapat menjelaskan perilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem.Dapat memberikan contoh tentang perubahan bentuk energi . DL. Kualitas Energi. Rantai Makanan. dan sekunder dan disertai contoh . Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi.Mendefinisikan dengan tepat kualitas energi . Dapat mendefinisikan kualitas energi.Membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Bobot Nilai (%) Tingkat Trofik. Jaring Makanan. Netto. Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. dapat membedakan produktivitas primer. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. Lingkungan Energi. 16% 74 . bruto. bruto.Mendefinisikan dengan tepat tentang energi disertai contoh . Pengertian Produktivitas Primer. Bruto.Minggu Ke 5-6 Materi Pembelajaran Pengertian Energi.Memberikan satu contoh untuk menjelaskan konsep daya dukung . netto. dan Sekunder.Dapat memberikan contoh mekanisme rantai makanan dalam ekosistem . dan sekunder. CL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan tentang Energi. Indikator Penilaian .Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramida ekologi dalam ekosistem . Struktur Trofik dan Piramida Ekologi.Ketepatan dalam menjelaskan pengertian produktivitas primer. dan Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD.

dan CS Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh.Menyebut dengan tepat minimal 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organosme . Hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi.Menyatakan taraf toleransi nisbi suatu organisme terhadap lingkungan atau makanan dengan mempergunakan kata awalan steno dan eury dan disertai contoh . . Taraf toleransi nisbi suatu organisme. Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya. Indikator Penilaian .Minggu Ke 7-8 Materi Pembelajaran Faktor pembatas dalam ekosistem. Faktor lingkungan.Menerangkan dengan jelas disertai contoh hubungan organisme dan lingkungannya . hubungan lingkungan dan organisme Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme. CL.Dapat menyebut 9 unsur hara makro dan 6 unsur hara mikro serta fungsinya untuk pertumbuhan organisme Bobot Nilai (%) 12 % 75 .Menyebut dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dan dilengkapi dengan contoh-contoh .Menerangkan dengan tepat 5 azas tambahan hukum toleransi Shelford disertai contoh .

Ketepatan menjelaskan komposisi udara yang dianggap sudah tercemar disertai contoh . air. Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia.Ketepatan menjelaskan pengertian siklus biogeokimia disertai contoh . siklus air dan karbon. Dapat memahami siklus karbon dan air. siklus Nitrogen. siklus fosfat. siklus sulfur Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Pencemaran udara. CL. Dapat memahami pencemaran udara.Minggu Ke 9 Materi Pembelajaran Siklus biogeokimia. dan sulfur dari sunber pustaka yang mutakhir .Menyebutkan dengan tepat jenis mikroba yang berperan dalam siklus karbon. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia Indikator Penilaian . fosfat. nitrogen dan sulfur Bobot Nilai (%) 8% 76 . fosfat. SGD. siklus fosfat.Membuat sketsa/bagam dengan tepat dan menjelaskan siklus karbon. siklus nitrogen.

Konsep laju.Minggu Ke 10 Materi Pembelajaran Sifat populasi. CL. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi .Membedakan dengan jelas kerapatan kotor dan kerapatan ekologis disertai contoh . SGD.Menjelaskan dengan tepat tentang fluktuasi populasi Bobot Nilai (%) 10. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan populasi.5% pada ekosistem.Mendefinisikan dengan tepat pengertian populasi disertai contoh . Natalitas. fluktuasi dan Pertumbuhan populasi Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. 77 . Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas.Menghitung tingkat natalitas dan mortalitas dengan rumus dan contoh . Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. Dapat memahami konsep laju instrissik. Kepadatan populasi. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi Indikator Penilaian . Dapat menjelaskan perkembangan populasi.Menjelaskan dengan tepat faktor yang mempengaruhi berkembangnya populasi . Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis.Menjelaskan dengan tepat disertai rumus tentang konsep laju instrinsik. Penyebaran umur dan pertumbuhan alami. Laju instrinsik. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. Mortalitas.Mempraktekkan dan menjelaskan 5 metode dengan tepat untuk mengukur kepadatan populasi . DL.

CL. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. dan PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menjelaskan dentitas populasi.Meyebutkan dengan tepat sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial organisme misalanya burung menurut niche . Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. DL.Menyebutkan dan menggambar pola-pola penyebaran populasi . Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Indikator Penilaian .Menjelaskan dengan benar pentingnya optimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Bobot Nilai (%) 9% 78 . Pola-pola penyebaran.Minggu Ke 11 Materi Pembelajaran Aksi densitas independen dan densitas dependen.Menerangkan dengan jelas aksi dentitas independen . sifat dan cara hidup Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.Menjelaskan dengan tepat metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggorombolan populasi . Pengumpulan agregasi dan asas Allee. isolasi dan teritorialitas. SGD. Pembagian energi.Menerangkan dengan tepat penyebab pengolompokan populasi dan memahami asaz Allee disertai contoh .

Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi komensalisme. parasisitisme. predasi. Dapat menjelasskan peranan alelopati. Peranan allelopati.Menjelaskan secara singkat dan tepat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi disertai contoh . dan parasitisme. koperasi. CL. Kompetisi interspesifik dan koeksistensi.Membedakan dengan jelas setiap tipe-tipe interaksi antara jenis . dan herbivori. parasitissme dan herbivori dalam ekosistem disertai contoh.Menyebutkan dengan tepat 9 tipe interaksi antara jenis disertai contoh . dan mutualisme Bobot Nilai (%) 9% 79 . herbivori. koperasi. Peranan komensalisme. Dapat menjelaskan peranan komensalisme.Minggu Ke 12 Materi Pembelajaran Tipe-tipe interaksi antara 2 jenis organisme. koperasi. SGD.Membedakan dengan tepat predasi dan parasitisme disertai contoh . . predasi. Dapat membedakan tipetipe interaksi antara jenis.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi alelopati. DL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis. dan mutualisme Indikator Penilaian . predasi. dan mutualiasme Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.

komunitas di dalam ekosistem yang utuh.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai peranan genetik dalam komunitas .Membedakan secara tepat ekotone dan edge effect . .memadukan biologi populasi dan pengetahuan ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas.Menyebutkan dengan tepat 2 komponen konsep keanekaragaman jenis . Pengetian dan peranan ekotone. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik. Keanekaragaman jenis dan polanya di dalam komunitas. SGD. Pengertian dan peranan edge effect. niche ekologi. niche ekologi. Indikator Penilaian . niche ekologi. .Minggu Ke 13. dan guild. dan guild. Dapat membedakan ekotone dan edge effect.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai struktur komunitas pada abad yang silam Bobot Nilai (%) 10. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat membedakan konsep habitat. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis.Membedakan konsep dengan tepat tentang habitat. Materi Pembelajaran Konsep habitat. DL.5 % 80 . Struktur ekosistem dalam abad-abad yang silam. Kajian populasi.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai hubungan komunitas terhadap gradien geografik . CL. Hubungan populasi dan komunitas terhadap gradien geografik. dan guild disertai contoh.Menyebutkan dengan tepat 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas dalam waktu yang singkat. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas.

PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan suksesi. Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. SGD. Seleksi kualitatif dan kuantitatif.Menerangkan dengan tepat dan lancar jenis-jenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Bobot Nilai (%) 4% 81 . CL.Membedakan dengan tepat suksesi primer dan suksesi sekunder disertai contoh . Materi Pembelajaran Suksesi. Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik. Suksesi heterotropik. dan klimaks. DL.Mendefinisikan dengan tepat istilah suksesi.Membedakan dengan tepat dan lancar suksesi allogenik dan suksesi autogenik disertai contoh .Minggu Ke 14. Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder. Konsep klimaks. Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. sere. sere. dan klimaks disertai contoh . Indikator Penilaian . Allogenik dan Autogeneik.

Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami.Menjelaskan dengan tepat dan lancar tentang seleksi buatan dan seleksi alami dan disertai contoh .Menerangkan dengan tepat terjadinya evolusi biosfir disertai contoh . Seleksi alamiah dan seleksi buatan.Menjelaskan dengan tepat pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi disertai contoh .Membedakan dengan tepat tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika . CL. Dapat menerangkan koevolusi. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika.Minggu Ke 15 Materi Pembelajaran Evolusi biosfir. Membedakan tipe hutan tropika dan hutan musim tropika. Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria Indikator Penilaian . Sifat khas wilayah estuaria Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Komposisi vegetasi pada berbagai ketinggian. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. SGD. Relevansi perkembangan ekosistem dan teori evolusi biosfer terhadap ekologi manusia. Koevolusi.Menjelaskan dengan tepat sifat-sifat khas wilayah estuaria- Bobot Nilai (%) 4% 82 . Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir.

6. Nurman. 3. ekologi dan ekologi menyebutkan perairan organisme membedakan dalam bidang komponen disertai yang terlibat dengan tepat pertanian ekosistem contoh (2%) dalam baik dari segi dekomposisi istilah (1%) stratum bahan ekonomi dan maupun segi organik dan ekologi biologis manfaatnya (2 %) dalam (5 %) ekosistem disertai contoh (5 %) No NIM Nama Mahasiswa 1. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 Erwin Indrajit Sulaik Abd. H Idar Badaruddin Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari 83 . MP.NAMA MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM KODE/NAMA DOSEN : Ir. 4. JUMLAH PESERTA : 26 orang (2-4) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan dapat membedakan istilah ekologi dan ekonomi. Proses produksi. Sruktur ekosistem darat dan air. manfaat dekomposisi di dalam eksistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi (12 %) Ketepatan Menyebutkan Kemutakhiran Mendefinisikan Membedakan Menjelaskan struktur dengan tepat penjelasan dengan tepat daftar pustaka dengan tepat konsep sistem ekosistem proses tentang satu contoh (2%) dan ekosistem darat dan Produksi. pengertian penerapan dan ekosistem dekomposisi. dekomposisi. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. 2. 5. (5 %) Memahami konsep sistem dan ekosistem.

17. Shaleh Mardhiyah Reski Ramadhany Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 84 . G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi Arminingsih M. 12. 18. 13. 26. 21. 8. 14.Moh. 15. 23. 24. 16.7. 22. 25. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 20. 19. 10. 9. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 11.

dapat membedakan produktivitas primer.Moh. 8. 4. Dapat menjelaskan prilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. dan sekunder. 2. dan Dapat menjelaskan konsep daya dukung. energi piramida konsep (2 %) dan sekunder (2 %) ekologi daya (2%) dan disertai dalam dukung contoh (2 %) ekosistem (2%) (2 %) No. 3. H Idar B.(5-6) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa Dapat mendefinisikan tentang Energi. 12. kualitas dan kan (2 %) energi ekosistem bruto. netto. 10. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. Dapat mendefinisikan kualitas energi. 13. (16 %) Mendefinisikan Dapat Ketepatan Dapat Mende Menerang Memberi Membuat dengan tepat memberikan dalam memberikan finisika kan dengan kan satu klasifikasi tentang contoh contoh menjelaskan n tepat contoh ekosistem tentang energi rantai pengertian dengan struktur untuk berdasarkan perubahan disertai produktivitas makanan tepat ekologis menjelas energi contoh (2 %) bentuk dalam primer. 6. 7. bruto. M. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. NIM 1. Rifki Z 85 . 5. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. netto. 11. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 9. 14.

Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 86 . Shaleh Mardhiyah Reski R. 24. 25. 16. 17. 18. 23.15. 26. 20. 21. 22. G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 19.

3. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme (12 %) Menerangkan Menyebut 9 Menyebut Menerangkan Menyatakan Menyebut dengan jelas unsur dengan dengan tepat taraf toleransi dengan tepat disertai contoh hara makro tepat hukum 5 azas nisbi suatu minimal 4 hubungan dan 6 unsur minimum tambahan organisme faktor organisme dan hara Leibig dan hukum terhadap lingkungan lingkungannya mikro serta hukum toleransi lingkungan atau yang fungsinya toleransi Shelford makanan mempengaruhi (2 %) untuk Shelford dan disertai dengan pertumbuhan pertumbuhan dilengkapi contoh (2 %) mempergunakan dan organisme dengan kata awalan perkembangan (2 %) contohsteno dan eury organosme contoh (2 %) dan disertai (2%) contoh (2 %) No. NIM Nama Mahasiswa 1.(7-8) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 11. M. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi. 10. H Idar B. 5. 4. 2. 9. 6. Darmawan 87 . Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya. 8. 7. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.

13. 24.12. 26. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 88 . 22. 20. 16. 25. G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Ihsan Arhan Risqa Andika A. 23. 14. 17. 18. 19. 21. 15.Moh. Shaleh Mardhiyah Reski R. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M.

M. 15. sulfur (2. NIM Nama Mahasiswa 1. siklus fosfat. 4. 7. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. air. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 9. Dapat memahami siklus karbon dan air. 14. 12.5 %) contoh (1.5 %) sunber pustaka yang mutakhir (2. dan sulfur dari (1.5 %) disertai contoh fosfat. 11. 5. 13.5 %) No. 3. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A.9) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. Dapat memahami pencemaran udara. nitrogen dan disertai sudah tercemar siklus karbon.Moh. 10. H Idar B. 16. 6. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia (8 %) Ketepatan Ketepatan Membuat Menyebutkan dengan tepat menjelaskan menjelaskan sketsa/bagam jenis mikroba yang pengertian siklus komposisi udara dengan tepat dan berperan dalam siklus biogeokimia yang dianggap menjelaskan karbon. 2. 8. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik 89 . siklus nitrogen. fosfat.

26. 24. 22. 19. 25. G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rezal M. 20. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 90 .17. 21. 18. Shaleh Mardhiyah Reski R. 23.

11.5 %) No.5 %) Mendefinisikan Membedakan Mempraktekkan Menghitung Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas dan tingkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat tentang pengertian kerapatan menjelaskan 5 natalitas dan faktor yang disertai fluktuasi mempengaruhi rumus populasi dan kotor dan metode dengan mortalitas populasi berkembangn tentang disertai contoh kerapatan tepat untuk dengan pada ya populasi ekologis mengukur rumus dan konsep laju (1 %) ekosistem. 3. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. (1. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi (10. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. 9. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. H Idar B. 10. 7. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika 91 . NIM Nama Mahasiswa 1. Dapat memahami konsep laju instrissik.(10) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat mendefinisikan populasi. M. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 13. Dapat menjelaskan perkembangan populasi. 6. 5. 4. 8. 12.5 %) (1 %) penyebaran contoh (2 %) populasi (2 %) (1 %) umur dan pertumbuhan populasi (1. disertai kepadatan contoh instrinsik. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 2.

22. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 92 .Moh. Shaleh Mardhiyah Reski R. 15. 16. 17. 26. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 19. 20. 25. 24. G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 A. 18. 23. 21.14.

5 %) populasi dan derajat memahami klasifikasi serta dengan tepat penggorombolan asaz Allee teritorial penambahan populasi disertai contoh organisme waktu (1. 13. 8. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi (9 %) Menerangkan Menyebutkan Menjelaskan Menerangkan Meyebutkan Menjelaskan dengan jelas dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan benar aksi dentitas menggambar metode untuk penyebab sebab-sebab pentingnya independen pola-pola menentukan pengolompokan terjadinya optimasi penyebaran tipe tata ruang populasi dan isolasi dan energi (1.(11) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menjelaskan dentitas populasi. 9. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 6.Moh. M. 4. 11. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. 2. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. NIM Nama Mahasiswa 1.5 %) misalnya untuk (1. 5. 7. 3. H Idar B.5 %) (1. 10.5 %) burung reproduksi menurut (1 %) niche (2 %) No. Rifki Z 93 . G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 12. 14.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. Shaleh Mardhiyah Reski R. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar

94

(12) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis; Dapat membedakan tipe-tipe interaksi antara jenis; Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi; Dapat menjelaskan peranan alelopati, predasi, parasisitisme, dan herbivori; Dapat menjelaskan peranan komensalisme, koperasi, dan mutualisme (9 %) Menyebutkan Membedakan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas secara singkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat 9 tipe setiap tipe- dan tepat predasi dan dan lancar dan lancar interaksi tipe interaksi tentang parasitisme peranan tipe peranan tipe antara jenis antara jenis kompetisi disertai interaksi interaksi komensalisme, disertai interspesifik contoh (1 %) alelopati, (1,5 %) koperasi, dan contoh dan predasi, mutualisme koeksistensi parasitisme (1,5 %) disertai dan herbivori (1,5 %) contoh dalam ekosistem (1,5 %) disertai contoh. (2 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009

Erwin I
Sulaik Abd. H

Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan Arhan Risqa A.
A.Moh. Rifki

95

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka M.K
Devi Sumarlik

Rezal M. S. Mardhiyah Reski R. Walies M S Ary M Riska D Sari Fera A Jumriani A
Dian Ekawaty

Akbar

96

5 %) Membedakan Menyebutkan Menyebutkan Menjelaskan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan konsep dengan tepat 2 dengan tepat 8 secara secara secara tepat secara Nama dengan tepat komponen keanekaragaman singkat dan singkat dan ekotone dan singkat dan Mahasiswa tentang konsep pola di dalam tepat tepat tepat edge effect habitat.5 %) dalam waktu hubungan peranan struktur guild disertai yang singkat. dan jenis (1. (1. 11. niche keanekaragaman komunitas mengenai mengenai mengenai (1%) ekologi. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin I Sulaik H Idar B. (10.5 %) 1.5 %) (2 %) No NIM . 5. komunitas genetik komunitas contoh. Dapat membedakan ekotone dan edge effect.5 %) geografik (1. Rifki Rifka M. 2. terhadap dalam pada abad (1. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas.K Devi S. 4. 7.(13) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat membedakan konsep habitat.5 %) gradien komunitas yang silam (1. 14. 16. 6. 97 . 8. Darmawan G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Ihsan A Risqa A. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. A. M. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas.Moh. 15. 3. dan guild. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam. niche ekologi. 12. Muh Taufik Hendarto R. 13. 9. 10. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik.

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R.
Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

98

(14) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat mendefinisikan suksesi, sere, dan klimaks; Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik; Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder; Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.(4 %) Mendefinisikan Membedakan Membedakan Menerangkan dengan tepat dan dengan tepat dengan tepat dan dengan tepat lancar jenis-jenis klimaks dan istilah suksesi, lancar suksesi suksesi primer dan faktor-faktor yang sere, dan klimaks allogenik dan suksesi sekunder mempengaruhinya (1 %) disertai contoh suksesi autogenik disertai contoh disertai contoh (1 %) (1 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

(1 %)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015

Erwin I
Sulaik H Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan A Risqa A.
A.Moh. Rifki

Rifka M.K
Devi S.

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R. 99

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

100

5 %) alami dan tropika (1%) komposisi (1%) disertai contoh vegetasi disertai contoh (1. 16. A. 17. 11. S.K Devi S. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 Erwin I Sulaik H Idar B. 9. Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami. M. 3. Dapat menerangkan koevolusi.5 %) (1 %) No. 10. Muh Taufik Hendarto R. Mardhiyah 101 . 5. 2. 6. NIM Nama Mahasiswa 1. 18. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. Rezal M. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. 15. 8. 14. 7. Darmawan Ihsan A Risqa A. 4. Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria (4 %) Menerangkan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat denga tepat dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat terjadinya lancar tentang tipe hutan hujan pengaruh sifat-sifat khas evolusi biosfir seleksi buatan tropika dan altitude wilayah estuaria disertai contoh dan seleksi hutan musim terhadap (0.Moh. 13.(15) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir. Rifki Rifka M. 12. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.

25. 20. 26. 23. Walies M S Ary M Riska D S Fera A Jumriani A Dian E Akbar 102 . 24. G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Reski R. 22. 21.19.

faktor pembatas pertumbuhan. struktur ekosistem darat dan air. ekosistem. dinamika populasi dalam komunitas. 6. MP. Mampu memahami konsep sistem dan ekosistem. Nurman. Mampu menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem dan mengkasifikasi ekosistem menurut energi. Mampu menerangkan struktur dan piramida ekologi. Matakuliah ekolgi umum membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep ekologi dan ekosistem dalam bidang pertanian. dan konsep daya dukung dalam ekosistem. energi dalam ekosistem. proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 3. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. 3. siklus biogeokimia.00 : PB 523 1. 5. dan perkembangan ekosistem. Mampu menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford serta taraf toleransi nisbi dari suatu organisme 103 . mempelajari hubungan organisme lingkungannya. kualitas energi. faktor lingkungan. Mampu mendefinisikan energi. DESKRIPSI MATAKULIAH Pengetahuan dasar mengenai ekologi yang bersifat umum. proses dekomposisi. produksi ekosistem. dan 2. : III : Kamis/11.20 – 13.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama Matakuliah Kode Matakuliah Pembelajar Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat : Ekologi Umum : 206 G113 : Ir. Mampu menjelaskan pengertian ekologi dan penerapan ekologi dalam bidang pertanian 2. produktivitas dan menjelaskan perilaku energi sesuai penerapan hukum Thermodinamika I dan II dalam ekosisstem 4. MANFAAT MATAKULIAH Matakuliah ini merupakan matakuliah dasar sebagai prasyarat matakuliah ekologi tanaman.

Mampu menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya 9.Amirullah Dachlan. Prof. peranan genetik dalam komunitas 15. Nurman. 13. Dr. SP. MS = DD 3. sebab-sebab terjadinya isolasi dan kalsifikasi teritorial serta pentingnya estimasi energi untuk reproduksi. Mampu menjelaskan dentitas populasi. MP = AD 5. MP = RF 4. Msi = KD 104 . Mampu mendefinisikan dan menjelaskan sifat-sifat populasi.H. Mampu memahami pencemaran udara. Mampu memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia 11. tipe tata ruang. Prof.Ir. = NS 2. penggerombolan populasi. MS. dan fakror-faktor yang mempengaruhinya 16.Ir. L. Rafiuddin. Ir.Dr. MS = AA 2. Nadira R.Dr.7.Dr. Ir. Hernusye C. 10. Prof. = HC 3.. Mampu menyebutkan 9 tipe interaksi antar jenis organisme dan fungsinya serta membedakan sifat antar jenis tersebut. MP. laju intrinsik. Laode Asrul. Mampu menjelaskan 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme 8. klimaks. Mampu menerangkan terjadinya evolusi biosfir dan hubungan altitude dengan komposisi vegetasi Dosen : Matakuliah ini terdiri atas 2 kelas paralel (A dan B) Kelas A : 1. Mampu menjelaskan konsep habitat. Dr.Ir.Ir. siklus hara. dan guild. azas Allee. = NM Kelas B : 1.Ir. niche ekologi. Hj. 12. Sennang.Ir. Mampu menjelaskan pengertian suksesi. Dr. 14.MSc. sere. siklus karbon dan air. Ambo Ala. Kaimuddin. Hj. Hari Iswoyo. pengertian siklus biogeokimia. MA = HI 4. Dahliana D. pertumbuhan dan perkembangan populasi. MP = LA 5.Hj. Ir. dan penyebaran umur populasi.

Faktor Pembatas Ekosistem 07. Produksi dan Dekomposisi Dalam ekosistem 01.4. N2. Agregasi. Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi 08. Sifat Populasi. hubungan populasi dan komunitas 11. Siklus Biogeokimia. Populasi Dalam Komunitas. Evolusi Biosfir dan Komposisi Vegetasi 12. Aksi densitas. Isolasi dan Teritorialitas 9. Azas Allee. Konsep habitat. dan Tingkat Trofik. PETA KEDUDUKAN MODUL 13. dan Guild. Faktor Lingkungan 04. S dan P 06. CO2. Pengertian Energi dalam Ekosistem 02. 03. niche ekologi. Rantai Makanan. Pola Penyebaran. Tipe-tipe interaksi antar 2 Organisme 10. Siklus Air. Pengertian ekologi. 105 . Suksesi dan Konsep Klimak 14. Konsep Sistem dan Ekosistem 05.

R. 5. 1971.5. Ujung Pandang 4. Mac. kajian pustaka. Suwondo. B. Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tuga-tugas yang diberikan dan dikumpul sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Delmi. Lephas Unhas. 1985. dan presentasi dituliskan dalam dokumen fortofolio matakuliah ini. Ujung Pandang 3. H. A. Fundamental of Ecology. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Nur Rahman. Lephas Unhas. Ekologi Dasar 1. Riyanto. Jodjo. Dan lain-lain 7. J. Ekologi Dasar 2. .Inc.H. (CS) dengan Sedang tugas-tugas perorangan digunakan metode kombinasi kuliah interaktif dan metode PBL. Kleden. Nurkin. M. STRATEGI PEMBELAJARAN Matakuliah ini menggunakan metode ceramah yang interaktif. Jan Renwarin. M.Millan Publiching Co. Nur Rahman. E. Odum.M.New York. Small Group Discussion (SGD). Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Discovery Learning (DL) dan Problem Based Learning (PBL) atau Case Study pemberian tugas-tugas pada setiap topik yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Hatta. 106 . 2. 1970. Kleden.P. A. Palenewan. B. 1985. Suwondo. 6. London 2. H. TUGAS 1. dan G. baik dari kuliah. Communities and Ecosystem. MATERI/BAHAN BACAAN 1. dipadu dengan metode Collaborative/ Cooperative Learning (CL). Dokumen pengalaman belajar mahasiswa. Jodjo. J. dan G. Hatta.L. Buku bacaan materi kuliah telah dibaca oleh mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan. Wiltaker. Riyanto. Delmi. P.M. Saunders College Publishing. Nurkin. Palenewan. P.L. Jan Renwarin. Perkembangan kemajuan peserta dipantau melalui aktivitas tutorial dan presentase di depan kelas.

8. Mahasiswa harus berpakaian rapih dan pakai sepatu (tidak pakai baju kaos bundar leher) 2. B. Kelengkapan isi dari tugas-tugas yang diberikan dan kemampuan menyelesaikan Problem Set dan disiplin (30 %) 4. D. penjelasan/uraian yang tepat dan kemutakhiran bahan pustaka (20 %) 2. dan kemampuan analogi (25 %) Penentuan nilai akhir (A. Kejelasan pemakaian contoh-contoh. KRITERIA PENILAIAN Kriteria yang dinilai pada matakuliah ini adalah: 1. Kreativitas dan kerja sama tim pada prsentasi (25 %) 3. dan E) berdasarkan PAP A = > 85 B = > 70 – 85 C = > 60 – 70 D = > 50 – 60 E = < 50 9. Ketepatan pemakaian konsep dan disertai contoh. C. NORMA AKADEMIK 1. Mahasiswa wajib membawa minimal satu buku teks Ekologi Umum yang relevan 107 . ketelitian.

Hukum Leibig dan Shelford dalam Ekosistem Faktor Lingkungan dan hubungan Organisme dengan Lingkungan Siklus Biogeokimia. N. 2. Komponen dan Struktur Ekosistem. 16. Air. 12. Isolasi. Tingkat Trofik. Kontrak pembelajaran Ekologi. Lingkungan Energi. 13. 8. dan Cara pendekatan Ekologi Konsep Sistem dan Ekosistem. 4. dan Teritorialitas Tipe-tipe Interaksi antara 2 Jenis Organisme/Populasi Konsep Habitat. dan Piramida Ekologi Faktor Pembatas. dan Komposisi Vegetasi Uji Kompetensi dan Remedial Topik Bahasan Metode SCL Kuliah Interaktif Kuliah Interaktif dan kelompok Klh Interaktif + Tutorial Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interkatif + Presentasi/SGD Klh Interaktif + Presentasi/SGD/CL Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interaktif + SGD/PBL Klh Interaktif +Presentasi + SGD?DL Klh Interaktif + CL Klh Interaktif+ Presentasi + SGD/PBL Klh Interaktif + Presentasi + SGD Klh Interaktif + Presentasi + SGD/CL Problem Solving Presentasi Dosen DD/Tim DD NM NM DD NM DD NM LA LA LA LA KD KD KD TIM 108 . Guild dan Komunitas Suksesi dan Konsep Klimaks Evolusi Biosfir. Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Energi. 11. Siklus CO2. 6. P. 9. 3. 7. Pengumpulan. Perkembangan Ekosistem. 5.10. dan S Sifat Populasi. JADWAL PEMBELAJARAN Minggu 1. 14. 10. dan Produktivitas Ekosistem Rantai Makanan. Niche. Ruang Lingkup. Konsep Laju Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi Aksi Dentitas. 15.

2007 Perbaikan laporan. Tanggal 1. Rekomendasi/Catatan Pemilihan versi format pembelajaran dan penjelasan model-model pembelajaran MK. MSc. TTD Coach No. N u r m a n. Konsultan Coaching Clinic SCL …………………………………….2007 Konsep awal laporan dan penjelasan tentang kompetensi lulusan program studi Agronomi 10 – 09 . : Ir. 5.2007 2. 6. 109 . Ekologi Umum 03 – 09 . 3 4. format pembelajaran SCL disesuaikan dengan format baru 14 – 09 . MP.2007 Perbaikan laporan akhir Makassar.2007 Mengetahui. Yunus Musa. ……………………. 15 . 7.LEMBAR KONSULTASI Nama Coach Nama Coachy : Dr.2007 Perbaikan format pembelajaran SCL dengan format baru atau versi baru 22 – 09 .08 .. Ir. NIP.

Jelaskan pula perbedaan energi dan materi dan peranannya masing-masing (3). Jelaskan apa yang dimaksud dikerjakan: Dijawab dengan penjelasan yang tepat dan diserahkan sesuai dengan waktu yang disepakati (6). Tuliskan persamaan-persamaan reaksi fotosintesis. Terangkan keunggulan tanaman C3 dibandingkan tanaman C4 a. MS. Dr. Hj. Ir.Deskripsi Singkat: atakuliah : Ekologi Umum. MS. baik pada tumbuhan tingkat tinggi maupaun pada mikro organisme (7).. Kode : 206 G11 3. Seriusyang terbaru dengan pekerjaan rapi 110 . Nurman. acuan yang digunakan: Mengerjakan sendiri dengan menggunakan berbagai sumber Metodologi/cara tidak sama dengan teman yang lain pustaka ditunjukkan c. Pekerjaannyapengerjaan.Ir. URAIAN TUGAS: a.Dr.Ir. Hernusye.H. Menggunakan sumber atau pustaka yang terbaru lebih dari 2 sumber c. Ir. MP. Dahliana Dahlan. Tuliskan definisi ekosistem dengan tepat (2). kolam. Obyek garapan: Ekosistem b. Prof. dan sebagainya) (4). MP. Kelas Paralel : 2 atau 3 kelas pada setiap tahun ajaran DOSEN: Prof. Hj. MP. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan: Menjawab soal-soal berikut (1). akuarium. Rafiuddin.Ir. Berikan satu contoh ekosistem dan bagian-bagiannya yang berada di sekitar Anda (dapat beupa pekarangan. MS. Hj. Kriteria luaran yang dihasilkan/produksi (5). MP.Dr. b.Ir.. Dr.Ir. Ir. Terangkan apa yang diebut hipotesis Gaia dan apakah manfaat yang diperoleh dari hipotesis tersebut d. Ambo Ala. Prof. Amirullah Dachlan. Tujuan Tugas: untuk membantu mahasiswa dalam penyerapan materi pembelajaran Ekologi Umum 2. Sebutkan semua komponen-komponen ekosistem yang harus ada sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi.. Laode Asrul. MSc... BENTUK TUGAS MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM SEMESTER : III SKS : 3 1. Sennang. kebun. Kriteria Penilaian: (8).. Jelaskan perbedaan tumbuhan C3 dan C4 3.Dr.. Nadira R.

dan kesehatan. membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan. bruto. Mendefinisikan dengan tepat konsep ekosistem. membedakan produktivitas primer. 3. yaitu siklus karbon dan air. dan kerapatan populasi. menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan menggunakan awalan steno dan eury. Memahami sifat-sifat populasi. pentingnya faktor lingkungan fisik sebagai faktor pembatas. 4. S. mortalitas. dan sekunder. 8. 2. aiklus hara N. Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramoda ekologis dalam ekosistem dan memberi satu contoh untuk menjelaskan daya dukung. 6. perubahan atau pengalihan energi dalam ekosistem berdasarkan hukum thermodinamika. Menjelaskan definisi tentang energi. menyebutkan manfaat dari proses dekomposisi. membedakan suksesi allogenik dan autogeneik. 5. Memahami siklus biogeokimia. Menyebutkan dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. primer dan sekunder 111 .MATA KULIAH SEMESTER : EKOLOGI UMUM : III SKS: 3 Sasaran KOMPETENSI Profil Lulusan yang akan DICAPAI OLEH PESERTA melalui Matakuliah ini: 1. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organik dan organisme-organisme yang terlibat. P. kehutanan. dan mendefinisikan dengan jelas proses produksi di dalam ekosistem. netto. menjelaskan kompetisi interspesifik dan koeksistensi. menjelaskan mekanisme rantai makanan secara umum dalam ekosistem dan dapat mendefinisikan dengan tepat kaualitas energi. Menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis organisme. di dalam ekosistem. serta membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi. 7. dan bentuk-bentuk energi di alam. Dapat memahami batasan umum tentang ekologi dan dapat memberikan contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. Dapat mendefinisikan suksesi dan klimaks. dapat menjelaskan peranan allelopaty pada ekosistem 10. perikanan. dapat menjelaskan komponen-komponen penyusun ekosistem dengan tepat. pertumbuhan dan perkembangannya natalitas. 9. dan dapat memberikan satu contoh ekosistem alam dan ekosistem buatan. peternakan.

Nama : N u r m an ARPS 2006-2010 Kegiatan/sub Sub Program Kegiatan Teknologi Identifikasi Budidaya Varietas Tanaman Lada Kegiatan Penelitian PS PS 2006 2007 1. Karakterisasi morfologi tananan lada yang dikembangkan di Sulsel Out Put 2009 2007 2008 2009 Target 2010 Mengetahui varietas lada yang dikembangkan di Sulsel 2008 Agronomi Pemupukan Agronomi Lada Sambung dengan batang bawah dari tanaman lada asal biji dan lada liar Mengetahui produktivitas dan ketahanan tanaman lada terhadap penyakit akar Respon tanaman Lada (panjatan) terhadap kombinasi pupuk orgnik dan pupuk angorganik Rekomendasi kombinasi pupuk organik dan anorganik 112 .

Ekologi Agronomi Pertumbuhan Lada Perdu di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui karakter morfologi lada perdu yang tumbuh di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui kesesuaian ekologi untuk per tanaman lada di daearah Sulsel Mengetahui kesesuaian CH untuk pertumbuhan dan produksi tanaman lada Tinjauan ekologi daerah pertanaman lada di Sulsel Pengaruh CH tahunan terhadap pertumbuhan dan produksi. 113 .

Ruang Lingkup Isi C. Sasaran Pembelajaran Modul Pembahasan A. Latar Belakang B. Isi/Materi B.MODUL I JUDUL : Pengertian Ekologi BAB I Pendahuluan A. Indikator Penilaian BAB II BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 114 . Kaitan Modul D.

bukan hanya mencari pola kehidupan secara kualitatif. tanah. sesuai sejarah manusia. mencari makanan dan kayu di hutan. jumlah air hujan yang jatuh. Latar Belakang Sesungguhnya ekologi merupakan proses alam yang telah dikenal sejak lama. Model Sistem ekologi (ekosistem) e. Ada pula hewan menjadi makanan hewan lain. Ekologi yang baru. tumbuhan memerlukan sinar matahari. ruang lingkup ekologi dan pembagian ekologi serta menjelaskan kondisi ekologi saat ini secara umum dan 115 . Pembagian Ekologi f. Demikian pula proses kelahiran. C.BAB I PENGERTIAN EKOLOGI A. manusia mencari ikan di sungai atau di laut. komponenkomponen ekologi. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup c. dan air. tapi juga berusaha mencari jawaban atas masalah kuantitatif seperti tersebut di atas. menjelaskan pengetahuan dasar tentang pengertian ekologi. Ekologi pemahaman kuantitatif relatif masih baru. Ruang Lingkup Isi/Materi a. hubungannya dengan ilmu-ilmu lain b. Tumbuhan menjadi makanan hewan. Asas Sifat Emergen d. Umpamanya. dan luas tanah untuk satu pohon kelapa misalnya. Umpamanya berapa jumlah energi sinar matahari. B. Proses interaksi mansusia dengan alam terus berkesinambungan mengikuti apa yang disebut ”Hukum Alam”. semua aktivitas manusia selalu berinteraksi dengan alam atau lingkungannya. Kaitan Modul Modul I ini merupakan modul awal pendahuluan. dan kematian. kehidupan pergantian generasi. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya. Istilah ekologi.

116 .kaitannya dengan bidang pertanian atau kehidupan organisme (manusia. ternak dan organisme lainnya seperti serangga dan mikroorganisme. tumbuhan.

hubungan dengan ilmu-ilmu lain Kata ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Heackel. tempat hidup semua organisme (makhluk hidup) serta seluruh proses-proses fungsional yang menyebabkan tempat hidup itu cocok untuk didiami. 1985). pembagian ekologi. BAB II PEMBAHASAN A. asas sifat emergen dalam ekologi. Kata ”ekonomi” berasal pula dari bahasa Yunani yaitu ”Oikos” berarti rumah atau tempat tinggal dan ”nomein” atau ”nomos” yang berarti mengatur atau mengelola. 1990) atau ekologi adalah ilmu yang mempelajari rumah tangga lingkungan. yaitu Oikos yang berarti ”rumah” atau ”rumah tangga” atau ”tempat tinggal” dan logos yang berarti ”ilmu” atau ”studi”. Atau ilmu yang mempelajari upaya mengatur keperluan hidup (manusia) dalam rumah tangga atau wilayah dalam arti luas. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi. bahkan negara dalam arti makro (Deshmukh. tentunya mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang pernah dimotori oleh suatu ilmu yang hingga sekarang pun masih populer yaitu ilmu ekonomi. dapat menerapkan sistem ekologi dalam bidang pertanian. Istilah ekologi. dan hungan ekologi dengan ilmu lainnya. model sistem ekologi. Secara harfah ekologi adalah ilmu yang mempelajari ”organisme di tempat hidupnya” dengan mengutamakan ”pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya”. ahli biologi Jerman pada tahun 1869. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mengikuti materi ini. Jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang rumah atau tempat tinggal makhluk hidup (Resosoedarmo . Manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya selalu ingin berkarya dan berproduksi. 117 . Isi/Materi a. et al. Ilmu ekologi dan ilmu ekonomi sebenarnya berasal dari suku kata awal yang sama. Jadi ekonomi adalah pengelolaan rumah tangga atau tempat hidup (riyanto .D. yaitu ”eko”. Kata ”ekologi” berasal dari Yunani. 1992).

118 .

misalnya : 1) Anton Van Leeuwenhoek (ahli mikroskop) pada tahun 1700-an mempelopori pengkajian rantai makanan dan pengaturan populasi. Kedua ilmu ekologi dan ekonomi mempelajari tempat hidup yang sama yaitu planet bumi Sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Haeckel pada tahun 1969 telah berkembang pengetahuan yang memberikan sumbangan pikiran dalam bidang ekologi. pengaturan populasi. toleransi terhadap faktor kerja.E. Manusia Ketergantungan dan keseimbangan sebagai subyek. makhluk lainnya sebagai antar makhluk hidup. 3. shelford (tahun 1900) memahami atau mengemukakan tentang komunitas biotik. pasar. Pertukaran energi : melalui organisme Pertukaran energi : melalui bank (makan dan dimakan) 4. pendekatan dan lain-lain. Ilmu pengetahuan dan teknologi utama ekologi. dan . manusia dan untuk manusia. itulah garapan obyek. Makhluk hidup dari mikroorganisme Ekonomi berkembang dari manusia. lingkungan. dan sebagainya. siklus hara. Manusia adalah menjadi motor penggerak pembangunan komponen hayati yang memiliki dalam rangka manusia meningkatkan keterkaitan dengan makhluk lainnya paraf hidupnya.Perbedaan ilmu ekologi dan ilmu ekonomi No. mekanisme penyebaran. Ekologi menerangkan jaring-jaring Ekonomi menerangkan keadaan tenaga makanan. 5. tumbuhan maupun hewan. EKOLOGI EKONOMI Tempat hidup (habitat) berbagai Tempat hidup manusia (rumah tinggal) makhluk hidup yang berhubungan secara timbal balik dengan lingkungannya (biosfer).E. 3) F. 2) Richard Bradley (tahun 1700-an) memahami produktivitas biologis. Sumber energi : Sinar matahari Sumber energi : Uang 2. produktivitas biologis merupakan kajian penting dalam ekologi muthir. oleh sampai manusia sebagai subyek. walaupun kata ekologi belum digunakan. Clement dan V. 1. 119 Rantai makanan.

4) Roymond Lindeman dan G. Lingkungan Hidup (Enviromental Science) dan Biologi Lingkungan (Envromental Biology). memahami atau mengemukakan rantai makanan dan siklus materi. Hutchinson (tahun 1900-an). 5) E. Ekologi adalah bagian kecil dari biologi. mengkaji ssitem danau Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.A. yakni pembagian berdasarkan ”lapisan vertikal” dan pembagian berdasarkan ”keratan” taksonomi. Ilmu biologi murni dapat dibagi dua. Birge dan Chauncy Juday (tahun 1900-an). Yang dimaksud dengan makhluk hidup disini adalah ”kelompok” makhluk hidup. yaitu : 1) Lapisan Vertikal Morfologi Anatomi Hisyologi Fisiologi Genetika Ekologi : ilmu tentang bentuk luar : ilmu tentang bagian dalam : ilmu tentang jaringan mikroskopis : ilmu tentang faal : ilmu tentang keturunan : ilmu tentang ”rumah” organisme 2) Kerataan taksonomi Mikologi Milrobiologi Entomologi Ornitologi Botani Dan lain-lain : ilmu tentang jamur : ilmu tentang jasad renik : ilmu tentang serangga : ilmu tentang burung : ilmu tentang tumbuhan 120 . yang merupakan ilmu tersendiri. Ekologi sebagai ilmu berkembang pesat setelah tahun 1900.E.

Untuk memudahkan pemahaman. dapat dilukiskan sebagai ”kue lapis” tiga dimensi (Gambar 1). 121 .

organ. 1966 dalam Resosoedarmo. Biologi ”Kue Lapis” Menggambarkan Pembagian ”Dasar” (Horisontal) dan Taksonomi ”(Vertikal)” (Odum. suatu sistem inang dan atau sistem dua spesies yang terdiri dari 122 . Tingkatan (hirarki) berartu suatu penataan menurut skala dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. et al. Gen (protoplasma). Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen (sub sistem) yang secara teratur berinteraksi dan berketergantungan.Gambar 1. 1990). jaringan. sistem merupakan suatu himpunan hubungan timbal balik yang menyusun suatu kesatuan yang dapat diidentifikasi dengan nyata atau secara postulat. Bila dideratkan dalam pemahaman ekologis akan terlihat suatu deretan organisasi biologi yang disebut ”SPEKTRUM BIOLOGIS” seperti tampak pada Gambar 2. b. Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan materi/benda) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem dengan fungsi yang khas. Misalnya. Ruang lingkup ekologi mutakhir dapat dimengerti dengan memahami pengertian tingkat organisasi makhluk hidup. dan komunitas. sel. populasi. organisme. yang keseluruhannya membentuk suatu kesatuan. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup Makhluk hidup atau organisme memiliki tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat paling sederhana ke tingkat organisasi paling kompleks. Atau dari sudut pandang lain.

merupakan tingkat-tingkat yang ada di antara populasi dan komunitas. yang masing-masing bermakna komunitas dan ekositem. Komponen Biotik Dan Gen ↑↓ Sel ↑↓ Organ Organisme Populasi Komuniatas ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ Komponen Abiotik MATERI -------------------------------------------------ENERGI Menjadi Bosistem ⏐⏐ ⏐⏐ Gen Sel Sistem sistem ⏐⏐ Organ sistem ⏐⏐ Organisme sistem ⏐⏐ Populasi sistem ⏐⏐ Komunitas sistem Gambar 2.organisme-organisme yang saling berketergantungan secara timbal balik. mencakup semua makhluk hidup di bumi dan berinteraksi dengan lingkungan fisik secara 123 . Perintis ekologi dari Rusia. Spektrum Biologis. suatu istilah yang kemudian dikembangkan menjadi geobiocoenosis (ekosistem). Morozov. ahli ekologi hutan menekankan pengertian biocoenosis (komunitas). yaitu suatu biosistem yang lebih luas. misalnya Asia Tenggara terdapat Bioma hutan hujan tropika. Biosfer adalah sistem biologis yang terbesar. Biocoenosis dan geobiocoenosis (secara harfiah mempunyai arti kehidupan dan bumi berfungsi bersama-sama) merupakan istilah yang sering dipakai dalam pustaka-pustaka Rusia dan Eropa. Bioma adalah tingkat organisme yang lebih tinggi dari ekosistem. Ruang Lingkup Ekologi adalah Sistem populasi dan Sistem Komunitas atau Ekosistem Komunitas bersama-sama dengan lingkungan abiotik berfungsi bersama membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem.G. Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F.

Untuk memahami tsebuah sistem ekologi telah dikembangkan suatu rumusan yang memberikan gambaran tentang hubungan antara komponen-komponen (sub sistem) pada suatu sistem serta fungsinya. Maka suatu sifat emergen dari suatu tingkat organisasi atau unit tertentu tidak dapat diramalkan dengan mempelajari sifat komponen dari unit yang bersangkutan. Hal ini disebut MODEL. seperti kerapatan biomas. d.. Contoh emergen adalah : (1. Jadi emergen adalah sifat baru dari keseluruhan komponen sistem yang tidak dapat disamakan dengan jumlah sifat-sifat unit atau komponen sistem yagn bergabung tadi.. energi. maka terjadi suatu mekanisme siklus hara yang efisien yang memungkinkan sistem kombinasi terebut menghasilkan produktivitas tinggi di perairan yang kadar haranya rendah. yaitu sifat-sifat baru akan timbul yang sebelumnya tidak tampak pada tingkat organisasi sebelum penggabungan berlangsung. Model-model Sistem Ekologi (ekosistem) Suatu sistem ekologi (ekosistem) terdiri dari organisasi (komponen biotik) dan lingkungan abiotik yang mempunyai ciri struktur dan fungsi yang khas.. Keadaan keseimbangan yang tunak yaitu keadaan keseimbangan. mempunyai sifat yang berbeda dengan sifat-sifat penyusun semula yang berbentuk gas. (2) Sistem air. apabila gangguan tertentu dan hewan kolentrata berkembang bersama di dalam laut membentuk karang. dan faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sebuah sistem ekologi (ekosistem).) Sistem karang. Asas Sifat Emergen Emergen (emergency) : kejadian yang tiba-tiba Suatu konsekuensi penting dari tingkatan organisasi makhluk hidup bahwa komponen-komponen (subsistem) atau bagianbagian yang bergabung menghasilkan keseluruhan fungsional yang lebih besar. komponen hidrogen dan komponen oksigen akan membentuk air. 124 .keseluruhan sehingga terpelihara suatu keseimbangan yang tunak (steady state) dalam aliran energi dengan sinar matahari sebagai masukan dan ruang angka sebagai penerima panas. siklus unsur-unsur hara. c.. yaitu tahan terhadap gangguan-gangguan yang berskala kecil..

I dapat merupakan suatu pintu pembagi yang selalu terbuka penuh sehingga omnivora P3 selalu memakan P1 atau P2 tergantung pada kesediaannya di alam. F. Di dalam gambar tersebut terdapat sifat. merupakan suatu sistem ekologi (ekosistem). P1 E P2 1 P3 Gambar 3. Jika gambar 3. Penyusunan suatu model didahului dengan merancang suatu diagram atau model gambar yang seringkali berbentuk diagram kotak (Gambar 3). dimana F1 adalah menggambarkan masukan dan F6 adalah keluaran. Model dapat berbentuk gambar atau lisan. apabila sistem tersebut digerakkan oleh suatu sumber energi. dan dengan model tersebut dapat dibuat ramalan-ramalan. Diagram komponen dasar dalam pemodelan sistem ekologis (ekosistem) jadi sekurang-kurangnya terdapat empat komponen utama pada suatu model ekologis. P3. dimana P1 adalah tumbuhan (produsen). Dalam teladan ini fungsi interaksi I dapat menggambarkan beberapa kemungkinan. Secara keseluruhan terdapat 6 jalur aliran. P2 menggambarkan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) dan P3 adalah hewan omnivora yang dapat memakan tumbuhan maupun herbivora. E.Suatu model merupakan suatu rumusan yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya. yang mampu mengubah energi matahari (E) menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesia. masingmasing P1 dan P2 sebagai variabel yang berinteraksi satu sama lain sebagai I untuk menghasilkan sifat ketiga. yaitu : 125 .

adaptasi terhadap lingkungan. (2) subsistem atau komponen yang dianggap sangat berperan terhadap keseluruhan sistem. Sinekologi. Suatu model yang baik akan mencakup tiga dimensi (1) ruang dan batas sistem. dan (3) interval waktu. Biaya ditekankan pada aspek siklus hidup. 4) Interaksi atau fungsi interaksi dimaan tenaga dan sifat berinteraksi untuk mengubah. a. ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu. b. e. Pembagian Ekologi Ekologi masa kini menjadi sangat luas cakupannya. sifat parasitis atau non-parasitis. atau fungsi penentu (forcing function) yang datang dari luas sistem 2) Sifat-sifat yang disebut perubah keadaan (state variables) 3) Jalan aliran (flow pathways) menggambarkan bagaimana aliran energi atau aliran materi yang menghubungkan komponenkomponen sistem. Pembagian ekologi menurut habitat. menurut habitat atau tempat suatu jenis atau kelompok tertentu. misalnya : Ekologi laut Ekologi air tawar Ekologi estuaria Ekologi darat (terestrial) Ekologi padang rumput Dan lain-lain 126 . dan lain-lain.1) Sumber energi. namun dapat digolongkan menurut bidang kajiannya. memperbesar atau mengendalikan aliran dan membentuk sifat emergen baru. ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya. Autekologi.

127 . P dan sebagainya merupakan bagian yang penting. sesuai sistematika makhluk hidup. Kemutakhiran bahan pustaka Menjelaskan dan memberikan satu contoh yang tepat. dan lain-lain. abrasi. karena manusia adalah bagian dari ekosistem. musim kemarau. perubahan suhu. karena ekologi berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa siang malam. dan musim hujan. erosi. daya serap tanah. Indikator Penilaian Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. namun ilmu ekologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu-ilmu lainnya. bahwa manusia telah terlibat dalam kajian kologi sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Heackel tahun 1869.Pembagian menurut taksonomi. f. berperan karena dalam ekologi faktor fisik seperti sinar matahari. 3) Ilmu bumi dan antariksa. gravitasi. sedimentasi. 2) Ilmu kimia. N. berperan karena dalam ekologi proses kimia seperti pendauran unsur-unsur C. hujan. B. misalnya : Ekologi tumbuhan Ekologi serangga Ekologi burung Ekologi mikroba Dan sebagainya. mempelajari peran ekosistem terhadap kehidupan manusia. 4) Ilmu sosial. dan lainlain terlibat. Hubungan Ekologi dengan ilmu alam lainnya 1) Ilmu Fisika. CO2. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya Telah disebutkan bahwa ekologi adalah bagian dari biologi.

suhu. mencakup semua hal di luar organisme bersangkutan. kelembaban.- Menjelaskan tingkat organisasi makhluk hidup dengan tepat. (6) bagiamana individu-individu alam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi dan (7) bagaimana keindahan ekosistem tercipta. (1) bagaimana alam bekerja. taksonomi. perkembangan penduduk. dimana setiap orang mulai memikirkan masalah pencemaran. BAB III PENUTUP Ekologi adalah ilmu tentang interaksi organisme-organisme dan lingkungannya. Menerangkan dengan rapat pembagian ekologi berdasarkan bidang kajian. dan habitat. curah hujan. Menjelaskan sifat-sifat emergen dalam sistem ekologi dengan tepat disertai satu contoh. kenaikan suhu bumi atau pemanasan global dan lainnya telah memberikan efek yang mendalam atas teori ekologi. (4) bagaimana mereka mencakupi kebutuhannya akan unsur hara (materi) dan energi. tetapi juga parasit. Ini semua adalah bagian dari organisme tersebut. Menyebutkan dengan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. Dengan adanya gerakan kesadaran lingkungan di negara maju pada tahun 1968 dan di Indonesia sejak tahun 1972. (3) apa yang mereka perlukan dari habitatnya untuk dapat dimanfaatkan guna melanjutkan kehidupan. (2) bagaimana suatu spesies beradaptasi dengan habitatnya. Lingkungan mempunyai arti luas. 128 . penggunaan energi. Seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal seperti. predator. Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan manusia. an kompetitor. (5) bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya. dan topografi. masalah makanan. Tidak saja termasuk cahaya.

Universitas Hasanuddin. S. 1989. Yayasan Obor indonesia. I. 1990.D. Pengantar Ekologi. Pengantar Ekologi.. Soemitro.B. S. Rajawali Press. Resosoedarmo.. Bandung. Z. Riyanto. Soegiarto. B. Suwondo. Jakarta. 129 . Prentice Hall. Kleden. 1989.H.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Nurkin. dan S. dan Lingkungan. J. 1997. Jakarta. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. E. 1985. PT : Remaja Rosdakarya. Palenewan. Bumi Aksara. Rahman.J. Hatta.N.. Kartawinata. Badan kerjasama PTN Indonesia Bagian Timur. P. Kormondy. K. Delmi. Ekologi dan Biologi Tropika. A. New Delhi. Renwarin. 1992. Lembaga Penerbitan. J. Heddy . Jodjo. Irwan.L. N. Soekartomo.M. Kominitas. dan A. Concepts Of Ecology. Jakarta. Ekologi Dasar. G. M. S.

MODUL II JUDUL : EKOSISTEM BAB I PENDAHULUAN A. Materi/Isi B. Indikator Penilaian BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 130 . Sasaran Pembelajaran Modul BAB II PEMBAHASAN A. Latar Belakang B. Kaitan Modul D. Ruang Lingkup Isi C.

curah hujan. predator. suhu. air. Menurut Manetsch dan Park (1979 dalam Eryatno 2003). Latar Belakang Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang itneraksi antara organisme-organisme dan lingkungannya. Pada materi ini akan membahas struktur ekosistem atau komponen-komponen penyusun ekosistem darat dan air. Tidak saja termasuk cahaya. et. dan kompetitor (lingkungan biotik). dan tofografi (lingkungan fisik/abiotik). memberikan contoh-contoh ekosistem yang mendekati keadaan seimbang (stabil) di bidang pertanian. tetapi juga parasit. Materi ini pula merupakan pengetahuan dasar bagi mahasiswa tentang bagaimana mengelola sumberdaya alam (ekosistem lahan) agar dapat berkelanjutan. Sistem adalah suatu obyek yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen (subsistem) yang sering berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Ruang Lingkup Isi a. kelembaban.BAB I PENDAHULUAN A. Organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) seperti radiasi matahari. B. proses produksi dan dekomposisi sehingga terbentuk kehidupan baru dalam ekosistem. Konsep Ekosistem b. mencakup semua hal di luar organisme (biotik) yang bersangkutan. Lingkungan di sini mempunyai arti luas. sistem adalah suatu gugus yang terdiri dari elemen yang saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. suhu. al. 1985). Jadi ekosistem (sistem ekologi) dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan di dalam alam yang terdiri dari semua organisme yang berfungsi bersama-sama di suatu tempat yang berinteraksi dengan lingkungan fisiknya yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan siklus materi dan membentuk suatu struktur biotik yang jelas di antara komponen-komponen hidup dan tak hidup (Riyanto. Struktur Ekosistem 131 . Ekosistem merupakan unit dasar dalam ekologi karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungannya (abiotik). udara. dan sebagainya selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain.

komponen ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi aliran/arus energi dan siklus materi antara komponen penyusun sistem. Kaitan Modul Materi ekosistem merupakan satuan fundsional dasar dalam ekologi. Menurut Manetch dan Park. BAB II PEMBAHASAN A. 2003). D. yaitu biotik dan abiotik. Konsep Ekosistem Sistem adalah suatu obyek. Sasaran Pembelajaran Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan konsep sistem dan ekosistem. Stabilitas Ekosistem dan Agroekosistem C. struktur ekosistem darat dan air. Isi/Materi a.c. saling mempengaruhi dan saling membutuhkan. Ekossitem adalah hubungan timbal balik antara organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tak hidup (abiotik) selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain disuatu tempat yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan 132 . Sistem adalah suatu gugus atau himpunan dimana elemen atau anggota gugus saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai tujuan. Sifat Sibernetik. dimana di dalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusunan sistem (sub sistem) yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya untuk mencapai suatu tujuan atau produk. terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi. (1979 dalam Eryatno.

dengan menggunakan bahan-bahan anorganik sederhana dan membentuk zat-zat atau senyawa organik yang lebih kompleks. Istilah ekosistem perama kali diusulkan pada tahun 1935 oleh A. CO2 + H2O SM Klorofil C6H1206 + 02 Glukosa/KH Senyawa Kompleks Senyawa Anorganik Sederhana 133 . Ekosistem merupakan unit fungsi dasar dalam EKOLOGI karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungan abiotik. b. Abiotik : terdiri dari iklim dan tanah. Morosov ahli oleh ahli ekologi hutan yang menekankan pengertian ”biocoenosis” yang kemudina dikembangkan oleh ahli ekologi Rusia menjadi GEOBIOCOENOSIS (ekosistem). yaitu : 1. Ekosistem = Oikos : rumah (lingkungan) (terdiri dari biotik dan abiotik). seorang ahli ekologi bangsa Inggeris. RH. Karena itu semua organisme yang mengandung klorofil di sebut organisme Autotrofik. Iklim seperti CH (air). Stratum atas (komponen autotrofik) atau lapisan hijau terdiri dari tumbuhan yang berhijau daun yang dapat mengikat energi matahari. Lapisan autotrofik adalah organisme (TUMBUHAN/TANAMAN) yang mampu menyediakan makanannya sendiri berupa bahan organik (hasil fotosintesis). Udara. Biotik semua organisme misalnya tumbuhan/tanaman dan organisme lainnya.G. Transley. Autos = terdiri. dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofoli.siklus materi (hara) di antara komponen hidup dan tak hidup. Contoh tahun 1877 Karl Mablus di jerman telah menulis tentang ”Komonitas organisme di dalam terumbu karang sebangai suatu biocoenosis/komunitas”. Sistem suatu gugus yang elemennya atau komponennya (sub sistem) saling berinteraksi. Suhu. Trofikos = menyediakan makanan. telah berkembang pengetahuan tentang konsep EKOSISTEM. Sebelum ekosisten diperkenalkan 1935. Juga perintis ekologi dari Rusia Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. ekosistem terdiri dari 2 lapisan/komponen. CM. G. Struktur Ekosistem Ditinjau dari struktur trofik (fungsinya).

KONSUMER. CO2. suhu. misalnya H2O. yaitu : 1. dan lain-lain. Biofag = Organisme yang memangsa atau 134 . lemak. bahan-bahan organik yang dapat dirombak. 3. karbohidrat. bakteri. (2). Dekomposer unsur hara sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen (tumbuhan). seperti protein . Biotik (Komponen hidup). nematoda disebut jasad renik (mikroorganisme). Komponen heterotrofik atau disebut lapisan warna coklat. Semua organisme autotrofik yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan berhijau daun. virus. Keadaan iklim dan faktor fisik lainnya. bakteri. protozoa. dan sebagainya yang tersimpan dalam organisme itu sendiri. yaitu kelompok organisme yang mampu memanfaatkan bahan organik (hasil dari autotrofik/hasil fotosintesis) sebagai bahan makanannya. yaitu organisme heterotrofik yang sebagian besar adalah binatang yang memangsa organisme lain. yaitu a. yaitu : (1). Mikro konsumer atau Saprotrof. dan sebagainya. Makro konsumer atau fagotrof atau baufag. Kelompok ini adalah organisme heterotrof yang sebagian besar adalah berupa mikro organisme (jazad renik) seperti jamur. termasuk juga tanah atau sedimen. Dekomposer juga mengeluarkan zat-zat seperti antibiotik. Stratum bawah (Stratum heterotrofik). Senyawa-senyawa atau bahan-bahan anorganik yang terlibat dalam siklus materi. yaitu dekomposer atau osmotrof. Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang (Recyling) dalam ekosistem. hormon yang bisa mengstimulir atau menghambat biotik lainnya dalam ekosistem. penyusunan.2. Organisme Heterotrofik seperti hewan/binatang (makroorganisme) dan jamur. Pada lapisan ini terjadi proses pemakaian. b. perombakan zat-zat atau senyawa kompleks Ditinjau dari segi biologis suatu ekosistem dapat dibagi atas beberapa komponen: Abiotik (komponen tidak hidup). sisa perakaran tanaman. PROSEDUR. cahaya matahari. Bahan-bahan ini menghubungkan bagian biotik dan abiotik dari ekosistem. Senyawa-senyawa organik. tanah (unsur hara). C. N. 2. Mikroorganisme atau dekomposer memperoleh makanan atau energinya dengan merombak jaringan tubuh yang telah mati atau mengabsorpsi bahan organik terlarut yang dikeluarkan dari tumbuh-tumbuhan atau organisme lain.

organisme yang memperoleh energinya dengan memangsa organisme lainnya yang masih hidup (PREDATOR). Matahari PRODUSEN Tumbuhan berklorofil KONSUMEN I herbivora KONSUMEN II Karmivora Kecil KONSUMEN III Karnivora besar SAMPAH ORGANIK Berasal dari tumbuhan dan hewan mati Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus 135 . Sketsa interaksi antar komponen ekosistem dapat dilihat pada Gambar 1. Saprofag = Organisme yang memperoleh makanan atau energinya dari bahan-bahan organik atau organisme yang sudah mati (PARASIT).

Demikian pula adanya pemasangan (predator) pada ekosistem 136 . Sifat Sibernetik dan Stabilitas Ekosistem Sifat Sibernetik Ekosistem Di samping adanya eliaran energi dan siklus materi/hara. Di alam terdapat beberapa spesies yang dapat melaksanakan suatu fungsi yang memungkinkan terciptanya stabilitas ekosistem. pada pengendalian ekosistem adalah : mekanisme pengendalian pada ekosistem. ekosistem juga mempunyai jaringan informasi yang terdiri dari arus komunikasi fisik dan kimia yang menghubungkan semua bagian-bagian atau komponen yang dapat mengendalikan atau mengatur sistem. dimana sub sistem mikroba (bakter/jamur) yang mengatur penyimpanan dan pembebasan unsur-unsur hara. Ekosistem memiliki sifat sibernetik yaitu mengendalikan diri secara internal.Bahan mineral siap diserap tumbuhan Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus Siklus mineral Aliran energi Gambar 1. Pada keadaan manapun. pengendalian tergantugng pada umpan balik (feed back) yang terjadi bilamana dari ”keluaran” dikembalikan sebagai ”masukan”. untuk menghindarkan pertumbuhan yang berlebihan dari populasi maka harus ada umpan balik yang negatif atau masukan yang menantang. Misalnya. c. Contoh ini. Sketsa interaksi antara komponen penyusun ekosistem. bertujuan untuk mengendalikan kepadatan populasi.

Stabilitas Ekosistem Derajat stabilitas ekosistem yang dapat dicapai sangat bervariasi. sungai dapat dijernihkan kembali airnya secara alami. adalah kemampuan ekosistem untuk cepat pulih. dan dekomposisi bahan organik. energinya hanya berasal dari cahaya matahari. tergantung pada kerasnya tantangan lingkungan dan efisiensi pengendalian di dalam ekosistem. pestisida. Misalnya. b.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar terhadap perubahan. Contoh. sehingga air sungai itu secara permanen berubah atau bahkan rusak sama sekali. Ekosistem alami (hutan primer). mesing mengolah. Pada agroekosistem. diatur oleh berbagai faktor termasuk mekanisme mengatur penyimpanan dan pelepasan hara. pertumbuhan organisme. Stabilitas resistensi. ada energi tambahan dari luar seperti tenaga kerja hewan. 137 . ekosistem hutan yang terbakar dapat pulih kembali menjadi hutan baru atau vegetasinya tumbuh kembali. mungkin saja sistem dalam sungai itu tidak mempunyai lagi mekanisme homeostatis. Dalam ekosistem terdapat suatu keseimbangan. tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. Ada 2 jenis stabilitas : a. pupuk. sehingga keseluruhan sungai itu dianggap tidak tercemar. yaitu : 1. dan air irigasi dan sebagainya. Pengetahuan sibernitika dipelopori oleh Heabert Wiemer (1948) yang mencakup pengendalian pada sistem hidup maupun tidak hidup. Tetapi apabila sampah terlalu banyak apalagi mengandung zat beracun maka batas homeostatis alami sungai itu akan terlampaui. adalah kemampuan ekosistem bertahan menghadapi tekanan Contoh. ekosistem tahan terhadap adanya kekeringan. Homeostatis adalah kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Stabilitas resiliensi. sungai yang dikotori oleh pembuangan sampah yang tidak terlalu banyak. Agroekosistem Agroekosistem atau ekosistem pertanian mempunyai komponen autotrofik atau jalur hijau sebagai suatu bagian yang integral. Mekanisme umpan baliknya disebut HEMEOSTATIS. Ada 3 perbedaan pokok antara ekosistem pertanian dan ekosistem hutan (alami/hutan primer).

Menjelaskan fugnsi masing-masing komponen (subsistem) dalam sebuah wilayah Ekosistem dengan tepat dan diberi contoh. 138 . Pada agroekosistem. konsumer kecil (ikan kecil). dan unsur hara lainnya. organisme unggul adalah hasil seleksi alami. Contoh Ekosistem : KOLAM Komponen abiotik. Konsumer besar (ikan besar). organisme variasinya sangat besar. 3. Ca. Pada agroekosistem.2. organisme produser (fitoplankton). 3. tumbuhan dan hewan yang unggul adalah hasil seleksi buatan. diversitas organisme sangat diperkecil untuk memaksimalkan bahan makanan atau produksi lainnya. herbivora (zooplankton) dan bentos organisme yang hidup di dasar kolam. N. CO2. cahaya matahari Komponen biotik. Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis. Pada ekosistem alami. B. O2. Membedakan struktur ekosistem dartat dan ekosistem perairan disertai contoh. Pada ekosistem alami (hutan primer). 2. Indikator Penilaian 1. air.

139 . keragaman biotik. berhubungan erat tak terpisahkan dan saling penaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suatu sistem. dan pertukaran bahan-bahan (materi dan aliran energi) antara bagian yang hidup dan tidak hidup.BAB III PENUTUP Di alam terdapat organisme (makhluk hidup/biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) saling berinteraksi. Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting yaitu arus energi (aliran energi) dan daur materi atau juga disebut daur mineral/hara di samping adanya sistem informasi. Aliran energi dapat dilihat pada struktur makanan.

L. Fundamental of Ecology. N. Delmi. Ekologi dan Biologi Tropika. Renwari. PT. M. Resosoedarmo. 1992.. Concepts of Ecology.B. Universitas Hasanuddin. Riyanto.J. Bogor. Eryanto. London.H. Komunitas. 1997. E. Yayasan Obor.. Soemitro. Irwan. Jakarta. B. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Timur. dan A. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisme Ekosistem. W. Heddy. S. Z. P. J. dan S. S. 1989. Kleden. Saunders Company. Kartawinata.P. S. G. Nurkin. 1971. 140 . N. Rajawali Press. Indonesia. A. New Delhi. Kormondy. Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. Ekologi Dasar. 1989.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Palenewan. 2004. 1990. Hatta 1985. Bumi aksara. E. M. dan Lingkungan. Remaja Rosdakarya.D. K. Ilmu Sistem. Odum. Pengantar Ekologi. Suwondo.B. IPB Press. J. I. Bandung. Prentice Hall. Pengantar Ekologi. Soekartomo. Lembaga Penerbitan. Jakarta. Soegiarto. Rahman. Jodjo.

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LKPP) ------------------------------------------------------------------------------------------LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah EKOLOGI UMUM Melalui Modul Ajar OLEH : NURMAN 141 .

05/2008 Tanggal 04 Januari 2008 JURUSAN BUDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR FEBRUARI 2008 142 .Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.

05/2008.000. MP.23/PM.. N u r m a n.i LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin ============================================================== HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008 Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan : Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah Ekologi Umum melalui Modul Ajar. 4. : 131 803 219 : Pembina/IV a (Lektor Kepala) : Budidaya Pertanian : Pertanian/Hasanuddin : 1 Bulan Mulai 04 Januari s/d Februari 2008 Biaya : Rp. tanggal 04 Januari 2008 143 .000. : Ir.(Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.

NIP. 04 Februari 2008 Pembuat Modul Dr. NIP.b. 131 803 219 144 . u. 131 287 796 Ir. Pembantu Dekan I Makassar. Yunus Musa. N u r m a n. M. MP.Sc. Ir.Mengetahui : Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Dekan.

mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mengapa ekologi begitu populer? Sebab manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya untuk berkarya dan berproduksi. Disiplin ilmu ekologi bukan hanya mendapat sorotan dari cabang disiplin ilmu dalam biologi atu ilmu pengetahuan alam lainnya. Untuk penyempurnaannya dengan segala kerendahan hati penulis menerima saran dan kritik yang membangun. Di beberapa perguruan tinggi semula hanya diberikan sebagai matakuliah di jurusan biologi. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada LKPP Unhas dan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga modul ini dapat terwujud. Sekarang diajarkan juga di jurusan nonhayati seperti jurusan arsitktur. dan dari kaum cendikiawan hingga masyarakat awam. kerekayasaan. Peningkatan perhatian masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup memberi pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ekologi dalam pengetahuan. dengan Pengembangan Pendidikan. Mudah-mudahan modul ini dapat bermanfaat. tetapi belum dibuat dalam bentuk buku atau modul ajar. khususnya matakuliah Ekologi Umum. hukum. Penulis 145 . ilmu perencanaan kota dan pengembangan wilayah. melainkan juga dari politkus hingga wartawan. Alhamudlillah. kami dari Tim pengajar termotivasi untuk menuangkan materi kuliah ini ke dalam bentuk buku atau modul ajar untuk membantu mahasiswa dalam pencapaian kompetensi pembelajaran. Kalangan masyarakat yang mencoba memahami disiplin ilmu ekologiini juga tidak terbatas hanya pada ilmuan biologi dan pengetahuan alam belaka.ii KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah dipanjatkan kehadirat Ilahi karena penulis berhasil menyusun modul ini. Materi modul matakuliah Ekologi Umum telah disajikan pada setiap semester ganjil kepaa mahasiswa pertanian semester III dan pada setiap semester dilakukan perbaikan-perbaikan atau penyempurnaan materi dengan pengadaan bahan bacaan yang terbaru. geofisika dan meteorologi dan bidang ilmu lainnya di luar biologi. melainkan juga dari cabang disiplin ilmu di luar itu. teknik lingkungan. Misalnya ilmu ekonomi. bahkan keruangangkasaan juga dihiasi oleh perbincangan dan permasalahan yang bersifat ekologi.

MODUL I 146 .

Indikator Penilaian BAB. Latar Belakang B. PENDAHULIUAN A. Ruang Lingkup Isi C. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. III. PEMBAHASAN A. Materi/Isi B.MODUL III JUDUL: PRODUKSI DAN DEKOMPOSISI DALAM EKOSISTEM BAB I. Kaitan Modul D. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 147 .

dengan bahan baku CO2 (karbon dioksida) dan H2O (air) disebut senyawa anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari dan zat hijau daun (klorofil) membentuk gula atau karbohidarat (senyawa organik). PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertanian pada dasarnya merupakan sistem pemanfaatan energi matahari melalui proses fotosintesis.BAB I. fotosintesis telah memasok energi untuk makanan dan bahan bakar fosil yang memberikan tenaga untuk pemnbangkit tenaga listrik dan banyakm mesin lainnya. Energi ini oleh tumbuhan ddimanfaatkan untuk tumbuh dan berkembang Apabila tumbuhan memasuki fase berbuah atau berumbi maka cadangan makanan disimpan pada buah atau pada umbi. Apabila tanaman tidak menghasilkan buah. Pembentukan karbohidrat atau cadangan makanan melalui proses fotosintsis disebut produksi Sebaliknya. Produksi tumbuhan atau tanaman budidaya pada dasarnya tergantung pada ukuran dan efisiensi sistem fotosintesis. daun. dan membentuk energi. jika karbohidrat atau cadangan makanan dirombak atau dioksidasi akan melepaskan energi. Molekul karbohidrat disebut juga sebagai cadangan makanan untuk tumbuhan itu sendiri atau untuk organisme lain karena mengandung energi. akar. Sebagai sumber energi utama bagi manusia. makro dan mikro organisme maka cadangan makanan itu dirombak menjadi CO2. Fotosintesis adalah pemanfaatan energi cahaya untuk membentuk molekul karbohidrat. H2O. dan bunga. hewan. Jika cadangan makanan ini dikonsumsi oleh organisme lain misalnya manusia. Perombakan 148 . maka cadangan makanan tersebut disimpan pada organ batang.

B. mahasiswa dapat: 149 . Produksi dalam ekosistem. Pada Modul I membahas tentang pengertian ekologi. yaitu hubungan timbal balik atau interaksi antara organisme dan lingkungannnya sehingga terbentuk suatu sistem hidup (biosistem). a. Ruang Lingkup isi. Kaitan Modul Manusia dan hewan (makro dan mikro) mendapatkan makanan dalam bentuk yang sudah jadi. Di sini terlihat bahwa tidak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak tergantung pada tumbuhan. Dalam hal ini tumbuh-tumbuhan benar-benar merupakan produsen sejati. sedangkan hewan karnivora mendapatkan makanannya yang sudah jadi dari herbivora yang memakan tumbuhan. Pada Modul III ini membahas tentang produksi dan dekomposisi. adanya aliran energi dan siklus materi/hara dalam ekosistem berawal dari terjadinya proses produksi atau fotosintesis oleh tumbuhan dan dekomposisi produk fotosintesis (karbohidrat) atau dekomposisi senyawa organic lain seperti lemak dan protein dari organisme yang telah mati sehingga menghasilkan hara/mineral yang lepas ke dalam ekosistem. yaitu terdiri dari senyawa organik yang berasal dari tumbuhan (nabati) dan hewani. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Pada Modul II membahas tentang ekosistem. sedangkan manusia dan hewan hanyalah sebagai konsumen. dimana pada saat terjadi interaksi antar organisme serta organisme dan lingkungannya terjadi aliran energi dan siklus materi antara organisme satu dengan organisme lainnya yang berlangsung secara berkesinambungan. Perombakan senyawa organik lain misalnya protein dan lemak akan menghasilkan hara/mineral makro dan mikro yang sangat penting dalam mendukung kestabilan ekosistem. Manusia dan herbivora mendapatkan makanannya dari tumbuhan. D. Dekomposisi dan dekomposer dalam ekosistem C. fotosintesis dan organisme produser b.karbohidrat/cadangan makanan menjadi energi disebut dekomposisi.

kirakira sejumlah yang sama dioksidasi kembali menjadi CO2 dan H2O melalui proses respirasi Selama masa geologi sekitar 600 juta tahun yang lalu. Selanjutnya selama setengah abad terakhir kegiatan industri pertanian dan industri lainnya menyebabkan meningkatnya kadar CO2 150 . PEMBAHASAN A. Timbunan ini berada dalam sedimen (endapan) anaerobic atau terpendam dan selanjutnya menjadi fosil tanpa mengalami respirasi atau dekomposisi. dan variasi masukan sinar matahari mengakibatkan terjadinya keseimbangan CO2 = O2 di atmosfir. Selama 60 juta tahun yang lalu. fotosintesis dan organisme produser 1). Di masa itu produksi bahan organik (O2) lebih besar dari respirasi. Menjelaskan proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 2. CO2 < O2. CO2 rendah dan O2 meningkat. Menjelaskan manfaat produksi dan dekomposisi dalam ekosistem BAB II. Adanya kelebihan produksi bahan organik sehingga membentuk bahan fosil minyak berlangsung kurang lebih 300 juta tahun yang lalu. MATERI/ISI a. Produksi dalam ekosistem Produksi dalam ekosistem adalah produk bahan organik melalui proses fotosintesis Setiap tahun ditaksir 1017 gram kurang lebih 100 milyar bahan organik diproduksi di seluruh dunia melalui proses fotosintesis. terjadi penimbunan dari sebagian bahan organic yang dihasilkan. Produksi dalam ekosistem. pelapukan batuan sedimentasi. terjadi pergeseran dalam keseimbangan biologis diiringi berbagai variasi kegiatan vulakanik.1.

serta menghasilkan 450.000 juta ton hydrogen dengan membebaskan 400.meningkat di atmosfir. 2) Jenis fotosisntesis dan organisme produser Secara kimiwai proses fotosintesis meliputi penyimpanan sebagian energi matahari sebagai energi potensial atau energi terikat dalam bentuk makanan. Tumbuh-tumbuhan menggunakan senyawa anorganik yang diambilnya dari atmosfir dan dari dalam bumi.000 juta senyawa organic. A adalah Oksigen (O2) dan CO2 direduksi menjadi Karbohidrat = (CH2O)n atau C6H12O6 (gula) 151 . dijadikannya senyawa organic dengan bantuan sinar matahari yang berlangsung di dalam zat hijau daun (klorofil/kloroplas). Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di atas bola bumi mempersenyawakan sekitar 150. Jadi setiap jam 1 ha daun-daunan yang menghijau menyerap 8 kg CO2 setara dengan CO2 yang dikeluarkan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama sebagai hasil pernafasannya (Irwan. dan lainnya. yaitu temperatur menjadi tinggi. hal ini yang menyebabkan terjadinya perubahan temperatur di bumi. CO2 > O2.000 juta ton CO2 dan 25. Persamaan umum dari reaksi oksidasi-reduksi dalam fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut: CM dan klorofil CO2 + H2A --------------------→ (CH2O)n + 2A + H2O Reaksi oksidasinya: 2H2A ----------→ 4 H + 2A Reaksi reduksinya: 4H + CO2 -----→ (CH2O) + H2O CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A + H2O Pada tumbuhan hijau (tumbuhan dan ganggang atau Fitoplankton). protein. Pada peristiwa ini juga dilepaskan oksigen (O2) ke atmosfir. Pada awalnya dihasilkan glukosa. disebut proses fotosintesis. kemudian terbentuk karbohidrat. 1997).000 juta ton oksigen ke atmosfir. lemak. vitamin-vitamin. menyebabkan perubahan iklim seperti yang dirasakan saat ini.

batang. Tumbuhan tingkat tinggi ini terdiri dari tanaman C3 dan C4. Bakteri yang berfotosintesis sebagian besar hidup di air laut dan air tawar dan kebanyakan hanya memegang peranan kecil dalam produksi bahan organik. misalnya pada bakteri sulfur (misalnya bakteri sulfur hijau dan bakteri sulfur ungu). dan buah). umumnya adalah anaerob fakultatif dapat berfungsi dalam kondisi ada atau tidak ada oksigen. Mereka juga dapat berfungsi sebagai heterotrof dalam keadaan tanpa cahaya seperti kebanyakan ganggang. Penelitian di danau-danau di Jepang. bunga. Tetapi di danau yang tidak mengalir dan kaya dengan H2S. . CO2 152 .Tanaman C3 dan C4 Tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang memiliki organ yang lengkap (akar. Fotosintesis bakteri bermanfaat dalam perairan yang mengalami pencemaran atau eutrofikasi. Pada Tanaman C3. Tanaman C3 dan C4 mempunyai tanggap yang berbeda terhadap cahaya. tetapi dapat berfungsi dimana tumbuhan hijau tidak sesuai untuk hidup. bakteri ini menyumbang sampai 25 % dari produksi total bahan organik tahunan. daun. Bakteri sulfur ini berfungsi dalam siklus hara belerang (sulfur). A adalah Sulfur (S).CM/klorofil CO2 + H2O -----------------→ C6H12O6 + O2 CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A Pada tumbuhan tingkat tinggi dan fitoplankton A adalah Oksigen (O2). suhu. tetapi menggunakan H2S. Bakteri non sulfur. Takahshi dan Ichimura (1968) menemukan bahwa fotosintesis bakteri sulfur hanya menyumbangkan 3-5% dari produksi bahan organik total tahunan kebanyakan danau. yaitu: CO2 + H2S ---------→ (C6H12O6) + S2 Hanya memegang peranan yang kecil dalam produksi bahan organic dan tidak melepaskan oksigen (O2). dan air. Tanaman C3 dan C4 menunjukkan perbedaan dalam mengikat atau mereduksi CO2. sebaliknya proses fotosintesis yang dilakukan oleh bakteri. reaksi fotosintesanya tidak menggunakan air.

153 . terutama Hatch dan Slack di Australia menemukan tumbuhan yang mempunyai cara mereduksi CO2 dengan siklus asam dikarboksilat (C4). Contoh tanaman kacang-kacangan (tan. Daur Calvin. suatu model pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas pada tumbuhan C3 yang sedang melakukan fotosintesis (Gambar 1). Kedelei. modul pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas tumbuhan C3.. Perpindahan dan fiksasi CO2 dalam tanaman C4 yang sedang berfotosintesis (Gambar 2). Kacang Tanah.diikat oleh senyawa RUBP ( Ribulosa Bifosfat) melalui siklus Calvin. Gambar 1 Daur cal vin. dan sebagainya). Pada tahun 1960-an. Tanaman C3 membutuhkan 400 – 1000 gram air untuk menghasilkan 1 gram bahan kering. Tumbuhan/tanaman C3 cenderung mencapai puncak tingkat fotosintesis (persatuan permukaan daun) pada intensitas cahaya dan temperatur sedang dan terhambat atau cenderung menurun pada temperatur dan intensitas cahaya tinggi dan terjadi fotorespirasi. yaitu perombakan kembali gula atau karbohidrat yang telah terbentuk menjadi CO2 dan H2O dan melepaskan eneri dalam bentuk panas.

Gambar 2 Perpindahan dan fiksasi CO2 pada tanaman C4 154 .

Tumbuhan/tanaman C4 dapat beradaptasi pada temperatur dan intensitas cahaya yang tinggi dan tidak terjadi fotorespirasi.. Tebu. Pada tanaman/tumbuhan C4 menggunakan air lebih efisien. hanya menggunakan kurang dari 400 gram air untuk memproduksi 1 gram bahan kering. Tanaman C4 mendominasi vegetasi di gurung-gurung di daerah tropika. 155 .Pada tumbuhan/tanaman C4. Tanaman C4 tidak terhambat oleh kandungan oksigen yang tinggi dibandingkan C3. Sorgum. CO2 diikat oleh senyawa PEP (Phospho Enol Piruvat) melalui siklus Asam Karboksilat. Contoh tanaman Jagung. Perbandingan tanggap fotosintsis tanaman C3 dan C4 terhadap peningkatan intensitas cahaya dan temperatur (Gambar 3).

Respirasi anerobik (tanpa oksigen). Bakteri 156 . Dekomposisi diartiak secara luas sebagai oksidasi biotic yang menghasilkan energi. yaitu (1) secara fisik misalnya dibakar atau dipotong-potong dan (2) secara biologis atau oksidasi biotic. disini bahan organik (C6H12O6).Gambar 3 Perbandingan tanggap fotosintesis dari tanaman C3 dan C4 terhadap kenaikan intensitas cahaya dan temperatur. Beberapa jenis tumbuhan sekulen di daerah gurun seperti Kaktus. Dekomposisi (respirasi) tediri dari: 1. Dekomposisi atau perombakan ada 2. menutup stomanya pada siang hari yang panas dan membuka kembali pada malam hari. protozoa dsb. ragi.Fotosintesis CAM (Crassulacean Acid Metabolism) CAM adalah bentuk fotosintesis yang khusus dapat beradaptasi di daerah kering. gas oksigen (O2) sebagai penerima elektron (Oksidan). Respirasi anaerobik ini umumnya dilakukan oleh kelompok saprofag yaitu pemakan organisme mati seperti bakteri. Hal ini memungkinkan tumbuhan sekulen mampu mempertahankan keseimbangan dan penyimpanan air. Respirasi aerobik. Penundaan fotosintesa ini mengurangi kehilangan air pada siang hari. satu senyawa anorganik selain oksigen atau senyawa organik sebagai penerima elektron (oksidan). dirombak kembali menjadi CO2 dan H2O dengan pembebasan energi. . 2. Merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. Contoh Bakteri metan yang dapat merombak senyawa organik dan menghasilkan metan (CH4) atau gas alam. b. Dekomposisi dan decomposer dalam ekosistem Di seluruh dunia proses dekomposisi yang dilakukan oleh kelompok organisme Heterotrof (Dekomposer) diperkirakan seimbang dengan proses metabolisme yang dilakukan oleh Autotrof. CO2 yang diabsorsi disimpan dalam asam-asam organik hingga keesokan harinya.

.Zat/senyawa asam humik Bila proses dekomposisi tidak terjadi maka semua unsur-unsur hara akan tetap terikat pada organisme yang mati itu. Gas H2S yang naik ke sedimen dangkal dan ke permukaan air dimanfaatkan oleh organisme lain misalnya oleh bakteri fotosintesis. Pengaruh faktor fisik (non biotik). Dari segi ekologi.Dekomposisi mempunyai 3 tahap: 157 . juga anaerobik tetapi senyawa organik yang dioksidasi juga sebagai penerima electron. peristiwa pembekuan dan pencairan karena pengaruh suhu tinggi dan suhu rendah saling berganti. Dekomposisi terjadi melalui transformasi energi antara organisme dan ini merupakan fungsi yang mutlak diperlukan.Penyebab dekomposisi. Zat ini merupakan komponen universal dalam ekosistem.metan dapat dipelihara untuk menghasilkan gas metan (biogas) secara besar-besaran dari bahan baku kotoran ternak atau bahan organik lainnya. yaitu (a) pengaruh api atau pembakaran. (b). Ini berarti tidak ada kehidupan baru yang muncul Bagian-bagian tubuh dari bangkai hewan/ binatang atau tumbuhan tidak mengalami penghancuran pada saat yang sama. misalnya bakteri dan jamur serta mikroorganisme lainnya. rambut. dan protein didekomposisi dengan cepat. Pengaruh biotik. karbohidrat. membebaskan gas-gas CO2 dan gas-gas lainnya ke atmosfir serta melepaskan sejumlah unsur-unsur hara ke dalam tanah. II.•Proses dekomposisi yang terbesar adalah yang melibatkan mikroorganisme heterotrofik atau saprofag. Fermentasi. yaitu organisme yang memakan tubuh binatang atau tumbuhan yang telah mati. ada 2 yaitu: I. . dsb sangat lambat hancur karena ikatan karbonnya sangat kuat. Lemak. Ragipun banyak terdapat dalam tanah dan membantu proses perombakan sisa-sisa tumbuhan. Ragi merupakan contoh yang sangat dikenal dalam fermentasi. Hasil dari proses dekomposisi yang resisten atau tahan (tidak mudah melapuk) akan menghasilkan Zat humik. tulang. Bakteri ini mereduksi Sulfat (SO4) menjadi sulfida (H2S) pada sedimen yang dalam dan perairan yang tak mengandung oksigen. . Bakteri Desulfovibrio mempunyai peranan penting dalam respirasi anaerobik. tetapi sellulosa. lignin. 3.

Mineralisasi humus yang berlangsung lambat Lambatnya dekomposisi humus menyebabkan menumpuknya oksigen.. kimia. merupakan koloid yang sukar ditentukan susunan kimianya. yang diikuti dengan pembebasan bahan 2.O). . Model molekul asam humik (Gambar 4). atau Fe yang disebut dengan celat (Chelation) sehingga logam tersebut tidak beracun bagi tanaman dan melepaskan hara esensial yang diikatnya. Banyak zat-zat beracun yang dibuang atau ditambahkan oleh manusia ke lingkungan seperti herbisida. Dalam jumlah yang cukup bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik. Humus atau senyawa humik merupakan kondensasi dari senyawa-senyawa aromatik (fenol) digabung dengan hasil dekomposisi dari protein (Nitrogen) dan poliskarida/KH (C. Untuk memecahkan struktur ini diperlukan enzim dioksigenase yang mungkin tidak terdapat pada saftotrof tanah dan air. dan zat-zat buangan industri adalah senyawasenyawa turunan benzena yang berbahaya karena daya degradibilitas (daya mengurai) yang rendah. dan biologi tanah yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. seingkali coklat kekuningan. pestisida. Humus berwarna gelap.Ada dua tahap yang dilalui oleh bahan organic untuk dapat menjadi fosil: 158 . Cincin benzena dan ikatan rantai samping membuat senyawa ini rekalsitran terhadap perombakan oleh mikro organisme. Cu. Produksi yang relatif cepat untuk menghasikan humus dan pembebasan bahan-bahan organik tambahan yang terlarut oleh saprotrop 3. .Bahan organik Senyawa asam humik dan bahan organic lainnya yang mengalami dekomposisi sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah.1.H. Dekomposisi bahan organik menghasilkan senyawa asam organik. misalnya asam amino glisin dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam Al. Pembentukan butiran-butiran destritus oleh proses fisik dan biologis organik yang terlarut.

tetapi proses ini berperan penting dalam ekosistem. Membentuk celat dan menyediakan hara kembali untuk tanaman 3. yaitu: 1. 159 . dan sebagainya mempunyai peran penting dalam dekomposisi. C4. permukaan sehingga dapat tersedia bagi B. misalnya proses produksi pada tanaman C3. Menambah zat tumbuh yang mengstimulasi pertumbuhan mikroba dan aktivitas metabolisme populasi mikroba Dekomposisi bahan organic merupakan proses yang panjang dan kompleks. umumnya terjadi dalam suasana aerobik dan berlangsung relatif cepat. umumnya terjadi kondisi anaerobik dan berlangsung sangat lambat. Indikator Penilaian 1. . (2) Karbonifikasi. Menjelaskan dengan tepat berlansungnya proses produksi yang dimulai dari tumbuhan. dapat mengembalikan hara dan energi 4. Kelompok organisme ini mempercepat dekomposisi dengan beberapa cara: 1. Menghasilkan energi (makanan) untuk organisme lain pada rantai makanan 5. Menghancurkan bahan organik menjadi bagian-bagian kecil berarti memperluas mikroorganisme 2. Tungau Tanah. Memungkinkan siklus hara melalui mineralisasi bahan-bahan organik yang telah mati 2. Humifikasi. Keong. dan bakteri fotosintesis disertai contoh. proses ke dua ini merupakan perubahan dari gambut ke lignin lalu ke batubara keras dengan kadar karbon yang meningkat pada setiap tahap. fitoplankton.Organisme tanah Beberapa studi membuktikan bahawa fagotrop misalnya binatang-binatang kecil seperti Cacing. Menghasilkan zat-zat metabolit sekunder yang dapat menghambat (inhibitor) contoh Penisilin yaitu antibiotik yang dihasilkan oleh cendawan dan menghasilkan stimulator seperti vitamin dan zat pengatur tumbuh(hormon tumbuh). dan CAM.(1). Dengan bantuan mikroba.

2. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organic disertai contoh dan manfaatnya pada kestabilan ekosistem. 160 .

bakteri. Energi kimia (energi potensial) yang terbentuk digunakan oleh organisme lain sebagai sumber energi seperti manusia. Materi atau mineral dari penguraian organisme yang mati dimanfaatkan kembali oleh produser. dan mikroorganisme. Tubuh makhluk hidup diuraikan menjadi patahan-patahan kecil oleh rayap. Produksi merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Proses dekomposisi menghasilkan materi atau mineral. kecoa. Sebagaian dari cadangan makanan yang dibentuk dalam proses fotosintesis dipakai oleh produsen sendiri. Kelebihannya kemudian digunakan oleh konsumen. semut.BAB III PENUTUP Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran energi. Produksi diawali dari pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis oleh produser (tumbuhan/tanaman). dan sebagainya. serangga dan mikro organisme seperti jamur. Proses ini dimulai dari adanya tumbuhan atau hewan yang telah mati. 161 . hewan/binatang.

Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Saunders. ZD. 1985. N. Kleden. J. Nurkin.M.L. dan Lingkungan. 1997.BAB III DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Fundamental of Ecology.B. M. W. London.N. Prentice Hall. Universitas Hasanuddin 162 . B. Indonesia Irwan. Ekolgi Dasar. 1989. Lembaga penerbitan. Palenewan. Renwarin’ P. J. Bumi Aksara. P. 1971. Hatta. E. Jakarta. A. Kormondy. Company. Rahman. Riyanto. Delmi. G. Odum.J. Yayasan Obor. Siwondo.H. Conceps of Ecology. Ekologi dan Biologi Tropika. Jodjo. I. Komunitas.E. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. 1992. New Delhi.

MODUL V 163 .

Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 164 . PEMBAHASAN C. JUDUL: ENERGI DALAM EKOSISTEM BAB I. Materi/Isi D. Kaitan Modul H. Latar Belakang F. Ruang Lingkup Isi G. Indikator Penilaian BAB. III. PENDAHULIUAN E.MODUL IV.

Misalnya tanaman menjadi menjadi besar. yang dapat dilihat adalah efek dari energi. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tubuh makhluk hidup seperti manusia. Unsur-unsur kimia tersebut berkombinasi membentuk molekul. H (hydrogen). Makanpun memerlukan energi. energi dari bahan baku bensin dapat dilihat jika terjadi peembakaran dalam mesin mobil dan mobil tersebut dapat berjalan. Energi dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Jadi jika energi tidak ada. Ada pula molekul yang lebih kompleks misalnya glukosa yang terdiri dari C6H12O6. Jika pada tumbuhan. N (Nitrogen). O (oksigen). hewan. 165 . Energi tidak dapat dilihat.BAB I. Di dalam tubuh makhluk hidup selain terdapat mataeri juga terdapat energi. Materi terdiri dari unsur kimia yaitu C (karbon). Belajar memerlukan energi. Hidrogen dan Oksigen berkombinasi membentuk molekul air (H2O). Untuk melakukan kerja diperlukan energi. maka buah atau bunga tidak akan ada. dengan sumber enrgi dari sinar matahari maka hasil dari proses fotosintesis tersimpan dalam bentuk buah atau bunga. Pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman tersusunlah materi menjadi pohon. P (fosfor) dan sebagainya. dalam proses fotosintesis. Seperti melakukan perjalanan memerlukan energi. dan tumbuhan serta benda-benda lain tersusun oleh materi (mineral). Dalam bidang ekonomi. Demikian juga pertumbuhan anak-anak menjadi dewasa itupun merupakan kerja. uang merupakan sumber energi.

2. Sebagian besar materi ini mengcakup sisstem ekologi. yaitu membahas tentang perilaku-perilaku energi dalam ekosistem. dan III. Lingkungan energi c. mahasiswa dapat: 1. Kaitan Modul Modul ini terkait erat dengan modul I. batang. Energi matahari diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Energi kimia tersimpan dalam bentuk molekul glukosa selanjutnya diubah menjadi karbohidrat/pati tersimpan dalam tubuh tumbuh-tumbuhan pada akar. Mendefinisikan pengertian energi dan menjelaskan perilaku energi menurut hukum termodinamika I dan II dalam ekosistem. jika tidak ada energi kehidupan tidak akan terjadi. buah atau bunga.Jika tidak ada uang maka perekonomian negara tidak akan berjalan. II. Konsep Produktivitas ekosistem C. D. Tinjauan tentang pengertian dasar energi b.. Menjelaskan asas-asas energi dalam lingkungan dan kehidupan. Sasararan pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Fosil menjadi batubara atau minyak bumi yang banyak mengandung energi. daun. Begitu pula dalam ekologi. 166 . B. Dalam kondisi tertentu tumbuhan atau hewan yang mati tetapi tidak melapuk kemudiaN akan menjadi fosil. Dalam kehidupan sumber energi adalah sinar matahari. Ruang Lingkup Isi a.

Membedakan pengertian produktivitas primer bruto. Perilaku energi di alam (ekosistem) mengikuti hokum termodinamika: 167 . ergon = kerja Energi dapat didefinisikan kemampuan atau suatu kesanggupan untuk melaksanakan kerja. BAB II. en = dalam. Tinjauan tentang pengertian dasar energi Energi berasal dari bahasa Yunani. PEMBAHASAN A. dan produktivitas sekunder dalam ekosistem. Atau Kemampuan untuk memberikan pengaruh atau akibat. baik berupa panas yang ditimbulkan maupaun akibat mekanik/kerja. produktivitas netto.3. Materi/Isi a.

sebelum dan setelah transformasi. Misalnya benda panas pasti menyebarkan panas ke lingkungan yang lebih rendah suhunya. Produksi = Konsumsi + Produk Limbah + Respirasi. Hukum termodinamika I atau Hukum Kekekalan Energi. Tidak ada perubahan/transformasi energi yang betul-betul efisien 100% karena selalu ada energi yang terpencar sebagai energi panas yang tak dapat digunakan. yang berbunyi: Misalnya energi cahaya dapat diubah menjadi energi kimia (energi potemnsial) atau energi panas. Ini juga berarti jumlah total energi harus tetap “Setiap terjadi perubahan energi pasti terjadi drgradasi energi atau penguraian energi dari bentuk energi terpusat menjadi energi terpencar”. Hukum termodinamika II atau Hukum Entropi. yang berbunyi: “Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Kedua hokum tersebut dapat dinyatakan pada Gambar 1 berikut: 168 . 2.1. tetapi tidak pernah diciptakan atau dihancurkan”.

Gambaran dari dua hukum termodinamika. Cahaya atau sinar matahari mempunyai hubungan dengan sistem-sistem ekologis dan bagaimana energi digunakan dalam sistem itu.Gambar 1. disebabkan karena ada yang hilang sebagai panas pada waktu terjadi transformasi (perubahan). C = gula. bentuk energi yang dipadatkan (2 unit). C selalu lebih kecil dari A. perubahan energi cahaya matahari ke energi kimia (makanan/gula) lewat proses fotosintesis. bentuk energi yang lemah (100 unit). B = Panas. A = B + C (hukum termodinamika I). semua perubahan. bentuk energi yang sangat lemah (98 unit). penggandaan diri dan sintesis berbagai materi. tidak akan ada kehidupan dan sistem-sitem ekologis. Hubungan tumbuhan/produser dan hewan konsumer. jumlah dan jenis organisme 169 Energi potensial ini dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Tanpa adanya pengalihan energi yang mengikuti . anatara hewan predator dengan hewan mangsa. Berbagai bentuk kehidupan selalu diikuti oleh perubahan-perubahan energi. A = Sinar/cahaya Matahari. Energi yang sampai di permukaan bumi sebagai cahaya diimbangi dengan energi yang keluar dari permukaan bumi sebagai radiasi panas yang tak tampak dan hanya sebagian kecil dari energi cahaya yang diserap`oleh tumbuhan hijau dan mengubah energi cahaya menjadi energi potensial.

besarnya radiasi atau energi cahaya matahari kurang lebih 2 g kalori/cm2/detik. O2. Radiasi yang menembus atmosfir akan berkurrang intesitasnya karena tersaring gas atmosfir. atau vegetasi) (hanya 1. Demikian pula. menjadi energi yang berguna untuk komponen biotik ekosistem. yang dapat menggerakkan kincir angin sehingga dapat menggerakkan pabrik penggilingan. penguapan air. gerakan udara dan air. Keadaan ini terjadi pada daerah yang horizontal (datar).34 g calori/cm2/detik) yang dapat mencapai permukaan bumi pada tengah hari di musim panas. Pada lapisan teratas atmosfir. dan (3) cahaya yang menembus vegetasi. Jadi dalam hal ini energi cahaya berubah menjadi eneri panas di daratan. absorpsi cahaya/sinar matahari oleh daratan dan air menyebabkan terjadinya daerah-daerah panas dan dingin. Di daerah perbukitan atau daerah pegunungan. tetapi sebagian besar menjadi panas dan sebagian kecil energi potensil ini diubah menjadi protoplasma baru atau sel baru. b. permukaan lereng di bagian selatan menerima radiasi lebih besar dan lereng bagian utara lebih kecil dari yang diperoleh permukaan datar. Dalam ekosistem. Dalam sehari masukan radiasi/energi cahaya matahari ke lapisan autotropik (tumbuhan/vegetasi) sekitar 100-800 kalori g kalori/cm2. ozon (O3). CO2. tetapi hanya sebagian kecil dari cahaya matahari dapat diubah oleh proses fotosintesis . yang akhirnya menyebabkan terjadinya aliran angin. energi mengalir masuk melalui fotosintesis dan mengalir keluar melalui respirasi. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam iklim stempat dan vegetasi. Lingkungan energi Organisme yang berada di atau dekat permukaan bumi secara terus menerus disinari oleh (1) radiasi matahari dan (2) radiasi panas bergelombang panjang dari permukaan-permukaan di sekitarnya. kesemuanya dibatasi oleh aliran energi. (2) sinar matahari yang menembus mendung sempurna. Jumlah ini akan berkurang sebesar 67% apabila melewati atmosfir (melewati awan. Hewan/binatang (makro dan mikro) dan manusia memperoleh energi kimia (energi potensial) dari hasil fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dan khemosintesis dari dari mikroba (bakteri sulfur). 170 Kedua-duanya mempengaruhi lingkungan (iklim) yaitu temperatur. lalu menjadi energi kinetik dari angin yang dapat melakukan pekerjaan memompa air. Radiasi matahari pada lapisan atmosfir adalah konstan dibandingkan dengan (1) radiasi/energi cahaya matahari yang mencapai permukaan laut pada hari cerah.dalam lingkungan tertentu. air. dan debu.

keadaan tanaman (perkebunan).574 –0. Cahaya tampak sedikit sekali berkurangnya jika melewati awan tebal dan air. memantau serangan hama dan penyakit tanaman.595 µm).574 µm).4 – 0.4 – 0. Pengaruhnya secara ekologis penting dalam memberikan efek pemanasan. Sinar ultra violet (0. dan sebagainya. (c) Infra merah (> 0. artinya fotosintesis dapat terus berlangsung pada hari yang berawan dan beberapa kedalaman air yang jernih.Berdasarkan peranannya bagi pertumbuhan tumbuhan/tanaman.490 – 0.435 µm). Terbagi atas 3 kualitas sinar matahari berdasarkan panjang gelombang. tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan sebagai radiasi panas. 2.480 µm). Infra merah (> 0. kuning (0. yaitu: merah (0. J/m2. Sinar Tampak (Vesible light) (0. Dari semua warna sinar tampak ini. watt/m2.239 kalori.4 µm) = 9%. Radiasi ultra violet (gelombang pendek) 0. Panjang hari Panjang hari adalah lamanya matahari memanjarkan sinaranya ke permukaan bumi sangat tergantung pada altitude dan latitude 1 µm = 10-4 cm. Cahaya hijau dari cahaya tampak dan infra merah pendek (near infra red) dipantulkan oleh tumbuh-tumbuhan. Satuannya kalori/cm2. 1 Joule = 0. kurang kuat merangsang reaksi kimia tumbuhan..435 –0.595 – 0.400 – 0. ungu (0. vegetasi/klorofil menyerap gelombang cahaya tampak yang berwarna merah dan biru untuk kegiatan fotosintesis.3 – 0.4 µm diserap habis oleh lapisan ozon (O3) dibagian luar atmosfir kira-kira pada ketinggian 25 km.7 µm) memiliki banyak warna bergantung pada panjang gelombangnya. Pantulan cahaya ini dipergunakan didalam pengindraan jauh baik dengan foto udara maupun citra satelit untuk menetukan pola vegetasi alam.3 – 0. Intensitas sinar matahari Intensitas cahaya adalah jumlah energi cahaya matahari yang sampai pada permukaan bumi pada luasan dan waktu tertentu. biru (0. Cahaya tampak ((0. 3.7 µm).625 – 0.750 µm). (a). sinar matahari dibagi 3 unsur: 1.7 µm) = 45%. hijau (0. Kualitas sinar matahari Kualitas sinar matahari adalah spectrum cahaya yang dipancarkan oleh sinar matahari yang terdiri dari berbagai panjang gelombang. selain itu juga dapat berpenagruh pada proses perkecambahan dan pertumbuhan batang.625 µm). 171 . orange (0.7 µm) = 46%. (b).

Oleh karena itu sebagian besar biosfir. perbedaan antara semua arus radiasi yang turun dikurangi dengan semua arus radiasi yang naik. dan tahun adalah amat penting bagi produktivitas dan pertukaran hara mineral dalam ekosistem. Radiasi sebanyak 100 – 800 g kalori/cm2/hari. masukan energi radiasi adalah kira-kira 3000 – 4000 Radiasi netto di permukaan bumi yaitu terkecuali di daerah kutub atau daerah tropis yang beriklim kering. Di samping garis lintang (latitude). 172 . Air di dalam daun dan uapa air di sekelilingnya menyerap energi panas infra merah panjang. bulan. sehingga hanya sedikit keluaran biologis yang dapat dihasilkan. penutupan awan adalah suatu factor pokok dalam penerimaan radiasi matahari.Naungan yang sejuk dan teduh di dalam hutan (vegetasi) disebabkan oleh absorpsi cajhaya tampak dan infra merah panjang oleh daun-daun bagian atas. namun keterpaduan radiasi matahari langsung yang memasuki stratum autotrofik. mungkin diterima sebagian besar dunia pada hampir setiap saat.6 kilokalori/m2/tahun di atas daratan.5 juta kilokalori/m2/tahun. yaitu energi sinar matahari yang diterima oleh tumbuh-tumbuhan hijau setiap hari. Penggunaan energi radiasi matahari dalam setahun diringkaskan pada Tabel 1. Di sana keadaannya begitu ekstrim. kilokalori/m2/hari dan 1. Kendatipun perubahan radiasi total menentukan kondisi keberadaan organisme. dan musim.1 – 1. Antara garis lintang 40o LU dan LS radiasi netto tahunan adalah 1 juta kilokalori/m2/tahun di atas samudra dan 0. Masukan energi primer itu menggerakkan semua sistem biologis. altitude.

arus Fotosintesis Energi pasang surut lebih kurang Panas terestria lebih kurang Persen (%) 30 46 23 0. 173 . Beberapa definisi penting. yaitu: 1) Produktivitas primer dari suatu ekosistem adalah laju konversi energi cahaya menjadi senyawa organic melalui fotosintesis dan khemosintesis oleh organisme produser (terutama tumbuhan hijau). c.5 Sumber: Hubert. evaporasi.0017 0. hujan. angin dan sebagainya. Penggunaan radiasi matahari sebagai persentase dari masukan tahunan ke dalam biosfir Penggunaan Dipantulkan Konversi langsung menjadi panas Evaporasi.8 0. juga disebut asimilasi total. (1985) Hanya lebih kurang 1% saja energi matahari diubah menjadi energi kimia dan lebih kurang 70% digunakan untuk memanaskan bumi. yang dimulai dengan konversi energi cahaya matahari menjadi senyawa organic melalui fotosintesis pada tumbuhan hijau. precipitasi (hujan) Angin. Konsep produktivitas ekosistem Produktivitas adalah laju produksi senyawa organic dalam suatu ekosistem. 1971 dalam Riyanto et al.Tabel 1. 2) Produktivitas primer bruto adalah laju fotosintesis total termasuk senyawa organic yang dipakai untuk pernafasan selama masa pengukuran.2 0. gelombang. Karena energi panas ini menyebabkan adanya temperatur yang sesuai untuk hidup dan menggerakkan sistem cuaca dan siklus air yang kesemuanya diperlukan untu kehidupan di bumi.

dan kekeringan. misalnya hasil kerja angin. pestisida. tanah. (2). disebut juga fotosintesis nyata atau asimilasi netto 4) Produktivitas komunitas netto adalah laju penyimpanan senywa organic yang tidak digunakan heterotrop atau produktivitas primer netto dikurangi konsumsi oleh heterotrop selama waktu pengukuran. alat-alat pertanian. Contoh Sapi makan rumput. Sebagai contoh suatu padang rumput yang subur tapi dirumputi oleh ternak/hewan herbivora akan mempunyai biomas yang lebih kecil dari pada padang rumput yang kurang subur yang tak mengalami perumputan. biasanya selam musim tumbuh atau setahun. Energi yang tersimpan dalam tubuh sapi yang berasal dari rumput itu disebut produktivitas sekunder Laju produksi (produktivitas) yang tinggi baik pada ekosistem alami (hutan primer) maupun ekosistem budidaya terjadi apabila : (1). Ada subsidi energi dari luar sistem. Adanya subsidi energi yang dapat menambah produksi dengan mengurangi kehilangan panas untuk pernafasan. Heterotrop adalah organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri misalnya hewan/binatang dan manusia. Dalam mengevaluasi produktivitas ekosistem perlu dipertimbangkan (1). Biomas adalah jumlah bahan organic pada saat pengukuran. sebagian yang rumput yang dimakan tersimpan dalam tubuh sapi sebagai sumber energi. Sifat dan besarnya kehilangan energi karena gangguan iklim. hujan. dan sebagainya. (2). ada tenaga kerja manusia. Faktor fisik yang menunjang sesuai (iklim. sebagian lagi hilang dalam bentuk panas dan kotoran. energi pasang surut di daerah estuary untuk ekosistem alami. 5) Produktivitas sekunder adalah laju penyimpanan energi pada tingkat konsumer atau decomposer. panen. dan varietas tanaman).3) Produktivitas primer netto adalah laju penyimpanan senyawa organic di dalam jaringan tumbuh-tumbuhan setelah dikurangi pemakaian untuk pernafasan selama masa pengukuran. Untuk ekosistem budidaya. polusi. Produktivitas primer netto tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (Tabel 2) 174 . Produktivitas dapat dijadikan ukuran dari kekayaan kesuburan suatu ekosistem. pupuk.

175 Per hari 0.36 4. yaitu tanaman yang memiliki tipe fotosintesis yang mampu mengalami hambatan yang ditimbulkan oleh iklim yang panas.al. meskipun tumbuhan C4.00 1. Hubungan umum antara produksi bruto dan netto sebagai fungsi garis lintang (latitude).11 . Produktivitas primer bersih tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (hutan primer) Produktivitas primer bersih (g/m2) EKOSISTEM Per tahun Tanaman Budidaya (rata-rata dunia) Gandum 344 Jagung 412 Padi 497 Tebu 1723 Hutan primer Hutan tropika (Malaysia) 2200 Hutan iklim sedang (Inggris) 1500 Padang rumput (Oklahoma dan 446 nebraska) Gurun pasir (Nevda) 40 Sumbe : Odum. (Gambar 2). Subsidi energi Sumber energi yang mengurangi penggunaan energi yang ada pada ekosistem untuk memelihara kondisinya dan dapat meningkatkan penggunaan energi yang ada untuk dikonversikan menjadi produksi disebut aliran energi tambahan atau subsidi energi Temperatur yang tinggi dan ketegangan air yang tinggi umumnya memaksa tumbuhan untuk menggunakan lebih banyak energi produksi bruto untuk respirasi. et. kecenderungan bagi rasio Pn/Pg (produksi netto/produksi bruto) menjadi lebih rendah di daerah tropika dari pada di daerah temperatur sedang juga berlaku bagi tumbuhan C3 seperti padi.94 1.Tabel 2. 1990. 1966 dalam Resosoedarmo.23 6. Pada vegetasi alami.22 0.13 1. Ini berarti bahwa akan lebih banyak biaya energi untuk mempertahankan struktur tumbuhan pada iklim yang panas.03 3.

176 .

Menjelaskan pengertian produktivitas dalam ekosistem. Indikator Penilaian 1.Gambar 2. B. produktivitas primer bruto dan netto. produktivitas primer. Kecenderungan yang terjadi di daearah tropik yaitu rasio Pn/Pg kurang dari 50% dan meningkat menjadi 60-70% bila letak tempat semakin jauh dari daerah tropik. produktivitas sekunder diseratai contoh-contoh nyata yang terjadi dibidang budidaya pertanian saat ini 177 . Menjelaskan perilaku energi dalam ekosistem disertai contoh nyata yang terjadi di lapangan baik pada ekosistem pertanian maupun pada ekosistem alami (hutan) 3. Mendefinisikan dengan tepat pengertian energi dalam ekosistem disertai contoh 2. Persentase (%) rasio produksi (netto/kotor) atau (Pn/Pg) untuk vegetasi alami bervariasi dengan letak tempat (latitude).

4. Menjelaskan dengan tepat penggunaan subsidi energi pada ekosistem pertanian yang ramah lingkungan dan produktivitas tanaman meningkat 178 .

Sedangkan Hukum termodinamika II. diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru tumbuhan/tanaman atau organisme Tranformasi energi dalam ekosistem mengikuti hukum termodinamika I dan II. yang diubah menjadi energi kimia oleh proses fotosintesis dalam tumbuhan hijau. setiap terjadi transformasi energi pasti terjadi degradasi energi dalam bentuk panas. Energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia dan bersama dengan unsur-unsur hara dari dalam tanah. Peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh kesesuaian/keadaan lingkungan (iklim dan tanah) bagi komoditi yang dikembangkan serta kesesuaian altitude dan latitude. 179 . Hukum termodinamika I menunjukkan bahwa jumlah total energi harus tetap sebelum dan setelah transformasi. tumbuh dan berkembang. Pada ekositem buatan diperlukan subsidi energi yang tepat agar produktivitas ekosistem meningkat dan ramah lingkungan.BAB III. untuk bergerak. PENUTUP Semua organisme memelukan energi. dan melaksanakan fungsi-fungsi badaniahnya. Sumber energi sebagian besar berasal dari cahaya matahari.

N. 1992. Kormondy. Delmi. I. London. E. New Delhi.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Yayasan Obor.M. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur.H. ZD. 1989. Riyanto. Lembaga penerbitan.B.E. M. Jakarta. 1971. P. Prentice Hall. 1997. J. Universitas Hasanuddin 180 . A. Nurkin. G. Renwarin’ P. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Indonesia Irwan. N. Odum. W. 1985. Kleden. Ekolgi Dasar. Komunitas. Fundamental of Ecology. Siwondo. Palenewan.L. Rahman. Conceps of Ecology. Bumi Aksara. Ekologi dan Biologi Tropika. dan Lingkungan. Hatta. J.J. Saunders. B. Jodjo. Company.

PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 181 . Kaitan Modul L. Indikator Penilaian BAB. Latar Belakang J.MODUL V JUDUL: RANTAI MAKANAN DAN TINGKAT TROFIK BAB I. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. PEMBAHASAN E. PENDAHULIUAN I. Ruang Lingkup Isi K. III. Materi/Isi F.

elang. sedangkang padi adalah tumbuhan yang tidak dapat berpindah tempat sendiri. hewan/binatang dan organisme lainnya (biotic) pada tempat dan waktu tertentu bersama-sama dengan lingkungan abiotiknya membentuk suatu sistem ekologi (ekosistem). Tidak ada satu organismepun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. dimana tikus adalah hewan yang dapat berpindah tempat.BAB I. Misalnya jika melihat hubungan antara tikus dan padi. Setiap tingkat lebih tinggi. Tetapi tumbuhan hijau seperti padi. PENDAHULUAN A. Sebagai contoh tikus memakan padi dan tanaman-tanaman lain seperti ubi jalar. 182 . Karena tikus langsung memakan tumbuhan hijau maka disebut konsumen tingkat pertama. baru berarti jika ada organisme lainnya. Latar belakang Dunia kehidupsan sebenarnya jauh lebih rumit daripada yang dilihat sepintas lalu. dan sebagainya. jagung. ular memakan tikus sehingga organisme ini disebut konsumen kedua . Energi dan materi merupakan landasan dunia organisme (makhluk hidup). Antara organisme yang satu dengan organisme lainnya terjadi pengalihan energi dengan cara memakan dan dimakan. Jika pada kucing ada kutunya. Tikus disebut konsumen atau pemakai. Hidup tumbuhan itu sendiri dan hidup organisme lainnya bergantung pada senyawa organic yang dibentuk oleh tumbuhan. hubungan konsumen selangkah lebih jauh dari produen. maka kutu disebut konsumen ketiga. Tumbuhan. Tumbuhan disebut sebagai produser. Selanjutnya kucing. Suatu organisme. dapat membentuk senyawa organic dengan menggunakan energi matahari.

didalamnya terjadi arus energi dan suklus materi merupakan landasan dasar pada suatu ekoistem. juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. jaring makanan. maka hal tersebut tidak akan terjadi. maka akan mengakibatkan tikus-tikus itu akan kehabisan makanan dan akan mati kelaparan. Rantai makanan. dan tingkat-tingkat trofik b. RUANG LINGKUP ISI a. maka akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi oleh mikro organisme (decomposer) menjadi unsure-unsur hara yang kemudian diserap kembali oleh organisme produser di dalam suatu ekosistem.Jika konsumen mati atau menjadi bangkai. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Kestabilan ekosistem hanya dapat dicapai dengan pengalihan energi dan siklus materi/hara melalui rantai makanan. Misalnya jika tikus dapat berkembang terus tanpa ada pengendalian. Rantai makanan Adalah pengalihan energi dari sumbernya yaitu tumbuhan (produser) ke organisme lain melalui sederetan organisme yang memakan dan dimakan. Menjelaskan rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Struktur trofik dan piramida ekologis d. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi C. Metabolisme dan ukuran individu c. dan IV D. Kaitan Modul Modul V ini membhasa tentang rantai makanan dalam ekosistem. Adanya pengalihan energi dan materi/hara dari organisme yang satu ke organisme yang lain melalui makan dimakan. B.. III. Modul V ini masih sangat terkait dengan materi modul I. 183 . dan menyebutkan tingkat trofiknya pada setiap ekosistem tersebut. II. Namun karena adanya kucing atau hewan lain yang memakan tikus. mahasiswa dapat: 1.

Rantai makanan perumputan (grazing food chain). dan tingkat-tingkat trofik Rantai makanan (food chain) adalah pemindahan (transfer) energi makanan dari sumbernya (tumbuh-tumbuhan) melalui serangkaian organisme yang memakan dan dimakan. Rantai makanan.2. termasuk persediaan makanan dan untuk digunakan untuk bernafas. dimulai dari tumbuhan/tanaman sebagai dasar lalu ke herbivora yang merumput (organisme yang memakan tumbuhan/tanaman hidup) dan terus ke karnivora kecil kemudian dimakan karnovora besar (pemakan binatang). yaitu berat hidup. Materi/Isi a. Oleh karena itu. Pada setiap pemindahan (transfer) sebagian (80-90 %) dari energi potensial (makanan) hilang sebagai panas. makin besar energi yang tersedia bagi populasi itu. yaitu: 1. Menerangkan dan memberikan contoh struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem darat dan air 3. makin pendek rantai makanan ini. Menerangkan empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi BAB II. PEMBAHASAN A. atau makin dekat konsumer dengan permulaan rantai makanan (tumbuhan). 184 . Rantai makanan terdiri dari dua tipe dasar. yang dapat diubah menjadi biomas. jarring makanan.

dan perombak dalam suatu daur materi dan energi. Menurut Resosoedarmo.2. dimulai dari organisme besar kepada organisme kecil. dimulai dari hewan kecil sebagai mata rantai pertama. et al. Rantai parasit. dimulai dari bahan-bahan yang mati lalu ke mikro organisme pemakan detritus (bahan organicyang hancur) dan predaornya. Rantai makanan tidak berjalan sendiri-sendiri. Rantai saprofit. Contoh jaring-jaring makanan yang sederhana (Gambar 1) Gambar 1 Gambar 1. konsumen. berjalan dari organisme mati ke mikro organisme. 3. Landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. (1990). tapi saling berkaitan yang satu dengan lainnya sehingga membentuk jaringjaring makanan. 185 . 2. kepada hewan yang lebih besar dan terakhir pada hewan yang terbesar. Jaring-jaring makanan. Rantai pemangsa. rantai makanan dibagi atas tiga macan. yaitu: 1. Rantai makanan perombakan (detritus food chain). yang hidup sebagai parasit. hubungan antara produsen.

Tumbuhan hijau daun adalah produsen primer.

Dalam proses daur materi dan energi seterusnya, produsen primer ini

merupakan makanan konsumer primer (herbivora) ialah hewan pemakan tumbuhan seperti burung, kelelawar, kupu-kupu, lebah, sapi, dan lainnya. Selanjutnya konsumer primer akan menjadi mangsa dari konsumer sekunder yaitu predator (karnivora). Baik produser, herbivora, dan karnivora atau predator apabila telah tua atau mati akan mengalami pembusukan, dan perombakan oleh decomposer (mikro organisme, misalnya bakteri atau jamur) menjadi bahan organic yang lebih sederhana, sampai akhirnya menjadi unsureunsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme produser (tumbuhan/tanaman). Suatu komunitas alamiah, seekor pemangsa (predator) sangat funsional dalam mamaelihahara keseimbangan dengan populasi binatang yang dimangsa. Dalam keseimbangan seperti itu misalnya populasi kijang yang lamban dengan mudah menjadi mangsa harimau sehingga yang tinggal hidup adalah kijang-kijang yang sehat. Populasi kijang hanya ada yang sehat justru karena adanya populasi harimau (pemangsa). Begitu pula padang rumput akan berada dalam dalam pertumbuhan yang sehat karena terbatasnya populasi kijang yang memakan rumput tersebut. Harimau yang lamban akan mati kelaparan karena kijang yang masih hidup hanyalah kijang-kijang yang sehat dan gesit serta tidak akan tertangkap atau dimangsa oleh harimau yang lamban atau lemah. Akhirnya harimau yang dapat bertahan hidup hanyalah populasi harimau yang sehat. Sehingga yang ada dalam komunitas alamiah hanyalah populasi harimau yang sehat. Komponen yang sehat-sehat memberikan situasi dan serasi antara satu dengan yang lainnya. Transfer energi dan materi pada setiap komponen biotik: MATAHARI (Sumber energi) ↓ PRODUSER (R dan D) ↓ 186 = R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Karena organismenya mati

HERBIVORA (R, D, F) ↓ KARNIVORA I (R,D,F) ↓ KARNIVORA II (R, D, F)

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran R ; energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

Di dalam komunitas-komunitas yang kompleks, organisme-organisme yang makanannya dari konversi energi matahari dengan jumlah langkah yang sama dikatakan termasuk kedalam tingkat trofik yang sama. Aliran energi berdasarkan trofik dalam suatu ekosistem mempunyai jarak transfer makanan tertentu dari sumber energi, menempati suatu tingkat trofik tertentu, sebagai berikut: Tingkat Trofik I, adalah tumbuhan hijau, yaitu menangkap cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan di sebut PRODUSER. Tingkat Trofik II, HERBIVORA, organisme yang mencernakan bahan-bahan tumbuhan hidup sebagai makanannya untuk mendapatkan energi. Terdidri dari jamur parasit pada tumbuh-tumbuhan hingga seekor gajah. Tingkat Trofik III, KARNIVORA KECIL (I), yaitu binatang yang memperoleh energi dari memakan herbivora. Bisa terdidri dari serangga, laba-laba sampai elang, tikus 187

Tingkat Trofik IV, KARNIVORA BESAR (II), organisme memperoleh energi dengan memakan karnivora-karnivora kecil, yang dimulai dari ular, burung hantu sampai harimau dan singa. Jadi energi dipindahkan selangkah demi selangkah lebih jauh dari sumber semula, yaitu energi cahaya matahari. Beberapa binatang, seperti beruang dan juga manusia adalah omnivora kadang-kadang memakan tumbuhan dan kadang-kadang memakan binatang lain. Bakteri, protozoa, jamur, dan binatang-binatang kecil lainnya, menggunakan tumbuhan dan hewan yang mati sebagai makanannya disebut Dekomposer atau perombak. Dekomposer yang menguraikan bahan dan senyawa organic menjadi senyawa yang sederhana hingga menjadi unsure hara dan kembali ke lingkungan, juga menggunakan energi dan membawanya ke langkah yang lebih jauh dari sumbernya. Pada ekosistem darat, kebanyakan decomposer hidup dipermukaan atau di lapisan atas tanah, mengubah bahan mati menjadi humus dan akhirnya menjadi mineral, gas-gas, dan air untukm selanjutnya diserap oleh akar tanaman. Pentingnya decomposer tidaklah diragukan. Tanpa mereka, bahan-bahan mati akan tertumpuk, unsur-unsur hara akan terikat pada organismenya yang telah mati atau menjadi bangkai (sisa tanaman dan hewan). Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang hara (Recyvling) hara dalam ekosistem. Kualitas sumberdaya (ekosistem) dapat ditingkatkan dengan melibatkan konsumer yang dapat menyalurkan unsur hara dan memproduksi hormon-hormon yang menguntungkan pertumbuhan. Sebagai contoh penggunaan mikroba seperti jamur mikoriza yang menyalurkan hara P kepada akar pohon sebagai penukar makanan berkualitas tinggi yang diperoleh dari tumbuhan. Demikiaan juga penggunaan bakteri rizhobium pada tanaman kacang-kacangan, dapat menfiksasi N dari udara yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. Produser dan konsumer mendapatkan keuntungan dari pembagian ini. Interaksi tumbuhan/tanaman dengan mikroba disebut mutualisme. Beberapa zat makanan terkonsentrasi pada tiap tingkat trofik di dalam rantai makanan. Pengkonsentrasian zat atau senyawa pada rantai makanan sering disebut magnifukasi biologis atau pembesaran biologis. Contoh adanya unsure rsdioaktif, logam berat dan 188

.pestisida dalam rantai makanan. makin besar pula biomassanya. Kuantitas energi menurun melalui rantai transfer. Jadi. ternyata residu yang beracun itu diserap`oleh detritus (bahan organic) dan menjadi terkonsentrasi dalam jaringan-jaringan hewan pemakan detritus yaitu pada ikan-ikan kecil. tetapi kualitas energi untuk menjalankan pekerjaan meningkat dengan tiap-tiap konversi. Pada Gambar 2. Jadi jumlah bakteri yang terdapat pda suatu saat akan jauh lebih kecil akan jauh lebih kecil daripada biomassa ikan atau mamalia sekalipun penggunaan energi untuk kedua golongan itu sama. et ala. Akibatnya makin kecil biomassanya yang dapat ditopangnya pada suatu tingkat trofik tertentu di dalam ekosistem. secara tidak langsung menyebabkan kematian ikan dan margasatwa. menunjukkan bahwa dalam satu rantai makanan alami penurunan energi melalui tiap-tiap tingkat dari 106 kilokalori/m2 masukan matahari hingga 100 atau kurang pada tingkat predator. pestisida DDT (pembunuh serangga) sering disebut insektisida DDT untuk mengendalikan nyamuk selama beberapa tahun di rawa-rawa. Menurut Riyanto. Metabolisme dan ukuran individu Biomas dinyatakan sebagai jumlah berat kering atau jumlah nilai kalori organisme yang terdapat pada suatu waktu tertentu yang dapat ditopang oleh arus tetap dari energi di dalam rantai makanan amat tergantung pada pada ukuran organisme masing-masing. tetapi kualitas energi dalam jumlah kalori energi matahari yang digunakan meningkat dari 1-10. Sebaliknya makin besar organismenya.000. b. lalu terkonsentrasi lagi pada burung pemakan ikan. Pada akhirnya melenyapkan populasi burung predator seperti elang. (1985). makin besar metabolisme per gram (per kalori) biomassanya. Gambar 2/////// 189 . Contoh kasus. dan sebagainya. satu biomas kecil predator mempunyai kualitas energi 100 kali dari satu biomas kecil herbivora. Sepuluh ribu cahaya matahari diperlukan untuk menghasilkan 1 kilokalori energi predator. bahwa bahan bakar fosil memiliki kualitas atau potensi kerja 2000 kali dari cahaya matahari. Makin kecil organismenya. Sifat racun berjangka panjang dari residu DDT. rajawali. diperkirakan tercuci ke laut.

Jadi ganggang kecil 190 . dari segi metabolisme. Peningkatan kualitas dengan penurunan kuantitas yang terjadi pada dua rantai aliran energi yang dimulai dari matahari. B = Rantai energi Metabolisme per gram biomas tumbuhan dan binatang kecil seperti ganggang. bagian-bagian yang penting dari satu komunitas bukan organisme-organisme yang besar tetapi sedikit. bakteri. A = Rantai makanan. Di dalam banyak hal. dan protozoa jauh lebih besar daripada laju metabolic organisme-organisme besar seperti pohon atau binatang vertebrata. Hal tersebut berlaku untuk fotosintesis dan respirasinya. tetapi justru organisme kecil yang banyak yang seringkali tidak tampak oleh mata.Gambar 2.

(a). Piramida jumlah sangat bervariasi pada komunitas berlainan. berdasarkan kecepatan arus energi dan produktivitas tingkat-tingakat trofik yang berurutan. Piramida energi. dimana tingkat pertama atau tingkat produser merupakan dasar dari tingkat-tingkat berikutnya yang membentuk puncaknya. hutan. Memberikan gambran kasar tentang efek hubungan rantai makanan. didasarkan pada jumlah berat kering.(fitoplankton) di dalam kolam yang beratnya hanya seberapa pada setiapsaat dapat memiliki metabolisme yang sama besar dengan pohon-pohon yang bervolume lebih besar di dalam hutan-hutan atau jerami di padang rumput. berdasarkan jumlah individu peratuan luas. Struktur trofik dan fungsi trofik dapat diperlihatkan dengan menggunakan “Piramida Ekologis”. Struktur trofik dan piramida ekologis Fenomena interaksi antara rantai makanan dan hubungan metabolisme dan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas memiliki struktur trofik tertentu yang seringkali khas untuk tipe ekosistem tertentu. nilai kalori atau ukuran lain dari jumlah total bahan hidup. (b). Semakin kecil ukuran suatu organisme semakin besar metabolimenya per gram biomassa. terumbu karang dan sebagainya. Piramida jumlah. lapangan penggembalaan. Ukuran individu menentukan besarnya metabolisme suatu organisme. Contoh danau. yaitu: 1. Memberikan gambaran menyeluruh tentang sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komonen biotic suatu ekosistem karena sesungguhnya jumlah dan berat organisme yang dapat ditunjang pada setiap tingkat trofik tergantung pada energi yang digunakan dan dihasilkan. Piramida biomas dapat memberikan gambaran yang lenbih baik tentang hubungan tingkat-tingkat trofik pada rantai makanan. 2. Demikian juga crustaceae kecil (zooplankton) yang memakan ganggang dapat memiliki respirasi total yang sama dengan apa yang dimiliki oleh sapi yang berlipat ganda beratnya di padang penggembalaan. 191 . Biomassa bersifat kualitatif. c. (c). Piramida biomassa. Piramida-piramida ekologis terdiri atas tiga tipe. 3.

Arus energi tahunan 10. dan pola hidup manusia.d. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Sumber dan kualitas energi yang tersedia menentukan jenis dan jumlah organisme. Menerangkan dengan tepat struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem dan memberikan contoh. Arus energi tahunan 10. Memberikan satu contoh rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Ekosistem alam. namun juga merupakan sumber pencemaran. Contoh ekosisstem pertanian. menghasilkan kelebihan bahan organic. b.000 – 40. Contoh. Ekosistem alam yang ditunjang energi matahari dan dibantu oleh energi alam lainnya. Menerangkan dengan tepat empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi 192 . akuakultur. beberapa hutan hujan.000 kilokalori/m2 B. Sistem-sistem industri perkotaan yang ditunjang oleh tenaga bahan bakar fosil atau bahan bakar organic atau bahan bakar nuklir.000 kilokalori/m2 c. Contoh laut terbuka. hutanhutan di dataran tinggi. Arus energi tahunan 1000 – 10. pola fungsional dan proses pertumbuhan. Arus energi tahunan100. Sistem ini memproduksi makanan dan serat dengan dukungan energi tambahan seperti minyak bumi atau energi lain yang ditambahkan oleh manusia. Pada sistem-sistem ini sumber energi utama adalah minyak bumi. dibedakan 4 kelas dasar ekositem. Ekosistem yang ditunjang oleh energi matahari dan dibantu oleh manusia. tanpa subsidi energi. Atas dasar ini. Estuaria pasang surut.000 kilkalori/m2 d. dan menyebutkan tingkat trofiknya dengan tepat. Karena energi adalah suatu penyebut umum dan factor penentu terakhir di dalam semua ekosistem.000 – 40.000 – 3000. c. Pada ekosistem darat dan ekosistem air.000 kilokalori/m2 b. a. Sistem ini merupakan pencetus kemakmuran. Indikator Penilaian a. tanpa subsidi dan hanya ditunjang oleh energi cahaya matahari.

193 .

Tumbuh-tumbuhan memperoleh hara dari lingkungan anorganik dalam atmosfir. sebagian besar energi terpencar sebagai energi panas. karnivora besar. merupakan perombak yang memakan organisme mati Misalnya rayap mungkin sebagai konsumer kecil sekaligus 194 . maka semakin besar pula energi yang dapat disimpan dalam tubuh organisme di ujung akhir rantai serta dapat menghilang melalui proses respirasi oleh organisme tersebut. herbivora. Dalam perpindahan energi dari organisme satu ke organisme lain. Jaring-jaring makanan adalah satuan dasar ekosistem. sebab pada jarring-jaring makananlah terjadi alih energi dan alih materi/hara. karnivora kecil. atau endapan di dalam tanah. Energi mengalir di dalam ekosistem yang dimulai dari luar yaitu energi dari cahaya matahari dan sebagian juga energi itu hilang dari ekosistem sebagai panas melalui respirasi. tanah. Pada pertukaran energi antar organisme. PENUTUP Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian organisme dengan saling makan memakan. dan decomposer menunjukkan tingkat-tingkat trofik. air. Dekomposer (decomposer) atau safrofag yang makan bahan organic mati. Rantai makanan tersebut tidaklah berjalan sendiri dan terpisah.BAB III. Herbivora dan karnivora digabungkan menjadi konsumen (consumer) atau biofag (biophage) yang memakan organisme hidup. Produser. Hara-hara ini ada melalui jaring-jaring atau rantai makanan yang sebagian besar kembali ke lingkungan dalam bentuk anorganik dengan melapuknya bahan organic yang mati. Rantai makanan atau jaring-jaring makanan/hara biasanya memiliki ratusan jenis yang saling di pertautkan oleh kebiasaan makan. Semakin pendek rantai makanan itu semakin dekat jarak antara organisme dari permulaan dan organisme pada ujung rantai. juga dijumpai pertukaran hara antar organisme dengan lingkungan abiotik. tetapi berhubungan satu sama lainnya membentuk jarringjaring makanan. Sebagian besar hara berputar dalam ekosistem. Aliran energi dan siklus hara mempunyai pola hubungan dengan lingkungan abiotik pada suatu ekosistem. Satu populasi tertentu dapat berada sekaligus pada lebih dari satu tingkat trofik.

1997. Ekolgi Dasar.L. New Delhi. Lembaga penerbitan. dan Lingkungan. Riyanto. Company. I. Nurkin. Fundamental of Ecology. 1992. Kleden.H. A. M. Palenewan.M. Indonesia Irwan. Prentice Hall. Conceps of Ecology. Hatta. N. Bumi Aksara. Kormondy.J. Delmi. Siwondo. W. ZD. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. 1971. Odum. P.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh.E. B. E. G. Yayasan Obor. J. 1985. Jakarta. J.N. Saunders. Rahman. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Komunitas. London. Ekologi dan Biologi Tropika. 1989. Universitas Hasanuddin 195 . Jodjo.B. Renwarin’ P.