LAPORAN

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Matakuliah: EKOLOGI UMUM

Oleh: Ir. N U R M AN, MP.

PROGRAM STUDI AGRONOMI JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2008

67

LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM
Angkatan IV Telah diperiksa dan disetujui Oleh Coash Clinic SCL Universitas Hasanuddin Makassar, 30 Agustus 2007

Coach,

Coachee,

Dr.Ir. Yunus Musa, MSc NIP. 131 287 796

Ir. Nurman, MP. NIP. 131 803 219

Mengetahui, Ketua LKPP-Unhas ub.Kepala PKPAI-Unhas

Ir. Machmud Syam, DEA NIP. 131 637 597
68

....................................................................... Hal...................................................................................... 6.......... Kontrak Pembelajaran .............................................. Kompetensi Lulusan Kurikulum PS ..... 4............................... 2............................................................................ Lembar Konsultasi.. Daftar Isi ......................................... 8... Rencana Pembelajaran Matakuliah . 69 .......................Daftar Isi No 1................................ Tabel Rencana Penilaian Kinerja Mahasiswa ......................................aman 1 2 3 5 16 36 42 Halaman Pengesahan .................. 7................................................................................................................................................................................................................................... 5...................

Menguasai penerapan sain dasar dalam bidang pertanian b. etika. dan perencanaan pengelolaan lanskap f. Mampu berkomunikasi secara efektif a. desain. Menjungjung tinggi norma. Mengerti dan memahami tentang hubungan anatara tanaman dan iklim a. Menguasai penerapan teknik-teknik perlindungan tanaman yang berorientasi ramah lingkungan Menguasai secara aktif pengoperasian komputer √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 70 ELEMEN KOMPETENSI b c d e 2. b. dan tanggung jawab profesional. moral. . Menguasai penerapan teknik-teknik pemuliaan tanaman d. agama.KOMPETENSI Lulusan Program Studi KELOMPOK KOMPETENSI NO 1. Menguasai penerapan teknik-teknik pengaturan tanaman untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan g. Mengerti dan memahami sain dasar b. tata nilai. Menguasai penerapan teknik-teknik perencanaan. KOMPETENSI UTAMA 3. Menguasai penerapan teknik-teknik budidaya tanaman c. Mampu berkomunikasi secara efektif. 4. Mengerti dan memahami tentang interaksi tanaman dan lingkungan c. RUMUSAN KOMPETENSI a a. Menguasai penerapan teknik-teknik produksi benih dan pengelolaannya untuk menghasilkan benih bermutu e.

11. KOMPETENSI PENDUKUNG 8. landasan kepribadian. c. kemampuan berkarya. KOMPETENSI LAINNYA a. 9. b. 10. penguasaan ilmu dan keterampilan. sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. d. pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya 71 . 6. baik sebagai pimpinan maupun sebagai anggota dalam tim kerja Kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan kerja Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengelaman yang diperoleh selama menempuh studi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ ELEMEN KOMPETENSI: a. 12.5. Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat dilingkungan kerja b. e. Mampu untuk mengembangkan diri dan mampu berfikir logis dan analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional Kemampuan dalam penguasaan bahasa Inggeris Kemampuan dalam penguasaan sofware dan hardware computer Kemampuan bekerjasama. 7.

RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK NAMA MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM Kompetensi Utama Kompensi Pendukung Kompetensi lainnya : Mengerti dan memahami sain dasar : Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) : Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi Bentuk Pembelajaran Kuliah. dan kemutakhiran bahan pustaka . dan Diskusi Kuliah + Tugas Kajian Pustaka. Bobot Nilai (%) Minggu Ke: 1 2. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian.Menyebutkan dngan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian 5% 72 . terbentuknya kelompok dan memilih ketua kelompok Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi. dan Cara-cara pendekatan Ekologis Indikator Penilaian . DL Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Tata tertib perkuliahan.Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. Ruang Lingkup. Materi Pembelajaran Kontrak perkuliahan dan rencana pembelajaran Pengertian Ekologi.

Proses Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentase + SGD. Komponen ekosistem. organisme yang terlibat dalam dekomposisi bahan organik dan manfaatnya dalam ekosistem disertai contoh Bobot Nilai (%) 12% 73 . Materi Pembelajaran Konsep Sistem dan Ekosistem.Minggu Ke: 3-4. Komponen Ekosistem. Struktur Ekosistem.Membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan disertai contoh . Struktur ekosistem darat dan air. dekomposisi. Proses produksi.Menjelaskan dengan tepat proses Produksi. Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Memahami konsep sistem dan ekosistem. dan CL. Dekomposisi.Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis . Manfaat dekomposisi di dalam ekosistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi biologis Indikator Penilaian .

Dapat memberikan contoh mekanisme rantai makanan dalam ekosistem . bruto. Netto.Membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Bobot Nilai (%) Tingkat Trofik. Pengertian Produktivitas Primer. Bruto. dan Sekunder. bruto. DL.Mendefinisikan dengan tepat tentang energi disertai contoh . Kualitas Energi.Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramida ekologi dalam ekosistem . Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. Dapat mendefinisikan kualitas energi.Minggu Ke 5-6 Materi Pembelajaran Pengertian Energi. Dapat menjelaskan perilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. dapat membedakan produktivitas primer. netto. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. Indikator Penilaian . Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem.Dapat memberikan contoh tentang perubahan bentuk energi . 16% 74 .Memberikan satu contoh untuk menjelaskan konsep daya dukung . dan Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD.Mendefinisikan dengan tepat kualitas energi . netto. dan sekunder. dan sekunder dan disertai contoh . Struktur Trofik dan Piramida Ekologi. CL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan tentang Energi. Jaring Makanan.Ketepatan dalam menjelaskan pengertian produktivitas primer. Lingkungan Energi. Rantai Makanan.

Minggu Ke 7-8 Materi Pembelajaran Faktor pembatas dalam ekosistem.Menerangkan dengan jelas disertai contoh hubungan organisme dan lingkungannya . dan CS Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. Hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya.Dapat menyebut 9 unsur hara makro dan 6 unsur hara mikro serta fungsinya untuk pertumbuhan organisme Bobot Nilai (%) 12 % 75 . Indikator Penilaian . Taraf toleransi nisbi suatu organisme. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi. CL. .Menyebut dengan tepat minimal 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organosme . hubungan lingkungan dan organisme Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD.Menyatakan taraf toleransi nisbi suatu organisme terhadap lingkungan atau makanan dengan mempergunakan kata awalan steno dan eury dan disertai contoh .Menyebut dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dan dilengkapi dengan contoh-contoh .Menerangkan dengan tepat 5 azas tambahan hukum toleransi Shelford disertai contoh . Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme. Faktor lingkungan. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme.

Minggu Ke 9 Materi Pembelajaran Siklus biogeokimia. fosfat. siklus fosfat. Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. siklus sulfur Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. SGD. siklus air dan karbon. CL. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia Indikator Penilaian . fosfat. nitrogen dan sulfur Bobot Nilai (%) 8% 76 . Dapat memahami siklus karbon dan air. Pencemaran udara.Ketepatan menjelaskan pengertian siklus biogeokimia disertai contoh . siklus fosfat. dan sulfur dari sunber pustaka yang mutakhir .Membuat sketsa/bagam dengan tepat dan menjelaskan siklus karbon. air. siklus Nitrogen. Dapat memahami pencemaran udara. siklus nitrogen.Menyebutkan dengan tepat jenis mikroba yang berperan dalam siklus karbon.Ketepatan menjelaskan komposisi udara yang dianggap sudah tercemar disertai contoh .

Dapat menjelaskan perkembangan populasi. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan populasi. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi . Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi.Menjelaskan dengan tepat disertai rumus tentang konsep laju instrinsik. 77 .Mendefinisikan dengan tepat pengertian populasi disertai contoh . Mortalitas.Menjelaskan dengan tepat faktor yang mempengaruhi berkembangnya populasi . Konsep laju.Mempraktekkan dan menjelaskan 5 metode dengan tepat untuk mengukur kepadatan populasi . SGD. Dapat memahami konsep laju instrissik. fluktuasi dan Pertumbuhan populasi Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. DL.5% pada ekosistem. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi Indikator Penilaian . Laju instrinsik. Kepadatan populasi. CL.Menjelaskan dengan tepat tentang fluktuasi populasi Bobot Nilai (%) 10. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. Penyebaran umur dan pertumbuhan alami. Natalitas.Membedakan dengan jelas kerapatan kotor dan kerapatan ekologis disertai contoh .Menghitung tingkat natalitas dan mortalitas dengan rumus dan contoh .Minggu Ke 10 Materi Pembelajaran Sifat populasi.

Meyebutkan dengan tepat sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial organisme misalanya burung menurut niche . dan PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menjelaskan dentitas populasi. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. isolasi dan teritorialitas.Menerangkan dengan tepat penyebab pengolompokan populasi dan memahami asaz Allee disertai contoh . CL. Pembagian energi.Menjelaskan dengan tepat metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggorombolan populasi .Menjelaskan dengan benar pentingnya optimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Bobot Nilai (%) 9% 78 . Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Indikator Penilaian .Menyebutkan dan menggambar pola-pola penyebaran populasi .Minggu Ke 11 Materi Pembelajaran Aksi densitas independen dan densitas dependen.Menerangkan dengan jelas aksi dentitas independen . SGD. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. DL. Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. Pengumpulan agregasi dan asas Allee. sifat dan cara hidup Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Pola-pola penyebaran.

Membedakan dengan tepat predasi dan parasitisme disertai contoh . dan parasitisme. Peranan allelopati. Kompetisi interspesifik dan koeksistensi. koperasi.Minggu Ke 12 Materi Pembelajaran Tipe-tipe interaksi antara 2 jenis organisme. koperasi. DL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis. Dapat menjelasskan peranan alelopati.Menjelaskan secara singkat dan tepat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi disertai contoh .Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi alelopati. CL. Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi.Menyebutkan dengan tepat 9 tipe interaksi antara jenis disertai contoh .Membedakan dengan jelas setiap tipe-tipe interaksi antara jenis . . predasi. predasi. herbivori. dan mutualiasme Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi komensalisme. dan herbivori. dan mutualisme Indikator Penilaian . Dapat menjelaskan peranan komensalisme. parasitissme dan herbivori dalam ekosistem disertai contoh. dan mutualisme Bobot Nilai (%) 9% 79 . Dapat membedakan tipetipe interaksi antara jenis. Peranan komensalisme. predasi. koperasi. SGD. parasisitisme.

CL. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik. SGD.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai hubungan komunitas terhadap gradien geografik .Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai peranan genetik dalam komunitas . Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas.Membedakan secara tepat ekotone dan edge effect . DL. Pengetian dan peranan ekotone.memadukan biologi populasi dan pengetahuan ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Dapat membedakan ekotone dan edge effect. Indikator Penilaian .Menyebutkan dengan tepat 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas dalam waktu yang singkat. niche ekologi. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. Kajian populasi. komunitas di dalam ekosistem yang utuh. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat membedakan konsep habitat. dan guild disertai contoh.Menyebutkan dengan tepat 2 komponen konsep keanekaragaman jenis . Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam.5 % 80 . Struktur ekosistem dalam abad-abad yang silam. Hubungan populasi dan komunitas terhadap gradien geografik. .Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai struktur komunitas pada abad yang silam Bobot Nilai (%) 10. niche ekologi. Keanekaragaman jenis dan polanya di dalam komunitas. Materi Pembelajaran Konsep habitat. dan guild. niche ekologi. . dan guild. Pengertian dan peranan edge effect.Membedakan konsep dengan tepat tentang habitat.Minggu Ke 13.

dan klimaks disertai contoh . Konsep klimaks. Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder. sere. Indikator Penilaian . SGD. sere. dan klimaks. Suksesi heterotropik. CL.Membedakan dengan tepat suksesi primer dan suksesi sekunder disertai contoh . Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Menerangkan dengan tepat dan lancar jenis-jenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Bobot Nilai (%) 4% 81 . DL.Minggu Ke 14.Membedakan dengan tepat dan lancar suksesi allogenik dan suksesi autogenik disertai contoh . Seleksi kualitatif dan kuantitatif. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan suksesi. Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Allogenik dan Autogeneik.Mendefinisikan dengan tepat istilah suksesi. Materi Pembelajaran Suksesi. Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik.

Menjelaskan dengan tepat sifat-sifat khas wilayah estuaria- Bobot Nilai (%) 4% 82 .Membedakan dengan tepat tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika .Menjelaskan dengan tepat dan lancar tentang seleksi buatan dan seleksi alami dan disertai contoh . Komposisi vegetasi pada berbagai ketinggian. SGD. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. Seleksi alamiah dan seleksi buatan. Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami. CL. Koevolusi. Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir. Membedakan tipe hutan tropika dan hutan musim tropika. Sifat khas wilayah estuaria Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.Menjelaskan dengan tepat pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi disertai contoh .Menerangkan dengan tepat terjadinya evolusi biosfir disertai contoh . Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria Indikator Penilaian . Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. Relevansi perkembangan ekosistem dan teori evolusi biosfer terhadap ekologi manusia. Dapat menerangkan koevolusi.Minggu Ke 15 Materi Pembelajaran Evolusi biosfir.

5. Sruktur ekosistem darat dan air. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 3. dekomposisi. pengertian penerapan dan ekosistem dekomposisi. Nurman. Proses produksi. H Idar Badaruddin Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari 83 . Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian.NAMA MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM KODE/NAMA DOSEN : Ir. JUMLAH PESERTA : 26 orang (2-4) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan dapat membedakan istilah ekologi dan ekonomi. ekologi dan ekologi menyebutkan perairan organisme membedakan dalam bidang komponen disertai yang terlibat dengan tepat pertanian ekosistem contoh (2%) dalam baik dari segi dekomposisi istilah (1%) stratum bahan ekonomi dan maupun segi organik dan ekologi biologis manfaatnya (2 %) dalam (5 %) ekosistem disertai contoh (5 %) No NIM Nama Mahasiswa 1. manfaat dekomposisi di dalam eksistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi (12 %) Ketepatan Menyebutkan Kemutakhiran Mendefinisikan Membedakan Menjelaskan struktur dengan tepat penjelasan dengan tepat daftar pustaka dengan tepat konsep sistem ekosistem proses tentang satu contoh (2%) dan ekosistem darat dan Produksi. 4. MP. 6. 2. (5 %) Memahami konsep sistem dan ekosistem.

18. 20. 21. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 19. 12. 15.Moh. 10. 16. 26. 22. 14. Shaleh Mardhiyah Reski Ramadhany Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 84 . 11. 17. 9. 8. 25. 23. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 24. 13.7. G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi Arminingsih M.

Dapat mendefinisikan kualitas energi. 10. energi piramida konsep (2 %) dan sekunder (2 %) ekologi daya (2%) dan disertai dalam dukung contoh (2 %) ekosistem (2%) (2 %) No. dapat membedakan produktivitas primer. M. 9. 3. 12. 13. H Idar B. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. 6. Dapat menjelaskan prilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. kualitas dan kan (2 %) energi ekosistem bruto. 8. 4. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 7. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.(5-6) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa Dapat mendefinisikan tentang Energi. Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. bruto. Rifki Z 85 . (16 %) Mendefinisikan Dapat Ketepatan Dapat Mende Menerang Memberi Membuat dengan tepat memberikan dalam memberikan finisika kan dengan kan satu klasifikasi tentang contoh contoh menjelaskan n tepat contoh ekosistem tentang energi rantai pengertian dengan struktur untuk berdasarkan perubahan disertai produktivitas makanan tepat ekologis menjelas energi contoh (2 %) bentuk dalam primer.Moh. netto. 5. 11. dan Dapat menjelaskan konsep daya dukung. 14. 2. dan sekunder. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. netto. NIM 1.

26. 16. 19. 25. Shaleh Mardhiyah Reski R. 22. 18.15. 20. 17. G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 24. 23. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 86 . 21.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Darmawan 87 . Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi. 5. NIM Nama Mahasiswa 1. 2.(7-8) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 11. H Idar B. 7. 6. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme (12 %) Menerangkan Menyebut 9 Menyebut Menerangkan Menyatakan Menyebut dengan jelas unsur dengan dengan tepat taraf toleransi dengan tepat disertai contoh hara makro tepat hukum 5 azas nisbi suatu minimal 4 hubungan dan 6 unsur minimum tambahan organisme faktor organisme dan hara Leibig dan hukum terhadap lingkungan lingkungannya mikro serta hukum toleransi lingkungan atau yang fungsinya toleransi Shelford makanan mempengaruhi (2 %) untuk Shelford dan disertai dengan pertumbuhan pertumbuhan dilengkapi contoh (2 %) mempergunakan dan organisme dengan kata awalan perkembangan (2 %) contohsteno dan eury organosme contoh (2 %) dan disertai (2%) contoh (2 %) No. 8. 9. 3. M. Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya. 10. 4.

26. 22. 13. G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Ihsan Arhan Risqa Andika A. 20. 16.12. 19.Moh. Shaleh Mardhiyah Reski R. 23. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 18. 24. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 88 . 17. 25. 21. 15. 14.

14. 15. Dapat memahami pencemaran udara. 9. 13. air. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia (8 %) Ketepatan Ketepatan Membuat Menyebutkan dengan tepat menjelaskan menjelaskan sketsa/bagam jenis mikroba yang pengertian siklus komposisi udara dengan tepat dan berperan dalam siklus biogeokimia yang dianggap menjelaskan karbon. 8.Moh. NIM Nama Mahasiswa 1. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Erwin Indrajit Sulaik Abd. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A.5 %) disertai contoh fosfat.5 %) No. 10. 11. sulfur (2. fosfat. 3. Dapat memahami siklus karbon dan air. H Idar B. 2.5 %) contoh (1. M. siklus fosfat. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. siklus nitrogen.9) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. nitrogen dan disertai sudah tercemar siklus karbon. 6. 12. dan sulfur dari (1. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik 89 .5 %) sunber pustaka yang mutakhir (2. 5. 4. 7. 16.

19. 23. 22.17. 20. G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rezal M. 26. 18. 21. 24. 25. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 90 . Shaleh Mardhiyah Reski R.

2. 12.(10) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat mendefinisikan populasi. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika 91 . 7. Dapat memahami konsep laju instrissik. 8. Dapat menjelaskan perkembangan populasi. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi (10. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. M.5 %) No. 11. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi.5 %) Mendefinisikan Membedakan Mempraktekkan Menghitung Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas dan tingkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat tentang pengertian kerapatan menjelaskan 5 natalitas dan faktor yang disertai fluktuasi mempengaruhi rumus populasi dan kotor dan metode dengan mortalitas populasi berkembangn tentang disertai contoh kerapatan tepat untuk dengan pada ya populasi ekologis mengukur rumus dan konsep laju (1 %) ekosistem. 10. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 13. 9. H Idar B. (1. 5. 4.5 %) (1 %) penyebaran contoh (2 %) populasi (2 %) (1 %) umur dan pertumbuhan populasi (1. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. 3. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 Erwin Indrajit Sulaik Abd. NIM Nama Mahasiswa 1. disertai kepadatan contoh instrinsik. 6. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi.

21. 17. 24. 22. G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 A. 16. 18. 15. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 92 . Shaleh Mardhiyah Reski R. 23. 20.14. 25. 26. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M.Moh. 19.

2. 10. M. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 11.5 %) (1. H Idar B. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi (9 %) Menerangkan Menyebutkan Menjelaskan Menerangkan Meyebutkan Menjelaskan dengan jelas dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan benar aksi dentitas menggambar metode untuk penyebab sebab-sebab pentingnya independen pola-pola menentukan pengolompokan terjadinya optimasi penyebaran tipe tata ruang populasi dan isolasi dan energi (1. 9. 12. Rifki Z 93 . 5. 13.5 %) burung reproduksi menurut (1 %) niche (2 %) No. Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. NIM Nama Mahasiswa 1. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A.(11) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menjelaskan dentitas populasi. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 3.5 %) misalnya untuk (1.5 %) populasi dan derajat memahami klasifikasi serta dengan tepat penggorombolan asaz Allee teritorial penambahan populasi disertai contoh organisme waktu (1. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. 8. 7. 14.Moh. 4. 6. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. Shaleh Mardhiyah Reski R. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar

94

(12) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis; Dapat membedakan tipe-tipe interaksi antara jenis; Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi; Dapat menjelaskan peranan alelopati, predasi, parasisitisme, dan herbivori; Dapat menjelaskan peranan komensalisme, koperasi, dan mutualisme (9 %) Menyebutkan Membedakan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas secara singkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat 9 tipe setiap tipe- dan tepat predasi dan dan lancar dan lancar interaksi tipe interaksi tentang parasitisme peranan tipe peranan tipe antara jenis antara jenis kompetisi disertai interaksi interaksi komensalisme, disertai interspesifik contoh (1 %) alelopati, (1,5 %) koperasi, dan contoh dan predasi, mutualisme koeksistensi parasitisme (1,5 %) disertai dan herbivori (1,5 %) contoh dalam ekosistem (1,5 %) disertai contoh. (2 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009

Erwin I
Sulaik Abd. H

Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan Arhan Risqa A.
A.Moh. Rifki

95

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka M.K
Devi Sumarlik

Rezal M. S. Mardhiyah Reski R. Walies M S Ary M Riska D Sari Fera A Jumriani A
Dian Ekawaty

Akbar

96

12. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik. 97 . Darmawan G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Ihsan A Risqa A.5 %) gradien komunitas yang silam (1. komunitas genetik komunitas contoh. Dapat membedakan ekotone dan edge effect. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas.(13) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat membedakan konsep habitat. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. 11. dan guild. terhadap dalam pada abad (1. 16. 5. niche keanekaragaman komunitas mengenai mengenai mengenai (1%) ekologi. Rifki Rifka M. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin I Sulaik H Idar B. 14. A. 15. dan jenis (1. M. 13. 7. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam.5 %) 1. (1. 4.5 %) dalam waktu hubungan peranan struktur guild disertai yang singkat.5 %) geografik (1. 3. 6. 9. 2. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas.K Devi S.5 %) Membedakan Menyebutkan Menyebutkan Menjelaskan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan konsep dengan tepat 2 dengan tepat 8 secara secara secara tepat secara Nama dengan tepat komponen keanekaragaman singkat dan singkat dan ekotone dan singkat dan Mahasiswa tentang konsep pola di dalam tepat tepat tepat edge effect habitat. Muh Taufik Hendarto R. 8.Moh. (10. niche ekologi.5 %) (2 %) No NIM . 10.

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R.
Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

98

(14) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat mendefinisikan suksesi, sere, dan klimaks; Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik; Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder; Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.(4 %) Mendefinisikan Membedakan Membedakan Menerangkan dengan tepat dan dengan tepat dengan tepat dan dengan tepat lancar jenis-jenis klimaks dan istilah suksesi, lancar suksesi suksesi primer dan faktor-faktor yang sere, dan klimaks allogenik dan suksesi sekunder mempengaruhinya (1 %) disertai contoh suksesi autogenik disertai contoh disertai contoh (1 %) (1 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

(1 %)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015

Erwin I
Sulaik H Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan A Risqa A.
A.Moh. Rifki

Rifka M.K
Devi S.

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R. 99

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

100

Mardhiyah 101 .5 %) alami dan tropika (1%) komposisi (1%) disertai contoh vegetasi disertai contoh (1. A. 8. 16. Darmawan Ihsan A Risqa A. Dapat menerangkan koevolusi. Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria (4 %) Menerangkan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat denga tepat dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat terjadinya lancar tentang tipe hutan hujan pengaruh sifat-sifat khas evolusi biosfir seleksi buatan tropika dan altitude wilayah estuaria disertai contoh dan seleksi hutan musim terhadap (0. Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami. 2. 3.Moh. 7. 14. 9. NIM Nama Mahasiswa 1. 6.5 %) (1 %) No. Muh Taufik Hendarto R. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. S. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 Erwin I Sulaik H Idar B. 12. Rifki Rifka M.K Devi S. 15. 10. Rezal M. 13. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. 5. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 4. 17.(15) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir. 18. M. 11.

21.19. 20. 26. G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Reski R. 22. Walies M S Ary M Riska D S Fera A Jumriani A Dian E Akbar 102 . 25. 24. 23.

proses dekomposisi. Mampu menerangkan struktur dan piramida ekologi. Mampu mendefinisikan energi. dan konsep daya dukung dalam ekosistem. produktivitas dan menjelaskan perilaku energi sesuai penerapan hukum Thermodinamika I dan II dalam ekosisstem 4. struktur ekosistem darat dan air. TUJUAN PEMBELAJARAN 1.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama Matakuliah Kode Matakuliah Pembelajar Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat : Ekologi Umum : 206 G113 : Ir.00 : PB 523 1. dinamika populasi dalam komunitas. DESKRIPSI MATAKULIAH Pengetahuan dasar mengenai ekologi yang bersifat umum. Nurman. : III : Kamis/11. MANFAAT MATAKULIAH Matakuliah ini merupakan matakuliah dasar sebagai prasyarat matakuliah ekologi tanaman. siklus biogeokimia. 5.20 – 13. energi dalam ekosistem. produksi ekosistem. Matakuliah ekolgi umum membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep ekologi dan ekosistem dalam bidang pertanian. 3. Mampu menjelaskan pengertian ekologi dan penerapan ekologi dalam bidang pertanian 2. proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 3. mempelajari hubungan organisme lingkungannya. 6. Mampu menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem dan mengkasifikasi ekosistem menurut energi. dan 2. MP. Mampu memahami konsep sistem dan ekosistem. faktor lingkungan. Mampu menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford serta taraf toleransi nisbi dari suatu organisme 103 . faktor pembatas pertumbuhan. kualitas energi. dan perkembangan ekosistem. ekosistem.

Sennang. tipe tata ruang. MP. Laode Asrul. MP = LA 5. Mampu mendefinisikan dan menjelaskan sifat-sifat populasi. Kaimuddin. Msi = KD 104 .Ir. Ir.Ir. MP = RF 4. MP = AD 5. Hernusye C. Hari Iswoyo.Ir. dan penyebaran umur populasi. Hj. Mampu memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia 11. MS. azas Allee. MS = DD 3. Dahliana D..Ir. siklus karbon dan air.Amirullah Dachlan. sere. SP. 12. Dr. dan fakror-faktor yang mempengaruhinya 16. Dr. Ir. Ambo Ala. MA = HI 4. Ir. pertumbuhan dan perkembangan populasi. Mampu menerangkan terjadinya evolusi biosfir dan hubungan altitude dengan komposisi vegetasi Dosen : Matakuliah ini terdiri atas 2 kelas paralel (A dan B) Kelas A : 1.Dr. penggerombolan populasi. sebab-sebab terjadinya isolasi dan kalsifikasi teritorial serta pentingnya estimasi energi untuk reproduksi. L. pengertian siklus biogeokimia.MSc. = NM Kelas B : 1. Mampu menyebutkan 9 tipe interaksi antar jenis organisme dan fungsinya serta membedakan sifat antar jenis tersebut.Ir. Prof. Nurman. MS = AA 2. Rafiuddin. niche ekologi. = HC 3. Mampu menjelaskan pengertian suksesi.H. Prof. Mampu memahami pencemaran udara.7. 14. laju intrinsik.Ir. 13. klimaks.Hj. Hj.Dr. Dr. = NS 2. peranan genetik dalam komunitas 15. Mampu menjelaskan dentitas populasi.Dr. Nadira R. Prof. Mampu menjelaskan konsep habitat. dan guild. 10. Mampu menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya 9. Mampu menjelaskan 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme 8. siklus hara.

dan Tingkat Trofik. Konsep Sistem dan Ekosistem 05. Sifat Populasi. hubungan populasi dan komunitas 11. Konsep habitat. Pola Penyebaran. N2. Agregasi. Suksesi dan Konsep Klimak 14. Azas Allee. dan Guild. Siklus Air. Faktor Lingkungan 04. 03. Pengertian ekologi. Siklus Biogeokimia. PETA KEDUDUKAN MODUL 13. Populasi Dalam Komunitas. Tipe-tipe interaksi antar 2 Organisme 10. 105 . niche ekologi. Isolasi dan Teritorialitas 9. CO2. Pengertian Energi dalam Ekosistem 02. Produksi dan Dekomposisi Dalam ekosistem 01. Evolusi Biosfir dan Komposisi Vegetasi 12. S dan P 06.4. Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi 08. Faktor Pembatas Ekosistem 07. Aksi densitas. Rantai Makanan.

Inc. Palenewan. dan G. Fundamental of Ecology. Nurkin. Saunders College Publishing. 1985. Suwondo. dipadu dengan metode Collaborative/ Cooperative Learning (CL). 1985. 6. Ekologi Dasar 1. Jodjo.New York. Jan Renwarin. dan G. . Riyanto. 106 . Nur Rahman. Odum. London 2. Lephas Unhas. Ujung Pandang 3.Millan Publiching Co. H.L. Perkembangan kemajuan peserta dipantau melalui aktivitas tutorial dan presentase di depan kelas. baik dari kuliah. B. M. 2. P. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Delmi. Kleden.M. Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tuga-tugas yang diberikan dan dikumpul sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. M. Lephas Unhas. Mac. Delmi. A. E. Ujung Pandang 4. H. Dokumen pengalaman belajar mahasiswa. Discovery Learning (DL) dan Problem Based Learning (PBL) atau Case Study pemberian tugas-tugas pada setiap topik yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. R. STRATEGI PEMBELAJARAN Matakuliah ini menggunakan metode ceramah yang interaktif. Jodjo. Hatta. Nurkin. TUGAS 1. Jan Renwarin. A. P. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Dan lain-lain 7. Kleden.P. Riyanto. Wiltaker. Buku bacaan materi kuliah telah dibaca oleh mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan. MATERI/BAHAN BACAAN 1. dan presentasi dituliskan dalam dokumen fortofolio matakuliah ini. 1971. 1970. J. kajian pustaka.M. Small Group Discussion (SGD). J. B. Ekologi Dasar 2. Nur Rahman. (CS) dengan Sedang tugas-tugas perorangan digunakan metode kombinasi kuliah interaktif dan metode PBL.L. Hatta.H. Suwondo. 5.5. Palenewan. Communities and Ecosystem.

ketelitian. KRITERIA PENILAIAN Kriteria yang dinilai pada matakuliah ini adalah: 1. dan kemampuan analogi (25 %) Penentuan nilai akhir (A. C. B. Mahasiswa wajib membawa minimal satu buku teks Ekologi Umum yang relevan 107 . Ketepatan pemakaian konsep dan disertai contoh. Kreativitas dan kerja sama tim pada prsentasi (25 %) 3. D. penjelasan/uraian yang tepat dan kemutakhiran bahan pustaka (20 %) 2. Mahasiswa harus berpakaian rapih dan pakai sepatu (tidak pakai baju kaos bundar leher) 2. Kelengkapan isi dari tugas-tugas yang diberikan dan kemampuan menyelesaikan Problem Set dan disiplin (30 %) 4. dan E) berdasarkan PAP A = > 85 B = > 70 – 85 C = > 60 – 70 D = > 50 – 60 E = < 50 9.8. NORMA AKADEMIK 1. Kejelasan pemakaian contoh-contoh.

Hukum Leibig dan Shelford dalam Ekosistem Faktor Lingkungan dan hubungan Organisme dengan Lingkungan Siklus Biogeokimia. dan Produktivitas Ekosistem Rantai Makanan. Kontrak pembelajaran Ekologi. Pengumpulan. Ruang Lingkup. 13. Isolasi. dan Teritorialitas Tipe-tipe Interaksi antara 2 Jenis Organisme/Populasi Konsep Habitat. dan Piramida Ekologi Faktor Pembatas. Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Energi. 8. 15. 5. Tingkat Trofik. P. 9. Siklus CO2. 3. dan Cara pendekatan Ekologi Konsep Sistem dan Ekosistem. 4. 6. JADWAL PEMBELAJARAN Minggu 1. Perkembangan Ekosistem. 14. Komponen dan Struktur Ekosistem. 16. 7. 12. Guild dan Komunitas Suksesi dan Konsep Klimaks Evolusi Biosfir. dan S Sifat Populasi. Konsep Laju Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi Aksi Dentitas. 11. Lingkungan Energi. N. 10. Air. dan Komposisi Vegetasi Uji Kompetensi dan Remedial Topik Bahasan Metode SCL Kuliah Interaktif Kuliah Interaktif dan kelompok Klh Interaktif + Tutorial Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interkatif + Presentasi/SGD Klh Interaktif + Presentasi/SGD/CL Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interaktif + SGD/PBL Klh Interaktif +Presentasi + SGD?DL Klh Interaktif + CL Klh Interaktif+ Presentasi + SGD/PBL Klh Interaktif + Presentasi + SGD Klh Interaktif + Presentasi + SGD/CL Problem Solving Presentasi Dosen DD/Tim DD NM NM DD NM DD NM LA LA LA LA KD KD KD TIM 108 . Niche. 2.10.

6. TTD Coach No. NIP..2007 Perbaikan laporan. Ekologi Umum 03 – 09 . Rekomendasi/Catatan Pemilihan versi format pembelajaran dan penjelasan model-model pembelajaran MK.08 .2007 Perbaikan format pembelajaran SCL dengan format baru atau versi baru 22 – 09 . Yunus Musa. MSc. Tanggal 1.2007 Konsep awal laporan dan penjelasan tentang kompetensi lulusan program studi Agronomi 10 – 09 .2007 Perbaikan laporan akhir Makassar.2007 Mengetahui. : Ir. Konsultan Coaching Clinic SCL ……………………………………. 5. 109 . ……………………. 7. format pembelajaran SCL disesuaikan dengan format baru 14 – 09 .LEMBAR KONSULTASI Nama Coach Nama Coachy : Dr. MP. N u r m a n.2007 2. 15 . Ir. 3 4.

acuan yang digunakan: Mengerjakan sendiri dengan menggunakan berbagai sumber Metodologi/cara tidak sama dengan teman yang lain pustaka ditunjukkan c. MSc.Dr. Sennang.Ir. Hj. Ir. MP.Deskripsi Singkat: atakuliah : Ekologi Umum. Kelas Paralel : 2 atau 3 kelas pada setiap tahun ajaran DOSEN: Prof. MP. Amirullah Dachlan. MS.. Dahliana Dahlan..Ir.Ir. Kriteria Penilaian: (8). Terangkan keunggulan tanaman C3 dibandingkan tanaman C4 a. BENTUK TUGAS MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM SEMESTER : III SKS : 3 1.Ir.Dr. kebun. Seriusyang terbaru dengan pekerjaan rapi 110 . Kode : 206 G11 3.. Menggunakan sumber atau pustaka yang terbaru lebih dari 2 sumber c. Berikan satu contoh ekosistem dan bagian-bagiannya yang berada di sekitar Anda (dapat beupa pekarangan. Kriteria luaran yang dihasilkan/produksi (5). MS. Tuliskan definisi ekosistem dengan tepat (2). Jelaskan apa yang dimaksud dikerjakan: Dijawab dengan penjelasan yang tepat dan diserahkan sesuai dengan waktu yang disepakati (6). Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan: Menjawab soal-soal berikut (1). Terangkan apa yang diebut hipotesis Gaia dan apakah manfaat yang diperoleh dari hipotesis tersebut d. Ir. dan sebagainya) (4). Rafiuddin. Hj. MP. akuarium. Dr. b. Ambo Ala. Prof.Ir. Pekerjaannyapengerjaan. Laode Asrul. baik pada tumbuhan tingkat tinggi maupaun pada mikro organisme (7). kolam. Dr. MS...H. Tujuan Tugas: untuk membantu mahasiswa dalam penyerapan materi pembelajaran Ekologi Umum 2. MP. Jelaskan pula perbedaan energi dan materi dan peranannya masing-masing (3). Hernusye. Nurman. URAIAN TUGAS: a. Obyek garapan: Ekosistem b. Tuliskan persamaan-persamaan reaksi fotosintesis.. Nadira R. Hj. Sebutkan semua komponen-komponen ekosistem yang harus ada sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi. Prof. Jelaskan perbedaan tumbuhan C3 dan C4 3.. Ir.Dr.

yaitu siklus karbon dan air.MATA KULIAH SEMESTER : EKOLOGI UMUM : III SKS: 3 Sasaran KOMPETENSI Profil Lulusan yang akan DICAPAI OLEH PESERTA melalui Matakuliah ini: 1. menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan menggunakan awalan steno dan eury. Menyebutkan dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. serta membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi. Menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis organisme. peternakan. pertumbuhan dan perkembangannya natalitas. bruto. pentingnya faktor lingkungan fisik sebagai faktor pembatas. aiklus hara N. 6. kehutanan. dapat menjelaskan peranan allelopaty pada ekosistem 10. netto. dan bentuk-bentuk energi di alam. perikanan. Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramoda ekologis dalam ekosistem dan memberi satu contoh untuk menjelaskan daya dukung. 5. di dalam ekosistem. S. menyebutkan manfaat dari proses dekomposisi. menjelaskan mekanisme rantai makanan secara umum dalam ekosistem dan dapat mendefinisikan dengan tepat kaualitas energi. Dapat mendefinisikan suksesi dan klimaks. menjelaskan kompetisi interspesifik dan koeksistensi. dapat menjelaskan komponen-komponen penyusun ekosistem dengan tepat. dan mendefinisikan dengan jelas proses produksi di dalam ekosistem. dan kerapatan populasi. primer dan sekunder 111 . Menjelaskan definisi tentang energi. mortalitas. perubahan atau pengalihan energi dalam ekosistem berdasarkan hukum thermodinamika. Dapat memahami batasan umum tentang ekologi dan dapat memberikan contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. Mendefinisikan dengan tepat konsep ekosistem. dan sekunder. Memahami siklus biogeokimia. 3. 2. 4. 8. dan kesehatan. Memahami sifat-sifat populasi. 9. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organik dan organisme-organisme yang terlibat. membedakan produktivitas primer. 7. membedakan suksesi allogenik dan autogeneik. dan dapat memberikan satu contoh ekosistem alam dan ekosistem buatan. P. membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan.

Karakterisasi morfologi tananan lada yang dikembangkan di Sulsel Out Put 2009 2007 2008 2009 Target 2010 Mengetahui varietas lada yang dikembangkan di Sulsel 2008 Agronomi Pemupukan Agronomi Lada Sambung dengan batang bawah dari tanaman lada asal biji dan lada liar Mengetahui produktivitas dan ketahanan tanaman lada terhadap penyakit akar Respon tanaman Lada (panjatan) terhadap kombinasi pupuk orgnik dan pupuk angorganik Rekomendasi kombinasi pupuk organik dan anorganik 112 .Nama : N u r m an ARPS 2006-2010 Kegiatan/sub Sub Program Kegiatan Teknologi Identifikasi Budidaya Varietas Tanaman Lada Kegiatan Penelitian PS PS 2006 2007 1.

113 .Ekologi Agronomi Pertumbuhan Lada Perdu di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui karakter morfologi lada perdu yang tumbuh di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui kesesuaian ekologi untuk per tanaman lada di daearah Sulsel Mengetahui kesesuaian CH untuk pertumbuhan dan produksi tanaman lada Tinjauan ekologi daerah pertanaman lada di Sulsel Pengaruh CH tahunan terhadap pertumbuhan dan produksi.

Isi/Materi B. Indikator Penilaian BAB II BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 114 . Ruang Lingkup Isi C. Kaitan Modul D. Sasaran Pembelajaran Modul Pembahasan A.MODUL I JUDUL : Pengertian Ekologi BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B.

Istilah ekologi. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup c. B. sesuai sejarah manusia. Ekologi yang baru. dan luas tanah untuk satu pohon kelapa misalnya. Ekologi pemahaman kuantitatif relatif masih baru. C. Kaitan Modul Modul I ini merupakan modul awal pendahuluan. ruang lingkup ekologi dan pembagian ekologi serta menjelaskan kondisi ekologi saat ini secara umum dan 115 . semua aktivitas manusia selalu berinteraksi dengan alam atau lingkungannya. mencari makanan dan kayu di hutan. Umpamanya. dan air. Asas Sifat Emergen d. tanah. hubungannya dengan ilmu-ilmu lain b. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya. bukan hanya mencari pola kehidupan secara kualitatif.BAB I PENGERTIAN EKOLOGI A. kehidupan pergantian generasi. Tumbuhan menjadi makanan hewan. menjelaskan pengetahuan dasar tentang pengertian ekologi. Model Sistem ekologi (ekosistem) e. Ada pula hewan menjadi makanan hewan lain. Umpamanya berapa jumlah energi sinar matahari. komponenkomponen ekologi. dan kematian. Demikian pula proses kelahiran. Pembagian Ekologi f. Ruang Lingkup Isi/Materi a. tumbuhan memerlukan sinar matahari. Latar Belakang Sesungguhnya ekologi merupakan proses alam yang telah dikenal sejak lama. tapi juga berusaha mencari jawaban atas masalah kuantitatif seperti tersebut di atas. manusia mencari ikan di sungai atau di laut. Proses interaksi mansusia dengan alam terus berkesinambungan mengikuti apa yang disebut ”Hukum Alam”. jumlah air hujan yang jatuh.

116 .kaitannya dengan bidang pertanian atau kehidupan organisme (manusia. tumbuhan. ternak dan organisme lainnya seperti serangga dan mikroorganisme.

117 . Istilah ekologi. model sistem ekologi. 1990) atau ekologi adalah ilmu yang mempelajari rumah tangga lingkungan. Atau ilmu yang mempelajari upaya mengatur keperluan hidup (manusia) dalam rumah tangga atau wilayah dalam arti luas. Secara harfah ekologi adalah ilmu yang mempelajari ”organisme di tempat hidupnya” dengan mengutamakan ”pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya”. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi. Jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang rumah atau tempat tinggal makhluk hidup (Resosoedarmo . Jadi ekonomi adalah pengelolaan rumah tangga atau tempat hidup (riyanto .D. Ilmu ekologi dan ilmu ekonomi sebenarnya berasal dari suku kata awal yang sama. pembagian ekologi. Kata ”ekologi” berasal dari Yunani. asas sifat emergen dalam ekologi. et al. ahli biologi Jerman pada tahun 1869. hubungan dengan ilmu-ilmu lain Kata ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Heackel. bahkan negara dalam arti makro (Deshmukh. 1985). tempat hidup semua organisme (makhluk hidup) serta seluruh proses-proses fungsional yang menyebabkan tempat hidup itu cocok untuk didiami. yaitu Oikos yang berarti ”rumah” atau ”rumah tangga” atau ”tempat tinggal” dan logos yang berarti ”ilmu” atau ”studi”. BAB II PEMBAHASAN A. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mengikuti materi ini. 1992). dapat menerapkan sistem ekologi dalam bidang pertanian. Manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya selalu ingin berkarya dan berproduksi. Isi/Materi a. Kata ”ekonomi” berasal pula dari bahasa Yunani yaitu ”Oikos” berarti rumah atau tempat tinggal dan ”nomein” atau ”nomos” yang berarti mengatur atau mengelola. yaitu ”eko”. tentunya mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang pernah dimotori oleh suatu ilmu yang hingga sekarang pun masih populer yaitu ilmu ekonomi. dan hungan ekologi dengan ilmu lainnya.

118 .

Pertukaran energi : melalui organisme Pertukaran energi : melalui bank (makan dan dimakan) 4.E. 2) Richard Bradley (tahun 1700-an) memahami produktivitas biologis. 119 Rantai makanan.E. mekanisme penyebaran.Perbedaan ilmu ekologi dan ilmu ekonomi No. 3) F. pengaturan populasi. lingkungan. dan sebagainya. Ilmu pengetahuan dan teknologi utama ekologi. Kedua ilmu ekologi dan ekonomi mempelajari tempat hidup yang sama yaitu planet bumi Sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Haeckel pada tahun 1969 telah berkembang pengetahuan yang memberikan sumbangan pikiran dalam bidang ekologi. produktivitas biologis merupakan kajian penting dalam ekologi muthir. Sumber energi : Sinar matahari Sumber energi : Uang 2. shelford (tahun 1900) memahami atau mengemukakan tentang komunitas biotik. 1. Ekologi menerangkan jaring-jaring Ekonomi menerangkan keadaan tenaga makanan. dan . Makhluk hidup dari mikroorganisme Ekonomi berkembang dari manusia. Manusia Ketergantungan dan keseimbangan sebagai subyek. EKOLOGI EKONOMI Tempat hidup (habitat) berbagai Tempat hidup manusia (rumah tinggal) makhluk hidup yang berhubungan secara timbal balik dengan lingkungannya (biosfer). tumbuhan maupun hewan. misalnya : 1) Anton Van Leeuwenhoek (ahli mikroskop) pada tahun 1700-an mempelopori pengkajian rantai makanan dan pengaturan populasi. oleh sampai manusia sebagai subyek. itulah garapan obyek. 5. siklus hara. Manusia adalah menjadi motor penggerak pembangunan komponen hayati yang memiliki dalam rangka manusia meningkatkan keterkaitan dengan makhluk lainnya paraf hidupnya. pendekatan dan lain-lain. 3. Clement dan V. pasar. walaupun kata ekologi belum digunakan. manusia dan untuk manusia. makhluk lainnya sebagai antar makhluk hidup. toleransi terhadap faktor kerja.

4) Roymond Lindeman dan G. Lingkungan Hidup (Enviromental Science) dan Biologi Lingkungan (Envromental Biology). yakni pembagian berdasarkan ”lapisan vertikal” dan pembagian berdasarkan ”keratan” taksonomi.E.A. memahami atau mengemukakan rantai makanan dan siklus materi. yaitu : 1) Lapisan Vertikal Morfologi Anatomi Hisyologi Fisiologi Genetika Ekologi : ilmu tentang bentuk luar : ilmu tentang bagian dalam : ilmu tentang jaringan mikroskopis : ilmu tentang faal : ilmu tentang keturunan : ilmu tentang ”rumah” organisme 2) Kerataan taksonomi Mikologi Milrobiologi Entomologi Ornitologi Botani Dan lain-lain : ilmu tentang jamur : ilmu tentang jasad renik : ilmu tentang serangga : ilmu tentang burung : ilmu tentang tumbuhan 120 . Hutchinson (tahun 1900-an). mengkaji ssitem danau Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. yang merupakan ilmu tersendiri. Birge dan Chauncy Juday (tahun 1900-an). Ekologi adalah bagian kecil dari biologi. Ekologi sebagai ilmu berkembang pesat setelah tahun 1900. Ilmu biologi murni dapat dibagi dua. 5) E. Yang dimaksud dengan makhluk hidup disini adalah ”kelompok” makhluk hidup.

dapat dilukiskan sebagai ”kue lapis” tiga dimensi (Gambar 1). 121 .Untuk memudahkan pemahaman.

suatu sistem inang dan atau sistem dua spesies yang terdiri dari 122 .Gambar 1. Gen (protoplasma). 1990). jaringan. Tingkatan (hirarki) berartu suatu penataan menurut skala dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen (sub sistem) yang secara teratur berinteraksi dan berketergantungan. Misalnya. dan komunitas. et al. Bila dideratkan dalam pemahaman ekologis akan terlihat suatu deretan organisasi biologi yang disebut ”SPEKTRUM BIOLOGIS” seperti tampak pada Gambar 2. 1966 dalam Resosoedarmo. populasi. Biologi ”Kue Lapis” Menggambarkan Pembagian ”Dasar” (Horisontal) dan Taksonomi ”(Vertikal)” (Odum. Atau dari sudut pandang lain. organisme. b. Ruang lingkup ekologi mutakhir dapat dimengerti dengan memahami pengertian tingkat organisasi makhluk hidup. Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan materi/benda) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem dengan fungsi yang khas. yang keseluruhannya membentuk suatu kesatuan. organ. sel. sistem merupakan suatu himpunan hubungan timbal balik yang menyusun suatu kesatuan yang dapat diidentifikasi dengan nyata atau secara postulat. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup Makhluk hidup atau organisme memiliki tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat paling sederhana ke tingkat organisasi paling kompleks.

ahli ekologi hutan menekankan pengertian biocoenosis (komunitas). Bioma adalah tingkat organisme yang lebih tinggi dari ekosistem. Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. yang masing-masing bermakna komunitas dan ekositem. Perintis ekologi dari Rusia.G. Biosfer adalah sistem biologis yang terbesar. merupakan tingkat-tingkat yang ada di antara populasi dan komunitas. Ruang Lingkup Ekologi adalah Sistem populasi dan Sistem Komunitas atau Ekosistem Komunitas bersama-sama dengan lingkungan abiotik berfungsi bersama membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. Komponen Biotik Dan Gen ↑↓ Sel ↑↓ Organ Organisme Populasi Komuniatas ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ Komponen Abiotik MATERI -------------------------------------------------ENERGI Menjadi Bosistem ⏐⏐ ⏐⏐ Gen Sel Sistem sistem ⏐⏐ Organ sistem ⏐⏐ Organisme sistem ⏐⏐ Populasi sistem ⏐⏐ Komunitas sistem Gambar 2. suatu istilah yang kemudian dikembangkan menjadi geobiocoenosis (ekosistem). Morozov. mencakup semua makhluk hidup di bumi dan berinteraksi dengan lingkungan fisik secara 123 .organisme-organisme yang saling berketergantungan secara timbal balik. misalnya Asia Tenggara terdapat Bioma hutan hujan tropika. yaitu suatu biosistem yang lebih luas. Spektrum Biologis. Biocoenosis dan geobiocoenosis (secara harfiah mempunyai arti kehidupan dan bumi berfungsi bersama-sama) merupakan istilah yang sering dipakai dalam pustaka-pustaka Rusia dan Eropa.

keseluruhan sehingga terpelihara suatu keseimbangan yang tunak (steady state) dalam aliran energi dengan sinar matahari sebagai masukan dan ruang angka sebagai penerima panas.. energi. maka terjadi suatu mekanisme siklus hara yang efisien yang memungkinkan sistem kombinasi terebut menghasilkan produktivitas tinggi di perairan yang kadar haranya rendah. mempunyai sifat yang berbeda dengan sifat-sifat penyusun semula yang berbentuk gas. apabila gangguan tertentu dan hewan kolentrata berkembang bersama di dalam laut membentuk karang. siklus unsur-unsur hara. 124 .) Sistem karang.. yaitu tahan terhadap gangguan-gangguan yang berskala kecil. Maka suatu sifat emergen dari suatu tingkat organisasi atau unit tertentu tidak dapat diramalkan dengan mempelajari sifat komponen dari unit yang bersangkutan. seperti kerapatan biomas... Contoh emergen adalah : (1. Asas Sifat Emergen Emergen (emergency) : kejadian yang tiba-tiba Suatu konsekuensi penting dari tingkatan organisasi makhluk hidup bahwa komponen-komponen (subsistem) atau bagianbagian yang bergabung menghasilkan keseluruhan fungsional yang lebih besar. Keadaan keseimbangan yang tunak yaitu keadaan keseimbangan.. Model-model Sistem Ekologi (ekosistem) Suatu sistem ekologi (ekosistem) terdiri dari organisasi (komponen biotik) dan lingkungan abiotik yang mempunyai ciri struktur dan fungsi yang khas. yaitu sifat-sifat baru akan timbul yang sebelumnya tidak tampak pada tingkat organisasi sebelum penggabungan berlangsung. komponen hidrogen dan komponen oksigen akan membentuk air. (2) Sistem air. d. dan faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sebuah sistem ekologi (ekosistem). Jadi emergen adalah sifat baru dari keseluruhan komponen sistem yang tidak dapat disamakan dengan jumlah sifat-sifat unit atau komponen sistem yagn bergabung tadi. c. Hal ini disebut MODEL. Untuk memahami tsebuah sistem ekologi telah dikembangkan suatu rumusan yang memberikan gambaran tentang hubungan antara komponen-komponen (sub sistem) pada suatu sistem serta fungsinya.

dan dengan model tersebut dapat dibuat ramalan-ramalan. apabila sistem tersebut digerakkan oleh suatu sumber energi. yaitu : 125 .Suatu model merupakan suatu rumusan yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya. dimana P1 adalah tumbuhan (produsen). Penyusunan suatu model didahului dengan merancang suatu diagram atau model gambar yang seringkali berbentuk diagram kotak (Gambar 3). P3. yang mampu mengubah energi matahari (E) menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesia. merupakan suatu sistem ekologi (ekosistem). Jika gambar 3. Model dapat berbentuk gambar atau lisan. Dalam teladan ini fungsi interaksi I dapat menggambarkan beberapa kemungkinan. Di dalam gambar tersebut terdapat sifat. dimana F1 adalah menggambarkan masukan dan F6 adalah keluaran. Diagram komponen dasar dalam pemodelan sistem ekologis (ekosistem) jadi sekurang-kurangnya terdapat empat komponen utama pada suatu model ekologis. P1 E P2 1 P3 Gambar 3. Secara keseluruhan terdapat 6 jalur aliran. E. F. I dapat merupakan suatu pintu pembagi yang selalu terbuka penuh sehingga omnivora P3 selalu memakan P1 atau P2 tergantung pada kesediaannya di alam. P2 menggambarkan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) dan P3 adalah hewan omnivora yang dapat memakan tumbuhan maupun herbivora. masingmasing P1 dan P2 sebagai variabel yang berinteraksi satu sama lain sebagai I untuk menghasilkan sifat ketiga.

adaptasi terhadap lingkungan. Pembagian ekologi menurut habitat. Sinekologi. misalnya : Ekologi laut Ekologi air tawar Ekologi estuaria Ekologi darat (terestrial) Ekologi padang rumput Dan lain-lain 126 . ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya. 4) Interaksi atau fungsi interaksi dimaan tenaga dan sifat berinteraksi untuk mengubah. Biaya ditekankan pada aspek siklus hidup. b. dan lain-lain. ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu. Suatu model yang baik akan mencakup tiga dimensi (1) ruang dan batas sistem. menurut habitat atau tempat suatu jenis atau kelompok tertentu. (2) subsistem atau komponen yang dianggap sangat berperan terhadap keseluruhan sistem. Autekologi. a. namun dapat digolongkan menurut bidang kajiannya. Pembagian Ekologi Ekologi masa kini menjadi sangat luas cakupannya.1) Sumber energi. memperbesar atau mengendalikan aliran dan membentuk sifat emergen baru. atau fungsi penentu (forcing function) yang datang dari luas sistem 2) Sifat-sifat yang disebut perubah keadaan (state variables) 3) Jalan aliran (flow pathways) menggambarkan bagaimana aliran energi atau aliran materi yang menghubungkan komponenkomponen sistem. e. sifat parasitis atau non-parasitis. dan (3) interval waktu.

namun ilmu ekologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu-ilmu lainnya. bahwa manusia telah terlibat dalam kajian kologi sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Heackel tahun 1869. hujan. sesuai sistematika makhluk hidup. 127 . dan lainlain terlibat. B. berperan karena dalam ekologi proses kimia seperti pendauran unsur-unsur C. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya Telah disebutkan bahwa ekologi adalah bagian dari biologi. P dan sebagainya merupakan bagian yang penting.Pembagian menurut taksonomi. daya serap tanah. karena manusia adalah bagian dari ekosistem. dan musim hujan. musim kemarau. 3) Ilmu bumi dan antariksa. f. karena ekologi berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa siang malam. CO2. gravitasi. perubahan suhu. Indikator Penilaian Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. erosi. abrasi. Hubungan Ekologi dengan ilmu alam lainnya 1) Ilmu Fisika. N. dan lain-lain. berperan karena dalam ekologi faktor fisik seperti sinar matahari. 4) Ilmu sosial. 2) Ilmu kimia. misalnya : Ekologi tumbuhan Ekologi serangga Ekologi burung Ekologi mikroba Dan sebagainya. mempelajari peran ekosistem terhadap kehidupan manusia. sedimentasi. Kemutakhiran bahan pustaka Menjelaskan dan memberikan satu contoh yang tepat.

dimana setiap orang mulai memikirkan masalah pencemaran. Menjelaskan sifat-sifat emergen dalam sistem ekologi dengan tepat disertai satu contoh. dan habitat. penggunaan energi. dan topografi. kenaikan suhu bumi atau pemanasan global dan lainnya telah memberikan efek yang mendalam atas teori ekologi. Menyebutkan dengan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. masalah makanan. mencakup semua hal di luar organisme bersangkutan. Dengan adanya gerakan kesadaran lingkungan di negara maju pada tahun 1968 dan di Indonesia sejak tahun 1972. suhu. predator. taksonomi. BAB III PENUTUP Ekologi adalah ilmu tentang interaksi organisme-organisme dan lingkungannya. an kompetitor. Lingkungan mempunyai arti luas. Ini semua adalah bagian dari organisme tersebut. (6) bagiamana individu-individu alam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi dan (7) bagaimana keindahan ekosistem tercipta. (1) bagaimana alam bekerja.- Menjelaskan tingkat organisasi makhluk hidup dengan tepat. Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan manusia. 128 . (5) bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya. Seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal seperti. Menerangkan dengan rapat pembagian ekologi berdasarkan bidang kajian. kelembaban. (4) bagaimana mereka mencakupi kebutuhannya akan unsur hara (materi) dan energi. curah hujan. (2) bagaimana suatu spesies beradaptasi dengan habitatnya. (3) apa yang mereka perlukan dari habitatnya untuk dapat dimanfaatkan guna melanjutkan kehidupan. tetapi juga parasit. Tidak saja termasuk cahaya. perkembangan penduduk.

Ekologi Dasar. Lembaga Penerbitan. K. J. Hatta. Jakarta.. 1997. dan S. Ekologi dan Biologi Tropika. Irwan. 1992. Badan kerjasama PTN Indonesia Bagian Timur.L. I.D. 1989.J. 129 . M. Jodjo.N. Rahman. S. Bandung. dan A. E. P. Prentice Hall.. 1985. B. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem.M.B. Pengantar Ekologi. Pengantar Ekologi. N. Nurkin. Rajawali Press. Kominitas. Concepts Of Ecology. Soemitro. Delmi. Renwarin.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. 1990. New Delhi.. 1989. Bumi Aksara. G. dan Lingkungan. S. Kormondy. Riyanto. A. Soekartomo. Resosoedarmo. Kartawinata. Kleden. S. Palenewan. J. Yayasan Obor indonesia. PT : Remaja Rosdakarya. Heddy . Universitas Hasanuddin. Soegiarto. Z. Jakarta.H. Suwondo. Jakarta.

MODUL II JUDUL : EKOSISTEM BAB I PENDAHULUAN A. Kaitan Modul D. Ruang Lingkup Isi C. Indikator Penilaian BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 130 . Sasaran Pembelajaran Modul BAB II PEMBAHASAN A. Materi/Isi B. Latar Belakang B.

Tidak saja termasuk cahaya. sistem adalah suatu gugus yang terdiri dari elemen yang saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. dan kompetitor (lingkungan biotik). dan sebagainya selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. mencakup semua hal di luar organisme (biotik) yang bersangkutan. et. curah hujan. suhu. suhu. air. al. kelembaban. tetapi juga parasit. dan tofografi (lingkungan fisik/abiotik).BAB I PENDAHULUAN A. Sistem adalah suatu obyek yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen (subsistem) yang sering berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Manetsch dan Park (1979 dalam Eryatno 2003). proses produksi dan dekomposisi sehingga terbentuk kehidupan baru dalam ekosistem. Ekosistem merupakan unit dasar dalam ekologi karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungannya (abiotik). Jadi ekosistem (sistem ekologi) dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan di dalam alam yang terdiri dari semua organisme yang berfungsi bersama-sama di suatu tempat yang berinteraksi dengan lingkungan fisiknya yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan siklus materi dan membentuk suatu struktur biotik yang jelas di antara komponen-komponen hidup dan tak hidup (Riyanto. Materi ini pula merupakan pengetahuan dasar bagi mahasiswa tentang bagaimana mengelola sumberdaya alam (ekosistem lahan) agar dapat berkelanjutan. 1985). Lingkungan di sini mempunyai arti luas. Struktur Ekosistem 131 . Konsep Ekosistem b. Ruang Lingkup Isi a. memberikan contoh-contoh ekosistem yang mendekati keadaan seimbang (stabil) di bidang pertanian. udara. Pada materi ini akan membahas struktur ekosistem atau komponen-komponen penyusun ekosistem darat dan air. predator. B. Organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) seperti radiasi matahari. Latar Belakang Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang itneraksi antara organisme-organisme dan lingkungannya.

Stabilitas Ekosistem dan Agroekosistem C. Sasaran Pembelajaran Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan konsep sistem dan ekosistem. struktur ekosistem darat dan air. Isi/Materi a. BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Ekosistem Sistem adalah suatu obyek. Kaitan Modul Materi ekosistem merupakan satuan fundsional dasar dalam ekologi. D. Di dalam ekosistem terjadi aliran/arus energi dan siklus materi antara komponen penyusun sistem. Sifat Sibernetik. saling mempengaruhi dan saling membutuhkan. Sistem adalah suatu gugus atau himpunan dimana elemen atau anggota gugus saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai tujuan. komponen ekosistem. (1979 dalam Eryatno. 2003). yaitu biotik dan abiotik. dimana di dalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusunan sistem (sub sistem) yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya untuk mencapai suatu tujuan atau produk. Ekossitem adalah hubungan timbal balik antara organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tak hidup (abiotik) selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain disuatu tempat yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan 132 .c. Menurut Manetch dan Park. terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi.

Juga perintis ekologi dari Rusia Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. RH. telah berkembang pengetahuan tentang konsep EKOSISTEM. Abiotik : terdiri dari iklim dan tanah. Suhu. b.siklus materi (hara) di antara komponen hidup dan tak hidup. Transley. Udara. CO2 + H2O SM Klorofil C6H1206 + 02 Glukosa/KH Senyawa Kompleks Senyawa Anorganik Sederhana 133 . Iklim seperti CH (air). Contoh tahun 1877 Karl Mablus di jerman telah menulis tentang ”Komonitas organisme di dalam terumbu karang sebangai suatu biocoenosis/komunitas”. Istilah ekosistem perama kali diusulkan pada tahun 1935 oleh A. seorang ahli ekologi bangsa Inggeris. dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofoli. Trofikos = menyediakan makanan. Morosov ahli oleh ahli ekologi hutan yang menekankan pengertian ”biocoenosis” yang kemudina dikembangkan oleh ahli ekologi Rusia menjadi GEOBIOCOENOSIS (ekosistem). dengan menggunakan bahan-bahan anorganik sederhana dan membentuk zat-zat atau senyawa organik yang lebih kompleks. Sistem suatu gugus yang elemennya atau komponennya (sub sistem) saling berinteraksi. Lapisan autotrofik adalah organisme (TUMBUHAN/TANAMAN) yang mampu menyediakan makanannya sendiri berupa bahan organik (hasil fotosintesis). Biotik semua organisme misalnya tumbuhan/tanaman dan organisme lainnya.G. G. yaitu : 1. ekosistem terdiri dari 2 lapisan/komponen. Stratum atas (komponen autotrofik) atau lapisan hijau terdiri dari tumbuhan yang berhijau daun yang dapat mengikat energi matahari. Autos = terdiri. Sebelum ekosisten diperkenalkan 1935. Ekosistem = Oikos : rumah (lingkungan) (terdiri dari biotik dan abiotik). Ekosistem merupakan unit fungsi dasar dalam EKOLOGI karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungan abiotik. Karena itu semua organisme yang mengandung klorofil di sebut organisme Autotrofik. CM. Struktur Ekosistem Ditinjau dari struktur trofik (fungsinya).

sisa perakaran tanaman. CO2. Stratum bawah (Stratum heterotrofik). yaitu kelompok organisme yang mampu memanfaatkan bahan organik (hasil dari autotrofik/hasil fotosintesis) sebagai bahan makanannya. dan sebagainya. bakteri. PROSEDUR. termasuk juga tanah atau sedimen. 2. b. Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang (Recyling) dalam ekosistem. KONSUMER. yaitu dekomposer atau osmotrof. Makro konsumer atau fagotrof atau baufag. Dekomposer juga mengeluarkan zat-zat seperti antibiotik. Semua organisme autotrofik yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan berhijau daun. protozoa. virus. nematoda disebut jasad renik (mikroorganisme). Mikro konsumer atau Saprotrof. bahan-bahan organik yang dapat dirombak. 3. Komponen heterotrofik atau disebut lapisan warna coklat. Biofag = Organisme yang memangsa atau 134 . suhu. N. yaitu : (1). Organisme Heterotrofik seperti hewan/binatang (makroorganisme) dan jamur.2. karbohidrat. penyusunan. bakteri. cahaya matahari. Keadaan iklim dan faktor fisik lainnya. (2). misalnya H2O. tanah (unsur hara). Dekomposer unsur hara sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen (tumbuhan). Bahan-bahan ini menghubungkan bagian biotik dan abiotik dari ekosistem. hormon yang bisa mengstimulir atau menghambat biotik lainnya dalam ekosistem. Kelompok ini adalah organisme heterotrof yang sebagian besar adalah berupa mikro organisme (jazad renik) seperti jamur. Senyawa-senyawa atau bahan-bahan anorganik yang terlibat dalam siklus materi. seperti protein . lemak. yaitu organisme heterotrofik yang sebagian besar adalah binatang yang memangsa organisme lain. Biotik (Komponen hidup). C. dan lain-lain. Pada lapisan ini terjadi proses pemakaian. Mikroorganisme atau dekomposer memperoleh makanan atau energinya dengan merombak jaringan tubuh yang telah mati atau mengabsorpsi bahan organik terlarut yang dikeluarkan dari tumbuh-tumbuhan atau organisme lain. yaitu a. Senyawa-senyawa organik. yaitu : 1. dan sebagainya yang tersimpan dalam organisme itu sendiri. perombakan zat-zat atau senyawa kompleks Ditinjau dari segi biologis suatu ekosistem dapat dibagi atas beberapa komponen: Abiotik (komponen tidak hidup).

Matahari PRODUSEN Tumbuhan berklorofil KONSUMEN I herbivora KONSUMEN II Karmivora Kecil KONSUMEN III Karnivora besar SAMPAH ORGANIK Berasal dari tumbuhan dan hewan mati Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus 135 . Saprofag = Organisme yang memperoleh makanan atau energinya dari bahan-bahan organik atau organisme yang sudah mati (PARASIT). Sketsa interaksi antar komponen ekosistem dapat dilihat pada Gambar 1.organisme yang memperoleh energinya dengan memangsa organisme lainnya yang masih hidup (PREDATOR).

Di alam terdapat beberapa spesies yang dapat melaksanakan suatu fungsi yang memungkinkan terciptanya stabilitas ekosistem. pada pengendalian ekosistem adalah : mekanisme pengendalian pada ekosistem. Ekosistem memiliki sifat sibernetik yaitu mengendalikan diri secara internal. Sifat Sibernetik dan Stabilitas Ekosistem Sifat Sibernetik Ekosistem Di samping adanya eliaran energi dan siklus materi/hara. dimana sub sistem mikroba (bakter/jamur) yang mengatur penyimpanan dan pembebasan unsur-unsur hara. Contoh ini.Bahan mineral siap diserap tumbuhan Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus Siklus mineral Aliran energi Gambar 1. ekosistem juga mempunyai jaringan informasi yang terdiri dari arus komunikasi fisik dan kimia yang menghubungkan semua bagian-bagian atau komponen yang dapat mengendalikan atau mengatur sistem. Misalnya. c. Pada keadaan manapun. pengendalian tergantugng pada umpan balik (feed back) yang terjadi bilamana dari ”keluaran” dikembalikan sebagai ”masukan”. bertujuan untuk mengendalikan kepadatan populasi. Demikian pula adanya pemasangan (predator) pada ekosistem 136 . Sketsa interaksi antara komponen penyusun ekosistem. untuk menghindarkan pertumbuhan yang berlebihan dari populasi maka harus ada umpan balik yang negatif atau masukan yang menantang.

ekosistem tahan terhadap adanya kekeringan. Ada 2 jenis stabilitas : a. mungkin saja sistem dalam sungai itu tidak mempunyai lagi mekanisme homeostatis. adalah kemampuan ekosistem untuk cepat pulih. Agroekosistem Agroekosistem atau ekosistem pertanian mempunyai komponen autotrofik atau jalur hijau sebagai suatu bagian yang integral. yaitu : 1. sehingga air sungai itu secara permanen berubah atau bahkan rusak sama sekali. b. Tetapi apabila sampah terlalu banyak apalagi mengandung zat beracun maka batas homeostatis alami sungai itu akan terlampaui. Homeostatis adalah kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Pada agroekosistem. ekosistem hutan yang terbakar dapat pulih kembali menjadi hutan baru atau vegetasinya tumbuh kembali. sungai yang dikotori oleh pembuangan sampah yang tidak terlalu banyak. pestisida. Mekanisme umpan baliknya disebut HEMEOSTATIS. 137 . Pengetahuan sibernitika dipelopori oleh Heabert Wiemer (1948) yang mencakup pengendalian pada sistem hidup maupun tidak hidup. Ekosistem alami (hutan primer). Stabilitas resiliensi. dan dekomposisi bahan organik. Misalnya.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar terhadap perubahan. pupuk. tergantung pada kerasnya tantangan lingkungan dan efisiensi pengendalian di dalam ekosistem. Ada 3 perbedaan pokok antara ekosistem pertanian dan ekosistem hutan (alami/hutan primer). adalah kemampuan ekosistem bertahan menghadapi tekanan Contoh. sungai dapat dijernihkan kembali airnya secara alami. Contoh. ada energi tambahan dari luar seperti tenaga kerja hewan. sehingga keseluruhan sungai itu dianggap tidak tercemar. energinya hanya berasal dari cahaya matahari. pertumbuhan organisme. dan air irigasi dan sebagainya. diatur oleh berbagai faktor termasuk mekanisme mengatur penyimpanan dan pelepasan hara. mesing mengolah. Dalam ekosistem terdapat suatu keseimbangan. Stabilitas resistensi. tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. Stabilitas Ekosistem Derajat stabilitas ekosistem yang dapat dicapai sangat bervariasi.

3. Pada agroekosistem. konsumer kecil (ikan kecil). dan unsur hara lainnya. Menjelaskan fugnsi masing-masing komponen (subsistem) dalam sebuah wilayah Ekosistem dengan tepat dan diberi contoh. Konsumer besar (ikan besar). organisme variasinya sangat besar. 2. organisme unggul adalah hasil seleksi alami. 3. Membedakan struktur ekosistem dartat dan ekosistem perairan disertai contoh. cahaya matahari Komponen biotik. B. Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis. Pada ekosistem alami.2. diversitas organisme sangat diperkecil untuk memaksimalkan bahan makanan atau produksi lainnya. organisme produser (fitoplankton). O2. 138 . Ca. herbivora (zooplankton) dan bentos organisme yang hidup di dasar kolam. Indikator Penilaian 1. air. CO2. tumbuhan dan hewan yang unggul adalah hasil seleksi buatan. N. Contoh Ekosistem : KOLAM Komponen abiotik. Pada ekosistem alami (hutan primer). Pada agroekosistem.

berhubungan erat tak terpisahkan dan saling penaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suatu sistem.BAB III PENUTUP Di alam terdapat organisme (makhluk hidup/biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) saling berinteraksi. Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting yaitu arus energi (aliran energi) dan daur materi atau juga disebut daur mineral/hara di samping adanya sistem informasi. 139 . dan pertukaran bahan-bahan (materi dan aliran energi) antara bagian yang hidup dan tidak hidup. Aliran energi dapat dilihat pada struktur makanan. keragaman biotik.

Komunitas. N. Universitas Hasanuddin. dan A. M.B. Kartawinata.B. S. Pengantar Ekologi. S. IPB Press. W. Hatta 1985. Bogor. Irwan. Heddy. A. Kleden. 1989.J. Odum. I. Riyanto.D. P. New Delhi. Palenewan.H. Resosoedarmo. dan S. Soegiarto. Saunders Company. 1990. 140 . 1971.L. Ekologi Dasar. M. Kormondy. Prentice Hall. 1992. Remaja Rosdakarya. Nurkin. Ilmu Sistem. N. Z. Jakarta.. E. Renwari. Indonesia. Suwondo. B. 2004. Lembaga Penerbitan. Jodjo. London. Concepts of Ecology. K. S.P. Delmi. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisme Ekosistem. Bandung. Bumi aksara. 1997. G. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Timur.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Rahman. Soemitro. Fundamental of Ecology. J. Pengantar Ekologi. E. Ekologi dan Biologi Tropika.. J. PT. Jakarta. Eryanto. dan Lingkungan. Soekartomo. Yayasan Obor. Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. Rajawali Press. 1989.

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LKPP) ------------------------------------------------------------------------------------------LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah EKOLOGI UMUM Melalui Modul Ajar OLEH : NURMAN 141 .

23/PM.Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.05/2008 Tanggal 04 Januari 2008 JURUSAN BUDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR FEBRUARI 2008 142 .

000.(Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.i LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin ============================================================== HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008 Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan : Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah Ekologi Umum melalui Modul Ajar.05/2008.. tanggal 04 Januari 2008 143 . MP.23/PM. N u r m a n. 4.000. : Ir. : 131 803 219 : Pembina/IV a (Lektor Kepala) : Budidaya Pertanian : Pertanian/Hasanuddin : 1 Bulan Mulai 04 Januari s/d Februari 2008 Biaya : Rp.

Ir. 131 803 219 144 . 04 Februari 2008 Pembuat Modul Dr. N u r m a n. u. NIP.Mengetahui : Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Dekan. MP. Yunus Musa.b. Pembantu Dekan I Makassar. M. NIP. 131 287 796 Ir.Sc.

Penulis 145 . Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada LKPP Unhas dan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga modul ini dapat terwujud. Di beberapa perguruan tinggi semula hanya diberikan sebagai matakuliah di jurusan biologi. tetapi belum dibuat dalam bentuk buku atau modul ajar. Mudah-mudahan modul ini dapat bermanfaat. khususnya matakuliah Ekologi Umum. dan dari kaum cendikiawan hingga masyarakat awam. hukum. bahkan keruangangkasaan juga dihiasi oleh perbincangan dan permasalahan yang bersifat ekologi. kerekayasaan. Peningkatan perhatian masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup memberi pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ekologi dalam pengetahuan. ilmu perencanaan kota dan pengembangan wilayah.ii KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah dipanjatkan kehadirat Ilahi karena penulis berhasil menyusun modul ini. Alhamudlillah. Materi modul matakuliah Ekologi Umum telah disajikan pada setiap semester ganjil kepaa mahasiswa pertanian semester III dan pada setiap semester dilakukan perbaikan-perbaikan atau penyempurnaan materi dengan pengadaan bahan bacaan yang terbaru. Untuk penyempurnaannya dengan segala kerendahan hati penulis menerima saran dan kritik yang membangun. Disiplin ilmu ekologi bukan hanya mendapat sorotan dari cabang disiplin ilmu dalam biologi atu ilmu pengetahuan alam lainnya. kami dari Tim pengajar termotivasi untuk menuangkan materi kuliah ini ke dalam bentuk buku atau modul ajar untuk membantu mahasiswa dalam pencapaian kompetensi pembelajaran. melainkan juga dari cabang disiplin ilmu di luar itu. melainkan juga dari politkus hingga wartawan. geofisika dan meteorologi dan bidang ilmu lainnya di luar biologi. Sekarang diajarkan juga di jurusan nonhayati seperti jurusan arsitktur. teknik lingkungan. mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kalangan masyarakat yang mencoba memahami disiplin ilmu ekologiini juga tidak terbatas hanya pada ilmuan biologi dan pengetahuan alam belaka. Mengapa ekologi begitu populer? Sebab manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya untuk berkarya dan berproduksi. Misalnya ilmu ekonomi. dengan Pengembangan Pendidikan.

MODUL I 146 .

Indikator Penilaian BAB. PEMBAHASAN A. III. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. Materi/Isi B. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 147 . Latar Belakang B. Kaitan Modul D. PENDAHULIUAN A.MODUL III JUDUL: PRODUKSI DAN DEKOMPOSISI DALAM EKOSISTEM BAB I. Ruang Lingkup Isi C.

jika karbohidrat atau cadangan makanan dirombak atau dioksidasi akan melepaskan energi. Pembentukan karbohidrat atau cadangan makanan melalui proses fotosintsis disebut produksi Sebaliknya. fotosintesis telah memasok energi untuk makanan dan bahan bakar fosil yang memberikan tenaga untuk pemnbangkit tenaga listrik dan banyakm mesin lainnya. hewan. H2O. maka cadangan makanan tersebut disimpan pada organ batang. Fotosintesis adalah pemanfaatan energi cahaya untuk membentuk molekul karbohidrat. makro dan mikro organisme maka cadangan makanan itu dirombak menjadi CO2.BAB I. Energi ini oleh tumbuhan ddimanfaatkan untuk tumbuh dan berkembang Apabila tumbuhan memasuki fase berbuah atau berumbi maka cadangan makanan disimpan pada buah atau pada umbi. Jika cadangan makanan ini dikonsumsi oleh organisme lain misalnya manusia. Produksi tumbuhan atau tanaman budidaya pada dasarnya tergantung pada ukuran dan efisiensi sistem fotosintesis. Apabila tanaman tidak menghasilkan buah. daun. dan membentuk energi. dengan bahan baku CO2 (karbon dioksida) dan H2O (air) disebut senyawa anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari dan zat hijau daun (klorofil) membentuk gula atau karbohidarat (senyawa organik). dan bunga. PENDAHULUAN A. akar. Sebagai sumber energi utama bagi manusia. Latar Belakang Pertanian pada dasarnya merupakan sistem pemanfaatan energi matahari melalui proses fotosintesis. Perombakan 148 . Molekul karbohidrat disebut juga sebagai cadangan makanan untuk tumbuhan itu sendiri atau untuk organisme lain karena mengandung energi.

Pada Modul II membahas tentang ekosistem. Di sini terlihat bahwa tidak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak tergantung pada tumbuhan.karbohidrat/cadangan makanan menjadi energi disebut dekomposisi. yaitu hubungan timbal balik atau interaksi antara organisme dan lingkungannnya sehingga terbentuk suatu sistem hidup (biosistem). dimana pada saat terjadi interaksi antar organisme serta organisme dan lingkungannya terjadi aliran energi dan siklus materi antara organisme satu dengan organisme lainnya yang berlangsung secara berkesinambungan. sedangkan manusia dan hewan hanyalah sebagai konsumen. mahasiswa dapat: 149 . Manusia dan herbivora mendapatkan makanannya dari tumbuhan. fotosintesis dan organisme produser b. Pada Modul III ini membahas tentang produksi dan dekomposisi. Pada Modul I membahas tentang pengertian ekologi. a. Perombakan senyawa organik lain misalnya protein dan lemak akan menghasilkan hara/mineral makro dan mikro yang sangat penting dalam mendukung kestabilan ekosistem. Produksi dalam ekosistem. Kaitan Modul Manusia dan hewan (makro dan mikro) mendapatkan makanan dalam bentuk yang sudah jadi. Dekomposisi dan dekomposer dalam ekosistem C. D. Ruang Lingkup isi. Dalam hal ini tumbuh-tumbuhan benar-benar merupakan produsen sejati. adanya aliran energi dan siklus materi/hara dalam ekosistem berawal dari terjadinya proses produksi atau fotosintesis oleh tumbuhan dan dekomposisi produk fotosintesis (karbohidrat) atau dekomposisi senyawa organic lain seperti lemak dan protein dari organisme yang telah mati sehingga menghasilkan hara/mineral yang lepas ke dalam ekosistem. B. yaitu terdiri dari senyawa organik yang berasal dari tumbuhan (nabati) dan hewani. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. sedangkan hewan karnivora mendapatkan makanannya yang sudah jadi dari herbivora yang memakan tumbuhan.

pelapukan batuan sedimentasi. terjadi pergeseran dalam keseimbangan biologis diiringi berbagai variasi kegiatan vulakanik. Produksi dalam ekosistem Produksi dalam ekosistem adalah produk bahan organik melalui proses fotosintesis Setiap tahun ditaksir 1017 gram kurang lebih 100 milyar bahan organik diproduksi di seluruh dunia melalui proses fotosintesis. Selama 60 juta tahun yang lalu. Produksi dalam ekosistem. CO2 < O2. dan variasi masukan sinar matahari mengakibatkan terjadinya keseimbangan CO2 = O2 di atmosfir. Selanjutnya selama setengah abad terakhir kegiatan industri pertanian dan industri lainnya menyebabkan meningkatnya kadar CO2 150 . CO2 rendah dan O2 meningkat. PEMBAHASAN A. terjadi penimbunan dari sebagian bahan organic yang dihasilkan. Timbunan ini berada dalam sedimen (endapan) anaerobic atau terpendam dan selanjutnya menjadi fosil tanpa mengalami respirasi atau dekomposisi. Menjelaskan manfaat produksi dan dekomposisi dalam ekosistem BAB II. Di masa itu produksi bahan organik (O2) lebih besar dari respirasi.1. fotosintesis dan organisme produser 1). MATERI/ISI a. Adanya kelebihan produksi bahan organik sehingga membentuk bahan fosil minyak berlangsung kurang lebih 300 juta tahun yang lalu. kirakira sejumlah yang sama dioksidasi kembali menjadi CO2 dan H2O melalui proses respirasi Selama masa geologi sekitar 600 juta tahun yang lalu. Menjelaskan proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 2.

000 juta ton CO2 dan 25. yaitu temperatur menjadi tinggi. A adalah Oksigen (O2) dan CO2 direduksi menjadi Karbohidrat = (CH2O)n atau C6H12O6 (gula) 151 . 1997).000 juta senyawa organic. menyebabkan perubahan iklim seperti yang dirasakan saat ini. dijadikannya senyawa organic dengan bantuan sinar matahari yang berlangsung di dalam zat hijau daun (klorofil/kloroplas). lemak.meningkat di atmosfir. dan lainnya. protein.000 juta ton oksigen ke atmosfir. 2) Jenis fotosisntesis dan organisme produser Secara kimiwai proses fotosintesis meliputi penyimpanan sebagian energi matahari sebagai energi potensial atau energi terikat dalam bentuk makanan.000 juta ton hydrogen dengan membebaskan 400. kemudian terbentuk karbohidrat. CO2 > O2. vitamin-vitamin. Jadi setiap jam 1 ha daun-daunan yang menghijau menyerap 8 kg CO2 setara dengan CO2 yang dikeluarkan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama sebagai hasil pernafasannya (Irwan. Tumbuh-tumbuhan menggunakan senyawa anorganik yang diambilnya dari atmosfir dan dari dalam bumi. hal ini yang menyebabkan terjadinya perubahan temperatur di bumi. Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di atas bola bumi mempersenyawakan sekitar 150. Pada peristiwa ini juga dilepaskan oksigen (O2) ke atmosfir. Persamaan umum dari reaksi oksidasi-reduksi dalam fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut: CM dan klorofil CO2 + H2A --------------------→ (CH2O)n + 2A + H2O Reaksi oksidasinya: 2H2A ----------→ 4 H + 2A Reaksi reduksinya: 4H + CO2 -----→ (CH2O) + H2O CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A + H2O Pada tumbuhan hijau (tumbuhan dan ganggang atau Fitoplankton). serta menghasilkan 450. Pada awalnya dihasilkan glukosa. disebut proses fotosintesis.

Tanaman C3 dan C4 Tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang memiliki organ yang lengkap (akar. batang. tetapi dapat berfungsi dimana tumbuhan hijau tidak sesuai untuk hidup. Tetapi di danau yang tidak mengalir dan kaya dengan H2S. daun. . yaitu: CO2 + H2S ---------→ (C6H12O6) + S2 Hanya memegang peranan yang kecil dalam produksi bahan organic dan tidak melepaskan oksigen (O2). Bakteri non sulfur. Tumbuhan tingkat tinggi ini terdiri dari tanaman C3 dan C4. Pada Tanaman C3. reaksi fotosintesanya tidak menggunakan air. bakteri ini menyumbang sampai 25 % dari produksi total bahan organik tahunan. Penelitian di danau-danau di Jepang. CO2 152 .CM/klorofil CO2 + H2O -----------------→ C6H12O6 + O2 CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A Pada tumbuhan tingkat tinggi dan fitoplankton A adalah Oksigen (O2). Tanaman C3 dan C4 mempunyai tanggap yang berbeda terhadap cahaya. A adalah Sulfur (S). dan buah). bunga. Mereka juga dapat berfungsi sebagai heterotrof dalam keadaan tanpa cahaya seperti kebanyakan ganggang. misalnya pada bakteri sulfur (misalnya bakteri sulfur hijau dan bakteri sulfur ungu). Fotosintesis bakteri bermanfaat dalam perairan yang mengalami pencemaran atau eutrofikasi. Tanaman C3 dan C4 menunjukkan perbedaan dalam mengikat atau mereduksi CO2. umumnya adalah anaerob fakultatif dapat berfungsi dalam kondisi ada atau tidak ada oksigen. Bakteri yang berfotosintesis sebagian besar hidup di air laut dan air tawar dan kebanyakan hanya memegang peranan kecil dalam produksi bahan organik. suhu. tetapi menggunakan H2S. dan air. sebaliknya proses fotosintesis yang dilakukan oleh bakteri. Takahshi dan Ichimura (1968) menemukan bahwa fotosintesis bakteri sulfur hanya menyumbangkan 3-5% dari produksi bahan organik total tahunan kebanyakan danau. Bakteri sulfur ini berfungsi dalam siklus hara belerang (sulfur).

Perpindahan dan fiksasi CO2 dalam tanaman C4 yang sedang berfotosintesis (Gambar 2). Kedelei. Tumbuhan/tanaman C3 cenderung mencapai puncak tingkat fotosintesis (persatuan permukaan daun) pada intensitas cahaya dan temperatur sedang dan terhambat atau cenderung menurun pada temperatur dan intensitas cahaya tinggi dan terjadi fotorespirasi. Pada tahun 1960-an. Tanaman C3 membutuhkan 400 – 1000 gram air untuk menghasilkan 1 gram bahan kering. Daur Calvin. dan sebagainya). 153 . Contoh tanaman kacang-kacangan (tan. terutama Hatch dan Slack di Australia menemukan tumbuhan yang mempunyai cara mereduksi CO2 dengan siklus asam dikarboksilat (C4). yaitu perombakan kembali gula atau karbohidrat yang telah terbentuk menjadi CO2 dan H2O dan melepaskan eneri dalam bentuk panas.diikat oleh senyawa RUBP ( Ribulosa Bifosfat) melalui siklus Calvin. Kacang Tanah. Gambar 1 Daur cal vin. modul pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas tumbuhan C3.. suatu model pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas pada tumbuhan C3 yang sedang melakukan fotosintesis (Gambar 1).

Gambar 2 Perpindahan dan fiksasi CO2 pada tanaman C4 154 .

. Tumbuhan/tanaman C4 dapat beradaptasi pada temperatur dan intensitas cahaya yang tinggi dan tidak terjadi fotorespirasi. Tanaman C4 mendominasi vegetasi di gurung-gurung di daerah tropika. Tebu. Sorgum.Pada tumbuhan/tanaman C4. Tanaman C4 tidak terhambat oleh kandungan oksigen yang tinggi dibandingkan C3. 155 . CO2 diikat oleh senyawa PEP (Phospho Enol Piruvat) melalui siklus Asam Karboksilat. hanya menggunakan kurang dari 400 gram air untuk memproduksi 1 gram bahan kering. Contoh tanaman Jagung. Perbandingan tanggap fotosintsis tanaman C3 dan C4 terhadap peningkatan intensitas cahaya dan temperatur (Gambar 3). Pada tanaman/tumbuhan C4 menggunakan air lebih efisien.

Respirasi anaerobik ini umumnya dilakukan oleh kelompok saprofag yaitu pemakan organisme mati seperti bakteri. disini bahan organik (C6H12O6).Fotosintesis CAM (Crassulacean Acid Metabolism) CAM adalah bentuk fotosintesis yang khusus dapat beradaptasi di daerah kering. Penundaan fotosintesa ini mengurangi kehilangan air pada siang hari. gas oksigen (O2) sebagai penerima elektron (Oksidan). ragi. Dekomposisi diartiak secara luas sebagai oksidasi biotic yang menghasilkan energi. Respirasi anerobik (tanpa oksigen). Respirasi aerobik.Gambar 3 Perbandingan tanggap fotosintesis dari tanaman C3 dan C4 terhadap kenaikan intensitas cahaya dan temperatur. Bakteri 156 . b. Dekomposisi (respirasi) tediri dari: 1. CO2 yang diabsorsi disimpan dalam asam-asam organik hingga keesokan harinya. Hal ini memungkinkan tumbuhan sekulen mampu mempertahankan keseimbangan dan penyimpanan air. Dekomposisi dan decomposer dalam ekosistem Di seluruh dunia proses dekomposisi yang dilakukan oleh kelompok organisme Heterotrof (Dekomposer) diperkirakan seimbang dengan proses metabolisme yang dilakukan oleh Autotrof. 2. menutup stomanya pada siang hari yang panas dan membuka kembali pada malam hari. protozoa dsb. yaitu (1) secara fisik misalnya dibakar atau dipotong-potong dan (2) secara biologis atau oksidasi biotic. dirombak kembali menjadi CO2 dan H2O dengan pembebasan energi. Merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. Dekomposisi atau perombakan ada 2. Beberapa jenis tumbuhan sekulen di daerah gurun seperti Kaktus. satu senyawa anorganik selain oksigen atau senyawa organik sebagai penerima elektron (oksidan). . Contoh Bakteri metan yang dapat merombak senyawa organik dan menghasilkan metan (CH4) atau gas alam.

Fermentasi. Bakteri Desulfovibrio mempunyai peranan penting dalam respirasi anaerobik. Gas H2S yang naik ke sedimen dangkal dan ke permukaan air dimanfaatkan oleh organisme lain misalnya oleh bakteri fotosintesis. lignin. Ini berarti tidak ada kehidupan baru yang muncul Bagian-bagian tubuh dari bangkai hewan/ binatang atau tumbuhan tidak mengalami penghancuran pada saat yang sama. .Zat/senyawa asam humik Bila proses dekomposisi tidak terjadi maka semua unsur-unsur hara akan tetap terikat pada organisme yang mati itu. Pengaruh biotik. yaitu organisme yang memakan tubuh binatang atau tumbuhan yang telah mati.•Proses dekomposisi yang terbesar adalah yang melibatkan mikroorganisme heterotrofik atau saprofag. tulang. tetapi sellulosa. Dekomposisi terjadi melalui transformasi energi antara organisme dan ini merupakan fungsi yang mutlak diperlukan. yaitu (a) pengaruh api atau pembakaran. II. dan protein didekomposisi dengan cepat. Zat ini merupakan komponen universal dalam ekosistem. Ragi merupakan contoh yang sangat dikenal dalam fermentasi. misalnya bakteri dan jamur serta mikroorganisme lainnya. Dari segi ekologi. karbohidrat. rambut. ada 2 yaitu: I. (b). Bakteri ini mereduksi Sulfat (SO4) menjadi sulfida (H2S) pada sedimen yang dalam dan perairan yang tak mengandung oksigen. . . Hasil dari proses dekomposisi yang resisten atau tahan (tidak mudah melapuk) akan menghasilkan Zat humik.Penyebab dekomposisi. Lemak.metan dapat dipelihara untuk menghasilkan gas metan (biogas) secara besar-besaran dari bahan baku kotoran ternak atau bahan organik lainnya. juga anaerobik tetapi senyawa organik yang dioksidasi juga sebagai penerima electron. 3. Pengaruh faktor fisik (non biotik).Dekomposisi mempunyai 3 tahap: 157 . membebaskan gas-gas CO2 dan gas-gas lainnya ke atmosfir serta melepaskan sejumlah unsur-unsur hara ke dalam tanah. dsb sangat lambat hancur karena ikatan karbonnya sangat kuat. peristiwa pembekuan dan pencairan karena pengaruh suhu tinggi dan suhu rendah saling berganti. Ragipun banyak terdapat dalam tanah dan membantu proses perombakan sisa-sisa tumbuhan.

Cu. dan zat-zat buangan industri adalah senyawasenyawa turunan benzena yang berbahaya karena daya degradibilitas (daya mengurai) yang rendah. dan biologi tanah yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. . Produksi yang relatif cepat untuk menghasikan humus dan pembebasan bahan-bahan organik tambahan yang terlarut oleh saprotrop 3.Bahan organik Senyawa asam humik dan bahan organic lainnya yang mengalami dekomposisi sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. Cincin benzena dan ikatan rantai samping membuat senyawa ini rekalsitran terhadap perombakan oleh mikro organisme. Model molekul asam humik (Gambar 4).1.Ada dua tahap yang dilalui oleh bahan organic untuk dapat menjadi fosil: 158 .. Banyak zat-zat beracun yang dibuang atau ditambahkan oleh manusia ke lingkungan seperti herbisida. Humus berwarna gelap. kimia. Humus atau senyawa humik merupakan kondensasi dari senyawa-senyawa aromatik (fenol) digabung dengan hasil dekomposisi dari protein (Nitrogen) dan poliskarida/KH (C. . Untuk memecahkan struktur ini diperlukan enzim dioksigenase yang mungkin tidak terdapat pada saftotrof tanah dan air. merupakan koloid yang sukar ditentukan susunan kimianya. Pembentukan butiran-butiran destritus oleh proses fisik dan biologis organik yang terlarut. Mineralisasi humus yang berlangsung lambat Lambatnya dekomposisi humus menyebabkan menumpuknya oksigen. Dalam jumlah yang cukup bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik. Dekomposisi bahan organik menghasilkan senyawa asam organik. yang diikuti dengan pembebasan bahan 2.H. seingkali coklat kekuningan. atau Fe yang disebut dengan celat (Chelation) sehingga logam tersebut tidak beracun bagi tanaman dan melepaskan hara esensial yang diikatnya. misalnya asam amino glisin dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam Al. pestisida.O).

Dengan bantuan mikroba. Memungkinkan siklus hara melalui mineralisasi bahan-bahan organik yang telah mati 2. Menghasilkan energi (makanan) untuk organisme lain pada rantai makanan 5. tetapi proses ini berperan penting dalam ekosistem.(1).Organisme tanah Beberapa studi membuktikan bahawa fagotrop misalnya binatang-binatang kecil seperti Cacing. umumnya terjadi dalam suasana aerobik dan berlangsung relatif cepat. Kelompok organisme ini mempercepat dekomposisi dengan beberapa cara: 1. Membentuk celat dan menyediakan hara kembali untuk tanaman 3. Menghancurkan bahan organik menjadi bagian-bagian kecil berarti memperluas mikroorganisme 2. Menjelaskan dengan tepat berlansungnya proses produksi yang dimulai dari tumbuhan. 159 . Indikator Penilaian 1. permukaan sehingga dapat tersedia bagi B. Keong. proses ke dua ini merupakan perubahan dari gambut ke lignin lalu ke batubara keras dengan kadar karbon yang meningkat pada setiap tahap. (2) Karbonifikasi. yaitu: 1. dan sebagainya mempunyai peran penting dalam dekomposisi. umumnya terjadi kondisi anaerobik dan berlangsung sangat lambat. dan CAM. misalnya proses produksi pada tanaman C3. dapat mengembalikan hara dan energi 4. Humifikasi. Tungau Tanah. C4. fitoplankton. dan bakteri fotosintesis disertai contoh. Menghasilkan zat-zat metabolit sekunder yang dapat menghambat (inhibitor) contoh Penisilin yaitu antibiotik yang dihasilkan oleh cendawan dan menghasilkan stimulator seperti vitamin dan zat pengatur tumbuh(hormon tumbuh). . Menambah zat tumbuh yang mengstimulasi pertumbuhan mikroba dan aktivitas metabolisme populasi mikroba Dekomposisi bahan organic merupakan proses yang panjang dan kompleks.

160 .2. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organic disertai contoh dan manfaatnya pada kestabilan ekosistem.

161 . Produksi merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Materi atau mineral dari penguraian organisme yang mati dimanfaatkan kembali oleh produser. dan sebagainya. Produksi diawali dari pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis oleh produser (tumbuhan/tanaman). Tubuh makhluk hidup diuraikan menjadi patahan-patahan kecil oleh rayap.BAB III PENUTUP Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran energi. Sebagaian dari cadangan makanan yang dibentuk dalam proses fotosintesis dipakai oleh produsen sendiri. Kelebihannya kemudian digunakan oleh konsumen. bakteri. serangga dan mikro organisme seperti jamur. semut. kecoa. hewan/binatang. Energi kimia (energi potensial) yang terbentuk digunakan oleh organisme lain sebagai sumber energi seperti manusia. dan mikroorganisme. Proses ini dimulai dari adanya tumbuhan atau hewan yang telah mati. Proses dekomposisi menghasilkan materi atau mineral.

Fundamental of Ecology. P. I. Yayasan Obor. Indonesia Irwan. New Delhi. Riyanto. Odum. 1989. 1985. Hatta. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. W. ZD. Kormondy.BAB III DAFTAR PUSTAKA Deshmukh.J. M. Ekologi dan Biologi Tropika.E. 1997.L. Jodjo. Universitas Hasanuddin 162 . Bumi Aksara. A.B. 1971. E. Prentice Hall. dan Lingkungan. Lembaga penerbitan.N. Ekolgi Dasar. Nurkin. Delmi. J. Rahman.H. J.M. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Komunitas. Conceps of Ecology. Company. Kleden. 1992. Siwondo. Jakarta. London. G. Palenewan. B. N. Renwarin’ P. Saunders.

MODUL V 163 .

Latar Belakang F. Indikator Penilaian BAB. PEMBAHASAN C.MODUL IV. Kaitan Modul H. Ruang Lingkup Isi G. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. JUDUL: ENERGI DALAM EKOSISTEM BAB I. PENDAHULIUAN E. Materi/Isi D. III. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 164 .

Pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman tersusunlah materi menjadi pohon. uang merupakan sumber energi. Belajar memerlukan energi. hewan. Jika pada tumbuhan. H (hydrogen). Untuk melakukan kerja diperlukan energi. Seperti melakukan perjalanan memerlukan energi. O (oksigen). Ada pula molekul yang lebih kompleks misalnya glukosa yang terdiri dari C6H12O6. PENDAHULUAN A. yang dapat dilihat adalah efek dari energi. Materi terdiri dari unsur kimia yaitu C (karbon). Misalnya tanaman menjadi menjadi besar. dengan sumber enrgi dari sinar matahari maka hasil dari proses fotosintesis tersimpan dalam bentuk buah atau bunga. Dalam bidang ekonomi. Energi dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Demikian juga pertumbuhan anak-anak menjadi dewasa itupun merupakan kerja. Energi tidak dapat dilihat. energi dari bahan baku bensin dapat dilihat jika terjadi peembakaran dalam mesin mobil dan mobil tersebut dapat berjalan. dalam proses fotosintesis. Latar Belakang Tubuh makhluk hidup seperti manusia. Unsur-unsur kimia tersebut berkombinasi membentuk molekul. N (Nitrogen). Jadi jika energi tidak ada. 165 . P (fosfor) dan sebagainya. Makanpun memerlukan energi. maka buah atau bunga tidak akan ada. Di dalam tubuh makhluk hidup selain terdapat mataeri juga terdapat energi. dan tumbuhan serta benda-benda lain tersusun oleh materi (mineral).BAB I. Hidrogen dan Oksigen berkombinasi membentuk molekul air (H2O).

Konsep Produktivitas ekosistem C. Dalam kondisi tertentu tumbuhan atau hewan yang mati tetapi tidak melapuk kemudiaN akan menjadi fosil. 166 . 2.. Tinjauan tentang pengertian dasar energi b. Mendefinisikan pengertian energi dan menjelaskan perilaku energi menurut hukum termodinamika I dan II dalam ekosistem. daun. Sasararan pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Sebagian besar materi ini mengcakup sisstem ekologi. Fosil menjadi batubara atau minyak bumi yang banyak mengandung energi. D. Menjelaskan asas-asas energi dalam lingkungan dan kehidupan. mahasiswa dapat: 1. Ruang Lingkup Isi a. Dalam kehidupan sumber energi adalah sinar matahari. Lingkungan energi c. yaitu membahas tentang perilaku-perilaku energi dalam ekosistem.Jika tidak ada uang maka perekonomian negara tidak akan berjalan. Energi matahari diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. jika tidak ada energi kehidupan tidak akan terjadi. buah atau bunga. Energi kimia tersimpan dalam bentuk molekul glukosa selanjutnya diubah menjadi karbohidrat/pati tersimpan dalam tubuh tumbuh-tumbuhan pada akar. Begitu pula dalam ekologi. B. batang. Kaitan Modul Modul ini terkait erat dengan modul I. II. dan III.

Tinjauan tentang pengertian dasar energi Energi berasal dari bahasa Yunani. Perilaku energi di alam (ekosistem) mengikuti hokum termodinamika: 167 . dan produktivitas sekunder dalam ekosistem. produktivitas netto. en = dalam. PEMBAHASAN A. baik berupa panas yang ditimbulkan maupaun akibat mekanik/kerja. BAB II. Membedakan pengertian produktivitas primer bruto. Materi/Isi a. Atau Kemampuan untuk memberikan pengaruh atau akibat.3. ergon = kerja Energi dapat didefinisikan kemampuan atau suatu kesanggupan untuk melaksanakan kerja.

Kedua hokum tersebut dapat dinyatakan pada Gambar 1 berikut: 168 . sebelum dan setelah transformasi. Hukum termodinamika I atau Hukum Kekekalan Energi. 2. tetapi tidak pernah diciptakan atau dihancurkan”.1. Misalnya benda panas pasti menyebarkan panas ke lingkungan yang lebih rendah suhunya. Produksi = Konsumsi + Produk Limbah + Respirasi. Hukum termodinamika II atau Hukum Entropi. Tidak ada perubahan/transformasi energi yang betul-betul efisien 100% karena selalu ada energi yang terpencar sebagai energi panas yang tak dapat digunakan. yang berbunyi: Misalnya energi cahaya dapat diubah menjadi energi kimia (energi potemnsial) atau energi panas. Ini juga berarti jumlah total energi harus tetap “Setiap terjadi perubahan energi pasti terjadi drgradasi energi atau penguraian energi dari bentuk energi terpusat menjadi energi terpencar”. yang berbunyi: “Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.

Gambaran dari dua hukum termodinamika. anatara hewan predator dengan hewan mangsa. tidak akan ada kehidupan dan sistem-sitem ekologis. Berbagai bentuk kehidupan selalu diikuti oleh perubahan-perubahan energi. disebabkan karena ada yang hilang sebagai panas pada waktu terjadi transformasi (perubahan). bentuk energi yang dipadatkan (2 unit). A = B + C (hukum termodinamika I). jumlah dan jenis organisme 169 Energi potensial ini dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Energi yang sampai di permukaan bumi sebagai cahaya diimbangi dengan energi yang keluar dari permukaan bumi sebagai radiasi panas yang tak tampak dan hanya sebagian kecil dari energi cahaya yang diserap`oleh tumbuhan hijau dan mengubah energi cahaya menjadi energi potensial. bentuk energi yang sangat lemah (98 unit). penggandaan diri dan sintesis berbagai materi. C = gula. A = Sinar/cahaya Matahari. Tanpa adanya pengalihan energi yang mengikuti .Gambar 1. Cahaya atau sinar matahari mempunyai hubungan dengan sistem-sistem ekologis dan bagaimana energi digunakan dalam sistem itu. Hubungan tumbuhan/produser dan hewan konsumer. perubahan energi cahaya matahari ke energi kimia (makanan/gula) lewat proses fotosintesis. C selalu lebih kecil dari A. bentuk energi yang lemah (100 unit). semua perubahan. B = Panas.

gerakan udara dan air. Jadi dalam hal ini energi cahaya berubah menjadi eneri panas di daratan. tetapi sebagian besar menjadi panas dan sebagian kecil energi potensil ini diubah menjadi protoplasma baru atau sel baru. dan (3) cahaya yang menembus vegetasi. Jumlah ini akan berkurang sebesar 67% apabila melewati atmosfir (melewati awan. energi mengalir masuk melalui fotosintesis dan mengalir keluar melalui respirasi. (2) sinar matahari yang menembus mendung sempurna. kesemuanya dibatasi oleh aliran energi. lalu menjadi energi kinetik dari angin yang dapat melakukan pekerjaan memompa air. besarnya radiasi atau energi cahaya matahari kurang lebih 2 g kalori/cm2/detik. Dalam sehari masukan radiasi/energi cahaya matahari ke lapisan autotropik (tumbuhan/vegetasi) sekitar 100-800 kalori g kalori/cm2. permukaan lereng di bagian selatan menerima radiasi lebih besar dan lereng bagian utara lebih kecil dari yang diperoleh permukaan datar. Keadaan ini terjadi pada daerah yang horizontal (datar). Hewan/binatang (makro dan mikro) dan manusia memperoleh energi kimia (energi potensial) dari hasil fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dan khemosintesis dari dari mikroba (bakteri sulfur). O2. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam iklim stempat dan vegetasi. ozon (O3). 170 Kedua-duanya mempengaruhi lingkungan (iklim) yaitu temperatur. atau vegetasi) (hanya 1.dalam lingkungan tertentu. Radiasi matahari pada lapisan atmosfir adalah konstan dibandingkan dengan (1) radiasi/energi cahaya matahari yang mencapai permukaan laut pada hari cerah. b. air. menjadi energi yang berguna untuk komponen biotik ekosistem. Dalam ekosistem. dan debu. Pada lapisan teratas atmosfir. penguapan air. yang dapat menggerakkan kincir angin sehingga dapat menggerakkan pabrik penggilingan. yang akhirnya menyebabkan terjadinya aliran angin.34 g calori/cm2/detik) yang dapat mencapai permukaan bumi pada tengah hari di musim panas. Lingkungan energi Organisme yang berada di atau dekat permukaan bumi secara terus menerus disinari oleh (1) radiasi matahari dan (2) radiasi panas bergelombang panjang dari permukaan-permukaan di sekitarnya. absorpsi cahaya/sinar matahari oleh daratan dan air menyebabkan terjadinya daerah-daerah panas dan dingin. Radiasi yang menembus atmosfir akan berkurrang intesitasnya karena tersaring gas atmosfir. Demikian pula. tetapi hanya sebagian kecil dari cahaya matahari dapat diubah oleh proses fotosintesis . CO2. Di daerah perbukitan atau daerah pegunungan.

400 – 0. Panjang hari Panjang hari adalah lamanya matahari memanjarkan sinaranya ke permukaan bumi sangat tergantung pada altitude dan latitude 1 µm = 10-4 cm. biru (0. yaitu: merah (0.435 µm).7 µm) = 45%.3 – 0. vegetasi/klorofil menyerap gelombang cahaya tampak yang berwarna merah dan biru untuk kegiatan fotosintesis. selain itu juga dapat berpenagruh pada proses perkecambahan dan pertumbuhan batang.625 – 0.239 kalori.4 µm diserap habis oleh lapisan ozon (O3) dibagian luar atmosfir kira-kira pada ketinggian 25 km. Satuannya kalori/cm2. Cahaya hijau dari cahaya tampak dan infra merah pendek (near infra red) dipantulkan oleh tumbuh-tumbuhan. memantau serangan hama dan penyakit tanaman. (c) Infra merah (> 0. kuning (0. 171 . (a). 3. Pengaruhnya secara ekologis penting dalam memberikan efek pemanasan. sinar matahari dibagi 3 unsur: 1.7 µm) = 46%. watt/m2.490 – 0..3 – 0.4 µm) = 9%.750 µm). Terbagi atas 3 kualitas sinar matahari berdasarkan panjang gelombang.4 – 0.Berdasarkan peranannya bagi pertumbuhan tumbuhan/tanaman.4 – 0.480 µm). 1 Joule = 0. Dari semua warna sinar tampak ini.7 µm).625 µm). dan sebagainya. J/m2. orange (0.595 µm). Cahaya tampak ((0.7 µm) memiliki banyak warna bergantung pada panjang gelombangnya. artinya fotosintesis dapat terus berlangsung pada hari yang berawan dan beberapa kedalaman air yang jernih. Pantulan cahaya ini dipergunakan didalam pengindraan jauh baik dengan foto udara maupun citra satelit untuk menetukan pola vegetasi alam. Sinar ultra violet (0. Radiasi ultra violet (gelombang pendek) 0. kurang kuat merangsang reaksi kimia tumbuhan. Sinar Tampak (Vesible light) (0. tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan sebagai radiasi panas.574 –0. keadaan tanaman (perkebunan). ungu (0. 2.435 –0. Infra merah (> 0. hijau (0. (b). Cahaya tampak sedikit sekali berkurangnya jika melewati awan tebal dan air. Intensitas sinar matahari Intensitas cahaya adalah jumlah energi cahaya matahari yang sampai pada permukaan bumi pada luasan dan waktu tertentu.595 – 0.574 µm). Kualitas sinar matahari Kualitas sinar matahari adalah spectrum cahaya yang dipancarkan oleh sinar matahari yang terdiri dari berbagai panjang gelombang.

bulan. perbedaan antara semua arus radiasi yang turun dikurangi dengan semua arus radiasi yang naik. Antara garis lintang 40o LU dan LS radiasi netto tahunan adalah 1 juta kilokalori/m2/tahun di atas samudra dan 0.1 – 1. Air di dalam daun dan uapa air di sekelilingnya menyerap energi panas infra merah panjang. Penggunaan energi radiasi matahari dalam setahun diringkaskan pada Tabel 1. Oleh karena itu sebagian besar biosfir. altitude. mungkin diterima sebagian besar dunia pada hampir setiap saat. Di sana keadaannya begitu ekstrim.6 kilokalori/m2/tahun di atas daratan. 172 . kilokalori/m2/hari dan 1. Di samping garis lintang (latitude). Radiasi sebanyak 100 – 800 g kalori/cm2/hari.Naungan yang sejuk dan teduh di dalam hutan (vegetasi) disebabkan oleh absorpsi cajhaya tampak dan infra merah panjang oleh daun-daun bagian atas. sehingga hanya sedikit keluaran biologis yang dapat dihasilkan. Masukan energi primer itu menggerakkan semua sistem biologis. dan musim. penutupan awan adalah suatu factor pokok dalam penerimaan radiasi matahari. namun keterpaduan radiasi matahari langsung yang memasuki stratum autotrofik.5 juta kilokalori/m2/tahun. masukan energi radiasi adalah kira-kira 3000 – 4000 Radiasi netto di permukaan bumi yaitu terkecuali di daerah kutub atau daerah tropis yang beriklim kering. dan tahun adalah amat penting bagi produktivitas dan pertukaran hara mineral dalam ekosistem. yaitu energi sinar matahari yang diterima oleh tumbuh-tumbuhan hijau setiap hari. Kendatipun perubahan radiasi total menentukan kondisi keberadaan organisme.

evaporasi.2 0. Penggunaan radiasi matahari sebagai persentase dari masukan tahunan ke dalam biosfir Penggunaan Dipantulkan Konversi langsung menjadi panas Evaporasi.5 Sumber: Hubert. arus Fotosintesis Energi pasang surut lebih kurang Panas terestria lebih kurang Persen (%) 30 46 23 0. (1985) Hanya lebih kurang 1% saja energi matahari diubah menjadi energi kimia dan lebih kurang 70% digunakan untuk memanaskan bumi. 1971 dalam Riyanto et al. Karena energi panas ini menyebabkan adanya temperatur yang sesuai untuk hidup dan menggerakkan sistem cuaca dan siklus air yang kesemuanya diperlukan untu kehidupan di bumi. angin dan sebagainya. precipitasi (hujan) Angin. gelombang. 2) Produktivitas primer bruto adalah laju fotosintesis total termasuk senyawa organic yang dipakai untuk pernafasan selama masa pengukuran. Konsep produktivitas ekosistem Produktivitas adalah laju produksi senyawa organic dalam suatu ekosistem.Tabel 1. Beberapa definisi penting. hujan. juga disebut asimilasi total.8 0. yaitu: 1) Produktivitas primer dari suatu ekosistem adalah laju konversi energi cahaya menjadi senyawa organic melalui fotosintesis dan khemosintesis oleh organisme produser (terutama tumbuhan hijau). c.0017 0. 173 . yang dimulai dengan konversi energi cahaya matahari menjadi senyawa organic melalui fotosintesis pada tumbuhan hijau.

ada tenaga kerja manusia. dan sebagainya.3) Produktivitas primer netto adalah laju penyimpanan senyawa organic di dalam jaringan tumbuh-tumbuhan setelah dikurangi pemakaian untuk pernafasan selama masa pengukuran. Energi yang tersimpan dalam tubuh sapi yang berasal dari rumput itu disebut produktivitas sekunder Laju produksi (produktivitas) yang tinggi baik pada ekosistem alami (hutan primer) maupun ekosistem budidaya terjadi apabila : (1). sebagian lagi hilang dalam bentuk panas dan kotoran. Dalam mengevaluasi produktivitas ekosistem perlu dipertimbangkan (1). dan varietas tanaman). Adanya subsidi energi yang dapat menambah produksi dengan mengurangi kehilangan panas untuk pernafasan. sebagian yang rumput yang dimakan tersimpan dalam tubuh sapi sebagai sumber energi. (2). alat-alat pertanian. misalnya hasil kerja angin. hujan. disebut juga fotosintesis nyata atau asimilasi netto 4) Produktivitas komunitas netto adalah laju penyimpanan senywa organic yang tidak digunakan heterotrop atau produktivitas primer netto dikurangi konsumsi oleh heterotrop selama waktu pengukuran. dan kekeringan. panen. Faktor fisik yang menunjang sesuai (iklim. pupuk. Produktivitas dapat dijadikan ukuran dari kekayaan kesuburan suatu ekosistem. polusi. biasanya selam musim tumbuh atau setahun. Sebagai contoh suatu padang rumput yang subur tapi dirumputi oleh ternak/hewan herbivora akan mempunyai biomas yang lebih kecil dari pada padang rumput yang kurang subur yang tak mengalami perumputan. pestisida. energi pasang surut di daerah estuary untuk ekosistem alami. Produktivitas primer netto tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (Tabel 2) 174 . Untuk ekosistem budidaya. Heterotrop adalah organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri misalnya hewan/binatang dan manusia. 5) Produktivitas sekunder adalah laju penyimpanan energi pada tingkat konsumer atau decomposer. (2). Biomas adalah jumlah bahan organic pada saat pengukuran. Contoh Sapi makan rumput. Ada subsidi energi dari luar sistem. Sifat dan besarnya kehilangan energi karena gangguan iklim. tanah.

Ini berarti bahwa akan lebih banyak biaya energi untuk mempertahankan struktur tumbuhan pada iklim yang panas. (Gambar 2). Hubungan umum antara produksi bruto dan netto sebagai fungsi garis lintang (latitude).36 4.94 1. meskipun tumbuhan C4. kecenderungan bagi rasio Pn/Pg (produksi netto/produksi bruto) menjadi lebih rendah di daerah tropika dari pada di daerah temperatur sedang juga berlaku bagi tumbuhan C3 seperti padi. yaitu tanaman yang memiliki tipe fotosintesis yang mampu mengalami hambatan yang ditimbulkan oleh iklim yang panas.03 3. Subsidi energi Sumber energi yang mengurangi penggunaan energi yang ada pada ekosistem untuk memelihara kondisinya dan dapat meningkatkan penggunaan energi yang ada untuk dikonversikan menjadi produksi disebut aliran energi tambahan atau subsidi energi Temperatur yang tinggi dan ketegangan air yang tinggi umumnya memaksa tumbuhan untuk menggunakan lebih banyak energi produksi bruto untuk respirasi. Produktivitas primer bersih tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (hutan primer) Produktivitas primer bersih (g/m2) EKOSISTEM Per tahun Tanaman Budidaya (rata-rata dunia) Gandum 344 Jagung 412 Padi 497 Tebu 1723 Hutan primer Hutan tropika (Malaysia) 2200 Hutan iklim sedang (Inggris) 1500 Padang rumput (Oklahoma dan 446 nebraska) Gurun pasir (Nevda) 40 Sumbe : Odum. 1966 dalam Resosoedarmo.11 .23 6. 1990.22 0.Tabel 2.00 1. et.al. 175 Per hari 0. Pada vegetasi alami.13 1.

176 .

produktivitas primer bruto dan netto. Mendefinisikan dengan tepat pengertian energi dalam ekosistem disertai contoh 2. Indikator Penilaian 1. produktivitas sekunder diseratai contoh-contoh nyata yang terjadi dibidang budidaya pertanian saat ini 177 . Menjelaskan perilaku energi dalam ekosistem disertai contoh nyata yang terjadi di lapangan baik pada ekosistem pertanian maupun pada ekosistem alami (hutan) 3. B. Persentase (%) rasio produksi (netto/kotor) atau (Pn/Pg) untuk vegetasi alami bervariasi dengan letak tempat (latitude). Menjelaskan pengertian produktivitas dalam ekosistem. produktivitas primer. Kecenderungan yang terjadi di daearah tropik yaitu rasio Pn/Pg kurang dari 50% dan meningkat menjadi 60-70% bila letak tempat semakin jauh dari daerah tropik.Gambar 2.

Menjelaskan dengan tepat penggunaan subsidi energi pada ekosistem pertanian yang ramah lingkungan dan produktivitas tanaman meningkat 178 .4.

untuk bergerak.BAB III. 179 . Peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh kesesuaian/keadaan lingkungan (iklim dan tanah) bagi komoditi yang dikembangkan serta kesesuaian altitude dan latitude. Sumber energi sebagian besar berasal dari cahaya matahari. setiap terjadi transformasi energi pasti terjadi degradasi energi dalam bentuk panas. Hukum termodinamika I menunjukkan bahwa jumlah total energi harus tetap sebelum dan setelah transformasi. yang diubah menjadi energi kimia oleh proses fotosintesis dalam tumbuhan hijau. tumbuh dan berkembang. Pada ekositem buatan diperlukan subsidi energi yang tepat agar produktivitas ekosistem meningkat dan ramah lingkungan. dan melaksanakan fungsi-fungsi badaniahnya. diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru tumbuhan/tanaman atau organisme Tranformasi energi dalam ekosistem mengikuti hukum termodinamika I dan II. PENUTUP Semua organisme memelukan energi. Sedangkan Hukum termodinamika II. Energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia dan bersama dengan unsur-unsur hara dari dalam tanah.

Renwarin’ P. ZD. 1989. B. Riyanto. dan Lingkungan. A.N. 1971. Komunitas.M. Bumi Aksara. Ekolgi Dasar. M. London. Lembaga penerbitan. 1997.J. Conceps of Ecology. Ekologi dan Biologi Tropika. Delmi. 1985. W. N. Jakarta. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. New Delhi.L.E. Kormondy.B. Hatta.H. Rahman. Yayasan Obor. Universitas Hasanuddin 180 . Siwondo. G. Kleden. 1992. Odum. Palenewan. Fundamental of Ecology. I. P. Company. Nurkin. Jodjo. Prentice Hall.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Indonesia Irwan. J. Saunders. J. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. E.

Kaitan Modul L. Indikator Penilaian BAB.MODUL V JUDUL: RANTAI MAKANAN DAN TINGKAT TROFIK BAB I. Latar Belakang J. PENDAHULIUAN I. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 181 . Ruang Lingkup Isi K. PEMBAHASAN E. Materi/Isi F. III.

182 . Tidak ada satu organismepun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. PENDAHULUAN A. Setiap tingkat lebih tinggi. elang. Energi dan materi merupakan landasan dunia organisme (makhluk hidup). hewan/binatang dan organisme lainnya (biotic) pada tempat dan waktu tertentu bersama-sama dengan lingkungan abiotiknya membentuk suatu sistem ekologi (ekosistem). maka kutu disebut konsumen ketiga. Antara organisme yang satu dengan organisme lainnya terjadi pengalihan energi dengan cara memakan dan dimakan. hubungan konsumen selangkah lebih jauh dari produen. Tumbuhan. Sebagai contoh tikus memakan padi dan tanaman-tanaman lain seperti ubi jalar. ular memakan tikus sehingga organisme ini disebut konsumen kedua . Karena tikus langsung memakan tumbuhan hijau maka disebut konsumen tingkat pertama. dapat membentuk senyawa organic dengan menggunakan energi matahari. Selanjutnya kucing. baru berarti jika ada organisme lainnya. jagung. Latar belakang Dunia kehidupsan sebenarnya jauh lebih rumit daripada yang dilihat sepintas lalu. Tetapi tumbuhan hijau seperti padi.BAB I. Misalnya jika melihat hubungan antara tikus dan padi. Suatu organisme. dan sebagainya. Tumbuhan disebut sebagai produser. Jika pada kucing ada kutunya. Hidup tumbuhan itu sendiri dan hidup organisme lainnya bergantung pada senyawa organic yang dibentuk oleh tumbuhan. Tikus disebut konsumen atau pemakai. dimana tikus adalah hewan yang dapat berpindah tempat. sedangkang padi adalah tumbuhan yang tidak dapat berpindah tempat sendiri.

maka hal tersebut tidak akan terjadi. Kaitan Modul Modul V ini membhasa tentang rantai makanan dalam ekosistem. II. Rantai makanan. III. Kestabilan ekosistem hanya dapat dicapai dengan pengalihan energi dan siklus materi/hara melalui rantai makanan. Adanya pengalihan energi dan materi/hara dari organisme yang satu ke organisme yang lain melalui makan dimakan. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Modul V ini masih sangat terkait dengan materi modul I. Menjelaskan rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. didalamnya terjadi arus energi dan suklus materi merupakan landasan dasar pada suatu ekoistem. maka akan mengakibatkan tikus-tikus itu akan kehabisan makanan dan akan mati kelaparan. Metabolisme dan ukuran individu c. mahasiswa dapat: 1. dan IV D. Misalnya jika tikus dapat berkembang terus tanpa ada pengendalian.Jika konsumen mati atau menjadi bangkai.. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi C. RUANG LINGKUP ISI a. Struktur trofik dan piramida ekologis d. dan tingkat-tingkat trofik b. maka akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi oleh mikro organisme (decomposer) menjadi unsure-unsur hara yang kemudian diserap kembali oleh organisme produser di dalam suatu ekosistem. 183 . Rantai makanan Adalah pengalihan energi dari sumbernya yaitu tumbuhan (produser) ke organisme lain melalui sederetan organisme yang memakan dan dimakan. Namun karena adanya kucing atau hewan lain yang memakan tikus. dan menyebutkan tingkat trofiknya pada setiap ekosistem tersebut. jaring makanan. B.

dimulai dari tumbuhan/tanaman sebagai dasar lalu ke herbivora yang merumput (organisme yang memakan tumbuhan/tanaman hidup) dan terus ke karnivora kecil kemudian dimakan karnovora besar (pemakan binatang).2. Rantai makanan. termasuk persediaan makanan dan untuk digunakan untuk bernafas. dan tingkat-tingkat trofik Rantai makanan (food chain) adalah pemindahan (transfer) energi makanan dari sumbernya (tumbuh-tumbuhan) melalui serangkaian organisme yang memakan dan dimakan. Rantai makanan terdiri dari dua tipe dasar. Pada setiap pemindahan (transfer) sebagian (80-90 %) dari energi potensial (makanan) hilang sebagai panas. PEMBAHASAN A. makin besar energi yang tersedia bagi populasi itu. Oleh karena itu. yaitu: 1. Menerangkan empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi BAB II. Materi/Isi a. Menerangkan dan memberikan contoh struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem darat dan air 3. makin pendek rantai makanan ini. Rantai makanan perumputan (grazing food chain). atau makin dekat konsumer dengan permulaan rantai makanan (tumbuhan). 184 . yang dapat diubah menjadi biomas. jarring makanan. yaitu berat hidup.

2. yang hidup sebagai parasit. Landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. Contoh jaring-jaring makanan yang sederhana (Gambar 1) Gambar 1 Gambar 1. hubungan antara produsen. rantai makanan dibagi atas tiga macan. Menurut Resosoedarmo. 3. kepada hewan yang lebih besar dan terakhir pada hewan yang terbesar. Jaring-jaring makanan. berjalan dari organisme mati ke mikro organisme. Rantai saprofit. 185 . yaitu: 1. Rantai parasit. dan perombak dalam suatu daur materi dan energi. dimulai dari hewan kecil sebagai mata rantai pertama.2. tapi saling berkaitan yang satu dengan lainnya sehingga membentuk jaringjaring makanan. dimulai dari bahan-bahan yang mati lalu ke mikro organisme pemakan detritus (bahan organicyang hancur) dan predaornya. et al. (1990). Rantai pemangsa. Rantai makanan perombakan (detritus food chain). konsumen. Rantai makanan tidak berjalan sendiri-sendiri. dimulai dari organisme besar kepada organisme kecil.

Tumbuhan hijau daun adalah produsen primer.

Dalam proses daur materi dan energi seterusnya, produsen primer ini

merupakan makanan konsumer primer (herbivora) ialah hewan pemakan tumbuhan seperti burung, kelelawar, kupu-kupu, lebah, sapi, dan lainnya. Selanjutnya konsumer primer akan menjadi mangsa dari konsumer sekunder yaitu predator (karnivora). Baik produser, herbivora, dan karnivora atau predator apabila telah tua atau mati akan mengalami pembusukan, dan perombakan oleh decomposer (mikro organisme, misalnya bakteri atau jamur) menjadi bahan organic yang lebih sederhana, sampai akhirnya menjadi unsureunsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme produser (tumbuhan/tanaman). Suatu komunitas alamiah, seekor pemangsa (predator) sangat funsional dalam mamaelihahara keseimbangan dengan populasi binatang yang dimangsa. Dalam keseimbangan seperti itu misalnya populasi kijang yang lamban dengan mudah menjadi mangsa harimau sehingga yang tinggal hidup adalah kijang-kijang yang sehat. Populasi kijang hanya ada yang sehat justru karena adanya populasi harimau (pemangsa). Begitu pula padang rumput akan berada dalam dalam pertumbuhan yang sehat karena terbatasnya populasi kijang yang memakan rumput tersebut. Harimau yang lamban akan mati kelaparan karena kijang yang masih hidup hanyalah kijang-kijang yang sehat dan gesit serta tidak akan tertangkap atau dimangsa oleh harimau yang lamban atau lemah. Akhirnya harimau yang dapat bertahan hidup hanyalah populasi harimau yang sehat. Sehingga yang ada dalam komunitas alamiah hanyalah populasi harimau yang sehat. Komponen yang sehat-sehat memberikan situasi dan serasi antara satu dengan yang lainnya. Transfer energi dan materi pada setiap komponen biotik: MATAHARI (Sumber energi) ↓ PRODUSER (R dan D) ↓ 186 = R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Karena organismenya mati

HERBIVORA (R, D, F) ↓ KARNIVORA I (R,D,F) ↓ KARNIVORA II (R, D, F)

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran R ; energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

Di dalam komunitas-komunitas yang kompleks, organisme-organisme yang makanannya dari konversi energi matahari dengan jumlah langkah yang sama dikatakan termasuk kedalam tingkat trofik yang sama. Aliran energi berdasarkan trofik dalam suatu ekosistem mempunyai jarak transfer makanan tertentu dari sumber energi, menempati suatu tingkat trofik tertentu, sebagai berikut: Tingkat Trofik I, adalah tumbuhan hijau, yaitu menangkap cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan di sebut PRODUSER. Tingkat Trofik II, HERBIVORA, organisme yang mencernakan bahan-bahan tumbuhan hidup sebagai makanannya untuk mendapatkan energi. Terdidri dari jamur parasit pada tumbuh-tumbuhan hingga seekor gajah. Tingkat Trofik III, KARNIVORA KECIL (I), yaitu binatang yang memperoleh energi dari memakan herbivora. Bisa terdidri dari serangga, laba-laba sampai elang, tikus 187

Tingkat Trofik IV, KARNIVORA BESAR (II), organisme memperoleh energi dengan memakan karnivora-karnivora kecil, yang dimulai dari ular, burung hantu sampai harimau dan singa. Jadi energi dipindahkan selangkah demi selangkah lebih jauh dari sumber semula, yaitu energi cahaya matahari. Beberapa binatang, seperti beruang dan juga manusia adalah omnivora kadang-kadang memakan tumbuhan dan kadang-kadang memakan binatang lain. Bakteri, protozoa, jamur, dan binatang-binatang kecil lainnya, menggunakan tumbuhan dan hewan yang mati sebagai makanannya disebut Dekomposer atau perombak. Dekomposer yang menguraikan bahan dan senyawa organic menjadi senyawa yang sederhana hingga menjadi unsure hara dan kembali ke lingkungan, juga menggunakan energi dan membawanya ke langkah yang lebih jauh dari sumbernya. Pada ekosistem darat, kebanyakan decomposer hidup dipermukaan atau di lapisan atas tanah, mengubah bahan mati menjadi humus dan akhirnya menjadi mineral, gas-gas, dan air untukm selanjutnya diserap oleh akar tanaman. Pentingnya decomposer tidaklah diragukan. Tanpa mereka, bahan-bahan mati akan tertumpuk, unsur-unsur hara akan terikat pada organismenya yang telah mati atau menjadi bangkai (sisa tanaman dan hewan). Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang hara (Recyvling) hara dalam ekosistem. Kualitas sumberdaya (ekosistem) dapat ditingkatkan dengan melibatkan konsumer yang dapat menyalurkan unsur hara dan memproduksi hormon-hormon yang menguntungkan pertumbuhan. Sebagai contoh penggunaan mikroba seperti jamur mikoriza yang menyalurkan hara P kepada akar pohon sebagai penukar makanan berkualitas tinggi yang diperoleh dari tumbuhan. Demikiaan juga penggunaan bakteri rizhobium pada tanaman kacang-kacangan, dapat menfiksasi N dari udara yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. Produser dan konsumer mendapatkan keuntungan dari pembagian ini. Interaksi tumbuhan/tanaman dengan mikroba disebut mutualisme. Beberapa zat makanan terkonsentrasi pada tiap tingkat trofik di dalam rantai makanan. Pengkonsentrasian zat atau senyawa pada rantai makanan sering disebut magnifukasi biologis atau pembesaran biologis. Contoh adanya unsure rsdioaktif, logam berat dan 188

Sebaliknya makin besar organismenya. satu biomas kecil predator mempunyai kualitas energi 100 kali dari satu biomas kecil herbivora. et ala. Pada akhirnya melenyapkan populasi burung predator seperti elang. rajawali. b. pestisida DDT (pembunuh serangga) sering disebut insektisida DDT untuk mengendalikan nyamuk selama beberapa tahun di rawa-rawa. Metabolisme dan ukuran individu Biomas dinyatakan sebagai jumlah berat kering atau jumlah nilai kalori organisme yang terdapat pada suatu waktu tertentu yang dapat ditopang oleh arus tetap dari energi di dalam rantai makanan amat tergantung pada pada ukuran organisme masing-masing. makin besar pula biomassanya. Gambar 2/////// 189 . Jadi jumlah bakteri yang terdapat pda suatu saat akan jauh lebih kecil akan jauh lebih kecil daripada biomassa ikan atau mamalia sekalipun penggunaan energi untuk kedua golongan itu sama. Pada Gambar 2.000. Akibatnya makin kecil biomassanya yang dapat ditopangnya pada suatu tingkat trofik tertentu di dalam ekosistem. lalu terkonsentrasi lagi pada burung pemakan ikan. ternyata residu yang beracun itu diserap`oleh detritus (bahan organic) dan menjadi terkonsentrasi dalam jaringan-jaringan hewan pemakan detritus yaitu pada ikan-ikan kecil. Menurut Riyanto.pestisida dalam rantai makanan. tetapi kualitas energi dalam jumlah kalori energi matahari yang digunakan meningkat dari 1-10. (1985). menunjukkan bahwa dalam satu rantai makanan alami penurunan energi melalui tiap-tiap tingkat dari 106 kilokalori/m2 masukan matahari hingga 100 atau kurang pada tingkat predator. dan sebagainya. secara tidak langsung menyebabkan kematian ikan dan margasatwa.. Makin kecil organismenya. diperkirakan tercuci ke laut. makin besar metabolisme per gram (per kalori) biomassanya. tetapi kualitas energi untuk menjalankan pekerjaan meningkat dengan tiap-tiap konversi. bahwa bahan bakar fosil memiliki kualitas atau potensi kerja 2000 kali dari cahaya matahari. Sifat racun berjangka panjang dari residu DDT. Jadi. Kuantitas energi menurun melalui rantai transfer. Contoh kasus. Sepuluh ribu cahaya matahari diperlukan untuk menghasilkan 1 kilokalori energi predator.

Jadi ganggang kecil 190 . dan protozoa jauh lebih besar daripada laju metabolic organisme-organisme besar seperti pohon atau binatang vertebrata. Di dalam banyak hal. A = Rantai makanan. B = Rantai energi Metabolisme per gram biomas tumbuhan dan binatang kecil seperti ganggang. dari segi metabolisme. bakteri. bagian-bagian yang penting dari satu komunitas bukan organisme-organisme yang besar tetapi sedikit.Gambar 2. tetapi justru organisme kecil yang banyak yang seringkali tidak tampak oleh mata. Peningkatan kualitas dengan penurunan kuantitas yang terjadi pada dua rantai aliran energi yang dimulai dari matahari. Hal tersebut berlaku untuk fotosintesis dan respirasinya.

Piramida jumlah sangat bervariasi pada komunitas berlainan. Semakin kecil ukuran suatu organisme semakin besar metabolimenya per gram biomassa. Demikian juga crustaceae kecil (zooplankton) yang memakan ganggang dapat memiliki respirasi total yang sama dengan apa yang dimiliki oleh sapi yang berlipat ganda beratnya di padang penggembalaan. dimana tingkat pertama atau tingkat produser merupakan dasar dari tingkat-tingkat berikutnya yang membentuk puncaknya. Piramida energi. (c). lapangan penggembalaan. terumbu karang dan sebagainya. 3. (a). Memberikan gambran kasar tentang efek hubungan rantai makanan. Ukuran individu menentukan besarnya metabolisme suatu organisme. hutan. Biomassa bersifat kualitatif. Contoh danau. 191 . Struktur trofik dan fungsi trofik dapat diperlihatkan dengan menggunakan “Piramida Ekologis”. Piramida-piramida ekologis terdiri atas tiga tipe. c. Struktur trofik dan piramida ekologis Fenomena interaksi antara rantai makanan dan hubungan metabolisme dan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas memiliki struktur trofik tertentu yang seringkali khas untuk tipe ekosistem tertentu. 2. (b). Piramida biomas dapat memberikan gambaran yang lenbih baik tentang hubungan tingkat-tingkat trofik pada rantai makanan. berdasarkan jumlah individu peratuan luas. Piramida biomassa.(fitoplankton) di dalam kolam yang beratnya hanya seberapa pada setiapsaat dapat memiliki metabolisme yang sama besar dengan pohon-pohon yang bervolume lebih besar di dalam hutan-hutan atau jerami di padang rumput. Memberikan gambaran menyeluruh tentang sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komonen biotic suatu ekosistem karena sesungguhnya jumlah dan berat organisme yang dapat ditunjang pada setiap tingkat trofik tergantung pada energi yang digunakan dan dihasilkan. yaitu: 1. didasarkan pada jumlah berat kering. berdasarkan kecepatan arus energi dan produktivitas tingkat-tingakat trofik yang berurutan. nilai kalori atau ukuran lain dari jumlah total bahan hidup. Piramida jumlah.

Contoh laut terbuka.000 – 40. Memberikan satu contoh rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Atas dasar ini. dan pola hidup manusia.000 kilokalori/m2 c. b. Pada ekosistem darat dan ekosistem air. menghasilkan kelebihan bahan organic. Pada sistem-sistem ini sumber energi utama adalah minyak bumi. Sistem ini memproduksi makanan dan serat dengan dukungan energi tambahan seperti minyak bumi atau energi lain yang ditambahkan oleh manusia.000 – 40. Arus energi tahunan 10.000 kilkalori/m2 d. tanpa subsidi energi. Contoh. beberapa hutan hujan. Ekosistem alam yang ditunjang energi matahari dan dibantu oleh energi alam lainnya. tanpa subsidi dan hanya ditunjang oleh energi cahaya matahari. a. Arus energi tahunan100. pola fungsional dan proses pertumbuhan. Ekosistem yang ditunjang oleh energi matahari dan dibantu oleh manusia. Estuaria pasang surut. Contoh ekosisstem pertanian. Menerangkan dengan tepat empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi 192 .000 kilokalori/m2 b. Indikator Penilaian a. c. Arus energi tahunan 10. hutanhutan di dataran tinggi. Menerangkan dengan tepat struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem dan memberikan contoh. Sistem ini merupakan pencetus kemakmuran. akuakultur.000 – 3000.000 kilokalori/m2 B. Ekosistem alam. namun juga merupakan sumber pencemaran. Arus energi tahunan 1000 – 10. Karena energi adalah suatu penyebut umum dan factor penentu terakhir di dalam semua ekosistem.d. dan menyebutkan tingkat trofiknya dengan tepat. Sistem-sistem industri perkotaan yang ditunjang oleh tenaga bahan bakar fosil atau bahan bakar organic atau bahan bakar nuklir. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Sumber dan kualitas energi yang tersedia menentukan jenis dan jumlah organisme. dibedakan 4 kelas dasar ekositem.

193 .

tetapi berhubungan satu sama lainnya membentuk jarringjaring makanan. Produser. juga dijumpai pertukaran hara antar organisme dengan lingkungan abiotik. Rantai makanan tersebut tidaklah berjalan sendiri dan terpisah. Tumbuh-tumbuhan memperoleh hara dari lingkungan anorganik dalam atmosfir. maka semakin besar pula energi yang dapat disimpan dalam tubuh organisme di ujung akhir rantai serta dapat menghilang melalui proses respirasi oleh organisme tersebut. tanah. sebagian besar energi terpencar sebagai energi panas. air. Herbivora dan karnivora digabungkan menjadi konsumen (consumer) atau biofag (biophage) yang memakan organisme hidup. karnivora kecil. merupakan perombak yang memakan organisme mati Misalnya rayap mungkin sebagai konsumer kecil sekaligus 194 . Rantai makanan atau jaring-jaring makanan/hara biasanya memiliki ratusan jenis yang saling di pertautkan oleh kebiasaan makan. Pada pertukaran energi antar organisme. Aliran energi dan siklus hara mempunyai pola hubungan dengan lingkungan abiotik pada suatu ekosistem. Energi mengalir di dalam ekosistem yang dimulai dari luar yaitu energi dari cahaya matahari dan sebagian juga energi itu hilang dari ekosistem sebagai panas melalui respirasi. Hara-hara ini ada melalui jaring-jaring atau rantai makanan yang sebagian besar kembali ke lingkungan dalam bentuk anorganik dengan melapuknya bahan organic yang mati.BAB III. Semakin pendek rantai makanan itu semakin dekat jarak antara organisme dari permulaan dan organisme pada ujung rantai. karnivora besar. atau endapan di dalam tanah. dan decomposer menunjukkan tingkat-tingkat trofik. Sebagian besar hara berputar dalam ekosistem. Jaring-jaring makanan adalah satuan dasar ekosistem. PENUTUP Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian organisme dengan saling makan memakan. Dekomposer (decomposer) atau safrofag yang makan bahan organic mati. Satu populasi tertentu dapat berada sekaligus pada lebih dari satu tingkat trofik. Dalam perpindahan energi dari organisme satu ke organisme lain. herbivora. sebab pada jarring-jaring makananlah terjadi alih energi dan alih materi/hara.

Siwondo. P.J. Kormondy. Conceps of Ecology. I. Odum. dan Lingkungan. 1985. M. Ekolgi Dasar. J. Lembaga penerbitan. Kleden.L. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. 1971.B. Saunders. Hatta. Jodjo. Indonesia Irwan. Delmi. B. Rahman. 1989. Komunitas. Bumi Aksara. New Delhi. Ekologi dan Biologi Tropika. Fundamental of Ecology. G. 1992.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh.H.E. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Palenewan. Company. Renwarin’ P. Universitas Hasanuddin 195 . Prentice Hall. Jakarta.N. London. Nurkin. Yayasan Obor. A. Riyanto. E. 1997. ZD. N. W. J.M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful