P. 1
Ekologi

Ekologi

|Views: 2,733|Likes:
Published by Lisda Didudedo

More info:

Published by: Lisda Didudedo on Apr 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

LAPORAN

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Matakuliah: EKOLOGI UMUM

Oleh: Ir. N U R M AN, MP.

PROGRAM STUDI AGRONOMI JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2008

67

LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM
Angkatan IV Telah diperiksa dan disetujui Oleh Coash Clinic SCL Universitas Hasanuddin Makassar, 30 Agustus 2007

Coach,

Coachee,

Dr.Ir. Yunus Musa, MSc NIP. 131 287 796

Ir. Nurman, MP. NIP. 131 803 219

Mengetahui, Ketua LKPP-Unhas ub.Kepala PKPAI-Unhas

Ir. Machmud Syam, DEA NIP. 131 637 597
68

...................... Lembar Konsultasi................................ 69 ............................................................................. 4...aman 1 2 3 5 16 36 42 Halaman Pengesahan ........................................................................................ 7................................................................................................... 8.................................................................... Daftar Isi ....................................................................... Tabel Rencana Penilaian Kinerja Mahasiswa ...................................... 6............ 5.... Rencana Pembelajaran Matakuliah ........................................ Kontrak Pembelajaran ................................................................................................. Hal................... Kompetensi Lulusan Kurikulum PS ...........................Daftar Isi No 1.... 2............................

etika. agama. Mengerti dan memahami tentang interaksi tanaman dan lingkungan c. Mengerti dan memahami tentang hubungan anatara tanaman dan iklim a. Menguasai penerapan teknik-teknik perlindungan tanaman yang berorientasi ramah lingkungan Menguasai secara aktif pengoperasian komputer √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 70 ELEMEN KOMPETENSI b c d e 2. desain. RUMUSAN KOMPETENSI a a. dan perencanaan pengelolaan lanskap f. Menjungjung tinggi norma. Mampu berkomunikasi secara efektif a. Menguasai penerapan teknik-teknik pengaturan tanaman untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan g. 4. KOMPETENSI UTAMA 3. Menguasai penerapan teknik-teknik perencanaan. Mampu berkomunikasi secara efektif. Mengerti dan memahami sain dasar b. dan tanggung jawab profesional. tata nilai. Menguasai penerapan sain dasar dalam bidang pertanian b. .KOMPETENSI Lulusan Program Studi KELOMPOK KOMPETENSI NO 1. moral. Menguasai penerapan teknik-teknik budidaya tanaman c. Menguasai penerapan teknik-teknik produksi benih dan pengelolaannya untuk menghasilkan benih bermutu e. b. Menguasai penerapan teknik-teknik pemuliaan tanaman d.

sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. c. KOMPETENSI LAINNYA a. 12. Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat dilingkungan kerja b. b. penguasaan ilmu dan keterampilan. pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya 71 . Mampu untuk mengembangkan diri dan mampu berfikir logis dan analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional Kemampuan dalam penguasaan bahasa Inggeris Kemampuan dalam penguasaan sofware dan hardware computer Kemampuan bekerjasama. landasan kepribadian.5. baik sebagai pimpinan maupun sebagai anggota dalam tim kerja Kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan kerja Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengelaman yang diperoleh selama menempuh studi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ ELEMEN KOMPETENSI: a. kemampuan berkarya. e. 7. 6. 10. KOMPETENSI PENDUKUNG 8. 11. d. 9.

RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KBK NAMA MATAKULIAH: EKOLOGI UMUM Kompetensi Utama Kompensi Pendukung Kompetensi lainnya : Mengerti dan memahami sain dasar : Kemampuan mengevaluasi perubahan lingkungan (iklim dan tanah) : Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi Bentuk Pembelajaran Kuliah. terbentuknya kelompok dan memilih ketua kelompok Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi.Menyebutkan dngan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian 5% 72 . Materi Pembelajaran Kontrak perkuliahan dan rencana pembelajaran Pengertian Ekologi. DL Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Tata tertib perkuliahan. Ruang Lingkup.Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. dan kemutakhiran bahan pustaka . dan Cara-cara pendekatan Ekologis Indikator Penilaian . Bobot Nilai (%) Minggu Ke: 1 2. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. dan Diskusi Kuliah + Tugas Kajian Pustaka.

Manfaat dekomposisi di dalam ekosistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi biologis Indikator Penilaian . organisme yang terlibat dalam dekomposisi bahan organik dan manfaatnya dalam ekosistem disertai contoh Bobot Nilai (%) 12% 73 .Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis . Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Memahami konsep sistem dan ekosistem. Dekomposisi. Komponen Ekosistem.Minggu Ke: 3-4. Struktur ekosistem darat dan air. dan CL. Struktur Ekosistem.Menjelaskan dengan tepat proses Produksi. Proses Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentase + SGD. dekomposisi. Materi Pembelajaran Konsep Sistem dan Ekosistem. Komponen ekosistem. Proses produksi.Membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan disertai contoh .

Dapat menjelaskan perilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem.Memberikan satu contoh untuk menjelaskan konsep daya dukung .Membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Bobot Nilai (%) Tingkat Trofik. netto. Netto. Struktur Trofik dan Piramida Ekologi. Indikator Penilaian . dapat membedakan produktivitas primer. dan Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. Bruto. bruto.Dapat memberikan contoh tentang perubahan bentuk energi .Dapat memberikan contoh mekanisme rantai makanan dalam ekosistem . Jaring Makanan.Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramida ekologi dalam ekosistem . dan Sekunder. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. netto. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. bruto.Minggu Ke 5-6 Materi Pembelajaran Pengertian Energi. CL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan tentang Energi. Dapat mendefinisikan kualitas energi. dan sekunder dan disertai contoh . 16% 74 . DL.Mendefinisikan dengan tepat tentang energi disertai contoh . Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. Kualitas Energi. dan sekunder. Pengertian Produktivitas Primer. Rantai Makanan. Lingkungan Energi.Mendefinisikan dengan tepat kualitas energi .Ketepatan dalam menjelaskan pengertian produktivitas primer.

Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Faktor lingkungan.Menerangkan dengan tepat 5 azas tambahan hukum toleransi Shelford disertai contoh . Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi.Menyatakan taraf toleransi nisbi suatu organisme terhadap lingkungan atau makanan dengan mempergunakan kata awalan steno dan eury dan disertai contoh .Menerangkan dengan jelas disertai contoh hubungan organisme dan lingkungannya .Dapat menyebut 9 unsur hara makro dan 6 unsur hara mikro serta fungsinya untuk pertumbuhan organisme Bobot Nilai (%) 12 % 75 . dan CS Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. hubungan lingkungan dan organisme Bentuk Pembelajaran Kuliah + Presentasi + SGD. .Minggu Ke 7-8 Materi Pembelajaran Faktor pembatas dalam ekosistem.Menyebut dengan tepat minimal 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organosme . Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya. CL. Indikator Penilaian . Hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford.Menyebut dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dan dilengkapi dengan contoh-contoh . Taraf toleransi nisbi suatu organisme. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme.

fosfat. air. siklus nitrogen. siklus Nitrogen. siklus air dan karbon.Minggu Ke 9 Materi Pembelajaran Siklus biogeokimia.Ketepatan menjelaskan pengertian siklus biogeokimia disertai contoh .Menyebutkan dengan tepat jenis mikroba yang berperan dalam siklus karbon. dan sulfur dari sunber pustaka yang mutakhir . nitrogen dan sulfur Bobot Nilai (%) 8% 76 . siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia Indikator Penilaian . Dapat memahami pencemaran udara. Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. siklus sulfur Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. CL. fosfat. Dapat memahami siklus karbon dan air. siklus fosfat. Pencemaran udara. siklus fosfat.Membuat sketsa/bagam dengan tepat dan menjelaskan siklus karbon.Ketepatan menjelaskan komposisi udara yang dianggap sudah tercemar disertai contoh . SGD.

DL. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi Indikator Penilaian . 77 .Minggu Ke 10 Materi Pembelajaran Sifat populasi. Kepadatan populasi. Laju instrinsik. CL.Mempraktekkan dan menjelaskan 5 metode dengan tepat untuk mengukur kepadatan populasi . fluktuasi dan Pertumbuhan populasi Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Natalitas. Dapat menjelaskan perkembangan populasi.5% pada ekosistem.Menjelaskan dengan tepat tentang fluktuasi populasi Bobot Nilai (%) 10. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan populasi.Membedakan dengan jelas kerapatan kotor dan kerapatan ekologis disertai contoh .Mendefinisikan dengan tepat pengertian populasi disertai contoh .Menghitung tingkat natalitas dan mortalitas dengan rumus dan contoh .Menjelaskan dengan tepat faktor yang mempengaruhi berkembangnya populasi . SGD. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi . Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi.Menjelaskan dengan tepat disertai rumus tentang konsep laju instrinsik. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. Dapat memahami konsep laju instrissik. Penyebaran umur dan pertumbuhan alami. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. Konsep laju. Mortalitas.

Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial.Menjelaskan dengan benar pentingnya optimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Bobot Nilai (%) 9% 78 . Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. CL. SGD.Menerangkan dengan tepat penyebab pengolompokan populasi dan memahami asaz Allee disertai contoh . DL. Pengumpulan agregasi dan asas Allee. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi Indikator Penilaian .Meyebutkan dengan tepat sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial organisme misalanya burung menurut niche . isolasi dan teritorialitas.Menerangkan dengan jelas aksi dentitas independen .Menjelaskan dengan tepat metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggorombolan populasi . dan PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menjelaskan dentitas populasi. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. Pembagian energi.Menyebutkan dan menggambar pola-pola penyebaran populasi .Minggu Ke 11 Materi Pembelajaran Aksi densitas independen dan densitas dependen. sifat dan cara hidup Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Pola-pola penyebaran.

predasi. CL. koperasi. predasi. SGD. dan mutualisme Bobot Nilai (%) 9% 79 . dan mutualiasme Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. parasisitisme. . Peranan komensalisme. DL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis. dan mutualisme Indikator Penilaian . dan herbivori. Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi. predasi.Membedakan dengan jelas setiap tipe-tipe interaksi antara jenis . Dapat membedakan tipetipe interaksi antara jenis. herbivori. koperasi.Menjelaskan secara singkat dan tepat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi disertai contoh .Minggu Ke 12 Materi Pembelajaran Tipe-tipe interaksi antara 2 jenis organisme. koperasi. Dapat menjelasskan peranan alelopati. dan parasitisme.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi alelopati.Menjelaskan dengan tepat dan lancar peranan tipe interaksi komensalisme. Peranan allelopati. parasitissme dan herbivori dalam ekosistem disertai contoh.Membedakan dengan tepat predasi dan parasitisme disertai contoh . Dapat menjelaskan peranan komensalisme. Kompetisi interspesifik dan koeksistensi.Menyebutkan dengan tepat 9 tipe interaksi antara jenis disertai contoh .

PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat membedakan konsep habitat. niche ekologi. Hubungan populasi dan komunitas terhadap gradien geografik. Struktur ekosistem dalam abad-abad yang silam. DL. Pengetian dan peranan ekotone. . CL. Kajian populasi.Menyebutkan dengan tepat 2 komponen konsep keanekaragaman jenis .Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai struktur komunitas pada abad yang silam Bobot Nilai (%) 10. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik.memadukan biologi populasi dan pengetahuan ekosistem Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.Minggu Ke 13. niche ekologi. niche ekologi. dan guild. Pengertian dan peranan edge effect. Materi Pembelajaran Konsep habitat.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai hubungan komunitas terhadap gradien geografik . . Indikator Penilaian . Dapat membedakan ekotone dan edge effect. SGD. dan guild. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam. Keanekaragaman jenis dan polanya di dalam komunitas. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas.5 % 80 . komunitas di dalam ekosistem yang utuh.Membedakan konsep dengan tepat tentang habitat.Menyebutkan dengan tepat 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas dalam waktu yang singkat. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas.Menjelaskan secara singkat dan tepat mengenai peranan genetik dalam komunitas .Membedakan secara tepat ekotone dan edge effect . dan guild disertai contoh.

Membedakan dengan tepat dan lancar suksesi allogenik dan suksesi autogenik disertai contoh . Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi. Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder. Allogenik dan Autogeneik.Menerangkan dengan tepat dan lancar jenis-jenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Bobot Nilai (%) 4% 81 . Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Seleksi kualitatif dan kuantitatif. dan klimaks disertai contoh . CL. sere. Indikator Penilaian . sere.Minggu Ke 14. dan klimaks. SGD. Materi Pembelajaran Suksesi.Membedakan dengan tepat suksesi primer dan suksesi sekunder disertai contoh .Mendefinisikan dengan tepat istilah suksesi. Konsep klimaks. PBL Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat mendefinisikan suksesi. Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik. DL. Suksesi heterotropik.

Kemampuan Akhir sesi Pembelajaran Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir. CL.Menjelaskan dengan tepat sifat-sifat khas wilayah estuaria- Bobot Nilai (%) 4% 82 . Koevolusi. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. Seleksi alamiah dan seleksi buatan.Menjelaskan dengan tepat pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi disertai contoh . Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami. Membedakan tipe hutan tropika dan hutan musim tropika. Komposisi vegetasi pada berbagai ketinggian.Menerangkan dengan tepat terjadinya evolusi biosfir disertai contoh . Relevansi perkembangan ekosistem dan teori evolusi biosfer terhadap ekologi manusia. SGD. Sifat khas wilayah estuaria Bentuk Pembelajaran Kuliah + presentasi.Membedakan dengan tepat tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika .Menjelaskan dengan tepat dan lancar tentang seleksi buatan dan seleksi alami dan disertai contoh .Minggu Ke 15 Materi Pembelajaran Evolusi biosfir. Dapat menerangkan koevolusi. Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria Indikator Penilaian .

JUMLAH PESERTA : 26 orang (2-4) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat Menjelaskan pengertian ekologi dan dapat membedakan istilah ekologi dan ekonomi. (5 %) Memahami konsep sistem dan ekosistem. 4. pengertian penerapan dan ekosistem dekomposisi. H Idar Badaruddin Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari 83 . 2. 6. 3. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 Erwin Indrajit Sulaik Abd. dekomposisi.NAMA MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM KODE/NAMA DOSEN : Ir. Nurman. Proses produksi. MP. manfaat dekomposisi di dalam eksistem dan mengenal organisme yang terlibat dalam dekomposisi (12 %) Ketepatan Menyebutkan Kemutakhiran Mendefinisikan Membedakan Menjelaskan struktur dengan tepat penjelasan dengan tepat daftar pustaka dengan tepat konsep sistem ekosistem proses tentang satu contoh (2%) dan ekosistem darat dan Produksi. 5. Dapat menyebutkan satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. ekologi dan ekologi menyebutkan perairan organisme membedakan dalam bidang komponen disertai yang terlibat dengan tepat pertanian ekosistem contoh (2%) dalam baik dari segi dekomposisi istilah (1%) stratum bahan ekonomi dan maupun segi organik dan ekologi biologis manfaatnya (2 %) dalam (5 %) ekosistem disertai contoh (5 %) No NIM Nama Mahasiswa 1. Sruktur ekosistem darat dan air.

20. 21. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi Arminingsih M. 24. 10. 11. Shaleh Mardhiyah Reski Ramadhany Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 84 . 12. 26. 22. 14. 9. 16. 19. 23.7. 13. 8. 15. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 17. 25.Moh. 18.

11. M. 12. dan sekunder. kualitas dan kan (2 %) energi ekosistem bruto. (16 %) Mendefinisikan Dapat Ketepatan Dapat Mende Menerang Memberi Membuat dengan tepat memberikan dalam memberikan finisika kan dengan kan satu klasifikasi tentang contoh contoh menjelaskan n tepat contoh ekosistem tentang energi rantai pengertian dengan struktur untuk berdasarkan perubahan disertai produktivitas makanan tepat ekologis menjelas energi contoh (2 %) bentuk dalam primer.(5-6) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Nama Mahasiswa Dapat mendefinisikan tentang Energi. bruto. 4. NIM 1. Dapat mendefinisikan kualitas energi. Dapat mengklasifikasi ekosistem menurut energi. energi piramida konsep (2 %) dan sekunder (2 %) ekologi daya (2%) dan disertai dalam dukung contoh (2 %) ekosistem (2%) (2 %) No. 6. 3. Dapat menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem. 8. netto. 14. dan Dapat menjelaskan konsep daya dukung.Moh. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. dapat membedakan produktivitas primer. 9. Dapat menerangkan struktur ekologis dan piramida ekologis dalam ekosistem. netto. 5. 13. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 7. Rifki Z 85 . Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 10. 2. Dapat menjelaskan prilaku energi menurut hukum thermodinamika dalam ekosistem. H Idar B.

18. 22. 25. 17. 23. 19. G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 21.15. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 86 . Shaleh Mardhiyah Reski R. 16. 20. 26. 24.

3. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 5. 2. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Dapat menyebut semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh organisme (12 %) Menerangkan Menyebut 9 Menyebut Menerangkan Menyatakan Menyebut dengan jelas unsur dengan dengan tepat taraf toleransi dengan tepat disertai contoh hara makro tepat hukum 5 azas nisbi suatu minimal 4 hubungan dan 6 unsur minimum tambahan organisme faktor organisme dan hara Leibig dan hukum terhadap lingkungan lingkungannya mikro serta hukum toleransi lingkungan atau yang fungsinya toleransi Shelford makanan mempengaruhi (2 %) untuk Shelford dan disertai dengan pertumbuhan pertumbuhan dilengkapi contoh (2 %) mempergunakan dan organisme dengan kata awalan perkembangan (2 %) contohsteno dan eury organosme contoh (2 %) dan disertai (2%) contoh (2 %) No. Dapat menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan mempergunakan awalan steno dan eury disertai contoh: Dapat menerangkan minimal minimal 4 faktor lingkungan (iklim dan tanah) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. 6. Dapat menerangkan adanya azas tambahan hukum toleransi. 10. Dapat menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya. H Idar B. Darmawan 87 . 7. 8. 11. 4.(7-8) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford dilengkapi dengan contoh. M. NIM Nama Mahasiswa 1. 9.

14. 17. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 88 . 25. 20. 23. 16. 21. Shaleh Mardhiyah Reski R. 13.12. 19. 22. 26. 18. 24. G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Ihsan Arhan Risqa Andika A.Moh. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 15.

5. air. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 15.5 %) disertai contoh fosfat. 14. 9. siklus fosfat.9) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat memahami pengertian siklus biogeokimia. fosfat. 16. Dapat memahami siklus karbon dan air. 8. 11. 2. siklus nitrogen. sulfur (2. 3. NIM Nama Mahasiswa 1. M. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik 89 . H Idar B. 4. 12.5 %) contoh (1. dan sulfur dari (1. 7. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 13. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.5 %) No. 6. nitrogen dan disertai sudah tercemar siklus karbon. Dapat memahami pencemaran udara. siklus sulfur dan Dapat memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia (8 %) Ketepatan Ketepatan Membuat Menyebutkan dengan tepat menjelaskan menjelaskan sketsa/bagam jenis mikroba yang pengertian siklus komposisi udara dengan tepat dan berperan dalam siklus biogeokimia yang dianggap menjelaskan karbon.5 %) sunber pustaka yang mutakhir (2.Moh. 10.

Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 90 . 24. Shaleh Mardhiyah Reski R. 26. 19. 21. G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Rezal M. 20. 22. 23. 18.17. 25.

(1.(10) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat mendefinisikan populasi. 9. Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Dapat menjelaskan perkembangan populasi.5 %) Mendefinisikan Membedakan Mempraktekkan Menghitung Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas dan tingkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat tentang pengertian kerapatan menjelaskan 5 natalitas dan faktor yang disertai fluktuasi mempengaruhi rumus populasi dan kotor dan metode dengan mortalitas populasi berkembangn tentang disertai contoh kerapatan tepat untuk dengan pada ya populasi ekologis mengukur rumus dan konsep laju (1 %) ekosistem.5 %) No. 5. 4. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika 91 . NIM Nama Mahasiswa 1. H Idar B. M. Dapat menghitung tingkat natalitas dan mortalitas. 11. Dapat membedakan kerapatan kotor dan kerapatan ekologis. 3. 8.5 %) (1 %) penyebaran contoh (2 %) populasi (2 %) (1 %) umur dan pertumbuhan populasi (1. 10. Dapat memahami konsep laju instrissik. Dapat menjelaskan 5 metode yang dipakai untuk mengukur kepadatan populasi. 13. 2. Dapat menyebutkan sifat-sifat populasi. 12. 7. penyebaran umur dan pertumbuhan populasi (10. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 Erwin Indrajit Sulaik Abd. 6. Dapat memahami fluktuasi dan pertumbuhan populasi. disertai kepadatan contoh instrinsik.

22. 15. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar 92 . Shaleh Mardhiyah Reski R. 18. 24. 23. 25.Moh. Rifki Z Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. 26. 20. 17. G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 A. 16. 19.14. 21.

Muh Taufik Hendarto Rahady Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 6.5 %) populasi dan derajat memahami klasifikasi serta dengan tepat penggorombolan asaz Allee teritorial penambahan populasi disertai contoh organisme waktu (1. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 Erwin Indrajit Sulaik Abd.5 %) misalnya untuk (1. 14. 5. M. 7. 2. Darmawan Ihsan Arhan Risqa Andika A. 10. Dapat menyebutkan sebab-sebab terjadinya isolasi dan klasifikasi teritorial. Dapat menjelaskan pentingnya estimasi energi serta penambahan waktu untuk reproduksi (9 %) Menerangkan Menyebutkan Menjelaskan Menerangkan Meyebutkan Menjelaskan dengan jelas dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan benar aksi dentitas menggambar metode untuk penyebab sebab-sebab pentingnya independen pola-pola menentukan pengolompokan terjadinya optimasi penyebaran tipe tata ruang populasi dan isolasi dan energi (1.5 %) burung reproduksi menurut (1 %) niche (2 %) No.(11) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menjelaskan dentitas populasi. NIM Nama Mahasiswa 1. 9. Dapat menjelakan metode untuk menentukan tipe tata ruang dan derajat penggerombolan populasi. 12. 4. 8. 3. 13. Dapat menerangkan penyebab pengelompokan dan memahami azas Allee. 11. Rifki Z 93 .Moh. H Idar B.5 %) (1.

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka Mutiara K Devi Sumarlik Rezal M. Shaleh Mardhiyah Reski R. Walies Monica S Ary Muhammad Riska Dewi Sari Fera Afriyandika Jumriani Azra Dian Ekawaty Akbar

94

(12) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis; Dapat membedakan tipe-tipe interaksi antara jenis; Dapat menjelaskan secara singkat tentang kompetisi interspesifik dan koeksistensi; Dapat menjelaskan peranan alelopati, predasi, parasisitisme, dan herbivori; Dapat menjelaskan peranan komensalisme, koperasi, dan mutualisme (9 %) Menyebutkan Membedakan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat dengan jelas secara singkat dengan tepat dengan tepat dengan tepat 9 tipe setiap tipe- dan tepat predasi dan dan lancar dan lancar interaksi tipe interaksi tentang parasitisme peranan tipe peranan tipe antara jenis antara jenis kompetisi disertai interaksi interaksi komensalisme, disertai interspesifik contoh (1 %) alelopati, (1,5 %) koperasi, dan contoh dan predasi, mutualisme koeksistensi parasitisme (1,5 %) disertai dan herbivori (1,5 %) contoh dalam ekosistem (1,5 %) disertai contoh. (2 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009

Erwin I
Sulaik Abd. H

Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan Arhan Risqa A.
A.Moh. Rifki

95

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rifka M.K
Devi Sumarlik

Rezal M. S. Mardhiyah Reski R. Walies M S Ary M Riska D Sari Fera A Jumriani A
Dian Ekawaty

Akbar

96

dan guild. 11. 5. dan jenis (1. 13.Moh. 12. Dapat menjelaskan hubungan komunitas terhadap gradien geografik. niche ekologi. (10. 9.5 %) gradien komunitas yang silam (1.5 %) Membedakan Menyebutkan Menyebutkan Menjelaskan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan konsep dengan tepat 2 dengan tepat 8 secara secara secara tepat secara Nama dengan tepat komponen keanekaragaman singkat dan singkat dan ekotone dan singkat dan Mahasiswa tentang konsep pola di dalam tepat tepat tepat edge effect habitat. Dapat menjelaskan peranan genetik dalam komunitas. 4. Dapat menjelaskan struktur komunitas dalam abad-abad yang silam.5 %) (2 %) No NIM . Muh Taufik Hendarto R. 8.K Devi S. (1.5 %) geografik (1. 14. niche keanekaragaman komunitas mengenai mengenai mengenai (1%) ekologi. 6. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 Erwin I Sulaik H Idar B. terhadap dalam pada abad (1. Rifki Rifka M. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. 7. Darmawan G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 Ihsan A Risqa A. A. 97 . 3. Dapat membedakan ekotone dan edge effect. 15.5 %) 1.5 %) dalam waktu hubungan peranan struktur guild disertai yang singkat. 16. 2. Dapat menyebutkan 2 konsep keanekaragaman jenis. komunitas genetik komunitas contoh. M.(13) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat membedakan konsep habitat. 10. Dapat menyebutkan 8 keanekaragaman pola di dalam komunitas.

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R.
Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

98

(14) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Dapat mendefinisikan suksesi, sere, dan klimaks; Dapat membedakan suksesi allogenik dan suksesi autogenik; Dapat membedakan suksesi primer dan sekunder; Dapat menerangkan jenisjenis klimaks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.(4 %) Mendefinisikan Membedakan Membedakan Menerangkan dengan tepat dan dengan tepat dengan tepat dan dengan tepat lancar jenis-jenis klimaks dan istilah suksesi, lancar suksesi suksesi primer dan faktor-faktor yang sere, dan klimaks allogenik dan suksesi sekunder mempengaruhinya (1 %) disertai contoh suksesi autogenik disertai contoh disertai contoh (1 %) (1 %)

No.

NIM

Nama Mahasiswa

(1 %)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 G111 06 015

Erwin I
Sulaik H Idar B. Muh Taufik Hendarto R. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A.
M. Darmawan

Ihsan A Risqa A.
A.Moh. Rifki

Rifka M.K
Devi S.

Rezal M. S.

Mardhiyah Reski R. 99

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018

Walies M S

Ary M Riska D S Fera A Jumriani A
Dian E

Akbar

100

Dapat membedakan tipe hutan hujan tropika dan hutan musim tropika. 13.K Devi S. 10. Dapat menerangkan koevolusi. Dapat menjelaskan sifat-sifat khas wilayah estuaria (4 %) Menerangkan Menjelaskan Membedakan Menjelaskan Menjelaskan dengan tepat denga tepat dan dengan tepat dengan tepat dengan tepat terjadinya lancar tentang tipe hutan hujan pengaruh sifat-sifat khas evolusi biosfir seleksi buatan tropika dan altitude wilayah estuaria disertai contoh dan seleksi hutan musim terhadap (0. 8. NIM Nama Mahasiswa 1. 3. Rezal M. 15. G111 04 015 G111 04 059 G111 04 060 G111 05 035 G111 05 043 G111 05 047 G111 05 054 G111 06 001 G111 06 002 G111 06 003 G111 06 005 G111 06 006 G111 06 008 G111 06 009 G111 06 010 G111 06 011 G111 06 012 G111 06 014 Erwin I Sulaik H Idar B. 11.Moh. 7. 2. 6. Darmawan Ihsan A Risqa A. 14. M. Dewi Untari Apriani Lasni Betria Pipin Surati Andi A. Rifki Rifka M. S. 4.5 %) alami dan tropika (1%) komposisi (1%) disertai contoh vegetasi disertai contoh (1. Dapat menjelaskan pengaruh altitude terhadap komposisi vegetasi. Mardhiyah 101 . Muh Taufik Hendarto R. 9. Dapat menjelaskan seleksi buatan dan seleksi alami. 18.(15) RENCANA EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN Dapat menerangkan terjadinya evolusi biosfir.5 %) (1 %) No. 16. 12. 17. A. 5.

23. 24. 22. 26. 25. 21. G111 06 015 G111 06 016 G111 06 017 G111 06 018 G111 06 019 G211 06 005 G211 06 006 G411 03 018 Reski R.19. 20. Walies M S Ary M Riska D S Fera A Jumriani A Dian E Akbar 102 .

6. energi dalam ekosistem. Nurman. dan perkembangan ekosistem. MANFAAT MATAKULIAH Matakuliah ini merupakan matakuliah dasar sebagai prasyarat matakuliah ekologi tanaman. dan konsep daya dukung dalam ekosistem. dinamika populasi dalam komunitas. Mampu menjelaskan pengertian ekologi dan penerapan ekologi dalam bidang pertanian 2.00 : PB 523 1.20 – 13. proses dekomposisi. 5. DESKRIPSI MATAKULIAH Pengetahuan dasar mengenai ekologi yang bersifat umum. Matakuliah ekolgi umum membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep ekologi dan ekosistem dalam bidang pertanian.KONTRAK PEMBELAJARAN Nama Matakuliah Kode Matakuliah Pembelajar Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat : Ekologi Umum : 206 G113 : Ir. produksi ekosistem. faktor pembatas pertumbuhan. siklus biogeokimia. mempelajari hubungan organisme lingkungannya. Mampu menyebut hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford serta taraf toleransi nisbi dari suatu organisme 103 . kualitas energi. proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 3. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. faktor lingkungan. Mampu menjelaskan mekanisme rantai makanan dalam ekosistem dan mengkasifikasi ekosistem menurut energi. dan 2. struktur ekosistem darat dan air. Mampu memahami konsep sistem dan ekosistem. MP. produktivitas dan menjelaskan perilaku energi sesuai penerapan hukum Thermodinamika I dan II dalam ekosisstem 4. : III : Kamis/11. ekosistem. Mampu menerangkan struktur dan piramida ekologi. 3. Mampu mendefinisikan energi.

Hari Iswoyo.Ir.Dr.7. MP = RF 4. laju intrinsik.Ir. Hj. Kaimuddin. 14. SP. dan penyebaran umur populasi. Nurman. Nadira R. pertumbuhan dan perkembangan populasi. sere.Dr.. MP = AD 5. MS = AA 2. siklus hara. Hernusye C. Dr. Ir.Amirullah Dachlan. Prof.Hj. Mampu memahami peran mikroorganisme dalam siklus biogeokimia 11.Ir. sebab-sebab terjadinya isolasi dan kalsifikasi teritorial serta pentingnya estimasi energi untuk reproduksi. dan guild. niche ekologi. 13. Prof. = HC 3. Ir. penggerombolan populasi. tipe tata ruang. dan fakror-faktor yang mempengaruhinya 16. MS = DD 3. MS. Mampu mendefinisikan dan menjelaskan sifat-sifat populasi. L. 12. klimaks. pengertian siklus biogeokimia. 10. siklus karbon dan air.MSc.Ir. MP. MP = LA 5. Mampu menjelaskan konsep habitat. Hj. Laode Asrul. Mampu menyebutkan 9 tipe interaksi antar jenis organisme dan fungsinya serta membedakan sifat antar jenis tersebut. Mampu menjelaskan pengertian suksesi.Ir. Sennang. Dahliana D. = NM Kelas B : 1. Dr. = NS 2. Dr. Mampu menjelaskan dentitas populasi. azas Allee. Mampu menerangkan terjadinya evolusi biosfir dan hubungan altitude dengan komposisi vegetasi Dosen : Matakuliah ini terdiri atas 2 kelas paralel (A dan B) Kelas A : 1. Mampu menerangkan hubungan organisme dan lingkungannya 9. Msi = KD 104 . Rafiuddin. Mampu menjelaskan 4 faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme 8.H. Ambo Ala. Mampu memahami pencemaran udara. Ir.Ir. peranan genetik dalam komunitas 15. Prof.Dr. MA = HI 4.

Konsep habitat. dan Guild. Populasi Dalam Komunitas. Faktor Lingkungan 04. 03. dan Tingkat Trofik. Suksesi dan Konsep Klimak 14. Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi 08. Konsep Sistem dan Ekosistem 05. Tipe-tipe interaksi antar 2 Organisme 10. Siklus Biogeokimia. Sifat Populasi. hubungan populasi dan komunitas 11. Azas Allee. Evolusi Biosfir dan Komposisi Vegetasi 12. Isolasi dan Teritorialitas 9. Agregasi. CO2. Pola Penyebaran. S dan P 06. Aksi densitas.4. Produksi dan Dekomposisi Dalam ekosistem 01. N2. Faktor Pembatas Ekosistem 07. niche ekologi. Siklus Air. Pengertian ekologi. 105 . Rantai Makanan. Pengertian Energi dalam Ekosistem 02. PETA KEDUDUKAN MODUL 13.

baik dari kuliah. Delmi. Ujung Pandang 3. Kleden. Small Group Discussion (SGD). Palenewan.M. B. A. 106 . 1971.L. J. Odum. Ekologi Dasar 1. Communities and Ecosystem. Jodjo. M.New York. .H. Suwondo. Lephas Unhas. Jodjo. dan G. 1970. Nur Rahman. 2. E. 5. Nur Rahman. A. Saunders College Publishing. 1985. Nurkin. Perkembangan kemajuan peserta dipantau melalui aktivitas tutorial dan presentase di depan kelas. P. kajian pustaka. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. R. dipadu dengan metode Collaborative/ Cooperative Learning (CL). J. Mac. Fundamental of Ecology. B. Jan Renwarin. Hatta.5. H. H. Suwondo. Lephas Unhas. Nurkin. Palenewan. dan presentasi dituliskan dalam dokumen fortofolio matakuliah ini. Mahasiswa diwajibkan menyelesaikan tuga-tugas yang diberikan dan dikumpul sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dokumen pengalaman belajar mahasiswa. (CS) dengan Sedang tugas-tugas perorangan digunakan metode kombinasi kuliah interaktif dan metode PBL. P. Jan Renwarin. TUGAS 1. Buku bacaan materi kuliah telah dibaca oleh mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan.L. Hatta. 6.P. London 2. 1985. Delmi. Dan lain-lain 7. Kleden. Wiltaker. Riyanto.Inc. M. MATERI/BAHAN BACAAN 1.Millan Publiching Co. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Bagian Timur. Discovery Learning (DL) dan Problem Based Learning (PBL) atau Case Study pemberian tugas-tugas pada setiap topik yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Riyanto.M. dan G. STRATEGI PEMBELAJARAN Matakuliah ini menggunakan metode ceramah yang interaktif. Ujung Pandang 4. Ekologi Dasar 2.

Mahasiswa wajib membawa minimal satu buku teks Ekologi Umum yang relevan 107 . ketelitian.8. NORMA AKADEMIK 1. Ketepatan pemakaian konsep dan disertai contoh. B. Kejelasan pemakaian contoh-contoh. penjelasan/uraian yang tepat dan kemutakhiran bahan pustaka (20 %) 2. Kelengkapan isi dari tugas-tugas yang diberikan dan kemampuan menyelesaikan Problem Set dan disiplin (30 %) 4. Mahasiswa harus berpakaian rapih dan pakai sepatu (tidak pakai baju kaos bundar leher) 2. Kreativitas dan kerja sama tim pada prsentasi (25 %) 3. dan kemampuan analogi (25 %) Penentuan nilai akhir (A. KRITERIA PENILAIAN Kriteria yang dinilai pada matakuliah ini adalah: 1. D. C. dan E) berdasarkan PAP A = > 85 B = > 70 – 85 C = > 60 – 70 D = > 50 – 60 E = < 50 9.

Niche. 3. 10. Tingkat Trofik. 8. Perkembangan Ekosistem. Kontrak pembelajaran Ekologi. 13. 15. 7. Komponen dan Struktur Ekosistem. Pengumpulan. Isolasi. Guild dan Komunitas Suksesi dan Konsep Klimaks Evolusi Biosfir.10. Produksi dan Dekomposisi dalam Ekosistem Energi. 6. dan Piramida Ekologi Faktor Pembatas. 12. 9. 14. Hukum Leibig dan Shelford dalam Ekosistem Faktor Lingkungan dan hubungan Organisme dengan Lingkungan Siklus Biogeokimia. dan Komposisi Vegetasi Uji Kompetensi dan Remedial Topik Bahasan Metode SCL Kuliah Interaktif Kuliah Interaktif dan kelompok Klh Interaktif + Tutorial Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interkatif + Presentasi/SGD Klh Interaktif + Presentasi/SGD/CL Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + Presentasi/CS/SGD Klh Interaktif + SGD/CL Klh Interaktif + SGD/PBL Klh Interaktif +Presentasi + SGD?DL Klh Interaktif + CL Klh Interaktif+ Presentasi + SGD/PBL Klh Interaktif + Presentasi + SGD Klh Interaktif + Presentasi + SGD/CL Problem Solving Presentasi Dosen DD/Tim DD NM NM DD NM DD NM LA LA LA LA KD KD KD TIM 108 . JADWAL PEMBELAJARAN Minggu 1. 4. 2. dan Produktivitas Ekosistem Rantai Makanan. Air. Konsep Laju Pertumbuhan dan Penyebaran Populasi Aksi Dentitas. dan Teritorialitas Tipe-tipe Interaksi antara 2 Jenis Organisme/Populasi Konsep Habitat. Siklus CO2. 11. N. 5. Lingkungan Energi. dan Cara pendekatan Ekologi Konsep Sistem dan Ekosistem. dan S Sifat Populasi. 16. P. Ruang Lingkup.

6.2007 2. Yunus Musa. format pembelajaran SCL disesuaikan dengan format baru 14 – 09 .2007 Perbaikan laporan.08 . Rekomendasi/Catatan Pemilihan versi format pembelajaran dan penjelasan model-model pembelajaran MK.2007 Perbaikan laporan akhir Makassar.LEMBAR KONSULTASI Nama Coach Nama Coachy : Dr. 7. 3 4. 109 .. Ekologi Umum 03 – 09 . 15 . NIP. : Ir. N u r m a n. 5.2007 Mengetahui. Konsultan Coaching Clinic SCL ……………………………………. MSc. Ir. MP. ……………………. TTD Coach No.2007 Perbaikan format pembelajaran SCL dengan format baru atau versi baru 22 – 09 .2007 Konsep awal laporan dan penjelasan tentang kompetensi lulusan program studi Agronomi 10 – 09 . Tanggal 1.

Obyek garapan: Ekosistem b. MP. Nadira R. Sebutkan semua komponen-komponen ekosistem yang harus ada sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi. Laode Asrul.. Hernusye. Ir. Tuliskan definisi ekosistem dengan tepat (2). Amirullah Dachlan. MP. kebun.. MS. MS.Dr. baik pada tumbuhan tingkat tinggi maupaun pada mikro organisme (7). Dr. MP.H.Dr.Ir. Hj. Kriteria luaran yang dihasilkan/produksi (5). BENTUK TUGAS MATAKULIAH : EKOLOGI UMUM SEMESTER : III SKS : 3 1. dan sebagainya) (4). Jelaskan apa yang dimaksud dikerjakan: Dijawab dengan penjelasan yang tepat dan diserahkan sesuai dengan waktu yang disepakati (6). Prof. Jelaskan pula perbedaan energi dan materi dan peranannya masing-masing (3). Seriusyang terbaru dengan pekerjaan rapi 110 . Menggunakan sumber atau pustaka yang terbaru lebih dari 2 sumber c. Dahliana Dahlan.Ir. MSc.Ir.Ir. acuan yang digunakan: Mengerjakan sendiri dengan menggunakan berbagai sumber Metodologi/cara tidak sama dengan teman yang lain pustaka ditunjukkan c. Tuliskan persamaan-persamaan reaksi fotosintesis. MP. Jelaskan perbedaan tumbuhan C3 dan C4 3. Kriteria Penilaian: (8). Hj. Terangkan apa yang diebut hipotesis Gaia dan apakah manfaat yang diperoleh dari hipotesis tersebut d. Sennang. Berikan satu contoh ekosistem dan bagian-bagiannya yang berada di sekitar Anda (dapat beupa pekarangan. Dr. Prof. Ir. Nurman.. Terangkan keunggulan tanaman C3 dibandingkan tanaman C4 a.Dr.Ir. Kelas Paralel : 2 atau 3 kelas pada setiap tahun ajaran DOSEN: Prof. akuarium. Kode : 206 G11 3. kolam. Tujuan Tugas: untuk membantu mahasiswa dalam penyerapan materi pembelajaran Ekologi Umum 2. Ambo Ala. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan: Menjawab soal-soal berikut (1). Hj.. Ir. b. URAIAN TUGAS: a.. MS.. Rafiuddin.Deskripsi Singkat: atakuliah : Ekologi Umum. Pekerjaannyapengerjaan..

Menjelaskan definisi tentang energi. menjelaskan kompetisi interspesifik dan koeksistensi. 2. kehutanan. dan mendefinisikan dengan jelas proses produksi di dalam ekosistem. Menyebutkan dengan tepat hukum minimum Leibig dan hukum toleransi Shelford. serta membuat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi. dapat menjelaskan peranan allelopaty pada ekosistem 10. aiklus hara N. menyatakan taraf toleransi nisbi dari suatu organisme dengan menggunakan awalan steno dan eury. dapat menjelaskan komponen-komponen penyusun ekosistem dengan tepat. peternakan. dan bentuk-bentuk energi di alam. perubahan atau pengalihan energi dalam ekosistem berdasarkan hukum thermodinamika. 5. 4. 9. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organik dan organisme-organisme yang terlibat. dan kesehatan. Menyebutkan 9 tipe interaksi antara jenis organisme. perikanan. Dapat memahami batasan umum tentang ekologi dan dapat memberikan contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. bruto. 3. Memahami sifat-sifat populasi. primer dan sekunder 111 . membedakan struktur ekosistem darat dan ekosistem perairan. membedakan suksesi allogenik dan autogeneik.MATA KULIAH SEMESTER : EKOLOGI UMUM : III SKS: 3 Sasaran KOMPETENSI Profil Lulusan yang akan DICAPAI OLEH PESERTA melalui Matakuliah ini: 1. dan sekunder. P. di dalam ekosistem. pertumbuhan dan perkembangannya natalitas. 8. Mendefinisikan dengan tepat konsep ekosistem. 6. netto. Memahami siklus biogeokimia. yaitu siklus karbon dan air. Dapat mendefinisikan suksesi dan klimaks. 7. menyebutkan manfaat dari proses dekomposisi. membedakan produktivitas primer. menjelaskan mekanisme rantai makanan secara umum dalam ekosistem dan dapat mendefinisikan dengan tepat kaualitas energi. dan kerapatan populasi. Menerangkan dengan tepat struktur ekologis dan piramoda ekologis dalam ekosistem dan memberi satu contoh untuk menjelaskan daya dukung. dan dapat memberikan satu contoh ekosistem alam dan ekosistem buatan. pentingnya faktor lingkungan fisik sebagai faktor pembatas. S. mortalitas.

Nama : N u r m an ARPS 2006-2010 Kegiatan/sub Sub Program Kegiatan Teknologi Identifikasi Budidaya Varietas Tanaman Lada Kegiatan Penelitian PS PS 2006 2007 1. Karakterisasi morfologi tananan lada yang dikembangkan di Sulsel Out Put 2009 2007 2008 2009 Target 2010 Mengetahui varietas lada yang dikembangkan di Sulsel 2008 Agronomi Pemupukan Agronomi Lada Sambung dengan batang bawah dari tanaman lada asal biji dan lada liar Mengetahui produktivitas dan ketahanan tanaman lada terhadap penyakit akar Respon tanaman Lada (panjatan) terhadap kombinasi pupuk orgnik dan pupuk angorganik Rekomendasi kombinasi pupuk organik dan anorganik 112 .

113 .Ekologi Agronomi Pertumbuhan Lada Perdu di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui karakter morfologi lada perdu yang tumbuh di bawah naungan dan tempat terbuka Mengetahui kesesuaian ekologi untuk per tanaman lada di daearah Sulsel Mengetahui kesesuaian CH untuk pertumbuhan dan produksi tanaman lada Tinjauan ekologi daerah pertanaman lada di Sulsel Pengaruh CH tahunan terhadap pertumbuhan dan produksi.

Ruang Lingkup Isi C. Indikator Penilaian BAB II BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 114 .MODUL I JUDUL : Pengertian Ekologi BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Kaitan Modul D. Isi/Materi B. Sasaran Pembelajaran Modul Pembahasan A.

Umpamanya berapa jumlah energi sinar matahari. ruang lingkup ekologi dan pembagian ekologi serta menjelaskan kondisi ekologi saat ini secara umum dan 115 . Pembagian Ekologi f. Demikian pula proses kelahiran. Asas Sifat Emergen d. Umpamanya. jumlah air hujan yang jatuh. dan kematian.BAB I PENGERTIAN EKOLOGI A. dan air. Proses interaksi mansusia dengan alam terus berkesinambungan mengikuti apa yang disebut ”Hukum Alam”. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya. Latar Belakang Sesungguhnya ekologi merupakan proses alam yang telah dikenal sejak lama. C. Model Sistem ekologi (ekosistem) e. sesuai sejarah manusia. Kaitan Modul Modul I ini merupakan modul awal pendahuluan. tanah. tapi juga berusaha mencari jawaban atas masalah kuantitatif seperti tersebut di atas. hubungannya dengan ilmu-ilmu lain b. tumbuhan memerlukan sinar matahari. mencari makanan dan kayu di hutan. B. komponenkomponen ekologi. manusia mencari ikan di sungai atau di laut. Ruang Lingkup Isi/Materi a. kehidupan pergantian generasi. Ada pula hewan menjadi makanan hewan lain. bukan hanya mencari pola kehidupan secara kualitatif. menjelaskan pengetahuan dasar tentang pengertian ekologi. Istilah ekologi. Ekologi yang baru. Tumbuhan menjadi makanan hewan. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup c. dan luas tanah untuk satu pohon kelapa misalnya. Ekologi pemahaman kuantitatif relatif masih baru. semua aktivitas manusia selalu berinteraksi dengan alam atau lingkungannya.

tumbuhan.kaitannya dengan bidang pertanian atau kehidupan organisme (manusia. 116 . ternak dan organisme lainnya seperti serangga dan mikroorganisme.

Kata ”ekologi” berasal dari Yunani. model sistem ekologi. tentunya mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang pernah dimotori oleh suatu ilmu yang hingga sekarang pun masih populer yaitu ilmu ekonomi. dan hungan ekologi dengan ilmu lainnya. Ilmu ekologi dan ilmu ekonomi sebenarnya berasal dari suku kata awal yang sama. Isi/Materi a. Istilah ekologi. 117 . ahli biologi Jerman pada tahun 1869. BAB II PEMBAHASAN A. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ekologi dan ekonomi. hubungan dengan ilmu-ilmu lain Kata ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernst Heackel. 1990) atau ekologi adalah ilmu yang mempelajari rumah tangga lingkungan. asas sifat emergen dalam ekologi. yaitu Oikos yang berarti ”rumah” atau ”rumah tangga” atau ”tempat tinggal” dan logos yang berarti ”ilmu” atau ”studi”.D. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah mengikuti materi ini. dapat menerapkan sistem ekologi dalam bidang pertanian. tempat hidup semua organisme (makhluk hidup) serta seluruh proses-proses fungsional yang menyebabkan tempat hidup itu cocok untuk didiami. Manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya selalu ingin berkarya dan berproduksi. pembagian ekologi. Jadi ekonomi adalah pengelolaan rumah tangga atau tempat hidup (riyanto . Secara harfah ekologi adalah ilmu yang mempelajari ”organisme di tempat hidupnya” dengan mengutamakan ”pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya”. 1992). Atau ilmu yang mempelajari upaya mengatur keperluan hidup (manusia) dalam rumah tangga atau wilayah dalam arti luas. yaitu ”eko”. 1985). Jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang rumah atau tempat tinggal makhluk hidup (Resosoedarmo . bahkan negara dalam arti makro (Deshmukh. et al. Kata ”ekonomi” berasal pula dari bahasa Yunani yaitu ”Oikos” berarti rumah atau tempat tinggal dan ”nomein” atau ”nomos” yang berarti mengatur atau mengelola.

118 .

Clement dan V. Manusia adalah menjadi motor penggerak pembangunan komponen hayati yang memiliki dalam rangka manusia meningkatkan keterkaitan dengan makhluk lainnya paraf hidupnya.Perbedaan ilmu ekologi dan ilmu ekonomi No. pendekatan dan lain-lain. oleh sampai manusia sebagai subyek. itulah garapan obyek. mekanisme penyebaran. tumbuhan maupun hewan. manusia dan untuk manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi utama ekologi. Makhluk hidup dari mikroorganisme Ekonomi berkembang dari manusia. Ekologi menerangkan jaring-jaring Ekonomi menerangkan keadaan tenaga makanan. produktivitas biologis merupakan kajian penting dalam ekologi muthir. Kedua ilmu ekologi dan ekonomi mempelajari tempat hidup yang sama yaitu planet bumi Sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Haeckel pada tahun 1969 telah berkembang pengetahuan yang memberikan sumbangan pikiran dalam bidang ekologi. Pertukaran energi : melalui organisme Pertukaran energi : melalui bank (makan dan dimakan) 4. pengaturan populasi. lingkungan. 2) Richard Bradley (tahun 1700-an) memahami produktivitas biologis. shelford (tahun 1900) memahami atau mengemukakan tentang komunitas biotik. 5. dan . pasar. 3) F. misalnya : 1) Anton Van Leeuwenhoek (ahli mikroskop) pada tahun 1700-an mempelopori pengkajian rantai makanan dan pengaturan populasi. 3. Sumber energi : Sinar matahari Sumber energi : Uang 2. siklus hara. makhluk lainnya sebagai antar makhluk hidup. 1. dan sebagainya. EKOLOGI EKONOMI Tempat hidup (habitat) berbagai Tempat hidup manusia (rumah tinggal) makhluk hidup yang berhubungan secara timbal balik dengan lingkungannya (biosfer). toleransi terhadap faktor kerja. walaupun kata ekologi belum digunakan. 119 Rantai makanan.E. Manusia Ketergantungan dan keseimbangan sebagai subyek.E.

Ekologi sebagai ilmu berkembang pesat setelah tahun 1900.A. Hutchinson (tahun 1900-an). Ilmu biologi murni dapat dibagi dua.4) Roymond Lindeman dan G. mengkaji ssitem danau Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. memahami atau mengemukakan rantai makanan dan siklus materi. yaitu : 1) Lapisan Vertikal Morfologi Anatomi Hisyologi Fisiologi Genetika Ekologi : ilmu tentang bentuk luar : ilmu tentang bagian dalam : ilmu tentang jaringan mikroskopis : ilmu tentang faal : ilmu tentang keturunan : ilmu tentang ”rumah” organisme 2) Kerataan taksonomi Mikologi Milrobiologi Entomologi Ornitologi Botani Dan lain-lain : ilmu tentang jamur : ilmu tentang jasad renik : ilmu tentang serangga : ilmu tentang burung : ilmu tentang tumbuhan 120 . yakni pembagian berdasarkan ”lapisan vertikal” dan pembagian berdasarkan ”keratan” taksonomi. yang merupakan ilmu tersendiri. Lingkungan Hidup (Enviromental Science) dan Biologi Lingkungan (Envromental Biology). Yang dimaksud dengan makhluk hidup disini adalah ”kelompok” makhluk hidup. Ekologi adalah bagian kecil dari biologi.E. Birge dan Chauncy Juday (tahun 1900-an). 5) E.

Untuk memudahkan pemahaman. 121 . dapat dilukiskan sebagai ”kue lapis” tiga dimensi (Gambar 1).

sistem merupakan suatu himpunan hubungan timbal balik yang menyusun suatu kesatuan yang dapat diidentifikasi dengan nyata atau secara postulat. Tingkatan (hirarki) berartu suatu penataan menurut skala dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. organ. suatu sistem inang dan atau sistem dua spesies yang terdiri dari 122 . Atau dari sudut pandang lain. 1990). Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen (sub sistem) yang secara teratur berinteraksi dan berketergantungan. 1966 dalam Resosoedarmo. Bila dideratkan dalam pemahaman ekologis akan terlihat suatu deretan organisasi biologi yang disebut ”SPEKTRUM BIOLOGIS” seperti tampak pada Gambar 2. Biologi ”Kue Lapis” Menggambarkan Pembagian ”Dasar” (Horisontal) dan Taksonomi ”(Vertikal)” (Odum. dan komunitas. et al.Gambar 1. populasi. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup Makhluk hidup atau organisme memiliki tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat paling sederhana ke tingkat organisasi paling kompleks. Misalnya. Gen (protoplasma). yang keseluruhannya membentuk suatu kesatuan. sel. b. Interaksi dengan lingkungan fisik (energi dan materi/benda) pada setiap tingkat menghasilkan sistem-sistem dengan fungsi yang khas. Ruang lingkup ekologi mutakhir dapat dimengerti dengan memahami pengertian tingkat organisasi makhluk hidup. jaringan. organisme.

Perintis ekologi dari Rusia. Biocoenosis dan geobiocoenosis (secara harfiah mempunyai arti kehidupan dan bumi berfungsi bersama-sama) merupakan istilah yang sering dipakai dalam pustaka-pustaka Rusia dan Eropa. Biosfer adalah sistem biologis yang terbesar. merupakan tingkat-tingkat yang ada di antara populasi dan komunitas. ahli ekologi hutan menekankan pengertian biocoenosis (komunitas). Bioma adalah tingkat organisme yang lebih tinggi dari ekosistem. misalnya Asia Tenggara terdapat Bioma hutan hujan tropika.G. suatu istilah yang kemudian dikembangkan menjadi geobiocoenosis (ekosistem). Spektrum Biologis. mencakup semua makhluk hidup di bumi dan berinteraksi dengan lingkungan fisik secara 123 .organisme-organisme yang saling berketergantungan secara timbal balik. yang masing-masing bermakna komunitas dan ekositem. Ruang Lingkup Ekologi adalah Sistem populasi dan Sistem Komunitas atau Ekosistem Komunitas bersama-sama dengan lingkungan abiotik berfungsi bersama membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. yaitu suatu biosistem yang lebih luas. Komponen Biotik Dan Gen ↑↓ Sel ↑↓ Organ Organisme Populasi Komuniatas ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ Komponen Abiotik MATERI -------------------------------------------------ENERGI Menjadi Bosistem ⏐⏐ ⏐⏐ Gen Sel Sistem sistem ⏐⏐ Organ sistem ⏐⏐ Organisme sistem ⏐⏐ Populasi sistem ⏐⏐ Komunitas sistem Gambar 2. Morozov.

Untuk memahami tsebuah sistem ekologi telah dikembangkan suatu rumusan yang memberikan gambaran tentang hubungan antara komponen-komponen (sub sistem) pada suatu sistem serta fungsinya. Keadaan keseimbangan yang tunak yaitu keadaan keseimbangan. 124 . maka terjadi suatu mekanisme siklus hara yang efisien yang memungkinkan sistem kombinasi terebut menghasilkan produktivitas tinggi di perairan yang kadar haranya rendah. Asas Sifat Emergen Emergen (emergency) : kejadian yang tiba-tiba Suatu konsekuensi penting dari tingkatan organisasi makhluk hidup bahwa komponen-komponen (subsistem) atau bagianbagian yang bergabung menghasilkan keseluruhan fungsional yang lebih besar. seperti kerapatan biomas. apabila gangguan tertentu dan hewan kolentrata berkembang bersama di dalam laut membentuk karang. energi.. siklus unsur-unsur hara. mempunyai sifat yang berbeda dengan sifat-sifat penyusun semula yang berbentuk gas. (2) Sistem air. komponen hidrogen dan komponen oksigen akan membentuk air. Jadi emergen adalah sifat baru dari keseluruhan komponen sistem yang tidak dapat disamakan dengan jumlah sifat-sifat unit atau komponen sistem yagn bergabung tadi.. c.. yaitu tahan terhadap gangguan-gangguan yang berskala kecil. Maka suatu sifat emergen dari suatu tingkat organisasi atau unit tertentu tidak dapat diramalkan dengan mempelajari sifat komponen dari unit yang bersangkutan. yaitu sifat-sifat baru akan timbul yang sebelumnya tidak tampak pada tingkat organisasi sebelum penggabungan berlangsung. Contoh emergen adalah : (1. d.. dan faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan sebuah sistem ekologi (ekosistem).) Sistem karang.. Hal ini disebut MODEL.keseluruhan sehingga terpelihara suatu keseimbangan yang tunak (steady state) dalam aliran energi dengan sinar matahari sebagai masukan dan ruang angka sebagai penerima panas. Model-model Sistem Ekologi (ekosistem) Suatu sistem ekologi (ekosistem) terdiri dari organisasi (komponen biotik) dan lingkungan abiotik yang mempunyai ciri struktur dan fungsi yang khas.

P1 E P2 1 P3 Gambar 3. yang mampu mengubah energi matahari (E) menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesia. yaitu : 125 . P3. Secara keseluruhan terdapat 6 jalur aliran. Penyusunan suatu model didahului dengan merancang suatu diagram atau model gambar yang seringkali berbentuk diagram kotak (Gambar 3). masingmasing P1 dan P2 sebagai variabel yang berinteraksi satu sama lain sebagai I untuk menghasilkan sifat ketiga. apabila sistem tersebut digerakkan oleh suatu sumber energi. Model dapat berbentuk gambar atau lisan. P2 menggambarkan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) dan P3 adalah hewan omnivora yang dapat memakan tumbuhan maupun herbivora. Jika gambar 3. dimana F1 adalah menggambarkan masukan dan F6 adalah keluaran. dimana P1 adalah tumbuhan (produsen). E. merupakan suatu sistem ekologi (ekosistem). F. Dalam teladan ini fungsi interaksi I dapat menggambarkan beberapa kemungkinan.Suatu model merupakan suatu rumusan yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya. I dapat merupakan suatu pintu pembagi yang selalu terbuka penuh sehingga omnivora P3 selalu memakan P1 atau P2 tergantung pada kesediaannya di alam. Diagram komponen dasar dalam pemodelan sistem ekologis (ekosistem) jadi sekurang-kurangnya terdapat empat komponen utama pada suatu model ekologis. Di dalam gambar tersebut terdapat sifat. dan dengan model tersebut dapat dibuat ramalan-ramalan.

ekologi yang mempelajari suatu jenis (spesies) organisme yang berinteraksi dengan lingkungannya. Pembagian ekologi menurut habitat. atau fungsi penentu (forcing function) yang datang dari luas sistem 2) Sifat-sifat yang disebut perubah keadaan (state variables) 3) Jalan aliran (flow pathways) menggambarkan bagaimana aliran energi atau aliran materi yang menghubungkan komponenkomponen sistem. e.1) Sumber energi. adaptasi terhadap lingkungan. ekologi yang mengkaji berbagai kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang saling berinteraksi dalam suatu daerah tertentu. misalnya : Ekologi laut Ekologi air tawar Ekologi estuaria Ekologi darat (terestrial) Ekologi padang rumput Dan lain-lain 126 . b. Sinekologi. menurut habitat atau tempat suatu jenis atau kelompok tertentu. (2) subsistem atau komponen yang dianggap sangat berperan terhadap keseluruhan sistem. namun dapat digolongkan menurut bidang kajiannya. memperbesar atau mengendalikan aliran dan membentuk sifat emergen baru. 4) Interaksi atau fungsi interaksi dimaan tenaga dan sifat berinteraksi untuk mengubah. sifat parasitis atau non-parasitis. dan (3) interval waktu. Pembagian Ekologi Ekologi masa kini menjadi sangat luas cakupannya. Autekologi. Biaya ditekankan pada aspek siklus hidup. dan lain-lain. a. Suatu model yang baik akan mencakup tiga dimensi (1) ruang dan batas sistem.

N. namun ilmu ekologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu-ilmu lainnya. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya Telah disebutkan bahwa ekologi adalah bagian dari biologi. sedimentasi. dan musim hujan. dan lainlain terlibat. perubahan suhu. abrasi. misalnya : Ekologi tumbuhan Ekologi serangga Ekologi burung Ekologi mikroba Dan sebagainya. 4) Ilmu sosial. f. berperan karena dalam ekologi proses kimia seperti pendauran unsur-unsur C. bahwa manusia telah terlibat dalam kajian kologi sebelum istilah ekologi dikemukakan oleh Ernt Heackel tahun 1869. gravitasi. daya serap tanah. hujan. 127 . musim kemarau. Kemutakhiran bahan pustaka Menjelaskan dan memberikan satu contoh yang tepat. Hubungan Ekologi dengan ilmu alam lainnya 1) Ilmu Fisika. 3) Ilmu bumi dan antariksa. P dan sebagainya merupakan bagian yang penting. karena ekologi berkaitan dengan berbagai proses yang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa siang malam. 2) Ilmu kimia.Pembagian menurut taksonomi. mempelajari peran ekosistem terhadap kehidupan manusia. B. berperan karena dalam ekologi faktor fisik seperti sinar matahari. karena manusia adalah bagian dari ekosistem. CO2. Indikator Penilaian Ketepatan penjelasan tentang pengertian ekologi dan disertai contoh. sesuai sistematika makhluk hidup. erosi. dan lain-lain.

Menyebutkan dengan tepat satu contoh penerapan ekologi dalam bidang pertanian. kelembaban. Menerangkan dengan rapat pembagian ekologi berdasarkan bidang kajian. 128 . curah hujan. Seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal seperti. tetapi juga parasit. (1) bagaimana alam bekerja. Menjelaskan sifat-sifat emergen dalam sistem ekologi dengan tepat disertai satu contoh.- Menjelaskan tingkat organisasi makhluk hidup dengan tepat. dan topografi. dimana setiap orang mulai memikirkan masalah pencemaran. BAB III PENUTUP Ekologi adalah ilmu tentang interaksi organisme-organisme dan lingkungannya. perkembangan penduduk. an kompetitor. (3) apa yang mereka perlukan dari habitatnya untuk dapat dimanfaatkan guna melanjutkan kehidupan. dan habitat. (2) bagaimana suatu spesies beradaptasi dengan habitatnya. (4) bagaimana mereka mencakupi kebutuhannya akan unsur hara (materi) dan energi. (6) bagiamana individu-individu alam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi dan (7) bagaimana keindahan ekosistem tercipta. kenaikan suhu bumi atau pemanasan global dan lainnya telah memberikan efek yang mendalam atas teori ekologi. Ini semua adalah bagian dari organisme tersebut. Lingkungan mempunyai arti luas. suhu. mencakup semua hal di luar organisme bersangkutan. masalah makanan. taksonomi. Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan manusia. Dengan adanya gerakan kesadaran lingkungan di negara maju pada tahun 1968 dan di Indonesia sejak tahun 1972. predator. penggunaan energi. Tidak saja termasuk cahaya. (5) bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya.

Jakarta. Lembaga Penerbitan. 129 . Kormondy. I.B. Universitas Hasanuddin. Jakarta. 1985. 1992. PT : Remaja Rosdakarya. A. S. Ekologi dan Biologi Tropika.N. Jodjo. Yayasan Obor indonesia. K. Riyanto. Palenewan. 1989. G. Bumi Aksara. Prentice Hall.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. dan A. Kleden. J. Rahman. Suwondo. New Delhi. B. Soegiarto..L. J. Soemitro.. Pengantar Ekologi. Pengantar Ekologi. Soekartomo. Irwan. S.J. Ekologi Dasar. Kominitas. Jakarta. M. Kartawinata.D. 1990. Bandung. Heddy . N. Renwarin. Nurkin. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. E. 1989. Concepts Of Ecology. Hatta. Delmi.. 1997.H. Resosoedarmo. Z.M. S. Rajawali Press. P. dan Lingkungan. Badan kerjasama PTN Indonesia Bagian Timur. dan S.

Latar Belakang B. Materi/Isi B. Kaitan Modul D. Ruang Lingkup Isi C.MODUL II JUDUL : EKOSISTEM BAB I PENDAHULUAN A. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II PEMBAHASAN A. Indikator Penilaian BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 130 .

B. air.BAB I PENDAHULUAN A. Pada materi ini akan membahas struktur ekosistem atau komponen-komponen penyusun ekosistem darat dan air. 1985). Organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) seperti radiasi matahari. Sistem adalah suatu obyek yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen (subsistem) yang sering berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. proses produksi dan dekomposisi sehingga terbentuk kehidupan baru dalam ekosistem. suhu. suhu. Materi ini pula merupakan pengetahuan dasar bagi mahasiswa tentang bagaimana mengelola sumberdaya alam (ekosistem lahan) agar dapat berkelanjutan. sistem adalah suatu gugus yang terdiri dari elemen yang saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. et. Lingkungan di sini mempunyai arti luas. Ruang Lingkup Isi a. kelembaban. Struktur Ekosistem 131 . Ekosistem merupakan unit dasar dalam ekologi karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungannya (abiotik). al. predator. udara. tetapi juga parasit. Latar Belakang Ekologi biasanya didefinisikan sebagai ilmu tentang itneraksi antara organisme-organisme dan lingkungannya. Tidak saja termasuk cahaya. Jadi ekosistem (sistem ekologi) dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan di dalam alam yang terdiri dari semua organisme yang berfungsi bersama-sama di suatu tempat yang berinteraksi dengan lingkungan fisiknya yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan siklus materi dan membentuk suatu struktur biotik yang jelas di antara komponen-komponen hidup dan tak hidup (Riyanto. curah hujan. dan kompetitor (lingkungan biotik). dan tofografi (lingkungan fisik/abiotik). memberikan contoh-contoh ekosistem yang mendekati keadaan seimbang (stabil) di bidang pertanian. Menurut Manetsch dan Park (1979 dalam Eryatno 2003). mencakup semua hal di luar organisme (biotik) yang bersangkutan. dan sebagainya selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Konsep Ekosistem b.

terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi. komponen ekosistem. D. saling mempengaruhi dan saling membutuhkan. 2003). Ekossitem adalah hubungan timbal balik antara organisme atau makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tak hidup (abiotik) selalu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain disuatu tempat yang memungkinkan terjadinya aliran energi dan 132 . Stabilitas Ekosistem dan Agroekosistem C. Kaitan Modul Materi ekosistem merupakan satuan fundsional dasar dalam ekologi. yaitu biotik dan abiotik. BAB II PEMBAHASAN A. dimana di dalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusunan sistem (sub sistem) yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya untuk mencapai suatu tujuan atau produk. Sistem adalah suatu gugus atau himpunan dimana elemen atau anggota gugus saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai tujuan. Konsep Ekosistem Sistem adalah suatu obyek. Sasaran Pembelajaran Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan konsep sistem dan ekosistem. (1979 dalam Eryatno.c. Isi/Materi a. struktur ekosistem darat dan air. Sifat Sibernetik. Di dalam ekosistem terjadi aliran/arus energi dan siklus materi antara komponen penyusun sistem. Menurut Manetch dan Park.

yaitu : 1. dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofoli. Trofikos = menyediakan makanan.siklus materi (hara) di antara komponen hidup dan tak hidup. RH. seorang ahli ekologi bangsa Inggeris. Karena itu semua organisme yang mengandung klorofil di sebut organisme Autotrofik. G.G. Ekosistem merupakan unit fungsi dasar dalam EKOLOGI karena terdiri dari organisme (biotik) dan lingkungan abiotik. Suhu. Contoh tahun 1877 Karl Mablus di jerman telah menulis tentang ”Komonitas organisme di dalam terumbu karang sebangai suatu biocoenosis/komunitas”. Sebelum ekosisten diperkenalkan 1935. dengan menggunakan bahan-bahan anorganik sederhana dan membentuk zat-zat atau senyawa organik yang lebih kompleks. ekosistem terdiri dari 2 lapisan/komponen. Stratum atas (komponen autotrofik) atau lapisan hijau terdiri dari tumbuhan yang berhijau daun yang dapat mengikat energi matahari. Struktur Ekosistem Ditinjau dari struktur trofik (fungsinya). Lapisan autotrofik adalah organisme (TUMBUHAN/TANAMAN) yang mampu menyediakan makanannya sendiri berupa bahan organik (hasil fotosintesis). Ekosistem = Oikos : rumah (lingkungan) (terdiri dari biotik dan abiotik). Abiotik : terdiri dari iklim dan tanah. CM. Udara. Autos = terdiri. Iklim seperti CH (air). b. CO2 + H2O SM Klorofil C6H1206 + 02 Glukosa/KH Senyawa Kompleks Senyawa Anorganik Sederhana 133 . Sistem suatu gugus yang elemennya atau komponennya (sub sistem) saling berinteraksi. Biotik semua organisme misalnya tumbuhan/tanaman dan organisme lainnya. Morosov ahli oleh ahli ekologi hutan yang menekankan pengertian ”biocoenosis” yang kemudina dikembangkan oleh ahli ekologi Rusia menjadi GEOBIOCOENOSIS (ekosistem). Transley. Istilah ekosistem perama kali diusulkan pada tahun 1935 oleh A. Juga perintis ekologi dari Rusia Dokuchaev (1846-1903) dan muridnya F. telah berkembang pengetahuan tentang konsep EKOSISTEM.

lemak. yaitu a. N. suhu. PROSEDUR. yaitu organisme heterotrofik yang sebagian besar adalah binatang yang memangsa organisme lain. termasuk juga tanah atau sedimen. Pada lapisan ini terjadi proses pemakaian. Mikroorganisme atau dekomposer memperoleh makanan atau energinya dengan merombak jaringan tubuh yang telah mati atau mengabsorpsi bahan organik terlarut yang dikeluarkan dari tumbuh-tumbuhan atau organisme lain. nematoda disebut jasad renik (mikroorganisme). seperti protein . sisa perakaran tanaman. Komponen heterotrofik atau disebut lapisan warna coklat. yaitu : (1). yaitu kelompok organisme yang mampu memanfaatkan bahan organik (hasil dari autotrofik/hasil fotosintesis) sebagai bahan makanannya. (2). Dekomposer unsur hara sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen (tumbuhan). CO2. Senyawa-senyawa organik. Makro konsumer atau fagotrof atau baufag. Senyawa-senyawa atau bahan-bahan anorganik yang terlibat dalam siklus materi. Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang (Recyling) dalam ekosistem. dan sebagainya yang tersimpan dalam organisme itu sendiri. hormon yang bisa mengstimulir atau menghambat biotik lainnya dalam ekosistem. dan lain-lain. Organisme Heterotrofik seperti hewan/binatang (makroorganisme) dan jamur. C. tanah (unsur hara). perombakan zat-zat atau senyawa kompleks Ditinjau dari segi biologis suatu ekosistem dapat dibagi atas beberapa komponen: Abiotik (komponen tidak hidup). dan sebagainya. yaitu dekomposer atau osmotrof. Semua organisme autotrofik yang sebagian besar terdiri dari tumbuhan berhijau daun. Kelompok ini adalah organisme heterotrof yang sebagian besar adalah berupa mikro organisme (jazad renik) seperti jamur.2. bakteri. Mikro konsumer atau Saprotrof. Biotik (Komponen hidup). 3. bakteri. Dekomposer juga mengeluarkan zat-zat seperti antibiotik. misalnya H2O. cahaya matahari. virus. Biofag = Organisme yang memangsa atau 134 . Stratum bawah (Stratum heterotrofik). b. KONSUMER. bahan-bahan organik yang dapat dirombak. yaitu : 1. penyusunan. karbohidrat. protozoa. Keadaan iklim dan faktor fisik lainnya. Bahan-bahan ini menghubungkan bagian biotik dan abiotik dari ekosistem. 2.

organisme yang memperoleh energinya dengan memangsa organisme lainnya yang masih hidup (PREDATOR). Sketsa interaksi antar komponen ekosistem dapat dilihat pada Gambar 1. Matahari PRODUSEN Tumbuhan berklorofil KONSUMEN I herbivora KONSUMEN II Karmivora Kecil KONSUMEN III Karnivora besar SAMPAH ORGANIK Berasal dari tumbuhan dan hewan mati Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus 135 . Saprofag = Organisme yang memperoleh makanan atau energinya dari bahan-bahan organik atau organisme yang sudah mati (PARASIT).

c. pengendalian tergantugng pada umpan balik (feed back) yang terjadi bilamana dari ”keluaran” dikembalikan sebagai ”masukan”. Demikian pula adanya pemasangan (predator) pada ekosistem 136 . bertujuan untuk mengendalikan kepadatan populasi. ekosistem juga mempunyai jaringan informasi yang terdiri dari arus komunikasi fisik dan kimia yang menghubungkan semua bagian-bagian atau komponen yang dapat mengendalikan atau mengatur sistem. Misalnya. Pada keadaan manapun.Bahan mineral siap diserap tumbuhan Pembusukan oleh mikroba tanah menjadi humus Siklus mineral Aliran energi Gambar 1. Sifat Sibernetik dan Stabilitas Ekosistem Sifat Sibernetik Ekosistem Di samping adanya eliaran energi dan siklus materi/hara. Contoh ini. pada pengendalian ekosistem adalah : mekanisme pengendalian pada ekosistem. dimana sub sistem mikroba (bakter/jamur) yang mengatur penyimpanan dan pembebasan unsur-unsur hara. Di alam terdapat beberapa spesies yang dapat melaksanakan suatu fungsi yang memungkinkan terciptanya stabilitas ekosistem. untuk menghindarkan pertumbuhan yang berlebihan dari populasi maka harus ada umpan balik yang negatif atau masukan yang menantang. Ekosistem memiliki sifat sibernetik yaitu mengendalikan diri secara internal. Sketsa interaksi antara komponen penyusun ekosistem.

b. tetapi biasanya batas mekanisme homeostatis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. Pada agroekosistem. 137 . pupuk. sungai dapat dijernihkan kembali airnya secara alami. mesing mengolah.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar terhadap perubahan. Ada 3 perbedaan pokok antara ekosistem pertanian dan ekosistem hutan (alami/hutan primer). Mekanisme umpan baliknya disebut HEMEOSTATIS. sehingga keseluruhan sungai itu dianggap tidak tercemar. Homeostatis adalah kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Stabilitas resistensi. ekosistem tahan terhadap adanya kekeringan. diatur oleh berbagai faktor termasuk mekanisme mengatur penyimpanan dan pelepasan hara. Agroekosistem Agroekosistem atau ekosistem pertanian mempunyai komponen autotrofik atau jalur hijau sebagai suatu bagian yang integral. Misalnya. Stabilitas resiliensi. Contoh. tergantung pada kerasnya tantangan lingkungan dan efisiensi pengendalian di dalam ekosistem. sehingga air sungai itu secara permanen berubah atau bahkan rusak sama sekali. adalah kemampuan ekosistem bertahan menghadapi tekanan Contoh. adalah kemampuan ekosistem untuk cepat pulih. ekosistem hutan yang terbakar dapat pulih kembali menjadi hutan baru atau vegetasinya tumbuh kembali. pestisida. mungkin saja sistem dalam sungai itu tidak mempunyai lagi mekanisme homeostatis. ada energi tambahan dari luar seperti tenaga kerja hewan. Tetapi apabila sampah terlalu banyak apalagi mengandung zat beracun maka batas homeostatis alami sungai itu akan terlampaui. energinya hanya berasal dari cahaya matahari. Ada 2 jenis stabilitas : a. Ekosistem alami (hutan primer). Stabilitas Ekosistem Derajat stabilitas ekosistem yang dapat dicapai sangat bervariasi. dan dekomposisi bahan organik. dan air irigasi dan sebagainya. sungai yang dikotori oleh pembuangan sampah yang tidak terlalu banyak. Dalam ekosistem terdapat suatu keseimbangan. Pengetahuan sibernitika dipelopori oleh Heabert Wiemer (1948) yang mencakup pengendalian pada sistem hidup maupun tidak hidup. yaitu : 1. pertumbuhan organisme.

N. CO2. diversitas organisme sangat diperkecil untuk memaksimalkan bahan makanan atau produksi lainnya. 138 . Indikator Penilaian 1. dan unsur hara lainnya. Konsumer besar (ikan besar). organisme unggul adalah hasil seleksi alami. organisme variasinya sangat besar. Menjelaskan fugnsi masing-masing komponen (subsistem) dalam sebuah wilayah Ekosistem dengan tepat dan diberi contoh. Mendefinisikan dengan tepat konsep sistem dan ekosistem dan menyebutkan komponen ekosistem baik dari segi stratum maupun segi biologis. organisme produser (fitoplankton).2. tumbuhan dan hewan yang unggul adalah hasil seleksi buatan. B. Pada agroekosistem. konsumer kecil (ikan kecil). Ca. cahaya matahari Komponen biotik. Contoh Ekosistem : KOLAM Komponen abiotik. Pada agroekosistem. Membedakan struktur ekosistem dartat dan ekosistem perairan disertai contoh. air. O2. 3. herbivora (zooplankton) dan bentos organisme yang hidup di dasar kolam. Pada ekosistem alami. 2. 3. Pada ekosistem alami (hutan primer).

Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting yaitu arus energi (aliran energi) dan daur materi atau juga disebut daur mineral/hara di samping adanya sistem informasi. Aliran energi dapat dilihat pada struktur makanan. keragaman biotik. berhubungan erat tak terpisahkan dan saling penaruh mempengaruhi satu sama lain yang merupakan suatu sistem. 139 .BAB III PENUTUP Di alam terdapat organisme (makhluk hidup/biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) saling berinteraksi. dan pertukaran bahan-bahan (materi dan aliran energi) antara bagian yang hidup dan tidak hidup.

Soemitro. N. Heddy. S. Bumi aksara. dan S.J. Resosoedarmo. J. Suwondo.B. Remaja Rosdakarya. London. Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. Prentice Hall. Lembaga Penerbitan. 1990. M. 1971. dan Lingkungan. S. Kleden. Ilmu Sistem. Ekologi dan Biologi Tropika. J. Kartawinata. P.. Hatta 1985.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. Fundamental of Ecology. Kormondy. New Delhi. Rahman. Yayasan Obor. 1989. Renwari. W. dan A. Saunders Company.H.B.P. Irwan.L. Pengantar Ekologi. A. Z. Ekologi Dasar. Jakarta. Odum. Indonesia. Concepts of Ecology. E. Delmi. 1997. Riyanto. Soekartomo. Pengantar Ekologi. Palenewan. 2004. Rajawali Press. Jakarta. E. 1989. Eryanto. S. PT. N. Universitas Hasanuddin. I. Badan Kerja Sama PTN Indonesia Timur. IPB Press. Bandung. Nurkin. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisme Ekosistem. G. K. B. Bogor. Jodjo. 140 .D.. 1992. Soegiarto. M. Komunitas.

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LKPP) ------------------------------------------------------------------------------------------LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah EKOLOGI UMUM Melalui Modul Ajar OLEH : NURMAN 141 .

23/PM.05/2008 Tanggal 04 Januari 2008 JURUSAN BUDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR FEBRUARI 2008 142 .Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.

i LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin ============================================================== HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008 Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan : Peningkatan Kualitas Pembelajaran Mata Kuliah Ekologi Umum melalui Modul Ajar. 4.000.05/2008. MP. : Ir. : 131 803 219 : Pembina/IV a (Lektor Kepala) : Budidaya Pertanian : Pertanian/Hasanuddin : 1 Bulan Mulai 04 Januari s/d Februari 2008 Biaya : Rp.(Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4. N u r m a n.23/PM.000. tanggal 04 Januari 2008 143 ..

04 Februari 2008 Pembuat Modul Dr. N u r m a n. NIP. M. 131 803 219 144 . Yunus Musa.b. Ir. u. 131 287 796 Ir.Mengetahui : Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Dekan.Sc. NIP. MP. Pembantu Dekan I Makassar.

bahkan keruangangkasaan juga dihiasi oleh perbincangan dan permasalahan yang bersifat ekologi. Sekarang diajarkan juga di jurusan nonhayati seperti jurusan arsitktur. ilmu perencanaan kota dan pengembangan wilayah. teknik lingkungan. Peningkatan perhatian masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup memberi pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ekologi dalam pengetahuan. geofisika dan meteorologi dan bidang ilmu lainnya di luar biologi.ii KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah dipanjatkan kehadirat Ilahi karena penulis berhasil menyusun modul ini. Disiplin ilmu ekologi bukan hanya mendapat sorotan dari cabang disiplin ilmu dalam biologi atu ilmu pengetahuan alam lainnya. melainkan juga dari politkus hingga wartawan. hukum. melainkan juga dari cabang disiplin ilmu di luar itu. dan dari kaum cendikiawan hingga masyarakat awam. khususnya matakuliah Ekologi Umum. kerekayasaan. dengan Pengembangan Pendidikan. tetapi belum dibuat dalam bentuk buku atau modul ajar. Kalangan masyarakat yang mencoba memahami disiplin ilmu ekologiini juga tidak terbatas hanya pada ilmuan biologi dan pengetahuan alam belaka. Di beberapa perguruan tinggi semula hanya diberikan sebagai matakuliah di jurusan biologi. mengubah sumberdaya alam menjadi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mengapa ekologi begitu populer? Sebab manusia yang didukung oleh naluri dan fitrahnya untuk berkarya dan berproduksi. Penulis 145 . Untuk penyempurnaannya dengan segala kerendahan hati penulis menerima saran dan kritik yang membangun. Alhamudlillah. kami dari Tim pengajar termotivasi untuk menuangkan materi kuliah ini ke dalam bentuk buku atau modul ajar untuk membantu mahasiswa dalam pencapaian kompetensi pembelajaran. Mudah-mudahan modul ini dapat bermanfaat. Misalnya ilmu ekonomi. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada LKPP Unhas dan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga modul ini dapat terwujud. Materi modul matakuliah Ekologi Umum telah disajikan pada setiap semester ganjil kepaa mahasiswa pertanian semester III dan pada setiap semester dilakukan perbaikan-perbaikan atau penyempurnaan materi dengan pengadaan bahan bacaan yang terbaru.

MODUL I 146 .

Sasaran Pembelajaran Modul BAB II.MODUL III JUDUL: PRODUKSI DAN DEKOMPOSISI DALAM EKOSISTEM BAB I. Indikator Penilaian BAB. Latar Belakang B. PEMBAHASAN A. Materi/Isi B. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 147 . III. PENDAHULIUAN A. Kaitan Modul D. Ruang Lingkup Isi C.

Perombakan 148 . hewan. fotosintesis telah memasok energi untuk makanan dan bahan bakar fosil yang memberikan tenaga untuk pemnbangkit tenaga listrik dan banyakm mesin lainnya. PENDAHULUAN A. maka cadangan makanan tersebut disimpan pada organ batang. Latar Belakang Pertanian pada dasarnya merupakan sistem pemanfaatan energi matahari melalui proses fotosintesis. jika karbohidrat atau cadangan makanan dirombak atau dioksidasi akan melepaskan energi. dan membentuk energi. Energi ini oleh tumbuhan ddimanfaatkan untuk tumbuh dan berkembang Apabila tumbuhan memasuki fase berbuah atau berumbi maka cadangan makanan disimpan pada buah atau pada umbi. Pembentukan karbohidrat atau cadangan makanan melalui proses fotosintsis disebut produksi Sebaliknya.BAB I. daun. akar. H2O. Sebagai sumber energi utama bagi manusia. makro dan mikro organisme maka cadangan makanan itu dirombak menjadi CO2. Jika cadangan makanan ini dikonsumsi oleh organisme lain misalnya manusia. Molekul karbohidrat disebut juga sebagai cadangan makanan untuk tumbuhan itu sendiri atau untuk organisme lain karena mengandung energi. dan bunga. Fotosintesis adalah pemanfaatan energi cahaya untuk membentuk molekul karbohidrat. Produksi tumbuhan atau tanaman budidaya pada dasarnya tergantung pada ukuran dan efisiensi sistem fotosintesis. Apabila tanaman tidak menghasilkan buah. dengan bahan baku CO2 (karbon dioksida) dan H2O (air) disebut senyawa anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari dan zat hijau daun (klorofil) membentuk gula atau karbohidarat (senyawa organik).

B. mahasiswa dapat: 149 . sedangkan manusia dan hewan hanyalah sebagai konsumen. D. sedangkan hewan karnivora mendapatkan makanannya yang sudah jadi dari herbivora yang memakan tumbuhan. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Manusia dan herbivora mendapatkan makanannya dari tumbuhan. Perombakan senyawa organik lain misalnya protein dan lemak akan menghasilkan hara/mineral makro dan mikro yang sangat penting dalam mendukung kestabilan ekosistem. dimana pada saat terjadi interaksi antar organisme serta organisme dan lingkungannya terjadi aliran energi dan siklus materi antara organisme satu dengan organisme lainnya yang berlangsung secara berkesinambungan. Dalam hal ini tumbuh-tumbuhan benar-benar merupakan produsen sejati. Kaitan Modul Manusia dan hewan (makro dan mikro) mendapatkan makanan dalam bentuk yang sudah jadi.karbohidrat/cadangan makanan menjadi energi disebut dekomposisi. a. fotosintesis dan organisme produser b. Pada Modul I membahas tentang pengertian ekologi. yaitu hubungan timbal balik atau interaksi antara organisme dan lingkungannnya sehingga terbentuk suatu sistem hidup (biosistem). Di sini terlihat bahwa tidak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak tergantung pada tumbuhan. Pada Modul II membahas tentang ekosistem. Dekomposisi dan dekomposer dalam ekosistem C. Pada Modul III ini membahas tentang produksi dan dekomposisi. Produksi dalam ekosistem. adanya aliran energi dan siklus materi/hara dalam ekosistem berawal dari terjadinya proses produksi atau fotosintesis oleh tumbuhan dan dekomposisi produk fotosintesis (karbohidrat) atau dekomposisi senyawa organic lain seperti lemak dan protein dari organisme yang telah mati sehingga menghasilkan hara/mineral yang lepas ke dalam ekosistem. Ruang Lingkup isi. yaitu terdiri dari senyawa organik yang berasal dari tumbuhan (nabati) dan hewani.

fotosintesis dan organisme produser 1). Selama 60 juta tahun yang lalu. terjadi pergeseran dalam keseimbangan biologis diiringi berbagai variasi kegiatan vulakanik. PEMBAHASAN A. Di masa itu produksi bahan organik (O2) lebih besar dari respirasi. pelapukan batuan sedimentasi. Timbunan ini berada dalam sedimen (endapan) anaerobic atau terpendam dan selanjutnya menjadi fosil tanpa mengalami respirasi atau dekomposisi. Menjelaskan proses produksi dan dekomposisi dalam ekosistem 2. CO2 < O2. Produksi dalam ekosistem Produksi dalam ekosistem adalah produk bahan organik melalui proses fotosintesis Setiap tahun ditaksir 1017 gram kurang lebih 100 milyar bahan organik diproduksi di seluruh dunia melalui proses fotosintesis. dan variasi masukan sinar matahari mengakibatkan terjadinya keseimbangan CO2 = O2 di atmosfir. terjadi penimbunan dari sebagian bahan organic yang dihasilkan. Produksi dalam ekosistem. Adanya kelebihan produksi bahan organik sehingga membentuk bahan fosil minyak berlangsung kurang lebih 300 juta tahun yang lalu. kirakira sejumlah yang sama dioksidasi kembali menjadi CO2 dan H2O melalui proses respirasi Selama masa geologi sekitar 600 juta tahun yang lalu.1. CO2 rendah dan O2 meningkat. Selanjutnya selama setengah abad terakhir kegiatan industri pertanian dan industri lainnya menyebabkan meningkatnya kadar CO2 150 . Menjelaskan manfaat produksi dan dekomposisi dalam ekosistem BAB II. MATERI/ISI a.

000 juta senyawa organic. hal ini yang menyebabkan terjadinya perubahan temperatur di bumi. A adalah Oksigen (O2) dan CO2 direduksi menjadi Karbohidrat = (CH2O)n atau C6H12O6 (gula) 151 . Persamaan umum dari reaksi oksidasi-reduksi dalam fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut: CM dan klorofil CO2 + H2A --------------------→ (CH2O)n + 2A + H2O Reaksi oksidasinya: 2H2A ----------→ 4 H + 2A Reaksi reduksinya: 4H + CO2 -----→ (CH2O) + H2O CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A + H2O Pada tumbuhan hijau (tumbuhan dan ganggang atau Fitoplankton).000 juta ton hydrogen dengan membebaskan 400. serta menghasilkan 450. CO2 > O2. Pada peristiwa ini juga dilepaskan oksigen (O2) ke atmosfir. vitamin-vitamin. kemudian terbentuk karbohidrat. lemak. protein. Jadi setiap jam 1 ha daun-daunan yang menghijau menyerap 8 kg CO2 setara dengan CO2 yang dikeluarkan oleh sekitar 200 orang dalam waktu yang sama sebagai hasil pernafasannya (Irwan. Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di atas bola bumi mempersenyawakan sekitar 150. disebut proses fotosintesis. 2) Jenis fotosisntesis dan organisme produser Secara kimiwai proses fotosintesis meliputi penyimpanan sebagian energi matahari sebagai energi potensial atau energi terikat dalam bentuk makanan. 1997). menyebabkan perubahan iklim seperti yang dirasakan saat ini.000 juta ton oksigen ke atmosfir.000 juta ton CO2 dan 25. dijadikannya senyawa organic dengan bantuan sinar matahari yang berlangsung di dalam zat hijau daun (klorofil/kloroplas). dan lainnya.meningkat di atmosfir. Pada awalnya dihasilkan glukosa. yaitu temperatur menjadi tinggi. Tumbuh-tumbuhan menggunakan senyawa anorganik yang diambilnya dari atmosfir dan dari dalam bumi.

reaksi fotosintesanya tidak menggunakan air. dan buah). dan air. . umumnya adalah anaerob fakultatif dapat berfungsi dalam kondisi ada atau tidak ada oksigen. daun. Takahshi dan Ichimura (1968) menemukan bahwa fotosintesis bakteri sulfur hanya menyumbangkan 3-5% dari produksi bahan organik total tahunan kebanyakan danau. tetapi dapat berfungsi dimana tumbuhan hijau tidak sesuai untuk hidup. Tetapi di danau yang tidak mengalir dan kaya dengan H2S.Tanaman C3 dan C4 Tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang memiliki organ yang lengkap (akar. CO2 152 . Pada Tanaman C3. suhu. A adalah Sulfur (S). bakteri ini menyumbang sampai 25 % dari produksi total bahan organik tahunan. Tumbuhan tingkat tinggi ini terdiri dari tanaman C3 dan C4. misalnya pada bakteri sulfur (misalnya bakteri sulfur hijau dan bakteri sulfur ungu). Tanaman C3 dan C4 menunjukkan perbedaan dalam mengikat atau mereduksi CO2. Tanaman C3 dan C4 mempunyai tanggap yang berbeda terhadap cahaya. yaitu: CO2 + H2S ---------→ (C6H12O6) + S2 Hanya memegang peranan yang kecil dalam produksi bahan organic dan tidak melepaskan oksigen (O2). batang. Bakteri non sulfur. Fotosintesis bakteri bermanfaat dalam perairan yang mengalami pencemaran atau eutrofikasi. Mereka juga dapat berfungsi sebagai heterotrof dalam keadaan tanpa cahaya seperti kebanyakan ganggang. Penelitian di danau-danau di Jepang.CM/klorofil CO2 + H2O -----------------→ C6H12O6 + O2 CO2 + H2A ---------→ (CH2O)n + A Pada tumbuhan tingkat tinggi dan fitoplankton A adalah Oksigen (O2). Bakteri yang berfotosintesis sebagian besar hidup di air laut dan air tawar dan kebanyakan hanya memegang peranan kecil dalam produksi bahan organik. Bakteri sulfur ini berfungsi dalam siklus hara belerang (sulfur). bunga. sebaliknya proses fotosintesis yang dilakukan oleh bakteri. tetapi menggunakan H2S.

Tumbuhan/tanaman C3 cenderung mencapai puncak tingkat fotosintesis (persatuan permukaan daun) pada intensitas cahaya dan temperatur sedang dan terhambat atau cenderung menurun pada temperatur dan intensitas cahaya tinggi dan terjadi fotorespirasi. 153 . Daur Calvin. dan sebagainya). modul pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas tumbuhan C3. Kedelei. Contoh tanaman kacang-kacangan (tan. suatu model pengikatan CO2 yang terjadi dalam kloroplas pada tumbuhan C3 yang sedang melakukan fotosintesis (Gambar 1). Kacang Tanah. Gambar 1 Daur cal vin. terutama Hatch dan Slack di Australia menemukan tumbuhan yang mempunyai cara mereduksi CO2 dengan siklus asam dikarboksilat (C4).diikat oleh senyawa RUBP ( Ribulosa Bifosfat) melalui siklus Calvin. yaitu perombakan kembali gula atau karbohidrat yang telah terbentuk menjadi CO2 dan H2O dan melepaskan eneri dalam bentuk panas. Perpindahan dan fiksasi CO2 dalam tanaman C4 yang sedang berfotosintesis (Gambar 2). Pada tahun 1960-an.. Tanaman C3 membutuhkan 400 – 1000 gram air untuk menghasilkan 1 gram bahan kering.

Gambar 2 Perpindahan dan fiksasi CO2 pada tanaman C4 154 .

Tumbuhan/tanaman C4 dapat beradaptasi pada temperatur dan intensitas cahaya yang tinggi dan tidak terjadi fotorespirasi. 155 . Perbandingan tanggap fotosintsis tanaman C3 dan C4 terhadap peningkatan intensitas cahaya dan temperatur (Gambar 3). Tanaman C4 mendominasi vegetasi di gurung-gurung di daerah tropika. CO2 diikat oleh senyawa PEP (Phospho Enol Piruvat) melalui siklus Asam Karboksilat. Tebu.. Tanaman C4 tidak terhambat oleh kandungan oksigen yang tinggi dibandingkan C3. Sorgum. Contoh tanaman Jagung. hanya menggunakan kurang dari 400 gram air untuk memproduksi 1 gram bahan kering. Pada tanaman/tumbuhan C4 menggunakan air lebih efisien.Pada tumbuhan/tanaman C4.

2. yaitu (1) secara fisik misalnya dibakar atau dipotong-potong dan (2) secara biologis atau oksidasi biotic. Bakteri 156 . Dekomposisi diartiak secara luas sebagai oksidasi biotic yang menghasilkan energi. Dekomposisi (respirasi) tediri dari: 1. Merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. Respirasi anerobik (tanpa oksigen). dirombak kembali menjadi CO2 dan H2O dengan pembebasan energi. b. Dekomposisi atau perombakan ada 2. CO2 yang diabsorsi disimpan dalam asam-asam organik hingga keesokan harinya. Beberapa jenis tumbuhan sekulen di daerah gurun seperti Kaktus. ragi. Hal ini memungkinkan tumbuhan sekulen mampu mempertahankan keseimbangan dan penyimpanan air.Fotosintesis CAM (Crassulacean Acid Metabolism) CAM adalah bentuk fotosintesis yang khusus dapat beradaptasi di daerah kering. Respirasi anaerobik ini umumnya dilakukan oleh kelompok saprofag yaitu pemakan organisme mati seperti bakteri. Dekomposisi dan decomposer dalam ekosistem Di seluruh dunia proses dekomposisi yang dilakukan oleh kelompok organisme Heterotrof (Dekomposer) diperkirakan seimbang dengan proses metabolisme yang dilakukan oleh Autotrof. Penundaan fotosintesa ini mengurangi kehilangan air pada siang hari. gas oksigen (O2) sebagai penerima elektron (Oksidan). menutup stomanya pada siang hari yang panas dan membuka kembali pada malam hari. Respirasi aerobik. protozoa dsb.Gambar 3 Perbandingan tanggap fotosintesis dari tanaman C3 dan C4 terhadap kenaikan intensitas cahaya dan temperatur. Contoh Bakteri metan yang dapat merombak senyawa organik dan menghasilkan metan (CH4) atau gas alam. disini bahan organik (C6H12O6). satu senyawa anorganik selain oksigen atau senyawa organik sebagai penerima elektron (oksidan). .

karbohidrat. ada 2 yaitu: I. membebaskan gas-gas CO2 dan gas-gas lainnya ke atmosfir serta melepaskan sejumlah unsur-unsur hara ke dalam tanah. tulang. misalnya bakteri dan jamur serta mikroorganisme lainnya. Pengaruh faktor fisik (non biotik). Ragipun banyak terdapat dalam tanah dan membantu proses perombakan sisa-sisa tumbuhan. 3.Zat/senyawa asam humik Bila proses dekomposisi tidak terjadi maka semua unsur-unsur hara akan tetap terikat pada organisme yang mati itu. Fermentasi. yaitu organisme yang memakan tubuh binatang atau tumbuhan yang telah mati. . rambut. yaitu (a) pengaruh api atau pembakaran. Pengaruh biotik. Bakteri ini mereduksi Sulfat (SO4) menjadi sulfida (H2S) pada sedimen yang dalam dan perairan yang tak mengandung oksigen. Ragi merupakan contoh yang sangat dikenal dalam fermentasi.Dekomposisi mempunyai 3 tahap: 157 . Hasil dari proses dekomposisi yang resisten atau tahan (tidak mudah melapuk) akan menghasilkan Zat humik. Ini berarti tidak ada kehidupan baru yang muncul Bagian-bagian tubuh dari bangkai hewan/ binatang atau tumbuhan tidak mengalami penghancuran pada saat yang sama. Bakteri Desulfovibrio mempunyai peranan penting dalam respirasi anaerobik. (b). Dari segi ekologi. tetapi sellulosa. peristiwa pembekuan dan pencairan karena pengaruh suhu tinggi dan suhu rendah saling berganti. dsb sangat lambat hancur karena ikatan karbonnya sangat kuat. Zat ini merupakan komponen universal dalam ekosistem. . . juga anaerobik tetapi senyawa organik yang dioksidasi juga sebagai penerima electron. Dekomposisi terjadi melalui transformasi energi antara organisme dan ini merupakan fungsi yang mutlak diperlukan.•Proses dekomposisi yang terbesar adalah yang melibatkan mikroorganisme heterotrofik atau saprofag.Penyebab dekomposisi.metan dapat dipelihara untuk menghasilkan gas metan (biogas) secara besar-besaran dari bahan baku kotoran ternak atau bahan organik lainnya. dan protein didekomposisi dengan cepat. Lemak. II. lignin. Gas H2S yang naik ke sedimen dangkal dan ke permukaan air dimanfaatkan oleh organisme lain misalnya oleh bakteri fotosintesis.

Untuk memecahkan struktur ini diperlukan enzim dioksigenase yang mungkin tidak terdapat pada saftotrof tanah dan air..Bahan organik Senyawa asam humik dan bahan organic lainnya yang mengalami dekomposisi sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. dan zat-zat buangan industri adalah senyawasenyawa turunan benzena yang berbahaya karena daya degradibilitas (daya mengurai) yang rendah. pestisida. . Dalam jumlah yang cukup bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik.Ada dua tahap yang dilalui oleh bahan organic untuk dapat menjadi fosil: 158 . Dekomposisi bahan organik menghasilkan senyawa asam organik. Banyak zat-zat beracun yang dibuang atau ditambahkan oleh manusia ke lingkungan seperti herbisida. . merupakan koloid yang sukar ditentukan susunan kimianya.O). Produksi yang relatif cepat untuk menghasikan humus dan pembebasan bahan-bahan organik tambahan yang terlarut oleh saprotrop 3.H. yang diikuti dengan pembebasan bahan 2. dan biologi tanah yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. Humus atau senyawa humik merupakan kondensasi dari senyawa-senyawa aromatik (fenol) digabung dengan hasil dekomposisi dari protein (Nitrogen) dan poliskarida/KH (C. atau Fe yang disebut dengan celat (Chelation) sehingga logam tersebut tidak beracun bagi tanaman dan melepaskan hara esensial yang diikatnya. kimia. Humus berwarna gelap. Model molekul asam humik (Gambar 4). Cincin benzena dan ikatan rantai samping membuat senyawa ini rekalsitran terhadap perombakan oleh mikro organisme. misalnya asam amino glisin dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam Al.1. Mineralisasi humus yang berlangsung lambat Lambatnya dekomposisi humus menyebabkan menumpuknya oksigen. Cu. seingkali coklat kekuningan. Pembentukan butiran-butiran destritus oleh proses fisik dan biologis organik yang terlarut.

umumnya terjadi dalam suasana aerobik dan berlangsung relatif cepat. Menghancurkan bahan organik menjadi bagian-bagian kecil berarti memperluas mikroorganisme 2. Membentuk celat dan menyediakan hara kembali untuk tanaman 3.Organisme tanah Beberapa studi membuktikan bahawa fagotrop misalnya binatang-binatang kecil seperti Cacing. Tungau Tanah. Dengan bantuan mikroba. (2) Karbonifikasi. Indikator Penilaian 1. Menghasilkan energi (makanan) untuk organisme lain pada rantai makanan 5. dapat mengembalikan hara dan energi 4. C4. Humifikasi. tetapi proses ini berperan penting dalam ekosistem. Memungkinkan siklus hara melalui mineralisasi bahan-bahan organik yang telah mati 2. umumnya terjadi kondisi anaerobik dan berlangsung sangat lambat. misalnya proses produksi pada tanaman C3. 159 . proses ke dua ini merupakan perubahan dari gambut ke lignin lalu ke batubara keras dengan kadar karbon yang meningkat pada setiap tahap. dan sebagainya mempunyai peran penting dalam dekomposisi.(1). dan bakteri fotosintesis disertai contoh. Kelompok organisme ini mempercepat dekomposisi dengan beberapa cara: 1. Menjelaskan dengan tepat berlansungnya proses produksi yang dimulai dari tumbuhan. Menghasilkan zat-zat metabolit sekunder yang dapat menghambat (inhibitor) contoh Penisilin yaitu antibiotik yang dihasilkan oleh cendawan dan menghasilkan stimulator seperti vitamin dan zat pengatur tumbuh(hormon tumbuh). Keong. . fitoplankton. yaitu: 1. permukaan sehingga dapat tersedia bagi B. dan CAM. Menambah zat tumbuh yang mengstimulasi pertumbuhan mikroba dan aktivitas metabolisme populasi mikroba Dekomposisi bahan organic merupakan proses yang panjang dan kompleks.

160 .2. Menjelaskan proses dekomposisi bahan organic disertai contoh dan manfaatnya pada kestabilan ekosistem.

dan mikroorganisme. hewan/binatang.BAB III PENUTUP Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran energi. Proses dekomposisi menghasilkan materi atau mineral. dan sebagainya. Proses ini dimulai dari adanya tumbuhan atau hewan yang telah mati. Sebagaian dari cadangan makanan yang dibentuk dalam proses fotosintesis dipakai oleh produsen sendiri. Energi kimia (energi potensial) yang terbentuk digunakan oleh organisme lain sebagai sumber energi seperti manusia. semut. Produksi diawali dari pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis oleh produser (tumbuhan/tanaman). 161 . Kelebihannya kemudian digunakan oleh konsumen. Produksi merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Tubuh makhluk hidup diuraikan menjadi patahan-patahan kecil oleh rayap. bakteri. Materi atau mineral dari penguraian organisme yang mati dimanfaatkan kembali oleh produser. kecoa. serangga dan mikro organisme seperti jamur.

J. M. I.M. Rahman. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Siwondo. Delmi. Kleden.B. 1989. Renwarin’ P.J. Yayasan Obor. Riyanto. E. Kormondy. W. Company. B. Prentice Hall. Bumi Aksara. G. Fundamental of Ecology.E. New Delhi. Jodjo. dan Lingkungan. P.H. Ekolgi Dasar. Universitas Hasanuddin 162 . Ekologi dan Biologi Tropika. J. Hatta. Palenewan.L. 1997. 1971.N. Komunitas. Jakarta. London. Indonesia Irwan. Nurkin. Odum. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. A. N. Conceps of Ecology. ZD. 1992. Saunders. Lembaga penerbitan.BAB III DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. 1985.

MODUL V 163 .

Ruang Lingkup Isi G. JUDUL: ENERGI DALAM EKOSISTEM BAB I. III. Materi/Isi D. PENDAHULIUAN E. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II.MODUL IV. Latar Belakang F. PEMBAHASAN C. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 164 . Kaitan Modul H. Indikator Penilaian BAB.

dalam proses fotosintesis. Hidrogen dan Oksigen berkombinasi membentuk molekul air (H2O). Jika pada tumbuhan. energi dari bahan baku bensin dapat dilihat jika terjadi peembakaran dalam mesin mobil dan mobil tersebut dapat berjalan. Demikian juga pertumbuhan anak-anak menjadi dewasa itupun merupakan kerja. Dalam bidang ekonomi.BAB I. Makanpun memerlukan energi. hewan. dan tumbuhan serta benda-benda lain tersusun oleh materi (mineral). PENDAHULUAN A. maka buah atau bunga tidak akan ada. Seperti melakukan perjalanan memerlukan energi. yang dapat dilihat adalah efek dari energi. O (oksigen). N (Nitrogen). Jadi jika energi tidak ada. dengan sumber enrgi dari sinar matahari maka hasil dari proses fotosintesis tersimpan dalam bentuk buah atau bunga. Energi dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Energi tidak dapat dilihat. Materi terdiri dari unsur kimia yaitu C (karbon). 165 . Latar Belakang Tubuh makhluk hidup seperti manusia. H (hydrogen). Untuk melakukan kerja diperlukan energi. Unsur-unsur kimia tersebut berkombinasi membentuk molekul. Pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman tersusunlah materi menjadi pohon. Belajar memerlukan energi. Misalnya tanaman menjadi menjadi besar. Ada pula molekul yang lebih kompleks misalnya glukosa yang terdiri dari C6H12O6. Di dalam tubuh makhluk hidup selain terdapat mataeri juga terdapat energi. P (fosfor) dan sebagainya. uang merupakan sumber energi.

Begitu pula dalam ekologi. daun. D. 2. Dalam kondisi tertentu tumbuhan atau hewan yang mati tetapi tidak melapuk kemudiaN akan menjadi fosil. 166 . Tinjauan tentang pengertian dasar energi b. Energi matahari diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. yaitu membahas tentang perilaku-perilaku energi dalam ekosistem. Energi kimia tersimpan dalam bentuk molekul glukosa selanjutnya diubah menjadi karbohidrat/pati tersimpan dalam tubuh tumbuh-tumbuhan pada akar. Ruang Lingkup Isi a. Sasararan pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. Konsep Produktivitas ekosistem C. Menjelaskan asas-asas energi dalam lingkungan dan kehidupan. Lingkungan energi c. Kaitan Modul Modul ini terkait erat dengan modul I.. buah atau bunga. Sebagian besar materi ini mengcakup sisstem ekologi. Dalam kehidupan sumber energi adalah sinar matahari. B. Fosil menjadi batubara atau minyak bumi yang banyak mengandung energi. batang. mahasiswa dapat: 1. II. Mendefinisikan pengertian energi dan menjelaskan perilaku energi menurut hukum termodinamika I dan II dalam ekosistem. dan III. jika tidak ada energi kehidupan tidak akan terjadi.Jika tidak ada uang maka perekonomian negara tidak akan berjalan.

Materi/Isi a. Membedakan pengertian produktivitas primer bruto. PEMBAHASAN A. Tinjauan tentang pengertian dasar energi Energi berasal dari bahasa Yunani. Atau Kemampuan untuk memberikan pengaruh atau akibat. Perilaku energi di alam (ekosistem) mengikuti hokum termodinamika: 167 . dan produktivitas sekunder dalam ekosistem.3. en = dalam. BAB II. ergon = kerja Energi dapat didefinisikan kemampuan atau suatu kesanggupan untuk melaksanakan kerja. produktivitas netto. baik berupa panas yang ditimbulkan maupaun akibat mekanik/kerja.

Tidak ada perubahan/transformasi energi yang betul-betul efisien 100% karena selalu ada energi yang terpencar sebagai energi panas yang tak dapat digunakan. Hukum termodinamika II atau Hukum Entropi. Hukum termodinamika I atau Hukum Kekekalan Energi. Ini juga berarti jumlah total energi harus tetap “Setiap terjadi perubahan energi pasti terjadi drgradasi energi atau penguraian energi dari bentuk energi terpusat menjadi energi terpencar”. yang berbunyi: “Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. yang berbunyi: Misalnya energi cahaya dapat diubah menjadi energi kimia (energi potemnsial) atau energi panas. Misalnya benda panas pasti menyebarkan panas ke lingkungan yang lebih rendah suhunya. tetapi tidak pernah diciptakan atau dihancurkan”. Produksi = Konsumsi + Produk Limbah + Respirasi. 2. sebelum dan setelah transformasi. Kedua hokum tersebut dapat dinyatakan pada Gambar 1 berikut: 168 .1.

bentuk energi yang lemah (100 unit). Tanpa adanya pengalihan energi yang mengikuti . Hubungan tumbuhan/produser dan hewan konsumer. Energi yang sampai di permukaan bumi sebagai cahaya diimbangi dengan energi yang keluar dari permukaan bumi sebagai radiasi panas yang tak tampak dan hanya sebagian kecil dari energi cahaya yang diserap`oleh tumbuhan hijau dan mengubah energi cahaya menjadi energi potensial. C = gula. Gambaran dari dua hukum termodinamika. B = Panas. Cahaya atau sinar matahari mempunyai hubungan dengan sistem-sistem ekologis dan bagaimana energi digunakan dalam sistem itu. disebabkan karena ada yang hilang sebagai panas pada waktu terjadi transformasi (perubahan). anatara hewan predator dengan hewan mangsa. jumlah dan jenis organisme 169 Energi potensial ini dimanfaatkan untuk pertumbuhan. semua perubahan. penggandaan diri dan sintesis berbagai materi. bentuk energi yang dipadatkan (2 unit). A = Sinar/cahaya Matahari. tidak akan ada kehidupan dan sistem-sitem ekologis. C selalu lebih kecil dari A. Berbagai bentuk kehidupan selalu diikuti oleh perubahan-perubahan energi.Gambar 1. bentuk energi yang sangat lemah (98 unit). perubahan energi cahaya matahari ke energi kimia (makanan/gula) lewat proses fotosintesis. A = B + C (hukum termodinamika I).

yang dapat menggerakkan kincir angin sehingga dapat menggerakkan pabrik penggilingan. Hewan/binatang (makro dan mikro) dan manusia memperoleh energi kimia (energi potensial) dari hasil fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dan khemosintesis dari dari mikroba (bakteri sulfur). CO2. permukaan lereng di bagian selatan menerima radiasi lebih besar dan lereng bagian utara lebih kecil dari yang diperoleh permukaan datar. Pada lapisan teratas atmosfir. dan debu.dalam lingkungan tertentu. Dalam sehari masukan radiasi/energi cahaya matahari ke lapisan autotropik (tumbuhan/vegetasi) sekitar 100-800 kalori g kalori/cm2. ozon (O3). Lingkungan energi Organisme yang berada di atau dekat permukaan bumi secara terus menerus disinari oleh (1) radiasi matahari dan (2) radiasi panas bergelombang panjang dari permukaan-permukaan di sekitarnya.34 g calori/cm2/detik) yang dapat mencapai permukaan bumi pada tengah hari di musim panas. (2) sinar matahari yang menembus mendung sempurna. lalu menjadi energi kinetik dari angin yang dapat melakukan pekerjaan memompa air. Di daerah perbukitan atau daerah pegunungan. kesemuanya dibatasi oleh aliran energi. b. menjadi energi yang berguna untuk komponen biotik ekosistem. tetapi hanya sebagian kecil dari cahaya matahari dapat diubah oleh proses fotosintesis . tetapi sebagian besar menjadi panas dan sebagian kecil energi potensil ini diubah menjadi protoplasma baru atau sel baru. Demikian pula. Keadaan ini terjadi pada daerah yang horizontal (datar). atau vegetasi) (hanya 1. Radiasi yang menembus atmosfir akan berkurrang intesitasnya karena tersaring gas atmosfir. O2. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam iklim stempat dan vegetasi. Radiasi matahari pada lapisan atmosfir adalah konstan dibandingkan dengan (1) radiasi/energi cahaya matahari yang mencapai permukaan laut pada hari cerah. air. Dalam ekosistem. yang akhirnya menyebabkan terjadinya aliran angin. penguapan air. Jadi dalam hal ini energi cahaya berubah menjadi eneri panas di daratan. dan (3) cahaya yang menembus vegetasi. absorpsi cahaya/sinar matahari oleh daratan dan air menyebabkan terjadinya daerah-daerah panas dan dingin. energi mengalir masuk melalui fotosintesis dan mengalir keluar melalui respirasi. gerakan udara dan air. 170 Kedua-duanya mempengaruhi lingkungan (iklim) yaitu temperatur. Jumlah ini akan berkurang sebesar 67% apabila melewati atmosfir (melewati awan. besarnya radiasi atau energi cahaya matahari kurang lebih 2 g kalori/cm2/detik.

memantau serangan hama dan penyakit tanaman. kurang kuat merangsang reaksi kimia tumbuhan.750 µm).490 – 0. Infra merah (> 0.7 µm) = 46%. Pengaruhnya secara ekologis penting dalam memberikan efek pemanasan. 1 Joule = 0.4 – 0.625 – 0.4 µm diserap habis oleh lapisan ozon (O3) dibagian luar atmosfir kira-kira pada ketinggian 25 km.7 µm). Cahaya tampak ((0.7 µm) memiliki banyak warna bergantung pada panjang gelombangnya.595 µm). Cahaya tampak sedikit sekali berkurangnya jika melewati awan tebal dan air.3 – 0.574 µm).435 µm).625 µm). hijau (0. J/m2. tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan sebagai radiasi panas. Intensitas sinar matahari Intensitas cahaya adalah jumlah energi cahaya matahari yang sampai pada permukaan bumi pada luasan dan waktu tertentu. ungu (0.239 kalori.. kuning (0. 2. 3. Dari semua warna sinar tampak ini.435 –0.7 µm) = 45%. Panjang hari Panjang hari adalah lamanya matahari memanjarkan sinaranya ke permukaan bumi sangat tergantung pada altitude dan latitude 1 µm = 10-4 cm.Berdasarkan peranannya bagi pertumbuhan tumbuhan/tanaman. biru (0. keadaan tanaman (perkebunan). 171 .480 µm).595 – 0. Sinar Tampak (Vesible light) (0.574 –0. Sinar ultra violet (0. orange (0. Radiasi ultra violet (gelombang pendek) 0.3 – 0.400 – 0. (a). selain itu juga dapat berpenagruh pada proses perkecambahan dan pertumbuhan batang. Pantulan cahaya ini dipergunakan didalam pengindraan jauh baik dengan foto udara maupun citra satelit untuk menetukan pola vegetasi alam. vegetasi/klorofil menyerap gelombang cahaya tampak yang berwarna merah dan biru untuk kegiatan fotosintesis. Kualitas sinar matahari Kualitas sinar matahari adalah spectrum cahaya yang dipancarkan oleh sinar matahari yang terdiri dari berbagai panjang gelombang.4 µm) = 9%. Satuannya kalori/cm2. Cahaya hijau dari cahaya tampak dan infra merah pendek (near infra red) dipantulkan oleh tumbuh-tumbuhan.4 – 0. dan sebagainya. artinya fotosintesis dapat terus berlangsung pada hari yang berawan dan beberapa kedalaman air yang jernih. watt/m2. (b). sinar matahari dibagi 3 unsur: 1. Terbagi atas 3 kualitas sinar matahari berdasarkan panjang gelombang. (c) Infra merah (> 0. yaitu: merah (0.

Di sana keadaannya begitu ekstrim. mungkin diterima sebagian besar dunia pada hampir setiap saat. sehingga hanya sedikit keluaran biologis yang dapat dihasilkan. Di samping garis lintang (latitude).5 juta kilokalori/m2/tahun. yaitu energi sinar matahari yang diterima oleh tumbuh-tumbuhan hijau setiap hari.Naungan yang sejuk dan teduh di dalam hutan (vegetasi) disebabkan oleh absorpsi cajhaya tampak dan infra merah panjang oleh daun-daun bagian atas. Penggunaan energi radiasi matahari dalam setahun diringkaskan pada Tabel 1. penutupan awan adalah suatu factor pokok dalam penerimaan radiasi matahari. Kendatipun perubahan radiasi total menentukan kondisi keberadaan organisme.1 – 1. 172 . Masukan energi primer itu menggerakkan semua sistem biologis.6 kilokalori/m2/tahun di atas daratan. masukan energi radiasi adalah kira-kira 3000 – 4000 Radiasi netto di permukaan bumi yaitu terkecuali di daerah kutub atau daerah tropis yang beriklim kering. namun keterpaduan radiasi matahari langsung yang memasuki stratum autotrofik. dan tahun adalah amat penting bagi produktivitas dan pertukaran hara mineral dalam ekosistem. perbedaan antara semua arus radiasi yang turun dikurangi dengan semua arus radiasi yang naik. bulan. Antara garis lintang 40o LU dan LS radiasi netto tahunan adalah 1 juta kilokalori/m2/tahun di atas samudra dan 0. altitude. Radiasi sebanyak 100 – 800 g kalori/cm2/hari. kilokalori/m2/hari dan 1. Air di dalam daun dan uapa air di sekelilingnya menyerap energi panas infra merah panjang. Oleh karena itu sebagian besar biosfir. dan musim.

arus Fotosintesis Energi pasang surut lebih kurang Panas terestria lebih kurang Persen (%) 30 46 23 0.5 Sumber: Hubert. yaitu: 1) Produktivitas primer dari suatu ekosistem adalah laju konversi energi cahaya menjadi senyawa organic melalui fotosintesis dan khemosintesis oleh organisme produser (terutama tumbuhan hijau). c. (1985) Hanya lebih kurang 1% saja energi matahari diubah menjadi energi kimia dan lebih kurang 70% digunakan untuk memanaskan bumi. Penggunaan radiasi matahari sebagai persentase dari masukan tahunan ke dalam biosfir Penggunaan Dipantulkan Konversi langsung menjadi panas Evaporasi. 173 . precipitasi (hujan) Angin. juga disebut asimilasi total. Beberapa definisi penting.Tabel 1. evaporasi.0017 0. 1971 dalam Riyanto et al. 2) Produktivitas primer bruto adalah laju fotosintesis total termasuk senyawa organic yang dipakai untuk pernafasan selama masa pengukuran. hujan. gelombang. Karena energi panas ini menyebabkan adanya temperatur yang sesuai untuk hidup dan menggerakkan sistem cuaca dan siklus air yang kesemuanya diperlukan untu kehidupan di bumi.8 0. yang dimulai dengan konversi energi cahaya matahari menjadi senyawa organic melalui fotosintesis pada tumbuhan hijau. angin dan sebagainya. Konsep produktivitas ekosistem Produktivitas adalah laju produksi senyawa organic dalam suatu ekosistem.2 0.

polusi. tanah. energi pasang surut di daerah estuary untuk ekosistem alami. sebagian yang rumput yang dimakan tersimpan dalam tubuh sapi sebagai sumber energi. 5) Produktivitas sekunder adalah laju penyimpanan energi pada tingkat konsumer atau decomposer. Ada subsidi energi dari luar sistem. ada tenaga kerja manusia. dan varietas tanaman). (2). Dalam mengevaluasi produktivitas ekosistem perlu dipertimbangkan (1). Biomas adalah jumlah bahan organic pada saat pengukuran. Untuk ekosistem budidaya. hujan.3) Produktivitas primer netto adalah laju penyimpanan senyawa organic di dalam jaringan tumbuh-tumbuhan setelah dikurangi pemakaian untuk pernafasan selama masa pengukuran. Energi yang tersimpan dalam tubuh sapi yang berasal dari rumput itu disebut produktivitas sekunder Laju produksi (produktivitas) yang tinggi baik pada ekosistem alami (hutan primer) maupun ekosistem budidaya terjadi apabila : (1). alat-alat pertanian. biasanya selam musim tumbuh atau setahun. Produktivitas dapat dijadikan ukuran dari kekayaan kesuburan suatu ekosistem. Sebagai contoh suatu padang rumput yang subur tapi dirumputi oleh ternak/hewan herbivora akan mempunyai biomas yang lebih kecil dari pada padang rumput yang kurang subur yang tak mengalami perumputan. dan kekeringan. Adanya subsidi energi yang dapat menambah produksi dengan mengurangi kehilangan panas untuk pernafasan. panen. Contoh Sapi makan rumput. Faktor fisik yang menunjang sesuai (iklim. Sifat dan besarnya kehilangan energi karena gangguan iklim. disebut juga fotosintesis nyata atau asimilasi netto 4) Produktivitas komunitas netto adalah laju penyimpanan senywa organic yang tidak digunakan heterotrop atau produktivitas primer netto dikurangi konsumsi oleh heterotrop selama waktu pengukuran. dan sebagainya. sebagian lagi hilang dalam bentuk panas dan kotoran. pupuk. pestisida. Produktivitas primer netto tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (Tabel 2) 174 . Heterotrop adalah organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri misalnya hewan/binatang dan manusia. misalnya hasil kerja angin. (2).

yaitu tanaman yang memiliki tipe fotosintesis yang mampu mengalami hambatan yang ditimbulkan oleh iklim yang panas. Pada vegetasi alami.94 1. 1990.al. Subsidi energi Sumber energi yang mengurangi penggunaan energi yang ada pada ekosistem untuk memelihara kondisinya dan dapat meningkatkan penggunaan energi yang ada untuk dikonversikan menjadi produksi disebut aliran energi tambahan atau subsidi energi Temperatur yang tinggi dan ketegangan air yang tinggi umumnya memaksa tumbuhan untuk menggunakan lebih banyak energi produksi bruto untuk respirasi. Hubungan umum antara produksi bruto dan netto sebagai fungsi garis lintang (latitude).22 0. et.11 .13 1.36 4. kecenderungan bagi rasio Pn/Pg (produksi netto/produksi bruto) menjadi lebih rendah di daerah tropika dari pada di daerah temperatur sedang juga berlaku bagi tumbuhan C3 seperti padi.03 3.00 1. 175 Per hari 0. 1966 dalam Resosoedarmo. meskipun tumbuhan C4. Ini berarti bahwa akan lebih banyak biaya energi untuk mempertahankan struktur tumbuhan pada iklim yang panas.Tabel 2. Produktivitas primer bersih tahunan pada ekosistem pertanian dan ekosistem alam (hutan primer) Produktivitas primer bersih (g/m2) EKOSISTEM Per tahun Tanaman Budidaya (rata-rata dunia) Gandum 344 Jagung 412 Padi 497 Tebu 1723 Hutan primer Hutan tropika (Malaysia) 2200 Hutan iklim sedang (Inggris) 1500 Padang rumput (Oklahoma dan 446 nebraska) Gurun pasir (Nevda) 40 Sumbe : Odum. (Gambar 2).23 6.

176 .

produktivitas primer. Kecenderungan yang terjadi di daearah tropik yaitu rasio Pn/Pg kurang dari 50% dan meningkat menjadi 60-70% bila letak tempat semakin jauh dari daerah tropik. produktivitas primer bruto dan netto. Menjelaskan perilaku energi dalam ekosistem disertai contoh nyata yang terjadi di lapangan baik pada ekosistem pertanian maupun pada ekosistem alami (hutan) 3. Persentase (%) rasio produksi (netto/kotor) atau (Pn/Pg) untuk vegetasi alami bervariasi dengan letak tempat (latitude).Gambar 2. Menjelaskan pengertian produktivitas dalam ekosistem. Mendefinisikan dengan tepat pengertian energi dalam ekosistem disertai contoh 2. B. Indikator Penilaian 1. produktivitas sekunder diseratai contoh-contoh nyata yang terjadi dibidang budidaya pertanian saat ini 177 .

4. Menjelaskan dengan tepat penggunaan subsidi energi pada ekosistem pertanian yang ramah lingkungan dan produktivitas tanaman meningkat 178 .

Pada ekositem buatan diperlukan subsidi energi yang tepat agar produktivitas ekosistem meningkat dan ramah lingkungan.BAB III. Hukum termodinamika I menunjukkan bahwa jumlah total energi harus tetap sebelum dan setelah transformasi. yang diubah menjadi energi kimia oleh proses fotosintesis dalam tumbuhan hijau. Sedangkan Hukum termodinamika II. Peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh kesesuaian/keadaan lingkungan (iklim dan tanah) bagi komoditi yang dikembangkan serta kesesuaian altitude dan latitude. Energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia dan bersama dengan unsur-unsur hara dari dalam tanah. Sumber energi sebagian besar berasal dari cahaya matahari. setiap terjadi transformasi energi pasti terjadi degradasi energi dalam bentuk panas. PENUTUP Semua organisme memelukan energi. 179 . tumbuh dan berkembang. dan melaksanakan fungsi-fungsi badaniahnya. diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru tumbuhan/tanaman atau organisme Tranformasi energi dalam ekosistem mengikuti hukum termodinamika I dan II. untuk bergerak.

DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. G. A. Odum. Jodjo. Fundamental of Ecology.J.H. Renwarin’ P. Bumi Aksara.M. London. E.B. Jakarta. ZD. I. 1997. Saunders. Siwondo. M. N.L. Ekologi dan Biologi Tropika. J. Conceps of Ecology. 1985. Ekolgi Dasar. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. Company. Palenewan. Yayasan Obor. Hatta. 1992. W. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Riyanto. Rahman. J. Indonesia Irwan. 1971. Kleden. Nurkin. Prentice Hall. Kormondy. Komunitas.E. 1989. dan Lingkungan. Lembaga penerbitan. Delmi. B. New Delhi. P.N. Universitas Hasanuddin 180 .

PENDAHULIUAN I. Latar Belakang J. Kaitan Modul L.MODUL V JUDUL: RANTAI MAKANAN DAN TINGKAT TROFIK BAB I. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 181 . Ruang Lingkup Isi K. III. Indikator Penilaian BAB. Materi/Isi F. Sasaran Pembelajaran Modul BAB II. PEMBAHASAN E.

maka kutu disebut konsumen ketiga. hubungan konsumen selangkah lebih jauh dari produen. Jika pada kucing ada kutunya. Hidup tumbuhan itu sendiri dan hidup organisme lainnya bergantung pada senyawa organic yang dibentuk oleh tumbuhan. Setiap tingkat lebih tinggi. Selanjutnya kucing. ular memakan tikus sehingga organisme ini disebut konsumen kedua . sedangkang padi adalah tumbuhan yang tidak dapat berpindah tempat sendiri. Misalnya jika melihat hubungan antara tikus dan padi. Sebagai contoh tikus memakan padi dan tanaman-tanaman lain seperti ubi jalar. PENDAHULUAN A. Tikus disebut konsumen atau pemakai. Karena tikus langsung memakan tumbuhan hijau maka disebut konsumen tingkat pertama. Antara organisme yang satu dengan organisme lainnya terjadi pengalihan energi dengan cara memakan dan dimakan. dapat membentuk senyawa organic dengan menggunakan energi matahari. 182 . Tumbuhan disebut sebagai produser. Tumbuhan. Latar belakang Dunia kehidupsan sebenarnya jauh lebih rumit daripada yang dilihat sepintas lalu. dimana tikus adalah hewan yang dapat berpindah tempat. elang. jagung. dan sebagainya. baru berarti jika ada organisme lainnya. hewan/binatang dan organisme lainnya (biotic) pada tempat dan waktu tertentu bersama-sama dengan lingkungan abiotiknya membentuk suatu sistem ekologi (ekosistem).BAB I. Tidak ada satu organismepun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. Tetapi tumbuhan hijau seperti padi. Energi dan materi merupakan landasan dunia organisme (makhluk hidup). Suatu organisme.

Metabolisme dan ukuran individu c. RUANG LINGKUP ISI a. mahasiswa dapat: 1. Adanya pengalihan energi dan materi/hara dari organisme yang satu ke organisme yang lain melalui makan dimakan. jaring makanan. Kaitan Modul Modul V ini membhasa tentang rantai makanan dalam ekosistem. Menjelaskan rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. III. dan IV D. Rantai makanan. didalamnya terjadi arus energi dan suklus materi merupakan landasan dasar pada suatu ekoistem. juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Namun karena adanya kucing atau hewan lain yang memakan tikus. B. maka hal tersebut tidak akan terjadi. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi C. Sasaran pembelajaran modul Setelah mengikuti materi ini. dan menyebutkan tingkat trofiknya pada setiap ekosistem tersebut. Rantai makanan Adalah pengalihan energi dari sumbernya yaitu tumbuhan (produser) ke organisme lain melalui sederetan organisme yang memakan dan dimakan. 183 .. maka akan mengakibatkan tikus-tikus itu akan kehabisan makanan dan akan mati kelaparan. dan tingkat-tingkat trofik b. Kestabilan ekosistem hanya dapat dicapai dengan pengalihan energi dan siklus materi/hara melalui rantai makanan. Misalnya jika tikus dapat berkembang terus tanpa ada pengendalian. Modul V ini masih sangat terkait dengan materi modul I. maka akan mengalami proses pembusukan atau dekomposisi oleh mikro organisme (decomposer) menjadi unsure-unsur hara yang kemudian diserap kembali oleh organisme produser di dalam suatu ekosistem.Jika konsumen mati atau menjadi bangkai. Struktur trofik dan piramida ekologis d. II.

yaitu berat hidup. yaitu: 1. Rantai makanan. Menerangkan empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi BAB II. termasuk persediaan makanan dan untuk digunakan untuk bernafas. dimulai dari tumbuhan/tanaman sebagai dasar lalu ke herbivora yang merumput (organisme yang memakan tumbuhan/tanaman hidup) dan terus ke karnivora kecil kemudian dimakan karnovora besar (pemakan binatang). makin pendek rantai makanan ini. Pada setiap pemindahan (transfer) sebagian (80-90 %) dari energi potensial (makanan) hilang sebagai panas. Rantai makanan perumputan (grazing food chain). makin besar energi yang tersedia bagi populasi itu. dan tingkat-tingkat trofik Rantai makanan (food chain) adalah pemindahan (transfer) energi makanan dari sumbernya (tumbuh-tumbuhan) melalui serangkaian organisme yang memakan dan dimakan. Oleh karena itu. Rantai makanan terdiri dari dua tipe dasar. PEMBAHASAN A.2. Menerangkan dan memberikan contoh struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem darat dan air 3. atau makin dekat konsumer dengan permulaan rantai makanan (tumbuhan). 184 . Materi/Isi a. yang dapat diubah menjadi biomas. jarring makanan.

185 . et al. Rantai parasit. rantai makanan dibagi atas tiga macan.2. dimulai dari organisme besar kepada organisme kecil. Menurut Resosoedarmo. dan perombak dalam suatu daur materi dan energi. Rantai pemangsa. Rantai saprofit. (1990). yaitu: 1. konsumen. dimulai dari hewan kecil sebagai mata rantai pertama. 3. berjalan dari organisme mati ke mikro organisme. yang hidup sebagai parasit. 2. Rantai makanan tidak berjalan sendiri-sendiri. Rantai makanan perombakan (detritus food chain). Jaring-jaring makanan. dimulai dari bahan-bahan yang mati lalu ke mikro organisme pemakan detritus (bahan organicyang hancur) dan predaornya. Landasan permulaan adalah tumbuhan sebagai produsen. Contoh jaring-jaring makanan yang sederhana (Gambar 1) Gambar 1 Gambar 1. kepada hewan yang lebih besar dan terakhir pada hewan yang terbesar. hubungan antara produsen. tapi saling berkaitan yang satu dengan lainnya sehingga membentuk jaringjaring makanan.

Tumbuhan hijau daun adalah produsen primer.

Dalam proses daur materi dan energi seterusnya, produsen primer ini

merupakan makanan konsumer primer (herbivora) ialah hewan pemakan tumbuhan seperti burung, kelelawar, kupu-kupu, lebah, sapi, dan lainnya. Selanjutnya konsumer primer akan menjadi mangsa dari konsumer sekunder yaitu predator (karnivora). Baik produser, herbivora, dan karnivora atau predator apabila telah tua atau mati akan mengalami pembusukan, dan perombakan oleh decomposer (mikro organisme, misalnya bakteri atau jamur) menjadi bahan organic yang lebih sederhana, sampai akhirnya menjadi unsureunsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme produser (tumbuhan/tanaman). Suatu komunitas alamiah, seekor pemangsa (predator) sangat funsional dalam mamaelihahara keseimbangan dengan populasi binatang yang dimangsa. Dalam keseimbangan seperti itu misalnya populasi kijang yang lamban dengan mudah menjadi mangsa harimau sehingga yang tinggal hidup adalah kijang-kijang yang sehat. Populasi kijang hanya ada yang sehat justru karena adanya populasi harimau (pemangsa). Begitu pula padang rumput akan berada dalam dalam pertumbuhan yang sehat karena terbatasnya populasi kijang yang memakan rumput tersebut. Harimau yang lamban akan mati kelaparan karena kijang yang masih hidup hanyalah kijang-kijang yang sehat dan gesit serta tidak akan tertangkap atau dimangsa oleh harimau yang lamban atau lemah. Akhirnya harimau yang dapat bertahan hidup hanyalah populasi harimau yang sehat. Sehingga yang ada dalam komunitas alamiah hanyalah populasi harimau yang sehat. Komponen yang sehat-sehat memberikan situasi dan serasi antara satu dengan yang lainnya. Transfer energi dan materi pada setiap komponen biotik: MATAHARI (Sumber energi) ↓ PRODUSER (R dan D) ↓ 186 = R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Karena organismenya mati

HERBIVORA (R, D, F) ↓ KARNIVORA I (R,D,F) ↓ KARNIVORA II (R, D, F)

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

R : Energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran R ; energi hilang karena respirasi dalam bentuk panas D : Energi hilang karena organismenya mati F : Energi hilang dalam bentuk kotoran

Di dalam komunitas-komunitas yang kompleks, organisme-organisme yang makanannya dari konversi energi matahari dengan jumlah langkah yang sama dikatakan termasuk kedalam tingkat trofik yang sama. Aliran energi berdasarkan trofik dalam suatu ekosistem mempunyai jarak transfer makanan tertentu dari sumber energi, menempati suatu tingkat trofik tertentu, sebagai berikut: Tingkat Trofik I, adalah tumbuhan hijau, yaitu menangkap cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan di sebut PRODUSER. Tingkat Trofik II, HERBIVORA, organisme yang mencernakan bahan-bahan tumbuhan hidup sebagai makanannya untuk mendapatkan energi. Terdidri dari jamur parasit pada tumbuh-tumbuhan hingga seekor gajah. Tingkat Trofik III, KARNIVORA KECIL (I), yaitu binatang yang memperoleh energi dari memakan herbivora. Bisa terdidri dari serangga, laba-laba sampai elang, tikus 187

Tingkat Trofik IV, KARNIVORA BESAR (II), organisme memperoleh energi dengan memakan karnivora-karnivora kecil, yang dimulai dari ular, burung hantu sampai harimau dan singa. Jadi energi dipindahkan selangkah demi selangkah lebih jauh dari sumber semula, yaitu energi cahaya matahari. Beberapa binatang, seperti beruang dan juga manusia adalah omnivora kadang-kadang memakan tumbuhan dan kadang-kadang memakan binatang lain. Bakteri, protozoa, jamur, dan binatang-binatang kecil lainnya, menggunakan tumbuhan dan hewan yang mati sebagai makanannya disebut Dekomposer atau perombak. Dekomposer yang menguraikan bahan dan senyawa organic menjadi senyawa yang sederhana hingga menjadi unsure hara dan kembali ke lingkungan, juga menggunakan energi dan membawanya ke langkah yang lebih jauh dari sumbernya. Pada ekosistem darat, kebanyakan decomposer hidup dipermukaan atau di lapisan atas tanah, mengubah bahan mati menjadi humus dan akhirnya menjadi mineral, gas-gas, dan air untukm selanjutnya diserap oleh akar tanaman. Pentingnya decomposer tidaklah diragukan. Tanpa mereka, bahan-bahan mati akan tertumpuk, unsur-unsur hara akan terikat pada organismenya yang telah mati atau menjadi bangkai (sisa tanaman dan hewan). Dekomposer memegang peranan penting dalam proses daur ulang hara (Recyvling) hara dalam ekosistem. Kualitas sumberdaya (ekosistem) dapat ditingkatkan dengan melibatkan konsumer yang dapat menyalurkan unsur hara dan memproduksi hormon-hormon yang menguntungkan pertumbuhan. Sebagai contoh penggunaan mikroba seperti jamur mikoriza yang menyalurkan hara P kepada akar pohon sebagai penukar makanan berkualitas tinggi yang diperoleh dari tumbuhan. Demikiaan juga penggunaan bakteri rizhobium pada tanaman kacang-kacangan, dapat menfiksasi N dari udara yang menguntungkan pertumbuhan tanaman. Produser dan konsumer mendapatkan keuntungan dari pembagian ini. Interaksi tumbuhan/tanaman dengan mikroba disebut mutualisme. Beberapa zat makanan terkonsentrasi pada tiap tingkat trofik di dalam rantai makanan. Pengkonsentrasian zat atau senyawa pada rantai makanan sering disebut magnifukasi biologis atau pembesaran biologis. Contoh adanya unsure rsdioaktif, logam berat dan 188

makin besar pula biomassanya. ternyata residu yang beracun itu diserap`oleh detritus (bahan organic) dan menjadi terkonsentrasi dalam jaringan-jaringan hewan pemakan detritus yaitu pada ikan-ikan kecil. Jadi. Kuantitas energi menurun melalui rantai transfer. tetapi kualitas energi untuk menjalankan pekerjaan meningkat dengan tiap-tiap konversi. lalu terkonsentrasi lagi pada burung pemakan ikan. b. Sifat racun berjangka panjang dari residu DDT. Akibatnya makin kecil biomassanya yang dapat ditopangnya pada suatu tingkat trofik tertentu di dalam ekosistem. Sepuluh ribu cahaya matahari diperlukan untuk menghasilkan 1 kilokalori energi predator. satu biomas kecil predator mempunyai kualitas energi 100 kali dari satu biomas kecil herbivora. bahwa bahan bakar fosil memiliki kualitas atau potensi kerja 2000 kali dari cahaya matahari. Gambar 2/////// 189 . makin besar metabolisme per gram (per kalori) biomassanya. et ala. Pada Gambar 2. Metabolisme dan ukuran individu Biomas dinyatakan sebagai jumlah berat kering atau jumlah nilai kalori organisme yang terdapat pada suatu waktu tertentu yang dapat ditopang oleh arus tetap dari energi di dalam rantai makanan amat tergantung pada pada ukuran organisme masing-masing. secara tidak langsung menyebabkan kematian ikan dan margasatwa. (1985). pestisida DDT (pembunuh serangga) sering disebut insektisida DDT untuk mengendalikan nyamuk selama beberapa tahun di rawa-rawa.000. Sebaliknya makin besar organismenya. Menurut Riyanto.. Makin kecil organismenya. diperkirakan tercuci ke laut. Contoh kasus. rajawali. menunjukkan bahwa dalam satu rantai makanan alami penurunan energi melalui tiap-tiap tingkat dari 106 kilokalori/m2 masukan matahari hingga 100 atau kurang pada tingkat predator.pestisida dalam rantai makanan. Pada akhirnya melenyapkan populasi burung predator seperti elang. dan sebagainya. Jadi jumlah bakteri yang terdapat pda suatu saat akan jauh lebih kecil akan jauh lebih kecil daripada biomassa ikan atau mamalia sekalipun penggunaan energi untuk kedua golongan itu sama. tetapi kualitas energi dalam jumlah kalori energi matahari yang digunakan meningkat dari 1-10.

dari segi metabolisme. Jadi ganggang kecil 190 . Peningkatan kualitas dengan penurunan kuantitas yang terjadi pada dua rantai aliran energi yang dimulai dari matahari. bagian-bagian yang penting dari satu komunitas bukan organisme-organisme yang besar tetapi sedikit. Hal tersebut berlaku untuk fotosintesis dan respirasinya.Gambar 2. Di dalam banyak hal. A = Rantai makanan. bakteri. B = Rantai energi Metabolisme per gram biomas tumbuhan dan binatang kecil seperti ganggang. dan protozoa jauh lebih besar daripada laju metabolic organisme-organisme besar seperti pohon atau binatang vertebrata. tetapi justru organisme kecil yang banyak yang seringkali tidak tampak oleh mata.

Ukuran individu menentukan besarnya metabolisme suatu organisme. 3. Piramida jumlah sangat bervariasi pada komunitas berlainan. yaitu: 1. berdasarkan kecepatan arus energi dan produktivitas tingkat-tingakat trofik yang berurutan. didasarkan pada jumlah berat kering. Struktur trofik dan fungsi trofik dapat diperlihatkan dengan menggunakan “Piramida Ekologis”. nilai kalori atau ukuran lain dari jumlah total bahan hidup. Piramida-piramida ekologis terdiri atas tiga tipe. (c). Piramida energi. berdasarkan jumlah individu peratuan luas. Memberikan gambaran menyeluruh tentang sifat-sifat fungsional komunitas yang terjadi pada komonen biotic suatu ekosistem karena sesungguhnya jumlah dan berat organisme yang dapat ditunjang pada setiap tingkat trofik tergantung pada energi yang digunakan dan dihasilkan. Demikian juga crustaceae kecil (zooplankton) yang memakan ganggang dapat memiliki respirasi total yang sama dengan apa yang dimiliki oleh sapi yang berlipat ganda beratnya di padang penggembalaan. Contoh danau. 2. c. 191 . Semakin kecil ukuran suatu organisme semakin besar metabolimenya per gram biomassa. hutan. Struktur trofik dan piramida ekologis Fenomena interaksi antara rantai makanan dan hubungan metabolisme dan ukuran organisme menyebabkan berbagai komunitas memiliki struktur trofik tertentu yang seringkali khas untuk tipe ekosistem tertentu. Memberikan gambran kasar tentang efek hubungan rantai makanan. Piramida jumlah.(fitoplankton) di dalam kolam yang beratnya hanya seberapa pada setiapsaat dapat memiliki metabolisme yang sama besar dengan pohon-pohon yang bervolume lebih besar di dalam hutan-hutan atau jerami di padang rumput. lapangan penggembalaan. Piramida biomassa. terumbu karang dan sebagainya. Piramida biomas dapat memberikan gambaran yang lenbih baik tentang hubungan tingkat-tingkat trofik pada rantai makanan. Biomassa bersifat kualitatif. (a). dimana tingkat pertama atau tingkat produser merupakan dasar dari tingkat-tingkat berikutnya yang membentuk puncaknya. (b).

Contoh laut terbuka. Contoh ekosisstem pertanian. Contoh. namun juga merupakan sumber pencemaran. Ekosistem yang ditunjang oleh energi matahari dan dibantu oleh manusia. c. pola fungsional dan proses pertumbuhan.000 – 40. beberapa hutan hujan. Pada ekosistem darat dan ekosistem air. Klasifikasi ekosistem berdasarkan energi Sumber dan kualitas energi yang tersedia menentukan jenis dan jumlah organisme. Ekosistem alam. Menerangkan dengan tepat empat klasifikasi ekosistem berdasarkan energi 192 . tanpa subsidi dan hanya ditunjang oleh energi cahaya matahari. Sistem-sistem industri perkotaan yang ditunjang oleh tenaga bahan bakar fosil atau bahan bakar organic atau bahan bakar nuklir.000 kilokalori/m2 b.000 – 3000. dan pola hidup manusia.000 – 40. Pada sistem-sistem ini sumber energi utama adalah minyak bumi. tanpa subsidi energi. Arus energi tahunan 1000 – 10.d. hutanhutan di dataran tinggi. Memberikan satu contoh rantai makanan atau jaring makanan pada ekosistem darat dan ekosistem air. Menerangkan dengan tepat struktur trofik dan piramida ekologis dalam ekosistem dan memberikan contoh. Arus energi tahunan 10. Ekosistem alam yang ditunjang energi matahari dan dibantu oleh energi alam lainnya. Atas dasar ini. dibedakan 4 kelas dasar ekositem. Sistem ini memproduksi makanan dan serat dengan dukungan energi tambahan seperti minyak bumi atau energi lain yang ditambahkan oleh manusia. Estuaria pasang surut. Karena energi adalah suatu penyebut umum dan factor penentu terakhir di dalam semua ekosistem. b. Sistem ini merupakan pencetus kemakmuran. Arus energi tahunan 10. menghasilkan kelebihan bahan organic. Indikator Penilaian a.000 kilokalori/m2 B. a.000 kilkalori/m2 d. dan menyebutkan tingkat trofiknya dengan tepat. Arus energi tahunan100. akuakultur.000 kilokalori/m2 c.

193 .

sebagian besar energi terpencar sebagai energi panas. Satu populasi tertentu dapat berada sekaligus pada lebih dari satu tingkat trofik. dan decomposer menunjukkan tingkat-tingkat trofik. atau endapan di dalam tanah. Hara-hara ini ada melalui jaring-jaring atau rantai makanan yang sebagian besar kembali ke lingkungan dalam bentuk anorganik dengan melapuknya bahan organic yang mati. herbivora. sebab pada jarring-jaring makananlah terjadi alih energi dan alih materi/hara. Rantai makanan tersebut tidaklah berjalan sendiri dan terpisah.BAB III. Herbivora dan karnivora digabungkan menjadi konsumen (consumer) atau biofag (biophage) yang memakan organisme hidup. Pada pertukaran energi antar organisme. Rantai makanan atau jaring-jaring makanan/hara biasanya memiliki ratusan jenis yang saling di pertautkan oleh kebiasaan makan. Tumbuh-tumbuhan memperoleh hara dari lingkungan anorganik dalam atmosfir. Produser. tanah. Aliran energi dan siklus hara mempunyai pola hubungan dengan lingkungan abiotik pada suatu ekosistem. Dalam perpindahan energi dari organisme satu ke organisme lain. merupakan perombak yang memakan organisme mati Misalnya rayap mungkin sebagai konsumer kecil sekaligus 194 . tetapi berhubungan satu sama lainnya membentuk jarringjaring makanan. Energi mengalir di dalam ekosistem yang dimulai dari luar yaitu energi dari cahaya matahari dan sebagian juga energi itu hilang dari ekosistem sebagai panas melalui respirasi. karnivora kecil. karnivora besar. maka semakin besar pula energi yang dapat disimpan dalam tubuh organisme di ujung akhir rantai serta dapat menghilang melalui proses respirasi oleh organisme tersebut. Jaring-jaring makanan adalah satuan dasar ekosistem. air. Dekomposer (decomposer) atau safrofag yang makan bahan organic mati. PENUTUP Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian organisme dengan saling makan memakan. Sebagian besar hara berputar dalam ekosistem. Semakin pendek rantai makanan itu semakin dekat jarak antara organisme dari permulaan dan organisme pada ujung rantai. juga dijumpai pertukaran hara antar organisme dengan lingkungan abiotik.

L. Badan Kerja sama PTN Indonesia Timur. 1989. Delmi. J. Lembaga penerbitan. P. Company. A. Conceps of Ecology.H. E. I. Bumi Aksara. Komunitas. 1992.B.M. Rahman.E. Ekologi dan Biologi Tropika. New Delhi. Ekolgi Dasar. Jakarta. M. Yayasan Obor. dan Lingkungan. W. Renwarin’ P. J. Hatta.N. Jodjo. Siwondo. Odum. 1971. Riyanto. G. B. Prentice Hall. ZD. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem. Kormondy.J. Fundamental of Ecology.DAFTAR PUSTAKA Deshmukh. N. London. Palenewan. 1997. 1985. Universitas Hasanuddin 195 . Nurkin. Saunders. Kleden. Indonesia Irwan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->