LAPORAN PENELITIAN PDK ( Naskah Publikasi

)

ASPEK BUDAYA PADA TRADISI KULINER TRADISIONAL DI KOTA MALANG SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL BUDAYA (SEBUAH TINJAUAN FOLKLORE)

Penelitian ini dilaksanakan dengan biaya DPP Universitas Muhammadiyah Malang Tahun Anggaran 2007/2008

DR. ARIF BUDI WURIANTO, MSi

LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Maret 2008

0

ASPEK BUDAYA PADA TRADISI KULINER TRADISIONAL DI KOTA MALANG SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL BUDAYA (SEBUAH TINJAUAN FOLKLORE) ABSTRAK This research is the study of traditionally food on folklore non verbal perspective. As we know that the traditional cullinair is one of the socio-cultural potency that it has implication for the information about social interaction, culture heritage, social nutrition and health background of the society. This research have the results (1) the list of traditional food of Malang society include the traditional cooking spices, the concept of food and eating, way of doing cooking, food dish up, and cullinair implication for socio-cultural life, (2) the research discover the concept of Malang traditional cullinair that it have meaning of socio-cultural identity, representation, production, consumption and regulation. (3) Traditionally cullinair in Malang that it mean is society production are the traditional knowledge that must be protection by culture conservation rights and its information about the variety of biological local wisdom must be explore with invention tradition. (4) The Malang traditional cullinair is the local potention that it have the prospective in economic productivity and cullinair tourism. Based on the list of Malang traditional food and cullinair, there are the information about social representation and healthly social life pattern based the biological resources like the choosing and usage of food spices. It makes understanding about social food endurance, the stamina of economy based traditionally cullinair and family nutrient based herbarial medicine. Key words : folkore non verbal; identity, representation, production, consumption, regulation; the stamina of economy based traditionally cullinair; family nutrient based herbarial medicine. A. Latar Belakang dan Masalah Dalam pandangan budaya Jawa, hal-hal yang berkaitan dengan bahan makanan dan pengobatan tidak dapat dipisahkan dari sistem epercayaan dan sistem sosial budaya. Sebagaimana pada masyarakat di Bali, sampai sekarang melalui konsep budaya Tri Hita Karana, memandang tanam-tanaman baik untuk bahan pangan maupun upakara merupakan sesuatu yang bermakna

1

Bahkan hal yang tradisi mengalami perubahan makna menjadi makna eksotis. dan budaya. osmetika dan stamina kesehatan. pemanfaatan tanaman untuk upacara keagamaan dan makanan yang semua bernilai maupun religi dan pesan-pesan Demikian moral pula untuk pada pengolahan pengadaannya. pemanfaatan tanam-tanaman obat secara alamiah untuk penyembuhan penyakit. seperti tumbuhnya rumah makan yang menyajikan menu tradisional dan uliner maupun obat-obatan yang mampu memperkuat identitas budaya yang dapat dijadikan kekuatan eonomi dan ketahanan nasional. Hal ini disebut transformasi budaya. seperti pada upaya mempopulerkan kembali pada minuman air putih . tradisi atas boga dan husada sampai sekaran masih melekat pada masyarakat. ada hal-hal yang secara tradisi belum tentu usang atau kuno. dan budaya. Secara global pun terdapat pergeseran nilai untuk kembali kepada alam (back to nature). Hal ini pada akhirnya bermuara pada konsep penguatan identitas budaya sebagai bagian dari sistem ketahanan sosial budaya masyarakat yang dalam aplikasinya memberi signifikansi positif terhadap ekonomi. sosial. ekonomi. Banyak kalangan merindukan masa lalu untuk hadir kembali ke masa ini dalam balutan modern. konsep-konsep “the past in the present” merupakan fenomena budaya yang berimplikasi pada peningkatan kehidupan sosial. Pada kehidupan modern. yaitu ciri khas yang bernilai ekonomi. 2 . Banyak lontar di Bali menuliskan berbagai khasiat tanaman obat. Meskipun Jawa mengalami perubahan sosial yang sangat luar biasa. Hal ini sangat relevan karena dalam perspetif posmodern. kebanyakan kebudayaan Jawa yang memandang tanaman pangan dan tanaman obat sebagai bagian dari kearifan lokal yang berbasis pada sistem kepercayaan seperti pada masa lalu masih adanya keyainan pada Dewi Sri yang menyimbolkan kesuburan dan kesejahteraan boga.religius dan gambaran kearifan lokal adat masyarakat.

obat-obatan. Kuliner merupakan bagian dari manusia. Oleh sebab itulah makanan radisional bagi masyarakat pemilik kebudayaan merupakan sumber pangan. baik oleh pemerintah.Kuliner tradisional merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus digali kembali sebagai salah satu aset cultural melalui revitalisasi franchise dan proses-proses transformasi. Kuliner tradisional di Indonesia semakin tidak popular dan kalah dengan Thailand. merupakan sebuah identitas. Minuman terdiri dari minuman ringan dalam kegiatan sehari-hari maupun untuk upacara adat dan resepsi. dan sistem kepercayaan. kebudayaan dan lingkungannya. Ada keterkaitan antara sumber perolehan bahan makanan. pelau usaha maupun masyarakat luas. tradisi. bagian dari folklore. dan makanan ringan atau jajanan. dan produksi dari kebudayaan yang 3 . makanan adat dan tradisi yang berkaitan dengan peringatan daur hidup dan makanan untuk upacara ritual sebagai sesaji. kebudayaan. dan sekaligus sebagai sarana pelaksanaan adat. China. Makanan dapat dibedakan makanan harian. Hal ini perlu dilakukan untuk mengimbangi serbuan kuliner asing dan model kuliner sebagai dampak pasar bebas dan globalisasi. minuman. Dalam tradisional penetapan dapat identifikasi bahwa dan klasifikasi dapat kuliner berupa diketahui kuliner makanan. sudah tentu bukan suatu penilaian yang benar. Dalam perspektif budaya. Jepang. terdapat pula jamu untuk terapi kesehatan dan sehat yang dikomsumsi sebagai minuman segar. Apabila ada anggapan bahwa kurang populernya kuliner tradisional Indonesia disebabka terlalu banyak varian dan cara masak yang terlalu lama. Kuliner juga dapat dipandang sebagai apital ekonomi. manfaat dan nilai. dan tata kebiasaan masyarakat. karena dengan basis pariwisata dapat meningkatkan devisa negara sebagaimana telah berhasil diterapan oleh Thailand. tradisi. Sebagai sudah semestinya harus ada usaha untuk mempopulerkannya kembali. minuman Klasifikasi tersebut merupakan identifikasi atas bahan. representasi.

Kuliner merupaan representasi adanya resistensi dari kalangan masyarakat dengan berbagai macam pemaknaannya. namun tinjauan mendalam dari perspektif folklore dan budaya belum banyak dilakukan. sehingga dikhawatirkan terjadi pergeseran budaya. Pola makan dan jenis makanan masyarakat masyarakat dapat menggambarkan perilaku hidup seperti budaya. Jawa. Penelitian ini ditinjau dari perspetif folklore karena sebagai upaya pendokumentasian melalui inventarisasi dan kajian budaya mengingat Malang berkembang menjadi kota metropolitan yang mulai mengalami perubahan sosial budaya. ekonomi dan golongan konsumen. Oleh sebab itu dalam tata boga suatu masyarakat adaalanya dikelola dengan regulasi adat yang berisi anjuran.berkembang di masyarakat. Kuliner secara menggambarkan identitas lokal suatu pendukung budaya yang mencirikan lingkungan dan kebiasaan. kesehatan. di memiliki wilayah keragaman kuliner dan husada mengingat Malang memiliki budaya berada pegunungan yang subur memungkinkan tumbuhnya beraneka tanaman pangan dan tanaman obat-obatan serta masyarakatnya yang menjadikan tanaman pangan dan obat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Malang sejarah sebagai yang wilayah cukup dan kebudayaan panjang. Meskipun secara populer telah banyak diterbitkan publikasi makanan tradisional dalam resep-resep. Penelitian aspek budaya pada tradisi kuliner tradisional di kota Malang ini dilakukan didasarkan atas beberapa konsep tersebut di atas. pantangan dan etika tatacara pemanfaatannya. termasuk kurang populernya makanan tradisional yang sarat dengan makna dan kearifan tradisi. lingkungan dan sistem-sistem sosial pendukungnya. gaya hidup. Juga menggambarkan representasi. Mengingat kuliner dan husada tradisional sekarang sedang marak di masyarakat serta 4 . Demikian pula menunjukkan latar belakang sosial. konsumsi dan produksi. regulasi.

dan (4) temuan konsep apa yang dapat dijelaskan beraitan dengan kuliner di wilayah kota Malang sebagai identitas sosial budaya yang mampu meningkatan taraf kehidupan masyarakat? B. (3) bagaimana analisis budaya kuliner di wilayah kota Malang sebagai identitas sosial budaya yang mampu meningkatan taraf kehidupan masyarakat?. Etiga tujuan tersebut adalah : 1) Menginventarisasikan dan mengklasifikasi bentuk kuliner tradisional di kota Malang sebagai identitas sosial budaya masyarakat dari perspektif folklor. C. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di dua kampung di kota Malang. maka perlu diadaan upaya pendokumentasian melalui penelitian dan pengkajian. yaitu Kampung Pandean Kelurahan Purwantoro dan Kampung 5 . 2) Mengidentifikasikan representasi budaya dari bentuk kuliner tradisional di kota Malang sebagai identitas sosial budaya masyarakat dari perspektif folklor.adanya upaya untuk melindunginya sebagai bagian dari paten ultural. Oleh sebab itulah penelitian ini diadakan. 3) Menemukan konsep kuliner tradisional di kota Malang sebagai Folklor bukan Lisan yang menunjukkan identitas dan representasi sosial budaya masyarakat. Tujuan Penelitian Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Penelitian ini akan menjawab permasalahan (1) kuliner apa sajakah yang dapat diinventarisasi di kota Malang sebagai identitas sosial budaya yang mampu meningkatan taraf kehidupan masyarakat? (2) bagaimanakah klasifikasi kuliner di wilayah ota Malang sebagai sebagai identitas sosial budaya yang mampu meningkatan taraf kehidupan masyarakat ?.

Dengan demikian penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. baik secara fakta dan data dalam penelitian. Data yang terkumpul diolah secara kualitatif melalui model interaktif Miles dan Hubberman (1984) yang meliputi pengumpulan data. pewarisan. D. kolektivitas. Folklor dikenal melalui ciricirinya yaitu (a) penyebaran dan pewarisannya biasanya secara kritis argumentatif berdasarkan data 6 . dan pemanfaatannya yang ada masyarakat. Landasan Teori Teori yang melandasi penelitian ini adalah teori Foklor. reduksi data dan verifikasi penggambaran simpulan dengan keterkatitannya. Penelitian dilakukan di dengan berusaha memahami sistem budaya. Sedangkan data sekunder diambil dari berbagai sumber tertulis maupun dokumentasi. konservasi. Teori folklore dalam penelitian ini didasarkan atas konsep-konsep Jan Harold Brunvand (1965) dan James Danandjaja (2002).Magetan Kelurahan Jatimulyo Kota Malang. Folklor adalah sebagian kebudayaan suatu olektif. Data primer diperoleh melalui observasi lapang dan wawancara dengan informan yang ditetapkan secara purposif serta observasi di dua lokasi yang telah ditentukan. penjelasan. dan pencatatan. sehingga semua pemahaman. yaitu data primer dan data sekunder. baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat bantu pengingat (mnemonic device). dan temuan aan didesripsikan dalam bentuk uraian kalimat-alimat sebagai hasil penafsiran penelitian. Ada dua jenis data yang digali dalam penelitian ini. yang tersebar dan diwariskan turun temurun di antara kolektif macam apa saja. Penelitian ini menggunaan pendekatan folkloris. display data. Data primer diumpulkan melalui indepth interview. Setelah itu dilakukan pula yabulasi dan analisis deskriptif. secara tradisional dalam versi yang berbeda. pemotretan.

(c) karena penyebaran dari mulut ke mulut. pasar. Di Indonesia. puisi rakyat. mitos. Sesuatu disebut makanan atau bukan sangat ditentukan oleh kebudayaan kolektif masingmasing. legenda. oleh karena itu makan bukan sebagai produksi organisme dengan kualitas-kualitas Makanan biokimia yang dokomsumsi oleh manusia. (b) folklor sebagian lisan yang meliputi kepercayaan rakyat. ladang. cara memperoleh makanan. dan (c) folklor bukan lisan yang meliputi bentuk material yaitu arsitektur rakyat dan makanan rakyat. ungkapan tradisional. maka folklor timbul dalam berbagai versi dan varian. folklor berbentuk (a) folklor lisan yang meliputi : bahasa rakyat. Dalam kenyataan sehari-hari. cara mengolah makanan. pertanyaan tradisional atau teka-teki. (f) folklor bersifat pralogis yaitu memilii logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum serta menjadi milik bersama (collective) dari kolektif tertentu dalam bentuk yang lugu. cara penyajian. laut.dilakukan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam sudut ilmu pandang antropologi. Agar 7 . restoran. daerah pertanian dan peternakan. Kuliner yang di dalamnya terdapat makanan rakyat merupakan folklor material bukan lisan terdiri dari konsep makanan. merupaan bagian dari upaya mempertahankan hidup yang ditentukan oleh kebudayaan masing-masing kolektif. dan fungsi makanan. yang dibeli di warung. dan permainan rakyat. yang dipelihara di halaman. padang rumput. (d) folklor bersifat anonim dan biasanya mempunyai bentuk berumus atau berpola. folklor makanan merupakan fenomena kebudayaan. Dengan demiian kuliner tradisional termasuk ke dalam folklor bukan lisan dan dalam kategori makanan rakyat. nyanyian rakyat. makanan adalah yang tumbuh di sawah. (b) folklor bersifat tradisional yang disebarkan dalam bentuk relatif atau bentuk standar dan disebarkan di antara kolektif tertentu dalam waktu yang cuup lama. bahan makanan. dongeng. (e) folklor mempunyai fungsi dalam kehidupan bersama dalam suatu kolektif. kebun.

dan simbolisme makanan dalam bahasa. budaya. Cara penyajian makanan dibedakan disajian untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk sesaji yang bersifat ritual keagamaan. dimasak. Oleh sebab itulah dalam perspetif budaya. budaya. memperkokoh kedudukan golongan tertentu dalam masyarakat. dan sebagainya. dan lain-lain. 8 . Cara memperoleh makanan ada bermacam-macam. usia. Arti sosial mempunyai fungsi kemasyarakatan seperti untuk mempererat kesatuan desa. Demikian pula cara pengolahan makanan dapat dilihat berdasaran sifat alamiah maupun sifat kebudayaan melalui tatacara kebudayaannya yang terkait dengan lingkungan alam. marinate (penggaraman). dan tata kebiasaannya. Untuk kegiatan memperoleh makanan sering diiringi pula dengan baik upacara-upacara yang sederhana kepercayaan/keyakinan/keagamaan. agama. sedangkan untuk pesta atau upacara lebih rumit. Dari cara penyajian makanan dapat dikaji ukuran taraf perkembangan dari kebudayaan suatu suku bangsa. makanan dapat sebagai ungkapan ikatan sosial. yaitu langsung mengambilnya dari alam seperti berburu. Ada makanan mentah. makanan dapat sebagai solidaritas kelompok. kasta. membedakan status golongan berdasarkan jenis kelamin. Cara penyajian makanan untuk sehari-hari adalah sederhana. bahkan tampak lebih sedap dipandang daripada dimakan. menanam sayur di ladang. juga melalui pembudidayaan seperti menanam padi di sawah. dam sebagainya. perlu diperoleh dahulu oleh cap persetujuan dan pengesahan dari kebudayaannya. makanan dan ketengan jiwa. memancing dan menangkap ikan. dan lain-lain. maupun yang kompleks.makanan dapat dikonsumsi. namun dalam garis besarnya dapat digolongkan ke dalam dua kategori. peragian (fermentasi) . Jenis makanan memiliki arti simbolik dalam arti mempunyai arto sosial.

pola hidup sehat dan situasi 9 . Dengan demikian dapat diverifiasikan secara kualitatif bahwa eksistensi pewarisan kuliner di kota Malang relatif masih tetap sebagaimana resep asli. tetap cara bahan makanan. perumahan. modifiasi. tetapi sejak tahun 1980-an telah menjadi ota sebagai akibat pemekaran wilayah kota. cara memperoleh. Sebagai bagian dari masyarakat Jawa yang memiliki tata sistem simbol dan pranata sosial budaya. pusat pendidikan dan akses jalan raya. makanan. perubahan dan yang fungsi sifatnya konsep makanan. Meskipun telah mengalami penetapam pilihan makanan yang meliputi: makanan. Gambaran Umum Secara umum. Hasil Penelitian 1. cara mengolah sebagaimana yang telah diwariskan oleh para nenek moyang mengalami pengolahan lebih efisien. penelitian ini menghasilkan ragam makanan dan minuman yang diusahakan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.E. cara menyajikan dan fungsi makanan disebabkan oleh adanya perubahan sosial ekonomi dari masyarakat berbasis agraris ke industri. Sementara kampung Magetan. cara memperoleh makanan. pada mulanya berada di pedesaan di lingkungan lahan pertanian. Dari aspek lingkungan dapat dijelaskan bahwa bergesernya konsep makanan yang dikonsumsi. hanya cara penyajian. cara mengolah. bahan makanan. diperoleh suatu pemahaman bahwa terdapat keteraitan antara pola hidup manusia dengan makanan yang dalam hal ini hubungan antara lingungan. dan cara penyajian yang lebih praktis. Dua wilayah penelitian yaitu kampung Pandean merupakan kampung yang keberadaannya telah ada sejak kota Malang didirikan pada 1914 di wilayah kota. namun perubahan-perubahan yang terjadi lebih disebabkan oleh gaya hidup. penetapan pilihan makanan dan pola-pola hidup. industri. dari wilayah sub urban menjadi wilayah urban yang sekarang dikelilingi perubahan oleh sosial kompleks ekonomi.

Sementara dalam perolehan bahan. dan peruntukan atas diri (self) sebagai makanan harian dan makanan penghormatan untuk orang lain (other). serta daun-daunan untuk bahan “lalapan” dan “trancam atau urapurap”. konsumsi dan representasi. dan beberapa buah-buahan. sehingga untuk mendapatan bahan makanan harus membeli. kelahiran bayi. Itu pun terbatas dalam jumlah kecil serta jenis tertentu seperti “pala gumantung” seperti pepaya. Di kampung Magetan Kelurahan Jatimulyo. Di kampung Pandean kelurahan Purwantoro. labu. masih ada pemikiran peruntukan makanan baik yang bersifat keyakinan. kacang panjang. seperti mempersiapkan makanan untuk selamatan menandai awal kedewasaan. sehingga beberapa keluarga dapat memperoleh bahan makanan dari kebun. semua bahan makanan diperoleh melalui cara membeli di pasar karena wilayah penelitian berada di kampung kota. masih ada beberapa lahan persawahan dan kebun keluarga. bagian yang biasa Pilihan makanan. seperti tempe dan kripik tempe yang sentra produksinya dipusatkan di kampung Sanan Kelurahan Purwantoro. makanan untuk tujuan peringatan adat istiadat dalam menandai siklus daur hidup. kelapa.sosial ekonomi pada masa sekarang. ada klasifikasi antara makanan harian. Apabila dikaitkan dengan peruntukan makanan. perkawinan. kemamilan. seperti untuk sesaji kenduri hajatan atau bersih desa. Hal ini menggambarkan konsep budaya produksi. olahan makanan dan sajian makanan dilakukan secara mekanis sebagai sebagaimana menjalani hidup sehari-hari secara rutin. Diperoleh pemahaman pula bahwa kadang-kadang meskipun telah berada dalam sistem tata hidup modern. Makanan tradisional di wilayah kota Malang secara identitas dan representasi telah dijadikan ikon jajanan khas Malang. dikembangkan pula aneka kripik yang banyak 10 . sampai pada peringatan kematian. karena kampung padat di tengah kota. Atas kreativitas masyarakat. tidak ada lagi lahan sebagaimana di kampung Magetan.

Informan berusia di atas 50 tahun diasumsikan memiliki kedekatan dengan tradisi dalam berbagai perubahan di lingkungan sosial budaya tempat tinggalnya. Resto Padi di Jalan Pahlawan Trip. dan tersebar di seluruh wilayah kota. Rumah Makan Kertanegara di jalan Kertanegara. perkawinan dan kematian. gadung. 2. dan talas. 11 . makanan. dan restoran-restoran kelas menengah ke atas. ubi. dan klasifikasi bentuk kuliner tradisional di Kota Malang ini dibartasi pada data kuliner konsumsi sehari-hari dan uliner khusus dalam memperingati daur hidup manusia seperti kelahiran. serta beberapa kedai-kedai yang banyak tersebar di penjuru kota. dan pedagang kaki lima yang berjualan di tepi jalan. minuman. Beberapa tempat di atas merupakan representasi yang diciptakan (by design). sementara yang asli adalah lapak-lapak.diproduksi di kampung Sanan yang tidak saja berbahan tempe. Misalnya Hotel Tugu dengan Restoran Melati di Jalan Kahuripan. melainkan ke kripik buah dan kripik “pala pendhem” seperti singkong. Inventarisasikan dan Klasifikasi Bentuk Kuliner Tradisional di Kota Malang Data untuk inventarisasi. menyediakan menyediakan makanan makanan tradisional tradisional Malang Malang baik baik Hotel Pelangi dengan Restoran Loji. Jenis makanan terdiri atas makanan utama. dan di kampung-kampung. dan jajanan. minuman dan jajanan. dikembangkan pula sajian menu tradisional di hotel-hotel kota Malang. baik untuk dikonsumsi maupun untuk sesaji. Di bidang produksi identitas. adalah hotel berbintang yang makanan. Rumah-rumah makan yang lain yang minuman dan jajanan seperti Rumah Makan Inggil Jalan Gajah Mada. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh pemahaman bahwa apa yang diingat dan dijelaskan adalah makanan yang populer dan bersifat asli pada masa lalu dan ada pula yang masih dilestarikan dan masih ada pada masa sekarang. warung-warung. di pasar.

makanan selama kenduri kirim doa mulai dari peringatan 3 sampai 7 hari. Hal ini terjadi masa tempo dulu dan beberapa keluarga masih ada yang melakukan. (b) makanan hantaran untuk calon besan. 40 hari. jenis makanan yang dipersiapkan terdiri dari (a) makanan untuk keduri selamatan. Ada hal unik dan khusus dalam memperlakukan makanan dengan perilaku berdasar kepercayaan. Pada masa dewasa. dan peringatan 1000 hari. Sementara untuk perkawinan.Di khusus kampung Pandean Kelurahan Purwantoro. maka upacara kematian ini semakin tidak ada dan diganti dengan pembacaan tahlil dan yasin. makanan yang disiapkan adalah makanan ketika keluarga mengadakan peringatan khusus atau upacara masa kehamilan 3 bulan untuk menandai turunnya roh ke dalam janin bayi dan diberi peringatan agar selamat. mendha 2 ( 2 tahun). mendhak 1 ( 1 tahun). Tetapi karena perkembangan masyarakat dan pemikiran atas kemurnian ajaran agama. Untuk makanan harian. Namun karena karena perkembangan masyarakat pada masa sekarang tida dilakukan lagi. makanan disajikan saat masa melayat sampai pemakanan. tidak ada pola khusus dalam penyiapan makanan karena dilakukan secara rutin dan mekanis.. 12 . di 7 hari pertama kematian. dan peringatan-peringatan dengan konsumsi yang sekedarnya dari yang mempunyai hajat. juga pada peringatan kehamilan usia 7 bulan (mitoni) serta saat kelahiran dengan makanan brokohan dengan sayur mayur segar/trancaman mentah dan berbagai jajan berbahan ketan. misalnya tradisi “slobokan” yaitu membuat jajanan dari bahan ketan yang disebut “tetel” atau “juadah” sebagai simbol selamatan kehamilan anak pertama. dan (c) makanan sajian untuk dimakan bersama-sama. Keyakinan akan hal ini adalah sifat ketan yang lengket agar mampu menahan janin agar kuat dan jangan sampai keguguran. makanan khusus yang dibuat adalah ketika seorang anak laki-laki khitanan sebagai tanda masuk masa dewasa disiapkan makanan selamatan. Sedangkan masa kematian. 100 hari.

tape singkong). getuk (berbahan singkong) . dan weci ( tepung beras beragu sayuran). angsle. klepon (berbahan tepung ketan) .Menu dipilih bervariasi tiap harinya sesuai dengan kebutuhan dan keadaan keuangan. dhawet. lopis (berbahan tepung ketan). menjes) dan berbahan ampas tahu. blewah serut. juga minuman penyegar dan jamu sebagai obat. teh. jamu daun beluntas (gejah). Hal yang khusus adalah sarapan pagi yang khas yaitu Nasi Jagung ( empog) merupakan makanan yang dipengaruhi oleh sarapan masyarakat Madura. cenil (berbahan tepung ketan) . dan rujak gobet (serutan buah mentah berbumbu rujak). serabi. dijual. kunyit asam. degan (kelapa muda). Sedangkan jenis jajanan sangat variatif dan sampai sekarang masih dilestarikan adalah jajanan yang fungsinya selain dikonsumsi sendiri. Pengolahan kencur. ubi. temulawak dan jamu dilakukan secara tradisional. wedang jahe. lemet (berbahan singkong). bledos (berbahan singkong) . tahu isi ( tahu berisi ragu sayuran). tiwul (berbahan gaplek/singkong kering). (berbahan jagung) sawut (berbahan singkong). Minuman yang menjadi bagian dari kuliner tradisional di Pandean adalah minuman sehari-hari seperti kopi. kolang-kaling. gatot. Minuman jamu ini selain disiapkan untuk dikonsumsi keluarga ada juga yang dijadikan sebagai mata pencaharian dengan dijual keliling. baik tempe berbahan kedelai. kunci sirih.orog-orog (berbahan tepung ketan) . atau pelengkap makanan kenduri adalah : putu bumbung (berbahan tepung beras). menjes( tempe kacang yang digoreng) . Sudah tentu berbagai sayuran olahan dan tidak pernah ketinggalan tempe. kacang (tempe kacang. 13 . Sementara itu jenis minuman penyegar baik yang dikonsumsi sendiri maupun dijual adalah minuman : kolak ( pisang. Untuk minuman jamu berbahan empon-empon ( umbi tanaman obat) yang secara turun temurun masih dilestarikan adalah : beras puyang ( lempuyang).

dan berbumbu empon-empon. orem-orem kupat. rujak cingur dan tumis-tumisan seperti tumis kacang panjang.Di kampung Pandean kelurahan Purwantoro. Bahan tradisi bersih desa pun masih dilestarikan sebagaimana kondisi desa-desa tradisional pra kota. Merskipun demikian kampung Magetan sebagai kampung yang masihmemegang adat istiadat tradisional sampai sekarang masih memelihara dan melestarikan kuliner tradisional. dan menjadi makanan harian baik untuk dikonsumsi sendiri atau dijual sebagai mata pencaharian. Sayur-sayuran yang diolah untuk makanan disebut jangan. kelahiran. warung atau dijajakan melalui “mbok bakul” yang disebut “mlija”. kematian. yang berstatus wilayah kota hasil pemekaran baru. bahan kuliner dikelompokkan berbahan beras. tolak bala. ketan. dan jangan sop. Kondisi kampung telah menjadi kampung pembauran dan banyak pendatang. dan perumahan. lodeh tewel (tewel= gori= nangka muda). kangkung. pengolahan dan penyajian makanan untuk menandai upacara khitanan. Di kampung Magetan Kelurahan Jatimulyo Kota Malang. masih dikenal adanya makanan kehamilan. Dalam bahasa sehari-hari selalu diucapkan dalam kalimat: Dina iki masak iwaké apa? ( Hari ini memasak apa? . Keadaan agraris telah terdesak dan tidak ada lagi lahan persawahan. serta beragam sayur segar. jagung. lodeh campur. perkawinan. serta makanan selamatan. namun sekarang telah berubah menjadi industri. serta akses jalan poros yang strategis. janganan. Di kampung Magetan Kelurahan Jatimulyo. masih berbasis wilayah pertanian. Jenis-jenis olahan antara lain : soto daging ( pengaruh dari Madura). Makanan dibedakan adat seperti pengadaan. Pengolahan makanan dan minuman diperoleh secara turun temurun dan 14 . trancam. sehingga disebut masakan rakyat ( daily culinair). atau sayur. Makanan diperoleh melalui pembelian di pasar. jangan asem. atau hari ini memasak berlauk apa?) Hal ini telah lumrah untuk kehidupan di kampung sehari-hari. empog (nasi jagung).

sepasaran kawin. Kol pertama. kirim doa. Peran wanita yaitu ibu rumah tangga. undangan pembacaan doa Tahlil dan Yasinan. 3) Selamatan khusus. 40 hari. dan selamatan sesudah dikhitan. 5) Perkawinan. singkong. bibi. sepasaran (5 hari) .turun tanah). nasi kuning. siraman. kirim doa. selapanan (35 hari) . Malam peringatan 7 hari. jagung. Beberapa peristiwa dalam peringatan siklus daur hidup manusia yang beraitan dengan penyediaan bahan makanan. 100 hari. bubur 15 . Nasi sebagai menu utama secara tradisional terdiri dari nasi putih. tukar cincin. kol kedua dan 1000 hari. nenek. misalnya tolak bala karena kasuskasus tertentu dan ditandai dengan penyediaan bubur 2 warna ( bubur merah (gula Jawa merah) dan putih. seperti lamaran. Bahan dasar makanan tradisional di Jatimulyo adalah beras. pernikahan resepsi. dan selapanan kawin. pengolahan dan penyajian adalah sebagai berikut : 1) Kehamilan dengan peringatan 3 bulan mengandung melalui 2) Kelahiran tradisi bayi telonan dengan dan peringatan yang 7 bulan disertai mengandung melalui tradisi pitonan. nasi jagung dan nasi gurih (sega uduk). peringatan penyediaan makanan saat brokohan. gugur kawin.kebiasaan masyarakat desa setempat serta dari interaksi antarwarga. makanan yang disiapkan dan disajikan cukup variatif tergantung jenis kegiatannya. telonan (3 bulan) dan pitonan (7 bulan. adeg terop. 6) Kematian melalui penyediaan konsumsi atau makanan saat pemakaman. dan anak perempuan sangat penting sebagai penyedia dan pengolah bahan makanan. 4) Selamatan Khitanan dengan penyediaan makanan saat adeg terop ( pendirian terop ).

Untuk membuang sial biasanya dianjuran membuat jenang (bubur) merah yang dibagikan ke tetangga terdekat. Tumpeng nasi putih. mie. sayur lodeh. urap-urap. tahu tempe. oremorem tahu tempe. bali. terancam. perkedel kentang. oremorem. Nagasari. Nasi kuning. tahu. Pisang goreng. urap-urap. orem-orem 2 Kelahiran • Brokohan • Sepasar ( 5 hari setelah lahir) • Selapan (35 hari) • Telonan ( 3 bulan) • Pitonan (7 bulan) 3. sayur lodeh dari gori/tewel dan kluwih. Mie goreng. Tolak Bala • Mendapat Musibah 4. ayam. kering tempe. Berkaitan dengan jamu tradisional sebagai bagian dari kuliner sehat meliputi: Kunir Asem Madu. Berbagai kuliner di Kampung Magetan Kelurahan Jatimulyo Kota Malang sebagaimana dalam tabel berikut ini. lodeh. daging serundeng.kedelai. Bali ayam. Khitanan • Adeg Terop • Kirim Doa • Sesudah dikhitan 16 . Kunci. Masakan seperti peringatan 3 bulan mengandung Masakan seperti peringatan 3 bulan mengandung Seperti pada 7 bulanan kehamilan tetapi untuk lauk ayam harus ayam ingkung yang utuh dan di bawa ke sungai untuk berkenduri di sana. urap-urap. dan Sirih. kering tempe. ayam goreng. pisang raja talun 2 sisir. Temu Lawak. serundeng daging. dan jenang abang. rujak gobed. urap-urap lodeh. oremorem tahu tempe. lodeh. sambel goreng kubis dengan urap sayuran 3 macam. dawet. botok teri. sambal goreng. urap-urap. sambel goreng dengan sayur 7 macam. Bikang. Nasi dibungkus secara pincuk dan yang diundang untuk makan bersama adalah anak-anak kecil. orem-orem. Tumpeng Nasi Putih. terancam. dan berbagai “pala pendhem”. botok tala (tala: rumah tawon). Beras Kencur. Bugis. No 1 Peristiwa Kehamilan Upacara • 3 bulanan (telonan masuk 4 bulan mengandung) • 7 bulanan/pitonan masuk usia 8 bulan mengandung Ragam dan Jenis Makanan Rakyat Terancam. ketan. jenang blowok yaitu jenang yang diletakkan di bawah tempat tidur. tempe. Para orangtua dan dewasa menghadiri di rumah orangtua bayi. Lemper dan Roti. Masakah telesan yang meliputi : Terancam. apem. Terancam. bali ayam. Nasi gurih. jangan bali ayam. Kudu Laos. Gejah. sambal goreng kentang. sambel goreng.

kue-kue kering. sambal goreng. 2 buah tumpeng berbentuk kerucut dan datar. perkedel kentang. Perkawinan • Lamaran 1 nontoni/menanyak an. lemper. urap-urap. tetel tape ketan hitam. kering tempe. ayam sayur/ayam goreng. atau sesuai dengan kemampuan calon pelamar dengan hal yang wajib adalah gula.tempe tahu. roti dan pisang goreng. kopi dan teh. mie. pisang raja talun. kembang setaman: melati. soto dan rawon. bugis. terancam. urap-urap. orem-orem. tetelan. kering tempe. • Kirim doa dan adeg terop • Siraman • Nikahan • Gugur Nikah • Sepasaran dan Selapanan Pengantin 17 . ayam. mie. nagasari. lodeh. Rujak gobet dan jenang sumsum dibagikan kepada panitia dan semua yang membantu perhelatan pernikahan baik tetangga maupun sanak saudara. teramcam. orem-orem. Tumpeng kuning. serundeng. serundeng daging. bunga sundel. Membawa peningset yang berupa pakaian dan perlengapan pengantin putri. Nasi putih. teramcam. telur. jangan gori dan kluwih. sambel goreng ketang. sambel goreng kubis/kentang. melati. mawar. sambel goreng. kembang sundel. bugis. ayam panggang. kenanga. bali ayam. Nasi golong. sambel goreng kobis. kanthil. nagasari. bikang. 2 buah tumpeng berbentuk kerucut dan datar. urap-urap. botok tawon dan teri. sambel goreng kobis. pisang goreng. lodeh. jenang abang. ayam goreng. pala pendhem. rujak gobet dan jenang sumsum. 5. • Lamaran 2 tukar cincin Makanan jajanan dan ayam ingkung. ayam sayur/ayam goreng.

krupuk upil. ditambah beberapa sajian yang variatif. Di kampung Magetan Kelurahan Jatimulya. dsb. kering tempe. b. yang selain dikonsumsi harian juga bermanfaat bagi pelengkap sesaji untuk acara-acara ritual tertentu. jemblem. sambal goreng kentang. mie. sambel goreng kubis. telor ayam. garam). kucur (bahan tepung beras). sambal goreng kentang. roti kukus. wingko. getas. bledos. mie. ketan bubuk.Ketika jenazah dimakamkan dengan tamu yang ganjil diberi nasi putih. bugis (bahan tepung ketan). orem-orem.krupuk impala. 18 . tetelan. pisang goreng. ayam goreng/sayur. onde-onde. mbothe.. lapis pulur. singkong. lupis singkong. apabila mampu menyembelih kambing dan diolah gulai. telur. Ayam. makanan dalam bentuk jajanan tradisional yang dilestarikan adalah : naga sari (bahan tepung beras) . ayam sayur da lodeh. lemet (bahan singkong parut). jenang. dadar gulung. terancam. lemper (bahan ketan). telur. Sama dengan peringatan sebelumnya. tape ketan hitam. jenang blowok.6 Kematian • Pemakaman • Tahlilan 3 hari sampai 7 hari • Peringatan 40 hari dan 100 hari • Kol 1 Kirim Doa. kue mangkok. bikang (bahan tepung beras). ditambah beberapa sajian yang variatif ditambah dengan apem dan buah pisang raja. krupuk umbruk. Jajanan sejenis tetapi dikelompokkan ke dalam jajanan pasar. gethuk. ayam goreng/sayur. tempe menjes (tempe kacang yang digoreng). kelepon. tales. nasi. dan Kol 2 Kirim Doa a. rengginang. gulali. horog-horog.). carang mas. Ayam. apem (bahan tepung beras). Jajan pasar yang populer dan dilestarikan adalah : lupis ketan. lepet. jenang wajik ( bahan beras ketan). weci. kue lapis. ketela. segala rebusan pala pendhem (ubi. tiwul. gatot.Khusus 1000 hari. kue lentari (tepung terigum gula. jenang merah. santan. gula kacang (enting-enting). nasi. serabi. Ketika tahlilan kirim doa pada setiap malam selama 7 malam menu yang disiapkan sama dengan (a). kering tempe. sate cenil. madu mangsa ( olahan tape ketan hitam). sawud. kue perut ayam.

beras kencur. Yang disebut godhongan meliputi daun bawang. tanaman seperti cabai. jangan asem. jangan pedhes. Vahl. Beberapa jenis bumbu yang digunakan pada dasarnya bahan jamu.Sedangkan minuman jamu yang dilestarikan adalah kunir asem madu. bubur kacang ijo. daun bawang prey.. kudu laos. bubur grendul. merica. dan batang sereh dikelompokkan dalam bumbu pepa empon-empon termasuk asem jawa kawak ( asam Jawa yang disimpan lama). angsle. dadar jagung atau bakwan. Linn) Bawang Merah dan Bawang Putih ( Allium ascalonicu. Linn) Bengle ( Zingiber Cassumunar. membakar. Daun jeruk purut dan daun salam. mill) Adas Pulawaras (Alyxia stellata. Piper retrofractum. Di pasar-pasar tradisional. sayur bobor bayem. gejah. dan mengukus. kare. es degan. daun seledri. bumbu dapur dikenal dengan istilah : empon-empon pepak dan godhongan (dedaunan). Allium sativum. bothok. olahan (seperti santan kelapa). Linn) Cabe/Lombok ( Capsicum annunuum. temu lawak.Linn. dan sirih. Berdasarkan cara memasaknya. menggoreng. sayur bening bayem. kunci. dari dua wilayah kajian. Linn. es dawet. tumbar dan daundaunan. pecel. Bumbu-bumbu yang digunakan untuk memasak adalah bumbu dapur yang berasal dari tanaman empon-empon (akar umbi bahan jamu). tahu lontong. mendhol. oremorem. R & S ) Asam ( Tamarindes indicu. bubur sumsum. Roxb) Blimbing Wuluh ( Averhoa blimbi. Minuman segar untuk dikomsumsi sehari-hari. dijual dan untuk acara-acara khusus sebagai hidangan adalah: kolak. sebagaimana umumnya memasak makanan dilakukan dengan merebus. Makanan harian yang dikonsepkan sebagai “iwak” dan “jangan” (lauk dan sayur) meliputi : tahu dan tempe goreng. rujak gobed. rujak. Beberapa bumbu yang digunakan dalam berbagai olahan makanan dapat diinventarisasi sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Bumbu Adas (foeniculum vulgare. sehingga dapat dikatakan bumbu masak yang digunakan merupakan obat yang menyehatkan. lodeh. Capsicum frutescens) 19 . pepes.

Wight) Seledri ( Apium graveolens. Roxb) Berdasarkan inventarisasi tersebut tampak bahwa bahan makanan. Kenyataannya pada masyarakat umum. Linn) Kluwak ( Pangium adele. Benth) Kelapa ( Cocos nucifera. Rosc) Jeruk Pecel (Citrus aurantifolia. Linn) Kemangi (Ocimum Bassilicum Forma.) Temu Ireng ( Curcuma aeruginosa. bumbu pengolahan makanan dan penyajian makanan sangat bervariasi dan berpola.glutinosa) Ketela Puhung (Manihot utilissima. Pohl) Ketimun (Curcumis saivus. Linn) Salam ( Eugenia plyanta. Linn) Ketumbar (Coriandrum sativum. karena dari bahan. BL) Kedawung ( Parkia biglobosa. Ridl) Temu Lawak ( Curcuma Zanthorriza. Swingle) Jeruk purut ( Citurs Hystrix. Linn) Sirih ( Piper Betle. Diyakini bahwa makanan (food) yang diproduksi kebudayaan ini bersifat nutrimen atau bergizi dan sehat. Sw) Lempuyang ( Panicium repens. bumbu. Hassk) Jintan ( Carum carvi. makanan. Roxb) Temu Kunci (Gastrochilus panduratum. dijual.) Jahe ( Zingiber officinale. Less) Micra ( Piper ningrum. dijadikan sajian upacara dan kegiatan kolektif memang mendapatkan cap kolektif pengesahan kebudayaan. bersih dan dimasak. Reinw) Kunyit ( Curcuma domestica.9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Cengkeh ( eugenia aromatica. Linn) Padi ( Oryza sativa. dan cara pengolahannya. Linn) Kapulaga (Amomum Cardamomum. Val & V. Val) Laos ( Alpinia Galanga. Linn) Sereh ( Andropogon Nardus. Zyp. Linn) Pala ( Myristica fragnas. Linn) Ketan ( Oryza sativa. Houti) Pisang ( Musa paradisiaca. Backer) Kemiri ( Aleurites moluccana. Linn) Luntas (Plucea indica. Kebudayaan kolektif menyatakan bahwa makanan itu harus halal. Namun banyak di antara masyarakat yang sadar akan munculnya penyedap rasa dan bumbu instan yang dimunginkan mengganggy nutrimen. Willd) Kencur ( Kaempferia Galanga. secara tradisional persoalan 20 . O. Linn. Willd) Kayu Manis ( Cinnamomum Burmani. Linn) Kacang-kacangan (Phaselous vulgaris. Linn) Temu giring (Curcuima Heyneana. DC) Jeruk Sambel ( Citrus ambluycarpa.var.K. Semua makanan baik untuk dikonsumsi.

kemenyan. pisang raja. Dari cara mengolahnya. pindang. jenang merah. di bawah /di balik layar wayang masih disediakan sesajen makanan yang meliputi :nasi golong. Representasi Budaya Kuliner Tradisional di Kota Malang Makanan. 3. ada yang menggoreng. nasi wuduk. jajanan dan jamu sebagai kuliner tradisional di kota Malang merupakan pewarisan dari nenek moyang yang memiliki pola yang sama dengan kolektif kebudayaan Jawa pada umumnya. lalapan.gizi kurang diperhatikan. Secara regulasi dapat melalui alamiah peragian seperti tempe dan tape. Misalnya dalam pagelaran wayang kulit. buah. dan cara kebudayaan melalui 21 . makalan tradisional di kota Malang ada yang dimakan mentah seperti trancam dan lalapan. buah. Secara representatif hal ini menunjukkan resistensi terhadap makanan yang asing untuk dimakan dan tidak cocok dengan lidah. ada sesaji untuk kamar penganten dan hiasan dari daun-daunan. merebus dan mengukus. jenang putih. Makanan dan minuman untuk tujuan persembahan. jajan pasar. dan bunga. air kopi. kacang-kacangan. air putih. karena sebagian besar beragama Islam yang tidak mengenal sesaji. pecel ayam. dan pisang raja. luwih. srundeng. kedele. dapat dikategorikan. sayur menir. palawija. minuman. makanan tradisional dapat dijadikan sebagai menu sehari-hari meskipun telah banyak sarana menunjukkan identitas dengan tetap memanfaatkan makanan pengaruh makanan dari luar dan tumbuhkembangnya warungwarung dan usaha kuliner tradisional. tidak banya dilakukan di Malang. air teh. uang receh. Demikian pula ketika ada yang mempunyai hajatan pernikahan. karena konsep “enak dan menyenyangkan” masih mendominasi alam pikiran budaya dalam memilih dan mengolah makanan (food). tradisional Secara identitas. minuman. goreng-gorengan. Namun ada juga yang beraliran kepercayaan masih menyajikan makanan untuk sesaji yang merupakan perpaduan antara makanan. dan bumbon pepak. memanggang.

Salah adalah satu untuk fungsi terpenting suguhan perasaan makanan solidaritas tradisional memperbarui kelompok yang ada kemungkinan bagi anggota suatu kelompok yang semakin memudar mengingat perubahan sosial menuju masyarakat urban perkotaan. Demikian juga untuk peringatan kelahiran. Representasi sebagai ungkapan solidaritas kelompok dapat dilihat ketika jajanan pasar. Demikian pula dengan konsumsi dan regulasi. yasinan. Sesaji apem. ada yang dibungus untuk dibawa pulang. perkawinan dan kematian. tolak bala dan fungsi sosial karena dimakan bersama kolektif masyarakat. dan beberapa jajan pasar membuat masyarakat yang percaya dengan tradisi tradisional menjadikan tenang. pisang. lembaga atau masyaraat ditambah dengan berkah makanan setelah diberi doa. Pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dimasaklah bubur Maulud dan dibagi-bagikan. bunga. tahlilan. teh. Misalnya bubur merah (bubur ketan dengan gula Jawa) untuk segala keselamatan. masih didominasi keluarga dalam merupakan tradisi kuliner tradisional yang mengimplikasikan oletif budaya Jawa dengan kekhususan. air kopi. kepercayaan. 22 . Jenis makanan mempunyai arti simboli seperti arti sosial dan arti agama. merebus ubi. keluarga. dan lain-lain mengharuskan makan bersama. Representasi perasaan bersama dalam kolektif budaya akan tampak dalam seringnya dibuat nasi tumpeng dengan aneka ragam lauk olahan baik untuk ulang tahun pribadi. kerja bakti. Demikian juga dengan ragam hantaran. ketika rapat RT. dan diantar ke tetanggatetangga. Banyaknya undangan kenduri seperti kirim doa. acara perkawinan. demikian halnya dengan saling menghantar makanan pada permulaan puasa Ramadhan dan akhir Ramadhan pada malam Hari Raya Syawal. dan pertemuan PKK atau tahlilan yang masing-masing eluarga dapat memberikan hidangannya yang khas.dikatakan regulasi olektivitas budaya Malang yang nota bena budaya Jawa karena memiliki pola-pola yang sama dengan daerah lain. Makanan tradisional di Malang merepresentasikan ungkapan ikatan sosial.

ekonomi. kelahiran bayi. toko. kesehatan. warung. cara memperoleh makanan. Oleh informasi Kajian sebab itu mengenai atas secara pola masyarakat berdasarkan bahan-bahan makanan dan cara makanan hipotetik berimplikasi pada peruntukannya dalam aspek sosial. Adanya pecel membawa kenangan bagi warga Malang pendatang dari Madiun dan sekitarnya. diyakini masyarakat sebagai rasa aman. cara mengolah makanan dan cara menyajikan makanan. pola konsumsi dan produksi serta terdapatnya latar belakang regulasi dalam menyepakati produk budaya yang berupa kuliner tradisional. b. makanan ketika lamaran.makanan ikon untuk oleh-oleh seperti Kripik Tempe. Banyaknya gerai. dirumuskan bahwa keterkaitan kebiasaan tatakelola kuliner 23 . Sebagai non verbal folklore. Kuliner Tradisional dikonsepsikan sebagai gambaran kompleksitas antara pola-pola hidup masyarakat yang mampu menghadirkan identitas kolektivitas dan representasi sosial budaya berbasis tata boga baik dalam mengonsepkan makanan. fungsi sosial makanan. makanan rakyat (makanan hidup rakyat dapat tradisional) pengolahan dan menyimpan makanan. buah-buahan has Malang sebagai buah tangan. bahkan peringatan kirim doa. 4. demikian juga makanan lain seperti soto daging dan nasi empog sebagai representasi masyarakat Madura. Temuan Penelitian Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan beberapa konsep dasar kuliner sebagai folklor bukan lisan sebagai identitas sosial budaya masyarakat sebagai berikut : a. ripik buah. Dengan demikian ada keterkaitan antara identitas sosial budaya. representasi sosial budaya. pernikahan. makanan kecil sisi emosional khas Malangan menggambarkan representasi makanan tradisional yang memperkuat identitas suatu kelompok.

dan budaya. sehingga secara local indegenious menggambarkan kearifan lokal pangan yang menginformasikan keadaan taraf atau tingkat tata kehidupan sehat.konsumsi. religi. dan inisiatif-inisiatif lokal. Keanekaragaman makanan tradisional yang diproduksi oleh rakyat sebagai pengetahuan tradisional dalam memanfaatan sumber-sumber potensi cukup hanya ekonomi. sosial. penyajian hidup Seperti dapat pada diketahui pengkajian representasi pemanfaatan sehat berdasarkan sumber-sumber bumbu-bumbu makanan akan menginformasikan mengenai tingkat pangan dan gizi keluarga yang berbasis herbarial medicine. bahan makanan. lingkungan dan budaya akan memberikan sumbangan yang beresinambungan pada masyarakat adalah mengetahui informasi bagaimana masyarakat memiliki ases sumberdaya hayati. sosial. produksi dan regulasi harus dipandang sebagai informasi sumber kekayaan budaya suatu kelompok/kolektivitas budaya masyarakat dan harus 24 . sosial. mengembangkan fungsi-fungsi sosial yang positif dan mengkreasikannya dalam tata kuliner rakyat sebagai representasi kekuatan sosial. Aspek budaya kuliner tradisional yang dijadikan indikator analisis seperti identitas. Berdasarkan inventarisasi makanan.tradisional terkondisi secara signifikan dengan tatakelalola taraf hidup sosial budaya masyarakat. 5 Kesimpulan Hal yang paling dalam menentukan apakah sumberdaya alam. Keanekaragaman olahan makanan rakyat melalui tradisi kuliner masyarakat menunjukkan pola-pola kesamaan hidup dalam interaksi sosial. c. sosial pengolahan dan taraf dan pola hayati. menjadikannya identitas. representasi. d. tidak melainkan perlu digali juga inventarisasi informasi keterkaitan pola makan dengan ketersediaan sumber pangan berbasis kekuatan dan produktivitas ekonomi.

etnologi dan etnonomics sebagai bagian kearifan lokal. Jeffrey A. Manusia Kebudayaan dan Lingkungan Tinjauan Antropologis. McNeely. Sandria Komalasari). Dengan melihat keanekaragaman kuliner tradisional rakyat dapat direncanakan perencanaan sosial budaya yang berkaitan dengan penguatan dan pemberdayaan ekonomi. Samsoeri. Yogyakarta: Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas. 2004. Pangan dari Penindasan dampai ke Ketahanan Pangan. Folklor Indonesia. Eonomi dan keanekaragaman hayati. 1984. Yogyakarta: Insist. 2002. 2000. Francis. Wahono. Miles and A Michael Huberman. 1993. Oleh sebab itu. dari ilmu yang mencoba memahami masyarakat secara partisipatif perlindungan dan kelestarian lingkungan hidup. 25 . George. 1992. Beverly Hills : Sage Publications. DAFTAR PUSTAKA Dananjaja. Jakarta: Sinar Harapan. kuliner tradisional bukan saja sebagai ilmu tata boga tradisional melainkan dapat juga menjadi ruang pengetahuan dan kearifan lokal.dipopulerkan kembali melalui konsep invented tradition yang bernilai ekonomis dan daya jual promotif untuk pariwisata dan budaya Informasi mengenai makanan rakyat dan tatakelolanya perlu didukung oleh dan seluruh etnobotani. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Qualitative Data Analysis. dkk. (terj. Susan. 2007. Untuk tujuan pemberdayaan. Effendi. Jakarta: Grafiti. Ensiklopedi Surabaya: Karya Anda. Tumbuh-tumbuhan. James. Pangan Kearifan Lokal dan Keanekaragaman Hayati. sosial dan budaya rakyat. Daeng . J. Hans.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful