RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 1

BAB XII

SPESIFIKASI TEKNIS
Keterangan : Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan: 1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri; 2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional; 3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan; 4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan; 5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; 6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan; 7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk; 8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan; 9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.

BAB XII

PETUNJUK UNTUK PESERTA Peserta Tender harus membaca dan mempelajari seluruh gambar kerja, rencana kerja dan syarat ini dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dokumen tersebut secara keseluruhan maupun setiap bagian. Tidak ada gugatan yang akan dipertimbangkan jika gugatan itu disebabkan karena peserta tidak membaca, tidak memahami, tidak memenuhi petunjuk, ketentuan dalam gambar, atau pertanyaan kesalahpahaman apapun mengenai arti dari isi dokumen ini.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 2
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
DAFTAR ISI 1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS 2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS 3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 4. IZIN BANGUNAN 5. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 8. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 9. KEAMANAN PROYEK 10. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 3
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, bila tidak ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini maka akan berlaku dan tambahannya, yaitu: a. Peraturan Umum tentang pelaksanaan Bangunan di Indonesia (AV.41) tahun 1941. b. Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia, untuk Arbitrasi Teknis dari Dewan Teknik Bangunan Indonesia (DTPI). c. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) tahun 1970/NI – 18. d. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. e. Peraturan yang dikeluarkan oleh jabatan/instansi pemerintah setempat, yang berkaitan dangan pelaksanaan bangunan.

2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, maka berlaku dan mengikat, yaitu: a. Gambar Bestek, Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Berita Acara Penjelasan (Anwijing). c. Berita Acara Penunjukan. d. Surat Keputusan Pimpinan Unit tentang Penunjukkan Pelaksanaan Pekerjaan. e. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). f. Surat Penawaran beserta lampiran-lampiranya. g. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kontraktor dan Konsultan Pengawas diharuskan meneliti rencana gambar Bestek dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), termasuk penambahan/ pengurangan atau perubahan yang tercantum dalam berita acara Anwijing. a. Bila terdapat perselisihan antara rencana gambar Bestek dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), maka yang mengikat adalah rencana kerja dan syaratsyarat. b. Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar Bestek yang satu dengan rencana gambar Bestek yang lain, maka diambil rencana gambar Bestek yang ukuran skalanya lebih besar. c. Bila perbedaan-perbedaan tersebut diatas menimbulkan keragu-keraguan, sehingga menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, maka harus segera dikonsultasikan Perencana dan keputusan-keputusannya harus dilaksanakan.

3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Jalan Brigjen H. Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. Pekerjaan Laboratorium Dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kawasan Trisakti Kota Banjarmasin.

Setelah selesai pekerjaan tersebut. e. f.3. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 5. Untuk memulai pekerjaan. untuk keperluan pertemuan/rapat di lapangan. Kontraktor diharuskan membuat papan nama Proyek sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada daerah setempat dan harus dipasang paling lambat 7 hari setelah dimulai pekerjaan. maka izin bangunan dan izin lainnya akan di urus oleh Pemberi Tugas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 4 BAB XII 4. Setelah Surat Pemerintah Mulai Kerja (SPMK) di keluarkan. sebelum pekerjaan dimulai atau 10 hari sesudah SPMK diterima.4. d.2. Tempat mendirikan bangsal Konsultan Pengawas. maka Kontraktor harus dapat menunjukan kepada Konsultan Pengawas surat izin bangunan atau minimal tanda bukti bahwa izin bangunan tersebut sedang diproses.5. 5. Tanpa ada izin bangunan dari Instalasi yang berwenang. 5.2.1.1. Pada meja besar harus dilengkapi denga kursi panjang yang sesuai dengan kebutuhan rapat/pertemuan di lapangan.6. maka kontraktor tidak diperkenankan memasang papan reklame dalam bentuk apapun disekitar lingkungan proyek. satu set meja kursi tamu.4.3. g. 5. 4. 5. harus sudah siap dilokasi Bangunan. 5. Kontraktor harus membuat bangsal kerja untuk pekerjaan dan gudang untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan pekerjaan dan pintunya harus mempunyai kunci yang kuat/baik untuk keamanan bahan/perlengkapan. Sebuah ruangan toilet dan dapur kecil sederhana dengan cukup persediaan air bersih. Kantor tersebut tidak bersatu dengan gudang atau bangsal Kontraktor. . bangsal kerja dan gudang. Kontraktor harus membuat bangsal Konsultan Pengawas yang berukuran 4 m x 9 m. Bangsal Konsultan Pengawas dan perlengkapannya. namun pelaksanaan dan pembiayaannya di tanggung oleh Kontraktor. 4. dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tongkat. b. Bangsal Konsultan Pengawas tersebut harus dilengkapi dengan: a. 4. atap seng dan pintu harus dilengkapi dengan kunci yang baik serta cukup jendela dan ventilasi/penerangan. bangsal kerja dan gudang adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor dan bahan bongkaran menjadi milik Pemberi Tugas. lantai papan. akan ditentukan kemudian dan dikonsultasikan dengan Pemberi Tugas. dinding papan/plywood. Pembongkaran Bangsal Konsultan Pengawas. Dua buah kursi sebagai perlengkapan meja tulis. Satu buah meja besar yang berukuran 120 cm x 240 cm. bangsal dan perlengkapannya menjadi pemilik Pemberi Tugas. c. IZIN BANGUNAN 4. Dua buah meja tulis ukuran 120 cm x 240 cm. Satu buah papan tulis yang berukuran 120 cm x 240 cm. 5.

waktu pekerjaan. harus membuat gambar kerja.2. harus membuat rencana kerja harian. 6.1. cakap. tentang susunan organisasi pelaksana dilapangan dengan nama dan jabatan masingmasing.2. 7. sebanyak 4 (empat) lembar kepada Konsultan Pengawas dan 1 (satu) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja. paling lambat 7 (tujuh) hari kalender. harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan. Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule). 6.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 5 BAB XII 6. Rencana Kerja (Time Schedule) diatas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawasan dan Pemberi Tugas 6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 6. maka Kontraktor diharuskan mengganti Pelaksana tersebut dan harus memberitahukan secara tertulis tentang Pelaksana yang baru.4. harus selesai dibuat oleh Kontraktor. menurut penilaian Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai. 6.3. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasanya dilapangan (Pelaksana). TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 7. gesit dan berwibawa terhadap pekerja yang dipimpinnya dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pekerjaan.4. Bila dikemudian hari. demi kelancaran pekerjaan. Selain Petugas Pelaksana. maka kontraktor diwajibkan pula melaporkan secara tertulis kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. b.5. c. mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan.1. Rencana Kerja (Time Schedule).3. 7. Pelaksana harus berpendidikan minimum Sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil dan mempunyai pengalaman kerja lapangan minimum 3 tahun. maka Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang membuat uraian pekerjaan. 7. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci pelaksanaan Kontraktor: a.6. . Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan. Penunjukan ini harus dikuatkan dengan surat resmi dari Kontraktor yang ditujukan kepada Pemberi Tugas dan tembusannya kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. yang mempunyai pengetahuan dibidang Teknik Sipil/Bangunan. 6. untuk pegangan/pedoman bagi kepala tukang yang harus diketahui Konsultan Pengawas Lapangan. 7. setelah SPKM diterima. bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja. bahwa Pelaksana kurang mampu atau tidak mampu melaksanakan tugasnya.

tukang besi. 8.3. 8. Pelaksana harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar upaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan. harus tepat pada waktunya dan kualitasnya dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas. seperti tukang pancang.9.1.5. Konsultan Pengawas dan Pihak ketiga yang ada di lapangan. Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas. KEAMANAN PROYEK 9. alat-alat. dan hasil pekerjaan. 9. Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Konsultan Pengawas. tukang pasang ubin/keramik. tukang kayu.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 6 BAB XII 8. harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. Untuk bahan-bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di pasaran dengan toleransi ukuran maksimal 10% kecuali ditentukan lain dalam Bestek.6. 8.2. 8. harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat dipakai.7. 8.4. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 8. Sebelum bahan bangunan didatangkan ke lokasi proyek. atau menurut petunjuk direksi. 8.2. Kontraktor harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli dibidang pekerjaannya masing-masing. Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor. 9. baik terhadap pencurian maupun pengrusakan.1. .10. Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang-barang. 8. 8. maka Pelaksana harus memberikan contoh bahan bangunan kepada Konsultan Pengwas Lapangan dan bila sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan maka barulah boleh didatangkan dalam jumlah yang besar menurut keperluan Proyek. Bahan bangunan yang berada di lokasi Proyek dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan bangunan. paling lambat 24 jam sesuai surat pernyataan penolakan dikeluarkan. Alat-alat dan bahan-bahan yang berada di tepi jalan malam hari harus diberi lampu merah yang cukup jelas dan terang agar tidak mengganggu lalu lintas/kecelakaan. 9. tukang cat. Untuk maksud diatas maka Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari bahan kayu dan seng serta perlengkapan lainnya yang dapat menjamin keamanan. maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek.3. tukang atap. tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Proyek. instalator mekanikal elektrikal dan tenaga kerja lainnya. maka akan menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat diperhitungkan dalam pekerjaan tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan. Kontraktor diharuskan menjaga terhadap barang-barang milik Proyek. 8. Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan proyek.8.

10. . Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja. cukup dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas. 10. maka Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut. maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan. 10. Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh.3. Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN 10. 10.4. 10.2. Untuk mencegah bahaya kebakaran yang siap dipakai dan ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah dicapai.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 7 BAB XII 9. Oleh karena itu Kontraktor harus pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku. Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih.5. maka Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya. Bila terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan perawatan yang serius. Apabila terjadi kebakaran.4. maka Kontraktor/Pelaksana harus segera membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pemberi Tugas.1. baik yang berada di bawah tanggung jawabnya maupun yang berada di pihak ketiga.

SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN DAFTAR ISI PASAL 1 PASAL 2 PASAL 3 PASAL 4 PASAL 5 PASAL 6 PASAL 7 PASAL 8 PASAL 9 PASAL 10 PASAL 11 PASAL 12 PASAL 13 KEADAAN LAPANGAN PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN PEKERJAAN TANAH. PINTU.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 8 BAB XII B. JENDELA DAN HARDWARE (PENGGANTUNG) PEKERJAAN ALUMINIUM PEKERJAAN LANTAI PEKERJAAN LANGIT-LANGIT PEKERJAAN KACA DAN PENGECATAN DAN FINISHING LAIN PEKERJAAN PENUTUP ATAP PEKERJAAN MEKANIKAL. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING PEKERJAAN PENUTUP . PANCANGAN GALAM PEKERJAAN BETON BERTULANG PEKERJAAN PASANGAN PEKERJAAN KUSEN.

steger.2.2 Direksi Keet Pemborong harus menyediakan dan mendirikan semua bangunan sementara direksi keet untuk keperluan kegiatan kantor lapangan lengkap dengan perabot dan peralatan masing-masing seluas 50 m2.1 Peralatan Pendukung Pekerjaan dan Lain Sebagainya Pemborong harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna dan efesien dengan urutan yang teratur.2. PASAL 2 2.1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN LINGKUP PEKERJAAN Meliputi seluruh persiapan untuk pelaksanaan Pekerjaan Renovasi Kantor Bangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kota Banjarmasin Lokasi Di Jalan Brigjen H. bahan-bahan dan lain sebagaimananya.2 PEKERJAAN PERSIAPAN 2. maka Kontraktor segera menyampaikan secara tertulis kepada Direksi untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut. 2. dan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya. lokasi tempat pekerjaan harus ditinjau lebih dahulu oleh direksi pekerjaan bersama-sama dengan Kontraktor Pelaksana. 2. instalasi. Pada waktu penyelesaiaan harus dibongkar. yang diperlukan oleh Pemborong dan untuk menyingkirkan semua alat-alat tersebut pada waktu pekerjaan selesai karena sudah tidak berguna lagi. Hasan Basri dan Pembangunan Laboratorium dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di daerah trisakti kota Banjarmasin.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 9 BAB XII B. dan juga tempat penyimpanan barang-barang Penggunaan bangunan yang ada di lapangan untuk maksud-maksud ini hanya diizinkan setelah Pemborong memperoleh persetujuan tertulis dari Lembaga yang bersangkutan. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PASAL 1 KEADAAN LAPANGAN Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. alat-alat penarik. Apabila tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dengan keadaan seperti yang ditunjuk dalam gambar. alat pengangkat mesin-mesin. . Semua boukeet/perlengkapan pemborong dan sebagainya tetap menjadi milik pemborong dihitung sebagai biaya sewa selama pelaksanaan proyek. pekerjapekerja. termasuk semua alat-alat yang dipergunakan seperti: katrol (keretan).

2. tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas. dan pembongkaran kembali. meteran. Apabila air didapat dari sumber lain. Ia akan diminta membayar segala ongkos dan biaya untuk yang berhubungan dengan pemasangannya kembali serta perbaikanperbaikannya.4 Penyediaan Air Kerja Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan apabila mungkin dapat dari sumber yang sudah ada.2. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (kapan umum) seperti aluran air. Tidak diperbolehkan menyambung dan mengambil air dari saluran induk.3 Pembangkit Tenaga Listrik Sementara Setiap pembangkit tenaga listrik sementara atau penerangan buatan yang dipergunakan untuk pekerjaan. termasuk pemasangan semetara dari kabel-kabel. adalah beban pemborong. upah dan tagihan serta pemberesannya kembali waktu pekerjaan selesai.2. bersih dari alat-alat mesin. harus disediakan oleh Pemborong.5 Pencegahan Pelanggaran Wilayah Pemborong diharuskan membatasi daerah operasinya disekitar tempat pekerjaan dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan.6 Orang-Orang yang Tidak Berkepentingan Pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas tetapi sopan memberikan perintah sedemikian rupa kepada ahli tekniknya yang bertugas dan para penjaga. bahan-bahan bangunan dan sebagainya. lobang penyedot (tap point). reservoir dan sebagainya. Pemberi Tugas dalam hal ini tidak bertanggung jawab atau mengganti biaya yang dikeluarkan oleh Pemborong untuk keperluan itu. baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki.2. jalan kecil dan pemakaian jalan. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 10 BAB XII 2. telepon. 2.2.7 Perlindungan Terhadap Milik Umum Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. 2. Pemborong harus membuat sambungan-sambungan sementara yang diperlukan atau cara lain untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai dan membetulkan segala pekerjaan yang tertanggu. dan sebagainya. yang disebabkan oleh operasi-operasi pemborong. air yang dipakai. listrik. selama kontrak berlangsung.2. 2. serta memelihara kelancaran lalu lintas. pemborong harus membayar segala ongkos penyambungan.

dan perlindungan terhadap pekerjaan yang yang dianggap penting selama pelaksanaan kontrak. memompa. 2. saluran-saluran pembuangan dan sebagainya. hingga kontrak selesai dan diterima Pemberi Tugas. pemborong bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang ada. sebagai tambahan hendaknya disetiap site ditempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama. Pagar proyek tersebut dari seng gelombang dicat sebelah luarnya. dengan jalan melindunginya memakai tutup yang layak. Keamanan dan Pertolongan Pertama Pemborong harus mengadakan dan memelihara fasilitas kesejahteraan dan tindakan pengamanan yang untuk melindungi para pekerja dan tamu pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 11 BAB XII 2. 2. dan juga pembuatan papan nama proyek. di tempat pekerjaan dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan karena operasi-operasi pemborong dalam arti kata yang seluas-luasnya. Dipekerjaan Pemborong wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama. Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemborong dan sub pemborong atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan Pemborong wajib mengadakan. 2. siang dan malam hari. utilitas jalanjalan. juga harus menurut (memenuhi) ketentuan undang-undang yang berlaku pada waktu ini.8 Perlindungan Terhadap Bangunan-Bangunan yang Ada Selama masa-masa pelaksanaan kontrak.2. yang mudah dicapai. termasuk bahan bangunan dan perlengkapan instalasi di tempat pekerjaan.2. Ia harus mengingat perlengkapan bahan-bahan dari segala kemungkinan kerusakan untuk seluruh pekerjaan. Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini selain untuk memuaskan Pemberi Tugas.2. penerangan. menimba atau seperti apa yang dikehendaki atau diintruksikan. Pembuatan Pagar dan Papan Nama Proyek Pemborong bertanggung jawab atas penjagaan. mendirikan dan memelihara pagar sementara (pagar proyek) yang diperlukan untuk keamanan dan perlindungan terhadap pekerjaan dan umum.9 Penjagaan. .10 Perlindungan Pekerjaan Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. juga membayar segala upah dan biaya yang resmi untuk keperluan tersebut. termasuk bagian-bagian yang dilaksanakan oleh sub pemborong dan mengingat agar pekerjaan bebas dari air hujan lebat dan banjir.11 Kesejahteraan.2. Itu semua harus diperbaiki oleh Pemborong hingga dapat diterima Pemberi Tugas.

ditimbun dan kemudian dibakar atau dibuang. Pembersihan harus dilakukan terhadap semua belukar. 3. i. Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan as-as dan atau level peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak hilang terkena air/hujan. d. dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. rumput-rumput. bahan. sampah yang tertanam dan material/ benda-benda lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang akan dikerjakan. Pada umumnya. baik urugan yang telah ada maupun terhadap urugan baru. Semua material galian termasuk batu-batuan harus dibuang keluar lapangan dan semua biaya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana . harus dihilangkan sampai kedalaman 0. maka elevasi akan ditentukan bersama dengan Manajemen Konstruksi sebelum pekerjaan dimulai. g. c. tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan.2 UMUM Persiapan dan pembersihan daerah yang dikerjakan: a. PANCANGAN GALAM LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.30 meter di bawah tanah dasar/permukaan. h. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan Pelaksana Pekerjaan f. Kontraktor berkewajiban melaksanakan seluruh pekerjaan penggalian sesuai dengan ketentuan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 12 BAB XII PASAL 3 3. alat-alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua “Pekerjaan Tanah” seperti tertera pada gambar dan spesifikasi ini.1 PEKERJAAN TANAH. Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan atau bahan yang dapat menimbulkan pelapukan di kemudian hari. Jika timbul keragu-raguan tentang ketepatan elevasi tersebut. Semua persiapan. pembersihan galian. Semua sisasisa tanaman seperti akar-akar. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Pelaksana Pekerjaan dan harus dibuat dari kayu Meranti atau setaraf setebal 3 cm dengan tiang kaso-kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8 sampai 10 cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. peraturan hukum yang berlaku. Semua daerah urugan harus dipadatkan. dan sebagainya. Pemasangan harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpas). tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut. Elevasi Lapangan/kontur harus diasumsikan sesuai dengan gambar topografi yang ditentukan. b. e. Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. semuanya harus dihilangkan. dan urugan untuk bangunan seperti yang ditentukan Konsultan Pengawas.

3 PEKERJAAN GALIAN 3. 3.2 Syarat-syarat Pelaksanaan a. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas. f. maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali dengan pasir.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 13 BAB XII Pekerjaan. d. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga supaya tanah di bawah dasar elevasi seperti pada gambar rencana tidak terganggu. Bagian-bagian yang diurug kembali harus diurug dengan tanah yang bersih bebas dari segala kotoran dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian. g. Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau kemiringan lereng yang cukup dan plester seperti gambar. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air dengan jumlah dan kapasitas yang cukup atau pompa lumpur yang jika diperlukan dapat bekerja terus menerus.3. Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan disiram air serta . Jika terganggu Pelaksana Pekerjaan harus menggalinya dan mengurug kembali lalu dipadatkan sesuai syarat-syarat yang tertera dalam spesifikasi di bawah ini. e. 3.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan galian harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam gambar. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syaratsyarat yang ditentukan menurut keperluan. setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Konsultan Pengawas. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. Tempat penampungan material galian akan ditentukan oleh Pemberi Pekerjaan dan semua biaya yang timbul adalah menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Juga kepada Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengambil langkahlangkah pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan lobang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian. b.3. Dasar dari semua galian harus waterpas. c. untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian.

c. pipa dan lain-lain harus segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas dan sebagai biaya sehubungan dengan hal tersebut termasuk biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Apabila diperlukan dewatering harus dilaksanakan untuk menjaga agar galian bebas dari genangan air tanah dan air hujan selama pekerjaan galian dan sesudahnya sesuai ketentuan. kemiringan dinding galian.3. maka Manajemen Konstruksi harus segera diberitahu sebelum penggalian dilanjutkan. sebelum pemasangan tulangan. pengecoran beton. Apabila level galian lebih rendah daripada level pondasi bangunan yang bersebelahan. Selama pekerjaan Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan agar tidak mengganggu atau merusak saluran drainase. Muka air tanah harus selalu berada 100 cm di bawah elevasi dasar pondasi terendah. Semua air genangan di dalam proyek selama pekerjaan galian harus dipompa keluar dan semua konstruki sistem drainase serta sistem dewatering yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Pengamanan terhadap pondasi yang bersebelahan. Kestabilan dinding galian selama pekerjaan seluruhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. kabel dan lain-lain. penggalian tambahan dan timbunan kembali akibat langkah-langkah pencegahan tersebut harus menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 14 BAB XII dipadatkan sampai mencapai 90% kepadatan kering maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium. Semua biaya yang timbul sehubungan dengan pekerjaan tersebut di atas menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.3 a. Kebersihan jalan lingkungan . membuang tanah longsoran dan memperbaiki kerusakan yang timbul selama jangka waktu kontrak dan masa pemeliharaan selanjutnya. pipa gas. h. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga dan memelihara kestabilan seluruh dinding. 3. maka pengamanan dinding galian harus diberikan pada bagian tersebut dengan perkuatan batu kali atau beton atau sheet pile sperti yang ditunjukkan pada gambar. d. atau pekerjaan lain dilanjutkan. b. Segala kerusakan pada saluran atau jaringan kabel. Saluran di dalam dan di sekeliling site harus disediakan sesuai dengan gambar. Apabila diperlukan. Inspeksi pekerjaan galian Seluruh pekerjaan galian harus diinspeksi oleh Manajemen Konstruksi. Pelaksana Pekerjaan diharuskan melakukan semua langkah-langkah pencegahan kelongsoran yang mungkin diperlukan antara lain seperti stritting dan shoring selama waktu yang ditentukan dalam kontrak. pipa air. i. Sistem Pengamanan Galian j.

dan alat-alat bantu yang dibutuhkan demi terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bahan-bahan. Material untuk timbunan dapat menggunakan material hasil galian yang dipilih/ditentukan oleh Konsultan Pengawas atau dengan mendatangkan material timbunan dari luar yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Timbunan harus dikerjakan sampai level. diratakan. Seluruh area yang akan ditimbun harus dibersihkan dari segala kotoran dan sampah sebelum penimbunan.4.4 PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Yang dimaksud disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan digunakan sebagai pemikul beban. Pekerjaan galian ini meliputi seluruh detail yang dibutuhkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. dimensi dan kemiringan yang ditentukan dalam gambar. Di bawah lapisan pasir tersebut urugan yang dipakai adalah dari jenis tanah silty clay yang bersih tanpa potongan-potongan bahan-bahan . peralatan.4. 3. c. juga seluruh sisa-sisa. 3. puing-puing.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 15 BAB XII Selama pekerjaan galian semua alat berat. maka pekerjaan timbunan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut ini. akibat kelalaian atau kesalahan galian dan lain-lain. Material timbunan harus dipadatkan secara berlapis-lapis (max 250 mm) dengan alat-alat kompaksi sehingga mencapai kepadatan tanah yang ditentukan dibawah ini. e. b. Bila tidak dicantumkan dalam gambar detail. sampahsampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. truk dan kendaraan angkut lain harus dibersihkan pada saat akan meninggalkan pada saat akan meninggalkan proyek dan Pelaksana Pekerjaan harus mengupayakan agar kendaraan angkut tidak mengotori jalan. Pekerjaan timbunan hanya dapat dilaksanakan setelah diinspeksi dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. beton rabat dan pondasi dangkal harus terdiri dari urugan pasir padat.2 Bahan-Bahan a.1 Lingkup Pekerjaan a. Timbunan Apabila diperlukan penimbunan. b. dan dipadatkan) di bagian atas dari urugan bawah plat-plat beton bertulang. maka minimum 10 cm padat (setelah disirami. Seluruh biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan 3. Penggunaan alat-alat berat tidak boleh dipergunakan apabila menurut Konsultan Pengawas hal tersebut dapat membahayakan pekerjaan lain atau saluran. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali. pipa dan lain-lain.

5 Pengujian Mutu Pekerjaan 3. Pelaksana Pekerjaan harus membuat drainase sementara ataupun menyediakan pompa sehingga pada lokasi proyek tidak terjadi pengurangan air. dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil yang dipadatkan.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan c. Pembuatan drainase tersebut sudah harus diperhitungkan dalam penawaran dan dalam pelaksanaannya harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas. Sarana Darurat Selama pelaksanaan pekerjaan. f. Manajemen konstruksi harus memberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk menentukan kepadatan sebenarnya di lapangan. . Tiap lapisan harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya diurug. tidak dibenarkan batubatu besar bersarang menjadi satu. h. Jika material galian tidak cukup. i. material tambahan harus didatangkan dari tempat lain. Pengeringan atau pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya. Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian rupa sehingga dicapai suatu lapisan setebal 15 cm dalam keadaan padat. 3. 3. e. g. kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum.4 a. Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat/Compactor “Vibrator type” yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95% dari kepadatan kering maksimum hasil laboratorium.4.4. Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 16 BAB XII yang bisa lapuk serta bahan batuan yang telah dipecah-pecah dimana ukuran dari batu pecah tersebut tidak boleh lebih besar dari 15 cm.4. Kelebihan material galian harus dibuang oleh Pelaksana Pekerjaan ke tempat pembuangan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. tanpa biaya tambahan. d. Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali setiap jenis tanah yang dijumpai di lapangan. Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor contoh. Apabila material urugan mengandung batu-batu.

yaitu tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum laboratorium. Bahan yang tidak memenuhi syarat harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan.T. Spesifikasi bahan : a. Ujung atas galam harus berdiameter besar dan tidak boleh pecah serta harus diratakan satu dengan lainnya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 17 BAB XII b. Ujung atas pancangan galam harus rata dengan elevasi permukaan tanah setelah digali sesuai ukuran pada gambar rencana. d..205 atau dengan cara lain harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. b.12 cm . Pengawas / Direksi berhak menolak dan tidak menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan karena kontraktor tidak mengindahkan pasal tersebut diatas.1 PEKERJAAN BETON BERTULANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan meliputi antara lain pembuatan atap beton. Pancangan Galam : Uraian pekerjaan antara lain : a.8 m. c. balok lantai dan kolom sesuai gambar dan pembongkaran-pembongkaran beton eksisting yang diperlukan.204 • “Density of soil inplace by the rubber ballon method” AASHTO. plat.12 cm. b. Kayu galam harus lurus. Pancangan galam Ø10 . Penelitian kepadatan di lapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas.T. tampuk bawah Ø 10 . .P=7 . Penentuan kepadatan di lapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara/prosedur dibawah ini: • “Density of soil inplace by sand-cone method” AASHTO. dan panjang minimal 7 – 8 m. PASAL 4 4. Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-70 atau perosedur lainnya yang disetujui Manajemen Konstruksi dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban Pelaksana Pekerjaan.191 • “Density of soil inplace by driven cylinder method” AASHTO.T. Pelaksanaan : a. Jika kepadatan di lapangan kurang dari 95% dari kepadatan maksimum maka Pelaksana Pekerjaan harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan.

ASTM C-33 “Standard Spesification for Concrete Aggregates”. Jenis semen dari merek Tiga Roda.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 18 BAB XII 4. tidak dapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak segera setelah diturunkan dan disimpan dalam gudang yang kering. pada umumnya harus sesuai dengan waktu dan urutan pelaksanaan. berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah.3. Aggregates harus ditempatkan dalam bak-bak yang cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya. “American Society for Testingand Material” (ASTM) l. 4.3. “American Concrete Institute” (AC) m. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2) d.3. Tata Cara Perhitungan struktur beton untuk Bangunan Gedung SK SNI T-151991-03 c. ASTM C-150 “Spesification for Fortland Cement” h. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat j.3 PENYIMPANAN 4. maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5% berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan bantalan-bantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya misalnya minyak dan lain-lain). Peraturan-peraturan yang lain supaya disediakan Pelaksana Pekerjaan di site. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas tanpa alat dan jumlah tidak lebih dari 10% berat. Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang dimunta harus tetap terjamin.2 STANDARD a. Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang untuk Rumah dan Gedung SKBI-2.2 Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan.1 4. serta harus beralaskan lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8) g. Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah/utuh. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras).4 . terlindung dari pengaruh cuaca. Peraturan Bangunan Nasional 1978 k. PUBI-1982 NI-3 : Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia b. 4.3 4.53. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 (NI-5) f.3. i.3. Gresik atau Cibinong dan jenis merek semen yang digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan.1987 e. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Konsultan Pengawas n.

menurut NI-8 atau type I. Kualitas agregate harus memenuhi syarat PBI-71.4. 4.4.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 19 BAB XII 4. b. asam alkali.0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan. b. Untuk permukaan beton expose. 4. lumpur. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. digunakan besi mutu BJTP 24 ø < 13 mm dan BJTD 40 D ≥ 13 mm b. Dimensi maksimum dari agregate kasar tidak lebih dari 3. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. maka disamping adanya sertifikat dari pabrik. Portland cement jenis II. c.4 Besi Beton a. dan bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat mengurangi mutu pekerjaan. tanah lempung dan sebagainya. Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5% berta kering b. Perlengkapan besi beton. c. Pasar harus terdiri dari butir-butir yang bersih. menurut ASTM dan memenuhi S. Apabila dipandang perlu. dan bebas dari bahan-bahan organis.3 Air a. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak.400. juga harus ada/dimintakan sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun secara periodik minimum masing-masing dua (dua) contoh percobaan (stres . Konsultan Pengawas dapat minta kepada Pelaksana Pekerjaan supaya air yang dipakai diperiksa di Laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Pelaksana Pekerjaan. Kandungan chlorida tidak boleh melebihi 500 ppm dan komposisi sulfat (SO3) tidak boleh melebihi 1000 ppm. tajam.1 Portland Cement a.4. harus dipakai 1 merk semen saja. sisik dan lain-lain lapisan yang dapat mengurangi lekatnya pada beton.2 Aggregates a. Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg cm persegi 4.4 PERSYARATAN BAHAN/PRODUK 4. Besi beton harus bebas dari karat. menurut Standard Portland Cement yang ditentukan Asosiasi Semen Indonesia. c. meliputi semua peralatan yang diperlukan untuk mengatur jarak tulangan/besi beton dan mengikat tulangantulangan pada tempatnya. Agregate kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik. cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous).4.

4. Cara pengujian slump adalah sebagai berikut: Contoh: beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton atau plat baja.5. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 20 BAB XII strain) dan pelengkungan untuk setiap 20 ton besi. Pelaksana Pekerjaan diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari KONSULTAN PERENCANA mengenai hal tersebut. Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalm satu lapisan yang dibawahnya. Pengetesan dilakukan pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas 4. cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture b. cara-cara pemakaiannya. Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PBI 1971 Mutu beton K-175 digunakan pada umumnya untuk kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang tidak memikul beban. minimum 10±2 cm. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan diharapkan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu.1 Kualitas Beton a. cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. kualitas beton adalah K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk kubus beton ukuran 15 x 15 x 15 cm pada usia 28 hari). nama pabrik produksi. jenis bahan mentah utamanya. Pelaksana Pekerjaan harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya.5 SYARAT PELAKSANAAN 4. Test selama pekerjaan d.5 Admixture a. Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). maka . b. e. Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar. Pelaksana Pekerjaan harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan di lain tempat atau dengan mengadakan trial-mixed di laboratorium yang ditunjuk. Setelah atasnya diratakan. kecuali ditentukan lain. 4. data-data bahan. Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump. Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium.

4. g. bebas dari kotoran (tahi gergaji). Jika hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. potongan kayu. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari 65% kekuatan yang diminta 28 hari. i. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui Konsultan Pengawas. Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dengan ditutup karung basah tapi tidah tergenang air.2.7. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen adukan masuk dalam mixer.2. 4.5.3. h. 4.2 Pekerjaan Acuan/Bekisting Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah di tetapkan/yang diperlukan dalam gambar. k.5.2. dengan catatan tampa adanya bahan tambahan admixture. sehingga mutu dan bahan terjamin sesuai persyaratan. Jika dianggap perlu.2.5. Pelaksana Kerja harus memberikan contoh-contoh material (besi.5. permukaan licin.5. 4. f. 4. j. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya komponenkomponen beton.6.5. Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton.2. sehingga tidak terjadi penguapan cepat.1. Kawat pengikat bevel beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam Nl-2 (PBI tahun 1971). 4. sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan.2. maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditetapkan dalam PBI’71 dengan tidak menambah beban biaya bagi Pemberi Tugas.40mm. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. 4.5.2. koral/split pasir dan semen portland) kepada Perencana/MK. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah di bongkar tanpa merusak permukaan beton. . tanah/lumpur dan sebagainya. Kawat pengikat bevel beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan.5.5. 4. harus diperhatikan. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 21 BAB XII dibiarkan ½ menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunnya (nilai slump).2.4. Acuan harus rapat (tidak bocor). untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan ditentukan.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 22
BAB XII 4.5.2.8. 4.5.3 Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah pengecoran. Penggantian Besi a. Pelaksana Pekerjaan harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. b. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pelaksana Pekerjaan atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada maka: • Pelaksana Pekerjaan dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar, secepatnya hal ini diberitahukan pada Perencana untuk sekadar informasi. • Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh Pelaksana Pekerjaan sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana. • Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Mengajukan usul dalm rangka tersebut diatas adalah merupakan juga keharusan dari Pelaksana Pekerjaan. c. Jika Pelaksana Pekerjaan tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan: • Harus persetujuan Konsultan Pengawas dan Perencana. • Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempatkan tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas). • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang berkurang. • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. d. Toleransi Besi Diameter, ukuran sisi (atau jarak antara dua  permukaan yang berlawanan)    Dibawah 10 mm    10 mm sampai 16 mm (tapi tidak termasuk  diameter 16 mm)    16 mm sampai 32 mm (tapi tidak termasuk  diameter 28 mm)    ± 7%    ± 5%      ± 4%  Variasi dalam berat  yang diperbolehkan  Toleransi  diameter    ± 0,4 mm    ± 0,4 mm      ± 0,5 mm 

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 23
BAB XII

4.5.4

Perawatan Beton

a. Beton harus dilindungi dari pengarus panas, sehingga tidak terjadi penguapan cepat. b. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. c. Beton harus dibasahi terus menerus paling sedikit selama 10 hari setelah pengecoran. d. Khusus elemen vertikal harus dipakai curing coumpound. 4.5.5 Tanggung Jawab Pelaksana Pekerjaan Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh atas kualitas sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar yang diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas Atau perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.

4.5.6

Perbaikan Permukaan Beton Penambahan pada daerah yang tidak sempurna, kropos dengan campuran adukan semen (cement mortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dan sepengatahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Konsultan Pengawas, maka harus dibongkar dan diganti dengan pembetonan kembali atas beban biaya Pelaksana Pekerjaan. Ketidak sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah/retak, ada gelombang udara, kropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan/diinginkan.

4.5.7

Bagian-bagian yang tertanam dalam beton

a. Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. b. Diperhatikan juga tempat kelos-kelos untuk kosen atau instalasi. 4.5.8 Hal-hal Lain (“Miscellaneous item”)

a. Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 24
BAB XII Digunakan mutu beton seperti penghalusan permukaannya. yang ditentukan dan dengan

b. Pegangan plafond dari besi beton diameter 6 mm dengan jarak x dan y : 150cm. Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantungan harus dikaitkan pada tulangan pelat atau balok. 4.5.9 Pembersihan Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan secara baik dan teratur. 4.5.10 Contoh yang harus disediakan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan contoh material: split, pasir, besi beton, PC untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Pelaksana Pekerjaan ke lapangan. c. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui dibangsal Konsultan Pengawas. 4.5.11 Sparing Conduit dan pipa-pipa a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan Perencana. c. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. d. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. e. Sekeliling sparing harus diperkuat dengan tulangan-tulangan silang yang ditentukan dalam gambar detail standart. 4.5.12 Penghentian Pengecoran Sementara Dapat dilakukan pada waktu pengecoran pelat/balok dengan jarak minimal 2h (h = tinggi balok) dihitung dari tepi kolom/balok yang bersilangan. Pengecoran dihentikan dengan kemiringan 60˚ terhadap dasar balok/plat. 4.5.13 Pengecoran Sambungan Beton Harus dilakukan dengan rambahan bahan addictive seperti larutan CALBOND atau setara.

1 SEMEN PEKERJAAN PASANGAN Semen untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk pekerjaan beton.c.4. toleransi dan penyelesaiannya.4. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung diatas tanah. PASAL 5 5. termasuk kekuatan. : 4 pasir 5. Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan standart yang berlaku. lihat pasal 4.2 PASIR Pasir untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya dengan pasir yang ditentukan untuk pekerjaan beton.4 JENIS ADUKAN 5. .6 KEAHLIAN DAN PERTUKANGAN Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan.2 Mencampur Adukan harus dicampur dalam alat tempat mencampur yang telah disetujui atau dicampur dengan tangan. : 2 pasir 1 p. diatas permukaan yang keras. Pasir laut yang dicuci bersih kualitasnya sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh dan hanya setelah disetujui oleh Pemberi Tugas. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya. 5. 5.3 AIR Air yang dipakai untuk pekerjaan menembok harus sesuai dengan syarat-syarat dalam pasal 2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 25 BAB XII 4.1 Komposisi Jenis adukan berikut harus dipakai sesuai dengan yang diinstruksikan dalam gambar-gambar atau dalam uraian dan syarat-syarat ini: Jenis M1 M2 Adukan 1 p. harus dibuat lantai kerja dari beton ringan dengan campuran (semen : pasir : koral = 1:3:5). 5.c.

Plesteran dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. b. 5.5. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagisn dalam gambar dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. bahan-bahan. Adukan 1 pc : 4 ps. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.5 PEKERJAAN PLESTERAN 5. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. . dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya. d. c. peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan). dipakai untuk plesteran rapat air. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. e. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 c.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Adukan 1 pc : 2 ps. f.2 Persyaratan Bahan a. Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scratch) terlebih dahulu dan semua lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester.1 Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 d. Seluruh permukaan plesteran difinish acian dari bahan PC. 5. 5. g. b.5.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 26 BAB XII Sangat dilarang memakai adukan yang sudah mulai mengeras atau membukukannya untuk dipakai lagi.5. Penggunaan adukan plesteran : e.

Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang belum difinish. jika ketebalan melebihi 2. i. l. Pelaksana Pekerjaan wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan pengotoran bahan lain. m. Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaanya diberi alur-alur garis horizontal diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishingnya. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih 2 minggu. dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari lansung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat. p. Untuk permukaan yang datar. Plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. Jika melebihi Pelaksana Pekerjaan berkewajiban memperbaiki dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan.5 cm kecuali bila ada petunjuk lain didalam gambar. Tebal plesteran minimum 2. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan dan wajib diperbaiki. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Pelaksana Pekerjaan harus selalu menyiram dengan air. Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diberapen dengan memakai spesi air. k. sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari.5 cm. o. kecuali untuk yang menerima cat. . dipasang tegak dan menggunakan keping-keping setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 27 BAB XII f. Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian di atas permukaan plesterannya). g. h. Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 meter. harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 meter. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik. Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar. plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dapat dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan.7 dan didalamnya 0. harus diberi naat tali air dengan ukuran lebar 0. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. n. j.5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan Konsultan Pengawas.

dengan menggunakan adukan campuran 1 pc : 4 pasir pasang.6.2 Persyaratan Bahan Bata harus bata biasa dari tanah liat. b. 5.6. hasil produksi lokal dengan ukuran nominal kira-kira 6 cm x 12 cm x 24 cm. c. setiap tahap terdiri maximum 24 lapis setiap harinya. Untuk semua dinding luar. Standart: • Batu bata harus memenuhi NI-10 • Semen portland harus memenuhi NI-8 • Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 • Air harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9 5. minimum daya tekan ultimate harus 30 kg/cm2. Sesuai dengan pasal 81 dari A. b. i. harus diusahakan supaya tidak menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan. diikuti dengan cor kolom praktis.3 Syarat-syarat Pelaksanaan a.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 28 BAB XII 5. serta semua dinding yang ada pada gambar menggunakan simbol aduk transraam/kedap air digunakan aduk rapat air (1pc : 2pasir pasang).1 Lingkup Pekerjaan a. nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap.6 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA 5. dinding didaerah basah setinggi 160 cm dari permukaan lantai. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam . Setelah bata terpasang dengan aduk. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm. f. Bidang dinding ½ bata yang luasnya lebih besar dari 12 m² ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) h. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. g. e. bahan-bahan. yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut diatas. peraltan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksanakannya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. d. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh.6. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak diperkenankan. tanpa cacat atau mengandung kotoran. 1041.V. semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian 30 cm diatas permukaan lantai dasar. Pasangan batu bata/bata merah.

Pegangan dan engsel-engsel Pegangan dan engsel-engsel terbuat dari logam yang digalvanisir dengan type dan finish yang sesuai. dipasangkan dengan sistem putar (tidak digetok/dipukul). a.1. Untuk Hardware yang menggunakan paku ulir besar.1 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENUTUP DAR LOGAM (HARDWARE) 6. 6.1.2 Syarat-Syarat Umum Semua pekerjaan besi halus sesuai dengan yang tertera dalam gambar. dipilih atau yang selaras dengan yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas.3 Persyaratan Bahan Kunci-kunci mengikuti spesifikasi jenis dan tipe yang telah diberikan oleh Perencana. 6. c. Pelaksanaan pasangan harus cermat. Kunci-kunci . harus dihasilkan dari pabrik-pabrik yang terkenal dan disetujui. harus dilobangi terlebih dahulu atau dibor sesuai ukuran yang dibutuhkan.1 Lingkup Pekerjaan Hardware untuk jendela/pintu 6. b. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan. Pemborong harus mengajukan contoh untuk disetujui Konsultan Pengawas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 29 BAB XII dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain.1.4 Syarat-syarat Pelaksanaan Semua pemasangan Hardware untuk jendela/pintu. j. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5%. PINTU. menggunakan paku ulir. rapi dan benar-benar tegak lurus. Pasangan baru bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm. DAN PEKERJAAN HARDWARE (PENGGANTUNG) 6. PASAL 6 PEKERJAAN KUSEN. Produk Supaya digunakan merk-merk yang cukup terkenal setara Sess Kwalitas 1.1. k. dijadikan satu dan diikat dengan kawat dan masingmasing diberi merk nomor pintu. JENDELA. Tiap kunci harus mempunyai 2 anak kunci yang berselimut nikel.

Pekerjaan memotong. kesikuan. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela. profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama.7 Untuk keseragaman warna disyaratkan sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. punch dan drill.4 Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil tes.2. Persyaratan Bahan 7.2. 7.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 30 BAB XII PASAL 7 PEKERJAAN ALUMINUM HITAM 7. weather strip vinyl.2 Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhu ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.1 Kosen Alumunium yang digunakan : Bahan :Dari bahan Alumuniaum flaming system Bentuk Profil :Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/MK Untuk kusen jendela dan curtain wall luar dibuat system framless.2. bahan-bahan. dengan mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela.2. 7. ketebalan. Accessories.6 Bahan yang akan diperoses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran. pintu partisi dan lain-lain. 7. tebal minimum 1. Lingkup Pekerjaan a) Menyediakan tenaga kerja. minimum 100 kg/m².1. Sekrup dan stainless steel galvanized kepala tertanam. 7.3 Konstruksi alumunium yang dikerjakan seperti yang ditunjuk dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukuran. Untuk tinggi dan lebar 1 mm Untuk diagonal 2 mm 7. 7. b) Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu. dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut. Warna Profil :Ditentukan kemudian (contoh warna Hitam diajukan Pelaksana Kerja) Pewarna :Colour Anodized 18 micron. pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan .5 Ketahanan terhadap udara dan tidak kuarang dari 15 m²/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m²yang harus disertai hasil test. kusen bovenlicht seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari kerja.2.8 mm Nilai Deformasi :Diijinkan maksimal 2 mm. Produk yang dipakai adalah Alexindo atau yang setara 7.8.2. perealatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. 7. kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan.2.2.

Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata. harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimaikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 31 BAB XII alumunium harus ditutup caulking dan sealant.2. 7.7. angkur-angkur untuk rangkai kusen alumunium terbuat dari steel tebal 2-3 mm.3.3. bentuk dan ukuran. stap.6. 7. 7. Semua frame/kosen baik untuk dinding. 3. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa mrnyebabkan kerusakan pada permukaannya. 7. . 7. Sebelum memulai pelaksanaan Pelaksanan Kerja diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi dilapangan. kualitas. rivet. jendela putar. b) Dapat cocok dengan jendela geser. aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari aquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insutating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya. dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikro sehingga dapat bergeser.dll.3. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel.celah antara kaca system kusen alumunium harus ditutup oleh sealant.8. 7.3. 7. c) Sistem kosen dapat menampung kaca frameless. merk. Angkur-angkur untuk rangka/kosen alumunium terbuat dari stel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup.5. 7.3. jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.2.3.sedemikian rupa sehingga hair line dan tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.ukuran dan peil lubang dalam membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil alumunium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain.4. Syarat-syarat Pelaksanaan 7. d) Untuk system partisi.3. dan cocok.3. Prioritas proses fabrikasi harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk perencana/MK meliputi gambar denah. Potongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu pada permukaannya.000 kg/cm². Bahan finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersangkutan dengan bahan alkaline seperti beton. Disyaratkan bahan kusen alumunium dilengkapi oleh kemungkinankemungkinan sebagai berikut : a) Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati.3.9.3. lokasi.9.1. 7. 7.

• Produk : setara Granito (Lantai Utama) • setara Roman (Lantai + Dinding Toilet) . Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada lubang bawah dan atas harus dengan waterpass. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas. Toleransi pemasangan kosen alumunium disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.11. Khususnya untukpenahan jendela gerak alumunium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang. 7. tembaga atau lainnya maka permukaan material yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium menghindari kontak korosi. dipakai untuk plesteran rapat air.12.2. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan).2. PASAL 8 PEKERJAAN LANTAI 8.2 8.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 32 BAB XII e) 7. dipakai untuk seluruh lantai lainnya.2. Penggunaan ini pada swing door dan double door.3. Untuk fitting hardware dan reinforcing material yang mana kosen alumunium akan kontak dengan besi.2.1 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.2. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan.14.3.1.1. PERSYARATAN BAHAN 8. 7.1. Pekerjaan lantai terdiri dari urugan pasir dan pasangan screeding/ lapisan dasar pemasangan keramik/granit. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruangan yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic ribber atau bahan synthetic resin. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 Penggunaan adukan plesteran : • Adukan 1 pc : 2 ps.10. 7.3.13. bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik.15. • Adukan 1 pc : 4 ps.3. LINGKUP PEKERJAAN 8.1. 8.3. 7. Sekeliling tepi yang terlihat berbatasan dengan dinding agar sealent supaya kedap air dan kedap suara.3. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 8. 8. 7.3.

4 8.3.1.3 9.2 Sebelum dimulai pekerjaan.3. 9. Pekerjaan lantai dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. Penutup langit-langit Jenis : Kalsiboard Tebal : 5 mm Ukuran : 122 x 244 cm .2. Pada lantai dua dipakai aluminium dengan ukuran yang mengacu pada gambar kerja.3.3. b. Aluminium rangka plafond lantai dua bertumpu pada aluminium sesuai dengan gambar kerja.2. yang menjadikan kesempurnaan pekerjaan rangka itu sendiri.1 Rangka langit-langit/plafond a.3. Pemasangan penutup rangka pada Pemasangan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit dalam ruang desain dan persyaratannya dari desain interior. Lubang-lubang saluran air dipersiapkan terlebih dahulu   kotor yang melewati lantai sudah 8.1.6 PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT 9. c. Pekerjaan lantai dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk propilnya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 33 BAB XII 8.1 8. serta sehubungan dengan kolom-kolom dan dinding-dinding sesuai gambar kerja. LINGKUP PEKERJAAN 9.1. c. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur.2.3 8.1 9. diwajibkan membuat shop drawing. Pekerjaan pembuatan dan pemasangan rangka langit-langit serta semua perlengkapan lainnya.2 a.3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 8.4 9.5 8.1. 9. Pada lantai satu dipakai furing metal dengan mengacu persyaratan pemasangan yang disetujui konsultan pengawas b. Pekerjaan lantai hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.1. PERSYARATAN BAHAN 9.2 Pekerjaan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit.3.

Produk e.6 a.3. Pemborong wajib meneliti seluruh pekerjaan lain yang terkait erat dengan pekerjaan ini. f. c.3. class O fire resistance 9.5 a.3.3. Pada pemasangan garis-garis alur harus rapi dan lurus serta mempunyai bidang yang rata. Persyaratan Pelaksanaan Pemasangan Penggantung Langit-langit.3. Semua peraturan-peraturan/normalisasi-nomalisasi yang dipakai harus yang berlaku di Indonesia misalnya SKSNI dan lain-lain. b. e. Persyaratan pelaksanaan pemasangan penutup langit-langit 9. Pemasangan penutup langit-langit harus memenuhi syarat teknis yang dikeluarkan pabrik dimana bahan-bahan langit-langit tersebut digunakan. b. Pola pelaksanaan pemasangan rangka plafond harus sudah memperhatikan pola pemasangan lampu dan pekerjaan lainnya serta modul penutup langit-langit. Sebelum dilaksanakan pemasangan daun penutup langit-langit Pelaksana Pekerjaan Wajib memeriksa seluruh pekerjaan lain yang berada di dalam ruang plafond (instalasi mekanikal dan Elektrikal). Standart : Eternit atau setara : Interior lathing dan Furring. . PERSYARATAN PELAKSANAAN 9. Kebenaran pemasangan dalam kaitannya terhadap pekerjaan lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Semua perubahan yang disetujui ini dapat dilaksanakan tanpa ada biaya perubahan yang mempengaruhi kontrak. Pemborong wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja. d.2 Pada pemasangan rangka-rangka penggantung dan pekerjaan baja lainnya harus memenuhi persyaratan baja. kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang. maka Kontraktor/Pelaksana wajib melengkapi gambar tersebut berupa shop drawing dan harus disetujui oleh Pengawas.4 9.3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 34 BAB XII d. Perubahan bahan atau detail berhubungan alasan tertentu yang kuat dapat diterima harus diajukan dan diusulkan kepada Pengawas harian utuk mendapatkan persetujuan dari pengawas dan Perencana. Detail dan sambungan dari bagian-bagian kontruksi yang tidak tercantum dalam gambar tetapi ada dalam pelaksanaanya.1 9. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan di lapangan pada waktu pemasangan yang diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian Pelaksana harus dilaksanakan pemborong tanpa diajukan sebagai tambahan pekerjaan/biaya. c. 9.3.3 9.

Kaca harus bebas dari gumpalan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/masuk). peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Cacat-cacat Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai dengan ketentuan dari pabrik.1. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. Lingkup pekerjaan Menyediakan tenaga kerja. PEKERJAAN KACA 10. Penutup langit-langit GRC tebal 6 mm dipakai di daerah basah dan luar sesuai dengan gambar kerja. bahan-bahan.2. Pelaksananaan pekerjaan baru boleh dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan. Rangka plafond harus sudah pada satu elevasi yang sama. f.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 35 BAB XII d. PASAL 10 PEKERJAAN KACA 10.1. Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. Untuk keperluan inspeksi / control pemeriksaan diatas plafond maka dibuatkan lubang untuk orang/petugas masuk ( disarankan pada areal ruangan km/wc ). Harus bebas dari benang (String) dan gelombang (Wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. mempunyai sifat tembus cahaya. Persyaratan bahan Kaca adalah benda yang terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mencapai ketebalan yang sama. g. . gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. e. toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1. Kaca harus bebas dari keretakan ( garis-garis pecah pada pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Sebelum pemasangan gypsum board harus dilaksanakan pengukuran elevasi permukaan bawah rangka plafond. Harus bebas dari bintik-bintik (Spots).1. awan (cloud) dan goresan (scratch). Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta potongan yang rata dan lurus. dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya. gilas pengambangan (Float Glass) Toleransi lebar dan panjang Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik.1.5 mm per meter. 10.

kemudian dilapis dengan plastik busa tebal 1cm.ANSI : American Nat Standard Inst. 297-1-1975 Safety Material Used In Build • Bahan untuk kaca interior : Colour (tinted fload glass. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua terpasang harus disetujui MK.produk. Pemasangan cermin Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis MR yang disekrupkan pada klose-klose dinding.3mm. tebal 5 mm. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. siku sudut-sudutnya (toleransi 1. refleksi glass 40%) tebal sesuai gambar untuk itu. • ASTM : E6-P3 • PBVI 1982 • Ketebalan kaca harus merata. . Cermin dan kaca harus terpasang rapi.. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca merk. Syarat-syarat pelaksanaan Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar.... Untuk ketebalan kaca 5mm kira-kira 0. Sisi kaca yang tampak maupun tidak tampak akibat pemotongan garis digurinda/dihaluskan. hingga membentuk tembereng.. Bahan Kaca • Bahan kaca dan cermin.. bebas dari segala noda dan goresan.5 mm per m’) potongannya harus lurus Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan perencana/MK.3. 10. Disatu permukaannnya dilapisi (chaemics deposited silver). jenis cermin sesuai dengan yang telah disebutkan dalam syarat pemakaian bahan material dalam uraian dan syarat pekerjaan tertulis ini type VVV polished. sisi tepi harus lurus dan rata. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kosen.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 36 BAB XII Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Semua bahan yang telah dipasang harus disetujui oleh MK. uraian dan syaratpekerjaan dalam buku ini.warna transparan cara pemasangan dan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik.1. diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus. bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya. dari benturan dan diberi tanda untuk mudah diketahui. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus... tidak diperkenankan retak dan pecah pada setelan/tepinya. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan. harus sesuai SII 0189/79 dan PBVI 1982. harus diisi dengan lem silikon merk.. • Bahan untuk cermin menggunakan : Clear float glass. tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. tebal minimal 6mm. Permukaan harus bebas noda dan cacat.. digunakan produk Standard : . Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen.

Juga plamur dan cat dasarnya harus yang dikeluarkan oleh pabrik yang sama untuk masing-masing lapisan permukaan. cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang mengandung amoniak merk setara Cling produk Wings 10. d. PEKERJAAN PENGECATAN (Bagian Luar dan Bagian Dalam) 10. Persyaratan Bahan Standard : . Semua bahan cat harus diperoleh dari levalinsir yang telah disetujui.4 Daftar Bahan-bahan a. 10. b. harus memakai cat emulsi/acrylic berdasarkan alkyd resins.58 1982. plafond dsb) digunakan melamik. c. Persiapan permukaan yang akan cat.2 a. Semua cat harus dipergunakan dan dipulaskan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan.2.PVBI : 54. mengajukan daftar dari semua bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas.2. c. Pekerjaan cat kayu harus mengandung bahan sintetis d. b. e. 10. Setelah terpasang. Untuk dinding interior digunakan: • Plamir digunakan ICI atau yang setara • Cat untuk dinding luar dan dalam. pemborong harus secepatnya.3 Ketentuan Bahan a.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 37 BAB XII Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku/skrup-skrup kaca yang mempunyai dop penutup steinless steel.2. b. N. b. c. Semua warna dipilih oleh Konsultan Pengawas dan pemborong harus memasukkan dalam penawaran biaya untuk mengadakan contoh warna-warna untuk disetujui. Setelah kontrak ditandatangani.I :4 ASTM : D – 361 BS : 3900-1970 AS : K-41 10. Pengecatan semua permukaan sesuai spec/gambar dengan warna dan bahan yang telah ditentukan sesuai yamh dipilih oleh Konsultan Pengawas. Untuk dinding luar bagunan dipakai cat khusus exterior.2. d.2. produk : Niponpaint atau yang setara. Untuk finishing interior kayu (lambresering. produk ICI Weathershield atau yang setara.1 Lingkup Pekerjaan a. kolom. langit-langit dan sebagainya. Tidak boleh mencampurkan bahan pengering atau bahan- .

• Pemborong diharuskan membuat contoh (mock up) cat dengan ukuran 1.00 x 2.5 Syarat-syarat Pelaksanaan a. . • Untuk warna-warna yang sejenis. warna ditentukan perencana. tidak retak-retak dan Pelaksana Pekerjaan meminta persetujuan Konsultan Perencana. • Lapisan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis acrylic emulsion dengan kekentalan cat sesuai persyaratan pabrik. bidang dinding merupakan bidang yang utuh. terutama (untuk bidang-bidang yang luas) untuk disetujui Konsultan Pengawas. ditentukan Konsultan Pengawas. jika tidak disarankan oleh pabrik cat dan sebagainya. • Setelah pekerjaan cat selesai. • Untuk dinding luar bangunan digunakan cat khusus luar jenis ICI Weathershiled atau yang setara. 10.00 m untuk disetujui. Melakukan percobaan pengecatan. Pekerjaan Pengecatan Dinding Luar dan Dalam • Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh bangunan dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 38 BAB XII bahan lain kedalam cat. • Sebelum dinding dicat. plesteran dan acian sudah harus benarbenar kering da bersih. licin. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. • Dinding yang akan dicat diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer • Setelah diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer masih terdapat retak rambut maka segera diberi plamur yang satu merk. ruangan area pengecatan harus bersih dan dijaga agar tidak ada debu berterbangan. b. Pekerjaan Pengecatan Besi • Persiapan Umum Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan. tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.2. • Setelah pekerjaan plamur selesai maka diberikan kembali 1 (satu) lapis alkali resistance sealer. Dalam pelaksanaan pekerjaan itu harus disediakan banyak lap-lap bersih. rata. Pelaksana Pekerjaan diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama. • Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat jenis Emulsi Acrylic merk ICI Dulux atau yang setara.

3. Dengan kualitas ST 37. Material a. Baja struktur harus mempunyai mutu sesuai Sdengan ASTM A36 dengan E=200.1. Steel Structural Painting Council (SSPC) f. jenis Vinyl Acrylic warna ditentukan Konsultan Pengawas setelah melakukan percobaan pengecatan.5 mm dari diameter baut.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 39 BAB XII c.1. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) 1983 b. mur dan ring dari jenis “High Stregth” ASTM A35 baja hitam atau sekurang-kurangnya dari standart FE360 (ST37). Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI) d. Semua material yang digunakan harus baru dengan kualitas terbaik dan disetujui oleh pengawas. 11. Pengawas berhak untuk minta diadakan pengujian atas bahan-bahan tersebut dan pelaksanaan harus bertanggung jawab atas segala biaya yang dikeluarkan untuk ini.569. Peraturan Pembebenan Untuk Gedung Indonesia ((PPUGI) c. Pekerjaan Pengecatan Langit-langit • Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gysum board. Baut.1. dan siku terhadap batangnya dengan kepala dan mur yang berbentuk horizontal. sentries.000 Mpa. .1. Penjelasan dengan “Aech Welding Electrodes” sesuai AWS A5. Kecuali ditentukan lain dalam buku persyaratan teknis maka semua pekerjaan baja harus sesuai standart di bawah ini : a. PEKERJAAN BAJA 11. • Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal ini. PASAL 11 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP 11. pelat beton atau bagian-bagian yang ditentukan gambar.2 11. c. gambar rencana dan intruksi-intruksi yang diperlukan oleh pengawas. tepat. American Societyfor Testing & Material (ASTM) e. Lubang diameter ring yang digunakan adalah lebih besar 1. Standart Industri Indonesia (SII) Pelaksanaan harus melaksanakan pekerjaan ini dengan ketetapan dan kesesuaian yang tinggi menurut persyaratan teknis ini. kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langit-langit. Ketentuan Umum Persyaratan-persyaratan kontruksi baja dan istilah teknik secara umum menjadi satu kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini. Semua baut dan mur harus mempunyai kepala yang ditempa. • Cat yang digunakan merk ICI Dulux atau setara. Las yang digunakan adalah las listrik dengan mutu FE 360 atau E 60. • Plamur yang digunakan adalah plamur kayu yang satu merek dengan cat yang akan digunakan.1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup segala sesuatu untuk pelaksanaan kontruksi baja secara lengkap dengan gambar dan persyaratan teknis ini. b.

11. menurut Direksi / Pengawas lapangan tidak sesuai dan tidak lebih baik dari gambar rencana.1. Pengecatan dasar dilakukan di workshop sebelum pengiriman kelokasi atau penyimpanan.1. Pekerjaan perubahan jarak gording. 11. pelaksanaan mharus menanggung biaya yang dikeluarkan oleh pengawas dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut. e.4 Fabrikasi a. pengadaan dan pemasangan Penutup atap lengkap dengan accessories d. Baja yang akan dilas harus bebas dari cat. RANGKA KAP BAJA RINGAN. tekuk atau putir. Pelaksanaan Disesuaikan dengan prosedur dan spesifikasi yang ditetapkan oleh merk dagang dan/atau produsen. b.2. • . minyak cat dan yang disambung harus rata satu sama lainnya. yang memenuhi persyaratan terlindung dari pengaruh cuaca.2. Apabila ternyata konstruksi rangka kap. retak. fabrikasi harus dilaksanakan dalam bengkel/workshop. Hasan Basri untuk penutup atap nya Genteng Keramik dan Bangunan Laboratorium dan Workshop penutup atap Genteng Metal. Perencanaan harus membuat workshop dilapangan dan disetujui oleh pengawas.1. 11.2. Pengelasan harus dilakukan dalam tempat yang beratap dan dilaksanakan dengan menggunakan las bujur listrik. pengecatan struktur atap. 3. 11.2. pelaksaan harus menyerahkan hasil pengujian yang dibutuhkan dan berhubungan dengan kontruksi baja ini disertai faktur pengiriman. PEKERJAAN PENUTUP ATAP 11. Syarat Bahan / Material. Brigjen H. Jika dianggap perlu. • Lingkup Pekerjaan Penutup Atap Untuk di Bangunan Balai di Lokasi Jl.3.3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 40 BAB XII Semua baja yang digunakan harus sesuai dengan bentuk. Rangka kap ini disubkan kepada produsen rangka atap baja ringan yang ditentukan kemudian dan disesuaikan dengan dana yang tersedia. Apabila fabrikasi dilakukan diluar lokasi. Semua material baja harus supplier yang dapat dipertanggung jawabkan dengan disertai sertifikat dari pabrik. maka Direksi / Pengawas Lapangan berhak meminta kepada kontraktor untuk memperbaikinya atas biaya kontraktor sendiri. cacat karena tumbukan. ukuran dan ketebalan serta bebas dari karat. Uraian. 11. 11. dengan berat sesuai rancana. Sesuai dengan spesifikasi oleh merk dengan setara J-Steel Kwalitas 1.2. Batang yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kualitas baik.

Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja.1.2. Sebelum konstruksi atap yang telah dipasang dilakukan pengecatan terlebih dahulu dilakukan pengamplasan.3. Apabila sudah dianggap bersih oleh Konsultan Pengawas maka Pelaksana diperbolehkan melakukan pengecatan. bahan-bahan yang diperlukan.1. Bahan/material yang digunakan untuk pekerjaan pengecatan struktur atap adalah cat zincromate produk setara ICI b. Persyaratan Bahan 12.2 Persyaratan Pelaksanaan Penutup Atap a. Pelaksana wajib membuat Shop Drawing b.1. anak tangga dipakai baja cor lengkap dengan motif bunga dan kaca gravier. Pembersihan konstruksi atap existing dari karat dilakukan dengan menggunakan sikat kawat/wire brush sampai komponen konstrukssi atap benar-benar bersih dari karat.1. Pelaksanaan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan penutup atap. . b.2 PERSYARATAN BAHAN a. c. Pemasangan penutup atap harus memperhatikan jarak tumpang tindih (Overlap) yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat PASAL 12 12. Bahan: a. Sebelum memulai pelaksanaan.2. Bangunan Pekerjaan Railing Tangga 12.2. Untuk bahan stainless steell setara “Indah Maspion”. Dan Genteng Metal 11.3.3. Pekerjaan handrail tangga pada tangga menggunakan pipa kotak hollow stainless stell.3. Rangka pipa GIV ukuran 2 Inch.1 Persyaratan Pelaksanaan Pengecatan Konstruksi Atap yang Baja WF.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 41 BAB XII 11. 12 1.1. peralatan termasuk alat-alat bantu dan pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. 11. PEKERJAAN LAIN-LAIN Lingkup Pekerjaan 12 1. Bahan/material yang digunakan untuk penutup atap merupakan genteng keramik.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN 11.

2 Jenis Bahan: Pipa-pipa kotak. Syarat-syarat Pelaksanaan 12 3. 12 1. bekas laslasan harus dikikir dan dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya. • Untuk stainless steel yang dipakai berupa profil-profil pipa dan plat stainless steel.5. batang-batang bulat dari bahan baja cor dan stain steel. 12 3. • Pekerjaan stainless steel seperti yang ditunjukkan dalam gambar untuk itu. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan di atas teknis operatif sebagai informasi bagi perencana . 12. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji.3. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan. • Pembengkokan profil-profil / plat-plat / pipa-pipa harus dilaksanakan dengan alas bender (pembengkokan) sehingga hasilnya baik. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan . Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. Pekerjaan baja tahan karat. tebal 1.4.3. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. permukaan yang dilas harus sama rata dan alur lasnya kelihatan teratur. peralatan termasuk alat-alat bantu dan .1.8 . Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. Digunakan stainless steel dengan mutu SS 306 finish mirror dan baja cor dengan pengelasan sambungan harus kuat dan permukaan halus. Setelah pekerjaan las-lasan. Bahan yang dipakai. penghalusan dan pemasangan selesai stainless steel dipoles dengan mesin poles. halus dan tidak cacat-cacat bekas pukulan . 12 3. kemudian digosok dengan compound memakai kain halus sehingga bersih dan mengkilap Pekerjaan Kloset Dan Wastafel 12.2.2 mm. bahanbahan yang diperlukan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 42 BAB XII 12. • Penyambungan dengan luas harus dilaksanakan dengan kelipata dan keahlian yang tinggi. baik pada pembuatan. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. 12 3. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.1. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor. pengelasan harus dengan las listrik dengan electrode stainless steel. 12 3.2.3. 12 3. Bila dianggap perlu. 12 3.6.7. Las-lasan yang cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya pemborong .

Bila dianggap perlu.3.1. 12.2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.3. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Kelistrikan. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan. . pemasangan. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Plumbing. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor. Bahan yang dipakai. Syarat-syarat Pelaksanaan 12.3. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan.3.1.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 43 BAB XII pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik.2.4. baik pada pembuatan. 12.5. 12.3. kloset duduk dan Wastafel pada Bangunan didalam kamar mandi atau wc. b. Pekerjaan pemasangan kloset jongkok. b. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. PASAL 13 PEKERJAAN MEKANIKAL. 12. Bahan: Untuk bahan Kloset dan Wastefel setara “American Standart”. terdiri dari: a.3. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Penyalur Petir. 12. Persyaratan Bahan 12. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Pemadam Kebakaran.1 SYARAT-SYARAT UMUM Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan.2 Pekerjaan Elektrikal. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas.1. terdiri dari: a. dan pengetesan seluruh peralatan (material) dan instalasi yang ditunjukkan pada gambar perencanaan untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin. 13.3. 12.1. Spesifikasi teknis ini meliputi uraian untuk pelaksanaan antara lain: 13.2. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. 12 1.4.

B. Daftar Bahan dan Contoh . Semua bagian tersebut walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara detail harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. Setiap shop drawing yang diajukan pemborong dan telah disetujui Direksi Pengawas Lapangan dianggap bahwa Pemborong telah memahami situasi serta telah berkonsultasi dengan pekerjaan instalasi lainnya. harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin lainnya. pemborong harus segera mengajukan pertanyaan tertulis kepada Direksi Pengawas Lapangan. danapabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukanagar instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi teknis atau bill of quantity saja. Dalam hal ada keraguan yang ditimbulkan karena kemungkinan kesalahan penggambaran atau ketidak sesuaian lainnya. Gambar Perencanaan dan Bill Of Quantity ini merupakan dokumen penawaran yang tidak dapat dipisah-pisahkan atau satu kesatuan. As built drawings harus diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner) setelah selesai pekerjaan. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan instalasi yang pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi lapangan. Koordinasi Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan ini.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 44 BAB XII Spesifikasi Teknis. pemasangan maupun pengujian atau pengetesan. sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar pekerjaan yang satu tidak menghalangi atau menghambat pekerjaan lainnya. maka Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard dan peraturan yang berlaku. catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) dan 3 (tiga) set lengkap gambar blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings). agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. C. Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pemborong harus mengajukan gambar-gambar kerja dan detail (shop drawing) sebanyak 3 (tiga) set yang harus diajukan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Pemberi Tugas. Sebelum pekerjaan dimulai. A. benar dan sesuai standar yang berlaku. Gambar-Gambar Gambar-gambar perencanan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci. dan Perencana untuk mendapatkan penjelasan masalah tersebut dalam pelaksanaan baik berupa jenis barang. Gambar-gambar arsitektur dan struktur/sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail "finishing" dari proyek.

Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang dan apabila terdapat keraguan. Pemberi Tugas (Pemilik) dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya. Semua tenaga. Pemberi Tugas dan Perencana. Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari bahan dan material yang akan digunakan. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan dan material yang akan dipasang kepada Direksi Pengawas Lapangan. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan dan material. E. apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong. Persetujuan oleh Direksi Pengawas Lapangan akan diberikan atas dasar diatas. berstandar mutu dan keadaan baru. bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut. Pengetesan dan Persetujuan Pemborong harus melakukan semua pengetesan yang dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap sistem. harus memenuhi standar dan ketentuan pengetesan dengan benar. Pemborong harus segera menghubungi Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana untuk berkonsultasi. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan. sistem dan lain-lain oleh Pemborong. Daftar ini harus dibuat rangkap 3 (tiga) yang didalamnya tercantum nama dan alamat. kecuali apabila ditunjuk lain oleh Direksi Pengawas Lapangan. Hal ini Harus menjadi Perhatian dan tanggung jawab Pemborong. Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik pembuat. Dan jika sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan standar yang berlaku dan ketentuan dari kontrak. Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga ahli. maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk disetujui. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud didalam spesifikasi teknis ini. Penggantian merk bahan dan material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Pemberi Tugas dan perencana.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 45 BAB XII Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan. D. yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. disaksikan oleh team Pemberi Tugas. katalog dan keterangan lain yang dianggap perlu oleh Direksi Pengawas Lapangan. . Semua peralatan-peralatan yang sudah dikirim dan dipasang. merupakan tanggung jawab Pemborong. selanjutnya pemborong harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang. harus disediakan oleh Pemborong. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pemborong. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas Lapangan.

penggantian.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 46 BAB XII F. Hal-hal yang menyangkut masalah: • Material (masuk atau ditolak) • Jumlah tenaga kerja • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah/kurang Berdasarkan laporan harian. Laporan Pemborong wajib membuat "Laporan Harian. . Laporan tersebut dibuat dalam rangka 3 (tiga) meliputi: 1. Kegiatan Fisik Catatan dan perintah Direksi Pengawas Lapangan yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis. Pemborong pekerjaan instalasi ini masih harus menyediakan tenaga ahli yang dapat dihubungi setiap saat. Pemborong diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan-kerusakan dari pada peralatan utama yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan. Pemborong harus mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode tersebut kepada Tenaga calon-calon operator untuk setiap pekerjaan yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas (Owner). Pemborong tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas perbaikan. Jika pada masa garansi tersebut. dibuat laporan mingguan dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan prestasi atas pekerjaan minggu lalu sehingga menjadi laporan selama 1 (satu) bulan dan rencana pekerjaan minggu depan dan satu bulan ke depan. Laporan ini harus ditandatangani oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas untuk diketahui/disetujui. G. Selama masa garansi. Sebelum penyerahan kedua (final acceptance). dengan pernyataan benar dan baik yang ditandatangani bersama oleh instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut. maka Direksi Pengawas Lapangan berhak menyerahkan pekerjaan perbaikan atau kekurangan tersebut pada pihak lain atas biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi tersebut. sehingga para petugas atau operator dapat mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan. 2. Mingguan dan Bulanan" yang memberikan gambaran dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan secara jelas. Training tentang pengoperasian dan perawatan tersebut harus lengkap dengan 3 (tiga) set operating maintenance and repair manual books. kekurangan selama masa garansi. Direksi Pengawas Lapangan dan melampirkan sertifikat pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang berwenang. Masa Garansi dan Serah Terima Pekerjaan Peralatan utama harus digaransikan selama 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun terhitung dari penyerahan kedua. Selama masa garansi tersebut. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah dilengkapi dengan bukti dari hasil pemeriksaan atas instalasi.

Perubahan. 3. atau pada saat yang dikehendaki oleh Direksi Pengawas Lapangan di dalam pelaksanaan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng melalui penanggung jawab Pemborong. Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan pekerjaan ini. Kantor Pemborong. Pemborong harus menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Direksi Pengawas Lapangan dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis. Dalam merubah gambar rencana tersebut. lantai. harus dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali. Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut. Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain. gambar rencana dan lain sebagainya. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan Pemborong instalasi ini. H. Pengelasan dan Pengeboran Pemborong tembok. Penanggung Jawab Pelaksana Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman serta harus selalu berada di lapangan/site. harus diajukan oleh Pemborong kepada Direksi Pengawas Lapangan secara tertulis. Gudang dan Los Kerja . Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi. pembongkaran. Pembobokan. Perubahan-perubahan material dan gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi Pengawas Lapangan. Hasil pengetesan tahanan isolasi kabel dan pemberian tegangan. J. Masa Pemeliharaan Selama masa pemeliharaan. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan. L.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 47 BAB XII Pemborong harus menyerahkan Laporan Pengetesan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagi berikut: 1. 2. I. pengeboran dan sebagainya hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin tertulis dari Direksi Pengawas Lapangan. Penambahan dan Pengurangan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar-gambar rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas Lapangan. Pembobokan. Pengajuan perubahan material. K. harus diselenggarakan kegiatan pemeliharaan berjangka dan pemeriksaan rutin. bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi-instruksi dari Direksi Pengawas Lapangan.

N. P. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan di keluarkan oleh Direksi Pengawas Lapangan pada waktu pelaksanaan. gudang. Penimbunan/penyimpanan barang. O. menjadi tanggung jawab Pemborong. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. harus diberi penerangan yang cukup. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga/daya kerja harus disediakan oleh Pemborong. Kebersihan dan Ketertiban Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. berpengalaman dan . Kecelakaan dan Peti PPPK Terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Bagan Penyelenggara dari Pemborong Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong harus diserahkan kepada penyelenggara dengan kualifikasi ahli. maka Pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. peralatan. bahan dan peralatan baik di dalam gudang maupun diluar (halaman). los kerja. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. kantor. Penjagaan dan Kebakaran Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 48 BAB XII Pemborong diperbolehkan membuat ruang kantor. Penerangan dan Sumber Daya Pada kantor. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga Kerja) dan mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang lapangan). Q. Pemborong wajib menyediakan peralatan pemadam kebakaran (pemadam api ringan) yang diletakkan dalam kantor lapangan dan gudang. dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan M. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. harus selalu dalam keadaan bersih. penyimpanan barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar) dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung.

Site Manager mewakili Pemborong ditempat pekerja dapat bertindak penuh kepada Direksi Pengawas Lapangan. melakukan perbuatan yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan. Pengadaan dan pemasangan pompa sumur dangkal (Jet Pump) dan Submersible Deep Well Pump air bersih serta pengeboran sumur dalam dan dangkal untuk sumber air bersih. e. Bila Pemborong lalai. Pengawasan Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Staff-nya. c.1 Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) a. Direksi Pengawas Lapangan menempatkan petugaspetugas pengawasan yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan. harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian. Elektrikal dan Plumbing yang terdiri dari: 13. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari PDAM daerah setempat. d. Pengadaan dan pemasangan peralatan sistem pengolahan air kotor (Septic Tank) dengan Biotech System. Bagianbagian pekerjaan yang telah dilaksanakan. sistem pengolahan air bekas (buangan) dari ruang cuci dengan Neutralizing Tank dan dari ruang dapur kotor dengan Grease Trap. Petunjuk dan perintah Direksi Pengawas Lapangan didalam pelaksanaan. 13. pemasangan dan pengujian seluruh lingkup pekerjaan instalasi Mekanikal. Pada setiap saat Direksi Pengawas Lapangan atau petugas-petugas/staff harus dapat mengawasi. sebagai penanggung jawab di lapangan. Pengadaan dan pemasangan sistem penyaluran dan penampungan air hujan dengan sumur resapan dan saluran/drainase bangunan. . bahan dan peralatan serta Pemborong harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan.2.2 LINGKUP PEKERJAAN Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. kepada mereka yang melanggar terhadap peraturan umum mengganggu ataupun merusak ketertiban. berlaku tidak wajar.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 49 BAB XII mempunyai wewenang penuh untuk mengambil keputusan. Di tempat pekerjaan. maka akan dikenakan tindakan sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal denda. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya. memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan. R. Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan setiap saat yang diperlukan Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan. tetapi luput dari pengamatan Direksi Pengawas Lapangan dan stafnya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. disampaikan langsung kepada Site Manager wakil Pemborong. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari sumur dalam maupun dangkal kepada pihak Badan yang berwenang pada daerah setempat. b.

Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik untuk AC dan Fan. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dalam dan luar serta stop kontak lengkap dengan kabel instalasi. f. Pengadaan dan pemasangan Transformator Stap-Up 20 kV/400 V. Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang. pipa pelindung kabel. Pengadaan dan pemasangan seluruh panel-panel tegangan rendah lengkap dengan komponen-komponen panelnya. k. klem. isolasi penyambungan kabel. Pengadaan dan pemasangan instalasi penyalur petir dan system pentanahan penangkal petir lengkap dengan bak kontrol. 20 kVolt ke pihak PLN daerah setempat.3 Pekerjaan Penyalur Petir a. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TM/TM. Pengadaan dan pemasangan panel utama tegangan menengah (TM) lengkap dengan komponen-komponen panelnya. c. e. l. j.2. reduser. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan menengah 20 kV. saklar. h. dan accessories lainnya. 13. Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi seluruh peralatan plumbing. i. air kotor. pipa vent dan air hujan lengkap dengan elbow. dan stop kontak. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TR/TR 400/230 Volt ke pihak PLN daerah setempat. c. 50 Hz lengkap dengan komponen pengamanannya. alat ukur dan elektroda pentanahan. 13. kotak saklar dan stop kontak. g. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan rendah 400/230 V.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 50 BAB XII f. junction box. air bekas. tee. Pengadaan dan pemasangan sistem pembumian pengaman lengkap dengan bak kontrol dan elektroda pembumian. h. d. dan accessories lainnya. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih. Pengadaan dan pemasangan tiang penyanggah air terminal penyalur petir. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis lampu penerangan.2. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi kelistrikan yang terpasang. g. . b. Pengadaan dan pemasangan Unit Splizen (Air Terminal) penyalur petir sistem elektrostatis. b.2 Pekerjaan Elektrikal (Kelistrikan) a.

13. agar setiap waktu dapat memberikan penjelasan dengan pimpinan proyek. Pemberi Tugas dan disahkan Direksi Pengawas Lapangan. Mempunyai tenaga pelaksana yang berpengalaman. b. e. Elektrikal dan Plumbing yang dinyatakan dengan referensi dan mampu berperan sebagai patner dari pemborong utama (pekerjaan Sipil). c. Mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. Mempunyai pengalaman dalam pekerjaan Mekanikal. d. Pemborong harus dapat menerima dan menyetujui gambar instalasi yang diberikan oleh perencana.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 51 BAB XII d. Berdomisili di wilayah setempat dan sekitarnya.3 PESERTA PELELANGAN Peserta pelelangan adalah badan hukum yang bergerak di bidang pemborong bangunan rumah tinggal serta terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu Provinsi dan memiliki Tanda Daftar Rekanan yang masih berlaku serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. • Menyerahkan gambar As Buil Drawing sebanyak 3 (tiga) set yang telah diketahui Perencana. • Telah mendapatkan surat keterangan dari pimpinan proyek. yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100%.4 PROSEDUR PELAKSANAAN Syarat-syarat pelaksanaan antara lain: a. adapun persyaratan lainnya adalah: a. . • Seluruh material pada Pekerjaan MEP harus mempunyai purna jual yang terjamin dan garansi minimal 9 (sembilan) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi penyalur petir system elektrostatis dan sistem conventional (sangkar faraday).102 menyatakan: • Surat hasil pengetesan dan pengujian instalasi. Pemborong harus membuat gambar kerja yang mengacu pada gambar perencanaan dan disetujui pemberi tugas serta disahkan pimpinan proyek. instalasi Pekerjaan instalasi MEP dinyatakan selesai bila pihak pemborong telah . d. c. 13. Pemborong pekerjaan MEP dalam bangunan ini harus mempertanggung jawabkan pekerjaan secara teknis dan instalasi kepada pimpinan proyek. Pemborong harus mengadakan pengujian seluruh pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal yang disaksikan oleh pemberi tugas. f. Pemborong harus menempatkan tenaga ahli di lapangan. b. f. e. Mempunyai Pas Kerja PLN (Sikka Golongan A) dan Pas PAM-wilayah yang masih berlaku. Membuat Time Schedule pelaksanaan pekerjaan MEP.

Untuk sumber air tanah telah terjamin kualitas/mutu airnya yang harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorim PT. Supply air bersih dari pompa penguat (Booster Pump) sebelum dialirkan akan difilterisasi terlebih dahulu dengan Sand Filter dan Carbon Filter. 2. Untuk menentukan kenyamanan bagi pemakainya.1 Uraian Umum 1. air bersih dengan pompa penguat (Booster Pump) secara sistem tangki tekanan (Hydrophor) otomatis disalurkan ke seluruh Toilet yang ada pada lantai bangunan hingga siram taman. Air bersih yang berasal dari sumur dalam dan sumur dangkal di sambungkan langsung ke Ground Water Reservoir Tank (GWR). Pemborong harus melaksanakan masa pemeliharaan selama 3 s/d 6 bulan.5. Pengontrolan penggunaan air bersih dari SDWP atau jet pump maupun PDAM dengan gate valve + pelampung (WLC. Selanjutnya dari Water Reservoir Tank. Pemborong harus menyerahkan daftar dan contoh material kepada pemberi tugas dan pimpinan proyek untuk mendapatkan persetujuan. water level control) dan ditambah check valve. Air Kotor dan Air Bekas Buangan air dari wastafel atau lavatory dan floor drain disebut dengan air bekas dan buangan air dari water closed dan urinal disebut dengan . Supply air bersih dari sumur dalam menggunakan Submersible Deep Well Pump (SDWP) dan dari sumur dangkal menggunakan Jet Pump.2 Uraian Teknis Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) A. tekanan air pada seluruh unit fixture harus memenuhi syarat-syarat tekanan air yang ada dalam buku PPI Tahun 1979. 4.5. Sistem 1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 52 BAB XII g. Pengajuan gambar kerja dari pemborong harus dilakukan sebelum pekerjaan dilaksanakan. h.Sucofindo atau yang tunjuk oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner). Semua material harus baru dan bila terjadi kerusakan pada material tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan. Penggantian merk dari material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari pemberi tugas dan pimpinan proyek.5 SYARAT-SYARAT TEKNIS 13. 13. 3. 13. pemborong harus mengganti dengan yang baru. Kerusakan material sebelum penyerahan kedua menjadi tanggung jawab pemborong. 2. Air Bersih Sumber air bersih untuk proyek ini berasal dari sumber air tanah atau Sumur dalam sebagai sumber air utama dan cadangan.

bahwa pipa air bersih yang digunakan untuk pemipaan pompa utama air bersih dan pemipaan distribusi air bersih yaitu pipa baja galvanizer (Galvanized Steel pipe/GIP) medium yang tahan terhadap tekanan maksimum 50 Kg/Cm2. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. KHI. air hujan jatuh bebas langsung dialirkan ke drainage/saluran bangunan. Produksi : Setara PPI. Bakrie. Sedangkan limpahan dari tanki air hujan akan dialirkan ke drainage bangunan terdekat. yakni untuk mengurangi limpahan yang sangat berlebihan atau banjir sekaligus untuk menambah potensi air tanah. yaitu sebagian air hujan ditampung dalam tanki air hujan yang selanjutnya akan difilterisasi (disaring) dengan menggunakan pompa transfer melalui sand filter tank dan karbon filter untuk disalurkan ke Water Reservoir Tank (WRT). Bumi Kaya. toleransi tebal (sedang) ± 10%. Air buangan dari wastafel dan floor drain dipisah dengan buangan air dari water closed. Air kotor yang berasal dari water closed & urinal pada seluruh lantai bangunan akan dialirkan ke septic tank dengan pengolahan limbah Biotech System dan selanjutnya dapat dialirkan ke drainage bangunan. .87. Air bekas yang berasal dari wastafel dan floor drain akan dialirkan langsung ke drainage bangunan. SNI 07 0039. sedangkan buangan air dari kitchen (dapur kotor) dan ruang cuci pakaian akan dialirkan masingmasing ke bak penampungan yaitu Grease Trap dan Neutralizing Tank untuk disaring atau difilter (jika diperlukan) yang selanjunya dialirkan ke drainage/saluran bangunan. B. Pemanfaatan air hujan dapat dilakukan. SNI 0161. Spindo. Seluruh sambungan pipa GIP harus dilas metal dengan penguat yang berupa pelana kuda (Saddle). Air Hujan Air hujan yang berasal dari atap bangunan disalurkan melalui beberapa pipa tegak sampai dibawah lantai satu langsung disalurkan ke drainage bangunan dan sedangkan untuk atap bangunan lainnya. bahwa pipa air bersih pada pemipaan dari Water Reservoir Tank (WRT) ke toilet bangunan menuju unit fixture toilet dan dari Flow Meter PDAM. untuk itu digunakan 2 (dua) pipa tegak dan mendatar untuk melayani dan mengalirkan kedua jenis air buangan tersebut. 3. harus dialirkan ke sumur resapan. Pipa Air Bersih. Persyaratan Bahan 1. Air Bekas. Selanjutnya air buangan yang berada pada seluruh saluran bangunan sebelum dialirkan ke drainage/saluran kota terdekat.81. Air Kotor.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 53 BAB XII air kotor. 2. Pipa Air Bersih Dinyatakan dalam gambar perencanaan. toleransi diameter luar ± 1% dan harus sesuai dengan standar BS 1387/67. Air Hujan dan Vent Dinyatakan dalam gambar perencanaan.

Kabel Tegangan Menengah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. 13. harus menggunakan pipa PVC D yang tahan terhadap tekanan 8 Kg/cm. Semua peralatan bantu pipa PVC-AW dan PVC-D seperti fitting. Chuub. IEC 502-1983.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 54 BAB XII Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Pralon. PLN. bahwa Kabel distribusi tegangan menengah 20 kV adalah jenis N2XSEFGbY . reduser (type Concentric). clean out. tabung dari bahan iron stell. Produksi : Setara Supreme. Sistem Sumber daya listrik berasal dari penyambungan sumber daya listrik utama PLN dengan sistem tegangan TR 380V. Sesuai dengan standard SNI-06-0084-1987 dan SII 0344-82. Wavin. SPLN 43-5. saluran/drainage bangunan. air bekas dan air hujan pada pemipaan dari seluruh toilet dan atap bangunan menuju septic tank (STP-Biotech System). 50 Hz. Appindo. floor drain.5. Bentuk dan bahan untuk peralatan unit fixture seperti: kran air dinding. Bahan dan Material 1. wastafel/Lavatory dan kitchen seluruh bangunan. harus mengikuti desain dari interior ruang toilet. . Sesuai dengan standard JIS K 6741. PAR yang harus digunakan dari bahan serbuk kimia multipurpose dry chemical (ABC Fire) yakni NH4H2PO4. SNI06-0084-1987.3 Uraian Teknis Pekerjaan Elektrikal Instalasi Kelistrikan A. LMK. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. bahwa pipa vent pada pemipaan dari seluruh water closed. B. male adapter.1986. Super Intilon. Kabelindo. Kabelmetal. wastafel dan lain-lain. roof drain. tee 45 (Tee Y) dan lainnya harus dari bahan yang sama dengan pipa yang digunakan. water closed. PUIL-2000. yang mana sambungan pipa PVC AW berdiameter dibawah 4 cm digunakan perekat (lem) sedangkan yang berdiameter diatas 4 cm digunakan rubber ring joint.24 kVolt untuk pemasangan didalam tanah dan N2XSY . elbow 45. Produksi : Setara Yamato. 3. memiliki pressure 20 Kg/Cm2 dan ditempatkan dalam kotak panel terpasang didinding. Dinyatakan dalam gambar perencanaan.24 kVolt untuk pemasangan di pit trench cable dan di rak kabel (udara) harus telah memenuhi persyaratan. Fire Extinguiser System (Pemadam Api Ringan/PAR) Fire extinguiser system (PAR) adalah jenis portable dalam mengatasi kebakaran yang harus disediakan pada areal atau ruang tertentu. Produksi : Setara Rucika. urinal. bahwa pipa air kotor.

6/1 kVolt untuk pemasangan di atas plafon (udara) harus telah memenuhi persyaratan SNI 04-2701-1992. dan 8 kA. Hansel. Pemutus tenaga MCCB. Merlin Gerin. JapaPanel. LMK. ABB. 3. Merlin. Komponen Panel Dinyatakan dalam gambar perencanaan. bahwa komponen panel utama banyak ragamnya. dan 18 kA. IEC 32 B. 4 pole. ABB c. SPLN 43-1 198. bahwa Box panel listrik ada 3 jenis. 100 kA dengan rating voltage 500/660 Volt lengkap dengan solid links (dudukan HRC fuse) dengan rating current 1 step diatas rating current HRC Fuse serta harus memeliki alat pencabut HRC Fuse (Fuse Handle) standard SFS 2371. LMK. d.0. PUIL. PLN. antara lain: a. dan IEC 947-2. dan memenuhi standar LMK. PLN. Kabel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. bahwa Kabel distribusi tegangan rendah adalah jenis NYFGbY . Kapasitor Bank Kapasitor harus dari jenis Self Healing Dry Type. 3 phasa.0. Kabelmetal. 3 phasa. PUIL. 4. Panel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. jenis pemasangan dilantai (standing mounted enclosed) yang kontruksinya dari plat baja dengan tebal plat 2 mm dan dicat oven. Produksi : Setara Simetri. 50 kA) dilengkapi mekanisme motor yang sama sehingga bisa beroperasi secara otomatis dan system interlok mekanis dan elektris mencegah kedua pemutus tenaga menutup secara serentak walaupun hanya sesaat. AEG. yaitu jenis pemasangan didinding (wall mounted enclosure). MCB 1 phasa. LMK. 15 kA. Satu pelat dudukan sehingga lebih menjamin aspek keamanan dan lebih mudah dalam pemasangan. pemutus tenaga mini MCB. SIER. yaitu jenis kering (Metallized Polypropylene Film) yang bisa . IP 55 dan jenis inbow waterproof (PVC High Impact) dengan pintu transparan. AEG.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 55 BAB XII 2. b. Produksi : Setara Supreme. Hager. OniPanel.2000. ABB. Voksel. 10 kA. Produksi : Setara Terasaki. IP 54 serta memenuhi persyaratan PUIL-2000. Fuse Links dari jenis HRC Fuse/phasa. AEG.6/1 kVolt untuk pemasangan di-dalam tanah dan NYY . Kedua pemutus tenaga (MCCB. PLN. Kabelindo. LMK. Produksi : Setara Terasaki. 36 kA. Automatic Tranfer Switch (ATS) atau sistem tukar (Interloc). dimana semuanya sesuai dengan standar IEC 269-1. 45 kA. 8 kA dan 5 kA yang telah memenuhi persyaratan SPLN 108/SLI 175/IEC 989. Produksi : Setara Stomberg.2000. 25 kA. Littelfuse.

antara lain: Rating Voltage : 400 Volt. LMK. Detuning factor : 7 %. Continuous over Voltage : 10 % (1. Toleransi kapasitas : . Rating Frequency : 50 Hz. Ketentuanketentuan lainnya yang harus dipenuhi. Ambient temperature : 40 C. Temperatur category : -40 C s/d 50 C. Sistem Koneksi : 3 phasa.3 x In).5 % s/d + 10 %. VDE 0532831-2. Separate source test : 3 kV – 1 min. koneksi (penyambungan) antar phasa atau phasa – netral yang memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut . antara lain: Rating Voltage : 525 Volt. Losses at + 20 C : < 0. Continuous over current : 30 % (1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 56 BAB XII memperbaiki kerusakan sendiri dan memiliki ketentuan-ketentuan. Blocking Reactor (Detuned Filter) Blocking reactor harus dari material kumparan tembaga jenis Polyeter Resin yang pencetakannya dalam keadaan Vakum dan tekanan tinggi dengan thermal resistance 150 C. • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • . digunakan untuk melindungi kapasitor bank dari kerusakan akibat kelebihan tegangan atau gelombang arus Harmonic yang terlalu tinggi dan dalam menghindari resonansi serta menurunkan presentasi harmonic pada jaringan listrik. Protection class : IP 23. Harus memenuhi standar IEC 831-1. Tingkat Insulasi : 3 kV (power frequency) & 15 kV(Impulse).5 W/kVar. Delta. PUIL-2000. IEC 831-2 (1996). LMK. f. PUIL-2000. Protection class : IP 42. Produksi : Setara Nokian.5 & UH5 = UH7 = 5 % Based on Un. Harmonic load : UH3 = 0. Produksi : Setara Nokian. Automatic Power Factor Regulator (APFR) APFR untuk mengatur step kapasitor secara otomatis yang menggunakan teknologi digital (Microprocessor) yang dipasang langsung pada panel atau rel DIN. e. Discharge time to 50 V : < 60 detik.1 x Un). Rating Frequency : 50 Hz. Insulation class : T 40. Harus memenuhi standar IEC 76/3. pada sistem 400 (NO Load). Inductance of the reactor : 3 % tuning accuracy.

sensitivitas arus sebesar 0. Current transformer (CT) : 5A. • Fase Fault Relay (rele kesalahan phasa). kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). Accuracy class : 1. . tegangan kerja 220 V. g. yaitu factor daya rendah.3 A.3 detik. proteksi terhadap kehilangan salah satu phasa. Produksi : Setara Nokian. tunda waktu 1 detik. 50 Hz. sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. 0. tidak langsung dan api. Relay Pengaman yang digunakan antara lain: • Earth Fault Relay (Rele arus bocor bumi). tegangan kerja 220 V. proteksi terhadap turunnya dan naiknya tegangan yang semestinya pada sistem tak stabil. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. • Operational sequence : 4 Program regulasi • Harus memenuhi standar EN 50082-2 & EN 50081-2 EMC. proteksi terhadap kontak langsung. Jumlah step automatic : 6 Step. PUIL2000. LMK. Kontrol & Proteksi : 6 jenis alarm. Ambient temperature : 0 C s/d 40 C.2 detik. dan sebagainya. tunda waktu selama 0. waktu tanggapan selama 200 mili detik. kelebihan atau kekurangan tegangan. tegangan kerja 220 V. • Relay Kontrol Tegangan.7 VA. tegangan kerja 220 V. pengamanan peralatan pada instalasi terhadap tegangan yang semestinya pada system tak stabil. kelebihan arus.5 %. dipasang sebagai tambahan terhadap system control dengan kontak keluaran 8 A (Cos fi= 1) 250 V. • Relay Kontrol Arus. 50 Hz.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 57 BAB XII • • • • • • • • Rating Voltage : 230/400 Volt. tegangan kerja 220 V.003 s/d 0. pengamanan peralatan pada instalasi listrik akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. 50 Hz. tunda waktu selama 0 s/d 1 detik. mengaktifkan pengisian batere bila tegangan jatuh di bawah ambang batas. 50Hz. factor daya terlalu kapasitif atau induktif. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). suhu operasi sebesar -10 s/d 50 • Short Circuit Relay (Rele arus hubung singkat). tegangan kerja 220 V. • Under and Over Voltage Relay (Rele turun dan naiknya tegangan). proteksi terhadap arus hubungan singkat atau akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. 50 Hz. temperature terlalu tinggi. kesalahan urutan phasa dan ketidakseimbangan beban antar ketiga phasa terlalu besar. tunda waktu selama 0. 50 Hz. Rating Frequency : 50 Hz 2 % automatic selection. Protection class : IP 40 (pada panel) & IP 20 (pada rel DIN). sensitivitas tegangan sebesar 15% dari tegangan kerja. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C.

Star Contactor. • Emergency Pushbutton dengan bentuk bundar latching key release dia. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V.40 mm dengan posisi NC. • Pushbutton (Tombol Tekan) dengan bentuk bundar sring return. proteksi terhadap adanya daya balik baik dari sumber utama (PLN) maupun sumber cadangan diesel genset sehingga kedua sumber tidak boleh terinterkoneksi walaupun sesaat. Produksi : Setara Merlin Gerin. Produksi : Setara Merlin Gerin. Line Contaktor lengkap dengan kontak blok tunda waktu.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 58 BAB XII sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. Siemens. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. 50 Hz. Meter Pengukur j. • Peralatan kontrol harus sesuai dengan standar PUIL-2000. dengan penutup plastic berwarna putih. waktu tanggapan selama 200 mili detik. . AEG. yakni Breaker. harus memenuhi persyaratan DIN VDE 0675 part6 LMK. OFF.000 Watt harus menggunakan sistem Direct On Line (DOL) yang terdiri dari tiga komponen. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. Delta Contactor. untuk kapasitas diatas 5. • Voltmeter Cam Switch (Saklar Voltmeter) 7 (tujuh) posisi dengan arus thermal 12 A. tegangan kerja 230 V. Merah. 40kA dan 15kA. untuk kapasitas dibawah 5. Produksi : Setara Phoenix Contect. ABB. • Lampu Tanda lengkap dengan lampu type protected Led.phase & Netral. tegangan kerja 230 V. LMK dan IEC. kuning dan biru. • Reverse Power Relay (Rele daya balik). PLN. OBO Bettermann. Relay-relay pengaman harus sesuai dengan standar PUIL. 50 Hz. • Ammeter Cam Switch (Saklar Ammeter) 4 (empat) posisi dengan arus thermal 12 A. • Change Over Cam Switch (Saklar Alih) 3 (tiga) posisi (Manual. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. • Kontrol Stater Motor. 50 Hz. Contactor. 400 V untuk tegangan rendah. Outo) dengan arus thermal 20 A. yakni Breaker. 100 kA. berwarna merah untu stop dan berwarna hijau untuk start. Merlin Gerin. AEG. teganga kerja 230 V. 50 Hz. LMK dan IEC. h. i. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C.T . type flush dengan posisi NO. lampu tanda untuk start. stop dan fault/kesalahan.S.000 Watt harus menggunakan sistem Star Delta yang terdiri dari tiga komponen.2000. stop dan fault/kesalahan. Peralatan Kontrol • Kontrol Stater Motor. Hijau. berwarna merah. tegangan kerja 230 V. Omron. lampu tanda untuk start. Unit Lightning Arrester R.

kapasitas 1. 6. • Kilo Watt Meter (kWh-Meter) dari jenis 1 phase dan 3 phase harus sesuai dengan data teknis PLN dan LMK. DIN 46235. 13 A. Pipa dan fleksibel conduite pelindung kabel instalasi listrik dan accessories lainnya adalah jenis PVC high impac yang telah memenuhi persyaratan BS 6099. DIN 46235. AEG. 7. • Amper Meter (Pengukur arus listrik). k. Kabelmetal. skala 0-500V. Stop Kontak. PLN. dan lain-lain) a. LMK. Kabelindo. ketelitian 1. Busbar dan sepatu kabel serta perekatnya (Mur dan Baut) adalah jenis tembaga dengan konduktifitasnya sebesar 99.5%. Stop kontak 1 phasa normal memiliki rating voltage 250 V. kelas 1. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian adalah dari bahan tembaga pejal dengan konduktifitasnya sebesar 99. SPLN. b. suhu operasi -10 s/d 50 C. Saklar memiliki rating voltage 250 V. Cos Phi Meter. PLN. kapasitas 1. • Frekwensi Meter. Marshall Tuplex. Kabel instalasi listrik adalah jenis NYM 3 core 500 Volt untuk 1 phasa yang telah memenuhi persyaratan SII 0209-78. PLN. Unit AC. Produksi : Setara Catu. IEC 51. Saklar dan Stop Kontak a. kelas 1. Instalasi Listrik (Penerangan. LMK dan harus dilengkapi dengan box dari bahan metal anti karat atau mouled plastic. ukuran 144x144 atau 96x96. Voksel. Voksel. Unibell. suhu operasi -10 s/d 50 C. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 59 BAB XII • Volt Meter (Pengukur tegangan listrik). Produksi : Setara Supreme.99% yang dilengkapi dengan warna phasa. 5. ukuran 144x144 atau 96x96. ketelitian 1.5%. Produksi : Setara Catu. LMK. suhu operasi -10 s/d 50 C. BS 4607. Waler. Meter-meter pengukur sesuai dengan standar LMK. dan lainnya harus berukuran 144x144 atau 96x96.99% yang telah memenuhi standard BS 1977. LMK.5.2 x In continue. ketelitian 1. 10 A type rocker dengan jenis single gang. b. Produksi : Setara EGA. kelas 1. VDE 0250.5%. Saklar dan stop kontak tersebut diatas harus memenuhi persyaratan IEC.2 x In continue.5. Produksi : Setara Schlumberge. 16 A dan stop kontak 1 phasa khusus dilengkapi saklar dan lampu tanda memiliki rating voltage 250 V. LMK. skala 0-500A. Unibell.5. PLN. netral dan pembumian sesuai persyaratan BS 1977. double gang maupun multiple gang.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 60 BAB XII Produksi : Setara MK. Air Terminal (Splizen) Air terminal atau splizen untuk sistem elektrostatis adalah jenis Non Radio Aktif dan harus sesuai dengan standard IEC 1024-1. Zeus. b. dimana harus mempunyai terminal pembumian. 8. 50 Hz. Produksi : Setara Phillips. Kurn. yaitu Ballast dari type Low loss dan digunakan untuk satu lampu floerescent (Neon) yang terpasang kokoh pada armatur. Ese Tech. OniLigt. sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar menuju elektroda pembumian yang tersendiri. PLN. Apollo. Komponen lampu. BJB. Armatur lampu memiliki plate minimum 0. Produksi : Setara Artolite. ventilasi didalammnya cukup baik dan reflector terbuat dari bahan alumunium silicon alloy dengan derajat pemantulan yang sangat baik. Bahan dan Material 1. 250 V. B. down light dengan lampu PLC 18 W. . Hal tersebut akan memungkinkan terjadinya sambaran petir berkurang dan daya tarik muatan terhadap muatan awan terkonsentrasi pada titik sambaran air terminal saja. Atco. Legrand. Capasitor harus dari jenis metalized paper dengan maksimum temperatir 85 C. pengumpulan energi ini terlebih dahulu diakumulasikan dan kemudian dibebaskan pada waktu yang telah ditentukan untuk menciptakan ionisasi dengan loncatan muatan disekitar batang penerima (Ait Terminal/Splizen) penangkal petir. dan Down light halogen 50 W/12 V. c. toleransi 10% serta dilengkapi dengan Stater socket dari jenis polycarbonate dan Staternya dari jenis ES Porceliain lamp holders. Sistem Sistem penangkal petir menggunakan sistem elektrostatis non radio aktif yang prinsip kerjanya adalah menarik energi medan listrik di atmosfir yang meningkat dengan cepat pada saat terjadi petir. Pelepasan medan ionisasi keawan akan dapat (mampu) menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah (bumi).7 mm dicat dasar anti karat dan dicat oven warna putih untuk jenis recessed mounted TL 1 x 36 W atau 2 x 36 W type TKI maupun type balok. Instalasi Penangkal Petir A. LMK. Armatus Lampu dan Komponen Lampu a. Phillips. Produksi : Setara Prevectron.

Spindo. Bakrie. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. Bakrie. Instalasi Listrik (Arus Kuat) – (Produk/Merek harus Setara) • Panel tegangan rendah : Simetri. Instalasi Plumbing – (Produk/Merek harus Setara) • Pengolahan limbah air kotor : Bio-Master. Appindo. Kabelindo. Nobi. Kabelindo. Hager.6. Astam.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 61 BAB XII 2.. Produksi : Setara PPI.6.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing A. MG. AEG. • Pipa utama di ruang pompa : PPI. PLN. Chuub. • Lightning arrester : OBO B. LMK.6/1 kV yang telah memenuhi persyaratan LMK. Produksi : Setara Supreme. • Kabel 1 kVolt : Supreme. Mizu. • Pipa Plumbing : Rucika. Bumi Kaya. Metosu. Merlin Gerin. Omron. Kitz. • Pompa air bersih : Grundfos.6 OUTLINE SPECK PEKERJAAN MEKANIKAL.Super Swallow. Voksel. OniPanel. B. • Peralatan pengaturan air bersih (10 bar) : Toyo. . • Unit Instrument : Schlumberge. Produksi : Setara Catu. PLN. Phonic Contec. 13. Circutor. Hansel. DIN 46235. PLN. Kabelmetal. Batang Peninggi (Penyanggah Air Terminal) Batang peninggi untuk air terminal adalah tiang tembaga pejal berdiameter 100 mm dengan tinggi 24 meter telah memenuhi standard BS 1977. 3. Crompton. Pralon. • Komponen Panel TR : Terasaki.2 Pekerjaan Elektrikal A. LMK. Bio-Primatec. Landini. Bombas Ideal. Jembo Cable. Unibell. KHI. 4. unibell. EQual. Kabelmetal. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian dari bahan tembaga pejal yang telah memenuhi standard BS 1977. JapaPanel. Matra. Voksel. Fuji Electric. AEG. ABB. • Relay Pengaman : Merlin Gerin. • Rak kabel : OniRack. Instalasi Pemadam Kebakaran – (Produk/Merek harus Setara) • Pemadam api ringan (PAR) : Yamato. Kabel Penghantar Kabel penghantar untuk instalasi penangkal petir adalah jenis NYY 0. 13. AEG. Super Intilon. Wavin.

. Unit saklar dan stop kontak : MK. Apollo. Merlin Gerin. tetapi tidak diuraikan atau dimuat dalam Bestek ini. B. Avaya. Armatur lampu : OniLight. Kapasitor bank : Nokian.1. harus dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Bestek ini. Meskipun dalam Bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh Pemborong dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini.2. Phillips. OBO Bettermann. Waler. Unibell. • Pipa pelindung kabel : EGA.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 62 BAB XII • • • • • • • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Phonic Contec. Jembo Cable. Atco. Kabel 1 kVolt : Supreme. untuk menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna menurut pertimbangan Direksi. Metosu. PASAL 14 : PERATURAN PENUTUP. Pekerjaan Instalasi Penyalur Petir – (Produk/Merek harus Setara) • Air terminal system elektrostatis : Prevectron. Kabel kontrol : BICC Brand-Rex. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini. Unit alat lampu : Phillips. Kabelmetal. 14. Ese Tech. Waler. Pipa pelindung kabel : EGA. Unibell. tetapi diselenggarakan dan diselesaikan oleh Pemborong. Zeus. BJB. Voksel. • Lightning counter : Prevectron. • Peralatan pembumian pengaman : Catu. maka pekerjaan tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Bestek ini. Marshall Tuplex. Kurn. Legrand. 14. Marshall Tuplex. Kabelindo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful