P. 1
Spesifikasi Teknis

Spesifikasi Teknis

|Views: 4,406|Likes:
Published by novicamavilana

More info:

Published by: novicamavilana on Apr 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 1

BAB XII

SPESIFIKASI TEKNIS
Keterangan : Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan: 1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri; 2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional; 3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan; 4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan; 5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; 6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan; 7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk; 8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan; 9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.

BAB XII

PETUNJUK UNTUK PESERTA Peserta Tender harus membaca dan mempelajari seluruh gambar kerja, rencana kerja dan syarat ini dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dokumen tersebut secara keseluruhan maupun setiap bagian. Tidak ada gugatan yang akan dipertimbangkan jika gugatan itu disebabkan karena peserta tidak membaca, tidak memahami, tidak memenuhi petunjuk, ketentuan dalam gambar, atau pertanyaan kesalahpahaman apapun mengenai arti dari isi dokumen ini.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 2
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
DAFTAR ISI 1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS 2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS 3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 4. IZIN BANGUNAN 5. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 8. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 9. KEAMANAN PROYEK 10. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 3
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, bila tidak ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini maka akan berlaku dan tambahannya, yaitu: a. Peraturan Umum tentang pelaksanaan Bangunan di Indonesia (AV.41) tahun 1941. b. Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia, untuk Arbitrasi Teknis dari Dewan Teknik Bangunan Indonesia (DTPI). c. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) tahun 1970/NI – 18. d. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. e. Peraturan yang dikeluarkan oleh jabatan/instansi pemerintah setempat, yang berkaitan dangan pelaksanaan bangunan.

2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, maka berlaku dan mengikat, yaitu: a. Gambar Bestek, Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Berita Acara Penjelasan (Anwijing). c. Berita Acara Penunjukan. d. Surat Keputusan Pimpinan Unit tentang Penunjukkan Pelaksanaan Pekerjaan. e. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). f. Surat Penawaran beserta lampiran-lampiranya. g. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kontraktor dan Konsultan Pengawas diharuskan meneliti rencana gambar Bestek dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), termasuk penambahan/ pengurangan atau perubahan yang tercantum dalam berita acara Anwijing. a. Bila terdapat perselisihan antara rencana gambar Bestek dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), maka yang mengikat adalah rencana kerja dan syaratsyarat. b. Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar Bestek yang satu dengan rencana gambar Bestek yang lain, maka diambil rencana gambar Bestek yang ukuran skalanya lebih besar. c. Bila perbedaan-perbedaan tersebut diatas menimbulkan keragu-keraguan, sehingga menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, maka harus segera dikonsultasikan Perencana dan keputusan-keputusannya harus dilaksanakan.

3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Jalan Brigjen H. Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. Pekerjaan Laboratorium Dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kawasan Trisakti Kota Banjarmasin.

Sebuah ruangan toilet dan dapur kecil sederhana dengan cukup persediaan air bersih. 5. dinding papan/plywood. 4. untuk keperluan pertemuan/rapat di lapangan. Tempat mendirikan bangsal Konsultan Pengawas. namun pelaksanaan dan pembiayaannya di tanggung oleh Kontraktor.6. e. akan ditentukan kemudian dan dikonsultasikan dengan Pemberi Tugas. 5.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 4 BAB XII 4. f. satu set meja kursi tamu. 4. 4.4. . 5.2. lantai papan. Pada meja besar harus dilengkapi denga kursi panjang yang sesuai dengan kebutuhan rapat/pertemuan di lapangan. dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tongkat.2.3. 5. sebelum pekerjaan dimulai atau 10 hari sesudah SPMK diterima. Tanpa ada izin bangunan dari Instalasi yang berwenang. Pembongkaran Bangsal Konsultan Pengawas. Dua buah kursi sebagai perlengkapan meja tulis. g. bangsal dan perlengkapannya menjadi pemilik Pemberi Tugas. maka izin bangunan dan izin lainnya akan di urus oleh Pemberi Tugas.3. Kontraktor harus membuat bangsal Konsultan Pengawas yang berukuran 4 m x 9 m. b.5. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 5.4. IZIN BANGUNAN 4. Satu buah papan tulis yang berukuran 120 cm x 240 cm. bangsal kerja dan gudang. atap seng dan pintu harus dilengkapi dengan kunci yang baik serta cukup jendela dan ventilasi/penerangan. Setelah selesai pekerjaan tersebut. c. Bangsal Konsultan Pengawas dan perlengkapannya. maka Kontraktor harus dapat menunjukan kepada Konsultan Pengawas surat izin bangunan atau minimal tanda bukti bahwa izin bangunan tersebut sedang diproses. maka kontraktor tidak diperkenankan memasang papan reklame dalam bentuk apapun disekitar lingkungan proyek. 5. Kontraktor diharuskan membuat papan nama Proyek sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada daerah setempat dan harus dipasang paling lambat 7 hari setelah dimulai pekerjaan.1. Dua buah meja tulis ukuran 120 cm x 240 cm. Untuk memulai pekerjaan. Setelah Surat Pemerintah Mulai Kerja (SPMK) di keluarkan. Kantor tersebut tidak bersatu dengan gudang atau bangsal Kontraktor. Bangsal Konsultan Pengawas tersebut harus dilengkapi dengan: a. d.1. harus sudah siap dilokasi Bangunan. Satu buah meja besar yang berukuran 120 cm x 240 cm. Kontraktor harus membuat bangsal kerja untuk pekerjaan dan gudang untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan pekerjaan dan pintunya harus mempunyai kunci yang kuat/baik untuk keamanan bahan/perlengkapan. 5. bangsal kerja dan gudang adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor dan bahan bongkaran menjadi milik Pemberi Tugas.

waktu pekerjaan. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 5 BAB XII 6. maka Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang membuat uraian pekerjaan. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 7. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan. bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja. gesit dan berwibawa terhadap pekerja yang dipimpinnya dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pekerjaan.4. sebanyak 4 (empat) lembar kepada Konsultan Pengawas dan 1 (satu) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja. harus membuat rencana kerja harian.3. Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule). 6. demi kelancaran pekerjaan.2.2. mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan. harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan. Rencana Kerja (Time Schedule). harus membuat gambar kerja. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci pelaksanaan Kontraktor: a. 7. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasanya dilapangan (Pelaksana). bahwa Pelaksana kurang mampu atau tidak mampu melaksanakan tugasnya. menurut penilaian Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. Bila dikemudian hari. Penunjukan ini harus dikuatkan dengan surat resmi dari Kontraktor yang ditujukan kepada Pemberi Tugas dan tembusannya kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. maka kontraktor diwajibkan pula melaporkan secara tertulis kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. 6. c. setelah SPKM diterima.4. harus selesai dibuat oleh Kontraktor.1. 6. Selain Petugas Pelaksana. yang mempunyai pengetahuan dibidang Teknik Sipil/Bangunan. Rencana Kerja (Time Schedule) diatas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawasan dan Pemberi Tugas 6. untuk pegangan/pedoman bagi kepala tukang yang harus diketahui Konsultan Pengawas Lapangan. 7. maka Kontraktor diharuskan mengganti Pelaksana tersebut dan harus memberitahukan secara tertulis tentang Pelaksana yang baru. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 6. b.6. 7. cakap. . paling lambat 7 (tujuh) hari kalender.3. tentang susunan organisasi pelaksana dilapangan dengan nama dan jabatan masingmasing.1.5. 6. 7. Pelaksana harus berpendidikan minimum Sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil dan mempunyai pengalaman kerja lapangan minimum 3 tahun.

.2. 9. Untuk maksud diatas maka Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari bahan kayu dan seng serta perlengkapan lainnya yang dapat menjamin keamanan. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 8. Bahan bangunan yang berada di lokasi Proyek dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan bangunan. 8. Kontraktor diharuskan menjaga terhadap barang-barang milik Proyek. tukang kayu. 9. Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Konsultan Pengawas.1. harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. Untuk bahan-bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di pasaran dengan toleransi ukuran maksimal 10% kecuali ditentukan lain dalam Bestek. Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor.3. Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas. dan hasil pekerjaan. harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat dipakai.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 6 BAB XII 8.5.8.4. maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. KEAMANAN PROYEK 9. alat-alat. instalator mekanikal elektrikal dan tenaga kerja lainnya.1. tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Proyek.6. 8. 9.7. harus tepat pada waktunya dan kualitasnya dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas. atau menurut petunjuk direksi. 8. Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang-barang. Konsultan Pengawas dan Pihak ketiga yang ada di lapangan. 8. Kontraktor harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli dibidang pekerjaannya masing-masing. Pelaksana harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar upaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan.10. 8.2. tukang besi. 8. 8. Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan proyek. Sebelum bahan bangunan didatangkan ke lokasi proyek.3. seperti tukang pancang. maka akan menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat diperhitungkan dalam pekerjaan tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan. baik terhadap pencurian maupun pengrusakan. Alat-alat dan bahan-bahan yang berada di tepi jalan malam hari harus diberi lampu merah yang cukup jelas dan terang agar tidak mengganggu lalu lintas/kecelakaan.9. paling lambat 24 jam sesuai surat pernyataan penolakan dikeluarkan. tukang pasang ubin/keramik. maka Pelaksana harus memberikan contoh bahan bangunan kepada Konsultan Pengwas Lapangan dan bila sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan maka barulah boleh didatangkan dalam jumlah yang besar menurut keperluan Proyek. 8. tukang cat. 8. tukang atap.

cukup dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas. Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih. .4. Apabila terjadi kebakaran. baik yang berada di bawah tanggung jawabnya maupun yang berada di pihak ketiga. 10.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 7 BAB XII 9. 10. Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh. Bila terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan perawatan yang serius.4. Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).2. 10.3. Untuk mencegah bahaya kebakaran yang siap dipakai dan ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah dicapai. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN 10. Oleh karena itu Kontraktor harus pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku. maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan.5. maka Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut. 10. maka Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya.1. Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku. 10. maka Kontraktor/Pelaksana harus segera membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pemberi Tugas. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja.

ELEKTRIKAL DAN PLUMBING PEKERJAAN PENUTUP . PINTU. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN DAFTAR ISI PASAL 1 PASAL 2 PASAL 3 PASAL 4 PASAL 5 PASAL 6 PASAL 7 PASAL 8 PASAL 9 PASAL 10 PASAL 11 PASAL 12 PASAL 13 KEADAAN LAPANGAN PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN PEKERJAAN TANAH. PANCANGAN GALAM PEKERJAAN BETON BERTULANG PEKERJAAN PASANGAN PEKERJAAN KUSEN. JENDELA DAN HARDWARE (PENGGANTUNG) PEKERJAAN ALUMINIUM PEKERJAAN LANTAI PEKERJAAN LANGIT-LANGIT PEKERJAAN KACA DAN PENGECATAN DAN FINISHING LAIN PEKERJAAN PENUTUP ATAP PEKERJAAN MEKANIKAL.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 8 BAB XII B.

Semua boukeet/perlengkapan pemborong dan sebagainya tetap menjadi milik pemborong dihitung sebagai biaya sewa selama pelaksanaan proyek. termasuk semua alat-alat yang dipergunakan seperti: katrol (keretan). PASAL 2 2. 2. yang diperlukan oleh Pemborong dan untuk menyingkirkan semua alat-alat tersebut pada waktu pekerjaan selesai karena sudah tidak berguna lagi.1 Peralatan Pendukung Pekerjaan dan Lain Sebagainya Pemborong harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna dan efesien dengan urutan yang teratur. Hasan Basri dan Pembangunan Laboratorium dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di daerah trisakti kota Banjarmasin. pekerjapekerja. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PASAL 1 KEADAAN LAPANGAN Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. Pada waktu penyelesaiaan harus dibongkar.2. dan juga tempat penyimpanan barang-barang Penggunaan bangunan yang ada di lapangan untuk maksud-maksud ini hanya diizinkan setelah Pemborong memperoleh persetujuan tertulis dari Lembaga yang bersangkutan.2. bahan-bahan dan lain sebagaimananya.2 Direksi Keet Pemborong harus menyediakan dan mendirikan semua bangunan sementara direksi keet untuk keperluan kegiatan kantor lapangan lengkap dengan perabot dan peralatan masing-masing seluas 50 m2. alat pengangkat mesin-mesin. 2. maka Kontraktor segera menyampaikan secara tertulis kepada Direksi untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut. instalasi. alat-alat penarik. Apabila tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dengan keadaan seperti yang ditunjuk dalam gambar. lokasi tempat pekerjaan harus ditinjau lebih dahulu oleh direksi pekerjaan bersama-sama dengan Kontraktor Pelaksana. .2 PEKERJAAN PERSIAPAN 2. steger.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 9 BAB XII B. dan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya.1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN LINGKUP PEKERJAAN Meliputi seluruh persiapan untuk pelaksanaan Pekerjaan Renovasi Kantor Bangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kota Banjarmasin Lokasi Di Jalan Brigjen H.

adalah beban pemborong. reservoir dan sebagainya. Pemborong harus membuat sambungan-sambungan sementara yang diperlukan atau cara lain untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai dan membetulkan segala pekerjaan yang tertanggu. dan sebagainya. baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki. 2.5 Pencegahan Pelanggaran Wilayah Pemborong diharuskan membatasi daerah operasinya disekitar tempat pekerjaan dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. termasuk pemasangan semetara dari kabel-kabel.2. harus disediakan oleh Pemborong. 2. Ia akan diminta membayar segala ongkos dan biaya untuk yang berhubungan dengan pemasangannya kembali serta perbaikanperbaikannya. air yang dipakai. bahan-bahan bangunan dan sebagainya.2. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (kapan umum) seperti aluran air.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 10 BAB XII 2. serta memelihara kelancaran lalu lintas. bersih dari alat-alat mesin. listrik.7 Perlindungan Terhadap Milik Umum Pemborong harus menjaga agar jalanan umum.3 Pembangkit Tenaga Listrik Sementara Setiap pembangkit tenaga listrik sementara atau penerangan buatan yang dipergunakan untuk pekerjaan. Apabila air didapat dari sumber lain. 2. lobang penyedot (tap point). Tidak diperbolehkan menyambung dan mengambil air dari saluran induk. meteran. telepon.4 Penyediaan Air Kerja Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan apabila mungkin dapat dari sumber yang sudah ada.2. jalan kecil dan pemakaian jalan. .2. tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas. 2. upah dan tagihan serta pemberesannya kembali waktu pekerjaan selesai. yang disebabkan oleh operasi-operasi pemborong.2. dan pembongkaran kembali. Pemberi Tugas dalam hal ini tidak bertanggung jawab atau mengganti biaya yang dikeluarkan oleh Pemborong untuk keperluan itu.6 Orang-Orang yang Tidak Berkepentingan Pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas tetapi sopan memberikan perintah sedemikian rupa kepada ahli tekniknya yang bertugas dan para penjaga. selama kontrak berlangsung. pemborong harus membayar segala ongkos penyambungan.

dan perlindungan terhadap pekerjaan yang yang dianggap penting selama pelaksanaan kontrak. Dipekerjaan Pemborong wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama.9 Penjagaan. utilitas jalanjalan.2.2. dan juga pembuatan papan nama proyek. Keamanan dan Pertolongan Pertama Pemborong harus mengadakan dan memelihara fasilitas kesejahteraan dan tindakan pengamanan yang untuk melindungi para pekerja dan tamu pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 11 BAB XII 2. . saluran-saluran pembuangan dan sebagainya. hingga kontrak selesai dan diterima Pemberi Tugas. siang dan malam hari. mendirikan dan memelihara pagar sementara (pagar proyek) yang diperlukan untuk keamanan dan perlindungan terhadap pekerjaan dan umum. menimba atau seperti apa yang dikehendaki atau diintruksikan. 2.2. Itu semua harus diperbaiki oleh Pemborong hingga dapat diterima Pemberi Tugas. pemborong bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang ada. termasuk bahan bangunan dan perlengkapan instalasi di tempat pekerjaan. termasuk bagian-bagian yang dilaksanakan oleh sub pemborong dan mengingat agar pekerjaan bebas dari air hujan lebat dan banjir. yang mudah dicapai. Pagar proyek tersebut dari seng gelombang dicat sebelah luarnya. dengan jalan melindunginya memakai tutup yang layak. sebagai tambahan hendaknya disetiap site ditempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama.11 Kesejahteraan. 2. di tempat pekerjaan dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan karena operasi-operasi pemborong dalam arti kata yang seluas-luasnya.8 Perlindungan Terhadap Bangunan-Bangunan yang Ada Selama masa-masa pelaksanaan kontrak. penerangan.2. Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini selain untuk memuaskan Pemberi Tugas. memompa. Ia harus mengingat perlengkapan bahan-bahan dari segala kemungkinan kerusakan untuk seluruh pekerjaan. 2. juga membayar segala upah dan biaya yang resmi untuk keperluan tersebut.10 Perlindungan Pekerjaan Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. juga harus menurut (memenuhi) ketentuan undang-undang yang berlaku pada waktu ini. Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemborong dan sub pemborong atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan Pemborong wajib mengadakan. Pembuatan Pagar dan Papan Nama Proyek Pemborong bertanggung jawab atas penjagaan.

1 PEKERJAAN TANAH. Semua daerah urugan harus dipadatkan. dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. ditimbun dan kemudian dibakar atau dibuang. Semua persiapan. Pembersihan harus dilakukan terhadap semua belukar. sampah yang tertanam dan material/ benda-benda lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang akan dikerjakan. b. Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. e. Semua sisasisa tanaman seperti akar-akar.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 12 BAB XII PASAL 3 3. d. Kontraktor berkewajiban melaksanakan seluruh pekerjaan penggalian sesuai dengan ketentuan.2 UMUM Persiapan dan pembersihan daerah yang dikerjakan: a. 3. c. dan sebagainya. PANCANGAN GALAM LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. harus dihilangkan sampai kedalaman 0. Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan atau bahan yang dapat menimbulkan pelapukan di kemudian hari. tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut.30 meter di bawah tanah dasar/permukaan. h. tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan. i. pembersihan galian. Elevasi Lapangan/kontur harus diasumsikan sesuai dengan gambar topografi yang ditentukan. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Pelaksana Pekerjaan dan harus dibuat dari kayu Meranti atau setaraf setebal 3 cm dengan tiang kaso-kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8 sampai 10 cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. bahan. rumput-rumput. Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan as-as dan atau level peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak hilang terkena air/hujan. peraturan hukum yang berlaku. Semua material galian termasuk batu-batuan harus dibuang keluar lapangan dan semua biaya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana . Pemasangan harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpas). Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan Pelaksana Pekerjaan f. Pada umumnya. Jika timbul keragu-raguan tentang ketepatan elevasi tersebut. g. semuanya harus dihilangkan. maka elevasi akan ditentukan bersama dengan Manajemen Konstruksi sebelum pekerjaan dimulai. alat-alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua “Pekerjaan Tanah” seperti tertera pada gambar dan spesifikasi ini. dan urugan untuk bangunan seperti yang ditentukan Konsultan Pengawas. baik urugan yang telah ada maupun terhadap urugan baru.

3. d. Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau kemiringan lereng yang cukup dan plester seperti gambar.3 PEKERJAAN GALIAN 3. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga supaya tanah di bawah dasar elevasi seperti pada gambar rencana tidak terganggu. maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali dengan pasir.3. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air dengan jumlah dan kapasitas yang cukup atau pompa lumpur yang jika diperlukan dapat bekerja terus menerus. Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan disiram air serta . setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Konsultan Pengawas. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 13 BAB XII Pekerjaan. Juga kepada Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengambil langkahlangkah pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan lobang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan. Bagian-bagian yang diurug kembali harus diurug dengan tanah yang bersih bebas dari segala kotoran dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug. c. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. b. e. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan galian harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam gambar. Tempat penampungan material galian akan ditentukan oleh Pemberi Pekerjaan dan semua biaya yang timbul adalah menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian. Dasar dari semua galian harus waterpas.2 Syarat-syarat Pelaksanaan a. 3. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syaratsyarat yang ditentukan menurut keperluan. g. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian. f. 3. Jika terganggu Pelaksana Pekerjaan harus menggalinya dan mengurug kembali lalu dipadatkan sesuai syarat-syarat yang tertera dalam spesifikasi di bawah ini.

Selama pekerjaan Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan agar tidak mengganggu atau merusak saluran drainase.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 14 BAB XII dipadatkan sampai mencapai 90% kepadatan kering maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium. Kebersihan jalan lingkungan . Muka air tanah harus selalu berada 100 cm di bawah elevasi dasar pondasi terendah. atau pekerjaan lain dilanjutkan. pipa gas. i. Semua air genangan di dalam proyek selama pekerjaan galian harus dipompa keluar dan semua konstruki sistem drainase serta sistem dewatering yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. kabel dan lain-lain. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga dan memelihara kestabilan seluruh dinding. membuang tanah longsoran dan memperbaiki kerusakan yang timbul selama jangka waktu kontrak dan masa pemeliharaan selanjutnya. Apabila diperlukan.3 a. Pelaksana Pekerjaan diharuskan melakukan semua langkah-langkah pencegahan kelongsoran yang mungkin diperlukan antara lain seperti stritting dan shoring selama waktu yang ditentukan dalam kontrak. h. Kestabilan dinding galian selama pekerjaan seluruhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Apabila level galian lebih rendah daripada level pondasi bangunan yang bersebelahan. pipa air. maka Manajemen Konstruksi harus segera diberitahu sebelum penggalian dilanjutkan. c. Apabila diperlukan dewatering harus dilaksanakan untuk menjaga agar galian bebas dari genangan air tanah dan air hujan selama pekerjaan galian dan sesudahnya sesuai ketentuan. Segala kerusakan pada saluran atau jaringan kabel. Inspeksi pekerjaan galian Seluruh pekerjaan galian harus diinspeksi oleh Manajemen Konstruksi. Sistem Pengamanan Galian j. maka pengamanan dinding galian harus diberikan pada bagian tersebut dengan perkuatan batu kali atau beton atau sheet pile sperti yang ditunjukkan pada gambar. Semua biaya yang timbul sehubungan dengan pekerjaan tersebut di atas menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. d. kemiringan dinding galian. Saluran di dalam dan di sekeliling site harus disediakan sesuai dengan gambar. penggalian tambahan dan timbunan kembali akibat langkah-langkah pencegahan tersebut harus menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 3.3. pengecoran beton. Pengamanan terhadap pondasi yang bersebelahan. pipa dan lain-lain harus segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas dan sebagai biaya sehubungan dengan hal tersebut termasuk biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. sebelum pemasangan tulangan. b.

dan alat-alat bantu yang dibutuhkan demi terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. pipa dan lain-lain. 3. truk dan kendaraan angkut lain harus dibersihkan pada saat akan meninggalkan pada saat akan meninggalkan proyek dan Pelaksana Pekerjaan harus mengupayakan agar kendaraan angkut tidak mengotori jalan. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali. diratakan.4 PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Yang dimaksud disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan digunakan sebagai pemikul beban.2 Bahan-Bahan a. Material untuk timbunan dapat menggunakan material hasil galian yang dipilih/ditentukan oleh Konsultan Pengawas atau dengan mendatangkan material timbunan dari luar yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.4.1 Lingkup Pekerjaan a. Seluruh area yang akan ditimbun harus dibersihkan dari segala kotoran dan sampah sebelum penimbunan. maka pekerjaan timbunan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut ini. 3. dimensi dan kemiringan yang ditentukan dalam gambar. dan dipadatkan) di bagian atas dari urugan bawah plat-plat beton bertulang. Penggunaan alat-alat berat tidak boleh dipergunakan apabila menurut Konsultan Pengawas hal tersebut dapat membahayakan pekerjaan lain atau saluran. b. e. akibat kelalaian atau kesalahan galian dan lain-lain. b. Timbunan harus dikerjakan sampai level. beton rabat dan pondasi dangkal harus terdiri dari urugan pasir padat. juga seluruh sisa-sisa. peralatan. Timbunan Apabila diperlukan penimbunan. maka minimum 10 cm padat (setelah disirami. Pekerjaan galian ini meliputi seluruh detail yang dibutuhkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. Pekerjaan timbunan hanya dapat dilaksanakan setelah diinspeksi dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bahan-bahan. sampahsampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. Material timbunan harus dipadatkan secara berlapis-lapis (max 250 mm) dengan alat-alat kompaksi sehingga mencapai kepadatan tanah yang ditentukan dibawah ini. Seluruh biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan 3.4. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 15 BAB XII Selama pekerjaan galian semua alat berat. puing-puing. Bila tidak dicantumkan dalam gambar detail. Di bawah lapisan pasir tersebut urugan yang dipakai adalah dari jenis tanah silty clay yang bersih tanpa potongan-potongan bahan-bahan .

f. tanpa biaya tambahan. . Sarana Darurat Selama pelaksanaan pekerjaan. d.4 a. e.5 Pengujian Mutu Pekerjaan 3. g. kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum. Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor. Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian rupa sehingga dicapai suatu lapisan setebal 15 cm dalam keadaan padat. h. i. tidak dibenarkan batubatu besar bersarang menjadi satu. Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat/Compactor “Vibrator type” yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali setiap jenis tanah yang dijumpai di lapangan. Pembuatan drainase tersebut sudah harus diperhitungkan dalam penawaran dan dalam pelaksanaannya harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas. Kelebihan material galian harus dibuang oleh Pelaksana Pekerjaan ke tempat pembuangan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas.4.4. Pelaksana Pekerjaan harus membuat drainase sementara ataupun menyediakan pompa sehingga pada lokasi proyek tidak terjadi pengurangan air. material tambahan harus didatangkan dari tempat lain. Manajemen konstruksi harus memberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk menentukan kepadatan sebenarnya di lapangan. dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil yang dipadatkan. Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95% dari kepadatan kering maksimum hasil laboratorium. 3. Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor contoh. Jika material galian tidak cukup.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan c. 3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 16 BAB XII yang bisa lapuk serta bahan batuan yang telah dipecah-pecah dimana ukuran dari batu pecah tersebut tidak boleh lebih besar dari 15 cm.4. Pengeringan atau pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya. Tiap lapisan harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya diurug. Apabila material urugan mengandung batu-batu.

T. plat. yaitu tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum laboratorium. balok lantai dan kolom sesuai gambar dan pembongkaran-pembongkaran beton eksisting yang diperlukan.P=7 . dan panjang minimal 7 – 8 m. b. Pancangan galam Ø10 . Pengawas / Direksi berhak menolak dan tidak menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan karena kontraktor tidak mengindahkan pasal tersebut diatas. Penelitian kepadatan di lapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas.T. b. tampuk bawah Ø 10 . Ujung atas pancangan galam harus rata dengan elevasi permukaan tanah setelah digali sesuai ukuran pada gambar rencana. Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-70 atau perosedur lainnya yang disetujui Manajemen Konstruksi dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. PASAL 4 4. . Bahan yang tidak memenuhi syarat harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan. Pancangan Galam : Uraian pekerjaan antara lain : a. Pelaksanaan : a.205 atau dengan cara lain harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. Kayu galam harus lurus.204 • “Density of soil inplace by the rubber ballon method” AASHTO.12 cm . Ujung atas galam harus berdiameter besar dan tidak boleh pecah serta harus diratakan satu dengan lainnya.8 m.191 • “Density of soil inplace by driven cylinder method” AASHTO.T.1 PEKERJAAN BETON BERTULANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan meliputi antara lain pembuatan atap beton. Spesifikasi bahan : a. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 17 BAB XII b. d. Penentuan kepadatan di lapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara/prosedur dibawah ini: • “Density of soil inplace by sand-cone method” AASHTO. Jika kepadatan di lapangan kurang dari 95% dari kepadatan maksimum maka Pelaksana Pekerjaan harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan..12 cm.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 18 BAB XII 4. berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah. Jenis semen dari merek Tiga Roda.53. “American Society for Testingand Material” (ASTM) l. ASTM C-150 “Spesification for Fortland Cement” h. Peraturan-peraturan yang lain supaya disediakan Pelaksana Pekerjaan di site. 4. Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang dimunta harus tetap terjamin. terlindung dari pengaruh cuaca.3 PENYIMPANAN 4. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan bantalan-bantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya misalnya minyak dan lain-lain).3. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras). PUBI-1982 NI-3 : Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia b. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat j. Peraturan Bangunan Nasional 1978 k. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas tanpa alat dan jumlah tidak lebih dari 10% berat. tidak dapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak segera setelah diturunkan dan disimpan dalam gudang yang kering. “American Concrete Institute” (AC) m.3. Gresik atau Cibinong dan jenis merek semen yang digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2) d. 4. pada umumnya harus sesuai dengan waktu dan urutan pelaksanaan. Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang untuk Rumah dan Gedung SKBI-2. ASTM C-33 “Standard Spesification for Concrete Aggregates”.3 4. Tata Cara Perhitungan struktur beton untuk Bangunan Gedung SK SNI T-151991-03 c.2 STANDARD a. maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5% berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama.3. i. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Konsultan Pengawas n.1 4.1987 e.3.2 Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8) g. Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah/utuh. serta harus beralaskan lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 (NI-5) f.3. Aggregates harus ditempatkan dalam bak-bak yang cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya.4 .

juga harus ada/dimintakan sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun secara periodik minimum masing-masing dua (dua) contoh percobaan (stres . 4. Pasar harus terdiri dari butir-butir yang bersih. digunakan besi mutu BJTP 24 ø < 13 mm dan BJTD 40 D ≥ 13 mm b. Agregate kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik. c. Untuk permukaan beton expose. menurut ASTM dan memenuhi S. menurut NI-8 atau type I. harus dipakai 1 merk semen saja. b. lumpur. Apabila dipandang perlu. 4. Perlengkapan besi beton. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5% berta kering b.0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta.2 Aggregates a. Portland cement jenis II.4 Besi Beton a.400. sisik dan lain-lain lapisan yang dapat mengurangi lekatnya pada beton. b. Kandungan chlorida tidak boleh melebihi 500 ppm dan komposisi sulfat (SO3) tidak boleh melebihi 1000 ppm.4. maka disamping adanya sertifikat dari pabrik. meliputi semua peralatan yang diperlukan untuk mengatur jarak tulangan/besi beton dan mengikat tulangantulangan pada tempatnya. tajam.4. Dimensi maksimum dari agregate kasar tidak lebih dari 3.1 Portland Cement a. c. dan bebas dari bahan-bahan organis.4 PERSYARATAN BAHAN/PRODUK 4.4. Konsultan Pengawas dapat minta kepada Pelaksana Pekerjaan supaya air yang dipakai diperiksa di Laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Pelaksana Pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 19 BAB XII 4. tanah lempung dan sebagainya. Kualitas agregate harus memenuhi syarat PBI-71.3 Air a. c.4. cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). asam alkali. Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg cm persegi 4. dan bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat mengurangi mutu pekerjaan. Besi beton harus bebas dari karat. menurut Standard Portland Cement yang ditentukan Asosiasi Semen Indonesia.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 20 BAB XII strain) dan pelengkungan untuk setiap 20 ton besi. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas. 4.5 Admixture a. Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PBI 1971 Mutu beton K-175 digunakan pada umumnya untuk kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang tidak memikul beban. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalm satu lapisan yang dibawahnya.5. kecuali ditentukan lain. Cara pengujian slump adalah sebagai berikut: Contoh: beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton atau plat baja. cara-cara pemakaiannya. Pelaksana Pekerjaan harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan di lain tempat atau dengan mengadakan trial-mixed di laboratorium yang ditunjuk. b. Pelaksana Pekerjaan diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari KONSULTAN PERENCANA mengenai hal tersebut. e. jenis bahan mentah utamanya.1 Kualitas Beton a. Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar. kualitas beton adalah K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk kubus beton ukuran 15 x 15 x 15 cm pada usia 28 hari). cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture b. c. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu. Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama. Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump. minimum 10±2 cm. Pengetesan dilakukan pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas 4.5 SYARAT PELAKSANAAN 4. Test selama pekerjaan d. cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan diharapkan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan.4. resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. maka . Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium. Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). nama pabrik produksi. Setelah atasnya diratakan. Pelaksana Pekerjaan harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya. data-data bahan.

Pelaksana Kerja harus memberikan contoh-contoh material (besi. maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditetapkan dalam PBI’71 dengan tidak menambah beban biaya bagi Pemberi Tugas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 21 BAB XII dibiarkan ½ menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunnya (nilai slump). k. untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan ditentukan.6. bebas dari kotoran (tahi gergaji).2. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah di bongkar tanpa merusak permukaan beton. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas.1.5. Kawat pengikat bevel beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton. dengan catatan tampa adanya bahan tambahan admixture.5. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui Konsultan Pengawas.5.2.2.5.4. 4. h.2. 4. .5. 4.2. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya komponenkomponen beton.5.2. sehingga mutu dan bahan terjamin sesuai persyaratan. harus diperhatikan.5. g. 4. j. Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka. 4. permukaan licin. maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari 65% kekuatan yang diminta 28 hari. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. Kawat pengikat bevel beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam Nl-2 (PBI tahun 1971). koral/split pasir dan semen portland) kepada Perencana/MK. 4.2.7. Jika hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta.2 Pekerjaan Acuan/Bekisting Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah di tetapkan/yang diperlukan dalam gambar.5. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0.2. 4. Jika dianggap perlu. f. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen adukan masuk dalam mixer. Acuan harus rapat (tidak bocor). potongan kayu.40mm. Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dengan ditutup karung basah tapi tidah tergenang air. 4. sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan.3.5. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman. tanah/lumpur dan sebagainya. i. sehingga tidak terjadi penguapan cepat.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 22
BAB XII 4.5.2.8. 4.5.3 Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah pengecoran. Penggantian Besi a. Pelaksana Pekerjaan harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. b. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pelaksana Pekerjaan atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada maka: • Pelaksana Pekerjaan dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar, secepatnya hal ini diberitahukan pada Perencana untuk sekadar informasi. • Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh Pelaksana Pekerjaan sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana. • Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Mengajukan usul dalm rangka tersebut diatas adalah merupakan juga keharusan dari Pelaksana Pekerjaan. c. Jika Pelaksana Pekerjaan tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan: • Harus persetujuan Konsultan Pengawas dan Perencana. • Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempatkan tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas). • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang berkurang. • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. d. Toleransi Besi Diameter, ukuran sisi (atau jarak antara dua  permukaan yang berlawanan)    Dibawah 10 mm    10 mm sampai 16 mm (tapi tidak termasuk  diameter 16 mm)    16 mm sampai 32 mm (tapi tidak termasuk  diameter 28 mm)    ± 7%    ± 5%      ± 4%  Variasi dalam berat  yang diperbolehkan  Toleransi  diameter    ± 0,4 mm    ± 0,4 mm      ± 0,5 mm 

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 23
BAB XII

4.5.4

Perawatan Beton

a. Beton harus dilindungi dari pengarus panas, sehingga tidak terjadi penguapan cepat. b. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. c. Beton harus dibasahi terus menerus paling sedikit selama 10 hari setelah pengecoran. d. Khusus elemen vertikal harus dipakai curing coumpound. 4.5.5 Tanggung Jawab Pelaksana Pekerjaan Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh atas kualitas sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar yang diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas Atau perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.

4.5.6

Perbaikan Permukaan Beton Penambahan pada daerah yang tidak sempurna, kropos dengan campuran adukan semen (cement mortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dan sepengatahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Konsultan Pengawas, maka harus dibongkar dan diganti dengan pembetonan kembali atas beban biaya Pelaksana Pekerjaan. Ketidak sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah/retak, ada gelombang udara, kropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan/diinginkan.

4.5.7

Bagian-bagian yang tertanam dalam beton

a. Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. b. Diperhatikan juga tempat kelos-kelos untuk kosen atau instalasi. 4.5.8 Hal-hal Lain (“Miscellaneous item”)

a. Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 24
BAB XII Digunakan mutu beton seperti penghalusan permukaannya. yang ditentukan dan dengan

b. Pegangan plafond dari besi beton diameter 6 mm dengan jarak x dan y : 150cm. Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantungan harus dikaitkan pada tulangan pelat atau balok. 4.5.9 Pembersihan Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan secara baik dan teratur. 4.5.10 Contoh yang harus disediakan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan contoh material: split, pasir, besi beton, PC untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Pelaksana Pekerjaan ke lapangan. c. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui dibangsal Konsultan Pengawas. 4.5.11 Sparing Conduit dan pipa-pipa a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan Perencana. c. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. d. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. e. Sekeliling sparing harus diperkuat dengan tulangan-tulangan silang yang ditentukan dalam gambar detail standart. 4.5.12 Penghentian Pengecoran Sementara Dapat dilakukan pada waktu pengecoran pelat/balok dengan jarak minimal 2h (h = tinggi balok) dihitung dari tepi kolom/balok yang bersilangan. Pengecoran dihentikan dengan kemiringan 60˚ terhadap dasar balok/plat. 4.5.13 Pengecoran Sambungan Beton Harus dilakukan dengan rambahan bahan addictive seperti larutan CALBOND atau setara.

5.c.1 Komposisi Jenis adukan berikut harus dipakai sesuai dengan yang diinstruksikan dalam gambar-gambar atau dalam uraian dan syarat-syarat ini: Jenis M1 M2 Adukan 1 p. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung diatas tanah.2 Mencampur Adukan harus dicampur dalam alat tempat mencampur yang telah disetujui atau dicampur dengan tangan. PASAL 5 5. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya.1 SEMEN PEKERJAAN PASANGAN Semen untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk pekerjaan beton.4 JENIS ADUKAN 5. Pasir laut yang dicuci bersih kualitasnya sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh dan hanya setelah disetujui oleh Pemberi Tugas.4.c. Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan standart yang berlaku.4. . : 2 pasir 1 p.3 AIR Air yang dipakai untuk pekerjaan menembok harus sesuai dengan syarat-syarat dalam pasal 2.2 PASIR Pasir untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya dengan pasir yang ditentukan untuk pekerjaan beton. 5. harus dibuat lantai kerja dari beton ringan dengan campuran (semen : pasir : koral = 1:3:5). 5.6 KEAHLIAN DAN PERTUKANGAN Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan. lihat pasal 4. toleransi dan penyelesaiannya. diatas permukaan yang keras. termasuk kekuatan. : 4 pasir 5.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 25 BAB XII 4.

5.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 d. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan). Seluruh permukaan plesteran difinish acian dari bahan PC.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 26 BAB XII Sangat dilarang memakai adukan yang sudah mulai mengeras atau membukukannya untuk dipakai lagi. Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scratch) terlebih dahulu dan semua lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester. 5. b. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya. g. dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagisn dalam gambar dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik. Plesteran dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. bahan-bahan. e. dipakai untuk plesteran rapat air. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.5.5. Adukan 1 pc : 2 ps. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 c. f.5 PEKERJAAN PLESTERAN 5. b.5. c. Penggunaan adukan plesteran : e. d. 5. Adukan 1 pc : 4 ps.2 Persyaratan Bahan a.1 Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja. . Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.

5 cm kecuali bila ada petunjuk lain didalam gambar. Jika melebihi Pelaksana Pekerjaan berkewajiban memperbaiki dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian di atas permukaan plesterannya). m. Plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. Untuk permukaan yang datar. Pelaksana Pekerjaan wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan pengotoran bahan lain. harus diberi naat tali air dengan ukuran lebar 0. Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaanya diberi alur-alur garis horizontal diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishingnya. plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dapat dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan.5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan Konsultan Pengawas. Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diberapen dengan memakai spesi air.5 cm.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 27 BAB XII f.7 dan didalamnya 0. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik. harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 meter. Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan dan wajib diperbaiki. jika ketebalan melebihi 2. . n. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. k. o. p. sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari. i. dipasang tegak dan menggunakan keping-keping setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang. Tebal plesteran minimum 2. kecuali untuk yang menerima cat. dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari lansung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat. j. Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 meter. Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang belum difinish. g. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih 2 minggu. l. h. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Pelaksana Pekerjaan harus selalu menyiram dengan air.

yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam .6. b. dengan menggunakan adukan campuran 1 pc : 4 pasir pasang. harus diusahakan supaya tidak menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. setiap tahap terdiri maximum 24 lapis setiap harinya. diikuti dengan cor kolom praktis.6. d. e. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. peraltan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksanakannya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Untuk semua dinding luar. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak diperkenankan. g. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan. i. Standart: • Batu bata harus memenuhi NI-10 • Semen portland harus memenuhi NI-8 • Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 • Air harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9 5. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm. b. tanpa cacat atau mengandung kotoran.3 Syarat-syarat Pelaksanaan a.2 Persyaratan Bahan Bata harus bata biasa dari tanah liat. f. c. dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. dinding didaerah basah setinggi 160 cm dari permukaan lantai. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut diatas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 28 BAB XII 5.6 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA 5. yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata. Pasangan batu bata/bata merah.V. hasil produksi lokal dengan ukuran nominal kira-kira 6 cm x 12 cm x 24 cm. 5. minimum daya tekan ultimate harus 30 kg/cm2. semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian 30 cm diatas permukaan lantai dasar.6. 1041. serta semua dinding yang ada pada gambar menggunakan simbol aduk transraam/kedap air digunakan aduk rapat air (1pc : 2pasir pasang).1 Lingkup Pekerjaan a. Sesuai dengan pasal 81 dari A. bahan-bahan. Setelah bata terpasang dengan aduk. Bidang dinding ½ bata yang luasnya lebih besar dari 12 m² ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) h.

rapi dan benar-benar tegak lurus. JENDELA. DAN PEKERJAAN HARDWARE (PENGGANTUNG) 6.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 29 BAB XII dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain. Pegangan dan engsel-engsel Pegangan dan engsel-engsel terbuat dari logam yang digalvanisir dengan type dan finish yang sesuai.3 Persyaratan Bahan Kunci-kunci mengikuti spesifikasi jenis dan tipe yang telah diberikan oleh Perencana. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan.1. 6. Kunci-kunci . Pemborong harus mengajukan contoh untuk disetujui Konsultan Pengawas. c.1. k.1. harus dilobangi terlebih dahulu atau dibor sesuai ukuran yang dibutuhkan. menggunakan paku ulir. dijadikan satu dan diikat dengan kawat dan masingmasing diberi merk nomor pintu.2 Syarat-Syarat Umum Semua pekerjaan besi halus sesuai dengan yang tertera dalam gambar. b.1 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENUTUP DAR LOGAM (HARDWARE) 6. a. Pelaksanaan pasangan harus cermat.1 Lingkup Pekerjaan Hardware untuk jendela/pintu 6. Tiap kunci harus mempunyai 2 anak kunci yang berselimut nikel.1. PASAL 6 PEKERJAAN KUSEN. harus dihasilkan dari pabrik-pabrik yang terkenal dan disetujui. Produk Supaya digunakan merk-merk yang cukup terkenal setara Sess Kwalitas 1. Pasangan baru bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm. PINTU. j. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5%. 6. Untuk Hardware yang menggunakan paku ulir besar. dipasangkan dengan sistem putar (tidak digetok/dipukul). dipilih atau yang selaras dengan yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas.4 Syarat-syarat Pelaksanaan Semua pemasangan Hardware untuk jendela/pintu.

Accessories. Persyaratan Bahan 7.2. minimum 100 kg/m².8 mm Nilai Deformasi :Diijinkan maksimal 2 mm. Warna Profil :Ditentukan kemudian (contoh warna Hitam diajukan Pelaksana Kerja) Pewarna :Colour Anodized 18 micron. 7.4 Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil tes. 7. dengan mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela. kusen bovenlicht seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari kerja. Sekrup dan stainless steel galvanized kepala tertanam.2. dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut. Produk yang dipakai adalah Alexindo atau yang setara 7. kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan. punch dan drill.2. bahan-bahan. Lingkup Pekerjaan a) Menyediakan tenaga kerja. kesikuan. Untuk tinggi dan lebar 1 mm Untuk diagonal 2 mm 7.3 Konstruksi alumunium yang dikerjakan seperti yang ditunjuk dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukuran.2.1 Kosen Alumunium yang digunakan : Bahan :Dari bahan Alumuniaum flaming system Bentuk Profil :Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/MK Untuk kusen jendela dan curtain wall luar dibuat system framless. Pekerjaan memotong. b) Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu. profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama. 7.1.2 Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhu ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.8.2. 7. tebal minimum 1.2. ketebalan. pintu partisi dan lain-lain.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 30 BAB XII PASAL 7 PEKERJAAN ALUMINUM HITAM 7. 7.7 Untuk keseragaman warna disyaratkan sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin.2.5 Ketahanan terhadap udara dan tidak kuarang dari 15 m²/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m²yang harus disertai hasil test. 7.6 Bahan yang akan diperoses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran. pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan . Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela.2. weather strip vinyl. perealatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.2.

Sebelum memulai pelaksanaan Pelaksanan Kerja diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi dilapangan. 7.3.8. 7.3.2.000 kg/cm².2. Disyaratkan bahan kusen alumunium dilengkapi oleh kemungkinankemungkinan sebagai berikut : a) Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati. angkur-angkur untuk rangkai kusen alumunium terbuat dari steel tebal 2-3 mm. 7. 7. Bahan finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersangkutan dengan bahan alkaline seperti beton. 7. b) Dapat cocok dengan jendela geser. 7. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel. 7.ukuran dan peil lubang dalam membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil alumunium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain. jendela putar. bentuk dan ukuran. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata. Syarat-syarat Pelaksanaan 7. dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikro sehingga dapat bergeser. merk.dll.celah antara kaca system kusen alumunium harus ditutup oleh sealant. aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari aquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insutating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya. .3.3. Prioritas proses fabrikasi harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk perencana/MK meliputi gambar denah. jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. stap. Angkur-angkur untuk rangka/kosen alumunium terbuat dari stel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm. dan cocok.3. harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimaikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.3.3. Potongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu pada permukaannya. 7.4.5. rivet.3.3.6. d) Untuk system partisi.sedemikian rupa sehingga hair line dan tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1. 7. 3. 7.1.9.9.3.7. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa mrnyebabkan kerusakan pada permukaannya. c) Sistem kosen dapat menampung kaca frameless. kualitas. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup. lokasi. Semua frame/kosen baik untuk dinding.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 31 BAB XII alumunium harus ditutup caulking dan sealant.

2.3.2.2.2 8. Pekerjaan lantai terdiri dari urugan pasir dan pasangan screeding/ lapisan dasar pemasangan keramik/granit. 7. LINGKUP PEKERJAAN 8.11. PERSYARATAN BAHAN 8. 7. 8. Sekeliling tepi yang terlihat berbatasan dengan dinding agar sealent supaya kedap air dan kedap suara.2.1.3.1 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. • Adukan 1 pc : 4 ps. dipakai untuk seluruh lantai lainnya. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan). • Produk : setara Granito (Lantai Utama) • setara Roman (Lantai + Dinding Toilet) .3. Khususnya untukpenahan jendela gerak alumunium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang. 7. dipakai untuk plesteran rapat air. tembaga atau lainnya maka permukaan material yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium menghindari kontak korosi.13. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruangan yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic ribber atau bahan synthetic resin. Toleransi pemasangan kosen alumunium disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan. 7. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 Penggunaan adukan plesteran : • Adukan 1 pc : 2 ps.2. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 8.12.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 32 BAB XII e) 7.3.3. 8. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada lubang bawah dan atas harus dengan waterpass.3.10. Untuk fitting hardware dan reinforcing material yang mana kosen alumunium akan kontak dengan besi.15. bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik.1. Penggunaan ini pada swing door dan double door. 7.14. PASAL 8 PEKERJAAN LANTAI 8.1.1.3.

4 8. Pemasangan penutup rangka pada Pemasangan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit dalam ruang desain dan persyaratannya dari desain interior. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk propilnya. PERSYARATAN BAHAN 9.3.2. Pekerjaan lantai dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.2 Pekerjaan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit. diwajibkan membuat shop drawing. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 8.1 8. 9.6 PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT 9. Penutup langit-langit Jenis : Kalsiboard Tebal : 5 mm Ukuran : 122 x 244 cm . serta sehubungan dengan kolom-kolom dan dinding-dinding sesuai gambar kerja. Aluminium rangka plafond lantai dua bertumpu pada aluminium sesuai dengan gambar kerja. LINGKUP PEKERJAAN 9. 9.1. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur.2 a. Pekerjaan pembuatan dan pemasangan rangka langit-langit serta semua perlengkapan lainnya.1.4 9.2. Pekerjaan lantai hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.5 8.2.3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 33 BAB XII 8.3. Lubang-lubang saluran air dipersiapkan terlebih dahulu   kotor yang melewati lantai sudah 8.3.3.1.3.3.1. c. c. b. Pada lantai dua dipakai aluminium dengan ukuran yang mengacu pada gambar kerja. Pekerjaan lantai dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini.3 8.1 Rangka langit-langit/plafond a.1.3 9.2 Sebelum dimulai pekerjaan. yang menjadikan kesempurnaan pekerjaan rangka itu sendiri. Pada lantai satu dipakai furing metal dengan mengacu persyaratan pemasangan yang disetujui konsultan pengawas b.1 9.

2 Pada pemasangan rangka-rangka penggantung dan pekerjaan baja lainnya harus memenuhi persyaratan baja.3. Persyaratan Pelaksanaan Pemasangan Penggantung Langit-langit. e. d.3. Sebelum dilaksanakan pemasangan daun penutup langit-langit Pelaksana Pekerjaan Wajib memeriksa seluruh pekerjaan lain yang berada di dalam ruang plafond (instalasi mekanikal dan Elektrikal). Persyaratan pelaksanaan pemasangan penutup langit-langit 9.6 a. Pola pelaksanaan pemasangan rangka plafond harus sudah memperhatikan pola pemasangan lampu dan pekerjaan lainnya serta modul penutup langit-langit.3. Detail dan sambungan dari bagian-bagian kontruksi yang tidak tercantum dalam gambar tetapi ada dalam pelaksanaanya. c. Pemasangan penutup langit-langit harus memenuhi syarat teknis yang dikeluarkan pabrik dimana bahan-bahan langit-langit tersebut digunakan.3. Pada pemasangan garis-garis alur harus rapi dan lurus serta mempunyai bidang yang rata.3. kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang. maka Kontraktor/Pelaksana wajib melengkapi gambar tersebut berupa shop drawing dan harus disetujui oleh Pengawas. 9. Kebenaran pemasangan dalam kaitannya terhadap pekerjaan lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Produk e. f.4 9. Semua peraturan-peraturan/normalisasi-nomalisasi yang dipakai harus yang berlaku di Indonesia misalnya SKSNI dan lain-lain.5 a.1 9. Pemborong wajib meneliti seluruh pekerjaan lain yang terkait erat dengan pekerjaan ini. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan di lapangan pada waktu pemasangan yang diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian Pelaksana harus dilaksanakan pemborong tanpa diajukan sebagai tambahan pekerjaan/biaya.3. Perubahan bahan atau detail berhubungan alasan tertentu yang kuat dapat diterima harus diajukan dan diusulkan kepada Pengawas harian utuk mendapatkan persetujuan dari pengawas dan Perencana. b. class O fire resistance 9. b. PERSYARATAN PELAKSANAAN 9.3 9.3. Standart : Eternit atau setara : Interior lathing dan Furring. . Semua perubahan yang disetujui ini dapat dilaksanakan tanpa ada biaya perubahan yang mempengaruhi kontrak.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 34 BAB XII d. Pemborong wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja. c.

f. Harus bebas dari benang (String) dan gelombang (Wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. Kaca harus bebas dari gumpalan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/masuk).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 35 BAB XII d. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. Cacat-cacat Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai dengan ketentuan dari pabrik. Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. bahan-bahan.1. . g.1. PEKERJAAN KACA 10. mempunyai sifat tembus cahaya. Rangka plafond harus sudah pada satu elevasi yang sama. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA.2. Persyaratan bahan Kaca adalah benda yang terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mencapai ketebalan yang sama.1. e. Lingkup pekerjaan Menyediakan tenaga kerja. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta potongan yang rata dan lurus. Sebelum pemasangan gypsum board harus dilaksanakan pengukuran elevasi permukaan bawah rangka plafond. toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1.5 mm per meter.1. dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya. PASAL 10 PEKERJAAN KACA 10. Pelaksananaan pekerjaan baru boleh dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan. Kaca harus bebas dari keretakan ( garis-garis pecah pada pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Harus bebas dari bintik-bintik (Spots). awan (cloud) dan goresan (scratch). Penutup langit-langit GRC tebal 6 mm dipakai di daerah basah dan luar sesuai dengan gambar kerja. 10. Untuk keperluan inspeksi / control pemeriksaan diatas plafond maka dibuatkan lubang untuk orang/petugas masuk ( disarankan pada areal ruangan km/wc ). gilas pengambangan (Float Glass) Toleransi lebar dan panjang Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik.

5 mm per m’) potongannya harus lurus Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan perencana/MK.produk. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca merk. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kosen. dari benturan dan diberi tanda untuk mudah diketahui. uraian dan syaratpekerjaan dalam buku ini. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci.3mm. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua terpasang harus disetujui MK. • ASTM : E6-P3 • PBVI 1982 • Ketebalan kaca harus merata. bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya. Syarat-syarat pelaksanaan Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian.. Bahan Kaca • Bahan kaca dan cermin. siku sudut-sudutnya (toleransi 1.. • Bahan untuk cermin menggunakan : Clear float glass. Disatu permukaannnya dilapisi (chaemics deposited silver). Pemasangan cermin Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis MR yang disekrupkan pada klose-klose dinding. kemudian dilapis dengan plastik busa tebal 1cm.. Permukaan harus bebas noda dan cacat. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. digunakan produk Standard : .. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan. Cermin dan kaca harus terpasang rapi.ANSI : American Nat Standard Inst.. tebal minimal 6mm. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus. 297-1-1975 Safety Material Used In Build • Bahan untuk kaca interior : Colour (tinted fload glass. jenis cermin sesuai dengan yang telah disebutkan dalam syarat pemakaian bahan material dalam uraian dan syarat pekerjaan tertulis ini type VVV polished. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen.1. Sisi kaca yang tampak maupun tidak tampak akibat pemotongan garis digurinda/dihaluskan. hingga membentuk tembereng.. 10. sisi tepi harus lurus dan rata. Semua bahan yang telah dipasang harus disetujui oleh MK.. bebas dari segala noda dan goresan. tidak diperkenankan retak dan pecah pada setelan/tepinya..RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 36 BAB XII Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. tebal 5 mm. Untuk ketebalan kaca 5mm kira-kira 0.. . diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus. harus sesuai SII 0189/79 dan PBVI 1982.3. refleksi glass 40%) tebal sesuai gambar untuk itu. harus diisi dengan lem silikon merk.. tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur.warna transparan cara pemasangan dan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik.

N.58 1982. Semua bahan cat harus diperoleh dari levalinsir yang telah disetujui. Pekerjaan cat kayu harus mengandung bahan sintetis d.2. harus memakai cat emulsi/acrylic berdasarkan alkyd resins.4 Daftar Bahan-bahan a. Untuk dinding interior digunakan: • Plamir digunakan ICI atau yang setara • Cat untuk dinding luar dan dalam. Pengecatan semua permukaan sesuai spec/gambar dengan warna dan bahan yang telah ditentukan sesuai yamh dipilih oleh Konsultan Pengawas.2 a.2.2.2. 10. Persyaratan Bahan Standard : . d. Untuk finishing interior kayu (lambresering. cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang mengandung amoniak merk setara Cling produk Wings 10. b. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. langit-langit dan sebagainya. Setelah terpasang. produk ICI Weathershield atau yang setara. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 37 BAB XII Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku/skrup-skrup kaca yang mempunyai dop penutup steinless steel. PEKERJAAN PENGECATAN (Bagian Luar dan Bagian Dalam) 10. e. d.1 Lingkup Pekerjaan a.I :4 ASTM : D – 361 BS : 3900-1970 AS : K-41 10. b. plafond dsb) digunakan melamik. Tidak boleh mencampurkan bahan pengering atau bahan- . pemborong harus secepatnya. produk : Niponpaint atau yang setara.3 Ketentuan Bahan a. mengajukan daftar dari semua bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. b. 10. Semua warna dipilih oleh Konsultan Pengawas dan pemborong harus memasukkan dalam penawaran biaya untuk mengadakan contoh warna-warna untuk disetujui. Persiapan permukaan yang akan cat. Untuk dinding luar bagunan dipakai cat khusus exterior. Semua cat harus dipergunakan dan dipulaskan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. c.PVBI : 54. kolom.2. c. Setelah kontrak ditandatangani. Juga plamur dan cat dasarnya harus yang dikeluarkan oleh pabrik yang sama untuk masing-masing lapisan permukaan. b.

• Setelah pekerjaan plamur selesai maka diberikan kembali 1 (satu) lapis alkali resistance sealer. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. • Untuk dinding luar bangunan digunakan cat khusus luar jenis ICI Weathershiled atau yang setara. Dalam pelaksanaan pekerjaan itu harus disediakan banyak lap-lap bersih. 10. bidang dinding merupakan bidang yang utuh. • Sebelum dinding dicat. tidak retak-retak dan Pelaksana Pekerjaan meminta persetujuan Konsultan Perencana.2. rata. terutama (untuk bidang-bidang yang luas) untuk disetujui Konsultan Pengawas. licin.00 m untuk disetujui. plesteran dan acian sudah harus benarbenar kering da bersih.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 38 BAB XII bahan lain kedalam cat. jika tidak disarankan oleh pabrik cat dan sebagainya. • Dinding yang akan dicat diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer • Setelah diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer masih terdapat retak rambut maka segera diberi plamur yang satu merk. ruangan area pengecatan harus bersih dan dijaga agar tidak ada debu berterbangan.5 Syarat-syarat Pelaksanaan a. tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. Pekerjaan Pengecatan Dinding Luar dan Dalam • Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh bangunan dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. . • Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat jenis Emulsi Acrylic merk ICI Dulux atau yang setara. • Setelah pekerjaan cat selesai. • Lapisan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis acrylic emulsion dengan kekentalan cat sesuai persyaratan pabrik. ditentukan Konsultan Pengawas.00 x 2. Melakukan percobaan pengecatan. • Untuk warna-warna yang sejenis. Pelaksana Pekerjaan diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama. warna ditentukan perencana. Pekerjaan Pengecatan Besi • Persiapan Umum Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan. • Pemborong diharuskan membuat contoh (mock up) cat dengan ukuran 1. b.

kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langit-langit. Steel Structural Painting Council (SSPC) f. PASAL 11 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP 11. • Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal ini. Lubang diameter ring yang digunakan adalah lebih besar 1.1. Ketentuan Umum Persyaratan-persyaratan kontruksi baja dan istilah teknik secara umum menjadi satu kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini.2 11. c. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI) d. Semua baut dan mur harus mempunyai kepala yang ditempa. Material a.5 mm dari diameter baut. mur dan ring dari jenis “High Stregth” ASTM A35 baja hitam atau sekurang-kurangnya dari standart FE360 (ST37). . Peraturan Pembebenan Untuk Gedung Indonesia ((PPUGI) c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 39 BAB XII c. gambar rencana dan intruksi-intruksi yang diperlukan oleh pengawas. • Cat yang digunakan merk ICI Dulux atau setara. Kecuali ditentukan lain dalam buku persyaratan teknis maka semua pekerjaan baja harus sesuai standart di bawah ini : a. b. dan siku terhadap batangnya dengan kepala dan mur yang berbentuk horizontal. 11. Penjelasan dengan “Aech Welding Electrodes” sesuai AWS A5. pelat beton atau bagian-bagian yang ditentukan gambar. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup segala sesuatu untuk pelaksanaan kontruksi baja secara lengkap dengan gambar dan persyaratan teknis ini.1.3. Baut. Pekerjaan Pengecatan Langit-langit • Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gysum board.000 Mpa. Semua material yang digunakan harus baru dengan kualitas terbaik dan disetujui oleh pengawas. Baja struktur harus mempunyai mutu sesuai Sdengan ASTM A36 dengan E=200.1. Dengan kualitas ST 37. American Societyfor Testing & Material (ASTM) e. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) 1983 b.1. Las yang digunakan adalah las listrik dengan mutu FE 360 atau E 60. jenis Vinyl Acrylic warna ditentukan Konsultan Pengawas setelah melakukan percobaan pengecatan.1. • Plamur yang digunakan adalah plamur kayu yang satu merek dengan cat yang akan digunakan. tepat. Standart Industri Indonesia (SII) Pelaksanaan harus melaksanakan pekerjaan ini dengan ketetapan dan kesesuaian yang tinggi menurut persyaratan teknis ini. PEKERJAAN BAJA 11. sentries. Pengawas berhak untuk minta diadakan pengujian atas bahan-bahan tersebut dan pelaksanaan harus bertanggung jawab atas segala biaya yang dikeluarkan untuk ini.569.

Pengecatan dasar dilakukan di workshop sebelum pengiriman kelokasi atau penyimpanan.1. b. ukuran dan ketebalan serta bebas dari karat. • . yang memenuhi persyaratan terlindung dari pengaruh cuaca. Brigjen H. Sesuai dengan spesifikasi oleh merk dengan setara J-Steel Kwalitas 1. pengecatan struktur atap. e. retak. • Lingkup Pekerjaan Penutup Atap Untuk di Bangunan Balai di Lokasi Jl. Pengelasan harus dilakukan dalam tempat yang beratap dan dilaksanakan dengan menggunakan las bujur listrik. Jika dianggap perlu. 11. Pekerjaan perubahan jarak gording. Batang yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kualitas baik. pengadaan dan pemasangan Penutup atap lengkap dengan accessories d. 11. RANGKA KAP BAJA RINGAN. fabrikasi harus dilaksanakan dalam bengkel/workshop. 11. Semua material baja harus supplier yang dapat dipertanggung jawabkan dengan disertai sertifikat dari pabrik.1. Apabila ternyata konstruksi rangka kap. dengan berat sesuai rancana.2. Syarat Bahan / Material. menurut Direksi / Pengawas lapangan tidak sesuai dan tidak lebih baik dari gambar rencana. pelaksanaan mharus menanggung biaya yang dikeluarkan oleh pengawas dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut. 3. Pelaksanaan Disesuaikan dengan prosedur dan spesifikasi yang ditetapkan oleh merk dagang dan/atau produsen. Hasan Basri untuk penutup atap nya Genteng Keramik dan Bangunan Laboratorium dan Workshop penutup atap Genteng Metal. Perencanaan harus membuat workshop dilapangan dan disetujui oleh pengawas. 11. Rangka kap ini disubkan kepada produsen rangka atap baja ringan yang ditentukan kemudian dan disesuaikan dengan dana yang tersedia. PEKERJAAN PENUTUP ATAP 11.2.2.4 Fabrikasi a.1. 11. 11. pelaksaan harus menyerahkan hasil pengujian yang dibutuhkan dan berhubungan dengan kontruksi baja ini disertai faktur pengiriman.2.2. Apabila fabrikasi dilakukan diluar lokasi. cacat karena tumbukan.3.3. tekuk atau putir.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 40 BAB XII Semua baja yang digunakan harus sesuai dengan bentuk. Baja yang akan dilas harus bebas dari cat. minyak cat dan yang disambung harus rata satu sama lainnya. maka Direksi / Pengawas Lapangan berhak meminta kepada kontraktor untuk memperbaikinya atas biaya kontraktor sendiri. Uraian.

bahan-bahan yang diperlukan. . Untuk bahan stainless steell setara “Indah Maspion”. anak tangga dipakai baja cor lengkap dengan motif bunga dan kaca gravier. c.2.3. Rangka pipa GIV ukuran 2 Inch. Pembersihan konstruksi atap existing dari karat dilakukan dengan menggunakan sikat kawat/wire brush sampai komponen konstrukssi atap benar-benar bersih dari karat.1. Apabila sudah dianggap bersih oleh Konsultan Pengawas maka Pelaksana diperbolehkan melakukan pengecatan.2 PERSYARATAN BAHAN a.3. Pelaksana wajib membuat Shop Drawing b.1. peralatan termasuk alat-alat bantu dan pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. 11. Pemasangan penutup atap harus memperhatikan jarak tumpang tindih (Overlap) yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat PASAL 12 12. Bahan/material yang digunakan untuk penutup atap merupakan genteng keramik.1.1 Persyaratan Pelaksanaan Pengecatan Konstruksi Atap yang Baja WF. Dan Genteng Metal 11. Sebelum memulai pelaksanaan.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN 11. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. Sebelum konstruksi atap yang telah dipasang dilakukan pengecatan terlebih dahulu dilakukan pengamplasan. PEKERJAAN LAIN-LAIN Lingkup Pekerjaan 12 1.3. Bahan/material yang digunakan untuk pekerjaan pengecatan struktur atap adalah cat zincromate produk setara ICI b.1.2. 12 1. Pekerjaan handrail tangga pada tangga menggunakan pipa kotak hollow stainless stell.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 41 BAB XII 11.3.2.2 Persyaratan Pelaksanaan Penutup Atap a. Bahan: a. Bangunan Pekerjaan Railing Tangga 12. Persyaratan Bahan 12. Pelaksanaan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan penutup atap. b.1.

• Pekerjaan stainless steel seperti yang ditunjukkan dalam gambar untuk itu. 12 3. Digunakan stainless steel dengan mutu SS 306 finish mirror dan baja cor dengan pengelasan sambungan harus kuat dan permukaan halus.2. bahanbahan yang diperlukan. 12 3. penghalusan dan pemasangan selesai stainless steel dipoles dengan mesin poles. Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. 12.2. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor.1. 12 1. Setelah pekerjaan las-lasan.3. • Untuk stainless steel yang dipakai berupa profil-profil pipa dan plat stainless steel. 12 3. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas.1. Bahan yang dipakai. Bila dianggap perlu. • Penyambungan dengan luas harus dilaksanakan dengan kelipata dan keahlian yang tinggi. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. permukaan yang dilas harus sama rata dan alur lasnya kelihatan teratur. bekas laslasan harus dikikir dan dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan di atas teknis operatif sebagai informasi bagi perencana .6. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor.2 Jenis Bahan: Pipa-pipa kotak. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan. • Pembengkokan profil-profil / plat-plat / pipa-pipa harus dilaksanakan dengan alas bender (pembengkokan) sehingga hasilnya baik. Syarat-syarat Pelaksanaan 12 3. 12 3. baik pada pembuatan. pengelasan harus dengan las listrik dengan electrode stainless steel. kemudian digosok dengan compound memakai kain halus sehingga bersih dan mengkilap Pekerjaan Kloset Dan Wastafel 12.2 mm. halus dan tidak cacat-cacat bekas pukulan .8 .5.3. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. 12 3.4.7. 12 3. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site. peralatan termasuk alat-alat bantu dan . pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 42 BAB XII 12. batang-batang bulat dari bahan baja cor dan stain steel. tebal 1. Pekerjaan baja tahan karat. Las-lasan yang cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya pemborong .3.

Bahan yang dipakai.1.1 SYARAT-SYARAT UMUM Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan.4. Bahan: Untuk bahan Kloset dan Wastefel setara “American Standart”. Persyaratan Bahan 12.3. 13. . Syarat-syarat teknis Pekerjaan Pemadam Kebakaran. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Plumbing. terdiri dari: a.5. PASAL 13 PEKERJAAN MEKANIKAL.3. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan.2. 12. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan. 12 1. Pekerjaan pemasangan kloset jongkok.4.3. 12.3. b. dan pengetesan seluruh peralatan (material) dan instalasi yang ditunjukkan pada gambar perencanaan untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin.3. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor.2.1. 12.1. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site. baik pada pembuatan. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Penyalur Petir.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing. kloset duduk dan Wastafel pada Bangunan didalam kamar mandi atau wc.3. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Kelistrikan. 12. b. 12. pemasangan.1. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 43 BAB XII pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. Syarat-syarat Pelaksanaan 12. 12. Bila dianggap perlu.2 Pekerjaan Elektrikal. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor.3. terdiri dari: a.2. Spesifikasi teknis ini meliputi uraian untuk pelaksanaan antara lain: 13.

Gambar-Gambar Gambar-gambar perencanan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci. pemasangan maupun pengujian atau pengetesan. As built drawings harus diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner) setelah selesai pekerjaan. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan instalasi yang pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi lapangan. Dalam hal ada keraguan yang ditimbulkan karena kemungkinan kesalahan penggambaran atau ketidak sesuaian lainnya. Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan. pemborong harus segera mengajukan pertanyaan tertulis kepada Direksi Pengawas Lapangan. maka Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard dan peraturan yang berlaku. Sebelum pekerjaan dimulai. C. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. Semua bagian tersebut walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara detail harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. Gambar-gambar arsitektur dan struktur/sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail "finishing" dari proyek. harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin lainnya. Koordinasi Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan ini. danapabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukanagar instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi teknis atau bill of quantity saja. Daftar Bahan dan Contoh . Setiap shop drawing yang diajukan pemborong dan telah disetujui Direksi Pengawas Lapangan dianggap bahwa Pemborong telah memahami situasi serta telah berkonsultasi dengan pekerjaan instalasi lainnya. benar dan sesuai standar yang berlaku. catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) dan 3 (tiga) set lengkap gambar blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings). sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar pekerjaan yang satu tidak menghalangi atau menghambat pekerjaan lainnya. dan Perencana untuk mendapatkan penjelasan masalah tersebut dalam pelaksanaan baik berupa jenis barang. Pemborong harus mengajukan gambar-gambar kerja dan detail (shop drawing) sebanyak 3 (tiga) set yang harus diajukan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Gambar Perencanaan dan Bill Of Quantity ini merupakan dokumen penawaran yang tidak dapat dipisah-pisahkan atau satu kesatuan. A. B.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 44 BAB XII Spesifikasi Teknis. Pemberi Tugas.

Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Pemborong harus segera menghubungi Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana untuk berkonsultasi. harus disediakan oleh Pemborong. D. maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk disetujui. Semua tenaga. disaksikan oleh team Pemberi Tugas. harus memenuhi standar dan ketentuan pengetesan dengan benar. Hal ini Harus menjadi Perhatian dan tanggung jawab Pemborong. Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga ahli. Pengetesan dan Persetujuan Pemborong harus melakukan semua pengetesan yang dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap sistem. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan dan material. Persetujuan oleh Direksi Pengawas Lapangan akan diberikan atas dasar diatas. Pemberi Tugas dan perencana. disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. E. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan dan material yang akan dipasang kepada Direksi Pengawas Lapangan. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud didalam spesifikasi teknis ini. selanjutnya pemborong harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang. katalog dan keterangan lain yang dianggap perlu oleh Direksi Pengawas Lapangan. bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik pembuat. yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 45 BAB XII Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan. merupakan tanggung jawab Pemborong. Pemberi Tugas (Pemilik) dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan. Penggantian merk bahan dan material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Daftar ini harus dibuat rangkap 3 (tiga) yang didalamnya tercantum nama dan alamat. Dan jika sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan standar yang berlaku dan ketentuan dari kontrak. Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang dan apabila terdapat keraguan. kecuali apabila ditunjuk lain oleh Direksi Pengawas Lapangan. berstandar mutu dan keadaan baru. . Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari bahan dan material yang akan digunakan. Pemberi Tugas dan Perencana. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pemborong. sistem dan lain-lain oleh Pemborong. Semua peralatan-peralatan yang sudah dikirim dan dipasang. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas Lapangan.

Masa Garansi dan Serah Terima Pekerjaan Peralatan utama harus digaransikan selama 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun terhitung dari penyerahan kedua. Selama masa garansi. Kegiatan Fisik Catatan dan perintah Direksi Pengawas Lapangan yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis. Hal-hal yang menyangkut masalah: • Material (masuk atau ditolak) • Jumlah tenaga kerja • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah/kurang Berdasarkan laporan harian. . kekurangan selama masa garansi. G. Selama masa garansi tersebut. dengan pernyataan benar dan baik yang ditandatangani bersama oleh instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Pemborong tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas perbaikan. Pemborong diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan-kerusakan dari pada peralatan utama yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan. Mingguan dan Bulanan" yang memberikan gambaran dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan secara jelas. dibuat laporan mingguan dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan prestasi atas pekerjaan minggu lalu sehingga menjadi laporan selama 1 (satu) bulan dan rencana pekerjaan minggu depan dan satu bulan ke depan. Sebelum penyerahan kedua (final acceptance). sehingga para petugas atau operator dapat mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah dilengkapi dengan bukti dari hasil pemeriksaan atas instalasi. maka Direksi Pengawas Lapangan berhak menyerahkan pekerjaan perbaikan atau kekurangan tersebut pada pihak lain atas biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi tersebut. penggantian.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 46 BAB XII F. Laporan Pemborong wajib membuat "Laporan Harian. Direksi Pengawas Lapangan dan melampirkan sertifikat pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang berwenang. 2. Laporan ini harus ditandatangani oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas untuk diketahui/disetujui. Jika pada masa garansi tersebut. Pemborong harus mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode tersebut kepada Tenaga calon-calon operator untuk setiap pekerjaan yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas (Owner). Pemborong pekerjaan instalasi ini masih harus menyediakan tenaga ahli yang dapat dihubungi setiap saat. Laporan tersebut dibuat dalam rangka 3 (tiga) meliputi: 1. Training tentang pengoperasian dan perawatan tersebut harus lengkap dengan 3 (tiga) set operating maintenance and repair manual books.

Perubahan-perubahan material dan gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi Pengawas Lapangan. Penanggung Jawab Pelaksana Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman serta harus selalu berada di lapangan/site. gambar rencana dan lain sebagainya. Penambahan dan Pengurangan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar-gambar rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas Lapangan. 3. Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 47 BAB XII Pemborong harus menyerahkan Laporan Pengetesan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagi berikut: 1. Pemborong harus menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Direksi Pengawas Lapangan dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Hasil pengetesan tahanan isolasi kabel dan pemberian tegangan. atau pada saat yang dikehendaki oleh Direksi Pengawas Lapangan di dalam pelaksanaan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng melalui penanggung jawab Pemborong. harus diajukan oleh Pemborong kepada Direksi Pengawas Lapangan secara tertulis. Perubahan. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan Pemborong instalasi ini. lantai. pembongkaran. K. L. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan. H. Pengelasan dan Pengeboran Pemborong tembok. Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi. I. Dalam merubah gambar rencana tersebut. yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis. Pembobokan. Kantor Pemborong. Masa Pemeliharaan Selama masa pemeliharaan. Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan pekerjaan ini. bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi-instruksi dari Direksi Pengawas Lapangan. harus dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali. Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain. pengeboran dan sebagainya hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin tertulis dari Direksi Pengawas Lapangan. Pengajuan perubahan material. 2. harus diselenggarakan kegiatan pemeliharaan berjangka dan pemeriksaan rutin. J. Gudang dan Los Kerja . Pembobokan.

O. Bagan Penyelenggara dari Pemborong Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong harus diserahkan kepada penyelenggara dengan kualifikasi ahli. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang lapangan). penyimpanan barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar) dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan di keluarkan oleh Direksi Pengawas Lapangan pada waktu pelaksanaan. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. Q. berpengalaman dan . Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. Kecelakaan dan Peti PPPK Terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. N. Pemborong wajib menyediakan peralatan pemadam kebakaran (pemadam api ringan) yang diletakkan dalam kantor lapangan dan gudang. Penimbunan/penyimpanan barang. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. bahan dan peralatan baik di dalam gudang maupun diluar (halaman). serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga Kerja) dan mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. P. menjadi tanggung jawab Pemborong. harus selalu dalam keadaan bersih. harus diberi penerangan yang cukup. Penerangan dan Sumber Daya Pada kantor.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 48 BAB XII Pemborong diperbolehkan membuat ruang kantor. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. los kerja. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga/daya kerja harus disediakan oleh Pemborong. Penjagaan dan Kebakaran Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. gudang. Kebersihan dan Ketertiban Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan M. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. kantor. peralatan. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. maka Pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban.

Elektrikal dan Plumbing yang terdiri dari: 13. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya. Pengadaan dan pemasangan peralatan sistem pengolahan air kotor (Septic Tank) dengan Biotech System. d. Petunjuk dan perintah Direksi Pengawas Lapangan didalam pelaksanaan.1 Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) a. Direksi Pengawas Lapangan menempatkan petugaspetugas pengawasan yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan. Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan setiap saat yang diperlukan Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan. melakukan perbuatan yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 49 BAB XII mempunyai wewenang penuh untuk mengambil keputusan. maka akan dikenakan tindakan sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal denda. tetapi luput dari pengamatan Direksi Pengawas Lapangan dan stafnya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian. Di tempat pekerjaan. Site Manager mewakili Pemborong ditempat pekerja dapat bertindak penuh kepada Direksi Pengawas Lapangan. Pengawasan Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Staff-nya. e. Pengadaan dan pemasangan sistem penyaluran dan penampungan air hujan dengan sumur resapan dan saluran/drainase bangunan. bahan dan peralatan serta Pemborong harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. . R.2. Bila Pemborong lalai. sebagai penanggung jawab di lapangan. c. pemasangan dan pengujian seluruh lingkup pekerjaan instalasi Mekanikal. Bagianbagian pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pengadaan dan pemasangan pompa sumur dangkal (Jet Pump) dan Submersible Deep Well Pump air bersih serta pengeboran sumur dalam dan dangkal untuk sumber air bersih. berlaku tidak wajar.2 LINGKUP PEKERJAAN Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari PDAM daerah setempat. memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan. disampaikan langsung kepada Site Manager wakil Pemborong. sistem pengolahan air bekas (buangan) dari ruang cuci dengan Neutralizing Tank dan dari ruang dapur kotor dengan Grease Trap. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari sumur dalam maupun dangkal kepada pihak Badan yang berwenang pada daerah setempat. 13. Pada setiap saat Direksi Pengawas Lapangan atau petugas-petugas/staff harus dapat mengawasi. kepada mereka yang melanggar terhadap peraturan umum mengganggu ataupun merusak ketertiban. b.

Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan menengah 20 kV. dan accessories lainnya. dan accessories lainnya. Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi seluruh peralatan plumbing. l.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 50 BAB XII f. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dalam dan luar serta stop kontak lengkap dengan kabel instalasi. Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang. b. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis lampu penerangan. pipa vent dan air hujan lengkap dengan elbow. dan stop kontak. 20 kVolt ke pihak PLN daerah setempat. kotak saklar dan stop kontak. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih. c. isolasi penyambungan kabel. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik untuk AC dan Fan. i. Pengadaan dan pemasangan tiang penyanggah air terminal penyalur petir. j. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TR/TR 400/230 Volt ke pihak PLN daerah setempat. Pengadaan dan pemasangan panel utama tegangan menengah (TM) lengkap dengan komponen-komponen panelnya.2. Pengadaan dan pemasangan sistem pembumian pengaman lengkap dengan bak kontrol dan elektroda pembumian.2 Pekerjaan Elektrikal (Kelistrikan) a. h. f. saklar. air kotor. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi kelistrikan yang terpasang. Pengadaan dan pemasangan seluruh panel-panel tegangan rendah lengkap dengan komponen-komponen panelnya. g. tee. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TM/TM. 13. e.3 Pekerjaan Penyalur Petir a. junction box. k. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan rendah 400/230 V. Pengadaan dan pemasangan Transformator Stap-Up 20 kV/400 V. klem.2. g. air bekas. h. alat ukur dan elektroda pentanahan. Pengadaan dan pemasangan instalasi penyalur petir dan system pentanahan penangkal petir lengkap dengan bak kontrol. c. Pengadaan dan pemasangan Unit Splizen (Air Terminal) penyalur petir sistem elektrostatis. . d. 13. 50 Hz lengkap dengan komponen pengamanannya. reduser. b. pipa pelindung kabel.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 51 BAB XII d. 13. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi penyalur petir system elektrostatis dan sistem conventional (sangkar faraday). instalasi Pekerjaan instalasi MEP dinyatakan selesai bila pihak pemborong telah . Pemberi Tugas dan disahkan Direksi Pengawas Lapangan. . Pemborong pekerjaan MEP dalam bangunan ini harus mempertanggung jawabkan pekerjaan secara teknis dan instalasi kepada pimpinan proyek. Mempunyai tenaga pelaksana yang berpengalaman.102 menyatakan: • Surat hasil pengetesan dan pengujian instalasi. Pemborong harus dapat menerima dan menyetujui gambar instalasi yang diberikan oleh perencana. f. f. Pemborong harus menempatkan tenaga ahli di lapangan. d. Mempunyai Pas Kerja PLN (Sikka Golongan A) dan Pas PAM-wilayah yang masih berlaku. c. • Telah mendapatkan surat keterangan dari pimpinan proyek. Mempunyai pengalaman dalam pekerjaan Mekanikal.4 PROSEDUR PELAKSANAAN Syarat-syarat pelaksanaan antara lain: a. Pemborong harus membuat gambar kerja yang mengacu pada gambar perencanaan dan disetujui pemberi tugas serta disahkan pimpinan proyek.3 PESERTA PELELANGAN Peserta pelelangan adalah badan hukum yang bergerak di bidang pemborong bangunan rumah tinggal serta terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu Provinsi dan memiliki Tanda Daftar Rekanan yang masih berlaku serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. Pemborong harus mengadakan pengujian seluruh pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal yang disaksikan oleh pemberi tugas. Membuat Time Schedule pelaksanaan pekerjaan MEP. Berdomisili di wilayah setempat dan sekitarnya. 13. agar setiap waktu dapat memberikan penjelasan dengan pimpinan proyek. • Seluruh material pada Pekerjaan MEP harus mempunyai purna jual yang terjamin dan garansi minimal 9 (sembilan) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun. adapun persyaratan lainnya adalah: a. Mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. c. b. yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100%. Elektrikal dan Plumbing yang dinyatakan dengan referensi dan mampu berperan sebagai patner dari pemborong utama (pekerjaan Sipil). b. d. e. • Menyerahkan gambar As Buil Drawing sebanyak 3 (tiga) set yang telah diketahui Perencana. e.

5 SYARAT-SYARAT TEKNIS 13. 2. tekanan air pada seluruh unit fixture harus memenuhi syarat-syarat tekanan air yang ada dalam buku PPI Tahun 1979. Air Bersih Sumber air bersih untuk proyek ini berasal dari sumber air tanah atau Sumur dalam sebagai sumber air utama dan cadangan.5. 2. Untuk menentukan kenyamanan bagi pemakainya. 4. water level control) dan ditambah check valve. Kerusakan material sebelum penyerahan kedua menjadi tanggung jawab pemborong.Sucofindo atau yang tunjuk oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner). Air bersih yang berasal dari sumur dalam dan sumur dangkal di sambungkan langsung ke Ground Water Reservoir Tank (GWR). air bersih dengan pompa penguat (Booster Pump) secara sistem tangki tekanan (Hydrophor) otomatis disalurkan ke seluruh Toilet yang ada pada lantai bangunan hingga siram taman. pemborong harus mengganti dengan yang baru. Semua material harus baru dan bila terjadi kerusakan pada material tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan. 13. Pemborong harus menyerahkan daftar dan contoh material kepada pemberi tugas dan pimpinan proyek untuk mendapatkan persetujuan.1 Uraian Umum 1. 13. Untuk sumber air tanah telah terjamin kualitas/mutu airnya yang harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorim PT. Selanjutnya dari Water Reservoir Tank. Pengajuan gambar kerja dari pemborong harus dilakukan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Penggantian merk dari material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari pemberi tugas dan pimpinan proyek. h. Supply air bersih dari sumur dalam menggunakan Submersible Deep Well Pump (SDWP) dan dari sumur dangkal menggunakan Jet Pump.2 Uraian Teknis Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) A.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 52 BAB XII g. Supply air bersih dari pompa penguat (Booster Pump) sebelum dialirkan akan difilterisasi terlebih dahulu dengan Sand Filter dan Carbon Filter. 3. Sistem 1. Pemborong harus melaksanakan masa pemeliharaan selama 3 s/d 6 bulan.5. Pengontrolan penggunaan air bersih dari SDWP atau jet pump maupun PDAM dengan gate valve + pelampung (WLC. Air Kotor dan Air Bekas Buangan air dari wastafel atau lavatory dan floor drain disebut dengan air bekas dan buangan air dari water closed dan urinal disebut dengan .

air hujan jatuh bebas langsung dialirkan ke drainage/saluran bangunan. bahwa pipa air bersih pada pemipaan dari Water Reservoir Tank (WRT) ke toilet bangunan menuju unit fixture toilet dan dari Flow Meter PDAM. Pipa Air Bersih Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Air Kotor. yaitu sebagian air hujan ditampung dalam tanki air hujan yang selanjutnya akan difilterisasi (disaring) dengan menggunakan pompa transfer melalui sand filter tank dan karbon filter untuk disalurkan ke Water Reservoir Tank (WRT). SNI 07 0039. Spindo. 2. Seluruh sambungan pipa GIP harus dilas metal dengan penguat yang berupa pelana kuda (Saddle). Air Hujan Air hujan yang berasal dari atap bangunan disalurkan melalui beberapa pipa tegak sampai dibawah lantai satu langsung disalurkan ke drainage bangunan dan sedangkan untuk atap bangunan lainnya. Persyaratan Bahan 1. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. Selanjutnya air buangan yang berada pada seluruh saluran bangunan sebelum dialirkan ke drainage/saluran kota terdekat. toleransi diameter luar ± 1% dan harus sesuai dengan standar BS 1387/67. Air Hujan dan Vent Dinyatakan dalam gambar perencanaan. . B. sedangkan buangan air dari kitchen (dapur kotor) dan ruang cuci pakaian akan dialirkan masingmasing ke bak penampungan yaitu Grease Trap dan Neutralizing Tank untuk disaring atau difilter (jika diperlukan) yang selanjunya dialirkan ke drainage/saluran bangunan. Air Bekas. 3. Sedangkan limpahan dari tanki air hujan akan dialirkan ke drainage bangunan terdekat. untuk itu digunakan 2 (dua) pipa tegak dan mendatar untuk melayani dan mengalirkan kedua jenis air buangan tersebut. Air kotor yang berasal dari water closed & urinal pada seluruh lantai bangunan akan dialirkan ke septic tank dengan pengolahan limbah Biotech System dan selanjutnya dapat dialirkan ke drainage bangunan.81. bahwa pipa air bersih yang digunakan untuk pemipaan pompa utama air bersih dan pemipaan distribusi air bersih yaitu pipa baja galvanizer (Galvanized Steel pipe/GIP) medium yang tahan terhadap tekanan maksimum 50 Kg/Cm2. toleransi tebal (sedang) ± 10%. Air bekas yang berasal dari wastafel dan floor drain akan dialirkan langsung ke drainage bangunan.87. Pipa Air Bersih. Bakrie. Produksi : Setara PPI. SNI 0161. harus dialirkan ke sumur resapan. Bumi Kaya. yakni untuk mengurangi limpahan yang sangat berlebihan atau banjir sekaligus untuk menambah potensi air tanah. Air buangan dari wastafel dan floor drain dipisah dengan buangan air dari water closed. Pemanfaatan air hujan dapat dilakukan. KHI.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 53 BAB XII air kotor.

urinal.3 Uraian Teknis Pekerjaan Elektrikal Instalasi Kelistrikan A. clean out. harus mengikuti desain dari interior ruang toilet. saluran/drainage bangunan. Pralon. bahwa pipa air kotor. tabung dari bahan iron stell. Bahan dan Material 1. . Dinyatakan dalam gambar perencanaan. wastafel/Lavatory dan kitchen seluruh bangunan. Bentuk dan bahan untuk peralatan unit fixture seperti: kran air dinding.24 kVolt untuk pemasangan di pit trench cable dan di rak kabel (udara) harus telah memenuhi persyaratan. wastafel dan lain-lain. bahwa Kabel distribusi tegangan menengah 20 kV adalah jenis N2XSEFGbY . harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. air bekas dan air hujan pada pemipaan dari seluruh toilet dan atap bangunan menuju septic tank (STP-Biotech System). Produksi : Setara Supreme.5. SNI06-0084-1987. Sesuai dengan standard JIS K 6741. Appindo. Semua peralatan bantu pipa PVC-AW dan PVC-D seperti fitting. PLN. Super Intilon. Chuub. Kabel Tegangan Menengah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. 13. bahwa pipa vent pada pemipaan dari seluruh water closed.24 kVolt untuk pemasangan didalam tanah dan N2XSY . Sistem Sumber daya listrik berasal dari penyambungan sumber daya listrik utama PLN dengan sistem tegangan TR 380V. roof drain. Produksi : Setara Yamato. Sesuai dengan standard SNI-06-0084-1987 dan SII 0344-82. PUIL-2000. B. Produksi : Setara Rucika. yang mana sambungan pipa PVC AW berdiameter dibawah 4 cm digunakan perekat (lem) sedangkan yang berdiameter diatas 4 cm digunakan rubber ring joint.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 54 BAB XII Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Kabelmetal. male adapter. water closed. 50 Hz. IEC 502-1983. harus menggunakan pipa PVC D yang tahan terhadap tekanan 8 Kg/cm. reduser (type Concentric).1986. SPLN 43-5. floor drain. Wavin. Fire Extinguiser System (Pemadam Api Ringan/PAR) Fire extinguiser system (PAR) adalah jenis portable dalam mengatasi kebakaran yang harus disediakan pada areal atau ruang tertentu. memiliki pressure 20 Kg/Cm2 dan ditempatkan dalam kotak panel terpasang didinding. elbow 45. tee 45 (Tee Y) dan lainnya harus dari bahan yang sama dengan pipa yang digunakan. PAR yang harus digunakan dari bahan serbuk kimia multipurpose dry chemical (ABC Fire) yakni NH4H2PO4. Kabelindo. 3. LMK.

SPLN 43-1 198. yaitu jenis pemasangan didinding (wall mounted enclosure). Kedua pemutus tenaga (MCCB. LMK.6/1 kVolt untuk pemasangan di-dalam tanah dan NYY . Kapasitor Bank Kapasitor harus dari jenis Self Healing Dry Type. Kabelmetal. b. Hager. d. Merlin. PLN. bahwa komponen panel utama banyak ragamnya. Kabelindo. AEG. LMK. IP 55 dan jenis inbow waterproof (PVC High Impact) dengan pintu transparan. 4. Kabel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. ABB c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 55 BAB XII 2. Komponen Panel Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Fuse Links dari jenis HRC Fuse/phasa. 4 pole.2000.0. Produksi : Setara Simetri. SIER. Automatic Tranfer Switch (ATS) atau sistem tukar (Interloc). Panel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Hansel. dan 8 kA. PUIL. dan IEC 947-2. 45 kA. Produksi : Setara Stomberg. dan memenuhi standar LMK.0. OniPanel. dan 18 kA. AEG. bahwa Kabel distribusi tegangan rendah adalah jenis NYFGbY . dimana semuanya sesuai dengan standar IEC 269-1. MCB 1 phasa. AEG. 15 kA. antara lain: a. bahwa Box panel listrik ada 3 jenis. jenis pemasangan dilantai (standing mounted enclosed) yang kontruksinya dari plat baja dengan tebal plat 2 mm dan dicat oven. yaitu jenis kering (Metallized Polypropylene Film) yang bisa . IP 54 serta memenuhi persyaratan PUIL-2000. PUIL. PLN. Produksi : Setara Terasaki. 36 kA. 3. Pemutus tenaga MCCB. ABB. IEC 32 B. pemutus tenaga mini MCB. Produksi : Setara Supreme. 100 kA dengan rating voltage 500/660 Volt lengkap dengan solid links (dudukan HRC fuse) dengan rating current 1 step diatas rating current HRC Fuse serta harus memeliki alat pencabut HRC Fuse (Fuse Handle) standard SFS 2371. LMK. Satu pelat dudukan sehingga lebih menjamin aspek keamanan dan lebih mudah dalam pemasangan. Littelfuse. 25 kA. 3 phasa.2000. 50 kA) dilengkapi mekanisme motor yang sama sehingga bisa beroperasi secara otomatis dan system interlok mekanis dan elektris mencegah kedua pemutus tenaga menutup secara serentak walaupun hanya sesaat. 8 kA dan 5 kA yang telah memenuhi persyaratan SPLN 108/SLI 175/IEC 989. JapaPanel. LMK. Voksel. Produksi : Setara Terasaki. Merlin Gerin. ABB.6/1 kVolt untuk pemasangan di atas plafon (udara) harus telah memenuhi persyaratan SNI 04-2701-1992. 3 phasa. PLN. 10 kA.

koneksi (penyambungan) antar phasa atau phasa – netral yang memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut . PUIL-2000. f. Discharge time to 50 V : < 60 detik. antara lain: Rating Voltage : 400 Volt.5 % s/d + 10 %. LMK. Produksi : Setara Nokian. Protection class : IP 42. Tingkat Insulasi : 3 kV (power frequency) & 15 kV(Impulse). IEC 831-2 (1996). PUIL-2000.1 x Un). Separate source test : 3 kV – 1 min. Harus memenuhi standar IEC 831-1. Protection class : IP 23.3 x In). • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • . Rating Frequency : 50 Hz. Produksi : Setara Nokian. Ambient temperature : 40 C. Losses at + 20 C : < 0. Continuous over current : 30 % (1. Toleransi kapasitas : . e. Rating Frequency : 50 Hz. Detuning factor : 7 %. digunakan untuk melindungi kapasitor bank dari kerusakan akibat kelebihan tegangan atau gelombang arus Harmonic yang terlalu tinggi dan dalam menghindari resonansi serta menurunkan presentasi harmonic pada jaringan listrik. Sistem Koneksi : 3 phasa. LMK. VDE 0532831-2. Continuous over Voltage : 10 % (1. Inductance of the reactor : 3 % tuning accuracy. pada sistem 400 (NO Load).5 & UH5 = UH7 = 5 % Based on Un. Blocking Reactor (Detuned Filter) Blocking reactor harus dari material kumparan tembaga jenis Polyeter Resin yang pencetakannya dalam keadaan Vakum dan tekanan tinggi dengan thermal resistance 150 C. antara lain: Rating Voltage : 525 Volt. Harus memenuhi standar IEC 76/3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 56 BAB XII memperbaiki kerusakan sendiri dan memiliki ketentuan-ketentuan. Harmonic load : UH3 = 0.5 W/kVar. Temperatur category : -40 C s/d 50 C. Ketentuanketentuan lainnya yang harus dipenuhi. Insulation class : T 40. Delta. Automatic Power Factor Regulator (APFR) APFR untuk mengatur step kapasitor secara otomatis yang menggunakan teknologi digital (Microprocessor) yang dipasang langsung pada panel atau rel DIN.

dipasang sebagai tambahan terhadap system control dengan kontak keluaran 8 A (Cos fi= 1) 250 V.2 detik. . • Fase Fault Relay (rele kesalahan phasa). Produksi : Setara Nokian. waktu tanggapan selama 200 mili detik. kelebihan arus. tegangan kerja 220 V. 50 Hz. • Relay Kontrol Tegangan. tunda waktu selama 0. tidak langsung dan api. Rating Frequency : 50 Hz 2 % automatic selection. proteksi terhadap kehilangan salah satu phasa. dan sebagainya. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). suhu operasi sebesar -10 s/d 50 • Short Circuit Relay (Rele arus hubung singkat). Ambient temperature : 0 C s/d 40 C. sensitivitas tegangan sebesar 15% dari tegangan kerja.5 %. tunda waktu selama 0. tunda waktu selama 0 s/d 1 detik. tegangan kerja 220 V. LMK. pengamanan peralatan pada instalasi listrik akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. g. 50 Hz.3 A. 50 Hz. Protection class : IP 40 (pada panel) & IP 20 (pada rel DIN). proteksi terhadap kontak langsung. 50 Hz. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. Kontrol & Proteksi : 6 jenis alarm. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. • Under and Over Voltage Relay (Rele turun dan naiknya tegangan). tegangan kerja 220 V. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). proteksi terhadap arus hubungan singkat atau akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. 50Hz. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. 50 Hz.003 s/d 0. sensitivitas arus sebesar 0. proteksi terhadap turunnya dan naiknya tegangan yang semestinya pada sistem tak stabil.7 VA. 0. Accuracy class : 1. yaitu factor daya rendah. • Relay Kontrol Arus. factor daya terlalu kapasitif atau induktif. Jumlah step automatic : 6 Step. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. kesalahan urutan phasa dan ketidakseimbangan beban antar ketiga phasa terlalu besar.3 detik. pengamanan peralatan pada instalasi terhadap tegangan yang semestinya pada system tak stabil. kelebihan atau kekurangan tegangan. tegangan kerja 220 V. tunda waktu 1 detik.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 57 BAB XII • • • • • • • • Rating Voltage : 230/400 Volt. PUIL2000. temperature terlalu tinggi. Current transformer (CT) : 5A. tegangan kerja 220 V. mengaktifkan pengisian batere bila tegangan jatuh di bawah ambang batas. • Operational sequence : 4 Program regulasi • Harus memenuhi standar EN 50082-2 & EN 50081-2 EMC. Relay Pengaman yang digunakan antara lain: • Earth Fault Relay (Rele arus bocor bumi). sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. tegangan kerja 220 V.

• Ammeter Cam Switch (Saklar Ammeter) 4 (empat) posisi dengan arus thermal 12 A. • Change Over Cam Switch (Saklar Alih) 3 (tiga) posisi (Manual. dengan penutup plastic berwarna putih. • Voltmeter Cam Switch (Saklar Voltmeter) 7 (tujuh) posisi dengan arus thermal 12 A. harus memenuhi persyaratan DIN VDE 0675 part6 LMK. berwarna merah untu stop dan berwarna hijau untuk start. • Kontrol Stater Motor. LMK dan IEC. h.000 Watt harus menggunakan sistem Direct On Line (DOL) yang terdiri dari tiga komponen. untuk kapasitas diatas 5. proteksi terhadap adanya daya balik baik dari sumber utama (PLN) maupun sumber cadangan diesel genset sehingga kedua sumber tidak boleh terinterkoneksi walaupun sesaat.phase & Netral. • Emergency Pushbutton dengan bentuk bundar latching key release dia. Siemens. • Peralatan kontrol harus sesuai dengan standar PUIL-2000. Merah. 50 Hz. PLN. AEG.T . yakni Breaker. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. AEG. teganga kerja 230 V.S.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 58 BAB XII sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. Produksi : Setara Phoenix Contect.000 Watt harus menggunakan sistem Star Delta yang terdiri dari tiga komponen. 50 Hz. OBO Bettermann. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. Delta Contactor. Produksi : Setara Merlin Gerin. waktu tanggapan selama 200 mili detik. tegangan kerja 230 V. kuning dan biru. • Reverse Power Relay (Rele daya balik). type flush dengan posisi NO. Merlin Gerin. OFF. stop dan fault/kesalahan. ABB. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. Meter Pengukur j.2000. 50 Hz. Unit Lightning Arrester R. tegangan kerja 230 V. Star Contactor. Hijau. lampu tanda untuk start. Contactor. tegangan kerja 230 V. Produksi : Setara Merlin Gerin. berwarna merah. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. untuk kapasitas dibawah 5. yakni Breaker. 50 Hz. Relay-relay pengaman harus sesuai dengan standar PUIL. 40kA dan 15kA. 100 kA. stop dan fault/kesalahan.40 mm dengan posisi NC. • Pushbutton (Tombol Tekan) dengan bentuk bundar sring return. Line Contaktor lengkap dengan kontak blok tunda waktu. LMK dan IEC. lampu tanda untuk start. • Lampu Tanda lengkap dengan lampu type protected Led. Peralatan Kontrol • Kontrol Stater Motor. Outo) dengan arus thermal 20 A. Omron. i. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. . 400 V untuk tegangan rendah.

7. Stop kontak 1 phasa normal memiliki rating voltage 250 V. skala 0-500V. Saklar memiliki rating voltage 250 V. Unibell. Marshall Tuplex. kapasitas 1.5%. 6.5%.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 59 BAB XII • Volt Meter (Pengukur tegangan listrik). AEG. suhu operasi -10 s/d 50 C. LMK. Waler. suhu operasi -10 s/d 50 C. kelas 1. BS 4607. PLN. ukuran 144x144 atau 96x96. Kabelindo. Busbar dan sepatu kabel serta perekatnya (Mur dan Baut) adalah jenis tembaga dengan konduktifitasnya sebesar 99. ketelitian 1.99% yang telah memenuhi standard BS 1977. suhu operasi -10 s/d 50 C. b. ukuran 144x144 atau 96x96. Unit AC. SPLN. PLN. Unibell. double gang maupun multiple gang. k. • Kilo Watt Meter (kWh-Meter) dari jenis 1 phase dan 3 phase harus sesuai dengan data teknis PLN dan LMK. LMK. PLN. Produksi : Setara Schlumberge. Instalasi Listrik (Penerangan. Produksi : Setara Catu. netral dan pembumian sesuai persyaratan BS 1977. Meter-meter pengukur sesuai dengan standar LMK. • Amper Meter (Pengukur arus listrik). Cos Phi Meter. Voksel. 5. • Frekwensi Meter. dan lain-lain) a. PLN. Produksi : Setara EGA. skala 0-500A. ketelitian 1.99% yang dilengkapi dengan warna phasa.5%. Kabelmetal. Kabel instalasi listrik adalah jenis NYM 3 core 500 Volt untuk 1 phasa yang telah memenuhi persyaratan SII 0209-78.5. 13 A. VDE 0250. b. Saklar dan stop kontak tersebut diatas harus memenuhi persyaratan IEC. LMK. kapasitas 1.5.2 x In continue. IEC 51. Voksel. DIN 46235. . DIN 46235. Stop Kontak. dan lainnya harus berukuran 144x144 atau 96x96. Produksi : Setara Supreme. LMK. 16 A dan stop kontak 1 phasa khusus dilengkapi saklar dan lampu tanda memiliki rating voltage 250 V.2 x In continue. LMK dan harus dilengkapi dengan box dari bahan metal anti karat atau mouled plastic. Saklar dan Stop Kontak a. kelas 1.5. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian adalah dari bahan tembaga pejal dengan konduktifitasnya sebesar 99. kelas 1. ketelitian 1. Pipa dan fleksibel conduite pelindung kabel instalasi listrik dan accessories lainnya adalah jenis PVC high impac yang telah memenuhi persyaratan BS 6099. 10 A type rocker dengan jenis single gang. Produksi : Setara Catu.

Komponen lampu. 8. Legrand. Armatus Lampu dan Komponen Lampu a. pengumpulan energi ini terlebih dahulu diakumulasikan dan kemudian dibebaskan pada waktu yang telah ditentukan untuk menciptakan ionisasi dengan loncatan muatan disekitar batang penerima (Ait Terminal/Splizen) penangkal petir. Armatur lampu memiliki plate minimum 0. 250 V. dan Down light halogen 50 W/12 V. PLN. dimana harus mempunyai terminal pembumian. Bahan dan Material 1. yaitu Ballast dari type Low loss dan digunakan untuk satu lampu floerescent (Neon) yang terpasang kokoh pada armatur. Atco. Produksi : Setara Artolite. ventilasi didalammnya cukup baik dan reflector terbuat dari bahan alumunium silicon alloy dengan derajat pemantulan yang sangat baik.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 60 BAB XII Produksi : Setara MK. 50 Hz. Hal tersebut akan memungkinkan terjadinya sambaran petir berkurang dan daya tarik muatan terhadap muatan awan terkonsentrasi pada titik sambaran air terminal saja. Ese Tech. sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar menuju elektroda pembumian yang tersendiri. c. . B. BJB. down light dengan lampu PLC 18 W. Produksi : Setara Phillips. Produksi : Setara Prevectron.7 mm dicat dasar anti karat dan dicat oven warna putih untuk jenis recessed mounted TL 1 x 36 W atau 2 x 36 W type TKI maupun type balok. Kurn. Phillips. LMK. Air Terminal (Splizen) Air terminal atau splizen untuk sistem elektrostatis adalah jenis Non Radio Aktif dan harus sesuai dengan standard IEC 1024-1. Capasitor harus dari jenis metalized paper dengan maksimum temperatir 85 C. b. OniLigt. Apollo. Pelepasan medan ionisasi keawan akan dapat (mampu) menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah (bumi). toleransi 10% serta dilengkapi dengan Stater socket dari jenis polycarbonate dan Staternya dari jenis ES Porceliain lamp holders. Instalasi Penangkal Petir A. Zeus. Sistem Sistem penangkal petir menggunakan sistem elektrostatis non radio aktif yang prinsip kerjanya adalah menarik energi medan listrik di atmosfir yang meningkat dengan cepat pada saat terjadi petir.

Merlin Gerin. Hager.6/1 kV yang telah memenuhi persyaratan LMK. Produksi : Setara Supreme. Circutor. 4. PLN. 13. PLN. Kabel Penghantar Kabel penghantar untuk instalasi penangkal petir adalah jenis NYY 0. Mizu. . Bombas Ideal. Matra. 3.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing A. • Lightning arrester : OBO B. Kabelmetal. Produksi : Setara Catu. Phonic Contec. ABB. • Unit Instrument : Schlumberge. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian dari bahan tembaga pejal yang telah memenuhi standard BS 1977. Crompton. Fuji Electric.Super Swallow. AEG. Spindo. Instalasi Plumbing – (Produk/Merek harus Setara) • Pengolahan limbah air kotor : Bio-Master. Wavin. • Relay Pengaman : Merlin Gerin. PLN. Kabelmetal. Voksel. AEG. LMK. Batang Peninggi (Penyanggah Air Terminal) Batang peninggi untuk air terminal adalah tiang tembaga pejal berdiameter 100 mm dengan tinggi 24 meter telah memenuhi standard BS 1977. Chuub. Kabelindo. 13. Super Intilon. B. Bakrie.6. AEG. Metosu. Bumi Kaya. DIN 46235. Omron. • Pipa Plumbing : Rucika. LMK.. Landini. JapaPanel. Voksel. Nobi. Kitz. • Rak kabel : OniRack. Kabelindo. • Pipa utama di ruang pompa : PPI. Bakrie. • Kabel 1 kVolt : Supreme. Jembo Cable.6.6 OUTLINE SPECK PEKERJAAN MEKANIKAL. Appindo. Bio-Primatec. • Komponen Panel TR : Terasaki. MG.2 Pekerjaan Elektrikal A. Produksi : Setara PPI. Pralon. • Pompa air bersih : Grundfos. OniPanel. Instalasi Pemadam Kebakaran – (Produk/Merek harus Setara) • Pemadam api ringan (PAR) : Yamato. Instalasi Listrik (Arus Kuat) – (Produk/Merek harus Setara) • Panel tegangan rendah : Simetri.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 61 BAB XII 2. Astam. KHI. • Peralatan pengaturan air bersih (10 bar) : Toyo. Hansel. Unibell. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. EQual. unibell.

Zeus. OBO Bettermann. Jembo Cable. 14. Marshall Tuplex. Merlin Gerin. Unibell. Metosu. Kapasitor bank : Nokian. Kabel 1 kVolt : Supreme. B. Legrand. Kabelmetal. untuk menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna menurut pertimbangan Direksi. Kurn. Unibell. Kabelindo. Unit alat lampu : Phillips. Armatur lampu : OniLight. harus dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Bestek ini.1. Waler. BJB. maka pekerjaan tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Bestek ini. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini. Pekerjaan Instalasi Penyalur Petir – (Produk/Merek harus Setara) • Air terminal system elektrostatis : Prevectron. PASAL 14 : PERATURAN PENUTUP. Pipa pelindung kabel : EGA. Phonic Contec. 14. tetapi diselenggarakan dan diselesaikan oleh Pemborong. Unit saklar dan stop kontak : MK. • Pipa pelindung kabel : EGA. Ese Tech. Atco.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 62 BAB XII • • • • • • • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Marshall Tuplex.2. Meskipun dalam Bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh Pemborong dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini. Phillips. Waler. Voksel. tetapi tidak diuraikan atau dimuat dalam Bestek ini. Kabel kontrol : BICC Brand-Rex. Avaya. • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Apollo. . • Lightning counter : Prevectron.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->