RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 1

BAB XII

SPESIFIKASI TEKNIS
Keterangan : Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan: 1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri; 2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional; 3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan; 4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan; 5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; 6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan; 7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk; 8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan; 9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.

BAB XII

PETUNJUK UNTUK PESERTA Peserta Tender harus membaca dan mempelajari seluruh gambar kerja, rencana kerja dan syarat ini dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dokumen tersebut secara keseluruhan maupun setiap bagian. Tidak ada gugatan yang akan dipertimbangkan jika gugatan itu disebabkan karena peserta tidak membaca, tidak memahami, tidak memenuhi petunjuk, ketentuan dalam gambar, atau pertanyaan kesalahpahaman apapun mengenai arti dari isi dokumen ini.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 2
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
DAFTAR ISI 1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS 2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS 3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 4. IZIN BANGUNAN 5. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 8. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 9. KEAMANAN PROYEK 10. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 3
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, bila tidak ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini maka akan berlaku dan tambahannya, yaitu: a. Peraturan Umum tentang pelaksanaan Bangunan di Indonesia (AV.41) tahun 1941. b. Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia, untuk Arbitrasi Teknis dari Dewan Teknik Bangunan Indonesia (DTPI). c. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) tahun 1970/NI – 18. d. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. e. Peraturan yang dikeluarkan oleh jabatan/instansi pemerintah setempat, yang berkaitan dangan pelaksanaan bangunan.

2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, maka berlaku dan mengikat, yaitu: a. Gambar Bestek, Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Berita Acara Penjelasan (Anwijing). c. Berita Acara Penunjukan. d. Surat Keputusan Pimpinan Unit tentang Penunjukkan Pelaksanaan Pekerjaan. e. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). f. Surat Penawaran beserta lampiran-lampiranya. g. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kontraktor dan Konsultan Pengawas diharuskan meneliti rencana gambar Bestek dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), termasuk penambahan/ pengurangan atau perubahan yang tercantum dalam berita acara Anwijing. a. Bila terdapat perselisihan antara rencana gambar Bestek dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), maka yang mengikat adalah rencana kerja dan syaratsyarat. b. Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar Bestek yang satu dengan rencana gambar Bestek yang lain, maka diambil rencana gambar Bestek yang ukuran skalanya lebih besar. c. Bila perbedaan-perbedaan tersebut diatas menimbulkan keragu-keraguan, sehingga menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, maka harus segera dikonsultasikan Perencana dan keputusan-keputusannya harus dilaksanakan.

3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Jalan Brigjen H. Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. Pekerjaan Laboratorium Dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kawasan Trisakti Kota Banjarmasin.

Kantor tersebut tidak bersatu dengan gudang atau bangsal Kontraktor. 4.4. f. Pada meja besar harus dilengkapi denga kursi panjang yang sesuai dengan kebutuhan rapat/pertemuan di lapangan. akan ditentukan kemudian dan dikonsultasikan dengan Pemberi Tugas. Tanpa ada izin bangunan dari Instalasi yang berwenang. bangsal dan perlengkapannya menjadi pemilik Pemberi Tugas. Kontraktor harus membuat bangsal kerja untuk pekerjaan dan gudang untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan pekerjaan dan pintunya harus mempunyai kunci yang kuat/baik untuk keamanan bahan/perlengkapan. bangsal kerja dan gudang adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor dan bahan bongkaran menjadi milik Pemberi Tugas.1.4. bangsal kerja dan gudang. IZIN BANGUNAN 4. . Kontraktor diharuskan membuat papan nama Proyek sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada daerah setempat dan harus dipasang paling lambat 7 hari setelah dimulai pekerjaan. Satu buah meja besar yang berukuran 120 cm x 240 cm. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 5. Bangsal Konsultan Pengawas tersebut harus dilengkapi dengan: a. maka kontraktor tidak diperkenankan memasang papan reklame dalam bentuk apapun disekitar lingkungan proyek. Setelah Surat Pemerintah Mulai Kerja (SPMK) di keluarkan. Tempat mendirikan bangsal Konsultan Pengawas. Sebuah ruangan toilet dan dapur kecil sederhana dengan cukup persediaan air bersih.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 4 BAB XII 4. untuk keperluan pertemuan/rapat di lapangan. c.2. harus sudah siap dilokasi Bangunan. Bangsal Konsultan Pengawas dan perlengkapannya. maka Kontraktor harus dapat menunjukan kepada Konsultan Pengawas surat izin bangunan atau minimal tanda bukti bahwa izin bangunan tersebut sedang diproses. 4. Dua buah kursi sebagai perlengkapan meja tulis.3.1. lantai papan. 4. b.3. Dua buah meja tulis ukuran 120 cm x 240 cm. g. 5.2. maka izin bangunan dan izin lainnya akan di urus oleh Pemberi Tugas. Untuk memulai pekerjaan. e. namun pelaksanaan dan pembiayaannya di tanggung oleh Kontraktor.5. 5. 5. Setelah selesai pekerjaan tersebut. atap seng dan pintu harus dilengkapi dengan kunci yang baik serta cukup jendela dan ventilasi/penerangan. d. dinding papan/plywood. 5. Kontraktor harus membuat bangsal Konsultan Pengawas yang berukuran 4 m x 9 m. sebelum pekerjaan dimulai atau 10 hari sesudah SPMK diterima. satu set meja kursi tamu. dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tongkat. Satu buah papan tulis yang berukuran 120 cm x 240 cm. Pembongkaran Bangsal Konsultan Pengawas.6. 5. 5.

6. harus membuat rencana kerja harian.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 5 BAB XII 6. bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja.1. c. Pelaksana harus berpendidikan minimum Sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil dan mempunyai pengalaman kerja lapangan minimum 3 tahun. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 6. bahwa Pelaksana kurang mampu atau tidak mampu melaksanakan tugasnya. harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci pelaksanaan Kontraktor: a. menurut penilaian Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas.3. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai. 6. harus selesai dibuat oleh Kontraktor. harus membuat gambar kerja.4.2. 7.1. Bila dikemudian hari.2. setelah SPKM diterima. 7. gesit dan berwibawa terhadap pekerja yang dipimpinnya dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pekerjaan. maka kontraktor diwajibkan pula melaporkan secara tertulis kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasanya dilapangan (Pelaksana). .4. cakap. 7. Rencana Kerja (Time Schedule). Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule). demi kelancaran pekerjaan. maka Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang membuat uraian pekerjaan. 6. 6. untuk pegangan/pedoman bagi kepala tukang yang harus diketahui Konsultan Pengawas Lapangan. maka Kontraktor diharuskan mengganti Pelaksana tersebut dan harus memberitahukan secara tertulis tentang Pelaksana yang baru. yang mempunyai pengetahuan dibidang Teknik Sipil/Bangunan. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 7.5. tentang susunan organisasi pelaksana dilapangan dengan nama dan jabatan masingmasing. paling lambat 7 (tujuh) hari kalender. b.3. Rencana Kerja (Time Schedule) diatas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawasan dan Pemberi Tugas 6. sebanyak 4 (empat) lembar kepada Konsultan Pengawas dan 1 (satu) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja. Selain Petugas Pelaksana. 7. waktu pekerjaan. Penunjukan ini harus dikuatkan dengan surat resmi dari Kontraktor yang ditujukan kepada Pemberi Tugas dan tembusannya kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan.6.

7. tukang besi. 8.9. Konsultan Pengawas dan Pihak ketiga yang ada di lapangan. tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Proyek. tukang pasang ubin/keramik. Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas. 9. Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan proyek.6. baik terhadap pencurian maupun pengrusakan. 8.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 6 BAB XII 8. harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek.4.10. Pelaksana harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar upaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan. 9.2. alat-alat. . KEAMANAN PROYEK 9.1. 8. harus tepat pada waktunya dan kualitasnya dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas. tukang kayu. Alat-alat dan bahan-bahan yang berada di tepi jalan malam hari harus diberi lampu merah yang cukup jelas dan terang agar tidak mengganggu lalu lintas/kecelakaan. Bahan bangunan yang berada di lokasi Proyek dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan bangunan.5. maka akan menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat diperhitungkan dalam pekerjaan tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan. Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang-barang. maka Pelaksana harus memberikan contoh bahan bangunan kepada Konsultan Pengwas Lapangan dan bila sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan maka barulah boleh didatangkan dalam jumlah yang besar menurut keperluan Proyek. atau menurut petunjuk direksi. maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. tukang atap.1.3. harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat dipakai. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 8. 8. paling lambat 24 jam sesuai surat pernyataan penolakan dikeluarkan. 8. 8. 8. Untuk bahan-bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di pasaran dengan toleransi ukuran maksimal 10% kecuali ditentukan lain dalam Bestek. Kontraktor harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli dibidang pekerjaannya masing-masing. 9. instalator mekanikal elektrikal dan tenaga kerja lainnya. 8.8. Kontraktor diharuskan menjaga terhadap barang-barang milik Proyek. Sebelum bahan bangunan didatangkan ke lokasi proyek. dan hasil pekerjaan. seperti tukang pancang. tukang cat. Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor.2. 8. Untuk maksud diatas maka Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari bahan kayu dan seng serta perlengkapan lainnya yang dapat menjamin keamanan. Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Konsultan Pengawas.3.

Oleh karena itu Kontraktor harus pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku. Untuk mencegah bahaya kebakaran yang siap dipakai dan ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah dicapai. Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh. baik yang berada di bawah tanggung jawabnya maupun yang berada di pihak ketiga. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja.2. 10. Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih. Apabila terjadi kebakaran.1. 10. 10.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 7 BAB XII 9.3.4. maka Kontraktor/Pelaksana harus segera membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pemberi Tugas.5. Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). . KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN 10. Bila terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan perawatan yang serius. 10.4. 10. Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku. cukup dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas. maka Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya. maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan. maka Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 8 BAB XII B. PINTU. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN DAFTAR ISI PASAL 1 PASAL 2 PASAL 3 PASAL 4 PASAL 5 PASAL 6 PASAL 7 PASAL 8 PASAL 9 PASAL 10 PASAL 11 PASAL 12 PASAL 13 KEADAAN LAPANGAN PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN PEKERJAAN TANAH. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING PEKERJAAN PENUTUP . PANCANGAN GALAM PEKERJAAN BETON BERTULANG PEKERJAAN PASANGAN PEKERJAAN KUSEN. JENDELA DAN HARDWARE (PENGGANTUNG) PEKERJAAN ALUMINIUM PEKERJAAN LANTAI PEKERJAAN LANGIT-LANGIT PEKERJAAN KACA DAN PENGECATAN DAN FINISHING LAIN PEKERJAAN PENUTUP ATAP PEKERJAAN MEKANIKAL.

steger. lokasi tempat pekerjaan harus ditinjau lebih dahulu oleh direksi pekerjaan bersama-sama dengan Kontraktor Pelaksana. maka Kontraktor segera menyampaikan secara tertulis kepada Direksi untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut. Apabila tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dengan keadaan seperti yang ditunjuk dalam gambar. bahan-bahan dan lain sebagaimananya. Hasan Basri dan Pembangunan Laboratorium dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di daerah trisakti kota Banjarmasin. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PASAL 1 KEADAAN LAPANGAN Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. PASAL 2 2.2.2 PEKERJAAN PERSIAPAN 2. alat-alat penarik. pekerjapekerja. Pada waktu penyelesaiaan harus dibongkar. dan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya. termasuk semua alat-alat yang dipergunakan seperti: katrol (keretan).1 Peralatan Pendukung Pekerjaan dan Lain Sebagainya Pemborong harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna dan efesien dengan urutan yang teratur. . 2. alat pengangkat mesin-mesin.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 9 BAB XII B.2 Direksi Keet Pemborong harus menyediakan dan mendirikan semua bangunan sementara direksi keet untuk keperluan kegiatan kantor lapangan lengkap dengan perabot dan peralatan masing-masing seluas 50 m2. yang diperlukan oleh Pemborong dan untuk menyingkirkan semua alat-alat tersebut pada waktu pekerjaan selesai karena sudah tidak berguna lagi. Semua boukeet/perlengkapan pemborong dan sebagainya tetap menjadi milik pemborong dihitung sebagai biaya sewa selama pelaksanaan proyek. 2. instalasi.1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN LINGKUP PEKERJAAN Meliputi seluruh persiapan untuk pelaksanaan Pekerjaan Renovasi Kantor Bangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kota Banjarmasin Lokasi Di Jalan Brigjen H. dan juga tempat penyimpanan barang-barang Penggunaan bangunan yang ada di lapangan untuk maksud-maksud ini hanya diizinkan setelah Pemborong memperoleh persetujuan tertulis dari Lembaga yang bersangkutan.2.

Tidak diperbolehkan menyambung dan mengambil air dari saluran induk. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (kapan umum) seperti aluran air. baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki. 2.3 Pembangkit Tenaga Listrik Sementara Setiap pembangkit tenaga listrik sementara atau penerangan buatan yang dipergunakan untuk pekerjaan.2. pemborong harus membayar segala ongkos penyambungan. . dan sebagainya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 10 BAB XII 2. 2.2.5 Pencegahan Pelanggaran Wilayah Pemborong diharuskan membatasi daerah operasinya disekitar tempat pekerjaan dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. bersih dari alat-alat mesin. harus disediakan oleh Pemborong.7 Perlindungan Terhadap Milik Umum Pemborong harus menjaga agar jalanan umum.2. yang disebabkan oleh operasi-operasi pemborong. 2. Pemberi Tugas dalam hal ini tidak bertanggung jawab atau mengganti biaya yang dikeluarkan oleh Pemborong untuk keperluan itu. adalah beban pemborong. bahan-bahan bangunan dan sebagainya. listrik. upah dan tagihan serta pemberesannya kembali waktu pekerjaan selesai. Ia akan diminta membayar segala ongkos dan biaya untuk yang berhubungan dengan pemasangannya kembali serta perbaikanperbaikannya. serta memelihara kelancaran lalu lintas. termasuk pemasangan semetara dari kabel-kabel. dan pembongkaran kembali. meteran.6 Orang-Orang yang Tidak Berkepentingan Pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas tetapi sopan memberikan perintah sedemikian rupa kepada ahli tekniknya yang bertugas dan para penjaga. jalan kecil dan pemakaian jalan. tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas. 2. Pemborong harus membuat sambungan-sambungan sementara yang diperlukan atau cara lain untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai dan membetulkan segala pekerjaan yang tertanggu.2.2. Apabila air didapat dari sumber lain. reservoir dan sebagainya. telepon.4 Penyediaan Air Kerja Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan apabila mungkin dapat dari sumber yang sudah ada. air yang dipakai. lobang penyedot (tap point). selama kontrak berlangsung.

penerangan. siang dan malam hari. dengan jalan melindunginya memakai tutup yang layak. 2. Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemborong dan sub pemborong atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan Pemborong wajib mengadakan. mendirikan dan memelihara pagar sementara (pagar proyek) yang diperlukan untuk keamanan dan perlindungan terhadap pekerjaan dan umum. sebagai tambahan hendaknya disetiap site ditempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama. dan juga pembuatan papan nama proyek. Ia harus mengingat perlengkapan bahan-bahan dari segala kemungkinan kerusakan untuk seluruh pekerjaan. 2.9 Penjagaan. 2. di tempat pekerjaan dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan karena operasi-operasi pemborong dalam arti kata yang seluas-luasnya. . Dipekerjaan Pemborong wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama.2. yang mudah dicapai. saluran-saluran pembuangan dan sebagainya. dan perlindungan terhadap pekerjaan yang yang dianggap penting selama pelaksanaan kontrak. juga harus menurut (memenuhi) ketentuan undang-undang yang berlaku pada waktu ini. juga membayar segala upah dan biaya yang resmi untuk keperluan tersebut. hingga kontrak selesai dan diterima Pemberi Tugas. pemborong bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang ada. utilitas jalanjalan.2. termasuk bahan bangunan dan perlengkapan instalasi di tempat pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 11 BAB XII 2.2. Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini selain untuk memuaskan Pemberi Tugas. Pembuatan Pagar dan Papan Nama Proyek Pemborong bertanggung jawab atas penjagaan. Itu semua harus diperbaiki oleh Pemborong hingga dapat diterima Pemberi Tugas. menimba atau seperti apa yang dikehendaki atau diintruksikan. termasuk bagian-bagian yang dilaksanakan oleh sub pemborong dan mengingat agar pekerjaan bebas dari air hujan lebat dan banjir. Keamanan dan Pertolongan Pertama Pemborong harus mengadakan dan memelihara fasilitas kesejahteraan dan tindakan pengamanan yang untuk melindungi para pekerja dan tamu pekerjaan.2.11 Kesejahteraan.8 Perlindungan Terhadap Bangunan-Bangunan yang Ada Selama masa-masa pelaksanaan kontrak. Pagar proyek tersebut dari seng gelombang dicat sebelah luarnya.10 Perlindungan Pekerjaan Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. memompa.

dan urugan untuk bangunan seperti yang ditentukan Konsultan Pengawas. e. Pembersihan harus dilakukan terhadap semua belukar. semuanya harus dihilangkan. dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Jika timbul keragu-raguan tentang ketepatan elevasi tersebut. peraturan hukum yang berlaku. d. Semua daerah urugan harus dipadatkan. baik urugan yang telah ada maupun terhadap urugan baru. tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan. g. maka elevasi akan ditentukan bersama dengan Manajemen Konstruksi sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor berkewajiban melaksanakan seluruh pekerjaan penggalian sesuai dengan ketentuan.30 meter di bawah tanah dasar/permukaan. tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut. ditimbun dan kemudian dibakar atau dibuang. pembersihan galian. i. alat-alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua “Pekerjaan Tanah” seperti tertera pada gambar dan spesifikasi ini. bahan. b. h. Elevasi Lapangan/kontur harus diasumsikan sesuai dengan gambar topografi yang ditentukan. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan Pelaksana Pekerjaan f. c. harus dihilangkan sampai kedalaman 0. Semua sisasisa tanaman seperti akar-akar. 3.1 PEKERJAAN TANAH.2 UMUM Persiapan dan pembersihan daerah yang dikerjakan: a. rumput-rumput. PANCANGAN GALAM LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan as-as dan atau level peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak hilang terkena air/hujan. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Pelaksana Pekerjaan dan harus dibuat dari kayu Meranti atau setaraf setebal 3 cm dengan tiang kaso-kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8 sampai 10 cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. Pemasangan harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpas). Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan atau bahan yang dapat menimbulkan pelapukan di kemudian hari. Pada umumnya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 12 BAB XII PASAL 3 3. dan sebagainya. Semua persiapan. sampah yang tertanam dan material/ benda-benda lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang akan dikerjakan. Semua material galian termasuk batu-batuan harus dibuang keluar lapangan dan semua biaya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana .

3. Tempat penampungan material galian akan ditentukan oleh Pemberi Pekerjaan dan semua biaya yang timbul adalah menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 13 BAB XII Pekerjaan. Jika terganggu Pelaksana Pekerjaan harus menggalinya dan mengurug kembali lalu dipadatkan sesuai syarat-syarat yang tertera dalam spesifikasi di bawah ini. e. Juga kepada Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengambil langkahlangkah pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan lobang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan. Dasar dari semua galian harus waterpas. 3. f. g. Bagian-bagian yang diurug kembali harus diurug dengan tanah yang bersih bebas dari segala kotoran dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug. untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan galian harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam gambar. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. b. maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali dengan pasir. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syaratsyarat yang ditentukan menurut keperluan.2 Syarat-syarat Pelaksanaan a.3 PEKERJAAN GALIAN 3. Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan disiram air serta . Pelaksana Pekerjaan harus menjaga supaya tanah di bawah dasar elevasi seperti pada gambar rencana tidak terganggu. setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Konsultan Pengawas.3. d. 3. Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau kemiringan lereng yang cukup dan plester seperti gambar. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air dengan jumlah dan kapasitas yang cukup atau pompa lumpur yang jika diperlukan dapat bekerja terus menerus. c.

maka Manajemen Konstruksi harus segera diberitahu sebelum penggalian dilanjutkan. d. penggalian tambahan dan timbunan kembali akibat langkah-langkah pencegahan tersebut harus menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. maka pengamanan dinding galian harus diberikan pada bagian tersebut dengan perkuatan batu kali atau beton atau sheet pile sperti yang ditunjukkan pada gambar. Selama pekerjaan Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan agar tidak mengganggu atau merusak saluran drainase. Kestabilan dinding galian selama pekerjaan seluruhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan diharuskan melakukan semua langkah-langkah pencegahan kelongsoran yang mungkin diperlukan antara lain seperti stritting dan shoring selama waktu yang ditentukan dalam kontrak. h. Semua biaya yang timbul sehubungan dengan pekerjaan tersebut di atas menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Inspeksi pekerjaan galian Seluruh pekerjaan galian harus diinspeksi oleh Manajemen Konstruksi. Muka air tanah harus selalu berada 100 cm di bawah elevasi dasar pondasi terendah. Kebersihan jalan lingkungan . membuang tanah longsoran dan memperbaiki kerusakan yang timbul selama jangka waktu kontrak dan masa pemeliharaan selanjutnya. Apabila diperlukan. Sistem Pengamanan Galian j. Pengamanan terhadap pondasi yang bersebelahan.3. 3. Segala kerusakan pada saluran atau jaringan kabel. kemiringan dinding galian.3 a. b. pipa air. pipa gas. i. kabel dan lain-lain. Semua air genangan di dalam proyek selama pekerjaan galian harus dipompa keluar dan semua konstruki sistem drainase serta sistem dewatering yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. atau pekerjaan lain dilanjutkan. Apabila diperlukan dewatering harus dilaksanakan untuk menjaga agar galian bebas dari genangan air tanah dan air hujan selama pekerjaan galian dan sesudahnya sesuai ketentuan. Apabila level galian lebih rendah daripada level pondasi bangunan yang bersebelahan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 14 BAB XII dipadatkan sampai mencapai 90% kepadatan kering maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium. pengecoran beton. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga dan memelihara kestabilan seluruh dinding. sebelum pemasangan tulangan. Saluran di dalam dan di sekeliling site harus disediakan sesuai dengan gambar. c. pipa dan lain-lain harus segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas dan sebagai biaya sehubungan dengan hal tersebut termasuk biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.

dan dipadatkan) di bagian atas dari urugan bawah plat-plat beton bertulang.1 Lingkup Pekerjaan a. pipa dan lain-lain. b. Pekerjaan timbunan hanya dapat dilaksanakan setelah diinspeksi dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Di bawah lapisan pasir tersebut urugan yang dipakai adalah dari jenis tanah silty clay yang bersih tanpa potongan-potongan bahan-bahan . Timbunan Apabila diperlukan penimbunan. b. Pekerjaan galian ini meliputi seluruh detail yang dibutuhkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. juga seluruh sisa-sisa. puing-puing. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.2 Bahan-Bahan a. diratakan. peralatan. Material untuk timbunan dapat menggunakan material hasil galian yang dipilih/ditentukan oleh Konsultan Pengawas atau dengan mendatangkan material timbunan dari luar yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.4. Material timbunan harus dipadatkan secara berlapis-lapis (max 250 mm) dengan alat-alat kompaksi sehingga mencapai kepadatan tanah yang ditentukan dibawah ini. Bila tidak dicantumkan dalam gambar detail. dimensi dan kemiringan yang ditentukan dalam gambar. 3. Seluruh biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan 3. dan alat-alat bantu yang dibutuhkan demi terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. beton rabat dan pondasi dangkal harus terdiri dari urugan pasir padat. 3.4 PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Yang dimaksud disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan digunakan sebagai pemikul beban. Seluruh area yang akan ditimbun harus dibersihkan dari segala kotoran dan sampah sebelum penimbunan. maka minimum 10 cm padat (setelah disirami. e. Penggunaan alat-alat berat tidak boleh dipergunakan apabila menurut Konsultan Pengawas hal tersebut dapat membahayakan pekerjaan lain atau saluran. akibat kelalaian atau kesalahan galian dan lain-lain. c. maka pekerjaan timbunan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut ini. truk dan kendaraan angkut lain harus dibersihkan pada saat akan meninggalkan pada saat akan meninggalkan proyek dan Pelaksana Pekerjaan harus mengupayakan agar kendaraan angkut tidak mengotori jalan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 15 BAB XII Selama pekerjaan galian semua alat berat. Timbunan harus dikerjakan sampai level.4. bahan-bahan. sampahsampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan.

Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor. Tiap lapisan harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya diurug. tanpa biaya tambahan. Pengeringan atau pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya. Kelebihan material galian harus dibuang oleh Pelaksana Pekerjaan ke tempat pembuangan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas.4. d. h. Pelaksana Pekerjaan harus membuat drainase sementara ataupun menyediakan pompa sehingga pada lokasi proyek tidak terjadi pengurangan air.4.4. 3. i. tidak dibenarkan batubatu besar bersarang menjadi satu. material tambahan harus didatangkan dari tempat lain. kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 16 BAB XII yang bisa lapuk serta bahan batuan yang telah dipecah-pecah dimana ukuran dari batu pecah tersebut tidak boleh lebih besar dari 15 cm.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan c. Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali setiap jenis tanah yang dijumpai di lapangan. g. Pembuatan drainase tersebut sudah harus diperhitungkan dalam penawaran dan dalam pelaksanaannya harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas. Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat/Compactor “Vibrator type” yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor contoh. dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil yang dipadatkan. Sarana Darurat Selama pelaksanaan pekerjaan.5 Pengujian Mutu Pekerjaan 3.4 a. e. Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian rupa sehingga dicapai suatu lapisan setebal 15 cm dalam keadaan padat. Manajemen konstruksi harus memberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk menentukan kepadatan sebenarnya di lapangan. Jika material galian tidak cukup. Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95% dari kepadatan kering maksimum hasil laboratorium. 3. Apabila material urugan mengandung batu-batu. f. .

Pancangan galam Ø10 .8 m. Ujung atas pancangan galam harus rata dengan elevasi permukaan tanah setelah digali sesuai ukuran pada gambar rencana.T.T. d. Penelitian kepadatan di lapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. Bahan yang tidak memenuhi syarat harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan. b.205 atau dengan cara lain harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. c. Pancangan Galam : Uraian pekerjaan antara lain : a.. Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-70 atau perosedur lainnya yang disetujui Manajemen Konstruksi dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Kayu galam harus lurus. Pelaksanaan : a.1 PEKERJAAN BETON BERTULANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan meliputi antara lain pembuatan atap beton. Penentuan kepadatan di lapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara/prosedur dibawah ini: • “Density of soil inplace by sand-cone method” AASHTO. yaitu tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum laboratorium.12 cm . plat.P=7 . PASAL 4 4. Ujung atas galam harus berdiameter besar dan tidak boleh pecah serta harus diratakan satu dengan lainnya. dan panjang minimal 7 – 8 m.191 • “Density of soil inplace by driven cylinder method” AASHTO. . Jika kepadatan di lapangan kurang dari 95% dari kepadatan maksimum maka Pelaksana Pekerjaan harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan. balok lantai dan kolom sesuai gambar dan pembongkaran-pembongkaran beton eksisting yang diperlukan.T.204 • “Density of soil inplace by the rubber ballon method” AASHTO. b. Pengawas / Direksi berhak menolak dan tidak menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan karena kontraktor tidak mengindahkan pasal tersebut diatas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 17 BAB XII b.12 cm. tampuk bawah Ø 10 . Spesifikasi bahan : a.

1 4.3 4.53. 4. berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah. ASTM C-150 “Spesification for Fortland Cement” h. Jenis semen dari merek Tiga Roda. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 (NI-5) f. Peraturan Bangunan Nasional 1978 k. serta harus beralaskan lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah.3 PENYIMPANAN 4. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan bantalan-bantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya misalnya minyak dan lain-lain).3. Aggregates harus ditempatkan dalam bak-bak yang cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya.4 .3. i. terlindung dari pengaruh cuaca.1987 e. tidak dapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak segera setelah diturunkan dan disimpan dalam gudang yang kering. “American Concrete Institute” (AC) m. Peraturan-peraturan yang lain supaya disediakan Pelaksana Pekerjaan di site.3.3. PUBI-1982 NI-3 : Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia b. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas tanpa alat dan jumlah tidak lebih dari 10% berat.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 18 BAB XII 4. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Konsultan Pengawas n. maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5% berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama. pada umumnya harus sesuai dengan waktu dan urutan pelaksanaan. ASTM C-33 “Standard Spesification for Concrete Aggregates”. Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah/utuh. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras). Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8) g. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2) d.2 STANDARD a. Gresik atau Cibinong dan jenis merek semen yang digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan. 4.2 Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan.3. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat j. Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang untuk Rumah dan Gedung SKBI-2. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas. Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang dimunta harus tetap terjamin. Tata Cara Perhitungan struktur beton untuk Bangunan Gedung SK SNI T-151991-03 c. “American Society for Testingand Material” (ASTM) l.

0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan. Portland cement jenis II.4.4 Besi Beton a. Dimensi maksimum dari agregate kasar tidak lebih dari 3. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. c. meliputi semua peralatan yang diperlukan untuk mengatur jarak tulangan/besi beton dan mengikat tulangantulangan pada tempatnya. tanah lempung dan sebagainya. cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). harus dipakai 1 merk semen saja. sisik dan lain-lain lapisan yang dapat mengurangi lekatnya pada beton.4.400. Besi beton harus bebas dari karat. tajam. Kandungan chlorida tidak boleh melebihi 500 ppm dan komposisi sulfat (SO3) tidak boleh melebihi 1000 ppm. menurut ASTM dan memenuhi S.1 Portland Cement a. dan bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat mengurangi mutu pekerjaan.4.3 Air a. c. b. Agregate kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik. juga harus ada/dimintakan sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun secara periodik minimum masing-masing dua (dua) contoh percobaan (stres . digunakan besi mutu BJTP 24 ø < 13 mm dan BJTD 40 D ≥ 13 mm b. menurut Standard Portland Cement yang ditentukan Asosiasi Semen Indonesia. menurut NI-8 atau type I.4 PERSYARATAN BAHAN/PRODUK 4. Untuk permukaan beton expose. b. c. Perlengkapan besi beton. Konsultan Pengawas dapat minta kepada Pelaksana Pekerjaan supaya air yang dipakai diperiksa di Laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Pelaksana Pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 19 BAB XII 4. lumpur. Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5% berta kering b.2 Aggregates a. Kualitas agregate harus memenuhi syarat PBI-71. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. asam alkali.4. Pasar harus terdiri dari butir-butir yang bersih. Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg cm persegi 4. Apabila dipandang perlu. dan bebas dari bahan-bahan organis. 4. maka disamping adanya sertifikat dari pabrik. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. 4.

resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. data-data bahan. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan diharapkan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan. cara-cara pemakaiannya. Cara pengujian slump adalah sebagai berikut: Contoh: beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton atau plat baja. Pelaksana Pekerjaan harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan di lain tempat atau dengan mengadakan trial-mixed di laboratorium yang ditunjuk.5 Admixture a.4. Pengetesan dilakukan pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas 4. Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru).5 SYARAT PELAKSANAAN 4. jenis bahan mentah utamanya. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar. cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. nama pabrik produksi.1 Kualitas Beton a. e. maka . Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalm satu lapisan yang dibawahnya. Pelaksana Pekerjaan diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari KONSULTAN PERENCANA mengenai hal tersebut. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu. Pelaksana Pekerjaan harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya. cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture b. kecuali ditentukan lain. kualitas beton adalah K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk kubus beton ukuran 15 x 15 x 15 cm pada usia 28 hari). minimum 10±2 cm. c. Test selama pekerjaan d.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 20 BAB XII strain) dan pelengkungan untuk setiap 20 ton besi. Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium.5. Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump. Setelah atasnya diratakan. Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PBI 1971 Mutu beton K-175 digunakan pada umumnya untuk kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang tidak memikul beban. b. 4. Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama.

4.5. f. i.2.5.6. maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari 65% kekuatan yang diminta 28 hari.3.2. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. sehingga tidak terjadi penguapan cepat. maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditetapkan dalam PBI’71 dengan tidak menambah beban biaya bagi Pemberi Tugas. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen adukan masuk dalam mixer.4. Pelaksana Kerja harus memberikan contoh-contoh material (besi. sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. Jika dianggap perlu. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 21 BAB XII dibiarkan ½ menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunnya (nilai slump). dengan catatan tampa adanya bahan tambahan admixture. sehingga mutu dan bahan terjamin sesuai persyaratan. tanah/lumpur dan sebagainya. Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman.2.40mm.5. permukaan licin. j.2. potongan kayu.2 Pekerjaan Acuan/Bekisting Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah di tetapkan/yang diperlukan dalam gambar. h. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya komponenkomponen beton. 4.1. g.2. Kawat pengikat bevel beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. koral/split pasir dan semen portland) kepada Perencana/MK. 4. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah di bongkar tanpa merusak permukaan beton. Acuan harus rapat (tidak bocor).2. Jika hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui Konsultan Pengawas. untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan ditentukan.2. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. 4.2.5. 4. Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton.5. harus diperhatikan.5. .5. 4.5. Kawat pengikat bevel beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam Nl-2 (PBI tahun 1971). 4. 4. bebas dari kotoran (tahi gergaji).7. k. Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dengan ditutup karung basah tapi tidah tergenang air.5.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 22
BAB XII 4.5.2.8. 4.5.3 Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah pengecoran. Penggantian Besi a. Pelaksana Pekerjaan harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. b. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pelaksana Pekerjaan atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada maka: • Pelaksana Pekerjaan dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar, secepatnya hal ini diberitahukan pada Perencana untuk sekadar informasi. • Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh Pelaksana Pekerjaan sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana. • Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Mengajukan usul dalm rangka tersebut diatas adalah merupakan juga keharusan dari Pelaksana Pekerjaan. c. Jika Pelaksana Pekerjaan tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan: • Harus persetujuan Konsultan Pengawas dan Perencana. • Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempatkan tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas). • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang berkurang. • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. d. Toleransi Besi Diameter, ukuran sisi (atau jarak antara dua  permukaan yang berlawanan)    Dibawah 10 mm    10 mm sampai 16 mm (tapi tidak termasuk  diameter 16 mm)    16 mm sampai 32 mm (tapi tidak termasuk  diameter 28 mm)    ± 7%    ± 5%      ± 4%  Variasi dalam berat  yang diperbolehkan  Toleransi  diameter    ± 0,4 mm    ± 0,4 mm      ± 0,5 mm 

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 23
BAB XII

4.5.4

Perawatan Beton

a. Beton harus dilindungi dari pengarus panas, sehingga tidak terjadi penguapan cepat. b. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. c. Beton harus dibasahi terus menerus paling sedikit selama 10 hari setelah pengecoran. d. Khusus elemen vertikal harus dipakai curing coumpound. 4.5.5 Tanggung Jawab Pelaksana Pekerjaan Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh atas kualitas sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar yang diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas Atau perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.

4.5.6

Perbaikan Permukaan Beton Penambahan pada daerah yang tidak sempurna, kropos dengan campuran adukan semen (cement mortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dan sepengatahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Konsultan Pengawas, maka harus dibongkar dan diganti dengan pembetonan kembali atas beban biaya Pelaksana Pekerjaan. Ketidak sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah/retak, ada gelombang udara, kropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan/diinginkan.

4.5.7

Bagian-bagian yang tertanam dalam beton

a. Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. b. Diperhatikan juga tempat kelos-kelos untuk kosen atau instalasi. 4.5.8 Hal-hal Lain (“Miscellaneous item”)

a. Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 24
BAB XII Digunakan mutu beton seperti penghalusan permukaannya. yang ditentukan dan dengan

b. Pegangan plafond dari besi beton diameter 6 mm dengan jarak x dan y : 150cm. Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantungan harus dikaitkan pada tulangan pelat atau balok. 4.5.9 Pembersihan Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan secara baik dan teratur. 4.5.10 Contoh yang harus disediakan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan contoh material: split, pasir, besi beton, PC untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Pelaksana Pekerjaan ke lapangan. c. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui dibangsal Konsultan Pengawas. 4.5.11 Sparing Conduit dan pipa-pipa a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan Perencana. c. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. d. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. e. Sekeliling sparing harus diperkuat dengan tulangan-tulangan silang yang ditentukan dalam gambar detail standart. 4.5.12 Penghentian Pengecoran Sementara Dapat dilakukan pada waktu pengecoran pelat/balok dengan jarak minimal 2h (h = tinggi balok) dihitung dari tepi kolom/balok yang bersilangan. Pengecoran dihentikan dengan kemiringan 60˚ terhadap dasar balok/plat. 4.5.13 Pengecoran Sambungan Beton Harus dilakukan dengan rambahan bahan addictive seperti larutan CALBOND atau setara.

6 KEAHLIAN DAN PERTUKANGAN Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan. 5. harus dibuat lantai kerja dari beton ringan dengan campuran (semen : pasir : koral = 1:3:5).2 PASIR Pasir untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya dengan pasir yang ditentukan untuk pekerjaan beton.2 Mencampur Adukan harus dicampur dalam alat tempat mencampur yang telah disetujui atau dicampur dengan tangan. termasuk kekuatan. PASAL 5 5. lihat pasal 4. : 4 pasir 5.4 JENIS ADUKAN 5. : 2 pasir 1 p. diatas permukaan yang keras. .4.c. 5.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 25 BAB XII 4. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung diatas tanah.1 SEMEN PEKERJAAN PASANGAN Semen untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk pekerjaan beton. 5. toleransi dan penyelesaiannya.c. Pasir laut yang dicuci bersih kualitasnya sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh dan hanya setelah disetujui oleh Pemberi Tugas. Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan standart yang berlaku. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya.1 Komposisi Jenis adukan berikut harus dipakai sesuai dengan yang diinstruksikan dalam gambar-gambar atau dalam uraian dan syarat-syarat ini: Jenis M1 M2 Adukan 1 p.3 AIR Air yang dipakai untuk pekerjaan menembok harus sesuai dengan syarat-syarat dalam pasal 2.4.

1 Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 26 BAB XII Sangat dilarang memakai adukan yang sudah mulai mengeras atau membukukannya untuk dipakai lagi. 5.5.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Adukan 1 pc : 2 ps. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagisn dalam gambar dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. g. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. 5.5. dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya. peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 d. Seluruh permukaan plesteran difinish acian dari bahan PC. d. c.2 Persyaratan Bahan a. Plesteran dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. e. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini. bahan-bahan. Penggunaan adukan plesteran : e. Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scratch) terlebih dahulu dan semua lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. . Adukan 1 pc : 4 ps. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan). f. b. b.5 PEKERJAAN PLESTERAN 5. dipakai untuk plesteran rapat air.5. 5. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 c.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 27 BAB XII f. Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 meter. Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian di atas permukaan plesterannya).5 cm. Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar. i.5 cm kecuali bila ada petunjuk lain didalam gambar. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Pelaksana Pekerjaan harus selalu menyiram dengan air. dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari lansung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat. Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diberapen dengan memakai spesi air. . Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih 2 minggu. j. Plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. Pelaksana Pekerjaan wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan pengotoran bahan lain.5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan Konsultan Pengawas. Jika melebihi Pelaksana Pekerjaan berkewajiban memperbaiki dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. Tebal plesteran minimum 2. plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dapat dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. p. Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaanya diberi alur-alur garis horizontal diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishingnya. o. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan dan wajib diperbaiki. harus diberi naat tali air dengan ukuran lebar 0. kecuali untuk yang menerima cat. harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 meter. k. jika ketebalan melebihi 2. Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang belum difinish. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik. n. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba.7 dan didalamnya 0. Untuk permukaan yang datar. l. g. dipasang tegak dan menggunakan keping-keping setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang. m. sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari. h.

Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh. tanpa cacat atau mengandung kotoran. bahan-bahan. peraltan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksanakannya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.6. c. nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm. 1041. Standart: • Batu bata harus memenuhi NI-10 • Semen portland harus memenuhi NI-8 • Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 • Air harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9 5. diikuti dengan cor kolom praktis.6.6 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA 5. Bidang dinding ½ bata yang luasnya lebih besar dari 12 m² ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) h.3 Syarat-syarat Pelaksanaan a. b. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut diatas. e. setiap tahap terdiri maximum 24 lapis setiap harinya. Sesuai dengan pasal 81 dari A. dengan menggunakan adukan campuran 1 pc : 4 pasir pasang. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. minimum daya tekan ultimate harus 30 kg/cm2. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak diperkenankan.V.2 Persyaratan Bahan Bata harus bata biasa dari tanah liat. dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan. hasil produksi lokal dengan ukuran nominal kira-kira 6 cm x 12 cm x 24 cm. dinding didaerah basah setinggi 160 cm dari permukaan lantai. yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 28 BAB XII 5. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam . Setelah bata terpasang dengan aduk. f. g. Untuk semua dinding luar. d. Pasangan batu bata/bata merah.6. i. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm.1 Lingkup Pekerjaan a. 5. harus diusahakan supaya tidak menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. serta semua dinding yang ada pada gambar menggunakan simbol aduk transraam/kedap air digunakan aduk rapat air (1pc : 2pasir pasang). semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian 30 cm diatas permukaan lantai dasar. b.

k. Pasangan baru bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm. menggunakan paku ulir. PASAL 6 PEKERJAAN KUSEN.1.1.1. DAN PEKERJAAN HARDWARE (PENGGANTUNG) 6. dipilih atau yang selaras dengan yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5%.1 Lingkup Pekerjaan Hardware untuk jendela/pintu 6. 6. Tiap kunci harus mempunyai 2 anak kunci yang berselimut nikel. Pemborong harus mengajukan contoh untuk disetujui Konsultan Pengawas. 6. harus dihasilkan dari pabrik-pabrik yang terkenal dan disetujui. dijadikan satu dan diikat dengan kawat dan masingmasing diberi merk nomor pintu. Kunci-kunci .2 Syarat-Syarat Umum Semua pekerjaan besi halus sesuai dengan yang tertera dalam gambar. JENDELA. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan. Untuk Hardware yang menggunakan paku ulir besar. b. Pegangan dan engsel-engsel Pegangan dan engsel-engsel terbuat dari logam yang digalvanisir dengan type dan finish yang sesuai. rapi dan benar-benar tegak lurus. PINTU. dipasangkan dengan sistem putar (tidak digetok/dipukul). c. harus dilobangi terlebih dahulu atau dibor sesuai ukuran yang dibutuhkan.4 Syarat-syarat Pelaksanaan Semua pemasangan Hardware untuk jendela/pintu. Produk Supaya digunakan merk-merk yang cukup terkenal setara Sess Kwalitas 1. Pelaksanaan pasangan harus cermat.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 29 BAB XII dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain.1. j. a.1 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENUTUP DAR LOGAM (HARDWARE) 6.3 Persyaratan Bahan Kunci-kunci mengikuti spesifikasi jenis dan tipe yang telah diberikan oleh Perencana.

2. Accessories.5 Ketahanan terhadap udara dan tidak kuarang dari 15 m²/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m²yang harus disertai hasil test. 7. pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan . 7.2. Pekerjaan memotong. 7. pintu partisi dan lain-lain. punch dan drill.2 Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhu ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.7 Untuk keseragaman warna disyaratkan sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. minimum 100 kg/m².8.2.4 Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil tes. weather strip vinyl.2. b) Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu.2. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela.2. 7.2. Sekrup dan stainless steel galvanized kepala tertanam. kesikuan. tebal minimum 1. Lingkup Pekerjaan a) Menyediakan tenaga kerja. profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama. bahan-bahan. ketebalan. perealatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. dengan mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela.2.3 Konstruksi alumunium yang dikerjakan seperti yang ditunjuk dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukuran.6 Bahan yang akan diperoses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran. kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan. Produk yang dipakai adalah Alexindo atau yang setara 7.2.1 Kosen Alumunium yang digunakan : Bahan :Dari bahan Alumuniaum flaming system Bentuk Profil :Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/MK Untuk kusen jendela dan curtain wall luar dibuat system framless. Persyaratan Bahan 7.1. Warna Profil :Ditentukan kemudian (contoh warna Hitam diajukan Pelaksana Kerja) Pewarna :Colour Anodized 18 micron.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 30 BAB XII PASAL 7 PEKERJAAN ALUMINUM HITAM 7. dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut. 7. kusen bovenlicht seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari kerja. 7.8 mm Nilai Deformasi :Diijinkan maksimal 2 mm. Untuk tinggi dan lebar 1 mm Untuk diagonal 2 mm 7.

7. 7. 7. Semua frame/kosen baik untuk dinding. kualitas.3. jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. stap. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata. bentuk dan ukuran.3.8. 7.9.ukuran dan peil lubang dalam membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil alumunium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain.3.3.celah antara kaca system kusen alumunium harus ditutup oleh sealant. dan cocok. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa mrnyebabkan kerusakan pada permukaannya. Potongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu pada permukaannya. Sebelum memulai pelaksanaan Pelaksanan Kerja diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi dilapangan. c) Sistem kosen dapat menampung kaca frameless. Disyaratkan bahan kusen alumunium dilengkapi oleh kemungkinankemungkinan sebagai berikut : a) Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati. dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikro sehingga dapat bergeser.3.5.3. Angkur-angkur untuk rangka/kosen alumunium terbuat dari stel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm. b) Dapat cocok dengan jendela geser. angkur-angkur untuk rangkai kusen alumunium terbuat dari steel tebal 2-3 mm. d) Untuk system partisi. 7.2. Syarat-syarat Pelaksanaan 7.6. . Bahan finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersangkutan dengan bahan alkaline seperti beton. jendela putar. 7. 7.1.3.3.3. merk.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 31 BAB XII alumunium harus ditutup caulking dan sealant.9.3. harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimaikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit. Prioritas proses fabrikasi harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk perencana/MK meliputi gambar denah. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup.dll.000 kg/cm².2. rivet. 7.4. 7. 7. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel. 3. lokasi.7.sedemikian rupa sehingga hair line dan tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1. aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari aquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insutating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya.

1 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.1.3.2. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 8.1.3. Khususnya untukpenahan jendela gerak alumunium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang.2. • Produk : setara Granito (Lantai Utama) • setara Roman (Lantai + Dinding Toilet) . tembaga atau lainnya maka permukaan material yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium menghindari kontak korosi. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada lubang bawah dan atas harus dengan waterpass. Sekeliling tepi yang terlihat berbatasan dengan dinding agar sealent supaya kedap air dan kedap suara. bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik.1. Toleransi pemasangan kosen alumunium disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout. 7.13.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 32 BAB XII e) 7.15. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 Penggunaan adukan plesteran : • Adukan 1 pc : 2 ps.2 8. LINGKUP PEKERJAAN 8.10.1.3. 7.12.11.3.14.2. 8.3. Pekerjaan lantai terdiri dari urugan pasir dan pasangan screeding/ lapisan dasar pemasangan keramik/granit. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruangan yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic ribber atau bahan synthetic resin. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan). Untuk fitting hardware dan reinforcing material yang mana kosen alumunium akan kontak dengan besi. PERSYARATAN BAHAN 8. dipakai untuk plesteran rapat air. 7. dipakai untuk seluruh lantai lainnya.2.3.2. PASAL 8 PEKERJAAN LANTAI 8. 8. • Adukan 1 pc : 4 ps. 7. Penggunaan ini pada swing door dan double door.3. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan. 7.

diwajibkan membuat shop drawing.3. Pekerjaan lantai dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 8.3 8. c. Pada lantai satu dipakai furing metal dengan mengacu persyaratan pemasangan yang disetujui konsultan pengawas b.2 Pekerjaan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit. c.2. Pada lantai dua dipakai aluminium dengan ukuran yang mengacu pada gambar kerja.4 9.1 9. Penutup langit-langit Jenis : Kalsiboard Tebal : 5 mm Ukuran : 122 x 244 cm . Pekerjaan lantai hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. PERSYARATAN BAHAN 9. Pekerjaan pembuatan dan pemasangan rangka langit-langit serta semua perlengkapan lainnya.4 8.3 9.2 Sebelum dimulai pekerjaan. Pekerjaan lantai dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.1 8. b. Lubang-lubang saluran air dipersiapkan terlebih dahulu   kotor yang melewati lantai sudah 8.2. Aluminium rangka plafond lantai dua bertumpu pada aluminium sesuai dengan gambar kerja.3. yang menjadikan kesempurnaan pekerjaan rangka itu sendiri. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk propilnya. 9.3.3. serta sehubungan dengan kolom-kolom dan dinding-dinding sesuai gambar kerja.2 a.3.6 PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT 9.1.1.5 8. Pemasangan penutup rangka pada Pemasangan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit dalam ruang desain dan persyaratannya dari desain interior.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 33 BAB XII 8.2. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur.1 Rangka langit-langit/plafond a.3. LINGKUP PEKERJAAN 9.1.3.1. 9.1.

3. Produk e.3.2 Pada pemasangan rangka-rangka penggantung dan pekerjaan baja lainnya harus memenuhi persyaratan baja. class O fire resistance 9. Pada pemasangan garis-garis alur harus rapi dan lurus serta mempunyai bidang yang rata. Pemasangan penutup langit-langit harus memenuhi syarat teknis yang dikeluarkan pabrik dimana bahan-bahan langit-langit tersebut digunakan. d. Pemborong wajib meneliti seluruh pekerjaan lain yang terkait erat dengan pekerjaan ini. Perubahan bahan atau detail berhubungan alasan tertentu yang kuat dapat diterima harus diajukan dan diusulkan kepada Pengawas harian utuk mendapatkan persetujuan dari pengawas dan Perencana. kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang. .4 9. maka Kontraktor/Pelaksana wajib melengkapi gambar tersebut berupa shop drawing dan harus disetujui oleh Pengawas.3. b.3. Pemborong wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja. Pola pelaksanaan pemasangan rangka plafond harus sudah memperhatikan pola pemasangan lampu dan pekerjaan lainnya serta modul penutup langit-langit. Kebenaran pemasangan dalam kaitannya terhadap pekerjaan lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. e. PERSYARATAN PELAKSANAAN 9. Standart : Eternit atau setara : Interior lathing dan Furring.5 a. c. Persyaratan pelaksanaan pemasangan penutup langit-langit 9.3. b.3. 9. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan di lapangan pada waktu pemasangan yang diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian Pelaksana harus dilaksanakan pemborong tanpa diajukan sebagai tambahan pekerjaan/biaya.3 9. Sebelum dilaksanakan pemasangan daun penutup langit-langit Pelaksana Pekerjaan Wajib memeriksa seluruh pekerjaan lain yang berada di dalam ruang plafond (instalasi mekanikal dan Elektrikal). Persyaratan Pelaksanaan Pemasangan Penggantung Langit-langit. Semua perubahan yang disetujui ini dapat dilaksanakan tanpa ada biaya perubahan yang mempengaruhi kontrak. f.1 9.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 34 BAB XII d. c. Semua peraturan-peraturan/normalisasi-nomalisasi yang dipakai harus yang berlaku di Indonesia misalnya SKSNI dan lain-lain.3. Detail dan sambungan dari bagian-bagian kontruksi yang tidak tercantum dalam gambar tetapi ada dalam pelaksanaanya.6 a.

mempunyai sifat tembus cahaya.2. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. PEKERJAAN KACA 10. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). awan (cloud) dan goresan (scratch). PASAL 10 PEKERJAAN KACA 10. toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1. Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA.5 mm per meter. Harus bebas dari bintik-bintik (Spots). gilas pengambangan (Float Glass) Toleransi lebar dan panjang Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. Kaca harus bebas dari gumpalan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/masuk). Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta potongan yang rata dan lurus. Sebelum pemasangan gypsum board harus dilaksanakan pengukuran elevasi permukaan bawah rangka plafond. Harus bebas dari benang (String) dan gelombang (Wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. 10. e.1. Penutup langit-langit GRC tebal 6 mm dipakai di daerah basah dan luar sesuai dengan gambar kerja. dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya. Kaca harus bebas dari keretakan ( garis-garis pecah pada pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). f.1. Untuk keperluan inspeksi / control pemeriksaan diatas plafond maka dibuatkan lubang untuk orang/petugas masuk ( disarankan pada areal ruangan km/wc ). Rangka plafond harus sudah pada satu elevasi yang sama.1. g.1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 35 BAB XII d. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Cacat-cacat Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai dengan ketentuan dari pabrik. Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. Persyaratan bahan Kaca adalah benda yang terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mencapai ketebalan yang sama. Lingkup pekerjaan Menyediakan tenaga kerja. . bahan-bahan. Pelaksananaan pekerjaan baru boleh dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan. Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar.

297-1-1975 Safety Material Used In Build • Bahan untuk kaca interior : Colour (tinted fload glass. tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya.. sisi tepi harus lurus dan rata. Syarat-syarat pelaksanaan Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar. tebal 5 mm. .. dari benturan dan diberi tanda untuk mudah diketahui. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. harus sesuai SII 0189/79 dan PBVI 1982. Disatu permukaannnya dilapisi (chaemics deposited silver). Sisi kaca yang tampak maupun tidak tampak akibat pemotongan garis digurinda/dihaluskan.warna transparan cara pemasangan dan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik.. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus.3mm.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 36 BAB XII Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. harus diisi dengan lem silikon merk. hingga membentuk tembereng. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen. Pemasangan cermin Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis MR yang disekrupkan pada klose-klose dinding. tebal minimal 6mm... uraian dan syaratpekerjaan dalam buku ini. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kosen. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. • Bahan untuk cermin menggunakan : Clear float glass. jenis cermin sesuai dengan yang telah disebutkan dalam syarat pemakaian bahan material dalam uraian dan syarat pekerjaan tertulis ini type VVV polished. Semua bahan yang telah dipasang harus disetujui oleh MK. bebas dari segala noda dan goresan.3. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca merk. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan. Permukaan harus bebas noda dan cacat.. siku sudut-sudutnya (toleransi 1. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus.. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua terpasang harus disetujui MK.... Bahan Kaca • Bahan kaca dan cermin. 10. kemudian dilapis dengan plastik busa tebal 1cm. • ASTM : E6-P3 • PBVI 1982 • Ketebalan kaca harus merata. diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus.produk.1.ANSI : American Nat Standard Inst. Cermin dan kaca harus terpasang rapi. refleksi glass 40%) tebal sesuai gambar untuk itu. digunakan produk Standard : . tidak diperkenankan retak dan pecah pada setelan/tepinya.5 mm per m’) potongannya harus lurus Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan perencana/MK. Untuk ketebalan kaca 5mm kira-kira 0. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci.

produk : Niponpaint atau yang setara. PEKERJAAN PENGECATAN (Bagian Luar dan Bagian Dalam) 10.58 1982. c. d. c. kolom.2.2. Setelah terpasang. cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang mengandung amoniak merk setara Cling produk Wings 10. d. Juga plamur dan cat dasarnya harus yang dikeluarkan oleh pabrik yang sama untuk masing-masing lapisan permukaan.3 Ketentuan Bahan a. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. mengajukan daftar dari semua bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas.2. b. langit-langit dan sebagainya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 37 BAB XII Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku/skrup-skrup kaca yang mempunyai dop penutup steinless steel. e. c. N.1 Lingkup Pekerjaan a.2 a. Setelah kontrak ditandatangani.2. b. Pekerjaan cat kayu harus mengandung bahan sintetis d. produk ICI Weathershield atau yang setara. b. Tidak boleh mencampurkan bahan pengering atau bahan- . Semua warna dipilih oleh Konsultan Pengawas dan pemborong harus memasukkan dalam penawaran biaya untuk mengadakan contoh warna-warna untuk disetujui. Pengecatan semua permukaan sesuai spec/gambar dengan warna dan bahan yang telah ditentukan sesuai yamh dipilih oleh Konsultan Pengawas. Untuk dinding interior digunakan: • Plamir digunakan ICI atau yang setara • Cat untuk dinding luar dan dalam.4 Daftar Bahan-bahan a. plafond dsb) digunakan melamik. harus memakai cat emulsi/acrylic berdasarkan alkyd resins. pemborong harus secepatnya.PVBI : 54. Semua cat harus dipergunakan dan dipulaskan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. 10. 10. Untuk dinding luar bagunan dipakai cat khusus exterior. b.2. Persyaratan Bahan Standard : . Persiapan permukaan yang akan cat.I :4 ASTM : D – 361 BS : 3900-1970 AS : K-41 10. Semua bahan cat harus diperoleh dari levalinsir yang telah disetujui. Untuk finishing interior kayu (lambresering.

• Untuk warna-warna yang sejenis.00 m untuk disetujui. • Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat jenis Emulsi Acrylic merk ICI Dulux atau yang setara. b. rata.5 Syarat-syarat Pelaksanaan a. warna ditentukan perencana. 10.00 x 2. tidak retak-retak dan Pelaksana Pekerjaan meminta persetujuan Konsultan Perencana. bidang dinding merupakan bidang yang utuh. • Setelah pekerjaan cat selesai. Dalam pelaksanaan pekerjaan itu harus disediakan banyak lap-lap bersih. Melakukan percobaan pengecatan. • Dinding yang akan dicat diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer • Setelah diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer masih terdapat retak rambut maka segera diberi plamur yang satu merk. Pekerjaan Pengecatan Besi • Persiapan Umum Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan. licin. Pelaksana Pekerjaan diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama. • Pemborong diharuskan membuat contoh (mock up) cat dengan ukuran 1. plesteran dan acian sudah harus benarbenar kering da bersih. ruangan area pengecatan harus bersih dan dijaga agar tidak ada debu berterbangan. . tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 38 BAB XII bahan lain kedalam cat. ditentukan Konsultan Pengawas. • Setelah pekerjaan plamur selesai maka diberikan kembali 1 (satu) lapis alkali resistance sealer. • Sebelum dinding dicat. • Lapisan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis acrylic emulsion dengan kekentalan cat sesuai persyaratan pabrik. jika tidak disarankan oleh pabrik cat dan sebagainya. terutama (untuk bidang-bidang yang luas) untuk disetujui Konsultan Pengawas.2. Pekerjaan Pengecatan Dinding Luar dan Dalam • Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh bangunan dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. • Untuk dinding luar bangunan digunakan cat khusus luar jenis ICI Weathershiled atau yang setara.

Penjelasan dengan “Aech Welding Electrodes” sesuai AWS A5. Baut. Dengan kualitas ST 37.000 Mpa. tepat. c.1. Ketentuan Umum Persyaratan-persyaratan kontruksi baja dan istilah teknik secara umum menjadi satu kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini. • Cat yang digunakan merk ICI Dulux atau setara. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) 1983 b. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI) d.1.2 11. Steel Structural Painting Council (SSPC) f.3. jenis Vinyl Acrylic warna ditentukan Konsultan Pengawas setelah melakukan percobaan pengecatan. sentries. pelat beton atau bagian-bagian yang ditentukan gambar. Baja struktur harus mempunyai mutu sesuai Sdengan ASTM A36 dengan E=200. gambar rencana dan intruksi-intruksi yang diperlukan oleh pengawas. PASAL 11 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP 11. b. Kecuali ditentukan lain dalam buku persyaratan teknis maka semua pekerjaan baja harus sesuai standart di bawah ini : a. Pekerjaan Pengecatan Langit-langit • Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gysum board. Material a. 11. • Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal ini. Pengawas berhak untuk minta diadakan pengujian atas bahan-bahan tersebut dan pelaksanaan harus bertanggung jawab atas segala biaya yang dikeluarkan untuk ini. dan siku terhadap batangnya dengan kepala dan mur yang berbentuk horizontal. American Societyfor Testing & Material (ASTM) e.1. Standart Industri Indonesia (SII) Pelaksanaan harus melaksanakan pekerjaan ini dengan ketetapan dan kesesuaian yang tinggi menurut persyaratan teknis ini. Peraturan Pembebenan Untuk Gedung Indonesia ((PPUGI) c.1. Las yang digunakan adalah las listrik dengan mutu FE 360 atau E 60.1. PEKERJAAN BAJA 11.569. . • Plamur yang digunakan adalah plamur kayu yang satu merek dengan cat yang akan digunakan. Semua material yang digunakan harus baru dengan kualitas terbaik dan disetujui oleh pengawas. Lubang diameter ring yang digunakan adalah lebih besar 1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup segala sesuatu untuk pelaksanaan kontruksi baja secara lengkap dengan gambar dan persyaratan teknis ini. Semua baut dan mur harus mempunyai kepala yang ditempa.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 39 BAB XII c. kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langit-langit.5 mm dari diameter baut. mur dan ring dari jenis “High Stregth” ASTM A35 baja hitam atau sekurang-kurangnya dari standart FE360 (ST37).

Apabila ternyata konstruksi rangka kap. Batang yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kualitas baik.2. Uraian. Apabila fabrikasi dilakukan diluar lokasi. Pelaksanaan Disesuaikan dengan prosedur dan spesifikasi yang ditetapkan oleh merk dagang dan/atau produsen. pengadaan dan pemasangan Penutup atap lengkap dengan accessories d.2. 11. dengan berat sesuai rancana. Jika dianggap perlu. Baja yang akan dilas harus bebas dari cat. retak. pelaksanaan mharus menanggung biaya yang dikeluarkan oleh pengawas dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut. pengecatan struktur atap.1. Pengelasan harus dilakukan dalam tempat yang beratap dan dilaksanakan dengan menggunakan las bujur listrik.4 Fabrikasi a. Syarat Bahan / Material. cacat karena tumbukan. b. Perencanaan harus membuat workshop dilapangan dan disetujui oleh pengawas. 11. tekuk atau putir. 11. Semua material baja harus supplier yang dapat dipertanggung jawabkan dengan disertai sertifikat dari pabrik. ukuran dan ketebalan serta bebas dari karat. 3.1. • . menurut Direksi / Pengawas lapangan tidak sesuai dan tidak lebih baik dari gambar rencana.1. Pengecatan dasar dilakukan di workshop sebelum pengiriman kelokasi atau penyimpanan. 11. 11.2.3. PEKERJAAN PENUTUP ATAP 11. pelaksaan harus menyerahkan hasil pengujian yang dibutuhkan dan berhubungan dengan kontruksi baja ini disertai faktur pengiriman. fabrikasi harus dilaksanakan dalam bengkel/workshop. Sesuai dengan spesifikasi oleh merk dengan setara J-Steel Kwalitas 1. Rangka kap ini disubkan kepada produsen rangka atap baja ringan yang ditentukan kemudian dan disesuaikan dengan dana yang tersedia. Hasan Basri untuk penutup atap nya Genteng Keramik dan Bangunan Laboratorium dan Workshop penutup atap Genteng Metal.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 40 BAB XII Semua baja yang digunakan harus sesuai dengan bentuk. 11.2. e. yang memenuhi persyaratan terlindung dari pengaruh cuaca. Pekerjaan perubahan jarak gording.3. minyak cat dan yang disambung harus rata satu sama lainnya. Brigjen H. maka Direksi / Pengawas Lapangan berhak meminta kepada kontraktor untuk memperbaikinya atas biaya kontraktor sendiri. RANGKA KAP BAJA RINGAN. • Lingkup Pekerjaan Penutup Atap Untuk di Bangunan Balai di Lokasi Jl.2.

Pembersihan konstruksi atap existing dari karat dilakukan dengan menggunakan sikat kawat/wire brush sampai komponen konstrukssi atap benar-benar bersih dari karat. Pelaksana wajib membuat Shop Drawing b.2. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. anak tangga dipakai baja cor lengkap dengan motif bunga dan kaca gravier.3. Untuk bahan stainless steell setara “Indah Maspion”. bahan-bahan yang diperlukan. Persyaratan Bahan 12. Pemasangan penutup atap harus memperhatikan jarak tumpang tindih (Overlap) yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat PASAL 12 12.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN 11.1.3.1. c.1. 12 1. Sebelum memulai pelaksanaan.3. Sebelum konstruksi atap yang telah dipasang dilakukan pengecatan terlebih dahulu dilakukan pengamplasan. . 11. b. peralatan termasuk alat-alat bantu dan pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. Bahan/material yang digunakan untuk penutup atap merupakan genteng keramik.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 41 BAB XII 11.2. Pelaksanaan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan penutup atap. Rangka pipa GIV ukuran 2 Inch.2 Persyaratan Pelaksanaan Penutup Atap a. PEKERJAAN LAIN-LAIN Lingkup Pekerjaan 12 1. Dan Genteng Metal 11.1.1.2 PERSYARATAN BAHAN a.2.1 Persyaratan Pelaksanaan Pengecatan Konstruksi Atap yang Baja WF. Bahan: a. Pekerjaan handrail tangga pada tangga menggunakan pipa kotak hollow stainless stell. Bahan/material yang digunakan untuk pekerjaan pengecatan struktur atap adalah cat zincromate produk setara ICI b. Apabila sudah dianggap bersih oleh Konsultan Pengawas maka Pelaksana diperbolehkan melakukan pengecatan. Bangunan Pekerjaan Railing Tangga 12.3.

Syarat-syarat Pelaksanaan 12 3. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. • Penyambungan dengan luas harus dilaksanakan dengan kelipata dan keahlian yang tinggi. • Pekerjaan stainless steel seperti yang ditunjukkan dalam gambar untuk itu. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. tebal 1.1. Bila dianggap perlu. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan.7. • Untuk stainless steel yang dipakai berupa profil-profil pipa dan plat stainless steel. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan . 12 3. 12. Pekerjaan baja tahan karat.6. penghalusan dan pemasangan selesai stainless steel dipoles dengan mesin poles.2 Jenis Bahan: Pipa-pipa kotak. batang-batang bulat dari bahan baja cor dan stain steel. kemudian digosok dengan compound memakai kain halus sehingga bersih dan mengkilap Pekerjaan Kloset Dan Wastafel 12. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi.1. peralatan termasuk alat-alat bantu dan .3.2. 12 3.5. bahanbahan yang diperlukan. 12 3.2 mm.8 . 12 3. bekas laslasan harus dikikir dan dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya. 12 1. pengelasan harus dengan las listrik dengan electrode stainless steel.3. halus dan tidak cacat-cacat bekas pukulan . • Pembengkokan profil-profil / plat-plat / pipa-pipa harus dilaksanakan dengan alas bender (pembengkokan) sehingga hasilnya baik. Las-lasan yang cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya pemborong .3. Digunakan stainless steel dengan mutu SS 306 finish mirror dan baja cor dengan pengelasan sambungan harus kuat dan permukaan halus. Bahan yang dipakai. Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. 12 3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 42 BAB XII 12. permukaan yang dilas harus sama rata dan alur lasnya kelihatan teratur. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. 12 3. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.2. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan di atas teknis operatif sebagai informasi bagi perencana . Setelah pekerjaan las-lasan. baik pada pembuatan.4.

b. 12. Bila dianggap perlu. dan pengetesan seluruh peralatan (material) dan instalasi yang ditunjukkan pada gambar perencanaan untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin.1. pemasangan.1 SYARAT-SYARAT UMUM Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor. Persyaratan Bahan 12.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Pemadam Kebakaran. 12.3. kloset duduk dan Wastafel pada Bangunan didalam kamar mandi atau wc.1. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. 12.3. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.4.3.5. Spesifikasi teknis ini meliputi uraian untuk pelaksanaan antara lain: 13.2.2 Pekerjaan Elektrikal. PASAL 13 PEKERJAAN MEKANIKAL. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. 12.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 43 BAB XII pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Plumbing. terdiri dari: a. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. 12. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan.3.1. .2.3.1. Bahan yang dipakai. Pekerjaan pemasangan kloset jongkok. 12. b. terdiri dari: a. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13.2. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Kelistrikan. Syarat-syarat Pelaksanaan 12. 13. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan.3.4. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. baik pada pembuatan.3. Bahan: Untuk bahan Kloset dan Wastefel setara “American Standart”. 12 1. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Penyalur Petir.

sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. benar dan sesuai standar yang berlaku. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan instalasi yang pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi lapangan. pemasangan maupun pengujian atau pengetesan. catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) dan 3 (tiga) set lengkap gambar blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 44 BAB XII Spesifikasi Teknis. danapabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukanagar instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi teknis atau bill of quantity saja. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. maka Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard dan peraturan yang berlaku. pemborong harus segera mengajukan pertanyaan tertulis kepada Direksi Pengawas Lapangan. Semua bagian tersebut walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara detail harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. Gambar Perencanaan dan Bill Of Quantity ini merupakan dokumen penawaran yang tidak dapat dipisah-pisahkan atau satu kesatuan. Setiap shop drawing yang diajukan pemborong dan telah disetujui Direksi Pengawas Lapangan dianggap bahwa Pemborong telah memahami situasi serta telah berkonsultasi dengan pekerjaan instalasi lainnya. Pemborong harus mengajukan gambar-gambar kerja dan detail (shop drawing) sebanyak 3 (tiga) set yang harus diajukan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Dalam hal ada keraguan yang ditimbulkan karena kemungkinan kesalahan penggambaran atau ketidak sesuaian lainnya. harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin lainnya. Pemberi Tugas. Daftar Bahan dan Contoh . B. dan Perencana untuk mendapatkan penjelasan masalah tersebut dalam pelaksanaan baik berupa jenis barang. Gambar-gambar arsitektur dan struktur/sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail "finishing" dari proyek. Gambar-Gambar Gambar-gambar perencanan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar pekerjaan yang satu tidak menghalangi atau menghambat pekerjaan lainnya. A. C. Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan. As built drawings harus diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner) setelah selesai pekerjaan. Koordinasi Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan ini. Sebelum pekerjaan dimulai.

Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik pembuat. Semua tenaga. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Semua peralatan-peralatan yang sudah dikirim dan dipasang. Dan jika sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan standar yang berlaku dan ketentuan dari kontrak. disaksikan oleh team Pemberi Tugas. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pemborong. kecuali apabila ditunjuk lain oleh Direksi Pengawas Lapangan. sistem dan lain-lain oleh Pemborong. Pemberi Tugas dan Perencana. berstandar mutu dan keadaan baru. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 45 BAB XII Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan. D. Hal ini Harus menjadi Perhatian dan tanggung jawab Pemborong. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan dan material yang akan dipasang kepada Direksi Pengawas Lapangan. yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Persetujuan oleh Direksi Pengawas Lapangan akan diberikan atas dasar diatas. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan dan material. maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk disetujui. Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang dan apabila terdapat keraguan. Pemborong harus segera menghubungi Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana untuk berkonsultasi. bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut. disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan. apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud didalam spesifikasi teknis ini. selanjutnya pemborong harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang. Daftar ini harus dibuat rangkap 3 (tiga) yang didalamnya tercantum nama dan alamat. Penggantian merk bahan dan material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari Direksi Pengawas Lapangan. katalog dan keterangan lain yang dianggap perlu oleh Direksi Pengawas Lapangan. Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga ahli. merupakan tanggung jawab Pemborong. harus disediakan oleh Pemborong. harus memenuhi standar dan ketentuan pengetesan dengan benar. E. Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari bahan dan material yang akan digunakan. Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Pemberi Tugas dan perencana. Pengetesan dan Persetujuan Pemborong harus melakukan semua pengetesan yang dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap sistem. Pemberi Tugas (Pemilik) dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

Jika pada masa garansi tersebut. Pemborong diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan-kerusakan dari pada peralatan utama yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan. penggantian. Laporan ini harus ditandatangani oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas untuk diketahui/disetujui. 2. kekurangan selama masa garansi. Hal-hal yang menyangkut masalah: • Material (masuk atau ditolak) • Jumlah tenaga kerja • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah/kurang Berdasarkan laporan harian. . Pemborong pekerjaan instalasi ini masih harus menyediakan tenaga ahli yang dapat dihubungi setiap saat. G. maka Direksi Pengawas Lapangan berhak menyerahkan pekerjaan perbaikan atau kekurangan tersebut pada pihak lain atas biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi tersebut. Direksi Pengawas Lapangan dan melampirkan sertifikat pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang berwenang. Training tentang pengoperasian dan perawatan tersebut harus lengkap dengan 3 (tiga) set operating maintenance and repair manual books. sehingga para petugas atau operator dapat mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan. Laporan tersebut dibuat dalam rangka 3 (tiga) meliputi: 1. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah dilengkapi dengan bukti dari hasil pemeriksaan atas instalasi. Pemborong tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas perbaikan. Sebelum penyerahan kedua (final acceptance). Selama masa garansi tersebut. Kegiatan Fisik Catatan dan perintah Direksi Pengawas Lapangan yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis. Pemborong harus mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode tersebut kepada Tenaga calon-calon operator untuk setiap pekerjaan yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas (Owner). dibuat laporan mingguan dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan prestasi atas pekerjaan minggu lalu sehingga menjadi laporan selama 1 (satu) bulan dan rencana pekerjaan minggu depan dan satu bulan ke depan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 46 BAB XII F. Laporan Pemborong wajib membuat "Laporan Harian. dengan pernyataan benar dan baik yang ditandatangani bersama oleh instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Masa Garansi dan Serah Terima Pekerjaan Peralatan utama harus digaransikan selama 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun terhitung dari penyerahan kedua. Selama masa garansi. Mingguan dan Bulanan" yang memberikan gambaran dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan secara jelas.

Penanggung Jawab Pelaksana Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman serta harus selalu berada di lapangan/site.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 47 BAB XII Pemborong harus menyerahkan Laporan Pengetesan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagi berikut: 1. Pemborong harus menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Direksi Pengawas Lapangan dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Pengelasan dan Pengeboran Pemborong tembok. Perubahan-perubahan material dan gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi Pengawas Lapangan. Penambahan dan Pengurangan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar-gambar rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas Lapangan. Pembobokan. 2. Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain. Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi. harus diselenggarakan kegiatan pemeliharaan berjangka dan pemeriksaan rutin. J. Masa Pemeliharaan Selama masa pemeliharaan. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan. yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis. lantai. bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi-instruksi dari Direksi Pengawas Lapangan. I. Gudang dan Los Kerja . Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan pekerjaan ini. Dalam merubah gambar rencana tersebut. pembongkaran. L. Hasil pengetesan tahanan isolasi kabel dan pemberian tegangan. K. Perubahan. harus diajukan oleh Pemborong kepada Direksi Pengawas Lapangan secara tertulis. pengeboran dan sebagainya hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin tertulis dari Direksi Pengawas Lapangan. Pengajuan perubahan material. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan Pemborong instalasi ini. Pembobokan. 3. gambar rencana dan lain sebagainya. harus dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali. H. Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut. atau pada saat yang dikehendaki oleh Direksi Pengawas Lapangan di dalam pelaksanaan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng melalui penanggung jawab Pemborong. Kantor Pemborong.

Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga/daya kerja harus disediakan oleh Pemborong. Pemborong wajib menyediakan peralatan pemadam kebakaran (pemadam api ringan) yang diletakkan dalam kantor lapangan dan gudang. dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan M. bahan dan peralatan baik di dalam gudang maupun diluar (halaman). gudang. Kecelakaan dan Peti PPPK Terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Bagan Penyelenggara dari Pemborong Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong harus diserahkan kepada penyelenggara dengan kualifikasi ahli. Q. harus selalu dalam keadaan bersih. P. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. menjadi tanggung jawab Pemborong. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang lapangan). berpengalaman dan . peralatan. Penerangan dan Sumber Daya Pada kantor. Penjagaan dan Kebakaran Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga Kerja) dan mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penimbunan/penyimpanan barang. maka Pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 48 BAB XII Pemborong diperbolehkan membuat ruang kantor. N. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan di keluarkan oleh Direksi Pengawas Lapangan pada waktu pelaksanaan. harus diberi penerangan yang cukup. O. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. penyimpanan barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar) dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. Kebersihan dan Ketertiban Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. los kerja. kantor. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 49 BAB XII mempunyai wewenang penuh untuk mengambil keputusan. c. Site Manager mewakili Pemborong ditempat pekerja dapat bertindak penuh kepada Direksi Pengawas Lapangan. maka akan dikenakan tindakan sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal denda. pemasangan dan pengujian seluruh lingkup pekerjaan instalasi Mekanikal. Bila Pemborong lalai. harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian. Bagianbagian pekerjaan yang telah dilaksanakan. R. 13.2.1 Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) a. berlaku tidak wajar. Pengadaan dan pemasangan sistem penyaluran dan penampungan air hujan dengan sumur resapan dan saluran/drainase bangunan. d. Di tempat pekerjaan. disampaikan langsung kepada Site Manager wakil Pemborong. sebagai penanggung jawab di lapangan. Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan setiap saat yang diperlukan Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari PDAM daerah setempat. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari sumur dalam maupun dangkal kepada pihak Badan yang berwenang pada daerah setempat. bahan dan peralatan serta Pemborong harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. melakukan perbuatan yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan. sistem pengolahan air bekas (buangan) dari ruang cuci dengan Neutralizing Tank dan dari ruang dapur kotor dengan Grease Trap. Pengadaan dan pemasangan pompa sumur dangkal (Jet Pump) dan Submersible Deep Well Pump air bersih serta pengeboran sumur dalam dan dangkal untuk sumber air bersih. memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan. Pengadaan dan pemasangan peralatan sistem pengolahan air kotor (Septic Tank) dengan Biotech System. Pada setiap saat Direksi Pengawas Lapangan atau petugas-petugas/staff harus dapat mengawasi.2 LINGKUP PEKERJAAN Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya. Direksi Pengawas Lapangan menempatkan petugaspetugas pengawasan yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan. e. . b. Elektrikal dan Plumbing yang terdiri dari: 13. Petunjuk dan perintah Direksi Pengawas Lapangan didalam pelaksanaan. Pengawasan Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Staff-nya. tetapi luput dari pengamatan Direksi Pengawas Lapangan dan stafnya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. kepada mereka yang melanggar terhadap peraturan umum mengganggu ataupun merusak ketertiban.

air bekas. 13. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih. Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik untuk AC dan Fan. air kotor. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 50 BAB XII f. d. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi kelistrikan yang terpasang. e. saklar. i.3 Pekerjaan Penyalur Petir a. g. 50 Hz lengkap dengan komponen pengamanannya. dan stop kontak. k. g. f. pipa vent dan air hujan lengkap dengan elbow. pipa pelindung kabel. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan menengah 20 kV. dan accessories lainnya. l. Pengadaan dan pemasangan instalasi penyalur petir dan system pentanahan penangkal petir lengkap dengan bak kontrol. isolasi penyambungan kabel. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TM/TM. Pengadaan dan pemasangan seluruh panel-panel tegangan rendah lengkap dengan komponen-komponen panelnya. . 13. klem. j. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dalam dan luar serta stop kontak lengkap dengan kabel instalasi. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TR/TR 400/230 Volt ke pihak PLN daerah setempat. kotak saklar dan stop kontak. c. alat ukur dan elektroda pentanahan. dan accessories lainnya.2. b. Pengadaan dan pemasangan Transformator Stap-Up 20 kV/400 V. Pengadaan dan pemasangan Unit Splizen (Air Terminal) penyalur petir sistem elektrostatis. Pengadaan dan pemasangan tiang penyanggah air terminal penyalur petir. junction box. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan rendah 400/230 V. reduser. Pengadaan dan pemasangan sistem pembumian pengaman lengkap dengan bak kontrol dan elektroda pembumian. Pengadaan dan pemasangan panel utama tegangan menengah (TM) lengkap dengan komponen-komponen panelnya. Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi seluruh peralatan plumbing. h. 20 kVolt ke pihak PLN daerah setempat. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis lampu penerangan.2. b.2 Pekerjaan Elektrikal (Kelistrikan) a. tee. h.

• Menyerahkan gambar As Buil Drawing sebanyak 3 (tiga) set yang telah diketahui Perencana. Mempunyai pengalaman dalam pekerjaan Mekanikal. agar setiap waktu dapat memberikan penjelasan dengan pimpinan proyek. Pemborong harus mengadakan pengujian seluruh pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal yang disaksikan oleh pemberi tugas. Pemborong harus dapat menerima dan menyetujui gambar instalasi yang diberikan oleh perencana. yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100%. b. f. e. c. d. Mempunyai tenaga pelaksana yang berpengalaman. • Telah mendapatkan surat keterangan dari pimpinan proyek. 13. Membuat Time Schedule pelaksanaan pekerjaan MEP. c.4 PROSEDUR PELAKSANAAN Syarat-syarat pelaksanaan antara lain: a.102 menyatakan: • Surat hasil pengetesan dan pengujian instalasi. Pemborong harus menempatkan tenaga ahli di lapangan. f. . Pemberi Tugas dan disahkan Direksi Pengawas Lapangan. d. Mempunyai Pas Kerja PLN (Sikka Golongan A) dan Pas PAM-wilayah yang masih berlaku. instalasi Pekerjaan instalasi MEP dinyatakan selesai bila pihak pemborong telah . 13. Mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. Pemborong harus membuat gambar kerja yang mengacu pada gambar perencanaan dan disetujui pemberi tugas serta disahkan pimpinan proyek.3 PESERTA PELELANGAN Peserta pelelangan adalah badan hukum yang bergerak di bidang pemborong bangunan rumah tinggal serta terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu Provinsi dan memiliki Tanda Daftar Rekanan yang masih berlaku serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. e. Pemborong pekerjaan MEP dalam bangunan ini harus mempertanggung jawabkan pekerjaan secara teknis dan instalasi kepada pimpinan proyek.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 51 BAB XII d. b. adapun persyaratan lainnya adalah: a. • Seluruh material pada Pekerjaan MEP harus mempunyai purna jual yang terjamin dan garansi minimal 9 (sembilan) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun. Elektrikal dan Plumbing yang dinyatakan dengan referensi dan mampu berperan sebagai patner dari pemborong utama (pekerjaan Sipil). Berdomisili di wilayah setempat dan sekitarnya. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi penyalur petir system elektrostatis dan sistem conventional (sangkar faraday).

5. Pengajuan gambar kerja dari pemborong harus dilakukan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Air Bersih Sumber air bersih untuk proyek ini berasal dari sumber air tanah atau Sumur dalam sebagai sumber air utama dan cadangan. air bersih dengan pompa penguat (Booster Pump) secara sistem tangki tekanan (Hydrophor) otomatis disalurkan ke seluruh Toilet yang ada pada lantai bangunan hingga siram taman.1 Uraian Umum 1. Untuk menentukan kenyamanan bagi pemakainya. pemborong harus mengganti dengan yang baru. h. 13. 2.5. 4. Penggantian merk dari material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari pemberi tugas dan pimpinan proyek. Pemborong harus menyerahkan daftar dan contoh material kepada pemberi tugas dan pimpinan proyek untuk mendapatkan persetujuan. Kerusakan material sebelum penyerahan kedua menjadi tanggung jawab pemborong.2 Uraian Teknis Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) A. Pemborong harus melaksanakan masa pemeliharaan selama 3 s/d 6 bulan. Pengontrolan penggunaan air bersih dari SDWP atau jet pump maupun PDAM dengan gate valve + pelampung (WLC. Semua material harus baru dan bila terjadi kerusakan pada material tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan. 2. Untuk sumber air tanah telah terjamin kualitas/mutu airnya yang harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorim PT. Supply air bersih dari pompa penguat (Booster Pump) sebelum dialirkan akan difilterisasi terlebih dahulu dengan Sand Filter dan Carbon Filter. Air bersih yang berasal dari sumur dalam dan sumur dangkal di sambungkan langsung ke Ground Water Reservoir Tank (GWR). tekanan air pada seluruh unit fixture harus memenuhi syarat-syarat tekanan air yang ada dalam buku PPI Tahun 1979.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 52 BAB XII g.5 SYARAT-SYARAT TEKNIS 13. Selanjutnya dari Water Reservoir Tank. water level control) dan ditambah check valve. Supply air bersih dari sumur dalam menggunakan Submersible Deep Well Pump (SDWP) dan dari sumur dangkal menggunakan Jet Pump. Sistem 1. Air Kotor dan Air Bekas Buangan air dari wastafel atau lavatory dan floor drain disebut dengan air bekas dan buangan air dari water closed dan urinal disebut dengan .Sucofindo atau yang tunjuk oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner). 3. 13.

bahwa pipa air bersih pada pemipaan dari Water Reservoir Tank (WRT) ke toilet bangunan menuju unit fixture toilet dan dari Flow Meter PDAM. . Air Kotor. 3. Persyaratan Bahan 1. B. Air buangan dari wastafel dan floor drain dipisah dengan buangan air dari water closed. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. Air bekas yang berasal dari wastafel dan floor drain akan dialirkan langsung ke drainage bangunan. Bakrie. harus dialirkan ke sumur resapan. Bumi Kaya. Air kotor yang berasal dari water closed & urinal pada seluruh lantai bangunan akan dialirkan ke septic tank dengan pengolahan limbah Biotech System dan selanjutnya dapat dialirkan ke drainage bangunan. Pemanfaatan air hujan dapat dilakukan. Spindo. Air Bekas. toleransi diameter luar ± 1% dan harus sesuai dengan standar BS 1387/67. Selanjutnya air buangan yang berada pada seluruh saluran bangunan sebelum dialirkan ke drainage/saluran kota terdekat. Pipa Air Bersih. yaitu sebagian air hujan ditampung dalam tanki air hujan yang selanjutnya akan difilterisasi (disaring) dengan menggunakan pompa transfer melalui sand filter tank dan karbon filter untuk disalurkan ke Water Reservoir Tank (WRT).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 53 BAB XII air kotor. Pipa Air Bersih Dinyatakan dalam gambar perencanaan. yakni untuk mengurangi limpahan yang sangat berlebihan atau banjir sekaligus untuk menambah potensi air tanah. KHI.87. air hujan jatuh bebas langsung dialirkan ke drainage/saluran bangunan. bahwa pipa air bersih yang digunakan untuk pemipaan pompa utama air bersih dan pemipaan distribusi air bersih yaitu pipa baja galvanizer (Galvanized Steel pipe/GIP) medium yang tahan terhadap tekanan maksimum 50 Kg/Cm2. Produksi : Setara PPI. SNI 0161. 2. Seluruh sambungan pipa GIP harus dilas metal dengan penguat yang berupa pelana kuda (Saddle). toleransi tebal (sedang) ± 10%.81. Air Hujan dan Vent Dinyatakan dalam gambar perencanaan. sedangkan buangan air dari kitchen (dapur kotor) dan ruang cuci pakaian akan dialirkan masingmasing ke bak penampungan yaitu Grease Trap dan Neutralizing Tank untuk disaring atau difilter (jika diperlukan) yang selanjunya dialirkan ke drainage/saluran bangunan. untuk itu digunakan 2 (dua) pipa tegak dan mendatar untuk melayani dan mengalirkan kedua jenis air buangan tersebut. Air Hujan Air hujan yang berasal dari atap bangunan disalurkan melalui beberapa pipa tegak sampai dibawah lantai satu langsung disalurkan ke drainage bangunan dan sedangkan untuk atap bangunan lainnya. Sedangkan limpahan dari tanki air hujan akan dialirkan ke drainage bangunan terdekat. SNI 07 0039.

memiliki pressure 20 Kg/Cm2 dan ditempatkan dalam kotak panel terpasang didinding. harus menggunakan pipa PVC D yang tahan terhadap tekanan 8 Kg/cm. Produksi : Setara Yamato. Kabelmetal. Produksi : Setara Supreme. PAR yang harus digunakan dari bahan serbuk kimia multipurpose dry chemical (ABC Fire) yakni NH4H2PO4. bahwa pipa air kotor. Kabelindo. Sesuai dengan standard SNI-06-0084-1987 dan SII 0344-82. Kabel Tegangan Menengah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Semua peralatan bantu pipa PVC-AW dan PVC-D seperti fitting. 3. B. wastafel dan lain-lain. bahwa pipa vent pada pemipaan dari seluruh water closed. Sistem Sumber daya listrik berasal dari penyambungan sumber daya listrik utama PLN dengan sistem tegangan TR 380V. Fire Extinguiser System (Pemadam Api Ringan/PAR) Fire extinguiser system (PAR) adalah jenis portable dalam mengatasi kebakaran yang harus disediakan pada areal atau ruang tertentu. bahwa Kabel distribusi tegangan menengah 20 kV adalah jenis N2XSEFGbY . urinal. Bahan dan Material 1. floor drain.24 kVolt untuk pemasangan di pit trench cable dan di rak kabel (udara) harus telah memenuhi persyaratan. 13. saluran/drainage bangunan. LMK. SPLN 43-5. . wastafel/Lavatory dan kitchen seluruh bangunan. IEC 502-1983. Chuub. Bentuk dan bahan untuk peralatan unit fixture seperti: kran air dinding.3 Uraian Teknis Pekerjaan Elektrikal Instalasi Kelistrikan A. tabung dari bahan iron stell. PUIL-2000. Super Intilon. Wavin. male adapter.24 kVolt untuk pemasangan didalam tanah dan N2XSY . Produksi : Setara Rucika. harus mengikuti desain dari interior ruang toilet. reduser (type Concentric). Dinyatakan dalam gambar perencanaan. water closed. 50 Hz. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. clean out. Appindo. SNI06-0084-1987. PLN.1986.5. air bekas dan air hujan pada pemipaan dari seluruh toilet dan atap bangunan menuju septic tank (STP-Biotech System). Sesuai dengan standard JIS K 6741. elbow 45.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 54 BAB XII Dinyatakan dalam gambar perencanaan. roof drain. yang mana sambungan pipa PVC AW berdiameter dibawah 4 cm digunakan perekat (lem) sedangkan yang berdiameter diatas 4 cm digunakan rubber ring joint. tee 45 (Tee Y) dan lainnya harus dari bahan yang sama dengan pipa yang digunakan. Pralon.

dan 8 kA. JapaPanel. dan IEC 947-2.6/1 kVolt untuk pemasangan di atas plafon (udara) harus telah memenuhi persyaratan SNI 04-2701-1992. Hansel. 50 kA) dilengkapi mekanisme motor yang sama sehingga bisa beroperasi secara otomatis dan system interlok mekanis dan elektris mencegah kedua pemutus tenaga menutup secara serentak walaupun hanya sesaat. bahwa Box panel listrik ada 3 jenis. 10 kA. Voksel. Kabelmetal.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 55 BAB XII 2. PUIL. Komponen Panel Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Merlin. Kabelindo. IP 54 serta memenuhi persyaratan PUIL-2000. Pemutus tenaga MCCB. pemutus tenaga mini MCB. 4 pole. 36 kA. LMK. bahwa Kabel distribusi tegangan rendah adalah jenis NYFGbY . Kabel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Panel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. PLN. PLN. Produksi : Setara Supreme. jenis pemasangan dilantai (standing mounted enclosed) yang kontruksinya dari plat baja dengan tebal plat 2 mm dan dicat oven. AEG. Satu pelat dudukan sehingga lebih menjamin aspek keamanan dan lebih mudah dalam pemasangan. 45 kA. ABB.2000. Fuse Links dari jenis HRC Fuse/phasa. Kedua pemutus tenaga (MCCB. 3. 15 kA. Produksi : Setara Stomberg. Produksi : Setara Terasaki. SPLN 43-1 198. bahwa komponen panel utama banyak ragamnya. PUIL. 8 kA dan 5 kA yang telah memenuhi persyaratan SPLN 108/SLI 175/IEC 989. PLN. dan 18 kA. LMK. b. Littelfuse. MCB 1 phasa. 100 kA dengan rating voltage 500/660 Volt lengkap dengan solid links (dudukan HRC fuse) dengan rating current 1 step diatas rating current HRC Fuse serta harus memeliki alat pencabut HRC Fuse (Fuse Handle) standard SFS 2371. IP 55 dan jenis inbow waterproof (PVC High Impact) dengan pintu transparan. LMK. yaitu jenis pemasangan didinding (wall mounted enclosure). 3 phasa.0.2000. dan memenuhi standar LMK. 25 kA. Produksi : Setara Simetri. AEG. antara lain: a. IEC 32 B. OniPanel. Kapasitor Bank Kapasitor harus dari jenis Self Healing Dry Type. yaitu jenis kering (Metallized Polypropylene Film) yang bisa . SIER.0. Produksi : Setara Terasaki. d. AEG. ABB. LMK. Merlin Gerin. Hager. ABB c.6/1 kVolt untuk pemasangan di-dalam tanah dan NYY . 3 phasa. 4. Automatic Tranfer Switch (ATS) atau sistem tukar (Interloc). dimana semuanya sesuai dengan standar IEC 269-1.

Harus memenuhi standar IEC 76/3. Blocking Reactor (Detuned Filter) Blocking reactor harus dari material kumparan tembaga jenis Polyeter Resin yang pencetakannya dalam keadaan Vakum dan tekanan tinggi dengan thermal resistance 150 C. • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • .5 & UH5 = UH7 = 5 % Based on Un. Temperatur category : -40 C s/d 50 C. koneksi (penyambungan) antar phasa atau phasa – netral yang memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut . Rating Frequency : 50 Hz. Losses at + 20 C : < 0. Automatic Power Factor Regulator (APFR) APFR untuk mengatur step kapasitor secara otomatis yang menggunakan teknologi digital (Microprocessor) yang dipasang langsung pada panel atau rel DIN.5 % s/d + 10 %. Protection class : IP 42.3 x In). antara lain: Rating Voltage : 400 Volt.1 x Un). LMK. Tingkat Insulasi : 3 kV (power frequency) & 15 kV(Impulse). Harmonic load : UH3 = 0. Continuous over Voltage : 10 % (1. Inductance of the reactor : 3 % tuning accuracy. Produksi : Setara Nokian. Separate source test : 3 kV – 1 min. Sistem Koneksi : 3 phasa. antara lain: Rating Voltage : 525 Volt. Detuning factor : 7 %. PUIL-2000. digunakan untuk melindungi kapasitor bank dari kerusakan akibat kelebihan tegangan atau gelombang arus Harmonic yang terlalu tinggi dan dalam menghindari resonansi serta menurunkan presentasi harmonic pada jaringan listrik.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 56 BAB XII memperbaiki kerusakan sendiri dan memiliki ketentuan-ketentuan. PUIL-2000. Ketentuanketentuan lainnya yang harus dipenuhi. Ambient temperature : 40 C. Continuous over current : 30 % (1. Produksi : Setara Nokian. pada sistem 400 (NO Load). Toleransi kapasitas : . Rating Frequency : 50 Hz.5 W/kVar. Discharge time to 50 V : < 60 detik. Protection class : IP 23. VDE 0532831-2. Delta. LMK. f. Insulation class : T 40. IEC 831-2 (1996). Harus memenuhi standar IEC 831-1. e.

proteksi terhadap kontak langsung. pengamanan peralatan pada instalasi listrik akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. 0.3 A.3 detik. 50 Hz. tunda waktu 1 detik. • Operational sequence : 4 Program regulasi • Harus memenuhi standar EN 50082-2 & EN 50081-2 EMC. kelebihan atau kekurangan tegangan. yaitu factor daya rendah. Rating Frequency : 50 Hz 2 % automatic selection. Produksi : Setara Nokian. temperature terlalu tinggi. 50 Hz. • Under and Over Voltage Relay (Rele turun dan naiknya tegangan). dipasang sebagai tambahan terhadap system control dengan kontak keluaran 8 A (Cos fi= 1) 250 V. tunda waktu selama 0 s/d 1 detik. pengamanan peralatan pada instalasi terhadap tegangan yang semestinya pada system tak stabil. kesalahan urutan phasa dan ketidakseimbangan beban antar ketiga phasa terlalu besar. PUIL2000. • Fase Fault Relay (rele kesalahan phasa). • Relay Kontrol Tegangan. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. 50Hz. Current transformer (CT) : 5A. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). Ambient temperature : 0 C s/d 40 C. sensitivitas tegangan sebesar 15% dari tegangan kerja. Protection class : IP 40 (pada panel) & IP 20 (pada rel DIN).5 %. g. LMK. sensitivitas arus sebesar 0. tegangan kerja 220 V. Kontrol & Proteksi : 6 jenis alarm. • Relay Kontrol Arus. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). waktu tanggapan selama 200 mili detik.2 detik. tegangan kerja 220 V. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. . tegangan kerja 220 V. tegangan kerja 220 V.7 VA. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. tegangan kerja 220 V. proteksi terhadap kehilangan salah satu phasa. Relay Pengaman yang digunakan antara lain: • Earth Fault Relay (Rele arus bocor bumi).003 s/d 0. sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. kelebihan arus. Jumlah step automatic : 6 Step. tunda waktu selama 0. proteksi terhadap arus hubungan singkat atau akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. proteksi terhadap turunnya dan naiknya tegangan yang semestinya pada sistem tak stabil. 50 Hz. tunda waktu selama 0. tegangan kerja 220 V. tidak langsung dan api. Accuracy class : 1. factor daya terlalu kapasitif atau induktif. 50 Hz. dan sebagainya. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 • Short Circuit Relay (Rele arus hubung singkat). 50 Hz. mengaktifkan pengisian batere bila tegangan jatuh di bawah ambang batas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 57 BAB XII • • • • • • • • Rating Voltage : 230/400 Volt.

OFF. h. Merlin Gerin. Produksi : Setara Phoenix Contect. stop dan fault/kesalahan. 50 Hz. 40kA dan 15kA. • Ammeter Cam Switch (Saklar Ammeter) 4 (empat) posisi dengan arus thermal 12 A. proteksi terhadap adanya daya balik baik dari sumber utama (PLN) maupun sumber cadangan diesel genset sehingga kedua sumber tidak boleh terinterkoneksi walaupun sesaat. lampu tanda untuk start. Outo) dengan arus thermal 20 A. tegangan kerja 230 V. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 58 BAB XII sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. • Voltmeter Cam Switch (Saklar Voltmeter) 7 (tujuh) posisi dengan arus thermal 12 A. Line Contaktor lengkap dengan kontak blok tunda waktu. .T . 50 Hz. Peralatan Kontrol • Kontrol Stater Motor. kuning dan biru. OBO Bettermann. Relay-relay pengaman harus sesuai dengan standar PUIL. untuk kapasitas dibawah 5. lampu tanda untuk start. LMK dan IEC. PLN.000 Watt harus menggunakan sistem Direct On Line (DOL) yang terdiri dari tiga komponen. dengan penutup plastic berwarna putih. yakni Breaker. berwarna merah. teganga kerja 230 V. 50 Hz. 400 V untuk tegangan rendah. • Reverse Power Relay (Rele daya balik). • Kontrol Stater Motor. Hijau. • Pushbutton (Tombol Tekan) dengan bentuk bundar sring return. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. waktu tanggapan selama 200 mili detik.S. harus memenuhi persyaratan DIN VDE 0675 part6 LMK. Produksi : Setara Merlin Gerin. tegangan kerja 230 V. Omron.2000.000 Watt harus menggunakan sistem Star Delta yang terdiri dari tiga komponen. Contactor. • Emergency Pushbutton dengan bentuk bundar latching key release dia. stop dan fault/kesalahan.phase & Netral. i. Produksi : Setara Merlin Gerin. tegangan kerja 230 V. AEG.40 mm dengan posisi NC. 100 kA. ABB. • Lampu Tanda lengkap dengan lampu type protected Led. Delta Contactor. LMK dan IEC. 50 Hz. Unit Lightning Arrester R. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. yakni Breaker. Merah. Star Contactor. • Peralatan kontrol harus sesuai dengan standar PUIL-2000. Siemens. berwarna merah untu stop dan berwarna hijau untuk start. Meter Pengukur j. untuk kapasitas diatas 5. • Change Over Cam Switch (Saklar Alih) 3 (tiga) posisi (Manual. AEG. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. type flush dengan posisi NO. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V.

LMK.5. dan lain-lain) a. . Pipa dan fleksibel conduite pelindung kabel instalasi listrik dan accessories lainnya adalah jenis PVC high impac yang telah memenuhi persyaratan BS 6099.5%. b.99% yang telah memenuhi standard BS 1977. BS 4607. VDE 0250. skala 0-500A.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 59 BAB XII • Volt Meter (Pengukur tegangan listrik). suhu operasi -10 s/d 50 C.99% yang dilengkapi dengan warna phasa. LMK. Cos Phi Meter. Produksi : Setara Catu. Kabelmetal. Produksi : Setara Catu. LMK dan harus dilengkapi dengan box dari bahan metal anti karat atau mouled plastic. • Frekwensi Meter. IEC 51. Stop kontak 1 phasa normal memiliki rating voltage 250 V. Produksi : Setara Schlumberge. b.5. 7. PLN. 5. ukuran 144x144 atau 96x96. 6. Instalasi Listrik (Penerangan. LMK. • Kilo Watt Meter (kWh-Meter) dari jenis 1 phase dan 3 phase harus sesuai dengan data teknis PLN dan LMK. kelas 1. Busbar dan sepatu kabel serta perekatnya (Mur dan Baut) adalah jenis tembaga dengan konduktifitasnya sebesar 99.5%. suhu operasi -10 s/d 50 C. DIN 46235. PLN.2 x In continue. netral dan pembumian sesuai persyaratan BS 1977. Kabel instalasi listrik adalah jenis NYM 3 core 500 Volt untuk 1 phasa yang telah memenuhi persyaratan SII 0209-78. Voksel. dan lainnya harus berukuran 144x144 atau 96x96. Meter-meter pengukur sesuai dengan standar LMK. 10 A type rocker dengan jenis single gang. PLN. • Amper Meter (Pengukur arus listrik). k. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian adalah dari bahan tembaga pejal dengan konduktifitasnya sebesar 99. Voksel. kelas 1. SPLN. Produksi : Setara EGA. ukuran 144x144 atau 96x96. Marshall Tuplex. 16 A dan stop kontak 1 phasa khusus dilengkapi saklar dan lampu tanda memiliki rating voltage 250 V. Unibell. Produksi : Setara Supreme. kelas 1.5. AEG. Saklar memiliki rating voltage 250 V. skala 0-500V. Waler. double gang maupun multiple gang. ketelitian 1. LMK.2 x In continue. PLN. Stop Kontak. Saklar dan Stop Kontak a. Unit AC. kapasitas 1. 13 A. Unibell. kapasitas 1. suhu operasi -10 s/d 50 C. ketelitian 1. Kabelindo. ketelitian 1. DIN 46235.5%. Saklar dan stop kontak tersebut diatas harus memenuhi persyaratan IEC.

7 mm dicat dasar anti karat dan dicat oven warna putih untuk jenis recessed mounted TL 1 x 36 W atau 2 x 36 W type TKI maupun type balok. 50 Hz. PLN. dimana harus mempunyai terminal pembumian. Armatur lampu memiliki plate minimum 0. Capasitor harus dari jenis metalized paper dengan maksimum temperatir 85 C. Instalasi Penangkal Petir A. Zeus. Legrand. Hal tersebut akan memungkinkan terjadinya sambaran petir berkurang dan daya tarik muatan terhadap muatan awan terkonsentrasi pada titik sambaran air terminal saja. Phillips. Produksi : Setara Phillips. dan Down light halogen 50 W/12 V. Armatus Lampu dan Komponen Lampu a. Air Terminal (Splizen) Air terminal atau splizen untuk sistem elektrostatis adalah jenis Non Radio Aktif dan harus sesuai dengan standard IEC 1024-1. Atco. c. OniLigt. yaitu Ballast dari type Low loss dan digunakan untuk satu lampu floerescent (Neon) yang terpasang kokoh pada armatur. Komponen lampu. Apollo. sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar menuju elektroda pembumian yang tersendiri. Produksi : Setara Prevectron. 250 V. . Pelepasan medan ionisasi keawan akan dapat (mampu) menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah (bumi). toleransi 10% serta dilengkapi dengan Stater socket dari jenis polycarbonate dan Staternya dari jenis ES Porceliain lamp holders. Sistem Sistem penangkal petir menggunakan sistem elektrostatis non radio aktif yang prinsip kerjanya adalah menarik energi medan listrik di atmosfir yang meningkat dengan cepat pada saat terjadi petir. Ese Tech. down light dengan lampu PLC 18 W. Bahan dan Material 1. Produksi : Setara Artolite. LMK. pengumpulan energi ini terlebih dahulu diakumulasikan dan kemudian dibebaskan pada waktu yang telah ditentukan untuk menciptakan ionisasi dengan loncatan muatan disekitar batang penerima (Ait Terminal/Splizen) penangkal petir. ventilasi didalammnya cukup baik dan reflector terbuat dari bahan alumunium silicon alloy dengan derajat pemantulan yang sangat baik. BJB. B. Kurn. 8. b.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 60 BAB XII Produksi : Setara MK.

Bio-Primatec. Kabelmetal. AEG. LMK.2 Pekerjaan Elektrikal A. EQual. KHI. Merlin Gerin. PLN.6/1 kV yang telah memenuhi persyaratan LMK. Instalasi Pemadam Kebakaran – (Produk/Merek harus Setara) • Pemadam api ringan (PAR) : Yamato. Matra. AEG. • Rak kabel : OniRack. • Pipa Plumbing : Rucika. MG. Bombas Ideal. Instalasi Listrik (Arus Kuat) – (Produk/Merek harus Setara) • Panel tegangan rendah : Simetri. Landini.Super Swallow. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian dari bahan tembaga pejal yang telah memenuhi standard BS 1977. Spindo. ABB. • Komponen Panel TR : Terasaki. Produksi : Setara PPI. Astam. Kabelindo. Voksel. Fuji Electric. • Peralatan pengaturan air bersih (10 bar) : Toyo. Mizu. Kabel Penghantar Kabel penghantar untuk instalasi penangkal petir adalah jenis NYY 0. Pralon. Instalasi Plumbing – (Produk/Merek harus Setara) • Pengolahan limbah air kotor : Bio-Master. • Pompa air bersih : Grundfos. B.6. Unibell. Kabelmetal. 3. unibell. Voksel. • Kabel 1 kVolt : Supreme.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 61 BAB XII 2.6 OUTLINE SPECK PEKERJAAN MEKANIKAL. Appindo. Bumi Kaya. AEG. Omron. Hansel. DIN 46235. Circutor. Hager. 13. Phonic Contec. . Metosu. OniPanel. 4. • Relay Pengaman : Merlin Gerin. Produksi : Setara Catu. Batang Peninggi (Penyanggah Air Terminal) Batang peninggi untuk air terminal adalah tiang tembaga pejal berdiameter 100 mm dengan tinggi 24 meter telah memenuhi standard BS 1977. Jembo Cable. JapaPanel. Bakrie.6.. Kabelindo. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. Chuub. Kitz. • Unit Instrument : Schlumberge.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing A. Bakrie. 13. Wavin. Crompton. PLN. • Pipa utama di ruang pompa : PPI. PLN. Produksi : Setara Supreme. • Lightning arrester : OBO B. Super Intilon. LMK. Nobi.

1. 14. B. PASAL 14 : PERATURAN PENUTUP. • Pipa pelindung kabel : EGA. Kabel kontrol : BICC Brand-Rex. Legrand. Avaya. Apollo. Marshall Tuplex. Pekerjaan Instalasi Penyalur Petir – (Produk/Merek harus Setara) • Air terminal system elektrostatis : Prevectron. BJB. harus dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Bestek ini. Meskipun dalam Bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh Pemborong dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini. Atco. tetapi diselenggarakan dan diselesaikan oleh Pemborong. Voksel. Kurn. Unibell. Unit alat lampu : Phillips. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 62 BAB XII • • • • • • • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini. Jembo Cable. Marshall Tuplex. maka pekerjaan tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Bestek ini. Waler. Kabelmetal. Armatur lampu : OniLight. untuk menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna menurut pertimbangan Direksi. 14. Metosu. tetapi tidak diuraikan atau dimuat dalam Bestek ini. Zeus. Ese Tech. Pipa pelindung kabel : EGA. Kabel 1 kVolt : Supreme. Unit saklar dan stop kontak : MK. Kabelindo. Waler. Phillips. OBO Bettermann. Phonic Contec. Merlin Gerin. • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Unibell.2. • Lightning counter : Prevectron. Kapasitor bank : Nokian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful