RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 1

BAB XII

SPESIFIKASI TEKNIS
Keterangan : Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan: 1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri; 2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional; 3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan; 4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan; 5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; 6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan; 7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk; 8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan; 9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.

BAB XII

PETUNJUK UNTUK PESERTA Peserta Tender harus membaca dan mempelajari seluruh gambar kerja, rencana kerja dan syarat ini dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dokumen tersebut secara keseluruhan maupun setiap bagian. Tidak ada gugatan yang akan dipertimbangkan jika gugatan itu disebabkan karena peserta tidak membaca, tidak memahami, tidak memenuhi petunjuk, ketentuan dalam gambar, atau pertanyaan kesalahpahaman apapun mengenai arti dari isi dokumen ini.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 2
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
DAFTAR ISI 1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS 2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS 3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 4. IZIN BANGUNAN 5. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 8. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 9. KEAMANAN PROYEK 10. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 3
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, bila tidak ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini maka akan berlaku dan tambahannya, yaitu: a. Peraturan Umum tentang pelaksanaan Bangunan di Indonesia (AV.41) tahun 1941. b. Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia, untuk Arbitrasi Teknis dari Dewan Teknik Bangunan Indonesia (DTPI). c. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) tahun 1970/NI – 18. d. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. e. Peraturan yang dikeluarkan oleh jabatan/instansi pemerintah setempat, yang berkaitan dangan pelaksanaan bangunan.

2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, maka berlaku dan mengikat, yaitu: a. Gambar Bestek, Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Berita Acara Penjelasan (Anwijing). c. Berita Acara Penunjukan. d. Surat Keputusan Pimpinan Unit tentang Penunjukkan Pelaksanaan Pekerjaan. e. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). f. Surat Penawaran beserta lampiran-lampiranya. g. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kontraktor dan Konsultan Pengawas diharuskan meneliti rencana gambar Bestek dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), termasuk penambahan/ pengurangan atau perubahan yang tercantum dalam berita acara Anwijing. a. Bila terdapat perselisihan antara rencana gambar Bestek dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), maka yang mengikat adalah rencana kerja dan syaratsyarat. b. Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar Bestek yang satu dengan rencana gambar Bestek yang lain, maka diambil rencana gambar Bestek yang ukuran skalanya lebih besar. c. Bila perbedaan-perbedaan tersebut diatas menimbulkan keragu-keraguan, sehingga menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, maka harus segera dikonsultasikan Perencana dan keputusan-keputusannya harus dilaksanakan.

3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Jalan Brigjen H. Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. Pekerjaan Laboratorium Dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kawasan Trisakti Kota Banjarmasin.

Kontraktor diharuskan membuat papan nama Proyek sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada daerah setempat dan harus dipasang paling lambat 7 hari setelah dimulai pekerjaan. c. Setelah Surat Pemerintah Mulai Kerja (SPMK) di keluarkan. Untuk memulai pekerjaan. 4. f. e. sebelum pekerjaan dimulai atau 10 hari sesudah SPMK diterima.4. g.1.2. Tanpa ada izin bangunan dari Instalasi yang berwenang. Sebuah ruangan toilet dan dapur kecil sederhana dengan cukup persediaan air bersih. bangsal dan perlengkapannya menjadi pemilik Pemberi Tugas.2. Kontraktor harus membuat bangsal kerja untuk pekerjaan dan gudang untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan pekerjaan dan pintunya harus mempunyai kunci yang kuat/baik untuk keamanan bahan/perlengkapan. Tempat mendirikan bangsal Konsultan Pengawas.4. maka Kontraktor harus dapat menunjukan kepada Konsultan Pengawas surat izin bangunan atau minimal tanda bukti bahwa izin bangunan tersebut sedang diproses. harus sudah siap dilokasi Bangunan. Satu buah meja besar yang berukuran 120 cm x 240 cm. Bangsal Konsultan Pengawas dan perlengkapannya. 5. Satu buah papan tulis yang berukuran 120 cm x 240 cm.3.6.3. . Setelah selesai pekerjaan tersebut. IZIN BANGUNAN 4. lantai papan. satu set meja kursi tamu. 5. Pada meja besar harus dilengkapi denga kursi panjang yang sesuai dengan kebutuhan rapat/pertemuan di lapangan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 4 BAB XII 4. 4. Bangsal Konsultan Pengawas tersebut harus dilengkapi dengan: a. 5. 5. d. 5. 5. Kantor tersebut tidak bersatu dengan gudang atau bangsal Kontraktor. dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tongkat. maka izin bangunan dan izin lainnya akan di urus oleh Pemberi Tugas. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 5.5. bangsal kerja dan gudang. Dua buah meja tulis ukuran 120 cm x 240 cm. Dua buah kursi sebagai perlengkapan meja tulis. bangsal kerja dan gudang adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor dan bahan bongkaran menjadi milik Pemberi Tugas. Kontraktor harus membuat bangsal Konsultan Pengawas yang berukuran 4 m x 9 m. maka kontraktor tidak diperkenankan memasang papan reklame dalam bentuk apapun disekitar lingkungan proyek. Pembongkaran Bangsal Konsultan Pengawas. atap seng dan pintu harus dilengkapi dengan kunci yang baik serta cukup jendela dan ventilasi/penerangan. b.1. dinding papan/plywood. akan ditentukan kemudian dan dikonsultasikan dengan Pemberi Tugas. untuk keperluan pertemuan/rapat di lapangan. 4. namun pelaksanaan dan pembiayaannya di tanggung oleh Kontraktor.

bahwa Pelaksana kurang mampu atau tidak mampu melaksanakan tugasnya. maka Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang membuat uraian pekerjaan. menurut penilaian Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. 6. Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule). Bila dikemudian hari. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci pelaksanaan Kontraktor: a. cakap. harus selesai dibuat oleh Kontraktor. b.3. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai. harus membuat gambar kerja. Rencana Kerja (Time Schedule). sebanyak 4 (empat) lembar kepada Konsultan Pengawas dan 1 (satu) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja. maka Kontraktor diharuskan mengganti Pelaksana tersebut dan harus memberitahukan secara tertulis tentang Pelaksana yang baru. 7. harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan. Pelaksana harus berpendidikan minimum Sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil dan mempunyai pengalaman kerja lapangan minimum 3 tahun. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasanya dilapangan (Pelaksana). Rencana Kerja (Time Schedule) diatas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawasan dan Pemberi Tugas 6. Selain Petugas Pelaksana. gesit dan berwibawa terhadap pekerja yang dipimpinnya dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pekerjaan. waktu pekerjaan. untuk pegangan/pedoman bagi kepala tukang yang harus diketahui Konsultan Pengawas Lapangan. . TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 7. mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan.1. 6.4.6. 7. 7.2. maka kontraktor diwajibkan pula melaporkan secara tertulis kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas.1. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 6.3. Penunjukan ini harus dikuatkan dengan surat resmi dari Kontraktor yang ditujukan kepada Pemberi Tugas dan tembusannya kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. 6. bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja.2. setelah SPKM diterima. 6.4. paling lambat 7 (tujuh) hari kalender. harus membuat rencana kerja harian. demi kelancaran pekerjaan. yang mempunyai pengetahuan dibidang Teknik Sipil/Bangunan. 7.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 5 BAB XII 6. c. tentang susunan organisasi pelaksana dilapangan dengan nama dan jabatan masingmasing.5.

paling lambat 24 jam sesuai surat pernyataan penolakan dikeluarkan.1.1.7. . Kontraktor diharuskan menjaga terhadap barang-barang milik Proyek.2. 8. Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor. Alat-alat dan bahan-bahan yang berada di tepi jalan malam hari harus diberi lampu merah yang cukup jelas dan terang agar tidak mengganggu lalu lintas/kecelakaan. 8.10. dan hasil pekerjaan.8. alat-alat. Sebelum bahan bangunan didatangkan ke lokasi proyek. harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat dipakai. maka Pelaksana harus memberikan contoh bahan bangunan kepada Konsultan Pengwas Lapangan dan bila sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan maka barulah boleh didatangkan dalam jumlah yang besar menurut keperluan Proyek. Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas. 8. tukang atap. tukang besi.5. harus tepat pada waktunya dan kualitasnya dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas. baik terhadap pencurian maupun pengrusakan. 8. harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. 8.6. 8. Untuk maksud diatas maka Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari bahan kayu dan seng serta perlengkapan lainnya yang dapat menjamin keamanan. tukang kayu. Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang-barang. maka akan menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat diperhitungkan dalam pekerjaan tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan. 9. Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Konsultan Pengawas. tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Proyek. Konsultan Pengawas dan Pihak ketiga yang ada di lapangan. atau menurut petunjuk direksi. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 8. Kontraktor harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli dibidang pekerjaannya masing-masing. 9. tukang pasang ubin/keramik. tukang cat. 8. 9.4. Pelaksana harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar upaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan. Untuk bahan-bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di pasaran dengan toleransi ukuran maksimal 10% kecuali ditentukan lain dalam Bestek.3.3. Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan proyek.2. 8. Bahan bangunan yang berada di lokasi Proyek dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan bangunan.9. 8. instalator mekanikal elektrikal dan tenaga kerja lainnya. KEAMANAN PROYEK 9. seperti tukang pancang. maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 6 BAB XII 8.

1. Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja. cukup dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas. Bila terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan perawatan yang serius. Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). . 10. Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh.3. Oleh karena itu Kontraktor harus pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN 10. 10.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 7 BAB XII 9. 10.5. Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku.4. 10. maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan. 10. baik yang berada di bawah tanggung jawabnya maupun yang berada di pihak ketiga. maka Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya. maka Kontraktor/Pelaksana harus segera membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pemberi Tugas. maka Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut.4. Untuk mencegah bahaya kebakaran yang siap dipakai dan ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah dicapai. Apabila terjadi kebakaran.

SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN DAFTAR ISI PASAL 1 PASAL 2 PASAL 3 PASAL 4 PASAL 5 PASAL 6 PASAL 7 PASAL 8 PASAL 9 PASAL 10 PASAL 11 PASAL 12 PASAL 13 KEADAAN LAPANGAN PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN PEKERJAAN TANAH. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING PEKERJAAN PENUTUP . PANCANGAN GALAM PEKERJAAN BETON BERTULANG PEKERJAAN PASANGAN PEKERJAAN KUSEN. PINTU. JENDELA DAN HARDWARE (PENGGANTUNG) PEKERJAAN ALUMINIUM PEKERJAAN LANTAI PEKERJAAN LANGIT-LANGIT PEKERJAAN KACA DAN PENGECATAN DAN FINISHING LAIN PEKERJAAN PENUTUP ATAP PEKERJAAN MEKANIKAL.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 8 BAB XII B.

termasuk semua alat-alat yang dipergunakan seperti: katrol (keretan). lokasi tempat pekerjaan harus ditinjau lebih dahulu oleh direksi pekerjaan bersama-sama dengan Kontraktor Pelaksana.2. Hasan Basri dan Pembangunan Laboratorium dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di daerah trisakti kota Banjarmasin. Apabila tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dengan keadaan seperti yang ditunjuk dalam gambar.2 PEKERJAAN PERSIAPAN 2. dan juga tempat penyimpanan barang-barang Penggunaan bangunan yang ada di lapangan untuk maksud-maksud ini hanya diizinkan setelah Pemborong memperoleh persetujuan tertulis dari Lembaga yang bersangkutan. .2. Pada waktu penyelesaiaan harus dibongkar. PASAL 2 2. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PASAL 1 KEADAAN LAPANGAN Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. bahan-bahan dan lain sebagaimananya. 2. dan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya. steger.1 Peralatan Pendukung Pekerjaan dan Lain Sebagainya Pemborong harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna dan efesien dengan urutan yang teratur. Semua boukeet/perlengkapan pemborong dan sebagainya tetap menjadi milik pemborong dihitung sebagai biaya sewa selama pelaksanaan proyek.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 9 BAB XII B.1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN LINGKUP PEKERJAAN Meliputi seluruh persiapan untuk pelaksanaan Pekerjaan Renovasi Kantor Bangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kota Banjarmasin Lokasi Di Jalan Brigjen H. yang diperlukan oleh Pemborong dan untuk menyingkirkan semua alat-alat tersebut pada waktu pekerjaan selesai karena sudah tidak berguna lagi.2 Direksi Keet Pemborong harus menyediakan dan mendirikan semua bangunan sementara direksi keet untuk keperluan kegiatan kantor lapangan lengkap dengan perabot dan peralatan masing-masing seluas 50 m2. 2. alat pengangkat mesin-mesin. alat-alat penarik. instalasi. pekerjapekerja. maka Kontraktor segera menyampaikan secara tertulis kepada Direksi untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut.

. meteran. adalah beban pemborong. baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki. harus disediakan oleh Pemborong. bersih dari alat-alat mesin. air yang dipakai. tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas.4 Penyediaan Air Kerja Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan apabila mungkin dapat dari sumber yang sudah ada.2. listrik. Tidak diperbolehkan menyambung dan mengambil air dari saluran induk. termasuk pemasangan semetara dari kabel-kabel. 2. yang disebabkan oleh operasi-operasi pemborong. Ia akan diminta membayar segala ongkos dan biaya untuk yang berhubungan dengan pemasangannya kembali serta perbaikanperbaikannya. pemborong harus membayar segala ongkos penyambungan.7 Perlindungan Terhadap Milik Umum Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. Apabila air didapat dari sumber lain. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (kapan umum) seperti aluran air. dan pembongkaran kembali. reservoir dan sebagainya.5 Pencegahan Pelanggaran Wilayah Pemborong diharuskan membatasi daerah operasinya disekitar tempat pekerjaan dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 10 BAB XII 2.2. bahan-bahan bangunan dan sebagainya.2. serta memelihara kelancaran lalu lintas.3 Pembangkit Tenaga Listrik Sementara Setiap pembangkit tenaga listrik sementara atau penerangan buatan yang dipergunakan untuk pekerjaan.6 Orang-Orang yang Tidak Berkepentingan Pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas tetapi sopan memberikan perintah sedemikian rupa kepada ahli tekniknya yang bertugas dan para penjaga. lobang penyedot (tap point). 2. selama kontrak berlangsung.2. dan sebagainya. 2. jalan kecil dan pemakaian jalan. upah dan tagihan serta pemberesannya kembali waktu pekerjaan selesai. 2. telepon. Pemborong harus membuat sambungan-sambungan sementara yang diperlukan atau cara lain untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai dan membetulkan segala pekerjaan yang tertanggu.2. Pemberi Tugas dalam hal ini tidak bertanggung jawab atau mengganti biaya yang dikeluarkan oleh Pemborong untuk keperluan itu.

di tempat pekerjaan dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan karena operasi-operasi pemborong dalam arti kata yang seluas-luasnya.2. yang mudah dicapai. pemborong bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang ada. 2.10 Perlindungan Pekerjaan Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. termasuk bahan bangunan dan perlengkapan instalasi di tempat pekerjaan. Pembuatan Pagar dan Papan Nama Proyek Pemborong bertanggung jawab atas penjagaan.2. juga membayar segala upah dan biaya yang resmi untuk keperluan tersebut. . Pagar proyek tersebut dari seng gelombang dicat sebelah luarnya.9 Penjagaan.2. 2.2. Itu semua harus diperbaiki oleh Pemborong hingga dapat diterima Pemberi Tugas. memompa. dan perlindungan terhadap pekerjaan yang yang dianggap penting selama pelaksanaan kontrak. penerangan. hingga kontrak selesai dan diterima Pemberi Tugas.11 Kesejahteraan. utilitas jalanjalan. saluran-saluran pembuangan dan sebagainya. sebagai tambahan hendaknya disetiap site ditempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama. Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini selain untuk memuaskan Pemberi Tugas. 2. termasuk bagian-bagian yang dilaksanakan oleh sub pemborong dan mengingat agar pekerjaan bebas dari air hujan lebat dan banjir. Keamanan dan Pertolongan Pertama Pemborong harus mengadakan dan memelihara fasilitas kesejahteraan dan tindakan pengamanan yang untuk melindungi para pekerja dan tamu pekerjaan. juga harus menurut (memenuhi) ketentuan undang-undang yang berlaku pada waktu ini.8 Perlindungan Terhadap Bangunan-Bangunan yang Ada Selama masa-masa pelaksanaan kontrak. Ia harus mengingat perlengkapan bahan-bahan dari segala kemungkinan kerusakan untuk seluruh pekerjaan. mendirikan dan memelihara pagar sementara (pagar proyek) yang diperlukan untuk keamanan dan perlindungan terhadap pekerjaan dan umum.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 11 BAB XII 2. siang dan malam hari. Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemborong dan sub pemborong atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan Pemborong wajib mengadakan. menimba atau seperti apa yang dikehendaki atau diintruksikan. Dipekerjaan Pemborong wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama. dan juga pembuatan papan nama proyek. dengan jalan melindunginya memakai tutup yang layak.

Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan as-as dan atau level peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak hilang terkena air/hujan. bahan. Kontraktor berkewajiban melaksanakan seluruh pekerjaan penggalian sesuai dengan ketentuan. sampah yang tertanam dan material/ benda-benda lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang akan dikerjakan. Semua daerah urugan harus dipadatkan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 12 BAB XII PASAL 3 3. Pemasangan harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpas). Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan atau bahan yang dapat menimbulkan pelapukan di kemudian hari. g. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan Pelaksana Pekerjaan f. Jika timbul keragu-raguan tentang ketepatan elevasi tersebut. 3. rumput-rumput. dan sebagainya. b. baik urugan yang telah ada maupun terhadap urugan baru. Semua material galian termasuk batu-batuan harus dibuang keluar lapangan dan semua biaya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana . Semua sisasisa tanaman seperti akar-akar. semuanya harus dihilangkan. tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut. c. d. dan urugan untuk bangunan seperti yang ditentukan Konsultan Pengawas. ditimbun dan kemudian dibakar atau dibuang. Pada umumnya. i.1 PEKERJAAN TANAH. harus dihilangkan sampai kedalaman 0.30 meter di bawah tanah dasar/permukaan. h. e.2 UMUM Persiapan dan pembersihan daerah yang dikerjakan: a. tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan. Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Pelaksana Pekerjaan dan harus dibuat dari kayu Meranti atau setaraf setebal 3 cm dengan tiang kaso-kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8 sampai 10 cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. PANCANGAN GALAM LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Semua persiapan. Pembersihan harus dilakukan terhadap semua belukar. Elevasi Lapangan/kontur harus diasumsikan sesuai dengan gambar topografi yang ditentukan. alat-alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua “Pekerjaan Tanah” seperti tertera pada gambar dan spesifikasi ini. maka elevasi akan ditentukan bersama dengan Manajemen Konstruksi sebelum pekerjaan dimulai. peraturan hukum yang berlaku. pembersihan galian.

maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali dengan pasir.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan galian harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam gambar. e. setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Konsultan Pengawas. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian. Tempat penampungan material galian akan ditentukan oleh Pemberi Pekerjaan dan semua biaya yang timbul adalah menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.2 Syarat-syarat Pelaksanaan a. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian. f. 3. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga supaya tanah di bawah dasar elevasi seperti pada gambar rencana tidak terganggu. d. c.3. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air dengan jumlah dan kapasitas yang cukup atau pompa lumpur yang jika diperlukan dapat bekerja terus menerus.3. Bagian-bagian yang diurug kembali harus diurug dengan tanah yang bersih bebas dari segala kotoran dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug. Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau kemiringan lereng yang cukup dan plester seperti gambar. Jika terganggu Pelaksana Pekerjaan harus menggalinya dan mengurug kembali lalu dipadatkan sesuai syarat-syarat yang tertera dalam spesifikasi di bawah ini. 3. Dasar dari semua galian harus waterpas. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syaratsyarat yang ditentukan menurut keperluan. untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur.3 PEKERJAAN GALIAN 3. g. Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan disiram air serta . Juga kepada Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengambil langkahlangkah pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan lobang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 13 BAB XII Pekerjaan. b.

pengecoran beton. maka pengamanan dinding galian harus diberikan pada bagian tersebut dengan perkuatan batu kali atau beton atau sheet pile sperti yang ditunjukkan pada gambar. pipa gas. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga dan memelihara kestabilan seluruh dinding. Sistem Pengamanan Galian j. Semua air genangan di dalam proyek selama pekerjaan galian harus dipompa keluar dan semua konstruki sistem drainase serta sistem dewatering yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Selama pekerjaan Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan agar tidak mengganggu atau merusak saluran drainase. Segala kerusakan pada saluran atau jaringan kabel. Apabila diperlukan. Inspeksi pekerjaan galian Seluruh pekerjaan galian harus diinspeksi oleh Manajemen Konstruksi. Muka air tanah harus selalu berada 100 cm di bawah elevasi dasar pondasi terendah.3. maka Manajemen Konstruksi harus segera diberitahu sebelum penggalian dilanjutkan. pipa air. Kebersihan jalan lingkungan . kabel dan lain-lain. Pelaksana Pekerjaan diharuskan melakukan semua langkah-langkah pencegahan kelongsoran yang mungkin diperlukan antara lain seperti stritting dan shoring selama waktu yang ditentukan dalam kontrak. penggalian tambahan dan timbunan kembali akibat langkah-langkah pencegahan tersebut harus menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. sebelum pemasangan tulangan. membuang tanah longsoran dan memperbaiki kerusakan yang timbul selama jangka waktu kontrak dan masa pemeliharaan selanjutnya. kemiringan dinding galian. Pengamanan terhadap pondasi yang bersebelahan. Semua biaya yang timbul sehubungan dengan pekerjaan tersebut di atas menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Saluran di dalam dan di sekeliling site harus disediakan sesuai dengan gambar. h. Apabila level galian lebih rendah daripada level pondasi bangunan yang bersebelahan. Kestabilan dinding galian selama pekerjaan seluruhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. pipa dan lain-lain harus segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas dan sebagai biaya sehubungan dengan hal tersebut termasuk biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 14 BAB XII dipadatkan sampai mencapai 90% kepadatan kering maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium. b. d. i.3 a. Apabila diperlukan dewatering harus dilaksanakan untuk menjaga agar galian bebas dari genangan air tanah dan air hujan selama pekerjaan galian dan sesudahnya sesuai ketentuan. atau pekerjaan lain dilanjutkan. 3. c.

truk dan kendaraan angkut lain harus dibersihkan pada saat akan meninggalkan pada saat akan meninggalkan proyek dan Pelaksana Pekerjaan harus mengupayakan agar kendaraan angkut tidak mengotori jalan. maka minimum 10 cm padat (setelah disirami. Timbunan Apabila diperlukan penimbunan. 3. peralatan.1 Lingkup Pekerjaan a.4. beton rabat dan pondasi dangkal harus terdiri dari urugan pasir padat. Seluruh biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan 3. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali. Material timbunan harus dipadatkan secara berlapis-lapis (max 250 mm) dengan alat-alat kompaksi sehingga mencapai kepadatan tanah yang ditentukan dibawah ini. akibat kelalaian atau kesalahan galian dan lain-lain. Material untuk timbunan dapat menggunakan material hasil galian yang dipilih/ditentukan oleh Konsultan Pengawas atau dengan mendatangkan material timbunan dari luar yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. dan alat-alat bantu yang dibutuhkan demi terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. 3. Bila tidak dicantumkan dalam gambar detail.4 PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Yang dimaksud disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan digunakan sebagai pemikul beban. dimensi dan kemiringan yang ditentukan dalam gambar.4. sampahsampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. b. Penggunaan alat-alat berat tidak boleh dipergunakan apabila menurut Konsultan Pengawas hal tersebut dapat membahayakan pekerjaan lain atau saluran. e. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bahan-bahan. Pekerjaan timbunan hanya dapat dilaksanakan setelah diinspeksi dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. juga seluruh sisa-sisa.2 Bahan-Bahan a. pipa dan lain-lain. Seluruh area yang akan ditimbun harus dibersihkan dari segala kotoran dan sampah sebelum penimbunan. Di bawah lapisan pasir tersebut urugan yang dipakai adalah dari jenis tanah silty clay yang bersih tanpa potongan-potongan bahan-bahan . b. diratakan. maka pekerjaan timbunan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut ini.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 15 BAB XII Selama pekerjaan galian semua alat berat. c. puing-puing. Timbunan harus dikerjakan sampai level. dan dipadatkan) di bagian atas dari urugan bawah plat-plat beton bertulang. Pekerjaan galian ini meliputi seluruh detail yang dibutuhkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.

f. tanpa biaya tambahan.4. Apabila material urugan mengandung batu-batu. Pembuatan drainase tersebut sudah harus diperhitungkan dalam penawaran dan dalam pelaksanaannya harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pengeringan atau pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya. Jika material galian tidak cukup. d. Sarana Darurat Selama pelaksanaan pekerjaan.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan c. tidak dibenarkan batubatu besar bersarang menjadi satu.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 16 BAB XII yang bisa lapuk serta bahan batuan yang telah dipecah-pecah dimana ukuran dari batu pecah tersebut tidak boleh lebih besar dari 15 cm. Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95% dari kepadatan kering maksimum hasil laboratorium. dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil yang dipadatkan. g.4. 3. Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian rupa sehingga dicapai suatu lapisan setebal 15 cm dalam keadaan padat. Pelaksana Pekerjaan harus membuat drainase sementara ataupun menyediakan pompa sehingga pada lokasi proyek tidak terjadi pengurangan air. e. Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat/Compactor “Vibrator type” yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. i. Kelebihan material galian harus dibuang oleh Pelaksana Pekerjaan ke tempat pembuangan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. material tambahan harus didatangkan dari tempat lain. h.4 a. Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali setiap jenis tanah yang dijumpai di lapangan. Tiap lapisan harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya diurug.5 Pengujian Mutu Pekerjaan 3. . Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor contoh. Manajemen konstruksi harus memberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk menentukan kepadatan sebenarnya di lapangan. 3. Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor.4. kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum.

Ujung atas galam harus berdiameter besar dan tidak boleh pecah serta harus diratakan satu dengan lainnya.1 PEKERJAAN BETON BERTULANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan meliputi antara lain pembuatan atap beton. plat.205 atau dengan cara lain harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. dan panjang minimal 7 – 8 m.T. Jika kepadatan di lapangan kurang dari 95% dari kepadatan maksimum maka Pelaksana Pekerjaan harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan. Pancangan Galam : Uraian pekerjaan antara lain : a.12 cm. Ujung atas pancangan galam harus rata dengan elevasi permukaan tanah setelah digali sesuai ukuran pada gambar rencana. balok lantai dan kolom sesuai gambar dan pembongkaran-pembongkaran beton eksisting yang diperlukan. tampuk bawah Ø 10 . Pengawas / Direksi berhak menolak dan tidak menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan karena kontraktor tidak mengindahkan pasal tersebut diatas.P=7 . Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-70 atau perosedur lainnya yang disetujui Manajemen Konstruksi dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Penentuan kepadatan di lapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara/prosedur dibawah ini: • “Density of soil inplace by sand-cone method” AASHTO.8 m.191 • “Density of soil inplace by driven cylinder method” AASHTO. d.. b. Penelitian kepadatan di lapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. PASAL 4 4. Pancangan galam Ø10 .T. Bahan yang tidak memenuhi syarat harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan.12 cm .204 • “Density of soil inplace by the rubber ballon method” AASHTO.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 17 BAB XII b. b. Kayu galam harus lurus.T. Spesifikasi bahan : a. yaitu tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum laboratorium. c. . Pelaksanaan : a.

4 . ASTM C-33 “Standard Spesification for Concrete Aggregates”. Gresik atau Cibinong dan jenis merek semen yang digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan.3. serta harus beralaskan lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah.3. Peraturan-peraturan yang lain supaya disediakan Pelaksana Pekerjaan di site. “American Concrete Institute” (AC) m. 4.3 PENYIMPANAN 4. Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah/utuh. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Konsultan Pengawas n. maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5% berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas tanpa alat dan jumlah tidak lebih dari 10% berat.3. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 (NI-5) f. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat j. Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang dimunta harus tetap terjamin. Peraturan Bangunan Nasional 1978 k.2 Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan. tidak dapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak segera setelah diturunkan dan disimpan dalam gudang yang kering.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 18 BAB XII 4.1 4. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2) d. Jenis semen dari merek Tiga Roda. “American Society for Testingand Material” (ASTM) l. Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang untuk Rumah dan Gedung SKBI-2. 4. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan bantalan-bantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya misalnya minyak dan lain-lain).53. Tata Cara Perhitungan struktur beton untuk Bangunan Gedung SK SNI T-151991-03 c. berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8) g. ASTM C-150 “Spesification for Fortland Cement” h.3. i.3 4.3. PUBI-1982 NI-3 : Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia b.1987 e. terlindung dari pengaruh cuaca. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras). Aggregates harus ditempatkan dalam bak-bak yang cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya. pada umumnya harus sesuai dengan waktu dan urutan pelaksanaan.2 STANDARD a.

Apabila dipandang perlu. harus dipakai 1 merk semen saja. Pasar harus terdiri dari butir-butir yang bersih. maka disamping adanya sertifikat dari pabrik. digunakan besi mutu BJTP 24 ø < 13 mm dan BJTD 40 D ≥ 13 mm b.4 PERSYARATAN BAHAN/PRODUK 4. Besi beton harus bebas dari karat. menurut NI-8 atau type I. Untuk permukaan beton expose. menurut Standard Portland Cement yang ditentukan Asosiasi Semen Indonesia.1 Portland Cement a. Dimensi maksimum dari agregate kasar tidak lebih dari 3.4. c. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.400. Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg cm persegi 4. Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5% berta kering b.3 Air a. Portland cement jenis II. tanah lempung dan sebagainya. Agregate kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik. asam alkali. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak.4. 4. dan bebas dari bahan-bahan organis. sisik dan lain-lain lapisan yang dapat mengurangi lekatnya pada beton. b. Perlengkapan besi beton. 4. tajam. juga harus ada/dimintakan sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun secara periodik minimum masing-masing dua (dua) contoh percobaan (stres . meliputi semua peralatan yang diperlukan untuk mengatur jarak tulangan/besi beton dan mengikat tulangantulangan pada tempatnya. c. c. Kualitas agregate harus memenuhi syarat PBI-71. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). dan bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat mengurangi mutu pekerjaan. menurut ASTM dan memenuhi S. Konsultan Pengawas dapat minta kepada Pelaksana Pekerjaan supaya air yang dipakai diperiksa di Laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Pelaksana Pekerjaan. Kandungan chlorida tidak boleh melebihi 500 ppm dan komposisi sulfat (SO3) tidak boleh melebihi 1000 ppm.0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan. lumpur.4 Besi Beton a. b.4.4.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 19 BAB XII 4.2 Aggregates a.

kualitas beton adalah K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk kubus beton ukuran 15 x 15 x 15 cm pada usia 28 hari). Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu. minimum 10±2 cm. Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump. Pelaksana Pekerjaan diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari KONSULTAN PERENCANA mengenai hal tersebut. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas. 4. nama pabrik produksi. Pelaksana Pekerjaan harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan diharapkan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan.1 Kualitas Beton a. Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium.5 Admixture a.5 SYARAT PELAKSANAAN 4.5. data-data bahan. Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama. Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PBI 1971 Mutu beton K-175 digunakan pada umumnya untuk kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang tidak memikul beban.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 20 BAB XII strain) dan pelengkungan untuk setiap 20 ton besi. resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. maka . Pelaksana Pekerjaan harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan di lain tempat atau dengan mengadakan trial-mixed di laboratorium yang ditunjuk. c. Pengetesan dilakukan pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas 4. Test selama pekerjaan d. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalm satu lapisan yang dibawahnya. Cara pengujian slump adalah sebagai berikut: Contoh: beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton atau plat baja. Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar. jenis bahan mentah utamanya. cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture b.4. Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). Setelah atasnya diratakan. kecuali ditentukan lain. e. b. cara-cara pemakaiannya.

f.5.5.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 21 BAB XII dibiarkan ½ menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunnya (nilai slump). Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan.2 Pekerjaan Acuan/Bekisting Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah di tetapkan/yang diperlukan dalam gambar.5. harus diperhatikan.5.5. Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dengan ditutup karung basah tapi tidah tergenang air.2.5.1. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. 4. permukaan licin. 4. bebas dari kotoran (tahi gergaji).2. h. untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan ditentukan.6. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen adukan masuk dalam mixer. 4. j. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari 65% kekuatan yang diminta 28 hari. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditetapkan dalam PBI’71 dengan tidak menambah beban biaya bagi Pemberi Tugas.3.5. sehingga mutu dan bahan terjamin sesuai persyaratan. 4. 4. i. potongan kayu. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah di bongkar tanpa merusak permukaan beton. Kawat pengikat bevel beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam Nl-2 (PBI tahun 1971). Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton. . koral/split pasir dan semen portland) kepada Perencana/MK.5. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya komponenkomponen beton. Kawat pengikat bevel beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. 4.2. Pelaksana Kerja harus memberikan contoh-contoh material (besi. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui Konsultan Pengawas. Acuan harus rapat (tidak bocor). sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. g. dengan catatan tampa adanya bahan tambahan admixture.5.2.2. k. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka.40mm. 4. Jika hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta.2. Jika dianggap perlu.7. 4. tanah/lumpur dan sebagainya.2. sehingga tidak terjadi penguapan cepat. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman.4.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 22
BAB XII 4.5.2.8. 4.5.3 Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah pengecoran. Penggantian Besi a. Pelaksana Pekerjaan harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. b. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pelaksana Pekerjaan atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada maka: • Pelaksana Pekerjaan dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar, secepatnya hal ini diberitahukan pada Perencana untuk sekadar informasi. • Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh Pelaksana Pekerjaan sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana. • Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Mengajukan usul dalm rangka tersebut diatas adalah merupakan juga keharusan dari Pelaksana Pekerjaan. c. Jika Pelaksana Pekerjaan tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan: • Harus persetujuan Konsultan Pengawas dan Perencana. • Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempatkan tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas). • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang berkurang. • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. d. Toleransi Besi Diameter, ukuran sisi (atau jarak antara dua  permukaan yang berlawanan)    Dibawah 10 mm    10 mm sampai 16 mm (tapi tidak termasuk  diameter 16 mm)    16 mm sampai 32 mm (tapi tidak termasuk  diameter 28 mm)    ± 7%    ± 5%      ± 4%  Variasi dalam berat  yang diperbolehkan  Toleransi  diameter    ± 0,4 mm    ± 0,4 mm      ± 0,5 mm 

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 23
BAB XII

4.5.4

Perawatan Beton

a. Beton harus dilindungi dari pengarus panas, sehingga tidak terjadi penguapan cepat. b. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. c. Beton harus dibasahi terus menerus paling sedikit selama 10 hari setelah pengecoran. d. Khusus elemen vertikal harus dipakai curing coumpound. 4.5.5 Tanggung Jawab Pelaksana Pekerjaan Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh atas kualitas sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar yang diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas Atau perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.

4.5.6

Perbaikan Permukaan Beton Penambahan pada daerah yang tidak sempurna, kropos dengan campuran adukan semen (cement mortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dan sepengatahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Konsultan Pengawas, maka harus dibongkar dan diganti dengan pembetonan kembali atas beban biaya Pelaksana Pekerjaan. Ketidak sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah/retak, ada gelombang udara, kropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan/diinginkan.

4.5.7

Bagian-bagian yang tertanam dalam beton

a. Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. b. Diperhatikan juga tempat kelos-kelos untuk kosen atau instalasi. 4.5.8 Hal-hal Lain (“Miscellaneous item”)

a. Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 24
BAB XII Digunakan mutu beton seperti penghalusan permukaannya. yang ditentukan dan dengan

b. Pegangan plafond dari besi beton diameter 6 mm dengan jarak x dan y : 150cm. Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantungan harus dikaitkan pada tulangan pelat atau balok. 4.5.9 Pembersihan Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan secara baik dan teratur. 4.5.10 Contoh yang harus disediakan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan contoh material: split, pasir, besi beton, PC untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Pelaksana Pekerjaan ke lapangan. c. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui dibangsal Konsultan Pengawas. 4.5.11 Sparing Conduit dan pipa-pipa a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan Perencana. c. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. d. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. e. Sekeliling sparing harus diperkuat dengan tulangan-tulangan silang yang ditentukan dalam gambar detail standart. 4.5.12 Penghentian Pengecoran Sementara Dapat dilakukan pada waktu pengecoran pelat/balok dengan jarak minimal 2h (h = tinggi balok) dihitung dari tepi kolom/balok yang bersilangan. Pengecoran dihentikan dengan kemiringan 60˚ terhadap dasar balok/plat. 4.5.13 Pengecoran Sambungan Beton Harus dilakukan dengan rambahan bahan addictive seperti larutan CALBOND atau setara.

: 4 pasir 5.2 PASIR Pasir untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya dengan pasir yang ditentukan untuk pekerjaan beton.4. Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan standart yang berlaku. termasuk kekuatan.1 SEMEN PEKERJAAN PASANGAN Semen untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk pekerjaan beton. . : 2 pasir 1 p.3 AIR Air yang dipakai untuk pekerjaan menembok harus sesuai dengan syarat-syarat dalam pasal 2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 25 BAB XII 4.4. PASAL 5 5. diatas permukaan yang keras.c.1 Komposisi Jenis adukan berikut harus dipakai sesuai dengan yang diinstruksikan dalam gambar-gambar atau dalam uraian dan syarat-syarat ini: Jenis M1 M2 Adukan 1 p. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung diatas tanah.4 JENIS ADUKAN 5.6 KEAHLIAN DAN PERTUKANGAN Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan. Pasir laut yang dicuci bersih kualitasnya sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh dan hanya setelah disetujui oleh Pemberi Tugas.2 Mencampur Adukan harus dicampur dalam alat tempat mencampur yang telah disetujui atau dicampur dengan tangan. toleransi dan penyelesaiannya. harus dibuat lantai kerja dari beton ringan dengan campuran (semen : pasir : koral = 1:3:5). 5. 5. lihat pasal 4.c. 5. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya.

e.5 PEKERJAAN PLESTERAN 5. dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya. 5. 5.5. dipakai untuk plesteran rapat air. c. Adukan 1 pc : 4 ps. f. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya. d. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan).1 Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini. . Plesteran dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. Seluruh permukaan plesteran difinish acian dari bahan PC. 5.2 Persyaratan Bahan a.5. bahan-bahan. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagisn dalam gambar dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 c. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 d.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 26 BAB XII Sangat dilarang memakai adukan yang sudah mulai mengeras atau membukukannya untuk dipakai lagi. Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scratch) terlebih dahulu dan semua lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester.5. Penggunaan adukan plesteran : e.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan a. g. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. b. Adukan 1 pc : 2 ps. peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik. b.

sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba.7 dan didalamnya 0. l. Plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 meter. Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar. harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 meter. Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaanya diberi alur-alur garis horizontal diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishingnya.5 cm kecuali bila ada petunjuk lain didalam gambar.5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan Konsultan Pengawas. j. Pelaksana Pekerjaan wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan pengotoran bahan lain. n. Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang belum difinish. Untuk permukaan yang datar. k. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan dan wajib diperbaiki. o. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih 2 minggu. i. jika ketebalan melebihi 2. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Pelaksana Pekerjaan harus selalu menyiram dengan air. dipasang tegak dan menggunakan keping-keping setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang. . g. Jika melebihi Pelaksana Pekerjaan berkewajiban memperbaiki dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. harus diberi naat tali air dengan ukuran lebar 0. Tebal plesteran minimum 2. p. plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dapat dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan.5 cm. dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari lansung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat. h. kecuali untuk yang menerima cat.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 27 BAB XII f. m. Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diberapen dengan memakai spesi air. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik. Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian di atas permukaan plesterannya).

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm. Pasangan batu bata/bata merah. bahan-bahan. nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm.6. e. minimum daya tekan ultimate harus 30 kg/cm2. dengan menggunakan adukan campuran 1 pc : 4 pasir pasang.6 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA 5. hasil produksi lokal dengan ukuran nominal kira-kira 6 cm x 12 cm x 24 cm. Standart: • Batu bata harus memenuhi NI-10 • Semen portland harus memenuhi NI-8 • Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 • Air harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9 5.3 Syarat-syarat Pelaksanaan a.6. f. 5.6. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan. Untuk semua dinding luar. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh. peraltan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksanakannya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Setelah bata terpasang dengan aduk. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak diperkenankan.1 Lingkup Pekerjaan a. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut diatas. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 28 BAB XII 5. tanpa cacat atau mengandung kotoran. dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. g. Bidang dinding ½ bata yang luasnya lebih besar dari 12 m² ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) h. d.V. setiap tahap terdiri maximum 24 lapis setiap harinya. yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam . harus diusahakan supaya tidak menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. 1041. c. semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian 30 cm diatas permukaan lantai dasar. diikuti dengan cor kolom praktis. i.2 Persyaratan Bahan Bata harus bata biasa dari tanah liat. Sesuai dengan pasal 81 dari A. b. dinding didaerah basah setinggi 160 cm dari permukaan lantai. serta semua dinding yang ada pada gambar menggunakan simbol aduk transraam/kedap air digunakan aduk rapat air (1pc : 2pasir pasang).

b. Kunci-kunci . PASAL 6 PEKERJAAN KUSEN. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan. DAN PEKERJAAN HARDWARE (PENGGANTUNG) 6. 6.2 Syarat-Syarat Umum Semua pekerjaan besi halus sesuai dengan yang tertera dalam gambar.1. Pelaksanaan pasangan harus cermat. 6. menggunakan paku ulir.1 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENUTUP DAR LOGAM (HARDWARE) 6. Produk Supaya digunakan merk-merk yang cukup terkenal setara Sess Kwalitas 1.1. harus dihasilkan dari pabrik-pabrik yang terkenal dan disetujui.4 Syarat-syarat Pelaksanaan Semua pemasangan Hardware untuk jendela/pintu. Pemborong harus mengajukan contoh untuk disetujui Konsultan Pengawas. c.1. rapi dan benar-benar tegak lurus. dipasangkan dengan sistem putar (tidak digetok/dipukul). Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5%.1. dijadikan satu dan diikat dengan kawat dan masingmasing diberi merk nomor pintu. Untuk Hardware yang menggunakan paku ulir besar. Pasangan baru bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm. PINTU. harus dilobangi terlebih dahulu atau dibor sesuai ukuran yang dibutuhkan. dipilih atau yang selaras dengan yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Pegangan dan engsel-engsel Pegangan dan engsel-engsel terbuat dari logam yang digalvanisir dengan type dan finish yang sesuai.3 Persyaratan Bahan Kunci-kunci mengikuti spesifikasi jenis dan tipe yang telah diberikan oleh Perencana.1 Lingkup Pekerjaan Hardware untuk jendela/pintu 6. k.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 29 BAB XII dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain. a. JENDELA. Tiap kunci harus mempunyai 2 anak kunci yang berselimut nikel. j.

perealatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.7 Untuk keseragaman warna disyaratkan sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan . dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut. b) Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu.2.3 Konstruksi alumunium yang dikerjakan seperti yang ditunjuk dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukuran. ketebalan.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 30 BAB XII PASAL 7 PEKERJAAN ALUMINUM HITAM 7. kesikuan.1 Kosen Alumunium yang digunakan : Bahan :Dari bahan Alumuniaum flaming system Bentuk Profil :Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/MK Untuk kusen jendela dan curtain wall luar dibuat system framless.6 Bahan yang akan diperoses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran. tebal minimum 1.4 Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil tes. minimum 100 kg/m².1. dengan mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela. 7.2.2.2. Warna Profil :Ditentukan kemudian (contoh warna Hitam diajukan Pelaksana Kerja) Pewarna :Colour Anodized 18 micron. Persyaratan Bahan 7. 7. pintu partisi dan lain-lain. 7. Produk yang dipakai adalah Alexindo atau yang setara 7.5 Ketahanan terhadap udara dan tidak kuarang dari 15 m²/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m²yang harus disertai hasil test. 7. bahan-bahan.8 mm Nilai Deformasi :Diijinkan maksimal 2 mm. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela.2. punch dan drill.2.2 Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhu ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. 7. kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan. profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama.2. kusen bovenlicht seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari kerja. weather strip vinyl. Lingkup Pekerjaan a) Menyediakan tenaga kerja. Untuk tinggi dan lebar 1 mm Untuk diagonal 2 mm 7. Accessories.8.2. 7. Sekrup dan stainless steel galvanized kepala tertanam. Pekerjaan memotong.

Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa mrnyebabkan kerusakan pada permukaannya.3.3. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata.2. Angkur-angkur untuk rangka/kosen alumunium terbuat dari stel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm. 7. kualitas.2.3. 7.4.sedemikian rupa sehingga hair line dan tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1. stap. . dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikro sehingga dapat bergeser.3. d) Untuk system partisi.3. jendela putar. angkur-angkur untuk rangkai kusen alumunium terbuat dari steel tebal 2-3 mm. 7.5. lokasi. 7. aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari aquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insutating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya. 7. Sebelum memulai pelaksanaan Pelaksanan Kerja diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi dilapangan.1. dan cocok. 7.3. merk.9.8.9.3. 7.3. 7.6. 7.celah antara kaca system kusen alumunium harus ditutup oleh sealant.7.3. Prioritas proses fabrikasi harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk perencana/MK meliputi gambar denah. c) Sistem kosen dapat menampung kaca frameless. Semua frame/kosen baik untuk dinding. Syarat-syarat Pelaksanaan 7. Disyaratkan bahan kusen alumunium dilengkapi oleh kemungkinankemungkinan sebagai berikut : a) Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati. 3. Potongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu pada permukaannya. 7. b) Dapat cocok dengan jendela geser.3.000 kg/cm². jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. bentuk dan ukuran. rivet. harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimaikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.ukuran dan peil lubang dalam membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil alumunium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain.dll.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 31 BAB XII alumunium harus ditutup caulking dan sealant. Bahan finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersangkutan dengan bahan alkaline seperti beton.

Pekerjaan lantai terdiri dari urugan pasir dan pasangan screeding/ lapisan dasar pemasangan keramik/granit. dipakai untuk seluruh lantai lainnya. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 Penggunaan adukan plesteran : • Adukan 1 pc : 2 ps.1. 7. Toleransi pemasangan kosen alumunium disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout. bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik. tembaga atau lainnya maka permukaan material yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium menghindari kontak korosi. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruangan yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic ribber atau bahan synthetic resin.3. 7.3. LINGKUP PEKERJAAN 8.2.3.1 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.2 8.10. Penggunaan ini pada swing door dan double door.2. • Adukan 1 pc : 4 ps.2. Untuk fitting hardware dan reinforcing material yang mana kosen alumunium akan kontak dengan besi. 8. PERSYARATAN BAHAN 8. 7.12.1.3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 32 BAB XII e) 7. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada lubang bawah dan atas harus dengan waterpass.3.15. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan). Sekeliling tepi yang terlihat berbatasan dengan dinding agar sealent supaya kedap air dan kedap suara.13. dipakai untuk plesteran rapat air. PASAL 8 PEKERJAAN LANTAI 8. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 8. 8. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas.2. 7.2. • Produk : setara Granito (Lantai Utama) • setara Roman (Lantai + Dinding Toilet) .14.11.3.1. 7. Khususnya untukpenahan jendela gerak alumunium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang.3.1.

9.2 Pekerjaan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit. Pemasangan penutup rangka pada Pemasangan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit dalam ruang desain dan persyaratannya dari desain interior.3.4 9.3.3 9.2.1. PERSYARATAN BAHAN 9.2.2 a. yang menjadikan kesempurnaan pekerjaan rangka itu sendiri.1.3. LINGKUP PEKERJAAN 9. Penutup langit-langit Jenis : Kalsiboard Tebal : 5 mm Ukuran : 122 x 244 cm .5 8.4 8. Pada lantai satu dipakai furing metal dengan mengacu persyaratan pemasangan yang disetujui konsultan pengawas b. Pekerjaan lantai dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 33 BAB XII 8. 9.3.1 9. Aluminium rangka plafond lantai dua bertumpu pada aluminium sesuai dengan gambar kerja.1. Pekerjaan lantai hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.3 8.2. c. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk propilnya.3. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. diwajibkan membuat shop drawing. serta sehubungan dengan kolom-kolom dan dinding-dinding sesuai gambar kerja.1.1 Rangka langit-langit/plafond a. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 8. c. Pekerjaan pembuatan dan pemasangan rangka langit-langit serta semua perlengkapan lainnya. Pada lantai dua dipakai aluminium dengan ukuran yang mengacu pada gambar kerja.1 8.2 Sebelum dimulai pekerjaan. Lubang-lubang saluran air dipersiapkan terlebih dahulu   kotor yang melewati lantai sudah 8. b.6 PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT 9.1. Pekerjaan lantai dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini.3.3.

3. Standart : Eternit atau setara : Interior lathing dan Furring. b. Pola pelaksanaan pemasangan rangka plafond harus sudah memperhatikan pola pemasangan lampu dan pekerjaan lainnya serta modul penutup langit-langit.2 Pada pemasangan rangka-rangka penggantung dan pekerjaan baja lainnya harus memenuhi persyaratan baja. . Detail dan sambungan dari bagian-bagian kontruksi yang tidak tercantum dalam gambar tetapi ada dalam pelaksanaanya.4 9. f. c. Semua perubahan yang disetujui ini dapat dilaksanakan tanpa ada biaya perubahan yang mempengaruhi kontrak. Pada pemasangan garis-garis alur harus rapi dan lurus serta mempunyai bidang yang rata. Persyaratan pelaksanaan pemasangan penutup langit-langit 9. kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang. Sebelum dilaksanakan pemasangan daun penutup langit-langit Pelaksana Pekerjaan Wajib memeriksa seluruh pekerjaan lain yang berada di dalam ruang plafond (instalasi mekanikal dan Elektrikal).3 9.1 9. Pemborong wajib meneliti seluruh pekerjaan lain yang terkait erat dengan pekerjaan ini.3. Persyaratan Pelaksanaan Pemasangan Penggantung Langit-langit.5 a.3. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan di lapangan pada waktu pemasangan yang diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian Pelaksana harus dilaksanakan pemborong tanpa diajukan sebagai tambahan pekerjaan/biaya. class O fire resistance 9.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 34 BAB XII d. d. e. c. b. Semua peraturan-peraturan/normalisasi-nomalisasi yang dipakai harus yang berlaku di Indonesia misalnya SKSNI dan lain-lain. maka Kontraktor/Pelaksana wajib melengkapi gambar tersebut berupa shop drawing dan harus disetujui oleh Pengawas. 9. PERSYARATAN PELAKSANAAN 9.3.6 a. Pemasangan penutup langit-langit harus memenuhi syarat teknis yang dikeluarkan pabrik dimana bahan-bahan langit-langit tersebut digunakan. Pemborong wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja.3. Produk e.3.3. Perubahan bahan atau detail berhubungan alasan tertentu yang kuat dapat diterima harus diajukan dan diusulkan kepada Pengawas harian utuk mendapatkan persetujuan dari pengawas dan Perencana. Kebenaran pemasangan dalam kaitannya terhadap pekerjaan lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.

Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. e.1. PEKERJAAN KACA 10.2.1. . awan (cloud) dan goresan (scratch). g. Penutup langit-langit GRC tebal 6 mm dipakai di daerah basah dan luar sesuai dengan gambar kerja. mempunyai sifat tembus cahaya. Lingkup pekerjaan Menyediakan tenaga kerja. toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1. bahan-bahan. Kaca harus bebas dari keretakan ( garis-garis pecah pada pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Cacat-cacat Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai dengan ketentuan dari pabrik. Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. Pelaksananaan pekerjaan baru boleh dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan.5 mm per meter. Harus bebas dari bintik-bintik (Spots).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 35 BAB XII d. Harus bebas dari benang (String) dan gelombang (Wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta potongan yang rata dan lurus.1. Rangka plafond harus sudah pada satu elevasi yang sama. dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya. PASAL 10 PEKERJAAN KACA 10. 10. Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. Sebelum pemasangan gypsum board harus dilaksanakan pengukuran elevasi permukaan bawah rangka plafond. gilas pengambangan (Float Glass) Toleransi lebar dan panjang Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). f.1. Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). Persyaratan bahan Kaca adalah benda yang terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mencapai ketebalan yang sama. Untuk keperluan inspeksi / control pemeriksaan diatas plafond maka dibuatkan lubang untuk orang/petugas masuk ( disarankan pada areal ruangan km/wc ). Kaca harus bebas dari gumpalan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/masuk).

5 mm per m’) potongannya harus lurus Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan perencana/MK. 10. harus diisi dengan lem silikon merk. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan. jenis cermin sesuai dengan yang telah disebutkan dalam syarat pemakaian bahan material dalam uraian dan syarat pekerjaan tertulis ini type VVV polished. tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca merk. refleksi glass 40%) tebal sesuai gambar untuk itu.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 36 BAB XII Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Permukaan harus bebas noda dan cacat. hingga membentuk tembereng. Sisi kaca yang tampak maupun tidak tampak akibat pemotongan garis digurinda/dihaluskan..warna transparan cara pemasangan dan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik. siku sudut-sudutnya (toleransi 1. harus sesuai SII 0189/79 dan PBVI 1982. diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus. tidak diperkenankan retak dan pecah pada setelan/tepinya. • Bahan untuk cermin menggunakan : Clear float glass.3mm.. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen. digunakan produk Standard : . Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kosen. tebal 5 mm. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci.. kemudian dilapis dengan plastik busa tebal 1cm.. Pemasangan cermin Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis MR yang disekrupkan pada klose-klose dinding.. Cermin dan kaca harus terpasang rapi. tebal minimal 6mm. bebas dari segala noda dan goresan.. Untuk ketebalan kaca 5mm kira-kira 0. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua terpasang harus disetujui MK.. . 297-1-1975 Safety Material Used In Build • Bahan untuk kaca interior : Colour (tinted fload glass. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus. sisi tepi harus lurus dan rata. Semua bahan yang telah dipasang harus disetujui oleh MK.produk. bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya.ANSI : American Nat Standard Inst.. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus..3. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus.1. uraian dan syaratpekerjaan dalam buku ini. • ASTM : E6-P3 • PBVI 1982 • Ketebalan kaca harus merata. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian.. Syarat-syarat pelaksanaan Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar. Bahan Kaca • Bahan kaca dan cermin. dari benturan dan diberi tanda untuk mudah diketahui. Disatu permukaannnya dilapisi (chaemics deposited silver).

2.PVBI : 54. Semua cat harus dipergunakan dan dipulaskan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. Setelah terpasang. Pekerjaan cat kayu harus mengandung bahan sintetis d. 10. cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang mengandung amoniak merk setara Cling produk Wings 10. N. Tidak boleh mencampurkan bahan pengering atau bahan- .4 Daftar Bahan-bahan a. Pengecatan semua permukaan sesuai spec/gambar dengan warna dan bahan yang telah ditentukan sesuai yamh dipilih oleh Konsultan Pengawas. b.2.1 Lingkup Pekerjaan a.2. b.3 Ketentuan Bahan a. b. c. c. Semua bahan cat harus diperoleh dari levalinsir yang telah disetujui. Untuk dinding interior digunakan: • Plamir digunakan ICI atau yang setara • Cat untuk dinding luar dan dalam. Setelah kontrak ditandatangani. Semua warna dipilih oleh Konsultan Pengawas dan pemborong harus memasukkan dalam penawaran biaya untuk mengadakan contoh warna-warna untuk disetujui. d.I :4 ASTM : D – 361 BS : 3900-1970 AS : K-41 10. Persyaratan Bahan Standard : . produk ICI Weathershield atau yang setara. langit-langit dan sebagainya. Untuk finishing interior kayu (lambresering.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 37 BAB XII Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku/skrup-skrup kaca yang mempunyai dop penutup steinless steel. c.2. harus memakai cat emulsi/acrylic berdasarkan alkyd resins. kolom. mengajukan daftar dari semua bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. 10.58 1982. Untuk dinding luar bagunan dipakai cat khusus exterior. plafond dsb) digunakan melamik. Juga plamur dan cat dasarnya harus yang dikeluarkan oleh pabrik yang sama untuk masing-masing lapisan permukaan. pemborong harus secepatnya. PEKERJAAN PENGECATAN (Bagian Luar dan Bagian Dalam) 10.2 a. e.2. Persiapan permukaan yang akan cat. b. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. produk : Niponpaint atau yang setara. d.

00 x 2. Dalam pelaksanaan pekerjaan itu harus disediakan banyak lap-lap bersih. warna ditentukan perencana. Pelaksana Pekerjaan diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama. bidang dinding merupakan bidang yang utuh. • Dinding yang akan dicat diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer • Setelah diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer masih terdapat retak rambut maka segera diberi plamur yang satu merk. 10. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. • Sebelum dinding dicat. b. • Lapisan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis acrylic emulsion dengan kekentalan cat sesuai persyaratan pabrik. rata.5 Syarat-syarat Pelaksanaan a.2. jika tidak disarankan oleh pabrik cat dan sebagainya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 38 BAB XII bahan lain kedalam cat. licin. terutama (untuk bidang-bidang yang luas) untuk disetujui Konsultan Pengawas. • Setelah pekerjaan cat selesai. tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. Pekerjaan Pengecatan Dinding Luar dan Dalam • Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh bangunan dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.00 m untuk disetujui. plesteran dan acian sudah harus benarbenar kering da bersih. • Setelah pekerjaan plamur selesai maka diberikan kembali 1 (satu) lapis alkali resistance sealer. ruangan area pengecatan harus bersih dan dijaga agar tidak ada debu berterbangan. Pekerjaan Pengecatan Besi • Persiapan Umum Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan. • Untuk dinding luar bangunan digunakan cat khusus luar jenis ICI Weathershiled atau yang setara. • Pemborong diharuskan membuat contoh (mock up) cat dengan ukuran 1. ditentukan Konsultan Pengawas. . tidak retak-retak dan Pelaksana Pekerjaan meminta persetujuan Konsultan Perencana. • Untuk warna-warna yang sejenis. • Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat jenis Emulsi Acrylic merk ICI Dulux atau yang setara. Melakukan percobaan pengecatan.

sentries. PASAL 11 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP 11.1.1.5 mm dari diameter baut. Ketentuan Umum Persyaratan-persyaratan kontruksi baja dan istilah teknik secara umum menjadi satu kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini. Lubang diameter ring yang digunakan adalah lebih besar 1. Pekerjaan Pengecatan Langit-langit • Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gysum board. b.000 Mpa. dan siku terhadap batangnya dengan kepala dan mur yang berbentuk horizontal.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 39 BAB XII c. Peraturan Pembebenan Untuk Gedung Indonesia ((PPUGI) c. Baut. • Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal ini. • Plamur yang digunakan adalah plamur kayu yang satu merek dengan cat yang akan digunakan. Kecuali ditentukan lain dalam buku persyaratan teknis maka semua pekerjaan baja harus sesuai standart di bawah ini : a.1. Baja struktur harus mempunyai mutu sesuai Sdengan ASTM A36 dengan E=200. c.3. pelat beton atau bagian-bagian yang ditentukan gambar. Material a. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup segala sesuatu untuk pelaksanaan kontruksi baja secara lengkap dengan gambar dan persyaratan teknis ini.2 11. 11. tepat.1. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) 1983 b.569. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI) d. Semua baut dan mur harus mempunyai kepala yang ditempa. kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langit-langit. • Cat yang digunakan merk ICI Dulux atau setara. Standart Industri Indonesia (SII) Pelaksanaan harus melaksanakan pekerjaan ini dengan ketetapan dan kesesuaian yang tinggi menurut persyaratan teknis ini. Pengawas berhak untuk minta diadakan pengujian atas bahan-bahan tersebut dan pelaksanaan harus bertanggung jawab atas segala biaya yang dikeluarkan untuk ini. Las yang digunakan adalah las listrik dengan mutu FE 360 atau E 60. gambar rencana dan intruksi-intruksi yang diperlukan oleh pengawas. mur dan ring dari jenis “High Stregth” ASTM A35 baja hitam atau sekurang-kurangnya dari standart FE360 (ST37). Semua material yang digunakan harus baru dengan kualitas terbaik dan disetujui oleh pengawas. American Societyfor Testing & Material (ASTM) e. PEKERJAAN BAJA 11.1. Penjelasan dengan “Aech Welding Electrodes” sesuai AWS A5. Steel Structural Painting Council (SSPC) f. jenis Vinyl Acrylic warna ditentukan Konsultan Pengawas setelah melakukan percobaan pengecatan. Dengan kualitas ST 37. .

11. Semua material baja harus supplier yang dapat dipertanggung jawabkan dengan disertai sertifikat dari pabrik. 3.2. Pengecatan dasar dilakukan di workshop sebelum pengiriman kelokasi atau penyimpanan. • . Pekerjaan perubahan jarak gording. retak. Batang yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kualitas baik. Apabila ternyata konstruksi rangka kap. 11. fabrikasi harus dilaksanakan dalam bengkel/workshop. Brigjen H.1. Pengelasan harus dilakukan dalam tempat yang beratap dan dilaksanakan dengan menggunakan las bujur listrik. pengadaan dan pemasangan Penutup atap lengkap dengan accessories d. ukuran dan ketebalan serta bebas dari karat.2. 11. • Lingkup Pekerjaan Penutup Atap Untuk di Bangunan Balai di Lokasi Jl. 11.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 40 BAB XII Semua baja yang digunakan harus sesuai dengan bentuk. Syarat Bahan / Material. Perencanaan harus membuat workshop dilapangan dan disetujui oleh pengawas.3. Pelaksanaan Disesuaikan dengan prosedur dan spesifikasi yang ditetapkan oleh merk dagang dan/atau produsen. Sesuai dengan spesifikasi oleh merk dengan setara J-Steel Kwalitas 1. e.4 Fabrikasi a. tekuk atau putir. b.1. 11. RANGKA KAP BAJA RINGAN. Rangka kap ini disubkan kepada produsen rangka atap baja ringan yang ditentukan kemudian dan disesuaikan dengan dana yang tersedia.1. Hasan Basri untuk penutup atap nya Genteng Keramik dan Bangunan Laboratorium dan Workshop penutup atap Genteng Metal. yang memenuhi persyaratan terlindung dari pengaruh cuaca. Jika dianggap perlu.2. pengecatan struktur atap. Apabila fabrikasi dilakukan diluar lokasi. maka Direksi / Pengawas Lapangan berhak meminta kepada kontraktor untuk memperbaikinya atas biaya kontraktor sendiri. menurut Direksi / Pengawas lapangan tidak sesuai dan tidak lebih baik dari gambar rencana. 11. pelaksanaan mharus menanggung biaya yang dikeluarkan oleh pengawas dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut. Uraian.2. pelaksaan harus menyerahkan hasil pengujian yang dibutuhkan dan berhubungan dengan kontruksi baja ini disertai faktur pengiriman. cacat karena tumbukan.2. Baja yang akan dilas harus bebas dari cat. dengan berat sesuai rancana.3. PEKERJAAN PENUTUP ATAP 11. minyak cat dan yang disambung harus rata satu sama lainnya.

3.2.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN 11. . Pembersihan konstruksi atap existing dari karat dilakukan dengan menggunakan sikat kawat/wire brush sampai komponen konstrukssi atap benar-benar bersih dari karat. c. Bahan/material yang digunakan untuk penutup atap merupakan genteng keramik. Pekerjaan handrail tangga pada tangga menggunakan pipa kotak hollow stainless stell. Sebelum memulai pelaksanaan.1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 41 BAB XII 11.1 Persyaratan Pelaksanaan Pengecatan Konstruksi Atap yang Baja WF. bahan-bahan yang diperlukan.2 PERSYARATAN BAHAN a. 11. anak tangga dipakai baja cor lengkap dengan motif bunga dan kaca gravier. Persyaratan Bahan 12.3. b.1. Sebelum konstruksi atap yang telah dipasang dilakukan pengecatan terlebih dahulu dilakukan pengamplasan.2. Bahan: a. Bangunan Pekerjaan Railing Tangga 12. Apabila sudah dianggap bersih oleh Konsultan Pengawas maka Pelaksana diperbolehkan melakukan pengecatan.1. Untuk bahan stainless steell setara “Indah Maspion”.3. Dan Genteng Metal 11. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. Pemasangan penutup atap harus memperhatikan jarak tumpang tindih (Overlap) yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat PASAL 12 12.2 Persyaratan Pelaksanaan Penutup Atap a. Pelaksanaan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan penutup atap.1.3.2. peralatan termasuk alat-alat bantu dan pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. 12 1. Rangka pipa GIV ukuran 2 Inch. PEKERJAAN LAIN-LAIN Lingkup Pekerjaan 12 1. Pelaksana wajib membuat Shop Drawing b.1. Bahan/material yang digunakan untuk pekerjaan pengecatan struktur atap adalah cat zincromate produk setara ICI b.

• Pembengkokan profil-profil / plat-plat / pipa-pipa harus dilaksanakan dengan alas bender (pembengkokan) sehingga hasilnya baik. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan di atas teknis operatif sebagai informasi bagi perencana . • Pekerjaan stainless steel seperti yang ditunjukkan dalam gambar untuk itu. 12 3.1. Las-lasan yang cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya pemborong .8 .3. Digunakan stainless steel dengan mutu SS 306 finish mirror dan baja cor dengan pengelasan sambungan harus kuat dan permukaan halus. peralatan termasuk alat-alat bantu dan .3. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor.2 mm. 12 3. 12. • Penyambungan dengan luas harus dilaksanakan dengan kelipata dan keahlian yang tinggi. 12 1. permukaan yang dilas harus sama rata dan alur lasnya kelihatan teratur. 12 3.6. tebal 1. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. 12 3. Setelah pekerjaan las-lasan.5. Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 42 BAB XII 12. pengelasan harus dengan las listrik dengan electrode stainless steel. Bila dianggap perlu. Syarat-syarat Pelaksanaan 12 3. 12 3. kemudian digosok dengan compound memakai kain halus sehingga bersih dan mengkilap Pekerjaan Kloset Dan Wastafel 12.2. baik pada pembuatan. 12 3. Bahan yang dipakai.4. bekas laslasan harus dikikir dan dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya. penghalusan dan pemasangan selesai stainless steel dipoles dengan mesin poles. halus dan tidak cacat-cacat bekas pukulan . Pekerjaan baja tahan karat. batang-batang bulat dari bahan baja cor dan stain steel.7. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi.2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.1.2 Jenis Bahan: Pipa-pipa kotak. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan .3. • Untuk stainless steel yang dipakai berupa profil-profil pipa dan plat stainless steel. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. bahanbahan yang diperlukan. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas.

b.2 Pekerjaan Elektrikal. 12.1. . Persyaratan Bahan 12. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Pemadam Kebakaran. 13. 12. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Plumbing. PASAL 13 PEKERJAAN MEKANIKAL.3. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Penyalur Petir. 12.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing.3.1. terdiri dari: a. Bahan yang dipakai. 12. Pekerjaan pemasangan kloset jongkok. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan.1 SYARAT-SYARAT UMUM Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan.3. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Kelistrikan. baik pada pembuatan.1.4. kloset duduk dan Wastafel pada Bangunan didalam kamar mandi atau wc. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 43 BAB XII pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor. terdiri dari: a.2. 12 1. pemasangan.2.2. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. 12. Bahan: Untuk bahan Kloset dan Wastefel setara “American Standart”.1.3. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. Syarat-syarat Pelaksanaan 12.3. Bila dianggap perlu. Spesifikasi teknis ini meliputi uraian untuk pelaksanaan antara lain: 13.3.3.4. 12. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan. dan pengetesan seluruh peralatan (material) dan instalasi yang ditunjukkan pada gambar perencanaan untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin. b.5.

maka Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard dan peraturan yang berlaku. Koordinasi Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan ini.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 44 BAB XII Spesifikasi Teknis. sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. Gambar Perencanaan dan Bill Of Quantity ini merupakan dokumen penawaran yang tidak dapat dipisah-pisahkan atau satu kesatuan. pemborong harus segera mengajukan pertanyaan tertulis kepada Direksi Pengawas Lapangan. dan Perencana untuk mendapatkan penjelasan masalah tersebut dalam pelaksanaan baik berupa jenis barang. Pemborong harus mengajukan gambar-gambar kerja dan detail (shop drawing) sebanyak 3 (tiga) set yang harus diajukan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) dan 3 (tiga) set lengkap gambar blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings). Setiap shop drawing yang diajukan pemborong dan telah disetujui Direksi Pengawas Lapangan dianggap bahwa Pemborong telah memahami situasi serta telah berkonsultasi dengan pekerjaan instalasi lainnya. C. B. harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin lainnya. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan instalasi yang pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi lapangan. Gambar-gambar arsitektur dan struktur/sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail "finishing" dari proyek. Dalam hal ada keraguan yang ditimbulkan karena kemungkinan kesalahan penggambaran atau ketidak sesuaian lainnya. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. Semua bagian tersebut walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara detail harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. pemasangan maupun pengujian atau pengetesan. A. As built drawings harus diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner) setelah selesai pekerjaan. danapabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukanagar instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi teknis atau bill of quantity saja. benar dan sesuai standar yang berlaku. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar pekerjaan yang satu tidak menghalangi atau menghambat pekerjaan lainnya. Gambar-Gambar Gambar-gambar perencanan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci. Daftar Bahan dan Contoh . Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Sebelum pekerjaan dimulai. Pemberi Tugas.

maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk disetujui. yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. . Pemberi Tugas dan perencana.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 45 BAB XII Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan. bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik pembuat. Hal ini Harus menjadi Perhatian dan tanggung jawab Pemborong. selanjutnya pemborong harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang. kecuali apabila ditunjuk lain oleh Direksi Pengawas Lapangan. E. harus disediakan oleh Pemborong. merupakan tanggung jawab Pemborong. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Penggantian merk bahan dan material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Daftar ini harus dibuat rangkap 3 (tiga) yang didalamnya tercantum nama dan alamat. Semua peralatan-peralatan yang sudah dikirim dan dipasang. katalog dan keterangan lain yang dianggap perlu oleh Direksi Pengawas Lapangan. harus memenuhi standar dan ketentuan pengetesan dengan benar. Dan jika sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan standar yang berlaku dan ketentuan dari kontrak. Pemberi Tugas (Pemilik) dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya. apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong. sistem dan lain-lain oleh Pemborong. Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari bahan dan material yang akan digunakan. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan dan material yang akan dipasang kepada Direksi Pengawas Lapangan. disaksikan oleh team Pemberi Tugas. Pemborong harus segera menghubungi Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana untuk berkonsultasi. Pemberi Tugas dan Perencana. Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan dan material. D. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud didalam spesifikasi teknis ini. Semua tenaga. berstandar mutu dan keadaan baru. Pengetesan dan Persetujuan Pemborong harus melakukan semua pengetesan yang dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap sistem. disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang dan apabila terdapat keraguan. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pemborong. Persetujuan oleh Direksi Pengawas Lapangan akan diberikan atas dasar diatas. Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga ahli.

Pemborong pekerjaan instalasi ini masih harus menyediakan tenaga ahli yang dapat dihubungi setiap saat. Pemborong diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan-kerusakan dari pada peralatan utama yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan. 2. dengan pernyataan benar dan baik yang ditandatangani bersama oleh instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Mingguan dan Bulanan" yang memberikan gambaran dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan secara jelas. Laporan Pemborong wajib membuat "Laporan Harian. dibuat laporan mingguan dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan prestasi atas pekerjaan minggu lalu sehingga menjadi laporan selama 1 (satu) bulan dan rencana pekerjaan minggu depan dan satu bulan ke depan. G. Kegiatan Fisik Catatan dan perintah Direksi Pengawas Lapangan yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis. Training tentang pengoperasian dan perawatan tersebut harus lengkap dengan 3 (tiga) set operating maintenance and repair manual books.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 46 BAB XII F. Hal-hal yang menyangkut masalah: • Material (masuk atau ditolak) • Jumlah tenaga kerja • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah/kurang Berdasarkan laporan harian. Direksi Pengawas Lapangan dan melampirkan sertifikat pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang berwenang. maka Direksi Pengawas Lapangan berhak menyerahkan pekerjaan perbaikan atau kekurangan tersebut pada pihak lain atas biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi tersebut. Masa Garansi dan Serah Terima Pekerjaan Peralatan utama harus digaransikan selama 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun terhitung dari penyerahan kedua. Selama masa garansi. Pemborong harus mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode tersebut kepada Tenaga calon-calon operator untuk setiap pekerjaan yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas (Owner). Sebelum penyerahan kedua (final acceptance). sehingga para petugas atau operator dapat mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan. Selama masa garansi tersebut. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah dilengkapi dengan bukti dari hasil pemeriksaan atas instalasi. Pemborong tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas perbaikan. . penggantian. Jika pada masa garansi tersebut. Laporan tersebut dibuat dalam rangka 3 (tiga) meliputi: 1. kekurangan selama masa garansi. Laporan ini harus ditandatangani oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas untuk diketahui/disetujui.

Pemborong harus menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Direksi Pengawas Lapangan dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 47 BAB XII Pemborong harus menyerahkan Laporan Pengetesan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagi berikut: 1. Penanggung Jawab Pelaksana Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman serta harus selalu berada di lapangan/site. Gudang dan Los Kerja . harus dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali. Kantor Pemborong. H. I. Perubahan-perubahan material dan gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi Pengawas Lapangan. harus diselenggarakan kegiatan pemeliharaan berjangka dan pemeriksaan rutin. yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis. Pembobokan. bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi-instruksi dari Direksi Pengawas Lapangan. L. Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut. Perubahan. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan. 2. atau pada saat yang dikehendaki oleh Direksi Pengawas Lapangan di dalam pelaksanaan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng melalui penanggung jawab Pemborong. Pembobokan. pengeboran dan sebagainya hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin tertulis dari Direksi Pengawas Lapangan. lantai. Dalam merubah gambar rencana tersebut. Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi. pembongkaran. K. Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain. Hasil pengetesan tahanan isolasi kabel dan pemberian tegangan. Penambahan dan Pengurangan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar-gambar rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas Lapangan. Masa Pemeliharaan Selama masa pemeliharaan. Pengelasan dan Pengeboran Pemborong tembok. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan Pemborong instalasi ini. J. harus diajukan oleh Pemborong kepada Direksi Pengawas Lapangan secara tertulis. Pengajuan perubahan material. gambar rencana dan lain sebagainya. Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan pekerjaan ini. 3.

N. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang lapangan). harus diberi penerangan yang cukup. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Penimbunan/penyimpanan barang. Penjagaan dan Kebakaran Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. Penerangan dan Sumber Daya Pada kantor. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. peralatan. gudang. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. los kerja. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. Q. harus selalu dalam keadaan bersih. berpengalaman dan . P. bahan dan peralatan baik di dalam gudang maupun diluar (halaman). serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga Kerja) dan mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. kantor.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 48 BAB XII Pemborong diperbolehkan membuat ruang kantor. menjadi tanggung jawab Pemborong. Kebersihan dan Ketertiban Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. maka Pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. Bagan Penyelenggara dari Pemborong Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong harus diserahkan kepada penyelenggara dengan kualifikasi ahli. penyimpanan barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar) dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. Pemborong wajib menyediakan peralatan pemadam kebakaran (pemadam api ringan) yang diletakkan dalam kantor lapangan dan gudang. Kecelakaan dan Peti PPPK Terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. O. dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan M. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga/daya kerja harus disediakan oleh Pemborong. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan di keluarkan oleh Direksi Pengawas Lapangan pada waktu pelaksanaan.

. d. Elektrikal dan Plumbing yang terdiri dari: 13. sebagai penanggung jawab di lapangan. c. Direksi Pengawas Lapangan menempatkan petugaspetugas pengawasan yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan. Site Manager mewakili Pemborong ditempat pekerja dapat bertindak penuh kepada Direksi Pengawas Lapangan. Pengadaan dan pemasangan peralatan sistem pengolahan air kotor (Septic Tank) dengan Biotech System. e. 13. Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan setiap saat yang diperlukan Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan. berlaku tidak wajar. melakukan perbuatan yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan. sistem pengolahan air bekas (buangan) dari ruang cuci dengan Neutralizing Tank dan dari ruang dapur kotor dengan Grease Trap. tetapi luput dari pengamatan Direksi Pengawas Lapangan dan stafnya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. Bila Pemborong lalai.2 LINGKUP PEKERJAAN Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. disampaikan langsung kepada Site Manager wakil Pemborong. Pengadaan dan pemasangan sistem penyaluran dan penampungan air hujan dengan sumur resapan dan saluran/drainase bangunan. pemasangan dan pengujian seluruh lingkup pekerjaan instalasi Mekanikal. Pengadaan dan pemasangan pompa sumur dangkal (Jet Pump) dan Submersible Deep Well Pump air bersih serta pengeboran sumur dalam dan dangkal untuk sumber air bersih. memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan. Pada setiap saat Direksi Pengawas Lapangan atau petugas-petugas/staff harus dapat mengawasi. Bagianbagian pekerjaan yang telah dilaksanakan.2. maka akan dikenakan tindakan sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal denda. bahan dan peralatan serta Pemborong harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. b. kepada mereka yang melanggar terhadap peraturan umum mengganggu ataupun merusak ketertiban. Petunjuk dan perintah Direksi Pengawas Lapangan didalam pelaksanaan. R. harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian. Di tempat pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 49 BAB XII mempunyai wewenang penuh untuk mengambil keputusan. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari PDAM daerah setempat. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari sumur dalam maupun dangkal kepada pihak Badan yang berwenang pada daerah setempat. Pengawasan Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Staff-nya. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya.1 Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) a.

Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis lampu penerangan. Pengadaan dan pemasangan Transformator Stap-Up 20 kV/400 V. air kotor. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi kelistrikan yang terpasang. 13. reduser. Pengadaan dan pemasangan tiang penyanggah air terminal penyalur petir. Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi seluruh peralatan plumbing. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TM/TM.2. saklar. b.3 Pekerjaan Penyalur Petir a. l. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik untuk AC dan Fan. 20 kVolt ke pihak PLN daerah setempat. 50 Hz lengkap dengan komponen pengamanannya. Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang. Pengadaan dan pemasangan seluruh panel-panel tegangan rendah lengkap dengan komponen-komponen panelnya. b. c. kotak saklar dan stop kontak. dan stop kontak. pipa pelindung kabel. junction box. tee. h. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan rendah 400/230 V. pipa vent dan air hujan lengkap dengan elbow. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan menengah 20 kV. c. klem. isolasi penyambungan kabel. e.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 50 BAB XII f. Pengadaan dan pemasangan panel utama tegangan menengah (TM) lengkap dengan komponen-komponen panelnya. dan accessories lainnya. alat ukur dan elektroda pentanahan. dan accessories lainnya. d. . i. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dalam dan luar serta stop kontak lengkap dengan kabel instalasi.2 Pekerjaan Elektrikal (Kelistrikan) a. g. k. j.2. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TR/TR 400/230 Volt ke pihak PLN daerah setempat. Pengadaan dan pemasangan instalasi penyalur petir dan system pentanahan penangkal petir lengkap dengan bak kontrol. h. f. Pengadaan dan pemasangan sistem pembumian pengaman lengkap dengan bak kontrol dan elektroda pembumian. 13. Pengadaan dan pemasangan Unit Splizen (Air Terminal) penyalur petir sistem elektrostatis. air bekas. g.

Pemborong harus menempatkan tenaga ahli di lapangan. Berdomisili di wilayah setempat dan sekitarnya. Pemberi Tugas dan disahkan Direksi Pengawas Lapangan. Mempunyai pengalaman dalam pekerjaan Mekanikal.3 PESERTA PELELANGAN Peserta pelelangan adalah badan hukum yang bergerak di bidang pemborong bangunan rumah tinggal serta terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu Provinsi dan memiliki Tanda Daftar Rekanan yang masih berlaku serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. Membuat Time Schedule pelaksanaan pekerjaan MEP. b. Mempunyai Pas Kerja PLN (Sikka Golongan A) dan Pas PAM-wilayah yang masih berlaku. • Telah mendapatkan surat keterangan dari pimpinan proyek. e.4 PROSEDUR PELAKSANAAN Syarat-syarat pelaksanaan antara lain: a. Pemborong pekerjaan MEP dalam bangunan ini harus mempertanggung jawabkan pekerjaan secara teknis dan instalasi kepada pimpinan proyek. Mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. c. instalasi Pekerjaan instalasi MEP dinyatakan selesai bila pihak pemborong telah . Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi penyalur petir system elektrostatis dan sistem conventional (sangkar faraday). yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100%. d. • Menyerahkan gambar As Buil Drawing sebanyak 3 (tiga) set yang telah diketahui Perencana. 13. c. Pemborong harus dapat menerima dan menyetujui gambar instalasi yang diberikan oleh perencana. f.102 menyatakan: • Surat hasil pengetesan dan pengujian instalasi. d. f. Mempunyai tenaga pelaksana yang berpengalaman. Pemborong harus membuat gambar kerja yang mengacu pada gambar perencanaan dan disetujui pemberi tugas serta disahkan pimpinan proyek. adapun persyaratan lainnya adalah: a. Pemborong harus mengadakan pengujian seluruh pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal yang disaksikan oleh pemberi tugas. e. agar setiap waktu dapat memberikan penjelasan dengan pimpinan proyek.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 51 BAB XII d. . • Seluruh material pada Pekerjaan MEP harus mempunyai purna jual yang terjamin dan garansi minimal 9 (sembilan) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun. Elektrikal dan Plumbing yang dinyatakan dengan referensi dan mampu berperan sebagai patner dari pemborong utama (pekerjaan Sipil). b. 13.

Untuk menentukan kenyamanan bagi pemakainya. air bersih dengan pompa penguat (Booster Pump) secara sistem tangki tekanan (Hydrophor) otomatis disalurkan ke seluruh Toilet yang ada pada lantai bangunan hingga siram taman. Pengajuan gambar kerja dari pemborong harus dilakukan sebelum pekerjaan dilaksanakan. h. Kerusakan material sebelum penyerahan kedua menjadi tanggung jawab pemborong. 3. 4. Pengontrolan penggunaan air bersih dari SDWP atau jet pump maupun PDAM dengan gate valve + pelampung (WLC. Supply air bersih dari sumur dalam menggunakan Submersible Deep Well Pump (SDWP) dan dari sumur dangkal menggunakan Jet Pump.5 SYARAT-SYARAT TEKNIS 13.1 Uraian Umum 1. Air Kotor dan Air Bekas Buangan air dari wastafel atau lavatory dan floor drain disebut dengan air bekas dan buangan air dari water closed dan urinal disebut dengan . 13.Sucofindo atau yang tunjuk oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner). Semua material harus baru dan bila terjadi kerusakan pada material tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan. Sistem 1. Supply air bersih dari pompa penguat (Booster Pump) sebelum dialirkan akan difilterisasi terlebih dahulu dengan Sand Filter dan Carbon Filter. Untuk sumber air tanah telah terjamin kualitas/mutu airnya yang harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorim PT. Penggantian merk dari material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari pemberi tugas dan pimpinan proyek. 2. tekanan air pada seluruh unit fixture harus memenuhi syarat-syarat tekanan air yang ada dalam buku PPI Tahun 1979. Air Bersih Sumber air bersih untuk proyek ini berasal dari sumber air tanah atau Sumur dalam sebagai sumber air utama dan cadangan. pemborong harus mengganti dengan yang baru. Air bersih yang berasal dari sumur dalam dan sumur dangkal di sambungkan langsung ke Ground Water Reservoir Tank (GWR).5.2 Uraian Teknis Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) A.5. Selanjutnya dari Water Reservoir Tank. 2. Pemborong harus menyerahkan daftar dan contoh material kepada pemberi tugas dan pimpinan proyek untuk mendapatkan persetujuan. 13. Pemborong harus melaksanakan masa pemeliharaan selama 3 s/d 6 bulan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 52 BAB XII g. water level control) dan ditambah check valve.

87. sedangkan buangan air dari kitchen (dapur kotor) dan ruang cuci pakaian akan dialirkan masingmasing ke bak penampungan yaitu Grease Trap dan Neutralizing Tank untuk disaring atau difilter (jika diperlukan) yang selanjunya dialirkan ke drainage/saluran bangunan. Bumi Kaya. B. Selanjutnya air buangan yang berada pada seluruh saluran bangunan sebelum dialirkan ke drainage/saluran kota terdekat. Pipa Air Bersih. Pipa Air Bersih Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Air Bekas. yakni untuk mengurangi limpahan yang sangat berlebihan atau banjir sekaligus untuk menambah potensi air tanah. Pemanfaatan air hujan dapat dilakukan. toleransi tebal (sedang) ± 10%. bahwa pipa air bersih yang digunakan untuk pemipaan pompa utama air bersih dan pemipaan distribusi air bersih yaitu pipa baja galvanizer (Galvanized Steel pipe/GIP) medium yang tahan terhadap tekanan maksimum 50 Kg/Cm2. bahwa pipa air bersih pada pemipaan dari Water Reservoir Tank (WRT) ke toilet bangunan menuju unit fixture toilet dan dari Flow Meter PDAM. Bakrie. toleransi diameter luar ± 1% dan harus sesuai dengan standar BS 1387/67. Air Hujan Air hujan yang berasal dari atap bangunan disalurkan melalui beberapa pipa tegak sampai dibawah lantai satu langsung disalurkan ke drainage bangunan dan sedangkan untuk atap bangunan lainnya.81. Air Hujan dan Vent Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Air kotor yang berasal dari water closed & urinal pada seluruh lantai bangunan akan dialirkan ke septic tank dengan pengolahan limbah Biotech System dan selanjutnya dapat dialirkan ke drainage bangunan. . 3. Spindo. air hujan jatuh bebas langsung dialirkan ke drainage/saluran bangunan. KHI. Sedangkan limpahan dari tanki air hujan akan dialirkan ke drainage bangunan terdekat. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. Seluruh sambungan pipa GIP harus dilas metal dengan penguat yang berupa pelana kuda (Saddle). Persyaratan Bahan 1. SNI 0161. harus dialirkan ke sumur resapan. SNI 07 0039.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 53 BAB XII air kotor. yaitu sebagian air hujan ditampung dalam tanki air hujan yang selanjutnya akan difilterisasi (disaring) dengan menggunakan pompa transfer melalui sand filter tank dan karbon filter untuk disalurkan ke Water Reservoir Tank (WRT). Air bekas yang berasal dari wastafel dan floor drain akan dialirkan langsung ke drainage bangunan. untuk itu digunakan 2 (dua) pipa tegak dan mendatar untuk melayani dan mengalirkan kedua jenis air buangan tersebut. 2. Air buangan dari wastafel dan floor drain dipisah dengan buangan air dari water closed. Produksi : Setara PPI. Air Kotor.

bahwa pipa vent pada pemipaan dari seluruh water closed.24 kVolt untuk pemasangan di pit trench cable dan di rak kabel (udara) harus telah memenuhi persyaratan. water closed. IEC 502-1983.24 kVolt untuk pemasangan didalam tanah dan N2XSY . urinal. Fire Extinguiser System (Pemadam Api Ringan/PAR) Fire extinguiser system (PAR) adalah jenis portable dalam mengatasi kebakaran yang harus disediakan pada areal atau ruang tertentu. Semua peralatan bantu pipa PVC-AW dan PVC-D seperti fitting. clean out. Appindo. Kabel Tegangan Menengah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. saluran/drainage bangunan. reduser (type Concentric). Sesuai dengan standard SNI-06-0084-1987 dan SII 0344-82.5. Sistem Sumber daya listrik berasal dari penyambungan sumber daya listrik utama PLN dengan sistem tegangan TR 380V. B. PLN. Bahan dan Material 1. Pralon. Produksi : Setara Rucika. SPLN 43-5. Super Intilon. bahwa pipa air kotor. Kabelindo. Produksi : Setara Supreme. Dinyatakan dalam gambar perencanaan. 13. Chuub. male adapter.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 54 BAB XII Dinyatakan dalam gambar perencanaan.1986. LMK. Wavin. 50 Hz. Kabelmetal. memiliki pressure 20 Kg/Cm2 dan ditempatkan dalam kotak panel terpasang didinding. PAR yang harus digunakan dari bahan serbuk kimia multipurpose dry chemical (ABC Fire) yakni NH4H2PO4. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. yang mana sambungan pipa PVC AW berdiameter dibawah 4 cm digunakan perekat (lem) sedangkan yang berdiameter diatas 4 cm digunakan rubber ring joint. SNI06-0084-1987. wastafel dan lain-lain. elbow 45. roof drain. Produksi : Setara Yamato. tee 45 (Tee Y) dan lainnya harus dari bahan yang sama dengan pipa yang digunakan. harus mengikuti desain dari interior ruang toilet. 3. wastafel/Lavatory dan kitchen seluruh bangunan. harus menggunakan pipa PVC D yang tahan terhadap tekanan 8 Kg/cm. tabung dari bahan iron stell. PUIL-2000. . Sesuai dengan standard JIS K 6741.3 Uraian Teknis Pekerjaan Elektrikal Instalasi Kelistrikan A. bahwa Kabel distribusi tegangan menengah 20 kV adalah jenis N2XSEFGbY . floor drain. air bekas dan air hujan pada pemipaan dari seluruh toilet dan atap bangunan menuju septic tank (STP-Biotech System). Bentuk dan bahan untuk peralatan unit fixture seperti: kran air dinding.

LMK. Kabelmetal. Satu pelat dudukan sehingga lebih menjamin aspek keamanan dan lebih mudah dalam pemasangan. 100 kA dengan rating voltage 500/660 Volt lengkap dengan solid links (dudukan HRC fuse) dengan rating current 1 step diatas rating current HRC Fuse serta harus memeliki alat pencabut HRC Fuse (Fuse Handle) standard SFS 2371. PLN. PUIL. Panel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Produksi : Setara Simetri. 15 kA. Kabelindo. jenis pemasangan dilantai (standing mounted enclosed) yang kontruksinya dari plat baja dengan tebal plat 2 mm dan dicat oven. IP 55 dan jenis inbow waterproof (PVC High Impact) dengan pintu transparan. IEC 32 B. dimana semuanya sesuai dengan standar IEC 269-1. PLN. Voksel. Produksi : Setara Terasaki. bahwa Box panel listrik ada 3 jenis. Merlin. Hansel. 45 kA. Kedua pemutus tenaga (MCCB. PUIL. ABB c. Littelfuse.6/1 kVolt untuk pemasangan di atas plafon (udara) harus telah memenuhi persyaratan SNI 04-2701-1992. 36 kA. LMK. 3 phasa.2000. 8 kA dan 5 kA yang telah memenuhi persyaratan SPLN 108/SLI 175/IEC 989. Produksi : Setara Stomberg. d. Kapasitor Bank Kapasitor harus dari jenis Self Healing Dry Type. 3. AEG. LMK. 25 kA. bahwa komponen panel utama banyak ragamnya. Hager. MCB 1 phasa. JapaPanel. Automatic Tranfer Switch (ATS) atau sistem tukar (Interloc). IP 54 serta memenuhi persyaratan PUIL-2000.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 55 BAB XII 2. ABB. Fuse Links dari jenis HRC Fuse/phasa. SPLN 43-1 198. yaitu jenis kering (Metallized Polypropylene Film) yang bisa . 4 pole.0. AEG. Komponen Panel Dinyatakan dalam gambar perencanaan. dan 18 kA. Produksi : Setara Terasaki.6/1 kVolt untuk pemasangan di-dalam tanah dan NYY . 4. dan memenuhi standar LMK. Merlin Gerin. 10 kA. PLN. AEG. pemutus tenaga mini MCB. 50 kA) dilengkapi mekanisme motor yang sama sehingga bisa beroperasi secara otomatis dan system interlok mekanis dan elektris mencegah kedua pemutus tenaga menutup secara serentak walaupun hanya sesaat. OniPanel. antara lain: a. 3 phasa. bahwa Kabel distribusi tegangan rendah adalah jenis NYFGbY . yaitu jenis pemasangan didinding (wall mounted enclosure).0. Produksi : Setara Supreme. b. Pemutus tenaga MCCB. Kabel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. SIER.2000. LMK. dan IEC 947-2. ABB. dan 8 kA.

Blocking Reactor (Detuned Filter) Blocking reactor harus dari material kumparan tembaga jenis Polyeter Resin yang pencetakannya dalam keadaan Vakum dan tekanan tinggi dengan thermal resistance 150 C. Continuous over current : 30 % (1. e. f. VDE 0532831-2. Protection class : IP 42. Rating Frequency : 50 Hz. LMK. antara lain: Rating Voltage : 400 Volt.5 W/kVar. Separate source test : 3 kV – 1 min. Insulation class : T 40. Tingkat Insulasi : 3 kV (power frequency) & 15 kV(Impulse). Harus memenuhi standar IEC 831-1. Harus memenuhi standar IEC 76/3. IEC 831-2 (1996). LMK.5 % s/d + 10 %.3 x In). Harmonic load : UH3 = 0. Continuous over Voltage : 10 % (1.1 x Un). Discharge time to 50 V : < 60 detik. Sistem Koneksi : 3 phasa. digunakan untuk melindungi kapasitor bank dari kerusakan akibat kelebihan tegangan atau gelombang arus Harmonic yang terlalu tinggi dan dalam menghindari resonansi serta menurunkan presentasi harmonic pada jaringan listrik. Produksi : Setara Nokian. Losses at + 20 C : < 0. Delta. pada sistem 400 (NO Load).5 & UH5 = UH7 = 5 % Based on Un. Temperatur category : -40 C s/d 50 C. PUIL-2000. Ketentuanketentuan lainnya yang harus dipenuhi. Protection class : IP 23. Produksi : Setara Nokian. Rating Frequency : 50 Hz. Ambient temperature : 40 C. koneksi (penyambungan) antar phasa atau phasa – netral yang memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut . Detuning factor : 7 %. PUIL-2000.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 56 BAB XII memperbaiki kerusakan sendiri dan memiliki ketentuan-ketentuan. • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • . Toleransi kapasitas : . antara lain: Rating Voltage : 525 Volt. Automatic Power Factor Regulator (APFR) APFR untuk mengatur step kapasitor secara otomatis yang menggunakan teknologi digital (Microprocessor) yang dipasang langsung pada panel atau rel DIN. Inductance of the reactor : 3 % tuning accuracy.

Ambient temperature : 0 C s/d 40 C. Relay Pengaman yang digunakan antara lain: • Earth Fault Relay (Rele arus bocor bumi). tegangan kerja 220 V. • Under and Over Voltage Relay (Rele turun dan naiknya tegangan). suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. tegangan kerja 220 V. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 • Short Circuit Relay (Rele arus hubung singkat). Jumlah step automatic : 6 Step.2 detik. • Fase Fault Relay (rele kesalahan phasa). tegangan kerja 220 V. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. Current transformer (CT) : 5A. kesalahan urutan phasa dan ketidakseimbangan beban antar ketiga phasa terlalu besar. • Relay Kontrol Arus. Rating Frequency : 50 Hz 2 % automatic selection. 50 Hz.3 A. Accuracy class : 1. sensitivitas tegangan sebesar 15% dari tegangan kerja. tegangan kerja 220 V.3 detik. proteksi terhadap kontak langsung. 50 Hz. Kontrol & Proteksi : 6 jenis alarm. tunda waktu selama 0. Protection class : IP 40 (pada panel) & IP 20 (pada rel DIN). kelebihan arus. kelebihan atau kekurangan tegangan. . tunda waktu selama 0. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). • Operational sequence : 4 Program regulasi • Harus memenuhi standar EN 50082-2 & EN 50081-2 EMC. proteksi terhadap turunnya dan naiknya tegangan yang semestinya pada sistem tak stabil. 0. temperature terlalu tinggi. yaitu factor daya rendah. mengaktifkan pengisian batere bila tegangan jatuh di bawah ambang batas. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. sensitivitas arus sebesar 0. tegangan kerja 220 V. pengamanan peralatan pada instalasi terhadap tegangan yang semestinya pada system tak stabil. tegangan kerja 220 V. waktu tanggapan selama 200 mili detik. Produksi : Setara Nokian. tunda waktu selama 0 s/d 1 detik. tidak langsung dan api.003 s/d 0. LMK.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 57 BAB XII • • • • • • • • Rating Voltage : 230/400 Volt. dan sebagainya. factor daya terlalu kapasitif atau induktif. tunda waktu 1 detik.7 VA. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C.5 %. • Relay Kontrol Tegangan. 50 Hz. g. pengamanan peralatan pada instalasi listrik akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. 50 Hz. PUIL2000. dipasang sebagai tambahan terhadap system control dengan kontak keluaran 8 A (Cos fi= 1) 250 V. proteksi terhadap kehilangan salah satu phasa. proteksi terhadap arus hubungan singkat atau akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. 50 Hz. 50Hz.

proteksi terhadap adanya daya balik baik dari sumber utama (PLN) maupun sumber cadangan diesel genset sehingga kedua sumber tidak boleh terinterkoneksi walaupun sesaat. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. i. h. 50 Hz. • Ammeter Cam Switch (Saklar Ammeter) 4 (empat) posisi dengan arus thermal 12 A.S. Meter Pengukur j. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. Relay-relay pengaman harus sesuai dengan standar PUIL. Peralatan Kontrol • Kontrol Stater Motor.phase & Netral. OFF. 50 Hz. tegangan kerja 230 V. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. ABB. untuk kapasitas dibawah 5. Produksi : Setara Merlin Gerin. 40kA dan 15kA. untuk kapasitas diatas 5. LMK dan IEC. AEG. lampu tanda untuk start. PLN. waktu tanggapan selama 200 mili detik.000 Watt harus menggunakan sistem Star Delta yang terdiri dari tiga komponen. Produksi : Setara Phoenix Contect. stop dan fault/kesalahan. dengan penutup plastic berwarna putih. 50 Hz. type flush dengan posisi NO. Merah. tegangan kerja 230 V. kuning dan biru. AEG. Star Contactor. Unit Lightning Arrester R. Contactor. Line Contaktor lengkap dengan kontak blok tunda waktu. 50 Hz. Delta Contactor. • Change Over Cam Switch (Saklar Alih) 3 (tiga) posisi (Manual.T . lampu tanda untuk start. Siemens. • Pushbutton (Tombol Tekan) dengan bentuk bundar sring return. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. yakni Breaker. yakni Breaker. • Peralatan kontrol harus sesuai dengan standar PUIL-2000. tegangan kerja 230 V. berwarna merah. . teganga kerja 230 V. stop dan fault/kesalahan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 58 BAB XII sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. Merlin Gerin. harus memenuhi persyaratan DIN VDE 0675 part6 LMK. • Emergency Pushbutton dengan bentuk bundar latching key release dia. • Lampu Tanda lengkap dengan lampu type protected Led. Hijau. berwarna merah untu stop dan berwarna hijau untuk start. LMK dan IEC. • Voltmeter Cam Switch (Saklar Voltmeter) 7 (tujuh) posisi dengan arus thermal 12 A.40 mm dengan posisi NC. • Reverse Power Relay (Rele daya balik). 100 kA. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C.2000. Outo) dengan arus thermal 20 A. Produksi : Setara Merlin Gerin. Omron. OBO Bettermann.000 Watt harus menggunakan sistem Direct On Line (DOL) yang terdiri dari tiga komponen. • Kontrol Stater Motor. 400 V untuk tegangan rendah.

ketelitian 1.2 x In continue. Stop Kontak. b. Instalasi Listrik (Penerangan. ukuran 144x144 atau 96x96. PLN. k. PLN. AEG. Saklar memiliki rating voltage 250 V.99% yang dilengkapi dengan warna phasa. skala 0-500V. netral dan pembumian sesuai persyaratan BS 1977. LMK dan harus dilengkapi dengan box dari bahan metal anti karat atau mouled plastic. Cos Phi Meter. Kabelmetal. BS 4607. b. kapasitas 1. Produksi : Setara EGA. Kabelindo. IEC 51. Stop kontak 1 phasa normal memiliki rating voltage 250 V.5%. Produksi : Setara Schlumberge. VDE 0250. suhu operasi -10 s/d 50 C. skala 0-500A. ukuran 144x144 atau 96x96.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 59 BAB XII • Volt Meter (Pengukur tegangan listrik).5.5. kelas 1. Produksi : Setara Catu. Saklar dan stop kontak tersebut diatas harus memenuhi persyaratan IEC. Pipa dan fleksibel conduite pelindung kabel instalasi listrik dan accessories lainnya adalah jenis PVC high impac yang telah memenuhi persyaratan BS 6099.99% yang telah memenuhi standard BS 1977. Waler. • Amper Meter (Pengukur arus listrik). Produksi : Setara Supreme. .2 x In continue. LMK.5. Unibell. Unit AC. LMK. dan lain-lain) a. LMK. Saklar dan Stop Kontak a. Unibell. Busbar dan sepatu kabel serta perekatnya (Mur dan Baut) adalah jenis tembaga dengan konduktifitasnya sebesar 99.5%. kelas 1. 10 A type rocker dengan jenis single gang. suhu operasi -10 s/d 50 C. 5. Produksi : Setara Catu. Meter-meter pengukur sesuai dengan standar LMK. double gang maupun multiple gang. • Frekwensi Meter. ketelitian 1. 6. Marshall Tuplex. Voksel. 16 A dan stop kontak 1 phasa khusus dilengkapi saklar dan lampu tanda memiliki rating voltage 250 V. LMK. kapasitas 1. Voksel. Kabel instalasi listrik adalah jenis NYM 3 core 500 Volt untuk 1 phasa yang telah memenuhi persyaratan SII 0209-78. 13 A. DIN 46235. • Kilo Watt Meter (kWh-Meter) dari jenis 1 phase dan 3 phase harus sesuai dengan data teknis PLN dan LMK. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian adalah dari bahan tembaga pejal dengan konduktifitasnya sebesar 99. PLN. DIN 46235. ketelitian 1. dan lainnya harus berukuran 144x144 atau 96x96. kelas 1. SPLN. 7. suhu operasi -10 s/d 50 C. PLN.5%.

Pelepasan medan ionisasi keawan akan dapat (mampu) menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah (bumi). Hal tersebut akan memungkinkan terjadinya sambaran petir berkurang dan daya tarik muatan terhadap muatan awan terkonsentrasi pada titik sambaran air terminal saja. dimana harus mempunyai terminal pembumian. ventilasi didalammnya cukup baik dan reflector terbuat dari bahan alumunium silicon alloy dengan derajat pemantulan yang sangat baik. pengumpulan energi ini terlebih dahulu diakumulasikan dan kemudian dibebaskan pada waktu yang telah ditentukan untuk menciptakan ionisasi dengan loncatan muatan disekitar batang penerima (Ait Terminal/Splizen) penangkal petir.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 60 BAB XII Produksi : Setara MK. Capasitor harus dari jenis metalized paper dengan maksimum temperatir 85 C. Apollo. yaitu Ballast dari type Low loss dan digunakan untuk satu lampu floerescent (Neon) yang terpasang kokoh pada armatur. b. Armatus Lampu dan Komponen Lampu a. sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar menuju elektroda pembumian yang tersendiri.7 mm dicat dasar anti karat dan dicat oven warna putih untuk jenis recessed mounted TL 1 x 36 W atau 2 x 36 W type TKI maupun type balok. toleransi 10% serta dilengkapi dengan Stater socket dari jenis polycarbonate dan Staternya dari jenis ES Porceliain lamp holders. Armatur lampu memiliki plate minimum 0. c. 50 Hz. Kurn. down light dengan lampu PLC 18 W. Produksi : Setara Prevectron. 8. 250 V. Produksi : Setara Artolite. Zeus. Bahan dan Material 1. Sistem Sistem penangkal petir menggunakan sistem elektrostatis non radio aktif yang prinsip kerjanya adalah menarik energi medan listrik di atmosfir yang meningkat dengan cepat pada saat terjadi petir. BJB. Ese Tech. OniLigt. Legrand. Komponen lampu. PLN. LMK. B. . Produksi : Setara Phillips. Atco. Instalasi Penangkal Petir A. Air Terminal (Splizen) Air terminal atau splizen untuk sistem elektrostatis adalah jenis Non Radio Aktif dan harus sesuai dengan standard IEC 1024-1. Phillips. dan Down light halogen 50 W/12 V.

PLN. Matra. Bakrie. DIN 46235. unibell. KHI. • Relay Pengaman : Merlin Gerin. B. Kabelindo.. Astam. 13. Voksel.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 61 BAB XII 2.Super Swallow. Crompton. Phonic Contec. LMK.6. Kabelmetal. Kabel Penghantar Kabel penghantar untuk instalasi penangkal petir adalah jenis NYY 0. Jembo Cable. . Appindo. Produksi : Setara Catu.6 OUTLINE SPECK PEKERJAAN MEKANIKAL. Super Intilon. Circutor. Metosu. EQual. Chuub. Wavin. Kitz. AEG. Unibell. Instalasi Plumbing – (Produk/Merek harus Setara) • Pengolahan limbah air kotor : Bio-Master. • Rak kabel : OniRack. AEG. Pralon. Produksi : Setara Supreme. Merlin Gerin. Bumi Kaya. Bio-Primatec. Voksel. Bombas Ideal. Spindo. Landini. Batang Peninggi (Penyanggah Air Terminal) Batang peninggi untuk air terminal adalah tiang tembaga pejal berdiameter 100 mm dengan tinggi 24 meter telah memenuhi standard BS 1977. • Kabel 1 kVolt : Supreme. MG. • Komponen Panel TR : Terasaki. • Unit Instrument : Schlumberge. • Pipa utama di ruang pompa : PPI. Nobi.6. Mizu. 3. Hager. LMK. ABB. PLN. AEG. Fuji Electric. Kabelindo. Produksi : Setara PPI. • Peralatan pengaturan air bersih (10 bar) : Toyo. Kabelmetal. PLN. • Pompa air bersih : Grundfos. Bakrie. Instalasi Listrik (Arus Kuat) – (Produk/Merek harus Setara) • Panel tegangan rendah : Simetri. Omron. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. Instalasi Pemadam Kebakaran – (Produk/Merek harus Setara) • Pemadam api ringan (PAR) : Yamato.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing A. • Lightning arrester : OBO B. OniPanel. JapaPanel. Hansel.2 Pekerjaan Elektrikal A.6/1 kV yang telah memenuhi persyaratan LMK. • Pipa Plumbing : Rucika. 13. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian dari bahan tembaga pejal yang telah memenuhi standard BS 1977. 4.

Jembo Cable. harus dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Bestek ini. Pipa pelindung kabel : EGA. Marshall Tuplex. Kabel 1 kVolt : Supreme. Kapasitor bank : Nokian. Waler. Unibell. 14. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini. Merlin Gerin. Metosu. Legrand. Waler. untuk menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna menurut pertimbangan Direksi. tetapi tidak diuraikan atau dimuat dalam Bestek ini. B. • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Phonic Contec. tetapi diselenggarakan dan diselesaikan oleh Pemborong. maka pekerjaan tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Bestek ini. OBO Bettermann. Marshall Tuplex. 14. Voksel. Kabelindo. • Lightning counter : Prevectron. PASAL 14 : PERATURAN PENUTUP. Avaya. Ese Tech. Armatur lampu : OniLight. Apollo. Kurn. Unit alat lampu : Phillips. Kabelmetal. Kabel kontrol : BICC Brand-Rex. Unibell. Pekerjaan Instalasi Penyalur Petir – (Produk/Merek harus Setara) • Air terminal system elektrostatis : Prevectron.1. BJB. Atco. Phillips. Meskipun dalam Bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh Pemborong dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini.2. • Pipa pelindung kabel : EGA. Zeus.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 62 BAB XII • • • • • • • Peralatan pembumian pengaman : Catu. . Unit saklar dan stop kontak : MK.