RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 1

BAB XII

SPESIFIKASI TEKNIS
Keterangan : Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan: 1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri; 2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional; 3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan; 4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan; 5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; 6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan; 7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk; 8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan; 9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.

BAB XII

PETUNJUK UNTUK PESERTA Peserta Tender harus membaca dan mempelajari seluruh gambar kerja, rencana kerja dan syarat ini dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dokumen tersebut secara keseluruhan maupun setiap bagian. Tidak ada gugatan yang akan dipertimbangkan jika gugatan itu disebabkan karena peserta tidak membaca, tidak memahami, tidak memenuhi petunjuk, ketentuan dalam gambar, atau pertanyaan kesalahpahaman apapun mengenai arti dari isi dokumen ini.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 2
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
DAFTAR ISI 1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS 2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS 3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 4. IZIN BANGUNAN 5. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 8. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 9. KEAMANAN PROYEK 10. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 3
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, bila tidak ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini maka akan berlaku dan tambahannya, yaitu: a. Peraturan Umum tentang pelaksanaan Bangunan di Indonesia (AV.41) tahun 1941. b. Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia, untuk Arbitrasi Teknis dari Dewan Teknik Bangunan Indonesia (DTPI). c. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) tahun 1970/NI – 18. d. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. e. Peraturan yang dikeluarkan oleh jabatan/instansi pemerintah setempat, yang berkaitan dangan pelaksanaan bangunan.

2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, maka berlaku dan mengikat, yaitu: a. Gambar Bestek, Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Berita Acara Penjelasan (Anwijing). c. Berita Acara Penunjukan. d. Surat Keputusan Pimpinan Unit tentang Penunjukkan Pelaksanaan Pekerjaan. e. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). f. Surat Penawaran beserta lampiran-lampiranya. g. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kontraktor dan Konsultan Pengawas diharuskan meneliti rencana gambar Bestek dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), termasuk penambahan/ pengurangan atau perubahan yang tercantum dalam berita acara Anwijing. a. Bila terdapat perselisihan antara rencana gambar Bestek dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), maka yang mengikat adalah rencana kerja dan syaratsyarat. b. Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar Bestek yang satu dengan rencana gambar Bestek yang lain, maka diambil rencana gambar Bestek yang ukuran skalanya lebih besar. c. Bila perbedaan-perbedaan tersebut diatas menimbulkan keragu-keraguan, sehingga menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, maka harus segera dikonsultasikan Perencana dan keputusan-keputusannya harus dilaksanakan.

3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Jalan Brigjen H. Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. Pekerjaan Laboratorium Dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kawasan Trisakti Kota Banjarmasin.

4. g. Kontraktor harus membuat bangsal Konsultan Pengawas yang berukuran 4 m x 9 m. Dua buah meja tulis ukuran 120 cm x 240 cm. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 5. Kontraktor harus membuat bangsal kerja untuk pekerjaan dan gudang untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan pekerjaan dan pintunya harus mempunyai kunci yang kuat/baik untuk keamanan bahan/perlengkapan. Tanpa ada izin bangunan dari Instalasi yang berwenang. Untuk memulai pekerjaan. 5. atap seng dan pintu harus dilengkapi dengan kunci yang baik serta cukup jendela dan ventilasi/penerangan. Kantor tersebut tidak bersatu dengan gudang atau bangsal Kontraktor. Dua buah kursi sebagai perlengkapan meja tulis. dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tongkat.1. sebelum pekerjaan dimulai atau 10 hari sesudah SPMK diterima. 5. bangsal kerja dan gudang.5. Setelah selesai pekerjaan tersebut. bangsal kerja dan gudang adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor dan bahan bongkaran menjadi milik Pemberi Tugas. Satu buah meja besar yang berukuran 120 cm x 240 cm. 5. untuk keperluan pertemuan/rapat di lapangan.6. Pada meja besar harus dilengkapi denga kursi panjang yang sesuai dengan kebutuhan rapat/pertemuan di lapangan. Bangsal Konsultan Pengawas dan perlengkapannya. bangsal dan perlengkapannya menjadi pemilik Pemberi Tugas. Bangsal Konsultan Pengawas tersebut harus dilengkapi dengan: a.2.4. . 5.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 4 BAB XII 4. Pembongkaran Bangsal Konsultan Pengawas. d. akan ditentukan kemudian dan dikonsultasikan dengan Pemberi Tugas. maka izin bangunan dan izin lainnya akan di urus oleh Pemberi Tugas. Satu buah papan tulis yang berukuran 120 cm x 240 cm. f. 5. Tempat mendirikan bangsal Konsultan Pengawas. Sebuah ruangan toilet dan dapur kecil sederhana dengan cukup persediaan air bersih. c.2. Kontraktor diharuskan membuat papan nama Proyek sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada daerah setempat dan harus dipasang paling lambat 7 hari setelah dimulai pekerjaan. harus sudah siap dilokasi Bangunan. maka kontraktor tidak diperkenankan memasang papan reklame dalam bentuk apapun disekitar lingkungan proyek.1. b. 4. satu set meja kursi tamu. namun pelaksanaan dan pembiayaannya di tanggung oleh Kontraktor. IZIN BANGUNAN 4. Setelah Surat Pemerintah Mulai Kerja (SPMK) di keluarkan. maka Kontraktor harus dapat menunjukan kepada Konsultan Pengawas surat izin bangunan atau minimal tanda bukti bahwa izin bangunan tersebut sedang diproses.3. e. 5. lantai papan. 4.3.4. dinding papan/plywood.

waktu pekerjaan.3. maka Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang membuat uraian pekerjaan. untuk pegangan/pedoman bagi kepala tukang yang harus diketahui Konsultan Pengawas Lapangan. 7. 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 7. yang mempunyai pengetahuan dibidang Teknik Sipil/Bangunan. gesit dan berwibawa terhadap pekerja yang dipimpinnya dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pekerjaan.2. bahwa Pelaksana kurang mampu atau tidak mampu melaksanakan tugasnya. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci pelaksanaan Kontraktor: a. bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja. maka kontraktor diwajibkan pula melaporkan secara tertulis kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. 6.2. mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan. Selain Petugas Pelaksana. maka Kontraktor diharuskan mengganti Pelaksana tersebut dan harus memberitahukan secara tertulis tentang Pelaksana yang baru. harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan. 6. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasanya dilapangan (Pelaksana). menurut penilaian Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. Rencana Kerja (Time Schedule). tentang susunan organisasi pelaksana dilapangan dengan nama dan jabatan masingmasing. 7. 6. 7. harus membuat gambar kerja. cakap. b. Pelaksana harus berpendidikan minimum Sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil dan mempunyai pengalaman kerja lapangan minimum 3 tahun. demi kelancaran pekerjaan. setelah SPKM diterima. harus membuat rencana kerja harian. paling lambat 7 (tujuh) hari kalender. Bila dikemudian hari.5.6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 6.3.4. sebanyak 4 (empat) lembar kepada Konsultan Pengawas dan 1 (satu) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja. Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule). Sebelum pekerjaan bangunan dimulai. harus selesai dibuat oleh Kontraktor.4. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 5 BAB XII 6. 6. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan. c. Rencana Kerja (Time Schedule) diatas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawasan dan Pemberi Tugas 6.1. Penunjukan ini harus dikuatkan dengan surat resmi dari Kontraktor yang ditujukan kepada Pemberi Tugas dan tembusannya kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas.1.

8. tukang cat. 8. 8.4. tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Proyek. Konsultan Pengawas dan Pihak ketiga yang ada di lapangan. KEAMANAN PROYEK 9.5. 8. harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. tukang atap. harus tepat pada waktunya dan kualitasnya dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas. seperti tukang pancang. paling lambat 24 jam sesuai surat pernyataan penolakan dikeluarkan. 9.3. Pelaksana harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar upaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan. tukang pasang ubin/keramik.8. Untuk bahan-bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di pasaran dengan toleransi ukuran maksimal 10% kecuali ditentukan lain dalam Bestek. maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor. Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Konsultan Pengawas. . 9. 9. Sebelum bahan bangunan didatangkan ke lokasi proyek. tukang kayu. maka Pelaksana harus memberikan contoh bahan bangunan kepada Konsultan Pengwas Lapangan dan bila sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan maka barulah boleh didatangkan dalam jumlah yang besar menurut keperluan Proyek. Kontraktor diharuskan menjaga terhadap barang-barang milik Proyek.10. alat-alat. tukang besi.2.7. 8. Bahan bangunan yang berada di lokasi Proyek dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan bangunan. Untuk maksud diatas maka Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari bahan kayu dan seng serta perlengkapan lainnya yang dapat menjamin keamanan. Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan proyek.1. harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat dipakai. 8. baik terhadap pencurian maupun pengrusakan. maka akan menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat diperhitungkan dalam pekerjaan tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan. instalator mekanikal elektrikal dan tenaga kerja lainnya. Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang-barang.3. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 8. 8.2.9. Kontraktor harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli dibidang pekerjaannya masing-masing. 8.1.6. Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas. dan hasil pekerjaan. atau menurut petunjuk direksi. 8. Alat-alat dan bahan-bahan yang berada di tepi jalan malam hari harus diberi lampu merah yang cukup jelas dan terang agar tidak mengganggu lalu lintas/kecelakaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 6 BAB XII 8.

Untuk mencegah bahaya kebakaran yang siap dipakai dan ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah dicapai. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja. maka Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut. baik yang berada di bawah tanggung jawabnya maupun yang berada di pihak ketiga. Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku. 10. maka Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya. Bila terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan perawatan yang serius.2. 10. Oleh karena itu Kontraktor harus pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku. maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan.1.3. 10.4. maka Kontraktor/Pelaksana harus segera membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pemberi Tugas. Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih.4.5. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN 10. 10. Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh. . 10. cukup dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas. Apabila terjadi kebakaran.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 7 BAB XII 9.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 8 BAB XII B. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN DAFTAR ISI PASAL 1 PASAL 2 PASAL 3 PASAL 4 PASAL 5 PASAL 6 PASAL 7 PASAL 8 PASAL 9 PASAL 10 PASAL 11 PASAL 12 PASAL 13 KEADAAN LAPANGAN PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN PEKERJAAN TANAH. PINTU. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING PEKERJAAN PENUTUP . PANCANGAN GALAM PEKERJAAN BETON BERTULANG PEKERJAAN PASANGAN PEKERJAAN KUSEN. JENDELA DAN HARDWARE (PENGGANTUNG) PEKERJAAN ALUMINIUM PEKERJAAN LANTAI PEKERJAAN LANGIT-LANGIT PEKERJAAN KACA DAN PENGECATAN DAN FINISHING LAIN PEKERJAAN PENUTUP ATAP PEKERJAAN MEKANIKAL.

1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN LINGKUP PEKERJAAN Meliputi seluruh persiapan untuk pelaksanaan Pekerjaan Renovasi Kantor Bangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kota Banjarmasin Lokasi Di Jalan Brigjen H. dan juga tempat penyimpanan barang-barang Penggunaan bangunan yang ada di lapangan untuk maksud-maksud ini hanya diizinkan setelah Pemborong memperoleh persetujuan tertulis dari Lembaga yang bersangkutan. Semua boukeet/perlengkapan pemborong dan sebagainya tetap menjadi milik pemborong dihitung sebagai biaya sewa selama pelaksanaan proyek. PASAL 2 2. bahan-bahan dan lain sebagaimananya. alat-alat penarik.2 Direksi Keet Pemborong harus menyediakan dan mendirikan semua bangunan sementara direksi keet untuk keperluan kegiatan kantor lapangan lengkap dengan perabot dan peralatan masing-masing seluas 50 m2. 2. instalasi. yang diperlukan oleh Pemborong dan untuk menyingkirkan semua alat-alat tersebut pada waktu pekerjaan selesai karena sudah tidak berguna lagi. Apabila tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dengan keadaan seperti yang ditunjuk dalam gambar.2. dan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya. maka Kontraktor segera menyampaikan secara tertulis kepada Direksi untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut. alat pengangkat mesin-mesin. lokasi tempat pekerjaan harus ditinjau lebih dahulu oleh direksi pekerjaan bersama-sama dengan Kontraktor Pelaksana.1 Peralatan Pendukung Pekerjaan dan Lain Sebagainya Pemborong harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna dan efesien dengan urutan yang teratur. pekerjapekerja.2. termasuk semua alat-alat yang dipergunakan seperti: katrol (keretan). steger. Hasan Basri dan Pembangunan Laboratorium dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di daerah trisakti kota Banjarmasin. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PASAL 1 KEADAAN LAPANGAN Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 9 BAB XII B. 2.2 PEKERJAAN PERSIAPAN 2. Pada waktu penyelesaiaan harus dibongkar.

2.7 Perlindungan Terhadap Milik Umum Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. telepon. Apabila air didapat dari sumber lain.6 Orang-Orang yang Tidak Berkepentingan Pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas tetapi sopan memberikan perintah sedemikian rupa kepada ahli tekniknya yang bertugas dan para penjaga. . air yang dipakai. selama kontrak berlangsung. jalan kecil dan pemakaian jalan. 2. 2. lobang penyedot (tap point). Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (kapan umum) seperti aluran air. tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas.2. Pemberi Tugas dalam hal ini tidak bertanggung jawab atau mengganti biaya yang dikeluarkan oleh Pemborong untuk keperluan itu. reservoir dan sebagainya. adalah beban pemborong.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 10 BAB XII 2. bahan-bahan bangunan dan sebagainya. 2.2. Ia akan diminta membayar segala ongkos dan biaya untuk yang berhubungan dengan pemasangannya kembali serta perbaikanperbaikannya. upah dan tagihan serta pemberesannya kembali waktu pekerjaan selesai.5 Pencegahan Pelanggaran Wilayah Pemborong diharuskan membatasi daerah operasinya disekitar tempat pekerjaan dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. meteran.2. bersih dari alat-alat mesin. listrik. pemborong harus membayar segala ongkos penyambungan. yang disebabkan oleh operasi-operasi pemborong. Tidak diperbolehkan menyambung dan mengambil air dari saluran induk. Pemborong harus membuat sambungan-sambungan sementara yang diperlukan atau cara lain untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai dan membetulkan segala pekerjaan yang tertanggu. 2.3 Pembangkit Tenaga Listrik Sementara Setiap pembangkit tenaga listrik sementara atau penerangan buatan yang dipergunakan untuk pekerjaan. dan pembongkaran kembali. dan sebagainya. harus disediakan oleh Pemborong.4 Penyediaan Air Kerja Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan apabila mungkin dapat dari sumber yang sudah ada.2. termasuk pemasangan semetara dari kabel-kabel. baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki. serta memelihara kelancaran lalu lintas.

mendirikan dan memelihara pagar sementara (pagar proyek) yang diperlukan untuk keamanan dan perlindungan terhadap pekerjaan dan umum.2. Pembuatan Pagar dan Papan Nama Proyek Pemborong bertanggung jawab atas penjagaan. 2. Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini selain untuk memuaskan Pemberi Tugas. juga membayar segala upah dan biaya yang resmi untuk keperluan tersebut. hingga kontrak selesai dan diterima Pemberi Tugas. di tempat pekerjaan dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan karena operasi-operasi pemborong dalam arti kata yang seluas-luasnya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 11 BAB XII 2. .2. siang dan malam hari. Pagar proyek tersebut dari seng gelombang dicat sebelah luarnya. Ia harus mengingat perlengkapan bahan-bahan dari segala kemungkinan kerusakan untuk seluruh pekerjaan. sebagai tambahan hendaknya disetiap site ditempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama. Keamanan dan Pertolongan Pertama Pemborong harus mengadakan dan memelihara fasilitas kesejahteraan dan tindakan pengamanan yang untuk melindungi para pekerja dan tamu pekerjaan. saluran-saluran pembuangan dan sebagainya. pemborong bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang ada. termasuk bagian-bagian yang dilaksanakan oleh sub pemborong dan mengingat agar pekerjaan bebas dari air hujan lebat dan banjir.2. 2. dan perlindungan terhadap pekerjaan yang yang dianggap penting selama pelaksanaan kontrak. memompa. juga harus menurut (memenuhi) ketentuan undang-undang yang berlaku pada waktu ini. penerangan.8 Perlindungan Terhadap Bangunan-Bangunan yang Ada Selama masa-masa pelaksanaan kontrak. Dipekerjaan Pemborong wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama. 2. termasuk bahan bangunan dan perlengkapan instalasi di tempat pekerjaan.10 Perlindungan Pekerjaan Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan.2. dengan jalan melindunginya memakai tutup yang layak. menimba atau seperti apa yang dikehendaki atau diintruksikan. Itu semua harus diperbaiki oleh Pemborong hingga dapat diterima Pemberi Tugas. utilitas jalanjalan. yang mudah dicapai. dan juga pembuatan papan nama proyek.9 Penjagaan. Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemborong dan sub pemborong atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan Pemborong wajib mengadakan.11 Kesejahteraan.

ditimbun dan kemudian dibakar atau dibuang. alat-alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua “Pekerjaan Tanah” seperti tertera pada gambar dan spesifikasi ini. dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. 3. baik urugan yang telah ada maupun terhadap urugan baru. rumput-rumput. e. tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan. c.2 UMUM Persiapan dan pembersihan daerah yang dikerjakan: a. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan Pelaksana Pekerjaan f. Semua sisasisa tanaman seperti akar-akar. maka elevasi akan ditentukan bersama dengan Manajemen Konstruksi sebelum pekerjaan dimulai. bahan. Semua persiapan. harus dihilangkan sampai kedalaman 0. dan urugan untuk bangunan seperti yang ditentukan Konsultan Pengawas. semuanya harus dihilangkan. Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan as-as dan atau level peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak hilang terkena air/hujan. Semua daerah urugan harus dipadatkan. Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan atau bahan yang dapat menimbulkan pelapukan di kemudian hari.1 PEKERJAAN TANAH. dan sebagainya. Elevasi Lapangan/kontur harus diasumsikan sesuai dengan gambar topografi yang ditentukan. b. Pemasangan harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpas).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 12 BAB XII PASAL 3 3. Pada umumnya. d. i. Semua material galian termasuk batu-batuan harus dibuang keluar lapangan dan semua biaya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana .30 meter di bawah tanah dasar/permukaan. pembersihan galian. Kontraktor berkewajiban melaksanakan seluruh pekerjaan penggalian sesuai dengan ketentuan. Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. h. Pembersihan harus dilakukan terhadap semua belukar. g. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Pelaksana Pekerjaan dan harus dibuat dari kayu Meranti atau setaraf setebal 3 cm dengan tiang kaso-kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8 sampai 10 cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut. Jika timbul keragu-raguan tentang ketepatan elevasi tersebut. PANCANGAN GALAM LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. sampah yang tertanam dan material/ benda-benda lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang akan dikerjakan. peraturan hukum yang berlaku.

g. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 13 BAB XII Pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga supaya tanah di bawah dasar elevasi seperti pada gambar rencana tidak terganggu. Juga kepada Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengambil langkahlangkah pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan lobang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan. 3. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian. maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali dengan pasir. Dasar dari semua galian harus waterpas. untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian. d. setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Konsultan Pengawas. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air dengan jumlah dan kapasitas yang cukup atau pompa lumpur yang jika diperlukan dapat bekerja terus menerus.3. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. b. 3. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas. Jika terganggu Pelaksana Pekerjaan harus menggalinya dan mengurug kembali lalu dipadatkan sesuai syarat-syarat yang tertera dalam spesifikasi di bawah ini.3. f.3 PEKERJAAN GALIAN 3. Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau kemiringan lereng yang cukup dan plester seperti gambar. c.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan galian harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam gambar. Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan disiram air serta . Tempat penampungan material galian akan ditentukan oleh Pemberi Pekerjaan dan semua biaya yang timbul adalah menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.2 Syarat-syarat Pelaksanaan a. e. Bagian-bagian yang diurug kembali harus diurug dengan tanah yang bersih bebas dari segala kotoran dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syaratsyarat yang ditentukan menurut keperluan.

c. Apabila diperlukan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 14 BAB XII dipadatkan sampai mencapai 90% kepadatan kering maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium. kemiringan dinding galian. maka pengamanan dinding galian harus diberikan pada bagian tersebut dengan perkuatan batu kali atau beton atau sheet pile sperti yang ditunjukkan pada gambar. Inspeksi pekerjaan galian Seluruh pekerjaan galian harus diinspeksi oleh Manajemen Konstruksi. penggalian tambahan dan timbunan kembali akibat langkah-langkah pencegahan tersebut harus menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Sistem Pengamanan Galian j. Apabila level galian lebih rendah daripada level pondasi bangunan yang bersebelahan.3 a. Saluran di dalam dan di sekeliling site harus disediakan sesuai dengan gambar. maka Manajemen Konstruksi harus segera diberitahu sebelum penggalian dilanjutkan. Pelaksana Pekerjaan diharuskan melakukan semua langkah-langkah pencegahan kelongsoran yang mungkin diperlukan antara lain seperti stritting dan shoring selama waktu yang ditentukan dalam kontrak. membuang tanah longsoran dan memperbaiki kerusakan yang timbul selama jangka waktu kontrak dan masa pemeliharaan selanjutnya. Selama pekerjaan Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan agar tidak mengganggu atau merusak saluran drainase. Kestabilan dinding galian selama pekerjaan seluruhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. b. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga dan memelihara kestabilan seluruh dinding.3. pipa air. i. Segala kerusakan pada saluran atau jaringan kabel. 3. sebelum pemasangan tulangan. h. Apabila diperlukan dewatering harus dilaksanakan untuk menjaga agar galian bebas dari genangan air tanah dan air hujan selama pekerjaan galian dan sesudahnya sesuai ketentuan. Semua air genangan di dalam proyek selama pekerjaan galian harus dipompa keluar dan semua konstruki sistem drainase serta sistem dewatering yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. atau pekerjaan lain dilanjutkan. pipa dan lain-lain harus segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas dan sebagai biaya sehubungan dengan hal tersebut termasuk biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. pipa gas. d. pengecoran beton. Pengamanan terhadap pondasi yang bersebelahan. Muka air tanah harus selalu berada 100 cm di bawah elevasi dasar pondasi terendah. kabel dan lain-lain. Semua biaya yang timbul sehubungan dengan pekerjaan tersebut di atas menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Kebersihan jalan lingkungan .

b. Pekerjaan galian ini meliputi seluruh detail yang dibutuhkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. c. Penggunaan alat-alat berat tidak boleh dipergunakan apabila menurut Konsultan Pengawas hal tersebut dapat membahayakan pekerjaan lain atau saluran.1 Lingkup Pekerjaan a. juga seluruh sisa-sisa. dan dipadatkan) di bagian atas dari urugan bawah plat-plat beton bertulang. sampahsampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. 3. e.4. b. Timbunan harus dikerjakan sampai level. puing-puing. Timbunan Apabila diperlukan penimbunan. truk dan kendaraan angkut lain harus dibersihkan pada saat akan meninggalkan pada saat akan meninggalkan proyek dan Pelaksana Pekerjaan harus mengupayakan agar kendaraan angkut tidak mengotori jalan. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali.4 PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Yang dimaksud disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan digunakan sebagai pemikul beban. Seluruh biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan 3. Material timbunan harus dipadatkan secara berlapis-lapis (max 250 mm) dengan alat-alat kompaksi sehingga mencapai kepadatan tanah yang ditentukan dibawah ini. maka pekerjaan timbunan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut ini. dan alat-alat bantu yang dibutuhkan demi terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. pipa dan lain-lain. beton rabat dan pondasi dangkal harus terdiri dari urugan pasir padat. Di bawah lapisan pasir tersebut urugan yang dipakai adalah dari jenis tanah silty clay yang bersih tanpa potongan-potongan bahan-bahan . peralatan. Bila tidak dicantumkan dalam gambar detail. dimensi dan kemiringan yang ditentukan dalam gambar.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 15 BAB XII Selama pekerjaan galian semua alat berat. diratakan.4. Pekerjaan timbunan hanya dapat dilaksanakan setelah diinspeksi dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Seluruh area yang akan ditimbun harus dibersihkan dari segala kotoran dan sampah sebelum penimbunan. 3.2 Bahan-Bahan a. maka minimum 10 cm padat (setelah disirami. akibat kelalaian atau kesalahan galian dan lain-lain. Material untuk timbunan dapat menggunakan material hasil galian yang dipilih/ditentukan oleh Konsultan Pengawas atau dengan mendatangkan material timbunan dari luar yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. bahan-bahan.

Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat/Compactor “Vibrator type” yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95% dari kepadatan kering maksimum hasil laboratorium.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 16 BAB XII yang bisa lapuk serta bahan batuan yang telah dipecah-pecah dimana ukuran dari batu pecah tersebut tidak boleh lebih besar dari 15 cm. Manajemen konstruksi harus memberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk menentukan kepadatan sebenarnya di lapangan.5 Pengujian Mutu Pekerjaan 3. dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil yang dipadatkan. Sarana Darurat Selama pelaksanaan pekerjaan. g. material tambahan harus didatangkan dari tempat lain. kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum.4. tidak dibenarkan batubatu besar bersarang menjadi satu. 3. Tiap lapisan harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya diurug.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan c.4. Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor contoh. Jika material galian tidak cukup. Pelaksana Pekerjaan harus membuat drainase sementara ataupun menyediakan pompa sehingga pada lokasi proyek tidak terjadi pengurangan air. Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali setiap jenis tanah yang dijumpai di lapangan. tanpa biaya tambahan. .4 a. Pengeringan atau pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya. h. Kelebihan material galian harus dibuang oleh Pelaksana Pekerjaan ke tempat pembuangan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. i. 3. Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor.4. d. f. Apabila material urugan mengandung batu-batu. Pembuatan drainase tersebut sudah harus diperhitungkan dalam penawaran dan dalam pelaksanaannya harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas. e. Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian rupa sehingga dicapai suatu lapisan setebal 15 cm dalam keadaan padat.

P=7 . Ujung atas galam harus berdiameter besar dan tidak boleh pecah serta harus diratakan satu dengan lainnya. d.191 • “Density of soil inplace by driven cylinder method” AASHTO.8 m. PASAL 4 4.205 atau dengan cara lain harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. Pengawas / Direksi berhak menolak dan tidak menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan karena kontraktor tidak mengindahkan pasal tersebut diatas.1 PEKERJAAN BETON BERTULANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan meliputi antara lain pembuatan atap beton. plat. Pancangan galam Ø10 . balok lantai dan kolom sesuai gambar dan pembongkaran-pembongkaran beton eksisting yang diperlukan. Jika kepadatan di lapangan kurang dari 95% dari kepadatan maksimum maka Pelaksana Pekerjaan harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan..12 cm .T. Kayu galam harus lurus.T.12 cm. .T. Spesifikasi bahan : a. yaitu tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum laboratorium. Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-70 atau perosedur lainnya yang disetujui Manajemen Konstruksi dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. c.204 • “Density of soil inplace by the rubber ballon method” AASHTO. tampuk bawah Ø 10 . Pelaksanaan : a. Pancangan Galam : Uraian pekerjaan antara lain : a. b. Bahan yang tidak memenuhi syarat harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 17 BAB XII b. Penentuan kepadatan di lapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara/prosedur dibawah ini: • “Density of soil inplace by sand-cone method” AASHTO. Ujung atas pancangan galam harus rata dengan elevasi permukaan tanah setelah digali sesuai ukuran pada gambar rencana. Penelitian kepadatan di lapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. dan panjang minimal 7 – 8 m. b.

3. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8) g. maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5% berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama. terlindung dari pengaruh cuaca. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas tanpa alat dan jumlah tidak lebih dari 10% berat. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2) d.1 4.3 4. 4. Gresik atau Cibinong dan jenis merek semen yang digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan.3 PENYIMPANAN 4.4 . pada umumnya harus sesuai dengan waktu dan urutan pelaksanaan.53. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas. Peraturan Bangunan Nasional 1978 k. tidak dapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak segera setelah diturunkan dan disimpan dalam gudang yang kering.3.3. Tata Cara Perhitungan struktur beton untuk Bangunan Gedung SK SNI T-151991-03 c. Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah/utuh. “American Society for Testingand Material” (ASTM) l. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Konsultan Pengawas n. Peraturan-peraturan yang lain supaya disediakan Pelaksana Pekerjaan di site. ASTM C-33 “Standard Spesification for Concrete Aggregates”. serta harus beralaskan lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 18 BAB XII 4. PUBI-1982 NI-3 : Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia b. i. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 (NI-5) f.2 Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan. 4. Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang dimunta harus tetap terjamin.3. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan bantalan-bantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya misalnya minyak dan lain-lain). Aggregates harus ditempatkan dalam bak-bak yang cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras).3. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat j. Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang untuk Rumah dan Gedung SKBI-2. Jenis semen dari merek Tiga Roda. “American Concrete Institute” (AC) m. berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah.1987 e.2 STANDARD a. ASTM C-150 “Spesification for Fortland Cement” h.

Pasar harus terdiri dari butir-butir yang bersih.4 PERSYARATAN BAHAN/PRODUK 4. 4. Kandungan chlorida tidak boleh melebihi 500 ppm dan komposisi sulfat (SO3) tidak boleh melebihi 1000 ppm. cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg cm persegi 4. juga harus ada/dimintakan sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun secara periodik minimum masing-masing dua (dua) contoh percobaan (stres . digunakan besi mutu BJTP 24 ø < 13 mm dan BJTD 40 D ≥ 13 mm b. b.4. asam alkali. menurut ASTM dan memenuhi S. Apabila dipandang perlu. Dimensi maksimum dari agregate kasar tidak lebih dari 3.4.4. Agregate kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik. Portland cement jenis II.400. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. meliputi semua peralatan yang diperlukan untuk mengatur jarak tulangan/besi beton dan mengikat tulangantulangan pada tempatnya. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. b. Konsultan Pengawas dapat minta kepada Pelaksana Pekerjaan supaya air yang dipakai diperiksa di Laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Pelaksana Pekerjaan. Perlengkapan besi beton. maka disamping adanya sertifikat dari pabrik. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 19 BAB XII 4. Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5% berta kering b. Untuk permukaan beton expose. dan bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat mengurangi mutu pekerjaan. menurut Standard Portland Cement yang ditentukan Asosiasi Semen Indonesia. tajam.1 Portland Cement a. c. Besi beton harus bebas dari karat. menurut NI-8 atau type I. lumpur. sisik dan lain-lain lapisan yang dapat mengurangi lekatnya pada beton. dan bebas dari bahan-bahan organis. harus dipakai 1 merk semen saja.0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan.3 Air a.4 Besi Beton a. c. tanah lempung dan sebagainya. 4.2 Aggregates a. Kualitas agregate harus memenuhi syarat PBI-71.4. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 20 BAB XII strain) dan pelengkungan untuk setiap 20 ton besi. 4. Pelaksana Pekerjaan diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari KONSULTAN PERENCANA mengenai hal tersebut. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan diharapkan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan. c. minimum 10±2 cm. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas.5. e. cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture b. Setelah atasnya diratakan. Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). nama pabrik produksi. cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump. Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar. kecuali ditentukan lain. jenis bahan mentah utamanya. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu. Cara pengujian slump adalah sebagai berikut: Contoh: beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton atau plat baja.5 SYARAT PELAKSANAAN 4. Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium. Test selama pekerjaan d. b. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalm satu lapisan yang dibawahnya. resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu.5 Admixture a.4. Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PBI 1971 Mutu beton K-175 digunakan pada umumnya untuk kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang tidak memikul beban.1 Kualitas Beton a. Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama. Pelaksana Pekerjaan harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan di lain tempat atau dengan mengadakan trial-mixed di laboratorium yang ditunjuk. kualitas beton adalah K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk kubus beton ukuran 15 x 15 x 15 cm pada usia 28 hari). maka . Pengetesan dilakukan pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas 4. data-data bahan. cara-cara pemakaiannya. Pelaksana Pekerjaan harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya.

2 Pekerjaan Acuan/Bekisting Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah di tetapkan/yang diperlukan dalam gambar.5. j. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya komponenkomponen beton. Jika dianggap perlu.5.5. Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton. Kawat pengikat bevel beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam Nl-2 (PBI tahun 1971). 4. 4. 4. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen adukan masuk dalam mixer. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui Konsultan Pengawas. bebas dari kotoran (tahi gergaji). g. maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditetapkan dalam PBI’71 dengan tidak menambah beban biaya bagi Pemberi Tugas.2. maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari 65% kekuatan yang diminta 28 hari.5. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. permukaan licin. sehingga mutu dan bahan terjamin sesuai persyaratan. harus diperhatikan. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan.6.5.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 21 BAB XII dibiarkan ½ menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunnya (nilai slump). Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. tanah/lumpur dan sebagainya.4.2. Acuan harus rapat (tidak bocor).2. sehingga tidak terjadi penguapan cepat. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah di bongkar tanpa merusak permukaan beton.2. f. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka. Pelaksana Kerja harus memberikan contoh-contoh material (besi. 4.5.40mm. dengan catatan tampa adanya bahan tambahan admixture. untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan ditentukan. koral/split pasir dan semen portland) kepada Perencana/MK. sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan.5. 4.5. potongan kayu. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman. Kawat pengikat bevel beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. 4. . Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dengan ditutup karung basah tapi tidah tergenang air.2.2.5. k. 4.7.3. 4. h.2.1. Jika hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta. i.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 22
BAB XII 4.5.2.8. 4.5.3 Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah pengecoran. Penggantian Besi a. Pelaksana Pekerjaan harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. b. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pelaksana Pekerjaan atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada maka: • Pelaksana Pekerjaan dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar, secepatnya hal ini diberitahukan pada Perencana untuk sekadar informasi. • Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh Pelaksana Pekerjaan sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana. • Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Mengajukan usul dalm rangka tersebut diatas adalah merupakan juga keharusan dari Pelaksana Pekerjaan. c. Jika Pelaksana Pekerjaan tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan: • Harus persetujuan Konsultan Pengawas dan Perencana. • Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempatkan tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas). • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang berkurang. • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. d. Toleransi Besi Diameter, ukuran sisi (atau jarak antara dua  permukaan yang berlawanan)    Dibawah 10 mm    10 mm sampai 16 mm (tapi tidak termasuk  diameter 16 mm)    16 mm sampai 32 mm (tapi tidak termasuk  diameter 28 mm)    ± 7%    ± 5%      ± 4%  Variasi dalam berat  yang diperbolehkan  Toleransi  diameter    ± 0,4 mm    ± 0,4 mm      ± 0,5 mm 

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 23
BAB XII

4.5.4

Perawatan Beton

a. Beton harus dilindungi dari pengarus panas, sehingga tidak terjadi penguapan cepat. b. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. c. Beton harus dibasahi terus menerus paling sedikit selama 10 hari setelah pengecoran. d. Khusus elemen vertikal harus dipakai curing coumpound. 4.5.5 Tanggung Jawab Pelaksana Pekerjaan Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh atas kualitas sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar yang diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas Atau perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.

4.5.6

Perbaikan Permukaan Beton Penambahan pada daerah yang tidak sempurna, kropos dengan campuran adukan semen (cement mortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dan sepengatahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Konsultan Pengawas, maka harus dibongkar dan diganti dengan pembetonan kembali atas beban biaya Pelaksana Pekerjaan. Ketidak sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah/retak, ada gelombang udara, kropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan/diinginkan.

4.5.7

Bagian-bagian yang tertanam dalam beton

a. Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. b. Diperhatikan juga tempat kelos-kelos untuk kosen atau instalasi. 4.5.8 Hal-hal Lain (“Miscellaneous item”)

a. Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 24
BAB XII Digunakan mutu beton seperti penghalusan permukaannya. yang ditentukan dan dengan

b. Pegangan plafond dari besi beton diameter 6 mm dengan jarak x dan y : 150cm. Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantungan harus dikaitkan pada tulangan pelat atau balok. 4.5.9 Pembersihan Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan secara baik dan teratur. 4.5.10 Contoh yang harus disediakan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan contoh material: split, pasir, besi beton, PC untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Pelaksana Pekerjaan ke lapangan. c. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui dibangsal Konsultan Pengawas. 4.5.11 Sparing Conduit dan pipa-pipa a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan Perencana. c. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. d. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. e. Sekeliling sparing harus diperkuat dengan tulangan-tulangan silang yang ditentukan dalam gambar detail standart. 4.5.12 Penghentian Pengecoran Sementara Dapat dilakukan pada waktu pengecoran pelat/balok dengan jarak minimal 2h (h = tinggi balok) dihitung dari tepi kolom/balok yang bersilangan. Pengecoran dihentikan dengan kemiringan 60˚ terhadap dasar balok/plat. 4.5.13 Pengecoran Sambungan Beton Harus dilakukan dengan rambahan bahan addictive seperti larutan CALBOND atau setara.

c.6 KEAHLIAN DAN PERTUKANGAN Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan.4. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung diatas tanah. Pasir laut yang dicuci bersih kualitasnya sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh dan hanya setelah disetujui oleh Pemberi Tugas. toleransi dan penyelesaiannya.1 Komposisi Jenis adukan berikut harus dipakai sesuai dengan yang diinstruksikan dalam gambar-gambar atau dalam uraian dan syarat-syarat ini: Jenis M1 M2 Adukan 1 p. harus dibuat lantai kerja dari beton ringan dengan campuran (semen : pasir : koral = 1:3:5). lihat pasal 4.1 SEMEN PEKERJAAN PASANGAN Semen untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk pekerjaan beton. 5. termasuk kekuatan. : 2 pasir 1 p.4. . 5.3 AIR Air yang dipakai untuk pekerjaan menembok harus sesuai dengan syarat-syarat dalam pasal 2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 25 BAB XII 4. : 4 pasir 5.4 JENIS ADUKAN 5.2 PASIR Pasir untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya dengan pasir yang ditentukan untuk pekerjaan beton. 5. diatas permukaan yang keras.2 Mencampur Adukan harus dicampur dalam alat tempat mencampur yang telah disetujui atau dicampur dengan tangan. Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan standart yang berlaku. PASAL 5 5.c. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya.

. b. Penggunaan adukan plesteran : e. Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scratch) terlebih dahulu dan semua lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya. c. 5. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan).5 PEKERJAAN PLESTERAN 5. e. dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. Adukan 1 pc : 2 ps. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.2 Persyaratan Bahan a. 5.5. dipakai untuk plesteran rapat air. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. f. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 d.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 26 BAB XII Sangat dilarang memakai adukan yang sudah mulai mengeras atau membukukannya untuk dipakai lagi. g.5.5. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagisn dalam gambar dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. b. peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik.1 Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja. bahan-bahan. 5. Seluruh permukaan plesteran difinish acian dari bahan PC. Adukan 1 pc : 4 ps. d.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 c. Plesteran dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini.

jika ketebalan melebihi 2. Untuk permukaan yang datar.5 cm. harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 meter. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Pelaksana Pekerjaan harus selalu menyiram dengan air.5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan Konsultan Pengawas. dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari lansung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat. j. sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari. h. . m. i. l. o. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan dan wajib diperbaiki. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. Plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. dipasang tegak dan menggunakan keping-keping setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang. Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik. Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang belum difinish. Jika melebihi Pelaksana Pekerjaan berkewajiban memperbaiki dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian di atas permukaan plesterannya). n. harus diberi naat tali air dengan ukuran lebar 0.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 27 BAB XII f. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih 2 minggu. Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 meter. kecuali untuk yang menerima cat. Tebal plesteran minimum 2. plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dapat dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diberapen dengan memakai spesi air.5 cm kecuali bila ada petunjuk lain didalam gambar. k. g. p.7 dan didalamnya 0. Pelaksana Pekerjaan wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan pengotoran bahan lain. Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaanya diberi alur-alur garis horizontal diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishingnya.

yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam . Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan. g. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut diatas. i. dinding didaerah basah setinggi 160 cm dari permukaan lantai.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 28 BAB XII 5. peraltan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksanakannya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. c. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh. nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm. serta semua dinding yang ada pada gambar menggunakan simbol aduk transraam/kedap air digunakan aduk rapat air (1pc : 2pasir pasang). f. dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. tanpa cacat atau mengandung kotoran. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak diperkenankan. dengan menggunakan adukan campuran 1 pc : 4 pasir pasang.V. e. Standart: • Batu bata harus memenuhi NI-10 • Semen portland harus memenuhi NI-8 • Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 • Air harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9 5. harus diusahakan supaya tidak menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut.6. yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata.6. diikuti dengan cor kolom praktis.6. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap.3 Syarat-syarat Pelaksanaan a. Sesuai dengan pasal 81 dari A.2 Persyaratan Bahan Bata harus bata biasa dari tanah liat.6 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA 5. 1041. minimum daya tekan ultimate harus 30 kg/cm2. b. hasil produksi lokal dengan ukuran nominal kira-kira 6 cm x 12 cm x 24 cm. setiap tahap terdiri maximum 24 lapis setiap harinya. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bahan-bahan. Untuk semua dinding luar. semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian 30 cm diatas permukaan lantai dasar. Pasangan batu bata/bata merah. Setelah bata terpasang dengan aduk. 5. Bidang dinding ½ bata yang luasnya lebih besar dari 12 m² ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) h. d. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm.1 Lingkup Pekerjaan a. b.

Pegangan dan engsel-engsel Pegangan dan engsel-engsel terbuat dari logam yang digalvanisir dengan type dan finish yang sesuai. dipasangkan dengan sistem putar (tidak digetok/dipukul).2 Syarat-Syarat Umum Semua pekerjaan besi halus sesuai dengan yang tertera dalam gambar. Tiap kunci harus mempunyai 2 anak kunci yang berselimut nikel.1 Lingkup Pekerjaan Hardware untuk jendela/pintu 6. PINTU.1.1. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5%. Produk Supaya digunakan merk-merk yang cukup terkenal setara Sess Kwalitas 1. 6. DAN PEKERJAAN HARDWARE (PENGGANTUNG) 6. dipilih atau yang selaras dengan yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. harus dilobangi terlebih dahulu atau dibor sesuai ukuran yang dibutuhkan.3 Persyaratan Bahan Kunci-kunci mengikuti spesifikasi jenis dan tipe yang telah diberikan oleh Perencana. PASAL 6 PEKERJAAN KUSEN. c. rapi dan benar-benar tegak lurus. Pelaksanaan pasangan harus cermat.1. Pasangan baru bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm. b. menggunakan paku ulir. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan. Pemborong harus mengajukan contoh untuk disetujui Konsultan Pengawas. Kunci-kunci . k. harus dihasilkan dari pabrik-pabrik yang terkenal dan disetujui.1 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENUTUP DAR LOGAM (HARDWARE) 6.1. dijadikan satu dan diikat dengan kawat dan masingmasing diberi merk nomor pintu. j. JENDELA. 6. a. Untuk Hardware yang menggunakan paku ulir besar.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 29 BAB XII dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain.4 Syarat-syarat Pelaksanaan Semua pemasangan Hardware untuk jendela/pintu.

profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama. minimum 100 kg/m².6 Bahan yang akan diperoses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran.2.2. kusen bovenlicht seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari kerja. pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan .5 Ketahanan terhadap udara dan tidak kuarang dari 15 m²/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m²yang harus disertai hasil test. ketebalan.1. perealatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. 7. 7. b) Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu. 7.2.7 Untuk keseragaman warna disyaratkan sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin.2.2. dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut.2 Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhu ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. dengan mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela. bahan-bahan. kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan.1 Kosen Alumunium yang digunakan : Bahan :Dari bahan Alumuniaum flaming system Bentuk Profil :Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/MK Untuk kusen jendela dan curtain wall luar dibuat system framless.3 Konstruksi alumunium yang dikerjakan seperti yang ditunjuk dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukuran. Pekerjaan memotong. Lingkup Pekerjaan a) Menyediakan tenaga kerja.2. Accessories. punch dan drill.2. 7. Sekrup dan stainless steel galvanized kepala tertanam. Warna Profil :Ditentukan kemudian (contoh warna Hitam diajukan Pelaksana Kerja) Pewarna :Colour Anodized 18 micron. weather strip vinyl. 7.4 Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil tes. Untuk tinggi dan lebar 1 mm Untuk diagonal 2 mm 7. Persyaratan Bahan 7. kesikuan. tebal minimum 1.2.8.2. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela. Produk yang dipakai adalah Alexindo atau yang setara 7. 7.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 30 BAB XII PASAL 7 PEKERJAAN ALUMINUM HITAM 7.8 mm Nilai Deformasi :Diijinkan maksimal 2 mm. pintu partisi dan lain-lain.

9. Prioritas proses fabrikasi harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk perencana/MK meliputi gambar denah. 7. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa mrnyebabkan kerusakan pada permukaannya. Disyaratkan bahan kusen alumunium dilengkapi oleh kemungkinankemungkinan sebagai berikut : a) Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati.5. 7.6. d) Untuk system partisi.2.9. lokasi. jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.3. stap.000 kg/cm².3. 7.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 31 BAB XII alumunium harus ditutup caulking dan sealant.ukuran dan peil lubang dalam membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil alumunium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain. b) Dapat cocok dengan jendela geser. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel. merk. Semua frame/kosen baik untuk dinding.sedemikian rupa sehingga hair line dan tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.8. harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimaikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.3.3. bentuk dan ukuran. 7. Sebelum memulai pelaksanaan Pelaksanan Kerja diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi dilapangan.3. Bahan finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersangkutan dengan bahan alkaline seperti beton.4.3. aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari aquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insutating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata. c) Sistem kosen dapat menampung kaca frameless. Potongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu pada permukaannya.7. Syarat-syarat Pelaksanaan 7. 3.dll. .3.celah antara kaca system kusen alumunium harus ditutup oleh sealant. 7. kualitas. jendela putar. 7. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup. dan cocok. rivet. Angkur-angkur untuk rangka/kosen alumunium terbuat dari stel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.3. 7.1. 7. angkur-angkur untuk rangkai kusen alumunium terbuat dari steel tebal 2-3 mm.3.3.2. 7. dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikro sehingga dapat bergeser. 7.

3. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 8. tembaga atau lainnya maka permukaan material yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium menghindari kontak korosi.13. 7.1. LINGKUP PEKERJAAN 8. Toleransi pemasangan kosen alumunium disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout. PERSYARATAN BAHAN 8. bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik.15.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 32 BAB XII e) 7. 7.3. • Produk : setara Granito (Lantai Utama) • setara Roman (Lantai + Dinding Toilet) . Penggunaan ini pada swing door dan double door.2 8. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan). 7.1.3. Khususnya untukpenahan jendela gerak alumunium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang.12. Sekeliling tepi yang terlihat berbatasan dengan dinding agar sealent supaya kedap air dan kedap suara.3. • Adukan 1 pc : 4 ps. dipakai untuk seluruh lantai lainnya.3. 7.14. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada lubang bawah dan atas harus dengan waterpass. PASAL 8 PEKERJAAN LANTAI 8. Untuk fitting hardware dan reinforcing material yang mana kosen alumunium akan kontak dengan besi.2.2. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruangan yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic ribber atau bahan synthetic resin. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 Penggunaan adukan plesteran : • Adukan 1 pc : 2 ps. 8. Pekerjaan lantai terdiri dari urugan pasir dan pasangan screeding/ lapisan dasar pemasangan keramik/granit. 7.3.1.1 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas.2.1.10.11.3.2. dipakai untuk plesteran rapat air. 8.

SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 8.3. Pekerjaan lantai dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.4 9.1. serta sehubungan dengan kolom-kolom dan dinding-dinding sesuai gambar kerja.3.1. yang menjadikan kesempurnaan pekerjaan rangka itu sendiri.3. Pemasangan penutup rangka pada Pemasangan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit dalam ruang desain dan persyaratannya dari desain interior.3.6 PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT 9. LINGKUP PEKERJAAN 9.1 8.5 8.2.3.3 8. 9.1. diwajibkan membuat shop drawing. c.2 Sebelum dimulai pekerjaan. Pada lantai dua dipakai aluminium dengan ukuran yang mengacu pada gambar kerja. Aluminium rangka plafond lantai dua bertumpu pada aluminium sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan pembuatan dan pemasangan rangka langit-langit serta semua perlengkapan lainnya. Lubang-lubang saluran air dipersiapkan terlebih dahulu   kotor yang melewati lantai sudah 8.2. b.3.2 Pekerjaan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit. PERSYARATAN BAHAN 9.3 9. c. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. Pekerjaan lantai hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 33 BAB XII 8.2.1 Rangka langit-langit/plafond a.4 8.1. Penutup langit-langit Jenis : Kalsiboard Tebal : 5 mm Ukuran : 122 x 244 cm .3.2 a.1. Pekerjaan lantai dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. 9.1 9. Pada lantai satu dipakai furing metal dengan mengacu persyaratan pemasangan yang disetujui konsultan pengawas b. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk propilnya.

3. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 34 BAB XII d. Kebenaran pemasangan dalam kaitannya terhadap pekerjaan lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.3 9. Detail dan sambungan dari bagian-bagian kontruksi yang tidak tercantum dalam gambar tetapi ada dalam pelaksanaanya.3. Perubahan bahan atau detail berhubungan alasan tertentu yang kuat dapat diterima harus diajukan dan diusulkan kepada Pengawas harian utuk mendapatkan persetujuan dari pengawas dan Perencana. Persyaratan Pelaksanaan Pemasangan Penggantung Langit-langit. Standart : Eternit atau setara : Interior lathing dan Furring. Semua perubahan yang disetujui ini dapat dilaksanakan tanpa ada biaya perubahan yang mempengaruhi kontrak. Pemborong wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja.1 9. Pola pelaksanaan pemasangan rangka plafond harus sudah memperhatikan pola pemasangan lampu dan pekerjaan lainnya serta modul penutup langit-langit.4 9. maka Kontraktor/Pelaksana wajib melengkapi gambar tersebut berupa shop drawing dan harus disetujui oleh Pengawas. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan di lapangan pada waktu pemasangan yang diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian Pelaksana harus dilaksanakan pemborong tanpa diajukan sebagai tambahan pekerjaan/biaya. b. e.3.3. Pemasangan penutup langit-langit harus memenuhi syarat teknis yang dikeluarkan pabrik dimana bahan-bahan langit-langit tersebut digunakan.6 a. c.2 Pada pemasangan rangka-rangka penggantung dan pekerjaan baja lainnya harus memenuhi persyaratan baja. Semua peraturan-peraturan/normalisasi-nomalisasi yang dipakai harus yang berlaku di Indonesia misalnya SKSNI dan lain-lain. 9. Produk e. .3. b. Persyaratan pelaksanaan pemasangan penutup langit-langit 9. d. f. Sebelum dilaksanakan pemasangan daun penutup langit-langit Pelaksana Pekerjaan Wajib memeriksa seluruh pekerjaan lain yang berada di dalam ruang plafond (instalasi mekanikal dan Elektrikal). class O fire resistance 9.3. Pemborong wajib meneliti seluruh pekerjaan lain yang terkait erat dengan pekerjaan ini. PERSYARATAN PELAKSANAAN 9. Pada pemasangan garis-garis alur harus rapi dan lurus serta mempunyai bidang yang rata.3.5 a. kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang.

Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. gilas pengambangan (Float Glass) Toleransi lebar dan panjang Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. e.1. bahan-bahan. PEKERJAAN KACA 10. mempunyai sifat tembus cahaya. 10. g. Kaca harus bebas dari keretakan ( garis-garis pecah pada pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. Untuk keperluan inspeksi / control pemeriksaan diatas plafond maka dibuatkan lubang untuk orang/petugas masuk ( disarankan pada areal ruangan km/wc ).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 35 BAB XII d. Rangka plafond harus sudah pada satu elevasi yang sama. Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. Persyaratan bahan Kaca adalah benda yang terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mencapai ketebalan yang sama. PASAL 10 PEKERJAAN KACA 10. Penutup langit-langit GRC tebal 6 mm dipakai di daerah basah dan luar sesuai dengan gambar kerja. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). Harus bebas dari benang (String) dan gelombang (Wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan.1. Sebelum pemasangan gypsum board harus dilaksanakan pengukuran elevasi permukaan bawah rangka plafond.2. Kaca harus bebas dari gumpalan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/masuk). dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya.1. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Pelaksananaan pekerjaan baru boleh dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan. Cacat-cacat Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai dengan ketentuan dari pabrik.1. Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). Harus bebas dari bintik-bintik (Spots). f. . Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta potongan yang rata dan lurus. awan (cloud) dan goresan (scratch). Lingkup pekerjaan Menyediakan tenaga kerja.5 mm per meter.

digunakan produk Standard : . tebal minimal 6mm.warna transparan cara pemasangan dan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus.3mm.. harus sesuai SII 0189/79 dan PBVI 1982. Untuk ketebalan kaca 5mm kira-kira 0.. Bahan Kaca • Bahan kaca dan cermin.ANSI : American Nat Standard Inst. Semua bahan yang telah dipasang harus disetujui oleh MK. refleksi glass 40%) tebal sesuai gambar untuk itu... kemudian dilapis dengan plastik busa tebal 1cm. 297-1-1975 Safety Material Used In Build • Bahan untuk kaca interior : Colour (tinted fload glass. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kosen.1. bebas dari segala noda dan goresan.. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca merk. hingga membentuk tembereng. Permukaan harus bebas noda dan cacat. tebal 5 mm.. harus diisi dengan lem silikon merk. sisi tepi harus lurus dan rata.3. diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus. . Sisi kaca yang tampak maupun tidak tampak akibat pemotongan garis digurinda/dihaluskan. jenis cermin sesuai dengan yang telah disebutkan dalam syarat pemakaian bahan material dalam uraian dan syarat pekerjaan tertulis ini type VVV polished. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. Syarat-syarat pelaksanaan Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar.. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen. Disatu permukaannnya dilapisi (chaemics deposited silver).. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci..RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 36 BAB XII Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik..5 mm per m’) potongannya harus lurus Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan perencana/MK. bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya. tidak diperkenankan retak dan pecah pada setelan/tepinya. • Bahan untuk cermin menggunakan : Clear float glass. dari benturan dan diberi tanda untuk mudah diketahui.produk. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. siku sudut-sudutnya (toleransi 1. uraian dan syaratpekerjaan dalam buku ini. • ASTM : E6-P3 • PBVI 1982 • Ketebalan kaca harus merata. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua terpasang harus disetujui MK. Pemasangan cermin Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis MR yang disekrupkan pada klose-klose dinding. 10. Cermin dan kaca harus terpasang rapi.

langit-langit dan sebagainya. Persiapan permukaan yang akan cat. Setelah terpasang.58 1982. produk : Niponpaint atau yang setara. Setelah kontrak ditandatangani.1 Lingkup Pekerjaan a. PEKERJAAN PENGECATAN (Bagian Luar dan Bagian Dalam) 10.2 a. b. c. N.I :4 ASTM : D – 361 BS : 3900-1970 AS : K-41 10. e. harus memakai cat emulsi/acrylic berdasarkan alkyd resins.2. d. Semua warna dipilih oleh Konsultan Pengawas dan pemborong harus memasukkan dalam penawaran biaya untuk mengadakan contoh warna-warna untuk disetujui. 10. Untuk dinding luar bagunan dipakai cat khusus exterior. b. Semua bahan cat harus diperoleh dari levalinsir yang telah disetujui.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 37 BAB XII Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku/skrup-skrup kaca yang mempunyai dop penutup steinless steel.3 Ketentuan Bahan a. kolom. Pekerjaan cat kayu harus mengandung bahan sintetis d. produk ICI Weathershield atau yang setara. Untuk finishing interior kayu (lambresering. pemborong harus secepatnya. mengajukan daftar dari semua bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. Semua cat harus dipergunakan dan dipulaskan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. 10. Tidak boleh mencampurkan bahan pengering atau bahan- .2. Untuk dinding interior digunakan: • Plamir digunakan ICI atau yang setara • Cat untuk dinding luar dan dalam. c. Persyaratan Bahan Standard : . Pengecatan semua permukaan sesuai spec/gambar dengan warna dan bahan yang telah ditentukan sesuai yamh dipilih oleh Konsultan Pengawas. Juga plamur dan cat dasarnya harus yang dikeluarkan oleh pabrik yang sama untuk masing-masing lapisan permukaan. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan.2. b.2. c.PVBI : 54. b.4 Daftar Bahan-bahan a.2. cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang mengandung amoniak merk setara Cling produk Wings 10. plafond dsb) digunakan melamik. d.

Melakukan percobaan pengecatan.2. • Setelah pekerjaan plamur selesai maka diberikan kembali 1 (satu) lapis alkali resistance sealer.00 m untuk disetujui. licin.5 Syarat-syarat Pelaksanaan a. terutama (untuk bidang-bidang yang luas) untuk disetujui Konsultan Pengawas. warna ditentukan perencana. • Dinding yang akan dicat diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer • Setelah diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer masih terdapat retak rambut maka segera diberi plamur yang satu merk. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. • Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat jenis Emulsi Acrylic merk ICI Dulux atau yang setara. tidak retak-retak dan Pelaksana Pekerjaan meminta persetujuan Konsultan Perencana. 10. Pekerjaan Pengecatan Besi • Persiapan Umum Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 38 BAB XII bahan lain kedalam cat. b. • Sebelum dinding dicat. jika tidak disarankan oleh pabrik cat dan sebagainya. ditentukan Konsultan Pengawas. plesteran dan acian sudah harus benarbenar kering da bersih. bidang dinding merupakan bidang yang utuh. • Untuk dinding luar bangunan digunakan cat khusus luar jenis ICI Weathershiled atau yang setara. Pekerjaan Pengecatan Dinding Luar dan Dalam • Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh bangunan dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. Dalam pelaksanaan pekerjaan itu harus disediakan banyak lap-lap bersih. • Setelah pekerjaan cat selesai. rata. • Pemborong diharuskan membuat contoh (mock up) cat dengan ukuran 1. • Untuk warna-warna yang sejenis. tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. ruangan area pengecatan harus bersih dan dijaga agar tidak ada debu berterbangan. Pelaksana Pekerjaan diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama. • Lapisan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis acrylic emulsion dengan kekentalan cat sesuai persyaratan pabrik. .00 x 2.

• Cat yang digunakan merk ICI Dulux atau setara. Pengawas berhak untuk minta diadakan pengujian atas bahan-bahan tersebut dan pelaksanaan harus bertanggung jawab atas segala biaya yang dikeluarkan untuk ini. tepat.1. Lubang diameter ring yang digunakan adalah lebih besar 1.1. . Baja struktur harus mempunyai mutu sesuai Sdengan ASTM A36 dengan E=200. 11. gambar rencana dan intruksi-intruksi yang diperlukan oleh pengawas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 39 BAB XII c. Dengan kualitas ST 37. mur dan ring dari jenis “High Stregth” ASTM A35 baja hitam atau sekurang-kurangnya dari standart FE360 (ST37). kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langit-langit. pelat beton atau bagian-bagian yang ditentukan gambar.000 Mpa.1. • Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal ini. dan siku terhadap batangnya dengan kepala dan mur yang berbentuk horizontal. • Plamur yang digunakan adalah plamur kayu yang satu merek dengan cat yang akan digunakan. sentries. PEKERJAAN BAJA 11. Semua material yang digunakan harus baru dengan kualitas terbaik dan disetujui oleh pengawas.5 mm dari diameter baut.569. Steel Structural Painting Council (SSPC) f. Baut.3.1. American Societyfor Testing & Material (ASTM) e. jenis Vinyl Acrylic warna ditentukan Konsultan Pengawas setelah melakukan percobaan pengecatan. Peraturan Pembebenan Untuk Gedung Indonesia ((PPUGI) c. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) 1983 b. Las yang digunakan adalah las listrik dengan mutu FE 360 atau E 60. b. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup segala sesuatu untuk pelaksanaan kontruksi baja secara lengkap dengan gambar dan persyaratan teknis ini. PASAL 11 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP 11. Pekerjaan Pengecatan Langit-langit • Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gysum board. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI) d. Penjelasan dengan “Aech Welding Electrodes” sesuai AWS A5. Material a. Standart Industri Indonesia (SII) Pelaksanaan harus melaksanakan pekerjaan ini dengan ketetapan dan kesesuaian yang tinggi menurut persyaratan teknis ini. Ketentuan Umum Persyaratan-persyaratan kontruksi baja dan istilah teknik secara umum menjadi satu kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini. c. Semua baut dan mur harus mempunyai kepala yang ditempa.1.2 11. Kecuali ditentukan lain dalam buku persyaratan teknis maka semua pekerjaan baja harus sesuai standart di bawah ini : a.

Baja yang akan dilas harus bebas dari cat. 11.4 Fabrikasi a.2. Perencanaan harus membuat workshop dilapangan dan disetujui oleh pengawas.1.1. pengecatan struktur atap. Pengecatan dasar dilakukan di workshop sebelum pengiriman kelokasi atau penyimpanan. 11. • . Hasan Basri untuk penutup atap nya Genteng Keramik dan Bangunan Laboratorium dan Workshop penutup atap Genteng Metal. cacat karena tumbukan. 11. RANGKA KAP BAJA RINGAN. Sesuai dengan spesifikasi oleh merk dengan setara J-Steel Kwalitas 1.3. menurut Direksi / Pengawas lapangan tidak sesuai dan tidak lebih baik dari gambar rencana.2. Syarat Bahan / Material. PEKERJAAN PENUTUP ATAP 11. retak.2. Semua material baja harus supplier yang dapat dipertanggung jawabkan dengan disertai sertifikat dari pabrik.2. Pengelasan harus dilakukan dalam tempat yang beratap dan dilaksanakan dengan menggunakan las bujur listrik. yang memenuhi persyaratan terlindung dari pengaruh cuaca. minyak cat dan yang disambung harus rata satu sama lainnya. 3. 11. Apabila ternyata konstruksi rangka kap. dengan berat sesuai rancana. Brigjen H. Batang yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kualitas baik. pengadaan dan pemasangan Penutup atap lengkap dengan accessories d. Jika dianggap perlu. fabrikasi harus dilaksanakan dalam bengkel/workshop. b.1. tekuk atau putir.2.3. Uraian. Pekerjaan perubahan jarak gording. pelaksaan harus menyerahkan hasil pengujian yang dibutuhkan dan berhubungan dengan kontruksi baja ini disertai faktur pengiriman. pelaksanaan mharus menanggung biaya yang dikeluarkan oleh pengawas dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut. maka Direksi / Pengawas Lapangan berhak meminta kepada kontraktor untuk memperbaikinya atas biaya kontraktor sendiri.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 40 BAB XII Semua baja yang digunakan harus sesuai dengan bentuk. • Lingkup Pekerjaan Penutup Atap Untuk di Bangunan Balai di Lokasi Jl. ukuran dan ketebalan serta bebas dari karat. e. 11. 11. Apabila fabrikasi dilakukan diluar lokasi. Pelaksanaan Disesuaikan dengan prosedur dan spesifikasi yang ditetapkan oleh merk dagang dan/atau produsen. Rangka kap ini disubkan kepada produsen rangka atap baja ringan yang ditentukan kemudian dan disesuaikan dengan dana yang tersedia.

11.2. Sebelum memulai pelaksanaan.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN 11. anak tangga dipakai baja cor lengkap dengan motif bunga dan kaca gravier.1. Rangka pipa GIV ukuran 2 Inch. c. peralatan termasuk alat-alat bantu dan pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. Pekerjaan handrail tangga pada tangga menggunakan pipa kotak hollow stainless stell. Pelaksana wajib membuat Shop Drawing b. Pembersihan konstruksi atap existing dari karat dilakukan dengan menggunakan sikat kawat/wire brush sampai komponen konstrukssi atap benar-benar bersih dari karat. Bangunan Pekerjaan Railing Tangga 12.3.2.3.1. Bahan/material yang digunakan untuk pekerjaan pengecatan struktur atap adalah cat zincromate produk setara ICI b.3. b. Untuk bahan stainless steell setara “Indah Maspion”.1.2 PERSYARATAN BAHAN a.1 Persyaratan Pelaksanaan Pengecatan Konstruksi Atap yang Baja WF. Bahan/material yang digunakan untuk penutup atap merupakan genteng keramik.1. Pelaksanaan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan penutup atap. PEKERJAAN LAIN-LAIN Lingkup Pekerjaan 12 1. Bahan: a. Sebelum konstruksi atap yang telah dipasang dilakukan pengecatan terlebih dahulu dilakukan pengamplasan.3. Apabila sudah dianggap bersih oleh Konsultan Pengawas maka Pelaksana diperbolehkan melakukan pengecatan.2. Pemasangan penutup atap harus memperhatikan jarak tumpang tindih (Overlap) yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat PASAL 12 12.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 41 BAB XII 11.1. 12 1. bahan-bahan yang diperlukan.2 Persyaratan Pelaksanaan Penutup Atap a. Persyaratan Bahan 12. . Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. Dan Genteng Metal 11.

3. Digunakan stainless steel dengan mutu SS 306 finish mirror dan baja cor dengan pengelasan sambungan harus kuat dan permukaan halus. 12 3. batang-batang bulat dari bahan baja cor dan stain steel. 12 3.8 . Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. halus dan tidak cacat-cacat bekas pukulan . penghalusan dan pemasangan selesai stainless steel dipoles dengan mesin poles. 12 3. bekas laslasan harus dikikir dan dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan . Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan di atas teknis operatif sebagai informasi bagi perencana .5. permukaan yang dilas harus sama rata dan alur lasnya kelihatan teratur. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. kemudian digosok dengan compound memakai kain halus sehingga bersih dan mengkilap Pekerjaan Kloset Dan Wastafel 12. pengelasan harus dengan las listrik dengan electrode stainless steel.3.2 Jenis Bahan: Pipa-pipa kotak. Bila dianggap perlu.1. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi.3. 12 3. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site. bahanbahan yang diperlukan. Pekerjaan baja tahan karat. 12. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor.2.7. Bahan yang dipakai. Syarat-syarat Pelaksanaan 12 3. • Penyambungan dengan luas harus dilaksanakan dengan kelipata dan keahlian yang tinggi. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan. • Pekerjaan stainless steel seperti yang ditunjukkan dalam gambar untuk itu. 12 3.2.2 mm. baik pada pembuatan.6. 12 1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 42 BAB XII 12. Setelah pekerjaan las-lasan. • Untuk stainless steel yang dipakai berupa profil-profil pipa dan plat stainless steel. Las-lasan yang cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya pemborong . peralatan termasuk alat-alat bantu dan . • Pembengkokan profil-profil / plat-plat / pipa-pipa harus dilaksanakan dengan alas bender (pembengkokan) sehingga hasilnya baik.4.1. 12 3. tebal 1.

2. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan. b. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Plumbing. PASAL 13 PEKERJAAN MEKANIKAL. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.3. 12. kloset duduk dan Wastafel pada Bangunan didalam kamar mandi atau wc. 12 1.1 SYARAT-SYARAT UMUM Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan.3. pemasangan.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing. baik pada pembuatan.1. 13. Bahan: Untuk bahan Kloset dan Wastefel setara “American Standart”. Persyaratan Bahan 12.1.4. Pekerjaan pemasangan kloset jongkok.2 Pekerjaan Elektrikal. 12. 12. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Kelistrikan. Syarat-syarat Pelaksanaan 12.4. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. Bila dianggap perlu. Spesifikasi teknis ini meliputi uraian untuk pelaksanaan antara lain: 13.5. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Penyalur Petir.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 43 BAB XII pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Pemadam Kebakaran. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor.2. terdiri dari: a. 12.2. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan.3. . dan pengetesan seluruh peralatan (material) dan instalasi yang ditunjukkan pada gambar perencanaan untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin. 12.1. terdiri dari: a.3.1.3. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi.3.3. 12. Bahan yang dipakai. b.

A. maka Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard dan peraturan yang berlaku. Pemborong harus mengajukan gambar-gambar kerja dan detail (shop drawing) sebanyak 3 (tiga) set yang harus diajukan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Sebelum pekerjaan dimulai. As built drawings harus diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner) setelah selesai pekerjaan. Pemberi Tugas. Gambar-Gambar Gambar-gambar perencanan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci. Daftar Bahan dan Contoh . Gambar-gambar arsitektur dan struktur/sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail "finishing" dari proyek. pemborong harus segera mengajukan pertanyaan tertulis kepada Direksi Pengawas Lapangan. C. Dalam hal ada keraguan yang ditimbulkan karena kemungkinan kesalahan penggambaran atau ketidak sesuaian lainnya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 44 BAB XII Spesifikasi Teknis. Koordinasi Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan ini. Semua bagian tersebut walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara detail harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. benar dan sesuai standar yang berlaku. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar pekerjaan yang satu tidak menghalangi atau menghambat pekerjaan lainnya. catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) dan 3 (tiga) set lengkap gambar blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings). Gambar Perencanaan dan Bill Of Quantity ini merupakan dokumen penawaran yang tidak dapat dipisah-pisahkan atau satu kesatuan. danapabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukanagar instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi teknis atau bill of quantity saja. pemasangan maupun pengujian atau pengetesan. Setiap shop drawing yang diajukan pemborong dan telah disetujui Direksi Pengawas Lapangan dianggap bahwa Pemborong telah memahami situasi serta telah berkonsultasi dengan pekerjaan instalasi lainnya. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. dan Perencana untuk mendapatkan penjelasan masalah tersebut dalam pelaksanaan baik berupa jenis barang. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan instalasi yang pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi lapangan. B. sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin lainnya. Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

harus memenuhi standar dan ketentuan pengetesan dengan benar. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan. E. Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang dan apabila terdapat keraguan. selanjutnya pemborong harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang. . Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Pemberi Tugas dan Perencana. disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. merupakan tanggung jawab Pemborong. berstandar mutu dan keadaan baru. Dan jika sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan standar yang berlaku dan ketentuan dari kontrak. harus disediakan oleh Pemborong. yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut. sistem dan lain-lain oleh Pemborong. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pemborong. disaksikan oleh team Pemberi Tugas. Pengetesan dan Persetujuan Pemborong harus melakukan semua pengetesan yang dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap sistem. Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan dan material. kecuali apabila ditunjuk lain oleh Direksi Pengawas Lapangan. Semua tenaga. Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga ahli. Pemberi Tugas (Pemilik) dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya. Pemberi Tugas dan perencana. Daftar ini harus dibuat rangkap 3 (tiga) yang didalamnya tercantum nama dan alamat. katalog dan keterangan lain yang dianggap perlu oleh Direksi Pengawas Lapangan. Semua peralatan-peralatan yang sudah dikirim dan dipasang. apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong. maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk disetujui. Hal ini Harus menjadi Perhatian dan tanggung jawab Pemborong. Persetujuan oleh Direksi Pengawas Lapangan akan diberikan atas dasar diatas. Penggantian merk bahan dan material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari bahan dan material yang akan digunakan. D.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 45 BAB XII Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud didalam spesifikasi teknis ini. Pemborong harus segera menghubungi Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana untuk berkonsultasi. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan dan material yang akan dipasang kepada Direksi Pengawas Lapangan. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik pembuat.

Direksi Pengawas Lapangan dan melampirkan sertifikat pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang berwenang. Pemborong harus mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode tersebut kepada Tenaga calon-calon operator untuk setiap pekerjaan yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas (Owner). Hal-hal yang menyangkut masalah: • Material (masuk atau ditolak) • Jumlah tenaga kerja • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah/kurang Berdasarkan laporan harian.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 46 BAB XII F. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah dilengkapi dengan bukti dari hasil pemeriksaan atas instalasi. Kegiatan Fisik Catatan dan perintah Direksi Pengawas Lapangan yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis. 2. Pemborong tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas perbaikan. kekurangan selama masa garansi. maka Direksi Pengawas Lapangan berhak menyerahkan pekerjaan perbaikan atau kekurangan tersebut pada pihak lain atas biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi tersebut. Selama masa garansi tersebut. Pemborong pekerjaan instalasi ini masih harus menyediakan tenaga ahli yang dapat dihubungi setiap saat. Sebelum penyerahan kedua (final acceptance). Mingguan dan Bulanan" yang memberikan gambaran dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan secara jelas. Laporan tersebut dibuat dalam rangka 3 (tiga) meliputi: 1. dengan pernyataan benar dan baik yang ditandatangani bersama oleh instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Selama masa garansi. penggantian. Laporan ini harus ditandatangani oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas untuk diketahui/disetujui. dibuat laporan mingguan dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan prestasi atas pekerjaan minggu lalu sehingga menjadi laporan selama 1 (satu) bulan dan rencana pekerjaan minggu depan dan satu bulan ke depan. sehingga para petugas atau operator dapat mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan. G. Training tentang pengoperasian dan perawatan tersebut harus lengkap dengan 3 (tiga) set operating maintenance and repair manual books. Laporan Pemborong wajib membuat "Laporan Harian. . Pemborong diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan-kerusakan dari pada peralatan utama yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan. Jika pada masa garansi tersebut. Masa Garansi dan Serah Terima Pekerjaan Peralatan utama harus digaransikan selama 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun terhitung dari penyerahan kedua.

Perubahan. atau pada saat yang dikehendaki oleh Direksi Pengawas Lapangan di dalam pelaksanaan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng melalui penanggung jawab Pemborong. harus dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali. K. Pengelasan dan Pengeboran Pemborong tembok. yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis. pembongkaran. I. Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi. harus diselenggarakan kegiatan pemeliharaan berjangka dan pemeriksaan rutin. Penambahan dan Pengurangan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar-gambar rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas Lapangan. J. Gudang dan Los Kerja . 2. H. Kantor Pemborong. Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 47 BAB XII Pemborong harus menyerahkan Laporan Pengetesan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagi berikut: 1. Perubahan-perubahan material dan gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi Pengawas Lapangan. L. Pembobokan. gambar rencana dan lain sebagainya. bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi-instruksi dari Direksi Pengawas Lapangan. Penanggung Jawab Pelaksana Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman serta harus selalu berada di lapangan/site. Pemborong harus menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Direksi Pengawas Lapangan dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Hasil pengetesan tahanan isolasi kabel dan pemberian tegangan. Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan pekerjaan ini. 3. lantai. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan. pengeboran dan sebagainya hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin tertulis dari Direksi Pengawas Lapangan. harus diajukan oleh Pemborong kepada Direksi Pengawas Lapangan secara tertulis. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan Pemborong instalasi ini. Pengajuan perubahan material. Masa Pemeliharaan Selama masa pemeliharaan. Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut. Pembobokan. Dalam merubah gambar rencana tersebut.

Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga/daya kerja harus disediakan oleh Pemborong. N. los kerja. Kebersihan dan Ketertiban Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan di keluarkan oleh Direksi Pengawas Lapangan pada waktu pelaksanaan. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Q. P. maka Pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga Kerja) dan mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. harus selalu dalam keadaan bersih. bahan dan peralatan baik di dalam gudang maupun diluar (halaman). penyimpanan barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar) dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. berpengalaman dan .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 48 BAB XII Pemborong diperbolehkan membuat ruang kantor. Penerangan dan Sumber Daya Pada kantor. menjadi tanggung jawab Pemborong. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. Penjagaan dan Kebakaran Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. peralatan. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. Pemborong wajib menyediakan peralatan pemadam kebakaran (pemadam api ringan) yang diletakkan dalam kantor lapangan dan gudang. Bagan Penyelenggara dari Pemborong Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong harus diserahkan kepada penyelenggara dengan kualifikasi ahli. O. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang lapangan). Kecelakaan dan Peti PPPK Terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan M. gudang. kantor. harus diberi penerangan yang cukup. Penimbunan/penyimpanan barang. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan.

Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari PDAM daerah setempat. c. Site Manager mewakili Pemborong ditempat pekerja dapat bertindak penuh kepada Direksi Pengawas Lapangan. Elektrikal dan Plumbing yang terdiri dari: 13. Pada setiap saat Direksi Pengawas Lapangan atau petugas-petugas/staff harus dapat mengawasi. Pengadaan dan pemasangan peralatan sistem pengolahan air kotor (Septic Tank) dengan Biotech System.2. Pengadaan dan pemasangan sistem penyaluran dan penampungan air hujan dengan sumur resapan dan saluran/drainase bangunan. Pengadaan dan pemasangan pompa sumur dangkal (Jet Pump) dan Submersible Deep Well Pump air bersih serta pengeboran sumur dalam dan dangkal untuk sumber air bersih. sebagai penanggung jawab di lapangan. Bila Pemborong lalai. tetapi luput dari pengamatan Direksi Pengawas Lapangan dan stafnya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. Bagianbagian pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya. Direksi Pengawas Lapangan menempatkan petugaspetugas pengawasan yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan. e. berlaku tidak wajar. disampaikan langsung kepada Site Manager wakil Pemborong.2 LINGKUP PEKERJAAN Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. 13. sistem pengolahan air bekas (buangan) dari ruang cuci dengan Neutralizing Tank dan dari ruang dapur kotor dengan Grease Trap. Di tempat pekerjaan. . Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari sumur dalam maupun dangkal kepada pihak Badan yang berwenang pada daerah setempat. bahan dan peralatan serta Pemborong harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. melakukan perbuatan yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 49 BAB XII mempunyai wewenang penuh untuk mengambil keputusan.1 Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) a. memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan. b. maka akan dikenakan tindakan sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal denda. pemasangan dan pengujian seluruh lingkup pekerjaan instalasi Mekanikal. R. Petunjuk dan perintah Direksi Pengawas Lapangan didalam pelaksanaan. kepada mereka yang melanggar terhadap peraturan umum mengganggu ataupun merusak ketertiban. Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan setiap saat yang diperlukan Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan. d. harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian. Pengawasan Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Staff-nya.

Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis lampu penerangan. j. e. reduser. b. Pengadaan dan pemasangan sistem pembumian pengaman lengkap dengan bak kontrol dan elektroda pembumian.2 Pekerjaan Elektrikal (Kelistrikan) a. g. saklar. 13. 50 Hz lengkap dengan komponen pengamanannya. d. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dalam dan luar serta stop kontak lengkap dengan kabel instalasi. isolasi penyambungan kabel. kotak saklar dan stop kontak. Pengadaan dan pemasangan Unit Splizen (Air Terminal) penyalur petir sistem elektrostatis. b. . Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TM/TM. k. klem. Pengadaan dan pemasangan Transformator Stap-Up 20 kV/400 V. dan stop kontak. 20 kVolt ke pihak PLN daerah setempat. l. h. pipa pelindung kabel. dan accessories lainnya. junction box. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan menengah 20 kV. pipa vent dan air hujan lengkap dengan elbow. Pengadaan dan pemasangan tiang penyanggah air terminal penyalur petir. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik untuk AC dan Fan. tee. f. Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TR/TR 400/230 Volt ke pihak PLN daerah setempat.2. Pengadaan dan pemasangan seluruh panel-panel tegangan rendah lengkap dengan komponen-komponen panelnya. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan rendah 400/230 V. air bekas. Pengadaan dan pemasangan panel utama tegangan menengah (TM) lengkap dengan komponen-komponen panelnya. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi kelistrikan yang terpasang.3 Pekerjaan Penyalur Petir a. g. Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi seluruh peralatan plumbing. c.2. alat ukur dan elektroda pentanahan. i. 13.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 50 BAB XII f. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih. dan accessories lainnya. c. Pengadaan dan pemasangan instalasi penyalur petir dan system pentanahan penangkal petir lengkap dengan bak kontrol. air kotor. h.

Pemborong harus menempatkan tenaga ahli di lapangan. Pemborong harus dapat menerima dan menyetujui gambar instalasi yang diberikan oleh perencana. Mempunyai Pas Kerja PLN (Sikka Golongan A) dan Pas PAM-wilayah yang masih berlaku. d. c. Mempunyai pengalaman dalam pekerjaan Mekanikal. 13. Pemborong harus membuat gambar kerja yang mengacu pada gambar perencanaan dan disetujui pemberi tugas serta disahkan pimpinan proyek.4 PROSEDUR PELAKSANAAN Syarat-syarat pelaksanaan antara lain: a. b. yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100%. Membuat Time Schedule pelaksanaan pekerjaan MEP. e.102 menyatakan: • Surat hasil pengetesan dan pengujian instalasi. • Menyerahkan gambar As Buil Drawing sebanyak 3 (tiga) set yang telah diketahui Perencana. Mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. f. Mempunyai tenaga pelaksana yang berpengalaman. Berdomisili di wilayah setempat dan sekitarnya. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi penyalur petir system elektrostatis dan sistem conventional (sangkar faraday).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 51 BAB XII d. Elektrikal dan Plumbing yang dinyatakan dengan referensi dan mampu berperan sebagai patner dari pemborong utama (pekerjaan Sipil). Pemberi Tugas dan disahkan Direksi Pengawas Lapangan. .3 PESERTA PELELANGAN Peserta pelelangan adalah badan hukum yang bergerak di bidang pemborong bangunan rumah tinggal serta terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu Provinsi dan memiliki Tanda Daftar Rekanan yang masih berlaku serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. adapun persyaratan lainnya adalah: a. • Telah mendapatkan surat keterangan dari pimpinan proyek. e. Pemborong pekerjaan MEP dalam bangunan ini harus mempertanggung jawabkan pekerjaan secara teknis dan instalasi kepada pimpinan proyek. agar setiap waktu dapat memberikan penjelasan dengan pimpinan proyek. instalasi Pekerjaan instalasi MEP dinyatakan selesai bila pihak pemborong telah . f. c. Pemborong harus mengadakan pengujian seluruh pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal yang disaksikan oleh pemberi tugas. • Seluruh material pada Pekerjaan MEP harus mempunyai purna jual yang terjamin dan garansi minimal 9 (sembilan) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun. b. 13. d.

Sucofindo atau yang tunjuk oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner). Sistem 1. Untuk sumber air tanah telah terjamin kualitas/mutu airnya yang harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorim PT. air bersih dengan pompa penguat (Booster Pump) secara sistem tangki tekanan (Hydrophor) otomatis disalurkan ke seluruh Toilet yang ada pada lantai bangunan hingga siram taman.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 52 BAB XII g.5. Pemborong harus melaksanakan masa pemeliharaan selama 3 s/d 6 bulan. water level control) dan ditambah check valve. Semua material harus baru dan bila terjadi kerusakan pada material tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan. 13. 4.1 Uraian Umum 1. Kerusakan material sebelum penyerahan kedua menjadi tanggung jawab pemborong. pemborong harus mengganti dengan yang baru. Supply air bersih dari pompa penguat (Booster Pump) sebelum dialirkan akan difilterisasi terlebih dahulu dengan Sand Filter dan Carbon Filter.2 Uraian Teknis Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) A. Pengajuan gambar kerja dari pemborong harus dilakukan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Air Bersih Sumber air bersih untuk proyek ini berasal dari sumber air tanah atau Sumur dalam sebagai sumber air utama dan cadangan.5. h. 2. tekanan air pada seluruh unit fixture harus memenuhi syarat-syarat tekanan air yang ada dalam buku PPI Tahun 1979. Air bersih yang berasal dari sumur dalam dan sumur dangkal di sambungkan langsung ke Ground Water Reservoir Tank (GWR).5 SYARAT-SYARAT TEKNIS 13. Pemborong harus menyerahkan daftar dan contoh material kepada pemberi tugas dan pimpinan proyek untuk mendapatkan persetujuan. Pengontrolan penggunaan air bersih dari SDWP atau jet pump maupun PDAM dengan gate valve + pelampung (WLC. 2. Supply air bersih dari sumur dalam menggunakan Submersible Deep Well Pump (SDWP) dan dari sumur dangkal menggunakan Jet Pump. 13. Air Kotor dan Air Bekas Buangan air dari wastafel atau lavatory dan floor drain disebut dengan air bekas dan buangan air dari water closed dan urinal disebut dengan . Selanjutnya dari Water Reservoir Tank. Penggantian merk dari material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari pemberi tugas dan pimpinan proyek. Untuk menentukan kenyamanan bagi pemakainya. 3.

bahwa pipa air bersih pada pemipaan dari Water Reservoir Tank (WRT) ke toilet bangunan menuju unit fixture toilet dan dari Flow Meter PDAM. Spindo. Air kotor yang berasal dari water closed & urinal pada seluruh lantai bangunan akan dialirkan ke septic tank dengan pengolahan limbah Biotech System dan selanjutnya dapat dialirkan ke drainage bangunan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 53 BAB XII air kotor. Bumi Kaya. untuk itu digunakan 2 (dua) pipa tegak dan mendatar untuk melayani dan mengalirkan kedua jenis air buangan tersebut. Pemanfaatan air hujan dapat dilakukan.87. Produksi : Setara PPI. Air Hujan dan Vent Dinyatakan dalam gambar perencanaan. sedangkan buangan air dari kitchen (dapur kotor) dan ruang cuci pakaian akan dialirkan masingmasing ke bak penampungan yaitu Grease Trap dan Neutralizing Tank untuk disaring atau difilter (jika diperlukan) yang selanjunya dialirkan ke drainage/saluran bangunan. Persyaratan Bahan 1. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. Air Hujan Air hujan yang berasal dari atap bangunan disalurkan melalui beberapa pipa tegak sampai dibawah lantai satu langsung disalurkan ke drainage bangunan dan sedangkan untuk atap bangunan lainnya. air hujan jatuh bebas langsung dialirkan ke drainage/saluran bangunan. 2. toleransi tebal (sedang) ± 10%. yakni untuk mengurangi limpahan yang sangat berlebihan atau banjir sekaligus untuk menambah potensi air tanah. Pipa Air Bersih Dinyatakan dalam gambar perencanaan. 3. KHI. Selanjutnya air buangan yang berada pada seluruh saluran bangunan sebelum dialirkan ke drainage/saluran kota terdekat. SNI 07 0039. B. . Air Kotor.81. Bakrie. bahwa pipa air bersih yang digunakan untuk pemipaan pompa utama air bersih dan pemipaan distribusi air bersih yaitu pipa baja galvanizer (Galvanized Steel pipe/GIP) medium yang tahan terhadap tekanan maksimum 50 Kg/Cm2. Pipa Air Bersih. Air Bekas. Air buangan dari wastafel dan floor drain dipisah dengan buangan air dari water closed. Sedangkan limpahan dari tanki air hujan akan dialirkan ke drainage bangunan terdekat. Seluruh sambungan pipa GIP harus dilas metal dengan penguat yang berupa pelana kuda (Saddle). SNI 0161. harus dialirkan ke sumur resapan. Air bekas yang berasal dari wastafel dan floor drain akan dialirkan langsung ke drainage bangunan. toleransi diameter luar ± 1% dan harus sesuai dengan standar BS 1387/67. yaitu sebagian air hujan ditampung dalam tanki air hujan yang selanjutnya akan difilterisasi (disaring) dengan menggunakan pompa transfer melalui sand filter tank dan karbon filter untuk disalurkan ke Water Reservoir Tank (WRT).

Wavin. water closed. air bekas dan air hujan pada pemipaan dari seluruh toilet dan atap bangunan menuju septic tank (STP-Biotech System).3 Uraian Teknis Pekerjaan Elektrikal Instalasi Kelistrikan A. B. tabung dari bahan iron stell. Produksi : Setara Rucika. Dinyatakan dalam gambar perencanaan.5. tee 45 (Tee Y) dan lainnya harus dari bahan yang sama dengan pipa yang digunakan. Super Intilon. 3. urinal. clean out. harus menggunakan pipa PVC D yang tahan terhadap tekanan 8 Kg/cm. Produksi : Setara Supreme. memiliki pressure 20 Kg/Cm2 dan ditempatkan dalam kotak panel terpasang didinding. 50 Hz.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 54 BAB XII Dinyatakan dalam gambar perencanaan. yang mana sambungan pipa PVC AW berdiameter dibawah 4 cm digunakan perekat (lem) sedangkan yang berdiameter diatas 4 cm digunakan rubber ring joint. floor drain. Semua peralatan bantu pipa PVC-AW dan PVC-D seperti fitting. saluran/drainage bangunan. bahwa Kabel distribusi tegangan menengah 20 kV adalah jenis N2XSEFGbY . Bentuk dan bahan untuk peralatan unit fixture seperti: kran air dinding. LMK. Sistem Sumber daya listrik berasal dari penyambungan sumber daya listrik utama PLN dengan sistem tegangan TR 380V. . harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. Kabelmetal. Chuub. wastafel dan lain-lain. reduser (type Concentric). SPLN 43-5. bahwa pipa vent pada pemipaan dari seluruh water closed. Sesuai dengan standard JIS K 6741. Pralon. Kabel Tegangan Menengah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. PAR yang harus digunakan dari bahan serbuk kimia multipurpose dry chemical (ABC Fire) yakni NH4H2PO4.24 kVolt untuk pemasangan di pit trench cable dan di rak kabel (udara) harus telah memenuhi persyaratan. SNI06-0084-1987. Sesuai dengan standard SNI-06-0084-1987 dan SII 0344-82. Bahan dan Material 1. PUIL-2000. harus mengikuti desain dari interior ruang toilet. elbow 45. 13. bahwa pipa air kotor. roof drain. Kabelindo. wastafel/Lavatory dan kitchen seluruh bangunan. Fire Extinguiser System (Pemadam Api Ringan/PAR) Fire extinguiser system (PAR) adalah jenis portable dalam mengatasi kebakaran yang harus disediakan pada areal atau ruang tertentu.1986. IEC 502-1983. Produksi : Setara Yamato. male adapter. PLN. Appindo.24 kVolt untuk pemasangan didalam tanah dan N2XSY .

JapaPanel. Merlin Gerin. Kabel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. ABB. b. IP 54 serta memenuhi persyaratan PUIL-2000. Produksi : Setara Terasaki. Merlin. Kabelmetal. antara lain: a. yaitu jenis pemasangan didinding (wall mounted enclosure). bahwa Kabel distribusi tegangan rendah adalah jenis NYFGbY . 100 kA dengan rating voltage 500/660 Volt lengkap dengan solid links (dudukan HRC fuse) dengan rating current 1 step diatas rating current HRC Fuse serta harus memeliki alat pencabut HRC Fuse (Fuse Handle) standard SFS 2371. bahwa Box panel listrik ada 3 jenis. Voksel. pemutus tenaga mini MCB. PLN. PUIL. PLN. 36 kA.0. 8 kA dan 5 kA yang telah memenuhi persyaratan SPLN 108/SLI 175/IEC 989. Produksi : Setara Simetri.2000.0.6/1 kVolt untuk pemasangan di atas plafon (udara) harus telah memenuhi persyaratan SNI 04-2701-1992. LMK. Kapasitor Bank Kapasitor harus dari jenis Self Healing Dry Type. dan 8 kA. yaitu jenis kering (Metallized Polypropylene Film) yang bisa . ABB c. AEG. AEG. Hansel.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 55 BAB XII 2. 25 kA. IEC 32 B. jenis pemasangan dilantai (standing mounted enclosed) yang kontruksinya dari plat baja dengan tebal plat 2 mm dan dicat oven. IP 55 dan jenis inbow waterproof (PVC High Impact) dengan pintu transparan. 10 kA. 15 kA. dan memenuhi standar LMK. LMK. 4 pole. Hager. PUIL. Kabelindo. LMK. Panel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Littelfuse. Automatic Tranfer Switch (ATS) atau sistem tukar (Interloc).6/1 kVolt untuk pemasangan di-dalam tanah dan NYY . dan IEC 947-2. Satu pelat dudukan sehingga lebih menjamin aspek keamanan dan lebih mudah dalam pemasangan. Produksi : Setara Stomberg. Komponen Panel Dinyatakan dalam gambar perencanaan. MCB 1 phasa. 3 phasa. dan 18 kA. OniPanel. Produksi : Setara Supreme. Fuse Links dari jenis HRC Fuse/phasa. SPLN 43-1 198. 3. dimana semuanya sesuai dengan standar IEC 269-1. 3 phasa. Produksi : Setara Terasaki. 45 kA. 50 kA) dilengkapi mekanisme motor yang sama sehingga bisa beroperasi secara otomatis dan system interlok mekanis dan elektris mencegah kedua pemutus tenaga menutup secara serentak walaupun hanya sesaat.2000. bahwa komponen panel utama banyak ragamnya. d. 4. AEG. ABB. PLN. Kedua pemutus tenaga (MCCB. Pemutus tenaga MCCB. SIER. LMK.

Produksi : Setara Nokian. PUIL-2000. Inductance of the reactor : 3 % tuning accuracy.5 % s/d + 10 %. antara lain: Rating Voltage : 525 Volt. Harmonic load : UH3 = 0.3 x In). Harus memenuhi standar IEC 831-1. Protection class : IP 23. LMK. Produksi : Setara Nokian. f. Harus memenuhi standar IEC 76/3. Temperatur category : -40 C s/d 50 C. IEC 831-2 (1996). Delta. Losses at + 20 C : < 0.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 56 BAB XII memperbaiki kerusakan sendiri dan memiliki ketentuan-ketentuan. • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • . Ambient temperature : 40 C. Detuning factor : 7 %. Ketentuanketentuan lainnya yang harus dipenuhi. Insulation class : T 40. Tingkat Insulasi : 3 kV (power frequency) & 15 kV(Impulse). Blocking Reactor (Detuned Filter) Blocking reactor harus dari material kumparan tembaga jenis Polyeter Resin yang pencetakannya dalam keadaan Vakum dan tekanan tinggi dengan thermal resistance 150 C. pada sistem 400 (NO Load).5 & UH5 = UH7 = 5 % Based on Un. Continuous over current : 30 % (1. koneksi (penyambungan) antar phasa atau phasa – netral yang memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut . Toleransi kapasitas : . PUIL-2000. Protection class : IP 42. Automatic Power Factor Regulator (APFR) APFR untuk mengatur step kapasitor secara otomatis yang menggunakan teknologi digital (Microprocessor) yang dipasang langsung pada panel atau rel DIN. digunakan untuk melindungi kapasitor bank dari kerusakan akibat kelebihan tegangan atau gelombang arus Harmonic yang terlalu tinggi dan dalam menghindari resonansi serta menurunkan presentasi harmonic pada jaringan listrik. VDE 0532831-2. Separate source test : 3 kV – 1 min.1 x Un). antara lain: Rating Voltage : 400 Volt.5 W/kVar. LMK. Rating Frequency : 50 Hz. Continuous over Voltage : 10 % (1. e. Discharge time to 50 V : < 60 detik. Rating Frequency : 50 Hz. Sistem Koneksi : 3 phasa.

3 A. PUIL2000. tegangan kerja 220 V. • Fase Fault Relay (rele kesalahan phasa). proteksi terhadap arus hubungan singkat atau akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. dan sebagainya. 50Hz. tunda waktu selama 0 s/d 1 detik. tunda waktu selama 0. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). 50 Hz. . Relay Pengaman yang digunakan antara lain: • Earth Fault Relay (Rele arus bocor bumi).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 57 BAB XII • • • • • • • • Rating Voltage : 230/400 Volt. tegangan kerja 220 V. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. 0. g. tunda waktu 1 detik.003 s/d 0. kelebihan atau kekurangan tegangan. kesalahan urutan phasa dan ketidakseimbangan beban antar ketiga phasa terlalu besar. kelebihan arus. • Operational sequence : 4 Program regulasi • Harus memenuhi standar EN 50082-2 & EN 50081-2 EMC. tegangan kerja 220 V. factor daya terlalu kapasitif atau induktif.7 VA. mengaktifkan pengisian batere bila tegangan jatuh di bawah ambang batas. 50 Hz. • Relay Kontrol Arus. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). suhu operasi sebesar -10 s/d 50 • Short Circuit Relay (Rele arus hubung singkat). Accuracy class : 1. Kontrol & Proteksi : 6 jenis alarm. dipasang sebagai tambahan terhadap system control dengan kontak keluaran 8 A (Cos fi= 1) 250 V. pengamanan peralatan pada instalasi listrik akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. tunda waktu selama 0. yaitu factor daya rendah. Rating Frequency : 50 Hz 2 % automatic selection. sensitivitas arus sebesar 0. 50 Hz. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C.5 %.3 detik. • Under and Over Voltage Relay (Rele turun dan naiknya tegangan). sensitivitas tegangan sebesar 15% dari tegangan kerja. Produksi : Setara Nokian. temperature terlalu tinggi. Protection class : IP 40 (pada panel) & IP 20 (pada rel DIN). tidak langsung dan api. proteksi terhadap turunnya dan naiknya tegangan yang semestinya pada sistem tak stabil. 50 Hz. tegangan kerja 220 V. pengamanan peralatan pada instalasi terhadap tegangan yang semestinya pada system tak stabil. tegangan kerja 220 V.2 detik. Jumlah step automatic : 6 Step. proteksi terhadap kontak langsung. tegangan kerja 220 V. Ambient temperature : 0 C s/d 40 C. Current transformer (CT) : 5A. LMK. • Relay Kontrol Tegangan. proteksi terhadap kehilangan salah satu phasa. sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. 50 Hz. waktu tanggapan selama 200 mili detik. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C.

. stop dan fault/kesalahan. tegangan kerja 230 V. • Emergency Pushbutton dengan bentuk bundar latching key release dia. proteksi terhadap adanya daya balik baik dari sumber utama (PLN) maupun sumber cadangan diesel genset sehingga kedua sumber tidak boleh terinterkoneksi walaupun sesaat. Omron. type flush dengan posisi NO. Siemens. h. Meter Pengukur j. yakni Breaker. kuning dan biru. dengan penutup plastic berwarna putih. OBO Bettermann. lampu tanda untuk start. 50 Hz. 50 Hz. berwarna merah untu stop dan berwarna hijau untuk start. ABB. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. • Voltmeter Cam Switch (Saklar Voltmeter) 7 (tujuh) posisi dengan arus thermal 12 A. Relay-relay pengaman harus sesuai dengan standar PUIL. Outo) dengan arus thermal 20 A. lampu tanda untuk start. tegangan kerja 230 V. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. • Kontrol Stater Motor.T . • Lampu Tanda lengkap dengan lampu type protected Led. Star Contactor. AEG. harus memenuhi persyaratan DIN VDE 0675 part6 LMK. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. tegangan kerja 230 V. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. Merlin Gerin. PLN. 100 kA. Hijau. OFF. Line Contaktor lengkap dengan kontak blok tunda waktu. AEG. Produksi : Setara Merlin Gerin. • Reverse Power Relay (Rele daya balik). teganga kerja 230 V.2000. Produksi : Setara Phoenix Contect. berwarna merah. LMK dan IEC. yakni Breaker. waktu tanggapan selama 200 mili detik. Produksi : Setara Merlin Gerin. 40kA dan 15kA.phase & Netral.S. 400 V untuk tegangan rendah. • Ammeter Cam Switch (Saklar Ammeter) 4 (empat) posisi dengan arus thermal 12 A. • Pushbutton (Tombol Tekan) dengan bentuk bundar sring return.000 Watt harus menggunakan sistem Star Delta yang terdiri dari tiga komponen.000 Watt harus menggunakan sistem Direct On Line (DOL) yang terdiri dari tiga komponen. Unit Lightning Arrester R. LMK dan IEC.40 mm dengan posisi NC. Contactor.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 58 BAB XII sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. 50 Hz. • Peralatan kontrol harus sesuai dengan standar PUIL-2000. Delta Contactor. • Change Over Cam Switch (Saklar Alih) 3 (tiga) posisi (Manual. stop dan fault/kesalahan. Merah. Peralatan Kontrol • Kontrol Stater Motor. 50 Hz. i. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. untuk kapasitas dibawah 5. untuk kapasitas diatas 5.

• Kilo Watt Meter (kWh-Meter) dari jenis 1 phase dan 3 phase harus sesuai dengan data teknis PLN dan LMK. PLN. SPLN. LMK. Unibell. double gang maupun multiple gang. suhu operasi -10 s/d 50 C. Saklar dan stop kontak tersebut diatas harus memenuhi persyaratan IEC. • Frekwensi Meter. Busbar dan sepatu kabel serta perekatnya (Mur dan Baut) adalah jenis tembaga dengan konduktifitasnya sebesar 99. • Amper Meter (Pengukur arus listrik). Elektroda Pembumian Elektroda pembumian adalah dari bahan tembaga pejal dengan konduktifitasnya sebesar 99. Unibell. IEC 51. AEG. Unit AC. Voksel. Produksi : Setara Catu. Produksi : Setara Schlumberge.2 x In continue. ketelitian 1.99% yang dilengkapi dengan warna phasa. b. PLN. ukuran 144x144 atau 96x96. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 59 BAB XII • Volt Meter (Pengukur tegangan listrik). netral dan pembumian sesuai persyaratan BS 1977. Saklar dan Stop Kontak a. skala 0-500A. ketelitian 1. Kabelmetal. Cos Phi Meter.5%. kapasitas 1. dan lain-lain) a.5%.5. dan lainnya harus berukuran 144x144 atau 96x96. Produksi : Setara Supreme. BS 4607. Marshall Tuplex. 7. 16 A dan stop kontak 1 phasa khusus dilengkapi saklar dan lampu tanda memiliki rating voltage 250 V. Produksi : Setara EGA. kapasitas 1. kelas 1. Stop Kontak. LMK dan harus dilengkapi dengan box dari bahan metal anti karat atau mouled plastic. PLN. 5. kelas 1.5. Waler. skala 0-500V. 13 A. Kabel instalasi listrik adalah jenis NYM 3 core 500 Volt untuk 1 phasa yang telah memenuhi persyaratan SII 0209-78. LMK. PLN. suhu operasi -10 s/d 50 C.5%.5.2 x In continue. k. DIN 46235. VDE 0250. ukuran 144x144 atau 96x96. suhu operasi -10 s/d 50 C. Stop kontak 1 phasa normal memiliki rating voltage 250 V. Meter-meter pengukur sesuai dengan standar LMK. Saklar memiliki rating voltage 250 V.99% yang telah memenuhi standard BS 1977. Voksel. Produksi : Setara Catu. 10 A type rocker dengan jenis single gang. kelas 1. Instalasi Listrik (Penerangan. Kabelindo. DIN 46235. 6. LMK. Pipa dan fleksibel conduite pelindung kabel instalasi listrik dan accessories lainnya adalah jenis PVC high impac yang telah memenuhi persyaratan BS 6099. b. ketelitian 1. LMK.

Phillips. B. 50 Hz. Ese Tech. Sistem Sistem penangkal petir menggunakan sistem elektrostatis non radio aktif yang prinsip kerjanya adalah menarik energi medan listrik di atmosfir yang meningkat dengan cepat pada saat terjadi petir. Pelepasan medan ionisasi keawan akan dapat (mampu) menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah (bumi). toleransi 10% serta dilengkapi dengan Stater socket dari jenis polycarbonate dan Staternya dari jenis ES Porceliain lamp holders. . Komponen lampu. Apollo. down light dengan lampu PLC 18 W. LMK. Atco. Hal tersebut akan memungkinkan terjadinya sambaran petir berkurang dan daya tarik muatan terhadap muatan awan terkonsentrasi pada titik sambaran air terminal saja. sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar menuju elektroda pembumian yang tersendiri. Produksi : Setara Phillips. Bahan dan Material 1. c. Produksi : Setara Prevectron. Instalasi Penangkal Petir A. OniLigt. b. pengumpulan energi ini terlebih dahulu diakumulasikan dan kemudian dibebaskan pada waktu yang telah ditentukan untuk menciptakan ionisasi dengan loncatan muatan disekitar batang penerima (Ait Terminal/Splizen) penangkal petir. dan Down light halogen 50 W/12 V. 8. BJB. Kurn.7 mm dicat dasar anti karat dan dicat oven warna putih untuk jenis recessed mounted TL 1 x 36 W atau 2 x 36 W type TKI maupun type balok. yaitu Ballast dari type Low loss dan digunakan untuk satu lampu floerescent (Neon) yang terpasang kokoh pada armatur. dimana harus mempunyai terminal pembumian. Legrand. Armatur lampu memiliki plate minimum 0. ventilasi didalammnya cukup baik dan reflector terbuat dari bahan alumunium silicon alloy dengan derajat pemantulan yang sangat baik. Zeus. PLN. 250 V. Armatus Lampu dan Komponen Lampu a. Air Terminal (Splizen) Air terminal atau splizen untuk sistem elektrostatis adalah jenis Non Radio Aktif dan harus sesuai dengan standard IEC 1024-1. Capasitor harus dari jenis metalized paper dengan maksimum temperatir 85 C.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 60 BAB XII Produksi : Setara MK. Produksi : Setara Artolite.

ABB. PLN. PLN.Super Swallow. AEG. LMK. Kabelmetal. • Komponen Panel TR : Terasaki. Kitz. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. Instalasi Pemadam Kebakaran – (Produk/Merek harus Setara) • Pemadam api ringan (PAR) : Yamato. 3. • Rak kabel : OniRack. JapaPanel. Pralon.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 61 BAB XII 2. 4. Super Intilon.6 OUTLINE SPECK PEKERJAAN MEKANIKAL.6. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian dari bahan tembaga pejal yang telah memenuhi standard BS 1977. Batang Peninggi (Penyanggah Air Terminal) Batang peninggi untuk air terminal adalah tiang tembaga pejal berdiameter 100 mm dengan tinggi 24 meter telah memenuhi standard BS 1977.2 Pekerjaan Elektrikal A. Produksi : Setara Supreme. Unibell. Astam.6/1 kV yang telah memenuhi persyaratan LMK. AEG. EQual. Voksel. Kabelindo. • Lightning arrester : OBO B. Appindo. Omron.. PLN. Phonic Contec. • Kabel 1 kVolt : Supreme. LMK. Bombas Ideal. Voksel.6. Hager. Fuji Electric. Mizu. • Pipa Plumbing : Rucika. MG. Chuub. Kabelindo. 13. Bio-Primatec. Produksi : Setara Catu. Landini. Bumi Kaya. AEG. Merlin Gerin. unibell. Instalasi Plumbing – (Produk/Merek harus Setara) • Pengolahan limbah air kotor : Bio-Master. Wavin. Crompton. Kabel Penghantar Kabel penghantar untuk instalasi penangkal petir adalah jenis NYY 0. Circutor. 13. • Pipa utama di ruang pompa : PPI. KHI. Nobi. • Pompa air bersih : Grundfos. Bakrie. B. Produksi : Setara PPI. Instalasi Listrik (Arus Kuat) – (Produk/Merek harus Setara) • Panel tegangan rendah : Simetri. • Relay Pengaman : Merlin Gerin. OniPanel. • Unit Instrument : Schlumberge. Spindo. • Peralatan pengaturan air bersih (10 bar) : Toyo. Matra. Kabelmetal. . Hansel. Jembo Cable. Bakrie. Metosu. DIN 46235.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing A.

Voksel. Kurn. Legrand. 14. Jembo Cable. Zeus. Armatur lampu : OniLight. maka pekerjaan tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Bestek ini. 14. • Lightning counter : Prevectron. Pekerjaan Instalasi Penyalur Petir – (Produk/Merek harus Setara) • Air terminal system elektrostatis : Prevectron. tetapi tidak diuraikan atau dimuat dalam Bestek ini. Atco. Phonic Contec. Marshall Tuplex.2. B. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini. Waler. Kabel kontrol : BICC Brand-Rex. Waler. Unibell. • Pipa pelindung kabel : EGA. Unit alat lampu : Phillips. BJB. Kabelindo. Avaya. Kabelmetal. Phillips.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 62 BAB XII • • • • • • • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Metosu. • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Ese Tech. . PASAL 14 : PERATURAN PENUTUP. Kapasitor bank : Nokian. Pipa pelindung kabel : EGA. Apollo. Marshall Tuplex. Kabel 1 kVolt : Supreme. tetapi diselenggarakan dan diselesaikan oleh Pemborong. untuk menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna menurut pertimbangan Direksi.1. harus dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Bestek ini. Unit saklar dan stop kontak : MK. Meskipun dalam Bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh Pemborong dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini. OBO Bettermann. Unibell. Merlin Gerin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful