RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 1

BAB XII

SPESIFIKASI TEKNIS
Keterangan : Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan: 1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri; 2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional; 3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan; 4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan; 5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; 6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan; 7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk; 8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan; 9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.

BAB XII

PETUNJUK UNTUK PESERTA Peserta Tender harus membaca dan mempelajari seluruh gambar kerja, rencana kerja dan syarat ini dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dokumen tersebut secara keseluruhan maupun setiap bagian. Tidak ada gugatan yang akan dipertimbangkan jika gugatan itu disebabkan karena peserta tidak membaca, tidak memahami, tidak memenuhi petunjuk, ketentuan dalam gambar, atau pertanyaan kesalahpahaman apapun mengenai arti dari isi dokumen ini.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 2
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
DAFTAR ISI 1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS 2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS 3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 4. IZIN BANGUNAN 5. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 8. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 9. KEAMANAN PROYEK 10. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 3
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, bila tidak ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini maka akan berlaku dan tambahannya, yaitu: a. Peraturan Umum tentang pelaksanaan Bangunan di Indonesia (AV.41) tahun 1941. b. Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia, untuk Arbitrasi Teknis dari Dewan Teknik Bangunan Indonesia (DTPI). c. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) tahun 1970/NI – 18. d. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. e. Peraturan yang dikeluarkan oleh jabatan/instansi pemerintah setempat, yang berkaitan dangan pelaksanaan bangunan.

2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, maka berlaku dan mengikat, yaitu: a. Gambar Bestek, Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Berita Acara Penjelasan (Anwijing). c. Berita Acara Penunjukan. d. Surat Keputusan Pimpinan Unit tentang Penunjukkan Pelaksanaan Pekerjaan. e. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). f. Surat Penawaran beserta lampiran-lampiranya. g. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kontraktor dan Konsultan Pengawas diharuskan meneliti rencana gambar Bestek dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), termasuk penambahan/ pengurangan atau perubahan yang tercantum dalam berita acara Anwijing. a. Bila terdapat perselisihan antara rencana gambar Bestek dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), maka yang mengikat adalah rencana kerja dan syaratsyarat. b. Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar Bestek yang satu dengan rencana gambar Bestek yang lain, maka diambil rencana gambar Bestek yang ukuran skalanya lebih besar. c. Bila perbedaan-perbedaan tersebut diatas menimbulkan keragu-keraguan, sehingga menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, maka harus segera dikonsultasikan Perencana dan keputusan-keputusannya harus dilaksanakan.

3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Jalan Brigjen H. Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. Pekerjaan Laboratorium Dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kawasan Trisakti Kota Banjarmasin.

Kontraktor harus membuat bangsal Konsultan Pengawas yang berukuran 4 m x 9 m. 5. bangsal kerja dan gudang adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor dan bahan bongkaran menjadi milik Pemberi Tugas. namun pelaksanaan dan pembiayaannya di tanggung oleh Kontraktor. Satu buah meja besar yang berukuran 120 cm x 240 cm. c.1. 4. Kantor tersebut tidak bersatu dengan gudang atau bangsal Kontraktor. dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tongkat. e. bangsal dan perlengkapannya menjadi pemilik Pemberi Tugas. Bangsal Konsultan Pengawas dan perlengkapannya. 5.5. Satu buah papan tulis yang berukuran 120 cm x 240 cm. satu set meja kursi tamu. 5.2. maka izin bangunan dan izin lainnya akan di urus oleh Pemberi Tugas. bangsal kerja dan gudang. 5. Dua buah kursi sebagai perlengkapan meja tulis. sebelum pekerjaan dimulai atau 10 hari sesudah SPMK diterima. 5. 5.6. IZIN BANGUNAN 4.2. 4. untuk keperluan pertemuan/rapat di lapangan. g. Tempat mendirikan bangsal Konsultan Pengawas. atap seng dan pintu harus dilengkapi dengan kunci yang baik serta cukup jendela dan ventilasi/penerangan.3. b. Pada meja besar harus dilengkapi denga kursi panjang yang sesuai dengan kebutuhan rapat/pertemuan di lapangan. lantai papan. akan ditentukan kemudian dan dikonsultasikan dengan Pemberi Tugas. dinding papan/plywood. Setelah selesai pekerjaan tersebut. Setelah Surat Pemerintah Mulai Kerja (SPMK) di keluarkan. Dua buah meja tulis ukuran 120 cm x 240 cm.3.4. . maka Kontraktor harus dapat menunjukan kepada Konsultan Pengawas surat izin bangunan atau minimal tanda bukti bahwa izin bangunan tersebut sedang diproses. maka kontraktor tidak diperkenankan memasang papan reklame dalam bentuk apapun disekitar lingkungan proyek.4. 4. Pembongkaran Bangsal Konsultan Pengawas. harus sudah siap dilokasi Bangunan. Tanpa ada izin bangunan dari Instalasi yang berwenang. Kontraktor diharuskan membuat papan nama Proyek sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada daerah setempat dan harus dipasang paling lambat 7 hari setelah dimulai pekerjaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 4 BAB XII 4. Bangsal Konsultan Pengawas tersebut harus dilengkapi dengan: a.1. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 5. f. d. Untuk memulai pekerjaan. Kontraktor harus membuat bangsal kerja untuk pekerjaan dan gudang untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan pekerjaan dan pintunya harus mempunyai kunci yang kuat/baik untuk keamanan bahan/perlengkapan. Sebuah ruangan toilet dan dapur kecil sederhana dengan cukup persediaan air bersih.

untuk pegangan/pedoman bagi kepala tukang yang harus diketahui Konsultan Pengawas Lapangan. cakap. b. sebanyak 4 (empat) lembar kepada Konsultan Pengawas dan 1 (satu) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 6. Rencana Kerja (Time Schedule). 7. Rencana Kerja (Time Schedule) diatas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawasan dan Pemberi Tugas 6.2.4. setelah SPKM diterima.3.5. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci pelaksanaan Kontraktor: a. .1. Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule). Penunjukan ini harus dikuatkan dengan surat resmi dari Kontraktor yang ditujukan kepada Pemberi Tugas dan tembusannya kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. 7. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 5 BAB XII 6. tentang susunan organisasi pelaksana dilapangan dengan nama dan jabatan masingmasing. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan. maka Kontraktor diharuskan mengganti Pelaksana tersebut dan harus memberitahukan secara tertulis tentang Pelaksana yang baru. 6. harus selesai dibuat oleh Kontraktor. Selain Petugas Pelaksana. 6. 6. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 7. bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja. harus membuat rencana kerja harian. demi kelancaran pekerjaan. maka Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang membuat uraian pekerjaan. harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan. mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai.1. 6. harus membuat gambar kerja. Bila dikemudian hari. maka kontraktor diwajibkan pula melaporkan secara tertulis kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. 7. yang mempunyai pengetahuan dibidang Teknik Sipil/Bangunan. Pelaksana harus berpendidikan minimum Sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil dan mempunyai pengalaman kerja lapangan minimum 3 tahun.2. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasanya dilapangan (Pelaksana). 7. waktu pekerjaan. bahwa Pelaksana kurang mampu atau tidak mampu melaksanakan tugasnya. gesit dan berwibawa terhadap pekerja yang dipimpinnya dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pekerjaan.4.3.6. paling lambat 7 (tujuh) hari kalender. menurut penilaian Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas.

5. 9.7. maka akan menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat diperhitungkan dalam pekerjaan tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan. harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. tukang cat. tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Proyek. 8. Kontraktor diharuskan menjaga terhadap barang-barang milik Proyek. dan hasil pekerjaan. 8.2. tukang kayu. Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas.1.1. 8. Konsultan Pengawas dan Pihak ketiga yang ada di lapangan. KEAMANAN PROYEK 9. instalator mekanikal elektrikal dan tenaga kerja lainnya. Untuk bahan-bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di pasaran dengan toleransi ukuran maksimal 10% kecuali ditentukan lain dalam Bestek. seperti tukang pancang. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 8. baik terhadap pencurian maupun pengrusakan. 8. . atau menurut petunjuk direksi.9. 8. Bahan bangunan yang berada di lokasi Proyek dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan bangunan.3. 8. maka Pelaksana harus memberikan contoh bahan bangunan kepada Konsultan Pengwas Lapangan dan bila sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan maka barulah boleh didatangkan dalam jumlah yang besar menurut keperluan Proyek.4. 9. Alat-alat dan bahan-bahan yang berada di tepi jalan malam hari harus diberi lampu merah yang cukup jelas dan terang agar tidak mengganggu lalu lintas/kecelakaan. Kontraktor harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli dibidang pekerjaannya masing-masing. 8. tukang besi. Untuk maksud diatas maka Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari bahan kayu dan seng serta perlengkapan lainnya yang dapat menjamin keamanan. 8.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 6 BAB XII 8.3. tukang atap. Pelaksana harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar upaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan. harus tepat pada waktunya dan kualitasnya dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas.6. alat-alat. tukang pasang ubin/keramik. Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan proyek. maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. 8. Sebelum bahan bangunan didatangkan ke lokasi proyek. Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang-barang. harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat dipakai.8.10. paling lambat 24 jam sesuai surat pernyataan penolakan dikeluarkan. 9. Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Konsultan Pengawas. Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor.

Untuk mencegah bahaya kebakaran yang siap dipakai dan ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah dicapai. maka Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya. Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku.4.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 7 BAB XII 9.3. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja. 10. Oleh karena itu Kontraktor harus pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku. 10. maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan. Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).4. . maka Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut.5. Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh. Apabila terjadi kebakaran. maka Kontraktor/Pelaksana harus segera membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pemberi Tugas. Bila terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan perawatan yang serius. 10.2. baik yang berada di bawah tanggung jawabnya maupun yang berada di pihak ketiga. cukup dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas. 10. 10. Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN 10.1.

SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN DAFTAR ISI PASAL 1 PASAL 2 PASAL 3 PASAL 4 PASAL 5 PASAL 6 PASAL 7 PASAL 8 PASAL 9 PASAL 10 PASAL 11 PASAL 12 PASAL 13 KEADAAN LAPANGAN PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN PEKERJAAN TANAH. PANCANGAN GALAM PEKERJAAN BETON BERTULANG PEKERJAAN PASANGAN PEKERJAAN KUSEN. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING PEKERJAAN PENUTUP . PINTU. JENDELA DAN HARDWARE (PENGGANTUNG) PEKERJAAN ALUMINIUM PEKERJAAN LANTAI PEKERJAAN LANGIT-LANGIT PEKERJAAN KACA DAN PENGECATAN DAN FINISHING LAIN PEKERJAAN PENUTUP ATAP PEKERJAAN MEKANIKAL.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 8 BAB XII B.

maka Kontraktor segera menyampaikan secara tertulis kepada Direksi untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut. Hasan Basri dan Pembangunan Laboratorium dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di daerah trisakti kota Banjarmasin.2 PEKERJAAN PERSIAPAN 2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 9 BAB XII B. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PASAL 1 KEADAAN LAPANGAN Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. Pada waktu penyelesaiaan harus dibongkar.2 Direksi Keet Pemborong harus menyediakan dan mendirikan semua bangunan sementara direksi keet untuk keperluan kegiatan kantor lapangan lengkap dengan perabot dan peralatan masing-masing seluas 50 m2. alat-alat penarik. Apabila tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dengan keadaan seperti yang ditunjuk dalam gambar.2. Semua boukeet/perlengkapan pemborong dan sebagainya tetap menjadi milik pemborong dihitung sebagai biaya sewa selama pelaksanaan proyek.2. yang diperlukan oleh Pemborong dan untuk menyingkirkan semua alat-alat tersebut pada waktu pekerjaan selesai karena sudah tidak berguna lagi. 2. . bahan-bahan dan lain sebagaimananya. pekerjapekerja. PASAL 2 2. lokasi tempat pekerjaan harus ditinjau lebih dahulu oleh direksi pekerjaan bersama-sama dengan Kontraktor Pelaksana. steger.1 Peralatan Pendukung Pekerjaan dan Lain Sebagainya Pemborong harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna dan efesien dengan urutan yang teratur. instalasi. 2.1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN LINGKUP PEKERJAAN Meliputi seluruh persiapan untuk pelaksanaan Pekerjaan Renovasi Kantor Bangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kota Banjarmasin Lokasi Di Jalan Brigjen H. dan juga tempat penyimpanan barang-barang Penggunaan bangunan yang ada di lapangan untuk maksud-maksud ini hanya diizinkan setelah Pemborong memperoleh persetujuan tertulis dari Lembaga yang bersangkutan. dan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya. termasuk semua alat-alat yang dipergunakan seperti: katrol (keretan). alat pengangkat mesin-mesin.

2. tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas. 2. termasuk pemasangan semetara dari kabel-kabel. pemborong harus membayar segala ongkos penyambungan. yang disebabkan oleh operasi-operasi pemborong. jalan kecil dan pemakaian jalan.3 Pembangkit Tenaga Listrik Sementara Setiap pembangkit tenaga listrik sementara atau penerangan buatan yang dipergunakan untuk pekerjaan. Pemborong harus membuat sambungan-sambungan sementara yang diperlukan atau cara lain untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai dan membetulkan segala pekerjaan yang tertanggu. 2.4 Penyediaan Air Kerja Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan apabila mungkin dapat dari sumber yang sudah ada. serta memelihara kelancaran lalu lintas. 2. air yang dipakai. Tidak diperbolehkan menyambung dan mengambil air dari saluran induk. adalah beban pemborong. selama kontrak berlangsung.5 Pencegahan Pelanggaran Wilayah Pemborong diharuskan membatasi daerah operasinya disekitar tempat pekerjaan dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. telepon. Pemberi Tugas dalam hal ini tidak bertanggung jawab atau mengganti biaya yang dikeluarkan oleh Pemborong untuk keperluan itu. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (kapan umum) seperti aluran air. reservoir dan sebagainya. harus disediakan oleh Pemborong.6 Orang-Orang yang Tidak Berkepentingan Pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas tetapi sopan memberikan perintah sedemikian rupa kepada ahli tekniknya yang bertugas dan para penjaga. 2. listrik. . Ia akan diminta membayar segala ongkos dan biaya untuk yang berhubungan dengan pemasangannya kembali serta perbaikanperbaikannya. dan sebagainya.2. upah dan tagihan serta pemberesannya kembali waktu pekerjaan selesai. bahan-bahan bangunan dan sebagainya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 10 BAB XII 2. baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki.2. lobang penyedot (tap point). meteran. dan pembongkaran kembali.7 Perlindungan Terhadap Milik Umum Pemborong harus menjaga agar jalanan umum.2. Apabila air didapat dari sumber lain.2. bersih dari alat-alat mesin.

2. Itu semua harus diperbaiki oleh Pemborong hingga dapat diterima Pemberi Tugas. menimba atau seperti apa yang dikehendaki atau diintruksikan. sebagai tambahan hendaknya disetiap site ditempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama. di tempat pekerjaan dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan karena operasi-operasi pemborong dalam arti kata yang seluas-luasnya. pemborong bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang ada. Keamanan dan Pertolongan Pertama Pemborong harus mengadakan dan memelihara fasilitas kesejahteraan dan tindakan pengamanan yang untuk melindungi para pekerja dan tamu pekerjaan.9 Penjagaan. utilitas jalanjalan. dan perlindungan terhadap pekerjaan yang yang dianggap penting selama pelaksanaan kontrak. penerangan.2. Pembuatan Pagar dan Papan Nama Proyek Pemborong bertanggung jawab atas penjagaan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 11 BAB XII 2. saluran-saluran pembuangan dan sebagainya. 2.2.8 Perlindungan Terhadap Bangunan-Bangunan yang Ada Selama masa-masa pelaksanaan kontrak. termasuk bagian-bagian yang dilaksanakan oleh sub pemborong dan mengingat agar pekerjaan bebas dari air hujan lebat dan banjir. mendirikan dan memelihara pagar sementara (pagar proyek) yang diperlukan untuk keamanan dan perlindungan terhadap pekerjaan dan umum. 2.11 Kesejahteraan. juga membayar segala upah dan biaya yang resmi untuk keperluan tersebut. dengan jalan melindunginya memakai tutup yang layak. Ia harus mengingat perlengkapan bahan-bahan dari segala kemungkinan kerusakan untuk seluruh pekerjaan.10 Perlindungan Pekerjaan Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. hingga kontrak selesai dan diterima Pemberi Tugas. siang dan malam hari. . Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini selain untuk memuaskan Pemberi Tugas. termasuk bahan bangunan dan perlengkapan instalasi di tempat pekerjaan. Dipekerjaan Pemborong wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama. dan juga pembuatan papan nama proyek. memompa.2. juga harus menurut (memenuhi) ketentuan undang-undang yang berlaku pada waktu ini. yang mudah dicapai. Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemborong dan sub pemborong atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan Pemborong wajib mengadakan. Pagar proyek tersebut dari seng gelombang dicat sebelah luarnya. 2.

semuanya harus dihilangkan.1 PEKERJAAN TANAH.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 12 BAB XII PASAL 3 3. Jika timbul keragu-raguan tentang ketepatan elevasi tersebut. d. alat-alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua “Pekerjaan Tanah” seperti tertera pada gambar dan spesifikasi ini. sampah yang tertanam dan material/ benda-benda lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang akan dikerjakan. rumput-rumput. g.30 meter di bawah tanah dasar/permukaan. PANCANGAN GALAM LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan as-as dan atau level peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak hilang terkena air/hujan. Semua daerah urugan harus dipadatkan. Pada umumnya. e. h. bahan. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan Pelaksana Pekerjaan f. Pembersihan harus dilakukan terhadap semua belukar. Kontraktor berkewajiban melaksanakan seluruh pekerjaan penggalian sesuai dengan ketentuan. Elevasi Lapangan/kontur harus diasumsikan sesuai dengan gambar topografi yang ditentukan. tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan. Semua material galian termasuk batu-batuan harus dibuang keluar lapangan dan semua biaya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana . tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut. baik urugan yang telah ada maupun terhadap urugan baru. Semua persiapan. b. dan sebagainya. i. dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. maka elevasi akan ditentukan bersama dengan Manajemen Konstruksi sebelum pekerjaan dimulai. Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan atau bahan yang dapat menimbulkan pelapukan di kemudian hari. Pemasangan harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpas). 3. Semua sisasisa tanaman seperti akar-akar. Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. dan urugan untuk bangunan seperti yang ditentukan Konsultan Pengawas. ditimbun dan kemudian dibakar atau dibuang. peraturan hukum yang berlaku. pembersihan galian.2 UMUM Persiapan dan pembersihan daerah yang dikerjakan: a. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Pelaksana Pekerjaan dan harus dibuat dari kayu Meranti atau setaraf setebal 3 cm dengan tiang kaso-kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8 sampai 10 cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. harus dihilangkan sampai kedalaman 0. c.

setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Konsultan Pengawas. Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan disiram air serta . untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian.3. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian. c. Jika terganggu Pelaksana Pekerjaan harus menggalinya dan mengurug kembali lalu dipadatkan sesuai syarat-syarat yang tertera dalam spesifikasi di bawah ini. g. Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau kemiringan lereng yang cukup dan plester seperti gambar.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan galian harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam gambar. Bagian-bagian yang diurug kembali harus diurug dengan tanah yang bersih bebas dari segala kotoran dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug. Tempat penampungan material galian akan ditentukan oleh Pemberi Pekerjaan dan semua biaya yang timbul adalah menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. e. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air dengan jumlah dan kapasitas yang cukup atau pompa lumpur yang jika diperlukan dapat bekerja terus menerus.3 PEKERJAAN GALIAN 3. Juga kepada Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengambil langkahlangkah pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan lobang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan. maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali dengan pasir. Dasar dari semua galian harus waterpas. f.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 13 BAB XII Pekerjaan. b.3. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga supaya tanah di bawah dasar elevasi seperti pada gambar rencana tidak terganggu. d.2 Syarat-syarat Pelaksanaan a. 3. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas. 3. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syaratsyarat yang ditentukan menurut keperluan.

sebelum pemasangan tulangan. Sistem Pengamanan Galian j. Apabila diperlukan dewatering harus dilaksanakan untuk menjaga agar galian bebas dari genangan air tanah dan air hujan selama pekerjaan galian dan sesudahnya sesuai ketentuan. pipa air. Semua air genangan di dalam proyek selama pekerjaan galian harus dipompa keluar dan semua konstruki sistem drainase serta sistem dewatering yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. pipa gas. maka Manajemen Konstruksi harus segera diberitahu sebelum penggalian dilanjutkan. Apabila diperlukan. Saluran di dalam dan di sekeliling site harus disediakan sesuai dengan gambar. pipa dan lain-lain harus segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas dan sebagai biaya sehubungan dengan hal tersebut termasuk biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Segala kerusakan pada saluran atau jaringan kabel. Apabila level galian lebih rendah daripada level pondasi bangunan yang bersebelahan. kemiringan dinding galian. atau pekerjaan lain dilanjutkan. i. Kebersihan jalan lingkungan . membuang tanah longsoran dan memperbaiki kerusakan yang timbul selama jangka waktu kontrak dan masa pemeliharaan selanjutnya. h. d. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga dan memelihara kestabilan seluruh dinding.3.3 a. penggalian tambahan dan timbunan kembali akibat langkah-langkah pencegahan tersebut harus menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Kestabilan dinding galian selama pekerjaan seluruhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Selama pekerjaan Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan agar tidak mengganggu atau merusak saluran drainase. maka pengamanan dinding galian harus diberikan pada bagian tersebut dengan perkuatan batu kali atau beton atau sheet pile sperti yang ditunjukkan pada gambar. kabel dan lain-lain. 3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 14 BAB XII dipadatkan sampai mencapai 90% kepadatan kering maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium. Muka air tanah harus selalu berada 100 cm di bawah elevasi dasar pondasi terendah. Pengamanan terhadap pondasi yang bersebelahan. Inspeksi pekerjaan galian Seluruh pekerjaan galian harus diinspeksi oleh Manajemen Konstruksi. b. Semua biaya yang timbul sehubungan dengan pekerjaan tersebut di atas menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. pengecoran beton. c. Pelaksana Pekerjaan diharuskan melakukan semua langkah-langkah pencegahan kelongsoran yang mungkin diperlukan antara lain seperti stritting dan shoring selama waktu yang ditentukan dalam kontrak.

b. 3. bahan-bahan. maka minimum 10 cm padat (setelah disirami. Pekerjaan timbunan hanya dapat dilaksanakan setelah diinspeksi dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. sampahsampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. Material untuk timbunan dapat menggunakan material hasil galian yang dipilih/ditentukan oleh Konsultan Pengawas atau dengan mendatangkan material timbunan dari luar yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 15 BAB XII Selama pekerjaan galian semua alat berat. pipa dan lain-lain. dan dipadatkan) di bagian atas dari urugan bawah plat-plat beton bertulang. puing-puing. 3.2 Bahan-Bahan a. Seluruh area yang akan ditimbun harus dibersihkan dari segala kotoran dan sampah sebelum penimbunan. Timbunan Apabila diperlukan penimbunan. peralatan.4. Pekerjaan galian ini meliputi seluruh detail yang dibutuhkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali. Seluruh biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan 3. maka pekerjaan timbunan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut ini. b. dan alat-alat bantu yang dibutuhkan demi terlaksananya pekerjaan ini dengan baik.1 Lingkup Pekerjaan a. dimensi dan kemiringan yang ditentukan dalam gambar. Di bawah lapisan pasir tersebut urugan yang dipakai adalah dari jenis tanah silty clay yang bersih tanpa potongan-potongan bahan-bahan . Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.4. diratakan. c.4 PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Yang dimaksud disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan digunakan sebagai pemikul beban. Timbunan harus dikerjakan sampai level. akibat kelalaian atau kesalahan galian dan lain-lain. truk dan kendaraan angkut lain harus dibersihkan pada saat akan meninggalkan pada saat akan meninggalkan proyek dan Pelaksana Pekerjaan harus mengupayakan agar kendaraan angkut tidak mengotori jalan. beton rabat dan pondasi dangkal harus terdiri dari urugan pasir padat. Penggunaan alat-alat berat tidak boleh dipergunakan apabila menurut Konsultan Pengawas hal tersebut dapat membahayakan pekerjaan lain atau saluran. e. Material timbunan harus dipadatkan secara berlapis-lapis (max 250 mm) dengan alat-alat kompaksi sehingga mencapai kepadatan tanah yang ditentukan dibawah ini. juga seluruh sisa-sisa. Bila tidak dicantumkan dalam gambar detail.

Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor contoh. h. e. Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali setiap jenis tanah yang dijumpai di lapangan. Pengeringan atau pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya. Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95% dari kepadatan kering maksimum hasil laboratorium.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 16 BAB XII yang bisa lapuk serta bahan batuan yang telah dipecah-pecah dimana ukuran dari batu pecah tersebut tidak boleh lebih besar dari 15 cm. i. Pelaksana Pekerjaan harus membuat drainase sementara ataupun menyediakan pompa sehingga pada lokasi proyek tidak terjadi pengurangan air. . g. tidak dibenarkan batubatu besar bersarang menjadi satu. f.4. Jika material galian tidak cukup. 3.5 Pengujian Mutu Pekerjaan 3. Kelebihan material galian harus dibuang oleh Pelaksana Pekerjaan ke tempat pembuangan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Apabila material urugan mengandung batu-batu. tanpa biaya tambahan. dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil yang dipadatkan. Manajemen konstruksi harus memberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk menentukan kepadatan sebenarnya di lapangan. Sarana Darurat Selama pelaksanaan pekerjaan. kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum. Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat/Compactor “Vibrator type” yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.4. Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor. Tiap lapisan harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya diurug.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan c. d. material tambahan harus didatangkan dari tempat lain. Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian rupa sehingga dicapai suatu lapisan setebal 15 cm dalam keadaan padat.4. Pembuatan drainase tersebut sudah harus diperhitungkan dalam penawaran dan dalam pelaksanaannya harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas. 3.4 a.

plat. Ujung atas galam harus berdiameter besar dan tidak boleh pecah serta harus diratakan satu dengan lainnya. Kayu galam harus lurus. Jika kepadatan di lapangan kurang dari 95% dari kepadatan maksimum maka Pelaksana Pekerjaan harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan. dan panjang minimal 7 – 8 m. Pancangan galam Ø10 . Pelaksanaan : a.T.P=7 . d.205 atau dengan cara lain harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi.1 PEKERJAAN BETON BERTULANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan meliputi antara lain pembuatan atap beton. Spesifikasi bahan : a. c. PASAL 4 4. Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-70 atau perosedur lainnya yang disetujui Manajemen Konstruksi dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. tampuk bawah Ø 10 .204 • “Density of soil inplace by the rubber ballon method” AASHTO.T..12 cm . Pancangan Galam : Uraian pekerjaan antara lain : a. . balok lantai dan kolom sesuai gambar dan pembongkaran-pembongkaran beton eksisting yang diperlukan. b. Penelitian kepadatan di lapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. Bahan yang tidak memenuhi syarat harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan. b. Pengawas / Direksi berhak menolak dan tidak menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan karena kontraktor tidak mengindahkan pasal tersebut diatas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 17 BAB XII b. Ujung atas pancangan galam harus rata dengan elevasi permukaan tanah setelah digali sesuai ukuran pada gambar rencana.T.8 m.191 • “Density of soil inplace by driven cylinder method” AASHTO. Penentuan kepadatan di lapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara/prosedur dibawah ini: • “Density of soil inplace by sand-cone method” AASHTO. yaitu tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum laboratorium.12 cm.

ASTM C-33 “Standard Spesification for Concrete Aggregates”. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas tanpa alat dan jumlah tidak lebih dari 10% berat. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Konsultan Pengawas n. terlindung dari pengaruh cuaca.3 PENYIMPANAN 4. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas. Peraturan Bangunan Nasional 1978 k. Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang dimunta harus tetap terjamin. Gresik atau Cibinong dan jenis merek semen yang digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan.4 . Tata Cara Perhitungan struktur beton untuk Bangunan Gedung SK SNI T-151991-03 c. Aggregates harus ditempatkan dalam bak-bak yang cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya. serta harus beralaskan lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah. berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah.3. PUBI-1982 NI-3 : Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia b. Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang untuk Rumah dan Gedung SKBI-2.3. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2) d.2 STANDARD a. tidak dapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak segera setelah diturunkan dan disimpan dalam gudang yang kering.53. ASTM C-150 “Spesification for Fortland Cement” h. 4.2 Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 (NI-5) f. “American Society for Testingand Material” (ASTM) l. pada umumnya harus sesuai dengan waktu dan urutan pelaksanaan.3 4.3. i. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan bantalan-bantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya misalnya minyak dan lain-lain). Peraturan-peraturan yang lain supaya disediakan Pelaksana Pekerjaan di site.1987 e. “American Concrete Institute” (AC) m.3.1 4. maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5% berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama. Jenis semen dari merek Tiga Roda. 4.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 18 BAB XII 4. Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah/utuh. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat j.3. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras). Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8) g.

tanah lempung dan sebagainya. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.1 Portland Cement a.4. digunakan besi mutu BJTP 24 ø < 13 mm dan BJTD 40 D ≥ 13 mm b. Agregate kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik. juga harus ada/dimintakan sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun secara periodik minimum masing-masing dua (dua) contoh percobaan (stres . Kandungan chlorida tidak boleh melebihi 500 ppm dan komposisi sulfat (SO3) tidak boleh melebihi 1000 ppm. b. asam alkali. maka disamping adanya sertifikat dari pabrik. meliputi semua peralatan yang diperlukan untuk mengatur jarak tulangan/besi beton dan mengikat tulangantulangan pada tempatnya. c.4. 4. sisik dan lain-lain lapisan yang dapat mengurangi lekatnya pada beton. Konsultan Pengawas dapat minta kepada Pelaksana Pekerjaan supaya air yang dipakai diperiksa di Laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Pelaksana Pekerjaan. harus dipakai 1 merk semen saja. Dimensi maksimum dari agregate kasar tidak lebih dari 3. Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5% berta kering b. Portland cement jenis II. Besi beton harus bebas dari karat. c. menurut ASTM dan memenuhi S. Kualitas agregate harus memenuhi syarat PBI-71.4 Besi Beton a. Perlengkapan besi beton.4 PERSYARATAN BAHAN/PRODUK 4. Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg cm persegi 4. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. menurut NI-8 atau type I. lumpur.0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan. dan bebas dari bahan-bahan organis. 4. menurut Standard Portland Cement yang ditentukan Asosiasi Semen Indonesia.3 Air a.400. Untuk permukaan beton expose.2 Aggregates a.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 19 BAB XII 4. Pasar harus terdiri dari butir-butir yang bersih. c. b. tajam.4.4. dan bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat mengurangi mutu pekerjaan. Apabila dipandang perlu. cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta.

Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama. data-data bahan.4. kecuali ditentukan lain. Pelaksana Pekerjaan diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari KONSULTAN PERENCANA mengenai hal tersebut. Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalm satu lapisan yang dibawahnya. Pengetesan dilakukan pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas 4. kualitas beton adalah K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk kubus beton ukuran 15 x 15 x 15 cm pada usia 28 hari). Pelaksana Pekerjaan harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya. Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium. Test selama pekerjaan d. Pelaksana Pekerjaan harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan di lain tempat atau dengan mengadakan trial-mixed di laboratorium yang ditunjuk. resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu. cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture b. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas.5 Admixture a.5 SYARAT PELAKSANAAN 4. b.1 Kualitas Beton a. jenis bahan mentah utamanya. Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar. minimum 10±2 cm.5. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan diharapkan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan. maka . nama pabrik produksi. Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PBI 1971 Mutu beton K-175 digunakan pada umumnya untuk kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang tidak memikul beban. Cara pengujian slump adalah sebagai berikut: Contoh: beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton atau plat baja. e. Setelah atasnya diratakan. 4. cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. cara-cara pemakaiannya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 20 BAB XII strain) dan pelengkungan untuk setiap 20 ton besi. c.

sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari 65% kekuatan yang diminta 28 hari. 4. untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan ditentukan.2. potongan kayu.5.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 21 BAB XII dibiarkan ½ menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunnya (nilai slump).2. k.2 Pekerjaan Acuan/Bekisting Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah di tetapkan/yang diperlukan dalam gambar. 4. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman. maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditetapkan dalam PBI’71 dengan tidak menambah beban biaya bagi Pemberi Tugas.4.5. sehingga mutu dan bahan terjamin sesuai persyaratan. tanah/lumpur dan sebagainya. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen adukan masuk dalam mixer. dengan catatan tampa adanya bahan tambahan admixture.5. f. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya komponenkomponen beton. Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dengan ditutup karung basah tapi tidah tergenang air. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka. h. Jika hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta.2. . 4.3. harus diperhatikan. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas.6. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. g.1. j. i. Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton. 4.5. Pelaksana Kerja harus memberikan contoh-contoh material (besi. Kawat pengikat bevel beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam Nl-2 (PBI tahun 1971).5. 4.2. Jika dianggap perlu. sehingga tidak terjadi penguapan cepat.5.5.2. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui Konsultan Pengawas.40mm.7.2. 4. koral/split pasir dan semen portland) kepada Perencana/MK.5. bebas dari kotoran (tahi gergaji). 4. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah di bongkar tanpa merusak permukaan beton.2. Kawat pengikat bevel beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. 4. permukaan licin.5. Acuan harus rapat (tidak bocor).2.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 22
BAB XII 4.5.2.8. 4.5.3 Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah pengecoran. Penggantian Besi a. Pelaksana Pekerjaan harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. b. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pelaksana Pekerjaan atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada maka: • Pelaksana Pekerjaan dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar, secepatnya hal ini diberitahukan pada Perencana untuk sekadar informasi. • Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh Pelaksana Pekerjaan sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana. • Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Mengajukan usul dalm rangka tersebut diatas adalah merupakan juga keharusan dari Pelaksana Pekerjaan. c. Jika Pelaksana Pekerjaan tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan: • Harus persetujuan Konsultan Pengawas dan Perencana. • Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempatkan tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas). • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang berkurang. • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. d. Toleransi Besi Diameter, ukuran sisi (atau jarak antara dua  permukaan yang berlawanan)    Dibawah 10 mm    10 mm sampai 16 mm (tapi tidak termasuk  diameter 16 mm)    16 mm sampai 32 mm (tapi tidak termasuk  diameter 28 mm)    ± 7%    ± 5%      ± 4%  Variasi dalam berat  yang diperbolehkan  Toleransi  diameter    ± 0,4 mm    ± 0,4 mm      ± 0,5 mm 

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 23
BAB XII

4.5.4

Perawatan Beton

a. Beton harus dilindungi dari pengarus panas, sehingga tidak terjadi penguapan cepat. b. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. c. Beton harus dibasahi terus menerus paling sedikit selama 10 hari setelah pengecoran. d. Khusus elemen vertikal harus dipakai curing coumpound. 4.5.5 Tanggung Jawab Pelaksana Pekerjaan Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh atas kualitas sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar yang diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas Atau perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.

4.5.6

Perbaikan Permukaan Beton Penambahan pada daerah yang tidak sempurna, kropos dengan campuran adukan semen (cement mortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dan sepengatahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Konsultan Pengawas, maka harus dibongkar dan diganti dengan pembetonan kembali atas beban biaya Pelaksana Pekerjaan. Ketidak sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah/retak, ada gelombang udara, kropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan/diinginkan.

4.5.7

Bagian-bagian yang tertanam dalam beton

a. Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. b. Diperhatikan juga tempat kelos-kelos untuk kosen atau instalasi. 4.5.8 Hal-hal Lain (“Miscellaneous item”)

a. Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 24
BAB XII Digunakan mutu beton seperti penghalusan permukaannya. yang ditentukan dan dengan

b. Pegangan plafond dari besi beton diameter 6 mm dengan jarak x dan y : 150cm. Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantungan harus dikaitkan pada tulangan pelat atau balok. 4.5.9 Pembersihan Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan secara baik dan teratur. 4.5.10 Contoh yang harus disediakan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan contoh material: split, pasir, besi beton, PC untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Pelaksana Pekerjaan ke lapangan. c. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui dibangsal Konsultan Pengawas. 4.5.11 Sparing Conduit dan pipa-pipa a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan Perencana. c. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. d. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. e. Sekeliling sparing harus diperkuat dengan tulangan-tulangan silang yang ditentukan dalam gambar detail standart. 4.5.12 Penghentian Pengecoran Sementara Dapat dilakukan pada waktu pengecoran pelat/balok dengan jarak minimal 2h (h = tinggi balok) dihitung dari tepi kolom/balok yang bersilangan. Pengecoran dihentikan dengan kemiringan 60˚ terhadap dasar balok/plat. 4.5.13 Pengecoran Sambungan Beton Harus dilakukan dengan rambahan bahan addictive seperti larutan CALBOND atau setara.

1 Komposisi Jenis adukan berikut harus dipakai sesuai dengan yang diinstruksikan dalam gambar-gambar atau dalam uraian dan syarat-syarat ini: Jenis M1 M2 Adukan 1 p.4. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung diatas tanah. : 4 pasir 5. termasuk kekuatan.3 AIR Air yang dipakai untuk pekerjaan menembok harus sesuai dengan syarat-syarat dalam pasal 2.c. lihat pasal 4.4.4 JENIS ADUKAN 5.6 KEAHLIAN DAN PERTUKANGAN Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan.1 SEMEN PEKERJAAN PASANGAN Semen untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk pekerjaan beton. diatas permukaan yang keras.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 25 BAB XII 4. toleransi dan penyelesaiannya. Pasir laut yang dicuci bersih kualitasnya sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh dan hanya setelah disetujui oleh Pemberi Tugas. harus dibuat lantai kerja dari beton ringan dengan campuran (semen : pasir : koral = 1:3:5). . 5.2 PASIR Pasir untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya dengan pasir yang ditentukan untuk pekerjaan beton. 5. 5.2 Mencampur Adukan harus dicampur dalam alat tempat mencampur yang telah disetujui atau dicampur dengan tangan. PASAL 5 5. Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan standart yang berlaku.c. : 2 pasir 1 p.

Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini. b. Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scratch) terlebih dahulu dan semua lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. Adukan 1 pc : 2 ps.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan a. f. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 d. 5.5. Adukan 1 pc : 4 ps. Penggunaan adukan plesteran : e. dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya.5 PEKERJAAN PLESTERAN 5. dipakai untuk plesteran rapat air.2 Persyaratan Bahan a. Seluruh permukaan plesteran difinish acian dari bahan PC. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 c. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan). e. bahan-bahan. 5. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagisn dalam gambar dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik. b. g. Plesteran dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini.5. d. 5.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 26 BAB XII Sangat dilarang memakai adukan yang sudah mulai mengeras atau membukukannya untuk dipakai lagi. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya.1 Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja. . Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. c.5.

l. jika ketebalan melebihi 2. p. Untuk permukaan yang datar. plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dapat dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. m. dipasang tegak dan menggunakan keping-keping setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang. Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 meter. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih 2 minggu. k. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik. h.5 cm kecuali bila ada petunjuk lain didalam gambar. n.5 cm.5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan Konsultan Pengawas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 27 BAB XII f. g. Tebal plesteran minimum 2. Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan dan wajib diperbaiki. harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 meter. kecuali untuk yang menerima cat. o. harus diberi naat tali air dengan ukuran lebar 0. Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian di atas permukaan plesterannya).7 dan didalamnya 0. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Pelaksana Pekerjaan harus selalu menyiram dengan air. Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang belum difinish. dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari lansung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat. i. Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diberapen dengan memakai spesi air. Pelaksana Pekerjaan wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan pengotoran bahan lain. Jika melebihi Pelaksana Pekerjaan berkewajiban memperbaiki dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. Plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari. . Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaanya diberi alur-alur garis horizontal diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishingnya. j.

5. Setelah bata terpasang dengan aduk. g. b. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm. harus diusahakan supaya tidak menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut.6.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 28 BAB XII 5. c. setiap tahap terdiri maximum 24 lapis setiap harinya.3 Syarat-syarat Pelaksanaan a. nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam . diikuti dengan cor kolom praktis. d. 1041. peraltan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksanakannya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. i. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak diperkenankan. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Pasangan batu bata/bata merah. Standart: • Batu bata harus memenuhi NI-10 • Semen portland harus memenuhi NI-8 • Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 • Air harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9 5. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh. f.V.6. hasil produksi lokal dengan ukuran nominal kira-kira 6 cm x 12 cm x 24 cm. Sesuai dengan pasal 81 dari A. yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata. Untuk semua dinding luar.1 Lingkup Pekerjaan a. b. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut diatas. Bidang dinding ½ bata yang luasnya lebih besar dari 12 m² ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) h. semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian 30 cm diatas permukaan lantai dasar. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan. e. dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. minimum daya tekan ultimate harus 30 kg/cm2. tanpa cacat atau mengandung kotoran. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. serta semua dinding yang ada pada gambar menggunakan simbol aduk transraam/kedap air digunakan aduk rapat air (1pc : 2pasir pasang). dinding didaerah basah setinggi 160 cm dari permukaan lantai. dengan menggunakan adukan campuran 1 pc : 4 pasir pasang.6 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA 5.6. bahan-bahan.2 Persyaratan Bahan Bata harus bata biasa dari tanah liat.

b. Tiap kunci harus mempunyai 2 anak kunci yang berselimut nikel. j. PINTU. PASAL 6 PEKERJAAN KUSEN. harus dihasilkan dari pabrik-pabrik yang terkenal dan disetujui. harus dilobangi terlebih dahulu atau dibor sesuai ukuran yang dibutuhkan. dipilih atau yang selaras dengan yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas.1 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENUTUP DAR LOGAM (HARDWARE) 6. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5%.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 29 BAB XII dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain. 6.4 Syarat-syarat Pelaksanaan Semua pemasangan Hardware untuk jendela/pintu.1.1. dijadikan satu dan diikat dengan kawat dan masingmasing diberi merk nomor pintu. menggunakan paku ulir.1. c. Produk Supaya digunakan merk-merk yang cukup terkenal setara Sess Kwalitas 1. 6.3 Persyaratan Bahan Kunci-kunci mengikuti spesifikasi jenis dan tipe yang telah diberikan oleh Perencana. DAN PEKERJAAN HARDWARE (PENGGANTUNG) 6. JENDELA.1 Lingkup Pekerjaan Hardware untuk jendela/pintu 6. Pegangan dan engsel-engsel Pegangan dan engsel-engsel terbuat dari logam yang digalvanisir dengan type dan finish yang sesuai. Kunci-kunci . Pelaksanaan pasangan harus cermat. k. Pemborong harus mengajukan contoh untuk disetujui Konsultan Pengawas.1. a. rapi dan benar-benar tegak lurus. dipasangkan dengan sistem putar (tidak digetok/dipukul).2 Syarat-Syarat Umum Semua pekerjaan besi halus sesuai dengan yang tertera dalam gambar. Untuk Hardware yang menggunakan paku ulir besar. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan. Pasangan baru bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm.

2. punch dan drill. Warna Profil :Ditentukan kemudian (contoh warna Hitam diajukan Pelaksana Kerja) Pewarna :Colour Anodized 18 micron. kesikuan. Sekrup dan stainless steel galvanized kepala tertanam. bahan-bahan. ketebalan. 7.2. 7. Accessories. kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan.7 Untuk keseragaman warna disyaratkan sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela.2.2. dengan mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela.5 Ketahanan terhadap udara dan tidak kuarang dari 15 m²/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m²yang harus disertai hasil test. pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan .8. 7.2.8 mm Nilai Deformasi :Diijinkan maksimal 2 mm. Persyaratan Bahan 7.6 Bahan yang akan diperoses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran. 7. weather strip vinyl.1 Kosen Alumunium yang digunakan : Bahan :Dari bahan Alumuniaum flaming system Bentuk Profil :Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/MK Untuk kusen jendela dan curtain wall luar dibuat system framless. tebal minimum 1. 7. perealatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. kusen bovenlicht seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari kerja. 7. dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut.2 Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhu ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama. Produk yang dipakai adalah Alexindo atau yang setara 7. b) Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu.2. Lingkup Pekerjaan a) Menyediakan tenaga kerja.4 Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil tes.2. pintu partisi dan lain-lain.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 30 BAB XII PASAL 7 PEKERJAAN ALUMINUM HITAM 7. Untuk tinggi dan lebar 1 mm Untuk diagonal 2 mm 7. Pekerjaan memotong.2.3 Konstruksi alumunium yang dikerjakan seperti yang ditunjuk dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukuran.1. minimum 100 kg/m².2.

Prioritas proses fabrikasi harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk perencana/MK meliputi gambar denah.6. Potongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu pada permukaannya.3. angkur-angkur untuk rangkai kusen alumunium terbuat dari steel tebal 2-3 mm.3. harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimaikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.sedemikian rupa sehingga hair line dan tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1. merk. 3. rivet. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa mrnyebabkan kerusakan pada permukaannya. Sebelum memulai pelaksanaan Pelaksanan Kerja diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi dilapangan. . kualitas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 31 BAB XII alumunium harus ditutup caulking dan sealant.2. lokasi.1.5. stap.4. Bahan finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersangkutan dengan bahan alkaline seperti beton. dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikro sehingga dapat bergeser. Semua frame/kosen baik untuk dinding.000 kg/cm². 7. 7. 7.ukuran dan peil lubang dalam membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil alumunium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain.3.7.9.3. 7.3.celah antara kaca system kusen alumunium harus ditutup oleh sealant. Syarat-syarat Pelaksanaan 7.3. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel.8. 7. b) Dapat cocok dengan jendela geser. Disyaratkan bahan kusen alumunium dilengkapi oleh kemungkinankemungkinan sebagai berikut : a) Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati. bentuk dan ukuran.dll. aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari aquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insutating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya. jendela putar. dan cocok. 7. c) Sistem kosen dapat menampung kaca frameless. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata.9.3. Angkur-angkur untuk rangka/kosen alumunium terbuat dari stel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.3.3. d) Untuk system partisi. 7.3. jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. 7. 7. 7.2. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup.

14. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada lubang bawah dan atas harus dengan waterpass.2. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas. 7. PASAL 8 PEKERJAAN LANTAI 8.10. dipakai untuk plesteran rapat air.2. bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 8. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 Penggunaan adukan plesteran : • Adukan 1 pc : 2 ps.3. Penggunaan ini pada swing door dan double door. tembaga atau lainnya maka permukaan material yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium menghindari kontak korosi.1.15. 7.3. Sekeliling tepi yang terlihat berbatasan dengan dinding agar sealent supaya kedap air dan kedap suara. Pekerjaan lantai terdiri dari urugan pasir dan pasangan screeding/ lapisan dasar pemasangan keramik/granit. 8.1. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruangan yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic ribber atau bahan synthetic resin.13. • Produk : setara Granito (Lantai Utama) • setara Roman (Lantai + Dinding Toilet) . PERSYARATAN BAHAN 8. 8.2. Toleransi pemasangan kosen alumunium disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 32 BAB XII e) 7.3. dipakai untuk seluruh lantai lainnya. Khususnya untukpenahan jendela gerak alumunium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang.2. 7.1.2 8. 7. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan).3. 7.2. • Adukan 1 pc : 4 ps.12.11.1. LINGKUP PEKERJAAN 8.1 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.3.3.3. Untuk fitting hardware dan reinforcing material yang mana kosen alumunium akan kontak dengan besi. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan.

1 9.2. serta sehubungan dengan kolom-kolom dan dinding-dinding sesuai gambar kerja.1. Pada lantai satu dipakai furing metal dengan mengacu persyaratan pemasangan yang disetujui konsultan pengawas b.2 Pekerjaan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit.1. b. LINGKUP PEKERJAAN 9. Pekerjaan lantai dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. Pekerjaan lantai dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini. Penutup langit-langit Jenis : Kalsiboard Tebal : 5 mm Ukuran : 122 x 244 cm . PERSYARATAN BAHAN 9.5 8.2. Pekerjaan lantai hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. Aluminium rangka plafond lantai dua bertumpu pada aluminium sesuai dengan gambar kerja.1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 33 BAB XII 8.1 Rangka langit-langit/plafond a.3. diwajibkan membuat shop drawing.3 8. Pemasangan penutup rangka pada Pemasangan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit dalam ruang desain dan persyaratannya dari desain interior.3.6 PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT 9.4 9. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. 9. Pekerjaan pembuatan dan pemasangan rangka langit-langit serta semua perlengkapan lainnya. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 8. Pada lantai dua dipakai aluminium dengan ukuran yang mengacu pada gambar kerja.1 8.3 9. yang menjadikan kesempurnaan pekerjaan rangka itu sendiri.1.3.1.4 8. c.2.2 a. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk propilnya.3.3.3. c. Lubang-lubang saluran air dipersiapkan terlebih dahulu   kotor yang melewati lantai sudah 8.2 Sebelum dimulai pekerjaan.3. 9.

Pada pemasangan garis-garis alur harus rapi dan lurus serta mempunyai bidang yang rata.3.5 a. c. Produk e.3. f. d.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 34 BAB XII d. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan di lapangan pada waktu pemasangan yang diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian Pelaksana harus dilaksanakan pemborong tanpa diajukan sebagai tambahan pekerjaan/biaya. Pemasangan penutup langit-langit harus memenuhi syarat teknis yang dikeluarkan pabrik dimana bahan-bahan langit-langit tersebut digunakan. Persyaratan Pelaksanaan Pemasangan Penggantung Langit-langit. class O fire resistance 9. kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang. Persyaratan pelaksanaan pemasangan penutup langit-langit 9.3.3.3. . Pemborong wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja.4 9. Perubahan bahan atau detail berhubungan alasan tertentu yang kuat dapat diterima harus diajukan dan diusulkan kepada Pengawas harian utuk mendapatkan persetujuan dari pengawas dan Perencana.1 9. Detail dan sambungan dari bagian-bagian kontruksi yang tidak tercantum dalam gambar tetapi ada dalam pelaksanaanya. Semua perubahan yang disetujui ini dapat dilaksanakan tanpa ada biaya perubahan yang mempengaruhi kontrak. Sebelum dilaksanakan pemasangan daun penutup langit-langit Pelaksana Pekerjaan Wajib memeriksa seluruh pekerjaan lain yang berada di dalam ruang plafond (instalasi mekanikal dan Elektrikal). Pola pelaksanaan pemasangan rangka plafond harus sudah memperhatikan pola pemasangan lampu dan pekerjaan lainnya serta modul penutup langit-langit. Pemborong wajib meneliti seluruh pekerjaan lain yang terkait erat dengan pekerjaan ini. PERSYARATAN PELAKSANAAN 9. c.3. b. maka Kontraktor/Pelaksana wajib melengkapi gambar tersebut berupa shop drawing dan harus disetujui oleh Pengawas.2 Pada pemasangan rangka-rangka penggantung dan pekerjaan baja lainnya harus memenuhi persyaratan baja. b.3 9. e.6 a. Kebenaran pemasangan dalam kaitannya terhadap pekerjaan lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 9. Semua peraturan-peraturan/normalisasi-nomalisasi yang dipakai harus yang berlaku di Indonesia misalnya SKSNI dan lain-lain.3. Standart : Eternit atau setara : Interior lathing dan Furring.

Penutup langit-langit GRC tebal 6 mm dipakai di daerah basah dan luar sesuai dengan gambar kerja. awan (cloud) dan goresan (scratch). Harus bebas dari benang (String) dan gelombang (Wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. Persyaratan bahan Kaca adalah benda yang terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mencapai ketebalan yang sama. Harus bebas dari bintik-bintik (Spots). Cacat-cacat Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai dengan ketentuan dari pabrik. f. 10. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.2. bahan-bahan. Rangka plafond harus sudah pada satu elevasi yang sama.1.1. dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya. Sebelum pemasangan gypsum board harus dilaksanakan pengukuran elevasi permukaan bawah rangka plafond. g. gilas pengambangan (Float Glass) Toleransi lebar dan panjang Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. Pelaksananaan pekerjaan baru boleh dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. PEKERJAAN KACA 10. Kaca harus bebas dari gumpalan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/masuk). PASAL 10 PEKERJAAN KACA 10. Untuk keperluan inspeksi / control pemeriksaan diatas plafond maka dibuatkan lubang untuk orang/petugas masuk ( disarankan pada areal ruangan km/wc ). Kaca harus bebas dari keretakan ( garis-garis pecah pada pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta potongan yang rata dan lurus.5 mm per meter.1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 35 BAB XII d. Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok).1. toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1. e. Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. mempunyai sifat tembus cahaya. . Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. Lingkup pekerjaan Menyediakan tenaga kerja.

harus sesuai SII 0189/79 dan PBVI 1982. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kosen.. uraian dan syaratpekerjaan dalam buku ini. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca merk.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 36 BAB XII Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci. hingga membentuk tembereng. bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya. Permukaan harus bebas noda dan cacat. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. .produk. Syarat-syarat pelaksanaan Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar... bebas dari segala noda dan goresan. kemudian dilapis dengan plastik busa tebal 1cm.ANSI : American Nat Standard Inst..3. Pemasangan cermin Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis MR yang disekrupkan pada klose-klose dinding. Semua bahan yang telah dipasang harus disetujui oleh MK.. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus.warna transparan cara pemasangan dan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik. • ASTM : E6-P3 • PBVI 1982 • Ketebalan kaca harus merata. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan. 10. siku sudut-sudutnya (toleransi 1. Sisi kaca yang tampak maupun tidak tampak akibat pemotongan garis digurinda/dihaluskan. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen. 297-1-1975 Safety Material Used In Build • Bahan untuk kaca interior : Colour (tinted fload glass.. tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur.1. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua terpasang harus disetujui MK. sisi tepi harus lurus dan rata. diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus. harus diisi dengan lem silikon merk..3mm. tidak diperkenankan retak dan pecah pada setelan/tepinya. tebal minimal 6mm. refleksi glass 40%) tebal sesuai gambar untuk itu.5 mm per m’) potongannya harus lurus Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan perencana/MK. dari benturan dan diberi tanda untuk mudah diketahui. jenis cermin sesuai dengan yang telah disebutkan dalam syarat pemakaian bahan material dalam uraian dan syarat pekerjaan tertulis ini type VVV polished.. • Bahan untuk cermin menggunakan : Clear float glass.. Cermin dan kaca harus terpasang rapi. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. Disatu permukaannnya dilapisi (chaemics deposited silver). tebal 5 mm. digunakan produk Standard : . Bahan Kaca • Bahan kaca dan cermin.. Untuk ketebalan kaca 5mm kira-kira 0.

kolom.2. Juga plamur dan cat dasarnya harus yang dikeluarkan oleh pabrik yang sama untuk masing-masing lapisan permukaan.2. mengajukan daftar dari semua bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. d. b. Pengecatan semua permukaan sesuai spec/gambar dengan warna dan bahan yang telah ditentukan sesuai yamh dipilih oleh Konsultan Pengawas. b.I :4 ASTM : D – 361 BS : 3900-1970 AS : K-41 10. produk ICI Weathershield atau yang setara. langit-langit dan sebagainya.2 a.3 Ketentuan Bahan a. PEKERJAAN PENGECATAN (Bagian Luar dan Bagian Dalam) 10. Semua warna dipilih oleh Konsultan Pengawas dan pemborong harus memasukkan dalam penawaran biaya untuk mengadakan contoh warna-warna untuk disetujui. Pekerjaan cat kayu harus mengandung bahan sintetis d. Semua cat harus dipergunakan dan dipulaskan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. Untuk dinding interior digunakan: • Plamir digunakan ICI atau yang setara • Cat untuk dinding luar dan dalam. plafond dsb) digunakan melamik. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan.2.58 1982. b. pemborong harus secepatnya. produk : Niponpaint atau yang setara. b. cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang mengandung amoniak merk setara Cling produk Wings 10. Untuk dinding luar bagunan dipakai cat khusus exterior. Persyaratan Bahan Standard : . e.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 37 BAB XII Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku/skrup-skrup kaca yang mempunyai dop penutup steinless steel. d.1 Lingkup Pekerjaan a.2. 10. Tidak boleh mencampurkan bahan pengering atau bahan- . c. harus memakai cat emulsi/acrylic berdasarkan alkyd resins. Setelah kontrak ditandatangani. N. Untuk finishing interior kayu (lambresering. c.4 Daftar Bahan-bahan a. Setelah terpasang. 10.PVBI : 54.2. Persiapan permukaan yang akan cat. Semua bahan cat harus diperoleh dari levalinsir yang telah disetujui. c.

• Sebelum dinding dicat.2. • Untuk dinding luar bangunan digunakan cat khusus luar jenis ICI Weathershiled atau yang setara. Pekerjaan Pengecatan Dinding Luar dan Dalam • Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh bangunan dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. terutama (untuk bidang-bidang yang luas) untuk disetujui Konsultan Pengawas. • Untuk warna-warna yang sejenis. licin. • Lapisan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis acrylic emulsion dengan kekentalan cat sesuai persyaratan pabrik. rata. jika tidak disarankan oleh pabrik cat dan sebagainya. 10.00 m untuk disetujui. ruangan area pengecatan harus bersih dan dijaga agar tidak ada debu berterbangan. • Setelah pekerjaan plamur selesai maka diberikan kembali 1 (satu) lapis alkali resistance sealer. warna ditentukan perencana. tidak retak-retak dan Pelaksana Pekerjaan meminta persetujuan Konsultan Perencana. plesteran dan acian sudah harus benarbenar kering da bersih.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 38 BAB XII bahan lain kedalam cat. Dalam pelaksanaan pekerjaan itu harus disediakan banyak lap-lap bersih. • Pemborong diharuskan membuat contoh (mock up) cat dengan ukuran 1. tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. • Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat jenis Emulsi Acrylic merk ICI Dulux atau yang setara. b.00 x 2. Pelaksana Pekerjaan diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama. Melakukan percobaan pengecatan. Pekerjaan Pengecatan Besi • Persiapan Umum Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan. ditentukan Konsultan Pengawas. . • Dinding yang akan dicat diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer • Setelah diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer masih terdapat retak rambut maka segera diberi plamur yang satu merk. bidang dinding merupakan bidang yang utuh.5 Syarat-syarat Pelaksanaan a. • Setelah pekerjaan cat selesai.

c. Kecuali ditentukan lain dalam buku persyaratan teknis maka semua pekerjaan baja harus sesuai standart di bawah ini : a.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 39 BAB XII c. pelat beton atau bagian-bagian yang ditentukan gambar. Material a. mur dan ring dari jenis “High Stregth” ASTM A35 baja hitam atau sekurang-kurangnya dari standart FE360 (ST37). Steel Structural Painting Council (SSPC) f. • Plamur yang digunakan adalah plamur kayu yang satu merek dengan cat yang akan digunakan.1. gambar rencana dan intruksi-intruksi yang diperlukan oleh pengawas. 11. sentries. tepat.3. b. • Cat yang digunakan merk ICI Dulux atau setara. PASAL 11 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP 11. kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langit-langit. Semua baut dan mur harus mempunyai kepala yang ditempa. Baja struktur harus mempunyai mutu sesuai Sdengan ASTM A36 dengan E=200.569. Peraturan Pembebenan Untuk Gedung Indonesia ((PPUGI) c. . Penjelasan dengan “Aech Welding Electrodes” sesuai AWS A5.2 11. PEKERJAAN BAJA 11.1.5 mm dari diameter baut.1. Semua material yang digunakan harus baru dengan kualitas terbaik dan disetujui oleh pengawas. Standart Industri Indonesia (SII) Pelaksanaan harus melaksanakan pekerjaan ini dengan ketetapan dan kesesuaian yang tinggi menurut persyaratan teknis ini. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI) d. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup segala sesuatu untuk pelaksanaan kontruksi baja secara lengkap dengan gambar dan persyaratan teknis ini. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) 1983 b. Ketentuan Umum Persyaratan-persyaratan kontruksi baja dan istilah teknik secara umum menjadi satu kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini.1.000 Mpa. Las yang digunakan adalah las listrik dengan mutu FE 360 atau E 60. dan siku terhadap batangnya dengan kepala dan mur yang berbentuk horizontal. Pekerjaan Pengecatan Langit-langit • Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gysum board.1. Pengawas berhak untuk minta diadakan pengujian atas bahan-bahan tersebut dan pelaksanaan harus bertanggung jawab atas segala biaya yang dikeluarkan untuk ini. Lubang diameter ring yang digunakan adalah lebih besar 1. Dengan kualitas ST 37. • Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal ini. American Societyfor Testing & Material (ASTM) e. jenis Vinyl Acrylic warna ditentukan Konsultan Pengawas setelah melakukan percobaan pengecatan. Baut.

pengecatan struktur atap.2. Sesuai dengan spesifikasi oleh merk dengan setara J-Steel Kwalitas 1. Pelaksanaan Disesuaikan dengan prosedur dan spesifikasi yang ditetapkan oleh merk dagang dan/atau produsen. fabrikasi harus dilaksanakan dalam bengkel/workshop.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 40 BAB XII Semua baja yang digunakan harus sesuai dengan bentuk. RANGKA KAP BAJA RINGAN. 11.2. 11. dengan berat sesuai rancana. Pengecatan dasar dilakukan di workshop sebelum pengiriman kelokasi atau penyimpanan.1. PEKERJAAN PENUTUP ATAP 11.4 Fabrikasi a. Apabila ternyata konstruksi rangka kap. cacat karena tumbukan. minyak cat dan yang disambung harus rata satu sama lainnya. b. Hasan Basri untuk penutup atap nya Genteng Keramik dan Bangunan Laboratorium dan Workshop penutup atap Genteng Metal. menurut Direksi / Pengawas lapangan tidak sesuai dan tidak lebih baik dari gambar rencana.2. pelaksaan harus menyerahkan hasil pengujian yang dibutuhkan dan berhubungan dengan kontruksi baja ini disertai faktur pengiriman. 11. • . 11. Pekerjaan perubahan jarak gording. 3. Jika dianggap perlu.1. e.1. Apabila fabrikasi dilakukan diluar lokasi. Rangka kap ini disubkan kepada produsen rangka atap baja ringan yang ditentukan kemudian dan disesuaikan dengan dana yang tersedia. Semua material baja harus supplier yang dapat dipertanggung jawabkan dengan disertai sertifikat dari pabrik. 11.2.3. Syarat Bahan / Material. tekuk atau putir. ukuran dan ketebalan serta bebas dari karat.2. Perencanaan harus membuat workshop dilapangan dan disetujui oleh pengawas. pelaksanaan mharus menanggung biaya yang dikeluarkan oleh pengawas dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut. Batang yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kualitas baik. pengadaan dan pemasangan Penutup atap lengkap dengan accessories d. 11. Brigjen H. yang memenuhi persyaratan terlindung dari pengaruh cuaca.3. retak. Baja yang akan dilas harus bebas dari cat. Pengelasan harus dilakukan dalam tempat yang beratap dan dilaksanakan dengan menggunakan las bujur listrik. maka Direksi / Pengawas Lapangan berhak meminta kepada kontraktor untuk memperbaikinya atas biaya kontraktor sendiri. • Lingkup Pekerjaan Penutup Atap Untuk di Bangunan Balai di Lokasi Jl. Uraian.

1 Persyaratan Pelaksanaan Pengecatan Konstruksi Atap yang Baja WF.2.1. anak tangga dipakai baja cor lengkap dengan motif bunga dan kaca gravier. peralatan termasuk alat-alat bantu dan pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. Pembersihan konstruksi atap existing dari karat dilakukan dengan menggunakan sikat kawat/wire brush sampai komponen konstrukssi atap benar-benar bersih dari karat.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 41 BAB XII 11. PEKERJAAN LAIN-LAIN Lingkup Pekerjaan 12 1. 12 1.2 PERSYARATAN BAHAN a. Pelaksanaan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan penutup atap.1.2. Bahan: a. Sebelum memulai pelaksanaan. Pemasangan penutup atap harus memperhatikan jarak tumpang tindih (Overlap) yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat PASAL 12 12.2.3.2 Persyaratan Pelaksanaan Penutup Atap a. . Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. Pekerjaan handrail tangga pada tangga menggunakan pipa kotak hollow stainless stell. c. Sebelum konstruksi atap yang telah dipasang dilakukan pengecatan terlebih dahulu dilakukan pengamplasan. b. Apabila sudah dianggap bersih oleh Konsultan Pengawas maka Pelaksana diperbolehkan melakukan pengecatan.1. Persyaratan Bahan 12. Untuk bahan stainless steell setara “Indah Maspion”. Rangka pipa GIV ukuran 2 Inch.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN 11. Dan Genteng Metal 11. Pelaksana wajib membuat Shop Drawing b. 11. Bahan/material yang digunakan untuk pekerjaan pengecatan struktur atap adalah cat zincromate produk setara ICI b.3.1. bahan-bahan yang diperlukan. Bahan/material yang digunakan untuk penutup atap merupakan genteng keramik.1.3.3. Bangunan Pekerjaan Railing Tangga 12.

permukaan yang dilas harus sama rata dan alur lasnya kelihatan teratur. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. Syarat-syarat Pelaksanaan 12 3. Digunakan stainless steel dengan mutu SS 306 finish mirror dan baja cor dengan pengelasan sambungan harus kuat dan permukaan halus. tebal 1.2 mm. Setelah pekerjaan las-lasan.3. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan. • Pembengkokan profil-profil / plat-plat / pipa-pipa harus dilaksanakan dengan alas bender (pembengkokan) sehingga hasilnya baik.4.2. Pekerjaan baja tahan karat. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 42 BAB XII 12. batang-batang bulat dari bahan baja cor dan stain steel.1. • Penyambungan dengan luas harus dilaksanakan dengan kelipata dan keahlian yang tinggi.2. 12.1. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.2 Jenis Bahan: Pipa-pipa kotak. penghalusan dan pemasangan selesai stainless steel dipoles dengan mesin poles.8 .3. bahanbahan yang diperlukan. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. Las-lasan yang cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya pemborong . 12 3. baik pada pembuatan. Bila dianggap perlu. halus dan tidak cacat-cacat bekas pukulan . • Untuk stainless steel yang dipakai berupa profil-profil pipa dan plat stainless steel.5.3. 12 3. 12 3. 12 1. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan di atas teknis operatif sebagai informasi bagi perencana . Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. peralatan termasuk alat-alat bantu dan . bekas laslasan harus dikikir dan dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya. • Pekerjaan stainless steel seperti yang ditunjukkan dalam gambar untuk itu.6.7. kemudian digosok dengan compound memakai kain halus sehingga bersih dan mengkilap Pekerjaan Kloset Dan Wastafel 12. 12 3. pengelasan harus dengan las listrik dengan electrode stainless steel. 12 3. 12 3. Bahan yang dipakai.

b.2. Bahan yang dipakai.2.4.1.1. b. 12.5. terdiri dari: a. Persyaratan Bahan 12. pemasangan. 12. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. 12. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji. 12.3. 12 1.3. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Pemadam Kebakaran.3.4. 12.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 43 BAB XII pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. 12.1 SYARAT-SYARAT UMUM Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. 13.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing. Bila dianggap perlu. . pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan. Bahan: Untuk bahan Kloset dan Wastefel setara “American Standart”.2 Pekerjaan Elektrikal.3. terdiri dari: a. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Kelistrikan. Spesifikasi teknis ini meliputi uraian untuk pelaksanaan antara lain: 13.3. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor. Syarat-syarat Pelaksanaan 12. dan pengetesan seluruh peralatan (material) dan instalasi yang ditunjukkan pada gambar perencanaan untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Penyalur Petir. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas.3. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Plumbing. PASAL 13 PEKERJAAN MEKANIKAL. Pekerjaan pemasangan kloset jongkok. baik pada pembuatan.3. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site.2.1.1. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor. kloset duduk dan Wastafel pada Bangunan didalam kamar mandi atau wc.

maka Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard dan peraturan yang berlaku. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. Setiap shop drawing yang diajukan pemborong dan telah disetujui Direksi Pengawas Lapangan dianggap bahwa Pemborong telah memahami situasi serta telah berkonsultasi dengan pekerjaan instalasi lainnya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 44 BAB XII Spesifikasi Teknis. Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan. B. harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin lainnya. sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. Pemberi Tugas. benar dan sesuai standar yang berlaku. Gambar Perencanaan dan Bill Of Quantity ini merupakan dokumen penawaran yang tidak dapat dipisah-pisahkan atau satu kesatuan. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan instalasi yang pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi lapangan. Sebelum pekerjaan dimulai. Gambar-Gambar Gambar-gambar perencanan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci. pemborong harus segera mengajukan pertanyaan tertulis kepada Direksi Pengawas Lapangan. Semua bagian tersebut walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara detail harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. Gambar-gambar arsitektur dan struktur/sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail "finishing" dari proyek. danapabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukanagar instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi teknis atau bill of quantity saja. pemasangan maupun pengujian atau pengetesan. C. Dalam hal ada keraguan yang ditimbulkan karena kemungkinan kesalahan penggambaran atau ketidak sesuaian lainnya. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar pekerjaan yang satu tidak menghalangi atau menghambat pekerjaan lainnya. A. catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) dan 3 (tiga) set lengkap gambar blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings). Koordinasi Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan ini. Daftar Bahan dan Contoh . dan Perencana untuk mendapatkan penjelasan masalah tersebut dalam pelaksanaan baik berupa jenis barang. As built drawings harus diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner) setelah selesai pekerjaan. Pemborong harus mengajukan gambar-gambar kerja dan detail (shop drawing) sebanyak 3 (tiga) set yang harus diajukan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 45 BAB XII Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan. Daftar ini harus dibuat rangkap 3 (tiga) yang didalamnya tercantum nama dan alamat. Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga ahli. sistem dan lain-lain oleh Pemborong. selanjutnya pemborong harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan dan material yang akan dipasang kepada Direksi Pengawas Lapangan. Pemberi Tugas (Pemilik) dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan dan material. kecuali apabila ditunjuk lain oleh Direksi Pengawas Lapangan. yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Pemberi Tugas dan perencana. maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk disetujui. bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut. katalog dan keterangan lain yang dianggap perlu oleh Direksi Pengawas Lapangan. harus disediakan oleh Pemborong. Persetujuan oleh Direksi Pengawas Lapangan akan diberikan atas dasar diatas. Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang dan apabila terdapat keraguan. Semua peralatan-peralatan yang sudah dikirim dan dipasang. E. D. harus memenuhi standar dan ketentuan pengetesan dengan benar. disaksikan oleh team Pemberi Tugas. Semua tenaga. Hal ini Harus menjadi Perhatian dan tanggung jawab Pemborong. Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari bahan dan material yang akan digunakan. Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik pembuat. . Dan jika sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan standar yang berlaku dan ketentuan dari kontrak. Pengetesan dan Persetujuan Pemborong harus melakukan semua pengetesan yang dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap sistem. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Penggantian merk bahan dan material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari Direksi Pengawas Lapangan. merupakan tanggung jawab Pemborong. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud didalam spesifikasi teknis ini. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pemborong. disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Pemborong harus segera menghubungi Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana untuk berkonsultasi. berstandar mutu dan keadaan baru. Pemberi Tugas dan Perencana.

Mingguan dan Bulanan" yang memberikan gambaran dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan secara jelas. dengan pernyataan benar dan baik yang ditandatangani bersama oleh instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Jika pada masa garansi tersebut. Kegiatan Fisik Catatan dan perintah Direksi Pengawas Lapangan yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis. Masa Garansi dan Serah Terima Pekerjaan Peralatan utama harus digaransikan selama 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun terhitung dari penyerahan kedua. Pemborong harus mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode tersebut kepada Tenaga calon-calon operator untuk setiap pekerjaan yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas (Owner). Pemborong diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan-kerusakan dari pada peralatan utama yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan. Direksi Pengawas Lapangan dan melampirkan sertifikat pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang berwenang. Selama masa garansi tersebut. penggantian. Sebelum penyerahan kedua (final acceptance). Laporan tersebut dibuat dalam rangka 3 (tiga) meliputi: 1. Pemborong pekerjaan instalasi ini masih harus menyediakan tenaga ahli yang dapat dihubungi setiap saat. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah dilengkapi dengan bukti dari hasil pemeriksaan atas instalasi. sehingga para petugas atau operator dapat mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan. maka Direksi Pengawas Lapangan berhak menyerahkan pekerjaan perbaikan atau kekurangan tersebut pada pihak lain atas biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi tersebut. 2. G. Training tentang pengoperasian dan perawatan tersebut harus lengkap dengan 3 (tiga) set operating maintenance and repair manual books. kekurangan selama masa garansi. Laporan ini harus ditandatangani oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas untuk diketahui/disetujui. . Pemborong tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas perbaikan. Selama masa garansi.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 46 BAB XII F. dibuat laporan mingguan dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan prestasi atas pekerjaan minggu lalu sehingga menjadi laporan selama 1 (satu) bulan dan rencana pekerjaan minggu depan dan satu bulan ke depan. Hal-hal yang menyangkut masalah: • Material (masuk atau ditolak) • Jumlah tenaga kerja • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah/kurang Berdasarkan laporan harian. Laporan Pemborong wajib membuat "Laporan Harian.

Perubahan-perubahan material dan gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi Pengawas Lapangan. 2. bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi-instruksi dari Direksi Pengawas Lapangan. Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut. Pengelasan dan Pengeboran Pemborong tembok. Perubahan. Dalam merubah gambar rencana tersebut. H. I. Penanggung Jawab Pelaksana Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman serta harus selalu berada di lapangan/site. harus dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali. L. Pembobokan. pengeboran dan sebagainya hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin tertulis dari Direksi Pengawas Lapangan. Penambahan dan Pengurangan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar-gambar rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas Lapangan. Gudang dan Los Kerja . Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain. Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan pekerjaan ini. yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis. Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi. harus diajukan oleh Pemborong kepada Direksi Pengawas Lapangan secara tertulis. gambar rencana dan lain sebagainya. Kantor Pemborong. K. 3. atau pada saat yang dikehendaki oleh Direksi Pengawas Lapangan di dalam pelaksanaan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng melalui penanggung jawab Pemborong. lantai. J. pembongkaran. harus diselenggarakan kegiatan pemeliharaan berjangka dan pemeriksaan rutin. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan Pemborong instalasi ini. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan. Pengajuan perubahan material. Hasil pengetesan tahanan isolasi kabel dan pemberian tegangan. Masa Pemeliharaan Selama masa pemeliharaan. Pembobokan. Pemborong harus menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Direksi Pengawas Lapangan dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 47 BAB XII Pemborong harus menyerahkan Laporan Pengetesan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagi berikut: 1.

harus diberi penerangan yang cukup. menjadi tanggung jawab Pemborong. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. Q. O. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. peralatan. Pemborong wajib menyediakan peralatan pemadam kebakaran (pemadam api ringan) yang diletakkan dalam kantor lapangan dan gudang. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga/daya kerja harus disediakan oleh Pemborong. Penerangan dan Sumber Daya Pada kantor. kantor. bahan dan peralatan baik di dalam gudang maupun diluar (halaman). gudang. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang lapangan). Bagan Penyelenggara dari Pemborong Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong harus diserahkan kepada penyelenggara dengan kualifikasi ahli. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan di keluarkan oleh Direksi Pengawas Lapangan pada waktu pelaksanaan. dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan M. Penimbunan/penyimpanan barang. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. los kerja. maka Pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. Kebersihan dan Ketertiban Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga Kerja) dan mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kecelakaan dan Peti PPPK Terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. penyimpanan barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar) dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. N. Penjagaan dan Kebakaran Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. harus selalu dalam keadaan bersih.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 48 BAB XII Pemborong diperbolehkan membuat ruang kantor. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. P. berpengalaman dan .

Pengawasan Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Staff-nya. tetapi luput dari pengamatan Direksi Pengawas Lapangan dan stafnya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. Di tempat pekerjaan. kepada mereka yang melanggar terhadap peraturan umum mengganggu ataupun merusak ketertiban. Elektrikal dan Plumbing yang terdiri dari: 13. d. harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian. R. sistem pengolahan air bekas (buangan) dari ruang cuci dengan Neutralizing Tank dan dari ruang dapur kotor dengan Grease Trap. sebagai penanggung jawab di lapangan. Pada setiap saat Direksi Pengawas Lapangan atau petugas-petugas/staff harus dapat mengawasi. Site Manager mewakili Pemborong ditempat pekerja dapat bertindak penuh kepada Direksi Pengawas Lapangan.2. b. Bila Pemborong lalai. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya. bahan dan peralatan serta Pemborong harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan. e. c. Petunjuk dan perintah Direksi Pengawas Lapangan didalam pelaksanaan.1 Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) a. maka akan dikenakan tindakan sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal denda. Direksi Pengawas Lapangan menempatkan petugaspetugas pengawasan yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan. melakukan perbuatan yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan.2 LINGKUP PEKERJAAN Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan setiap saat yang diperlukan Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan. berlaku tidak wajar. Pengadaan dan pemasangan sistem penyaluran dan penampungan air hujan dengan sumur resapan dan saluran/drainase bangunan. Pengadaan dan pemasangan peralatan sistem pengolahan air kotor (Septic Tank) dengan Biotech System. 13. disampaikan langsung kepada Site Manager wakil Pemborong. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari sumur dalam maupun dangkal kepada pihak Badan yang berwenang pada daerah setempat. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari PDAM daerah setempat. Pengadaan dan pemasangan pompa sumur dangkal (Jet Pump) dan Submersible Deep Well Pump air bersih serta pengeboran sumur dalam dan dangkal untuk sumber air bersih. memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan. Bagianbagian pekerjaan yang telah dilaksanakan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 49 BAB XII mempunyai wewenang penuh untuk mengambil keputusan. pemasangan dan pengujian seluruh lingkup pekerjaan instalasi Mekanikal. .

Pengadaan dan pemasangan sistem pembumian pengaman lengkap dengan bak kontrol dan elektroda pembumian. l. Pengadaan dan pemasangan panel utama tegangan menengah (TM) lengkap dengan komponen-komponen panelnya. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TM/TM. Pengadaan dan pemasangan Unit Splizen (Air Terminal) penyalur petir sistem elektrostatis. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan rendah 400/230 V. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan menengah 20 kV. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik untuk AC dan Fan. g. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi kelistrikan yang terpasang. reduser. d.2. Pengadaan dan pemasangan instalasi penyalur petir dan system pentanahan penangkal petir lengkap dengan bak kontrol. dan stop kontak. . alat ukur dan elektroda pentanahan. 50 Hz lengkap dengan komponen pengamanannya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 50 BAB XII f. 20 kVolt ke pihak PLN daerah setempat. dan accessories lainnya. 13. 13. e. Pengadaan dan pemasangan Transformator Stap-Up 20 kV/400 V. b. tee. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dalam dan luar serta stop kontak lengkap dengan kabel instalasi. h. j. c. air bekas. c. junction box. i. saklar. kotak saklar dan stop kontak. b. g. isolasi penyambungan kabel. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis lampu penerangan. Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang.2. pipa pelindung kabel. h. dan accessories lainnya. Pengadaan dan pemasangan seluruh panel-panel tegangan rendah lengkap dengan komponen-komponen panelnya. f. k. Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi seluruh peralatan plumbing.2 Pekerjaan Elektrikal (Kelistrikan) a. pipa vent dan air hujan lengkap dengan elbow. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih.3 Pekerjaan Penyalur Petir a. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TR/TR 400/230 Volt ke pihak PLN daerah setempat. air kotor. klem. Pengadaan dan pemasangan tiang penyanggah air terminal penyalur petir.

Pemberi Tugas dan disahkan Direksi Pengawas Lapangan. • Menyerahkan gambar As Buil Drawing sebanyak 3 (tiga) set yang telah diketahui Perencana. Pemborong harus membuat gambar kerja yang mengacu pada gambar perencanaan dan disetujui pemberi tugas serta disahkan pimpinan proyek. Membuat Time Schedule pelaksanaan pekerjaan MEP. • Seluruh material pada Pekerjaan MEP harus mempunyai purna jual yang terjamin dan garansi minimal 9 (sembilan) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun. b. Mempunyai pengalaman dalam pekerjaan Mekanikal. instalasi Pekerjaan instalasi MEP dinyatakan selesai bila pihak pemborong telah . adapun persyaratan lainnya adalah: a. Pemborong pekerjaan MEP dalam bangunan ini harus mempertanggung jawabkan pekerjaan secara teknis dan instalasi kepada pimpinan proyek. Pemborong harus dapat menerima dan menyetujui gambar instalasi yang diberikan oleh perencana. Elektrikal dan Plumbing yang dinyatakan dengan referensi dan mampu berperan sebagai patner dari pemborong utama (pekerjaan Sipil).4 PROSEDUR PELAKSANAAN Syarat-syarat pelaksanaan antara lain: a. Berdomisili di wilayah setempat dan sekitarnya. Pemborong harus mengadakan pengujian seluruh pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal yang disaksikan oleh pemberi tugas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 51 BAB XII d. 13. agar setiap waktu dapat memberikan penjelasan dengan pimpinan proyek. b. c. 13. Pemborong harus menempatkan tenaga ahli di lapangan. Mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. e. d. f. . yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100%.3 PESERTA PELELANGAN Peserta pelelangan adalah badan hukum yang bergerak di bidang pemborong bangunan rumah tinggal serta terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu Provinsi dan memiliki Tanda Daftar Rekanan yang masih berlaku serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. d. Mempunyai Pas Kerja PLN (Sikka Golongan A) dan Pas PAM-wilayah yang masih berlaku. • Telah mendapatkan surat keterangan dari pimpinan proyek. f. Mempunyai tenaga pelaksana yang berpengalaman.102 menyatakan: • Surat hasil pengetesan dan pengujian instalasi. e. c. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi penyalur petir system elektrostatis dan sistem conventional (sangkar faraday).

Pengontrolan penggunaan air bersih dari SDWP atau jet pump maupun PDAM dengan gate valve + pelampung (WLC. Untuk menentukan kenyamanan bagi pemakainya. Untuk sumber air tanah telah terjamin kualitas/mutu airnya yang harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorim PT. 4.5. Supply air bersih dari pompa penguat (Booster Pump) sebelum dialirkan akan difilterisasi terlebih dahulu dengan Sand Filter dan Carbon Filter.5 SYARAT-SYARAT TEKNIS 13. Air Bersih Sumber air bersih untuk proyek ini berasal dari sumber air tanah atau Sumur dalam sebagai sumber air utama dan cadangan. Semua material harus baru dan bila terjadi kerusakan pada material tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan.1 Uraian Umum 1. 13. Supply air bersih dari sumur dalam menggunakan Submersible Deep Well Pump (SDWP) dan dari sumur dangkal menggunakan Jet Pump. tekanan air pada seluruh unit fixture harus memenuhi syarat-syarat tekanan air yang ada dalam buku PPI Tahun 1979. 2. Penggantian merk dari material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari pemberi tugas dan pimpinan proyek. Pengajuan gambar kerja dari pemborong harus dilakukan sebelum pekerjaan dilaksanakan.Sucofindo atau yang tunjuk oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner). Selanjutnya dari Water Reservoir Tank. 3. water level control) dan ditambah check valve. air bersih dengan pompa penguat (Booster Pump) secara sistem tangki tekanan (Hydrophor) otomatis disalurkan ke seluruh Toilet yang ada pada lantai bangunan hingga siram taman. Air Kotor dan Air Bekas Buangan air dari wastafel atau lavatory dan floor drain disebut dengan air bekas dan buangan air dari water closed dan urinal disebut dengan . h. Air bersih yang berasal dari sumur dalam dan sumur dangkal di sambungkan langsung ke Ground Water Reservoir Tank (GWR). 2.2 Uraian Teknis Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) A. Sistem 1. Kerusakan material sebelum penyerahan kedua menjadi tanggung jawab pemborong.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 52 BAB XII g. Pemborong harus menyerahkan daftar dan contoh material kepada pemberi tugas dan pimpinan proyek untuk mendapatkan persetujuan. pemborong harus mengganti dengan yang baru. 13. Pemborong harus melaksanakan masa pemeliharaan selama 3 s/d 6 bulan.5.

87. Air Hujan dan Vent Dinyatakan dalam gambar perencanaan.81. harus dialirkan ke sumur resapan. bahwa pipa air bersih pada pemipaan dari Water Reservoir Tank (WRT) ke toilet bangunan menuju unit fixture toilet dan dari Flow Meter PDAM. KHI. sedangkan buangan air dari kitchen (dapur kotor) dan ruang cuci pakaian akan dialirkan masingmasing ke bak penampungan yaitu Grease Trap dan Neutralizing Tank untuk disaring atau difilter (jika diperlukan) yang selanjunya dialirkan ke drainage/saluran bangunan. B. air hujan jatuh bebas langsung dialirkan ke drainage/saluran bangunan. Air kotor yang berasal dari water closed & urinal pada seluruh lantai bangunan akan dialirkan ke septic tank dengan pengolahan limbah Biotech System dan selanjutnya dapat dialirkan ke drainage bangunan. yakni untuk mengurangi limpahan yang sangat berlebihan atau banjir sekaligus untuk menambah potensi air tanah. Pipa Air Bersih. Seluruh sambungan pipa GIP harus dilas metal dengan penguat yang berupa pelana kuda (Saddle). Selanjutnya air buangan yang berada pada seluruh saluran bangunan sebelum dialirkan ke drainage/saluran kota terdekat. untuk itu digunakan 2 (dua) pipa tegak dan mendatar untuk melayani dan mengalirkan kedua jenis air buangan tersebut. . toleransi tebal (sedang) ± 10%. bahwa pipa air bersih yang digunakan untuk pemipaan pompa utama air bersih dan pemipaan distribusi air bersih yaitu pipa baja galvanizer (Galvanized Steel pipe/GIP) medium yang tahan terhadap tekanan maksimum 50 Kg/Cm2. 2. Produksi : Setara PPI. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. Pipa Air Bersih Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Air buangan dari wastafel dan floor drain dipisah dengan buangan air dari water closed. Persyaratan Bahan 1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 53 BAB XII air kotor. 3. Bakrie. Spindo. Sedangkan limpahan dari tanki air hujan akan dialirkan ke drainage bangunan terdekat. Air Kotor. Air Hujan Air hujan yang berasal dari atap bangunan disalurkan melalui beberapa pipa tegak sampai dibawah lantai satu langsung disalurkan ke drainage bangunan dan sedangkan untuk atap bangunan lainnya. Air bekas yang berasal dari wastafel dan floor drain akan dialirkan langsung ke drainage bangunan. SNI 0161. Bumi Kaya. Air Bekas. Pemanfaatan air hujan dapat dilakukan. yaitu sebagian air hujan ditampung dalam tanki air hujan yang selanjutnya akan difilterisasi (disaring) dengan menggunakan pompa transfer melalui sand filter tank dan karbon filter untuk disalurkan ke Water Reservoir Tank (WRT). SNI 07 0039. toleransi diameter luar ± 1% dan harus sesuai dengan standar BS 1387/67.

harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. wastafel dan lain-lain. B.1986.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 54 BAB XII Dinyatakan dalam gambar perencanaan. male adapter. saluran/drainage bangunan. Kabelmetal. Pralon. wastafel/Lavatory dan kitchen seluruh bangunan. water closed. SPLN 43-5. Semua peralatan bantu pipa PVC-AW dan PVC-D seperti fitting. 50 Hz. Kabelindo. . Sistem Sumber daya listrik berasal dari penyambungan sumber daya listrik utama PLN dengan sistem tegangan TR 380V. clean out. roof drain. bahwa pipa vent pada pemipaan dari seluruh water closed.5. PUIL-2000. LMK. harus menggunakan pipa PVC D yang tahan terhadap tekanan 8 Kg/cm. PLN. floor drain. memiliki pressure 20 Kg/Cm2 dan ditempatkan dalam kotak panel terpasang didinding. IEC 502-1983. 3. Wavin. tabung dari bahan iron stell. tee 45 (Tee Y) dan lainnya harus dari bahan yang sama dengan pipa yang digunakan. Chuub. yang mana sambungan pipa PVC AW berdiameter dibawah 4 cm digunakan perekat (lem) sedangkan yang berdiameter diatas 4 cm digunakan rubber ring joint. bahwa pipa air kotor. Super Intilon. Produksi : Setara Yamato. Sesuai dengan standard JIS K 6741. SNI06-0084-1987. Appindo. Bentuk dan bahan untuk peralatan unit fixture seperti: kran air dinding. Bahan dan Material 1. elbow 45. Kabel Tegangan Menengah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Dinyatakan dalam gambar perencanaan.24 kVolt untuk pemasangan didalam tanah dan N2XSY .3 Uraian Teknis Pekerjaan Elektrikal Instalasi Kelistrikan A. Sesuai dengan standard SNI-06-0084-1987 dan SII 0344-82. Produksi : Setara Rucika. 13. harus mengikuti desain dari interior ruang toilet. air bekas dan air hujan pada pemipaan dari seluruh toilet dan atap bangunan menuju septic tank (STP-Biotech System). bahwa Kabel distribusi tegangan menengah 20 kV adalah jenis N2XSEFGbY . urinal. Produksi : Setara Supreme. PAR yang harus digunakan dari bahan serbuk kimia multipurpose dry chemical (ABC Fire) yakni NH4H2PO4. reduser (type Concentric). Fire Extinguiser System (Pemadam Api Ringan/PAR) Fire extinguiser system (PAR) adalah jenis portable dalam mengatasi kebakaran yang harus disediakan pada areal atau ruang tertentu.24 kVolt untuk pemasangan di pit trench cable dan di rak kabel (udara) harus telah memenuhi persyaratan.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 55 BAB XII 2. Fuse Links dari jenis HRC Fuse/phasa. Voksel. bahwa komponen panel utama banyak ragamnya. ABB c. 10 kA. 4 pole. PLN. PLN. 50 kA) dilengkapi mekanisme motor yang sama sehingga bisa beroperasi secara otomatis dan system interlok mekanis dan elektris mencegah kedua pemutus tenaga menutup secara serentak walaupun hanya sesaat. dimana semuanya sesuai dengan standar IEC 269-1. LMK. dan memenuhi standar LMK. LMK. Merlin. yaitu jenis pemasangan didinding (wall mounted enclosure). Produksi : Setara Terasaki. Produksi : Setara Terasaki.2000. Produksi : Setara Supreme.0. 100 kA dengan rating voltage 500/660 Volt lengkap dengan solid links (dudukan HRC fuse) dengan rating current 1 step diatas rating current HRC Fuse serta harus memeliki alat pencabut HRC Fuse (Fuse Handle) standard SFS 2371. b. OniPanel. dan 18 kA. IP 55 dan jenis inbow waterproof (PVC High Impact) dengan pintu transparan. pemutus tenaga mini MCB. LMK. Komponen Panel Dinyatakan dalam gambar perencanaan. bahwa Kabel distribusi tegangan rendah adalah jenis NYFGbY . 8 kA dan 5 kA yang telah memenuhi persyaratan SPLN 108/SLI 175/IEC 989. dan 8 kA. Littelfuse. 45 kA. Kedua pemutus tenaga (MCCB. IP 54 serta memenuhi persyaratan PUIL-2000.6/1 kVolt untuk pemasangan di atas plafon (udara) harus telah memenuhi persyaratan SNI 04-2701-1992.0. PUIL. Hansel. Produksi : Setara Simetri. LMK. 36 kA. 3. Automatic Tranfer Switch (ATS) atau sistem tukar (Interloc). ABB. bahwa Box panel listrik ada 3 jenis. MCB 1 phasa. AEG. Kabelmetal. 3 phasa. d. PUIL.2000. Hager. yaitu jenis kering (Metallized Polypropylene Film) yang bisa . Produksi : Setara Stomberg. AEG.6/1 kVolt untuk pemasangan di-dalam tanah dan NYY . antara lain: a. Pemutus tenaga MCCB. JapaPanel. 25 kA. jenis pemasangan dilantai (standing mounted enclosed) yang kontruksinya dari plat baja dengan tebal plat 2 mm dan dicat oven. Kabelindo. 3 phasa. SPLN 43-1 198. IEC 32 B. dan IEC 947-2. SIER. Merlin Gerin. Satu pelat dudukan sehingga lebih menjamin aspek keamanan dan lebih mudah dalam pemasangan. Kabel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Panel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. 15 kA. Kapasitor Bank Kapasitor harus dari jenis Self Healing Dry Type. PLN. AEG. ABB. 4.

Ambient temperature : 40 C. Rating Frequency : 50 Hz. Detuning factor : 7 %. Delta. Inductance of the reactor : 3 % tuning accuracy. koneksi (penyambungan) antar phasa atau phasa – netral yang memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut . Produksi : Setara Nokian. Blocking Reactor (Detuned Filter) Blocking reactor harus dari material kumparan tembaga jenis Polyeter Resin yang pencetakannya dalam keadaan Vakum dan tekanan tinggi dengan thermal resistance 150 C.5 & UH5 = UH7 = 5 % Based on Un. PUIL-2000.5 % s/d + 10 %. Continuous over current : 30 % (1. Losses at + 20 C : < 0. LMK. Harmonic load : UH3 = 0. Tingkat Insulasi : 3 kV (power frequency) & 15 kV(Impulse).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 56 BAB XII memperbaiki kerusakan sendiri dan memiliki ketentuan-ketentuan. PUIL-2000. Protection class : IP 42. Discharge time to 50 V : < 60 detik. f. Separate source test : 3 kV – 1 min. Harus memenuhi standar IEC 76/3.1 x Un). Continuous over Voltage : 10 % (1. Rating Frequency : 50 Hz. IEC 831-2 (1996). • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • . Harus memenuhi standar IEC 831-1.5 W/kVar. LMK. pada sistem 400 (NO Load). Ketentuanketentuan lainnya yang harus dipenuhi. Insulation class : T 40. VDE 0532831-2. Temperatur category : -40 C s/d 50 C. Automatic Power Factor Regulator (APFR) APFR untuk mengatur step kapasitor secara otomatis yang menggunakan teknologi digital (Microprocessor) yang dipasang langsung pada panel atau rel DIN. Protection class : IP 23. digunakan untuk melindungi kapasitor bank dari kerusakan akibat kelebihan tegangan atau gelombang arus Harmonic yang terlalu tinggi dan dalam menghindari resonansi serta menurunkan presentasi harmonic pada jaringan listrik. antara lain: Rating Voltage : 525 Volt. Produksi : Setara Nokian. antara lain: Rating Voltage : 400 Volt. e. Toleransi kapasitas : . Sistem Koneksi : 3 phasa.3 x In).

temperature terlalu tinggi. Produksi : Setara Nokian. tunda waktu selama 0 s/d 1 detik. 50 Hz. tegangan kerja 220 V. sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. kelebihan atau kekurangan tegangan. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. Accuracy class : 1. yaitu factor daya rendah. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. • Fase Fault Relay (rele kesalahan phasa). tegangan kerja 220 V. 50 Hz. tunda waktu selama 0. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. • Relay Kontrol Tegangan. • Relay Kontrol Arus. PUIL2000. pengamanan peralatan pada instalasi terhadap tegangan yang semestinya pada system tak stabil. tegangan kerja 220 V. g. tunda waktu 1 detik. proteksi terhadap turunnya dan naiknya tegangan yang semestinya pada sistem tak stabil. tegangan kerja 220 V. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 • Short Circuit Relay (Rele arus hubung singkat). Current transformer (CT) : 5A. Rating Frequency : 50 Hz 2 % automatic selection. Protection class : IP 40 (pada panel) & IP 20 (pada rel DIN). proteksi terhadap kehilangan salah satu phasa. mengaktifkan pengisian batere bila tegangan jatuh di bawah ambang batas. kesalahan urutan phasa dan ketidakseimbangan beban antar ketiga phasa terlalu besar. kelebihan arus.3 A.2 detik.7 VA. tidak langsung dan api. sensitivitas arus sebesar 0. tegangan kerja 220 V. Relay Pengaman yang digunakan antara lain: • Earth Fault Relay (Rele arus bocor bumi).003 s/d 0. 50 Hz. 50 Hz.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 57 BAB XII • • • • • • • • Rating Voltage : 230/400 Volt. . • Operational sequence : 4 Program regulasi • Harus memenuhi standar EN 50082-2 & EN 50081-2 EMC. proteksi terhadap kontak langsung. pengamanan peralatan pada instalasi listrik akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. dan sebagainya. waktu tanggapan selama 200 mili detik. Ambient temperature : 0 C s/d 40 C.5 %. tunda waktu selama 0. sensitivitas tegangan sebesar 15% dari tegangan kerja. 50Hz. dipasang sebagai tambahan terhadap system control dengan kontak keluaran 8 A (Cos fi= 1) 250 V. proteksi terhadap arus hubungan singkat atau akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. Jumlah step automatic : 6 Step. tegangan kerja 220 V. 0. LMK. 50 Hz. Kontrol & Proteksi : 6 jenis alarm. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C.3 detik. • Under and Over Voltage Relay (Rele turun dan naiknya tegangan). factor daya terlalu kapasitif atau induktif.

40kA dan 15kA. LMK dan IEC. yakni Breaker. Merah. 50 Hz. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. type flush dengan posisi NO. berwarna merah. OBO Bettermann. h. tegangan kerja 230 V. AEG. berwarna merah untu stop dan berwarna hijau untuk start.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 58 BAB XII sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. tegangan kerja 230 V. LMK dan IEC. i. 50 Hz.40 mm dengan posisi NC. • Reverse Power Relay (Rele daya balik). • Change Over Cam Switch (Saklar Alih) 3 (tiga) posisi (Manual. Produksi : Setara Merlin Gerin. dengan penutup plastic berwarna putih.S.phase & Netral. 100 kA.000 Watt harus menggunakan sistem Direct On Line (DOL) yang terdiri dari tiga komponen. Merlin Gerin. untuk kapasitas dibawah 5. 400 V untuk tegangan rendah. • Pushbutton (Tombol Tekan) dengan bentuk bundar sring return. Line Contaktor lengkap dengan kontak blok tunda waktu. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. Relay-relay pengaman harus sesuai dengan standar PUIL. 50 Hz. waktu tanggapan selama 200 mili detik. • Kontrol Stater Motor. lampu tanda untuk start. 50 Hz. • Lampu Tanda lengkap dengan lampu type protected Led. Outo) dengan arus thermal 20 A. OFF. harus memenuhi persyaratan DIN VDE 0675 part6 LMK. kuning dan biru. stop dan fault/kesalahan. Siemens. Omron. yakni Breaker. teganga kerja 230 V. . Produksi : Setara Phoenix Contect. Produksi : Setara Merlin Gerin. Peralatan Kontrol • Kontrol Stater Motor. untuk kapasitas diatas 5. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. tegangan kerja 230 V. ABB. • Peralatan kontrol harus sesuai dengan standar PUIL-2000. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. Unit Lightning Arrester R.000 Watt harus menggunakan sistem Star Delta yang terdiri dari tiga komponen. • Ammeter Cam Switch (Saklar Ammeter) 4 (empat) posisi dengan arus thermal 12 A. AEG. Star Contactor. stop dan fault/kesalahan. Contactor. proteksi terhadap adanya daya balik baik dari sumber utama (PLN) maupun sumber cadangan diesel genset sehingga kedua sumber tidak boleh terinterkoneksi walaupun sesaat. • Emergency Pushbutton dengan bentuk bundar latching key release dia. Hijau. • Voltmeter Cam Switch (Saklar Voltmeter) 7 (tujuh) posisi dengan arus thermal 12 A. Meter Pengukur j.T . suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. PLN.2000. lampu tanda untuk start. Delta Contactor.

skala 0-500A. 16 A dan stop kontak 1 phasa khusus dilengkapi saklar dan lampu tanda memiliki rating voltage 250 V. • Kilo Watt Meter (kWh-Meter) dari jenis 1 phase dan 3 phase harus sesuai dengan data teknis PLN dan LMK. kelas 1. Waler. Saklar memiliki rating voltage 250 V.5%.99% yang dilengkapi dengan warna phasa. LMK. 6. DIN 46235. 5. PLN. LMK dan harus dilengkapi dengan box dari bahan metal anti karat atau mouled plastic.5. Saklar dan stop kontak tersebut diatas harus memenuhi persyaratan IEC.5. . kapasitas 1. skala 0-500V. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian adalah dari bahan tembaga pejal dengan konduktifitasnya sebesar 99. ketelitian 1. DIN 46235. AEG.99% yang telah memenuhi standard BS 1977. dan lainnya harus berukuran 144x144 atau 96x96. b.5%. suhu operasi -10 s/d 50 C. Kabelindo. • Frekwensi Meter. Stop Kontak. Produksi : Setara EGA. Marshall Tuplex. Produksi : Setara Schlumberge.2 x In continue. Produksi : Setara Catu. PLN. 7. Kabel instalasi listrik adalah jenis NYM 3 core 500 Volt untuk 1 phasa yang telah memenuhi persyaratan SII 0209-78. kelas 1. Produksi : Setara Supreme. Unibell. 10 A type rocker dengan jenis single gang. Voksel. double gang maupun multiple gang. ketelitian 1.5%. Meter-meter pengukur sesuai dengan standar LMK. kapasitas 1.2 x In continue. LMK. Stop kontak 1 phasa normal memiliki rating voltage 250 V. netral dan pembumian sesuai persyaratan BS 1977. • Amper Meter (Pengukur arus listrik). Busbar dan sepatu kabel serta perekatnya (Mur dan Baut) adalah jenis tembaga dengan konduktifitasnya sebesar 99. Unit AC. LMK. 13 A. suhu operasi -10 s/d 50 C. Unibell. b. suhu operasi -10 s/d 50 C. PLN. Kabelmetal. kelas 1. Cos Phi Meter. k. Produksi : Setara Catu. Instalasi Listrik (Penerangan. VDE 0250. SPLN. ukuran 144x144 atau 96x96. LMK. Saklar dan Stop Kontak a. PLN.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 59 BAB XII • Volt Meter (Pengukur tegangan listrik). Pipa dan fleksibel conduite pelindung kabel instalasi listrik dan accessories lainnya adalah jenis PVC high impac yang telah memenuhi persyaratan BS 6099. ketelitian 1. dan lain-lain) a.5. ukuran 144x144 atau 96x96. BS 4607. IEC 51. Voksel.

dimana harus mempunyai terminal pembumian. Zeus. 50 Hz. Phillips. Armatur lampu memiliki plate minimum 0. OniLigt. b. PLN. Atco. yaitu Ballast dari type Low loss dan digunakan untuk satu lampu floerescent (Neon) yang terpasang kokoh pada armatur. Capasitor harus dari jenis metalized paper dengan maksimum temperatir 85 C. Legrand. down light dengan lampu PLC 18 W. Bahan dan Material 1. Armatus Lampu dan Komponen Lampu a. ventilasi didalammnya cukup baik dan reflector terbuat dari bahan alumunium silicon alloy dengan derajat pemantulan yang sangat baik. toleransi 10% serta dilengkapi dengan Stater socket dari jenis polycarbonate dan Staternya dari jenis ES Porceliain lamp holders.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 60 BAB XII Produksi : Setara MK. Produksi : Setara Artolite. LMK. Apollo.7 mm dicat dasar anti karat dan dicat oven warna putih untuk jenis recessed mounted TL 1 x 36 W atau 2 x 36 W type TKI maupun type balok. 8. pengumpulan energi ini terlebih dahulu diakumulasikan dan kemudian dibebaskan pada waktu yang telah ditentukan untuk menciptakan ionisasi dengan loncatan muatan disekitar batang penerima (Ait Terminal/Splizen) penangkal petir. Komponen lampu. Ese Tech. dan Down light halogen 50 W/12 V. B. Produksi : Setara Prevectron. c. Air Terminal (Splizen) Air terminal atau splizen untuk sistem elektrostatis adalah jenis Non Radio Aktif dan harus sesuai dengan standard IEC 1024-1. Instalasi Penangkal Petir A. . Produksi : Setara Phillips. Sistem Sistem penangkal petir menggunakan sistem elektrostatis non radio aktif yang prinsip kerjanya adalah menarik energi medan listrik di atmosfir yang meningkat dengan cepat pada saat terjadi petir. Pelepasan medan ionisasi keawan akan dapat (mampu) menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah (bumi). 250 V. sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar menuju elektroda pembumian yang tersendiri. BJB. Kurn. Hal tersebut akan memungkinkan terjadinya sambaran petir berkurang dan daya tarik muatan terhadap muatan awan terkonsentrasi pada titik sambaran air terminal saja.

Instalasi Plumbing – (Produk/Merek harus Setara) • Pengolahan limbah air kotor : Bio-Master. 13. DIN 46235. Spindo. unibell. Kabelindo. Produksi : Setara PPI. Chuub. Appindo. Crompton. Unibell. PLN. Pralon. Voksel. AEG. PLN. Bumi Kaya. EQual.Super Swallow.6/1 kV yang telah memenuhi persyaratan LMK. Landini. AEG.. Bakrie. Voksel. • Komponen Panel TR : Terasaki. Kitz. Kabelindo. Instalasi Pemadam Kebakaran – (Produk/Merek harus Setara) • Pemadam api ringan (PAR) : Yamato. Bakrie. Fuji Electric.6. Batang Peninggi (Penyanggah Air Terminal) Batang peninggi untuk air terminal adalah tiang tembaga pejal berdiameter 100 mm dengan tinggi 24 meter telah memenuhi standard BS 1977.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing A. 13.2 Pekerjaan Elektrikal A. Metosu. Jembo Cable. Kabelmetal. Astam. • Unit Instrument : Schlumberge. Bio-Primatec. Super Intilon. OniPanel. • Lightning arrester : OBO B. Bombas Ideal. JapaPanel. Wavin. 4. Kabelmetal. KHI. • Kabel 1 kVolt : Supreme. • Rak kabel : OniRack. Hansel. Instalasi Listrik (Arus Kuat) – (Produk/Merek harus Setara) • Panel tegangan rendah : Simetri. • Pipa utama di ruang pompa : PPI. • Peralatan pengaturan air bersih (10 bar) : Toyo. Circutor. 3. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 61 BAB XII 2. AEG. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian dari bahan tembaga pejal yang telah memenuhi standard BS 1977. Phonic Contec. Produksi : Setara Catu. PLN. MG.6 OUTLINE SPECK PEKERJAAN MEKANIKAL. • Pipa Plumbing : Rucika. Nobi. Kabel Penghantar Kabel penghantar untuk instalasi penangkal petir adalah jenis NYY 0. Hager. Merlin Gerin. • Relay Pengaman : Merlin Gerin. • Pompa air bersih : Grundfos. LMK. B. Mizu. Produksi : Setara Supreme. Matra. LMK.6. ABB. Omron.

Meskipun dalam Bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh Pemborong dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini. harus dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Bestek ini. • Lightning counter : Prevectron. Armatur lampu : OniLight. BJB. Ese Tech. Kabelindo. Atco. Pipa pelindung kabel : EGA. Metosu. Marshall Tuplex. Voksel. Apollo. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini. Marshall Tuplex. Kapasitor bank : Nokian. Pekerjaan Instalasi Penyalur Petir – (Produk/Merek harus Setara) • Air terminal system elektrostatis : Prevectron. • Pipa pelindung kabel : EGA. Avaya. tetapi tidak diuraikan atau dimuat dalam Bestek ini. Phillips. B.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 62 BAB XII • • • • • • • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Unit alat lampu : Phillips. Legrand. Zeus. Phonic Contec. Unibell. Kurn. PASAL 14 : PERATURAN PENUTUP. Unibell. Waler.1. • Peralatan pembumian pengaman : Catu. tetapi diselenggarakan dan diselesaikan oleh Pemborong. Jembo Cable. maka pekerjaan tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Bestek ini.2. 14. . Waler. untuk menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna menurut pertimbangan Direksi. Merlin Gerin. Unit saklar dan stop kontak : MK. Kabel 1 kVolt : Supreme. 14. Kabel kontrol : BICC Brand-Rex. Kabelmetal. OBO Bettermann.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful