TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL MODERN H-O

Teori Perdagangan Internasional modern dimulai ketika ekonom Swedia yaitu Eli Hecskher (1919) dan Bertil Ohlin (1933) mengemukakan penjelasan mengenai perdagangan internasional yang belum mampu dijelaskan dalam teori keunggulan komparatif. Teori H-O kemudian mencoba memberikan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan produktivitas tersebut. Teori H-O menyatakan penyebab perbedaaan produktivitas karena adanya jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki (endowment factors) oleh masing-masing negara, sehingga selanjutnya menyebabkan terjadinya perbedaan harga barang yang dihasilkan. Oleh karena itu teori modern H-O ini dikenal sebagai µThe Proportional Factor Theory´. Selanjutnya negara-negara yang memiliki faktor produksi relatif banyak atau murah dalam memproduksinya akan melakukan spesialisasi produksi untuk kemudian mengekspor barangnya. Sebaliknya, masing-masing negara akan mengimpor barang tertentu jika negara tersebut memiliki faktor produksi yang relatif langka atau mahal dalam memproduksinya. Penjelasan analisis teori H-O menggunakan dua kurva. Pertama adalah kurva isocost yaitu kurva yang melukiskan total biaya produksi sama serta kurva isoquant yang melukiskan total kuantitas produk yang sama. Teori ekonomi mikro menyatakan bahwa jika terjadi persinggungan antara kurva isoquant dan kurva isocost maka akan ditemukan titik optimal. Sehingga dengan menetapkan biaya tertentu suatu negara akan memperoleh produk maksimal atau sebaliknya dengan biaya yang minimal suatu negara dapat memproduksi sejumlah produk tertentu. Asumsi : y dua negara (negara A dan B) - dua komoditas (Roti dan Kain) situasi seperti dalam teori klasik y anggap bahwa setiap negara memiliki 2 faktor produksi yaitu Tenaga Kerja dan Kapital. Proporsi tenaga kerja dan biaya di setiap negara berbeda. Ini akan berarti bahwa harga relatif dari tenaga kerja dan biaya di kedua negara juga akan berbeda. y anggap bahwa untuk memproduksi masing-masing dari kedua komoditas membutuhkan proporsi tenaga kerja dan Kapital yang berbeda. produksi yaitu fungsi yang berbeda untuk komoditas yang berbeda.

Walaupun ada 2 faktor produksi. Jelas sebagai BB1 lebih dekat ke sumbu Y menunjukkan bahwa fungsi produksi untuk roti sedangkan yang lebih intensif biaya yang kain adalah padat karya.  DD1 adalah kurva isoquant mewakili berbagai kombinasi biaya dan tenaga kerja yang diperlukan untuk memproduksi 10 unit Roti.y y y Produksi menampilkan fungsi skala hasil konstan untuk kedua komoditas. masing-masing faktor tersebut yaitu unit 1 homogen tenaga kerja adalah sama dengan yang lain dan begitu juga untuk biaya. Faktor produksi tidak dapat dipindahkan di seluruh negara. Tidak ada perubahan dalam teknologi (teknologi yang sama di kedua negara) Penjelasan: Dengan asumsi di atas Teori HO dapat dijelaskan menggunakan diagram berikut  Misalkan situasi seperti yang diberikan dalam diagram -1  sumbu X merupakan ukuran unit Tenaga Kerja sementara sumbu Y ukuran unit cost. CC1 adalah kurva isoquant untuk produksi 10 unit baju.  Biarkan Aa1 menjadi kendala sumber daya bagi negara A. Mengingat sumber daya negara produsen dapat menggunakan maksimal unit OA unit biaya atau OA1 tenaga kerja. Semua faktorfaktor produksi sepenuhnya bekerja dan ada persaingan sempurna di kedua negara y y y Tidak ada mata uang Tidak ada pembatasan perdagangan luar negeri. .

negara A. dapat menghasilkan jumlah yang lebih tinggi kain di CC2 dengan jumlah yang sama sumber daya. lebih efisien dalam produksi kain.  Dengan isoquant diberikan dan kendala sumber daya.  Di sisi lain. Kemiringan perubahan sumber daya kendala untuk BB1. Katakanlah Negara B yang memiliki tenaga kerja berlimpah. Namun.  Hal ini dapat dilihat bahwa dengan kemiringan kendala sumber daya di BB1. akan lebih efisien dalam produksi Roti dan akhirnya mengekspor roti ke negara B. menjadi modal negara berlimpah. dapat menghasilkan kuantitas asli kain CC1 dengan sumber daya yang jauh lebih rendah BB1.  Sedangkan. negara ini dapat menghasilkan 10 unit Roti di DD1.  Hal ini jelas demikian bahwa sebagai negara B melimpah di tenaga kerja.  asumsikan situasi seperti di diagram 2 di mana ada perubahan harga relatif dari tenaga kerja dan Kapital.Kemiringan garis kendala sumber daya ditentukan oleh harga relatif dari tenaga kerja dan Kapital. yang merupakan komoditas padat karya. negara berada dalam posisi untuk memproduksi Roti di titik Q dan Kain pada titik P sebagai ini adalah titik di mana kedua isoquant adalah tangensial dengan kendala sumber daya. . Negara B demikian akan mengkhususkan diri dalam produksi kain kain dan ekspor ke negara A.

Tariff dan non-tarief barier c. dalam batasan tertentu justeru sesuai dan mendukung teori H-O. Kesimpulan ini bertentangan dengan teori H-O yang sering dikenal dengan Leontief Paradoks.Pengujian Empiris teori H-O Pengujian Data Amerika Serikat (Wassily Leotief). maka ekspor AS akan terdiri atas barang-barang yang padat modal dan sebaliknya impornya akan terdiri atas barang barang padat karya. Dari hasil pengujian diperoleh tenyata AS cenderung ekspor produk padat tenaga kerja dan mengimpor produk padat modal. Sehingga berdasarkan teori H-O. Pengujian empiris terhadap teori ini antara lain dilakukan oleh Wassily Leontief. AS merupakan negara yang mempunyai banyak tenga kerja terdidik (skilled labor) dibandingkan dengan negara lain. Pengujian data banyak negara Kelemahan Asumsi Teori H-O Untuk lebih memahami kelemahan teori H-O dalam menjelaskanperdagangan internasional akan dikemukan beberapa asumsi yang kurang valid: . Sedangkan menurut beberapa ahli ekonomi perdagangan. adanya intesitas faktor produksi yang berkebalikan (factors intensity reversals) b. Leontief menerapkan H-O pada data Amerika Serikat tahun 1947. Perbedaan dalam ketrampilan dan human capital Penjelasan lain menyatakan bahwa penemuan Leotief tidak sepenuhnya bertentangan dengan teori H-O. pada tahun 1947 terjadi perang Dunia II sehingga keadaan pada saat itu belum dapat mewakili kondisi perdagangan AS secara umum dengan tepat. Selain ada beberapa factor yang mendukung terjadinya paradoks tersebut. Tetapi munculnya paradoks tersebut menurut beberapa ekonom dapat disebabkan keterbatasan metodologi dan kelemahan analisa. sehingga eskpornya lebih banyak terdiri atas barang yang padat karya namun terdidik. seorang pelopor utama dalam analisis Input-Output yang melakukan studi empiris untuk menguji prediksi H-O. karena ekspor AS yang pada karya (labor intensif) tersebut sangat logis. Sehingga penemuan Leontief tersebut. antara lain misalnya. paradox Leontief dapat terjadi karena beberapa sebab utama berikut: a. Secara umum AS diasumsikan sebagai negara yang relative memiliki modal lebih banyak dan tenaga kerja lebih sedikit dibandingkan Negara-negara lain.

1. 4. Asumsi persaingan sempurna dalam semua pasar produk dan faktor produksi lebih menjadi masalah. Asumsi tidak ada mobilitas faktor internasional. Fakta yang ada di lapangan negara sering menggunakan teknologi yang berbeda. Hal ini karena sebagian besar perdagangan adalah produk negara industri yang bertumpu pada diferensiasi produk dan skala ekonomi yang belum bisa dijelaskan dengan model faktor endowment H-O. Adanya mobilitas factor secara internasional mampu mensubstitusikan perdagangan internasional yang menghasilkan kesamaan relatif harga produk dan faktor antar negara. Adanya asumsi spesialisasi penuh yang mensyaratkan komoditi diproduksi dengan kondisi . 3. Maknanya adalah hal ini merupakan modifikasi H-O tetapi tidak mengurangi validitas model H-O. 2. Asumsi spesialisasi penuh suatu negara dalam memproduksi suatu komoditi jika melakukan perdagangan tidak sepenuhnya berlaku karena banyak Negara yang masih memproduksi komoditi yang sebagian besar adalah dari impor. Asumsi bahwa kedua negara menggunakan teknologi yang sama dalam memproduksi adalah tidak valid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful