BANI ABBASIYAH

Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam Dosen Pengampu:

\

Disusun Oleh: Khoirul Umam: 2110013

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI (STAIN) SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2011

DAFTAR ISI

Penahuluan…………………………………………………………………… Pembahasana…………………………………………………………………. Islam Masa Daulat Bani Abbasiyah……………………………………… • • • • • Awal Berdirinya Bani Abbasiyah……………………………………. Sistem Pemerintahan, Politik dan Bentuk Negara…………………… Perkembangan Peradaban di Bidang Fisik…………………………… Kehidupan Perekonomian Daulah Bani Abbasiyah………………….. Strategi Kebudayaan dan Rasionalitas

Penutup……………………………………………………………………….

Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbass. Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah berlangsung dari tahun 750-1258 M (Syalaby.1997:44). keluarganya dan sahabatsahabatnya yang telah membawa kita semua dari zaman jahilyiah sampai zaman islamiyah. Bila mana ada kesalahan dalam pembuatan Makalah ini dengan senag hati penulis menerima kritik dan saran dari rekan-rekan semua. Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua. . Dia dilahirkan di Humaimah pada tahun 104 H.PENDAHULUAN Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang telah memberikan taufiq dan hidayahnya kepada kita semua. Dia dilantik menjadi Khalifah pada tanggal 3 Rabiul awwal 132 H. shalawat dan salam semoga tercurah kepada pimpinan para rasul Muhammad bin ‘Abdullah.

Dari sini dapat diketahui bahwa bangkitnya Daulah Abbasiyah bukan saja pergantian Dinasti akan tetapi lebih dari itu adalah penggantian struktur sosial dan ideologi. Menurut Crane Brinton dalam Mudzhar (1998:84). Bahwa pada masa sebelum revolusi ideologi yang berkuasa mendapat kritik keras dari masyarakat disebabkan kekecewaan penderitaan masyarakat yang di sebabkan ketimpangan-ketimpangan dari ideologi yang berkuasa itu. 4. . Revolusi itu pada umumnya bukan hanya di pelopori dan digerakkan oleh orang-orang lemah dan kaum bawahan. melainkan dilakukan oleh para penguasa oleh karena halhal tertentu yang merasa tidak puas dengan syistem yang ada . Pemberontakan yang paling dahsyat dan merupakan puncak dari segala pemberontakan yakni perang antara pasukan Abbul Abbas melawan pasukan Marwan ibn Muhammad (Dinasti Bani Umayyah).PEMBAHASAN ISLAM MASA DAULAT BANI ABBASIYAH A. Dia dilahirkan di Humaimah pada tahun 104 H. 3. Dengan jatuhnya negeri Syiria. Dinamakan Daulah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa Dinasti ini adalah keturunan Abbas. Awal Berdirinya Bani Abbasiyah Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah adalah melanjutkan kekuasaan Dinasti Bani Umayyah. ada 4 ciri yang menjadi identitas revolusi yaitu : 1. Terjadinya penyeberangan kaum intelektual dari mendukung ideologi yang berkuasa pada wawasan baru yang ditawarkan oleh para kritikus. Sehingga dapat dikatakan kebangkitan Daulah Bani Abbasiyah merupakan suatu revolusi. Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah berlangsung dari tahun 750-1258 M (Syalaby. Pada abad ketujuh terjadi pemberontakan diseluruh negeri.1997:44). berakhirlah riwayat Dinasti Bani Umayyah dan bersama dengan itu bangkitlah kekuasaan Abbasiyah. Dia dilantik menjadi Khalifah pada tanggal 3 Rabiul awwal 132 H. paman nabi Muhammad SAW. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbass. Yang akhirnya dimenangkan oleh pasukan Abbul Abbas. Mekanisme pemerintahannya tidak efesien karena kelalaiannya menyesuaikan lembaga-lembaga sosial yang ada dengan perkembangan keadaan dan tuntutan zaman. 2.

Disinilah diharapkan dakwah kaum Abbassiyah mendapatkan dukungan. bergabubg dalam gerakan rahasia ini. Ia bermusuhan secara terang-terangan dengan golongan Bani Umayyah. Akhirnya bulan Zulhijjah 132 H Marwan. Humaimah merupakan kota kecil tempat keluarga Bani Hasyim bermukim. teguh pendirian tidak mudah terpengaruh nafsu dan tidak mudah bingung dengan kepercayaan yang menyimpang. terdapat 3 tempat yang menjadi pusat kegiatan kelompok Bani Abbas. kuat fisiknya. kedaulatan yang ada pada pemerintahan (Khalifah) adalah berasal dari Allah. maka seorang pemuda Persia yang gagah berani dan cerdas bernama Abu Muslim al-Khusarany. dan mendapat pengikut yang banyak. Di bawah pimpinan Muhammad bin Ali al-Abbasy. Kemudian Daulah bani Abbasiyah resmi berdiri. Humaimah terletak berdekatan dengan Damsyik. Kufah merupakan kota yang penduduknya menganut aliran Syi‘ah pendukung Ali bin Abi Tholib. bukan dari rakyat sebagaimana diaplikasikan oleh Abu Bakar dan Umar pada zaman . dan 2) fase terang-terangan dan pertempuran (Hasjmy. tegap tinggi. Khalifah Bani Umayyah terakhir terbunuh di Fusthath. baik dari kalangan pendukung Ali maupun pendukung keluarga Abbas. Ia mempunyai warga yang bertemperamen pemberani. terutama dari golongan yang merasa tertindas. Selama Imam Muhammad masih hidup gerakan dilakukan sangat rahasia. Menurut pandangan para pemimpin Bani Abbasiyah. gerakan Bani Abbas dilakukan dalam dua fase yaitu : 1) fase sangat rahasia. Sistem Pemerintahan. antara satu dengan yang lain mempunyai kedudukan tersendiri dalam memainkan peranannya untuk menegakkan kekuasaan keluarga besar paman nabi SAW yaitu Abbas Abdul Mutholib (dari namanya Dinasti itu disandarkan). Semenjak itu dimulailah gerakan dengan cara terang-terangan. Politik dan Bentuk Negara Pada zaman Abbasiyah konsep kekhalifahan berkembang sebagai sistem politik. 1993:211). Tiga tempat itu adalah Humaimah. kota yang penduduknya mendukung Bani Hasyim. Mesir. Demikian pula dengan Khurasan. bahkan juga dari golongan yang pada mulanya mendukung Bani Umayyah. B. Propaganda dikirim keseluruh pelosok negara. Kufah dan Khurasan. Setelah Muhammad meninggal dan diganti oleh anaknya Ibrahim. kemudian cara pertempuran.Sebelum daulah Bani Abbasiyah berdiri.

yang menjadi pusat kegiatan politik. contoh. Sistem politik yang dijalankan oleh Daulah Bani Abbasiyah I antara lain : a. Kebebasan berfikir sebagai HAM diakui sepenuhnya . terutama kekuasaan politik sentral. Para menteri turunan Persia diberi kekuasaan penuh untuk menjalankan tugasnya dalam pemerintah (Hasjmy. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu yang sangat penting dan mulia . ekonomi dan budaya. 1993:213-214). Para Khalifah tetap dari keturunan Arab. Dalam menjalankan pemerintahan. Sedangkan wizaraat itu dibagi lagi menjadi 2 yaitu: 1) Wizaraat Tanfiz (system pemerintahan presidentil ) yaitu wazir hanya sebagai pembantu Khalifah dan bekerja atas nama Khalifah. sosial. Selanjutnya periode II . b. Hal ini dikarenakan negara-negara bagian (kerajaan-kerajaan kecil) sudah tidak menghiraukan pemerintah pusat . . Pada masa awal berdirinya Daulah Abbasiyah ada 2 tindakan yang dilakukan oleh para Khalifah Daulah Bani Abbasiyah untuk mengamankan dan mempertahankan dari kemungkinan adanya gangguan atau timbulnya pemberontakan yaitu : pertama. III . kekuasaan Politik Abbasiyah sudah mengalami penurunan. kecuali pengakuan politik saja . Khalifah Bani Abbasiyah pada waktu itu dibantu oleh seorang wazir (perdana mentri) atau yang jabatanya disebut dengan wizaraat . Pada zaman Dinasti Bani Abbasiyah. tindakan keras terhadap Bani Umayah . Kota Baghdad digunakan sebagai ibu kota negara. e. IV. Daulah Fatimiyah .dan mereka telah mendirikan atau membentuk pemerintahan sendiri misalnya saja munculnya Daulah-Daulah kecil. Panglima di daerah sudah berkuasa di daerahnya . pola pemerintahan yang diterapkan berbedabeda sesuai dengan perubahan politik. c. dan kedua pengutamaan orang-orang turunan persi. d.khalifahurrasyidin. Gubernur dan para pegawai lainnya dipilih dari keturunan Persia dan mawali . panglima. sedang para menteri. daulah Bani Umayyah di Andalusia atau Spanyol. Hal ini dapat dilihat dengan perkataan Khalifah Al-Mansur “Saya adalah sultan Tuhan diatas buminya “. ekonomi sosial dan kebudayaan.

ekonomi dan budaya. Al Amin (809-813 M) g. Wazirnya berkuasa penuh untuk memimpin pemerintahan . Periode kedua (232 H/847 M . Berdasarkan perubahan tersebut. Periode Pertama (750-847 M) Pada periode ini. organisasi kehakiman. Abu Musa Al-Hadi (785—786 M) e. wazir dibantu umara. baitul maal. yaitu ke dalam tiga negara otonom : a. untuk membantu Khalifah dalam menjalankan tata usaha negara diadakan sebuah dewan yang bernama diwanul kitaabah (sekretariat negara) yang dipimpin oleh seorang raisul kuttab (sekretaris negara). Selama Dinasti ini berkuasa. Abu Ja’far Abdullah Al Ma’mun (813-833 M) h. para sejarawan membagi masa pemerintahan Bani Abbasiyah menjadi 3 periode. Selain itu. Abu Ja’far Harun Ar-Rasyid (786-809 M) f. Abu Ja’far Harun Al Watsiq (842-847 M) j.2) Wizaaratut Tafwidl (parlemen kabimet). Abu Ja’far al mansyur (754 – 775 M) c. seluruh kerajaan Islam berada di dibawah kekuasaan para Khalifah kecuali di Andalusia.1999:180). Dan dalam menjalankan pemerintahan negara. Abu Musa Muh.. pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik. Golongan Bani Saljuq (447-590 H) . Adapun para Khalifah yang memimpin pada ini sebagai berikut : a. yaitu : 1. kekuasaan bergeser dari sistem sentralistik pada system desentralisasi. Golongan Kaum Bani Buwaih (334-447 H) c. Pada kasus lainnya fungsi Khalifah sebagai pengukuh Dinasti-Dinasti lokal sebagai gubernurnya Khalifah (Lapidus. Al Muta’shim (833-842 M) i. Abul Fadhl Ja’far Al Mutawakkil (847-861) 2. Abul Abbas as-saffah (750-754 M) b. Sedangkan Khalifah sebagai lambang saja . Abu Ishak M. sosial. Al-Mahdi bin Al Mansyur (775-785 M) d.590 H/1194 M) Pada periode ini. Kaum Turki (232-590 H) b. Abu Abdullah M.

Di sisi lain. 3. sampai berdirinya daulah Buwaihiyah di Baghdad (946 M). yaitu dari tahun 750 M sampai 754 M. Masa Abbasy IV. yaitu semenjak lahirnya Daulah Bani Abbasiyah tahun 750 M. para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbasiyah menjadi lima periode : 1. Sedangkan para ahli kebudayaan Islam membagi masa kebudayaan Islam di zaman daulah Abbasiyah kepada 4 masa. Namun. kekuasaan berada kembali ditangan Khalifah. dekat Kufah. untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri itu. yaitu masuknya orang-orang Seljuk ke Baghdad (1055 M). Periode pertama (750–847 M) Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya. Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah. pendiri Dinasti ini sangat singkat. Secara politis. yaitu mulai Khalifah al-Mutawakkal (847 M). yaitu Baghdad. Di ibu kota yang baru ini . dekat bekas ibu kota Persia. 2. Masa pemerintahan Abu al-Abbas.656 H/1258 M) Pada periode ini. Dengan demikian. tahun 762 M. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. yaitu dari berdirinya daulah Buwaihiyah tahun (946 M) sampai masuk kaum Seljuk ke Baghdad (1055 M). tetapi hanya di baghdad dan kawasan-kawasan sekitarnya. sampai meninggalnya Khalifah al-Wasiq (847 M). Masa Abbasy I. Ctesiphon. 4. Masa Abbasy II. Periode ketiga (590 H/1194 M . Dalam versi yang lain yang. Masa Abbasy III. Karena itu. 3. pusat pemerintahan Dinasti bani Abbasiyah berada ditengah-tengah bangsa Persia. kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. yaitu : 1. al-Mansur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya. para Khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. sampai jatuhnya Baghdad ke tangan Tartar di bawah pimpinan Hulako (1268 M).Dinasti-Dinasti di atas pada akhirnya melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad pada masa Khalifah Abbassiyah. pembina sebenarnya dari Daulah Abbasiyah adalah Abu Ja’far al Mansur (754–775 M).

Persia (Iran). Bizantium membayar upeti tahunan. sekretaris negara. Masuknya keluaraga non Arab ini ke dalam pemerintahan merupakan unsur pembeda antara Daulah Abbasiyah dan Daulah Umayyah yang berorientasi ke Arab. Pada masa al-Mansur pengertian Khalifah kembali berubah. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa Dinasti Bani Umayyah ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. Jabatan wazir yang menggabungkan sebagian fungsi perdana menteri dengan menteri dalam negeri itu selama lebih dari 50 tahun berada di tangan keluarga terpandang berasal dari Balkh. Pada masa tersebut persoalan-persoalan administrasi negara lebih banyak ditangani keluarga Persia itu. menjadi wazir muda. jawatan pos ditugaskan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar. Popularitas Daulah Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman Khalifah . pada masa al-Mansur. Wazir yang pertama adalah Khalid bin Barmak. kemudian digantikan oleh anaknya. Fadl bin Yahya. Dia mengangkat sejumlah personal untuk menduduki jabatan di lembaga eksekutif dan yudikatif. bukan pula sekedar pelanjut nabi sebagaimana pada masa al Khulafa’ al-Rasyidin. Di pihak lain. dan kepolisian negara di samping membenahi angkatan bersenjata. dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama genjatan senjata 758-765 M. Sedangkan anaknya yang lain. Dia menunjuk Muhammad ibn Abd al-Rahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara. Yang terakhir ini kemudian mengangkat anaknya. Di bidang pemerintahan dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat wazir sebagai koordinator departemen. Khalifah al-Mansur juga berusaha menaklukan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintahan pusat. dan memantapkan keamanan di daerah perbatasan. bukan dari manusia. menjadi Gubernur Persia Barat dan kemudian Khurasan. Khalifah al-Mansur juga membentuk lembaga protokol negara. Konsep khilafah dalam pandangannya ——dan berlanjut ke generasi sesudahnya—— merupakan mandat dari Allah. Kalau dulu hanya sekedar untuk mengantar surat. Yahya bin Khalid.al-Mansur melakukan konsolidasi dan penertiban pemerintahannya. Ja’far bin Yahya. Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku Gubernur setempat kepada Khalifah.

kekuatan militer Dinasti Bani Abbasiyah menjadi sangat kuat. salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Bait al-Hikmah. rumah sakit. stabilitas tidak lagi dapat . Dengan demikian telah terlihat bahwa pada masa Khalifah Harun al-Rasyid lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada perluasan wilayah yang memang sudah luas. Tingkat kemakmuran paling tinggi terwujud pada zaman Khalifah ini. Dalam periode ini. Khalifah berikutnya (833-842 M) memberi peluang besar kepada orangorang Turki untuk masuk dalam pemerintahan. Kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun al-Rasyid untuk keperluan sosial. Tentara dibina secara khusus menjadi prajurit-prajurit profesional. Keterlibatan mereka dimulai sebagai tentara pengawal. Al-Muktasim. Tidak seperti pada masa Daulah Umayyah. sebenarnya banyak gerakan politik yang mengganggu stabilitas. ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. seperti pada periode sesudahnya. 2003:52-53). Al-Makmun. pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar.Harun al. Praktek orang-orang Muslim mengikuti perang sudah terhenti. Orientasi kepada pembangunan peradaban dan kebudayaan ini menjadi unsur pembanding lainnya antara Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Umayyah. pengganti al-Rasyid dikenal sebagai Khalifah yang sangat cinta kepada ilmu. baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Ia juga mendirikan sekolah. Dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi (Yatim. Dalam kondisi seperti itu para Khalifah mempunyai prinsip kuat sebagai pusat politik dan agama sekaligus. Kesejahteraan sosial. lembaga pendidikan dokter dan farmasi didirikan.Rasyid (786-809 M) dan putranya al-Ma’mun (813-833 M). pendidikan. Pada masa al-Makmun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Apabila tidak. Dengan demikian. kesehatan. Demikian ini di latar belakangi oleh adanya persaingan antara golongan Arab dan Persia pada masa alMa’mun dan sebelumnya. Pada masa pemerintahannya. Gerakangerakan itu seperti gerakan sisa-sisa Dinasti Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas dan lain-lain semuanyadapat dipadamkan. penerjemahan buku-buku asing digalakkan.

Kehidupan mewah para Khalifah ini ditiru oleh para hartawan dan anak-anak pejabat. bahkan para Khalifah sendiri berada dibawah pengaruh kekuasaan yang lain. meskipun setelah itu usianya masih dapat bertahan lebih dari empat ratus tahun. Pada masa pemerintahannya orang-orang Turki dapat merebut kekuasaan dengan cepat. Luasnya wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah yang harus dikendalikan. Periode kedua (847-945 M) Perkembangan peradaban dan kebudayaan serta kemajuan besar yang dicapai Dinasti Abbasiyah pada periode pertama telah mendorong para penguasa untuk hidup mewah. Wibawa Khalifah merosot tajam. dan ini merupakan awal dari keruntuhan Dinasti ini. 2. di daerah-daerah muncul tokoh-tokoh kuat yang kemudian memerdekakan diri dari kekuasaan pusat. Setelah Khalifah al-Mutawakkil wafat. hanya empat orang yang wafat dengan wajar. sementara kekuasaan Bani Abbas di dalam Khilafah Abbasiyah yang didirikannya mulai pudar. tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah. Usaha mereka berhasil. sehingga kekuasaan sesungguhnya berada di tangan mereka. . mendirikan Dinasti-Dinasti kecil. Bersamaan dengan itu. Dari dua belas Khalifah pada periode kedua ini. Inilah permulaan masa disintregasi dalam sejarah politik Islam.dikontrol. Setelah tentara Turki lemah dengan sendirinya. merekalah yang memilih dan mengangkat Khalifah. Sebenarnya ada usaha untuk melepaskan diri dari para perwira Turki itu. Khalifah Mutawakkil (847-861 M) yang merupakan awal dari periode ini adalah seorang Khalifah yang lemah. meskipun mereka tetap memegang jabatan Khalifah. Dengan demikian kekuasaan tidak lagi berada ditangan Bani Abbas. bahkan cenderung mencolok. Kondisi ini memberi peluang kepada tentara profesional asal Turki yang semula diangkat oleh Khalifah al-Mu’tasim untuk mengambil alih kendali pemerintahan. tetapi selalu gagal. Demikian ini menyebabkan roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadi miskin. Adapun faktor-faktor penting yang menyebabkan kemunduran Bani Abbas pada periode ini adalah sebagai berikut: a. mereka diturunkan dari tahtanya dengan paksa. selebihnya kalau bukan dibunuh. sementara komunikasi lambat.

3. terutama karena Bani Buwaih adalah penganut aliran Syi’ah. Periode ketiga (945 -1055 M) Pada periode ini. ilmu pengetahuan juga berkembang pada periode ini. Wasit dan Baghdad. Ibnu Maskawaih. Al-Biruni. Kehadiran Bani Seljuk ini adalah atas undangan Khalifah untuk melumpuhkan kekuatan Bani Buwaih di Baghdad.Safa. Keadaan Khalifah lebih buruk dari sebelumnya. Madrasah ini menjadi model . 4. dalam bidang ilmu pengetahuan Daulah Abbasiyah terus mengalami kemajuan pada periode ini. dan Ahmad untuk wilayah Al. Daulah Abbasiyah berada di bawah kekuasaan Bani Buwaih. Bidang ekonomi. Khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad. Keadaan Khalifah memang membaik. c. perdana menteri pada masa Alp Arselan dan Malikhsyah. Kemajuan ini juga diikuti dengan pembangunan masjid dan rumah sakit. dan perdagangan juga mengalami kemajuan. Pada masa Bani Buwaih berkuasa di Baghdad. Kesulitan keuangan karena beban pembiayaan tentara sangat besar. Bani Buwaih membagi kekuasaannya kepada tiga bersaudara : Ali untuk wilayah bagianselatan negeri Persia. dan kelompok studi Ikhwan as. telah terjadi beberapa kali kerusuhan aliran antara Ahlussunnah dan Syi’ah. Dengan demikian Baghdad pada periode ini tidak lagi merupakan pusat pemerintahn Islam karena telah pindah ke Syiraz di masa berkuasa Ali bin Buwaih yang memiliki kekuasaan Bani Buwaih. Dengan profesionalisasi tentara. mendirikan Madrasah Nizamiyah (1067 M) dan madrasah Hanafiyah di Baghdad. Cabangcabang Madrasah Nizamiyah didirikan hampir di setiap kota di Irak dan Khurasan. Hasan untuk wilayah bagian utara. Ibnu Sina. Sebagaimana pada periode sebelumnya.b. pemberontakan tentara dan sebagainya. Setelah Khalifah merosot. paling tidak karena kewibawaannya dalam bidang agama kembali setelah beberapa lama dikuasai oleh orangorang Syi’ah. Meskipun demikian. Periode keempat (1055-1199 M) Periode ini ditandai dengan kekuasaan Bani Seljuk atas Daulah Abbasiyah. ketergantungan kepada mereka menjadi sangat tinggi. Khalifah tidak lebih sebagai pegawai yang diperintah dan diberi gaji.Ahwaz. Nizam al-Mulk. pertanian. Pada masa inilah muncul pemikir-pemikir besar seperti al-Farabi.

dan sedikit demi sedikit kekuasaan politik Khalifah menguat kembali. penulis dalam bidang Tafsir dan Ushul al-Din (teologi). Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila Khalifah kuat. namun yang terbanyak adalah Dinasti kecil. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini awal babak baru dalam sejarah Islam. Kekuasaan mereka tersebut berakhir di Irak di tangan Khawarizm Syah pada tahun 590 H/ 1199 M. 5. Di antara para cendekiawan Islam yang dilahirkan dan berkembang pada periode ini adalah al-Zamakhsari. Pada periode ini. Para Khalifah Abbasiyah sudah merdeka dan berkuasa kembali. faktor-faktor penyebab kemunduran ini tidak datang secara tiba-tiba. Sebagaimana terlihat dalam periodisasi khilafah Abbasiyah. Dalam bidang politik. hanya karena Khalifah pada periode ini sangat kuat. Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan yang berarti. khilafah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan Dinasti tertentu. Mereka membagi wilayah kekuasaan menjadi beberapa propinsi dengan seorang Gubernur untuk mengepalai masing-masing propinsi tersebut. pusat kekuasaan juga tidak terletak di kota Baghdad. masing-masing propinsi tersebut memerdekakan diri. tetapi jika Khalifah . benih-benih itu tidak sempat berkembang. Al-Qusyairi dalam bidang tafsir. masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. Ada di antaranya yang cukup besar. dan Umar Khayyam dalam bidang ilmu perbintangan. Pada masa pusat kekuasaan melemah. terutama untuk negeri Irak. yang disebut masa pertengahan. walaupun banyak sekali Dinasti Islam berdiri.bagi perguruan tinggi dikemudian hari. Namun demikian. para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil. Dari madrasah ini telah lahir banyak cendekiawan dalam berbagai disiplin ilmu. Pada masa inilah tentara Mongol dan Tartar menyerang Baghdad. Periode kelima (1199-1258 M) Berakhirnya kekuasaan Dinasti Seljuk atas Baghdad atau khilafah Abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. Benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama. Konflik-konflik dan peperangan yang terjadi di antara mereka melemahkan mereka sendiri. al-Ghazali dalam bidang ilmu kalam dan tasawwuf. tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. Wilayah kekuasaan Khalifah yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya.

Konflik Keagamaan Konflik yang melatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara Muslim dan Zindik atau Ahlussunnah dengan Syi’ah saja. Sebaliknya. 4. Akan tetapi. dominasi tentara Turki tidak terbendung lagi. tetapi juga antara aliran dalam Islam. naik tahta.lemah. c. Disamping kelemahan Khalifah. mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan. 2. kemajuan intelektual pada . seorang Khalifah yang lemah. stabilitas politik dapat terjaga. Setelah al-Mutawakkil. b. 2003:61-62). Beberapa di antara nya adalah sebagai berikut: a. Perkembangan Intelektual Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahhan Harun ar-Rasyid . kondisi ekonomi yang buruk memperlemah kekuatan politik Dinasti Abbasiyah. Sejak itu kekuasaan Daulah Abbasiyyah sebenarnya sudah berakhir 2. Faktor Eksternal 1. Persaingan antar Bangsa Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal Khalifah Abbasiyah berdiri. Perkembangan Peradaban dan Kebudayaan Kemajuan besar yang dicapai Dinasti Abbasiyah pada periode pertama telah mendorong para penguasa untuk hidup mewah. Serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam. yang kemudian ditiru oleh para haratawan dan anak-anak pejabat sehingga menyebabkan roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadi miskin (Yatim. Perang Salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban. masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. banyak faktor lain yang menyebabkan khilafah Abbasiyah menjadi mundur. Kedua faktor ini saling berkaitan dan tak terpisahkan 3. karena para Khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan. Faktor Internal 1. Kemerosotan Ekonomi Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan perekonomian negara morat-marit.

alb. Karangan-karangan yang terkenal antara lain: Shafa. Al-Kindi (809-873 M) buku karangannya sebanyak 236 judul. al-Battani. Hunain bin Ishaq. Dikenal sebagai Hujjatul Islam. filsafat. kimia dan sejarah. Ibnu Sina. Dari gerakan ini muncullah tokoh-tokoh Islam dalam ilmu pengetahuan. 2. Ibnu Bajah (wafat tahun 523 H) 4.Ilmu Filsafat 1. Pengaruh Persia pada saat itu sangat penting dibidang pemerintahan. antara lain . maka para ahli pengetahuan. Al Ghazali (1085-1101 M). antara lain : 1. Bidang filsafat: al-Kindi. c. Ibnu Shina (980-1037 M). Najat.waktu itu setidaknya dipengaruhi oleh dua hal yaitu: 1. Tabib bin Qurra . Bidang Matematika: Umar al-Farukhan . 3. selain itu mereka banyak berjasa dalamperkembangan ilmu filsafat dan sastra. Bidang astronomi: al-Fazari. Al Farabi (wafat tahun 916 M) dalam usia 80 tahun. d.Ar-Razi.Ibnu Rusyid. a. karangannya: . Ilmu Umum a. Qoman. Gerakan Terjemah Pada masa daulah ini usaha penerjemahan kitab-kitab asing dilakukan dengan giat sekali. kedokteran. Dari hasil ijtihad dan semangat riset. Bidang kedokteran: Jabir ibnu Hayan . Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum terutama di bidang astronomi. berhasil menemukan berbagai keahlian berupa penemuan berbagai bidang-bidang ilmu pengetahuan. Ibnu Thufail (wafat tahun 581 H) 5. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemah-terjemah dalam banyak bidang ilmu. Saddiya dan lain-lain 6. terutama Filsafat. e. Ibnu Bajah. para alim ulama. Ibnu Tufail. Terjadinya Asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan. al-Farabi. al-Farghoni dan sebagainya. al-Khawarizmi. Ghazali. 2. Abul watak.

Bidang Seni Ukir Beberapa seniman ukir terkenal: Badr dan Tariff (961-976 M) dan ada seni musik. Mupatil bin Sulaiman (wafat 150 H). seni pahat. Bidang Kedokteran 1. As Suda. Abul wafat : menemukan jalan ketiga dari bulan 4. Jabir bin Hayyan (wafat 778 M).Al Munqizh Minadl-Dlalal. Karangannya : Kulliyaat.Abu Daud (wafat 275 H). 3. Muncullah ahli-ahli hadist ternama seperti: Imam Bukhori (194-256 H). Al Farghoni atau Al Fragenius e. Ilmu Tafsir. d. Ahli mata yang terkenal disamping sebagai penterjemah bahasa asing. Ilmu Naqli a. dan lain-lain c.Tahafutul Falasifah. seni lukis dan seni bangunan. Muhammad bin Ishak dan lain-lain b. Kasful Afillah dan lain-lain b. Ilmu Kalam. 2. Imam Muslim (wafat 231 H). Dikenal sebagai bapak Kimia. At Tarmidzi. sehingga banyak para ahli yang terkenal dalam perbintangan ini seperti : 1. seni sulam. 2. seni tari. Karangan yang terkenal mengenai cacar dan campak yang diterjemahkan dalam bahasa latin.Mizanul Amal. Ibnu Athiyah al Andalusy (wafat 147 H). Ar Razi atau Razes (809-873 M). Thabib bin Qurra (836-901 M) 4. Bidang Matematika 1. Al Farazi : pencipta Astro lobe 2. Al Gattani/Al Betagnius 3.Ihya Ulumuddin dan lainlain 7. penemu angka (0). Ibnu Rusd (1126-1198 M). Ilmu Hadist. Bidang Astronomi Berkembang subur di kalangan umat Islam. c. 2. Dalam kenyataannya kaum Mu’tazilah berjasa besar dalam . Tafsir Urjuza. Umar Al Farukhan: Insinyur Arsitek Pembangunan kota Baghdad. Hurain bin Ishaq (810-878 M). Ibnu Majah (wafat 273 H). Al Khawarizmi: Pengarang kitab Al Gebra (Al Jabar). Para mufassirin yang termasyur: Ibnu Jarir ath Tabary.

Abu Huzail al Allaf. e. Hal ini dapat kita lihat dari bangunan –bangunan yang berupa: a. c. Ini merupakan perpustakaan terbesar yang di dalamnya juga disediakan tempat ruangan belajar. Imam Ghazali : Karangannya al Bashut. e. Yang mengembangkan faham/mazhabnya dalam zaman ini adalah: Imam Abu Hanifah. Imam Ahmad bin Hambal dan Para Imam Syi’ah (Hasjmy. Lahirlah para Fuqaha yang sampai sekarang aliran mereka masih mendapat tempat yang luas dalam masyarakat Islam. dengan nama Madrasah. Adh Dhaam. b. Kuttab. d. diantaranya para pelopor itu adalah: Wasil bin Atha’. Imam Malik. Perkembangan Peradaban di Bidang Fisik Perkembangan peradaban pada masa daulah Bani Abbasiyah sangat maju pesat. D.menciptakan ilmu kalam. Biasanya dipakai untuk pendidikan tinggi dan tahassus. Karangannya : ar Risalatul Qusyairiyah. Para Imam Fuqaha. perdagangan berhasil dikembangkan oleh Khalifah Mansyur. Pada masa Daulah Bani Abbassiyah. Perdana menteri Nidhomul Mulk adalah orang yang mula-mula mendirikan sekolah dalam bentuk yang ada sampai sekarang ini. sarjana. Hujjatul Islam Imam Ghazali d. C. perindustrian. Madrasah. Abu Hasan Asy’ary. Kehidupan Perekonomian Daulah Bani Abbasiyah . 1995:276-278).yaitu tempat pertemuan para ulama. Ilmu Tasawuf. Majlis Muhadharah. yaitu tempat belajar dalam tingkatan pendidikan rendah dan menengah. al Wajiz dan lain-lain. karena upaya upaya dilakukan oleh para Khalifah di bidang fisik.ahli pikir dan pujangga untuk membahas masalah-masalah ilmiah. Adalah perpustakaan yang didirikan oleh Harun ArRasyid. Ahli-ahli dan ulama-ulamanya adalah : Al Qusyairy (wafat 465 H). Syahabuddin (wafat 632 H). Masjid. Darul Hikmah. Karangannya : Awariful Ma’arif. Imam Syafi’i. peradaban di bidang fisik seperti kehidupan ekonomi: pertanian.

Darul Hikmah 8. Masjid 6. Yang menjadi Khalifah adalah Mansyur. Bangunan-bangunan sekolah 4. Khalifah membela dan menghormati kaum tani. Membangun armada-armada dagang. 2. b. Istana di kota Samarra 3. 3. c. dan ada beberapa yang dihapuskan sama sekali. Membangun armada : untuk melindungi parta-partai negara dari serangan bajak laut. Dia mencontohkan Khalifah Umar bin Khattab dalam menguatkan Islam. Istana Qarruzzabad di Baghdad 2. Perdagangan. Akibatnya kafilah-kafilah dagang kaum muslimin melintasi segala negeri dan kapal-kapal dagangnya mengarungi tujuh lautan. Perindustrian. perbendaharaan negara penuh dan berlimpah limpah. Usaha-usaha tersebut sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan perdagangan dalam dan luar negeri. Segala usaha ditempuh untuk memajukan perdagangan seperti: a. Selain ketiga hal tersebut. bahkan meringankan pajak hasil bumi mereka. sehingga terkenallah beberapa kota dan industriindustrinya. juga terdapat peninggalan-peninggalan yang memperlihatkan kemajuan pesat Bani Abbassiyah. uang masuk lebih banyak daripada pengeluaran. Majlis Muhadharah 7. Kuttab 5. Dia betul-betul telah meletakkan dasardasar yang kuat bagi ekonomi dan keuangan negara. Masjid Raya Kordova (786 M) . Khalifah menganjurkan untuk beramai-ramai membangun berbagai industri. 1. Dan keberhasilan kehidupan ekonomi maka berhasil pula dalam : 1. Membangun sumur dan tempat-tempat istirahat di jalan-jalan yang dilewati kafilah dagang.Permulaan masa kepemimpinan Bani Abbassiyah. Pertanian.

yang dibuat untuk tujuan tertentu (Syalaby. Kebudayaan Persia. yang berasal dari beberapa bangsa. yaitu : a. Berawal dari itu. 3. Kebudayaan Yunani Sebelum dan sesudah Islam. Yang paling termasyur diantaranya adalah : . Pembentukan lembaga wizarah b. Secara tak langsung. b. yang ada hanyalah Tafsir bagi sebagian ayat dari berbagai surah. Pesatnya perkembangan kebudayaan Persia di zaman ini karena 2 faktor. Dalam masa sekarang ini berkembang empat unsur kebudayaan yang mempengaruhi kehidupan akal/rasio yaitu Kebudayaan Persia. pada waktu itu akal dan pikiran benar-benar dibebaskan dari belenggu taqlid. zaman pemerintahan Abbasiyah awal melahirkan 4 Imam Madzhab yang ulung. Kaum muslimin berhubungan langsung dengan orangorang India seperti lewat perdagangan dan penaklukan.9. dan Maliki. Peranan orang India dalam membentuk kebudayaan Islam terjadi dengan dua cara: a. Kebudayaan Hindi dan Kebudayaan Arab dan berkembangnya ilmu pengetahuan. terjadi pula dalam unsur kebudayaan. Disamping itu. 1997:187). Secara langsung. belum terdapat penafsiran seluruh alQuran. terkenallah di Timur beberapa kota yang menjadi pusat kehidupan kebudayaan Yunani. Apa yang terjadi dalam unsur bangsa. Oleh karena itu. Pemindahan ibukota 2. zaman pemerintahan Abbasiyah awal itu juga melahirkan Ilmu Tafsir al-Quran dan pemisahnya dari Ilmu Hadits.penyaluran kebudayaan India ke dalam kebudayaan Islam lewat kebudayaan Persia. sehingga orang leluasa mengeluarkan pendapat. Masjid Ibnu Taulon di Kairo (876 M) 10. Strategi Kebudayaan dan Rasionalitas Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa kebebasan berpikir diakui sepenuhnya sebagai hak asasi setiap manusia oleh Daulah Abbasiyah. Istana Al Hamra di Kordova E. Sebelumnya. Hanafi. Hambali . mereka adalah Syafi’i . Kebudayaan Yunani. 1. Dalam negara Islam di masa Bani Abbassiyah berkembang corak kebudayaan. Kebudayaan Hindi.

Jazirah Arabia adalah sumber bahasa Arab. Sekolah-sekolah tinggi kedokteran yang asalnya diajar berbagai ilmu Yunani dan bahasa Persia. Dalam masa Bani Abbassiyah hubungan alam pemikiran Neo Platonisme bertambah erat dengan alam pikiran kaum muslimin. Mengharuskan mempelajari Qur’an. Jundaisabur. terutama dimasa Daulah Abbassiyah. Harran. Setelah jatuh di bawah kekuasaan Islam. 4. Ibukota Mesir waktu menjadi jajahan Yunani.Kota yang dibangun di utara Iraq yang menjadi pusat pertemuan segala macam kebudayaan. . dibangun oleh Sabur yang dijadikan tempat pembuangan para tawanan Romawi. diadakan perubahan-perubahan dan pembaharuan.a. Jalan Bahasa. c. b. Hadist. yaitu : a. Jalan Agama. bahasa terkaya diantara rumpun bahasa samy dan tempat lahirnya Islam. Terletak di Khuzistan. Warga kota Harran merupakan pengembangan kebudayaan Yunani terpenting di zaman Islam. Fiqh yang semuanya dalam bahasa Arab. Dalam kota Iskandariyyah ini lahir aliran falsafah terbesar yang dikenal “Filsafat Baru Plato” (Neo Platonisme). Kebudayaan Arab Masuknya ke dalam kebudayaan Islam terjadi dengan dua jalan utama. Iskandariyyah. b.

Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. Daulah Abbasiyah didirikan oleh Abdullah asSafah. Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua . Dengan berpindahnya ibu kota ke Baghdad. Kekuasaannya berlansung dari tahun 750-1258 M. 3. Dalam penyelenggaraan negara. yang membawahi kepala-kepala departemen. Sebelumnya belum ada tentara Khusus yang profesional. Dinamakan Daulah Abbasiyah karena para pendirinya adalah keturunan Abbas. pada masa bani Abbas ada jabatan Wazir. Di dalam Daulah Bani Abbasiyah terdapat ciri-ciri yang menonjol yang tidak terdapat di zaman bani Umayyah. Sedangkan Dinasti Bani Umayyah sangat berorientasi kepada Arab. 2. paman Nabi. Bila mana ada kesalahan dalam pembuatan Makalah ini dengan senag hati penulis menerima kritik dan saran dari rekan-rekan semua. pemerintahan Bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh Arab. Jabatan ini tidak adaada di dalam pemerintahan Bani Umayyah.PENUTUP Daulah Abbasiyah merupakan lanjutan dari pemerintahan Daulah Umayyah. antara lain : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful