BAGIAN I

PANDUAN DASAR

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

2

1. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan pada masalah, baik yang sederhana maupun yang rumit. Bila berhadapan dengan masalah yang rumit, kita bertanya-tanya mengapa terjadi masalah itu, dan mengapa masalah itu rumit untuk dipahami. Bila yang berhadapan tersebut seorang mahasiswa cerdas dia akan minta bantuan kepada teman sebayanya, kakak kelasnya, dosennya, atau bahkan mungkin profesornya. Bila salah satu profesornya memberi jawaban berdasarkan teori yang dikembangkan orang lain yang tertulis dalam sebuah buku, dia juga bertanya profesornya menggunakan buku X bukan Y? Mengapa professor X tidak menjawab pertanyaan berdasarkan penelitiannya sendiri? Seorang peneliti atau pengarang yang cerdas, dan kaya pengalaman kerapkali seperti anak kecil, yang cerdas, dan kreatif, selalu bertanya, apa sebab suatu kejadian, peristiwa dan masalah, dan selalu ingin tahu apa jawabannya. Jawaban yang diinginkan anak tersebut tampaknya bukan sekadar jawaban, melainkan jawaban yang terkait dengan struktur alam pikiran yang dia ketahui, dan struktur sosial-ekonomi di sekitarnya. Untuk anak yang memiliki lingkungan ekonomi kuat dan struktur alam pikiran yang cerdas, tampaknya menghendaki jawaban yang lebih didasarkan pada fakta, dan makna sebuah fakta yang dipandang dapat merupakan akar suatu masalah atau landasan pemikiran tertentu.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

3

yang telah mengacu pada teori orang lain kadangkadang belum dapat memberikan pemecahan yang memuaskan atas suatu masalah. Secara sederhana karya ilmiah dapat dikatakan sebagai tulisan untuk mencari sebab akibat suatu masalah untuk mendapatkan keterangan yang lengkap berdasarkan penalaran. Dengan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 4 . kesaksian suatu peristiwa dilukiskan secara cermat. Pengetahuan adalah semua informasi yang tersusun di dalam memori seseorang. dengan mengunakan metode yang tepat.Bagi orang dewasa. Tulisan yang disusun berdasarkan pengetahuan atau pengalaman pribadi. Pengetahuan dapat berupa tulisan dari memori berdasarkan pengalaman. jawaban atas keingintahuan tersebut dapat ditulis dalam bentuk karangan singkat atau karangan bersambung berdasarkan struktur penalaran logis yang dapat menjadi dasar sebuah tulisan ilmiah. baik yang berasal dari pengamatan indrawi atau dari belajar sendiri. PENGETAHUAN Pengetahuan berbeda dengan ilmu atau karya ilmiah. tidak jelas metodenya dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. berdasarkan nalar sehat dan logika yang telah mereka miliki. perlu dicarikan jawaban dengan bertanya kepada sejumlah orang yang dipandang memiliki pengalaman aktual. maupun yang berasal dari pengamatan yang dilaksanakan dengan cara yang tidak sintematis. 2. pengetahuan atau perhatian terhadap masalah tersebut. perjalanan.

sekurang-kurangnya mengandungi masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan akal sehat (common sense) atau intuisi. Untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan suatu proses: mulai dengan mengenal. atau hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain. terjadi semacam korenspondensi antara gagasan yang telah disusun untuk memecahkan masalah tersebut dengan kondisi di tempat masalah tersebut timbul (lapangan).demikian. atau pengalaman orang lain yang dapat diuji keandalannya. pengetahun dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan juga. termasuk penelitian. tetapi perlu acuan tertentu yang dapat membantunya. Bila seorang anak bertambah penalarannya. pengalaman. temuan orang lain. mengerti. sehingga tulisan yang disajikan tidak bersifat gagasan kosong yang tidak membumi. Memecahkan masalah dapat dilakukan dengan mengacu kepada teori yang dikembangkan ahli yang terkait. dan menilai mana yang benar dan mana yang tidak benar. mangalisis. pada waktu seorang anak kecil mulai tumbuh. dapat membandingkan. Karena proses untuk mendapatkan pengetahuan berbeda dalam tingkattingkat yang ditempuh. Acuan tersebut dapat berupa teori yang telah dikembangkan orang lain. Misalnya. memperhatikan. dapat membedakan. dengan metode tertentu. dia menjadi tahu bahwa orang yang selalu dekat dengannya adalah ibunya. mulai tahu. merekonstruksi. dia akan tetap tahu dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 5 . Karya ilmiah. sampai dengan mengetahui.

langkah selanjutnya adalah menyususn tujuan penelitian. Dalam perkembangan selanjutnya. masalah yang ditemukan seorang peneliti atau penulis ilmiah harus dicarikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 6 . seorang peneliti bertugas merumuskan masalah secara jelas. misalnya lewat pandangan pertama. tidak spontan. pengetahuan adalah suatu proses yang berkesinambungan. Dengan demikian. KONSEP ILMU Penciptaan karya ilmiah menggunakan prosedur yang agak berbeda dengan pembuatan tulisan atau laporan biasa. tetapi pada tahap selanjutnya disyaratkan untuk mengadakan studi awal untuk melihat latar belakang suatu masalah. prosedur awalnya sama dengan mencari pemecahan masalah dalam pengetahuan. pengetahuan diperoleh dengan proses yang lebih detail dan lebih teliti akan berbeda dengan pengetahuan yang diperoleh secara cepat. baik yang serupa maupun yang berbeda.mengenal ibunya meskipun dia berbusana indah. 3. Apabila masalah penelitian telah disusun dengan jelas. Bila latar belakang masalah telah dapat digambarkan dengan jelas. Pada tahap sekanjutnya. anak dapat membedakan antara ibunya dan wanita lain. sehingga arah pemecahannya cukup terarah. Tujuan ini harus sesuai dengan masalah yang hendak dipecahkan. Dalam penelitian. atau selayang pandang seperti melihat sesuatu dari atas mobil atau pesawat terbang. di mana posisinya dengan masalah yang lain. misalnya kakak prempuannya. Jadi.

Ilmu diperoleh mengunakan konsep dan struktur teori yang disusun secara sistematis dari pendapat orang lain. kondisi kebudayaan. Penelitian ilmiah berbeda secara mendasar dengan pengetahuan yang ditulis berdasarkan akal sehat atau common sense. Menurut Kerlinger. peneliti harus menyusun landasan konseptual atau teoritis yang merujuk kepada teori yang telah terbukti keunggulannya dan disusun secara deduktif dan induktif. Untuk mencari dasar masalah yang dirumuskan. Kaitan antara kajian teori dan masalah yang hendak dipecahkan biasanya dirumuskan dalam suatu kerangka konseptual. Deduksi dapat diartikan mencari landasan teori dari rumus atau teori besar yang telah menjadi dasar pengembangan ilmu yang terkait.jawabannya lewat data penelitian di lapangan atau di laboratorium.1 ilmu dan common sense berbeda tajam dalam beberapa hal. Perbedaan tersebut terletak pada sistematika dan cara pengendalian. tempat. di tempat dia melakanakan penelitian tersebut. Berdasarkan konsep tersebut dirumuskan dugaan atau perkiraan secara nalar berdasarkan deduksi. kondisi sosial ekonomi. dan juga dari acuan kepada hasil penelitian valid yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Dari kajian yang diperoleh. Akal sehat biasanya diperoleh menggunakan teori dan konsep. tetapi dalam pengertian yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 7 . alat penelitian yang teruji vaiditas dan reliabilitasnya. dengan metode penelitian yang sesuai. peneliti harus mencoba mengkaitkan masalah yang diteliti dengan situasi.

Mereka mengembangkan struktur teori. orang tidak mencoba mengkoreksi perilaku kelompok lain. dalam krisis ekonomi. Perbedaan antara common sense dan ilmu adalah bahwa common sense tidak berdasarkan penyelidikan atau penelitian yang mempertanyakan apakah apa yang diyakini tersebut terbukti benar atau salah. dengan uji empiris. menguji teori tersebut dengan konsistensi internal. Ilmuwan mempunyai pola berpikir tertentu. Demikian juga. meyebutkan bahwa common sense adalah akal sehat atau pendapat umum. Selanjutnya dikatakan bahwa common sense merupakan campuran dari insight utama sebagai prinsip nonkontradiktif. yang dipersalahkan adalah etnis tertentu. melalui banyak keyakinan yang lebih meragukan. mempertimbangkan faktor terkait lain yang diperiksa dengan metode yang sahih. ilmuwan juga menyadari bahwa konsep yang mereka buat tidak selalu paling tepat. ilmuwan merujuk kepada teori yang relevan dengan masalah dan keadaan. menganalisis bencana alam dipandang sebagai peringatan atau hukuman kepada orang yang menjadi kurbannya. nilai ketepatan bersifat relatif. dan tidak sistematis. Dengan perkataan lain. atau perilaku korup dari pengelola birokrasi. menguji beberapa teori dan kemudian membuat hipotesis3 atau perkiraan. Di samping itu. Orang awam juga menbuat hipotesis. Dalam memecahkan masalah. serta perkembangnnya.longgar. Misalnya. sampai pada suatu kumpulan pengatahuan mengenai hal-hal yang remeh. Hardono2. tetapi teori yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 8 .

serta memilih bukti tertentu yang dapat mendukung Dalam mengontrol pendapatnya. dan biaya produksi yang serentak naik. Para penulis awam kerap kali tidak memberikan penjelasan tentang sebab suatu kejadian atau masalah secara sistematis berdasarkan phenomena yang mereka amati. orang awam biasanya cukup puas menerima penjelasan dengan konsepsi yang bias. perlu ada penelitian ilmiah yang dapat memberikan bukti yang valid. Mereka tidak mau memberikan penjelasan mengenai sumber-sumber dari luar yang dipersoalkan. agar masyarakat dapat memahami persoalannya. Dalam penelitian. transportasi.dipergunakan hipotesisnya. Dalam kasus kenaikan harga BBM (Oktober 2004). agar rakyat mengerti dan siap menghadapinya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 9 . Maka. Misalnya. mestinya secara obyektif diteliti akibat kenaikan harga BBM tersebut terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Yang dikontrol hanya variabel yang memiliki kaitan atau penyebab langsung dengan masalah yang hendak dipecahkannya. yang mungkin menjadi sebab terjadinya suatu masalah. peneliti mencoba untuk sementara waktu mengabaikan variabel yang tidak terkait langsung dengan masalah. mereka mengabaikan anak nakal dari kawasan gedongan. banyak orang yakin bahwa anak nakal berasal dari kampung kumuh. selektif dengan memilih yang cocok dengan pendangannya.

dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mendasar antara pengetahuan dan ilmu: Pengetahuan diperoleh dan disampaikan menggunakan akal sehat.Ilmuwan terikat terus-menerus secara aktif dan sistematis dengan fenomen-fenomen dan dengan kesadaran yang tinggi sehingga menemukan hubungan sebab akibat yang jelas dan rasional. Berdasarkan uraian di atas. karena itu. Proposisi tersebut bersifat metaphisik dan. atau orang pandai karena suratan. pengamatan. Misalnya. dan kebenaran ilmiah. metode. Yang menjadi perhatian ilmuwan peneliti adalah gejala yang dapat diamati. dan pengembangan ilmu yang paling banyak dikerjakan melalui penelitian. dan bukan lahan ilmuwan. Hal ini tidak berarti bahwa ilmuwan tidak perlu memperhatikan proposisi seperti itu. Untuk mendapatkan ilmu. Proses dalam mendapatkan ilmu ditempuh dengan penggalian. Proposisi yang bersifat metaphisik seperti itu menjadi bagian dari ilmu fisafat. tidak dapat diuji. studi dokumen. eksperimen. Apakah perbedaan antara penalaran sehat dan ilmu terletak pada penjelasan yang berlainan mengenai fenomena yang teramati (Explanation of the observed phenomena)? Seorang peneliti berusaha menjelaskan hubungan antara data yang diobservasi secara cermat dan mengesampingkan apa yang tersirat dalam metaphysical explanation atau proposisi yang tidak dapat diuji. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 10 . orang miskin karena takdir. sedangkan ilmu diperoleh dan disajikan dengan cara yang terikat pada sistem. teori.

di mana pengetahuan tersebut dimengerti secara sempit. Pengembangan ilmu adalah proses psikis yang menyebabkan kesadaran manusia memasuki terang ada. Ilmu juga menganjurkan bahwa orang yang mempunyai perhatian terhadap filsafat ilmu harus memiliki kerendahan hati dalam menghadapi pengalaman dan keterbukaan secara menyeluruh terhadap dunia di sekelilingnya. kaum sophis mempunyai pandangan bahwa pengetahaun dalam arti sempit adalah pengetahuan yang dalam keadaan apa pun tidak dapat salah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 11 . ilmu dan pengetahuan adalah pernyataan diri dari ada. serta kondisinya tidak berubah secara drastis. tak bisa diperoleh dan karena itu tak usah dicari. Pengetahuan tidak bisa meramalkan bagaimana ada itu dinyatakan. a-letheia. Berdasarkan pernyatan tersebut. tetapi ilmu dapat membuat ramalan apabila variabel yang dipelajari diperoleh dengan metode yang benar.diperlukan persyaratan yang harus dipenuhi dengan cara yang sistematis dengan mengikuti metode tertentu dan berdasarkan kebenaran. Filsafat ilmu atau epistemologi5 merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan lingkup pengetahuan dasar dan yang pengandaiannya secara umum dapat diandalkan melalui penegasan yang dinyatakannya. Artinya. alat yang benar.4 Selanjutnya menurut Heidegger ilmu yang diperoleh manusia disebut. Tradisi epistemologi cenderung membatasi diri pada ‘persepsi inderawi dan pemahaman intelektual’.

yang merefleksikan konsep dan pandangan tentang ilmu. Jawaban yang dikemukakan oleh para filsuf atas pertanyaan Plato tersebut ternyata beragam. Pertanyaan Plato. pengenalannya. yang disebut mengemukan beberapa pertanyaan yang mendasar tentang epistemoyang dimaksud pengetahuan? Di mana pengetahuan biasanya diperoleh? Di mana terdapat masalah yang biasa perlu kita ketahui? Berapa yang benarbenar pengetahuan? Dapatkah indera menghasilkan pengetahuan? Dapatkah akal memberikan pengetahuan? Apakah hubungan antara pengetahuan dan keyakinan yang benar?6 Bertolak dari pertanyaan tersebut. ruang lingkup dan syarat umum. mengenai hakikat. dasar.1 Skeptisisme 12 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . sebab mereka menjawab pertanyaan pokok yang mendasari ilmu. 3. Aliran terbesar yang berpengaruh adalah skeptisisme. para filsuf sesudah Plato berusaha mengembangkan filsafat ilmu untuk menjelaskan sumber. dan kepastian ilmu. yaitu usaha untuk mencari pembenaran (justify) bahwa pengetahuan itu terkait erat dengan peranan inderawi dan akal dalam logi.Epistemologi yang diketengahkan kaum Sophis tersebut adalah epistemologi tradisional. dan memberi inspirasi kepada beberapa aliran. Konsep yang mereka kembangkan memberikan sumbangan yang amat berharga bagi perkembangan umat manusia. sebagai adalah: perintis Apa epistemologi. rasionalisme. dan empirisme.

dasar. Terhadap keberatan ini ada beberapa jawaban yang terkait dengan segi positif dari keberatan tersebut. mereka mengajarkan bagaimana orang dapat maju tanpa ilmu pengetahuan yang pasti. Adanya ilmu merupakan suatu hal pokok yang dapat direduksi. seperti Etienne Gilson. karena dalam kenyataan epistemologi dianggap mengusulkan suatu tujuan khayal sebab kita harus medemonstrasikan validitas ilmu pengetahuan kita. Kaum Skeptis berkeberatan dengan epistemologi.8 Berangkat dari pandangan Plato tentang pengetahuan. Dengan demikian. Pikiran ada dan adanya pikiran merupakan kesaksian bagi dirinya sendiri mengenai keterbukaan terhadap ada.7 Hardono menjelasakan bahwa kaum skeptis. beranggapan bahwa tidak ada masalah mengenai ilmu pengetahuan sebab pertanyaan kritis tidak dapat diajukan secara konsisten. Tidak ada keraguan atau suatu penyangkalan terhadap keterbukaan ini dapat dipertahankan. dan akibatnya telah mengandaikan validitasnya. dan kepastian pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 13 . Sebaliknya. posisi kaum skeptis absolut cukup rapuh. Yang ditekankan adalah kelekatan tanpa syarat antara pikiran dan kenyataan. sampai sekarang banyak filsuf yang berusaha mengembangkan teori pengetahuan untuk menjelaskan sumber.Kaum skeptis meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. yang berarti kita telah menggunakan ilmu kita.

Mereka berusaha menemukan basis pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah kita dapat tahu tetapi mengapa kita dapat membuat 14 .2 Rasionalisme dan Empirisme Konsep pengetahuan seperti yang dikemukan oleh Plato dan Decartes disebut ‘rasionalisme’ sebab mereka menegaskan bahwa dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja kita dapat menemukan pengetahuan dalam arti yang paling ketat. Bagi Decartes persoalan dasar bagi fisafat pengetahuan bukan bagaimana kekeliruan. sampai keraguan itu sendiri membatasi diri. Thomas Hobbes dan David Hume10. Sebagai reaksi terhadap teori rasional tersebut timbul teori empiris dari Inggris yang dipelopori oleh John Locke.9 Prosedur yang disarankan Decartes disebut ‘keraguan metodis universal’. Decartes menggunakan keraguan untuk mengatasi keraguan. 3. yaitu pengetahuan yang dalam keadaan bagaimanapun tak mungkin salah. Salah satu cara untuk menentukan bahwa sesuatu itu pasti adalah melihat seberapa jauh hal itu bisa diragukan. akhirnya kita akan mencapai titik yang tidak diragukan. Hasil yang diperoleh dari studi tentang pengetahuan untuk mendukung pendapat Plato tersebut sampai hari ini ternyata beragam. Bila kita secara sistematis mencoba meragukan sebanyak mungkin pengetahuan kita. sehingga pengetahuan kita dapat dibangun di atas dasar kepastian absolut.manusia. Keraguan ini disebut universal karena terentang tanpa batas.

itu epistemologi juga Panduan Penulisan K arya Ilmiah benda itu berwarna hijau. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. dan itu adalah benar hijau. disebut benar karena sesuai dengan lenyataan. Menurut Hume. Misalnya. pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari 15 . Di samping. yang dihasilkan adalah skeptivisme yang sangat menyedihkan tentang pengetahuan sejati. Apa yang menurut pendapat kita merupakan pengetahuan tak lain hanyalah suatu cara pengaturan pengalaman yang masuk ke dalam memori kita. saya menyatakan kenyataan. 4.dari pengalaman inderawi. KEBENARAN Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. Perkembangan filsafat Inggris yang dimulai dari John Lock dan Hume pada abad 18 telah mengilhami aliran ilmu pengetahuan yaitu: teori empiris. Jika saya menyatakan sesuatu. Dari pengalaman inderawi mereka mendapatkan informasi tentang dunia yang sangat kurang daripada harapan mereka. pandangan mengenai apa yang terjadi di sekitar kita semata-mata diakibatkan oleh kerja psikologis yang aneh dari manusia. Epistemologi terkait erat dengan pernyataan benar dan pertimbangan yang diberikannya. apapun yang diketahui tentang pengalaman inderawi. Hume menunjukkan bahwa dari penelitian yang dibuatnya.

dan kalau mereka mengetahuinya. kita mengenal zaman yang paling berpengaruh terhadap dunia modern sekarang ini. seperti apa yang diucapkan seorang Shophis terkemuka.12 Dalam sejarah Barat. setelah mereka berhasil mempelajari naskah yang ditulis dalam bahasa Yunani dan dapat mengembangkan pribadi sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. tetapi dapat mengabstraksinya sebagai hal yang bersifat kognitif. seorang epistomolog dapat melepaskan diri dari perhatian dan keadaan yang terlalu sempit karena batas inderawi. kebenaran dengan harus diputuskan yang berdasarkan sesuai keadaan sesungguhnya. tak seorangpun dapat mengetahuinya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 16 . dan kalau ada. Protagoras. bahwa ‘manusia merupakan ukuran segalanya’.memberi dasar pertimbangan yang paling mendasar kepada pernyataan yang diberikannya. mengajarkan cara orang dapat maju di dunia tanpa pengetahuan yang pasti. sementara seorang sophis lain Gorgias mencanangkan: “Tak suatupun ada. Dengan mengarahkan pertahatian kepada evidence. Ini merupakan tugas utama epistemologi.11 Orang dapat menang dalam debat dengan bicara sangat meyakinkan. mereka yang meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar.13 yaitu aliran yang menonjolkan kemampuan manusia sebagai pribadi yang dapat mempelajari pengetahuan. Bahasa lain yang dikemukakan oleh Popper. yaitu Renaissance dan Humanisme. bukti Keakuratan (evident). mereka tak dapat mengomunikasikannya”.

Hipotesis diuji berkali-kali dalam beberapa temperatur udara. dan teknologi yang ada pada zaman Yunani Kuno. kaum intelektual pada waktu itu memperoleh kesempatan untuk mendalami aliran pemikiran.1 Kebenaran Menurut Ilmu Empiris Istilah benar umumnya menyangkut isi ilmu itu sendiri. dan dampaknya segera berkembang aliran Humanisme dan Renaisance. Dalam ilmu alam atau fisika. Perkembangan filsafat ilmu dimulai sejak zaman Renaissance dan Humanisme. metode dan sistem yang dipergunakan. budaya. yang pada dekade berikutnya diikuti dengan zaman rasionalisme. dan tepat bila ilmu dilihat dari sudut proses mendapatkannya atau yang biasa disebut metode. dan tepat menurut beberapa cabang ilmu. kimia dan biologi dipergunakn serangkaian percobaan sehingga dapat ditemukan perkiraan atau hipotesis. atau dipanasi dengan sengaja agar mendapatkan bentuk atau warna tertentu. Berkaitan dengan filsafat ilmu tersebut berkembang juga paham tentang benar. filsafat ilmu. Ada beberapa macam cara kerja ilmu atau jalan yang ditempuh untuk mencapai pengetahuan yang benar.Dengan mempelajari naskah Yunani kuno dan menerjemahkan naskah tersebut ke dalam bahasa Jerman. antara lain: proses pembentukan ilmu. 4. ataupun cara kerja ilmu tersebut. setelah dianalisis menghasilkan simpulan yang disebut induksi. filsafat. Percobaan tersebut. sistem pemerintahan. hasil yang dicapai. 14 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 17 .

induksi merupakan cara untuk mendapatkan ketepatan dan sekaligus kebenaran. Dalam mementukan ‘benar’ ada perbedaan yang mendasar antara ilmu empiris dan ilmu kemanusiaan. Di dalam ilmu kemanusiaan ada dialektika antara subyek dengan obyek. Dengan demikian proses deduksi . 15 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 18 .) dan teori tentang kebenaran sebagai keteguhan (cohenrence theory of truth). yang mementingkan obyek yang diketahui serta bagaimana berlangsungnya pengetahuan tersebut.Setelah diperoleh simpulan dari beberapa percobaan dapat dirumuskan dalil tertentu. Langkah ini disebut deduksi. Kebenaran diartikan sebgai kesesuaian antara pengenal dengan apa yang dikenal (Corspondence theory of truth. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan pada percobaan berikut untuk benda atau tumbuhan yang sama. Setelah diuji dalam berbagai temperatur dihasilkan simpulan yang lebih kurang sama. besi apabila dipanasi terus menerus dapat meleleh”. kondisinya berbeda karena pada waktu diberi perlakuan atau pertanyaan manusia memberikan reaksi yang berbada-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. dalil tersebut sudah dianggap baku. Sampai dengan abad 19 di antara pandangan ilmuwan ditemukan pandangan dasar. Pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu kemanusian. misalnya: “air bila dipanasi terus menerus dapat menguap. Dalil yang dirumuskan mungkin bersifat sementara sebelum diuji coba dalam berbagai temperatur.

serta banyak orang yang meninggal. 4. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. disebut benar. Kebenaran menurut ilmu Pasti agak dekat dengan kebenaran yang dikemukakan ilmu-ilmu empiris. Jika saya menyatakan sesuatu. Jadi problema kebenaran bukanlah sesuatu yang tanpa syarat. dari mana asalnya. karena sesuai dengan kenyataan.Problema kebenaran. dipihak lain dapat dideskripsikan juga sebagai kesuaian antara pernyataan dengan eviden yang ada. Kebenaran adalah kesuaian antara pernyataan atau berita dengan keadaan yang disebutkan. Contoh. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. 2 Kebenaran Menurut Filsafat Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. dan berapa orang. Kejadian ini dianggap sesuatu yang benar. 19 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . bila kita mengatakan bahwa pesawat ‘Lion Air’ yang jatuh di bandara Adisumarma Surakarta. Misalnya saya menyatakan benda itu berwarna hijau. Tetapi kebenaran tersebut tidak dirinci secara baik. bulan Desember 2004. disebabkan oleh angin kencang dan landasan yang licin. Eviden yang baik terdiri dari berbagai fakta tersebut harus dapat dicek keadaannya sesuai dengan keterangan yang dinyatakan. yaitu sebagai suatu keteguhan yang agak dekat antara pernyataan dengan keadaan atau even yang tersedia. mungkin ada sesuatu yang kurang dijelaskan siapa saja yang meninggal. Kebenaran harus didukung dengan kriterium dan eviden.

kebenaran adalah apa yang ada pada pihak pengenal saja. 17 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 20 .pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari kenyataan. dan terpilah-pilah mengenai sesuatu (idea clara et idea) 16. dan dilanjutkan kepada kategori akal budi. Keterangan lain seorang antropolog mengatakan bahwa orang Akit bukan bagian dari suku Melayu. Karena pengetahuan itu disadari yang benar. dan apa yang mereka ungkiri. Misalnya: pernyataan bahwa orang-orang ‘Akit’ (salah satu suku terasing di Pulau Rupat. adalah bagian suku Melayu. Jadi kebenaran adalah kesesuaian antara idea dengan kenyataan. Sementara itu menurut Decartes. Manurut Kant. sebagai akibat kesankesan yang masuk lewat indera. Sedangkan Hegel menyebutkan kebenaran adalah keseluruhan. sebagai keteguhan yang sudah kita lihat. diterima dalam susunan apriori ruang dan waktu si pengenal. mengatakan bahwa ada tidaknya kebenaran tergantung pada ada tidaknya idea yang jelas. Ilmu itu disadari sebagai subyek yang mengenal obyek dengan baik dan benar. Yang mengenal dengan yang dikenal itu identik satu sama lain dalam ilmu yang sempurna. Kabupaten Kepulauan Riau). karena benda tersebut benar hijau. Tahapi teori tentang kebenaran dinyatakan sebagai penyesuaian antara si pengenal dengan apa yang dikenal. Yang dijelaskan di dalam kalimat–kalimat tersebut adalah apa yang mereka tegaskan. jelaslah bahwa dalam anggapan Aristoteles mengenai kebenaran.

Di pihak lain ada yang mengtatakan bahwa kebenaran akal itu hanyalah cara orang berpikir atau cara penggunaan bahasa. Mungkin apa yang dimiliki oleh orang kedua tidak dimiliki oleh orang pertama? Mungkin orang akan berkata bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 21 . dia tidak mau menduga-duga. sebagai berikut. PERSOALAN EPISTEMOLOGI Refleksi atas hakekat pengenalan membangkitkan sejumlah persoalan filosofis yang membingungkan. Seorang sarjana yang para kebetulan pandai bicara mempunyai dugaan kebetulan tepat. Problema tersebut pada garis besarnya telah dikemukakan oleh Roderick M.Pertanyaan selanjutnya menyangkut apa yang disebut ‘kebenaran akal’ (truths of reason). tetapi sebenarnya dia tidak mempunyai bukti. Tetapi bebrapa filsuf lain merumuskan kriteria pengetahuan begitu rupa sehingga katanya kebenaran akan tidak termasuk hal-hal yang kita ketahui. 5. Chisholm dalam Theory of Knowledge. 5. Seorang yang lain mengetahui tetapi tidak mau mengatakan bahwa ia tahu. Beberapa filsuf mengatakan bahwa teori pengetahuan yang memuaskan harus sesuai dengan kenyataan bahwa beberapa di antara kebenaran akal atau logika dan matematika.1 Perbedaan antara Ilmu dan Opini Dalam kehidupan sehari-hari. yang disebut problema epistemologi. dan ditangkap penelis.18 dalam Alfons Taryadi. misalnya dalam pertemuan antara sarjana.

dan bagaimana dia memutuskan bahwa dia memiliki eviden atau tidak? Orang pertama menyampaikan pendapat atau opini. Lalu dapat dipertanyakan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 22 . sedang orang pertama tidak memilikinya. Ini menimbulkan pertanyaan apakah ada sesuatu yang nyata. Merupakan ‘Struktur’ yang Mempunyai Dasar pada ‘eviden’ yang Kita Ketahu Secara Langsung Pada Waktu itu? Hal ini dipertanyakan sebab masalah-masalah yang kita ketahui biasanya bukanlah masalah yang mempunyai eviden secara langsung. (2) Haruskah Kita Mengatakan bahwa Seluruh yang Kita Ketahui pada waktu Tertentu. Apa arti memiliki eviden. dan kita ketahui secara langsung. (1) Bagaimana Mencari Pembenaran (justifikasi) atas Pertanyaan bahwa Kita Mengetahui Sesuatu? Pengetahuan kita tentang sesuatu masalah harus berdasar pada fakta yang benar tentang masalah tersebut.orang kedua memiliki evidensi. sedangkan orang kedua lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan karena dia tidak yakin akan ilmunya dengan eviden yang dia miliki. kita mudah digiring kepada berbagai hal yang eviden secara langsung. tetapi dalam usaha untuk mencari pembenaran atas pernyataan bahwa kita mengetahui secara khusus masalah itu. atau masalah lain yang berbeda tetapi masih ada kaitannya. misalnya dari berita yang ditulis orang lain. sementara masalah lain kita ketahui secara tidak langsung.

Ilmu adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan sistem dan metodologi tertentu untuk memperoleh kebenaran. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 23 . Pengetahuan yang diperoleh dengan pengamatan inderawi atau dialektika antara subyek dengan obyek belum tentu merupakan ilmu.2 Permasalahan Metafisis Penampakan benda-benda itu cederung bersifat subyektif. Jadi penampakan benda-benda luar merupakan duplikat dari benda-benda itu. dan apabila dia tidak pernah melihat akibat dari suatu bajir bandang tsunami di Aceh tidak dapat mengatakan bahwa banjir itu mengerikan. dan juga keterkaitan antara ilmu dengan filsafat. METODE ILMIAH Dalam pemahaman tentang epistemologi dan logika. dan kalau tidak demikian apakah aturan yang dipergunakannya? 5. tergantung pada keadaan pemikiran si pelaku. tetapi dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ilmu apabila pengamatan yang dipergunakan atau dialektika yang dikerjakan sesuai dengan metode tertentu yang dapat memberi eviden atau bukti nyata idea yang ada pada pengenal (subjek). 6. Misalnya orang tidak pernah melihat gajah tidak dapat mengatakan bahwa gajah itu besar.apakah hubungan antara hal yang eviden sebagai dasar terhadap struktur tersebut bersifat defensif atau induktif.

si pengamat juga telah mempergunakan pengertian. karena dalam mengamati dengan pancaindera.’ Bacon dan kawan-kawan. ilmu mengikuti konsep-konsep Aristoteles.6. seperti pendapat sebelumnya. pemahaman. pancaindera kita melakukan proses pengamatan. Proses menghubungkan antara memori Panduan Penulisan K arya Ilmiah 24 .J. seharusnya kita berkonsultasi bukan dengan tulisan-tulisan Aristoteles. filsuf Francis Bacon dan rekan-rekannya menganjurkan pada waktu itu bahwa ‘apabila kita hendak memahami alam. Terdorong oleh pengalaman ekspirimen Galileo tersebut. Galileo dan Newton. Davies19 mereka berkesimpulan bahwa “Ilmu adalah suatu struktur yang dibangun di atas fakta-fakta”. kemudian dapat dibangun sebuah teori. dan aroma lebih dapat memberikan penjelasan rasional. berdasarkan pengalaman. Dari fakta-fakta tersebut. merubah sikap bahwa fakta-fakta yang dujicobakan adalah fakta yang obyektif dan tidak ada sangkut pautnya dengan ide subyektif.21 Pengetauan lewat akal budi ini selanjutnya ditentang oleh para ahli pikir yang cenderung memandang pengetahuan lewat pancaindra. Perintisan ekspirimen yang dikerjakan oleh Galileo. berdasarkan akal budi yang menelurkan dugaan-dugaan yang lebih lebih dihormati daripada pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera. yang merupakan bagian dari akal budi atau rasio. pengamatan.1 Metode Induksi Pengertian ilmu seperti yang di kemukakan di atas diperoleh setelah ’Revolusi Ilmiah’ yang terjadi pada abad 17. yang ditulis J. yang dipelopori oleh Kopernikus. Bila kita melihat seekor ular.20 Sebelum zamani Humanisme.

teliti dalam kondisi bagaimana fakta tersebut diamati. keadaan.2 Metode Deduksi Metode deduksi dimaksudkan untuk menemukan hubungan logis yang ada di antara teori-teori yang diajukan. perbandingan dengan teori-teori lain. Kedua. telah mempergunakan rasio. Dalam membangun sebuah teori.tentang binatang merayap. Dengan membandingkan simpulan-simpulan tersebut. 6. obyektif. antara lain:23 Pertama. atau ilmiah. Dan pengujian teori dengan jalan menerapkan secara empiris simpulan-simpulan yang ditarik dari teori tersebut. diuji apakah sistem yang disodorkan tadi mempunyai konsistensi internal. menjadi lebih jelas. jujur. terdapat hubungan logis antara simpulan-simpulan itu sendiri. jadi akal dan budi telah bekerja. apakah teori yang diajukan tersebut memiliki sifat empiris. bukan hanya akal budi atau rasio yang membayangkan sesuatu. Ketiga. Dengan demikian uji Panduan Penulisan K arya Ilmiah 25 . tetapi akal budi tersebut berkerja dengan mendapat rangsangan dari benda-benda. Metode ini disebut induksi naïf. terutama dengan maksud untuk menentukan apakah teori yang bersangkutan akan membawa suatu kemajuan ilmiah seandainya tetap tidak gugur oleh hasil ujian. dan berbisa yang tidak berkaki. 22 Untuk melakukan pengamatan seorang peneliti harus memiliki organ-organ indera yang normal dan sehat. Untuk mengkaji teori-teori tersebut menurut Popper ada beberapa syarat. dan masalah yang dipelajari sehingga membentuk struktur dalam rasio kita.

Yang dimasud logika proposisi dalam logika formal modern adalah suatu ungkapan yang tidak mengandung “arti”. pada waktu kena panas.deduktif mempunyai tujuan praktis yang diakibatkan oleh teori-teori yang dihasilkan dari ekpirimen ilmiah maupun oleh teknologi secara praktis. Berangkat dari temuan Galileo bahwa semua planet bergerak mengikuti garis elips dan mengitari matahari. diberi simbul dengan huruf besar. q. mengikuti hukum yang sama. Misalnya variabel p. Logika proposisi bertitik pangkal pada proposisi. 24 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 26 . s. Kedudukan logika dalam dalam semua sistem logika proposisi amat penting untuk mengamati ilmu-ilmu empiris. seperti N. kereta api dari Anyer sampai Banyuwangi. dari masalah yang umum atau general ke masalah khusus. akan melengkung. r. disimpulkan dapat diketahui dan bahwa planet Mercurius. bila dipasang rapat tidak ada celah antara sambungan satu dengan yang lain. Prosedur pengujian ini bersifat deduktif. namun merupakan suatu variabel. bentangan rel Demikian juga bila ditemukan suatu hasil ekspirimen yang membuktikan bahwa besi bila dipanasi sampai suhu tertentu memuai. Sudut pandang lain. mengatakan bahwa deduksi adalah cara menarik simpulan secara logis. dikemukakan oleh Verhaak dan Haryono. Di samping itu ada variabel konstan yang ada hubunganya dengan veriabel. yaitu ungkapan yang berdiri sendiri dalam suatu sistem S.

Artinya bila terjadi p. menurut Verhaak diberi nama: Bentuk (1) diberi nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 27 . dan dua empat. sebaliknya primus mayor logis. tidak dapat ditarik simpulan. yaitu p dan primus ‘minor’ q. r. dia mempergunakan silogisme hipotetis. dan (2) “bukan p”. (4) dan “bukan q”. jadi Badu keturunan kera. udara menjadi sejuk. Si Badu berbulu tebal. Pernyataan atau primus mayor dan primus minor keduanya harus masuk akal. q. Yang dapat ditarik simpulan hanyah bentuk satu dan empat. Npqr) atau konstan punyai nilai kebenaran. Umumnya nilai benar diberi angka 1 dan salah diberi nilai 0. apabila p terjadi q. demikian juga bentuk satu tiga. Untuk terjadi q diperlukan syarat tertentu. artinya p ”tidak terjadi”. Empat bentuk atau model silogisme hipotesis. s) atau (Apqr. Keempat bentuk tersebut adalah: Simbul p. Hurup p dan q merupakan proposisi. Dalam hubungan antara primus mayor dan minor di sini dapat terjadi empat bentuk. atau apabila hujan turun. dapat terjadi hukum logis. Simpulan tersebut tentu saja dapat dibalik: “apabila tidak terjadi p” “tidak terjadi q”. (3) “Dan q”. bila semua orang berbulu tebal keturunan kera. Misalnya primus mayor tidak logis primus minor tentu tidak logis. artinya “terjadilah”. tidak trjadi q.Pokok logika proposisi dalam bentuknya yang paling sederhana didasarkan pada anggapan bahwa setiap proposisi entah tunggal (p. artinya “tidak terjadi”. belum tentu primus minor logis. Bentuk satu dua. Bila seorang peneliti mengambil keputusan bersyarat. Misalnya. Misalnya. Di sini ada yang disebut primus ‘mayor’.

Kerlinger. New York: Holt Renehart and Winston.“modus ponendo ponen”. S – M. The view would say that science is a systematic and controlled extention of commen sence…” Hardono Hadi.18 Fred N. Selain itu perlu diingat bahwa simpulan deduksi berlaku dimana-mana secara mutlak dan niscaya. “…Common sense may often be bad master for the evaluation of knowledge. science and common sense are alike. “A Hypthesis is a conjectictural statement between two variables or more variables. S – P. hlm. seperti halnya silogisme kategoris yang salah satu bentuknya adalah: M – P. 3. hlm. 1994. yakni mengulangi apa yang sudah ditegaskan. Bentuk (2) dan (3) tidak syah tidak diberi nama. Catatan : 1 Fred N. Filsafat Pengetahuan.either generally or specifically variables to variables” 28 2 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . hlm. (penegasan sesuatu yaitu dulu memberi penegasan sesuatu yang lain yaitu q. P. Epistemologi. Yogyakarta: Kanisius. Bentuk (4) diberi nama “modus tollendo tollen” ( mengungkiri sesustu. Inc. Kerlinger. Faundation of Behavioral Reseach. karena lebih p ) hampir merupakan tautology saja. p yang lebih dulu yaitu q). Ibid. But how are science and common sense alike and how are they different? From one vieuwpoint. 25 berdasarkan kemungknan lain Bentuk (1) dan (4) merupakan bentuk deduksi. and they related. Hypotesis are always in declarative sentence form. 18.

Opcit. Lexicon Publication Inc. and rationality. hlm. “Decartes menolak dalil-dalil filsafat sebelumnya yang didasarkan pada pengandaian-pengandaian. 6. meaning. a major branch of philoshophy devote primarily to the achievement of better understanding of consept of knowledge. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Roderick Firth. Ibid. 1992. confirmation. Franz Magnis Suseno. yaitu kesangsian. It Also concerns itself with other closely related consepts. “Epistimology from the Greek term meaning Knowledge. 73. hlm. apa yang dianjurkan hanyalah langkah demi langkah dipertanggung jawabkan. 500 – 2.. and for this reason the history of epistimology is in large part of attempt to specify the condition under which we can maintain that various of kind of conviction ( since. To Say that some of our true conviction are genuine knowledge (as appost to lucky guinesses or matter of faith) seem to imply that these convictions are capable of justification. 1977. P. 19. such as those of bilief. Dan kalau pasti bahwa saya berpikir. hlm. ada lagi yang pasti dan tidak dapat diragukan yaitu bahwa saya sendiri ada: cogito ergo sum!” Franz Magnis Suseno. Ibid. faith. Ibid. ethic and religious)” Hardono Hadi. certainty. truth. dalam International Encyclopedia. Hardono Hadi. Ibid. P.4 5 Hardono Hadi. 25. hlm. justification. Hardono Hadi. Pada fakta dia sedang menyangsikan segalagalanya. hlm. hlm. 6 7 8 9 10 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 29 . Oleh karena itu hanya satu cara untuk menjamin keradikalan filsafat. P. 70. P.

Martin Bucer. hlm. 122. Epistemologi Pemecahan Masalah. 1979. “Many humanists in Germany and abroad among them Crotus Rubeanus. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra.. was Luther’s trusted surrogate in Watemberg. Alfons Taryadi. History of Mankind Cultural and Science Development. 8 H. hlm. Haryono Imam. Haryono Imam. … assisted him in translating the Bible and organizing the reform.J. Theory of Knowledge. Louis Gottschalk. J. hlm. dalam A. C. Johannes Occolampadiu. 19. Verhaak dan R. and published the firt systematic summary of reform theology…” Thomas S. C. 1991.11 Alfons Taryadi. hlm. Et. Jakarta: PT Gramedia. C. 129. Chisholm. hlm. Orientasi di Alam Pemikiran Filsafat (terjemanhan Dick Hartoko). Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama.233. most important of all. Chicago: University of Chicago Press. Jakarta: PT Gramedia Jakarta. hlm. D. ”Dalam 30 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . 1966. 1970. Haryono Imam. Telaah Atas Cara Kerja Ilmu-Ilmu. was at twinty one professor of greek at wittenburg.J.Kuhn. and. London: Longman. Calmers. 3.F. Englewood Cliff N. Prinice Hall Inc. 68. hlm. The Strusture of Scientific Revolution. 1989. Hutten. Great Britain.All. Ibid. 130 Roderick M. van Peursen. On The Scientific Method. Verhaak dan R. Ibid. 23. 1983.A. hlm. Verhaak dan R. young Philipp Melnchthon. Ibid.Davies. C. Filsafat Ilmu Pengetahuan. 1991. hlm. Amthony.

Dalam banyak sistem logika proposisi modern digunakan tanda-tanda matematika “ 25 Ibid. mempunyai arti tetap dalam sistem S.sejarah filsafat. merupakan azas filsafat.F. 23. yaitu pengetahaun lewat pancaindra dan pengatahuan lewat akal budi. 2. Calmers. 22 A. Haryono. 18. Ibid. yang menyatakan sesuatu yang konstan. hlm. 1983. 23 24 C. cepat juga dua macam bentuk pengetahuan menjadi pusat perhatian. hlm. 25 “Bentuk ini termasyur dan berperan penting dalam cara kerja ilmu empiris. hlm. hlm. Alfons Taryadi.” Panduan Penulisan K arya Ilmiah 31 . bahkan yang menyesatkan. sedangkan pengetahuan berdasarkan akal budi dihormati sebagai pengetahaun sejati”. Verhaak dan R. “Selain proposisi variabel itu juga ditandai dengan cara tertentu. Ibid. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. Oleh ahli-ahli pkir Yunani pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera digambarkan sebagai pengetahuan yang tidak menentu.

BAGIAN II PANDUAN UMUM PENULISAN KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 32 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 33 .

Sebagai bagian dari tugas perkuliahan. tesis. secara operasional kegiatan intrakurikuler. skripsi atau setara skripsi (Proyek Studi). artikel. dan kegiatan penelitian. maupun kepustakaan. tugas akhir. HAKIKAT DAN KEDUDUKAN KARYA ILMIAH Sebagaimana di Perguruan Tinggi pada umumnya. tidak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). laboratorium. yaitu: makalah. disertasi. Secara ringkas dapat diartikan bahwa pada dasarnya karya ilmiah merupakan laporan ilmiah. Karya ilmiah merupakan bagian dari kebutuhan formal akademik di setiap perguruan tinggi. laporan buku/bab. mahasiswa mau tidak mau harus menghasilkan karya ilmiah. skripsi. baik berupa tugas akhir. Karya ilmiah adalah suatu karangan yang mengandung ilmu pengetahuan dan kebenaran ilmiah yang menyajikan fakta dan disusun secara sistematis menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. Jenis karya ilmiah berdasarkan tujuanya dapat diklasifikasikasi menjadi dua. karya tulis ilmiah. tesis. Karya ilmiah sebagai laporan kegiatan ilmiah memiliki berbagai jenis. disertasi. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 34 . karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi tugastugas perkuliahan. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: makalah. Laporan yang dimaksud dapat berupa laporan kegiatan ilmiah. dan karya tulis ilmiah. karya ilmiah tersebut merupakan bagian dari sistem Satuan Kridit Semester (SKS) yang merupakan komponen tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh mahasiswa di luar perkuliahan. dan buku. laporan buku/bab.1. Pertama. kegiatan kajian. baik penelitian lapangan.

Karya ilmiah yang berbentuk skripsi. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahaisswa dalam penelitian yang berhubungan denghan masalah yang sesuai dengan bidang studinya untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelas Sarjana. tidak dipublikasikan dengan lebih menekankan pada proses bukan pada hasil yang memerlukan pengujian untuk menentukan kualitas karya tersebut. untuk untuk tidak lebih buku. tetapi tetap memerlukan pengujian dan menekankan pada hasil. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. magister (untuk tesis). Bentuk karya ilmiah ini yaitu: tugas akhir (TA) untuk jenjang Diploma. (3) kertas kerja. tesis untuk jenjang Strata 2 (S-2). tesis dan disertasi adalah karya ilmiah yang dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam pencapaian gelar sarjana (untuk skripsi). Bentuk karya ilmiah profesional adalah (1) (2) makalah. Karya ilmiah yang berbentuk paper sering juga disebut makalah atau karya tulis ilmiah. Karya ilmiah akademis merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk kepentingan akademis dengan bimbingan dan tanggung jawab orang yang lebih profesional. dan (5) laporan penelitian. Berdasarkan fungsinya. dan doktor (untuk disertasi). skripsi untuk jenjang Strata 1 (S-1). Bentuk karya ilmiah akademis adalah (1) paper. Kemudian. Karya ilmiah yang berbentuk buku adalah buku yang berisi fakta umum ilmiah dan ditulis dengan sistem penulisan yang standar.Kedua. (2) skripsi. karya ilmiah terdiri atas: (1) karya ilmiah akademis dan (2) karya ilmiah profesional. (3) tesis. dan disertasi untuk jenjang Strata 3 (S-3).. (4) artikel. Kertas kerja adalah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 35 . Tugas akhir wajib disusun oleh mahasiswa program ahli madya. Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat objektif. tesis wajib disusun oleh mahasiswa program Magister (S-2) dan disertasi wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S-3) dalam rangka menyelesaikan studinya. Karya ilmiah profesional yaitu karya ilmiah yang dibuat pengembangan profesi bagi para profesional dengan tujuan menyebarluaskan informasi akademis dengan proses penulisan memerlukan bimbingan. dan (4) disertasi.

Bagian pengenalan dalam masing-masing bentuk karya ilmiah adalah tidak sama. disertasi dan laporan penelitian. Beberapa butir pada bagian pengenalan yang terdapat dalam semua jenis karya ilmiah yaitu judul dan kepemilikan karya ilmiah atau nama penulis. dan kepustakaan. skripsi. Syarat judul yang baik adalah mencerminkan isi karangan.karya ilmiah yang berisi analisis terhadap fakta secara objektif. Artikel adalah karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. pola dasar karya ilmiah paling tidak berisikan bagian-bagian yang sudah baku. Kemudian. yaitu bagian pengenalan. batang tubuh. (2) wahana bagi civitas akedemika untuk memberikan kontribusi dalam perkembanngan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Bagian pengenalan dalam karya ilmiah merupakan bagian awal yang berisi hal-hal yang bersifat informatif tentang karya ilmiah tersebut. berupa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 36 . tesis. Judul adalah identitas tulisan yang merupakan kepala karangan. kertas kerja. Bagian pengenalan pada jenis karya ilmiah yang berbentuk buku berbeda dengan bagian pengenalan bentuk makalah. Dari paparan di atas. artikel. Sistematika penulisan dalam karya ilmiah terdiri atas bagian-bagian yang berurutan. Dalam bagian pengenalan ada dua jenis pengenalan. perbedaannya dengan makalah adalah analisis yang lebih mendalam daripada analisis data dalam makalah. memunyai kedudukan: (1) wahana bagi mahasiswa untuk menyajikan nilainilai teoretis maupun praktis secara objektif dan sistematis yang merupakan produk atas dasar pengetahuan dan menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. yaitu bagian pengenalan yang bersifat umum dan bagian pengenalan yang bersifat khusus. Secara umum. BAGIAN KARYA ILMIAH Dalam penulisannya karya ilmiah harus sesuai dengan sistematika dan metode penulisan yang tepat. 2. karya ilmiah di Universitas Negeri Semarang. laporan penelitian adalah karya ilmiah yang menyajikan data dan analisis suatu penelitian.

Abstrak adalah ringkasan tulisan. dan rumusan masalah. artikel dan kertas kerja berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang disajikan. yaitu pendahuluan. Kemudian. bersifat singkat dan jelas serta menarik. dari pendahuluan sampai penutup. disertasi dan laporan penelitian bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. masalah. rumusan masalah. Untuk karya ilmiah yang berbentuk buku. Untuk karya ilmiah yang berbentuk skripsi. dan manfaat. Bagian akhir dalam batang tubuh adalah bagian penutup yang berisi simpulan dan saran. Bagian terakhir dalam penulisan karya ilmiah adalah bagian kepustakaan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 37 . sedangkan kata pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh orang lain yang menguasai karya ilmiah yang bersangkutan. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah karya ilmiah. metode. Bagian kedua dalam penulisan karya ilmiah adalah batang tubuh. Batang tubuh adalah isi karya ilmiah yang sebenarnya. Keduanya merupakan istilah yang berbeda. tesis. makalah. Dalam abstrak tercakupi seluruh bagian isi karangan. tujuan.pernyataan. Bagian kepustakaan mencakup daftar pustaka dan lampiranlampiran. skripsi. Untuk karya ilmiah yang berbentuk artikel. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian karya ilmiah pada intinya terbagi menjadi 3 bagian pokok. terdapat pula prakata dan kata pengantar. Secara umum batang tubuh terbagi menjadi tiga. disertasi. Bagian pendahuluan dalam karya ilmiah setidaknya berisi latar belakang. jika penulis lebih dari satu harus dicantumkan semua. seperti indeks dan biografi pengarang. serta pembahasan. Nama penulis hendaknya tidak menyertakan gelar atau pangkat. Bagian kedua dalam batang tubuh adalah bagian isi. pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh penulisnya sendiri. tesis. Dalam baris kepemilikan biasanya dituliskan nama penulis beserta lembaganya. isi dan penutup. dan hasil. Pangkat dan gelar dapat dicantumkan pada bagian biografi pengarang jika ada. dan laporan penelitian bagian isi berupa landasan teoretis. Butir yang lain dalam bagian pengenalan adalah abstrak.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 38 . Bagian terakhir dalam karya ilmiah adalah kepustakaan. (2) menerapkan pemahaman tentang teori. nama penulis. yaitu judul. rumusan masalah. Pada bagian batang tubuh terdapat tiga bagian unsur. berisi daftar pustaka dan lampiran. tujuan dan manfaat. baik mahasiswa program Diploma. isi/pembahasan. (3) menerapkan kemampuan mengemas berbagai sumber informasi dalam satu pembahasan yang utuh. dan penutup. Makalah memiliki karakteristik sebagai berikut. Pada bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. batang tubuh dan bagian penutup. pengantar dan atau kata pengantar dan abstrak bagi karya ilmiah yang bersifat laporan penelitian. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif yang menunjukkan identitas karya ilmiah. prinsip. KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH 3. metodologi penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Bagian isi/pembahasan memuat landasan teoretis. Pada bagian penutup berisi simpulan dan saran. 3. dan Strata 3 (S-3).1 Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu topik tertentu yang tercakup dalam suatu mata kuliah. yaitu pendahuluan.yaitu bagian pengenalan. Strata 1 (S-1). (1) menyajikan hasil kajian literatur yang berkaitan dengan topik atau cakupan permasalahan. Makalah merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas atau menyelesaikan suatu perkuliahan. Bagian batang tubuh merupakan bagian inti dalam karya ilmiah. Strata 2 (S2). atau metode tertentu yang berkaitan dengan materi perkuliahan.

3. justifikasi terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah. laporan buku/bab/artikel ilmiah juga dapat menyajikan analisis. Selain itu. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian atau bidang studinya. Laporan buku/bab/artikel ilmiah bertujuan untuk memperdalam dan memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa tentang topik yang disajikan atau dibahas dalam suatu mata kuliah yang ditempuhnya. Untuk itu. SEbagai bagian dari tugas perkuliahan.3 Skripsi Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan atau Sarjana Non-Pendidikan. laporan buku/bab/artikel ilmiah memiliki kriteria sebagai berikut. (1) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan harus aktual. Untuk itu. (3) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan memberikan kontribusi bagi mahasiswa untuk memperdalam topik yang dibahas dalam mata kuliah.3. buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan ditentukan oleh dosen atau dapat pula diusulkan oleh mahasiswa setelah mendapat persetujuan dosen yang bersangkutan. (2) Buku/bab/artikel memunyai kualitas isi yang baik. skripsi memunyai criteria sebagai berikut: Panduan Penulisan K arya Ilmiah ilmiah yang dilaporkan 39 . minimal terbitan lima tahun terakhir.2 Laporan Buku/Bab/Artikel Ilmiah Laporan buku/bab/artikel ilmiah merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan pemahaman mahasiswa terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah yang disertai dengan ulasan atau pandangan penulis. kritik.

bahasa Prancis. bahasa asing lainnya) dan bahasa Indonesia. dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris. bahasa asing lainnya). Magister Manajemen Pendidikan (MP). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 40 . (3) Skripsi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas dekan. Tesis disusun untuk meraih gelar Magister Pendidikan (M. Tesis merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan keilmuwan pada salah satu bidang keilmuwan yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. (5) Skripsi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Dekan. Untuk program studi atau jurusan tertentu skripsi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris.Pd). Tesis memiliki karakteristik sebagai berikut ini.4 Tesis Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Magister (S-2).(1) Topik skripsi dapat bersumber dari permasalahan- permasalahan yang sesuai dengan bidang studi atau bidang keahlian mahasiswa. bahasa Arab. 3. bahasa Arab. (2) Skripsi ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan dan/atau penelaahan pustaka yang relevan. (4) Skripsi ditulis daalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. bahasa Prancis.

(1) Topik tesis berfokus pada kajian yang aktual yang tercakup dalam salah satu disiplin ilmu. 3. sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. (2) Tesis ditulis atas dasar pengujian empirik terahadap teori tertentu dalam disiplin ilmu yang dipelajari. Untuk penelitian bibliografi digunakan sumber-sumber yang otentik. (5) Tesis ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. (3) Tesis ---untuk penelitian lapangan--.menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang oleh data sekunder.5 Disertasi Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Doktor Panduan Penulisan K arya Ilmiah 41 . tesis dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris). (6) Tesis dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (4) Tesis ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. Untuk program studi atau jurusan tertentu.

(S-3). Disertasi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berkaitan temuan baru pada salah satu disiplin ilmu yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. Disertasi disusun dan dipertahankan untuk meraih derajat gelar Doktor. Disertasi memiliki karakteristik sebagai berikut ini. (1) Topik disertasi berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan bidang yang dipelajari oleh mahasiswa. (2) Disertasi ditulis atas temuan sesuatu yang baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam, baik berupa pengujian terhadap teori-teori yang ada, pengembangan teori dan prinsipprinsip baru, tau pengembangan suatu model baru yang diuji di lapangan. (3) Disertasi menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang pula oleh data sekunder. (4) Disertasi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen, yaitu: promotor, ko-promotor, dan anggota yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (5) Disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk program studi atau jurusan tertentu disertasi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris),

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

42

dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris) dan bahasa Indonesia. (6) Disertasi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. 4. BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Sosok skripsi, tesis dan disertasi terdiri atas tiga bagian, yakni bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir. Bagian awal adalah bagian mulai dari sampul sampai dengan bagian sebelum bab pendahuluan. Mulai bab pendahuluan sampai dengan penutup merupakan bagian pokok, sedangkan bagian sesudah itu merupakan bagian akhir. 4.1 Bagian Awal Bagian awal skripsi terdiri atas sampul, lembar kosong berlogo Universitas Negeri Semarang bergaris tengah 13 cm, lembar judul, lembar pengesahan, lembar pernyataan, lembar motto dan peruntukan, lembar abstrak (khusus untuk tesis dan disertai ditambah abstrak berbahasa inggris), kata pengantar, daftar isi, daftar singkatan dan tanda teknis (kalau ada), daftar tabel (kalau ada), daftar gambar (kalau ada), dan daftar lampiran (kalau ada). Lembar bagian awal ini diberi nomor halaman dengan huruf Romawi kecil, ditaruh di kaki halaman bagian tengah. Penomoran halaman
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

43

dimulai dari lembar judul (bukan sampul) sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan. 4.1.1 Sampul Pada sampul bagian tengah atas terdapat logo Universitas Negeri Semarang, bergaris tengah 3 cm. Di bawahnya dituliskan judul dengan huruf kapital tebal berukuran 15-16. Di bawahnya tertulis kata “SKRIPSI/TESIS/DISERTASI” (dipilih salah satu) yang dicetak dengan huruf kapital tebal berukuran 14, diikuti pada baris berikutnya kalimat dengan huruf kapital tebal juga dengan ukuran 12, yang berbunyi “Untuk memperoleh gelar sarjana.../magister.../doktor “...(dipilih salah satu; diisi bidang studi yang ditempuh) pada Universitas Negeri Semarang. Di bawahnya dituliskan dengan huruf berukuran 12 kata “oleh” (tanpa tanda titik dua), di bawahnya lagi dituliskan nama, dan di bawahnya lagi NIM ... (diisi angkanya). Pada kaki halaman dituliskan dengan huruf kapital tebal berukuran 14-15 nama Fakultas, Jurusan dan atau Program Studi, dan di bawahnya lagi tahun ujian skripsi/tesis/disertasi. Semuanya itu dicetak dengan huruf Roman tegak, diatur secara simetris dengan komposisi yang serasi. Sampul dibuat dari bahan tebal. Di punggung sampul dibubuhkan logo (berdiri), nama (memanjang, dengan huruf biasa berukuran 12), judul (memanjang, dengan huruf kapital berukuran 14), skripsi/tesis/disertasi, dan tahun. Contoh sampul lihat lampiran 1. 4.1.2 Lembar Berlogo
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

44

4 Pengesahan Kelulusan Lembar ini berisi pernyataan berikut: Skripsi/Tesis/Disertasi ini (dipilih salah satu) telah dipertahankan di hadapan Panitia Peng-uji Skripsi/Tesis/Disertasi (dipilih salah satu) Fakultas/Program Pascasarjana/Universitas Negeri Semarang pada hari.1. ditulis di tengah atas. 4. Untuk skripsi panitianya panitia fakultas. bukan buatan orang lain. tanggal. yang masing-masing disertai tempat pembubuhan tanda tangan beserta nama lengkap dan NIP-nya.. untuk tesis panitia Program Pascasarjana. Selanjutnya dicantumkan Ketua. Contoh lembar Persetujuan Penguji lihat lampiran 3. dan tidak menjiplak karya Panduan Penulisan K arya Ilmiah 45 . 4. Isi pernyataan itu ialah bahwa skripsi/tesis/disertasi ini hasil karya (penelitian dan tulisan) sendiri. dan untuk disertasi panitia Universitas. hanya saja dicetak pada kertas hvs putih dengan bobot terendah 70 gr..1.. Sekretaris.5 Pernyataan Lembar ini diberi judul PERNYATAAN.1.(bulan dan tahun).. dan Anggota panitia penguji.Lembar kosong berlogo merupakan pembatas antara sampul dan lembar judul.3 Judul Lembar judul bunyinya sama dengan yang terdapat pada sampul.. 4.

1. tesis. disertasi. atau disertasi itu harus diperbaiki dulu sebelum Panduan Penulisan K arya Ilmiah 46 . 4. Motto adalah ungkapan bijak untuk kehidupan. tesis. Contoh Lembar Pernyataan lihat lampiran 4. atau lainnya yang langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi. Kalau penulis yakin bahwa dalam skripsi.7 Kata Pengantar Lembar kata pengantar diberi judul ”KATA PENGANTAR” yang diletakkan di tengah atas. Peruntukan adalah pernyataan bahwa karya ilmiah itu diperuntukkan kepada orang atau lembaga tertentu. atau disertasinya itu masih banyak kesalahan atau kekurangan. yang dipilih berkaitan dengan judul skripsi/tesis/disertasi. namun yang pokok adalah ucapan terima kasih secara jujur dan wajar kepada orang-orang. serta mengharapkan kritik dari pembaca. lembaga. Dalam kata pengantar boleh dikemukakan ungkapan puji syukur. tesis. boleh tidak. 4. tesis. Contoh lembar motto dan persembahan lihat lampiran 5. baik seluruhnya maupun sebagian. Dalam kata pengantar tidak boleh ada pernyataan bahwa penulis yakin akan adanya banyak kesalahan atau kekurangan dalam skripsi. atau disertasinya dan atas dasar itu penulis minta maaf. skripsi.ilmiah orang lain.1.6 Motto dan Peruntukan Lembar ini boleh ada.

Lagipula harapan kritik itu tidak diperlukan sebab skripsi. dicetak dengan huruf kapital. permintaan kritik itu dinyatakan. dengan jarak dua spasi dicantumkan nama akhir penulis. Selanjutnya dicantumkan kata Skripsi Jurusan/Program. seperti halnya naskah bagian utama. Pada baris baru berikutnya dicantumkan Kata-kata kunci: .. atau disertasi adalah karya ilmiah untuk diuji. Di bawahnya.. diikuti judul skripsi. dan saran yang diajukan.. Pada akhir teks kata pengantar dicantumkan kata Penulis. Baru kalau nantinya naskah skripsi. lalu nama depan dan tengah (kalau ada).. diikuti tanda titik. diberi judul ”ABSTRAK”. Pada baris berikutnya. Butir-butir ini hendaklah ditulis dalam paragraf Panduan Penulisan K arya Ilmiah 47 . atau disertasi itu akan diterbitkan. Teks kata pengantar diketik dengan spasi dua. lalu tahun lulus ujian. diletakkan di pojok kanan bawah.. disusul dengan pencantuman nama-nama pembimbing.1. hasil yang diperoleh.8 Abstrak Abstrak ditulis pada lembar baru. dengan jarak dua spasi ditulis teks abstrak dengan spasi satu. tesis. diikuti tanda koma.Universitas Negeri Semarang diakhiri tanda titik. Isi abstrak meliputi latar belakang masalah. 4. berkisar dari tiga sampai dengan lima kata. tesis. tanpa disertai nama. rumusan masalah.ujian karena kesalahan ilmiah tidak dapat diselesaikan dengan permintaan maaf. atau disertasi. tidak boleh lebih dari dua halaman. diikuti tanda titik. tesis. ditulis di tengah atas. pendekatan dan metode yang digunakan.

dengan tidak menolak kemungkinan untuk memecah butir tertentu untuk dituangkan dalam paragraf yang berbeda kalau diperlukan. 4. judul-judul bab beserta subbab dan anak subbabnya masing-masing.10 Daftar Singkatan dan Tanda Teknis Daftar ini memuat singkatan teknis beserta kepanjangannya dan tanda teknis beserta makna atau penggunaannya. semuanya diketik dengan huruf kapital.1.yang berbeda. mulai dari abstrak. abstrak berbahasa Inggeris dengan judul ”ABSTRACT” wajib disertakan pada lembar terpisah setelah abstrak berbahasa Indonesia. Khusus untuk tesis dan disertasi. Contoh abstrak lihat lampiran 6. 4. atau disertasi. 3.9 Daftar Isi Dalam daftar isi dimuat judul-judul yang terdapat pada bagian awal skripsi. yakni untuk kemudahan pemberian. tetapi bisa diketik dalam satu halaman saja karena keduanya mempunyai fungsi teknis yang sama. tesis. dan judul-judul pada bagian akhir.1.1. Keseluruhan teks abstrak tidak boleh lebih dari satu halaman kuarto. Kecuali judul subbab dan anak subbab. Singkatan dan tanda teknis jangan dicampur.11 Daftar Tabel Panduan Penulisan K arya Ilmiah 48 .

4.metode penelitian.teori yang digunakan untuk landasan penelitian.1 Pendahuluan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 49 . 4. diikuti titik-titik seperti pada daftar isi.1.dan penutup.2 Bagian Pokok Bagian pokok skripsi. 4. 4.bergantung pada banyaknya materi yang akan disajikan dan perlunya pemilahan materi itu menjadi unit-unit tertentu.13 Daftar Lampiran Cara membuat daftar lampiran sama juga dengan cara membuat daftar tabel. lalu disusul nomor halaman tempat tabel terdapat dalam teks.2. Judul tabel yang lebih dari satu halaman ditik dengan spasi satu. Jarak antara judul tabel yang satu dengan yang lain dalam daftar itu satu setengah spasi.tesis.1.atau disertai terdiri atas bab pendahuluan.12 Daftar Gambar Cara membuat daftar gambar sama dengan cara membuat daftar tabel.hasil penelitian.Daftar tabel memuat nomor dan judul tabel.hasil penelitian tidak harus hanya disajikan dalam satu bab.

atau disertai itu diteliti.mengapa dan untuk apa penelitian dilakukan.Bagian ini adalah bab pertama skripsi. Dengan melihat hasil yang diperoleh dalam penelitian sebelumnya.Untuk itu perlu dilakukan kajian pustaka yang memuat hasil-hasil penelitian tentang topik yang dipilih itu.Untuk menerengkan keternalaran tersebut perlu dijelaskan dulu pengertian rumusan topik yang dipilih untuk diteliti. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 50 .tesis.bab pendahuluan memuat uraian tentang (1) latar belakang masalah penelitian.atau disertai yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui apa yang diteliti. dapat ditunjukkan apakah topik yang dipilih itu memang masih layak untuk diteliti.Dalam hal ini dapat dikemukakan misalnya. (4) tujuan penelitian. Setelah itu. (6) pembatasan masalah (1) Latar Belakang Bagian ini pada dasarnya menerangkan keternalaran (kerasionalan) mengapa topik yang dinyatakan pada judul skripsi.diterangkan ketenalaran pemilihan topik itu dilihat dari paradigma penelitian sejenis.tesis. (3) identifikasi masalah.Oleh karena itu.adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. (5) kegunaan penelitian.antara teori dan praktek.Baru kemudian diterangkan argumen yang melatarbelakangi pemilihan topik itu dilihat dari posisi substansi topik itu dalam keseluruhan sisitem substansi yang melingkupi substansi topik itu. (2) rumusan masalah.

siapa.yakni apa. sejauh mana.kajian pustaka untuk mengemukakan keternalaran (kerasionalan) pemilihan topik penelitin itu bisa ditaruh di bawah judul tersendiri.Rumusan itu tidak harus sdalam bentuk kalimat tanya.di mana.yang berbeda dari sebelumnya. berapa. misalnya Hasil Penelitian Sebelum ini.rumusan masalah hendaklah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 51 .Oleh karena itu.yang bisa mengatasi kekurangan hasil penelitian itu. Dalam tesis dan disertai. Rumusan masalah harus diturunkan dari rumusan topik.ke mana. (2) Rumusan Masalah Rumusan masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau pertanyaan yang perlu dijawab dengan penelitian. seberapa.tidak boleh keluar dari lingkup topik.atau dalam penelitian yang bari itu digunakan teori lain atau metode lain yang diduga dapat menghasilkan temuan yang lain dari sebelumnya.Dengan demikian.bagaimana (bisa tentang cara atau wujud/keadaan).tetapi hendaklah mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan.Dalam kajian pustaka itu pembicaraan dilakukan secara kronologis.dari mana.diketahui kemajuan penelitian yang dilakukan para peneliti selama ini dan diketahui pula posisi peneliti sekarang dalam deretan penelitian sejenis.dan sebagainya.mengapa.asal penelitian yang baru itu dapat menghasilkan sesuatu yang baru.Topik yang pernah diteliti boleh saja diteliti.

tetapi yang akan diteliti hanya masalah-masalah tertentu.rumusan masalah harus terinci dan terurai dengan jelas agar dapat dipecahkan dan dicarikan datanya untuk pemecahannya.Kalau ada variabel umum dan khusus.Untuk masalah-masalah perlu diidentifikasi dengan baik.Jadi. Rumusan masalah yang baik harus memungkinkan untuk menentukan metode pemecahannya dan mencarikan datanya.mencakupi semua variabel yang tergambarkan dalam rumusan topik. kalau memang tidak ada pembatasan.karena variabel atau wujud data yang diperlukan dan teknik pemerolehannya dapat diprakirakan. Rumusan sejajar dengan rumusan masalah. hendaklah dirumuskan masalah pokok beserta sub-submasalah-nya.permasalahan perumusan masalah menjadi operasional.tetapi yang penting bukan judulnya.Misalnya.Akan tetapi. maksudnya masalah-masalahnya dapat dipecahkan. Identifikasi masalah bisa ditaruh di bawah judul tersendiri.Dengan identifikasi masalah itu.perlu ada pembatasan masalah disertai keterangan mengapa masalah yang diteliti dibatasi.Pembatasan masalah ini bisa dicantumkan di bawah judul tersendiri.melainkan materi identifikasinya itu sendiri.tidak perlu ada sub-judul Pembatasan Masalah. (3) Tujuan Penelitian Tujuan penalitian mengungkapkan apa yang ingin dicapai dalam penelitian. Kalau terdapat banyak masalah.kalau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 52 .

bisa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 53 .Adanya uraian ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah yang dipilih memang layak untuk diteliti.2.masalahnya apakah ada pengaruhnya pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang dan jika ada. 4.2 Teori yang Digunakan untuk Landasan Penelitian Dalam penelitian diperlukan dua landasan.yakni landasan teoretis dan landasan faktual.baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentingan praktik.Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik.Landasan teoretis ialah teori yang digunakan untuk landasan kerja penelitian tentang topik yang diambil untuk diteliti.Keduanya diuraikan dalam dua bagian tesis yang berbeda.dan jika ada berapa besar peranannya. Landasan teoretis diuraikan pada bab II.tetapi berturutan. (4) Kegunaan Penelitian Yang diuraikan di sini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan.Landasan faktual ialah data tentang topik yang diteliti. Dalam landasan teoretis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian.rumusan tujuannya dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang.berapa besar peranannya.sedangkan landasan faktual diuraikan pada bab III.

Dengan cara itu.dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 54 .disertai.Dengan demikian. Pustaka yang dikaji itu bisa berupa buku atau artikel dalam jurnal ilmiah.Termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu.tesis.Lagi pula.dari yang lama sampai dengan yang mutakhir untuk menunjukkan kemajuan hasil penelitian sejalan dengan perkembangan teori.Variabelvariabel pembangun topik penelitian juga perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu.Data pun dapat diidentifikasi.Prinsip-prinsip teori itu perlu diuraikan.Namun. Namun.teori apapun yang digunakan harus dipertanggung Jawabkan melalui kajian sejumlah pustaka yang memuat hasil penelitian dalam lingkup penelitian yang menggunakan teori yang berbeda.keunggulan teori yang dipilih sebagai landasan kerja penelitian menjadi tampak.di antara sederet teori.Teori itu dikaji secara kronologis. semua itu harus relevan dengan topik penelitian.masalah. Dengan uraian tentang teori itu hakikat topik penelitian menjadi jelas.pengolahan.sedangkan lahan pengambilan dapat ditentukan.laporan penelitian.makalah.dan tujuannya terperikan secara operasional.juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahlu. skripsi.Variabelvariabel.kajian itu dilakukan dalam rangka pemilihan teori yang dipandang tepat untuk landasan kerja penelitian.teknik pengumpulan.Kajian pustaka untuk menentukan apakah topik yang diteliti itu atau yang berkaitan dengan topik itu mungkin sudah pernah diteliti orang lain sudah diuraikan di bagian pendahuluan. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup.

(2) variabel penelitian yang dirumuskan secara operasional.Khusus dalam penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 55 . 4.3 Metode Penelitian Uraian tentang metode penelitian dimuat dalam bab tersendiri. sampel . (4) instrumen penelitian disertai penentuan validitas dan reliabitasnya.lalu dilakukan analisis data.dan teknik pengambilan sampel penelitian.khususnya penelitian bahasa dan sastra. Dalam penelitian kualitatif.uraian tentang teori yang dipakai sebagai landasan penelitian diikuti uraian tentang kerangka berpikir dan rumusan hipotesis.Jadi.analisis data dapat dirancang. Yang perlu diuraikan dalam penelitian kuantitatif adalah (1) jenis dan desain penelitian. butir (3) diganti dengan sumber data.prosedurnya sama:dimulai dari pengumpulan data.Kerangka berpikir menggambarkan pola hubungan logis antar variabel dalam pemecahan masalah yang diteliti.butir (2) diganti dengan uraian tentang wujud data. (3) populasi.yakni bab III.Akan tetapi.tetapi juga melandasi metode penelitian.sedangkan hipotesis menyatakan dugaan atau ramalan tentang hasil pemecahan masalah atas dasar kerangka berpikir. (5) teknik pengumpulan data.landasan teoretis tidak hanya melandasi identifikasi sasaran. Dalam penelitian kuantitatif jenis tertentu. (6) teknik pengolahan dan analisis data. Tentang metode penelitian terdapat perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.2.dilanjutkan dengan pengolahan data.

sistematis.bergantung kepada organisasi temuannya dalam pemecahan masalah.Kalau dalam penelitian digunakan beberapa teknik pengumpulan atau analisis data.Yang penting adalah semua masalah harus ada jawabannya.Yang diuraikan adalah populasinya siapa atau apa. tidak tidak berarti bahwa judul bab ini Hasil Penelitian dan Pembahasan. dan tuntas.butir (1) diganti dengan sasaran dan ancangan penelitian.istilah.kegunaannya masing-masing perlu diterangkan.tetapi tidak harus dalam satu bab.linguistik dan penelitian sastra.atau disertai.2.4 Hasil Penelitian Hasil penelitian dimuat dalam bab tersendiri. 4. Bisa dua bab atau lebih.sampel. Dalam uraian tentang metode penelitian itu tidak cukup hanya disebut istilah.Akan tetapi. Sebaliknya dalam uraian itu tidak perlu didefinisikan pengertian populasi.misalnya digunakan teknik wawancara. Bab inti ini memang berisi hasil penelitian beserta penjelasannya.dan dari jumlah sampel itu diambil sampel berapa.Prosedur pelaksanaan metode atau teknik itu perlu diterangkan.tesis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 56 .Jawaban atas masalah yang dirumuskan di bab pendahuluan harus diuraikan dengan jelas. dan sebagainya seperti dalam pelajaran metodologi penelitian.dan seterusnya.Judul hendaknya dirumuskan sesuai dengan topik (judul) skripsi.

Lagi pula uraian atau pembahasan masalah yang dilakukan secara panjang lebar dalam bab sebelumnya semuanya ada simpulannya.Bangunan sistem itu hanya bisa dipahami dalam keseluruhannya.Dalam penelitian kualitatif.atau disertai.temuan (hasil) penelitian itu berupa sistem yang mungkin tersusun dari sub-subsistem.Saran hendaklah disertai dengan argumentasinya. Penyajian simpulan hendaklah sejalan dengan penyajian masalah.Dengan demikian.masalah yang dikemukakan di bagian pendahuluan semuanya terjawab dan dengan jawaban itu semua tujuan telah tercapai.tesis.Dengan demikian.Kalau mungkain juga disertai jalan keluarnya.bab ini bisa dibagi dua subbab. Penyajian saran harus sejalan dan didasarkan pada simpulan atau temuan.tujuan.5 Penutup Bab penutup merupakan bab terakhir skripsi. 4.Temuan (hasil) penelitian kuantitatif yang dinyatakan dengan angka harus ditafsirkan dengan katakata.dan tafsiran itu perlu dijelaskan dan dibahas lebih lanjut.Isinya adalah simpulan dan saran. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 57 .dan uraian tentang hasil penelitian. Pemisahan itu dimungkinkan dalam penelitian kuantitatif karena pemisahan temuan (hasil) penelitian dari penjelasannya tidak akan merusak organisasi substansi temuan (hasil) penelitian.Oleh karena itu.2.temuan (hasil) penelitian dan pembahasannya tidak dapat dipisahkan.

dan takarir atau daftar kata kunci/istilah(kalau ada). Jarak dengan teks di atasnya empat spasi.Termasuk saran yang berharga adalah saran tentang perlunya dilakukan penelitian lanjutan. Daftar pustaka ditulis langsung setelah teks berakhir pada halaman baru dengan judul ”DAFTAR PUSTAKA”. mengingat bahwa belum tentu semua masalah dapat dipecahkan secara tuntas dalam penelitian sekarang atau setelah selesainya penelitian sekarang ini timbul masalah lain yang terkait. Daftar pustaka ditulis sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 58 . tesis dan disertasi.Saran dapat bersifat praktis atau pragmatis. ditulis mulai dari pias kiri.dapat juga bersifat teoretis.3 Bagian Akhir Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka. artinya hanya pustaka yang dirujuk dalam teks skripsi. kapital semua. lampiran (kalau ada). Judul tersebut dicetak tebal dengan huruf tegak. penjurus atau indeks (kalau ada). Perlu pula diperhatikan kemutakhirannya dan diusahakan juga dari hasil-hasil penelitian dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik skripsi. berukuran 12. Keberadaan daftar pustaka adalah wajib. 4. tesis dan disertasi yang harus ditulis dalam daftar pustaka.

dan dimuat di dalam jurnal agar dibaca oleh kalangan yang lebih luas. 5. bab ini menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan penulisan (1) artikel hasil penelitian dan (2) artikel konseptual. Artikel hasil penelitian ditulis berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di lapangan dan dilaporkan kembali dalam bentuk yang lebih padat. (3) abstrak dan kata kunci. Artikel hasil penelitian terdiri atas (1) judul.1. lugas.Artikel ilmiah ialah karangan yang dihasilkan melalui proses penelitian lapangan atau pemikiran konseptual yang berlandaskan kajian kepustakaan dan diterbitkan di dalam jurnal ilmiah. Arikel jenis ini dapat berdasarkan hasil penelitian kualitatif ataupun penelitian kuantitatif. dan (10) daftar rujukan. dan sederhana. (6) hasil. (9) catatan akhir. Artikel konseptual ditulis berdasarkan pemikiran atau perenungan yang mendalam terhadap objek atau fenomena tertentu berlandaskan acuan kepada teori yang diperoleh melalui kajian pustaka (library research) untuk tujuan yang serupa dengan tujuan penulisan artikel hasil penelitian. (4) pendahuluan. 5. jelas.1 Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian ialah artikel ilmiah yang disajikan sebagai hasil penelitian lapangan yang yang dilandasi dengan kajian teoretis terhadap hasil penelitian terdahulu. (5) metodologi. (8) simpulan.1 Judul Panduan Penulisan K arya Ilmiah 59 . (2) nama penulis dan lembaga asal. (7) bahasan. Untuk itu.

Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. yang ditulis tepat di baris setelah judul yang berbahasa Indonesia. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. Namun.Judul (title) artikel hasil penelitian hendaknya informatif.1. semua nama lembaga asal penulis harus dicantumkan sebagai Panduan Penulisan K arya Ilmiah 60 . KENDALA SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN (Socio-Cultural Constraints in Developing Rural Comunities) 5. tidak terlalu panjang. B. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. nama lembaga asal hanya ditulis sekali.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. lengkap. Judul artikel hasil penelitian memuat variabel yang diteliti atau kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti. Judul artikel yang berbahasa Indonesia diikuti dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris. yaitu antara 5 sampai dengan 15 kata.

Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut Panduan Penulisan K arya Ilmiah 61 . Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda bintang (*).1. 5. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 sampai dengan 5 buah. Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris.2 cm). Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf.3 Abstrak dan Kata Kunci Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. prosedur penelitian (untuk penelitian kualitatif termasuk deskripsi tentang subjek yang diteliti). tujuan. dan ringkasan hasil penelitian sebagai tekanannya. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata.catatan kaki.

dan langsung mengenai masalah yang diteliti. padat. Gagasan teoretis harus disajikan secara ringkas. (2) masalah .4 Pendahuluan Pendahuluan tidak diberi judul.1. (3) tujuan penelitian. Keempat gagasan tersebut ditulis dalam bentuk paragraf yang memperlihatkan adanya koherensi antara gagasan satu dengan gagasan yang lain. dan (4) sistematika artikel. bagian ini harus disertai dengan rujukan kepada berbagai sumber yang terpercaya. Gagasan teoretis mengarahkan pembaca ke rumusan masalah yang dilengkapi dengan rencana pemecahannya dan rumusan tujuan. kajian pustaka dibutuhkan untuk mendukung penyampaian gagasan tadi. Aspek yang dibahas dapat mencakupi aspek histories. menentukan jenis dan jumlah sample.1.5 Metodologi Metodologi diartikan sebagai kumpulan metode yang digunakan untuk membuat desain penelitian. ditulis langsung setelah kata kunci. landasan teori atau aspek lain.ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. Jumlah rujukan harus proporsional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak). 5. Sebab itu. 5. Karena pendahuluan memuat gagasan teoretis mengenai suatu perkara. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 62 . Bagian ini menyajikan gagasan pokok yang paling sedikit terdiri atas empat bagian: (1) latar belakang penulisan artikel.

bagian ini antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel (atau subjek). Perlu pula disajikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian. keterangan tentang informan.menarik data. cara menggali data penelitian. dan lama penelitian. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa sub-bagian. Penelitian yang mendasari penulisan artikel menggunakan alat dan bahan perlu dilengkapi dengan sajian tentang spesifikasi alat dan bahan. cara analisis data. pada dasarnya. dan teknik analisis data. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 63 . bagian ini menyajikan cara pelaksanaan penelitian. subjek penelitian. Untuk penelitian kualitatif perlu ditambahkan uraian mengenai kehadiran peneliti. sumber data. Dalam rangka penulisan artikel. sedangkan spesifikasi bahan juga perlu diberikan karena penelitian ulang dapat berbeda dengan penelitian terdahulu apabila spesifikasi bahan yang digunakan berbeda. Bagian ini hanya memuat hal yang pokok saja. lokasi penelitian. Dengan perkataan lain. uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu disajikan di dalam artikel ilmiah. dan mengolah atau menganalisis data. Materi pokok bagian metodologi adalah cara pengumpulan data. instrumen pengumpul data. atau pemilahan ke dalam sub-bagian. Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat. rancangan penelitian (terutama jika digunakan raancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental).

Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan. sampel yang berlebihan. proses analisis data (seperti perhitungan statistik. Hasil analisis boleh disajikan dengan tabel atau grafik asalkan dalam bentuk yang ringkas.1. keduanya harus diberi judul dengan komentar yang memadai walaupun komentar tersebut tidak harus dilakukan per tabel atau grafik. Untuk artikel hasil penelitian kuantitatif. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 64 . penyajian bisa dilakukan dengan memilah bagian ini menjadi subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian. Jika ke dalam sajiak disertakan tabel dan/atau grafik untuk memperjelas sajian verbal. dan sebagainya) tidak perlu disajikan.5. Bagian ini menyajikan hasil analisis data yang dilaporkan secara bersih. Sebaliknya. Dengan perkataan lain. Karena itu. bagian ini biasanya merupakan bagian terpanjang. yang dimuat di dalam artikel hanya hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis. jelas dan tidak mengganggu alur piker di dalam teks. semua sajian bisa berupa gabungan pembahasan. termasuk pembandingan antara koefisien yang ditemukan dalam analisis dengan koefisien dalam tabel statistik. tabel yang panjang. Apabila hasil yang disajikan cukup panjang.6 Hasil Hasil adalah bagian utama artikel ilmiah. apabila bagian ini pendek.

(2) menafsirkan temuan dan menarik inferensi berdasarkan temuan itu. Misalnya ditemukan adanya hubungan antara strategi pembelajaran dan prestasi siswa. dalam bagian pembahasan perbedaan itu haruslah diuraikan secara rinci dengan bukti yang memadai. Untuk menunjukkan terjadinya pemecahan masalah atau pencapaian tujuan penelitian. sintesis. dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang saudah ada. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori yang ada.1. analisis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 65 . Misalnya. eksplanasi.Untuk artikel hasil penelitian kualitatif. harus hasil penelitian disimpulkan secara eksplisit. (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan. diskusi. dapat ditafsirkan bahwa strategi dapat berpengaruh besar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. bagian hasil memuat deskripsi. perbandingan dan sebagainya yang tersaji rinci dalam bentuk subtopik yang masing-masing berkaitan langsung dengan fokus penelitian. Tujuan bahasan: (1) memecahkan masalah penelitian atau menunjukkan pencapaian tujuan penelitian. jika dinyatakan bahwa penelitian bertujuan mengetahui perbedaan penggunaan antara satu strategi dan stgrategi lain dalam pembelajaran bahasa asing.7 Bahasan Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. 5.

Penolakan teori harus disertai dengan modifikasi atau rumusan teori baru. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 66 . Untuk penelitian kualitatif. bagian ini dapat pula memuat gagasan peneliti.Temuan diintegrasikan ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dengan jalan membandingkan temuan itu dengan temuan penelitian sebelumnya. teori yang lama bisa dikonfirmasi atau ditolak. Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu. dan bukan dalam bentuk angka. dan posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya. sebagian atau seluruhnya. atau dengan kenyataan di lapangan. Simpulan dapat diikuti dengan saran yang disusun berdasarkan simpulan. Pembandingan harus disertai rujukan yang sesuai. Jika penelitian yang menjadi dasar penulisan artikel berupa telaah teori (penelitian dasar). 5. Simpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup.1.8 Simpulan Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Saran bisa merujuk kepada tindakan praktis. pengembangan teoritis. dikembangkan pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. kaitan antarkategori dan antardimensi. dengan teori yang sudah ada. Simpulan disajikan dalam bentuk deskripsi verbal. dan penelitian lanjutan.

5. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. catatan akhir dalam artikel ilmiah berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 67 . 5. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6. nama lembaga. nama tokoh.9 Catatan Akhir Pada dasarnya. Dengan demikian. simbol. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas.1.10 Daftar Rujukan Daftar rujukan (references) harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel ilmiah.2 Artikel Konseptual Artikel konseptual ialah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh penulisnya melalui proses pemikiran yang mendalam terhadap suatu gejala yang muncul di dalam ranah ilmu tertentu. tahun tertentu. Tata Tulis. Proses pemikiran itu didukung dengan rujukan kepada teori tertentu yang sudah dikemukakan pakar melalui karangannya dalam bahan rujukan tertentu.1. 5.

(7) catatan akhir. Artikel konseptual terdiri atas (1) judul.dapat dikatakan bahwa artikel konseptual merupakan laporan hasil pemikiran yang dilandasi oleh kajian kepustakaan. Judul artikel sebaiknya terdiri atas 5-15 kata. Sebab itu. dan (7) Daftar rujujukan.2. (5) nas. pemilihan kata yang dipakai di dalam judul hendaknya dilakukan secara cermat. penulisan nama pengarang pada artikel konseptual dilakukan tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. (4) pendahuluan. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. (3) abstrak dan kata kunci. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. 5. (6) penutup atau simpulan.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Seperti pada penulisan nama dan asal lembaga pada artikel hasil penelitian.2. (2) nama penulis dan lembaga asal. semua nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 68 . pemilihan kata untuk judul perlu juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap daya tarik judul bagi pembaca. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. Namun. 5. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama.1 Judul Judul dalam artikel konseptual berfungsi sebagai label yang mencerminkan secara tepat intisari yang terkandung dalam artikel. Di samping aspek ketepatannya.

dan ringkasan hasil pemikiran sebagai tekanannya.2. Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1.3 Abstrak dan kata Kunci Untuk artikel hasil pemikiran konseptual. abstrak berisi ringkasan isi artikel yang dituangkan secara padat. 2. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 69 . 5. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia. Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Abstrak untuk artikel jenis ini bukanlah komentar atau pengantar dari penyunting atau redaksi.lembaga asal penulis harus dicantumkan pada catatan kaki. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda angka 1.2 cm). 3. Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. tujuan. Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf. dan seterusnya dengan format supercscript.

kelebihan.4 Pendahuluan Berbeda dengan isi pendahuluan di dalam artikel hasil penelitian. (6) telaah terhadap teori tertentu dan kemungkinan replikasinya dalam kondisi dan situasi yang berlainan. eksplanasi. bagian pendahuluan dalam artikel konseptual berisi uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas.5 Nas Nas pada artikel konseptual sangat bervariasi. Bagian ini dapat berupa (1) evaluasi terhadap teori yang ada. (3) strategi pengelolaan perkara tertentu. 5. dan kekurangannya. bagian pendahuluan hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat tentang hal pokok yang akan dibahas. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 70 . 5. Bagian pendahuluan tidak perlu diberi judul. dan diskusi tentang fenomena yang muncul dalam suatu komunitas. yang mencakupi ragam. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. Selain itu. (5) kemungkinan penerapan suatu teori di dalam kelompok masyarakat tertentu. (4) perbandingan antarteori untuk menjembatani kesenjangan di antaranya.2.2. (2) deskripsi. Sebab itu. isi bagian pendahuluan menguaraikan berbagai hal yang mampu menarik pembaca untuk mendalami bagian selanjutnya.sampai dengan 5 buah. analisis. dan sebagainya.

dan jelas akan mampu meyakinkan pembacanya untuk mengikuti alur piker yang hendah disampaikan oleh penulis kepada pembacanya. dan aspek lain dapat ditempatkan dalam bagian tersendiri. perlu dimasukkan pada bagian kesimpulan. 5. Beberapa artikal konseptual yang dilengkapi dengan saran. padu. catatan akhir dalam artikel konseptual serupa dengan catatan akhir pada artikel ilmiah. tahun tertentu. simbol. Jika uraian pada bagian akhir berisi simpulan hasil pembahasan pada bagian sebelumnya. Jika hendak ditampilkan. Teks yang disusun dengan runtut. Catatan ini berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus.Walaupun nas jenis artikel ini tidak perlu dibagi menjadi sub-bagian. 5. tiap paragraf harus disusun secara sistematis dengan memperhatikan koherensi antarbagiannya.7 Catatan Akhir Pada dasarnya.2. nama tokoh.6 Penutup Istilah penutup digunakan sebagai judul bagian akhir artikel konseptual jika isinya hanya berupa catatan akhir atau yang sejenisnya. saran yang mencakupi aspek pengembangan ilmu. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel.2. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 71 . penerapan teori. nama lembaga. Kebanyakan artikel konseptual membutuhkan simpulan. lugas.

Tata Tulis. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. 5. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas. daftar rujukan (references) pada artikel konseptual harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 72 .8 Daftar Rujukan Seperti pada artikel hasil penelitian. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6.2.walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan.

BAGIAN III PANDUAN TATA TULIS KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 73 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 74 .

tugas akhir. dan makalah (selanjutnya disebut karya ilmiah) dapat ditulis dalam bahasa daerah. Untuk itu. bahasa Inggris. tesis. abstrak. bahasa Indonesia. 1. Bagian pertama membahas tata cara penulisan bagian-bagian disertasi. tesis. tesis. skripsi. Tata Tulis Karya Ilmiah Secara umum disertasi. yaitu (1) prawacana. skripsi. skripsi.1 Prawacana Prawacana terdiri atas judul.B. dan tugas akhir. Bagian tiga menyajikan tata cara pengutipan rujukan. (2) nas. bagian empat memuat tata tulis daftar pustaka. pernyataan keaslian tulisan. Akhirnya. dan (3) bagian akhir. halaman kosong. daftar table dan daftar lain. bab ini membahas tata tulis bagian-bagian karya ilmiah dengan contoh utama dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebab dalam kedua bahasa itulah kebanyakan kara akan ditulis. Bagian berikutnya membahas tata tulis artikel ilmiah dan makalah. pengesahan. Pengantar Karya ilmiah yang berupa disertasi. persembahan. daftar isi. dan tugas akhir dibagi menjadi tiga bagian pokok. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 75 . motto. prakata. 1. atau bahasa asing lain. artikel ilmiah.

METAPHORIC USES OF ENGLISH PARTICLES: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 76 . (2) Judul karya ilmiah Judul ditulis dengan huruf kapital yang besarnya diesuaikan dengan panjang judul. (2) judul skripsi. gunakan font 16 atau 18 cetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. dan (5) nama lembaga termasuk jurusan. (1) Logo Logo yang dipasang pada halaman judul hendaknya logo institusi yang lazim dipasang pada kepala surat dan yang ukurannya disesuaikan dengan luas halaman judul. (3) maksud penulisan skripsi. fakultas. dan universitas.Judul Judul terdiri atas (1) logo institusi. (4) nama dan nomor nomor induk mahasiswa. serta tahun penulisan skripsi. Sebagai ancar-ancar.

Bunyi frase tersebut sebagai berikut. kecuali nama gelar dan nama bahasa.A STUDY OF PHRASAL VERBS FOUND IN J. Tesis disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau a final project submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Sarjana Pendidikan in English atau a thesis submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Magister Pendidikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 77 . GRISHAM’S THE PELICAN BRIEF (3) Maksud Maksud penulisan skripsi berupa frase yang ditulis dengan huruf kecil.

(2) Gelar kesarjanaan dan program studi ditulis dengan awalan huruf kapital. Salah Betul Betul Betul : sarjana pendidikan in english : Sarjana Pendidikan in English : Sarjana Sastra in English : Sarjana Pendidikan Program Studi Seni Rupa (4) Nama dan Nomor Induk Nama dan nomor induk mahasiswa ditulis dalam dua baris di tengah-tengah halaman judul. yang didahului dengan preposisi oleh (by) di atasnya. Tidak dianjurkan: By: Name : Agus Ismangun NIM: 222000022 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 78 .in English Perhatikan bahwa (1) Frase ini ditulis dengan huruf kecil dengan font 12 untuk jenis huruf Times New Roman.

Tidak dianjurkan:

Oleh: Agus Ismangun 222000022 Dianjurkan: by Agus Ismangun 222000022 atau oleh Agus Ismangun 222000022 (5) Nama Lembaga dan Tahun Penulisan Nama lembaga dan tahun penulisan ditulis dengan font 16 (atau 14) bercetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. Tahun penulisan tesis adalah tahun pada saat pengesahan tesis, yaitu setelah tesis tersebut diuji, diperbaiki, dan diperbanyak.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

79

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009 atau
C.

D. ENGLISH DEPARTMENT FACULTY OF LANGUAGES AND ARTS SEMARANG STATE UNIVERSITY 2009 Halaman Kosong Halaman yang kosong dimaksudkan sebagai pelapis agar teks pada halaman berikutnya tidak tembus dan terlihat dari halaman judul. Pada buku yang berhak cipta, biasanya halaman ini digunakan sebagai halaman hak cipta, yaitu halaman yang memuat catatan hak cipta yang mencakupi tahun penulisan, nama penulis dan peringatan bagi pengguna buku kersebut. Misalnya,
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

80

Copyright c 2001 by Kate L. Turabian All rights reserved Akan tetapi, dalam skripsi mahasiswa tulisan seperti ini tidak dimunculkan. Pernyataan Keaslian Tulisan Pernyataan keaslian tulisan (declaration) berisi ungkapan penulis bahwa isi skripsi, tesis, atau disertasi yang ditulisnya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri. Pengambilalihan karya orang lain untuk diaku sebagai karya sendiri merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan ini. Contoh pernyataan keaslian tulisan dapat dilihat pada lampiran. Pengesahan Halaman Pengesahan (approval) adalah halaman tempat para penguji, pembimbing, dan panitia ujian skripsi, serta pejabat yang berwenang membubuhkan tanda tangan mereka sebagai tanda bahwa skripsi tersebut diakui kesahihannya. Halaman ini terdiri atas: (1) Pada bagian atas halaman dapat ditulis kata: PENGESAHAN (APPROVAL)
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

81

(2) Pernyataan: This thesis has been approved by a team examiners on … (3) Nama penguji (examiner), pembimbing (supervisor), dan pejabat yang berwenang, yaitu Ketua Jurusan (Head of the English Department) dan Dekan Fakultas (Dean of FBS). Masing-masing disertai dengan nomor induk pegawai (NIP), dan tugas yang bersangkutan. (4) Apabila terjadi penugasan ganda, misalnya penguji dan pembimbing, keduanya ditulis dengan garis miring sebagai pemisahnya.
PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FBS UNNES pada tanggal 30 Agustus 2008. Panitia: Ketua Sekretaris

Gunoto, Ph.D 131281777

Prof. Dr. Marbun 131282888

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

82

Penguji

Penguji

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222 Penguji/Pembimbing I

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999 Penguji/Pembimbing II

Drs. Abd. Ali 130450111

Dr. Raja Ali haji 130222333

APPROVAL This thesis has been approved by a team of examiners on 30 October 2008 Examiner Examiner

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

83

Examiner/Adviser I Examiner/Adviser II Drs. Ali 130450111 Dr. Jika penulis menghendaki kemunculan halaman ini. Abd.D 131281777 Prof. Ph. Misalnya. atau bawah halaman baik di sebelah kiri atau kanan halaman tanpa puntuasi apa pun. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 84 . Raja Ali haji 130222333 Chairman Secretary Gunoto. persembahan hendaknya ditulis secara ringkas dan hanya menyebut nama(-nama) yang sangat penting saja. Marbun 131282888 Persembahan Persembahan (dedication) bersifat manasuka. Nama (nama) tersebut didahului dengan preposisi ‘To’. Dr. Teks dapat ditulis di bagian atas. tengah.

skripsi ini kupersembahkan untuk Ibu Lasmi dan Bapak Astro serta Dinda Sri Harjati. and all of my former classmates. Jika motto itu merupakan kutipan dari sumber yang signifikan.Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan : To: Allan Murray : Dedicated to Allan Murray. my fiance. hendaknya motto tersebut ditulis ringkas dengan jenis huruf yang sama dengan jenis yang digunakan di dalam nas skripsi. my mother. dan/atau tanda kutip. : Dengan penuh kasih. Tidak dianjurkan : This thesis is dedicated to all people who love me including my late father. Jika penulis menghendaki penempatan motto seperti itu. : To Allan Murray Dianjurkan atau Untuk Sri Haryati atau Untuk Ayah. Ibu. nama dan sumber kutipan dapat disertakan di dalam teks. Penempatan motto pada skripsi bersifat manasuka. dan Adik-Adik Motto Motto (epigraph) biasanya berupa frase atau kalimat pendek yang dikutip dari suatu sumber. cetak tebal. tanpa cetak miring. garis bawah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 85 .

Misalnya. maksud penelitian. cakupan penelitian. dan pihak-pihak yang ikut mengambil bagian di dalam mendorong serta memberi motivasi kepada penulis sehingga laporan penelitian itu bisa terwujud. Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Dianjurkan : Motto: Ever onward No Retreat : Moto: Ever onward No Retreat (Written by Bung Karno) : Bung Karno: Ever onward no retreat. : Ever onward no retreat (Bung Karno) atau Your expression is the most important thing you can wear (Sid Ascher) atau Man never made any material as resilient as the human spirit (Bern William) Prakata Prakata (Preface) atau Pengantar berisi penjelasan ringkas oleh penulis mengenai latar belakang penulisan skripsi. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 86 . rektor. Prakata dapat pula mencakupi penyebutan nama yang baik langsung maupun tak langsung ikut terlibat di dalam penulisan itu. Misalnya.

Seluruh bagian ini terdiri atas kurang lebih 400 kata yang ditulis di dalam dua atau tiga paragraf dengan spasi tunggal. Judul dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertama dari setiap kata) dan diakhiri dengan titik. dan (5) simpulan (conclusions). Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dari kata abstrak. nama awal. responden. ketua jurusan. dan pihak lain yang cukup signifikan untuk disebut di dalam prakata ini. atau disertasi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma. Abstrak Pada dasarnya. penguji. (3) metodologi yang digunakan di dalam penelitian. pembimbing. (2) masalah (problem) atau tujuan (purpose) dan lingkup (scope) kajian.dekan. simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. nama tengah (jika ada) diakhiri titik. dan diakhiri dengan titik. diakhiri dengan titik. tesis. nama fakultas. Penyebutan nama lazimnya diikuti dengan ucapan terima kasih dengan kadar yang sesuai dengan keterlibatan masing-masing. ditepi kiri dengan urutan : nama akhir diikuti koma. dosen lain. Tahun lulus ditulis setelah nama. Kemudian dicantumkan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 87 . nama universitas. diikuti dengan nama jurusan (tidak boleh disengkat). Kata abstrak ditulis ditengah halaman dengan huruf kapital. (4) hasil penelitian yang terpenting. abstrak lazim memuat intisari laporan penelitian yang terdiri atas (1) latar (background). Kata skripsi.

Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. the other group was not provided Panduan Penulisan K arya Ilmiah 88 . Abstract This thesis is based on study which attempted to examine the use of high cognitive questions in nonnative student group classroom discussions. Two groups of non-native Spanish students and four non-native English teachers participated. Misalnya. serta pembimbing III untuk disertasi.nama dosen pembimbing I dan II lengkap dengan gelar akademiknya. Teks di dalam abstrak diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) dan panjangnya tidak lebih dan dua halaman kertas ukuran kuarto. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah. Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen pembimbing. One of the groups was trained in incorporating hign cognitive questions in studentstudent discussions. E. The main purpose of the study was to determine if higher frequency of high cognitive questions in NNS group classroom discussions had an effect on foreign language learning.

F. Halaman-halaman ini tidak diberi nomor halaman.with training. promotes the kind of verbal interaction which facilitates comprehension and written production of the foreign language.…………. both groups listened to a narraive told by the non-native teacher. TABLE OF CONTENTS Page Preface ……………………………. The quantity of verbal interaction was not different between the group. tetapi keberadaannya tetap dihitung sehingga nomor halaman daftar isi mengikuti jumlah halaman yang ada sebelumnya.. halaman persembahan. Daftar Isi Daftar Isi (Table of Contents) berisi daftar semua bagian tesis kecuali halaman judul. halaman kosong atau halaman hak cipta. Results indicated that the training group asked more high cognitive questions than the control group. but the understanding and written production of the foreign language was higher in the treatment group than in the control group. and thes summarized the story they had heard. After the training. The higher achievement in the training group indicates that the use of high cognitive questions. dan halaman motto. discussed it.………… v Panduan Penulisan K arya Ilmiah 89 .. demonstrated and adopted in NNS group classroom discussion.

REVIEW OF THE RELATED LITERATURE 2.…. 65 References ……………………………….……….………… vi Table of Contents …………….……………… xi Chapter 1. sub-sub-bagian. vii List of Tables …………………………….……….. 1 1..……. Metaphoric Process in Literature…. dan seterusnya ditulis rata kiri. ix List of Figures …………………………….. 72 Perhatikan bahwa penomoran dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.…………. METHODS OF INVESTIGATION Etc. 8 2..………….. (1) Nomor bagian.……………….. sub-bagian.….1 Review of the Previous Research ………. 4. 2..…………..….……………. INTRODUCTION 1..1 Background of the Study …………….…......2..………. x List of Abbreviation …………………….Abstract ………………………….………….2 Reasons for Choosing the Topic …….…..……. 12 Etc.……………. 4 Etc. Appendices …………………………………. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 90 . 3.

1. BAGIAN 1.1 Sub-sub-bagian 1.1 Sub-bagian 1. sub-sub-bagian ditulis tanpa titik akhir.1 Sub-sub-bagian 1.3.3.2. (6) Lampiran disusun mendahului daftar pustaka dengan alasan: (1) bila diperlukan segera daftar pustaka lebih mudah ditemukan.2. (4) Nomor hanya diberikan kepada bagian yang berupa frase.1 Sub-sub-sub-bagian 1.1.3 Sub-sub-bagian 1.2 Sub-sub-bagian 1.2 Sub-sub-sub-bagian 1. (3) Sub-bagian. (2) diasumsikan bahwa di dalam lampiran dimungkinkan adanya kutipan yang merujuk kepada sumber pustaka yang tentu saja disebut di dalam daftar pustaka. 1.3. (5) Pembagian bagian menjadi sub-bagian hanya dilakukan bila bagian itu terdiri atas sedikitnya dua sub-bagian.2 Sub-bagian 1.3 Sub-bagian 1.2 Sub-bagian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 91 .2.3.(2) Titik akhir hanya muncul pada nomor bagian.

. tabel bernomor 2. 55 4.….. Lema di dalam daftar ini diurutkan dengan penomoran dan judul tabel yang sesuai dengan nomor dan judul yang tertulis di dalam nas.2 Rank Order of Top Ten Specific Items .. Daftar Bagan.. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 92 . LIST OF TABLES Table Page 2. G..…… 41 3.1 berarti tabel pertama yang terdapat di dalam bab 2.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ……………………………….Dst. Misalnya.1 GPA of the First Year Students ………………. dan Daftar Lampiran Daftar table (List of Tables) berupa daftar yang berisi tabel-tabel yang terdapat di dalam nas tesis. Perhatikan bahwa angka pertama pada nomor tabel menunjukkan bab di tempat tabel yang bersangkutan tersaji. Daftar Tabel. 59 Etc.. 44 4.….1 Rank Order of General It………………….….1 Inverse Cummulative Normal Distribution . 27 2..

H.. gambar. di dalam nas nomor dan judul bagan. Misalnya.1 Etc Berbeda dengan daftar table.…… 41 3.…. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 93 . 44 4..1 Inverse Cummulative Normal Distribution . GPA of the First Year Students Daftar Bagan (List of Figures) ditulis dengan penomoran dan judul seperti penulisan daftar tabel. atau diagram yang dirujuk.. 27 2. atau diagram ditulis di bawah bagan.Perlu diingat bahwa di dalam nas karya tulis nomor dan judul tabel di tulis di atas tabel yang dirujuk. Tabel 2. gambar.1 GPA of the First Year Stude……………………. Misalnya.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ………………………….1. LIST OF FIGURES Figure Page 2.

……….. dan bernomor halaman. Recall Protocols of ESL Students ……………. LIST OF APPENDICES Appendix 1.…. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 94 . 69 4.………. Overall and Geographical Page Subgroups with Each Other …………………….1. GPA of the First Year Stude Daftar Lampiranan (List of Appendixes) ditulis dengan penomoran dan judul seperti di dalam contoh berikut. 67 2. ANOVA Comparison of Mean Responses to General Items.. Etc.90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr East West North Figure 2. 68 3. I. berjudul. Perhatikan bahwa setiap butir lampiran bernomor. Passage and Textbase ………….

g.Daftar Singkatan dan Akronim Daftar singkatan dan akronim (list of abbreviation and acronym) dimunculkan di dalam tesis bilamana tesis itu memuat sejumlah singkatan dan akronim yang masing-masing disebut berkali-kali di dalam nas. Sebab itu Adjective. i. LIST OF ABBREVIATIONS AND ACRONYMS A Adjunct Adj Adv Anova DSA Adjective Adverb Analysis of Variance Directive Speech Act Panduan Penulisan K arya Ilmiah 95 . J. yaitu Adj. Misalnya. Penulisan lema singkatan dan akronim dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. dan semacamnya tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar ini. (2) Setiap huruf atau nomor melambangkan satu hal saja.. misalnya. (3) Singkatan dan/atau akronim yang dimasukkan ke dalam daftar ini hanya singkatan dan/atau akronim yang berkaitan erat dengan pokok penelitian.e. A melambangkan Adjuct. Sinmgkatan-singkatan yang berlaku umum seperti etc... (1) Lema diurutkan menurut abjad. harus dilambang-kan dengan huruf selain A. e.

Misalnya.4 Tujuan Penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 96 . Bagian ini didahului dengan huruf kapital dan setiap kelas kata (nomina. Misalnya. (1) Judul bab ditulis dengan huruf kapital berukuran 16 cetak tebal. Huruf berukuran 14 dan dicetak tebal. dan adverbia) didahului dengan huruf kapital. verba.2 Nas Nas suatu laporan penelitian terdiri atas judul bab dan bagian-bagiannya.EH FA NP Ernest Hemingway a Farewell to Arms Noun Phrase 1. nas ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. ajektiva. Secara umum. BAB 1 PENDAHULUAN (2) Judul bagian ditulis dengan huruf kecil. 1. Judul bab ditulis pada halaman baru.

1 Penelitian Terdahulu … (teks) 2.2. tetapi berukuran 12.2.1 Hatim and Mason’s Concept on Translation Dengan demikian. Misalnya.1. 2. judul bab dan bagian beserta sub-subnya dapat ditulis dengan rangkuman sebagai berikut.1 Tradisi Endo-Eropa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 97 . dan bercetak tebal.1 American Tradition (4) Judul sub-sub-bagian ditulis dengan huruf miring.1. 2. 2.1.2. Misalnya.2.1 Hatim and Mason’s Concept (5) Judul sub-sub-sub-bagian (kalau masih ada) dicetak seperti subbagian tetapi dengan cetak biasa. Misalnya.(3) Judul sub-bagian ditulis seperti judul bagian. ukuran 12. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 98 .2. yang sekurang-kurangnya terdiri atas delapan baris.1.1 Semantik Chomskian … (teks) 2.1.).1 Tradisi Amerika pada Abad ke-20 … (teks) 2. Latar Belakang Teoretis Perhatikan bahwa: (1) Setiap bagian beserta pecahannya ditulis mulai dengan ujung margin kiri.2 Tradisi Amerika … (teks) 2.1. misalnya. tidak perlu dimenjorokkan ke kanan.1. Sub-bagian.2. (2) Setiap bagian harus berupa frase yang ditulis tanpa diakhiri dengan tanda titik (. (3) Teks yang mengikuti setiap bagian dan pecahannya harus berupa paragraf.2 … Dsb. Setiap paragraf harus berisi sejumlah kalimat. (4) Teks yang berupa butir-butir pernyataan ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.… (teks) 2.

titik koma (. misalnya (1).) untuk kalimat.) bergantung pada panjang pendeknya pernyataan.) atau titik-koma (. Setiap butir pernyataan diakhiri dengan tanda titik (. (3) ajektiva. dan (4) adverbia. … kelas kata terdiri atas (1) nomina. (3) ajektiva. pernyataan itu ditulis berurutan dengan nomor bertanda kurung.) untuk kata. Misalnya. (4) adverbia … Panduan Penulisan K arya Ilmiah 99 . pernyataan itu diberi nomor bertanda kurung. dan antara pernyataan satu dengan lainnya diberi tanda koma (. (2) verba. misalnya (1). Jika pernyataan berformat paragraf. atau koma (. Misalnya. (2) verba. … kelas kata terdiri atas (1) nomina.Jika pernyataan itu dimasukkan ke dalam paragraf.) untuk frase.

gambar/diagram. hitungan statistik. rangkuman hasilo analisis. dapat puila ditambahkan senarai (indeks) dan riwayat hidup penulis. (3) Jika lampiran ditulis memanjang. Lampiran Lampiran (appendices) merupakan bagian integral nas tetapi dipisahkan dari nas. (2) Tiap lampiran diberi judul sesuai dengan isinya. bagian itu ditampilkan dalam bentuk lampiran.3 Bagian Akhir Bagian akhir karya ilmiah sekurang-kurangnya terdiri atas lampiran dan daftar pustaka. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 100 . Berikut disampaikan keempat komponen bagian akhir itu dengan urutan yang sesuai dengan urutan tampilan pada karya ilmiah. Jenis lampiran antara lain tabel.1. masing-masing diberi nomor secara berurutan. Selain itu. (1) Apabila terdapat lebih dari satu lampiran. dan contoh data. grafik. Lampiran disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. Karena dianggap terlalu panjang sehingga dapat mengganggu tampilan nas. (4) Tiap halaman lampiran diberi nomor halaman dengan urutan meneruskan nomor halaman nas. kepala halaman berada di bagian dalam halaman laporan.

kelengkapan administrasi seperti itu tidak perlu ditampilkan di dalam daftar lampiran. Di dalam daftar ini dapat pula disisipkan nama pengarang yang disebutkan di dalam nas karya ilmiah. (6) Apabila penelitian menggunakan sumber data tertulis dalam jumlah besar. (1) Lema (entry) diurutkan secara alfabetis. (2) Istilah utama ditulis dengan pengawalan huruf kapital • • • • Amoeba Pragmatics (3) Istilah pendukung ditulis dengan huruf kecil. Butir senarai disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. S. Senarai Senarai (index) berisi daftar kata kunci yang digunakan oleh peneliti dalam menyampaikan konsep penelitiannya. • Arikunto. lampiran hanya menyajikan contoh data yang jumlahnya proporsional terhadap nas tetapi tetap mencerminkan homogenitas data. informasi skill (4) Nama pengarang ditulis dengan urutan nama keluarga atau nama akhir diikuti dengan singkatan nama pertama dan nama lain.(5) Walaupun pelaksanaan penelitian membutuhkan kelengkapan administrasi yang berupa surat. 101 Panduan Penulisan K arya Ilmiah .

A. 253 – 7. P. Toer. Halaman 367 sampai dengan 373 hanya ditulis 367 – 73. Turabian. • • • man to man marking 29 –31 Badai pasti Berlalu 367 – 73 Phillips. L. P. J. J.• • • McNamara. 879 (7) Apabila lema muncul dalam dua halaman atau lebih secara berturut-turut. • • Badai pasti Berlalu “Ngeh dalam kepustakaan Jawa” (6) Tiap lema diikuti dengan nomor halaman tempat lema tersebut berada di dalam nas.). (5) Judul karangan ditulis mengikuti kelaziman dalam penulisan daftar pustaka. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 102 . Perhatikan bahwa penghematan menghendaki agar nomor yang kembar hanya ditulis sekali. nomor halaman ditulis dengan membubuhkan tanda ( . • • Amoeba 13 Toer.A.

artikel dalam kumpulan karangan. dan sebagainya. LCD. 73 Budaya Jawa 54. artikel majalah dan koran. lema muncul dalam dua halaman atau lebih tetapi tidak berurutan. 241 – 50. dan sebagainya. home theatre. 77 – 8. dan peranti lain seperti laptop. bahan seperti ini tidak perlu disebutkan di dalam daftar pustaka. penulisannya dilakukan dengan membubuhkan tanda koma. Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi semua bahan kepustakaan yang digunakan sebagai rujukan langsung dalam penulisan karya ilmiah. • • kecil. dan bukan sumber rujukan. Selama penulisan karya ilmiah pengarang menggunakan kamus. CD Rom. drama. Daftar ini dapat mencakupi buku teks. 301 Perhatikan bahwa nomor halaman ditulis mulai dengan yang paling 103 . petikan dari situs internet. Panduan Penulisan K arya Ilmiah Arithmatics 67. Oleh sebab itu. Karena banyak hal yang perlu dikemukakan. buku metodologi penelitian. artikel jurnal. semua ini merupakan peranti penelitian. bagian ini disajikan di dalam bagian tersendiri dalam panduan ini.(8) Apabila. film. Namun. program kompoter.

Bagian ini dapat terdiri atas riwayat keluarga. riwayat pendidikan. pengalaman kerja.1 Kutipan Langsung Yang dimaksud dengan kutipan langsung ialah kutipan yang dibuat persis dengan sumbernya. prestasi kerja. Misalnya. berbobot.Riwayat Hidup Riwayat hidup bersifat manasuka dan biasanya hanya ditampilkan di dalam disertasi atau tesis. (1) Kutipan langsung hanya digunakan apabila perkataan atau ungkapan asli pengarang demikian padat. daftar karya ilmiah. Vini Vidi Vici (2) Kutipan langsung dapat digunakan untuk mendokumentasi argumentasi yang tidak cukup disampaikan dalam bentuk catatan kaki. Tata Tulis Pustaka Acuan 2. 2. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 104 . dan meyakinkan. penghargaan. Pembuatan kutipan seperti ini didasari prinsip sebagai berikut. Kutipan seperti ini biasanya menambah daya kepada karya ilmiah.

(3) Gunakan spasi spasi ganda. Tata Cara Penulisan Kutipan Langsung Kutipan Pendek Yang dimaksud dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris apabila ditulis di dalam naskah karya ilmiah. (6) Pengutipan langsung dari bahan nonkomersial (tanpa hak cipta) dapat dilakukan tanpa izin pengarang. (1) Gabungkan kutipan ke dalam kerangka kalimat atau paragraf. (5) Kutipan langusung dilakukan untuk mengutip rumus-rumus. (4) Kutipan langsung dapat digunakan bilamana perubahan (melalui parafrase) dapat menyebabkan salah paham atau salah tafsir.(3) Kutipan langsung dapat digunakan apabila peneliti hendak memberikan komentar atau membela/menolak/menganalisis gagasan yang disampaikan oleh pengarang. seperti rumus matematika. (4) Tulis rujukan kutipan tersebut pada klausa pengantar atau di dalam tanda kurung. Misalnya. (2) Gunakan tanda kutip ganda pada awal dan akhir kutipan. kimia. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 105 . atau rumus ilmiah lain.

for example.” atau This is what has been called “transitional competence” (Corder 1975: 57).Elias-Olivares (1979: 437) states of a Chicago neighbourhood in East Austin. atau In Malaysia. so much so that it may not be wrong to claim that many Malaysians are no longer able to distinguish clearly between the formal and informal uses of the language. English is “used widely on the collocquial level. Texas: “to be a bilingual means precisely to be able to switch rapidly from one language tonthe other. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 106 .

sumber itu dapat dipotong dengan cara menyisipkan introductory clause. (2) Jangan gunakan tanda kutip.” Kutipan Panjang Kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih. Apabila sumber yang dikutip diperkirakan panjang. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 107 . (1) Tulis kutipan itu di dalam paragraf tersendiri.possessing and thus using only one variey of the language for all occasions” (Wong 1982:17). Gumperz and Hernandez (1971:112) suggest that “what seems like random alternation between two languages may be an expression of ambivalent feelings.” and that it occurs “whenever minority language groups come in close contact with majority language groups under conditions of rapid social change.

which gives support to the argument that cloze tests focus on relatively low order language skills relating to ‘core proficiency’ rather than higher order skills like reading comprehension.(3) Gunakan spasi tunggal (4) Beri pengantar kepada kutipan itu seperlunya. The “Intermediate Skills” as used in this article covers the same elements of “core proficiency as described by Anderson. (5) Tulis kutipan itu dengan ceruk lima spasi di sebelah kiri dan kanan margin. atau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 108 . The terminology used seems to be something of a problem here. Johnson makes some reference to this in quoting Alderson (1979:225): The fact that the writer’s overall meaning remains totally obscure doesn’t materially affect the use of this passage as a cloze test.

Pengutipan seperti ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. To penetrate beyond the verbal and nonverbal forms of the text to the underlying ideas. to compare these with what one already knows and also the ideas with each other. to pick out what is essential and new. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 109 . and to revise one’s previous conceptions (Lunzer and Gardner 1979:235) The research into this particular area seems to indicate that cloze can only reliably and validly assess … Elipsis Untuk menghindari kutipan yang terlalu panjang dimungkinkan untuk membuang sebagian dari sumber yang panjang itu.If one one described comprehension in the following terms one would probably come a step nearer to a more adequate definition.

(2) Elipsis dapat dilakukan pada bagian awal. tengah. the thought is expressed that “… some very Indian uses of language. (3) Elipsis tidak boleh mengubah amanat apapun yang terdapat di dalam sumber kutipan. which one dares not call mistakes. On a passage from a novel.(1) Elipsis dilakukan dengan tanda tiga titik dengan spasi di kiri dan kanannya. In Panduan Penulisan K arya Ilmiah 110 . add to the quaint charm of the language.” atau … Vertical shifts involve the use or non-use of Creole-based forms. atau akhir kutipan. horizontal shifts entail the use or non-use of so-called patois speech.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 111 . dan (3) penyisipan anteseden. Jenisjenis interpolasi yang lazim ialah (1) sic. Interpolasi Interpolasi ialah penjelasan atau pembetulan suatu kutipan yang diselipkan ke dalam teks. so radically different as to seem a distinct language … completely unintelligible to the listening North American … It should not be assumed that patois style is relatively uniform … (Edwards. Rosberg.either case. Perubahan itu ditempatkan di dalam tanda kurung persegi. (2) komentar. Interpolasi menuntut perubahan redaksional suatu kutipan langsung. and Hoy 1976:312). Many mesolect speakers employ a patois that sometimes appears hardly related to its careful variant. problems of intelligibility can be considerable.

Komentar ini ditulis di dalam tanda kurung persegi. penyisipan [sic] menunjukkan bahwa penulis menyadari bahwa kata “lessen” tereja salah. “If it is true that language and context are inextricably linked. Di dalam contoh di atas.(1) Tanda [sic] ditempatkan di belakang kutipan yang oleh penulis dianggap merupakan kesalahan. come trailing clouds of context with it …” (Thomson 1996:10). (2) Interpolasi yang berupa komentar pendek dapat disisipkan di dalam suatu kutipan dengan maksud memperjelas suatu butir pernyataan. Kata itu mestinya tertulis “lesser”. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 112 . to a greater or lessen [sic] extent. Ini dimaksudkan sebagai catatan bahwa kesalahan yang terdapat di dalam kutipan itu tertulis sebagaimana sumber aslinya. any stretch og language should.

A theory. (3) Anteseden disisipkan ke dalam kutipan langsung bilamana terdapat suatu pronomina di dalam kutipan itu yang tidak jelas perujukannya. sematics and appropriate use] has been proposed by Oller (1979) among others. Di dalam contoh ini. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 113 . kata “Grammar” yang dikutip dari Oller dijelaskan oleh pengutip dengan menuliskan penjelasan itu di dalam tanda kurung persegi. He [William Shakespeare] was undoubtedly the greatest dramatist to date. sometimes called “The Grammar Expectancy Theory” [“grammar” here is used in the broad sense to include the syntax. No other dramatist has rivaled his ability to portray characters with such liveliness and colour.

dengan (1) kutipan di dalam kutipan. Mehrotra (1983:96) argues that “The usage of terms like ‘acrolect. antara lain. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 114 . ‘ ‘mesolect. (3) pengutipan pidato. Masalah itu berkaitan.Kutipan Khusus Dalam hal tertentu. (1) Kutipan di dalam kutipan Jika di dalam suatu kutipan langsung terdapat kutipan pendek. kutipan langsung ditulis di dalam tanda kutip ganda (“) sedangkan kutipan pendek di dalamnya ditulis di dalam tanda kutip tunggal (‘). (2) pengutipan puisi.’ and ‘ basilect’ by sociolinguists implies that these terms have a real meaning when used in connection with particular language designations”. dapat muncul masalah khusus yang berkaitan dengan penulisan kutipan.

Moag (1982:227) writes: The following extreme [but not an atypical] example was overheard from a young female Fiji Indian sales clerk: “Shila account-book use kara. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 115 . Shila. Kutipan pendek yang terdapat di dalamnya ditulis di antara tanda kutip ganda.Jika kutipan itu panjang. yang hanya terdiri atas sebaris atau kurang dari satu baris. The order of major constituents (subject – object – verb) in the kernel sentence clearly marks it as Hindi. and the verb kara … are the only native items in the sentence. I think” … The female name. disisipkan ke dalam teks denggunakan tanda kutip ganda. (2) Pengutipan Puisi Cara pengutipan puisi bergantung pada panjang pendeknya bagian puisi yang dikutip.Kutipan pendek. penulisannya mengikuti cara penulisan kutipan panjang. not English.

linnet. and wren”. “There’ll come a season when you’ll stretch / Black boards to cover me”.It is easy to feel the mystique of the songs of Ireland through the sound of “thrust. stare. Kutipan yang terdiri atas dua sampai empat baris disisipkan ke dalam teks menggunakan tanda kutip pada awal dan akhir kutipan dan garis miring (/) antar baris. Kutipan tersebut ditulis berspasi tunggal. dan berspasi ganda antar bait. Kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih ditulis tanpa tanda kutip. Synge sensed the inevitability of death when he said. dengan indent. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 116 .

(3) Pengutipan Pidato Pidato dapat dikutip secara langsung menggunakan cara seperti yang disebut di atas. It was stated that “… in Australia.Something of this power can be felt in Synge’s “A Question” where he says: I asked if I got sick and died. And. you said. I dead beneath That broad – you’d rave and rend them withj your teeth. a people once Panduan Penulisan K arya Ilmiah 117 . If you’d stand close to hear them talk or pray While I’m let down in that steep bank of clay. would you With my black funeral go walking too. No. for if you saw a crew Of living idiots pressing round that new Oak coffin – they alive.

remote and distanced from the world have embraced the future by welcoming into our population five and a half million migrants and regugees in the 50 years since World War II.2 Kutipan tak Langsung Pengutipan tak langsung terkadang menimbulkan kecurigaan pembaca. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 118 . Secara umum hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa: (1) Peneliti membuat catatan dari sumber tertentu.) 2. (2) Peneliti menggunakan buku yang mencakupi bidang pengetahuan yang persis sama dengan bidang yang sedang digelutinya. Ini sering terjadi bilamana penulis ceroboh atau kurang cermat di dalam menuliskan rujukan kutipan itu.” (Bolkus in XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT) 1996. kemudian menyalin dan memasukkannya ke dalam nas tesis tanpa mengingat bahwa catatan itu berasal daru sumber yang berhak cipta.

and shamefuller. from a system that relies on inflections to one that relies on word order and grammatical words. (4) Peneliti mengutip dari catatan-catatan yang dibuat selama perkuliahan tanpa menyadari bahwa catatan-catatan itu dikutip dari sumber tertentu. perfecter. lakukan langkah sebagai berikut. in small ways. patienter. An example is the comparison of adjectives. tetapi tidak menyebutkan sumber kutipan itu. Sumber: In grammar we can see the continuation. (5) Peneliti sengaja menggunakan tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. And in Early Modern English you meet forms like ancientest. In the first half of the present century. adjectives of more Panduan Penulisan K arya Ilmiah 119 . famousest. At one time.(3) Peneliti mengambil intisari suatu sumber dan merumuskannya menggunakan perhataan sendiri. Untuk menghindari tuduhan adanya pembajakan (plagiarism) di dalam penulisan tesis dan karya-karya ilmiah pada umumnya. -er and –est were used muct more widely than today. Where more and most are spreading at the expense of the endings –er and –est. of the long-term historical trend in English from synthetic to analytic.

some being compared one way (more famous. Cambridge: CUP. commonest) … (Barber. p. 274.than two syllables always had more and most (more notorious. Adjectives of two syllables varied. most famous) and some the other (commoner. The English Language: a Historical Introduction. while adjectives of one syllable normally had –er and –est. 1993. C. most notorious). kemudian buatlah rumusan baru yang berupa pandangan mengenai isi teks dari titik pandang lain: … with the change of time the expression of some comparatives and superlatives has changed.) Cara pengutipan tak langsung yang dapat dilakukan oleh penulis: (1) Pahami secara umum intisari teks sumber. (2) Sajikan fakta sebagaimana yang tertulis di dalam sumber itu dalam bentuk daftar: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 120 .

e. commonest (Barber 1993: 274). e. According to Barber (1993: 274).g. a study of the forms used in Early Modern English through the present day indicates that a change has been in progress. richer. (3) Gunakan frase seperti ‘according to Barber’. most famour. richest. ‘In Barber’s opinion …’ dan sebagainya.g. more beautiful.… Until recently. (3) Disyllabic adjectives could take either form. ‘Barber views that …’. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative). By early 20th century the preferences were: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 121 . the basic rules were as follows: (1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative). e.g. most beautiful.

Barber claims that the transition is now almost complete. dan halaman bagian teks yang dirujuk. commonest.80 : (J. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative). richest.g. Grisham.1 Perujukan Kutipan Perujukan dilakukan dengan menyebutkan nama belakang atau keluarga pengarang. most famour. 1994: 78 – 80) : (Grisham 1994: 78 – 80) Penulisan dua atau tiga nama adalah sebagai berikut.g. e.g. Teknik Penulisan Daftar Pustaka 3. pp. (3) Disyllabic adjectives could take either form. Salah Salah Benar : John Grisham. most beautiful. richer. more beautiful. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 122 . e. 78 . 3. e. tahun penerbitan.(1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative). 1994.

Salah Benar : Acording to Hatim and Mason (1990: 1).2 Aturan Umum Tata Tulis Pustaka Acuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah : Accor 123 . Hatim and I. Al.. 1990: 78 – 80) : (B. Mason. Mason. and Anderson 1991: 78 – 80) Penulisan lebih dari tiga nama adalah sebagai berikut.Salah Salah Benar : (Basil Hatim and Ian Mason. 1990: 78 –80) : (Hatim et al. Salah Salah Benar : (Hatim etc. 1990: 78 – 80) : (Hatim and Mason 1990: 78 – 80) atau (Hatim. nama itu harus langsung diikuti. di dalam tanda kurung. nama-nama yang disebut sebagai rujukan kutipan ini harus dimunculkan di dalam Daftar Pustaka(Reference atau Bibliography) 3. the world of translator is inhabited by an extraordinary number of dichotomies Selanjutnya. 1990: 78 – 80) Jika nama pengarang disebut oleh penulis sebagai bagian integral di dalam teks. 1990: 78 – 80) : (Hatim et. dengan tahun penerbitan dan halaman bagian teks rujukan.

B. M. Nama Kate tidak disingkat untuk memudahkan identifikasi bahwa penulis ini berjenis kelamin perempuan. and I. Hatim. organisasi. B. Kate L. Department of Education Optus The Committee of Poverty Alleviation Panduan Penulisan K arya Ilmiah 124 .Pada dasarnya setiap lema di dalam pustaka acuan terdiri atas tiga bagian. yaitu (1) nama pengarang. nama panggilan hanya ditulis inisialnya ( James menjadi J. (2) judul karangan. J. Mason Perhatikan bahwa di dalam pustaka acuan. (2) Jika sumber berupa karya suatu badan. departemen. dan (3) fakta tentang penerbitannya. nama badan itu ditempatkan sebagai nama pengarang. Ian menjadi I). Nama pertama ini hanya ditulis inisialnya. Turabian Basil Hatim dan Ian Mason Nama di dalam Pustaka Acuan McCrimmon. Turabian. komisi. Nama yang Sebenarnya James M. (1) Nama pengarang ditulis dengan cara: nama belakang atau nama keluarga mendahului nama pertama atau nama panggilan. Hatim. McCrimmon Basil Hatim Kate L.

1995. jurnal. (4) Tahun penerbitan buku ditulis mengikuti nama pengarang. Tahun terbitan di dalam buku C 1990 C 1990 Third Impression 1991 C 1990 New Edition 1995 Penulisan di dalam Pustaka Acuan 1990 1990 1995 (5) Judul karangan yang berbentuk buku ditulis dengan cetak miring. Jika disebutkan beberapa tahun dan dilengkapi dengan keterangan bahwa buku yang dimaksud adalah buku edisi tertentu. Hal yang sama berlaku pada nama majalah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 125 . 1993.(3) Jika di dalam karangan tidak ditemukan nama pengarangnya. atau koran. Jika di dalam buku disebutkan beberapa tahun – misalnya 1990. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun ketika edisi terbit. perujukan dimulai dengan judul karangan. Misalnya Extra Work or Extra Payment. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun yang terdahulu. Tips for Reading Intensively.

nama yang ditulis di dalam pustaka acuan hanya nama penerbit yang disebut pernama kali. ajektiva. sedangkan tahun penerbitan ditempatkan di belakang nama pengarang atau penyunting. Tempat penerbitan diikuti dengan nama penerbit. nama penerbit dan tahun penerbitan. Cambridge: Cambridge University Press. Toronto: Prentice-Hall Canada Inc.Nama Terbitan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Nama Pada Pustaka Acuan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Perhatikan bahwa kata kunci pada judul-judul di atas (yang berupa nomina. (7) Jika terdapat lebih dari satu nama penerbit. (6) Fakta penerbitan terdiri atas tempat penerbitan. London: Routledge. atau adverbia) diawali dengan huruf kapital. Di dalam buku London and New York Panduan Penulisan K arya Ilmiah Di dalam Pustaka Acuan London 126 . verba.

and Sydney New York.C. 3. Tokyo. The Pelican Brief. Approaches to Discourse. D. Massachusetts: Blackwell Publishers. (no date). J. Toronto. Lyons. London: Cambridge University Press. 1987. 1994. Changing Time Changing Shapes. dan S. New York. London: McMillan.L. J. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 127 . Grisham. New York: Warner (2) Buku oleh dua atau tiga pengarang Brown. How to Do Things with Words.3 Contoh Penulisan Lema Pustaka Acuan (1) Buku oleh satu pengarang Austin. P. 1994. J. n. and Sydney London New York (8) Jika di dalam buku tidak ditemukan tahun penerbitannya. Politeness: Some Universals in Language Usage. pada pustaka acuan ditulis n. Oxford: Oxford University Press.d.d. Schiffrin. Levinson. 1962.London.

F. Interlingual and Intercultural Communication. T. et al. 1986. J. Meaning and Translation: Philosophical and Linguistic Approaches. London: Duckworth. et al. 1993. 1978. Blum-Kulka (eds). M. Goody. (5) Buku suntingan dua orang atau lebih Guenthner. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. Cambridge: Cambridge University Press. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2nd ed. The Pragmatics of Language and Literature. 1991. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 128 . 1976. Dijk. (ed). Linguistics an Introduction. (ed). (ed). London dan New York: Routledge. dan M. dan J. N. Jakarta: Depdikbud RI. van. Redefining Translation: The Variational Approach. London: Routledge. (3) Buku oleh lebih dari tiga Pengarang Alwi. Radford. Guenthner-Reutter (eds).). 1999. 1992. Martin.Hewson. 1978.A. Tubingen: Gunter Narr Verlag. House. (4) Buku suntingan satu orang Coulthard. and S. A. Advances in Spoken Discourse Analysis. Cambridge: Cambridge University Press. Amsterdam: North Holland. E. L. H.

F. Kate L. (9) Karangan (Essay) di dalam buku suntingan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 129 . and Disertations (6th Ed.). 1991. Translation Studies (Revised Ed. Chicago: The University of Chicago Press. (6) Buku edisi kedua. Translated by Oka. Cambridge: Cambridge University Press.D. dan A. Bierwisch (eds). Turabian. 1970. G. F. Meaning and Speech Acts Vol.R. London: D. 1993. ketiga. S. 1982. A Manual for Writers of Term Papers. M.). Speech Act Theory and Pragmatics. J. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Theses. 1996.S. (8) Buku terjemahan Leech. de Haan. The Nature of Translation. and M. Kiefer. 1990. 1980. D. (7) Buku yang terdiri atas dua jilid atau lebih Vanderveken.Holmes. London: Routledge. 1: Principles of Language Use. dan seterusnya Bassnett-McGuire.. Searle. Riedel Publishing Company. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Popovic (eds).. J. The Hague: Mouton.D.

M. House and S. and A. pp. dan S.). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 130 . The concept “shift of expression” in translation analysis. Di dalam J. 1999.. Sharwood. F.). Hlm. 11th ed. Contrastive discourse analysis as a tool for the interpretation of shifts in translated texts.B. 56 – 311.). In E. Goody (ed.C. 1986. Syntax in second language acquisition.). Samuel Johnson. Edited by Bernard Spolsky. Francis. pp. G. van den. A. Encyclopedia Britanica. 78 – 90. In J. pp. 856 – 65. BlumKulka (eds.Broeck. B. 1970. T. Levinson.1992. R.Coulthard (ed. pp. Amsterdam: Elsevier. Hlm. N. Drinitrova. 1970. (10) Artikel di dalam Ensiklopedi Macauly. Holmes. Universals in language usage: Politeness phenomena. New methods in translation research: new horizons in translation studies. 1978.A. Brown. Popovic. M. 463 – 471. dan S. Analysing everyday conversation. Smith. Hunston. de Haan. In Concise Encyclopedia of Educational Linguistics. 37 – 49. XV. P. E. FIT. Popovic (eds. pp. 1996.S.123 – 61.

14/2: 237 – 57. 2005. 11: 131 – 46. 2005. Manshur. (12) Artikel di dalam Koran dan Majalah: Basuki. Journal of Pragmatics. 9/1: 1 – 25. Requests and apologies: a cross-cultural study of speech act realization patterns (CCSARP). Doherty. S. September. Applied Linguistics. 1990. Lokalisme sebagai Ekses. 5/3: 196 – 213. (13) Kumpulan Artikel/Proceeding Seminar Panduan Penulisan K arya Ilmiah 131 . Suara Merdeka. 1987. Hlm. 18 Agustus. 1997. Hlm. S. dan E. 2005. Politeness phenomena in modern Chinese. Gu. M. Indirectness and politeness in requests: same or different? Journal of Pragmatics. 1984.(11) Artikel di dalam jurnal atau majalah Ilmiah Blum-Kulka. S. Olshtain. Novel nonfiksi dan kemungkinannya. 28 Agustus. Prasetyo. S. Blum-Kulka. TARGET. 166 – 7. Hlm. Acceptability and language specific preference in the distribution of information. Bahasa kita: Rusak bahasa. 64 – 5. Tempo. Intisari.Y. 18. F. rusaklah pemikiran.

Engagement: a necessary ingredient for participation in adult basic education. Y. and Durant. 2. Paper presented at The Fourth International Pragmatics Conference. 25-30 July. Online. C.FIT. disertasi. 1998. 1993. Hemingway dan Terjemahannya. dan karangan lain yang tidak diterbitkan secara komersial Gunarwan. Available at Panduan Penulisan K arya Ilmiah 132 . Implikatur Percakapan sebagai Pengungkap Humor di dalam Wacana Humor Verbal Lisan Berbahasa Indonesia. Japan. (14) Bahan yang dipetik dari situs internet Berbentuk buku Ziegler. Rustono. (14) Tesis. (2001). Melbourne: The Australian Institute of Interpreters and Translators. Kobe. Proceedings Vol. Disertasi Universitas Indonesia. 1999. M. 1996. The politeness rating of English and Indonesian directive types among Indonesian learners of English: Towards contrastive pragmatics. A. Thesis Magister Humaniora Universitas Indonesia. XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT). Perbandingan Derajat Kesantunan antara Tindak Tutur Direktif di dalam Novel A Farewell to Arms Karya E. Mujiyanto.

S. J. Online www.www. Linda.educ. In The Annual Review of Adult Learning and Literacy.edst. harvard. Natural Language Semantics. Online at ww. Oxford: Blackwell Publishers.ca/PROVINCE/SASK/SLM/selfeval/t oc. (2001).edu/ann_rev/vol2_6.ca/aerc/2001/2001ziegler.html [accessed 9/23/03).ubc. K. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 133 .html [accessed 03/15/00] Berbentuk artikel anonim dan tak bertanggal Self-Evaluation Kit. (n. 2. Chapter 6. Austin.htm [accessed 06/23/03] 3. (NCSALL).edu/teachers/departments/edld/conf/ critical. Available at http://ncsall.nald. Berbentuk artikel tak bertanggal Rocco. T. 2001. htm [accessed 11/11/01] Berbentuk artikel di dalam buku Shohet.L. Oxford dan New York: Oxford University Press.d) Critical reflection in practice: experiences of a novice teacher.4 Tata Urut Penulisan Pustaka Acuan Allan. 1962.gse.bsu. Adult Learning and Literacy in Canada. Vol. How to Do Things with Words.

) Pp. Goody. 1988.). The Semiotic Challenge (Fine Ed. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 134 . Searle. 1996. Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice (2nd ed. A. Bressler. Di dalam FIT. Between Languages and Cultures: Translation and CrossCultural Texts. Barthes. N. 1 – 36. dan C. In J. 1980. Kiefer. (ed. Bierwisch (Ed. 1999. M. 1995.). 1992. Howard. Readers’ subjective reactions to original poems and their translation: towards an assessment of dynamic equivalence. Eagleton. New Jersey: Prentice Hall.E. 905 – 920. 1996. London: Routledge. Cambridge: Cambridge University Press. New York: Hill and Wang. R. Minneapolis: The University of Minnesota Press. Semantic structure and illocutionary forse.). In Other Words: A Coursebook on Translation.Baker. A. dan M. Maier (eds. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. Literary Theory: An Introduction (2nd ed. C. Terjemahan dari Bahasa Perancis oleh R. Bierwisch.) 1978. Gunarwan. Pp. E. M.R.). Pittsburgh dan London: University of Pittsburgh Press. T. F. Dingwaney.

dan J. London: Arnold. Language and Context a Functional Linguistic Theory of Register.N. Language. Context. Style in Fiction: A Linguistic Introduction to English Fictional Prose. The concept of equivalence and the object of translation studies. Pp. Martin. Hasan.H. R. 1995. dan P. The relations between translation and material text transfer. dan M. J. 7. Jakarta: The Translation Center.). Koller. 4. Semantics. 171 – 89. Pp. 1997. M. A. and Text. Oxford dan Massachusetts: Blackwell. TARGET. London dan New York: Pinter. Melbourne: Deakin University Press. London: Routledge.I. Redefining Translation: The Variational Approach. Saeed. (ed. Leckie-Tarry. Redefining Textual Equivalence in Translation with Special Reference to IndonesianEnglish. dan R. London dan New York: Longman. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 135 . 191 – 222. Machali. 1998. H. Pym. Rice.). 1995.A. TARGET. Waugh. Short.Halliday. 1992. Leech. 1991. P. G.K. L. 1981. Hewson. Modern Literary Theory (3rd ed. 1996. W. 1985.

8. 137 – 51. 1997. Pp. Language through Literature.Searle. The classification of illocutionary acts. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 136 . London dan New York: Routledge. 1979. R. P. J. Simpson. Language in Society.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 137 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful