BAGIAN I

PANDUAN DASAR

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

2

1. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan pada masalah, baik yang sederhana maupun yang rumit. Bila berhadapan dengan masalah yang rumit, kita bertanya-tanya mengapa terjadi masalah itu, dan mengapa masalah itu rumit untuk dipahami. Bila yang berhadapan tersebut seorang mahasiswa cerdas dia akan minta bantuan kepada teman sebayanya, kakak kelasnya, dosennya, atau bahkan mungkin profesornya. Bila salah satu profesornya memberi jawaban berdasarkan teori yang dikembangkan orang lain yang tertulis dalam sebuah buku, dia juga bertanya profesornya menggunakan buku X bukan Y? Mengapa professor X tidak menjawab pertanyaan berdasarkan penelitiannya sendiri? Seorang peneliti atau pengarang yang cerdas, dan kaya pengalaman kerapkali seperti anak kecil, yang cerdas, dan kreatif, selalu bertanya, apa sebab suatu kejadian, peristiwa dan masalah, dan selalu ingin tahu apa jawabannya. Jawaban yang diinginkan anak tersebut tampaknya bukan sekadar jawaban, melainkan jawaban yang terkait dengan struktur alam pikiran yang dia ketahui, dan struktur sosial-ekonomi di sekitarnya. Untuk anak yang memiliki lingkungan ekonomi kuat dan struktur alam pikiran yang cerdas, tampaknya menghendaki jawaban yang lebih didasarkan pada fakta, dan makna sebuah fakta yang dipandang dapat merupakan akar suatu masalah atau landasan pemikiran tertentu.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

3

perjalanan. baik yang berasal dari pengamatan indrawi atau dari belajar sendiri. pengetahuan atau perhatian terhadap masalah tersebut. dengan mengunakan metode yang tepat. Secara sederhana karya ilmiah dapat dikatakan sebagai tulisan untuk mencari sebab akibat suatu masalah untuk mendapatkan keterangan yang lengkap berdasarkan penalaran. PENGETAHUAN Pengetahuan berbeda dengan ilmu atau karya ilmiah. Pengetahuan adalah semua informasi yang tersusun di dalam memori seseorang. maupun yang berasal dari pengamatan yang dilaksanakan dengan cara yang tidak sintematis. tidak jelas metodenya dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. 2. Pengetahuan dapat berupa tulisan dari memori berdasarkan pengalaman. Tulisan yang disusun berdasarkan pengetahuan atau pengalaman pribadi. yang telah mengacu pada teori orang lain kadangkadang belum dapat memberikan pemecahan yang memuaskan atas suatu masalah.Bagi orang dewasa. perlu dicarikan jawaban dengan bertanya kepada sejumlah orang yang dipandang memiliki pengalaman aktual. jawaban atas keingintahuan tersebut dapat ditulis dalam bentuk karangan singkat atau karangan bersambung berdasarkan struktur penalaran logis yang dapat menjadi dasar sebuah tulisan ilmiah. kesaksian suatu peristiwa dilukiskan secara cermat. Dengan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 4 . berdasarkan nalar sehat dan logika yang telah mereka miliki.

sehingga tulisan yang disajikan tidak bersifat gagasan kosong yang tidak membumi. dengan metode tertentu. dapat membandingkan. dan menilai mana yang benar dan mana yang tidak benar. Karya ilmiah. mengerti. terjadi semacam korenspondensi antara gagasan yang telah disusun untuk memecahkan masalah tersebut dengan kondisi di tempat masalah tersebut timbul (lapangan). pada waktu seorang anak kecil mulai tumbuh. tetapi perlu acuan tertentu yang dapat membantunya. temuan orang lain.demikian. dia akan tetap tahu dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 5 . pengalaman. dia menjadi tahu bahwa orang yang selalu dekat dengannya adalah ibunya. Acuan tersebut dapat berupa teori yang telah dikembangkan orang lain. mulai tahu. sampai dengan mengetahui. merekonstruksi. Untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan suatu proses: mulai dengan mengenal. atau pengalaman orang lain yang dapat diuji keandalannya. mangalisis. atau hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain. Karena proses untuk mendapatkan pengetahuan berbeda dalam tingkattingkat yang ditempuh. dapat membedakan. Memecahkan masalah dapat dilakukan dengan mengacu kepada teori yang dikembangkan ahli yang terkait. memperhatikan. termasuk penelitian. sekurang-kurangnya mengandungi masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan akal sehat (common sense) atau intuisi. Misalnya. pengetahun dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan juga. Bila seorang anak bertambah penalarannya.

Jadi. atau selayang pandang seperti melihat sesuatu dari atas mobil atau pesawat terbang. 3. seorang peneliti bertugas merumuskan masalah secara jelas. misalnya kakak prempuannya. langkah selanjutnya adalah menyususn tujuan penelitian. tidak spontan. Dalam perkembangan selanjutnya. tetapi pada tahap selanjutnya disyaratkan untuk mengadakan studi awal untuk melihat latar belakang suatu masalah. masalah yang ditemukan seorang peneliti atau penulis ilmiah harus dicarikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 6 . Dengan demikian. Bila latar belakang masalah telah dapat digambarkan dengan jelas. Pada tahap sekanjutnya. anak dapat membedakan antara ibunya dan wanita lain. sehingga arah pemecahannya cukup terarah. KONSEP ILMU Penciptaan karya ilmiah menggunakan prosedur yang agak berbeda dengan pembuatan tulisan atau laporan biasa. baik yang serupa maupun yang berbeda. prosedur awalnya sama dengan mencari pemecahan masalah dalam pengetahuan. di mana posisinya dengan masalah yang lain. Apabila masalah penelitian telah disusun dengan jelas. Dalam penelitian. Tujuan ini harus sesuai dengan masalah yang hendak dipecahkan. pengetahuan diperoleh dengan proses yang lebih detail dan lebih teliti akan berbeda dengan pengetahuan yang diperoleh secara cepat. pengetahuan adalah suatu proses yang berkesinambungan. misalnya lewat pandangan pertama.mengenal ibunya meskipun dia berbusana indah.

Penelitian ilmiah berbeda secara mendasar dengan pengetahuan yang ditulis berdasarkan akal sehat atau common sense. peneliti harus mencoba mengkaitkan masalah yang diteliti dengan situasi. dengan metode penelitian yang sesuai. tetapi dalam pengertian yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 7 . tempat.jawabannya lewat data penelitian di lapangan atau di laboratorium. Untuk mencari dasar masalah yang dirumuskan. alat penelitian yang teruji vaiditas dan reliabilitasnya. kondisi sosial ekonomi. Deduksi dapat diartikan mencari landasan teori dari rumus atau teori besar yang telah menjadi dasar pengembangan ilmu yang terkait. peneliti harus menyusun landasan konseptual atau teoritis yang merujuk kepada teori yang telah terbukti keunggulannya dan disusun secara deduktif dan induktif. Dari kajian yang diperoleh. Perbedaan tersebut terletak pada sistematika dan cara pengendalian. di tempat dia melakanakan penelitian tersebut.1 ilmu dan common sense berbeda tajam dalam beberapa hal. Kaitan antara kajian teori dan masalah yang hendak dipecahkan biasanya dirumuskan dalam suatu kerangka konseptual. Akal sehat biasanya diperoleh menggunakan teori dan konsep. dan juga dari acuan kepada hasil penelitian valid yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Berdasarkan konsep tersebut dirumuskan dugaan atau perkiraan secara nalar berdasarkan deduksi. Menurut Kerlinger. kondisi kebudayaan. Ilmu diperoleh mengunakan konsep dan struktur teori yang disusun secara sistematis dari pendapat orang lain.

longgar. Dengan perkataan lain. ilmuwan juga menyadari bahwa konsep yang mereka buat tidak selalu paling tepat. Dalam memecahkan masalah. dan tidak sistematis. Di samping itu. menganalisis bencana alam dipandang sebagai peringatan atau hukuman kepada orang yang menjadi kurbannya. dalam krisis ekonomi. Selanjutnya dikatakan bahwa common sense merupakan campuran dari insight utama sebagai prinsip nonkontradiktif. menguji teori tersebut dengan konsistensi internal. ilmuwan merujuk kepada teori yang relevan dengan masalah dan keadaan. mempertimbangkan faktor terkait lain yang diperiksa dengan metode yang sahih. Ilmuwan mempunyai pola berpikir tertentu. atau perilaku korup dari pengelola birokrasi. meyebutkan bahwa common sense adalah akal sehat atau pendapat umum. orang tidak mencoba mengkoreksi perilaku kelompok lain. Misalnya. Hardono2. Orang awam juga menbuat hipotesis. sampai pada suatu kumpulan pengatahuan mengenai hal-hal yang remeh. Mereka mengembangkan struktur teori. melalui banyak keyakinan yang lebih meragukan. serta perkembangnnya. nilai ketepatan bersifat relatif. menguji beberapa teori dan kemudian membuat hipotesis3 atau perkiraan. dengan uji empiris. Perbedaan antara common sense dan ilmu adalah bahwa common sense tidak berdasarkan penyelidikan atau penelitian yang mempertanyakan apakah apa yang diyakini tersebut terbukti benar atau salah. yang dipersalahkan adalah etnis tertentu. Demikian juga. tetapi teori yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 8 .

Para penulis awam kerap kali tidak memberikan penjelasan tentang sebab suatu kejadian atau masalah secara sistematis berdasarkan phenomena yang mereka amati. selektif dengan memilih yang cocok dengan pendangannya. orang awam biasanya cukup puas menerima penjelasan dengan konsepsi yang bias. dan biaya produksi yang serentak naik. Dalam kasus kenaikan harga BBM (Oktober 2004). Mereka tidak mau memberikan penjelasan mengenai sumber-sumber dari luar yang dipersoalkan. Yang dikontrol hanya variabel yang memiliki kaitan atau penyebab langsung dengan masalah yang hendak dipecahkannya. Misalnya. yang mungkin menjadi sebab terjadinya suatu masalah. agar masyarakat dapat memahami persoalannya. transportasi. peneliti mencoba untuk sementara waktu mengabaikan variabel yang tidak terkait langsung dengan masalah.dipergunakan hipotesisnya. mereka mengabaikan anak nakal dari kawasan gedongan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 9 . Maka. agar rakyat mengerti dan siap menghadapinya. Dalam penelitian. banyak orang yakin bahwa anak nakal berasal dari kampung kumuh. perlu ada penelitian ilmiah yang dapat memberikan bukti yang valid. mestinya secara obyektif diteliti akibat kenaikan harga BBM tersebut terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. serta memilih bukti tertentu yang dapat mendukung Dalam mengontrol pendapatnya.

metode. dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mendasar antara pengetahuan dan ilmu: Pengetahuan diperoleh dan disampaikan menggunakan akal sehat. dan pengembangan ilmu yang paling banyak dikerjakan melalui penelitian. dan kebenaran ilmiah. orang miskin karena takdir. Berdasarkan uraian di atas. dan bukan lahan ilmuwan.Ilmuwan terikat terus-menerus secara aktif dan sistematis dengan fenomen-fenomen dan dengan kesadaran yang tinggi sehingga menemukan hubungan sebab akibat yang jelas dan rasional. studi dokumen. eksperimen. tidak dapat diuji. Proposisi yang bersifat metaphisik seperti itu menjadi bagian dari ilmu fisafat. teori. atau orang pandai karena suratan. Apakah perbedaan antara penalaran sehat dan ilmu terletak pada penjelasan yang berlainan mengenai fenomena yang teramati (Explanation of the observed phenomena)? Seorang peneliti berusaha menjelaskan hubungan antara data yang diobservasi secara cermat dan mengesampingkan apa yang tersirat dalam metaphysical explanation atau proposisi yang tidak dapat diuji. Proses dalam mendapatkan ilmu ditempuh dengan penggalian. Untuk mendapatkan ilmu. pengamatan. sedangkan ilmu diperoleh dan disajikan dengan cara yang terikat pada sistem. Proposisi tersebut bersifat metaphisik dan. karena itu. Misalnya. Hal ini tidak berarti bahwa ilmuwan tidak perlu memperhatikan proposisi seperti itu. Yang menjadi perhatian ilmuwan peneliti adalah gejala yang dapat diamati. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 10 .

serta kondisinya tidak berubah secara drastis. Ilmu juga menganjurkan bahwa orang yang mempunyai perhatian terhadap filsafat ilmu harus memiliki kerendahan hati dalam menghadapi pengalaman dan keterbukaan secara menyeluruh terhadap dunia di sekelilingnya. Tradisi epistemologi cenderung membatasi diri pada ‘persepsi inderawi dan pemahaman intelektual’. Filsafat ilmu atau epistemologi5 merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan lingkup pengetahuan dasar dan yang pengandaiannya secara umum dapat diandalkan melalui penegasan yang dinyatakannya. Berdasarkan pernyatan tersebut. kaum sophis mempunyai pandangan bahwa pengetahaun dalam arti sempit adalah pengetahuan yang dalam keadaan apa pun tidak dapat salah. Pengembangan ilmu adalah proses psikis yang menyebabkan kesadaran manusia memasuki terang ada. a-letheia. ilmu dan pengetahuan adalah pernyataan diri dari ada. alat yang benar. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 11 .diperlukan persyaratan yang harus dipenuhi dengan cara yang sistematis dengan mengikuti metode tertentu dan berdasarkan kebenaran. Artinya. tak bisa diperoleh dan karena itu tak usah dicari. di mana pengetahuan tersebut dimengerti secara sempit.4 Selanjutnya menurut Heidegger ilmu yang diperoleh manusia disebut. Pengetahuan tidak bisa meramalkan bagaimana ada itu dinyatakan. tetapi ilmu dapat membuat ramalan apabila variabel yang dipelajari diperoleh dengan metode yang benar.

Aliran terbesar yang berpengaruh adalah skeptisisme. sebab mereka menjawab pertanyaan pokok yang mendasari ilmu. mengenai hakikat. sebagai adalah: perintis Apa epistemologi. dan memberi inspirasi kepada beberapa aliran. pengenalannya. Konsep yang mereka kembangkan memberikan sumbangan yang amat berharga bagi perkembangan umat manusia.Epistemologi yang diketengahkan kaum Sophis tersebut adalah epistemologi tradisional. Jawaban yang dikemukakan oleh para filsuf atas pertanyaan Plato tersebut ternyata beragam. dan kepastian ilmu. Pertanyaan Plato. yang disebut mengemukan beberapa pertanyaan yang mendasar tentang epistemoyang dimaksud pengetahuan? Di mana pengetahuan biasanya diperoleh? Di mana terdapat masalah yang biasa perlu kita ketahui? Berapa yang benarbenar pengetahuan? Dapatkah indera menghasilkan pengetahuan? Dapatkah akal memberikan pengetahuan? Apakah hubungan antara pengetahuan dan keyakinan yang benar?6 Bertolak dari pertanyaan tersebut. dasar. para filsuf sesudah Plato berusaha mengembangkan filsafat ilmu untuk menjelaskan sumber. yaitu usaha untuk mencari pembenaran (justify) bahwa pengetahuan itu terkait erat dengan peranan inderawi dan akal dalam logi. rasionalisme.1 Skeptisisme 12 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . yang merefleksikan konsep dan pandangan tentang ilmu. ruang lingkup dan syarat umum. dan empirisme. 3.

Sebaliknya. dasar. Tidak ada keraguan atau suatu penyangkalan terhadap keterbukaan ini dapat dipertahankan. seperti Etienne Gilson. sampai sekarang banyak filsuf yang berusaha mengembangkan teori pengetahuan untuk menjelaskan sumber. dan akibatnya telah mengandaikan validitasnya. posisi kaum skeptis absolut cukup rapuh. Pikiran ada dan adanya pikiran merupakan kesaksian bagi dirinya sendiri mengenai keterbukaan terhadap ada. Adanya ilmu merupakan suatu hal pokok yang dapat direduksi. beranggapan bahwa tidak ada masalah mengenai ilmu pengetahuan sebab pertanyaan kritis tidak dapat diajukan secara konsisten.8 Berangkat dari pandangan Plato tentang pengetahuan. Terhadap keberatan ini ada beberapa jawaban yang terkait dengan segi positif dari keberatan tersebut. dan kepastian pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 13 . Dengan demikian.7 Hardono menjelasakan bahwa kaum skeptis. karena dalam kenyataan epistemologi dianggap mengusulkan suatu tujuan khayal sebab kita harus medemonstrasikan validitas ilmu pengetahuan kita. yang berarti kita telah menggunakan ilmu kita.Kaum skeptis meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. Kaum Skeptis berkeberatan dengan epistemologi. Yang ditekankan adalah kelekatan tanpa syarat antara pikiran dan kenyataan. mereka mengajarkan bagaimana orang dapat maju tanpa ilmu pengetahuan yang pasti.

Salah satu cara untuk menentukan bahwa sesuatu itu pasti adalah melihat seberapa jauh hal itu bisa diragukan.2 Rasionalisme dan Empirisme Konsep pengetahuan seperti yang dikemukan oleh Plato dan Decartes disebut ‘rasionalisme’ sebab mereka menegaskan bahwa dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja kita dapat menemukan pengetahuan dalam arti yang paling ketat. Decartes menggunakan keraguan untuk mengatasi keraguan. yaitu pengetahuan yang dalam keadaan bagaimanapun tak mungkin salah. sehingga pengetahuan kita dapat dibangun di atas dasar kepastian absolut. Sebagai reaksi terhadap teori rasional tersebut timbul teori empiris dari Inggris yang dipelopori oleh John Locke. Thomas Hobbes dan David Hume10. Hasil yang diperoleh dari studi tentang pengetahuan untuk mendukung pendapat Plato tersebut sampai hari ini ternyata beragam. sampai keraguan itu sendiri membatasi diri. Mereka berusaha menemukan basis pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah kita dapat tahu tetapi mengapa kita dapat membuat 14 . Keraguan ini disebut universal karena terentang tanpa batas.9 Prosedur yang disarankan Decartes disebut ‘keraguan metodis universal’. Bagi Decartes persoalan dasar bagi fisafat pengetahuan bukan bagaimana kekeliruan. akhirnya kita akan mencapai titik yang tidak diragukan.manusia. 3. Bila kita secara sistematis mencoba meragukan sebanyak mungkin pengetahuan kita.

Dari pengalaman inderawi mereka mendapatkan informasi tentang dunia yang sangat kurang daripada harapan mereka. yang dihasilkan adalah skeptivisme yang sangat menyedihkan tentang pengetahuan sejati. disebut benar karena sesuai dengan lenyataan. pandangan mengenai apa yang terjadi di sekitar kita semata-mata diakibatkan oleh kerja psikologis yang aneh dari manusia. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. Apa yang menurut pendapat kita merupakan pengetahuan tak lain hanyalah suatu cara pengaturan pengalaman yang masuk ke dalam memori kita. Epistemologi terkait erat dengan pernyataan benar dan pertimbangan yang diberikannya. Menurut Hume. saya menyatakan kenyataan. KEBENARAN Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. 4. dan itu adalah benar hijau. Misalnya. itu epistemologi juga Panduan Penulisan K arya Ilmiah benda itu berwarna hijau. Perkembangan filsafat Inggris yang dimulai dari John Lock dan Hume pada abad 18 telah mengilhami aliran ilmu pengetahuan yaitu: teori empiris. Jika saya menyatakan sesuatu. Di samping.dari pengalaman inderawi. apapun yang diketahui tentang pengalaman inderawi. Hume menunjukkan bahwa dari penelitian yang dibuatnya. pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari 15 . atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’.

tak seorangpun dapat mengetahuinya. kebenaran dengan harus diputuskan yang berdasarkan sesuai keadaan sesungguhnya. yaitu Renaissance dan Humanisme. seorang epistomolog dapat melepaskan diri dari perhatian dan keadaan yang terlalu sempit karena batas inderawi. setelah mereka berhasil mempelajari naskah yang ditulis dalam bahasa Yunani dan dapat mengembangkan pribadi sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. tetapi dapat mengabstraksinya sebagai hal yang bersifat kognitif. seperti apa yang diucapkan seorang Shophis terkemuka. Bahasa lain yang dikemukakan oleh Popper.memberi dasar pertimbangan yang paling mendasar kepada pernyataan yang diberikannya. Ini merupakan tugas utama epistemologi. bukti Keakuratan (evident). mereka tak dapat mengomunikasikannya”.13 yaitu aliran yang menonjolkan kemampuan manusia sebagai pribadi yang dapat mempelajari pengetahuan. bahwa ‘manusia merupakan ukuran segalanya’. Dengan mengarahkan pertahatian kepada evidence. kita mengenal zaman yang paling berpengaruh terhadap dunia modern sekarang ini. mengajarkan cara orang dapat maju di dunia tanpa pengetahuan yang pasti. dan kalau mereka mengetahuinya. dan kalau ada.12 Dalam sejarah Barat. mereka yang meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. sementara seorang sophis lain Gorgias mencanangkan: “Tak suatupun ada.11 Orang dapat menang dalam debat dengan bicara sangat meyakinkan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 16 . Protagoras.

budaya. Percobaan tersebut. antara lain: proses pembentukan ilmu. 14 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 17 . kaum intelektual pada waktu itu memperoleh kesempatan untuk mendalami aliran pemikiran.Dengan mempelajari naskah Yunani kuno dan menerjemahkan naskah tersebut ke dalam bahasa Jerman. atau dipanasi dengan sengaja agar mendapatkan bentuk atau warna tertentu. dan tepat bila ilmu dilihat dari sudut proses mendapatkannya atau yang biasa disebut metode. hasil yang dicapai. Berkaitan dengan filsafat ilmu tersebut berkembang juga paham tentang benar. metode dan sistem yang dipergunakan. yang pada dekade berikutnya diikuti dengan zaman rasionalisme. Perkembangan filsafat ilmu dimulai sejak zaman Renaissance dan Humanisme.1 Kebenaran Menurut Ilmu Empiris Istilah benar umumnya menyangkut isi ilmu itu sendiri. Hipotesis diuji berkali-kali dalam beberapa temperatur udara. kimia dan biologi dipergunakn serangkaian percobaan sehingga dapat ditemukan perkiraan atau hipotesis. dan teknologi yang ada pada zaman Yunani Kuno. ataupun cara kerja ilmu tersebut. dan tepat menurut beberapa cabang ilmu. Dalam ilmu alam atau fisika. dan dampaknya segera berkembang aliran Humanisme dan Renaisance. filsafat ilmu. filsafat. sistem pemerintahan. 4. Ada beberapa macam cara kerja ilmu atau jalan yang ditempuh untuk mencapai pengetahuan yang benar. setelah dianalisis menghasilkan simpulan yang disebut induksi.

yang mementingkan obyek yang diketahui serta bagaimana berlangsungnya pengetahuan tersebut. kondisinya berbeda karena pada waktu diberi perlakuan atau pertanyaan manusia memberikan reaksi yang berbada-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Setelah diuji dalam berbagai temperatur dihasilkan simpulan yang lebih kurang sama. Pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu kemanusian. Langkah ini disebut deduksi. Kebenaran diartikan sebgai kesesuaian antara pengenal dengan apa yang dikenal (Corspondence theory of truth.) dan teori tentang kebenaran sebagai keteguhan (cohenrence theory of truth). Sampai dengan abad 19 di antara pandangan ilmuwan ditemukan pandangan dasar. Dalam mementukan ‘benar’ ada perbedaan yang mendasar antara ilmu empiris dan ilmu kemanusiaan. dalil tersebut sudah dianggap baku.induksi merupakan cara untuk mendapatkan ketepatan dan sekaligus kebenaran. Di dalam ilmu kemanusiaan ada dialektika antara subyek dengan obyek. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan pada percobaan berikut untuk benda atau tumbuhan yang sama. 15 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 18 . Dalil yang dirumuskan mungkin bersifat sementara sebelum diuji coba dalam berbagai temperatur. Dengan demikian proses deduksi .Setelah diperoleh simpulan dari beberapa percobaan dapat dirumuskan dalil tertentu. besi apabila dipanasi terus menerus dapat meleleh”. misalnya: “air bila dipanasi terus menerus dapat menguap.

19 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . Tetapi kebenaran tersebut tidak dirinci secara baik. Kejadian ini dianggap sesuatu yang benar. dari mana asalnya. 4. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. Contoh. mungkin ada sesuatu yang kurang dijelaskan siapa saja yang meninggal. Jika saya menyatakan sesuatu. yaitu sebagai suatu keteguhan yang agak dekat antara pernyataan dengan keadaan atau even yang tersedia. Eviden yang baik terdiri dari berbagai fakta tersebut harus dapat dicek keadaannya sesuai dengan keterangan yang dinyatakan. bulan Desember 2004.Problema kebenaran. Misalnya saya menyatakan benda itu berwarna hijau. bila kita mengatakan bahwa pesawat ‘Lion Air’ yang jatuh di bandara Adisumarma Surakarta. disebabkan oleh angin kencang dan landasan yang licin. serta banyak orang yang meninggal. Kebenaran adalah kesuaian antara pernyataan atau berita dengan keadaan yang disebutkan. Kebenaran harus didukung dengan kriterium dan eviden. dan berapa orang. dipihak lain dapat dideskripsikan juga sebagai kesuaian antara pernyataan dengan eviden yang ada. Jadi problema kebenaran bukanlah sesuatu yang tanpa syarat. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. karena sesuai dengan kenyataan. Kebenaran menurut ilmu Pasti agak dekat dengan kebenaran yang dikemukakan ilmu-ilmu empiris. disebut benar. 2 Kebenaran Menurut Filsafat Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan.

sebagai akibat kesankesan yang masuk lewat indera. Keterangan lain seorang antropolog mengatakan bahwa orang Akit bukan bagian dari suku Melayu. Sedangkan Hegel menyebutkan kebenaran adalah keseluruhan. adalah bagian suku Melayu. Yang mengenal dengan yang dikenal itu identik satu sama lain dalam ilmu yang sempurna. Kabupaten Kepulauan Riau). Misalnya: pernyataan bahwa orang-orang ‘Akit’ (salah satu suku terasing di Pulau Rupat. kebenaran adalah apa yang ada pada pihak pengenal saja. 17 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 20 . dan terpilah-pilah mengenai sesuatu (idea clara et idea) 16. Ilmu itu disadari sebagai subyek yang mengenal obyek dengan baik dan benar. sebagai keteguhan yang sudah kita lihat. jelaslah bahwa dalam anggapan Aristoteles mengenai kebenaran. Manurut Kant. Karena pengetahuan itu disadari yang benar.pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari kenyataan. dan apa yang mereka ungkiri. Yang dijelaskan di dalam kalimat–kalimat tersebut adalah apa yang mereka tegaskan. dan dilanjutkan kepada kategori akal budi. karena benda tersebut benar hijau. Sementara itu menurut Decartes. Jadi kebenaran adalah kesesuaian antara idea dengan kenyataan. mengatakan bahwa ada tidaknya kebenaran tergantung pada ada tidaknya idea yang jelas. diterima dalam susunan apriori ruang dan waktu si pengenal. Tahapi teori tentang kebenaran dinyatakan sebagai penyesuaian antara si pengenal dengan apa yang dikenal.

5.18 dalam Alfons Taryadi. 5. tetapi sebenarnya dia tidak mempunyai bukti.1 Perbedaan antara Ilmu dan Opini Dalam kehidupan sehari-hari. misalnya dalam pertemuan antara sarjana. sebagai berikut.Pertanyaan selanjutnya menyangkut apa yang disebut ‘kebenaran akal’ (truths of reason). yang disebut problema epistemologi. Mungkin apa yang dimiliki oleh orang kedua tidak dimiliki oleh orang pertama? Mungkin orang akan berkata bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 21 . Tetapi bebrapa filsuf lain merumuskan kriteria pengetahuan begitu rupa sehingga katanya kebenaran akan tidak termasuk hal-hal yang kita ketahui. Beberapa filsuf mengatakan bahwa teori pengetahuan yang memuaskan harus sesuai dengan kenyataan bahwa beberapa di antara kebenaran akal atau logika dan matematika. dia tidak mau menduga-duga. Problema tersebut pada garis besarnya telah dikemukakan oleh Roderick M. PERSOALAN EPISTEMOLOGI Refleksi atas hakekat pengenalan membangkitkan sejumlah persoalan filosofis yang membingungkan. Chisholm dalam Theory of Knowledge. Seorang yang lain mengetahui tetapi tidak mau mengatakan bahwa ia tahu. dan ditangkap penelis. Seorang sarjana yang para kebetulan pandai bicara mempunyai dugaan kebetulan tepat. Di pihak lain ada yang mengtatakan bahwa kebenaran akal itu hanyalah cara orang berpikir atau cara penggunaan bahasa.

Apa arti memiliki eviden. (1) Bagaimana Mencari Pembenaran (justifikasi) atas Pertanyaan bahwa Kita Mengetahui Sesuatu? Pengetahuan kita tentang sesuatu masalah harus berdasar pada fakta yang benar tentang masalah tersebut. atau masalah lain yang berbeda tetapi masih ada kaitannya. tetapi dalam usaha untuk mencari pembenaran atas pernyataan bahwa kita mengetahui secara khusus masalah itu. misalnya dari berita yang ditulis orang lain. Merupakan ‘Struktur’ yang Mempunyai Dasar pada ‘eviden’ yang Kita Ketahu Secara Langsung Pada Waktu itu? Hal ini dipertanyakan sebab masalah-masalah yang kita ketahui biasanya bukanlah masalah yang mempunyai eviden secara langsung. sedang orang pertama tidak memilikinya. dan kita ketahui secara langsung. Lalu dapat dipertanyakan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 22 .orang kedua memiliki evidensi. kita mudah digiring kepada berbagai hal yang eviden secara langsung. sementara masalah lain kita ketahui secara tidak langsung. (2) Haruskah Kita Mengatakan bahwa Seluruh yang Kita Ketahui pada waktu Tertentu. dan bagaimana dia memutuskan bahwa dia memiliki eviden atau tidak? Orang pertama menyampaikan pendapat atau opini. sedangkan orang kedua lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan karena dia tidak yakin akan ilmunya dengan eviden yang dia miliki. Ini menimbulkan pertanyaan apakah ada sesuatu yang nyata.

Misalnya orang tidak pernah melihat gajah tidak dapat mengatakan bahwa gajah itu besar. tergantung pada keadaan pemikiran si pelaku.2 Permasalahan Metafisis Penampakan benda-benda itu cederung bersifat subyektif. dan juga keterkaitan antara ilmu dengan filsafat. tetapi dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ilmu apabila pengamatan yang dipergunakan atau dialektika yang dikerjakan sesuai dengan metode tertentu yang dapat memberi eviden atau bukti nyata idea yang ada pada pengenal (subjek). Ilmu adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan sistem dan metodologi tertentu untuk memperoleh kebenaran. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 23 .apakah hubungan antara hal yang eviden sebagai dasar terhadap struktur tersebut bersifat defensif atau induktif. METODE ILMIAH Dalam pemahaman tentang epistemologi dan logika. Jadi penampakan benda-benda luar merupakan duplikat dari benda-benda itu. 6. dan apabila dia tidak pernah melihat akibat dari suatu bajir bandang tsunami di Aceh tidak dapat mengatakan bahwa banjir itu mengerikan. Pengetahuan yang diperoleh dengan pengamatan inderawi atau dialektika antara subyek dengan obyek belum tentu merupakan ilmu. dan kalau tidak demikian apakah aturan yang dipergunakannya? 5.

yang ditulis J. pengamatan.’ Bacon dan kawan-kawan. Bila kita melihat seekor ular. Davies19 mereka berkesimpulan bahwa “Ilmu adalah suatu struktur yang dibangun di atas fakta-fakta”. dan aroma lebih dapat memberikan penjelasan rasional.J. karena dalam mengamati dengan pancaindera. pancaindera kita melakukan proses pengamatan. seharusnya kita berkonsultasi bukan dengan tulisan-tulisan Aristoteles. merubah sikap bahwa fakta-fakta yang dujicobakan adalah fakta yang obyektif dan tidak ada sangkut pautnya dengan ide subyektif. Dari fakta-fakta tersebut. kemudian dapat dibangun sebuah teori. berdasarkan akal budi yang menelurkan dugaan-dugaan yang lebih lebih dihormati daripada pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera.1 Metode Induksi Pengertian ilmu seperti yang di kemukakan di atas diperoleh setelah ’Revolusi Ilmiah’ yang terjadi pada abad 17. ilmu mengikuti konsep-konsep Aristoteles.6. filsuf Francis Bacon dan rekan-rekannya menganjurkan pada waktu itu bahwa ‘apabila kita hendak memahami alam. seperti pendapat sebelumnya. si pengamat juga telah mempergunakan pengertian. Galileo dan Newton. yang dipelopori oleh Kopernikus. Terdorong oleh pengalaman ekspirimen Galileo tersebut. yang merupakan bagian dari akal budi atau rasio. Proses menghubungkan antara memori Panduan Penulisan K arya Ilmiah 24 .20 Sebelum zamani Humanisme. pemahaman. berdasarkan pengalaman.21 Pengetauan lewat akal budi ini selanjutnya ditentang oleh para ahli pikir yang cenderung memandang pengetahuan lewat pancaindra. Perintisan ekspirimen yang dikerjakan oleh Galileo.

tetapi akal budi tersebut berkerja dengan mendapat rangsangan dari benda-benda. keadaan. Dan pengujian teori dengan jalan menerapkan secara empiris simpulan-simpulan yang ditarik dari teori tersebut. terdapat hubungan logis antara simpulan-simpulan itu sendiri. 6. 22 Untuk melakukan pengamatan seorang peneliti harus memiliki organ-organ indera yang normal dan sehat. jadi akal dan budi telah bekerja. jujur. obyektif. terutama dengan maksud untuk menentukan apakah teori yang bersangkutan akan membawa suatu kemajuan ilmiah seandainya tetap tidak gugur oleh hasil ujian. atau ilmiah.2 Metode Deduksi Metode deduksi dimaksudkan untuk menemukan hubungan logis yang ada di antara teori-teori yang diajukan. antara lain:23 Pertama. teliti dalam kondisi bagaimana fakta tersebut diamati. Dengan demikian uji Panduan Penulisan K arya Ilmiah 25 . Dengan membandingkan simpulan-simpulan tersebut. dan masalah yang dipelajari sehingga membentuk struktur dalam rasio kita. apakah teori yang diajukan tersebut memiliki sifat empiris.tentang binatang merayap. Untuk mengkaji teori-teori tersebut menurut Popper ada beberapa syarat. perbandingan dengan teori-teori lain. dan berbisa yang tidak berkaki. bukan hanya akal budi atau rasio yang membayangkan sesuatu. Dalam membangun sebuah teori. menjadi lebih jelas. Metode ini disebut induksi naïf. Kedua. telah mempergunakan rasio. Ketiga. diuji apakah sistem yang disodorkan tadi mempunyai konsistensi internal.

namun merupakan suatu variabel. dikemukakan oleh Verhaak dan Haryono. Prosedur pengujian ini bersifat deduktif. Berangkat dari temuan Galileo bahwa semua planet bergerak mengikuti garis elips dan mengitari matahari.deduktif mempunyai tujuan praktis yang diakibatkan oleh teori-teori yang dihasilkan dari ekpirimen ilmiah maupun oleh teknologi secara praktis. bentangan rel Demikian juga bila ditemukan suatu hasil ekspirimen yang membuktikan bahwa besi bila dipanasi sampai suhu tertentu memuai. akan melengkung. Sudut pandang lain. Logika proposisi bertitik pangkal pada proposisi. bila dipasang rapat tidak ada celah antara sambungan satu dengan yang lain. mengatakan bahwa deduksi adalah cara menarik simpulan secara logis. Yang dimasud logika proposisi dalam logika formal modern adalah suatu ungkapan yang tidak mengandung “arti”. r. disimpulkan dapat diketahui dan bahwa planet Mercurius. Misalnya variabel p. Kedudukan logika dalam dalam semua sistem logika proposisi amat penting untuk mengamati ilmu-ilmu empiris. kereta api dari Anyer sampai Banyuwangi. diberi simbul dengan huruf besar. mengikuti hukum yang sama. pada waktu kena panas. yaitu ungkapan yang berdiri sendiri dalam suatu sistem S. 24 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 26 . s. Di samping itu ada variabel konstan yang ada hubunganya dengan veriabel. seperti N. q. dari masalah yang umum atau general ke masalah khusus.

menurut Verhaak diberi nama: Bentuk (1) diberi nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 27 . Untuk terjadi q diperlukan syarat tertentu. atau apabila hujan turun. artinya “terjadilah”.Pokok logika proposisi dalam bentuknya yang paling sederhana didasarkan pada anggapan bahwa setiap proposisi entah tunggal (p. Empat bentuk atau model silogisme hipotesis. Pernyataan atau primus mayor dan primus minor keduanya harus masuk akal. Bila seorang peneliti mengambil keputusan bersyarat. Dalam hubungan antara primus mayor dan minor di sini dapat terjadi empat bentuk. artinya p ”tidak terjadi”. Si Badu berbulu tebal. tidak dapat ditarik simpulan. Bentuk satu dua. Hurup p dan q merupakan proposisi. apabila p terjadi q. bila semua orang berbulu tebal keturunan kera. Misalnya primus mayor tidak logis primus minor tentu tidak logis. Misalnya. Umumnya nilai benar diberi angka 1 dan salah diberi nilai 0. belum tentu primus minor logis. Artinya bila terjadi p. yaitu p dan primus ‘minor’ q. Misalnya. dapat terjadi hukum logis. Keempat bentuk tersebut adalah: Simbul p. s) atau (Apqr. dan (2) “bukan p”. dan dua empat. r. q. Di sini ada yang disebut primus ‘mayor’. tidak trjadi q. (4) dan “bukan q”. (3) “Dan q”. artinya “tidak terjadi”. udara menjadi sejuk. demikian juga bentuk satu tiga. Npqr) atau konstan punyai nilai kebenaran. Simpulan tersebut tentu saja dapat dibalik: “apabila tidak terjadi p” “tidak terjadi q”. sebaliknya primus mayor logis. jadi Badu keturunan kera. Yang dapat ditarik simpulan hanyah bentuk satu dan empat. dia mempergunakan silogisme hipotetis.

hlm. 3.18 Fred N. S – P. New York: Holt Renehart and Winston. yakni mengulangi apa yang sudah ditegaskan. Yogyakarta: Kanisius. Hypotesis are always in declarative sentence form. P. seperti halnya silogisme kategoris yang salah satu bentuknya adalah: M – P. Catatan : 1 Fred N. 18. “…Common sense may often be bad master for the evaluation of knowledge. Ibid. Kerlinger. Filsafat Pengetahuan. Selain itu perlu diingat bahwa simpulan deduksi berlaku dimana-mana secara mutlak dan niscaya. 25 berdasarkan kemungknan lain Bentuk (1) dan (4) merupakan bentuk deduksi.either generally or specifically variables to variables” 28 2 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . S – M. Kerlinger. (penegasan sesuatu yaitu dulu memberi penegasan sesuatu yang lain yaitu q. and they related. p yang lebih dulu yaitu q). Bentuk (4) diberi nama “modus tollendo tollen” ( mengungkiri sesustu. Epistemologi. science and common sense are alike. karena lebih p ) hampir merupakan tautology saja. Bentuk (2) dan (3) tidak syah tidak diberi nama. hlm. Faundation of Behavioral Reseach. The view would say that science is a systematic and controlled extention of commen sence…” Hardono Hadi.“modus ponendo ponen”. 1994. Inc. “A Hypthesis is a conjectictural statement between two variables or more variables. But how are science and common sense alike and how are they different? From one vieuwpoint. hlm.

confirmation. P. 70. hlm. Roderick Firth. and rationality. 6 7 8 9 10 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 29 . 1977. ethic and religious)” Hardono Hadi. 1992.. hlm. Dan kalau pasti bahwa saya berpikir. 19. dalam International Encyclopedia. 500 – 2. and for this reason the history of epistimology is in large part of attempt to specify the condition under which we can maintain that various of kind of conviction ( since. justification. Ibid. P. 6. P. meaning. Franz Magnis Suseno. hlm. Opcit.4 5 Hardono Hadi. 25. truth. Lexicon Publication Inc. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. hlm. Ibid. such as those of bilief. apa yang dianjurkan hanyalah langkah demi langkah dipertanggung jawabkan. To Say that some of our true conviction are genuine knowledge (as appost to lucky guinesses or matter of faith) seem to imply that these convictions are capable of justification. certainty. “Epistimology from the Greek term meaning Knowledge. Oleh karena itu hanya satu cara untuk menjamin keradikalan filsafat. Hardono Hadi. faith. P. Ibid. hlm. hlm. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Hardono Hadi. a major branch of philoshophy devote primarily to the achievement of better understanding of consept of knowledge. Pada fakta dia sedang menyangsikan segalagalanya. “Decartes menolak dalil-dalil filsafat sebelumnya yang didasarkan pada pengandaian-pengandaian. ada lagi yang pasti dan tidak dapat diragukan yaitu bahwa saya sendiri ada: cogito ergo sum!” Franz Magnis Suseno. 73. It Also concerns itself with other closely related consepts. yaitu kesangsian. Ibid.

Great Britain. Telaah Atas Cara Kerja Ilmu-Ilmu. Englewood Cliff N. 1991. Jakarta: PT Gramedia Jakarta. 3.J. was Luther’s trusted surrogate in Watemberg. Haryono Imam. C. Alfons Taryadi. 68. Filsafat Ilmu Pengetahuan. hlm. hlm. hlm. Chisholm. Epistemologi Pemecahan Masalah. Ibid. 129.Davies. Verhaak dan R. hlm. young Philipp Melnchthon.. hlm. hlm. and. Louis Gottschalk. Verhaak dan R. 1979. 23. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama. J. D. 1970. C. Chicago: University of Chicago Press. 130 Roderick M. 122. van Peursen.233. Ibid. On The Scientific Method. Theory of Knowledge. most important of all. 1983. 1966. C. hlm. Johannes Occolampadiu. and published the firt systematic summary of reform theology…” Thomas S. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. Calmers.F. dalam A. “Many humanists in Germany and abroad among them Crotus Rubeanus. Et. Amthony. C. Jakarta: PT Gramedia. hlm. History of Mankind Cultural and Science Development. Ibid. … assisted him in translating the Bible and organizing the reform.J. 19.A. The Strusture of Scientific Revolution. 1991. Prinice Hall Inc.11 Alfons Taryadi. Haryono Imam.All. London: Longman. ”Dalam 30 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . was at twinty one professor of greek at wittenburg. Martin Bucer. 8 H. Hutten. hlm. 1989.Kuhn. Verhaak dan R. Orientasi di Alam Pemikiran Filsafat (terjemanhan Dick Hartoko). Haryono Imam.

hlm. 18. Alfons Taryadi. cepat juga dua macam bentuk pengetahuan menjadi pusat perhatian. yaitu pengetahaun lewat pancaindra dan pengatahuan lewat akal budi. Ibid. sedangkan pengetahuan berdasarkan akal budi dihormati sebagai pengetahaun sejati”. 25 “Bentuk ini termasyur dan berperan penting dalam cara kerja ilmu empiris.” Panduan Penulisan K arya Ilmiah 31 .sejarah filsafat. Haryono. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. Dalam banyak sistem logika proposisi modern digunakan tanda-tanda matematika “ 25 Ibid. 23. “Selain proposisi variabel itu juga ditandai dengan cara tertentu. 1983. hlm. Calmers. hlm. Ibid. 23 24 C. merupakan azas filsafat. Oleh ahli-ahli pkir Yunani pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera digambarkan sebagai pengetahuan yang tidak menentu. 22 A.F. yang menyatakan sesuatu yang konstan. bahkan yang menyesatkan. Verhaak dan R. 2. hlm. mempunyai arti tetap dalam sistem S.

BAGIAN II PANDUAN UMUM PENULISAN KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 32 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 33 .

laboratorium. baik penelitian lapangan. yaitu: makalah. Jenis karya ilmiah berdasarkan tujuanya dapat diklasifikasikasi menjadi dua. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: makalah. laporan buku/bab. Secara ringkas dapat diartikan bahwa pada dasarnya karya ilmiah merupakan laporan ilmiah. Sebagai bagian dari tugas perkuliahan. dan kegiatan penelitian. Karya ilmiah merupakan bagian dari kebutuhan formal akademik di setiap perguruan tinggi. maupun kepustakaan. skripsi atau setara skripsi (Proyek Studi). HAKIKAT DAN KEDUDUKAN KARYA ILMIAH Sebagaimana di Perguruan Tinggi pada umumnya. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi tugastugas perkuliahan. tidak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). disertasi. skripsi. Karya ilmiah sebagai laporan kegiatan ilmiah memiliki berbagai jenis. dan buku. Karya ilmiah adalah suatu karangan yang mengandung ilmu pengetahuan dan kebenaran ilmiah yang menyajikan fakta dan disusun secara sistematis menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. secara operasional kegiatan intrakurikuler. tugas akhir. kegiatan kajian. Pertama. artikel. disertasi. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 34 .1. tesis. karya ilmiah tersebut merupakan bagian dari sistem Satuan Kridit Semester (SKS) yang merupakan komponen tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh mahasiswa di luar perkuliahan. karya tulis ilmiah. tesis. dan karya tulis ilmiah. mahasiswa mau tidak mau harus menghasilkan karya ilmiah. laporan buku/bab. baik berupa tugas akhir. Laporan yang dimaksud dapat berupa laporan kegiatan ilmiah.

Tugas akhir wajib disusun oleh mahasiswa program ahli madya. tetapi tetap memerlukan pengujian dan menekankan pada hasil.Kedua. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahaisswa dalam penelitian yang berhubungan denghan masalah yang sesuai dengan bidang studinya untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelas Sarjana. karya ilmiah terdiri atas: (1) karya ilmiah akademis dan (2) karya ilmiah profesional. Karya ilmiah profesional yaitu karya ilmiah yang dibuat pengembangan profesi bagi para profesional dengan tujuan menyebarluaskan informasi akademis dengan proses penulisan memerlukan bimbingan. tesis wajib disusun oleh mahasiswa program Magister (S-2) dan disertasi wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S-3) dalam rangka menyelesaikan studinya. Karya ilmiah yang berbentuk buku adalah buku yang berisi fakta umum ilmiah dan ditulis dengan sistem penulisan yang standar. skripsi untuk jenjang Strata 1 (S-1). karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. untuk untuk tidak lebih buku. dan (5) laporan penelitian. (4) artikel. tidak dipublikasikan dengan lebih menekankan pada proses bukan pada hasil yang memerlukan pengujian untuk menentukan kualitas karya tersebut. Kertas kerja adalah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 35 . magister (untuk tesis). Berdasarkan fungsinya. Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat objektif. (2) skripsi. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: tugas akhir (TA) untuk jenjang Diploma. Karya ilmiah yang berbentuk skripsi. tesis untuk jenjang Strata 2 (S-2). (3) tesis. dan disertasi untuk jenjang Strata 3 (S-3). Karya ilmiah yang berbentuk paper sering juga disebut makalah atau karya tulis ilmiah.. Kemudian. dan doktor (untuk disertasi). (3) kertas kerja. Bentuk karya ilmiah akademis adalah (1) paper. Karya ilmiah akademis merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk kepentingan akademis dengan bimbingan dan tanggung jawab orang yang lebih profesional. tesis dan disertasi adalah karya ilmiah yang dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam pencapaian gelar sarjana (untuk skripsi). dan (4) disertasi. Bentuk karya ilmiah profesional adalah (1) (2) makalah.

dan kepustakaan. Dari paparan di atas. Artikel adalah karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. (2) wahana bagi civitas akedemika untuk memberikan kontribusi dalam perkembanngan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. tesis. Syarat judul yang baik adalah mencerminkan isi karangan. disertasi dan laporan penelitian. Kemudian. memunyai kedudukan: (1) wahana bagi mahasiswa untuk menyajikan nilainilai teoretis maupun praktis secara objektif dan sistematis yang merupakan produk atas dasar pengetahuan dan menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. yaitu bagian pengenalan yang bersifat umum dan bagian pengenalan yang bersifat khusus. Bagian pengenalan dalam karya ilmiah merupakan bagian awal yang berisi hal-hal yang bersifat informatif tentang karya ilmiah tersebut. artikel. berupa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 36 . kertas kerja. Bagian pengenalan dalam masing-masing bentuk karya ilmiah adalah tidak sama. Bagian pengenalan pada jenis karya ilmiah yang berbentuk buku berbeda dengan bagian pengenalan bentuk makalah. yaitu bagian pengenalan. BAGIAN KARYA ILMIAH Dalam penulisannya karya ilmiah harus sesuai dengan sistematika dan metode penulisan yang tepat. pola dasar karya ilmiah paling tidak berisikan bagian-bagian yang sudah baku. Secara umum. batang tubuh. Dalam bagian pengenalan ada dua jenis pengenalan. 2. Judul adalah identitas tulisan yang merupakan kepala karangan.karya ilmiah yang berisi analisis terhadap fakta secara objektif. skripsi. perbedaannya dengan makalah adalah analisis yang lebih mendalam daripada analisis data dalam makalah. karya ilmiah di Universitas Negeri Semarang. Beberapa butir pada bagian pengenalan yang terdapat dalam semua jenis karya ilmiah yaitu judul dan kepemilikan karya ilmiah atau nama penulis. Sistematika penulisan dalam karya ilmiah terdiri atas bagian-bagian yang berurutan. laporan penelitian adalah karya ilmiah yang menyajikan data dan analisis suatu penelitian.

makalah. metode. Untuk karya ilmiah yang berbentuk buku. Secara umum batang tubuh terbagi menjadi tiga. dan hasil. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah karya ilmiah. Kemudian. Bagian kedua dalam penulisan karya ilmiah adalah batang tubuh. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. jika penulis lebih dari satu harus dicantumkan semua. disertasi. Batang tubuh adalah isi karya ilmiah yang sebenarnya. rumusan masalah. tujuan. pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh penulisnya sendiri. bersifat singkat dan jelas serta menarik. tesis. dan manfaat. Bagian pendahuluan dalam karya ilmiah setidaknya berisi latar belakang. seperti indeks dan biografi pengarang. Keduanya merupakan istilah yang berbeda. serta pembahasan. yaitu pendahuluan. Bagian terakhir dalam penulisan karya ilmiah adalah bagian kepustakaan. artikel dan kertas kerja berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang disajikan. Pangkat dan gelar dapat dicantumkan pada bagian biografi pengarang jika ada. Dalam baris kepemilikan biasanya dituliskan nama penulis beserta lembaganya. skripsi. Bagian akhir dalam batang tubuh adalah bagian penutup yang berisi simpulan dan saran. Butir yang lain dalam bagian pengenalan adalah abstrak. Abstrak adalah ringkasan tulisan. tesis. dari pendahuluan sampai penutup. Dalam abstrak tercakupi seluruh bagian isi karangan. Bagian kepustakaan mencakup daftar pustaka dan lampiranlampiran. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 37 . Bagian kedua dalam batang tubuh adalah bagian isi. Nama penulis hendaknya tidak menyertakan gelar atau pangkat. disertasi dan laporan penelitian bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. Untuk karya ilmiah yang berbentuk skripsi. dan laporan penelitian bagian isi berupa landasan teoretis. isi dan penutup.pernyataan. sedangkan kata pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh orang lain yang menguasai karya ilmiah yang bersangkutan. masalah. terdapat pula prakata dan kata pengantar. dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian karya ilmiah pada intinya terbagi menjadi 3 bagian pokok. dan rumusan masalah. Untuk karya ilmiah yang berbentuk artikel.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 38 . metodologi penelitian dan pembahasan hasil penelitian. pengantar dan atau kata pengantar dan abstrak bagi karya ilmiah yang bersifat laporan penelitian. atau metode tertentu yang berkaitan dengan materi perkuliahan. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif yang menunjukkan identitas karya ilmiah. Pada bagian penutup berisi simpulan dan saran. Bagian terakhir dalam karya ilmiah adalah kepustakaan. Makalah memiliki karakteristik sebagai berikut. Bagian batang tubuh merupakan bagian inti dalam karya ilmiah. yaitu judul.1 Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu topik tertentu yang tercakup dalam suatu mata kuliah. yaitu pendahuluan. dan penutup. berisi daftar pustaka dan lampiran. Makalah merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas atau menyelesaikan suatu perkuliahan. Strata 2 (S2). 3. prinsip. (1) menyajikan hasil kajian literatur yang berkaitan dengan topik atau cakupan permasalahan. dan Strata 3 (S-3). rumusan masalah. isi/pembahasan. Strata 1 (S-1). Pada bagian batang tubuh terdapat tiga bagian unsur. Bagian isi/pembahasan memuat landasan teoretis. (3) menerapkan kemampuan mengemas berbagai sumber informasi dalam satu pembahasan yang utuh. batang tubuh dan bagian penutup.yaitu bagian pengenalan. KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH 3. Pada bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. tujuan dan manfaat. baik mahasiswa program Diploma. nama penulis. (2) menerapkan pemahaman tentang teori.

Laporan buku/bab/artikel ilmiah bertujuan untuk memperdalam dan memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa tentang topik yang disajikan atau dibahas dalam suatu mata kuliah yang ditempuhnya. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian atau bidang studinya. buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan ditentukan oleh dosen atau dapat pula diusulkan oleh mahasiswa setelah mendapat persetujuan dosen yang bersangkutan. laporan buku/bab/artikel ilmiah memiliki kriteria sebagai berikut.3 Skripsi Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan atau Sarjana Non-Pendidikan.2 Laporan Buku/Bab/Artikel Ilmiah Laporan buku/bab/artikel ilmiah merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan pemahaman mahasiswa terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah yang disertai dengan ulasan atau pandangan penulis. (1) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan harus aktual. (3) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan memberikan kontribusi bagi mahasiswa untuk memperdalam topik yang dibahas dalam mata kuliah. Untuk itu. laporan buku/bab/artikel ilmiah juga dapat menyajikan analisis. justifikasi terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah. Selain itu. skripsi memunyai criteria sebagai berikut: Panduan Penulisan K arya Ilmiah ilmiah yang dilaporkan 39 .3. 3. SEbagai bagian dari tugas perkuliahan. Untuk itu. minimal terbitan lima tahun terakhir. (2) Buku/bab/artikel memunyai kualitas isi yang baik. kritik.

bahasa Arab. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 40 . Magister Manajemen Pendidikan (MP). Tesis memiliki karakteristik sebagai berikut ini. bahasa Prancis. (3) Skripsi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas dekan. bahasa Prancis. 3. (5) Skripsi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Dekan.(1) Topik skripsi dapat bersumber dari permasalahan- permasalahan yang sesuai dengan bidang studi atau bidang keahlian mahasiswa.4 Tesis Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Magister (S-2). bahasa asing lainnya) dan bahasa Indonesia. (4) Skripsi ditulis daalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tesis disusun untuk meraih gelar Magister Pendidikan (M. (2) Skripsi ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan dan/atau penelaahan pustaka yang relevan. bahasa Arab. Untuk program studi atau jurusan tertentu skripsi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris. Tesis merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan keilmuwan pada salah satu bidang keilmuwan yang sedang ditempuh oleh mahasiswa.Pd). bahasa asing lainnya). dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris.

3. sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa.5 Disertasi Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Doktor Panduan Penulisan K arya Ilmiah 41 . Untuk program studi atau jurusan tertentu. (5) Tesis ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang oleh data sekunder. (3) Tesis ---untuk penelitian lapangan--. Untuk penelitian bibliografi digunakan sumber-sumber yang otentik. (6) Tesis dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. tesis dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris).(1) Topik tesis berfokus pada kajian yang aktual yang tercakup dalam salah satu disiplin ilmu. (2) Tesis ditulis atas dasar pengujian empirik terahadap teori tertentu dalam disiplin ilmu yang dipelajari. (4) Tesis ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana.

(S-3). Disertasi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berkaitan temuan baru pada salah satu disiplin ilmu yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. Disertasi disusun dan dipertahankan untuk meraih derajat gelar Doktor. Disertasi memiliki karakteristik sebagai berikut ini. (1) Topik disertasi berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan bidang yang dipelajari oleh mahasiswa. (2) Disertasi ditulis atas temuan sesuatu yang baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam, baik berupa pengujian terhadap teori-teori yang ada, pengembangan teori dan prinsipprinsip baru, tau pengembangan suatu model baru yang diuji di lapangan. (3) Disertasi menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang pula oleh data sekunder. (4) Disertasi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen, yaitu: promotor, ko-promotor, dan anggota yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (5) Disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk program studi atau jurusan tertentu disertasi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris),

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

42

dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris) dan bahasa Indonesia. (6) Disertasi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. 4. BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Sosok skripsi, tesis dan disertasi terdiri atas tiga bagian, yakni bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir. Bagian awal adalah bagian mulai dari sampul sampai dengan bagian sebelum bab pendahuluan. Mulai bab pendahuluan sampai dengan penutup merupakan bagian pokok, sedangkan bagian sesudah itu merupakan bagian akhir. 4.1 Bagian Awal Bagian awal skripsi terdiri atas sampul, lembar kosong berlogo Universitas Negeri Semarang bergaris tengah 13 cm, lembar judul, lembar pengesahan, lembar pernyataan, lembar motto dan peruntukan, lembar abstrak (khusus untuk tesis dan disertai ditambah abstrak berbahasa inggris), kata pengantar, daftar isi, daftar singkatan dan tanda teknis (kalau ada), daftar tabel (kalau ada), daftar gambar (kalau ada), dan daftar lampiran (kalau ada). Lembar bagian awal ini diberi nomor halaman dengan huruf Romawi kecil, ditaruh di kaki halaman bagian tengah. Penomoran halaman
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

43

dimulai dari lembar judul (bukan sampul) sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan. 4.1.1 Sampul Pada sampul bagian tengah atas terdapat logo Universitas Negeri Semarang, bergaris tengah 3 cm. Di bawahnya dituliskan judul dengan huruf kapital tebal berukuran 15-16. Di bawahnya tertulis kata “SKRIPSI/TESIS/DISERTASI” (dipilih salah satu) yang dicetak dengan huruf kapital tebal berukuran 14, diikuti pada baris berikutnya kalimat dengan huruf kapital tebal juga dengan ukuran 12, yang berbunyi “Untuk memperoleh gelar sarjana.../magister.../doktor “...(dipilih salah satu; diisi bidang studi yang ditempuh) pada Universitas Negeri Semarang. Di bawahnya dituliskan dengan huruf berukuran 12 kata “oleh” (tanpa tanda titik dua), di bawahnya lagi dituliskan nama, dan di bawahnya lagi NIM ... (diisi angkanya). Pada kaki halaman dituliskan dengan huruf kapital tebal berukuran 14-15 nama Fakultas, Jurusan dan atau Program Studi, dan di bawahnya lagi tahun ujian skripsi/tesis/disertasi. Semuanya itu dicetak dengan huruf Roman tegak, diatur secara simetris dengan komposisi yang serasi. Sampul dibuat dari bahan tebal. Di punggung sampul dibubuhkan logo (berdiri), nama (memanjang, dengan huruf biasa berukuran 12), judul (memanjang, dengan huruf kapital berukuran 14), skripsi/tesis/disertasi, dan tahun. Contoh sampul lihat lampiran 1. 4.1.2 Lembar Berlogo
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

44

Contoh lembar Persetujuan Penguji lihat lampiran 3.(bulan dan tahun). yang masing-masing disertai tempat pembubuhan tanda tangan beserta nama lengkap dan NIP-nya.Lembar kosong berlogo merupakan pembatas antara sampul dan lembar judul. untuk tesis panitia Program Pascasarjana. bukan buatan orang lain. 4. Isi pernyataan itu ialah bahwa skripsi/tesis/disertasi ini hasil karya (penelitian dan tulisan) sendiri..3 Judul Lembar judul bunyinya sama dengan yang terdapat pada sampul.1.1. dan tidak menjiplak karya Panduan Penulisan K arya Ilmiah 45 . dan untuk disertasi panitia Universitas.5 Pernyataan Lembar ini diberi judul PERNYATAAN. Untuk skripsi panitianya panitia fakultas. ditulis di tengah atas. 4. Sekretaris....4 Pengesahan Kelulusan Lembar ini berisi pernyataan berikut: Skripsi/Tesis/Disertasi ini (dipilih salah satu) telah dipertahankan di hadapan Panitia Peng-uji Skripsi/Tesis/Disertasi (dipilih salah satu) Fakultas/Program Pascasarjana/Universitas Negeri Semarang pada hari. Selanjutnya dicantumkan Ketua. tanggal.. hanya saja dicetak pada kertas hvs putih dengan bobot terendah 70 gr. dan Anggota panitia penguji.1. 4.

atau disertasinya dan atas dasar itu penulis minta maaf. Kalau penulis yakin bahwa dalam skripsi. Motto adalah ungkapan bijak untuk kehidupan. lembaga. atau disertasi itu harus diperbaiki dulu sebelum Panduan Penulisan K arya Ilmiah 46 . atau disertasinya itu masih banyak kesalahan atau kekurangan. Peruntukan adalah pernyataan bahwa karya ilmiah itu diperuntukkan kepada orang atau lembaga tertentu. yang dipilih berkaitan dengan judul skripsi/tesis/disertasi.6 Motto dan Peruntukan Lembar ini boleh ada. 4. tesis.1.7 Kata Pengantar Lembar kata pengantar diberi judul ”KATA PENGANTAR” yang diletakkan di tengah atas. boleh tidak. Contoh Lembar Pernyataan lihat lampiran 4.ilmiah orang lain. namun yang pokok adalah ucapan terima kasih secara jujur dan wajar kepada orang-orang. skripsi. tesis. baik seluruhnya maupun sebagian. tesis. Contoh lembar motto dan persembahan lihat lampiran 5.1. 4. Dalam kata pengantar boleh dikemukakan ungkapan puji syukur. disertasi. serta mengharapkan kritik dari pembaca. atau lainnya yang langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi. tesis. Dalam kata pengantar tidak boleh ada pernyataan bahwa penulis yakin akan adanya banyak kesalahan atau kekurangan dalam skripsi.

dengan jarak dua spasi dicantumkan nama akhir penulis. tanpa disertai nama. diikuti judul skripsi. hasil yang diperoleh. Teks kata pengantar diketik dengan spasi dua. Lagipula harapan kritik itu tidak diperlukan sebab skripsi. Di bawahnya. Pada baris berikutnya.ujian karena kesalahan ilmiah tidak dapat diselesaikan dengan permintaan maaf. tesis.. tidak boleh lebih dari dua halaman. dicetak dengan huruf kapital. atau disertasi. atau disertasi adalah karya ilmiah untuk diuji...8 Abstrak Abstrak ditulis pada lembar baru. Pada baris baru berikutnya dicantumkan Kata-kata kunci: . Baru kalau nantinya naskah skripsi. tesis. diikuti tanda titik.1. tesis. dengan jarak dua spasi ditulis teks abstrak dengan spasi satu. Isi abstrak meliputi latar belakang masalah. diletakkan di pojok kanan bawah. Pada akhir teks kata pengantar dicantumkan kata Penulis. diikuti tanda koma. disusul dengan pencantuman nama-nama pembimbing. permintaan kritik itu dinyatakan. lalu tahun lulus ujian.Universitas Negeri Semarang diakhiri tanda titik. Selanjutnya dicantumkan kata Skripsi Jurusan/Program. pendekatan dan metode yang digunakan. diberi judul ”ABSTRAK”. lalu nama depan dan tengah (kalau ada). atau disertasi itu akan diterbitkan. ditulis di tengah atas.. dan saran yang diajukan. diikuti tanda titik. Butir-butir ini hendaklah ditulis dalam paragraf Panduan Penulisan K arya Ilmiah 47 . seperti halnya naskah bagian utama. berkisar dari tiga sampai dengan lima kata.. 4. rumusan masalah.

1. tetapi bisa diketik dalam satu halaman saja karena keduanya mempunyai fungsi teknis yang sama. mulai dari abstrak. dengan tidak menolak kemungkinan untuk memecah butir tertentu untuk dituangkan dalam paragraf yang berbeda kalau diperlukan.9 Daftar Isi Dalam daftar isi dimuat judul-judul yang terdapat pada bagian awal skripsi. tesis. 4.1. Khusus untuk tesis dan disertasi.10 Daftar Singkatan dan Tanda Teknis Daftar ini memuat singkatan teknis beserta kepanjangannya dan tanda teknis beserta makna atau penggunaannya. 4. atau disertasi. Contoh abstrak lihat lampiran 6.1.yang berbeda. semuanya diketik dengan huruf kapital. Kecuali judul subbab dan anak subbab. dan judul-judul pada bagian akhir. judul-judul bab beserta subbab dan anak subbabnya masing-masing. abstrak berbahasa Inggeris dengan judul ”ABSTRACT” wajib disertakan pada lembar terpisah setelah abstrak berbahasa Indonesia. Singkatan dan tanda teknis jangan dicampur.11 Daftar Tabel Panduan Penulisan K arya Ilmiah 48 . yakni untuk kemudahan pemberian. 3. Keseluruhan teks abstrak tidak boleh lebih dari satu halaman kuarto.

dan penutup.13 Daftar Lampiran Cara membuat daftar lampiran sama juga dengan cara membuat daftar tabel.2 Bagian Pokok Bagian pokok skripsi.bergantung pada banyaknya materi yang akan disajikan dan perlunya pemilahan materi itu menjadi unit-unit tertentu. 4.1.1 Pendahuluan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 49 .metode penelitian. Judul tabel yang lebih dari satu halaman ditik dengan spasi satu.atau disertai terdiri atas bab pendahuluan. lalu disusul nomor halaman tempat tabel terdapat dalam teks. 4.hasil penelitian tidak harus hanya disajikan dalam satu bab.12 Daftar Gambar Cara membuat daftar gambar sama dengan cara membuat daftar tabel.1.hasil penelitian.teori yang digunakan untuk landasan penelitian. 4. diikuti titik-titik seperti pada daftar isi.Daftar tabel memuat nomor dan judul tabel. Jarak antara judul tabel yang satu dengan yang lain dalam daftar itu satu setengah spasi.tesis.2. 4.

Untuk itu perlu dilakukan kajian pustaka yang memuat hasil-hasil penelitian tentang topik yang dipilih itu. (3) identifikasi masalah.adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 50 . dapat ditunjukkan apakah topik yang dipilih itu memang masih layak untuk diteliti. Dengan melihat hasil yang diperoleh dalam penelitian sebelumnya.atau disertai yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui apa yang diteliti.tesis. (2) rumusan masalah.Baru kemudian diterangkan argumen yang melatarbelakangi pemilihan topik itu dilihat dari posisi substansi topik itu dalam keseluruhan sisitem substansi yang melingkupi substansi topik itu. (6) pembatasan masalah (1) Latar Belakang Bagian ini pada dasarnya menerangkan keternalaran (kerasionalan) mengapa topik yang dinyatakan pada judul skripsi.Dalam hal ini dapat dikemukakan misalnya.Bagian ini adalah bab pertama skripsi. Setelah itu. (4) tujuan penelitian.antara teori dan praktek.mengapa dan untuk apa penelitian dilakukan.bab pendahuluan memuat uraian tentang (1) latar belakang masalah penelitian.Oleh karena itu.Untuk menerengkan keternalaran tersebut perlu dijelaskan dulu pengertian rumusan topik yang dipilih untuk diteliti. (5) kegunaan penelitian.atau disertai itu diteliti.diterangkan ketenalaran pemilihan topik itu dilihat dari paradigma penelitian sejenis.tesis.

Rumusan itu tidak harus sdalam bentuk kalimat tanya.Topik yang pernah diteliti boleh saja diteliti. seberapa.rumusan masalah hendaklah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 51 .di mana.diketahui kemajuan penelitian yang dilakukan para peneliti selama ini dan diketahui pula posisi peneliti sekarang dalam deretan penelitian sejenis.ke mana. siapa.yang berbeda dari sebelumnya. misalnya Hasil Penelitian Sebelum ini. (2) Rumusan Masalah Rumusan masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau pertanyaan yang perlu dijawab dengan penelitian.yang bisa mengatasi kekurangan hasil penelitian itu. berapa. Dalam tesis dan disertai.Oleh karena itu.asal penelitian yang baru itu dapat menghasilkan sesuatu yang baru.mengapa.dan sebagainya. Rumusan masalah harus diturunkan dari rumusan topik.Dalam kajian pustaka itu pembicaraan dilakukan secara kronologis.bagaimana (bisa tentang cara atau wujud/keadaan).atau dalam penelitian yang bari itu digunakan teori lain atau metode lain yang diduga dapat menghasilkan temuan yang lain dari sebelumnya.tidak boleh keluar dari lingkup topik.Dengan demikian.tetapi hendaklah mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan.kajian pustaka untuk mengemukakan keternalaran (kerasionalan) pemilihan topik penelitin itu bisa ditaruh di bawah judul tersendiri. sejauh mana.yakni apa.dari mana.

Dengan identifikasi masalah itu.Akan tetapi.Pembatasan masalah ini bisa dicantumkan di bawah judul tersendiri.tidak perlu ada sub-judul Pembatasan Masalah. Rumusan sejajar dengan rumusan masalah. (3) Tujuan Penelitian Tujuan penalitian mengungkapkan apa yang ingin dicapai dalam penelitian.karena variabel atau wujud data yang diperlukan dan teknik pemerolehannya dapat diprakirakan. Rumusan masalah yang baik harus memungkinkan untuk menentukan metode pemecahannya dan mencarikan datanya.Untuk masalah-masalah perlu diidentifikasi dengan baik. maksudnya masalah-masalahnya dapat dipecahkan.permasalahan perumusan masalah menjadi operasional. Identifikasi masalah bisa ditaruh di bawah judul tersendiri.perlu ada pembatasan masalah disertai keterangan mengapa masalah yang diteliti dibatasi.mencakupi semua variabel yang tergambarkan dalam rumusan topik.tetapi yang akan diteliti hanya masalah-masalah tertentu.Jadi.melainkan materi identifikasinya itu sendiri. hendaklah dirumuskan masalah pokok beserta sub-submasalah-nya.Kalau ada variabel umum dan khusus.kalau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 52 .Misalnya.tetapi yang penting bukan judulnya. kalau memang tidak ada pembatasan. Kalau terdapat banyak masalah.rumusan masalah harus terinci dan terurai dengan jelas agar dapat dipecahkan dan dicarikan datanya untuk pemecahannya.

masalahnya apakah ada pengaruhnya pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang dan jika ada. Landasan teoretis diuraikan pada bab II.rumusan tujuannya dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang.dan jika ada berapa besar peranannya.2.sedangkan landasan faktual diuraikan pada bab III.Landasan faktual ialah data tentang topik yang diteliti.Adanya uraian ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah yang dipilih memang layak untuk diteliti.2 Teori yang Digunakan untuk Landasan Penelitian Dalam penelitian diperlukan dua landasan.baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentingan praktik.yakni landasan teoretis dan landasan faktual.Landasan teoretis ialah teori yang digunakan untuk landasan kerja penelitian tentang topik yang diambil untuk diteliti.tetapi berturutan.Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik. Dalam landasan teoretis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian. 4.bisa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 53 . (4) Kegunaan Penelitian Yang diuraikan di sini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan.berapa besar peranannya.Keduanya diuraikan dalam dua bagian tesis yang berbeda.

Kajian pustaka untuk menentukan apakah topik yang diteliti itu atau yang berkaitan dengan topik itu mungkin sudah pernah diteliti orang lain sudah diuraikan di bagian pendahuluan.dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 54 .Namun.Variabelvariabel.di antara sederet teori.teknik pengumpulan.juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahlu.kajian itu dilakukan dalam rangka pemilihan teori yang dipandang tepat untuk landasan kerja penelitian.Data pun dapat diidentifikasi.dan tujuannya terperikan secara operasional.makalah. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup.Dengan cara itu. semua itu harus relevan dengan topik penelitian.keunggulan teori yang dipilih sebagai landasan kerja penelitian menjadi tampak. Pustaka yang dikaji itu bisa berupa buku atau artikel dalam jurnal ilmiah.Teori itu dikaji secara kronologis.Prinsip-prinsip teori itu perlu diuraikan.dari yang lama sampai dengan yang mutakhir untuk menunjukkan kemajuan hasil penelitian sejalan dengan perkembangan teori.disertai.Lagi pula.pengolahan.teori apapun yang digunakan harus dipertanggung Jawabkan melalui kajian sejumlah pustaka yang memuat hasil penelitian dalam lingkup penelitian yang menggunakan teori yang berbeda.masalah. skripsi. Namun. Dengan uraian tentang teori itu hakikat topik penelitian menjadi jelas.laporan penelitian.Variabelvariabel pembangun topik penelitian juga perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu.Termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu.sedangkan lahan pengambilan dapat ditentukan.tesis.Dengan demikian.

(3) populasi.landasan teoretis tidak hanya melandasi identifikasi sasaran.prosedurnya sama:dimulai dari pengumpulan data. (2) variabel penelitian yang dirumuskan secara operasional.uraian tentang teori yang dipakai sebagai landasan penelitian diikuti uraian tentang kerangka berpikir dan rumusan hipotesis.Kerangka berpikir menggambarkan pola hubungan logis antar variabel dalam pemecahan masalah yang diteliti.Khusus dalam penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 55 .butir (2) diganti dengan uraian tentang wujud data. sampel . Dalam penelitian kuantitatif jenis tertentu.Jadi. 4. (4) instrumen penelitian disertai penentuan validitas dan reliabitasnya.dan teknik pengambilan sampel penelitian. (6) teknik pengolahan dan analisis data. Yang perlu diuraikan dalam penelitian kuantitatif adalah (1) jenis dan desain penelitian.dilanjutkan dengan pengolahan data.analisis data dapat dirancang. Tentang metode penelitian terdapat perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. (5) teknik pengumpulan data.yakni bab III. Dalam penelitian kualitatif.2.sedangkan hipotesis menyatakan dugaan atau ramalan tentang hasil pemecahan masalah atas dasar kerangka berpikir.Akan tetapi.tetapi juga melandasi metode penelitian.khususnya penelitian bahasa dan sastra.lalu dilakukan analisis data. butir (3) diganti dengan sumber data.3 Metode Penelitian Uraian tentang metode penelitian dimuat dalam bab tersendiri.

Yang diuraikan adalah populasinya siapa atau apa. Sebaliknya dalam uraian itu tidak perlu didefinisikan pengertian populasi.Akan tetapi.istilah. dan tuntas.kegunaannya masing-masing perlu diterangkan. Bisa dua bab atau lebih.dan seterusnya. Bab inti ini memang berisi hasil penelitian beserta penjelasannya. 4.tesis.sistematis.bergantung kepada organisasi temuannya dalam pemecahan masalah.Prosedur pelaksanaan metode atau teknik itu perlu diterangkan.linguistik dan penelitian sastra.atau disertai.Kalau dalam penelitian digunakan beberapa teknik pengumpulan atau analisis data.Yang penting adalah semua masalah harus ada jawabannya.2.tetapi tidak harus dalam satu bab.4 Hasil Penelitian Hasil penelitian dimuat dalam bab tersendiri.butir (1) diganti dengan sasaran dan ancangan penelitian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 56 .sampel.misalnya digunakan teknik wawancara.Judul hendaknya dirumuskan sesuai dengan topik (judul) skripsi.Jawaban atas masalah yang dirumuskan di bab pendahuluan harus diuraikan dengan jelas. tidak tidak berarti bahwa judul bab ini Hasil Penelitian dan Pembahasan. dan sebagainya seperti dalam pelajaran metodologi penelitian. Dalam uraian tentang metode penelitian itu tidak cukup hanya disebut istilah.dan dari jumlah sampel itu diambil sampel berapa.

Saran hendaklah disertai dengan argumentasinya. Penyajian saran harus sejalan dan didasarkan pada simpulan atau temuan.atau disertai.temuan (hasil) penelitian itu berupa sistem yang mungkin tersusun dari sub-subsistem.dan tafsiran itu perlu dijelaskan dan dibahas lebih lanjut.Bangunan sistem itu hanya bisa dipahami dalam keseluruhannya. Pemisahan itu dimungkinkan dalam penelitian kuantitatif karena pemisahan temuan (hasil) penelitian dari penjelasannya tidak akan merusak organisasi substansi temuan (hasil) penelitian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 57 .Temuan (hasil) penelitian kuantitatif yang dinyatakan dengan angka harus ditafsirkan dengan katakata.tujuan.masalah yang dikemukakan di bagian pendahuluan semuanya terjawab dan dengan jawaban itu semua tujuan telah tercapai.tesis.Oleh karena itu. Lagi pula uraian atau pembahasan masalah yang dilakukan secara panjang lebar dalam bab sebelumnya semuanya ada simpulannya.temuan (hasil) penelitian dan pembahasannya tidak dapat dipisahkan.Kalau mungkain juga disertai jalan keluarnya.Dalam penelitian kualitatif.2. Penyajian simpulan hendaklah sejalan dengan penyajian masalah.bab ini bisa dibagi dua subbab.5 Penutup Bab penutup merupakan bab terakhir skripsi. 4.Dengan demikian.Isinya adalah simpulan dan saran.dan uraian tentang hasil penelitian.Dengan demikian.

Daftar pustaka ditulis langsung setelah teks berakhir pada halaman baru dengan judul ”DAFTAR PUSTAKA”. Jarak dengan teks di atasnya empat spasi.3 Bagian Akhir Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka. 4. tesis dan disertasi yang harus ditulis dalam daftar pustaka. Keberadaan daftar pustaka adalah wajib. dan takarir atau daftar kata kunci/istilah(kalau ada).dapat juga bersifat teoretis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 58 . ditulis mulai dari pias kiri. penjurus atau indeks (kalau ada). berukuran 12. lampiran (kalau ada). Daftar pustaka ditulis sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka. tesis dan disertasi. mengingat bahwa belum tentu semua masalah dapat dipecahkan secara tuntas dalam penelitian sekarang atau setelah selesainya penelitian sekarang ini timbul masalah lain yang terkait.Saran dapat bersifat praktis atau pragmatis. Perlu pula diperhatikan kemutakhirannya dan diusahakan juga dari hasil-hasil penelitian dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik skripsi. Judul tersebut dicetak tebal dengan huruf tegak. kapital semua. artinya hanya pustaka yang dirujuk dalam teks skripsi.Termasuk saran yang berharga adalah saran tentang perlunya dilakukan penelitian lanjutan.

1. lugas. (9) catatan akhir. jelas. dan dimuat di dalam jurnal agar dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Untuk itu. 5. Artikel konseptual ditulis berdasarkan pemikiran atau perenungan yang mendalam terhadap objek atau fenomena tertentu berlandaskan acuan kepada teori yang diperoleh melalui kajian pustaka (library research) untuk tujuan yang serupa dengan tujuan penulisan artikel hasil penelitian. Artikel hasil penelitian ditulis berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di lapangan dan dilaporkan kembali dalam bentuk yang lebih padat.Artikel ilmiah ialah karangan yang dihasilkan melalui proses penelitian lapangan atau pemikiran konseptual yang berlandaskan kajian kepustakaan dan diterbitkan di dalam jurnal ilmiah. Arikel jenis ini dapat berdasarkan hasil penelitian kualitatif ataupun penelitian kuantitatif. (2) nama penulis dan lembaga asal.1 Judul Panduan Penulisan K arya Ilmiah 59 . (5) metodologi. dan sederhana. bab ini menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan penulisan (1) artikel hasil penelitian dan (2) artikel konseptual. (3) abstrak dan kata kunci. (7) bahasan.1 Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian ialah artikel ilmiah yang disajikan sebagai hasil penelitian lapangan yang yang dilandasi dengan kajian teoretis terhadap hasil penelitian terdahulu. Artikel hasil penelitian terdiri atas (1) judul. 5. dan (10) daftar rujukan. (6) hasil. (8) simpulan. (4) pendahuluan.

yaitu antara 5 sampai dengan 15 kata. Namun. Judul artikel yang berbahasa Indonesia diikuti dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun.Judul (title) artikel hasil penelitian hendaknya informatif. Judul artikel hasil penelitian memuat variabel yang diteliti atau kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel.1. B. tidak terlalu panjang. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama. semua nama lembaga asal penulis harus dicantumkan sebagai Panduan Penulisan K arya Ilmiah 60 . apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. yang ditulis tepat di baris setelah judul yang berbahasa Indonesia. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. lengkap. KENDALA SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN (Socio-Cultural Constraints in Developing Rural Comunities) 5.

2 cm). prosedur penelitian (untuk penelitian kualitatif termasuk deskripsi tentang subjek yang diteliti). Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 sampai dengan 5 buah. Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut Panduan Penulisan K arya Ilmiah 61 . tujuan.3 Abstrak dan Kata Kunci Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf.catatan kaki. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia. 5.1. Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. dan ringkasan hasil penelitian sebagai tekanannya. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda bintang (*).

dan (4) sistematika artikel. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 62 . Aspek yang dibahas dapat mencakupi aspek histories. Gagasan teoretis harus disajikan secara ringkas. Bagian ini menyajikan gagasan pokok yang paling sedikit terdiri atas empat bagian: (1) latar belakang penulisan artikel. Keempat gagasan tersebut ditulis dalam bentuk paragraf yang memperlihatkan adanya koherensi antara gagasan satu dengan gagasan yang lain. padat. Gagasan teoretis mengarahkan pembaca ke rumusan masalah yang dilengkapi dengan rencana pemecahannya dan rumusan tujuan. landasan teori atau aspek lain.1. Karena pendahuluan memuat gagasan teoretis mengenai suatu perkara. bagian ini harus disertai dengan rujukan kepada berbagai sumber yang terpercaya. ditulis langsung setelah kata kunci.4 Pendahuluan Pendahuluan tidak diberi judul. (3) tujuan penelitian. (2) masalah .5 Metodologi Metodologi diartikan sebagai kumpulan metode yang digunakan untuk membuat desain penelitian. dan langsung mengenai masalah yang diteliti. 5. 5. Sebab itu.1. kajian pustaka dibutuhkan untuk mendukung penyampaian gagasan tadi. menentukan jenis dan jumlah sample. Jumlah rujukan harus proporsional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak).ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet.

Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat. Perlu pula disajikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian. cara analisis data. uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu disajikan di dalam artikel ilmiah. Dalam rangka penulisan artikel. sumber data. rancangan penelitian (terutama jika digunakan raancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental). atau pemilahan ke dalam sub-bagian. Dengan perkataan lain. sedangkan spesifikasi bahan juga perlu diberikan karena penelitian ulang dapat berbeda dengan penelitian terdahulu apabila spesifikasi bahan yang digunakan berbeda. bagian ini menyajikan cara pelaksanaan penelitian. Penelitian yang mendasari penulisan artikel menggunakan alat dan bahan perlu dilengkapi dengan sajian tentang spesifikasi alat dan bahan. Bagian ini hanya memuat hal yang pokok saja. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 63 . dan lama penelitian. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa sub-bagian. pada dasarnya. subjek penelitian. instrumen pengumpul data. lokasi penelitian. Untuk penelitian kualitatif perlu ditambahkan uraian mengenai kehadiran peneliti. Materi pokok bagian metodologi adalah cara pengumpulan data. dan teknik analisis data. keterangan tentang informan. bagian ini antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel (atau subjek).menarik data. dan mengolah atau menganalisis data. cara menggali data penelitian.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 64 . jelas dan tidak mengganggu alur piker di dalam teks. Apabila hasil yang disajikan cukup panjang.5. Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan. keduanya harus diberi judul dengan komentar yang memadai walaupun komentar tersebut tidak harus dilakukan per tabel atau grafik. yang dimuat di dalam artikel hanya hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis.6 Hasil Hasil adalah bagian utama artikel ilmiah. proses analisis data (seperti perhitungan statistik. apabila bagian ini pendek. Dengan perkataan lain. tabel yang panjang. Hasil analisis boleh disajikan dengan tabel atau grafik asalkan dalam bentuk yang ringkas. Bagian ini menyajikan hasil analisis data yang dilaporkan secara bersih. Sebaliknya.1. bagian ini biasanya merupakan bagian terpanjang. penyajian bisa dilakukan dengan memilah bagian ini menjadi subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian. dan sebagainya) tidak perlu disajikan. termasuk pembandingan antara koefisien yang ditemukan dalam analisis dengan koefisien dalam tabel statistik. Untuk artikel hasil penelitian kuantitatif. semua sajian bisa berupa gabungan pembahasan. Jika ke dalam sajiak disertakan tabel dan/atau grafik untuk memperjelas sajian verbal. Karena itu. sampel yang berlebihan.

dalam bagian pembahasan perbedaan itu haruslah diuraikan secara rinci dengan bukti yang memadai. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 65 . dapat ditafsirkan bahwa strategi dapat berpengaruh besar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.7 Bahasan Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. diskusi. Untuk menunjukkan terjadinya pemecahan masalah atau pencapaian tujuan penelitian. (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan.Untuk artikel hasil penelitian kualitatif.1. perbandingan dan sebagainya yang tersaji rinci dalam bentuk subtopik yang masing-masing berkaitan langsung dengan fokus penelitian. (2) menafsirkan temuan dan menarik inferensi berdasarkan temuan itu. bagian hasil memuat deskripsi. analisis. Tujuan bahasan: (1) memecahkan masalah penelitian atau menunjukkan pencapaian tujuan penelitian. eksplanasi. Misalnya ditemukan adanya hubungan antara strategi pembelajaran dan prestasi siswa. dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang saudah ada. jika dinyatakan bahwa penelitian bertujuan mengetahui perbedaan penggunaan antara satu strategi dan stgrategi lain dalam pembelajaran bahasa asing. sintesis. 5. Misalnya. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori yang ada. harus hasil penelitian disimpulkan secara eksplisit.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 66 . 5. Untuk penelitian kualitatif. Saran bisa merujuk kepada tindakan praktis. dan posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya. dikembangkan pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut.Temuan diintegrasikan ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dengan jalan membandingkan temuan itu dengan temuan penelitian sebelumnya. sebagian atau seluruhnya. Pembandingan harus disertai rujukan yang sesuai.8 Simpulan Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Penolakan teori harus disertai dengan modifikasi atau rumusan teori baru. dan bukan dalam bentuk angka. Simpulan dapat diikuti dengan saran yang disusun berdasarkan simpulan. kaitan antarkategori dan antardimensi. dan penelitian lanjutan. pengembangan teoritis. dengan teori yang sudah ada. teori yang lama bisa dikonfirmasi atau ditolak.1. Simpulan disajikan dalam bentuk deskripsi verbal. Simpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup. Jika penelitian yang menjadi dasar penulisan artikel berupa telaah teori (penelitian dasar). atau dengan kenyataan di lapangan. bagian ini dapat pula memuat gagasan peneliti. Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu.

Tata Tulis. simbol. 5. tahun tertentu. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6.5.10 Daftar Rujukan Daftar rujukan (references) harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel ilmiah.1. Dengan demikian. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. 5. catatan akhir dalam artikel ilmiah berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus. Proses pemikiran itu didukung dengan rujukan kepada teori tertentu yang sudah dikemukakan pakar melalui karangannya dalam bahan rujukan tertentu.2 Artikel Konseptual Artikel konseptual ialah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh penulisnya melalui proses pemikiran yang mendalam terhadap suatu gejala yang muncul di dalam ranah ilmu tertentu. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 67 . nama lembaga. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas.9 Catatan Akhir Pada dasarnya. nama tokoh.1.

Sebab itu. semua nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 68 .dapat dikatakan bahwa artikel konseptual merupakan laporan hasil pemikiran yang dilandasi oleh kajian kepustakaan. (6) penutup atau simpulan. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan.2. dan (7) Daftar rujujukan. 5. pemilihan kata yang dipakai di dalam judul hendaknya dilakukan secara cermat. (7) catatan akhir. Judul artikel sebaiknya terdiri atas 5-15 kata. 5. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. Di samping aspek ketepatannya. (3) abstrak dan kata kunci.2. (2) nama penulis dan lembaga asal. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. Namun. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama. penulisan nama pengarang pada artikel konseptual dilakukan tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. (4) pendahuluan. (5) nas. Artikel konseptual terdiri atas (1) judul. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Seperti pada penulisan nama dan asal lembaga pada artikel hasil penelitian. pemilihan kata untuk judul perlu juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap daya tarik judul bagi pembaca.1 Judul Judul dalam artikel konseptual berfungsi sebagai label yang mencerminkan secara tepat intisari yang terkandung dalam artikel.

Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. dan seterusnya dengan format supercscript. 5.2.3 Abstrak dan kata Kunci Untuk artikel hasil pemikiran konseptual. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel.2 cm). mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda angka 1. dan ringkasan hasil pemikiran sebagai tekanannya.lembaga asal penulis harus dicantumkan pada catatan kaki. tujuan. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia. 2. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 69 . Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. Abstrak untuk artikel jenis ini bukanlah komentar atau pengantar dari penyunting atau redaksi. abstrak berisi ringkasan isi artikel yang dituangkan secara padat. 3.

Sebab itu. bagian pendahuluan hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat tentang hal pokok yang akan dibahas. (5) kemungkinan penerapan suatu teori di dalam kelompok masyarakat tertentu. 5. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 70 . analisis. (2) deskripsi. Bagian ini dapat berupa (1) evaluasi terhadap teori yang ada.sampai dengan 5 buah. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet.2. (4) perbandingan antarteori untuk menjembatani kesenjangan di antaranya. (6) telaah terhadap teori tertentu dan kemungkinan replikasinya dalam kondisi dan situasi yang berlainan. isi bagian pendahuluan menguaraikan berbagai hal yang mampu menarik pembaca untuk mendalami bagian selanjutnya. Bagian pendahuluan tidak perlu diberi judul. bagian pendahuluan dalam artikel konseptual berisi uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas. (3) strategi pengelolaan perkara tertentu. dan kekurangannya.5 Nas Nas pada artikel konseptual sangat bervariasi.2. 5.4 Pendahuluan Berbeda dengan isi pendahuluan di dalam artikel hasil penelitian. dan diskusi tentang fenomena yang muncul dalam suatu komunitas. eksplanasi. yang mencakupi ragam. dan sebagainya. kelebihan. Selain itu.

lugas. Catatan ini berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus. Jika hendak ditampilkan. dan jelas akan mampu meyakinkan pembacanya untuk mengikuti alur piker yang hendah disampaikan oleh penulis kepada pembacanya.6 Penutup Istilah penutup digunakan sebagai judul bagian akhir artikel konseptual jika isinya hanya berupa catatan akhir atau yang sejenisnya. saran yang mencakupi aspek pengembangan ilmu. Jika uraian pada bagian akhir berisi simpulan hasil pembahasan pada bagian sebelumnya. tahun tertentu. 5.Walaupun nas jenis artikel ini tidak perlu dibagi menjadi sub-bagian. perlu dimasukkan pada bagian kesimpulan. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 71 . nama tokoh. Beberapa artikal konseptual yang dilengkapi dengan saran. catatan akhir dalam artikel konseptual serupa dengan catatan akhir pada artikel ilmiah. tiap paragraf harus disusun secara sistematis dengan memperhatikan koherensi antarbagiannya. Teks yang disusun dengan runtut. penerapan teori. dan aspek lain dapat ditempatkan dalam bagian tersendiri. simbol. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. 5. Kebanyakan artikel konseptual membutuhkan simpulan. nama lembaga.2. padu.7 Catatan Akhir Pada dasarnya.2.

8 Daftar Rujukan Seperti pada artikel hasil penelitian. daftar rujukan (references) pada artikel konseptual harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel.2. 5. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 72 . Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya.walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Tata Tulis. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan.

BAGIAN III PANDUAN TATA TULIS KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 73 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 74 .

skripsi. Pengantar Karya ilmiah yang berupa disertasi.B. 1. 1. motto. Akhirnya. bahasa Indonesia. tesis. skripsi. halaman kosong. bahasa Inggris. abstrak.1 Prawacana Prawacana terdiri atas judul. Tata Tulis Karya Ilmiah Secara umum disertasi. dan tugas akhir dibagi menjadi tiga bagian pokok. Bagian berikutnya membahas tata tulis artikel ilmiah dan makalah. bab ini membahas tata tulis bagian-bagian karya ilmiah dengan contoh utama dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebab dalam kedua bahasa itulah kebanyakan kara akan ditulis. yaitu (1) prawacana. dan (3) bagian akhir. atau bahasa asing lain. dan makalah (selanjutnya disebut karya ilmiah) dapat ditulis dalam bahasa daerah. pernyataan keaslian tulisan. daftar table dan daftar lain. tugas akhir. persembahan. Bagian tiga menyajikan tata cara pengutipan rujukan. dan tugas akhir. Bagian pertama membahas tata cara penulisan bagian-bagian disertasi. pengesahan. daftar isi. (2) nas. tesis. artikel ilmiah. tesis. skripsi. bagian empat memuat tata tulis daftar pustaka. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 75 . Untuk itu. prakata.

(1) Logo Logo yang dipasang pada halaman judul hendaknya logo institusi yang lazim dipasang pada kepala surat dan yang ukurannya disesuaikan dengan luas halaman judul. dan (5) nama lembaga termasuk jurusan. (3) maksud penulisan skripsi. fakultas. (2) Judul karya ilmiah Judul ditulis dengan huruf kapital yang besarnya diesuaikan dengan panjang judul. Sebagai ancar-ancar. serta tahun penulisan skripsi. (2) judul skripsi. (4) nama dan nomor nomor induk mahasiswa. dan universitas.Judul Judul terdiri atas (1) logo institusi. gunakan font 16 atau 18 cetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. METAPHORIC USES OF ENGLISH PARTICLES: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 76 .

Tesis disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau a final project submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Sarjana Pendidikan in English atau a thesis submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Magister Pendidikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 77 . kecuali nama gelar dan nama bahasa. Bunyi frase tersebut sebagai berikut. GRISHAM’S THE PELICAN BRIEF (3) Maksud Maksud penulisan skripsi berupa frase yang ditulis dengan huruf kecil.A STUDY OF PHRASAL VERBS FOUND IN J.

(2) Gelar kesarjanaan dan program studi ditulis dengan awalan huruf kapital. Tidak dianjurkan: By: Name : Agus Ismangun NIM: 222000022 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 78 . Salah Betul Betul Betul : sarjana pendidikan in english : Sarjana Pendidikan in English : Sarjana Sastra in English : Sarjana Pendidikan Program Studi Seni Rupa (4) Nama dan Nomor Induk Nama dan nomor induk mahasiswa ditulis dalam dua baris di tengah-tengah halaman judul.in English Perhatikan bahwa (1) Frase ini ditulis dengan huruf kecil dengan font 12 untuk jenis huruf Times New Roman. yang didahului dengan preposisi oleh (by) di atasnya.

Tidak dianjurkan:

Oleh: Agus Ismangun 222000022 Dianjurkan: by Agus Ismangun 222000022 atau oleh Agus Ismangun 222000022 (5) Nama Lembaga dan Tahun Penulisan Nama lembaga dan tahun penulisan ditulis dengan font 16 (atau 14) bercetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. Tahun penulisan tesis adalah tahun pada saat pengesahan tesis, yaitu setelah tesis tersebut diuji, diperbaiki, dan diperbanyak.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

79

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009 atau
C.

D. ENGLISH DEPARTMENT FACULTY OF LANGUAGES AND ARTS SEMARANG STATE UNIVERSITY 2009 Halaman Kosong Halaman yang kosong dimaksudkan sebagai pelapis agar teks pada halaman berikutnya tidak tembus dan terlihat dari halaman judul. Pada buku yang berhak cipta, biasanya halaman ini digunakan sebagai halaman hak cipta, yaitu halaman yang memuat catatan hak cipta yang mencakupi tahun penulisan, nama penulis dan peringatan bagi pengguna buku kersebut. Misalnya,
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

80

Copyright c 2001 by Kate L. Turabian All rights reserved Akan tetapi, dalam skripsi mahasiswa tulisan seperti ini tidak dimunculkan. Pernyataan Keaslian Tulisan Pernyataan keaslian tulisan (declaration) berisi ungkapan penulis bahwa isi skripsi, tesis, atau disertasi yang ditulisnya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri. Pengambilalihan karya orang lain untuk diaku sebagai karya sendiri merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan ini. Contoh pernyataan keaslian tulisan dapat dilihat pada lampiran. Pengesahan Halaman Pengesahan (approval) adalah halaman tempat para penguji, pembimbing, dan panitia ujian skripsi, serta pejabat yang berwenang membubuhkan tanda tangan mereka sebagai tanda bahwa skripsi tersebut diakui kesahihannya. Halaman ini terdiri atas: (1) Pada bagian atas halaman dapat ditulis kata: PENGESAHAN (APPROVAL)
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

81

(2) Pernyataan: This thesis has been approved by a team examiners on … (3) Nama penguji (examiner), pembimbing (supervisor), dan pejabat yang berwenang, yaitu Ketua Jurusan (Head of the English Department) dan Dekan Fakultas (Dean of FBS). Masing-masing disertai dengan nomor induk pegawai (NIP), dan tugas yang bersangkutan. (4) Apabila terjadi penugasan ganda, misalnya penguji dan pembimbing, keduanya ditulis dengan garis miring sebagai pemisahnya.
PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FBS UNNES pada tanggal 30 Agustus 2008. Panitia: Ketua Sekretaris

Gunoto, Ph.D 131281777

Prof. Dr. Marbun 131282888

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

82

Penguji

Penguji

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222 Penguji/Pembimbing I

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999 Penguji/Pembimbing II

Drs. Abd. Ali 130450111

Dr. Raja Ali haji 130222333

APPROVAL This thesis has been approved by a team of examiners on 30 October 2008 Examiner Examiner

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

83

D 131281777 Prof. tengah. Ali 130450111 Dr. Dr.Examiner/Adviser I Examiner/Adviser II Drs. Marbun 131282888 Persembahan Persembahan (dedication) bersifat manasuka. atau bawah halaman baik di sebelah kiri atau kanan halaman tanpa puntuasi apa pun. Ph. Misalnya. Jika penulis menghendaki kemunculan halaman ini. Abd. Nama (nama) tersebut didahului dengan preposisi ‘To’. persembahan hendaknya ditulis secara ringkas dan hanya menyebut nama(-nama) yang sangat penting saja. Raja Ali haji 130222333 Chairman Secretary Gunoto. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 84 . Teks dapat ditulis di bagian atas.

my mother. : Dengan penuh kasih. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 85 . Tidak dianjurkan : This thesis is dedicated to all people who love me including my late father. dan/atau tanda kutip. hendaknya motto tersebut ditulis ringkas dengan jenis huruf yang sama dengan jenis yang digunakan di dalam nas skripsi.Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan : To: Allan Murray : Dedicated to Allan Murray. skripsi ini kupersembahkan untuk Ibu Lasmi dan Bapak Astro serta Dinda Sri Harjati. Jika penulis menghendaki penempatan motto seperti itu. garis bawah. dan Adik-Adik Motto Motto (epigraph) biasanya berupa frase atau kalimat pendek yang dikutip dari suatu sumber. Jika motto itu merupakan kutipan dari sumber yang signifikan. cetak tebal. nama dan sumber kutipan dapat disertakan di dalam teks. : To Allan Murray Dianjurkan atau Untuk Sri Haryati atau Untuk Ayah. and all of my former classmates. my fiance. Ibu. tanpa cetak miring. Penempatan motto pada skripsi bersifat manasuka.

Prakata dapat pula mencakupi penyebutan nama yang baik langsung maupun tak langsung ikut terlibat di dalam penulisan itu. Misalnya. : Ever onward no retreat (Bung Karno) atau Your expression is the most important thing you can wear (Sid Ascher) atau Man never made any material as resilient as the human spirit (Bern William) Prakata Prakata (Preface) atau Pengantar berisi penjelasan ringkas oleh penulis mengenai latar belakang penulisan skripsi. Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Dianjurkan : Motto: Ever onward No Retreat : Moto: Ever onward No Retreat (Written by Bung Karno) : Bung Karno: Ever onward no retreat.Misalnya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 86 . rektor. cakupan penelitian. dan pihak-pihak yang ikut mengambil bagian di dalam mendorong serta memberi motivasi kepada penulis sehingga laporan penelitian itu bisa terwujud. maksud penelitian.

Kemudian dicantumkan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 87 . (4) hasil penelitian yang terpenting. nama universitas. Kata skripsi. tesis. Seluruh bagian ini terdiri atas kurang lebih 400 kata yang ditulis di dalam dua atau tiga paragraf dengan spasi tunggal. abstrak lazim memuat intisari laporan penelitian yang terdiri atas (1) latar (background). (2) masalah (problem) atau tujuan (purpose) dan lingkup (scope) kajian. simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dari kata abstrak. penguji. Judul dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertama dari setiap kata) dan diakhiri dengan titik. dan (5) simpulan (conclusions). responden. nama tengah (jika ada) diakhiri titik. nama fakultas. diikuti dengan nama jurusan (tidak boleh disengkat). diakhiri dengan titik. (3) metodologi yang digunakan di dalam penelitian. dan diakhiri dengan titik. Tahun lulus ditulis setelah nama. dosen lain. atau disertasi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma. Penyebutan nama lazimnya diikuti dengan ucapan terima kasih dengan kadar yang sesuai dengan keterlibatan masing-masing.dekan. Kata abstrak ditulis ditengah halaman dengan huruf kapital. Abstrak Pada dasarnya. pembimbing. ketua jurusan. ditepi kiri dengan urutan : nama akhir diikuti koma. dan pihak lain yang cukup signifikan untuk disebut di dalam prakata ini. nama awal.

Misalnya. Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen pembimbing. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah. serta pembimbing III untuk disertasi. The main purpose of the study was to determine if higher frequency of high cognitive questions in NNS group classroom discussions had an effect on foreign language learning. One of the groups was trained in incorporating hign cognitive questions in studentstudent discussions. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah.nama dosen pembimbing I dan II lengkap dengan gelar akademiknya. Two groups of non-native Spanish students and four non-native English teachers participated. Abstract This thesis is based on study which attempted to examine the use of high cognitive questions in nonnative student group classroom discussions. Teks di dalam abstrak diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) dan panjangnya tidak lebih dan dua halaman kertas ukuran kuarto. the other group was not provided Panduan Penulisan K arya Ilmiah 88 . E.

discussed it.………… v Panduan Penulisan K arya Ilmiah 89 . Daftar Isi Daftar Isi (Table of Contents) berisi daftar semua bagian tesis kecuali halaman judul. but the understanding and written production of the foreign language was higher in the treatment group than in the control group. Results indicated that the training group asked more high cognitive questions than the control group. promotes the kind of verbal interaction which facilitates comprehension and written production of the foreign language.with training. halaman kosong atau halaman hak cipta. demonstrated and adopted in NNS group classroom discussion.…………. After the training.. Halaman-halaman ini tidak diberi nomor halaman. and thes summarized the story they had heard. tetapi keberadaannya tetap dihitung sehingga nomor halaman daftar isi mengikuti jumlah halaman yang ada sebelumnya. TABLE OF CONTENTS Page Preface ……………………………. The quantity of verbal interaction was not different between the group.. both groups listened to a narraive told by the non-native teacher. dan halaman motto. The higher achievement in the training group indicates that the use of high cognitive questions. halaman persembahan. F.

(1) Nomor bagian..………….1 Review of the Previous Research ………. Appendices …………………………………. 3.………….2 Reasons for Choosing the Topic …….…….1 Background of the Study …………….. 2.……….. REVIEW OF THE RELATED LITERATURE 2.…………. 8 2.2. ix List of Figures ……………………………. 72 Perhatikan bahwa penomoran dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.…………….………………. INTRODUCTION 1.. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 90 ..……. dan seterusnya ditulis rata kiri. vii List of Tables ……………………………. 12 Etc.…...…………. 4 Etc.. x List of Abbreviation …………………….... sub-bagian. Metaphoric Process in Literature…..Abstract …………………………...………. sub-sub-bagian. 4.……….….……………… xi Chapter 1.….…. 1 1. METHODS OF INVESTIGATION Etc. 65 References ……………………………….…..……………..………… vi Table of Contents …………….

BAGIAN 1.2.2.3.2 Sub-bagian 1. 1. (5) Pembagian bagian menjadi sub-bagian hanya dilakukan bila bagian itu terdiri atas sedikitnya dua sub-bagian.3.2 Sub-sub-sub-bagian 1.1 Sub-bagian 1.1. (6) Lampiran disusun mendahului daftar pustaka dengan alasan: (1) bila diperlukan segera daftar pustaka lebih mudah ditemukan.2.1 Sub-sub-sub-bagian 1.(2) Titik akhir hanya muncul pada nomor bagian.3 Sub-bagian 1. (2) diasumsikan bahwa di dalam lampiran dimungkinkan adanya kutipan yang merujuk kepada sumber pustaka yang tentu saja disebut di dalam daftar pustaka. (4) Nomor hanya diberikan kepada bagian yang berupa frase.1 Sub-sub-bagian 1.3. sub-sub-bagian ditulis tanpa titik akhir.2 Sub-sub-bagian 1.3 Sub-sub-bagian 1.2 Sub-bagian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 91 .1 Sub-sub-bagian 1.3.1. (3) Sub-bagian.

..1 berarti tabel pertama yang terdapat di dalam bab 2. LIST OF TABLES Table Page 2. Perhatikan bahwa angka pertama pada nomor tabel menunjukkan bab di tempat tabel yang bersangkutan tersaji.1 GPA of the First Year Students ……………….2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ……………………………….2 Rank Order of Top Ten Specific Items ..…… 41 3.. G. tabel bernomor 2. Misalnya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 92 .. 55 4.. Daftar Tabel.Dst.…. 59 Etc.…. Daftar Bagan.1 Inverse Cummulative Normal Distribution . dan Daftar Lampiran Daftar table (List of Tables) berupa daftar yang berisi tabel-tabel yang terdapat di dalam nas tesis. 27 2..….1 Rank Order of General It…………………. Lema di dalam daftar ini diurutkan dengan penomoran dan judul tabel yang sesuai dengan nomor dan judul yang tertulis di dalam nas. 44 4.

atau diagram yang dirujuk.….1 GPA of the First Year Stude……………………. Misalnya. di dalam nas nomor dan judul bagan. 44 4.. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 93 . GPA of the First Year Students Daftar Bagan (List of Figures) ditulis dengan penomoran dan judul seperti penulisan daftar tabel.…… 41 3.1 Etc Berbeda dengan daftar table. gambar.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ………………………….1. gambar. H.. Misalnya. atau diagram ditulis di bawah bagan. 27 2.. LIST OF FIGURES Figure Page 2. Tabel 2.Perlu diingat bahwa di dalam nas karya tulis nomor dan judul tabel di tulis di atas tabel yang dirujuk.1 Inverse Cummulative Normal Distribution .

………. Recall Protocols of ESL Students ……………. LIST OF APPENDICES Appendix 1. Etc.…. Overall and Geographical Page Subgroups with Each Other ……………………. 69 4. 67 2.………. I.1. dan bernomor halaman. Passage and Textbase …………. 68 3. GPA of the First Year Stude Daftar Lampiranan (List of Appendixes) ditulis dengan penomoran dan judul seperti di dalam contoh berikut.. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 94 .90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr East West North Figure 2. Perhatikan bahwa setiap butir lampiran bernomor. berjudul. ANOVA Comparison of Mean Responses to General Items..

Sebab itu Adjective. Penulisan lema singkatan dan akronim dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. A melambangkan Adjuct. yaitu Adj. misalnya. Misalnya... e. i.g. (2) Setiap huruf atau nomor melambangkan satu hal saja.. (1) Lema diurutkan menurut abjad. Sinmgkatan-singkatan yang berlaku umum seperti etc. harus dilambang-kan dengan huruf selain A.Daftar Singkatan dan Akronim Daftar singkatan dan akronim (list of abbreviation and acronym) dimunculkan di dalam tesis bilamana tesis itu memuat sejumlah singkatan dan akronim yang masing-masing disebut berkali-kali di dalam nas. J. (3) Singkatan dan/atau akronim yang dimasukkan ke dalam daftar ini hanya singkatan dan/atau akronim yang berkaitan erat dengan pokok penelitian. LIST OF ABBREVIATIONS AND ACRONYMS A Adjunct Adj Adv Anova DSA Adjective Adverb Analysis of Variance Directive Speech Act Panduan Penulisan K arya Ilmiah 95 .e. dan semacamnya tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar ini.

verba. ajektiva.EH FA NP Ernest Hemingway a Farewell to Arms Noun Phrase 1. Huruf berukuran 14 dan dicetak tebal. BAB 1 PENDAHULUAN (2) Judul bagian ditulis dengan huruf kecil. 1.2 Nas Nas suatu laporan penelitian terdiri atas judul bab dan bagian-bagiannya. Secara umum. Bagian ini didahului dengan huruf kapital dan setiap kelas kata (nomina. (1) Judul bab ditulis dengan huruf kapital berukuran 16 cetak tebal. Misalnya. Judul bab ditulis pada halaman baru.4 Tujuan Penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 96 . Misalnya. nas ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. dan adverbia) didahului dengan huruf kapital.

2.1 Hatim and Mason’s Concept (5) Judul sub-sub-sub-bagian (kalau masih ada) dicetak seperti subbagian tetapi dengan cetak biasa. dan bercetak tebal. 2.1.1 Hatim and Mason’s Concept on Translation Dengan demikian.2. Misalnya. tetapi berukuran 12. 2. Misalnya.2. ukuran 12. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu … (teks) 2.1 American Tradition (4) Judul sub-sub-bagian ditulis dengan huruf miring.1.2.1.2.1 Tradisi Endo-Eropa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 97 . judul bab dan bagian beserta sub-subnya dapat ditulis dengan rangkuman sebagai berikut. Misalnya.(3) Judul sub-bagian ditulis seperti judul bagian.

2.2 … Dsb. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 98 . (3) Teks yang mengikuti setiap bagian dan pecahannya harus berupa paragraf. (4) Teks yang berupa butir-butir pernyataan ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.1.1 Semantik Chomskian … (teks) 2.). Latar Belakang Teoretis Perhatikan bahwa: (1) Setiap bagian beserta pecahannya ditulis mulai dengan ujung margin kiri. tidak perlu dimenjorokkan ke kanan.1. misalnya.2 Tradisi Amerika … (teks) 2.… (teks) 2.2. yang sekurang-kurangnya terdiri atas delapan baris. (2) Setiap bagian harus berupa frase yang ditulis tanpa diakhiri dengan tanda titik (.1. Sub-bagian.1 Tradisi Amerika pada Abad ke-20 … (teks) 2.1. Setiap paragraf harus berisi sejumlah kalimat.

pernyataan itu diberi nomor bertanda kurung. misalnya (1). dan antara pernyataan satu dengan lainnya diberi tanda koma (. Misalnya. (2) verba. (2) verba. (4) adverbia … Panduan Penulisan K arya Ilmiah 99 .) untuk kata. misalnya (1).) untuk kalimat. … kelas kata terdiri atas (1) nomina.) untuk frase. Misalnya. … kelas kata terdiri atas (1) nomina. titik koma (.) atau titik-koma (. pernyataan itu ditulis berurutan dengan nomor bertanda kurung. dan (4) adverbia.) bergantung pada panjang pendeknya pernyataan. (3) ajektiva.Jika pernyataan itu dimasukkan ke dalam paragraf. atau koma (. Jika pernyataan berformat paragraf. Setiap butir pernyataan diakhiri dengan tanda titik (. (3) ajektiva.

(4) Tiap halaman lampiran diberi nomor halaman dengan urutan meneruskan nomor halaman nas.3 Bagian Akhir Bagian akhir karya ilmiah sekurang-kurangnya terdiri atas lampiran dan daftar pustaka. (2) Tiap lampiran diberi judul sesuai dengan isinya. Lampiran disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. (3) Jika lampiran ditulis memanjang.1. Berikut disampaikan keempat komponen bagian akhir itu dengan urutan yang sesuai dengan urutan tampilan pada karya ilmiah. Karena dianggap terlalu panjang sehingga dapat mengganggu tampilan nas. hitungan statistik. Jenis lampiran antara lain tabel. dan contoh data. dapat puila ditambahkan senarai (indeks) dan riwayat hidup penulis. grafik. bagian itu ditampilkan dalam bentuk lampiran. masing-masing diberi nomor secara berurutan. Selain itu. rangkuman hasilo analisis. gambar/diagram. Lampiran Lampiran (appendices) merupakan bagian integral nas tetapi dipisahkan dari nas. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 100 . (1) Apabila terdapat lebih dari satu lampiran. kepala halaman berada di bagian dalam halaman laporan.

S. lampiran hanya menyajikan contoh data yang jumlahnya proporsional terhadap nas tetapi tetap mencerminkan homogenitas data. 101 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . informasi skill (4) Nama pengarang ditulis dengan urutan nama keluarga atau nama akhir diikuti dengan singkatan nama pertama dan nama lain. Di dalam daftar ini dapat pula disisipkan nama pengarang yang disebutkan di dalam nas karya ilmiah. (6) Apabila penelitian menggunakan sumber data tertulis dalam jumlah besar. (2) Istilah utama ditulis dengan pengawalan huruf kapital • • • • Amoeba Pragmatics (3) Istilah pendukung ditulis dengan huruf kecil. (1) Lema (entry) diurutkan secara alfabetis.(5) Walaupun pelaksanaan penelitian membutuhkan kelengkapan administrasi yang berupa surat. Butir senarai disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. Senarai Senarai (index) berisi daftar kata kunci yang digunakan oleh peneliti dalam menyampaikan konsep penelitiannya. • Arikunto. kelengkapan administrasi seperti itu tidak perlu ditampilkan di dalam daftar lampiran.

J. • • Amoeba 13 Toer. P. nomor halaman ditulis dengan membubuhkan tanda ( .A. J. 879 (7) Apabila lema muncul dalam dua halaman atau lebih secara berturut-turut. P. Toer. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 102 . 253 – 7. • • • man to man marking 29 –31 Badai pasti Berlalu 367 – 73 Phillips. Perhatikan bahwa penghematan menghendaki agar nomor yang kembar hanya ditulis sekali. Turabian.• • • McNamara. (5) Judul karangan ditulis mengikuti kelaziman dalam penulisan daftar pustaka.A. Halaman 367 sampai dengan 373 hanya ditulis 367 – 73.). L. • • Badai pasti Berlalu “Ngeh dalam kepustakaan Jawa” (6) Tiap lema diikuti dengan nomor halaman tempat lema tersebut berada di dalam nas.

Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi semua bahan kepustakaan yang digunakan sebagai rujukan langsung dalam penulisan karya ilmiah.(8) Apabila. dan sebagainya. drama. film. penulisannya dilakukan dengan membubuhkan tanda koma. bahan seperti ini tidak perlu disebutkan di dalam daftar pustaka. semua ini merupakan peranti penelitian. Selama penulisan karya ilmiah pengarang menggunakan kamus. artikel jurnal. CD Rom. • • kecil. artikel dalam kumpulan karangan. LCD. Daftar ini dapat mencakupi buku teks. 77 – 8. petikan dari situs internet. Karena banyak hal yang perlu dikemukakan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah Arithmatics 67. dan bukan sumber rujukan. lema muncul dalam dua halaman atau lebih tetapi tidak berurutan. dan peranti lain seperti laptop. Oleh sebab itu. 301 Perhatikan bahwa nomor halaman ditulis mulai dengan yang paling 103 . Namun. 73 Budaya Jawa 54. artikel majalah dan koran. program kompoter. home theatre. dan sebagainya. 241 – 50. buku metodologi penelitian. bagian ini disajikan di dalam bagian tersendiri dalam panduan ini.

daftar karya ilmiah. Bagian ini dapat terdiri atas riwayat keluarga. Vini Vidi Vici (2) Kutipan langsung dapat digunakan untuk mendokumentasi argumentasi yang tidak cukup disampaikan dalam bentuk catatan kaki. prestasi kerja. Misalnya. berbobot. (1) Kutipan langsung hanya digunakan apabila perkataan atau ungkapan asli pengarang demikian padat.1 Kutipan Langsung Yang dimaksud dengan kutipan langsung ialah kutipan yang dibuat persis dengan sumbernya. dan meyakinkan. Pembuatan kutipan seperti ini didasari prinsip sebagai berikut. 2. penghargaan. pengalaman kerja. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 104 . Tata Tulis Pustaka Acuan 2. riwayat pendidikan.Riwayat Hidup Riwayat hidup bersifat manasuka dan biasanya hanya ditampilkan di dalam disertasi atau tesis. Kutipan seperti ini biasanya menambah daya kepada karya ilmiah.

Tata Cara Penulisan Kutipan Langsung Kutipan Pendek Yang dimaksud dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris apabila ditulis di dalam naskah karya ilmiah.(3) Kutipan langsung dapat digunakan apabila peneliti hendak memberikan komentar atau membela/menolak/menganalisis gagasan yang disampaikan oleh pengarang. (3) Gunakan spasi spasi ganda. (4) Tulis rujukan kutipan tersebut pada klausa pengantar atau di dalam tanda kurung. (5) Kutipan langusung dilakukan untuk mengutip rumus-rumus. kimia. seperti rumus matematika. (2) Gunakan tanda kutip ganda pada awal dan akhir kutipan. (4) Kutipan langsung dapat digunakan bilamana perubahan (melalui parafrase) dapat menyebabkan salah paham atau salah tafsir. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 105 . atau rumus ilmiah lain. (6) Pengutipan langsung dari bahan nonkomersial (tanpa hak cipta) dapat dilakukan tanpa izin pengarang. (1) Gabungkan kutipan ke dalam kerangka kalimat atau paragraf. Misalnya.

” atau This is what has been called “transitional competence” (Corder 1975: 57). so much so that it may not be wrong to claim that many Malaysians are no longer able to distinguish clearly between the formal and informal uses of the language. for example. Texas: “to be a bilingual means precisely to be able to switch rapidly from one language tonthe other. atau In Malaysia. English is “used widely on the collocquial level.Elias-Olivares (1979: 437) states of a Chicago neighbourhood in East Austin. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 106 .

sumber itu dapat dipotong dengan cara menyisipkan introductory clause. Apabila sumber yang dikutip diperkirakan panjang.possessing and thus using only one variey of the language for all occasions” (Wong 1982:17). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 107 .” Kutipan Panjang Kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih. (2) Jangan gunakan tanda kutip. (1) Tulis kutipan itu di dalam paragraf tersendiri. Gumperz and Hernandez (1971:112) suggest that “what seems like random alternation between two languages may be an expression of ambivalent feelings. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.” and that it occurs “whenever minority language groups come in close contact with majority language groups under conditions of rapid social change.

The terminology used seems to be something of a problem here. which gives support to the argument that cloze tests focus on relatively low order language skills relating to ‘core proficiency’ rather than higher order skills like reading comprehension. The “Intermediate Skills” as used in this article covers the same elements of “core proficiency as described by Anderson. (5) Tulis kutipan itu dengan ceruk lima spasi di sebelah kiri dan kanan margin.(3) Gunakan spasi tunggal (4) Beri pengantar kepada kutipan itu seperlunya. Johnson makes some reference to this in quoting Alderson (1979:225): The fact that the writer’s overall meaning remains totally obscure doesn’t materially affect the use of this passage as a cloze test. atau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 108 .

to pick out what is essential and new. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 109 . Pengutipan seperti ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. To penetrate beyond the verbal and nonverbal forms of the text to the underlying ideas. to compare these with what one already knows and also the ideas with each other. and to revise one’s previous conceptions (Lunzer and Gardner 1979:235) The research into this particular area seems to indicate that cloze can only reliably and validly assess … Elipsis Untuk menghindari kutipan yang terlalu panjang dimungkinkan untuk membuang sebagian dari sumber yang panjang itu.If one one described comprehension in the following terms one would probably come a step nearer to a more adequate definition.

which one dares not call mistakes. horizontal shifts entail the use or non-use of so-called patois speech. add to the quaint charm of the language. tengah. (2) Elipsis dapat dilakukan pada bagian awal. atau akhir kutipan. In Panduan Penulisan K arya Ilmiah 110 . On a passage from a novel.” atau … Vertical shifts involve the use or non-use of Creole-based forms. the thought is expressed that “… some very Indian uses of language. (3) Elipsis tidak boleh mengubah amanat apapun yang terdapat di dalam sumber kutipan.(1) Elipsis dilakukan dengan tanda tiga titik dengan spasi di kiri dan kanannya.

so radically different as to seem a distinct language … completely unintelligible to the listening North American … It should not be assumed that patois style is relatively uniform … (Edwards. Rosberg. problems of intelligibility can be considerable. and Hoy 1976:312). (2) komentar. Jenisjenis interpolasi yang lazim ialah (1) sic. Interpolasi Interpolasi ialah penjelasan atau pembetulan suatu kutipan yang diselipkan ke dalam teks.either case. dan (3) penyisipan anteseden. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 111 . Many mesolect speakers employ a patois that sometimes appears hardly related to its careful variant. Interpolasi menuntut perubahan redaksional suatu kutipan langsung. Perubahan itu ditempatkan di dalam tanda kurung persegi.

“If it is true that language and context are inextricably linked. Ini dimaksudkan sebagai catatan bahwa kesalahan yang terdapat di dalam kutipan itu tertulis sebagaimana sumber aslinya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 112 . Komentar ini ditulis di dalam tanda kurung persegi. to a greater or lessen [sic] extent. penyisipan [sic] menunjukkan bahwa penulis menyadari bahwa kata “lessen” tereja salah. Kata itu mestinya tertulis “lesser”. any stretch og language should. Di dalam contoh di atas.(1) Tanda [sic] ditempatkan di belakang kutipan yang oleh penulis dianggap merupakan kesalahan. (2) Interpolasi yang berupa komentar pendek dapat disisipkan di dalam suatu kutipan dengan maksud memperjelas suatu butir pernyataan. come trailing clouds of context with it …” (Thomson 1996:10).

(3) Anteseden disisipkan ke dalam kutipan langsung bilamana terdapat suatu pronomina di dalam kutipan itu yang tidak jelas perujukannya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 113 . Di dalam contoh ini. kata “Grammar” yang dikutip dari Oller dijelaskan oleh pengutip dengan menuliskan penjelasan itu di dalam tanda kurung persegi. sometimes called “The Grammar Expectancy Theory” [“grammar” here is used in the broad sense to include the syntax. No other dramatist has rivaled his ability to portray characters with such liveliness and colour. He [William Shakespeare] was undoubtedly the greatest dramatist to date. sematics and appropriate use] has been proposed by Oller (1979) among others.A theory.

(2) pengutipan puisi. dengan (1) kutipan di dalam kutipan. ‘ ‘mesolect. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 114 .Kutipan Khusus Dalam hal tertentu. dapat muncul masalah khusus yang berkaitan dengan penulisan kutipan. (3) pengutipan pidato.’ and ‘ basilect’ by sociolinguists implies that these terms have a real meaning when used in connection with particular language designations”. kutipan langsung ditulis di dalam tanda kutip ganda (“) sedangkan kutipan pendek di dalamnya ditulis di dalam tanda kutip tunggal (‘). (1) Kutipan di dalam kutipan Jika di dalam suatu kutipan langsung terdapat kutipan pendek. Masalah itu berkaitan. antara lain. Mehrotra (1983:96) argues that “The usage of terms like ‘acrolect.

Kutipan pendek yang terdapat di dalamnya ditulis di antara tanda kutip ganda. I think” … The female name.Kutipan pendek. penulisannya mengikuti cara penulisan kutipan panjang.Jika kutipan itu panjang. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 115 . yang hanya terdiri atas sebaris atau kurang dari satu baris. disisipkan ke dalam teks denggunakan tanda kutip ganda. not English. Moag (1982:227) writes: The following extreme [but not an atypical] example was overheard from a young female Fiji Indian sales clerk: “Shila account-book use kara. Shila. (2) Pengutipan Puisi Cara pengutipan puisi bergantung pada panjang pendeknya bagian puisi yang dikutip. The order of major constituents (subject – object – verb) in the kernel sentence clearly marks it as Hindi. and the verb kara … are the only native items in the sentence.

stare.It is easy to feel the mystique of the songs of Ireland through the sound of “thrust. linnet. Kutipan yang terdiri atas dua sampai empat baris disisipkan ke dalam teks menggunakan tanda kutip pada awal dan akhir kutipan dan garis miring (/) antar baris. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 116 . dan berspasi ganda antar bait. Synge sensed the inevitability of death when he said. Kutipan tersebut ditulis berspasi tunggal. and wren”. Kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih ditulis tanpa tanda kutip. dengan indent. “There’ll come a season when you’ll stretch / Black boards to cover me”.

I dead beneath That broad – you’d rave and rend them withj your teeth. If you’d stand close to hear them talk or pray While I’m let down in that steep bank of clay. It was stated that “… in Australia. for if you saw a crew Of living idiots pressing round that new Oak coffin – they alive. (3) Pengutipan Pidato Pidato dapat dikutip secara langsung menggunakan cara seperti yang disebut di atas.Something of this power can be felt in Synge’s “A Question” where he says: I asked if I got sick and died. would you With my black funeral go walking too. No. a people once Panduan Penulisan K arya Ilmiah 117 . you said. And.

Secara umum hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa: (1) Peneliti membuat catatan dari sumber tertentu. (2) Peneliti menggunakan buku yang mencakupi bidang pengetahuan yang persis sama dengan bidang yang sedang digelutinya. Ini sering terjadi bilamana penulis ceroboh atau kurang cermat di dalam menuliskan rujukan kutipan itu.2 Kutipan tak Langsung Pengutipan tak langsung terkadang menimbulkan kecurigaan pembaca.remote and distanced from the world have embraced the future by welcoming into our population five and a half million migrants and regugees in the 50 years since World War II.” (Bolkus in XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT) 1996. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 118 . kemudian menyalin dan memasukkannya ke dalam nas tesis tanpa mengingat bahwa catatan itu berasal daru sumber yang berhak cipta.) 2.

and shamefuller. In the first half of the present century. At one time. of the long-term historical trend in English from synthetic to analytic. perfecter. Where more and most are spreading at the expense of the endings –er and –est. -er and –est were used muct more widely than today. tetapi tidak menyebutkan sumber kutipan itu. Sumber: In grammar we can see the continuation. adjectives of more Panduan Penulisan K arya Ilmiah 119 . Untuk menghindari tuduhan adanya pembajakan (plagiarism) di dalam penulisan tesis dan karya-karya ilmiah pada umumnya. And in Early Modern English you meet forms like ancientest. (5) Peneliti sengaja menggunakan tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. famousest. (4) Peneliti mengutip dari catatan-catatan yang dibuat selama perkuliahan tanpa menyadari bahwa catatan-catatan itu dikutip dari sumber tertentu.(3) Peneliti mengambil intisari suatu sumber dan merumuskannya menggunakan perhataan sendiri. lakukan langkah sebagai berikut. patienter. from a system that relies on inflections to one that relies on word order and grammatical words. An example is the comparison of adjectives. in small ways.

most famous) and some the other (commoner. p. some being compared one way (more famous. most notorious). The English Language: a Historical Introduction.) Cara pengutipan tak langsung yang dapat dilakukan oleh penulis: (1) Pahami secara umum intisari teks sumber. while adjectives of one syllable normally had –er and –est. Adjectives of two syllables varied. commonest) … (Barber. kemudian buatlah rumusan baru yang berupa pandangan mengenai isi teks dari titik pandang lain: … with the change of time the expression of some comparatives and superlatives has changed.than two syllables always had more and most (more notorious. 274. C. (2) Sajikan fakta sebagaimana yang tertulis di dalam sumber itu dalam bentuk daftar: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 120 . 1993. Cambridge: CUP.

(3) Gunakan frase seperti ‘according to Barber’. By early 20th century the preferences were: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 121 . commonest (Barber 1993: 274). (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative). e. most beautiful. According to Barber (1993: 274).g. a study of the forms used in Early Modern English through the present day indicates that a change has been in progress. (3) Disyllabic adjectives could take either form. richest. ‘In Barber’s opinion …’ dan sebagainya. the basic rules were as follows: (1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative). e. most famour. richer.g. more beautiful. e.… Until recently. ‘Barber views that …’.g.

pp. Salah Salah Benar : John Grisham. Barber claims that the transition is now almost complete. Teknik Penulisan Daftar Pustaka 3. richer. (3) Disyllabic adjectives could take either form. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative).80 : (J. 1994: 78 – 80) : (Grisham 1994: 78 – 80) Penulisan dua atau tiga nama adalah sebagai berikut. richest.(1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative).g. tahun penerbitan. Grisham. e. 3. e. e.g. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 122 . more beautiful.g. 1994. most famour. 78 .1 Perujukan Kutipan Perujukan dilakukan dengan menyebutkan nama belakang atau keluarga pengarang. dan halaman bagian teks yang dirujuk. commonest. most beautiful.

Hatim and I. Mason.Salah Salah Benar : (Basil Hatim and Ian Mason. 1990: 78 –80) : (Hatim et al.. Salah Benar : Acording to Hatim and Mason (1990: 1).2 Aturan Umum Tata Tulis Pustaka Acuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah : Accor 123 . 1990: 78 – 80) : (Hatim and Mason 1990: 78 – 80) atau (Hatim. dengan tahun penerbitan dan halaman bagian teks rujukan. nama itu harus langsung diikuti. Salah Salah Benar : (Hatim etc. and Anderson 1991: 78 – 80) Penulisan lebih dari tiga nama adalah sebagai berikut. Mason. the world of translator is inhabited by an extraordinary number of dichotomies Selanjutnya. di dalam tanda kurung. 1990: 78 – 80) Jika nama pengarang disebut oleh penulis sebagai bagian integral di dalam teks. 1990: 78 – 80) : (Hatim et. Al. nama-nama yang disebut sebagai rujukan kutipan ini harus dimunculkan di dalam Daftar Pustaka(Reference atau Bibliography) 3. 1990: 78 – 80) : (B.

nama panggilan hanya ditulis inisialnya ( James menjadi J. Hatim. yaitu (1) nama pengarang. Kate L.Pada dasarnya setiap lema di dalam pustaka acuan terdiri atas tiga bagian. Department of Education Optus The Committee of Poverty Alleviation Panduan Penulisan K arya Ilmiah 124 . Ian menjadi I). Hatim. Mason Perhatikan bahwa di dalam pustaka acuan. (2) Jika sumber berupa karya suatu badan. B. and I. McCrimmon Basil Hatim Kate L. organisasi. J. Turabian. Turabian Basil Hatim dan Ian Mason Nama di dalam Pustaka Acuan McCrimmon. (2) judul karangan. departemen. Nama yang Sebenarnya James M. Nama pertama ini hanya ditulis inisialnya. Nama Kate tidak disingkat untuk memudahkan identifikasi bahwa penulis ini berjenis kelamin perempuan. komisi. dan (3) fakta tentang penerbitannya. B. (1) Nama pengarang ditulis dengan cara: nama belakang atau nama keluarga mendahului nama pertama atau nama panggilan. M. nama badan itu ditempatkan sebagai nama pengarang.

yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun yang terdahulu. Jika disebutkan beberapa tahun dan dilengkapi dengan keterangan bahwa buku yang dimaksud adalah buku edisi tertentu. 1993. 1995. atau koran. Tahun terbitan di dalam buku C 1990 C 1990 Third Impression 1991 C 1990 New Edition 1995 Penulisan di dalam Pustaka Acuan 1990 1990 1995 (5) Judul karangan yang berbentuk buku ditulis dengan cetak miring. jurnal. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 125 . Hal yang sama berlaku pada nama majalah. Jika di dalam buku disebutkan beberapa tahun – misalnya 1990. perujukan dimulai dengan judul karangan. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun ketika edisi terbit.(3) Jika di dalam karangan tidak ditemukan nama pengarangnya. Tips for Reading Intensively. (4) Tahun penerbitan buku ditulis mengikuti nama pengarang. Misalnya Extra Work or Extra Payment.

sedangkan tahun penerbitan ditempatkan di belakang nama pengarang atau penyunting. Tempat penerbitan diikuti dengan nama penerbit. Toronto: Prentice-Hall Canada Inc. verba. Di dalam buku London and New York Panduan Penulisan K arya Ilmiah Di dalam Pustaka Acuan London 126 . atau adverbia) diawali dengan huruf kapital. London: Routledge. (7) Jika terdapat lebih dari satu nama penerbit. ajektiva.Nama Terbitan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Nama Pada Pustaka Acuan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Perhatikan bahwa kata kunci pada judul-judul di atas (yang berupa nomina. nama penerbit dan tahun penerbitan. (6) Fakta penerbitan terdiri atas tempat penerbitan. nama yang ditulis di dalam pustaka acuan hanya nama penerbit yang disebut pernama kali. Cambridge: Cambridge University Press.

dan S.d. 1994. J. n. D. Politeness: Some Universals in Language Usage. New York. The Pelican Brief. J. Changing Time Changing Shapes. P.L. Schiffrin.C. Levinson.London. 1994. pada pustaka acuan ditulis n. London: Cambridge University Press. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 127 . Tokyo.3 Contoh Penulisan Lema Pustaka Acuan (1) Buku oleh satu pengarang Austin. 1962.d. Massachusetts: Blackwell Publishers. 3. and Sydney New York. Grisham. Oxford: Oxford University Press. and Sydney London New York (8) Jika di dalam buku tidak ditemukan tahun penerbitannya. Lyons. How to Do Things with Words. Approaches to Discourse. Toronto. London: McMillan. New York: Warner (2) Buku oleh dua atau tiga pengarang Brown. 1987. J. (no date).

Blum-Kulka (eds). (ed). M. (4) Buku suntingan satu orang Coulthard. Advances in Spoken Discourse Analysis. van. Radford. dan J. (3) Buku oleh lebih dari tiga Pengarang Alwi. Redefining Translation: The Variational Approach. Meaning and Translation: Philosophical and Linguistic Approaches. J. London: Routledge. dan M. (5) Buku suntingan dua orang atau lebih Guenthner. 1993. Cambridge: Cambridge University Press. 1991. Interlingual and Intercultural Communication.). Cambridge: Cambridge University Press. 1999. F. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. L. (ed). H. Guenthner-Reutter (eds). Amsterdam: North Holland. London: Duckworth. Jakarta: Depdikbud RI. 1978.Hewson. House. T. Martin. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2nd ed. 1978. et al. London dan New York: Routledge.A. N. Goody. E. The Pragmatics of Language and Literature. 1976. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 128 . (ed). 1986. 1992. Tubingen: Gunter Narr Verlag. Linguistics an Introduction. and S. et al. Dijk. A.

1982. Prinsip-Prinsip Pragmatik.. Translated by Oka. ketiga. Popovic (eds). dan seterusnya Bassnett-McGuire. 1990. Kiefer. Translation Studies (Revised Ed. Kate L. 1: Principles of Language Use. F. de Haan. 1980. M. The Hague: Mouton.).R. Riedel Publishing Company. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.D. Theses. Cambridge: Cambridge University Press. (7) Buku yang terdiri atas dua jilid atau lebih Vanderveken. dan A. 1996. S. A Manual for Writers of Term Papers.. Bierwisch (eds). and Disertations (6th Ed. London: D. (9) Karangan (Essay) di dalam buku suntingan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 129 . Chicago: The University of Chicago Press. D.D. (6) Buku edisi kedua. G. 1993. and M. Searle. Meaning and Speech Acts Vol. 1970. The Nature of Translation.Holmes. F. London: Routledge.S. J.). (8) Buku terjemahan Leech. Speech Act Theory and Pragmatics. 1991. Turabian. J.

G. 1970. Popovic. Brown. Contrastive discourse analysis as a tool for the interpretation of shifts in translated texts. Encyclopedia Britanica. M. Popovic (eds. (10) Artikel di dalam Ensiklopedi Macauly. 1986.S. T.). Analysing everyday conversation. 37 – 49. pp.A. Amsterdam: Elsevier. 1978. Edited by Bernard Spolsky. XV. pp. Hlm.Broeck. 78 – 90. In J.). dan S. R. FIT. P. Syntax in second language acquisition. and A. Sharwood. Levinson. Hlm.123 – 61. 1999.C. In E.Coulthard (ed.B. pp. van den. Drinitrova.1992. E. Holmes.). pp. 463 – 471. 11th ed. F. BlumKulka (eds. 1970. A.). Smith. 56 – 311. M. Goody (ed. N. 1996. Hunston. Di dalam J. House and S. The concept “shift of expression” in translation analysis. 856 – 65. Universals in language usage: Politeness phenomena. In Concise Encyclopedia of Educational Linguistics. de Haan. pp. New methods in translation research: new horizons in translation studies. dan S. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 130 . Francis.. B. Samuel Johnson.

Suara Merdeka. Tempo. Prasetyo. 28 Agustus. Olshtain. 18 Agustus. S. Bahasa kita: Rusak bahasa. rusaklah pemikiran. Applied Linguistics. Requests and apologies: a cross-cultural study of speech act realization patterns (CCSARP). 5/3: 196 – 213. S. Acceptability and language specific preference in the distribution of information. September. 2005. 1990. (13) Kumpulan Artikel/Proceeding Seminar Panduan Penulisan K arya Ilmiah 131 . Intisari. Politeness phenomena in modern Chinese. 1997. 11: 131 – 46. Indirectness and politeness in requests: same or different? Journal of Pragmatics. 64 – 5. Lokalisme sebagai Ekses. Hlm. 2005. Blum-Kulka. TARGET. Gu. (12) Artikel di dalam Koran dan Majalah: Basuki. 166 – 7. S. Novel nonfiksi dan kemungkinannya. 2005. dan E. 9/1: 1 – 25. 1984.(11) Artikel di dalam jurnal atau majalah Ilmiah Blum-Kulka. M. S. 14/2: 237 – 57.Y. F. Hlm. Hlm. Manshur. 18. 1987. Journal of Pragmatics. Doherty.

Japan. Proceedings Vol. C. 1998. 1999. disertasi. Implikatur Percakapan sebagai Pengungkap Humor di dalam Wacana Humor Verbal Lisan Berbahasa Indonesia. Y. dan karangan lain yang tidak diterbitkan secara komersial Gunarwan. (14) Tesis. Perbandingan Derajat Kesantunan antara Tindak Tutur Direktif di dalam Novel A Farewell to Arms Karya E. Mujiyanto. Kobe. Thesis Magister Humaniora Universitas Indonesia. (2001). Available at Panduan Penulisan K arya Ilmiah 132 . and Durant. Rustono. 1996. 2. Engagement: a necessary ingredient for participation in adult basic education. 1993. XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT). Disertasi Universitas Indonesia. Hemingway dan Terjemahannya. Paper presented at The Fourth International Pragmatics Conference. A. Melbourne: The Australian Institute of Interpreters and Translators. (14) Bahan yang dipetik dari situs internet Berbentuk buku Ziegler.FIT. M. Online. The politeness rating of English and Indonesian directive types among Indonesian learners of English: Towards contrastive pragmatics. 25-30 July.

ubc. Oxford: Blackwell Publishers.educ.nald.bsu.d) Critical reflection in practice: experiences of a novice teacher. Chapter 6. htm [accessed 11/11/01] Berbentuk artikel di dalam buku Shohet. S. 1962.L.edu/teachers/departments/edld/conf/ critical. Available at http://ncsall. (n. J.edst.www. Online at ww.edu/ann_rev/vol2_6. Adult Learning and Literacy in Canada. How to Do Things with Words.htm [accessed 06/23/03] 3. (NCSALL). K.gse.ca/aerc/2001/2001ziegler. harvard. Berbentuk artikel tak bertanggal Rocco. Natural Language Semantics. T. Vol. Austin. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 133 . (2001). In The Annual Review of Adult Learning and Literacy.ca/PROVINCE/SASK/SLM/selfeval/t oc. Online www. 2001.html [accessed 9/23/03).html [accessed 03/15/00] Berbentuk artikel anonim dan tak bertanggal Self-Evaluation Kit. Linda.4 Tata Urut Penulisan Pustaka Acuan Allan. 2. Oxford dan New York: Oxford University Press.

New Jersey: Prentice Hall.). Terjemahan dari Bahasa Perancis oleh R. 1980. In Other Words: A Coursebook on Translation. Di dalam FIT. Cambridge: Cambridge University Press. Barthes. Bierwisch (Ed.E.). 1995. 905 – 920. dan C. C. R. Bierwisch. Between Languages and Cultures: Translation and CrossCultural Texts.) 1978. 1988. M. 1996. Eagleton. Bressler. London: Routledge. Searle. A. New York: Hill and Wang. Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice (2nd ed. Semantic structure and illocutionary forse. 1992. T. Readers’ subjective reactions to original poems and their translation: towards an assessment of dynamic equivalence. Maier (eds. Dingwaney. 1999. A. Literary Theory: An Introduction (2nd ed. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. Goody. Howard. 1 – 36. Minneapolis: The University of Minnesota Press. F.Baker. In J. (ed. Kiefer. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 134 . Pp. dan M.). Pittsburgh dan London: University of Pittsburgh Press. M. 1996.).R. N.) Pp. Gunarwan. The Semiotic Challenge (Fine Ed. E.

N. dan M. G. Koller. 7. Style in Fiction: A Linguistic Introduction to English Fictional Prose. Leckie-Tarry. P. and Text. Pp. R. Melbourne: Deakin University Press. 191 – 222. London: Routledge. J. M. 1985. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 135 . Machali. Martin.K. 1996. Hasan. Jakarta: The Translation Center. Pp. W. (ed.). Language and Context a Functional Linguistic Theory of Register. Redefining Textual Equivalence in Translation with Special Reference to IndonesianEnglish. dan R. A. Modern Literary Theory (3rd ed. 1998. 1995. Waugh. Context. Leech. The relations between translation and material text transfer. London: Arnold. 1995. Oxford dan Massachusetts: Blackwell. TARGET. Saeed. 171 – 89.).Halliday. Hewson. 1981. The concept of equivalence and the object of translation studies. Rice.A.I. 1991. Pym. Redefining Translation: The Variational Approach. 1992. Semantics. H. 1997. London dan New York: Pinter. 4. Language. L. dan P.H. TARGET. London dan New York: Longman. Short. dan J.

Pp. 137 – 51. R. Language through Literature.Searle. 1997. P. London dan New York: Routledge. The classification of illocutionary acts. 1979. Language in Society. Simpson. J. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 136 . 8.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 137 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful