BAGIAN I

PANDUAN DASAR

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

2

1. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan pada masalah, baik yang sederhana maupun yang rumit. Bila berhadapan dengan masalah yang rumit, kita bertanya-tanya mengapa terjadi masalah itu, dan mengapa masalah itu rumit untuk dipahami. Bila yang berhadapan tersebut seorang mahasiswa cerdas dia akan minta bantuan kepada teman sebayanya, kakak kelasnya, dosennya, atau bahkan mungkin profesornya. Bila salah satu profesornya memberi jawaban berdasarkan teori yang dikembangkan orang lain yang tertulis dalam sebuah buku, dia juga bertanya profesornya menggunakan buku X bukan Y? Mengapa professor X tidak menjawab pertanyaan berdasarkan penelitiannya sendiri? Seorang peneliti atau pengarang yang cerdas, dan kaya pengalaman kerapkali seperti anak kecil, yang cerdas, dan kreatif, selalu bertanya, apa sebab suatu kejadian, peristiwa dan masalah, dan selalu ingin tahu apa jawabannya. Jawaban yang diinginkan anak tersebut tampaknya bukan sekadar jawaban, melainkan jawaban yang terkait dengan struktur alam pikiran yang dia ketahui, dan struktur sosial-ekonomi di sekitarnya. Untuk anak yang memiliki lingkungan ekonomi kuat dan struktur alam pikiran yang cerdas, tampaknya menghendaki jawaban yang lebih didasarkan pada fakta, dan makna sebuah fakta yang dipandang dapat merupakan akar suatu masalah atau landasan pemikiran tertentu.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

3

yang telah mengacu pada teori orang lain kadangkadang belum dapat memberikan pemecahan yang memuaskan atas suatu masalah. perjalanan. jawaban atas keingintahuan tersebut dapat ditulis dalam bentuk karangan singkat atau karangan bersambung berdasarkan struktur penalaran logis yang dapat menjadi dasar sebuah tulisan ilmiah. 2. tidak jelas metodenya dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. PENGETAHUAN Pengetahuan berbeda dengan ilmu atau karya ilmiah. maupun yang berasal dari pengamatan yang dilaksanakan dengan cara yang tidak sintematis.Bagi orang dewasa. Pengetahuan dapat berupa tulisan dari memori berdasarkan pengalaman. Pengetahuan adalah semua informasi yang tersusun di dalam memori seseorang. pengetahuan atau perhatian terhadap masalah tersebut. Tulisan yang disusun berdasarkan pengetahuan atau pengalaman pribadi. dengan mengunakan metode yang tepat. berdasarkan nalar sehat dan logika yang telah mereka miliki. perlu dicarikan jawaban dengan bertanya kepada sejumlah orang yang dipandang memiliki pengalaman aktual. Secara sederhana karya ilmiah dapat dikatakan sebagai tulisan untuk mencari sebab akibat suatu masalah untuk mendapatkan keterangan yang lengkap berdasarkan penalaran. baik yang berasal dari pengamatan indrawi atau dari belajar sendiri. kesaksian suatu peristiwa dilukiskan secara cermat. Dengan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 4 .

atau hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain. Karena proses untuk mendapatkan pengetahuan berbeda dalam tingkattingkat yang ditempuh. mulai tahu. pada waktu seorang anak kecil mulai tumbuh. temuan orang lain. Karya ilmiah. pengalaman. merekonstruksi. memperhatikan. Bila seorang anak bertambah penalarannya. dia akan tetap tahu dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 5 . Untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan suatu proses: mulai dengan mengenal. dapat membedakan. pengetahun dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan juga.demikian. Memecahkan masalah dapat dilakukan dengan mengacu kepada teori yang dikembangkan ahli yang terkait. mengerti. dia menjadi tahu bahwa orang yang selalu dekat dengannya adalah ibunya. terjadi semacam korenspondensi antara gagasan yang telah disusun untuk memecahkan masalah tersebut dengan kondisi di tempat masalah tersebut timbul (lapangan). atau pengalaman orang lain yang dapat diuji keandalannya. mangalisis. sehingga tulisan yang disajikan tidak bersifat gagasan kosong yang tidak membumi. Acuan tersebut dapat berupa teori yang telah dikembangkan orang lain. dapat membandingkan. dengan metode tertentu. termasuk penelitian. dan menilai mana yang benar dan mana yang tidak benar. sekurang-kurangnya mengandungi masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan akal sehat (common sense) atau intuisi. sampai dengan mengetahui. tetapi perlu acuan tertentu yang dapat membantunya. Misalnya.

di mana posisinya dengan masalah yang lain. pengetahuan diperoleh dengan proses yang lebih detail dan lebih teliti akan berbeda dengan pengetahuan yang diperoleh secara cepat. Dalam penelitian. seorang peneliti bertugas merumuskan masalah secara jelas. Bila latar belakang masalah telah dapat digambarkan dengan jelas. KONSEP ILMU Penciptaan karya ilmiah menggunakan prosedur yang agak berbeda dengan pembuatan tulisan atau laporan biasa. sehingga arah pemecahannya cukup terarah. langkah selanjutnya adalah menyususn tujuan penelitian. Dengan demikian. Apabila masalah penelitian telah disusun dengan jelas. misalnya kakak prempuannya. tetapi pada tahap selanjutnya disyaratkan untuk mengadakan studi awal untuk melihat latar belakang suatu masalah. Tujuan ini harus sesuai dengan masalah yang hendak dipecahkan. masalah yang ditemukan seorang peneliti atau penulis ilmiah harus dicarikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 6 . Pada tahap sekanjutnya. 3. Dalam perkembangan selanjutnya. atau selayang pandang seperti melihat sesuatu dari atas mobil atau pesawat terbang. tidak spontan. misalnya lewat pandangan pertama. baik yang serupa maupun yang berbeda. anak dapat membedakan antara ibunya dan wanita lain. prosedur awalnya sama dengan mencari pemecahan masalah dalam pengetahuan. pengetahuan adalah suatu proses yang berkesinambungan. Jadi.mengenal ibunya meskipun dia berbusana indah.

Dari kajian yang diperoleh. tempat. peneliti harus menyusun landasan konseptual atau teoritis yang merujuk kepada teori yang telah terbukti keunggulannya dan disusun secara deduktif dan induktif. peneliti harus mencoba mengkaitkan masalah yang diteliti dengan situasi. kondisi sosial ekonomi. Akal sehat biasanya diperoleh menggunakan teori dan konsep. Deduksi dapat diartikan mencari landasan teori dari rumus atau teori besar yang telah menjadi dasar pengembangan ilmu yang terkait. Kaitan antara kajian teori dan masalah yang hendak dipecahkan biasanya dirumuskan dalam suatu kerangka konseptual. dengan metode penelitian yang sesuai. Ilmu diperoleh mengunakan konsep dan struktur teori yang disusun secara sistematis dari pendapat orang lain. alat penelitian yang teruji vaiditas dan reliabilitasnya. di tempat dia melakanakan penelitian tersebut. Perbedaan tersebut terletak pada sistematika dan cara pengendalian. Menurut Kerlinger.jawabannya lewat data penelitian di lapangan atau di laboratorium.1 ilmu dan common sense berbeda tajam dalam beberapa hal. dan juga dari acuan kepada hasil penelitian valid yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. tetapi dalam pengertian yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 7 . Penelitian ilmiah berbeda secara mendasar dengan pengetahuan yang ditulis berdasarkan akal sehat atau common sense. Berdasarkan konsep tersebut dirumuskan dugaan atau perkiraan secara nalar berdasarkan deduksi. Untuk mencari dasar masalah yang dirumuskan. kondisi kebudayaan.

Hardono2. orang tidak mencoba mengkoreksi perilaku kelompok lain. Dengan perkataan lain. Demikian juga. menganalisis bencana alam dipandang sebagai peringatan atau hukuman kepada orang yang menjadi kurbannya. Di samping itu. Ilmuwan mempunyai pola berpikir tertentu. Selanjutnya dikatakan bahwa common sense merupakan campuran dari insight utama sebagai prinsip nonkontradiktif. sampai pada suatu kumpulan pengatahuan mengenai hal-hal yang remeh. melalui banyak keyakinan yang lebih meragukan. Dalam memecahkan masalah. dalam krisis ekonomi. menguji beberapa teori dan kemudian membuat hipotesis3 atau perkiraan. dengan uji empiris. atau perilaku korup dari pengelola birokrasi. serta perkembangnnya. Orang awam juga menbuat hipotesis. Misalnya. ilmuwan merujuk kepada teori yang relevan dengan masalah dan keadaan. ilmuwan juga menyadari bahwa konsep yang mereka buat tidak selalu paling tepat. Perbedaan antara common sense dan ilmu adalah bahwa common sense tidak berdasarkan penyelidikan atau penelitian yang mempertanyakan apakah apa yang diyakini tersebut terbukti benar atau salah. nilai ketepatan bersifat relatif. meyebutkan bahwa common sense adalah akal sehat atau pendapat umum. mempertimbangkan faktor terkait lain yang diperiksa dengan metode yang sahih. tetapi teori yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 8 . Mereka mengembangkan struktur teori. yang dipersalahkan adalah etnis tertentu. menguji teori tersebut dengan konsistensi internal.longgar. dan tidak sistematis.

mestinya secara obyektif diteliti akibat kenaikan harga BBM tersebut terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. serta memilih bukti tertentu yang dapat mendukung Dalam mengontrol pendapatnya. Yang dikontrol hanya variabel yang memiliki kaitan atau penyebab langsung dengan masalah yang hendak dipecahkannya. banyak orang yakin bahwa anak nakal berasal dari kampung kumuh. transportasi. Dalam kasus kenaikan harga BBM (Oktober 2004). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 9 .dipergunakan hipotesisnya. Para penulis awam kerap kali tidak memberikan penjelasan tentang sebab suatu kejadian atau masalah secara sistematis berdasarkan phenomena yang mereka amati. mereka mengabaikan anak nakal dari kawasan gedongan. orang awam biasanya cukup puas menerima penjelasan dengan konsepsi yang bias. agar rakyat mengerti dan siap menghadapinya. Misalnya. perlu ada penelitian ilmiah yang dapat memberikan bukti yang valid. selektif dengan memilih yang cocok dengan pendangannya. peneliti mencoba untuk sementara waktu mengabaikan variabel yang tidak terkait langsung dengan masalah. Dalam penelitian. Mereka tidak mau memberikan penjelasan mengenai sumber-sumber dari luar yang dipersoalkan. agar masyarakat dapat memahami persoalannya. Maka. yang mungkin menjadi sebab terjadinya suatu masalah. dan biaya produksi yang serentak naik.

Proposisi yang bersifat metaphisik seperti itu menjadi bagian dari ilmu fisafat. atau orang pandai karena suratan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 10 . Apakah perbedaan antara penalaran sehat dan ilmu terletak pada penjelasan yang berlainan mengenai fenomena yang teramati (Explanation of the observed phenomena)? Seorang peneliti berusaha menjelaskan hubungan antara data yang diobservasi secara cermat dan mengesampingkan apa yang tersirat dalam metaphysical explanation atau proposisi yang tidak dapat diuji. pengamatan. Yang menjadi perhatian ilmuwan peneliti adalah gejala yang dapat diamati. dan kebenaran ilmiah. dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mendasar antara pengetahuan dan ilmu: Pengetahuan diperoleh dan disampaikan menggunakan akal sehat. teori. eksperimen. sedangkan ilmu diperoleh dan disajikan dengan cara yang terikat pada sistem. Misalnya. Berdasarkan uraian di atas. studi dokumen. metode. karena itu. dan pengembangan ilmu yang paling banyak dikerjakan melalui penelitian. dan bukan lahan ilmuwan. tidak dapat diuji. Hal ini tidak berarti bahwa ilmuwan tidak perlu memperhatikan proposisi seperti itu. Proses dalam mendapatkan ilmu ditempuh dengan penggalian. Untuk mendapatkan ilmu. Proposisi tersebut bersifat metaphisik dan. orang miskin karena takdir.Ilmuwan terikat terus-menerus secara aktif dan sistematis dengan fenomen-fenomen dan dengan kesadaran yang tinggi sehingga menemukan hubungan sebab akibat yang jelas dan rasional.

a-letheia. Ilmu juga menganjurkan bahwa orang yang mempunyai perhatian terhadap filsafat ilmu harus memiliki kerendahan hati dalam menghadapi pengalaman dan keterbukaan secara menyeluruh terhadap dunia di sekelilingnya. kaum sophis mempunyai pandangan bahwa pengetahaun dalam arti sempit adalah pengetahuan yang dalam keadaan apa pun tidak dapat salah. Pengembangan ilmu adalah proses psikis yang menyebabkan kesadaran manusia memasuki terang ada.diperlukan persyaratan yang harus dipenuhi dengan cara yang sistematis dengan mengikuti metode tertentu dan berdasarkan kebenaran. Tradisi epistemologi cenderung membatasi diri pada ‘persepsi inderawi dan pemahaman intelektual’. Artinya. Berdasarkan pernyatan tersebut. alat yang benar. di mana pengetahuan tersebut dimengerti secara sempit. ilmu dan pengetahuan adalah pernyataan diri dari ada.4 Selanjutnya menurut Heidegger ilmu yang diperoleh manusia disebut. Filsafat ilmu atau epistemologi5 merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan lingkup pengetahuan dasar dan yang pengandaiannya secara umum dapat diandalkan melalui penegasan yang dinyatakannya. serta kondisinya tidak berubah secara drastis. Pengetahuan tidak bisa meramalkan bagaimana ada itu dinyatakan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 11 . tak bisa diperoleh dan karena itu tak usah dicari. tetapi ilmu dapat membuat ramalan apabila variabel yang dipelajari diperoleh dengan metode yang benar.

dasar. sebab mereka menjawab pertanyaan pokok yang mendasari ilmu. mengenai hakikat.1 Skeptisisme 12 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . yang disebut mengemukan beberapa pertanyaan yang mendasar tentang epistemoyang dimaksud pengetahuan? Di mana pengetahuan biasanya diperoleh? Di mana terdapat masalah yang biasa perlu kita ketahui? Berapa yang benarbenar pengetahuan? Dapatkah indera menghasilkan pengetahuan? Dapatkah akal memberikan pengetahuan? Apakah hubungan antara pengetahuan dan keyakinan yang benar?6 Bertolak dari pertanyaan tersebut. yang merefleksikan konsep dan pandangan tentang ilmu. 3. dan empirisme. dan memberi inspirasi kepada beberapa aliran. ruang lingkup dan syarat umum. Konsep yang mereka kembangkan memberikan sumbangan yang amat berharga bagi perkembangan umat manusia. Jawaban yang dikemukakan oleh para filsuf atas pertanyaan Plato tersebut ternyata beragam.Epistemologi yang diketengahkan kaum Sophis tersebut adalah epistemologi tradisional. Aliran terbesar yang berpengaruh adalah skeptisisme. dan kepastian ilmu. pengenalannya. para filsuf sesudah Plato berusaha mengembangkan filsafat ilmu untuk menjelaskan sumber. sebagai adalah: perintis Apa epistemologi. Pertanyaan Plato. yaitu usaha untuk mencari pembenaran (justify) bahwa pengetahuan itu terkait erat dengan peranan inderawi dan akal dalam logi. rasionalisme.

beranggapan bahwa tidak ada masalah mengenai ilmu pengetahuan sebab pertanyaan kritis tidak dapat diajukan secara konsisten. seperti Etienne Gilson. Yang ditekankan adalah kelekatan tanpa syarat antara pikiran dan kenyataan.8 Berangkat dari pandangan Plato tentang pengetahuan.7 Hardono menjelasakan bahwa kaum skeptis. dan kepastian pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 13 . Terhadap keberatan ini ada beberapa jawaban yang terkait dengan segi positif dari keberatan tersebut. sampai sekarang banyak filsuf yang berusaha mengembangkan teori pengetahuan untuk menjelaskan sumber. Pikiran ada dan adanya pikiran merupakan kesaksian bagi dirinya sendiri mengenai keterbukaan terhadap ada. karena dalam kenyataan epistemologi dianggap mengusulkan suatu tujuan khayal sebab kita harus medemonstrasikan validitas ilmu pengetahuan kita. Tidak ada keraguan atau suatu penyangkalan terhadap keterbukaan ini dapat dipertahankan.Kaum skeptis meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. Dengan demikian. mereka mengajarkan bagaimana orang dapat maju tanpa ilmu pengetahuan yang pasti. dasar. Kaum Skeptis berkeberatan dengan epistemologi. yang berarti kita telah menggunakan ilmu kita. dan akibatnya telah mengandaikan validitasnya. posisi kaum skeptis absolut cukup rapuh. Sebaliknya. Adanya ilmu merupakan suatu hal pokok yang dapat direduksi.

akhirnya kita akan mencapai titik yang tidak diragukan. Bila kita secara sistematis mencoba meragukan sebanyak mungkin pengetahuan kita.2 Rasionalisme dan Empirisme Konsep pengetahuan seperti yang dikemukan oleh Plato dan Decartes disebut ‘rasionalisme’ sebab mereka menegaskan bahwa dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja kita dapat menemukan pengetahuan dalam arti yang paling ketat. Sebagai reaksi terhadap teori rasional tersebut timbul teori empiris dari Inggris yang dipelopori oleh John Locke.9 Prosedur yang disarankan Decartes disebut ‘keraguan metodis universal’. Hasil yang diperoleh dari studi tentang pengetahuan untuk mendukung pendapat Plato tersebut sampai hari ini ternyata beragam. Decartes menggunakan keraguan untuk mengatasi keraguan. Mereka berusaha menemukan basis pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah kita dapat tahu tetapi mengapa kita dapat membuat 14 . sehingga pengetahuan kita dapat dibangun di atas dasar kepastian absolut. Bagi Decartes persoalan dasar bagi fisafat pengetahuan bukan bagaimana kekeliruan. sampai keraguan itu sendiri membatasi diri. Thomas Hobbes dan David Hume10.manusia. yaitu pengetahuan yang dalam keadaan bagaimanapun tak mungkin salah. 3. Keraguan ini disebut universal karena terentang tanpa batas. Salah satu cara untuk menentukan bahwa sesuatu itu pasti adalah melihat seberapa jauh hal itu bisa diragukan.

4. pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari 15 . Perkembangan filsafat Inggris yang dimulai dari John Lock dan Hume pada abad 18 telah mengilhami aliran ilmu pengetahuan yaitu: teori empiris. KEBENARAN Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. Epistemologi terkait erat dengan pernyataan benar dan pertimbangan yang diberikannya.dari pengalaman inderawi. Jika saya menyatakan sesuatu. apapun yang diketahui tentang pengalaman inderawi. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. Hume menunjukkan bahwa dari penelitian yang dibuatnya. itu epistemologi juga Panduan Penulisan K arya Ilmiah benda itu berwarna hijau. yang dihasilkan adalah skeptivisme yang sangat menyedihkan tentang pengetahuan sejati. disebut benar karena sesuai dengan lenyataan. pandangan mengenai apa yang terjadi di sekitar kita semata-mata diakibatkan oleh kerja psikologis yang aneh dari manusia. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. Apa yang menurut pendapat kita merupakan pengetahuan tak lain hanyalah suatu cara pengaturan pengalaman yang masuk ke dalam memori kita. dan itu adalah benar hijau. saya menyatakan kenyataan. Menurut Hume. Di samping. Dari pengalaman inderawi mereka mendapatkan informasi tentang dunia yang sangat kurang daripada harapan mereka. Misalnya.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 16 . kita mengenal zaman yang paling berpengaruh terhadap dunia modern sekarang ini. yaitu Renaissance dan Humanisme. seperti apa yang diucapkan seorang Shophis terkemuka.memberi dasar pertimbangan yang paling mendasar kepada pernyataan yang diberikannya. tetapi dapat mengabstraksinya sebagai hal yang bersifat kognitif. bukti Keakuratan (evident). mengajarkan cara orang dapat maju di dunia tanpa pengetahuan yang pasti. kebenaran dengan harus diputuskan yang berdasarkan sesuai keadaan sesungguhnya. bahwa ‘manusia merupakan ukuran segalanya’. Bahasa lain yang dikemukakan oleh Popper. dan kalau ada. tak seorangpun dapat mengetahuinya. Dengan mengarahkan pertahatian kepada evidence. mereka yang meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. Ini merupakan tugas utama epistemologi. Protagoras. sementara seorang sophis lain Gorgias mencanangkan: “Tak suatupun ada.11 Orang dapat menang dalam debat dengan bicara sangat meyakinkan. mereka tak dapat mengomunikasikannya”. seorang epistomolog dapat melepaskan diri dari perhatian dan keadaan yang terlalu sempit karena batas inderawi.12 Dalam sejarah Barat. setelah mereka berhasil mempelajari naskah yang ditulis dalam bahasa Yunani dan dapat mengembangkan pribadi sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. dan kalau mereka mengetahuinya.13 yaitu aliran yang menonjolkan kemampuan manusia sebagai pribadi yang dapat mempelajari pengetahuan.

metode dan sistem yang dipergunakan. 4.Dengan mempelajari naskah Yunani kuno dan menerjemahkan naskah tersebut ke dalam bahasa Jerman. hasil yang dicapai. sistem pemerintahan. budaya. Perkembangan filsafat ilmu dimulai sejak zaman Renaissance dan Humanisme.1 Kebenaran Menurut Ilmu Empiris Istilah benar umumnya menyangkut isi ilmu itu sendiri. Ada beberapa macam cara kerja ilmu atau jalan yang ditempuh untuk mencapai pengetahuan yang benar. filsafat. Dalam ilmu alam atau fisika. 14 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 17 . ataupun cara kerja ilmu tersebut. setelah dianalisis menghasilkan simpulan yang disebut induksi. Percobaan tersebut. Berkaitan dengan filsafat ilmu tersebut berkembang juga paham tentang benar. yang pada dekade berikutnya diikuti dengan zaman rasionalisme. atau dipanasi dengan sengaja agar mendapatkan bentuk atau warna tertentu. dan dampaknya segera berkembang aliran Humanisme dan Renaisance. filsafat ilmu. dan teknologi yang ada pada zaman Yunani Kuno. dan tepat bila ilmu dilihat dari sudut proses mendapatkannya atau yang biasa disebut metode. kimia dan biologi dipergunakn serangkaian percobaan sehingga dapat ditemukan perkiraan atau hipotesis. kaum intelektual pada waktu itu memperoleh kesempatan untuk mendalami aliran pemikiran. antara lain: proses pembentukan ilmu. Hipotesis diuji berkali-kali dalam beberapa temperatur udara. dan tepat menurut beberapa cabang ilmu.

Dalam mementukan ‘benar’ ada perbedaan yang mendasar antara ilmu empiris dan ilmu kemanusiaan. Di dalam ilmu kemanusiaan ada dialektika antara subyek dengan obyek. Kebenaran diartikan sebgai kesesuaian antara pengenal dengan apa yang dikenal (Corspondence theory of truth.induksi merupakan cara untuk mendapatkan ketepatan dan sekaligus kebenaran. Dengan demikian proses deduksi . yang mementingkan obyek yang diketahui serta bagaimana berlangsungnya pengetahuan tersebut. kondisinya berbeda karena pada waktu diberi perlakuan atau pertanyaan manusia memberikan reaksi yang berbada-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. 15 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 18 .Setelah diperoleh simpulan dari beberapa percobaan dapat dirumuskan dalil tertentu. Sampai dengan abad 19 di antara pandangan ilmuwan ditemukan pandangan dasar. Langkah ini disebut deduksi. Pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu kemanusian. misalnya: “air bila dipanasi terus menerus dapat menguap. Dalil yang dirumuskan mungkin bersifat sementara sebelum diuji coba dalam berbagai temperatur. besi apabila dipanasi terus menerus dapat meleleh”. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan pada percobaan berikut untuk benda atau tumbuhan yang sama.) dan teori tentang kebenaran sebagai keteguhan (cohenrence theory of truth). dalil tersebut sudah dianggap baku. Setelah diuji dalam berbagai temperatur dihasilkan simpulan yang lebih kurang sama.

Kebenaran harus didukung dengan kriterium dan eviden. Misalnya saya menyatakan benda itu berwarna hijau. Contoh. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. Eviden yang baik terdiri dari berbagai fakta tersebut harus dapat dicek keadaannya sesuai dengan keterangan yang dinyatakan. disebabkan oleh angin kencang dan landasan yang licin. mungkin ada sesuatu yang kurang dijelaskan siapa saja yang meninggal. 19 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . Tetapi kebenaran tersebut tidak dirinci secara baik. yaitu sebagai suatu keteguhan yang agak dekat antara pernyataan dengan keadaan atau even yang tersedia. Kebenaran menurut ilmu Pasti agak dekat dengan kebenaran yang dikemukakan ilmu-ilmu empiris. bila kita mengatakan bahwa pesawat ‘Lion Air’ yang jatuh di bandara Adisumarma Surakarta. 4. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. Kebenaran adalah kesuaian antara pernyataan atau berita dengan keadaan yang disebutkan. bulan Desember 2004. Jadi problema kebenaran bukanlah sesuatu yang tanpa syarat. disebut benar. dan berapa orang. dari mana asalnya. karena sesuai dengan kenyataan.Problema kebenaran. 2 Kebenaran Menurut Filsafat Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. Kejadian ini dianggap sesuatu yang benar. serta banyak orang yang meninggal. dipihak lain dapat dideskripsikan juga sebagai kesuaian antara pernyataan dengan eviden yang ada. Jika saya menyatakan sesuatu.

Misalnya: pernyataan bahwa orang-orang ‘Akit’ (salah satu suku terasing di Pulau Rupat. dan dilanjutkan kepada kategori akal budi. jelaslah bahwa dalam anggapan Aristoteles mengenai kebenaran. adalah bagian suku Melayu. 17 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 20 . diterima dalam susunan apriori ruang dan waktu si pengenal. Kabupaten Kepulauan Riau). sebagai keteguhan yang sudah kita lihat. Sementara itu menurut Decartes. Yang mengenal dengan yang dikenal itu identik satu sama lain dalam ilmu yang sempurna. karena benda tersebut benar hijau. Tahapi teori tentang kebenaran dinyatakan sebagai penyesuaian antara si pengenal dengan apa yang dikenal. Ilmu itu disadari sebagai subyek yang mengenal obyek dengan baik dan benar. dan terpilah-pilah mengenai sesuatu (idea clara et idea) 16. Sedangkan Hegel menyebutkan kebenaran adalah keseluruhan. dan apa yang mereka ungkiri. Yang dijelaskan di dalam kalimat–kalimat tersebut adalah apa yang mereka tegaskan. kebenaran adalah apa yang ada pada pihak pengenal saja. sebagai akibat kesankesan yang masuk lewat indera. Jadi kebenaran adalah kesesuaian antara idea dengan kenyataan. mengatakan bahwa ada tidaknya kebenaran tergantung pada ada tidaknya idea yang jelas. Keterangan lain seorang antropolog mengatakan bahwa orang Akit bukan bagian dari suku Melayu. Karena pengetahuan itu disadari yang benar. Manurut Kant.pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari kenyataan.

yang disebut problema epistemologi. dan ditangkap penelis. Chisholm dalam Theory of Knowledge. PERSOALAN EPISTEMOLOGI Refleksi atas hakekat pengenalan membangkitkan sejumlah persoalan filosofis yang membingungkan. Tetapi bebrapa filsuf lain merumuskan kriteria pengetahuan begitu rupa sehingga katanya kebenaran akan tidak termasuk hal-hal yang kita ketahui. Problema tersebut pada garis besarnya telah dikemukakan oleh Roderick M. 5. misalnya dalam pertemuan antara sarjana.1 Perbedaan antara Ilmu dan Opini Dalam kehidupan sehari-hari. Di pihak lain ada yang mengtatakan bahwa kebenaran akal itu hanyalah cara orang berpikir atau cara penggunaan bahasa. Beberapa filsuf mengatakan bahwa teori pengetahuan yang memuaskan harus sesuai dengan kenyataan bahwa beberapa di antara kebenaran akal atau logika dan matematika. Seorang yang lain mengetahui tetapi tidak mau mengatakan bahwa ia tahu. Seorang sarjana yang para kebetulan pandai bicara mempunyai dugaan kebetulan tepat. dia tidak mau menduga-duga. tetapi sebenarnya dia tidak mempunyai bukti. 5.Pertanyaan selanjutnya menyangkut apa yang disebut ‘kebenaran akal’ (truths of reason). sebagai berikut. Mungkin apa yang dimiliki oleh orang kedua tidak dimiliki oleh orang pertama? Mungkin orang akan berkata bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 21 .18 dalam Alfons Taryadi.

dan bagaimana dia memutuskan bahwa dia memiliki eviden atau tidak? Orang pertama menyampaikan pendapat atau opini. Merupakan ‘Struktur’ yang Mempunyai Dasar pada ‘eviden’ yang Kita Ketahu Secara Langsung Pada Waktu itu? Hal ini dipertanyakan sebab masalah-masalah yang kita ketahui biasanya bukanlah masalah yang mempunyai eviden secara langsung. tetapi dalam usaha untuk mencari pembenaran atas pernyataan bahwa kita mengetahui secara khusus masalah itu. misalnya dari berita yang ditulis orang lain. (1) Bagaimana Mencari Pembenaran (justifikasi) atas Pertanyaan bahwa Kita Mengetahui Sesuatu? Pengetahuan kita tentang sesuatu masalah harus berdasar pada fakta yang benar tentang masalah tersebut. sementara masalah lain kita ketahui secara tidak langsung. kita mudah digiring kepada berbagai hal yang eviden secara langsung. Ini menimbulkan pertanyaan apakah ada sesuatu yang nyata. Apa arti memiliki eviden. dan kita ketahui secara langsung. sedang orang pertama tidak memilikinya. Lalu dapat dipertanyakan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 22 . (2) Haruskah Kita Mengatakan bahwa Seluruh yang Kita Ketahui pada waktu Tertentu.orang kedua memiliki evidensi. atau masalah lain yang berbeda tetapi masih ada kaitannya. sedangkan orang kedua lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan karena dia tidak yakin akan ilmunya dengan eviden yang dia miliki.

tergantung pada keadaan pemikiran si pelaku.2 Permasalahan Metafisis Penampakan benda-benda itu cederung bersifat subyektif. Misalnya orang tidak pernah melihat gajah tidak dapat mengatakan bahwa gajah itu besar. 6. Jadi penampakan benda-benda luar merupakan duplikat dari benda-benda itu. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 23 .apakah hubungan antara hal yang eviden sebagai dasar terhadap struktur tersebut bersifat defensif atau induktif. tetapi dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ilmu apabila pengamatan yang dipergunakan atau dialektika yang dikerjakan sesuai dengan metode tertentu yang dapat memberi eviden atau bukti nyata idea yang ada pada pengenal (subjek). dan juga keterkaitan antara ilmu dengan filsafat. dan apabila dia tidak pernah melihat akibat dari suatu bajir bandang tsunami di Aceh tidak dapat mengatakan bahwa banjir itu mengerikan. Ilmu adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan sistem dan metodologi tertentu untuk memperoleh kebenaran. Pengetahuan yang diperoleh dengan pengamatan inderawi atau dialektika antara subyek dengan obyek belum tentu merupakan ilmu. METODE ILMIAH Dalam pemahaman tentang epistemologi dan logika. dan kalau tidak demikian apakah aturan yang dipergunakannya? 5.

dan aroma lebih dapat memberikan penjelasan rasional.20 Sebelum zamani Humanisme. ilmu mengikuti konsep-konsep Aristoteles.’ Bacon dan kawan-kawan. karena dalam mengamati dengan pancaindera. kemudian dapat dibangun sebuah teori. pancaindera kita melakukan proses pengamatan. berdasarkan akal budi yang menelurkan dugaan-dugaan yang lebih lebih dihormati daripada pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera.6. pemahaman. Perintisan ekspirimen yang dikerjakan oleh Galileo. yang dipelopori oleh Kopernikus. pengamatan. yang merupakan bagian dari akal budi atau rasio.J. Terdorong oleh pengalaman ekspirimen Galileo tersebut. merubah sikap bahwa fakta-fakta yang dujicobakan adalah fakta yang obyektif dan tidak ada sangkut pautnya dengan ide subyektif. yang ditulis J.1 Metode Induksi Pengertian ilmu seperti yang di kemukakan di atas diperoleh setelah ’Revolusi Ilmiah’ yang terjadi pada abad 17. filsuf Francis Bacon dan rekan-rekannya menganjurkan pada waktu itu bahwa ‘apabila kita hendak memahami alam. seperti pendapat sebelumnya. Dari fakta-fakta tersebut. berdasarkan pengalaman. Galileo dan Newton. Bila kita melihat seekor ular. si pengamat juga telah mempergunakan pengertian. Proses menghubungkan antara memori Panduan Penulisan K arya Ilmiah 24 . seharusnya kita berkonsultasi bukan dengan tulisan-tulisan Aristoteles. Davies19 mereka berkesimpulan bahwa “Ilmu adalah suatu struktur yang dibangun di atas fakta-fakta”.21 Pengetauan lewat akal budi ini selanjutnya ditentang oleh para ahli pikir yang cenderung memandang pengetahuan lewat pancaindra.

telah mempergunakan rasio. Dengan demikian uji Panduan Penulisan K arya Ilmiah 25 .2 Metode Deduksi Metode deduksi dimaksudkan untuk menemukan hubungan logis yang ada di antara teori-teori yang diajukan. terutama dengan maksud untuk menentukan apakah teori yang bersangkutan akan membawa suatu kemajuan ilmiah seandainya tetap tidak gugur oleh hasil ujian. diuji apakah sistem yang disodorkan tadi mempunyai konsistensi internal. jujur. 6. terdapat hubungan logis antara simpulan-simpulan itu sendiri. tetapi akal budi tersebut berkerja dengan mendapat rangsangan dari benda-benda. Dan pengujian teori dengan jalan menerapkan secara empiris simpulan-simpulan yang ditarik dari teori tersebut. Metode ini disebut induksi naïf. dan berbisa yang tidak berkaki. Untuk mengkaji teori-teori tersebut menurut Popper ada beberapa syarat. apakah teori yang diajukan tersebut memiliki sifat empiris. bukan hanya akal budi atau rasio yang membayangkan sesuatu. Dengan membandingkan simpulan-simpulan tersebut. 22 Untuk melakukan pengamatan seorang peneliti harus memiliki organ-organ indera yang normal dan sehat. jadi akal dan budi telah bekerja. obyektif.tentang binatang merayap. Ketiga. menjadi lebih jelas. Kedua. teliti dalam kondisi bagaimana fakta tersebut diamati. Dalam membangun sebuah teori. dan masalah yang dipelajari sehingga membentuk struktur dalam rasio kita. antara lain:23 Pertama. perbandingan dengan teori-teori lain. keadaan. atau ilmiah.

pada waktu kena panas. kereta api dari Anyer sampai Banyuwangi. diberi simbul dengan huruf besar. seperti N. Berangkat dari temuan Galileo bahwa semua planet bergerak mengikuti garis elips dan mengitari matahari. mengikuti hukum yang sama. 24 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 26 . Prosedur pengujian ini bersifat deduktif. namun merupakan suatu variabel. q.deduktif mempunyai tujuan praktis yang diakibatkan oleh teori-teori yang dihasilkan dari ekpirimen ilmiah maupun oleh teknologi secara praktis. r. dikemukakan oleh Verhaak dan Haryono. Di samping itu ada variabel konstan yang ada hubunganya dengan veriabel. bentangan rel Demikian juga bila ditemukan suatu hasil ekspirimen yang membuktikan bahwa besi bila dipanasi sampai suhu tertentu memuai. disimpulkan dapat diketahui dan bahwa planet Mercurius. dari masalah yang umum atau general ke masalah khusus. akan melengkung. Yang dimasud logika proposisi dalam logika formal modern adalah suatu ungkapan yang tidak mengandung “arti”. yaitu ungkapan yang berdiri sendiri dalam suatu sistem S. mengatakan bahwa deduksi adalah cara menarik simpulan secara logis. Misalnya variabel p. Kedudukan logika dalam dalam semua sistem logika proposisi amat penting untuk mengamati ilmu-ilmu empiris. s. Sudut pandang lain. bila dipasang rapat tidak ada celah antara sambungan satu dengan yang lain. Logika proposisi bertitik pangkal pada proposisi.

dan (2) “bukan p”. dia mempergunakan silogisme hipotetis. dan dua empat. Misalnya primus mayor tidak logis primus minor tentu tidak logis. Bila seorang peneliti mengambil keputusan bersyarat. apabila p terjadi q. dapat terjadi hukum logis. udara menjadi sejuk.Pokok logika proposisi dalam bentuknya yang paling sederhana didasarkan pada anggapan bahwa setiap proposisi entah tunggal (p. Hurup p dan q merupakan proposisi. jadi Badu keturunan kera. r. Artinya bila terjadi p. Npqr) atau konstan punyai nilai kebenaran. q. tidak dapat ditarik simpulan. artinya p ”tidak terjadi”. (4) dan “bukan q”. tidak trjadi q. yaitu p dan primus ‘minor’ q. Bentuk satu dua. Pernyataan atau primus mayor dan primus minor keduanya harus masuk akal. belum tentu primus minor logis. sebaliknya primus mayor logis. demikian juga bentuk satu tiga. artinya “tidak terjadi”. Dalam hubungan antara primus mayor dan minor di sini dapat terjadi empat bentuk. Empat bentuk atau model silogisme hipotesis. (3) “Dan q”. bila semua orang berbulu tebal keturunan kera. Di sini ada yang disebut primus ‘mayor’. Simpulan tersebut tentu saja dapat dibalik: “apabila tidak terjadi p” “tidak terjadi q”. menurut Verhaak diberi nama: Bentuk (1) diberi nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 27 . Misalnya. Misalnya. Untuk terjadi q diperlukan syarat tertentu. artinya “terjadilah”. s) atau (Apqr. Yang dapat ditarik simpulan hanyah bentuk satu dan empat. Si Badu berbulu tebal. Umumnya nilai benar diberi angka 1 dan salah diberi nilai 0. Keempat bentuk tersebut adalah: Simbul p. atau apabila hujan turun.

hlm. 3. and they related. p yang lebih dulu yaitu q). 25 berdasarkan kemungknan lain Bentuk (1) dan (4) merupakan bentuk deduksi. Epistemologi. S – P. Selain itu perlu diingat bahwa simpulan deduksi berlaku dimana-mana secara mutlak dan niscaya. But how are science and common sense alike and how are they different? From one vieuwpoint. Kerlinger. Bentuk (4) diberi nama “modus tollendo tollen” ( mengungkiri sesustu. “…Common sense may often be bad master for the evaluation of knowledge. Kerlinger. yakni mengulangi apa yang sudah ditegaskan. P. S – M. (penegasan sesuatu yaitu dulu memberi penegasan sesuatu yang lain yaitu q. The view would say that science is a systematic and controlled extention of commen sence…” Hardono Hadi. Yogyakarta: Kanisius.18 Fred N. 1994. Faundation of Behavioral Reseach. “A Hypthesis is a conjectictural statement between two variables or more variables. Filsafat Pengetahuan.either generally or specifically variables to variables” 28 2 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah .“modus ponendo ponen”. science and common sense are alike. Ibid. Bentuk (2) dan (3) tidak syah tidak diberi nama. Inc. 18. karena lebih p ) hampir merupakan tautology saja. Catatan : 1 Fred N. Hypotesis are always in declarative sentence form. hlm. seperti halnya silogisme kategoris yang salah satu bentuknya adalah: M – P. New York: Holt Renehart and Winston. hlm.

such as those of bilief. Pada fakta dia sedang menyangsikan segalagalanya. dalam International Encyclopedia. Ibid. hlm. ethic and religious)” Hardono Hadi. 1977. 19. and for this reason the history of epistimology is in large part of attempt to specify the condition under which we can maintain that various of kind of conviction ( since. hlm. 70. meaning. P. Dan kalau pasti bahwa saya berpikir. “Decartes menolak dalil-dalil filsafat sebelumnya yang didasarkan pada pengandaian-pengandaian. 25. Ibid. P. Hardono Hadi. ada lagi yang pasti dan tidak dapat diragukan yaitu bahwa saya sendiri ada: cogito ergo sum!” Franz Magnis Suseno. “Epistimology from the Greek term meaning Knowledge. Roderick Firth. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. faith. and rationality. P. Opcit. a major branch of philoshophy devote primarily to the achievement of better understanding of consept of knowledge. hlm. To Say that some of our true conviction are genuine knowledge (as appost to lucky guinesses or matter of faith) seem to imply that these convictions are capable of justification. hlm. 73. yaitu kesangsian. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. confirmation. justification. 6. Ibid. truth. Oleh karena itu hanya satu cara untuk menjamin keradikalan filsafat. P. apa yang dianjurkan hanyalah langkah demi langkah dipertanggung jawabkan. It Also concerns itself with other closely related consepts. 6 7 8 9 10 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 29 . 500 – 2. 1992.4 5 Hardono Hadi. Lexicon Publication Inc. Hardono Hadi. Ibid.. hlm. hlm. certainty. Franz Magnis Suseno.

Johannes Occolampadiu. Englewood Cliff N. Jakarta: PT Gramedia. ”Dalam 30 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . hlm. … assisted him in translating the Bible and organizing the reform. “Many humanists in Germany and abroad among them Crotus Rubeanus. Prinice Hall Inc. On The Scientific Method. Great Britain. van Peursen. The Strusture of Scientific Revolution. and published the firt systematic summary of reform theology…” Thomas S. Louis Gottschalk. C. Chicago: University of Chicago Press.A. was at twinty one professor of greek at wittenburg. Filsafat Ilmu Pengetahuan. hlm. young Philipp Melnchthon. C. Verhaak dan R. hlm. hlm. 130 Roderick M. 1970. Ibid. Ibid. 1991. Et. C. 19. Chisholm.J. hlm. and. 8 H. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. Haryono Imam.J. 1989. 1966. London: Longman. Theory of Knowledge. C. hlm. 68. Telaah Atas Cara Kerja Ilmu-Ilmu.233.Davies. Hutten. hlm. hlm. 1983. 1991.11 Alfons Taryadi. Martin Bucer. Alfons Taryadi. Amthony. Calmers. 1979.. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama. D. J. Orientasi di Alam Pemikiran Filsafat (terjemanhan Dick Hartoko). 3. Ibid. Verhaak dan R.Kuhn. hlm. 23. dalam A.All. was Luther’s trusted surrogate in Watemberg. most important of all.F. History of Mankind Cultural and Science Development. Epistemologi Pemecahan Masalah. 129. Haryono Imam. 122. Haryono Imam. Verhaak dan R. Jakarta: PT Gramedia Jakarta.

“Selain proposisi variabel itu juga ditandai dengan cara tertentu. 23. yang menyatakan sesuatu yang konstan. merupakan azas filsafat. yaitu pengetahaun lewat pancaindra dan pengatahuan lewat akal budi.F. hlm. 18. Verhaak dan R. sedangkan pengetahuan berdasarkan akal budi dihormati sebagai pengetahaun sejati”. hlm. Dalam banyak sistem logika proposisi modern digunakan tanda-tanda matematika “ 25 Ibid. hlm. 23 24 C. hlm. bahkan yang menyesatkan. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. Ibid. Calmers.” Panduan Penulisan K arya Ilmiah 31 . mempunyai arti tetap dalam sistem S.sejarah filsafat. Alfons Taryadi. 22 A. Haryono. 1983. Ibid. 2. Oleh ahli-ahli pkir Yunani pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera digambarkan sebagai pengetahuan yang tidak menentu. cepat juga dua macam bentuk pengetahuan menjadi pusat perhatian. 25 “Bentuk ini termasyur dan berperan penting dalam cara kerja ilmu empiris.

BAGIAN II PANDUAN UMUM PENULISAN KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 32 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 33 .

laboratorium. karya tulis ilmiah. Pertama. tesis. Sebagai bagian dari tugas perkuliahan. baik berupa tugas akhir. yaitu: makalah. dan karya tulis ilmiah. Jenis karya ilmiah berdasarkan tujuanya dapat diklasifikasikasi menjadi dua. HAKIKAT DAN KEDUDUKAN KARYA ILMIAH Sebagaimana di Perguruan Tinggi pada umumnya. kegiatan kajian. tesis. skripsi atau setara skripsi (Proyek Studi). baik penelitian lapangan. Secara ringkas dapat diartikan bahwa pada dasarnya karya ilmiah merupakan laporan ilmiah. disertasi. skripsi. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 34 . karya ilmiah tersebut merupakan bagian dari sistem Satuan Kridit Semester (SKS) yang merupakan komponen tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh mahasiswa di luar perkuliahan. Karya ilmiah merupakan bagian dari kebutuhan formal akademik di setiap perguruan tinggi. dan buku. artikel. maupun kepustakaan. Karya ilmiah sebagai laporan kegiatan ilmiah memiliki berbagai jenis. dan kegiatan penelitian. secara operasional kegiatan intrakurikuler. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: makalah. Karya ilmiah adalah suatu karangan yang mengandung ilmu pengetahuan dan kebenaran ilmiah yang menyajikan fakta dan disusun secara sistematis menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. laporan buku/bab.1. tugas akhir. disertasi. mahasiswa mau tidak mau harus menghasilkan karya ilmiah. Laporan yang dimaksud dapat berupa laporan kegiatan ilmiah. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi tugastugas perkuliahan. laporan buku/bab. tidak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Karya ilmiah yang berbentuk buku adalah buku yang berisi fakta umum ilmiah dan ditulis dengan sistem penulisan yang standar. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahaisswa dalam penelitian yang berhubungan denghan masalah yang sesuai dengan bidang studinya untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelas Sarjana. dan doktor (untuk disertasi). dan (5) laporan penelitian.Kedua. tesis untuk jenjang Strata 2 (S-2). Bentuk karya ilmiah profesional adalah (1) (2) makalah. Kertas kerja adalah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 35 . Kemudian. Karya ilmiah yang berbentuk paper sering juga disebut makalah atau karya tulis ilmiah. Tugas akhir wajib disusun oleh mahasiswa program ahli madya. karya ilmiah terdiri atas: (1) karya ilmiah akademis dan (2) karya ilmiah profesional. (3) kertas kerja.. Karya ilmiah yang berbentuk skripsi. tidak dipublikasikan dengan lebih menekankan pada proses bukan pada hasil yang memerlukan pengujian untuk menentukan kualitas karya tersebut. tesis dan disertasi adalah karya ilmiah yang dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam pencapaian gelar sarjana (untuk skripsi). untuk untuk tidak lebih buku. skripsi untuk jenjang Strata 1 (S-1). Bentuk karya ilmiah akademis adalah (1) paper. Karya ilmiah akademis merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk kepentingan akademis dengan bimbingan dan tanggung jawab orang yang lebih profesional. Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat objektif. tesis wajib disusun oleh mahasiswa program Magister (S-2) dan disertasi wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S-3) dalam rangka menyelesaikan studinya. (2) skripsi. Berdasarkan fungsinya. tetapi tetap memerlukan pengujian dan menekankan pada hasil. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: tugas akhir (TA) untuk jenjang Diploma. magister (untuk tesis). (3) tesis. Karya ilmiah profesional yaitu karya ilmiah yang dibuat pengembangan profesi bagi para profesional dengan tujuan menyebarluaskan informasi akademis dengan proses penulisan memerlukan bimbingan. dan disertasi untuk jenjang Strata 3 (S-3). karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. (4) artikel. dan (4) disertasi.

yaitu bagian pengenalan. artikel. dan kepustakaan. Dari paparan di atas. Kemudian. 2. tesis. Judul adalah identitas tulisan yang merupakan kepala karangan. (2) wahana bagi civitas akedemika untuk memberikan kontribusi dalam perkembanngan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. memunyai kedudukan: (1) wahana bagi mahasiswa untuk menyajikan nilainilai teoretis maupun praktis secara objektif dan sistematis yang merupakan produk atas dasar pengetahuan dan menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. perbedaannya dengan makalah adalah analisis yang lebih mendalam daripada analisis data dalam makalah. yaitu bagian pengenalan yang bersifat umum dan bagian pengenalan yang bersifat khusus. Secara umum. disertasi dan laporan penelitian. berupa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 36 . Artikel adalah karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. skripsi. Beberapa butir pada bagian pengenalan yang terdapat dalam semua jenis karya ilmiah yaitu judul dan kepemilikan karya ilmiah atau nama penulis. Sistematika penulisan dalam karya ilmiah terdiri atas bagian-bagian yang berurutan. laporan penelitian adalah karya ilmiah yang menyajikan data dan analisis suatu penelitian. kertas kerja. pola dasar karya ilmiah paling tidak berisikan bagian-bagian yang sudah baku.karya ilmiah yang berisi analisis terhadap fakta secara objektif. Bagian pengenalan pada jenis karya ilmiah yang berbentuk buku berbeda dengan bagian pengenalan bentuk makalah. karya ilmiah di Universitas Negeri Semarang. batang tubuh. Syarat judul yang baik adalah mencerminkan isi karangan. Dalam bagian pengenalan ada dua jenis pengenalan. Bagian pengenalan dalam masing-masing bentuk karya ilmiah adalah tidak sama. Bagian pengenalan dalam karya ilmiah merupakan bagian awal yang berisi hal-hal yang bersifat informatif tentang karya ilmiah tersebut. BAGIAN KARYA ILMIAH Dalam penulisannya karya ilmiah harus sesuai dengan sistematika dan metode penulisan yang tepat.

Bagian akhir dalam batang tubuh adalah bagian penutup yang berisi simpulan dan saran. Secara umum batang tubuh terbagi menjadi tiga. Batang tubuh adalah isi karya ilmiah yang sebenarnya. Bagian kedua dalam penulisan karya ilmiah adalah batang tubuh. artikel dan kertas kerja berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang disajikan. Bagian terakhir dalam penulisan karya ilmiah adalah bagian kepustakaan. dan hasil. pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh penulisnya sendiri. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah karya ilmiah. Untuk karya ilmiah yang berbentuk artikel. Bagian kedua dalam batang tubuh adalah bagian isi. sedangkan kata pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh orang lain yang menguasai karya ilmiah yang bersangkutan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. disertasi. Nama penulis hendaknya tidak menyertakan gelar atau pangkat. metode. Dalam abstrak tercakupi seluruh bagian isi karangan. Pangkat dan gelar dapat dicantumkan pada bagian biografi pengarang jika ada. jika penulis lebih dari satu harus dicantumkan semua.pernyataan. Butir yang lain dalam bagian pengenalan adalah abstrak. terdapat pula prakata dan kata pengantar. tesis. serta pembahasan. dan rumusan masalah. skripsi. Untuk karya ilmiah yang berbentuk buku. seperti indeks dan biografi pengarang. makalah. Abstrak adalah ringkasan tulisan. dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian karya ilmiah pada intinya terbagi menjadi 3 bagian pokok. dari pendahuluan sampai penutup. dan laporan penelitian bagian isi berupa landasan teoretis. tesis. isi dan penutup. yaitu pendahuluan. tujuan. dan manfaat. rumusan masalah. Keduanya merupakan istilah yang berbeda. Bagian pendahuluan dalam karya ilmiah setidaknya berisi latar belakang. masalah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 37 . Untuk karya ilmiah yang berbentuk skripsi. Bagian kepustakaan mencakup daftar pustaka dan lampiranlampiran. bersifat singkat dan jelas serta menarik. Kemudian. disertasi dan laporan penelitian bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. Dalam baris kepemilikan biasanya dituliskan nama penulis beserta lembaganya.

yaitu judul. (1) menyajikan hasil kajian literatur yang berkaitan dengan topik atau cakupan permasalahan. metodologi penelitian dan pembahasan hasil penelitian. atau metode tertentu yang berkaitan dengan materi perkuliahan. pengantar dan atau kata pengantar dan abstrak bagi karya ilmiah yang bersifat laporan penelitian. dan penutup. Bagian isi/pembahasan memuat landasan teoretis.1 Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu topik tertentu yang tercakup dalam suatu mata kuliah. prinsip.yaitu bagian pengenalan. Bagian terakhir dalam karya ilmiah adalah kepustakaan. baik mahasiswa program Diploma. KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH 3. (3) menerapkan kemampuan mengemas berbagai sumber informasi dalam satu pembahasan yang utuh. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif yang menunjukkan identitas karya ilmiah. Pada bagian penutup berisi simpulan dan saran. Makalah memiliki karakteristik sebagai berikut. (2) menerapkan pemahaman tentang teori. isi/pembahasan. Strata 1 (S-1). nama penulis. batang tubuh dan bagian penutup. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 38 . yaitu pendahuluan. tujuan dan manfaat. dan Strata 3 (S-3). Pada bagian batang tubuh terdapat tiga bagian unsur. Bagian batang tubuh merupakan bagian inti dalam karya ilmiah. rumusan masalah. Makalah merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas atau menyelesaikan suatu perkuliahan. berisi daftar pustaka dan lampiran. 3. Pada bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. Strata 2 (S2).

SEbagai bagian dari tugas perkuliahan. Untuk itu. laporan buku/bab/artikel ilmiah juga dapat menyajikan analisis. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian atau bidang studinya. kritik. (1) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan harus aktual. 3. skripsi memunyai criteria sebagai berikut: Panduan Penulisan K arya Ilmiah ilmiah yang dilaporkan 39 .2 Laporan Buku/Bab/Artikel Ilmiah Laporan buku/bab/artikel ilmiah merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan pemahaman mahasiswa terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah yang disertai dengan ulasan atau pandangan penulis. justifikasi terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah. minimal terbitan lima tahun terakhir.3 Skripsi Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan atau Sarjana Non-Pendidikan. Untuk itu. Selain itu. (3) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan memberikan kontribusi bagi mahasiswa untuk memperdalam topik yang dibahas dalam mata kuliah. Laporan buku/bab/artikel ilmiah bertujuan untuk memperdalam dan memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa tentang topik yang disajikan atau dibahas dalam suatu mata kuliah yang ditempuhnya. laporan buku/bab/artikel ilmiah memiliki kriteria sebagai berikut.3. (2) Buku/bab/artikel memunyai kualitas isi yang baik. buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan ditentukan oleh dosen atau dapat pula diusulkan oleh mahasiswa setelah mendapat persetujuan dosen yang bersangkutan.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 40 . 3. bahasa Prancis. dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris. (5) Skripsi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Dekan. (3) Skripsi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas dekan. Tesis memiliki karakteristik sebagai berikut ini. (2) Skripsi ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan dan/atau penelaahan pustaka yang relevan. Tesis merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan keilmuwan pada salah satu bidang keilmuwan yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. bahasa asing lainnya). bahasa asing lainnya) dan bahasa Indonesia.4 Tesis Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Magister (S-2). Tesis disusun untuk meraih gelar Magister Pendidikan (M. bahasa Arab. Untuk program studi atau jurusan tertentu skripsi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris. bahasa Arab.(1) Topik skripsi dapat bersumber dari permasalahan- permasalahan yang sesuai dengan bidang studi atau bidang keahlian mahasiswa. bahasa Prancis. (4) Skripsi ditulis daalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Magister Manajemen Pendidikan (MP).Pd).

tesis dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris). (5) Tesis ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa.5 Disertasi Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Doktor Panduan Penulisan K arya Ilmiah 41 .(1) Topik tesis berfokus pada kajian yang aktual yang tercakup dalam salah satu disiplin ilmu. (2) Tesis ditulis atas dasar pengujian empirik terahadap teori tertentu dalam disiplin ilmu yang dipelajari. 3. Untuk program studi atau jurusan tertentu. (4) Tesis ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (3) Tesis ---untuk penelitian lapangan--. Untuk penelitian bibliografi digunakan sumber-sumber yang otentik.menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang oleh data sekunder. (6) Tesis dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana.

(S-3). Disertasi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berkaitan temuan baru pada salah satu disiplin ilmu yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. Disertasi disusun dan dipertahankan untuk meraih derajat gelar Doktor. Disertasi memiliki karakteristik sebagai berikut ini. (1) Topik disertasi berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan bidang yang dipelajari oleh mahasiswa. (2) Disertasi ditulis atas temuan sesuatu yang baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam, baik berupa pengujian terhadap teori-teori yang ada, pengembangan teori dan prinsipprinsip baru, tau pengembangan suatu model baru yang diuji di lapangan. (3) Disertasi menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang pula oleh data sekunder. (4) Disertasi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen, yaitu: promotor, ko-promotor, dan anggota yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (5) Disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk program studi atau jurusan tertentu disertasi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris),

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

42

dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris) dan bahasa Indonesia. (6) Disertasi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. 4. BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Sosok skripsi, tesis dan disertasi terdiri atas tiga bagian, yakni bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir. Bagian awal adalah bagian mulai dari sampul sampai dengan bagian sebelum bab pendahuluan. Mulai bab pendahuluan sampai dengan penutup merupakan bagian pokok, sedangkan bagian sesudah itu merupakan bagian akhir. 4.1 Bagian Awal Bagian awal skripsi terdiri atas sampul, lembar kosong berlogo Universitas Negeri Semarang bergaris tengah 13 cm, lembar judul, lembar pengesahan, lembar pernyataan, lembar motto dan peruntukan, lembar abstrak (khusus untuk tesis dan disertai ditambah abstrak berbahasa inggris), kata pengantar, daftar isi, daftar singkatan dan tanda teknis (kalau ada), daftar tabel (kalau ada), daftar gambar (kalau ada), dan daftar lampiran (kalau ada). Lembar bagian awal ini diberi nomor halaman dengan huruf Romawi kecil, ditaruh di kaki halaman bagian tengah. Penomoran halaman
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

43

dimulai dari lembar judul (bukan sampul) sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan. 4.1.1 Sampul Pada sampul bagian tengah atas terdapat logo Universitas Negeri Semarang, bergaris tengah 3 cm. Di bawahnya dituliskan judul dengan huruf kapital tebal berukuran 15-16. Di bawahnya tertulis kata “SKRIPSI/TESIS/DISERTASI” (dipilih salah satu) yang dicetak dengan huruf kapital tebal berukuran 14, diikuti pada baris berikutnya kalimat dengan huruf kapital tebal juga dengan ukuran 12, yang berbunyi “Untuk memperoleh gelar sarjana.../magister.../doktor “...(dipilih salah satu; diisi bidang studi yang ditempuh) pada Universitas Negeri Semarang. Di bawahnya dituliskan dengan huruf berukuran 12 kata “oleh” (tanpa tanda titik dua), di bawahnya lagi dituliskan nama, dan di bawahnya lagi NIM ... (diisi angkanya). Pada kaki halaman dituliskan dengan huruf kapital tebal berukuran 14-15 nama Fakultas, Jurusan dan atau Program Studi, dan di bawahnya lagi tahun ujian skripsi/tesis/disertasi. Semuanya itu dicetak dengan huruf Roman tegak, diatur secara simetris dengan komposisi yang serasi. Sampul dibuat dari bahan tebal. Di punggung sampul dibubuhkan logo (berdiri), nama (memanjang, dengan huruf biasa berukuran 12), judul (memanjang, dengan huruf kapital berukuran 14), skripsi/tesis/disertasi, dan tahun. Contoh sampul lihat lampiran 1. 4.1.2 Lembar Berlogo
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

44

hanya saja dicetak pada kertas hvs putih dengan bobot terendah 70 gr... Untuk skripsi panitianya panitia fakultas.1. yang masing-masing disertai tempat pembubuhan tanda tangan beserta nama lengkap dan NIP-nya.3 Judul Lembar judul bunyinya sama dengan yang terdapat pada sampul..5 Pernyataan Lembar ini diberi judul PERNYATAAN. untuk tesis panitia Program Pascasarjana.1.. bukan buatan orang lain. ditulis di tengah atas. Isi pernyataan itu ialah bahwa skripsi/tesis/disertasi ini hasil karya (penelitian dan tulisan) sendiri.. 4.4 Pengesahan Kelulusan Lembar ini berisi pernyataan berikut: Skripsi/Tesis/Disertasi ini (dipilih salah satu) telah dipertahankan di hadapan Panitia Peng-uji Skripsi/Tesis/Disertasi (dipilih salah satu) Fakultas/Program Pascasarjana/Universitas Negeri Semarang pada hari. dan tidak menjiplak karya Panduan Penulisan K arya Ilmiah 45 . dan untuk disertasi panitia Universitas. dan Anggota panitia penguji. Contoh lembar Persetujuan Penguji lihat lampiran 3. 4. Selanjutnya dicantumkan Ketua. Sekretaris. tanggal.1. 4.(bulan dan tahun).Lembar kosong berlogo merupakan pembatas antara sampul dan lembar judul.

disertasi. atau disertasinya dan atas dasar itu penulis minta maaf. Contoh lembar motto dan persembahan lihat lampiran 5. Peruntukan adalah pernyataan bahwa karya ilmiah itu diperuntukkan kepada orang atau lembaga tertentu.1.6 Motto dan Peruntukan Lembar ini boleh ada. lembaga. Kalau penulis yakin bahwa dalam skripsi. boleh tidak.ilmiah orang lain. Dalam kata pengantar boleh dikemukakan ungkapan puji syukur. tesis. tesis. serta mengharapkan kritik dari pembaca. Dalam kata pengantar tidak boleh ada pernyataan bahwa penulis yakin akan adanya banyak kesalahan atau kekurangan dalam skripsi. 4. atau disertasi itu harus diperbaiki dulu sebelum Panduan Penulisan K arya Ilmiah 46 . tesis.1. baik seluruhnya maupun sebagian. Contoh Lembar Pernyataan lihat lampiran 4. atau disertasinya itu masih banyak kesalahan atau kekurangan. 4. atau lainnya yang langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi. skripsi.7 Kata Pengantar Lembar kata pengantar diberi judul ”KATA PENGANTAR” yang diletakkan di tengah atas. yang dipilih berkaitan dengan judul skripsi/tesis/disertasi. Motto adalah ungkapan bijak untuk kehidupan. namun yang pokok adalah ucapan terima kasih secara jujur dan wajar kepada orang-orang. tesis.

Lagipula harapan kritik itu tidak diperlukan sebab skripsi. diikuti tanda titik. seperti halnya naskah bagian utama. tidak boleh lebih dari dua halaman. diikuti tanda koma. Teks kata pengantar diketik dengan spasi dua. diberi judul ”ABSTRAK”. hasil yang diperoleh. 4. tesis. dengan jarak dua spasi ditulis teks abstrak dengan spasi satu.. lalu nama depan dan tengah (kalau ada). tanpa disertai nama. Selanjutnya dicantumkan kata Skripsi Jurusan/Program... berkisar dari tiga sampai dengan lima kata. Baru kalau nantinya naskah skripsi. tesis.ujian karena kesalahan ilmiah tidak dapat diselesaikan dengan permintaan maaf. Butir-butir ini hendaklah ditulis dalam paragraf Panduan Penulisan K arya Ilmiah 47 .. diletakkan di pojok kanan bawah. Pada akhir teks kata pengantar dicantumkan kata Penulis. dan saran yang diajukan. atau disertasi itu akan diterbitkan.Universitas Negeri Semarang diakhiri tanda titik. Isi abstrak meliputi latar belakang masalah. dengan jarak dua spasi dicantumkan nama akhir penulis. atau disertasi.8 Abstrak Abstrak ditulis pada lembar baru.. rumusan masalah. permintaan kritik itu dinyatakan. atau disertasi adalah karya ilmiah untuk diuji. Pada baris baru berikutnya dicantumkan Kata-kata kunci: . Pada baris berikutnya.1. tesis. pendekatan dan metode yang digunakan. ditulis di tengah atas. disusul dengan pencantuman nama-nama pembimbing. diikuti judul skripsi. lalu tahun lulus ujian. diikuti tanda titik. Di bawahnya. dicetak dengan huruf kapital.

Khusus untuk tesis dan disertasi. Kecuali judul subbab dan anak subbab. 4. yakni untuk kemudahan pemberian.9 Daftar Isi Dalam daftar isi dimuat judul-judul yang terdapat pada bagian awal skripsi. Singkatan dan tanda teknis jangan dicampur. tesis. tetapi bisa diketik dalam satu halaman saja karena keduanya mempunyai fungsi teknis yang sama.1. dengan tidak menolak kemungkinan untuk memecah butir tertentu untuk dituangkan dalam paragraf yang berbeda kalau diperlukan.11 Daftar Tabel Panduan Penulisan K arya Ilmiah 48 . atau disertasi.1. abstrak berbahasa Inggeris dengan judul ”ABSTRACT” wajib disertakan pada lembar terpisah setelah abstrak berbahasa Indonesia.1. semuanya diketik dengan huruf kapital. mulai dari abstrak. dan judul-judul pada bagian akhir. Contoh abstrak lihat lampiran 6. judul-judul bab beserta subbab dan anak subbabnya masing-masing. 3. 4.10 Daftar Singkatan dan Tanda Teknis Daftar ini memuat singkatan teknis beserta kepanjangannya dan tanda teknis beserta makna atau penggunaannya.yang berbeda. Keseluruhan teks abstrak tidak boleh lebih dari satu halaman kuarto.

4.hasil penelitian.teori yang digunakan untuk landasan penelitian. diikuti titik-titik seperti pada daftar isi.atau disertai terdiri atas bab pendahuluan.12 Daftar Gambar Cara membuat daftar gambar sama dengan cara membuat daftar tabel. 4.tesis. lalu disusul nomor halaman tempat tabel terdapat dalam teks.1.1. 4.metode penelitian.1 Pendahuluan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 49 .2 Bagian Pokok Bagian pokok skripsi. 4.13 Daftar Lampiran Cara membuat daftar lampiran sama juga dengan cara membuat daftar tabel.hasil penelitian tidak harus hanya disajikan dalam satu bab.Daftar tabel memuat nomor dan judul tabel.bergantung pada banyaknya materi yang akan disajikan dan perlunya pemilahan materi itu menjadi unit-unit tertentu.dan penutup. Jarak antara judul tabel yang satu dengan yang lain dalam daftar itu satu setengah spasi.2. Judul tabel yang lebih dari satu halaman ditik dengan spasi satu.

(5) kegunaan penelitian. Dengan melihat hasil yang diperoleh dalam penelitian sebelumnya. (3) identifikasi masalah.diterangkan ketenalaran pemilihan topik itu dilihat dari paradigma penelitian sejenis.mengapa dan untuk apa penelitian dilakukan.antara teori dan praktek.Untuk menerengkan keternalaran tersebut perlu dijelaskan dulu pengertian rumusan topik yang dipilih untuk diteliti.Bagian ini adalah bab pertama skripsi. (4) tujuan penelitian. (2) rumusan masalah.Untuk itu perlu dilakukan kajian pustaka yang memuat hasil-hasil penelitian tentang topik yang dipilih itu.Baru kemudian diterangkan argumen yang melatarbelakangi pemilihan topik itu dilihat dari posisi substansi topik itu dalam keseluruhan sisitem substansi yang melingkupi substansi topik itu. Setelah itu. (6) pembatasan masalah (1) Latar Belakang Bagian ini pada dasarnya menerangkan keternalaran (kerasionalan) mengapa topik yang dinyatakan pada judul skripsi.atau disertai yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui apa yang diteliti.Oleh karena itu. dapat ditunjukkan apakah topik yang dipilih itu memang masih layak untuk diteliti.tesis.tesis.adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan.bab pendahuluan memuat uraian tentang (1) latar belakang masalah penelitian.Dalam hal ini dapat dikemukakan misalnya.atau disertai itu diteliti. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 50 .

di mana.yakni apa.diketahui kemajuan penelitian yang dilakukan para peneliti selama ini dan diketahui pula posisi peneliti sekarang dalam deretan penelitian sejenis.asal penelitian yang baru itu dapat menghasilkan sesuatu yang baru.dan sebagainya.mengapa.Dengan demikian.Topik yang pernah diteliti boleh saja diteliti. berapa.ke mana. siapa. seberapa.tetapi hendaklah mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan.yang bisa mengatasi kekurangan hasil penelitian itu. Rumusan masalah harus diturunkan dari rumusan topik.atau dalam penelitian yang bari itu digunakan teori lain atau metode lain yang diduga dapat menghasilkan temuan yang lain dari sebelumnya.rumusan masalah hendaklah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 51 .Oleh karena itu.yang berbeda dari sebelumnya.tidak boleh keluar dari lingkup topik. Dalam tesis dan disertai.dari mana.bagaimana (bisa tentang cara atau wujud/keadaan).Rumusan itu tidak harus sdalam bentuk kalimat tanya.Dalam kajian pustaka itu pembicaraan dilakukan secara kronologis. sejauh mana.kajian pustaka untuk mengemukakan keternalaran (kerasionalan) pemilihan topik penelitin itu bisa ditaruh di bawah judul tersendiri. (2) Rumusan Masalah Rumusan masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau pertanyaan yang perlu dijawab dengan penelitian. misalnya Hasil Penelitian Sebelum ini.

Rumusan masalah yang baik harus memungkinkan untuk menentukan metode pemecahannya dan mencarikan datanya. maksudnya masalah-masalahnya dapat dipecahkan.Untuk masalah-masalah perlu diidentifikasi dengan baik. (3) Tujuan Penelitian Tujuan penalitian mengungkapkan apa yang ingin dicapai dalam penelitian.tidak perlu ada sub-judul Pembatasan Masalah. Rumusan sejajar dengan rumusan masalah.mencakupi semua variabel yang tergambarkan dalam rumusan topik. hendaklah dirumuskan masalah pokok beserta sub-submasalah-nya.perlu ada pembatasan masalah disertai keterangan mengapa masalah yang diteliti dibatasi.permasalahan perumusan masalah menjadi operasional.melainkan materi identifikasinya itu sendiri.Dengan identifikasi masalah itu. Kalau terdapat banyak masalah.Kalau ada variabel umum dan khusus.karena variabel atau wujud data yang diperlukan dan teknik pemerolehannya dapat diprakirakan. kalau memang tidak ada pembatasan.Jadi.Akan tetapi.tetapi yang akan diteliti hanya masalah-masalah tertentu.Pembatasan masalah ini bisa dicantumkan di bawah judul tersendiri.rumusan masalah harus terinci dan terurai dengan jelas agar dapat dipecahkan dan dicarikan datanya untuk pemecahannya.tetapi yang penting bukan judulnya. Identifikasi masalah bisa ditaruh di bawah judul tersendiri.Misalnya.kalau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 52 .

baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentingan praktik.rumusan tujuannya dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang. 4.Landasan teoretis ialah teori yang digunakan untuk landasan kerja penelitian tentang topik yang diambil untuk diteliti. Landasan teoretis diuraikan pada bab II.sedangkan landasan faktual diuraikan pada bab III.2.Adanya uraian ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah yang dipilih memang layak untuk diteliti. Dalam landasan teoretis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian.bisa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 53 .berapa besar peranannya.masalahnya apakah ada pengaruhnya pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang dan jika ada. (4) Kegunaan Penelitian Yang diuraikan di sini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan.tetapi berturutan.Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik.Landasan faktual ialah data tentang topik yang diteliti.yakni landasan teoretis dan landasan faktual.Keduanya diuraikan dalam dua bagian tesis yang berbeda.2 Teori yang Digunakan untuk Landasan Penelitian Dalam penelitian diperlukan dua landasan.dan jika ada berapa besar peranannya.

semua itu harus relevan dengan topik penelitian. Pustaka yang dikaji itu bisa berupa buku atau artikel dalam jurnal ilmiah.dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 54 .di antara sederet teori.Variabelvariabel.Termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu.Kajian pustaka untuk menentukan apakah topik yang diteliti itu atau yang berkaitan dengan topik itu mungkin sudah pernah diteliti orang lain sudah diuraikan di bagian pendahuluan.Data pun dapat diidentifikasi.Variabelvariabel pembangun topik penelitian juga perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu.laporan penelitian.teknik pengumpulan.pengolahan.juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahlu.dari yang lama sampai dengan yang mutakhir untuk menunjukkan kemajuan hasil penelitian sejalan dengan perkembangan teori.makalah.Teori itu dikaji secara kronologis.dan tujuannya terperikan secara operasional. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup. Namun.teori apapun yang digunakan harus dipertanggung Jawabkan melalui kajian sejumlah pustaka yang memuat hasil penelitian dalam lingkup penelitian yang menggunakan teori yang berbeda.Prinsip-prinsip teori itu perlu diuraikan.keunggulan teori yang dipilih sebagai landasan kerja penelitian menjadi tampak.Namun.disertai.Lagi pula. Dengan uraian tentang teori itu hakikat topik penelitian menjadi jelas.tesis.masalah.Dengan demikian.kajian itu dilakukan dalam rangka pemilihan teori yang dipandang tepat untuk landasan kerja penelitian.Dengan cara itu.sedangkan lahan pengambilan dapat ditentukan. skripsi.

dilanjutkan dengan pengolahan data.butir (2) diganti dengan uraian tentang wujud data.Jadi.yakni bab III.dan teknik pengambilan sampel penelitian.khususnya penelitian bahasa dan sastra.Khusus dalam penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 55 . Dalam penelitian kualitatif. 4. sampel . Yang perlu diuraikan dalam penelitian kuantitatif adalah (1) jenis dan desain penelitian.2.tetapi juga melandasi metode penelitian. (4) instrumen penelitian disertai penentuan validitas dan reliabitasnya.analisis data dapat dirancang. (3) populasi. Tentang metode penelitian terdapat perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. (2) variabel penelitian yang dirumuskan secara operasional.3 Metode Penelitian Uraian tentang metode penelitian dimuat dalam bab tersendiri.Kerangka berpikir menggambarkan pola hubungan logis antar variabel dalam pemecahan masalah yang diteliti.landasan teoretis tidak hanya melandasi identifikasi sasaran.uraian tentang teori yang dipakai sebagai landasan penelitian diikuti uraian tentang kerangka berpikir dan rumusan hipotesis. butir (3) diganti dengan sumber data.sedangkan hipotesis menyatakan dugaan atau ramalan tentang hasil pemecahan masalah atas dasar kerangka berpikir.Akan tetapi. Dalam penelitian kuantitatif jenis tertentu.prosedurnya sama:dimulai dari pengumpulan data. (5) teknik pengumpulan data. (6) teknik pengolahan dan analisis data.lalu dilakukan analisis data.

Dalam uraian tentang metode penelitian itu tidak cukup hanya disebut istilah. dan tuntas.Judul hendaknya dirumuskan sesuai dengan topik (judul) skripsi. tidak tidak berarti bahwa judul bab ini Hasil Penelitian dan Pembahasan.Yang diuraikan adalah populasinya siapa atau apa. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 56 .dan dari jumlah sampel itu diambil sampel berapa.dan seterusnya.istilah.kegunaannya masing-masing perlu diterangkan.butir (1) diganti dengan sasaran dan ancangan penelitian.misalnya digunakan teknik wawancara.sistematis.Jawaban atas masalah yang dirumuskan di bab pendahuluan harus diuraikan dengan jelas.2.Akan tetapi.atau disertai.Prosedur pelaksanaan metode atau teknik itu perlu diterangkan. 4.Yang penting adalah semua masalah harus ada jawabannya.Kalau dalam penelitian digunakan beberapa teknik pengumpulan atau analisis data.bergantung kepada organisasi temuannya dalam pemecahan masalah.linguistik dan penelitian sastra. Bisa dua bab atau lebih. Sebaliknya dalam uraian itu tidak perlu didefinisikan pengertian populasi.tetapi tidak harus dalam satu bab.4 Hasil Penelitian Hasil penelitian dimuat dalam bab tersendiri. Bab inti ini memang berisi hasil penelitian beserta penjelasannya.tesis. dan sebagainya seperti dalam pelajaran metodologi penelitian.sampel.

Isinya adalah simpulan dan saran.bab ini bisa dibagi dua subbab.5 Penutup Bab penutup merupakan bab terakhir skripsi.dan tafsiran itu perlu dijelaskan dan dibahas lebih lanjut.Bangunan sistem itu hanya bisa dipahami dalam keseluruhannya.masalah yang dikemukakan di bagian pendahuluan semuanya terjawab dan dengan jawaban itu semua tujuan telah tercapai.Oleh karena itu.dan uraian tentang hasil penelitian.tujuan. Penyajian simpulan hendaklah sejalan dengan penyajian masalah.Dengan demikian.atau disertai.Dengan demikian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 57 .temuan (hasil) penelitian itu berupa sistem yang mungkin tersusun dari sub-subsistem.2.Kalau mungkain juga disertai jalan keluarnya.Temuan (hasil) penelitian kuantitatif yang dinyatakan dengan angka harus ditafsirkan dengan katakata. 4.Dalam penelitian kualitatif.temuan (hasil) penelitian dan pembahasannya tidak dapat dipisahkan. Penyajian saran harus sejalan dan didasarkan pada simpulan atau temuan.Saran hendaklah disertai dengan argumentasinya. Pemisahan itu dimungkinkan dalam penelitian kuantitatif karena pemisahan temuan (hasil) penelitian dari penjelasannya tidak akan merusak organisasi substansi temuan (hasil) penelitian.tesis. Lagi pula uraian atau pembahasan masalah yang dilakukan secara panjang lebar dalam bab sebelumnya semuanya ada simpulannya.

mengingat bahwa belum tentu semua masalah dapat dipecahkan secara tuntas dalam penelitian sekarang atau setelah selesainya penelitian sekarang ini timbul masalah lain yang terkait. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 58 . dan takarir atau daftar kata kunci/istilah(kalau ada). Jarak dengan teks di atasnya empat spasi.Termasuk saran yang berharga adalah saran tentang perlunya dilakukan penelitian lanjutan. Daftar pustaka ditulis sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka. tesis dan disertasi. kapital semua. ditulis mulai dari pias kiri.3 Bagian Akhir Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka. tesis dan disertasi yang harus ditulis dalam daftar pustaka. penjurus atau indeks (kalau ada). berukuran 12. Perlu pula diperhatikan kemutakhirannya dan diusahakan juga dari hasil-hasil penelitian dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik skripsi.Saran dapat bersifat praktis atau pragmatis.dapat juga bersifat teoretis. Keberadaan daftar pustaka adalah wajib. artinya hanya pustaka yang dirujuk dalam teks skripsi. Daftar pustaka ditulis langsung setelah teks berakhir pada halaman baru dengan judul ”DAFTAR PUSTAKA”. 4. Judul tersebut dicetak tebal dengan huruf tegak. lampiran (kalau ada).

5. (2) nama penulis dan lembaga asal.Artikel ilmiah ialah karangan yang dihasilkan melalui proses penelitian lapangan atau pemikiran konseptual yang berlandaskan kajian kepustakaan dan diterbitkan di dalam jurnal ilmiah. (6) hasil. Artikel konseptual ditulis berdasarkan pemikiran atau perenungan yang mendalam terhadap objek atau fenomena tertentu berlandaskan acuan kepada teori yang diperoleh melalui kajian pustaka (library research) untuk tujuan yang serupa dengan tujuan penulisan artikel hasil penelitian. Untuk itu. dan dimuat di dalam jurnal agar dibaca oleh kalangan yang lebih luas.1.1 Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian ialah artikel ilmiah yang disajikan sebagai hasil penelitian lapangan yang yang dilandasi dengan kajian teoretis terhadap hasil penelitian terdahulu. lugas. 5. dan sederhana. bab ini menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan penulisan (1) artikel hasil penelitian dan (2) artikel konseptual. (5) metodologi. dan (10) daftar rujukan. jelas. Artikel hasil penelitian terdiri atas (1) judul. (9) catatan akhir. Artikel hasil penelitian ditulis berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di lapangan dan dilaporkan kembali dalam bentuk yang lebih padat. (3) abstrak dan kata kunci. (4) pendahuluan. (8) simpulan. (7) bahasan.1 Judul Panduan Penulisan K arya Ilmiah 59 . Arikel jenis ini dapat berdasarkan hasil penelitian kualitatif ataupun penelitian kuantitatif.

semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. Namun.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. yaitu antara 5 sampai dengan 15 kata. lengkap. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. Judul artikel hasil penelitian memuat variabel yang diteliti atau kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. B. yang ditulis tepat di baris setelah judul yang berbahasa Indonesia. KENDALA SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN (Socio-Cultural Constraints in Developing Rural Comunities) 5. semua nama lembaga asal penulis harus dicantumkan sebagai Panduan Penulisan K arya Ilmiah 60 . tidak terlalu panjang. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. Judul artikel yang berbahasa Indonesia diikuti dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris.Judul (title) artikel hasil penelitian hendaknya informatif.1.

5. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel. Gagasan itu antara lain mencakupi masalah.2 cm).3 Abstrak dan Kata Kunci Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 sampai dengan 5 buah. prosedur penelitian (untuk penelitian kualitatif termasuk deskripsi tentang subjek yang diteliti). mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda bintang (*). Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut Panduan Penulisan K arya Ilmiah 61 . Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia. Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf.catatan kaki. dan ringkasan hasil penelitian sebagai tekanannya. tujuan.1. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1.

4 Pendahuluan Pendahuluan tidak diberi judul. (3) tujuan penelitian.5 Metodologi Metodologi diartikan sebagai kumpulan metode yang digunakan untuk membuat desain penelitian. Bagian ini menyajikan gagasan pokok yang paling sedikit terdiri atas empat bagian: (1) latar belakang penulisan artikel.1. 5. Jumlah rujukan harus proporsional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak).ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. Gagasan teoretis mengarahkan pembaca ke rumusan masalah yang dilengkapi dengan rencana pemecahannya dan rumusan tujuan. Sebab itu. dan (4) sistematika artikel. (2) masalah . bagian ini harus disertai dengan rujukan kepada berbagai sumber yang terpercaya. 5. Gagasan teoretis harus disajikan secara ringkas. landasan teori atau aspek lain. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 62 .1. menentukan jenis dan jumlah sample. kajian pustaka dibutuhkan untuk mendukung penyampaian gagasan tadi. dan langsung mengenai masalah yang diteliti. Karena pendahuluan memuat gagasan teoretis mengenai suatu perkara. padat. Keempat gagasan tersebut ditulis dalam bentuk paragraf yang memperlihatkan adanya koherensi antara gagasan satu dengan gagasan yang lain. ditulis langsung setelah kata kunci. Aspek yang dibahas dapat mencakupi aspek histories.

rancangan penelitian (terutama jika digunakan raancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental).menarik data. Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat. Untuk penelitian kualitatif perlu ditambahkan uraian mengenai kehadiran peneliti. Bagian ini hanya memuat hal yang pokok saja. dan teknik analisis data. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa sub-bagian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 63 . Dengan perkataan lain. Perlu pula disajikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian. uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu disajikan di dalam artikel ilmiah. instrumen pengumpul data. subjek penelitian. Penelitian yang mendasari penulisan artikel menggunakan alat dan bahan perlu dilengkapi dengan sajian tentang spesifikasi alat dan bahan. cara menggali data penelitian. sedangkan spesifikasi bahan juga perlu diberikan karena penelitian ulang dapat berbeda dengan penelitian terdahulu apabila spesifikasi bahan yang digunakan berbeda. keterangan tentang informan. cara analisis data. dan mengolah atau menganalisis data. Materi pokok bagian metodologi adalah cara pengumpulan data. bagian ini antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel (atau subjek). lokasi penelitian. Dalam rangka penulisan artikel. dan lama penelitian. atau pemilahan ke dalam sub-bagian. sumber data. pada dasarnya. bagian ini menyajikan cara pelaksanaan penelitian.

Hasil analisis boleh disajikan dengan tabel atau grafik asalkan dalam bentuk yang ringkas. jelas dan tidak mengganggu alur piker di dalam teks. semua sajian bisa berupa gabungan pembahasan. bagian ini biasanya merupakan bagian terpanjang. sampel yang berlebihan. penyajian bisa dilakukan dengan memilah bagian ini menjadi subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian. Jika ke dalam sajiak disertakan tabel dan/atau grafik untuk memperjelas sajian verbal.5. yang dimuat di dalam artikel hanya hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis. proses analisis data (seperti perhitungan statistik. Karena itu. Apabila hasil yang disajikan cukup panjang. Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan. termasuk pembandingan antara koefisien yang ditemukan dalam analisis dengan koefisien dalam tabel statistik.6 Hasil Hasil adalah bagian utama artikel ilmiah. apabila bagian ini pendek. tabel yang panjang. dan sebagainya) tidak perlu disajikan. keduanya harus diberi judul dengan komentar yang memadai walaupun komentar tersebut tidak harus dilakukan per tabel atau grafik. Dengan perkataan lain. Sebaliknya.1. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 64 . Untuk artikel hasil penelitian kuantitatif. Bagian ini menyajikan hasil analisis data yang dilaporkan secara bersih.

diskusi. eksplanasi. Misalnya.7 Bahasan Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. 5. perbandingan dan sebagainya yang tersaji rinci dalam bentuk subtopik yang masing-masing berkaitan langsung dengan fokus penelitian. harus hasil penelitian disimpulkan secara eksplisit. analisis.Untuk artikel hasil penelitian kualitatif. dapat ditafsirkan bahwa strategi dapat berpengaruh besar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 65 .1. dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang saudah ada. Untuk menunjukkan terjadinya pemecahan masalah atau pencapaian tujuan penelitian. (2) menafsirkan temuan dan menarik inferensi berdasarkan temuan itu. jika dinyatakan bahwa penelitian bertujuan mengetahui perbedaan penggunaan antara satu strategi dan stgrategi lain dalam pembelajaran bahasa asing. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori yang ada. Tujuan bahasan: (1) memecahkan masalah penelitian atau menunjukkan pencapaian tujuan penelitian. Misalnya ditemukan adanya hubungan antara strategi pembelajaran dan prestasi siswa. sintesis. dalam bagian pembahasan perbedaan itu haruslah diuraikan secara rinci dengan bukti yang memadai. bagian hasil memuat deskripsi. (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 66 . dan bukan dalam bentuk angka. Jika penelitian yang menjadi dasar penulisan artikel berupa telaah teori (penelitian dasar). Penolakan teori harus disertai dengan modifikasi atau rumusan teori baru. 5. dan posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya.Temuan diintegrasikan ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dengan jalan membandingkan temuan itu dengan temuan penelitian sebelumnya. Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu. sebagian atau seluruhnya. Saran bisa merujuk kepada tindakan praktis. dan penelitian lanjutan. dikembangkan pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. teori yang lama bisa dikonfirmasi atau ditolak. dengan teori yang sudah ada. Simpulan disajikan dalam bentuk deskripsi verbal. Pembandingan harus disertai rujukan yang sesuai. Untuk penelitian kualitatif. Simpulan dapat diikuti dengan saran yang disusun berdasarkan simpulan. Simpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup. atau dengan kenyataan di lapangan.1.8 Simpulan Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. kaitan antarkategori dan antardimensi. bagian ini dapat pula memuat gagasan peneliti. pengembangan teoritis.

cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan.5. nama tokoh. Dengan demikian. simbol. Tata Tulis.10 Daftar Rujukan Daftar rujukan (references) harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel ilmiah.9 Catatan Akhir Pada dasarnya. tahun tertentu. Proses pemikiran itu didukung dengan rujukan kepada teori tertentu yang sudah dikemukakan pakar melalui karangannya dalam bahan rujukan tertentu. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6.1.1. catatan akhir dalam artikel ilmiah berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 67 . nama lembaga.2 Artikel Konseptual Artikel konseptual ialah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh penulisnya melalui proses pemikiran yang mendalam terhadap suatu gejala yang muncul di dalam ranah ilmu tertentu. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas. 5. 5.

(6) penutup atau simpulan. pemilihan kata yang dipakai di dalam judul hendaknya dilakukan secara cermat. 5. penulisan nama pengarang pada artikel konseptual dilakukan tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. Judul artikel sebaiknya terdiri atas 5-15 kata. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama. (3) abstrak dan kata kunci. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. Artikel konseptual terdiri atas (1) judul. pemilihan kata untuk judul perlu juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap daya tarik judul bagi pembaca. Sebab itu. (7) catatan akhir. 5. (5) nas. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. Namun.1 Judul Judul dalam artikel konseptual berfungsi sebagai label yang mencerminkan secara tepat intisari yang terkandung dalam artikel. semua nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 68 .dapat dikatakan bahwa artikel konseptual merupakan laporan hasil pemikiran yang dilandasi oleh kajian kepustakaan. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. (2) nama penulis dan lembaga asal.2.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Seperti pada penulisan nama dan asal lembaga pada artikel hasil penelitian. Di samping aspek ketepatannya. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih.2. (4) pendahuluan. dan (7) Daftar rujujukan.

mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda angka 1. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata.2.lembaga asal penulis harus dicantumkan pada catatan kaki. Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. 2. dan seterusnya dengan format supercscript. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel. tujuan. Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf. 5. Abstrak untuk artikel jenis ini bukanlah komentar atau pengantar dari penyunting atau redaksi. 3.2 cm). Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. abstrak berisi ringkasan isi artikel yang dituangkan secara padat. dan ringkasan hasil pemikiran sebagai tekanannya. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia.3 Abstrak dan kata Kunci Untuk artikel hasil pemikiran konseptual. Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 69 .

Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. yang mencakupi ragam.4 Pendahuluan Berbeda dengan isi pendahuluan di dalam artikel hasil penelitian. Sebab itu. isi bagian pendahuluan menguaraikan berbagai hal yang mampu menarik pembaca untuk mendalami bagian selanjutnya.5 Nas Nas pada artikel konseptual sangat bervariasi.2. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 70 .2. dan sebagainya. (4) perbandingan antarteori untuk menjembatani kesenjangan di antaranya. dan kekurangannya. eksplanasi. 5. bagian pendahuluan dalam artikel konseptual berisi uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas. (5) kemungkinan penerapan suatu teori di dalam kelompok masyarakat tertentu.sampai dengan 5 buah. (3) strategi pengelolaan perkara tertentu. Bagian pendahuluan tidak perlu diberi judul. 5. dan diskusi tentang fenomena yang muncul dalam suatu komunitas. Bagian ini dapat berupa (1) evaluasi terhadap teori yang ada. bagian pendahuluan hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat tentang hal pokok yang akan dibahas. analisis. Selain itu. (6) telaah terhadap teori tertentu dan kemungkinan replikasinya dalam kondisi dan situasi yang berlainan. (2) deskripsi. kelebihan.

Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 71 . padu. 5. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. Teks yang disusun dengan runtut.6 Penutup Istilah penutup digunakan sebagai judul bagian akhir artikel konseptual jika isinya hanya berupa catatan akhir atau yang sejenisnya. Jika hendak ditampilkan. simbol. dan aspek lain dapat ditempatkan dalam bagian tersendiri. nama lembaga.2. tiap paragraf harus disusun secara sistematis dengan memperhatikan koherensi antarbagiannya. 5. perlu dimasukkan pada bagian kesimpulan. nama tokoh. tahun tertentu.7 Catatan Akhir Pada dasarnya. Kebanyakan artikel konseptual membutuhkan simpulan. penerapan teori.Walaupun nas jenis artikel ini tidak perlu dibagi menjadi sub-bagian. Catatan ini berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus. Jika uraian pada bagian akhir berisi simpulan hasil pembahasan pada bagian sebelumnya.2. dan jelas akan mampu meyakinkan pembacanya untuk mengikuti alur piker yang hendah disampaikan oleh penulis kepada pembacanya. saran yang mencakupi aspek pengembangan ilmu. Beberapa artikal konseptual yang dilengkapi dengan saran. lugas. catatan akhir dalam artikel konseptual serupa dengan catatan akhir pada artikel ilmiah.

daftar rujukan (references) pada artikel konseptual harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel. 5. Tata Tulis.8 Daftar Rujukan Seperti pada artikel hasil penelitian. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya.walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 72 .2.

BAGIAN III PANDUAN TATA TULIS KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 73 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 74 .

Bagian pertama membahas tata cara penulisan bagian-bagian disertasi. dan tugas akhir dibagi menjadi tiga bagian pokok. bagian empat memuat tata tulis daftar pustaka. 1. skripsi.B. tesis. bahasa Indonesia. pengesahan.1 Prawacana Prawacana terdiri atas judul. bahasa Inggris. (2) nas. persembahan. 1. tesis. daftar isi. Bagian berikutnya membahas tata tulis artikel ilmiah dan makalah. daftar table dan daftar lain. artikel ilmiah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 75 . Tata Tulis Karya Ilmiah Secara umum disertasi. yaitu (1) prawacana. dan makalah (selanjutnya disebut karya ilmiah) dapat ditulis dalam bahasa daerah. abstrak. atau bahasa asing lain. tesis. dan (3) bagian akhir. Bagian tiga menyajikan tata cara pengutipan rujukan. prakata. bab ini membahas tata tulis bagian-bagian karya ilmiah dengan contoh utama dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebab dalam kedua bahasa itulah kebanyakan kara akan ditulis. tugas akhir. halaman kosong. Untuk itu. dan tugas akhir. skripsi. skripsi. motto. Akhirnya. pernyataan keaslian tulisan. Pengantar Karya ilmiah yang berupa disertasi.

METAPHORIC USES OF ENGLISH PARTICLES: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 76 . (4) nama dan nomor nomor induk mahasiswa. dan universitas. (2) Judul karya ilmiah Judul ditulis dengan huruf kapital yang besarnya diesuaikan dengan panjang judul. gunakan font 16 atau 18 cetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. (2) judul skripsi. (1) Logo Logo yang dipasang pada halaman judul hendaknya logo institusi yang lazim dipasang pada kepala surat dan yang ukurannya disesuaikan dengan luas halaman judul. fakultas. dan (5) nama lembaga termasuk jurusan. (3) maksud penulisan skripsi. Sebagai ancar-ancar.Judul Judul terdiri atas (1) logo institusi. serta tahun penulisan skripsi.

A STUDY OF PHRASAL VERBS FOUND IN J. Bunyi frase tersebut sebagai berikut. kecuali nama gelar dan nama bahasa. GRISHAM’S THE PELICAN BRIEF (3) Maksud Maksud penulisan skripsi berupa frase yang ditulis dengan huruf kecil. Tesis disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau a final project submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Sarjana Pendidikan in English atau a thesis submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Magister Pendidikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 77 .

Salah Betul Betul Betul : sarjana pendidikan in english : Sarjana Pendidikan in English : Sarjana Sastra in English : Sarjana Pendidikan Program Studi Seni Rupa (4) Nama dan Nomor Induk Nama dan nomor induk mahasiswa ditulis dalam dua baris di tengah-tengah halaman judul. (2) Gelar kesarjanaan dan program studi ditulis dengan awalan huruf kapital. Tidak dianjurkan: By: Name : Agus Ismangun NIM: 222000022 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 78 . yang didahului dengan preposisi oleh (by) di atasnya.in English Perhatikan bahwa (1) Frase ini ditulis dengan huruf kecil dengan font 12 untuk jenis huruf Times New Roman.

Tidak dianjurkan:

Oleh: Agus Ismangun 222000022 Dianjurkan: by Agus Ismangun 222000022 atau oleh Agus Ismangun 222000022 (5) Nama Lembaga dan Tahun Penulisan Nama lembaga dan tahun penulisan ditulis dengan font 16 (atau 14) bercetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. Tahun penulisan tesis adalah tahun pada saat pengesahan tesis, yaitu setelah tesis tersebut diuji, diperbaiki, dan diperbanyak.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

79

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009 atau
C.

D. ENGLISH DEPARTMENT FACULTY OF LANGUAGES AND ARTS SEMARANG STATE UNIVERSITY 2009 Halaman Kosong Halaman yang kosong dimaksudkan sebagai pelapis agar teks pada halaman berikutnya tidak tembus dan terlihat dari halaman judul. Pada buku yang berhak cipta, biasanya halaman ini digunakan sebagai halaman hak cipta, yaitu halaman yang memuat catatan hak cipta yang mencakupi tahun penulisan, nama penulis dan peringatan bagi pengguna buku kersebut. Misalnya,
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

80

Copyright c 2001 by Kate L. Turabian All rights reserved Akan tetapi, dalam skripsi mahasiswa tulisan seperti ini tidak dimunculkan. Pernyataan Keaslian Tulisan Pernyataan keaslian tulisan (declaration) berisi ungkapan penulis bahwa isi skripsi, tesis, atau disertasi yang ditulisnya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri. Pengambilalihan karya orang lain untuk diaku sebagai karya sendiri merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan ini. Contoh pernyataan keaslian tulisan dapat dilihat pada lampiran. Pengesahan Halaman Pengesahan (approval) adalah halaman tempat para penguji, pembimbing, dan panitia ujian skripsi, serta pejabat yang berwenang membubuhkan tanda tangan mereka sebagai tanda bahwa skripsi tersebut diakui kesahihannya. Halaman ini terdiri atas: (1) Pada bagian atas halaman dapat ditulis kata: PENGESAHAN (APPROVAL)
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

81

(2) Pernyataan: This thesis has been approved by a team examiners on … (3) Nama penguji (examiner), pembimbing (supervisor), dan pejabat yang berwenang, yaitu Ketua Jurusan (Head of the English Department) dan Dekan Fakultas (Dean of FBS). Masing-masing disertai dengan nomor induk pegawai (NIP), dan tugas yang bersangkutan. (4) Apabila terjadi penugasan ganda, misalnya penguji dan pembimbing, keduanya ditulis dengan garis miring sebagai pemisahnya.
PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FBS UNNES pada tanggal 30 Agustus 2008. Panitia: Ketua Sekretaris

Gunoto, Ph.D 131281777

Prof. Dr. Marbun 131282888

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

82

Penguji

Penguji

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222 Penguji/Pembimbing I

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999 Penguji/Pembimbing II

Drs. Abd. Ali 130450111

Dr. Raja Ali haji 130222333

APPROVAL This thesis has been approved by a team of examiners on 30 October 2008 Examiner Examiner

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

83

tengah. Raja Ali haji 130222333 Chairman Secretary Gunoto. Nama (nama) tersebut didahului dengan preposisi ‘To’. Ali 130450111 Dr. Jika penulis menghendaki kemunculan halaman ini. Dr.D 131281777 Prof. atau bawah halaman baik di sebelah kiri atau kanan halaman tanpa puntuasi apa pun. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 84 . persembahan hendaknya ditulis secara ringkas dan hanya menyebut nama(-nama) yang sangat penting saja. Teks dapat ditulis di bagian atas. Abd. Misalnya. Ph.Examiner/Adviser I Examiner/Adviser II Drs. Marbun 131282888 Persembahan Persembahan (dedication) bersifat manasuka.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 85 . my fiance. Penempatan motto pada skripsi bersifat manasuka. : To Allan Murray Dianjurkan atau Untuk Sri Haryati atau Untuk Ayah. Jika penulis menghendaki penempatan motto seperti itu. Tidak dianjurkan : This thesis is dedicated to all people who love me including my late father. nama dan sumber kutipan dapat disertakan di dalam teks. my mother. cetak tebal. and all of my former classmates. dan Adik-Adik Motto Motto (epigraph) biasanya berupa frase atau kalimat pendek yang dikutip dari suatu sumber. dan/atau tanda kutip. hendaknya motto tersebut ditulis ringkas dengan jenis huruf yang sama dengan jenis yang digunakan di dalam nas skripsi. Ibu. skripsi ini kupersembahkan untuk Ibu Lasmi dan Bapak Astro serta Dinda Sri Harjati. tanpa cetak miring. garis bawah. Jika motto itu merupakan kutipan dari sumber yang signifikan.Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan : To: Allan Murray : Dedicated to Allan Murray. : Dengan penuh kasih.

: Ever onward no retreat (Bung Karno) atau Your expression is the most important thing you can wear (Sid Ascher) atau Man never made any material as resilient as the human spirit (Bern William) Prakata Prakata (Preface) atau Pengantar berisi penjelasan ringkas oleh penulis mengenai latar belakang penulisan skripsi. Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Dianjurkan : Motto: Ever onward No Retreat : Moto: Ever onward No Retreat (Written by Bung Karno) : Bung Karno: Ever onward no retreat. rektor. maksud penelitian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 86 .Misalnya. cakupan penelitian. Misalnya. Prakata dapat pula mencakupi penyebutan nama yang baik langsung maupun tak langsung ikut terlibat di dalam penulisan itu. dan pihak-pihak yang ikut mengambil bagian di dalam mendorong serta memberi motivasi kepada penulis sehingga laporan penelitian itu bisa terwujud.

Abstrak Pada dasarnya. Tahun lulus ditulis setelah nama. Seluruh bagian ini terdiri atas kurang lebih 400 kata yang ditulis di dalam dua atau tiga paragraf dengan spasi tunggal. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dari kata abstrak. simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. responden. nama tengah (jika ada) diakhiri titik. diakhiri dengan titik. Kata abstrak ditulis ditengah halaman dengan huruf kapital.dekan. pembimbing. nama awal. dosen lain. diikuti dengan nama jurusan (tidak boleh disengkat). dan diakhiri dengan titik. nama universitas. (2) masalah (problem) atau tujuan (purpose) dan lingkup (scope) kajian. abstrak lazim memuat intisari laporan penelitian yang terdiri atas (1) latar (background). ditepi kiri dengan urutan : nama akhir diikuti koma. dan pihak lain yang cukup signifikan untuk disebut di dalam prakata ini. (4) hasil penelitian yang terpenting. Judul dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertama dari setiap kata) dan diakhiri dengan titik. ketua jurusan. (3) metodologi yang digunakan di dalam penelitian. Kata skripsi. atau disertasi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma. Penyebutan nama lazimnya diikuti dengan ucapan terima kasih dengan kadar yang sesuai dengan keterlibatan masing-masing. dan (5) simpulan (conclusions). nama fakultas. tesis. Kemudian dicantumkan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 87 . penguji.

Abstract This thesis is based on study which attempted to examine the use of high cognitive questions in nonnative student group classroom discussions. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah. the other group was not provided Panduan Penulisan K arya Ilmiah 88 . Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen pembimbing. Misalnya. The main purpose of the study was to determine if higher frequency of high cognitive questions in NNS group classroom discussions had an effect on foreign language learning. One of the groups was trained in incorporating hign cognitive questions in studentstudent discussions.nama dosen pembimbing I dan II lengkap dengan gelar akademiknya. serta pembimbing III untuk disertasi. Two groups of non-native Spanish students and four non-native English teachers participated. E. Teks di dalam abstrak diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) dan panjangnya tidak lebih dan dua halaman kertas ukuran kuarto. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah.

but the understanding and written production of the foreign language was higher in the treatment group than in the control group. TABLE OF CONTENTS Page Preface ……………………………. demonstrated and adopted in NNS group classroom discussion.with training. discussed it. halaman persembahan. dan halaman motto. Halaman-halaman ini tidak diberi nomor halaman. Daftar Isi Daftar Isi (Table of Contents) berisi daftar semua bagian tesis kecuali halaman judul. F. both groups listened to a narraive told by the non-native teacher. and thes summarized the story they had heard. halaman kosong atau halaman hak cipta. The quantity of verbal interaction was not different between the group.………… v Panduan Penulisan K arya Ilmiah 89 .. The higher achievement in the training group indicates that the use of high cognitive questions.………….. promotes the kind of verbal interaction which facilitates comprehension and written production of the foreign language. Results indicated that the training group asked more high cognitive questions than the control group. After the training. tetapi keberadaannya tetap dihitung sehingga nomor halaman daftar isi mengikuti jumlah halaman yang ada sebelumnya.

(1) Nomor bagian..……….Abstract …………………………. METHODS OF INVESTIGATION Etc. Metaphoric Process in Literature….…. sub-sub-bagian..….. 1 1...……………… xi Chapter 1..2 Reasons for Choosing the Topic …….……………..…….……………….……….….…………. REVIEW OF THE RELATED LITERATURE 2. dan seterusnya ditulis rata kiri. 12 Etc. 65 References ………………………………. 2.………….1 Background of the Study …………….……………...1 Review of the Previous Research ………. 4.………. 3.…………. 8 2.………… vi Table of Contents …………….…..………….. sub-bagian. vii List of Tables ……………………………. 72 Perhatikan bahwa penomoran dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut..…... 4 Etc..2.……. x List of Abbreviation ……………………. Appendices …………………………………. INTRODUCTION 1. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 90 .. ix List of Figures …………………………….

3.1. (6) Lampiran disusun mendahului daftar pustaka dengan alasan: (1) bila diperlukan segera daftar pustaka lebih mudah ditemukan.1 Sub-sub-bagian 1.2 Sub-sub-sub-bagian 1. (5) Pembagian bagian menjadi sub-bagian hanya dilakukan bila bagian itu terdiri atas sedikitnya dua sub-bagian.2 Sub-sub-bagian 1.1.1 Sub-bagian 1.2 Sub-bagian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 91 .1 Sub-sub-bagian 1. 1.3.(2) Titik akhir hanya muncul pada nomor bagian. sub-sub-bagian ditulis tanpa titik akhir.2. BAGIAN 1. (2) diasumsikan bahwa di dalam lampiran dimungkinkan adanya kutipan yang merujuk kepada sumber pustaka yang tentu saja disebut di dalam daftar pustaka.3.3. (3) Sub-bagian.2. (4) Nomor hanya diberikan kepada bagian yang berupa frase.2.2 Sub-bagian 1.3 Sub-bagian 1.3 Sub-sub-bagian 1.1 Sub-sub-sub-bagian 1.

1 Inverse Cummulative Normal Distribution ... 27 2. Perhatikan bahwa angka pertama pada nomor tabel menunjukkan bab di tempat tabel yang bersangkutan tersaji. LIST OF TABLES Table Page 2..…… 41 3. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 92 . dan Daftar Lampiran Daftar table (List of Tables) berupa daftar yang berisi tabel-tabel yang terdapat di dalam nas tesis. 55 4.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ……………………………….…. 59 Etc.1 GPA of the First Year Students ……………….. Daftar Bagan. Daftar Tabel.…..Dst.2 Rank Order of Top Ten Specific Items . 44 4.1 Rank Order of General It…………………. G.1 berarti tabel pertama yang terdapat di dalam bab 2. Lema di dalam daftar ini diurutkan dengan penomoran dan judul tabel yang sesuai dengan nomor dan judul yang tertulis di dalam nas.. tabel bernomor 2. Misalnya..….

H.Perlu diingat bahwa di dalam nas karya tulis nomor dan judul tabel di tulis di atas tabel yang dirujuk. LIST OF FIGURES Figure Page 2. GPA of the First Year Students Daftar Bagan (List of Figures) ditulis dengan penomoran dan judul seperti penulisan daftar tabel. 27 2...1 Etc Berbeda dengan daftar table. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 93 .1. gambar. atau diagram yang dirujuk.1 Inverse Cummulative Normal Distribution . atau diagram ditulis di bawah bagan.…. Misalnya. gambar. Tabel 2.1 GPA of the First Year Stude……………………..…… 41 3. di dalam nas nomor dan judul bagan. 44 4.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s …………………………. Misalnya.

Overall and Geographical Page Subgroups with Each Other ……………………. LIST OF APPENDICES Appendix 1. Perhatikan bahwa setiap butir lampiran bernomor. dan bernomor halaman. berjudul. GPA of the First Year Stude Daftar Lampiranan (List of Appendixes) ditulis dengan penomoran dan judul seperti di dalam contoh berikut. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 94 . Passage and Textbase …………. I. ANOVA Comparison of Mean Responses to General Items.………. 67 2.1.. Recall Protocols of ESL Students ……………. 68 3.……….…. 69 4.. Etc.90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr East West North Figure 2.

e.. A melambangkan Adjuct. Sinmgkatan-singkatan yang berlaku umum seperti etc. Sebab itu Adjective. Misalnya. e.. i. (2) Setiap huruf atau nomor melambangkan satu hal saja.g. J. dan semacamnya tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar ini. Penulisan lema singkatan dan akronim dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.. (3) Singkatan dan/atau akronim yang dimasukkan ke dalam daftar ini hanya singkatan dan/atau akronim yang berkaitan erat dengan pokok penelitian. yaitu Adj.Daftar Singkatan dan Akronim Daftar singkatan dan akronim (list of abbreviation and acronym) dimunculkan di dalam tesis bilamana tesis itu memuat sejumlah singkatan dan akronim yang masing-masing disebut berkali-kali di dalam nas. misalnya. LIST OF ABBREVIATIONS AND ACRONYMS A Adjunct Adj Adv Anova DSA Adjective Adverb Analysis of Variance Directive Speech Act Panduan Penulisan K arya Ilmiah 95 . (1) Lema diurutkan menurut abjad. harus dilambang-kan dengan huruf selain A.

EH FA NP Ernest Hemingway a Farewell to Arms Noun Phrase 1.2 Nas Nas suatu laporan penelitian terdiri atas judul bab dan bagian-bagiannya.4 Tujuan Penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 96 . Misalnya. Bagian ini didahului dengan huruf kapital dan setiap kelas kata (nomina. 1. nas ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Judul bab ditulis pada halaman baru. BAB 1 PENDAHULUAN (2) Judul bagian ditulis dengan huruf kecil. dan adverbia) didahului dengan huruf kapital. Misalnya. (1) Judul bab ditulis dengan huruf kapital berukuran 16 cetak tebal. ajektiva. verba. Huruf berukuran 14 dan dicetak tebal. Secara umum.

1 Tradisi Endo-Eropa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 97 . BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.2.(3) Judul sub-bagian ditulis seperti judul bagian. 2. dan bercetak tebal. tetapi berukuran 12.2. Misalnya. ukuran 12.1.1 Hatim and Mason’s Concept (5) Judul sub-sub-sub-bagian (kalau masih ada) dicetak seperti subbagian tetapi dengan cetak biasa.2.1 American Tradition (4) Judul sub-sub-bagian ditulis dengan huruf miring. Misalnya. 2. Misalnya.2. 2.1.1.1 Hatim and Mason’s Concept on Translation Dengan demikian.1 Penelitian Terdahulu … (teks) 2. judul bab dan bagian beserta sub-subnya dapat ditulis dengan rangkuman sebagai berikut.

1 Semantik Chomskian … (teks) 2.2. (2) Setiap bagian harus berupa frase yang ditulis tanpa diakhiri dengan tanda titik (. tidak perlu dimenjorokkan ke kanan.). (4) Teks yang berupa butir-butir pernyataan ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.1. Setiap paragraf harus berisi sejumlah kalimat.1.2 … Dsb.2 Tradisi Amerika … (teks) 2. misalnya.1. Latar Belakang Teoretis Perhatikan bahwa: (1) Setiap bagian beserta pecahannya ditulis mulai dengan ujung margin kiri. (3) Teks yang mengikuti setiap bagian dan pecahannya harus berupa paragraf.2.… (teks) 2.1 Tradisi Amerika pada Abad ke-20 … (teks) 2. Sub-bagian.1. yang sekurang-kurangnya terdiri atas delapan baris. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 98 .

dan antara pernyataan satu dengan lainnya diberi tanda koma (. (2) verba. (3) ajektiva. Misalnya. … kelas kata terdiri atas (1) nomina.) untuk kalimat. pernyataan itu ditulis berurutan dengan nomor bertanda kurung. (3) ajektiva. titik koma (. (4) adverbia … Panduan Penulisan K arya Ilmiah 99 .) untuk kata. Misalnya. misalnya (1).) bergantung pada panjang pendeknya pernyataan. misalnya (1). Jika pernyataan berformat paragraf. Setiap butir pernyataan diakhiri dengan tanda titik (.) atau titik-koma (. … kelas kata terdiri atas (1) nomina. pernyataan itu diberi nomor bertanda kurung. dan (4) adverbia.Jika pernyataan itu dimasukkan ke dalam paragraf. atau koma (.) untuk frase. (2) verba.

gambar/diagram. Lampiran disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. (1) Apabila terdapat lebih dari satu lampiran. kepala halaman berada di bagian dalam halaman laporan. grafik. Berikut disampaikan keempat komponen bagian akhir itu dengan urutan yang sesuai dengan urutan tampilan pada karya ilmiah. hitungan statistik. (2) Tiap lampiran diberi judul sesuai dengan isinya. bagian itu ditampilkan dalam bentuk lampiran. dapat puila ditambahkan senarai (indeks) dan riwayat hidup penulis. dan contoh data. Karena dianggap terlalu panjang sehingga dapat mengganggu tampilan nas. Selain itu. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 100 .3 Bagian Akhir Bagian akhir karya ilmiah sekurang-kurangnya terdiri atas lampiran dan daftar pustaka. (3) Jika lampiran ditulis memanjang. Jenis lampiran antara lain tabel. Lampiran Lampiran (appendices) merupakan bagian integral nas tetapi dipisahkan dari nas. rangkuman hasilo analisis. (4) Tiap halaman lampiran diberi nomor halaman dengan urutan meneruskan nomor halaman nas. masing-masing diberi nomor secara berurutan.1.

S. Senarai Senarai (index) berisi daftar kata kunci yang digunakan oleh peneliti dalam menyampaikan konsep penelitiannya. lampiran hanya menyajikan contoh data yang jumlahnya proporsional terhadap nas tetapi tetap mencerminkan homogenitas data. (2) Istilah utama ditulis dengan pengawalan huruf kapital • • • • Amoeba Pragmatics (3) Istilah pendukung ditulis dengan huruf kecil. 101 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . Di dalam daftar ini dapat pula disisipkan nama pengarang yang disebutkan di dalam nas karya ilmiah.(5) Walaupun pelaksanaan penelitian membutuhkan kelengkapan administrasi yang berupa surat. Butir senarai disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. kelengkapan administrasi seperti itu tidak perlu ditampilkan di dalam daftar lampiran. informasi skill (4) Nama pengarang ditulis dengan urutan nama keluarga atau nama akhir diikuti dengan singkatan nama pertama dan nama lain. • Arikunto. (1) Lema (entry) diurutkan secara alfabetis. (6) Apabila penelitian menggunakan sumber data tertulis dalam jumlah besar.

• • Badai pasti Berlalu “Ngeh dalam kepustakaan Jawa” (6) Tiap lema diikuti dengan nomor halaman tempat lema tersebut berada di dalam nas. J. Turabian. Toer. Perhatikan bahwa penghematan menghendaki agar nomor yang kembar hanya ditulis sekali. L.A. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 102 . (5) Judul karangan ditulis mengikuti kelaziman dalam penulisan daftar pustaka. 253 – 7. J. nomor halaman ditulis dengan membubuhkan tanda ( . • • Amoeba 13 Toer. • • • man to man marking 29 –31 Badai pasti Berlalu 367 – 73 Phillips. P.• • • McNamara. P. 879 (7) Apabila lema muncul dalam dua halaman atau lebih secara berturut-turut.A. Halaman 367 sampai dengan 373 hanya ditulis 367 – 73.).

• • kecil. LCD. Oleh sebab itu. semua ini merupakan peranti penelitian. bagian ini disajikan di dalam bagian tersendiri dalam panduan ini. bahan seperti ini tidak perlu disebutkan di dalam daftar pustaka. Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi semua bahan kepustakaan yang digunakan sebagai rujukan langsung dalam penulisan karya ilmiah. 301 Perhatikan bahwa nomor halaman ditulis mulai dengan yang paling 103 . penulisannya dilakukan dengan membubuhkan tanda koma. 73 Budaya Jawa 54. artikel jurnal. dan peranti lain seperti laptop. 77 – 8. Karena banyak hal yang perlu dikemukakan. petikan dari situs internet. drama. Selama penulisan karya ilmiah pengarang menggunakan kamus. artikel dalam kumpulan karangan. program kompoter. home theatre. dan bukan sumber rujukan. Namun. dan sebagainya. 241 – 50. Panduan Penulisan K arya Ilmiah Arithmatics 67. dan sebagainya. buku metodologi penelitian. Daftar ini dapat mencakupi buku teks.(8) Apabila. film. CD Rom. artikel majalah dan koran. lema muncul dalam dua halaman atau lebih tetapi tidak berurutan.

berbobot. 2. Vini Vidi Vici (2) Kutipan langsung dapat digunakan untuk mendokumentasi argumentasi yang tidak cukup disampaikan dalam bentuk catatan kaki.1 Kutipan Langsung Yang dimaksud dengan kutipan langsung ialah kutipan yang dibuat persis dengan sumbernya. prestasi kerja. penghargaan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 104 .Riwayat Hidup Riwayat hidup bersifat manasuka dan biasanya hanya ditampilkan di dalam disertasi atau tesis. pengalaman kerja. riwayat pendidikan. Misalnya. (1) Kutipan langsung hanya digunakan apabila perkataan atau ungkapan asli pengarang demikian padat. daftar karya ilmiah. Bagian ini dapat terdiri atas riwayat keluarga. Kutipan seperti ini biasanya menambah daya kepada karya ilmiah. dan meyakinkan. Pembuatan kutipan seperti ini didasari prinsip sebagai berikut. Tata Tulis Pustaka Acuan 2.

atau rumus ilmiah lain. (4) Kutipan langsung dapat digunakan bilamana perubahan (melalui parafrase) dapat menyebabkan salah paham atau salah tafsir. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 105 . Tata Cara Penulisan Kutipan Langsung Kutipan Pendek Yang dimaksud dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris apabila ditulis di dalam naskah karya ilmiah. (6) Pengutipan langsung dari bahan nonkomersial (tanpa hak cipta) dapat dilakukan tanpa izin pengarang. kimia. (5) Kutipan langusung dilakukan untuk mengutip rumus-rumus. (2) Gunakan tanda kutip ganda pada awal dan akhir kutipan. (1) Gabungkan kutipan ke dalam kerangka kalimat atau paragraf. (3) Gunakan spasi spasi ganda.(3) Kutipan langsung dapat digunakan apabila peneliti hendak memberikan komentar atau membela/menolak/menganalisis gagasan yang disampaikan oleh pengarang. seperti rumus matematika. (4) Tulis rujukan kutipan tersebut pada klausa pengantar atau di dalam tanda kurung. Misalnya.

Elias-Olivares (1979: 437) states of a Chicago neighbourhood in East Austin. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 106 . for example. so much so that it may not be wrong to claim that many Malaysians are no longer able to distinguish clearly between the formal and informal uses of the language. Texas: “to be a bilingual means precisely to be able to switch rapidly from one language tonthe other.” atau This is what has been called “transitional competence” (Corder 1975: 57). atau In Malaysia. English is “used widely on the collocquial level.

Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Apabila sumber yang dikutip diperkirakan panjang. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 107 .” Kutipan Panjang Kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih.possessing and thus using only one variey of the language for all occasions” (Wong 1982:17). (2) Jangan gunakan tanda kutip.” and that it occurs “whenever minority language groups come in close contact with majority language groups under conditions of rapid social change. (1) Tulis kutipan itu di dalam paragraf tersendiri. Gumperz and Hernandez (1971:112) suggest that “what seems like random alternation between two languages may be an expression of ambivalent feelings. sumber itu dapat dipotong dengan cara menyisipkan introductory clause.

The “Intermediate Skills” as used in this article covers the same elements of “core proficiency as described by Anderson. The terminology used seems to be something of a problem here.(3) Gunakan spasi tunggal (4) Beri pengantar kepada kutipan itu seperlunya. which gives support to the argument that cloze tests focus on relatively low order language skills relating to ‘core proficiency’ rather than higher order skills like reading comprehension. (5) Tulis kutipan itu dengan ceruk lima spasi di sebelah kiri dan kanan margin. atau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 108 . Johnson makes some reference to this in quoting Alderson (1979:225): The fact that the writer’s overall meaning remains totally obscure doesn’t materially affect the use of this passage as a cloze test.

to pick out what is essential and new. to compare these with what one already knows and also the ideas with each other.If one one described comprehension in the following terms one would probably come a step nearer to a more adequate definition. Pengutipan seperti ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 109 . To penetrate beyond the verbal and nonverbal forms of the text to the underlying ideas. and to revise one’s previous conceptions (Lunzer and Gardner 1979:235) The research into this particular area seems to indicate that cloze can only reliably and validly assess … Elipsis Untuk menghindari kutipan yang terlalu panjang dimungkinkan untuk membuang sebagian dari sumber yang panjang itu.

” atau … Vertical shifts involve the use or non-use of Creole-based forms. horizontal shifts entail the use or non-use of so-called patois speech. (3) Elipsis tidak boleh mengubah amanat apapun yang terdapat di dalam sumber kutipan. the thought is expressed that “… some very Indian uses of language. tengah. which one dares not call mistakes. atau akhir kutipan. add to the quaint charm of the language. In Panduan Penulisan K arya Ilmiah 110 .(1) Elipsis dilakukan dengan tanda tiga titik dengan spasi di kiri dan kanannya. On a passage from a novel. (2) Elipsis dapat dilakukan pada bagian awal.

either case. so radically different as to seem a distinct language … completely unintelligible to the listening North American … It should not be assumed that patois style is relatively uniform … (Edwards. Interpolasi menuntut perubahan redaksional suatu kutipan langsung. Jenisjenis interpolasi yang lazim ialah (1) sic. Perubahan itu ditempatkan di dalam tanda kurung persegi. Many mesolect speakers employ a patois that sometimes appears hardly related to its careful variant. and Hoy 1976:312). (2) komentar. dan (3) penyisipan anteseden. problems of intelligibility can be considerable. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 111 . Interpolasi Interpolasi ialah penjelasan atau pembetulan suatu kutipan yang diselipkan ke dalam teks. Rosberg.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 112 . Kata itu mestinya tertulis “lesser”. “If it is true that language and context are inextricably linked. to a greater or lessen [sic] extent. Di dalam contoh di atas. any stretch og language should. Ini dimaksudkan sebagai catatan bahwa kesalahan yang terdapat di dalam kutipan itu tertulis sebagaimana sumber aslinya. come trailing clouds of context with it …” (Thomson 1996:10). penyisipan [sic] menunjukkan bahwa penulis menyadari bahwa kata “lessen” tereja salah. (2) Interpolasi yang berupa komentar pendek dapat disisipkan di dalam suatu kutipan dengan maksud memperjelas suatu butir pernyataan. Komentar ini ditulis di dalam tanda kurung persegi.(1) Tanda [sic] ditempatkan di belakang kutipan yang oleh penulis dianggap merupakan kesalahan.

A theory. sematics and appropriate use] has been proposed by Oller (1979) among others. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 113 . He [William Shakespeare] was undoubtedly the greatest dramatist to date. sometimes called “The Grammar Expectancy Theory” [“grammar” here is used in the broad sense to include the syntax. (3) Anteseden disisipkan ke dalam kutipan langsung bilamana terdapat suatu pronomina di dalam kutipan itu yang tidak jelas perujukannya. No other dramatist has rivaled his ability to portray characters with such liveliness and colour. Di dalam contoh ini. kata “Grammar” yang dikutip dari Oller dijelaskan oleh pengutip dengan menuliskan penjelasan itu di dalam tanda kurung persegi.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 114 . Masalah itu berkaitan.Kutipan Khusus Dalam hal tertentu. dapat muncul masalah khusus yang berkaitan dengan penulisan kutipan. (3) pengutipan pidato. dengan (1) kutipan di dalam kutipan. (1) Kutipan di dalam kutipan Jika di dalam suatu kutipan langsung terdapat kutipan pendek.’ and ‘ basilect’ by sociolinguists implies that these terms have a real meaning when used in connection with particular language designations”. (2) pengutipan puisi. Mehrotra (1983:96) argues that “The usage of terms like ‘acrolect. ‘ ‘mesolect. kutipan langsung ditulis di dalam tanda kutip ganda (“) sedangkan kutipan pendek di dalamnya ditulis di dalam tanda kutip tunggal (‘). antara lain.

Shila. The order of major constituents (subject – object – verb) in the kernel sentence clearly marks it as Hindi.Kutipan pendek. not English. Moag (1982:227) writes: The following extreme [but not an atypical] example was overheard from a young female Fiji Indian sales clerk: “Shila account-book use kara. I think” … The female name. Kutipan pendek yang terdapat di dalamnya ditulis di antara tanda kutip ganda. (2) Pengutipan Puisi Cara pengutipan puisi bergantung pada panjang pendeknya bagian puisi yang dikutip. penulisannya mengikuti cara penulisan kutipan panjang.Jika kutipan itu panjang. disisipkan ke dalam teks denggunakan tanda kutip ganda. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 115 . and the verb kara … are the only native items in the sentence. yang hanya terdiri atas sebaris atau kurang dari satu baris.

linnet. stare. Kutipan tersebut ditulis berspasi tunggal. and wren”. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 116 . Kutipan yang terdiri atas dua sampai empat baris disisipkan ke dalam teks menggunakan tanda kutip pada awal dan akhir kutipan dan garis miring (/) antar baris.It is easy to feel the mystique of the songs of Ireland through the sound of “thrust. Synge sensed the inevitability of death when he said. dan berspasi ganda antar bait. “There’ll come a season when you’ll stretch / Black boards to cover me”. Kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih ditulis tanpa tanda kutip. dengan indent.

(3) Pengutipan Pidato Pidato dapat dikutip secara langsung menggunakan cara seperti yang disebut di atas. you said. No. for if you saw a crew Of living idiots pressing round that new Oak coffin – they alive.Something of this power can be felt in Synge’s “A Question” where he says: I asked if I got sick and died. It was stated that “… in Australia. a people once Panduan Penulisan K arya Ilmiah 117 . If you’d stand close to hear them talk or pray While I’m let down in that steep bank of clay. would you With my black funeral go walking too. I dead beneath That broad – you’d rave and rend them withj your teeth. And.

Ini sering terjadi bilamana penulis ceroboh atau kurang cermat di dalam menuliskan rujukan kutipan itu. kemudian menyalin dan memasukkannya ke dalam nas tesis tanpa mengingat bahwa catatan itu berasal daru sumber yang berhak cipta. Secara umum hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa: (1) Peneliti membuat catatan dari sumber tertentu.) 2.” (Bolkus in XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT) 1996. (2) Peneliti menggunakan buku yang mencakupi bidang pengetahuan yang persis sama dengan bidang yang sedang digelutinya.2 Kutipan tak Langsung Pengutipan tak langsung terkadang menimbulkan kecurigaan pembaca.remote and distanced from the world have embraced the future by welcoming into our population five and a half million migrants and regugees in the 50 years since World War II. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 118 .

tetapi tidak menyebutkan sumber kutipan itu. Sumber: In grammar we can see the continuation. of the long-term historical trend in English from synthetic to analytic. In the first half of the present century. perfecter. famousest.(3) Peneliti mengambil intisari suatu sumber dan merumuskannya menggunakan perhataan sendiri. patienter. An example is the comparison of adjectives. adjectives of more Panduan Penulisan K arya Ilmiah 119 . Where more and most are spreading at the expense of the endings –er and –est. -er and –est were used muct more widely than today. (5) Peneliti sengaja menggunakan tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. and shamefuller. (4) Peneliti mengutip dari catatan-catatan yang dibuat selama perkuliahan tanpa menyadari bahwa catatan-catatan itu dikutip dari sumber tertentu. lakukan langkah sebagai berikut. At one time. in small ways. from a system that relies on inflections to one that relies on word order and grammatical words. Untuk menghindari tuduhan adanya pembajakan (plagiarism) di dalam penulisan tesis dan karya-karya ilmiah pada umumnya. And in Early Modern English you meet forms like ancientest.

commonest) … (Barber.than two syllables always had more and most (more notorious. kemudian buatlah rumusan baru yang berupa pandangan mengenai isi teks dari titik pandang lain: … with the change of time the expression of some comparatives and superlatives has changed. Cambridge: CUP. most notorious). most famous) and some the other (commoner. while adjectives of one syllable normally had –er and –est. some being compared one way (more famous. p. 1993. Adjectives of two syllables varied. The English Language: a Historical Introduction. 274. C.) Cara pengutipan tak langsung yang dapat dilakukan oleh penulis: (1) Pahami secara umum intisari teks sumber. (2) Sajikan fakta sebagaimana yang tertulis di dalam sumber itu dalam bentuk daftar: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 120 .

richer. By early 20th century the preferences were: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 121 . (3) Gunakan frase seperti ‘according to Barber’.g. (3) Disyllabic adjectives could take either form. ‘Barber views that …’.… Until recently. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative). ‘In Barber’s opinion …’ dan sebagainya. e. more beautiful. e.g. most beautiful. most famour. richest.g. According to Barber (1993: 274). a study of the forms used in Early Modern English through the present day indicates that a change has been in progress. e. commonest (Barber 1993: 274). the basic rules were as follows: (1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative).

g. richest. 78 . commonest. 1994. Teknik Penulisan Daftar Pustaka 3.80 : (J. Barber claims that the transition is now almost complete. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 122 .g. more beautiful. 3. Grisham.(1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative).1 Perujukan Kutipan Perujukan dilakukan dengan menyebutkan nama belakang atau keluarga pengarang. e. richer. e. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative).g. pp. most beautiful. most famour. 1994: 78 – 80) : (Grisham 1994: 78 – 80) Penulisan dua atau tiga nama adalah sebagai berikut. tahun penerbitan. e. Salah Salah Benar : John Grisham. (3) Disyllabic adjectives could take either form. dan halaman bagian teks yang dirujuk.

2 Aturan Umum Tata Tulis Pustaka Acuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah : Accor 123 . nama itu harus langsung diikuti.. 1990: 78 – 80) : (Hatim et. 1990: 78 –80) : (Hatim et al. 1990: 78 – 80) Jika nama pengarang disebut oleh penulis sebagai bagian integral di dalam teks. Hatim and I. nama-nama yang disebut sebagai rujukan kutipan ini harus dimunculkan di dalam Daftar Pustaka(Reference atau Bibliography) 3. Salah Salah Benar : (Hatim etc. Mason. Mason. dengan tahun penerbitan dan halaman bagian teks rujukan. 1990: 78 – 80) : (B. and Anderson 1991: 78 – 80) Penulisan lebih dari tiga nama adalah sebagai berikut. Al.Salah Salah Benar : (Basil Hatim and Ian Mason. di dalam tanda kurung. Salah Benar : Acording to Hatim and Mason (1990: 1). the world of translator is inhabited by an extraordinary number of dichotomies Selanjutnya. 1990: 78 – 80) : (Hatim and Mason 1990: 78 – 80) atau (Hatim.

J. and I. Nama yang Sebenarnya James M. B. (1) Nama pengarang ditulis dengan cara: nama belakang atau nama keluarga mendahului nama pertama atau nama panggilan. Hatim. Kate L. nama badan itu ditempatkan sebagai nama pengarang. Ian menjadi I). B. (2) Jika sumber berupa karya suatu badan. nama panggilan hanya ditulis inisialnya ( James menjadi J. dan (3) fakta tentang penerbitannya. organisasi. komisi. Turabian. M. Turabian Basil Hatim dan Ian Mason Nama di dalam Pustaka Acuan McCrimmon. yaitu (1) nama pengarang. (2) judul karangan. Mason Perhatikan bahwa di dalam pustaka acuan. Department of Education Optus The Committee of Poverty Alleviation Panduan Penulisan K arya Ilmiah 124 . departemen. McCrimmon Basil Hatim Kate L.Pada dasarnya setiap lema di dalam pustaka acuan terdiri atas tiga bagian. Nama pertama ini hanya ditulis inisialnya. Hatim. Nama Kate tidak disingkat untuk memudahkan identifikasi bahwa penulis ini berjenis kelamin perempuan.

1995. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun yang terdahulu.(3) Jika di dalam karangan tidak ditemukan nama pengarangnya. Hal yang sama berlaku pada nama majalah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 125 . Jika disebutkan beberapa tahun dan dilengkapi dengan keterangan bahwa buku yang dimaksud adalah buku edisi tertentu. Tips for Reading Intensively. jurnal. Tahun terbitan di dalam buku C 1990 C 1990 Third Impression 1991 C 1990 New Edition 1995 Penulisan di dalam Pustaka Acuan 1990 1990 1995 (5) Judul karangan yang berbentuk buku ditulis dengan cetak miring. atau koran. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun ketika edisi terbit. Misalnya Extra Work or Extra Payment. (4) Tahun penerbitan buku ditulis mengikuti nama pengarang. perujukan dimulai dengan judul karangan. 1993. Jika di dalam buku disebutkan beberapa tahun – misalnya 1990.

nama penerbit dan tahun penerbitan. (6) Fakta penerbitan terdiri atas tempat penerbitan. Tempat penerbitan diikuti dengan nama penerbit. sedangkan tahun penerbitan ditempatkan di belakang nama pengarang atau penyunting. nama yang ditulis di dalam pustaka acuan hanya nama penerbit yang disebut pernama kali. Cambridge: Cambridge University Press. London: Routledge. atau adverbia) diawali dengan huruf kapital. Di dalam buku London and New York Panduan Penulisan K arya Ilmiah Di dalam Pustaka Acuan London 126 .Nama Terbitan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Nama Pada Pustaka Acuan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Perhatikan bahwa kata kunci pada judul-judul di atas (yang berupa nomina. ajektiva. (7) Jika terdapat lebih dari satu nama penerbit. verba. Toronto: Prentice-Hall Canada Inc.

n. London: Cambridge University Press.d. London: McMillan. 1994. Politeness: Some Universals in Language Usage. Grisham. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 127 .3 Contoh Penulisan Lema Pustaka Acuan (1) Buku oleh satu pengarang Austin. J. D. (no date). Levinson.London. 1962. and Sydney London New York (8) Jika di dalam buku tidak ditemukan tahun penerbitannya. New York.d. New York: Warner (2) Buku oleh dua atau tiga pengarang Brown. How to Do Things with Words. Toronto. pada pustaka acuan ditulis n. J.L. 3. Oxford: Oxford University Press. Approaches to Discourse. Tokyo. and Sydney New York. The Pelican Brief. J. 1987. P. dan S. Lyons. Massachusetts: Blackwell Publishers. Schiffrin.C. Changing Time Changing Shapes. 1994.

M. Advances in Spoken Discourse Analysis. 1976. 1978. Cambridge: Cambridge University Press. van. Amsterdam: North Holland. (5) Buku suntingan dua orang atau lebih Guenthner. dan M. 1986. Tubingen: Gunter Narr Verlag. T. F. 1991. 1978. (3) Buku oleh lebih dari tiga Pengarang Alwi. Jakarta: Depdikbud RI. Dijk. (ed). Cambridge: Cambridge University Press. (4) Buku suntingan satu orang Coulthard. Radford. E. The Pragmatics of Language and Literature. A. London: Routledge. London: Duckworth. et al. L. 1993. et al. N. Blum-Kulka (eds).Hewson. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. (ed). H.). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 128 . Meaning and Translation: Philosophical and Linguistic Approaches. Goody. Redefining Translation: The Variational Approach. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2nd ed. House. London dan New York: Routledge. Guenthner-Reutter (eds).A. and S. 1992. 1999. J. (ed). Martin. Interlingual and Intercultural Communication. dan J. Linguistics an Introduction.

Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.Holmes. G. Speech Act Theory and Pragmatics. de Haan. ketiga. D. 1991. dan seterusnya Bassnett-McGuire. (9) Karangan (Essay) di dalam buku suntingan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 129 . J.). Turabian. dan A. F. Searle. Theses. and Disertations (6th Ed. London: D. Bierwisch (eds). Translation Studies (Revised Ed. Kate L. 1990. J. The Nature of Translation.. Chicago: The University of Chicago Press. Cambridge: Cambridge University Press. (6) Buku edisi kedua. F. 1993. M. Riedel Publishing Company. 1996. Kiefer. and M. S. A Manual for Writers of Term Papers. (7) Buku yang terdiri atas dua jilid atau lebih Vanderveken.).R.D. 1980.. 1982. Prinsip-Prinsip Pragmatik. 1: Principles of Language Use. Meaning and Speech Acts Vol. (8) Buku terjemahan Leech. The Hague: Mouton. Translated by Oka. Popovic (eds). 1970.D. London: Routledge.S.

Sharwood. pp. Universals in language usage: Politeness phenomena. Goody (ed. P. Hunston. pp. Hlm. House and S. In J. XV. Syntax in second language acquisition.A.).S. The concept “shift of expression” in translation analysis. 56 – 311. F. Popovic. 1970. Di dalam J. 11th ed. and A. B. Encyclopedia Britanica. Holmes. Francis. In E. 1978. 78 – 90. Smith.Coulthard (ed.Broeck. pp. dan S. 1996. R.B. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 130 . Contrastive discourse analysis as a tool for the interpretation of shifts in translated texts. 1986. E. M. de Haan. Samuel Johnson. A. N. Popovic (eds. New methods in translation research: new horizons in translation studies. Brown. M. FIT. G. Levinson. pp. 463 – 471. 37 – 49..). van den. T. Drinitrova. (10) Artikel di dalam Ensiklopedi Macauly. pp. 1999.1992. Analysing everyday conversation.). 1970. Edited by Bernard Spolsky. In Concise Encyclopedia of Educational Linguistics.).C. Amsterdam: Elsevier. Hlm.123 – 61. BlumKulka (eds. 856 – 65. dan S.

1987. 1990. Journal of Pragmatics. Lokalisme sebagai Ekses. F. Acceptability and language specific preference in the distribution of information. Indirectness and politeness in requests: same or different? Journal of Pragmatics. Doherty. S. 18. S. (13) Kumpulan Artikel/Proceeding Seminar Panduan Penulisan K arya Ilmiah 131 . September. 11: 131 – 46. 166 – 7. S. Tempo. TARGET. 2005.Y. S. Prasetyo. 5/3: 196 – 213. 18 Agustus. 9/1: 1 – 25. 28 Agustus. Hlm. (12) Artikel di dalam Koran dan Majalah: Basuki. 2005. Applied Linguistics. Bahasa kita: Rusak bahasa. Politeness phenomena in modern Chinese. Novel nonfiksi dan kemungkinannya. Manshur. 2005. Suara Merdeka. 64 – 5. Intisari. 14/2: 237 – 57. rusaklah pemikiran. Hlm. dan E. M. Blum-Kulka. Requests and apologies: a cross-cultural study of speech act realization patterns (CCSARP). 1997. Hlm. Olshtain. 1984.(11) Artikel di dalam jurnal atau majalah Ilmiah Blum-Kulka. Gu.

1999. dan karangan lain yang tidak diterbitkan secara komersial Gunarwan. (14) Tesis. Thesis Magister Humaniora Universitas Indonesia. XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT). Perbandingan Derajat Kesantunan antara Tindak Tutur Direktif di dalam Novel A Farewell to Arms Karya E. Proceedings Vol. Melbourne: The Australian Institute of Interpreters and Translators. 25-30 July. (2001). C. Y. 1993. A. Engagement: a necessary ingredient for participation in adult basic education. Japan. 1996. Implikatur Percakapan sebagai Pengungkap Humor di dalam Wacana Humor Verbal Lisan Berbahasa Indonesia. and Durant.FIT. 1998. (14) Bahan yang dipetik dari situs internet Berbentuk buku Ziegler. Kobe. Mujiyanto. Disertasi Universitas Indonesia. Online. disertasi. 2. Paper presented at The Fourth International Pragmatics Conference. M. Rustono. Hemingway dan Terjemahannya. The politeness rating of English and Indonesian directive types among Indonesian learners of English: Towards contrastive pragmatics. Available at Panduan Penulisan K arya Ilmiah 132 .

htm [accessed 11/11/01] Berbentuk artikel di dalam buku Shohet.www.L. Linda.html [accessed 03/15/00] Berbentuk artikel anonim dan tak bertanggal Self-Evaluation Kit. Online at ww.edu/teachers/departments/edld/conf/ critical. T. Chapter 6. Adult Learning and Literacy in Canada. S. Available at http://ncsall.html [accessed 9/23/03).ca/aerc/2001/2001ziegler. 2001. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 133 . Vol. How to Do Things with Words. 1962. harvard. Berbentuk artikel tak bertanggal Rocco.educ.nald. K.ca/PROVINCE/SASK/SLM/selfeval/t oc. Austin.bsu. Online www. (NCSALL). (2001). J.4 Tata Urut Penulisan Pustaka Acuan Allan.gse.htm [accessed 06/23/03] 3. (n. 2.ubc.edu/ann_rev/vol2_6.edst.d) Critical reflection in practice: experiences of a novice teacher. Oxford dan New York: Oxford University Press. Natural Language Semantics. Oxford: Blackwell Publishers. In The Annual Review of Adult Learning and Literacy.

). Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. T.).) Pp.E. Eagleton. 1999. New York: Hill and Wang. (ed. Terjemahan dari Bahasa Perancis oleh R. C. M. 1988. Bierwisch (Ed. Pp. Readers’ subjective reactions to original poems and their translation: towards an assessment of dynamic equivalence. N.R. 1980. London: Routledge. Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice (2nd ed. Between Languages and Cultures: Translation and CrossCultural Texts. Pittsburgh dan London: University of Pittsburgh Press. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 134 . Minneapolis: The University of Minnesota Press. F. In J. Cambridge: Cambridge University Press. E. M. Searle. 1992. 1996.Baker. Bierwisch. 1 – 36. New Jersey: Prentice Hall. Gunarwan. dan C. dan M. 1995. 905 – 920. The Semiotic Challenge (Fine Ed.) 1978. R. Howard. Kiefer. Semantic structure and illocutionary forse.). A. Maier (eds. Bressler. In Other Words: A Coursebook on Translation. Di dalam FIT.). A. Dingwaney. Literary Theory: An Introduction (2nd ed. 1996. Goody. Barthes.

Rice. 1995. The relations between translation and material text transfer. The concept of equivalence and the object of translation studies.K. Koller. H. Context. Saeed. Hewson.). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 135 . Style in Fiction: A Linguistic Introduction to English Fictional Prose. Jakarta: The Translation Center. Leech. Language and Context a Functional Linguistic Theory of Register. 1991. Modern Literary Theory (3rd ed. 7. Oxford dan Massachusetts: Blackwell. P. 1985.). (ed. 191 – 222. Pp. W. London dan New York: Pinter.A. and Text. A. L. Semantics. dan M. Short.H.I. G. 1995. 1998. TARGET. dan J. 1981. 1997. 1992. Waugh.N. J. Melbourne: Deakin University Press. Pym. dan R. 4. Martin. London: Routledge. dan P.Halliday. Redefining Translation: The Variational Approach. Pp. R. 171 – 89. Redefining Textual Equivalence in Translation with Special Reference to IndonesianEnglish. Language. Hasan. London dan New York: Longman. London: Arnold. M. TARGET. 1996. Machali. Leckie-Tarry.

1979. The classification of illocutionary acts. 1997. 137 – 51. Language through Literature. Pp. London dan New York: Routledge. R. 8. Simpson. J. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 136 .Searle. Language in Society. P.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 137 .