BAGIAN I

PANDUAN DASAR

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

2

1. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan pada masalah, baik yang sederhana maupun yang rumit. Bila berhadapan dengan masalah yang rumit, kita bertanya-tanya mengapa terjadi masalah itu, dan mengapa masalah itu rumit untuk dipahami. Bila yang berhadapan tersebut seorang mahasiswa cerdas dia akan minta bantuan kepada teman sebayanya, kakak kelasnya, dosennya, atau bahkan mungkin profesornya. Bila salah satu profesornya memberi jawaban berdasarkan teori yang dikembangkan orang lain yang tertulis dalam sebuah buku, dia juga bertanya profesornya menggunakan buku X bukan Y? Mengapa professor X tidak menjawab pertanyaan berdasarkan penelitiannya sendiri? Seorang peneliti atau pengarang yang cerdas, dan kaya pengalaman kerapkali seperti anak kecil, yang cerdas, dan kreatif, selalu bertanya, apa sebab suatu kejadian, peristiwa dan masalah, dan selalu ingin tahu apa jawabannya. Jawaban yang diinginkan anak tersebut tampaknya bukan sekadar jawaban, melainkan jawaban yang terkait dengan struktur alam pikiran yang dia ketahui, dan struktur sosial-ekonomi di sekitarnya. Untuk anak yang memiliki lingkungan ekonomi kuat dan struktur alam pikiran yang cerdas, tampaknya menghendaki jawaban yang lebih didasarkan pada fakta, dan makna sebuah fakta yang dipandang dapat merupakan akar suatu masalah atau landasan pemikiran tertentu.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

3

Pengetahuan dapat berupa tulisan dari memori berdasarkan pengalaman. 2. yang telah mengacu pada teori orang lain kadangkadang belum dapat memberikan pemecahan yang memuaskan atas suatu masalah. maupun yang berasal dari pengamatan yang dilaksanakan dengan cara yang tidak sintematis. Tulisan yang disusun berdasarkan pengetahuan atau pengalaman pribadi. Secara sederhana karya ilmiah dapat dikatakan sebagai tulisan untuk mencari sebab akibat suatu masalah untuk mendapatkan keterangan yang lengkap berdasarkan penalaran. kesaksian suatu peristiwa dilukiskan secara cermat. Dengan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 4 . berdasarkan nalar sehat dan logika yang telah mereka miliki.Bagi orang dewasa. PENGETAHUAN Pengetahuan berbeda dengan ilmu atau karya ilmiah. tidak jelas metodenya dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. perjalanan. jawaban atas keingintahuan tersebut dapat ditulis dalam bentuk karangan singkat atau karangan bersambung berdasarkan struktur penalaran logis yang dapat menjadi dasar sebuah tulisan ilmiah. baik yang berasal dari pengamatan indrawi atau dari belajar sendiri. pengetahuan atau perhatian terhadap masalah tersebut. dengan mengunakan metode yang tepat. perlu dicarikan jawaban dengan bertanya kepada sejumlah orang yang dipandang memiliki pengalaman aktual. Pengetahuan adalah semua informasi yang tersusun di dalam memori seseorang.

merekonstruksi. temuan orang lain. Karena proses untuk mendapatkan pengetahuan berbeda dalam tingkattingkat yang ditempuh. sampai dengan mengetahui. dia akan tetap tahu dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 5 . tetapi perlu acuan tertentu yang dapat membantunya. dapat membandingkan. dapat membedakan. mulai tahu. memperhatikan. mengerti.demikian. pengalaman. Acuan tersebut dapat berupa teori yang telah dikembangkan orang lain. Misalnya. dia menjadi tahu bahwa orang yang selalu dekat dengannya adalah ibunya. atau hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain. Bila seorang anak bertambah penalarannya. termasuk penelitian. terjadi semacam korenspondensi antara gagasan yang telah disusun untuk memecahkan masalah tersebut dengan kondisi di tempat masalah tersebut timbul (lapangan). sehingga tulisan yang disajikan tidak bersifat gagasan kosong yang tidak membumi. dengan metode tertentu. Karya ilmiah. pada waktu seorang anak kecil mulai tumbuh. Untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan suatu proses: mulai dengan mengenal. sekurang-kurangnya mengandungi masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan akal sehat (common sense) atau intuisi. dan menilai mana yang benar dan mana yang tidak benar. Memecahkan masalah dapat dilakukan dengan mengacu kepada teori yang dikembangkan ahli yang terkait. pengetahun dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan juga. mangalisis. atau pengalaman orang lain yang dapat diuji keandalannya.

Dalam perkembangan selanjutnya. langkah selanjutnya adalah menyususn tujuan penelitian. prosedur awalnya sama dengan mencari pemecahan masalah dalam pengetahuan. misalnya kakak prempuannya. tetapi pada tahap selanjutnya disyaratkan untuk mengadakan studi awal untuk melihat latar belakang suatu masalah. tidak spontan. KONSEP ILMU Penciptaan karya ilmiah menggunakan prosedur yang agak berbeda dengan pembuatan tulisan atau laporan biasa. anak dapat membedakan antara ibunya dan wanita lain. Tujuan ini harus sesuai dengan masalah yang hendak dipecahkan. sehingga arah pemecahannya cukup terarah. Bila latar belakang masalah telah dapat digambarkan dengan jelas. pengetahuan adalah suatu proses yang berkesinambungan. masalah yang ditemukan seorang peneliti atau penulis ilmiah harus dicarikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 6 . Jadi. Apabila masalah penelitian telah disusun dengan jelas. Pada tahap sekanjutnya. Dengan demikian. pengetahuan diperoleh dengan proses yang lebih detail dan lebih teliti akan berbeda dengan pengetahuan yang diperoleh secara cepat. baik yang serupa maupun yang berbeda. Dalam penelitian. misalnya lewat pandangan pertama. di mana posisinya dengan masalah yang lain.mengenal ibunya meskipun dia berbusana indah. seorang peneliti bertugas merumuskan masalah secara jelas. 3. atau selayang pandang seperti melihat sesuatu dari atas mobil atau pesawat terbang.

1 ilmu dan common sense berbeda tajam dalam beberapa hal. tempat. tetapi dalam pengertian yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 7 . dan juga dari acuan kepada hasil penelitian valid yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Ilmu diperoleh mengunakan konsep dan struktur teori yang disusun secara sistematis dari pendapat orang lain. Menurut Kerlinger. peneliti harus mencoba mengkaitkan masalah yang diteliti dengan situasi. Kaitan antara kajian teori dan masalah yang hendak dipecahkan biasanya dirumuskan dalam suatu kerangka konseptual. kondisi kebudayaan. Perbedaan tersebut terletak pada sistematika dan cara pengendalian. Dari kajian yang diperoleh. Deduksi dapat diartikan mencari landasan teori dari rumus atau teori besar yang telah menjadi dasar pengembangan ilmu yang terkait. Untuk mencari dasar masalah yang dirumuskan.jawabannya lewat data penelitian di lapangan atau di laboratorium. peneliti harus menyusun landasan konseptual atau teoritis yang merujuk kepada teori yang telah terbukti keunggulannya dan disusun secara deduktif dan induktif. di tempat dia melakanakan penelitian tersebut. dengan metode penelitian yang sesuai. Berdasarkan konsep tersebut dirumuskan dugaan atau perkiraan secara nalar berdasarkan deduksi. Penelitian ilmiah berbeda secara mendasar dengan pengetahuan yang ditulis berdasarkan akal sehat atau common sense. alat penelitian yang teruji vaiditas dan reliabilitasnya. kondisi sosial ekonomi. Akal sehat biasanya diperoleh menggunakan teori dan konsep.

Perbedaan antara common sense dan ilmu adalah bahwa common sense tidak berdasarkan penyelidikan atau penelitian yang mempertanyakan apakah apa yang diyakini tersebut terbukti benar atau salah. dalam krisis ekonomi. Di samping itu. atau perilaku korup dari pengelola birokrasi. meyebutkan bahwa common sense adalah akal sehat atau pendapat umum.longgar. Selanjutnya dikatakan bahwa common sense merupakan campuran dari insight utama sebagai prinsip nonkontradiktif. mempertimbangkan faktor terkait lain yang diperiksa dengan metode yang sahih. sampai pada suatu kumpulan pengatahuan mengenai hal-hal yang remeh. menguji beberapa teori dan kemudian membuat hipotesis3 atau perkiraan. menguji teori tersebut dengan konsistensi internal. Orang awam juga menbuat hipotesis. dengan uji empiris. serta perkembangnnya. Misalnya. menganalisis bencana alam dipandang sebagai peringatan atau hukuman kepada orang yang menjadi kurbannya. Ilmuwan mempunyai pola berpikir tertentu. dan tidak sistematis. yang dipersalahkan adalah etnis tertentu. nilai ketepatan bersifat relatif. Mereka mengembangkan struktur teori. Dalam memecahkan masalah. melalui banyak keyakinan yang lebih meragukan. Demikian juga. tetapi teori yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 8 . Dengan perkataan lain. Hardono2. orang tidak mencoba mengkoreksi perilaku kelompok lain. ilmuwan juga menyadari bahwa konsep yang mereka buat tidak selalu paling tepat. ilmuwan merujuk kepada teori yang relevan dengan masalah dan keadaan.

agar rakyat mengerti dan siap menghadapinya. orang awam biasanya cukup puas menerima penjelasan dengan konsepsi yang bias. Mereka tidak mau memberikan penjelasan mengenai sumber-sumber dari luar yang dipersoalkan. serta memilih bukti tertentu yang dapat mendukung Dalam mengontrol pendapatnya. selektif dengan memilih yang cocok dengan pendangannya.dipergunakan hipotesisnya. Para penulis awam kerap kali tidak memberikan penjelasan tentang sebab suatu kejadian atau masalah secara sistematis berdasarkan phenomena yang mereka amati. Dalam penelitian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 9 . Maka. mereka mengabaikan anak nakal dari kawasan gedongan. yang mungkin menjadi sebab terjadinya suatu masalah. dan biaya produksi yang serentak naik. agar masyarakat dapat memahami persoalannya. Misalnya. Dalam kasus kenaikan harga BBM (Oktober 2004). perlu ada penelitian ilmiah yang dapat memberikan bukti yang valid. peneliti mencoba untuk sementara waktu mengabaikan variabel yang tidak terkait langsung dengan masalah. Yang dikontrol hanya variabel yang memiliki kaitan atau penyebab langsung dengan masalah yang hendak dipecahkannya. banyak orang yakin bahwa anak nakal berasal dari kampung kumuh. mestinya secara obyektif diteliti akibat kenaikan harga BBM tersebut terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. transportasi.

studi dokumen. dan pengembangan ilmu yang paling banyak dikerjakan melalui penelitian. Proposisi yang bersifat metaphisik seperti itu menjadi bagian dari ilmu fisafat. Apakah perbedaan antara penalaran sehat dan ilmu terletak pada penjelasan yang berlainan mengenai fenomena yang teramati (Explanation of the observed phenomena)? Seorang peneliti berusaha menjelaskan hubungan antara data yang diobservasi secara cermat dan mengesampingkan apa yang tersirat dalam metaphysical explanation atau proposisi yang tidak dapat diuji. tidak dapat diuji. atau orang pandai karena suratan.Ilmuwan terikat terus-menerus secara aktif dan sistematis dengan fenomen-fenomen dan dengan kesadaran yang tinggi sehingga menemukan hubungan sebab akibat yang jelas dan rasional. dan kebenaran ilmiah. karena itu. Berdasarkan uraian di atas. Hal ini tidak berarti bahwa ilmuwan tidak perlu memperhatikan proposisi seperti itu. Yang menjadi perhatian ilmuwan peneliti adalah gejala yang dapat diamati. Proses dalam mendapatkan ilmu ditempuh dengan penggalian. orang miskin karena takdir. Misalnya. eksperimen. sedangkan ilmu diperoleh dan disajikan dengan cara yang terikat pada sistem. pengamatan. dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mendasar antara pengetahuan dan ilmu: Pengetahuan diperoleh dan disampaikan menggunakan akal sehat. Proposisi tersebut bersifat metaphisik dan. Untuk mendapatkan ilmu. metode. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 10 . teori. dan bukan lahan ilmuwan.

di mana pengetahuan tersebut dimengerti secara sempit. Berdasarkan pernyatan tersebut.4 Selanjutnya menurut Heidegger ilmu yang diperoleh manusia disebut. Pengetahuan tidak bisa meramalkan bagaimana ada itu dinyatakan. a-letheia. tetapi ilmu dapat membuat ramalan apabila variabel yang dipelajari diperoleh dengan metode yang benar. alat yang benar.diperlukan persyaratan yang harus dipenuhi dengan cara yang sistematis dengan mengikuti metode tertentu dan berdasarkan kebenaran. Tradisi epistemologi cenderung membatasi diri pada ‘persepsi inderawi dan pemahaman intelektual’. kaum sophis mempunyai pandangan bahwa pengetahaun dalam arti sempit adalah pengetahuan yang dalam keadaan apa pun tidak dapat salah. Filsafat ilmu atau epistemologi5 merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan lingkup pengetahuan dasar dan yang pengandaiannya secara umum dapat diandalkan melalui penegasan yang dinyatakannya. ilmu dan pengetahuan adalah pernyataan diri dari ada. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 11 . Ilmu juga menganjurkan bahwa orang yang mempunyai perhatian terhadap filsafat ilmu harus memiliki kerendahan hati dalam menghadapi pengalaman dan keterbukaan secara menyeluruh terhadap dunia di sekelilingnya. serta kondisinya tidak berubah secara drastis. tak bisa diperoleh dan karena itu tak usah dicari. Artinya. Pengembangan ilmu adalah proses psikis yang menyebabkan kesadaran manusia memasuki terang ada.

pengenalannya. rasionalisme. dan memberi inspirasi kepada beberapa aliran. dasar. 3. mengenai hakikat. sebab mereka menjawab pertanyaan pokok yang mendasari ilmu. Konsep yang mereka kembangkan memberikan sumbangan yang amat berharga bagi perkembangan umat manusia. dan kepastian ilmu. yang merefleksikan konsep dan pandangan tentang ilmu. dan empirisme. Aliran terbesar yang berpengaruh adalah skeptisisme. sebagai adalah: perintis Apa epistemologi. yaitu usaha untuk mencari pembenaran (justify) bahwa pengetahuan itu terkait erat dengan peranan inderawi dan akal dalam logi. ruang lingkup dan syarat umum. Jawaban yang dikemukakan oleh para filsuf atas pertanyaan Plato tersebut ternyata beragam. Pertanyaan Plato.Epistemologi yang diketengahkan kaum Sophis tersebut adalah epistemologi tradisional. yang disebut mengemukan beberapa pertanyaan yang mendasar tentang epistemoyang dimaksud pengetahuan? Di mana pengetahuan biasanya diperoleh? Di mana terdapat masalah yang biasa perlu kita ketahui? Berapa yang benarbenar pengetahuan? Dapatkah indera menghasilkan pengetahuan? Dapatkah akal memberikan pengetahuan? Apakah hubungan antara pengetahuan dan keyakinan yang benar?6 Bertolak dari pertanyaan tersebut. para filsuf sesudah Plato berusaha mengembangkan filsafat ilmu untuk menjelaskan sumber.1 Skeptisisme 12 Panduan Penulisan K arya Ilmiah .

beranggapan bahwa tidak ada masalah mengenai ilmu pengetahuan sebab pertanyaan kritis tidak dapat diajukan secara konsisten. Terhadap keberatan ini ada beberapa jawaban yang terkait dengan segi positif dari keberatan tersebut. sampai sekarang banyak filsuf yang berusaha mengembangkan teori pengetahuan untuk menjelaskan sumber. dasar. posisi kaum skeptis absolut cukup rapuh.8 Berangkat dari pandangan Plato tentang pengetahuan. Tidak ada keraguan atau suatu penyangkalan terhadap keterbukaan ini dapat dipertahankan. Adanya ilmu merupakan suatu hal pokok yang dapat direduksi. karena dalam kenyataan epistemologi dianggap mengusulkan suatu tujuan khayal sebab kita harus medemonstrasikan validitas ilmu pengetahuan kita. dan akibatnya telah mengandaikan validitasnya. Pikiran ada dan adanya pikiran merupakan kesaksian bagi dirinya sendiri mengenai keterbukaan terhadap ada. yang berarti kita telah menggunakan ilmu kita. Kaum Skeptis berkeberatan dengan epistemologi.Kaum skeptis meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. seperti Etienne Gilson. Dengan demikian. dan kepastian pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 13 . Sebaliknya. Yang ditekankan adalah kelekatan tanpa syarat antara pikiran dan kenyataan.7 Hardono menjelasakan bahwa kaum skeptis. mereka mengajarkan bagaimana orang dapat maju tanpa ilmu pengetahuan yang pasti.

Bagi Decartes persoalan dasar bagi fisafat pengetahuan bukan bagaimana kekeliruan. Keraguan ini disebut universal karena terentang tanpa batas. Sebagai reaksi terhadap teori rasional tersebut timbul teori empiris dari Inggris yang dipelopori oleh John Locke.2 Rasionalisme dan Empirisme Konsep pengetahuan seperti yang dikemukan oleh Plato dan Decartes disebut ‘rasionalisme’ sebab mereka menegaskan bahwa dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja kita dapat menemukan pengetahuan dalam arti yang paling ketat. yaitu pengetahuan yang dalam keadaan bagaimanapun tak mungkin salah. sehingga pengetahuan kita dapat dibangun di atas dasar kepastian absolut. Thomas Hobbes dan David Hume10. Hasil yang diperoleh dari studi tentang pengetahuan untuk mendukung pendapat Plato tersebut sampai hari ini ternyata beragam.manusia. Mereka berusaha menemukan basis pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah kita dapat tahu tetapi mengapa kita dapat membuat 14 . 3. Decartes menggunakan keraguan untuk mengatasi keraguan. Salah satu cara untuk menentukan bahwa sesuatu itu pasti adalah melihat seberapa jauh hal itu bisa diragukan.9 Prosedur yang disarankan Decartes disebut ‘keraguan metodis universal’. akhirnya kita akan mencapai titik yang tidak diragukan. sampai keraguan itu sendiri membatasi diri. Bila kita secara sistematis mencoba meragukan sebanyak mungkin pengetahuan kita.

yang dihasilkan adalah skeptivisme yang sangat menyedihkan tentang pengetahuan sejati. disebut benar karena sesuai dengan lenyataan. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. saya menyatakan kenyataan. Menurut Hume. itu epistemologi juga Panduan Penulisan K arya Ilmiah benda itu berwarna hijau. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. Di samping.dari pengalaman inderawi. Perkembangan filsafat Inggris yang dimulai dari John Lock dan Hume pada abad 18 telah mengilhami aliran ilmu pengetahuan yaitu: teori empiris. apapun yang diketahui tentang pengalaman inderawi. Misalnya. Dari pengalaman inderawi mereka mendapatkan informasi tentang dunia yang sangat kurang daripada harapan mereka. KEBENARAN Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. dan itu adalah benar hijau. Jika saya menyatakan sesuatu. Hume menunjukkan bahwa dari penelitian yang dibuatnya. Apa yang menurut pendapat kita merupakan pengetahuan tak lain hanyalah suatu cara pengaturan pengalaman yang masuk ke dalam memori kita. pandangan mengenai apa yang terjadi di sekitar kita semata-mata diakibatkan oleh kerja psikologis yang aneh dari manusia. 4. pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari 15 . Epistemologi terkait erat dengan pernyataan benar dan pertimbangan yang diberikannya.

bukti Keakuratan (evident). kita mengenal zaman yang paling berpengaruh terhadap dunia modern sekarang ini. seperti apa yang diucapkan seorang Shophis terkemuka. kebenaran dengan harus diputuskan yang berdasarkan sesuai keadaan sesungguhnya. tak seorangpun dapat mengetahuinya. tetapi dapat mengabstraksinya sebagai hal yang bersifat kognitif. Ini merupakan tugas utama epistemologi. mereka yang meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar.memberi dasar pertimbangan yang paling mendasar kepada pernyataan yang diberikannya. dan kalau ada. Protagoras. yaitu Renaissance dan Humanisme. Dengan mengarahkan pertahatian kepada evidence.12 Dalam sejarah Barat. setelah mereka berhasil mempelajari naskah yang ditulis dalam bahasa Yunani dan dapat mengembangkan pribadi sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. mereka tak dapat mengomunikasikannya”. mengajarkan cara orang dapat maju di dunia tanpa pengetahuan yang pasti. seorang epistomolog dapat melepaskan diri dari perhatian dan keadaan yang terlalu sempit karena batas inderawi.11 Orang dapat menang dalam debat dengan bicara sangat meyakinkan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 16 . bahwa ‘manusia merupakan ukuran segalanya’. sementara seorang sophis lain Gorgias mencanangkan: “Tak suatupun ada.13 yaitu aliran yang menonjolkan kemampuan manusia sebagai pribadi yang dapat mempelajari pengetahuan. dan kalau mereka mengetahuinya. Bahasa lain yang dikemukakan oleh Popper.

yang pada dekade berikutnya diikuti dengan zaman rasionalisme. atau dipanasi dengan sengaja agar mendapatkan bentuk atau warna tertentu. metode dan sistem yang dipergunakan. ataupun cara kerja ilmu tersebut. filsafat ilmu. hasil yang dicapai. setelah dianalisis menghasilkan simpulan yang disebut induksi. kaum intelektual pada waktu itu memperoleh kesempatan untuk mendalami aliran pemikiran.Dengan mempelajari naskah Yunani kuno dan menerjemahkan naskah tersebut ke dalam bahasa Jerman. filsafat. Perkembangan filsafat ilmu dimulai sejak zaman Renaissance dan Humanisme. 4. sistem pemerintahan. dan tepat bila ilmu dilihat dari sudut proses mendapatkannya atau yang biasa disebut metode. dan teknologi yang ada pada zaman Yunani Kuno. dan tepat menurut beberapa cabang ilmu. Hipotesis diuji berkali-kali dalam beberapa temperatur udara. dan dampaknya segera berkembang aliran Humanisme dan Renaisance. Percobaan tersebut.1 Kebenaran Menurut Ilmu Empiris Istilah benar umumnya menyangkut isi ilmu itu sendiri. Ada beberapa macam cara kerja ilmu atau jalan yang ditempuh untuk mencapai pengetahuan yang benar. budaya. Dalam ilmu alam atau fisika. 14 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 17 . kimia dan biologi dipergunakn serangkaian percobaan sehingga dapat ditemukan perkiraan atau hipotesis. antara lain: proses pembentukan ilmu. Berkaitan dengan filsafat ilmu tersebut berkembang juga paham tentang benar.

15 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 18 .) dan teori tentang kebenaran sebagai keteguhan (cohenrence theory of truth).induksi merupakan cara untuk mendapatkan ketepatan dan sekaligus kebenaran. Dalil yang dirumuskan mungkin bersifat sementara sebelum diuji coba dalam berbagai temperatur. yang mementingkan obyek yang diketahui serta bagaimana berlangsungnya pengetahuan tersebut. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan pada percobaan berikut untuk benda atau tumbuhan yang sama. kondisinya berbeda karena pada waktu diberi perlakuan atau pertanyaan manusia memberikan reaksi yang berbada-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. misalnya: “air bila dipanasi terus menerus dapat menguap. Pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu kemanusian. besi apabila dipanasi terus menerus dapat meleleh”. dalil tersebut sudah dianggap baku. Dalam mementukan ‘benar’ ada perbedaan yang mendasar antara ilmu empiris dan ilmu kemanusiaan. Sampai dengan abad 19 di antara pandangan ilmuwan ditemukan pandangan dasar. Dengan demikian proses deduksi . Setelah diuji dalam berbagai temperatur dihasilkan simpulan yang lebih kurang sama. Di dalam ilmu kemanusiaan ada dialektika antara subyek dengan obyek. Kebenaran diartikan sebgai kesesuaian antara pengenal dengan apa yang dikenal (Corspondence theory of truth. Langkah ini disebut deduksi.Setelah diperoleh simpulan dari beberapa percobaan dapat dirumuskan dalil tertentu.

Kebenaran menurut ilmu Pasti agak dekat dengan kebenaran yang dikemukakan ilmu-ilmu empiris. disebut benar. 2 Kebenaran Menurut Filsafat Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. Jika saya menyatakan sesuatu. Kebenaran harus didukung dengan kriterium dan eviden. dipihak lain dapat dideskripsikan juga sebagai kesuaian antara pernyataan dengan eviden yang ada. yaitu sebagai suatu keteguhan yang agak dekat antara pernyataan dengan keadaan atau even yang tersedia. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. bulan Desember 2004. karena sesuai dengan kenyataan. mungkin ada sesuatu yang kurang dijelaskan siapa saja yang meninggal. 19 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . Jadi problema kebenaran bukanlah sesuatu yang tanpa syarat. Misalnya saya menyatakan benda itu berwarna hijau. dan berapa orang. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. serta banyak orang yang meninggal. dari mana asalnya. disebabkan oleh angin kencang dan landasan yang licin. Contoh. Eviden yang baik terdiri dari berbagai fakta tersebut harus dapat dicek keadaannya sesuai dengan keterangan yang dinyatakan. Kebenaran adalah kesuaian antara pernyataan atau berita dengan keadaan yang disebutkan. bila kita mengatakan bahwa pesawat ‘Lion Air’ yang jatuh di bandara Adisumarma Surakarta. Tetapi kebenaran tersebut tidak dirinci secara baik. 4. Kejadian ini dianggap sesuatu yang benar.Problema kebenaran.

dan terpilah-pilah mengenai sesuatu (idea clara et idea) 16. Sedangkan Hegel menyebutkan kebenaran adalah keseluruhan.pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari kenyataan. kebenaran adalah apa yang ada pada pihak pengenal saja. Jadi kebenaran adalah kesesuaian antara idea dengan kenyataan. Kabupaten Kepulauan Riau). adalah bagian suku Melayu. diterima dalam susunan apriori ruang dan waktu si pengenal. mengatakan bahwa ada tidaknya kebenaran tergantung pada ada tidaknya idea yang jelas. karena benda tersebut benar hijau. Ilmu itu disadari sebagai subyek yang mengenal obyek dengan baik dan benar. jelaslah bahwa dalam anggapan Aristoteles mengenai kebenaran. Sementara itu menurut Decartes. 17 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 20 . Tahapi teori tentang kebenaran dinyatakan sebagai penyesuaian antara si pengenal dengan apa yang dikenal. Yang dijelaskan di dalam kalimat–kalimat tersebut adalah apa yang mereka tegaskan. dan apa yang mereka ungkiri. dan dilanjutkan kepada kategori akal budi. sebagai keteguhan yang sudah kita lihat. Manurut Kant. Karena pengetahuan itu disadari yang benar. Yang mengenal dengan yang dikenal itu identik satu sama lain dalam ilmu yang sempurna. Misalnya: pernyataan bahwa orang-orang ‘Akit’ (salah satu suku terasing di Pulau Rupat. Keterangan lain seorang antropolog mengatakan bahwa orang Akit bukan bagian dari suku Melayu. sebagai akibat kesankesan yang masuk lewat indera.

Seorang sarjana yang para kebetulan pandai bicara mempunyai dugaan kebetulan tepat. dan ditangkap penelis. dia tidak mau menduga-duga. Mungkin apa yang dimiliki oleh orang kedua tidak dimiliki oleh orang pertama? Mungkin orang akan berkata bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 21 . tetapi sebenarnya dia tidak mempunyai bukti. 5. Chisholm dalam Theory of Knowledge. 5.1 Perbedaan antara Ilmu dan Opini Dalam kehidupan sehari-hari. Di pihak lain ada yang mengtatakan bahwa kebenaran akal itu hanyalah cara orang berpikir atau cara penggunaan bahasa.Pertanyaan selanjutnya menyangkut apa yang disebut ‘kebenaran akal’ (truths of reason).18 dalam Alfons Taryadi. yang disebut problema epistemologi. PERSOALAN EPISTEMOLOGI Refleksi atas hakekat pengenalan membangkitkan sejumlah persoalan filosofis yang membingungkan. Beberapa filsuf mengatakan bahwa teori pengetahuan yang memuaskan harus sesuai dengan kenyataan bahwa beberapa di antara kebenaran akal atau logika dan matematika. sebagai berikut. Tetapi bebrapa filsuf lain merumuskan kriteria pengetahuan begitu rupa sehingga katanya kebenaran akan tidak termasuk hal-hal yang kita ketahui. Problema tersebut pada garis besarnya telah dikemukakan oleh Roderick M. Seorang yang lain mengetahui tetapi tidak mau mengatakan bahwa ia tahu. misalnya dalam pertemuan antara sarjana.

dan bagaimana dia memutuskan bahwa dia memiliki eviden atau tidak? Orang pertama menyampaikan pendapat atau opini. misalnya dari berita yang ditulis orang lain. Ini menimbulkan pertanyaan apakah ada sesuatu yang nyata. dan kita ketahui secara langsung. (2) Haruskah Kita Mengatakan bahwa Seluruh yang Kita Ketahui pada waktu Tertentu. Lalu dapat dipertanyakan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 22 . tetapi dalam usaha untuk mencari pembenaran atas pernyataan bahwa kita mengetahui secara khusus masalah itu. sementara masalah lain kita ketahui secara tidak langsung. Apa arti memiliki eviden. sedang orang pertama tidak memilikinya. (1) Bagaimana Mencari Pembenaran (justifikasi) atas Pertanyaan bahwa Kita Mengetahui Sesuatu? Pengetahuan kita tentang sesuatu masalah harus berdasar pada fakta yang benar tentang masalah tersebut.orang kedua memiliki evidensi. atau masalah lain yang berbeda tetapi masih ada kaitannya. sedangkan orang kedua lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan karena dia tidak yakin akan ilmunya dengan eviden yang dia miliki. kita mudah digiring kepada berbagai hal yang eviden secara langsung. Merupakan ‘Struktur’ yang Mempunyai Dasar pada ‘eviden’ yang Kita Ketahu Secara Langsung Pada Waktu itu? Hal ini dipertanyakan sebab masalah-masalah yang kita ketahui biasanya bukanlah masalah yang mempunyai eviden secara langsung.

dan apabila dia tidak pernah melihat akibat dari suatu bajir bandang tsunami di Aceh tidak dapat mengatakan bahwa banjir itu mengerikan. 6. Ilmu adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan sistem dan metodologi tertentu untuk memperoleh kebenaran. tetapi dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ilmu apabila pengamatan yang dipergunakan atau dialektika yang dikerjakan sesuai dengan metode tertentu yang dapat memberi eviden atau bukti nyata idea yang ada pada pengenal (subjek). Misalnya orang tidak pernah melihat gajah tidak dapat mengatakan bahwa gajah itu besar.2 Permasalahan Metafisis Penampakan benda-benda itu cederung bersifat subyektif. dan kalau tidak demikian apakah aturan yang dipergunakannya? 5.apakah hubungan antara hal yang eviden sebagai dasar terhadap struktur tersebut bersifat defensif atau induktif. dan juga keterkaitan antara ilmu dengan filsafat. tergantung pada keadaan pemikiran si pelaku. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 23 . METODE ILMIAH Dalam pemahaman tentang epistemologi dan logika. Jadi penampakan benda-benda luar merupakan duplikat dari benda-benda itu. Pengetahuan yang diperoleh dengan pengamatan inderawi atau dialektika antara subyek dengan obyek belum tentu merupakan ilmu.

Bila kita melihat seekor ular. Davies19 mereka berkesimpulan bahwa “Ilmu adalah suatu struktur yang dibangun di atas fakta-fakta”. dan aroma lebih dapat memberikan penjelasan rasional.6. seharusnya kita berkonsultasi bukan dengan tulisan-tulisan Aristoteles. yang ditulis J. berdasarkan akal budi yang menelurkan dugaan-dugaan yang lebih lebih dihormati daripada pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera. filsuf Francis Bacon dan rekan-rekannya menganjurkan pada waktu itu bahwa ‘apabila kita hendak memahami alam.1 Metode Induksi Pengertian ilmu seperti yang di kemukakan di atas diperoleh setelah ’Revolusi Ilmiah’ yang terjadi pada abad 17.20 Sebelum zamani Humanisme. ilmu mengikuti konsep-konsep Aristoteles.J. yang dipelopori oleh Kopernikus. yang merupakan bagian dari akal budi atau rasio. Proses menghubungkan antara memori Panduan Penulisan K arya Ilmiah 24 .21 Pengetauan lewat akal budi ini selanjutnya ditentang oleh para ahli pikir yang cenderung memandang pengetahuan lewat pancaindra. seperti pendapat sebelumnya. karena dalam mengamati dengan pancaindera. pengamatan.’ Bacon dan kawan-kawan. Dari fakta-fakta tersebut. kemudian dapat dibangun sebuah teori. merubah sikap bahwa fakta-fakta yang dujicobakan adalah fakta yang obyektif dan tidak ada sangkut pautnya dengan ide subyektif. pemahaman. si pengamat juga telah mempergunakan pengertian. Terdorong oleh pengalaman ekspirimen Galileo tersebut. Perintisan ekspirimen yang dikerjakan oleh Galileo. Galileo dan Newton. berdasarkan pengalaman. pancaindera kita melakukan proses pengamatan.

tetapi akal budi tersebut berkerja dengan mendapat rangsangan dari benda-benda. terutama dengan maksud untuk menentukan apakah teori yang bersangkutan akan membawa suatu kemajuan ilmiah seandainya tetap tidak gugur oleh hasil ujian. jadi akal dan budi telah bekerja. keadaan. Ketiga. dan masalah yang dipelajari sehingga membentuk struktur dalam rasio kita. 22 Untuk melakukan pengamatan seorang peneliti harus memiliki organ-organ indera yang normal dan sehat. terdapat hubungan logis antara simpulan-simpulan itu sendiri. Kedua. apakah teori yang diajukan tersebut memiliki sifat empiris. teliti dalam kondisi bagaimana fakta tersebut diamati. Dalam membangun sebuah teori. antara lain:23 Pertama. dan berbisa yang tidak berkaki. atau ilmiah. Metode ini disebut induksi naïf. telah mempergunakan rasio. Dengan membandingkan simpulan-simpulan tersebut.2 Metode Deduksi Metode deduksi dimaksudkan untuk menemukan hubungan logis yang ada di antara teori-teori yang diajukan. bukan hanya akal budi atau rasio yang membayangkan sesuatu. Dengan demikian uji Panduan Penulisan K arya Ilmiah 25 . 6. menjadi lebih jelas. Untuk mengkaji teori-teori tersebut menurut Popper ada beberapa syarat. diuji apakah sistem yang disodorkan tadi mempunyai konsistensi internal. perbandingan dengan teori-teori lain. obyektif. Dan pengujian teori dengan jalan menerapkan secara empiris simpulan-simpulan yang ditarik dari teori tersebut. jujur.tentang binatang merayap.

s. r. mengatakan bahwa deduksi adalah cara menarik simpulan secara logis. dari masalah yang umum atau general ke masalah khusus. Misalnya variabel p. bila dipasang rapat tidak ada celah antara sambungan satu dengan yang lain. diberi simbul dengan huruf besar. mengikuti hukum yang sama. pada waktu kena panas. Prosedur pengujian ini bersifat deduktif. Berangkat dari temuan Galileo bahwa semua planet bergerak mengikuti garis elips dan mengitari matahari.deduktif mempunyai tujuan praktis yang diakibatkan oleh teori-teori yang dihasilkan dari ekpirimen ilmiah maupun oleh teknologi secara praktis. Kedudukan logika dalam dalam semua sistem logika proposisi amat penting untuk mengamati ilmu-ilmu empiris. namun merupakan suatu variabel. Sudut pandang lain. kereta api dari Anyer sampai Banyuwangi. akan melengkung. Yang dimasud logika proposisi dalam logika formal modern adalah suatu ungkapan yang tidak mengandung “arti”. seperti N. q. disimpulkan dapat diketahui dan bahwa planet Mercurius. yaitu ungkapan yang berdiri sendiri dalam suatu sistem S. dikemukakan oleh Verhaak dan Haryono. Logika proposisi bertitik pangkal pada proposisi. 24 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 26 . Di samping itu ada variabel konstan yang ada hubunganya dengan veriabel. bentangan rel Demikian juga bila ditemukan suatu hasil ekspirimen yang membuktikan bahwa besi bila dipanasi sampai suhu tertentu memuai.

Keempat bentuk tersebut adalah: Simbul p. belum tentu primus minor logis. jadi Badu keturunan kera. tidak trjadi q. r. Empat bentuk atau model silogisme hipotesis. Si Badu berbulu tebal. atau apabila hujan turun. Pernyataan atau primus mayor dan primus minor keduanya harus masuk akal.Pokok logika proposisi dalam bentuknya yang paling sederhana didasarkan pada anggapan bahwa setiap proposisi entah tunggal (p. (4) dan “bukan q”. Simpulan tersebut tentu saja dapat dibalik: “apabila tidak terjadi p” “tidak terjadi q”. artinya p ”tidak terjadi”. Misalnya. dia mempergunakan silogisme hipotetis. (3) “Dan q”. Umumnya nilai benar diberi angka 1 dan salah diberi nilai 0. dan (2) “bukan p”. demikian juga bentuk satu tiga. Hurup p dan q merupakan proposisi. Di sini ada yang disebut primus ‘mayor’. menurut Verhaak diberi nama: Bentuk (1) diberi nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 27 . Bila seorang peneliti mengambil keputusan bersyarat. apabila p terjadi q. Dalam hubungan antara primus mayor dan minor di sini dapat terjadi empat bentuk. artinya “terjadilah”. tidak dapat ditarik simpulan. sebaliknya primus mayor logis. q. artinya “tidak terjadi”. Npqr) atau konstan punyai nilai kebenaran. bila semua orang berbulu tebal keturunan kera. Artinya bila terjadi p. dan dua empat. Bentuk satu dua. s) atau (Apqr. udara menjadi sejuk. Yang dapat ditarik simpulan hanyah bentuk satu dan empat. Misalnya primus mayor tidak logis primus minor tentu tidak logis. Untuk terjadi q diperlukan syarat tertentu. yaitu p dan primus ‘minor’ q. dapat terjadi hukum logis. Misalnya.

1994. Kerlinger. S – M. Catatan : 1 Fred N. The view would say that science is a systematic and controlled extention of commen sence…” Hardono Hadi.either generally or specifically variables to variables” 28 2 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . Inc. and they related. S – P. hlm. Ibid. Faundation of Behavioral Reseach. But how are science and common sense alike and how are they different? From one vieuwpoint. seperti halnya silogisme kategoris yang salah satu bentuknya adalah: M – P. 3. Bentuk (2) dan (3) tidak syah tidak diberi nama.“modus ponendo ponen”. Bentuk (4) diberi nama “modus tollendo tollen” ( mengungkiri sesustu. Selain itu perlu diingat bahwa simpulan deduksi berlaku dimana-mana secara mutlak dan niscaya. (penegasan sesuatu yaitu dulu memberi penegasan sesuatu yang lain yaitu q. hlm.18 Fred N. Hypotesis are always in declarative sentence form. Epistemologi. science and common sense are alike. karena lebih p ) hampir merupakan tautology saja. Kerlinger. P. New York: Holt Renehart and Winston. 18. “…Common sense may often be bad master for the evaluation of knowledge. 25 berdasarkan kemungknan lain Bentuk (1) dan (4) merupakan bentuk deduksi. hlm. yakni mengulangi apa yang sudah ditegaskan. Yogyakarta: Kanisius. p yang lebih dulu yaitu q). “A Hypthesis is a conjectictural statement between two variables or more variables. Filsafat Pengetahuan.

hlm. hlm. Hardono Hadi. justification. Hardono Hadi. a major branch of philoshophy devote primarily to the achievement of better understanding of consept of knowledge. Oleh karena itu hanya satu cara untuk menjamin keradikalan filsafat. 19. ethic and religious)” Hardono Hadi. Opcit. 25. faith. and rationality.4 5 Hardono Hadi. apa yang dianjurkan hanyalah langkah demi langkah dipertanggung jawabkan. certainty. 500 – 2. P. dalam International Encyclopedia. Ibid. such as those of bilief. P. Roderick Firth. hlm. confirmation. Lexicon Publication Inc. 6. P. hlm. Ibid. meaning. and for this reason the history of epistimology is in large part of attempt to specify the condition under which we can maintain that various of kind of conviction ( since. Pada fakta dia sedang menyangsikan segalagalanya. Ibid. hlm. “Decartes menolak dalil-dalil filsafat sebelumnya yang didasarkan pada pengandaian-pengandaian. hlm. Franz Magnis Suseno. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.. To Say that some of our true conviction are genuine knowledge (as appost to lucky guinesses or matter of faith) seem to imply that these convictions are capable of justification. 73. truth. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. yaitu kesangsian. P. 70. 6 7 8 9 10 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 29 . It Also concerns itself with other closely related consepts. ada lagi yang pasti dan tidak dapat diragukan yaitu bahwa saya sendiri ada: cogito ergo sum!” Franz Magnis Suseno. 1992. Dan kalau pasti bahwa saya berpikir. Ibid. 1977. “Epistimology from the Greek term meaning Knowledge.

Louis Gottschalk. 3. J. and published the firt systematic summary of reform theology…” Thomas S. 1989. Telaah Atas Cara Kerja Ilmu-Ilmu. Jakarta: PT Gramedia Jakarta. 130 Roderick M. 68. most important of all. hlm. “Many humanists in Germany and abroad among them Crotus Rubeanus. Ibid. C. hlm. hlm. 1966. Et.All. On The Scientific Method.J. 1983. Jakarta: PT Gramedia. Hutten.Davies. London: Longman. Verhaak dan R. Epistemologi Pemecahan Masalah. D. … assisted him in translating the Bible and organizing the reform. Ibid. Verhaak dan R.F. Haryono Imam.233.11 Alfons Taryadi. Amthony.A. Chisholm. 19. C. C. Verhaak dan R. Chicago: University of Chicago Press. van Peursen. Englewood Cliff N. hlm. and. 1979. hlm. Great Britain. 23. ”Dalam 30 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . hlm. The Strusture of Scientific Revolution. Haryono Imam. Ibid. History of Mankind Cultural and Science Development. Haryono Imam. was Luther’s trusted surrogate in Watemberg. 1970. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra.J. young Philipp Melnchthon. Filsafat Ilmu Pengetahuan. hlm. 129. Alfons Taryadi. Calmers. 1991. 122. hlm. 1991. Theory of Knowledge. was at twinty one professor of greek at wittenburg.Kuhn. 8 H. hlm. Prinice Hall Inc. dalam A.. C. Orientasi di Alam Pemikiran Filsafat (terjemanhan Dick Hartoko). Martin Bucer. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama. Johannes Occolampadiu.

hlm. hlm. 2.sejarah filsafat. Ibid. cepat juga dua macam bentuk pengetahuan menjadi pusat perhatian. “Selain proposisi variabel itu juga ditandai dengan cara tertentu. yang menyatakan sesuatu yang konstan. 23 24 C. Ibid. bahkan yang menyesatkan.F. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. hlm. Oleh ahli-ahli pkir Yunani pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera digambarkan sebagai pengetahuan yang tidak menentu. mempunyai arti tetap dalam sistem S. Calmers. 23. Dalam banyak sistem logika proposisi modern digunakan tanda-tanda matematika “ 25 Ibid. sedangkan pengetahuan berdasarkan akal budi dihormati sebagai pengetahaun sejati”. yaitu pengetahaun lewat pancaindra dan pengatahuan lewat akal budi. Alfons Taryadi.” Panduan Penulisan K arya Ilmiah 31 . merupakan azas filsafat. 1983. hlm. 18. Verhaak dan R. Haryono. 22 A. 25 “Bentuk ini termasyur dan berperan penting dalam cara kerja ilmu empiris.

BAGIAN II PANDUAN UMUM PENULISAN KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 32 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 33 .

1. skripsi atau setara skripsi (Proyek Studi). Karya ilmiah merupakan bagian dari kebutuhan formal akademik di setiap perguruan tinggi. artikel. disertasi. dan kegiatan penelitian. maupun kepustakaan. Karya ilmiah sebagai laporan kegiatan ilmiah memiliki berbagai jenis. laporan buku/bab. disertasi. karya tulis ilmiah. Secara ringkas dapat diartikan bahwa pada dasarnya karya ilmiah merupakan laporan ilmiah. Pertama. Jenis karya ilmiah berdasarkan tujuanya dapat diklasifikasikasi menjadi dua. karya ilmiah tersebut merupakan bagian dari sistem Satuan Kridit Semester (SKS) yang merupakan komponen tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh mahasiswa di luar perkuliahan. laboratorium. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi tugastugas perkuliahan. laporan buku/bab. dan buku. tesis. tesis. yaitu: makalah. Laporan yang dimaksud dapat berupa laporan kegiatan ilmiah. baik penelitian lapangan. HAKIKAT DAN KEDUDUKAN KARYA ILMIAH Sebagaimana di Perguruan Tinggi pada umumnya. secara operasional kegiatan intrakurikuler. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: makalah. Sebagai bagian dari tugas perkuliahan. mahasiswa mau tidak mau harus menghasilkan karya ilmiah. Karya ilmiah adalah suatu karangan yang mengandung ilmu pengetahuan dan kebenaran ilmiah yang menyajikan fakta dan disusun secara sistematis menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. skripsi. tidak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). tugas akhir. dan karya tulis ilmiah. baik berupa tugas akhir. kegiatan kajian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 34 .

Kedua. Karya ilmiah yang berbentuk skripsi. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: tugas akhir (TA) untuk jenjang Diploma. Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat objektif. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahaisswa dalam penelitian yang berhubungan denghan masalah yang sesuai dengan bidang studinya untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelas Sarjana. dan (4) disertasi. Tugas akhir wajib disusun oleh mahasiswa program ahli madya. tesis wajib disusun oleh mahasiswa program Magister (S-2) dan disertasi wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S-3) dalam rangka menyelesaikan studinya. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. tetapi tetap memerlukan pengujian dan menekankan pada hasil. (3) tesis. Kemudian. Karya ilmiah yang berbentuk buku adalah buku yang berisi fakta umum ilmiah dan ditulis dengan sistem penulisan yang standar. (4) artikel. dan disertasi untuk jenjang Strata 3 (S-3). (3) kertas kerja. Kertas kerja adalah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 35 . Berdasarkan fungsinya. Karya ilmiah yang berbentuk paper sering juga disebut makalah atau karya tulis ilmiah. Bentuk karya ilmiah akademis adalah (1) paper. tidak dipublikasikan dengan lebih menekankan pada proses bukan pada hasil yang memerlukan pengujian untuk menentukan kualitas karya tersebut.. magister (untuk tesis). tesis untuk jenjang Strata 2 (S-2). karya ilmiah terdiri atas: (1) karya ilmiah akademis dan (2) karya ilmiah profesional. dan (5) laporan penelitian. Karya ilmiah akademis merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk kepentingan akademis dengan bimbingan dan tanggung jawab orang yang lebih profesional. (2) skripsi. tesis dan disertasi adalah karya ilmiah yang dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam pencapaian gelar sarjana (untuk skripsi). dan doktor (untuk disertasi). skripsi untuk jenjang Strata 1 (S-1). Bentuk karya ilmiah profesional adalah (1) (2) makalah. Karya ilmiah profesional yaitu karya ilmiah yang dibuat pengembangan profesi bagi para profesional dengan tujuan menyebarluaskan informasi akademis dengan proses penulisan memerlukan bimbingan. untuk untuk tidak lebih buku.

dan kepustakaan. yaitu bagian pengenalan. Secara umum. berupa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 36 . Beberapa butir pada bagian pengenalan yang terdapat dalam semua jenis karya ilmiah yaitu judul dan kepemilikan karya ilmiah atau nama penulis. Artikel adalah karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. Sistematika penulisan dalam karya ilmiah terdiri atas bagian-bagian yang berurutan. Dari paparan di atas. pola dasar karya ilmiah paling tidak berisikan bagian-bagian yang sudah baku. Syarat judul yang baik adalah mencerminkan isi karangan. Bagian pengenalan pada jenis karya ilmiah yang berbentuk buku berbeda dengan bagian pengenalan bentuk makalah. Dalam bagian pengenalan ada dua jenis pengenalan.karya ilmiah yang berisi analisis terhadap fakta secara objektif. laporan penelitian adalah karya ilmiah yang menyajikan data dan analisis suatu penelitian. 2. skripsi. memunyai kedudukan: (1) wahana bagi mahasiswa untuk menyajikan nilainilai teoretis maupun praktis secara objektif dan sistematis yang merupakan produk atas dasar pengetahuan dan menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. disertasi dan laporan penelitian. karya ilmiah di Universitas Negeri Semarang. tesis. (2) wahana bagi civitas akedemika untuk memberikan kontribusi dalam perkembanngan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Bagian pengenalan dalam masing-masing bentuk karya ilmiah adalah tidak sama. yaitu bagian pengenalan yang bersifat umum dan bagian pengenalan yang bersifat khusus. Bagian pengenalan dalam karya ilmiah merupakan bagian awal yang berisi hal-hal yang bersifat informatif tentang karya ilmiah tersebut. batang tubuh. Kemudian. kertas kerja. Judul adalah identitas tulisan yang merupakan kepala karangan. perbedaannya dengan makalah adalah analisis yang lebih mendalam daripada analisis data dalam makalah. artikel. BAGIAN KARYA ILMIAH Dalam penulisannya karya ilmiah harus sesuai dengan sistematika dan metode penulisan yang tepat.

disertasi. rumusan masalah. jika penulis lebih dari satu harus dicantumkan semua. yaitu pendahuluan. dan rumusan masalah. Dalam abstrak tercakupi seluruh bagian isi karangan. Dalam baris kepemilikan biasanya dituliskan nama penulis beserta lembaganya. Bagian terakhir dalam penulisan karya ilmiah adalah bagian kepustakaan. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah karya ilmiah. Keduanya merupakan istilah yang berbeda. sedangkan kata pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh orang lain yang menguasai karya ilmiah yang bersangkutan. pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh penulisnya sendiri. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 37 . Bagian kepustakaan mencakup daftar pustaka dan lampiranlampiran. makalah. Bagian kedua dalam batang tubuh adalah bagian isi.pernyataan. Pangkat dan gelar dapat dicantumkan pada bagian biografi pengarang jika ada. Bagian akhir dalam batang tubuh adalah bagian penutup yang berisi simpulan dan saran. Bagian pendahuluan dalam karya ilmiah setidaknya berisi latar belakang. Bagian kedua dalam penulisan karya ilmiah adalah batang tubuh. Nama penulis hendaknya tidak menyertakan gelar atau pangkat. Untuk karya ilmiah yang berbentuk skripsi. tesis. tujuan. Untuk karya ilmiah yang berbentuk artikel. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian karya ilmiah pada intinya terbagi menjadi 3 bagian pokok. dan hasil. Secara umum batang tubuh terbagi menjadi tiga. Kemudian. terdapat pula prakata dan kata pengantar. skripsi. bersifat singkat dan jelas serta menarik. dan manfaat. Butir yang lain dalam bagian pengenalan adalah abstrak. masalah. Untuk karya ilmiah yang berbentuk buku. artikel dan kertas kerja berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang disajikan. Abstrak adalah ringkasan tulisan. Batang tubuh adalah isi karya ilmiah yang sebenarnya. disertasi dan laporan penelitian bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. isi dan penutup. metode. tesis. dari pendahuluan sampai penutup. serta pembahasan. dan laporan penelitian bagian isi berupa landasan teoretis. seperti indeks dan biografi pengarang.

(3) menerapkan kemampuan mengemas berbagai sumber informasi dalam satu pembahasan yang utuh. nama penulis. Bagian terakhir dalam karya ilmiah adalah kepustakaan. rumusan masalah.yaitu bagian pengenalan. pengantar dan atau kata pengantar dan abstrak bagi karya ilmiah yang bersifat laporan penelitian. tujuan dan manfaat. (1) menyajikan hasil kajian literatur yang berkaitan dengan topik atau cakupan permasalahan. isi/pembahasan. yaitu judul. yaitu pendahuluan. Makalah memiliki karakteristik sebagai berikut. Bagian isi/pembahasan memuat landasan teoretis. Pada bagian batang tubuh terdapat tiga bagian unsur. (2) menerapkan pemahaman tentang teori. Makalah merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas atau menyelesaikan suatu perkuliahan. dan penutup. Pada bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. baik mahasiswa program Diploma. metodologi penelitian dan pembahasan hasil penelitian. batang tubuh dan bagian penutup. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 38 . Bagian batang tubuh merupakan bagian inti dalam karya ilmiah. 3. berisi daftar pustaka dan lampiran. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif yang menunjukkan identitas karya ilmiah. KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH 3.1 Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu topik tertentu yang tercakup dalam suatu mata kuliah. dan Strata 3 (S-3). atau metode tertentu yang berkaitan dengan materi perkuliahan. Pada bagian penutup berisi simpulan dan saran. Strata 2 (S2). Strata 1 (S-1). prinsip.

Untuk itu. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian atau bidang studinya. 3. (3) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan memberikan kontribusi bagi mahasiswa untuk memperdalam topik yang dibahas dalam mata kuliah. minimal terbitan lima tahun terakhir. justifikasi terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah.2 Laporan Buku/Bab/Artikel Ilmiah Laporan buku/bab/artikel ilmiah merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan pemahaman mahasiswa terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah yang disertai dengan ulasan atau pandangan penulis.3 Skripsi Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan atau Sarjana Non-Pendidikan. Untuk itu. laporan buku/bab/artikel ilmiah memiliki kriteria sebagai berikut.3. (2) Buku/bab/artikel memunyai kualitas isi yang baik. Laporan buku/bab/artikel ilmiah bertujuan untuk memperdalam dan memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa tentang topik yang disajikan atau dibahas dalam suatu mata kuliah yang ditempuhnya. SEbagai bagian dari tugas perkuliahan. laporan buku/bab/artikel ilmiah juga dapat menyajikan analisis. Selain itu. kritik. (1) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan harus aktual. buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan ditentukan oleh dosen atau dapat pula diusulkan oleh mahasiswa setelah mendapat persetujuan dosen yang bersangkutan. skripsi memunyai criteria sebagai berikut: Panduan Penulisan K arya Ilmiah ilmiah yang dilaporkan 39 .

bahasa Prancis. Untuk program studi atau jurusan tertentu skripsi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris. bahasa Prancis. Tesis memiliki karakteristik sebagai berikut ini. Magister Manajemen Pendidikan (MP). bahasa asing lainnya) dan bahasa Indonesia. (3) Skripsi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas dekan. (5) Skripsi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Dekan. 3.4 Tesis Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Magister (S-2).(1) Topik skripsi dapat bersumber dari permasalahan- permasalahan yang sesuai dengan bidang studi atau bidang keahlian mahasiswa. (2) Skripsi ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan dan/atau penelaahan pustaka yang relevan. Tesis merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan keilmuwan pada salah satu bidang keilmuwan yang sedang ditempuh oleh mahasiswa.Pd). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 40 . (4) Skripsi ditulis daalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris. bahasa asing lainnya). bahasa Arab. Tesis disusun untuk meraih gelar Magister Pendidikan (M. bahasa Arab.

Untuk penelitian bibliografi digunakan sumber-sumber yang otentik. sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. (5) Tesis ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. (2) Tesis ditulis atas dasar pengujian empirik terahadap teori tertentu dalam disiplin ilmu yang dipelajari.(1) Topik tesis berfokus pada kajian yang aktual yang tercakup dalam salah satu disiplin ilmu. (3) Tesis ---untuk penelitian lapangan--. tesis dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris). (6) Tesis dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (4) Tesis ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana.5 Disertasi Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Doktor Panduan Penulisan K arya Ilmiah 41 . Untuk program studi atau jurusan tertentu. 3.menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang oleh data sekunder.

(S-3). Disertasi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berkaitan temuan baru pada salah satu disiplin ilmu yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. Disertasi disusun dan dipertahankan untuk meraih derajat gelar Doktor. Disertasi memiliki karakteristik sebagai berikut ini. (1) Topik disertasi berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan bidang yang dipelajari oleh mahasiswa. (2) Disertasi ditulis atas temuan sesuatu yang baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam, baik berupa pengujian terhadap teori-teori yang ada, pengembangan teori dan prinsipprinsip baru, tau pengembangan suatu model baru yang diuji di lapangan. (3) Disertasi menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang pula oleh data sekunder. (4) Disertasi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen, yaitu: promotor, ko-promotor, dan anggota yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (5) Disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk program studi atau jurusan tertentu disertasi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris),

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

42

dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris) dan bahasa Indonesia. (6) Disertasi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. 4. BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Sosok skripsi, tesis dan disertasi terdiri atas tiga bagian, yakni bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir. Bagian awal adalah bagian mulai dari sampul sampai dengan bagian sebelum bab pendahuluan. Mulai bab pendahuluan sampai dengan penutup merupakan bagian pokok, sedangkan bagian sesudah itu merupakan bagian akhir. 4.1 Bagian Awal Bagian awal skripsi terdiri atas sampul, lembar kosong berlogo Universitas Negeri Semarang bergaris tengah 13 cm, lembar judul, lembar pengesahan, lembar pernyataan, lembar motto dan peruntukan, lembar abstrak (khusus untuk tesis dan disertai ditambah abstrak berbahasa inggris), kata pengantar, daftar isi, daftar singkatan dan tanda teknis (kalau ada), daftar tabel (kalau ada), daftar gambar (kalau ada), dan daftar lampiran (kalau ada). Lembar bagian awal ini diberi nomor halaman dengan huruf Romawi kecil, ditaruh di kaki halaman bagian tengah. Penomoran halaman
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

43

dimulai dari lembar judul (bukan sampul) sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan. 4.1.1 Sampul Pada sampul bagian tengah atas terdapat logo Universitas Negeri Semarang, bergaris tengah 3 cm. Di bawahnya dituliskan judul dengan huruf kapital tebal berukuran 15-16. Di bawahnya tertulis kata “SKRIPSI/TESIS/DISERTASI” (dipilih salah satu) yang dicetak dengan huruf kapital tebal berukuran 14, diikuti pada baris berikutnya kalimat dengan huruf kapital tebal juga dengan ukuran 12, yang berbunyi “Untuk memperoleh gelar sarjana.../magister.../doktor “...(dipilih salah satu; diisi bidang studi yang ditempuh) pada Universitas Negeri Semarang. Di bawahnya dituliskan dengan huruf berukuran 12 kata “oleh” (tanpa tanda titik dua), di bawahnya lagi dituliskan nama, dan di bawahnya lagi NIM ... (diisi angkanya). Pada kaki halaman dituliskan dengan huruf kapital tebal berukuran 14-15 nama Fakultas, Jurusan dan atau Program Studi, dan di bawahnya lagi tahun ujian skripsi/tesis/disertasi. Semuanya itu dicetak dengan huruf Roman tegak, diatur secara simetris dengan komposisi yang serasi. Sampul dibuat dari bahan tebal. Di punggung sampul dibubuhkan logo (berdiri), nama (memanjang, dengan huruf biasa berukuran 12), judul (memanjang, dengan huruf kapital berukuran 14), skripsi/tesis/disertasi, dan tahun. Contoh sampul lihat lampiran 1. 4.1.2 Lembar Berlogo
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

44

tanggal. Sekretaris. 4. ditulis di tengah atas. dan tidak menjiplak karya Panduan Penulisan K arya Ilmiah 45 .1. Untuk skripsi panitianya panitia fakultas.(bulan dan tahun). Selanjutnya dicantumkan Ketua. Isi pernyataan itu ialah bahwa skripsi/tesis/disertasi ini hasil karya (penelitian dan tulisan) sendiri. Contoh lembar Persetujuan Penguji lihat lampiran 3.Lembar kosong berlogo merupakan pembatas antara sampul dan lembar judul. bukan buatan orang lain. 4.1. 4.. untuk tesis panitia Program Pascasarjana...5 Pernyataan Lembar ini diberi judul PERNYATAAN..1.. hanya saja dicetak pada kertas hvs putih dengan bobot terendah 70 gr. dan untuk disertasi panitia Universitas. yang masing-masing disertai tempat pembubuhan tanda tangan beserta nama lengkap dan NIP-nya. dan Anggota panitia penguji.3 Judul Lembar judul bunyinya sama dengan yang terdapat pada sampul.4 Pengesahan Kelulusan Lembar ini berisi pernyataan berikut: Skripsi/Tesis/Disertasi ini (dipilih salah satu) telah dipertahankan di hadapan Panitia Peng-uji Skripsi/Tesis/Disertasi (dipilih salah satu) Fakultas/Program Pascasarjana/Universitas Negeri Semarang pada hari.

lembaga. namun yang pokok adalah ucapan terima kasih secara jujur dan wajar kepada orang-orang. atau disertasi itu harus diperbaiki dulu sebelum Panduan Penulisan K arya Ilmiah 46 .ilmiah orang lain. skripsi. atau disertasinya itu masih banyak kesalahan atau kekurangan. Contoh Lembar Pernyataan lihat lampiran 4.7 Kata Pengantar Lembar kata pengantar diberi judul ”KATA PENGANTAR” yang diletakkan di tengah atas. Dalam kata pengantar boleh dikemukakan ungkapan puji syukur. Peruntukan adalah pernyataan bahwa karya ilmiah itu diperuntukkan kepada orang atau lembaga tertentu. serta mengharapkan kritik dari pembaca. Contoh lembar motto dan persembahan lihat lampiran 5. Dalam kata pengantar tidak boleh ada pernyataan bahwa penulis yakin akan adanya banyak kesalahan atau kekurangan dalam skripsi. tesis. 4.1. baik seluruhnya maupun sebagian. boleh tidak. atau disertasinya dan atas dasar itu penulis minta maaf. tesis. tesis. yang dipilih berkaitan dengan judul skripsi/tesis/disertasi. tesis. atau lainnya yang langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi.6 Motto dan Peruntukan Lembar ini boleh ada.1. 4. disertasi. Kalau penulis yakin bahwa dalam skripsi. Motto adalah ungkapan bijak untuk kehidupan.

tesis. pendekatan dan metode yang digunakan. hasil yang diperoleh. diikuti tanda titik. Baru kalau nantinya naskah skripsi. dengan jarak dua spasi ditulis teks abstrak dengan spasi satu.8 Abstrak Abstrak ditulis pada lembar baru. lalu nama depan dan tengah (kalau ada). tesis.ujian karena kesalahan ilmiah tidak dapat diselesaikan dengan permintaan maaf. diikuti judul skripsi. Teks kata pengantar diketik dengan spasi dua. Butir-butir ini hendaklah ditulis dalam paragraf Panduan Penulisan K arya Ilmiah 47 ..Universitas Negeri Semarang diakhiri tanda titik. berkisar dari tiga sampai dengan lima kata. tidak boleh lebih dari dua halaman. atau disertasi itu akan diterbitkan. tanpa disertai nama. tesis.1.. diletakkan di pojok kanan bawah.. Isi abstrak meliputi latar belakang masalah. diberi judul ”ABSTRAK”. permintaan kritik itu dinyatakan. dicetak dengan huruf kapital.. atau disertasi adalah karya ilmiah untuk diuji. diikuti tanda koma. Pada baris berikutnya. seperti halnya naskah bagian utama. Lagipula harapan kritik itu tidak diperlukan sebab skripsi. atau disertasi. rumusan masalah. dan saran yang diajukan. diikuti tanda titik. Di bawahnya. disusul dengan pencantuman nama-nama pembimbing. Pada akhir teks kata pengantar dicantumkan kata Penulis. ditulis di tengah atas.. Pada baris baru berikutnya dicantumkan Kata-kata kunci: . Selanjutnya dicantumkan kata Skripsi Jurusan/Program. dengan jarak dua spasi dicantumkan nama akhir penulis. 4. lalu tahun lulus ujian.

1. Kecuali judul subbab dan anak subbab. Contoh abstrak lihat lampiran 6. yakni untuk kemudahan pemberian. Keseluruhan teks abstrak tidak boleh lebih dari satu halaman kuarto.1. 4.9 Daftar Isi Dalam daftar isi dimuat judul-judul yang terdapat pada bagian awal skripsi. 4. dan judul-judul pada bagian akhir. tetapi bisa diketik dalam satu halaman saja karena keduanya mempunyai fungsi teknis yang sama. dengan tidak menolak kemungkinan untuk memecah butir tertentu untuk dituangkan dalam paragraf yang berbeda kalau diperlukan. 3. atau disertasi. mulai dari abstrak.10 Daftar Singkatan dan Tanda Teknis Daftar ini memuat singkatan teknis beserta kepanjangannya dan tanda teknis beserta makna atau penggunaannya. semuanya diketik dengan huruf kapital.11 Daftar Tabel Panduan Penulisan K arya Ilmiah 48 .1. tesis. Singkatan dan tanda teknis jangan dicampur.yang berbeda. abstrak berbahasa Inggeris dengan judul ”ABSTRACT” wajib disertakan pada lembar terpisah setelah abstrak berbahasa Indonesia. judul-judul bab beserta subbab dan anak subbabnya masing-masing. Khusus untuk tesis dan disertasi.

tesis.teori yang digunakan untuk landasan penelitian.hasil penelitian. Judul tabel yang lebih dari satu halaman ditik dengan spasi satu. lalu disusul nomor halaman tempat tabel terdapat dalam teks.hasil penelitian tidak harus hanya disajikan dalam satu bab.2 Bagian Pokok Bagian pokok skripsi.12 Daftar Gambar Cara membuat daftar gambar sama dengan cara membuat daftar tabel. 4. 4.2. diikuti titik-titik seperti pada daftar isi.Daftar tabel memuat nomor dan judul tabel. 4.bergantung pada banyaknya materi yang akan disajikan dan perlunya pemilahan materi itu menjadi unit-unit tertentu.13 Daftar Lampiran Cara membuat daftar lampiran sama juga dengan cara membuat daftar tabel.atau disertai terdiri atas bab pendahuluan.1.1 Pendahuluan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 49 . Jarak antara judul tabel yang satu dengan yang lain dalam daftar itu satu setengah spasi. 4.metode penelitian.1.dan penutup.

Oleh karena itu. (4) tujuan penelitian. (2) rumusan masalah.antara teori dan praktek. (5) kegunaan penelitian. Setelah itu.Baru kemudian diterangkan argumen yang melatarbelakangi pemilihan topik itu dilihat dari posisi substansi topik itu dalam keseluruhan sisitem substansi yang melingkupi substansi topik itu. Dengan melihat hasil yang diperoleh dalam penelitian sebelumnya.Dalam hal ini dapat dikemukakan misalnya.Bagian ini adalah bab pertama skripsi.adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan.atau disertai yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui apa yang diteliti. dapat ditunjukkan apakah topik yang dipilih itu memang masih layak untuk diteliti. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 50 .Untuk menerengkan keternalaran tersebut perlu dijelaskan dulu pengertian rumusan topik yang dipilih untuk diteliti.bab pendahuluan memuat uraian tentang (1) latar belakang masalah penelitian.diterangkan ketenalaran pemilihan topik itu dilihat dari paradigma penelitian sejenis.atau disertai itu diteliti.mengapa dan untuk apa penelitian dilakukan. (6) pembatasan masalah (1) Latar Belakang Bagian ini pada dasarnya menerangkan keternalaran (kerasionalan) mengapa topik yang dinyatakan pada judul skripsi.tesis. (3) identifikasi masalah.tesis.Untuk itu perlu dilakukan kajian pustaka yang memuat hasil-hasil penelitian tentang topik yang dipilih itu.

rumusan masalah hendaklah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 51 .asal penelitian yang baru itu dapat menghasilkan sesuatu yang baru. (2) Rumusan Masalah Rumusan masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau pertanyaan yang perlu dijawab dengan penelitian. Rumusan masalah harus diturunkan dari rumusan topik.yang berbeda dari sebelumnya. misalnya Hasil Penelitian Sebelum ini.Topik yang pernah diteliti boleh saja diteliti.dari mana.bagaimana (bisa tentang cara atau wujud/keadaan).Rumusan itu tidak harus sdalam bentuk kalimat tanya. berapa.di mana.tidak boleh keluar dari lingkup topik.kajian pustaka untuk mengemukakan keternalaran (kerasionalan) pemilihan topik penelitin itu bisa ditaruh di bawah judul tersendiri. Dalam tesis dan disertai.Dalam kajian pustaka itu pembicaraan dilakukan secara kronologis.yang bisa mengatasi kekurangan hasil penelitian itu.Dengan demikian. siapa. sejauh mana.ke mana.diketahui kemajuan penelitian yang dilakukan para peneliti selama ini dan diketahui pula posisi peneliti sekarang dalam deretan penelitian sejenis.yakni apa. seberapa.Oleh karena itu.dan sebagainya.mengapa.atau dalam penelitian yang bari itu digunakan teori lain atau metode lain yang diduga dapat menghasilkan temuan yang lain dari sebelumnya.tetapi hendaklah mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan.

Akan tetapi.Kalau ada variabel umum dan khusus.Dengan identifikasi masalah itu.Pembatasan masalah ini bisa dicantumkan di bawah judul tersendiri. kalau memang tidak ada pembatasan.Misalnya.kalau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 52 .tetapi yang penting bukan judulnya.melainkan materi identifikasinya itu sendiri. maksudnya masalah-masalahnya dapat dipecahkan.tetapi yang akan diteliti hanya masalah-masalah tertentu. (3) Tujuan Penelitian Tujuan penalitian mengungkapkan apa yang ingin dicapai dalam penelitian.karena variabel atau wujud data yang diperlukan dan teknik pemerolehannya dapat diprakirakan. Rumusan sejajar dengan rumusan masalah.permasalahan perumusan masalah menjadi operasional.Jadi.rumusan masalah harus terinci dan terurai dengan jelas agar dapat dipecahkan dan dicarikan datanya untuk pemecahannya. Rumusan masalah yang baik harus memungkinkan untuk menentukan metode pemecahannya dan mencarikan datanya.perlu ada pembatasan masalah disertai keterangan mengapa masalah yang diteliti dibatasi.tidak perlu ada sub-judul Pembatasan Masalah.Untuk masalah-masalah perlu diidentifikasi dengan baik. hendaklah dirumuskan masalah pokok beserta sub-submasalah-nya. Identifikasi masalah bisa ditaruh di bawah judul tersendiri. Kalau terdapat banyak masalah.mencakupi semua variabel yang tergambarkan dalam rumusan topik.

Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik.sedangkan landasan faktual diuraikan pada bab III. (4) Kegunaan Penelitian Yang diuraikan di sini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan.rumusan tujuannya dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang.dan jika ada berapa besar peranannya.tetapi berturutan.2.masalahnya apakah ada pengaruhnya pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang dan jika ada.bisa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 53 .baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentingan praktik. 4.Keduanya diuraikan dalam dua bagian tesis yang berbeda.Landasan teoretis ialah teori yang digunakan untuk landasan kerja penelitian tentang topik yang diambil untuk diteliti.Adanya uraian ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah yang dipilih memang layak untuk diteliti. Dalam landasan teoretis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian. Landasan teoretis diuraikan pada bab II.berapa besar peranannya.Landasan faktual ialah data tentang topik yang diteliti.yakni landasan teoretis dan landasan faktual.2 Teori yang Digunakan untuk Landasan Penelitian Dalam penelitian diperlukan dua landasan.

disertai.dan tujuannya terperikan secara operasional. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup.kajian itu dilakukan dalam rangka pemilihan teori yang dipandang tepat untuk landasan kerja penelitian.di antara sederet teori.Prinsip-prinsip teori itu perlu diuraikan. Dengan uraian tentang teori itu hakikat topik penelitian menjadi jelas.Variabelvariabel pembangun topik penelitian juga perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu.dari yang lama sampai dengan yang mutakhir untuk menunjukkan kemajuan hasil penelitian sejalan dengan perkembangan teori.laporan penelitian.teknik pengumpulan.Variabelvariabel.dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 54 .Termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu.masalah. semua itu harus relevan dengan topik penelitian.juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahlu.Namun.makalah. Pustaka yang dikaji itu bisa berupa buku atau artikel dalam jurnal ilmiah.tesis.Data pun dapat diidentifikasi.Dengan demikian. Namun.Lagi pula.Teori itu dikaji secara kronologis.sedangkan lahan pengambilan dapat ditentukan.keunggulan teori yang dipilih sebagai landasan kerja penelitian menjadi tampak.teori apapun yang digunakan harus dipertanggung Jawabkan melalui kajian sejumlah pustaka yang memuat hasil penelitian dalam lingkup penelitian yang menggunakan teori yang berbeda.pengolahan.Dengan cara itu.Kajian pustaka untuk menentukan apakah topik yang diteliti itu atau yang berkaitan dengan topik itu mungkin sudah pernah diteliti orang lain sudah diuraikan di bagian pendahuluan. skripsi.

dan teknik pengambilan sampel penelitian. (4) instrumen penelitian disertai penentuan validitas dan reliabitasnya. (5) teknik pengumpulan data.khususnya penelitian bahasa dan sastra. (6) teknik pengolahan dan analisis data. (3) populasi.dilanjutkan dengan pengolahan data.uraian tentang teori yang dipakai sebagai landasan penelitian diikuti uraian tentang kerangka berpikir dan rumusan hipotesis.prosedurnya sama:dimulai dari pengumpulan data.analisis data dapat dirancang.lalu dilakukan analisis data.landasan teoretis tidak hanya melandasi identifikasi sasaran.Akan tetapi.Jadi. Dalam penelitian kuantitatif jenis tertentu.yakni bab III. 4. Dalam penelitian kualitatif.3 Metode Penelitian Uraian tentang metode penelitian dimuat dalam bab tersendiri.Khusus dalam penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 55 .2.butir (2) diganti dengan uraian tentang wujud data.tetapi juga melandasi metode penelitian.sedangkan hipotesis menyatakan dugaan atau ramalan tentang hasil pemecahan masalah atas dasar kerangka berpikir. (2) variabel penelitian yang dirumuskan secara operasional. Tentang metode penelitian terdapat perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Yang perlu diuraikan dalam penelitian kuantitatif adalah (1) jenis dan desain penelitian.Kerangka berpikir menggambarkan pola hubungan logis antar variabel dalam pemecahan masalah yang diteliti. butir (3) diganti dengan sumber data. sampel .

4.Yang penting adalah semua masalah harus ada jawabannya. Sebaliknya dalam uraian itu tidak perlu didefinisikan pengertian populasi.misalnya digunakan teknik wawancara.dan dari jumlah sampel itu diambil sampel berapa.Prosedur pelaksanaan metode atau teknik itu perlu diterangkan.2.atau disertai. dan sebagainya seperti dalam pelajaran metodologi penelitian.linguistik dan penelitian sastra.Yang diuraikan adalah populasinya siapa atau apa.4 Hasil Penelitian Hasil penelitian dimuat dalam bab tersendiri.bergantung kepada organisasi temuannya dalam pemecahan masalah.kegunaannya masing-masing perlu diterangkan. Dalam uraian tentang metode penelitian itu tidak cukup hanya disebut istilah.Jawaban atas masalah yang dirumuskan di bab pendahuluan harus diuraikan dengan jelas.sampel.sistematis.Judul hendaknya dirumuskan sesuai dengan topik (judul) skripsi. Bab inti ini memang berisi hasil penelitian beserta penjelasannya. Bisa dua bab atau lebih.Akan tetapi.Kalau dalam penelitian digunakan beberapa teknik pengumpulan atau analisis data.tetapi tidak harus dalam satu bab.butir (1) diganti dengan sasaran dan ancangan penelitian.tesis. tidak tidak berarti bahwa judul bab ini Hasil Penelitian dan Pembahasan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 56 .dan seterusnya. dan tuntas.istilah.

Penyajian simpulan hendaklah sejalan dengan penyajian masalah.tesis.Isinya adalah simpulan dan saran.Oleh karena itu. Pemisahan itu dimungkinkan dalam penelitian kuantitatif karena pemisahan temuan (hasil) penelitian dari penjelasannya tidak akan merusak organisasi substansi temuan (hasil) penelitian.Dengan demikian.temuan (hasil) penelitian dan pembahasannya tidak dapat dipisahkan.2.Bangunan sistem itu hanya bisa dipahami dalam keseluruhannya.Temuan (hasil) penelitian kuantitatif yang dinyatakan dengan angka harus ditafsirkan dengan katakata. Penyajian saran harus sejalan dan didasarkan pada simpulan atau temuan.Saran hendaklah disertai dengan argumentasinya.Dengan demikian.atau disertai. 4.Kalau mungkain juga disertai jalan keluarnya.bab ini bisa dibagi dua subbab.dan tafsiran itu perlu dijelaskan dan dibahas lebih lanjut.temuan (hasil) penelitian itu berupa sistem yang mungkin tersusun dari sub-subsistem.dan uraian tentang hasil penelitian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 57 .tujuan.masalah yang dikemukakan di bagian pendahuluan semuanya terjawab dan dengan jawaban itu semua tujuan telah tercapai.Dalam penelitian kualitatif. Lagi pula uraian atau pembahasan masalah yang dilakukan secara panjang lebar dalam bab sebelumnya semuanya ada simpulannya.5 Penutup Bab penutup merupakan bab terakhir skripsi.

Jarak dengan teks di atasnya empat spasi. kapital semua. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 58 . 4.Termasuk saran yang berharga adalah saran tentang perlunya dilakukan penelitian lanjutan. Judul tersebut dicetak tebal dengan huruf tegak.3 Bagian Akhir Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka.dapat juga bersifat teoretis. mengingat bahwa belum tentu semua masalah dapat dipecahkan secara tuntas dalam penelitian sekarang atau setelah selesainya penelitian sekarang ini timbul masalah lain yang terkait. penjurus atau indeks (kalau ada). lampiran (kalau ada). dan takarir atau daftar kata kunci/istilah(kalau ada). Keberadaan daftar pustaka adalah wajib. ditulis mulai dari pias kiri. artinya hanya pustaka yang dirujuk dalam teks skripsi. berukuran 12.Saran dapat bersifat praktis atau pragmatis. tesis dan disertasi. tesis dan disertasi yang harus ditulis dalam daftar pustaka. Perlu pula diperhatikan kemutakhirannya dan diusahakan juga dari hasil-hasil penelitian dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik skripsi. Daftar pustaka ditulis langsung setelah teks berakhir pada halaman baru dengan judul ”DAFTAR PUSTAKA”. Daftar pustaka ditulis sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka.

dan sederhana. (5) metodologi.1 Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian ialah artikel ilmiah yang disajikan sebagai hasil penelitian lapangan yang yang dilandasi dengan kajian teoretis terhadap hasil penelitian terdahulu.1 Judul Panduan Penulisan K arya Ilmiah 59 . (3) abstrak dan kata kunci. 5. (2) nama penulis dan lembaga asal. Artikel hasil penelitian terdiri atas (1) judul.1. Artikel konseptual ditulis berdasarkan pemikiran atau perenungan yang mendalam terhadap objek atau fenomena tertentu berlandaskan acuan kepada teori yang diperoleh melalui kajian pustaka (library research) untuk tujuan yang serupa dengan tujuan penulisan artikel hasil penelitian. (7) bahasan. bab ini menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan penulisan (1) artikel hasil penelitian dan (2) artikel konseptual. (4) pendahuluan. Arikel jenis ini dapat berdasarkan hasil penelitian kualitatif ataupun penelitian kuantitatif. (9) catatan akhir. 5. (6) hasil. dan dimuat di dalam jurnal agar dibaca oleh kalangan yang lebih luas. jelas. Untuk itu. dan (10) daftar rujukan.Artikel ilmiah ialah karangan yang dihasilkan melalui proses penelitian lapangan atau pemikiran konseptual yang berlandaskan kajian kepustakaan dan diterbitkan di dalam jurnal ilmiah. lugas. Artikel hasil penelitian ditulis berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di lapangan dan dilaporkan kembali dalam bentuk yang lebih padat. (8) simpulan.

tidak terlalu panjang.Judul (title) artikel hasil penelitian hendaknya informatif. yang ditulis tepat di baris setelah judul yang berbahasa Indonesia. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun.1. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. B. lengkap. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. KENDALA SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN (Socio-Cultural Constraints in Developing Rural Comunities) 5. Judul artikel yang berbahasa Indonesia diikuti dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. yaitu antara 5 sampai dengan 15 kata. Judul artikel hasil penelitian memuat variabel yang diteliti atau kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti. Namun. semua nama lembaga asal penulis harus dicantumkan sebagai Panduan Penulisan K arya Ilmiah 60 . semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama.

Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. tujuan. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut Panduan Penulisan K arya Ilmiah 61 . prosedur penelitian (untuk penelitian kualitatif termasuk deskripsi tentang subjek yang diteliti). Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel.1.3 Abstrak dan Kata Kunci Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. 5. dan ringkasan hasil penelitian sebagai tekanannya. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 sampai dengan 5 buah.catatan kaki.2 cm). Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda bintang (*). Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia.

(2) masalah . Jumlah rujukan harus proporsional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak). 5. Gagasan teoretis mengarahkan pembaca ke rumusan masalah yang dilengkapi dengan rencana pemecahannya dan rumusan tujuan. dan langsung mengenai masalah yang diteliti.4 Pendahuluan Pendahuluan tidak diberi judul. kajian pustaka dibutuhkan untuk mendukung penyampaian gagasan tadi.1. landasan teori atau aspek lain. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 62 . Gagasan teoretis harus disajikan secara ringkas.ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. 5. Karena pendahuluan memuat gagasan teoretis mengenai suatu perkara. Aspek yang dibahas dapat mencakupi aspek histories. bagian ini harus disertai dengan rujukan kepada berbagai sumber yang terpercaya. Sebab itu. ditulis langsung setelah kata kunci. Bagian ini menyajikan gagasan pokok yang paling sedikit terdiri atas empat bagian: (1) latar belakang penulisan artikel. dan (4) sistematika artikel. Keempat gagasan tersebut ditulis dalam bentuk paragraf yang memperlihatkan adanya koherensi antara gagasan satu dengan gagasan yang lain. menentukan jenis dan jumlah sample. padat.5 Metodologi Metodologi diartikan sebagai kumpulan metode yang digunakan untuk membuat desain penelitian. (3) tujuan penelitian.1.

rancangan penelitian (terutama jika digunakan raancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental). Untuk penelitian kualitatif perlu ditambahkan uraian mengenai kehadiran peneliti.menarik data. subjek penelitian. Materi pokok bagian metodologi adalah cara pengumpulan data. sumber data. uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu disajikan di dalam artikel ilmiah. Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat. bagian ini antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel (atau subjek). keterangan tentang informan. Dengan perkataan lain. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 63 . cara analisis data. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa sub-bagian. lokasi penelitian. bagian ini menyajikan cara pelaksanaan penelitian. cara menggali data penelitian. instrumen pengumpul data. Bagian ini hanya memuat hal yang pokok saja. pada dasarnya. atau pemilahan ke dalam sub-bagian. sedangkan spesifikasi bahan juga perlu diberikan karena penelitian ulang dapat berbeda dengan penelitian terdahulu apabila spesifikasi bahan yang digunakan berbeda. Dalam rangka penulisan artikel. dan teknik analisis data. Penelitian yang mendasari penulisan artikel menggunakan alat dan bahan perlu dilengkapi dengan sajian tentang spesifikasi alat dan bahan. dan lama penelitian. dan mengolah atau menganalisis data. Perlu pula disajikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian.

1. Sebaliknya.6 Hasil Hasil adalah bagian utama artikel ilmiah. semua sajian bisa berupa gabungan pembahasan. proses analisis data (seperti perhitungan statistik. tabel yang panjang. yang dimuat di dalam artikel hanya hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis. Dengan perkataan lain. termasuk pembandingan antara koefisien yang ditemukan dalam analisis dengan koefisien dalam tabel statistik. Jika ke dalam sajiak disertakan tabel dan/atau grafik untuk memperjelas sajian verbal. Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan. keduanya harus diberi judul dengan komentar yang memadai walaupun komentar tersebut tidak harus dilakukan per tabel atau grafik. apabila bagian ini pendek. jelas dan tidak mengganggu alur piker di dalam teks.5. Untuk artikel hasil penelitian kuantitatif. sampel yang berlebihan. bagian ini biasanya merupakan bagian terpanjang. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 64 . Apabila hasil yang disajikan cukup panjang. Bagian ini menyajikan hasil analisis data yang dilaporkan secara bersih. penyajian bisa dilakukan dengan memilah bagian ini menjadi subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian. dan sebagainya) tidak perlu disajikan. Hasil analisis boleh disajikan dengan tabel atau grafik asalkan dalam bentuk yang ringkas. Karena itu.

Misalnya ditemukan adanya hubungan antara strategi pembelajaran dan prestasi siswa. harus hasil penelitian disimpulkan secara eksplisit. dapat ditafsirkan bahwa strategi dapat berpengaruh besar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. bagian hasil memuat deskripsi. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori yang ada. sintesis. diskusi. perbandingan dan sebagainya yang tersaji rinci dalam bentuk subtopik yang masing-masing berkaitan langsung dengan fokus penelitian. analisis. dalam bagian pembahasan perbedaan itu haruslah diuraikan secara rinci dengan bukti yang memadai. eksplanasi. 5.Untuk artikel hasil penelitian kualitatif. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 65 . Misalnya. Untuk menunjukkan terjadinya pemecahan masalah atau pencapaian tujuan penelitian.1. dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang saudah ada. jika dinyatakan bahwa penelitian bertujuan mengetahui perbedaan penggunaan antara satu strategi dan stgrategi lain dalam pembelajaran bahasa asing. (2) menafsirkan temuan dan menarik inferensi berdasarkan temuan itu.7 Bahasan Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Tujuan bahasan: (1) memecahkan masalah penelitian atau menunjukkan pencapaian tujuan penelitian. (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan.

1. 5. Untuk penelitian kualitatif. dengan teori yang sudah ada. kaitan antarkategori dan antardimensi. teori yang lama bisa dikonfirmasi atau ditolak. Simpulan disajikan dalam bentuk deskripsi verbal.Temuan diintegrasikan ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dengan jalan membandingkan temuan itu dengan temuan penelitian sebelumnya. dikembangkan pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. Saran bisa merujuk kepada tindakan praktis.8 Simpulan Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Penolakan teori harus disertai dengan modifikasi atau rumusan teori baru. Simpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup. bagian ini dapat pula memuat gagasan peneliti. dan penelitian lanjutan. sebagian atau seluruhnya. Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu. dan bukan dalam bentuk angka. Jika penelitian yang menjadi dasar penulisan artikel berupa telaah teori (penelitian dasar). pengembangan teoritis. dan posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya. Simpulan dapat diikuti dengan saran yang disusun berdasarkan simpulan. atau dengan kenyataan di lapangan. Pembandingan harus disertai rujukan yang sesuai. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 66 .

dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. Dengan demikian. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa walaupun dibutuhkan dan dianggap penting.1. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. simbol. Proses pemikiran itu didukung dengan rujukan kepada teori tertentu yang sudah dikemukakan pakar melalui karangannya dalam bahan rujukan tertentu. nama tokoh. Tata Tulis. nama lembaga.1. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. 5.2 Artikel Konseptual Artikel konseptual ialah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh penulisnya melalui proses pemikiran yang mendalam terhadap suatu gejala yang muncul di dalam ranah ilmu tertentu. catatan akhir dalam artikel ilmiah berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus.9 Catatan Akhir Pada dasarnya.10 Daftar Rujukan Daftar rujukan (references) harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel ilmiah. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 67 . tahun tertentu. 5.5.

penulisan nama pengarang pada artikel konseptual dilakukan tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. (7) catatan akhir. Namun. 5. Sebab itu. (6) penutup atau simpulan. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama. (5) nas. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. semua nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 68 .2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Seperti pada penulisan nama dan asal lembaga pada artikel hasil penelitian.dapat dikatakan bahwa artikel konseptual merupakan laporan hasil pemikiran yang dilandasi oleh kajian kepustakaan.1 Judul Judul dalam artikel konseptual berfungsi sebagai label yang mencerminkan secara tepat intisari yang terkandung dalam artikel. (3) abstrak dan kata kunci. Artikel konseptual terdiri atas (1) judul. Di samping aspek ketepatannya.2. 5. Judul artikel sebaiknya terdiri atas 5-15 kata. pemilihan kata yang dipakai di dalam judul hendaknya dilakukan secara cermat. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. (4) pendahuluan. (2) nama penulis dan lembaga asal. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. dan (7) Daftar rujujukan.2. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. pemilihan kata untuk judul perlu juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap daya tarik judul bagi pembaca.

Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. 3.3 Abstrak dan kata Kunci Untuk artikel hasil pemikiran konseptual. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel. 5. Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia.2. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 69 . Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. dan seterusnya dengan format supercscript. Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf.lembaga asal penulis harus dicantumkan pada catatan kaki. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. dan ringkasan hasil pemikiran sebagai tekanannya. abstrak berisi ringkasan isi artikel yang dituangkan secara padat. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata.2 cm). tujuan. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda angka 1. 2. Abstrak untuk artikel jenis ini bukanlah komentar atau pengantar dari penyunting atau redaksi.

Bagian ini dapat berupa (1) evaluasi terhadap teori yang ada.sampai dengan 5 buah.2. dan diskusi tentang fenomena yang muncul dalam suatu komunitas. (6) telaah terhadap teori tertentu dan kemungkinan replikasinya dalam kondisi dan situasi yang berlainan. Bagian pendahuluan tidak perlu diberi judul.4 Pendahuluan Berbeda dengan isi pendahuluan di dalam artikel hasil penelitian. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. (2) deskripsi. isi bagian pendahuluan menguaraikan berbagai hal yang mampu menarik pembaca untuk mendalami bagian selanjutnya.2. (5) kemungkinan penerapan suatu teori di dalam kelompok masyarakat tertentu. eksplanasi. dan sebagainya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 70 . Selain itu. yang mencakupi ragam. Sebab itu. dan kekurangannya. 5. kelebihan. bagian pendahuluan hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat tentang hal pokok yang akan dibahas. (4) perbandingan antarteori untuk menjembatani kesenjangan di antaranya. bagian pendahuluan dalam artikel konseptual berisi uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas.5 Nas Nas pada artikel konseptual sangat bervariasi. 5. analisis. (3) strategi pengelolaan perkara tertentu.

Jika hendak ditampilkan. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 71 . nama lembaga. catatan akhir dalam artikel konseptual serupa dengan catatan akhir pada artikel ilmiah. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. tahun tertentu. 5. dan aspek lain dapat ditempatkan dalam bagian tersendiri.2. Jika uraian pada bagian akhir berisi simpulan hasil pembahasan pada bagian sebelumnya. lugas. 5. dan jelas akan mampu meyakinkan pembacanya untuk mengikuti alur piker yang hendah disampaikan oleh penulis kepada pembacanya. penerapan teori. Beberapa artikal konseptual yang dilengkapi dengan saran. saran yang mencakupi aspek pengembangan ilmu. tiap paragraf harus disusun secara sistematis dengan memperhatikan koherensi antarbagiannya.6 Penutup Istilah penutup digunakan sebagai judul bagian akhir artikel konseptual jika isinya hanya berupa catatan akhir atau yang sejenisnya. padu. Kebanyakan artikel konseptual membutuhkan simpulan.7 Catatan Akhir Pada dasarnya.Walaupun nas jenis artikel ini tidak perlu dibagi menjadi sub-bagian.2. Teks yang disusun dengan runtut. nama tokoh. perlu dimasukkan pada bagian kesimpulan. Catatan ini berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus. simbol.

walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 72 . cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. Tata Tulis. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas. 5.2.8 Daftar Rujukan Seperti pada artikel hasil penelitian. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. daftar rujukan (references) pada artikel konseptual harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel.

BAGIAN III PANDUAN TATA TULIS KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 73 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 74 .

tesis. bagian empat memuat tata tulis daftar pustaka. skripsi. Untuk itu. tesis. prakata. motto. halaman kosong. Bagian pertama membahas tata cara penulisan bagian-bagian disertasi. skripsi. Tata Tulis Karya Ilmiah Secara umum disertasi. persembahan. dan tugas akhir dibagi menjadi tiga bagian pokok.B. Bagian berikutnya membahas tata tulis artikel ilmiah dan makalah. dan tugas akhir. atau bahasa asing lain. skripsi. (2) nas. pernyataan keaslian tulisan. bab ini membahas tata tulis bagian-bagian karya ilmiah dengan contoh utama dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebab dalam kedua bahasa itulah kebanyakan kara akan ditulis. bahasa Inggris. pengesahan. daftar isi. 1. daftar table dan daftar lain. 1. bahasa Indonesia. dan (3) bagian akhir. abstrak.1 Prawacana Prawacana terdiri atas judul. yaitu (1) prawacana. tesis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 75 . tugas akhir. Bagian tiga menyajikan tata cara pengutipan rujukan. dan makalah (selanjutnya disebut karya ilmiah) dapat ditulis dalam bahasa daerah. artikel ilmiah. Pengantar Karya ilmiah yang berupa disertasi. Akhirnya.

dan (5) nama lembaga termasuk jurusan. (2) judul skripsi. Sebagai ancar-ancar. fakultas. (4) nama dan nomor nomor induk mahasiswa.Judul Judul terdiri atas (1) logo institusi. gunakan font 16 atau 18 cetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. dan universitas. (2) Judul karya ilmiah Judul ditulis dengan huruf kapital yang besarnya diesuaikan dengan panjang judul. METAPHORIC USES OF ENGLISH PARTICLES: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 76 . (3) maksud penulisan skripsi. serta tahun penulisan skripsi. (1) Logo Logo yang dipasang pada halaman judul hendaknya logo institusi yang lazim dipasang pada kepala surat dan yang ukurannya disesuaikan dengan luas halaman judul.

GRISHAM’S THE PELICAN BRIEF (3) Maksud Maksud penulisan skripsi berupa frase yang ditulis dengan huruf kecil. Tesis disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau a final project submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Sarjana Pendidikan in English atau a thesis submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Magister Pendidikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 77 . Bunyi frase tersebut sebagai berikut. kecuali nama gelar dan nama bahasa.A STUDY OF PHRASAL VERBS FOUND IN J.

yang didahului dengan preposisi oleh (by) di atasnya.in English Perhatikan bahwa (1) Frase ini ditulis dengan huruf kecil dengan font 12 untuk jenis huruf Times New Roman. (2) Gelar kesarjanaan dan program studi ditulis dengan awalan huruf kapital. Tidak dianjurkan: By: Name : Agus Ismangun NIM: 222000022 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 78 . Salah Betul Betul Betul : sarjana pendidikan in english : Sarjana Pendidikan in English : Sarjana Sastra in English : Sarjana Pendidikan Program Studi Seni Rupa (4) Nama dan Nomor Induk Nama dan nomor induk mahasiswa ditulis dalam dua baris di tengah-tengah halaman judul.

Tidak dianjurkan:

Oleh: Agus Ismangun 222000022 Dianjurkan: by Agus Ismangun 222000022 atau oleh Agus Ismangun 222000022 (5) Nama Lembaga dan Tahun Penulisan Nama lembaga dan tahun penulisan ditulis dengan font 16 (atau 14) bercetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. Tahun penulisan tesis adalah tahun pada saat pengesahan tesis, yaitu setelah tesis tersebut diuji, diperbaiki, dan diperbanyak.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

79

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009 atau
C.

D. ENGLISH DEPARTMENT FACULTY OF LANGUAGES AND ARTS SEMARANG STATE UNIVERSITY 2009 Halaman Kosong Halaman yang kosong dimaksudkan sebagai pelapis agar teks pada halaman berikutnya tidak tembus dan terlihat dari halaman judul. Pada buku yang berhak cipta, biasanya halaman ini digunakan sebagai halaman hak cipta, yaitu halaman yang memuat catatan hak cipta yang mencakupi tahun penulisan, nama penulis dan peringatan bagi pengguna buku kersebut. Misalnya,
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

80

Copyright c 2001 by Kate L. Turabian All rights reserved Akan tetapi, dalam skripsi mahasiswa tulisan seperti ini tidak dimunculkan. Pernyataan Keaslian Tulisan Pernyataan keaslian tulisan (declaration) berisi ungkapan penulis bahwa isi skripsi, tesis, atau disertasi yang ditulisnya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri. Pengambilalihan karya orang lain untuk diaku sebagai karya sendiri merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan ini. Contoh pernyataan keaslian tulisan dapat dilihat pada lampiran. Pengesahan Halaman Pengesahan (approval) adalah halaman tempat para penguji, pembimbing, dan panitia ujian skripsi, serta pejabat yang berwenang membubuhkan tanda tangan mereka sebagai tanda bahwa skripsi tersebut diakui kesahihannya. Halaman ini terdiri atas: (1) Pada bagian atas halaman dapat ditulis kata: PENGESAHAN (APPROVAL)
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

81

(2) Pernyataan: This thesis has been approved by a team examiners on … (3) Nama penguji (examiner), pembimbing (supervisor), dan pejabat yang berwenang, yaitu Ketua Jurusan (Head of the English Department) dan Dekan Fakultas (Dean of FBS). Masing-masing disertai dengan nomor induk pegawai (NIP), dan tugas yang bersangkutan. (4) Apabila terjadi penugasan ganda, misalnya penguji dan pembimbing, keduanya ditulis dengan garis miring sebagai pemisahnya.
PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FBS UNNES pada tanggal 30 Agustus 2008. Panitia: Ketua Sekretaris

Gunoto, Ph.D 131281777

Prof. Dr. Marbun 131282888

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

82

Penguji

Penguji

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222 Penguji/Pembimbing I

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999 Penguji/Pembimbing II

Drs. Abd. Ali 130450111

Dr. Raja Ali haji 130222333

APPROVAL This thesis has been approved by a team of examiners on 30 October 2008 Examiner Examiner

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

83

Ph. atau bawah halaman baik di sebelah kiri atau kanan halaman tanpa puntuasi apa pun. Raja Ali haji 130222333 Chairman Secretary Gunoto. Jika penulis menghendaki kemunculan halaman ini. Dr. Misalnya. Abd. Marbun 131282888 Persembahan Persembahan (dedication) bersifat manasuka. Ali 130450111 Dr. persembahan hendaknya ditulis secara ringkas dan hanya menyebut nama(-nama) yang sangat penting saja. tengah.D 131281777 Prof. Nama (nama) tersebut didahului dengan preposisi ‘To’. Teks dapat ditulis di bagian atas. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 84 .Examiner/Adviser I Examiner/Adviser II Drs.

tanpa cetak miring. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 85 . Tidak dianjurkan : This thesis is dedicated to all people who love me including my late father. : Dengan penuh kasih. my fiance. dan Adik-Adik Motto Motto (epigraph) biasanya berupa frase atau kalimat pendek yang dikutip dari suatu sumber. Ibu. dan/atau tanda kutip. garis bawah. cetak tebal. Penempatan motto pada skripsi bersifat manasuka. : To Allan Murray Dianjurkan atau Untuk Sri Haryati atau Untuk Ayah. Jika penulis menghendaki penempatan motto seperti itu. and all of my former classmates. skripsi ini kupersembahkan untuk Ibu Lasmi dan Bapak Astro serta Dinda Sri Harjati.Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan : To: Allan Murray : Dedicated to Allan Murray. nama dan sumber kutipan dapat disertakan di dalam teks. my mother. hendaknya motto tersebut ditulis ringkas dengan jenis huruf yang sama dengan jenis yang digunakan di dalam nas skripsi. Jika motto itu merupakan kutipan dari sumber yang signifikan.

cakupan penelitian.Misalnya. maksud penelitian. Prakata dapat pula mencakupi penyebutan nama yang baik langsung maupun tak langsung ikut terlibat di dalam penulisan itu. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 86 . Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Dianjurkan : Motto: Ever onward No Retreat : Moto: Ever onward No Retreat (Written by Bung Karno) : Bung Karno: Ever onward no retreat. rektor. dan pihak-pihak yang ikut mengambil bagian di dalam mendorong serta memberi motivasi kepada penulis sehingga laporan penelitian itu bisa terwujud. : Ever onward no retreat (Bung Karno) atau Your expression is the most important thing you can wear (Sid Ascher) atau Man never made any material as resilient as the human spirit (Bern William) Prakata Prakata (Preface) atau Pengantar berisi penjelasan ringkas oleh penulis mengenai latar belakang penulisan skripsi. Misalnya.

Kemudian dicantumkan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 87 . diikuti dengan nama jurusan (tidak boleh disengkat). Seluruh bagian ini terdiri atas kurang lebih 400 kata yang ditulis di dalam dua atau tiga paragraf dengan spasi tunggal. penguji. Judul dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertama dari setiap kata) dan diakhiri dengan titik. Penyebutan nama lazimnya diikuti dengan ucapan terima kasih dengan kadar yang sesuai dengan keterlibatan masing-masing.dekan. nama universitas. tesis. abstrak lazim memuat intisari laporan penelitian yang terdiri atas (1) latar (background). (4) hasil penelitian yang terpenting. dan diakhiri dengan titik. Tahun lulus ditulis setelah nama. dan pihak lain yang cukup signifikan untuk disebut di dalam prakata ini. (3) metodologi yang digunakan di dalam penelitian. (2) masalah (problem) atau tujuan (purpose) dan lingkup (scope) kajian. dan (5) simpulan (conclusions). nama fakultas. pembimbing. nama awal. diakhiri dengan titik. ketua jurusan. atau disertasi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma. ditepi kiri dengan urutan : nama akhir diikuti koma. Abstrak Pada dasarnya. responden. Kata abstrak ditulis ditengah halaman dengan huruf kapital. dosen lain. nama tengah (jika ada) diakhiri titik. simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dari kata abstrak. Kata skripsi.

Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah. E. One of the groups was trained in incorporating hign cognitive questions in studentstudent discussions. Teks di dalam abstrak diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) dan panjangnya tidak lebih dan dua halaman kertas ukuran kuarto. The main purpose of the study was to determine if higher frequency of high cognitive questions in NNS group classroom discussions had an effect on foreign language learning. Abstract This thesis is based on study which attempted to examine the use of high cognitive questions in nonnative student group classroom discussions. the other group was not provided Panduan Penulisan K arya Ilmiah 88 . Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah.nama dosen pembimbing I dan II lengkap dengan gelar akademiknya. Two groups of non-native Spanish students and four non-native English teachers participated. Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen pembimbing. Misalnya. serta pembimbing III untuk disertasi.

halaman kosong atau halaman hak cipta. After the training. F. demonstrated and adopted in NNS group classroom discussion. The quantity of verbal interaction was not different between the group. discussed it. halaman persembahan.…………. and thes summarized the story they had heard. dan halaman motto. TABLE OF CONTENTS Page Preface …………………………….. both groups listened to a narraive told by the non-native teacher. Halaman-halaman ini tidak diberi nomor halaman. tetapi keberadaannya tetap dihitung sehingga nomor halaman daftar isi mengikuti jumlah halaman yang ada sebelumnya. promotes the kind of verbal interaction which facilitates comprehension and written production of the foreign language.………… v Panduan Penulisan K arya Ilmiah 89 . The higher achievement in the training group indicates that the use of high cognitive questions.with training. Daftar Isi Daftar Isi (Table of Contents) berisi daftar semua bagian tesis kecuali halaman judul.. Results indicated that the training group asked more high cognitive questions than the control group. but the understanding and written production of the foreign language was higher in the treatment group than in the control group.

…………. REVIEW OF THE RELATED LITERATURE 2.1 Background of the Study …………….……………. sub-sub-bagian. Metaphoric Process in Literature….……………… xi Chapter 1... 3. x List of Abbreviation ……………………..….….2.. sub-bagian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 90 .. 4. vii List of Tables ……………………………. Appendices ………………………………….2 Reasons for Choosing the Topic …….………………. 2..………….…. METHODS OF INVESTIGATION Etc. 65 References ………………………………..………… vi Table of Contents …………….…….……………. 8 2. ix List of Figures …………………………….………. dan seterusnya ditulis rata kiri. INTRODUCTION 1...………….... 1 1.………….………. 12 Etc.Abstract ………………………….…….…. 4 Etc. (1) Nomor bagian..….……….1 Review of the Previous Research ………. 72 Perhatikan bahwa penomoran dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut....

1.2 Sub-bagian 1.1 Sub-bagian 1.1 Sub-sub-sub-bagian 1.3 Sub-sub-bagian 1.2 Sub-sub-sub-bagian 1.1.2 Sub-sub-bagian 1. (2) diasumsikan bahwa di dalam lampiran dimungkinkan adanya kutipan yang merujuk kepada sumber pustaka yang tentu saja disebut di dalam daftar pustaka.2.3.1 Sub-sub-bagian 1.3. (6) Lampiran disusun mendahului daftar pustaka dengan alasan: (1) bila diperlukan segera daftar pustaka lebih mudah ditemukan.1.3.(2) Titik akhir hanya muncul pada nomor bagian.3.2. BAGIAN 1.2 Sub-bagian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 91 . (4) Nomor hanya diberikan kepada bagian yang berupa frase. sub-sub-bagian ditulis tanpa titik akhir. (5) Pembagian bagian menjadi sub-bagian hanya dilakukan bila bagian itu terdiri atas sedikitnya dua sub-bagian.3 Sub-bagian 1.2.1 Sub-sub-bagian 1. (3) Sub-bagian.

.. tabel bernomor 2..1 GPA of the First Year Students ………………..…. G. dan Daftar Lampiran Daftar table (List of Tables) berupa daftar yang berisi tabel-tabel yang terdapat di dalam nas tesis. 44 4. Perhatikan bahwa angka pertama pada nomor tabel menunjukkan bab di tempat tabel yang bersangkutan tersaji. Daftar Bagan.…… 41 3. Daftar Tabel. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 92 .…. 55 4. 27 2.2 Rank Order of Top Ten Specific Items ..1 Inverse Cummulative Normal Distribution . Misalnya. LIST OF TABLES Table Page 2.Dst.….. Lema di dalam daftar ini diurutkan dengan penomoran dan judul tabel yang sesuai dengan nomor dan judul yang tertulis di dalam nas.1 Rank Order of General It…………………. 59 Etc.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ……………………………….1 berarti tabel pertama yang terdapat di dalam bab 2..

44 4. gambar.1 Inverse Cummulative Normal Distribution . GPA of the First Year Students Daftar Bagan (List of Figures) ditulis dengan penomoran dan judul seperti penulisan daftar tabel. Tabel 2.1 Etc Berbeda dengan daftar table. atau diagram yang dirujuk..2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ………………………….1 GPA of the First Year Stude…………………….. LIST OF FIGURES Figure Page 2.Perlu diingat bahwa di dalam nas karya tulis nomor dan judul tabel di tulis di atas tabel yang dirujuk. Misalnya. H.…. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 93 . atau diagram ditulis di bawah bagan.…… 41 3. Misalnya. di dalam nas nomor dan judul bagan. 27 2..1. gambar.

Etc.. GPA of the First Year Stude Daftar Lampiranan (List of Appendixes) ditulis dengan penomoran dan judul seperti di dalam contoh berikut.………. dan bernomor halaman.…. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 94 . LIST OF APPENDICES Appendix 1. 67 2. I. Perhatikan bahwa setiap butir lampiran bernomor. berjudul.1.90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr East West North Figure 2.. ANOVA Comparison of Mean Responses to General Items. 69 4. Recall Protocols of ESL Students ……………. Passage and Textbase ………….………. Overall and Geographical Page Subgroups with Each Other ……………………. 68 3.

LIST OF ABBREVIATIONS AND ACRONYMS A Adjunct Adj Adv Anova DSA Adjective Adverb Analysis of Variance Directive Speech Act Panduan Penulisan K arya Ilmiah 95 . harus dilambang-kan dengan huruf selain A. misalnya. Misalnya. Penulisan lema singkatan dan akronim dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. yaitu Adj.g. A melambangkan Adjuct. (2) Setiap huruf atau nomor melambangkan satu hal saja.. Sebab itu Adjective. i. (3) Singkatan dan/atau akronim yang dimasukkan ke dalam daftar ini hanya singkatan dan/atau akronim yang berkaitan erat dengan pokok penelitian.e. J. e.. Sinmgkatan-singkatan yang berlaku umum seperti etc. dan semacamnya tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar ini. (1) Lema diurutkan menurut abjad..Daftar Singkatan dan Akronim Daftar singkatan dan akronim (list of abbreviation and acronym) dimunculkan di dalam tesis bilamana tesis itu memuat sejumlah singkatan dan akronim yang masing-masing disebut berkali-kali di dalam nas.

Misalnya. Judul bab ditulis pada halaman baru. (1) Judul bab ditulis dengan huruf kapital berukuran 16 cetak tebal.4 Tujuan Penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 96 . Huruf berukuran 14 dan dicetak tebal. Secara umum. nas ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Misalnya. 1. ajektiva. Bagian ini didahului dengan huruf kapital dan setiap kelas kata (nomina. dan adverbia) didahului dengan huruf kapital.EH FA NP Ernest Hemingway a Farewell to Arms Noun Phrase 1.2 Nas Nas suatu laporan penelitian terdiri atas judul bab dan bagian-bagiannya. BAB 1 PENDAHULUAN (2) Judul bagian ditulis dengan huruf kecil. verba.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. 2.1 American Tradition (4) Judul sub-sub-bagian ditulis dengan huruf miring.(3) Judul sub-bagian ditulis seperti judul bagian.1. Misalnya. judul bab dan bagian beserta sub-subnya dapat ditulis dengan rangkuman sebagai berikut.2. Misalnya. dan bercetak tebal.2.1. tetapi berukuran 12.1 Hatim and Mason’s Concept on Translation Dengan demikian.1 Hatim and Mason’s Concept (5) Judul sub-sub-sub-bagian (kalau masih ada) dicetak seperti subbagian tetapi dengan cetak biasa.2.1. ukuran 12. 2. Misalnya.1 Tradisi Endo-Eropa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 97 .1 Penelitian Terdahulu … (teks) 2.2. 2.

(2) Setiap bagian harus berupa frase yang ditulis tanpa diakhiri dengan tanda titik (. misalnya. Setiap paragraf harus berisi sejumlah kalimat.1 Semantik Chomskian … (teks) 2.2 … Dsb. (4) Teks yang berupa butir-butir pernyataan ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Sub-bagian.1 Tradisi Amerika pada Abad ke-20 … (teks) 2. tidak perlu dimenjorokkan ke kanan.1. yang sekurang-kurangnya terdiri atas delapan baris.… (teks) 2.2.2.1.). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 98 . (3) Teks yang mengikuti setiap bagian dan pecahannya harus berupa paragraf.1. Latar Belakang Teoretis Perhatikan bahwa: (1) Setiap bagian beserta pecahannya ditulis mulai dengan ujung margin kiri.1.2 Tradisi Amerika … (teks) 2.

(4) adverbia … Panduan Penulisan K arya Ilmiah 99 . (2) verba.) bergantung pada panjang pendeknya pernyataan. atau koma (. Misalnya. … kelas kata terdiri atas (1) nomina. misalnya (1). Jika pernyataan berformat paragraf. Misalnya. (3) ajektiva. titik koma (. (2) verba.) atau titik-koma (. misalnya (1). pernyataan itu ditulis berurutan dengan nomor bertanda kurung.) untuk frase. pernyataan itu diberi nomor bertanda kurung. dan (4) adverbia. dan antara pernyataan satu dengan lainnya diberi tanda koma (.) untuk kata. Setiap butir pernyataan diakhiri dengan tanda titik (. (3) ajektiva. … kelas kata terdiri atas (1) nomina.) untuk kalimat.Jika pernyataan itu dimasukkan ke dalam paragraf.

gambar/diagram. Lampiran Lampiran (appendices) merupakan bagian integral nas tetapi dipisahkan dari nas. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 100 . masing-masing diberi nomor secara berurutan.3 Bagian Akhir Bagian akhir karya ilmiah sekurang-kurangnya terdiri atas lampiran dan daftar pustaka. dapat puila ditambahkan senarai (indeks) dan riwayat hidup penulis. Berikut disampaikan keempat komponen bagian akhir itu dengan urutan yang sesuai dengan urutan tampilan pada karya ilmiah. grafik. Karena dianggap terlalu panjang sehingga dapat mengganggu tampilan nas. bagian itu ditampilkan dalam bentuk lampiran. (4) Tiap halaman lampiran diberi nomor halaman dengan urutan meneruskan nomor halaman nas. Jenis lampiran antara lain tabel. dan contoh data.1. Selain itu. Lampiran disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. (2) Tiap lampiran diberi judul sesuai dengan isinya. (1) Apabila terdapat lebih dari satu lampiran. (3) Jika lampiran ditulis memanjang. rangkuman hasilo analisis. kepala halaman berada di bagian dalam halaman laporan. hitungan statistik.

informasi skill (4) Nama pengarang ditulis dengan urutan nama keluarga atau nama akhir diikuti dengan singkatan nama pertama dan nama lain.(5) Walaupun pelaksanaan penelitian membutuhkan kelengkapan administrasi yang berupa surat. • Arikunto. (6) Apabila penelitian menggunakan sumber data tertulis dalam jumlah besar. (2) Istilah utama ditulis dengan pengawalan huruf kapital • • • • Amoeba Pragmatics (3) Istilah pendukung ditulis dengan huruf kecil. kelengkapan administrasi seperti itu tidak perlu ditampilkan di dalam daftar lampiran. Senarai Senarai (index) berisi daftar kata kunci yang digunakan oleh peneliti dalam menyampaikan konsep penelitiannya. Butir senarai disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. 101 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . (1) Lema (entry) diurutkan secara alfabetis. S. Di dalam daftar ini dapat pula disisipkan nama pengarang yang disebutkan di dalam nas karya ilmiah. lampiran hanya menyajikan contoh data yang jumlahnya proporsional terhadap nas tetapi tetap mencerminkan homogenitas data.

Toer. • • Amoeba 13 Toer. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 102 . J. • • Badai pasti Berlalu “Ngeh dalam kepustakaan Jawa” (6) Tiap lema diikuti dengan nomor halaman tempat lema tersebut berada di dalam nas. L. Halaman 367 sampai dengan 373 hanya ditulis 367 – 73. P. J. • • • man to man marking 29 –31 Badai pasti Berlalu 367 – 73 Phillips. P.). (5) Judul karangan ditulis mengikuti kelaziman dalam penulisan daftar pustaka. 253 – 7.A. 879 (7) Apabila lema muncul dalam dua halaman atau lebih secara berturut-turut. Perhatikan bahwa penghematan menghendaki agar nomor yang kembar hanya ditulis sekali.A. nomor halaman ditulis dengan membubuhkan tanda ( .• • • McNamara. Turabian.

film. Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi semua bahan kepustakaan yang digunakan sebagai rujukan langsung dalam penulisan karya ilmiah. Selama penulisan karya ilmiah pengarang menggunakan kamus. program kompoter. artikel majalah dan koran. Daftar ini dapat mencakupi buku teks. Namun. 77 – 8. 301 Perhatikan bahwa nomor halaman ditulis mulai dengan yang paling 103 . Oleh sebab itu.(8) Apabila. penulisannya dilakukan dengan membubuhkan tanda koma. buku metodologi penelitian. LCD. artikel jurnal. dan bukan sumber rujukan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah Arithmatics 67. dan sebagainya. artikel dalam kumpulan karangan. lema muncul dalam dua halaman atau lebih tetapi tidak berurutan. drama. dan peranti lain seperti laptop. home theatre. bagian ini disajikan di dalam bagian tersendiri dalam panduan ini. 73 Budaya Jawa 54. Karena banyak hal yang perlu dikemukakan. • • kecil. petikan dari situs internet. 241 – 50. dan sebagainya. CD Rom. semua ini merupakan peranti penelitian. bahan seperti ini tidak perlu disebutkan di dalam daftar pustaka.

riwayat pendidikan. Kutipan seperti ini biasanya menambah daya kepada karya ilmiah. 2. (1) Kutipan langsung hanya digunakan apabila perkataan atau ungkapan asli pengarang demikian padat. dan meyakinkan. Bagian ini dapat terdiri atas riwayat keluarga. Tata Tulis Pustaka Acuan 2. Pembuatan kutipan seperti ini didasari prinsip sebagai berikut. berbobot. daftar karya ilmiah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 104 .1 Kutipan Langsung Yang dimaksud dengan kutipan langsung ialah kutipan yang dibuat persis dengan sumbernya. prestasi kerja.Riwayat Hidup Riwayat hidup bersifat manasuka dan biasanya hanya ditampilkan di dalam disertasi atau tesis. penghargaan. Misalnya. pengalaman kerja. Vini Vidi Vici (2) Kutipan langsung dapat digunakan untuk mendokumentasi argumentasi yang tidak cukup disampaikan dalam bentuk catatan kaki.

atau rumus ilmiah lain. (5) Kutipan langusung dilakukan untuk mengutip rumus-rumus. seperti rumus matematika. Tata Cara Penulisan Kutipan Langsung Kutipan Pendek Yang dimaksud dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris apabila ditulis di dalam naskah karya ilmiah. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. (4) Tulis rujukan kutipan tersebut pada klausa pengantar atau di dalam tanda kurung. (2) Gunakan tanda kutip ganda pada awal dan akhir kutipan. Misalnya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 105 . (3) Gunakan spasi spasi ganda. (6) Pengutipan langsung dari bahan nonkomersial (tanpa hak cipta) dapat dilakukan tanpa izin pengarang. (4) Kutipan langsung dapat digunakan bilamana perubahan (melalui parafrase) dapat menyebabkan salah paham atau salah tafsir. kimia. (1) Gabungkan kutipan ke dalam kerangka kalimat atau paragraf.(3) Kutipan langsung dapat digunakan apabila peneliti hendak memberikan komentar atau membela/menolak/menganalisis gagasan yang disampaikan oleh pengarang.

” atau This is what has been called “transitional competence” (Corder 1975: 57). Texas: “to be a bilingual means precisely to be able to switch rapidly from one language tonthe other. for example. atau In Malaysia. English is “used widely on the collocquial level. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 106 . so much so that it may not be wrong to claim that many Malaysians are no longer able to distinguish clearly between the formal and informal uses of the language.Elias-Olivares (1979: 437) states of a Chicago neighbourhood in East Austin.

(2) Jangan gunakan tanda kutip. sumber itu dapat dipotong dengan cara menyisipkan introductory clause.” Kutipan Panjang Kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih. (1) Tulis kutipan itu di dalam paragraf tersendiri. Gumperz and Hernandez (1971:112) suggest that “what seems like random alternation between two languages may be an expression of ambivalent feelings. Apabila sumber yang dikutip diperkirakan panjang. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 107 .possessing and thus using only one variey of the language for all occasions” (Wong 1982:17).” and that it occurs “whenever minority language groups come in close contact with majority language groups under conditions of rapid social change.

Johnson makes some reference to this in quoting Alderson (1979:225): The fact that the writer’s overall meaning remains totally obscure doesn’t materially affect the use of this passage as a cloze test. The terminology used seems to be something of a problem here.(3) Gunakan spasi tunggal (4) Beri pengantar kepada kutipan itu seperlunya. The “Intermediate Skills” as used in this article covers the same elements of “core proficiency as described by Anderson. which gives support to the argument that cloze tests focus on relatively low order language skills relating to ‘core proficiency’ rather than higher order skills like reading comprehension. (5) Tulis kutipan itu dengan ceruk lima spasi di sebelah kiri dan kanan margin. atau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 108 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 109 . Pengutipan seperti ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. to compare these with what one already knows and also the ideas with each other.If one one described comprehension in the following terms one would probably come a step nearer to a more adequate definition. to pick out what is essential and new. and to revise one’s previous conceptions (Lunzer and Gardner 1979:235) The research into this particular area seems to indicate that cloze can only reliably and validly assess … Elipsis Untuk menghindari kutipan yang terlalu panjang dimungkinkan untuk membuang sebagian dari sumber yang panjang itu. To penetrate beyond the verbal and nonverbal forms of the text to the underlying ideas.

add to the quaint charm of the language.(1) Elipsis dilakukan dengan tanda tiga titik dengan spasi di kiri dan kanannya. On a passage from a novel. atau akhir kutipan.” atau … Vertical shifts involve the use or non-use of Creole-based forms. (2) Elipsis dapat dilakukan pada bagian awal. In Panduan Penulisan K arya Ilmiah 110 . the thought is expressed that “… some very Indian uses of language. horizontal shifts entail the use or non-use of so-called patois speech. tengah. (3) Elipsis tidak boleh mengubah amanat apapun yang terdapat di dalam sumber kutipan. which one dares not call mistakes.

dan (3) penyisipan anteseden. problems of intelligibility can be considerable. Rosberg. so radically different as to seem a distinct language … completely unintelligible to the listening North American … It should not be assumed that patois style is relatively uniform … (Edwards.either case. Interpolasi menuntut perubahan redaksional suatu kutipan langsung. Perubahan itu ditempatkan di dalam tanda kurung persegi. (2) komentar. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 111 . Many mesolect speakers employ a patois that sometimes appears hardly related to its careful variant. Jenisjenis interpolasi yang lazim ialah (1) sic. Interpolasi Interpolasi ialah penjelasan atau pembetulan suatu kutipan yang diselipkan ke dalam teks. and Hoy 1976:312).

(2) Interpolasi yang berupa komentar pendek dapat disisipkan di dalam suatu kutipan dengan maksud memperjelas suatu butir pernyataan.(1) Tanda [sic] ditempatkan di belakang kutipan yang oleh penulis dianggap merupakan kesalahan. Di dalam contoh di atas. to a greater or lessen [sic] extent. Ini dimaksudkan sebagai catatan bahwa kesalahan yang terdapat di dalam kutipan itu tertulis sebagaimana sumber aslinya. come trailing clouds of context with it …” (Thomson 1996:10). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 112 . Komentar ini ditulis di dalam tanda kurung persegi. “If it is true that language and context are inextricably linked. any stretch og language should. penyisipan [sic] menunjukkan bahwa penulis menyadari bahwa kata “lessen” tereja salah. Kata itu mestinya tertulis “lesser”.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 113 .A theory. Di dalam contoh ini. He [William Shakespeare] was undoubtedly the greatest dramatist to date. sematics and appropriate use] has been proposed by Oller (1979) among others. kata “Grammar” yang dikutip dari Oller dijelaskan oleh pengutip dengan menuliskan penjelasan itu di dalam tanda kurung persegi. sometimes called “The Grammar Expectancy Theory” [“grammar” here is used in the broad sense to include the syntax. No other dramatist has rivaled his ability to portray characters with such liveliness and colour. (3) Anteseden disisipkan ke dalam kutipan langsung bilamana terdapat suatu pronomina di dalam kutipan itu yang tidak jelas perujukannya.

‘ ‘mesolect. antara lain. Mehrotra (1983:96) argues that “The usage of terms like ‘acrolect.’ and ‘ basilect’ by sociolinguists implies that these terms have a real meaning when used in connection with particular language designations”. kutipan langsung ditulis di dalam tanda kutip ganda (“) sedangkan kutipan pendek di dalamnya ditulis di dalam tanda kutip tunggal (‘). dapat muncul masalah khusus yang berkaitan dengan penulisan kutipan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 114 . (3) pengutipan pidato. dengan (1) kutipan di dalam kutipan.Kutipan Khusus Dalam hal tertentu. Masalah itu berkaitan. (1) Kutipan di dalam kutipan Jika di dalam suatu kutipan langsung terdapat kutipan pendek. (2) pengutipan puisi.

Moag (1982:227) writes: The following extreme [but not an atypical] example was overheard from a young female Fiji Indian sales clerk: “Shila account-book use kara. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 115 . The order of major constituents (subject – object – verb) in the kernel sentence clearly marks it as Hindi. Kutipan pendek yang terdapat di dalamnya ditulis di antara tanda kutip ganda.Jika kutipan itu panjang. (2) Pengutipan Puisi Cara pengutipan puisi bergantung pada panjang pendeknya bagian puisi yang dikutip. I think” … The female name. and the verb kara … are the only native items in the sentence. disisipkan ke dalam teks denggunakan tanda kutip ganda.Kutipan pendek. penulisannya mengikuti cara penulisan kutipan panjang. not English. Shila. yang hanya terdiri atas sebaris atau kurang dari satu baris.

dengan indent. Synge sensed the inevitability of death when he said.It is easy to feel the mystique of the songs of Ireland through the sound of “thrust. dan berspasi ganda antar bait. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 116 . stare. Kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih ditulis tanpa tanda kutip. and wren”. Kutipan tersebut ditulis berspasi tunggal. Kutipan yang terdiri atas dua sampai empat baris disisipkan ke dalam teks menggunakan tanda kutip pada awal dan akhir kutipan dan garis miring (/) antar baris. “There’ll come a season when you’ll stretch / Black boards to cover me”. linnet.

would you With my black funeral go walking too.Something of this power can be felt in Synge’s “A Question” where he says: I asked if I got sick and died. And. you said. (3) Pengutipan Pidato Pidato dapat dikutip secara langsung menggunakan cara seperti yang disebut di atas. a people once Panduan Penulisan K arya Ilmiah 117 . No. I dead beneath That broad – you’d rave and rend them withj your teeth. for if you saw a crew Of living idiots pressing round that new Oak coffin – they alive. If you’d stand close to hear them talk or pray While I’m let down in that steep bank of clay. It was stated that “… in Australia.

remote and distanced from the world have embraced the future by welcoming into our population five and a half million migrants and regugees in the 50 years since World War II. Ini sering terjadi bilamana penulis ceroboh atau kurang cermat di dalam menuliskan rujukan kutipan itu. Secara umum hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa: (1) Peneliti membuat catatan dari sumber tertentu.) 2. kemudian menyalin dan memasukkannya ke dalam nas tesis tanpa mengingat bahwa catatan itu berasal daru sumber yang berhak cipta. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 118 . (2) Peneliti menggunakan buku yang mencakupi bidang pengetahuan yang persis sama dengan bidang yang sedang digelutinya.” (Bolkus in XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT) 1996.2 Kutipan tak Langsung Pengutipan tak langsung terkadang menimbulkan kecurigaan pembaca.

lakukan langkah sebagai berikut. of the long-term historical trend in English from synthetic to analytic. An example is the comparison of adjectives. and shamefuller. adjectives of more Panduan Penulisan K arya Ilmiah 119 . At one time. Sumber: In grammar we can see the continuation. Untuk menghindari tuduhan adanya pembajakan (plagiarism) di dalam penulisan tesis dan karya-karya ilmiah pada umumnya. patienter.(3) Peneliti mengambil intisari suatu sumber dan merumuskannya menggunakan perhataan sendiri. Where more and most are spreading at the expense of the endings –er and –est. (5) Peneliti sengaja menggunakan tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. In the first half of the present century. tetapi tidak menyebutkan sumber kutipan itu. famousest. And in Early Modern English you meet forms like ancientest. (4) Peneliti mengutip dari catatan-catatan yang dibuat selama perkuliahan tanpa menyadari bahwa catatan-catatan itu dikutip dari sumber tertentu. perfecter. from a system that relies on inflections to one that relies on word order and grammatical words. -er and –est were used muct more widely than today. in small ways.

1993. C. 274. most famous) and some the other (commoner. most notorious). while adjectives of one syllable normally had –er and –est.) Cara pengutipan tak langsung yang dapat dilakukan oleh penulis: (1) Pahami secara umum intisari teks sumber. kemudian buatlah rumusan baru yang berupa pandangan mengenai isi teks dari titik pandang lain: … with the change of time the expression of some comparatives and superlatives has changed. Adjectives of two syllables varied. commonest) … (Barber. p. (2) Sajikan fakta sebagaimana yang tertulis di dalam sumber itu dalam bentuk daftar: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 120 .than two syllables always had more and most (more notorious. Cambridge: CUP. some being compared one way (more famous. The English Language: a Historical Introduction.

‘Barber views that …’. commonest (Barber 1993: 274). richer. e.g. richest. (3) Gunakan frase seperti ‘according to Barber’. e. e. By early 20th century the preferences were: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 121 . more beautiful. the basic rules were as follows: (1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative). (3) Disyllabic adjectives could take either form. most beautiful.g.g. a study of the forms used in Early Modern English through the present day indicates that a change has been in progress. ‘In Barber’s opinion …’ dan sebagainya.… Until recently. According to Barber (1993: 274). most famour. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative).

e. tahun penerbitan. 1994. 78 .(1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative).g. most famour. Teknik Penulisan Daftar Pustaka 3. most beautiful. commonest. 1994: 78 – 80) : (Grisham 1994: 78 – 80) Penulisan dua atau tiga nama adalah sebagai berikut. richest. Grisham. more beautiful. Barber claims that the transition is now almost complete. e. pp.80 : (J. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 122 . (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative).g. richer. Salah Salah Benar : John Grisham. e. dan halaman bagian teks yang dirujuk. 3. (3) Disyllabic adjectives could take either form.g.1 Perujukan Kutipan Perujukan dilakukan dengan menyebutkan nama belakang atau keluarga pengarang.

Salah Salah Benar : (Hatim etc. 1990: 78 – 80) : (Hatim et.Salah Salah Benar : (Basil Hatim and Ian Mason. the world of translator is inhabited by an extraordinary number of dichotomies Selanjutnya. di dalam tanda kurung. dengan tahun penerbitan dan halaman bagian teks rujukan. nama itu harus langsung diikuti.. and Anderson 1991: 78 – 80) Penulisan lebih dari tiga nama adalah sebagai berikut. 1990: 78 – 80) : (Hatim and Mason 1990: 78 – 80) atau (Hatim. Al.2 Aturan Umum Tata Tulis Pustaka Acuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah : Accor 123 . 1990: 78 – 80) : (B. nama-nama yang disebut sebagai rujukan kutipan ini harus dimunculkan di dalam Daftar Pustaka(Reference atau Bibliography) 3. Hatim and I. Mason. 1990: 78 –80) : (Hatim et al. 1990: 78 – 80) Jika nama pengarang disebut oleh penulis sebagai bagian integral di dalam teks. Salah Benar : Acording to Hatim and Mason (1990: 1). Mason.

nama panggilan hanya ditulis inisialnya ( James menjadi J. Mason Perhatikan bahwa di dalam pustaka acuan. B. Hatim. M. nama badan itu ditempatkan sebagai nama pengarang. Nama Kate tidak disingkat untuk memudahkan identifikasi bahwa penulis ini berjenis kelamin perempuan. (1) Nama pengarang ditulis dengan cara: nama belakang atau nama keluarga mendahului nama pertama atau nama panggilan. (2) Jika sumber berupa karya suatu badan. Kate L. Ian menjadi I). Hatim. yaitu (1) nama pengarang. Nama pertama ini hanya ditulis inisialnya. J. dan (3) fakta tentang penerbitannya. Department of Education Optus The Committee of Poverty Alleviation Panduan Penulisan K arya Ilmiah 124 . (2) judul karangan. departemen. B. organisasi. and I. komisi.Pada dasarnya setiap lema di dalam pustaka acuan terdiri atas tiga bagian. Turabian Basil Hatim dan Ian Mason Nama di dalam Pustaka Acuan McCrimmon. Nama yang Sebenarnya James M. McCrimmon Basil Hatim Kate L. Turabian.

1993.(3) Jika di dalam karangan tidak ditemukan nama pengarangnya. (4) Tahun penerbitan buku ditulis mengikuti nama pengarang. Jika disebutkan beberapa tahun dan dilengkapi dengan keterangan bahwa buku yang dimaksud adalah buku edisi tertentu. perujukan dimulai dengan judul karangan. Hal yang sama berlaku pada nama majalah. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun ketika edisi terbit. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun yang terdahulu. 1995. jurnal. Tahun terbitan di dalam buku C 1990 C 1990 Third Impression 1991 C 1990 New Edition 1995 Penulisan di dalam Pustaka Acuan 1990 1990 1995 (5) Judul karangan yang berbentuk buku ditulis dengan cetak miring. Jika di dalam buku disebutkan beberapa tahun – misalnya 1990. atau koran. Tips for Reading Intensively. Misalnya Extra Work or Extra Payment. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 125 .

nama yang ditulis di dalam pustaka acuan hanya nama penerbit yang disebut pernama kali. London: Routledge. Toronto: Prentice-Hall Canada Inc. Tempat penerbitan diikuti dengan nama penerbit. ajektiva. (6) Fakta penerbitan terdiri atas tempat penerbitan. sedangkan tahun penerbitan ditempatkan di belakang nama pengarang atau penyunting. Cambridge: Cambridge University Press. nama penerbit dan tahun penerbitan. verba. (7) Jika terdapat lebih dari satu nama penerbit. atau adverbia) diawali dengan huruf kapital. Di dalam buku London and New York Panduan Penulisan K arya Ilmiah Di dalam Pustaka Acuan London 126 .Nama Terbitan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Nama Pada Pustaka Acuan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Perhatikan bahwa kata kunci pada judul-judul di atas (yang berupa nomina.

3. Grisham.d. and Sydney London New York (8) Jika di dalam buku tidak ditemukan tahun penerbitannya. Politeness: Some Universals in Language Usage. (no date). dan S. London: Cambridge University Press. J. J. The Pelican Brief. Levinson.3 Contoh Penulisan Lema Pustaka Acuan (1) Buku oleh satu pengarang Austin. Lyons. D. New York. London: McMillan. pada pustaka acuan ditulis n. P. n. Schiffrin. New York: Warner (2) Buku oleh dua atau tiga pengarang Brown. 1994. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 127 . Approaches to Discourse.C. and Sydney New York. Toronto. J. 1962. Tokyo.d. How to Do Things with Words.L.London. Changing Time Changing Shapes. Oxford: Oxford University Press. Massachusetts: Blackwell Publishers. 1987. 1994.

1991. 1986. F. M. Dijk. et al. L. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2nd ed. Advances in Spoken Discourse Analysis.A. London dan New York: Routledge. (4) Buku suntingan satu orang Coulthard. Goody. (3) Buku oleh lebih dari tiga Pengarang Alwi. 1978. Cambridge: Cambridge University Press. A. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 128 . 1978. van. E. Interlingual and Intercultural Communication.Hewson. H. Amsterdam: North Holland.). Guenthner-Reutter (eds). Cambridge: Cambridge University Press. 1999. London: Duckworth. 1993. Radford. T. N. Tubingen: Gunter Narr Verlag. (5) Buku suntingan dua orang atau lebih Guenthner. and S. J. 1976. dan M. Meaning and Translation: Philosophical and Linguistic Approaches. Blum-Kulka (eds). (ed). (ed). The Pragmatics of Language and Literature. Martin. London: Routledge. dan J. House. Redefining Translation: The Variational Approach. 1992. (ed). Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. et al. Linguistics an Introduction. Jakarta: Depdikbud RI.

J.). Translation Studies (Revised Ed. and Disertations (6th Ed.R.Holmes. 1980. Popovic (eds). (8) Buku terjemahan Leech. Turabian. dan seterusnya Bassnett-McGuire. D. F.). London: D. Speech Act Theory and Pragmatics. Translated by Oka. Theses. Bierwisch (eds). London: Routledge. de Haan. 1993.. 1990. 1996. F.S. and M. (7) Buku yang terdiri atas dua jilid atau lebih Vanderveken. Meaning and Speech Acts Vol. Chicago: The University of Chicago Press. (6) Buku edisi kedua. G. M. dan A. (9) Karangan (Essay) di dalam buku suntingan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 129 . Cambridge: Cambridge University Press. S. Riedel Publishing Company. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. 1: Principles of Language Use.. The Nature of Translation. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Kiefer. Kate L. ketiga. Searle. 1991. The Hague: Mouton. J.D. 1970.D. A Manual for Writers of Term Papers. 1982.

Edited by Bernard Spolsky.123 – 61. pp. Samuel Johnson. Encyclopedia Britanica. Amsterdam: Elsevier. Levinson. Di dalam J. (10) Artikel di dalam Ensiklopedi Macauly. G. Holmes. 1970. 37 – 49. R. Brown. T. BlumKulka (eds. Goody (ed. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 130 . 856 – 65. M.).Broeck. 11th ed.1992. In Concise Encyclopedia of Educational Linguistics. Contrastive discourse analysis as a tool for the interpretation of shifts in translated texts. Hlm. 78 – 90. 1999. Smith. House and S. Drinitrova. B.). Hlm. pp. A. 1978. The concept “shift of expression” in translation analysis. Syntax in second language acquisition.Coulthard (ed. F. Universals in language usage: Politeness phenomena. XV. pp.B. Popovic. pp. 463 – 471. Hunston. van den. In J.). and A. de Haan. N. Analysing everyday conversation.S. Popovic (eds.. New methods in translation research: new horizons in translation studies. Sharwood. Francis. P.A. 1996.). M. pp. E.C. In E. 1970. 56 – 311. dan S. FIT. dan S. 1986.

Politeness phenomena in modern Chinese. 2005. S. rusaklah pemikiran. Tempo. 14/2: 237 – 57. 1984. 5/3: 196 – 213. Blum-Kulka. Gu. Lokalisme sebagai Ekses. S. 11: 131 – 46. M. 2005. 18 Agustus.Y. Olshtain. (13) Kumpulan Artikel/Proceeding Seminar Panduan Penulisan K arya Ilmiah 131 . S. Hlm. 1997. Suara Merdeka. Hlm. September. Intisari.(11) Artikel di dalam jurnal atau majalah Ilmiah Blum-Kulka. Acceptability and language specific preference in the distribution of information. 18. Applied Linguistics. 2005. 9/1: 1 – 25. Indirectness and politeness in requests: same or different? Journal of Pragmatics. 1987. Manshur. 64 – 5. Journal of Pragmatics. TARGET. F. 166 – 7. dan E. Requests and apologies: a cross-cultural study of speech act realization patterns (CCSARP). 28 Agustus. Hlm. (12) Artikel di dalam Koran dan Majalah: Basuki. Novel nonfiksi dan kemungkinannya. Prasetyo. Doherty. Bahasa kita: Rusak bahasa. S. 1990.

A. Proceedings Vol. Thesis Magister Humaniora Universitas Indonesia. Y. XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT). Rustono. M. 2. Mujiyanto. and Durant. (14) Tesis. Japan. (2001). 1996. Disertasi Universitas Indonesia. Online. Perbandingan Derajat Kesantunan antara Tindak Tutur Direktif di dalam Novel A Farewell to Arms Karya E. Paper presented at The Fourth International Pragmatics Conference.FIT. (14) Bahan yang dipetik dari situs internet Berbentuk buku Ziegler. 1998. 25-30 July. Available at Panduan Penulisan K arya Ilmiah 132 . 1993. 1999. Engagement: a necessary ingredient for participation in adult basic education. Kobe. disertasi. C. Implikatur Percakapan sebagai Pengungkap Humor di dalam Wacana Humor Verbal Lisan Berbahasa Indonesia. The politeness rating of English and Indonesian directive types among Indonesian learners of English: Towards contrastive pragmatics. dan karangan lain yang tidak diterbitkan secara komersial Gunarwan. Hemingway dan Terjemahannya. Melbourne: The Australian Institute of Interpreters and Translators.

L.htm [accessed 06/23/03] 3.nald. Online at ww. Adult Learning and Literacy in Canada.4 Tata Urut Penulisan Pustaka Acuan Allan. 2.edu/ann_rev/vol2_6. htm [accessed 11/11/01] Berbentuk artikel di dalam buku Shohet.html [accessed 9/23/03). harvard.edst. 1962. Linda.ca/PROVINCE/SASK/SLM/selfeval/t oc. Available at http://ncsall. (n.educ.ca/aerc/2001/2001ziegler. How to Do Things with Words. S.edu/teachers/departments/edld/conf/ critical. (2001). (NCSALL). Natural Language Semantics. In The Annual Review of Adult Learning and Literacy.gse.html [accessed 03/15/00] Berbentuk artikel anonim dan tak bertanggal Self-Evaluation Kit. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 133 . Oxford dan New York: Oxford University Press. Austin. T. 2001. Vol. J. Online www.ubc. Oxford: Blackwell Publishers. Berbentuk artikel tak bertanggal Rocco.www. Chapter 6. K.d) Critical reflection in practice: experiences of a novice teacher.bsu.

London: Routledge. A. Barthes. M. F. Pp. In Other Words: A Coursebook on Translation. Eagleton. Di dalam FIT. R. Kiefer. Dingwaney. Terjemahan dari Bahasa Perancis oleh R. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 134 . 1996.) Pp. Cambridge: Cambridge University Press. E.). New Jersey: Prentice Hall. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. 1980. Semantic structure and illocutionary forse.). Minneapolis: The University of Minnesota Press. A. 1 – 36. Literary Theory: An Introduction (2nd ed. N. 1996. Pittsburgh dan London: University of Pittsburgh Press. dan M. 1999. Searle. Goody. T. Bressler. Between Languages and Cultures: Translation and CrossCultural Texts. 905 – 920. Howard. Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice (2nd ed. Maier (eds. dan C. 1995. Gunarwan. M. C.).Baker.E. New York: Hill and Wang. In J. Bierwisch (Ed.) 1978. 1992. 1988. Bierwisch.R. Readers’ subjective reactions to original poems and their translation: towards an assessment of dynamic equivalence. The Semiotic Challenge (Fine Ed.). (ed.

Pym. 1995. London dan New York: Pinter. London dan New York: Longman.). The relations between translation and material text transfer. Short. A. Machali. Waugh. dan M. Redefining Textual Equivalence in Translation with Special Reference to IndonesianEnglish. Pp. 1985.A. Hasan.K. 1997. Leech.N. (ed. Modern Literary Theory (3rd ed. The concept of equivalence and the object of translation studies. Saeed. Redefining Translation: The Variational Approach. Language and Context a Functional Linguistic Theory of Register. Oxford dan Massachusetts: Blackwell. Jakarta: The Translation Center. M. Semantics. 171 – 89. 1992. R. 7. 1995. Koller. Martin. 1981.H. London: Routledge.I. TARGET. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 135 . 1996. Language. 1998. London: Arnold. and Text. dan P. dan R. G. 1991.). P. 4. Style in Fiction: A Linguistic Introduction to English Fictional Prose. L. TARGET.Halliday. J. Context. Leckie-Tarry. Pp. H. Rice. Hewson. dan J. Melbourne: Deakin University Press. 191 – 222. W.

The classification of illocutionary acts. 137 – 51. P. 1997. Language in Society. Simpson. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 136 .Searle. 8. 1979. Pp. Language through Literature. J. R. London dan New York: Routledge.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 137 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful