P. 1
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

|Views: 913|Likes:
Published by Ratieh DhumDhum

More info:

Published by: Ratieh DhumDhum on Apr 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

BAGIAN I

PANDUAN DASAR

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

2

1. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan pada masalah, baik yang sederhana maupun yang rumit. Bila berhadapan dengan masalah yang rumit, kita bertanya-tanya mengapa terjadi masalah itu, dan mengapa masalah itu rumit untuk dipahami. Bila yang berhadapan tersebut seorang mahasiswa cerdas dia akan minta bantuan kepada teman sebayanya, kakak kelasnya, dosennya, atau bahkan mungkin profesornya. Bila salah satu profesornya memberi jawaban berdasarkan teori yang dikembangkan orang lain yang tertulis dalam sebuah buku, dia juga bertanya profesornya menggunakan buku X bukan Y? Mengapa professor X tidak menjawab pertanyaan berdasarkan penelitiannya sendiri? Seorang peneliti atau pengarang yang cerdas, dan kaya pengalaman kerapkali seperti anak kecil, yang cerdas, dan kreatif, selalu bertanya, apa sebab suatu kejadian, peristiwa dan masalah, dan selalu ingin tahu apa jawabannya. Jawaban yang diinginkan anak tersebut tampaknya bukan sekadar jawaban, melainkan jawaban yang terkait dengan struktur alam pikiran yang dia ketahui, dan struktur sosial-ekonomi di sekitarnya. Untuk anak yang memiliki lingkungan ekonomi kuat dan struktur alam pikiran yang cerdas, tampaknya menghendaki jawaban yang lebih didasarkan pada fakta, dan makna sebuah fakta yang dipandang dapat merupakan akar suatu masalah atau landasan pemikiran tertentu.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

3

Tulisan yang disusun berdasarkan pengetahuan atau pengalaman pribadi.Bagi orang dewasa. jawaban atas keingintahuan tersebut dapat ditulis dalam bentuk karangan singkat atau karangan bersambung berdasarkan struktur penalaran logis yang dapat menjadi dasar sebuah tulisan ilmiah. Pengetahuan dapat berupa tulisan dari memori berdasarkan pengalaman. baik yang berasal dari pengamatan indrawi atau dari belajar sendiri. Secara sederhana karya ilmiah dapat dikatakan sebagai tulisan untuk mencari sebab akibat suatu masalah untuk mendapatkan keterangan yang lengkap berdasarkan penalaran. PENGETAHUAN Pengetahuan berbeda dengan ilmu atau karya ilmiah. perjalanan. dengan mengunakan metode yang tepat. 2. Dengan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 4 . tidak jelas metodenya dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. maupun yang berasal dari pengamatan yang dilaksanakan dengan cara yang tidak sintematis. kesaksian suatu peristiwa dilukiskan secara cermat. yang telah mengacu pada teori orang lain kadangkadang belum dapat memberikan pemecahan yang memuaskan atas suatu masalah. Pengetahuan adalah semua informasi yang tersusun di dalam memori seseorang. berdasarkan nalar sehat dan logika yang telah mereka miliki. perlu dicarikan jawaban dengan bertanya kepada sejumlah orang yang dipandang memiliki pengalaman aktual. pengetahuan atau perhatian terhadap masalah tersebut.

dapat membedakan. Karya ilmiah. memperhatikan. atau hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain. mulai tahu. sampai dengan mengetahui. tetapi perlu acuan tertentu yang dapat membantunya. mengerti. mangalisis. Untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan suatu proses: mulai dengan mengenal. terjadi semacam korenspondensi antara gagasan yang telah disusun untuk memecahkan masalah tersebut dengan kondisi di tempat masalah tersebut timbul (lapangan). dengan metode tertentu. dia menjadi tahu bahwa orang yang selalu dekat dengannya adalah ibunya. sekurang-kurangnya mengandungi masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan akal sehat (common sense) atau intuisi. dia akan tetap tahu dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 5 . Bila seorang anak bertambah penalarannya. dan menilai mana yang benar dan mana yang tidak benar. atau pengalaman orang lain yang dapat diuji keandalannya. pengalaman.demikian. dapat membandingkan. temuan orang lain. Karena proses untuk mendapatkan pengetahuan berbeda dalam tingkattingkat yang ditempuh. Misalnya. Acuan tersebut dapat berupa teori yang telah dikembangkan orang lain. pada waktu seorang anak kecil mulai tumbuh. sehingga tulisan yang disajikan tidak bersifat gagasan kosong yang tidak membumi. merekonstruksi. termasuk penelitian. Memecahkan masalah dapat dilakukan dengan mengacu kepada teori yang dikembangkan ahli yang terkait. pengetahun dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan juga.

Dalam penelitian. Pada tahap sekanjutnya. misalnya lewat pandangan pertama. seorang peneliti bertugas merumuskan masalah secara jelas. Apabila masalah penelitian telah disusun dengan jelas. 3. tetapi pada tahap selanjutnya disyaratkan untuk mengadakan studi awal untuk melihat latar belakang suatu masalah. Dengan demikian. Jadi. Bila latar belakang masalah telah dapat digambarkan dengan jelas. pengetahuan diperoleh dengan proses yang lebih detail dan lebih teliti akan berbeda dengan pengetahuan yang diperoleh secara cepat. tidak spontan. Tujuan ini harus sesuai dengan masalah yang hendak dipecahkan. sehingga arah pemecahannya cukup terarah. langkah selanjutnya adalah menyususn tujuan penelitian. baik yang serupa maupun yang berbeda. anak dapat membedakan antara ibunya dan wanita lain. masalah yang ditemukan seorang peneliti atau penulis ilmiah harus dicarikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 6 . prosedur awalnya sama dengan mencari pemecahan masalah dalam pengetahuan. Dalam perkembangan selanjutnya.mengenal ibunya meskipun dia berbusana indah. misalnya kakak prempuannya. atau selayang pandang seperti melihat sesuatu dari atas mobil atau pesawat terbang. KONSEP ILMU Penciptaan karya ilmiah menggunakan prosedur yang agak berbeda dengan pembuatan tulisan atau laporan biasa. pengetahuan adalah suatu proses yang berkesinambungan. di mana posisinya dengan masalah yang lain.

Penelitian ilmiah berbeda secara mendasar dengan pengetahuan yang ditulis berdasarkan akal sehat atau common sense. di tempat dia melakanakan penelitian tersebut. Menurut Kerlinger. dengan metode penelitian yang sesuai. Ilmu diperoleh mengunakan konsep dan struktur teori yang disusun secara sistematis dari pendapat orang lain. dan juga dari acuan kepada hasil penelitian valid yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Dari kajian yang diperoleh. Berdasarkan konsep tersebut dirumuskan dugaan atau perkiraan secara nalar berdasarkan deduksi. tempat. kondisi kebudayaan.1 ilmu dan common sense berbeda tajam dalam beberapa hal. Akal sehat biasanya diperoleh menggunakan teori dan konsep.jawabannya lewat data penelitian di lapangan atau di laboratorium. Deduksi dapat diartikan mencari landasan teori dari rumus atau teori besar yang telah menjadi dasar pengembangan ilmu yang terkait. alat penelitian yang teruji vaiditas dan reliabilitasnya. Perbedaan tersebut terletak pada sistematika dan cara pengendalian. Untuk mencari dasar masalah yang dirumuskan. kondisi sosial ekonomi. peneliti harus mencoba mengkaitkan masalah yang diteliti dengan situasi. Kaitan antara kajian teori dan masalah yang hendak dipecahkan biasanya dirumuskan dalam suatu kerangka konseptual. peneliti harus menyusun landasan konseptual atau teoritis yang merujuk kepada teori yang telah terbukti keunggulannya dan disusun secara deduktif dan induktif. tetapi dalam pengertian yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 7 .

ilmuwan merujuk kepada teori yang relevan dengan masalah dan keadaan. ilmuwan juga menyadari bahwa konsep yang mereka buat tidak selalu paling tepat. Orang awam juga menbuat hipotesis. tetapi teori yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 8 . Misalnya.longgar. nilai ketepatan bersifat relatif. Selanjutnya dikatakan bahwa common sense merupakan campuran dari insight utama sebagai prinsip nonkontradiktif. sampai pada suatu kumpulan pengatahuan mengenai hal-hal yang remeh. dengan uji empiris. Perbedaan antara common sense dan ilmu adalah bahwa common sense tidak berdasarkan penyelidikan atau penelitian yang mempertanyakan apakah apa yang diyakini tersebut terbukti benar atau salah. dan tidak sistematis. meyebutkan bahwa common sense adalah akal sehat atau pendapat umum. Mereka mengembangkan struktur teori. mempertimbangkan faktor terkait lain yang diperiksa dengan metode yang sahih. menguji beberapa teori dan kemudian membuat hipotesis3 atau perkiraan. menganalisis bencana alam dipandang sebagai peringatan atau hukuman kepada orang yang menjadi kurbannya. Dengan perkataan lain. Demikian juga. serta perkembangnnya. Hardono2. atau perilaku korup dari pengelola birokrasi. orang tidak mencoba mengkoreksi perilaku kelompok lain. Ilmuwan mempunyai pola berpikir tertentu. yang dipersalahkan adalah etnis tertentu. melalui banyak keyakinan yang lebih meragukan. Dalam memecahkan masalah. Di samping itu. menguji teori tersebut dengan konsistensi internal. dalam krisis ekonomi.

Maka. Para penulis awam kerap kali tidak memberikan penjelasan tentang sebab suatu kejadian atau masalah secara sistematis berdasarkan phenomena yang mereka amati. yang mungkin menjadi sebab terjadinya suatu masalah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 9 . selektif dengan memilih yang cocok dengan pendangannya. Dalam kasus kenaikan harga BBM (Oktober 2004). peneliti mencoba untuk sementara waktu mengabaikan variabel yang tidak terkait langsung dengan masalah. mereka mengabaikan anak nakal dari kawasan gedongan. banyak orang yakin bahwa anak nakal berasal dari kampung kumuh.dipergunakan hipotesisnya. Dalam penelitian. Mereka tidak mau memberikan penjelasan mengenai sumber-sumber dari luar yang dipersoalkan. orang awam biasanya cukup puas menerima penjelasan dengan konsepsi yang bias. transportasi. serta memilih bukti tertentu yang dapat mendukung Dalam mengontrol pendapatnya. agar rakyat mengerti dan siap menghadapinya. perlu ada penelitian ilmiah yang dapat memberikan bukti yang valid. Misalnya. mestinya secara obyektif diteliti akibat kenaikan harga BBM tersebut terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. agar masyarakat dapat memahami persoalannya. Yang dikontrol hanya variabel yang memiliki kaitan atau penyebab langsung dengan masalah yang hendak dipecahkannya. dan biaya produksi yang serentak naik.

teori. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 10 . tidak dapat diuji. studi dokumen. Proses dalam mendapatkan ilmu ditempuh dengan penggalian. dan pengembangan ilmu yang paling banyak dikerjakan melalui penelitian. Untuk mendapatkan ilmu. karena itu. Proposisi tersebut bersifat metaphisik dan. Apakah perbedaan antara penalaran sehat dan ilmu terletak pada penjelasan yang berlainan mengenai fenomena yang teramati (Explanation of the observed phenomena)? Seorang peneliti berusaha menjelaskan hubungan antara data yang diobservasi secara cermat dan mengesampingkan apa yang tersirat dalam metaphysical explanation atau proposisi yang tidak dapat diuji. metode. dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mendasar antara pengetahuan dan ilmu: Pengetahuan diperoleh dan disampaikan menggunakan akal sehat. dan kebenaran ilmiah.Ilmuwan terikat terus-menerus secara aktif dan sistematis dengan fenomen-fenomen dan dengan kesadaran yang tinggi sehingga menemukan hubungan sebab akibat yang jelas dan rasional. Misalnya. Berdasarkan uraian di atas. Yang menjadi perhatian ilmuwan peneliti adalah gejala yang dapat diamati. pengamatan. atau orang pandai karena suratan. Proposisi yang bersifat metaphisik seperti itu menjadi bagian dari ilmu fisafat. Hal ini tidak berarti bahwa ilmuwan tidak perlu memperhatikan proposisi seperti itu. eksperimen. orang miskin karena takdir. sedangkan ilmu diperoleh dan disajikan dengan cara yang terikat pada sistem. dan bukan lahan ilmuwan.

tetapi ilmu dapat membuat ramalan apabila variabel yang dipelajari diperoleh dengan metode yang benar. Ilmu juga menganjurkan bahwa orang yang mempunyai perhatian terhadap filsafat ilmu harus memiliki kerendahan hati dalam menghadapi pengalaman dan keterbukaan secara menyeluruh terhadap dunia di sekelilingnya. ilmu dan pengetahuan adalah pernyataan diri dari ada. Pengetahuan tidak bisa meramalkan bagaimana ada itu dinyatakan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 11 .diperlukan persyaratan yang harus dipenuhi dengan cara yang sistematis dengan mengikuti metode tertentu dan berdasarkan kebenaran. a-letheia. alat yang benar. di mana pengetahuan tersebut dimengerti secara sempit. Berdasarkan pernyatan tersebut. Tradisi epistemologi cenderung membatasi diri pada ‘persepsi inderawi dan pemahaman intelektual’. serta kondisinya tidak berubah secara drastis. tak bisa diperoleh dan karena itu tak usah dicari. Pengembangan ilmu adalah proses psikis yang menyebabkan kesadaran manusia memasuki terang ada. Artinya.4 Selanjutnya menurut Heidegger ilmu yang diperoleh manusia disebut. Filsafat ilmu atau epistemologi5 merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan lingkup pengetahuan dasar dan yang pengandaiannya secara umum dapat diandalkan melalui penegasan yang dinyatakannya. kaum sophis mempunyai pandangan bahwa pengetahaun dalam arti sempit adalah pengetahuan yang dalam keadaan apa pun tidak dapat salah.

dan memberi inspirasi kepada beberapa aliran. yang merefleksikan konsep dan pandangan tentang ilmu. Konsep yang mereka kembangkan memberikan sumbangan yang amat berharga bagi perkembangan umat manusia.Epistemologi yang diketengahkan kaum Sophis tersebut adalah epistemologi tradisional.1 Skeptisisme 12 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . 3. para filsuf sesudah Plato berusaha mengembangkan filsafat ilmu untuk menjelaskan sumber. Aliran terbesar yang berpengaruh adalah skeptisisme. Jawaban yang dikemukakan oleh para filsuf atas pertanyaan Plato tersebut ternyata beragam. dan kepastian ilmu. sebab mereka menjawab pertanyaan pokok yang mendasari ilmu. ruang lingkup dan syarat umum. pengenalannya. sebagai adalah: perintis Apa epistemologi. dasar. dan empirisme. yang disebut mengemukan beberapa pertanyaan yang mendasar tentang epistemoyang dimaksud pengetahuan? Di mana pengetahuan biasanya diperoleh? Di mana terdapat masalah yang biasa perlu kita ketahui? Berapa yang benarbenar pengetahuan? Dapatkah indera menghasilkan pengetahuan? Dapatkah akal memberikan pengetahuan? Apakah hubungan antara pengetahuan dan keyakinan yang benar?6 Bertolak dari pertanyaan tersebut. yaitu usaha untuk mencari pembenaran (justify) bahwa pengetahuan itu terkait erat dengan peranan inderawi dan akal dalam logi. mengenai hakikat. Pertanyaan Plato. rasionalisme.

8 Berangkat dari pandangan Plato tentang pengetahuan. beranggapan bahwa tidak ada masalah mengenai ilmu pengetahuan sebab pertanyaan kritis tidak dapat diajukan secara konsisten. Pikiran ada dan adanya pikiran merupakan kesaksian bagi dirinya sendiri mengenai keterbukaan terhadap ada. Kaum Skeptis berkeberatan dengan epistemologi. Sebaliknya. Terhadap keberatan ini ada beberapa jawaban yang terkait dengan segi positif dari keberatan tersebut. dasar. Dengan demikian. yang berarti kita telah menggunakan ilmu kita. posisi kaum skeptis absolut cukup rapuh. Tidak ada keraguan atau suatu penyangkalan terhadap keterbukaan ini dapat dipertahankan. dan kepastian pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 13 .Kaum skeptis meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar.7 Hardono menjelasakan bahwa kaum skeptis. karena dalam kenyataan epistemologi dianggap mengusulkan suatu tujuan khayal sebab kita harus medemonstrasikan validitas ilmu pengetahuan kita. Adanya ilmu merupakan suatu hal pokok yang dapat direduksi. mereka mengajarkan bagaimana orang dapat maju tanpa ilmu pengetahuan yang pasti. dan akibatnya telah mengandaikan validitasnya. seperti Etienne Gilson. Yang ditekankan adalah kelekatan tanpa syarat antara pikiran dan kenyataan. sampai sekarang banyak filsuf yang berusaha mengembangkan teori pengetahuan untuk menjelaskan sumber.

Hasil yang diperoleh dari studi tentang pengetahuan untuk mendukung pendapat Plato tersebut sampai hari ini ternyata beragam.2 Rasionalisme dan Empirisme Konsep pengetahuan seperti yang dikemukan oleh Plato dan Decartes disebut ‘rasionalisme’ sebab mereka menegaskan bahwa dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja kita dapat menemukan pengetahuan dalam arti yang paling ketat. Keraguan ini disebut universal karena terentang tanpa batas. yaitu pengetahuan yang dalam keadaan bagaimanapun tak mungkin salah. Decartes menggunakan keraguan untuk mengatasi keraguan.manusia. Bila kita secara sistematis mencoba meragukan sebanyak mungkin pengetahuan kita. 3. sehingga pengetahuan kita dapat dibangun di atas dasar kepastian absolut. Salah satu cara untuk menentukan bahwa sesuatu itu pasti adalah melihat seberapa jauh hal itu bisa diragukan. Thomas Hobbes dan David Hume10.9 Prosedur yang disarankan Decartes disebut ‘keraguan metodis universal’. sampai keraguan itu sendiri membatasi diri. Bagi Decartes persoalan dasar bagi fisafat pengetahuan bukan bagaimana kekeliruan. Sebagai reaksi terhadap teori rasional tersebut timbul teori empiris dari Inggris yang dipelopori oleh John Locke. Mereka berusaha menemukan basis pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah kita dapat tahu tetapi mengapa kita dapat membuat 14 . akhirnya kita akan mencapai titik yang tidak diragukan.

dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. yang dihasilkan adalah skeptivisme yang sangat menyedihkan tentang pengetahuan sejati. Misalnya. apapun yang diketahui tentang pengalaman inderawi. dan itu adalah benar hijau. Perkembangan filsafat Inggris yang dimulai dari John Lock dan Hume pada abad 18 telah mengilhami aliran ilmu pengetahuan yaitu: teori empiris. 4. pandangan mengenai apa yang terjadi di sekitar kita semata-mata diakibatkan oleh kerja psikologis yang aneh dari manusia. itu epistemologi juga Panduan Penulisan K arya Ilmiah benda itu berwarna hijau. Epistemologi terkait erat dengan pernyataan benar dan pertimbangan yang diberikannya. Hume menunjukkan bahwa dari penelitian yang dibuatnya. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. Menurut Hume. Jika saya menyatakan sesuatu. KEBENARAN Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. Apa yang menurut pendapat kita merupakan pengetahuan tak lain hanyalah suatu cara pengaturan pengalaman yang masuk ke dalam memori kita. pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari 15 . saya menyatakan kenyataan. disebut benar karena sesuai dengan lenyataan. Di samping.dari pengalaman inderawi. Dari pengalaman inderawi mereka mendapatkan informasi tentang dunia yang sangat kurang daripada harapan mereka.

dan kalau ada. tak seorangpun dapat mengetahuinya. Bahasa lain yang dikemukakan oleh Popper. kebenaran dengan harus diputuskan yang berdasarkan sesuai keadaan sesungguhnya. tetapi dapat mengabstraksinya sebagai hal yang bersifat kognitif.memberi dasar pertimbangan yang paling mendasar kepada pernyataan yang diberikannya.13 yaitu aliran yang menonjolkan kemampuan manusia sebagai pribadi yang dapat mempelajari pengetahuan.11 Orang dapat menang dalam debat dengan bicara sangat meyakinkan. mengajarkan cara orang dapat maju di dunia tanpa pengetahuan yang pasti. Dengan mengarahkan pertahatian kepada evidence. sementara seorang sophis lain Gorgias mencanangkan: “Tak suatupun ada.12 Dalam sejarah Barat. bukti Keakuratan (evident). seorang epistomolog dapat melepaskan diri dari perhatian dan keadaan yang terlalu sempit karena batas inderawi. seperti apa yang diucapkan seorang Shophis terkemuka. kita mengenal zaman yang paling berpengaruh terhadap dunia modern sekarang ini. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 16 . Ini merupakan tugas utama epistemologi. setelah mereka berhasil mempelajari naskah yang ditulis dalam bahasa Yunani dan dapat mengembangkan pribadi sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. Protagoras. bahwa ‘manusia merupakan ukuran segalanya’. dan kalau mereka mengetahuinya. mereka yang meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. mereka tak dapat mengomunikasikannya”. yaitu Renaissance dan Humanisme.

kaum intelektual pada waktu itu memperoleh kesempatan untuk mendalami aliran pemikiran. hasil yang dicapai. metode dan sistem yang dipergunakan. dan teknologi yang ada pada zaman Yunani Kuno.1 Kebenaran Menurut Ilmu Empiris Istilah benar umumnya menyangkut isi ilmu itu sendiri. budaya. 14 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 17 . Hipotesis diuji berkali-kali dalam beberapa temperatur udara. yang pada dekade berikutnya diikuti dengan zaman rasionalisme. atau dipanasi dengan sengaja agar mendapatkan bentuk atau warna tertentu. kimia dan biologi dipergunakn serangkaian percobaan sehingga dapat ditemukan perkiraan atau hipotesis. filsafat. filsafat ilmu. 4. setelah dianalisis menghasilkan simpulan yang disebut induksi. Berkaitan dengan filsafat ilmu tersebut berkembang juga paham tentang benar. Ada beberapa macam cara kerja ilmu atau jalan yang ditempuh untuk mencapai pengetahuan yang benar. Dalam ilmu alam atau fisika. dan tepat menurut beberapa cabang ilmu. antara lain: proses pembentukan ilmu. Perkembangan filsafat ilmu dimulai sejak zaman Renaissance dan Humanisme. dan tepat bila ilmu dilihat dari sudut proses mendapatkannya atau yang biasa disebut metode. dan dampaknya segera berkembang aliran Humanisme dan Renaisance. sistem pemerintahan. ataupun cara kerja ilmu tersebut. Percobaan tersebut.Dengan mempelajari naskah Yunani kuno dan menerjemahkan naskah tersebut ke dalam bahasa Jerman.

yang mementingkan obyek yang diketahui serta bagaimana berlangsungnya pengetahuan tersebut. besi apabila dipanasi terus menerus dapat meleleh”. 15 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 18 .Setelah diperoleh simpulan dari beberapa percobaan dapat dirumuskan dalil tertentu. Dalil yang dirumuskan mungkin bersifat sementara sebelum diuji coba dalam berbagai temperatur. Setelah diuji dalam berbagai temperatur dihasilkan simpulan yang lebih kurang sama. Pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu kemanusian. kondisinya berbeda karena pada waktu diberi perlakuan atau pertanyaan manusia memberikan reaksi yang berbada-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Dalam mementukan ‘benar’ ada perbedaan yang mendasar antara ilmu empiris dan ilmu kemanusiaan. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan pada percobaan berikut untuk benda atau tumbuhan yang sama. Sampai dengan abad 19 di antara pandangan ilmuwan ditemukan pandangan dasar.induksi merupakan cara untuk mendapatkan ketepatan dan sekaligus kebenaran. Di dalam ilmu kemanusiaan ada dialektika antara subyek dengan obyek.) dan teori tentang kebenaran sebagai keteguhan (cohenrence theory of truth). dalil tersebut sudah dianggap baku. misalnya: “air bila dipanasi terus menerus dapat menguap. Langkah ini disebut deduksi. Kebenaran diartikan sebgai kesesuaian antara pengenal dengan apa yang dikenal (Corspondence theory of truth. Dengan demikian proses deduksi .

2 Kebenaran Menurut Filsafat Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. serta banyak orang yang meninggal. dari mana asalnya. Kebenaran menurut ilmu Pasti agak dekat dengan kebenaran yang dikemukakan ilmu-ilmu empiris. 19 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . bulan Desember 2004. Misalnya saya menyatakan benda itu berwarna hijau. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. 4. mungkin ada sesuatu yang kurang dijelaskan siapa saja yang meninggal. Kebenaran harus didukung dengan kriterium dan eviden.Problema kebenaran. dan berapa orang. Contoh. Tetapi kebenaran tersebut tidak dirinci secara baik. Kejadian ini dianggap sesuatu yang benar. karena sesuai dengan kenyataan. Jadi problema kebenaran bukanlah sesuatu yang tanpa syarat. Kebenaran adalah kesuaian antara pernyataan atau berita dengan keadaan yang disebutkan. dipihak lain dapat dideskripsikan juga sebagai kesuaian antara pernyataan dengan eviden yang ada. disebut benar. Jika saya menyatakan sesuatu. bila kita mengatakan bahwa pesawat ‘Lion Air’ yang jatuh di bandara Adisumarma Surakarta. disebabkan oleh angin kencang dan landasan yang licin. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. Eviden yang baik terdiri dari berbagai fakta tersebut harus dapat dicek keadaannya sesuai dengan keterangan yang dinyatakan. yaitu sebagai suatu keteguhan yang agak dekat antara pernyataan dengan keadaan atau even yang tersedia.

17 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 20 . karena benda tersebut benar hijau. mengatakan bahwa ada tidaknya kebenaran tergantung pada ada tidaknya idea yang jelas. Tahapi teori tentang kebenaran dinyatakan sebagai penyesuaian antara si pengenal dengan apa yang dikenal. Kabupaten Kepulauan Riau). jelaslah bahwa dalam anggapan Aristoteles mengenai kebenaran. dan apa yang mereka ungkiri. dan dilanjutkan kepada kategori akal budi. Jadi kebenaran adalah kesesuaian antara idea dengan kenyataan. Sedangkan Hegel menyebutkan kebenaran adalah keseluruhan. dan terpilah-pilah mengenai sesuatu (idea clara et idea) 16. Karena pengetahuan itu disadari yang benar.pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari kenyataan. Manurut Kant. diterima dalam susunan apriori ruang dan waktu si pengenal. Sementara itu menurut Decartes. Keterangan lain seorang antropolog mengatakan bahwa orang Akit bukan bagian dari suku Melayu. Misalnya: pernyataan bahwa orang-orang ‘Akit’ (salah satu suku terasing di Pulau Rupat. kebenaran adalah apa yang ada pada pihak pengenal saja. sebagai keteguhan yang sudah kita lihat. sebagai akibat kesankesan yang masuk lewat indera. Yang mengenal dengan yang dikenal itu identik satu sama lain dalam ilmu yang sempurna. Ilmu itu disadari sebagai subyek yang mengenal obyek dengan baik dan benar. adalah bagian suku Melayu. Yang dijelaskan di dalam kalimat–kalimat tersebut adalah apa yang mereka tegaskan.

dia tidak mau menduga-duga. yang disebut problema epistemologi. Di pihak lain ada yang mengtatakan bahwa kebenaran akal itu hanyalah cara orang berpikir atau cara penggunaan bahasa. Mungkin apa yang dimiliki oleh orang kedua tidak dimiliki oleh orang pertama? Mungkin orang akan berkata bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 21 .1 Perbedaan antara Ilmu dan Opini Dalam kehidupan sehari-hari. 5.18 dalam Alfons Taryadi. sebagai berikut. tetapi sebenarnya dia tidak mempunyai bukti. Seorang yang lain mengetahui tetapi tidak mau mengatakan bahwa ia tahu. Seorang sarjana yang para kebetulan pandai bicara mempunyai dugaan kebetulan tepat. Beberapa filsuf mengatakan bahwa teori pengetahuan yang memuaskan harus sesuai dengan kenyataan bahwa beberapa di antara kebenaran akal atau logika dan matematika. 5. Problema tersebut pada garis besarnya telah dikemukakan oleh Roderick M. dan ditangkap penelis. PERSOALAN EPISTEMOLOGI Refleksi atas hakekat pengenalan membangkitkan sejumlah persoalan filosofis yang membingungkan. Chisholm dalam Theory of Knowledge. misalnya dalam pertemuan antara sarjana.Pertanyaan selanjutnya menyangkut apa yang disebut ‘kebenaran akal’ (truths of reason). Tetapi bebrapa filsuf lain merumuskan kriteria pengetahuan begitu rupa sehingga katanya kebenaran akan tidak termasuk hal-hal yang kita ketahui.

kita mudah digiring kepada berbagai hal yang eviden secara langsung. dan bagaimana dia memutuskan bahwa dia memiliki eviden atau tidak? Orang pertama menyampaikan pendapat atau opini. tetapi dalam usaha untuk mencari pembenaran atas pernyataan bahwa kita mengetahui secara khusus masalah itu. Ini menimbulkan pertanyaan apakah ada sesuatu yang nyata. atau masalah lain yang berbeda tetapi masih ada kaitannya. (1) Bagaimana Mencari Pembenaran (justifikasi) atas Pertanyaan bahwa Kita Mengetahui Sesuatu? Pengetahuan kita tentang sesuatu masalah harus berdasar pada fakta yang benar tentang masalah tersebut. misalnya dari berita yang ditulis orang lain.orang kedua memiliki evidensi. Merupakan ‘Struktur’ yang Mempunyai Dasar pada ‘eviden’ yang Kita Ketahu Secara Langsung Pada Waktu itu? Hal ini dipertanyakan sebab masalah-masalah yang kita ketahui biasanya bukanlah masalah yang mempunyai eviden secara langsung. Apa arti memiliki eviden. dan kita ketahui secara langsung. sementara masalah lain kita ketahui secara tidak langsung. Lalu dapat dipertanyakan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 22 . sedang orang pertama tidak memilikinya. (2) Haruskah Kita Mengatakan bahwa Seluruh yang Kita Ketahui pada waktu Tertentu. sedangkan orang kedua lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan karena dia tidak yakin akan ilmunya dengan eviden yang dia miliki.

Jadi penampakan benda-benda luar merupakan duplikat dari benda-benda itu. Misalnya orang tidak pernah melihat gajah tidak dapat mengatakan bahwa gajah itu besar. METODE ILMIAH Dalam pemahaman tentang epistemologi dan logika.apakah hubungan antara hal yang eviden sebagai dasar terhadap struktur tersebut bersifat defensif atau induktif. Pengetahuan yang diperoleh dengan pengamatan inderawi atau dialektika antara subyek dengan obyek belum tentu merupakan ilmu. tetapi dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ilmu apabila pengamatan yang dipergunakan atau dialektika yang dikerjakan sesuai dengan metode tertentu yang dapat memberi eviden atau bukti nyata idea yang ada pada pengenal (subjek).2 Permasalahan Metafisis Penampakan benda-benda itu cederung bersifat subyektif. dan juga keterkaitan antara ilmu dengan filsafat. dan kalau tidak demikian apakah aturan yang dipergunakannya? 5. dan apabila dia tidak pernah melihat akibat dari suatu bajir bandang tsunami di Aceh tidak dapat mengatakan bahwa banjir itu mengerikan. tergantung pada keadaan pemikiran si pelaku. Ilmu adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan sistem dan metodologi tertentu untuk memperoleh kebenaran. 6. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 23 .

Proses menghubungkan antara memori Panduan Penulisan K arya Ilmiah 24 . Galileo dan Newton. pengamatan. Terdorong oleh pengalaman ekspirimen Galileo tersebut. seperti pendapat sebelumnya. pemahaman. yang ditulis J.6. pancaindera kita melakukan proses pengamatan. Bila kita melihat seekor ular. Dari fakta-fakta tersebut. karena dalam mengamati dengan pancaindera. seharusnya kita berkonsultasi bukan dengan tulisan-tulisan Aristoteles. kemudian dapat dibangun sebuah teori.21 Pengetauan lewat akal budi ini selanjutnya ditentang oleh para ahli pikir yang cenderung memandang pengetahuan lewat pancaindra. dan aroma lebih dapat memberikan penjelasan rasional. berdasarkan pengalaman. yang dipelopori oleh Kopernikus. merubah sikap bahwa fakta-fakta yang dujicobakan adalah fakta yang obyektif dan tidak ada sangkut pautnya dengan ide subyektif.J. Davies19 mereka berkesimpulan bahwa “Ilmu adalah suatu struktur yang dibangun di atas fakta-fakta”.’ Bacon dan kawan-kawan. si pengamat juga telah mempergunakan pengertian.20 Sebelum zamani Humanisme. ilmu mengikuti konsep-konsep Aristoteles. filsuf Francis Bacon dan rekan-rekannya menganjurkan pada waktu itu bahwa ‘apabila kita hendak memahami alam. Perintisan ekspirimen yang dikerjakan oleh Galileo.1 Metode Induksi Pengertian ilmu seperti yang di kemukakan di atas diperoleh setelah ’Revolusi Ilmiah’ yang terjadi pada abad 17. yang merupakan bagian dari akal budi atau rasio. berdasarkan akal budi yang menelurkan dugaan-dugaan yang lebih lebih dihormati daripada pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera.

keadaan. dan berbisa yang tidak berkaki. tetapi akal budi tersebut berkerja dengan mendapat rangsangan dari benda-benda. dan masalah yang dipelajari sehingga membentuk struktur dalam rasio kita. Metode ini disebut induksi naïf. terutama dengan maksud untuk menentukan apakah teori yang bersangkutan akan membawa suatu kemajuan ilmiah seandainya tetap tidak gugur oleh hasil ujian. Dalam membangun sebuah teori. jujur. Dengan demikian uji Panduan Penulisan K arya Ilmiah 25 . 6. Kedua. Dan pengujian teori dengan jalan menerapkan secara empiris simpulan-simpulan yang ditarik dari teori tersebut. atau ilmiah. obyektif. jadi akal dan budi telah bekerja. perbandingan dengan teori-teori lain.2 Metode Deduksi Metode deduksi dimaksudkan untuk menemukan hubungan logis yang ada di antara teori-teori yang diajukan. antara lain:23 Pertama. Dengan membandingkan simpulan-simpulan tersebut. apakah teori yang diajukan tersebut memiliki sifat empiris. Untuk mengkaji teori-teori tersebut menurut Popper ada beberapa syarat. teliti dalam kondisi bagaimana fakta tersebut diamati. menjadi lebih jelas. diuji apakah sistem yang disodorkan tadi mempunyai konsistensi internal. bukan hanya akal budi atau rasio yang membayangkan sesuatu. telah mempergunakan rasio. terdapat hubungan logis antara simpulan-simpulan itu sendiri.tentang binatang merayap. Ketiga. 22 Untuk melakukan pengamatan seorang peneliti harus memiliki organ-organ indera yang normal dan sehat.

namun merupakan suatu variabel. Misalnya variabel p. Di samping itu ada variabel konstan yang ada hubunganya dengan veriabel. disimpulkan dapat diketahui dan bahwa planet Mercurius. bila dipasang rapat tidak ada celah antara sambungan satu dengan yang lain. s. Berangkat dari temuan Galileo bahwa semua planet bergerak mengikuti garis elips dan mengitari matahari. diberi simbul dengan huruf besar. mengikuti hukum yang sama. Yang dimasud logika proposisi dalam logika formal modern adalah suatu ungkapan yang tidak mengandung “arti”. q. bentangan rel Demikian juga bila ditemukan suatu hasil ekspirimen yang membuktikan bahwa besi bila dipanasi sampai suhu tertentu memuai. dikemukakan oleh Verhaak dan Haryono.deduktif mempunyai tujuan praktis yang diakibatkan oleh teori-teori yang dihasilkan dari ekpirimen ilmiah maupun oleh teknologi secara praktis. 24 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 26 . pada waktu kena panas. r. Kedudukan logika dalam dalam semua sistem logika proposisi amat penting untuk mengamati ilmu-ilmu empiris. seperti N. Logika proposisi bertitik pangkal pada proposisi. kereta api dari Anyer sampai Banyuwangi. mengatakan bahwa deduksi adalah cara menarik simpulan secara logis. akan melengkung. Sudut pandang lain. dari masalah yang umum atau general ke masalah khusus. yaitu ungkapan yang berdiri sendiri dalam suatu sistem S. Prosedur pengujian ini bersifat deduktif.

jadi Badu keturunan kera. Pernyataan atau primus mayor dan primus minor keduanya harus masuk akal. Si Badu berbulu tebal. sebaliknya primus mayor logis. Keempat bentuk tersebut adalah: Simbul p. Dalam hubungan antara primus mayor dan minor di sini dapat terjadi empat bentuk. belum tentu primus minor logis. Untuk terjadi q diperlukan syarat tertentu. (4) dan “bukan q”. dan dua empat. Bila seorang peneliti mengambil keputusan bersyarat. apabila p terjadi q.Pokok logika proposisi dalam bentuknya yang paling sederhana didasarkan pada anggapan bahwa setiap proposisi entah tunggal (p. Hurup p dan q merupakan proposisi. tidak trjadi q. tidak dapat ditarik simpulan. (3) “Dan q”. udara menjadi sejuk. dapat terjadi hukum logis. artinya “terjadilah”. Yang dapat ditarik simpulan hanyah bentuk satu dan empat. Artinya bila terjadi p. Empat bentuk atau model silogisme hipotesis. artinya p ”tidak terjadi”. yaitu p dan primus ‘minor’ q. atau apabila hujan turun. Misalnya. artinya “tidak terjadi”. Umumnya nilai benar diberi angka 1 dan salah diberi nilai 0. menurut Verhaak diberi nama: Bentuk (1) diberi nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 27 . Misalnya. dia mempergunakan silogisme hipotetis. bila semua orang berbulu tebal keturunan kera. Simpulan tersebut tentu saja dapat dibalik: “apabila tidak terjadi p” “tidak terjadi q”. q. Di sini ada yang disebut primus ‘mayor’. Bentuk satu dua. s) atau (Apqr. r. Npqr) atau konstan punyai nilai kebenaran. demikian juga bentuk satu tiga. dan (2) “bukan p”. Misalnya primus mayor tidak logis primus minor tentu tidak logis.

1994. hlm. Inc. Kerlinger. Kerlinger. “A Hypthesis is a conjectictural statement between two variables or more variables.“modus ponendo ponen”. New York: Holt Renehart and Winston. The view would say that science is a systematic and controlled extention of commen sence…” Hardono Hadi. 3. hlm. Yogyakarta: Kanisius.18 Fred N. (penegasan sesuatu yaitu dulu memberi penegasan sesuatu yang lain yaitu q. P. Hypotesis are always in declarative sentence form. seperti halnya silogisme kategoris yang salah satu bentuknya adalah: M – P. 25 berdasarkan kemungknan lain Bentuk (1) dan (4) merupakan bentuk deduksi. Catatan : 1 Fred N. But how are science and common sense alike and how are they different? From one vieuwpoint. yakni mengulangi apa yang sudah ditegaskan. Filsafat Pengetahuan. Ibid. “…Common sense may often be bad master for the evaluation of knowledge. Selain itu perlu diingat bahwa simpulan deduksi berlaku dimana-mana secara mutlak dan niscaya. Faundation of Behavioral Reseach. Bentuk (4) diberi nama “modus tollendo tollen” ( mengungkiri sesustu. hlm. 18. Epistemologi. S – P.either generally or specifically variables to variables” 28 2 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . karena lebih p ) hampir merupakan tautology saja. p yang lebih dulu yaitu q). and they related. S – M. Bentuk (2) dan (3) tidak syah tidak diberi nama. science and common sense are alike.

such as those of bilief. Hardono Hadi. 1977. Oleh karena itu hanya satu cara untuk menjamin keradikalan filsafat. Hardono Hadi. Roderick Firth. hlm. justification. Ibid.4 5 Hardono Hadi. ethic and religious)” Hardono Hadi. To Say that some of our true conviction are genuine knowledge (as appost to lucky guinesses or matter of faith) seem to imply that these convictions are capable of justification. apa yang dianjurkan hanyalah langkah demi langkah dipertanggung jawabkan. “Decartes menolak dalil-dalil filsafat sebelumnya yang didasarkan pada pengandaian-pengandaian. Franz Magnis Suseno. 19. P. 70. It Also concerns itself with other closely related consepts. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Dan kalau pasti bahwa saya berpikir. hlm. Lexicon Publication Inc. truth. 73. Opcit. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. and rationality. ada lagi yang pasti dan tidak dapat diragukan yaitu bahwa saya sendiri ada: cogito ergo sum!” Franz Magnis Suseno. P. 500 – 2. and for this reason the history of epistimology is in large part of attempt to specify the condition under which we can maintain that various of kind of conviction ( since. faith. 25. “Epistimology from the Greek term meaning Knowledge. confirmation. Pada fakta dia sedang menyangsikan segalagalanya. hlm. dalam International Encyclopedia. P. meaning. Ibid. hlm.. yaitu kesangsian. hlm. hlm. certainty. a major branch of philoshophy devote primarily to the achievement of better understanding of consept of knowledge. Ibid. P. 1992. Ibid. 6. 6 7 8 9 10 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 29 .

C. and. dalam A. hlm. Prinice Hall Inc. hlm. Filsafat Ilmu Pengetahuan.F. Theory of Knowledge. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. … assisted him in translating the Bible and organizing the reform. Amthony. hlm. Orientasi di Alam Pemikiran Filsafat (terjemanhan Dick Hartoko). and published the firt systematic summary of reform theology…” Thomas S. van Peursen.. 1991. Jakarta: PT Gramedia. D. 129. 3.A. J. 1979. young Philipp Melnchthon.Kuhn. Et. Verhaak dan R. 1989. C. was at twinty one professor of greek at wittenburg. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama. Hutten. Ibid. 122. hlm. hlm. 1970. Chicago: University of Chicago Press. 130 Roderick M. Jakarta: PT Gramedia Jakarta. 1966.11 Alfons Taryadi. C. hlm.J. The Strusture of Scientific Revolution. 1983. C. Calmers. was Luther’s trusted surrogate in Watemberg. Ibid. Verhaak dan R. Englewood Cliff N. “Many humanists in Germany and abroad among them Crotus Rubeanus. Johannes Occolampadiu. Alfons Taryadi. Chisholm. hlm. 23. ”Dalam 30 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . Haryono Imam. Epistemologi Pemecahan Masalah. Haryono Imam. History of Mankind Cultural and Science Development. most important of all. Haryono Imam.Davies. 8 H. 19. hlm. Martin Bucer. 1991.J. Great Britain. Verhaak dan R.All. London: Longman.233. Ibid. On The Scientific Method. Telaah Atas Cara Kerja Ilmu-Ilmu. Louis Gottschalk. hlm. 68.

yaitu pengetahaun lewat pancaindra dan pengatahuan lewat akal budi. yang menyatakan sesuatu yang konstan. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. bahkan yang menyesatkan. merupakan azas filsafat. hlm. 23. hlm. hlm. Haryono. Verhaak dan R.F. Ibid. cepat juga dua macam bentuk pengetahuan menjadi pusat perhatian.sejarah filsafat. sedangkan pengetahuan berdasarkan akal budi dihormati sebagai pengetahaun sejati”. Ibid. hlm. 22 A. Calmers.” Panduan Penulisan K arya Ilmiah 31 . 25 “Bentuk ini termasyur dan berperan penting dalam cara kerja ilmu empiris. 1983. Oleh ahli-ahli pkir Yunani pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera digambarkan sebagai pengetahuan yang tidak menentu. 2. “Selain proposisi variabel itu juga ditandai dengan cara tertentu. 18. mempunyai arti tetap dalam sistem S. Alfons Taryadi. 23 24 C. Dalam banyak sistem logika proposisi modern digunakan tanda-tanda matematika “ 25 Ibid.

BAGIAN II PANDUAN UMUM PENULISAN KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 32 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 33 .

laboratorium. artikel. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: makalah. karya tulis ilmiah. dan karya tulis ilmiah. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi tugastugas perkuliahan. laporan buku/bab. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 34 . skripsi. karya ilmiah tersebut merupakan bagian dari sistem Satuan Kridit Semester (SKS) yang merupakan komponen tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh mahasiswa di luar perkuliahan. disertasi. Karya ilmiah sebagai laporan kegiatan ilmiah memiliki berbagai jenis. kegiatan kajian. Secara ringkas dapat diartikan bahwa pada dasarnya karya ilmiah merupakan laporan ilmiah. laporan buku/bab. Laporan yang dimaksud dapat berupa laporan kegiatan ilmiah. tidak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). baik berupa tugas akhir. mahasiswa mau tidak mau harus menghasilkan karya ilmiah. dan kegiatan penelitian. tesis. Pertama. Karya ilmiah adalah suatu karangan yang mengandung ilmu pengetahuan dan kebenaran ilmiah yang menyajikan fakta dan disusun secara sistematis menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. Jenis karya ilmiah berdasarkan tujuanya dapat diklasifikasikasi menjadi dua. tesis. maupun kepustakaan. yaitu: makalah. disertasi. dan buku. Sebagai bagian dari tugas perkuliahan. secara operasional kegiatan intrakurikuler. skripsi atau setara skripsi (Proyek Studi). HAKIKAT DAN KEDUDUKAN KARYA ILMIAH Sebagaimana di Perguruan Tinggi pada umumnya. tugas akhir. Karya ilmiah merupakan bagian dari kebutuhan formal akademik di setiap perguruan tinggi. baik penelitian lapangan.1.

(3) tesis. dan (5) laporan penelitian. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahaisswa dalam penelitian yang berhubungan denghan masalah yang sesuai dengan bidang studinya untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelas Sarjana. Karya ilmiah profesional yaitu karya ilmiah yang dibuat pengembangan profesi bagi para profesional dengan tujuan menyebarluaskan informasi akademis dengan proses penulisan memerlukan bimbingan.Kedua. magister (untuk tesis). tetapi tetap memerlukan pengujian dan menekankan pada hasil. (4) artikel. Kemudian. Karya ilmiah yang berbentuk skripsi. untuk untuk tidak lebih buku. tesis dan disertasi adalah karya ilmiah yang dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam pencapaian gelar sarjana (untuk skripsi). Berdasarkan fungsinya. karya ilmiah terdiri atas: (1) karya ilmiah akademis dan (2) karya ilmiah profesional. dan disertasi untuk jenjang Strata 3 (S-3). Bentuk karya ilmiah akademis adalah (1) paper. Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat objektif. Karya ilmiah yang berbentuk buku adalah buku yang berisi fakta umum ilmiah dan ditulis dengan sistem penulisan yang standar. tesis wajib disusun oleh mahasiswa program Magister (S-2) dan disertasi wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S-3) dalam rangka menyelesaikan studinya. tidak dipublikasikan dengan lebih menekankan pada proses bukan pada hasil yang memerlukan pengujian untuk menentukan kualitas karya tersebut. Tugas akhir wajib disusun oleh mahasiswa program ahli madya. Kertas kerja adalah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 35 . Karya ilmiah yang berbentuk paper sering juga disebut makalah atau karya tulis ilmiah. (2) skripsi. skripsi untuk jenjang Strata 1 (S-1). tesis untuk jenjang Strata 2 (S-2). Bentuk karya ilmiah ini yaitu: tugas akhir (TA) untuk jenjang Diploma. (3) kertas kerja. Bentuk karya ilmiah profesional adalah (1) (2) makalah. dan (4) disertasi. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. dan doktor (untuk disertasi).. Karya ilmiah akademis merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk kepentingan akademis dengan bimbingan dan tanggung jawab orang yang lebih profesional.

pola dasar karya ilmiah paling tidak berisikan bagian-bagian yang sudah baku. berupa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 36 . Secara umum. tesis. Bagian pengenalan pada jenis karya ilmiah yang berbentuk buku berbeda dengan bagian pengenalan bentuk makalah. BAGIAN KARYA ILMIAH Dalam penulisannya karya ilmiah harus sesuai dengan sistematika dan metode penulisan yang tepat. artikel. Syarat judul yang baik adalah mencerminkan isi karangan. kertas kerja. karya ilmiah di Universitas Negeri Semarang. dan kepustakaan. yaitu bagian pengenalan yang bersifat umum dan bagian pengenalan yang bersifat khusus. Dalam bagian pengenalan ada dua jenis pengenalan. 2. Bagian pengenalan dalam karya ilmiah merupakan bagian awal yang berisi hal-hal yang bersifat informatif tentang karya ilmiah tersebut. perbedaannya dengan makalah adalah analisis yang lebih mendalam daripada analisis data dalam makalah. laporan penelitian adalah karya ilmiah yang menyajikan data dan analisis suatu penelitian. Dari paparan di atas. Bagian pengenalan dalam masing-masing bentuk karya ilmiah adalah tidak sama. (2) wahana bagi civitas akedemika untuk memberikan kontribusi dalam perkembanngan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.karya ilmiah yang berisi analisis terhadap fakta secara objektif. memunyai kedudukan: (1) wahana bagi mahasiswa untuk menyajikan nilainilai teoretis maupun praktis secara objektif dan sistematis yang merupakan produk atas dasar pengetahuan dan menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. Artikel adalah karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. yaitu bagian pengenalan. disertasi dan laporan penelitian. Judul adalah identitas tulisan yang merupakan kepala karangan. Kemudian. Beberapa butir pada bagian pengenalan yang terdapat dalam semua jenis karya ilmiah yaitu judul dan kepemilikan karya ilmiah atau nama penulis. batang tubuh. Sistematika penulisan dalam karya ilmiah terdiri atas bagian-bagian yang berurutan. skripsi.

yaitu pendahuluan. tesis. artikel dan kertas kerja berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang disajikan. disertasi. tujuan. serta pembahasan. disertasi dan laporan penelitian bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. Bagian akhir dalam batang tubuh adalah bagian penutup yang berisi simpulan dan saran. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. makalah. Untuk karya ilmiah yang berbentuk artikel. Bagian kedua dalam penulisan karya ilmiah adalah batang tubuh. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah karya ilmiah. Abstrak adalah ringkasan tulisan. bersifat singkat dan jelas serta menarik. Dalam abstrak tercakupi seluruh bagian isi karangan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 37 . rumusan masalah. terdapat pula prakata dan kata pengantar. Bagian terakhir dalam penulisan karya ilmiah adalah bagian kepustakaan. Bagian kedua dalam batang tubuh adalah bagian isi. tesis. Bagian pendahuluan dalam karya ilmiah setidaknya berisi latar belakang. isi dan penutup. sedangkan kata pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh orang lain yang menguasai karya ilmiah yang bersangkutan. Batang tubuh adalah isi karya ilmiah yang sebenarnya. dan hasil. masalah. dari pendahuluan sampai penutup. metode. dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian karya ilmiah pada intinya terbagi menjadi 3 bagian pokok. Dalam baris kepemilikan biasanya dituliskan nama penulis beserta lembaganya. dan laporan penelitian bagian isi berupa landasan teoretis. skripsi. Kemudian. Butir yang lain dalam bagian pengenalan adalah abstrak. Secara umum batang tubuh terbagi menjadi tiga. Nama penulis hendaknya tidak menyertakan gelar atau pangkat. Keduanya merupakan istilah yang berbeda. pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh penulisnya sendiri.pernyataan. Pangkat dan gelar dapat dicantumkan pada bagian biografi pengarang jika ada. dan manfaat. Untuk karya ilmiah yang berbentuk buku. jika penulis lebih dari satu harus dicantumkan semua. dan rumusan masalah. seperti indeks dan biografi pengarang. Bagian kepustakaan mencakup daftar pustaka dan lampiranlampiran. Untuk karya ilmiah yang berbentuk skripsi.

Makalah memiliki karakteristik sebagai berikut. 3. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 38 . yaitu pendahuluan. (3) menerapkan kemampuan mengemas berbagai sumber informasi dalam satu pembahasan yang utuh.yaitu bagian pengenalan. Bagian terakhir dalam karya ilmiah adalah kepustakaan. isi/pembahasan. pengantar dan atau kata pengantar dan abstrak bagi karya ilmiah yang bersifat laporan penelitian. rumusan masalah. dan penutup. Bagian batang tubuh merupakan bagian inti dalam karya ilmiah. dan Strata 3 (S-3). Pada bagian penutup berisi simpulan dan saran. Makalah merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas atau menyelesaikan suatu perkuliahan. nama penulis. Pada bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. Strata 1 (S-1). Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif yang menunjukkan identitas karya ilmiah. tujuan dan manfaat.1 Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu topik tertentu yang tercakup dalam suatu mata kuliah. batang tubuh dan bagian penutup. baik mahasiswa program Diploma. Strata 2 (S2). metodologi penelitian dan pembahasan hasil penelitian. (1) menyajikan hasil kajian literatur yang berkaitan dengan topik atau cakupan permasalahan. prinsip. (2) menerapkan pemahaman tentang teori. atau metode tertentu yang berkaitan dengan materi perkuliahan. Bagian isi/pembahasan memuat landasan teoretis. Pada bagian batang tubuh terdapat tiga bagian unsur. berisi daftar pustaka dan lampiran. yaitu judul. KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH 3.

laporan buku/bab/artikel ilmiah memiliki kriteria sebagai berikut. kritik. Laporan buku/bab/artikel ilmiah bertujuan untuk memperdalam dan memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa tentang topik yang disajikan atau dibahas dalam suatu mata kuliah yang ditempuhnya. buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan ditentukan oleh dosen atau dapat pula diusulkan oleh mahasiswa setelah mendapat persetujuan dosen yang bersangkutan.3 Skripsi Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan atau Sarjana Non-Pendidikan.2 Laporan Buku/Bab/Artikel Ilmiah Laporan buku/bab/artikel ilmiah merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan pemahaman mahasiswa terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah yang disertai dengan ulasan atau pandangan penulis.3. minimal terbitan lima tahun terakhir. Untuk itu. justifikasi terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah. (2) Buku/bab/artikel memunyai kualitas isi yang baik. 3. SEbagai bagian dari tugas perkuliahan. laporan buku/bab/artikel ilmiah juga dapat menyajikan analisis. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian atau bidang studinya. Untuk itu. (1) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan harus aktual. skripsi memunyai criteria sebagai berikut: Panduan Penulisan K arya Ilmiah ilmiah yang dilaporkan 39 . (3) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan memberikan kontribusi bagi mahasiswa untuk memperdalam topik yang dibahas dalam mata kuliah. Selain itu.

Tesis memiliki karakteristik sebagai berikut ini. Tesis disusun untuk meraih gelar Magister Pendidikan (M. (3) Skripsi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas dekan. bahasa asing lainnya) dan bahasa Indonesia. Tesis merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan keilmuwan pada salah satu bidang keilmuwan yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. (2) Skripsi ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan dan/atau penelaahan pustaka yang relevan. (5) Skripsi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Dekan.4 Tesis Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Magister (S-2). dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 40 . bahasa asing lainnya). 3. bahasa Prancis.Pd). (4) Skripsi ditulis daalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. bahasa Arab. Untuk program studi atau jurusan tertentu skripsi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris. bahasa Arab. Magister Manajemen Pendidikan (MP). bahasa Prancis.(1) Topik skripsi dapat bersumber dari permasalahan- permasalahan yang sesuai dengan bidang studi atau bidang keahlian mahasiswa.

(6) Tesis dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana.(1) Topik tesis berfokus pada kajian yang aktual yang tercakup dalam salah satu disiplin ilmu. 3. sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa.5 Disertasi Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Doktor Panduan Penulisan K arya Ilmiah 41 .menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang oleh data sekunder. (2) Tesis ditulis atas dasar pengujian empirik terahadap teori tertentu dalam disiplin ilmu yang dipelajari. (5) Tesis ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. (4) Tesis ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. tesis dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris). Untuk program studi atau jurusan tertentu. Untuk penelitian bibliografi digunakan sumber-sumber yang otentik. (3) Tesis ---untuk penelitian lapangan--.

(S-3). Disertasi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berkaitan temuan baru pada salah satu disiplin ilmu yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. Disertasi disusun dan dipertahankan untuk meraih derajat gelar Doktor. Disertasi memiliki karakteristik sebagai berikut ini. (1) Topik disertasi berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan bidang yang dipelajari oleh mahasiswa. (2) Disertasi ditulis atas temuan sesuatu yang baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam, baik berupa pengujian terhadap teori-teori yang ada, pengembangan teori dan prinsipprinsip baru, tau pengembangan suatu model baru yang diuji di lapangan. (3) Disertasi menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang pula oleh data sekunder. (4) Disertasi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen, yaitu: promotor, ko-promotor, dan anggota yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (5) Disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk program studi atau jurusan tertentu disertasi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris),

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

42

dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris) dan bahasa Indonesia. (6) Disertasi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. 4. BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Sosok skripsi, tesis dan disertasi terdiri atas tiga bagian, yakni bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir. Bagian awal adalah bagian mulai dari sampul sampai dengan bagian sebelum bab pendahuluan. Mulai bab pendahuluan sampai dengan penutup merupakan bagian pokok, sedangkan bagian sesudah itu merupakan bagian akhir. 4.1 Bagian Awal Bagian awal skripsi terdiri atas sampul, lembar kosong berlogo Universitas Negeri Semarang bergaris tengah 13 cm, lembar judul, lembar pengesahan, lembar pernyataan, lembar motto dan peruntukan, lembar abstrak (khusus untuk tesis dan disertai ditambah abstrak berbahasa inggris), kata pengantar, daftar isi, daftar singkatan dan tanda teknis (kalau ada), daftar tabel (kalau ada), daftar gambar (kalau ada), dan daftar lampiran (kalau ada). Lembar bagian awal ini diberi nomor halaman dengan huruf Romawi kecil, ditaruh di kaki halaman bagian tengah. Penomoran halaman
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

43

dimulai dari lembar judul (bukan sampul) sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan. 4.1.1 Sampul Pada sampul bagian tengah atas terdapat logo Universitas Negeri Semarang, bergaris tengah 3 cm. Di bawahnya dituliskan judul dengan huruf kapital tebal berukuran 15-16. Di bawahnya tertulis kata “SKRIPSI/TESIS/DISERTASI” (dipilih salah satu) yang dicetak dengan huruf kapital tebal berukuran 14, diikuti pada baris berikutnya kalimat dengan huruf kapital tebal juga dengan ukuran 12, yang berbunyi “Untuk memperoleh gelar sarjana.../magister.../doktor “...(dipilih salah satu; diisi bidang studi yang ditempuh) pada Universitas Negeri Semarang. Di bawahnya dituliskan dengan huruf berukuran 12 kata “oleh” (tanpa tanda titik dua), di bawahnya lagi dituliskan nama, dan di bawahnya lagi NIM ... (diisi angkanya). Pada kaki halaman dituliskan dengan huruf kapital tebal berukuran 14-15 nama Fakultas, Jurusan dan atau Program Studi, dan di bawahnya lagi tahun ujian skripsi/tesis/disertasi. Semuanya itu dicetak dengan huruf Roman tegak, diatur secara simetris dengan komposisi yang serasi. Sampul dibuat dari bahan tebal. Di punggung sampul dibubuhkan logo (berdiri), nama (memanjang, dengan huruf biasa berukuran 12), judul (memanjang, dengan huruf kapital berukuran 14), skripsi/tesis/disertasi, dan tahun. Contoh sampul lihat lampiran 1. 4.1.2 Lembar Berlogo
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

44

dan tidak menjiplak karya Panduan Penulisan K arya Ilmiah 45 . 4.(bulan dan tahun)..1.. Contoh lembar Persetujuan Penguji lihat lampiran 3. Isi pernyataan itu ialah bahwa skripsi/tesis/disertasi ini hasil karya (penelitian dan tulisan) sendiri. dan untuk disertasi panitia Universitas. dan Anggota panitia penguji..4 Pengesahan Kelulusan Lembar ini berisi pernyataan berikut: Skripsi/Tesis/Disertasi ini (dipilih salah satu) telah dipertahankan di hadapan Panitia Peng-uji Skripsi/Tesis/Disertasi (dipilih salah satu) Fakultas/Program Pascasarjana/Universitas Negeri Semarang pada hari.Lembar kosong berlogo merupakan pembatas antara sampul dan lembar judul. bukan buatan orang lain.1.. Untuk skripsi panitianya panitia fakultas. Sekretaris. untuk tesis panitia Program Pascasarjana.3 Judul Lembar judul bunyinya sama dengan yang terdapat pada sampul. ditulis di tengah atas. 4. Selanjutnya dicantumkan Ketua. yang masing-masing disertai tempat pembubuhan tanda tangan beserta nama lengkap dan NIP-nya. 4. tanggal. hanya saja dicetak pada kertas hvs putih dengan bobot terendah 70 gr.5 Pernyataan Lembar ini diberi judul PERNYATAAN..1.

1. Peruntukan adalah pernyataan bahwa karya ilmiah itu diperuntukkan kepada orang atau lembaga tertentu. atau lainnya yang langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi. Motto adalah ungkapan bijak untuk kehidupan. 4. tesis. 4. atau disertasinya itu masih banyak kesalahan atau kekurangan. baik seluruhnya maupun sebagian. atau disertasinya dan atas dasar itu penulis minta maaf. Contoh Lembar Pernyataan lihat lampiran 4. skripsi. tesis.1. tesis. Kalau penulis yakin bahwa dalam skripsi. atau disertasi itu harus diperbaiki dulu sebelum Panduan Penulisan K arya Ilmiah 46 . Dalam kata pengantar boleh dikemukakan ungkapan puji syukur. tesis. namun yang pokok adalah ucapan terima kasih secara jujur dan wajar kepada orang-orang.6 Motto dan Peruntukan Lembar ini boleh ada.ilmiah orang lain. boleh tidak. Contoh lembar motto dan persembahan lihat lampiran 5.7 Kata Pengantar Lembar kata pengantar diberi judul ”KATA PENGANTAR” yang diletakkan di tengah atas. lembaga. yang dipilih berkaitan dengan judul skripsi/tesis/disertasi. disertasi. serta mengharapkan kritik dari pembaca. Dalam kata pengantar tidak boleh ada pernyataan bahwa penulis yakin akan adanya banyak kesalahan atau kekurangan dalam skripsi.

hasil yang diperoleh. Isi abstrak meliputi latar belakang masalah. tesis. diikuti judul skripsi. diikuti tanda titik.ujian karena kesalahan ilmiah tidak dapat diselesaikan dengan permintaan maaf.. Butir-butir ini hendaklah ditulis dalam paragraf Panduan Penulisan K arya Ilmiah 47 . tesis. Pada baris baru berikutnya dicantumkan Kata-kata kunci: . permintaan kritik itu dinyatakan. 4. atau disertasi. dengan jarak dua spasi dicantumkan nama akhir penulis.. Selanjutnya dicantumkan kata Skripsi Jurusan/Program. atau disertasi itu akan diterbitkan. lalu tahun lulus ujian. diberi judul ”ABSTRAK”. tanpa disertai nama.1. seperti halnya naskah bagian utama. Teks kata pengantar diketik dengan spasi dua. dan saran yang diajukan. Lagipula harapan kritik itu tidak diperlukan sebab skripsi. Pada akhir teks kata pengantar dicantumkan kata Penulis. Di bawahnya. Baru kalau nantinya naskah skripsi. tidak boleh lebih dari dua halaman. diletakkan di pojok kanan bawah. dicetak dengan huruf kapital.. lalu nama depan dan tengah (kalau ada). diikuti tanda koma. rumusan masalah. disusul dengan pencantuman nama-nama pembimbing. tesis. Pada baris berikutnya.. dengan jarak dua spasi ditulis teks abstrak dengan spasi satu.. berkisar dari tiga sampai dengan lima kata. atau disertasi adalah karya ilmiah untuk diuji.8 Abstrak Abstrak ditulis pada lembar baru. pendekatan dan metode yang digunakan. ditulis di tengah atas. diikuti tanda titik.Universitas Negeri Semarang diakhiri tanda titik.

3. Kecuali judul subbab dan anak subbab. tetapi bisa diketik dalam satu halaman saja karena keduanya mempunyai fungsi teknis yang sama.10 Daftar Singkatan dan Tanda Teknis Daftar ini memuat singkatan teknis beserta kepanjangannya dan tanda teknis beserta makna atau penggunaannya. dan judul-judul pada bagian akhir. Khusus untuk tesis dan disertasi. Contoh abstrak lihat lampiran 6. atau disertasi.1. 4. Singkatan dan tanda teknis jangan dicampur. abstrak berbahasa Inggeris dengan judul ”ABSTRACT” wajib disertakan pada lembar terpisah setelah abstrak berbahasa Indonesia.11 Daftar Tabel Panduan Penulisan K arya Ilmiah 48 . dengan tidak menolak kemungkinan untuk memecah butir tertentu untuk dituangkan dalam paragraf yang berbeda kalau diperlukan. yakni untuk kemudahan pemberian. 4. judul-judul bab beserta subbab dan anak subbabnya masing-masing.9 Daftar Isi Dalam daftar isi dimuat judul-judul yang terdapat pada bagian awal skripsi. Keseluruhan teks abstrak tidak boleh lebih dari satu halaman kuarto. semuanya diketik dengan huruf kapital. tesis. mulai dari abstrak.1.1.yang berbeda.

Daftar tabel memuat nomor dan judul tabel.bergantung pada banyaknya materi yang akan disajikan dan perlunya pemilahan materi itu menjadi unit-unit tertentu. Judul tabel yang lebih dari satu halaman ditik dengan spasi satu.12 Daftar Gambar Cara membuat daftar gambar sama dengan cara membuat daftar tabel.hasil penelitian. 4. lalu disusul nomor halaman tempat tabel terdapat dalam teks.atau disertai terdiri atas bab pendahuluan.13 Daftar Lampiran Cara membuat daftar lampiran sama juga dengan cara membuat daftar tabel.1.2.dan penutup.teori yang digunakan untuk landasan penelitian.hasil penelitian tidak harus hanya disajikan dalam satu bab.tesis.metode penelitian. 4.1.2 Bagian Pokok Bagian pokok skripsi. 4. Jarak antara judul tabel yang satu dengan yang lain dalam daftar itu satu setengah spasi. diikuti titik-titik seperti pada daftar isi.1 Pendahuluan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 49 . 4.

Untuk menerengkan keternalaran tersebut perlu dijelaskan dulu pengertian rumusan topik yang dipilih untuk diteliti. Dengan melihat hasil yang diperoleh dalam penelitian sebelumnya.bab pendahuluan memuat uraian tentang (1) latar belakang masalah penelitian. (5) kegunaan penelitian.antara teori dan praktek.tesis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 50 .tesis. (6) pembatasan masalah (1) Latar Belakang Bagian ini pada dasarnya menerangkan keternalaran (kerasionalan) mengapa topik yang dinyatakan pada judul skripsi.atau disertai yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui apa yang diteliti.Oleh karena itu.Dalam hal ini dapat dikemukakan misalnya.mengapa dan untuk apa penelitian dilakukan.Untuk itu perlu dilakukan kajian pustaka yang memuat hasil-hasil penelitian tentang topik yang dipilih itu.Baru kemudian diterangkan argumen yang melatarbelakangi pemilihan topik itu dilihat dari posisi substansi topik itu dalam keseluruhan sisitem substansi yang melingkupi substansi topik itu. (2) rumusan masalah. (4) tujuan penelitian.atau disertai itu diteliti. (3) identifikasi masalah.Bagian ini adalah bab pertama skripsi.diterangkan ketenalaran pemilihan topik itu dilihat dari paradigma penelitian sejenis. Setelah itu.adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. dapat ditunjukkan apakah topik yang dipilih itu memang masih layak untuk diteliti.

(2) Rumusan Masalah Rumusan masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau pertanyaan yang perlu dijawab dengan penelitian.Rumusan itu tidak harus sdalam bentuk kalimat tanya.tetapi hendaklah mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan.dan sebagainya.bagaimana (bisa tentang cara atau wujud/keadaan).asal penelitian yang baru itu dapat menghasilkan sesuatu yang baru.kajian pustaka untuk mengemukakan keternalaran (kerasionalan) pemilihan topik penelitin itu bisa ditaruh di bawah judul tersendiri. Dalam tesis dan disertai.tidak boleh keluar dari lingkup topik.Dalam kajian pustaka itu pembicaraan dilakukan secara kronologis.yang bisa mengatasi kekurangan hasil penelitian itu.mengapa.Topik yang pernah diteliti boleh saja diteliti.rumusan masalah hendaklah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 51 . siapa. berapa.yang berbeda dari sebelumnya.diketahui kemajuan penelitian yang dilakukan para peneliti selama ini dan diketahui pula posisi peneliti sekarang dalam deretan penelitian sejenis.atau dalam penelitian yang bari itu digunakan teori lain atau metode lain yang diduga dapat menghasilkan temuan yang lain dari sebelumnya.yakni apa. sejauh mana. misalnya Hasil Penelitian Sebelum ini.dari mana.di mana.Oleh karena itu. Rumusan masalah harus diturunkan dari rumusan topik.ke mana.Dengan demikian. seberapa.

(3) Tujuan Penelitian Tujuan penalitian mengungkapkan apa yang ingin dicapai dalam penelitian.permasalahan perumusan masalah menjadi operasional.kalau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 52 .Jadi.tidak perlu ada sub-judul Pembatasan Masalah. maksudnya masalah-masalahnya dapat dipecahkan.Kalau ada variabel umum dan khusus.karena variabel atau wujud data yang diperlukan dan teknik pemerolehannya dapat diprakirakan.perlu ada pembatasan masalah disertai keterangan mengapa masalah yang diteliti dibatasi.melainkan materi identifikasinya itu sendiri.Dengan identifikasi masalah itu.Untuk masalah-masalah perlu diidentifikasi dengan baik. Kalau terdapat banyak masalah.tetapi yang penting bukan judulnya. Rumusan masalah yang baik harus memungkinkan untuk menentukan metode pemecahannya dan mencarikan datanya.Misalnya. Rumusan sejajar dengan rumusan masalah. hendaklah dirumuskan masalah pokok beserta sub-submasalah-nya.rumusan masalah harus terinci dan terurai dengan jelas agar dapat dipecahkan dan dicarikan datanya untuk pemecahannya.Akan tetapi. Identifikasi masalah bisa ditaruh di bawah judul tersendiri.Pembatasan masalah ini bisa dicantumkan di bawah judul tersendiri. kalau memang tidak ada pembatasan.mencakupi semua variabel yang tergambarkan dalam rumusan topik.tetapi yang akan diteliti hanya masalah-masalah tertentu.

Landasan teoretis diuraikan pada bab II.tetapi berturutan.Adanya uraian ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah yang dipilih memang layak untuk diteliti.baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentingan praktik. 4.Keduanya diuraikan dalam dua bagian tesis yang berbeda.rumusan tujuannya dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang.2 Teori yang Digunakan untuk Landasan Penelitian Dalam penelitian diperlukan dua landasan.2.Landasan teoretis ialah teori yang digunakan untuk landasan kerja penelitian tentang topik yang diambil untuk diteliti.Landasan faktual ialah data tentang topik yang diteliti.dan jika ada berapa besar peranannya.sedangkan landasan faktual diuraikan pada bab III.berapa besar peranannya.masalahnya apakah ada pengaruhnya pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang dan jika ada. Dalam landasan teoretis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian.yakni landasan teoretis dan landasan faktual.bisa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 53 .Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik. (4) Kegunaan Penelitian Yang diuraikan di sini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan.

juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahlu.keunggulan teori yang dipilih sebagai landasan kerja penelitian menjadi tampak. Dengan uraian tentang teori itu hakikat topik penelitian menjadi jelas. Pustaka yang dikaji itu bisa berupa buku atau artikel dalam jurnal ilmiah.teknik pengumpulan.Lagi pula.disertai.Dengan cara itu.Variabelvariabel.Prinsip-prinsip teori itu perlu diuraikan.Kajian pustaka untuk menentukan apakah topik yang diteliti itu atau yang berkaitan dengan topik itu mungkin sudah pernah diteliti orang lain sudah diuraikan di bagian pendahuluan.tesis.Variabelvariabel pembangun topik penelitian juga perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu.Termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup.dari yang lama sampai dengan yang mutakhir untuk menunjukkan kemajuan hasil penelitian sejalan dengan perkembangan teori.dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 54 .kajian itu dilakukan dalam rangka pemilihan teori yang dipandang tepat untuk landasan kerja penelitian.Data pun dapat diidentifikasi.Teori itu dikaji secara kronologis.dan tujuannya terperikan secara operasional.makalah. semua itu harus relevan dengan topik penelitian.Dengan demikian. skripsi.masalah.teori apapun yang digunakan harus dipertanggung Jawabkan melalui kajian sejumlah pustaka yang memuat hasil penelitian dalam lingkup penelitian yang menggunakan teori yang berbeda. Namun.Namun.laporan penelitian.sedangkan lahan pengambilan dapat ditentukan.di antara sederet teori.pengolahan.

butir (3) diganti dengan sumber data. sampel .prosedurnya sama:dimulai dari pengumpulan data.yakni bab III. Yang perlu diuraikan dalam penelitian kuantitatif adalah (1) jenis dan desain penelitian. Dalam penelitian kualitatif. (2) variabel penelitian yang dirumuskan secara operasional.sedangkan hipotesis menyatakan dugaan atau ramalan tentang hasil pemecahan masalah atas dasar kerangka berpikir. (3) populasi.tetapi juga melandasi metode penelitian.dilanjutkan dengan pengolahan data.Kerangka berpikir menggambarkan pola hubungan logis antar variabel dalam pemecahan masalah yang diteliti. (4) instrumen penelitian disertai penentuan validitas dan reliabitasnya. Dalam penelitian kuantitatif jenis tertentu.Khusus dalam penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 55 .analisis data dapat dirancang.lalu dilakukan analisis data.dan teknik pengambilan sampel penelitian. 4.2. (6) teknik pengolahan dan analisis data. Tentang metode penelitian terdapat perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.butir (2) diganti dengan uraian tentang wujud data.khususnya penelitian bahasa dan sastra. (5) teknik pengumpulan data.Akan tetapi.uraian tentang teori yang dipakai sebagai landasan penelitian diikuti uraian tentang kerangka berpikir dan rumusan hipotesis.3 Metode Penelitian Uraian tentang metode penelitian dimuat dalam bab tersendiri.landasan teoretis tidak hanya melandasi identifikasi sasaran.Jadi.

dan sebagainya seperti dalam pelajaran metodologi penelitian. Bisa dua bab atau lebih.Akan tetapi.sampel. Dalam uraian tentang metode penelitian itu tidak cukup hanya disebut istilah.Jawaban atas masalah yang dirumuskan di bab pendahuluan harus diuraikan dengan jelas.istilah. Bab inti ini memang berisi hasil penelitian beserta penjelasannya.linguistik dan penelitian sastra. 4.tetapi tidak harus dalam satu bab.2.misalnya digunakan teknik wawancara.atau disertai.Kalau dalam penelitian digunakan beberapa teknik pengumpulan atau analisis data.kegunaannya masing-masing perlu diterangkan.4 Hasil Penelitian Hasil penelitian dimuat dalam bab tersendiri.dan dari jumlah sampel itu diambil sampel berapa. dan tuntas.bergantung kepada organisasi temuannya dalam pemecahan masalah.tesis. tidak tidak berarti bahwa judul bab ini Hasil Penelitian dan Pembahasan.Yang penting adalah semua masalah harus ada jawabannya.Prosedur pelaksanaan metode atau teknik itu perlu diterangkan.Yang diuraikan adalah populasinya siapa atau apa. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 56 .Judul hendaknya dirumuskan sesuai dengan topik (judul) skripsi. Sebaliknya dalam uraian itu tidak perlu didefinisikan pengertian populasi.sistematis.dan seterusnya.butir (1) diganti dengan sasaran dan ancangan penelitian.

Saran hendaklah disertai dengan argumentasinya.dan uraian tentang hasil penelitian.Dalam penelitian kualitatif.Isinya adalah simpulan dan saran.temuan (hasil) penelitian dan pembahasannya tidak dapat dipisahkan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 57 .Bangunan sistem itu hanya bisa dipahami dalam keseluruhannya.Kalau mungkain juga disertai jalan keluarnya.atau disertai.bab ini bisa dibagi dua subbab.dan tafsiran itu perlu dijelaskan dan dibahas lebih lanjut.2.5 Penutup Bab penutup merupakan bab terakhir skripsi.Dengan demikian. 4.tujuan. Lagi pula uraian atau pembahasan masalah yang dilakukan secara panjang lebar dalam bab sebelumnya semuanya ada simpulannya.Temuan (hasil) penelitian kuantitatif yang dinyatakan dengan angka harus ditafsirkan dengan katakata.Dengan demikian. Penyajian saran harus sejalan dan didasarkan pada simpulan atau temuan.masalah yang dikemukakan di bagian pendahuluan semuanya terjawab dan dengan jawaban itu semua tujuan telah tercapai. Pemisahan itu dimungkinkan dalam penelitian kuantitatif karena pemisahan temuan (hasil) penelitian dari penjelasannya tidak akan merusak organisasi substansi temuan (hasil) penelitian.tesis.temuan (hasil) penelitian itu berupa sistem yang mungkin tersusun dari sub-subsistem.Oleh karena itu. Penyajian simpulan hendaklah sejalan dengan penyajian masalah.

kapital semua.dapat juga bersifat teoretis. mengingat bahwa belum tentu semua masalah dapat dipecahkan secara tuntas dalam penelitian sekarang atau setelah selesainya penelitian sekarang ini timbul masalah lain yang terkait. tesis dan disertasi. artinya hanya pustaka yang dirujuk dalam teks skripsi. ditulis mulai dari pias kiri. Jarak dengan teks di atasnya empat spasi. Daftar pustaka ditulis langsung setelah teks berakhir pada halaman baru dengan judul ”DAFTAR PUSTAKA”.Termasuk saran yang berharga adalah saran tentang perlunya dilakukan penelitian lanjutan. lampiran (kalau ada).Saran dapat bersifat praktis atau pragmatis. Keberadaan daftar pustaka adalah wajib. tesis dan disertasi yang harus ditulis dalam daftar pustaka. penjurus atau indeks (kalau ada). 4. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 58 .3 Bagian Akhir Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka. dan takarir atau daftar kata kunci/istilah(kalau ada). Daftar pustaka ditulis sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka. berukuran 12. Judul tersebut dicetak tebal dengan huruf tegak. Perlu pula diperhatikan kemutakhirannya dan diusahakan juga dari hasil-hasil penelitian dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik skripsi.

1 Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian ialah artikel ilmiah yang disajikan sebagai hasil penelitian lapangan yang yang dilandasi dengan kajian teoretis terhadap hasil penelitian terdahulu. (7) bahasan. (4) pendahuluan. Arikel jenis ini dapat berdasarkan hasil penelitian kualitatif ataupun penelitian kuantitatif. Artikel konseptual ditulis berdasarkan pemikiran atau perenungan yang mendalam terhadap objek atau fenomena tertentu berlandaskan acuan kepada teori yang diperoleh melalui kajian pustaka (library research) untuk tujuan yang serupa dengan tujuan penulisan artikel hasil penelitian. Artikel hasil penelitian terdiri atas (1) judul. dan dimuat di dalam jurnal agar dibaca oleh kalangan yang lebih luas.1. lugas. bab ini menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan penulisan (1) artikel hasil penelitian dan (2) artikel konseptual. (2) nama penulis dan lembaga asal. (6) hasil. dan sederhana. dan (10) daftar rujukan. 5. (3) abstrak dan kata kunci. Untuk itu.Artikel ilmiah ialah karangan yang dihasilkan melalui proses penelitian lapangan atau pemikiran konseptual yang berlandaskan kajian kepustakaan dan diterbitkan di dalam jurnal ilmiah. jelas. Artikel hasil penelitian ditulis berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di lapangan dan dilaporkan kembali dalam bentuk yang lebih padat. (8) simpulan. 5. (5) metodologi.1 Judul Panduan Penulisan K arya Ilmiah 59 . (9) catatan akhir.

B. lengkap. yaitu antara 5 sampai dengan 15 kata. Judul artikel hasil penelitian memuat variabel yang diteliti atau kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. Judul artikel yang berbahasa Indonesia diikuti dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. semua nama lembaga asal penulis harus dicantumkan sebagai Panduan Penulisan K arya Ilmiah 60 . nama lembaga asal hanya ditulis sekali. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel.Judul (title) artikel hasil penelitian hendaknya informatif. yang ditulis tepat di baris setelah judul yang berbahasa Indonesia. Namun. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. KENDALA SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN (Socio-Cultural Constraints in Developing Rural Comunities) 5.1. tidak terlalu panjang.

Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut Panduan Penulisan K arya Ilmiah 61 . Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel.3 Abstrak dan Kata Kunci Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel.2 cm). Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 sampai dengan 5 buah. 5. tujuan. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. prosedur penelitian (untuk penelitian kualitatif termasuk deskripsi tentang subjek yang diteliti). Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. dan ringkasan hasil penelitian sebagai tekanannya. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda bintang (*).1.catatan kaki. Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf.

kajian pustaka dibutuhkan untuk mendukung penyampaian gagasan tadi. dan langsung mengenai masalah yang diteliti. Gagasan teoretis harus disajikan secara ringkas. bagian ini harus disertai dengan rujukan kepada berbagai sumber yang terpercaya. Bagian ini menyajikan gagasan pokok yang paling sedikit terdiri atas empat bagian: (1) latar belakang penulisan artikel. padat. Jumlah rujukan harus proporsional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak).ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. (2) masalah . Keempat gagasan tersebut ditulis dalam bentuk paragraf yang memperlihatkan adanya koherensi antara gagasan satu dengan gagasan yang lain. Aspek yang dibahas dapat mencakupi aspek histories. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 62 . ditulis langsung setelah kata kunci. (3) tujuan penelitian. Karena pendahuluan memuat gagasan teoretis mengenai suatu perkara. 5.1.1.5 Metodologi Metodologi diartikan sebagai kumpulan metode yang digunakan untuk membuat desain penelitian. Gagasan teoretis mengarahkan pembaca ke rumusan masalah yang dilengkapi dengan rencana pemecahannya dan rumusan tujuan. Sebab itu.4 Pendahuluan Pendahuluan tidak diberi judul. dan (4) sistematika artikel. 5. menentukan jenis dan jumlah sample. landasan teori atau aspek lain.

keterangan tentang informan. atau pemilahan ke dalam sub-bagian. Perlu pula disajikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian. sedangkan spesifikasi bahan juga perlu diberikan karena penelitian ulang dapat berbeda dengan penelitian terdahulu apabila spesifikasi bahan yang digunakan berbeda. Dalam rangka penulisan artikel. lokasi penelitian. dan lama penelitian. bagian ini menyajikan cara pelaksanaan penelitian. pada dasarnya. Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat. dan teknik analisis data.menarik data. cara menggali data penelitian. rancangan penelitian (terutama jika digunakan raancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental). uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu disajikan di dalam artikel ilmiah. instrumen pengumpul data. Bagian ini hanya memuat hal yang pokok saja. Materi pokok bagian metodologi adalah cara pengumpulan data. dan mengolah atau menganalisis data. bagian ini antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel (atau subjek). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 63 . subjek penelitian. Dengan perkataan lain. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa sub-bagian. Untuk penelitian kualitatif perlu ditambahkan uraian mengenai kehadiran peneliti. Penelitian yang mendasari penulisan artikel menggunakan alat dan bahan perlu dilengkapi dengan sajian tentang spesifikasi alat dan bahan. cara analisis data. sumber data.

Apabila hasil yang disajikan cukup panjang. dan sebagainya) tidak perlu disajikan. apabila bagian ini pendek.5. proses analisis data (seperti perhitungan statistik. termasuk pembandingan antara koefisien yang ditemukan dalam analisis dengan koefisien dalam tabel statistik. sampel yang berlebihan.6 Hasil Hasil adalah bagian utama artikel ilmiah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 64 . tabel yang panjang. Untuk artikel hasil penelitian kuantitatif. Karena itu. Sebaliknya. bagian ini biasanya merupakan bagian terpanjang. penyajian bisa dilakukan dengan memilah bagian ini menjadi subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian. Hasil analisis boleh disajikan dengan tabel atau grafik asalkan dalam bentuk yang ringkas.1. Bagian ini menyajikan hasil analisis data yang dilaporkan secara bersih. keduanya harus diberi judul dengan komentar yang memadai walaupun komentar tersebut tidak harus dilakukan per tabel atau grafik. yang dimuat di dalam artikel hanya hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis. semua sajian bisa berupa gabungan pembahasan. Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan. Dengan perkataan lain. Jika ke dalam sajiak disertakan tabel dan/atau grafik untuk memperjelas sajian verbal. jelas dan tidak mengganggu alur piker di dalam teks.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 65 . Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori yang ada. perbandingan dan sebagainya yang tersaji rinci dalam bentuk subtopik yang masing-masing berkaitan langsung dengan fokus penelitian. analisis. 5. diskusi. dalam bagian pembahasan perbedaan itu haruslah diuraikan secara rinci dengan bukti yang memadai. bagian hasil memuat deskripsi. Misalnya ditemukan adanya hubungan antara strategi pembelajaran dan prestasi siswa.1.7 Bahasan Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang saudah ada. Tujuan bahasan: (1) memecahkan masalah penelitian atau menunjukkan pencapaian tujuan penelitian. harus hasil penelitian disimpulkan secara eksplisit. sintesis.Untuk artikel hasil penelitian kualitatif. Misalnya. jika dinyatakan bahwa penelitian bertujuan mengetahui perbedaan penggunaan antara satu strategi dan stgrategi lain dalam pembelajaran bahasa asing. dapat ditafsirkan bahwa strategi dapat berpengaruh besar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan. (2) menafsirkan temuan dan menarik inferensi berdasarkan temuan itu. eksplanasi. Untuk menunjukkan terjadinya pemecahan masalah atau pencapaian tujuan penelitian.

Pembandingan harus disertai rujukan yang sesuai. 5. sebagian atau seluruhnya. Untuk penelitian kualitatif. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 66 . atau dengan kenyataan di lapangan. pengembangan teoritis. Penolakan teori harus disertai dengan modifikasi atau rumusan teori baru. bagian ini dapat pula memuat gagasan peneliti. Simpulan disajikan dalam bentuk deskripsi verbal. dan posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya.1. Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu. Simpulan dapat diikuti dengan saran yang disusun berdasarkan simpulan. teori yang lama bisa dikonfirmasi atau ditolak. Simpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup. Saran bisa merujuk kepada tindakan praktis. Jika penelitian yang menjadi dasar penulisan artikel berupa telaah teori (penelitian dasar). dan bukan dalam bentuk angka.Temuan diintegrasikan ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dengan jalan membandingkan temuan itu dengan temuan penelitian sebelumnya.8 Simpulan Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. dengan teori yang sudah ada. dan penelitian lanjutan. dikembangkan pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. kaitan antarkategori dan antardimensi.

1. Dengan demikian. simbol. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas. Proses pemikiran itu didukung dengan rujukan kepada teori tertentu yang sudah dikemukakan pakar melalui karangannya dalam bahan rujukan tertentu. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6. catatan akhir dalam artikel ilmiah berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus.2 Artikel Konseptual Artikel konseptual ialah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh penulisnya melalui proses pemikiran yang mendalam terhadap suatu gejala yang muncul di dalam ranah ilmu tertentu. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 67 . Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. nama tokoh. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. tahun tertentu. nama lembaga.1.10 Daftar Rujukan Daftar rujukan (references) harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel ilmiah.5. 5. Tata Tulis. 5.9 Catatan Akhir Pada dasarnya.

Judul artikel sebaiknya terdiri atas 5-15 kata. (4) pendahuluan. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama.2. penulisan nama pengarang pada artikel konseptual dilakukan tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Seperti pada penulisan nama dan asal lembaga pada artikel hasil penelitian. (5) nas. Namun. 5. (2) nama penulis dan lembaga asal. Di samping aspek ketepatannya. dan (7) Daftar rujujukan. (7) catatan akhir. pemilihan kata untuk judul perlu juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap daya tarik judul bagi pembaca. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama.2. Sebab itu. Artikel konseptual terdiri atas (1) judul. pemilihan kata yang dipakai di dalam judul hendaknya dilakukan secara cermat.1 Judul Judul dalam artikel konseptual berfungsi sebagai label yang mencerminkan secara tepat intisari yang terkandung dalam artikel. semua nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 68 .dapat dikatakan bahwa artikel konseptual merupakan laporan hasil pemikiran yang dilandasi oleh kajian kepustakaan. (3) abstrak dan kata kunci. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. 5. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. (6) penutup atau simpulan.

Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel. tujuan.2 cm). Gagasan itu antara lain mencakupi masalah. abstrak berisi ringkasan isi artikel yang dituangkan secara padat.lembaga asal penulis harus dicantumkan pada catatan kaki. Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 69 . 5. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia.3 Abstrak dan kata Kunci Untuk artikel hasil pemikiran konseptual. Abstrak untuk artikel jenis ini bukanlah komentar atau pengantar dari penyunting atau redaksi. dan seterusnya dengan format supercscript. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. 2.2. 3. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda angka 1. dan ringkasan hasil pemikiran sebagai tekanannya.

bagian pendahuluan dalam artikel konseptual berisi uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas. (4) perbandingan antarteori untuk menjembatani kesenjangan di antaranya.2. Sebab itu. dan sebagainya.2. Bagian ini dapat berupa (1) evaluasi terhadap teori yang ada. (5) kemungkinan penerapan suatu teori di dalam kelompok masyarakat tertentu. dan kekurangannya. dan diskusi tentang fenomena yang muncul dalam suatu komunitas. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. (6) telaah terhadap teori tertentu dan kemungkinan replikasinya dalam kondisi dan situasi yang berlainan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 70 . 5.4 Pendahuluan Berbeda dengan isi pendahuluan di dalam artikel hasil penelitian. 5. (2) deskripsi. (3) strategi pengelolaan perkara tertentu. eksplanasi. Selain itu. kelebihan. bagian pendahuluan hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat tentang hal pokok yang akan dibahas. yang mencakupi ragam.5 Nas Nas pada artikel konseptual sangat bervariasi. isi bagian pendahuluan menguaraikan berbagai hal yang mampu menarik pembaca untuk mendalami bagian selanjutnya.sampai dengan 5 buah. Bagian pendahuluan tidak perlu diberi judul. analisis.

Beberapa artikal konseptual yang dilengkapi dengan saran. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. tiap paragraf harus disusun secara sistematis dengan memperhatikan koherensi antarbagiannya.2. perlu dimasukkan pada bagian kesimpulan.2. catatan akhir dalam artikel konseptual serupa dengan catatan akhir pada artikel ilmiah. Jika uraian pada bagian akhir berisi simpulan hasil pembahasan pada bagian sebelumnya. dan jelas akan mampu meyakinkan pembacanya untuk mengikuti alur piker yang hendah disampaikan oleh penulis kepada pembacanya.Walaupun nas jenis artikel ini tidak perlu dibagi menjadi sub-bagian. saran yang mencakupi aspek pengembangan ilmu. Teks yang disusun dengan runtut. simbol. lugas. penerapan teori. 5.6 Penutup Istilah penutup digunakan sebagai judul bagian akhir artikel konseptual jika isinya hanya berupa catatan akhir atau yang sejenisnya. tahun tertentu. Kebanyakan artikel konseptual membutuhkan simpulan. nama tokoh. padu. Jika hendak ditampilkan.7 Catatan Akhir Pada dasarnya. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 71 . dan aspek lain dapat ditempatkan dalam bagian tersendiri. 5. nama lembaga. Catatan ini berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus.

2. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. 5. Tata Tulis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 72 . daftar rujukan (references) pada artikel konseptual harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel.8 Daftar Rujukan Seperti pada artikel hasil penelitian.walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6.

BAGIAN III PANDUAN TATA TULIS KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 73 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 74 .

skripsi. tesis. bahasa Inggris. abstrak. atau bahasa asing lain. yaitu (1) prawacana. dan tugas akhir dibagi menjadi tiga bagian pokok. 1. Bagian berikutnya membahas tata tulis artikel ilmiah dan makalah. tesis. tugas akhir. dan tugas akhir. artikel ilmiah. halaman kosong. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 75 .1 Prawacana Prawacana terdiri atas judul. Pengantar Karya ilmiah yang berupa disertasi. motto. Bagian tiga menyajikan tata cara pengutipan rujukan. Tata Tulis Karya Ilmiah Secara umum disertasi. persembahan.B. bagian empat memuat tata tulis daftar pustaka. (2) nas. pernyataan keaslian tulisan. dan (3) bagian akhir. Bagian pertama membahas tata cara penulisan bagian-bagian disertasi. skripsi. daftar table dan daftar lain. prakata. tesis. Untuk itu. 1. pengesahan. skripsi. daftar isi. bab ini membahas tata tulis bagian-bagian karya ilmiah dengan contoh utama dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebab dalam kedua bahasa itulah kebanyakan kara akan ditulis. dan makalah (selanjutnya disebut karya ilmiah) dapat ditulis dalam bahasa daerah. Akhirnya. bahasa Indonesia.

METAPHORIC USES OF ENGLISH PARTICLES: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 76 . dan universitas. (1) Logo Logo yang dipasang pada halaman judul hendaknya logo institusi yang lazim dipasang pada kepala surat dan yang ukurannya disesuaikan dengan luas halaman judul. gunakan font 16 atau 18 cetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. (3) maksud penulisan skripsi. (2) judul skripsi. (4) nama dan nomor nomor induk mahasiswa.Judul Judul terdiri atas (1) logo institusi. Sebagai ancar-ancar. (2) Judul karya ilmiah Judul ditulis dengan huruf kapital yang besarnya diesuaikan dengan panjang judul. serta tahun penulisan skripsi. dan (5) nama lembaga termasuk jurusan. fakultas.

Bunyi frase tersebut sebagai berikut. GRISHAM’S THE PELICAN BRIEF (3) Maksud Maksud penulisan skripsi berupa frase yang ditulis dengan huruf kecil. Tesis disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau a final project submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Sarjana Pendidikan in English atau a thesis submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Magister Pendidikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 77 .A STUDY OF PHRASAL VERBS FOUND IN J. kecuali nama gelar dan nama bahasa.

(2) Gelar kesarjanaan dan program studi ditulis dengan awalan huruf kapital. yang didahului dengan preposisi oleh (by) di atasnya.in English Perhatikan bahwa (1) Frase ini ditulis dengan huruf kecil dengan font 12 untuk jenis huruf Times New Roman. Tidak dianjurkan: By: Name : Agus Ismangun NIM: 222000022 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 78 . Salah Betul Betul Betul : sarjana pendidikan in english : Sarjana Pendidikan in English : Sarjana Sastra in English : Sarjana Pendidikan Program Studi Seni Rupa (4) Nama dan Nomor Induk Nama dan nomor induk mahasiswa ditulis dalam dua baris di tengah-tengah halaman judul.

Tidak dianjurkan:

Oleh: Agus Ismangun 222000022 Dianjurkan: by Agus Ismangun 222000022 atau oleh Agus Ismangun 222000022 (5) Nama Lembaga dan Tahun Penulisan Nama lembaga dan tahun penulisan ditulis dengan font 16 (atau 14) bercetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. Tahun penulisan tesis adalah tahun pada saat pengesahan tesis, yaitu setelah tesis tersebut diuji, diperbaiki, dan diperbanyak.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

79

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009 atau
C.

D. ENGLISH DEPARTMENT FACULTY OF LANGUAGES AND ARTS SEMARANG STATE UNIVERSITY 2009 Halaman Kosong Halaman yang kosong dimaksudkan sebagai pelapis agar teks pada halaman berikutnya tidak tembus dan terlihat dari halaman judul. Pada buku yang berhak cipta, biasanya halaman ini digunakan sebagai halaman hak cipta, yaitu halaman yang memuat catatan hak cipta yang mencakupi tahun penulisan, nama penulis dan peringatan bagi pengguna buku kersebut. Misalnya,
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

80

Copyright c 2001 by Kate L. Turabian All rights reserved Akan tetapi, dalam skripsi mahasiswa tulisan seperti ini tidak dimunculkan. Pernyataan Keaslian Tulisan Pernyataan keaslian tulisan (declaration) berisi ungkapan penulis bahwa isi skripsi, tesis, atau disertasi yang ditulisnya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri. Pengambilalihan karya orang lain untuk diaku sebagai karya sendiri merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan ini. Contoh pernyataan keaslian tulisan dapat dilihat pada lampiran. Pengesahan Halaman Pengesahan (approval) adalah halaman tempat para penguji, pembimbing, dan panitia ujian skripsi, serta pejabat yang berwenang membubuhkan tanda tangan mereka sebagai tanda bahwa skripsi tersebut diakui kesahihannya. Halaman ini terdiri atas: (1) Pada bagian atas halaman dapat ditulis kata: PENGESAHAN (APPROVAL)
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

81

(2) Pernyataan: This thesis has been approved by a team examiners on … (3) Nama penguji (examiner), pembimbing (supervisor), dan pejabat yang berwenang, yaitu Ketua Jurusan (Head of the English Department) dan Dekan Fakultas (Dean of FBS). Masing-masing disertai dengan nomor induk pegawai (NIP), dan tugas yang bersangkutan. (4) Apabila terjadi penugasan ganda, misalnya penguji dan pembimbing, keduanya ditulis dengan garis miring sebagai pemisahnya.
PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FBS UNNES pada tanggal 30 Agustus 2008. Panitia: Ketua Sekretaris

Gunoto, Ph.D 131281777

Prof. Dr. Marbun 131282888

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

82

Penguji

Penguji

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222 Penguji/Pembimbing I

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999 Penguji/Pembimbing II

Drs. Abd. Ali 130450111

Dr. Raja Ali haji 130222333

APPROVAL This thesis has been approved by a team of examiners on 30 October 2008 Examiner Examiner

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

83

Examiner/Adviser I Examiner/Adviser II Drs. Nama (nama) tersebut didahului dengan preposisi ‘To’.D 131281777 Prof. Ph. Jika penulis menghendaki kemunculan halaman ini. Teks dapat ditulis di bagian atas. Ali 130450111 Dr. persembahan hendaknya ditulis secara ringkas dan hanya menyebut nama(-nama) yang sangat penting saja. Dr. atau bawah halaman baik di sebelah kiri atau kanan halaman tanpa puntuasi apa pun. Marbun 131282888 Persembahan Persembahan (dedication) bersifat manasuka. Abd. Misalnya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 84 . tengah. Raja Ali haji 130222333 Chairman Secretary Gunoto.

hendaknya motto tersebut ditulis ringkas dengan jenis huruf yang sama dengan jenis yang digunakan di dalam nas skripsi.Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan : To: Allan Murray : Dedicated to Allan Murray. dan Adik-Adik Motto Motto (epigraph) biasanya berupa frase atau kalimat pendek yang dikutip dari suatu sumber. and all of my former classmates. Jika penulis menghendaki penempatan motto seperti itu. : Dengan penuh kasih. Jika motto itu merupakan kutipan dari sumber yang signifikan. tanpa cetak miring. garis bawah. nama dan sumber kutipan dapat disertakan di dalam teks. : To Allan Murray Dianjurkan atau Untuk Sri Haryati atau Untuk Ayah. Ibu. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 85 . dan/atau tanda kutip. Penempatan motto pada skripsi bersifat manasuka. skripsi ini kupersembahkan untuk Ibu Lasmi dan Bapak Astro serta Dinda Sri Harjati. my fiance. my mother. Tidak dianjurkan : This thesis is dedicated to all people who love me including my late father. cetak tebal.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 86 . rektor. : Ever onward no retreat (Bung Karno) atau Your expression is the most important thing you can wear (Sid Ascher) atau Man never made any material as resilient as the human spirit (Bern William) Prakata Prakata (Preface) atau Pengantar berisi penjelasan ringkas oleh penulis mengenai latar belakang penulisan skripsi. Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Dianjurkan : Motto: Ever onward No Retreat : Moto: Ever onward No Retreat (Written by Bung Karno) : Bung Karno: Ever onward no retreat. Misalnya. maksud penelitian.Misalnya. Prakata dapat pula mencakupi penyebutan nama yang baik langsung maupun tak langsung ikut terlibat di dalam penulisan itu. cakupan penelitian. dan pihak-pihak yang ikut mengambil bagian di dalam mendorong serta memberi motivasi kepada penulis sehingga laporan penelitian itu bisa terwujud.

responden. dosen lain. nama awal. ditepi kiri dengan urutan : nama akhir diikuti koma. abstrak lazim memuat intisari laporan penelitian yang terdiri atas (1) latar (background). atau disertasi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma. Penyebutan nama lazimnya diikuti dengan ucapan terima kasih dengan kadar yang sesuai dengan keterlibatan masing-masing. diikuti dengan nama jurusan (tidak boleh disengkat). Kata abstrak ditulis ditengah halaman dengan huruf kapital. dan pihak lain yang cukup signifikan untuk disebut di dalam prakata ini. penguji. nama tengah (jika ada) diakhiri titik. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dari kata abstrak. dan (5) simpulan (conclusions). ketua jurusan. Tahun lulus ditulis setelah nama. nama universitas.dekan. Seluruh bagian ini terdiri atas kurang lebih 400 kata yang ditulis di dalam dua atau tiga paragraf dengan spasi tunggal. Kata skripsi. (4) hasil penelitian yang terpenting. (2) masalah (problem) atau tujuan (purpose) dan lingkup (scope) kajian. Abstrak Pada dasarnya. simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. (3) metodologi yang digunakan di dalam penelitian. tesis. dan diakhiri dengan titik. nama fakultas. Kemudian dicantumkan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 87 . pembimbing. diakhiri dengan titik. Judul dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertama dari setiap kata) dan diakhiri dengan titik.

Misalnya. E.nama dosen pembimbing I dan II lengkap dengan gelar akademiknya. The main purpose of the study was to determine if higher frequency of high cognitive questions in NNS group classroom discussions had an effect on foreign language learning. serta pembimbing III untuk disertasi. Abstract This thesis is based on study which attempted to examine the use of high cognitive questions in nonnative student group classroom discussions. the other group was not provided Panduan Penulisan K arya Ilmiah 88 . Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Two groups of non-native Spanish students and four non-native English teachers participated. One of the groups was trained in incorporating hign cognitive questions in studentstudent discussions. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah. Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen pembimbing. Teks di dalam abstrak diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) dan panjangnya tidak lebih dan dua halaman kertas ukuran kuarto.

After the training. Daftar Isi Daftar Isi (Table of Contents) berisi daftar semua bagian tesis kecuali halaman judul. discussed it. TABLE OF CONTENTS Page Preface ……………………………. The quantity of verbal interaction was not different between the group. demonstrated and adopted in NNS group classroom discussion.with training.. dan halaman motto.. F. halaman kosong atau halaman hak cipta. but the understanding and written production of the foreign language was higher in the treatment group than in the control group.…………. tetapi keberadaannya tetap dihitung sehingga nomor halaman daftar isi mengikuti jumlah halaman yang ada sebelumnya. Halaman-halaman ini tidak diberi nomor halaman. halaman persembahan. both groups listened to a narraive told by the non-native teacher.………… v Panduan Penulisan K arya Ilmiah 89 . Results indicated that the training group asked more high cognitive questions than the control group. The higher achievement in the training group indicates that the use of high cognitive questions. and thes summarized the story they had heard. promotes the kind of verbal interaction which facilitates comprehension and written production of the foreign language.

Appendices …………………………………...1 Background of the Study …………….. sub-sub-bagian.. 12 Etc.Abstract ………………………….. x List of Abbreviation ……………………. 3.2. vii List of Tables ……………………………. Metaphoric Process in Literature…. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 90 ...…………. INTRODUCTION 1. REVIEW OF THE RELATED LITERATURE 2.... 1 1.2 Reasons for Choosing the Topic …….….…………. 2. 4 Etc. 4. METHODS OF INVESTIGATION Etc.………....………….1 Review of the Previous Research ………. ix List of Figures ……………………………. 8 2. dan seterusnya ditulis rata kiri. (1) Nomor bagian.…………….………….….……………… xi Chapter 1.…. 65 References ………………………………..…….….………. 72 Perhatikan bahwa penomoran dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.…………….………………. sub-bagian.…….…..………..………… vi Table of Contents …………….

3. 1.1 Sub-sub-bagian 1.2.3.1 Sub-bagian 1.3. sub-sub-bagian ditulis tanpa titik akhir. (5) Pembagian bagian menjadi sub-bagian hanya dilakukan bila bagian itu terdiri atas sedikitnya dua sub-bagian. BAGIAN 1. (2) diasumsikan bahwa di dalam lampiran dimungkinkan adanya kutipan yang merujuk kepada sumber pustaka yang tentu saja disebut di dalam daftar pustaka. (4) Nomor hanya diberikan kepada bagian yang berupa frase.3.2 Sub-sub-bagian 1.2.2 Sub-bagian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 91 .2 Sub-sub-sub-bagian 1. (3) Sub-bagian.3 Sub-bagian 1.1.1.2 Sub-bagian 1.2.3 Sub-sub-bagian 1. (6) Lampiran disusun mendahului daftar pustaka dengan alasan: (1) bila diperlukan segera daftar pustaka lebih mudah ditemukan.1 Sub-sub-sub-bagian 1.1 Sub-sub-bagian 1.(2) Titik akhir hanya muncul pada nomor bagian.

Daftar Bagan.. 44 4.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ………………………………. LIST OF TABLES Table Page 2.…. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 92 . Perhatikan bahwa angka pertama pada nomor tabel menunjukkan bab di tempat tabel yang bersangkutan tersaji. 59 Etc..1 Rank Order of General It………………….…. Daftar Tabel. dan Daftar Lampiran Daftar table (List of Tables) berupa daftar yang berisi tabel-tabel yang terdapat di dalam nas tesis.1 Inverse Cummulative Normal Distribution .. Lema di dalam daftar ini diurutkan dengan penomoran dan judul tabel yang sesuai dengan nomor dan judul yang tertulis di dalam nas..1 berarti tabel pertama yang terdapat di dalam bab 2.1 GPA of the First Year Students ………………. 27 2. tabel bernomor 2.…… 41 3... 55 4. Misalnya. G.….2 Rank Order of Top Ten Specific Items .Dst..

Misalnya..1. gambar. 27 2. LIST OF FIGURES Figure Page 2.…… 41 3.1 GPA of the First Year Stude……………………. 44 4. GPA of the First Year Students Daftar Bagan (List of Figures) ditulis dengan penomoran dan judul seperti penulisan daftar tabel. atau diagram yang dirujuk. Misalnya. atau diagram ditulis di bawah bagan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 93 .Perlu diingat bahwa di dalam nas karya tulis nomor dan judul tabel di tulis di atas tabel yang dirujuk. Tabel 2. gambar.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ………………………….1 Inverse Cummulative Normal Distribution .1 Etc Berbeda dengan daftar table. di dalam nas nomor dan judul bagan.…... H.

Etc. I. 67 2.………. ANOVA Comparison of Mean Responses to General Items. Recall Protocols of ESL Students ……………. LIST OF APPENDICES Appendix 1. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 94 .. Perhatikan bahwa setiap butir lampiran bernomor. Overall and Geographical Page Subgroups with Each Other ……………………. berjudul.90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr East West North Figure 2. 68 3.……….. dan bernomor halaman.1. 69 4.…. Passage and Textbase …………. GPA of the First Year Stude Daftar Lampiranan (List of Appendixes) ditulis dengan penomoran dan judul seperti di dalam contoh berikut.

misalnya. LIST OF ABBREVIATIONS AND ACRONYMS A Adjunct Adj Adv Anova DSA Adjective Adverb Analysis of Variance Directive Speech Act Panduan Penulisan K arya Ilmiah 95 . dan semacamnya tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar ini. Misalnya.. (3) Singkatan dan/atau akronim yang dimasukkan ke dalam daftar ini hanya singkatan dan/atau akronim yang berkaitan erat dengan pokok penelitian. yaitu Adj. i..g. (1) Lema diurutkan menurut abjad. Sebab itu Adjective. Sinmgkatan-singkatan yang berlaku umum seperti etc.Daftar Singkatan dan Akronim Daftar singkatan dan akronim (list of abbreviation and acronym) dimunculkan di dalam tesis bilamana tesis itu memuat sejumlah singkatan dan akronim yang masing-masing disebut berkali-kali di dalam nas. J.. harus dilambang-kan dengan huruf selain A. e. Penulisan lema singkatan dan akronim dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. (2) Setiap huruf atau nomor melambangkan satu hal saja. A melambangkan Adjuct.e.

Bagian ini didahului dengan huruf kapital dan setiap kelas kata (nomina.4 Tujuan Penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 96 . Judul bab ditulis pada halaman baru.2 Nas Nas suatu laporan penelitian terdiri atas judul bab dan bagian-bagiannya. 1. Huruf berukuran 14 dan dicetak tebal. ajektiva. BAB 1 PENDAHULUAN (2) Judul bagian ditulis dengan huruf kecil. nas ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. dan adverbia) didahului dengan huruf kapital. Secara umum. Misalnya. (1) Judul bab ditulis dengan huruf kapital berukuran 16 cetak tebal.EH FA NP Ernest Hemingway a Farewell to Arms Noun Phrase 1. Misalnya. verba.

1. judul bab dan bagian beserta sub-subnya dapat ditulis dengan rangkuman sebagai berikut.1.1 American Tradition (4) Judul sub-sub-bagian ditulis dengan huruf miring.1. 2.2. Misalnya.(3) Judul sub-bagian ditulis seperti judul bagian.2. Misalnya. tetapi berukuran 12. Misalnya.1 Hatim and Mason’s Concept on Translation Dengan demikian. ukuran 12.2. 2.1 Tradisi Endo-Eropa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 97 . dan bercetak tebal.1 Penelitian Terdahulu … (teks) 2.1 Hatim and Mason’s Concept (5) Judul sub-sub-sub-bagian (kalau masih ada) dicetak seperti subbagian tetapi dengan cetak biasa.2. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. 2.

Latar Belakang Teoretis Perhatikan bahwa: (1) Setiap bagian beserta pecahannya ditulis mulai dengan ujung margin kiri. misalnya.1.2 … Dsb.… (teks) 2. Sub-bagian.). (3) Teks yang mengikuti setiap bagian dan pecahannya harus berupa paragraf. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 98 . tidak perlu dimenjorokkan ke kanan. (2) Setiap bagian harus berupa frase yang ditulis tanpa diakhiri dengan tanda titik (. Setiap paragraf harus berisi sejumlah kalimat.2. (4) Teks yang berupa butir-butir pernyataan ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.1.2 Tradisi Amerika … (teks) 2.1.1 Tradisi Amerika pada Abad ke-20 … (teks) 2.2.1. yang sekurang-kurangnya terdiri atas delapan baris.1 Semantik Chomskian … (teks) 2.

Misalnya. … kelas kata terdiri atas (1) nomina. dan (4) adverbia.) untuk kata. Misalnya. misalnya (1). Setiap butir pernyataan diakhiri dengan tanda titik (. misalnya (1).) bergantung pada panjang pendeknya pernyataan. (3) ajektiva. pernyataan itu diberi nomor bertanda kurung.) untuk frase. titik koma (. … kelas kata terdiri atas (1) nomina. pernyataan itu ditulis berurutan dengan nomor bertanda kurung.) untuk kalimat. dan antara pernyataan satu dengan lainnya diberi tanda koma (. (4) adverbia … Panduan Penulisan K arya Ilmiah 99 . (3) ajektiva. atau koma (.Jika pernyataan itu dimasukkan ke dalam paragraf.) atau titik-koma (. Jika pernyataan berformat paragraf. (2) verba. (2) verba.

3 Bagian Akhir Bagian akhir karya ilmiah sekurang-kurangnya terdiri atas lampiran dan daftar pustaka. masing-masing diberi nomor secara berurutan. Karena dianggap terlalu panjang sehingga dapat mengganggu tampilan nas. hitungan statistik. Berikut disampaikan keempat komponen bagian akhir itu dengan urutan yang sesuai dengan urutan tampilan pada karya ilmiah. Lampiran Lampiran (appendices) merupakan bagian integral nas tetapi dipisahkan dari nas. (3) Jika lampiran ditulis memanjang. Lampiran disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. kepala halaman berada di bagian dalam halaman laporan. Jenis lampiran antara lain tabel. rangkuman hasilo analisis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 100 . gambar/diagram. bagian itu ditampilkan dalam bentuk lampiran.1. dan contoh data. grafik. (1) Apabila terdapat lebih dari satu lampiran. Selain itu. (2) Tiap lampiran diberi judul sesuai dengan isinya. dapat puila ditambahkan senarai (indeks) dan riwayat hidup penulis. (4) Tiap halaman lampiran diberi nomor halaman dengan urutan meneruskan nomor halaman nas.

(1) Lema (entry) diurutkan secara alfabetis. • Arikunto. lampiran hanya menyajikan contoh data yang jumlahnya proporsional terhadap nas tetapi tetap mencerminkan homogenitas data. Senarai Senarai (index) berisi daftar kata kunci yang digunakan oleh peneliti dalam menyampaikan konsep penelitiannya. (2) Istilah utama ditulis dengan pengawalan huruf kapital • • • • Amoeba Pragmatics (3) Istilah pendukung ditulis dengan huruf kecil. 101 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . informasi skill (4) Nama pengarang ditulis dengan urutan nama keluarga atau nama akhir diikuti dengan singkatan nama pertama dan nama lain. (6) Apabila penelitian menggunakan sumber data tertulis dalam jumlah besar. Di dalam daftar ini dapat pula disisipkan nama pengarang yang disebutkan di dalam nas karya ilmiah. kelengkapan administrasi seperti itu tidak perlu ditampilkan di dalam daftar lampiran. S.(5) Walaupun pelaksanaan penelitian membutuhkan kelengkapan administrasi yang berupa surat. Butir senarai disajikan dengan tata tulis sebagai berikut.

J. (5) Judul karangan ditulis mengikuti kelaziman dalam penulisan daftar pustaka. Toer.• • • McNamara. • • • man to man marking 29 –31 Badai pasti Berlalu 367 – 73 Phillips. P. J. P. 879 (7) Apabila lema muncul dalam dua halaman atau lebih secara berturut-turut. Perhatikan bahwa penghematan menghendaki agar nomor yang kembar hanya ditulis sekali. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 102 . • • Amoeba 13 Toer. L. 253 – 7.A.). • • Badai pasti Berlalu “Ngeh dalam kepustakaan Jawa” (6) Tiap lema diikuti dengan nomor halaman tempat lema tersebut berada di dalam nas. Turabian. Halaman 367 sampai dengan 373 hanya ditulis 367 – 73.A. nomor halaman ditulis dengan membubuhkan tanda ( .

dan peranti lain seperti laptop. dan sebagainya. Daftar ini dapat mencakupi buku teks. drama. semua ini merupakan peranti penelitian. 73 Budaya Jawa 54. dan sebagainya. bagian ini disajikan di dalam bagian tersendiri dalam panduan ini. Karena banyak hal yang perlu dikemukakan. petikan dari situs internet. program kompoter. artikel dalam kumpulan karangan. Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi semua bahan kepustakaan yang digunakan sebagai rujukan langsung dalam penulisan karya ilmiah. LCD. Namun. 301 Perhatikan bahwa nomor halaman ditulis mulai dengan yang paling 103 . penulisannya dilakukan dengan membubuhkan tanda koma. bahan seperti ini tidak perlu disebutkan di dalam daftar pustaka. • • kecil. Selama penulisan karya ilmiah pengarang menggunakan kamus. lema muncul dalam dua halaman atau lebih tetapi tidak berurutan. artikel majalah dan koran. Panduan Penulisan K arya Ilmiah Arithmatics 67. dan bukan sumber rujukan. CD Rom. film. artikel jurnal. 77 – 8. Oleh sebab itu. 241 – 50. home theatre.(8) Apabila. buku metodologi penelitian.

1 Kutipan Langsung Yang dimaksud dengan kutipan langsung ialah kutipan yang dibuat persis dengan sumbernya. (1) Kutipan langsung hanya digunakan apabila perkataan atau ungkapan asli pengarang demikian padat. prestasi kerja.Riwayat Hidup Riwayat hidup bersifat manasuka dan biasanya hanya ditampilkan di dalam disertasi atau tesis. riwayat pendidikan. Bagian ini dapat terdiri atas riwayat keluarga. pengalaman kerja. Tata Tulis Pustaka Acuan 2. dan meyakinkan. Pembuatan kutipan seperti ini didasari prinsip sebagai berikut. Vini Vidi Vici (2) Kutipan langsung dapat digunakan untuk mendokumentasi argumentasi yang tidak cukup disampaikan dalam bentuk catatan kaki. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 104 . Kutipan seperti ini biasanya menambah daya kepada karya ilmiah. berbobot. Misalnya. penghargaan. daftar karya ilmiah. 2.

(4) Kutipan langsung dapat digunakan bilamana perubahan (melalui parafrase) dapat menyebabkan salah paham atau salah tafsir. Misalnya. (5) Kutipan langusung dilakukan untuk mengutip rumus-rumus. atau rumus ilmiah lain. kimia. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. (1) Gabungkan kutipan ke dalam kerangka kalimat atau paragraf. (3) Gunakan spasi spasi ganda.(3) Kutipan langsung dapat digunakan apabila peneliti hendak memberikan komentar atau membela/menolak/menganalisis gagasan yang disampaikan oleh pengarang. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 105 . (4) Tulis rujukan kutipan tersebut pada klausa pengantar atau di dalam tanda kurung. Tata Cara Penulisan Kutipan Langsung Kutipan Pendek Yang dimaksud dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris apabila ditulis di dalam naskah karya ilmiah. seperti rumus matematika. (2) Gunakan tanda kutip ganda pada awal dan akhir kutipan. (6) Pengutipan langsung dari bahan nonkomersial (tanpa hak cipta) dapat dilakukan tanpa izin pengarang.

atau In Malaysia. for example.Elias-Olivares (1979: 437) states of a Chicago neighbourhood in East Austin. English is “used widely on the collocquial level. so much so that it may not be wrong to claim that many Malaysians are no longer able to distinguish clearly between the formal and informal uses of the language.” atau This is what has been called “transitional competence” (Corder 1975: 57). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 106 . Texas: “to be a bilingual means precisely to be able to switch rapidly from one language tonthe other.

(1) Tulis kutipan itu di dalam paragraf tersendiri.possessing and thus using only one variey of the language for all occasions” (Wong 1982:17). Apabila sumber yang dikutip diperkirakan panjang. Gumperz and Hernandez (1971:112) suggest that “what seems like random alternation between two languages may be an expression of ambivalent feelings. (2) Jangan gunakan tanda kutip. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 107 . sumber itu dapat dipotong dengan cara menyisipkan introductory clause.” Kutipan Panjang Kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.” and that it occurs “whenever minority language groups come in close contact with majority language groups under conditions of rapid social change.

The terminology used seems to be something of a problem here. atau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 108 . (5) Tulis kutipan itu dengan ceruk lima spasi di sebelah kiri dan kanan margin. The “Intermediate Skills” as used in this article covers the same elements of “core proficiency as described by Anderson. Johnson makes some reference to this in quoting Alderson (1979:225): The fact that the writer’s overall meaning remains totally obscure doesn’t materially affect the use of this passage as a cloze test.(3) Gunakan spasi tunggal (4) Beri pengantar kepada kutipan itu seperlunya. which gives support to the argument that cloze tests focus on relatively low order language skills relating to ‘core proficiency’ rather than higher order skills like reading comprehension.

Pengutipan seperti ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. To penetrate beyond the verbal and nonverbal forms of the text to the underlying ideas.If one one described comprehension in the following terms one would probably come a step nearer to a more adequate definition. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 109 . to pick out what is essential and new. and to revise one’s previous conceptions (Lunzer and Gardner 1979:235) The research into this particular area seems to indicate that cloze can only reliably and validly assess … Elipsis Untuk menghindari kutipan yang terlalu panjang dimungkinkan untuk membuang sebagian dari sumber yang panjang itu. to compare these with what one already knows and also the ideas with each other.

(2) Elipsis dapat dilakukan pada bagian awal. add to the quaint charm of the language. atau akhir kutipan. horizontal shifts entail the use or non-use of so-called patois speech.” atau … Vertical shifts involve the use or non-use of Creole-based forms. which one dares not call mistakes. In Panduan Penulisan K arya Ilmiah 110 . On a passage from a novel. tengah. (3) Elipsis tidak boleh mengubah amanat apapun yang terdapat di dalam sumber kutipan.(1) Elipsis dilakukan dengan tanda tiga titik dengan spasi di kiri dan kanannya. the thought is expressed that “… some very Indian uses of language.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 111 . Jenisjenis interpolasi yang lazim ialah (1) sic. Interpolasi Interpolasi ialah penjelasan atau pembetulan suatu kutipan yang diselipkan ke dalam teks. problems of intelligibility can be considerable.either case. (2) komentar. Many mesolect speakers employ a patois that sometimes appears hardly related to its careful variant. Interpolasi menuntut perubahan redaksional suatu kutipan langsung. and Hoy 1976:312). so radically different as to seem a distinct language … completely unintelligible to the listening North American … It should not be assumed that patois style is relatively uniform … (Edwards. Rosberg. Perubahan itu ditempatkan di dalam tanda kurung persegi. dan (3) penyisipan anteseden.

(1) Tanda [sic] ditempatkan di belakang kutipan yang oleh penulis dianggap merupakan kesalahan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 112 . “If it is true that language and context are inextricably linked. Komentar ini ditulis di dalam tanda kurung persegi. Kata itu mestinya tertulis “lesser”. (2) Interpolasi yang berupa komentar pendek dapat disisipkan di dalam suatu kutipan dengan maksud memperjelas suatu butir pernyataan. any stretch og language should. Di dalam contoh di atas. to a greater or lessen [sic] extent. Ini dimaksudkan sebagai catatan bahwa kesalahan yang terdapat di dalam kutipan itu tertulis sebagaimana sumber aslinya. come trailing clouds of context with it …” (Thomson 1996:10). penyisipan [sic] menunjukkan bahwa penulis menyadari bahwa kata “lessen” tereja salah.

(3) Anteseden disisipkan ke dalam kutipan langsung bilamana terdapat suatu pronomina di dalam kutipan itu yang tidak jelas perujukannya. sematics and appropriate use] has been proposed by Oller (1979) among others. He [William Shakespeare] was undoubtedly the greatest dramatist to date. sometimes called “The Grammar Expectancy Theory” [“grammar” here is used in the broad sense to include the syntax. No other dramatist has rivaled his ability to portray characters with such liveliness and colour.A theory. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 113 . kata “Grammar” yang dikutip dari Oller dijelaskan oleh pengutip dengan menuliskan penjelasan itu di dalam tanda kurung persegi. Di dalam contoh ini.

‘ ‘mesolect. (3) pengutipan pidato. (2) pengutipan puisi.Kutipan Khusus Dalam hal tertentu. dengan (1) kutipan di dalam kutipan. kutipan langsung ditulis di dalam tanda kutip ganda (“) sedangkan kutipan pendek di dalamnya ditulis di dalam tanda kutip tunggal (‘). Masalah itu berkaitan. dapat muncul masalah khusus yang berkaitan dengan penulisan kutipan. Mehrotra (1983:96) argues that “The usage of terms like ‘acrolect.’ and ‘ basilect’ by sociolinguists implies that these terms have a real meaning when used in connection with particular language designations”. antara lain. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 114 . (1) Kutipan di dalam kutipan Jika di dalam suatu kutipan langsung terdapat kutipan pendek.

(2) Pengutipan Puisi Cara pengutipan puisi bergantung pada panjang pendeknya bagian puisi yang dikutip. yang hanya terdiri atas sebaris atau kurang dari satu baris. penulisannya mengikuti cara penulisan kutipan panjang.Jika kutipan itu panjang. disisipkan ke dalam teks denggunakan tanda kutip ganda. Shila.Kutipan pendek. and the verb kara … are the only native items in the sentence. Kutipan pendek yang terdapat di dalamnya ditulis di antara tanda kutip ganda. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 115 . I think” … The female name. not English. The order of major constituents (subject – object – verb) in the kernel sentence clearly marks it as Hindi. Moag (1982:227) writes: The following extreme [but not an atypical] example was overheard from a young female Fiji Indian sales clerk: “Shila account-book use kara.

“There’ll come a season when you’ll stretch / Black boards to cover me”. Synge sensed the inevitability of death when he said. Kutipan yang terdiri atas dua sampai empat baris disisipkan ke dalam teks menggunakan tanda kutip pada awal dan akhir kutipan dan garis miring (/) antar baris. linnet. dan berspasi ganda antar bait. Kutipan tersebut ditulis berspasi tunggal.It is easy to feel the mystique of the songs of Ireland through the sound of “thrust. Kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih ditulis tanpa tanda kutip. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 116 . and wren”. dengan indent. stare.

(3) Pengutipan Pidato Pidato dapat dikutip secara langsung menggunakan cara seperti yang disebut di atas. for if you saw a crew Of living idiots pressing round that new Oak coffin – they alive. No. I dead beneath That broad – you’d rave and rend them withj your teeth. a people once Panduan Penulisan K arya Ilmiah 117 . And. would you With my black funeral go walking too. If you’d stand close to hear them talk or pray While I’m let down in that steep bank of clay. It was stated that “… in Australia. you said.Something of this power can be felt in Synge’s “A Question” where he says: I asked if I got sick and died.

remote and distanced from the world have embraced the future by welcoming into our population five and a half million migrants and regugees in the 50 years since World War II. kemudian menyalin dan memasukkannya ke dalam nas tesis tanpa mengingat bahwa catatan itu berasal daru sumber yang berhak cipta.) 2. (2) Peneliti menggunakan buku yang mencakupi bidang pengetahuan yang persis sama dengan bidang yang sedang digelutinya.” (Bolkus in XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT) 1996. Ini sering terjadi bilamana penulis ceroboh atau kurang cermat di dalam menuliskan rujukan kutipan itu.2 Kutipan tak Langsung Pengutipan tak langsung terkadang menimbulkan kecurigaan pembaca. Secara umum hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa: (1) Peneliti membuat catatan dari sumber tertentu. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 118 .

-er and –est were used muct more widely than today. adjectives of more Panduan Penulisan K arya Ilmiah 119 . tetapi tidak menyebutkan sumber kutipan itu. And in Early Modern English you meet forms like ancientest. in small ways. In the first half of the present century. famousest. (4) Peneliti mengutip dari catatan-catatan yang dibuat selama perkuliahan tanpa menyadari bahwa catatan-catatan itu dikutip dari sumber tertentu. perfecter. (5) Peneliti sengaja menggunakan tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Sumber: In grammar we can see the continuation. and shamefuller.(3) Peneliti mengambil intisari suatu sumber dan merumuskannya menggunakan perhataan sendiri. patienter. Where more and most are spreading at the expense of the endings –er and –est. lakukan langkah sebagai berikut. An example is the comparison of adjectives. At one time. Untuk menghindari tuduhan adanya pembajakan (plagiarism) di dalam penulisan tesis dan karya-karya ilmiah pada umumnya. from a system that relies on inflections to one that relies on word order and grammatical words. of the long-term historical trend in English from synthetic to analytic.

274. (2) Sajikan fakta sebagaimana yang tertulis di dalam sumber itu dalam bentuk daftar: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 120 . The English Language: a Historical Introduction. C. some being compared one way (more famous. most notorious). while adjectives of one syllable normally had –er and –est. Adjectives of two syllables varied. commonest) … (Barber. kemudian buatlah rumusan baru yang berupa pandangan mengenai isi teks dari titik pandang lain: … with the change of time the expression of some comparatives and superlatives has changed. p.) Cara pengutipan tak langsung yang dapat dilakukan oleh penulis: (1) Pahami secara umum intisari teks sumber.than two syllables always had more and most (more notorious. most famous) and some the other (commoner. Cambridge: CUP. 1993.

‘Barber views that …’. e. ‘In Barber’s opinion …’ dan sebagainya. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative). more beautiful. By early 20th century the preferences were: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 121 . most famour. e.g. (3) Disyllabic adjectives could take either form.g.g. richer. commonest (Barber 1993: 274). According to Barber (1993: 274). richest. e. a study of the forms used in Early Modern English through the present day indicates that a change has been in progress. the basic rules were as follows: (1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative).… Until recently. (3) Gunakan frase seperti ‘according to Barber’. most beautiful.

more beautiful. 3. e.1 Perujukan Kutipan Perujukan dilakukan dengan menyebutkan nama belakang atau keluarga pengarang. commonest. most famour. (3) Disyllabic adjectives could take either form. Barber claims that the transition is now almost complete. pp. tahun penerbitan. richest. most beautiful.g.g. dan halaman bagian teks yang dirujuk.g.(1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 122 . 1994. 1994: 78 – 80) : (Grisham 1994: 78 – 80) Penulisan dua atau tiga nama adalah sebagai berikut. e. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative). 78 . Grisham. e. richer. Salah Salah Benar : John Grisham. Teknik Penulisan Daftar Pustaka 3.80 : (J.

nama-nama yang disebut sebagai rujukan kutipan ini harus dimunculkan di dalam Daftar Pustaka(Reference atau Bibliography) 3. 1990: 78 –80) : (Hatim et al. 1990: 78 – 80) : (Hatim and Mason 1990: 78 – 80) atau (Hatim. nama itu harus langsung diikuti. 1990: 78 – 80) : (B. Salah Salah Benar : (Hatim etc.2 Aturan Umum Tata Tulis Pustaka Acuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah : Accor 123 . Mason. the world of translator is inhabited by an extraordinary number of dichotomies Selanjutnya. 1990: 78 – 80) Jika nama pengarang disebut oleh penulis sebagai bagian integral di dalam teks.Salah Salah Benar : (Basil Hatim and Ian Mason. di dalam tanda kurung. Hatim and I. Salah Benar : Acording to Hatim and Mason (1990: 1). dengan tahun penerbitan dan halaman bagian teks rujukan. Mason.. Al. 1990: 78 – 80) : (Hatim et. and Anderson 1991: 78 – 80) Penulisan lebih dari tiga nama adalah sebagai berikut.

Turabian Basil Hatim dan Ian Mason Nama di dalam Pustaka Acuan McCrimmon. J. B. Nama yang Sebenarnya James M. organisasi. Department of Education Optus The Committee of Poverty Alleviation Panduan Penulisan K arya Ilmiah 124 . Hatim. B. (2) judul karangan. Kate L. and I. Ian menjadi I). nama badan itu ditempatkan sebagai nama pengarang. nama panggilan hanya ditulis inisialnya ( James menjadi J. Nama Kate tidak disingkat untuk memudahkan identifikasi bahwa penulis ini berjenis kelamin perempuan. departemen. Hatim. M. McCrimmon Basil Hatim Kate L.Pada dasarnya setiap lema di dalam pustaka acuan terdiri atas tiga bagian. Turabian. Nama pertama ini hanya ditulis inisialnya. yaitu (1) nama pengarang. Mason Perhatikan bahwa di dalam pustaka acuan. (2) Jika sumber berupa karya suatu badan. (1) Nama pengarang ditulis dengan cara: nama belakang atau nama keluarga mendahului nama pertama atau nama panggilan. komisi. dan (3) fakta tentang penerbitannya.

atau koran. Misalnya Extra Work or Extra Payment. 1995. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 125 . jurnal. Hal yang sama berlaku pada nama majalah. Tips for Reading Intensively. Tahun terbitan di dalam buku C 1990 C 1990 Third Impression 1991 C 1990 New Edition 1995 Penulisan di dalam Pustaka Acuan 1990 1990 1995 (5) Judul karangan yang berbentuk buku ditulis dengan cetak miring. Jika di dalam buku disebutkan beberapa tahun – misalnya 1990.(3) Jika di dalam karangan tidak ditemukan nama pengarangnya. (4) Tahun penerbitan buku ditulis mengikuti nama pengarang. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun ketika edisi terbit. 1993. Jika disebutkan beberapa tahun dan dilengkapi dengan keterangan bahwa buku yang dimaksud adalah buku edisi tertentu. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun yang terdahulu. perujukan dimulai dengan judul karangan.

ajektiva. Toronto: Prentice-Hall Canada Inc. London: Routledge. verba. nama penerbit dan tahun penerbitan. Cambridge: Cambridge University Press. (6) Fakta penerbitan terdiri atas tempat penerbitan.Nama Terbitan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Nama Pada Pustaka Acuan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Perhatikan bahwa kata kunci pada judul-judul di atas (yang berupa nomina. (7) Jika terdapat lebih dari satu nama penerbit. atau adverbia) diawali dengan huruf kapital. nama yang ditulis di dalam pustaka acuan hanya nama penerbit yang disebut pernama kali. Di dalam buku London and New York Panduan Penulisan K arya Ilmiah Di dalam Pustaka Acuan London 126 . sedangkan tahun penerbitan ditempatkan di belakang nama pengarang atau penyunting. Tempat penerbitan diikuti dengan nama penerbit.

and Sydney London New York (8) Jika di dalam buku tidak ditemukan tahun penerbitannya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 127 . Tokyo. J. London: McMillan. London: Cambridge University Press. and Sydney New York.d. 1987. Levinson. Lyons. Politeness: Some Universals in Language Usage. Oxford: Oxford University Press. New York. J. Massachusetts: Blackwell Publishers. 1994. D.d. Toronto. How to Do Things with Words. Grisham. J.L. New York: Warner (2) Buku oleh dua atau tiga pengarang Brown. Schiffrin.London. 1962.3 Contoh Penulisan Lema Pustaka Acuan (1) Buku oleh satu pengarang Austin. dan S.C. P. pada pustaka acuan ditulis n. The Pelican Brief. 1994. n. (no date). Approaches to Discourse. 3. Changing Time Changing Shapes.

dan M. Interlingual and Intercultural Communication. F.Hewson. (ed). Tubingen: Gunter Narr Verlag. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. The Pragmatics of Language and Literature. M. Advances in Spoken Discourse Analysis. 1976. Dijk.). Goody. Meaning and Translation: Philosophical and Linguistic Approaches. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 128 . E. 1999. Redefining Translation: The Variational Approach. A. Guenthner-Reutter (eds). et al. 1986. (5) Buku suntingan dua orang atau lebih Guenthner. N. Jakarta: Depdikbud RI. 1992. Cambridge: Cambridge University Press. London dan New York: Routledge. van. 1991. London: Duckworth. London: Routledge. J. dan J. (ed). Martin. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2nd ed. H. House. L. and S. Amsterdam: North Holland. (4) Buku suntingan satu orang Coulthard. (ed). Cambridge: Cambridge University Press.A. Blum-Kulka (eds). T. 1993. (3) Buku oleh lebih dari tiga Pengarang Alwi. Radford. 1978. 1978. et al. Linguistics an Introduction.

1990. Chicago: The University of Chicago Press. (7) Buku yang terdiri atas dua jilid atau lebih Vanderveken. 1982. S. de Haan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. London: D. Translation Studies (Revised Ed. M. Speech Act Theory and Pragmatics.D. Popovic (eds). (9) Karangan (Essay) di dalam buku suntingan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 129 . Cambridge: Cambridge University Press. Searle. The Hague: Mouton. 1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik. and M. A Manual for Writers of Term Papers.S. D. Bierwisch (eds). Kiefer. The Nature of Translation. Riedel Publishing Company. (6) Buku edisi kedua. ketiga. F. 1991. J. G.Holmes. (8) Buku terjemahan Leech. 1980.D.). Turabian. Kate L. Translated by Oka. J. 1996. Theses. F. dan A. Meaning and Speech Acts Vol.). and Disertations (6th Ed.R. 1970.. 1: Principles of Language Use. London: Routledge. dan seterusnya Bassnett-McGuire..

F. P. dan S.1992. Samuel Johnson. R.S. Goody (ed. Universals in language usage: Politeness phenomena. (10) Artikel di dalam Ensiklopedi Macauly. pp.).A. pp. The concept “shift of expression” in translation analysis. 37 – 49. Popovic. 1986. de Haan. 1999. Contrastive discourse analysis as a tool for the interpretation of shifts in translated texts. 78 – 90. M. Holmes. 11th ed. A. Brown. Drinitrova. pp. M. In J. Syntax in second language acquisition.Broeck. In Concise Encyclopedia of Educational Linguistics. E.B. 1978. 1970. Amsterdam: Elsevier.. Francis. Analysing everyday conversation. FIT.C. 56 – 311.).).Coulthard (ed. 1996. dan S. Di dalam J. 856 – 65. Edited by Bernard Spolsky. van den. Encyclopedia Britanica. 463 – 471.). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 130 . XV. N. Hunston. G. New methods in translation research: new horizons in translation studies.123 – 61. T. BlumKulka (eds. House and S. pp. B. Hlm. Smith. In E. 1970. Sharwood. Popovic (eds. and A. pp. Hlm. Levinson.

Lokalisme sebagai Ekses. Requests and apologies: a cross-cultural study of speech act realization patterns (CCSARP). M. F. Gu. Indirectness and politeness in requests: same or different? Journal of Pragmatics. 1997.(11) Artikel di dalam jurnal atau majalah Ilmiah Blum-Kulka. 11: 131 – 46. S. 18 Agustus. Journal of Pragmatics. September. Olshtain.Y. Novel nonfiksi dan kemungkinannya. dan E. 2005. Prasetyo. 2005. Hlm. 14/2: 237 – 57. Blum-Kulka. Acceptability and language specific preference in the distribution of information. Intisari. 9/1: 1 – 25. Applied Linguistics. 166 – 7. S. rusaklah pemikiran. 28 Agustus. Hlm. S. 5/3: 196 – 213. Hlm. 1987. Suara Merdeka. 64 – 5. TARGET. Manshur. 1990. Bahasa kita: Rusak bahasa. Doherty. Tempo. Politeness phenomena in modern Chinese. 2005. 18. (13) Kumpulan Artikel/Proceeding Seminar Panduan Penulisan K arya Ilmiah 131 . 1984. (12) Artikel di dalam Koran dan Majalah: Basuki. S.

(14) Tesis. C. Thesis Magister Humaniora Universitas Indonesia.FIT. Kobe. (14) Bahan yang dipetik dari situs internet Berbentuk buku Ziegler. Paper presented at The Fourth International Pragmatics Conference. Japan. and Durant. Rustono. Mujiyanto. 1996. XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT). Available at Panduan Penulisan K arya Ilmiah 132 . (2001). M. Hemingway dan Terjemahannya. A. disertasi. Engagement: a necessary ingredient for participation in adult basic education. Melbourne: The Australian Institute of Interpreters and Translators. 1993. Disertasi Universitas Indonesia. 25-30 July. Y. 1998. The politeness rating of English and Indonesian directive types among Indonesian learners of English: Towards contrastive pragmatics. Perbandingan Derajat Kesantunan antara Tindak Tutur Direktif di dalam Novel A Farewell to Arms Karya E. 2. dan karangan lain yang tidak diterbitkan secara komersial Gunarwan. Proceedings Vol. 1999. Online. Implikatur Percakapan sebagai Pengungkap Humor di dalam Wacana Humor Verbal Lisan Berbahasa Indonesia.

Online www.html [accessed 03/15/00] Berbentuk artikel anonim dan tak bertanggal Self-Evaluation Kit.ca/PROVINCE/SASK/SLM/selfeval/t oc.ubc. J. T.www.ca/aerc/2001/2001ziegler. Berbentuk artikel tak bertanggal Rocco. How to Do Things with Words.edu/ann_rev/vol2_6. Chapter 6. Oxford dan New York: Oxford University Press. harvard. Adult Learning and Literacy in Canada. K.edst.html [accessed 9/23/03). Available at http://ncsall. htm [accessed 11/11/01] Berbentuk artikel di dalam buku Shohet. 2001. In The Annual Review of Adult Learning and Literacy.4 Tata Urut Penulisan Pustaka Acuan Allan. Natural Language Semantics. (n. (NCSALL). Linda.educ. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 133 . Austin.L.d) Critical reflection in practice: experiences of a novice teacher. 1962. Vol. Oxford: Blackwell Publishers.edu/teachers/departments/edld/conf/ critical. 2. Online at ww.bsu. (2001).nald.gse.htm [accessed 06/23/03] 3. S.

1992.). dan M. 1980. 1988. Searle. In Other Words: A Coursebook on Translation.). Di dalam FIT. Howard.) Pp. Readers’ subjective reactions to original poems and their translation: towards an assessment of dynamic equivalence. 1 – 36. Kiefer. 1999. Dingwaney. Cambridge: Cambridge University Press. New York: Hill and Wang. London: Routledge.) 1978. M. Minneapolis: The University of Minnesota Press. The Semiotic Challenge (Fine Ed. 1996.). 1995. Barthes. Bierwisch (Ed. A. M. Semantic structure and illocutionary forse. Literary Theory: An Introduction (2nd ed. A. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 134 . Bierwisch. F. Goody. Terjemahan dari Bahasa Perancis oleh R. Eagleton. Gunarwan. N. R. Maier (eds. Pittsburgh dan London: University of Pittsburgh Press. (ed. C. 1996. New Jersey: Prentice Hall.). Pp. In J.R. Bressler. 905 – 920. Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice (2nd ed.E. E. T. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. Between Languages and Cultures: Translation and CrossCultural Texts.Baker. dan C.

1992. Pp. 4. Hewson. 1997. L. W. G. 1991. Martin. Rice. London: Arnold. dan P. Leech. Koller. London dan New York: Longman. Language and Context a Functional Linguistic Theory of Register.K. Pp. The relations between translation and material text transfer. 1995. 1985. 1998. Style in Fiction: A Linguistic Introduction to English Fictional Prose. dan R. London dan New York: Pinter.N. Redefining Translation: The Variational Approach. Modern Literary Theory (3rd ed. and Text. 1981. Semantics. 191 – 222. London: Routledge. dan M. Saeed. Oxford dan Massachusetts: Blackwell. J. The concept of equivalence and the object of translation studies. (ed. TARGET. Leckie-Tarry. TARGET. Hasan. Jakarta: The Translation Center. Waugh. Pym.). R.H. P. 1996.). Short.I. 1995. M. A. dan J. Melbourne: Deakin University Press. H. 7. Context. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 135 . Machali. Language.Halliday. 171 – 89. Redefining Textual Equivalence in Translation with Special Reference to IndonesianEnglish.A.

1997. Simpson. The classification of illocutionary acts. J. Pp. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 136 . London dan New York: Routledge.Searle. Language in Society. 8. R. 137 – 51. 1979. Language through Literature. P.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 137 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->