BAGIAN I

PANDUAN DASAR

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

2

1. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan pada masalah, baik yang sederhana maupun yang rumit. Bila berhadapan dengan masalah yang rumit, kita bertanya-tanya mengapa terjadi masalah itu, dan mengapa masalah itu rumit untuk dipahami. Bila yang berhadapan tersebut seorang mahasiswa cerdas dia akan minta bantuan kepada teman sebayanya, kakak kelasnya, dosennya, atau bahkan mungkin profesornya. Bila salah satu profesornya memberi jawaban berdasarkan teori yang dikembangkan orang lain yang tertulis dalam sebuah buku, dia juga bertanya profesornya menggunakan buku X bukan Y? Mengapa professor X tidak menjawab pertanyaan berdasarkan penelitiannya sendiri? Seorang peneliti atau pengarang yang cerdas, dan kaya pengalaman kerapkali seperti anak kecil, yang cerdas, dan kreatif, selalu bertanya, apa sebab suatu kejadian, peristiwa dan masalah, dan selalu ingin tahu apa jawabannya. Jawaban yang diinginkan anak tersebut tampaknya bukan sekadar jawaban, melainkan jawaban yang terkait dengan struktur alam pikiran yang dia ketahui, dan struktur sosial-ekonomi di sekitarnya. Untuk anak yang memiliki lingkungan ekonomi kuat dan struktur alam pikiran yang cerdas, tampaknya menghendaki jawaban yang lebih didasarkan pada fakta, dan makna sebuah fakta yang dipandang dapat merupakan akar suatu masalah atau landasan pemikiran tertentu.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

3

pengetahuan atau perhatian terhadap masalah tersebut. jawaban atas keingintahuan tersebut dapat ditulis dalam bentuk karangan singkat atau karangan bersambung berdasarkan struktur penalaran logis yang dapat menjadi dasar sebuah tulisan ilmiah. 2. dengan mengunakan metode yang tepat. yang telah mengacu pada teori orang lain kadangkadang belum dapat memberikan pemecahan yang memuaskan atas suatu masalah. maupun yang berasal dari pengamatan yang dilaksanakan dengan cara yang tidak sintematis. Tulisan yang disusun berdasarkan pengetahuan atau pengalaman pribadi. baik yang berasal dari pengamatan indrawi atau dari belajar sendiri. PENGETAHUAN Pengetahuan berbeda dengan ilmu atau karya ilmiah. perlu dicarikan jawaban dengan bertanya kepada sejumlah orang yang dipandang memiliki pengalaman aktual. Dengan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 4 . Pengetahuan dapat berupa tulisan dari memori berdasarkan pengalaman. tidak jelas metodenya dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Pengetahuan adalah semua informasi yang tersusun di dalam memori seseorang.Bagi orang dewasa. perjalanan. kesaksian suatu peristiwa dilukiskan secara cermat. berdasarkan nalar sehat dan logika yang telah mereka miliki. Secara sederhana karya ilmiah dapat dikatakan sebagai tulisan untuk mencari sebab akibat suatu masalah untuk mendapatkan keterangan yang lengkap berdasarkan penalaran.

mulai tahu. mengerti. merekonstruksi. dia menjadi tahu bahwa orang yang selalu dekat dengannya adalah ibunya. Memecahkan masalah dapat dilakukan dengan mengacu kepada teori yang dikembangkan ahli yang terkait. Misalnya. Bila seorang anak bertambah penalarannya. Untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan suatu proses: mulai dengan mengenal. mangalisis. pengetahun dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan juga. dengan metode tertentu. pengalaman. Karya ilmiah. dapat membandingkan. sekurang-kurangnya mengandungi masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan akal sehat (common sense) atau intuisi. termasuk penelitian. tetapi perlu acuan tertentu yang dapat membantunya. Karena proses untuk mendapatkan pengetahuan berbeda dalam tingkattingkat yang ditempuh. dapat membedakan. atau pengalaman orang lain yang dapat diuji keandalannya. dan menilai mana yang benar dan mana yang tidak benar. terjadi semacam korenspondensi antara gagasan yang telah disusun untuk memecahkan masalah tersebut dengan kondisi di tempat masalah tersebut timbul (lapangan). dia akan tetap tahu dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 5 . pada waktu seorang anak kecil mulai tumbuh. sehingga tulisan yang disajikan tidak bersifat gagasan kosong yang tidak membumi. temuan orang lain. Acuan tersebut dapat berupa teori yang telah dikembangkan orang lain. sampai dengan mengetahui. atau hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain. memperhatikan.demikian.

mengenal ibunya meskipun dia berbusana indah. di mana posisinya dengan masalah yang lain. tetapi pada tahap selanjutnya disyaratkan untuk mengadakan studi awal untuk melihat latar belakang suatu masalah. 3. Pada tahap sekanjutnya. pengetahuan adalah suatu proses yang berkesinambungan. sehingga arah pemecahannya cukup terarah. anak dapat membedakan antara ibunya dan wanita lain. Dengan demikian. KONSEP ILMU Penciptaan karya ilmiah menggunakan prosedur yang agak berbeda dengan pembuatan tulisan atau laporan biasa. atau selayang pandang seperti melihat sesuatu dari atas mobil atau pesawat terbang. masalah yang ditemukan seorang peneliti atau penulis ilmiah harus dicarikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 6 . Tujuan ini harus sesuai dengan masalah yang hendak dipecahkan. langkah selanjutnya adalah menyususn tujuan penelitian. pengetahuan diperoleh dengan proses yang lebih detail dan lebih teliti akan berbeda dengan pengetahuan yang diperoleh secara cepat. Apabila masalah penelitian telah disusun dengan jelas. Dalam penelitian. Jadi. Bila latar belakang masalah telah dapat digambarkan dengan jelas. prosedur awalnya sama dengan mencari pemecahan masalah dalam pengetahuan. misalnya kakak prempuannya. baik yang serupa maupun yang berbeda. Dalam perkembangan selanjutnya. tidak spontan. seorang peneliti bertugas merumuskan masalah secara jelas. misalnya lewat pandangan pertama.

jawabannya lewat data penelitian di lapangan atau di laboratorium. Berdasarkan konsep tersebut dirumuskan dugaan atau perkiraan secara nalar berdasarkan deduksi. peneliti harus menyusun landasan konseptual atau teoritis yang merujuk kepada teori yang telah terbukti keunggulannya dan disusun secara deduktif dan induktif. Menurut Kerlinger. Dari kajian yang diperoleh. Untuk mencari dasar masalah yang dirumuskan. kondisi kebudayaan. dengan metode penelitian yang sesuai. Kaitan antara kajian teori dan masalah yang hendak dipecahkan biasanya dirumuskan dalam suatu kerangka konseptual. alat penelitian yang teruji vaiditas dan reliabilitasnya.1 ilmu dan common sense berbeda tajam dalam beberapa hal. Perbedaan tersebut terletak pada sistematika dan cara pengendalian. Ilmu diperoleh mengunakan konsep dan struktur teori yang disusun secara sistematis dari pendapat orang lain. tempat. Deduksi dapat diartikan mencari landasan teori dari rumus atau teori besar yang telah menjadi dasar pengembangan ilmu yang terkait. peneliti harus mencoba mengkaitkan masalah yang diteliti dengan situasi. Penelitian ilmiah berbeda secara mendasar dengan pengetahuan yang ditulis berdasarkan akal sehat atau common sense. di tempat dia melakanakan penelitian tersebut. dan juga dari acuan kepada hasil penelitian valid yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. tetapi dalam pengertian yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 7 . Akal sehat biasanya diperoleh menggunakan teori dan konsep. kondisi sosial ekonomi.

serta perkembangnnya. mempertimbangkan faktor terkait lain yang diperiksa dengan metode yang sahih. yang dipersalahkan adalah etnis tertentu. melalui banyak keyakinan yang lebih meragukan. tetapi teori yang Panduan Penulisan K arya Ilmiah 8 . Dengan perkataan lain. orang tidak mencoba mengkoreksi perilaku kelompok lain. Orang awam juga menbuat hipotesis. menguji beberapa teori dan kemudian membuat hipotesis3 atau perkiraan. Selanjutnya dikatakan bahwa common sense merupakan campuran dari insight utama sebagai prinsip nonkontradiktif. dalam krisis ekonomi. nilai ketepatan bersifat relatif. Mereka mengembangkan struktur teori. atau perilaku korup dari pengelola birokrasi. Hardono2. meyebutkan bahwa common sense adalah akal sehat atau pendapat umum. menganalisis bencana alam dipandang sebagai peringatan atau hukuman kepada orang yang menjadi kurbannya. Di samping itu. Dalam memecahkan masalah. Perbedaan antara common sense dan ilmu adalah bahwa common sense tidak berdasarkan penyelidikan atau penelitian yang mempertanyakan apakah apa yang diyakini tersebut terbukti benar atau salah. menguji teori tersebut dengan konsistensi internal. ilmuwan juga menyadari bahwa konsep yang mereka buat tidak selalu paling tepat. Demikian juga. dan tidak sistematis. dengan uji empiris. Ilmuwan mempunyai pola berpikir tertentu.longgar. Misalnya. ilmuwan merujuk kepada teori yang relevan dengan masalah dan keadaan. sampai pada suatu kumpulan pengatahuan mengenai hal-hal yang remeh.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 9 . banyak orang yakin bahwa anak nakal berasal dari kampung kumuh. mereka mengabaikan anak nakal dari kawasan gedongan. Maka. perlu ada penelitian ilmiah yang dapat memberikan bukti yang valid. Mereka tidak mau memberikan penjelasan mengenai sumber-sumber dari luar yang dipersoalkan. Para penulis awam kerap kali tidak memberikan penjelasan tentang sebab suatu kejadian atau masalah secara sistematis berdasarkan phenomena yang mereka amati.dipergunakan hipotesisnya. transportasi. yang mungkin menjadi sebab terjadinya suatu masalah. selektif dengan memilih yang cocok dengan pendangannya. Yang dikontrol hanya variabel yang memiliki kaitan atau penyebab langsung dengan masalah yang hendak dipecahkannya. agar rakyat mengerti dan siap menghadapinya. Dalam penelitian. Dalam kasus kenaikan harga BBM (Oktober 2004). dan biaya produksi yang serentak naik. mestinya secara obyektif diteliti akibat kenaikan harga BBM tersebut terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. agar masyarakat dapat memahami persoalannya. peneliti mencoba untuk sementara waktu mengabaikan variabel yang tidak terkait langsung dengan masalah. orang awam biasanya cukup puas menerima penjelasan dengan konsepsi yang bias. serta memilih bukti tertentu yang dapat mendukung Dalam mengontrol pendapatnya. Misalnya.

Hal ini tidak berarti bahwa ilmuwan tidak perlu memperhatikan proposisi seperti itu. Misalnya. atau orang pandai karena suratan. dan pengembangan ilmu yang paling banyak dikerjakan melalui penelitian. metode. orang miskin karena takdir. Apakah perbedaan antara penalaran sehat dan ilmu terletak pada penjelasan yang berlainan mengenai fenomena yang teramati (Explanation of the observed phenomena)? Seorang peneliti berusaha menjelaskan hubungan antara data yang diobservasi secara cermat dan mengesampingkan apa yang tersirat dalam metaphysical explanation atau proposisi yang tidak dapat diuji. Berdasarkan uraian di atas. dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mendasar antara pengetahuan dan ilmu: Pengetahuan diperoleh dan disampaikan menggunakan akal sehat. dan bukan lahan ilmuwan. dan kebenaran ilmiah. Yang menjadi perhatian ilmuwan peneliti adalah gejala yang dapat diamati. pengamatan. teori. studi dokumen.Ilmuwan terikat terus-menerus secara aktif dan sistematis dengan fenomen-fenomen dan dengan kesadaran yang tinggi sehingga menemukan hubungan sebab akibat yang jelas dan rasional. sedangkan ilmu diperoleh dan disajikan dengan cara yang terikat pada sistem. Proses dalam mendapatkan ilmu ditempuh dengan penggalian. Untuk mendapatkan ilmu. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 10 . tidak dapat diuji. karena itu. Proposisi yang bersifat metaphisik seperti itu menjadi bagian dari ilmu fisafat. Proposisi tersebut bersifat metaphisik dan. eksperimen.

a-letheia. ilmu dan pengetahuan adalah pernyataan diri dari ada. Pengembangan ilmu adalah proses psikis yang menyebabkan kesadaran manusia memasuki terang ada.diperlukan persyaratan yang harus dipenuhi dengan cara yang sistematis dengan mengikuti metode tertentu dan berdasarkan kebenaran. serta kondisinya tidak berubah secara drastis. alat yang benar. Ilmu juga menganjurkan bahwa orang yang mempunyai perhatian terhadap filsafat ilmu harus memiliki kerendahan hati dalam menghadapi pengalaman dan keterbukaan secara menyeluruh terhadap dunia di sekelilingnya. Pengetahuan tidak bisa meramalkan bagaimana ada itu dinyatakan. kaum sophis mempunyai pandangan bahwa pengetahaun dalam arti sempit adalah pengetahuan yang dalam keadaan apa pun tidak dapat salah. Artinya. tak bisa diperoleh dan karena itu tak usah dicari.4 Selanjutnya menurut Heidegger ilmu yang diperoleh manusia disebut. Berdasarkan pernyatan tersebut. Filsafat ilmu atau epistemologi5 merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempelajari hakikat dan lingkup pengetahuan dasar dan yang pengandaiannya secara umum dapat diandalkan melalui penegasan yang dinyatakannya. Tradisi epistemologi cenderung membatasi diri pada ‘persepsi inderawi dan pemahaman intelektual’. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 11 . tetapi ilmu dapat membuat ramalan apabila variabel yang dipelajari diperoleh dengan metode yang benar. di mana pengetahuan tersebut dimengerti secara sempit.

1 Skeptisisme 12 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . dan memberi inspirasi kepada beberapa aliran. Konsep yang mereka kembangkan memberikan sumbangan yang amat berharga bagi perkembangan umat manusia.Epistemologi yang diketengahkan kaum Sophis tersebut adalah epistemologi tradisional. para filsuf sesudah Plato berusaha mengembangkan filsafat ilmu untuk menjelaskan sumber. ruang lingkup dan syarat umum. Aliran terbesar yang berpengaruh adalah skeptisisme. yaitu usaha untuk mencari pembenaran (justify) bahwa pengetahuan itu terkait erat dengan peranan inderawi dan akal dalam logi. rasionalisme. pengenalannya. dasar. dan kepastian ilmu. yang merefleksikan konsep dan pandangan tentang ilmu. dan empirisme. Jawaban yang dikemukakan oleh para filsuf atas pertanyaan Plato tersebut ternyata beragam. sebagai adalah: perintis Apa epistemologi. sebab mereka menjawab pertanyaan pokok yang mendasari ilmu. Pertanyaan Plato. mengenai hakikat. 3. yang disebut mengemukan beberapa pertanyaan yang mendasar tentang epistemoyang dimaksud pengetahuan? Di mana pengetahuan biasanya diperoleh? Di mana terdapat masalah yang biasa perlu kita ketahui? Berapa yang benarbenar pengetahuan? Dapatkah indera menghasilkan pengetahuan? Dapatkah akal memberikan pengetahuan? Apakah hubungan antara pengetahuan dan keyakinan yang benar?6 Bertolak dari pertanyaan tersebut.

mereka mengajarkan bagaimana orang dapat maju tanpa ilmu pengetahuan yang pasti. Yang ditekankan adalah kelekatan tanpa syarat antara pikiran dan kenyataan. Adanya ilmu merupakan suatu hal pokok yang dapat direduksi.Kaum skeptis meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. dan akibatnya telah mengandaikan validitasnya.8 Berangkat dari pandangan Plato tentang pengetahuan. dan kepastian pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 13 . Tidak ada keraguan atau suatu penyangkalan terhadap keterbukaan ini dapat dipertahankan. Kaum Skeptis berkeberatan dengan epistemologi. dasar.7 Hardono menjelasakan bahwa kaum skeptis. Pikiran ada dan adanya pikiran merupakan kesaksian bagi dirinya sendiri mengenai keterbukaan terhadap ada. sampai sekarang banyak filsuf yang berusaha mengembangkan teori pengetahuan untuk menjelaskan sumber. yang berarti kita telah menggunakan ilmu kita. Dengan demikian. karena dalam kenyataan epistemologi dianggap mengusulkan suatu tujuan khayal sebab kita harus medemonstrasikan validitas ilmu pengetahuan kita. seperti Etienne Gilson. beranggapan bahwa tidak ada masalah mengenai ilmu pengetahuan sebab pertanyaan kritis tidak dapat diajukan secara konsisten. posisi kaum skeptis absolut cukup rapuh. Sebaliknya. Terhadap keberatan ini ada beberapa jawaban yang terkait dengan segi positif dari keberatan tersebut.

Sebagai reaksi terhadap teori rasional tersebut timbul teori empiris dari Inggris yang dipelopori oleh John Locke. Decartes menggunakan keraguan untuk mengatasi keraguan. Mereka berusaha menemukan basis pengetahuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah kita dapat tahu tetapi mengapa kita dapat membuat 14 . Keraguan ini disebut universal karena terentang tanpa batas. sampai keraguan itu sendiri membatasi diri. Bagi Decartes persoalan dasar bagi fisafat pengetahuan bukan bagaimana kekeliruan. Salah satu cara untuk menentukan bahwa sesuatu itu pasti adalah melihat seberapa jauh hal itu bisa diragukan. 3. akhirnya kita akan mencapai titik yang tidak diragukan. Bila kita secara sistematis mencoba meragukan sebanyak mungkin pengetahuan kita.manusia.2 Rasionalisme dan Empirisme Konsep pengetahuan seperti yang dikemukan oleh Plato dan Decartes disebut ‘rasionalisme’ sebab mereka menegaskan bahwa dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja kita dapat menemukan pengetahuan dalam arti yang paling ketat. Thomas Hobbes dan David Hume10. Hasil yang diperoleh dari studi tentang pengetahuan untuk mendukung pendapat Plato tersebut sampai hari ini ternyata beragam.9 Prosedur yang disarankan Decartes disebut ‘keraguan metodis universal’. sehingga pengetahuan kita dapat dibangun di atas dasar kepastian absolut. yaitu pengetahuan yang dalam keadaan bagaimanapun tak mungkin salah.

KEBENARAN Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. dan itu adalah benar hijau.dari pengalaman inderawi. Di samping. pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari 15 . Misalnya. saya menyatakan kenyataan. Perkembangan filsafat Inggris yang dimulai dari John Lock dan Hume pada abad 18 telah mengilhami aliran ilmu pengetahuan yaitu: teori empiris. yang dihasilkan adalah skeptivisme yang sangat menyedihkan tentang pengetahuan sejati. Menurut Hume. 4. pandangan mengenai apa yang terjadi di sekitar kita semata-mata diakibatkan oleh kerja psikologis yang aneh dari manusia. Hume menunjukkan bahwa dari penelitian yang dibuatnya. itu epistemologi juga Panduan Penulisan K arya Ilmiah benda itu berwarna hijau. apapun yang diketahui tentang pengalaman inderawi. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. Epistemologi terkait erat dengan pernyataan benar dan pertimbangan yang diberikannya. Apa yang menurut pendapat kita merupakan pengetahuan tak lain hanyalah suatu cara pengaturan pengalaman yang masuk ke dalam memori kita. Jika saya menyatakan sesuatu. disebut benar karena sesuai dengan lenyataan. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. Dari pengalaman inderawi mereka mendapatkan informasi tentang dunia yang sangat kurang daripada harapan mereka.

kebenaran dengan harus diputuskan yang berdasarkan sesuai keadaan sesungguhnya. kita mengenal zaman yang paling berpengaruh terhadap dunia modern sekarang ini. mengajarkan cara orang dapat maju di dunia tanpa pengetahuan yang pasti. bahwa ‘manusia merupakan ukuran segalanya’. mereka yang meragukan kemungkinan menemukan sesuatu yang sungguh benar. yaitu Renaissance dan Humanisme. dan kalau ada. Protagoras. tak seorangpun dapat mengetahuinya. mereka tak dapat mengomunikasikannya”. seorang epistomolog dapat melepaskan diri dari perhatian dan keadaan yang terlalu sempit karena batas inderawi. Dengan mengarahkan pertahatian kepada evidence.13 yaitu aliran yang menonjolkan kemampuan manusia sebagai pribadi yang dapat mempelajari pengetahuan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 16 . Ini merupakan tugas utama epistemologi. bukti Keakuratan (evident).12 Dalam sejarah Barat. Bahasa lain yang dikemukakan oleh Popper. tetapi dapat mengabstraksinya sebagai hal yang bersifat kognitif.memberi dasar pertimbangan yang paling mendasar kepada pernyataan yang diberikannya. sementara seorang sophis lain Gorgias mencanangkan: “Tak suatupun ada. dan kalau mereka mengetahuinya.11 Orang dapat menang dalam debat dengan bicara sangat meyakinkan. setelah mereka berhasil mempelajari naskah yang ditulis dalam bahasa Yunani dan dapat mengembangkan pribadi sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. seperti apa yang diucapkan seorang Shophis terkemuka.

Hipotesis diuji berkali-kali dalam beberapa temperatur udara. dan teknologi yang ada pada zaman Yunani Kuno.1 Kebenaran Menurut Ilmu Empiris Istilah benar umumnya menyangkut isi ilmu itu sendiri. kimia dan biologi dipergunakn serangkaian percobaan sehingga dapat ditemukan perkiraan atau hipotesis. yang pada dekade berikutnya diikuti dengan zaman rasionalisme. Ada beberapa macam cara kerja ilmu atau jalan yang ditempuh untuk mencapai pengetahuan yang benar. atau dipanasi dengan sengaja agar mendapatkan bentuk atau warna tertentu.Dengan mempelajari naskah Yunani kuno dan menerjemahkan naskah tersebut ke dalam bahasa Jerman. Dalam ilmu alam atau fisika. Perkembangan filsafat ilmu dimulai sejak zaman Renaissance dan Humanisme. setelah dianalisis menghasilkan simpulan yang disebut induksi. Percobaan tersebut. kaum intelektual pada waktu itu memperoleh kesempatan untuk mendalami aliran pemikiran. hasil yang dicapai. 14 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 17 . 4. filsafat. sistem pemerintahan. dan tepat menurut beberapa cabang ilmu. filsafat ilmu. dan tepat bila ilmu dilihat dari sudut proses mendapatkannya atau yang biasa disebut metode. budaya. antara lain: proses pembentukan ilmu. Berkaitan dengan filsafat ilmu tersebut berkembang juga paham tentang benar. metode dan sistem yang dipergunakan. ataupun cara kerja ilmu tersebut. dan dampaknya segera berkembang aliran Humanisme dan Renaisance.

Di dalam ilmu kemanusiaan ada dialektika antara subyek dengan obyek. Dengan demikian proses deduksi . Sampai dengan abad 19 di antara pandangan ilmuwan ditemukan pandangan dasar. Dalil yang dirumuskan mungkin bersifat sementara sebelum diuji coba dalam berbagai temperatur. misalnya: “air bila dipanasi terus menerus dapat menguap. Pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu kemanusian.) dan teori tentang kebenaran sebagai keteguhan (cohenrence theory of truth). Langkah ini disebut deduksi. kondisinya berbeda karena pada waktu diberi perlakuan atau pertanyaan manusia memberikan reaksi yang berbada-beda antara manusia yang satu dengan yang lain.Setelah diperoleh simpulan dari beberapa percobaan dapat dirumuskan dalil tertentu. 15 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 18 .induksi merupakan cara untuk mendapatkan ketepatan dan sekaligus kebenaran. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dapat dipergunakan sebagai acuan pada percobaan berikut untuk benda atau tumbuhan yang sama. yang mementingkan obyek yang diketahui serta bagaimana berlangsungnya pengetahuan tersebut. besi apabila dipanasi terus menerus dapat meleleh”. Dalam mementukan ‘benar’ ada perbedaan yang mendasar antara ilmu empiris dan ilmu kemanusiaan. Kebenaran diartikan sebgai kesesuaian antara pengenal dengan apa yang dikenal (Corspondence theory of truth. dalil tersebut sudah dianggap baku. Setelah diuji dalam berbagai temperatur dihasilkan simpulan yang lebih kurang sama.

dipihak lain dapat dideskripsikan juga sebagai kesuaian antara pernyataan dengan eviden yang ada. mungkin ada sesuatu yang kurang dijelaskan siapa saja yang meninggal. dan berapa orang. yaitu sebagai suatu keteguhan yang agak dekat antara pernyataan dengan keadaan atau even yang tersedia. Eviden yang baik terdiri dari berbagai fakta tersebut harus dapat dicek keadaannya sesuai dengan keterangan yang dinyatakan. dari mana asalnya. Contoh. atau ‘kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan’. bila kita mengatakan bahwa pesawat ‘Lion Air’ yang jatuh di bandara Adisumarma Surakarta. disebabkan oleh angin kencang dan landasan yang licin. Kebenaran adalah kesuaian antara pernyataan atau berita dengan keadaan yang disebutkan.Problema kebenaran. disebut benar. dan ternyata sesuatu yang saya nyatakan tersebut sesuai dengan apa adanya. Kejadian ini dianggap sesuatu yang benar. Misalnya saya menyatakan benda itu berwarna hijau. Kebenaran harus didukung dengan kriterium dan eviden. karena sesuai dengan kenyataan. Tetapi kebenaran tersebut tidak dirinci secara baik. serta banyak orang yang meninggal. 2 Kebenaran Menurut Filsafat Ilmu selalu dihubungkan dengan kenyataan dari pernyataan atau penyangkalan. 4. bulan Desember 2004. 19 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . Kebenaran menurut ilmu Pasti agak dekat dengan kebenaran yang dikemukakan ilmu-ilmu empiris. Jika saya menyatakan sesuatu. Jadi problema kebenaran bukanlah sesuatu yang tanpa syarat.

Ilmu itu disadari sebagai subyek yang mengenal obyek dengan baik dan benar. sebagai akibat kesankesan yang masuk lewat indera. Misalnya: pernyataan bahwa orang-orang ‘Akit’ (salah satu suku terasing di Pulau Rupat. Jadi kebenaran adalah kesesuaian antara idea dengan kenyataan. Karena pengetahuan itu disadari yang benar. 17 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 20 . dan terpilah-pilah mengenai sesuatu (idea clara et idea) 16. sebagai keteguhan yang sudah kita lihat. dan dilanjutkan kepada kategori akal budi. mengatakan bahwa ada tidaknya kebenaran tergantung pada ada tidaknya idea yang jelas. Yang dijelaskan di dalam kalimat–kalimat tersebut adalah apa yang mereka tegaskan. karena benda tersebut benar hijau. Sementara itu menurut Decartes. Yang mengenal dengan yang dikenal itu identik satu sama lain dalam ilmu yang sempurna.pemahaman saya terhadap benda itu tidak terpisah dari kenyataan. Kabupaten Kepulauan Riau). Tahapi teori tentang kebenaran dinyatakan sebagai penyesuaian antara si pengenal dengan apa yang dikenal. Manurut Kant. Keterangan lain seorang antropolog mengatakan bahwa orang Akit bukan bagian dari suku Melayu. adalah bagian suku Melayu. kebenaran adalah apa yang ada pada pihak pengenal saja. dan apa yang mereka ungkiri. jelaslah bahwa dalam anggapan Aristoteles mengenai kebenaran. Sedangkan Hegel menyebutkan kebenaran adalah keseluruhan. diterima dalam susunan apriori ruang dan waktu si pengenal.

Mungkin apa yang dimiliki oleh orang kedua tidak dimiliki oleh orang pertama? Mungkin orang akan berkata bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 21 . Beberapa filsuf mengatakan bahwa teori pengetahuan yang memuaskan harus sesuai dengan kenyataan bahwa beberapa di antara kebenaran akal atau logika dan matematika. Di pihak lain ada yang mengtatakan bahwa kebenaran akal itu hanyalah cara orang berpikir atau cara penggunaan bahasa. Tetapi bebrapa filsuf lain merumuskan kriteria pengetahuan begitu rupa sehingga katanya kebenaran akan tidak termasuk hal-hal yang kita ketahui. Seorang yang lain mengetahui tetapi tidak mau mengatakan bahwa ia tahu. yang disebut problema epistemologi. dan ditangkap penelis. Problema tersebut pada garis besarnya telah dikemukakan oleh Roderick M. 5. dia tidak mau menduga-duga. PERSOALAN EPISTEMOLOGI Refleksi atas hakekat pengenalan membangkitkan sejumlah persoalan filosofis yang membingungkan.Pertanyaan selanjutnya menyangkut apa yang disebut ‘kebenaran akal’ (truths of reason). tetapi sebenarnya dia tidak mempunyai bukti. 5.18 dalam Alfons Taryadi.1 Perbedaan antara Ilmu dan Opini Dalam kehidupan sehari-hari. sebagai berikut. misalnya dalam pertemuan antara sarjana. Chisholm dalam Theory of Knowledge. Seorang sarjana yang para kebetulan pandai bicara mempunyai dugaan kebetulan tepat.

kita mudah digiring kepada berbagai hal yang eviden secara langsung. Ini menimbulkan pertanyaan apakah ada sesuatu yang nyata. dan kita ketahui secara langsung. sementara masalah lain kita ketahui secara tidak langsung. misalnya dari berita yang ditulis orang lain. Lalu dapat dipertanyakan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 22 . (1) Bagaimana Mencari Pembenaran (justifikasi) atas Pertanyaan bahwa Kita Mengetahui Sesuatu? Pengetahuan kita tentang sesuatu masalah harus berdasar pada fakta yang benar tentang masalah tersebut. atau masalah lain yang berbeda tetapi masih ada kaitannya. dan bagaimana dia memutuskan bahwa dia memiliki eviden atau tidak? Orang pertama menyampaikan pendapat atau opini. sedangkan orang kedua lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan karena dia tidak yakin akan ilmunya dengan eviden yang dia miliki. tetapi dalam usaha untuk mencari pembenaran atas pernyataan bahwa kita mengetahui secara khusus masalah itu. sedang orang pertama tidak memilikinya. (2) Haruskah Kita Mengatakan bahwa Seluruh yang Kita Ketahui pada waktu Tertentu. Merupakan ‘Struktur’ yang Mempunyai Dasar pada ‘eviden’ yang Kita Ketahu Secara Langsung Pada Waktu itu? Hal ini dipertanyakan sebab masalah-masalah yang kita ketahui biasanya bukanlah masalah yang mempunyai eviden secara langsung.orang kedua memiliki evidensi. Apa arti memiliki eviden.

METODE ILMIAH Dalam pemahaman tentang epistemologi dan logika. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 23 .2 Permasalahan Metafisis Penampakan benda-benda itu cederung bersifat subyektif. dan juga keterkaitan antara ilmu dengan filsafat. 6.apakah hubungan antara hal yang eviden sebagai dasar terhadap struktur tersebut bersifat defensif atau induktif. Misalnya orang tidak pernah melihat gajah tidak dapat mengatakan bahwa gajah itu besar. tergantung pada keadaan pemikiran si pelaku. Ilmu adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan sistem dan metodologi tertentu untuk memperoleh kebenaran. Pengetahuan yang diperoleh dengan pengamatan inderawi atau dialektika antara subyek dengan obyek belum tentu merupakan ilmu. dan apabila dia tidak pernah melihat akibat dari suatu bajir bandang tsunami di Aceh tidak dapat mengatakan bahwa banjir itu mengerikan. Jadi penampakan benda-benda luar merupakan duplikat dari benda-benda itu. dan kalau tidak demikian apakah aturan yang dipergunakannya? 5. tetapi dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ilmu apabila pengamatan yang dipergunakan atau dialektika yang dikerjakan sesuai dengan metode tertentu yang dapat memberi eviden atau bukti nyata idea yang ada pada pengenal (subjek).

Perintisan ekspirimen yang dikerjakan oleh Galileo. si pengamat juga telah mempergunakan pengertian. yang ditulis J. merubah sikap bahwa fakta-fakta yang dujicobakan adalah fakta yang obyektif dan tidak ada sangkut pautnya dengan ide subyektif. Dari fakta-fakta tersebut. ilmu mengikuti konsep-konsep Aristoteles. kemudian dapat dibangun sebuah teori. Davies19 mereka berkesimpulan bahwa “Ilmu adalah suatu struktur yang dibangun di atas fakta-fakta”. Bila kita melihat seekor ular. karena dalam mengamati dengan pancaindera.6. berdasarkan pengalaman. seperti pendapat sebelumnya.20 Sebelum zamani Humanisme. yang dipelopori oleh Kopernikus.J. pemahaman. Galileo dan Newton. Proses menghubungkan antara memori Panduan Penulisan K arya Ilmiah 24 .’ Bacon dan kawan-kawan. seharusnya kita berkonsultasi bukan dengan tulisan-tulisan Aristoteles. pancaindera kita melakukan proses pengamatan. pengamatan. Terdorong oleh pengalaman ekspirimen Galileo tersebut.1 Metode Induksi Pengertian ilmu seperti yang di kemukakan di atas diperoleh setelah ’Revolusi Ilmiah’ yang terjadi pada abad 17. dan aroma lebih dapat memberikan penjelasan rasional.21 Pengetauan lewat akal budi ini selanjutnya ditentang oleh para ahli pikir yang cenderung memandang pengetahuan lewat pancaindra. yang merupakan bagian dari akal budi atau rasio. berdasarkan akal budi yang menelurkan dugaan-dugaan yang lebih lebih dihormati daripada pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera. filsuf Francis Bacon dan rekan-rekannya menganjurkan pada waktu itu bahwa ‘apabila kita hendak memahami alam.

bukan hanya akal budi atau rasio yang membayangkan sesuatu. dan berbisa yang tidak berkaki. terutama dengan maksud untuk menentukan apakah teori yang bersangkutan akan membawa suatu kemajuan ilmiah seandainya tetap tidak gugur oleh hasil ujian. diuji apakah sistem yang disodorkan tadi mempunyai konsistensi internal. Dengan demikian uji Panduan Penulisan K arya Ilmiah 25 . perbandingan dengan teori-teori lain. Untuk mengkaji teori-teori tersebut menurut Popper ada beberapa syarat. telah mempergunakan rasio. Ketiga. keadaan. obyektif. Dengan membandingkan simpulan-simpulan tersebut. Metode ini disebut induksi naïf. tetapi akal budi tersebut berkerja dengan mendapat rangsangan dari benda-benda. 22 Untuk melakukan pengamatan seorang peneliti harus memiliki organ-organ indera yang normal dan sehat. antara lain:23 Pertama. teliti dalam kondisi bagaimana fakta tersebut diamati. Dalam membangun sebuah teori. menjadi lebih jelas. apakah teori yang diajukan tersebut memiliki sifat empiris.2 Metode Deduksi Metode deduksi dimaksudkan untuk menemukan hubungan logis yang ada di antara teori-teori yang diajukan. jujur. Dan pengujian teori dengan jalan menerapkan secara empiris simpulan-simpulan yang ditarik dari teori tersebut. atau ilmiah. terdapat hubungan logis antara simpulan-simpulan itu sendiri. Kedua. 6. jadi akal dan budi telah bekerja.tentang binatang merayap. dan masalah yang dipelajari sehingga membentuk struktur dalam rasio kita.

mengatakan bahwa deduksi adalah cara menarik simpulan secara logis. Di samping itu ada variabel konstan yang ada hubunganya dengan veriabel. pada waktu kena panas. Berangkat dari temuan Galileo bahwa semua planet bergerak mengikuti garis elips dan mengitari matahari. r. Logika proposisi bertitik pangkal pada proposisi. diberi simbul dengan huruf besar. disimpulkan dapat diketahui dan bahwa planet Mercurius. Misalnya variabel p.deduktif mempunyai tujuan praktis yang diakibatkan oleh teori-teori yang dihasilkan dari ekpirimen ilmiah maupun oleh teknologi secara praktis. bila dipasang rapat tidak ada celah antara sambungan satu dengan yang lain. Yang dimasud logika proposisi dalam logika formal modern adalah suatu ungkapan yang tidak mengandung “arti”. Prosedur pengujian ini bersifat deduktif. Kedudukan logika dalam dalam semua sistem logika proposisi amat penting untuk mengamati ilmu-ilmu empiris. yaitu ungkapan yang berdiri sendiri dalam suatu sistem S. seperti N. mengikuti hukum yang sama. bentangan rel Demikian juga bila ditemukan suatu hasil ekspirimen yang membuktikan bahwa besi bila dipanasi sampai suhu tertentu memuai. akan melengkung. dari masalah yang umum atau general ke masalah khusus. namun merupakan suatu variabel. dikemukakan oleh Verhaak dan Haryono. Sudut pandang lain. q. kereta api dari Anyer sampai Banyuwangi. s. 24 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 26 .

(4) dan “bukan q”. Dalam hubungan antara primus mayor dan minor di sini dapat terjadi empat bentuk. Misalnya. dan (2) “bukan p”. (3) “Dan q”. atau apabila hujan turun. Npqr) atau konstan punyai nilai kebenaran. sebaliknya primus mayor logis. dan dua empat. artinya “terjadilah”. jadi Badu keturunan kera. Bentuk satu dua. apabila p terjadi q. Empat bentuk atau model silogisme hipotesis. Si Badu berbulu tebal. artinya p ”tidak terjadi”. udara menjadi sejuk. demikian juga bentuk satu tiga. Yang dapat ditarik simpulan hanyah bentuk satu dan empat. Bila seorang peneliti mengambil keputusan bersyarat. tidak dapat ditarik simpulan. dia mempergunakan silogisme hipotetis. Pernyataan atau primus mayor dan primus minor keduanya harus masuk akal. tidak trjadi q. s) atau (Apqr. Untuk terjadi q diperlukan syarat tertentu. r. Hurup p dan q merupakan proposisi. artinya “tidak terjadi”. Misalnya. q. Simpulan tersebut tentu saja dapat dibalik: “apabila tidak terjadi p” “tidak terjadi q”. Keempat bentuk tersebut adalah: Simbul p. Artinya bila terjadi p.Pokok logika proposisi dalam bentuknya yang paling sederhana didasarkan pada anggapan bahwa setiap proposisi entah tunggal (p. dapat terjadi hukum logis. Umumnya nilai benar diberi angka 1 dan salah diberi nilai 0. Di sini ada yang disebut primus ‘mayor’. menurut Verhaak diberi nama: Bentuk (1) diberi nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 27 . Misalnya primus mayor tidak logis primus minor tentu tidak logis. yaitu p dan primus ‘minor’ q. belum tentu primus minor logis. bila semua orang berbulu tebal keturunan kera.

New York: Holt Renehart and Winston. hlm. science and common sense are alike. 1994. Hypotesis are always in declarative sentence form. Faundation of Behavioral Reseach. Selain itu perlu diingat bahwa simpulan deduksi berlaku dimana-mana secara mutlak dan niscaya. Kerlinger. “…Common sense may often be bad master for the evaluation of knowledge. “A Hypthesis is a conjectictural statement between two variables or more variables. 25 berdasarkan kemungknan lain Bentuk (1) dan (4) merupakan bentuk deduksi. hlm. p yang lebih dulu yaitu q).“modus ponendo ponen”. S – M. yakni mengulangi apa yang sudah ditegaskan. (penegasan sesuatu yaitu dulu memberi penegasan sesuatu yang lain yaitu q. seperti halnya silogisme kategoris yang salah satu bentuknya adalah: M – P.either generally or specifically variables to variables” 28 2 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah .18 Fred N. Bentuk (4) diberi nama “modus tollendo tollen” ( mengungkiri sesustu. Yogyakarta: Kanisius. 18. karena lebih p ) hampir merupakan tautology saja. hlm. Bentuk (2) dan (3) tidak syah tidak diberi nama. 3. Filsafat Pengetahuan. Kerlinger. and they related. Epistemologi. Ibid. Catatan : 1 Fred N. S – P. P. Inc. But how are science and common sense alike and how are they different? From one vieuwpoint. The view would say that science is a systematic and controlled extention of commen sence…” Hardono Hadi.

Franz Magnis Suseno. To Say that some of our true conviction are genuine knowledge (as appost to lucky guinesses or matter of faith) seem to imply that these convictions are capable of justification. P. justification. and rationality. Roderick Firth. ethic and religious)” Hardono Hadi. “Epistimology from the Greek term meaning Knowledge. P. P. 70. 1992. truth. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Ibid. hlm. Hardono Hadi. 500 – 2. Ibid. 73. hlm. hlm. apa yang dianjurkan hanyalah langkah demi langkah dipertanggung jawabkan. hlm. Opcit. certainty. P. such as those of bilief. Dan kalau pasti bahwa saya berpikir. 19. Lexicon Publication Inc.. Ibid. 6 7 8 9 10 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 29 . yaitu kesangsian. “Decartes menolak dalil-dalil filsafat sebelumnya yang didasarkan pada pengandaian-pengandaian. and for this reason the history of epistimology is in large part of attempt to specify the condition under which we can maintain that various of kind of conviction ( since. dalam International Encyclopedia.4 5 Hardono Hadi. confirmation. Hardono Hadi. ada lagi yang pasti dan tidak dapat diragukan yaitu bahwa saya sendiri ada: cogito ergo sum!” Franz Magnis Suseno. hlm. 6. 25. Pada fakta dia sedang menyangsikan segalagalanya. a major branch of philoshophy devote primarily to the achievement of better understanding of consept of knowledge. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Ibid. faith. hlm. It Also concerns itself with other closely related consepts. 1977. Oleh karena itu hanya satu cara untuk menjamin keradikalan filsafat. meaning.

Martin Bucer. Chisholm. 129. Louis Gottschalk. 1991. Et. Great Britain. Calmers. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. 8 H. 23. 130 Roderick M. Alfons Taryadi. hlm. Filsafat Ilmu Pengetahuan.233. Hutten. hlm. hlm. C. was at twinty one professor of greek at wittenburg. London: Longman.All. C. 1979.J. … assisted him in translating the Bible and organizing the reform. On The Scientific Method. Chicago: University of Chicago Press.11 Alfons Taryadi. J. hlm. Ibid. 19. History of Mankind Cultural and Science Development. 122.F. van Peursen. The Strusture of Scientific Revolution. Haryono Imam. 1991. Amthony. Johannes Occolampadiu. Epistemologi Pemecahan Masalah. D. Haryono Imam. Theory of Knowledge. Ibid. 1983. and. was Luther’s trusted surrogate in Watemberg. hlm. 3. most important of all. Verhaak dan R. Telaah Atas Cara Kerja Ilmu-Ilmu. C. hlm. Verhaak dan R. hlm. Orientasi di Alam Pemikiran Filsafat (terjemanhan Dick Hartoko). and published the firt systematic summary of reform theology…” Thomas S. Ibid. Jakarta: PT Gramedia Jakarta. Prinice Hall Inc. 68. Englewood Cliff N. Haryono Imam.Davies. Jakarta: PT Gramedia. “Many humanists in Germany and abroad among them Crotus Rubeanus. dalam A. 1989. young Philipp Melnchthon. hlm.J. hlm. ”Dalam 30 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Panduan Penulisan K arya Ilmiah .A. C.Kuhn. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama.. Verhaak dan R. 1970. 1966.

2. “Selain proposisi variabel itu juga ditandai dengan cara tertentu. Haryono. Alfons Taryadi. Verhaak dan R. hlm. 1983.sejarah filsafat. Dalam banyak sistem logika proposisi modern digunakan tanda-tanda matematika “ 25 Ibid. yang menyatakan sesuatu yang konstan. 25 “Bentuk ini termasyur dan berperan penting dalam cara kerja ilmu empiris.F. 23. hlm. bahkan yang menyesatkan. 18. 22 A. Ibid. cepat juga dua macam bentuk pengetahuan menjadi pusat perhatian. Oleh ahli-ahli pkir Yunani pengetahuan yang diperoleh lewat pancaindera digambarkan sebagai pengetahuan yang tidak menentu. 23 24 C. sedangkan pengetahuan berdasarkan akal budi dihormati sebagai pengetahaun sejati”. mempunyai arti tetap dalam sistem S. Apa itu yang disebut Ilmu? Jakarta: Hasta Mitra. hlm.” Panduan Penulisan K arya Ilmiah 31 . yaitu pengetahaun lewat pancaindra dan pengatahuan lewat akal budi. hlm. Ibid. merupakan azas filsafat. Calmers.

BAGIAN II PANDUAN UMUM PENULISAN KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 32 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 33 .

disertasi. dan buku. Bentuk karya ilmiah ini yaitu: makalah. kegiatan kajian. tesis. Karya ilmiah sebagai laporan kegiatan ilmiah memiliki berbagai jenis. Laporan yang dimaksud dapat berupa laporan kegiatan ilmiah. tugas akhir. yaitu: makalah. artikel. skripsi.1. mahasiswa mau tidak mau harus menghasilkan karya ilmiah. HAKIKAT DAN KEDUDUKAN KARYA ILMIAH Sebagaimana di Perguruan Tinggi pada umumnya. laporan buku/bab. dan karya tulis ilmiah. secara operasional kegiatan intrakurikuler. karya tulis ilmiah. laporan buku/bab. baik berupa tugas akhir. Sebagai bagian dari tugas perkuliahan. Secara ringkas dapat diartikan bahwa pada dasarnya karya ilmiah merupakan laporan ilmiah. Pertama. dan kegiatan penelitian. baik penelitian lapangan. Jenis karya ilmiah berdasarkan tujuanya dapat diklasifikasikasi menjadi dua. skripsi atau setara skripsi (Proyek Studi). Karya ilmiah merupakan bagian dari kebutuhan formal akademik di setiap perguruan tinggi. tidak terkecuali Universitas Negeri Semarang (Unnes). karya ilmiah tersebut merupakan bagian dari sistem Satuan Kridit Semester (SKS) yang merupakan komponen tugas terstruktur yang harus dipenuhi oleh mahasiswa di luar perkuliahan. disertasi. maupun kepustakaan. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi tugastugas perkuliahan. tesis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 34 . laboratorium. Karya ilmiah adalah suatu karangan yang mengandung ilmu pengetahuan dan kebenaran ilmiah yang menyajikan fakta dan disusun secara sistematis menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah.

tesis untuk jenjang Strata 2 (S-2). Kertas kerja adalah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 35 . (3) kertas kerja. karya ilmiah yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. Bentuk karya ilmiah akademis adalah (1) paper. (3) tesis.Kedua. Karya ilmiah profesional yaitu karya ilmiah yang dibuat pengembangan profesi bagi para profesional dengan tujuan menyebarluaskan informasi akademis dengan proses penulisan memerlukan bimbingan. dan (4) disertasi. magister (untuk tesis). skripsi untuk jenjang Strata 1 (S-1). Karya ilmiah yang berbentuk skripsi. karya ilmiah terdiri atas: (1) karya ilmiah akademis dan (2) karya ilmiah profesional. Berdasarkan fungsinya. tesis dan disertasi adalah karya ilmiah yang dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam pencapaian gelar sarjana (untuk skripsi). Bentuk karya ilmiah ini yaitu: tugas akhir (TA) untuk jenjang Diploma. tetapi tetap memerlukan pengujian dan menekankan pada hasil. dan disertasi untuk jenjang Strata 3 (S-3). Karya ilmiah yang berbentuk paper sering juga disebut makalah atau karya tulis ilmiah. (2) skripsi. Bentuk karya ilmiah profesional adalah (1) (2) makalah. tidak dipublikasikan dengan lebih menekankan pada proses bukan pada hasil yang memerlukan pengujian untuk menentukan kualitas karya tersebut.. Karya ilmiah akademis merupakan karya ilmiah yang dibuat untuk kepentingan akademis dengan bimbingan dan tanggung jawab orang yang lebih profesional. (4) artikel. untuk untuk tidak lebih buku. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahaisswa dalam penelitian yang berhubungan denghan masalah yang sesuai dengan bidang studinya untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelas Sarjana. Karya ilmiah yang berbentuk buku adalah buku yang berisi fakta umum ilmiah dan ditulis dengan sistem penulisan yang standar. dan (5) laporan penelitian. Tugas akhir wajib disusun oleh mahasiswa program ahli madya. Kemudian. dan doktor (untuk disertasi). Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat objektif. tesis wajib disusun oleh mahasiswa program Magister (S-2) dan disertasi wajib disusun oleh mahasiswa program Doktor (S-3) dalam rangka menyelesaikan studinya.

Judul adalah identitas tulisan yang merupakan kepala karangan. Bagian pengenalan dalam karya ilmiah merupakan bagian awal yang berisi hal-hal yang bersifat informatif tentang karya ilmiah tersebut. karya ilmiah di Universitas Negeri Semarang. 2. Kemudian. yaitu bagian pengenalan yang bersifat umum dan bagian pengenalan yang bersifat khusus. Syarat judul yang baik adalah mencerminkan isi karangan. Beberapa butir pada bagian pengenalan yang terdapat dalam semua jenis karya ilmiah yaitu judul dan kepemilikan karya ilmiah atau nama penulis. batang tubuh. artikel. Dari paparan di atas. Secara umum. Sistematika penulisan dalam karya ilmiah terdiri atas bagian-bagian yang berurutan. Bagian pengenalan pada jenis karya ilmiah yang berbentuk buku berbeda dengan bagian pengenalan bentuk makalah. dan kepustakaan.karya ilmiah yang berisi analisis terhadap fakta secara objektif. BAGIAN KARYA ILMIAH Dalam penulisannya karya ilmiah harus sesuai dengan sistematika dan metode penulisan yang tepat. laporan penelitian adalah karya ilmiah yang menyajikan data dan analisis suatu penelitian. Bagian pengenalan dalam masing-masing bentuk karya ilmiah adalah tidak sama. perbedaannya dengan makalah adalah analisis yang lebih mendalam daripada analisis data dalam makalah. (2) wahana bagi civitas akedemika untuk memberikan kontribusi dalam perkembanngan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Artikel adalah karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. pola dasar karya ilmiah paling tidak berisikan bagian-bagian yang sudah baku. disertasi dan laporan penelitian. tesis. skripsi. memunyai kedudukan: (1) wahana bagi mahasiswa untuk menyajikan nilainilai teoretis maupun praktis secara objektif dan sistematis yang merupakan produk atas dasar pengetahuan dan menurut metode penulisan dengan menggunakan bahasa ragam ilmiah. kertas kerja. Dalam bagian pengenalan ada dua jenis pengenalan. yaitu bagian pengenalan. berupa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 36 .

Untuk karya ilmiah yang berbentuk buku. dan manfaat. Dalam abstrak tercakupi seluruh bagian isi karangan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 37 . Pangkat dan gelar dapat dicantumkan pada bagian biografi pengarang jika ada. Dalam baris kepemilikan biasanya dituliskan nama penulis beserta lembaganya. Bagian pendahuluan dalam karya ilmiah setidaknya berisi latar belakang. terdapat pula prakata dan kata pengantar. Bagian akhir dalam batang tubuh adalah bagian penutup yang berisi simpulan dan saran. isi dan penutup. tesis. Keduanya merupakan istilah yang berbeda. yaitu pendahuluan. Untuk karya ilmiah yang berbentuk skripsi. Untuk karya ilmiah yang berbentuk artikel. Batang tubuh adalah isi karya ilmiah yang sebenarnya. Secara umum batang tubuh terbagi menjadi tiga.pernyataan. seperti indeks dan biografi pengarang. tujuan. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah karya ilmiah. serta pembahasan. Butir yang lain dalam bagian pengenalan adalah abstrak. Abstrak adalah ringkasan tulisan. pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh penulisnya sendiri. Bagian terakhir dalam penulisan karya ilmiah adalah bagian kepustakaan. rumusan masalah. Nama penulis hendaknya tidak menyertakan gelar atau pangkat. dan hasil. artikel dan kertas kerja berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang disajikan. sedangkan kata pengantar adalah tulisan awal yang ditulis oleh orang lain yang menguasai karya ilmiah yang bersangkutan. dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian karya ilmiah pada intinya terbagi menjadi 3 bagian pokok. tesis. bersifat singkat dan jelas serta menarik. jika penulis lebih dari satu harus dicantumkan semua. disertasi. Kemudian. Bagian kedua dalam batang tubuh adalah bagian isi. Bagian kepustakaan mencakup daftar pustaka dan lampiranlampiran. disertasi dan laporan penelitian bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. metode. masalah. makalah. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. skripsi. dan laporan penelitian bagian isi berupa landasan teoretis. dan rumusan masalah. Bagian kedua dalam penulisan karya ilmiah adalah batang tubuh. dari pendahuluan sampai penutup.

Strata 2 (S2). Pada bagian pendahuluan berisi latar belakang masalah. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 38 . (2) menerapkan pemahaman tentang teori. tujuan dan manfaat. Makalah memiliki karakteristik sebagai berikut. dan penutup. Bagian batang tubuh merupakan bagian inti dalam karya ilmiah.yaitu bagian pengenalan. yaitu judul. (3) menerapkan kemampuan mengemas berbagai sumber informasi dalam satu pembahasan yang utuh.1 Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu topik tertentu yang tercakup dalam suatu mata kuliah. dan Strata 3 (S-3). Pada bagian batang tubuh terdapat tiga bagian unsur. baik mahasiswa program Diploma. batang tubuh dan bagian penutup. Makalah merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas atau menyelesaikan suatu perkuliahan. berisi daftar pustaka dan lampiran. Pada bagian penutup berisi simpulan dan saran. atau metode tertentu yang berkaitan dengan materi perkuliahan. KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH 3. rumusan masalah. pengantar dan atau kata pengantar dan abstrak bagi karya ilmiah yang bersifat laporan penelitian. nama penulis. metodologi penelitian dan pembahasan hasil penelitian. prinsip. isi/pembahasan. Strata 1 (S-1). Bagian terakhir dalam karya ilmiah adalah kepustakaan. yaitu pendahuluan. Bagian isi/pembahasan memuat landasan teoretis. (1) menyajikan hasil kajian literatur yang berkaitan dengan topik atau cakupan permasalahan. 3. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif yang menunjukkan identitas karya ilmiah.

3. (2) Buku/bab/artikel memunyai kualitas isi yang baik. 3. skripsi memunyai criteria sebagai berikut: Panduan Penulisan K arya Ilmiah ilmiah yang dilaporkan 39 . Laporan buku/bab/artikel ilmiah bertujuan untuk memperdalam dan memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa tentang topik yang disajikan atau dibahas dalam suatu mata kuliah yang ditempuhnya. kritik. laporan buku/bab/artikel ilmiah juga dapat menyajikan analisis. Selain itu. SEbagai bagian dari tugas perkuliahan.2 Laporan Buku/Bab/Artikel Ilmiah Laporan buku/bab/artikel ilmiah merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan pemahaman mahasiswa terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah yang disertai dengan ulasan atau pandangan penulis. (1) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan harus aktual. Untuk itu. minimal terbitan lima tahun terakhir.3 Skripsi Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan atau Sarjana Non-Pendidikan. buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan ditentukan oleh dosen atau dapat pula diusulkan oleh mahasiswa setelah mendapat persetujuan dosen yang bersangkutan. laporan buku/bab/artikel ilmiah memiliki kriteria sebagai berikut. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian atau bidang studinya. (3) Buku/bab/artikel ilmiah yang dilaporkan memberikan kontribusi bagi mahasiswa untuk memperdalam topik yang dibahas dalam mata kuliah. Untuk itu. justifikasi terhadap isi buku/bab/artikel ilmiah.

4 Tesis Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Magister (S-2). 3. Tesis memiliki karakteristik sebagai berikut ini. bahasa Prancis. bahasa asing lainnya) dan bahasa Indonesia. Magister Manajemen Pendidikan (MP). bahasa asing lainnya). (3) Skripsi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas dekan. dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris. bahasa Arab. bahasa Prancis. Untuk program studi atau jurusan tertentu skripsi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris.Pd). (4) Skripsi ditulis daalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.(1) Topik skripsi dapat bersumber dari permasalahan- permasalahan yang sesuai dengan bidang studi atau bidang keahlian mahasiswa. Tesis disusun untuk meraih gelar Magister Pendidikan (M. bahasa Arab. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 40 . (5) Skripsi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Dekan. Tesis merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan keilmuwan pada salah satu bidang keilmuwan yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. (2) Skripsi ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan dan/atau penelaahan pustaka yang relevan.

3. (6) Tesis dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (5) Tesis ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa. (2) Tesis ditulis atas dasar pengujian empirik terahadap teori tertentu dalam disiplin ilmu yang dipelajari. (4) Tesis ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. Untuk penelitian bibliografi digunakan sumber-sumber yang otentik.(1) Topik tesis berfokus pada kajian yang aktual yang tercakup dalam salah satu disiplin ilmu.menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang oleh data sekunder. Untuk program studi atau jurusan tertentu. tesis dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris).5 Disertasi Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program Doktor Panduan Penulisan K arya Ilmiah 41 . (3) Tesis ---untuk penelitian lapangan--.

(S-3). Disertasi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian yang berkaitan temuan baru pada salah satu disiplin ilmu yang sedang ditempuh oleh mahasiswa. Disertasi disusun dan dipertahankan untuk meraih derajat gelar Doktor. Disertasi memiliki karakteristik sebagai berikut ini. (1) Topik disertasi berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin ilmu yang sesuai dengan bidang yang dipelajari oleh mahasiswa. (2) Disertasi ditulis atas temuan sesuatu yang baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam, baik berupa pengujian terhadap teori-teori yang ada, pengembangan teori dan prinsipprinsip baru, tau pengembangan suatu model baru yang diuji di lapangan. (3) Disertasi menggunakan data primer (data yang dikumpulkan dari lapangan) yang dapat ditunjang pula oleh data sekunder. (4) Disertasi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen, yaitu: promotor, ko-promotor, dan anggota yang sesuai dengan bidang keahlianya dan telah ditetapkan oleh surat tugas Direktur Program Pascasarjana. (5) Disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan menuliskan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk program studi atau jurusan tertentu disertasi dapat ditulis dalam bahasa minat (bahasa Inggris),

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

42

dengan menuliskan abstrak dalam bahasa minat (bahasa Inggris) dan bahasa Indonesia. (6) Disertasi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan di hadapan tim penguji yang ditetapkan dengan surat tugas Direktur Program Pascasarjana. 4. BAGIAN-BAGIAN SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI Sosok skripsi, tesis dan disertasi terdiri atas tiga bagian, yakni bagian awal, bagian pokok, dan bagian akhir. Bagian awal adalah bagian mulai dari sampul sampai dengan bagian sebelum bab pendahuluan. Mulai bab pendahuluan sampai dengan penutup merupakan bagian pokok, sedangkan bagian sesudah itu merupakan bagian akhir. 4.1 Bagian Awal Bagian awal skripsi terdiri atas sampul, lembar kosong berlogo Universitas Negeri Semarang bergaris tengah 13 cm, lembar judul, lembar pengesahan, lembar pernyataan, lembar motto dan peruntukan, lembar abstrak (khusus untuk tesis dan disertai ditambah abstrak berbahasa inggris), kata pengantar, daftar isi, daftar singkatan dan tanda teknis (kalau ada), daftar tabel (kalau ada), daftar gambar (kalau ada), dan daftar lampiran (kalau ada). Lembar bagian awal ini diberi nomor halaman dengan huruf Romawi kecil, ditaruh di kaki halaman bagian tengah. Penomoran halaman
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

43

dimulai dari lembar judul (bukan sampul) sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan. 4.1.1 Sampul Pada sampul bagian tengah atas terdapat logo Universitas Negeri Semarang, bergaris tengah 3 cm. Di bawahnya dituliskan judul dengan huruf kapital tebal berukuran 15-16. Di bawahnya tertulis kata “SKRIPSI/TESIS/DISERTASI” (dipilih salah satu) yang dicetak dengan huruf kapital tebal berukuran 14, diikuti pada baris berikutnya kalimat dengan huruf kapital tebal juga dengan ukuran 12, yang berbunyi “Untuk memperoleh gelar sarjana.../magister.../doktor “...(dipilih salah satu; diisi bidang studi yang ditempuh) pada Universitas Negeri Semarang. Di bawahnya dituliskan dengan huruf berukuran 12 kata “oleh” (tanpa tanda titik dua), di bawahnya lagi dituliskan nama, dan di bawahnya lagi NIM ... (diisi angkanya). Pada kaki halaman dituliskan dengan huruf kapital tebal berukuran 14-15 nama Fakultas, Jurusan dan atau Program Studi, dan di bawahnya lagi tahun ujian skripsi/tesis/disertasi. Semuanya itu dicetak dengan huruf Roman tegak, diatur secara simetris dengan komposisi yang serasi. Sampul dibuat dari bahan tebal. Di punggung sampul dibubuhkan logo (berdiri), nama (memanjang, dengan huruf biasa berukuran 12), judul (memanjang, dengan huruf kapital berukuran 14), skripsi/tesis/disertasi, dan tahun. Contoh sampul lihat lampiran 1. 4.1.2 Lembar Berlogo
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

44

4. Untuk skripsi panitianya panitia fakultas. ditulis di tengah atas.4 Pengesahan Kelulusan Lembar ini berisi pernyataan berikut: Skripsi/Tesis/Disertasi ini (dipilih salah satu) telah dipertahankan di hadapan Panitia Peng-uji Skripsi/Tesis/Disertasi (dipilih salah satu) Fakultas/Program Pascasarjana/Universitas Negeri Semarang pada hari. bukan buatan orang lain. 4.1. untuk tesis panitia Program Pascasarjana. dan tidak menjiplak karya Panduan Penulisan K arya Ilmiah 45 .5 Pernyataan Lembar ini diberi judul PERNYATAAN. Isi pernyataan itu ialah bahwa skripsi/tesis/disertasi ini hasil karya (penelitian dan tulisan) sendiri. 4. hanya saja dicetak pada kertas hvs putih dengan bobot terendah 70 gr... Contoh lembar Persetujuan Penguji lihat lampiran 3.. Selanjutnya dicantumkan Ketua.3 Judul Lembar judul bunyinya sama dengan yang terdapat pada sampul. yang masing-masing disertai tempat pembubuhan tanda tangan beserta nama lengkap dan NIP-nya..1. dan untuk disertasi panitia Universitas.Lembar kosong berlogo merupakan pembatas antara sampul dan lembar judul. Sekretaris. dan Anggota panitia penguji.1.. tanggal.(bulan dan tahun).

yang dipilih berkaitan dengan judul skripsi/tesis/disertasi.1.ilmiah orang lain. tesis.1. Dalam kata pengantar tidak boleh ada pernyataan bahwa penulis yakin akan adanya banyak kesalahan atau kekurangan dalam skripsi. 4. boleh tidak. Contoh Lembar Pernyataan lihat lampiran 4. Kalau penulis yakin bahwa dalam skripsi. tesis. skripsi. Peruntukan adalah pernyataan bahwa karya ilmiah itu diperuntukkan kepada orang atau lembaga tertentu. Motto adalah ungkapan bijak untuk kehidupan. Dalam kata pengantar boleh dikemukakan ungkapan puji syukur. tesis. disertasi. atau lainnya yang langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi. lembaga. atau disertasinya dan atas dasar itu penulis minta maaf. namun yang pokok adalah ucapan terima kasih secara jujur dan wajar kepada orang-orang. Contoh lembar motto dan persembahan lihat lampiran 5.7 Kata Pengantar Lembar kata pengantar diberi judul ”KATA PENGANTAR” yang diletakkan di tengah atas.6 Motto dan Peruntukan Lembar ini boleh ada. atau disertasinya itu masih banyak kesalahan atau kekurangan. serta mengharapkan kritik dari pembaca. baik seluruhnya maupun sebagian. tesis. atau disertasi itu harus diperbaiki dulu sebelum Panduan Penulisan K arya Ilmiah 46 . 4.

Baru kalau nantinya naskah skripsi. tidak boleh lebih dari dua halaman.. atau disertasi adalah karya ilmiah untuk diuji. Isi abstrak meliputi latar belakang masalah. dengan jarak dua spasi dicantumkan nama akhir penulis. Teks kata pengantar diketik dengan spasi dua. dan saran yang diajukan. diikuti judul skripsi. tesis.8 Abstrak Abstrak ditulis pada lembar baru. diikuti tanda koma. dicetak dengan huruf kapital.. Butir-butir ini hendaklah ditulis dalam paragraf Panduan Penulisan K arya Ilmiah 47 .ujian karena kesalahan ilmiah tidak dapat diselesaikan dengan permintaan maaf. berkisar dari tiga sampai dengan lima kata. disusul dengan pencantuman nama-nama pembimbing. Lagipula harapan kritik itu tidak diperlukan sebab skripsi.. rumusan masalah. Pada baris berikutnya. permintaan kritik itu dinyatakan. Di bawahnya. lalu nama depan dan tengah (kalau ada).1. 4. Selanjutnya dicantumkan kata Skripsi Jurusan/Program.Universitas Negeri Semarang diakhiri tanda titik. tanpa disertai nama. pendekatan dan metode yang digunakan. atau disertasi itu akan diterbitkan. lalu tahun lulus ujian.. tesis. diletakkan di pojok kanan bawah. diikuti tanda titik. Pada akhir teks kata pengantar dicantumkan kata Penulis. dengan jarak dua spasi ditulis teks abstrak dengan spasi satu. atau disertasi. hasil yang diperoleh. ditulis di tengah atas. seperti halnya naskah bagian utama. diberi judul ”ABSTRAK”. Pada baris baru berikutnya dicantumkan Kata-kata kunci: .. tesis. diikuti tanda titik.

Keseluruhan teks abstrak tidak boleh lebih dari satu halaman kuarto. 3.1. Contoh abstrak lihat lampiran 6.yang berbeda.1. tesis. yakni untuk kemudahan pemberian. Khusus untuk tesis dan disertasi.10 Daftar Singkatan dan Tanda Teknis Daftar ini memuat singkatan teknis beserta kepanjangannya dan tanda teknis beserta makna atau penggunaannya. 4. 4. abstrak berbahasa Inggeris dengan judul ”ABSTRACT” wajib disertakan pada lembar terpisah setelah abstrak berbahasa Indonesia. mulai dari abstrak. semuanya diketik dengan huruf kapital.11 Daftar Tabel Panduan Penulisan K arya Ilmiah 48 .1. tetapi bisa diketik dalam satu halaman saja karena keduanya mempunyai fungsi teknis yang sama. dengan tidak menolak kemungkinan untuk memecah butir tertentu untuk dituangkan dalam paragraf yang berbeda kalau diperlukan.9 Daftar Isi Dalam daftar isi dimuat judul-judul yang terdapat pada bagian awal skripsi. judul-judul bab beserta subbab dan anak subbabnya masing-masing. atau disertasi. Singkatan dan tanda teknis jangan dicampur. dan judul-judul pada bagian akhir. Kecuali judul subbab dan anak subbab.

teori yang digunakan untuk landasan penelitian.bergantung pada banyaknya materi yang akan disajikan dan perlunya pemilahan materi itu menjadi unit-unit tertentu.1 Pendahuluan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 49 .hasil penelitian tidak harus hanya disajikan dalam satu bab.Daftar tabel memuat nomor dan judul tabel. Judul tabel yang lebih dari satu halaman ditik dengan spasi satu. lalu disusul nomor halaman tempat tabel terdapat dalam teks.atau disertai terdiri atas bab pendahuluan.hasil penelitian.2. 4.12 Daftar Gambar Cara membuat daftar gambar sama dengan cara membuat daftar tabel. 4.13 Daftar Lampiran Cara membuat daftar lampiran sama juga dengan cara membuat daftar tabel.1. Jarak antara judul tabel yang satu dengan yang lain dalam daftar itu satu setengah spasi. diikuti titik-titik seperti pada daftar isi.dan penutup.tesis.metode penelitian.1.2 Bagian Pokok Bagian pokok skripsi. 4. 4.

tesis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 50 . (2) rumusan masalah. (5) kegunaan penelitian.Oleh karena itu. (3) identifikasi masalah.Baru kemudian diterangkan argumen yang melatarbelakangi pemilihan topik itu dilihat dari posisi substansi topik itu dalam keseluruhan sisitem substansi yang melingkupi substansi topik itu.Untuk menerengkan keternalaran tersebut perlu dijelaskan dulu pengertian rumusan topik yang dipilih untuk diteliti.Bagian ini adalah bab pertama skripsi.diterangkan ketenalaran pemilihan topik itu dilihat dari paradigma penelitian sejenis. (6) pembatasan masalah (1) Latar Belakang Bagian ini pada dasarnya menerangkan keternalaran (kerasionalan) mengapa topik yang dinyatakan pada judul skripsi. dapat ditunjukkan apakah topik yang dipilih itu memang masih layak untuk diteliti.atau disertai yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui apa yang diteliti. (4) tujuan penelitian.Dalam hal ini dapat dikemukakan misalnya.tesis.bab pendahuluan memuat uraian tentang (1) latar belakang masalah penelitian. Setelah itu.adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan.atau disertai itu diteliti.Untuk itu perlu dilakukan kajian pustaka yang memuat hasil-hasil penelitian tentang topik yang dipilih itu. Dengan melihat hasil yang diperoleh dalam penelitian sebelumnya.mengapa dan untuk apa penelitian dilakukan.antara teori dan praktek.

Rumusan itu tidak harus sdalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah harus diturunkan dari rumusan topik.yakni apa.asal penelitian yang baru itu dapat menghasilkan sesuatu yang baru.bagaimana (bisa tentang cara atau wujud/keadaan).mengapa.dan sebagainya. (2) Rumusan Masalah Rumusan masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau pertanyaan yang perlu dijawab dengan penelitian. misalnya Hasil Penelitian Sebelum ini.rumusan masalah hendaklah Panduan Penulisan K arya Ilmiah 51 .Oleh karena itu.Dalam kajian pustaka itu pembicaraan dilakukan secara kronologis.yang berbeda dari sebelumnya.di mana.dari mana. berapa.atau dalam penelitian yang bari itu digunakan teori lain atau metode lain yang diduga dapat menghasilkan temuan yang lain dari sebelumnya.ke mana.kajian pustaka untuk mengemukakan keternalaran (kerasionalan) pemilihan topik penelitin itu bisa ditaruh di bawah judul tersendiri.Dengan demikian.diketahui kemajuan penelitian yang dilakukan para peneliti selama ini dan diketahui pula posisi peneliti sekarang dalam deretan penelitian sejenis. sejauh mana. Dalam tesis dan disertai.yang bisa mengatasi kekurangan hasil penelitian itu.tidak boleh keluar dari lingkup topik.Topik yang pernah diteliti boleh saja diteliti. siapa.tetapi hendaklah mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan. seberapa.

tetapi yang penting bukan judulnya.tetapi yang akan diteliti hanya masalah-masalah tertentu.kalau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 52 .karena variabel atau wujud data yang diperlukan dan teknik pemerolehannya dapat diprakirakan.mencakupi semua variabel yang tergambarkan dalam rumusan topik. maksudnya masalah-masalahnya dapat dipecahkan.Misalnya. Rumusan masalah yang baik harus memungkinkan untuk menentukan metode pemecahannya dan mencarikan datanya.perlu ada pembatasan masalah disertai keterangan mengapa masalah yang diteliti dibatasi.Jadi.tidak perlu ada sub-judul Pembatasan Masalah.Akan tetapi. (3) Tujuan Penelitian Tujuan penalitian mengungkapkan apa yang ingin dicapai dalam penelitian.Untuk masalah-masalah perlu diidentifikasi dengan baik. hendaklah dirumuskan masalah pokok beserta sub-submasalah-nya. Identifikasi masalah bisa ditaruh di bawah judul tersendiri. Rumusan sejajar dengan rumusan masalah.melainkan materi identifikasinya itu sendiri.Dengan identifikasi masalah itu.permasalahan perumusan masalah menjadi operasional.Pembatasan masalah ini bisa dicantumkan di bawah judul tersendiri.Kalau ada variabel umum dan khusus.rumusan masalah harus terinci dan terurai dengan jelas agar dapat dipecahkan dan dicarikan datanya untuk pemecahannya. kalau memang tidak ada pembatasan. Kalau terdapat banyak masalah.

Keduanya diuraikan dalam dua bagian tesis yang berbeda. Dalam landasan teoretis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian.baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentingan praktik. (4) Kegunaan Penelitian Yang diuraikan di sini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan.yakni landasan teoretis dan landasan faktual.tetapi berturutan.berapa besar peranannya.Adanya uraian ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah yang dipilih memang layak untuk diteliti. 4.rumusan tujuannya dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang.bisa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 53 .2 Teori yang Digunakan untuk Landasan Penelitian Dalam penelitian diperlukan dua landasan.masalahnya apakah ada pengaruhnya pendiskusian topik karangan dalam proses belajar mengajar mengarang pada keberhasilan siswa mengarang dan jika ada.Landasan faktual ialah data tentang topik yang diteliti. Landasan teoretis diuraikan pada bab II.sedangkan landasan faktual diuraikan pada bab III.2.dan jika ada berapa besar peranannya.Landasan teoretis ialah teori yang digunakan untuk landasan kerja penelitian tentang topik yang diambil untuk diteliti.Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik.

Termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu.Variabelvariabel pembangun topik penelitian juga perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu.makalah.Prinsip-prinsip teori itu perlu diuraikan.Variabelvariabel.masalah.disertai.Data pun dapat diidentifikasi.pengolahan. Dengan uraian tentang teori itu hakikat topik penelitian menjadi jelas.dan tujuannya terperikan secara operasional.tesis.teori apapun yang digunakan harus dipertanggung Jawabkan melalui kajian sejumlah pustaka yang memuat hasil penelitian dalam lingkup penelitian yang menggunakan teori yang berbeda.sedangkan lahan pengambilan dapat ditentukan. Namun.teknik pengumpulan.Namun. Pustaka yang dikaji itu bisa berupa buku atau artikel dalam jurnal ilmiah.dari yang lama sampai dengan yang mutakhir untuk menunjukkan kemajuan hasil penelitian sejalan dengan perkembangan teori.dan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 54 . semua itu harus relevan dengan topik penelitian.Teori itu dikaji secara kronologis.Kajian pustaka untuk menentukan apakah topik yang diteliti itu atau yang berkaitan dengan topik itu mungkin sudah pernah diteliti orang lain sudah diuraikan di bagian pendahuluan.Dengan demikian.laporan penelitian.Lagi pula.Dengan cara itu.di antara sederet teori. skripsi.kajian itu dilakukan dalam rangka pemilihan teori yang dipandang tepat untuk landasan kerja penelitian.keunggulan teori yang dipilih sebagai landasan kerja penelitian menjadi tampak.juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahlu. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup.

2.Khusus dalam penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 55 . (5) teknik pengumpulan data.uraian tentang teori yang dipakai sebagai landasan penelitian diikuti uraian tentang kerangka berpikir dan rumusan hipotesis. butir (3) diganti dengan sumber data. Dalam penelitian kuantitatif jenis tertentu.prosedurnya sama:dimulai dari pengumpulan data.tetapi juga melandasi metode penelitian.yakni bab III.khususnya penelitian bahasa dan sastra.Kerangka berpikir menggambarkan pola hubungan logis antar variabel dalam pemecahan masalah yang diteliti.landasan teoretis tidak hanya melandasi identifikasi sasaran.sedangkan hipotesis menyatakan dugaan atau ramalan tentang hasil pemecahan masalah atas dasar kerangka berpikir. sampel .Akan tetapi. Dalam penelitian kualitatif.analisis data dapat dirancang. 4. (6) teknik pengolahan dan analisis data.dan teknik pengambilan sampel penelitian. Tentang metode penelitian terdapat perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Yang perlu diuraikan dalam penelitian kuantitatif adalah (1) jenis dan desain penelitian.Jadi. (3) populasi.3 Metode Penelitian Uraian tentang metode penelitian dimuat dalam bab tersendiri.butir (2) diganti dengan uraian tentang wujud data.dilanjutkan dengan pengolahan data.lalu dilakukan analisis data. (2) variabel penelitian yang dirumuskan secara operasional. (4) instrumen penelitian disertai penentuan validitas dan reliabitasnya.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 56 .dan seterusnya.tetapi tidak harus dalam satu bab.istilah.4 Hasil Penelitian Hasil penelitian dimuat dalam bab tersendiri. Bab inti ini memang berisi hasil penelitian beserta penjelasannya.bergantung kepada organisasi temuannya dalam pemecahan masalah.2.Akan tetapi.dan dari jumlah sampel itu diambil sampel berapa.atau disertai. Dalam uraian tentang metode penelitian itu tidak cukup hanya disebut istilah. Sebaliknya dalam uraian itu tidak perlu didefinisikan pengertian populasi. dan sebagainya seperti dalam pelajaran metodologi penelitian.Kalau dalam penelitian digunakan beberapa teknik pengumpulan atau analisis data. dan tuntas.linguistik dan penelitian sastra.Judul hendaknya dirumuskan sesuai dengan topik (judul) skripsi. tidak tidak berarti bahwa judul bab ini Hasil Penelitian dan Pembahasan.tesis.Prosedur pelaksanaan metode atau teknik itu perlu diterangkan.Jawaban atas masalah yang dirumuskan di bab pendahuluan harus diuraikan dengan jelas. Bisa dua bab atau lebih.butir (1) diganti dengan sasaran dan ancangan penelitian.misalnya digunakan teknik wawancara. 4.Yang diuraikan adalah populasinya siapa atau apa.kegunaannya masing-masing perlu diterangkan.Yang penting adalah semua masalah harus ada jawabannya.sampel.sistematis.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 57 .temuan (hasil) penelitian dan pembahasannya tidak dapat dipisahkan. Penyajian saran harus sejalan dan didasarkan pada simpulan atau temuan.tujuan.Bangunan sistem itu hanya bisa dipahami dalam keseluruhannya.Dalam penelitian kualitatif.masalah yang dikemukakan di bagian pendahuluan semuanya terjawab dan dengan jawaban itu semua tujuan telah tercapai.dan uraian tentang hasil penelitian.atau disertai.Dengan demikian.Kalau mungkain juga disertai jalan keluarnya.2.tesis.5 Penutup Bab penutup merupakan bab terakhir skripsi.Oleh karena itu.Isinya adalah simpulan dan saran.temuan (hasil) penelitian itu berupa sistem yang mungkin tersusun dari sub-subsistem. Pemisahan itu dimungkinkan dalam penelitian kuantitatif karena pemisahan temuan (hasil) penelitian dari penjelasannya tidak akan merusak organisasi substansi temuan (hasil) penelitian. 4.Saran hendaklah disertai dengan argumentasinya. Lagi pula uraian atau pembahasan masalah yang dilakukan secara panjang lebar dalam bab sebelumnya semuanya ada simpulannya.Temuan (hasil) penelitian kuantitatif yang dinyatakan dengan angka harus ditafsirkan dengan katakata.Dengan demikian. Penyajian simpulan hendaklah sejalan dengan penyajian masalah.bab ini bisa dibagi dua subbab.dan tafsiran itu perlu dijelaskan dan dibahas lebih lanjut.

Keberadaan daftar pustaka adalah wajib.Saran dapat bersifat praktis atau pragmatis. Judul tersebut dicetak tebal dengan huruf tegak.dapat juga bersifat teoretis. Jarak dengan teks di atasnya empat spasi. ditulis mulai dari pias kiri. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 58 . penjurus atau indeks (kalau ada).3 Bagian Akhir Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka. berukuran 12. tesis dan disertasi yang harus ditulis dalam daftar pustaka. Daftar pustaka ditulis sesuai dengan kaidah penulisan daftar pustaka. mengingat bahwa belum tentu semua masalah dapat dipecahkan secara tuntas dalam penelitian sekarang atau setelah selesainya penelitian sekarang ini timbul masalah lain yang terkait. dan takarir atau daftar kata kunci/istilah(kalau ada). artinya hanya pustaka yang dirujuk dalam teks skripsi. kapital semua. Daftar pustaka ditulis langsung setelah teks berakhir pada halaman baru dengan judul ”DAFTAR PUSTAKA”. Perlu pula diperhatikan kemutakhirannya dan diusahakan juga dari hasil-hasil penelitian dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik skripsi.Termasuk saran yang berharga adalah saran tentang perlunya dilakukan penelitian lanjutan. tesis dan disertasi. lampiran (kalau ada). 4.

dan sederhana. (9) catatan akhir. 5.1. (2) nama penulis dan lembaga asal. bab ini menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan penulisan (1) artikel hasil penelitian dan (2) artikel konseptual. (8) simpulan. (4) pendahuluan. (3) abstrak dan kata kunci. (6) hasil. Artikel hasil penelitian terdiri atas (1) judul. (5) metodologi. Untuk itu.1 Artikel Hasil Penelitian Artikel hasil penelitian ialah artikel ilmiah yang disajikan sebagai hasil penelitian lapangan yang yang dilandasi dengan kajian teoretis terhadap hasil penelitian terdahulu.Artikel ilmiah ialah karangan yang dihasilkan melalui proses penelitian lapangan atau pemikiran konseptual yang berlandaskan kajian kepustakaan dan diterbitkan di dalam jurnal ilmiah. lugas. dan dimuat di dalam jurnal agar dibaca oleh kalangan yang lebih luas.1 Judul Panduan Penulisan K arya Ilmiah 59 . dan (10) daftar rujukan. jelas. (7) bahasan. Arikel jenis ini dapat berdasarkan hasil penelitian kualitatif ataupun penelitian kuantitatif. Artikel hasil penelitian ditulis berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di lapangan dan dilaporkan kembali dalam bentuk yang lebih padat. Artikel konseptual ditulis berdasarkan pemikiran atau perenungan yang mendalam terhadap objek atau fenomena tertentu berlandaskan acuan kepada teori yang diperoleh melalui kajian pustaka (library research) untuk tujuan yang serupa dengan tujuan penulisan artikel hasil penelitian. 5.

yang ditulis tepat di baris setelah judul yang berbahasa Indonesia. tidak terlalu panjang. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. KENDALA SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN (Socio-Cultural Constraints in Developing Rural Comunities) 5.1.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. semua nama lembaga asal penulis harus dicantumkan sebagai Panduan Penulisan K arya Ilmiah 60 . semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. Namun.Judul (title) artikel hasil penelitian hendaknya informatif. Judul artikel hasil penelitian memuat variabel yang diteliti atau kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. Judul artikel yang berbahasa Indonesia diikuti dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris. yaitu antara 5 sampai dengan 15 kata. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. lengkap. B. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama.

Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut Panduan Penulisan K arya Ilmiah 61 .catatan kaki. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda bintang (*). Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. tujuan. Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris. prosedur penelitian (untuk penelitian kualitatif termasuk deskripsi tentang subjek yang diteliti).2 cm). Gagasan itu antara lain mencakupi masalah.3 Abstrak dan Kata Kunci Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1.1. dan ringkasan hasil penelitian sebagai tekanannya. Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 sampai dengan 5 buah. 5. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia. Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf.

5. Gagasan teoretis mengarahkan pembaca ke rumusan masalah yang dilengkapi dengan rencana pemecahannya dan rumusan tujuan. Sebab itu. bagian ini harus disertai dengan rujukan kepada berbagai sumber yang terpercaya. Gagasan teoretis harus disajikan secara ringkas.1. kajian pustaka dibutuhkan untuk mendukung penyampaian gagasan tadi. Karena pendahuluan memuat gagasan teoretis mengenai suatu perkara. Jumlah rujukan harus proporsional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak). Bagian ini menyajikan gagasan pokok yang paling sedikit terdiri atas empat bagian: (1) latar belakang penulisan artikel. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 62 . ditulis langsung setelah kata kunci. menentukan jenis dan jumlah sample. Keempat gagasan tersebut ditulis dalam bentuk paragraf yang memperlihatkan adanya koherensi antara gagasan satu dengan gagasan yang lain.ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet.4 Pendahuluan Pendahuluan tidak diberi judul. Aspek yang dibahas dapat mencakupi aspek histories.1. dan (4) sistematika artikel. landasan teori atau aspek lain. (2) masalah .5 Metodologi Metodologi diartikan sebagai kumpulan metode yang digunakan untuk membuat desain penelitian. (3) tujuan penelitian. padat. dan langsung mengenai masalah yang diteliti. 5.

sumber data. Penelitian yang mendasari penulisan artikel menggunakan alat dan bahan perlu dilengkapi dengan sajian tentang spesifikasi alat dan bahan. Dalam rangka penulisan artikel. bagian ini menyajikan cara pelaksanaan penelitian. Untuk penelitian kualitatif perlu ditambahkan uraian mengenai kehadiran peneliti. Materi pokok bagian metodologi adalah cara pengumpulan data. subjek penelitian. uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu disajikan di dalam artikel ilmiah. sedangkan spesifikasi bahan juga perlu diberikan karena penelitian ulang dapat berbeda dengan penelitian terdahulu apabila spesifikasi bahan yang digunakan berbeda. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa sub-bagian. rancangan penelitian (terutama jika digunakan raancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental).menarik data. Perlu pula disajikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian. dan mengolah atau menganalisis data. lokasi penelitian. instrumen pengumpul data. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 63 . pada dasarnya. keterangan tentang informan. Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat. Dengan perkataan lain. dan teknik analisis data. bagian ini antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel (atau subjek). cara menggali data penelitian. dan lama penelitian. atau pemilahan ke dalam sub-bagian. Bagian ini hanya memuat hal yang pokok saja. cara analisis data.

6 Hasil Hasil adalah bagian utama artikel ilmiah. Apabila hasil yang disajikan cukup panjang. apabila bagian ini pendek. jelas dan tidak mengganggu alur piker di dalam teks. sampel yang berlebihan. Dengan perkataan lain. Karena itu. Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan. dan sebagainya) tidak perlu disajikan. tabel yang panjang. Jika ke dalam sajiak disertakan tabel dan/atau grafik untuk memperjelas sajian verbal. proses analisis data (seperti perhitungan statistik. yang dimuat di dalam artikel hanya hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 64 . Hasil analisis boleh disajikan dengan tabel atau grafik asalkan dalam bentuk yang ringkas.5. Sebaliknya. Untuk artikel hasil penelitian kuantitatif. termasuk pembandingan antara koefisien yang ditemukan dalam analisis dengan koefisien dalam tabel statistik. Bagian ini menyajikan hasil analisis data yang dilaporkan secara bersih. penyajian bisa dilakukan dengan memilah bagian ini menjadi subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian.1. semua sajian bisa berupa gabungan pembahasan. bagian ini biasanya merupakan bagian terpanjang. keduanya harus diberi judul dengan komentar yang memadai walaupun komentar tersebut tidak harus dilakukan per tabel atau grafik.

7 Bahasan Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang saudah ada. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 65 . perbandingan dan sebagainya yang tersaji rinci dalam bentuk subtopik yang masing-masing berkaitan langsung dengan fokus penelitian. diskusi. jika dinyatakan bahwa penelitian bertujuan mengetahui perbedaan penggunaan antara satu strategi dan stgrategi lain dalam pembelajaran bahasa asing. bagian hasil memuat deskripsi. dalam bagian pembahasan perbedaan itu haruslah diuraikan secara rinci dengan bukti yang memadai. eksplanasi. dapat ditafsirkan bahwa strategi dapat berpengaruh besar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Misalnya ditemukan adanya hubungan antara strategi pembelajaran dan prestasi siswa. (3) mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan. harus hasil penelitian disimpulkan secara eksplisit. Misalnya. Tujuan bahasan: (1) memecahkan masalah penelitian atau menunjukkan pencapaian tujuan penelitian.Untuk artikel hasil penelitian kualitatif. sintesis. 5. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori yang ada. Untuk menunjukkan terjadinya pemecahan masalah atau pencapaian tujuan penelitian.1. analisis. (2) menafsirkan temuan dan menarik inferensi berdasarkan temuan itu.

sebagian atau seluruhnya. dan penelitian lanjutan. Untuk penelitian kualitatif. dikembangkan pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. Simpulan disajikan dalam bentuk deskripsi verbal. dengan teori yang sudah ada.Temuan diintegrasikan ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dengan jalan membandingkan temuan itu dengan temuan penelitian sebelumnya. 5. Saran bisa merujuk kepada tindakan praktis. teori yang lama bisa dikonfirmasi atau ditolak. kaitan antarkategori dan antardimensi. dan bukan dalam bentuk angka. dan posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya. pengembangan teoritis. Penolakan teori harus disertai dengan modifikasi atau rumusan teori baru. Simpulan dapat diikuti dengan saran yang disusun berdasarkan simpulan. Jika penelitian yang menjadi dasar penulisan artikel berupa telaah teori (penelitian dasar).8 Simpulan Simpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Simpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup. atau dengan kenyataan di lapangan. Pembandingan harus disertai rujukan yang sesuai. Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu.1. bagian ini dapat pula memuat gagasan peneliti. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 66 .

Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. Proses pemikiran itu didukung dengan rujukan kepada teori tertentu yang sudah dikemukakan pakar melalui karangannya dalam bahan rujukan tertentu. nama tokoh.2 Artikel Konseptual Artikel konseptual ialah artikel ilmiah yang dihasilkan oleh penulisnya melalui proses pemikiran yang mendalam terhadap suatu gejala yang muncul di dalam ranah ilmu tertentu. cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya. 5. tahun tertentu. Dengan demikian. catatan akhir dalam artikel ilmiah berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus.5. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas.1.1. Tata Tulis. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 67 . 5. simbol.9 Catatan Akhir Pada dasarnya. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6. nama lembaga.10 Daftar Rujukan Daftar rujukan (references) harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel ilmiah.

(7) catatan akhir. penulisan nama pengarang pada artikel konseptual dilakukan tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun.2.2. apabila penulis berasal dari lembaga yang berlainan. 5. pemilihan kata yang dipakai di dalam judul hendaknya dilakukan secara cermat. Judul artikel sebaiknya terdiri atas 5-15 kata. (3) abstrak dan kata kunci. (5) nas. pemilihan kata untuk judul perlu juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap daya tarik judul bagi pembaca. (6) penutup atau simpulan. Namun. dan (7) Daftar rujujukan. Di samping aspek ketepatannya. Apabila semua penulis berasal dari lembaga yang sama.1 Judul Judul dalam artikel konseptual berfungsi sebagai label yang mencerminkan secara tepat intisari yang terkandung dalam artikel. semua ditulis secara berurutan mulai dengan penulis utama. (4) pendahuluan. Nama lembaga tempat bekerja penulis dicantumkan sebagai catatan kaki di halaman pertama artikel. (2) nama penulis dan lembaga asal. Jika artikel ditulis oleh dua orang atau lebih. nama lembaga asal hanya ditulis sekali. Sebab itu.dapat dikatakan bahwa artikel konseptual merupakan laporan hasil pemikiran yang dilandasi oleh kajian kepustakaan. 5. Artikel konseptual terdiri atas (1) judul.2 Nama Penulis dan Lembaga Asal Seperti pada penulisan nama dan asal lembaga pada artikel hasil penelitian. semua nama Panduan Penulisan K arya Ilmiah 68 .

5. 2. Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang gagasan terpenting di dalam artikel.2. Dengan ketikan berspasi tunggal menggunakan format yang lebih sempit daripada teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk 1. Kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Abstrak diikuti dengan Kata Kunci (Key Words) yang merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah yang menggambarkan gagasa pokok artikel.3 Abstrak dan kata Kunci Untuk artikel hasil pemikiran konseptual. Gagasan itu antara lain mencakupi masalah.2 cm). Jumlah kata kunci dalam artikel ilmiah antara 3 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 69 . abstrak berisi ringkasan isi artikel yang dituangkan secara padat. sedangkan untuk artikel yang berbahasa Inggris dilengkapi dengan abstrak berbahasa Indonesia. Panjang abstrak antara 50 sampai dengan 75 kata dan ditulis dalam satu paragraf. tujuan. dan seterusnya dengan format supercscript. Abstrak untuk artikel jenis ini bukanlah komentar atau pengantar dari penyunting atau redaksi. 3. dan ringkasan hasil pemikiran sebagai tekanannya. mulai dengan lembaga asal penulis utama dengan penanda angka 1. Abstrak yang mendahului artikel berbahasa Indonesia hendaknya ditulis dalam bahasa inggris.lembaga asal penulis harus dicantumkan pada catatan kaki.

4 Pendahuluan Berbeda dengan isi pendahuluan di dalam artikel hasil penelitian. dan sebagainya. 5. (6) telaah terhadap teori tertentu dan kemungkinan replikasinya dalam kondisi dan situasi yang berlainan. isi bagian pendahuluan menguaraikan berbagai hal yang mampu menarik pembaca untuk mendalami bagian selanjutnya. bagian pendahuluan dalam artikel konseptual berisi uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas. (2) deskripsi. analisis.2.sampai dengan 5 buah.5 Nas Nas pada artikel konseptual sangat bervariasi. kelebihan. (5) kemungkinan penerapan suatu teori di dalam kelompok masyarakat tertentu. (3) strategi pengelolaan perkara tertentu. Kata ini diperlukan untuk penelusuran lebih lanjut ke dalam sistem informasi dan telekomunikasi menggunakan teknologi internet. Bagian ini dapat berupa (1) evaluasi terhadap teori yang ada. 5.2. dan kekurangannya. yang mencakupi ragam. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 70 . Sebab itu. (4) perbandingan antarteori untuk menjembatani kesenjangan di antaranya. dan diskusi tentang fenomena yang muncul dalam suatu komunitas. Selain itu. bagian pendahuluan hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat tentang hal pokok yang akan dibahas. eksplanasi. Bagian pendahuluan tidak perlu diberi judul.

tahun tertentu.2. lugas. Teks yang disusun dengan runtut. catatan akhir dalam artikel konseptual serupa dengan catatan akhir pada artikel ilmiah. Jika hendak ditampilkan. dan jelas akan mampu meyakinkan pembacanya untuk mengikuti alur piker yang hendah disampaikan oleh penulis kepada pembacanya.2. Pencantuman catatan akhir ini dilakukan dengan alasan bahwa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 71 . nama lembaga. padu. 5. penerapan teori. dan sebagainya yang termuat di dalam artikel. simbol.6 Penutup Istilah penutup digunakan sebagai judul bagian akhir artikel konseptual jika isinya hanya berupa catatan akhir atau yang sejenisnya. Beberapa artikal konseptual yang dilengkapi dengan saran.Walaupun nas jenis artikel ini tidak perlu dibagi menjadi sub-bagian. nama tokoh. Kebanyakan artikel konseptual membutuhkan simpulan. 5. Jika uraian pada bagian akhir berisi simpulan hasil pembahasan pada bagian sebelumnya. saran yang mencakupi aspek pengembangan ilmu. Catatan ini berupa keterangan tambahan yang diberikan kepada istilah khusus.7 Catatan Akhir Pada dasarnya. dan aspek lain dapat ditempatkan dalam bagian tersendiri. tiap paragraf harus disusun secara sistematis dengan memperhatikan koherensi antarbagiannya. perlu dimasukkan pada bagian kesimpulan.

cacatan tambahan dapat dianggap mengganggu tampilan nas pokok jika disisipkan ke dalamnya.2. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam nas.walaupun dibutuhkan dan dianggap penting. 5. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam nas harus disajikan dalam daftar rujukan. Tata cara penulisan daftar rujukan dapat dilihat pada Bab 6.8 Daftar Rujukan Seperti pada artikel hasil penelitian. Tata Tulis. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 72 . daftar rujukan (references) pada artikel konseptual harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam nas artikel.

BAGIAN III PANDUAN TATA TULIS KARYA ILMIAH Panduan Penulisan K arya Ilmiah 73 .

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 74 .

motto.B. prakata. bab ini membahas tata tulis bagian-bagian karya ilmiah dengan contoh utama dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebab dalam kedua bahasa itulah kebanyakan kara akan ditulis. persembahan. skripsi. skripsi. Pengantar Karya ilmiah yang berupa disertasi. tesis. Tata Tulis Karya Ilmiah Secara umum disertasi. halaman kosong. 1. daftar table dan daftar lain. skripsi. dan tugas akhir dibagi menjadi tiga bagian pokok. bahasa Indonesia. 1.1 Prawacana Prawacana terdiri atas judul. artikel ilmiah. Bagian tiga menyajikan tata cara pengutipan rujukan. yaitu (1) prawacana. dan tugas akhir. pengesahan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 75 . Akhirnya. atau bahasa asing lain. Untuk itu. tesis. bahasa Inggris. (2) nas. tesis. Bagian berikutnya membahas tata tulis artikel ilmiah dan makalah. pernyataan keaslian tulisan. abstrak. dan (3) bagian akhir. daftar isi. Bagian pertama membahas tata cara penulisan bagian-bagian disertasi. dan makalah (selanjutnya disebut karya ilmiah) dapat ditulis dalam bahasa daerah. bagian empat memuat tata tulis daftar pustaka. tugas akhir.

fakultas. serta tahun penulisan skripsi. (3) maksud penulisan skripsi. gunakan font 16 atau 18 cetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. dan universitas. dan (5) nama lembaga termasuk jurusan. Sebagai ancar-ancar. (2) Judul karya ilmiah Judul ditulis dengan huruf kapital yang besarnya diesuaikan dengan panjang judul.Judul Judul terdiri atas (1) logo institusi. METAPHORIC USES OF ENGLISH PARTICLES: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 76 . (1) Logo Logo yang dipasang pada halaman judul hendaknya logo institusi yang lazim dipasang pada kepala surat dan yang ukurannya disesuaikan dengan luas halaman judul. (2) judul skripsi. (4) nama dan nomor nomor induk mahasiswa.

kecuali nama gelar dan nama bahasa. Tesis disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau a final project submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Sarjana Pendidikan in English atau a thesis submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Magister Pendidikan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 77 .A STUDY OF PHRASAL VERBS FOUND IN J. Bunyi frase tersebut sebagai berikut. GRISHAM’S THE PELICAN BRIEF (3) Maksud Maksud penulisan skripsi berupa frase yang ditulis dengan huruf kecil.

(2) Gelar kesarjanaan dan program studi ditulis dengan awalan huruf kapital. yang didahului dengan preposisi oleh (by) di atasnya. Tidak dianjurkan: By: Name : Agus Ismangun NIM: 222000022 Panduan Penulisan K arya Ilmiah 78 . Salah Betul Betul Betul : sarjana pendidikan in english : Sarjana Pendidikan in English : Sarjana Sastra in English : Sarjana Pendidikan Program Studi Seni Rupa (4) Nama dan Nomor Induk Nama dan nomor induk mahasiswa ditulis dalam dua baris di tengah-tengah halaman judul.in English Perhatikan bahwa (1) Frase ini ditulis dengan huruf kecil dengan font 12 untuk jenis huruf Times New Roman.

Tidak dianjurkan:

Oleh: Agus Ismangun 222000022 Dianjurkan: by Agus Ismangun 222000022 atau oleh Agus Ismangun 222000022 (5) Nama Lembaga dan Tahun Penulisan Nama lembaga dan tahun penulisan ditulis dengan font 16 (atau 14) bercetak tebal untuk jenis huruf Times New Roman. Tahun penulisan tesis adalah tahun pada saat pengesahan tesis, yaitu setelah tesis tersebut diuji, diperbaiki, dan diperbanyak.
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

79

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009 atau
C.

D. ENGLISH DEPARTMENT FACULTY OF LANGUAGES AND ARTS SEMARANG STATE UNIVERSITY 2009 Halaman Kosong Halaman yang kosong dimaksudkan sebagai pelapis agar teks pada halaman berikutnya tidak tembus dan terlihat dari halaman judul. Pada buku yang berhak cipta, biasanya halaman ini digunakan sebagai halaman hak cipta, yaitu halaman yang memuat catatan hak cipta yang mencakupi tahun penulisan, nama penulis dan peringatan bagi pengguna buku kersebut. Misalnya,
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

80

Copyright c 2001 by Kate L. Turabian All rights reserved Akan tetapi, dalam skripsi mahasiswa tulisan seperti ini tidak dimunculkan. Pernyataan Keaslian Tulisan Pernyataan keaslian tulisan (declaration) berisi ungkapan penulis bahwa isi skripsi, tesis, atau disertasi yang ditulisnya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau pemikirannya sendiri. Pengambilalihan karya orang lain untuk diaku sebagai karya sendiri merupakan tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan ini. Contoh pernyataan keaslian tulisan dapat dilihat pada lampiran. Pengesahan Halaman Pengesahan (approval) adalah halaman tempat para penguji, pembimbing, dan panitia ujian skripsi, serta pejabat yang berwenang membubuhkan tanda tangan mereka sebagai tanda bahwa skripsi tersebut diakui kesahihannya. Halaman ini terdiri atas: (1) Pada bagian atas halaman dapat ditulis kata: PENGESAHAN (APPROVAL)
Panduan Penulisan K arya Ilmiah

81

(2) Pernyataan: This thesis has been approved by a team examiners on … (3) Nama penguji (examiner), pembimbing (supervisor), dan pejabat yang berwenang, yaitu Ketua Jurusan (Head of the English Department) dan Dekan Fakultas (Dean of FBS). Masing-masing disertai dengan nomor induk pegawai (NIP), dan tugas yang bersangkutan. (4) Apabila terjadi penugasan ganda, misalnya penguji dan pembimbing, keduanya ditulis dengan garis miring sebagai pemisahnya.
PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FBS UNNES pada tanggal 30 Agustus 2008. Panitia: Ketua Sekretaris

Gunoto, Ph.D 131281777

Prof. Dr. Marbun 131282888

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

82

Penguji

Penguji

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222 Penguji/Pembimbing I

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999 Penguji/Pembimbing II

Drs. Abd. Ali 130450111

Dr. Raja Ali haji 130222333

APPROVAL This thesis has been approved by a team of examiners on 30 October 2008 Examiner Examiner

Dr. Subchan, M.Ed. 130220222

Prof. Dr. Maskur, M.A. 130276999

Panduan Penulisan K arya Ilmiah

83

tengah. Teks dapat ditulis di bagian atas. Misalnya. Jika penulis menghendaki kemunculan halaman ini. Abd. persembahan hendaknya ditulis secara ringkas dan hanya menyebut nama(-nama) yang sangat penting saja.D 131281777 Prof. Raja Ali haji 130222333 Chairman Secretary Gunoto. Ph. atau bawah halaman baik di sebelah kiri atau kanan halaman tanpa puntuasi apa pun. Ali 130450111 Dr.Examiner/Adviser I Examiner/Adviser II Drs. Marbun 131282888 Persembahan Persembahan (dedication) bersifat manasuka. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 84 . Nama (nama) tersebut didahului dengan preposisi ‘To’. Dr.

and all of my former classmates. my mother. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 85 .Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan Tidak dianjurkan : To: Allan Murray : Dedicated to Allan Murray. tanpa cetak miring. Tidak dianjurkan : This thesis is dedicated to all people who love me including my late father. skripsi ini kupersembahkan untuk Ibu Lasmi dan Bapak Astro serta Dinda Sri Harjati. Jika penulis menghendaki penempatan motto seperti itu. garis bawah. Jika motto itu merupakan kutipan dari sumber yang signifikan. : Dengan penuh kasih. Penempatan motto pada skripsi bersifat manasuka. dan/atau tanda kutip. nama dan sumber kutipan dapat disertakan di dalam teks. : To Allan Murray Dianjurkan atau Untuk Sri Haryati atau Untuk Ayah. cetak tebal. hendaknya motto tersebut ditulis ringkas dengan jenis huruf yang sama dengan jenis yang digunakan di dalam nas skripsi. my fiance. dan Adik-Adik Motto Motto (epigraph) biasanya berupa frase atau kalimat pendek yang dikutip dari suatu sumber. Ibu.

dan pihak-pihak yang ikut mengambil bagian di dalam mendorong serta memberi motivasi kepada penulis sehingga laporan penelitian itu bisa terwujud.Misalnya. Misalnya. cakupan penelitian. rektor. : Ever onward no retreat (Bung Karno) atau Your expression is the most important thing you can wear (Sid Ascher) atau Man never made any material as resilient as the human spirit (Bern William) Prakata Prakata (Preface) atau Pengantar berisi penjelasan ringkas oleh penulis mengenai latar belakang penulisan skripsi. Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Tidak Dianjurkan Dianjurkan : Motto: Ever onward No Retreat : Moto: Ever onward No Retreat (Written by Bung Karno) : Bung Karno: Ever onward no retreat. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 86 . maksud penelitian. Prakata dapat pula mencakupi penyebutan nama yang baik langsung maupun tak langsung ikut terlibat di dalam penulisan itu.

nama universitas. Tahun lulus ditulis setelah nama. Seluruh bagian ini terdiri atas kurang lebih 400 kata yang ditulis di dalam dua atau tiga paragraf dengan spasi tunggal. nama tengah (jika ada) diakhiri titik. simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. diikuti dengan nama jurusan (tidak boleh disengkat). ditepi kiri dengan urutan : nama akhir diikuti koma. Kemudian dicantumkan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 87 . atau disertasi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma. ketua jurusan. dan (5) simpulan (conclusions). (2) masalah (problem) atau tujuan (purpose) dan lingkup (scope) kajian. dan pihak lain yang cukup signifikan untuk disebut di dalam prakata ini. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dari kata abstrak.dekan. diakhiri dengan titik. Penyebutan nama lazimnya diikuti dengan ucapan terima kasih dengan kadar yang sesuai dengan keterlibatan masing-masing. abstrak lazim memuat intisari laporan penelitian yang terdiri atas (1) latar (background). (4) hasil penelitian yang terpenting. Kata abstrak ditulis ditengah halaman dengan huruf kapital. dan diakhiri dengan titik. tesis. Judul dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertama dari setiap kata) dan diakhiri dengan titik. penguji. pembimbing. responden. dosen lain. nama fakultas. nama awal. Abstrak Pada dasarnya. (3) metodologi yang digunakan di dalam penelitian. Kata skripsi.

The main purpose of the study was to determine if higher frequency of high cognitive questions in NNS group classroom discussions had an effect on foreign language learning. E. Abstract This thesis is based on study which attempted to examine the use of high cognitive questions in nonnative student group classroom discussions.nama dosen pembimbing I dan II lengkap dengan gelar akademiknya. serta pembimbing III untuk disertasi. Two groups of non-native Spanish students and four non-native English teachers participated. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Teks di dalam abstrak diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) dan panjangnya tidak lebih dan dua halaman kertas ukuran kuarto. Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen pembimbing. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah. Misalnya. the other group was not provided Panduan Penulisan K arya Ilmiah 88 . One of the groups was trained in incorporating hign cognitive questions in studentstudent discussions.

After the training. dan halaman motto. promotes the kind of verbal interaction which facilitates comprehension and written production of the foreign language.with training. halaman persembahan. both groups listened to a narraive told by the non-native teacher. and thes summarized the story they had heard. F.. The quantity of verbal interaction was not different between the group. The higher achievement in the training group indicates that the use of high cognitive questions. Results indicated that the training group asked more high cognitive questions than the control group. Daftar Isi Daftar Isi (Table of Contents) berisi daftar semua bagian tesis kecuali halaman judul. tetapi keberadaannya tetap dihitung sehingga nomor halaman daftar isi mengikuti jumlah halaman yang ada sebelumnya.………… v Panduan Penulisan K arya Ilmiah 89 .. TABLE OF CONTENTS Page Preface ……………………………. demonstrated and adopted in NNS group classroom discussion. discussed it. but the understanding and written production of the foreign language was higher in the treatment group than in the control group.…………. halaman kosong atau halaman hak cipta. Halaman-halaman ini tidak diberi nomor halaman.

Abstract ………………………….. sub-bagian. INTRODUCTION 1. 1 1.….……………. vii List of Tables …………………………….………. 2...………….…………….………….…….……. 72 Perhatikan bahwa penomoran dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. 65 References ………………………………. 12 Etc.………. dan seterusnya ditulis rata kiri.2 Reasons for Choosing the Topic ……. (1) Nomor bagian..1 Background of the Study …………….. REVIEW OF THE RELATED LITERATURE 2..……………… xi Chapter 1. 4 Etc.….. 3.……….1 Review of the Previous Research ……….2.………….………… vi Table of Contents …………….. Metaphoric Process in Literature…...…....…………. METHODS OF INVESTIGATION Etc. ix List of Figures ……………………………. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 90 .…... sub-sub-bagian. 4. 8 2. Appendices …………………………………. x List of Abbreviation ……………………..……………….….

(4) Nomor hanya diberikan kepada bagian yang berupa frase. sub-sub-bagian ditulis tanpa titik akhir.1 Sub-sub-sub-bagian 1.3 Sub-bagian 1.2 Sub-bagian 1. (5) Pembagian bagian menjadi sub-bagian hanya dilakukan bila bagian itu terdiri atas sedikitnya dua sub-bagian.1 Sub-bagian 1.2 Sub-sub-bagian 1.3.3. BAGIAN 1.1 Sub-sub-bagian 1. (6) Lampiran disusun mendahului daftar pustaka dengan alasan: (1) bila diperlukan segera daftar pustaka lebih mudah ditemukan.2.1 Sub-sub-bagian 1.3.2. 1.(2) Titik akhir hanya muncul pada nomor bagian. (2) diasumsikan bahwa di dalam lampiran dimungkinkan adanya kutipan yang merujuk kepada sumber pustaka yang tentu saja disebut di dalam daftar pustaka.2.1.1.2 Sub-sub-sub-bagian 1.2 Sub-bagian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 91 .3 Sub-sub-bagian 1. (3) Sub-bagian.3.

Dst..2 Rank Order of Top Ten Specific Items .…. 55 4.. Daftar Tabel. Lema di dalam daftar ini diurutkan dengan penomoran dan judul tabel yang sesuai dengan nomor dan judul yang tertulis di dalam nas. 27 2...1 berarti tabel pertama yang terdapat di dalam bab 2. dan Daftar Lampiran Daftar table (List of Tables) berupa daftar yang berisi tabel-tabel yang terdapat di dalam nas tesis. Daftar Bagan.….…. Misalnya. LIST OF TABLES Table Page 2.…… 41 3. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 92 . Perhatikan bahwa angka pertama pada nomor tabel menunjukkan bab di tempat tabel yang bersangkutan tersaji. tabel bernomor 2. G.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ……………………………….1 Inverse Cummulative Normal Distribution . 59 Etc.1 Rank Order of General It………………….. 44 4.1 GPA of the First Year Students ………………...

atau diagram ditulis di bawah bagan. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 93 .1 GPA of the First Year Stude……………………. di dalam nas nomor dan judul bagan. 27 2. LIST OF FIGURES Figure Page 2.1 Etc Berbeda dengan daftar table. Misalnya. gambar. Tabel 2... H. Misalnya. 44 4. GPA of the First Year Students Daftar Bagan (List of Figures) ditulis dengan penomoran dan judul seperti penulisan daftar tabel.2 Number of Annual Dropouts during the 1990’s ………………………….1 Inverse Cummulative Normal Distribution .Perlu diingat bahwa di dalam nas karya tulis nomor dan judul tabel di tulis di atas tabel yang dirujuk. atau diagram yang dirujuk.…… 41 3.1.. gambar.….

I. Recall Protocols of ESL Students ……………. dan bernomor halaman. GPA of the First Year Stude Daftar Lampiranan (List of Appendixes) ditulis dengan penomoran dan judul seperti di dalam contoh berikut. Passage and Textbase …………. Perhatikan bahwa setiap butir lampiran bernomor.………. Etc. 67 2. berjudul..………. 69 4. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 94 . Overall and Geographical Page Subgroups with Each Other …………………….90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr East West North Figure 2.…. 68 3. ANOVA Comparison of Mean Responses to General Items..1. LIST OF APPENDICES Appendix 1.

A melambangkan Adjuct. Penulisan lema singkatan dan akronim dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. dan semacamnya tidak perlu dimasukkan ke dalam daftar ini... misalnya. (1) Lema diurutkan menurut abjad.Daftar Singkatan dan Akronim Daftar singkatan dan akronim (list of abbreviation and acronym) dimunculkan di dalam tesis bilamana tesis itu memuat sejumlah singkatan dan akronim yang masing-masing disebut berkali-kali di dalam nas. LIST OF ABBREVIATIONS AND ACRONYMS A Adjunct Adj Adv Anova DSA Adjective Adverb Analysis of Variance Directive Speech Act Panduan Penulisan K arya Ilmiah 95 .e. i. e. Sinmgkatan-singkatan yang berlaku umum seperti etc. (3) Singkatan dan/atau akronim yang dimasukkan ke dalam daftar ini hanya singkatan dan/atau akronim yang berkaitan erat dengan pokok penelitian. harus dilambang-kan dengan huruf selain A. Sebab itu Adjective.. yaitu Adj. Misalnya.g. (2) Setiap huruf atau nomor melambangkan satu hal saja. J.

(1) Judul bab ditulis dengan huruf kapital berukuran 16 cetak tebal. Judul bab ditulis pada halaman baru.2 Nas Nas suatu laporan penelitian terdiri atas judul bab dan bagian-bagiannya. Bagian ini didahului dengan huruf kapital dan setiap kelas kata (nomina. nas ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. 1. Misalnya.4 Tujuan Penelitian Panduan Penulisan K arya Ilmiah 96 . Misalnya. Huruf berukuran 14 dan dicetak tebal. ajektiva. verba. BAB 1 PENDAHULUAN (2) Judul bagian ditulis dengan huruf kecil. Secara umum. dan adverbia) didahului dengan huruf kapital.EH FA NP Ernest Hemingway a Farewell to Arms Noun Phrase 1.

1 American Tradition (4) Judul sub-sub-bagian ditulis dengan huruf miring.2.2. 2.2. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1.1 Tradisi Endo-Eropa Panduan Penulisan K arya Ilmiah 97 .2. Misalnya. Misalnya.1 Hatim and Mason’s Concept on Translation Dengan demikian.(3) Judul sub-bagian ditulis seperti judul bagian. dan bercetak tebal.1. 2. ukuran 12.1 Penelitian Terdahulu … (teks) 2. tetapi berukuran 12.1. judul bab dan bagian beserta sub-subnya dapat ditulis dengan rangkuman sebagai berikut.1 Hatim and Mason’s Concept (5) Judul sub-sub-sub-bagian (kalau masih ada) dicetak seperti subbagian tetapi dengan cetak biasa. 2. Misalnya.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 98 . (4) Teks yang berupa butir-butir pernyataan ditulis dengan ketentuan sebagai berikut.1 Tradisi Amerika pada Abad ke-20 … (teks) 2.1. tidak perlu dimenjorokkan ke kanan. Sub-bagian. Setiap paragraf harus berisi sejumlah kalimat. (2) Setiap bagian harus berupa frase yang ditulis tanpa diakhiri dengan tanda titik (. Latar Belakang Teoretis Perhatikan bahwa: (1) Setiap bagian beserta pecahannya ditulis mulai dengan ujung margin kiri.… (teks) 2. (3) Teks yang mengikuti setiap bagian dan pecahannya harus berupa paragraf.). misalnya.2.2.2 … Dsb.1.2 Tradisi Amerika … (teks) 2. yang sekurang-kurangnya terdiri atas delapan baris.1.1.1 Semantik Chomskian … (teks) 2.

Misalnya. (2) verba. … kelas kata terdiri atas (1) nomina.Jika pernyataan itu dimasukkan ke dalam paragraf. titik koma (. … kelas kata terdiri atas (1) nomina.) untuk kalimat.) bergantung pada panjang pendeknya pernyataan.) untuk kata. pernyataan itu diberi nomor bertanda kurung. (2) verba. (3) ajektiva. misalnya (1). Jika pernyataan berformat paragraf. dan (4) adverbia. (3) ajektiva. Setiap butir pernyataan diakhiri dengan tanda titik (. Misalnya. misalnya (1). dan antara pernyataan satu dengan lainnya diberi tanda koma (. atau koma (.) untuk frase. (4) adverbia … Panduan Penulisan K arya Ilmiah 99 . pernyataan itu ditulis berurutan dengan nomor bertanda kurung.) atau titik-koma (.

Lampiran Lampiran (appendices) merupakan bagian integral nas tetapi dipisahkan dari nas. (1) Apabila terdapat lebih dari satu lampiran. dan contoh data. bagian itu ditampilkan dalam bentuk lampiran. (2) Tiap lampiran diberi judul sesuai dengan isinya. Karena dianggap terlalu panjang sehingga dapat mengganggu tampilan nas. hitungan statistik.1. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 100 . Lampiran disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. masing-masing diberi nomor secara berurutan. Selain itu. grafik.3 Bagian Akhir Bagian akhir karya ilmiah sekurang-kurangnya terdiri atas lampiran dan daftar pustaka. dapat puila ditambahkan senarai (indeks) dan riwayat hidup penulis. gambar/diagram. Berikut disampaikan keempat komponen bagian akhir itu dengan urutan yang sesuai dengan urutan tampilan pada karya ilmiah. (3) Jika lampiran ditulis memanjang. Jenis lampiran antara lain tabel. kepala halaman berada di bagian dalam halaman laporan. rangkuman hasilo analisis. (4) Tiap halaman lampiran diberi nomor halaman dengan urutan meneruskan nomor halaman nas.

Senarai Senarai (index) berisi daftar kata kunci yang digunakan oleh peneliti dalam menyampaikan konsep penelitiannya. (6) Apabila penelitian menggunakan sumber data tertulis dalam jumlah besar. • Arikunto.(5) Walaupun pelaksanaan penelitian membutuhkan kelengkapan administrasi yang berupa surat. (2) Istilah utama ditulis dengan pengawalan huruf kapital • • • • Amoeba Pragmatics (3) Istilah pendukung ditulis dengan huruf kecil. S. kelengkapan administrasi seperti itu tidak perlu ditampilkan di dalam daftar lampiran. Butir senarai disajikan dengan tata tulis sebagai berikut. Di dalam daftar ini dapat pula disisipkan nama pengarang yang disebutkan di dalam nas karya ilmiah. lampiran hanya menyajikan contoh data yang jumlahnya proporsional terhadap nas tetapi tetap mencerminkan homogenitas data. 101 Panduan Penulisan K arya Ilmiah . (1) Lema (entry) diurutkan secara alfabetis. informasi skill (4) Nama pengarang ditulis dengan urutan nama keluarga atau nama akhir diikuti dengan singkatan nama pertama dan nama lain.

A. Toer. • • Amoeba 13 Toer. Perhatikan bahwa penghematan menghendaki agar nomor yang kembar hanya ditulis sekali. P. nomor halaman ditulis dengan membubuhkan tanda ( . • • Badai pasti Berlalu “Ngeh dalam kepustakaan Jawa” (6) Tiap lema diikuti dengan nomor halaman tempat lema tersebut berada di dalam nas.• • • McNamara.).A. L. 253 – 7. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 102 . J. 879 (7) Apabila lema muncul dalam dua halaman atau lebih secara berturut-turut. Halaman 367 sampai dengan 373 hanya ditulis 367 – 73. (5) Judul karangan ditulis mengikuti kelaziman dalam penulisan daftar pustaka. P. Turabian. J. • • • man to man marking 29 –31 Badai pasti Berlalu 367 – 73 Phillips.

Selama penulisan karya ilmiah pengarang menggunakan kamus. dan sebagainya. home theatre. 241 – 50. 73 Budaya Jawa 54. Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi semua bahan kepustakaan yang digunakan sebagai rujukan langsung dalam penulisan karya ilmiah.(8) Apabila. 301 Perhatikan bahwa nomor halaman ditulis mulai dengan yang paling 103 . program kompoter. bahan seperti ini tidak perlu disebutkan di dalam daftar pustaka. drama. artikel dalam kumpulan karangan. film. LCD. lema muncul dalam dua halaman atau lebih tetapi tidak berurutan. Namun. Daftar ini dapat mencakupi buku teks. penulisannya dilakukan dengan membubuhkan tanda koma. CD Rom. semua ini merupakan peranti penelitian. • • kecil. bagian ini disajikan di dalam bagian tersendiri dalam panduan ini. petikan dari situs internet. dan sebagainya. Karena banyak hal yang perlu dikemukakan. 77 – 8. Oleh sebab itu. dan bukan sumber rujukan. artikel majalah dan koran. buku metodologi penelitian. Panduan Penulisan K arya Ilmiah Arithmatics 67. dan peranti lain seperti laptop. artikel jurnal.

Pembuatan kutipan seperti ini didasari prinsip sebagai berikut. penghargaan. Misalnya. 2. pengalaman kerja. Vini Vidi Vici (2) Kutipan langsung dapat digunakan untuk mendokumentasi argumentasi yang tidak cukup disampaikan dalam bentuk catatan kaki. daftar karya ilmiah. prestasi kerja. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 104 .1 Kutipan Langsung Yang dimaksud dengan kutipan langsung ialah kutipan yang dibuat persis dengan sumbernya.Riwayat Hidup Riwayat hidup bersifat manasuka dan biasanya hanya ditampilkan di dalam disertasi atau tesis. Kutipan seperti ini biasanya menambah daya kepada karya ilmiah. Tata Tulis Pustaka Acuan 2. (1) Kutipan langsung hanya digunakan apabila perkataan atau ungkapan asli pengarang demikian padat. riwayat pendidikan. berbobot. Bagian ini dapat terdiri atas riwayat keluarga. dan meyakinkan.

kimia. Tata Cara Penulisan Kutipan Langsung Kutipan Pendek Yang dimaksud dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris apabila ditulis di dalam naskah karya ilmiah. (1) Gabungkan kutipan ke dalam kerangka kalimat atau paragraf. seperti rumus matematika. atau rumus ilmiah lain. (6) Pengutipan langsung dari bahan nonkomersial (tanpa hak cipta) dapat dilakukan tanpa izin pengarang. Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Misalnya.(3) Kutipan langsung dapat digunakan apabila peneliti hendak memberikan komentar atau membela/menolak/menganalisis gagasan yang disampaikan oleh pengarang. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 105 . (4) Tulis rujukan kutipan tersebut pada klausa pengantar atau di dalam tanda kurung. (4) Kutipan langsung dapat digunakan bilamana perubahan (melalui parafrase) dapat menyebabkan salah paham atau salah tafsir. (2) Gunakan tanda kutip ganda pada awal dan akhir kutipan. (3) Gunakan spasi spasi ganda. (5) Kutipan langusung dilakukan untuk mengutip rumus-rumus.

Elias-Olivares (1979: 437) states of a Chicago neighbourhood in East Austin. English is “used widely on the collocquial level. for example. so much so that it may not be wrong to claim that many Malaysians are no longer able to distinguish clearly between the formal and informal uses of the language.” atau This is what has been called “transitional competence” (Corder 1975: 57). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 106 . Texas: “to be a bilingual means precisely to be able to switch rapidly from one language tonthe other. atau In Malaysia.

possessing and thus using only one variey of the language for all occasions” (Wong 1982:17). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 107 . Kutipan seperti ini dapat ditulis dengan ketentuan sebagai berikut. Apabila sumber yang dikutip diperkirakan panjang. Gumperz and Hernandez (1971:112) suggest that “what seems like random alternation between two languages may be an expression of ambivalent feelings.” and that it occurs “whenever minority language groups come in close contact with majority language groups under conditions of rapid social change. sumber itu dapat dipotong dengan cara menyisipkan introductory clause. (1) Tulis kutipan itu di dalam paragraf tersendiri.” Kutipan Panjang Kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih. (2) Jangan gunakan tanda kutip.

atau Panduan Penulisan K arya Ilmiah 108 . Johnson makes some reference to this in quoting Alderson (1979:225): The fact that the writer’s overall meaning remains totally obscure doesn’t materially affect the use of this passage as a cloze test.(3) Gunakan spasi tunggal (4) Beri pengantar kepada kutipan itu seperlunya. which gives support to the argument that cloze tests focus on relatively low order language skills relating to ‘core proficiency’ rather than higher order skills like reading comprehension. The terminology used seems to be something of a problem here. (5) Tulis kutipan itu dengan ceruk lima spasi di sebelah kiri dan kanan margin. The “Intermediate Skills” as used in this article covers the same elements of “core proficiency as described by Anderson.

To penetrate beyond the verbal and nonverbal forms of the text to the underlying ideas. and to revise one’s previous conceptions (Lunzer and Gardner 1979:235) The research into this particular area seems to indicate that cloze can only reliably and validly assess … Elipsis Untuk menghindari kutipan yang terlalu panjang dimungkinkan untuk membuang sebagian dari sumber yang panjang itu.If one one described comprehension in the following terms one would probably come a step nearer to a more adequate definition. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 109 . to compare these with what one already knows and also the ideas with each other. Pengutipan seperti ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. to pick out what is essential and new.

(2) Elipsis dapat dilakukan pada bagian awal. atau akhir kutipan. In Panduan Penulisan K arya Ilmiah 110 .(1) Elipsis dilakukan dengan tanda tiga titik dengan spasi di kiri dan kanannya. On a passage from a novel. the thought is expressed that “… some very Indian uses of language. tengah. (3) Elipsis tidak boleh mengubah amanat apapun yang terdapat di dalam sumber kutipan. add to the quaint charm of the language.” atau … Vertical shifts involve the use or non-use of Creole-based forms. which one dares not call mistakes. horizontal shifts entail the use or non-use of so-called patois speech.

either case. Rosberg. Interpolasi Interpolasi ialah penjelasan atau pembetulan suatu kutipan yang diselipkan ke dalam teks. Interpolasi menuntut perubahan redaksional suatu kutipan langsung. Jenisjenis interpolasi yang lazim ialah (1) sic. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 111 . Perubahan itu ditempatkan di dalam tanda kurung persegi. and Hoy 1976:312). dan (3) penyisipan anteseden. so radically different as to seem a distinct language … completely unintelligible to the listening North American … It should not be assumed that patois style is relatively uniform … (Edwards. problems of intelligibility can be considerable. (2) komentar. Many mesolect speakers employ a patois that sometimes appears hardly related to its careful variant.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 112 . “If it is true that language and context are inextricably linked. come trailing clouds of context with it …” (Thomson 1996:10). (2) Interpolasi yang berupa komentar pendek dapat disisipkan di dalam suatu kutipan dengan maksud memperjelas suatu butir pernyataan. to a greater or lessen [sic] extent. Di dalam contoh di atas. Ini dimaksudkan sebagai catatan bahwa kesalahan yang terdapat di dalam kutipan itu tertulis sebagaimana sumber aslinya. penyisipan [sic] menunjukkan bahwa penulis menyadari bahwa kata “lessen” tereja salah. Kata itu mestinya tertulis “lesser”. Komentar ini ditulis di dalam tanda kurung persegi. any stretch og language should.(1) Tanda [sic] ditempatkan di belakang kutipan yang oleh penulis dianggap merupakan kesalahan.

Di dalam contoh ini. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 113 . sometimes called “The Grammar Expectancy Theory” [“grammar” here is used in the broad sense to include the syntax. kata “Grammar” yang dikutip dari Oller dijelaskan oleh pengutip dengan menuliskan penjelasan itu di dalam tanda kurung persegi. No other dramatist has rivaled his ability to portray characters with such liveliness and colour. sematics and appropriate use] has been proposed by Oller (1979) among others. (3) Anteseden disisipkan ke dalam kutipan langsung bilamana terdapat suatu pronomina di dalam kutipan itu yang tidak jelas perujukannya.A theory. He [William Shakespeare] was undoubtedly the greatest dramatist to date.

Kutipan Khusus Dalam hal tertentu. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 114 . dengan (1) kutipan di dalam kutipan. (1) Kutipan di dalam kutipan Jika di dalam suatu kutipan langsung terdapat kutipan pendek. dapat muncul masalah khusus yang berkaitan dengan penulisan kutipan. Mehrotra (1983:96) argues that “The usage of terms like ‘acrolect. antara lain. ‘ ‘mesolect.’ and ‘ basilect’ by sociolinguists implies that these terms have a real meaning when used in connection with particular language designations”. kutipan langsung ditulis di dalam tanda kutip ganda (“) sedangkan kutipan pendek di dalamnya ditulis di dalam tanda kutip tunggal (‘). (3) pengutipan pidato. (2) pengutipan puisi. Masalah itu berkaitan.

The order of major constituents (subject – object – verb) in the kernel sentence clearly marks it as Hindi. disisipkan ke dalam teks denggunakan tanda kutip ganda. not English. Shila. and the verb kara … are the only native items in the sentence. Moag (1982:227) writes: The following extreme [but not an atypical] example was overheard from a young female Fiji Indian sales clerk: “Shila account-book use kara. penulisannya mengikuti cara penulisan kutipan panjang. (2) Pengutipan Puisi Cara pengutipan puisi bergantung pada panjang pendeknya bagian puisi yang dikutip. I think” … The female name. Kutipan pendek yang terdapat di dalamnya ditulis di antara tanda kutip ganda. yang hanya terdiri atas sebaris atau kurang dari satu baris.Kutipan pendek. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 115 .Jika kutipan itu panjang.

dengan indent.It is easy to feel the mystique of the songs of Ireland through the sound of “thrust. Synge sensed the inevitability of death when he said. linnet. Kutipan yang terdiri atas dua sampai empat baris disisipkan ke dalam teks menggunakan tanda kutip pada awal dan akhir kutipan dan garis miring (/) antar baris. and wren”. Kutipan tersebut ditulis berspasi tunggal. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 116 . stare. dan berspasi ganda antar bait. “There’ll come a season when you’ll stretch / Black boards to cover me”. Kutipan yang terdiri atas lima baris atau lebih ditulis tanpa tanda kutip.

for if you saw a crew Of living idiots pressing round that new Oak coffin – they alive. If you’d stand close to hear them talk or pray While I’m let down in that steep bank of clay. And. No. (3) Pengutipan Pidato Pidato dapat dikutip secara langsung menggunakan cara seperti yang disebut di atas. I dead beneath That broad – you’d rave and rend them withj your teeth. you said. It was stated that “… in Australia.Something of this power can be felt in Synge’s “A Question” where he says: I asked if I got sick and died. a people once Panduan Penulisan K arya Ilmiah 117 . would you With my black funeral go walking too.

) 2.2 Kutipan tak Langsung Pengutipan tak langsung terkadang menimbulkan kecurigaan pembaca. Ini sering terjadi bilamana penulis ceroboh atau kurang cermat di dalam menuliskan rujukan kutipan itu. kemudian menyalin dan memasukkannya ke dalam nas tesis tanpa mengingat bahwa catatan itu berasal daru sumber yang berhak cipta. (2) Peneliti menggunakan buku yang mencakupi bidang pengetahuan yang persis sama dengan bidang yang sedang digelutinya.” (Bolkus in XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT) 1996. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 118 . Secara umum hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa: (1) Peneliti membuat catatan dari sumber tertentu.remote and distanced from the world have embraced the future by welcoming into our population five and a half million migrants and regugees in the 50 years since World War II.

Sumber: In grammar we can see the continuation. An example is the comparison of adjectives. In the first half of the present century. of the long-term historical trend in English from synthetic to analytic. from a system that relies on inflections to one that relies on word order and grammatical words. famousest. and shamefuller. Untuk menghindari tuduhan adanya pembajakan (plagiarism) di dalam penulisan tesis dan karya-karya ilmiah pada umumnya. At one time. adjectives of more Panduan Penulisan K arya Ilmiah 119 . perfecter. (4) Peneliti mengutip dari catatan-catatan yang dibuat selama perkuliahan tanpa menyadari bahwa catatan-catatan itu dikutip dari sumber tertentu. tetapi tidak menyebutkan sumber kutipan itu. lakukan langkah sebagai berikut. And in Early Modern English you meet forms like ancientest.(3) Peneliti mengambil intisari suatu sumber dan merumuskannya menggunakan perhataan sendiri. patienter. Where more and most are spreading at the expense of the endings –er and –est. in small ways. (5) Peneliti sengaja menggunakan tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. -er and –est were used muct more widely than today.

C. most famous) and some the other (commoner. commonest) … (Barber. p. some being compared one way (more famous. most notorious). Adjectives of two syllables varied. The English Language: a Historical Introduction.) Cara pengutipan tak langsung yang dapat dilakukan oleh penulis: (1) Pahami secara umum intisari teks sumber. 1993. (2) Sajikan fakta sebagaimana yang tertulis di dalam sumber itu dalam bentuk daftar: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 120 . kemudian buatlah rumusan baru yang berupa pandangan mengenai isi teks dari titik pandang lain: … with the change of time the expression of some comparatives and superlatives has changed. 274.than two syllables always had more and most (more notorious. Cambridge: CUP. while adjectives of one syllable normally had –er and –est.

most famour. ‘In Barber’s opinion …’ dan sebagainya. commonest (Barber 1993: 274).… Until recently.g. more beautiful. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative). richest. the basic rules were as follows: (1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative).g. a study of the forms used in Early Modern English through the present day indicates that a change has been in progress. By early 20th century the preferences were: Panduan Penulisan K arya Ilmiah 121 . (3) Gunakan frase seperti ‘according to Barber’. ‘Barber views that …’. e. e. (3) Disyllabic adjectives could take either form. most beautiful.g. richer. According to Barber (1993: 274). e.

Barber claims that the transition is now almost complete. 1994: 78 – 80) : (Grisham 1994: 78 – 80) Penulisan dua atau tiga nama adalah sebagai berikut. (3) Disyllabic adjectives could take either form. more beautiful.g. richest. 78 .1 Perujukan Kutipan Perujukan dilakukan dengan menyebutkan nama belakang atau keluarga pengarang. richer.g. tahun penerbitan.(1) Polysyllabic adjectives (more than two syllables): add more (comparative) and most (superlative). 3. e. Salah Salah Benar : John Grisham. (2) Monosyllabic adjectives: add –er (comparative) and –est (superlative). most beautiful. commonest. pp. e. Grisham.g. dan halaman bagian teks yang dirujuk.80 : (J. 1994. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 122 . e. Teknik Penulisan Daftar Pustaka 3. most famour.

1990: 78 – 80) Jika nama pengarang disebut oleh penulis sebagai bagian integral di dalam teks. and Anderson 1991: 78 – 80) Penulisan lebih dari tiga nama adalah sebagai berikut. nama-nama yang disebut sebagai rujukan kutipan ini harus dimunculkan di dalam Daftar Pustaka(Reference atau Bibliography) 3. 1990: 78 – 80) : (Hatim and Mason 1990: 78 – 80) atau (Hatim.. Hatim and I. 1990: 78 –80) : (Hatim et al. Al. dengan tahun penerbitan dan halaman bagian teks rujukan. Mason. Salah Benar : Acording to Hatim and Mason (1990: 1). di dalam tanda kurung. the world of translator is inhabited by an extraordinary number of dichotomies Selanjutnya. 1990: 78 – 80) : (B. nama itu harus langsung diikuti.Salah Salah Benar : (Basil Hatim and Ian Mason. Mason. Salah Salah Benar : (Hatim etc.2 Aturan Umum Tata Tulis Pustaka Acuan Panduan Penulisan K arya Ilmiah : Accor 123 . 1990: 78 – 80) : (Hatim et.

Mason Perhatikan bahwa di dalam pustaka acuan. Hatim. organisasi. Nama pertama ini hanya ditulis inisialnya. Turabian Basil Hatim dan Ian Mason Nama di dalam Pustaka Acuan McCrimmon. Ian menjadi I). McCrimmon Basil Hatim Kate L. departemen. M. Kate L.Pada dasarnya setiap lema di dalam pustaka acuan terdiri atas tiga bagian. Nama yang Sebenarnya James M. J. B. Nama Kate tidak disingkat untuk memudahkan identifikasi bahwa penulis ini berjenis kelamin perempuan. Turabian. (2) judul karangan. (1) Nama pengarang ditulis dengan cara: nama belakang atau nama keluarga mendahului nama pertama atau nama panggilan. Department of Education Optus The Committee of Poverty Alleviation Panduan Penulisan K arya Ilmiah 124 . yaitu (1) nama pengarang. nama badan itu ditempatkan sebagai nama pengarang. dan (3) fakta tentang penerbitannya. Hatim. komisi. and I. nama panggilan hanya ditulis inisialnya ( James menjadi J. B. (2) Jika sumber berupa karya suatu badan.

Hal yang sama berlaku pada nama majalah. Jika di dalam buku disebutkan beberapa tahun – misalnya 1990. Tahun terbitan di dalam buku C 1990 C 1990 Third Impression 1991 C 1990 New Edition 1995 Penulisan di dalam Pustaka Acuan 1990 1990 1995 (5) Judul karangan yang berbentuk buku ditulis dengan cetak miring. Misalnya Extra Work or Extra Payment. yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun yang terdahulu. jurnal. (4) Tahun penerbitan buku ditulis mengikuti nama pengarang. atau koran. Tips for Reading Intensively. Jika disebutkan beberapa tahun dan dilengkapi dengan keterangan bahwa buku yang dimaksud adalah buku edisi tertentu.(3) Jika di dalam karangan tidak ditemukan nama pengarangnya. 1993. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 125 . yang ditulis di dalam pustaka acuan adalah tahun ketika edisi terbit. 1995. perujukan dimulai dengan judul karangan.

nama penerbit dan tahun penerbitan. Toronto: Prentice-Hall Canada Inc. Cambridge: Cambridge University Press. Tempat penerbitan diikuti dengan nama penerbit.Nama Terbitan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Nama Pada Pustaka Acuan The Translator as Communicator Journal of Pragmnatics TARGET NEWSWEEK The Jakarta Post Perhatikan bahwa kata kunci pada judul-judul di atas (yang berupa nomina. (6) Fakta penerbitan terdiri atas tempat penerbitan. atau adverbia) diawali dengan huruf kapital. (7) Jika terdapat lebih dari satu nama penerbit. verba. London: Routledge. Di dalam buku London and New York Panduan Penulisan K arya Ilmiah Di dalam Pustaka Acuan London 126 . nama yang ditulis di dalam pustaka acuan hanya nama penerbit yang disebut pernama kali. sedangkan tahun penerbitan ditempatkan di belakang nama pengarang atau penyunting. ajektiva.

London. P. n. How to Do Things with Words.C. J. 1994.L. Oxford: Oxford University Press.d. New York. Toronto. New York: Warner (2) Buku oleh dua atau tiga pengarang Brown. J. 1987.3 Contoh Penulisan Lema Pustaka Acuan (1) Buku oleh satu pengarang Austin. Levinson. Grisham. 1962. London: Cambridge University Press.d. Tokyo. J. Schiffrin. Politeness: Some Universals in Language Usage. London: McMillan. Changing Time Changing Shapes. D. and Sydney New York. and Sydney London New York (8) Jika di dalam buku tidak ditemukan tahun penerbitannya. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 127 . (no date). The Pelican Brief. 3. dan S. 1994. Lyons. Massachusetts: Blackwell Publishers. Approaches to Discourse. pada pustaka acuan ditulis n.

J. Goody. Meaning and Translation: Philosophical and Linguistic Approaches. (5) Buku suntingan dua orang atau lebih Guenthner. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. van. The Pragmatics of Language and Literature.Hewson.). London: Duckworth. (4) Buku suntingan satu orang Coulthard. Guenthner-Reutter (eds). A. Interlingual and Intercultural Communication. 1976. (ed). Amsterdam: North Holland. E. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2nd ed. T. 1991. Redefining Translation: The Variational Approach. H. (ed). Martin. 1992. dan J. London dan New York: Routledge. 1978. 1986. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 128 . 1993.A. 1978. M. et al. 1999. Tubingen: Gunter Narr Verlag. N. Jakarta: Depdikbud RI. Blum-Kulka (eds). Dijk. Radford. (ed). F. dan M. House. Linguistics an Introduction. Cambridge: Cambridge University Press. et al. London: Routledge. (3) Buku oleh lebih dari tiga Pengarang Alwi. Advances in Spoken Discourse Analysis. Cambridge: Cambridge University Press. and S. L.

Holmes. Speech Act Theory and Pragmatics. Riedel Publishing Company. (9) Karangan (Essay) di dalam buku suntingan Panduan Penulisan K arya Ilmiah 129 . (7) Buku yang terdiri atas dua jilid atau lebih Vanderveken.. (8) Buku terjemahan Leech. Kate L. Prinsip-Prinsip Pragmatik. London: D. F. Searle.). Kiefer. London: Routledge. 1970.D. A Manual for Writers of Term Papers. Translated by Oka.S. Popovic (eds). 1982. Turabian. 1991. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. D. and Disertations (6th Ed. Translation Studies (Revised Ed. J.R. G. 1980. Cambridge: Cambridge University Press. Bierwisch (eds). The Hague: Mouton. Chicago: The University of Chicago Press. Meaning and Speech Acts Vol. 1996. dan seterusnya Bassnett-McGuire. 1: Principles of Language Use. (6) Buku edisi kedua.). and M. 1993. The Nature of Translation. dan A. M. S. F. 1990. ketiga. Theses. J.. de Haan.D.

Levinson. de Haan. House and S. Drinitrova. N.). dan S. New methods in translation research: new horizons in translation studies. Di dalam J. R. Francis. Encyclopedia Britanica. Brown. BlumKulka (eds. E. Sharwood.Coulthard (ed. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 130 . Goody (ed. pp. In E. Hlm. pp. M. dan S. A. M. Universals in language usage: Politeness phenomena. T. 1970. 37 – 49. Analysing everyday conversation. 463 – 471. Contrastive discourse analysis as a tool for the interpretation of shifts in translated texts. 1970.). Samuel Johnson.).. van den. In Concise Encyclopedia of Educational Linguistics. Syntax in second language acquisition. pp. FIT. 1978.A.Broeck. 56 – 311. In J. P.123 – 61. Smith.C.B. Hlm. Edited by Bernard Spolsky. 856 – 65.S. XV. Popovic (eds.1992. B. 11th ed. The concept “shift of expression” in translation analysis. 1999. Holmes. (10) Artikel di dalam Ensiklopedi Macauly. G. 1996. Hunston. Amsterdam: Elsevier.). 78 – 90. and A. pp. pp. Popovic. F. 1986.

18. 2005.Y. Novel nonfiksi dan kemungkinannya. Tempo. Acceptability and language specific preference in the distribution of information. Applied Linguistics. Doherty. M. Hlm. 14/2: 237 – 57. Indirectness and politeness in requests: same or different? Journal of Pragmatics. S. 1984. S. Gu. 1990. September. 11: 131 – 46. F. Suara Merdeka. Prasetyo. Intisari. Bahasa kita: Rusak bahasa. Journal of Pragmatics. dan E. rusaklah pemikiran. Manshur. (13) Kumpulan Artikel/Proceeding Seminar Panduan Penulisan K arya Ilmiah 131 . Olshtain. 9/1: 1 – 25.(11) Artikel di dalam jurnal atau majalah Ilmiah Blum-Kulka. 5/3: 196 – 213. 2005. Politeness phenomena in modern Chinese. S. Blum-Kulka. 2005. Requests and apologies: a cross-cultural study of speech act realization patterns (CCSARP). 64 – 5. (12) Artikel di dalam Koran dan Majalah: Basuki. 166 – 7. 1987. 18 Agustus. S. 28 Agustus. TARGET. Lokalisme sebagai Ekses. Hlm. Hlm. 1997.

Engagement: a necessary ingredient for participation in adult basic education. and Durant. 2. Available at Panduan Penulisan K arya Ilmiah 132 . XIV World Congress of the Federation Internationale des Traducteurs (FIT). Perbandingan Derajat Kesantunan antara Tindak Tutur Direktif di dalam Novel A Farewell to Arms Karya E. Y. The politeness rating of English and Indonesian directive types among Indonesian learners of English: Towards contrastive pragmatics. disertasi. (14) Tesis. A. 1999.FIT. Thesis Magister Humaniora Universitas Indonesia. 25-30 July. (2001). 1996. C. Melbourne: The Australian Institute of Interpreters and Translators. Disertasi Universitas Indonesia. Implikatur Percakapan sebagai Pengungkap Humor di dalam Wacana Humor Verbal Lisan Berbahasa Indonesia. Online. Hemingway dan Terjemahannya. 1998. dan karangan lain yang tidak diterbitkan secara komersial Gunarwan. 1993. Rustono. Kobe. M. Proceedings Vol. Mujiyanto. Japan. (14) Bahan yang dipetik dari situs internet Berbentuk buku Ziegler. Paper presented at The Fourth International Pragmatics Conference.

Linda.edu/teachers/departments/edld/conf/ critical. (NCSALL). S. Berbentuk artikel tak bertanggal Rocco. J.edst. Adult Learning and Literacy in Canada. Online www. Oxford: Blackwell Publishers.ubc.edu/ann_rev/vol2_6. T. htm [accessed 11/11/01] Berbentuk artikel di dalam buku Shohet.d) Critical reflection in practice: experiences of a novice teacher.htm [accessed 06/23/03] 3.gse. Available at http://ncsall. (n. How to Do Things with Words.www. (2001).L.html [accessed 03/15/00] Berbentuk artikel anonim dan tak bertanggal Self-Evaluation Kit.educ. Austin.ca/PROVINCE/SASK/SLM/selfeval/t oc. K. 2001.nald.ca/aerc/2001/2001ziegler. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 133 . harvard. In The Annual Review of Adult Learning and Literacy. 1962. Oxford dan New York: Oxford University Press. Natural Language Semantics. 2.bsu. Vol.html [accessed 9/23/03).4 Tata Urut Penulisan Pustaka Acuan Allan. Online at ww. Chapter 6.

E. A. Gunarwan.) Pp. New York: Hill and Wang. T.). Panduan Penulisan K arya Ilmiah 134 . (ed. Cambridge: Cambridge University Press. Pittsburgh dan London: University of Pittsburgh Press.R. Barthes. A. Eagleton. Goody. 1988.) 1978. dan C. Bressler. 1999. In J. Pp. In Other Words: A Coursebook on Translation.Baker. C. 1 – 36. dan M. Dingwaney. Questions and Politeness: Strategies in Social Interaction. M. London: Routledge. Maier (eds. Terjemahan dari Bahasa Perancis oleh R. New Jersey: Prentice Hall. Bierwisch. 1992. Minneapolis: The University of Minnesota Press. 1995. Readers’ subjective reactions to original poems and their translation: towards an assessment of dynamic equivalence. F.).). Literary Theory: An Introduction (2nd ed. Howard. 905 – 920.E. Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice (2nd ed. The Semiotic Challenge (Fine Ed.). Searle. 1980. Bierwisch (Ed. 1996. M. R. Semantic structure and illocutionary forse. 1996. Di dalam FIT. N. Between Languages and Cultures: Translation and CrossCultural Texts. Kiefer.

N. The relations between translation and material text transfer. A. P. Pp. Language and Context a Functional Linguistic Theory of Register.). G. Modern Literary Theory (3rd ed. TARGET.Halliday. Saeed. dan R. TARGET. The concept of equivalence and the object of translation studies. and Text. Hewson. dan P. 1995. Martin. London: Arnold. Short. Style in Fiction: A Linguistic Introduction to English Fictional Prose. H. Pym. London dan New York: Longman. Koller.K. dan J. Melbourne: Deakin University Press.H. London: Routledge. Pp. Redefining Textual Equivalence in Translation with Special Reference to IndonesianEnglish. 1996. L. (ed. 7. dan M. R. 171 – 89. Redefining Translation: The Variational Approach. Leckie-Tarry. 1991. J. Language. 1997. 1981.). W. Hasan. 1995. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 135 . Context. Machali. 1985. 1992. 4. London dan New York: Pinter. 191 – 222. M. Rice. Leech. Oxford dan Massachusetts: Blackwell.A. 1998. Jakarta: The Translation Center.I. Semantics. Waugh.

Simpson. 1979. Panduan Penulisan K arya Ilmiah 136 . R. Pp. 137 – 51. Language through Literature. 8. P. Language in Society. The classification of illocutionary acts.Searle. J. 1997. London dan New York: Routledge.

Panduan Penulisan K arya Ilmiah 137 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful