P. 1
Periode Kritis Dan Penguasaan Sarana Tumbuh

Periode Kritis Dan Penguasaan Sarana Tumbuh

|Views: 5,287|Likes:
Published by Andrixinata B

More info:

Published by: Andrixinata B on Apr 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

Umumnya, gulma memiliki metode dominasi ruang hidup yang berbeda.

Hal ini berkaitan dengan kemampuan gulma dalam mendominisasi lahan.

Kaitannya dengan pertanaman kedelai, beberapa jenis gulma tertentu merupakan

pesaing tanaman kedelai dalam mendapatkan air, hara dan cahaya. Gulma-gulma

ini mampu menekan pertumbuhan kedelai dan menurunkan hasil produksi.

Menurut Laumonier et al, 1986 dalam Fadhly, et al, (2004), Di Indonesia terdapat

140 jenis gulma berdaun lebar, 36 jenis gulma rerumputan, dan 51 jenis gulma

teki.

Sementara itu, jenis gulma tertentu merupakan pesaing tanaman kedelai

dalam mendapatkan air, hara dan cahaya. Di Indonesia terdapat 140 jenis gulma

11

berdaun terjadi cekaman air dan hara, atau gulma tumbuh pesat dan menaungi

tanaman (Lafitte, 1994 dalam Fadhly, et al, 2004). Beberapa jenis gulma mampu

tumbuh lebih cepat dan lebih tinggi selama stadia pertumbuhan awal kedelai,

sehingga tanaman kedelai kekurangan cahaya untuk fotosintesis. Gulma yang

melilit dan memanjat tanaman kedelai dapat menaungi dan menghalangi cahaya

pada permukaan daun sehingga proses fotosintesis terhambat yang pada akhirnya

menurunkan hasil (Fadhly, et al. 2004).

Dibanyak daerah penanaman kedelai, air merupakan faktor pembatas.

Kekeringan yang terjadi pada stadia awal pertumbuhan vegetatif dapat

mengakibatkan kematian tanaman. Kehadiran gulma pada stadia ini memperburuk

kondisi cekaman air selama periode kritis, dua minggu sebelum dan sesudah

pembungaan. Pada saat itu tanaman rentan terhadap persaingan dengnan gulma

(Violic, 2000 dalam Fadhly, et al. 2004).

Gulma merupakan pesaing bagi tanaman dalam memperoleh hara. Gulma

dapat menyerap nitrogen dan fosfor hingga dua kali, dan kalium hingga tiga kali

daya serap tanaman kedelai. Pemupukan merangksang vigor gulma sehingga

meningkatkan daya saingnya. Nitrogen merupakan hara utaman yang menjadi

kurang tersedia bagi tanaman kedelai karena persaingan dengan gulma. Tanaman

yang kekurangan hara nitrogen mudah diketahui melalui warna daun yang pucat.

Interaksi positif penyiangan dan pemberian nitrogen umumnya teramati pada

pertanaman kedelai, dimana waktu pengendalian gulma yang tepat dapat

mengoptimalkan penggunaan nitrogen dan hara serta menghemat penggunaan

pupuk (Violic, 2000 dalam Fadhlt, 2004).

Pembagian kelompok-kelompok gulma diperlukan untuk memudahkan

pengendalian. Dalam hal ini, pengelompokan dapat dilakukan berdasarkan daur

hidup, habitat, ekologi, klasifikasi amsonomi, dan tanggapan terhadap herbisida.

Bedasar daur hidup dikenal gulma setahun (annual) yang hidupnya kurang dari

setahun dan gulma tahunan (parennial) yang siklus hidupnya lebih dari satu

tahun. Berdasarkan habitatnya dikenal juga gulma daratan (terrestrial) dan gulma

air (aquatic) yan terbagi lagi atas gulma mengapung (floating), gulma tenggelam

12

(submergent), dan gulma sebagian mengapung dan sebagian tenggelam

(emergent).

Berdasarkan ekologi dikenal gulma sawah, gulma lahan kering, gulma

perkebunan, dan gulma rawa atau waduk. Berdasarkan klasifikasi taksonomi

dikenal gulma monokotil, gulma dikotil, dan gulma paku-pakuan . Berdasarkan

tanggapan terhadap herbisida, gulma dikelompokkan atas gulma berdaun lebar

(abroad leaves), gulma rerumputan (grasses), dan gulma teki (sedges).

Pengelompokan yang terakhir ini banyak digunakan dalam pengendalian secara

kimiawi dengan menggunakan herbisida (Fadhly, et al, 2004). Oleh sebeb itu,

dalam proses pengendalian gulma diperlukan paham-paham tentang gulma itu

sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->