P. 1
Periode Kritis Dan Penguasaan Sarana Tumbuh

Periode Kritis Dan Penguasaan Sarana Tumbuh

|Views: 5,280|Likes:
Published by Andrixinata B

More info:

Published by: Andrixinata B on Apr 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

Pada umumnya petani tradisional mengendalikan gulma dengan

pengolahan tanah konvensional dan penyiangan dengan tangan atau manual.

Pengolahan tanah konvensional dilakukan dengan membajak, menyisir dan

meratakan tanah, menggunakan tenaga ternak dan mesin. Untuk menghemat

biaya, pada pertanaman kedua petani tidak megolah tanah sama sekali. Lahan

13

disiapkan dengan mematikan gulma menggunakan herbisida. Pada uasahatani

kedelai yang menerapkan sistem olah tanah konservasi, pengolahan tanah banyak

dikurangi, atau bahkan dihilangkan sama sekali. Pada tanah Podzolik Merah

kuning (PMK) Lampung, hasil kedelai tanpa olah tanah masih tetap tinggi hingga

musin tanah ke-10 (Utomo, 1997 dalam Fadhly, 2004 ).

Menurut Sukman dan Yakub (1991) dalam Eprim (2006) gulma juga dapat

bersaing dengan tanaman dengan cara mengeluarkan senyawa allelopati yang

bersifat toksik ke sekitarnya dan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan

tanaman di sekitarnya. Senyawa toksik ini dapat menyebabkan gangguan

pertumbuahan tanaman di sekitarnya. Senyawa toksik ini dapat menyebabkan

gangguan pertumbuhan dan biji, abnormalitas kecambah, terhambatnya

pertumbuhan memanjang akar, dan perubahan sel-sel akar tanaman. Senyawa ±

senyawa allelopati ini dapat ditemukan di setiap organ tumbuhan antara lain pada

daun, batang, akar, rhizom, serta bagian-bagian tumbuhan ya ng membusuk.

Menurut Guntoro et al. (2003) dalam Eprim (2006) ekstrak bahan kering gulma

Borreria alata, Ageratum conyzoides, dan Cyperus rotundus cenderung

menghambat pertumbuhan dan produksi kedelai dimana peningkatan konsentrasi

ekstrak gulma tersebut cenderung meningkatkan pengaruh penghambatan

terhadap seluruh pertumbuhan dan produksi kedelai.

Gulma yang berkecambah bersamaan dengan tanaman kedelai

menyebabkan kehilangan panen yang lebih besar daripada gulma yang

berkecambah setelah tanaman budidaya berkembang. Hal ini disebabkan gulma

memiliki kecepatan pertumbuhan yang jauh lebih besar dibanding tanaman

kedelai. Kemampuan tanaman kedelai bersaing dengan gulma ditentukan oleh

spesies gulma, kepadatan gulma, dan saat dan lama persaingan, cara budidaya dan

varietas tanaman, serta tingkat kesuburan tanah. Perbedaan spesies akan

menentukan kemampuan bersaing karena perbedaan sistem fotosintesis, kondisi

perakaran dan kedaan morfologinya. Spesies gulma yang tumbuh cepat, berhabitat

besar dan memiliki metabolisme efisien akan menjadi gulma berbahaya. Spesies

yang memiliki metabolisme efisien akan menjadi gulma berbahaya. Spesies yang

memiliki metabolisme efisien adalah tumbuhan berjalur fotosintesis C4 dimana

14

salah satunya adalah gulma Imperata cylindrica dari famili graminae (Sukman

dan Yakub, 1995 dalam Eprim, 2006).

Kerugian atau kehilangan hasil panen akibat kompetisi dengan gulma

dapat dikurangi sampai kurang dari 5% dengan cara melakukan pengendalian

gulma yang tepat selama periode kritis. Gulma yang tumbuh selanjutnya tidak

akan memiliki dampak serius lagi terhadap hasil panen dan memiliki kemampuan

produksi bebih gulma yang rendah (Omafra, 2002 dalam Eprim, 2006).

15

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

Tabel 1. Tabel tinggi tanaman

Perlakuan

2MST

4MST

6MST

BG 0-2 MST 9,5775 16,37 25,9375 8MST 10MST

BG 0-4 MST 8,055

14,35

31,055

32,66

38,31

BG 0-6 MST 10,6875 18,4025 26,9275 36,775 41,2125

BG 0-8 MST 13,03 20,0675 28,16

40,355 37,405

BG 0-10 MST 11,905 23,15 32,36111 35,7775 42,405

BG 0-12 MST 27,7675 15,625 25,0125 36,6325 41,14194

G 0-2 MST 10,335 16,56

25,605

33,03

35,31

G 0-4 MST 10,325 15,7125 29,25

31,225

35,89

G 0-6 MST 11,3875 16,58

27,88 33,0275 34,17

G 0-8 MST 12,905 16,415 27,9175 35,3325 35,72

G 0-10 MST 11,7325 17,3025 26,78

34,875

38,25

G 0-12 MST 11,0425 17,9725 26,58 32,0375 34,48

Grafik 1. Rata-rata tinggi tanaman contoh

0

5

10

15

20

25

30

35

40

45

2MST

4MST

6MST

8MST

10MST

BG 0-2 MST

BG 0-4 MST

BG 0-6 MST

BG 0-8 MST

BG 0-10 MST

BG 0-12 MST

G 0-2 MST

G 0-4 MST

G 0-6 MST

G 0-8 MST

G 0-10 MST

G 0-12 MST

16

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->