MATEMATIKA EKONOMI

Dalam suatu perekonomian, hubungan antara variable-variabel ekonomi yang satu dengan lainnya sangat komplek. Untuk memudahkan hubungan antar variable ini, maka cara yang terbaik adalah memilih sekian banyak variable ekonomi yang sesuai dengan permasalahan ekonomi, kemudian menghubungkannya sedemikian rupa sehingga bentuk hubungan antar variabel ekonomi menjadi sederhana dan relevan dengan keadaan ekonomi yang ada. Penyederhanakan hubungan antar variabel ini disebut model ekonomi. Model ekonomi ini dapat berbentuk model matematika. Model ekonomi berbentuk model matematika ini terdiri dari sejumlah variabel, konstanta, koefisien, dan/atau parameter.

A. VARIABEL, KONSTANTA, KOEFISIEN, DAN PARAMETER
Variabel adalah sesuatu yang nilainya dapat berubah-ubah dalam suatu masalah tertentu. Variabel dilambangkan dengan huruf. Variabel dalam model ekonomi terdiri dari dua jenis: a. variabel endogen b. variabel eksogen. Variabel endogen adalah suatu variabel yang nilai penyelesaiannya diperoleh dari dalam model. Variabel eksogen adalah suatu variabel yang nilai-nilainya diperoleh dari luar model, atau sudah ditentukan berdasarkan data yang ada. Untuk membedakannya penulisan variabel endogen tidak diberi simbol subscript 0, tetapi untuk variabel eksogen diberi simbol subscript 0.

Konstanta adalah suatu bilangan nyata yang nilainya tidak berubah-ubah dalam suatu model tertentu. Koefisien adalah angka pengali konstan terhadap variabelnya. Parameter didefinisikan sebagai suatu nilai tertentu dalam suatu masalah tertentu dan mungkin akan menjadi nilai yang lain pada suatu masalah lainnya. B. PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Model-model matematika sering mencakup satu pernyataan atau sekelompok pernyataan (statement) yang meliputi berbagai simbol dari variabel-variabel dan konstanta-konstanta. Pernyataan-pernyataan dalam bentuk matematika dianggap sebagai lambang (expresions). Jika suatu lambang mempunyai bagian-bagian yang dipisahkan tanda positif dan/atau negatif, maka bagian-bagian ini secara individu disebut suku (terms). Faktor-faktor sering disajikan dalam setiap suku. Suatu faktor adalah satu dari pengali-pengali yang dipisahkan dalam suatu hasil kali.

Persamaan adalah suatu pernyataan bahwa dua lambang adalah sama, sedangkan pertidaksamaan adalah suatu pernyataan yang menyatakan bahwa dua lambang adalah tidak sama. Persamaan disimbolkan dengan tanda = (sama dengan), sedangkan pertidaksamaan disimbolkan dengan tanda < (lebih kecil dari) atau > (lebih besar dari).

C. SISTEM BILANGAN
BILANGAN

NYATA

KHAYAL

IRASIONAL

RASIONAL

BULAT

PECAHAN

Bilangan nyata adalah bilangan yang mengandung salah satu sifat yaitu positif atau negatif, dan tidak kedua-duanya. Bilangan khayal adalah bilangan yang berupa akar pangkat genap dari suatu bilangan negatif, sehingga tidak jelas sifatnya, apakah positif ataukah negatif. (misal: (-4) = ±2). Bilangan rasional adalah hasil bagi antara dua, yang berupa bilangan bulat atau berupa pecahan dengan desimal terbatas, atau desimal berulang. (misal: 2; ½; 0,857142857142). Bilangan irrasional adalah hasil bagi antara dua bilangan, berupa bilangan pecahan dengan desimal tak terbatas dan tak berulang, termasuk bilangan p dan bilangan e=2,718281828459... (misal: 0,1492525393993999.....). Bilangan bulat mencakup semua bilangan bulat positif, negatif dan nol. Bilangan pecahan adalah bilangan yang terletak di antara bilangan di antara bilangan bulat baik bilangan positif maupun negatif (hanya desimal berakhir dan berulang).

Perkalian 4. 2. x 0 = 1 . Pemangkatan 6. yaitu : 1. 3. 4. Pengurangan 3. PANGKAT Kaidah pemangkatan 1. Bilangan asli 3. 5. Pemfaktoran D. Bilangan prima OPERASI BILANGAN 1.Selain penggolongan di atas terdapat tiga jenis pembagian dalam bilangan bulat. Pembagian 5. Penjumlahan 2. Bilangan cacah 2. bila (x x1=x 0X = 0 x a = 1/xa xa/b = b xa 0) .

b b x=x a (1/b) (a/b) b x =x 3. (x a)b = xab KAIDAH PERKALIAN BILANGAN BERPANGKAT x a × x b = x a+b x a × y a = (xy)a KAIDAH PEMBAGIAN BILANGAN BERPANGKAT x a ÷ xb = xa-b xa ÷ ya = ( x/y )a AKAR Kaidah Pengakaran Bilangan 1. ( x/y )a = x a/y a 7.6. b (x / y) = b x / y . 2.

Kaidah Penjumlahan (Pengurangan) Bilangan Akar 1. 5     Kaidah Perkalian Bilangan Berakar 1. dimana x adalah basis dan a adalah pangkat. b c x = bc x Kaidah Pembagian Bilangan Berakar 1. Basis logaritma yang paling lazim digunakan karena pertimbangan praktis dalam perhitungan adalah bilangan 10. xa = m a = xLog m. . b x / b y = b (x/y) LOGARITMA Logaritma dari suatu bilangan ialah pangkat yang harus dikenakan pada (memenuhi) bilangan pokok logaritma untuk memperoleh bilangan tersebut. b x × b y = b (xy) a a 2.

xLog x = 1 2.Kaidah kaidah Logaritma 1. xLog (m/n) = xlog m xLog n m 8. x x Log m = m 6. Pemfaktoran ini adalah suatu teknik yang digunakan untuk menyederhanakan pernyataan-pernyataan matematika dan pemecahan masalah lainnya dalam operasi matematika. 5. xLog mn = xLog m + xLog n 7. xLog xa = a xLog ma = a xLog m 4. . Proses pemfaktoran dimulai dengan cara mencari nilainilai bersama pada suatu pernyataan matematika kemudian menuliskannya kembali sebagai suatu hasil kali dari faktor-faktornya. PEMFAKTORAN Suatu faktor adalah satu di antara pengali-pengali yang terpisah dalam suatu hasil kali. xLog 1 = 0 3. 10Log x = x A. xLog m × Log x = 1 9.

Misal: 1. y = x2 25 = ( x . 2y3 3xy2 + 4y = y( 2y2 3xy + 4 ) 3.4 )( x . ( 1/x 3) × (x2/3x ) .5 )( x + 5 ) 4. ( x4) (x½) (x-3) b. Sederhanakanlah pernyataan matematika berikut ini: a.5 ) Latihan: 1. y = x2 9x + 20 = ( x . ab + ac = a( b + c ) 2.

Variabel dan koefisien senantiasa terdapat dalam setiap fungsi. Fungsi dalam matematika menyatakan suatu hubungan formal di antara dua himpunan data. A. dilambangkan dengan huruf-huruf latin.FUNGSI Penerapan fungsi dalam ekonomi dan bisnis merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk dipelajari. Berdasarkan kedudukan atau sifatnya. di dalam setiap fungsi terdapat dua macam variabel yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Jika himpunan data tersebut adalah variabel. karena model-model ekonomi yang berbentuk matematika biasanya dinyatakan dengan fungsi. Variabel adalah unsur pembentuk fungsi yang mencerminkan atau mewakili faktor (data) tertentu. . dan konstanta. FUNGSI Fungsi adalah suatu bentuk hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan (hubungan fungsional) antara satu variabel dengan variabel lain. maka fungsi dapat dikatakan sebagai hubungan antara dua variabel. koefisien. Sebuah fungsi dibentuk oleh beberapa unsur yaitu: variabel.

y = bx + a y : variabel terikat x : variabel bebas b : koefisien variabel x a : konstanta Sedangkan notasi sebuah fungsi secara umum adalah: y = f(x) . Konstanta adalah bilangan atau angka yang (kadang-kadang) turut membentuk sebuah fungsi tetapi berdiri sendiri sebagai bilangan (tidak terkait pada suatu variabel tertentu).Variabel bebas adalah variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel lain. sedangkan variabel terikat adalah variabel yang nilainya tergantung pada variabel lain. Koefisien adalah bilangan atau angka yang terkait pada dan terletak di depan suatu variabel dalam sebuah fungsi.

SISTEM KOORDINAT CARTESIUS Setiap fungsi dapat disajikan secara grafik pada bidang sepasang sumbu silang (sistem koordinat). Gambar dari sebuah fungsi dapat dihasilkan dengan cara menghitung koordinat titik-titik yang memenuhi persamaannya. dan kemudian memindahkan pasangan-pasangan titik tersebut ke sistem sumbu silang.B. Dalam menggambarkan suatu fungsi meletakkan variabel bebas pada sumbu horizontal (absis) dan variabel terikat pada sumbu vertikal (ordinat). Misal: y = 3 + 2x x y 1 5 2 7 3 9 4 11 12 10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 .

f(3). f(0). Fungsi kubik : y = ax3 + bx2 + cx + d Latihan 1. Fungsi linier : y = a + bx 2. Fungsi kuadrat : y = ax2 + bx + c 3. tentukan: f(-2). Jika diketahui f(x) = x2 2x + 3.Jenis-jenis fungsi aljabar antara lain: 1. dan f(8) . f(4).

Kemiringan juga disebut gradien yang dilambangkan dengan huruf m. Penggal a mencerminkan nilai y pada kedudukan x = 0.FUNGSI LINIER Fungsi linier adalah fungsi yang paling sederhana karena hanya mempunyai satu variabel bebas dan berpangkat satu pada variabel bebas tersebut. Kemiringan (slope) dari fungsi linier adalah sama dengan perubahan variabel terikat x dibagi dengan perubahan dalam variabel bebas y. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien b pada persamaan y = a + bx. Atau sering dinyatakan dalam bentuk implisit berikut: Ax + By + C = 0 A. KEMIRINGAN DAN PENGGAL GARIS Sesuai dengan namanya fungsi linier jika digambarkan pada koordinat cartesius akan berbentuk garis lurus (linier). . Sedangkan a adalah penggal garis pada sumbu vertikal (sumbu y). Koefisien ini untuk mengukur perubahan nilai variabel terikat y sebagai akibat dari perubahan variabel bebas x sebesar satu unit. Kemiringan pada setiap titik yang terletak pada garis lurus tersebut adalah sama. dimana a adalah konstanta dan b adalah koefisien (b 0). sehingga sering disebut sebagai fungsi berderajad satu. Bentuk umum persamaan linier adalah: y = a + bx.

a.Jadi : Kemiringan = m = y / x = (y2 y1) / (x2 . Kemiringan negatip c. Kemiringan positip b. Kemiringan tak tentu . kemiringannya adalah 2. Kemiringan nol d.x1) Sebagai contoh y = 15 2x. Ini berarti bahwa untuk setiap kenaikkan satu unit variabel x akan menurunkan 2 unit variabel y.

y1) dan (x2. MENENTUKAN PERSAMAAN GARIS Sebuah persamaan linier dapat dibentuk melalui beberapa macam cara.5). maka rumus persamaan liniernya adalah: (y .x1) (x2 . dan (2) metode satu titik dan satu kemiringan.x1) misal diketahui titik A (2.3) dan titik B (6.B. Metode Dua Titik Apabila diketahui dua titik A dan B dengan koordinat masing-masing (x1.y1) = (x . maka persamaan liniernya adalah: (y 3) (5 3) = (x 2) (6 2) . antara lain: (1) metode dua titik.y1) (y2 . y2).

5 (x 2) y 3 = 0.(y 3) 2 = (x . y1) dan suatu kemiringan (m) dapat dibentuk sebuah persamaan linier dengan rumus sebagai berikut: y y1 = m( x x1) Misal diketahui titik A (2.2) 4 4y 12 = 2x 4 4y = 2x + 8 y = 0.5 maka persamaan liniernya adalah: y y1 = m( x x1) y 3 = 0.5x + 2 .5x + 2 Metode Satu Titik dan Satu Kemiringan Dari sebuah titik A (x1 .5x 1 y = 0.3) dan kemiringan m = 0.

Berimpit a.C. berpotongan dan tegak lurus. Tegak Lurus . sejajar. Sejajar a. HUBUNGAN DUA GARIS LURUS Dua buah garis lurus mempunyai empat macam kemungkinan bentuk hubungan berimpit. a. Berpotongan a.

Carilah kemiringan dan titik potong sumbu y pada persamaan garis berikut ini: a. Tegak lurus. dua buah garis akan berpotongan apabila kemiringan garis yang satu tidak sama dengan kemiringan garis yang lain (m1 m2). Berpotongan. Latihan: 1. 2x 5y 10 = 0 c. 3x 2y + 12 = 0 b. 4x 6y = 10 .Berimpit. dua buah garis akan berimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari (proporsional terhadap) persamaan garis yang lain. Sejajar. dua buah garis akan sejajar apabila kemiringan garis yang satu sama dengan kemiringan garis yang lain (m1 = m2). dua garis akan saling tegak lurus apabila kemiringan garis yang satu merupakan kebalikan dari kemiringan garis yang lain dengan tanda yang berlawanan adalah: (m1 = -(1 / m2)) Atau nilai perkalian kemiringannya menghasilkan 1 (m1 x m2 = -1).

Untuk setiap pasangan titik-titik koordinat berikut carilah persamaan garis lurusnya: a.2.-4) dan (10. Untuk setiap pasangan titik koordinat dan kemiringan (m) berikut ini tentukan persamaan garis lurusnya: a. (5. (-6.8). m = 0. (3.2) b.6 .6).8) 3.5) dan (10.4 b. m = -1. (2.

atau x = . Metode Substitusi Misal: carilah nilai variabel x dan y dari dua persamaan berikut: 2x+3y=21 dan x+4y=23 ! Jawab: Salah satu persamaan dirubah dahulu menjadi y = . Atau secara sederhana penyelesaian sistem persamaan linier adalah menentukan titik potong dari dua persamaan linier. dan (3). Metode Substitusi. Kemudian disubstitusikan ke dalam persamaan yang satu.. Metode Determinan.SISTEM PERSAMAAN LINIER Penyelesaian suatu sistem persamaan linier adalah suatu himpunan nilai yang memenuhi secara serentak (simultan) semua persamaan-persamaan dari sistem tersebut. Misal persamaan x+4y=23 dirubah menjadi x=23-4y. ... (2). yaitu: (1). Metode Eliminasi. Ada tiga cara yang dapat digunakan untuk penyelesaian suatu sistem persamaan linier...

substitusikan y = 5 ke dalam salah satu persamaan.5) . y = 5 2x + 3y = 21 2x + 3(5) = 21 2x + 15 = 21 2x = 21 15 x = 6/2 x=3 Jadi himpunan penyelesaian yang memenuhi kedua persamaan tersebut adalah himpunan pasangan (3. 2x + 3y = 21 2(23-4y) + 3y = 21 46 8y + 3y = 21 46 5y = 21 25 = 5y y=5 Untuk mendapatkan nilai x.x = 23-4y .

Metode Eliminasi Misal: carilah nilai variabel x dan y dari dua persamaan berikut: 3x-2y=7 dan 2x+4y=10 ! Jawab: Misal variabel yang hendak dieliminasi adalah y 3x . x = 3 3(3) . substitusikan x = 3 ke dalam salah satu persamaan.1) .2y = 7 -2y = 7 9 2y = 2 y=1 Jadi himpunan penyelesaian yang memenuhi kedua persamaan tersebut adalah himpunan pasangan (3.2y = 7 (x 2) 6x 4y = 14 2x + 4y = 10 (x 1) 2x + 4y = 10 + 8x + 0 = 24 x=3 Untuk mendapatkan nilai y.

fb = ae . x = = D a d b e b e ce .2y = 7 dan 2x + 4y = 10 akan diselesaikan dengan cara determinan: . y = = D a b d e af .Metode Determinan ax + by = c dx + ey = f c Dx f Nilai x adalah .db a c Dy d f Nilai y adalah .dc = ae .db Misal persamaan pada soal sebelumnya yaitu 3x .

2.7 Dx 10 Nilai x adalah .(-2) 48 = = 3.(-2) 16 = 1 Jadi himpunan penyelesaian yang memenuhi kedua persamaan tersebut adalah himpunan pasangan (3.4 .4 .2.1).2.7 16 = 3. .10. x = = D 3 2 3 Dy 2 = D 3 2 -2 4 -2 4 7 10 -2 4 7.(-2) 16 = 3 Nilai y adalah . y = = 3.10 .4 .

x y = -1 dan 3x + 2y = 12 3.Latihan Soal 1. 2x 3y = 5 dan 3x 2y = -4 b. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier berikut dengan metode substitusi: a. 4x + 3y = 16 dan x 2y = 4 2. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier berikut dengan metode eliminasi: a. x y = 2 dan 2x + 3y = 9 b. x + y = 5 dan 2x + 3y = 12 b. 2x 3y = 13 dan 4x + y = 15 . Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier berikut dengan metode determinan: a.

Fungsi polinom mempunyai bentuk umum sebagai berikut.. lima. Derajat polinom adalah nilai tertinggi dari n dalam f(x).. Demikian pula polinom berderajat empat.FUNGSI TAK LINIER Polinom atau suku banyak dalam x atau f(x) adalah ungkapan yang mengandung suku k.. dimana k = konstanta dan n = bilangan bulat.. enam dan seterusnya.. + anxn Fungsi polinom berderajat dua atau fungsi kuadrat adalah fungsi tak linier yang grafiknya berbetuk parabola.. y = a0 + a1x + a2x2 + ..xn.. Fungsi polinom berderajat tiga adalah fungsi tak linier yang variabel bebasnya berpangkat paling tinggi = 3.... ........

maka ax2 + bx + c = 0. 3. Hanya ada satu titik potong. Titik potong dengan sumbu x y = 0. y = variabel tak bebas. x = variabel bebas.c). 1. maka parabola terbuka ke arah y positip (terbuka ke atas) Jika a < 0 .FUNGSI KUADRAT Bentuk umumnya adalah : y = ax2 + bx + c a. maka titik potongnya = c. maka parabola terbuka ke arah y negatip (terbuka ke bawah) 2.2 = -b ± (b2 4ac) 2a . Titik potong dengan sumbu y x = 0 y = c (0. b dan c adalah konstanta. Jika a > 0 . sehingga diperoleh rumus a b c adalah sebagai berikut: x1.

2a 2a b.Bentuk ( b2 4ac ) disebut diskriminan. 0) dan ( . terdapat 2 harga x atau ada dua titik potong dengan . c.b .0) artinya parabola menyinggung pada sumbu x.b + (b2 4ac) sumbu x. Jika D = 0 terdapat x1 = x2 = -b/2a. Jika D < 0 parabola tidak memotong sumbu x. Dari rumus di atas ada tiga kemungkinan yang akan terjadi. 0). sebab harga-harga x-nya adalah imajiner. maka D = b2 4ac. Jika D = b2 4ac > 0. satu titik potong yaitu di (-b/2a. yaitu di ( . . yaitu sebagai berikut: a.(b2 4ac) .

Mencari sumbu parabola adalah sebagai berikut.D .D ).4ac) y= = .b2 + c = . . b )2 . maka didapat titik ekstrim sbb: 4a 4a b2 . (2a 4a Jika a > 0 terdapat titik ekstrim bentuk minimum Jika a < 0 terdapat titik ekstrim bentuk maksimum. x1 + x 2 b x= =substitusikan ke dalam persamaan 2 2a Parabola y = ax2 + bx + c diperoleh hasil sebagai berikut. .4.b2 + c = -b2 + 4ac y=a(2a 2a 2a 4a -(b2.

sb y a<0 D>0 0 sb x sb y a<0 D=0 0 sb y a<0 D>0 sb x 0 sb x Tidak ada harga x x1 x2 0 x1 = x 2 sb y a>0 D>0 0 sb y a>0 D=0 sb x 0 sb y a>0 D<0 sb x Tidak ada 0 harga x x1 x2 x1 = x 2 sb x .

5 .D ) Titik ekstrim P ( 2a 4a A = +1 > 0 D = -(b2 4ac) = 0.25) sb y A(0.Contoh 1. .25 Terdapat titik ekstrim di P(2. Gambar grafik fungsi y = x2 5x + 6 Jawab: Memotong sumbu y x = 0. 0 = x2 5x + 6 5 ± (25-24) X1.5 .0) x2 = 3 B2 (3.2 = 2 x1 = 2 B1 (2.6) 0 2 3 P(2.6) Memotong sumbu x y = 0. 0.0) b2 .25) sb x . -0. y = 6 A(0.

. .. 16.... 80... Jika barisan yang suku berurutannya mempunyai tambahan bilangan yang tetap.. 11. 100. .. . . 5... 128. 64. 10... 2.. b.BARISAN DAN DERET Barisan adalah suatu susunan bilangan yang dibentuk menurut suatu urutan tertentu.. 5. . 4. Perubahan di antara suku-suku berurutan ditentukan oleh ketambahan bilangan tertentu atau suatu kelipatan bilangan tertentu. 85.. Misal: a.. dikalikan ½ dari suku di depannya... 14.. 95. b... Jika barisan yang suku berurutannya mempunyai kelipatan bilangan tetap.. 40. 32. Misal: a...... 8. maka disebut barisan geometri.. 2. dikalikan 2 dari suku di depannya. 20. 8... Bilangan-bilangan yang tersusun tersebut disebut suku. 90... 80. ditambah 3 dari suku di depannya.... maka barisan ini disebut barisan aritmetika........ dikurangi 5 dari suku di depannya. 2½.

8.. 5...Deret geometri (deret ukur) : 2 + 4 + 8 + 16 + 32 = 62 BARISAN DAN DERET ARITMETIKA Barisan Aritmatika Misal: 2.Deret aritmetika (deret hitung) : 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 ...an a1 = 2 = a a2 = 5 = 2 + 3 = a + b a3 = 8 = 5 + 3 = (a + b) + b = a + 2b a4 = 11 = 8 + 3 = (a + 2b) + b = a + 3b an = a + (n-1) b .. 14. ... 11.Deret adalah jumlah dari bilangan dalam suatu barisan. Misal: .

... Carilah suku ke-21 dalam barisan aritmetika dimana suku ke-5 = 41 dan suku ke-11 = 23. 7.... 2. ..1)b dimana: Sn = an = Suku ke-n a1 = suku pertama b = beda antar suku n = banyaknya suku atau Sn = a1 + (n . .....1)b Latihan: 1.. Carilah suku ke-10 dari barisan 3. Suku ke-3 dan suku ke-16 dari barisan aritmetika adalah 13 dan 78. 11. 15. 19.Jadi rumus suku ke-n dalam barisan aritmetika adalah: an = a1 + (n .... Tentukan suku pertama dan bedanya ! 3..

....+ (Sn 2b) + (Sn b) + Sn Dn = Sn + (Sn b) + (Sn 2b) ...+ (s + 2b) + (a + b) + a 2 Dn = (a + Sn) + (a + Sn) + (a + Sn) ............ 7... Tentukan D60 ! .. Terdapat 60 suku dalam barisan aritmetika yang mana suku pertama adalah 9 dan suku terakhir adalah 127.Deret Matematika deret hitung Misal Dn = a + (a + b) + (a + 2b) + . Sebanyak n 2 Dn = n (a + Sn) n Dn = + (a + Sn) atau 2 n Dn = + (a + a + (n 1)b) 2 n Dn = + (2a + (n 1)b) dimana 2 + Dimana Dn = Deret ke-n (jumlah sampai dengan suku ke-n) Latihan: 1. ..... 15...... Carilah jumlah sepuluh suku pertama dari barisan aritmetika: 3.... 11.. 2...............

... 12.... 24...... a1 = 3 = a a2 = 6 = 3 x 2 = a x r = ar a3 = 12 = 6 x 2 = ar x r = ar2 a4 = 24 = 12 x 2 = ar2 x r = ar3 an = arn-1 Jadi rumus ke-n dari barisan geometri adalah : an = ar Dimana : n-1 an = adalah suku ke-n a = adalah suku pertama r = adalah rasio antar suku berurutan n = banyaknya suku ... . 6..BARISAN DAN DERET GEOMETRI Barisan Geometri Misal: 3. 48...

.Latihan: 1.rDn = a ..... Carilah suku ke-8 dari barisan geometri jika suku pertamanya 16 dan rasionya adalah 2......arn (1-r)Dn = a(1 rn) Dn = a(1 rn) (1 r) = dimana: Dn = Deret ke-n (jumlah sampai dengan suku ke-n) ..... + arn-1 r Dn = ar + ar2 + ar3 + ..... + arn-1 + arn Dn .... Carilah suku ke-11 dalam suatu barisan geometri dimana suku ke-4 adalah 24 dan suku ke-9 adalah 768 Deret Geometri (Deret Ukur) Misal: Dn = a + ar + ar2 + ar3 + . 2..

berapa buah genteng yang dihasilkannya pada bulan kelima ? Berapa buah yang telah dihasilkan sampai dengan bulan tersebut ? . Berpola seperti barisan aritmetika maksudnya bahwa variabel yang bersangkutan bertambah secara konstan dari satu periode ke periode berikutnya. penggunaan tenaga kerja. Contoh soal: 1. Jika perkembangan produksinya konstan. maka prinsip-prinsip barisan aritmetika dapat digunakan untuk menganalisa perkembangan variabel tersebut. perusahaan mampu menambah produksinya sebanyak 500 buah setiap bulan. MODEL PERKEMBANGAN USAHA Jika perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha (misalnya: produksi. pendapatan. penanaman modal) berpola seperti barisan aritmetika. biaya. Perusahaan genteng nglames menghasilkan 3000 buah genteng pada bulan pertama produksinya.PENERAPAN BARISAN DAN DERET A. Dengan penambahan tenaga kerja dan peningkatan produktifitas.

Apabila perkembangan hasil penjualan tersebut berpola seperti barisan aritmetika. pada tahun keempat ? b. Pabrik sepatu Bagus memproduksi 10.lima belas ? c. pada tahun ke . Namun karena situasi perekonomian yang tidak menguntungkan. Berapa produksinya: a.000 pasang sepatu pada tahun pertama operasinya. produksinya terus menyusut 500 pasang setiap tahun. Berapa yang telah diproduksi sampai dengan tahun kesepuluh ? . Berapa perkembangan penerimaannya per tahun ? Berapa besar penerimaan pada tahun pertama dan pada tahun ke berapa penerimaannya sebesar Rp 460 juta ? 3. Besar penerimaan PT ABC dari hasil penjualan barangnya Rp 720 juta pada tahun kelima dan Rp 980 pada tahun ketujuh.2.

Pabrik kecap XYZ memproduksi 24. Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b. a. Laba yang diperoleh pada bulan pertama dan peningkatan labanya per bulan. produksinya terus menurun secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain.4.620 ribu. Berapa botol kecap yang dihasilkan selama operasinya ? 5.000 botol. Hitunglah: a. Sedangkan jumlah seluruh laba yang diperoleh selama tujuh bulan pertama sebanyak sebanyak Rp 4. . Pada tahun keberapa pabrik kecap XYZ ini tidak berproduksi lagi (tutup) ? c. Seorang pedagang memperoleh laba sebesar Rp 700 ribu pada bulan kelima kegiatan usahanya.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya.

7. Laba pada bulan kesepuluh. Sedangkan perusahaan Y mengawali produksinya dengan 500 unit. Jumlah laba selama setahun pertama dari kegiatan usahanya ? 6. Berapa produksi perusahaan Y pada tahun tersebut ? .000 unit. Jumlah hasil produksi sebuah perusahaan selama 5 tahun pertama operasinya sebanyak 3. c. Hitunglah produksi pada tahun pertama dan prosentase kenaikan atau penurunan produksinya.b. Perusahaan X memulai produksinya dengan 1. Pada tahun keberapa produksi mereka sama jumlahnya ? b. dan berkurang 100 unit setiap bulannya. a.000 unit. meningkat 25 unit setiap tahun. pada tahun ke-6 perusahaan tersebut tutup. Kapan perusahaan X akan memproduksi sebanyak 0 ? c.

penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus. MODEL PERTUMBUHAN PENDUDUK Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal penghitungan pertumbuhan penduduk.B. Pn = P Dimana : rn-1 P : populasi penduduk pada tahun basis (tahun pertama / ke-1) Pn : populasi penduduk pada tahun ke-n r : (1+ persentase pertumbuhan penduduk per tahun) n : jumlah penduduk .

Jika tahun 1990 dianggap merupakan tahun basis a. dan diperkirakan menjadi 3 juta jiwa pada tahun 1996. Berapa jumlah penduduk pada tahun 1980 ? c. jika tingkat pertumbuhannya 3% per tahun ? 3. Penduduk sebuah kota tercatat 2.5 juta jiwa pada tahun 1992.000 jiwa pada tahun 1995. pada tahun berapa penduduknya berjumlah 5 juta jiwa ? . Berapa jumlah penduduk pada tahun 2010 dan 2020. Berapa persen tingkat pertumbuhannya ? b. tingkat pertumbuhannya 4% per tahun. Penduduk suatu negara tercatat 25 juta jiwa pada tahun 2000. Berapa jumlah penduduk pada tahun 1991 ? d.Contoh soal: 1. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2004 dan tahun 2010 ! 2. Penduduk suatu kota berjumlah 100.

10) = 1100 F1 = P + Pi = P(1 + i) setelah 2 tahun: F2 = 1100 + (1100 X 0. BUNGA MAJEMUK Penghitungan bunga majemuk merupakan penerapan dari barisan geometri (barisan ukur). Misal suatu modal sebesar Rp 1.000.(P) dibungakan secara majemuk dengan suku bunga 10% per tahun (i) ..10) = 1210 F2 = (P + Pi) + (P + Pi) i = P + Pi + Pi + Pi2 = P + 2 Pi + Pi2 = P (1 + 2i + i2) = P (1 + i)2 setelah 3 tahun: F3 = P (1 + i)3 setelah n tahun: Fn = P (1 + i)n .C. maka besarnya modal tersebut di masa datang (F) dapat dihitung sebagai berikut: setelah 1 tahun: F1 = 1000 + (1000 X 0.

dengan demikian nilai nilai di masa datang dari suatu jumlah sekarang adalah: Fn = P(1+ i ) Dimana: Fn = nilai di masa depan P = jumlah sekarang i = suku bunga per tahun n = jumlah tahun n Apabila bunga dibayarkan lebih dari satu kali (misalkan m kali) dalam satu tahun maka rumus nilai di masa depan menjadi: i )nm Fn = P(1+ m m: frekwensi pembayaran dalam 1 tahun .

b). Bulanan. P= F (1 + i) n atau P= F i mn (1 + m ) Latihan: 1.Secara matematis rumus di atas dapat dimanipulasi untuk menentukan nilai sekarang dari nilai di masa datang. Nona Fina menabung uangnya Rp 1. Berapakah nilai uangnya di masa datang setelah 10 tahun kemudian jika dibunga-majemukkan secara: a). dan c). Jika tingkat bunga yang berlaku saat ini 12% per tahun dan dibayarkan secara kuarta. 2. Seorang pengusaha berharap lima tahun mendatang memperoleh laba sebesar Rp 25. Semesteran.000 di Bank dengan tingkat bunga 15% per tahun.500. berapakah jumlah laba pengusaha tersebut saat ini ? .000.000. Kuartalan.

- 3 1jt (1.12)1+ 1 jt = 3.- .120.400.328.12)1+ 1jt = 2. dimana bunga 12% per tahun secara majemuk. Berapa jumlah tabungan Nina setelah 4 tahun (akhir tahun ke-3 atau awal tahun ke-4) ? 1 1jt 2 1jt (1.D.12)2+ 1jt (1.779.12)1+ 1jt = 4.374.- 4 1jt (1. NILAI MASA DATANG DARI ANUITAS Anuitas adalah serangkaian pembayaran yang dibuat secara periodik dan dalam jumlah uang yang tetap atau sama.12)2+ 1jt (1. Ilustrasi: Nina menabung uangnya sebanyak 1 juta setiap permulaan tahun.12)3+ 1jt (1.000. Dalam anuitas diasumsikan bahwa semua pembayaran dibuat pada akhir periode dengan bunga majemuk.

12)4 1) S4 = 1 jt × 0.Ingat rumus Deret Geometri: Dn = a (1 rn) (1 r) Dapat ditulis sebagai Dn = a (rn .783.1) (r 1) r <1 r >1 Maka jumlah tabungan Nina setelah 4 tahun dapat dihitung sbb: Sn = a (rn 1) (r 1) 1jt((1.574 0.333 .12 1) S4 = 4.12 (1.

Rumus dana cadangan diperoleh dari rekayasa rumus nilai masa datang dari anuitas di atas.1 .Sehingga di dapat rumus nilai masa datang dari anuitas adalah: Sn = P((1 + i) 1) i Dana Cadangan Dana cadangan disebut juga sebagai sinking fund yaitu dana yang disisihkan (dicadangkan) untuk pembayaran nilai tertentu dimasa yang akan datang. Misalkan perusahaan menyisihkan sebagian labanya untuk membayar utang sejumlah tertentu setelah sekian tahun di masa datang.1 i n atau P = Sn i (1 + i)n . yaitu: P= Sn (1 + i) .

Bunga dibayarkan secara majemuk sebesar 15% per tahun. Nona Debby menabung uangnya di Bank setiap awal bulan sebesar Rp 500.000.Latihan: 1. berapakah jumlah uang nona Debby di masa datang bila bunga dibayarkan (diperhitungkan)secara bulanan ? 2. Berapa jumlah dana yang harus disisihkan atau dicadangkan setiap bulan oleh perusahaan agar dapat melunasi pinjaman tersebut ? .000.000 selama 8 tahun. Jika tingkat bunga yang berlaku sebesar 18% per tahun. Suatu perusahaan ingin menyisihkan dananya setiap bulan selama 5 tahun untuk pembayaran pinjaman perusahaan. Jumlah nilai pinjaman perusahaan tersebut diperkirakan 5 tahun mendatang sebesar Rp 75.

......+P(1+i )-n Jika difaktorkan dengan (1+i)-n.. maka persamaan di atas menjadi: An = P(1 + i )-n (1+i)n-1 + (1+i)n-2 ..nilai sekarang dari setiap periode pembayaran atau penerimaan uang tertentu..(1+i)n-1 An = P (1+i)-n Sn An = P (1+i) An = P -n persamaan diatas menjadi: (1+i)n ............. An = P(1+i )-1 +P(1+i )-2 +... NILAI SEKARANG DARI ANUITAS Nilai sekarang dari anuitas adalah jumlah dari nilai...1 i 1 -(1+i)-n i . (1+i )2 + (1+i )1 + (1+i ) +1 Karena Sn = 1+(1+i)+(1+i)1+(1+i)2 +.....E.

sedangkan penyisihan pinjaman jumlah tertentu utang atau pinjaman sudah diterima saat ini. . agar di masa mendatang akan terlunasi jumlah tertentu utang atau pinjaman. kemudian dilakukan pembayaran cicilan atau angsuran utang secara periodik. Untuk dana cadangan pembayaran cicilan hutang secara periodik dilakukan saat ini.Jadi rumus nilai sekarang dari anuitas adalah: An = P Dimana: An = Nilai sekarang dari anuitas P = Jumlah pembayaran per periode i = Tingkat bunga tahunan n = Jumlah periode pembayaran 1 -(1+i)-n i Penyisihan Pinjaman Konsep penyisihan pinjaman (loan amortization) hampir sama dengan dana cadangan (sinking fund).

Rekayasa rumus nilai sekarang dari anuitas akan diperoleh rumus penyisihan pinjaman (loan amortization) yaitu: 1 -(1+i)-n An P= P = An atau i -n 1 -(1+i) i Dimana: An = Nilai sekarang dari anuitas P = Jumlah pembayaran per periode i = Tingkat bunga tahunan n = Jumlah periode pembayaran .

Shinta berkeinginan membeli rumah dengan pembelian secara kredit seharga Rp 80.000. dimana pembayaran dilakukan secara cicilan setiap bulan.000. Berapakah jumlah pembayaran yang harus dicicil setiap bulannya ? .Latihan: 1.500.000 setiap permulaan tahun. Nancy ingin menabung setiap bulan sebanyak Rp 2. Sesuai perjanjian dari pihak pengembangan (developer) waktu pembayaran rumah tersebut adalah 5 tahun. Jika tingkat bunga yang berlaku adalah 12% per tahun yang dibayar secara majemuk. Tingkat bunga yang dikenakan dalam pembayaran cicilan iniadalah 15% per tahun. selama 4 tahun di suatu Bank. Berapakah jumlah nilai sekarang dari tabungan Nancy selama 4 tahun tersebut ? 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful