LATAR BELAKANG MASALAH

I . pengertian perilaku Perilaku adalah sinonim dari aktivitas, aksi, kinerja, respons, atau reaksi. Dengan kata lain, perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakan oleh manusia yang disadari maupun tidak disadari. Secara teknis, perilaku adalah aktivitas glandular, muscular, atau elektrikal seseorang. Ada dua macam perilaku, yaitu perilaku nampak dan tidak nampak. Perilaku yang nampak, adalah perilaku yang dapat diamati oleh orang lain atau dilihat oleh orang lain, misalnya berbicara, melempar bola, berteriak, dan perilaku-perilaku yang dapat diamati. Sedangkan perilaku yang tidak dapat diamati secara langsung oleh orang lain, misalnya berfikir dan merasakan. Hal lain yang juga menjadi fokus perhatian dalam membahas mengenai modifikasi perilaku adalah kata-kata sifat berikut, jujur, peduli, kerja keras, mandiri, egois, menyenangkan, gugup, minder dan sejenisnya. Kata-kata sifat tersebut bukan menunjuk pada perilaku tertentu tetapi merupakan label yang diberikan sebagai kesimpulan dari beberapa tindakan. Misalnya, apabila anda menyatakan bahwa anda cemas, orang lain yang mendengarkan itu akan memahami apa maksudnya dan dapat membayangkan bagaimana rasanya. Kedua bentuk perilaku tersebut akan menjadi bahasan dalam modifikasi perilaku. Keduanya pun dapat diubah dengan metode modifikasi perilaku. Sebagai catatan, anda mungkin akan menghadapi beberapa istilah lagi, misalnya motivasi dan kreativitas, seorang yang memiliki motivasi tinggi ditandai dengan keinginan untuk meluangkan waktu dan berusaha lebih untuk belajar. Anak kreatif seringkali menunjukkan perilaku yang tidak biasanya. Selain itu beberapa istilah psikologi seperti misalnya developmental disabilities, learning disabilities, autism, hyperactive, dan lain-lain. Semua hal di atas tidak menunjuk perilaku tertentu tetapi sangat sering digunakan untuk me label seseorang. Coba perhatikan beberapa contoh perilaku yang dapat diamati berikut ini: Seorang anak usia 10 tahun tidak dapat mengikat sendiri tali sepatunya, masih ngompol di malam hari.. tidak mampu mengkoordinasikan gerakan tangan terutama pada waktu makan, skor tes IQ <35. Psikolog atau ahli yang berkecimpung dalam bidang penyimpangan perilaku mengamati sampelsampel perilaku tersebut pada usia tertentu. Seorang anak yang berusia 10 tahun umumnya sudah mampu mengikat tali sepatu mereka sendiri, sudah dapat mengontrol kandung kemihnya sehingga tidak ngompol lagi, dapat menggunakan sendok dan garpu pada saat makan. Label severe developmental disabilities digunakan oleh pada psikolog untuk anak-anak dengan ciri tersebut di atas. Mungjkin anda bertanya, mengapa perlu digunakan label? Pertimbangan pertama adalah mempermudah komunikasi untuk mendapatkan gambaran umum mengenai seseorang. Misalnya, bila kita menghadapi seorang anak berusia 10 tahun yang dikatakan mengalami severe developmental disabilities, mereka tidak akan mampu membaca huruf dengan baik. Kedua, label ini akan mempermudah kita dalam menyusun rencana tritmen. Seorang yang

disarankan untuk mengikuti program manajemen kecemasan. A. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi. Gunakan fasilitas pencarian yang ada untuk menemukan apa yang anda butuhkan. bila berjumpa dengan seorang akan yang suka menggunakan kata-kata secara terbalik. mungkin akan memberikan dampak yang negatif. Sebagai contoh. Lebih dari itu. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan.mengalami kecemasan. pemberian label ini. Teori X Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. anak yang pemalu diberi kesempatan mengikuti pelatihan asertivitas. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y.org ini. Seorang guru cenderung kurang memberi kesempatan pada anak yang dilabel sebagai sexually abused atau mentally retarded untuk ikut terlibat dalam diskusi-diskusi kelompok untuk pemecahan masalah. Penelitian teori x dan y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur. . Teori Y Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan seharihari lainnya. imajinasi. Demikian pula. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas.1:02am — godam64 Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Teori Z dapat anda baca di artikel lain di situs organisasi. orang dewasa seringkali lebih terfokus pada kelemahan anak-anak mereka sehingga mengabaikan potensi yang masih mungkin untuk dikembangkan. 16/07/2008 . Contoh lain dari dampak negatif ini adalah diskriminasi perlakuan yang diterima. diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. kita akan melabel mereka sebagai dyslexia. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja. B. Definisi/Pengertian Teori Perilaku Teori X dan Teori Y (X Y Behavior Theory) Douglas McGregor Wed. Sebaliknya.

Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia. Perilaku Pemeliharaan Kesehatan (health maintenance) Perilaku pemeliharaan kesehatan adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. b. misalnya seorang ibu memeriksakan kehamilannya atau membawa anaknya ke puskesmas untuk diimunisasi. 2. dan penyembuhan penyakit bila sakit. dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuh-tumbuhan. seorang pemuda tahu bahwa HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seks. . apabila seseorang dalam keadaan sakit. Misalnya : seorang ibu hamil tahu pentingnya periksa kehamilan. binatang sampai dengan manusia itu berperilaku. perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Oleh sebab itu. Perilaku peningkatan kesehatan. karena mereka mempunyai aktifitas masing-masing. Perilaku Kesehatan Dari batasan ini perilaku kesehatan dapat diklasifikan menjadi 3 kelompok: 1. dan sebagainya. Oleh sebab itu perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek : a.Pengertian Perilaku Dari segi biologis. baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua : 1. B. merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). c. Perilaku pencegahan penyakit. Perilaku terbuka (overt behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Perilaku gizi (makanan dan minuman). Dilihat dari bentuk respons terhadap stimulus ini. serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit. Perilaku tertutup (covert behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (covert). Skiner (1938) seorang ahli psikologis.

2. dan pelayanan kesehatan). Perilaku Pencarian dan Penggunaan Sistem atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau Sering disebut Perilaku Pencarian pengobatan (Heath Seeking Behavior). . baik lingkungan fisik maupun sosial budaya dan bagaimana. Perilaku Kesehatan Lingkungan Adalah bagaimana seseorang merespon lingkungan. dsb. Adalah perilaku –perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatikan kesehatannya. a. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri. Perilaku peran sakit (the sick role behavior) Perilaku ini mencakup: 1) Tindakan untuk memperoleh kesembuhan 2) Mengenal/mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang layak. Perilaku ini mencakup antar lain : 1) Menu seimbang 2) Olahraga teratur 3) Tidak merokok 4) Tidak minum-minuman keras dan narkoba 5) Istirahat yang cukup 6) Mengendalian stress 7) Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan b. pengobatan penyakit dan sebagainya. 3. Seorang ahli lain (Becker. Perilaku Sakit Mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. 3) Mengetahui hak (misalnya: hak memperoleh perawatan. sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. pengetahuan tentang penyebab dan gejala penyakit. 1979) membuat klasifikasi lain tentang perilaku kesehatan ini. c. Perilaku hidup sehat. Persepsinya terhadap sakit. Adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita dan atau kecelakaan.

C. sosial. Psikomotor Dalam perkembangannya. jenis kelamin. Domain Perilaku Faktor-faktor yang membedakan respon terhadap stimulus yang berbeda disebut determinan perilaku. budaya ekonomi. Determinan atau faktor internal. yakni karakterisitik orang yang bersangkutan yang bersifat given atau bawaan misalnya tingkat kecerdasan. Afektif 3. Pengetahuan Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang: a. Kognitif 2. Komponen pokok sikap Dalam bagian lain Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok: . politik . Teori Bloom ini dimodifikasi untuk pengukuran hasil pendidikan kesehatan yakni: 1. 2. Tingkat pengetahuan di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu: 1) Tahu (know) 2) Memahami (comprehension) 3) Aplikasi 4) Analisis 5) Sintesis 6) Evaluasi a. tingkat emosional. Determinan perilaku ini dapat dibedakan menjadi dua yakni: 1. Determinan atau faktor eksternal yaitu lingkungan baik lingkungan fisik. dsb. dsb Benyamin Bloom (1908) seorang ahli psikologis pendidikan membagi perilaku manusia itu ke dalam 3 dominan yakni: 1.

Perubahan (Adopsi) Perilaku atau Indikatornya Perubahan (adopsi) perilaku atau indikatornya Adalah suatu roses yang kompleks dan memerlukan waktu yang relatif lama.1) kepercayaan (keyakinan) ide. dan konsep terhadap suatu objek 2) kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek 3) kecenderungan untuk bertindak (tend to behave) b. Praktek atau tindakan (practice) Mempunyai beberapa tingkatan: 1) Persepsi (perception) 2) Respon terpimpin (guide response) 3) Mekanisme (mecanism) 4) Adopsi (adoption) D. Berbagai tingkatan sikap Sikap ini terdiri dari berbagai tindakan: 1) Menerima (receiving) 2) Merespon (responding) 3) Menghargai (valuing) 4) Bertanggungjawab (responsible) c. Pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan c. Secara teori perubahan atau seseorang menerima atau mengadopsi perilaku baru dalam kehidupannya melalui 3 tahap: 1. Pengetahuan Dikelompokkan menjadi: a. Pengetahuan tentang kesehatan lingkungan . Pengetahuan tentang sakit dan penyakit b.

pendengaran. khususnya perilaku yang berhubungan dengan kesehatan antar lain: 1. dan belajar persepsi adalah pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan. F. Sikap terhadap kesehatan lingkungan 3. Praktek dan Tindakan Indikatornya yakni: a.2. Tindakan (praktek) kesehatan lingkungan E. Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak untuk mencapai suatu tujuan tertentu. motivasi. Tindakan (praktek) sehubungan dengan penyakit b. Faktor-faktor tersebut antara lain : susunan saraf pusat. persepsi. emosi. Tindakan (praktek) pemeliharaan dan peningkatan kesehatan c. Asumsi Determinan Perilaku Manusia Beberapa teori lain yang telah dicoba untuk mengungkapkan deteminan perilaku dari analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku. penciuman. dsb. Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor pokok yaitu faktor perilaku (behavior . Sikap Dikelompokkan menjadi: a. Pada garis besarnya perilaku manusia dapat dilihat dari 3 aspek yaitu aspek fisik. Determinan dan Perubahan Perilaku Faktor penentu atau determinan perilaku manusia sulit untuk dibatasi karena perilaku merupakan resultasi dari berbagai faktor. psikis dan sosial. Teori Lawrence Green Gren mencoba menganalisis perilaku manusia dari tingkat kesehatan. Hasil dari dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam bentuk perilaku. Sikap cara pemeliharaan dan cara hidup sehat c. Aspek Sosio-Psikologi Perilaku Di dalam proses pembentukan dan atau perubahan atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. baik internal maupun eksternal. Sikap terhadap sakit dan penyakit b.

Faktor-faktor pendukung (enabling faktor). sikap. kepercayaan-kepercayaan dan penilaian-penilaian seseorang terhadap objek. Faktor-faktor predisposisi (predisposing factor). yang terwujud dalam pegetahuan. Faktor-faktor pendorong (reforcing factor) yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas yang lain. c. keyakinan. nilai-nilai dan sebagainya. 2. b. a.causes) dan faktor di luar perilaku (non behavior causes). b. Ada atau tidak adanya informasi tentang kesehatan atau fasilitas kesehatan (acesssebility of information) d. kepercayaan. Kar Kar mencoba menganalisis perilaku kesehatan dengan bertitik tolak pada perilaku itu merupakan fungsi dari: a. Duikungan sosial dari masyarakat sekitarnya (social support) c. persepsi. yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat. Selanjutnya perilaku itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor: a. Situasi yang emungkinkan untuk bertindak atau tidak bertindak (action situastion). Niat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau perawatan kesehatanya (behavior intention) b. alat-alat kontrasepsi. Pengetahuan Pengetahuan di peroleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. jamban dan sebagainya. Kepercayaan . yang terwujud dalam lingkungan fisik tersedia atau tidaknya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan misalnya puskesmas. sikap. Teori Snehandu B. 3. Otonom pribadi yang bersangkutan dalam hal ii mengambil tindakan atau keputusan (personal autonomy) e. Teori WHO Tim kerja dari WHO menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berprilaku tertentu adalah karena adanya 4 alasan pokok: Pemikiran dan perasaan (thought and feeling) yakni dalam bentuk pengetahuan. obat-obatan.

Perubahan terencana (planned change): Perubahan perilaku karena memang direncanakan oleh yang bersangkutan . Semua itu berpengaruh terhadap perilku seseorang atau kelompok masyarakat. d. Berdasarkan batasan perilaku dari Skiner tersebut. cit. Perilaku tersebut dibagi lagi dalam 3 domain yaitu kognitif. Kesimpulan Perilaku merupakan basil hubungan antara perangsang (stimulus) dan respon Skinner. kebiasaan. afektif dari sikap psikomotor dan tindakan (ketrampilan). kakek atau nenek. Perilaku normal. PENUTUP A. Orang penting sebagai referensi Perilaku orang. serta lingkungan. waktu. Seseorang menerima kepercayaan itu berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. makanan dan minuman. lebih-lebih perilaku anak kecil lebih banyak dipengaruhi oleh orangorang yang dianggap penting.Kepercayaan sering atau diperoleh dari orang tua. Sikap Sikap menggambarkan suka atau tidak suka terhadap objek sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang lain yang paling dekat. Bentuk-bentuk perubahan perilaku: 1. Kognitif diukur dari pengetahuan. uang. nilai-nilai. f. dan penggunaan sumber Di dalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup (way of life) yang pada umumnya disebut kebudayaan. maka perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. c. e. Sumber daya (resources) Sumber daya disini mencakup fasilitas-fasilitas. Perubahan alamiah (natural change): Perubahan perilaku karena terjadi perubahan alam (lingkungan) secara alamiah 2. afektif dan psikomotor. tenaga dan sebagainya. sistem pelayanan kesehatan. Notoatmojo 1993).

Dengan Paksaaan. Strategi perubahan perilaku: • Inforcement: 1. Dengan memberikan kemudahan. 6. 2. Sebaiknya para tenaga kesehatan menggunakan cara-cara ini sebagai pegangan dalam membina masyarakat yang sehat dan produktif. dan atau menggunakan peraturan atau perundangan. bentuk dan bagaimana cara perubahan perilaku kita sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan dalam promosi kesehatan secara efektif. Saran Dengan mengetahui teori. 2. Menghasilkan perubahan perilaku yang langgeng.3. Dengan membina hubungan baik. tetapi untuk sementara (tidak langgeng) • Education: 1. Perubahan perilaku dilakukan dengan paksaan. 3. Dengan menanamkan kesadaran dan motivasi B. tetapi makan waktu lama. dimana proses internal ini berbeda pada setiap individu. Untuk mencapai perubahan perilaku. Dengan memberi imbalan. . 4. Menghasilkan perubahan perilaku yang cepat. Perubahan perilaku dilakukan melalui proses pembelajaran. mulai dari pemberian informasi atau penyuluhan-penyuluhan. yaitu : 1. 5. Kesiapan berubah (Readiness to change): Perubahan perilaku karena terjadinya proses internal (readiness) pada diri yang bersangkutan. Dengan menunjukkan contoh-contoh. ada beberapa cara yang bias ditempuh. 2.

Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. dan sebagainya. cahaya terang menyebabkan mata tertutup. Respondent respon ini juga mencakup perilaku emosinal misalnya mendengar berita musibah menjadi sedih atau menangis. Sekalipun pengamatan dari luar sangat minimal. Dalam buku lain diuraikan bahwa perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup)yang bersangkutan. kuliah. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. naik sepeda. Leonard F. didalam tubuh manusia. misalnya kaki yang satu harus diletakkan pada kaki yang lain. berbicara. lulus ujian meluapkan kegembiraannya ddengan mengadakan pesta. . Sehingga yang dimaksu perilaku manusia. bekerja. baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar (Notoatmodjo 2003 hal 114). Jelas. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik (respon terhadap uraian tugasnya atau job skripsi) kemudian memperoleh penghargaan dari atsannya (stimulus baru). 1. Respondent respon atau reflexsive. membaca dan sebagainya. dan kemudian organisme tersebut merespon. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia. Operant respon atau instrumental respon. Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian. pengetahuan / kesadaran. pada hakikatnya adalah tindakan atau aktifitas manusia darimanusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain: berjalan. sebenarnya perilaku ada dibalik tirai tubuh. dan sikap yang terjadi belumbisa diamati secara jelas oleh orang lain. binatang sampai dengan manusia itu berperilaku. tertawa. ini sebuah bentuk perilaku. 2. Stimulus semacam ini disebutelecting stimulation karena menimbulkan respon – respon yang relative tetap. seperti orang berjalan. maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya Bentuk Perilaku Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini. Untuk aktifitas ini mereka harus berbuat sesuatu. Pernagsang ini disebut reinforcing stimulation atau reinforce. merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Skiner (1938) seorang ahli psikologi. dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuh – tumbuhan. Psi. Cerita ini dari satu segi.R”atau Stimulus – Organisme – Respon. ia dikatakan sedang berperilaku. Jika seseoang duduk diam dengan sebuah buku ditangannya. menulis. Ia sedang membaca. maka teori skiner disebut teori “S – O . dan mengendarai motor atau mobil. menguraikan perilaku adalah sebuah gerakan yang dapat diamati dari luar. yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan – rangsangan (stimulus) tertentu. Oleh sebab itu.Dalam sebuah buku yang berjudul “Perilaku Manusia” Drs. karena mereka mempunyai aktifitas masing – masing. persepsi. dan sebagainya. Skiner membedakan adanya dua proses. Polhaupessy. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme. maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu : • Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dakam bentuk terselubung atau tertutup (covert). karena memperkuat respon.

kesadaran. yakni.Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi 4) Trial. Determinan perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu : • • Faktor internal yaitu karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat given atau bawaan misalnya : tingkat kecerdasan. (Notoatmodjo. fisik. tingkat emosional. Faktor eksternal yaitu lingkungan. . yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui setimulus (objek) terlebih dahulu 2) Interest. 1) Awareness (kesadaran). baik lingkungan fisik. Faktor – factor yang membedakan respon terhadap stimulus disebut determinan perilaku. Faktor lingkungan ini sering menjadi factor yang dominanyang mewarnai perilaku seseorang. dan sebagainya. dan sikap yang positif maka perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan atau bersifat langgeng (long lasting). jenis kelamin. politik. ekonomi. didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan. dan sebagainya. kesadaran. subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan. Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek (practice). 2003 hal 122. Hal ini berarti meskipun bentuk stimulusnya sama namun bentuk respon akan berbeda dari setiap orang. 2007 hal 139) Proses Tejadinya Perilaku Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru). dan sikapnya terhadap stimulus Apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini didasari oleh pengetanhuan. Notoatmodjo. Domain Perilaku Diatas telah dituliskan bahwa perilaku merupakan bentuk respon dari stimulus (rangsangan dari luar). yakni orang mulai tertarik kepada stimulus 3) Evaluation (menimbang – nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya).• Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. orang telah mulai mencoba perilaku baru 5) Adoption.

dan mempunyai nilai bagi hewan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Bentuk Perilaku: • • Perilaku bawaan. Perilaku dapat terjadi sebagai akibat stimulus dari luar. Isyarat kimia. dan dengan cepat dan secara otomatis membuat setiap penyesuaian sebagai pengganti yang perlu. Begitu respon tertentu dilepaskan. Refleks adalah respon otomatis dari sebagian tubuh terhadap suatu stimulus. Respon terbawa sejak lahir. magnetotaksis. fototaksis. agak tidak fleksibel. . merupakan bawaan. Reseptor diperlukan untuk mendeteksi stimulus. saraf diperlukan untuk mengkoordinasikan respon dan efektor untuk melaksanakan aksi. Naluri: Pola perilaku kompleks yang. Naluri lebih rumit dibandingkan dengan refleks dan dapat melibatkan serangkai aksi. misalnya rasa lapar. mengarahkan kontraksi refleks otot 2. sebagaimana refleks. Contoh: refleks rentangan Mesin refleks rentang memberikan mekanisme pengendalian yang teratur dengan baik. berfungsi sebagai pelepas penting pada serangga sosial. terus-menerus memonitor keberhasilan yang dengannya perintah-perintah dari otak diteruskan. Perilaku bawaan Taksis: Bereaksi terhadap stimulus dengan bergerak secara otomatis langsung mendekati atau menjauh dari atau pada sudut tertentu terhadapnya. menghambat kontraksi otot-otot antagonis 3. biasanya langsung selesai walaupun stimulus efektif segera ditiadakan. maka diperlukan stimulus luar untuk mengawali respon. Perilaku dapat pula terjadi sebagai stimulus dari dalam. Stimulus dari dalam. memberikan motivasi akan aksi yang akan diambil bila makanan benar-benar terlihat atau tercium. dan efektor yang diwariskan. Umumnya perilaku suatu organisme merupakan akibat gabungan stimulus dari dalam dan dari luar. Refleks: Respon bawaan paling sederhana yang dijumpai pada hewan yang mempunyai system saraf. dan Perilaku terajar. Isyarat yang memicu aksi naluriah disebut pelepas (release). Pelepas Perilaku Naluriah: sekali tubuh siap di bagian dalam untuk tipe perilaku naluriah tertentu. saraf. Macam-macam taksis: kemotaksis. artinya sifatnya ditentukan oleh pola reseptor.Perilaku adalah tindakan/aksi yang mengubah hubungan antara organisme dan lingkungannya. yaitu feromon. yang: 1.

(2) tidak ada pengalihan perhatian. Hal ini merupakan respon yang diperlazimkan. Dalam semua kasus. Pelaziman terjadi paling cepat bila (1) stimulus yang bukan diperlazimkan dan stimulus yang diperlazimkan sering diberikan bersama-sama. motivasi (terkadang disebut juga dorongan) dihubungkan dengan kebutuhan fisiknya. Keterpatrian/Tanggap Tiru Imprinting: Merupakan salah satu contoh belajar yang khusus dan nyata. Sebagian besar perilaku spontan hewan-hewan ini merupakan akibat usaha memelihara homeostasis. Kepuasan terhadap dorongan merupakan kekuatan motivasi dibalik perilaku hewan tersebut. keterpatrian tidak terjadi. yaitu stimulus yang diperlazimkan. Daur perilaku ritme dapat selama dua jam atau setahun. Latihan ini dikenal sebagai pelaziman instrumental atau pelaziman operan (istilah kedua diberikan oleh psikolog B. karena jika dilakukan beberapa hari setelah menetas. Dalam hal ini.Perilaku Ritme dan Jam Biologis: perilaku berulang-ulang pada interval tertentu yang dinyatakan sebagai ritme atau periode. neuron sensori. hipotalamus mengawali respon yang berakibat . Banyak diantara dorongan ini bersumber dalam hipotalamus. Contoh: jika seekor anak angsa yang baru menetas dihadapkan pada sebuah benda yang dapat bergerak dan mengeluarkan bunyi yang dapat terdengar. anjing selanjutnya akan berliur setiap kali anjing tersebut mendengar bel. Anjing telah belajar bereaksi terhadap stimulus pengganti. hewan itu akan mengikutinya sebagaimana mereka mengikuti induknya. Skinner yang terkenal karena dapat melatih merpati untuk bermain pingpong dan bermain piano mainan). dan (3) diberikan semacam hadiah/imbalan untuk penampilan/prestasi yang berhasil terhadap respon bersyarat tadi. Percobaan mengenai pelaziman telah banyak memberi keterangan tentang proses belajar pada manusia. Pavlov kemudian menemukan jika pada saat meletakkan makanan di mulut anjing ia membunyikan bel. dalam penelitiannya dengan anjing menemukan bahwa jika anjing diberi makanan pada mulutnya. dan neuron motor yang menuju kelenjar ludah. ia akan mengeluarkan air liur yang mungkin merupakan refleks bawaan yang melibatkan kuncup rasa. Fenomena ini dikenal sebagai kebiasaan (habituasi) dan merupakan suatu contoh belajar sejati. Perilaku Terajar Perilaku terajar adalah perilaku yang lebih kurang diperoleh atau dimodifikasi secara permanen sebagai akibat pengalaman individu. fisiologiawan Rusia. Peneliti dapat memilih untuk memberi imbalan hanya pada perilaku tertentu.F. yang pada dasarnya adalah respon sebagai hasil pengalaman. Waktu penghadapan cukup kritis. Motivasi: Diantara kebanyakan hewan. Kebiasaan: hampir semua hewan mampu belajar untuk tidak bereaksi terhadap stimulus berulang yang telah dibuktikan tidak merugikan. Respon yang Diperlazimkan: merupakan perilaku terajar yang paling sederhana. jaring-jaring neuron di otak. Seekor hewan yang haus akan mencari air dan yang merasa lapar akan mencari makanan. hewan ditempatkan pada suatu keadaan sehingga dapat bergerak bebas dan melakukan sejumlah kegiatan perilaku yang berlain-lainan. Ivan Pavlov. Keterpatrian ini dikenal berkat penelitian Konrad Lorenz. disebabkan oleh suatu stimulus yang berbeda dengan yang semula memicunya. Pelaziman Instrumental: Prinsip pelaziman dapat dipakai untuk melatih hewan melakukan tugas yang bukan pembawaan lahir.

Ada dua teori dasar tentang memori. Pemecahan masalah dengan menggunakan konsep melibatkan suatu bentuk penalaran. Wawasan juga bergantung pada perkembangan konsep atau prinsip. Masih terlalu dini untuk menyatakan apa sifat memori itu. Hal ini merupakan abstraksi yang kedua (konsep merupakan abstraksi juga). Menurut teori ini. Pada manusia. dan dapat pula menghambat beberapa di antara respon tadi bila titik kepuasan tercapai. maka ia harus mampu mengingat-ingat apa pengalamannya itu. Ada dua proses pemikiran berlainan namun berkaitan yang terlibat. Pada manusia. Beberapa memperhatikan RNA. yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Kerusakan seperti itu tidak berpengaruh . Teori dinamik ini ditunjang oleh fakta yang menakjubkan bahwa belum pernah ditemukan daerah khusus dalam otak manusia untuk penyimpanan memori yang lama.penurunan dorongan tersebut. Selama ada motivasi yang memadai hewan akan mencoba setiap alternatif dan secara bertahap. Jadi merupakan tindakan kreatif sejati. sensasi menimbulkan impuls saraf. Manusia umumnya tidak sekedar belajar dengan cara mencoba-coba. melalui kegagalan dan keberhasilan yang berulang. sebagian besar perilaku terhadap keinginan memuaskan kebutuhan fisik. Penalaran deduktif. Hal ini memungkinkan karena jaring-jaring interneuron yang amat luas dalam serebrum manusia. Yang pertama menyatakan bahwa memori merupakan proses dinamik. yang kemudian beredar untuk jangka waktu tak terbatas melalui jaring-jaring neuron dalam sistem saraf pusat. sebagai substansi yang menyandikan memori. Respon ini disebut wawasan. Bahasa: Semua manusia. Beberapa biologiwan mengemukakan bahwa memori mungkin disimpan dalam kode kimiawi di dalam otak. maka memori diperlukan agar yang dipelajarinya itu tetap ada. manusia mungkin melakukan satu atau dua usaha sembarang sebelum “berhasil” memecahkannya. Penalaran induktif berarti mempelajari prinsip umum dari pengalaman dengan situasi khusus dan jelas. bahkan dalam masyarakat yang paling primitif pun. Konsep: Kebanyakan hewan memecahkan masalah dengan mencoba-coba. Bisa jadi proses dinamik maupun perubahan fisika-kimia terlibat didalamnya. Jika organisme bermaksud memodifikasi perilakunya dari pengalaman. Bila dihadapkan pada suatu masalah. kerusakan pada lobus temporal dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan mengingat pengetahuan baru selama kira-kira satu jam lebih. tidak selalu dapat diterangkan seperti keterangan di atas. Wawasan mencakup menanamkan hal-hal yang telah dikenal dengan cara-cara baru. Perolehan memori terjadi paling sedikit dalam dua langkah yang berbeda. Memori: Belajar bergantung kepada memori (ingatan). Melakukan proses (kegiatan) itu sendiri sudah merupakan imbalan. beberapa memperhatikan protein. memiliki bahasa yang sangat maju. Simpanse dan manusia juga kadang mau bekerja untuk tujuan yang belum tampak. Sekali sesuatu dipelajari. Teori yang kedua mengatakan bahwa setiap sensasi yang diingat kembali mengakibatkan sedikit perubahan fisik yang permanen di dalam otak. menerapkan prinsip umum pada situasi khusus yang baru. belajar memecahkan masalahnya. Banyak kegiatan yang dilakukan kendatipun tidak ada imbalan atau hukuman luar yang didapatkan.

salinitas. Hewan dihadapkan pada empat bentuk perintah yang menopang hidupnya. Selain itu juga ada perkembangan sentimen kedaerahan dan kesukubangsaan yang makin melunturkan semangat nasionalisme. Jadi hewan berperilaku sedemikian rupa untuk memaksimumkan perbandingan kerugian/keuntungan dari pencarian makanan itu. (3) mampu bertahan hidup dalam kondisi fisik lingkungannya. seperti mamalia dan burung. 15 Juni 2010 Keprihatinan terhadap fenomena degradasi moral dan karakter bangsa makin terasa akut dari masa ke masa. dan sebagainya. 2) Perilaku Mempertahankan diri: Perilaku berkisar dari melarikan diri dari pemangsa potensial sampai dengan menggunakan senjata bertahan dan penggunaan kamuflase dan mimikri (meniru). sirkit dalam sistem saraf.pada memori yang diperoleh dalam tahun-tahun sebelum kerusakan terjadi. maraknya kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia. Kerugian energi dari mencari makanan diusahakan seminimum mungkin melalui perkembangan “citra mencari” untuk macam makanan yang. 3) Bertahan Hidup dalam Lingkungan Fisik: Kebanyakan hewan hanya dapat bertahan hidup dalam kisaran suhu. menghasilkan keuntungan yang besar. kelembaban tertentu. Sebagian besar kehidupan hewan sosial berkisar pada makan bersama. dan organisasi otot. Kisaran ini relatif luas bagi hewan. terhadinya degradasi lingkungan. Di kalangan masyarakat makin mewabah patologi sosial dan penyalahartian praktik kehidupan demokrasi dengan kebebasan tanpa aturan. Berbeda dengan peran pendidikan di negara-negara maju yang lebih terbatas pada transfer ilmu pengetahuan. Tujuan makanan ialah energi. Banyak kalangan berpandangan bahwa problem multidimensional ini harus dipikul oleh institusi pendidikan. tetapi energi diperlukan untuk mencari makanan. Arti Penting Perilaku Adaptif: Berbagai macam perilaku bergantung pada mesin perilaku: reseptor indera. 1) Perilaku Makan: Hewan beragam dalam keluasan cita rasanya. Penderita sakit jiwa yang menjalani pengobatan kejutan listrik tidak mengingat-ingat kejadian yang berlangsung sejenak sebelum perlakuan tersebut. dan (4) meneruskan gen-gennya kepada generasi berikutnya. yang banyak mempunyai mekanisme yang efisien untuk mempertahankan kendali homeostatis terhadap lingkungannya. pendidikan di Indonesia . citra mencari itu mungkin bukan perwujudan makannya saja. yaitu: (1) makan. radikalisme atas nama puritanisme dan otensitas agama. untuk sementara. (2) mencegah jangan sampai dimakan. 4) Perilaku Reproduktif: Pembentukan Karakter lewat Olahraga Oleh Mudjito AK Selasa. daya tarik dan sejenisnya untuk menarik mangsanya agar berada dalam jangkauannya. Banyak pula hewan yang menggunakan energinya untuk membangun perangkap. tetapi memori tentang peristiwa sebelumnya tidak terhalang. Untuk beberapa species. Dari yang sangat khusus hingga ke pemakan umum yang dapat memilih di antara sekumpulan spesies yang dapat dimakan. melainkan tempatnya yang khusus.

Fair Play . nilai-nilai yang lebih penting dalam konteks pendidikan dan psikologi. disiplin. Hidup bersama melalui aktivitas olahraga bagi anak-anak dapat memberi pelajaran bahwa permainan dengan tata aturan tertentu dapat menguntungkan semua pihak dan mencegah konflik perbedaan pandangan. termasuk pembentukan karakter dan kepribadian dalam kerangka nation and character building. ternyata banyak nilai perilaku yang secara riil dapat diwujudkan apabila direncanakan secara sistematis. rekreasi. Bahkan pembentukan sifat kepemimpinan seseorang dapat dicapai melalui media ini. sosialisasi. masih kurang disadari. Nilai Dasar Dalam kehidupan sehari-hari olahraga sering disikapi sebagai media hiburan. kejujuran. Sayangnya.memikul beban ganda. dan penggalian identitas. yang sayangnya fasilitas seperti ini nyaris luput dari perhatian layanan publik. meningkatkan kebugaran. kegiatan sosialisasi. logika moral. Padahal melalui aktivitas seperti ini. tetapi ditambah lagi dengan enkulturasi berbagai bidang kehidupan. karakter. senam. emosi. Dalam ruang lingkup kehidupan masyarakat. yaitu pembentukan karakter dan kepribadian. Secara fisik olahraga memang terbukti dapat mengurangi risiko terserang penyakit. memperkuat tulang. serta kewarganegaraan hakikatnya adalah agenda penting dalam proses pendidikan. dan meningkatkan derajat kesehatan. orang tua mengharapkan generasi baru memahami norma salah-benar. yang selama ini banyak dipandang sebelah mata. karakter. Selain itu juga penting dalam pengembangan identitas. Sejarah telah mencatat bahwa olahraga dapat menjadi media pendidikan atau menjadi ikon bisnis dan industri yang prospektif. Sebagaimana pentingnya membaca. pengisi waktu luang. Moral karakter berhubungan erat dengan perilaku dan nilai-nilai yang dapat didefinisikan sebagai sikap yang konsisten untuk merespons situasi melalui ciri-ciri seperti kebaikan hati. dan memiliki sifat kompetitif yang tinggi. Olahraga secara potensial dan aktual dapat menjadi rujukan yang efektif bagi pembentukan watak kepribadian dan karakter masyarakat. Olahraga yang dikelola secara professional akan mampu mengangkat martabat bangsa dalam percaturan internasional. dan kepribadian. dan berhitung. bertanggung jawab. serta taat asas dalam tata pergaulan. mengatur berat badan. Kepribadian. dan penghargaan kepada orang lain (Lickona. sesungguhnya dalam perspektif sejarah sudah sejak lama pendidikan jasmani dan olahraga dijadikan andalan sebagai wahana yang efektif untuk pembentukan watak. Mengapa? Sebab. Sayangnya. Peran olahraga kian penting dan strategis dalam konteks pengembangan kualitas SDM yang sehat. sportivitas. kearifan dalam hidup bermasyarakat. tanggung jawab. dan mengembangkan keterampilan. Bagaimana membudayakan perilaku dan nilai-nilai tersebut? Dalam tulisan ini dideskripsikan bahwa melalui pendidikan olahraga. dan kemandirian bangsa. dan pendidikan kesehatan. Anatominya meliputi horizon yang amat luas: ada perilaku moral. saat ini perlu ditambahkan lagi dengan respect and responsibility. nilai moral. menulis. tetapi praktiknya sungguh rumit. nasionalisme. Beban ganda itu ialah tidak saja transformasi pengetahuan. mereka yang memiliki minat sejenis dapat berbagi pengalaman dalam common ground yang dapat ditransformasikan melalui komunikasi dan interaksi yang kohesif. 1997). memiliki sikap sportif. meski secara konseptual pokok pikiran ini relatif lebih mudah dirumuskan. Anak-anak juga dapat belajar bersosialisasi melalui permainan-permainan. mandiri.

dan kepuasan diri. kepercayaan diri. Kemenangan dalam suatu pertandingan. Dari fisiologis bergerak . Keberadaan tujuan tersebut. kerja keras. lebih-lebih yang mengandung unsur pertandingan dan kompetisi. Dalam kode fair play terkandung makna bahwa setiap penyelenggaraan olahraga harus dijiwai oleh semangat kejujuran dan tunduk pada tata aturan. baik saat bertanding maupun di luar arena pertandingan. keadaan serta pengalamannya. persahabatan. Dalam dua tahun terakhir. saling ketergantungan. penuh inisiatif. menghormati keputusan wasit/juri. gembira. Itu suatu ciri yang tidak mudah dilakukan pada substansi yang lain dalam kurikulum dan pembelajaran yang cenderung teorestik. partisipasif. Keunggulan pendidikan olahraga dalam pembentukan karakter terletak pada konkretisasi nilai-nilai ke dalam perilaku. dan kecakapan membuat keputusan bertindak. kepemimpinan. meski penting. berbagi. baik yang tersurat maupun tersirat. sosial.Olahraga dengan segala aspek dan dimensinya. Ketiga. Setiap pertandingan harus menjunjung tinggi sportivitas. sikap kerja sama. Teori hierarkhi kebutuhan Maslow menyiratkan manusia bekerja dimotivasi oleh kebutuhan yang sesuai dengan waktu. Tenaga kerja termotivasi oleh kebutuhan yang belum terpenuhi dimana tingkat kebutuhan yang lebih tinggi muncul setelah tingkatan sebelumnya. dan humoris. Hasilnya sungguh menggembirakan karena penerapan tersebut berimplikasi pada perilaku peserta kompetisi yang lebih mencerminkan jiwa sportivitas. antusias. membantu dan penuh semangat kompetitif. Tidaklah diragukan bahwa pendidikan olahraga adalah wahana yang sangat ampuh bagi persemaian karakter dan kepribadian anak bangsa apabila dikembangkan secara sistematis. model kompetisi yang dijiwai fair play telah diimplementasikan pada kompetisi nasional dalam forum Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) dan forum internasional. dan tanggung jawab dengan segala dimensinya. Tenaga kerja penting dimotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. pengembangan individu yang kreatif. saling percaya. dan verbalistik. determinasi. penghargaan. abstrak. serta menghargai lawan. kebebasan bertindak. menjadi tumpuan sinergi dengan para ahli teori motivasi yang berusaha berfikir dan mencari cara agar manusia dapat didorong berkontribusi memenuhi kebutuhan dan keinginan organisasi. Keempat. Kepatutan tindakan itu bersumber dari hati nurani yang disebut dengan istilah fair play. Lawan bertanding sejatinya adalah juga kawan bermain. Kedua. sikap dan watak yang senantiasa optimistis. *** Penulis adalah Direktur Pembinaan TK-SD Kementerian Pendidikan Nasional teori+perilaku+manusia+olahraga Pada umumnya para ahli teori perilaku beropini bahwa dalam setiap perilakunya manusia mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Mari kita budayakan pendidikan karakter melalui aktivitas olahraga di kalangan siswa secara sistematis. yaitu ASEAN Primary School Sport Olympiade (APSSO). harus disertai dengan sikap dan perilaku berdasarkan kesadaran moral. rasa hormat. tetapi ada yang lebih penting lagi. sikap sportif. kejujuran. Pertama. rasa aman. tetapi juga kesanggupan mental menggunakan akal sehat. Implementasi pertandingan tidak terbatas pada ketentuan yang tersurat. team work. Masing-masing tingkatan kebutuhan tersebut. Tanpa motivasi mereka bekerja dalam keadaan sakit hati yang menjurus pada ketiadaan kontribusi bahkan terbuka peluang kontribusi yang merugikan. Olahraga mengandung dimensi nilai dan perilaku positif yang multidimensional. yaitu menampilkan keterampilan terbaik dengan semangat persahabatan. perwujudan diri. menghargai teman dan saling mendukung. kejujuran. tidak lain : kebutuhan fisiologis.

reputasi serta posisinya. Lantas bagaimana dengan fakta bayi yang baru dilahirkan adalah bukan langsung makan tetapi dia menangis yang tidak lain kebutuhan sosial. rasa aman. dan kondisi kerja. supervisi. Seperti seseorang berusaha keras mencari pekerjaan yang tidak lain mengimplementasikan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. dan menetapkan imbalan atau hukuman. teori X kurang baik dan teori Y adalah baik. merupakan teori motivasi harapan dimana Vroom ialah orang yang menelurkannya. Berbasis pendekatan demikian. daya tarik pekerjaan. Teori Y berasumsi manusia suka kerja. Situasi kedua tidak lain ketidak puasan yang bersumber dari: kebijakan. Kebutuhan prestasi tercermin dari keinginan seseorang mengambil tugas secara konsisten bertanggung jawab dimana untuk mencapai tujuannya ia berani mengahdapi risiko serta memperhatikan feedback. Hal tersebut. karena manusia lebih suka diawasi daripada bebas. uang. Demikian itu. cepat tanggap terhadap masalah. dan kekuasaan. Teori motivasi prestasi menegaskan manusia bekerja didorong oleh kebutuhan prestasi. Situasi pertama. Intensitas motif seseorang melakukan sesuatu adalah fungsi nilai setiap hasil yang mungkin dicapai dengan persepsi kegunaannya. Tidak . memperhatikan aspek antar pribadi.ke tingkat kebutuhan tertinggi. dan efektif dalam bekerja. afiliasi. Lantas kemampuan bekerja dan persepsi yang akurat tentang peranannya dalam organisasi diperlukan. Pengawasan sendiri bersifat esensial. Kemudian Mc Gregor terkenal dengan teori X dan teori Y. bekerja sama. Kombinasi dari dua arah gejala harapan dan kebutuhan sebagai usaha memotivasi. Karena ketidakpuasan muncul dari tidak memperhatikan situasi kedua. pemuasan yang berarti sumber kepuasan kerja seperti:prestasi. malas dan ingin aman saja. jika situasi pertama tidak ada tidak menimbulkan ketidak puasan berlebihan. kebutuhan . tugas-tugas yang jelas. bersyarat manusia meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkannya dan mempertimbangkan keyakinan memberi sumbangan terhadap tujuan. Tampak berbasis teori ini jika ingin tenaga kerja termotivasi maka mesti memberikan situasi pertama. Juga masih tentang bayi. perwujudan diri secara bertahap. Motivasi sama dengan hasil dikali nilai terus hasil perhitungannya dikalikan kembali dengan ekspektasi. pengukuhan hasil kerja. senang membantu orang ldengan mengesankan dan selalu menjaga prestasi.. segan bertanggung jawab. yaitu. Sebaliknya teori Y mengarahkan manajer mesti terbuka dan mendorong inisiatif kompetensi tenaga kerja. Pertama. hubungan antar manusia. maka kita kenal tiga hal tentang motivasi kerja. Terlepas menerima atau tidak kebutuhan berhierarkhi.tidak demikian melainkan secara bijak teori X dan Y digunakan sesuai keadaan. Yang paling tidak lucu tampak kejadian banyak perusahaan merekrut tenaga penjualan langsung dengan syarat memiliki kendaraan beroda empat (Mobil). motivasi utamanya memperoleh uang dan takut sanksi. aktif menjalankan kebijakan organisasi. Akan tetapi hal tersebut. dan tanggung jawab serta kemajuan. Perhatian terhadap indikator situasi pertama menjadi motivasi tenaga kerja dalam bekerja. Kebutuhan afiliasi ditunjukan oleh keinginan bersahabat. Dengan demikian. Terkadang mesti egois. status. sebab bekerja tidak lain aktifitas alami. Sekarang kita coba integrasikan teori-teori yang telah dikemukakan dengan basis pendekatan integratif. dan terkadang juga demokratis. Sedangkan Porter dan Lawler memberikan peringatan persepsi usahayang dilatarbelakangi kemampuan dan peranan kerjanya menghasilkan cara kerja yang efektif untuk mencapai prestasi baik inisiatif sendiri maupun bukan inisiatif sendiri sehingga memperoleh imbalan yang layak dan kepuasan. Sedangkan kebutuhan kekuasaan tampak pada seseorang yang mau untuk berpengaruh terhadap orang lain. beberapa penelitian membuktikan bayi menangis jika ingin disusui oleh ibunya. Secara umum diketahui Frederick Herbertg berteori dua situasi yang mempengaruhi tenaga kerja saat bekerja. Dalam hal ini. mengetahui jenis-jenisnya adalah memberikan kontribusi silang saling memenuhi. Teori X memberikan petuah manajer harus memberikan pengawasan yang ketat.yaitu. empati.

ketergantungan.individu yang terpenting adalah pencapaian. perhitungan. perluasan. afiliasi. Kedua. kekuasaan. Pendek kata memotivasi dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan dan kepuasan tenaga kerja dimana organisasi dapat menetukan sendiri pola kebutuhan dan kepuasannya tanpa mengabaikan tenaga kerja . Ketiga. hasil akhir psikologis orang bekerja tidak lain kepuasan yang diperoleh dari kerja dan peranannya. motivasi kerja berkembang pada kekuatan yang diubah dalam pola kebutuhan dan kepercayaan untuk bekerja dalam organisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful