LATAR BELAKANG MASALAH

I . pengertian perilaku Perilaku adalah sinonim dari aktivitas, aksi, kinerja, respons, atau reaksi. Dengan kata lain, perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakan oleh manusia yang disadari maupun tidak disadari. Secara teknis, perilaku adalah aktivitas glandular, muscular, atau elektrikal seseorang. Ada dua macam perilaku, yaitu perilaku nampak dan tidak nampak. Perilaku yang nampak, adalah perilaku yang dapat diamati oleh orang lain atau dilihat oleh orang lain, misalnya berbicara, melempar bola, berteriak, dan perilaku-perilaku yang dapat diamati. Sedangkan perilaku yang tidak dapat diamati secara langsung oleh orang lain, misalnya berfikir dan merasakan. Hal lain yang juga menjadi fokus perhatian dalam membahas mengenai modifikasi perilaku adalah kata-kata sifat berikut, jujur, peduli, kerja keras, mandiri, egois, menyenangkan, gugup, minder dan sejenisnya. Kata-kata sifat tersebut bukan menunjuk pada perilaku tertentu tetapi merupakan label yang diberikan sebagai kesimpulan dari beberapa tindakan. Misalnya, apabila anda menyatakan bahwa anda cemas, orang lain yang mendengarkan itu akan memahami apa maksudnya dan dapat membayangkan bagaimana rasanya. Kedua bentuk perilaku tersebut akan menjadi bahasan dalam modifikasi perilaku. Keduanya pun dapat diubah dengan metode modifikasi perilaku. Sebagai catatan, anda mungkin akan menghadapi beberapa istilah lagi, misalnya motivasi dan kreativitas, seorang yang memiliki motivasi tinggi ditandai dengan keinginan untuk meluangkan waktu dan berusaha lebih untuk belajar. Anak kreatif seringkali menunjukkan perilaku yang tidak biasanya. Selain itu beberapa istilah psikologi seperti misalnya developmental disabilities, learning disabilities, autism, hyperactive, dan lain-lain. Semua hal di atas tidak menunjuk perilaku tertentu tetapi sangat sering digunakan untuk me label seseorang. Coba perhatikan beberapa contoh perilaku yang dapat diamati berikut ini: Seorang anak usia 10 tahun tidak dapat mengikat sendiri tali sepatunya, masih ngompol di malam hari.. tidak mampu mengkoordinasikan gerakan tangan terutama pada waktu makan, skor tes IQ <35. Psikolog atau ahli yang berkecimpung dalam bidang penyimpangan perilaku mengamati sampelsampel perilaku tersebut pada usia tertentu. Seorang anak yang berusia 10 tahun umumnya sudah mampu mengikat tali sepatu mereka sendiri, sudah dapat mengontrol kandung kemihnya sehingga tidak ngompol lagi, dapat menggunakan sendok dan garpu pada saat makan. Label severe developmental disabilities digunakan oleh pada psikolog untuk anak-anak dengan ciri tersebut di atas. Mungjkin anda bertanya, mengapa perlu digunakan label? Pertimbangan pertama adalah mempermudah komunikasi untuk mendapatkan gambaran umum mengenai seseorang. Misalnya, bila kita menghadapi seorang anak berusia 10 tahun yang dikatakan mengalami severe developmental disabilities, mereka tidak akan mampu membaca huruf dengan baik. Kedua, label ini akan mempermudah kita dalam menyusun rencana tritmen. Seorang yang

mungkin akan memberikan dampak yang negatif. kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. bila berjumpa dengan seorang akan yang suka menggunakan kata-kata secara terbalik.org ini. Demikian pula. 16/07/2008 . Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Gunakan fasilitas pencarian yang ada untuk menemukan apa yang anda butuhkan. diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Penelitian teori x dan y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur. . disarankan untuk mengikuti program manajemen kecemasan. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi. pemberian label ini.mengalami kecemasan. orang dewasa seringkali lebih terfokus pada kelemahan anak-anak mereka sehingga mengabaikan potensi yang masih mungkin untuk dikembangkan. Seorang guru cenderung kurang memberi kesempatan pada anak yang dilabel sebagai sexually abused atau mentally retarded untuk ikut terlibat dalam diskusi-diskusi kelompok untuk pemecahan masalah. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas. Contoh lain dari dampak negatif ini adalah diskriminasi perlakuan yang diterima. Lebih dari itu. Teori X Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. B. A. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Teori Z dapat anda baca di artikel lain di situs organisasi. Definisi/Pengertian Teori Perilaku Teori X dan Teori Y (X Y Behavior Theory) Douglas McGregor Wed. imajinasi. anak yang pemalu diberi kesempatan mengikuti pelatihan asertivitas. kita akan melabel mereka sebagai dyslexia. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y. Teori Y Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan seharihari lainnya. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja. Sebaliknya.1:02am — godam64 Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Sebagai contoh.

2. Perilaku Kesehatan Dari batasan ini perilaku kesehatan dapat diklasifikan menjadi 3 kelompok: 1. c. misalnya seorang ibu memeriksakan kehamilannya atau membawa anaknya ke puskesmas untuk diimunisasi. Skiner (1938) seorang ahli psikologis. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia. Dilihat dari bentuk respons terhadap stimulus ini. perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. dan penyembuhan penyakit bila sakit. Perilaku Pemeliharaan Kesehatan (health maintenance) Perilaku pemeliharaan kesehatan adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Perilaku pencegahan penyakit. Perilaku gizi (makanan dan minuman). Misalnya : seorang ibu hamil tahu pentingnya periksa kehamilan. dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuh-tumbuhan. B. b. serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit. Oleh sebab itu perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek : a. dan sebagainya. karena mereka mempunyai aktifitas masing-masing. apabila seseorang dalam keadaan sakit. Perilaku terbuka (overt behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Perilaku peningkatan kesehatan. binatang sampai dengan manusia itu berperilaku.Pengertian Perilaku Dari segi biologis. Oleh sebab itu. maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua : 1. merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). seorang pemuda tahu bahwa HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seks. baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. Perilaku tertutup (covert behavior) Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup (covert). .

baik lingkungan fisik maupun sosial budaya dan bagaimana. Adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita dan atau kecelakaan. Perilaku peran sakit (the sick role behavior) Perilaku ini mencakup: 1) Tindakan untuk memperoleh kesembuhan 2) Mengenal/mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang layak.2. Perilaku ini mencakup antar lain : 1) Menu seimbang 2) Olahraga teratur 3) Tidak merokok 4) Tidak minum-minuman keras dan narkoba 5) Istirahat yang cukup 6) Mengendalian stress 7) Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan b. Perilaku hidup sehat. dan pelayanan kesehatan). dsb. Perilaku Kesehatan Lingkungan Adalah bagaimana seseorang merespon lingkungan. 1979) membuat klasifikasi lain tentang perilaku kesehatan ini. a. Perilaku Sakit Mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. c. 3. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri. pengetahuan tentang penyebab dan gejala penyakit. sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. 3) Mengetahui hak (misalnya: hak memperoleh perawatan. Persepsinya terhadap sakit. Perilaku Pencarian dan Penggunaan Sistem atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau Sering disebut Perilaku Pencarian pengobatan (Heath Seeking Behavior). Adalah perilaku –perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatikan kesehatannya. Seorang ahli lain (Becker. . pengobatan penyakit dan sebagainya.

Teori Bloom ini dimodifikasi untuk pengukuran hasil pendidikan kesehatan yakni: 1. Domain Perilaku Faktor-faktor yang membedakan respon terhadap stimulus yang berbeda disebut determinan perilaku. Tingkat pengetahuan di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu: 1) Tahu (know) 2) Memahami (comprehension) 3) Aplikasi 4) Analisis 5) Sintesis 6) Evaluasi a. sosial. tingkat emosional. dsb. yakni karakterisitik orang yang bersangkutan yang bersifat given atau bawaan misalnya tingkat kecerdasan. jenis kelamin. Pengetahuan Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang: a. dsb Benyamin Bloom (1908) seorang ahli psikologis pendidikan membagi perilaku manusia itu ke dalam 3 dominan yakni: 1. politik .C. Kognitif 2. Determinan atau faktor internal. 2. Afektif 3. Determinan atau faktor eksternal yaitu lingkungan baik lingkungan fisik. Psikomotor Dalam perkembangannya. Determinan perilaku ini dapat dibedakan menjadi dua yakni: 1. Komponen pokok sikap Dalam bagian lain Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok: . budaya ekonomi.

Pengetahuan tentang kesehatan lingkungan . Perubahan (Adopsi) Perilaku atau Indikatornya Perubahan (adopsi) perilaku atau indikatornya Adalah suatu roses yang kompleks dan memerlukan waktu yang relatif lama. Praktek atau tindakan (practice) Mempunyai beberapa tingkatan: 1) Persepsi (perception) 2) Respon terpimpin (guide response) 3) Mekanisme (mecanism) 4) Adopsi (adoption) D. Pengetahuan tentang sakit dan penyakit b. Pengetahuan Dikelompokkan menjadi: a.1) kepercayaan (keyakinan) ide. Pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan c. Berbagai tingkatan sikap Sikap ini terdiri dari berbagai tindakan: 1) Menerima (receiving) 2) Merespon (responding) 3) Menghargai (valuing) 4) Bertanggungjawab (responsible) c. dan konsep terhadap suatu objek 2) kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek 3) kecenderungan untuk bertindak (tend to behave) b. Secara teori perubahan atau seseorang menerima atau mengadopsi perilaku baru dalam kehidupannya melalui 3 tahap: 1.

Hasil dari dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam bentuk perilaku. Faktor-faktor tersebut antara lain : susunan saraf pusat. Teori Lawrence Green Gren mencoba menganalisis perilaku manusia dari tingkat kesehatan. Pada garis besarnya perilaku manusia dapat dilihat dari 3 aspek yaitu aspek fisik. F. Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak untuk mencapai suatu tujuan tertentu. baik internal maupun eksternal. Sikap cara pemeliharaan dan cara hidup sehat c. psikis dan sosial. dsb. Sikap Dikelompokkan menjadi: a. Tindakan (praktek) pemeliharaan dan peningkatan kesehatan c. Determinan dan Perubahan Perilaku Faktor penentu atau determinan perilaku manusia sulit untuk dibatasi karena perilaku merupakan resultasi dari berbagai faktor. Praktek dan Tindakan Indikatornya yakni: a. Sikap terhadap sakit dan penyakit b. penciuman. emosi. pendengaran. Asumsi Determinan Perilaku Manusia Beberapa teori lain yang telah dicoba untuk mengungkapkan deteminan perilaku dari analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku. Aspek Sosio-Psikologi Perilaku Di dalam proses pembentukan dan atau perubahan atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Tindakan (praktek) sehubungan dengan penyakit b. motivasi.2. Tindakan (praktek) kesehatan lingkungan E. Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor pokok yaitu faktor perilaku (behavior . persepsi. Sikap terhadap kesehatan lingkungan 3. dan belajar persepsi adalah pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan. khususnya perilaku yang berhubungan dengan kesehatan antar lain: 1.

Situasi yang emungkinkan untuk bertindak atau tidak bertindak (action situastion). alat-alat kontrasepsi. b. kepercayaan-kepercayaan dan penilaian-penilaian seseorang terhadap objek. sikap. yang terwujud dalam lingkungan fisik tersedia atau tidaknya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan misalnya puskesmas. kepercayaan. Faktor-faktor pendukung (enabling faktor).causes) dan faktor di luar perilaku (non behavior causes). obat-obatan. b. sikap. 3. Kar Kar mencoba menganalisis perilaku kesehatan dengan bertitik tolak pada perilaku itu merupakan fungsi dari: a. Duikungan sosial dari masyarakat sekitarnya (social support) c. Niat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau perawatan kesehatanya (behavior intention) b. Pengetahuan Pengetahuan di peroleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. Faktor-faktor predisposisi (predisposing factor). Ada atau tidak adanya informasi tentang kesehatan atau fasilitas kesehatan (acesssebility of information) d. 2. keyakinan. Otonom pribadi yang bersangkutan dalam hal ii mengambil tindakan atau keputusan (personal autonomy) e. a. Selanjutnya perilaku itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor: a. yang terwujud dalam pegetahuan. Faktor-faktor pendorong (reforcing factor) yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas yang lain. nilai-nilai dan sebagainya. Kepercayaan . jamban dan sebagainya. c. persepsi. Teori WHO Tim kerja dari WHO menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berprilaku tertentu adalah karena adanya 4 alasan pokok: Pemikiran dan perasaan (thought and feeling) yakni dalam bentuk pengetahuan. yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat. Teori Snehandu B.

Perilaku tersebut dibagi lagi dalam 3 domain yaitu kognitif. Semua itu berpengaruh terhadap perilku seseorang atau kelompok masyarakat.Kepercayaan sering atau diperoleh dari orang tua. Orang penting sebagai referensi Perilaku orang. PENUTUP A. uang. afektif dan psikomotor. d. tenaga dan sebagainya. makanan dan minuman. kebiasaan. nilai-nilai. Seseorang menerima kepercayaan itu berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. Sumber daya (resources) Sumber daya disini mencakup fasilitas-fasilitas. afektif dari sikap psikomotor dan tindakan (ketrampilan). Berdasarkan batasan perilaku dari Skiner tersebut. waktu. kakek atau nenek. Kognitif diukur dari pengetahuan. Kesimpulan Perilaku merupakan basil hubungan antara perangsang (stimulus) dan respon Skinner. Perubahan terencana (planned change): Perubahan perilaku karena memang direncanakan oleh yang bersangkutan . sistem pelayanan kesehatan. serta lingkungan. Notoatmojo 1993). Perilaku normal. Perubahan alamiah (natural change): Perubahan perilaku karena terjadi perubahan alam (lingkungan) secara alamiah 2. maka perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus objek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. lebih-lebih perilaku anak kecil lebih banyak dipengaruhi oleh orangorang yang dianggap penting. e. f. Bentuk-bentuk perubahan perilaku: 1. cit. c. dan penggunaan sumber Di dalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup (way of life) yang pada umumnya disebut kebudayaan. Sikap Sikap menggambarkan suka atau tidak suka terhadap objek sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri atau orang lain yang paling dekat.

3. 2. Dengan menunjukkan contoh-contoh. mulai dari pemberian informasi atau penyuluhan-penyuluhan. Perubahan perilaku dilakukan melalui proses pembelajaran. Sebaiknya para tenaga kesehatan menggunakan cara-cara ini sebagai pegangan dalam membina masyarakat yang sehat dan produktif. Kesiapan berubah (Readiness to change): Perubahan perilaku karena terjadinya proses internal (readiness) pada diri yang bersangkutan. yaitu : 1. Dengan menanamkan kesadaran dan motivasi B. . Untuk mencapai perubahan perilaku. dan atau menggunakan peraturan atau perundangan. Strategi perubahan perilaku: • Inforcement: 1. Dengan memberikan kemudahan. 3. Perubahan perilaku dilakukan dengan paksaan. tetapi untuk sementara (tidak langgeng) • Education: 1. Menghasilkan perubahan perilaku yang cepat. 2. 4. 5. tetapi makan waktu lama. 2. Dengan memberi imbalan. ada beberapa cara yang bias ditempuh. Dengan Paksaaan. 6. dimana proses internal ini berbeda pada setiap individu. Dengan membina hubungan baik. Saran Dengan mengetahui teori. bentuk dan bagaimana cara perubahan perilaku kita sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan dalam promosi kesehatan secara efektif. Menghasilkan perubahan perilaku yang langgeng.

ini sebuah bentuk perilaku. didalam tubuh manusia. merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). binatang sampai dengan manusia itu berperilaku. ia dikatakan sedang berperilaku. Pernagsang ini disebut reinforcing stimulation atau reinforce. karena memperkuat respon. Respondent respon atau reflexsive. tertawa. cahaya terang menyebabkan mata tertutup. dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuh – tumbuhan. dan sebagainya. Misalnya : makanan yang lezat menimbulkan keinginan untuk makan. misalnya kaki yang satu harus diletakkan pada kaki yang lain. . yakni respon yang ditimbulkan oleh rangsangan – rangsangan (stimulus) tertentu. Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian. kuliah. dan sebagainya. Sehingga yang dimaksu perilaku manusia. Skiner membedakan adanya dua proses. dan kemudian organisme tersebut merespon. lulus ujian meluapkan kegembiraannya ddengan mengadakan pesta. bekerja. 2. karena mereka mempunyai aktifitas masing – masing. 1. Respondent respon ini juga mencakup perilaku emosinal misalnya mendengar berita musibah menjadi sedih atau menangis. berbicara. membaca dan sebagainya. dan sikap yang terjadi belumbisa diamati secara jelas oleh orang lain. pada hakikatnya adalah tindakan atau aktifitas manusia darimanusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain: berjalan. yakni respon yang timbul dan berkembang kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Stimulus semacam ini disebutelecting stimulation karena menimbulkan respon – respon yang relative tetap. seperti orang berjalan. Dalam buku lain diuraikan bahwa perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup)yang bersangkutan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia. Skiner (1938) seorang ahli psikologi. Oleh sebab itu. maka teori skiner disebut teori “S – O . Jelas. Psi. Leonard F. maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu : • Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dakam bentuk terselubung atau tertutup (covert). Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme. Misalnya apabila seorang petugas kesehatan melaksanakan tugasnya dengan baik (respon terhadap uraian tugasnya atau job skripsi) kemudian memperoleh penghargaan dari atsannya (stimulus baru). maka petugas kesehatan tersebut akan lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya Bentuk Perilaku Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini. persepsi. Cerita ini dari satu segi. Operant respon atau instrumental respon.Dalam sebuah buku yang berjudul “Perilaku Manusia” Drs. Polhaupessy. baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar (Notoatmodjo 2003 hal 114). Ia sedang membaca.R”atau Stimulus – Organisme – Respon. sebenarnya perilaku ada dibalik tirai tubuh. dan mengendarai motor atau mobil. Untuk aktifitas ini mereka harus berbuat sesuatu. Jika seseoang duduk diam dengan sebuah buku ditangannya. menulis. naik sepeda. pengetahuan / kesadaran. menguraikan perilaku adalah sebuah gerakan yang dapat diamati dari luar. Sekalipun pengamatan dari luar sangat minimal.

1) Awareness (kesadaran). Faktor lingkungan ini sering menjadi factor yang dominanyang mewarnai perilaku seseorang. yakni orang mulai tertarik kepada stimulus 3) Evaluation (menimbang – nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya). baik lingkungan fisik. orang telah mulai mencoba perilaku baru 5) Adoption. Notoatmodjo. kesadaran. tingkat emosional. . fisik. (Notoatmodjo. yakni. 2003 hal 122. jenis kelamin. dan sikapnya terhadap stimulus Apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini didasari oleh pengetanhuan. dan sebagainya. 2007 hal 139) Proses Tejadinya Perilaku Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru). dan sikap yang positif maka perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan atau bersifat langgeng (long lasting). Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek (practice). subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan. Faktor eksternal yaitu lingkungan. ekonomi.Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi 4) Trial. Domain Perilaku Diatas telah dituliskan bahwa perilaku merupakan bentuk respon dari stimulus (rangsangan dari luar). Hal ini berarti meskipun bentuk stimulusnya sama namun bentuk respon akan berbeda dari setiap orang. politik. kesadaran. didalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan. Determinan perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu : • • Faktor internal yaitu karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat given atau bawaan misalnya : tingkat kecerdasan. dan sebagainya. Faktor – factor yang membedakan respon terhadap stimulus disebut determinan perilaku.• Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui setimulus (objek) terlebih dahulu 2) Interest.

artinya sifatnya ditentukan oleh pola reseptor. saraf diperlukan untuk mengkoordinasikan respon dan efektor untuk melaksanakan aksi. Respon terbawa sejak lahir. biasanya langsung selesai walaupun stimulus efektif segera ditiadakan. maka diperlukan stimulus luar untuk mengawali respon. agak tidak fleksibel.Perilaku adalah tindakan/aksi yang mengubah hubungan antara organisme dan lingkungannya. misalnya rasa lapar. menghambat kontraksi otot-otot antagonis 3. Isyarat kimia. Umumnya perilaku suatu organisme merupakan akibat gabungan stimulus dari dalam dan dari luar. Naluri: Pola perilaku kompleks yang. Reseptor diperlukan untuk mendeteksi stimulus. dan mempunyai nilai bagi hewan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. . memberikan motivasi akan aksi yang akan diambil bila makanan benar-benar terlihat atau tercium. Macam-macam taksis: kemotaksis. Perilaku dapat pula terjadi sebagai stimulus dari dalam. saraf. Refleks adalah respon otomatis dari sebagian tubuh terhadap suatu stimulus. Perilaku dapat terjadi sebagai akibat stimulus dari luar. Refleks: Respon bawaan paling sederhana yang dijumpai pada hewan yang mempunyai system saraf. sebagaimana refleks. berfungsi sebagai pelepas penting pada serangga sosial. Stimulus dari dalam. Perilaku bawaan Taksis: Bereaksi terhadap stimulus dengan bergerak secara otomatis langsung mendekati atau menjauh dari atau pada sudut tertentu terhadapnya. fototaksis. yang: 1. Contoh: refleks rentangan Mesin refleks rentang memberikan mekanisme pengendalian yang teratur dengan baik. Isyarat yang memicu aksi naluriah disebut pelepas (release). Bentuk Perilaku: • • Perilaku bawaan. dan dengan cepat dan secara otomatis membuat setiap penyesuaian sebagai pengganti yang perlu. merupakan bawaan. magnetotaksis. yaitu feromon. Begitu respon tertentu dilepaskan. Pelepas Perilaku Naluriah: sekali tubuh siap di bagian dalam untuk tipe perilaku naluriah tertentu. mengarahkan kontraksi refleks otot 2. Naluri lebih rumit dibandingkan dengan refleks dan dapat melibatkan serangkai aksi. dan Perilaku terajar. terus-menerus memonitor keberhasilan yang dengannya perintah-perintah dari otak diteruskan. dan efektor yang diwariskan.

Anjing telah belajar bereaksi terhadap stimulus pengganti. Motivasi: Diantara kebanyakan hewan. Keterpatrian/Tanggap Tiru Imprinting: Merupakan salah satu contoh belajar yang khusus dan nyata. Seekor hewan yang haus akan mencari air dan yang merasa lapar akan mencari makanan. anjing selanjutnya akan berliur setiap kali anjing tersebut mendengar bel. Contoh: jika seekor anak angsa yang baru menetas dihadapkan pada sebuah benda yang dapat bergerak dan mengeluarkan bunyi yang dapat terdengar. dan (3) diberikan semacam hadiah/imbalan untuk penampilan/prestasi yang berhasil terhadap respon bersyarat tadi. karena jika dilakukan beberapa hari setelah menetas. dalam penelitiannya dengan anjing menemukan bahwa jika anjing diberi makanan pada mulutnya. Hal ini merupakan respon yang diperlazimkan. hipotalamus mengawali respon yang berakibat . Daur perilaku ritme dapat selama dua jam atau setahun. neuron sensori. Ivan Pavlov. yang pada dasarnya adalah respon sebagai hasil pengalaman. Dalam semua kasus. Skinner yang terkenal karena dapat melatih merpati untuk bermain pingpong dan bermain piano mainan). Banyak diantara dorongan ini bersumber dalam hipotalamus. disebabkan oleh suatu stimulus yang berbeda dengan yang semula memicunya. Sebagian besar perilaku spontan hewan-hewan ini merupakan akibat usaha memelihara homeostasis. jaring-jaring neuron di otak. hewan ditempatkan pada suatu keadaan sehingga dapat bergerak bebas dan melakukan sejumlah kegiatan perilaku yang berlain-lainan. Kebiasaan: hampir semua hewan mampu belajar untuk tidak bereaksi terhadap stimulus berulang yang telah dibuktikan tidak merugikan. Pelaziman terjadi paling cepat bila (1) stimulus yang bukan diperlazimkan dan stimulus yang diperlazimkan sering diberikan bersama-sama.F. Pavlov kemudian menemukan jika pada saat meletakkan makanan di mulut anjing ia membunyikan bel. Perilaku Terajar Perilaku terajar adalah perilaku yang lebih kurang diperoleh atau dimodifikasi secara permanen sebagai akibat pengalaman individu. Peneliti dapat memilih untuk memberi imbalan hanya pada perilaku tertentu. (2) tidak ada pengalihan perhatian. Kepuasan terhadap dorongan merupakan kekuatan motivasi dibalik perilaku hewan tersebut. Percobaan mengenai pelaziman telah banyak memberi keterangan tentang proses belajar pada manusia. ia akan mengeluarkan air liur yang mungkin merupakan refleks bawaan yang melibatkan kuncup rasa. Waktu penghadapan cukup kritis. Keterpatrian ini dikenal berkat penelitian Konrad Lorenz. motivasi (terkadang disebut juga dorongan) dihubungkan dengan kebutuhan fisiknya. Respon yang Diperlazimkan: merupakan perilaku terajar yang paling sederhana. dan neuron motor yang menuju kelenjar ludah. Pelaziman Instrumental: Prinsip pelaziman dapat dipakai untuk melatih hewan melakukan tugas yang bukan pembawaan lahir. fisiologiawan Rusia. hewan itu akan mengikutinya sebagaimana mereka mengikuti induknya. Fenomena ini dikenal sebagai kebiasaan (habituasi) dan merupakan suatu contoh belajar sejati. yaitu stimulus yang diperlazimkan. Latihan ini dikenal sebagai pelaziman instrumental atau pelaziman operan (istilah kedua diberikan oleh psikolog B.Perilaku Ritme dan Jam Biologis: perilaku berulang-ulang pada interval tertentu yang dinyatakan sebagai ritme atau periode. keterpatrian tidak terjadi. Dalam hal ini.

Konsep: Kebanyakan hewan memecahkan masalah dengan mencoba-coba. Pemecahan masalah dengan menggunakan konsep melibatkan suatu bentuk penalaran. Jika organisme bermaksud memodifikasi perilakunya dari pengalaman.penurunan dorongan tersebut. memiliki bahasa yang sangat maju. Masih terlalu dini untuk menyatakan apa sifat memori itu. menerapkan prinsip umum pada situasi khusus yang baru. Beberapa memperhatikan RNA. dan dapat pula menghambat beberapa di antara respon tadi bila titik kepuasan tercapai. Ada dua teori dasar tentang memori. Wawasan mencakup menanamkan hal-hal yang telah dikenal dengan cara-cara baru. Manusia umumnya tidak sekedar belajar dengan cara mencoba-coba. Banyak kegiatan yang dilakukan kendatipun tidak ada imbalan atau hukuman luar yang didapatkan. sebagian besar perilaku terhadap keinginan memuaskan kebutuhan fisik. Teori yang kedua mengatakan bahwa setiap sensasi yang diingat kembali mengakibatkan sedikit perubahan fisik yang permanen di dalam otak. Hal ini memungkinkan karena jaring-jaring interneuron yang amat luas dalam serebrum manusia. Beberapa biologiwan mengemukakan bahwa memori mungkin disimpan dalam kode kimiawi di dalam otak. Bila dihadapkan pada suatu masalah. Penalaran induktif berarti mempelajari prinsip umum dari pengalaman dengan situasi khusus dan jelas. Memori: Belajar bergantung kepada memori (ingatan). Wawasan juga bergantung pada perkembangan konsep atau prinsip. Perolehan memori terjadi paling sedikit dalam dua langkah yang berbeda. kerusakan pada lobus temporal dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan mengingat pengetahuan baru selama kira-kira satu jam lebih. Yang pertama menyatakan bahwa memori merupakan proses dinamik. Penalaran deduktif. tidak selalu dapat diterangkan seperti keterangan di atas. beberapa memperhatikan protein. Ada dua proses pemikiran berlainan namun berkaitan yang terlibat. Melakukan proses (kegiatan) itu sendiri sudah merupakan imbalan. Hal ini merupakan abstraksi yang kedua (konsep merupakan abstraksi juga). Bahasa: Semua manusia. Bisa jadi proses dinamik maupun perubahan fisika-kimia terlibat didalamnya. maka ia harus mampu mengingat-ingat apa pengalamannya itu. yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. bahkan dalam masyarakat yang paling primitif pun. Simpanse dan manusia juga kadang mau bekerja untuk tujuan yang belum tampak. Jadi merupakan tindakan kreatif sejati. Pada manusia. Kerusakan seperti itu tidak berpengaruh . Respon ini disebut wawasan. melalui kegagalan dan keberhasilan yang berulang. manusia mungkin melakukan satu atau dua usaha sembarang sebelum “berhasil” memecahkannya. Pada manusia. sensasi menimbulkan impuls saraf. sebagai substansi yang menyandikan memori. Selama ada motivasi yang memadai hewan akan mencoba setiap alternatif dan secara bertahap. Menurut teori ini. Teori dinamik ini ditunjang oleh fakta yang menakjubkan bahwa belum pernah ditemukan daerah khusus dalam otak manusia untuk penyimpanan memori yang lama. maka memori diperlukan agar yang dipelajarinya itu tetap ada. yang kemudian beredar untuk jangka waktu tak terbatas melalui jaring-jaring neuron dalam sistem saraf pusat. Sekali sesuatu dipelajari. belajar memecahkan masalahnya.

sirkit dalam sistem saraf. 15 Juni 2010 Keprihatinan terhadap fenomena degradasi moral dan karakter bangsa makin terasa akut dari masa ke masa. yang banyak mempunyai mekanisme yang efisien untuk mempertahankan kendali homeostatis terhadap lingkungannya. Kisaran ini relatif luas bagi hewan. Sebagian besar kehidupan hewan sosial berkisar pada makan bersama. dan sebagainya. Selain itu juga ada perkembangan sentimen kedaerahan dan kesukubangsaan yang makin melunturkan semangat nasionalisme. (3) mampu bertahan hidup dalam kondisi fisik lingkungannya. untuk sementara. tetapi memori tentang peristiwa sebelumnya tidak terhalang. radikalisme atas nama puritanisme dan otensitas agama. Penderita sakit jiwa yang menjalani pengobatan kejutan listrik tidak mengingat-ingat kejadian yang berlangsung sejenak sebelum perlakuan tersebut. Berbeda dengan peran pendidikan di negara-negara maju yang lebih terbatas pada transfer ilmu pengetahuan.pada memori yang diperoleh dalam tahun-tahun sebelum kerusakan terjadi. citra mencari itu mungkin bukan perwujudan makannya saja. terhadinya degradasi lingkungan. dan (4) meneruskan gen-gennya kepada generasi berikutnya. 3) Bertahan Hidup dalam Lingkungan Fisik: Kebanyakan hewan hanya dapat bertahan hidup dalam kisaran suhu. Dari yang sangat khusus hingga ke pemakan umum yang dapat memilih di antara sekumpulan spesies yang dapat dimakan. Di kalangan masyarakat makin mewabah patologi sosial dan penyalahartian praktik kehidupan demokrasi dengan kebebasan tanpa aturan. menghasilkan keuntungan yang besar. Arti Penting Perilaku Adaptif: Berbagai macam perilaku bergantung pada mesin perilaku: reseptor indera. yaitu: (1) makan. 1) Perilaku Makan: Hewan beragam dalam keluasan cita rasanya. Kerugian energi dari mencari makanan diusahakan seminimum mungkin melalui perkembangan “citra mencari” untuk macam makanan yang. Tujuan makanan ialah energi. 4) Perilaku Reproduktif: Pembentukan Karakter lewat Olahraga Oleh Mudjito AK Selasa. 2) Perilaku Mempertahankan diri: Perilaku berkisar dari melarikan diri dari pemangsa potensial sampai dengan menggunakan senjata bertahan dan penggunaan kamuflase dan mimikri (meniru). Jadi hewan berperilaku sedemikian rupa untuk memaksimumkan perbandingan kerugian/keuntungan dari pencarian makanan itu. pendidikan di Indonesia . tetapi energi diperlukan untuk mencari makanan. dan organisasi otot. (2) mencegah jangan sampai dimakan. daya tarik dan sejenisnya untuk menarik mangsanya agar berada dalam jangkauannya. Banyak pula hewan yang menggunakan energinya untuk membangun perangkap. kelembaban tertentu. Banyak kalangan berpandangan bahwa problem multidimensional ini harus dipikul oleh institusi pendidikan. salinitas. Hewan dihadapkan pada empat bentuk perintah yang menopang hidupnya. seperti mamalia dan burung. melainkan tempatnya yang khusus. maraknya kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia. Untuk beberapa species.

sesungguhnya dalam perspektif sejarah sudah sejak lama pendidikan jasmani dan olahraga dijadikan andalan sebagai wahana yang efektif untuk pembentukan watak. emosi. karakter. kejujuran. Olahraga secara potensial dan aktual dapat menjadi rujukan yang efektif bagi pembentukan watak kepribadian dan karakter masyarakat. Nilai Dasar Dalam kehidupan sehari-hari olahraga sering disikapi sebagai media hiburan. dan memiliki sifat kompetitif yang tinggi. tetapi praktiknya sungguh rumit. Padahal melalui aktivitas seperti ini. ternyata banyak nilai perilaku yang secara riil dapat diwujudkan apabila direncanakan secara sistematis. logika moral. Olahraga yang dikelola secara professional akan mampu mengangkat martabat bangsa dalam percaturan internasional. dan mengembangkan keterampilan. Hidup bersama melalui aktivitas olahraga bagi anak-anak dapat memberi pelajaran bahwa permainan dengan tata aturan tertentu dapat menguntungkan semua pihak dan mencegah konflik perbedaan pandangan. Peran olahraga kian penting dan strategis dalam konteks pengembangan kualitas SDM yang sehat. dan kemandirian bangsa. serta taat asas dalam tata pergaulan. yang sayangnya fasilitas seperti ini nyaris luput dari perhatian layanan publik. Bagaimana membudayakan perilaku dan nilai-nilai tersebut? Dalam tulisan ini dideskripsikan bahwa melalui pendidikan olahraga. saat ini perlu ditambahkan lagi dengan respect and responsibility. karakter. kegiatan sosialisasi. bertanggung jawab. meski secara konseptual pokok pikiran ini relatif lebih mudah dirumuskan. dan berhitung. senam. termasuk pembentukan karakter dan kepribadian dalam kerangka nation and character building.memikul beban ganda. yang selama ini banyak dipandang sebelah mata. dan meningkatkan derajat kesehatan. Kepribadian. rekreasi. Fair Play . sportivitas. mereka yang memiliki minat sejenis dapat berbagi pengalaman dalam common ground yang dapat ditransformasikan melalui komunikasi dan interaksi yang kohesif. dan penghargaan kepada orang lain (Lickona. nasionalisme. Moral karakter berhubungan erat dengan perilaku dan nilai-nilai yang dapat didefinisikan sebagai sikap yang konsisten untuk merespons situasi melalui ciri-ciri seperti kebaikan hati. tanggung jawab. Sebagaimana pentingnya membaca. tetapi ditambah lagi dengan enkulturasi berbagai bidang kehidupan. memperkuat tulang. nilai moral. yaitu pembentukan karakter dan kepribadian. mandiri. Sayangnya. Anak-anak juga dapat belajar bersosialisasi melalui permainan-permainan. masih kurang disadari. dan kepribadian. dan penggalian identitas. orang tua mengharapkan generasi baru memahami norma salah-benar. menulis. Selain itu juga penting dalam pengembangan identitas. serta kewarganegaraan hakikatnya adalah agenda penting dalam proses pendidikan. Secara fisik olahraga memang terbukti dapat mengurangi risiko terserang penyakit. memiliki sikap sportif. mengatur berat badan. Anatominya meliputi horizon yang amat luas: ada perilaku moral. meningkatkan kebugaran. dan pendidikan kesehatan. disiplin. 1997). Dalam ruang lingkup kehidupan masyarakat. nilai-nilai yang lebih penting dalam konteks pendidikan dan psikologi. Sayangnya. Beban ganda itu ialah tidak saja transformasi pengetahuan. pengisi waktu luang. Sejarah telah mencatat bahwa olahraga dapat menjadi media pendidikan atau menjadi ikon bisnis dan industri yang prospektif. Mengapa? Sebab. Bahkan pembentukan sifat kepemimpinan seseorang dapat dicapai melalui media ini. sosialisasi. kearifan dalam hidup bermasyarakat.

kepercayaan diri. Implementasi pertandingan tidak terbatas pada ketentuan yang tersurat. persahabatan. Dalam dua tahun terakhir. berbagi. abstrak. Setiap pertandingan harus menjunjung tinggi sportivitas. kepemimpinan. antusias. menjadi tumpuan sinergi dengan para ahli teori motivasi yang berusaha berfikir dan mencari cara agar manusia dapat didorong berkontribusi memenuhi kebutuhan dan keinginan organisasi. menghargai teman dan saling mendukung. dan verbalistik. yaitu menampilkan keterampilan terbaik dengan semangat persahabatan. Keberadaan tujuan tersebut. tetapi ada yang lebih penting lagi. Tenaga kerja termotivasi oleh kebutuhan yang belum terpenuhi dimana tingkat kebutuhan yang lebih tinggi muncul setelah tingkatan sebelumnya. partisipasif. penghargaan. saling percaya. tidak lain : kebutuhan fisiologis. Olahraga mengandung dimensi nilai dan perilaku positif yang multidimensional. Tidaklah diragukan bahwa pendidikan olahraga adalah wahana yang sangat ampuh bagi persemaian karakter dan kepribadian anak bangsa apabila dikembangkan secara sistematis. baik yang tersurat maupun tersirat. pengembangan individu yang kreatif.Olahraga dengan segala aspek dan dimensinya. gembira. rasa hormat. Kemenangan dalam suatu pertandingan. keadaan serta pengalamannya. Itu suatu ciri yang tidak mudah dilakukan pada substansi yang lain dalam kurikulum dan pembelajaran yang cenderung teorestik. kerja keras. team work. Teori hierarkhi kebutuhan Maslow menyiratkan manusia bekerja dimotivasi oleh kebutuhan yang sesuai dengan waktu. menghormati keputusan wasit/juri. kebebasan bertindak. harus disertai dengan sikap dan perilaku berdasarkan kesadaran moral. Lawan bertanding sejatinya adalah juga kawan bermain. *** Penulis adalah Direktur Pembinaan TK-SD Kementerian Pendidikan Nasional teori+perilaku+manusia+olahraga Pada umumnya para ahli teori perilaku beropini bahwa dalam setiap perilakunya manusia mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Kepatutan tindakan itu bersumber dari hati nurani yang disebut dengan istilah fair play. dan humoris. Pertama. Dari fisiologis bergerak . Tanpa motivasi mereka bekerja dalam keadaan sakit hati yang menjurus pada ketiadaan kontribusi bahkan terbuka peluang kontribusi yang merugikan. sikap dan watak yang senantiasa optimistis. Mari kita budayakan pendidikan karakter melalui aktivitas olahraga di kalangan siswa secara sistematis. Keunggulan pendidikan olahraga dalam pembentukan karakter terletak pada konkretisasi nilai-nilai ke dalam perilaku. Masing-masing tingkatan kebutuhan tersebut. saling ketergantungan. model kompetisi yang dijiwai fair play telah diimplementasikan pada kompetisi nasional dalam forum Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) dan forum internasional. Kedua. dan kepuasan diri. serta menghargai lawan. yaitu ASEAN Primary School Sport Olympiade (APSSO). kejujuran. Hasilnya sungguh menggembirakan karena penerapan tersebut berimplikasi pada perilaku peserta kompetisi yang lebih mencerminkan jiwa sportivitas. Ketiga. perwujudan diri. Keempat. sikap sportif. sikap kerja sama. penuh inisiatif. Tenaga kerja penting dimotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. tetapi juga kesanggupan mental menggunakan akal sehat. Dalam kode fair play terkandung makna bahwa setiap penyelenggaraan olahraga harus dijiwai oleh semangat kejujuran dan tunduk pada tata aturan. baik saat bertanding maupun di luar arena pertandingan. dan kecakapan membuat keputusan bertindak. lebih-lebih yang mengandung unsur pertandingan dan kompetisi. membantu dan penuh semangat kompetitif. rasa aman. determinasi. meski penting. sosial. kejujuran. dan tanggung jawab dengan segala dimensinya.

Intensitas motif seseorang melakukan sesuatu adalah fungsi nilai setiap hasil yang mungkin dicapai dengan persepsi kegunaannya. Kebutuhan prestasi tercermin dari keinginan seseorang mengambil tugas secara konsisten bertanggung jawab dimana untuk mencapai tujuannya ia berani mengahdapi risiko serta memperhatikan feedback. kebutuhan . Sebaliknya teori Y mengarahkan manajer mesti terbuka dan mendorong inisiatif kompetensi tenaga kerja. dan tanggung jawab serta kemajuan. Sedangkan kebutuhan kekuasaan tampak pada seseorang yang mau untuk berpengaruh terhadap orang lain. dan menetapkan imbalan atau hukuman. Kombinasi dari dua arah gejala harapan dan kebutuhan sebagai usaha memotivasi. Kebutuhan afiliasi ditunjukan oleh keinginan bersahabat. Karena ketidakpuasan muncul dari tidak memperhatikan situasi kedua. Pertama. segan bertanggung jawab. Hal tersebut. Yang paling tidak lucu tampak kejadian banyak perusahaan merekrut tenaga penjualan langsung dengan syarat memiliki kendaraan beroda empat (Mobil). Sekarang kita coba integrasikan teori-teori yang telah dikemukakan dengan basis pendekatan integratif. Lantas kemampuan bekerja dan persepsi yang akurat tentang peranannya dalam organisasi diperlukan.yaitu. hubungan antar manusia. cepat tanggap terhadap masalah. supervisi. Juga masih tentang bayi. afiliasi. sebab bekerja tidak lain aktifitas alami. bekerja sama. maka kita kenal tiga hal tentang motivasi kerja. reputasi serta posisinya.ke tingkat kebutuhan tertinggi.. empati. Seperti seseorang berusaha keras mencari pekerjaan yang tidak lain mengimplementasikan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Teori X memberikan petuah manajer harus memberikan pengawasan yang ketat. Lantas bagaimana dengan fakta bayi yang baru dilahirkan adalah bukan langsung makan tetapi dia menangis yang tidak lain kebutuhan sosial. Situasi pertama. Berbasis pendekatan demikian. Teori Y berasumsi manusia suka kerja. Tidak . Dalam hal ini. yaitu. Kemudian Mc Gregor terkenal dengan teori X dan teori Y. Tampak berbasis teori ini jika ingin tenaga kerja termotivasi maka mesti memberikan situasi pertama. motivasi utamanya memperoleh uang dan takut sanksi. Pengawasan sendiri bersifat esensial. perwujudan diri secara bertahap. memperhatikan aspek antar pribadi. beberapa penelitian membuktikan bayi menangis jika ingin disusui oleh ibunya. dan kekuasaan. Perhatian terhadap indikator situasi pertama menjadi motivasi tenaga kerja dalam bekerja. Akan tetapi hal tersebut. merupakan teori motivasi harapan dimana Vroom ialah orang yang menelurkannya.tidak demikian melainkan secara bijak teori X dan Y digunakan sesuai keadaan. tugas-tugas yang jelas. Situasi kedua tidak lain ketidak puasan yang bersumber dari: kebijakan. malas dan ingin aman saja. teori X kurang baik dan teori Y adalah baik. dan efektif dalam bekerja. mengetahui jenis-jenisnya adalah memberikan kontribusi silang saling memenuhi. Teori motivasi prestasi menegaskan manusia bekerja didorong oleh kebutuhan prestasi. jika situasi pertama tidak ada tidak menimbulkan ketidak puasan berlebihan. pemuasan yang berarti sumber kepuasan kerja seperti:prestasi. rasa aman. bersyarat manusia meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkannya dan mempertimbangkan keyakinan memberi sumbangan terhadap tujuan. karena manusia lebih suka diawasi daripada bebas. aktif menjalankan kebijakan organisasi. dan kondisi kerja. daya tarik pekerjaan. Terkadang mesti egois. Dengan demikian. uang. status. Secara umum diketahui Frederick Herbertg berteori dua situasi yang mempengaruhi tenaga kerja saat bekerja. Sedangkan Porter dan Lawler memberikan peringatan persepsi usahayang dilatarbelakangi kemampuan dan peranan kerjanya menghasilkan cara kerja yang efektif untuk mencapai prestasi baik inisiatif sendiri maupun bukan inisiatif sendiri sehingga memperoleh imbalan yang layak dan kepuasan. Motivasi sama dengan hasil dikali nilai terus hasil perhitungannya dikalikan kembali dengan ekspektasi. pengukuhan hasil kerja. senang membantu orang ldengan mengesankan dan selalu menjaga prestasi. dan terkadang juga demokratis. Demikian itu. Terlepas menerima atau tidak kebutuhan berhierarkhi.

kekuasaan. perhitungan. hasil akhir psikologis orang bekerja tidak lain kepuasan yang diperoleh dari kerja dan peranannya. Pendek kata memotivasi dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan dan kepuasan tenaga kerja dimana organisasi dapat menetukan sendiri pola kebutuhan dan kepuasannya tanpa mengabaikan tenaga kerja . perluasan. Ketiga. afiliasi.individu yang terpenting adalah pencapaian. ketergantungan. motivasi kerja berkembang pada kekuatan yang diubah dalam pola kebutuhan dan kepercayaan untuk bekerja dalam organisasi. Kedua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful