Pengertian Teknologi Benih Teknologi benih ialah suatu ilmu pengetahuan mengenai cara-cara untuk dapat memeperbaiki

sifat-sifat genetic dan fisik dari benih, yang mencakup kegiatan-kegiatan seperti pengembangan varietas, penilaian dan pelepasan varietas, produksi benih, pengolahan, penyimpanan, pengujian serta sertifikasi benih. Benih ialah simbol dari suatu permulaan, inti dari kehidupan di alam semesta dan yang paling penting adalah kegunaannya sebagai penyambung dari kehidupan tanaman. Benih di sini ialah biji tanaman yang digunakan untuk tujuan pertanaman. Sehingga masalah teknologi benih berada dalam ruang lingkup agronomi. Agronomi sendiri diartikan sebagai suatu gugus ilmu pertanian yang mempelajari pengelolaan lapang produksi dengan segenap unsur alam (iklim, tanah, air), tanaman, hewan, dan manusia untuk mencapai produksi tanaman secara maksimal. Dalam konsep agronomi, benih dituntut untuk bermutu tinggi sebab benih harus mampu menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimum dengan sarana teknologi yang maju. Sering petani mengalami kerugian yang tidak sedikit baik dari segi biaya maupun waktu yang berharga akibat penggunaan benih yang bermutu rendah. Oleh karena itu, meskipun pertumbuhan dan produksi tanaman sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim dan cara bercocok tanam, tetapi harus diingat pentingnya pemilihan mutu benih yang akan digunakan. Berarti benih dengan mutu tinggi sangat diperlukan karena merupakan salah satu sarana untuk dapat menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimal.
A. Pemungutan/Pengumpulan Benih Kegiatan pemungutan benih tidak kalah pentingnya dengan pemilihan sumber benih, karena bila pemungutan benih dilakukan dengan tidak benar maka akan diperoleh benih dengan mutu yang jelek. Semua usaha yang dilakukan untuk mencari sumber be nih yang baik akan percuma bila pengumpulan benih tidak dilakukan dengan cara yang benar. Untuk itu perlu juga adanya suatu regu khusus untuk pengambilan benih karena pekerja kontrak biasanya kurang memperhatikan mutu benih mereka hanya melihat jumlahnya saja. Berikut ini diterangkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam kegiatan pengumpulan benih.

agar mutu benih dapat dipertahankan. karena dapat memilih buah yang betul-betul matang. g Pengambilan juga dapat dilakukan dengan cara diguncang. Penyimpanan sementara Bila tidak mungkin untuk untuk langsung mengekstrasi biji. Cara pengumpulan benih Benih yang dikumpulkan dipermukaan tanah Benih yang dikumpulkan dipermukaan tanah seringkali mutunya tidak sebaik yang dikumpulkan langsung dari pohon. Benih yang dikumpulkan langsung dari pohon. Yang perlu dilakukan sebelum benih dikumpulkan y Tentukan waktu pengumpulan benih. benih yang sudah masak dipetik langsung dengan bantuan galah/tangga.1. Tanda -tanda buah masak perlu diketahui sehingga buah yang dipetik cukup masak (masak fisiologis). Setelah benih dikumpulkan dimasukkan kedalam wadah untuk dibawah ketempat pengolahan. tetapi beri alas kayu sehingg a memungkinkan peredaran udara dibawah wadahya. benih akan hilang daya kecambahnya jika terkena sinar matahari (benih yang rekalsitran). Beri label identitas Setiap wadah berisi buah / polong harus diberi label agar identitas benih tetap diketahui. 3. . Pengambilan dengan cara ini dapat menggunakan terpal/ plastik untuk menampung benih yang jatuh. y Siapkan alat yang dibutuhkan untuk pengumpulan benih 2. Penanganan Benih Setelah Dikumpulkan Penanganan benih harus dilakukan dengan baik. Setiap jenis pohon memiliki masa berbuah tertentu untuk itu mengetahui masa berbunga atau berbuah perlu dilakukan sehingga waktu panen yang tepat dapat ditentukan dengan tepat pula. simpanlah wadah yang berisi buah/polong ditempat yang kering dan dingin dengan ventilasi udara yang baik. Pengambilan dengan cara ini yaitu. cabang yan jauh dapat ditarik dengan tali/kait kayu. Mutu benih yang dikumpulkan dengan cara ini sangat baik. benih akan terserang hama/penyakit dan benih yang berkecambah. B. Jangan meletakkan wadah langsung dilantai. dengan demikian bagian bawahnya tidak lembab. 4.

sehingga daging buahnya mengembang sedang bijinya mengendap. 2). ekstrasi benih. b. Panitia Implementasi Program NFP-FAO Regional Maluku & Maluku Utara Pelatihan Penanaman Hutan di Maluku & Maluku Utara ² Ambon. Ekstrasi benih Ekstrasi benih adalah proses pengeluaran benih dari buahnya/polongnya. kemudian dimasukkan kedalam wadah yang terpisah. Sehingga terbuka. ‡ Benih dari buah kering Benih dijemur dipanas matahari. ranting. sisa polong. ‡ Benih dari buah berdaging Buah yang berdaging dibuang pericarp buahnya dengan cara merendam buah tersebut dalam air. pengeringan benih. c. Cara sederhana : manual dengan tampi/nyiru atau menggunakan saringan. harus dibuang untuk meningkatkan mutunya. dapat dilakukan dengan bantuan alat dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan benih. sortasi benih. untuk itu perlu dikeringkan sebelum benih-benih itu disimpan (tetapi tidak semua benih biasa dikeringkan). Pengeringan benih Benih yang baru diekstrasi biasanya mengandung kadar air yang cukup tinggi. Ada dua cara sederhana untuk me mbersihkan benih yaitu: 1). Cara mekanis : menggunakan alat peniup benih (seed blower) setelah pembersihan jika dirasa perlu dilakukan sortasi benih untuk memilih benih sesuai dengan ukuran. kerucut dari Coniferae. sisa sayap. d. Sortasi buah/ polong Sortasi buah/ polong merupakan kegiatan pemisahan buah/polong yang susah masak dari yang belum/kurang masak.Kegiatan penanganan benih meliputi : Sortasi buah/polong. Pembersihan dan sortasi benih Benih yang sudah diekstrasi masih mengandung kotoran berupa sekam. contohnya : polong-polongan dari Leguminoceae. tanah dan benih yang rusak.Cara ekstrasi berbeda-beda tergantung dari jenis pohon. . 12 ² 13 Desember 2007 3 a. dsb. pembersihan benih. capsule dari Eucaliptus. daging buah.

. kayu besi. contohnya: akasia. Penyimpanan Benih Perlakuan yang terbaik pada benih ialah menanam benih atau disemaikan segera setelah benih-benih itu dikumpulkan atau dipanen. Sebaliknya ada benih yang tidak dapat dikeringkan dan t idak dapat disimpan lama. jadi mengikuti cara-cara alamiah. Untuk itu perlu runag khusus untuk penyimpanan benih. suhu dan kelembaban udara. Tujuan penyimpanan diantaranya yaitu : . C. untuk itu dalam penyimpanan kadar air benih perlu dipertahankan selama penyimpanan. Untuk benih ortodoks Benih ortodoks dapat disimpan lama pada kadar air 6-10% atau dibawahnya. benih -benih ini disebut benih yang ortodoks. salawaku. Ada dua faktor yang penting selama penyimpanan benih yaitu. Untuk benih rekalsitran Benih rekalsitran mempunyai kadar air tinggi.melindungi biji dari serangan hama dan jamur. misalnya ada benih-benih yang dikeringkan sampai kadar air rendah sehingga dapat disimpan lama. laleng.menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik (daya kecambah tetap tinggi) . untuk itu penyimpanan benih perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih saat musim tanam tiba. dll. Setelah itu benih dapat di simpan pada suhu kamar atau pada temperature rendah ´cold storageµ umumnya pada suhu 2-5 oC.Kadar air untuk masing-masing benih berbeda-beda.mencukupi persediaan biji selama musim berbuah tidak dapat mencukupi kebutuhan. D. dll. Umumnya benih dapat dipertahankan tetap baik dalam jangka waktu yang cukup lama. toples kaca/ plastik. namun hal ini tidak selalu mungkin kareana musim berbuah tidak selalu sama. gamal. Penyimpanan dapat dilakukan dengan menggunakan wadah seperti : karung kain. Penyimpanan dapat menggunakan serbuk gergaji atau serbuk arang. Caranya yaitu dengan memasukkan benih kedalam serbuk gergaji atau arang. Teknik Perkecambahan .plastik. bila suhu dan kelembaban udara dapat dijaga maka mutu benih dapat terjaga.

kegagalan untuk mengatasai masalah ini dapat bersifat kegagalan perkecambahan. Tipe dari kejadian lingkungan yang dapat mematahkan dormansi tergantung pada tipe dormansi. Di suatu sisi. Di alam selain pergantian suhu tinggi dan rendah dapat menyebabkan benih retak akibat pengembangan dan pengkerutan. Yang termasuk dormansi fisik adalah: a. b. disini pengambilan air terhalang kulit biji yang mempunyai struktur terdiri dari lapisan sel-sel berupa palisade yang berdinding tebal. dormansi dipatahkan secara perlahan -lahan atau disuatu kejadian lingkungan yang khas. karena perkecambahan d apat terjadi selama pengangkutan atau penyimpanan sementara. Di alam. Impermeabilitas kulit biji terhadap air Benih-benih yang menunjukkan tipe dormansi ini disebut benih keras contohnya seperti pada famili Leguminoceae. Tipe Dormansi Ada beberapa tipe dormansi. yaitu dormansi Fisik dan dormansi Fisiologis. apabila dormansi sangat kompleks dan benih membutuhkan perlakuan awal yang khusus. Keuntungannya benih yang dorman adalah dapat mencegah agar tidak berkecambah selama penyimpanan. Sesungguhya benih -benih yang tidak dorman seperti benih rekalsitran sagat sulit untuk ditangani. Ada beberapa tipe dari dormansi dan kadang-kadang lebih dari satu tipe terjadi didalam benih yang sama. juga kegiatan dari bakteri dan cendawan dapat membantu memperpendek masa dormansi benih. Benih yang dorman dapat menguntungkan atau merugikan dalam penanganan benih. Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio . Dormansi Fisik Pada tipe dormansi ini yang menyebabkan pembatas struktural terhadap perkecambahan adalah kulit biji yang keras dan kedap sehingga menjadi penghalang mekanis terhadap masuknya air atau gas pada berbagai jenis tanaman. terutama dipermukaan paling luar dan bagian dalamnya mempunyai lapisan lilin.Selama penyimpanan benih-benih dalam keadaan dormansi (tidur) dan pelu dilakukan perlakuan sebelum di kecambahkan. Benih dikatakan dormansi apabila benih itu sebenarnya hidup (viable) tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan lingkungan yang memenuhi syarat bagi perkecambahan dan periode dormansi ini dapat berlangsung semusim atau tahunan tergantung pada tipe dormansinya.

Bebagai macam metode telah dikembangkan untuk mengatasi tipe dormansi ini. pengikiran atau pembakaran. Benih -benih ini biasanya ditempatkan pada kondisi temperatur dan kelembaban tertentu agar viabilitasnya tetap terjaga sampai embrio terbentuk sempurna dan dapat berkecambah (Schmidt. yang disebabkan oleh struktur morfologis dari kulit biji yang rumit. beberapa jenis benih tetap berada dalam keadaan dorman disebabkan kulit biji yang cukup kuat untuk menghalangi pertumbuhan embrio. Perlakuan mekanis (skarifikasi) Perlakuan mekanis (skarifikasi) pada kulit biji. tetapi perkembangan embrio terhalang oleh kekuatan mekanis dari kulit biji tersebut. 1997). Hambatan mekanis terhadap pertumbuhan embrio dapat diatasi dengan dua cara mengekstrasi benih dari pericarp atau kulit biji. Terminalia. Jika kulit ini dihilangkan maka embrio akan tumbuh dengan segera. 2002). semua metode menggunakan perinsip yang sama yakni bagaimana caranya agar air dapat masuk dan penyerapan dapat berlangsung pada benih. Teknik skarifikasi pada berbagai jenis benih harus disesuaikan dengan tingkat dormansi fisik.Eucalyptus. Tipe dormansi ini juga umumnya dijumpai pada beberapa genera tropis seperti Pterocarpus. Pada tipe dormansi ini juga didapati tipe kulit biji yang biasa dilalui oleh air dan oksigen. pemecahan. Benih-benih demikian memerlukan jangka waktu tertentu agar dapat berkecambah (penyimpanan). Untuk itu benih tersebut harus diekstrasi dan dicuci untuk menghilangkan zat-zat penghambat. Perlakuan Awal Dormansi Fisik Kebanyakan jenis dari famili leguminosae menunjukkan dormansi fisik. Jangka waktu penyimpanan ini berbeda -beda dari kurun waktu beberapa hari sampai beberapa tahun tergantung jenis benih. Kondisi kedap air kulit biji legum relatif dalam arti bahwa bermacam-macam jenis. dll ( Doran. Berbagai teknik untuk mematahkan dormansi fisik antara lain seperti: a.pengoresan. dengan bantuan pisau.Pada tipe dormansi ini. Zat penghambat yang paling sering d ijumpai ditemukan dalam daging buah. dilakukan dengan cara penusukan. Dormasi fisiologis (embrio) Penyebabnya adalah embrio yang belum sempurna pertumbuhannya atau belum matang. Adanya zat penghambat Sejumlah jenis mengandung zat-zat penghambat dalam buah atau benih yang mencegah perkecambahan. bermacam-macam tingkatan kemasakan dan bermacam-macam individu menunjukkan tingkat ketahanan terhadap penyerapan air (imbibisi) yang berbeda. c. .

atau lainnya adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi dormansi fisik. Pada hakekatnya semua benih dibuat permeabel dengan resiko kerusakan yang kecil. Tetapi metode ini tidak sesuai untuk benih yang mudah sekali menjadi permeable. b. Perlakuan kimia Perlakuan kimia dengan bahan-bahan kimia sering dilakukan untuk memecahkan dormansi pada benih. Karena setiap benih ditangani secara manual. Suhu tinggi dapat merusak benih dengan kulit tipis. Tujuan utamanya adalah menjadikan agar kulit biji lebih mudah dimasuki oleh air pada waktu proses imbibisi. Seluruh permukaan kulit biji dapat dijadikan titik penyerapan air. dapat diberikan perlakuan individu sesuai dengan ketebalan biji. Pada saat yang sama embrio menyerap air. kikir. Air Pana Air panas mematahkan dormansi fisik pada leguminosae melalui tegangan yang menyebabkan pecahnya lapisan macrosclereids. Lamanya perlakuan larutan asam harus memperhatikan 2 hal. asal daerah radikel tidak rusak (Schmidt. Pada benih legum. yaitu: 1). karena asam akan merusak embrio. Pencelupan sesaat juga lebih baik untuk mencegah kerusakan pada embrio karena bila perendaman paling lama. harus dihindari. Kerusakan pada daerah ini dapat merusak benih. Metode ini paling efektif bila benih direndam dengan air panas. Skarifikasi manual efektif pada seluruh permukaan kulit biji tetapi . Umumnya benih kering yang masak atau kulit bijinya relatif tebal toleran terhadap perendaman sesaat dalam air mendidih. c.jarum. Larutan asam untuk perlakuan ini adalah asam sulfat pekat (H2SO4) asam ini menyebabkan kerusakan pada kulit biji dan dapat diterapkan pada legum maupun non legume (Coppeland. kulit biji atau pericarp yang dapat diretakkan untuk memungkinkan imbibisi 2). jadi kepekaan terhadap suhu berfariasi tiap jenis. Larutan asam kuat seperti asam sulfat dengan konsentrasi pekat membuat kulit biji menjadi lunak sehingga dapat dilalui air dengan mudah.kertas gosok. . sedangkan kerusakan pada kotiledon tidak akan mempengaruhi perkecambahan. panas yang diteruskan kedalam embrio sehingga dapat menyebabkan kerusakan. daerah microphylar dimana terdapat radicle. 2002).lapisan sel palisade dari kulit biji menyerap air dan proses pelunakan menyebar dari titik ini keseluruh permukan kulit biji dalam beberapa jam. larutan asam tidak mengenai embrio. 1980).

y Mutu Fisik Mutu fisik merupakan penampilan benih secara prima bila dilihat secara fisik. benih pokok sampai benih sebar. kemurnian benih. biji gulma dan dari berbagai kontaminan lainnya. serta bebas dari kontaminasi hama dan penyakit benih. benih dasar. serta kemasan yang menarik. Bermula dari kemampuan daya hidup awal yang maksimum saat masak fisiologis dan tercermin pula pada daya simpannya selama periodde tertentu. antara lain dari ukuran yang homogen bernas. : y Mutu Genetik Mutu genetic merupakan penampilan benih murni dari spesies atau varietas tertentu yang menunjukkan identitas genetic dari tanaman induknya. Ada beberapa hal yang dapat diuraikan disini yaitu untuk memperoleh benih yang bermutu dan bagaimana teknik perkecambahannya. mulai dari benih penjenis. Mendapatkan benih bermutu bukanlah pekerjaan yang mudah. bersih dari campuran benih lain. . daya hidup (daya kecambah dan kekuatan tumbuh) serta bebas dari hama dan penyakit benih. y Mutu Fisiologik Mutu fisiologik menampilkan kemampuan daya hidup atau viabilitas benih yang mencakup daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih.Beberapa definisi dari mutu benih yang baik sebagai berikut. Sehingga dapat dinyatakan bahwa mutu suatu benih dapat dilihat dari faktorfaktor sebagai berikut: kebenaran varietas.

2. Setelah terjadinya penyerbukan. Tabungsari akan tumbuh dan menembus tangkai putik (style). maka dengan segera dan secara bersam-sama jaringan pembuahan tersebut akan menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa gula dan akan membentuk tabung sari. untuk membentuk zigot. Di tempat tersebut sel jantan bertemu dengan sel telur. baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal. teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman. Biji sebagai calon benih yang pada umumnya berada di dalam buah terbentuk melalui proses berikut: setelah tepung sari mendarat dengan tepat pada kepala putik. Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi. Pembuahan adalah permulaan dari pertumbuhan ovari yang cepat dan selanjutnya berkembang menjadi . Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel yang terdapat di tengah kantung embrio untuk membentuk endosperma. Zigot akan tumbuh menjadi embrio biji.MENGEMBANGBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF A. Penyatuan dua sperma dengan sel-sel yang berbeda dalam kantung embrio disebut pembuahan ganda. teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford. Seputar Buah dan Biji Buah dan biji Buah pada umunya merupakan organ tanaman tempat menyimpan benih dan hasil foto-sintesis. 2003). Pengertian Pengembangbiakan Tanaman Secara Generatif Perkembangbiakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman yang berasal dari biji. Setelah fertilisasi ganda. inti generatif serbuk sari akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan). sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan. menuju ke arah kantung lembaga. pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih. Menjelaskan Prinsip Pembiakan Tanaman Secara Generatif 1. Dari sisi tata bahasa. Oleh karena itu. Satu sperma membuahi sel telur untuk membentuk zigot. bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah.

biji. Biji akan tumbuh dan berkembang sampai menjadi bentuk yang sempurna dan memenuhi standar untuk menjadi benih. Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bibit. Perkecambahan Biji Perkecambahan benih merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit. endosperm. Biji tanaman yang terbentuk dari hasil pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk sari dan berkembang menjadi zigot) 3. Benih yang sedang berkecambah sangat peka terhadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan (proteksi). Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). Perkembangan biji akan diakhiri dengan pemben-tukan integumen pada jaringan ovari induk. dan organisme pengganggu tanaman. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. sedangkan untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji (testa) dan embrio (dua kotiledon.Pada biji monokotil. morfologi biji terdiri dari kulit biji (testa). kotiledon. Naungan berfungsi sebagai pelindung kecambah dan bibit muda dari sengatan sinar mata-hari. Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat. . morfologi biji terdiri dari kulit biji. dan embrio. Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet. perkembangan embrio didahului oleh pertumbuhan endosperm. Berdasarkan letak kotiledon pada saat perkecambahan dikenal dua tipe perkecambahan yaitu hipogeal dan epigeal. lemak dan protein. Pada biji tanaman Gymnospermae. Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination). mega gametofit. Proses pertumbuhan embrio saat perkecambahan benih adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi pucuk dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar. calon akar dan calon daun pertama) Untuk memperjelas gambaran proses perkecambahan biji dapat dilihat pada gambar perkecambahan biji tembakau (Nicotiana tabacum). Pada biji yang sedang berkembang. Biji yang memenuhi kriteria tertentu dapat dijadikan benih. embrio yang terdiri dari kotiledon dan calon akar).

contohnya kecambah jagung. Hipogeal Pada perkecambahan ini terjadi pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul diatas tanah kotiledon tetap berada di dalam tanah. Teknik tanaman yang akan dikembangkan meliputi berbagai teknik dari setiap aspek pembibitan dan produksi benih serta teknik untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman sehingga diperoleh hasil panen yang mempunyai kualitas yang baik dan kuantitas yang banyak. 4. Pembibitan tanaman adalah suatu proses penyediaan bahan tanaman yang berasal dari benih tanaman (biji tanaman berkualitas baik dan siap untuk ditanam) atau bahan tanaman yang berasal dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit (bahan tanaman yang siap untuk ditanan di lapangan. Biji-biji kelompok ini umumnya beasal dari daerah beriklim sub tropis. daun. Kegiatan produksi pertanian memerlukan unit pembibitan tanaman. sehingga kotiledon berada diatas tanah. Hal tersebut disebabkan oleh belum tuntasnya masa dormansi (istirahat) biji tersebut. kemudian tanaman dipelihara dan hasil tanaman (akar. suhu menguntungkan. bunga. Gambar 5 Perkecambahan hipogaeal b. Pada beberapa spesies walaupun kondisi di atas terpenuhi etapi biji tidak dapat berkecambah. Perbanyakan generatif melalui biji memiliki kelebihan yaitu bibit yang diperoleh dalam jumlah banyak dengan pertumbuhan yang seragam. a. dan buah) dipanen. batang.Proses produksi tanaman dimulai dengan benih ditanam. Karena itulah cara ini jarang digunakan. persediaan oksigen memadai dan kelembaban media tumbuh cukup dan kontak secara langsung dengan biji. contoh pada kacang hijau. pucuk. Epigeal Pada perkecambahan ini hipokotil tumbuh memanjang akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Namun kelemahan perbanyakan dengan cara ini ialah dibutuhkan waktu relatif lebih lama hingga diperoleh bibit yang siap tanam. Periode dormansi yang telah dilewati akan . umbi. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Biji dari berbagai spesies tumbuhan akan berkecambah apabila.

Kandungan air dalam sel benih akan naik dari tingkat praperkecambahan sebesar 8-14% menjadi lebih dari 90%. terutama dari golongan bakteri dan fungi. maka sel-sel pada ujung epikotil dan hipokotil mulai membelah dan Hormon ini mengatur pertumbuhan dan perkembanga hipokotil dan . Dalam keadaan yang menguntungkan untuk proses perkecambahan. produksi protoplasma. dan akan mengakibatkan benih mati atau tumbuh tidak normal.menyebabkan perkecambahan biji pada kondisi suhu yang optimal. Benih harus mendapatkan jumlah air yang tepat untuk berkecambah. Ketika terjadi proses pencernaan cadangan makanan pada biji. Sebaliknya jika kelembaban media kurang optimal benih tidak akan dapat menguraikan cadangan makanan dalam biji (jaringan endosperma) sehingga epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh dan berkembang. benih mengabsorpsi air sehingga benih menjadi menggembung dan kulit biji pecah. epikotil. Ketidak-tersediaan oksigen akan memperlambat atau mencegah perkecambahan benih. Oksigen bebas sangat diperlukan untuk respirasi yang akan menghasilkan enerji yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Dengan segera air memasuki sel-sel jaringan lembaga dan endosperma. kondisi kelebihan air akan menyebabkan oksigen keluar dari dalam sel dan benih tidak dapat berkecambah. adanya persediaan oksigen dan air. respirasi dan asimilasi nutrisi ke dalam protoplasma. Pada saat protoplasma sel menyerap uap air. Kelembaban media tanam yang terlalu berlebihan akan menghambat proses perkecambahan. Perkecambahan dapat terjadi walaupun tanah atau media semai tidak mengandung unsur hara karena di dalam biji sudah mengandung cukup persediaan makanan agar lembaga dapat tumbuh selama masa persemaian. dan proses-proses pertumbuhan lainnya. Sumber makanan yang tersimpan dalam endosperma dan kotiledon akan segera diproses melalui respirasi sehingga menghasilkan enerji kimia yang penting untuk pembelahan sel. Suhu yang paling optimal untuk perkecambahan biji adalah 1538oC. maka berbagai proses kehidupan akan berlangsung. Hormon pertumbuhan dan perkembangan seperti asam indol asetat akan mulai berfungsi. Benih akan berkecambah. Kondisi inipun akan mempertinggi kemungkinan benih terserang oleh organisme pengganggu tanaman. setelah keluar kotiledon harus ditambahkan air dan beberapa unsur hara pada media tanamnya.

jaringan penguat. Sel yang baru terbentuk dengan cepat akan meningkat ukurannya karena adanya asimilasi makanan ke dalam protoplasma. Tingkat perkecambahan biji sangat bervariasi. Ujung hipokotil tumbuh menjadi akar primer. akar-akar primer akan tumbuh dalam 36-96 jam. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji. jaringan pembuat makanan. Sel-sel ini mulai membesar pada saat menyerap air. Disamping itu terdapat proses pembesaran sel yang baru terbentuk. Dalam proses ini pertumbuhan akan melibatkan pembuatan sel-sel baru dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya.membentuk sel-sel baru. Fase pertumbuhan yang berikutnya perkembangan sel. kemudian protoplasma yang baru akan terbentuk. dan jaringan peyimpanan. Dari epikotil akan tumbuh batang yang akan menghasilkan daun-daun serta berbagai cabang. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketebalan dan struktur kulit biji dan masa dormansi biji. Ujung hipokotil muncul melalui suatu celah pada kulit biji. floem. akan tetapi proses kehidupan yang terjadi hanya mempertahankan ciri spesifiknya serta . Akar primer yang tumbuh akan mengasilkan akar-akar sekunder. Akar primer akan menyerap air dan unsur hara dari tanah. sel dan jaringan yang sudah matang tidak akan membelah diri lagi. akar-akar primer akan tumbuh dalam 36-96 jam. Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dewasa. Dalam proses ini pertumbuhan daun-daun serta berbagai cabang. sehingga sel akan membesar dan menjadi jaringan tanaman. Tumbuhan yang sedang tumbuh harus memiliki protein dan senyawa organik lain untuk membangun protoplasma. yaitu dengan ditandai terbentuknya jaringan-jaringan baru seperti silem. kemudian tumbuh dan berkembang agi menjadi akar tersier. Pada umumnya. Akar ini mempunyai panjang 2 cm atau lebih. dalam kondisi lingkungan yang paling baik. dalam kondisi lingkungan yang paling baik. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan normal adalah tersedianya enerji kimia yng berasal dari proses respirasi. Tumbuhan ini harus memiliki selulosa dan beberapa senyawa organik untuk membentuk dinding sel. sehingga dapat mensuplai epikotil tumbuh dengan baik dan akan menjadikan calon batang pertama. Kecambah akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman dewasa. Tingkat perkecambahan biji sangat bervariasi.

tumbuhan memerlukan air. butiran serbuk sari membentuk tabung. Luasnya disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit. 1) Persyaratan Pembibitan Lokasi Dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun. Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dikendalikan secara umum oleh hormon yang disintesis oleh tumbuhan dan terdapat pada semua jaringan. Organ generatif tumbuhan yang minimal adalah terdiri dari benang sari dan putik. batang. serta cahaya. pertumbuhan buah dari bakal bunga menjadi bunga dan buah. B.fungsinya sepanjang masa hidup tumbuhan. Selama masa tersebut. Proses perkembangbiakan secara generatif dimulai dari terjadinya pertemuan butir-butir serbuk sari dengan putik. terutama untuk menghadapi musim kemarau.kemudian menjadi bakal biji yang terletak dalam bakal buah. b. sehingga pertumbuhan dan produktivitas tanaman dapat optimal. 6) Teduh dan terlindung dari ternak. 3) 4) 5) Terpusat sehingga memudahkan dalam perawatan dan pengawasan. interaksi timbal-balik tunas dan berbagai pertumbuhan lainnya. Melakukan Pembiakan Tanaman Secara Generatif 1. Lahan datar dan drainase baik. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan. untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun. Di dalam putik. Hormon pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid) berfungsi dalam pembesaran sel. Kondisi ini menandai adanya calon generasi tumbuhan berikutnya. a. dan cabang tumbuhan akan tumbuh dan berkembang sampai akhirnya terbentuk organ generatif. Salah satu contoh IAA adalah giberelin. Menunjang kemudahan dalam memperoleh media semai dan media tanam dalam polybag . organ-organ vegetatif seperti daun. karbondioksida dan oksigen. Kesuburan tanah Diperlukan untuk kebun koleksi pohon induk dan kebun persemaian batang bawah. gugurnya daun dan jatuhnya buah. 2) Dekat jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat. unsur hara.

c. Media Tumbuh Syarat media tumbuh yang baik adalah ringan.c. Naungan Bibit Fungsi naungan pada bibit sewaktu kecil: a. polybag. pestisida dan lain-lain.murah. 3. Sumber daya produksi lainnya yang diperlukan dalam pembibitan tanaman antara lain pupuk kandang. Mengatur sinar matahari yang masuk ke pembibitan hanya berkisar antara 30 . Menghindarkan bibit dari sengatan matahari langsung yang dapat membakar daun-daun muda. pupuk kandang dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Unsur cinta tanaman (hobby) ini penting artinya karena pada hakekatnya tanaman adalah makluk hidup yang penanganannya memerlukan perhatian khusus. Menciptakan iklim mikro yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit. rajin dan cinta tanaman. porus (gembur) dan subur (kaya unsur hara). serta curah hujan yang cukup akan menunjang pertumbuhan awal bibit tanaman. b. 2. Penggunaan media tumbuh yang tepat akan menentukan pertumbuhan optimum bibit yang ditangkarkan. Sumber daya produksi Sumber daya manusia yang terampil. 4. Karena ini berpengaruh pada pembungaan dan pembuahan.mudah didapat. kelembaban udara yang relatif tinggi. Komposisi media tanam untuk mengisi polybag dapat digunakan campuran tanah. paranet. Pengelolaan pembibitan a.Kondisi sebaliknya justru diperlukan untuk kebun produksi buah dengan hari kering (kemarau) harus tegas terpisah dari hari hujan. . Kesulitan memperoleh bahan-bahan tersebut terutama berdampak terhadap menurunnya mutu bibit yang dihasilkan. Kondisi iklim Daerah yang ideal untuk lokasi kebun pembibitan adalah daerah yang bersuhu udara sejuk.60% saja. atau mahalnya biaya produksi.

Keperluan Benih Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar. benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam . tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu. Naungan paranet dari bahan plastik atau nylon. membuka kesempatan kerja serta sebagai sumber vitamin C. 6. Pembibitan Cabai Cabai (Capsicum Annum L) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang emiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. memelihara kelembaban tanah. b. Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45% sinar yang diteruskan). Naungan sederhana dari anyaman bambu. c. Naungan seng plastik hijau meneruskan sinar sebesar 40-60% (40% untuk naungan plastik yang sudah lama terpasang hingga 60% untuk yang baru dipasang). Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih + 180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram. memiliki peluang eksport. sehingga sekali pasang dapat dipakai untuk beberapa kali usaha pembibitan. Jenis Naungan untuk Pembibitan a. a. b. yang disusun sedemikian rupa. dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. sebagai bahan baku industri. Sebelum dikecambahkan. Menurunkan suhu tanah di siang hari. daun kelapa dan sebgainya. 5.Umur pakainya bisa bertahan lama (3-4 tahun).d. sehingga menghasilkan sinar masuk sekitar 50%. Persemaian Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm. Karena buahnya selain dijadikan sayuran atau bumbu masak juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani. mengurangi derasnya curahan air hujan dan menghemat penyiraman air.

maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus. maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa. lalu ditutup dengan tanah tipis. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan.5 cm. Memelihara Benih Hasil Pembiakan Secara Generatif 1.15 hari. Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak. semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. Penyemprotan Pestisida . Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag.1. kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca.air dingin ataupun air hangat 550 . Bahan media semai tersebut dicampur merata. maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab selama + 3 ) hari. Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm. namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 .0 . pupuk kandang matang halus. lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu. serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 . C.600 selama 15 . Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag.120 cm. ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater. dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0. dapat segera disemaikan ke dalam polybag. Perlakuan Setelah Proses Penyemaian Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu. c. Benih cabai hibrida yang telah direndam. Selama bibit di pesemaian.30 menit untuk mempercepat proses perkecambahan dan mencucihamakan benih tersebut. 3. disemaikan satu per satu sedalam 1.

ruang tempat tumbuh. kemudian seluruh bibit disemprot dengan Antracol 70 WP. 2. Penyemprotan dengan fungisida apabila terdapat serangan penyakit. maka cara penyiramannya dengan menutup saluran npembuangan air. Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk stump (cabutan). Reagent 50 SC atau Decis 2. Pengairan sistem genangan atau bahasa Jawanya dilep apabila pembibitannya dilakukan dalam polybag yang ditaruh di sawah. Pemupukan Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk daun seperti Atonik. 4.Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan pada waktu sore/malam hari ketika suhu tanah tidak tinggi. Metalik atau Gandasil D dengan konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan konsentrasi 1-2 g/l air.5 EC. Fusarium sp dan Phytium sp. air dan sinar matahari. Penyiangan Penyiangan rumput pengganggu (gulma). Bibit yang terserang supaya tidak menular segera dipisahkan dari kelompok yang masih sehat. Penyiraman Penyiraman bibit pada musim kemarau biasanya dilakukan setiap dua hari sekali. Decis 2. Biasanya penyakit yang menyerang tanaman di pembibitan terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp. Insektisida yang digunakan. Penyiraman bibit ini dilakukan dengan menggunakan gembor air. Dithane M-45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau 2 g/l air.Penyemprotan dengan insektisida apabila terdapat hama. kutu putih dan ulat daun. sedangkan pada musim hujan disesuaikan. Phytophthora sp. Lama perendaman 1-2 jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi polybagnya. pengirimannya tidak ada masalah . Pemberian pupuk ini dilakukan seminggu sekali. 3. karena rumput selalu bersaing dengan bibit dalam pengambilan hara. Selain itu pemupukan dapat juga diberikan melalui tanah dengan dosis 1-2 gram per tanaman yang dilakukan sebulan sekali. Penyemprotan diulang seminggu sekali. misalnya Supracide 25 WP. kemudian air dimasukkan ke areal pembibitan sampai media di polybag menjadi basah. Biasanya hama yang menyerang tanaman di pembibitan adalah kutu perisai.5 EC dengan konsentrasi 2 cc/l air.

. Pengepakan bibit yang peka. semisal bibit jeruk dan jati. sehingga akarnya tidak kering. kemudian ditambahkan serbuk kelapa (cocopit). seperti bibit durian. Untuk menghilangkan stres. dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan setengah tanahnya.karena beberapa bibit bisa saja dibungkus dengan batang pisang atau bahan lain yang bersifat lembab. sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di bawah naungan dan disiram untuk adaptasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful