STANDAR PERENCANAAN IRIGASI

KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN STANDAR PENGGAMBARAN KP – 07

1. PENDAHULUAN

Laporan Kriteria Perencanaan Standar Pengambaran merupakan bagian dari Standar Kriteria Perencanaan Irigasi dari Direktorat Jenderal Pengairan. Laporan Kriteria Perencanaan terdiri dari bagian-bagian berikut KP - 01 KP - 02. KP - 03 KP - 04. KP - 05. KP - 06. KP - 07. Perencanaan Jaringan Irigasi Bangunan Utama (Headworks) Saluran Bangunan Parameter Bangunan Petak Tersier Standar Penggambaran

Laporan-laporan tersebut dilengkapi dengan: Buku Petunjuk Perencanaan Gambar-gambar Standar dan Tipe Persyaratan Teknis untuk Pengukuran; Penyelidikan dan Perencanaan

Bagian Kriteria Perencanaan mengenai Standar Penggambaran ini dimaksudkan sebagai panduan dalam pembuatan gambar-gambar teknis untuk pekerjaan irigasi Gambar-gambar teknis ini bisa meliputi : Peta topografi Peta tata letak Peta geologi Gambar potongan memanjang dan melintang untuk pembuang, saluran atau tanggul Gambar untuk bangunan-bangunan di saluran atau pembuang.

Sebelum suatu jaringan irigasi baru dimulai, atau rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah ada di lapangan selesai, banyak tenaga teknik terlibat

dalam pembuatan semua jenis gambar. Tanpa adanya gambar-gambar tersebut baik perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan itu tidak akan pernah bisa dilakukan. Para tenaga teknik yang menggunakan gambar dalam bidang

pekerjaannya antara lain adalah : Ahli topografi membuat peta-peta topografi Ahli geologi, yang melakukan pekerjaan penyelidikan geologi Perencana, yang bertugas merencanakan pekerjaan Juru gambar, yang membuat gambar-gambar Pengawas di lapangan, dan Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan.

Agar supaya semua orang ini bisa saling mengerti, maka dibuatlah suatu standar untuk semua tampakan (feature) yang diperlukan pada gambargambar tersebut. Setelah rnenyelesaikan pekerjaan lapangannya yang terdiri dari

penyipatan datar (levelling) dan pengukuran, ahli topografi harus mencantumkan semua hasilnya pada peta. Semua harus diusahakan selengkap mungkin. Peta yang ia buat menggunakan skala tertentu, dan pada skala itu ia tidak mungkin untuk menggambarkan segala sesuatu persis seperti apa yang ia temui di lapangan. Itulah sebabnya maka ia harus menggunakan simbol-simbol, garis dan arsiran. Misalnya, sebuah sungai yang lebar dapat digambar dengan dua garis yang menunjukkan tepian sungai, tetapi sebuah sungai cukup digambar dengan satu garis. Kadang-kadang sebuah bangunan dapat digambar lengkap pada peta berskala besar. Tetapi pada peta berskala kecil, bangunan itu hanya akan ditunjukkan dengan sebuah titik. Selanjutnya ahli topografi akan menggunakan simbol untuk menunjukkan bangunan itu. Ia juga. dapat menunjukan relief yang ía jumpai di

pembuang dan tanggul macam apa yang harus dibuat. cekungan atau tanggul-tanggul. Gambar-gambar harus dibuat dengan skala. Setiap bagian dan saluran atau bangunan harus tampak dan detailnya ditunjukkan. persawahan dan sebagainya. . Demikian juga ahli geologi mempunyai simbol-simbol dan arsiran khusus untuk menunjukkan tampakan-tampakan yang ia temukan selama penyelidikan di lapangan. sentimeter atau milimeter.lapangan. yang bisa dipahami baik oleh kontraktor maupun pengawas. Dimensi-dimensi diberikan dalam meter. tebal garis dan arsiran yang akan digunakan agar bisa membantu mereka yang berkecimpung dalam penggambaran pekerjaan irigasi. antara lain. Ia harus membuat gambar-gambar yang jelas. Arsiran dipakai untuk menunjukkan rawa-rawa. Ia mampu memutuskan bangunan (pondasi). Perencana diharapkan bisa mengerti simbol-simbol dan arsiran-arsiran ini dan bisa menginterpretasikannya. seperlunya. Juru gambar bertugas untuk. simbol-simbol. Petunjuk-petunjuk yang diberikan pada gambar-gambar itu akan memperjelas hal-hal yang bisa menimbulkan salah pengertian. Semua ini ditunjukkan dengan garis-garis tinggi/kontur. Dalam. Ia juga mempunyai simbol-simbol. tata letak gambar untuk berbagai bagian pekerjaan. hutan. tipetipe garis dan arsiran untuk menunjukkan rencananya serta bahan-bahan yang ingin ia pakai pada gambar-gambar. Bagian Kriteria Perencanaan ini akan dibicarakan mengenai ukuran gambar. saluran (diberi pasangan atau tidak). yang terdiri dari perbukitan dan pegunungan. tergantung pada apa yang akan ditunjukkan dalam gambar. membuat gambar-gambar yang akan dipakai di lapangan selama pelaksanaan pekerjaan. walaupun mengukur dan gambar tidak pernah diperbolehkan.

(w) A0 A1 A2 A3 A4 841 594 420 297 210 (l) 1189 841 594 420 297 Antara (l) dan (w) adalah tetap dengan perbandingan 2 :1 Ukuran-ukuran kertas yang dicetak tebal adalah yang lebih disukai untuk digunakan dalam pekerjaan irigasi Sedapat mungkin penggunaan kertas ukuran A0 hendaknya dihindari. Sebagai lembar standar dipakai kertas ukuran A1 Garis-garis tepi (marginal) akan ditempatkan sebagai berikut : . semua pekerjaan penggambaran akan memakai ukuranukuran kertas gambar berikut.2. UKURAN KERTAS GAMBAR Sebagai aturan.

Gambar 3 adalah contoh bagaimana blok judul itu harus diisi. Ukuran-ukuran kertas dan garis-garis tepi untuk gambar 3. . BLOK JUDUL BIok-blok judul seperti ditunjukkan pada Gambar 2 akan dipakai dalam semua gambar dan Ietaknya di sudut kanan bawah tiap-tiap gambar.Gambar 1.

Blok judul .KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR (SATUAN KERJA PELAKSANA) Gambar 2.

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR (SATUAN KERJA PELAKSANA) Gambar 3. Cara mengisi blok judul .

000. 1 :2000) 2. PENOMORAN GAMBAR Penomoran gambar-gambar akan diatur sedemikian sehingga tipe gambar akan mudah dikenali. Nomor gambar akan disusun seperti berikut : Tipe gambar Pengelompokan gambar Pembagian butir (item) Nomor urutan A–BB–CC–DD A. misalnya : 1. misalnya 0. Menunjukkan tipe gambar. Gambar-gambar pengukuran . Sistem penornoran dibatasi untuk satu jaringan irigasi/pembuang saja. Nomor gambar dapat dibagi menjadi bagian fungsional dan bagian urutan. 1:5.dan penyelidikan 1. Bangunan Utama dan bangunan-bangunan pelengkap . Gambar-gambar pelaksanaan 2. Gambar-gambar purnalaksana (As built drawings) BB menunjukkan pengelompokan gambar sesuai dengan judul. Jariganjaringan yang lain bisa ditandai dengan membubuhkan singkatan nama jaringan itu atau dengan membubuhkan sebuah huruf di depan nomor gambar. Demikian juga sistem penomoran akan mempermudah pengarsipan/penyimpanan gambar-gambar itu.000. Gambar-gambar pabrikan 3.4. Tata letak (skala 1:25.

skala. Tanggul 9. Bangunan irigasi 5. Saluran irigasi 4. Saluran pembuang 7. dan sebagainya) 6. Bangunan pembuang 8. Jembatan 11. Misalnya : - Bangunan Utama dan bangunan pelengkap : 1-02-01 Bangunan pengelak (diversion structure) dengan pembilas 1-02-02 Pengambilan utama 1-02-03 Kantong lumpur 1-02-04 Bangunan pengambilan saluran primer 1-02-05 Pembilas dan saluran pembilas 1-02-06 Tanggul penutup 1-02-07 Pekerjaan lindungan sungai - Saluran irigasi 1-03-01 Saluran primer X 1-03-02 Saluran sekunder A 1-03-03 Saluran sekunder B 1-03-04 - Bangunan irigasi 1-04-01 (untuk saluran primer X) -01 1-04-01-02 .3. Bangunan bantu 10. Bangunan pelengkap 12. Gambar standar (pintu. Petak tersier CC Menunjukkan pembagian butir yang disebutkan dalam BB.

Gambar-gambar untuk tiap butir yang disebutkan di dalam CC akan diberi nomor urut.CC pada gambar saluran irigasi.1-04-02 (untuk saluran sekunder A) .01 1-04-02-02 1-04-02-03 - Saluran pembuang 1-06-01 Saluran pembuang primer 1-06-02 Saluran pembuang sekunder 1-06-03 Saluran pembuang sekunder 1-06-04 - Petak tersier 1-12-01 Tata letak 1-12-02 Saluran irigasi 1-12-03 Bangunan irigasi 1-12-04 Saluran pembuang 1-12-05 Bangunan pembuang Bangunan-bangunan di saluran irigasi tertentu akan diberi nomor . Tiap butir dimulai dengan 01 Contoh : Sebagian dari gambar-gambar konstruksi dan pengukuran di pakai sebagai Gambar-gambar Tender. . Gambar-gambar tender ini terdiri dari pilihan gambar-gambar kontrak.

karet dan sebagainya). Tebal garis untuk huruf dan angka adalah 1/10 dan tingginya. Contoh: 1-04-03-02 menjadi 3-04-03-02. Jika kriteria yang dibicarakan dalam bagian ini diikuti. PENGECILAN GAMBAR Garnbar hendaknya tidak diperkecil sampai melebihi setengah dari uküran kertas gambar aslinya. tebal garis tidak boleh lebih kecil dari 0. ada perbandingan tetap yaitu 1: 2 . Pengecilan maksimum adalah : A0 A1 A2 A3 Semua gambar harus diperkecil supaya mudah disimpan pada microfilm.Semua gambar yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan akan direvisi lagi menjadi gambar purnalaksana. Pengecilan maksimum adalah sampai ukuran kertas A.25 mm. tebal garis untuk pekerjaan menggambar tidak lebih kecil dari 0. setelah itu nomor pertama akan diubah menjadi nomor 3. - Untuk arsiran. maka perlu dibuat suatu persyaratan agar gambar-gambar mudah dicari sewaktu diperlukan dan agar gambar-gambar itu tetap bisa dibaca setelah diperbesar lagi. perunggu. . 5. Di antara berbagai ukuran gambar standar.18 mm dan jarak antar garis tidak kurang dari 3 mm untuk gambar-gambar bangunan dari 2 mm untuk gambar-gambar pekerjaan baja (arsiran potongan baja. Hal-hal berikut hendaknya dipertimbangkan pada waktu rnembuat gambar-gambar yang akan diperkecil : - Tinggi huruf dan angka tidak boleh kurang dari 3 mm.

akan ditulis di sepanjang garis-garis tepi/marginal kertas gambar. Untuk gambar-gambar bangunan di saluran atau pembuang. Peta-peta situasi sungai dan peta-peta situasi untuk trase saluran atau pembuang akan digambar sedemikian sehingga arah aliran adalah ke arah kanan gambar. sedemikian rupa sehingga arah aliran saluran atau pembuang adalah ke arah kanan gambar. Juga. Potongan melintang akan digambar dengan tanggul-kiri sebelah kiri dan tanggul-kanan sebelah kanan. Peta situasi dan potongan memanjang yang muncul dalam satu gambar. dalam potongan memanjang arah aliran adalah ke kanan gambar. Potongan memanjang sungai. pembuang atau tanggul akan digambar langsung di bawah peta situasi. akan digambar potongan yang paralel terhadap arah aliran. saluran atau pembuang dilihat ke arah hilir. arah utara akan ditunjukkan ke arah atas gambar. saluran. denah akan dicantumkan di sebelah kiri atas gambar. kalau ada. Data mengenai jaringan grid (gridnet). saluran. Untuk bangunan-bangunan besar atau bagian-bagiannya akan digambar . akan menunjukkan bentang sungai.6. Kalau sungai. pembuang atau tanggul yang sama. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR Pada peta-peta topografi dan peta-peta situasi. maka tanggul di sebelah kanan disebut tangul kanan dan yang kiri disebut tanggul kiri. Tepat di bawah denah.

. Semua gambar akan dapat dibaca dan sudut kanan bawah. dalam meter atau sentimeter. Untuk tebal huruf dan angka dianjurkan untuk memakai 1/10 dan tinggi huruf/angka. TEBAL GARIS. dan untuk pekerjaan baja dalam milimeter. Penunjuk skala (scale bar) akan menunjukkan dimensi sebagaimana diberikan pada gambar. Tebal garis dan tinggi angka akan berbeda-beda menurut skala gambar. Penunjuk skala akan memperlihatkan dimensi-dimensi yang diberikan pada gambar.sedemikian rupa sehingga arah aliran sungai atau saluran adalah ke kanan atau ke sebelah bawah gambar. TINGGI HURUF DAN ANGKA Skala gambar bergantung kepada apa yang harus ditunjukkan oleh gambar itu atau seberapa detail gambar itu harus dibuat. SKALA. dianjurkan agar untuk gambar-gambar peta dipakai tebal garis seperti yang diberikan dalam daftar. 7. maka skala semula akan ditunjukkan dengan angka. Dalam pekerjaan gambar dipakai bermacam-macam tebal garis dan huruf atau tinggi angka agar gambar lebih mudah dibaca. tebal garis dan tinggi huruf atau angka untuk berbagai tipe gambar. dengan simbol-simbol peta pada Tabel 3 serta tebal garis untuk gambar-gambar bangunan seperti yang disajikan pada Gambar 4. Dalam Tabel 1 diberikan skala. Kalau ukuran gambar diperkecil. dalam meter atau sentimeter dan untuk pekerjaan baja dalam milimeter. demikian pula skala yang baru (sesudah pengecilan) dengan menggunakan penunjuk skala. Gambar 5 memperlihatkan penunjuk skala untuk berbagai skala. Juga.

5/5/7/10 2.5/3.5 1.18/0.5/3.35/0.25/0.5/0.5 0.Tabel 1.5/5/7/10 2.7/1 0.5/3.5/3.5/5 2.5/3.25/0.7/1 0.5/0.25/0.5/5/7 2.25/0.5/0.5/5/7/10 2.7/1 0.5/5/7/10 0.35/0.25/0.5/3.7/1 0.5/3.5/5 2.35/0.5/5/7/10 2.5/0.5/0.5/3.35/0.5/3.000 1:1.5 0.5/5/7 Skala Tebal-garis (mm) Tinggi huruf /angka (mm) Peta situasi bendung Peta ikhtiar dan peta petak Peta situasi jaringan tersier Peta situasi /peta situasi trase Potongan Memanjang hor vert Potongan melintang hor dan vert Gambar-gambar Bangunan Denah Umum Denah Potongan Detail .5/3.7/1 0.7 0.5/5/7 2.5/5/7 2.35/0.7/1 0.7 0.5/3.35/0.5/3.35/0.5/5/7/10 2.5/0.35/0.25/0.7/1 2.000 1:25.25/0.25/0.35/0.5/3.35/0.18/0.25/0.5 0.25/0.000 1:5.5/5/7 2.35/0.25/0.5/5 2.7 0.7 0.5/0.35/0.5 0.35/0.000 1:500 1:500 1:200 1:100 1:50 1:100 1:50 1:20 1:10 1:20 1:10 1:5 1:2 1:1 0.000 1:200 1:100 1:200 1:100 1:1.35/0.5/5/7 2.000 1:1.5/3.5/0.000 1:5.5/3.35/0.5/3.5/5/7 2.5/0.35/0.35/0.5/5/7/10 2.5/0.7/1 0.5/0.5/0.5/3.35/0.5/0.35/0.25/0.35/0.000 1:2.25/0.25/0.000 1:2.8/2.5/5/7/10 2.5/5/7/10 2.5/5/7/10 2.7 1.35/0.7 0.5/0.5/3.25/0.5/0.25/0.000 1:500 1:25.7/1 0.7 0.25/0.5/3.7 0.25/0.5/0.5/5 2.5/5/7 2.5/0.25/0.25/0.7/1 0.000 1:2.5/5/7/10 2.25/0.5/3.5/0.25/0.35 0.35/0.5/0.5/3.000 1:1.25/0. Skala Tebal Garis dan Tinggi Huruf Tipe gambar Peta Peta topografi 1:50.35/0.5/3.5/0.5 0.5/3.5/3.35/0.000 1:5.7 0.5/5 2.5/5/7 2.25/0.35/0.8/2.25/0.5/3.5/3.25/0.7/1 0.

Tebal garis untuk gambar-gambar bangunan .Gambar 4.

Gambar 5. Penunjuk Skala .

8. Ukuran dan Indikasi

Untuk garis-garis ukuran dan garis-garis bantu (auxiliary line), akan digunakan tebal garis 0,25 mm sebagamana ditunjukkan pada Gambar 4. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana dan di mana menempatkan garis-garis ukuran, garis bantu dan indikasinya, lihat Gambar 6 Ketinggian (level) selalu ditunjukkan dalam meter di atas ketinggian yang sudah ditetapkan. Semua ukuran gambar bangunan dapat diberikan dalam meter atau sentimeter, kecuali gambar-gambar pekerjaan baja yang selalu diberikan dalam milimeter.

Garis-garis ukuran digambar dekat dan paralel dengan bagian yang dimensinya akan ditunjukkan. tegak Garis-garis terhadap bantu garis

digambar

lurus

ukuran dan agak ke luar.

Garis-garis konstruksi dan garis-garis bantu yang berpotongan digambar sedikit ke luar titik potong.

Garis-garis tengah dan garis-garis batas tidak akan pcrnah di pakai sebagai garis ukuran. Akan tetapi, garis ukuran bisa ditempatkan langsung di antara garis-garis batas, di antara garis-garis tengah dan antara garis batas dan garis tengah. Garis-garis ukuran dan garis-garis bantu scbaiknya tidak memotong garis-garis lain, kalau mungkin. Garis-garis ukuran tidak boleh terpotong oleh garis ukuran lainnya atau oleh garis bantu yang termasuk garis ukuran lainnya. Tiap ujung garis. ukuran akan ditandai dengan ujung panah secara jelas yang rnenunjukkan batas garis ukuran. Biasanya ujung panah akan digambar di dalam batas garis ukuran. Bila tidak

tersedia ruang untuk ini, ujung panah boleh digambar di luar batas ini, mengarah ke belakang. Ujung-ujung panah yang saling berhadapan boleh diganti dengan titik yang jelas. Bila suatu bagian mempunyai dua dimensi atau lebih, maka jumlah itu juga akan ditunjukkan pada garis dimensi terpisah.

Pada ujungnya garis-garis penunjuk akan mempunyai

-

sebuah titik, untuk garis penunjuk yang berada di dalam garis batas suatu bagian

-

ujung panah, untuk garis penunjuk yang menunjuk ke garis batas suatu bagian.

Biasanya ukuran digambar di dan di tengah-tengah garis ukuran.

Jika ruang di atas garis ukuran terbatas, ukuran boleh ditulis di atas garis yang ditarik panjang, kalau mungkin di sebelah kanan. Ukuran bagian yang tidak di tuIis ke skala akan diberi garis bawah.

Untuk ukuran atau pënunjuk yang tidak bisa ditempatkan di luar potongan, harus disediakan ruang di dalam arsiran.

huruf (besar) R di muka jari-jari / di muka potongan segi empat.0/ di muka ukuran . jari-jari atau potongan segi empat. Ukuran dan penunjuk . maka di muka ukuran akan ditulis simbol-simbol berikut .. Gambar 6.Kalau dari gambar tidak jelas bahwa suatu ukuran menunjuk pada.

M/cl EL.000 m3) downstream longitudinal bed slope of a channel roughness factor (m1/3/s) right BM BPT b cm cm2 dt/s ELB/bm ELDS/bl EL. Tabel 4 dan Tabel 5 secara ‘berturut-turut’ menyajikan simbol-simbol dan tipe-tipe arsiran dan yang paling sering sampai yang kurang sering dipakai. SIMBOL. tanggul dll atau Lebar bagian dalam dan bangunan (m atau cm) titik tetap batas pembebasan tanah (m atau cm) lebar dasar (cm) sentimeter sentimeter persegi detik elevasi berm (bantaran) elevasi dasar elevasi jalan atau rel KA (elevasi pada sumbu/as jalan atau tepi as rel) elevasi mercu elevasi tebing (tanggul) kedalaman air (rencana)(m) hektar hilir kemiringan dasar faktor kekasaran (m1/3/dt) A B area (ha) top width of a road. Simbol-simbol peta pada Tabel 3 dibagi menjadi Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi. ARSIRAN DAN SINGKATAN Tabel 2 menyajikan singkatan-singkatan yang sering dipakai pada gambar. dike etc. 4 dan 5 dapat dilihat di bagian belakang buku ini. Tabel 5 adalah simbol-simbol serta pengarsiran geologi dan geologi teknik. Tabel 3.T/tb h ha hi/ds l k . or internal width of a structure (m or cm) Benchmark right of way (m or (cm) bed width (cm) centimeter square centimeter second berm (foreland) level bed level road or rail level (level in the axis of the road or on the road or on top of the rail) crest level bank (levee) level water depth (desgn) (m) hectare (10. Tabel 2. Tabel 3.9.j/rl EL. Tabel 4 adalah pengarsiran untuk gambar-gambar konstruksi. Singkatan-singkatan yang Digunakan Dalam Gambar luas (ha) lebar perkerasan jalan.

(lanjutan) (sisi) kanan (sisi) kiri kilometer kilometer persegi liter panjang lengkungan (m) elevasi muka air elevasi muka tanah meter kemiringan talud (1 tegak: m datar) kemiringan talud sebelah dalam milimeter milimeter persegi kemiringan talud sebelah luar meter persegi meter kubik potongan melintang potongan memanjang panjang tangen (m) debit (m /dt) 3 ka ki km km2 l l MA/WL MT/GL m 1:m m1 mm mm2 m0 m2 m3 PL/CS PP/LS PT Q Qg side left side kilometer square kilometer liter (m3/1000 or dm3) length of curve (m) water level groundlevel meter side slopc of a channel (1 vertical : m horizontal) side slope landside millimeter square millimeter side slope riverside Square meter Cubic meter Cross-section Longitudinal section Tangent length (m) Discharge (m3/s) Discharge with 5% porbability of non –exceedence Discharge per unit lngth Radius (m) End point of curve Start point of curve Intersection point Center Upstream Velocity (m/s) Freeboard Coordinategridnet(m) Coordinate gridnet(m) Radial angle (0) Curve tothe left Curvetothe right debit per satuan lebar jari-jari (m) titik akhir lengkung titik mulai lengkung titik potong tengah udik kecepatan (m/dt) tinggi jagaan absis ordinat sudut jari-jari ( ) belok ke kiri belok ke kanan 0 q R TA TM TP tg ud/us v w/F X Y α ∪ ∩ .Tabel 2.

pembuang atau tanggul Di sebelah atas potongan memanjang disediakan ruang untuk sebagian tata letak saluran. pembuang dan tanggul. pembuang atau tanggul tersebut. 8 dan blok gambar untuk potongan memanjang saluran. sebagaimana ditunjukkan dalam potongan memanjang. untuk gambar pelaksanaan. sedangkan gambar 10 menunjukkan beberapa tipe tata letak gambar a. untuk gambar potongan memanjang saluran. dan b. Gambar 11. 12 dan 13 menyajikan penjelasan serupa untuk gambargambar potongan melintang. . GAMBAR-GAMBAR TANGGUL UNTUK SALURAN.10. PEMBUANG DAN Pada gambar-gambar 7.

Blok gambar untuk saluran-saluran irigasi . lihat Tabel 2 Gambar 7.Untuk penjelasan rnengenai arti simbol.

Blok gambar untuk saluran-saluran pembuang . lihat Tabel 2 Gambar 8.Untuk penjelasan mengenai arti simbol.

Untuk penjelasan mengenai arti simbol. lihat Tabel 2 Gambar 9. Blok gambar untuk tanggul .

Tipe tata letak gambar pelaksanaan dan gambar potongan memanjang .Gambar 10.

dimensi dan kemiringan juga akan diberikan di setiap potongan melintang. pembuang atau tanggul akan berada dalam satu garis Lurus vertikal.Gambar 11. pembuang atau tanggul saja. Tipe-tipe tata letak gambar potongan melintang Potongan-potongan melintang sungai. Kalau mungkin garis-garis tengah saluran. Ketinggian akan ditunjukkan dalam semua potongan melintang (dalam meter) di atas ketinggian nol (zero level) tertentu yang sudah ditetapkan. Pada dasarnya. saluran. Dalam satu gambar potongan melintang hanya akan ditunjukkan untuk satu saluran. apabila dalam satu deretan potongan melintang tidak mengalami perubahan dalam dirnensi dan . Walaupun demikian. sesudah itu deretan tengah dan deretan kanan dipakai dan atas ke bawah. pembuang atau tanggul selalu digambar dalam suatu urutan mulai dan sudut kiri atas gambar ke bawah.

kemiringan. akan digambar lengkap. maka potongan terakhir bagian sebelumnya bersama-sama dengan potongan pertama dan bagian yang diubah. . Kalau ada perubahan potongan melintang dalam suatu deret. maka hal ini akan ditunjukkan di bagian atas dan bawah potongan saja.

Tipe-tipe tata letak gambar potongan melintang .Gambar 12.

Gambar 13. . BIok gambar untuk potongan melintang Data-data berikutnya yang berkenaan dengan masing-masing potongan melintang akan dicantumkan dalam lembar (lembar) terpisah dalam album gambar.

pembuang atau tanggul nomor potongan melintang urut dari PL 1 luas kupasan (stripping) yang diukur dan potongan melintang (luas ini sering bisa dihitung biasanya potongan diketemukan dengan planimeter) d e : : luas timbunan. beronjong . h j k : : : .kalau ada f : panjang bentang yang valid/sahih bagi potongan melintang yang bersangkutan g : bentang saluran secara keseluruhan. lining beton. lapisan batu.a b c : : : nama saluran. tidak termasuk luas pasangan batu. yaitu sama dengan panjang saluran di dalam gambar potongan memanjang jumlah volume dalam m3 untuk kupasan jumlah volume dalam m3 untuk timbunan jumlah volume dalam m3 untuk galian. termasuk luas kupasan luas timbunan.

kecamatan desa dan kampung merah untuk tata nama bangunan.Butir-butir h. . Lebar warna sepanjarig perbatasan ini adalah 1 sentimeter. warna bayangan akan dipakai untuk batas-batas petak sekunder. Empat eksemplar dan peta-peta tata letak ini harus seluruhnya diberi nama. serta gambar-gambar tata letak jaringan tersier. j dan k akan muncul dalam Rincian Volume dan Biaya. sedangkan empat eksemplar yang terakhir akan diberi warna hanya di sepanjang batas-batas petak saja. hitam untuk jalan kereta api. - coklat untuk jaringan jalan. 11. TATA WARNA PETA Warna-warna standar akan dipakai untuk memperjelas garnbar-gambar tata letak jaringan irigasi dan pembuang. garis penuh untuk jaringan pembawa yang ada dan garis putus-putus untuk jaringan yang sedang direncana - merah untuk sungai dan jaringan pembuang garis penuh untuk jaringan yang sudah ada dan garis putus-putus untuk Jaringan yang sedang direncana. rawa-rawa) hijau untuk perbatasan kabupaten. batas-batas petak tersier akan diarsir dengan warna yang lebih muda dan warna yang sama. Warna-warna yang akan dipakai adalah: - biru untuk jaringan irigasi. kuning untuk daerah yang tidak diairi (dataran tinggi. Harga Satuan dan Harga.

Gambar 14. Pelipatan Gambar 1: Cetakan gambar siap dilipat. dan pelipatan dilakukan secara saling silang. . PELIPATAN GAMBAR Gambar-gambar teknik dilipat sedemikian sehingga didapatkan format A - blok judul terlihat di luar. sehingga blok judulnya tampak. sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 14. (jangan sekali-kaIi melipat gambar asli) 2a dan 2b Lipatan vertikal dibuat secara saling silang (zig-zag) 3: Gambar dan tahap 2b dilipat sedemikian.12. Garis-garis lipat akan dibuat di luar garis-garis tepi lihat Gambar 1 dan 14.

karet. semua persyaratan penggambaran cara manual tentang bentuk gambar. . bentuk huruf dan angka sama dengan cara menggambar dengan komputer. . warna garis. . dsb) Untuk gambar dengan komputer.13.8 mm dan jarak antara garis tidak kurang dari 3 mm untuk gambar-gambar bangunan dan 2 mm untuk gambar–gambar baja (arsiran potongan baja dan perunggu.tinggi huruf dan angka tidak kurang dari 3 mm. antara lain : . . kalau gambar cara manual harus bisa diperkecil supaya mudah disimpan pada microfilm. Tentang pengesahan gambar. Pada Penggambaran dengan menggunakan komputer.tebal garis untuk huruf dan angka adalah 1/10 dari tingginya.3. sehingga perlu persyaratan – persyaratan. Untuk menjaga keamanan gambar maka dibuat statement pada gambar yang mengatakan : “Gambar berlaku apabila ada stempel legalisir“.2. tebal garis.25 mm. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER 13. printout/hasil cetak penggambaran dengan komputer dilegalisir dengan cap basah dan ditandatangani. cukup disimpan soft copy skala 1 : 1 13.1. ukuran huruf.tebal garis untuk pengerjaan gambar tidak lebih kecil dari 0. Tentang pengecilan gambar pada Bab 5.Untuk arsiran tebal garis tidak boleh lebih kecil dari 0. 13.

contoh : 1 – 04 – 03 – 03 menjadi 03 – 04 – 03 – 02 . hanya penomeran gambar yang berubah.13. Bentuk Gambar purna laksana (aturan gambar) sama dengan gambar perencanaan.4. Semua gambar perencanaan untuk pelaksanaan pekerjaan akan direvisi menjadi gambar purna laksana (As build drawing) yang sebelumnya adalah gambar kerja / gambar detail pelaksanaan (As Plan Drawing). Gambar kerja digambar oleh kontraktor dengan persetujuan direksi.

P. Arsip Nasional / Perencanaan Teknis Irigasi Instansi yang bertanggung jawab Sat Ker ( Satuan Kerja ) P. 3. dicetak dengan computer atau manual minimum 8 eksemplar (dengan cap basah dan ditandatangani). 4. . 6.14. 2. 5. untuk disampaikan kepada : 1. 4.P.K (Pejabat Pembuat Komitmen) Unit Perencana Unit Pengelola Operasi Pemeliharaan Keperluan lain. 7.K ( Pejabat Pembuat Komitmen ) Unit Perencana Unit Pengelola Operasi dan Pemeliharaan Keperluan tender ( Copy ? ) Gambar–gambar dengan cap basah dan tanda tangan tersebut sebagai arsip dan dipakai untuk pedoman melegalisir dan memperbanyak gambar setelah selang waktu adanya pergantian pejabat. 5. 3. 2. Arsip Nasional / Pembinaan Pelaksanaan Irigasi Instansi yang bertanggung jawab Sat Ker (Satuan Kerja) P. 6. MENCETAK GAMBAR Gambar-gambar hasil perencanaan dengan komputer atau manual dicetak minimum 8 eksemplar (dengan cap basah dan ditandatangani). 7. untuk disampaikan kepada : 1. Gambar–gambar hasil pelaksanaan (As build drawing) sebagai persyaratan pembayaran hasil pembangunan yang dilaksanakan.

25 River Aliran 0.000 1:25.000 .35 0.25 Jalan setapak 0.25 Footpath Jalan keretaapi Railway Jalan lori 0.25 Narrowguage railway Tranches pembagi 0.35 Provincial road (surfaced road) Secondary road (unsurfaced road) FarmRoad Jalan sekunder 0.35 0.25 Intermittent stream Tanggul Dike Jalan propinsi 0.1:10.35 0.35 0.35 0.35 0.35 0.35 Jalan petani 0.25 Regular contour Tebal garis (line thicknees) (a) (b) 1:5.35 0. Map Symbols – Simbol Peta SIMBOL PETA TOPOGRAFI (a)* (b)* TOPOGRAPHIC MAP SYMBOLS Sungai 0.35 0.Tabel 3.25 Flowdirection Aliran tidak tetap 0.000 .

Map Symbols – Simbol Peta (Lanjutan) Tranches pertolongan Intermediate contour Tranches perkiraan Approximatecountour Dataran Tinggi High ground Dataran Rendah Depression contour Titik tetap (patokbeton) Benchmark Titik poligon Traverse point Triangulasi Triangulation station Penunjukan ketinggian dari lapangan Penunjuk ketinggian dari interpolasi Jalur pengukuran Spot elevation measured in the field Spot elevation from interpol Surveyed alinement Persilangan grid Grid erros Penanda grid Grid tick along side drawing .Tabel 3.

tea.dll) Mixed agrivulture (maize.etc) Primary forest Hutan belukar Hutan belantara Secondary forest Rawa-rawa Marshorswamps Kolam ikan Fish pond (fresh water) .Tabel 3. kopi.buah-buahandll) Perkebunan (karet. fuit etc) Plantation (rubber. tembakau.teh. Sawah Map Symbols – Simbol Peta (Lanjutan) Ricefied Ladang Non irrigated farming (normally rice) Alang-alang Meadow Rumput Grass Pohon kelapa Coconut trees Tegalan (palawija dll) Hortuculture Kebun campuran (jagung. tobacoo. sugar.tebu.coffe.

Map Symbols – Simbol Peta (Lanjutan) Tambak ikan Fish pond (brackish wat) Tambak garam Salt pan Batas daerah aliran sungai Rumah batu Watershed diyi of a catchment Permanent hous Rumah panggung Semi-permanent House Government Building School Kantor pemerintahan Sekolah Rumah Sakit Hospital Kantor pengadilan Court house Kantor pos Post office Kantor polisi Police office Mesjid. Chuf Tern pie . Klenteng Mosque. Gereja.Tabel 3.

Kristen.Tabel 3. Tionghoa) Graves/Cemetery Factory Pabrik Pasar Market Pompa air Waterpump Kawat listrik tegangan tinggi Saluran irigasi telah ada Saluran pembuang yang telah ada Desa yang telah ada High voltage Line Existing irrigation canal Existing drainage channel Existing village Desa yang direncanakan Proposed village Province bounda Batas propinsi Batas kabupaten Kabupaten Boundary . Map Symbols – Simbol Peta (Lanjutan) Tempat keramat Shrine Makam/kuburan (Islam.

Tabel 3. Map Symbols – Simbol Peta (lanjutan) Batas kecamatan Kecamatan boundary Batas desa Village bounda1 Pagar Fence line Arah utara North indicaci .

Tabel 3. Map Symbols – Simbol Peta (lanjutan) SYMBOL TATA LETAK Letak Atas proyek Atas petak tersier LAYOUT SYMBOLS Layout Project boundary Boundary Tertiary Unit Boundary Quarternary Unit Atas petak kuarter Ma petak tersier kuarter Name of Tertiary or Quaternary Unit Bersih (ha) Net Area (ha) Rencana Design discharge (I/s) Bangunan pengambilan / bangunan utama Intake structures/ Headworks Pengambilan pompa Pump intake Pengambilan bebas Free intake Dung permanen Permanent weir .

.

Tabel 3. Map Symbols – Simbol Peta (lanjutan) Bendung gerak Barrage Bendung bronjong Gabion weir Saluran Irigasi (Biru) Saluran primer Irrigation canals (Blue) Primary canal Saluran sekunder Secondary canal Saluran tersier Tertiary canal Saluran kuarter Quaternary canal Saluran pasangan Lined canal Terowongan Saluran Tertutup Bangunan Irigasi Bangunan pengatur Bangunan bagi Tunnel or closed canal Closed canal Irrigation structures Cheek structure Division structure .

Bangunan bagi dan sadap Division structure with off-take Boks tersier Tertiary box Boks tersier dengan pelimpah Boks kuarter Tertiary box with wasteway Quaternarv box (farm inlet) Gorong-gorong Culvert Talang Flume.Tabel 3. Bangunan Map Symbols – Simbol Peta (lanjutan) Off-take structure. aqua Duct Sipon Inverted syphon Bangunan terjun (vertikal/miring) Drop structure (straight/inclined) Got miring Chute structure Bangunan pelimpah Samping Side spiliway Bangunan pembuang Wasteway .

Map Symbols – Simbol Peta (lanjutan) Bangunan pembawa Suppletion intake Saluran Pembuang (Merah) Saluran pembuang Primer Saluran pembuang Sekunder Saluran pembuang tersier Sauran pembuang Kuarter Drainage channels (Red) Primary drainage channel Secondary drainage Channel Thrtiary drain Tersier age channel Quaternary drainage chann Bangunan Pembuang Gorong-gorong Drainage structure Drainage culve’ Gorong-gorong silang Drainage culver below irrigation canal (undcrpas: Inlet drainage Alur pembuang Bangunan terjun Drop structure Pintu pasang surut Drainage outlet Tidaloutlet .Tabel 3.

Tabel 3. Map Symbols – Simbols Peta (lanjutan) Pengendali Banjir Tanggul Flood control Flood dike/ Levee Flood control Structure Groyne Bangunan penahan Banjir Krib Bendungan Dam Bangunan Pelengkap Auxiliary structures Jalan inspeksi Inspection road Jalan petani Farm road Jembatan Bridge Jembatan orang Foot bridge Tempat cuci Washing place Tempat mandi hewan di dalam saluran Buffalo pool in canal .

Tabel 3. Map Symbols – Simbols Peta (lanjutan) Tempat mandi hewan di luar saluran Bufallo pool outside canal Waduk lapangan Field reservoir Patok hektometer Hectometer stone Dangau Operating facility Rumah jaga pintu Gate keeper house Telepon Telephone Kombinasi bangunan di dalam satu gambar Combination of structures on one drawing .

Standar Hatching-Standar Arsiran ARSIRAN HATCHINGS Keterangan Legend Tanah dll Soils etc.Tabel 4. Batu kali Boulders Kerikil Gravel Pasir Sand Lempung Clay Konstruksi Constructions Beton bertulang Reinforced concrete Cyclopean Concrete Plain concrete Beton siklop Beton tumbuk (tanpa tulangan) .

Standar Hatching-Standar Arsiran (Lanjutan) Pasangan batu kali lpc: 4ps Pasangan batu kali lpc : 2ps Pasangan batu Bata Pasangan batu kosong Bronjong Stone masonry pc:4s Stone masonry 1pc:2s Brick masonry Stone-pitching Gabion Batu candi Batu candi/hard Stone Asphalt Aspal Kayu Wood Besi Steel Perunggu Bronze Aluminium Aluminium Karet Rubber .Tabel 4.

Tabel 4. Standar Hatching-Standar Arsiran (Lanjutan) Bubuk isian bitumen Bituminnus filler Uruan dengan Kemiringan Galian. dengan Kemiringan Pcrmukaan tanah (potongan) Kemiringan pasangan batu kali Kemiringan pasangan beton Petunjuk potongan Fill with slope Cut with slope Ground surface (section) Sloping masonry Lining Sloping concrete Lining Indication of section .

Simbol-simbol Penyelidikan Geologi Teknik dan Mekanika Tanah Symbol for Geotechnical and Soil Mechanical Investigation Deskripsi Rencana Design Selesai dikerjakan Accomplished Description Bor Intl Bor Intl (diameter besar) Bor Inti (Pemboran miring) Drill Hole Drill Hole (large diameter Drill Hole (inclined driLL hole) Auger Hole Auger Hole (large diameter) Test Pit Test Shaft Test Trench Vertical electrical resistivity Sounding Bor Tangan Bor Tangan (diameter besar) Sumuran Uji Test Shaft Paritan Titik duga Geolistrik Titik Sondir .Tabel 5.

Loess .Tabel 5. (Lanjutan) Symbol.Simbol Litologi Lithologi Symbols Tanah Tanah penutup atau aluvial Solls Top soil or Alluvial Berangkal (bongkah) Cobbles (boulders) Kerakal Gravels Pasir Sand Lanau Silt Lernpung Clay Talus Thalus Gambut Peat Tanah lepas.

Debu volkanik atau tufa Volcanic dust orTuft Tufa dan breksi tufaan Tuft and tuffaceou Breccia Breccia Breksi Konglomerat Conglomerate Batu pasw berbutir kasar Batu pasir bcrbutir halus Coarse-grained sandstone Fine-grained sand-stone Lensa-lensa batu pasir pada serpih Sandstone lenses in shale Batu pasir berlapis Bedded sandstone .Simbol Litologi Lithologi Symbols Sedimentary rocks Volcanic breccia and tuft Breksi volkanik atau aglomerat Aliran lava Volcanic brcccia or agglomerate Lava flow. (Lanjutan) Batuan endap Breksi volkanik dan tufa Symbol.Tabel 5.

.

Simbol Litologi Lithologi Symbols Batu endap Batu pasir berstruktur silang siur Batu pasir dengan sisipan serpih Lensa-lensa serpih pada batu pasir Sdinientarv rocks Cross-bedded Sandstone Sandstone with shale Shale lenses in sandstone Serpih Shale Serpih gamping Calcareouse shale Batu gamping Massive limestone Batu gamping berlapis Bedded limestone Domolit Domolite Batu gamping pasiran Sandy limestone Batu gamping Oolit Oolitie limestone Batu gamping berfosil Shelly limestone . (Lanjutan) Symbol.Tabel 5.

Simbol Litologi Lithologi Symbols Sedimentary rocks Cherty limestone Gipsum Gypsum Anhidri Anhydrite Garam Salt Batuan beku Ignous rocks Lava basal (struktur aliran) Lava (struktur aliran) Batuan beku porfirit Basaltic lava (flow structure) Lava (flow Structure) Porphyritic igneous rock Granit Granite Serpe Serpentine Batuan beku Massive igneous Rock . (Lanjutan) Batuan endap Batu gamping rijang Symbol.Tabel 5.

Simbol Litologi Lithologi Symbols Methamorphic rock Schist Genes Gneiss Marmer Marble Kuarsit Quartzite Batu sabak Slate Macam-macam Permukaan batuan Varios Rock surface Permukaan tanah Ground surface .Tabel 5. (Lanjutan) Batuan metamorfosis Sekis Symbol.

Tabel 5. (Lanjutan) Warna–warna yang Biasa Digunakan Pada Peta Geologi Colours Commonly Used in the Geological Map Batuan Beku/Batuan Terobosan Merah Red Ignouse rock/Gang Endapan Gunung Api Coklat Brown Voleanie product Batu Gamping Biru Blue Limestone Endapan Sungai /Teras Biru Muda Light Blue Alluvial deposit/Terrace Batu Pasir /Sedimen Kuning Yellow Sandstone/sedimentary rock Lempung /Serpih Hijau Green Clay /Shale .

dengan arah Kemiringan Sesar diperkirakan Fault. (Lanjutan) Symbol. tegak (kiri) Dan membalik Contact. located approximately (give limits) Contact. Umaik) Fault. lokasi diperkirakan Contact. showing dip Contact. located approximately Sesar sangat diragukan Sesar yang diproyeksikan dibawah peta Kemungkinan adanya sesar (interpretasi photo udara) Sesar.Simbol Untuk Peta Geologi Symbol Forgeologic Maps Kontak. vertical (left) and overturned Kontak. dengan Kemiringan Kontak. U:upthrown sid . memperlihatkan arah dan penunjaman (D: turun. lokasi tidak Pasti Kontak gradasi Sesar. existence uncertain Fault projected beneath ma?ped uni Possible fault (as located from. aerial photographs) Fault showing trend plunge of linear features (Dxlown thi side. showing dips Kontak.Tabel 5. located very approximately Gradational contact Fault.

Sesar mendatar Fault showing relati horizontal movemen .

showing average dips Normal fault/hachures on downthrown side Anticlinc (top) and syncline. steeperlimb to south Overturned anticline (top) and syncline. dashed where located approximately Anticline (cxistence uncertain) Anticline projected beneath mapped units Zona sesar dengan kemiringan rata-rata Sesar Normal/sesar Turun Antiklin dan sinklin Antiklin (kemungkinan Antiklin yang diproyeksikan di bawah sat. (Lanjutan) Simbol-simbol untuk Peta Geologi Symbols for Geologic Maps Sesar naik Thrust faults. showing dip of axial plane Doubly plunging anticline. showing trend and plunge of axis Antiklin membalik Antiklin dengan dua arah penunjarnan.T or sawteeth in upper plate Fault zones. showing trace of axial plane and plunge of axis . dengan kulminasa Antiklin dengan penunjaman tegak Overturned anticline. Peta Antiklin tidak Simetris Antiklin membalik (atas) dan siklin dengan arah dan sumbu penunjaman Asymmetric anticline.Tabel 5. showing culmnntion Vertically plunging anticlinc .

Tabel 5. stratigrap tops to north Horizontal bcddin Undulasi (perlapisan menggelombang) Jurus dan kemiringan Pelapisan (diperkirakan) Jurus dan perlapisan dan kemiringan diperkirakan Undulatory or crumpled beds Strike and dip of bedding uncertain Strike of bedding certain but dipsuncertain . (Lanjutan) Simbol-simbol untuk Peta Geologi Symbols for Geologic Maps Antiklin membalik Untuk sama Monoklin Inverted (synforma. Anticline Monoclineor flexu in hotnocline Arah sumbu antiklia kecil (kiri) dan siklin Axial trend of slna! antidilne (left) and syncirne Arah sumbu perlipatan Axial trend of fold are too small to plo individually. patter show generaL shapt folds in profile Jurus dan kemiringan Pelapisan Jurus dan kemiringan lapisan (membalik) Kemiringan perlapisan Tegak Perlapisan mendatar Strike and dip of bedding Strike and dip of over turned beddir Strike of vertical bedding.

Tabel 5.Jurus dan kemiringan Cleavage Jurus dan cleavage tegak Strike and dip where bedding parallels foliation Strike and dip of cleavage Strike of vertical cleavage Cleavage mendatar Jurus dan kemiringan kekar Horizontal cleavage Strike and dip of joint Jurus dan kekar tegak Kekar mendatar Arah dan penunjaman dan liniasi Liniasi tegak Strike of vertical joint Horizontal joint Trend and plunge of lineation Vertical lineation . (Lanjutan) Symbol.Simbol Untuk Peta Geologi Symbol For Geologic Maps Jurus dan kemiringan foliasi Jurus dan foliasi tegak Strike and dip of foliations Strike of vertical Foliation Foliasi mendatar Horizontal foliation Jurus dan kemiringan di rnana lapisan sejajar foliasi .

(Lanjutan) Symbol.Tabel 5.Simbol Untuk Peta Geologi Symbol For Geologic Maps Arah Liniasi mendatar Trend of horizontal tineation Arah cleavage yang saling memotong dan perlapisan Dua cleavage yang berpotongan Arah liniasi yang terletak pada bidang foliasi Trend of intersection of cleavage and bedding Trends of intersection: of two cleavages Trends of lineations lying in planes of of foliations Trends of horizontal lincations lying in planes of foliations Vertical lineation and foliation Arah Liniasi mendatar terletak pada bidang follasi Liniasi tegak dan foliasi .

gravels or clay pits Oil well (left) and gas well Sumur pemboran minyak dan gas (kering) Well drilled for oil or gas. tak mengalir dan kering (kanan) Mata air panas tanah labil (longsor) Wells with shows of oil (left) and gas Oil or gas well. tegak (kiri) dan miring Adit. dry Sumur penghasil minyak (kiri) dan Gas Sumur minyak/gas ditinggalkan) Lubang air. quarry. (Lanjutan) Symbol-simbol Tambahan untuk Peta dengan Skala Kecil Accessory Symbol For Small – Scale Maps Shaft. abandoned (left) and gas Water wells flowing (left). vertical (left) and inclined Adit. Nonflowing and dry (right) Hot spring Landslide .Tabel 5. terbuka (kiri) Dan tertutup Shaft. or glory hole Pasir. kerakal dan lubang lempung Sumur minyak (kiri) dan sumur gas Sand. open (left) and inaccessible Paritan (kiri) dan Prospek Penambangan/cadangan Trench (left) and Prospect Mine. ada aliran (kiri).

Simbol Tambahan Untuk Peta Dengan Skala Besar Accessory Symbol For Large – Scale Maps Tambang terbuka atau cadangan (qarry) Portal dan terowongan atau Adit Smalt dipermukaan.Tabel 5. tegak (kiri) dan miring Open or reserved quarry Portal of tunnel or adit Surface shaft. (Lanjutan) Symbol. vertical (left) and inclined Shaft diperluas keatas (kiri) dan dasar shaft Shaft miring dengan titik chevron kebawah Lobang bor mendatar (kiri) dan miring 300 Vertically extended shaft (left) and shaft bottom Inclined shaft with chevron point downwards Horizontal (left) and inclined 30° bore hole .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful