P. 1
Peran Asisten Apoteker

Peran Asisten Apoteker

|Views: 2,479|Likes:
Published by Lies C'cepeat

More info:

Published by: Lies C'cepeat on Apr 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

Peran Asisten Apoteker

dalam Pelayanan Kefarmasian
(Bagian Kedua)
Oleh : Dr. H. Soedarsono Aboe Yahman
Pengertian Asisten Apoteker
Asisten Apoteker yang dimuat dalam keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1332/MENKES/SK/X/2002 adalah mereka yagn berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku berhak melakukan pekeriaan keIarmasian sebagai Asisten Apoteker.
Sedangkan asisten apoteker menurut pasal 1 Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
679/MENKES/SK/V/2003, tentang Registrasi dan Izin Keria Asisten Apoteker menyebutkan
bahwa 'Asisten Apoteker adalah Tenaga Kesehatan yang beriiasah Sekolah Menengah Farmasi,
Akademi Farmasi Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan, Akademi Analisis Farmasi dan
Makanan Jurusan Analis Farmasi dan Makanan Politeknik Kesehatan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Tempat Kerja Asisten Apoteker
Tenaga keIarmasian bekeria pada saran keIarmasian yaitu tempatyang digunakan untuk
melakukan pekeriaan keIarmasian anatara lain industri Iarmasi termasuk obat tradisional dan
kosmetika, instalasi Iarmasi, apotek dan toko obat.
Hak dan Kewajiban Asisten Apoteker
Asisten Apoteker sebagai salah satu tenaga keIarmasian yang selalu bekeria di bawah
pengawasan seorang Apoteker yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek). Apoteker Pengelola
Apotek (APA) merupakan orang yang bertanggung iawab di Apotek dalam melakukan pekeriaan
keIarmasian.
Pelayanan keIarmasian yang dilakukan oleh Apoteker dan Asisten Apoteker di apotek haruslah
sesuai dengan standar proIesi yang dimilikinya. Dimana seorang Apoteker dan Asisten Apoteker
dituntut oleh masyarakat pengguna obat (pasien) harus bersiIat proIessional dan baik.
Hak yang dimiliki oleh Asisten Apoteker menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1332/MENKES/SK/X/2002 adalah sebagai berikut:
1. Mendapatkan gaii dan tuniangan selama bekeria
2. Mendapatkan keuntungan yang diperoleh Apotek berdasarkan atas kesepakatan dengan
Pemilik Sarana Apotek (PSA)
3. Mendapatkan tuniangan kesehatan
4. Mendapatkan libur dan cuti tahunan
5. Mendapatkan iaminan keselamatan pada waktu bekeria
6. Memilih Apotek dan pindah ke Apotek lain sesuai dengan keinginan
Sedangkan kewaiiban Asisten Apoteker Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1332/MENKES/X?2002 adalah sebagai berikut:
1. Melayani resep dokter sesuai dengan tanggung iawab dan standar proIesinya yang
dilandasi pada kepentingan masyarakat serta melayani peniualan obat yang dapat dibeli
tanpa resep dokter
2. Memberi InIormasi:
a. Yang berkaitan dengan penggunaan/ pemakaian obat yang diserahkan kepada pasien
b. Penggunaan obat secara tepat, aman dan rasional atas permintaan masyarakat
InIormasi yang diberikan harus benar, ielas dan mudah dimengerti serta cara penyampaiannya
disesuaikan dengan kebutuhan, selektiI, etika, biiaksana dan hati-hati. InIormasi yang diberikan
kepada pasien sekurang-kurangnya meliputi: cara pemakaian obat, cara penyimpanan obat,
iangka waktu pengobatan, makanan/ minuman/ aktiIitas yang hendaknya dihindari selama terapi
dan inIormasi lain yang diperlukan
1. Menghormati hak pasien dan meniaga kerahasian identitas serta data kesehatan pribadi
pasien
2. Melakukan pengelolaan apotek meliputi:
a. Pembuatan, pengelolaan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan dan
penyerahan obat dan bahan obat
b. Pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan sediaan Iarmasi lainnya
c. Pelayanan inIormasi mengenai sediaan Iarmasi
1. Memiliki Surat Izin Keria Asisten Apoteker (SIKAA) yang dikeluarkan peiabat yang
berwenang
Laniut ke Hubungan Antara Asisten Apoteker dengan Apoteker dan Dokter
Catatan kaki :
PAFI adalah organisasi Iarmasi tertua di Indonesia.

Ditulis oleh Dr. H. Soedarsono Aboe Yahman
Sabtu, 16 Januari 2010 20:59
ndeks Artikel
Peran Asisten Apoteker
Pengertian Asisten Apoteker
Hubungan Asisten Apoteker
Seluruh halaman
Peran Asisten Apoteker dalam Pelayanan
Kefarmasian

Peran Asisten Apoteker

Pendahuluan

Kesehatan merupakan hak azasi manusia. Setiap orang mempunyai hak
untuk hidup layak, baik dalam kesehatan pribadi maupun keluarganya
termasuk di dalamnya mendapatkan kesehatan yang baik. Pelayanan
kesehatan terdiri dari sub sistem pelayanan medis, sub sistem pelayanan
keperawatan dan sub sistem pelayanan kefarmasian serta sub sistem dari
profesi kesehatan lainnya. Pelayanan kesehatan dilakukan oleh unit
pelayanan kesehatan yaitu tempat dimana diselenggarakan upaya kesehatan
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit serta pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan
dapat diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta, dalam bentuk
pelayanan kesehatan perorangan atau pelayanan kesehatan masyarakat.

Mutu pelayanan kesehatan akan menjadi lebih baik bila masing-masing
profesi kesehatan memberikan pelayanannya kepada pasien berdasarkan
pada standar profesi, etika dan norma masing-masing.

Profesi farmasi termasuk profesi yang harus ditingkatkan peranannya.
Dalam pelayanan kefarmasian profesi farmasi dalam hal ini apoteker, dan
asisten apoteker harus memberikan pelayanan bermutu kepada pasien.
asisten apoteker yang bekerja pada pelayanan kesehatan merupakan
perpanjangan tangan dari sebagian tugas seorang apoteker. Asisten
apoteker yang bekerja dibawah pengawasan apoteker merupakan ujung
tombak dari pelayanan di apotek, yang akan melayanai pasien dengan baik
serta memberikan informasi tentang obat dan perbekalan kesehatan yang
ditulis dokter dalam resepnya. Dalam melakukan pekerjaan kefarmasian
siperlukan sikap hati-hati dan ketelitian tinggi, karena apabila ada kesalahan
akan sangat merugikan pasien bahkan bisa mengancam jiwa pasien.

Seorang asisten apoteker yang telah mengucapkan sumpah, memilik ijasah
dan mendapat surat ijin kerja yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan
Republik Indonesia harus dapat menjalankan pekerjaannya sesuai tugas dan
standar profesinya dan memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam
melaksanakan pekerjaan kefarmasian di bawah pengawasan apoteker.

Pengertian Tenaga Kesehatan

Pengertian tenaga kesehatan didalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1992
tentang Tenaga Kesehatan dapat dilihat dalam pasal 1 ayat (3) yaitu:
"Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui
pendidikan dan atau keterampilan melalui pendidkan dibidang kesehatan
yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya
kesehatan¨

Adapun klasifikasi tenaga kesehatan menurut Peratuan Pemerintah No.32
Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan, termuat dalam pasal 2, tenaga
kesehatan terdiri dari:
O Tenaga Medis meliputi Dokter dan Dokter GigiTeanaga Keperawatan
meliputi Perawat dan Bidan
O Tenaga Kefarmasian meliputi Apoteker, Analisis Farmasi dan Asisten
Apoteker
O Tenaga Kesehatan Masyarakat meliputi Epidemolog Kesehatan,
Entomolog Kesehatan, Mikrobiolog Kesehatan, Penyuluh Kesehatan,
Administrator Kesehatan dan Sanitarian
O Tenaga Gizi meliputi Nutrisionis dan Dietisien
O Tenaga Keterampilan Fisik meliputi Fisioterapi, Okupasitrapis dan
Terapis Wicara
O Tenaga Ketekhnisan Media meliputi Radiografer, Radiotrapis, Teknisi
Gigi, Teknisi Elektromedis, Analisis Kesehatan, Refaksionis Optisien,
Otorik Prostetik, Teknisi Tranfusi dan Perekam Medis

Pengaturan mengenai tenaga kesehatan ini termuat dalam Panca Karya
Husada yang merupakan tujuan dan sarana pembangunan jangka panjang
di bidang kesehatan adalah:
O Peningkatan dan pemantapan upaya
kesehatan
O Pengembangan tenaga kesehatan
O Pengendalian, pengadaan dan pengawasan
obat, makanan dan bahan berbahaya bagi
kesehatan
O Perbaikan gizi dan peningkatan kesehatan
lingkungan
O Peningkatan dan pemantapan manajemen dan
hukum

Dalam peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan, seperti disebutkan dalam pasal 3 : ¨ Tenaga Kesehatan wajib
memiliki pengetahuan dan keterampilan dibidang kesehatan yang
dinyatakan dengan ijasah dari lembaga pendidikan¨. Serta pasal 4 ayat (1)
berisi : "Tenaga Kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan setelah
tenaga kesehatan yang bersangkutan memiliki ijin dari Menteri Kesehatan¨.

Pengertian Asisten Apoteker

Asisten Apoteker yang dimuat dalam keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1332/MENKES/SK/X/2002 adalah mereka yang berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan
kefarmasian sebagai Asisten Apoteker.

Sedangkan asisten apoteker menurut pasal 1 Keputusan Menteri Kesehatan
RI No. 679/MENKES/SK/V/2003, tentang Registrasi dan Izin Kerja Asisten
Apoteker menyebutkan bahwa "Asisten Apoteker adalah Tenaga Kesehatan
yang berijasah Sekolah Menengah Farmasi, Akademi Farmasi Jurusan
Farmasi Politeknik Kesehatan, Akademi Analisis Farmasi dan Makanan
Jurusan Analis Farmasi dan Makanan Politeknik Kesehatan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tempat Kerja Asisten Apoteker

Tenaga kefarmasian bekerja pada saran kefarmasian yaitu tempatyang
digunakan untuk melakukan pekerjaan kefarmasian anatara lain industri
farmasi termasuk obat tradisional dan kosmetika, instalasi farmasi, apotek
dan toko obat.

Hak dan Kewajiban Asisten Apoteker

Asisten Apoteker sebagai salah satu tenaga kefarmasian yang selalu bekerja
di bawah pengawasan seorang Apoteker yang memiliki SIA (Surat Izin
Apotek). Apoteker Pengelola Apotek (APA) merupakan orang yang
bertanggung jawab di Apotek dalam melakukan pekerjaan kefarmasian.

Pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh Apoteker dan Asisten Apoteker
di apotek haruslah sesuai dengan standar profesi yang dimilikinya. Dimana
seorang Apoteker dan Asisten Apoteker dituntut oleh masyarakat pengguna
obat (pasien) harus bersifat professional dan baik.

Hak yang dimiliki oleh Asisten Apoteker menurut Keputusan Menteri
Kesehatan RI No. 1332/MENKES/SK/X/2002 adalah sebagai berikut:
O Mendapatkan gaji dan tunjangan selama bekerja
O Mendapatkan keuntungan yang diperoleh Apotek berdasarkan atas
kesepakatan dengan Pemilik Sarana Apotek (PSA)
O Mendapatkan tunjangan kesehatan
O Mendapatkan libur dan cuti tahunan
O Mendapatkan jaminan keselamatan pada waktu bekerja
O Memilih Apotek dan pindah ke Apotek lain sesuai dengan keinginan

Sedangkan kewajiban Asisten Apoteker Menurut Keputusan Menteri
Kesehatan RI No. 1332/MENKES/X?2002 adalah sebagai berikut:
O Melayani resep dokter sesuai dengan tanggung jawab dan standar
profesinya yang dilandasi pada kepentingan masyarakat serta
melayani penjualan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter

O Memberi Informasi:
1. ang berkaitan dengan penggunaan/ pemakaian obat yang diserahkan
kepada pasien.
2. Penggunaan obat secara tepat, aman dan rasional atas permintaan
masyarakat.
Informasi yang diberikan harus benar, jelas dan mudah dimengerti serta
cara penyampaiannya disesuaikan dengan kebutuhan, selektif, etika,
bijaksana dan hati-hati. Informasi yang diberikan kepada pasien sekurang-
kurangnya meliputi: cara pemakaian obat, cara penyimpanan obat, jangka
waktu pengobatan, makanan/ minuman/ aktifitas yang hendaknya dihindari
selama terapi dan informasi lain yang diperlukan.

O Menghormati hak pasien dan menjaga kerahasian identitas serta data
kesehatan pribadi pasien

O Melakukan pengelolaan apotek meliputi:
1. Pembuatan, pengelolaan, peracikan, pengubahan bentuk,
pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat dan
bahan obat
2. Pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan
sediaan farmasi lainnya
3. Pelayanan informasi mengenai sediaan farmasi

O Memiliki Surat Izin Kerja Asisten Apoteker (SIKAA) yang dikeluarkan
pejabat yang berwenang.

Hubungan Antara Asisten Apoteker dengan Apoteker dan
Dokter

Asisten apoteker dalam melakukan pekerjaannya selalu berhubungan
dengan apoteker, dokter, pasien, dan tenaga kesehatan lainnya karena itu
asisten apoteker harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik.
Seperti diketahui bahwa hubungan antara asisten apoteker dengan apoteker
dan dokter dalam usaha memeberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat adalah hubungan yang sangat penting. Dalam hubungan ini
diperlukan kerjasama yang baik dari ketiganya sebagai mitra kerja yang
satu sama lain saling membutuhkan.

Hubungan asisten apoteker dengan apoteker adalah hubungan yang penting
karena apoteker adalah sebagai penanggung jawab apotek yang mana
dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh asisten apoteker. Tanpa adanya
keharmonisan maka akan menghambat keduanya dalam melaksanakan
tugasnya. Hubungan antara asisten apoteker, apoteker dan dokter sebagai
sesama tenaga kesehatan yang mempunyai tanggung jawab terhadap
pasien dalam hal obat-obatan.

Hubungan antara dokter, apoteker dan asisten apoteker terletak pada saat
adanya permintaan resep dari dokter kepada apoteker yang dibantu asisten
apoteker agar menyediakan obat yang ditujukan kepada pasien dan apabila
ditemukan hal-hal yang meragukan apoteker atau asisten apoteker dapat
menghubungi dokter untuk berkonsultasi mengenai obat-obatan yang akan
diberikan kepada pasien sehingga pasien benar-benar mendapatkan obat
yang tepat dan aman tanpa khawatir adanya interaksi obat yang
membahayakan.

Peran Asisten Apoteker di Apotek

Pergeseran konsep yang sangat mendasar mengenai meracik obat
merupakan peristiwa yang terjadi secara alamiah dan tidak dapat ditolak
oleh profesional farmasis. Perkembangan ini dipicu oleh meningkatnya
jumlah kebutuhan obat, perkembangan produksi masal, kemajuan teknologi
dan adanya inovasi dalam penemuan obat baru serta timbulnya berbagai
penyakit baru. Perkembangan yang terjadi menyebabkan peran farmasis
meracik obat telah diambil alih oleh pabrik. Keadaan demikian membuat
perubahan dimana asisten apoteker tidak perlu meracik obat lagi tapi hanya
mencampur obat jadi berdasar resep dokter. Pelayanan farmasi di apotek
diharapkan tidak hanya menjual obat, tetapi lebih kepada menjamin
tersedianya obat yang berkualitas dan disertai dengan informasi yang
memadai.

Pengetahuan asisten apoteker harus selalu dikembangkan agar tidak
tertinggal, asisten apoteker harus dapat membantu apoteker dalam
pelayanan farmasi klinis yang berorientasi pada pasien, asisten apoteker
harus mengintegrasikan pelayanannya kepada sistem pelayanan kesehatan
secara berkesinambungan dan pelayanan farmasi yang dihasilkan harus
bermutu tinggi.

Apotek sebagai sarana pelayanan kesehatan bidang pelayanan farmasi
mempunyai peranan yang penting dalam memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat, sehingga mesyarakat akan lebih terjamin dengan
adanya informasi mengenai obat yang akan mereka gunakan. Apalagi
sekarang masyarakat sudah banyak yang ingin mengetahui kegunaan
onbat-obatan terutama obat-obatan yang sering mereka gunakan karena itu
diharapkan asisten apoteker bisa memberikan informasi yang tepat dan
benar.

Pekerjaan kefarmasian di apotek meliputi pembuatan, pengubahan bentuk,
pencampuran, peracikan obat yang digunakan untuk pelayana dengan
menggunakan resep dokter, dokter gigi dan dokter hewan. Bentuk
pelayanan yang langsung tanpa resep untuk obat-obatan yang boleh dijual
tanpa resep dokter dan pelayanan lainnya sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Asisten apoteker melayani resep dokter sesuai dengan tanggung jawab dan
standar profesinya yang dilandasi pada kepentingan masyarakat serta
melayani penjualan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Asisten
apoteker juga harus memberikan informasi yang berkaitan dengan
penggunaan/ pemakaian obat yang akan diserahkan pada pasien dan juga
memberikan informasi mengenai penggunaan obat secara tepat, benar dan
rasional serta mudah dimengerti pasien/ masyarakat.

Selain melakukan kegiatan pelayanan asisten apoteker juga melakukan
kegiatan pengelolaan apotek, meliputi manajemen pengelolaan barang/
obat, penyimpanan dan pencatatan distribusi mulai dari penerimaan barang
sampai dengan penyerahan kepada pasien.









Sumpab Apot¢k¢r
SabLuţ 28 lebruarl kemarlnţ sava menahadlrl upacara penaambllan sumpah apoLeker baruŦ
lnl merupakan acara ruLln dl fakulLas kamlţ dladakan seLlap semesLerţ dan merupakan acara favorlL baal
savaŦ

kenapa favorlL? karena baal sava lnl merupakan momenL vana balk reŴcharae semanaaL seLelah
berhadapan denaan ruLlnlLlLas harlanŦ Þada acara sumpah lnlţ sava mellhaL banvak kebahaalaan
Lerpancar darl wlsudawan vana dlsumpahţ orana Lua wlsudawan dan kerabaLnvaŦ Sava [adl lkuL dapaL
merasakan baaalmana bahaalanva orana Lua wlsudawan LersebuL mellhaL anaknva dllanLlk [adl seorana
apoLekerţ karena sava Lahu pasLlţ seLlap orana Lua pasLl menaorbankan apapun unLuk kebahaalaan dan
kesuksesan anaknvaŦ

unLuk wlsudawan denaan predlkaL ƍcum laudeƍţ oleh panlLla senaa[a dlberl selempana blru Lerana
denaan Lullsan ƍcum laudeƍŦ Sava selaku panlLla [uaa menaaLur aaar namaŴnama wlsudawan denaan
predlkaL cum laude dlsebuL dan dlmlnLa berdlrl pada laporan perLanaauna[awaban akademlk darl Wakll
uekan lŦ uuhŦŦŦsava [adl lkuL blsa merasakan baaalmana perasaan orana Lua mereka saaL nama anaknva
dlsebuL mendapaLkan predlkaL ƍcum laudeƍŦ ƍLlhaLŦŦŦŦŦŦŦŦanak kaml adalah vana berdlrl lLuŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦdenaan
predlkaL cum laudeŦŦŦŦŦŦŦƍţ denaan banaaa para oranaLua menun[uk anaknvaŦ Cverallţ ln mv perspecLlveţ
semua wlsudawan vana dlambll sumpahnva pada harl lLu adalah pemenanaţ karena mereka berhak
dlsumpah seLelah melalul seranakalan u[lanţ balk u[lan akademls maupun u[lan melawan rasa capek dan
malas vana blasanva dlmllkl oleh slswaŦ

Þada saaL wlsudawan menaucapkan lafal sumpahţ sava vana sudah seklan Lahun lalu dllanLlk [adl
farmaslsţ seakanŴakan dllnaaLkan kemball akan [an[l vana pernah sava ucapkanŦ 1ernvaLa Lanaauna
[awab unLuk memeaana [an[l lLu memana sanaaL beraLŦ uan lnl adalah sumpahŦŦŦŦvana kalo dllanaaar
LenLu sanaaL beraL hukumannvaŦ
LAIAL 5UMÞAn AÞC1LkLk


Demi Allah saya bersumpah bahwa :
5aya akan membakt|kan h|dup saya guna kepent|ngan per|kemanus|aan terutama da|am b|dang
kesehatan Ť
2Ŧ 5aya akan merahas|akan sega|a sesuatu yang saya ketahu| karena peker[aan saya dan ke||muan saya
sebaga| apoteker Ť
3Ŧ 5eka||pun d|ancamţ saya t|dak akan mempergunakan pengetahuan kefarmas|an saya untuk sesuatu
yang bertentangan dengan hukum per|kemanus|aan Ť
4Ŧ 5aya akan men[a|ankan tugas saya dengan seba|kŴba|knya sesua| dengan martabat dan trad|s| |uhur
[abatan kefarmas|an Ť
Ŧ Da|am menuna|kan kewa[|ban sayaţ saya akan ber|kht|ar dengan sungguhŴsungguh supaya t|dak
terpengaruh o|eh pert|mbangan keagamaanţ kebangsaanţ kesukuanţ Þo||t|k keparta|anţ atau
kedudukan 5os|a| Ť
6Ŧ 5aya |krarkan sumpah |n| dengan sungguhŴsungguh dan penuh ke|nsyafanŦ

%&AN YANG MAA ESA MELIND&NGI SAYA


BeruL vu Lunggung juwub sumpuI InI....... KemurIn Puk RekLor vung IkuL IudIr dI ucuru sumpuI
InI jugu punvu usuI supuvu IsI sumpuInvu dIbuuL IebII rIngun seIInggu Lunggung juwubnvu LIduk
LerIuIu beruL. BoIeI jugu usuInvu Puk RekLor...LupI nunLI kuIo dIrubuI buguImunu....................?

SumpuI upoLeker InI merupukun ukIIr durI musu sLudI muIusIswu dI IukuILus IurmusI, LupI
LenLunvu bukun ukIIr durI semuu perjuungun mereku. Suvu, dun jugu dosen-dosen vung IuIn,
vung merusu menjudI orungLuu mereku dI IukuILus, merusu bunggu suduI berIusII mendIdIk
mereku sumuI menjudI seorung IurmusIs. TenLunvu kumI jugu berIurup ugur IImu vung LeIuI
kumI bekuII InI dupuL membuwu munIuuL LIduk Iunvu bugI vung bersungkuLun LeLupI jugu
seIuruI umuL munusIu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->