TUJUAN DAN FUNGSI GERAKAN SHALAT

Mungkin anda menganggap fungsi shalat hanya untuk beribadah terhadap Allah SWT saja,dan hanya untuk menunaikan kewajiban sebagai orang yang beragama islam. Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakangerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit. Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka. Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Pengertian Shalat

Shalat secara etimologi berarti memohon (do’a) dengan baik, yaitu memohon keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian hidup didunia dan akhirat kepada Allah Swt. permohonan dalam shalat tidak sama dengan permohonan di luar shalat, sebab di dalam shalat telah diatur dengan tata cara yang baku, tidak boleh dikurangi ataupun ditambah. Sedangkan menurut istilah shalat adalah perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Seorang yang melaksanakan shalat seharusnya dapat melaksanakannya dengan baik, konsaisten, tertib dan khusyu’. Sehingga ia mendapatkan hikmah dari apa yang dikerjakan, pengertian ini didasarkan pada asumsi bahwa orng yang tekun melaksanakan shalat memilki kepribadian yang lebih shhaleh dan sehat, ketimbang orang yang tidak mengerjakan shalat. Tujuan sholat adalah pengakuan hati bahwa Allah SWT sebagai pencipta adalah Maha Agung, dan pernyataan patuh terhadap-Nya serta tunduk atas kebesaran dan kemuliaanNya, yang kekal dan abadi. Karena itu bagi orang yang melaksanakan sholat dengan khusuk dan ikhlas, maka hubungannya dengan Allah SWT akan kokoh, kuat, dan istiqamah dalam beribadah, dan menjalankan ketentuan yang digariskan-Nya. Kewajiban melakukan shalat lima kali sehari juga dapat diapandang sebagai bentuk praktis dari olah raga. Keseluruhan gerakan dalam shalat bersifat tenang, berulang-ulang dan melibatkan senua otot dan persendian, sehingga dapat menjaga keseimbangan energi hal ini disebabkan oleh pembakaran kalori dengan teratur. Adapun manfaat – manfaat gerakan pada saat kita shalat, yaitu :

Saat mengangkat kedua tangan. Saat kita berhadapan dengan Allah Yang Maha Mengetahui diri kita. lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Dan ketika melakukanqauna atau berdiri setelah ruku’. Pusat otak. hal ini tercermin dalam ucapan dalam ruku’ “Subhâna Rabbî al-‘adhîmi wa bihamdihi” ( Maha suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya ). Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. ketika ruku’ seseorang meregangkan otot punggung sebelah bawah.Takbiratul ikhrom: Berdiri tegak lurus Berdiri berdiri tegak. ruku’ yang sempurna adalah ditandai tulang belakang yang luruh sehingga bila diletakkan segelas air diatas punggung tersebut tidak akan tumpah. atas dan bawah menyatu membentuk kesatuan tujuan. anggota badan tertunduk dan semua eksistensi diri kita menjadi tenteram. otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. perut dan ginjal. dan kita berhadapan dengan dzat yang sangat kita cintai. hal ini mengisyaratkan bahwa kita diwajibkan untuk bertawadhu’ (rendah hati) dan menghindari kesombongan. dan meluruskannya meregangkan antara tulang dan otot punggung. maka saat itu pula pikiran kita akan menjadi tenang. Secara spiritual ruku’ dapat membentuk seseorang dalam kehidupannya tidak sombong. dan senantiasa berusaha dalam memperhalus hati dan memperbaharui kekhusyu’an shalat. Punggung dalam keadaan lurus. Pikiran berada dalam keadaan terkendali. makanan bagi tulang belakang beserta ligament dan otot pendukungnya akan terjamin. Ketika mulai berdiri tubuh terasa ringan karena berat tubuh tertumpu pada dua kaki. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. . getah bening dan kekuatan otot lengan Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. dengan pandangan terpusat pada tempat sujud. Lebih jauh Aliah BP. dan otot betis secara penuh. Gerakan ini melancarkan aliran darah. memulai merendahkan dan menundukkan diri. sehingga darah akan terpompa ke atas tubuh. merasakan bahwa dirinya hina dan merasakan pula kemuliaan Allah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian. Tekanan akan terjadi pada otot lambung. Meletakkan tangan pada lutut seraya meluruskan tulang belakang dan menahannya akan mempelancar perdarahan dan gerah bening. Hal ini juga merupakan cerminan diri dan hati di hadapan Allah. Hasan dalam bukunya Pengantar Psikologi Kesehatan Islami mengatakan bahwa ruku’ merupakan salah satu metode untuk menguatkan otot-otot pada persendian kaki yang dapat meringankan tegangan pada lutut . Otototot punggung sebelah atas dan bawah dalam keadaan kendur. otot paha. khususnya pada tubuh bagian atas. Ruku’ Ruku’ adalah membengkokan tulang belakang. mengangkat kedua tangan sejajar telinga. Karena itu. kemudian ia memuji dan mengakui keagungan Allah. Walau dalam kondisi berdiri tegak namun kepala ditundukkan ke tempat sujud. ini juga merupakan suasan yang sangat dahsyat dimana kita berdiri dihadapan Allah seperti suasana saat nanti manusia di hadapan Allah pada hari pengadilan (yaum al-dîn).

Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. dan kaki ditekuk. sujudlah . Karena itu. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. seperti pusing-pusing. yaitu tanah. jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. i'tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. keselarasan. Sujud jika ditinjau dari perspektif spiritual bahwa sujud menggambarkan tentang derajat ketundukan yang paling tinggi. posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Jika ditinjau dari kesehatan bahwa wajah / muka yang terkena kerikil dalam keadaan sujud adalah merupakan pijatan refleksi yang berfungsi melancarkan peredaran darah dan mengendorkan syaraf-syaraf yang ada di muka. otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. migrant. Pada saat sujud. Khusus bagi wanita. lakukan sujud dengan tuma'ninah. postur tubuh kembali tegak. tubuh kembali tegak setelah. kedua telapak tangan ditempelkan pada lantai/tanah.sujud bermanfaat memompa aliran getah bening ke bagian leher dan ketiak. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. Muka yang menempel pada lantai Rasulullah Saw. sedangkan usus yang dipijat akan melancarkan peristalsis dan memudahkan buang air besar. “jangan kau usap kerikil yang menempel di muka (wajah) mu itu akan menjadi mutiar kelak di surga”. karena anggota badan yang paling berharga. Pernah bersabda. Sujud Menungging dengan meletakkan kedua tangan. Hal ini dapat membuat tubuh mengalami relaksasi dan melepaskan ketegangan. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Otot yang bertambah kuat akan mencegah berbagai penyakit seperti heria dan membantu persalinan. mengangkat kedua tangan setinggi telinga. aliran darah bebas hambatan akan mencegah ambeien. Dengan kata lain. Itu artinya. Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin. sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. ketenangan dan kebahagiaan. dll. pencernaan menjadi lebih lancar. Jika memungkinkan. Sujud adalah pijatan usus yang sudah dimulai sejak ruku’. Dalam sujud badan dari belakang rata ke depan. Efeknya. kesesuaian. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. hal serupa juga terjadi ketika berdiri setelah sujud. sehingga jika syaraf-syaraf muka kendur dan peredaran darahnya lancar niscaya terhindar dari penyakit kepala.I'tidal Bangun dari rukuk. lutut. yaitu wajah di tempelkan pada sesuatu yang paling rendah. Dilakukan dengan meluruskan tulang belakang dan meregang otot hingga rongga perut mengecil. sehingga memberikan tekanan pada aliran darah untuk bergerak keatas. Gerakan dalam sujud juga mempunyai metode yang dapat membawa kedamaian. dan dahi pada lantai. ujung kaki.

Thuma’ninah merupakan bentuk relaksasi dalam shalat. Kesimpulan . Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. dan santai setelah melakukan aktivitas dalam mengarungi semua dimensi kehidupan. Hasan 2005) Duduk Tasyahud Duduk ada dua macam. sehingga dapat mengurangi rasa kecemasan. dan doanya sampai kepada Allah ( Aliah BP. Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaatnya untuk relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. dan juga posisi terbaik untuk bertemu dengan Allah (misalnya kematian) adalah ketika sujud. Salam Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf. dengan benar. Duduk dalam tasyahud dengan menekukan jari – jari yang berada pada kaki yang kanan. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga.saat iftirosy. seluruh tubuh bergetar dan menangis. ini berfungsi untuk me-refleksi (berfungsi pijat refleksi) syaraf-yaraf kaki dan memperlancar peredaran darah hingga ke syaraf kepala. karena ini bisa membuat lebih khusyu’ dalam shalat dan dalam berdo’a. dll. dimana seseorang berdiam sejenak untuk merasakan istirahat atau bersantai-santai setelah mengalami kontraksi atau peregangan otot dan syaraf. Thuma’ninah Sudah seharusnya shalat kita dilaksanakan dengan thuma’ninah yaitu dengan tenang. rileks. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra). kelenturan dan kekuatan organ-organ. dengan keabadian dan dengan dunia luar. sehingga dapat mengurangi rasa nyeri dan sakit pada pangkal paha. Cara terbaik untuk berterima kasih kepada Allah dan memuji-Nya juga ketika sujud. postur irfi mencegah impotensi. yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Melalui thuma’ninah diharapkan seseorang mengalami kedamaian dan ketenangan. Jika dilakukan. Hamper semua rukun-rukun shalat untuk melakukan thuma’ninah. kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. dan merangsang otot-otot pangkal paha. posisi duduk tasyahud juga dapat membantu pencernaan dengan menggerakkan isi perut ke arah bawah. Melalui proses sujud. seseorang akan terserap ke dalam ketakterbatasan.langsung ke tanah tanpa alas. “Nabi duduk dengan tuma’ninah sehingga ruas tulang belakangnya mapan” . dan bukti yang paling baik atas kerendahan. Manfaatnya. Tubuh akan mengalami relaksasi. Sujud juga merupakan posisi terbaik berdialog dengan Allah. Ketika seseorang mencapai keadaan kesatuan penuh dengan Allah Yang Maha Kuasa. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali.

Referensi B. dan 10 gerakan salam. Hal ini disebabkan oleh karena dalam shalat terdapat dimensi dzikrullah dan juga dimensi gerak / olah raga. dan juga merupakan terapi dari beberapa penyakit yang ada pada tubuh kita. jika seseorang melaksanakan shalat fardlu dalam satu bulan berarti ia telah melakukan : 125 X 30 = 3.Untuk mengingat allah Kedua fungsi ini tercakup dalam firman allah : ‫)قد أفلح من تزكى وذكر اسم ربه فصلى )العلى‬ َّ َ ِ ّ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri.Untuk membersihkan diri dari perbuatan kotor dan tercela . dengan asumsi bahwa setiap rakaat shalat ia akan melakukan + 7 gerakan dan ditambah 2 gerakan salam. dan hanya jika ia melaksanakan shalat fardlu.. maka sehari semalam orang yang melasanakan sahalat dia akan menggerakan anggota tubuh sebanyak 7 X 17 = 119. Dimensi ini merupakan inti yang menyebabkan orang yang melaksanakan shalat senantiasa mengingat Allah sehingga hatinya menjadi tenang.Ketenangan. maka total menjadi = 129 gerakan. dan gerakan dalam shalat merupakan olah raga yang dapat memberikan kekebalan pada tubuh. ketenteraman dan kesehatan orang yang diperoleh melalui shalat memiliki nilai spiritual yang cukup tinggi. Kedua fungsi tersebut adalah : . Proses Cetak : ungsi Shalat 25 02 2010 Terdapat dua fungsi utama shalat dan satu fungsi tambahan Shalatlah dengan berjamaah Dua fungsi utama itu jika berhasil terlaksana maka orang yg melaksanakannya adalah termasuk orang beruntung. Hal ini dapat kita ibaratkan jika seseorang melakukan shalat sehari semalam 17 rakaat. karena gerakan dalam shalat dilakukan dengan continue/istiqamah. dan gerakan yang sangat banyak. hal ini 1 hari.870 gerakan. lalu dia sembahyang Allah saw (‫ ) وال اعلم‬dalam ayat ini seolah-olah berkata “telah beruntunglah orang yang hendak membersihkan diri. dan hendak berdzikir mengingat nama Tuhannya maka ia .P Hasan. 2005 Pengantar Psikologi Islami. dan dia ingat nama Tuhannya. Aliah.

maka pada firman Allah diatas. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya Jadi seperti halnya dalam surat Al-A’la Allah menyebutkan bahwa orang yang membersihkan diri. Walaupun begitu tidak berarti fungsi ini hanya dilaksanakan pada waktu tertimpa musibah saja. simaklah firman allah : ‫ان الصلة تنهى عن الفحشاء والمنكر‬ Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan tercela dan perbuatan munkar Sedang untuk fungsi kedua disebutkan dalam ayat : ‫واقم الصلة لذكري‬ Dirikanlah shalat untuk mengingatku Untuk memperjelas lagi simaklah firman allah : ‫)قد أفلح المؤمنون الذين هم في صلتهم خاشعون )المؤمنون‬ َ ُ ِ َ ْ ِ ِ َ َ ِ ْ ُ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ ُ ْ َ َْ َ ْ َ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.shalat” yakni dengan mentakdirkan lafadz ‫ أراد‬sebelum lafadz ‫ تزكى‬yg berarti hendak َّ َ seperti yg sudah maklum dalam bahasa arab dimana kata kerja terkadang disebutkan namun yg dimaksud adalah hendak melakukan pekerjaan. Pada ayat diatas dapat menjadi jelas bahwa shalat yang mampu menjalankan fungsinya yakni membersihkan diri dan berdzikir kepada allah sehingga yang melaksanakannya mendapat keberuntungan adalah shalat yang dilaksanakan dengan khusyuk. Karena itu rasulullah mengajarkan kepada kita apa yang oleh para ulama disebut shalat hajat. Allah menyebutkan bahwa orang mukmin yang shalatnya khusyuk adalah orang yang beruntung. Allah berfirman : ‫)واستعينوا بالصبر والص َة )البقرة‬ ِ ‫َ ْ َ ِ ُ ِ ّ ْ ِ َ ّل‬ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu Sahabat ibn abbas ketika diberitahukan padanya perihal kematian putranya beliau langsung shalat (sunnah) dan setelah selesai beliau berkata ‫ انال وانااليه راجعون‬lalu membaca ayat di atas. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai fungsi pertama. namun juga ketika anda mempunya hajat atau kepentingan. Sedang fungsi tambahan shalat adalah sebagai wasilah untuk minta tolong kepada allah. . dan berdzikir kepada Allah maka ia shalat adalah orang yang beruntung.

Tegasnya. Dan jika rusak. Bahwa konsekwensi dari shalat itu harus sedapat mungkin berusaha mencegah perbuatan yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah. bila hanya untuk itu. Pengertiannya : • • Bahwa shalat itu berfungsi bagi diri supaya mencegah kekejian dan kemunkaran.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar…. maka dirinya akan terus bergerak melawan kemunkaran. maka sesungguhnya telah “berjanji” kepada Allah. Ibadah berasal dari kata “abada” (menyembah.S. sedang dalam hal itu menyetujui berlakunya hukum-hukum Jahiliyah (thagut). maka rusak pula segala amalnya”. mengabdi/berbakti). Artinya . maka sama artinya dengan melanggar janjinya sendiri yang berarti shalatnya itu yang palsu. Apabila beres shalatnya. Menyembah atau berbakti kepada Allah berarti bernaung di bawah ketentuan Hukum-Hukum Islam. R. Maka. beres segala amalnya. Jadi. bahwa yang akan . Menerima Sebagai Aparat Allah Pada dasarnya bahwa seseorang yang sudah melakukan shalat. Sebab. bagi setiap yang sudah melakukan shalat dan sesuai dengan esensi yang dikandung dalam shalat. atau rela bila hukum Islam dicampakkan dari dirinya. dalam shalat itu juga berarti telah memberikan pernyataan diri sebagai “aparat/petugas” dari Kerajaan Allah. tidak hanya yang mengenai rukun-rukun atau wujudnya secara lahiriyah saja. (H. Sehingga dirinya itu bersiap sedia pula melawan setiap kekuatan yang menghalangi tegaknya undang-undang yang telah diturunkan Allah SWT. sebagaimana yang dikandung dalam ungkapan kalimat “Iyyaka na’ budu” yang artinya : “Hanya kepada engkau kami beribadah”. maka berarti shalatnya itu tidak sejalan dengan yang dimaksud oleh ayat tersebut di atas itu. Thabrany).Adapun mengenai shalat yang akan kita bahas di bawah ini ialah yang sebagaimana difirmankan Allah SWT yang bunyi-Nya : (45)…‫… إن الصلة تنهى عن الفحشاء والمنكر‬ ِ َ ُْ ْ َ ِ َ ْ َْ ِ َ َ َْ َ َ ّ ّ ِ “…. tetapi bermasa bodo terhadap berlakunya kemunkaran. Kita ingat sabda Rasulullah SAW : ِ ِ َ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ َِ ِ ِ َ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ َ ُ َ ّ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ْ َ ْ ِ ِ ُ َ َ ُ َ ُ ّ َ ‫اول مايحاسب به العبد يوم القيامة الصلة فان صلحت صلح سائر عمله وان فسدت فسد سائر عمله‬ “Yang paling utama dihisab (ditanya) seseorang hamba pada hari kiamat ialah mengenai shalat. 1. Tentu lain lagi halnya terhadap seseorang yang berjanji ketika melakukan shalatnya. maka orang-orang munafik dan fasik pun dapat melakukannya. Yang akan diperiksa dari hal melakukan shalat itu. Al-Ankabuut : 45). terhadap yang melakukannya.” (Q.

Begitu juga menjalankan tugas di lapangan. Bagi pimpinan yang sangat menguasai administrasi kepegawaian dalam perusahaannya. tentu dapat mengetahui kejujuran dan kelicikan pegawainya. atau hanya mengakui sebagiannya saja . Dan kita melaporkan pekerjaan yang sudah dikerjakan. Dengan itu. cukup dengan terlebih dulu memeriksa laporan yang disesuaikan dengan fakta-faktanya. sebagiannya lagi dia pakai aturan kafir ?. harus beres pula dengan pekerjaan kita di lapangan. Menjalankan pekerjaan di lapangan. Akan tetapi. Maka. Sungguhkah dia melakukan shalat itu dengan beritikad sedia menjalankan seluruh Perintah Allah. maka kalimat tauhid yang kita nyatakan ketika melakukan shalat . dan kita tidak boleh merobah-robahNya. melaporkan diri bahwa kita sudah menjalankan pekerjaan yang sesuai dengan peraturan dari pimpinan. karena menganggap sepele terhadap arti tujuan menyembah kepada Allah ?. Juga. Dan horizontalnya ialah menjalankan tugas di lapangan. Apabila antara isi laporan dan fakta yang ada di kantor pimpinan itu ditemui “ketidakberesan”. merupakan ibadah yang secara vertikal berhubungan dengan Allah SWT. Berkaitan Dengan “Ibadah Ghairu Mahdhoh” Shalat.diperiksa mengenai shalatnya seseorang itu adalah mencakup pula akan isinya antara lain : • • • Sudahkah dengan shalatnya itu dia mencegah kemunkaran dan kekejian sebagaimana yang disebutkan oleh ayat tadi di atas ?. jelas bahwa hubungan antara kedua macam tugas itu tidak dapat dipisahkan. Vertikalnya yaitu bertugas menghadap pimpinan. Dalam bacaan shalat ada kalimat tauhid “Asyhadu anlaa ilaha illallaah”. Jelas sekali bahwa menuju beresnya pemeriksaan mengenai laporan yang tiap hari kita sampaikan itu. 2. dalam rangka berjanji setia terhadap perintah dari atasan. Terdahulu kita terangkan bahwa pengertian tentang “Tuhan” menurut Islam adalah Tuhan sebagai “Rabb” yang memberi tugas beserta peraturan-peraturan-Nya. artinya “aku menyaksikan bahwasanya tidak ada Robb selain Allah”. Maksudnya ialah bahwa menghadap pimpinan berarti kita sudah siap menjalankan tugas di lapangan dengan mentaati intruksi dari pimpinan. realisasi dari shalat itu tidak lepas dari ibadah yang secara horizontal berhubungan dengan kemasyarakatan. Umpamakan saja diri kita sebagai pegawai yang diberi dua macam tugas seperti kita sebutkan di bawah ini : • • Apel menghadap pimpinan. maka kemudian diperiksa pula bukti-bukti yang telah kita kerjakan di lapangan. sebagaimana esensi shalat. Dan adakah janji dalam shalatnya itu merupakan janji yang dipertanggungjawabkan untuk ditepati atau hanya janji kosong ? Atau memang sengaja dia telah berani merusak janjinya. maka harus sesuai pula dengan materi janji ketika sedang menghadap pimpinan.

Dan tidak meyakini kebenaran Islam. . Sama keadaannya dengan shalatnya orang munafik (An-Nisa : 142). Sebab. itu pula menjadi pokok tujuan dalam pemeriksaan. Maka. yang mana tidak bertanggung jawab terhadap esensi shalat. Kemudian bila pada waktu dhuhur dia melaporkannya lagi kepada Allah. Lain pula halnya bagi yang telah membuktikan diri dengan sehabis-habisnya usaha dalam mempraktekkan esensi shalatnya di dalam tata kehidupan bermasyarakat. Demikianlah shalat yang dilakukan oleh umat yang bertanggung jawab dalam menjalankan Undang-Undang Allah.00 siang pun berada dalam posisi menjalankan atau memperjuangkan hukum-hukum Islam supaya berlaku di dalam masyarakat. Ar-Raa’d : 25). bahwa ungkapan kalimat “hanya kepada engkau kami menyembah”. Kesimpulannya. adakah pernyataan kita itu dibuktikan dengan perbuatan sehari-hari di dalam masyarakat kita ?. maka laporannya pun tidaklah bohong. Menghadapi pemeriksaan mengenai shalat. karena diri berfungsi sebagai aparat Kerajaan-Nya di muka bumi. adalah tetap menyangkut dengan ibadahibadah yang berhubungan dengan kemasyarakatan (horizontal)/ghairu mahdhoh). Sebab itu.mengandung arti tidak ada ketaatan kepada sesuatu yang bertentangan dengan undang-undang dari Allah. maka sekitar jam 9. Sehingga fungsi shalat yang dilakukannya merupakan laporan (sapta marga) ciri kesediaan menjadi petugas yang patuh terhadap apa yang telah diperintahkan oleh Rabbul a’lamiin (Raja semesta alam). Serta tepat atau tidaknya dengan kenyataan. Sungguh berbeda dengan yang dilakukan oleh orang-orang fasik . maka dijuluki sebagai “Aparat” Kerajaan Allah di muka bumi. Bilamana dalam kehidupan sehari-harinya itu rela dilandasi dengan hukum-hukum kafir dengan tidak mencari jalan keluar darinya. Sehingga mereka tidak dapat mengendalikan nafsu yang bertentangan dengan isi shalatnya. maka akan sama halnya dengan mereka yang merusak janji. maka Insya Allah shalatnya dapat menggetarkan jiwa untuk siap berpijak pada Kebenaran Allah. bahwasanya Allah sebagai Raja (Mulkussamawaati wal ardhi). juga Al-Qur’an merupakan Undang-Undang-Nya. maka adalah musuh Islam yang nyata. tempat kembali.00-11. Selanjutnya terjun ke medan jihad hingga hidupnya ditujukan guna pengabdian kepada Allah. Dan akan diperiksa pada hari kiamat. Bila pada waktu subuh dia (shalat) menghadap Allah. Bila sudah sedemikian menghayatinya. telah dijelaskan bahwa setiap yang menolak tegaknya kekuasaan Islam. Dan laknat bagi yang merusak janji (Al-Baqarah : 27. dalam shalat dimaksudkan juga sebagai laporan sehari-hari yang terus bertumpuk. maka yang beriman dan beramal shaleh adalah aparat-Nya di bumi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful