P. 1
an Kepribadian Menurut Sigmund Freud

an Kepribadian Menurut Sigmund Freud

|Views: 45|Likes:
Published by Luthfiana Dewi

More info:

Published by: Luthfiana Dewi on Apr 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2011

pdf

text

original

Perkembangan kepribadian menurut Sigmund Freud

Perkembangan manusia dalam psikoanalitik merupakan suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual, mulai dari lahir sampai dewasa. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan dala m proses bersifat menetap. Menurut Freud, kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5 -6 tahun yaitu: (1) tahap oral, Mouth rule (menghisap, menggigit, mengunyah), Lima mode pada tahap oral yang masing-masing dan membentuk suatu prototipe karakteristik petun juk kepribadian tertentu di kemudian hari, yaitu mode : mengambil, memeluk, menggigit, tingkah meludah laku membungkam. Mengambil : menjadi : menjadi rakus, Memeluk petunjuk dalam mengambil menjadi dewasa. Tahap tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang

keputusan dan tingkah laku keras kepala. Menggigit : menjadi petunjuk tingkah laku destruktif; sarkasme, sinis & mendominasi, Meludah : prototipe tingkah laku reject, Membungkam: tingkah laku reject, introvert (2) tahap anal: 1-3 tahun, Akhir tahap oral bayi dianggap telah dapat membentuk kerangka kasar kepribadian, meliputi : sikap, mekanisme untuk memenuhi tuntutan id dan realita, dan ketertarikan pada suatu aktivitas atau objek. Kebutuhan hal-hal tahap yang ini : menyangkut pemuasan anak terhadap kontrol mengenai dan bagaimana beradaptasi dengan toilet. Tujuan

menyangkut anal (mis: bagaimana anak mengontrol keinginanuntuk BAK terpenuhinya pemuasan anak dengan tidak berlebihan akan membentuk self control yang adekuat (3) tahap phalic: 3-6 tahun, Solusi permasalahan pada fase oral & anal membentuk pola kerangka yang mendasar tahap berikutnya yaitu phalik. Pada tahap ini kesenangan

maka kelak anak itu diharapkan akan tumbuh menjadi manusia yang . Islam menganjurkan agar keluarga dapat melatih dan sesuai dalam membiasakan akan anak-anaknya agar dapat tumbuh yang berkembang dari Pecapaian ego ideal dengan norma agama dan sosial. dimana desakan seksual mengendur. sudah tercapai pada tahap ini (6) tahap dewasa. namun dalam beberapa hal konsep ini sesuai dengan konsep pembinaan dini bagi anak anak dalam pembentukan moral individual.dan permasalahan berpusat sekitar genital menimbulkan dorongan alat kelamin. tetapi melalui proses interaksi panjang lingkungannya. yang terbagi dewasa awal. Bila baik. usia setengah baya dan usia senja. Norma-norma ini tidak bisa datang sendiri. Dalam sistem pembinaan akhlak individual. sebuah keluarga mampu memberikan bimbingan yang baik. Permasalah yang timbul : oedipus compleks (4) tahap laten: 6-12 tahun. dorongan dikurangi timbul kepuasan. Stimulasi pada alat biologis. Pada periode ini ego & superego terus dikembangkan (5) tahap genital: 12-18 tahun Dorongan/impuls-impuls menguat lagi dengan drastis. Sebaiknya digunakan untuk mencari keterampilan kognitif/pengetahuan dan mengasimilasi nilai nilai budaya. Konsep psikolanalisis menekankan pengaruh masa lalu (masa kecil) terhadap perjalanan manusia. Wa laupun banyak para ahli yang mengkritik. Periode lambat .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->