Praktikum Zat Cair

2011

SMA NEGERI 8 BANDUNG

Praktikum Zat Cair
Laporan Praktikum 3 Aisyah W,Emelia Apriliani ,Fila Brilyanti U, Gestiadzatta D A , Ria Rosa , | XI IPA 6

2011

o t a J L S O L O N TJOl NSGoAl N n NoOn.g 3 n BNAoN. D3 N G n d u n g U Ba

Page 1

Nabi Muhammad SAW. sahabatnya. keluarganya. 3 Bandung Page 2 . Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. hamba-hamba-Nya. 26 Februari 2011 Jl Solontongan No. kami ucapkan terima kasih. dan petunjuk-Nya yang selalu Ia berikan kepada kita. Terlepas dari semua itu yang menjadi alasan bagi kami sebagai bahan untuk membuat laporan ini. Sekian dari kami. Berdasarkan data yang akurat yang berasal dari praktikum yang kami lakukan.Praktikum Zat Cair 2011 Kata Pengantar Assalamualaikum wr. Tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan besar kita. dan umatnya hingga akhir zaman. kami selaku murid akan memberikan laporan mengenai praktikum tersebut. Pada pelajaran fisika yang sedang membahas bab tentang Fluida ini.wb. serta izin. Akhir kata. Akhir kata tiada gading yang tak retak. kritik dan saran yang membangun dari guru yang bersangkutan sangat kami harapkan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas kami di hari kemudian. Herry Hidayat. Laporan ini merupakan tahap akhir dari pengolahan hasil praktikum pertemuan sebelumnya mengenai koefisien viskositas zat cair yang diberikan oleh guru fisika kami. kami selaku murid mengikuti praktikum fisika yang dijadikan sebagai salah satu nilai rapor.wb Bandung. Bapak Drs. Dalam praktikum yang membahas tentang gaya pegas. Wasslamualaikum wr. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh guru yang bersangkutan. atas rahmat.

.............................................2 Langkah Kerja ....................................................Praktikum Zat Cair 2011 Daftar Isi Kata Pengantar..................................................................................1 Latar Belakang .................... 2 Daftar Isi ..................................................................................................... 7 2....................................................................................................3 Tabel Pengamatan... 8 Bab III 3...... 4 Bab II Isi 2....................................... 9 Jl Solontongan No........ 7 2..................................................................................... 4 1........................................................1 Alat dan Bahan ...................... 4 1.......................................................................................................................... 3 Bab I Pendahuluan 1............................................................................................................................................................................................1 Kesimpulan dan Rumus . 3 Bandung Page 3 ..........3 Teori Dasar ...2 Tujuan .....................

Apabila suatu benda bergerak dengan kelajuan v dalam suatu fluida kental yang koefisien viskositasnya . Makin besar viskositas suatu fluida.2 Tujuan Mengetahui hasil pengamatan dan percobaan viskositas zat cair yang telah dilakukan sebelumnya. pada zat cair dapatlah ditentukan angka kekentalannya dengan menggunakan viskositas benda yang dijatuhkan pada fluida. Bila nilai k dimasukkan ke dalam persamaan.Oleh karena itu. 1. Pada zat cair. misalnya dengan jari-jari sekitar 1cm saja. Pada dasarnya penentuan angka kekentalan atau koefisien viskositas dengan menggunakan Rumus Stokes sangatlah sederhana.3 Teori Dasar VISKOSITAS merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Jl Solontongan No. sehingga kohesi molekuler di situ kuat sekali. Berdasarkan perhitungan laboratorium. Hanya saja untuk itu secara teknis diperlukan kelereng dari bahan yang amat ringan. .Viskositas suatu gas bertambah dengan naiknya temperatur karena makin besarnya aktivitas molekular ketika temperatur meningkat.R.1 Latar Belakang Viskositas fluida merupakan ukuran ketahanan sebuah fluida terhadap deformasi atau perubahan bentuk. 3 Bandung Page 4 . dengan k adalah konstanta yang bergantung pada bentuk geometris benda.v.s) . Sir George Stoker menunjukkan bahwa untuk benda yang bentuk geometrisnya berupa bola nilai k = 6. Peningkatan temperatur mengurangi kohesi molekuler. Satuan SI untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 atau pascal sekon (Pa. maka diperoleh persamaan yang dikenal sebagai hukum Stokes. misalnya dari aluminium. Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien viskositas ( ). makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. 1.Praktikum Zat Cair 2011 Bab I Pendahuluan 1. serta berukuran kecil. . jarak antarmolekul jauh lebih kecil dibanding pada gas. Misalnya dengan menjatuhkan kelereng. pada tahun 1845. dan ini diwujudkan berupa berkurangnya viskositas fluida. maka benda tersebut akan mengalami gaya gesekan fluida sebesar Fs = k.

bola bergerak dipercepat vertikal ke bawah. Kecepatan bola pada saat mencapai nilai maksimum dan tetap disebut kecepatan terminal. yaitu gaya berat. Pada saat bola dijatuhkan dalam fluida.Praktikum Zat Cair 2011       Fs: : R: v: Gaya gesekan stokes (N) Koefisien viskositas fluida (Pa. maka gaya Stokes juga bertambah. dan gaya Stokes.s) Jari-jari bola (m) Kelajuan bola (m/s) Misalkan bola jatuh bebas ke dalam fluida. gaya ke atas (gaya Archimedes). sehingga suatu saat bola berada dalam keadaan setimbang dengan kecepatan tetap. Karena kecepatannya bertambah. Jl Solontongan No. Selama geraknya. 3 Bandung Page 5 . pada bola bekerja beberapa gaya.

. .v = 4/3 r3.g b 6. f.g (4/3 r3) + 6.g/9.R. b.g b.( Atau :      b ² f) ² f)   : R: b: f: Koefisien viskositas (Ns/m2) Jari-jari bola (m) Massa jenis bola (kg/m3) Massa jenis fluida (kg/m3) Percepatan gravitasi (m/s2) Kecepatan terminal bola (m/s) g: v: Jl Solontongan No. maka resultan gaya yang bekerja pada bola sama dengan nol.Praktikum Zat Cair 2011 Pada saat bola dalam keadaan setimbang. .v = 4/3 r3. .g 6.v = 4/3 r3.R. ² 4/3 r3. .r2. . V.v).g ( Jadi : = (2. maka: f.R. RF = 0 FA + Fs = wb Karena volume bola V = 4/3 r3 dan m = . 3 Bandung Page 6 .

Praktikum Zat Cair 2011 Bab II Menghitung Konstanta Pegas 2. 4.1 Alat dan Bahan: Alat 1. Ulangi cara kerja dari nomor 2 sampai dengan 4 pada Minyak Kelapa. 5. perhatikan titik awal dimana kecepatan bola besi mencapai titik maksimum dan tetap (kecepatan terminal) dan titik akhir kecepatan terminal bola tersebut. 2. Minyak Kelapa 2. Jl Solontongan No.2 Langkah Kerja: 1. 6. Ukur Jari-jari bola besi menggunakan mikrometer skrup lalu catat hasil pengukuran 2. Tuangkan Oli Pelumas pada gelas ukur 3. Lalu ukur panjang dari titik awal ke titik akhir tersebut. Celupkan bola besi kedua dan catat waktu yang diperlukan bola untuk mencapai kecepatan terminalnya 5. 4. Oli Pelumas 2. 3. Jatuhkan bola besi pertama pada oli. 3 Bandung Page 7 . Micrometer Tabung Penampung Oli dan Minyak 2 Buah Bola Besi Kecil Tiang Statip Penggaris/Mistar Stopwatch Bahan 1.

3 Tabel Pengamatan Massa Jenis Zat Cair ( C) 900 Massa Jenis Bola Besi ( B) 7900 Jari-jari Bola Besi (R) 4.42     ] 2 Oli Pelumas 875 7900 3.63  m     Kelajuan Terminal   ()     2011 No Zat Cair Koefisien Viskositas Zat Cair [        1 Minyak Kelapa 0. 3 Bandung Page 8 .14  m   0.27   Jl Solontongan No.Praktikum Zat Cair 2.

Disini muncul sebuah hubungan yaitu   y Jl Solontongan No. 3 Bandung Page 9 .1 Kesimpulan y Bola yang dijatuhkan dalam minyak goreng ternyata memiliki kecepatan konstan yang lebih kecil daripada di dalam parafin cair. Hal ini membuktikan bahwa minyak goreng memiliki angka kekentalan yang lebih besar daripada parafin cair. Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan kami dapat menyimpulkan Semakin kecil nilai koefisien viskositas zat cair kecepatan terminal benda padat yang tercelup didalamnya akan semakin besar dikarenakan gesekan pada gerak benda padat semakin kecil.Praktikum Zat Cair 2011 Bab III Penutup 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful