P. 1
Materi an Diving

Materi an Diving

|Views: 692|Likes:
Published by phinus0165916

More info:

Published by: phinus0165916 on Apr 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2013

pdf

text

original

Akaru Diving Club ASPEK MEDIS SELAM Snorkeling(Skin Diving

)
Snorkeling merupakan kegiatan dasar yang harus dikuasai seorang calon penyelam. Ini bertujuan untuk melatih pernapasan menggunakan mulut dan gerakan kaki yang berguna pada saat penyelam. Yang harus diperhatikan dalam snorkeling yaitu: 1. Dead Air Space Pada umumnya snorkel yang dipakai penyelam tidak lebih dari 30 cm panjangnya. Hal ini untuk menghindari Dead Air Space atau volume ruang udara mati yang mengakibatkan udara hanya bergerak di daerah itu saja dan tidak ke lingkungan bebas. Sehingga bertambah panjang snorkel akan bertambah besar ruang udara mati.

Bila diteruskan ke yang lebih dalam lagi sehingga melewati batas dimana CO2 telah memberikan peringatan untuk muncul. Sebenarnya cara ini berbahaya karena jika kadar CO2 turun. Hal ini dikarenakan penyelam melakukan hiperventilasi berlebih sehingga kadar karbondioksida menurun tajam dan selama penyelaman tubuh mengalami hipoksia sedangkan respon/keinginan tubuh untuk bernapas belum ada. sedangkan O2 yang digunakan sudah pada titik rendah ½ psi yang pada akhirnya CO2 menumpuk hingga batasnya dan penyelam akan muncul ke permukaan. apabila dipaksakan mengakibatkan penyelam akan mengalami kekurangan oksigen (anoksia) sehingga jaringan tubuh tidak mendapat O2. maka akibatnya akan pingsan dekat permukaan. Hiperventilasi adalah upaya penyelam untuk memperpanjang tahan napas pada skin diving dengan bernapas dalam dan berlebihan. Kekurangan Oksigen (Hypoksia) Seorang penyelam skin yang berusaha menahan napas untuk dapat berada di dalam air lebih lama. Penyelam skin yang melakukan over hiperventilasi di permukaan dan kemudian menyelam pada kedalaman 10 feet (10 m) akan mengalami peningkatan tekanan parsial O2 dalam darah dari 3 psi ke 6 psi. . maka tidak akan terjadi perangsangan untuk bernapas ke permukaan. 3. Dikarenakan CO2 kurang saat hiperventilasi. Hal ini dilakukan penyelam skin untuk bertahan napas lebih lama dengan mengurangi/membuang gas CO2. Sesampainya di permukaan. Biasanya penyelam pingsan karena anoxia (kehabisan O2).2. Shallow Water Blackout Pingsan di air dangkal. peredaran darah menurun dan O2 menjadi nol.

Gejala tersebut menurun dalam beberapa hari. 1. Jangan melakukan hiperventilasi dan hindari menahan napas melewati peringatan CO2. Squeeze Paru Merupakan barotrauma yang sangat jarang yang bisa terjadi pada breath hold diving/skin diving. Hal ini terjadi ketika penyelam turun ke kedalaman dimana Volume Total Paru (TLV) berkurang kurang dari Volume Residu (RV). biru pada bibir. sinus. Segera berikan udara segar/O2 murni dan jika pingsan berikan pernapasan mulut ke mulut. bernapas dalam dua kali sudah cukup untuk menyelam secara efisien.Gejalanya yaitu denyut nadi dan tekanan darah meningkat. Penyelam mengalami sesak napas setelah mencapai permukaan dari kedalaman > 100 FSW. pada poin itu tekanan transpulmonal melebihi tekanan alveoli. Dapat disertai dengan batuk berdarah/berbuih dan harus diberikan oksigen. Rongga tersebut yaitu kulit (jika memakai dry suit). dan saluran pencernaan. SCUBA Diving Efek dan Bahaya Perubahan Tekanan pada Tubuh Karena adanya perbedaan tekanan di kedalaman air. jari dan kaki. gigi. 4. hal ini akan menyebabkan pengeluaran cairan dan darah membuat penyelam sesak napas. Penyelam normal dengan TLV 6 liter dan RV 1. . lubang telinga dan telinga tengah.2 L hanya dapat menyelam hingga tekanan 5 ATA (132 FSW) . Efek Langsung Tekanan Pada tubuh manusia terdapat rongga-rongga udara dan apabila untuk menyelam akan mengalami tekanan langsung yang dapat berpengaruh terhadap rongga-rongga tersebut. paru-paru. Untuk itu diperlukan equalisasi yaitu penyesuaian tekanan. maka penyelam yang menyelam ke dalam akan mengalami efek langsung tekanan air. lebih dalam dari itu akan mengalami squeeze paru. Akan tetapi beberapa penyelam dapat menyelam lebih dari itu tanpa masalah. Untuk itu bila penyelam melakukan snorkeling/ skin diving. serta pingsan. Untuk penyelam scuba jangan melakukan hiperventilasi.

Squeeze Lubang Telinga Terjadi karena adanya udara yang terperangkap di dalam lubang telinga. Udara tersebut dapat terperangkap karena: . Mask Squeeze Terjadi pada saat penyelam lupa mengeluarkan udara ke dalam masker pada saat equalisasi sehingga terbentuk tekanan negatif pada ruangan masker. atau minimal menimbulkan rasa sakit dan rasa tidak nyaman. Squeeze adalah pengerutan jaringan tubuh akibat dari tidak dapatnya jaringan tubuh menyamakan tekanan atau equalisasi.Ketidakseimbangan tersebut akan menyebabkan barotrauma yang dapat berupa squeeze. Hal ini mengakibatkan kapiler darah di muka rusak dan menyebabkan pendarahan ke dalam kulit (ecchymosis) dan pendarahan konjungtiva. kerusakan organ.

Gejala meliputi sakit pada telinga. Wet suit/dry suit yang menutup telinga. Pada kasus yang parah dapat terjadi robek gendang telinga. Jika pada saat turun ke dalam. Sumbatan ini disebabkan oleh: . Hal ini menyebabkan terbentuknya ruang bertekanan negatif sehingga dapat menyebabkan hal yang sama. pembengkakan.• • • • Serumen (kotoran telinga). Jika terdapat sumbatan pada saluran sinus akan menyebabkan sinus squueze. kemerahan kulit lubang telinga. Earplug (tidak boleh dipakai dalam penyelaman) Hood atau penutup kepala. Squeeze Sinus (Barosinusitis) Mekanismenya sama dengan squeeze lain.

• • • • • Sinusitis (infeksi/alergi) dimana pembengkakan jaringan menyebabkan penyumbatan saluran ke hidung. Lipatan jaringan yang berlebihan. prosesnya sama dengan sinusitis. kening. yaitu pertumbuhan jaringan kecil yang dapat menutupi saluran sinus. Sumbatan oleh lendir yang mengering. Polip. Polip terdapat pada rongga hidung. Pencegahan barosinusitis atau squeeze sinus yaitu dengan tidak menyelam pada saat terkena infeksi saluran napas atas atau hal-hal lain yang dapat mengakibatkan penutupan saluran sinus. Tipe yang jarang yaitu reverse sinus squeeze yang terjadi pada saat naik ke permukaan. Kondisi ini diakibatkan karena tingginya tekanan udara dalam sinus. tetapi efek obat tersebut hilang setelah menyelam di kedalaman. Ini biasanya terjadi pada penyelam yang mengalami infeksi saluran pernapasan atas atau alergi berat yang minum obat dekongestan (mengurangi produksi cairan) sesaat sebelum menyelam. Squeeze Gigi (Barodontalgia) Nama lainnya yaitu aerodontalgia. Kondisi ini disebabkan karena adanya gas yang terperangkap di dalam gigi atau struktur sekitar gigi. Adanya gas akan mengakibatkan terbentuknya tekanan negatif atau positif di dalam ruangan yang terbatas. . Rhinitis (hay fever). Hal ini akan merangsang struktur sensitif gigi danmengakibatkan rasa sakit. Gejalanya yaitu rasa sakit di wajah. atau pipi selama menyelam. Barodontalgia dapt disebabkan oleh kondisi sebgai berikut.

Allergi. jika bergerak ke permukaan volumenya akan meningkat sesuai hukum Boyle yang mengakibatkan gigi pecah ke arah luar. Hal ini terjadi jika terdapat sumbatan yang menghalangi equalisasi rongga di telinga tengah yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran tuba eustachius. Cabut gigi (belum lama). tekanan di luar gigi akan meningkat pada penyelaman. maka gigi akan pecah ke arah dalam. . Rokok. Squeeze Telinga Tengah (Barotitis Media) Tingkat kejadian squeeze telinga tengah sangat tinggi sekitar 40 % dialami oleh para penyelam. Abses periodontal (kumpulan nanah dekat jaringan gigi). Restorasi gigi (penambalan gigi). Untuk mencegah barodontalgia. setiap penyelam harus menunda penyelaman sedikitnya 24 jam setelah terapi/tindakan pada gigi.• • • • • • Karies (karang gigi). dan ruangnya akan terisi darah. Kebalikannya. Luka di daerah mulut. Jika terdapat sekumpulan udara tertangkap di gigi pada tekanan permukaan laut. Terapi pada akar gigi. jika kumpulan udara terbentuk selama di kedalaman. Tersumbatnya saluran tuba eustachius dapat disebabkan oleh: • • • Infeksi saluran napas atas.

Dapat juga terjadi jika penyelam lupa melakukan equalisasi dengan cara Manuver Valsava dan Frenzel. . Trauma wajah yang dialami sebelumnya.• • Polip.

Biasa disebut mengedan. . Sakitnya semakin parah sehingga penyelam dapat meneruskan atau menghentikan penyelaman.• • Manuver Valsalva yaitu meniup udara melawan dengan bibir dan hidung tertutup dan lidah ke arah belakang untuk meningkatkan tekanan rongga faring yang diteruskan ke dalam telinga tengah melalu tuba eustachius. Pencegahannya dengan selalu equalisasi setiap turun ke kedalaman. Jika penyelam tidak melakukan equalisasi dengan manuver ini pada perbedaan tekanan lebih dari 100-400 mmHg (4. Manuver ini juga dapat membuka tuba eustachius yang tertutup. Gejalanya terjadi sesaat penyelam turun dari permukaan air. Manuver ini baik dilakukan pada kedalaman 4 feet. Manuver Frenzel yaitu dengan menelan dengan lidah ke belakang dimana bibir ditutup dan lubang hidung di tekan (memencet hidung). Biasanya penyelam sudah mengalami sedikit rasa sakit pada perbedaan tekanan 60 mmHg. Air dingin kemudian masuk ke telinga tengah dan menyebabkan vertigo.4 feet) maka akan terjadi squeeze yang dapat mengakibatkan robek gendang telinga.3-17. Penyelam juga mengeluh rasa sakit dan rasa penuh dalam telinga atau mengalami vertigo.

Pencegahannya yaitu: • • • Jangan memaksakan diri bilamana rasa sakit menetap. atau trauma lain yang sangat serius. Jangan melakukan penyelaman terlalu dalam dan hentikan penyelaman. Aerogastralgia (Gastrointestinal Barotrauma) . dan pucat. Hal ini disebabkan terlalu kuatnya manuver Valsava atau turun ke dalam terlalu cepat. tergantung aktivitas penyelam selama dan sesudah penyelaman. atau emboli udara. Dapat juga disertai rasa penuh pada telinga. Trauma ini terjadi karena perbedaan tekanan yang bermakna antara telinga tengah dan telinga dalam. Alternobaric Vertigo Merupakan barotaruma yang sangat jarang.Barotrauma Telinga Dalam Merupakan barotrauma yang sangat serius karena akan menyebabkan ketulian permanen. Gejalanya utama yaitu berdenging. Barotaruma ini jarang terjadi. Vertigo ini hanya sebentar dan tidak memerlukan penanganan dapat membuat penyelam panik. Bila mengalami hal ini berhenti atau berpegang pada sesuatu sampai perasaan itu hilang. Gejalanya yaitu kehilangan orientasi terhadap sekeliling dan tiba-tiba mual sekali. dan tuli. Jangan menyelam sewaktu kepala sakit/pusing. vertigo. yang dapat mengakibatkan tenggelam. Gejala ini bisa timbul segera setelah trauma atau dapat berkembang dalam 1 jam. Terjadi pada saat naik ke permukaan yang disebabkan karena perubahan tekanan tiba-tiba pada telinga tengah yang menyebabkan perangsangan ke telinga dalam dan menyebabkan vertigo. mual dan muntah. Jangan muncul kepermukaan selama masih ada reaksi dan bernapas dengan wajar. kerusakan paru. berkeringat.

Hal yang mengakibatkannya yaitu: • • • Manuver Valsava yang berlebihan. Pulmonary Barotrauma of Ascent (Pulmonary OverPressurization Syndrome) atau POPS Pengembangan melewati batas pada paru-paru dapat terjadi pada penyelam yang menyelam yang melewati tekanan lebih. . Kulit berwarna kemerahan. tapi hal ini jarang. sehingga menyebabkan pembuluh darah kapiler kulit pecah dan darah keluar mengisi ruang tekanan negatif. Memakan banyak ubi-ubian atau minum minuman berkarbonasi sesaat sebelum menyelam. sakit pada perut. Gejalanya yaitu rasa penuh pada perut. panik. adanya gas di dalam usus selama turun ke dalam tidak menyebabkan barotaruma. sering bersendawa. dengan menahan napas tiba-tiba muncul di permukaan yang lebih rendah. Gelembung akibat pecahnya alveoli bergerak ke bagian tubuh lain dan gejalanya tergantung dari lokasi dan volume udara yang masuk. atau buang angin. Hal ini mengingatkan penyelam untuk bernapas secara wajar dan tidak boleh menahan napas saat muncul ke permukaan dan ini berlaku untuk penyelam yang memakai peralatan scuba. Tidak memerlukan perawatan dan sembuh dalam beberapa hari/minggu. Tetapi adanya pengumpulan gas selama di kedalaman akan menyebabkan barotrauma pada saat naik.Hal ini sering terjadi pada penyelam yang masih baru. Selama penyelaman tekanan negatif terjadi pada area tersebut. Pengaruh Tekanan Sewaktu Muncul ke Permukaan Pengembangan Paru Melewati Batas. Mengunyah permen karet selama penyelaman. Hal yang serius jika terjadi perangsangan saraf yang menyebabkan jantung lemah berkontraksi dan penekanan pada vena oleh usus. yang akan memecahkan alveoli (ingat hukum Boyle). Squeeze Kulit Squeeze kulit jarang terjadi. atau yang berulang-ulang terutama pada posisi kepala di bawah yang mengakibatkan udara terdorong ke lambung. mengalami bouyancy positif secara tiba-tiba seperti melepas sabuk pemberat atau inflasi BC secara cepat. Karena saluran pencernaan lunak. Jika pada area kulit penyelam ada kumpulan udara yang terperangkap pada lipatan/lekukan dry suit. Manifestasinya yaitu: • • • • Mediastinal emphysema Subcutaneous emphysema Pneumothorax Emboli udara Biasanya penyelam melakukan hal ini karena kehabisan udara.

Gejalanya yaitu sakit di daerah dada karena udara menekan jantung. napas pendek dan cepat. Hindari penerbangan selama fase penyembuhan. Udara dibung dengan memasukkan jarum dibawah pengawasan ahli. kalau dipegang maka kulit terasa pecah. udara dapat menekan jantung dan pembuluh darah menyebabkan kebiruan. Dapat pula pingsan. Subcutaneus Emphysema Dari daerah mediastinum gelembung-gelembung udara bergerak naik ke daerah leher. sesak napas. sedangkan rekompressi dilakukan jika sangat parah. Penanganannya yaitu konservatif. meliputi istirahat. Penanganan sama dengan diatas. . pemberian oksigen. masuk ke rongga antara paru-paru di dekat jantung dan tenggorokan.Mediastinal Ephysema Manifestasi pengembangan paru yang melewati batas yang paling sering yaitu mediastinal emphysema. atau sakit pada saat makan. Gelembung dari paru-paru yang pecah. di bawah kulit di sekitar leher. Gejalanya yaitu sakit dan sulit bernapas pada bagian yang terkena.

. Biasanya terjadi penekanan jantung sehingga cepat pingsan. Dalam kasus yang parah dapat terjadi tension pneumothorax. Tetapi sebelum dilakukan rekompressi maka udara yang ada di rongga dada harus dikeluarkan dengan memasukkan jarum oleh atau dengan pengawasan ahli.Pneumothorax Jarang sekali terjadi. Emboli Udara Adalah pecahnya dinding alveoli yang menyebabkan udara masuk dalam peredaran darah. Penangan yaitu sama dengan emboli udara. dan adanya penekanan ke trakea menjadi tidak lurus. karena udara menekan paru-paru yang terkena. Gejalanya yaitu sakit dada yang berat. akibatnya terjadi penyumbatan peredaran darah oleh gelembung-gelembung udara langsung dari paru-paru. Gejalanya yaitu sakit dada. seperti meletus dan gelembung udara langsung memenuhi rongga udara antara paru-paru dan selaput paru (pleura). pengembangan dada tidak sama yaitu paru yang terkena agak tertinggal. yaitu pneumothorax yang sangat besar dan membuat paru-paru yang terkena kolaps karena tekanan yang tinggi. jika terjadi berarti paru-paru pecah. Ini merupakan keadaan darurat.

maka menekan paru dan alveoli pecah bersaamaan dengan pecahnya pembuluh darah. nyeri dada. Jika tidak dikeluarkan. . kejang-kejang dan pingsan. pusing. Gejalanya yaitu lemas. terkadang disertai busa bercampur darah di mulut. • Tempatkan korban dengan posisi kepala dibawah. gangguan penglihatan.Misalnya. Penanganannya adalah sebagai berikut. kelumpuhan/ kelemahan yang hebat. Jika otak mengalami hal tersebut maka akan berakibat kematian. jika penyelam naik ke permukaan dari 100 FSW. udara dalam paru mengembang 4 kali volume awal. kemudian di pompa kesuluruh tubuh lewat arteri. Adanya kumpulan udara dalam arteri akan membentuk sumbatan sehingga jaringan kekurangan oksigen. Udara terbawa ke kapiler paru dan dibawa ke ventrikel kiri. miring 15o pada bagian kiri badannya.

pada sistem saraf pusat gejalanya yaitu pelintiran pada otot muka sekitar bibir. Hal ini membantu mengecilkan gelembunggelembung udara dan memberikan suplai oksigen ke otak. bila tersedia. Napas harus dikeluarkan minimal 10 feet terakhir dari permukaan. keluarkan napas secara terus menerus. tekanan yang tinggi pada penyelaman meningkatkan tekanan parsial oksigen. merusak protein tubuh dan syaraf. Oksigen yang dihirup adalah 1/5 dari semua oksigen yang ada. peningkatan tekanan parsial oksigen menyebabkan keracunan. Hal dapat terjadi pada penyelam yang menggunakan Nitrox. gangguan penglihatan. hal ini untuk mengurangi besarnya gelembung-gelembung sehingga melancarkan peredaran darah ke otak. Sesuai dengan hukum Dalton.• • Gunakan oksigen. banyak berkeringat dan kejang. Meskipun dibutuhkan oleh tubuh. Efek Tidak Langsung Tekanan Oxygen Toxicity (Keracunan Okisgen) Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme. Manifestasi gejala pada pernapasan yaitu batuk dan rasa sakit saat bernapas. Apabila terjadi di air maka berakibat fatal. Pencegahan emboli udara yaitu penyelam harus bernapas secara wajar saat memakai peralatan scuba dan tidak menahan napas saat muncul ke permukaan. 2. Oksigen yang tinggi menyebabkan terlalu cepatnya proses metabolisme. Bila campuran gas yang dihirup terdiri dari O2 20 % maka oksigen yang terpakai oleh tubuh adalah hanya 4 % nya sedangkan 16 % dihembuskan. . maka penyelam akan menghirup tekanan O2 1 ATA atau O2 100 % seperti menghirup udara murni di permukaan. mual. Masukkan ke ruangan rekompressi jika tersedia. Pada kedalaman 40 m (5 ATA).

dengan gejala berkurangnya penilaian. dan mengurangi kognisi dan penilaian situasi sehingga menyebabkan teknik menyelam kacau yang bisa fatal bagi penyelam. Biasanya terjadi mulai kedalaman 70. tekanan parsial oksigen meningkat saat menyelam. . dan kelainan sensorik. Nitrogen memiliki efek euforia (suasana senang berlebihan) yang meningkatkan kepercayaan diri. dan reflek yang menurun. Nitrogen melarutkan oksigen dalam campuran udara dan menjadikan udara aman untuk bernapas. perasaan gamang. Pada penyelam scuba. Maka dengan inilah alasan utama mengapa penyelam scuba bila muncul ke permukaan harus perlahan. rasa percaya diri meningkat. Sesuai dengan hukum Dalton.Penanganannya dengan diberikan udara segar. jangan oksigen murni. gejalanya berupa kepala terasa ringan. Pada kedalaman 250-300 FSW. euforia.100 feet tapi setelah kedalaman 100 feet semua penyelam akan mengalami keracunan. Oleh karena itu jangan menyelam terlalu dalam dan gunakan udara biasa yang bersih bukan O2 murni. terdapat halusinasi lihat dan dengar dan pandangan gelap. Narcose (Pembiusan oleh Nitrogen) Merupakan bagian terbesar dari udara yang dihirup oleh manusia. Penyelam akan tidak sadar pada kedalaman 400 FSW. Gejala memburuk jika semakin dalam. penyelam semakin keracunan. Di permukaan nitrogen merupakan gas lambat (inert gas) dan secara kimia tidak bercampur dalam darah. Nitrogen diserap dan disimpan dalam tubuh karena inert. Pada kedalaman 100 FSW. Hal ini sering disamakan dengan minum Martini (minuman alkohol).

Hindari menyelam terlalu dalam dan kenalilah kemampuan diri dan pelajari gejala-gejala tersebut. Jika ingin menyelam lebih dalam gunakan Heliox.Oleh karena itu penyelam scuba dengan udara kompresi tidak boleh menyelam lebih dari 100 FSW. . Jika terjadi gejala diatas pada kedalaman 70-100 FSW naiklah ke permukaan dan istirahat atau ke kedalaman lebih dangkal sampai gejala menghilang.

Oleh karena itu setiap penyelam harus bisa membac tabel selam.blogspot. Yang dipakai umumnya adalah U.html . Decompression sickness terjadi dimana terbentuknya gelembung udara di dalam darah tanpa mengalami pecahnya alveoli paru. Gejalanya lambat dibanding emboli.com/p/aspek-medis-selam-part-1.S. Pencegahannnya: Menyelam menggunakan tabel dekompressi . Angkatan Laut dan penyelam komersil seluruh dunia telah membuat tabel selam berdasarkan kalkulasi. Sumber : http://cahyogio.Penyakit Dekompresi (Decompression Sickness) Berbeda dengan emboli udara. Navy Standard Air Decompression Tables . karena gas ini terbentuk di pembuluh darah yang menyebabkan matinya sel-sel di jaringan secara perlahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->