P. 1
kelas11_b_indo_e_kusnadi

kelas11_b_indo_e_kusnadi

|Views: 16,718|Likes:
Published by suratnonano
Buku bahasa Untuk kelas X karangan KUsnadi
Buku bahasa Untuk kelas X karangan KUsnadi

More info:

Published by: suratnonano on Apr 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Mungkin kamu sering melihat tayangan drama atau sinetron di
televisi. Setiap pemeran mampu memerankan karakter tokoh masing-
masing, baik dari cara berbicara (lafal, intonasi, nada) maupun tingkah
laku (mimik/gerak gerik). Selain dibutuhkan bakat dan mental yang
kuat, mereka harus mempunyai motivasi yang tinggi untuk selalu
belajar dan berlatih berakting secara intensif.
Untuk berlatih memerankan drama, ada dua hal yang harus kamu
pahami. Pertama, memahami teks drama yang akan dibawakan. Kedua,
harus memahami dan menghayati tokoh yang akan diperankan.

1.Memahami Teks Drama

Teks drama merupakan bacaan yang berisi dialog atau percakapan.
Oleh sebab itu bahasa yang digunakan dalam teks drama merupakan
bahasa lisan. Dalam penulisan teks menggunakan kalimat-kalimat
langsung yang selalu ditandai tanda kutip sebagai tanda petikan
langsung. Karena bahasa yang ditulis merupakan bahasa lisan sebagai
gambaran suatu percakapan langsung, maka kalimatnya terkesan
berupa penggalan-penggalan kata. Oleh sebab itu jika kamu salah dalam
membacakan intonasinya, makna kata tersebut akan menjadi rancu.
Kemampuan memahami tanda-tanda baca dalam membacakan teks
drama merupakan suatu hal yang utama, jika kamu ingin membacakan
teks drama secara baik dan tepat.
Perhatikan kalimat berikut!
•”Pergilah, jalani hidupmu sendiri”
•”Pergilah! Jalani hidupmu sendiri!”
Bacalah kalimat di atas dengan intonasi tanda baca yang benar.
Dapatkah kamu merasakan perbedaannya?

2.Menghayati Watak Tokoh yang Diperankan

Untuk memerankan naskah drama, kamu tidak cukup hanya pandai
membaca teks dan memahami isi cerita semata-mata. Namun, kamu
perlu mempersiapkan kemampuan terlebih dahulu untuk menjiwai
karakter tokoh yang akan diperankan. Apabila kamu sudah menjiwai
karakter sang tokoh, maka dalam memerankannya kamu akan mampu
mengembangkan imajinasi mengenai gaya bicara, intonasi, nada, dan
juga mimik.

Ada empat cara yang umum digunakan untuk melukiskan

perwatakan tokoh:
1.Pelukisan Bentuk lahir
Bentuk lahir seseorang dapat mengungkapkan watak orang
tersebut. Bagaimana wajah, hidung, mata, cara bertingkah,
berpakaian, dan sebagainya secara lahiriah.

55555

u Belajar Efektif Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2

Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Ilmu Alam/Ilmu Sosial u

2.Pelukisan Jalan Pikiran dan Perasaan
Pengarang memperkenalkan watak tokohnya melalui jalan
pikiran dan perasaan orang tersebut. Jadi, melukiskannya dari
segi batiniah.
3.Pelukisan Reaksi Tokoh yang Lain
Pengarang melukiskan atau menggambarkan bagaimana reaksi
tokoh yang lain terhadap pelaku utama. Dalam cara ini,
pengarang tidak melukiskan bentuk lahir dan jalan pikirannya,
melainkan memperlihatkan dengan tindakan bagaimana reaksi
tokoh-tokoh yang lain terhadap tokoh utama.
4.Melukiskan Keadaan Sekeliling
Apakah tokoh itu seorang yang rajin, malas, saleh, dan
sebagainya dapat dilihat dari keadaan sekelilingnya, seperti
rumahnya, halamannya, kamarnya, pakaiannya, dan
sebagainya.

Bacalah penggalan drama yang berjudul ”Perempuan dalam
Kereta” karya Hamdy Salad berikut ini!

Perempuan dalam Kereta

Suara cermin dibanting dan diinjak-injak dengan sepatu. Dalam
keremangan atau silhuet, seorang perempuan bergerak, merintih, menari dalam
kotak yang terbuat dari koran-koran kuning. Lalu memberontak dan merobek
semuanya. Dua perempuan (bisa diperankan oleh laki-laki) sedang terpekur
dalam dua kerangkeng (semacam jeruji besi yang bisa dipakai sebagai properti).
Gelisah dan kemudian saling menyapa.

Perempuan 1

Apakah engkau seorang serdadu? (tak ada jawaban) Apakah
engkau seorang serdadu?

Perempuan 2

Serdadu … apa menurutmu aku seorang lelaki?

Perempuan 1

Tidak. Emangnya hanya lelaki yang bisa menjadi serdadu, menjadi
jenderal atau presiden.

Perempuan 2

Kalau begitu, dugaanku tepat, engkau pasti seorang perempuan.

Perempuan 1

Jangan terlalu cepat percaya pada prasangka, pada pendapat atau
kata-kata. Lelaki atau perempuan tiada bedanya dalam berpendapat,
dalam berkata atau berpikir. Bahkan juga memiliki kesempatan yang
sama untuk berperan atau bermain-main dalam ……

66666

u Belajar Efektif Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2

Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Ilmu Alam/Ilmu Sosial u

Perempuan 2

Ohh … dugaanku memang tepat, kamu seorang tahanan politik,

bukan?

Perempuan 1

Kamu pikir, politik hanya berguna untuk menahan orang,
memenjarakan manusia, he …

Perempuan 2

Lalu, kenapa engkau terkurung di sini dan bertanya-tanya tentang
sesuatu di luar dirimu?

Perempuan 1

Karena aku bernama manusia, bukan hewan atau tumbuh-

tumbuhan.

Perempuan 2

Apakah semua makhluk yang bernama manusia harus terkurung
dalam jeruji dan pagar-pagar seperti ini?

Perempuan 1

Karena aku bernama manusia harus terkurung dalam jeruji dan
pagar-pagar seperti ini?
Perempuan loh, tidak, tidak semua. Karena tidak semua manusia
mengalami nasib yang sama. Bahkan apa yang sedang kita alami di
sini, sebagaimana juga yang dialami oleh teman-teman kita, sahabat-
sahabat kita atau saudara-saudara kita yang lumpuh atau dilumpuhkan,
hampir semuanya ditentukan oleh manusia.

Perempuan 2

Oleh manusia atau oleh kekuasaan.

Perempuan 1

Oleh kedua-duanya … dan itulah yang disebut akal dan pikiran.

Perempuan 2

Ya, … bisa juga. Karena hanya akal dan pikiran manusia yang minta
disembah setelah tuhan. Yang minta dihormati setelah pangeran, yang
minta ditaati perintahnya setelah raja. Dan manusia juga yang selalu
merasa duduk di samping singgasana para dewa, menafsirkan titahnya,
mengurus hartanya membagikan rezekinya, menciptakan penjara bagi
lawan jenis dan orang-orang yang menentangnya. Namun, seperti yang
tertulis dalam sejarah, hanya lelaki yang pernah berkata bahwa dirinya
adalah tuhan.

Perempuan 1

Kalau begitu, semua jeruji dan penjara-penjara bagi perempuan
dibangun dan diciptakan oleh kaum lelaki.

77777

u Belajar Efektif Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2

Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Ilmu Alam/Ilmu Sosial u

Perempuan 2

Tidak, tidak semua. Tetapi jelas oleh seorang penguasa. Karena
hanya seorang penguasa yang memiliki kekuatan untuk membangun
istana atau penjara, surga atau neraka.

Perempuan 1

Dan kekuasaan selalu berada di tangan laki-laki. Lelaki jugalah yang
selalu melebihkan diri sebelum panggung sejarah terbentuk, sebelum
keserakahan menciptakan pasar-pasar budak, dimana orang-orang tak
bernama dijualbelikan seperti buah apel, sapi atau kerbau …

Perempuan 2

Tetapi, bukankah Adam dan Hawa diturunkan ke bumi secara

bersamaan.

Perempuan 1

Ya, betul. Karena Tuhan hanya menciptakan satu makhluk yang
terbuat dari tanah, yang diberi ruh dalam darahnya, diberi otak dalam
kepalanya, diberi nurani dalam hatinya dan diberi nama sebagai
manusia. Bukan lelaki atau perempuan, bukan banci atau wadam ….
Lalu, kenapa engkau berada di sini dan terkurung seperti ini.

Perempuan 2

Adam dan Hawa memiliki hak dan kebebasan yang sama untuk
mengurung diri atau terbuang mengelilingi angkasa, untuk menjelajahi
atau mengelola bumi dan seisinya.

Perempuan 1

Ya, ya ... aku mengerti. Tetapi … apa yang terjadi, kaum hawa tidak
diberi kesempatan untuk memilih dan memiliki kebebasan. Dan karena
itu mereka lebih sering dikurung daripada mengurungkan diri, lebih
sering ditindas daripada menindas … apalagi dalam dunia politik,
kaum perempuan hanya dianggap sebagai mesin pengumpul suara,
tetapi suara mereka tidak pernah dikumpulkan… Kaum perempuan
dimuliakan dalam retorika, dalam khotbah dan pidato, disebut sebagai
ibu pertiwi, tiang negara, pendidik utama dalam keluarga, pintu menuju
surga, dan lain sebagainya, tetapi disingkirkan dalam kehidupan sehari-
hari, dilecehkan dan diperkosa dalam kehidupan nyata. Dan semua
itu, telah terbukti dalam sejarah, dalam tradisi dan adat istiadat kaum
lelaki … enggan cara yang tidak pernah berubah, melalui kekerasan,
keserakahan dan kekuasaan ….

Dua petugas berseragam lewat. Memeriksa, berkata-kata dengan suara
yang keras dan tidak jelas. Kemudian pergi dengan omelan yang juga tidak
jelas.

88888

u Belajar Efektif Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2

Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2
Bahasa Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Ilmu Alam/Ilmu Sosial u

C

Sasaran Kompetensi

2

1.Diskusikan bersama teman sebangku kamu perwatakan tokoh
yang terdapat pada penggalan drama ”Perempuan dalam
Kereta”!
2.Amati dan pahami tanda baca yang digunakan dalam penulisan
kalimat pada teks drama tersebut!
3.Bacakan dan perankan secara berpasangan dengan teman
sebangku kamu teks drama tersebut!
4.Siswa yang lain mengamati dan mengomentari dari aspek:
penjiwaan; lafal, nada, dan intonasi

Tentukan kelompok sebanyak lima orang!
Carilah naskah drama yang terdiri minimal lima tokoh!
Apresiasi drama tersebut untuk menentukan karakter tiap tokoh!
Perankan naskah drama yang telah kamu persiapkan di depan kelas!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->