P. 1
Kelas11 b Indo Indrawati

Kelas11 b Indo Indrawati

|Views: 23,554|Likes:
Published by suratnonano
Bahasa Indonesia Karangan Kusnadi
Bahasa Indonesia Karangan Kusnadi

More info:

Published by: suratnonano on Apr 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2014

pdf

text

original

Tujuan Pembelajaran

Pada subbab ini, Anda akan
mendeskripsikan relevansi
hikayat dengan kehidupan
sekarang.

Setelah mempelajari
subbab ini, Anda
diharapkan dapat
menentukan tokoh, latar,
tema, motif dalam hikayat,
mengidentifikasi dan
menghubungkan nilai yang
terdapat dalam hikayat
dengan kehidupan sehari-
hari.

81

Bab 5 Perjuangan

2. Struktur hikayat

Struktur hikayat setidaknya dapat dilihat dari empat unsur, yaitu: (1) tema, (2)
penokohan, (3) latar, dan (4) sudut pandang. Pertama, dilihat dari isinya, tema
hikayat pada pokoknya menyangkut soal kepercayaan, agama, pendidikan,
pandangan hidup, adat-istiadat, percintaan, dan sosial. Hal itu terjadi karena
hikayat –sebagai karya seni/sastra – merupakan cermin masyarakat pada waktu
itu dan dapat digunakan sebagai media untuk mendidik, mengemukakan fakta-
fakta, mengkritik, dan lain-lain.

Kedua, ihwal penokohan dalam hikayat erat kaitannya dengan alur dan peristiwa-
peristiwa. Hikayat tampaknya tidak jauh berbeda dengan roman. Dalam hikayat
terdapat beberapa peristiwa yang pada dasarnya merupakan wadah pertentangan
antara tokoh utama yang baik dan tokoh utama yang jahat. Biasanya yang baiklah
yang mendapat kemenangan gemilang sedangkan yang jahat dapat dikalahkan.
Pada umumnya, tokoh utama berada di pihak yang benar, dan dengan kehebatan
dan kesaktiannya dia unggul dalam suatu pertempuran atau perkelahian.

Ketiga, unsur yang ada dalam hikayat adalah latar atau setting. Latar adalah
lingkungan atau menyangkut aspek yang lebih luas. Latar, di samping sebagai
tempat terjadinya peristiwa, juga bertalian dengan soal periode. Memahami latar
hikayat tidak lepas dari lingkungan pengarang pada waktu itu.

Keempat, sudut pandang – untuk menceritakan suatu peristiwa, pengarang boleh
memilih dari sudut mana ia akan menceritakan cerita itu. Apakah sebagai orang di
luar saja atau apakah pengarang juga akan turut dalam cerita itu. Dalam kesastraan
Indonesia sekurang-kurangnya ada lima macam pencerita, yaitu:
(1) tokoh utama menceritakan ceritanya sendiri,
(2) tokoh bawahan menuturkan cerita tokoh utama,
(3) pengarang pengamat, yang menuturkan ceritanya dari luar sebagai seorang
observer,
(4) pengarang analitik, yang menuturkan cerita – tidak hanya sebagai seorang
pengamat tetapi berusaha juga menyelami ke dalam, dan
(5) percampuran antara 1 dan 4, yakni suatu cara yang melaksanakan cakapan

batin.

Pada umumnya, pengarang hikayat adalah pengarang pengamat. Sebagai
pengarang pengamat, seorang penulis hikayat seolah-olah mengetahui apa saja
yang terjadi dalam cerita yang disampaikan.

3. Contoh Ikhtisar Hikayat Malim Dewa

Malim Dewa adalah seorang putra raja. Ia menggantikan ayahnya sewaktu
ayahnya pergi menunaikan ibadah haji. Ia bertunangan dengan tiga orang putri,
hasil pencarian seekor burung nuri. Mereka adalah Nilam Cahaya, Gondan
Gentasari, dan Andam Dewi. Andam Dewi dipinang juga oleh seorang raja
lain. Karena pinangan itu tidak dikabulkan, oleh raja itu, ia dibuat sakit dengan
ilmunya, bahkan Negara Andam Dewi kemudian dihancurkannya. Andam Dewi
bersama ibunya terpaksa menyembunyikan diri.

82

Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI Program Bahasa

Latihan 3

4. Hikayat Patani

Phaya Tu Kerub Mahajana ialah raja di kota Maligai. Ia digantikan oleh putranya
yang bernama Phaya Tu Taqpa, yang kesenangannya berburu sebagaimana orang-
orang besar pada masanya.

Pada suatu ketika, seekor pelanduk putih yang tengah diburunya, menghilang
di dekat tempat kediaman seorang tua yang bernama Encik Tani. Diambil dari
nama orang itulah, kerajaan yang didirikannya kelak di tempat itu diberi nama
Patani. Setelah islam masuk, Raja Phaya Tu Naqpa berganti gelar Sultan Ismail
Syah Zilullah Fil Alam. Sejak saat itu, seluruh rakyat Patani menjadi Islam.

Sepeninggal baginda, pemegang kerajaan digantikan oleh putranya yang sulung,
Sultan Mudhaffar Syah. Ia mengadakan hubungan persahabatan dengan Beracau,
Raja Siam dan bahkan memperoleh istri. Dari istrinya ia beroleh seorang putra,
Sultan Patik Siam. Namun, ia berkhianat terhadap Beracau. Beracau diturunkan
dari takhta dan dipaksa meninggalkan istana. Akibat tindakan yang menimbulkan
salah paham, ia beserta para pengiringnya dapat dikalahkan kembali sehingga
Beracau kembali menduduki takhta kerajaan. Adiknya yang menyertainya,
Manzur Syah, meninggalkan Siam. Namun, Mudhaffar sendiri tinggal di Siam
dan tidak diketahui akhir kesudahannya.

Sultan Manzur Syah pun menggantikannya menjadi raja di Patani. Pada masa
pemerintahannya, Patani dua kali berturut-turut diserang oleh Palembang. Namun,
akhirnya serangan itu dapat digagalkan. Hubungan dengan Siam diperbaiki
dengan mengirimkan suatu perutusan di bawah pimpinan Seri Agar.

Sepeninggal Sultan Manzur Syah terjadi kericuhan di dalam negeri untuk
memperebutkan mahkota. Tiga orang raja yang memerintah sesudahnya, yaitu
Sultan Patik Siam, Raja Bambang, dan Sultan Bahdur, berturut-turut mati
terbunuh dalam intrik itu.

Kemudian, datanglah masa pemerintahan raja-raja putri, putri Sultan Manzur
Syah, yaitu Raja Ijau, Raja Biru, Raja Ungu, Raja Emas, Raja Bima (pria) dan
Raja Kuning. Raja Kuning adalah anggota Dinasti Phaya Tu Kerub Maharaja
yang terakhir. Kemudian, Dinasti Kelantan menduduki tahta Kerajaan Patani.

Malim Dewa mencari Andam Dewi dan mengawininya, tetapi akibat perkawinan
itu ia dibunuh oleh raja yang telah ditolak pinangannya. Malim Dewa dihidupkan
kembali oleh Nilam Cahaya. Kemudian, ia mengawini Gondan Gentasari dan
berkat kemenangannya dalam suatu peperangan, ia juga mengawini dua putri
yang lain. Perkawinannya yang terakhir ialah dengan putri Nilam Cahaya, yang
dilakukan di dalam kayangan.

1. Jelaskanlah tema, tokoh dan penokohan, latar,
dan sudut pandang pengarang dalam hikayat
Malim Dewa!

2. Apa relevansi tema dongeng tersebut jika
dihubungkan dengan kehidupan saat ini?
3. Ceritakan kembali isi hikayat tersebut di depan
kelas dengan kata-kata Anda sendiri!

83

Bab 5 Perjuangan

Latihan 4

1. Jelaskanlah tema, tokoh dan penokohan, latar,
dan sudut pandang pengarang dalam hikayat
Patani!
2. Apa kira-kira relevansi tema dongeng tersebut
jika dihubungkan dengan kehidupan saat
ini?

3. Bandingkan unsur intrinsik dan ekstrinsik
hikayat dengan novel yang telah Anda baca!
4. Ceritakan kembali isi hikayat itu di muka kelas
dengan kata-kata Anda sendiri!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->