1

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

MODUL 1 PENGERTIAN SISTEM DAN ANALIS SISTEM
MATERI 1. Definisi Sistem 2. Karakteristik Sistem 3. Klasifikasi Sistem 4. Pengertian Pengembangan Sistem 5. Fungsi Analis Sistem TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Sistem Informasi, Karakteristik, Klasifikasi dan Tim Pengembang Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa akan memahami konsep sistem dan pengertian pengembangan sistem. 2. Mahasiswa mampu menyebutkan karakteristik sistem. 3. Mahasiswa mampu menyebutkan sistem berdasarkan klasifikasi tertentu. 4. Mahasiswa mengetahui siapa saja yang akan terlibat dalam pengembangan sistem

1. Definisi Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini : Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu Menurut Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald dan Warren D. Stallings, Jr., mendefinisikan prosedur sebagai berikut : Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who) yang

2

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

mengerjakannya, mengerjakannya

Kapan

(When)

dikerjakan

dan

Bagaimana

(How)

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefiniskan sistem sebagai berikut ini : Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem bagian. Sebagai misal, sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa subsistem-subsistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan, subsistem akuntansi pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi biaya dan lain sebagainya.

Apa itu Subsistem ?
Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem-sistem bawahan seperti sistem mesin, sistem badan mobil dan sistem rangka. Masing-masing sistem ini terdiri dari sistem tingkat yang lebih rendah lagi. Misalnya, sistem mesin adalah kombinasi dari sistem karburator, sistem generator, sistem bahan bakar dan seterusnya.

Apa itu Supersistem ?
Walaupun istilah supersistem jarang digunakan, sistem seperti ini ada. Jika suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah supersistem. Contohnya, pemerintahan kota adalah suatu sistem, tetapi ia juga merupakan bagian dari sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi. Pemerintahan propinsi adalah supersistem dari pemerintahan kota dan juga merupakan subsistem dari pemerintahan nasional. Dari definisi dan penjelasan diatas dapatlah diambil kesimpulan, suatu sistem terdiri dari elemen yang bisa berbentuk individu atau bagian-bagian yang terpisah, kemudian berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Mobil terdiri dari bagian-bagian sistem yang berinteraksi/kerjasama untuk tujuan mobil tersebut bergerak ke suatu arah. Keluarga, pertama kali terdiri dari 2 individu yang terpisah yang mana individu itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem-

3

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

subsistem, kemudian bersatu membentuk keluarga untuk mencapai suatu tujuan. Keluarga itu sendiri merupakan subsistem dari sistem Rukun Tetangga (RT), RT merupakan subsistem dari Rukun Warga (RW), RW subsistem dari suatu Kelurahan, Kelurahan subsistem dari suatu Kecamatan, dan demikian seterusnya.

2. Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut :
lingkungan luar interface

subsistem input

subsitem

pengolah

subsistem output

subsistem

boundary boundary

Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifatsifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.4 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Batas Sistem (Boundary) Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi. Masukan (Input) Sistem Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Keluaran (Output) Sistem Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Misalnya untuk sistem komputer. Lingkungan Luar Sistem (Environments) Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem. Sebagai contoh didalam sistem komputer. Sistem . sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. Penghubung (Interface) Sistem Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Pengolah (Process) Sistem Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan.

maka istilah objectives yang lebih tepat. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia. Kalau suatu sistem tidak mempnyai sasaran. tidak dibuat manusia. sistem produksi dan lain sebagainya. yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Misalnya sistem perputaran bumi. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan. maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. diantaranya sebagai berikut ini : 1. maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Bila merupakan suatu sistem utama. sistem akuntansi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. seperti misalnya sistem bisnis perusahaan. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Misalnya sistem teologia. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal) Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis. Misalnya sistem komputer. 3. 2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam. Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. . Sistem informasi merupakan contoh man-machine system. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit.5 Pengertian Sistem dan Analis Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system.

4. sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.6 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system) Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Klasifikasi sistem terbuka dan tertutup dapat digambarkan sebagai berikut : Input Transformasi Output Sistem Terbuka Tujuan Mekanisme Pengendalian Input Transformasi Output Sistem Tertutup . Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa. tidak benar-benar tertutup). Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan programprogram yang dijalankan. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada. sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup.

7 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya disebut sistem terbuka. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities) Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama yang dapat berupa : Ketidakberesan Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal. volume pengolahan data semakin meningkat. Sebuah sistem pemanas atau pendingin ruangan. perubahan prinsip akuntansi yang baru. dan menyediakan panas/dinginnya bagi ruangan yang ditempatinya. b. maka menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi. 4. mendapatkan input-nya dari perusahaan listrik. tidak efisiennya operasi. Sebagai contohnya. sistem tertutup hanya terdapat pada situasi laboratorium yang dikontrol ketat. contohnya. Dengan menggunakan logika yang sama. Pengertian Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin. Perangkat keras komputer. perangkat lunak dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. Organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu . sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen. Pertumbuhan organisasi Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru. suatu sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya adalah sistem tertutup. Karena adanya perubahan ini. Ketidakberesan ini dapat berupa : kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin. yaitu sebagai berikut ini : a. tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.

ketidakberesan kas. banyaknya pekerja yang menganggur. Bila pesaing dapat memanfaatkan teknologi ini. pembayaran gaji yang terlambat. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar. ditingkatkan bahkan diganti keseluruhannya. pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya. . Indikator-indikator ini diantaranya adalah sebagai berikut : keluhan dari langganan. Dalam keadaaan pasar bersaing. c. kesalahan-kesalahan manual yang tinggi. tanggung jawab yang tidak jelas. kehilangan kesempatan kompetisi pasar. Adanya instruksi-instruksi (directives) Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi. seperti misalnya peraturan pemerintah.8 Pengertian Sistem dan Analis Sistem digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. kegiatan yang tumpang tindih. Berikut ini dapat digunakan sebagai indikator adanya permasalahanpermasalahan dan kesempatan-kesempatan yang dapat diraih. keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran. pengiriman barang yang sering tertunda. tanggapan yang lambat terhadap langganan. laporan yang tidak tepat waktunya. isi laporan yang sering salah. waktu kerja yang berlebihan. kapasitas produksi yang menganggur (idle capasities). peramalan penjualan dan produksi tidak tepat. pemesanan kembali barang yang tidak efisien. biaya operasi yang tinggi. produktifitas tenaga kerja yang rendah. file-file yang kurang teratur. persediaan barang yang terlalu tinggi. bertumpuknya back-order (tertundanya pengiriman karena kurangnya persediaan barang). maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing. kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. sehingga menyebabkan sistem yang lama harus diperbaiki. investasi yang tidak efisisen.

peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi. peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan. Efficiency (efisiensi). Response time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut. peningkatan terhadap efisiensi operasi. Throughput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut o o o o . Control (pengendalian). Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan. Peningkatan-peningkatan ini berhubungan dengan PIECES (merupakan singkatan untuk memudahkan mengingatnya). peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Economy (ekonomis). dll. Information (informasi). maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru. yaitu sebagai berikut : o Performance (kinerja). Efisiensi berbeda dengan ekonomis. peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungankeuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi.9 Pengertian Sistem dan Analis Sistem - pekerjaan manajer yang terlalu teknis. Proses pengembangan sistem dapat digambarkan sebagai berikut : Sistem yang ada Permasalahan Kesempatan Instruksi Pengembangan sistem Memecahkan masalah Meraih Kesempatan Memenuhi instruksi Sistem yang baru Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time.

Theory and Practice (New York: John Wiley & Sons) yang menuliskan tahapan pengembangan sistem sebagai berikut : . PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM 1. Siklus ini disebut dengan siklus hidup suatu sistem (systems life cycle). Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem proses SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar a. Gary Grudnitski. diambil salah satu yang akan menjadi acuan kita mengenai pengembangan sistem ini. o Services (pelayanan). peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem. Investasi yang terbaik harus bernilai 3. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen 2. Proses pengembangan sistem tidak harus urut 6. Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya. yaitu tahap perencanaan sistem. Information Systems. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi b. Bila operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem.10 Pengertian Sistem dan Analis Sistem digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama. Dari sekian banyak siklus pengembangan sistem menurut beberapa penulis sejak tahun 1970-an. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik 4. yaitu menurut John Burch. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam pengembangan sistem 5. dioperasikan dan dipelihara. Jangan takut membatalkan proyek 7.

Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning). Sebelum suatu sistem informasi dikembangkan. Pengembangan sistem (system development) a. 2. Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning). pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. maka . Desain sistem secara umum (general system design) c. Manajemen sistem dan operasi (system management and operation) Kebijakan dan perencanaan sistem awal proyek sistem Analisis sistem Desain (perancangan) sistem secara umum Pengembangan Desain (perancangan) sistem terinci sistem Seleksi sistem Implementasi (penerapan) sistem Perawatan sistem manajemen sistem Penjelasan singkatnya : 1. Analisis sistem (system analysis) b. Desain sistem terinci (detailed system design) e. Implementasi sistem (system implementation) 3. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik. Penilaian sistem (system evaluation) d. umumnya terlebih dahulu dimulai dengan adanya suatu kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem itu.11 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak (top management).

4.12 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak ini. Memberikan saran-saran dan petunjuk-petunjuk terhadap proyek sistem yang sedang dikembangkan. tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan. Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai 2 tahun. 3. Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem yang lama mempunyai banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki (misalnya untuk meningkatkan efektifitas manajemen. maka perlu direncanakan terlebih dahulu dengan cermat. proyek-proyek sistem serta pengadaan perangkat keras. Mengkoordinasi pelaksanaan proyek sistem sesuai dengan rencananya. Partisipasi dan keterlibatan manajemen puncak masih diharapkan untuk keberhasilan sistem yang akan dikembangkan. Menilai kinerja dari fungsi-fungsi sistem yang telah dikembangkan. Seringkali komite ini diketuai sendiri oleh direktur utama. sasaran perusahaan dan juga terhadap kendala-kendala yang dihadapi. Untuk itu manajemen puncak dilengkapi dengan suatu tim penasehat yang disebut dengan komite pengarah (steering commitee) yang umumnya dibentuk dari wakil-wakil pimpinan dari masing-masing departemen pemakai sistem seperti misalnya manajer-manajer departemen atau manajer-manajer divisi. terutama yang berhubungan dengan pencapaian sasaran sistem. Tugas komite ini adalah sebagai berikut : 1. perangkat lunak dan fasilitas-fasilitas lainnya. Perencanaan jangka panjang melingkupi periode sampai dengan 5 tahun. Kebijakan sistem (systems policy) merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem. 5. 2. Padahal dukungan dari manajemen puncak sangat penting artinya. Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi. Perencanaan sistem (systems planning) ini menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik. menyetujui atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan sistem. sebelum sistem ini sendiri dikembangkan. Memonitor atau mengawasi kemajuan dari proyek sistem. . Karena perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat. meningkatkan produktivitas atau meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada langganan). Perencanaan sistem (systems planning) merupakan pedoman untuk melakukan pengembangan sistem. maka perencanaan pengembangan sistem informasi untuk periode yang lebih dari 5 tahun sudah tidak tepat lagi. Perencanaan sistem dapat terdiri dari perencanaan jangka pendek (short-range) dan perencanaan jangka panjang (long-range). Mengkaji.

perencanaan strategi. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan 2. perencanaan strategi. perencanaan strategi. perencanaan strategi. Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan yang dilakukan oleh analis sistem. Merencanakan proyek-proyek sistem yang akan dilakukan oleh staf perencana sistem 2. Pengembangan sistem (system development) a. yaitu : 1. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. Analisis sistem (system analysis) Penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui . dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan yang dilakukan oleh komite 3. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. Adapun tahapan dari proses perencanaan sistem untuk ketiga bagian tersebut tampak pada gambar berikut ini : Merencanakan proyek-proyek sistem Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. perencanaan strategi.13 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Proses perencanaan sistem dikelompokkan menjadi 3 proses utama. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan.

Pada titik tertentu. Menjaga kemutakhiran sistem Dengan berlalunya waktu. Implementasi sistem (system implementation) Merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. Jika sistem itu berbasis komputer. modifikasi sistem akan menajdi sedemikian rupa. 3. Desain sistem terinci (detailed system design) Dengan memahami sistem yang ada dan persyaratan-persyaratan sistem baru. Manajemen sistem dan operasi (system management and operation) Pemeliharaan sistem (systems maintenance ) dilaksanakan untuk 3 alasan : 1. e. rancangan harus menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. Lalu. Kesalahan-kesalahan ini dapat diperbaiki. yaitu sebagai berikut ini : . c. d.14 Pengertian Sistem dan Analis Sistem b. siklus hidup sistem akan terulang. 2. Memperbaiki kesalahan Penggunaan sistem mengungkapkan kesalahan (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem. Saran-saran ini diteruskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran tersebut. terjadi perubahan-perubahan dalam lingkungan sistem yang mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau perangkat lunak. sehingga lebih baik memulai dari awal. selanjutnya adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. akan ditemukan cara-cara membuat peningkatan sistem. Pendekatan Pengembangan Sistem Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem. 3. Penilaian sistem (system evaluation) Hasil desain sistem secara umum tentunya harus menjadi pertimbangan pihak manajemen apakah melanjutkan pengembangan sistem yang baru berdasarkan gambaran desain sistem secara umum atau menolak rancangan baru tersebut. Contohnya. Meningkatkan sistem Saat sistem digunakan. Desain sistem secara umum (general system design) Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. pemerintah mengubah rumus perhitungan pajak jaminan sosial.

tabel keputusan (decision table). karena pendekatan ini tidak memberikan pedoman lebih lanjut tentang bagaimana melakukan tahapan-tahapan tersebut dengan terinci karena pendekatan ini tidak dibekali dengan alat-alat dan teknik-teknik yang memadai. Mahalnya biaya perawatan di pendekatan klasik ini disebabkan karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan kurang terstruktur. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih mahal Biaya pengembangan sistem yang termahal adalah terletak di tahap perawatannya. Karena pendekatan klasik kurang didukung dengan alat-alat dan teknik-teknik. kamus data (data dictionary). Kemungkinan kesalahan sistem besar Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk melakukan pengetesan sistem.15 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram). b. Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur (dipandang dari metodologi yang digunakan) Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan di systems life cycle. sehingga kemungkinan kesalahan-kesalahan . hal ini tidaklah cukup. Permasalahanpermasalahan yang dapat timbul di pendekatan klasik antara lain adalah sebagai berikut : a. c. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan di systems life cycle. diagram IPO dan bagan terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan teknik-teknik tersebut. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh pemrogram. Akan tetapi sayangnya. sehingga pada waktu pemeliharaan sistem menjadi kesulitan. maka dokumentasi menjadi tidak lengkap dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas. didalam praktek. Sedangkan pendekatan terstruktur yang baru muncul sekitar awal tahun 1970-an pada dasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem tambahan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari systems life cycle. Karena sifat dari sistem informasi sekarang menjadi lebih kompleks. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan teknik-teknik yang digunakan. pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan menimbulkan beberapa permasalahan.

maka pemakai sistem hanya akan mengenal sistem yang baru pada tahap diterapkan saja. Pengetesan sistem sebelum diterapkan merupakan hal yang kritis karena koreksi kesalahan sistem setelah diterapkan akan mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar. Pada pendekatan ini. maka kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem menjadi kurang sesuai dengan yang diinginkan dan sebagai akibatnya sistem yang diterapkan menjadi kurang berhasil. Salah satu kontribusi utama pendekatan terstruktur adalah partisipasi dan dukungan dari pemakai sistem. kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem tidaklah selalu jelas dan benar menurut analis sistem. pemakai sistem akan menjadi frustasi karena tidak dapat mengoperasikan sistem dengan baik. 2. Keberhasilan sistem kurang terjamin Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil pengembang sistem. d. Modul-modul ini akan lebih mudah dites secara terpisah dan kemudian pengetesan dapat dilakukan pada integrasi semua modul untuk meyakinkan bahwa interaksi antar modul telah berfungsi semestinya.16 Pengertian Sistem dan Analis Sistem sistem akan menjadi lebih besar. kegiatan atau aplikasi yang dipilih. Berbeda dengan pendekatan terstruktur yang pengembangan sistemnya dilakukan dalam bentuk modul-modul yang terstruktur. Pendekatan sepotong lawan pendekatan sistem (dipandang dari sasaran yang akan dicapai) Pendekatan sepotong (piecemeal approach) merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja. Sebagai akibat lebih lanjut. Sebagai akibatnya pemakai sistem akan menjadi kaget dan tidak terbiasa dengan sistem baru yang tiba-tiba dikenalkan. bukan pada pemakai sistem. Masalah dalam penerapan sistem Karena kurangnya keterlibatan pemakai sistem dalam tahapan pengembangan sistem. Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa analis sistem telah mengerti akan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem dengan jelas dan benar. e. Pendekatan klasik kurang melibatkan pemakai sistem dalam pengembangan sistem. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem yang tidak dites selama tahap pengembangannya merupakan sumber utama dari kesalahan-kesalahan sistem. dikembangkan tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tanpa . padahal sekarang sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya. Pengalaman telah menunjukkan bahwa di beberapa kasus.

Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi. Pendekatan atas-turun (top-down approach) sebaliknya dimulai dari level atas organisasi. sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan. basis data. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan bawah-naik bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis. 4. Pendekatan moduler (modular approach) berusaha memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana. karena akan menjadi sulit untuk dikembangkan. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun (dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem) Pendekatan bawah naik (bottom-up approach) dimulai dari level bawah organisasi. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis. yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini kurang mengena untuk sistem yang komplek. karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu. karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu. yaitu level perencanaan strategi. 3. Lain halnya dengan pendekatan sistem (systems approach) yang memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya. Pendekatan in hanya memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja. Setelah kebutuhan informasi ditentukan. Pendekatan sistem-menyeluruh lawan pendekatan moduler (dipandang dari cara mengembangkannya) Pendekatan sistem-menyeluruh (total-system approach) merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh. Akibat lebih lanjut adalah sistem akan dapat dikembangkan tepat pada waktu yang telah direncanakan. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. mudah dipahami . Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. input. kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.17 Pengertian Sistem dan Analis Sistem memperhatikan sasaran keseluruhan dari organisasi. maka proses turun ke pemrosesan transaksi. tidak hanya menekankan pada sasaran dari sistem informasi itu saja. informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya. yaitu penentuan output.

Pendekatan lompatan-jauh lawan pendekatan berkembang (dipandang dari teknologi yang akan digunakan Pendekatan lompatan-jauh (great loop approach) menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Functional Decomposition Methodologies (Metodologi Pemecahan Fungsional) Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsitemsubsistem yang lebih kecil. konsep-konsep pekerjaan. Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh : Penulis buku Peneliti Konsultan Systems house Pabrik software Metodologi Pengembangan Sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan 1. karena teknologi komputer begitu cepat berkembang dan untuk tahun-tahun mendatang sudah menjadi usang. karena memerlukan investasi seketika untuk semua teknologi yang digunakan dan pendekatan ini juga sulit untuk dikembangkan. sehingga teknologi yang digunakan tidak cepat menjadi usang. Pendekatan berkembang (evolutionary approach) menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu dan akan terus dikembangkan untuk periode-periode berikutnya mengikuti kebutuhannya sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada. sehingga akan lebih mudah untuk dipahami. Pendekatan berkembang menyebabkan investasi tidak terlalu mahal dan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang cepat. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. prosedur-prosedur. 5.18 Pengertian Sistem dan Analis Sistem oleh pemakai sistem dan mudah untuk dipelihara. Metodologi Pengembangan Sistem Metodologi adalah : Kesatuan metode-metode. Pendekatan ini juga terlalu mahal. karena terlalu komplek. . Perubahan ini banyak mengandung resiko. aturanaturan dan postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan. seni atau disiplin lainnya Metode adalah : Suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu.

Data structure oriented methodologies Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di sistem.SSAD (Structured Systems Analysis and Design) b.ISDOS (Information Systems Design and Optimization System) Kegunaannya adalah mengotomatisasi proses pengembangan sistem informasi. Hubungan fungsi antar modul atau elemen-elemen sistem kemudian dijelaskan dari struktur sistemnya.HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output) . Metodologi ini dapat dikelompokkan kembali ke dalam dua kelas. b. PSA .SADT (Structured Analisys and Design Techniques) .SR (Stepwise Refinement) atau ISR (Iterative Stepwise Refinement) . yaitu suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine-readable form.Composite Design . sistem secara logika dapat digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar fungsinya di dalam modul-modul disistem. Data-flow oriented methodologies Metodologi ini secara umum didasarkan pada pemecahan dari sistem kedalam modulo-modul berdasarkan dari tipe elemen data dan tingkah-laku logika modul tersebut di dalam sistem. Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : . Prescriptive Methodologies Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : . Dengan metodologi ini. Struktur ini kemudian akan digunakan sebagai dasar struktur dari sistemnya. Data Oriented Methodologies (Metodologi Orientasi Data) Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses.19 Pengertian Sistem dan Analis Sistem dirancang dan diterapkan. yaitu : a.W/O (Warnier / Orr) 3. ISDOS mempunyai 2 komponen : a.Information-Hiding 2. PSL merupakan bahasa untuk menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa pemrograman prosedural. Yang termasuk dalam kelompok metodologi ini adalah : . Yang termasuk dalam metodologi ini adalah . sehingga output yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA. PSL Merupakan komponen utama dari ISDOS.JSD (Jackson’s systems development) .

function dictionary serta analisis dari hubungan-hubungan proses. PLEXSYS digunakan pad aspek penghasil kode program secar otomatis. PLEXSYS merupakan tambahan untuk ISDOS. SPECTRUM-3 untuk on-line interactive estimator. yang disimpan . PRIDE Merupakan perangkat lunak terpadu yang baik untuk analisis/disain sistem terstruktur. semacam SPECTRUM-1 untuk life cycle konvensional. PSA akan melakukan analisis jaringan untuk mengecek kelengkapan dari semua hubungan data dan proses-proses. SPECTRUM-2 untuk sistem manajemen proyek terstruktur. SRES (Software Requirement Engineering System) dan SREM (Software Requirement Engineering Methodology) - - - - . Laporan dalam bentuk grafik. seperti laporan yang menggambarkan hubungan dari proses termasuk apakah suatu proses merupakan bagian dari porses yang lain atau suatu proses mempunyai komponen proses-proses lain. Kalau ISDOS digunakan pada aspek penntuan kebutuhan. manajemen proyek dan pendokumentasian. estimasi. SDM/70 Merupakan suatu perangkat lunak yang berisi kumpulan metode.20 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan kamus data (data dictionary) dan digunakan untuk mengecek data yang dimasukkan. dokumentasi dan petunjuk administrasi guna membantu pemakai untuk mengembangkan dan merawat sistem yang efektif SPECTRUM Perangkat lunak ini mempunyai beberapa versi untuk keperluan yang berbeda. manajemen data. PSA juga akan melakukan analisis dari hubungan ketergantungan waktu dari data dan analisis dari spesifikasi volume. Kegunaan dan hasil dari PSA adalah : PSA menganalisis PSL untuk kesalahan-kesalahan sintak dan akan menghasilkan laporan-laporan dalam bentuk data dictionary. PLEXSYS Kegunaannya adalah untuk melakukan transformasi suatu statemen bahasa komputer tingkat tinggi ke suatu executable code untuk suatu konfigurasi perangkat keras yang diinginkan. yang dianalisis dan yang dihasilkan sebagai output laporan dengan pemanfaatan DBMS dalam penyimpanan datanya.

disebut actigrams) dan diagram data (data diagrams. microfile. yaitu tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya. tape. harddisk. Selain berbentuk gambar. Alat-alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar atau diagram atau grafik. modul dan hubungan antar modulnya. sehingga memberikan penjelasan lengkap dari sistem dipandang dari elemen data. diagram kegiatan (activity diagrams. SADT Structured Analysis and Design Technique. memandang suatu sistem terdiri dari dua hal : benda (obyek. diskette dan lain sebagainya). elemen kontrol. d.21 Pengertian Sistem dan Analis Sistem - DBO (Design By Objective). Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut ini : a. dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh orang. Menggunakan dua tipe diagram yaitu. pseudocode serta formulir-formulir untuk mencatat dan menyajikan data. maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu. Data flow diagram Digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon. c. mesin atau perangkat lunak). . seperti misalnya data dictionary. b. HIPO diagram Hierarchy plus Input-Process-Output. PDL (Program Design Language) Alat dan Teknik Pengembangan Sistem Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang diberikan oleh metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. structured english. adalah alat dokumentasi program yang berbasis pada fungsi. HOS (Higher Order Software). HIPO. SADT. Structured chart Digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari sistem informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodul dengan menunjukkan hubungan elemen data dan elemen kontrol antara hubungan modulnya. alat-alat yang digunakan juga ada yang tidak berupa gambar atau grafik (nongraphical tools). PAD (Program Analysis Diagram). disebut datagrams). MSR (Meta Stepwise Refinement).

Bagan distribusi kerja (working distribution chart) b.22 Pengertian Sistem dan Analis Sistem e. yaitu dapat digunakan di semua metodologi yang ada. Bagan alir sistem (systems flowchart) b. membangun suatu model dari dunia nyata (real world) yang menyediakan subyek-subyek permasalahan dari sistem.wawancara (interview) wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee). Jackson’s diagram Jackson’s Systems Development. yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) Teknik ini digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan suatu proyek. Teknik-teknik ini diantaranya adalah : . masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum.daftar pertanyaan (questionaires) . Disamping alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu. . Bagan organisasi (organization chart) Teknik-teknik dalam pengembangan sistem yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut ini : a. Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa : bagan alir logika program (program logic flowchart) bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart) c. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting) a. Alat-alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart) d. . JSD.observasi (observation) observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan yang mana pada waktu observasi analis sistem dapat ikut juga berpartisispasi dengan orang-orang yang sedang melakukan suatu kegiatan tersebut. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting) 3. Gantt chart 2. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques) Yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. b. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting) a. Teknik manajemen proyek. Bagan alir proses (process flowchart) e.

d. Analis sistem melakukan walkthrough untuk maksud supaya dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem secara teknik tidak mengalami kesalahan dan dapat dilakukan dengan diverifikasi terlebih dahulu oleh analis sistem yang lain. Pemakai sistem melakukan inspeksi untuk maksud menilai dokumentasi yang diserahkan oleh analis sistem secara teknik tidak mengandung kesalahan. Fungsi Analis Sistem Analis sistem (systems analyst) adalah orang yang menganalisis sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan . Penyebab kegagalan pengembangan sistem : Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik 5. Teknik untuk menjalankan rapat Selama proses pengembangan sistem dilakukan.pengumpulan sampel (sampling) pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya dengan pertimbangan biaya dan waktu yang terbatas.23 Pengertian Sistem dan Analis Sistem adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih. Teknik analisis biaya/manfaat (cost-effectiveness analysis atau cost-benefit analysis) Teknik ini menilai dari sisi kelayakan ekonomis suatu pengembangan sistem informasi. sehingga kemampuan analis sistem untuk memimpin atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal yang penting terhadap kesuksesan proyek pengembangan sistem. c. Teknik inspeksi/walkthrough Inspeksi merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan kepentingan dari analis sistem. seringkali rapat-rapat diadakan baik oleh tim pengembangan sistem sendiri atau rapat antara tim pengembangan sistem dengan pemakai sistem dan manajer. . e.

Beberapa analis sistem setuju bahwa pengetahuan-pengetahuan dan keahlian berikut ini sangat diperlukan bagi seorang analis sistem yang baik : . Analis sistem berbeda dengan pemrogram. Tugas dan tanggungjawab analis sistem dan pemrogram adalah berbeda dan dapat dilihat pada tabel berikut : Pemrogram 1. Pemrogram (programmer) adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh analis sistem. 7. tanggungjawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer. 6. Akan tetapi ada juga analis sistem yang melakukan tugas-tugas seperti pemrogram dan sebaliknya ada juga pemrogram yang melakukan tugas-tugas yang dilakukan oleh analis sistem. Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja. utilities dan bahasa-bahasa pemrograman yang diperlukan. Pekerjaaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar. tetapi pada sistem secara keseluruhan. sistem komputer. perancang sistem (systems designer). Pengetahuan pemrogram cukup terbatas pada teknologi komputer. tidak terbatas pada sesama analis sistem. tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya. konsultan sistem (systems consultant) dan ahli teknik sistem (systems engineer). 4. 3. analis bisnis (business analyst). tetapi juga pemakai sistem dan manajer.24 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. 5. Analis sistem 4. Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang. Pengetahuan analis sistem harus luas. Pengetahuan dan Keahlian yang Diperlukan Analis Sistem Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang luas dan keahlian yang khusus. Sebutan lain untuk analis sistem ini adalah analis informasi (information analyst). tidak hanya pada teknologi komputer. 2. Orang yang melakukan tugas baik sebagai analis sistem maupun pemrogram disebut analis/pemrogram (analyst/programmer) atau pemrogram/analis (programmer/analyst). pemrogram. terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) programnya. Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program.

Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi akuntansi keuangan. 4. pemasaran. memecah-mecah masalah tersebut ke dalam bagian-bagiannya. Analis sistem yang kaku dalam membina hubungan kerja dengan personil-personil lainnya yang terllibat. akuntansi biaya. teknologi komputer dan pemrograman komputer a. Pengetahuan tentang bisnis secara umum Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan. akan membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif. utilities dan paket-paket perangkat lunak lainnya. Keahlian membina hubungan antar personil Manusia merupakan faktor yang kritis di dalam sistem dan watak manusia satu dengan yang lainnya berbeda. Pengetahuan ini dibutuhkan supaya analis sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. sistem pengendalian manajemen. tingkah laku organisasi. maka analis sistem harus mempunyai pengetahuan tentang ini.25 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. Keahlian komunikasi antar personil Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik secara lisan maupun secara tertulis. 6. Keahlian pemecahan masalah Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan permasalahanpermasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis. keuangan. Pengetahuan teknis yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang perangkat keras komputer. manajemen personalia. akuntansi manajemen. regresi (regresion). Keahlian ini diperlukan di dalam wawancara. trend. menganalisisnya dan kemudian harus dapat merangkainya kembali menjadi suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahanpermasalahan tersebut. maka akan tidak mendapat dukungan dari . rapat dan pembuatan laporan-laporan. bahasa-bahasa komputer. analis sistem banyak menggunakan metode-metode kuantitatif. Keahlian teknis yang harus dimiliki adalah termasuk keahlian dalam penggunaan alat dan teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasi serta keahlian dalam menggunakan komputer. 3. 5. Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data. pohon keputusan (decision tree). Pengetahuan tentang metode kuantitatif Dalam membangun model-model aplikasi. pemrograman dinamik (dynamic programming). sistem operasi. presentasi. seperti misalnya pemrograman linier (linier programming). 2. simulasi dan lain sebagainya. network. teknologi komunikasi data. b. produksi. kebijaksanaan perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya. Apalagi bila analis sistem tidak dapat membina hubungan yang baik dengan pemakai sistem.

Akan tetapi untuk proyek pengembangan sistem yang besar atau komplek. pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim. Mengkaji ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari tim 2. Mengarahkan. Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem f.26 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pemakai sistem atau manajemen dan kecenderungan pemakai sistem akan mempersulitnya. 3. Membuat laporan-laporan kemajuan proyek (progress report) h. Tim ini secara umnum dapat terdiri dari personil-personil sebagai berikut ini : 1. Manajer analisis sistem Manajer analisis sistem (manager of systems analysis) ini disebut juga sebagai koordinator proyek dan mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut ini a. kemungkinan hanya ada seorang analis sistem yang merangkap sebagai pemrogram (analis/pemrogram) atau seorang pemrogram yang merangkap sebagai analis sistem (pemrogram/analis). Tim Pengembangan Sistem Dalam proyek pengembangan sistem yang kecil dan sederhana. Sebagai ketua/koordinator tim pengembangan sistem b. Mewakili tim untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam hal perundingan-perundingan dan pemberian-pemberian nasehat kepada manajemen dan pemakai sistem g. Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analisis sistem dan mewakilinya bila manajer analisis sistem berhalangan. studi kelayakan. Bertanggungjawab dalam mendefinisikan masalah. disain sistem dan penerapannya e. Ketua analis sistem Ketua analis sistem (lead systems analyst) biasanya menjabat sebagai wakil dari manajer analisis sistem. . mengontrol dan mengatur anggota tim pengembangan sistem lainnya c. Analis sistem senior Analis sistem senior (senior systems analyst) merupakan analis sistem yang sudah berpengalaman. Anggota dari tim pengembangan sistem ini tergantung dari besar-kecilnya ruang-lingkup proyek yang kaan ditangani. Membuat jadwal pelakasanaan proyek pengembangan sistem yang akan dilakukan d.

7. Pemrogram aplikasi senior Pemrogram aplikasi senior (senior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang sudah berpengalaman dengan tugas merancang spesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram yang lainnya. 8. seperti misalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O.27 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 4. 5. Pemrogram aplikasi senior ini kadang-kadang juga disebut dengan pemrogram/analis. Analis sistem yunior ini sering juga disebut dengan analis sistem yang masih dilatih (systems analyst trainee). . Pemrogram aplikasi yunior ini sering juga disebut dengan pemrogram aplikasi yang masih dilatih (applications programmer trainee). Pemrogram aplikasi yunior Pemrogram aplikasi yunior (junior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang belum berpengalaman dan masih dibawah bimbingan langsung dari pemrogram yang lebih senior. Pemrogram aplikasi yunior biasanya hanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang sederhana. Analis sistem Analis sistem (systems analyst) merupakan analis sistem yang cukup berpengalaman dan dapat bekerja sendiri tanpa bimbingan dari analis sistem senior. Analis sistem yunior Analis sistem yunior (junior systems analyst) merupakan analis sistem yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan dari analis sistem yang lebih senior. Pemrogram aplikasi Pemrogram aplikasi (applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang cukup berpengalaman dan dapat melakukan tugasnya tanpa harus dibimbing secara langsung lagi. 6.

Untuk menjadi seorang analis sistem yang baik. subsistem dan supersistem ! 2. Second Edition. Prentice Hall. The Practical Guide to Structured Systems Design. 1992. Sebutkan dan jelaskan beberapa indikator (minimal 5 indikator) bahwa suatu sistem harus segera diperbaiki atau diganti ! 5. Jelaskan dan berikan ilustrasi definisi dari sistem.28 Pengertian Sistem dan Analis Sistem EVALUASI 1. 3. System. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Jelaskan mengenai pentingnya dukungan dari manajemen puncak (top management) dalam suatu pengembangan sistem ! 7. Analysis. Jelaskan hal-hal apa saja yang menyebabkan suatu sistem lama harus diperbaiki atau diganti ! 4. Apa perbedaan utama pendekatan pengembangan sistem klasik dengan pendekatan pengembangan sistem terstruktur ? jelaskan ! 9. and Implementation. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Introduction Systems Analysis and Design. 1979 . Gary Grudnistski. Jr. Jelaskan harapan-harapan apa saja setelah suatu sistem baru dikembangkan dalam suatu pengembangan sistem ! 6. 1990. diperlukan beberapa pengetahuan dan keahlian tertentu. Yourdon Press. Hawryszkiewycz. John Wiley & Sons. Burch. John G. Felix R.G. Kenapa keahlian membina hubungan antar personil diperlukan ? jelaskan ! DAFTAR PUSTAKA 1. Sebutkan dan jelaskan alasan suatu pemeliharaan sistem (systems maintenance) harus dilakukan ! 8. Jr. Prentice Hall. Information Systems : Theory and Practice. 1988 I. 5. 2. 1979 Meilir Page-Jones. Second Edition. Design. 6. 4. Sixth Edition. Apa yang menjadi perbedaan antara seorang analis sistem dengan seorang programmer ? jelaskan ! 10. J. ANDI OFFSET Yogyakarta. Jogiyanto.T. Burch. Strater.. Prenctice Hall. 1991 Raymond McLeod. Boyd & Fraser Publishing Company. Second Edition. Jelaskan dan berikan ilustrasi perbedaan antara tujuan (goal) dengan sasaran (objectives) ! 3.

karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. kesempatan-kesempatan. Tahap analisis sistem ini merupakan tahap yang sangat kritis dan sangat penting. Tugas utama analis sistem dalam tahap ini adalah menemukan kelemahan-kelemahan dari sistem yang berjalan sehingga dapat diusulkan perbaikannya. Mengidentifikasi Masalah 4. Mahasiswa mampu untuk memahami cara mengidentifikasi masalah. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep. 2. Pendahuluan 2. Menganalisis Hasil dan Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Langkah-langkah. Langkah-langkah Analisis Sistem 3. . hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya Atau secara lebih mudahnya. memahami kerja dari sistem. Memahami Kerja Sistem 5. Cara Identifikasi Masalah. Mahasiswa memahami konsep analisis sistem. menganalisis hasil penelitian dan membuat laporan hasil analisis. Kerja dari Sistem. analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. Analisis Sistem 6.1 Analisis Sistem MODUL 2 ANALISIS SISTEM MATERI 1. Pendahuluan Analisis sistem (systems analysis) dapat didefinisikan sebagai berikut : Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan.

Understand. Report. tetapi tidak dapat mengidentifikasi terlebih dahulu penyebab masalahnya. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai. Identify. Kalau analis sistem tidak dapat mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah. Untuk mengatasi masalah ini. Sebagai ilustrasi. yaitu membuat laporan hasil analisis. maka proses analisis sistem tidak akan berjalan dengan semestinya. Mengidentifikasi Masalah Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Keadaan ini merupakan suatu masalah. Apakah kita akan membongkar mobil tersebut dengan melepas semua komponennya untuk menemukan mengapa mobil tersebut jalannya tersendat-sendat ? tentunya ini merupakan pekerjaan analisis yang tidak benar. kita mempunyai sebuah mobil yang jalannya tersendat-sendat. Kalau kita akan berusaha memperbaiki kerusakan mobil tersebut. 1. maka proses perbaikan mobil tersebut tidak akan berjalan dengan efisien dan efektif. Oleh karena itulah pada tahap analisis sistem. maka perlu diidentifikasi terlebih dahulu apa penyebab yang mengakibatkan mobil tersebut jalannya tersendat-sendat. dapat diidentifikasikan bahwa penyebab masalahnya . yaitu tidak akan efisien dan efektif. yaitu menganalisis sistem 4.2 Analisis Sistem Langkah-langkah Analisis Sistem Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem : 1. Analyze. Permasalahan tidak akan muncul dengan sendirinya dan mestinya ada sesuatu penyebab yang menimbulkannya. yaitu mengidentifikasi masalah 2. yaitu memahami kerja dari sistem yang ada 3. Untuk kasus mobil ini. Masalah (problem) dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. langkah pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi. Tugas-tugas yuang harus dilakukannya adalah sebagai berikut ini : mengidentifikasi penyebab masalah mengidentifikasi titik keputusan mengidentifikasi personil-personil kunci Mengidentifikasi penyebab masalah Seringkali organisasi menyadari masalah yang tejadi setelah sesuatu berjalan dengan tidak benar.

3 Analisis Sistem adalah karena proses pembakaran yang tidak sempurna. sehingga mengakibatkan jalannya mobil tersendat-sendat. Dengan dapat mengidentifikasi penyebab masalah ini. Contoh bagan alir formulir untuk prosedur penjualan adalah sebagai berikut : . tanpa harus membongkar semua komponen mobil yang tidak menyebabkan terjadinya masalah. maka selanjutnya perlu diidentifikasi lebih lanjut titik keputusan yang menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna. Mengapa biaya persediaan meningkat ? mengapa jalannya mobil tersendatsendat ? jawabannya adalah disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna. Dengan demikian juga dengan analis sistem bila telah dapat mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titik keputusan penyebab masalah . maka kita dapat mulai menganalisis dari tempat dilakukannya proses pembakaran ini. maka dapat diidentifikasi penyebab terjadinya masalah biaya persediaan yang meningkat ini adalah karena : persediaan di gudang telalu banyak (over stock) dan pembelian barang tidak ekonomis. Tugas mengidentifikasi penyebab masalah dapat dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek-subyek permasalahan yang telah diutarakan oleh manajemen atas yang telah ditemukan oleh analis sistem di tahap perencanaan sistem. Dengan demikian ahli mesin mobil yang berpengalaman tidak akan membongkar semua komponen dari mesin mobil itu. Demikian juga harus dicari jawaban mengapa biaya persediaan meningkat. Pada kasus mobil yang mempunyai masalah jalannya tersendat-sendat dan telah dapat diidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini adalah pembakaran yang kurang sempurna. Ahli mesin mobil yang berpengalaman dapat mengidentifikasikan titik keputusan dari pembakaran yang kurang sempurna adalah terletak di proses pengapian busi. selanjutnya juga harus diidentifikasi titik keputusan penyebab masalah tersebut. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Mengidentifikasi titik keputusan Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi. kerja dari platina dan atau injeksi bensin di karburator. Secara analogi. ahli mesin mobil dapat menggunakan buku manual pedoman mesin mobil bersangkutan untuk mengidentifikasi titik-titik keputusan penyebab masalah pembakaran yang kurang sempurna. dapat digunakan dokumen sistem bagan alir formulir (paperwork flowchart atau form flowchart) bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan. masalah yang terjadi adalah “biaya persediaan meningkat dari tahun ke tahun”. Sebagai misalnya. maka dapat memulai penelitiannya di titik-titik keputusan tersebut. tetapi cukup memeriksa pada titik-titik keputusan saja. Dari subyek masalah ini. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini.

4 Analisis Sistem .

Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila waktu penanganan order penjualan lama.tembusan pemberitahuan kepada langganan bahwa order telah diterima (acknowledgement copy atau advice copy) c. . Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah : a. Penyebab masalah adalah pelayanan yang kurang baik kepada langganan. e. “Kebenaran data di faktur” di bagian billing. “Penanganan order langganan” di bagian order penjualan.5 Analisis Sistem Penjelasan dari titik-titik keputusan adalah antara lain sebagai berikut : 1.tembusan otorisasi kredit (credit copy) . Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses membuat faktur lama. Proses pembuatan order penjualan adalah proses membuat dokumen tertulis dari order langganan yang telah diterima dengan tembusan-tembusannya berupa : . “Proses pengambilan barang” di bagian gudang. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah : a. Penyebab masalah adalah barang yang dikirim sering tidak sesuai. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pembuatan order penjualan juga lama. Penanganan order penjualan merupakan proses pertama kali menerima order dari langganan. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pengambilan barang lama. b. “Proses evaluasi kredit” di bagian kredit. f. tetapi proses ini tidak termasuk dalam ruang-lingkup sistem pengendalian penjualan dan pemasaran (masuk dalam sistem distribusi). “Proses pembuatan order penjualan” di bagian order penjualan. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pembuatan dokumen dan laporan pengiriman lama. Proses pengirimannya sendiri juga harus cepat sampai barang diterima oleh langganan. “Proses membuat faktur” di bagian billing. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses evaluasi kredit lama dan berbelit-belit. d. “Proses pembuatan dokumen pengiriman” (packing slip) dan laporan pengiriman (shipping notice) di bagian pengiriman. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang tercantum di faktur bila faktur salah.tembusan untuk catatan akuntasi (journal/register copy) .tembusan untuk meminta barang dari gudang (stock request copy) . 2.tembusan untuk membuat faktur .tembusan untuk membuat slip pengepakan (packing slip) dan laporan pengiriman (shipping notice) .

observasi. daftar pertanyaan dan pengambilan sampel. Mengidentifikasi personil-personil kunci Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya. 3. Bila di tahap perencanaan sistem juga pernah dilakukan penelitian untuk memperoleh data. penelitian ini sifatnya adalah penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sejumlah data perlu dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada. Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. “Kelengkapan faktur yang didukung dengan laporan pengiriman” di bagian billing. Penyebab masalah adalah kurang tersedianya laporan yang berkualitas. Penyebab masalah adalah otorisasi pemberian kredit yang kurang benar. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian. 4. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah “proses pembuatan laporan” di bagian akuntansi. laporan tidak tepat nilainya bila pengendalian output tidak ada atau lemah. penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci (detailed survey). maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. yaitu wawancara. kelemahankelemahan dan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. Sedang pada tahap analisis sistem. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen yang ada di perusahaan serta dokumen deskripsi jabatan (job description) 2. Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang dikirim bila bagian billing tidak menerima laporan pengiriman. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan laporan tidak tepat waktunya bila proses pembuatan laporan lama. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah “dukungan informasi untuk pemberian kredit” di bagian kredit. Memahami Kerja Sistem Langkah kedua dari tahap analisis sistem adalah memahami kerja dari sistem yang ada.6 Analisis Sistem b. .

Penelitian juga biasanya akan dilakukan oleh beberapa peneliti dan memakan waktu yang cukup lama (harian. maka jadwal dari penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi : dimana penelitian akan dilakukan. pengambilan sampel) tergantung dari jenis data yang ingin diperoleh. mingguan bahkan bulanan) supaya penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif. yaitu sebagai berikut ini : o Menentukan jenis penelitian o Merencanakan jadwal penelitian . observasi. sebaiknya ditentukan terlebih dahulu jenis dari penelitian untuk masing-masing titik keputusan yang akan diteliti. kapan penelitian dilakukan. Merencanakan jadwal penelitian Penelitian akan dilakukan di tiap-tiap lokasi titik keputusan yang akan diteliti.7 Analisis Sistem Langkah kedua dari tahap analisis sistem dapat terdiri dari beberapa tugas yang perlu dilakukan. apa dan siapa yang akan diteliti. Jenis penelitian (wawancara.Mengatur jadwal pengambilan sampel o Membuat penugasan penelitian o Membuat agenda wawancara o Mengumpulkan hasil penelitian Menentukan jenis penelitian Sebelum penelitian dilakukan. Dari jadwal penelitian yang telah dibuat. Jenis data yang ingin diperoleh dapat berupa data tentang operasi sistem. atau input dan output yang digunakan oleh sistem. Penelitian yang menggunakan teknik pengambilan sampel lebih tepat digunakan untuk mengumpulkan input atau output sistem yang mempunyai jumlah banyak. siapa yang akan meneliti.Mengatur jadwal observasi . selanjutnya jadwal wawancara dapat diatur yang terdiri dari : . daftar pertanyaan. Penelitian yang menggunakan teknik wawancara dan observasi tepat digunakan untuk lokasi data yang menyebar dan mahal bila harus dikunjungi satu persatu. pengendalian sistem.Mengatur jadwal wawancara . Untuk wawancara. berikutnya dapat dikelompokkan ke dalam jenis penelitiannya masing-masing. data tentang perlengkapan sistem.

maka tugas dari tiap-tiap anggota tim analis sistem untuk melakukan penelitian telah dapat ditentukan. jam wawancara untuk tiap-tiap harinya. Membuat agenda wawancara Sebelum suatu wawancara dilaksanakan. Membantu kelengkapan (aid to completeness) Dengan digunakannya formulir-formulir standar untuk mencatat fakta. Demikian juga dengan jadwal pengambilan sampel sebaiknya juga diatur tersendiri. observasi yang akan dilakukan juga sebaiknya dibuatkan jadwal tersendiri. yang diwawancarai. Koordinator analis sistem dapat membuat surat penugasan kepada masing-masing anggota tim analis sistem ini dengan menyertakan lampiran kegiatan penelitaian yang harus dilakukan. Sama halnya dengan wawancara yang telah diatur jadwalnya tersendiri. yaitu sebagai berikut ini : a. topik dari wawancara yang akan dilakukan. akan lebih bijaksana bila waktu dan materi wawancara ini direncanakan terlebih dahulu.8 Analisis Sistem - tanggal wawancara akan dilakukan. Tujuan utama pembuatan agenda wawancara yang akan digunakan dalam wawancara ini adalah suapaya wawancara dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan tidak ada materi yang terlewatkan. Mengumpulkan hasil penelitian Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai suatu dokumentasi sistem lama. yang melakukan wawancara. Membuat penugasan penelitian Setelah rencana jadwal penelitian selesai dibuat. lokasi letak wawancara akan dilakukan. Dokumentasi dari hasil penelitian ini diperlukan untuk beberapa hal. Formulir ini akan diberikan kepada tiap-tiap peneliti yang bersangkutan. Formulir ini biasanya tidak dilampirkan di laporan hasil analisis. . karena kurang bermanfaat bagi user atau manajemen. Rencana ini dapat ditulis di agenda wawancara dan dibawa selama wawancara berlangsung. maka data yang belum terkumpul akan terlihat. Pewawancara dapat melakukan wawancara dengan dasar agenda wawancara ini.

Pengambilan sampel 4.9 Analisis Sistem b. perbaikan-perbaikan atau modifikasi-modifikasi akan lebih mudah dilakukan. Menganalisis hasil penelitian sering sulit dilakukan oleh analis sistem yang masih baru. Pengalaman menunjukkkan bahwa banyak analis sistem yang masih baru mencoba untuk memecahkan masalah tanpa menganalisisnya. 5. Membantu keamanan (aid to security) Dokumentasi yang berisi dengan fakta terkumpul dapat diibaratkan sebagai bestek rancangan gedung yang telah digambar oleh arsitek dan telah dihitung oleh insinyur teknik sipil. Analisis Sistem Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Teknologi yang digunakan di sistem lama 7. pemrogram komputer. Membantu pelatihan (aid to training) Pelatihan akan lebih efektif bila dilampiri dengan bahan-bahan yang diperlukan secara tertulis. operator dan pemakai sistem d. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan Data ini dapat diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan pada suatu kegiatan. Kesalahan-kesalahan melakukan kegiatan di sistem lama 3. . atau ada perubahan-perubahan yang perlu dilakukan atau misalnya gedung sudah dibuat mengalami kerusakan-kerusakan. e. maka dengan adanya dokumentasi. Bila gedung yang akan dibangun tidak sesuai dengan keinginan pemakai. Kebutuhan-kebutuhan informasi pemakai sistem/manajemen 3. Elemen-elemen data 6. 2. Selain itu juga dapat membantu komunikasi antara analis. Fakta-fakta yang perlu didokumentasikan dari hasil penelitian sistem lama adalah sebagai berikut ini : 1. Formulir-formulir dan laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem lama. Membantu analisis (aid to analysis) Data yang dicatat dalam bentuk tabel atau bagan memungkinkan sistem akan lebih mudah dipahami dan dianalisis c. Membantu komunikasi (aid to communication) Formulir-formulir standar akan membantu anggota-anggota tim analis untuk berkomunikasai dengan efektif satu dengan yang lainnya.

Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam : Apa yang dikerjakan ? Bagaimana mengerjakannya ? Siapa yang mengerjakannya ? Dimana dikerjakannya ? Menganalisis kelemahan sistem sebaiknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan : Mengapa dikerjakan ? Perlukah dikerjakan ? Apakah telah dikerjakan dengan baik ? Tentu saja pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam langkah menganalisis hasil penelitian ini lebih terinci lagi dibandingkan dengan yang didaftar di atas. selanjutnya analis sistem akan dapat melakukan analisis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan dari sistem yang ada. Wilkinson memberikan sasaran yang harus dicapai untuk menentukan kriteria penilaian sebagai berikut : Relevance (sesuai kebutuhan) Capacity (kapasitas dari sistem) Efficiency (efisiensi dari sistem) Timeliness (ketepatan waktu menghasilkan informasi) Accessibility (kemudahan akses) Flexibility (keluwesan sistem) Accuracy (ketepatan nilai dari informasi) Reliability (keandalan sistem) Security (keamanan dari sistem) Economy (nilai ekonomis dari sistem) Simplicity (kemudahan sistem digunakan) Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dan kriteria-kriteria ini. . Sebagai tambahan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kriteria yang tepat ini dapat diperoleh dari sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru supaya efisien dan efektif.10 Analisis Sistem MENGANALISIS KELEMAHAN SISTEM Analis sistem perlu menganalisis masalah yang terjadi untuk dapat menemukan jawaban apa penyebab sebenarnya dari masalah yang timbul tersebut. suatu kriteria yang tepat masih diperlukan untuk menilai sistem yang lama.

Menganalisis Pengukuran Pekerjaan Untuk menganalisis pengukuran pekerjaan ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini : apakah kebijaksanaan dan prosedur telah dipahami dan diikuti ? apakah produktifitas karyawan memuaskan ? apakah unit-unit organisasi telah bekerja sama dan terkoordinasi dengan baik menjaga arus data dengan lancar ? apakah masing-masing kegiatan telah mencapai sasarannya ? apakah terjadi operasi-operasi yang tumpang tindih ? seberapa perlu hasil dari tiap-tiap operasi ? apakah tedapat operasi yang menghambat arus data ? apakah volume puncak dari data dapat ditangani dengan baik ? apakah terdapat standar kinerja yang baik dan selalu dimutakhirkan ? Menganalisis Keandalan Keandalan menunjukkan banyaknya kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam suatu kegiatan.11 Analisis Sistem Menganalisis Distribusi Pekerjaan Distribusi dari pekerjaan menunjukkan beban dari masing-masing personil atau unit organisasi dalam menangani kegiatan yang sama. Semakin andal berarti semakin sedikit kesalahan yang dilakukan. Untuk keperluan menganalisis distribusi dari pekerjaan dapat digunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini : apakah tugas dan tanggungjawab telah didefinisikan dan diterapkan dengan jelas ? apakah tugas dan tanggungjhwab telah didistribusikan dengan efektif untuk masing-masing personil dan unit-unit organisasi ? dengan mengetahui beban dari masing-masing personil. Untuk menganalisis keandalan ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaanpertanyaan berikut : Apakah jumlah kesalahan yang terjadi di masing-masing operasi diminimumkan ? Apakah operasi-operasi telah direncanakan dengan baik dan terkendali ? . maka dapat ditentukan personil mana yang masih dapat diberi tambahan beban dan personil mana yang harus dikurangi bebannya untuk dialihkan ke personil lain yang masih kurang bebannya.

Tugas lain dari analis sistem yang masih diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi. catatan-catatan dan laporan-laporan ? Menganalisis Teknologi Untuk menganalisis teknologi yang sudah digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : apakah fasilitas dari sistem informasi (dalam bentu personil. peralatan dan fasilitas lainnya) cukup untuk menangani volume rata-rata data tanpa terjadi penundaan yang berarti ? MENGANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI PEMAKAI/MANAJEMEN Walaupun menganalisis kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu. . yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis. tetapi tugas ini saja belumlah cukup.12 Analisis Sistem Menganalisis Dokumen Untuk menganalisis dokumen yang digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : seberapa perlu dokumen-dokumen yang ada ? apakah masing-masing dokumen telah dirancang untuk penggunaan yang efektif ? apakah tembusan-tembusan dari dokumen perlu ? Menganalisis Laporan Untuk menganalisis laporan yang sudah dihasilkan oleh sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : dapatkah laporan-laporan dipersiapkan dengan mudah dari file dan dokumendokumen yang ada ? apakah terdapat duplikasi di file.

Pihak manajemen bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari temuan-temuan dan analisis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laporan ini.. 3. Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem di dalam tahap analisis sistem ? 3.13 Analisis Sistem 4. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 1991 Raymond McLeod.G. Sebutkan dan jelaskan definisi analisis sistem menurut persepsi anda ! 2. Design. Prentice Hall. Analysis. 1979 . Prentice Hall. John G. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Mengapa penelitian harus direncanakan jadwalnya ? jelaskan ! DAFTAR PUSTAKA 1. Burch. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan. 1992. 1990.T. Mengapa memahami kerja dari sistem yang ada/berjalan diperlukan ? jelaskan ! 5. Sixth Edition. Second Edition. 1988 I. John Wiley & Sons. Boyd & Fraser Publishing Company. Mengapa identifikasi penyebab masalah merupakan tahap yang paling penting dalam tahap analisis sistem ? jelaskan dengan ilustrasi ? 4. Jr. J. Second Edition. 2. Introduction Systems Analysis and Design. Burch. Hawryszkiewycz. Jogiyanto. tugas berikutnya dari analis sistem dan timnya adalah membuat laporan hasil analisis. Jr. 6. The Practical Guide to Structured Systems Design. 4. Felix R. Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah : pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi) EVALUASI 1. and Implementation. Second Edition. 5. Yourdon Press. 1979 Meilir Page-Jones. Information Systems : Theory and Practice. System. ANDI OFFSET Yogyakarta. Strater. Prenctice Hall. Laporan ini diserahkan kepada steering committe (komite/panitia pengarah pengembangan sistem) yang nantinya akan diteruskan ke manajemen. Gary Grudnistski.

input. yaitu desain sistem secara umum (general systems design) dan desain sistem terinci (detailed systems design) desain sistem secara umum disebut juga dengan desain secara makro (macro design). Mahasiswa memahami konsep desain sistem 2.5 Desain Teknologi 6. Tahap ini disebut dengan desain sistem (systems design).3 Desain Database 5. Desain sistem terinci disebut juga dengan desain sistem secara phisik (physical system design) atau desain internal (internal design). Tekanan-tekanan Desain TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Pengertian.1 Desain Sistem Secara Umum MODUL 3 DESAIN SISTEM SECARA UMUM MATERI 1. Tujuan Desain Sistem 4. database. Arti Desain Sistem 3. Mahasiswa memahami tekanan-tekanan dalam desain sistem Pendahuluan Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan. Tujuan dan Tahapan Desain Sistem serta Personil yang Terlibat dan Tekanan-tekanan Dalam Desain Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. tahapan desain sistem secara umum mulai dari output. . Desain Sistem Secara Umum 5. Mahasiswa mampu untuk memahami tujuan. Personil Yang Terlibat 5. kontrol sampai arsitektur komputer 3.4 Desain Kontrol 5. maka analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian. Pendahuluan 2.2 Desain Input 5.1 Desain Output 5. proses.

akhirnya desain sistem dapat diartikan sebagai berikut : 1. Ini berarti bahwa data harus mudah ditangkap. Persiapan untuk rancang bangun implentasi 4.2 Desain Sistem Secara Umum Arti Desain Sistem Dari sekian banyak yang memberikan pengertian mengenai arti desain sistem. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 2. Desain sistem harus berguna. . termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional 3. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem Tujuan Desain Sistem Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama. Tujuan kedua ini lebih condong pada desain sistem yang terinci. 3. yaitu sebagai berikut : 1. Sistem dibentuk dapat berupa penggambaran. yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan progam komputernya. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk 5. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi 6. metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan. analis sistem harus dapat mencapai sasaran-sasaran sebagai berikut : 1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem 2. 2. mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Untuk mencapai tujuan ini.

Pemakai sistem juga seharusnya menilai arus percakapan dari dialog layar terminal. maka pemakai sistem seharusnya juga terlibat dalam tahap desain sistem. pengolahan dari data tersebut dan distribusi informasinya. Hasil dari ketidak-terlibatan pemakai sistem ini akan mengakibatkan kurang puasnya pemakai sistem terhadap cara sistem bekerja (bahkan sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan pemakai). Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal. spesialis komunikasi data (data communications specialists) dan lain sebagainya.3 Desain Sistem Secara Umum 4. . perangkat keras. seperti misalnya : . Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. metode-metode. . Personil Yang Terlibat Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personil-personil teknik lainnya. setelah arsitek selesai melakukan analisis.Pemakai sistem juga seharusnya menilai cara penangkapan data. maka arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah. Akan tetapi bagaimana di tahap desain sistem ini ? banyak analis sistem yang mendesain sistem informasi tanpa partisipasi yang berarti dari pemakai sistem.pemakai sistem seharusnya mengkaji ulang tata letak (layout) dari semua laporan-laporan dan bentuk-bentuk tampilan di layar terminal. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen. perangkat lunak dan pengendalian intern. prosedur-prosedur. simpanan data. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi. Bagaimana dengan pemakai-pemakai sistem (users) ? apakah pemakai sistem juga harus terlibat dalam tahap ini ? banyak orang yang setuju bahwa keterlibatan pemakai sistem sangat penting selama tahap analisis sistem. personil penjamin kualitas (quality assurance personil). Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Oleh karena alasan ini. orang-orang. Pemakai sistem paling tidak dapat mengkaji ulang komponen-komponen sistem informasi yang didesain. Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon . Desain Sistem Secara Umum Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. seperti misalnya spesialis pengendalian (controls specialists).

Disamping itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimpan di suatu media seperti tape. Analisis sistem dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk physical systems dan logical model. disk atau kartu. laporan-laporan. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat berbentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukkan urut-urutan kegiatan dari sistem informasi berbasis komputer ini. Komponen sistem informasi yang didesain adalah : Desain Output Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemrogram. Seringkali gambar bagan alir sistem untuk sistem informasi juga dapat digabung dengan bagan alir formulir dalam perusahaan untuk menunjukkan hubungan dan prosedur antara sistem informasi dengn sistem-sistem lainnya di perusahaan. hard disk. Simbol-simbol bagan allir sistem ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya. Logical model dapat digambar dengan menggunakan diagram arus data (data flow diagram). Istilah output ini kadang-kadang membingungkan. Pengolahan data dari sistem informasi berbasis komputer membutuhkan metode-metode dan prosedur-prosedur. karena output dapat terdiri dari macammacam jenis. Logical model dari sistem informasi lebih menjelaskan kepada user bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logika akan bekerja. bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sispil yang akan membangun rumah ini. Metode-metode dan prosedur-prosedur ini merupakan bagian dari model sistem informasi (model prosedur) yang akan mendefinisikan urut-urutan kegiatan untuk menghasilkan output dari input yang ada. Sketsa dari physical systems dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan. seperti simbol terminal. Yang akan dimaksud dengan . microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar video). Desain terinci yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah. Output dapat berupa hasil di media keras (seperti misalnya kertas. Suatu prosedur merupakan rencana tahap demi tahap untuk menerapkan suatu metode. Metode (method) adalah suatu cara untuk melakukan suatu kegiatan. Pada tahap desain secara umum. Arus dari data di diagram arus data dapat dijelaskan dengan menggunakan kamus data (data dictionary).4 Desain Sistem Secara Umum pemakai rumah. Arsitek belum akan menggambar detail bangunannya dengan ukurannya terinci sebelum bentuk dan susunan rumah itu sendiri disetujui oleh calon pemakai rumah. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical systems.

. Banyak output ekstern ini dibuat di formulir yang sudah tercetak sebelumnya (preprinted form) dan sistem informasi hanya menambahkan bagian-bagian tertentu yang masih harus diisi. distribusinya dan periode output. yaitu : 1. TIPE OUTPUT Output dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe. media yang digunakan.5 Desain Sistem Secara Umum output pada tahap desain ini adalah output yang berupa tampilan di media keras atau di layar video. alat output yang digunakan. jumlah tembusannya. formatnya. Menentukan kebutuhan output dari sistem baru Output yang akan didesain dapat ditentukan dari diagram arus data. tabel atau pabrik. Contoh output ekstern adalah faktur. maka output berupa grafik juga mulai banyak dihasilkan. DAD. Parameter ini meliputi tipe dari output. Output di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses ke proses lainnya. tanda terima pembayaran dan lain sebagainya. LANGKAH-LANGKAH DESAIN OUTPUT SECARA UMUM Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. sistem baru yang telah dibuat. laporan-laporan ringkasan dan laporan-laporan lainnya. 2. FORMAT OUTPUT Bentuk atau format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative). Output Ekstern (external output) Adalah output yang akan didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel. terutama ooutput untuk keperluan manajemen tingkat menengah ke atas. Menentukan parameter dari output Setelah output-output yang akan didesain telah dapat ditentukan. Output jenis ini dapat berupa laporan-laporan terinci. Akan tetapi sekarang dengan kemampuan teknologi komputer yang dapat menampilkan bentuk grafik. Output ini akan tetap tinggal di dalam perusahaan dan akan disimpan sebagai arsip atau dimusnahkan bila sudah tidak digunakan lagi. 2. Output Intern (internal output) Adalah output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. maka parameter dari output selanjutnya juga dapat ditentukan. check.

Alat input langsung merupakan alat input yang langsung dihubungkan dengan CPU. biasanya juga akan berpikir tentang alat input (input device) yang akan digunakan. 2. PROSES INPUT Tergantung dari alat input yang digunakan. Pemasukan data (data entry) Merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer. proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama. semacam keyboard. touch screen dan lain sebagainya. misalnya KTC (key-to-card). card reader dan lain sebagainya. Contoh proses input : . mouse. Alat input dapat digolongkan ke dalam 2 golongan. yaitu alat input langsung (online input device). misalnya adalah keyboard.6 Desain Sistem Secara Umum Desain Input Bila berpikir tentang input. Penyiapan data (data preparation) Yaitu mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form. Dokumen dasar merupakan bukti transaksi. KTT (key-to-tape) dan KTD (key-to-disk). yaitu : 1. pita magnetik atau disk magnetik) 3. Alat input tidak langsung adalah alat input yang tidak langsung dihubungkan dengan CPU. misalnya kartu plong. Penangkapan data (data capture) Merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang dilakukan oleh organisasi ke dalam dokumen dasar.

Dua tahapan utama proses input yang menggunakan alat input langsung TIPE INPUT Input dapat dikelompokkan ke dalam : 1.7 Desain Sistem Secara Umum Gambar. Umumnya dokumen dasar yang akan didesain adalah dokumen dasar untuk data capture input intern. Tiga tahapan utama proses input yang menggunakan alat input tidak langsung Gambar. seperti misalnya faktur pembelian. Untuk tahap desain input secara umum. 2. kwitansi-kwitansi dari luar organisasi. seperti misalnya faktur penjualan. kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input di alat input. order penjualan dan lain sebagainya. Input intern (internal input) Adalah input yang berasal dari dalam organisasi. yang perlu . Input ekstern (external input) Adalah input yang berasal dari luar organisasi. LANGKAH-LANGKAH DESAIN INPUT SECARA UMUM Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data.

Langkah-langkah ini adalah sebagai berikut : 1. maka parameter dari file selanjutnya juga dapat ditentukan. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database system.periode input Desain Database Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Untuk tahap desain database secara umum. Menentukan kebutuhan input dari sistem baru Input yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat. maka parameter dari input selanjutnya juga dapat ditentukan.alat input yang digunakan . dokumen dasar atau bentuk isian di alat input (dialog layar terminal) .8 Desain Sistem Secara Umum dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain secara rinci tersebut.sumber input . Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi.volume input .bentuk dari input. Menentukan parameter dari file database Setelah file-file yang dibutuhkan telah dapat ditentukan. Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacammacam di dalam suatu organisasi.jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan distribusinya . Parameter ini meliputi : . karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. 2. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru File yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat. Parameter ini meliputi : . File-file database yang dibutuhkan oleh sistem dapat dilihat pada desain model yang digambarkan dalam bentuk diagram arus data. yang perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan oleh sistem informasi. 2. Menentukan parameter dari input Setelah input-input yang akan didesain telah dapat ditentukan. Langkah-langkah desain database secara umum adalah sebagai berikut : 1. Input di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu kesatuan luar ke suatu proses dan bentuk tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses memasukkan data.

ISAM atau file akses langsung) atau organisasi database (struktur berjenjang jaringan atau hubungan. Dalam pengembangan suatu sistem informasi. file sementara dan lain sebagainya media file : hard disk. file transaksi. Suatu sistem harus dapat melindungi dirinya sendiri. Pengendalian intern juga dapat digunakan untuk melacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi sehingga dapat dikoreksi. Desain Kontrol Suatu sistem merupakan subyek dari mismanajemen. Apabila sistem tersebut dilengkapi dengan suatu pengendalian yang berguna untuk mencegah atau menjaga hal-hal yang negatif tersebut. Pengendalian yang baik merupakan cara bagi suatu sistem informasi untuk melindungi dirinya dari halhal yang merugikan. Pengendalian dokumentasi Dokumentasi ini penting untuk keperluan-keperluan sebagai berikut : a. diskette atau pita magnetik organisasi dari file : apakah file tradisional (file urut. Pengendalian dalam sistem informasi dapat dikategorikan lebih lanjut ke dalam pengendalian umum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control). analis dan perancang sistem harus memikirkan pengendalian yang ada atau yang akan diterapkannya. Pengendalian yang diterapkan pada sistem informasi sangat berguna untuk tujuan mencegah atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahankesalahan atau kecurangan-kecurangan).9 Desain Sistem Secara Umum - - tipe dari file : file induk. Pengendalian organisasi Pengendalian organisasi ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemisahan tugas (segregatian of duties) dan pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibilities) yang tegas. PENGENDALIAN SECARA UMUM Pengendalian secara umum merupakan pengendalian diluar aplikasi pengolahan data yang terdiri dari : 1. kecurangan-kecurangan dan penyelewengan-penyelewengan umum lainnya. Mempelajari cara mengoperasikan sistem . 2. Field kunci dari file. Sistem informasi sebagai sistem yang terbuka (open system) tidak bisa dijamin sebagai suatu sistem yang bebas dari kesalahan-kesalahan atau kecurangan-kecurangan. kesalahan-kesalahan. maka sistem akan dapat terus melangsungkan hidupnya.

pemeriksaan validitas (validity check) dan pemeriksaan kesalahan lain-lain (miscellaneous errors check). pemeriksaan baca ulang (dual read check). Sebagai bahan training Dasar pengembangan sistem lebih lanjut Dasar bila akan memodifikasi atau memperbaiki sistem di kemudian hari Materi acuan bagi pemeriksa sistem Dokumentasi yang ada diantaranya dapat berupa : a. d. d. Pengendalian perangkat keras Pengendalian perangkat keras (hardware control) merupakan pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu (built in) oleh pabrik pembuatnya. Bila . Pengendalian perangkat keras dapat berupa pemeriksaan pariti (parity check).10 Desain Sistem Secara Umum b. Dokumentasi program sangat dibutuhkan oleh programmer bila akan memodifikasi atau mengembangkan program. c. prosedur penggunaan file. c. b. seperti misalnya prosedur pengetesan program. Pengendalian keamanan fisik Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan terhadap perangkat keras. Dokumentasi sistem Menunjukkan bentuk dari sistem pengolahan data yang digambarkan dalam bagan alir sistem (system flowchart) atau diagram arus data. e. e. prosedur pembuatan backup dan restore dan lain sebagainya. Dokumentasi data banyak dibutuhkan oleh Database Administrator dan pemeriksa sistem. perangkat lunak dan manusia di dalam perusahaan. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras (hardware mulfunction). Dokumentasi data dapat dalam bentuk kamus data. Dokumentasi operasi Berisi penjelasan-penjelasan cara dan prosedur-prosedur mengoperasikan program. pemeriksaan gaung (echo check). 4. Dokumentasi program Menggambarkan logika dari program dalam bentuk bagan alir program (program flowchart) atau dalam bentuk tabel keputusan (decision table) atau dalam bentuk structured chart serta cetakan program. pemeriksaan baca setelah rekam (read after write check). 3. Dokumentasi data Berisi definisi-definisi dari item-item data di dalam database yang digunakan oleh sistem informasi. Dokumentasi ini sangat berguna bagi operator. Dokumentasi prosedur Dapat berisi prosedur-prosedur yang harus dilakukan pada suatu keadaan tertentu.

Kesalahan pengolahan dapat terjadi karena program aplikasi yang digunakan untuk mengolah data mengandung kesalahan. 2.hilangnya harta kekayaan milik perusahaan 5. Beberapa cara pengendalian telah banyak diterapkan untuk maksud ini. Pengendalian aplikasi (application control) dapat dikategorikan ke dalam : 1.hilangnya atau menurunnya pelayanan kepada langganan . terkumpul semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahannya.membahayakan sistem . rusak dan tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. maka dapat mengakibatkan : . Pengendalian pengolahan (processing control) Tujuan dari pengendalian pengolahan ini adalah untuk mencegah kesalahankesalahan yang terjadi selama proses pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan ke dalam komputer. Pengendalian komunikasi Jika sistem informasi menggunakan suatu network komunikasi untuk mentransmisikan data dari satu tempat ke tempat lain. PENGENDALIAN APLIKASI Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang diterapkan selama proses pengolahan data berlangsung. Pengendalian masukan (input control) Mempunyai tujuan untuk meyakinkan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap. diantaranya : dipergunakan data log proteksi file pembatasan pengaksesan (access restriction) data backup dan recovery 6. Pengendalian keamanan data Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap data yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak hilang.11 Desain Sistem Secara Umum pengendalian keamanan fisik tidak dilakukan secara mestinya.menurunnya operasi kegiatan . . Pengendalian komunikasi dimaksudkan untuk menangani kesalahan selama proses mentransmisikan data dan untuk menjaga keamanan dari data selama pengiriman data tersebut. Pengendalian ini ditujukan untuk menangani kesalahan transmisi dan keamanan data sewaktu transmisi. analis sistem harus memikirkan pengendalian untuk ini.

di dalam suatu bentuk grafik atau gambar c. karakter khusus dan simbol-simbol lain b. Alat pemroses terdiri dari central processor unit (CPU) dan main memory.12 Desain Sistem Secara Umum 3. 2. yaitu perangkat keras (hardware). Desain Teknologi Teknologi digunakan untuk menerima input. Image. TEKNOLOGI PERANGKAT LUNAK Perangkat lunak dapat dikategorikan ke dalam : a. Alat pemroses Adalah alat dimana instruksi-instruksi program diproses untuk mengolah data yang dimasukkan lewat alat input yang hasilnya akan ditampilkan di alat output. 3. Alat masukan Alat masukan (input device/input unit/ input equipment) adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan data juga untuk memasukkan program. 4. menyimpan dan mengakses data. dalam bentuk musik atau omongan d. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama. yaitu dalam bentuk hard copy dan dalam bentuk soft copy. Dalam bentuk hard copy yang paling banyak dilakukan adalah berbentuk laporan yang dicetak menggunakan alat cetak (printer) dan dalam bentuk soft copy yang paling umum adalah berbentuk tampilan di layar terminal. Alat output Output yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke dalam : a. Tulisan. dalam bentuk simbol yang hanya dapat dibaca dan dimengerti komputer. Suara. kata. Pengendalian keluaran (output control) Keluaran (output) yang merupakan produk dari pengolahan data dapat disajikan dalam dua bentuk utama. menjalankan model. Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Simpanan luar dapat digolongkan ke dalam direct-access storage device (DSSD) atau alat simpanan pengaksesan langsung dan sequential-access storage device (SASD) atau alat simpanan pengaksesan urut. angka. Simpanan luar. Perangkat lunak sistem operasi (operating system) Yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan dari sistem komputer . terdiri dari huruf. perangkat lunak (software) dan teknisi (humanware atau brainware). TEKNOLOGI PERANGKAT KERAS Teknologi perangkat keras komputer dapat terdiri dari : 1. menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

Untuk perangkat lunak. dapat mencetak laporan di printer komputer yang lain. Perangkat lunak bahasa (language sofware) Yaitu program yang digunakan untuk menterjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer c. jumlah dari teknologi dapat ditentukan darai waktu yang tersedia dan waktu standar masing-masing operasi yang akan menggunakan teknologi ini. pedal gas dan lain sebagainya). dapat memberi berita ke komputer yang lain walaupun berlainan area. Untuk perangkat lunak. pedal rem. a. Menentukan jenis teknologi untuk sistem baru Untuk teknologi perangkat keras. kendali kemudi (kemudi. gandar-gandar dan suatu mesin yang terbentuk dari suatu unit tenaga. analis sitem harus menentukan terlebih dahulu peralatan apa yang akan digunakan di masing-masing proses dalam sistem informasi. Dengan network. Semua mobil terdiri dari blok-blok bangunan yang sama. Perangkat lunak aplikasi (application software) Yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu. roda-roda. analis sistem harus mempertimbangkan design forces yang ada dan bagaimana tekanan-tekanan ini mempengaruhi proyek sistem informasi. Ambilah contoh desain suatu mobil sebagai analoginya. komputer yang satu dapat menggunakan data di komputer yang lain. sumber energi. Supaya sukses. yaitu sebuah bodi mobil. analis sistem dapat menentukan terlebih dahulu jenis kebutuhan dari system software dan application software. Akan tetapi karena adanya . TEKNOLOGI KOMUNIKASI DATA Network adalah jaringan dari sistem komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi dan alat komunikasi membentuk satu sistem. yang perlu dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi jenis dari teknologi yang dibutuhkan dan jumlahnya yang diperlukan oleh sistem informasi. b. jumlah dari teknologi ini dapat ditentukan dari jumlah perangkat keras yang dibutuhkan.13 Desain Sistem Secara Umum b. Menentukan jumlah dari teknologi Untuk perangkat keras. transmisi-transmisi dan gear-gear. interiornya. Dalam tahap desain teknologi secara umum. instrumen-instrumennya. Tekanan-tekanan Desain Tekanan-tekanan desain (design forces) adalah tekanan-tekanan (forces) yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu sistem informasi supaya dapat mengenai sasarannya.

alat-alat lainnya. akurat. Oleh karena itu. dimanipulasi dan ditransmisikan dengan cepat. bahasa komputer dan cara-cara lain supaya user dapat bertukar input dan output dengan mesin. Dengan kemampuan teknologi komunikasi yang sekarang ada. bentuk dan isi dari blok-blok bangunan mobil ini telah berubah dari waktu ke waktu. relevan kepada semua komponen organisasi. Suatu sistem informasi yang ada di antara unit-unit organisasi atau departemendepartemen harus dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan baik. maka jumlah data yang besar yang berasal dari lokasi lokal atau lokasi jarak jauh dapat ditangkap. Integrasi ini perlu. sistem informasi yang terpadu perlu dirancang di dalam organisasi. Sebagai misalnya. karena organisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan unit sistem. Jalur pemakai/sistem (user/system interface) Sistem informasi berbasis komputer semakin melibatkan interaksi langsung antara manusia sebagai pemakai sistem dengan mesin. Perancang sistem informasi juga harus memperhatikan sejumlah design forces yang mempengaruhi kerjanya. Secara ideal. Semua data ini kemudian dapat disimpan di database dalam direct access storage device (misalnya hard disk) yang dapat diakses lewat terminal-terminal baik di lokasi lokal atau lokasi jarak jauh tersebut. Setelah pabrikpabrik mobil ini berhenti merancang mobil tersebut dan mulai merancang kembali dengan memperhatikan design forces. desain dari database harus menyimpan semua data yang ada dalam suatu simpanan yang tunggal untuk keperluan semua orang atau departemen yang mempunyai hak untuk mengaksesnya. Database dan teknologi merupakan blok bangunan sistem informasi kunci untuk mencapai integrasi ini. cross-functional. yaitu : Integrasi (integration) Sistem informasi harus didesain terpadu diantara unit-unit di dalam organisasi. . Sasaran dari sistem informasi adalah untuk menyediakan informasi multilevel. keamanan yang ditingkatkan dan pemakaian bahan bakar yang harus lebih hemat memaksa mobil untuk didesain kembali keseluruhannya. keyboard. Elemen yang kritis dari desain sistem ini adalah jalur pemakai (user interface). Beberapa industri mobil beberapa tahun yang lalu kurang memperhatikan pada pemenuhan selera pasar dan banyak yang merancang mobil yang tidak dapat diterima oleh konsumen. Kesadaran akan design forces dan mengikutinya dengan pasti telah mengembalikan pabrik-pabrik mobil ini kepada operasi yang menguntungkan. pengendalian polusi. tepat waktu.14 Desain Sistem Secara Umum sejumlah tekanan-tekanan desain. Elemen-elemen data ini secara logika telah terintegrasi dalam suatu database yang umum. Teknologi komunikasi data dapat diterapkan untuk maksud integrasi ini. Jalur ini terdiri dari layar terminal. mereka mendapatkan kembali jalur pemasarannya.

sehingga user menjadi jemu dan kehilangan konsentrasinya. pencegahan kesalahan . sedang memproses sekitar 50 detik”. Desain sistem harus mempertimbangkan pengendalian kesalahan ini yang dapat berupa sebagai berikut : a. seringkali mengalami kesulitan atau tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan berikutnya. 3. Umpan balik Dalam sistem online. maka sebaiknya ditampilkan berita “Tunggu sebentar. 4. yaitu waktu antara saat user memasukkan data dengan respon yang diberikan oleh sistem. konsisten dan harus mudah dikontrol oleh user. Berikut ini merupakan elemen-elemen yang harus dipertimbangkan dalam desain untuk memenuhi user interface : 1. 2. sehingga user mengetahui bahwa sistem sedang bekerja dan tidak mengira bahwa sistem macet (hang). Jika waktu respon melebihi 10 detik. katakanlah 50 detik. tidak melompat-lompat dan tidak berisi dengan informasi yang tidak relevan. Terdapat beberapa pedoman untuk hal ini. Desain Layar Suatu desain layar yang baik harus jelas. yaitu sistem akan menampilkan bantuan bila diinginkan oleh user pada posisi-posisi tertentu di layar. Query Secara query.15 Desain Sistem Secara Umum Terdapat beberapa pilihan untuk mendesain user interface dan pemilihan ini tergantung pada faktor-faktor semacam pengalaman serta tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh user. Sebagai misalnya suatu sistem sedang melakukan perhitungan yang cukup lama. Context sensitive help merupakan bantuan yang sering banyak digunakan sekarang. Masalah umum yang sering terjadi adalah response time yang lama. Pengendalian kesalahan Pengendalian kesalahan (control error) juga merupakan aspek yang penting dalam user interface. Desain sistem yang baik harus menyediakan cara bagaimana user dapat meminta bantuan kepada sistem untuk menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh user. pemakai sistem dapat mengakses data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun tidak tersedia program aplikasinya. aspek yang penting dalam umpan balik (feed back) adalah waktu respon (response time). yaitu sistem harus fleksibel. suatu berita seharusnya ditampilkan secara periodik yang menunjukkan kepada user bahwa sistem sedang bekerja. 5. Bantuan Pada waktu user sedang mengoperasikan sistem.

16

Desain Sistem Secara Umum

sedapat mungkin, sistem harus menyediakan instruksi yang jelas kepada user tentang apa yang harus dilakukan sehingga user tidak melakukan kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Misalnya sistem dapat menampilkan instruksi “Nilai yang sah adalah diantara 1-25” pada waktu user memasukkan unit barang yang dijual. b. pendeteksian kesalahan jika suatu kesalahan terjadi, sistem harus dapat mengidentifikasikan kesalahannya dengan jelas dan dapat menampilkan berita kesalahan ini, seperti misalnya “Fatal error, sistem diberhentikan” atau berita “kode salah!!!”. c. pembetulan kesalahan jika suatu data yang dimasukkan salah sebelum data ini diolah, maka sistem harus dapat memberi kesempatan kepada user untuk dapat mengkoreksinya. Demikian juga bila data yang salah terlanjur direkamkan ke database, maka sistem juga harus dapat menyediakan cara untuk membetulkannya. 6. Desain workstation Banyak penelitian ergonomics (ergo = kerja, nomics = studi tentang, ergonomics = studi tentang kerja) yang berhubungan dengan menggunakan sistem komputer yang dihubungkan dengan aspek fisik semacam desain dari mebel, tata letak kantor, suara dan penerangan. Untuk desain workstation, beberapa hal perlu dipertimbangkan, yaitu mengenai ukuran, warna dan posisi tampilan di layar terminal, ukuran-ukuran dari mebel dan tata letak keyboard. Desain workstation ini akan mempengaruhi kenyamanan dan kelelahan dari kerja user.

Tantangan-tantangan persaingan (competitive forces) Sekarang ini organisasi telah masuk kedalam era persaingan yang tajam. Organisasi yang ingin bertahan dan sekaligus berkembang di masa mendatang harus memikirkan persaingan ini. Informasi merupakan salah satu senjata yang dapat membantu organisasi untuk bersaing. Desain dari sistem informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan persaingan (competitive environments) yang ada. Lingkungan-lingkungan persaingan ini dapat berupa manajemen, aneka ragam produk dan jasa, dan produktifitas. Sistem informasi harus dapat menyediakan informasi bagi manajemen untuk melakukan kegiatannnya. Aneka ragam produk dan jasa (product and service differentiation) dapat berupa inovasi baru, harga produk atau jasa, kualitas, garansi purna jual dan jasa-jasa lainnya. Sekarang ini banyak organisasi yang menggunakan sistem informasi untuk dapat menguasai aneka ragam dan jasa yang dibutuhkan oleh pasar. Organisasi yang tidak mengambil bagian dari adaptasi persaingan ini akan tertinggal oleh pesaing-

17

Desain Sistem Secara Umum

pesaingnya. Sebagai contohnya adalah organisasi bank. Desain sistem informasi untuk organisasi ini harus memikirkan aneka ragam jasa yang dapat diterapkan, misalnya apakah perlu dipergunakan ATM sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih memuaskan kepada para nasabahnya untuk memenangkan persaingan. Sistem informasi juga harus dapat membantu dalam hal produktivitas organisasi baik produktivitas bagi manajemennya dan produktivitas bagi para pekerja lainnya. Dengan sistem informasi, produktivitas manajemen dapat ditingkatkan, misalnya dengan menyediakan cara penjadwalan yang lebih baik, pengurangan kerja-kerja teknis dan ketidak-efisienan lainnya. Produktivitas ulang laporan-laporan secara manual kembali, bagi personil-personil akuntansi dapat lebih produktif dengan menggunakan komputer dan lain sebagainya.

Kualitas dan kegunaan informasi (information quality and usability) Sistem informasi harus dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu tepat pada waktunya (timely), tepat nilainya (accurate) dan relevan (relevance). Untuk dapat menghasilkan hal ini, maka informasi tersebut haruslah berguna bagi yang akan memakainya.

Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) yang harus diperhatikan dalam mendesain sistem informasi adalah : a. Keandalan (reliability) Menunjukkan seberapa besar sistem dapat diandalkan untuk melakukan suatu proses yang dapat dipercaya dan dibutuhkan. b. Ketersediaan (availability) Berarti bahwa sistem mudah diakses oleh user c. Keluwesan (flexibility) Menunjukkan bahwa sistem mudah beradaptasi dengan memuaskan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan user yang berubah. d. Skedul instalasi (installation schedule) Terdiri dari periode waktu antara saat organisasi sadar untuk membutuhkan dan saat sistem informasi ini diterapkan. Selama waktu ini, analis sistem harus dapat mendesain sistem terbaik dalam batas waktu yang dibutuhkan. e. Umur diharapkan dan potensi pertumbuhan (life expectancy and growth potential)

18

Desain Sistem Secara Umum

Beberapa sistem tidak mempunyai umur yang diperkirakan, karena pada saat diterapkan sistem ini sudah usang. Seringkali juga sistem telah berhasil di instalasi dan berjalan dengan baik, tetapi karena sistem tidak mempunyai potensi untuk bertumbuh, maka sistem juga akan lekas usang. Sistem harus didesain sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemakai sistem, misalnya dikehendaki umur sistem harus paling sedikit 5 tahun dan mampu bertumbuh bila terjadi perubahanperubahan yang cukup signifikan.

f. Kemudahan dipelihara (maintainability) Setelah sistem diterapkan, maka sistem harus dipelihara (misalnya hal-hal yang tidak berfungsi harus dikoreksi, permintaan-permintaan khusus harus dipertemukan dan peningkatan-peningkatan sistem secara umum harus dilakukan). Kemudahan sistem untuk dirawat tergantung dari desainnya. Untuk mudah dirawat, desain harus menggunakan nama data dan bahasa pemrograman yang standar, pemrograman terstruktur dan moduler, konfigurasi sistem yang standar dan dokumentasi standar yang lengkap.

Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements) Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements) berhubungan dengan pekerjaan sistem secara terinci dan dapat terdiri sebagai berikut ini : a. Volume Volume menunjukkan volume data yang terlibat dalam pengolahan data. Volume menunjukkan jumlah dari data yang harus diproses dalam satu periode waktu tertentu. Untuk menghitung jumlah dari volume dapat dilakukan lewat banyaknya transaksi yang terjadi. Pengukuran lain dari volume dapat dilihat dari banyaknya suatu fungsi pengolahan harus dilakukan, misalnya suatu fungsi harus mengupdate 5 file serentak dengan jumlah record-nya sebanyak 100 record. b. Hambatan waktu pengolahan Hambatan waktu pengolahan menunjukkan jumlah dari waktu yang diijinkan atau yang dapat diterima saat data siap diproses sampai informasi dihasilkan. c. Permintaan perhitungan Permintaan perhitungan merupakan model-model matematik yang harus diterapkan (misalnya pemrograman linier) sehingga informasi dapat dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan oleh user.

untuk mengidentifikasikan dan memahami kebutuhan informasi bagi suatu organisasi yang tertentu. 3. atau perusahaan tansportasi berbeda dengan perusahaan manufaktur dalam bentuk informasi yang dibutuhkan. yaitu : 1. satu dengan yang lainnya kebutuhan informasinya juga berbeda. tanggungjawab terhadap manajemen persediaan dapat berada pada tanggungjawab departemen produksi di suatu organisasi atau dapat berada pada tanggungjawab departemen pembelian di organisasi lainnya. 4. perputaran persediaan dan kualitasnya. Departemen produksi biasanya lebih membutuhkan informasi mengenai ketersediaan persediaan. perusahaan asuransi. Dari struktur organisasinya. yaitu setiap manajer bertanggungjawab untuk area fungsi tertentu. pertama kali yang perlu dipahami adalah sifat organisasi tersebut.19 Desain Sistem Secara Umum Faktor-faktor organisasi (organizational factors) Terdapat lima buah faktor organisasi yang harus dipertimbangkan dalam desain sistem. tetapi untuk organisasi lainnya dapat berada pada tanggungawab departemen yang terpisah. sedang departemen pembelian lebih membutuhkan informasi mengenai harga persediaan dan informasi tentang pemasok. apakah departemen produksi atau departemen pembelian. yaitu beberapa manajer mempunyai tanggungjawab bersama terhadap suatu fungsi dan suatu proyek atau program kerja Untuk masing-masing tipe organisasi ini. semacam produksi. Struktur organisasi Struktur internal organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. 2. yaitu tiap-tiap manajer divisi bertanggungjawab terhadp semua fungsi dalam divisinya Organisasi matrik. pemasaran. Demikian juga dengan perusahaan perdagangan besar dengan perdagangan eceran juga berbeda kebutuhan informasinya. . Semakin besar organisasi. Misalnya perusahaan real estate. Oleh karena itu. Sebagai misalnya. personalia atau keuangan. Sifat organisasi Kebutuhan informasi untuk suatu organisasi dengan organisasi yang lainnya berbeda. Pengendalian mutu sebagai contoh yang lainnya untuk suatu organisasi dapat berupa tanggungjawab departemen produksi. maka dapat ditentukan departemen mana yang membutuhkan informasi persediaan ini. Tipe organisasi Tipe organisasi dapat dikategorikan sebagai berikut ini : organisasi fungsional. Ukuran organisasi Ukuran dari organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. Organisasi divisional. semakin banyak informasi yang dibutuhkan.

Lima macam kelayakan ini adalah kelayakan teknik (technical feasibility). Perlu diingat bahwa pada awalnya tidak semua manusia dalam organisasi tertarik dan mendukung pengembangan sistem informasi. karena kemungkinan apa yang direncanakan di tahap perencanaan sistem mungkin di tahap desain sistem mengalami perubahan-perubahan. lebih senang pada sistem informasi yang tersebar (decentralized). Gaya manajemen (management style) Gaya manajemen juga mempunyai pengaruh terhadap bentuk dari sistem informasi.20 Desain Sistem Secara Umum 5. Walaupun kelayakan-kelayakan ini telah dinilai pada tahap perencanaan sistem. maka yang dibeli tidak hanya sekadar bukunya saja. Untuk maksud ini. Faktor-faktor manusia (human factors) Analis sistem harus mencoba untuk dapat mendesain sistem yang dapat diterima oleh semua pemakainya. kelayakan operasi (operatioanl feasibility). Suatu organisasi mengembangkan sistem informasi bukan hanya menginginkan mendapatkan fisik dari sistem informasi itu saja. tetap dalam tahap desain sistem juga harus dipertimbangkan kembali. kelayakan ekonomi (economic feasibility). Kebutuhan-kebutuhan kelayakan (feasibility requirements) Lima macam kelayakan harus tetap diperhitungkan dalam desain sistem informasi. Sistem informasi yang didesain dengan memperhatikan faktor-faktor manusianya akan didapatkan sistem informasi dengan user interface yang baik dan dapat meningkatkan produktivitas pemakainya. Kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas (cost-effectiveness requirements) Jika membeli suatu encyclopedias atau misalnya membeli buku ini. tidak hanya satu atau dua orang pemakai saj. Dengan demikian desain sistem informasi perlu dipertimbangkan antara biaya untuk memperolehnya dengan manfaat informasi yang dihasilkan. sedang gaya manajemen yang demokratik (democratic). kelayakan hukum (law feasibility atau legal feasibility). tetapi adalah informasi yang terkandung di dalamnya. tetapi lebih dari itu yaitu informasi yang dihasilkan darinya. Gaya manajemen yang otokratik (autocratic) lebih senang dengan sistem informasi yang terpusat (centralized). dan kelayakan skedul (schedule feasibility). . tidak sebaliknya menyulitkan pemakai. Suatu sistem informasi dikembangkan dengan biaya yang tidak sedikit. sistem informasi harus dapat bersahabat dengan semua pemakainya.

1991 Raymond McLeod. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain input secara umum ! 7. The Practical Guide to Structured Systems Design. ANDI OFFSET Yogyakarta. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain database secara umum ! 8. Burch. 1988 I. Gary Grudnistski. John G. Sixth Edition. Information Systems : Theory and Practice. and Implementation. Introduction Systems Analysis and Design. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Prentice Hall. Yourdon Press. Jelaskan tujuan dari desain sistem secara umum ! 4. System. 6. 1992. Boyd & Fraser Publishing Company. Strater. 1979 Meilir Page-Jones. Jr. Langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan pada saat desain output secara umum ? jelaskan ! 5. Jogiyanto. Hawryszkiewycz. 4. 1979 . Second Edition. Design. Burch. 3. 1990. John Wiley & Sons. Prenctice Hall.T. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain teknologi secara umum ! 9. Second Edition.G. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan proses dari input ! 6. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Second Edition. Jelaskan maksud dan tujuan dari desain sistem ! 3.21 Desain Sistem Secara Umum EVALUASI 1. Prentice Hall.. 5. Jr. J. Jelaskan secara singkat tekanan-tekanan desain yang nantinya mempengaruhi kerja sistem apabila telah selesai ! DAFTAR PUSTAKA 1. Analysis. Jelaskan secara singkat jenis-jenis pengendalian secara umum ! 10. 2. Felix R. Jelaskan arti dari desain sistem ! 2.

1

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

MODUL 4 PENDEKATAN PERANCANGAN TERSTRUKTUR DAN DATA FLOW DIAGRAM
MATERI 1. Konsep Perancangan Terstruktur 2. Data Flow Diagram (DFD) 2.1 Komponen DFD 2.2 Bentuk DFD 2.3 Syarat Pembuatan TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Pendekatan Perancangan Terstruktur dengan Salah Satu Alat Bantunya DFD, serta Dapat Menggunakan DFD Secara Tepat TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa mengetahui konsep DFD serta bagaimana cara menggunakannya 2. Mahasiswa dapat menentukan kapan menggunakan secara tepat berdasarkan kelebihan dan kekurangan DFD 3. Mahasiswa diharapkan dapat membuat model sistem yang akan mereka kembangkan dengan DFD

1. Konsep Perancangan Terstruktur
Karena banyak terjadi permasalahan-permasalahan di pendekatan klasik, maka kebutuhan akan pendekatan pengembangan sistem yang lebih baik mulai terasa dibutuhkan. Sayangnya sampai sekarang masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa hanya dengan mengikuti tahapan di life cycle saja tidak akan membuat pengembangan sistem informasi menjadi berhasil. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan pengembangan sistem yang baru yang dilengkapi dengan beberapa alat dan teknik supaya membuatnya berhasil. Pendekatan ini yang dimulai dari awal tahun 1970 disebut dengan pendekatan terstruktur (structured approach). Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.

2

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep yang baru. Teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat elektronik adalah dua contoh dari konsep ini yang banyak digunakan di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan-permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya, sesuai dengan anggaran biaya pengembangannya, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan). Salah satu tools dan teknik dalam pengembangan sistem terstruktur adalah menggunakan DFD (Data Flow Diagram = Diagram Arus Data, DAD).

2. Data Flow Diagram (DFD)
Ide dari suatu bagan untuk mewakili arus data dalam suatu sistem bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1967, Martin dan Estrin memperkenalkan suatu algorima program dengan menggunakan simbol lingkaran dan panah untuk mewakili arus data. E. Yourdan dan L. L. Constantine juga menggunakan notasi simbol ini untuk menggambarkan arus data dalam perancangan program. G.E. Whitehouse tahun 1973 juga menggunakan notasi semacam ini untuk membuat model-model sistem matematika. Penggunaan notasi dalam diagram arus data ini sangat membantu sekali untuk memahami suatu sistem pada semua tingkat kompleksitasnya seperti yang diungkapkan oleh Chris Gane dan Trish Sarson. Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat membantu sekali di dalam komunikasi dengan pemakai sistem untuk memahami sistem secara logika. Diagram yang menggunakan notasi-notasi ini untuk menggambarkan arus dari data sistem sekarang dikenal dengan nama diagram arus data (data flow diagram, DFD). DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfile, harddisk, tape, diskette dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang cukup populer sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. Lebih lanjut DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.

3

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

Komponen DFD
1. 2. 3. 4. Beberapa komponen atau simbol yang digunakan DFD untuk maksu mewakili : external entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem) data flow (arus data) process (proses) data store (simpanan data)

KESATUAN LUAR Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini : a. Suatu kantor, departemen, atau divisi dalam perusahaan teatpi di luar sistem yang sedang dikembangkan b. Orang atau sekelompok orang di organisasis tetapi di luar sistem yang sedang dikembangkan c. Suatu organisasi atau orang uang berada di luar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok d. Sistem infromasi yang lain di luar sistem yang sedang dikembangkan e. Sumber asli dari suatu transaksi f. Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau suatu kotak dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal, juga dapat diberi identifikasi dengan huruf kecil di ujung kiri atas sehingga berbentu sebagai berikut :
a Langganan b Akuntansi c Pemasok d Gudang

h. g. Contoh penggambaran arus data yang tidak benar . Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem Tampilan atau output di layar komputer yang dihasilkan oleh sistem Masukan untuk komputer Komunikasi ucapan Surat-surat atau memo Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file Suatu isian yang dicatat pada buku agenda Transmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. Konsep paket dari data (packet of data) Bila dua atau lebih data mengalir dari suatu sumber yang sama ke tujuan yang sama. Data yang mengalir bersama-sama harus ditunjukkan sebagai satu arus data. f. i. maka harus dianggap sebagai suatu arus data yang tunggal. d. simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut ini : a. arus data yang mengalir dari kesatuan luar Langganan ke Proses Order Langganan adalah dengan nama order langganan Di dalam menggambar arus data di DFD perlu diperhatikan beberapa konsep penggambarannya sebagai berikut : 1. Mengapa ? karena dua atau lebih data tersebut mengalir bersama-sama sebagai suatu paket. c. b.4 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram ARUS DATA Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. a order langganan Langganan 1 Proses Order Langganan Gambar. e. walaupun misalnya terdiri dari beberapa dokumen. Arus data ini mengalir diantara proses (process). Nama dari arus data dituliskan disamping garis panahnya.

karena dua buah data yang mengalir bersama harus ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal Dua buah arus data ini. yaitu sebagai arus data order langganan dan pembayaran sebagai berikut ini a Langganan order langganan dan pembayaran 1 Proses Order Langganan Gambar. karena dua buah data yang mengalir bersama ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal.5 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram a Langganan order langganan 1 Proses Order pembayaran Langganan Gambar. Konsep arus data menyebar (diverging data flow) Arus data yang menyebar menunjukkan sejumlah tembusan dari arus data yang sama dari sumber yang sama ke tujuan yang berbeda. . arus data yang salah. Bila dua buah data ini akan ditangani oleh dua proses yang berlainan. yaitu order langganan dan pembayaran harus ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal. walaupun sumbernya sama. arus data yang benar. berarti mempunyai tujuan yang berbeda. maka dapat digambarkan sebagai berikut ini : 1 Proses Order a Langganan order langganan pembayaran 2 Proses penerimaan kas Langganan 2.

karena merupakan hasil dari tembusan arus data order penjualan. tembusan permintaan barang dan tembusan kredit merupakan arus data yang mempunyai struktur elemen yang sama.6 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 2 Proses pembuatan faktur tembusan 1 Proses penerimaan kas tembusan kredit 3 Proses verifikasi kredit order penjualan tembusan jurnal permintaan barang b Gudang Pada gambar terlihat bahwa arus data order penjualan mempunyai sebanyak 3 tembusan. Konsep arus data mengumpul (converging data flow) Arus data yang mengumpul menunjukkan beberapa arus data yang berbeda dari sumber yang berbeda bergabung bersama-sama menuju ke tujuan yang sama 1 Proses pembuatan faktur a pengiriman Langganan 2 Pembuatan slip pengepakan slip pengepakan faktur . yaitu tembusan untuk jurnal yang mengalir ke proses pembuatan faktur. Konsep arus data yang menyebar ini menunjukkan bahwa arus data tembusan jurnal. 3. tembusan permintaan barang yang mengalir ke kesatuan luar gudang dan tembusan kredit yang mengalir ke proses verifikasi kredit.

Arus data mengumpul ini jarang dibuat di DFD dan sebagai penggantinya dapat digambarkan sebagai berikut ini 1 Proses pembuatan faktur a Langganan 2 Pembuatan slip pengepakan slip pengepakan faktur 4. suatu proses hanya menunjukkan proses dari komputer. Notasi proses di DFD Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap meliputi berikut ini : . PROSES Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang. Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul : identifikasi nama proses atau identifikasi nama proses Gambar. sedang untuk logical data flow diagram (LDFD). Konsep sumber dan tujuan arus data Semua arus data harus dihasilkan dari suatu proses atau menuju ke suatu proses (dapat salah satu atau kedua-duanya. Konsep ini penting karena arus data adalah salah satu dari hasil suatu proses atau akan digunakan untuk melakukan suatu proses.7 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Arus data pengiriman merupakan hasil dari gabungan arus data faktur dan slip pengepakan. proses yang dapat dilakukan oleh orang. mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. mesin atau komputer. yaitu berasal dari suatu proses menuju ke bukan suatu proses atau berasal dari bukan suatu proses tetapi menuju ke suatu proses atau berasal dari suatu proses dan menuju ke suatu proses). Untuk physical data flow diagram (PDFD).

Nama dari proses biasanya berbentuk suatu kalimat diawali dengan kata kerja (misalnya menghitung. Keterangan pemroses ini di simbol proses dapat dituliskan dibawah nama proses sebagai berikut : identifikasi proses nama proses Membuat faktur Komputer 1 pemroses Gambar. 2. memverifikasi. maka pemroses harus ditunjukkan. maka pemroses dapat tidak disebutkan. tetapi juga proses manual. mempersiapkan. Pemroses ini menunjukkan siapa atau dimana suatu proses dilakukan. Nama dari proses harus jelas dan lengkap menggambarkan kegiatan prosesnya. Pemroses Untuk PDFD yang menunjukkan proses tidak hanya proses dari komputer. Untuk LDFD yang prosesnya hanya menunjukkan proses komputer saja. membandingkan. membuat. Suatu proses yang menerima sebuah arus data dan menghasilkan sebuah arus data . Nama dari proses diletakkan di bawah identifikasi proses di simbol proses. 3. Penjelasan di simbol proses Suatu proses terjadi karena adanya arus data yang masuk dan hasil dari proses adalah juga merupakan arus data lain yang mengalir. merekam dan lain sebagainya). Untuk LDFD bila pemroses akan disebutkan dapat juga untuk menyebutkan nama dari program yang melakukan prosesnya. seperti proses yang dilakukan oleh orang. Identifikasi proses Identifikasi ini umumnya berupa suatu angka yang menunjukkan nomor acuan dari proses dan ditulis pada bagian atas di simbol proses.8 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 1. Berikut ini adalah berbagai kemungkinan arus data dalam suatu proses a. Nama proses Nama proses menunjukkan apa yang dikerjakan oleh proses tersebut. mesin dan lain sebagainya.

Berikut ini merupakan suatu proses yang salah : . Suatu proses yang menerima lebih dari satu arus data dan menghasilkan sebuah arus data 2 kartu jam kerja Hitung gaji daftar gaji tingkat upah Personalia c.9 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 2 kartu jam kerja daftar gaji Hitung gaji Personalia b. Suatu proses yang menerima satu arus data dan menghasilkan lebihdari sebuah arus data 2 rincian piutang Membuat laporan piutang laporan umur piutang laporan piutang ditagih suatu proses harus menerima arus data dan menghasilkan arus data.

misalnya file langganan. 2. Kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam). karena data masuk kedalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam yang dalam sekali. Sedang untuk . Kesalahan lubang hitam tampak pada proses nomor 1. atau suatu kotak dan lain sebagainya. c. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input dan kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib). Suatu file atau database di sistem komputer Suatu arsip atau catatan manual Suatu kotak tempat data di meja seseorang Suatu tabel acuan manual Suatu agenda atau buku Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya media nama data store Gambar. b. karena secara ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input. file arsip faktur dan lain sebagainya. e. Untuk PDFD. supaya memperjelas simpanan data ini. file hutang. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Simbol dari simpanan data di DFD Nama dari data store menunjukkan nama dari filenya. Proses nomor 2 merupakan kesalahan jenis ini. d.10 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Langganan a order penjualan Langganan 1 order disetujui Memverifikasi kredit langganan 2 order penjualan Membuat order penjualan b Akuntansi dimanakah letak kesalahannya ? umumnya kesalahan proses di DFD adalah sebagai berikut : 1. penjelasan mengenai media dari simpanan data perlu dicantumkan seperti misalnya buku atau arsip. SIMPANAN DATA Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa sebagai berikut ini : a.

Penggambaran yang juga salah. karena simpanan data tidak dapat menggunakan data di simpanan data yang lain a D2 Langganan piutang dagang Gambar. penjelasan ini dapat digunakan untuk identifikasi dari simpanan data yang berguna sebagai acuan dalam merancang database. sebagai berikut : 1.11 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram LDFD. karena tidak jelas data di simpanan data piutang dagang akan digunakan untuk apa oleh kesatuan luar langganan 2. menambah atau menyimpankan record baru atau dokumen baru ke dalam simpanan data b. Simpanan data yang menunjukkan file buku besar dengan nomor acuan D5 Di dalam penggambaran simpanan data di DFD perlu diperhatikan beberapa hal. merubah nilai data di suatu record atau di suatu dokumen yang ada di simpanan data 3. menghapus record atau mengambil dokumen dari simpanan data c. Arus data yang menuju ke simpanan data dari suatu proses menunjukkan proses update terhadap data yang tersimpan di simpanan data. Penggambaran yang salah. D5 buku besar Gambar. Arus data yang berasal dari simpanan data ke suatu proses menunjukkan bahwa proses tersebut menggunakan data yang ada di simpanan data. Update dapat berupa proses : a. Hanya proses saja yang berhubungan dengan simpanan data. Untuk media simpanan data berupa simpanan luar komputer (disk atau tape) berarti membaca . karena yang menggunakan atau merubah data di simpanan data adlah suatu proses. D1 penjualan D2 piutang dagang Gambar.

Menggunakan arus data yang terpisah sebagai berikut : 1 Mem eriksa dan merubah data barang status barang D1 persediaan barang penjualan Untuk menghindari garis arus data yang saling berpotongan sehingga membuat gambar di DFD menjadi ruwet. maka simpanan data atau kesatuan luar dapat digambar lebih dari sebuah.12 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram data dari suatu record di file sedang untuk simpanan data berupa media manual berarti mengambil suatu formulir atau dokumen untuk dilihat isinya dari suatu simpanan data. Misalnya DFD sebagai berikut : . yaitu menggunakan dan update simpanan data dapat dipilih salah satu penggambaran sebagai berikut ini a. 4. Menggunakan sebuah garis dengan panah mengarah kedua arah yang berlawanan dari simpanan data sebagai berikut 1 Mem eriksa dan merubah data barang penjualan D1 persediaan barang b. Untuk suatu porses yang melakukan kedua-duanya.

maka kesatuan luar dan simpanan data dapat digambarkan lebih dari sebuah. Duplikasi kesatuan luar . Gambar. Sedang duplikasi dari simpanan data dapat diidentifikasi dengan garis vertikal (|) atau dengan asterik (*).13 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Supaya gambar dari DFD tidak ruwet karena banyaknya garis arus data yang saling berpotongan. Duplikasi dari kesatuan luar dapat diidentifikasikan dengan suatu garis miring (/) atau dengan asterik (*).

sehingga DFD akan tampak tidak terlalu ruwet.14 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Gambar. Duplikasi simpanan data Dengan menggambarkan ulang kesatuan luar dan simpanan data lebih dari sebuah. maka garis-garis arus data yang berpotongan dapat dihindari. seperti sebagai berikut ini : .

Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer. departemen. termasuk proses-proses manual. nama dari arus data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja dari sistem.15 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Bentuk DFD Terdapat 2 bentuk DFD. Nama arus data mungkin juga menerangkan tentang waktu mengalirnya (misalnya harian atau mingguan). yaitu DFD fisik (Physical Data Flow Diagram) dan DFD logika (Logical Data Flow Diagram). Untuk memperoleh gambaran bagaimana sistem yang ada diterapkan. LOGICAL DATA FLOW DIAGRAM (LDFD) LDFD lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). meja pekerja atau kotak in/out. file ISAM. yaitu . Penekanan dari PDFD adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa. Proses harus menunjukkan nama dari pemroses (processor). Secara manual misalnya dapat menunjukkan buku catatan. 3. sistem komputer atau nama program komputer yang mengeksekusi proses tersebut. sehingga analis sistem akan dapat memperoleh gambaran yang jelas bagaimana sistem tersebut bekerja. Dengan menggunakan PDFD. Sedang secara komputerisasi misalnya menunjukkan file urut. tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem. PDFD harus memuat sebagai berikut : 1. bagaimana proses sistem yang ada akan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai sistem. Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi. misalnya kotak in/out yang berfngsi sebagai buffer dari proses serentak yang beroperasi dengan kecepatan berbeda. Dengan kata lain. oleh siapa dan dimana). 5. 4. file database dan lain sebagainya. yaitu orang. PHYSICAL DATA FLOW DIAGRAM (PDFD) PDFD lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Proses-proses manual juga digambarkan 2. LDFD tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan. Nama dari arus data harus menunjukkan fakta penerapannya semacam nomor formulir dan medianya (misalnya telpon atau surat). sehingga ada sebuah data yang harus menunggu di buffer. DFD fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan sedang DFD logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di sistem.

penggambaran LDFD yang hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan top level) dan memecah-mecahnya menjadi bagian yang lebih terinci (disebut dengan lower level). Tiap-tiap proses di level 1 akan digambar kembali dengan . karena di luar bagian pengolahan data (sistem informasi). Syarat Pembuatan Pedoman bagaimana menggambar DFD baik PDFD ataupun LDFD adalah sebagai berikut ini : 1. Tiaptiap proses di overview diagram akan digambar secara lebih terinci lagi dan disebut dengan level 1. Kesatuan luar Langganan Bagian gudang Bagian pengiriman Manajer kredit Input Order langganan Tembusan jurnal Output Tembusan permintaan persedian Faktur. 2. Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks (context diagram). Dari context diagram ini kemudian akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram (level 0). DFD merupakan alat untuk structured analysis.16 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram proses-proses apa secara logika yang dibutuhkan oleh sistem. DFD yang pertama kali digambar adalah level teratas (top level) dan diagram ini disebut context diagram. shingga merupakan kesatuan di luar sistem informasi. Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data ke sistem informasi serta tujuan penerima arus data hasil dari proses sistem informasi. tembusan kredit dan tembusan jurnal Status piutang 3. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entity) yang terlibat di sistem. biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja. Untuk sistem komputerisasi. maka penggambaran sistem secara logika terlebih dahulu tanpa berkepentingan dengan penerapannya secara fisik akan lebih mengena dan menghemat waktu penggambarannya dibandingkan dengan PDFD. Kesatuan luar ini merupakan kesatuan (entity) di luar sistem. Karena sistem yang diusulkan belum tentu diterima oleh pemakai sistem dan biasanya sistem yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif.

17 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram lebih terinci lagi dan disebut dengan level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi. .

tetapi DFD juga mempunyai keterbatasan. sehingga kemampuan DFD dapat lebih ditingkatkan. DFD lebih menunjukkan arus data di suatu sistem. DFD tidak menunjukkan proses perhitungan A. sedang bagan alir menunjukkannya. dapat menunjukkan arus data di sistem. DFD tidak menunjukkan proses perulangan (loop) dan proses keputusan (decision). Operator hubungan ini adalah : . dapat menggambarkan proses paralel di sistem. 2. DFD tidak menunjukkan proses perulangan (loop) 2. DFD tidak menunjukkan proses keputusan (decision) 3. Keterbatasan DFD adalah sebagai berikut : 1. sehingga beberapa proses dapat dilakukan serentak. yaitu dengan menambahkan penggunaan operational operator (operator hubungan). yaitu secara paralel atau serentak. Ziya Aktas memberikan pemecahan untuk keterbatasas DFD ini. dapat menunjukkan kesatuan luar. Kenyataannya kegiatan-kegiatan proses dapat dilakukan secara tidak urut. sehingga DFD dapat menggambarkan proses semacam ini dengan lebih mengena.18 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram PERBEDAAN DFD DENGAN BAGAN ALIR DFD sangat berbeda dengan bagan alir (flow-chart). sedang bagan alir sistem lebih menunjukkan arus dari prosedur dan bagan alir program lebih menunjukkan arus dari algoritma. yaitu dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah menjadi level lebih rendah (decomposition). 3. Perbedaannya adalah sebagai berikut : 1. dapat menunjukkan simpanan data. proses di DFD dapat beroperasi secara paralel. Hal ini merupakan kelebihan DFD dibandingkan dengan bagan alir yang cenderung hanya menunjukkan proses yang urut. KETERBATASAN DFD Walaupun DFD mempunyai kebaikan-kebaikan.

Apa yang menjadi perbedaan antara DFD dengan bagan alir (flow-chart) ? jelaskan ! 5. Apa saja keterbatasan-keterbatasan dari DFD ! 6.19 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram EVALUASI 1. Sebagai latihan buatlah DFD sistem administrasi penerimaan siswa baru di unit anda ! . Jelaskan perbedaan utama antara DFD fisik dengan DFD Logika ! 3. Jelaskan definisi dari simbol-simbol yang digunakan di DFD disertai dengan notasi-notasi yang mewakilinya ! 2. Jelaskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika menggambar DFD ! 4.

1990.T. Second Edition. Jogiyanto. Introduction Systems Analysis and Design.20 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram DAFTAR PUSTAKA 1. J. 6. 1988 I. 5. 4. Jr. Sixth Edition. Information Systems : Theory and Practice. Gary Grudnistski. Boyd & Fraser Publishing Company. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Prentice Hall. hal. Burch. Felix R. 1987. 1992.. 1979 A. Yourdon Press. Second Edition. 2. John G. 7. Jr. Hawryszkiewycz. ANDI OFFSET Yogyakarta. NJ: Prentice Hall. Prenctice Hall. Design. and Implementation. Burch. 3. Ziya Aktas. Strater. The Practical Guide to Structured Systems Design. Structured Analysis & Design of Information Systems. Analysis. 1979 Meilir Page-Jones. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Second Edition. 1991 Raymond McLeod. System. Prentice Hall. John Wiley & Sons. 65 .G.

yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Mahasiswa mengetahui konsep dasar Kamus Data dan Isi Kamus Data 2. KD dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masing-masing Kamus Data dan Struktur Data sesuai dengan sistem yang sedang mereka kembangkan Pendahuluan Kamus data (KD) atau data dictionary (DD) atau disebut juga dengan istilah systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi.1 Flow Chart MODUL 5 KAMUS DATA MATERI 1. Isi Kamus Data 3. Gambar berikut ini menunjukkan hubungam antara DFD dengan KD. Mendefinisikan Struktur Data 4. Pendahuluan 2. KD digunakan untuk merancang input. Sistem Kamus Data Komersial TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Kamus Data dan Dapat Menggunakan Kamus Data Secara Tepat dan Benar TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. KD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD. analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Pada tahap analisis. Dengan menggunakan KD. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di KD. hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. merancang laporau-laporan dan database. Pada tahap perancangan sistem. Arus data di DFD sifatnya adalah global. KD dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem. .

Untuk maksud keperluan ini. maka nama dari arus data juga harus dicatat di KD. Karena KD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk . sehingga mereka yang membaca DAD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di DAD dapat langsung mencarinya dengan mudah di KD. maka KD harus memuat hal-hal berikut ini. 2.2 Flow Chart Isi Kamus Data Apa yang perlu dicatat di kamus data? KD harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. Nama arus data. Alias Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. 1.

KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk laporan tercetak dan dokumen hasil cetakan komputer akan digunakan untuk merancang output yang akan dihasilkan oleh sistem. 3. data yang mengalir ini biasanya berbentuk suatu variabel. Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir : dari kesatuan luar ke suatu proses. Bentuk data. data yang mengalir ini biasanya tercatat di suatu dokumen atau formulir. hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data. sedang bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. KD yang mencatat data yang mengalir dalam . KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan. data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk variabel atau parameter yang dibutuhkan bleb proses penerimanya. dari simpanan data dibaca oleh suatu proses. karena dapat digunakan untuk mengelompokkan KD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem.3 Flow Chart orang atau departemen satu dengan yang lainnya. Balk faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan di layar monitor akan digunakan juga untuk merancang tampilan layar yang akan dihasilkan oleh sistem. hasil suatu proses ke proses yang lain. Bentuk dari data ini perlu dicatat di KD.sebagai faktur. tetapi mempunyai struktur yang berbeda. - - Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa: • • • • • • • dokumen dasar atau formulir. hasil dari suatu proses ke kesatuan luar. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk parameter dan variabel akan digunakan untuk merancang proses dari program. parameter. variabel. field. data yang mengalir ini biasanya berupa suatu field (item data). tampilan di layar monitor. dokumen hasil cetakan computer laporan terecetak. data yang mengalir ini biasanya terdapat di media laporan atau query tampilan layar atau dokumen hasil cetakan komputer.

Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. 8. Untuk lebih memperjelas lagi tentang Anakna dari arus data yang dicatat di KD. Periode. alat pemroses dan alat output. Keterangan arus data ini perlu dicatat di KD supaya memudahkan mencari arus data ini di DFD. kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan. 5. variabel dan field akan digunakan untuk merancang database. tampilan di layar monitor. Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di KD terdiri dari item-item data apa raja. Periode perlu dicatat di KD karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan ke sistem. 7. dokumen cetakan komputer. Volume Volume yang perlu dicatat di KD adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak.4 Flow Chart bentuk dokumen. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan. 6. maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan ten-tang arus data tersebut. 4. Struktur data. maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang. Arus data. Penjelasan. Contoh: KD untuk arus data TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN dapat dibuat dari DFD sebagai berikut: J . Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. kapasitas dan jumlah dari alat input. formulir. Sebagai misalnya nama dari arus data adalah TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN. laporan.

5 Flow Chart .

Biasanya untuk menunjukkan informasi-informasi tambahan ini di KD dipergunakan notasinotasi sebagai berikut ini : Contoh dari penggunaan notasi ini misalnya adalah arus data LANGGANAN yang mempunyai struktur data yang dapat ditulis sebagai berikut: LANGGANAN terdiri dari: KODE LANGGANAN NAMA LANGGANAN = NAMA KECIL + (NAMA KELUARGA) ALAMAT = JALAN + KOTA + KODE POS (TELP) PENGECER GROSIR BATAS KREDIT *jumlah kredit maksimum yang diijinkan JUMLAH PIUTANG . masih diperlukan informasi lainnya dari struktur data tersebut. Nama dari item data saja yang dicatat di KD tidaklah cukup.6 Flow Chart Mendefinisikan Struktur Data Struktur dari data terdiri dari elemen-elemen data yang disebut dengan item data. seperti misalnya informasi tentang apakah item data tersebut pasti ada atau hanya bersifat optional (dapat ada dan dapat tidak ada). sehingga secara prinsip struktur dari data ini dapat digambarkan dengan menyebutkan nama dari item-item datanya.

ALAMAT yang terdiri dari JALAN. logical dan lain sebagainya). Keterangan-keterangan ini sangat perlu dalam tahap perancangan sistem. TELP (optional). Kekurangan lainnya dari penggunaan notasi ini adalah tidak menjelaskan tipe dari item datanya (apakah numerik. alphanumerik. jenis langganan apakah salah satu dari PENGECER atau GROSIR. NAMA LANGGANAN yang terdiri dari NAMA KECIL dan NAMA KELUARGA (optional. terutama dalam perancangan database. KOTA dan KODE POS. tidak menjelaskan lebar dari datanya (maksimum berapa digit atau berapa karakter) serta tidak menjelaskan jangkauan nilai data yang diijinkan. Untuk mengatasi kekurangankekurangan ini. Walaupun notasi untuk menggambarkan suatu struktur data ini cukup popular dan banyak dibahas di buku-buku dan cukup mudah bagi analis sistcm. alphabetik. Tetapi kenyataannya notasi ini tidaklah begitu mudah bagi pemakai sistem untuk memahaminya. maka Anda dapat menggunakan formulir berikut ini dalam membuat kamus data : . BATAS KREDIT yang menunjukkan jumlah kredit maksimum yang diijinkan dan JUMLAH PIUTANG.7 Flow Chart Dari struktur data ini dapat diartikan bahwa arus data LANGGANAN mempunyai elemen-elemen data KODE LANGGANAN. dapat ada dan dapat tidak ada).

03 JALAN PIC X(25). 02 JUMLAH-PIUTANG PIC 9(7)V99. 3. KD juga digunakan untuk perancangan file database. Jika Anda menggunakan bahasa COBOL. Elemen data yang beriterasi dapat digunakan notasi N{ }M sebagai berikut: . 03 KODE-POS PIC X(6). sehingga nama-nama item data di KD sebaiknya juga dipersiapkan untuk nama-nama item data di file database. 01 LANGGANAN. Kolom nama item data. Kolom level ini dapat diisi dengan tingkat dari item data. Bila digunakan DBMS atau bahasa pemograman yang lain. 03 NAMA-KELUARGA PIC X(20). WORKINGSTORAGE SECTION. 02 ALAMAT. 2. maka kolom level dapat membantu untuk mendefinisikan data di DATA DIVISION sebagai berikut: DATA DIVISION. karakter pertama harus berupa huruf. 02 TELP PIC X(10).. maka nama item data ini juga sebaiknya disesuaikan dengan aturan dari DBMS atau bahasa yang akan dipergunakan. 02 KODE-LANGGANAN Plc x(5). tidak boleh mengandung karakter khusus termasuk spasi. Nama item data (field) untuk beberapa DBMS mempunyai aturan penulisan tersendiri. 03 NAMA-KECIL PIC X(20). 1. 03 KOTA PIC X(15). tidak sama dengan reserved word. aturan dari nama item data ini adalah: panjangnya maksimum 10 karakter.tint_ Iota 8 Flow Chart Penjelasan kolom-kolom untuk mencatat struktur data di formulir kamus data adalah sebagai berikut ini. kecuali karakter khusus underscore (_). 02 TIPE-LANGGANAN PIC X VALUE SPACE. DBMS yang digunakan adalah dBASE IV atau FoxBase+ di komputer mikro IBM PC. Kolom level.. Sebagai misalnya. 88 PENGECER VALUE 88 GROSIR VALUE 02 BATAS-KREDIT PIC 9(7)V99.. 02 NAMA-LANGGANAN.

Informasi ini berguna untuk pengecekan kebenaran nilai data yang akan dimasukkan ke sistem. Kolom jangkauan nilai. Misalnya lebarnya adalah 10. C menunjukkan character. Sebagai misalnya untuk item data UNITJUAL mempunyai jangkauan nilai 1-100 yang berarti untuk tiap-tiap macam barang yang dijual tidak akan melebihi dari 100 unit. .9 Flow Chart 1 KODEBRG NAMABRG UNITJUAL HARGASAT TOTALHRG 10 Iterasi ini menunjukkan bahwa elemen-elemen data di dalam kurung brace dapat terjadi minimum 1 kali dan maksimum 10 kali. Kolom tipe. Bila nilai yang dimasukkan ke sistem di luar jangkauan ini. yaitu bertipe alphabetik atau alphanumerik. D menunjukkan tipe date (tanggal). berarti nilai data yang dimasukkan adalah tidak benar.D. iterasi ini menunjukkan banyaknya macam barang yang dijual untuk tiap order penjualan. Kolom lebar. yaitu bertipe numerik (nilainya angka).2 menunjukkan jumlah digit utuh adalah 7 digit. Untuk nilai numerik menunjukkan banyaknya digit maksimum untuk digit utuh dan digit di belakang koma. Lebar dari item data menunjukkan lebar maksimum dari nilainya. 4.N. yaitu bernilai benar atau salah. 5. Jangkauan nilai menunjukkan range dari nilai di item data yang sah. N menunjukkan numeric. sehingga lebar keseluruhan adalah 10 digit sebagai berikut: 6. Tipe dari elemen data dapat berupa C.L dan lain sebagainya. satu digit untuk titik desimalnya dan 2 digit untuk nilai di belakang koma. Untuk arus data TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN ini. L menunjukkan tipe logical. Untuk tipe karakter menunjukkan banyaknya karakter maksimum dari nilainya.

Disamping sistem KD yang dijual ini. jangkauan nilainya atau penjelasan-penjelasan lainnya yang dianggap perlu.10 tersebut: Number of data records Last updated Fiel Field name d 1 NAMA 2 JURUSAN 3 ANGKATAN 4 PEMBIMBING 5 JENIS 6 JALUR 7 KEADAAN 1 GOL DARAH 0 1 AGAMA 1 1 JALAN 2 1 N0_MHS 3 1 KABUPATEN 4 : : at Type 2675 04/02/89 Wid 2:56 Dec 3 0 1 2 3 1 1 1 2 7 5 0 5 1 5 Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Start 1 31 32 34 37 38 39 45 47 54 104 109 End 30 31 33 36 37 38 39 46 53 103 108 123 . Berikut ini adalah contoh dari KD yang dihasilkan oleh program FOXDOC.EXE di paket FoxBase+ versi 2. Kelemahan dari KD yang dihasilkan oleh paket ini adalah KD untuk dokumentasi sistem yang telah selesai dibuat.4. beberapa paket DBMS juga menyediakan program untuk membuat KD. Kolom keterangan ini dapat digunakan untuk memberi penjelasan tentang nama dari item data. misalnya rumus-rumus yang digunakan dan sebagainya. Kolom keterangan. DB/DC Dictionary olch IBM Dictionary 204 oleh Computer Corporation of America IDMS Dictionary oleh Arthur Anderson UCC TEN oleh University Computing Co. Sistem Kamus Data Komersial Terdapat beberapa sistcm KD yang telah dikembangkan oleh beberapa sistem house dan tersedia secara komersial.10 untuk komputer mikro juga menyediakan suatu program untuk menghasilkan dokumentasi sistem yang lengkap termasuk KD.J. SISTEM KAMUS DATA KOMER 10 Flow Chart 7. Paket DBMS FoxBase+ versi 2. bukan pada tahap analisis. Beberapa diantaranya adalah: Control 2(XX) olch MR1 Systems Data Catalogue oleh Synergctics Data Dictionary olehCincom Datamanager oleh MSP Inc.

Buat ilustrasi penggunaan kamus data untuk menjelaskan arus data di DFD ! DAFTAR PUSTAKA 1. Information Systems : Theory and Practice. 6. Gary Grudnistski. Analysis. System. Jelaskan definisi dan kegunaan dari Kamus Data ! 2. Sixth Edition. Second Edition. 1988 I. Burch.T. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Strater. ANDI OFFSET Yogyakarta. 1990. Jogiyanto. 1979 Meilir Page-Jones. 5. 4. Jr. 1992. Jelaskan hal-hal yang harus dimuat dalam Kamus Data ! 3. Yourdon Press. Hawryszkiewycz. The Practical Guide to Structured Systems Design. Jr. 3. 2. Design. J. Prentice Hall. 1991 Raymond McLeod. Felix R. Prenctice Hall..11 Flow Chart 1 PROPINSI 5 1 KAB TL 6 1 PROP TL 7 1 TGL_LHR 8 1 WN 9 2 IJASAH JNS 0 2 IJASAH THN 1 2 NAMA_SLA 2 2 ALAMAT_SLA 3 2 IJASAH KAB 4 2 IJASAH_PRO 5 2 NAMA OT 6 2 OT_PEKERJA 7 2 OT_ALAMAT 8 2 OT_KAB 9 3 0T_PRO 0 3 TGL_DAFTAR 1 3 SEM_DAFTAR 2 3 THN_DAFTAR 3 3 SEBELUM PT 4 3 LULUS 5 3 KETERANGAN 6 3 TGL LLS SM 7 3 SEM_LLS_SM 8 3 TA_LLS_SM 9 Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character 1 0 1 5 1 0 8 1 5 2 3 0 5 0 1 5 1 0 3 0 1 0 5 0 1 5 1 0 8 1 2 3 0 2 3 0 8 1 5 124 134 149 159 167 168 173 175 205 255 270 280 310 320 370 385 395 403 404 406 436 438 468 476 477 133 148 158 166 167 172 174 204 254 269 279 309 319 369 384 394 402 403 405 435 437 467 475 476 481 EVALUASI 1.G. and Implementation. Introduction Systems Analysis and Design. 1979 . Boyd & Fraser Publishing Company. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Second Edition. John Wiley & Sons. Second Edition. John G. Prentice Hall. Burch.

Mahasiswa mengetahui konsep dasar flowchart dan perbedaan dari tiap jenis flowchart yang ada 2. analis sistem atau pemrogam dapat mengikuti pedoman-pedoman sebagai berikut ini. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.3 Schematic Flowchart 2. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masing-masing flowchart sesuai dengan sistem yang sedang mereka kembangkan Pedoman-pedoman dalam Membuat Flowchart Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas.2 Document Flowchart 2. 2. 4. 1 1. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan. misalnya: .1 Flow Chart MODUL 6 FLOWCHART MATERI 1."Persiapkan" dokumen .1 System Flowchart 2. Pedoman-pedoman dalam Membuat Flowchart 2. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhirnya.4 Program Flowchart 2.5 Process Flowchart TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Flowchart dan Dapat Menggunakan Flowchart Secara Tepat dan Benar TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Pada waktu akan menggambar suatu bagan alir. Jenis-jenis Flowchart 2. 3. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman.

4. 1. Bagan alir dokumen (document flowchart). Bagan alir proses (process flowchart). Bagan alir sistem digambar dengan menggunakan simbol-simbol yang tampak sebagai berikut ini. 6. yaitu sebagai berikut ini. Bagan alir skematik (schematic flowchart). Bagan alir program (program flowchart). . 7. Systems Flowchart Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem.2 Flow Chart . Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir harus di dalam urutan yang semestinya. Jenis-jenis Flowchart Ada lima macam bagan alir yang akan dibahas di modul ini."Hitung" gaji 5. Bagan alir sistem (systems flowchart). Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem. 5. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung. 2. 3.

3 Flow Chart .

4 Flow Chart .

Bagan alir sistem metode batch processing Gambar tersebut menunjukkan suatu proses untuk memutakhirkan file induk piutang. File induk piutang dimutakhiran dari file transaksi piutang yang diurutkan terlebih dahulu berdasarkan kode langganan. .5 Flow Chart Gambar.

Berikut adalah contoh dari bagan alir dokumen suatu prosedur pembelian : . Bagan alir sistem metode direct processing. Document Flowchart Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir ( f o r m flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem. prt Alir 6 Flow Chart Gambar berikut ini menunjukkan variasi lain dari bagan alir sistem untuk proses direct processing.R00 _ _ _ _ _ _ _ _ _ Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur /~. Gambar.

7 Flow Chart .

8 Flow Chart Schematic Flowchart Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem. juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem. yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. . Perbedaannya adalah. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami. Program Flowchart Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut ini. tetapi sulit dan lama menggambarnya.

logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem. Berikut merupakan contoh dari bagan alir logika program menghitung rata-rata : . yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Gambar b e ri k u t menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alit. Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika.9 Flow Chart Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam.

10 Flow Chart Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram. Berikut adalah contoh bagan alir program komputer terinci menghitung rata-rata : .

Bagan alir proses mcnggunakan lima buah simbol tersendiri. .11 Flow Chart Process Flowchart Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.

Jelaskan pedoman-pedoman dalam menggambar suatu flow chart ! 3. Sebutkan dan jelaskan kegunaan macam-macam flow chart ! 4. Jelaskan definisi dan kegunaan dari flow chart ! 2. EVALUASI 1. Buatkan penggambaran sistem penerimaan siswa baru di unit anda dengan menggunakan 5 macam flow chart tersebut (jika bisa digambarkan semuanya) ! .12 Flow Chart Bagan alir proses selain dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur. dapat juga menunjukkan jarak kegiatan yang satu dengan yang lainnya serta waktu yang diperlukan oleh suatu kegiatan.

6. John G. Second Edition. Burch. Hawryszkiewycz. 4. The Practical Guide to Structured Systems Design. Strater. ANDI OFFSET Yogyakarta. 1991 Raymond McLeod. 5. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 1979 Meilir Page-Jones. John Wiley & Sons. Design. Burch.G. and Implementation. Prentice Hall. Second Edition. Prenctice Hall. System. Yourdon Press. Jr. Boyd & Fraser Publishing Company. Prentice Hall.13 Flow Chart DAFTAR PUSTAKA 1. Information Systems : Theory and Practice. 1988 I. Jogiyanto. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Sixth Edition. 2. Felix R. Gary Grudnistski.T. Second Edition. Introduction Systems Analysis and Design. Jr. 1979 . 3. 1990.. Analysis. 1992. J.

Desain dialog terminal sampai desain file 3.4 Validasi Input TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Desain Output dan Input serta Dapat Melakukan Desain Output. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain output secara terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. input.3 Pengkodean Input 2. Macam-macam Bentuk Laporan .2 Pedoman Desain Laporan 1. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari outputoutput tersebut? Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Mahasiswa akan mengetahui konsep desain sistem terinci dan bagaimana melaksanakan desain sistem terinci 2. Desain Output 1. Input dan Validasi Input TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. cek data dan modifikasi data transaksi Desain Output Pada tahap desain output secara terinci. desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem baru.1 Desain Formulir Kertas 2. Mahasiswa akan dapat melakukan desain sistem terinci.1 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) MODUL 7 DESAIN SISTEM TERINCI (OUTPUT DAN INPUT) MATERI 1. mulai dari Desain output. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan di media keras. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas di bab selanjutnya.1 Macam-macam Bentuk Laporan 1. Desain Input 2.2 Pengelolaan dan Desain Formulir Elektronik 2. Mahasiswa memahami cara untuk melakukan pengendalian input melalui validasi transaksi.3 Pengaturan Tata Letak Isi Output 2.

000 Penjualan Rp 1.750.00 X 45. Laporan ini biasanya digunakan untuk maksud perencanaan. PENURUNAN LAPORAN PENURUNAN PENJUALAN MENURUT JENIS BARANG BULAN DESEMBER 1987 DAERAH PENJUALAN Yogyakarta Semarang Surakarta X PENURUNAN 10. Dengan disajikannya informasi yang berisi hal-hal bertentangan. Laporan Berbentuk Tabel Berikut ini adalah macam-macam laporan yang berbentuk tabel yang menekankan kualitas isi serta kegunaannya : NOTICE REPORT Notice report merupakan bentuk laporan yang memerlukan perhatian khusus. karena dimaksudkan supaya permasalahan-permasalahan yang terjadi tampak dengan jelas sehingga dapat langsung ditangani. Laporan ini harus dibuat sesederhana mungkin.50 X EQUIPOISED REPORT Isi dari equipoised report adalah hal-hal yang bertentangan.00 X 12. tetapi jelas.000 . maka dapat dijadikan sebagai dasar di dalam pengambilan kepu tusan .000.2 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi. LAPORAN PERENCANAAN MEMASUKI PASAR YANG BARU Cont DAERAH SLEMAN UNTUK TAHUN FISKAL 1989 oh dari laporan ini adalah : JELEK BALK. yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan. 1.

000 Selisih 66.000 100.000 75. Contoh dari laporan ini adalah : BULANLAPORAN KINERJA DEPARTEMEN PEMBELIAN BULAN-DESEMBER 1987 BARANG DIBELI UNIT DIBELI HARGA SESUNGGUHNYA HARGA STANDAR SELISIH HARGA TOTAL SELISIH 1.000 Total Aktiva 300.3 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Penjualan Harga Pokok Penjualan 600.000 .500.000 365.000 415.1988 Rp 45.000 VARIANCE REPORT Macam laporan ini menunjukkan selisih (variance) antara standar yang sudah ditetapkan dengan hasil kenyataannya atau sesungguhnya.000 Laba (Rugi) (Rp 25.16 % 50.000 70.000 + + 30.00 % 155.000 1.000 1.1987 31 .000 R COMPARATIVE REPORT Isi dari laporan ini adalah membandingkan antara satu hal dengan hal yang lainnya.000 200.050.000 Laba Kotor Biaya Penjualan Biaya Administrasi Rp Rp .67 % 45.000 595.12 .000 625.000 350.000 T 0 T A L 1.000 150.750.050.000) 200.000 L IBM PC XT Monitor Color Hard disk 30 MB 10 8 5 1.000 50.000 300. Contoh dari comparative report adalah sebagai berikut: NERACA 31 DESEMBER 1988 RIBUAN ANRUPIAH) (DALAM RIBU AN RUPIAH) Im AKTIVA Aktiva Lancar Aktiva Tetap 31-1231-1231 .000 1.200.000 125:000 700.000 170.000 R 400. 400.000 150.000 225.200. Misalnya pada laporan rugi/laba atau neraca dapat dibandingkan antara nilai-nilai elemen tahun berjalan dengan tahun-tahun sebclumnya.12 .000 R 150.000 30.

500 300:000 100. (b) (a) (c) .000 + 5.00 % (20.500 t 50.00 % 37.000 32.85 X 144.500) 70.000 + 200.000 55.000 22.00 %) 53.500 130.000 Laporan Berbentuk Graf-ik Laporan yang berbentuk grafik atau bagan dapat diklasifikasikan diantaranya sebagai bagan garis (line chart ). bagan batang (bar chart ) dan bagan pastel (pie chart ).4 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) PASIVA Lancar Hutang L ancar Hutang Jangka Panjang Modal Saham Latta Ditahan Total Pasiva Rp 10.44 % 50.000 (7.000 200.000 30.000 15.

4. 2. 2. maka akan tampak ruwet. Bagan garis mempunyai beberapa kebaikan. Baik untuk perbandingan. 2. variasi dari data ditunjukkan dengan suatu garis atau kurva. Mudah dimengerti. 3. Hanya terbatas pada 2 dimensi. yaitu: 1. Kelemahannya: 1. Spasi dapat menyesatkan. yaitu: 1. 2. Dapat menunjukkan hubungan antara nilai dengan baik. Terbatas hanya pada satu titik saja. Dapat menunjukkan nilai dengan tepat. bagan garis mempunyai beberapa kelemahan. bagan batang (b) dan bagan pastel (c). Kebaikan dari bagan batang adalah sebagai berikut: 1. Dapat menunjukkan beberapa titik. Spasi dapat menyesatkan.5 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bagan garis (a). . bagan garis BAGAN GARIS Pada bagan garis (line chart). BAGAN BATANG Nilai-nilai data dalam bagan batang (bar chart) digambarkan dalam bentuk batang-batang vertikal ataupun batang-batang horisontal. Disamping kebaikannya. 3. Mudah dimengerti. BAGAN PASTEL. 3. Bila terlalu banyak garis atau kurva (sekitar lebih dari 4 buah garis atau kurva). Tingkat ketepatannya dapat diatur sesuai dengan skalanya.

Bila urutannya penting dapat dipergunakan tanda 1. Tidak dapat menunjukkan hubungan beberapa titik Pedoman Desain Laporan 1.2. Ketepatannya kurang 3. 2. 9. sedapat mungkin dibagi menjadi tiga bagian utama. Untuk laporan formal. tidak mudah sobek serta tidak mudah kotor. Kelemahannya : 1. 2. 10. Laporan untuk tingkat manajemen yang lebih tinggi. gunakanlah kertas yang berkualitas baik. Usahakan di dalam laporan berisi keterangan-keterangan yang diperlukan yang mungkin akan ditanyakan oleh pemakai laporan bila keterangan-keterangan tersebut tidak ada. sebaiknya diberi jarak 2 1/2 cm. Untuk laporan-laporan yang penting." atau "". sebaiknya lebih tersaring dan untuk tingkat manajemen yang lebih rendah lebih terinci. Letakkanlah informasi yang mendetail di lampiran dan gunakanlah penunjuk yang mudah dipahami untuk menjelaskan kepada pemakai laporan Ietak dari informasi detail tersebut. 11. Mudah dimengerti. Tiap-tiap potong dari pie dapat menunjukkan bagian dari data. Jika isi laporan menjelaskan suatu daftar urutan. atau digaris-bawahi. 8. Penggunaannya terbatas 2. Gunakanlah bentuk huruf cetak yang jelas dan tidak membingungkan serta hindari pengguanaan font yang sulit untuk dimengerti. • Catatan kaki laporan yang dapat berisi ringkasan. 4.3 dan seterusnya dan sajikan dalam urutan yang terpenting. Untuk tiap-tiap batas tepi laporan (margin). dapat ditulis dengan huruf besar. Kebaikan dari bagan pastel adalah sebagai berikut ini. sehingga laporan mudah dibaca. 3. Untuk hal-hal yang ingin ditonjolkan. tebal. Gunakanlah spasi baris yang cukup.6 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bagan pastel (pie chart) merupakan bagan yang berbentuk lingkaran menyerupai kue pastel (pie). gunakanlah tanda ". . 1. 6. Laporan harus dibuat dan didistribusikan tepat pada waktunya. 5. yaitu : • Judul laporan. • Tubuh laporan. Baik untuk perbandingan sebagian dengan keseluruhannya. sehingga bila pinggir laporan tersobek tidak akan mengenai isi laporannya. subtotal atau grandtotal. 7.

16. kemungkinan input . Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang diinginkan. 13. Desain input terinci dimulai dari desain dokumen dasar sebagai penangkap input yang pertamakali.7 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) 12. maka input yang masuk dalam sistem informasi harus tidak boleh berupa sampah. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak di printer dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) d a n kamus data output. Isi laporan harus akurat. Mengatur Tata Letak Isi Output Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer. Laporan harus diungkapkan dalam bentuk dan Bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pemakainya. yaitu sebagai berikut ini. Kamus data output digunakan untuk menjelaskan secara terinci tentang data yang akan disajikan di laporan. 1. Oleh karena itu desain input harus berusaha membuat suatu sistem yang dapat menerima input yang bukan sampah. Laporan bilamana mungkin harus distandardisasi. Bentuk-bentuk laporan yang selalu berubah akan menyebabkan kebingungan bagi mereka yang menggunakannya. Programmer membutuhan desain output ini untuk menentukan posisi kolom. Laporan harus sederhana tetapi jelas. 15. Biaya pembuatan laporan harus dipertimbangkan Alat-alat Desain Output Terinci Dua buah alat desain sistem dapat digunakan untuk desain output terinci. Laporan harus berguna 17. Jika dokumen dasar tidak didesain dengan baik. Printer layout form atau printer spacing chart atau printer layout chart merupakan suatu bagan yang digunakan untuk menggambarkan sketsa bentuk dari output di printer. Supaya tidak dihasilkan sampah. Kamus data output yang merupakan pengembangan dari kamus dari arus data. baris dan informasi yang harus disajikatt~i suatu output. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai dengan yang dinginkan atau belum. 14. 2.

Dapat mendorong lengkapnyg data. Pada bab ini akan dibahas desain input terinci untuk perancangan dokumen dasar dan kode-kode yang digunakan untuk input. yaitu sebagai berikut ini. konsisten dan akurat. c. Berikut ini merupakan petunjuk-petunjuk di dalam perancangan dokumen dasar yang baik. 1. karena sejumlah tembusan dari formulirformulir tersebut dapat diberikan kepada individu-individu atau departemendepartemen yang membutuhkannya. Kertas yang dipergunakan. Dokumen dasar dapat membantu di dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah. disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu di dalam dokumen dasarnya. e. lembab atau mengandung asam). kotor. Untuk mencapai maksud tersebut. ditulis tangan atau dice- . 5. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung back up) dari file-file data di komputer. dilipat atau dibawa-bawa oleh pemakainya).8 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) yang tercatat dapat salah bahkan kurang. b. Penampilan dari dokumen dasar. Lamanya dokumen dasar tersebut akan disimpan. 3. 2. dokumen dasar harus dirancang dengan baik. Dokumen dasar sangat penting di dalam arus data di sistem informasi. Dokumen dasar ini dapat membantu di dalam penanganan arus data sebagai berikut ini. f. Metode pengisian data di dokumen dasar tesebut. Bertindak sebagai pendistribusi data. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah. kasar. Data dapat dicatat dengan jelas. Lingkungan-lingkungannya (berlemak. 1. panas. sebagai berikut ini. Banyaknya dokumen dasar tersebut ditangani. dingin. Dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap. 4. d. Bagaimana menanganinya (secara halus. Dokumen Dasar Dokumen dasar (source document) merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. a. 6. sehingga sangat berguna untuk audit trail (pelacakan pemeriksaan). Beberapa faktor harus dipertimbangkan di dalam pemilihan kertas yang akan digunakan.

Nomor dan jumlah halaman. Misainya halaman pertama dapat diberi nomor halaman 1-3 (menunjukkan halaman pertama dari sejumlah 3 halaman). Nomor dokumen dasar dapat diletakkan di pojok bawah kiri atau di pojok bawah kanan (jangan di atas kiri. Judul harus sesingkat mungkin tetapi jelas. hitam dan lain sebagainya sebaiknya dihindari untuk digunakan. Ukuran kertas yang umum adalah ukuran kuarto (81/2" x 11") dan ukuran folio (81/2" x 14"). halaman ke dua YA Q . ungu. Disamping nomor dokumen dasar. Kemananan terhadap pudarnya data yang dicatat di dokumen dasar. 5. Nomor dokumen dasar dapat digunakan untuk menunjukkan keunikannya. Jika dokumen dasar lebih kecil dari ukuran kertas standar.9 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) tak dengan mesin. dibagi 3. Ukuran dari dokumen dasar. coklat. selain judul yang ada. Bila dokumen dasar akan digunakan oleh pihak-pihak luar perusahaan. untuk pelacakan pemeriksaan dan untuk pengarsipan. Penggunaan warna akan membantu di dalam mengidentifikasikan dengan cepat dokumen dasar yang dipergunakan. karena dapat membingungkan dengan nomor urut dokumen dasar). maka nama perusahaan sebaiknya juga dicantumkan. g. Nomor urut dokumen dasar. maka tiap-tiap halaman harus diberi nomor dan jumlah halamannya. 2. Judul dokumen dasar. sebaiknya dibuat ukuran yang merupakan kelipatan yang tidak membuang kertas. Nomor dokumen dasar ini dapat juga digunakan untuk menunjukkan sumber dan jenisnya. 3. Warna yang baik adalah warna yang datanya mudah dibaca. Warna-warna gelap. dibagi 4 dan sebagainya. nomor unit dari masing-masing dokumen dasar biasanya dicantumkan di pojok kanan atas. Misalnya nomor dokumen dasar PJ-FO1 dapat menunjukkan bahwa sumbernya dari departemen penjualan (ditunjukan oleh kode PJ) dan jenisnya adalah faktur penjualan model ke 1 (ditunjukkan oleh kode FOl). hijau tua. Usahakan ukuran dari dokumen dasar berupa ukuran dari kertas yang standar dan banyak dijual. Bila dokumen dasar terdiri lebih dari satu halaman. Dokumen dasar harus diberi judul yang dapat menunjukkan jenis dan kegunaan dari dokumen dasar tersebut. merah tua. seperti misalnya biru tua. terutama bila menggunakan karbon. Nomor dokumen dasar. supaya bila ada halaman yang hilang dapat diketahui. 7. karena tertutup bila distaples dan jangan di atas kanan. Warna yang digunakan. Warna yang baik ini adalah warna yang cerah. 6. 4. misalnya ukuran kertas standar dibagi 2. Nomor urut ini sangat perlu untuk tujuan pengendalian (dapat diketahui bila ada dokumen dasar yang hilang bila nomornya meloncat).

5. 1992. DAFTAR PUSTAKA 1. terutama bila dokumen dasar akan diisi dengan data yang dicetak dengan mesin. Introduction Systems Analysis and Design. Dokumen dasar harus dibentuk dengan pembagian area sedemikian rupa. ANDI OFFSET Yogyakarta. and Implementation. area jumlah dan area nomer. 4. area otorisasi. Spasi antar baris dan spasi antar karakter pada dokumen dasar harus diperhatikan. area tubuh. Yourdon Press. Pembagian area ini meliputi area judul. Prentice Hall. area berita. Prentice Hall. Nomor dan jumlah halaman ini biasanya diletakkan pada sebelah kanan atas.T. 1979 . Burch. area organisasi. 2. Sixth Edition. Felix R. Analysis. Spasi. Jogiyanto. Pembagian area..10 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) diberi nomor 2-3 dan seterusnya. area halaman. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 1979 Meilir Page-Jones. 1991 Raymond McLeod. 8. Prenctice Hall. Jr. System.G. 1990. Burch. sehingga memudahkan untuk mencarinya guna pengisian atau pencarian data. Analisis dan Disain Sistem Informasi. 6. 3. Strater. area obyek. Hawryszkiewycz. John Wiley & Sons. Second Edition. John G. The Practical Guide to Structured Systems Design. Untuk spasi di dokumen dasar harus disesuaikan dengan spasi yang dibuat oleh mesin. Second Edition. J. 1988 I. Gary Grudnistski. Second Edition. Information Systems : Theory and Practice. Design. area kontrol. Jr. 9. Boyd & Fraser Publishing Company.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful