1

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

MODUL 1 PENGERTIAN SISTEM DAN ANALIS SISTEM
MATERI 1. Definisi Sistem 2. Karakteristik Sistem 3. Klasifikasi Sistem 4. Pengertian Pengembangan Sistem 5. Fungsi Analis Sistem TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Sistem Informasi, Karakteristik, Klasifikasi dan Tim Pengembang Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa akan memahami konsep sistem dan pengertian pengembangan sistem. 2. Mahasiswa mampu menyebutkan karakteristik sistem. 3. Mahasiswa mampu menyebutkan sistem berdasarkan klasifikasi tertentu. 4. Mahasiswa mengetahui siapa saja yang akan terlibat dalam pengembangan sistem

1. Definisi Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini : Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu Menurut Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald dan Warren D. Stallings, Jr., mendefinisikan prosedur sebagai berikut : Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who) yang

2

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

mengerjakannya, mengerjakannya

Kapan

(When)

dikerjakan

dan

Bagaimana

(How)

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefiniskan sistem sebagai berikut ini : Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem bagian. Sebagai misal, sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa subsistem-subsistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan, subsistem akuntansi pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi biaya dan lain sebagainya.

Apa itu Subsistem ?
Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem-sistem bawahan seperti sistem mesin, sistem badan mobil dan sistem rangka. Masing-masing sistem ini terdiri dari sistem tingkat yang lebih rendah lagi. Misalnya, sistem mesin adalah kombinasi dari sistem karburator, sistem generator, sistem bahan bakar dan seterusnya.

Apa itu Supersistem ?
Walaupun istilah supersistem jarang digunakan, sistem seperti ini ada. Jika suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah supersistem. Contohnya, pemerintahan kota adalah suatu sistem, tetapi ia juga merupakan bagian dari sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi. Pemerintahan propinsi adalah supersistem dari pemerintahan kota dan juga merupakan subsistem dari pemerintahan nasional. Dari definisi dan penjelasan diatas dapatlah diambil kesimpulan, suatu sistem terdiri dari elemen yang bisa berbentuk individu atau bagian-bagian yang terpisah, kemudian berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Mobil terdiri dari bagian-bagian sistem yang berinteraksi/kerjasama untuk tujuan mobil tersebut bergerak ke suatu arah. Keluarga, pertama kali terdiri dari 2 individu yang terpisah yang mana individu itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem-

3

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

subsistem, kemudian bersatu membentuk keluarga untuk mencapai suatu tujuan. Keluarga itu sendiri merupakan subsistem dari sistem Rukun Tetangga (RT), RT merupakan subsistem dari Rukun Warga (RW), RW subsistem dari suatu Kelurahan, Kelurahan subsistem dari suatu Kecamatan, dan demikian seterusnya.

2. Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut :
lingkungan luar interface

subsistem input

subsitem

pengolah

subsistem output

subsistem

boundary boundary

Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifatsifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

Pengolah (Process) Sistem Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Misalnya untuk sistem komputer. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sebagai contoh didalam sistem komputer. sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan. Sistem . Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan. Lingkungan Luar Sistem (Environments) Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Penghubung (Interface) Sistem Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya.4 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Batas Sistem (Boundary) Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran (Output) Sistem Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem. Masukan (Input) Sistem Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

sistem akuntansi. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal) Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. . Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Misalnya sistem perputaran bumi. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis. diantaranya sebagai berikut ini : 1. maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah. Sistem informasi merupakan contoh man-machine system. karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Bila merupakan suatu sistem utama. 2. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. 3. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Misalnya sistem komputer. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Kalau suatu sistem tidak mempnyai sasaran. yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. maka istilah goal lebih tepat diterapkan. sistem produksi dan lain sebagainya. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan. tidak dibuat manusia. Misalnya sistem teologia. maka istilah objectives yang lebih tepat.5 Pengertian Sistem dan Analis Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen. seperti misalnya sistem bisnis perusahaan. goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam.

maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja. 4.6 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 3. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Klasifikasi sistem terbuka dan tertutup dapat digambarkan sebagai berikut : Input Transformasi Output Sistem Terbuka Tujuan Mekanisme Pengendalian Input Transformasi Output Sistem Tertutup . tidak benar-benar tertutup). yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup. tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup. Secara teoritis sistem tertutup ini ada. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system) Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan programprogram yang dijalankan. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti.

Perangkat keras komputer. tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. 4. yaitu sebagai berikut ini : a. Ketidakberesan ini dapat berupa : kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin. perangkat lunak dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen. sistem tertutup hanya terdapat pada situasi laboratorium yang dikontrol ketat. kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin. maka menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas. b.7 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya disebut sistem terbuka. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal. suatu sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya adalah sistem tertutup. tidak efisiennya operasi. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities) Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. Pertumbuhan organisasi Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru. Karena adanya perubahan ini. volume pengolahan data semakin meningkat. perubahan prinsip akuntansi yang baru. dan menyediakan panas/dinginnya bagi ruangan yang ditempatinya. mendapatkan input-nya dari perusahaan listrik. contohnya. Sebagai contohnya. Pengertian Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama yang dapat berupa : Ketidakberesan Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu . Dengan menggunakan logika yang sama. Sebuah sistem pemanas atau pendingin ruangan.

tanggung jawab yang tidak jelas.8 Pengertian Sistem dan Analis Sistem digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. banyaknya pekerja yang menganggur. keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar. isi laporan yang sering salah. Adanya instruksi-instruksi (directives) Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi. ditingkatkan bahkan diganti keseluruhannya. sehingga menyebabkan sistem yang lama harus diperbaiki. kesalahan-kesalahan manual yang tinggi. kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. investasi yang tidak efisisen. kegiatan yang tumpang tindih. kehilangan kesempatan kompetisi pasar. pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya. pengiriman barang yang sering tertunda. Berikut ini dapat digunakan sebagai indikator adanya permasalahanpermasalahan dan kesempatan-kesempatan yang dapat diraih. Bila pesaing dapat memanfaatkan teknologi ini. kapasitas produksi yang menganggur (idle capasities). peramalan penjualan dan produksi tidak tepat. Dalam keadaaan pasar bersaing. . Indikator-indikator ini diantaranya adalah sebagai berikut : keluhan dari langganan. tanggapan yang lambat terhadap langganan. seperti misalnya peraturan pemerintah. waktu kerja yang berlebihan. maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing. bertumpuknya back-order (tertundanya pengiriman karena kurangnya persediaan barang). persediaan barang yang terlalu tinggi. laporan yang tidak tepat waktunya. produktifitas tenaga kerja yang rendah. pembayaran gaji yang terlambat. c. file-file yang kurang teratur. pemesanan kembali barang yang tidak efisien. biaya operasi yang tinggi. ketidakberesan kas.

Control (pengendalian). Throughput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time.9 Pengertian Sistem dan Analis Sistem - pekerjaan manajer yang terlalu teknis. Proses pengembangan sistem dapat digambarkan sebagai berikut : Sistem yang ada Permasalahan Kesempatan Instruksi Pengembangan sistem Memecahkan masalah Meraih Kesempatan Memenuhi instruksi Sistem yang baru Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru. Efficiency (efisiensi). Efisiensi berbeda dengan ekonomis. maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru. Information (informasi). Peningkatan-peningkatan ini berhubungan dengan PIECES (merupakan singkatan untuk memudahkan mengingatnya). yaitu sebagai berikut : o Performance (kinerja). peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan. Response time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut. peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru sehingga menjadi lebih efektif. peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi. dll. peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungankeuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi. efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut o o o o . Economy (ekonomis). Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan. peningkatan terhadap efisiensi operasi.

Bila operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem. Information Systems. Investasi yang terbaik harus bernilai 3. o Services (pelayanan). Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya. dioperasikan dan dipelihara. yaitu tahap perencanaan sistem. peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem. Proses pengembangan sistem tidak harus urut 6. Theory and Practice (New York: John Wiley & Sons) yang menuliskan tahapan pengembangan sistem sebagai berikut : . Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen 2. Gary Grudnitski. Jangan takut membatalkan proyek 7. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam pengembangan sistem 5. diambil salah satu yang akan menjadi acuan kita mengenai pengembangan sistem ini.10 Pengertian Sistem dan Analis Sistem digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Siklus ini disebut dengan siklus hidup suatu sistem (systems life cycle). maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama. yaitu menurut John Burch. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar a. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi b. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM 1. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem proses SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Dari sekian banyak siklus pengembangan sistem menurut beberapa penulis sejak tahun 1970-an. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik 4.

umumnya terlebih dahulu dimulai dengan adanya suatu kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem itu. Desain sistem terinci (detailed system design) e.11 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. 2. Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning). Implementasi sistem (system implementation) 3. Manajemen sistem dan operasi (system management and operation) Kebijakan dan perencanaan sistem awal proyek sistem Analisis sistem Desain (perancangan) sistem secara umum Pengembangan Desain (perancangan) sistem terinci sistem Seleksi sistem Implementasi (penerapan) sistem Perawatan sistem manajemen sistem Penjelasan singkatnya : 1. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak (top management). Desain sistem secara umum (general system design) c. Pengembangan sistem (system development) a. maka . Penilaian sistem (system evaluation) d. Sebelum suatu sistem informasi dikembangkan. pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Analisis sistem (system analysis) b. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik. Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning).

perangkat lunak dan fasilitas-fasilitas lainnya. Menilai kinerja dari fungsi-fungsi sistem yang telah dikembangkan. Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi. Tugas komite ini adalah sebagai berikut : 1. meningkatkan produktivitas atau meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada langganan). sebelum sistem ini sendiri dikembangkan. 3. Perencanaan sistem dapat terdiri dari perencanaan jangka pendek (short-range) dan perencanaan jangka panjang (long-range). Memberikan saran-saran dan petunjuk-petunjuk terhadap proyek sistem yang sedang dikembangkan. tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan. Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem yang lama mempunyai banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki (misalnya untuk meningkatkan efektifitas manajemen. Seringkali komite ini diketuai sendiri oleh direktur utama.12 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak ini. menyetujui atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan sistem. Mengkaji. Karena perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat. Perencanaan jangka panjang melingkupi periode sampai dengan 5 tahun. maka perencanaan pengembangan sistem informasi untuk periode yang lebih dari 5 tahun sudah tidak tepat lagi. Padahal dukungan dari manajemen puncak sangat penting artinya. proyek-proyek sistem serta pengadaan perangkat keras. Partisipasi dan keterlibatan manajemen puncak masih diharapkan untuk keberhasilan sistem yang akan dikembangkan. 2. 5. Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai 2 tahun. sasaran perusahaan dan juga terhadap kendala-kendala yang dihadapi. terutama yang berhubungan dengan pencapaian sasaran sistem. . 4. Untuk itu manajemen puncak dilengkapi dengan suatu tim penasehat yang disebut dengan komite pengarah (steering commitee) yang umumnya dibentuk dari wakil-wakil pimpinan dari masing-masing departemen pemakai sistem seperti misalnya manajer-manajer departemen atau manajer-manajer divisi. Perencanaan sistem (systems planning) ini menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik. Perencanaan sistem (systems planning) merupakan pedoman untuk melakukan pengembangan sistem. Memonitor atau mengawasi kemajuan dari proyek sistem. Kebijakan sistem (systems policy) merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem. Mengkoordinasi pelaksanaan proyek sistem sesuai dengan rencananya. maka perlu direncanakan terlebih dahulu dengan cermat.

perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan yang dilakukan oleh analis sistem. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan 2. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. perencanaan strategi. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan yang dilakukan oleh komite 3. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. Pengembangan sistem (system development) a. Analisis sistem (system analysis) Penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui . Adapun tahapan dari proses perencanaan sistem untuk ketiga bagian tersebut tampak pada gambar berikut ini : Merencanakan proyek-proyek sistem Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan Mengkaji tujuan.13 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Proses perencanaan sistem dikelompokkan menjadi 3 proses utama. perencanaan strategi. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. Merencanakan proyek-proyek sistem yang akan dilakukan oleh staf perencana sistem 2. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. yaitu : 1. perencanaan strategi. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan.

Saran-saran ini diteruskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran tersebut. Memperbaiki kesalahan Penggunaan sistem mengungkapkan kesalahan (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem. c. Implementasi sistem (system implementation) Merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. Desain sistem secara umum (general system design) Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. sehingga lebih baik memulai dari awal. Lalu. modifikasi sistem akan menajdi sedemikian rupa. rancangan harus menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. Pendekatan Pengembangan Sistem Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem. 3.14 Pengertian Sistem dan Analis Sistem b. selanjutnya adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Contohnya. terjadi perubahan-perubahan dalam lingkungan sistem yang mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau perangkat lunak. Desain sistem terinci (detailed system design) Dengan memahami sistem yang ada dan persyaratan-persyaratan sistem baru. 3. Penilaian sistem (system evaluation) Hasil desain sistem secara umum tentunya harus menjadi pertimbangan pihak manajemen apakah melanjutkan pengembangan sistem yang baru berdasarkan gambaran desain sistem secara umum atau menolak rancangan baru tersebut. yaitu sebagai berikut ini : . pemerintah mengubah rumus perhitungan pajak jaminan sosial. siklus hidup sistem akan terulang. Menjaga kemutakhiran sistem Dengan berlalunya waktu. Meningkatkan sistem Saat sistem digunakan. e. 2. d. Jika sistem itu berbasis komputer. Manajemen sistem dan operasi (system management and operation) Pemeliharaan sistem (systems maintenance ) dilaksanakan untuk 3 alasan : 1. akan ditemukan cara-cara membuat peningkatan sistem. Pada titik tertentu. Kesalahan-kesalahan ini dapat diperbaiki.

Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan teknik-teknik yang digunakan. tabel keputusan (decision table). c. Kemungkinan kesalahan sistem besar Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk melakukan pengetesan sistem. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram). sehingga kemungkinan kesalahan-kesalahan . karena pendekatan ini tidak memberikan pedoman lebih lanjut tentang bagaimana melakukan tahapan-tahapan tersebut dengan terinci karena pendekatan ini tidak dibekali dengan alat-alat dan teknik-teknik yang memadai.15 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. diagram IPO dan bagan terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan teknik-teknik tersebut. Mahalnya biaya perawatan di pendekatan klasik ini disebabkan karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan kurang terstruktur. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh pemrogram. didalam praktek. Karena sifat dari sistem informasi sekarang menjadi lebih kompleks. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih mahal Biaya pengembangan sistem yang termahal adalah terletak di tahap perawatannya. hal ini tidaklah cukup. kamus data (data dictionary). pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan menimbulkan beberapa permasalahan. maka dokumentasi menjadi tidak lengkap dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas. sehingga pada waktu pemeliharaan sistem menjadi kesulitan. Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur (dipandang dari metodologi yang digunakan) Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan di systems life cycle. Sedangkan pendekatan terstruktur yang baru muncul sekitar awal tahun 1970-an pada dasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem tambahan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari systems life cycle. Akan tetapi sayangnya. Karena pendekatan klasik kurang didukung dengan alat-alat dan teknik-teknik. b. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan di systems life cycle. Permasalahanpermasalahan yang dapat timbul di pendekatan klasik antara lain adalah sebagai berikut : a.

Keberhasilan sistem kurang terjamin Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil pengembang sistem. Salah satu kontribusi utama pendekatan terstruktur adalah partisipasi dan dukungan dari pemakai sistem. Pengetesan sistem sebelum diterapkan merupakan hal yang kritis karena koreksi kesalahan sistem setelah diterapkan akan mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar. maka pemakai sistem hanya akan mengenal sistem yang baru pada tahap diterapkan saja. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem yang tidak dites selama tahap pengembangannya merupakan sumber utama dari kesalahan-kesalahan sistem.16 Pengertian Sistem dan Analis Sistem sistem akan menjadi lebih besar. Sebagai akibat lebih lanjut. pemakai sistem akan menjadi frustasi karena tidak dapat mengoperasikan sistem dengan baik. Masalah dalam penerapan sistem Karena kurangnya keterlibatan pemakai sistem dalam tahapan pengembangan sistem. Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa analis sistem telah mengerti akan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem dengan jelas dan benar. maka kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem menjadi kurang sesuai dengan yang diinginkan dan sebagai akibatnya sistem yang diterapkan menjadi kurang berhasil. Pengalaman telah menunjukkan bahwa di beberapa kasus. Pendekatan klasik kurang melibatkan pemakai sistem dalam pengembangan sistem. Berbeda dengan pendekatan terstruktur yang pengembangan sistemnya dilakukan dalam bentuk modul-modul yang terstruktur. 2. Pendekatan sepotong lawan pendekatan sistem (dipandang dari sasaran yang akan dicapai) Pendekatan sepotong (piecemeal approach) merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja. padahal sekarang sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya. bukan pada pemakai sistem. Pada pendekatan ini. kegiatan atau aplikasi yang dipilih. dikembangkan tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tanpa . d. Sebagai akibatnya pemakai sistem akan menjadi kaget dan tidak terbiasa dengan sistem baru yang tiba-tiba dikenalkan. e. Modul-modul ini akan lebih mudah dites secara terpisah dan kemudian pengetesan dapat dilakukan pada integrasi semua modul untuk meyakinkan bahwa interaksi antar modul telah berfungsi semestinya. kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem tidaklah selalu jelas dan benar menurut analis sistem.

prosedur-prosedur operasi dan kontrol. informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. maka proses turun ke pemrosesan transaksi. Pendekatan moduler (modular approach) berusaha memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana. yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. input. kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan. Pendekatan sistem-menyeluruh lawan pendekatan moduler (dipandang dari cara mengembangkannya) Pendekatan sistem-menyeluruh (total-system approach) merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh. Pendekatan atas-turun (top-down approach) sebaliknya dimulai dari level atas organisasi. karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. mudah dipahami . yaitu level perencanaan strategi. basis data. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. karena akan menjadi sulit untuk dikembangkan. tidak hanya menekankan pada sasaran dari sistem informasi itu saja. 4. karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu. Pendekatan in hanya memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja. sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan. Pendekatan bawah-naik bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis. Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun (dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem) Pendekatan bawah naik (bottom-up approach) dimulai dari level bawah organisasi. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini kurang mengena untuk sistem yang komplek. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi. Akibat lebih lanjut adalah sistem akan dapat dikembangkan tepat pada waktu yang telah direncanakan. yaitu penentuan output. Setelah kebutuhan informasi ditentukan. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis. Lain halnya dengan pendekatan sistem (systems approach) yang memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik.17 Pengertian Sistem dan Analis Sistem memperhatikan sasaran keseluruhan dari organisasi. 3.

Pendekatan berkembang (evolutionary approach) menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu dan akan terus dikembangkan untuk periode-periode berikutnya mengikuti kebutuhannya sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada. Pendekatan berkembang menyebabkan investasi tidak terlalu mahal dan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang cepat. Pendekatan lompatan-jauh lawan pendekatan berkembang (dipandang dari teknologi yang akan digunakan Pendekatan lompatan-jauh (great loop approach) menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko. aturanaturan dan postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan. 5.18 Pengertian Sistem dan Analis Sistem oleh pemakai sistem dan mudah untuk dipelihara. Metodologi Pengembangan Sistem Metodologi adalah : Kesatuan metode-metode. konsep-konsep pekerjaan. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. prosedur-prosedur. Pendekatan ini juga terlalu mahal. sehingga teknologi yang digunakan tidak cepat menjadi usang. Functional Decomposition Methodologies (Metodologi Pemecahan Fungsional) Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsitemsubsistem yang lebih kecil. seni atau disiplin lainnya Metode adalah : Suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. karena terlalu komplek. karena memerlukan investasi seketika untuk semua teknologi yang digunakan dan pendekatan ini juga sulit untuk dikembangkan. . Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh : Penulis buku Peneliti Konsultan Systems house Pabrik software Metodologi Pengembangan Sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan 1. karena teknologi komputer begitu cepat berkembang dan untuk tahun-tahun mendatang sudah menjadi usang. sehingga akan lebih mudah untuk dipahami.

PSA . sistem secara logika dapat digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar fungsinya di dalam modul-modul disistem.SR (Stepwise Refinement) atau ISR (Iterative Stepwise Refinement) . Metodologi ini dapat dikelompokkan kembali ke dalam dua kelas. Prescriptive Methodologies Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : . Data structure oriented methodologies Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di sistem.JSD (Jackson’s systems development) . PSL merupakan bahasa untuk menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa pemrograman prosedural. Data Oriented Methodologies (Metodologi Orientasi Data) Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses. Hubungan fungsi antar modul atau elemen-elemen sistem kemudian dijelaskan dari struktur sistemnya.SADT (Structured Analisys and Design Techniques) .19 Pengertian Sistem dan Analis Sistem dirancang dan diterapkan. ISDOS mempunyai 2 komponen : a. b. Data-flow oriented methodologies Metodologi ini secara umum didasarkan pada pemecahan dari sistem kedalam modulo-modul berdasarkan dari tipe elemen data dan tingkah-laku logika modul tersebut di dalam sistem. Dengan metodologi ini.SSAD (Structured Systems Analysis and Design) b.W/O (Warnier / Orr) 3. yaitu : a.ISDOS (Information Systems Design and Optimization System) Kegunaannya adalah mengotomatisasi proses pengembangan sistem informasi. sehingga output yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA.HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output) . Yang termasuk dalam metodologi ini adalah .Composite Design . Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : .Information-Hiding 2. Yang termasuk dalam kelompok metodologi ini adalah : . yaitu suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine-readable form. Struktur ini kemudian akan digunakan sebagai dasar struktur dari sistemnya. PSL Merupakan komponen utama dari ISDOS.

Laporan dalam bentuk grafik. semacam SPECTRUM-1 untuk life cycle konvensional. PLEXSYS digunakan pad aspek penghasil kode program secar otomatis. yang disimpan . PSA juga akan melakukan analisis dari hubungan ketergantungan waktu dari data dan analisis dari spesifikasi volume. SDM/70 Merupakan suatu perangkat lunak yang berisi kumpulan metode. dokumentasi dan petunjuk administrasi guna membantu pemakai untuk mengembangkan dan merawat sistem yang efektif SPECTRUM Perangkat lunak ini mempunyai beberapa versi untuk keperluan yang berbeda. yang dianalisis dan yang dihasilkan sebagai output laporan dengan pemanfaatan DBMS dalam penyimpanan datanya. SRES (Software Requirement Engineering System) dan SREM (Software Requirement Engineering Methodology) - - - - . SPECTRUM-2 untuk sistem manajemen proyek terstruktur. PLEXSYS merupakan tambahan untuk ISDOS. Kalau ISDOS digunakan pada aspek penntuan kebutuhan.20 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan kamus data (data dictionary) dan digunakan untuk mengecek data yang dimasukkan. function dictionary serta analisis dari hubungan-hubungan proses. manajemen data. estimasi. PLEXSYS Kegunaannya adalah untuk melakukan transformasi suatu statemen bahasa komputer tingkat tinggi ke suatu executable code untuk suatu konfigurasi perangkat keras yang diinginkan. Kegunaan dan hasil dari PSA adalah : PSA menganalisis PSL untuk kesalahan-kesalahan sintak dan akan menghasilkan laporan-laporan dalam bentuk data dictionary. SPECTRUM-3 untuk on-line interactive estimator. PSA akan melakukan analisis jaringan untuk mengecek kelengkapan dari semua hubungan data dan proses-proses. manajemen proyek dan pendokumentasian. PRIDE Merupakan perangkat lunak terpadu yang baik untuk analisis/disain sistem terstruktur. seperti laporan yang menggambarkan hubungan dari proses termasuk apakah suatu proses merupakan bagian dari porses yang lain atau suatu proses mempunyai komponen proses-proses lain.

alat-alat yang digunakan juga ada yang tidak berupa gambar atau grafik (nongraphical tools). adalah alat dokumentasi program yang berbasis pada fungsi. HIPO diagram Hierarchy plus Input-Process-Output. c. Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut ini : a. surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu. Structured chart Digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari sistem informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodul dengan menunjukkan hubungan elemen data dan elemen kontrol antara hubungan modulnya. disebut actigrams) dan diagram data (data diagrams.21 Pengertian Sistem dan Analis Sistem - DBO (Design By Objective). SADT Structured Analysis and Design Technique. maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. Selain berbentuk gambar. mesin atau perangkat lunak). diagram kegiatan (activity diagrams. SADT. dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh orang. disebut datagrams). b. pseudocode serta formulir-formulir untuk mencatat dan menyajikan data. microfile. . HOS (Higher Order Software). Menggunakan dua tipe diagram yaitu. elemen kontrol. PAD (Program Analysis Diagram). Data flow diagram Digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon. MSR (Meta Stepwise Refinement). PDL (Program Design Language) Alat dan Teknik Pengembangan Sistem Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang diberikan oleh metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. memandang suatu sistem terdiri dari dua hal : benda (obyek. Alat-alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar atau diagram atau grafik. seperti misalnya data dictionary. d. structured english. sehingga memberikan penjelasan lengkap dari sistem dipandang dari elemen data. harddisk. modul dan hubungan antar modulnya. diskette dan lain sebagainya). yaitu tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya. HIPO. tape.

Gantt chart 2. b. Alat-alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Jackson’s diagram Jackson’s Systems Development. Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa : bagan alir logika program (program logic flowchart) bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart) c. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting) 3. yaitu dapat digunakan di semua metodologi yang ada.daftar pertanyaan (questionaires) . . Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting) a. Teknik-teknik ini diantaranya adalah : . membangun suatu model dari dunia nyata (real world) yang menyediakan subyek-subyek permasalahan dari sistem. Bagan organisasi (organization chart) Teknik-teknik dalam pengembangan sistem yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut ini : a. Bagan alir sistem (systems flowchart) b.22 Pengertian Sistem dan Analis Sistem e. masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum. Teknik manajemen proyek.wawancara (interview) wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee). JSD.observasi (observation) observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan yang mana pada waktu observasi analis sistem dapat ikut juga berpartisispasi dengan orang-orang yang sedang melakukan suatu kegiatan tersebut. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques) Yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Bagan alir proses (process flowchart) e. . Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting) a. Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart) d. yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) Teknik ini digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan suatu proyek. Disamping alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu. Bagan distribusi kerja (working distribution chart) b.

d. Penyebab kegagalan pengembangan sistem : Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik 5. Pemakai sistem melakukan inspeksi untuk maksud menilai dokumentasi yang diserahkan oleh analis sistem secara teknik tidak mengandung kesalahan.23 Pengertian Sistem dan Analis Sistem adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih. . sehingga kemampuan analis sistem untuk memimpin atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal yang penting terhadap kesuksesan proyek pengembangan sistem. Teknik analisis biaya/manfaat (cost-effectiveness analysis atau cost-benefit analysis) Teknik ini menilai dari sisi kelayakan ekonomis suatu pengembangan sistem informasi. c. e. Teknik inspeksi/walkthrough Inspeksi merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan kepentingan dari analis sistem. Teknik untuk menjalankan rapat Selama proses pengembangan sistem dilakukan. seringkali rapat-rapat diadakan baik oleh tim pengembangan sistem sendiri atau rapat antara tim pengembangan sistem dengan pemakai sistem dan manajer. Fungsi Analis Sistem Analis sistem (systems analyst) adalah orang yang menganalisis sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan . Analis sistem melakukan walkthrough untuk maksud supaya dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem secara teknik tidak mengalami kesalahan dan dapat dilakukan dengan diverifikasi terlebih dahulu oleh analis sistem yang lain.pengumpulan sampel (sampling) pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya dengan pertimbangan biaya dan waktu yang terbatas.

2. terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) programnya. Beberapa analis sistem setuju bahwa pengetahuan-pengetahuan dan keahlian berikut ini sangat diperlukan bagi seorang analis sistem yang baik : . Orang yang melakukan tugas baik sebagai analis sistem maupun pemrogram disebut analis/pemrogram (analyst/programmer) atau pemrogram/analis (programmer/analyst). perancang sistem (systems designer). konsultan sistem (systems consultant) dan ahli teknik sistem (systems engineer).24 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. Pengetahuan pemrogram cukup terbatas pada teknologi komputer. Pemrogram (programmer) adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh analis sistem. Pekerjaaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar. 3. Pengetahuan dan Keahlian yang Diperlukan Analis Sistem Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang luas dan keahlian yang khusus. 5. tidak hanya pada teknologi komputer. Akan tetapi ada juga analis sistem yang melakukan tugas-tugas seperti pemrogram dan sebaliknya ada juga pemrogram yang melakukan tugas-tugas yang dilakukan oleh analis sistem. Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang. tidak terbatas pada sesama analis sistem. Analis sistem berbeda dengan pemrogram. Tugas dan tanggungjawab analis sistem dan pemrogram adalah berbeda dan dapat dilihat pada tabel berikut : Pemrogram 1. Pengetahuan analis sistem harus luas. pemrogram. Analis sistem 4. 7. tetapi pada sistem secara keseluruhan. sistem komputer. Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program. 4. analis bisnis (business analyst). tanggungjawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang. 6. tetapi juga pemakai sistem dan manajer. utilities dan bahasa-bahasa pemrograman yang diperlukan. tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya. Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja. Sebutan lain untuk analis sistem ini adalah analis informasi (information analyst).

keuangan. Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi akuntansi keuangan. 2. analis sistem banyak menggunakan metode-metode kuantitatif. Keahlian membina hubungan antar personil Manusia merupakan faktor yang kritis di dalam sistem dan watak manusia satu dengan yang lainnya berbeda. Pengetahuan teknis yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang perangkat keras komputer. 3. sistem pengendalian manajemen.25 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. teknologi komunikasi data. 4. presentasi. Keahlian ini diperlukan di dalam wawancara. kebijaksanaan perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya. manajemen personalia. regresi (regresion). 5. Pengetahuan tentang metode kuantitatif Dalam membangun model-model aplikasi. akuntansi biaya. produksi. trend. maka analis sistem harus mempunyai pengetahuan tentang ini. Pengetahuan ini dibutuhkan supaya analis sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. Keahlian pemecahan masalah Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan permasalahanpermasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis. menganalisisnya dan kemudian harus dapat merangkainya kembali menjadi suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahanpermasalahan tersebut. sistem operasi. Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data. network. pemrograman dinamik (dynamic programming). Apalagi bila analis sistem tidak dapat membina hubungan yang baik dengan pemakai sistem. memecah-mecah masalah tersebut ke dalam bagian-bagiannya. Pengetahuan tentang bisnis secara umum Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan. akan membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif. Keahlian teknis yang harus dimiliki adalah termasuk keahlian dalam penggunaan alat dan teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasi serta keahlian dalam menggunakan komputer. maka akan tidak mendapat dukungan dari . Analis sistem yang kaku dalam membina hubungan kerja dengan personil-personil lainnya yang terllibat. pohon keputusan (decision tree). 6. akuntansi manajemen. Keahlian komunikasi antar personil Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik secara lisan maupun secara tertulis. pemasaran. simulasi dan lain sebagainya. utilities dan paket-paket perangkat lunak lainnya. bahasa-bahasa komputer. b. seperti misalnya pemrograman linier (linier programming). rapat dan pembuatan laporan-laporan. teknologi komputer dan pemrograman komputer a. tingkah laku organisasi.

Bertanggungjawab dalam mendefinisikan masalah. 3. Mengarahkan. kemungkinan hanya ada seorang analis sistem yang merangkap sebagai pemrogram (analis/pemrogram) atau seorang pemrogram yang merangkap sebagai analis sistem (pemrogram/analis). Anggota dari tim pengembangan sistem ini tergantung dari besar-kecilnya ruang-lingkup proyek yang kaan ditangani. Tim ini secara umnum dapat terdiri dari personil-personil sebagai berikut ini : 1. Analis sistem senior Analis sistem senior (senior systems analyst) merupakan analis sistem yang sudah berpengalaman. Membuat jadwal pelakasanaan proyek pengembangan sistem yang akan dilakukan d. Akan tetapi untuk proyek pengembangan sistem yang besar atau komplek. Tim Pengembangan Sistem Dalam proyek pengembangan sistem yang kecil dan sederhana. Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem f. Ketua analis sistem Ketua analis sistem (lead systems analyst) biasanya menjabat sebagai wakil dari manajer analisis sistem. Manajer analisis sistem Manajer analisis sistem (manager of systems analysis) ini disebut juga sebagai koordinator proyek dan mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut ini a.26 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pemakai sistem atau manajemen dan kecenderungan pemakai sistem akan mempersulitnya. mengontrol dan mengatur anggota tim pengembangan sistem lainnya c. Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analisis sistem dan mewakilinya bila manajer analisis sistem berhalangan. disain sistem dan penerapannya e. Sebagai ketua/koordinator tim pengembangan sistem b. Mewakili tim untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam hal perundingan-perundingan dan pemberian-pemberian nasehat kepada manajemen dan pemakai sistem g. studi kelayakan. Membuat laporan-laporan kemajuan proyek (progress report) h. pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim. . Mengkaji ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari tim 2.

27 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 4. Pemrogram aplikasi senior Pemrogram aplikasi senior (senior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang sudah berpengalaman dengan tugas merancang spesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram yang lainnya. Pemrogram aplikasi senior ini kadang-kadang juga disebut dengan pemrogram/analis. Pemrogram aplikasi Pemrogram aplikasi (applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang cukup berpengalaman dan dapat melakukan tugasnya tanpa harus dibimbing secara langsung lagi. Analis sistem yunior ini sering juga disebut dengan analis sistem yang masih dilatih (systems analyst trainee). . 5. 7. 8. Pemrogram aplikasi yunior Pemrogram aplikasi yunior (junior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang belum berpengalaman dan masih dibawah bimbingan langsung dari pemrogram yang lebih senior. Pemrogram aplikasi yunior biasanya hanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang sederhana. Analis sistem Analis sistem (systems analyst) merupakan analis sistem yang cukup berpengalaman dan dapat bekerja sendiri tanpa bimbingan dari analis sistem senior. seperti misalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O. 6. Analis sistem yunior Analis sistem yunior (junior systems analyst) merupakan analis sistem yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan dari analis sistem yang lebih senior. Pemrogram aplikasi yunior ini sering juga disebut dengan pemrogram aplikasi yang masih dilatih (applications programmer trainee).

1992. Kenapa keahlian membina hubungan antar personil diperlukan ? jelaskan ! DAFTAR PUSTAKA 1. Jelaskan harapan-harapan apa saja setelah suatu sistem baru dikembangkan dalam suatu pengembangan sistem ! 6. Jelaskan dan berikan ilustrasi definisi dari sistem. Analysis. Jogiyanto.G. 4. Burch. Jelaskan dan berikan ilustrasi perbedaan antara tujuan (goal) dengan sasaran (objectives) ! 3. Design.. 1990. Prentice Hall. Apa perbedaan utama pendekatan pengembangan sistem klasik dengan pendekatan pengembangan sistem terstruktur ? jelaskan ! 9. Analisis dan Disain Sistem Informasi. 5. Sixth Edition. Information Systems : Theory and Practice. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Gary Grudnistski. and Implementation.28 Pengertian Sistem dan Analis Sistem EVALUASI 1. Second Edition. Introduction Systems Analysis and Design. Strater. Jr. Boyd & Fraser Publishing Company. J. Prenctice Hall. 1991 Raymond McLeod. Yourdon Press. 1988 I. Second Edition. Jelaskan mengenai pentingnya dukungan dari manajemen puncak (top management) dalam suatu pengembangan sistem ! 7. 2. 3. Prentice Hall. 1979 Meilir Page-Jones. 1979 . Hawryszkiewycz. System. The Practical Guide to Structured Systems Design. John Wiley & Sons. Felix R. Second Edition. Burch. Sebutkan dan jelaskan beberapa indikator (minimal 5 indikator) bahwa suatu sistem harus segera diperbaiki atau diganti ! 5. Jr.T. Sebutkan dan jelaskan alasan suatu pemeliharaan sistem (systems maintenance) harus dilakukan ! 8. 6. diperlukan beberapa pengetahuan dan keahlian tertentu. Untuk menjadi seorang analis sistem yang baik. Jelaskan hal-hal apa saja yang menyebabkan suatu sistem lama harus diperbaiki atau diganti ! 4. John G. subsistem dan supersistem ! 2. Apa yang menjadi perbedaan antara seorang analis sistem dengan seorang programmer ? jelaskan ! 10. ANDI OFFSET Yogyakarta.

Pendahuluan Analisis sistem (systems analysis) dapat didefinisikan sebagai berikut : Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep. Memahami Kerja Sistem 5. kesempatan-kesempatan. 2. karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. Mahasiswa memahami konsep analisis sistem. memahami kerja dari sistem. analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. Mengidentifikasi Masalah 4. hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya Atau secara lebih mudahnya. Langkah-langkah. menganalisis hasil penelitian dan membuat laporan hasil analisis. Tugas utama analis sistem dalam tahap ini adalah menemukan kelemahan-kelemahan dari sistem yang berjalan sehingga dapat diusulkan perbaikannya. Mahasiswa mampu untuk memahami cara mengidentifikasi masalah. Pendahuluan 2. . Menganalisis Hasil dan Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1.1 Analisis Sistem MODUL 2 ANALISIS SISTEM MATERI 1. Langkah-langkah Analisis Sistem 3. Tahap analisis sistem ini merupakan tahap yang sangat kritis dan sangat penting. Analisis Sistem 6. Kerja dari Sistem. Cara Identifikasi Masalah.

Identify. maka proses perbaikan mobil tersebut tidak akan berjalan dengan efisien dan efektif. maka perlu diidentifikasi terlebih dahulu apa penyebab yang mengakibatkan mobil tersebut jalannya tersendat-sendat. Apakah kita akan membongkar mobil tersebut dengan melepas semua komponennya untuk menemukan mengapa mobil tersebut jalannya tersendat-sendat ? tentunya ini merupakan pekerjaan analisis yang tidak benar. Tugas-tugas yuang harus dilakukannya adalah sebagai berikut ini : mengidentifikasi penyebab masalah mengidentifikasi titik keputusan mengidentifikasi personil-personil kunci Mengidentifikasi penyebab masalah Seringkali organisasi menyadari masalah yang tejadi setelah sesuatu berjalan dengan tidak benar. Kalau analis sistem tidak dapat mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah. maka proses analisis sistem tidak akan berjalan dengan semestinya. Sebagai ilustrasi. Oleh karena itulah pada tahap analisis sistem. Masalah (problem) dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Permasalahan tidak akan muncul dengan sendirinya dan mestinya ada sesuatu penyebab yang menimbulkannya. kita mempunyai sebuah mobil yang jalannya tersendat-sendat. yaitu mengidentifikasi masalah 2. 1. Understand. Report. Keadaan ini merupakan suatu masalah. Untuk mengatasi masalah ini. langkah pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi. Analyze. yaitu memahami kerja dari sistem yang ada 3. Mengidentifikasi Masalah Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Kalau kita akan berusaha memperbaiki kerusakan mobil tersebut. yaitu membuat laporan hasil analisis.2 Analisis Sistem Langkah-langkah Analisis Sistem Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem : 1. tetapi tidak dapat mengidentifikasi terlebih dahulu penyebab masalahnya. dapat diidentifikasikan bahwa penyebab masalahnya . yaitu menganalisis sistem 4. yaitu tidak akan efisien dan efektif. Untuk kasus mobil ini. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai.

Tugas mengidentifikasi penyebab masalah dapat dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek-subyek permasalahan yang telah diutarakan oleh manajemen atas yang telah ditemukan oleh analis sistem di tahap perencanaan sistem. Pada kasus mobil yang mempunyai masalah jalannya tersendat-sendat dan telah dapat diidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini adalah pembakaran yang kurang sempurna. Mengidentifikasi titik keputusan Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini. Ahli mesin mobil yang berpengalaman dapat mengidentifikasikan titik keputusan dari pembakaran yang kurang sempurna adalah terletak di proses pengapian busi. sehingga mengakibatkan jalannya mobil tersendat-sendat. Dengan demikian ahli mesin mobil yang berpengalaman tidak akan membongkar semua komponen dari mesin mobil itu. maka selanjutnya perlu diidentifikasi lebih lanjut titik keputusan yang menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna. Contoh bagan alir formulir untuk prosedur penjualan adalah sebagai berikut : . maka kita dapat mulai menganalisis dari tempat dilakukannya proses pembakaran ini.3 Analisis Sistem adalah karena proses pembakaran yang tidak sempurna. dapat digunakan dokumen sistem bagan alir formulir (paperwork flowchart atau form flowchart) bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan. Dengan dapat mengidentifikasi penyebab masalah ini. Secara analogi. maka dapat diidentifikasi penyebab terjadinya masalah biaya persediaan yang meningkat ini adalah karena : persediaan di gudang telalu banyak (over stock) dan pembelian barang tidak ekonomis. maka dapat memulai penelitiannya di titik-titik keputusan tersebut. ahli mesin mobil dapat menggunakan buku manual pedoman mesin mobil bersangkutan untuk mengidentifikasi titik-titik keputusan penyebab masalah pembakaran yang kurang sempurna. tanpa harus membongkar semua komponen mobil yang tidak menyebabkan terjadinya masalah. tetapi cukup memeriksa pada titik-titik keputusan saja. Dengan demikian juga dengan analis sistem bila telah dapat mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titik keputusan penyebab masalah . Demikian juga harus dicari jawaban mengapa biaya persediaan meningkat. masalah yang terjadi adalah “biaya persediaan meningkat dari tahun ke tahun”. kerja dari platina dan atau injeksi bensin di karburator. selanjutnya juga harus diidentifikasi titik keputusan penyebab masalah tersebut. Sebagai misalnya. Mengapa biaya persediaan meningkat ? mengapa jalannya mobil tersendatsendat ? jawabannya adalah disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna. Dari subyek masalah ini.

4 Analisis Sistem .

Penyebab masalah adalah pelayanan yang kurang baik kepada langganan. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses membuat faktur lama. Proses pembuatan order penjualan adalah proses membuat dokumen tertulis dari order langganan yang telah diterima dengan tembusan-tembusannya berupa : . “Penanganan order langganan” di bagian order penjualan. f.tembusan otorisasi kredit (credit copy) . Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses evaluasi kredit lama dan berbelit-belit. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pengambilan barang lama. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah : a. “Proses pembuatan order penjualan” di bagian order penjualan. “Kebenaran data di faktur” di bagian billing.tembusan pemberitahuan kepada langganan bahwa order telah diterima (acknowledgement copy atau advice copy) c. b. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah : a. d.tembusan untuk catatan akuntasi (journal/register copy) . tetapi proses ini tidak termasuk dalam ruang-lingkup sistem pengendalian penjualan dan pemasaran (masuk dalam sistem distribusi). e. “Proses pembuatan dokumen pengiriman” (packing slip) dan laporan pengiriman (shipping notice) di bagian pengiriman. 2. . “Proses pengambilan barang” di bagian gudang. Penanganan order penjualan merupakan proses pertama kali menerima order dari langganan. “Proses evaluasi kredit” di bagian kredit. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pembuatan dokumen dan laporan pengiriman lama. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pembuatan order penjualan juga lama.tembusan untuk meminta barang dari gudang (stock request copy) . Titik keputusan ini dapat mengakibatkan barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang tercantum di faktur bila faktur salah. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila waktu penanganan order penjualan lama. Proses pengirimannya sendiri juga harus cepat sampai barang diterima oleh langganan. Penyebab masalah adalah barang yang dikirim sering tidak sesuai. “Proses membuat faktur” di bagian billing.tembusan untuk membuat faktur .5 Analisis Sistem Penjelasan dari titik-titik keputusan adalah antara lain sebagai berikut : 1.tembusan untuk membuat slip pengepakan (packing slip) dan laporan pengiriman (shipping notice) .

Titik keputusan ini dapat mengakibatkan barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang dikirim bila bagian billing tidak menerima laporan pengiriman. yaitu wawancara. Mengidentifikasi personil-personil kunci Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen yang ada di perusahaan serta dokumen deskripsi jabatan (job description) 2. Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Memahami Kerja Sistem Langkah kedua dari tahap analisis sistem adalah memahami kerja dari sistem yang ada. 3. . Sejumlah data perlu dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah “proses pembuatan laporan” di bagian akuntansi. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan laporan tidak tepat waktunya bila proses pembuatan laporan lama. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian.6 Analisis Sistem b. Bila di tahap perencanaan sistem juga pernah dilakukan penelitian untuk memperoleh data. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah “dukungan informasi untuk pemberian kredit” di bagian kredit. Penyebab masalah adalah kurang tersedianya laporan yang berkualitas. maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. penelitian ini sifatnya adalah penelitian pendahuluan (preliminary survey). daftar pertanyaan dan pengambilan sampel. Sedang pada tahap analisis sistem. kelemahankelemahan dan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. 4. Penyebab masalah adalah otorisasi pemberian kredit yang kurang benar. penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci (detailed survey). laporan tidak tepat nilainya bila pengendalian output tidak ada atau lemah. “Kelengkapan faktur yang didukung dengan laporan pengiriman” di bagian billing. observasi. Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan.

berikutnya dapat dikelompokkan ke dalam jenis penelitiannya masing-masing. daftar pertanyaan. Penelitian yang menggunakan teknik pengambilan sampel lebih tepat digunakan untuk mengumpulkan input atau output sistem yang mempunyai jumlah banyak. Dari jadwal penelitian yang telah dibuat. Untuk wawancara. pengambilan sampel) tergantung dari jenis data yang ingin diperoleh. selanjutnya jadwal wawancara dapat diatur yang terdiri dari : . yaitu sebagai berikut ini : o Menentukan jenis penelitian o Merencanakan jadwal penelitian . Jenis data yang ingin diperoleh dapat berupa data tentang operasi sistem.Mengatur jadwal observasi .Mengatur jadwal wawancara . observasi. Jenis penelitian (wawancara. data tentang perlengkapan sistem. Merencanakan jadwal penelitian Penelitian akan dilakukan di tiap-tiap lokasi titik keputusan yang akan diteliti. apa dan siapa yang akan diteliti. atau input dan output yang digunakan oleh sistem. pengendalian sistem. Penelitian juga biasanya akan dilakukan oleh beberapa peneliti dan memakan waktu yang cukup lama (harian. siapa yang akan meneliti. mingguan bahkan bulanan) supaya penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif.7 Analisis Sistem Langkah kedua dari tahap analisis sistem dapat terdiri dari beberapa tugas yang perlu dilakukan.Mengatur jadwal pengambilan sampel o Membuat penugasan penelitian o Membuat agenda wawancara o Mengumpulkan hasil penelitian Menentukan jenis penelitian Sebelum penelitian dilakukan. Penelitian yang menggunakan teknik wawancara dan observasi tepat digunakan untuk lokasi data yang menyebar dan mahal bila harus dikunjungi satu persatu. kapan penelitian dilakukan. maka jadwal dari penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi : dimana penelitian akan dilakukan. sebaiknya ditentukan terlebih dahulu jenis dari penelitian untuk masing-masing titik keputusan yang akan diteliti.

Dokumentasi dari hasil penelitian ini diperlukan untuk beberapa hal. Membantu kelengkapan (aid to completeness) Dengan digunakannya formulir-formulir standar untuk mencatat fakta. observasi yang akan dilakukan juga sebaiknya dibuatkan jadwal tersendiri. Formulir ini akan diberikan kepada tiap-tiap peneliti yang bersangkutan. jam wawancara untuk tiap-tiap harinya. Koordinator analis sistem dapat membuat surat penugasan kepada masing-masing anggota tim analis sistem ini dengan menyertakan lampiran kegiatan penelitaian yang harus dilakukan. . Demikian juga dengan jadwal pengambilan sampel sebaiknya juga diatur tersendiri. yaitu sebagai berikut ini : a. yang diwawancarai. Membuat agenda wawancara Sebelum suatu wawancara dilaksanakan. maka data yang belum terkumpul akan terlihat. yang melakukan wawancara. maka tugas dari tiap-tiap anggota tim analis sistem untuk melakukan penelitian telah dapat ditentukan. karena kurang bermanfaat bagi user atau manajemen. Pewawancara dapat melakukan wawancara dengan dasar agenda wawancara ini.8 Analisis Sistem - tanggal wawancara akan dilakukan. Mengumpulkan hasil penelitian Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai suatu dokumentasi sistem lama. Rencana ini dapat ditulis di agenda wawancara dan dibawa selama wawancara berlangsung. topik dari wawancara yang akan dilakukan. Tujuan utama pembuatan agenda wawancara yang akan digunakan dalam wawancara ini adalah suapaya wawancara dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan tidak ada materi yang terlewatkan. Formulir ini biasanya tidak dilampirkan di laporan hasil analisis. Membuat penugasan penelitian Setelah rencana jadwal penelitian selesai dibuat. lokasi letak wawancara akan dilakukan. Sama halnya dengan wawancara yang telah diatur jadwalnya tersendiri. akan lebih bijaksana bila waktu dan materi wawancara ini direncanakan terlebih dahulu.

Fakta-fakta yang perlu didokumentasikan dari hasil penelitian sistem lama adalah sebagai berikut ini : 1. Elemen-elemen data 6. e. 2. Membantu keamanan (aid to security) Dokumentasi yang berisi dengan fakta terkumpul dapat diibaratkan sebagai bestek rancangan gedung yang telah digambar oleh arsitek dan telah dihitung oleh insinyur teknik sipil. Kebutuhan-kebutuhan informasi pemakai sistem/manajemen 3. Selain itu juga dapat membantu komunikasi antara analis. Membantu pelatihan (aid to training) Pelatihan akan lebih efektif bila dilampiri dengan bahan-bahan yang diperlukan secara tertulis. Membantu komunikasi (aid to communication) Formulir-formulir standar akan membantu anggota-anggota tim analis untuk berkomunikasai dengan efektif satu dengan yang lainnya. . Pengambilan sampel 4. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan Data ini dapat diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan pada suatu kegiatan. Formulir-formulir dan laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem lama. Menganalisis hasil penelitian sering sulit dilakukan oleh analis sistem yang masih baru. atau ada perubahan-perubahan yang perlu dilakukan atau misalnya gedung sudah dibuat mengalami kerusakan-kerusakan. operator dan pemakai sistem d. Kesalahan-kesalahan melakukan kegiatan di sistem lama 3. perbaikan-perbaikan atau modifikasi-modifikasi akan lebih mudah dilakukan.9 Analisis Sistem b. maka dengan adanya dokumentasi. Bila gedung yang akan dibangun tidak sesuai dengan keinginan pemakai. Membantu analisis (aid to analysis) Data yang dicatat dalam bentuk tabel atau bagan memungkinkan sistem akan lebih mudah dipahami dan dianalisis c. Analisis Sistem Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Pengalaman menunjukkkan bahwa banyak analis sistem yang masih baru mencoba untuk memecahkan masalah tanpa menganalisisnya. Teknologi yang digunakan di sistem lama 7. 5. pemrogram komputer.

selanjutnya analis sistem akan dapat melakukan analisis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan dari sistem yang ada. Wilkinson memberikan sasaran yang harus dicapai untuk menentukan kriteria penilaian sebagai berikut : Relevance (sesuai kebutuhan) Capacity (kapasitas dari sistem) Efficiency (efisiensi dari sistem) Timeliness (ketepatan waktu menghasilkan informasi) Accessibility (kemudahan akses) Flexibility (keluwesan sistem) Accuracy (ketepatan nilai dari informasi) Reliability (keandalan sistem) Security (keamanan dari sistem) Economy (nilai ekonomis dari sistem) Simplicity (kemudahan sistem digunakan) Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dan kriteria-kriteria ini. Kriteria yang tepat ini dapat diperoleh dari sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru supaya efisien dan efektif.10 Analisis Sistem MENGANALISIS KELEMAHAN SISTEM Analis sistem perlu menganalisis masalah yang terjadi untuk dapat menemukan jawaban apa penyebab sebenarnya dari masalah yang timbul tersebut. Sebagai tambahan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam : Apa yang dikerjakan ? Bagaimana mengerjakannya ? Siapa yang mengerjakannya ? Dimana dikerjakannya ? Menganalisis kelemahan sistem sebaiknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan : Mengapa dikerjakan ? Perlukah dikerjakan ? Apakah telah dikerjakan dengan baik ? Tentu saja pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam langkah menganalisis hasil penelitian ini lebih terinci lagi dibandingkan dengan yang didaftar di atas. suatu kriteria yang tepat masih diperlukan untuk menilai sistem yang lama. .

Untuk keperluan menganalisis distribusi dari pekerjaan dapat digunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini : apakah tugas dan tanggungjawab telah didefinisikan dan diterapkan dengan jelas ? apakah tugas dan tanggungjhwab telah didistribusikan dengan efektif untuk masing-masing personil dan unit-unit organisasi ? dengan mengetahui beban dari masing-masing personil. maka dapat ditentukan personil mana yang masih dapat diberi tambahan beban dan personil mana yang harus dikurangi bebannya untuk dialihkan ke personil lain yang masih kurang bebannya.11 Analisis Sistem Menganalisis Distribusi Pekerjaan Distribusi dari pekerjaan menunjukkan beban dari masing-masing personil atau unit organisasi dalam menangani kegiatan yang sama. Untuk menganalisis keandalan ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaanpertanyaan berikut : Apakah jumlah kesalahan yang terjadi di masing-masing operasi diminimumkan ? Apakah operasi-operasi telah direncanakan dengan baik dan terkendali ? . Semakin andal berarti semakin sedikit kesalahan yang dilakukan. Menganalisis Pengukuran Pekerjaan Untuk menganalisis pengukuran pekerjaan ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini : apakah kebijaksanaan dan prosedur telah dipahami dan diikuti ? apakah produktifitas karyawan memuaskan ? apakah unit-unit organisasi telah bekerja sama dan terkoordinasi dengan baik menjaga arus data dengan lancar ? apakah masing-masing kegiatan telah mencapai sasarannya ? apakah terjadi operasi-operasi yang tumpang tindih ? seberapa perlu hasil dari tiap-tiap operasi ? apakah tedapat operasi yang menghambat arus data ? apakah volume puncak dari data dapat ditangani dengan baik ? apakah terdapat standar kinerja yang baik dan selalu dimutakhirkan ? Menganalisis Keandalan Keandalan menunjukkan banyaknya kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam suatu kegiatan.

tetapi tugas ini saja belumlah cukup. .12 Analisis Sistem Menganalisis Dokumen Untuk menganalisis dokumen yang digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : seberapa perlu dokumen-dokumen yang ada ? apakah masing-masing dokumen telah dirancang untuk penggunaan yang efektif ? apakah tembusan-tembusan dari dokumen perlu ? Menganalisis Laporan Untuk menganalisis laporan yang sudah dihasilkan oleh sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : dapatkah laporan-laporan dipersiapkan dengan mudah dari file dan dokumendokumen yang ada ? apakah terdapat duplikasi di file. Tugas lain dari analis sistem yang masih diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi. catatan-catatan dan laporan-laporan ? Menganalisis Teknologi Untuk menganalisis teknologi yang sudah digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : apakah fasilitas dari sistem informasi (dalam bentu personil. peralatan dan fasilitas lainnya) cukup untuk menangani volume rata-rata data tanpa terjadi penundaan yang berarti ? MENGANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI PEMAKAI/MANAJEMEN Walaupun menganalisis kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu. yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.

Strater. Analysis. Jogiyanto. Mengapa penelitian harus direncanakan jadwalnya ? jelaskan ! DAFTAR PUSTAKA 1. J. 1991 Raymond McLeod. Second Edition. Sebutkan dan jelaskan definisi analisis sistem menurut persepsi anda ! 2. and Implementation. Burch. John G. 5. Mengapa memahami kerja dari sistem yang ada/berjalan diperlukan ? jelaskan ! 5. Laporan ini diserahkan kepada steering committe (komite/panitia pengarah pengembangan sistem) yang nantinya akan diteruskan ke manajemen. Hawryszkiewycz. Felix R. 1988 I.13 Analisis Sistem 4. Prentice Hall.. 1992. Jr. Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah : pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi) EVALUASI 1. Introduction Systems Analysis and Design. Mengapa identifikasi penyebab masalah merupakan tahap yang paling penting dalam tahap analisis sistem ? jelaskan dengan ilustrasi ? 4. tugas berikutnya dari analis sistem dan timnya adalah membuat laporan hasil analisis. Second Edition.G. Yourdon Press. Information Systems : Theory and Practice. The Practical Guide to Structured Systems Design. 1990. Boyd & Fraser Publishing Company. Design. ANDI OFFSET Yogyakarta. Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem di dalam tahap analisis sistem ? 3. Second Edition. 1979 . Analisis dan Disain Sistem Informasi. Pihak manajemen bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari temuan-temuan dan analisis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laporan ini. Gary Grudnistski. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. System. Prenctice Hall. 4. Jr. Sixth Edition.T. 1979 Meilir Page-Jones. Prentice Hall. 6. 2. Burch. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan. 3. John Wiley & Sons.

Tahap ini disebut dengan desain sistem (systems design).3 Desain Database 5.4 Desain Kontrol 5. input.2 Desain Input 5. maka analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Desain Sistem Secara Umum 5. proses. .1 Desain Sistem Secara Umum MODUL 3 DESAIN SISTEM SECARA UMUM MATERI 1.1 Desain Output 5. kontrol sampai arsitektur komputer 3. Tujuan Desain Sistem 4. Personil Yang Terlibat 5. database. Mahasiswa mampu untuk memahami tujuan. Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian. Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Desain sistem terinci disebut juga dengan desain sistem secara phisik (physical system design) atau desain internal (internal design).5 Desain Teknologi 6. Arti Desain Sistem 3. Mahasiswa memahami konsep desain sistem 2. tahapan desain sistem secara umum mulai dari output. Tujuan dan Tahapan Desain Sistem serta Personil yang Terlibat dan Tekanan-tekanan Dalam Desain Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa memahami tekanan-tekanan dalam desain sistem Pendahuluan Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan. Tekanan-tekanan Desain TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Pengertian. yaitu desain sistem secara umum (general systems design) dan desain sistem terinci (detailed systems design) desain sistem secara umum disebut juga dengan desain secara makro (macro design). Pendahuluan 2.

Persiapan untuk rancang bangun implentasi 4. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem. 3. 2. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi. metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan. analis sistem harus dapat mencapai sasaran-sasaran sebagai berikut : 1. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi 6. Ini berarti bahwa data harus mudah ditangkap. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk 5. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem Tujuan Desain Sistem Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama. termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer. Untuk mencapai tujuan ini. . pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional 3. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 2. yaitu sebagai berikut : 1. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Sistem dibentuk dapat berupa penggambaran. akhirnya desain sistem dapat diartikan sebagai berikut : 1. Desain sistem harus berguna. yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan progam komputernya. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem 2.2 Desain Sistem Secara Umum Arti Desain Sistem Dari sekian banyak yang memberikan pengertian mengenai arti desain sistem. Tujuan kedua ini lebih condong pada desain sistem yang terinci.

Pemakai sistem juga seharusnya menilai cara penangkapan data. maka pemakai sistem seharusnya juga terlibat dalam tahap desain sistem. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Personil Yang Terlibat Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personil-personil teknik lainnya. Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. seperti misalnya spesialis pengendalian (controls specialists). . Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen. metode-metode. Oleh karena alasan ini. pengolahan dari data tersebut dan distribusi informasinya. spesialis komunikasi data (data communications specialists) dan lain sebagainya.Pemakai sistem juga seharusnya menilai arus percakapan dari dialog layar terminal. perangkat lunak dan pengendalian intern. . Pemakai sistem paling tidak dapat mengkaji ulang komponen-komponen sistem informasi yang didesain. orang-orang. Bagaimana dengan pemakai-pemakai sistem (users) ? apakah pemakai sistem juga harus terlibat dalam tahap ini ? banyak orang yang setuju bahwa keterlibatan pemakai sistem sangat penting selama tahap analisis sistem. Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal. Akan tetapi bagaimana di tahap desain sistem ini ? banyak analis sistem yang mendesain sistem informasi tanpa partisipasi yang berarti dari pemakai sistem.3 Desain Sistem Secara Umum 4. Hasil dari ketidak-terlibatan pemakai sistem ini akan mengakibatkan kurang puasnya pemakai sistem terhadap cara sistem bekerja (bahkan sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan pemakai). seperti misalnya : . personil penjamin kualitas (quality assurance personil).pemakai sistem seharusnya mengkaji ulang tata letak (layout) dari semua laporan-laporan dan bentuk-bentuk tampilan di layar terminal. setelah arsitek selesai melakukan analisis. maka arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah. Desain Sistem Secara Umum Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon . prosedur-prosedur. perangkat keras. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi. simpanan data.

Output dapat berupa hasil di media keras (seperti misalnya kertas. Metode-metode dan prosedur-prosedur ini merupakan bagian dari model sistem informasi (model prosedur) yang akan mendefinisikan urut-urutan kegiatan untuk menghasilkan output dari input yang ada. Pengolahan data dari sistem informasi berbasis komputer membutuhkan metode-metode dan prosedur-prosedur. laporan-laporan. Suatu prosedur merupakan rencana tahap demi tahap untuk menerapkan suatu metode. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat berbentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukkan urut-urutan kegiatan dari sistem informasi berbasis komputer ini. Yang akan dimaksud dengan . Simbol-simbol bagan allir sistem ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya. karena output dapat terdiri dari macammacam jenis. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical systems. Seringkali gambar bagan alir sistem untuk sistem informasi juga dapat digabung dengan bagan alir formulir dalam perusahaan untuk menunjukkan hubungan dan prosedur antara sistem informasi dengn sistem-sistem lainnya di perusahaan. Arsitek belum akan menggambar detail bangunannya dengan ukurannya terinci sebelum bentuk dan susunan rumah itu sendiri disetujui oleh calon pemakai rumah. disk atau kartu. Desain terinci yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah. Logical model dapat digambar dengan menggunakan diagram arus data (data flow diagram). Sketsa dari physical systems dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan. Arus dari data di diagram arus data dapat dijelaskan dengan menggunakan kamus data (data dictionary). Istilah output ini kadang-kadang membingungkan. komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemrogram. Metode (method) adalah suatu cara untuk melakukan suatu kegiatan. Disamping itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimpan di suatu media seperti tape.4 Desain Sistem Secara Umum pemakai rumah. seperti simbol terminal. hard disk. Komponen sistem informasi yang didesain adalah : Desain Output Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Logical model dari sistem informasi lebih menjelaskan kepada user bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logika akan bekerja. Pada tahap desain secara umum. bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sispil yang akan membangun rumah ini. microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar video). Analisis sistem dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk physical systems dan logical model.

terutama ooutput untuk keperluan manajemen tingkat menengah ke atas. LANGKAH-LANGKAH DESAIN OUTPUT SECARA UMUM Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. media yang digunakan. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel. Output ini akan tetap tinggal di dalam perusahaan dan akan disimpan sebagai arsip atau dimusnahkan bila sudah tidak digunakan lagi. formatnya. 2. sistem baru yang telah dibuat. Output jenis ini dapat berupa laporan-laporan terinci. Output Intern (internal output) Adalah output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. distribusinya dan periode output. laporan-laporan ringkasan dan laporan-laporan lainnya. tabel atau pabrik. Menentukan parameter dari output Setelah output-output yang akan didesain telah dapat ditentukan. maka parameter dari output selanjutnya juga dapat ditentukan. Parameter ini meliputi tipe dari output. TIPE OUTPUT Output dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe. tanda terima pembayaran dan lain sebagainya. yaitu : 1.5 Desain Sistem Secara Umum output pada tahap desain ini adalah output yang berupa tampilan di media keras atau di layar video. maka output berupa grafik juga mulai banyak dihasilkan. FORMAT OUTPUT Bentuk atau format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative). Contoh output ekstern adalah faktur. Akan tetapi sekarang dengan kemampuan teknologi komputer yang dapat menampilkan bentuk grafik. . Banyak output ekstern ini dibuat di formulir yang sudah tercetak sebelumnya (preprinted form) dan sistem informasi hanya menambahkan bagian-bagian tertentu yang masih harus diisi. Output Ekstern (external output) Adalah output yang akan didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya. DAD. Output di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses ke proses lainnya. Menentukan kebutuhan output dari sistem baru Output yang akan didesain dapat ditentukan dari diagram arus data. check. jumlah tembusannya. 2. alat output yang digunakan.

KTT (key-to-tape) dan KTD (key-to-disk). Contoh proses input : .6 Desain Sistem Secara Umum Desain Input Bila berpikir tentang input. touch screen dan lain sebagainya. yaitu : 1. biasanya juga akan berpikir tentang alat input (input device) yang akan digunakan. Dokumen dasar merupakan bukti transaksi. misalnya kartu plong. misalnya KTC (key-to-card). mouse. misalnya adalah keyboard. 2. semacam keyboard. Penyiapan data (data preparation) Yaitu mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form. proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama. Alat input tidak langsung adalah alat input yang tidak langsung dihubungkan dengan CPU. PROSES INPUT Tergantung dari alat input yang digunakan. pita magnetik atau disk magnetik) 3. yaitu alat input langsung (online input device). card reader dan lain sebagainya. Alat input dapat digolongkan ke dalam 2 golongan. Alat input langsung merupakan alat input yang langsung dihubungkan dengan CPU. Penangkapan data (data capture) Merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang dilakukan oleh organisasi ke dalam dokumen dasar. Pemasukan data (data entry) Merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer.

Tiga tahapan utama proses input yang menggunakan alat input tidak langsung Gambar. LANGKAH-LANGKAH DESAIN INPUT SECARA UMUM Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data. order penjualan dan lain sebagainya. Dua tahapan utama proses input yang menggunakan alat input langsung TIPE INPUT Input dapat dikelompokkan ke dalam : 1. yang perlu . kwitansi-kwitansi dari luar organisasi. 2. Umumnya dokumen dasar yang akan didesain adalah dokumen dasar untuk data capture input intern. seperti misalnya faktur penjualan. Input ekstern (external input) Adalah input yang berasal dari luar organisasi. kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input di alat input. Input intern (internal input) Adalah input yang berasal dari dalam organisasi. seperti misalnya faktur pembelian. Untuk tahap desain input secara umum.7 Desain Sistem Secara Umum Gambar.

2. Parameter ini meliputi : . Menentukan parameter dari file database Setelah file-file yang dibutuhkan telah dapat ditentukan. maka parameter dari input selanjutnya juga dapat ditentukan. 2. File-file database yang dibutuhkan oleh sistem dapat dilihat pada desain model yang digambarkan dalam bentuk diagram arus data. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru File yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat. yang perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan oleh sistem informasi.volume input . karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya.periode input Desain Database Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database system.bentuk dari input. Langkah-langkah desain database secara umum adalah sebagai berikut : 1. Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacammacam di dalam suatu organisasi. Parameter ini meliputi : .8 Desain Sistem Secara Umum dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain secara rinci tersebut. tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Langkah-langkah ini adalah sebagai berikut : 1.sumber input . Menentukan parameter dari input Setelah input-input yang akan didesain telah dapat ditentukan.alat input yang digunakan . dokumen dasar atau bentuk isian di alat input (dialog layar terminal) . Untuk tahap desain database secara umum. maka parameter dari file selanjutnya juga dapat ditentukan.jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan distribusinya . Input di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu kesatuan luar ke suatu proses dan bentuk tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses memasukkan data. Menentukan kebutuhan input dari sistem baru Input yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat.

Desain Kontrol Suatu sistem merupakan subyek dari mismanajemen. Pengendalian organisasi Pengendalian organisasi ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemisahan tugas (segregatian of duties) dan pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibilities) yang tegas. Pengendalian dalam sistem informasi dapat dikategorikan lebih lanjut ke dalam pengendalian umum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control). PENGENDALIAN SECARA UMUM Pengendalian secara umum merupakan pengendalian diluar aplikasi pengolahan data yang terdiri dari : 1. kesalahan-kesalahan. maka sistem akan dapat terus melangsungkan hidupnya. file sementara dan lain sebagainya media file : hard disk. Pengendalian yang baik merupakan cara bagi suatu sistem informasi untuk melindungi dirinya dari halhal yang merugikan. Suatu sistem harus dapat melindungi dirinya sendiri. 2. Sistem informasi sebagai sistem yang terbuka (open system) tidak bisa dijamin sebagai suatu sistem yang bebas dari kesalahan-kesalahan atau kecurangan-kecurangan. ISAM atau file akses langsung) atau organisasi database (struktur berjenjang jaringan atau hubungan. Mempelajari cara mengoperasikan sistem . Dalam pengembangan suatu sistem informasi.9 Desain Sistem Secara Umum - - tipe dari file : file induk. Apabila sistem tersebut dilengkapi dengan suatu pengendalian yang berguna untuk mencegah atau menjaga hal-hal yang negatif tersebut. kecurangan-kecurangan dan penyelewengan-penyelewengan umum lainnya. diskette atau pita magnetik organisasi dari file : apakah file tradisional (file urut. Field kunci dari file. file transaksi. Pengendalian yang diterapkan pada sistem informasi sangat berguna untuk tujuan mencegah atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahankesalahan atau kecurangan-kecurangan). Pengendalian intern juga dapat digunakan untuk melacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi sehingga dapat dikoreksi. analis dan perancang sistem harus memikirkan pengendalian yang ada atau yang akan diterapkannya. Pengendalian dokumentasi Dokumentasi ini penting untuk keperluan-keperluan sebagai berikut : a.

e. 3. c. d. Dokumentasi prosedur Dapat berisi prosedur-prosedur yang harus dilakukan pada suatu keadaan tertentu.10 Desain Sistem Secara Umum b. Dokumentasi ini sangat berguna bagi operator. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras (hardware mulfunction). c. e. Dokumentasi data Berisi definisi-definisi dari item-item data di dalam database yang digunakan oleh sistem informasi. b. pemeriksaan gaung (echo check). seperti misalnya prosedur pengetesan program. Dokumentasi program sangat dibutuhkan oleh programmer bila akan memodifikasi atau mengembangkan program. pemeriksaan baca setelah rekam (read after write check). Pengendalian perangkat keras Pengendalian perangkat keras (hardware control) merupakan pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu (built in) oleh pabrik pembuatnya. Dokumentasi operasi Berisi penjelasan-penjelasan cara dan prosedur-prosedur mengoperasikan program. Bila . pemeriksaan baca ulang (dual read check). 4. Dokumentasi program Menggambarkan logika dari program dalam bentuk bagan alir program (program flowchart) atau dalam bentuk tabel keputusan (decision table) atau dalam bentuk structured chart serta cetakan program. Dokumentasi data dapat dalam bentuk kamus data. prosedur penggunaan file. Sebagai bahan training Dasar pengembangan sistem lebih lanjut Dasar bila akan memodifikasi atau memperbaiki sistem di kemudian hari Materi acuan bagi pemeriksa sistem Dokumentasi yang ada diantaranya dapat berupa : a. d. Dokumentasi sistem Menunjukkan bentuk dari sistem pengolahan data yang digambarkan dalam bagan alir sistem (system flowchart) atau diagram arus data. Pengendalian perangkat keras dapat berupa pemeriksaan pariti (parity check). perangkat lunak dan manusia di dalam perusahaan. prosedur pembuatan backup dan restore dan lain sebagainya. Pengendalian keamanan fisik Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan terhadap perangkat keras. pemeriksaan validitas (validity check) dan pemeriksaan kesalahan lain-lain (miscellaneous errors check). Dokumentasi data banyak dibutuhkan oleh Database Administrator dan pemeriksa sistem.

hilangnya atau menurunnya pelayanan kepada langganan . Pengendalian keamanan data Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap data yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak hilang.11 Desain Sistem Secara Umum pengendalian keamanan fisik tidak dilakukan secara mestinya. maka dapat mengakibatkan : . PENGENDALIAN APLIKASI Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang diterapkan selama proses pengolahan data berlangsung.menurunnya operasi kegiatan . terkumpul semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahannya. Kesalahan pengolahan dapat terjadi karena program aplikasi yang digunakan untuk mengolah data mengandung kesalahan. 2. Beberapa cara pengendalian telah banyak diterapkan untuk maksud ini. Pengendalian aplikasi (application control) dapat dikategorikan ke dalam : 1. Pengendalian masukan (input control) Mempunyai tujuan untuk meyakinkan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap. Pengendalian komunikasi Jika sistem informasi menggunakan suatu network komunikasi untuk mentransmisikan data dari satu tempat ke tempat lain. . Pengendalian pengolahan (processing control) Tujuan dari pengendalian pengolahan ini adalah untuk mencegah kesalahankesalahan yang terjadi selama proses pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan ke dalam komputer. rusak dan tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Pengendalian komunikasi dimaksudkan untuk menangani kesalahan selama proses mentransmisikan data dan untuk menjaga keamanan dari data selama pengiriman data tersebut. analis sistem harus memikirkan pengendalian untuk ini. diantaranya : dipergunakan data log proteksi file pembatasan pengaksesan (access restriction) data backup dan recovery 6. Pengendalian ini ditujukan untuk menangani kesalahan transmisi dan keamanan data sewaktu transmisi.hilangnya harta kekayaan milik perusahaan 5.membahayakan sistem .

Dalam bentuk hard copy yang paling banyak dilakukan adalah berbentuk laporan yang dicetak menggunakan alat cetak (printer) dan dalam bentuk soft copy yang paling umum adalah berbentuk tampilan di layar terminal. karakter khusus dan simbol-simbol lain b. Image. Alat output Output yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke dalam : a. Pengendalian keluaran (output control) Keluaran (output) yang merupakan produk dari pengolahan data dapat disajikan dalam dua bentuk utama. TEKNOLOGI PERANGKAT KERAS Teknologi perangkat keras komputer dapat terdiri dari : 1. TEKNOLOGI PERANGKAT LUNAK Perangkat lunak dapat dikategorikan ke dalam : a. Alat masukan Alat masukan (input device/input unit/ input equipment) adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan data juga untuk memasukkan program. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama. 4. Perangkat lunak sistem operasi (operating system) Yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan dari sistem komputer . Simpanan luar. di dalam suatu bentuk grafik atau gambar c. dalam bentuk simbol yang hanya dapat dibaca dan dimengerti komputer. dalam bentuk musik atau omongan d. Tulisan. Suara. Desain Teknologi Teknologi digunakan untuk menerima input. 3. terdiri dari huruf. 2. yaitu perangkat keras (hardware). menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Simpanan luar dapat digolongkan ke dalam direct-access storage device (DSSD) atau alat simpanan pengaksesan langsung dan sequential-access storage device (SASD) atau alat simpanan pengaksesan urut. angka. menjalankan model. perangkat lunak (software) dan teknisi (humanware atau brainware). kata. Alat pemroses terdiri dari central processor unit (CPU) dan main memory. Alat pemroses Adalah alat dimana instruksi-instruksi program diproses untuk mengolah data yang dimasukkan lewat alat input yang hasilnya akan ditampilkan di alat output. yaitu dalam bentuk hard copy dan dalam bentuk soft copy. Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form).12 Desain Sistem Secara Umum 3. menyimpan dan mengakses data.

interiornya. komputer yang satu dapat menggunakan data di komputer yang lain. Semua mobil terdiri dari blok-blok bangunan yang sama. pedal rem. analis sitem harus menentukan terlebih dahulu peralatan apa yang akan digunakan di masing-masing proses dalam sistem informasi. gandar-gandar dan suatu mesin yang terbentuk dari suatu unit tenaga. Perangkat lunak aplikasi (application software) Yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu. Akan tetapi karena adanya . instrumen-instrumennya. pedal gas dan lain sebagainya). Untuk perangkat lunak. Ambilah contoh desain suatu mobil sebagai analoginya. Untuk perangkat lunak.13 Desain Sistem Secara Umum b. Dengan network. dapat mencetak laporan di printer komputer yang lain. jumlah dari teknologi dapat ditentukan darai waktu yang tersedia dan waktu standar masing-masing operasi yang akan menggunakan teknologi ini. b. Supaya sukses. transmisi-transmisi dan gear-gear. yaitu sebuah bodi mobil. kendali kemudi (kemudi. jumlah dari teknologi ini dapat ditentukan dari jumlah perangkat keras yang dibutuhkan. Menentukan jenis teknologi untuk sistem baru Untuk teknologi perangkat keras. yang perlu dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi jenis dari teknologi yang dibutuhkan dan jumlahnya yang diperlukan oleh sistem informasi. a. Perangkat lunak bahasa (language sofware) Yaitu program yang digunakan untuk menterjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer c. analis sistem harus mempertimbangkan design forces yang ada dan bagaimana tekanan-tekanan ini mempengaruhi proyek sistem informasi. TEKNOLOGI KOMUNIKASI DATA Network adalah jaringan dari sistem komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi dan alat komunikasi membentuk satu sistem. analis sistem dapat menentukan terlebih dahulu jenis kebutuhan dari system software dan application software. sumber energi. Dalam tahap desain teknologi secara umum. dapat memberi berita ke komputer yang lain walaupun berlainan area. roda-roda. Menentukan jumlah dari teknologi Untuk perangkat keras. Tekanan-tekanan Desain Tekanan-tekanan desain (design forces) adalah tekanan-tekanan (forces) yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu sistem informasi supaya dapat mengenai sasarannya.

Teknologi komunikasi data dapat diterapkan untuk maksud integrasi ini. keamanan yang ditingkatkan dan pemakaian bahan bakar yang harus lebih hemat memaksa mobil untuk didesain kembali keseluruhannya. karena organisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan unit sistem. Sasaran dari sistem informasi adalah untuk menyediakan informasi multilevel. Setelah pabrikpabrik mobil ini berhenti merancang mobil tersebut dan mulai merancang kembali dengan memperhatikan design forces. Semua data ini kemudian dapat disimpan di database dalam direct access storage device (misalnya hard disk) yang dapat diakses lewat terminal-terminal baik di lokasi lokal atau lokasi jarak jauh tersebut. Database dan teknologi merupakan blok bangunan sistem informasi kunci untuk mencapai integrasi ini. tepat waktu. dimanipulasi dan ditransmisikan dengan cepat. relevan kepada semua komponen organisasi. . Jalur ini terdiri dari layar terminal. Beberapa industri mobil beberapa tahun yang lalu kurang memperhatikan pada pemenuhan selera pasar dan banyak yang merancang mobil yang tidak dapat diterima oleh konsumen. Secara ideal. Suatu sistem informasi yang ada di antara unit-unit organisasi atau departemendepartemen harus dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan baik. Sebagai misalnya. Dengan kemampuan teknologi komunikasi yang sekarang ada. pengendalian polusi. Integrasi ini perlu. akurat. Elemen yang kritis dari desain sistem ini adalah jalur pemakai (user interface). Kesadaran akan design forces dan mengikutinya dengan pasti telah mengembalikan pabrik-pabrik mobil ini kepada operasi yang menguntungkan. yaitu : Integrasi (integration) Sistem informasi harus didesain terpadu diantara unit-unit di dalam organisasi. maka jumlah data yang besar yang berasal dari lokasi lokal atau lokasi jarak jauh dapat ditangkap. cross-functional. Perancang sistem informasi juga harus memperhatikan sejumlah design forces yang mempengaruhi kerjanya. bahasa komputer dan cara-cara lain supaya user dapat bertukar input dan output dengan mesin. sistem informasi yang terpadu perlu dirancang di dalam organisasi. Oleh karena itu. mereka mendapatkan kembali jalur pemasarannya.14 Desain Sistem Secara Umum sejumlah tekanan-tekanan desain. Elemen-elemen data ini secara logika telah terintegrasi dalam suatu database yang umum. keyboard. alat-alat lainnya. bentuk dan isi dari blok-blok bangunan mobil ini telah berubah dari waktu ke waktu. Jalur pemakai/sistem (user/system interface) Sistem informasi berbasis komputer semakin melibatkan interaksi langsung antara manusia sebagai pemakai sistem dengan mesin. desain dari database harus menyimpan semua data yang ada dalam suatu simpanan yang tunggal untuk keperluan semua orang atau departemen yang mempunyai hak untuk mengaksesnya.

yaitu sistem akan menampilkan bantuan bila diinginkan oleh user pada posisi-posisi tertentu di layar. Berikut ini merupakan elemen-elemen yang harus dipertimbangkan dalam desain untuk memenuhi user interface : 1. Sebagai misalnya suatu sistem sedang melakukan perhitungan yang cukup lama. Desain Layar Suatu desain layar yang baik harus jelas. Desain sistem harus mempertimbangkan pengendalian kesalahan ini yang dapat berupa sebagai berikut : a. Pengendalian kesalahan Pengendalian kesalahan (control error) juga merupakan aspek yang penting dalam user interface. Desain sistem yang baik harus menyediakan cara bagaimana user dapat meminta bantuan kepada sistem untuk menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh user. yaitu sistem harus fleksibel. 3. sehingga user mengetahui bahwa sistem sedang bekerja dan tidak mengira bahwa sistem macet (hang). maka sebaiknya ditampilkan berita “Tunggu sebentar. Masalah umum yang sering terjadi adalah response time yang lama. konsisten dan harus mudah dikontrol oleh user. Bantuan Pada waktu user sedang mengoperasikan sistem. Context sensitive help merupakan bantuan yang sering banyak digunakan sekarang. katakanlah 50 detik. aspek yang penting dalam umpan balik (feed back) adalah waktu respon (response time). seringkali mengalami kesulitan atau tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan berikutnya. Jika waktu respon melebihi 10 detik. Query Secara query. sedang memproses sekitar 50 detik”. 2. 4. 5. Umpan balik Dalam sistem online. suatu berita seharusnya ditampilkan secara periodik yang menunjukkan kepada user bahwa sistem sedang bekerja. tidak melompat-lompat dan tidak berisi dengan informasi yang tidak relevan. yaitu waktu antara saat user memasukkan data dengan respon yang diberikan oleh sistem. pemakai sistem dapat mengakses data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun tidak tersedia program aplikasinya. pencegahan kesalahan .15 Desain Sistem Secara Umum Terdapat beberapa pilihan untuk mendesain user interface dan pemilihan ini tergantung pada faktor-faktor semacam pengalaman serta tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh user. sehingga user menjadi jemu dan kehilangan konsentrasinya. Terdapat beberapa pedoman untuk hal ini.

16

Desain Sistem Secara Umum

sedapat mungkin, sistem harus menyediakan instruksi yang jelas kepada user tentang apa yang harus dilakukan sehingga user tidak melakukan kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Misalnya sistem dapat menampilkan instruksi “Nilai yang sah adalah diantara 1-25” pada waktu user memasukkan unit barang yang dijual. b. pendeteksian kesalahan jika suatu kesalahan terjadi, sistem harus dapat mengidentifikasikan kesalahannya dengan jelas dan dapat menampilkan berita kesalahan ini, seperti misalnya “Fatal error, sistem diberhentikan” atau berita “kode salah!!!”. c. pembetulan kesalahan jika suatu data yang dimasukkan salah sebelum data ini diolah, maka sistem harus dapat memberi kesempatan kepada user untuk dapat mengkoreksinya. Demikian juga bila data yang salah terlanjur direkamkan ke database, maka sistem juga harus dapat menyediakan cara untuk membetulkannya. 6. Desain workstation Banyak penelitian ergonomics (ergo = kerja, nomics = studi tentang, ergonomics = studi tentang kerja) yang berhubungan dengan menggunakan sistem komputer yang dihubungkan dengan aspek fisik semacam desain dari mebel, tata letak kantor, suara dan penerangan. Untuk desain workstation, beberapa hal perlu dipertimbangkan, yaitu mengenai ukuran, warna dan posisi tampilan di layar terminal, ukuran-ukuran dari mebel dan tata letak keyboard. Desain workstation ini akan mempengaruhi kenyamanan dan kelelahan dari kerja user.

Tantangan-tantangan persaingan (competitive forces) Sekarang ini organisasi telah masuk kedalam era persaingan yang tajam. Organisasi yang ingin bertahan dan sekaligus berkembang di masa mendatang harus memikirkan persaingan ini. Informasi merupakan salah satu senjata yang dapat membantu organisasi untuk bersaing. Desain dari sistem informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan persaingan (competitive environments) yang ada. Lingkungan-lingkungan persaingan ini dapat berupa manajemen, aneka ragam produk dan jasa, dan produktifitas. Sistem informasi harus dapat menyediakan informasi bagi manajemen untuk melakukan kegiatannnya. Aneka ragam produk dan jasa (product and service differentiation) dapat berupa inovasi baru, harga produk atau jasa, kualitas, garansi purna jual dan jasa-jasa lainnya. Sekarang ini banyak organisasi yang menggunakan sistem informasi untuk dapat menguasai aneka ragam dan jasa yang dibutuhkan oleh pasar. Organisasi yang tidak mengambil bagian dari adaptasi persaingan ini akan tertinggal oleh pesaing-

17

Desain Sistem Secara Umum

pesaingnya. Sebagai contohnya adalah organisasi bank. Desain sistem informasi untuk organisasi ini harus memikirkan aneka ragam jasa yang dapat diterapkan, misalnya apakah perlu dipergunakan ATM sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih memuaskan kepada para nasabahnya untuk memenangkan persaingan. Sistem informasi juga harus dapat membantu dalam hal produktivitas organisasi baik produktivitas bagi manajemennya dan produktivitas bagi para pekerja lainnya. Dengan sistem informasi, produktivitas manajemen dapat ditingkatkan, misalnya dengan menyediakan cara penjadwalan yang lebih baik, pengurangan kerja-kerja teknis dan ketidak-efisienan lainnya. Produktivitas ulang laporan-laporan secara manual kembali, bagi personil-personil akuntansi dapat lebih produktif dengan menggunakan komputer dan lain sebagainya.

Kualitas dan kegunaan informasi (information quality and usability) Sistem informasi harus dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu tepat pada waktunya (timely), tepat nilainya (accurate) dan relevan (relevance). Untuk dapat menghasilkan hal ini, maka informasi tersebut haruslah berguna bagi yang akan memakainya.

Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) yang harus diperhatikan dalam mendesain sistem informasi adalah : a. Keandalan (reliability) Menunjukkan seberapa besar sistem dapat diandalkan untuk melakukan suatu proses yang dapat dipercaya dan dibutuhkan. b. Ketersediaan (availability) Berarti bahwa sistem mudah diakses oleh user c. Keluwesan (flexibility) Menunjukkan bahwa sistem mudah beradaptasi dengan memuaskan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan user yang berubah. d. Skedul instalasi (installation schedule) Terdiri dari periode waktu antara saat organisasi sadar untuk membutuhkan dan saat sistem informasi ini diterapkan. Selama waktu ini, analis sistem harus dapat mendesain sistem terbaik dalam batas waktu yang dibutuhkan. e. Umur diharapkan dan potensi pertumbuhan (life expectancy and growth potential)

18

Desain Sistem Secara Umum

Beberapa sistem tidak mempunyai umur yang diperkirakan, karena pada saat diterapkan sistem ini sudah usang. Seringkali juga sistem telah berhasil di instalasi dan berjalan dengan baik, tetapi karena sistem tidak mempunyai potensi untuk bertumbuh, maka sistem juga akan lekas usang. Sistem harus didesain sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemakai sistem, misalnya dikehendaki umur sistem harus paling sedikit 5 tahun dan mampu bertumbuh bila terjadi perubahanperubahan yang cukup signifikan.

f. Kemudahan dipelihara (maintainability) Setelah sistem diterapkan, maka sistem harus dipelihara (misalnya hal-hal yang tidak berfungsi harus dikoreksi, permintaan-permintaan khusus harus dipertemukan dan peningkatan-peningkatan sistem secara umum harus dilakukan). Kemudahan sistem untuk dirawat tergantung dari desainnya. Untuk mudah dirawat, desain harus menggunakan nama data dan bahasa pemrograman yang standar, pemrograman terstruktur dan moduler, konfigurasi sistem yang standar dan dokumentasi standar yang lengkap.

Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements) Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements) berhubungan dengan pekerjaan sistem secara terinci dan dapat terdiri sebagai berikut ini : a. Volume Volume menunjukkan volume data yang terlibat dalam pengolahan data. Volume menunjukkan jumlah dari data yang harus diproses dalam satu periode waktu tertentu. Untuk menghitung jumlah dari volume dapat dilakukan lewat banyaknya transaksi yang terjadi. Pengukuran lain dari volume dapat dilihat dari banyaknya suatu fungsi pengolahan harus dilakukan, misalnya suatu fungsi harus mengupdate 5 file serentak dengan jumlah record-nya sebanyak 100 record. b. Hambatan waktu pengolahan Hambatan waktu pengolahan menunjukkan jumlah dari waktu yang diijinkan atau yang dapat diterima saat data siap diproses sampai informasi dihasilkan. c. Permintaan perhitungan Permintaan perhitungan merupakan model-model matematik yang harus diterapkan (misalnya pemrograman linier) sehingga informasi dapat dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan oleh user.

untuk mengidentifikasikan dan memahami kebutuhan informasi bagi suatu organisasi yang tertentu. semakin banyak informasi yang dibutuhkan.19 Desain Sistem Secara Umum Faktor-faktor organisasi (organizational factors) Terdapat lima buah faktor organisasi yang harus dipertimbangkan dalam desain sistem. Misalnya perusahaan real estate. personalia atau keuangan. 2. 4. Pengendalian mutu sebagai contoh yang lainnya untuk suatu organisasi dapat berupa tanggungjawab departemen produksi. satu dengan yang lainnya kebutuhan informasinya juga berbeda. Oleh karena itu. perputaran persediaan dan kualitasnya. yaitu beberapa manajer mempunyai tanggungjawab bersama terhadap suatu fungsi dan suatu proyek atau program kerja Untuk masing-masing tipe organisasi ini. pemasaran. tanggungjawab terhadap manajemen persediaan dapat berada pada tanggungjawab departemen produksi di suatu organisasi atau dapat berada pada tanggungjawab departemen pembelian di organisasi lainnya. Ukuran organisasi Ukuran dari organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. . Departemen produksi biasanya lebih membutuhkan informasi mengenai ketersediaan persediaan. Organisasi divisional. semacam produksi. maka dapat ditentukan departemen mana yang membutuhkan informasi persediaan ini. apakah departemen produksi atau departemen pembelian. perusahaan asuransi. Sifat organisasi Kebutuhan informasi untuk suatu organisasi dengan organisasi yang lainnya berbeda. yaitu tiap-tiap manajer divisi bertanggungjawab terhadp semua fungsi dalam divisinya Organisasi matrik. Struktur organisasi Struktur internal organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. sedang departemen pembelian lebih membutuhkan informasi mengenai harga persediaan dan informasi tentang pemasok. Semakin besar organisasi. yaitu : 1. pertama kali yang perlu dipahami adalah sifat organisasi tersebut. Dari struktur organisasinya. Tipe organisasi Tipe organisasi dapat dikategorikan sebagai berikut ini : organisasi fungsional. tetapi untuk organisasi lainnya dapat berada pada tanggungawab departemen yang terpisah. Demikian juga dengan perusahaan perdagangan besar dengan perdagangan eceran juga berbeda kebutuhan informasinya. 3. Sebagai misalnya. atau perusahaan tansportasi berbeda dengan perusahaan manufaktur dalam bentuk informasi yang dibutuhkan. yaitu setiap manajer bertanggungjawab untuk area fungsi tertentu.

Gaya manajemen (management style) Gaya manajemen juga mempunyai pengaruh terhadap bentuk dari sistem informasi. sistem informasi harus dapat bersahabat dengan semua pemakainya. maka yang dibeli tidak hanya sekadar bukunya saja. lebih senang pada sistem informasi yang tersebar (decentralized). kelayakan hukum (law feasibility atau legal feasibility). Kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas (cost-effectiveness requirements) Jika membeli suatu encyclopedias atau misalnya membeli buku ini. kelayakan ekonomi (economic feasibility). Sistem informasi yang didesain dengan memperhatikan faktor-faktor manusianya akan didapatkan sistem informasi dengan user interface yang baik dan dapat meningkatkan produktivitas pemakainya. Perlu diingat bahwa pada awalnya tidak semua manusia dalam organisasi tertarik dan mendukung pengembangan sistem informasi. tetapi lebih dari itu yaitu informasi yang dihasilkan darinya. tetapi adalah informasi yang terkandung di dalamnya. Faktor-faktor manusia (human factors) Analis sistem harus mencoba untuk dapat mendesain sistem yang dapat diterima oleh semua pemakainya. Kebutuhan-kebutuhan kelayakan (feasibility requirements) Lima macam kelayakan harus tetap diperhitungkan dalam desain sistem informasi. Suatu organisasi mengembangkan sistem informasi bukan hanya menginginkan mendapatkan fisik dari sistem informasi itu saja. Dengan demikian desain sistem informasi perlu dipertimbangkan antara biaya untuk memperolehnya dengan manfaat informasi yang dihasilkan. tidak hanya satu atau dua orang pemakai saj. karena kemungkinan apa yang direncanakan di tahap perencanaan sistem mungkin di tahap desain sistem mengalami perubahan-perubahan. Gaya manajemen yang otokratik (autocratic) lebih senang dengan sistem informasi yang terpusat (centralized). kelayakan operasi (operatioanl feasibility). dan kelayakan skedul (schedule feasibility). . Lima macam kelayakan ini adalah kelayakan teknik (technical feasibility).20 Desain Sistem Secara Umum 5. tetap dalam tahap desain sistem juga harus dipertimbangkan kembali. sedang gaya manajemen yang demokratik (democratic). Suatu sistem informasi dikembangkan dengan biaya yang tidak sedikit. tidak sebaliknya menyulitkan pemakai. Walaupun kelayakan-kelayakan ini telah dinilai pada tahap perencanaan sistem. Untuk maksud ini.

Jelaskan arti dari desain sistem ! 2. 6. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain database secara umum ! 8. Prentice Hall. Prenctice Hall. and Implementation. Jogiyanto. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Prentice Hall. John Wiley & Sons. Second Edition. Jr. John G. Information Systems : Theory and Practice. Boyd & Fraser Publishing Company.21 Desain Sistem Secara Umum EVALUASI 1. The Practical Guide to Structured Systems Design. System.G. Jelaskan secara singkat tekanan-tekanan desain yang nantinya mempengaruhi kerja sistem apabila telah selesai ! DAFTAR PUSTAKA 1. 4. Jr. ANDI OFFSET Yogyakarta. 1992. Jelaskan tujuan dari desain sistem secara umum ! 4. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain teknologi secara umum ! 9. 1988 I. Gary Grudnistski. 1979 Meilir Page-Jones. Design. Yourdon Press. Felix R. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain input secara umum ! 7. Sixth Edition. Analysis. 5. Strater. Jelaskan secara singkat jenis-jenis pengendalian secara umum ! 10. 1979 .. 2. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan proses dari input ! 6.T. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Hawryszkiewycz. Jelaskan maksud dan tujuan dari desain sistem ! 3. Burch. Second Edition. Burch. 1990. 3. Langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan pada saat desain output secara umum ? jelaskan ! 5. J. 1991 Raymond McLeod. Introduction Systems Analysis and Design. Second Edition.

1

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

MODUL 4 PENDEKATAN PERANCANGAN TERSTRUKTUR DAN DATA FLOW DIAGRAM
MATERI 1. Konsep Perancangan Terstruktur 2. Data Flow Diagram (DFD) 2.1 Komponen DFD 2.2 Bentuk DFD 2.3 Syarat Pembuatan TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Pendekatan Perancangan Terstruktur dengan Salah Satu Alat Bantunya DFD, serta Dapat Menggunakan DFD Secara Tepat TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa mengetahui konsep DFD serta bagaimana cara menggunakannya 2. Mahasiswa dapat menentukan kapan menggunakan secara tepat berdasarkan kelebihan dan kekurangan DFD 3. Mahasiswa diharapkan dapat membuat model sistem yang akan mereka kembangkan dengan DFD

1. Konsep Perancangan Terstruktur
Karena banyak terjadi permasalahan-permasalahan di pendekatan klasik, maka kebutuhan akan pendekatan pengembangan sistem yang lebih baik mulai terasa dibutuhkan. Sayangnya sampai sekarang masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa hanya dengan mengikuti tahapan di life cycle saja tidak akan membuat pengembangan sistem informasi menjadi berhasil. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan pengembangan sistem yang baru yang dilengkapi dengan beberapa alat dan teknik supaya membuatnya berhasil. Pendekatan ini yang dimulai dari awal tahun 1970 disebut dengan pendekatan terstruktur (structured approach). Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.

2

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep yang baru. Teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat elektronik adalah dua contoh dari konsep ini yang banyak digunakan di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan-permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya, sesuai dengan anggaran biaya pengembangannya, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan). Salah satu tools dan teknik dalam pengembangan sistem terstruktur adalah menggunakan DFD (Data Flow Diagram = Diagram Arus Data, DAD).

2. Data Flow Diagram (DFD)
Ide dari suatu bagan untuk mewakili arus data dalam suatu sistem bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1967, Martin dan Estrin memperkenalkan suatu algorima program dengan menggunakan simbol lingkaran dan panah untuk mewakili arus data. E. Yourdan dan L. L. Constantine juga menggunakan notasi simbol ini untuk menggambarkan arus data dalam perancangan program. G.E. Whitehouse tahun 1973 juga menggunakan notasi semacam ini untuk membuat model-model sistem matematika. Penggunaan notasi dalam diagram arus data ini sangat membantu sekali untuk memahami suatu sistem pada semua tingkat kompleksitasnya seperti yang diungkapkan oleh Chris Gane dan Trish Sarson. Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat membantu sekali di dalam komunikasi dengan pemakai sistem untuk memahami sistem secara logika. Diagram yang menggunakan notasi-notasi ini untuk menggambarkan arus dari data sistem sekarang dikenal dengan nama diagram arus data (data flow diagram, DFD). DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfile, harddisk, tape, diskette dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang cukup populer sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. Lebih lanjut DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.

3

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

Komponen DFD
1. 2. 3. 4. Beberapa komponen atau simbol yang digunakan DFD untuk maksu mewakili : external entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem) data flow (arus data) process (proses) data store (simpanan data)

KESATUAN LUAR Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini : a. Suatu kantor, departemen, atau divisi dalam perusahaan teatpi di luar sistem yang sedang dikembangkan b. Orang atau sekelompok orang di organisasis tetapi di luar sistem yang sedang dikembangkan c. Suatu organisasi atau orang uang berada di luar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok d. Sistem infromasi yang lain di luar sistem yang sedang dikembangkan e. Sumber asli dari suatu transaksi f. Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau suatu kotak dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal, juga dapat diberi identifikasi dengan huruf kecil di ujung kiri atas sehingga berbentu sebagai berikut :
a Langganan b Akuntansi c Pemasok d Gudang

Konsep paket dari data (packet of data) Bila dua atau lebih data mengalir dari suatu sumber yang sama ke tujuan yang sama. Data yang mengalir bersama-sama harus ditunjukkan sebagai satu arus data. c. h. a order langganan Langganan 1 Proses Order Langganan Gambar. walaupun misalnya terdiri dari beberapa dokumen. Nama dari arus data dituliskan disamping garis panahnya. Contoh penggambaran arus data yang tidak benar . Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem Tampilan atau output di layar komputer yang dihasilkan oleh sistem Masukan untuk komputer Komunikasi ucapan Surat-surat atau memo Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file Suatu isian yang dicatat pada buku agenda Transmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. i. arus data yang mengalir dari kesatuan luar Langganan ke Proses Order Langganan adalah dengan nama order langganan Di dalam menggambar arus data di DFD perlu diperhatikan beberapa konsep penggambarannya sebagai berikut : 1.4 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram ARUS DATA Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. b. Arus data ini mengalir diantara proses (process). simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). g. maka harus dianggap sebagai suatu arus data yang tunggal. e. d. f. Mengapa ? karena dua atau lebih data tersebut mengalir bersama-sama sebagai suatu paket. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut ini : a.

walaupun sumbernya sama.5 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram a Langganan order langganan 1 Proses Order pembayaran Langganan Gambar. arus data yang salah. arus data yang benar. maka dapat digambarkan sebagai berikut ini : 1 Proses Order a Langganan order langganan pembayaran 2 Proses penerimaan kas Langganan 2. yaitu sebagai arus data order langganan dan pembayaran sebagai berikut ini a Langganan order langganan dan pembayaran 1 Proses Order Langganan Gambar. yaitu order langganan dan pembayaran harus ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal. berarti mempunyai tujuan yang berbeda. Konsep arus data menyebar (diverging data flow) Arus data yang menyebar menunjukkan sejumlah tembusan dari arus data yang sama dari sumber yang sama ke tujuan yang berbeda. karena dua buah data yang mengalir bersama harus ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal Dua buah arus data ini. . Bila dua buah data ini akan ditangani oleh dua proses yang berlainan. karena dua buah data yang mengalir bersama ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal.

Konsep arus data mengumpul (converging data flow) Arus data yang mengumpul menunjukkan beberapa arus data yang berbeda dari sumber yang berbeda bergabung bersama-sama menuju ke tujuan yang sama 1 Proses pembuatan faktur a pengiriman Langganan 2 Pembuatan slip pengepakan slip pengepakan faktur . karena merupakan hasil dari tembusan arus data order penjualan. tembusan permintaan barang yang mengalir ke kesatuan luar gudang dan tembusan kredit yang mengalir ke proses verifikasi kredit. 3.6 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 2 Proses pembuatan faktur tembusan 1 Proses penerimaan kas tembusan kredit 3 Proses verifikasi kredit order penjualan tembusan jurnal permintaan barang b Gudang Pada gambar terlihat bahwa arus data order penjualan mempunyai sebanyak 3 tembusan. yaitu tembusan untuk jurnal yang mengalir ke proses pembuatan faktur. Konsep arus data yang menyebar ini menunjukkan bahwa arus data tembusan jurnal. tembusan permintaan barang dan tembusan kredit merupakan arus data yang mempunyai struktur elemen yang sama.

Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul : identifikasi nama proses atau identifikasi nama proses Gambar. Notasi proses di DFD Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap meliputi berikut ini : . Konsep sumber dan tujuan arus data Semua arus data harus dihasilkan dari suatu proses atau menuju ke suatu proses (dapat salah satu atau kedua-duanya. PROSES Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang. Konsep ini penting karena arus data adalah salah satu dari hasil suatu proses atau akan digunakan untuk melakukan suatu proses. mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. mesin atau komputer. yaitu berasal dari suatu proses menuju ke bukan suatu proses atau berasal dari bukan suatu proses tetapi menuju ke suatu proses atau berasal dari suatu proses dan menuju ke suatu proses). Arus data mengumpul ini jarang dibuat di DFD dan sebagai penggantinya dapat digambarkan sebagai berikut ini 1 Proses pembuatan faktur a Langganan 2 Pembuatan slip pengepakan slip pengepakan faktur 4. sedang untuk logical data flow diagram (LDFD). suatu proses hanya menunjukkan proses dari komputer. Untuk physical data flow diagram (PDFD).7 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Arus data pengiriman merupakan hasil dari gabungan arus data faktur dan slip pengepakan. proses yang dapat dilakukan oleh orang.

Keterangan pemroses ini di simbol proses dapat dituliskan dibawah nama proses sebagai berikut : identifikasi proses nama proses Membuat faktur Komputer 1 pemroses Gambar. Pemroses ini menunjukkan siapa atau dimana suatu proses dilakukan.8 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 1. Nama dari proses diletakkan di bawah identifikasi proses di simbol proses. mesin dan lain sebagainya. tetapi juga proses manual. 2. Untuk LDFD yang prosesnya hanya menunjukkan proses komputer saja. Nama dari proses harus jelas dan lengkap menggambarkan kegiatan prosesnya. merekam dan lain sebagainya). Nama dari proses biasanya berbentuk suatu kalimat diawali dengan kata kerja (misalnya menghitung. membuat. membandingkan. maka pemroses harus ditunjukkan. maka pemroses dapat tidak disebutkan. mempersiapkan. Penjelasan di simbol proses Suatu proses terjadi karena adanya arus data yang masuk dan hasil dari proses adalah juga merupakan arus data lain yang mengalir. Pemroses Untuk PDFD yang menunjukkan proses tidak hanya proses dari komputer. Identifikasi proses Identifikasi ini umumnya berupa suatu angka yang menunjukkan nomor acuan dari proses dan ditulis pada bagian atas di simbol proses. seperti proses yang dilakukan oleh orang. Suatu proses yang menerima sebuah arus data dan menghasilkan sebuah arus data . 3. Untuk LDFD bila pemroses akan disebutkan dapat juga untuk menyebutkan nama dari program yang melakukan prosesnya. Nama proses Nama proses menunjukkan apa yang dikerjakan oleh proses tersebut. memverifikasi. Berikut ini adalah berbagai kemungkinan arus data dalam suatu proses a.

Berikut ini merupakan suatu proses yang salah : . Suatu proses yang menerima satu arus data dan menghasilkan lebihdari sebuah arus data 2 rincian piutang Membuat laporan piutang laporan umur piutang laporan piutang ditagih suatu proses harus menerima arus data dan menghasilkan arus data. Suatu proses yang menerima lebih dari satu arus data dan menghasilkan sebuah arus data 2 kartu jam kerja Hitung gaji daftar gaji tingkat upah Personalia c.9 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 2 kartu jam kerja daftar gaji Hitung gaji Personalia b.

Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. b. Untuk PDFD. karena data masuk kedalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam yang dalam sekali. c. penjelasan mengenai media dari simpanan data perlu dicantumkan seperti misalnya buku atau arsip. supaya memperjelas simpanan data ini. misalnya file langganan. atau suatu kotak dan lain sebagainya. Kesalahan lubang hitam tampak pada proses nomor 1. karena secara ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input. 2. file arsip faktur dan lain sebagainya. e. SIMPANAN DATA Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa sebagai berikut ini : a. Suatu file atau database di sistem komputer Suatu arsip atau catatan manual Suatu kotak tempat data di meja seseorang Suatu tabel acuan manual Suatu agenda atau buku Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya media nama data store Gambar. Simbol dari simpanan data di DFD Nama dari data store menunjukkan nama dari filenya. Sedang untuk . file hutang.10 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Langganan a order penjualan Langganan 1 order disetujui Memverifikasi kredit langganan 2 order penjualan Membuat order penjualan b Akuntansi dimanakah letak kesalahannya ? umumnya kesalahan proses di DFD adalah sebagai berikut : 1. Proses nomor 2 merupakan kesalahan jenis ini. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input dan kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib). d. Kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam).

Penggambaran yang salah.11 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram LDFD. sebagai berikut : 1. Hanya proses saja yang berhubungan dengan simpanan data. Penggambaran yang juga salah. penjelasan ini dapat digunakan untuk identifikasi dari simpanan data yang berguna sebagai acuan dalam merancang database. karena tidak jelas data di simpanan data piutang dagang akan digunakan untuk apa oleh kesatuan luar langganan 2. menambah atau menyimpankan record baru atau dokumen baru ke dalam simpanan data b. menghapus record atau mengambil dokumen dari simpanan data c. D1 penjualan D2 piutang dagang Gambar. Arus data yang menuju ke simpanan data dari suatu proses menunjukkan proses update terhadap data yang tersimpan di simpanan data. Arus data yang berasal dari simpanan data ke suatu proses menunjukkan bahwa proses tersebut menggunakan data yang ada di simpanan data. Update dapat berupa proses : a. Untuk media simpanan data berupa simpanan luar komputer (disk atau tape) berarti membaca . D5 buku besar Gambar. karena yang menggunakan atau merubah data di simpanan data adlah suatu proses. karena simpanan data tidak dapat menggunakan data di simpanan data yang lain a D2 Langganan piutang dagang Gambar. merubah nilai data di suatu record atau di suatu dokumen yang ada di simpanan data 3. Simpanan data yang menunjukkan file buku besar dengan nomor acuan D5 Di dalam penggambaran simpanan data di DFD perlu diperhatikan beberapa hal.

4. Menggunakan arus data yang terpisah sebagai berikut : 1 Mem eriksa dan merubah data barang status barang D1 persediaan barang penjualan Untuk menghindari garis arus data yang saling berpotongan sehingga membuat gambar di DFD menjadi ruwet. Untuk suatu porses yang melakukan kedua-duanya.12 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram data dari suatu record di file sedang untuk simpanan data berupa media manual berarti mengambil suatu formulir atau dokumen untuk dilihat isinya dari suatu simpanan data. maka simpanan data atau kesatuan luar dapat digambar lebih dari sebuah. Misalnya DFD sebagai berikut : . Menggunakan sebuah garis dengan panah mengarah kedua arah yang berlawanan dari simpanan data sebagai berikut 1 Mem eriksa dan merubah data barang penjualan D1 persediaan barang b. yaitu menggunakan dan update simpanan data dapat dipilih salah satu penggambaran sebagai berikut ini a.

Duplikasi kesatuan luar .13 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Supaya gambar dari DFD tidak ruwet karena banyaknya garis arus data yang saling berpotongan. Gambar. maka kesatuan luar dan simpanan data dapat digambarkan lebih dari sebuah. Duplikasi dari kesatuan luar dapat diidentifikasikan dengan suatu garis miring (/) atau dengan asterik (*). Sedang duplikasi dari simpanan data dapat diidentifikasi dengan garis vertikal (|) atau dengan asterik (*).

maka garis-garis arus data yang berpotongan dapat dihindari. seperti sebagai berikut ini : . Duplikasi simpanan data Dengan menggambarkan ulang kesatuan luar dan simpanan data lebih dari sebuah.14 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Gambar. sehingga DFD akan tampak tidak terlalu ruwet.

misalnya kotak in/out yang berfngsi sebagai buffer dari proses serentak yang beroperasi dengan kecepatan berbeda. Proses-proses manual juga digambarkan 2. termasuk proses-proses manual. file ISAM. meja pekerja atau kotak in/out. PHYSICAL DATA FLOW DIAGRAM (PDFD) PDFD lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem. oleh siapa dan dimana). Nama dari arus data harus menunjukkan fakta penerapannya semacam nomor formulir dan medianya (misalnya telpon atau surat). Untuk memperoleh gambaran bagaimana sistem yang ada diterapkan. PDFD harus memuat sebagai berikut : 1. yaitu . departemen. bagaimana proses sistem yang ada akan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai sistem. sistem komputer atau nama program komputer yang mengeksekusi proses tersebut. yaitu orang. 5. Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer. file database dan lain sebagainya. 4. Nama arus data mungkin juga menerangkan tentang waktu mengalirnya (misalnya harian atau mingguan). Proses harus menunjukkan nama dari pemroses (processor). LOGICAL DATA FLOW DIAGRAM (LDFD) LDFD lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). sehingga analis sistem akan dapat memperoleh gambaran yang jelas bagaimana sistem tersebut bekerja. Dengan menggunakan PDFD. yaitu DFD fisik (Physical Data Flow Diagram) dan DFD logika (Logical Data Flow Diagram). LDFD tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan. sehingga ada sebuah data yang harus menunggu di buffer. Dengan kata lain. Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi. 3.15 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Bentuk DFD Terdapat 2 bentuk DFD. Sedang secara komputerisasi misalnya menunjukkan file urut. DFD fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan sedang DFD logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di sistem. Secara manual misalnya dapat menunjukkan buku catatan. nama dari arus data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja dari sistem. Penekanan dari PDFD adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa.

Karena sistem yang diusulkan belum tentu diterima oleh pemakai sistem dan biasanya sistem yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif. maka penggambaran sistem secara logika terlebih dahulu tanpa berkepentingan dengan penerapannya secara fisik akan lebih mengena dan menghemat waktu penggambarannya dibandingkan dengan PDFD. Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data ke sistem informasi serta tujuan penerima arus data hasil dari proses sistem informasi. shingga merupakan kesatuan di luar sistem informasi. DFD merupakan alat untuk structured analysis. Tiap-tiap proses di level 1 akan digambar kembali dengan . Dari context diagram ini kemudian akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram (level 0). tembusan kredit dan tembusan jurnal Status piutang 3.16 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram proses-proses apa secara logika yang dibutuhkan oleh sistem. Kesatuan luar Langganan Bagian gudang Bagian pengiriman Manajer kredit Input Order langganan Tembusan jurnal Output Tembusan permintaan persedian Faktur. DFD yang pertama kali digambar adalah level teratas (top level) dan diagram ini disebut context diagram. Tiaptiap proses di overview diagram akan digambar secara lebih terinci lagi dan disebut dengan level 1. Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. Untuk sistem komputerisasi. biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja. 2. Kesatuan luar ini merupakan kesatuan (entity) di luar sistem. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entity) yang terlibat di sistem. Syarat Pembuatan Pedoman bagaimana menggambar DFD baik PDFD ataupun LDFD adalah sebagai berikut ini : 1. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan top level) dan memecah-mecahnya menjadi bagian yang lebih terinci (disebut dengan lower level). karena di luar bagian pengolahan data (sistem informasi). Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks (context diagram). penggambaran LDFD yang hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika.

.17 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram lebih terinci lagi dan disebut dengan level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi.

dapat menggambarkan proses paralel di sistem. yaitu dengan menambahkan penggunaan operational operator (operator hubungan). Hal ini merupakan kelebihan DFD dibandingkan dengan bagan alir yang cenderung hanya menunjukkan proses yang urut. Perbedaannya adalah sebagai berikut : 1. Operator hubungan ini adalah : . KETERBATASAN DFD Walaupun DFD mempunyai kebaikan-kebaikan. Kenyataannya kegiatan-kegiatan proses dapat dilakukan secara tidak urut. dapat menunjukkan kesatuan luar. sehingga DFD dapat menggambarkan proses semacam ini dengan lebih mengena. 2. Keterbatasan DFD adalah sebagai berikut : 1. tetapi DFD juga mempunyai keterbatasan. DFD lebih menunjukkan arus data di suatu sistem. DFD tidak menunjukkan proses keputusan (decision) 3. yaitu dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah menjadi level lebih rendah (decomposition). sedang bagan alir sistem lebih menunjukkan arus dari prosedur dan bagan alir program lebih menunjukkan arus dari algoritma. dapat menunjukkan arus data di sistem. Ziya Aktas memberikan pemecahan untuk keterbatasas DFD ini. proses di DFD dapat beroperasi secara paralel.18 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram PERBEDAAN DFD DENGAN BAGAN ALIR DFD sangat berbeda dengan bagan alir (flow-chart). dapat menunjukkan simpanan data. sehingga beberapa proses dapat dilakukan serentak. DFD tidak menunjukkan proses perhitungan A. yaitu secara paralel atau serentak. DFD tidak menunjukkan proses perulangan (loop) 2. sehingga kemampuan DFD dapat lebih ditingkatkan. DFD tidak menunjukkan proses perulangan (loop) dan proses keputusan (decision). sedang bagan alir menunjukkannya. 3.

19 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram EVALUASI 1. Apa yang menjadi perbedaan antara DFD dengan bagan alir (flow-chart) ? jelaskan ! 5. Jelaskan perbedaan utama antara DFD fisik dengan DFD Logika ! 3. Sebagai latihan buatlah DFD sistem administrasi penerimaan siswa baru di unit anda ! . Jelaskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika menggambar DFD ! 4. Apa saja keterbatasan-keterbatasan dari DFD ! 6. Jelaskan definisi dari simbol-simbol yang digunakan di DFD disertai dengan notasi-notasi yang mewakilinya ! 2.

1991 Raymond McLeod. Design. 1979 Meilir Page-Jones. 5. hal. Structured Analysis & Design of Information Systems. Jr. Prentice Hall. Ziya Aktas. 1987. Jr. Yourdon Press. 2. 7. and Implementation. ANDI OFFSET Yogyakarta.20 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram DAFTAR PUSTAKA 1. 1988 I. NJ: Prentice Hall. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems.. Boyd & Fraser Publishing Company. Strater. 1990. Second Edition. Burch. Analysis. Prenctice Hall. Sixth Edition.G. 3. Second Edition. Introduction Systems Analysis and Design. Felix R. John G. Hawryszkiewycz. 1992. J. 1979 A. John Wiley & Sons. The Practical Guide to Structured Systems Design. Jogiyanto. Gary Grudnistski. 65 . 4.T. Prentice Hall. Analisis dan Disain Sistem Informasi. System. Second Edition. Burch. Information Systems : Theory and Practice. 6.

Pada tahap perancangan sistem. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di KD. Pendahuluan 2. Isi Kamus Data 3. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masing-masing Kamus Data dan Struktur Data sesuai dengan sistem yang sedang mereka kembangkan Pendahuluan Kamus data (KD) atau data dictionary (DD) atau disebut juga dengan istilah systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. KD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD. hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. KD digunakan untuk merancang input. Gambar berikut ini menunjukkan hubungam antara DFD dengan KD. KD dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem. Dengan menggunakan KD. yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. KD dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. merancang laporau-laporan dan database.1 Flow Chart MODUL 5 KAMUS DATA MATERI 1. . Mahasiswa mengetahui konsep dasar Kamus Data dan Isi Kamus Data 2. Arus data di DFD sifatnya adalah global. Mendefinisikan Struktur Data 4. Sistem Kamus Data Komersial TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Kamus Data dan Dapat Menggunakan Kamus Data Secara Tepat dan Benar TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Pada tahap analisis.

maka KD harus memuat hal-hal berikut ini. maka nama dari arus data juga harus dicatat di KD.2 Flow Chart Isi Kamus Data Apa yang perlu dicatat di kamus data? KD harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk . 2. sehingga mereka yang membaca DAD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di DAD dapat langsung mencarinya dengan mudah di KD. Alias Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Untuk maksud keperluan ini. 1. Nama arus data. Karena KD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD.

parameter. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk parameter dan variabel akan digunakan untuk merancang proses dari program. sedang bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. tampilan di layar monitor. hasil suatu proses ke proses yang lain. - - Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa: • • • • • • • dokumen dasar atau formulir. hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data. data yang mengalir ini biasanya berupa suatu field (item data). data yang mengalir ini biasanya tercatat di suatu dokumen atau formulir. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem. Bentuk data.sebagai faktur.3 Flow Chart orang atau departemen satu dengan yang lainnya. field. hasil dari suatu proses ke kesatuan luar. data yang mengalir ini biasanya terdapat di media laporan atau query tampilan layar atau dokumen hasil cetakan komputer. data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk variabel atau parameter yang dibutuhkan bleb proses penerimanya. dari simpanan data dibaca oleh suatu proses. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan. Bentuk dari data ini perlu dicatat di KD. Balk faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama. KD yang mencatat data yang mengalir dalam . variabel. data yang mengalir ini biasanya berbentuk suatu variabel. dokumen hasil cetakan computer laporan terecetak. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk laporan tercetak dan dokumen hasil cetakan komputer akan digunakan untuk merancang output yang akan dihasilkan oleh sistem. 3. Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir : dari kesatuan luar ke suatu proses. tetapi mempunyai struktur yang berbeda. karena dapat digunakan untuk mengelompokkan KD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan di layar monitor akan digunakan juga untuk merancang tampilan layar yang akan dihasilkan oleh sistem.

dokumen cetakan komputer. tampilan di layar monitor. 7. Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. formulir. Keterangan arus data ini perlu dicatat di KD supaya memudahkan mencari arus data ini di DFD. kapasitas dan jumlah dari alat input. Periode perlu dicatat di KD karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan ke sistem. Arus data. Volume Volume yang perlu dicatat di KD adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Contoh: KD untuk arus data TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN dapat dibuat dari DFD sebagai berikut: J .4 Flow Chart bentuk dokumen. alat pemroses dan alat output. kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan. 5. Struktur data. Periode. variabel dan field akan digunakan untuk merancang database. 6. Penjelasan. Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di KD terdiri dari item-item data apa raja. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak. 4. Sebagai misalnya nama dari arus data adalah TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN. maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan. Untuk lebih memperjelas lagi tentang Anakna dari arus data yang dicatat di KD. 8. maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan ten-tang arus data tersebut. laporan.

5 Flow Chart .

Nama dari item data saja yang dicatat di KD tidaklah cukup. seperti misalnya informasi tentang apakah item data tersebut pasti ada atau hanya bersifat optional (dapat ada dan dapat tidak ada). Biasanya untuk menunjukkan informasi-informasi tambahan ini di KD dipergunakan notasinotasi sebagai berikut ini : Contoh dari penggunaan notasi ini misalnya adalah arus data LANGGANAN yang mempunyai struktur data yang dapat ditulis sebagai berikut: LANGGANAN terdiri dari: KODE LANGGANAN NAMA LANGGANAN = NAMA KECIL + (NAMA KELUARGA) ALAMAT = JALAN + KOTA + KODE POS (TELP) PENGECER GROSIR BATAS KREDIT *jumlah kredit maksimum yang diijinkan JUMLAH PIUTANG . sehingga secara prinsip struktur dari data ini dapat digambarkan dengan menyebutkan nama dari item-item datanya.6 Flow Chart Mendefinisikan Struktur Data Struktur dari data terdiri dari elemen-elemen data yang disebut dengan item data. masih diperlukan informasi lainnya dari struktur data tersebut.

Keterangan-keterangan ini sangat perlu dalam tahap perancangan sistem. Kekurangan lainnya dari penggunaan notasi ini adalah tidak menjelaskan tipe dari item datanya (apakah numerik. BATAS KREDIT yang menunjukkan jumlah kredit maksimum yang diijinkan dan JUMLAH PIUTANG.7 Flow Chart Dari struktur data ini dapat diartikan bahwa arus data LANGGANAN mempunyai elemen-elemen data KODE LANGGANAN. tidak menjelaskan lebar dari datanya (maksimum berapa digit atau berapa karakter) serta tidak menjelaskan jangkauan nilai data yang diijinkan. alphabetik. KOTA dan KODE POS. maka Anda dapat menggunakan formulir berikut ini dalam membuat kamus data : . ALAMAT yang terdiri dari JALAN. jenis langganan apakah salah satu dari PENGECER atau GROSIR. dapat ada dan dapat tidak ada). terutama dalam perancangan database. Walaupun notasi untuk menggambarkan suatu struktur data ini cukup popular dan banyak dibahas di buku-buku dan cukup mudah bagi analis sistcm. Untuk mengatasi kekurangankekurangan ini. logical dan lain sebagainya). alphanumerik. NAMA LANGGANAN yang terdiri dari NAMA KECIL dan NAMA KELUARGA (optional. Tetapi kenyataannya notasi ini tidaklah begitu mudah bagi pemakai sistem untuk memahaminya. TELP (optional).

02 TELP PIC X(10). 3. WORKINGSTORAGE SECTION. Elemen data yang beriterasi dapat digunakan notasi N{ }M sebagai berikut: .. maka kolom level dapat membantu untuk mendefinisikan data di DATA DIVISION sebagai berikut: DATA DIVISION.tint_ Iota 8 Flow Chart Penjelasan kolom-kolom untuk mencatat struktur data di formulir kamus data adalah sebagai berikut ini.. 01 LANGGANAN. aturan dari nama item data ini adalah: panjangnya maksimum 10 karakter. tidak boleh mengandung karakter khusus termasuk spasi. Kolom level ini dapat diisi dengan tingkat dari item data. Kolom nama item data. 02 NAMA-LANGGANAN. Nama item data (field) untuk beberapa DBMS mempunyai aturan penulisan tersendiri. DBMS yang digunakan adalah dBASE IV atau FoxBase+ di komputer mikro IBM PC. Jika Anda menggunakan bahasa COBOL.. 88 PENGECER VALUE 88 GROSIR VALUE 02 BATAS-KREDIT PIC 9(7)V99. kecuali karakter khusus underscore (_). karakter pertama harus berupa huruf. sehingga nama-nama item data di KD sebaiknya juga dipersiapkan untuk nama-nama item data di file database. 03 KOTA PIC X(15). 03 JALAN PIC X(25). KD juga digunakan untuk perancangan file database. 1. 02 TIPE-LANGGANAN PIC X VALUE SPACE. 02 JUMLAH-PIUTANG PIC 9(7)V99. maka nama item data ini juga sebaiknya disesuaikan dengan aturan dari DBMS atau bahasa yang akan dipergunakan. 2. 03 NAMA-KECIL PIC X(20). Kolom level. Sebagai misalnya. tidak sama dengan reserved word. 02 KODE-LANGGANAN Plc x(5). 03 KODE-POS PIC X(6). 02 ALAMAT. Bila digunakan DBMS atau bahasa pemograman yang lain. 03 NAMA-KELUARGA PIC X(20).

Sebagai misalnya untuk item data UNITJUAL mempunyai jangkauan nilai 1-100 yang berarti untuk tiap-tiap macam barang yang dijual tidak akan melebihi dari 100 unit.N. Bila nilai yang dimasukkan ke sistem di luar jangkauan ini. Kolom tipe. N menunjukkan numeric. yaitu bertipe numerik (nilainya angka). C menunjukkan character. 5. D menunjukkan tipe date (tanggal).9 Flow Chart 1 KODEBRG NAMABRG UNITJUAL HARGASAT TOTALHRG 10 Iterasi ini menunjukkan bahwa elemen-elemen data di dalam kurung brace dapat terjadi minimum 1 kali dan maksimum 10 kali.D. Tipe dari elemen data dapat berupa C. 4. berarti nilai data yang dimasukkan adalah tidak benar. yaitu bernilai benar atau salah. Untuk tipe karakter menunjukkan banyaknya karakter maksimum dari nilainya. iterasi ini menunjukkan banyaknya macam barang yang dijual untuk tiap order penjualan. Informasi ini berguna untuk pengecekan kebenaran nilai data yang akan dimasukkan ke sistem. satu digit untuk titik desimalnya dan 2 digit untuk nilai di belakang koma. Kolom jangkauan nilai. yaitu bertipe alphabetik atau alphanumerik. sehingga lebar keseluruhan adalah 10 digit sebagai berikut: 6. Untuk arus data TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN ini.2 menunjukkan jumlah digit utuh adalah 7 digit. L menunjukkan tipe logical. Lebar dari item data menunjukkan lebar maksimum dari nilainya. Untuk nilai numerik menunjukkan banyaknya digit maksimum untuk digit utuh dan digit di belakang koma. Misalnya lebarnya adalah 10. . Kolom lebar. Jangkauan nilai menunjukkan range dari nilai di item data yang sah.L dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh dari KD yang dihasilkan oleh program FOXDOC.EXE di paket FoxBase+ versi 2. misalnya rumus-rumus yang digunakan dan sebagainya. beberapa paket DBMS juga menyediakan program untuk membuat KD.J.10 tersebut: Number of data records Last updated Fiel Field name d 1 NAMA 2 JURUSAN 3 ANGKATAN 4 PEMBIMBING 5 JENIS 6 JALUR 7 KEADAAN 1 GOL DARAH 0 1 AGAMA 1 1 JALAN 2 1 N0_MHS 3 1 KABUPATEN 4 : : at Type 2675 04/02/89 Wid 2:56 Dec 3 0 1 2 3 1 1 1 2 7 5 0 5 1 5 Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Start 1 31 32 34 37 38 39 45 47 54 104 109 End 30 31 33 36 37 38 39 46 53 103 108 123 . Paket DBMS FoxBase+ versi 2. jangkauan nilainya atau penjelasan-penjelasan lainnya yang dianggap perlu.4.10 untuk komputer mikro juga menyediakan suatu program untuk menghasilkan dokumentasi sistem yang lengkap termasuk KD. SISTEM KAMUS DATA KOMER 10 Flow Chart 7. Beberapa diantaranya adalah: Control 2(XX) olch MR1 Systems Data Catalogue oleh Synergctics Data Dictionary olehCincom Datamanager oleh MSP Inc. DB/DC Dictionary olch IBM Dictionary 204 oleh Computer Corporation of America IDMS Dictionary oleh Arthur Anderson UCC TEN oleh University Computing Co. Sistem Kamus Data Komersial Terdapat beberapa sistcm KD yang telah dikembangkan oleh beberapa sistem house dan tersedia secara komersial. Disamping sistem KD yang dijual ini. Kolom keterangan. Kolom keterangan ini dapat digunakan untuk memberi penjelasan tentang nama dari item data. bukan pada tahap analisis. Kelemahan dari KD yang dihasilkan oleh paket ini adalah KD untuk dokumentasi sistem yang telah selesai dibuat.

2. Second Edition. 1988 I. Hawryszkiewycz. 3. Prentice Hall. System. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Burch. J. Strater. Design. Burch. Introduction Systems Analysis and Design. Jelaskan definisi dan kegunaan dari Kamus Data ! 2. 1979 .11 Flow Chart 1 PROPINSI 5 1 KAB TL 6 1 PROP TL 7 1 TGL_LHR 8 1 WN 9 2 IJASAH JNS 0 2 IJASAH THN 1 2 NAMA_SLA 2 2 ALAMAT_SLA 3 2 IJASAH KAB 4 2 IJASAH_PRO 5 2 NAMA OT 6 2 OT_PEKERJA 7 2 OT_ALAMAT 8 2 OT_KAB 9 3 0T_PRO 0 3 TGL_DAFTAR 1 3 SEM_DAFTAR 2 3 THN_DAFTAR 3 3 SEBELUM PT 4 3 LULUS 5 3 KETERANGAN 6 3 TGL LLS SM 7 3 SEM_LLS_SM 8 3 TA_LLS_SM 9 Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character 1 0 1 5 1 0 8 1 5 2 3 0 5 0 1 5 1 0 3 0 1 0 5 0 1 5 1 0 8 1 2 3 0 2 3 0 8 1 5 124 134 149 159 167 168 173 175 205 255 270 280 310 320 370 385 395 403 404 406 436 438 468 476 477 133 148 158 166 167 172 174 204 254 269 279 309 319 369 384 394 402 403 405 435 437 467 475 476 481 EVALUASI 1. 4. Prenctice Hall. and Implementation. Sixth Edition. 5. Jelaskan hal-hal yang harus dimuat dalam Kamus Data ! 3. 1991 Raymond McLeod.T.. 1992. John Wiley & Sons. Second Edition. Analysis. Yourdon Press. Jogiyanto. Prentice Hall. Information Systems : Theory and Practice.G. Boyd & Fraser Publishing Company. 6. Jr. Buat ilustrasi penggunaan kamus data untuk menjelaskan arus data di DFD ! DAFTAR PUSTAKA 1. 1979 Meilir Page-Jones. Jr. Felix R. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Second Edition. ANDI OFFSET Yogyakarta. 1990. Gary Grudnistski. John G. The Practical Guide to Structured Systems Design.

Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.2 Document Flowchart 2.1 System Flowchart 2. Pada waktu akan menggambar suatu bagan alir. Pedoman-pedoman dalam Membuat Flowchart 2. 3. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan.1 Flow Chart MODUL 6 FLOWCHART MATERI 1.4 Program Flowchart 2.3 Schematic Flowchart 2. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman. 4. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhirnya."Persiapkan" dokumen . 1 1. Mahasiswa mengetahui konsep dasar flowchart dan perbedaan dari tiap jenis flowchart yang ada 2. misalnya: . analis sistem atau pemrogam dapat mengikuti pedoman-pedoman sebagai berikut ini. Jenis-jenis Flowchart 2. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masing-masing flowchart sesuai dengan sistem yang sedang mereka kembangkan Pedoman-pedoman dalam Membuat Flowchart Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika.5 Process Flowchart TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Flowchart dan Dapat Menggunakan Flowchart Secara Tepat dan Benar TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. 2.

1. 5. 4. Bagan alir dokumen (document flowchart). Bagan alir proses (process flowchart). Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. 7. 3. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung. Bagan alir skematik (schematic flowchart). yaitu sebagai berikut ini. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir harus di dalam urutan yang semestinya. ."Hitung" gaji 5. Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar. Jenis-jenis Flowchart Ada lima macam bagan alir yang akan dibahas di modul ini. Systems Flowchart Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan alir sistem (systems flowchart). Bagan alir sistem digambar dengan menggunakan simbol-simbol yang tampak sebagai berikut ini. Bagan alir program (program flowchart). 2.2 Flow Chart . 6.

3 Flow Chart .

4 Flow Chart .

. Bagan alir sistem metode batch processing Gambar tersebut menunjukkan suatu proses untuk memutakhirkan file induk piutang.5 Flow Chart Gambar. File induk piutang dimutakhiran dari file transaksi piutang yang diurutkan terlebih dahulu berdasarkan kode langganan.

Document Flowchart Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir ( f o r m flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.R00 _ _ _ _ _ _ _ _ _ Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur /~. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem. prt Alir 6 Flow Chart Gambar berikut ini menunjukkan variasi lain dari bagan alir sistem untuk proses direct processing. Bagan alir sistem metode direct processing. Berikut adalah contoh dari bagan alir dokumen suatu prosedur pembelian : . Gambar.

7 Flow Chart .

Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami. . tetapi sulit dan lama menggambarnya. Perbedaannya adalah. bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem. Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut ini.8 Flow Chart Schematic Flowchart Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem. yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Program Flowchart Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.

Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Gambar b e ri k u t menunjukkan bagan alir logika program. Berikut merupakan contoh dari bagan alir logika program menghitung rata-rata : .logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem. yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart).9 Flow Chart Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam. Bagan alit.

Berikut adalah contoh bagan alir program komputer terinci menghitung rata-rata : .10 Flow Chart Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram.

Bagan alir proses mcnggunakan lima buah simbol tersendiri. .11 Flow Chart Process Flowchart Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.

dapat juga menunjukkan jarak kegiatan yang satu dengan yang lainnya serta waktu yang diperlukan oleh suatu kegiatan. Jelaskan definisi dan kegunaan dari flow chart ! 2. Sebutkan dan jelaskan kegunaan macam-macam flow chart ! 4. Jelaskan pedoman-pedoman dalam menggambar suatu flow chart ! 3. Buatkan penggambaran sistem penerimaan siswa baru di unit anda dengan menggunakan 5 macam flow chart tersebut (jika bisa digambarkan semuanya) ! .12 Flow Chart Bagan alir proses selain dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur. EVALUASI 1.

Burch. 2. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Analysis. 6. John G. Hawryszkiewycz. 3. John Wiley & Sons. Burch. Prentice Hall. Prenctice Hall. Gary Grudnistski. Second Edition. 5.13 Flow Chart DAFTAR PUSTAKA 1. 1988 I. Introduction Systems Analysis and Design. 1991 Raymond McLeod. 1992. Prentice Hall.. Sixth Edition. Jr. System. 1990. Strater.G. The Practical Guide to Structured Systems Design. Felix R. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 1979 . Second Edition.T. ANDI OFFSET Yogyakarta. and Implementation. Yourdon Press. Jogiyanto. 1979 Meilir Page-Jones. 4. Jr. J. Boyd & Fraser Publishing Company. Design. Information Systems : Theory and Practice. Second Edition.

Mahasiswa memahami cara untuk melakukan pengendalian input melalui validasi transaksi. desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Input dan Validasi Input TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1.1 Macam-macam Bentuk Laporan 1. Mahasiswa akan mengetahui konsep desain sistem terinci dan bagaimana melaksanakan desain sistem terinci 2. mulai dari Desain output. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan di media keras.3 Pengkodean Input 2.2 Pedoman Desain Laporan 1. cek data dan modifikasi data transaksi Desain Output Pada tahap desain output secara terinci.3 Pengaturan Tata Letak Isi Output 2. input. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain output secara terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Desain dialog terminal sampai desain file 3.2 Pengelolaan dan Desain Formulir Elektronik 2.1 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) MODUL 7 DESAIN SISTEM TERINCI (OUTPUT DAN INPUT) MATERI 1. Desain Input 2. Desain Output 1. Macam-macam Bentuk Laporan . Mahasiswa akan dapat melakukan desain sistem terinci. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari outputoutput tersebut? Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini.4 Validasi Input TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Desain Output dan Input serta Dapat Melakukan Desain Output. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas di bab selanjutnya.1 Desain Formulir Kertas 2.

Laporan ini harus dibuat sesederhana mungkin. Laporan Berbentuk Tabel Berikut ini adalah macam-macam laporan yang berbentuk tabel yang menekankan kualitas isi serta kegunaannya : NOTICE REPORT Notice report merupakan bentuk laporan yang memerlukan perhatian khusus.000.000 . LAPORAN PERENCANAAN MEMASUKI PASAR YANG BARU Cont DAERAH SLEMAN UNTUK TAHUN FISKAL 1989 oh dari laporan ini adalah : JELEK BALK. PENURUNAN LAPORAN PENURUNAN PENJUALAN MENURUT JENIS BARANG BULAN DESEMBER 1987 DAERAH PENJUALAN Yogyakarta Semarang Surakarta X PENURUNAN 10. 1.750. karena dimaksudkan supaya permasalahan-permasalahan yang terjadi tampak dengan jelas sehingga dapat langsung ditangani. Laporan ini biasanya digunakan untuk maksud perencanaan.00 X 12. tetapi jelas. yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan. Dengan disajikannya informasi yang berisi hal-hal bertentangan.2 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi.50 X EQUIPOISED REPORT Isi dari equipoised report adalah hal-hal yang bertentangan.000 Penjualan Rp 1. maka dapat dijadikan sebagai dasar di dalam pengambilan kepu tusan .00 X 45.

000 1.050. Misalnya pada laporan rugi/laba atau neraca dapat dibandingkan antara nilai-nilai elemen tahun berjalan dengan tahun-tahun sebclumnya.000 125:000 700.750.000) 200.000 Laba Kotor Biaya Penjualan Biaya Administrasi Rp Rp .000 Selisih 66.000 Laba (Rugi) (Rp 25.1988 Rp 45.000 100.000 50.000 R 400.16 % 50.000 75.000 150.3 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Penjualan Harga Pokok Penjualan 600.000 R COMPARATIVE REPORT Isi dari laporan ini adalah membandingkan antara satu hal dengan hal yang lainnya.00 % 155.12 .000 1.000 .1987 31 .000 225.200.050. Contoh dari laporan ini adalah : BULANLAPORAN KINERJA DEPARTEMEN PEMBELIAN BULAN-DESEMBER 1987 BARANG DIBELI UNIT DIBELI HARGA SESUNGGUHNYA HARGA STANDAR SELISIH HARGA TOTAL SELISIH 1.000 595.000 365.500. 400.000 150.000 + + 30. Contoh dari comparative report adalah sebagai berikut: NERACA 31 DESEMBER 1988 RIBUAN ANRUPIAH) (DALAM RIBU AN RUPIAH) Im AKTIVA Aktiva Lancar Aktiva Tetap 31-1231-1231 .67 % 45.000 415.000 350.000 70.000 625.000 170.000 VARIANCE REPORT Macam laporan ini menunjukkan selisih (variance) antara standar yang sudah ditetapkan dengan hasil kenyataannya atau sesungguhnya.000 30.000 Total Aktiva 300.12 .000 L IBM PC XT Monitor Color Hard disk 30 MB 10 8 5 1.000 200.000 1.000 T 0 T A L 1.000 300.200.000 R 150.

500) 70.500 300:000 100.00 % 37.44 % 50.500 t 50.000 + 5.000 200.85 X 144. bagan batang (bar chart ) dan bagan pastel (pie chart ).00 %) 53.00 % (20.000 (7.000 Laporan Berbentuk Graf-ik Laporan yang berbentuk grafik atau bagan dapat diklasifikasikan diantaranya sebagai bagan garis (line chart ).000 22.000 55.000 + 200.000 15.500 130.000 30. (b) (a) (c) .000 32.4 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) PASIVA Lancar Hutang L ancar Hutang Jangka Panjang Modal Saham Latta Ditahan Total Pasiva Rp 10.

3. bagan batang (b) dan bagan pastel (c). Baik untuk perbandingan. variasi dari data ditunjukkan dengan suatu garis atau kurva. Bagan garis mempunyai beberapa kebaikan. yaitu: 1. Spasi dapat menyesatkan. Bila terlalu banyak garis atau kurva (sekitar lebih dari 4 buah garis atau kurva). bagan garis BAGAN GARIS Pada bagan garis (line chart). . BAGAN BATANG Nilai-nilai data dalam bagan batang (bar chart) digambarkan dalam bentuk batang-batang vertikal ataupun batang-batang horisontal. BAGAN PASTEL. Mudah dimengerti. Dapat menunjukkan hubungan antara nilai dengan baik. Mudah dimengerti.5 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bagan garis (a). 2. maka akan tampak ruwet. 2. Disamping kebaikannya. Kelemahannya: 1. 3. 4. yaitu: 1. Hanya terbatas pada 2 dimensi. Kebaikan dari bagan batang adalah sebagai berikut: 1. Tingkat ketepatannya dapat diatur sesuai dengan skalanya. Dapat menunjukkan nilai dengan tepat. 3. 2. bagan garis mempunyai beberapa kelemahan. Spasi dapat menyesatkan. Terbatas hanya pada satu titik saja. Dapat menunjukkan beberapa titik. 2.

6. sehingga laporan mudah dibaca. dapat ditulis dengan huruf besar. subtotal atau grandtotal. 11. • Tubuh laporan. 2. • Catatan kaki laporan yang dapat berisi ringkasan. tebal. yaitu : • Judul laporan. Tidak dapat menunjukkan hubungan beberapa titik Pedoman Desain Laporan 1. Mudah dimengerti. gunakanlah tanda ".3 dan seterusnya dan sajikan dalam urutan yang terpenting. Jika isi laporan menjelaskan suatu daftar urutan. 7. Ketepatannya kurang 3. sehingga bila pinggir laporan tersobek tidak akan mengenai isi laporannya. 4. Tiap-tiap potong dari pie dapat menunjukkan bagian dari data. Laporan untuk tingkat manajemen yang lebih tinggi. sedapat mungkin dibagi menjadi tiga bagian utama. Kelemahannya : 1." atau "". . 9. Untuk tiap-tiap batas tepi laporan (margin). Untuk hal-hal yang ingin ditonjolkan. 2. tidak mudah sobek serta tidak mudah kotor. 8. atau digaris-bawahi. gunakanlah kertas yang berkualitas baik. 5. Untuk laporan-laporan yang penting. sebaiknya diberi jarak 2 1/2 cm. 10.2. Laporan harus dibuat dan didistribusikan tepat pada waktunya. Bila urutannya penting dapat dipergunakan tanda 1. Letakkanlah informasi yang mendetail di lampiran dan gunakanlah penunjuk yang mudah dipahami untuk menjelaskan kepada pemakai laporan Ietak dari informasi detail tersebut. Kebaikan dari bagan pastel adalah sebagai berikut ini. Gunakanlah bentuk huruf cetak yang jelas dan tidak membingungkan serta hindari pengguanaan font yang sulit untuk dimengerti. Penggunaannya terbatas 2. Untuk laporan formal. Baik untuk perbandingan sebagian dengan keseluruhannya. Usahakan di dalam laporan berisi keterangan-keterangan yang diperlukan yang mungkin akan ditanyakan oleh pemakai laporan bila keterangan-keterangan tersebut tidak ada. 3. sebaiknya lebih tersaring dan untuk tingkat manajemen yang lebih rendah lebih terinci. 1. Gunakanlah spasi baris yang cukup.6 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bagan pastel (pie chart) merupakan bagan yang berbentuk lingkaran menyerupai kue pastel (pie).

Laporan harus sederhana tetapi jelas. kemungkinan input . baris dan informasi yang harus disajikatt~i suatu output. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai dengan yang dinginkan atau belum. Laporan harus berguna 17. 2. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak di printer dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) d a n kamus data output. Kamus data output digunakan untuk menjelaskan secara terinci tentang data yang akan disajikan di laporan. Bentuk-bentuk laporan yang selalu berubah akan menyebabkan kebingungan bagi mereka yang menggunakannya. Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang diinginkan. Laporan bilamana mungkin harus distandardisasi. 14. Isi laporan harus akurat. Printer layout form atau printer spacing chart atau printer layout chart merupakan suatu bagan yang digunakan untuk menggambarkan sketsa bentuk dari output di printer. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer. Oleh karena itu desain input harus berusaha membuat suatu sistem yang dapat menerima input yang bukan sampah. 13. Kamus data output yang merupakan pengembangan dari kamus dari arus data. Jika dokumen dasar tidak didesain dengan baik. Supaya tidak dihasilkan sampah. Laporan harus diungkapkan dalam bentuk dan Bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pemakainya. Desain input terinci dimulai dari desain dokumen dasar sebagai penangkap input yang pertamakali.7 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) 12. Mengatur Tata Letak Isi Output Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. Biaya pembuatan laporan harus dipertimbangkan Alat-alat Desain Output Terinci Dua buah alat desain sistem dapat digunakan untuk desain output terinci. 16. maka input yang masuk dalam sistem informasi harus tidak boleh berupa sampah. 1. yaitu sebagai berikut ini. Programmer membutuhan desain output ini untuk menentukan posisi kolom. 15.

sebagai berikut ini. a. panas. Kertas yang dipergunakan. Dokumen dasar ini dapat membantu di dalam penanganan arus data sebagai berikut ini. 1. disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu di dalam dokumen dasarnya. Lingkungan-lingkungannya (berlemak. dilipat atau dibawa-bawa oleh pemakainya). d. Beberapa faktor harus dipertimbangkan di dalam pemilihan kertas yang akan digunakan.8 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) yang tercatat dapat salah bahkan kurang. Dapat mendorong lengkapnyg data. 3. lembab atau mengandung asam). Bertindak sebagai pendistribusi data. Dokumen dasar sangat penting di dalam arus data di sistem informasi. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung back up) dari file-file data di komputer. Untuk mencapai maksud tersebut. Dokumen Dasar Dokumen dasar (source document) merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. e. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah. dingin. konsisten dan akurat. kotor. dokumen dasar harus dirancang dengan baik. Dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap. Pada bab ini akan dibahas desain input terinci untuk perancangan dokumen dasar dan kode-kode yang digunakan untuk input. Metode pengisian data di dokumen dasar tesebut. Penampilan dari dokumen dasar. c. b. 1. sehingga sangat berguna untuk audit trail (pelacakan pemeriksaan). Bagaimana menanganinya (secara halus. karena sejumlah tembusan dari formulirformulir tersebut dapat diberikan kepada individu-individu atau departemendepartemen yang membutuhkannya. ditulis tangan atau dice- . Lamanya dokumen dasar tersebut akan disimpan. f. kasar. Data dapat dicatat dengan jelas. Banyaknya dokumen dasar tersebut ditangani. 4. Berikut ini merupakan petunjuk-petunjuk di dalam perancangan dokumen dasar yang baik. 5. yaitu sebagai berikut ini. Dokumen dasar dapat membantu di dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah. 6. 2.

coklat. maka nama perusahaan sebaiknya juga dicantumkan. Warna yang baik ini adalah warna yang cerah. 7. 4. hitam dan lain sebagainya sebaiknya dihindari untuk digunakan. 3. dibagi 4 dan sebagainya. supaya bila ada halaman yang hilang dapat diketahui. sebaiknya dibuat ukuran yang merupakan kelipatan yang tidak membuang kertas. hijau tua. misalnya ukuran kertas standar dibagi 2. g. Nomor dokumen dasar. Bila dokumen dasar akan digunakan oleh pihak-pihak luar perusahaan. selain judul yang ada. Judul dokumen dasar. Misalnya nomor dokumen dasar PJ-FO1 dapat menunjukkan bahwa sumbernya dari departemen penjualan (ditunjukan oleh kode PJ) dan jenisnya adalah faktur penjualan model ke 1 (ditunjukkan oleh kode FOl). Warna yang digunakan. Nomor dokumen dasar ini dapat juga digunakan untuk menunjukkan sumber dan jenisnya. Nomor dokumen dasar dapat digunakan untuk menunjukkan keunikannya.9 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) tak dengan mesin. Warna-warna gelap. Nomor dokumen dasar dapat diletakkan di pojok bawah kiri atau di pojok bawah kanan (jangan di atas kiri. dibagi 3. Penggunaan warna akan membantu di dalam mengidentifikasikan dengan cepat dokumen dasar yang dipergunakan. Nomor urut dokumen dasar. karena tertutup bila distaples dan jangan di atas kanan. Nomor urut ini sangat perlu untuk tujuan pengendalian (dapat diketahui bila ada dokumen dasar yang hilang bila nomornya meloncat). Usahakan ukuran dari dokumen dasar berupa ukuran dari kertas yang standar dan banyak dijual. seperti misalnya biru tua. merah tua. Dokumen dasar harus diberi judul yang dapat menunjukkan jenis dan kegunaan dari dokumen dasar tersebut. halaman ke dua YA Q . untuk pelacakan pemeriksaan dan untuk pengarsipan. Nomor dan jumlah halaman. 5. Ukuran dari dokumen dasar. Bila dokumen dasar terdiri lebih dari satu halaman. Disamping nomor dokumen dasar. 6. ungu. maka tiap-tiap halaman harus diberi nomor dan jumlah halamannya. karena dapat membingungkan dengan nomor urut dokumen dasar). Ukuran kertas yang umum adalah ukuran kuarto (81/2" x 11") dan ukuran folio (81/2" x 14"). Kemananan terhadap pudarnya data yang dicatat di dokumen dasar. Misainya halaman pertama dapat diberi nomor halaman 1-3 (menunjukkan halaman pertama dari sejumlah 3 halaman). terutama bila menggunakan karbon. Warna yang baik adalah warna yang datanya mudah dibaca. Judul harus sesingkat mungkin tetapi jelas. 2. nomor unit dari masing-masing dokumen dasar biasanya dicantumkan di pojok kanan atas. Jika dokumen dasar lebih kecil dari ukuran kertas standar.

Second Edition. 4. 1979 . area halaman.10 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) diberi nomor 2-3 dan seterusnya. 3. Prenctice Hall. area tubuh. 1988 I. Second Edition. 1991 Raymond McLeod. Dokumen dasar harus dibentuk dengan pembagian area sedemikian rupa. Pembagian area.. Gary Grudnistski. 1992. area kontrol. John Wiley & Sons. 1990. terutama bila dokumen dasar akan diisi dengan data yang dicetak dengan mesin. Hawryszkiewycz. Burch. Second Edition.T. Spasi. Jr. ANDI OFFSET Yogyakarta. Burch. Jogiyanto. 6. Boyd & Fraser Publishing Company. Pembagian area ini meliputi area judul. Jr. Analysis. Information Systems : Theory and Practice. Design. 1979 Meilir Page-Jones. area organisasi. Yourdon Press. Prentice Hall. Prentice Hall. Strater. Felix R. 9. Analisis dan Disain Sistem Informasi. 8. area obyek. and Implementation. System. Sixth Edition. 2. DAFTAR PUSTAKA 1. J. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Nomor dan jumlah halaman ini biasanya diletakkan pada sebelah kanan atas. John G. 5. area berita. area jumlah dan area nomer. sehingga memudahkan untuk mencarinya guna pengisian atau pencarian data.G. Untuk spasi di dokumen dasar harus disesuaikan dengan spasi yang dibuat oleh mesin. Introduction Systems Analysis and Design. area otorisasi. Spasi antar baris dan spasi antar karakter pada dokumen dasar harus diperhatikan. The Practical Guide to Structured Systems Design.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful