1

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

MODUL 1 PENGERTIAN SISTEM DAN ANALIS SISTEM
MATERI 1. Definisi Sistem 2. Karakteristik Sistem 3. Klasifikasi Sistem 4. Pengertian Pengembangan Sistem 5. Fungsi Analis Sistem TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Sistem Informasi, Karakteristik, Klasifikasi dan Tim Pengembang Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa akan memahami konsep sistem dan pengertian pengembangan sistem. 2. Mahasiswa mampu menyebutkan karakteristik sistem. 3. Mahasiswa mampu menyebutkan sistem berdasarkan klasifikasi tertentu. 4. Mahasiswa mengetahui siapa saja yang akan terlibat dalam pengembangan sistem

1. Definisi Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini : Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu Menurut Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald dan Warren D. Stallings, Jr., mendefinisikan prosedur sebagai berikut : Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who) yang

2

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

mengerjakannya, mengerjakannya

Kapan

(When)

dikerjakan

dan

Bagaimana

(How)

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefiniskan sistem sebagai berikut ini : Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem bagian. Sebagai misal, sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa subsistem-subsistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan, subsistem akuntansi pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi biaya dan lain sebagainya.

Apa itu Subsistem ?
Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem-sistem bawahan seperti sistem mesin, sistem badan mobil dan sistem rangka. Masing-masing sistem ini terdiri dari sistem tingkat yang lebih rendah lagi. Misalnya, sistem mesin adalah kombinasi dari sistem karburator, sistem generator, sistem bahan bakar dan seterusnya.

Apa itu Supersistem ?
Walaupun istilah supersistem jarang digunakan, sistem seperti ini ada. Jika suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah supersistem. Contohnya, pemerintahan kota adalah suatu sistem, tetapi ia juga merupakan bagian dari sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi. Pemerintahan propinsi adalah supersistem dari pemerintahan kota dan juga merupakan subsistem dari pemerintahan nasional. Dari definisi dan penjelasan diatas dapatlah diambil kesimpulan, suatu sistem terdiri dari elemen yang bisa berbentuk individu atau bagian-bagian yang terpisah, kemudian berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Mobil terdiri dari bagian-bagian sistem yang berinteraksi/kerjasama untuk tujuan mobil tersebut bergerak ke suatu arah. Keluarga, pertama kali terdiri dari 2 individu yang terpisah yang mana individu itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem-

3

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

subsistem, kemudian bersatu membentuk keluarga untuk mencapai suatu tujuan. Keluarga itu sendiri merupakan subsistem dari sistem Rukun Tetangga (RT), RT merupakan subsistem dari Rukun Warga (RW), RW subsistem dari suatu Kelurahan, Kelurahan subsistem dari suatu Kecamatan, dan demikian seterusnya.

2. Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut :
lingkungan luar interface

subsistem input

subsitem

pengolah

subsistem output

subsistem

boundary boundary

Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifatsifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

Masukan (Input) Sistem Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Pengolah (Process) Sistem Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi. Keluaran (Output) Sistem Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Misalnya untuk sistem komputer.4 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Batas Sistem (Boundary) Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Lingkungan Luar Sistem (Environments) Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. Sistem . Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Penghubung (Interface) Sistem Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan. kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.

sistem produksi dan lain sebagainya. karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia. sistem akuntansi. Misalnya sistem komputer. yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Bila merupakan suatu sistem utama. maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. seperti misalnya sistem bisnis perusahaan. diantaranya sebagai berikut ini : 1. . Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal) Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. maka istilah objectives yang lebih tepat. Kalau suatu sistem tidak mempnyai sasaran. tidak dibuat manusia. Misalnya sistem teologia. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis. 3. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.5 Pengertian Sistem dan Analis Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen. Sistem informasi merupakan contoh man-machine system. Misalnya sistem perputaran bumi. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam. 2.

sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan.6 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 3. sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja. tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup. 4. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan programprogram yang dijalankan. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Klasifikasi sistem terbuka dan tertutup dapat digambarkan sebagai berikut : Input Transformasi Output Sistem Terbuka Tujuan Mekanisme Pengendalian Input Transformasi Output Sistem Tertutup . Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system) Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup. tidak benar-benar tertutup). Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.

Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas. Dengan menggunakan logika yang sama. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities) Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama yang dapat berupa : Ketidakberesan Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. dan menyediakan panas/dinginnya bagi ruangan yang ditempatinya. perubahan prinsip akuntansi yang baru.7 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya disebut sistem terbuka. Ketidakberesan ini dapat berupa : kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin. yaitu sebagai berikut ini : a. Pengertian Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. contohnya. maka menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal. Sebagai contohnya. sistem tertutup hanya terdapat pada situasi laboratorium yang dikontrol ketat. 4. volume pengolahan data semakin meningkat. tidak efisiennya operasi. sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen. b. tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin. mendapatkan input-nya dari perusahaan listrik. suatu sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya adalah sistem tertutup. Karena adanya perubahan ini. Perangkat keras komputer. perangkat lunak dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. Organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu . Sebuah sistem pemanas atau pendingin ruangan. Pertumbuhan organisasi Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru.

kegiatan yang tumpang tindih. kesalahan-kesalahan manual yang tinggi. isi laporan yang sering salah. file-file yang kurang teratur. c. kapasitas produksi yang menganggur (idle capasities).8 Pengertian Sistem dan Analis Sistem digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. sehingga menyebabkan sistem yang lama harus diperbaiki. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar. Berikut ini dapat digunakan sebagai indikator adanya permasalahanpermasalahan dan kesempatan-kesempatan yang dapat diraih. ketidakberesan kas. pemesanan kembali barang yang tidak efisien. . pengiriman barang yang sering tertunda. Adanya instruksi-instruksi (directives) Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi. produktifitas tenaga kerja yang rendah. Bila pesaing dapat memanfaatkan teknologi ini. maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing. persediaan barang yang terlalu tinggi. Indikator-indikator ini diantaranya adalah sebagai berikut : keluhan dari langganan. banyaknya pekerja yang menganggur. bertumpuknya back-order (tertundanya pengiriman karena kurangnya persediaan barang). tanggapan yang lambat terhadap langganan. keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran. pembayaran gaji yang terlambat. tanggung jawab yang tidak jelas. pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya. kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. laporan yang tidak tepat waktunya. waktu kerja yang berlebihan. kehilangan kesempatan kompetisi pasar. ditingkatkan bahkan diganti keseluruhannya. Dalam keadaaan pasar bersaing. peramalan penjualan dan produksi tidak tepat. seperti misalnya peraturan pemerintah. investasi yang tidak efisisen. biaya operasi yang tinggi.

peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan. efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut o o o o . Response time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut. Efficiency (efisiensi). dll. Peningkatan-peningkatan ini berhubungan dengan PIECES (merupakan singkatan untuk memudahkan mengingatnya). Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan. Economy (ekonomis). peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru sehingga menjadi lebih efektif. peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi. maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungankeuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi. Control (pengendalian). yaitu sebagai berikut : o Performance (kinerja).9 Pengertian Sistem dan Analis Sistem - pekerjaan manajer yang terlalu teknis. Information (informasi). Proses pengembangan sistem dapat digambarkan sebagai berikut : Sistem yang ada Permasalahan Kesempatan Instruksi Pengembangan sistem Memecahkan masalah Meraih Kesempatan Memenuhi instruksi Sistem yang baru Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time. Throughput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. peningkatan terhadap efisiensi operasi.

Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam pengembangan sistem 5. Gary Grudnitski. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem proses SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik 4. Bila operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar a. Proses pengembangan sistem tidak harus urut 6. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi b. Siklus ini disebut dengan siklus hidup suatu sistem (systems life cycle). Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya. yaitu menurut John Burch. yaitu tahap perencanaan sistem. diambil salah satu yang akan menjadi acuan kita mengenai pengembangan sistem ini. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM 1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen 2. Theory and Practice (New York: John Wiley & Sons) yang menuliskan tahapan pengembangan sistem sebagai berikut : . maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan. Jangan takut membatalkan proyek 7. Dari sekian banyak siklus pengembangan sistem menurut beberapa penulis sejak tahun 1970-an. Information Systems. dioperasikan dan dipelihara. o Services (pelayanan). Investasi yang terbaik harus bernilai 3.10 Pengertian Sistem dan Analis Sistem digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning). Pengembangan sistem (system development) a. Penilaian sistem (system evaluation) d. pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sebelum suatu sistem informasi dikembangkan. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik. Analisis sistem (system analysis) b.11 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. Manajemen sistem dan operasi (system management and operation) Kebijakan dan perencanaan sistem awal proyek sistem Analisis sistem Desain (perancangan) sistem secara umum Pengembangan Desain (perancangan) sistem terinci sistem Seleksi sistem Implementasi (penerapan) sistem Perawatan sistem manajemen sistem Penjelasan singkatnya : 1. Desain sistem terinci (detailed system design) e. Desain sistem secara umum (general system design) c. maka . Implementasi sistem (system implementation) 3. Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning). Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak (top management). 2. umumnya terlebih dahulu dimulai dengan adanya suatu kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem itu.

menyetujui atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan sistem. . 3. Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai 2 tahun. Kebijakan sistem (systems policy) merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem. maka perlu direncanakan terlebih dahulu dengan cermat. maka perencanaan pengembangan sistem informasi untuk periode yang lebih dari 5 tahun sudah tidak tepat lagi. Seringkali komite ini diketuai sendiri oleh direktur utama. Perencanaan jangka panjang melingkupi periode sampai dengan 5 tahun. sebelum sistem ini sendiri dikembangkan. Untuk itu manajemen puncak dilengkapi dengan suatu tim penasehat yang disebut dengan komite pengarah (steering commitee) yang umumnya dibentuk dari wakil-wakil pimpinan dari masing-masing departemen pemakai sistem seperti misalnya manajer-manajer departemen atau manajer-manajer divisi. Memberikan saran-saran dan petunjuk-petunjuk terhadap proyek sistem yang sedang dikembangkan.12 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak ini. perangkat lunak dan fasilitas-fasilitas lainnya. Karena perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat. Perencanaan sistem dapat terdiri dari perencanaan jangka pendek (short-range) dan perencanaan jangka panjang (long-range). Partisipasi dan keterlibatan manajemen puncak masih diharapkan untuk keberhasilan sistem yang akan dikembangkan. Perencanaan sistem (systems planning) ini menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik. Mengkoordinasi pelaksanaan proyek sistem sesuai dengan rencananya. 5. Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi. Mengkaji. meningkatkan produktivitas atau meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada langganan). Menilai kinerja dari fungsi-fungsi sistem yang telah dikembangkan. Tugas komite ini adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan sistem (systems planning) merupakan pedoman untuk melakukan pengembangan sistem. sasaran perusahaan dan juga terhadap kendala-kendala yang dihadapi. Memonitor atau mengawasi kemajuan dari proyek sistem. Padahal dukungan dari manajemen puncak sangat penting artinya. proyek-proyek sistem serta pengadaan perangkat keras. 4. Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem yang lama mempunyai banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki (misalnya untuk meningkatkan efektifitas manajemen. 2. tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan. terutama yang berhubungan dengan pencapaian sasaran sistem.

dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. yaitu : 1. Merencanakan proyek-proyek sistem yang akan dilakukan oleh staf perencana sistem 2. perencanaan strategi. perencanaan strategi. perencanaan strategi. Analisis sistem (system analysis) Penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui . perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan yang dilakukan oleh komite 3. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan 2. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan yang dilakukan oleh analis sistem. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. Pengembangan sistem (system development) a. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan.13 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Proses perencanaan sistem dikelompokkan menjadi 3 proses utama. perencanaan strategi. Adapun tahapan dari proses perencanaan sistem untuk ketiga bagian tersebut tampak pada gambar berikut ini : Merencanakan proyek-proyek sistem Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan Mengkaji tujuan.

terjadi perubahan-perubahan dalam lingkungan sistem yang mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau perangkat lunak. Desain sistem secara umum (general system design) Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. siklus hidup sistem akan terulang. pemerintah mengubah rumus perhitungan pajak jaminan sosial. Menjaga kemutakhiran sistem Dengan berlalunya waktu. sehingga lebih baik memulai dari awal. modifikasi sistem akan menajdi sedemikian rupa. Memperbaiki kesalahan Penggunaan sistem mengungkapkan kesalahan (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem. 3. 2. Saran-saran ini diteruskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran tersebut. Pada titik tertentu. 3. rancangan harus menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. Meningkatkan sistem Saat sistem digunakan. Pendekatan Pengembangan Sistem Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem. Implementasi sistem (system implementation) Merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. akan ditemukan cara-cara membuat peningkatan sistem. Lalu. Jika sistem itu berbasis komputer. e. c. selanjutnya adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Manajemen sistem dan operasi (system management and operation) Pemeliharaan sistem (systems maintenance ) dilaksanakan untuk 3 alasan : 1. Penilaian sistem (system evaluation) Hasil desain sistem secara umum tentunya harus menjadi pertimbangan pihak manajemen apakah melanjutkan pengembangan sistem yang baru berdasarkan gambaran desain sistem secara umum atau menolak rancangan baru tersebut.14 Pengertian Sistem dan Analis Sistem b. Kesalahan-kesalahan ini dapat diperbaiki. d. Desain sistem terinci (detailed system design) Dengan memahami sistem yang ada dan persyaratan-persyaratan sistem baru. yaitu sebagai berikut ini : . Contohnya.

diagram IPO dan bagan terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan teknik-teknik tersebut. sehingga kemungkinan kesalahan-kesalahan . Mahalnya biaya perawatan di pendekatan klasik ini disebabkan karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan kurang terstruktur. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh pemrogram. kamus data (data dictionary). Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan di systems life cycle. karena pendekatan ini tidak memberikan pedoman lebih lanjut tentang bagaimana melakukan tahapan-tahapan tersebut dengan terinci karena pendekatan ini tidak dibekali dengan alat-alat dan teknik-teknik yang memadai. Karena sifat dari sistem informasi sekarang menjadi lebih kompleks. Permasalahanpermasalahan yang dapat timbul di pendekatan klasik antara lain adalah sebagai berikut : a. Kemungkinan kesalahan sistem besar Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk melakukan pengetesan sistem. pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan menimbulkan beberapa permasalahan. Sedangkan pendekatan terstruktur yang baru muncul sekitar awal tahun 1970-an pada dasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem tambahan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari systems life cycle. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram). sehingga pada waktu pemeliharaan sistem menjadi kesulitan. tabel keputusan (decision table). didalam praktek. hal ini tidaklah cukup. c. Akan tetapi sayangnya. Karena pendekatan klasik kurang didukung dengan alat-alat dan teknik-teknik.15 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. b. Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur (dipandang dari metodologi yang digunakan) Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan di systems life cycle. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih mahal Biaya pengembangan sistem yang termahal adalah terletak di tahap perawatannya. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan teknik-teknik yang digunakan. maka dokumentasi menjadi tidak lengkap dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas.

dikembangkan tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tanpa . Berbeda dengan pendekatan terstruktur yang pengembangan sistemnya dilakukan dalam bentuk modul-modul yang terstruktur. Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa analis sistem telah mengerti akan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem dengan jelas dan benar. Pendekatan sepotong lawan pendekatan sistem (dipandang dari sasaran yang akan dicapai) Pendekatan sepotong (piecemeal approach) merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja. Pendekatan klasik kurang melibatkan pemakai sistem dalam pengembangan sistem. pemakai sistem akan menjadi frustasi karena tidak dapat mengoperasikan sistem dengan baik. Pada pendekatan ini. e. 2. d. Keberhasilan sistem kurang terjamin Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil pengembang sistem. Pengalaman telah menunjukkan bahwa di beberapa kasus. maka pemakai sistem hanya akan mengenal sistem yang baru pada tahap diterapkan saja. Salah satu kontribusi utama pendekatan terstruktur adalah partisipasi dan dukungan dari pemakai sistem. kegiatan atau aplikasi yang dipilih. Pengetesan sistem sebelum diterapkan merupakan hal yang kritis karena koreksi kesalahan sistem setelah diterapkan akan mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar. padahal sekarang sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya. Modul-modul ini akan lebih mudah dites secara terpisah dan kemudian pengetesan dapat dilakukan pada integrasi semua modul untuk meyakinkan bahwa interaksi antar modul telah berfungsi semestinya. Masalah dalam penerapan sistem Karena kurangnya keterlibatan pemakai sistem dalam tahapan pengembangan sistem. Sebagai akibatnya pemakai sistem akan menjadi kaget dan tidak terbiasa dengan sistem baru yang tiba-tiba dikenalkan.16 Pengertian Sistem dan Analis Sistem sistem akan menjadi lebih besar. Sebagai akibat lebih lanjut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem yang tidak dites selama tahap pengembangannya merupakan sumber utama dari kesalahan-kesalahan sistem. bukan pada pemakai sistem. maka kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem menjadi kurang sesuai dengan yang diinginkan dan sebagai akibatnya sistem yang diterapkan menjadi kurang berhasil. kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem tidaklah selalu jelas dan benar menurut analis sistem.

prosedur-prosedur operasi dan kontrol.17 Pengertian Sistem dan Analis Sistem memperhatikan sasaran keseluruhan dari organisasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Lain halnya dengan pendekatan sistem (systems approach) yang memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya. Pendekatan bawah-naik bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis. yaitu level perencanaan strategi. basis data. Akibat lebih lanjut adalah sistem akan dapat dikembangkan tepat pada waktu yang telah direncanakan. input. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. 4. Pendekatan sistem-menyeluruh lawan pendekatan moduler (dipandang dari cara mengembangkannya) Pendekatan sistem-menyeluruh (total-system approach) merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh. kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan. Pendekatan moduler (modular approach) berusaha memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun (dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem) Pendekatan bawah naik (bottom-up approach) dimulai dari level bawah organisasi. karena akan menjadi sulit untuk dikembangkan. Pendekatan in hanya memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja. karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu. maka proses turun ke pemrosesan transaksi. 3. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis. yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. tidak hanya menekankan pada sasaran dari sistem informasi itu saja. mudah dipahami . yaitu penentuan output. Pendekatan atas-turun (top-down approach) sebaliknya dimulai dari level atas organisasi. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu. Pendekatan ini kurang mengena untuk sistem yang komplek. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi.

konsep-konsep pekerjaan. Pendekatan lompatan-jauh lawan pendekatan berkembang (dipandang dari teknologi yang akan digunakan Pendekatan lompatan-jauh (great loop approach) menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. karena terlalu komplek. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. Pendekatan ini juga terlalu mahal. . seni atau disiplin lainnya Metode adalah : Suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. karena memerlukan investasi seketika untuk semua teknologi yang digunakan dan pendekatan ini juga sulit untuk dikembangkan. aturanaturan dan postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan.18 Pengertian Sistem dan Analis Sistem oleh pemakai sistem dan mudah untuk dipelihara. karena teknologi komputer begitu cepat berkembang dan untuk tahun-tahun mendatang sudah menjadi usang. prosedur-prosedur. Pendekatan berkembang menyebabkan investasi tidak terlalu mahal dan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang cepat. sehingga teknologi yang digunakan tidak cepat menjadi usang. Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh : Penulis buku Peneliti Konsultan Systems house Pabrik software Metodologi Pengembangan Sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan 1. Metodologi Pengembangan Sistem Metodologi adalah : Kesatuan metode-metode. sehingga akan lebih mudah untuk dipahami. Pendekatan berkembang (evolutionary approach) menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu dan akan terus dikembangkan untuk periode-periode berikutnya mengikuti kebutuhannya sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada. 5. Perubahan ini banyak mengandung resiko. Functional Decomposition Methodologies (Metodologi Pemecahan Fungsional) Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsitemsubsistem yang lebih kecil.

Hubungan fungsi antar modul atau elemen-elemen sistem kemudian dijelaskan dari struktur sistemnya. Prescriptive Methodologies Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : .ISDOS (Information Systems Design and Optimization System) Kegunaannya adalah mengotomatisasi proses pengembangan sistem informasi. yaitu suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine-readable form. Data structure oriented methodologies Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di sistem. sistem secara logika dapat digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar fungsinya di dalam modul-modul disistem. PSL merupakan bahasa untuk menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa pemrograman prosedural. Yang termasuk dalam metodologi ini adalah . Data-flow oriented methodologies Metodologi ini secara umum didasarkan pada pemecahan dari sistem kedalam modulo-modul berdasarkan dari tipe elemen data dan tingkah-laku logika modul tersebut di dalam sistem.W/O (Warnier / Orr) 3.SR (Stepwise Refinement) atau ISR (Iterative Stepwise Refinement) .HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output) . sehingga output yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA. yaitu : a. Struktur ini kemudian akan digunakan sebagai dasar struktur dari sistemnya.Composite Design . Yang termasuk dalam kelompok metodologi ini adalah : .SADT (Structured Analisys and Design Techniques) . Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : .19 Pengertian Sistem dan Analis Sistem dirancang dan diterapkan. Metodologi ini dapat dikelompokkan kembali ke dalam dua kelas. ISDOS mempunyai 2 komponen : a. PSA . PSL Merupakan komponen utama dari ISDOS. Data Oriented Methodologies (Metodologi Orientasi Data) Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses.SSAD (Structured Systems Analysis and Design) b. Dengan metodologi ini.Information-Hiding 2. b.JSD (Jackson’s systems development) .

function dictionary serta analisis dari hubungan-hubungan proses. manajemen data. SPECTRUM-2 untuk sistem manajemen proyek terstruktur. yang dianalisis dan yang dihasilkan sebagai output laporan dengan pemanfaatan DBMS dalam penyimpanan datanya. Kegunaan dan hasil dari PSA adalah : PSA menganalisis PSL untuk kesalahan-kesalahan sintak dan akan menghasilkan laporan-laporan dalam bentuk data dictionary. PLEXSYS Kegunaannya adalah untuk melakukan transformasi suatu statemen bahasa komputer tingkat tinggi ke suatu executable code untuk suatu konfigurasi perangkat keras yang diinginkan. PRIDE Merupakan perangkat lunak terpadu yang baik untuk analisis/disain sistem terstruktur. dokumentasi dan petunjuk administrasi guna membantu pemakai untuk mengembangkan dan merawat sistem yang efektif SPECTRUM Perangkat lunak ini mempunyai beberapa versi untuk keperluan yang berbeda.20 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan kamus data (data dictionary) dan digunakan untuk mengecek data yang dimasukkan. PSA juga akan melakukan analisis dari hubungan ketergantungan waktu dari data dan analisis dari spesifikasi volume. yang disimpan . PLEXSYS digunakan pad aspek penghasil kode program secar otomatis. Kalau ISDOS digunakan pada aspek penntuan kebutuhan. SDM/70 Merupakan suatu perangkat lunak yang berisi kumpulan metode. seperti laporan yang menggambarkan hubungan dari proses termasuk apakah suatu proses merupakan bagian dari porses yang lain atau suatu proses mempunyai komponen proses-proses lain. PLEXSYS merupakan tambahan untuk ISDOS. estimasi. semacam SPECTRUM-1 untuk life cycle konvensional. manajemen proyek dan pendokumentasian. SPECTRUM-3 untuk on-line interactive estimator. PSA akan melakukan analisis jaringan untuk mengecek kelengkapan dari semua hubungan data dan proses-proses. Laporan dalam bentuk grafik. SRES (Software Requirement Engineering System) dan SREM (Software Requirement Engineering Methodology) - - - - .

microfile. Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut ini : a. alat-alat yang digunakan juga ada yang tidak berupa gambar atau grafik (nongraphical tools).21 Pengertian Sistem dan Analis Sistem - DBO (Design By Objective). disebut actigrams) dan diagram data (data diagrams. disebut datagrams). pseudocode serta formulir-formulir untuk mencatat dan menyajikan data. yaitu tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya. Data flow diagram Digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon. HIPO. maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. SADT Structured Analysis and Design Technique. modul dan hubungan antar modulnya. mesin atau perangkat lunak). Menggunakan dua tipe diagram yaitu. sehingga memberikan penjelasan lengkap dari sistem dipandang dari elemen data. diagram kegiatan (activity diagrams. elemen kontrol. seperti misalnya data dictionary. SADT. tape. Selain berbentuk gambar. Structured chart Digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari sistem informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodul dengan menunjukkan hubungan elemen data dan elemen kontrol antara hubungan modulnya. surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu. HOS (Higher Order Software). PDL (Program Design Language) Alat dan Teknik Pengembangan Sistem Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang diberikan oleh metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. diskette dan lain sebagainya). harddisk. Alat-alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar atau diagram atau grafik. structured english. b. d. PAD (Program Analysis Diagram). memandang suatu sistem terdiri dari dua hal : benda (obyek. MSR (Meta Stepwise Refinement). dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh orang. HIPO diagram Hierarchy plus Input-Process-Output. adalah alat dokumentasi program yang berbasis pada fungsi. c. .

Disamping alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting) a.wawancara (interview) wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee). JSD. Teknik manajemen proyek. membangun suatu model dari dunia nyata (real world) yang menyediakan subyek-subyek permasalahan dari sistem. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques) Yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting) a. . Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart) d. b. Teknik-teknik ini diantaranya adalah : . Alat-alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting) 3. yaitu dapat digunakan di semua metodologi yang ada. Jackson’s diagram Jackson’s Systems Development. . Bagan alir proses (process flowchart) e. yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) Teknik ini digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan suatu proyek. Bagan distribusi kerja (working distribution chart) b. Bagan organisasi (organization chart) Teknik-teknik dalam pengembangan sistem yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut ini : a. Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa : bagan alir logika program (program logic flowchart) bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart) c. Bagan alir sistem (systems flowchart) b.22 Pengertian Sistem dan Analis Sistem e.daftar pertanyaan (questionaires) . Gantt chart 2.observasi (observation) observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan yang mana pada waktu observasi analis sistem dapat ikut juga berpartisispasi dengan orang-orang yang sedang melakukan suatu kegiatan tersebut. masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum.

Pemakai sistem melakukan inspeksi untuk maksud menilai dokumentasi yang diserahkan oleh analis sistem secara teknik tidak mengandung kesalahan. Penyebab kegagalan pengembangan sistem : Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik 5. seringkali rapat-rapat diadakan baik oleh tim pengembangan sistem sendiri atau rapat antara tim pengembangan sistem dengan pemakai sistem dan manajer. Teknik analisis biaya/manfaat (cost-effectiveness analysis atau cost-benefit analysis) Teknik ini menilai dari sisi kelayakan ekonomis suatu pengembangan sistem informasi.pengumpulan sampel (sampling) pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya dengan pertimbangan biaya dan waktu yang terbatas. Teknik inspeksi/walkthrough Inspeksi merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan kepentingan dari analis sistem. c. Fungsi Analis Sistem Analis sistem (systems analyst) adalah orang yang menganalisis sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan . .23 Pengertian Sistem dan Analis Sistem adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih. Teknik untuk menjalankan rapat Selama proses pengembangan sistem dilakukan. sehingga kemampuan analis sistem untuk memimpin atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal yang penting terhadap kesuksesan proyek pengembangan sistem. Analis sistem melakukan walkthrough untuk maksud supaya dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem secara teknik tidak mengalami kesalahan dan dapat dilakukan dengan diverifikasi terlebih dahulu oleh analis sistem yang lain. d. e.

Analis sistem 4. utilities dan bahasa-bahasa pemrograman yang diperlukan. Pekerjaaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar. Tugas dan tanggungjawab analis sistem dan pemrogram adalah berbeda dan dapat dilihat pada tabel berikut : Pemrogram 1. tidak hanya pada teknologi komputer. sistem komputer.24 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. Beberapa analis sistem setuju bahwa pengetahuan-pengetahuan dan keahlian berikut ini sangat diperlukan bagi seorang analis sistem yang baik : . Analis sistem berbeda dengan pemrogram. 4. tetapi juga pemakai sistem dan manajer. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang. konsultan sistem (systems consultant) dan ahli teknik sistem (systems engineer). pemrogram. 6. 7. perancang sistem (systems designer). analis bisnis (business analyst). Akan tetapi ada juga analis sistem yang melakukan tugas-tugas seperti pemrogram dan sebaliknya ada juga pemrogram yang melakukan tugas-tugas yang dilakukan oleh analis sistem. 3. Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang. tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya. Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja. Pengetahuan dan Keahlian yang Diperlukan Analis Sistem Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang luas dan keahlian yang khusus. Pemrogram (programmer) adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh analis sistem. Pengetahuan analis sistem harus luas. 2. tanggungjawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer. 5. tidak terbatas pada sesama analis sistem. Pengetahuan pemrogram cukup terbatas pada teknologi komputer. tetapi pada sistem secara keseluruhan. Orang yang melakukan tugas baik sebagai analis sistem maupun pemrogram disebut analis/pemrogram (analyst/programmer) atau pemrogram/analis (programmer/analyst). Sebutan lain untuk analis sistem ini adalah analis informasi (information analyst). Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program. terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) programnya.

Analis sistem yang kaku dalam membina hubungan kerja dengan personil-personil lainnya yang terllibat. 4. Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi akuntansi keuangan. rapat dan pembuatan laporan-laporan. Keahlian ini diperlukan di dalam wawancara. sistem operasi. Keahlian pemecahan masalah Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan permasalahanpermasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis. Keahlian teknis yang harus dimiliki adalah termasuk keahlian dalam penggunaan alat dan teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasi serta keahlian dalam menggunakan komputer. Keahlian membina hubungan antar personil Manusia merupakan faktor yang kritis di dalam sistem dan watak manusia satu dengan yang lainnya berbeda. seperti misalnya pemrograman linier (linier programming). analis sistem banyak menggunakan metode-metode kuantitatif. bahasa-bahasa komputer. Pengetahuan ini dibutuhkan supaya analis sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. pohon keputusan (decision tree). regresi (regresion). kebijaksanaan perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya. teknologi komunikasi data. akan membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif. 3. utilities dan paket-paket perangkat lunak lainnya. teknologi komputer dan pemrograman komputer a. pemasaran. Pengetahuan tentang metode kuantitatif Dalam membangun model-model aplikasi. pemrograman dinamik (dynamic programming). Pengetahuan teknis yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang perangkat keras komputer. simulasi dan lain sebagainya. sistem pengendalian manajemen. produksi. keuangan. Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data. 5. tingkah laku organisasi. akuntansi biaya. Pengetahuan tentang bisnis secara umum Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan. trend. maka akan tidak mendapat dukungan dari .25 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. menganalisisnya dan kemudian harus dapat merangkainya kembali menjadi suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahanpermasalahan tersebut. presentasi. akuntansi manajemen. memecah-mecah masalah tersebut ke dalam bagian-bagiannya. maka analis sistem harus mempunyai pengetahuan tentang ini. 2. Apalagi bila analis sistem tidak dapat membina hubungan yang baik dengan pemakai sistem. 6. network. Keahlian komunikasi antar personil Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik secara lisan maupun secara tertulis. b. manajemen personalia.

.26 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pemakai sistem atau manajemen dan kecenderungan pemakai sistem akan mempersulitnya. Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem f. pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim. disain sistem dan penerapannya e. Membuat laporan-laporan kemajuan proyek (progress report) h. Analis sistem senior Analis sistem senior (senior systems analyst) merupakan analis sistem yang sudah berpengalaman. 3. Anggota dari tim pengembangan sistem ini tergantung dari besar-kecilnya ruang-lingkup proyek yang kaan ditangani. mengontrol dan mengatur anggota tim pengembangan sistem lainnya c. Tim Pengembangan Sistem Dalam proyek pengembangan sistem yang kecil dan sederhana. Mengarahkan. Manajer analisis sistem Manajer analisis sistem (manager of systems analysis) ini disebut juga sebagai koordinator proyek dan mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut ini a. Membuat jadwal pelakasanaan proyek pengembangan sistem yang akan dilakukan d. Ketua analis sistem Ketua analis sistem (lead systems analyst) biasanya menjabat sebagai wakil dari manajer analisis sistem. Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analisis sistem dan mewakilinya bila manajer analisis sistem berhalangan. Mengkaji ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari tim 2. Akan tetapi untuk proyek pengembangan sistem yang besar atau komplek. Bertanggungjawab dalam mendefinisikan masalah. Sebagai ketua/koordinator tim pengembangan sistem b. Mewakili tim untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam hal perundingan-perundingan dan pemberian-pemberian nasehat kepada manajemen dan pemakai sistem g. studi kelayakan. kemungkinan hanya ada seorang analis sistem yang merangkap sebagai pemrogram (analis/pemrogram) atau seorang pemrogram yang merangkap sebagai analis sistem (pemrogram/analis). Tim ini secara umnum dapat terdiri dari personil-personil sebagai berikut ini : 1.

5. 8.27 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 4. Pemrogram aplikasi yunior biasanya hanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang sederhana. Analis sistem yunior Analis sistem yunior (junior systems analyst) merupakan analis sistem yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan dari analis sistem yang lebih senior. 7. 6. Pemrogram aplikasi yunior ini sering juga disebut dengan pemrogram aplikasi yang masih dilatih (applications programmer trainee). . Pemrogram aplikasi senior ini kadang-kadang juga disebut dengan pemrogram/analis. Pemrogram aplikasi yunior Pemrogram aplikasi yunior (junior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang belum berpengalaman dan masih dibawah bimbingan langsung dari pemrogram yang lebih senior. Pemrogram aplikasi Pemrogram aplikasi (applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang cukup berpengalaman dan dapat melakukan tugasnya tanpa harus dibimbing secara langsung lagi. Analis sistem yunior ini sering juga disebut dengan analis sistem yang masih dilatih (systems analyst trainee). seperti misalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O. Pemrogram aplikasi senior Pemrogram aplikasi senior (senior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang sudah berpengalaman dengan tugas merancang spesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram yang lainnya. Analis sistem Analis sistem (systems analyst) merupakan analis sistem yang cukup berpengalaman dan dapat bekerja sendiri tanpa bimbingan dari analis sistem senior.

Strater. and Implementation. 1979 Meilir Page-Jones. Sebutkan dan jelaskan alasan suatu pemeliharaan sistem (systems maintenance) harus dilakukan ! 8. Jelaskan hal-hal apa saja yang menyebabkan suatu sistem lama harus diperbaiki atau diganti ! 4. Jelaskan harapan-harapan apa saja setelah suatu sistem baru dikembangkan dalam suatu pengembangan sistem ! 6. Second Edition. John Wiley & Sons. Yourdon Press. Jelaskan mengenai pentingnya dukungan dari manajemen puncak (top management) dalam suatu pengembangan sistem ! 7. 1990. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Jelaskan dan berikan ilustrasi perbedaan antara tujuan (goal) dengan sasaran (objectives) ! 3. 1991 Raymond McLeod.. Information Systems : Theory and Practice. Gary Grudnistski. 3. J. The Practical Guide to Structured Systems Design. subsistem dan supersistem ! 2. 1979 . Burch.G. Apa perbedaan utama pendekatan pengembangan sistem klasik dengan pendekatan pengembangan sistem terstruktur ? jelaskan ! 9. Sebutkan dan jelaskan beberapa indikator (minimal 5 indikator) bahwa suatu sistem harus segera diperbaiki atau diganti ! 5. 1988 I. diperlukan beberapa pengetahuan dan keahlian tertentu. ANDI OFFSET Yogyakarta. Kenapa keahlian membina hubungan antar personil diperlukan ? jelaskan ! DAFTAR PUSTAKA 1. 6. 1992. Jr. Prentice Hall. Jr.28 Pengertian Sistem dan Analis Sistem EVALUASI 1. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Hawryszkiewycz. Analysis. Felix R. John G. Design. Jelaskan dan berikan ilustrasi definisi dari sistem. 5. Boyd & Fraser Publishing Company. System. 4. Sixth Edition. Prenctice Hall. Apa yang menjadi perbedaan antara seorang analis sistem dengan seorang programmer ? jelaskan ! 10. 2. Prentice Hall. Jogiyanto. Second Edition. Introduction Systems Analysis and Design. Burch.T. Second Edition. Untuk menjadi seorang analis sistem yang baik.

1 Analisis Sistem MODUL 2 ANALISIS SISTEM MATERI 1. Langkah-langkah. Analisis Sistem 6. menganalisis hasil penelitian dan membuat laporan hasil analisis. Mahasiswa mampu untuk memahami cara mengidentifikasi masalah. Cara Identifikasi Masalah. Mahasiswa memahami konsep analisis sistem. karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. Tahap analisis sistem ini merupakan tahap yang sangat kritis dan sangat penting. Menganalisis Hasil dan Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Kerja dari Sistem. Memahami Kerja Sistem 5. Pendahuluan Analisis sistem (systems analysis) dapat didefinisikan sebagai berikut : Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan. analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. memahami kerja dari sistem. Mengidentifikasi Masalah 4. 2. Tugas utama analis sistem dalam tahap ini adalah menemukan kelemahan-kelemahan dari sistem yang berjalan sehingga dapat diusulkan perbaikannya. . kesempatan-kesempatan. Langkah-langkah Analisis Sistem 3. hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya Atau secara lebih mudahnya. Pendahuluan 2. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep.

maka perlu diidentifikasi terlebih dahulu apa penyebab yang mengakibatkan mobil tersebut jalannya tersendat-sendat. yaitu mengidentifikasi masalah 2. kita mempunyai sebuah mobil yang jalannya tersendat-sendat. Tugas-tugas yuang harus dilakukannya adalah sebagai berikut ini : mengidentifikasi penyebab masalah mengidentifikasi titik keputusan mengidentifikasi personil-personil kunci Mengidentifikasi penyebab masalah Seringkali organisasi menyadari masalah yang tejadi setelah sesuatu berjalan dengan tidak benar. yaitu membuat laporan hasil analisis. Untuk kasus mobil ini. Mengidentifikasi Masalah Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. 1. dapat diidentifikasikan bahwa penyebab masalahnya . Permasalahan tidak akan muncul dengan sendirinya dan mestinya ada sesuatu penyebab yang menimbulkannya. Untuk mengatasi masalah ini. Understand. langkah pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi. Analyze. Masalah (problem) dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Report. maka proses perbaikan mobil tersebut tidak akan berjalan dengan efisien dan efektif. yaitu menganalisis sistem 4. Keadaan ini merupakan suatu masalah. Kalau kita akan berusaha memperbaiki kerusakan mobil tersebut. yaitu memahami kerja dari sistem yang ada 3. Oleh karena itulah pada tahap analisis sistem. maka proses analisis sistem tidak akan berjalan dengan semestinya. Kalau analis sistem tidak dapat mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai. tetapi tidak dapat mengidentifikasi terlebih dahulu penyebab masalahnya. Sebagai ilustrasi. yaitu tidak akan efisien dan efektif. Identify.2 Analisis Sistem Langkah-langkah Analisis Sistem Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem : 1. Apakah kita akan membongkar mobil tersebut dengan melepas semua komponennya untuk menemukan mengapa mobil tersebut jalannya tersendat-sendat ? tentunya ini merupakan pekerjaan analisis yang tidak benar.

tanpa harus membongkar semua komponen mobil yang tidak menyebabkan terjadinya masalah. Dari subyek masalah ini. sehingga mengakibatkan jalannya mobil tersendat-sendat. Tugas mengidentifikasi penyebab masalah dapat dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek-subyek permasalahan yang telah diutarakan oleh manajemen atas yang telah ditemukan oleh analis sistem di tahap perencanaan sistem. maka dapat diidentifikasi penyebab terjadinya masalah biaya persediaan yang meningkat ini adalah karena : persediaan di gudang telalu banyak (over stock) dan pembelian barang tidak ekonomis. Mengidentifikasi titik keputusan Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi. maka selanjutnya perlu diidentifikasi lebih lanjut titik keputusan yang menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna. maka kita dapat mulai menganalisis dari tempat dilakukannya proses pembakaran ini. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. ahli mesin mobil dapat menggunakan buku manual pedoman mesin mobil bersangkutan untuk mengidentifikasi titik-titik keputusan penyebab masalah pembakaran yang kurang sempurna. kerja dari platina dan atau injeksi bensin di karburator. Sebagai misalnya. Mengapa biaya persediaan meningkat ? mengapa jalannya mobil tersendatsendat ? jawabannya adalah disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini.3 Analisis Sistem adalah karena proses pembakaran yang tidak sempurna. masalah yang terjadi adalah “biaya persediaan meningkat dari tahun ke tahun”. Secara analogi. Dengan dapat mengidentifikasi penyebab masalah ini. Pada kasus mobil yang mempunyai masalah jalannya tersendat-sendat dan telah dapat diidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini adalah pembakaran yang kurang sempurna. dapat digunakan dokumen sistem bagan alir formulir (paperwork flowchart atau form flowchart) bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan. Dengan demikian ahli mesin mobil yang berpengalaman tidak akan membongkar semua komponen dari mesin mobil itu. tetapi cukup memeriksa pada titik-titik keputusan saja. Dengan demikian juga dengan analis sistem bila telah dapat mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titik keputusan penyebab masalah . Demikian juga harus dicari jawaban mengapa biaya persediaan meningkat. selanjutnya juga harus diidentifikasi titik keputusan penyebab masalah tersebut. Contoh bagan alir formulir untuk prosedur penjualan adalah sebagai berikut : . Ahli mesin mobil yang berpengalaman dapat mengidentifikasikan titik keputusan dari pembakaran yang kurang sempurna adalah terletak di proses pengapian busi. maka dapat memulai penelitiannya di titik-titik keputusan tersebut.

4 Analisis Sistem .

tembusan untuk meminta barang dari gudang (stock request copy) . Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pembuatan dokumen dan laporan pengiriman lama. . “Proses pembuatan dokumen pengiriman” (packing slip) dan laporan pengiriman (shipping notice) di bagian pengiriman. f.tembusan pemberitahuan kepada langganan bahwa order telah diterima (acknowledgement copy atau advice copy) c.5 Analisis Sistem Penjelasan dari titik-titik keputusan adalah antara lain sebagai berikut : 1. “Proses membuat faktur” di bagian billing. “Kebenaran data di faktur” di bagian billing. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pembuatan order penjualan juga lama.tembusan otorisasi kredit (credit copy) . Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses evaluasi kredit lama dan berbelit-belit. Penyebab masalah adalah barang yang dikirim sering tidak sesuai. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses membuat faktur lama. “Proses evaluasi kredit” di bagian kredit. “Penanganan order langganan” di bagian order penjualan. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah : a. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang tercantum di faktur bila faktur salah. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pengambilan barang lama. d. Proses pengirimannya sendiri juga harus cepat sampai barang diterima oleh langganan. 2. “Proses pembuatan order penjualan” di bagian order penjualan. tetapi proses ini tidak termasuk dalam ruang-lingkup sistem pengendalian penjualan dan pemasaran (masuk dalam sistem distribusi).tembusan untuk catatan akuntasi (journal/register copy) . Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah : a. “Proses pengambilan barang” di bagian gudang. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila waktu penanganan order penjualan lama. b.tembusan untuk membuat slip pengepakan (packing slip) dan laporan pengiriman (shipping notice) . Penyebab masalah adalah pelayanan yang kurang baik kepada langganan. Penanganan order penjualan merupakan proses pertama kali menerima order dari langganan. Proses pembuatan order penjualan adalah proses membuat dokumen tertulis dari order langganan yang telah diterima dengan tembusan-tembusannya berupa : . e.tembusan untuk membuat faktur .

penelitian ini sifatnya adalah penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sejumlah data perlu dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada. . Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Penyebab masalah adalah otorisasi pemberian kredit yang kurang benar. 3. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah “dukungan informasi untuk pemberian kredit” di bagian kredit. Penyebab masalah adalah kurang tersedianya laporan yang berkualitas. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen yang ada di perusahaan serta dokumen deskripsi jabatan (job description) 2. “Kelengkapan faktur yang didukung dengan laporan pengiriman” di bagian billing. Memahami Kerja Sistem Langkah kedua dari tahap analisis sistem adalah memahami kerja dari sistem yang ada. observasi. maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah “proses pembuatan laporan” di bagian akuntansi. Bila di tahap perencanaan sistem juga pernah dilakukan penelitian untuk memperoleh data. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang dikirim bila bagian billing tidak menerima laporan pengiriman. daftar pertanyaan dan pengambilan sampel. penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci (detailed survey). Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan laporan tidak tepat waktunya bila proses pembuatan laporan lama. laporan tidak tepat nilainya bila pengendalian output tidak ada atau lemah. yaitu wawancara. Sedang pada tahap analisis sistem.6 Analisis Sistem b. 4. kelemahankelemahan dan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Mengidentifikasi personil-personil kunci Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya.

sebaiknya ditentukan terlebih dahulu jenis dari penelitian untuk masing-masing titik keputusan yang akan diteliti. berikutnya dapat dikelompokkan ke dalam jenis penelitiannya masing-masing. apa dan siapa yang akan diteliti. Dari jadwal penelitian yang telah dibuat.7 Analisis Sistem Langkah kedua dari tahap analisis sistem dapat terdiri dari beberapa tugas yang perlu dilakukan. Jenis penelitian (wawancara.Mengatur jadwal wawancara . Penelitian juga biasanya akan dilakukan oleh beberapa peneliti dan memakan waktu yang cukup lama (harian.Mengatur jadwal observasi . data tentang perlengkapan sistem. yaitu sebagai berikut ini : o Menentukan jenis penelitian o Merencanakan jadwal penelitian . pengambilan sampel) tergantung dari jenis data yang ingin diperoleh. observasi. Jenis data yang ingin diperoleh dapat berupa data tentang operasi sistem. siapa yang akan meneliti. mingguan bahkan bulanan) supaya penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif. daftar pertanyaan.Mengatur jadwal pengambilan sampel o Membuat penugasan penelitian o Membuat agenda wawancara o Mengumpulkan hasil penelitian Menentukan jenis penelitian Sebelum penelitian dilakukan. maka jadwal dari penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi : dimana penelitian akan dilakukan. Merencanakan jadwal penelitian Penelitian akan dilakukan di tiap-tiap lokasi titik keputusan yang akan diteliti. kapan penelitian dilakukan. selanjutnya jadwal wawancara dapat diatur yang terdiri dari : . Penelitian yang menggunakan teknik pengambilan sampel lebih tepat digunakan untuk mengumpulkan input atau output sistem yang mempunyai jumlah banyak. Penelitian yang menggunakan teknik wawancara dan observasi tepat digunakan untuk lokasi data yang menyebar dan mahal bila harus dikunjungi satu persatu. atau input dan output yang digunakan oleh sistem. pengendalian sistem. Untuk wawancara.

8 Analisis Sistem - tanggal wawancara akan dilakukan. . topik dari wawancara yang akan dilakukan. yang melakukan wawancara. maka data yang belum terkumpul akan terlihat. Membuat penugasan penelitian Setelah rencana jadwal penelitian selesai dibuat. yaitu sebagai berikut ini : a. Formulir ini biasanya tidak dilampirkan di laporan hasil analisis. Sama halnya dengan wawancara yang telah diatur jadwalnya tersendiri. Membuat agenda wawancara Sebelum suatu wawancara dilaksanakan. maka tugas dari tiap-tiap anggota tim analis sistem untuk melakukan penelitian telah dapat ditentukan. Demikian juga dengan jadwal pengambilan sampel sebaiknya juga diatur tersendiri. Mengumpulkan hasil penelitian Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai suatu dokumentasi sistem lama. Membantu kelengkapan (aid to completeness) Dengan digunakannya formulir-formulir standar untuk mencatat fakta. Koordinator analis sistem dapat membuat surat penugasan kepada masing-masing anggota tim analis sistem ini dengan menyertakan lampiran kegiatan penelitaian yang harus dilakukan. lokasi letak wawancara akan dilakukan. yang diwawancarai. Formulir ini akan diberikan kepada tiap-tiap peneliti yang bersangkutan. Dokumentasi dari hasil penelitian ini diperlukan untuk beberapa hal. jam wawancara untuk tiap-tiap harinya. akan lebih bijaksana bila waktu dan materi wawancara ini direncanakan terlebih dahulu. Tujuan utama pembuatan agenda wawancara yang akan digunakan dalam wawancara ini adalah suapaya wawancara dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan tidak ada materi yang terlewatkan. karena kurang bermanfaat bagi user atau manajemen. observasi yang akan dilakukan juga sebaiknya dibuatkan jadwal tersendiri. Rencana ini dapat ditulis di agenda wawancara dan dibawa selama wawancara berlangsung. Pewawancara dapat melakukan wawancara dengan dasar agenda wawancara ini.

atau ada perubahan-perubahan yang perlu dilakukan atau misalnya gedung sudah dibuat mengalami kerusakan-kerusakan. Pengambilan sampel 4. Membantu komunikasi (aid to communication) Formulir-formulir standar akan membantu anggota-anggota tim analis untuk berkomunikasai dengan efektif satu dengan yang lainnya. operator dan pemakai sistem d. 2. Menganalisis hasil penelitian sering sulit dilakukan oleh analis sistem yang masih baru. e. Fakta-fakta yang perlu didokumentasikan dari hasil penelitian sistem lama adalah sebagai berikut ini : 1. Analisis Sistem Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. pemrogram komputer. maka dengan adanya dokumentasi. Membantu analisis (aid to analysis) Data yang dicatat dalam bentuk tabel atau bagan memungkinkan sistem akan lebih mudah dipahami dan dianalisis c. Selain itu juga dapat membantu komunikasi antara analis.9 Analisis Sistem b. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan Data ini dapat diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan pada suatu kegiatan. Membantu pelatihan (aid to training) Pelatihan akan lebih efektif bila dilampiri dengan bahan-bahan yang diperlukan secara tertulis. Membantu keamanan (aid to security) Dokumentasi yang berisi dengan fakta terkumpul dapat diibaratkan sebagai bestek rancangan gedung yang telah digambar oleh arsitek dan telah dihitung oleh insinyur teknik sipil. Kesalahan-kesalahan melakukan kegiatan di sistem lama 3. Pengalaman menunjukkkan bahwa banyak analis sistem yang masih baru mencoba untuk memecahkan masalah tanpa menganalisisnya. Kebutuhan-kebutuhan informasi pemakai sistem/manajemen 3. . perbaikan-perbaikan atau modifikasi-modifikasi akan lebih mudah dilakukan. Elemen-elemen data 6. 5. Bila gedung yang akan dibangun tidak sesuai dengan keinginan pemakai. Formulir-formulir dan laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem lama. Teknologi yang digunakan di sistem lama 7.

. selanjutnya analis sistem akan dapat melakukan analisis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan dari sistem yang ada.10 Analisis Sistem MENGANALISIS KELEMAHAN SISTEM Analis sistem perlu menganalisis masalah yang terjadi untuk dapat menemukan jawaban apa penyebab sebenarnya dari masalah yang timbul tersebut. suatu kriteria yang tepat masih diperlukan untuk menilai sistem yang lama. Wilkinson memberikan sasaran yang harus dicapai untuk menentukan kriteria penilaian sebagai berikut : Relevance (sesuai kebutuhan) Capacity (kapasitas dari sistem) Efficiency (efisiensi dari sistem) Timeliness (ketepatan waktu menghasilkan informasi) Accessibility (kemudahan akses) Flexibility (keluwesan sistem) Accuracy (ketepatan nilai dari informasi) Reliability (keandalan sistem) Security (keamanan dari sistem) Economy (nilai ekonomis dari sistem) Simplicity (kemudahan sistem digunakan) Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dan kriteria-kriteria ini. Kriteria yang tepat ini dapat diperoleh dari sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru supaya efisien dan efektif. Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam : Apa yang dikerjakan ? Bagaimana mengerjakannya ? Siapa yang mengerjakannya ? Dimana dikerjakannya ? Menganalisis kelemahan sistem sebaiknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan : Mengapa dikerjakan ? Perlukah dikerjakan ? Apakah telah dikerjakan dengan baik ? Tentu saja pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam langkah menganalisis hasil penelitian ini lebih terinci lagi dibandingkan dengan yang didaftar di atas. Sebagai tambahan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Untuk menganalisis keandalan ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaanpertanyaan berikut : Apakah jumlah kesalahan yang terjadi di masing-masing operasi diminimumkan ? Apakah operasi-operasi telah direncanakan dengan baik dan terkendali ? . Menganalisis Pengukuran Pekerjaan Untuk menganalisis pengukuran pekerjaan ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini : apakah kebijaksanaan dan prosedur telah dipahami dan diikuti ? apakah produktifitas karyawan memuaskan ? apakah unit-unit organisasi telah bekerja sama dan terkoordinasi dengan baik menjaga arus data dengan lancar ? apakah masing-masing kegiatan telah mencapai sasarannya ? apakah terjadi operasi-operasi yang tumpang tindih ? seberapa perlu hasil dari tiap-tiap operasi ? apakah tedapat operasi yang menghambat arus data ? apakah volume puncak dari data dapat ditangani dengan baik ? apakah terdapat standar kinerja yang baik dan selalu dimutakhirkan ? Menganalisis Keandalan Keandalan menunjukkan banyaknya kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam suatu kegiatan.11 Analisis Sistem Menganalisis Distribusi Pekerjaan Distribusi dari pekerjaan menunjukkan beban dari masing-masing personil atau unit organisasi dalam menangani kegiatan yang sama. Untuk keperluan menganalisis distribusi dari pekerjaan dapat digunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini : apakah tugas dan tanggungjawab telah didefinisikan dan diterapkan dengan jelas ? apakah tugas dan tanggungjhwab telah didistribusikan dengan efektif untuk masing-masing personil dan unit-unit organisasi ? dengan mengetahui beban dari masing-masing personil. Semakin andal berarti semakin sedikit kesalahan yang dilakukan. maka dapat ditentukan personil mana yang masih dapat diberi tambahan beban dan personil mana yang harus dikurangi bebannya untuk dialihkan ke personil lain yang masih kurang bebannya.

. peralatan dan fasilitas lainnya) cukup untuk menangani volume rata-rata data tanpa terjadi penundaan yang berarti ? MENGANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI PEMAKAI/MANAJEMEN Walaupun menganalisis kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu.12 Analisis Sistem Menganalisis Dokumen Untuk menganalisis dokumen yang digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : seberapa perlu dokumen-dokumen yang ada ? apakah masing-masing dokumen telah dirancang untuk penggunaan yang efektif ? apakah tembusan-tembusan dari dokumen perlu ? Menganalisis Laporan Untuk menganalisis laporan yang sudah dihasilkan oleh sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : dapatkah laporan-laporan dipersiapkan dengan mudah dari file dan dokumendokumen yang ada ? apakah terdapat duplikasi di file. yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis. Tugas lain dari analis sistem yang masih diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi. catatan-catatan dan laporan-laporan ? Menganalisis Teknologi Untuk menganalisis teknologi yang sudah digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : apakah fasilitas dari sistem informasi (dalam bentu personil. tetapi tugas ini saja belumlah cukup.

G. and Implementation. 2. Burch. Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem di dalam tahap analisis sistem ? 3. tugas berikutnya dari analis sistem dan timnya adalah membuat laporan hasil analisis. 5. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan. Laporan ini diserahkan kepada steering committe (komite/panitia pengarah pengembangan sistem) yang nantinya akan diteruskan ke manajemen. Information Systems : Theory and Practice. Mengapa penelitian harus direncanakan jadwalnya ? jelaskan ! DAFTAR PUSTAKA 1.. Second Edition. 1992. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Strater. The Practical Guide to Structured Systems Design. 4. 1991 Raymond McLeod. Introduction Systems Analysis and Design. Jogiyanto. 3.13 Analisis Sistem 4. Analysis. Mengapa identifikasi penyebab masalah merupakan tahap yang paling penting dalam tahap analisis sistem ? jelaskan dengan ilustrasi ? 4. Jr. Mengapa memahami kerja dari sistem yang ada/berjalan diperlukan ? jelaskan ! 5. Second Edition. 1988 I. 1990. Design. Jr. Sixth Edition. Burch. John Wiley & Sons. Yourdon Press. Second Edition. Pihak manajemen bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari temuan-temuan dan analisis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laporan ini. Boyd & Fraser Publishing Company. 1979 . System. Sebutkan dan jelaskan definisi analisis sistem menurut persepsi anda ! 2. John G. Gary Grudnistski. J. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Prentice Hall.T. 1979 Meilir Page-Jones. Prentice Hall. ANDI OFFSET Yogyakarta. Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah : pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi) EVALUASI 1. 6. Felix R. Prenctice Hall. Hawryszkiewycz.

3 Desain Database 5. yaitu desain sistem secara umum (general systems design) dan desain sistem terinci (detailed systems design) desain sistem secara umum disebut juga dengan desain secara makro (macro design). Tekanan-tekanan Desain TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Pengertian. Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian. kontrol sampai arsitektur komputer 3.4 Desain Kontrol 5. Mahasiswa memahami tekanan-tekanan dalam desain sistem Pendahuluan Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan.1 Desain Sistem Secara Umum MODUL 3 DESAIN SISTEM SECARA UMUM MATERI 1. Desain Sistem Secara Umum 5.5 Desain Teknologi 6. input. Tujuan dan Tahapan Desain Sistem serta Personil yang Terlibat dan Tekanan-tekanan Dalam Desain Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. . Arti Desain Sistem 3.2 Desain Input 5. Tujuan Desain Sistem 4. Mahasiswa memahami konsep desain sistem 2. tahapan desain sistem secara umum mulai dari output. proses.1 Desain Output 5. Desain sistem terinci disebut juga dengan desain sistem secara phisik (physical system design) atau desain internal (internal design). Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Personil Yang Terlibat 5. maka analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Pendahuluan 2. database. Tahap ini disebut dengan desain sistem (systems design). Mahasiswa mampu untuk memahami tujuan.

2. Ini berarti bahwa data harus mudah ditangkap. Sistem dibentuk dapat berupa penggambaran. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi 6. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi. mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional 3. analis sistem harus dapat mencapai sasaran-sasaran sebagai berikut : 1. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk 5. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem Tujuan Desain Sistem Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Persiapan untuk rancang bangun implentasi 4. termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer. pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. yaitu sebagai berikut : 1.2 Desain Sistem Secara Umum Arti Desain Sistem Dari sekian banyak yang memberikan pengertian mengenai arti desain sistem. yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan progam komputernya. akhirnya desain sistem dapat diartikan sebagai berikut : 1. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem. 3. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem 2. . Desain sistem harus berguna. Tujuan kedua ini lebih condong pada desain sistem yang terinci. metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan. Untuk mencapai tujuan ini.

perangkat keras. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. maka arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah.Pemakai sistem juga seharusnya menilai cara penangkapan data. Oleh karena alasan ini. prosedur-prosedur. Pemakai sistem paling tidak dapat mengkaji ulang komponen-komponen sistem informasi yang didesain. Personil Yang Terlibat Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personil-personil teknik lainnya. maka pemakai sistem seharusnya juga terlibat dalam tahap desain sistem.pemakai sistem seharusnya mengkaji ulang tata letak (layout) dari semua laporan-laporan dan bentuk-bentuk tampilan di layar terminal. Bagaimana dengan pemakai-pemakai sistem (users) ? apakah pemakai sistem juga harus terlibat dalam tahap ini ? banyak orang yang setuju bahwa keterlibatan pemakai sistem sangat penting selama tahap analisis sistem. Hasil dari ketidak-terlibatan pemakai sistem ini akan mengakibatkan kurang puasnya pemakai sistem terhadap cara sistem bekerja (bahkan sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan pemakai). setelah arsitek selesai melakukan analisis. Desain Sistem Secara Umum Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.Pemakai sistem juga seharusnya menilai arus percakapan dari dialog layar terminal. Akan tetapi bagaimana di tahap desain sistem ini ? banyak analis sistem yang mendesain sistem informasi tanpa partisipasi yang berarti dari pemakai sistem. seperti misalnya spesialis pengendalian (controls specialists). pengolahan dari data tersebut dan distribusi informasinya.3 Desain Sistem Secara Umum 4. perangkat lunak dan pengendalian intern. Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal. orang-orang. personil penjamin kualitas (quality assurance personil). Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi. seperti misalnya : . spesialis komunikasi data (data communications specialists) dan lain sebagainya. Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. . . simpanan data. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon . metode-metode.

Analisis sistem dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk physical systems dan logical model. bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sispil yang akan membangun rumah ini. hard disk. Desain terinci yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah. Suatu prosedur merupakan rencana tahap demi tahap untuk menerapkan suatu metode. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat berbentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukkan urut-urutan kegiatan dari sistem informasi berbasis komputer ini. Arus dari data di diagram arus data dapat dijelaskan dengan menggunakan kamus data (data dictionary). disk atau kartu. Metode (method) adalah suatu cara untuk melakukan suatu kegiatan. Sketsa dari physical systems dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan. Istilah output ini kadang-kadang membingungkan. Arsitek belum akan menggambar detail bangunannya dengan ukurannya terinci sebelum bentuk dan susunan rumah itu sendiri disetujui oleh calon pemakai rumah. laporan-laporan. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical systems. Seringkali gambar bagan alir sistem untuk sistem informasi juga dapat digabung dengan bagan alir formulir dalam perusahaan untuk menunjukkan hubungan dan prosedur antara sistem informasi dengn sistem-sistem lainnya di perusahaan. Logical model dari sistem informasi lebih menjelaskan kepada user bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logika akan bekerja.4 Desain Sistem Secara Umum pemakai rumah. Metode-metode dan prosedur-prosedur ini merupakan bagian dari model sistem informasi (model prosedur) yang akan mendefinisikan urut-urutan kegiatan untuk menghasilkan output dari input yang ada. Logical model dapat digambar dengan menggunakan diagram arus data (data flow diagram). microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar video). Yang akan dimaksud dengan . Komponen sistem informasi yang didesain adalah : Desain Output Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Simbol-simbol bagan allir sistem ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya. komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemrogram. Pada tahap desain secara umum. seperti simbol terminal. karena output dapat terdiri dari macammacam jenis. Output dapat berupa hasil di media keras (seperti misalnya kertas. Disamping itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimpan di suatu media seperti tape. Pengolahan data dari sistem informasi berbasis komputer membutuhkan metode-metode dan prosedur-prosedur.

5 Desain Sistem Secara Umum output pada tahap desain ini adalah output yang berupa tampilan di media keras atau di layar video. . media yang digunakan. Akan tetapi sekarang dengan kemampuan teknologi komputer yang dapat menampilkan bentuk grafik. maka parameter dari output selanjutnya juga dapat ditentukan. Parameter ini meliputi tipe dari output. terutama ooutput untuk keperluan manajemen tingkat menengah ke atas. maka output berupa grafik juga mulai banyak dihasilkan. laporan-laporan ringkasan dan laporan-laporan lainnya. FORMAT OUTPUT Bentuk atau format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative). LANGKAH-LANGKAH DESAIN OUTPUT SECARA UMUM Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. TIPE OUTPUT Output dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe. Menentukan kebutuhan output dari sistem baru Output yang akan didesain dapat ditentukan dari diagram arus data. tabel atau pabrik. DAD. tanda terima pembayaran dan lain sebagainya. Menentukan parameter dari output Setelah output-output yang akan didesain telah dapat ditentukan. Output di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses ke proses lainnya. alat output yang digunakan. Banyak output ekstern ini dibuat di formulir yang sudah tercetak sebelumnya (preprinted form) dan sistem informasi hanya menambahkan bagian-bagian tertentu yang masih harus diisi. Output jenis ini dapat berupa laporan-laporan terinci. formatnya. Output ini akan tetap tinggal di dalam perusahaan dan akan disimpan sebagai arsip atau dimusnahkan bila sudah tidak digunakan lagi. sistem baru yang telah dibuat. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel. Output Intern (internal output) Adalah output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. check. Output Ekstern (external output) Adalah output yang akan didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya. jumlah tembusannya. Contoh output ekstern adalah faktur. 2. 2. yaitu : 1. distribusinya dan periode output.

misalnya kartu plong. semacam keyboard. Alat input langsung merupakan alat input yang langsung dihubungkan dengan CPU. Penangkapan data (data capture) Merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang dilakukan oleh organisasi ke dalam dokumen dasar. card reader dan lain sebagainya. mouse. Alat input dapat digolongkan ke dalam 2 golongan. 2. Dokumen dasar merupakan bukti transaksi. misalnya KTC (key-to-card). proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama. PROSES INPUT Tergantung dari alat input yang digunakan. pita magnetik atau disk magnetik) 3.6 Desain Sistem Secara Umum Desain Input Bila berpikir tentang input. Pemasukan data (data entry) Merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer. Contoh proses input : . touch screen dan lain sebagainya. biasanya juga akan berpikir tentang alat input (input device) yang akan digunakan. yaitu alat input langsung (online input device). Alat input tidak langsung adalah alat input yang tidak langsung dihubungkan dengan CPU. KTT (key-to-tape) dan KTD (key-to-disk). yaitu : 1. misalnya adalah keyboard. Penyiapan data (data preparation) Yaitu mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form.

kwitansi-kwitansi dari luar organisasi. Umumnya dokumen dasar yang akan didesain adalah dokumen dasar untuk data capture input intern. Input ekstern (external input) Adalah input yang berasal dari luar organisasi. order penjualan dan lain sebagainya. 2. LANGKAH-LANGKAH DESAIN INPUT SECARA UMUM Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data. seperti misalnya faktur pembelian.7 Desain Sistem Secara Umum Gambar. yang perlu . Dua tahapan utama proses input yang menggunakan alat input langsung TIPE INPUT Input dapat dikelompokkan ke dalam : 1. Input intern (internal input) Adalah input yang berasal dari dalam organisasi. seperti misalnya faktur penjualan. kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input di alat input. Tiga tahapan utama proses input yang menggunakan alat input tidak langsung Gambar. Untuk tahap desain input secara umum.

Langkah-langkah ini adalah sebagai berikut : 1. Parameter ini meliputi : .alat input yang digunakan . Menentukan kebutuhan input dari sistem baru Input yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat. Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi. karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya.periode input Desain Database Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Parameter ini meliputi : . Input di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu kesatuan luar ke suatu proses dan bentuk tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses memasukkan data.bentuk dari input. dokumen dasar atau bentuk isian di alat input (dialog layar terminal) . maka parameter dari file selanjutnya juga dapat ditentukan. Langkah-langkah desain database secara umum adalah sebagai berikut : 1. File-file database yang dibutuhkan oleh sistem dapat dilihat pada desain model yang digambarkan dalam bentuk diagram arus data.sumber input . Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacammacam di dalam suatu organisasi. Menentukan parameter dari input Setelah input-input yang akan didesain telah dapat ditentukan. 2. tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. 2.volume input .8 Desain Sistem Secara Umum dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain secara rinci tersebut. maka parameter dari input selanjutnya juga dapat ditentukan. Untuk tahap desain database secara umum. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru File yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat.jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan distribusinya . yang perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan oleh sistem informasi. Menentukan parameter dari file database Setelah file-file yang dibutuhkan telah dapat ditentukan. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database system.

file transaksi. file sementara dan lain sebagainya media file : hard disk. Pengendalian yang baik merupakan cara bagi suatu sistem informasi untuk melindungi dirinya dari halhal yang merugikan. Pengendalian yang diterapkan pada sistem informasi sangat berguna untuk tujuan mencegah atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahankesalahan atau kecurangan-kecurangan). Apabila sistem tersebut dilengkapi dengan suatu pengendalian yang berguna untuk mencegah atau menjaga hal-hal yang negatif tersebut. 2.9 Desain Sistem Secara Umum - - tipe dari file : file induk. ISAM atau file akses langsung) atau organisasi database (struktur berjenjang jaringan atau hubungan. maka sistem akan dapat terus melangsungkan hidupnya. Pengendalian dalam sistem informasi dapat dikategorikan lebih lanjut ke dalam pengendalian umum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control). Pengendalian intern juga dapat digunakan untuk melacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi sehingga dapat dikoreksi. PENGENDALIAN SECARA UMUM Pengendalian secara umum merupakan pengendalian diluar aplikasi pengolahan data yang terdiri dari : 1. Desain Kontrol Suatu sistem merupakan subyek dari mismanajemen. Pengendalian dokumentasi Dokumentasi ini penting untuk keperluan-keperluan sebagai berikut : a. kesalahan-kesalahan. kecurangan-kecurangan dan penyelewengan-penyelewengan umum lainnya. Suatu sistem harus dapat melindungi dirinya sendiri. Dalam pengembangan suatu sistem informasi. diskette atau pita magnetik organisasi dari file : apakah file tradisional (file urut. Sistem informasi sebagai sistem yang terbuka (open system) tidak bisa dijamin sebagai suatu sistem yang bebas dari kesalahan-kesalahan atau kecurangan-kecurangan. Mempelajari cara mengoperasikan sistem . Pengendalian organisasi Pengendalian organisasi ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemisahan tugas (segregatian of duties) dan pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibilities) yang tegas. analis dan perancang sistem harus memikirkan pengendalian yang ada atau yang akan diterapkannya. Field kunci dari file.

Dokumentasi sistem Menunjukkan bentuk dari sistem pengolahan data yang digambarkan dalam bagan alir sistem (system flowchart) atau diagram arus data. Pengendalian perangkat keras dapat berupa pemeriksaan pariti (parity check). d. Dokumentasi program sangat dibutuhkan oleh programmer bila akan memodifikasi atau mengembangkan program. 4. e. pemeriksaan validitas (validity check) dan pemeriksaan kesalahan lain-lain (miscellaneous errors check). pemeriksaan gaung (echo check). Bila . Dokumentasi data dapat dalam bentuk kamus data. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras (hardware mulfunction). Dokumentasi program Menggambarkan logika dari program dalam bentuk bagan alir program (program flowchart) atau dalam bentuk tabel keputusan (decision table) atau dalam bentuk structured chart serta cetakan program. 3. b. Dokumentasi ini sangat berguna bagi operator. Dokumentasi data banyak dibutuhkan oleh Database Administrator dan pemeriksa sistem. Dokumentasi prosedur Dapat berisi prosedur-prosedur yang harus dilakukan pada suatu keadaan tertentu. Dokumentasi data Berisi definisi-definisi dari item-item data di dalam database yang digunakan oleh sistem informasi. Dokumentasi operasi Berisi penjelasan-penjelasan cara dan prosedur-prosedur mengoperasikan program. c. pemeriksaan baca ulang (dual read check). perangkat lunak dan manusia di dalam perusahaan. prosedur pembuatan backup dan restore dan lain sebagainya. prosedur penggunaan file. c.10 Desain Sistem Secara Umum b. Pengendalian keamanan fisik Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan terhadap perangkat keras. seperti misalnya prosedur pengetesan program. pemeriksaan baca setelah rekam (read after write check). Pengendalian perangkat keras Pengendalian perangkat keras (hardware control) merupakan pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu (built in) oleh pabrik pembuatnya. Sebagai bahan training Dasar pengembangan sistem lebih lanjut Dasar bila akan memodifikasi atau memperbaiki sistem di kemudian hari Materi acuan bagi pemeriksa sistem Dokumentasi yang ada diantaranya dapat berupa : a. e. d.

analis sistem harus memikirkan pengendalian untuk ini. Pengendalian ini ditujukan untuk menangani kesalahan transmisi dan keamanan data sewaktu transmisi. Pengendalian keamanan data Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap data yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak hilang. Pengendalian masukan (input control) Mempunyai tujuan untuk meyakinkan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap. rusak dan tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. maka dapat mengakibatkan : .membahayakan sistem . Pengendalian pengolahan (processing control) Tujuan dari pengendalian pengolahan ini adalah untuk mencegah kesalahankesalahan yang terjadi selama proses pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan ke dalam komputer. Beberapa cara pengendalian telah banyak diterapkan untuk maksud ini.menurunnya operasi kegiatan . diantaranya : dipergunakan data log proteksi file pembatasan pengaksesan (access restriction) data backup dan recovery 6. Kesalahan pengolahan dapat terjadi karena program aplikasi yang digunakan untuk mengolah data mengandung kesalahan. PENGENDALIAN APLIKASI Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang diterapkan selama proses pengolahan data berlangsung. Pengendalian komunikasi dimaksudkan untuk menangani kesalahan selama proses mentransmisikan data dan untuk menjaga keamanan dari data selama pengiriman data tersebut.hilangnya harta kekayaan milik perusahaan 5. . terkumpul semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahannya. 2.11 Desain Sistem Secara Umum pengendalian keamanan fisik tidak dilakukan secara mestinya. Pengendalian komunikasi Jika sistem informasi menggunakan suatu network komunikasi untuk mentransmisikan data dari satu tempat ke tempat lain. Pengendalian aplikasi (application control) dapat dikategorikan ke dalam : 1.hilangnya atau menurunnya pelayanan kepada langganan .

Teknologi terdiri dari 3 bagian utama. Dalam bentuk hard copy yang paling banyak dilakukan adalah berbentuk laporan yang dicetak menggunakan alat cetak (printer) dan dalam bentuk soft copy yang paling umum adalah berbentuk tampilan di layar terminal. 4. Alat output Output yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke dalam : a. terdiri dari huruf. Simpanan luar dapat digolongkan ke dalam direct-access storage device (DSSD) atau alat simpanan pengaksesan langsung dan sequential-access storage device (SASD) atau alat simpanan pengaksesan urut. perangkat lunak (software) dan teknisi (humanware atau brainware). 2. dalam bentuk simbol yang hanya dapat dibaca dan dimengerti komputer. di dalam suatu bentuk grafik atau gambar c. Simpanan luar. menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. menyimpan dan mengakses data. Alat pemroses Adalah alat dimana instruksi-instruksi program diproses untuk mengolah data yang dimasukkan lewat alat input yang hasilnya akan ditampilkan di alat output. yaitu perangkat keras (hardware). menjalankan model. TEKNOLOGI PERANGKAT LUNAK Perangkat lunak dapat dikategorikan ke dalam : a. 3. yaitu dalam bentuk hard copy dan dalam bentuk soft copy. Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Alat masukan Alat masukan (input device/input unit/ input equipment) adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan data juga untuk memasukkan program. Suara. TEKNOLOGI PERANGKAT KERAS Teknologi perangkat keras komputer dapat terdiri dari : 1. Perangkat lunak sistem operasi (operating system) Yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan dari sistem komputer . angka. Alat pemroses terdiri dari central processor unit (CPU) dan main memory. kata. karakter khusus dan simbol-simbol lain b. Pengendalian keluaran (output control) Keluaran (output) yang merupakan produk dari pengolahan data dapat disajikan dalam dua bentuk utama.12 Desain Sistem Secara Umum 3. Image. dalam bentuk musik atau omongan d. Desain Teknologi Teknologi digunakan untuk menerima input. Tulisan.

komputer yang satu dapat menggunakan data di komputer yang lain. interiornya.13 Desain Sistem Secara Umum b. pedal gas dan lain sebagainya). dapat mencetak laporan di printer komputer yang lain. roda-roda. Menentukan jenis teknologi untuk sistem baru Untuk teknologi perangkat keras. Perangkat lunak aplikasi (application software) Yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu. gandar-gandar dan suatu mesin yang terbentuk dari suatu unit tenaga. jumlah dari teknologi dapat ditentukan darai waktu yang tersedia dan waktu standar masing-masing operasi yang akan menggunakan teknologi ini. Menentukan jumlah dari teknologi Untuk perangkat keras. jumlah dari teknologi ini dapat ditentukan dari jumlah perangkat keras yang dibutuhkan. Untuk perangkat lunak. Dalam tahap desain teknologi secara umum. sumber energi. transmisi-transmisi dan gear-gear. Perangkat lunak bahasa (language sofware) Yaitu program yang digunakan untuk menterjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer c. Semua mobil terdiri dari blok-blok bangunan yang sama. TEKNOLOGI KOMUNIKASI DATA Network adalah jaringan dari sistem komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi dan alat komunikasi membentuk satu sistem. Dengan network. Akan tetapi karena adanya . analis sitem harus menentukan terlebih dahulu peralatan apa yang akan digunakan di masing-masing proses dalam sistem informasi. yang perlu dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi jenis dari teknologi yang dibutuhkan dan jumlahnya yang diperlukan oleh sistem informasi. b. analis sistem dapat menentukan terlebih dahulu jenis kebutuhan dari system software dan application software. kendali kemudi (kemudi. Tekanan-tekanan Desain Tekanan-tekanan desain (design forces) adalah tekanan-tekanan (forces) yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu sistem informasi supaya dapat mengenai sasarannya. instrumen-instrumennya. analis sistem harus mempertimbangkan design forces yang ada dan bagaimana tekanan-tekanan ini mempengaruhi proyek sistem informasi. Ambilah contoh desain suatu mobil sebagai analoginya. a. pedal rem. dapat memberi berita ke komputer yang lain walaupun berlainan area. yaitu sebuah bodi mobil. Supaya sukses. Untuk perangkat lunak.

Oleh karena itu. Dengan kemampuan teknologi komunikasi yang sekarang ada. Perancang sistem informasi juga harus memperhatikan sejumlah design forces yang mempengaruhi kerjanya. desain dari database harus menyimpan semua data yang ada dalam suatu simpanan yang tunggal untuk keperluan semua orang atau departemen yang mempunyai hak untuk mengaksesnya. bentuk dan isi dari blok-blok bangunan mobil ini telah berubah dari waktu ke waktu. Elemen yang kritis dari desain sistem ini adalah jalur pemakai (user interface). Jalur pemakai/sistem (user/system interface) Sistem informasi berbasis komputer semakin melibatkan interaksi langsung antara manusia sebagai pemakai sistem dengan mesin. akurat. yaitu : Integrasi (integration) Sistem informasi harus didesain terpadu diantara unit-unit di dalam organisasi. maka jumlah data yang besar yang berasal dari lokasi lokal atau lokasi jarak jauh dapat ditangkap. tepat waktu. Database dan teknologi merupakan blok bangunan sistem informasi kunci untuk mencapai integrasi ini. Semua data ini kemudian dapat disimpan di database dalam direct access storage device (misalnya hard disk) yang dapat diakses lewat terminal-terminal baik di lokasi lokal atau lokasi jarak jauh tersebut. Kesadaran akan design forces dan mengikutinya dengan pasti telah mengembalikan pabrik-pabrik mobil ini kepada operasi yang menguntungkan. keyboard. Sebagai misalnya. alat-alat lainnya. . Integrasi ini perlu. dimanipulasi dan ditransmisikan dengan cepat. cross-functional. sistem informasi yang terpadu perlu dirancang di dalam organisasi. relevan kepada semua komponen organisasi.14 Desain Sistem Secara Umum sejumlah tekanan-tekanan desain. Jalur ini terdiri dari layar terminal. Secara ideal. mereka mendapatkan kembali jalur pemasarannya. Suatu sistem informasi yang ada di antara unit-unit organisasi atau departemendepartemen harus dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan baik. Sasaran dari sistem informasi adalah untuk menyediakan informasi multilevel. Teknologi komunikasi data dapat diterapkan untuk maksud integrasi ini. Setelah pabrikpabrik mobil ini berhenti merancang mobil tersebut dan mulai merancang kembali dengan memperhatikan design forces. pengendalian polusi. bahasa komputer dan cara-cara lain supaya user dapat bertukar input dan output dengan mesin. karena organisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan unit sistem. Beberapa industri mobil beberapa tahun yang lalu kurang memperhatikan pada pemenuhan selera pasar dan banyak yang merancang mobil yang tidak dapat diterima oleh konsumen. Elemen-elemen data ini secara logika telah terintegrasi dalam suatu database yang umum. keamanan yang ditingkatkan dan pemakaian bahan bakar yang harus lebih hemat memaksa mobil untuk didesain kembali keseluruhannya.

15 Desain Sistem Secara Umum Terdapat beberapa pilihan untuk mendesain user interface dan pemilihan ini tergantung pada faktor-faktor semacam pengalaman serta tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh user. Berikut ini merupakan elemen-elemen yang harus dipertimbangkan dalam desain untuk memenuhi user interface : 1. suatu berita seharusnya ditampilkan secara periodik yang menunjukkan kepada user bahwa sistem sedang bekerja. sedang memproses sekitar 50 detik”. pencegahan kesalahan . 4. Desain Layar Suatu desain layar yang baik harus jelas. Pengendalian kesalahan Pengendalian kesalahan (control error) juga merupakan aspek yang penting dalam user interface. Umpan balik Dalam sistem online. Masalah umum yang sering terjadi adalah response time yang lama. seringkali mengalami kesulitan atau tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan berikutnya. pemakai sistem dapat mengakses data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun tidak tersedia program aplikasinya. maka sebaiknya ditampilkan berita “Tunggu sebentar. yaitu sistem harus fleksibel. Query Secara query. aspek yang penting dalam umpan balik (feed back) adalah waktu respon (response time). Desain sistem harus mempertimbangkan pengendalian kesalahan ini yang dapat berupa sebagai berikut : a. 3. 5. 2. sehingga user mengetahui bahwa sistem sedang bekerja dan tidak mengira bahwa sistem macet (hang). Jika waktu respon melebihi 10 detik. Terdapat beberapa pedoman untuk hal ini. yaitu sistem akan menampilkan bantuan bila diinginkan oleh user pada posisi-posisi tertentu di layar. Sebagai misalnya suatu sistem sedang melakukan perhitungan yang cukup lama. Bantuan Pada waktu user sedang mengoperasikan sistem. katakanlah 50 detik. yaitu waktu antara saat user memasukkan data dengan respon yang diberikan oleh sistem. Desain sistem yang baik harus menyediakan cara bagaimana user dapat meminta bantuan kepada sistem untuk menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh user. tidak melompat-lompat dan tidak berisi dengan informasi yang tidak relevan. konsisten dan harus mudah dikontrol oleh user. Context sensitive help merupakan bantuan yang sering banyak digunakan sekarang. sehingga user menjadi jemu dan kehilangan konsentrasinya.

16

Desain Sistem Secara Umum

sedapat mungkin, sistem harus menyediakan instruksi yang jelas kepada user tentang apa yang harus dilakukan sehingga user tidak melakukan kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Misalnya sistem dapat menampilkan instruksi “Nilai yang sah adalah diantara 1-25” pada waktu user memasukkan unit barang yang dijual. b. pendeteksian kesalahan jika suatu kesalahan terjadi, sistem harus dapat mengidentifikasikan kesalahannya dengan jelas dan dapat menampilkan berita kesalahan ini, seperti misalnya “Fatal error, sistem diberhentikan” atau berita “kode salah!!!”. c. pembetulan kesalahan jika suatu data yang dimasukkan salah sebelum data ini diolah, maka sistem harus dapat memberi kesempatan kepada user untuk dapat mengkoreksinya. Demikian juga bila data yang salah terlanjur direkamkan ke database, maka sistem juga harus dapat menyediakan cara untuk membetulkannya. 6. Desain workstation Banyak penelitian ergonomics (ergo = kerja, nomics = studi tentang, ergonomics = studi tentang kerja) yang berhubungan dengan menggunakan sistem komputer yang dihubungkan dengan aspek fisik semacam desain dari mebel, tata letak kantor, suara dan penerangan. Untuk desain workstation, beberapa hal perlu dipertimbangkan, yaitu mengenai ukuran, warna dan posisi tampilan di layar terminal, ukuran-ukuran dari mebel dan tata letak keyboard. Desain workstation ini akan mempengaruhi kenyamanan dan kelelahan dari kerja user.

Tantangan-tantangan persaingan (competitive forces) Sekarang ini organisasi telah masuk kedalam era persaingan yang tajam. Organisasi yang ingin bertahan dan sekaligus berkembang di masa mendatang harus memikirkan persaingan ini. Informasi merupakan salah satu senjata yang dapat membantu organisasi untuk bersaing. Desain dari sistem informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan persaingan (competitive environments) yang ada. Lingkungan-lingkungan persaingan ini dapat berupa manajemen, aneka ragam produk dan jasa, dan produktifitas. Sistem informasi harus dapat menyediakan informasi bagi manajemen untuk melakukan kegiatannnya. Aneka ragam produk dan jasa (product and service differentiation) dapat berupa inovasi baru, harga produk atau jasa, kualitas, garansi purna jual dan jasa-jasa lainnya. Sekarang ini banyak organisasi yang menggunakan sistem informasi untuk dapat menguasai aneka ragam dan jasa yang dibutuhkan oleh pasar. Organisasi yang tidak mengambil bagian dari adaptasi persaingan ini akan tertinggal oleh pesaing-

17

Desain Sistem Secara Umum

pesaingnya. Sebagai contohnya adalah organisasi bank. Desain sistem informasi untuk organisasi ini harus memikirkan aneka ragam jasa yang dapat diterapkan, misalnya apakah perlu dipergunakan ATM sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih memuaskan kepada para nasabahnya untuk memenangkan persaingan. Sistem informasi juga harus dapat membantu dalam hal produktivitas organisasi baik produktivitas bagi manajemennya dan produktivitas bagi para pekerja lainnya. Dengan sistem informasi, produktivitas manajemen dapat ditingkatkan, misalnya dengan menyediakan cara penjadwalan yang lebih baik, pengurangan kerja-kerja teknis dan ketidak-efisienan lainnya. Produktivitas ulang laporan-laporan secara manual kembali, bagi personil-personil akuntansi dapat lebih produktif dengan menggunakan komputer dan lain sebagainya.

Kualitas dan kegunaan informasi (information quality and usability) Sistem informasi harus dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu tepat pada waktunya (timely), tepat nilainya (accurate) dan relevan (relevance). Untuk dapat menghasilkan hal ini, maka informasi tersebut haruslah berguna bagi yang akan memakainya.

Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) yang harus diperhatikan dalam mendesain sistem informasi adalah : a. Keandalan (reliability) Menunjukkan seberapa besar sistem dapat diandalkan untuk melakukan suatu proses yang dapat dipercaya dan dibutuhkan. b. Ketersediaan (availability) Berarti bahwa sistem mudah diakses oleh user c. Keluwesan (flexibility) Menunjukkan bahwa sistem mudah beradaptasi dengan memuaskan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan user yang berubah. d. Skedul instalasi (installation schedule) Terdiri dari periode waktu antara saat organisasi sadar untuk membutuhkan dan saat sistem informasi ini diterapkan. Selama waktu ini, analis sistem harus dapat mendesain sistem terbaik dalam batas waktu yang dibutuhkan. e. Umur diharapkan dan potensi pertumbuhan (life expectancy and growth potential)

18

Desain Sistem Secara Umum

Beberapa sistem tidak mempunyai umur yang diperkirakan, karena pada saat diterapkan sistem ini sudah usang. Seringkali juga sistem telah berhasil di instalasi dan berjalan dengan baik, tetapi karena sistem tidak mempunyai potensi untuk bertumbuh, maka sistem juga akan lekas usang. Sistem harus didesain sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemakai sistem, misalnya dikehendaki umur sistem harus paling sedikit 5 tahun dan mampu bertumbuh bila terjadi perubahanperubahan yang cukup signifikan.

f. Kemudahan dipelihara (maintainability) Setelah sistem diterapkan, maka sistem harus dipelihara (misalnya hal-hal yang tidak berfungsi harus dikoreksi, permintaan-permintaan khusus harus dipertemukan dan peningkatan-peningkatan sistem secara umum harus dilakukan). Kemudahan sistem untuk dirawat tergantung dari desainnya. Untuk mudah dirawat, desain harus menggunakan nama data dan bahasa pemrograman yang standar, pemrograman terstruktur dan moduler, konfigurasi sistem yang standar dan dokumentasi standar yang lengkap.

Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements) Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements) berhubungan dengan pekerjaan sistem secara terinci dan dapat terdiri sebagai berikut ini : a. Volume Volume menunjukkan volume data yang terlibat dalam pengolahan data. Volume menunjukkan jumlah dari data yang harus diproses dalam satu periode waktu tertentu. Untuk menghitung jumlah dari volume dapat dilakukan lewat banyaknya transaksi yang terjadi. Pengukuran lain dari volume dapat dilihat dari banyaknya suatu fungsi pengolahan harus dilakukan, misalnya suatu fungsi harus mengupdate 5 file serentak dengan jumlah record-nya sebanyak 100 record. b. Hambatan waktu pengolahan Hambatan waktu pengolahan menunjukkan jumlah dari waktu yang diijinkan atau yang dapat diterima saat data siap diproses sampai informasi dihasilkan. c. Permintaan perhitungan Permintaan perhitungan merupakan model-model matematik yang harus diterapkan (misalnya pemrograman linier) sehingga informasi dapat dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan oleh user.

3. Struktur organisasi Struktur internal organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. personalia atau keuangan. Departemen produksi biasanya lebih membutuhkan informasi mengenai ketersediaan persediaan. tanggungjawab terhadap manajemen persediaan dapat berada pada tanggungjawab departemen produksi di suatu organisasi atau dapat berada pada tanggungjawab departemen pembelian di organisasi lainnya. Pengendalian mutu sebagai contoh yang lainnya untuk suatu organisasi dapat berupa tanggungjawab departemen produksi. 4. pemasaran. satu dengan yang lainnya kebutuhan informasinya juga berbeda. Misalnya perusahaan real estate. semacam produksi. tetapi untuk organisasi lainnya dapat berada pada tanggungawab departemen yang terpisah. . Sifat organisasi Kebutuhan informasi untuk suatu organisasi dengan organisasi yang lainnya berbeda. Oleh karena itu. untuk mengidentifikasikan dan memahami kebutuhan informasi bagi suatu organisasi yang tertentu. Dari struktur organisasinya. maka dapat ditentukan departemen mana yang membutuhkan informasi persediaan ini. perusahaan asuransi. Sebagai misalnya. Semakin besar organisasi. Ukuran organisasi Ukuran dari organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. yaitu beberapa manajer mempunyai tanggungjawab bersama terhadap suatu fungsi dan suatu proyek atau program kerja Untuk masing-masing tipe organisasi ini. apakah departemen produksi atau departemen pembelian. Demikian juga dengan perusahaan perdagangan besar dengan perdagangan eceran juga berbeda kebutuhan informasinya.19 Desain Sistem Secara Umum Faktor-faktor organisasi (organizational factors) Terdapat lima buah faktor organisasi yang harus dipertimbangkan dalam desain sistem. sedang departemen pembelian lebih membutuhkan informasi mengenai harga persediaan dan informasi tentang pemasok. yaitu tiap-tiap manajer divisi bertanggungjawab terhadp semua fungsi dalam divisinya Organisasi matrik. semakin banyak informasi yang dibutuhkan. Organisasi divisional. pertama kali yang perlu dipahami adalah sifat organisasi tersebut. 2. yaitu setiap manajer bertanggungjawab untuk area fungsi tertentu. Tipe organisasi Tipe organisasi dapat dikategorikan sebagai berikut ini : organisasi fungsional. perputaran persediaan dan kualitasnya. yaitu : 1. atau perusahaan tansportasi berbeda dengan perusahaan manufaktur dalam bentuk informasi yang dibutuhkan.

kelayakan ekonomi (economic feasibility). Walaupun kelayakan-kelayakan ini telah dinilai pada tahap perencanaan sistem. tetapi lebih dari itu yaitu informasi yang dihasilkan darinya. kelayakan operasi (operatioanl feasibility). dan kelayakan skedul (schedule feasibility). Untuk maksud ini. Gaya manajemen (management style) Gaya manajemen juga mempunyai pengaruh terhadap bentuk dari sistem informasi. Dengan demikian desain sistem informasi perlu dipertimbangkan antara biaya untuk memperolehnya dengan manfaat informasi yang dihasilkan. sistem informasi harus dapat bersahabat dengan semua pemakainya.20 Desain Sistem Secara Umum 5. lebih senang pada sistem informasi yang tersebar (decentralized). tidak hanya satu atau dua orang pemakai saj. Kebutuhan-kebutuhan kelayakan (feasibility requirements) Lima macam kelayakan harus tetap diperhitungkan dalam desain sistem informasi. . tetapi adalah informasi yang terkandung di dalamnya. tetap dalam tahap desain sistem juga harus dipertimbangkan kembali. maka yang dibeli tidak hanya sekadar bukunya saja. Gaya manajemen yang otokratik (autocratic) lebih senang dengan sistem informasi yang terpusat (centralized). kelayakan hukum (law feasibility atau legal feasibility). Lima macam kelayakan ini adalah kelayakan teknik (technical feasibility). Suatu organisasi mengembangkan sistem informasi bukan hanya menginginkan mendapatkan fisik dari sistem informasi itu saja. Kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas (cost-effectiveness requirements) Jika membeli suatu encyclopedias atau misalnya membeli buku ini. Faktor-faktor manusia (human factors) Analis sistem harus mencoba untuk dapat mendesain sistem yang dapat diterima oleh semua pemakainya. sedang gaya manajemen yang demokratik (democratic). Suatu sistem informasi dikembangkan dengan biaya yang tidak sedikit. Sistem informasi yang didesain dengan memperhatikan faktor-faktor manusianya akan didapatkan sistem informasi dengan user interface yang baik dan dapat meningkatkan produktivitas pemakainya. tidak sebaliknya menyulitkan pemakai. karena kemungkinan apa yang direncanakan di tahap perencanaan sistem mungkin di tahap desain sistem mengalami perubahan-perubahan. Perlu diingat bahwa pada awalnya tidak semua manusia dalam organisasi tertarik dan mendukung pengembangan sistem informasi.

Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan proses dari input ! 6. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Second Edition. Jelaskan arti dari desain sistem ! 2. 2. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain input secara umum ! 7. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain database secara umum ! 8. Information Systems : Theory and Practice. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Second Edition. 1990. Sixth Edition. Introduction Systems Analysis and Design.21 Desain Sistem Secara Umum EVALUASI 1. Prentice Hall. Boyd & Fraser Publishing Company. Felix R. 1988 I. Design. Analysis. Jr. Prentice Hall. ANDI OFFSET Yogyakarta. Jelaskan maksud dan tujuan dari desain sistem ! 3. Burch. John Wiley & Sons. System.. and Implementation. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain teknologi secara umum ! 9. Strater. 5. Yourdon Press. 1979 . Jelaskan secara singkat tekanan-tekanan desain yang nantinya mempengaruhi kerja sistem apabila telah selesai ! DAFTAR PUSTAKA 1. 3.T. Jelaskan secara singkat jenis-jenis pengendalian secara umum ! 10. Second Edition. Hawryszkiewycz. Langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan pada saat desain output secara umum ? jelaskan ! 5. 1979 Meilir Page-Jones. Gary Grudnistski. John G. Jelaskan tujuan dari desain sistem secara umum ! 4. 6. The Practical Guide to Structured Systems Design. Jogiyanto. 1992. Prenctice Hall. 4. J. 1991 Raymond McLeod.G. Jr. Burch.

1

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

MODUL 4 PENDEKATAN PERANCANGAN TERSTRUKTUR DAN DATA FLOW DIAGRAM
MATERI 1. Konsep Perancangan Terstruktur 2. Data Flow Diagram (DFD) 2.1 Komponen DFD 2.2 Bentuk DFD 2.3 Syarat Pembuatan TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Pendekatan Perancangan Terstruktur dengan Salah Satu Alat Bantunya DFD, serta Dapat Menggunakan DFD Secara Tepat TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa mengetahui konsep DFD serta bagaimana cara menggunakannya 2. Mahasiswa dapat menentukan kapan menggunakan secara tepat berdasarkan kelebihan dan kekurangan DFD 3. Mahasiswa diharapkan dapat membuat model sistem yang akan mereka kembangkan dengan DFD

1. Konsep Perancangan Terstruktur
Karena banyak terjadi permasalahan-permasalahan di pendekatan klasik, maka kebutuhan akan pendekatan pengembangan sistem yang lebih baik mulai terasa dibutuhkan. Sayangnya sampai sekarang masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa hanya dengan mengikuti tahapan di life cycle saja tidak akan membuat pengembangan sistem informasi menjadi berhasil. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan pengembangan sistem yang baru yang dilengkapi dengan beberapa alat dan teknik supaya membuatnya berhasil. Pendekatan ini yang dimulai dari awal tahun 1970 disebut dengan pendekatan terstruktur (structured approach). Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.

2

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep yang baru. Teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat elektronik adalah dua contoh dari konsep ini yang banyak digunakan di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan-permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya, sesuai dengan anggaran biaya pengembangannya, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan). Salah satu tools dan teknik dalam pengembangan sistem terstruktur adalah menggunakan DFD (Data Flow Diagram = Diagram Arus Data, DAD).

2. Data Flow Diagram (DFD)
Ide dari suatu bagan untuk mewakili arus data dalam suatu sistem bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1967, Martin dan Estrin memperkenalkan suatu algorima program dengan menggunakan simbol lingkaran dan panah untuk mewakili arus data. E. Yourdan dan L. L. Constantine juga menggunakan notasi simbol ini untuk menggambarkan arus data dalam perancangan program. G.E. Whitehouse tahun 1973 juga menggunakan notasi semacam ini untuk membuat model-model sistem matematika. Penggunaan notasi dalam diagram arus data ini sangat membantu sekali untuk memahami suatu sistem pada semua tingkat kompleksitasnya seperti yang diungkapkan oleh Chris Gane dan Trish Sarson. Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat membantu sekali di dalam komunikasi dengan pemakai sistem untuk memahami sistem secara logika. Diagram yang menggunakan notasi-notasi ini untuk menggambarkan arus dari data sistem sekarang dikenal dengan nama diagram arus data (data flow diagram, DFD). DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfile, harddisk, tape, diskette dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang cukup populer sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. Lebih lanjut DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.

3

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

Komponen DFD
1. 2. 3. 4. Beberapa komponen atau simbol yang digunakan DFD untuk maksu mewakili : external entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem) data flow (arus data) process (proses) data store (simpanan data)

KESATUAN LUAR Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini : a. Suatu kantor, departemen, atau divisi dalam perusahaan teatpi di luar sistem yang sedang dikembangkan b. Orang atau sekelompok orang di organisasis tetapi di luar sistem yang sedang dikembangkan c. Suatu organisasi atau orang uang berada di luar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok d. Sistem infromasi yang lain di luar sistem yang sedang dikembangkan e. Sumber asli dari suatu transaksi f. Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau suatu kotak dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal, juga dapat diberi identifikasi dengan huruf kecil di ujung kiri atas sehingga berbentu sebagai berikut :
a Langganan b Akuntansi c Pemasok d Gudang

c. walaupun misalnya terdiri dari beberapa dokumen. Mengapa ? karena dua atau lebih data tersebut mengalir bersama-sama sebagai suatu paket. Contoh penggambaran arus data yang tidak benar . Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem Tampilan atau output di layar komputer yang dihasilkan oleh sistem Masukan untuk komputer Komunikasi ucapan Surat-surat atau memo Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file Suatu isian yang dicatat pada buku agenda Transmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). arus data yang mengalir dari kesatuan luar Langganan ke Proses Order Langganan adalah dengan nama order langganan Di dalam menggambar arus data di DFD perlu diperhatikan beberapa konsep penggambarannya sebagai berikut : 1. maka harus dianggap sebagai suatu arus data yang tunggal. e. Konsep paket dari data (packet of data) Bila dua atau lebih data mengalir dari suatu sumber yang sama ke tujuan yang sama. Nama dari arus data dituliskan disamping garis panahnya. Data yang mengalir bersama-sama harus ditunjukkan sebagai satu arus data. i. b. g. h.4 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram ARUS DATA Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. f. d. Arus data ini mengalir diantara proses (process). Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut ini : a. a order langganan Langganan 1 Proses Order Langganan Gambar.

maka dapat digambarkan sebagai berikut ini : 1 Proses Order a Langganan order langganan pembayaran 2 Proses penerimaan kas Langganan 2. arus data yang benar. arus data yang salah. .5 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram a Langganan order langganan 1 Proses Order pembayaran Langganan Gambar. yaitu order langganan dan pembayaran harus ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal. Bila dua buah data ini akan ditangani oleh dua proses yang berlainan. karena dua buah data yang mengalir bersama ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal. Konsep arus data menyebar (diverging data flow) Arus data yang menyebar menunjukkan sejumlah tembusan dari arus data yang sama dari sumber yang sama ke tujuan yang berbeda. walaupun sumbernya sama. karena dua buah data yang mengalir bersama harus ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal Dua buah arus data ini. yaitu sebagai arus data order langganan dan pembayaran sebagai berikut ini a Langganan order langganan dan pembayaran 1 Proses Order Langganan Gambar. berarti mempunyai tujuan yang berbeda.

tembusan permintaan barang yang mengalir ke kesatuan luar gudang dan tembusan kredit yang mengalir ke proses verifikasi kredit. Konsep arus data yang menyebar ini menunjukkan bahwa arus data tembusan jurnal. 3. tembusan permintaan barang dan tembusan kredit merupakan arus data yang mempunyai struktur elemen yang sama. karena merupakan hasil dari tembusan arus data order penjualan. Konsep arus data mengumpul (converging data flow) Arus data yang mengumpul menunjukkan beberapa arus data yang berbeda dari sumber yang berbeda bergabung bersama-sama menuju ke tujuan yang sama 1 Proses pembuatan faktur a pengiriman Langganan 2 Pembuatan slip pengepakan slip pengepakan faktur .6 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 2 Proses pembuatan faktur tembusan 1 Proses penerimaan kas tembusan kredit 3 Proses verifikasi kredit order penjualan tembusan jurnal permintaan barang b Gudang Pada gambar terlihat bahwa arus data order penjualan mempunyai sebanyak 3 tembusan. yaitu tembusan untuk jurnal yang mengalir ke proses pembuatan faktur.

Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul : identifikasi nama proses atau identifikasi nama proses Gambar. yaitu berasal dari suatu proses menuju ke bukan suatu proses atau berasal dari bukan suatu proses tetapi menuju ke suatu proses atau berasal dari suatu proses dan menuju ke suatu proses). Konsep sumber dan tujuan arus data Semua arus data harus dihasilkan dari suatu proses atau menuju ke suatu proses (dapat salah satu atau kedua-duanya. mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. PROSES Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang. sedang untuk logical data flow diagram (LDFD). mesin atau komputer. Konsep ini penting karena arus data adalah salah satu dari hasil suatu proses atau akan digunakan untuk melakukan suatu proses.7 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Arus data pengiriman merupakan hasil dari gabungan arus data faktur dan slip pengepakan. proses yang dapat dilakukan oleh orang. Arus data mengumpul ini jarang dibuat di DFD dan sebagai penggantinya dapat digambarkan sebagai berikut ini 1 Proses pembuatan faktur a Langganan 2 Pembuatan slip pengepakan slip pengepakan faktur 4. Untuk physical data flow diagram (PDFD). Notasi proses di DFD Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap meliputi berikut ini : . suatu proses hanya menunjukkan proses dari komputer.

Suatu proses yang menerima sebuah arus data dan menghasilkan sebuah arus data . Nama dari proses biasanya berbentuk suatu kalimat diawali dengan kata kerja (misalnya menghitung. 3. Identifikasi proses Identifikasi ini umumnya berupa suatu angka yang menunjukkan nomor acuan dari proses dan ditulis pada bagian atas di simbol proses. Berikut ini adalah berbagai kemungkinan arus data dalam suatu proses a. Pemroses Untuk PDFD yang menunjukkan proses tidak hanya proses dari komputer. Pemroses ini menunjukkan siapa atau dimana suatu proses dilakukan. membuat. membandingkan. memverifikasi. Untuk LDFD yang prosesnya hanya menunjukkan proses komputer saja. Nama dari proses diletakkan di bawah identifikasi proses di simbol proses. merekam dan lain sebagainya). seperti proses yang dilakukan oleh orang. maka pemroses harus ditunjukkan. maka pemroses dapat tidak disebutkan. Keterangan pemroses ini di simbol proses dapat dituliskan dibawah nama proses sebagai berikut : identifikasi proses nama proses Membuat faktur Komputer 1 pemroses Gambar. Nama proses Nama proses menunjukkan apa yang dikerjakan oleh proses tersebut. Untuk LDFD bila pemroses akan disebutkan dapat juga untuk menyebutkan nama dari program yang melakukan prosesnya. mempersiapkan.8 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 1. mesin dan lain sebagainya. Penjelasan di simbol proses Suatu proses terjadi karena adanya arus data yang masuk dan hasil dari proses adalah juga merupakan arus data lain yang mengalir. 2. Nama dari proses harus jelas dan lengkap menggambarkan kegiatan prosesnya. tetapi juga proses manual.

Suatu proses yang menerima satu arus data dan menghasilkan lebihdari sebuah arus data 2 rincian piutang Membuat laporan piutang laporan umur piutang laporan piutang ditagih suatu proses harus menerima arus data dan menghasilkan arus data. Suatu proses yang menerima lebih dari satu arus data dan menghasilkan sebuah arus data 2 kartu jam kerja Hitung gaji daftar gaji tingkat upah Personalia c. Berikut ini merupakan suatu proses yang salah : .9 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 2 kartu jam kerja daftar gaji Hitung gaji Personalia b.

c. 2. atau suatu kotak dan lain sebagainya. karena secara ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input. Kesalahan lubang hitam tampak pada proses nomor 1. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Suatu file atau database di sistem komputer Suatu arsip atau catatan manual Suatu kotak tempat data di meja seseorang Suatu tabel acuan manual Suatu agenda atau buku Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya media nama data store Gambar. Untuk PDFD. misalnya file langganan. b. SIMPANAN DATA Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa sebagai berikut ini : a. file hutang. Proses nomor 2 merupakan kesalahan jenis ini. penjelasan mengenai media dari simpanan data perlu dicantumkan seperti misalnya buku atau arsip. file arsip faktur dan lain sebagainya. d. supaya memperjelas simpanan data ini.10 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Langganan a order penjualan Langganan 1 order disetujui Memverifikasi kredit langganan 2 order penjualan Membuat order penjualan b Akuntansi dimanakah letak kesalahannya ? umumnya kesalahan proses di DFD adalah sebagai berikut : 1. Kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam). e. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input dan kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib). karena data masuk kedalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam yang dalam sekali. Sedang untuk . Simbol dari simpanan data di DFD Nama dari data store menunjukkan nama dari filenya.

Arus data yang menuju ke simpanan data dari suatu proses menunjukkan proses update terhadap data yang tersimpan di simpanan data. Arus data yang berasal dari simpanan data ke suatu proses menunjukkan bahwa proses tersebut menggunakan data yang ada di simpanan data. sebagai berikut : 1. Penggambaran yang juga salah. karena yang menggunakan atau merubah data di simpanan data adlah suatu proses. Untuk media simpanan data berupa simpanan luar komputer (disk atau tape) berarti membaca . D5 buku besar Gambar. menghapus record atau mengambil dokumen dari simpanan data c. karena simpanan data tidak dapat menggunakan data di simpanan data yang lain a D2 Langganan piutang dagang Gambar. merubah nilai data di suatu record atau di suatu dokumen yang ada di simpanan data 3. menambah atau menyimpankan record baru atau dokumen baru ke dalam simpanan data b.11 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram LDFD. penjelasan ini dapat digunakan untuk identifikasi dari simpanan data yang berguna sebagai acuan dalam merancang database. Simpanan data yang menunjukkan file buku besar dengan nomor acuan D5 Di dalam penggambaran simpanan data di DFD perlu diperhatikan beberapa hal. Hanya proses saja yang berhubungan dengan simpanan data. Update dapat berupa proses : a. karena tidak jelas data di simpanan data piutang dagang akan digunakan untuk apa oleh kesatuan luar langganan 2. D1 penjualan D2 piutang dagang Gambar. Penggambaran yang salah.

Untuk suatu porses yang melakukan kedua-duanya. Menggunakan sebuah garis dengan panah mengarah kedua arah yang berlawanan dari simpanan data sebagai berikut 1 Mem eriksa dan merubah data barang penjualan D1 persediaan barang b. Menggunakan arus data yang terpisah sebagai berikut : 1 Mem eriksa dan merubah data barang status barang D1 persediaan barang penjualan Untuk menghindari garis arus data yang saling berpotongan sehingga membuat gambar di DFD menjadi ruwet. yaitu menggunakan dan update simpanan data dapat dipilih salah satu penggambaran sebagai berikut ini a. 4. Misalnya DFD sebagai berikut : . maka simpanan data atau kesatuan luar dapat digambar lebih dari sebuah.12 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram data dari suatu record di file sedang untuk simpanan data berupa media manual berarti mengambil suatu formulir atau dokumen untuk dilihat isinya dari suatu simpanan data.

maka kesatuan luar dan simpanan data dapat digambarkan lebih dari sebuah.13 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Supaya gambar dari DFD tidak ruwet karena banyaknya garis arus data yang saling berpotongan. Duplikasi kesatuan luar . Sedang duplikasi dari simpanan data dapat diidentifikasi dengan garis vertikal (|) atau dengan asterik (*). Duplikasi dari kesatuan luar dapat diidentifikasikan dengan suatu garis miring (/) atau dengan asterik (*). Gambar.

sehingga DFD akan tampak tidak terlalu ruwet.14 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Gambar. maka garis-garis arus data yang berpotongan dapat dihindari. seperti sebagai berikut ini : . Duplikasi simpanan data Dengan menggambarkan ulang kesatuan luar dan simpanan data lebih dari sebuah.

Dengan kata lain. Nama dari arus data harus menunjukkan fakta penerapannya semacam nomor formulir dan medianya (misalnya telpon atau surat). Dengan menggunakan PDFD. misalnya kotak in/out yang berfngsi sebagai buffer dari proses serentak yang beroperasi dengan kecepatan berbeda. bagaimana proses sistem yang ada akan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai sistem. sehingga ada sebuah data yang harus menunggu di buffer. file database dan lain sebagainya. Nama arus data mungkin juga menerangkan tentang waktu mengalirnya (misalnya harian atau mingguan). 4. yaitu orang. oleh siapa dan dimana). Proses-proses manual juga digambarkan 2. DFD fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan sedang DFD logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di sistem. tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem. LOGICAL DATA FLOW DIAGRAM (LDFD) LDFD lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). sistem komputer atau nama program komputer yang mengeksekusi proses tersebut. termasuk proses-proses manual. PHYSICAL DATA FLOW DIAGRAM (PDFD) PDFD lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). yaitu DFD fisik (Physical Data Flow Diagram) dan DFD logika (Logical Data Flow Diagram). meja pekerja atau kotak in/out. Secara manual misalnya dapat menunjukkan buku catatan. 3. departemen. Proses harus menunjukkan nama dari pemroses (processor). Sedang secara komputerisasi misalnya menunjukkan file urut. yaitu . sehingga analis sistem akan dapat memperoleh gambaran yang jelas bagaimana sistem tersebut bekerja. Untuk memperoleh gambaran bagaimana sistem yang ada diterapkan.15 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Bentuk DFD Terdapat 2 bentuk DFD. Penekanan dari PDFD adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa. Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi. LDFD tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan. nama dari arus data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja dari sistem. Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer. 5. file ISAM. PDFD harus memuat sebagai berikut : 1.

Tiap-tiap proses di level 1 akan digambar kembali dengan . penggambaran LDFD yang hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika. Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. Dari context diagram ini kemudian akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram (level 0). Syarat Pembuatan Pedoman bagaimana menggambar DFD baik PDFD ataupun LDFD adalah sebagai berikut ini : 1. Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks (context diagram). maka penggambaran sistem secara logika terlebih dahulu tanpa berkepentingan dengan penerapannya secara fisik akan lebih mengena dan menghemat waktu penggambarannya dibandingkan dengan PDFD. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entity) yang terlibat di sistem. biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja. 2. Untuk sistem komputerisasi. shingga merupakan kesatuan di luar sistem informasi. Tiaptiap proses di overview diagram akan digambar secara lebih terinci lagi dan disebut dengan level 1. Karena sistem yang diusulkan belum tentu diterima oleh pemakai sistem dan biasanya sistem yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif. Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data ke sistem informasi serta tujuan penerima arus data hasil dari proses sistem informasi. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan top level) dan memecah-mecahnya menjadi bagian yang lebih terinci (disebut dengan lower level). tembusan kredit dan tembusan jurnal Status piutang 3. karena di luar bagian pengolahan data (sistem informasi).16 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram proses-proses apa secara logika yang dibutuhkan oleh sistem. Kesatuan luar ini merupakan kesatuan (entity) di luar sistem. Kesatuan luar Langganan Bagian gudang Bagian pengiriman Manajer kredit Input Order langganan Tembusan jurnal Output Tembusan permintaan persedian Faktur. DFD yang pertama kali digambar adalah level teratas (top level) dan diagram ini disebut context diagram. DFD merupakan alat untuk structured analysis.

.17 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram lebih terinci lagi dan disebut dengan level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi.

DFD tidak menunjukkan proses keputusan (decision) 3. Keterbatasan DFD adalah sebagai berikut : 1. Kenyataannya kegiatan-kegiatan proses dapat dilakukan secara tidak urut. dapat menunjukkan kesatuan luar. Perbedaannya adalah sebagai berikut : 1. dapat menggambarkan proses paralel di sistem. yaitu dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah menjadi level lebih rendah (decomposition). Ziya Aktas memberikan pemecahan untuk keterbatasas DFD ini. 3. 2. tetapi DFD juga mempunyai keterbatasan. dapat menunjukkan simpanan data. sehingga kemampuan DFD dapat lebih ditingkatkan. sedang bagan alir sistem lebih menunjukkan arus dari prosedur dan bagan alir program lebih menunjukkan arus dari algoritma. DFD tidak menunjukkan proses perulangan (loop) 2. sehingga beberapa proses dapat dilakukan serentak. DFD tidak menunjukkan proses perulangan (loop) dan proses keputusan (decision). Hal ini merupakan kelebihan DFD dibandingkan dengan bagan alir yang cenderung hanya menunjukkan proses yang urut. sehingga DFD dapat menggambarkan proses semacam ini dengan lebih mengena. DFD tidak menunjukkan proses perhitungan A. sedang bagan alir menunjukkannya. proses di DFD dapat beroperasi secara paralel. dapat menunjukkan arus data di sistem.18 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram PERBEDAAN DFD DENGAN BAGAN ALIR DFD sangat berbeda dengan bagan alir (flow-chart). KETERBATASAN DFD Walaupun DFD mempunyai kebaikan-kebaikan. yaitu dengan menambahkan penggunaan operational operator (operator hubungan). DFD lebih menunjukkan arus data di suatu sistem. Operator hubungan ini adalah : . yaitu secara paralel atau serentak.

Jelaskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika menggambar DFD ! 4. Apa saja keterbatasan-keterbatasan dari DFD ! 6. Jelaskan perbedaan utama antara DFD fisik dengan DFD Logika ! 3. Sebagai latihan buatlah DFD sistem administrasi penerimaan siswa baru di unit anda ! . Jelaskan definisi dari simbol-simbol yang digunakan di DFD disertai dengan notasi-notasi yang mewakilinya ! 2. Apa yang menjadi perbedaan antara DFD dengan bagan alir (flow-chart) ? jelaskan ! 5.19 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram EVALUASI 1.

65 . Burch. Sixth Edition. Hawryszkiewycz. Second Edition. 1988 I.20 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram DAFTAR PUSTAKA 1. Prentice Hall. Jr. Boyd & Fraser Publishing Company. John G. 6. Analysis. Structured Analysis & Design of Information Systems. Information Systems : Theory and Practice. Ziya Aktas. 7. System. 3. 1990. Jogiyanto. John Wiley & Sons. 4. Second Edition. 1979 Meilir Page-Jones. NJ: Prentice Hall. Burch. Felix R. 5. hal. J. Yourdon Press. 1979 A. The Practical Guide to Structured Systems Design. Second Edition. Strater. 1987.T. Design.G. 2. Jr. Introduction Systems Analysis and Design. ANDI OFFSET Yogyakarta. and Implementation. 1991 Raymond McLeod. Prentice Hall. Gary Grudnistski. Prenctice Hall. Analisis dan Disain Sistem Informasi.. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 1992.

Pendahuluan 2. Sistem Kamus Data Komersial TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Kamus Data dan Dapat Menggunakan Kamus Data Secara Tepat dan Benar TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di KD. yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Isi Kamus Data 3.1 Flow Chart MODUL 5 KAMUS DATA MATERI 1. Arus data di DFD sifatnya adalah global. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masing-masing Kamus Data dan Struktur Data sesuai dengan sistem yang sedang mereka kembangkan Pendahuluan Kamus data (KD) atau data dictionary (DD) atau disebut juga dengan istilah systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Pada tahap analisis. KD digunakan untuk merancang input. Mendefinisikan Struktur Data 4. analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. merancang laporau-laporan dan database. KD dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. . Mahasiswa mengetahui konsep dasar Kamus Data dan Isi Kamus Data 2. KD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD. KD dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem. Gambar berikut ini menunjukkan hubungam antara DFD dengan KD. Dengan menggunakan KD. Pada tahap perancangan sistem.

Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk . maka nama dari arus data juga harus dicatat di KD. sehingga mereka yang membaca DAD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di DAD dapat langsung mencarinya dengan mudah di KD. maka KD harus memuat hal-hal berikut ini. Nama arus data. 2. Untuk maksud keperluan ini. Alias Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. 1. Karena KD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD.2 Flow Chart Isi Kamus Data Apa yang perlu dicatat di kamus data? KD harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya.

karena dapat digunakan untuk mengelompokkan KD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk parameter dan variabel akan digunakan untuk merancang proses dari program. hasil suatu proses ke proses yang lain. Bentuk data.sebagai faktur. data yang mengalir ini biasanya berbentuk suatu variabel. data yang mengalir ini biasanya berupa suatu field (item data). parameter. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem. Bentuk dari data ini perlu dicatat di KD. data yang mengalir ini biasanya tercatat di suatu dokumen atau formulir. tampilan di layar monitor. - - Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa: • • • • • • • dokumen dasar atau formulir. sedang bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. tetapi mempunyai struktur yang berbeda. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan di layar monitor akan digunakan juga untuk merancang tampilan layar yang akan dihasilkan oleh sistem. field. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan. data yang mengalir ini biasanya terdapat di media laporan atau query tampilan layar atau dokumen hasil cetakan komputer. data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk variabel atau parameter yang dibutuhkan bleb proses penerimanya. hasil dari suatu proses ke kesatuan luar. dari simpanan data dibaca oleh suatu proses. KD yang mencatat data yang mengalir dalam . hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk laporan tercetak dan dokumen hasil cetakan komputer akan digunakan untuk merancang output yang akan dihasilkan oleh sistem.3 Flow Chart orang atau departemen satu dengan yang lainnya. Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir : dari kesatuan luar ke suatu proses. 3. variabel. Balk faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama. dokumen hasil cetakan computer laporan terecetak.

Arus data. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan. kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan. Penjelasan. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak. variabel dan field akan digunakan untuk merancang database. 7. kapasitas dan jumlah dari alat input. maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan ten-tang arus data tersebut. alat pemroses dan alat output.4 Flow Chart bentuk dokumen. Contoh: KD untuk arus data TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN dapat dibuat dari DFD sebagai berikut: J . laporan. maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang. Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. 5. Periode. Periode perlu dicatat di KD karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan ke sistem. formulir. tampilan di layar monitor. 6. Volume Volume yang perlu dicatat di KD adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. 8. 4. Sebagai misalnya nama dari arus data adalah TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN. Struktur data. dokumen cetakan komputer. Keterangan arus data ini perlu dicatat di KD supaya memudahkan mencari arus data ini di DFD. Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di KD terdiri dari item-item data apa raja. Untuk lebih memperjelas lagi tentang Anakna dari arus data yang dicatat di KD.

5 Flow Chart .

masih diperlukan informasi lainnya dari struktur data tersebut. Biasanya untuk menunjukkan informasi-informasi tambahan ini di KD dipergunakan notasinotasi sebagai berikut ini : Contoh dari penggunaan notasi ini misalnya adalah arus data LANGGANAN yang mempunyai struktur data yang dapat ditulis sebagai berikut: LANGGANAN terdiri dari: KODE LANGGANAN NAMA LANGGANAN = NAMA KECIL + (NAMA KELUARGA) ALAMAT = JALAN + KOTA + KODE POS (TELP) PENGECER GROSIR BATAS KREDIT *jumlah kredit maksimum yang diijinkan JUMLAH PIUTANG .6 Flow Chart Mendefinisikan Struktur Data Struktur dari data terdiri dari elemen-elemen data yang disebut dengan item data. sehingga secara prinsip struktur dari data ini dapat digambarkan dengan menyebutkan nama dari item-item datanya. seperti misalnya informasi tentang apakah item data tersebut pasti ada atau hanya bersifat optional (dapat ada dan dapat tidak ada). Nama dari item data saja yang dicatat di KD tidaklah cukup.

7 Flow Chart Dari struktur data ini dapat diartikan bahwa arus data LANGGANAN mempunyai elemen-elemen data KODE LANGGANAN. Untuk mengatasi kekurangankekurangan ini. dapat ada dan dapat tidak ada). terutama dalam perancangan database. Keterangan-keterangan ini sangat perlu dalam tahap perancangan sistem. tidak menjelaskan lebar dari datanya (maksimum berapa digit atau berapa karakter) serta tidak menjelaskan jangkauan nilai data yang diijinkan. logical dan lain sebagainya). ALAMAT yang terdiri dari JALAN. Tetapi kenyataannya notasi ini tidaklah begitu mudah bagi pemakai sistem untuk memahaminya. maka Anda dapat menggunakan formulir berikut ini dalam membuat kamus data : . TELP (optional). Kekurangan lainnya dari penggunaan notasi ini adalah tidak menjelaskan tipe dari item datanya (apakah numerik. jenis langganan apakah salah satu dari PENGECER atau GROSIR. alphanumerik. alphabetik. NAMA LANGGANAN yang terdiri dari NAMA KECIL dan NAMA KELUARGA (optional. Walaupun notasi untuk menggambarkan suatu struktur data ini cukup popular dan banyak dibahas di buku-buku dan cukup mudah bagi analis sistcm. KOTA dan KODE POS. BATAS KREDIT yang menunjukkan jumlah kredit maksimum yang diijinkan dan JUMLAH PIUTANG.

Kolom level ini dapat diisi dengan tingkat dari item data. 1. 02 NAMA-LANGGANAN. aturan dari nama item data ini adalah: panjangnya maksimum 10 karakter. Kolom level. Kolom nama item data. 03 KOTA PIC X(15). Elemen data yang beriterasi dapat digunakan notasi N{ }M sebagai berikut: . 02 TIPE-LANGGANAN PIC X VALUE SPACE. Sebagai misalnya. Jika Anda menggunakan bahasa COBOL. maka kolom level dapat membantu untuk mendefinisikan data di DATA DIVISION sebagai berikut: DATA DIVISION. 02 TELP PIC X(10).tint_ Iota 8 Flow Chart Penjelasan kolom-kolom untuk mencatat struktur data di formulir kamus data adalah sebagai berikut ini. 02 ALAMAT. Bila digunakan DBMS atau bahasa pemograman yang lain. WORKINGSTORAGE SECTION.. 2. 02 KODE-LANGGANAN Plc x(5). karakter pertama harus berupa huruf. sehingga nama-nama item data di KD sebaiknya juga dipersiapkan untuk nama-nama item data di file database. 3. DBMS yang digunakan adalah dBASE IV atau FoxBase+ di komputer mikro IBM PC. 02 JUMLAH-PIUTANG PIC 9(7)V99.. 01 LANGGANAN. Nama item data (field) untuk beberapa DBMS mempunyai aturan penulisan tersendiri. KD juga digunakan untuk perancangan file database.. 03 JALAN PIC X(25). tidak boleh mengandung karakter khusus termasuk spasi. 03 NAMA-KELUARGA PIC X(20). tidak sama dengan reserved word. 03 NAMA-KECIL PIC X(20). 03 KODE-POS PIC X(6). maka nama item data ini juga sebaiknya disesuaikan dengan aturan dari DBMS atau bahasa yang akan dipergunakan. kecuali karakter khusus underscore (_). 88 PENGECER VALUE 88 GROSIR VALUE 02 BATAS-KREDIT PIC 9(7)V99.

4. berarti nilai data yang dimasukkan adalah tidak benar. Misalnya lebarnya adalah 10. D menunjukkan tipe date (tanggal). yaitu bertipe alphabetik atau alphanumerik. 5.2 menunjukkan jumlah digit utuh adalah 7 digit.D. C menunjukkan character.L dan lain sebagainya. Jangkauan nilai menunjukkan range dari nilai di item data yang sah. . yaitu bernilai benar atau salah. Untuk nilai numerik menunjukkan banyaknya digit maksimum untuk digit utuh dan digit di belakang koma.9 Flow Chart 1 KODEBRG NAMABRG UNITJUAL HARGASAT TOTALHRG 10 Iterasi ini menunjukkan bahwa elemen-elemen data di dalam kurung brace dapat terjadi minimum 1 kali dan maksimum 10 kali. Tipe dari elemen data dapat berupa C. N menunjukkan numeric. satu digit untuk titik desimalnya dan 2 digit untuk nilai di belakang koma. Kolom tipe. Untuk tipe karakter menunjukkan banyaknya karakter maksimum dari nilainya. Bila nilai yang dimasukkan ke sistem di luar jangkauan ini. yaitu bertipe numerik (nilainya angka). Lebar dari item data menunjukkan lebar maksimum dari nilainya. Informasi ini berguna untuk pengecekan kebenaran nilai data yang akan dimasukkan ke sistem. L menunjukkan tipe logical. Sebagai misalnya untuk item data UNITJUAL mempunyai jangkauan nilai 1-100 yang berarti untuk tiap-tiap macam barang yang dijual tidak akan melebihi dari 100 unit. Kolom jangkauan nilai. Kolom lebar. iterasi ini menunjukkan banyaknya macam barang yang dijual untuk tiap order penjualan. sehingga lebar keseluruhan adalah 10 digit sebagai berikut: 6.N. Untuk arus data TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN ini.

10 untuk komputer mikro juga menyediakan suatu program untuk menghasilkan dokumentasi sistem yang lengkap termasuk KD.10 tersebut: Number of data records Last updated Fiel Field name d 1 NAMA 2 JURUSAN 3 ANGKATAN 4 PEMBIMBING 5 JENIS 6 JALUR 7 KEADAAN 1 GOL DARAH 0 1 AGAMA 1 1 JALAN 2 1 N0_MHS 3 1 KABUPATEN 4 : : at Type 2675 04/02/89 Wid 2:56 Dec 3 0 1 2 3 1 1 1 2 7 5 0 5 1 5 Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Start 1 31 32 34 37 38 39 45 47 54 104 109 End 30 31 33 36 37 38 39 46 53 103 108 123 . Sistem Kamus Data Komersial Terdapat beberapa sistcm KD yang telah dikembangkan oleh beberapa sistem house dan tersedia secara komersial.J.4. Paket DBMS FoxBase+ versi 2. beberapa paket DBMS juga menyediakan program untuk membuat KD. Kelemahan dari KD yang dihasilkan oleh paket ini adalah KD untuk dokumentasi sistem yang telah selesai dibuat. Kolom keterangan.EXE di paket FoxBase+ versi 2. Disamping sistem KD yang dijual ini. DB/DC Dictionary olch IBM Dictionary 204 oleh Computer Corporation of America IDMS Dictionary oleh Arthur Anderson UCC TEN oleh University Computing Co. Kolom keterangan ini dapat digunakan untuk memberi penjelasan tentang nama dari item data. jangkauan nilainya atau penjelasan-penjelasan lainnya yang dianggap perlu. bukan pada tahap analisis. SISTEM KAMUS DATA KOMER 10 Flow Chart 7. Berikut ini adalah contoh dari KD yang dihasilkan oleh program FOXDOC. Beberapa diantaranya adalah: Control 2(XX) olch MR1 Systems Data Catalogue oleh Synergctics Data Dictionary olehCincom Datamanager oleh MSP Inc. misalnya rumus-rumus yang digunakan dan sebagainya.

Hawryszkiewycz. Prentice Hall. Boyd & Fraser Publishing Company. Buat ilustrasi penggunaan kamus data untuk menjelaskan arus data di DFD ! DAFTAR PUSTAKA 1. Burch. 5. Jogiyanto. Strater. 1979 . Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 4. Design. Felix R. System. Analisis dan Disain Sistem Informasi.T. Yourdon Press. John Wiley & Sons. 3. 1979 Meilir Page-Jones. J. Jelaskan definisi dan kegunaan dari Kamus Data ! 2. Second Edition. The Practical Guide to Structured Systems Design. 2. and Implementation. Jr. 6. Second Edition. 1990. Prenctice Hall. Introduction Systems Analysis and Design. Jelaskan hal-hal yang harus dimuat dalam Kamus Data ! 3. Sixth Edition. Burch. Analysis. Gary Grudnistski. 1988 I. 1991 Raymond McLeod.11 Flow Chart 1 PROPINSI 5 1 KAB TL 6 1 PROP TL 7 1 TGL_LHR 8 1 WN 9 2 IJASAH JNS 0 2 IJASAH THN 1 2 NAMA_SLA 2 2 ALAMAT_SLA 3 2 IJASAH KAB 4 2 IJASAH_PRO 5 2 NAMA OT 6 2 OT_PEKERJA 7 2 OT_ALAMAT 8 2 OT_KAB 9 3 0T_PRO 0 3 TGL_DAFTAR 1 3 SEM_DAFTAR 2 3 THN_DAFTAR 3 3 SEBELUM PT 4 3 LULUS 5 3 KETERANGAN 6 3 TGL LLS SM 7 3 SEM_LLS_SM 8 3 TA_LLS_SM 9 Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character 1 0 1 5 1 0 8 1 5 2 3 0 5 0 1 5 1 0 3 0 1 0 5 0 1 5 1 0 8 1 2 3 0 2 3 0 8 1 5 124 134 149 159 167 168 173 175 205 255 270 280 310 320 370 385 395 403 404 406 436 438 468 476 477 133 148 158 166 167 172 174 204 254 269 279 309 319 369 384 394 402 403 405 435 437 467 475 476 481 EVALUASI 1. Jr. John G. Information Systems : Theory and Practice.G. Second Edition. 1992.. Prentice Hall. ANDI OFFSET Yogyakarta.

misalnya: . Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masing-masing flowchart sesuai dengan sistem yang sedang mereka kembangkan Pedoman-pedoman dalam Membuat Flowchart Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Mahasiswa mengetahui konsep dasar flowchart dan perbedaan dari tiap jenis flowchart yang ada 2.1 Flow Chart MODUL 6 FLOWCHART MATERI 1. Pada waktu akan menggambar suatu bagan alir. analis sistem atau pemrogam dapat mengikuti pedoman-pedoman sebagai berikut ini. Jenis-jenis Flowchart 2. Pedoman-pedoman dalam Membuat Flowchart 2.1 System Flowchart 2. 2."Persiapkan" dokumen . 4. 3. 1 1.4 Program Flowchart 2. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhirnya. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas.5 Process Flowchart TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Flowchart dan Dapat Menggunakan Flowchart Secara Tepat dan Benar TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman.2 Document Flowchart 2.3 Schematic Flowchart 2.

"Hitung" gaji 5. Bagan alir program (program flowchart).2 Flow Chart . Jenis-jenis Flowchart Ada lima macam bagan alir yang akan dibahas di modul ini. . 7. 3. 2. Systems Flowchart Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung. Bagan alir skematik (schematic flowchart). Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir harus di dalam urutan yang semestinya. 4. 6. 5. Bagan alir sistem digambar dengan menggunakan simbol-simbol yang tampak sebagai berikut ini. Bagan alir proses (process flowchart). Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem. 1. yaitu sebagai berikut ini. Bagan alir sistem (systems flowchart). Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir dokumen (document flowchart).

3 Flow Chart .

4 Flow Chart .

5 Flow Chart Gambar. . Bagan alir sistem metode batch processing Gambar tersebut menunjukkan suatu proses untuk memutakhirkan file induk piutang. File induk piutang dimutakhiran dari file transaksi piutang yang diurutkan terlebih dahulu berdasarkan kode langganan.

Gambar. Berikut adalah contoh dari bagan alir dokumen suatu prosedur pembelian : . prt Alir 6 Flow Chart Gambar berikut ini menunjukkan variasi lain dari bagan alir sistem untuk proses direct processing. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem.R00 _ _ _ _ _ _ _ _ _ Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur /~. Bagan alir sistem metode direct processing. Document Flowchart Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir ( f o r m flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

7 Flow Chart .

Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut ini. tetapi sulit dan lama menggambarnya.8 Flow Chart Schematic Flowchart Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem. Perbedaannya adalah. . Program Flowchart Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem. bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem. juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan.

Gambar b e ri k u t menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alit. Berikut merupakan contoh dari bagan alir logika program menghitung rata-rata : .9 Flow Chart Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam. yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart).logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem.

Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram. Berikut adalah contoh bagan alir program komputer terinci menghitung rata-rata : .10 Flow Chart Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci.

11 Flow Chart Process Flowchart Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur. . Bagan alir proses mcnggunakan lima buah simbol tersendiri.

Jelaskan definisi dan kegunaan dari flow chart ! 2.12 Flow Chart Bagan alir proses selain dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur. EVALUASI 1. Buatkan penggambaran sistem penerimaan siswa baru di unit anda dengan menggunakan 5 macam flow chart tersebut (jika bisa digambarkan semuanya) ! . dapat juga menunjukkan jarak kegiatan yang satu dengan yang lainnya serta waktu yang diperlukan oleh suatu kegiatan. Sebutkan dan jelaskan kegunaan macam-macam flow chart ! 4. Jelaskan pedoman-pedoman dalam menggambar suatu flow chart ! 3.

1988 I. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Felix R. John Wiley & Sons. System. John G. Boyd & Fraser Publishing Company.G. Second Edition. The Practical Guide to Structured Systems Design. Second Edition.. Introduction Systems Analysis and Design. Jr. 1990. Design. Burch. 1979 Meilir Page-Jones. ANDI OFFSET Yogyakarta. Sixth Edition. 1992. Prentice Hall. Strater. J. Information Systems : Theory and Practice. Jr. Prenctice Hall. 4. Prentice Hall.13 Flow Chart DAFTAR PUSTAKA 1. Jogiyanto. Analisis dan Disain Sistem Informasi. 1979 . Yourdon Press. 1991 Raymond McLeod. and Implementation.T. Gary Grudnistski. 2. Burch. 6. 5. Analysis. 3. Hawryszkiewycz. Second Edition.

cek data dan modifikasi data transaksi Desain Output Pada tahap desain output secara terinci. desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Desain Input 2.3 Pengaturan Tata Letak Isi Output 2. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain output secara terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Mahasiswa akan mengetahui konsep desain sistem terinci dan bagaimana melaksanakan desain sistem terinci 2. Input dan Validasi Input TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. input.1 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) MODUL 7 DESAIN SISTEM TERINCI (OUTPUT DAN INPUT) MATERI 1.1 Desain Formulir Kertas 2.3 Pengkodean Input 2. Desain Output 1. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan di media keras.1 Macam-macam Bentuk Laporan 1. Mahasiswa akan dapat melakukan desain sistem terinci.2 Pedoman Desain Laporan 1.2 Pengelolaan dan Desain Formulir Elektronik 2. Desain dialog terminal sampai desain file 3.4 Validasi Input TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Desain Output dan Input serta Dapat Melakukan Desain Output. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas di bab selanjutnya. Macam-macam Bentuk Laporan . mulai dari Desain output. Mahasiswa memahami cara untuk melakukan pengendalian input melalui validasi transaksi. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari outputoutput tersebut? Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini.

yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan. karena dimaksudkan supaya permasalahan-permasalahan yang terjadi tampak dengan jelas sehingga dapat langsung ditangani. PENURUNAN LAPORAN PENURUNAN PENJUALAN MENURUT JENIS BARANG BULAN DESEMBER 1987 DAERAH PENJUALAN Yogyakarta Semarang Surakarta X PENURUNAN 10.000 . LAPORAN PERENCANAAN MEMASUKI PASAR YANG BARU Cont DAERAH SLEMAN UNTUK TAHUN FISKAL 1989 oh dari laporan ini adalah : JELEK BALK. Laporan ini harus dibuat sesederhana mungkin.000 Penjualan Rp 1.00 X 45.00 X 12. maka dapat dijadikan sebagai dasar di dalam pengambilan kepu tusan . tetapi jelas.750. Dengan disajikannya informasi yang berisi hal-hal bertentangan.000.2 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi. Laporan Berbentuk Tabel Berikut ini adalah macam-macam laporan yang berbentuk tabel yang menekankan kualitas isi serta kegunaannya : NOTICE REPORT Notice report merupakan bentuk laporan yang memerlukan perhatian khusus. Laporan ini biasanya digunakan untuk maksud perencanaan. 1.50 X EQUIPOISED REPORT Isi dari equipoised report adalah hal-hal yang bertentangan.

000 365.000 T 0 T A L 1.000 350.000 415.200. 400.000 100.000 170.000 Total Aktiva 300.000) 200. Misalnya pada laporan rugi/laba atau neraca dapat dibandingkan antara nilai-nilai elemen tahun berjalan dengan tahun-tahun sebclumnya.000 + + 30. Contoh dari laporan ini adalah : BULANLAPORAN KINERJA DEPARTEMEN PEMBELIAN BULAN-DESEMBER 1987 BARANG DIBELI UNIT DIBELI HARGA SESUNGGUHNYA HARGA STANDAR SELISIH HARGA TOTAL SELISIH 1.000 75.1988 Rp 45.000 Laba (Rugi) (Rp 25.000 1.67 % 45.000 595.500.050.00 % 155.000 1.200.000 L IBM PC XT Monitor Color Hard disk 30 MB 10 8 5 1.000 Selisih 66. Contoh dari comparative report adalah sebagai berikut: NERACA 31 DESEMBER 1988 RIBUAN ANRUPIAH) (DALAM RIBU AN RUPIAH) Im AKTIVA Aktiva Lancar Aktiva Tetap 31-1231-1231 .000 300.000 30.000 625.750.050.000 Laba Kotor Biaya Penjualan Biaya Administrasi Rp Rp .000 150.16 % 50.000 125:000 700.12 .1987 31 .000 50.000 225.000 1.3 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Penjualan Harga Pokok Penjualan 600.000 200.000 R COMPARATIVE REPORT Isi dari laporan ini adalah membandingkan antara satu hal dengan hal yang lainnya.000 VARIANCE REPORT Macam laporan ini menunjukkan selisih (variance) antara standar yang sudah ditetapkan dengan hasil kenyataannya atau sesungguhnya.000 R 150.000 70.000 150.12 .000 R 400.000 .

500 t 50.000 Laporan Berbentuk Graf-ik Laporan yang berbentuk grafik atau bagan dapat diklasifikasikan diantaranya sebagai bagan garis (line chart ).500 130. (b) (a) (c) .000 32.00 % (20.500 300:000 100.000 200.000 + 5. bagan batang (bar chart ) dan bagan pastel (pie chart ).000 15.85 X 144.00 %) 53.000 30.4 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) PASIVA Lancar Hutang L ancar Hutang Jangka Panjang Modal Saham Latta Ditahan Total Pasiva Rp 10.000 55.00 % 37.44 % 50.000 + 200.000 22.000 (7.500) 70.

. BAGAN BATANG Nilai-nilai data dalam bagan batang (bar chart) digambarkan dalam bentuk batang-batang vertikal ataupun batang-batang horisontal. variasi dari data ditunjukkan dengan suatu garis atau kurva. BAGAN PASTEL. bagan batang (b) dan bagan pastel (c). Dapat menunjukkan hubungan antara nilai dengan baik. maka akan tampak ruwet. Dapat menunjukkan nilai dengan tepat. yaitu: 1. 2. Mudah dimengerti. 2. Spasi dapat menyesatkan. Spasi dapat menyesatkan. Bila terlalu banyak garis atau kurva (sekitar lebih dari 4 buah garis atau kurva).5 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bagan garis (a). 3. Tingkat ketepatannya dapat diatur sesuai dengan skalanya. Terbatas hanya pada satu titik saja. 2. 2. Bagan garis mempunyai beberapa kebaikan. bagan garis mempunyai beberapa kelemahan. 4. 3. Kelemahannya: 1. Dapat menunjukkan beberapa titik. Kebaikan dari bagan batang adalah sebagai berikut: 1. Hanya terbatas pada 2 dimensi. yaitu: 1. bagan garis BAGAN GARIS Pada bagan garis (line chart). Mudah dimengerti. 3. Baik untuk perbandingan. Disamping kebaikannya.

tidak mudah sobek serta tidak mudah kotor. Penggunaannya terbatas 2. subtotal atau grandtotal. • Tubuh laporan. gunakanlah kertas yang berkualitas baik. 9. Untuk laporan-laporan yang penting. 3. Kebaikan dari bagan pastel adalah sebagai berikut ini." atau "". 6. 10. Untuk hal-hal yang ingin ditonjolkan. 2. 8. dapat ditulis dengan huruf besar. • Catatan kaki laporan yang dapat berisi ringkasan.6 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bagan pastel (pie chart) merupakan bagan yang berbentuk lingkaran menyerupai kue pastel (pie). Tiap-tiap potong dari pie dapat menunjukkan bagian dari data. atau digaris-bawahi. Kelemahannya : 1.3 dan seterusnya dan sajikan dalam urutan yang terpenting. 5. Gunakanlah bentuk huruf cetak yang jelas dan tidak membingungkan serta hindari pengguanaan font yang sulit untuk dimengerti. Untuk laporan formal. sebaiknya diberi jarak 2 1/2 cm. 7. tebal.2. Bila urutannya penting dapat dipergunakan tanda 1. Letakkanlah informasi yang mendetail di lampiran dan gunakanlah penunjuk yang mudah dipahami untuk menjelaskan kepada pemakai laporan Ietak dari informasi detail tersebut. 4. Laporan untuk tingkat manajemen yang lebih tinggi. Tidak dapat menunjukkan hubungan beberapa titik Pedoman Desain Laporan 1. yaitu : • Judul laporan. Mudah dimengerti. Usahakan di dalam laporan berisi keterangan-keterangan yang diperlukan yang mungkin akan ditanyakan oleh pemakai laporan bila keterangan-keterangan tersebut tidak ada. Ketepatannya kurang 3. Baik untuk perbandingan sebagian dengan keseluruhannya. 1. 2. sehingga laporan mudah dibaca. Untuk tiap-tiap batas tepi laporan (margin). . sehingga bila pinggir laporan tersobek tidak akan mengenai isi laporannya. Gunakanlah spasi baris yang cukup. Jika isi laporan menjelaskan suatu daftar urutan. gunakanlah tanda ". sedapat mungkin dibagi menjadi tiga bagian utama. 11. Laporan harus dibuat dan didistribusikan tepat pada waktunya. sebaiknya lebih tersaring dan untuk tingkat manajemen yang lebih rendah lebih terinci.

14. Biaya pembuatan laporan harus dipertimbangkan Alat-alat Desain Output Terinci Dua buah alat desain sistem dapat digunakan untuk desain output terinci. Laporan harus sederhana tetapi jelas. Laporan bilamana mungkin harus distandardisasi. 15. Printer layout form atau printer spacing chart atau printer layout chart merupakan suatu bagan yang digunakan untuk menggambarkan sketsa bentuk dari output di printer. Jika dokumen dasar tidak didesain dengan baik. Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang diinginkan. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai dengan yang dinginkan atau belum. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak di printer dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) d a n kamus data output. Kamus data output digunakan untuk menjelaskan secara terinci tentang data yang akan disajikan di laporan. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer.7 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) 12. Kamus data output yang merupakan pengembangan dari kamus dari arus data. Programmer membutuhan desain output ini untuk menentukan posisi kolom. Laporan harus berguna 17. Oleh karena itu desain input harus berusaha membuat suatu sistem yang dapat menerima input yang bukan sampah. kemungkinan input . maka input yang masuk dalam sistem informasi harus tidak boleh berupa sampah. Isi laporan harus akurat. 16. Bentuk-bentuk laporan yang selalu berubah akan menyebabkan kebingungan bagi mereka yang menggunakannya. baris dan informasi yang harus disajikatt~i suatu output. Supaya tidak dihasilkan sampah. Desain input terinci dimulai dari desain dokumen dasar sebagai penangkap input yang pertamakali. Laporan harus diungkapkan dalam bentuk dan Bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pemakainya. 2. yaitu sebagai berikut ini. 13. Mengatur Tata Letak Isi Output Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. 1.

b. kasar. Lamanya dokumen dasar tersebut akan disimpan. Dokumen dasar dapat membantu di dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah. sebagai berikut ini. Dapat mendorong lengkapnyg data. 1. Banyaknya dokumen dasar tersebut ditangani. Dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap. 4. 6. Lingkungan-lingkungannya (berlemak. Bertindak sebagai pendistribusi data. 1. f. Data dapat dicatat dengan jelas. lembab atau mengandung asam). Penampilan dari dokumen dasar. d. karena sejumlah tembusan dari formulirformulir tersebut dapat diberikan kepada individu-individu atau departemendepartemen yang membutuhkannya. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah. 3. c. Untuk mencapai maksud tersebut. disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu di dalam dokumen dasarnya. dokumen dasar harus dirancang dengan baik. sehingga sangat berguna untuk audit trail (pelacakan pemeriksaan). yaitu sebagai berikut ini.8 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) yang tercatat dapat salah bahkan kurang. Pada bab ini akan dibahas desain input terinci untuk perancangan dokumen dasar dan kode-kode yang digunakan untuk input. dingin. konsisten dan akurat. a. ditulis tangan atau dice- . Bagaimana menanganinya (secara halus. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung back up) dari file-file data di komputer. e. Kertas yang dipergunakan. 2. Beberapa faktor harus dipertimbangkan di dalam pemilihan kertas yang akan digunakan. Dokumen Dasar Dokumen dasar (source document) merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. kotor. Metode pengisian data di dokumen dasar tesebut. 5. panas. Dokumen dasar ini dapat membantu di dalam penanganan arus data sebagai berikut ini. Berikut ini merupakan petunjuk-petunjuk di dalam perancangan dokumen dasar yang baik. dilipat atau dibawa-bawa oleh pemakainya). Dokumen dasar sangat penting di dalam arus data di sistem informasi.

Nomor dokumen dasar ini dapat juga digunakan untuk menunjukkan sumber dan jenisnya. Jika dokumen dasar lebih kecil dari ukuran kertas standar. Nomor dokumen dasar dapat digunakan untuk menunjukkan keunikannya. Ukuran dari dokumen dasar. Nomor dokumen dasar. 6. Ukuran kertas yang umum adalah ukuran kuarto (81/2" x 11") dan ukuran folio (81/2" x 14"). untuk pelacakan pemeriksaan dan untuk pengarsipan. dibagi 3. Warna yang baik ini adalah warna yang cerah. seperti misalnya biru tua. supaya bila ada halaman yang hilang dapat diketahui. maka nama perusahaan sebaiknya juga dicantumkan. Judul dokumen dasar. Warna yang digunakan. Misainya halaman pertama dapat diberi nomor halaman 1-3 (menunjukkan halaman pertama dari sejumlah 3 halaman). Dokumen dasar harus diberi judul yang dapat menunjukkan jenis dan kegunaan dari dokumen dasar tersebut. Disamping nomor dokumen dasar. 5. karena dapat membingungkan dengan nomor urut dokumen dasar). Penggunaan warna akan membantu di dalam mengidentifikasikan dengan cepat dokumen dasar yang dipergunakan. halaman ke dua YA Q . Usahakan ukuran dari dokumen dasar berupa ukuran dari kertas yang standar dan banyak dijual. karena tertutup bila distaples dan jangan di atas kanan. nomor unit dari masing-masing dokumen dasar biasanya dicantumkan di pojok kanan atas. ungu. Bila dokumen dasar terdiri lebih dari satu halaman. Nomor urut ini sangat perlu untuk tujuan pengendalian (dapat diketahui bila ada dokumen dasar yang hilang bila nomornya meloncat). terutama bila menggunakan karbon. 3.9 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) tak dengan mesin. Misalnya nomor dokumen dasar PJ-FO1 dapat menunjukkan bahwa sumbernya dari departemen penjualan (ditunjukan oleh kode PJ) dan jenisnya adalah faktur penjualan model ke 1 (ditunjukkan oleh kode FOl). Bila dokumen dasar akan digunakan oleh pihak-pihak luar perusahaan. Kemananan terhadap pudarnya data yang dicatat di dokumen dasar. Nomor dan jumlah halaman. Nomor dokumen dasar dapat diletakkan di pojok bawah kiri atau di pojok bawah kanan (jangan di atas kiri. Warna-warna gelap. dibagi 4 dan sebagainya. selain judul yang ada. merah tua. Judul harus sesingkat mungkin tetapi jelas. misalnya ukuran kertas standar dibagi 2. g. 2. Warna yang baik adalah warna yang datanya mudah dibaca. sebaiknya dibuat ukuran yang merupakan kelipatan yang tidak membuang kertas. 4. maka tiap-tiap halaman harus diberi nomor dan jumlah halamannya. hitam dan lain sebagainya sebaiknya dihindari untuk digunakan. 7. hijau tua. coklat. Nomor urut dokumen dasar.

Spasi. Strater. John G. Yourdon Press. Burch. ANDI OFFSET Yogyakarta.T. Pembagian area ini meliputi area judul. 1979 . Prenctice Hall. John Wiley & Sons. sehingga memudahkan untuk mencarinya guna pengisian atau pencarian data. area jumlah dan area nomer. Second Edition. area kontrol. DAFTAR PUSTAKA 1. area organisasi. 1991 Raymond McLeod. area berita. Jr. Boyd & Fraser Publishing Company. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Second Edition. 1988 I. Jogiyanto.10 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) diberi nomor 2-3 dan seterusnya. 2. Spasi antar baris dan spasi antar karakter pada dokumen dasar harus diperhatikan. area otorisasi. area obyek. terutama bila dokumen dasar akan diisi dengan data yang dicetak dengan mesin. 1992. System. Introduction Systems Analysis and Design. Untuk spasi di dokumen dasar harus disesuaikan dengan spasi yang dibuat oleh mesin. and Implementation. area halaman. Gary Grudnistski. Design. Jr. Felix R. 1979 Meilir Page-Jones. Analisis dan Disain Sistem Informasi. 5. Nomor dan jumlah halaman ini biasanya diletakkan pada sebelah kanan atas. J. Dokumen dasar harus dibentuk dengan pembagian area sedemikian rupa.. The Practical Guide to Structured Systems Design. 9. Sixth Edition. 8. Prentice Hall. 3. 4.G. 1990. Second Edition. 6. Pembagian area. Hawryszkiewycz. Analysis. Prentice Hall. Burch. Information Systems : Theory and Practice. area tubuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful