1

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

MODUL 1 PENGERTIAN SISTEM DAN ANALIS SISTEM
MATERI 1. Definisi Sistem 2. Karakteristik Sistem 3. Klasifikasi Sistem 4. Pengertian Pengembangan Sistem 5. Fungsi Analis Sistem TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Sistem Informasi, Karakteristik, Klasifikasi dan Tim Pengembang Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa akan memahami konsep sistem dan pengertian pengembangan sistem. 2. Mahasiswa mampu menyebutkan karakteristik sistem. 3. Mahasiswa mampu menyebutkan sistem berdasarkan klasifikasi tertentu. 4. Mahasiswa mengetahui siapa saja yang akan terlibat dalam pengembangan sistem

1. Definisi Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini : Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu Menurut Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald dan Warren D. Stallings, Jr., mendefinisikan prosedur sebagai berikut : Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who) yang

2

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

mengerjakannya, mengerjakannya

Kapan

(When)

dikerjakan

dan

Bagaimana

(How)

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefiniskan sistem sebagai berikut ini : Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem bagian. Sebagai misal, sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa subsistem-subsistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan, subsistem akuntansi pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi biaya dan lain sebagainya.

Apa itu Subsistem ?
Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem-sistem bawahan seperti sistem mesin, sistem badan mobil dan sistem rangka. Masing-masing sistem ini terdiri dari sistem tingkat yang lebih rendah lagi. Misalnya, sistem mesin adalah kombinasi dari sistem karburator, sistem generator, sistem bahan bakar dan seterusnya.

Apa itu Supersistem ?
Walaupun istilah supersistem jarang digunakan, sistem seperti ini ada. Jika suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah supersistem. Contohnya, pemerintahan kota adalah suatu sistem, tetapi ia juga merupakan bagian dari sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi. Pemerintahan propinsi adalah supersistem dari pemerintahan kota dan juga merupakan subsistem dari pemerintahan nasional. Dari definisi dan penjelasan diatas dapatlah diambil kesimpulan, suatu sistem terdiri dari elemen yang bisa berbentuk individu atau bagian-bagian yang terpisah, kemudian berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Mobil terdiri dari bagian-bagian sistem yang berinteraksi/kerjasama untuk tujuan mobil tersebut bergerak ke suatu arah. Keluarga, pertama kali terdiri dari 2 individu yang terpisah yang mana individu itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem-

3

Pengertian Sistem dan Analis Sistem

subsistem, kemudian bersatu membentuk keluarga untuk mencapai suatu tujuan. Keluarga itu sendiri merupakan subsistem dari sistem Rukun Tetangga (RT), RT merupakan subsistem dari Rukun Warga (RW), RW subsistem dari suatu Kelurahan, Kelurahan subsistem dari suatu Kecamatan, dan demikian seterusnya.

2. Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut :
lingkungan luar interface

subsistem input

subsitem

pengolah

subsistem output

subsistem

boundary boundary

Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifatsifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Lingkungan Luar Sistem (Environments) Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi. panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan. sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.4 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Batas Sistem (Boundary) Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Masukan (Input) Sistem Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sebagai contoh didalam sistem komputer. Misalnya untuk sistem komputer. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Sistem . Pengolah (Process) Sistem Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Keluaran (Output) Sistem Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Penghubung (Interface) Sistem Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.

Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit. . Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem teologia. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. sistem produksi dan lain sebagainya. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal) Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran.5 Pengertian Sistem dan Analis Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam. maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. tidak dibuat manusia. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah. Misalnya sistem komputer. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis. maka istilah goal lebih tepat diterapkan. sistem akuntansi. diantaranya sebagai berikut ini : 1. 3. 2. Sistem informasi merupakan contoh man-machine system. Misalnya sistem perputaran bumi. Bila merupakan suatu sistem utama. maka istilah objectives yang lebih tepat. Kalau suatu sistem tidak mempnyai sasaran. seperti misalnya sistem bisnis perusahaan. karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system) Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup. sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup. maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. 4. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. tidak benar-benar tertutup). Secara teoritis sistem tertutup ini ada. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan programprogram yang dijalankan. sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. Klasifikasi sistem terbuka dan tertutup dapat digambarkan sebagai berikut : Input Transformasi Output Sistem Terbuka Tujuan Mekanisme Pengendalian Input Transformasi Output Sistem Tertutup . Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa.6 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 3.

Perangkat keras komputer. Sebuah sistem pemanas atau pendingin ruangan. perangkat lunak dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. suatu sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya adalah sistem tertutup. 4. dan menyediakan panas/dinginnya bagi ruangan yang ditempatinya. Pengertian Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu . sistem tertutup hanya terdapat pada situasi laboratorium yang dikontrol ketat. b.7 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya disebut sistem terbuka. contohnya. tidak efisiennya operasi. Karena adanya perubahan ini. Dengan menggunakan logika yang sama. tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. perubahan prinsip akuntansi yang baru. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal. Sebagai contohnya. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas. volume pengolahan data semakin meningkat. maka menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities) Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama yang dapat berupa : Ketidakberesan Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. yaitu sebagai berikut ini : a. Pertumbuhan organisasi Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru. sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen. Ketidakberesan ini dapat berupa : kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin. mendapatkan input-nya dari perusahaan listrik. kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin.

investasi yang tidak efisisen.8 Pengertian Sistem dan Analis Sistem digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Adanya instruksi-instruksi (directives) Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi. peramalan penjualan dan produksi tidak tepat. . seperti misalnya peraturan pemerintah. Berikut ini dapat digunakan sebagai indikator adanya permasalahanpermasalahan dan kesempatan-kesempatan yang dapat diraih. ditingkatkan bahkan diganti keseluruhannya. isi laporan yang sering salah. ketidakberesan kas. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar. pemesanan kembali barang yang tidak efisien. kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran. kesalahan-kesalahan manual yang tinggi. c. Dalam keadaaan pasar bersaing. banyaknya pekerja yang menganggur. Indikator-indikator ini diantaranya adalah sebagai berikut : keluhan dari langganan. laporan yang tidak tepat waktunya. biaya operasi yang tinggi. pengiriman barang yang sering tertunda. waktu kerja yang berlebihan. kapasitas produksi yang menganggur (idle capasities). bertumpuknya back-order (tertundanya pengiriman karena kurangnya persediaan barang). pembayaran gaji yang terlambat. tanggapan yang lambat terhadap langganan. sehingga menyebabkan sistem yang lama harus diperbaiki. kehilangan kesempatan kompetisi pasar. Bila pesaing dapat memanfaatkan teknologi ini. produktifitas tenaga kerja yang rendah. tanggung jawab yang tidak jelas. file-file yang kurang teratur. persediaan barang yang terlalu tinggi. maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing. kegiatan yang tumpang tindih. pelayanan yang meningkat kepada langganan dan lain sebagainya.

peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Economy (ekonomis). Response time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut. yaitu sebagai berikut : o Performance (kinerja). peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time. Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan. dll.9 Pengertian Sistem dan Analis Sistem - pekerjaan manajer yang terlalu teknis. Throughput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Peningkatan-peningkatan ini berhubungan dengan PIECES (merupakan singkatan untuk memudahkan mengingatnya). Control (pengendalian). maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru. efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut o o o o . Information (informasi). peningkatan terhadap efisiensi operasi. peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungankeuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi. Efficiency (efisiensi). Proses pengembangan sistem dapat digambarkan sebagai berikut : Sistem yang ada Permasalahan Kesempatan Instruksi Pengembangan sistem Memecahkan masalah Meraih Kesempatan Memenuhi instruksi Sistem yang baru Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru. peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi.

Jangan takut membatalkan proyek 7. Siklus ini disebut dengan siklus hidup suatu sistem (systems life cycle). diambil salah satu yang akan menjadi acuan kita mengenai pengembangan sistem ini. PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM 1. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik 4. peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem. o Services (pelayanan). yaitu tahap perencanaan sistem. Proses pengembangan sistem tidak harus urut 6. Investasi yang terbaik harus bernilai 3. Theory and Practice (New York: John Wiley & Sons) yang menuliskan tahapan pengembangan sistem sebagai berikut : . Dari sekian banyak siklus pengembangan sistem menurut beberapa penulis sejak tahun 1970-an. Bila operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis serta tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem. dioperasikan dan dipelihara. yaitu menurut John Burch. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen 2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar a. Information Systems. Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam pengembangan sistem 5. Gary Grudnitski. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem proses SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan.10 Pengertian Sistem dan Analis Sistem digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi b.

Manajemen sistem dan operasi (system management and operation) Kebijakan dan perencanaan sistem awal proyek sistem Analisis sistem Desain (perancangan) sistem secara umum Pengembangan Desain (perancangan) sistem terinci sistem Seleksi sistem Implementasi (penerapan) sistem Perawatan sistem manajemen sistem Penjelasan singkatnya : 1. Sebelum suatu sistem informasi dikembangkan. Desain sistem terinci (detailed system design) e. Pengembangan sistem (system development) a. maka .11 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. 2. pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. umumnya terlebih dahulu dimulai dengan adanya suatu kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem itu. Penilaian sistem (system evaluation) d. Implementasi sistem (system implementation) 3. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik. Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning). Kebijakan dan perencanaan sistem (system policy and planning). Analisis sistem (system analysis) b. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak (top management). Desain sistem secara umum (general system design) c.

Perencanaan sistem (systems planning) ini menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik. Perencanaan jangka panjang melingkupi periode sampai dengan 5 tahun. maka perlu direncanakan terlebih dahulu dengan cermat. sebelum sistem ini sendiri dikembangkan. terutama yang berhubungan dengan pencapaian sasaran sistem. Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem yang lama mempunyai banyak kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki (misalnya untuk meningkatkan efektifitas manajemen. Padahal dukungan dari manajemen puncak sangat penting artinya. 2. Menilai kinerja dari fungsi-fungsi sistem yang telah dikembangkan. 5. perangkat lunak dan fasilitas-fasilitas lainnya. sasaran perusahaan dan juga terhadap kendala-kendala yang dihadapi. Seringkali komite ini diketuai sendiri oleh direktur utama. Perencanaan sistem (systems planning) merupakan pedoman untuk melakukan pengembangan sistem. . tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan. Untuk itu manajemen puncak dilengkapi dengan suatu tim penasehat yang disebut dengan komite pengarah (steering commitee) yang umumnya dibentuk dari wakil-wakil pimpinan dari masing-masing departemen pemakai sistem seperti misalnya manajer-manajer departemen atau manajer-manajer divisi. Karena perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat. Perencanaan sistem dapat terdiri dari perencanaan jangka pendek (short-range) dan perencanaan jangka panjang (long-range). Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi. Tugas komite ini adalah sebagai berikut : 1. Mengkoordinasi pelaksanaan proyek sistem sesuai dengan rencananya. 3. proyek-proyek sistem serta pengadaan perangkat keras. maka perencanaan pengembangan sistem informasi untuk periode yang lebih dari 5 tahun sudah tidak tepat lagi. meningkatkan produktivitas atau meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada langganan). Mengkaji. Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 sampai 2 tahun. 4. Kebijakan sistem (systems policy) merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem. Memberikan saran-saran dan petunjuk-petunjuk terhadap proyek sistem yang sedang dikembangkan.12 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak ini. menyetujui atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan sistem. Partisipasi dan keterlibatan manajemen puncak masih diharapkan untuk keberhasilan sistem yang akan dikembangkan. Memonitor atau mengawasi kemajuan dari proyek sistem.

Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan yang dilakukan oleh analis sistem. yaitu : 1. Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan yang dilakukan oleh komite 3. perencanaan strategi. Pengembangan sistem (system development) a. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. Analisis sistem (system analysis) Penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui . dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. perencanaan strategi. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan 2. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan.13 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Proses perencanaan sistem dikelompokkan menjadi 3 proses utama. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. perencanaan strategi. perencanaan strategi. Adapun tahapan dari proses perencanaan sistem untuk ketiga bagian tersebut tampak pada gambar berikut ini : Merencanakan proyek-proyek sistem Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan Mengkaji tujuan. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan. Merencanakan proyek-proyek sistem yang akan dilakukan oleh staf perencana sistem 2. dan taktik perusahaan Mengkaji tujuan.

Penilaian sistem (system evaluation) Hasil desain sistem secara umum tentunya harus menjadi pertimbangan pihak manajemen apakah melanjutkan pengembangan sistem yang baru berdasarkan gambaran desain sistem secara umum atau menolak rancangan baru tersebut. rancangan harus menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. Desain sistem secara umum (general system design) Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. 3. Menjaga kemutakhiran sistem Dengan berlalunya waktu. 2. 3. Pendekatan Pengembangan Sistem Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem. Kesalahan-kesalahan ini dapat diperbaiki. e. akan ditemukan cara-cara membuat peningkatan sistem. Contohnya. yaitu sebagai berikut ini : . terjadi perubahan-perubahan dalam lingkungan sistem yang mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau perangkat lunak. Desain sistem terinci (detailed system design) Dengan memahami sistem yang ada dan persyaratan-persyaratan sistem baru. siklus hidup sistem akan terulang. Jika sistem itu berbasis komputer. Meningkatkan sistem Saat sistem digunakan. Saran-saran ini diteruskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran tersebut. Implementasi sistem (system implementation) Merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. sehingga lebih baik memulai dari awal.14 Pengertian Sistem dan Analis Sistem b. d. c. selanjutnya adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. modifikasi sistem akan menajdi sedemikian rupa. pemerintah mengubah rumus perhitungan pajak jaminan sosial. Manajemen sistem dan operasi (system management and operation) Pemeliharaan sistem (systems maintenance ) dilaksanakan untuk 3 alasan : 1. Memperbaiki kesalahan Penggunaan sistem mengungkapkan kesalahan (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem. Lalu. Pada titik tertentu.

sehingga kemungkinan kesalahan-kesalahan . Pendekatan klasik lawan pendekatan terstruktur (dipandang dari metodologi yang digunakan) Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan di systems life cycle. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh pemrogram. Kemungkinan kesalahan sistem besar Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk melakukan pengetesan sistem. tabel keputusan (decision table). hal ini tidaklah cukup. maka dokumentasi menjadi tidak lengkap dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas. Akan tetapi sayangnya. b. Karena sifat dari sistem informasi sekarang menjadi lebih kompleks. diagram IPO dan bagan terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan teknik-teknik tersebut.15 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan di systems life cycle. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih mahal Biaya pengembangan sistem yang termahal adalah terletak di tahap perawatannya. sehingga pada waktu pemeliharaan sistem menjadi kesulitan. didalam praktek. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan teknik-teknik yang digunakan. Mahalnya biaya perawatan di pendekatan klasik ini disebabkan karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan kurang terstruktur. pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan menimbulkan beberapa permasalahan. Sedangkan pendekatan terstruktur yang baru muncul sekitar awal tahun 1970-an pada dasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem tambahan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari systems life cycle. Karena pendekatan klasik kurang didukung dengan alat-alat dan teknik-teknik. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram). kamus data (data dictionary). Permasalahanpermasalahan yang dapat timbul di pendekatan klasik antara lain adalah sebagai berikut : a. c. karena pendekatan ini tidak memberikan pedoman lebih lanjut tentang bagaimana melakukan tahapan-tahapan tersebut dengan terinci karena pendekatan ini tidak dibekali dengan alat-alat dan teknik-teknik yang memadai.

padahal sekarang sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya. Berbeda dengan pendekatan terstruktur yang pengembangan sistemnya dilakukan dalam bentuk modul-modul yang terstruktur. bukan pada pemakai sistem. Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa analis sistem telah mengerti akan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem dengan jelas dan benar.16 Pengertian Sistem dan Analis Sistem sistem akan menjadi lebih besar. maka pemakai sistem hanya akan mengenal sistem yang baru pada tahap diterapkan saja. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem yang tidak dites selama tahap pengembangannya merupakan sumber utama dari kesalahan-kesalahan sistem. Pendekatan sepotong lawan pendekatan sistem (dipandang dari sasaran yang akan dicapai) Pendekatan sepotong (piecemeal approach) merupakan pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja. kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem tidaklah selalu jelas dan benar menurut analis sistem. 2. Sebagai akibatnya pemakai sistem akan menjadi kaget dan tidak terbiasa dengan sistem baru yang tiba-tiba dikenalkan. Modul-modul ini akan lebih mudah dites secara terpisah dan kemudian pengetesan dapat dilakukan pada integrasi semua modul untuk meyakinkan bahwa interaksi antar modul telah berfungsi semestinya. Salah satu kontribusi utama pendekatan terstruktur adalah partisipasi dan dukungan dari pemakai sistem. maka kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem menjadi kurang sesuai dengan yang diinginkan dan sebagai akibatnya sistem yang diterapkan menjadi kurang berhasil. Pada pendekatan ini. dikembangkan tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tanpa . Pengetesan sistem sebelum diterapkan merupakan hal yang kritis karena koreksi kesalahan sistem setelah diterapkan akan mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar. Keberhasilan sistem kurang terjamin Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil pengembang sistem. d. Sebagai akibat lebih lanjut. Pendekatan klasik kurang melibatkan pemakai sistem dalam pengembangan sistem. Pengalaman telah menunjukkan bahwa di beberapa kasus. kegiatan atau aplikasi yang dipilih. e. pemakai sistem akan menjadi frustasi karena tidak dapat mengoperasikan sistem dengan baik. Masalah dalam penerapan sistem Karena kurangnya keterlibatan pemakai sistem dalam tahapan pengembangan sistem.

input. Pendekatan moduler (modular approach) berusaha memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana. tidak hanya menekankan pada sasaran dari sistem informasi itu saja. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan. informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur. Pendekatan bawah-naik bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis. 4. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. basis data. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan. prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan sistem-menyeluruh lawan pendekatan moduler (dipandang dari cara mengembangkannya) Pendekatan sistem-menyeluruh (total-system approach) merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi.17 Pengertian Sistem dan Analis Sistem memperhatikan sasaran keseluruhan dari organisasi. maka proses turun ke pemrosesan transaksi. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik. Akibat lebih lanjut adalah sistem akan dapat dikembangkan tepat pada waktu yang telah direncanakan. Pendekatan atas-turun (top-down approach) sebaliknya dimulai dari level atas organisasi. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis. karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu. karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu. mudah dipahami . karena akan menjadi sulit untuk dikembangkan. 3. Pendekatan ini kurang mengena untuk sistem yang komplek. Setelah kebutuhan informasi ditentukan. Pendekatan in hanya memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja. yaitu level perencanaan strategi. yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. yaitu penentuan output. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan bawah-naik lawan pendekatan atas-turun (dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem) Pendekatan bawah naik (bottom-up approach) dimulai dari level bawah organisasi. Lain halnya dengan pendekatan sistem (systems approach) yang memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya.

aturanaturan dan postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan. sehingga akan lebih mudah untuk dipahami. Pendekatan berkembang (evolutionary approach) menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu dan akan terus dikembangkan untuk periode-periode berikutnya mengikuti kebutuhannya sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.18 Pengertian Sistem dan Analis Sistem oleh pemakai sistem dan mudah untuk dipelihara. karena memerlukan investasi seketika untuk semua teknologi yang digunakan dan pendekatan ini juga sulit untuk dikembangkan. prosedur-prosedur. karena teknologi komputer begitu cepat berkembang dan untuk tahun-tahun mendatang sudah menjadi usang. seni atau disiplin lainnya Metode adalah : Suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. Pendekatan berkembang menyebabkan investasi tidak terlalu mahal dan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang cepat. Perubahan ini banyak mengandung resiko. 5. Metodologi Pengembangan Sistem Metodologi adalah : Kesatuan metode-metode. sehingga teknologi yang digunakan tidak cepat menjadi usang. Pendekatan lompatan-jauh lawan pendekatan berkembang (dipandang dari teknologi yang akan digunakan Pendekatan lompatan-jauh (great loop approach) menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh : Penulis buku Peneliti Konsultan Systems house Pabrik software Metodologi Pengembangan Sistem diklasifikasikan menjadi 3 golongan 1. konsep-konsep pekerjaan. Functional Decomposition Methodologies (Metodologi Pemecahan Fungsional) Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsitemsubsistem yang lebih kecil. karena terlalu komplek. Pendekatan ini juga terlalu mahal. . Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur.

ISDOS (Information Systems Design and Optimization System) Kegunaannya adalah mengotomatisasi proses pengembangan sistem informasi.Information-Hiding 2. yaitu : a. Data Oriented Methodologies (Metodologi Orientasi Data) Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses. PSA . Data structure oriented methodologies Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di sistem. Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : .19 Pengertian Sistem dan Analis Sistem dirancang dan diterapkan. Yang termasuk dalam kelompok metodologi ini adalah : .SR (Stepwise Refinement) atau ISR (Iterative Stepwise Refinement) . Dengan metodologi ini. sistem secara logika dapat digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar fungsinya di dalam modul-modul disistem. b.SADT (Structured Analisys and Design Techniques) . yaitu suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine-readable form. PSL Merupakan komponen utama dari ISDOS.HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output) .Composite Design .JSD (Jackson’s systems development) . Yang termasuk dalam metodologi ini adalah . Metodologi ini dapat dikelompokkan kembali ke dalam dua kelas.W/O (Warnier / Orr) 3. Prescriptive Methodologies Yang termasuk dalam metodologi ini adalah : . sehingga output yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA.SSAD (Structured Systems Analysis and Design) b. Data-flow oriented methodologies Metodologi ini secara umum didasarkan pada pemecahan dari sistem kedalam modulo-modul berdasarkan dari tipe elemen data dan tingkah-laku logika modul tersebut di dalam sistem. ISDOS mempunyai 2 komponen : a. Struktur ini kemudian akan digunakan sebagai dasar struktur dari sistemnya. PSL merupakan bahasa untuk menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa pemrograman prosedural. Hubungan fungsi antar modul atau elemen-elemen sistem kemudian dijelaskan dari struktur sistemnya.

Kalau ISDOS digunakan pada aspek penntuan kebutuhan. function dictionary serta analisis dari hubungan-hubungan proses. PSA akan melakukan analisis jaringan untuk mengecek kelengkapan dari semua hubungan data dan proses-proses. estimasi. SPECTRUM-3 untuk on-line interactive estimator. manajemen proyek dan pendokumentasian. manajemen data.20 Pengertian Sistem dan Analis Sistem Merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan kamus data (data dictionary) dan digunakan untuk mengecek data yang dimasukkan. yang dianalisis dan yang dihasilkan sebagai output laporan dengan pemanfaatan DBMS dalam penyimpanan datanya. Laporan dalam bentuk grafik. semacam SPECTRUM-1 untuk life cycle konvensional. PLEXSYS Kegunaannya adalah untuk melakukan transformasi suatu statemen bahasa komputer tingkat tinggi ke suatu executable code untuk suatu konfigurasi perangkat keras yang diinginkan. PRIDE Merupakan perangkat lunak terpadu yang baik untuk analisis/disain sistem terstruktur. seperti laporan yang menggambarkan hubungan dari proses termasuk apakah suatu proses merupakan bagian dari porses yang lain atau suatu proses mempunyai komponen proses-proses lain. PLEXSYS digunakan pad aspek penghasil kode program secar otomatis. Kegunaan dan hasil dari PSA adalah : PSA menganalisis PSL untuk kesalahan-kesalahan sintak dan akan menghasilkan laporan-laporan dalam bentuk data dictionary. dokumentasi dan petunjuk administrasi guna membantu pemakai untuk mengembangkan dan merawat sistem yang efektif SPECTRUM Perangkat lunak ini mempunyai beberapa versi untuk keperluan yang berbeda. SRES (Software Requirement Engineering System) dan SREM (Software Requirement Engineering Methodology) - - - - . yang disimpan . SDM/70 Merupakan suatu perangkat lunak yang berisi kumpulan metode. PSA juga akan melakukan analisis dari hubungan ketergantungan waktu dari data dan analisis dari spesifikasi volume. SPECTRUM-2 untuk sistem manajemen proyek terstruktur. PLEXSYS merupakan tambahan untuk ISDOS.

b. Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai berikut ini : a. SADT. dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh orang. Selain berbentuk gambar. memandang suatu sistem terdiri dari dua hal : benda (obyek. SADT Structured Analysis and Design Technique. seperti misalnya data dictionary. PAD (Program Analysis Diagram). harddisk. HOS (Higher Order Software). yaitu tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya. HIPO. tape. disebut actigrams) dan diagram data (data diagrams. adalah alat dokumentasi program yang berbasis pada fungsi. maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. disebut datagrams). Menggunakan dua tipe diagram yaitu. structured english. modul dan hubungan antar modulnya. Structured chart Digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari sistem informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodul dengan menunjukkan hubungan elemen data dan elemen kontrol antara hubungan modulnya. d. .21 Pengertian Sistem dan Analis Sistem - DBO (Design By Objective). MSR (Meta Stepwise Refinement). elemen kontrol. pseudocode serta formulir-formulir untuk mencatat dan menyajikan data. c. mesin atau perangkat lunak). PDL (Program Design Language) Alat dan Teknik Pengembangan Sistem Untuk dapat melakukan langkah-langkah sesuai dengan yang diberikan oleh metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. HIPO diagram Hierarchy plus Input-Process-Output. Alat-alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar atau diagram atau grafik. diskette dan lain sebagainya). surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu. alat-alat yang digunakan juga ada yang tidak berupa gambar atau grafik (nongraphical tools). microfile. sehingga memberikan penjelasan lengkap dari sistem dipandang dari elemen data. Data flow diagram Digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon. diagram kegiatan (activity diagrams.

yaitu dapat digunakan di semua metodologi yang ada. Bagan organisasi (organization chart) Teknik-teknik dalam pengembangan sistem yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut ini : a. Bagan alir proses (process flowchart) e. Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart) d. .observasi (observation) observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan yang mana pada waktu observasi analis sistem dapat ikut juga berpartisispasi dengan orang-orang yang sedang melakukan suatu kegiatan tersebut. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship charting) a. Jackson’s diagram Jackson’s Systems Development. b.daftar pertanyaan (questionaires) . Alat-alat ini berupa suatu bagan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Bagan alir sistem (systems flowchart) b.wawancara (interview) wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee). Gantt chart 2. yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) Teknik ini digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan suatu proyek.22 Pengertian Sistem dan Analis Sistem e. Bagan untuk menggambarkan tataletak (layout charting) 3. . Bagan distribusi kerja (working distribution chart) b. Teknik manajemen proyek. Teknik menemukan fakta (fact finding techniques) Yaitu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa : bagan alir logika program (program logic flowchart) bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart) c. masih terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum. JSD. Teknik-teknik ini diantaranya adalah : . Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting) a. Disamping alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu. membangun suatu model dari dunia nyata (real world) yang menyediakan subyek-subyek permasalahan dari sistem.

seringkali rapat-rapat diadakan baik oleh tim pengembangan sistem sendiri atau rapat antara tim pengembangan sistem dengan pemakai sistem dan manajer. .23 Pengertian Sistem dan Analis Sistem adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih. d. Pemakai sistem melakukan inspeksi untuk maksud menilai dokumentasi yang diserahkan oleh analis sistem secara teknik tidak mengandung kesalahan. Teknik untuk menjalankan rapat Selama proses pengembangan sistem dilakukan. sehingga kemampuan analis sistem untuk memimpin atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal yang penting terhadap kesuksesan proyek pengembangan sistem. e. Teknik inspeksi/walkthrough Inspeksi merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan kepentingan dari analis sistem.pengumpulan sampel (sampling) pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya dengan pertimbangan biaya dan waktu yang terbatas. Fungsi Analis Sistem Analis sistem (systems analyst) adalah orang yang menganalisis sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan . Analis sistem melakukan walkthrough untuk maksud supaya dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem secara teknik tidak mengalami kesalahan dan dapat dilakukan dengan diverifikasi terlebih dahulu oleh analis sistem yang lain. c. Teknik analisis biaya/manfaat (cost-effectiveness analysis atau cost-benefit analysis) Teknik ini menilai dari sisi kelayakan ekonomis suatu pengembangan sistem informasi. Penyebab kegagalan pengembangan sistem : Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik 5.

tetapi pada sistem secara keseluruhan. konsultan sistem (systems consultant) dan ahli teknik sistem (systems engineer). Pengetahuan pemrogram cukup terbatas pada teknologi komputer. utilities dan bahasa-bahasa pemrograman yang diperlukan. 3. Pekerjaan pemrogram tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang. Akan tetapi ada juga analis sistem yang melakukan tugas-tugas seperti pemrogram dan sebaliknya ada juga pemrogram yang melakukan tugas-tugas yang dilakukan oleh analis sistem. analis bisnis (business analyst). 5. terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) programnya. tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya. Pemrogram (programmer) adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh analis sistem. pemrogram. Orang yang melakukan tugas baik sebagai analis sistem maupun pemrogram disebut analis/pemrogram (analyst/programmer) atau pemrogram/analis (programmer/analyst). tidak hanya pada teknologi komputer. Pekerjaaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar. tanggungjawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer. perancang sistem (systems designer). Analis sistem berbeda dengan pemrogram. Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang. Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja. Pengetahuan dan Keahlian yang Diperlukan Analis Sistem Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang luas dan keahlian yang khusus. Beberapa analis sistem setuju bahwa pengetahuan-pengetahuan dan keahlian berikut ini sangat diperlukan bagi seorang analis sistem yang baik : . Tugas dan tanggungjawab analis sistem dan pemrogram adalah berbeda dan dapat dilihat pada tabel berikut : Pemrogram 1. Pengetahuan analis sistem harus luas. Analis sistem 4. tetapi juga pemakai sistem dan manajer. sistem komputer. tidak terbatas pada sesama analis sistem. Sebutan lain untuk analis sistem ini adalah analis informasi (information analyst). Pekerjaan pemrogram sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program. 6. 2. 4.24 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. 7.

Keahlian membina hubungan antar personil Manusia merupakan faktor yang kritis di dalam sistem dan watak manusia satu dengan yang lainnya berbeda. Keahlian teknis yang harus dimiliki adalah termasuk keahlian dalam penggunaan alat dan teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasi serta keahlian dalam menggunakan komputer. presentasi. Pengetahuan teknis yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang perangkat keras komputer. manajemen personalia. 2. sistem pengendalian manajemen. maka akan tidak mendapat dukungan dari . trend. keuangan. Analis sistem yang kaku dalam membina hubungan kerja dengan personil-personil lainnya yang terllibat. pemasaran. simulasi dan lain sebagainya. network. Keahlian komunikasi antar personil Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik secara lisan maupun secara tertulis. 5. memecah-mecah masalah tersebut ke dalam bagian-bagiannya. b. 4. 3. kebijaksanaan perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya.25 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 1. akuntansi manajemen. pemrograman dinamik (dynamic programming). maka analis sistem harus mempunyai pengetahuan tentang ini. Pengetahuan tentang bisnis secara umum Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan. teknologi komputer dan pemrograman komputer a. Keahlian ini diperlukan di dalam wawancara. Pengetahuan ini dibutuhkan supaya analis sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. Keahlian pemecahan masalah Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan permasalahanpermasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis. Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data. Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi akuntansi keuangan. pohon keputusan (decision tree). tingkah laku organisasi. rapat dan pembuatan laporan-laporan. teknologi komunikasi data. Pengetahuan tentang metode kuantitatif Dalam membangun model-model aplikasi. regresi (regresion). utilities dan paket-paket perangkat lunak lainnya. produksi. akuntansi biaya. menganalisisnya dan kemudian harus dapat merangkainya kembali menjadi suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahanpermasalahan tersebut. 6. seperti misalnya pemrograman linier (linier programming). akan membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif. sistem operasi. bahasa-bahasa komputer. Apalagi bila analis sistem tidak dapat membina hubungan yang baik dengan pemakai sistem. analis sistem banyak menggunakan metode-metode kuantitatif.

Tim ini secara umnum dapat terdiri dari personil-personil sebagai berikut ini : 1. Mengkaji ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari tim 2. Akan tetapi untuk proyek pengembangan sistem yang besar atau komplek. studi kelayakan. disain sistem dan penerapannya e. . Mewakili tim untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam hal perundingan-perundingan dan pemberian-pemberian nasehat kepada manajemen dan pemakai sistem g. Ketua analis sistem Ketua analis sistem (lead systems analyst) biasanya menjabat sebagai wakil dari manajer analisis sistem. Anggota dari tim pengembangan sistem ini tergantung dari besar-kecilnya ruang-lingkup proyek yang kaan ditangani. 3. mengontrol dan mengatur anggota tim pengembangan sistem lainnya c. Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analisis sistem dan mewakilinya bila manajer analisis sistem berhalangan.26 Pengertian Sistem dan Analis Sistem pemakai sistem atau manajemen dan kecenderungan pemakai sistem akan mempersulitnya. Manajer analisis sistem Manajer analisis sistem (manager of systems analysis) ini disebut juga sebagai koordinator proyek dan mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut ini a. pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim. Analis sistem senior Analis sistem senior (senior systems analyst) merupakan analis sistem yang sudah berpengalaman. Mengarahkan. kemungkinan hanya ada seorang analis sistem yang merangkap sebagai pemrogram (analis/pemrogram) atau seorang pemrogram yang merangkap sebagai analis sistem (pemrogram/analis). Membuat jadwal pelakasanaan proyek pengembangan sistem yang akan dilakukan d. Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem f. Membuat laporan-laporan kemajuan proyek (progress report) h. Tim Pengembangan Sistem Dalam proyek pengembangan sistem yang kecil dan sederhana. Bertanggungjawab dalam mendefinisikan masalah. Sebagai ketua/koordinator tim pengembangan sistem b.

Pemrogram aplikasi yunior Pemrogram aplikasi yunior (junior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang belum berpengalaman dan masih dibawah bimbingan langsung dari pemrogram yang lebih senior. Pemrogram aplikasi senior Pemrogram aplikasi senior (senior applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang sudah berpengalaman dengan tugas merancang spesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram yang lainnya. Analis sistem yunior ini sering juga disebut dengan analis sistem yang masih dilatih (systems analyst trainee). Pemrogram aplikasi yunior biasanya hanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang sederhana. Analis sistem yunior Analis sistem yunior (junior systems analyst) merupakan analis sistem yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan dari analis sistem yang lebih senior. . seperti misalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O. Pemrogram aplikasi Pemrogram aplikasi (applications programmer) merupakan pemrogram komputer yang cukup berpengalaman dan dapat melakukan tugasnya tanpa harus dibimbing secara langsung lagi. Pemrogram aplikasi senior ini kadang-kadang juga disebut dengan pemrogram/analis.27 Pengertian Sistem dan Analis Sistem 4. Pemrogram aplikasi yunior ini sering juga disebut dengan pemrogram aplikasi yang masih dilatih (applications programmer trainee). 7. 8. Analis sistem Analis sistem (systems analyst) merupakan analis sistem yang cukup berpengalaman dan dapat bekerja sendiri tanpa bimbingan dari analis sistem senior. 6. 5.

subsistem dan supersistem ! 2. 4. Introduction Systems Analysis and Design. Second Edition. Apa perbedaan utama pendekatan pengembangan sistem klasik dengan pendekatan pengembangan sistem terstruktur ? jelaskan ! 9. and Implementation. 6. Felix R. Information Systems : Theory and Practice. Sixth Edition. Jelaskan mengenai pentingnya dukungan dari manajemen puncak (top management) dalam suatu pengembangan sistem ! 7. Second Edition. Prenctice Hall.28 Pengertian Sistem dan Analis Sistem EVALUASI 1. diperlukan beberapa pengetahuan dan keahlian tertentu. 1979 . Kenapa keahlian membina hubungan antar personil diperlukan ? jelaskan ! DAFTAR PUSTAKA 1. Hawryszkiewycz. Jelaskan dan berikan ilustrasi perbedaan antara tujuan (goal) dengan sasaran (objectives) ! 3. 1979 Meilir Page-Jones. Prentice Hall. 5. 1988 I. Jogiyanto. 2. Jr. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 1992. Analysis. Apa yang menjadi perbedaan antara seorang analis sistem dengan seorang programmer ? jelaskan ! 10. Design. 1990. Yourdon Press. John Wiley & Sons. Second Edition. Jelaskan dan berikan ilustrasi definisi dari sistem.. Prentice Hall. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Jelaskan hal-hal apa saja yang menyebabkan suatu sistem lama harus diperbaiki atau diganti ! 4. Boyd & Fraser Publishing Company. 1991 Raymond McLeod. Sebutkan dan jelaskan alasan suatu pemeliharaan sistem (systems maintenance) harus dilakukan ! 8. J. The Practical Guide to Structured Systems Design. Strater. Burch. Jelaskan harapan-harapan apa saja setelah suatu sistem baru dikembangkan dalam suatu pengembangan sistem ! 6. John G. Gary Grudnistski. Jr.G.T. Sebutkan dan jelaskan beberapa indikator (minimal 5 indikator) bahwa suatu sistem harus segera diperbaiki atau diganti ! 5. 3. Untuk menjadi seorang analis sistem yang baik. Burch. ANDI OFFSET Yogyakarta. System.

Mengidentifikasi Masalah 4. menganalisis hasil penelitian dan membuat laporan hasil analisis. kesempatan-kesempatan. Langkah-langkah Analisis Sistem 3. Mahasiswa memahami konsep analisis sistem. Tahap analisis sistem ini merupakan tahap yang sangat kritis dan sangat penting. Tugas utama analis sistem dalam tahap ini adalah menemukan kelemahan-kelemahan dari sistem yang berjalan sehingga dapat diusulkan perbaikannya. Mahasiswa mampu untuk memahami cara mengidentifikasi masalah. Pendahuluan 2. karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. . analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. Menganalisis Hasil dan Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Analisis Sistem 6. Pendahuluan Analisis sistem (systems analysis) dapat didefinisikan sebagai berikut : Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan.1 Analisis Sistem MODUL 2 ANALISIS SISTEM MATERI 1. Langkah-langkah. hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya Atau secara lebih mudahnya. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep. Memahami Kerja Sistem 5. Kerja dari Sistem. 2. Cara Identifikasi Masalah. memahami kerja dari sistem.

Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai. Report. tetapi tidak dapat mengidentifikasi terlebih dahulu penyebab masalahnya. yaitu tidak akan efisien dan efektif. 1. langkah pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi. Permasalahan tidak akan muncul dengan sendirinya dan mestinya ada sesuatu penyebab yang menimbulkannya. Kalau analis sistem tidak dapat mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah. Untuk kasus mobil ini. Tugas-tugas yuang harus dilakukannya adalah sebagai berikut ini : mengidentifikasi penyebab masalah mengidentifikasi titik keputusan mengidentifikasi personil-personil kunci Mengidentifikasi penyebab masalah Seringkali organisasi menyadari masalah yang tejadi setelah sesuatu berjalan dengan tidak benar. Apakah kita akan membongkar mobil tersebut dengan melepas semua komponennya untuk menemukan mengapa mobil tersebut jalannya tersendat-sendat ? tentunya ini merupakan pekerjaan analisis yang tidak benar. Untuk mengatasi masalah ini. Masalah (problem) dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. yaitu memahami kerja dari sistem yang ada 3.2 Analisis Sistem Langkah-langkah Analisis Sistem Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem : 1. Understand. maka proses analisis sistem tidak akan berjalan dengan semestinya. Analyze. yaitu menganalisis sistem 4. yaitu mengidentifikasi masalah 2. yaitu membuat laporan hasil analisis. Identify. Oleh karena itulah pada tahap analisis sistem. maka proses perbaikan mobil tersebut tidak akan berjalan dengan efisien dan efektif. maka perlu diidentifikasi terlebih dahulu apa penyebab yang mengakibatkan mobil tersebut jalannya tersendat-sendat. Sebagai ilustrasi. kita mempunyai sebuah mobil yang jalannya tersendat-sendat. Keadaan ini merupakan suatu masalah. Mengidentifikasi Masalah Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. dapat diidentifikasikan bahwa penyebab masalahnya . Kalau kita akan berusaha memperbaiki kerusakan mobil tersebut.

Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Pada kasus mobil yang mempunyai masalah jalannya tersendat-sendat dan telah dapat diidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini adalah pembakaran yang kurang sempurna. dapat digunakan dokumen sistem bagan alir formulir (paperwork flowchart atau form flowchart) bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini. masalah yang terjadi adalah “biaya persediaan meningkat dari tahun ke tahun”. Dengan demikian juga dengan analis sistem bila telah dapat mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titik keputusan penyebab masalah . Secara analogi. sehingga mengakibatkan jalannya mobil tersendat-sendat. Ahli mesin mobil yang berpengalaman dapat mengidentifikasikan titik keputusan dari pembakaran yang kurang sempurna adalah terletak di proses pengapian busi. maka dapat memulai penelitiannya di titik-titik keputusan tersebut. Dengan demikian ahli mesin mobil yang berpengalaman tidak akan membongkar semua komponen dari mesin mobil itu. tanpa harus membongkar semua komponen mobil yang tidak menyebabkan terjadinya masalah. selanjutnya juga harus diidentifikasi titik keputusan penyebab masalah tersebut. tetapi cukup memeriksa pada titik-titik keputusan saja. Mengapa biaya persediaan meningkat ? mengapa jalannya mobil tersendatsendat ? jawabannya adalah disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna. Dari subyek masalah ini. maka dapat diidentifikasi penyebab terjadinya masalah biaya persediaan yang meningkat ini adalah karena : persediaan di gudang telalu banyak (over stock) dan pembelian barang tidak ekonomis. maka selanjutnya perlu diidentifikasi lebih lanjut titik keputusan yang menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna. Dengan dapat mengidentifikasi penyebab masalah ini. maka kita dapat mulai menganalisis dari tempat dilakukannya proses pembakaran ini. ahli mesin mobil dapat menggunakan buku manual pedoman mesin mobil bersangkutan untuk mengidentifikasi titik-titik keputusan penyebab masalah pembakaran yang kurang sempurna.3 Analisis Sistem adalah karena proses pembakaran yang tidak sempurna. Demikian juga harus dicari jawaban mengapa biaya persediaan meningkat. Contoh bagan alir formulir untuk prosedur penjualan adalah sebagai berikut : . Mengidentifikasi titik keputusan Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi. kerja dari platina dan atau injeksi bensin di karburator. Sebagai misalnya. Tugas mengidentifikasi penyebab masalah dapat dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek-subyek permasalahan yang telah diutarakan oleh manajemen atas yang telah ditemukan oleh analis sistem di tahap perencanaan sistem.

4 Analisis Sistem .

f. Penanganan order penjualan merupakan proses pertama kali menerima order dari langganan. Proses pengirimannya sendiri juga harus cepat sampai barang diterima oleh langganan. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses evaluasi kredit lama dan berbelit-belit.5 Analisis Sistem Penjelasan dari titik-titik keputusan adalah antara lain sebagai berikut : 1. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang tercantum di faktur bila faktur salah.tembusan untuk membuat slip pengepakan (packing slip) dan laporan pengiriman (shipping notice) . Penyebab masalah adalah pelayanan yang kurang baik kepada langganan. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses membuat faktur lama. “Proses pembuatan dokumen pengiriman” (packing slip) dan laporan pengiriman (shipping notice) di bagian pengiriman.tembusan pemberitahuan kepada langganan bahwa order telah diterima (acknowledgement copy atau advice copy) c. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pengambilan barang lama. “Proses pembuatan order penjualan” di bagian order penjualan. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pembuatan dokumen dan laporan pengiriman lama. “Penanganan order langganan” di bagian order penjualan. “Kebenaran data di faktur” di bagian billing. “Proses pengambilan barang” di bagian gudang. 2. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila waktu penanganan order penjualan lama. “Proses evaluasi kredit” di bagian kredit. Proses pembuatan order penjualan adalah proses membuat dokumen tertulis dari order langganan yang telah diterima dengan tembusan-tembusannya berupa : . Penyebab masalah adalah barang yang dikirim sering tidak sesuai. d.tembusan otorisasi kredit (credit copy) .tembusan untuk membuat faktur . Titik keputusan ini dapat mengakibatkan pelayanan kepada langganan kurang baik bila proses pembuatan order penjualan juga lama. .tembusan untuk catatan akuntasi (journal/register copy) . “Proses membuat faktur” di bagian billing. tetapi proses ini tidak termasuk dalam ruang-lingkup sistem pengendalian penjualan dan pemasaran (masuk dalam sistem distribusi). e. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah : a. b. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah : a.tembusan untuk meminta barang dari gudang (stock request copy) .

3. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen yang ada di perusahaan serta dokumen deskripsi jabatan (job description) 2. penelitian ini sifatnya adalah penelitian pendahuluan (preliminary survey). yaitu wawancara. Bila di tahap perencanaan sistem juga pernah dilakukan penelitian untuk memperoleh data. Memahami Kerja Sistem Langkah kedua dari tahap analisis sistem adalah memahami kerja dari sistem yang ada. Sejumlah data perlu dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada. Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan. 4. . maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. laporan tidak tepat nilainya bila pengendalian output tidak ada atau lemah. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah “dukungan informasi untuk pemberian kredit” di bagian kredit. Penyebab masalah adalah otorisasi pemberian kredit yang kurang benar. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah “proses pembuatan laporan” di bagian akuntansi. Penyebab masalah adalah kurang tersedianya laporan yang berkualitas. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian. kelemahankelemahan dan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. “Kelengkapan faktur yang didukung dengan laporan pengiriman” di bagian billing. penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci (detailed survey). Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Sedang pada tahap analisis sistem.6 Analisis Sistem b. Mengidentifikasi personil-personil kunci Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya. daftar pertanyaan dan pengambilan sampel. observasi. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang dikirim bila bagian billing tidak menerima laporan pengiriman. Titik keputusan ini dapat mengakibatkan laporan tidak tepat waktunya bila proses pembuatan laporan lama.

maka jadwal dari penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi : dimana penelitian akan dilakukan.Mengatur jadwal wawancara . selanjutnya jadwal wawancara dapat diatur yang terdiri dari : . apa dan siapa yang akan diteliti. data tentang perlengkapan sistem. pengendalian sistem. daftar pertanyaan.7 Analisis Sistem Langkah kedua dari tahap analisis sistem dapat terdiri dari beberapa tugas yang perlu dilakukan. Jenis penelitian (wawancara. kapan penelitian dilakukan.Mengatur jadwal pengambilan sampel o Membuat penugasan penelitian o Membuat agenda wawancara o Mengumpulkan hasil penelitian Menentukan jenis penelitian Sebelum penelitian dilakukan. sebaiknya ditentukan terlebih dahulu jenis dari penelitian untuk masing-masing titik keputusan yang akan diteliti. Merencanakan jadwal penelitian Penelitian akan dilakukan di tiap-tiap lokasi titik keputusan yang akan diteliti. yaitu sebagai berikut ini : o Menentukan jenis penelitian o Merencanakan jadwal penelitian . Jenis data yang ingin diperoleh dapat berupa data tentang operasi sistem. Dari jadwal penelitian yang telah dibuat. Penelitian yang menggunakan teknik wawancara dan observasi tepat digunakan untuk lokasi data yang menyebar dan mahal bila harus dikunjungi satu persatu. Penelitian juga biasanya akan dilakukan oleh beberapa peneliti dan memakan waktu yang cukup lama (harian. siapa yang akan meneliti. Untuk wawancara. observasi. Penelitian yang menggunakan teknik pengambilan sampel lebih tepat digunakan untuk mengumpulkan input atau output sistem yang mempunyai jumlah banyak.Mengatur jadwal observasi . berikutnya dapat dikelompokkan ke dalam jenis penelitiannya masing-masing. pengambilan sampel) tergantung dari jenis data yang ingin diperoleh. atau input dan output yang digunakan oleh sistem. mingguan bahkan bulanan) supaya penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif.

yaitu sebagai berikut ini : a. karena kurang bermanfaat bagi user atau manajemen. maka tugas dari tiap-tiap anggota tim analis sistem untuk melakukan penelitian telah dapat ditentukan.8 Analisis Sistem - tanggal wawancara akan dilakukan. akan lebih bijaksana bila waktu dan materi wawancara ini direncanakan terlebih dahulu. . Membuat penugasan penelitian Setelah rencana jadwal penelitian selesai dibuat. Formulir ini biasanya tidak dilampirkan di laporan hasil analisis. Demikian juga dengan jadwal pengambilan sampel sebaiknya juga diatur tersendiri. yang diwawancarai. Sama halnya dengan wawancara yang telah diatur jadwalnya tersendiri. Membuat agenda wawancara Sebelum suatu wawancara dilaksanakan. observasi yang akan dilakukan juga sebaiknya dibuatkan jadwal tersendiri. maka data yang belum terkumpul akan terlihat. Mengumpulkan hasil penelitian Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai suatu dokumentasi sistem lama. topik dari wawancara yang akan dilakukan. yang melakukan wawancara. jam wawancara untuk tiap-tiap harinya. Tujuan utama pembuatan agenda wawancara yang akan digunakan dalam wawancara ini adalah suapaya wawancara dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan tidak ada materi yang terlewatkan. Pewawancara dapat melakukan wawancara dengan dasar agenda wawancara ini. Membantu kelengkapan (aid to completeness) Dengan digunakannya formulir-formulir standar untuk mencatat fakta. lokasi letak wawancara akan dilakukan. Formulir ini akan diberikan kepada tiap-tiap peneliti yang bersangkutan. Koordinator analis sistem dapat membuat surat penugasan kepada masing-masing anggota tim analis sistem ini dengan menyertakan lampiran kegiatan penelitaian yang harus dilakukan. Rencana ini dapat ditulis di agenda wawancara dan dibawa selama wawancara berlangsung. Dokumentasi dari hasil penelitian ini diperlukan untuk beberapa hal.

Membantu analisis (aid to analysis) Data yang dicatat dalam bentuk tabel atau bagan memungkinkan sistem akan lebih mudah dipahami dan dianalisis c. pemrogram komputer. Membantu komunikasi (aid to communication) Formulir-formulir standar akan membantu anggota-anggota tim analis untuk berkomunikasai dengan efektif satu dengan yang lainnya. 2. e. perbaikan-perbaikan atau modifikasi-modifikasi akan lebih mudah dilakukan. . Menganalisis hasil penelitian sering sulit dilakukan oleh analis sistem yang masih baru. Elemen-elemen data 6. Kebutuhan-kebutuhan informasi pemakai sistem/manajemen 3. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan Data ini dapat diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan pada suatu kegiatan. operator dan pemakai sistem d. Analisis Sistem Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Bila gedung yang akan dibangun tidak sesuai dengan keinginan pemakai. Selain itu juga dapat membantu komunikasi antara analis.9 Analisis Sistem b. 5. Membantu pelatihan (aid to training) Pelatihan akan lebih efektif bila dilampiri dengan bahan-bahan yang diperlukan secara tertulis. maka dengan adanya dokumentasi. Fakta-fakta yang perlu didokumentasikan dari hasil penelitian sistem lama adalah sebagai berikut ini : 1. Membantu keamanan (aid to security) Dokumentasi yang berisi dengan fakta terkumpul dapat diibaratkan sebagai bestek rancangan gedung yang telah digambar oleh arsitek dan telah dihitung oleh insinyur teknik sipil. Formulir-formulir dan laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem lama. atau ada perubahan-perubahan yang perlu dilakukan atau misalnya gedung sudah dibuat mengalami kerusakan-kerusakan. Pengalaman menunjukkkan bahwa banyak analis sistem yang masih baru mencoba untuk memecahkan masalah tanpa menganalisisnya. Pengambilan sampel 4. Teknologi yang digunakan di sistem lama 7. Kesalahan-kesalahan melakukan kegiatan di sistem lama 3.

Wilkinson memberikan sasaran yang harus dicapai untuk menentukan kriteria penilaian sebagai berikut : Relevance (sesuai kebutuhan) Capacity (kapasitas dari sistem) Efficiency (efisiensi dari sistem) Timeliness (ketepatan waktu menghasilkan informasi) Accessibility (kemudahan akses) Flexibility (keluwesan sistem) Accuracy (ketepatan nilai dari informasi) Reliability (keandalan sistem) Security (keamanan dari sistem) Economy (nilai ekonomis dari sistem) Simplicity (kemudahan sistem digunakan) Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dan kriteria-kriteria ini. . Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam : Apa yang dikerjakan ? Bagaimana mengerjakannya ? Siapa yang mengerjakannya ? Dimana dikerjakannya ? Menganalisis kelemahan sistem sebaiknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan : Mengapa dikerjakan ? Perlukah dikerjakan ? Apakah telah dikerjakan dengan baik ? Tentu saja pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam langkah menganalisis hasil penelitian ini lebih terinci lagi dibandingkan dengan yang didaftar di atas. Kriteria yang tepat ini dapat diperoleh dari sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru supaya efisien dan efektif.10 Analisis Sistem MENGANALISIS KELEMAHAN SISTEM Analis sistem perlu menganalisis masalah yang terjadi untuk dapat menemukan jawaban apa penyebab sebenarnya dari masalah yang timbul tersebut. suatu kriteria yang tepat masih diperlukan untuk menilai sistem yang lama. Sebagai tambahan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. selanjutnya analis sistem akan dapat melakukan analisis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan dari sistem yang ada.

Menganalisis Pengukuran Pekerjaan Untuk menganalisis pengukuran pekerjaan ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini : apakah kebijaksanaan dan prosedur telah dipahami dan diikuti ? apakah produktifitas karyawan memuaskan ? apakah unit-unit organisasi telah bekerja sama dan terkoordinasi dengan baik menjaga arus data dengan lancar ? apakah masing-masing kegiatan telah mencapai sasarannya ? apakah terjadi operasi-operasi yang tumpang tindih ? seberapa perlu hasil dari tiap-tiap operasi ? apakah tedapat operasi yang menghambat arus data ? apakah volume puncak dari data dapat ditangani dengan baik ? apakah terdapat standar kinerja yang baik dan selalu dimutakhirkan ? Menganalisis Keandalan Keandalan menunjukkan banyaknya kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam suatu kegiatan.11 Analisis Sistem Menganalisis Distribusi Pekerjaan Distribusi dari pekerjaan menunjukkan beban dari masing-masing personil atau unit organisasi dalam menangani kegiatan yang sama. Untuk menganalisis keandalan ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaanpertanyaan berikut : Apakah jumlah kesalahan yang terjadi di masing-masing operasi diminimumkan ? Apakah operasi-operasi telah direncanakan dengan baik dan terkendali ? . maka dapat ditentukan personil mana yang masih dapat diberi tambahan beban dan personil mana yang harus dikurangi bebannya untuk dialihkan ke personil lain yang masih kurang bebannya. Untuk keperluan menganalisis distribusi dari pekerjaan dapat digunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini : apakah tugas dan tanggungjawab telah didefinisikan dan diterapkan dengan jelas ? apakah tugas dan tanggungjhwab telah didistribusikan dengan efektif untuk masing-masing personil dan unit-unit organisasi ? dengan mengetahui beban dari masing-masing personil. Semakin andal berarti semakin sedikit kesalahan yang dilakukan.

catatan-catatan dan laporan-laporan ? Menganalisis Teknologi Untuk menganalisis teknologi yang sudah digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : apakah fasilitas dari sistem informasi (dalam bentu personil. Tugas lain dari analis sistem yang masih diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi.12 Analisis Sistem Menganalisis Dokumen Untuk menganalisis dokumen yang digunakan di sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : seberapa perlu dokumen-dokumen yang ada ? apakah masing-masing dokumen telah dirancang untuk penggunaan yang efektif ? apakah tembusan-tembusan dari dokumen perlu ? Menganalisis Laporan Untuk menganalisis laporan yang sudah dihasilkan oleh sistem lama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : dapatkah laporan-laporan dipersiapkan dengan mudah dari file dan dokumendokumen yang ada ? apakah terdapat duplikasi di file. peralatan dan fasilitas lainnya) cukup untuk menangani volume rata-rata data tanpa terjadi penundaan yang berarti ? MENGANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI PEMAKAI/MANAJEMEN Walaupun menganalisis kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu. tetapi tugas ini saja belumlah cukup. yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis. .

Design. John Wiley & Sons. Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah : pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi) EVALUASI 1. 6. Felix R. J.13 Analisis Sistem 4. Jr. 2. Pihak manajemen bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari temuan-temuan dan analisis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laporan ini. Second Edition. Laporan ini diserahkan kepada steering committe (komite/panitia pengarah pengembangan sistem) yang nantinya akan diteruskan ke manajemen. Introduction Systems Analysis and Design. tugas berikutnya dari analis sistem dan timnya adalah membuat laporan hasil analisis. System. Prentice Hall. Prenctice Hall. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Strater. 1992. The Practical Guide to Structured Systems Design. Burch. and Implementation. Burch.G. 4. Membuat Laporan Hasil Analisis Sistem Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan. Second Edition. Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem di dalam tahap analisis sistem ? 3. 1988 I. 5. Mengapa memahami kerja dari sistem yang ada/berjalan diperlukan ? jelaskan ! 5. Mengapa penelitian harus direncanakan jadwalnya ? jelaskan ! DAFTAR PUSTAKA 1. Second Edition. Jr. Analysis. 1991 Raymond McLeod. Sebutkan dan jelaskan definisi analisis sistem menurut persepsi anda ! 2. John G. Boyd & Fraser Publishing Company. Hawryszkiewycz.T. Yourdon Press. Mengapa identifikasi penyebab masalah merupakan tahap yang paling penting dalam tahap analisis sistem ? jelaskan dengan ilustrasi ? 4. Gary Grudnistski. Sixth Edition. ANDI OFFSET Yogyakarta. 1979 Meilir Page-Jones. Jogiyanto. Prentice Hall. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems.. 1979 . 3. Information Systems : Theory and Practice. 1990.

kontrol sampai arsitektur komputer 3.1 Desain Output 5. yaitu desain sistem secara umum (general systems design) dan desain sistem terinci (detailed systems design) desain sistem secara umum disebut juga dengan desain secara makro (macro design). Pendahuluan 2. proses. Tekanan-tekanan Desain TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Pengertian. input. database. tahapan desain sistem secara umum mulai dari output. Personil Yang Terlibat 5. Mahasiswa memahami konsep desain sistem 2. maka analis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan.5 Desain Teknologi 6.4 Desain Kontrol 5. Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian.3 Desain Database 5. Desain sistem terinci disebut juga dengan desain sistem secara phisik (physical system design) atau desain internal (internal design). Desain Sistem Secara Umum 5. Arti Desain Sistem 3. Tujuan Desain Sistem 4. Tahap ini disebut dengan desain sistem (systems design). .1 Desain Sistem Secara Umum MODUL 3 DESAIN SISTEM SECARA UMUM MATERI 1. Tujuan dan Tahapan Desain Sistem serta Personil yang Terlibat dan Tekanan-tekanan Dalam Desain Sistem TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa mampu untuk memahami tujuan. Tiba waktunya sekarang bagi analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut.2 Desain Input 5. Mahasiswa memahami tekanan-tekanan dalam desain sistem Pendahuluan Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan.

yaitu sebagai berikut : 1. mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem 2. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 2. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk 5. Desain sistem harus berguna. Sistem dibentuk dapat berupa penggambaran. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi. Persiapan untuk rancang bangun implentasi 4. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional 3. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. analis sistem harus dapat mencapai sasaran-sasaran sebagai berikut : 1. 3. akhirnya desain sistem dapat diartikan sebagai berikut : 1. termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer. pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem Tujuan Desain Sistem Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama.2 Desain Sistem Secara Umum Arti Desain Sistem Dari sekian banyak yang memberikan pengertian mengenai arti desain sistem. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi 6. metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan. Ini berarti bahwa data harus mudah ditangkap. Tujuan kedua ini lebih condong pada desain sistem yang terinci. Untuk mencapai tujuan ini. 2. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem. yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan progam komputernya. .

Pemakai sistem juga seharusnya menilai cara penangkapan data. pengolahan dari data tersebut dan distribusi informasinya. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi. metode-metode. Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal. Oleh karena alasan ini. orang-orang. personil penjamin kualitas (quality assurance personil). Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. simpanan data. Akan tetapi bagaimana di tahap desain sistem ini ? banyak analis sistem yang mendesain sistem informasi tanpa partisipasi yang berarti dari pemakai sistem. . spesialis komunikasi data (data communications specialists) dan lain sebagainya. . setelah arsitek selesai melakukan analisis. Bagaimana dengan pemakai-pemakai sistem (users) ? apakah pemakai sistem juga harus terlibat dalam tahap ini ? banyak orang yang setuju bahwa keterlibatan pemakai sistem sangat penting selama tahap analisis sistem. seperti misalnya spesialis pengendalian (controls specialists). Personil Yang Terlibat Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personil-personil teknik lainnya. perangkat keras. Pemakai sistem paling tidak dapat mengkaji ulang komponen-komponen sistem informasi yang didesain. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen. seperti misalnya : . Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. maka pemakai sistem seharusnya juga terlibat dalam tahap desain sistem.pemakai sistem seharusnya mengkaji ulang tata letak (layout) dari semua laporan-laporan dan bentuk-bentuk tampilan di layar terminal.Pemakai sistem juga seharusnya menilai arus percakapan dari dialog layar terminal. Desain Sistem Secara Umum Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. maka arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah.3 Desain Sistem Secara Umum 4. perangkat lunak dan pengendalian intern. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon . prosedur-prosedur. Hasil dari ketidak-terlibatan pemakai sistem ini akan mengakibatkan kurang puasnya pemakai sistem terhadap cara sistem bekerja (bahkan sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan pemakai).

bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sispil yang akan membangun rumah ini. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical systems. Pada tahap desain secara umum. microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan di layar video). Arus dari data di diagram arus data dapat dijelaskan dengan menggunakan kamus data (data dictionary). Desain terinci yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat berbentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukkan urut-urutan kegiatan dari sistem informasi berbasis komputer ini. Pengolahan data dari sistem informasi berbasis komputer membutuhkan metode-metode dan prosedur-prosedur. Analisis sistem dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk physical systems dan logical model. seperti simbol terminal. Output dapat berupa hasil di media keras (seperti misalnya kertas. Logical model dari sistem informasi lebih menjelaskan kepada user bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logika akan bekerja. Metode-metode dan prosedur-prosedur ini merupakan bagian dari model sistem informasi (model prosedur) yang akan mendefinisikan urut-urutan kegiatan untuk menghasilkan output dari input yang ada.4 Desain Sistem Secara Umum pemakai rumah. Disamping itu output dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimpan di suatu media seperti tape. Simbol-simbol bagan allir sistem ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya. Sketsa dari physical systems dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya sistem secara fisik akan diterapkan. karena output dapat terdiri dari macammacam jenis. Metode (method) adalah suatu cara untuk melakukan suatu kegiatan. Seringkali gambar bagan alir sistem untuk sistem informasi juga dapat digabung dengan bagan alir formulir dalam perusahaan untuk menunjukkan hubungan dan prosedur antara sistem informasi dengn sistem-sistem lainnya di perusahaan. Suatu prosedur merupakan rencana tahap demi tahap untuk menerapkan suatu metode. disk atau kartu. Logical model dapat digambar dengan menggunakan diagram arus data (data flow diagram). Yang akan dimaksud dengan . Arsitek belum akan menggambar detail bangunannya dengan ukurannya terinci sebelum bentuk dan susunan rumah itu sendiri disetujui oleh calon pemakai rumah. hard disk. laporan-laporan. Komponen sistem informasi yang didesain adalah : Desain Output Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Istilah output ini kadang-kadang membingungkan. komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemrogram.

TIPE OUTPUT Output dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe. maka parameter dari output selanjutnya juga dapat ditentukan. DAD. laporan-laporan ringkasan dan laporan-laporan lainnya. Output Intern (internal output) Adalah output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. Menentukan kebutuhan output dari sistem baru Output yang akan didesain dapat ditentukan dari diagram arus data. sistem baru yang telah dibuat. Parameter ini meliputi tipe dari output. LANGKAH-LANGKAH DESAIN OUTPUT SECARA UMUM Desain output secara umum ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1.5 Desain Sistem Secara Umum output pada tahap desain ini adalah output yang berupa tampilan di media keras atau di layar video. Banyak output ekstern ini dibuat di formulir yang sudah tercetak sebelumnya (preprinted form) dan sistem informasi hanya menambahkan bagian-bagian tertentu yang masih harus diisi. FORMAT OUTPUT Bentuk atau format dari output dapat berupa keterangan-keterangan (narrative). tabel atau pabrik. maka output berupa grafik juga mulai banyak dihasilkan. Output jenis ini dapat berupa laporan-laporan terinci. 2. Output di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses ke proses lainnya. Contoh output ekstern adalah faktur. 2. alat output yang digunakan. Akan tetapi sekarang dengan kemampuan teknologi komputer yang dapat menampilkan bentuk grafik. . yaitu : 1. Output ini akan tetap tinggal di dalam perusahaan dan akan disimpan sebagai arsip atau dimusnahkan bila sudah tidak digunakan lagi. formatnya. jumlah tembusannya. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel. tanda terima pembayaran dan lain sebagainya. terutama ooutput untuk keperluan manajemen tingkat menengah ke atas. Menentukan parameter dari output Setelah output-output yang akan didesain telah dapat ditentukan. media yang digunakan. check. distribusinya dan periode output. Output Ekstern (external output) Adalah output yang akan didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya.

yaitu : 1. Contoh proses input : . card reader dan lain sebagainya. pita magnetik atau disk magnetik) 3. touch screen dan lain sebagainya. Alat input dapat digolongkan ke dalam 2 golongan. semacam keyboard. mouse.6 Desain Sistem Secara Umum Desain Input Bila berpikir tentang input. Penyiapan data (data preparation) Yaitu mengubah data yang telah ditangkap ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form. Alat input langsung merupakan alat input yang langsung dihubungkan dengan CPU. KTT (key-to-tape) dan KTD (key-to-disk). Penangkapan data (data capture) Merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang dilakukan oleh organisasi ke dalam dokumen dasar. 2. proses dari input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama. Alat input tidak langsung adalah alat input yang tidak langsung dihubungkan dengan CPU. Dokumen dasar merupakan bukti transaksi. PROSES INPUT Tergantung dari alat input yang digunakan. Pemasukan data (data entry) Merupakan proses membacakan atau memasukkan data ke dalam komputer. misalnya adalah keyboard. biasanya juga akan berpikir tentang alat input (input device) yang akan digunakan. misalnya KTC (key-to-card). yaitu alat input langsung (online input device). misalnya kartu plong.

kwitansi-kwitansi dari luar organisasi. 2. Input intern (internal input) Adalah input yang berasal dari dalam organisasi. yang perlu . Untuk tahap desain input secara umum. kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input di alat input. Input ekstern (external input) Adalah input yang berasal dari luar organisasi. Umumnya dokumen dasar yang akan didesain adalah dokumen dasar untuk data capture input intern.7 Desain Sistem Secara Umum Gambar. LANGKAH-LANGKAH DESAIN INPUT SECARA UMUM Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data. Tiga tahapan utama proses input yang menggunakan alat input tidak langsung Gambar. order penjualan dan lain sebagainya. seperti misalnya faktur penjualan. Dua tahapan utama proses input yang menggunakan alat input langsung TIPE INPUT Input dapat dikelompokkan ke dalam : 1. seperti misalnya faktur pembelian.

alat input yang digunakan . Menentukan parameter dari file database Setelah file-file yang dibutuhkan telah dapat ditentukan. Langkah-langkah desain database secara umum adalah sebagai berikut : 1. Parameter ini meliputi : . dokumen dasar atau bentuk isian di alat input (dialog layar terminal) .periode input Desain Database Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database system. maka parameter dari file selanjutnya juga dapat ditentukan.bentuk dari input. tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Menentukan parameter dari input Setelah input-input yang akan didesain telah dapat ditentukan. Langkah-langkah ini adalah sebagai berikut : 1. 2.sumber input . Parameter ini meliputi : . Menentukan kebutuhan input dari sistem baru Input yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat. karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem baru File yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat. Input di DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu kesatuan luar ke suatu proses dan bentuk tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses memasukkan data. File-file database yang dibutuhkan oleh sistem dapat dilihat pada desain model yang digambarkan dalam bentuk diagram arus data. maka parameter dari input selanjutnya juga dapat ditentukan.jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan distribusinya . Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacammacam di dalam suatu organisasi. 2. Untuk tahap desain database secara umum. Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi.8 Desain Sistem Secara Umum dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain secara rinci tersebut. yang perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan oleh sistem informasi.volume input .

Apabila sistem tersebut dilengkapi dengan suatu pengendalian yang berguna untuk mencegah atau menjaga hal-hal yang negatif tersebut. PENGENDALIAN SECARA UMUM Pengendalian secara umum merupakan pengendalian diluar aplikasi pengolahan data yang terdiri dari : 1. Dalam pengembangan suatu sistem informasi. Mempelajari cara mengoperasikan sistem . kesalahan-kesalahan. Pengendalian yang diterapkan pada sistem informasi sangat berguna untuk tujuan mencegah atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahankesalahan atau kecurangan-kecurangan). file sementara dan lain sebagainya media file : hard disk. kecurangan-kecurangan dan penyelewengan-penyelewengan umum lainnya. Field kunci dari file. Suatu sistem harus dapat melindungi dirinya sendiri. Pengendalian yang baik merupakan cara bagi suatu sistem informasi untuk melindungi dirinya dari halhal yang merugikan. Sistem informasi sebagai sistem yang terbuka (open system) tidak bisa dijamin sebagai suatu sistem yang bebas dari kesalahan-kesalahan atau kecurangan-kecurangan. Pengendalian organisasi Pengendalian organisasi ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemisahan tugas (segregatian of duties) dan pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibilities) yang tegas. maka sistem akan dapat terus melangsungkan hidupnya. Pengendalian intern juga dapat digunakan untuk melacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi sehingga dapat dikoreksi. Desain Kontrol Suatu sistem merupakan subyek dari mismanajemen.9 Desain Sistem Secara Umum - - tipe dari file : file induk. diskette atau pita magnetik organisasi dari file : apakah file tradisional (file urut. analis dan perancang sistem harus memikirkan pengendalian yang ada atau yang akan diterapkannya. Pengendalian dalam sistem informasi dapat dikategorikan lebih lanjut ke dalam pengendalian umum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control). 2. ISAM atau file akses langsung) atau organisasi database (struktur berjenjang jaringan atau hubungan. Pengendalian dokumentasi Dokumentasi ini penting untuk keperluan-keperluan sebagai berikut : a. file transaksi.

e. Dokumentasi data dapat dalam bentuk kamus data. pemeriksaan gaung (echo check). Pengendalian keamanan fisik Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan terhadap perangkat keras. seperti misalnya prosedur pengetesan program.10 Desain Sistem Secara Umum b. c. 3. Dokumentasi ini sangat berguna bagi operator. Pengendalian perangkat keras Pengendalian perangkat keras (hardware control) merupakan pengendalian yang sudah dipasang di dalam komputer itu (built in) oleh pabrik pembuatnya. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras (hardware mulfunction). e. Dokumentasi data banyak dibutuhkan oleh Database Administrator dan pemeriksa sistem. perangkat lunak dan manusia di dalam perusahaan. Dokumentasi sistem Menunjukkan bentuk dari sistem pengolahan data yang digambarkan dalam bagan alir sistem (system flowchart) atau diagram arus data. b. pemeriksaan validitas (validity check) dan pemeriksaan kesalahan lain-lain (miscellaneous errors check). Dokumentasi program sangat dibutuhkan oleh programmer bila akan memodifikasi atau mengembangkan program. Dokumentasi prosedur Dapat berisi prosedur-prosedur yang harus dilakukan pada suatu keadaan tertentu. prosedur penggunaan file. d. 4. Dokumentasi operasi Berisi penjelasan-penjelasan cara dan prosedur-prosedur mengoperasikan program. pemeriksaan baca setelah rekam (read after write check). Bila . d. Dokumentasi program Menggambarkan logika dari program dalam bentuk bagan alir program (program flowchart) atau dalam bentuk tabel keputusan (decision table) atau dalam bentuk structured chart serta cetakan program. prosedur pembuatan backup dan restore dan lain sebagainya. Dokumentasi data Berisi definisi-definisi dari item-item data di dalam database yang digunakan oleh sistem informasi. pemeriksaan baca ulang (dual read check). c. Pengendalian perangkat keras dapat berupa pemeriksaan pariti (parity check). Sebagai bahan training Dasar pengembangan sistem lebih lanjut Dasar bila akan memodifikasi atau memperbaiki sistem di kemudian hari Materi acuan bagi pemeriksa sistem Dokumentasi yang ada diantaranya dapat berupa : a.

2. Pengendalian ini ditujukan untuk menangani kesalahan transmisi dan keamanan data sewaktu transmisi. PENGENDALIAN APLIKASI Pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang diterapkan selama proses pengolahan data berlangsung. analis sistem harus memikirkan pengendalian untuk ini. Pengendalian pengolahan (processing control) Tujuan dari pengendalian pengolahan ini adalah untuk mencegah kesalahankesalahan yang terjadi selama proses pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan ke dalam komputer.hilangnya atau menurunnya pelayanan kepada langganan .menurunnya operasi kegiatan . Pengendalian komunikasi Jika sistem informasi menggunakan suatu network komunikasi untuk mentransmisikan data dari satu tempat ke tempat lain. Pengendalian keamanan data Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap data yang tersimpan di simpanan luar supaya tidak hilang. Pengendalian masukan (input control) Mempunyai tujuan untuk meyakinkan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap.hilangnya harta kekayaan milik perusahaan 5. rusak dan tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Kesalahan pengolahan dapat terjadi karena program aplikasi yang digunakan untuk mengolah data mengandung kesalahan. terkumpul semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahannya. Beberapa cara pengendalian telah banyak diterapkan untuk maksud ini.membahayakan sistem .11 Desain Sistem Secara Umum pengendalian keamanan fisik tidak dilakukan secara mestinya. diantaranya : dipergunakan data log proteksi file pembatasan pengaksesan (access restriction) data backup dan recovery 6. . Pengendalian komunikasi dimaksudkan untuk menangani kesalahan selama proses mentransmisikan data dan untuk menjaga keamanan dari data selama pengiriman data tersebut. Pengendalian aplikasi (application control) dapat dikategorikan ke dalam : 1. maka dapat mengakibatkan : .

menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. 4. terdiri dari huruf.12 Desain Sistem Secara Umum 3. perangkat lunak (software) dan teknisi (humanware atau brainware). TEKNOLOGI PERANGKAT LUNAK Perangkat lunak dapat dikategorikan ke dalam : a. Simpanan luar dapat digolongkan ke dalam direct-access storage device (DSSD) atau alat simpanan pengaksesan langsung dan sequential-access storage device (SASD) atau alat simpanan pengaksesan urut. Suara. Alat masukan Alat masukan (input device/input unit/ input equipment) adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan data juga untuk memasukkan program. Pengendalian keluaran (output control) Keluaran (output) yang merupakan produk dari pengolahan data dapat disajikan dalam dua bentuk utama. yaitu dalam bentuk hard copy dan dalam bentuk soft copy. kata. Alat pemroses terdiri dari central processor unit (CPU) dan main memory. Alat pemroses Adalah alat dimana instruksi-instruksi program diproses untuk mengolah data yang dimasukkan lewat alat input yang hasilnya akan ditampilkan di alat output. Perangkat lunak sistem operasi (operating system) Yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan dari sistem komputer . menyimpan dan mengakses data. TEKNOLOGI PERANGKAT KERAS Teknologi perangkat keras komputer dapat terdiri dari : 1. di dalam suatu bentuk grafik atau gambar c. yaitu perangkat keras (hardware). 3. Desain Teknologi Teknologi digunakan untuk menerima input. menjalankan model. 2. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama. Alat output Output yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke dalam : a. karakter khusus dan simbol-simbol lain b. Tulisan. Image. Simpanan luar. dalam bentuk simbol yang hanya dapat dibaca dan dimengerti komputer. Dalam bentuk hard copy yang paling banyak dilakukan adalah berbentuk laporan yang dicetak menggunakan alat cetak (printer) dan dalam bentuk soft copy yang paling umum adalah berbentuk tampilan di layar terminal. Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). dalam bentuk musik atau omongan d. angka.

TEKNOLOGI KOMUNIKASI DATA Network adalah jaringan dari sistem komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih sistem komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi dan alat komunikasi membentuk satu sistem. pedal gas dan lain sebagainya). Menentukan jenis teknologi untuk sistem baru Untuk teknologi perangkat keras. gandar-gandar dan suatu mesin yang terbentuk dari suatu unit tenaga. komputer yang satu dapat menggunakan data di komputer yang lain. Perangkat lunak aplikasi (application software) Yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu. dapat memberi berita ke komputer yang lain walaupun berlainan area. Akan tetapi karena adanya . Tekanan-tekanan Desain Tekanan-tekanan desain (design forces) adalah tekanan-tekanan (forces) yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu sistem informasi supaya dapat mengenai sasarannya. Supaya sukses. jumlah dari teknologi ini dapat ditentukan dari jumlah perangkat keras yang dibutuhkan. kendali kemudi (kemudi. jumlah dari teknologi dapat ditentukan darai waktu yang tersedia dan waktu standar masing-masing operasi yang akan menggunakan teknologi ini. analis sistem harus mempertimbangkan design forces yang ada dan bagaimana tekanan-tekanan ini mempengaruhi proyek sistem informasi. analis sitem harus menentukan terlebih dahulu peralatan apa yang akan digunakan di masing-masing proses dalam sistem informasi. a. Dalam tahap desain teknologi secara umum. Semua mobil terdiri dari blok-blok bangunan yang sama. pedal rem. b. yang perlu dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi jenis dari teknologi yang dibutuhkan dan jumlahnya yang diperlukan oleh sistem informasi. Menentukan jumlah dari teknologi Untuk perangkat keras. yaitu sebuah bodi mobil. Dengan network. Untuk perangkat lunak. instrumen-instrumennya. transmisi-transmisi dan gear-gear. sumber energi. interiornya. Ambilah contoh desain suatu mobil sebagai analoginya. Perangkat lunak bahasa (language sofware) Yaitu program yang digunakan untuk menterjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer c. Untuk perangkat lunak.13 Desain Sistem Secara Umum b. analis sistem dapat menentukan terlebih dahulu jenis kebutuhan dari system software dan application software. dapat mencetak laporan di printer komputer yang lain. roda-roda.

Semua data ini kemudian dapat disimpan di database dalam direct access storage device (misalnya hard disk) yang dapat diakses lewat terminal-terminal baik di lokasi lokal atau lokasi jarak jauh tersebut. sistem informasi yang terpadu perlu dirancang di dalam organisasi. Kesadaran akan design forces dan mengikutinya dengan pasti telah mengembalikan pabrik-pabrik mobil ini kepada operasi yang menguntungkan. cross-functional. Elemen-elemen data ini secara logika telah terintegrasi dalam suatu database yang umum. dimanipulasi dan ditransmisikan dengan cepat. Dengan kemampuan teknologi komunikasi yang sekarang ada. relevan kepada semua komponen organisasi. Jalur ini terdiri dari layar terminal. Sasaran dari sistem informasi adalah untuk menyediakan informasi multilevel. desain dari database harus menyimpan semua data yang ada dalam suatu simpanan yang tunggal untuk keperluan semua orang atau departemen yang mempunyai hak untuk mengaksesnya. Secara ideal. Teknologi komunikasi data dapat diterapkan untuk maksud integrasi ini. yaitu : Integrasi (integration) Sistem informasi harus didesain terpadu diantara unit-unit di dalam organisasi. mereka mendapatkan kembali jalur pemasarannya. alat-alat lainnya. keyboard. bahasa komputer dan cara-cara lain supaya user dapat bertukar input dan output dengan mesin. Setelah pabrikpabrik mobil ini berhenti merancang mobil tersebut dan mulai merancang kembali dengan memperhatikan design forces. Sebagai misalnya. keamanan yang ditingkatkan dan pemakaian bahan bakar yang harus lebih hemat memaksa mobil untuk didesain kembali keseluruhannya. akurat.14 Desain Sistem Secara Umum sejumlah tekanan-tekanan desain. Integrasi ini perlu. Database dan teknologi merupakan blok bangunan sistem informasi kunci untuk mencapai integrasi ini. . pengendalian polusi. Beberapa industri mobil beberapa tahun yang lalu kurang memperhatikan pada pemenuhan selera pasar dan banyak yang merancang mobil yang tidak dapat diterima oleh konsumen. bentuk dan isi dari blok-blok bangunan mobil ini telah berubah dari waktu ke waktu. maka jumlah data yang besar yang berasal dari lokasi lokal atau lokasi jarak jauh dapat ditangkap. Suatu sistem informasi yang ada di antara unit-unit organisasi atau departemendepartemen harus dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan baik. Perancang sistem informasi juga harus memperhatikan sejumlah design forces yang mempengaruhi kerjanya. tepat waktu. karena organisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan unit sistem. Oleh karena itu. Elemen yang kritis dari desain sistem ini adalah jalur pemakai (user interface). Jalur pemakai/sistem (user/system interface) Sistem informasi berbasis komputer semakin melibatkan interaksi langsung antara manusia sebagai pemakai sistem dengan mesin.

2. yaitu sistem akan menampilkan bantuan bila diinginkan oleh user pada posisi-posisi tertentu di layar. Berikut ini merupakan elemen-elemen yang harus dipertimbangkan dalam desain untuk memenuhi user interface : 1. pemakai sistem dapat mengakses data yang diperlukan untuk mendapatkan informasi walaupun tidak tersedia program aplikasinya. Bantuan Pada waktu user sedang mengoperasikan sistem. Jika waktu respon melebihi 10 detik. sedang memproses sekitar 50 detik”. Terdapat beberapa pedoman untuk hal ini. sehingga user mengetahui bahwa sistem sedang bekerja dan tidak mengira bahwa sistem macet (hang). sehingga user menjadi jemu dan kehilangan konsentrasinya. suatu berita seharusnya ditampilkan secara periodik yang menunjukkan kepada user bahwa sistem sedang bekerja. tidak melompat-lompat dan tidak berisi dengan informasi yang tidak relevan. 4. aspek yang penting dalam umpan balik (feed back) adalah waktu respon (response time). seringkali mengalami kesulitan atau tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan berikutnya. pencegahan kesalahan . 3. yaitu waktu antara saat user memasukkan data dengan respon yang diberikan oleh sistem. katakanlah 50 detik. Query Secara query.15 Desain Sistem Secara Umum Terdapat beberapa pilihan untuk mendesain user interface dan pemilihan ini tergantung pada faktor-faktor semacam pengalaman serta tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh user. Sebagai misalnya suatu sistem sedang melakukan perhitungan yang cukup lama. 5. Masalah umum yang sering terjadi adalah response time yang lama. konsisten dan harus mudah dikontrol oleh user. Pengendalian kesalahan Pengendalian kesalahan (control error) juga merupakan aspek yang penting dalam user interface. Desain sistem harus mempertimbangkan pengendalian kesalahan ini yang dapat berupa sebagai berikut : a. maka sebaiknya ditampilkan berita “Tunggu sebentar. Umpan balik Dalam sistem online. Desain Layar Suatu desain layar yang baik harus jelas. Desain sistem yang baik harus menyediakan cara bagaimana user dapat meminta bantuan kepada sistem untuk menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh user. Context sensitive help merupakan bantuan yang sering banyak digunakan sekarang. yaitu sistem harus fleksibel.

16

Desain Sistem Secara Umum

sedapat mungkin, sistem harus menyediakan instruksi yang jelas kepada user tentang apa yang harus dilakukan sehingga user tidak melakukan kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Misalnya sistem dapat menampilkan instruksi “Nilai yang sah adalah diantara 1-25” pada waktu user memasukkan unit barang yang dijual. b. pendeteksian kesalahan jika suatu kesalahan terjadi, sistem harus dapat mengidentifikasikan kesalahannya dengan jelas dan dapat menampilkan berita kesalahan ini, seperti misalnya “Fatal error, sistem diberhentikan” atau berita “kode salah!!!”. c. pembetulan kesalahan jika suatu data yang dimasukkan salah sebelum data ini diolah, maka sistem harus dapat memberi kesempatan kepada user untuk dapat mengkoreksinya. Demikian juga bila data yang salah terlanjur direkamkan ke database, maka sistem juga harus dapat menyediakan cara untuk membetulkannya. 6. Desain workstation Banyak penelitian ergonomics (ergo = kerja, nomics = studi tentang, ergonomics = studi tentang kerja) yang berhubungan dengan menggunakan sistem komputer yang dihubungkan dengan aspek fisik semacam desain dari mebel, tata letak kantor, suara dan penerangan. Untuk desain workstation, beberapa hal perlu dipertimbangkan, yaitu mengenai ukuran, warna dan posisi tampilan di layar terminal, ukuran-ukuran dari mebel dan tata letak keyboard. Desain workstation ini akan mempengaruhi kenyamanan dan kelelahan dari kerja user.

Tantangan-tantangan persaingan (competitive forces) Sekarang ini organisasi telah masuk kedalam era persaingan yang tajam. Organisasi yang ingin bertahan dan sekaligus berkembang di masa mendatang harus memikirkan persaingan ini. Informasi merupakan salah satu senjata yang dapat membantu organisasi untuk bersaing. Desain dari sistem informasi harus mempertimbangkan lingkungan-lingkungan persaingan (competitive environments) yang ada. Lingkungan-lingkungan persaingan ini dapat berupa manajemen, aneka ragam produk dan jasa, dan produktifitas. Sistem informasi harus dapat menyediakan informasi bagi manajemen untuk melakukan kegiatannnya. Aneka ragam produk dan jasa (product and service differentiation) dapat berupa inovasi baru, harga produk atau jasa, kualitas, garansi purna jual dan jasa-jasa lainnya. Sekarang ini banyak organisasi yang menggunakan sistem informasi untuk dapat menguasai aneka ragam dan jasa yang dibutuhkan oleh pasar. Organisasi yang tidak mengambil bagian dari adaptasi persaingan ini akan tertinggal oleh pesaing-

17

Desain Sistem Secara Umum

pesaingnya. Sebagai contohnya adalah organisasi bank. Desain sistem informasi untuk organisasi ini harus memikirkan aneka ragam jasa yang dapat diterapkan, misalnya apakah perlu dipergunakan ATM sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih memuaskan kepada para nasabahnya untuk memenangkan persaingan. Sistem informasi juga harus dapat membantu dalam hal produktivitas organisasi baik produktivitas bagi manajemennya dan produktivitas bagi para pekerja lainnya. Dengan sistem informasi, produktivitas manajemen dapat ditingkatkan, misalnya dengan menyediakan cara penjadwalan yang lebih baik, pengurangan kerja-kerja teknis dan ketidak-efisienan lainnya. Produktivitas ulang laporan-laporan secara manual kembali, bagi personil-personil akuntansi dapat lebih produktif dengan menggunakan komputer dan lain sebagainya.

Kualitas dan kegunaan informasi (information quality and usability) Sistem informasi harus dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu tepat pada waktunya (timely), tepat nilainya (accurate) dan relevan (relevance). Untuk dapat menghasilkan hal ini, maka informasi tersebut haruslah berguna bagi yang akan memakainya.

Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) Kebutuhan-kebutuhan sistem (systems requirements) yang harus diperhatikan dalam mendesain sistem informasi adalah : a. Keandalan (reliability) Menunjukkan seberapa besar sistem dapat diandalkan untuk melakukan suatu proses yang dapat dipercaya dan dibutuhkan. b. Ketersediaan (availability) Berarti bahwa sistem mudah diakses oleh user c. Keluwesan (flexibility) Menunjukkan bahwa sistem mudah beradaptasi dengan memuaskan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan user yang berubah. d. Skedul instalasi (installation schedule) Terdiri dari periode waktu antara saat organisasi sadar untuk membutuhkan dan saat sistem informasi ini diterapkan. Selama waktu ini, analis sistem harus dapat mendesain sistem terbaik dalam batas waktu yang dibutuhkan. e. Umur diharapkan dan potensi pertumbuhan (life expectancy and growth potential)

18

Desain Sistem Secara Umum

Beberapa sistem tidak mempunyai umur yang diperkirakan, karena pada saat diterapkan sistem ini sudah usang. Seringkali juga sistem telah berhasil di instalasi dan berjalan dengan baik, tetapi karena sistem tidak mempunyai potensi untuk bertumbuh, maka sistem juga akan lekas usang. Sistem harus didesain sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemakai sistem, misalnya dikehendaki umur sistem harus paling sedikit 5 tahun dan mampu bertumbuh bila terjadi perubahanperubahan yang cukup signifikan.

f. Kemudahan dipelihara (maintainability) Setelah sistem diterapkan, maka sistem harus dipelihara (misalnya hal-hal yang tidak berfungsi harus dikoreksi, permintaan-permintaan khusus harus dipertemukan dan peningkatan-peningkatan sistem secara umum harus dilakukan). Kemudahan sistem untuk dirawat tergantung dari desainnya. Untuk mudah dirawat, desain harus menggunakan nama data dan bahasa pemrograman yang standar, pemrograman terstruktur dan moduler, konfigurasi sistem yang standar dan dokumentasi standar yang lengkap.

Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements) Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data (data processing requirements) berhubungan dengan pekerjaan sistem secara terinci dan dapat terdiri sebagai berikut ini : a. Volume Volume menunjukkan volume data yang terlibat dalam pengolahan data. Volume menunjukkan jumlah dari data yang harus diproses dalam satu periode waktu tertentu. Untuk menghitung jumlah dari volume dapat dilakukan lewat banyaknya transaksi yang terjadi. Pengukuran lain dari volume dapat dilihat dari banyaknya suatu fungsi pengolahan harus dilakukan, misalnya suatu fungsi harus mengupdate 5 file serentak dengan jumlah record-nya sebanyak 100 record. b. Hambatan waktu pengolahan Hambatan waktu pengolahan menunjukkan jumlah dari waktu yang diijinkan atau yang dapat diterima saat data siap diproses sampai informasi dihasilkan. c. Permintaan perhitungan Permintaan perhitungan merupakan model-model matematik yang harus diterapkan (misalnya pemrograman linier) sehingga informasi dapat dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan oleh user.

19 Desain Sistem Secara Umum Faktor-faktor organisasi (organizational factors) Terdapat lima buah faktor organisasi yang harus dipertimbangkan dalam desain sistem. Organisasi divisional. semakin banyak informasi yang dibutuhkan. yaitu setiap manajer bertanggungjawab untuk area fungsi tertentu. atau perusahaan tansportasi berbeda dengan perusahaan manufaktur dalam bentuk informasi yang dibutuhkan. sedang departemen pembelian lebih membutuhkan informasi mengenai harga persediaan dan informasi tentang pemasok. 3. semacam produksi. Semakin besar organisasi. pertama kali yang perlu dipahami adalah sifat organisasi tersebut. satu dengan yang lainnya kebutuhan informasinya juga berbeda. yaitu tiap-tiap manajer divisi bertanggungjawab terhadp semua fungsi dalam divisinya Organisasi matrik. Misalnya perusahaan real estate. Demikian juga dengan perusahaan perdagangan besar dengan perdagangan eceran juga berbeda kebutuhan informasinya. apakah departemen produksi atau departemen pembelian. tanggungjawab terhadap manajemen persediaan dapat berada pada tanggungjawab departemen produksi di suatu organisasi atau dapat berada pada tanggungjawab departemen pembelian di organisasi lainnya. Dari struktur organisasinya. yaitu : 1. . Sifat organisasi Kebutuhan informasi untuk suatu organisasi dengan organisasi yang lainnya berbeda. tetapi untuk organisasi lainnya dapat berada pada tanggungawab departemen yang terpisah. maka dapat ditentukan departemen mana yang membutuhkan informasi persediaan ini. pemasaran. untuk mengidentifikasikan dan memahami kebutuhan informasi bagi suatu organisasi yang tertentu. perputaran persediaan dan kualitasnya. personalia atau keuangan. Pengendalian mutu sebagai contoh yang lainnya untuk suatu organisasi dapat berupa tanggungjawab departemen produksi. Ukuran organisasi Ukuran dari organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. 4. Departemen produksi biasanya lebih membutuhkan informasi mengenai ketersediaan persediaan. yaitu beberapa manajer mempunyai tanggungjawab bersama terhadap suatu fungsi dan suatu proyek atau program kerja Untuk masing-masing tipe organisasi ini. 2. Tipe organisasi Tipe organisasi dapat dikategorikan sebagai berikut ini : organisasi fungsional. Struktur organisasi Struktur internal organisasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. Sebagai misalnya. perusahaan asuransi. Oleh karena itu.

kelayakan ekonomi (economic feasibility). tetapi adalah informasi yang terkandung di dalamnya. sedang gaya manajemen yang demokratik (democratic).20 Desain Sistem Secara Umum 5. Walaupun kelayakan-kelayakan ini telah dinilai pada tahap perencanaan sistem. Sistem informasi yang didesain dengan memperhatikan faktor-faktor manusianya akan didapatkan sistem informasi dengan user interface yang baik dan dapat meningkatkan produktivitas pemakainya. tidak sebaliknya menyulitkan pemakai. tidak hanya satu atau dua orang pemakai saj. Suatu organisasi mengembangkan sistem informasi bukan hanya menginginkan mendapatkan fisik dari sistem informasi itu saja. Perlu diingat bahwa pada awalnya tidak semua manusia dalam organisasi tertarik dan mendukung pengembangan sistem informasi. karena kemungkinan apa yang direncanakan di tahap perencanaan sistem mungkin di tahap desain sistem mengalami perubahan-perubahan. Untuk maksud ini. lebih senang pada sistem informasi yang tersebar (decentralized). Kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas (cost-effectiveness requirements) Jika membeli suatu encyclopedias atau misalnya membeli buku ini. Kebutuhan-kebutuhan kelayakan (feasibility requirements) Lima macam kelayakan harus tetap diperhitungkan dalam desain sistem informasi. Dengan demikian desain sistem informasi perlu dipertimbangkan antara biaya untuk memperolehnya dengan manfaat informasi yang dihasilkan. tetapi lebih dari itu yaitu informasi yang dihasilkan darinya. kelayakan operasi (operatioanl feasibility). dan kelayakan skedul (schedule feasibility). Lima macam kelayakan ini adalah kelayakan teknik (technical feasibility). tetap dalam tahap desain sistem juga harus dipertimbangkan kembali. sistem informasi harus dapat bersahabat dengan semua pemakainya. maka yang dibeli tidak hanya sekadar bukunya saja. Gaya manajemen (management style) Gaya manajemen juga mempunyai pengaruh terhadap bentuk dari sistem informasi. Faktor-faktor manusia (human factors) Analis sistem harus mencoba untuk dapat mendesain sistem yang dapat diterima oleh semua pemakainya. Suatu sistem informasi dikembangkan dengan biaya yang tidak sedikit. Gaya manajemen yang otokratik (autocratic) lebih senang dengan sistem informasi yang terpusat (centralized). . kelayakan hukum (law feasibility atau legal feasibility).

The Practical Guide to Structured Systems Design. Boyd & Fraser Publishing Company. John G. Gary Grudnistski. John Wiley & Sons. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan proses dari input ! 6. ANDI OFFSET Yogyakarta. 4. Information Systems : Theory and Practice. Jr. Felix R. 6. 5. Jelaskan arti dari desain sistem ! 2. Jelaskan maksud dan tujuan dari desain sistem ! 3. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain input secara umum ! 7. Strater. Jogiyanto.21 Desain Sistem Secara Umum EVALUASI 1. 1991 Raymond McLeod. and Implementation. Burch. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain teknologi secara umum ! 9. Hawryszkiewycz. Yourdon Press. 1979 Meilir Page-Jones.. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah desain database secara umum ! 8. 1979 .G. 2. Analysis. Burch. Prenctice Hall. Sixth Edition. Design. Introduction Systems Analysis and Design. Jr. Jelaskan secara singkat tekanan-tekanan desain yang nantinya mempengaruhi kerja sistem apabila telah selesai ! DAFTAR PUSTAKA 1. 1990. Prentice Hall. Second Edition. Langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan pada saat desain output secara umum ? jelaskan ! 5. J. Second Edition. 1988 I.T. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 3. Second Edition. 1992. Jelaskan tujuan dari desain sistem secara umum ! 4. System. Prentice Hall. Jelaskan secara singkat jenis-jenis pengendalian secara umum ! 10.

1

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

MODUL 4 PENDEKATAN PERANCANGAN TERSTRUKTUR DAN DATA FLOW DIAGRAM
MATERI 1. Konsep Perancangan Terstruktur 2. Data Flow Diagram (DFD) 2.1 Komponen DFD 2.2 Bentuk DFD 2.3 Syarat Pembuatan TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Pendekatan Perancangan Terstruktur dengan Salah Satu Alat Bantunya DFD, serta Dapat Menggunakan DFD Secara Tepat TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Mahasiswa mengetahui konsep DFD serta bagaimana cara menggunakannya 2. Mahasiswa dapat menentukan kapan menggunakan secara tepat berdasarkan kelebihan dan kekurangan DFD 3. Mahasiswa diharapkan dapat membuat model sistem yang akan mereka kembangkan dengan DFD

1. Konsep Perancangan Terstruktur
Karena banyak terjadi permasalahan-permasalahan di pendekatan klasik, maka kebutuhan akan pendekatan pengembangan sistem yang lebih baik mulai terasa dibutuhkan. Sayangnya sampai sekarang masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa hanya dengan mengikuti tahapan di life cycle saja tidak akan membuat pengembangan sistem informasi menjadi berhasil. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan pengembangan sistem yang baru yang dilengkapi dengan beberapa alat dan teknik supaya membuatnya berhasil. Pendekatan ini yang dimulai dari awal tahun 1970 disebut dengan pendekatan terstruktur (structured approach). Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.

2

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep yang baru. Teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat elektronik adalah dua contoh dari konsep ini yang banyak digunakan di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan-permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya, sesuai dengan anggaran biaya pengembangannya, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan). Salah satu tools dan teknik dalam pengembangan sistem terstruktur adalah menggunakan DFD (Data Flow Diagram = Diagram Arus Data, DAD).

2. Data Flow Diagram (DFD)
Ide dari suatu bagan untuk mewakili arus data dalam suatu sistem bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1967, Martin dan Estrin memperkenalkan suatu algorima program dengan menggunakan simbol lingkaran dan panah untuk mewakili arus data. E. Yourdan dan L. L. Constantine juga menggunakan notasi simbol ini untuk menggambarkan arus data dalam perancangan program. G.E. Whitehouse tahun 1973 juga menggunakan notasi semacam ini untuk membuat model-model sistem matematika. Penggunaan notasi dalam diagram arus data ini sangat membantu sekali untuk memahami suatu sistem pada semua tingkat kompleksitasnya seperti yang diungkapkan oleh Chris Gane dan Trish Sarson. Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat membantu sekali di dalam komunikasi dengan pemakai sistem untuk memahami sistem secara logika. Diagram yang menggunakan notasi-notasi ini untuk menggambarkan arus dari data sistem sekarang dikenal dengan nama diagram arus data (data flow diagram, DFD). DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telpon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, microfile, harddisk, tape, diskette dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang cukup populer sekarang ini, karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. Lebih lanjut DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.

3

Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram

Komponen DFD
1. 2. 3. 4. Beberapa komponen atau simbol yang digunakan DFD untuk maksu mewakili : external entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem) data flow (arus data) process (proses) data store (simpanan data)

KESATUAN LUAR Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini : a. Suatu kantor, departemen, atau divisi dalam perusahaan teatpi di luar sistem yang sedang dikembangkan b. Orang atau sekelompok orang di organisasis tetapi di luar sistem yang sedang dikembangkan c. Suatu organisasi atau orang uang berada di luar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok d. Sistem infromasi yang lain di luar sistem yang sedang dikembangkan e. Sumber asli dari suatu transaksi f. Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau suatu kotak dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal, juga dapat diberi identifikasi dengan huruf kecil di ujung kiri atas sehingga berbentu sebagai berikut :
a Langganan b Akuntansi c Pemasok d Gudang

4 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram ARUS DATA Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. a order langganan Langganan 1 Proses Order Langganan Gambar. Mengapa ? karena dua atau lebih data tersebut mengalir bersama-sama sebagai suatu paket. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut ini : a. i. Data yang mengalir bersama-sama harus ditunjukkan sebagai satu arus data. Nama dari arus data dituliskan disamping garis panahnya. g. f. walaupun misalnya terdiri dari beberapa dokumen. e. Konsep paket dari data (packet of data) Bila dua atau lebih data mengalir dari suatu sumber yang sama ke tujuan yang sama. Arus data ini mengalir diantara proses (process). maka harus dianggap sebagai suatu arus data yang tunggal. Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem Tampilan atau output di layar komputer yang dihasilkan oleh sistem Masukan untuk komputer Komunikasi ucapan Surat-surat atau memo Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file Suatu isian yang dicatat pada buku agenda Transmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. h. c. b. d. Contoh penggambaran arus data yang tidak benar . arus data yang mengalir dari kesatuan luar Langganan ke Proses Order Langganan adalah dengan nama order langganan Di dalam menggambar arus data di DFD perlu diperhatikan beberapa konsep penggambarannya sebagai berikut : 1. simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity).

berarti mempunyai tujuan yang berbeda. karena dua buah data yang mengalir bersama ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal. Konsep arus data menyebar (diverging data flow) Arus data yang menyebar menunjukkan sejumlah tembusan dari arus data yang sama dari sumber yang sama ke tujuan yang berbeda. yaitu order langganan dan pembayaran harus ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal. maka dapat digambarkan sebagai berikut ini : 1 Proses Order a Langganan order langganan pembayaran 2 Proses penerimaan kas Langganan 2. . arus data yang salah.5 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram a Langganan order langganan 1 Proses Order pembayaran Langganan Gambar. yaitu sebagai arus data order langganan dan pembayaran sebagai berikut ini a Langganan order langganan dan pembayaran 1 Proses Order Langganan Gambar. walaupun sumbernya sama. Bila dua buah data ini akan ditangani oleh dua proses yang berlainan. arus data yang benar. karena dua buah data yang mengalir bersama harus ditunjukkan sebagai arus data yang tunggal Dua buah arus data ini.

Konsep arus data mengumpul (converging data flow) Arus data yang mengumpul menunjukkan beberapa arus data yang berbeda dari sumber yang berbeda bergabung bersama-sama menuju ke tujuan yang sama 1 Proses pembuatan faktur a pengiriman Langganan 2 Pembuatan slip pengepakan slip pengepakan faktur . Konsep arus data yang menyebar ini menunjukkan bahwa arus data tembusan jurnal. yaitu tembusan untuk jurnal yang mengalir ke proses pembuatan faktur. tembusan permintaan barang dan tembusan kredit merupakan arus data yang mempunyai struktur elemen yang sama. tembusan permintaan barang yang mengalir ke kesatuan luar gudang dan tembusan kredit yang mengalir ke proses verifikasi kredit. karena merupakan hasil dari tembusan arus data order penjualan. 3.6 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 2 Proses pembuatan faktur tembusan 1 Proses penerimaan kas tembusan kredit 3 Proses verifikasi kredit order penjualan tembusan jurnal permintaan barang b Gudang Pada gambar terlihat bahwa arus data order penjualan mempunyai sebanyak 3 tembusan.

suatu proses hanya menunjukkan proses dari komputer. Arus data mengumpul ini jarang dibuat di DFD dan sebagai penggantinya dapat digambarkan sebagai berikut ini 1 Proses pembuatan faktur a Langganan 2 Pembuatan slip pengepakan slip pengepakan faktur 4. mesin atau komputer. mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Untuk physical data flow diagram (PDFD). Konsep sumber dan tujuan arus data Semua arus data harus dihasilkan dari suatu proses atau menuju ke suatu proses (dapat salah satu atau kedua-duanya. sedang untuk logical data flow diagram (LDFD). Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul : identifikasi nama proses atau identifikasi nama proses Gambar. proses yang dapat dilakukan oleh orang. PROSES Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang.7 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Arus data pengiriman merupakan hasil dari gabungan arus data faktur dan slip pengepakan. Konsep ini penting karena arus data adalah salah satu dari hasil suatu proses atau akan digunakan untuk melakukan suatu proses. Notasi proses di DFD Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap meliputi berikut ini : . yaitu berasal dari suatu proses menuju ke bukan suatu proses atau berasal dari bukan suatu proses tetapi menuju ke suatu proses atau berasal dari suatu proses dan menuju ke suatu proses).

mempersiapkan. Berikut ini adalah berbagai kemungkinan arus data dalam suatu proses a. Nama proses Nama proses menunjukkan apa yang dikerjakan oleh proses tersebut. mesin dan lain sebagainya. Untuk LDFD bila pemroses akan disebutkan dapat juga untuk menyebutkan nama dari program yang melakukan prosesnya.8 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 1. memverifikasi. Nama dari proses diletakkan di bawah identifikasi proses di simbol proses. seperti proses yang dilakukan oleh orang. merekam dan lain sebagainya). membandingkan. Suatu proses yang menerima sebuah arus data dan menghasilkan sebuah arus data . Pemroses ini menunjukkan siapa atau dimana suatu proses dilakukan. maka pemroses dapat tidak disebutkan. Untuk LDFD yang prosesnya hanya menunjukkan proses komputer saja. 2. Nama dari proses biasanya berbentuk suatu kalimat diawali dengan kata kerja (misalnya menghitung. Identifikasi proses Identifikasi ini umumnya berupa suatu angka yang menunjukkan nomor acuan dari proses dan ditulis pada bagian atas di simbol proses. Pemroses Untuk PDFD yang menunjukkan proses tidak hanya proses dari komputer. tetapi juga proses manual. 3. maka pemroses harus ditunjukkan. membuat. Penjelasan di simbol proses Suatu proses terjadi karena adanya arus data yang masuk dan hasil dari proses adalah juga merupakan arus data lain yang mengalir. Nama dari proses harus jelas dan lengkap menggambarkan kegiatan prosesnya. Keterangan pemroses ini di simbol proses dapat dituliskan dibawah nama proses sebagai berikut : identifikasi proses nama proses Membuat faktur Komputer 1 pemroses Gambar.

9 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram 2 kartu jam kerja daftar gaji Hitung gaji Personalia b. Suatu proses yang menerima lebih dari satu arus data dan menghasilkan sebuah arus data 2 kartu jam kerja Hitung gaji daftar gaji tingkat upah Personalia c. Berikut ini merupakan suatu proses yang salah : . Suatu proses yang menerima satu arus data dan menghasilkan lebihdari sebuah arus data 2 rincian piutang Membuat laporan piutang laporan umur piutang laporan piutang ditagih suatu proses harus menerima arus data dan menghasilkan arus data.

Kesalahan lubang hitam tampak pada proses nomor 1. e. b. penjelasan mengenai media dari simpanan data perlu dicantumkan seperti misalnya buku atau arsip. 2. karena secara ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input. supaya memperjelas simpanan data ini. Kesalahan ini disebut dengan black hole (lubang hitam). Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input dan kesalahan ini disebut dengan miracle (ajaib).10 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Langganan a order penjualan Langganan 1 order disetujui Memverifikasi kredit langganan 2 order penjualan Membuat order penjualan b Akuntansi dimanakah letak kesalahannya ? umumnya kesalahan proses di DFD adalah sebagai berikut : 1. file arsip faktur dan lain sebagainya. Simbol dari simpanan data di DFD Nama dari data store menunjukkan nama dari filenya. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Sedang untuk . Untuk PDFD. d. misalnya file langganan. SIMPANAN DATA Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa sebagai berikut ini : a. atau suatu kotak dan lain sebagainya. karena data masuk kedalam proses dan lenyap tidak berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam yang dalam sekali. c. Proses nomor 2 merupakan kesalahan jenis ini. Suatu file atau database di sistem komputer Suatu arsip atau catatan manual Suatu kotak tempat data di meja seseorang Suatu tabel acuan manual Suatu agenda atau buku Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya media nama data store Gambar. file hutang.

Arus data yang berasal dari simpanan data ke suatu proses menunjukkan bahwa proses tersebut menggunakan data yang ada di simpanan data. Arus data yang menuju ke simpanan data dari suatu proses menunjukkan proses update terhadap data yang tersimpan di simpanan data. menambah atau menyimpankan record baru atau dokumen baru ke dalam simpanan data b. Penggambaran yang salah. sebagai berikut : 1. karena simpanan data tidak dapat menggunakan data di simpanan data yang lain a D2 Langganan piutang dagang Gambar. Update dapat berupa proses : a. karena yang menggunakan atau merubah data di simpanan data adlah suatu proses.11 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram LDFD. karena tidak jelas data di simpanan data piutang dagang akan digunakan untuk apa oleh kesatuan luar langganan 2. menghapus record atau mengambil dokumen dari simpanan data c. D1 penjualan D2 piutang dagang Gambar. Untuk media simpanan data berupa simpanan luar komputer (disk atau tape) berarti membaca . Simpanan data yang menunjukkan file buku besar dengan nomor acuan D5 Di dalam penggambaran simpanan data di DFD perlu diperhatikan beberapa hal. merubah nilai data di suatu record atau di suatu dokumen yang ada di simpanan data 3. Penggambaran yang juga salah. Hanya proses saja yang berhubungan dengan simpanan data. penjelasan ini dapat digunakan untuk identifikasi dari simpanan data yang berguna sebagai acuan dalam merancang database. D5 buku besar Gambar.

Menggunakan sebuah garis dengan panah mengarah kedua arah yang berlawanan dari simpanan data sebagai berikut 1 Mem eriksa dan merubah data barang penjualan D1 persediaan barang b.12 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram data dari suatu record di file sedang untuk simpanan data berupa media manual berarti mengambil suatu formulir atau dokumen untuk dilihat isinya dari suatu simpanan data. Menggunakan arus data yang terpisah sebagai berikut : 1 Mem eriksa dan merubah data barang status barang D1 persediaan barang penjualan Untuk menghindari garis arus data yang saling berpotongan sehingga membuat gambar di DFD menjadi ruwet. yaitu menggunakan dan update simpanan data dapat dipilih salah satu penggambaran sebagai berikut ini a. Untuk suatu porses yang melakukan kedua-duanya. Misalnya DFD sebagai berikut : . 4. maka simpanan data atau kesatuan luar dapat digambar lebih dari sebuah.

13 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Supaya gambar dari DFD tidak ruwet karena banyaknya garis arus data yang saling berpotongan. maka kesatuan luar dan simpanan data dapat digambarkan lebih dari sebuah. Duplikasi kesatuan luar . Sedang duplikasi dari simpanan data dapat diidentifikasi dengan garis vertikal (|) atau dengan asterik (*). Duplikasi dari kesatuan luar dapat diidentifikasikan dengan suatu garis miring (/) atau dengan asterik (*). Gambar.

Duplikasi simpanan data Dengan menggambarkan ulang kesatuan luar dan simpanan data lebih dari sebuah.14 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Gambar. sehingga DFD akan tampak tidak terlalu ruwet. maka garis-garis arus data yang berpotongan dapat dihindari. seperti sebagai berikut ini : .

sistem komputer atau nama program komputer yang mengeksekusi proses tersebut. oleh siapa dan dimana). 3. Untuk memperoleh gambaran bagaimana sistem yang ada diterapkan. LOGICAL DATA FLOW DIAGRAM (LDFD) LDFD lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer. meja pekerja atau kotak in/out. 5. Sedang secara komputerisasi misalnya menunjukkan file urut. misalnya kotak in/out yang berfngsi sebagai buffer dari proses serentak yang beroperasi dengan kecepatan berbeda. LDFD tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan. Nama arus data mungkin juga menerangkan tentang waktu mengalirnya (misalnya harian atau mingguan). PHYSICAL DATA FLOW DIAGRAM (PDFD) PDFD lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). file database dan lain sebagainya. 4. sehingga analis sistem akan dapat memperoleh gambaran yang jelas bagaimana sistem tersebut bekerja. yaitu orang. Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi. departemen. PDFD harus memuat sebagai berikut : 1. Dengan menggunakan PDFD. nama dari arus data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja dari sistem. yaitu . Secara manual misalnya dapat menunjukkan buku catatan. Dengan kata lain. file ISAM. tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem. bagaimana proses sistem yang ada akan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai sistem. Proses harus menunjukkan nama dari pemroses (processor). yaitu DFD fisik (Physical Data Flow Diagram) dan DFD logika (Logical Data Flow Diagram). sehingga ada sebuah data yang harus menunggu di buffer. Nama dari arus data harus menunjukkan fakta penerapannya semacam nomor formulir dan medianya (misalnya telpon atau surat).15 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram Bentuk DFD Terdapat 2 bentuk DFD. termasuk proses-proses manual. Proses-proses manual juga digambarkan 2. Penekanan dari PDFD adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa. DFD fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan sedang DFD logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di sistem.

Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan top level) dan memecah-mecahnya menjadi bagian yang lebih terinci (disebut dengan lower level). Kesatuan luar Langganan Bagian gudang Bagian pengiriman Manajer kredit Input Order langganan Tembusan jurnal Output Tembusan permintaan persedian Faktur. maka penggambaran sistem secara logika terlebih dahulu tanpa berkepentingan dengan penerapannya secara fisik akan lebih mengena dan menghemat waktu penggambarannya dibandingkan dengan PDFD. Kesatuan luar ini merupakan kesatuan (entity) di luar sistem. Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data ke sistem informasi serta tujuan penerima arus data hasil dari proses sistem informasi. 2. Tiaptiap proses di overview diagram akan digambar secara lebih terinci lagi dan disebut dengan level 1. tembusan kredit dan tembusan jurnal Status piutang 3. Untuk sistem komputerisasi. Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. Syarat Pembuatan Pedoman bagaimana menggambar DFD baik PDFD ataupun LDFD adalah sebagai berikut ini : 1. DFD merupakan alat untuk structured analysis. Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks (context diagram).16 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram proses-proses apa secara logika yang dibutuhkan oleh sistem. penggambaran LDFD yang hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika. shingga merupakan kesatuan di luar sistem informasi. DFD yang pertama kali digambar adalah level teratas (top level) dan diagram ini disebut context diagram. Dari context diagram ini kemudian akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram (level 0). Tiap-tiap proses di level 1 akan digambar kembali dengan . karena di luar bagian pengolahan data (sistem informasi). Karena sistem yang diusulkan belum tentu diterima oleh pemakai sistem dan biasanya sistem yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entity) yang terlibat di sistem. biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.

.17 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram lebih terinci lagi dan disebut dengan level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi.

dapat menggambarkan proses paralel di sistem. yaitu dengan menambahkan penggunaan operational operator (operator hubungan). sehingga kemampuan DFD dapat lebih ditingkatkan. KETERBATASAN DFD Walaupun DFD mempunyai kebaikan-kebaikan. yaitu secara paralel atau serentak. sehingga beberapa proses dapat dilakukan serentak. dapat menunjukkan arus data di sistem. DFD tidak menunjukkan proses perhitungan A. Kenyataannya kegiatan-kegiatan proses dapat dilakukan secara tidak urut. Operator hubungan ini adalah : . dapat menunjukkan simpanan data. tetapi DFD juga mempunyai keterbatasan. yaitu dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah menjadi level lebih rendah (decomposition). proses di DFD dapat beroperasi secara paralel.18 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram PERBEDAAN DFD DENGAN BAGAN ALIR DFD sangat berbeda dengan bagan alir (flow-chart). sedang bagan alir sistem lebih menunjukkan arus dari prosedur dan bagan alir program lebih menunjukkan arus dari algoritma. dapat menunjukkan kesatuan luar. sedang bagan alir menunjukkannya. Hal ini merupakan kelebihan DFD dibandingkan dengan bagan alir yang cenderung hanya menunjukkan proses yang urut. sehingga DFD dapat menggambarkan proses semacam ini dengan lebih mengena. 2. DFD tidak menunjukkan proses perulangan (loop) dan proses keputusan (decision). Perbedaannya adalah sebagai berikut : 1. Keterbatasan DFD adalah sebagai berikut : 1. DFD tidak menunjukkan proses perulangan (loop) 2. DFD tidak menunjukkan proses keputusan (decision) 3. Ziya Aktas memberikan pemecahan untuk keterbatasas DFD ini. DFD lebih menunjukkan arus data di suatu sistem. 3.

Jelaskan perbedaan utama antara DFD fisik dengan DFD Logika ! 3. Jelaskan definisi dari simbol-simbol yang digunakan di DFD disertai dengan notasi-notasi yang mewakilinya ! 2.19 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram EVALUASI 1. Apa saja keterbatasan-keterbatasan dari DFD ! 6. Jelaskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika menggambar DFD ! 4. Apa yang menjadi perbedaan antara DFD dengan bagan alir (flow-chart) ? jelaskan ! 5. Sebagai latihan buatlah DFD sistem administrasi penerimaan siswa baru di unit anda ! .

6. Prentice Hall. Hawryszkiewycz. 7.. System. 1992. 1990. Second Edition. Analisis dan Disain Sistem Informasi. The Practical Guide to Structured Systems Design. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems.20 Pendekatan Perancangan Terstruktur dan Data Flow Diagram DAFTAR PUSTAKA 1. ANDI OFFSET Yogyakarta. NJ: Prentice Hall.G. 1979 A. hal. Jr. Yourdon Press. Boyd & Fraser Publishing Company. Second Edition. 65 . Strater. John G. 3. Felix R.T. Burch. 1987. Analysis. Prentice Hall. 1988 I. 4. 1979 Meilir Page-Jones. 1991 Raymond McLeod. Jr. Prenctice Hall. Design. and Implementation. J. Jogiyanto. Second Edition. Structured Analysis & Design of Information Systems. John Wiley & Sons. Burch. Introduction Systems Analysis and Design. 5. 2. Gary Grudnistski. Information Systems : Theory and Practice. Ziya Aktas. Sixth Edition.

KD digunakan untuk merancang input. Pada tahap analisis. yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. Mendefinisikan Struktur Data 4. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masing-masing Kamus Data dan Struktur Data sesuai dengan sistem yang sedang mereka kembangkan Pendahuluan Kamus data (KD) atau data dictionary (DD) atau disebut juga dengan istilah systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Isi Kamus Data 3. merancang laporau-laporan dan database. Sistem Kamus Data Komersial TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Kamus Data dan Dapat Menggunakan Kamus Data Secara Tepat dan Benar TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap.1 Flow Chart MODUL 5 KAMUS DATA MATERI 1. Dengan menggunakan KD. Gambar berikut ini menunjukkan hubungam antara DFD dengan KD. . KD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD. Arus data di DFD sifatnya adalah global. Pada tahap perancangan sistem. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di KD. Mahasiswa mengetahui konsep dasar Kamus Data dan Isi Kamus Data 2. KD dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. KD dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem. Pendahuluan 2.

1. maka nama dari arus data juga harus dicatat di KD. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk . 2. sehingga mereka yang membaca DAD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di DAD dapat langsung mencarinya dengan mudah di KD. Untuk maksud keperluan ini. Alias Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. maka KD harus memuat hal-hal berikut ini. Karena KD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD.2 Flow Chart Isi Kamus Data Apa yang perlu dicatat di kamus data? KD harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. Nama arus data.

Balk faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur data yang sama.sebagai faktur. Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir : dari kesatuan luar ke suatu proses.3 Flow Chart orang atau departemen satu dengan yang lainnya. dokumen hasil cetakan computer laporan terecetak. data yang mengalir ini biasanya berupa suatu field (item data). hasil suatu proses ke proses yang lain. Bentuk data. data yang mengalir ini biasanya tercatat di suatu dokumen atau formulir. data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk variabel atau parameter yang dibutuhkan bleb proses penerimanya. Misalnya bagian pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan. KD yang mencatat data yang mengalir dalam . data yang mengalir ini biasanya berbentuk suatu variabel. data yang mengalir ini biasanya terdapat di media laporan atau query tampilan layar atau dokumen hasil cetakan komputer. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk laporan tercetak dan dokumen hasil cetakan komputer akan digunakan untuk merancang output yang akan dihasilkan oleh sistem. Bentuk dari data ini perlu dicatat di KD. karena dapat digunakan untuk mengelompokkan KD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk parameter dan variabel akan digunakan untuk merancang proses dari program. hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data. - - Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa: • • • • • • • dokumen dasar atau formulir. hasil dari suatu proses ke kesatuan luar. variabel. parameter. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem. tetapi mempunyai struktur yang berbeda. tampilan di layar monitor. dari simpanan data dibaca oleh suatu proses. field. KD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan di layar monitor akan digunakan juga untuk merancang tampilan layar yang akan dihasilkan oleh sistem. 3. sedang bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan.

variabel dan field akan digunakan untuk merancang database. formulir. dokumen cetakan komputer. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak. 4. 8. alat pemroses dan alat output. Untuk lebih memperjelas lagi tentang Anakna dari arus data yang dicatat di KD. Periode. 5. Periode perlu dicatat di KD karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan ke sistem. maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang. Volume Volume yang perlu dicatat di KD adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan. Arus data. Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di KD terdiri dari item-item data apa raja.4 Flow Chart bentuk dokumen. Keterangan arus data ini perlu dicatat di KD supaya memudahkan mencari arus data ini di DFD. laporan. 6. Sebagai misalnya nama dari arus data adalah TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN. kapasitas dan jumlah dari alat input. 7. Struktur data. maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan ten-tang arus data tersebut. tampilan di layar monitor. Penjelasan. Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan. Contoh: KD untuk arus data TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN dapat dibuat dari DFD sebagai berikut: J .

5 Flow Chart .

Nama dari item data saja yang dicatat di KD tidaklah cukup. sehingga secara prinsip struktur dari data ini dapat digambarkan dengan menyebutkan nama dari item-item datanya. Biasanya untuk menunjukkan informasi-informasi tambahan ini di KD dipergunakan notasinotasi sebagai berikut ini : Contoh dari penggunaan notasi ini misalnya adalah arus data LANGGANAN yang mempunyai struktur data yang dapat ditulis sebagai berikut: LANGGANAN terdiri dari: KODE LANGGANAN NAMA LANGGANAN = NAMA KECIL + (NAMA KELUARGA) ALAMAT = JALAN + KOTA + KODE POS (TELP) PENGECER GROSIR BATAS KREDIT *jumlah kredit maksimum yang diijinkan JUMLAH PIUTANG . masih diperlukan informasi lainnya dari struktur data tersebut. seperti misalnya informasi tentang apakah item data tersebut pasti ada atau hanya bersifat optional (dapat ada dan dapat tidak ada).6 Flow Chart Mendefinisikan Struktur Data Struktur dari data terdiri dari elemen-elemen data yang disebut dengan item data.

tidak menjelaskan lebar dari datanya (maksimum berapa digit atau berapa karakter) serta tidak menjelaskan jangkauan nilai data yang diijinkan. Tetapi kenyataannya notasi ini tidaklah begitu mudah bagi pemakai sistem untuk memahaminya. logical dan lain sebagainya). BATAS KREDIT yang menunjukkan jumlah kredit maksimum yang diijinkan dan JUMLAH PIUTANG. ALAMAT yang terdiri dari JALAN. jenis langganan apakah salah satu dari PENGECER atau GROSIR. dapat ada dan dapat tidak ada). maka Anda dapat menggunakan formulir berikut ini dalam membuat kamus data : . NAMA LANGGANAN yang terdiri dari NAMA KECIL dan NAMA KELUARGA (optional. Keterangan-keterangan ini sangat perlu dalam tahap perancangan sistem. Kekurangan lainnya dari penggunaan notasi ini adalah tidak menjelaskan tipe dari item datanya (apakah numerik. KOTA dan KODE POS. alphabetik.7 Flow Chart Dari struktur data ini dapat diartikan bahwa arus data LANGGANAN mempunyai elemen-elemen data KODE LANGGANAN. alphanumerik. terutama dalam perancangan database. Walaupun notasi untuk menggambarkan suatu struktur data ini cukup popular dan banyak dibahas di buku-buku dan cukup mudah bagi analis sistcm. TELP (optional). Untuk mengatasi kekurangankekurangan ini.

KD juga digunakan untuk perancangan file database. 02 JUMLAH-PIUTANG PIC 9(7)V99. kecuali karakter khusus underscore (_). 02 NAMA-LANGGANAN.tint_ Iota 8 Flow Chart Penjelasan kolom-kolom untuk mencatat struktur data di formulir kamus data adalah sebagai berikut ini. karakter pertama harus berupa huruf. 1. aturan dari nama item data ini adalah: panjangnya maksimum 10 karakter. 2. 02 KODE-LANGGANAN Plc x(5). 88 PENGECER VALUE 88 GROSIR VALUE 02 BATAS-KREDIT PIC 9(7)V99. 02 TELP PIC X(10). DBMS yang digunakan adalah dBASE IV atau FoxBase+ di komputer mikro IBM PC. 03 JALAN PIC X(25). Kolom nama item data. maka kolom level dapat membantu untuk mendefinisikan data di DATA DIVISION sebagai berikut: DATA DIVISION.. Bila digunakan DBMS atau bahasa pemograman yang lain. 03 KODE-POS PIC X(6). 02 ALAMAT. Kolom level ini dapat diisi dengan tingkat dari item data. maka nama item data ini juga sebaiknya disesuaikan dengan aturan dari DBMS atau bahasa yang akan dipergunakan. Sebagai misalnya. Nama item data (field) untuk beberapa DBMS mempunyai aturan penulisan tersendiri. tidak boleh mengandung karakter khusus termasuk spasi.. 03 KOTA PIC X(15). 03 NAMA-KELUARGA PIC X(20). sehingga nama-nama item data di KD sebaiknya juga dipersiapkan untuk nama-nama item data di file database. WORKINGSTORAGE SECTION. Kolom level. Jika Anda menggunakan bahasa COBOL. 3.. 03 NAMA-KECIL PIC X(20). tidak sama dengan reserved word. 02 TIPE-LANGGANAN PIC X VALUE SPACE. 01 LANGGANAN. Elemen data yang beriterasi dapat digunakan notasi N{ }M sebagai berikut: .

D menunjukkan tipe date (tanggal). 4. Informasi ini berguna untuk pengecekan kebenaran nilai data yang akan dimasukkan ke sistem.N. Kolom jangkauan nilai. N menunjukkan numeric. Untuk tipe karakter menunjukkan banyaknya karakter maksimum dari nilainya. Kolom tipe. Sebagai misalnya untuk item data UNITJUAL mempunyai jangkauan nilai 1-100 yang berarti untuk tiap-tiap macam barang yang dijual tidak akan melebihi dari 100 unit. C menunjukkan character. Bila nilai yang dimasukkan ke sistem di luar jangkauan ini. Untuk nilai numerik menunjukkan banyaknya digit maksimum untuk digit utuh dan digit di belakang koma. Lebar dari item data menunjukkan lebar maksimum dari nilainya. L menunjukkan tipe logical. Untuk arus data TEMBUSAN PERMINTAAN PERSEDIAAN ini. yaitu bertipe alphabetik atau alphanumerik.2 menunjukkan jumlah digit utuh adalah 7 digit. Kolom lebar.L dan lain sebagainya. sehingga lebar keseluruhan adalah 10 digit sebagai berikut: 6. . Tipe dari elemen data dapat berupa C. 5. iterasi ini menunjukkan banyaknya macam barang yang dijual untuk tiap order penjualan. satu digit untuk titik desimalnya dan 2 digit untuk nilai di belakang koma. Misalnya lebarnya adalah 10.D. berarti nilai data yang dimasukkan adalah tidak benar. yaitu bertipe numerik (nilainya angka). Jangkauan nilai menunjukkan range dari nilai di item data yang sah.9 Flow Chart 1 KODEBRG NAMABRG UNITJUAL HARGASAT TOTALHRG 10 Iterasi ini menunjukkan bahwa elemen-elemen data di dalam kurung brace dapat terjadi minimum 1 kali dan maksimum 10 kali. yaitu bernilai benar atau salah.

EXE di paket FoxBase+ versi 2. Berikut ini adalah contoh dari KD yang dihasilkan oleh program FOXDOC. beberapa paket DBMS juga menyediakan program untuk membuat KD. Kolom keterangan ini dapat digunakan untuk memberi penjelasan tentang nama dari item data. Kolom keterangan.10 tersebut: Number of data records Last updated Fiel Field name d 1 NAMA 2 JURUSAN 3 ANGKATAN 4 PEMBIMBING 5 JENIS 6 JALUR 7 KEADAAN 1 GOL DARAH 0 1 AGAMA 1 1 JALAN 2 1 N0_MHS 3 1 KABUPATEN 4 : : at Type 2675 04/02/89 Wid 2:56 Dec 3 0 1 2 3 1 1 1 2 7 5 0 5 1 5 Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Start 1 31 32 34 37 38 39 45 47 54 104 109 End 30 31 33 36 37 38 39 46 53 103 108 123 .10 untuk komputer mikro juga menyediakan suatu program untuk menghasilkan dokumentasi sistem yang lengkap termasuk KD. SISTEM KAMUS DATA KOMER 10 Flow Chart 7. misalnya rumus-rumus yang digunakan dan sebagainya. Disamping sistem KD yang dijual ini. Sistem Kamus Data Komersial Terdapat beberapa sistcm KD yang telah dikembangkan oleh beberapa sistem house dan tersedia secara komersial. jangkauan nilainya atau penjelasan-penjelasan lainnya yang dianggap perlu.4.J. Paket DBMS FoxBase+ versi 2. Kelemahan dari KD yang dihasilkan oleh paket ini adalah KD untuk dokumentasi sistem yang telah selesai dibuat. DB/DC Dictionary olch IBM Dictionary 204 oleh Computer Corporation of America IDMS Dictionary oleh Arthur Anderson UCC TEN oleh University Computing Co. bukan pada tahap analisis. Beberapa diantaranya adalah: Control 2(XX) olch MR1 Systems Data Catalogue oleh Synergctics Data Dictionary olehCincom Datamanager oleh MSP Inc.

Information Systems : Theory and Practice. Hawryszkiewycz. Jr. John Wiley & Sons. Felix R. 1990. 4. Jr. 1991 Raymond McLeod. Prentice Hall. The Practical Guide to Structured Systems Design. Boyd & Fraser Publishing Company. John G. J. Gary Grudnistski. 2. Sixth Edition. Yourdon Press. Jogiyanto. 1992. Introduction Systems Analysis and Design. 6. Burch. Strater. and Implementation. Design. Analysis. Jelaskan definisi dan kegunaan dari Kamus Data ! 2.11 Flow Chart 1 PROPINSI 5 1 KAB TL 6 1 PROP TL 7 1 TGL_LHR 8 1 WN 9 2 IJASAH JNS 0 2 IJASAH THN 1 2 NAMA_SLA 2 2 ALAMAT_SLA 3 2 IJASAH KAB 4 2 IJASAH_PRO 5 2 NAMA OT 6 2 OT_PEKERJA 7 2 OT_ALAMAT 8 2 OT_KAB 9 3 0T_PRO 0 3 TGL_DAFTAR 1 3 SEM_DAFTAR 2 3 THN_DAFTAR 3 3 SEBELUM PT 4 3 LULUS 5 3 KETERANGAN 6 3 TGL LLS SM 7 3 SEM_LLS_SM 8 3 TA_LLS_SM 9 Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character Character 1 0 1 5 1 0 8 1 5 2 3 0 5 0 1 5 1 0 3 0 1 0 5 0 1 5 1 0 8 1 2 3 0 2 3 0 8 1 5 124 134 149 159 167 168 173 175 205 255 270 280 310 320 370 385 395 403 404 406 436 438 468 476 477 133 148 158 166 167 172 174 204 254 269 279 309 319 369 384 394 402 403 405 435 437 467 475 476 481 EVALUASI 1. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Burch.T. 3. 1979 . 1979 Meilir Page-Jones. ANDI OFFSET Yogyakarta. Second Edition. System.G. Prentice Hall. Prenctice Hall.. Second Edition. Second Edition. 5. Jelaskan hal-hal yang harus dimuat dalam Kamus Data ! 3. 1988 I. Buat ilustrasi penggunaan kamus data untuk menjelaskan arus data di DFD ! DAFTAR PUSTAKA 1. Analisis dan Disain Sistem Informasi.

1 1.3 Schematic Flowchart 2.2 Document Flowchart 2. 2. 3. Mahasiswa mengetahui konsep dasar flowchart dan perbedaan dari tiap jenis flowchart yang ada 2. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas.1 System Flowchart 2. Pada waktu akan menggambar suatu bagan alir. Pedoman-pedoman dalam Membuat Flowchart 2. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhirnya. Jenis-jenis Flowchart 2. misalnya: .4 Program Flowchart 2.1 Flow Chart MODUL 6 FLOWCHART MATERI 1. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan. 4. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masing-masing flowchart sesuai dengan sistem yang sedang mereka kembangkan Pedoman-pedoman dalam Membuat Flowchart Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika.5 Process Flowchart TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Flowchart dan Dapat Menggunakan Flowchart Secara Tepat dan Benar TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1."Persiapkan" dokumen . analis sistem atau pemrogam dapat mengikuti pedoman-pedoman sebagai berikut ini.

2 Flow Chart ."Hitung" gaji 5. 7. yaitu sebagai berikut ini. 6. Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar. . 1. Systems Flowchart Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan alir program (program flowchart). Jenis-jenis Flowchart Ada lima macam bagan alir yang akan dibahas di modul ini. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir harus di dalam urutan yang semestinya. 3. Bagan alir skematik (schematic flowchart). Bagan alir proses (process flowchart). 4. 2. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung. Bagan alir sistem (systems flowchart). Bagan alir sistem digambar dengan menggunakan simbol-simbol yang tampak sebagai berikut ini. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir dokumen (document flowchart). Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem. 5.

3 Flow Chart .

4 Flow Chart .

5 Flow Chart Gambar. File induk piutang dimutakhiran dari file transaksi piutang yang diurutkan terlebih dahulu berdasarkan kode langganan. . Bagan alir sistem metode batch processing Gambar tersebut menunjukkan suatu proses untuk memutakhirkan file induk piutang.

R00 _ _ _ _ _ _ _ _ _ Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur /~. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem. Bagan alir sistem metode direct processing. Berikut adalah contoh dari bagan alir dokumen suatu prosedur pembelian : . Document Flowchart Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir ( f o r m flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Gambar. prt Alir 6 Flow Chart Gambar berikut ini menunjukkan variasi lain dari bagan alir sistem untuk proses direct processing.

7 Flow Chart .

Program Flowchart Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. tetapi sulit dan lama menggambarnya.8 Flow Chart Schematic Flowchart Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem. bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem. Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut ini. yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami. . Perbedaannya adalah. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem.

logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem.9 Flow Chart Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam. Gambar b e ri k u t menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alit. yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Berikut merupakan contoh dari bagan alir logika program menghitung rata-rata : .

10 Flow Chart Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram. Berikut adalah contoh bagan alir program komputer terinci menghitung rata-rata : .

.11 Flow Chart Process Flowchart Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur. Bagan alir proses mcnggunakan lima buah simbol tersendiri.

Sebutkan dan jelaskan kegunaan macam-macam flow chart ! 4.12 Flow Chart Bagan alir proses selain dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur. dapat juga menunjukkan jarak kegiatan yang satu dengan yang lainnya serta waktu yang diperlukan oleh suatu kegiatan. Buatkan penggambaran sistem penerimaan siswa baru di unit anda dengan menggunakan 5 macam flow chart tersebut (jika bisa digambarkan semuanya) ! . Jelaskan pedoman-pedoman dalam menggambar suatu flow chart ! 3. Jelaskan definisi dan kegunaan dari flow chart ! 2. EVALUASI 1.

John Wiley & Sons. Jr. John G. 1979 Meilir Page-Jones. Analisis dan Disain Sistem Informasi. 6. Prentice Hall. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. 1979 . Second Edition. 1988 I. Gary Grudnistski. Second Edition. Strater. The Practical Guide to Structured Systems Design. Design. Analysis.G. and Implementation. Yourdon Press. Hawryszkiewycz. ANDI OFFSET Yogyakarta. System. Jogiyanto. Second Edition. J. 2. Introduction Systems Analysis and Design. 1992. Boyd & Fraser Publishing Company.. 5. Information Systems : Theory and Practice.13 Flow Chart DAFTAR PUSTAKA 1. Jr. 1990. Prenctice Hall. Burch. Felix R. 1991 Raymond McLeod. Sixth Edition. Burch. Prentice Hall. 4.T. 3.

3 Pengkodean Input 2. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari outputoutput tersebut? Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Input dan Validasi Input TUJUAN INSTRUKSI KHUSUS 1. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan di media keras. Desain dialog terminal sampai desain file 3. Macam-macam Bentuk Laporan . mulai dari Desain output.4 Validasi Input TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Desain Output dan Input serta Dapat Melakukan Desain Output. Mahasiswa akan dapat melakukan desain sistem terinci.2 Pedoman Desain Laporan 1. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain output secara terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Desain Output 1. desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem baru. cek data dan modifikasi data transaksi Desain Output Pada tahap desain output secara terinci. Mahasiswa akan mengetahui konsep desain sistem terinci dan bagaimana melaksanakan desain sistem terinci 2. input. Desain Input 2.1 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) MODUL 7 DESAIN SISTEM TERINCI (OUTPUT DAN INPUT) MATERI 1.1 Desain Formulir Kertas 2.3 Pengaturan Tata Letak Isi Output 2.1 Macam-macam Bentuk Laporan 1.2 Pengelolaan dan Desain Formulir Elektronik 2. Mahasiswa memahami cara untuk melakukan pengendalian input melalui validasi transaksi. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas di bab selanjutnya.

PENURUNAN LAPORAN PENURUNAN PENJUALAN MENURUT JENIS BARANG BULAN DESEMBER 1987 DAERAH PENJUALAN Yogyakarta Semarang Surakarta X PENURUNAN 10.000 Penjualan Rp 1. karena dimaksudkan supaya permasalahan-permasalahan yang terjadi tampak dengan jelas sehingga dapat langsung ditangani.50 X EQUIPOISED REPORT Isi dari equipoised report adalah hal-hal yang bertentangan. tetapi jelas. Dengan disajikannya informasi yang berisi hal-hal bertentangan. Laporan ini harus dibuat sesederhana mungkin.2 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi. Laporan ini biasanya digunakan untuk maksud perencanaan. 1.000 . LAPORAN PERENCANAAN MEMASUKI PASAR YANG BARU Cont DAERAH SLEMAN UNTUK TAHUN FISKAL 1989 oh dari laporan ini adalah : JELEK BALK.00 X 45.00 X 12. yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan.750. Laporan Berbentuk Tabel Berikut ini adalah macam-macam laporan yang berbentuk tabel yang menekankan kualitas isi serta kegunaannya : NOTICE REPORT Notice report merupakan bentuk laporan yang memerlukan perhatian khusus. maka dapat dijadikan sebagai dasar di dalam pengambilan kepu tusan .000.

16 % 50.000 L IBM PC XT Monitor Color Hard disk 30 MB 10 8 5 1.000 Total Aktiva 300.000 100.000 VARIANCE REPORT Macam laporan ini menunjukkan selisih (variance) antara standar yang sudah ditetapkan dengan hasil kenyataannya atau sesungguhnya.3 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Penjualan Harga Pokok Penjualan 600.000 Laba (Rugi) (Rp 25.000 + + 30.000 .1987 31 .000 225.12 .000 365.000 300.000 170.000 150.200.200.000 T 0 T A L 1.00 % 155.000 R COMPARATIVE REPORT Isi dari laporan ini adalah membandingkan antara satu hal dengan hal yang lainnya.000 350.000 595.12 .000 Selisih 66.000 R 400.000 200.000 1.000) 200.000 75.050.000 625.500. Contoh dari laporan ini adalah : BULANLAPORAN KINERJA DEPARTEMEN PEMBELIAN BULAN-DESEMBER 1987 BARANG DIBELI UNIT DIBELI HARGA SESUNGGUHNYA HARGA STANDAR SELISIH HARGA TOTAL SELISIH 1.000 415.1988 Rp 45.000 R 150.000 30.000 70.000 150.000 1.67 % 45. Contoh dari comparative report adalah sebagai berikut: NERACA 31 DESEMBER 1988 RIBUAN ANRUPIAH) (DALAM RIBU AN RUPIAH) Im AKTIVA Aktiva Lancar Aktiva Tetap 31-1231-1231 .000 50.000 1.050.000 125:000 700. Misalnya pada laporan rugi/laba atau neraca dapat dibandingkan antara nilai-nilai elemen tahun berjalan dengan tahun-tahun sebclumnya. 400.000 Laba Kotor Biaya Penjualan Biaya Administrasi Rp Rp .750.

000 + 5.000 30.000 32.00 % (20.00 % 37.000 22.00 %) 53.44 % 50.000 (7.500 300:000 100.4 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) PASIVA Lancar Hutang L ancar Hutang Jangka Panjang Modal Saham Latta Ditahan Total Pasiva Rp 10.000 55.000 Laporan Berbentuk Graf-ik Laporan yang berbentuk grafik atau bagan dapat diklasifikasikan diantaranya sebagai bagan garis (line chart ).000 + 200.000 15.85 X 144. bagan batang (bar chart ) dan bagan pastel (pie chart ).000 200. (b) (a) (c) .500 t 50.500 130.500) 70.

Hanya terbatas pada 2 dimensi. Kelemahannya: 1. Terbatas hanya pada satu titik saja. Dapat menunjukkan hubungan antara nilai dengan baik. 3. 2. 2. Kebaikan dari bagan batang adalah sebagai berikut: 1. Bila terlalu banyak garis atau kurva (sekitar lebih dari 4 buah garis atau kurva). BAGAN BATANG Nilai-nilai data dalam bagan batang (bar chart) digambarkan dalam bentuk batang-batang vertikal ataupun batang-batang horisontal. maka akan tampak ruwet.5 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bagan garis (a). 2. 3. yaitu: 1. Spasi dapat menyesatkan. Tingkat ketepatannya dapat diatur sesuai dengan skalanya. variasi dari data ditunjukkan dengan suatu garis atau kurva. Disamping kebaikannya. Baik untuk perbandingan. bagan batang (b) dan bagan pastel (c). Mudah dimengerti. 3. Bagan garis mempunyai beberapa kebaikan. Dapat menunjukkan nilai dengan tepat. bagan garis mempunyai beberapa kelemahan. Dapat menunjukkan beberapa titik. bagan garis BAGAN GARIS Pada bagan garis (line chart). Mudah dimengerti. yaitu: 1. 2. BAGAN PASTEL. Spasi dapat menyesatkan. 4. .

1. Gunakanlah bentuk huruf cetak yang jelas dan tidak membingungkan serta hindari pengguanaan font yang sulit untuk dimengerti. Laporan untuk tingkat manajemen yang lebih tinggi. subtotal atau grandtotal. 9. yaitu : • Judul laporan. Untuk laporan-laporan yang penting. 2.2. sebaiknya diberi jarak 2 1/2 cm. • Tubuh laporan. sebaiknya lebih tersaring dan untuk tingkat manajemen yang lebih rendah lebih terinci. Ketepatannya kurang 3. Bila urutannya penting dapat dipergunakan tanda 1. 10. 11. sehingga bila pinggir laporan tersobek tidak akan mengenai isi laporannya. Gunakanlah spasi baris yang cukup. Untuk tiap-tiap batas tepi laporan (margin). Penggunaannya terbatas 2. Mudah dimengerti. Tiap-tiap potong dari pie dapat menunjukkan bagian dari data. 3. 8. 5. Kebaikan dari bagan pastel adalah sebagai berikut ini. 7. tidak mudah sobek serta tidak mudah kotor. sedapat mungkin dibagi menjadi tiga bagian utama. Baik untuk perbandingan sebagian dengan keseluruhannya. atau digaris-bawahi. sehingga laporan mudah dibaca. gunakanlah tanda ". Tidak dapat menunjukkan hubungan beberapa titik Pedoman Desain Laporan 1." atau "". Untuk hal-hal yang ingin ditonjolkan.6 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) Bagan pastel (pie chart) merupakan bagan yang berbentuk lingkaran menyerupai kue pastel (pie). dapat ditulis dengan huruf besar. Untuk laporan formal. tebal. gunakanlah kertas yang berkualitas baik. Kelemahannya : 1. 6. 2. Jika isi laporan menjelaskan suatu daftar urutan.3 dan seterusnya dan sajikan dalam urutan yang terpenting. Laporan harus dibuat dan didistribusikan tepat pada waktunya. . Letakkanlah informasi yang mendetail di lampiran dan gunakanlah penunjuk yang mudah dipahami untuk menjelaskan kepada pemakai laporan Ietak dari informasi detail tersebut. Usahakan di dalam laporan berisi keterangan-keterangan yang diperlukan yang mungkin akan ditanyakan oleh pemakai laporan bila keterangan-keterangan tersebut tidak ada. 4. • Catatan kaki laporan yang dapat berisi ringkasan.

Biaya pembuatan laporan harus dipertimbangkan Alat-alat Desain Output Terinci Dua buah alat desain sistem dapat digunakan untuk desain output terinci. 2. maka input yang masuk dalam sistem informasi harus tidak boleh berupa sampah. Laporan harus sederhana tetapi jelas. Programmer membutuhan desain output ini untuk menentukan posisi kolom. yaitu sebagai berikut ini. baris dan informasi yang harus disajikatt~i suatu output. 14. Printer layout form atau printer spacing chart atau printer layout chart merupakan suatu bagan yang digunakan untuk menggambarkan sketsa bentuk dari output di printer.7 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) 12. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer. Oleh karena itu desain input harus berusaha membuat suatu sistem yang dapat menerima input yang bukan sampah. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak di printer dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) d a n kamus data output. Mengatur Tata Letak Isi Output Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. 1. Laporan harus diungkapkan dalam bentuk dan Bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh pemakainya. 16. Kamus data output digunakan untuk menjelaskan secara terinci tentang data yang akan disajikan di laporan. kemungkinan input . Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai dengan yang dinginkan atau belum. Kamus data output yang merupakan pengembangan dari kamus dari arus data. Laporan bilamana mungkin harus distandardisasi. Laporan harus berguna 17. Bentuk-bentuk laporan yang selalu berubah akan menyebabkan kebingungan bagi mereka yang menggunakannya. Desain input terinci dimulai dari desain dokumen dasar sebagai penangkap input yang pertamakali. Jika dokumen dasar tidak didesain dengan baik. 15. 13. Supaya tidak dihasilkan sampah. Isi laporan harus akurat. Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang diinginkan.

8 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) yang tercatat dapat salah bahkan kurang. 4. disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu di dalam dokumen dasarnya. c. Bertindak sebagai pendistribusi data. Dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap. panas. yaitu sebagai berikut ini. kotor. Dokumen dasar dapat membantu di dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah. lembab atau mengandung asam). karena sejumlah tembusan dari formulirformulir tersebut dapat diberikan kepada individu-individu atau departemendepartemen yang membutuhkannya. d. 1. Metode pengisian data di dokumen dasar tesebut. Pada bab ini akan dibahas desain input terinci untuk perancangan dokumen dasar dan kode-kode yang digunakan untuk input. b. dingin. Dokumen dasar sangat penting di dalam arus data di sistem informasi. dilipat atau dibawa-bawa oleh pemakainya). Kertas yang dipergunakan. 3. Lingkungan-lingkungannya (berlemak. sehingga sangat berguna untuk audit trail (pelacakan pemeriksaan). Dapat mendorong lengkapnyg data. 6. a. Banyaknya dokumen dasar tersebut ditangani. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung back up) dari file-file data di komputer. Penampilan dari dokumen dasar. f. Untuk mencapai maksud tersebut. Beberapa faktor harus dipertimbangkan di dalam pemilihan kertas yang akan digunakan. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah. Bagaimana menanganinya (secara halus. sebagai berikut ini. konsisten dan akurat. Dokumen dasar ini dapat membantu di dalam penanganan arus data sebagai berikut ini. dokumen dasar harus dirancang dengan baik. ditulis tangan atau dice- . e. 1. Berikut ini merupakan petunjuk-petunjuk di dalam perancangan dokumen dasar yang baik. Dokumen Dasar Dokumen dasar (source document) merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. 5. Data dapat dicatat dengan jelas. 2. Lamanya dokumen dasar tersebut akan disimpan. kasar.

Misainya halaman pertama dapat diberi nomor halaman 1-3 (menunjukkan halaman pertama dari sejumlah 3 halaman). Nomor urut ini sangat perlu untuk tujuan pengendalian (dapat diketahui bila ada dokumen dasar yang hilang bila nomornya meloncat). 2. merah tua. 7. Penggunaan warna akan membantu di dalam mengidentifikasikan dengan cepat dokumen dasar yang dipergunakan. maka nama perusahaan sebaiknya juga dicantumkan. 5. coklat. hijau tua. Misalnya nomor dokumen dasar PJ-FO1 dapat menunjukkan bahwa sumbernya dari departemen penjualan (ditunjukan oleh kode PJ) dan jenisnya adalah faktur penjualan model ke 1 (ditunjukkan oleh kode FOl). Nomor dokumen dasar ini dapat juga digunakan untuk menunjukkan sumber dan jenisnya. 6. g. Nomor dokumen dasar dapat digunakan untuk menunjukkan keunikannya. Warna yang digunakan. Warna yang baik ini adalah warna yang cerah. supaya bila ada halaman yang hilang dapat diketahui. dibagi 4 dan sebagainya. maka tiap-tiap halaman harus diberi nomor dan jumlah halamannya. Judul dokumen dasar. ungu. 4. Warna yang baik adalah warna yang datanya mudah dibaca. Ukuran kertas yang umum adalah ukuran kuarto (81/2" x 11") dan ukuran folio (81/2" x 14"). karena tertutup bila distaples dan jangan di atas kanan. Nomor urut dokumen dasar. dibagi 3. hitam dan lain sebagainya sebaiknya dihindari untuk digunakan. Bila dokumen dasar akan digunakan oleh pihak-pihak luar perusahaan. Ukuran dari dokumen dasar. Nomor dokumen dasar. untuk pelacakan pemeriksaan dan untuk pengarsipan. selain judul yang ada. Nomor dan jumlah halaman. nomor unit dari masing-masing dokumen dasar biasanya dicantumkan di pojok kanan atas. Kemananan terhadap pudarnya data yang dicatat di dokumen dasar. Jika dokumen dasar lebih kecil dari ukuran kertas standar. terutama bila menggunakan karbon. Dokumen dasar harus diberi judul yang dapat menunjukkan jenis dan kegunaan dari dokumen dasar tersebut. sebaiknya dibuat ukuran yang merupakan kelipatan yang tidak membuang kertas. Judul harus sesingkat mungkin tetapi jelas. seperti misalnya biru tua. misalnya ukuran kertas standar dibagi 2. Warna-warna gelap. 3.9 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) tak dengan mesin. Disamping nomor dokumen dasar. Nomor dokumen dasar dapat diletakkan di pojok bawah kiri atau di pojok bawah kanan (jangan di atas kiri. Bila dokumen dasar terdiri lebih dari satu halaman. halaman ke dua YA Q . karena dapat membingungkan dengan nomor urut dokumen dasar). Usahakan ukuran dari dokumen dasar berupa ukuran dari kertas yang standar dan banyak dijual.

Boyd & Fraser Publishing Company. 1991 Raymond McLeod. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Pembagian area ini meliputi area judul. 3. area berita. J. 2. 1990. Yourdon Press.G. area obyek. Jr. Burch. 8. Hawryszkiewycz. Analysis. Burch. System. 5. 1992. area kontrol. Dokumen dasar harus dibentuk dengan pembagian area sedemikian rupa. John Wiley & Sons. area tubuh. The Practical Guide to Structured Systems Design. area jumlah dan area nomer. Spasi antar baris dan spasi antar karakter pada dokumen dasar harus diperhatikan.T. 1988 I. terutama bila dokumen dasar akan diisi dengan data yang dicetak dengan mesin. 6. and Implementation. ANDI OFFSET Yogyakarta. sehingga memudahkan untuk mencarinya guna pengisian atau pencarian data. 9. Design. Prenctice Hall. area organisasi. Prentice Hall. 4. John G. Jr. Felix R. Nomor dan jumlah halaman ini biasanya diletakkan pada sebelah kanan atas. Prentice Hall. Introduction Systems Analysis and Design. DAFTAR PUSTAKA 1. Untuk spasi di dokumen dasar harus disesuaikan dengan spasi yang dibuat oleh mesin. Jogiyanto. Second Edition. Spasi. Pembagian area..10 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) diberi nomor 2-3 dan seterusnya. Management Information System : A Study of Computer-Based Information Systems. Information Systems : Theory and Practice. Second Edition. Sixth Edition. Strater. area otorisasi. area halaman. Gary Grudnistski. Second Edition. 1979 Meilir Page-Jones. 1979 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful