Media Pembelajaran

MEDIA PEMBELAJARAN

ARTI, POSISI, FUNGSI, KLASIFIKASI, DAN KARAKTERISTIKNYA
Dalam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran ke arah paradigma konstruktivisme. Menurut pandangan ini bahwa pengetahuan tidak begitu saja bisa ditransfer oleh guru ke pikiran siswa, tetapi pengetahuan tersebut dikonstruksi di dalam pikiran siswa itu sendiri. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered), tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Dalam kondisi seperti ini, guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. Jadi, siswa atau pebelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar, berupa lingkungan. Lingkungan yang dimaksud (menurut Arsyad, 2002) adalah guru itu sendiri, siswa lain, kepala sekolah, petugas perpustakaan, bahan atau materi ajar (berupa buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang sejenis), dan berbagai sumber belajar serta fasilitas (OHP, perekam pita audio dan video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat-pusat sumber belajar, termasuk alam sekitar). Bertitik tolak dari kenyataan tersebut di atas, maka proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan (siswa/pebelajar atau mungkin juga guru). Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbul-simbul verbal dan non-verbal atau visual, yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan (Criticos, 1996). Adakalanya proses penafsiran tersebut berhasil dan terkadang mengalami kegagalan. Kegagalan ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya adanya hambatan psikologis (yang menyangkut minat, sikap, kepercayaan, inteligensi, dan

pengetahuan), hambatan fisik berupa kelelahan, keterbatasan daya alat indera, dan kondisi kesehatan penerima pesan. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah hambatan kultural (berupa perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai panutan), dan hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar (Sadiman, dkk., 1990).

POSISI DAN FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN Pengertian Media Pembelajaran Media (bentuk jamak dari kata medium). dan karakteristik beberapa jenis media. maka media adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.Untuk mengatasi kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. dkk. dan (vii) usaha inovasi dalam pengadaan media pembelajaran. guru (pengajar) harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. 2002. Perkembangan ilmu dan teknologi semakin mendorong usaha-usaha ke arah pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran.. Dalam melaksanakan tugasnya. maka sedapat mungkin dalam penyampaian pesan (isi/materi ajar) dibantu dengan menggunakan media pembelajaran. ARTI. (iv) nilai atau manfaat media dalam pengajaran. guru (pengajar) diharapkan dapat menggunakan alat atau bahan pendukung proses pembelajaran. guru diharapkan mampu mengembangkan keterampilan membuat media pembelajarannya sendiri. terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar . dari alat yang sederhana sampai alat yang canggih (sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman). fungsi. (vi) berbagai jenis alat dan teknik media pembelajaran. 1985) dan efisien. (iii) hubugan antara metode mengajar dengan media yang digunakan. µperantara¶ atau µpengantar¶ (Arsyad. Sadiman. 1994): (i) media sebagai alat komunikasi agar lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. yang secara harfiah berarti µtengah¶. lebih jauh perlu dibahas tentang arti. yang meliputi (Hamalik. (ii) fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. posisi. (v) pemilihan dan penggunaan media pembelajaran. klasifikasi. untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman sebelum menggunakan atau mungkin memproduksi media pembelajaran. Oleh karena itu. proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif (Gagne. merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Berdasarkan deskripsi di atas. 1990). Bahkan mungkin lebih dari itu. Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran.

bagi seorang siswa merupakan media... Heinich. lingkungan sekolah dan luar sekolah. kaset. dan komputer adalah merupakan media pembelajaran. 1990).. yang memiliki pengertian yang sejalan dengan batasan di atas yaitu sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. televisi. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware). Banyak batasan tentang media. radio. sering kali istilah alat bantu atau media komunikasi digunakan secara bergantian atau sebagai pengganti istilah media pendidikan (pembelajaran). yang secara implisit menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. et al. et al. 2002). buku/modul.. Jadi menurut pengertian ini. Pengertian ini sejalan dengan batasan yang disampaikan oleh Gagne (1985). atau kejadian yang membangun kondisi. Gagne. film. Batasan media seperti ini juga dikemukakan oleh Reiser dan Gagne (dalam Criticos. foto. Dalam pengertian ini. camera video. guru. mulai dari guru sampai kepada peralatan yang paling canggih dapat disebut sebagai media. Menurut National Education Association NEA (dalam Sadiman. dkk. Dalam dunia pendidikan. video recorder. Sedangkan menurut Gerlach & Ely (dalam Arsyad. 1988). . yang menyatakan bahwa media merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. 1988) atau mediator. slide. media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik yang tercetak maupun audio visual beserta peralatannya.pesan dari pengirim ke penerima pesan. dapat pula mencerminkan suatu pengertian bahwa dalam setiap sistem pengajaran. Dalam hal ini terkandung pengertian sebagai medium (Gagne. gambar. (1993) memberikan istilah medium. yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar -siswa dan isi pelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1994) bahwa dengan penggunaan alat bantu berupa media komunikasi. atau sikap. materi. yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan. et. Association of Education and Communication Technology (AECT) memberikan pengertian tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi. teman sebaya. bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia. 1996.al. buku teks. tape recorder. keterampilan. hubungan komunikasi akan dapat berjalan dengan lancar dan dengan hasil yang maksimal. Sebagai mediator.

foto. Pengertian stimulus dalam hal ini adalah suatu ³perantara´ yang menjembatani antara penerima pesan (pebelajar) dan sumber pesan (pengajar) agar terjadi komunikasi yang efektif. siswa memahaminya lewat membaca atau mendengar dan mencocokkannya dengan pengalaman melihat orang mencangkok atau dengan pengalamannya sendiri. perasaan. Berdasarkan uraian di atas. maka pengajar harus berupaya menampilkan stimulus yang dapat diproses dengan berbagai indera pebelajar. Selanjutnya pada tingkatan pengalaman abstrak. perhatian dan minat pebelajar sedemikian rupa sehingga proses belajar (di dalam/di luar kelas) menjadi lebih efektif. Pada tingkatan kedua. belajar untuk memahami apa dan bagaimana mencangkok. maka dalam proses belajar mengajar sebaiknya diusahakan agar terjadi variasi aktivitas yang melibatkan semua alat indera pebelajar. iconic. dan symbolic (pengalaman abstrak). Posisi Media Pembelajaran Bruner (1966) mengungkapkan ada tiga tingkatan utama modus belajar. Sebagai ilustrasi misalnya. pemahaman tentang mencangkok dipelajari melalui gambar. Semakin banyak alat indera yang terlibat untuk menerima dan mengolah informasi (isi pelajaran). yang dapat merangsang pikiran. film atau rekaman video. semakin besar kemungkinan isi pelajaran tersebut dapat dimengerti dan dipertahankan dalam ingatan pebelajar. iconic (pengalaman piktorial atau gambar). maka dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke pebelajar (individu atau kelompok). Pemerolehan pengetahuan dan keterampilan serta perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena adanya interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang telah dialami sebelumnya melalui proses belajar. Dalam tingkatan pengalaman langsung. . Jadi agar pesan-pesan dalam materi yang disajikan dapat diterima dengan mudah (atau pembelajaran berhasil dengan baik). seperti: enactive (pengalaman langsung). untuk memperoleh pemahaman pebelajar secara langsung mengerjakan atau membuat cangkokan.Berdasarkan batasan-batasan mengenai media seperti tersebut di atas.

Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (kongkret) berdasarkan kenyataan yang ada di lingkungan hidupnya. Dalam posisinya yang sedemikian rupa. dan alat-alat visual lainnya. Sebagai alat bantu dalam mengajar. . Media pembelajaran memainkan peran yang cukup penting untuk mewujudkan kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien. memproses. media akan dapat merangsang keterlibatan beberapa alat indera. guru atau orang yang membuat media tersebut kurang memperhatikan aspek disainnya. dan evaluasinya. media pembelajaran memiliki posisi sentral dalam proses belajar dan bukan semata-mata sebagai alat bantu. Dengan kehadiran media pembelajaran maka posisi guru bukan lagi sebagai satusatunya sumber belajar. objek tertentu. Dalam kondisi ini. penggunaan media pembelajaran dikaitkan dengan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media. Untuk kondisi seperti inilah kehadiran media pembelajaran sangat bermanfaat. Dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang. Sehingga alat bantu yang banyak dan sering digunakan adalah alat bantu visual. yaitu teori Kerucut Pengalaman Dale (Dale¶s Cone of Experience) seperti Gambar 1 di bawah. tetapi sebagai fasilitator.Media pembelajaran merupakan suatu perantara seperti apa yang dimaksud pada pernyataan di atas. media yang digunakan memiliki posisi sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. photografis. Teori ini merupakan elaborasi yang rinci dari konsep tiga tingkatan pengalaman yang dikemukakan oleh Bruner. Misalnya alatalat grafis. kemudian melalui benda-benda tiruan. Kenyataan ini didukung oleh landasan teori penggunaan media yang dikemukakan oleh Edgar Dale. yaitu alat bantu mengajar bagi guru (teaching aids). misalnya dalam teknologi komunikasi dan informasi pada saat ini. seperti gambar. memberikan solusi untuk memecahkan persoalan berdasarkan tingkat keabstrakan pengalaman yang dihadapi pebelajar. motivasi belajar. yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh guru (atau guru melakukannya kurang efisien). atau elektronik untuk menangkap. Oleh karena dianggap sebagai alat bantu. Di samping itu. pengembangan pembelajarannya. Bahkan pada saat ini media telah diyakini memiliki posisi sebagai sumber belajar yang menyangkut keseluruhan lingkungan di sekitar pebelajar. Dalam posisi seperti ini. media diharapkan dapat memberikan pengalaman kongkret. dan selanjutnya sampai kepada lambang-lambang verbal (abstrak). dan menyususn kembali informasi visual atau verbal. model. mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa.

penataan pembelajaran (iklim. dan lingkungan belajar) yang dilakukan oleh seorang pengajar dipengaruhi oleh peran media yang digunakan. di mana pemilihan metode tertentu akan berpengaruh terhadap jenis media yang akan digunakan. Kehadiran media dalam pembelajaran juga dikatakan . Selanjutnya diungkapkan bahwa penggunaan media pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian informasi (pesan dan isi pelajaran) pada saat itu. Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. kondisi. seperti: konteks pembelajaran. tujuan pembelajaran. isi materi ajar.Gambar 1 Dale¶s Cone of Experience Fungsi Media Pembelajaran Efektivitas proses belajar mengajar (pembelajaran) sangat dipengaruhi oleh faktor metode dan media pembelajaran yang digunakan. meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Sedangkan menurut Criticos (1996). karakteristik pebelajar. Dalam arti bahwa harus ada kesesuaian di antara keduanya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. hasil belajar. Walaupun ada hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam pemilihan media. 1986). dan tugas atau respon yang diharapkan dari pebelajar (Arsyad. Keduanya saling berkaitan. 2002). Dengan demikian. dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa (Hamalik. rangkaian dan strategi pembelajaran adalah kriteria untuk seleksi dan produksi media.

(ii) mengatasi keterbatasan ruang. Fungsi media. waktu. fungsi kognitif. Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks..dapat membantu peningkatan pemahaman siswa. Jadi dalam hal ini dikatakan bahwa fungsi media adalah sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar. media visual dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran. Dalam fungsi atensi. fota atau film bingkai. dkk (1990) menyampaikan fungsi media (media pendidikan) secara umum. slide. dan fungsi kompensatoris. memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya. dan (iv) memberikan rangsangan yang sama. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal). dan daya indera. video. dsb. dan mengatasi sikap pasif siswa. yaitu: (i) dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka. Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan beberapa manfaat media dalam proses belajar siswa. khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz. (iii) meningkatkan kegairahan belajar. seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu: fungsi atensi. fungsi afektif. Berdasarkan temuan-temuan penelitian diungkapkan bahwa fungsi kognitif media visual melalui gambar atau lambang visual dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang visual tersebut. (ii) makna bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan . penyajian data/informasi lebih menarik dan terpercaya. misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar. dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. adalah sebagai berikut: (i) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual. memudahkan penafsiran data. Fungsi afektif dari media visual dapat diamati dari tingkat ³kenikmatan´ siswa ketika belajar (membaca) teks bergambar. Sadiman. dan memadatkan informasi. peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat film. Dengan menggunakan istilah media pengajaran. Dalam hal ini gambar atau simbul visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.

yang mengarah kepada pembuatan taksonomi media pendidikan/pembelajaran. Bretz membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekam (recording). dan simbol). maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. Usaha-usaha ke arah taksonomi media tersebut telah dilakukan oleh beberapa ahli. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa pebelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira. Di samping itu juga. visual (berupa gambar. media pendidikan (pembelajaran) terus mengalami perkembangan dan tampil dalam berbagai jenis dan format. Pebelajar yang belajar lewat mendengarkan saja akan berbeda tingkat pemahaman dan lamanya ³ingatan´ bertahan. yang nantinya bermuara kepada peningkatan pemahaman pebelajar terhadap materi ajar. Dengan demikian. Dari sinilah kemudian timbul usaha-usaha untuk melakukan klasifikasi atau pengelompokan media. mendemonstrasikan. media menurut taksonomi . dan peralatan. tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata. orang. secara nalar dapat dikemukakan bahwa dengan penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman yang lebih baik pada siswa. garis. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam dunia pendidikan (misalnya teori/konsep baru dan teknologi). mengklasifikasikan media berdasarkan unsur pokoknya yaitu suara. Terhadap pemahaman isi pelajaran. dan memerankan. (iii) metode mengajar akan lebih bervariasi. dibandingkan dengan pebelajar yang belajar lewat melihat atau sekaligus mendengarkan dan melihat.memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran. tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati. Rudy Bretz. KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan. dengan masing-masing ciri dan kemampuannya sendiri. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi pembelajaran yang lebih hidup. melakukan langsung. dan (iv) siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar. dan gerak. di mana ada keterlibatan emosianal dan mental. Berdasarkan atas beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan di atas.

2002) membagi media ke dalam dua kelompok besar. jika suatu media berada pada hirarki paling rendah. Namun demikian. khususnya media audiovisual. film rangkai. 4) media visual gerak. yang didasarkan atas daya liput media. film bingkai. mengelompokkan media berdasarkan tingkatan hirarki belajar yang dikembangkannya. Edling. papan tulis. Dari hirarki yang digambarkan oleh Duncan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa semakin tinggi tingkat hirarki suatu media. gambar diam. Sejalan dengan perkembangan teknologi. menurut Schramm ada dua kelompok media yaitu big media (rumit dan mahal) dan little media (sederhana dan murah). Briggs. Seels dan Glasgow (dalam Arsyad. dan media individu. Ketiga belas jenis media tersebut adalah: objek/benda nyata. 5) media visual diam. kemudahan dan keluwesan penggunaannya semakin bertambah. media cetak. 6) media semi gerak. media kelompok. suara langsung. dan 4) media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. Beberapa ahli yang lain seperti Gagne. Gagne misalnya. pembelajaran terprogram. dan gambar (grafis). televisi. 7) media audio. dan Allen. 1986) juga melakukan pegelompokan media berdasarkan tingkat kerumitan dan besarnya biaya. Begitu juga sebaliknya. dilakukan oleh C. model.J Duncan. membuat taksonomi media dengan pertimbangan yang lebih berfokus pada proses dan interaksi dalam belajar. komunikasi lisan. dan mesin belajar. 3) media hasil teknologi berbasis komputer. 2) media audio visual diam. media cetak. dkk. Arsyad (2002) mengklasifikasikan media atas empat kelompok: 1) media hasil teknologi cetak. Menurutnya. Dalam hal ini. Pengelompokan menurut tingkat kerumitan perangkat media. gambar gerak. ketimbang sifat medianya sendiri.Bretz dikelompokkan menjasi 8 kategori: 1) media audio visual gerak. Briggs mengklasifikasikan media menjadi 13 jenis berdasarkan kesesuaian rangsangan yang ditimbulkan media dengan karakteristik siswa. ada 7 macam kelompok media seperti: benda untuk didemonstrasikan. 2) media hasil teknologi audio-visual. Lebih jauh lagi ahli ini menyebutkan ada media massal. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut. semakin rendah satuan biayanya dan semakin khusus sifat penggunaannya. film bersuara. Schramm (dalam Sadiman. film (16 mm).. maka media pembelajaran pun mengalami perkembangan melalui pemanfaatan teknologi itu sendiri. dengan menyususn suatu hirarki. yaitu: media tradisional . media transparansi. 3) media audio semi gerak. dan 8) media cetak. rekaman audio.

Ketiga karakteristik atau ciri media pembelajaran tersebut (Arsyad. Pengelompokan media yang sudah ada pada saat ini dapat memperjelas perbedaan tujuan penggunaan. Dari beberapa pengelompokkan media yang dikemukakan di atas. yang dikaitkan atau dilihat dari berbagai segi. Dalam hal ini. visual dinamis yang diproyeksikan. terutama untuk suatu sistem instruksional (pembelajaran). Dengan kata lain. Schramm melihat karakteristik media dari segi ekonomisnya. pengetahuan mengenai karakteristik media pembelajaran sangat penting artinya untuk pengelompokan dan pemilihan media. Sedangkan pilihan media teknologi mutakhir berupa media berbasis telekomunikasi (misal teleconference) dan media berbasis mikroprosesor (misal: permainan komputer dan hypermedia). KARAKTERISTIK BEBERAPA JENIS MEDIA PEMBELAJARAN Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu. penyajian multimedia. apapun dan bagaimanapun cara yang ditempuh dalam mengklasifikasikan media. audio. dan kemudahan kontrolnya oleh pemakai (Sadiman. lingkup sasaran yang dapat diliput. 1990). Kemp. media cetak. Meskipun demikian. (dalam Sadiman. yang menggambarkan kemampuan . 1990) juga mengemukakan bahwa karakteristik media merupakan dasar pemilihan media yang disesuaikan dengan situasi belajar tertentu.. tampaknya bahwa hingga saat ini belum terdapat suatu kesepakatan tentang klasifikasi (sistem taksonomi) media yang baku. permainan.dan media teknologi mutakhir. Atau memang tidak akan pernah ada suatu sistem klasifikasi atau pengelompokan yang sahih dan berlaku umum. sehingga bisa dijadikan pedoman dalam memilih media yang sesuai untuk suatu pembelajaran tertentu. Pilihan media tradisional berupa media visual diam tak diproyeksikan dan yang diproyeksikan. dkk. Gerlach dan Ely mengemukakan tiga karakteristik media berdasarkan petunjuk penggunaan media pembelajaran untuk mengantisipasi kondisi pembelajaran di mana guru tidak mampu atau kurang efektif dapat melakukannya. dkk. fungsi dan kemampuannya. Misalnya. Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuannya membangkitkan rangsangan seluruh alat indera. 1975. 2002) adalah: a) ciri fiksatif.. dan media realia. belum ada taksonomi media yang berlaku umum dan mencakup segala aspeknya. semuanya itu memberikan informasi tentang spesifikasi media yang sangat perlu kita ketahui.

c) ciri distributif. dan media permainan-simulasi. dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. kejadian atau proses dalam mengatasi masalah ruang dan waktu. dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian tersebut.media untuk merekam. b) ciri manipulatif. yaitu kamampuan media untuk mentransformasi suatu obyek. menyimpan. Gagne. terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram). media hasil teknologi audio-visual. media proyeksi diam (hanya menonjolkan visual saja dan disertai rekaman audio). Sebagai contoh. yaitu: media hasil teknologi cetak. Arsyad (2002) mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi empat kelompok berdasarkan teknologi. Media grafis. Atau sebaliknya. murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya. dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. Schramm. terkadang menggunakan simbul-simbul verbal (pada jenis media grafik). Briggs. media hasil teknologi berdasarkan komputer. Dari sekian pengelompokan tersebut. Karakteristik yang dimiliki adalah: bersifat kongkret. klasifikasi media. dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif. Karakteristik dari masing-masing kelompok media tersebut akan dibahas dalam uraian selanjutnya. ternyata bahwa karakteristik media. yang menggambarkan kemampuan media mentransportasikan obyek atau kejadian melalui ruang. melestarikan. dan pemilihan media merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran. misalnya proses larva menjadi kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan waktu yang lebih singkat (atau dipercepat dengan teknik time-lapse recording). secara garis besar media pembelajaran dapat diklasifikasikan atas: media grafis. . dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. merupakan ringkasan visual suatu proses. Pada prinsipnya semua jenis media dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbul-simbul visual dan melibatkan rangsangan indera penglihatan. dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja. media audio. Edling. Banyak ahli. Duncan. telah melakukan pengelompokan atau membuat taksonomi mengenai media pembelajaran. dan Kemp. dan secara bersamaan kejadian itu disajikan kepada sejumlah besar siswa. suatu kejadian/peristiwa dapat diperlambat penayangannya agar diperoleh urut-urutan yang jelas dari kejadian/peristiwa tersebut. di berbagai tempat. Masing-masing kelompok media tersebut memiliki karakteristik yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya. seperti Bretz. Berdasarkan uraian sebelumnya.

Secara umum media audio memiliki karakteristik atau ciri sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas). penyajiannya berada dalam kontrol guru. waktu. Ada kalanya media ini hanya disajikan dengan penampilan visual saja. lebih mahal dari kelompok media grafis. dapat memberikan umpan balik langsung. memiliki sifat luwes karena dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran dengan mengubah alat dan persoalannya sedikit saja. dan indera. memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peranperan ke dalam situasi nyata di masyarakat. dapat mengatasi keterbatasan ruang. pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya. atau disertai rekaman audio. 1990). Media proyeksi diam. mampu menyajikan teori dan praktek secara terpadu. cara penyimpanannya mudah (praktis). sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual. dan media film lebih realistik. peran pengajar tidak begitu kelihatan tetapi yang menonjol adalah aktivitas interaksi antar pebelajar.Media audio. dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio). semuanya dapat dikelompkkan ke dalam satu istilah yaitu permainan (Sadiman.. misalnya simulasi dan permainan peran. Ada beberapa istilah lain untuk kelompok media pembelajaran ini. dsb. animasi. praktis dipergunakan untuk semua ukuran ruangan kelas. sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu. dapat diulang-ulang. yang melibatkan rangsangan indera pendengaran. Meskipun berbeda-beda. menggunakan teknik-teknik warna. menyajikan obyek -obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual saja). terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap. atau permainan simulasi. sifat komunikasinya hanya satu arah. dapat mengatasi masalah kekurangan guru. Karakteristik umum media ini adalah: pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak. Hakekat dari jenis-jenis media dalam kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan kedalam simbul-simbul auditif (verbal dan/atau non-verbal). Ciri atau karakteristik dari media ini adalah: melibatkan pebelajar secara aktif dalam proses belajar. Media permainan dan simulasi. sesuai dengan kebutuhan. dihentikan. Beberapa jenis media yang termasuk kelompok ini memerlukan alat bantu (misal proyektor) dalam penyajiannya. sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa. dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya. mampu mengatasi keterbatasan pebelajar . gerak lambat untuk menampilkan obyek/kejadian tertentu (terutama pada jenis media film). mampu meningkatkan kemampuan komunikatif pebelajar.

Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi pembelajaran yang lebih ³hidup´. Dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang. media diharapkan dapat memberikan pengalaman kongkret. media pembelajaran memiliki posisi sentral dalam proses belajar dan bukan semata-mata sebagai alat bantu. Dari batasan-batasan tersebut. dapat dirangkum bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke pebelajar (individu atau kelompok). di mana ada keterlibatan emosianal dan mental. Dengan kata lain. Dalam awal perkembangannya. perasaan. yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh guru (atau guru melakukannya kurang efisien).yang sulit belajar dengan metode tradisional. motivasi belajar. mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. bahwa posisi guru sebagai fasilitator dan media memiliki posisi sebagai sumber belajar yang menyangkut keseluruhan lingkungan di sekitar pebelajar. Media adalah bagian integral dari proses belajar mengajar. yang dapat merangsang pikiran. Sebagai alat bantu dalam mengajar. yaitu alat bantu mengajar bagi guru (teaching aids). Penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman dan retensi yang lebih baik terhadap isi pelajaran. Dalam posisi seperti ini. dan dalam penyajiannya mudah dibuat serta diperbanyak. KESIMPULAN Ada beberapa batasan atau pengertian tentang media pembelajaran yang disampaikan oleh para ahli. yang nantinya bermuara . misalnya dalam teknologi komunikasi dan informasi pada saat ini. perhatian dan minat pebelajar sedemikian rupa sehingga proses belajar (di dalam/di luar kelas) menjadi lebih efektif. penggunaan media pembelajaran dikaitkan dengan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media. dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. media memiliki posisi sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa pebelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira. Berdasarkan atas beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli.

belum ada taksonomi media yang baku. sasaran akhir penggunaan media adalah untuk memudahkan belajar. sehingga bisa dijadikan pedoman dalam memilih media yang sesuai untuk suatu pembelajaran tertentu. kejadian atau proses dalam mengatasi masalah ruang dan waktu. melestarikan. mengklasifikasikan media berdasarkan unsur pokoknya yaitu suara. dan Allen. bukan kemudahan mengajar (Degeng. berlaku umum dan mencakup segala aspeknya. ketimbang sifat medianya sendiri.kepada peningkatan pemahaman pebelajar terhadap materi ajar. Usaha-usaha ke arah pembuatan sistem taksonomi media pembelajaran telah dilakukan oleh para ahli dengan dasar pertimbangannya masing-masing. dan gerak. 2001). Duncan dan Scrhamm mengelompokkan media berdasarkan kerumitan dan biayaya. yang menggambarkan kemampuan media mentransportasikan obyek atau kejadian melalui ruang. yang dikaitkan atau dilihat dari berbagai segi (misalnya dari segi ekonomisnya. c) ciri distributif. b) ciri manipulatif. . membuat taksonomi media dengan pertimbangan yang lebih berfokus pada proses dan interaksi dalam belajar. lingkup sasaran yang dapat diliput. yang menggambarkan kemampuan media untuk merekam. dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. menyimpan. menurut kemampuannya membangkitkan rangsangan seluruh alat indera. fungsi dan kemampuannya. Sedangkan Gagne. Jadi. dan kemudahan kontrolnya oleh pemakai. terutama untuk suatu sistem instruksional (pembelajaran). Rudy Bretz. Secara umum media pembelajaran memiliki tiga karakteristik atau ciri yaitu: a) ciri fiksatif. yaitu kamampuan media untuk mentransformasi suatu obyek. Pengelompokan media yang sudah ada pada saat ini dapat memperjelas perbedaan tujuan penggunaan. Setiap jenis media memiliki karakteristiknya yang khas. dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian tersebut.. Briggs. di berbagai tempat. visual. Edling. dan petunjuk penggunaannya untuk mengatasi kondisi pembelajaran). Walaupun demikian. dan secara bersamaan kejadian itu disajikan kepada sejumlah besar siswa. Klasifikasi berdasarkan pemanfaatan dan perkembangan teknologi dilakukan oleh Arsyad dan Seels & Glasgow.

I Wayan S. Fungsi. Klasifikasi. Tersedia: http://edukasi.webbali. Zaenal.courses. dan Karakteristiknya. Media Pembelajaran: Arti. 2009.kompasiana. Posisi. 2010. Tersedia: http://www.REFERENSI Warpala.[29 Des 2010] Abidin.com/2009/12/18/mediapembelajaran-arti-posisi-fungsi-klasifikasi-dan-karakteristiknya/.net/claroline/phpbb/viewtopic.php?topic=4&cidReset=true&cidReq=LTPUIA Des 2010] [29 . Landasan Teknologi Pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful