BAB 1 RUANG LINGKUP SINTESIS KIMIA ORGANIK

Latar Belakang Berabad-abad para ahli mengira bahwa senyawa yang terjadi dalam jasad hidup berbeda dengan senyawa lainnya karena adanya semacam gaya gaib (Vital Force). Gagasan ini menyebabkan ahli kimia tidak mencoba membuat senyawa organik di laboratorium. Tetapi pada thun 1928, ahli kimia Jerman, Friedrich Wohler, pada saat itu berumur 28 tahun, secara kebetulan membuat urea, yakni unsur penting dalam urine, dengan memanaskan zat anorganik (mineral) yaitu amonium sianat. Ia begitu gembira dengan hasilnya, lalu menulis surat kepada gurunya, ahli kmia swedia J.J. Berzelius sebagai berikut: ³saya bisa membuat urea tanpa memerlukan sebuah ginjal atau manusia atau hewan´. Percobaan ini dan yang serupa lainnya sedikit demi sedikit melenyapkan (Vital Force) dan membuka jalan menuju dunia kimia organik sintetik moderen. Sintesis biasanya terdiri dari penggabungan kepingn kecil dan sederhana menjadi molekul besar yang kompleks. Untuk membuat sebuah molekul yang mengandung banyak atom dari molekul-molekul yang mengandung atom lebih sedikit, perlu diketahui bagaimana membuat dan memecah ikatan kimia. Walau sintesis urea dari Wohler suatu kebetulan, sintesis akan lebih efektif dan terkendali jika dilakukan dengan cara-cara yang rasional, sehingga semua atom tersusun, mereka akan berhubungan satu samalainya dengan benar dan menghasilkan produk yang dihasilkan. Ikatan kimia dibuat dan dipecah melalui reaksi-reaksi kimia. Dengan demikian kita dapat mempelajari bagaimana menyambung molekul-molekul secara spesific, suatu pengetahuan yang sangat berguna dalam sintesis. Pada saat ini sejumlah senyawa organik yang telah disintesis dalam laboratorium dan industri kimia jauh lebih banyak dari pada yang diisolasi (dipisahkan) dari alam-tetumbuhan dan hewan. Ada beberapa alasan mengapa penting sekali mensintesis molekul. Pertama, dapat mensintesis produk alam dilaboratorium dengan mudah, dalam jumlah besar dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pemisahan dari alam. Contoh senyawa yang mula-mula di isolasi dari alam dan sekarang diproduksi secara sintesis untuk tujuan komersil adalah vitamin-vitamin, asam amino, zat-zat warna, kamper penghalau ngengat, penisilin antibiotika dan lain-lain. Sekalipun istilah sintetis kadang menyiratkan arti 'palsu', produkproduk alam sintesis pada kenyataanya identik dengan senyawa yang dipisahkan dari alam. Alasan lain untuk sintesis ialah menciptakan zat-zat baru yang mungkin mempunyai sifat-sifat lebih berguna dibanding dengan hasil-hasil alami. Serat sintetik seperti nyilon dan orlon, misalnya mempunyai sifat tertentu yang lebih berguna dan lebih baik dari serat alami seperti sutra, kapas dan sisal. Banyak senyawa dalam obat-obatan adalah sintetik (termasuk
1

aspirin, eter, novocain dan barbiturat). Daftar produk sintetik yang kita kenal dalam masyarakat industri antara lain adalah plastik, deterjen, insektisida dan tablat-tablet kontraseptik. Semua produk tersebut merupakan senyawa karbon atau senyawa organik. Akhirnya, kimiawan organik kadang-kadang mensintesis senyawa baru untuk menguji teori-teori kimia dan kadang tidak mempunyai tujuan khusus sama sekali. Beberapa struktur geometrik, misalnya mempunyai nilai-nilai estetis yang baik, dan merupakan tantangan untuk dapat membuatnya.

Dalam mempelajari sintesis senyawa organik,kita harus juga melibatkan prespektif yang lebih luas, yaitu industri vs sintesis laboratorium, keterbatasan waktu, pertimbangan teknisekonomis, dan perbedaan mendasar dari kriteria yang akan digunakan dalam pemilihan metode sintesis. Tiga contoh yang menunjukkan paradigma tersebut adalah sintesis senyawa siklobutadiena(1.1) asam gibberelat(1.2) dan akrilonitril(1.3). Sintesis molekul dengan reaktivitas tinggi seperti siklobutadiena memerlukan kondisi reaksi yang mungkin hanya diketahui dan dipahami oleh orang-orang tertentu ,karena reaksi tersebut harus di lakukan pada suhu -260oC. Sintesis ini melibatkan eliminasi fotokimia karbon dioksida dari perkusor lakton bisiklis dalam matriks argon padat. Pertimbangan ekonomi sungguh tidak relevan; tujuannya hanya untuk mendapatkan senyawa, sedangkan biaya dan usaha yang harus di bayar tidak dipikirkan. Asam gibberalt adalah contoh keberhasilan ahli kimia sintesis karena dibutuhkan 41 langkah untuk mensintesis total senyawa tersebut. Ini merupakan satu prestasi intelektual yang hebat dan mendemonstrasikan kekuatan dari sintesis senyawa organik. Ahli kimia sintesis secara akademik memang akan termotivasi oleh keindahan mensintesis suatu senyawa, tetapi mereka pun sangat mudah untuk kehilangan kontak dengan dunia nyata yaitu bahwa ilmu kimia harus diaplikasikan. Pertimbangan ekonomi mserupakan bagian terpenting dalam preparasi industri pada skala yang besar, dengan syarat meliputi proses yang jelas dean sederhana, biaya sintesis sedapat mungkin rendah, dan reaksi diupayakan berjalan dalam satu langkah. Namun demikian, hal ini dapat terjadi pada kondisi reaksi sangat spesifik (ekstrem) seperti metode aliran-kontinu, reaksi dengan orde detik dan suhu mencapai 500-700 0C, contohnya pada sintesis senyawa akrilonitril. Contoh di atas menunjukan variasi yang khas dari kondisi yang terlibat dalam sintesis senyawa organik. Hal-hal yang dipelajari dalam sintesis senyawa organik, untuk memberikan pwnjelasan tentang filosofi sintesis dan metodologi yang menyangkut bagaimana menyiapkan desain suatu molekul organik, di tambah metode tertentu dan kriteria umum yang diperlukan agar reaksi tersebut dapat berjalan.

2

Dalam sintesis senyawa organik, beberapa reaksi yang spesifik akan menjadi pokok bahasan dengan disertai penjelasan, perluasan, atau pensistematikan transformasi gugus fungsi. Proses membangun kerangka karbon, oksidasi dan reduksi, penggunaan reaksi organologam, serta interkonversi, aktivitas dan proteksi gugus fungsi merupan topik yang akan dibahas.

1.3.1 Reaksi sintesis Kemungkinan terbuka bagi ahli kimia sintesis adalah memanfaatkan sebesar mungkin apa yang diketahuinya secara lebih mendalam tentang ketersedian seleksi reaksi kimia. Woodward mengatakan bahwa ahli kimia organik telah menunjukan pentingnya transformasi sintesis dalam bidang sintesis senyawa organik. Syarat dalam merancang jalur sintesis yaitu:
y Telah diketahui y Dapat diprediksi dan sangat dibutuhkan.

Sintesis dalam menggunakan pereaksi organologam, baik menggunakan logam berat maupun logam transisi, telah secara mantap dibuat dalam skala pabrik. Oleh karena itu, penerapan sintesis dari kompleks precious-metal juga berkembang pesat dan memungkinkan untuk membangun transformasi senyawa organik yang berguna secara sintetik. penggunaan senyawa heterosiklik dalam sintesis senyawa organik merupakan perkembangan yang banyak memberikan sumbangan pada ilmu sintesis senyawa organik. 1.3.2 teknik sintesis Katalis tranfer fase adalah salah satu teknik sintesis, dengan dua versi, yaitu menggunakan garam amonium kuarterner dan penggunaan katalis makrosiklik, seperti eter mahkota dan poliamin makrosiklik. Reaksi tranfer fase secara klasik harus dianggap sebagai keadaan yang dinamis, yaitu sintesis interfasial. Selain katalis tranfer fase cair cair, juga termasuk didalamnya reaksi yang terjadi pada gas-cairan, bidang batas padatan-cairan atau gas-padat, reaksi pada fase koloid, dan topokimia pada multilapisan. Tonggak penting dalam bidang teknik sintesis adalah pengenalan reaksi terbantu polimer(polimer supported reaction). Pengaruh faktor fisik luar juga telah terasa dalam sintesis melalui penggunaan arus listrik untuk mendorong reaksi seperti pada elektrolisis kolbe. Namun demikian, jumlah dan variasi dari transformasi sintesis yang dipromosikan oleh arus listrik sekarang cukup banyak, sering menghasilkan reaksi kimia yang baik sehingga sering di kenal dengan istilah ³elektrosintesis´ dan bahkan sudah dilakukan dalam skala pabrik. Cahaya sebagai faktor fisik, menghasilkan hasil reaksi fotokimia yang merupakan bagian penting dalam sintesis senyawa organik.
3

Pertama adalah konsep synton yang didefinisikan oleh Corey sebagai unit struktur dalam molekul yang terkait pada kemungkinan operasi sintesis. regiospesifik. 1. yaitu desain metodelogi dengan cara analisis retrosintesis. dan total kemospesifik. Prosedur penentuan inversi polaritas tersebut dihasilkan pada proses kebalikannya.katalis tranfer fase khiral khususnya memberikan enantiomerik yang sangat baik dengan garam amonium kuarterner dan eter mahkota. 1. Jadi skema fragmentasi dari molekul dalam spektrum massa memungkinkan desain dari jalur sintesis untuk senyawa tersebut.3. 1.reaksi yang didorong oleh enzim sebagai biokatilis mempunyai kelebihan dibandingkan dengan reaksi organik murni.Yang terakhir dan merupakan bidang yang berkembang sangat pesat yang terkait dengan bidang biokimia adalah penggunaan enzim dalam sintesis senyawa organik. Setiap penjelasan sintesis senyawa organik harus memasukkan aspek stereokimianya sehingga menimbulkan gejelah bahwa sintesis stereoselektif berkembang sangat cepat. atau dengan kata lain katalis akan mengarahkan reaksi hanya pada satu jalur reaksi.5 Analisis Retrosintesis Dua tahap yang memberikan kemajuan strategi sintesis.7 Desain dengan bantuan komputer (computer-aided design) 4 . Pengaruh stereokimia dari reaksi sintesis klasik dan kelebihan dari pereaksi dan metode baru yang berpengaruh terhadap stereoselektivitas berkembang sangat cepat. adalah konsep inversi polaritas atau umpolung. Yang kedua. Synton merupakan unit yang dapat dibentuk atau dirangkai berdasarkan reaksi sintesis yang dikenal. Atom ini menentukan reaktifitas polar rantai karbon yang mengikatnya. laju reaksi sampai 1012 kali lebih cepat. Desain sintesis merupakan rasionalisasi menyeluruh dan penyederhanaan atas kejelasan reaktan dengan reaktifitas normal dan kebalikannya.3. 1. yaitu kondisi sangat lunak(mild)misalnya pH dan suhu fisiologi.3.3 faktor tiga dimensi dalam sintesis senyawa organik Dalam mempelajari sintesis senyawa organik adalah pertimbangan dari adanya faktor tiga dimensi. dengan pusat donor dan akseptor yang umumnya dalam posisi rantai. yang akan menghasilkan kemungkinan sintesis yang dapat dipertimbangkan.4 desain sintesis Dalam mempelajari sintesis organik adalah harus melibatkan rencana dan strategi.3. 1.3. Yaitu fragmentasi molekul pada spektometer massa adalah proses pemutusan ikatan. maka dapat diparalelkan dengan degradasi molekular. terhindari dari rreaksi penataan ulang dan rasemisasi. Pendekatan sintesis stereoselektif lainnya adalah penggunaan katalis khiral dan bukannya pereaksi khiral.6 Sintesis Spektra masa retro Kametani menciptakan metode yang dinamakan retro mass spectra synthesis.

Komputer dapat memunculkan transformasi sintesis dengan prinsip menyajikan reaksi yang masuk akal. Inti dari pendekatan ini adalah asumsi bahwa reaksi organik dapat diperlakukan sebagai pemutusan dan pembentukan. berupa usulan yang dibuat oleh mesin. meliputi metode untuk mengatasi arsitektur molekular yang dihasilkan.EROS (Elaboration of Reaction for Organic Synthesis) merupakan program komputer yang dapat memberikan reasoning tanpa dibatasi oleh jumlah file reaksi. 5 . serta meletakkan pertimbangan pada pergeseran elektron.

B B R R  Perubahan gugus fungsi merupakan tranformasi dari satu gugus fungsi menjadi gugus fungsi yang lain.  Transformasi didefenisikan sebagai perubahan tepat dari suatu reaksi sintesis Sebagai contoh.7) sebagai target sintesis. dan diskoneksi ikatan karbonkarbon menghasilkan 1Pentanol (2.  DISKONEKSI DENGAN PENOMORAN 6 . asam pentanoat (2.8) .

25. evaluasi yang di ingikan adalah suatu molekul yang real.22 akan menghasilkan 2 fragmen (hasil diskoneksi) 2. Pendiskoneksian ikatan 2 pada 2. Ikatan-ikatan akan dibentuk oleh reaksi yang melibatkan intermediat(zat antara) ionik .27. dan reaksi yang real akan digunakan untuk menentukan ikatan yang didiskoneksi dengan benar dalam sintesis. Pendiskoneksian ikatan dua pada gambar di bawah akan menghasilkan fragmen 1 dan 2. Kedua pendiskoneksianyang mungkin ini harus ermati. untuk menyelesaikan masaalah ini. ada dua asumsi yang dibuat. Pendiskoneksian ikatan 1 pada 2. dan kedudukan atom ±atom akseptor di beri tanda dengan huruf a. 7 . yaitu: 1.23 menghasilkan fragmen 2. ikatan-ikatan kunci akan dibentuk melalui sejumlah reaksi 2. Kedudukan atom ± atom donor di beri tanda dengan huruf d.24 dan 2.26 dan 2.reaksi-reaksi senyawa organik maupun jenis-jenisnya serta mekanismenya dan merupakan kebalikan dari sintetik (retrosintetik).

dan kedudukan C ekkivalen dengan karbon elektrofilik pada alkil halida A. Sintesis Organik. Ada dua jenis produk metabolisme yaitu metabolit primer dan sekunder. senyawa organik disintesis melalui proses biosintesis dan dikatalisis oleh biokatalis yg disebut enzim. kedudukan C .30 atau 2. hasil diskoneksi 2. Enzim ini tentu saja sangat spesifik.32. adalah ekuvalen dengan C a parsial pada reaksi griknard.29 dan 2.25 masing ± masing menjadi 2.Sebagai contoh. Biosintesis atau lebih dikenal dengan istilah metabolisme sehingga produk sintesisnya dikenal dengan nama metabolit. Dalam tubuh makhluk hidup.  Pengertian Ekuvalensi sintetik Merupakan fragmen molekul yang ekuvalen dengan molekul real berdasarkan atas d keidentikan reaktivitas kimianya sebagai contoh. Senyawa organik pada umumnya dihasilkan oleh organisme hidup. Kandungan senyawa organik dalam metabolit sekunder pada makhluk hidup 8 .24 dan 2.

relatif rendah. Analisis : a. Melakukan diskoneksi dengan metode yang berhubungan dengan reaksi-reaksi yang mungkin. Retrosintesis Merupakan teknik pemecahan masalah untuk mengubah struktur dari molekul target sintesis menjadi bahan-bahan yang lebih sederhana melalui jalur yang berakhir pada suatu material start ysng sesuai dan mudah didapatkan untuk keperluan sintesis(Smith. padahal kebutuhan akan senyawa-senyawa organik terus meningkat. Mengenal gugus fungsional dan molekul target (MT) b. Dengan demikian hal yang mutlak harus dipahami agar sukses dalam melakukan sintesis dengan pendekatan diskoneksi adalah memahami reaksi-reaksi senyawa organik maupun jenis-jenisnya serta mekanismenya.1994)Dengan cara ini. karena reaksoi senyawa organik tidak lain dan tidak bukan adalah transformasi gugus fungsional. Ada kalanya pada waktu melakukan analisis terhadap bahan awal (Starting Material) hasil diskoneksi harus diperoleh dari suatu hasil sintetik yang dikenal dengan IGF tadi. Proses semisintetik mencakup transformasi metabolit primer dan sekunder menjadi senyawa lain yang lebih bermanfaat. dari penjelasan ini. Bila tidak berhasil dalam sintesis dilakukan pengkajian ulang analisis. sehingga ahli kimia organik berusaha mensintesis senyawa yang sama. Membuat rencana berdasarkan analisis Starting Material dan kondisi sintesis. Ikatan yang didiskoneksi adalah yang diyakini reaksi tersebut dapat dapat berlangsung berdasarkan kaedah -kaedah dan jenis-jenis reaksi yang mungkin. B. Sintesis : a. c. di laboratorium tentu sangat sulit sehingga prosesnya lebih tepat bila disebut sebagai proses semisintetik (Sitorus :2008). struktur molekul yang akan disintesis ditentukan terlebih dahulu yang dikenal sebagai molekul target (MT). jelaslah bahwa diskoneksi pada hakekatnya adalah merupakan kebalikan langkah sintetik (retrosintesis). selanjutnya MT dipecah/dipotong/diputus dengan seri diskoneksi. b. 2. mirip atau berfungsi mirip di laboratorium . 9 . Diskoneksi merupakan operasi balik suatu reaksi melalui suatu pembelahan yang Pedoman yang sangat penting untuk meripta suatu sintesis dengan pendekatan diskoneksi adalah sebagai berikut : 1. Memastikan bahwa reagen pereaksi hasil pemutusan (sinton) tersedia sebagai starting Material.

Dapat diprediksi produk yang akan terjadi. Rancangan 2. Telah diketahui 3. Diskoneksi ikatan yang memberikan penyederhanaan secara maksimum. 2.Retrosintesis Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam retrosistesis ialah sebagai berikut: 1. Menggunakan konsep donor ±akseptor untukn mengubah hasil-hasil diskoneksi menjadi bagian-bagian nukleofilik dan elektrofilik.Menentukan kedudukan kaarbon yang terkandung dalam bahan awal yang terdapat pada target. 10 . kesimpulan Cara penyelesaian masalah untuk transformasi dari suatu target molekul sintetik. Menentukan kedudukan pasangan ion intermediate yang paling cocok untuk menyepurnakan sintesis ikatan karbon-karbon yang diinginkan .melalui serangkaian tahapan reaksi yang akhirnya akan menuju pada bahan awal yang sederhana atau bahan awal yang dapat diperoleh dengan mudah Pendekatan retrosintesis untuk sintesis dengan bahan awal yang sudah diketahui meliputi: 1. 3. 4.

Reaksi awal keton dengan litium aluminium hidrida (LiAlH4 ) menghasilkan alcohol (3. Penerapan perubahan gugus fungsi pada sintesis dapat digambarkan pada kasus sintesis berikut. Reaksi terakhir dengan asam hipobromida menghasilkan 3.2) hanya membutuhkan langka transformasi gugus fungsi.5). TRANSFORMASI GUGUS FUNGSI Dalam sentesis.1) menjadi bromohidrin (3. reduksi. keduanya menggambarkan reaksi eliminasi dan reaksi asam/basa. substitusi. reaksi kimia dalam sintesis meliputi penggabungan gugus fungsi atau penggantian gugus fungsi. da adisi. Konversi sikloheksanon (3. Serngkaian adisi ini menggunakan lima macam tipe reaksi utama yaitu asam/basa.2 yang menggambarkan reaksi adisi.BAB III ASAM BASA DAN TRANSFORMASI GUGUS FUNGSI A.4) melalui reaksi substitusi. 11 . eliminasi. Basa akan mengeliminasi dan memberikan alkena (3. Berikutnya adalah reaksi fosfor tribromida yang memberikan bromide (3.3) melalui reaks adisi asil. masalah yang mendapatkan perhatian besar adalah pembentukan kerangka karbon dengan cara reaksi pembentukan ikatan karbon-karbon. Namun demikian.

dan tingkat kesetimbangan sebanding dengan keasaman HA. maka HA dapat dipandang sebagai asam lemah dalam system.A. dan H2O < H2S pKa : 3. Etanol merupakan asam konjugat yang merupakan asam yang cukup kuat untuk memprotonasi hasil enolat basa. 12 . Tingkat ionisasi merupakan ukuran keasaman HA. meiputi stabilitas relative asam (HX) dan asam konjugat (HB+) Pembentukan enolat (CB)dari 2-butanol (A) dengan natrium etoksida (B)dalam etanol merupakan reaksi yang dapat balik. Pada table periodic .0 -7 -9 -10 15. b. dan asam lemah menghasilkan basa konjugat yang kuat. c. asam kuat menghasilkan basa konjugat yang lemah. Jika basa pada keadaan tersebut sangat lemah untuk melepaskan proton asam HA. KEASAMAN PADA MOLEKUL ORGANIK Reaksi HA dan B membentuk HB+ dan A-. Hal ini memacu kondisi kesetimbangan yang mengarah pada enolat yang lebih stabil. Kedudukan keasaman bergantung pada banyak factor.> NH2->HO Sebagai konsekuensi hal tersebut.74 7. HF < HC < HBr < HI.pada umumnya keasaman naik ke kanan. Sejumlah factor yang mempengaruhi kekuatan asam dan hargan K dijelaskan a berikut ini: a. merupakan pernyataan umum penulisan reaksi asam/basa : HA + B: HB+ + A+ Asam (HA) bereaksi dengan basa (B:) menghasilkan asam terkonjugasi HB (CA) dan basa terkonjugasi A (CB). meskipun keelektronegatifitasnya menurun. CH4 < NH3 < H2O < HF Asam lemah Asam kuat CH3. kebasaan naik dari kiri ke kanan. Keasaman naik dari atas ke bawah. Pada umumnya.0 Terdapat dua definisi keasaman/kebasaan : asa lewis merupakan penerima pasangan electron dan asam Bronsted -lowry merupakan pemberi proton sedangkan basa lewis merupakan pemberi pasangan electron dan basa Bronstedlowry merupakan penerima proton.

Kekuatan basa biasanya dinyatakan oleh pKa dari asam konjugatnya. maka induksi dapat mempengaruhi karbon beta pada elektrofilik ikatan phi. Bila NaC=CCH3 bereaksi dengan karbonil. yang merupakan basa yang sangat umum dan sering digunakan dalam pelarut alcohol (metoksida dalam methanol. natrium dan kalium amida. dan kemungkinan dapat terjadi pengikatan nukleofilik.Asam lewis umumnya dinyatakan dalam bentuk MXn. dan n merupakan valensi normal dari M. sedangkan M menyatakan logam. misalnya aldehida dan keton y Karbonil yang mengandung gugus pergi. s 13 . Karena ikatan karbon bersifat kuat dan sukar putus maka reaksi kebalikannya lebih sukar. kalium hidrida. Basa yang digunakan untuk mendeprotonasi air atau alcohol adalah natrium hidrida. t-butoksida dalam t-butanol). amina. misalnya turunan asam. 2) Adisi Asil pada karbonil tanpa gugus pergi Adisi nukleofilik pada karbonil cenderung reversible jika spesies nukleofilik yang mengikatnya juga merupakan gugus pergi yang baik seperti reaksi adisi air atau hidroksida pada karbonil. C. natrium dan kalium hidroksida. Bila karbonil terkonjugasi dengan ikatan phi. metoksida.maka ikatan karbon-karbon dapat di bentuk. Deproton alcohol memberikan basa asi alkoksida. dan t-butoksida. Kesanggupan nukleofil mengikat elektrofil akan bergantung pada kekuatan nukleofil dan sifat substrat karbonil. Ammonia dapat deprotonasi oleh basa yang sangat kuat seperti pereaksi Grignard dan organolithium yang menghasilkan basa amida. logam natrium. asam MXn menunjukan sifat-sift keasaman dalam reaksi kesetimbangan: MXn Asam B basa MXn-Bhasil adisi B. X merupakan ligan (atom halogen. Terdapat banyak jenis basa yang digunakan dala kimia organic. Adisi Asil Nukleofilik 1) Pengikatan nukleofilik Nukleofil didefinisikan sebagai spesies yang dapat memberikan sepasan electron pada karbon dan membentuk ikatan baru dengan karbon. atau fosfin ). Terdapat dua tipe pokok reaksi : y Karbonil yang tidak mengandung gugus pergi. Kebasaan Molekul Organik Kekuatan relative basa di pengaruhi oleh factor yang sama seperti asam.

Jenis reaksi ini dikenal sebagai adisi konjugasi atau adisi Michael yang dipacu dengan pembentukan hasil yang distabilkan oleh resonansi.11 14 . maka pengaruh induksi akan membuat karbon terminal dari alkena elektronik.8 memudahkan pembentukan ikatan baru asam benzoate. Bila karbonil mengikat gugus pergi seperti klor. Jika nukleofil mengikat karbonil. maka klor dan gugus alkoksi berfungsi sebagai gugus pergi. yaitu anion enolat (3. 4) Adisi konjugasi Bila karbonil terkonjugasi dengan ikatan dari alkena (seperti 3. hidrolisis akan memberikan hasil akhir adisi.6 memberikan hasil adisi 3. Pada umumnya adisi nukeofil karbon pada karbonil bersifat ireversibel. Pada kondisi basa.10). dan menjadi kedudukan yang cenderung diikat oleh nukleofil. Sebagai hasil adalah reaksi subsitusi dimana nukleofil menggantikan klor pada karbonil. 3) Adisi asil pada karbonil dengan gugus pergi (subsitusi asil) Turunan asam karboksilat seperti asam klorida dan ester di tandai oleh karbonil yang mengikat klor atau gugus OR.7.maka adisi asil awal oleh hidroksida menghasikan 3.6) yang mula-mula dibentuk tidak melepaskan asetilida hingga adisi ireversibel dan hidrolisis 3. yaitu keton 3.9).dan adisi nukleofilik heteroatom bersifat reversible. alkoksida (3.Berdasarkan alasan ini.8 yang diikuti dengan reaksi eliminasi.asam yang dibentuk diubah menjadi anion hidroksida. Pelepasan gugus pergi klorida dari 3.

Meskipun pengikatan pada karbon asil bisanya berlangsung lebih cepat. sedangkan pelarut aprotik hanya mensolvasi secara kuat suatu kation. Pelarut Pelarut digunakan untuk melarutkan semua reaksi. Substrat Perbedaan substituen pada substrat karbonil akan mengakibatkan perbedaan yang besar pada laju reaksi adisi asil nukleofilik dengan nukleofil. Solvasi merupakan kunci dari sebagian besar reaksi nukleofilik dan sangat penting pada reaksi asam/basa. namun bila gugus R pada 3. yaitu pelarut yang mengandung proton (X-H. Perbedaan utama antar pelarut protik dan pelarut aprotik adalah kesanggupan pelarut protik untuk mensolvasi baik kation maupun anion. Ukuran yang baik untuk menyatakan kesanggupan pelaru untuk memisahkan ion-ion ini adalah tetapan dielektrik. b. a. substrat. maka pengika terhadap karbon kuat. Dalam 15 . Proses bimolekul tergantung pada sifat substrat (molekul yang mengandung pusat nukleofil). semakin tinggi tetapan dielektrik. Pada setiap kelompok. Yang sangat menentukan adalah kesanggupannya melarutkan dan memisahkan ion-ion (solvasi). sifat nukleofil. Sifat yang sangat penting dari pelarut adalah polaritasnya. dan sifat gugus pergi. dan juga menyerap panas berlebih yang dilepaskan oleh reaksi. meliputi pelarut. maka adisi 1. sehingga proses bimolekuler lebih memungkingkan terjadi. biasanya proses bimolekul bersifat dominan. Bila R kecil (seperti hydrogen pada aldehida terkonjugasi).2 pada karbon biasanya lebih disukai. maka pelarut semakin polar. maka pengikatan pada karbon asil menjadi sukar dan adisi konjugasi berlangsung sangat kompetif. 5) Karakteristik reaksi yang melibatkan nukleofil Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya reaksi nukleofilik. Pelarut dibagi menjadi dua kelompok. konsentrasi. Untuk reaksi alkil halide primer.9 terhalang. protik) dan pelarut yang tidak mengandung proton (aprotik). c. Nukleofil/basa   lebih Jika nukleofil kuat.

Gugus pergi Gugus pergi adalah gugus yang dipindahkan atau diganti dalam reaksi substitusi atau eliminasi. y Reaksi SN2 dapat melibatkan beberapa perubahan gugus fungsi yang berbeda dan menggunakan molekul kompleks baik substrat maupun pereaksinya. E). halida. y Reaksi mitsonobu 16 . laju reaksi dinyatakan dalam persamaan : Laju reaksi = k [nukleofil atau basa][RX] Dengan k adalah tetapan laju reaksi. atau basa akan mengakibatkan kenaikan laju reaksi. Setelah lepas atau pergi. REAKSI SUBTITUSI 1) Subtitusi nukleofilik bimolekul Reaksi Sn2 Substat 3. umumnya ditulis SN2.harus merupakan ion yang sangat stabil. d.Gugus pergi yang ³baik´harus mempunyai ikatan C-X yang lemah dan terpolarisasi tinggi. proses ini dapat dinyatakan sebagai substitusi bimolekuler yang melibatkan nukleofil. e. Kelebihan basa atau nukleofil umumnya digunakan untuk memacu laju reaksi.13. proses bimolekuler terjadi karena nukleofilitasnya dipacu.pelarut aprotik.12 mengandung gugus pergi yang diganti dengan nukleofil menghasilkan produk 3. Penurunan konsentrasi pada setiap spesies akan menurunkan laju reaksi. Konsentrasi spesies yang bereaksi Untuk proses bimolekul. X. Kenaikan konsentrasi nukleofil. seperti halnya kebutuhan energy yang naik untuk pembentukan kation.

Disini gugus pergi yang jelek diubah menjadi gugus pergi yang baik melalui suatu intermediet.namun demikian sering merupakan reasi yang sangat spesifik mempengaruhi perubahan gugus fungsi.S N1 (atau reaksi ionisasi). paralel terhadap ikatan.kurang bermanfaat dalam sintesis. bahkan meskipun merupakan nukleofil lemah. dan reaksi selanjutnya menghasilkan diimida 3.16. ion dipolar ini bereaksi dengan HX menghasilkan 3. alkohol kemudian ditambahkan pada garam fosfonium ini.32 dapat mempunyai muatan total yang disebabkan oleh pelapasan kerapatan elaktron dari atom yang berdekatan. 2) Subtitusi nukleofilik unimolekul Pada umumnya reaksi subsitusi unimolekul.15. Proses ini melibatkan reaksi dietilazodikarboksilat (3.Reaksi ini merupakan cara untuk mengubah molekul yang mengandung gugus pergi yang jelek menjadi turunannyayang dapat bereaksi melalui mekanisme SN2. 4) 17 Subtitusi oleh halogen .18 y Reaksi Sn2¶ Pada umumnya alilik halida bereaksi lebih cepat dengan nukleofil dari pada alkil halida karena ikatan membantu melepaskan gugus pergi.17 dan garam alkoksifosfonium 3.14) dengan trifenilfosfin(Ph3P) untuk membentuk 3. 3) Penataan ulang kationik Pusat kation yang kekurangan elektron seperti 3.

yang akan mengalami penataan ulang menuju ion yang lebih stabil. sakunder. REAKSI ELIMINASI 1) Eliminasi bimolekul 1. Ikatan baru terbentuk selama eliminasi dan menghasilkan alkena. Reaksi 1-butanol dengan HBr menghasilkan halida primer. Hidrogen.X) yang disebabkan oleh penggantian proton oleh basa untuk membentuk ikatan yang baru. dan tersier dengan HBr dan HCl merupakan cara yang baik untuk pembuatan alkil halida. Hal ini tampak dari kenyataan bahwa H dapat dilepaskan oleh basa baik dari arah ³atas´ atau ³bawah´ terhadap halida.2 ¡ Reaksi perubahan gugus fungsi berdasarkan proses asam/basa adalah eliminasi.69 sebagai campuran isomer E-Z. dan perpindahan pasangan elektron kearah pusat elektofilik akan menghasilkan ikatan dari produk alkena.Reaksi alkohol tersier dengan HBr atau HCl menghasilkan halida melalui intermediet kation.68 menghasilkan menghasilkan 3.68) terpolarisasi lebih besar dari pada halida netral.2 Pemanasan bromida 3. tetapi mengikuti mekanisme reaksi SN2 dengan bromida menggantikan H2O . karena hidrogen berdekatan dengan muatan positif. karena langka yang paling lambat pada proses ini adalah lepasnya gugus pergi yang akan membentuk karbokation. dan reaksi tersebut dikenal sebagai reaksi E2 (eliminasi bimolekul). Rotasi ikatan pada 3.69. Eliminasi ditandai dengan pelepasan atom atau gugus (gugus pergi.68). 2) Eliminasi unimolekul 1. Suatu basa yang tepat akan melepaskan H . F). Muatan negatif terjadi pada karbon (basa memberikan 2 elektron ke hidrogen) dan terbentuknya kecapatan elektron ini memungkinkan terjadinya kelepasan gugus fungsi. 3. Pada umumnya reaksi antara alkohol primer.67 dalam media berair menghasilkan pasangan ion yang terpisahkan oleh pelarut (3. Reaksi merupakan unimolekul. dan reaksi ini disebut E1 (eliminasi unimolekul) 3) 18 Eliminasi syn .(H pada 3.

3. 396. Ikatan menjadi putus dan ikatan baru C-H terbentuk. namun kemudian terjadi perubahan cincin menghasilkan enolat 3. Eliminasi seprti ini dikenal sebagai eliminasi syn. REAKSI ADISI Adisi yang melibatkan intermediet ion bebas Tipe reaksi ini biasanya melibatkan ikatan alkena yang bersifat basa yang memberikan pasangan elektron ke asam (H ). Karbon yang pada awalnya berikatan rangkap yang tertinggal akan kekurangan elektron. transfer proton menghasilkan 3. dan disebut karbokation. y Eliminasi 1. G). Senyawa 3. Dasar ini juga dapat diterapkan pada sistem yang mempunyai hidrogen yang bersifat asam dan gugus pergi dipisahkan oleh 3 atom. Biasanya reaksi awal melibatkan pembentukan intermediet karbokation. Contoh poses ini adalah reaksi sikloheksana dengan asam yang membentuk karbokation sekunder. maka hidrogen hanya dapat dilepaskan bila hidrogen mempunyai kedudukan eklips terhadap atom yang bersifat basa dalam konfigurasi syn.Jika basa merupakan bagian dari substrat. dan hidrolisis memberikan produk asam keton. Pusat kationik kemudian bereaksi dengan nukleofil (Brdari HBr) menghasilkan bromosikloheksana. mengakibatkan lepasnya gugus pergi dan pembentukan ikatan .3. Reaksi tersebut dikenal sebagai eliminasi 1. maka pelepasan hidrogen syn dapat merupakan proses yang efisien.86 yang direaksikan dengan hidroksida mula mula membentuk 3.3 (dekarboksilasi) Reaksi eliminasi syn menunjukan bahwa hidrogen yang bersifat basa dapat dilepaskan oleh atom yang bersifat basa yang terdapat pada molekul yang sam. y Eliminasi hoffmann Eliminasi hoffman yaitu contoh klasik dari proses eliminasi syn.88.3 Terdapat sejumlah tipe reaksi yang berkaitan dengan proses eliminasi 1. meskipun proses ini akan membutuhkan suhu reaksi yang tinggi untuk terjadinya populasi yang efisien pada konfigurasi eklips.87. Jika tetheerd base juga merupakan gugus pergi. Hasil keseluruhan reaksi kationik ini adalah adisi H dab Br pada ikatan ¢ 1) 19 . 4) Reaksi-reaksi yang berkaitan dengan Eliminasi 1.89.

Karena guguus X mengandung pasangan elektron bebas. Jika terdapat air (berasal dari penggunaan pelarut berair) atau jika menggunakan pereaksi yang lebih nukleofilik seperti KCN yang ditambahkan ke dalam reaksi.Alkena merupakan basa yang relatif lemah dan hanya akan bereaksi dengan asam kuat. intermediet kation yang berasal dari proses adisi cenderung mengalami penataan ulag menuju ion yang stabil.102) dihasilkan oleh reaksi asam dengan keton (3. H2SO4. Pereaksi yang simetris seperti bron atau klor umumnya tidak terpolarisasi. Sebagai contoh. maka dipol akan terjadi (C=C X X. HBr. Alkena kemudian dapat memberikan elektron ke X . kation oksigen yang mengalami stabilisasi (3. Proses ini berada di bawah kontrol termodinamika dan cenderung menghasilkan ion yang lebih stabil dan hasil akhir yang lebih stabil. dsb) akan bereaksi dengan alkena menghasilkan alkil halida. Tipe reaksi ini kadang-kadang dinyatakan sebagai transfer muatan kompleks. melepaskan X-.). alkena mempunyai sifat kurang lebih sebagai basa Bronsed-Lowry. £ £ 3) 20 .) 2) Adisi yang melibatkan intermediet jembatan yang simetris Pada reaksi dengan HX. Sebelum mekanisme reaksi ini diketahui. maka elektron tersebut dapat diberikan kepusat kation sehingga membentuk intermediet jembatan simetris (lingkar anggota-tiga). sulfat. Adisi yang melibatkan ion-ion logam yang distabilkan Seperti yang telah dijelaskan didepan. Alkil sulfat dan nitrat sering tidak stabil. maka air atau sianida akan menjadi kation (masing-masing menghasilkan alkohol dan nitril). HNO3. Asam kuat HX (seperti HCl. nitrat dll. sehingga tidak dapat dibentuk.101. Alkena dapat juga berfungsi sebagai basa Lewis pada reaksi dengan elektrofilik halogen. telah diamati bahwa reaksi alkena dan asam selalu menghasilkan produk yang lebih tersubstitusi yang kemudian dikenal sebagai adisi Markovnikov. namun bila didekatkan dengan ikatan . Stabilisasi terjadi bila heteroatom terikat pada karbon elektrofilik. Pusat kationik yang dihasilkan oleh reaksi ini berdekatan dengan ikatan C -X yang baru terbentuk.

Jika campuran tersebut dipanaska sekitar 100oC.4dinitroklorobenzena menjadi 2. ternyata tidak terjadi reaksi. Meskipun benzena dapat membentuk kompleks yang mentrasfer muatan lemah dengan klor (3. maka terjadi reaksi substitusi yang melibatkan transformasi 2. 3. transfer satu klor ke benzen.4-dinitrofenol.118). Bila benzena direaksikan dengan spesies elektrofilik seperti HCl.126. Kondisi dengan suhu tinggi ini mempunyai enargi aktivasi tinggi untuk pengikatan awal pada cicin aromatik. yang kemudian melepaskan proton menghasilkan klorobenzena.116) mengalami stabilisasi resonansi. Ini merupakan cara komersial untuk memproduksi turunan-turunan fenol. namun lebih umum disebut intermediet Wheland. Namun demikian. bila diniriklorobenzena (3. SUBTITUSI AROMATIK Tipe proses ini ditunjukan pada reaksi benzena dengan spesies elektrofilik (X-). dan transfer klor yag lain ke AlCl3. Pengikatan cincin aromatik akan membentuk ikatan C-X dan pusat sp3. namun klor tidak dapat ditransfer kebenzena.H). Kation ini (3. maka akan dibentuk kompleks trasfer muatan seperti 3. namun pengikatan nukleofil cicncin aromatik yang kaya elektron lebih sukar. Kation intermediet (3. Lepasnya proton bersamaan dengan pembentukan kembali senyawa aromatik berlangsung sangat cepat (membentuk 3. Reaksi harus terjadi oleh pengikatan hidroksida nukleofil pada 21 2) . ikatan klor-klor diperlemah yang kemudian dapat diikat oleh benzena. 1) Subtitusi nukleofilik aromatik Cincin aromatik memiliki sifat seperti basa Lewis dalam reaksi dengan asam Lewis. Asam Lewis yang kuat akan memberikan reaksi yang cepat antara halogen dengan benzena. yang digambarkan sebagai kation yang terdelokasikan. jika asam Lewis kuat seperti AlCl3 ditambahkan. tidak akan terjadi reaksi.117 Subtitusi elektrofilik aromatik Ikatan-ikatan pada benzena merupakan pemberi elektron yang tidak efisien (benzena merupakan basa Lewis yang lemah).116) kadag-kadang dinyatakan sebagai ion benzenonium. meskipun dilakukan pada kondisi suhu yang cukup tinggi.152) ditambah dengan natrium hidroksida dalam media berair. dalam kompleks ini.125). Reaksi ini menghasilkan intermediet Wheland. Contohnya.

ini sering disebut sebagai substitusi Cine.153. Produk substitusi 3. karena muatan terletak pada karbon yang berdekatan dengan halogen. ikatan ini merupakan sasaran terhadap pengikatan nukleofilik. Eliminasi halida membentuk ikatan baru yang tegak lurus pada kabut cincin benzena. dan nukleofilik amida akan bereaksi dengan 3.160a menghasilkan campuran 3. yang menghasilkan ntermediet karbanion yang distabilkan oleh resonansi.158 direakskan dengan natriu amida.159b. 3) 22 . dan spesies yang reaktif ini (3.162. 3.karbon ipso. namun orbital yang terisi ini mempunyai kedudukan ortogonal terhadap bidang kabut aromatik. hasil ini merupakan pengikatan terhadap kedua karbon ikatan rangkap. Bila 3. ini merupakan intermediet yang tidak stabil. (lihat 3. terlihat bahwa karbanion dalam posisi ortogonal terhadap kabut aromatik dan pararel terhadap ikatan C-Br.162 mempunyai substituen baru amino yang berdekatan dengan karbon yang mengikat gugus pergi bromida.159a. 3.160a) disebut benzuna (benzyne). Basa akan melepaskan hidrogen-orto dan menghasilkan karbanion.159). Pelepasan gugus pergi yang berdekatan ini membentuk ikatan baru pada intermediet benzuna. sehingga menjadi gugus pergi yang baik. bromida kemudian akan dilepaskan dan dihasilkan intermediet benzuna 3.159a digambarkan kembali seperti 3. Turunan benzuna (benzyne) Halogen membuat hidrogen pada kedudukan orto mempunyai sifat lebih asam.160a. maka deprotonasi akan menghasilkan 3. bila 3.160b.161 dan 3.

Pemanasan 3. 3.Reaksi subtitusi terhadap garam-garam aril diazonium Bila amina aromatik primer seperti anilin direaksikan dengan asam nitrit (HONO) ± yang umumnya dihasilkan dengan mereaksikan natrium nitrit dan HCl atau asam sulfat ± maka dihasilkan senyawa aril diazonium.167. Contoh reaksi ini adalah konversi 3-nitroanilin (3. dalam hal ini benzenadiazonium klorida. 3.164 4) Terdapat sejumlah spesies nukleofilik yang dapat bereaksi dengan garam-garam aril diazonium.165) menjadi garam diazonium (3.163. 23 .164 dalam asam berair menghasilkan fenol.166). yang kemudian dipanaskan dalam asam sulfat berair menghasilkan 3-nitrofenol. ion diazonium merupakan salah satu gugus pergi yang paling baik dan merupakan sasaran untuk digantikan oleh berbagai nukleofil untuk menghasilkan produk substitusi 3.

Oksidasi dengan Kromium (VI) Kromium (VI) merupakan z t pengoksidasi yang kuat. Karena oksidasi alkohol harus dilakukan dalam keadaan yang dilakukan dalam keadaan terlarut. Terdapat sejumlah pereaksi kromium (VI). Penggantian atom hydrogen yang terikat pada karbon dengan unsur lain yang lebih elektronegatifseperti Oksigen. oksidasi melibatkan lepasnya satu electron atau lebih dari atom-atom gugus. Dalam asam sulfat. Pada konsentrasi tinggi (air 24 ¤ ¤ ¤ (2NH2SO4) 7 H2 O 4H2O . Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton.BAB IV REAKSI OKSIDASI  Pengertian Reaksi Redoks Sheldon dan Kochi menyatakan bahwa oksidasi pada kimia organik dapat berupa: 1. Eliminasi hydrogen seperti pada serangkaian Dehidrogenasi Etana. reaksi Cr (VI) dapat ditulis: Cr6 3e ¤ Cr 3 Cr2O72. H2Cr2 O7. 2. H2CrO4. namun dapat bereaksi lebih lanjut menjadi asam. maka sebagian besar reaksi oksidasi dilakukan pada media berair.7H ¤ 6e 2Cr3 ¤ 3e Cr3 Oksidasi terhadap alkohol akan disertai dengan reeaksi Kromium Cr (VI) menjadi Cr(III).14H HCrO4. dalam media berair. seperti yang dinyatakan pada pernyataan kedua. meliputi HOCrO3H. Alkohol primer mula-mula dioksidasi menjadi aldehida. kromium trioksida berada dalam kesetimbangan dengan sejumlah Kromium (VI) lainnya. HCrO4-. Sebagai Contoh adalah pada serangkaian Transformasi oksidatif terhadap Metana: CH4 CH3OH CH2 OH HCO2 H CO2 Oksidasi dapat juga didefinisikan sebagai reaksi suatu unsur dengan Oksigen.Produk yang dihasilkan bergantung pada struktur alkohol dan pereaksi yang digunakan. dan HCrO7-. yang sebagian besar diterapkan pada kimia AnOrganik. Untuk definisi yang lebih umum. namun yang paling umum adalah kromium trioksida yang berwujud Polimer yang umum ditulis sebagai [CrO3]n .Cr2O72-.  ALKOHOL MENJADI KARBONIL (CH-OH C=O) alkohol dioksidasi menjadi turunan karbonil dengan berbagai zat pengoksidasi.

Cr(IV). K esimpulan dari berbagai percobaan adalah bahwa posisi kesetimbangan bergantung pada asam.Cro3A + H2O Wiberg memberikan skema oksidasi alkohol sekunder menjadi keton sebagai berikut: R2CHOH + R2CHOH + R2COH + Cr(VI) Cr (IV) Cr(VI) Cr(V) + R2C O R2COH R2C O R2C O 2Cr(VI) 3R2C O + + Cr(IV) Cr(III) + + + Cr(V) Cr(III) 2 Cr (III) + R2CHOH + 3 R2CHOH Mekanisme ini menunjukan bahwa spesies Cr (VI). konsentrasi Cr (VI) tidak bergantung pada asam. seperti yang dijelaskan pada 4. Cr(V) 4 biasanya adalah HCrO4-. Paling tidak ada dua mekanisme yang diusulkan untuk langkah ini.dan CrO3. Cr(VI) mengalami reduksi menjadi Cr(IV). Jika asam sulfat digunakan sebagai asam dalam media berair yang mengandung kromium trioksida dan isopropanol. Hal ini sesuai dengan: HCrO4. maka asam tersebut akan mempengaruhi kedudukan kesetimbangan keseluruhan. dan asam sulfat (HA pada persamaan diatas). Jika asam yang berbeda (HA) ditambahkan pada campuran.+ 2H+ + A. Dalam larutan encer. namun akhirnya usul ini tidak dapat diterima. Semula westheimer menyatakan bahwa air berperan sebagai basa untuk melepaskan hidrogen ini. Fakta eksperimental menyatakan bahwa oksidasi dimulai dengan pembentukan ester kromat.sedikit). dan pada reaksi.2 yang berasal dari reaksi HCrO4-.4. Kwart dan Francis mengusulkan reaksi intermolekul untuk melepaskan proton. Spesies Cr(VI) biasanya adalah HCrO. dan Cr (V) terlibat dalam keseluruhan proses Oksidasi. Westheimer mengusulkan pengikatan intermolekul oleh air. dan Cr(IV) biasanya adalah HCrO3-. maka kemungkinan ester kromat yang terbentuk adalah 4. maka yang dominan adalah polimer kromium trioksida dan asam kromat. Penguraian ester kromat meliputi pelepasan proton yang terikat pada karbon yang mengikat oksigen. 25 .

Rocek mengabaikan kedua mekanisme reaksi tersebut dan mengusulkan Intermediet seperti pada 4. 26 . tetapi juga Substat alkohol.6. keduanya dapat dioksidasi. natrium bikromat dalam aseton berair yang dikatalis oleh asam asam mineral. maka pelarutan umumnya dibutuhkan. Alkohol primer dan alkohol sekunder. Sejumlah pereaksi kromium (VI) dapat digunakan. Pelarut yang tahan terhadap oksidasi seperti asan asetat atau aseton. masing-masing menjadi aldehid atau keton. Rocek akhirnya mengusulkan pembentukan kompleks koordinasi seperti pada 4. termasuk kromium trioksida dalam air atau asam asetat berair yang dikatalis oleh asam mineral. natrium bikromat dalam asetat. dimana oksigen dari ester kromat melepaskan kedua hidrogen dari karbon dan dari Oksigen. yang tidak hanya akan melarutkan pereaksi kromium saja. seperti halnya kompleks Cr2O3 piridin dan t-butil kromat. meliputi pengubahan asam yang ditambahkan pada media. Aldehid dapat teroksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat.7 Oksidasi kromium (VI) yang termodifikasi Banyak variasi kondisi reaksi yang ditujukan untuk mengoksidasi alkohol. umumnya digunakan untuk mengkonversi alkohol menjadi karbonil. Karena sebagian besar senyawa organic tidak larut dalam air.

sulfida teroksidasi menjadi sulfokdsida. Hal ii disebabkan kesempatan terbentuknya kation tersier yang lebih besar. tetapi bila R diganti dengan t-Butil.9 adalah iso-propil (iPr). Bila R pada 4. pelepasan hydrogen. Fenil alkil karbinol dapat dipecah secara oksidasi dengan kromium trioksida dalam asam berair. dan hal ini dapat menurunkan produk karbonil yang dihasilkan.hidroksi-amina. Isopropanol memberikan hasil yang baik dalam aseton berair. Kromium trioksida dalam air atau asam asetat berair Beberapa alkohol dapat larut dalam air sehingga tidak diperlukan pelarut untuk mengoksidasinya dengan kromium. Paling tidak terdapat dua mekanisme yang dapat menerangkan konversi aldehida menjadi asam. amina teroksidasi menjadi hidroksi amina. maka produk yang dihasilkan hanya 6%. dan fenol teroksidasi menjadi kuinon.pada kompleks seperti 4. Oksidasi terhadap alkohol primer mula-mula menghasilkan aldehida.10.a. 27 . maka diperoleh hasil produk 60%. sulfida.. Oksidasi menjadi asam juga dapat terjadi mula-mula dengan pembentukan hidrat. namun aldehida dapat bereaksi lebih lanjut menjadi asam karboksilat. kemudian pelepasan hydrogen. Adanya gugus ± gugus yang dapat dioksidasi pada substrat organik seperti alkena. Sebagai contoh. fenolat dan amina sering menghasilkan produk samping pada oksidasi terhadap alkoholalkohol yang larut dalam air. meskipun asetton larut dalam air yang menyebabkan isolasi produk menjadi sukar. Bila dapat mengisolasi aldehida yang dihasilkan. Dua pendekatan mekanisme tersebut meliputi pembentukan ester kromat seperti 4.12. maka akan mengurangi terbentuknya asam.

ternyata hasil oksidasi terhadap alkunil karbinol meningkat.15 dengan produk besar 77%. dimana alkohol yang tidak bereaksi dikonversi menjadi Hemiasetal. dan senyawa ini dapat teroksidasi lebih lanjut menjadi ester. n-butanol menjadi n-butirrat. Reaksi ini berguna. khususnya untuk molekul yang mengandung gugus-gugus Alkenil atau Alkunil 28 . Kromium trioksida dalam aseton Ioksida Selain asam asetat. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan tambahan pelarut seperti asam asetat berair b. Sejumlah persoalan terjadi bila digunakan pelarut air. Contohnya. pelarut organik lain dapat digunakan bersama-sama dengan kromium trioksida berair. Pereaksi kromiumtrioksida-aseton-asam sulfat sering dikenal sebagai Jones.14 menjadi keton 4.Kesetimbangan antara aldehida yang mula-mula dibentuk dengan alkohol primer dapat menghasilkan reaksi samping. Sebagai contoh. Pembentukan ester seringkali disertai oksida terhadap aldehida primer yang memiliki berat molekul kecil. oksidasi 4. Bila aseton digunakan dalam larutan encer asam sulfat.

ketal. Contohnya. Sintesis mayuron yang dilakukan oleh Smith melibatkan oksidasi jones cocok terhadap molekul-molekul kompleks yang mengandung berbagai gugus fungsi seperti Alkena. Sejumlah alkohol primer telah dioksidasi menjadi aldehida dengan menggunakan prosedur ini. Pereaksi yang kemungkinan mempunyai struktur trigonal bipiramidal terbukti berguna untuk mengoksidasi alkohol primer dan sekunder. tetapi protonasi aldehida karbonil yang diikuti dengan pengikatan alkena akan menghasilkan kation tersier. Reaksi Sitronelol dengan PCC dalam Diklorometana mula-mula akan menghasilkan oksidasi aldehida. keton dan amida. d.dan tetrahidropiranil eter teroksidasi jauh lebih lambat dari pada alkohol dan jarang terjadi reaksi samping.Oksidasi terhadap alkohol biasanya berlangsung lebih cepat dalam aseton dari pada dalamasam asetat. Pelarut piridin kemudian dihilangkan dan setelah itu ditambahkan dengan dikloroometana. Keuntungan reaksi oksidasi jarret alkena. Tujuannya adalah mengatasi masalah produk yag rendah pada oksidasi alkohol primer menjadi aldehida dan memudahkan isolasi produk karbonil. meskipun terdapat ikatan rangkap dua dan tioster. Reaksi siklisasi ini diikuti dengan eliminasi yang akan 29 . c. tetapi kurang efisien bila diterapkan pada alilik alkohol. bila penambahan piridin pada larutan kromium trioksida dalam HCl berair dilanjutkan dengan kristalisasi Kristal. Piridinium kloro Kromat (PCC) Usaha untuk meningkatkan oksidasi terhadap alkohol primer dan untuk lebih mempermudah isolasi produk yang dihasilkan mendorong pengembangan pereaksi kromium (VI).oksidasi 1-Heptanol dengan PCC dalam diklorometana meghasilkan 78% Heptanal. Modifikasi oksidasi jarret dilakukan oleh Collins dan penggunaannya terhadap oksidasi alkohol dikenal dengan Oksidasi Collins. suatu steroid dengan hasil 89%. maka produk finalnya adalah asam karboksilat. dan penggunaan aseton yang berlebihan akan melindungi produk keton dari oksidasi lebih lanjut. Oksidasi jarret telah digunakan oleh yamada untuk mengoksidasi menjadi keton pada sintesis Patchouli alkohol. Piridinium kloro kromat (PCC). Jarret mengoksidasi alkohol. Oksidasi yang khususnya mebutuhkan perbandingan 5:1 hingga 6:1 atau kompleks alkohol dan reaksi berlangsung pada suhu kamar. Corey mendapatkan.sulfide. selanjutnya pada campuran ini direaksikan dengan alkohol. akan dikatrakterisasi pereaksi. namun karena kondisi reaksi dalam keadaan sangat asam. alkohol. ester. Pereaksi Sisler-Jarret dibuat dengan mereaksikan kromium trioksida dengan piridin. Kromium Trioksida-piridin Oksida dengan campuran kromium trioksida dan piridi sebagai pelarut dikenal dengan sebutan oksidasi jarret. Masalah yang dihadapi adalah kesulitan mengisolasi produk yang dihasilkan dari larutan piridin. tersier. Pereaksi ini sangat tepat untuk mengkonfersi alkohol primer menjadi aldehida dalam diklorometan.

Sikloheksanol bila dioksidasi dengan PDC dalam DMF pada 00C. Oksigen Nukleofilik dapat bereaksi dengan pusat elektrofilik membentuk garam sulfoksonium. akan menghasilkan 86% Sikloheksanon. yang dapat dikonversi menjadi keton atau aldehida pada keadaan netral. menghasilkan produk asam sebanyak 83%. akan mengasilkan Glioksal yang sesuai ( -ketoaldehida). Reaksi 1 bromooktana dengan DMSO dan NaHCO3 pada suhu 1000C selama 5 menit akan menghasilkan oktanol 74%. e. Mekanisme reaksinya kemungkinan meliputi pelepasan Nukleofilik Halida oleh DMSO yang membentuk garam Alkoksisulfoksonium. perbedaan yang cukup signifikan antara oksidasi terhadap alkohol Alifatik dengan oksidasi terhadap alkohol Alilik. Oksidasi yang terjadi dalam keadaan netral ini ditunjukan pada reaksi dengan PDC yang menghasilkan produk Aldehida sebanyak 92%. namun senyawa tersebut bersifat kurang reaktif bila dibandingkan dengan -haloketon. Cairan alkohol sekunder dioksidasi lebih lanjut membentuk (-) pulegon. Alkil iodida primer dan sekuder atau tosilat dapat dikonfersi menjadi aldehida atau keton. Sikloheksanol bila dioksidasi akan berlangsung sepuluh kali lebih cepat dari pada dengan PDC dalam diklorometana pada 250C. Kornblum menyatakan bila  -haloketon direaksikan dengan DMSO pada suhu yag agak tinggi. Pridinium dikromat (PDC) Untuk mengeliminasi sifat asam dari PCC. Bila pelarut diganti dari diklorometan menjadi dimetilfosmamida (DMF). maka digunakan pereaksi yang lebih netral. 30 . Oksidasi terhadap Sitronelol dengan PDC dalam DMF pada 250C. yaitu piridinium dikromat (PDC).menghasilkan alkena.  Dimetilsulfoksida (DMSO)-Disikloheksil karbodimida (DCC) Dimetilsulfoksida dapat berfungsi sebagai pelarut maupun sebagai reaktan untuk berbagai substrat alkohol.

benzilik dan alilik alkohol dikonversi menjadi aldehida melalui proses merefluksnya dalam DMSO. Udara merupakan oksidator dan DMSO berfungsi sebagai pelarut. 4. Pelepasan atom hidrogen kelihatannya analog dengan mek anisme eliminasi Oksidasi Moffatt memiliki beberapa kendala.-proton kemungkinan diperantarai oleh DMSO.3. Disikloheksil urea dilepaskan. Untuk mengoksidasi alkohol ³dengan DMSO´. DMSO bereaksi dengan DCC membentuk intermediet sulfoksonium. Pada reaksi ini. yangsekarang mengandung gugus pergi urea yang diikuti proses pengikatan belerang dan alkohol. Cara yang sering dilakukan untuk memisahkan disikloheksil urea adalah dengan mereaksikannya dengan asam oksalat. Salah satu masalah yang timbul adalah pembentukan urea yang sangat sukar dipisahkan. yang kemudian bereaksi dngan Alkohol. Deprotonasi garam sulfoksonium merupakan proses intramolekul dan terjadi dengan basa yang kekuatannya menyerupai ion asetat. menghasilkan garam sulfoksonium. DMSO dan anhidrida asetat digunakan untuk membentuk kompleks aktif sulfoksonium. Berdasarkan mekanisme tersebut.17-dion. produk karbonil dan dimetil sulfida dapat diperoleh. dan lepasnya proton bukan disebabkan oleh basa melalui reaksi intermolekul. 31 . yaitu bila alkohol bereaksi dengan DMSO.1 Dimetil Sulfoksida ± Anhidrida Asetat Albright dan Goldman mengembangkan pereaksi oksidasi yang sejenis. Proses ini menghasilkan senyawa yang mengandung belerang yang distabilkan oleh orbital d dari belerang. Mekanisme oksidasi ini dikemukakan oleh moffatt dan merupakan reaksi pembentukan dan pemisahan disikloheksil urea yang sangat tidak larut. dengan adanya katalis asam. dan menghasilkan produk karbonil dan dimetil sulfida (yang berfungsi sebagai gugus pergi) Tipe oksida yang sejenis telah dilakukan. Seperti halnya dengan DCC. Hasil interpretasi dari mekanisme ini menyatakan bahwa pusat karbonium pada senyawa belerang melepaskan -hidrogen secara intramolekul. dengan gelembung udara melalui media. oksigen dari DMSO harus menggantikan gugus hidroksil. merupakan pereaksi oksidasi yang efisien untuk alkohol. Campuran DMSO dan disikloheksil karbodiimida (DCC). yang bersifat gugus pergi yang jelek. Sebagai contoh adalah konversi tertosteran menjadi androst -4-ena-3. udara merupakan pereaksi. DMSO mula-mula bereaksi dengan anhidrida asetat membentuk garam sulfoksonium. dan sinamil alkohol dioksidasi menjadi sinamil aldehida dengan hasil 90%. Dalam hal ini. Tipe reaksi ini dikenal sebagai oksidasi moffat.

Pada tahun 1937. Hidrogen Hadapat di transfer antara 4. 4. Sebagai 32 .48.oksida oppenauer terhadap alkohol primer menghasilkan aldehid dalam juml.49 dan 4. dalam proses reversibel. yang bereaksi pada oksigen karbonil membenuk kompleks yang kekurangan elektron .Verley. Dua reaksi samping yang umum terjadi adalah migrasi atau pergeseran ikatan rangkap non-terkonjugasi menjadi terkonjugasi. kompleks 4. Keton awal (RCOR1 ) berperan sebagai penerima hidrogen. Seperti halnya 4.52b).ah yang rendah. dan adanya aseton dalam jumlah berlebih akan mendorong reaksi kearah produk oksidasi.49. Aseton berfungsi sebagai penerima Hidrogen. Reaksi ini sangat efektif bila logamnya adalah aluminium. melalui keadaan transisi enam-pusat. namun masalah ini dapat diatasi dengan mengubah struktur logam alkoholat atau penerima hidroksida. Reaksi berlangsung melalui kompleks aluminium koordinasi(4.48) berfungsi sebagai asam lewis .49 yang berada dalam keadaan kesetimbangan. Perluh diperhatikan bahwa reaksi ini adlah kebalikan dri reduksi meerwein-ponndorf. meskipunsikloheksana dalam larutan toluena atau silena juga sering digunakan. Oppenauer menerapkan reaksi ini pada oksida Alkohol Steroidal tak jenuh dengan menggunakan aluminium triisopropoksida (Al(OiPr)3 ) dan Aseton. kompleks ini kemudian mentransfer Hadari karbon alkoksida 4.48 dan 4.kuinon digunakan sebagai penagkap hidrogen.51 dan pembentukan keton baru (R2COR3 ). Pada umunya. Cara Alternatif dan klasik untuk mengoksidasi Alkohol difokuskan pada reaksi yang dapat dibalik antara keton dan logam alkoksida. Alkohol di konversi menjadi sustu kompleks dan -hidrogen Akohol dapat dilepaskan seperti asam.Oksidasi Oppenauer Dalam reaksi yang melibatkan kromium (IV) dan pereaksi DMSO. menjadi ³karbon keton´ seperti 4.50. yang kemudian dengan oksidasi Oppenauer.50. triisopoksida atau tri-n-propoksida. streroid dan alkohol-alkohol sederhana.dan kondensasi produk aldehida dengan penangkap hidrogen karbonil(kondensasi aldol yang dikatalisasi oleh asam). Oksidasi Oppenauer tehadap alkohol jenuh sering mengalami hambatan. pada reaksi oksidasi geraniol ini.52a. maka aseton yang digunakan berperan sebagai pelarut dan aluminium triisopropoksida yang digunakan merupakan pereaksi.50.49. Reaksi ini menghasilkan pembentukan aluminium alkoksida baru dan keton baru.49). aluminium pada kompleks alkoksida(4.50 berada dalam keadaan kesetimbangan dengan alkoksida baru dan keton baru Jika keton asal (RCOR1) ditambahkan secara berlebih.sedangkan oksidasi terhadap geraniol 4.bila titik didih aldehida 50 lebih tinggi dari pada produk yang di harapkan. Aseton (sering dengan benzena sebagai pendukung pelarut) sebagian besar digunakan sebagai penangkap hidrogen. jika tujuannya adalh mengoksidasi alkohol. hanya menghasilkan 35% geranal (4. Upaya lainnya yang sering dilakukan yaitu dengan penggantian pelarut aluminium-t-butoksida. yang menginisiasi oksidasi alkohol yang terikat dengan alkoksida pada 4. maka kesetimbangan bergeser ke arah 4.48 dan 4. pertama kali ditunjukan oleh Verley dan Ponndorf pada reaksi keton dengan Aluminium Alkoksida. maka produk aldehida dapat di pisahkan dengan cara distilasi. transfer hindrogen antara dua karbon alkoksil menghasilkan4. Reaksi ini telah diterapakan pada sejumlah oksidasi.meskipun demikian oksida terhadap benzil alkohol menghasilkan benzaldehida sekitar 60 . Reaksi reversibel Alumina Alkoksida.

yang ternyata merupakan katalisator yang efektif pada oksidasi oppenuer.Goodwin. Mekanisme Goldman ditunjukan pada reaksi benzil alkohol dan melibatkan 33 ¥ . oksidasi terhadap 3-metil geraniol(4. Oksidasi ini terjadi melalui kondensasi produk oksidasi aldehida. Ishii menggunakan pereaksi siklopentadiental zirkonium (Cp2 ZrH2 ). Oksidasi Dengan Mangan Dioksidan Mangan oksidasi(MnO2 ) umumya berbentuk Mn(IV) dan cenderung tidak larut dalam sebagian besar pelarut organik. dan Martin ketika mereka mengendapkan mangan dioksida dan menggunakannya untuk mengkonversi vitamin A.52b) menggunakan aseton berlebih sebagai penangkap hidrogen.53) menjadi retinena dengan hasil 80% Pereaksi ini dapat dibuat dengan beberapa cara. Reaksi berlangsung melalui intermediat radikal. Penggunaan antara alkohol dengan penerima hidrogen yaitu 1:1. yang menghasilkan ikatan MnO(Mn2 ). Mangan dioksida biasanya merupakan produk akhir dari oksidasi yang sangat kuat . Mangan dioksida merupakan pereaksi yang penting dalam sistem senyawa organik. dan dapat menoksidasi alkohol menjadi keton atau aldehida. karena pereaksi tersebut dapat mengoksidasi alkohol primer dan alkohol sekunder. menjadi aldehida dan keton.contoh. Reaksi ini di temukan oleh Ball. Penggunaan aluminium telah dikurangi kaena terjadinya reaksi samping. Salah satu cara yang umum meliputi pengendapan MnO2 yang berasal dari pemanasan MnSO4 dan KMnO4 pada PH tertentu. Reaksi ini menghasilkan aldehida yang sangat baik dari alkohol primer. dalam media netral. secara berturutturut.(4. namun kekuatan pengoksidasinya sangat dipengaruhi oleh cara pembuatannya. Goldman dan Hembert mengusulkan intermediet radikal pada oksidasi yang menggunakan mangan dioksida.52a) menjadi -iron (4.

nam keadaan un ini terjadi karena adanya sejumlah katalis ion nitrit Pereaksi dalam larutan asam sangat tidak stabil dan pada larutan yang berair pada pH>10 juga mengalami penguraian. (KO3S)2NO).bereaksi dengan aldehida terkonjugasi. Corey menunjukan bahwa HCN/CN. Reaksi berlangsung cepat dan dapat ditandai dengan hilangnya warna ungu dari radikal. Oksidasi membutuhkan media netral. Koordinasi ini diikuti transfer elektron yang menghasilkan radikal dalam proses yang disertai dengan reduksi Mn(IV) menadi Mn(III).61) dan 1. serta waktu reaksi lama. mangan dioksida yang dibuat dalam keadaan baru diaktivasi. untuk menyempurnakan oksidasi. Mangan dioksida mengoksidasi alilik dan benzil alkohol lebih cepat dari pada alkohol primer jenuh dan mengoksidasi alilik primer lebih cepat dari pada alkohol primer jenuh. Pelarut yang umum digunakan adalah Alokohol yang berair dan asetat berair dan reaksi biasanya berlangsung dalam larutan bufer fosfat atau ufer asetat. ini merupakan sintesis utama terhadap penggunaan mangan dioksida. namun rashing membuat garam kalium yang lebih efektif dan menjadikannya pereaksi yang tetap menjadi pilihan. Kuinon Sturktur Kuinon terdapat dalam berbagai bahan dialam. kemudian berreaksi dengan MnO2 yang menghasilkan sianoketon. melipuuti oksidasi senyawa asal non-kuinoid. reksi selanjutnya dengan pelarut alkohol (metanol) menghasilkan metil ester  Pembuatan Fenol Dan Dan Kuinon Selain oksidasi terhadap senyawa-senyawa hidroksi alifatik. pelarut yang tepat. ada banyak cara pembuatan Kuinoid. Transfer elektron kedua menghasilkan produk karbonil yang diserap pada Mn(OH)2 sehingga terjadi desorpsi pada produk dengan melepaskan air. relatif terhadap para34 . Kuinoid yang paling umum adalah 1.4 (para) Kuinon (4. Proses oksidasi dapat juga menggunakan sianida seperti pada konversi aldehidaterkonjgasi menjadi ester terlonjugasi.62). cara Siklisasi dan cara Kondensasi Salah satu pereaksi yang paling umum digunakan untuk mengoksidasi turunan Fenol menjadi Kuinoid adalah Garam Fremy (Kalium Nitroso disulfonat. Faktor penghalang pada reaksi kadang-kadangf dapat memberikan hasil orto-Kuinon yang rendah. Mekanisme sederhana untuk oksidasi telah diusulkan oleh Tenber. relatif para Kuinon yang kurang terhalangi jika kedudukan orto-kuinon yang rendah. Kadang-kadang pereaksi bereaksi dalam keadaan yang istimewa dan terurai secara spontan.2 (Orto) Kuinon (4. turunan aromatik yang mengandung ggus hidroksi (turunan fenol) juga dapat dioksidasi. Senyawa turunan fenol bila dioksidasi menghasilkan Kuinon yang merupakan komponen penting yang terdapat secara luas dialam konfersi hidrokarbon aromatik menjadi fenol juga memungkinkan dengan cara oksidasi. pereaksi ini dibuat oleh Fremy sebagai garam dinatrium. dan mengoksidasi alilik primer lebih cepat dari pada alilik sekunder.adsorpsi pada mangan dioksida.

Cara lainnya telah dihasilkan oleh Undenfriend. meskipun orto kuinon akan dibentuk bila kedudukan para dilindungi atau diblok. Terdapat sejumlah cara oksidasi yang berbeda yang dapat diterapkan pada alkena.83) melalui proses. yang menghasilkan radikan bebas.Kuinon yang kurang terhalangi jika kedudukan orto dari para dapat diikat.77 V seperti yang di tunjukan pada reaksi berikut: H2 O2 2e. Ekpoksidasi menggunakan peroksida Cara yang paling umum untuk mengkonversi alkena menjadi epoksida adalah menggunakan peroksida. Peroksida marupak sumber ³elektrofilik oksigen´ dan bereaksi dengan nukleofilik ikatan dari alkena. tiramin) dapat dikonversi menjadi campuran hidroksitiramin 21% () dan dihidroksi tiramin (DOPA.81. Fenol Pembuatan Fenol yang umum adalah dengan menghidrolisis garam-garam Diazonium. Reaksi dikembangkan dengan model untuk hidrolisasi biiogenik tiramin Versi yang lebih maju dari pereaksi ini yaitu menggunakan oksidasi anodik dengan adanya pereaksi Udenfriend. meliputi penggabungan suatu oksigen (Epoksida).).77 V Reaksi peroksida sebagian besar meliputi pemutusan homolitik ikatan O-O. akan menghasilkan alkoksida (4. Pereaksi ini memberikan hasil yang baik untuk turunan orto dan para -fenol dari fenilasetamid. yaitu dengan menggunakan sistem oksigenion fero-asam askorbat dengan adanya EDTA (Pereaksi Undenfriend).2H ¦ 2H2O 1. Epoksidasi dari halohidrin Reaksi alkena dengan asam hipohalida (Cl2 H2 O  HOCl atau Br2 H2O  HOBr) menghasilkan trans atau anti halodrin sebagai hasil pokok. Biasanya produk utamanya adalah para-kuinoid.  Konversi alkena menjadi Epoksida Oksidasi gugus C-OH menjadi gugus karbonil C=O telah dibahas. seperti pada konversi dikloroheksana menjadi 4. senyawa tersebut bila kemudian direaksikan dengan basa seperti natrium hidroksida. Hydrogen peroksida (H2 02 ) merupakan zat pengoksidasi yang kuat dengan petensial reduksi 1.82) yang merupakan anti terhadap boron yang berdekatan. Hydrogen peroksida dan turunan monosubstitusinya dapat 35 . Orientasi anti ini melepaskan halida yang akan menghasilkan sikloheksana oksida (4. penggabungan 2 oksigen (hidroksilasi) dan oksidasi pemutusan ikatan (umumnya menjadi turunan karbonil). dan dengan cara ini. Gugus fungsi lain yang dapat menjadi sasaran terhadap oksidasi meliputi ikatan pada alkena.

89) basa lewis (Alkena) berkoordinasi dengan elektrofilik oksigen dari peroksida. epoksidasi sikloheksenol dengan TBHP dan logam bersifat 36 . Terdapat tiga kelompok utama peroksida yang digunakan untuk epoksidasi:hidrogen peroksida (4.94.bereaksi dengan alkena. alkil hidroperoksida (4.88). dan menghasilkan 4.OH H O O R Gugus ±OH perasam bersifat elektrofilik dan pengikat pada ikatan rangkap alkena menghasilkan adisi syn dari oksigen epoksida .92. dan peroksida asam (4.90.alcohol dari alkil hiroperoksida. dan asam karboksilat dari peroksi asam).93) yang mengalami epoksidasi selektif pada alkena yang tidk terkonjungsi. O + R. seperti 4.91 dengan t-butilhidroperoksida (TBHP) dan molybdenum heksa karbonil menyebapkan oksidasi selektif pada alkena trisubstitusi yang akan menghasilkan 4. dan pelepasan proton menghasilkan hasil samping (air dari hidrogen peroksida. Pengaruh gugus tetangga mungkin terjadi bila ada gugus pengkoordinasi seperti pada alilik alcohol. Pemutusan secara heterolik mentrasfer oksigen ke basa lewis (alkena).87). Beberapa contoh reaksi epoksidasi Reaksi 4. Sebagai contoh. yang menghasilkan oksigen yang bermuatan positif. Hal ini ditujukan pada epoksidasi geranial (4. Alkena yang kekurangan electron bersifat kurang reaktif.

96) sebagai produk utama.106) dengan mCPBA dalam karbon petraklorida 37 . epoksi alcohol 4.6.kenyataannya.4.98) dengan hasil 72 . maka pengru penghalang akan menghasilkan anti-hidroksiepoksida (4. yang mula-mula melalui pembentukan 4. jika reaksi berlangsung tanpa pengaru gugus tetangga.peroksi asetat dan meta-kloroperoksibensoat (mCPBA. asam-asam kuat seperti asam format dan asam trifluoroasetat berguna karena dapat menggeser kesetimbangan kearah kanan. Sebagi contoh. Peroksi asam seperti 4. Isoforon (4.95. adisi konjungsi ).103). sejumlah peroksi asm dapat diperoleh dalam perdangangan. hidrogen peroksida bereaksi dengan basa menghasilkan hidroperoksida anion (HOO-) dan mengadisi keton takjenuh aldehida dan ester. seperti pada reaksi akrilonitril yang menghasilkan 4.102 dengan t-butil hidroksida dalam larutan basa menghasilkan produk yang baik.101.4.104. di mana enolat anion menggeser gugus hidroksi yang kemudian menghasilkan epoksida.Peroksida bereaksi pada media basa menghasilkan produksi anion yang bereaksi dengan turunan karbonil terkonjungsi pada C terminal adisi-1.100.sangat selektif untuk epoksi alcohol. yaitu epoksinitril (4. Tidak diragukan bahwa reaksi ini berlangsung melalui intermediet seperti 4. reaksi yang sejenis.97) dikonfersi menjadi epoksida yang sesuai (4.105) Contoh epoksidasi alkena adalah konfersi siklupentena manjadi siklopentena oksida (4.4 peroksi asam organic Mungkin cara yang paling umum untuk epoksidasi alkena sederhana kemungkinan adalah dengan peroksi asam.peroksi bensoat. 4. yang dikenal sebagai reaksi prilezheav (prileshajew).104 dibuat dengan mereaksikan asam karboksilat dengan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida dalam basa dapat mengkonferesi nitril manjadi epoksi amida.yaitu kearah pembentukan 4. meliputo peroksi format.trifluoroh. dengan gugus hidroksi syn terdapat pada epoksi 4.95 bersifat dominan. 4. pada umumnya.99.

RCH = CH2 : 24. dapat digunkan kalium atau natrium atau kalium hidrogen fosfat. atau dengan buffer hidrogen fosfat dinatrium. Sebagai contoh. Penambahan garam asam (RCO2. reaksi dengan asam peroksi bensoat mengunakan natrium bensoat dan natrium trifluoroh asetat digunakan dengan asam trifluorohperoksi asetat. laju relative epoksi naik berdasarkan karakter nuleofilik alkena (CH2 = CH2 mempunyai luju relative 1.4 ± siklopheksanadiena. karna dibutukan pengunaan peroksi asam yang kuat seperti asam trifluoroh peroksi asetat meskipun mCPBA juga efektif. asam ini cukup kuat untuk mengkatalisis penataan ulang atau reaksi lain terhadap produk epoksida.Alkena yang lebih banyak tersubstitusi merupakan alkena yang kaya electron dan bereaksi lebih cepat dengan peroksi asam dari pada alkena yang kurang tersubstitusi. Natrium dan kalium asetat digunakan sebagai penyangga.R 2C = CH2 :500. Pembukaan Cincin Epoksida a.R2C ± CHR :6500. maka alkena yang lebih tersubstitusi akan lebih cepat terepoksidasi. Memberikan epoksida tetrasubstitusi dengan mCPBA reaksi ini ditunjukan oleh ptattier dan teisseir pada y -bisabolena. Ikatan rangkap dua.RCH = CHR :500. Jika asam triflouorohperoksi asetat (CF3CO3 H) digunakan sebagai zat pengoksidasi. mCPBA marupakan peroksida yang bagus untuk sebagian besar alkena.Kemungkinan reaksi yang berlangsung melalui mekanisme penggabungan. namun asm peroksi bensoat lebih efektif. dan R2C = CR2 >> 6500). Sebagai hasil samping adalah asam karboksilat. Jika molekul mengandung dua alkena. dimana diena dikonversi secara selektif menjadi epoksida. Selain itu. 1.N ) pada media reaksi biasanya akan menyangga reaksi dan mencegah terjadinya reaksi samping. tri dan tetra tersubstitusi segera terepoksidasi dengan asm peroksi alkanoat maupun dengan asam peroksi bensoat. yaitu alkena dan elektrofilik peroksi oksigen. Adanya larutan penyangga (buffer) menjadi penting padaepoksidasi dengan peroksi asam.maka hasil sampingnya adalah asam organic kua. Pembukaan cincin epoksida dengan asam Pembukaan cincin epoksida dapat dilakukan dengan pereaksi asam atau basa. Contohnya. asam trifluoroh asetat (CH3CO2 H).okan membentuk koordinasi yang kemudian terjadi pelepasan asam karboksilat dan pembentukan epoksida. Epoksidasi terhadap alkena monosubstitusi biasanya kurang reaktif.2 ± dimetil ± 1. Epoksi ester seperti dapat dibentuk dari ester terkojugasi seperti etil 2 ± bensoat dengan menggunakan mCPBA atau asam trifluoroh asetat. Pada umumnya. Pembukaan cincin epoksida dengan suatu asam H-Nu dapat dinyatakan sebagai berikut: § 38 .

Langkah pertama adalah pengikatan basa neuklofil pada cincin epoksida dan langkah kedua adalah protonasi terhadap ion alkosida yang dihasilkan dari langkah pertama. Br atau I yang menghasilkan halohidrin. dimana X dapat berupa Cl. dan reaksi dapat dipandang sebagai reaksi adisi yang dilanjutkan dengan protonnasi.Oksiran juga dapat bereaksi dengan asam halide HX. Langkah 1. Oksiran yang direaksikan dengan asam dalam pelarut air akan menghasilkan etilen glikol yang umumnya disebut glikol. Pembukaan cincin epoksida dengan basa Pembukaan cincin pada epoksida juga dapat dilakukan juga dengan basa. Reaksi pembentukan epoksida eengan basa terjadi melalui dua tahap reaksi. yaitu protonasi terhadap oksigen dan pengikatan nukleofil pada ion oksonium. Pengikatan ±OH pada cincin epoksida Langkah 2. Reaksi ion alkoksida dengan H2 O 39 .Pembukaan cincin epoksida dapat terjadi melalui dua langkah reaksi.

karena keadaan transisi akan melalui struktur yang kurang terhalangi. pengikatan nukleofilik pada karbon epoksida bergantung pada kondisi asam dan basa.Reaksi pembentukan cincin epoksida dengan basa sering diguakan dalam pembuatan polimer. polietilen glikol dimanfaatkan sebagai foam rubber dan fase diam pada kromatografi gas (disebut carbowax). 40 . Kondensasi asam m Kondisi basa Nukleofil akan terikat pada karbon yang mengikat jumlah alkil yang paling banyak sesuai dengan aturan Pada umumnya pembukaan cincin epoksida pada kondisi basa terjadi dengan pengikatan nukleofil pada atom karbon yang tidak tersubtitusi. Misalnya. Orientasi adisi terhadap epoksida pada kondisi asam vs basa Pada epoksida yang tidak simetris.

Pengertian lainnya pada reduksi senyawa organic adalah adisi hydrogen terhadap molekul. LiAlH4 4H2 O 4H2 O LiOH Al(OH)2 H2 Litium aluminium hidrida memiliki kelarutan terbatas dalam pelarut eter dan mempunyai kecenderungan membentuk bubur bila jumlah pereaksi yang di gunakan relatif besar. Reduksi dengan Hidrida Kompleks Logam B. seperti reduksi 2butanon menjadi 2-butanol. Litium hidrosida. anhidrida asam. Bubur LiAlH 4 dapat mereduksi semua gugus fungsi organik terpolarisasi. klorida asam. alcohol atau amina dan menghasilkan gas hydrogen dengan merusak sifat aktif hidrida. atau II ke I). B. B. IV ke II. dan gas hydrogen. ester.BAB V REAKSI REDUKSI A. PENGERTIAN REDUKSI Proses reduksi didefenisikan sebagai konversi suatu atom dari tingkatan oksidasi yang lebih tinggi ketingkat oksidasi yag lebih ranadah (III ke II. dan aluminium hidrosida. Proses reduksi oleh LiAlH4 dimulai dengan metransfer hidrida nukleofilik (relatif terpolarisasi . Pereaksi ini stabil pada suhu kamar. seperti pada transformasi RCH=NH menjadi RCH2NH2. meliputi aldehida. amida. ¨ 41 . tetapi beraksia dengan hebat pada keadaan lembab / mengandung uap air. dan laktam.pada Al) ke karbonil elektrofilik (relatif terpolarisai pada oksigen). Pereaksi LiAlH4 dengan adanya asam/basa dapat bereksi dengan hydrogen yang bgersifat asam. imida.2 Reduksi terhadap senyawa KarbonilL Litium Aluminium Hidrida cepat mereduksi sebagian besar senyawa karbonil. dan reduksi terhadap propanil menjadi butanamina. yang Litium hidrida merupakan salah satu pereduksi yang dikenal untuk substrat organic yang mengandung gugus pergi dapat terpolarisasi. asam karbosilat.1 Reduksi dengan Litium Aluminium Hidrida (LiAlH4) LiAlH4 dibuat dengan mereaksikan LiH dan AlCl3 . lakton . karbamat. keton.

58 dalam sintesis driman-8-ol. Dalam bnayak hal. 3 Reduksi terhadap gugus fungsi hetereton kecuali karbonil Epoksida segera dapat dibentuk dari alkena atau dari keton dan aldehida. B. Reduksi aldehida berlangsung lebih cepat daripada terhadap keton.Reaksi keseluruhan meliputi protonasi asam aloksida dan reaksi pada aluminium terjadi pada media masa.56 menjadi campuran 5. Pada umumnya. tetapi kadang ± kadang menggunakan aluminium klorida jenuh dan asam klorida encer.57 dan 5. kecuali bila terdapat pengaruh adanya koordanasi atau khelat khusus. 42 .55 dengan hasil 95%. karena pada aldehida factor penghalangnya kecil selama ter jadi transfer hidrida ke karbon karbonil. produk utama reduksi diastereomer timbul akibat transfer hidrida ke permukaan yang berpenghalang kecil. Contohnya adalah reduksi 5. Namun demikian kadang ± kadang Epoksida memberikan produk dimana transfer Hidrida berlangsung kearah karbon yang lebih tersubtitusi. LiAlH4 mentransfer hidrida kekarbon epoksida yang kurang terhalang. seperti yang di tunjukkan pada 5. titrasi atau penambahan dengan air sudah cukup untuk melepaskan alcohol.54 menjadi alcohol 5. Salah satu sifat penting pada reduksi karbonil dengan LiAlH4 adalah reaksi yang bersifat diastereoselektif.

1 Natrium Borohidrida (NaBH4) NaBH4 merupakan pereaksi yang sangat selektif. imin. Salah satu penggunaan NaBH4 yang penting. NaBH4 43 . Ce) LiBH4 yang dibuat dengan mereaksikan natrium borohidrida dan litium bromida. keton. Selektivitas ini disebabakan oleh menurunnya kekuatan pereduksi realatif terhadap LiAlH4. LiBH4 tidak hanya mereduksi Aldehida. mereduksi aldehida. C. keton. LiBr LiBH4 NaBr. Reduksi dengan Borohidrida C. dan garam iminium. dan klorida asam saja. Senyawa nitril umumnya dibentuk berdasarkan reaksi subtitusi SN2 sianida dengan alkil halida atau sulfonat ester atau berdasarkan reaksi dehidrasi terhadap amida. tetapi juga mereduksi epoksida ester dan lakton. merupakan zat pereduksi yang lebih kuat daripada NaBH4.2 Logam borohidrida (Li. terutama pada sintesis alkaloid adalah mereduksi enamin. dan klorida asam dengan adanya gugus fungsi yang lain yang dapat direduksi. C.Nitril digunakan secara umum sebagai senyawa awal (prekursor) untuk transformasi banyak gugus fungsi dan reaksi pembentukan ikatan karbon. Zn.

c. 4 Penggunaan zat pereduksi Hidrida dikatakan paling baik adalah pereaksi yang memberikan hasil paling tinggi dengan reaksi samping paling sedikit. Diboran kurang efektif ungtuk mereduksi ester dan boran (BH3. monomer takstabil yang membentuk diboran) bereaksi dengan alkena dalam pelarut eter membentuk basa Hidroborasi. amida tersier dan nitril. seperti pada reduksi 1.metal-1. Diboran (B2 H6) merupakan zat pereduksi penting untuk aldehida.3 Super Hidrida Super hidrida lebih kuat daripada LiBH4 dan kemungkinan merupakan nukleofil hidrida yang pernah ada. 44 .C. lakton. 2epoksisikloheksana menjadi metal 1-metilsikloheksanol dngan hasil 99%. asam. Diboran biasanya dihasilkan dari pereaksi BF3 O(C2H5 ) dengan LiH atau dari reaksi NaBH4 dan BF3. Super hidrida mengikat pusat ± pusat elektrofilik pada sisi yang factor penghalangnya renadah. Perbedaan utama dalam reaktivitas antara boran dan pereaksi hidrida logam adalah bahwa Borann merupakan asam Lewis yang bagus dan mengkoorddinasi atom ± atom yang memiliki kerapatan elektron yang sangat tinggi.1 Boran 6 LiH 8BF 3 O(C2H5)2 B2 H6 6 LiBF 4 4 BF3O(C2 H5)2 2 B2 H6 3 NaBF4 3 NaBH4 Boran dan turunannya tetap merupakan pereaksi pilihan untuk reaksi. Boran aluminium dan turunnya d. Boran mereduksi ester sangat lambat dan keton atau aldehida direduksi secara selektif dengan adanya ester. keton. D.

Dibal) yang dibuat dengan merefluks triisobutil aluminium dalam heptana. d. Campuran hidrida yang paling umum adalah Cl2 AlH dan Cl2 AlH2. Sifat yang mudah terbakar dan sukarnya menangani boran memungkinkan pengembangan sejumlah kompleks basa lewis yang mudah digunakan. nitril dan keton. termasuk benzene dan toluene. Boran digunakan untuk mengkonversi asam -amino menjadi alcohol amino seperti pada reaksi fenilalanin menjadi fenilalkohol dengan hasil 77%. aluminium hidrida (AlH3): 3LiAlH4 AlCl3 4 AlH3 3 LiCl Aluminium hidrida yang dibuat dengan cara ini tidak selalu murni. Hal yang sejenis AlH4 . meskipun dengan adanya halide. ester. karena campuran kloroaluminium hidrida dapat terbentuk.mempunyai analog sebagai elektrofil. Salah satu yang lebih sering digunakan adalah kompleks boran dimetil sulfide (H3 B.3 Diisobutil aluminium Hidrida pembuatan alkil ³alana´ yang analog seperti alkilboran..Penggunaan boran yang paling luas adalah reduksi yang selektif terhadap asam karboksilat. 2 Aluminium Hidrida Boran (BH3 ) merupakan asam lewis seperti halnya borohidrida (BH4-). d. Turunan alkil yang paling banyak digunakan adalah diisobutil aluminium hidrida ([(CH3)2CH2 ]2 AlH4. tergantung pada proporsi LiAlH4 dan AlCl3. Senyawa yang diperoleh berupa cairan piroforik 45 . Pereaksi ini sangat larut dalam sebagian besar pelarut organik.S(CH3 )2).

119).2.120 dengan boran seperti 9.2 Khiral aditif pada system asiklis Aspek utama reduksi hidrida adalah stereokimia reduksi seperti yang ditunjukan pada Tabel 5.121 (dan enantiomernya 5. Jika pendekatan pereaksi dari satu muka. Karbonil merupakan pusat prokiral karena adisi hidrida dari kedua muka karbonil (a atau b) menghasilkan pusat stereogenik.BBN (9-boran ±siklo [3. Reaksi alkena 5. Karena kedua muka mempunyai kesempatan yang sama untuk pengikatan. hal ini di kaitkan dengan muka atau permukaan molekul yang akan didekati oleh pereaksi selama reaksi berlangsung.117 bereaksi dengan pereaksi Grignard. sedangkan jika pendekataan dari muka yang berlawanan. maka akan dihasilkan enatimer R. Di sini di cermati adalah pereaksi yang digunakan. akan menghasilkan alcohol 5. Kenyataan bahwa keton 5. maka diperoleh alcohol 5.120 tidak mengandung pusat khiral. Stereoselektivitas pada reduksi Hidrida E. tetapi bila molekul tersebut bereaksi dengan suatu pereaksi. Jika 5. 46 .E. apakah pereaksi tersebut akan menghasilkan enantiomer Ratau S. yang diikuti dengan oksidasi. seperti fenil magnesium bromide.1 Pusat ± puast prokhiral Ada molekul ± molekul yang tidak memiliki pusat khiral. maka produk alcohol adalah rasemik.31]-nonana). maka pusat khiral akan terjadi pada produk yang dihasilkan. yang direduksi menjadi 2-pentanol.122) E. Contoh sederhana adalah 2 ± pentanon.118 dan enantiomer (5. maka akan diperoleh enantiomer S.117 dan alkena 5.

Hidrogenasi Katalik Reduksi gugus fungsi dengan gas hydrogen merupakan salah satu reaksi yang penting dalam kimiia organic. yaitu ketika Sabatier mengembangkan reaksi antara hydrogen dan senyawa organic yang kemudian menjadi model reaksi universal (Nobel prize.136.3 Selektivitas pada reduksi turunan karbonil yang mengandung karbon khiral Jika pusat prokhiral terdapat pada molekul yang mengadun g satu atau lebih pusat khiral. Pada 5.135a dan 5.135b). Reaksi membutuhkan sejumlah katalis logam transisi agar reaksi dapat terjadi.134 mengandung pusat stereogenik.homogen = katalius larut dalam media reaksi Hirogenasi heterogen mempunyai dua bentuk: 1. 1912) F. Didukung = proses dalam bentuk bubur dan bekerja dalam keadaan gel tetap 2. F. Reduksi terhadap senyawa ini tidak lebih seperti pada reduksi keton yang tidak memiliki pusat khiral. dan pengaruh khiralitas akan berpengaruh pada pendekatan pereaksi yang akan menyerang.136. keton 5. muka re)akan memberikan 5. Namun kenyataannya. Hidrogenasi etana menjadi etana pertama kali dilakukan oleh van Wide pada tahun 1875. pendekatan melalui sisi sebelah atas ³muka hydrogen´(muka si) akan menghasilkan n5. tetapi pusat tersebut terlalu jauh dari pusat prokhiral yang mempunyai pengaruh atas reduksi pada prokhiral. yangb merupakan rasemik.E.136 tetap seperti konformasi yang terlihat. Penggunaan hidrogenansi katalik secara luas dilakukan setelah tahun 1897. maka reduksi menghasilkan diastereomer.138 Jika konfirmasi 5. dan reaksi berlangsung dengan penyerapan hydrogen dan substrat dipermukaan logam.1 Aktivitas dan Reativitas Katalik Metode ini berkaitan dengan adisi gas hydrogen pada molekul organic. Namun demikian. maka hasil yang akan diperoleh sangat cenderung pada 5. Reaksi dengan zat pereduksi dapat mempengaruhi konformasi sehingga memberikan sifat diastereoselektivitas. Senyawa 5. seperti pada reaksi 5.Heterogen = katalis tidak larut dalam media reaksi 2.137.137 dan pendekatan melalui muka yag lebih terhalang (³muka metal´. Terdapat dua tipe utama katalis 1. Pereaksi akan mendekati dari muka yang mengikat halangan yang palin kecil. 47 . pada system asiklis seperti contoh tersebut tidak mungkin memiliki konformasi tunggal.134 dan 5. dan hasil yang diperoleh adalah campuran 1 : 1 diastereomer syn dan anti (5. Tidak didukung= reaksi terutama dalam larut.136 mempunyai pusat stereogenik yang berdkatan dengan karbonil.

Maier menggambarkan adanya tipe ± tipe atom terrace. akhirnya. yang diikuti dengan berlansungnya reaksi dengan transfer hydrogen ke karbon (5. rodium merupakan katalis yang paling aktif. yang didasarkan pada pekerjaan yang dilakukan oleh Mann dan Lien. palladium. F. tidak ada katalis tunggal yang memberikan hasil yang lebih bagus untuk semua gugus fungsi.175) Mekanisme yang pasti dari katalis heretogen belum diketahui karena proses tersebut mmerupakan fenomena yang terjadi di permukaan. Gas hydrogen dipecah menjadi atom ± atom hydrogen yang terikat pada nikel (dinyatakn 5.170. bergantungf pada sifat dan jumlah katalis maupun tipe prosedur hidrogenasi yang digunakan. yang di tandai dengan jumlah atom tetangga yang terdekat.171. Katalis heterogen merupakan suatu perwujudan permukaan dan karena itu dikenal terdapat beberapa perbedaan tipe partikel ± partikel logam di permukaan. rodium.173). melalui pemutusan molekul hydrogen dan penyusunan atom ± atom hydrogen.Gugus fungsi yang direduksi. tipe atom kink (C) mempunyai enam tetangga dan dinyatak seperti 5. step dan kink pada permukaan katalis heterogen. Katalis yang sebagian besar digunakan adavlah platian. Pada proses terlihat 48 . Katalis ± katalis tersebut digunakan untuk mereduksi banyak gugus fungsi . Alkena juga terikat pada permukaan logam (5. Hudliky mengemukakan urutan reakstivitas relative terhadap propena untuk katalis logam transisi golongan VIII. dan rutheum. Pengertian tersebut mengacu pada tipe ± tipe ataom yang berbeda. Variabel pertama dalam hidrogenasi katalik adalah katalis. Tipe atom terrace (A) kekhasannya mempunyai delapan atau Sembilan tetangga dan ditunjukan secara geometri seprti 5. Tipe atom step (B) biasanya mempunyai tujuh tetangga dan dapat digambarkan dengan struktur 5. Dalam beberapa hal. nikel. tingkat reduksi dan distribusi produk.172.2 Reduksi Alkena dan alkuna Reaksi dengan alkena berlangsung diatas permukaan katalis heterogen logam. garam ± garam logam transisi sering digunakan daripada logamnya sendiri. Rh > Ir > Rn > Pt > Pd > Ni > Fe > Co > Os Pada urutan tersebut. iridium.174).

mula mereduksi naftalena menjadi 5. Rylander memberikan urutan berbagai katalis untuk mereduksi benzene. Urutan relatif untuk reduksi naftalena menjadi tetralin adalah Pd > Pt > Rh > Ir > Ru Rodium mula. Redukski fenol mula ± mula menghasilkan enol.memutus ikatan H ± H yang menghasilkan spesies logam ±H (H*). G. Contohnya 5. F.202 yang akan menghasilkan reduksi sempurna pada semua ikatanmenjadi 5. F. maka hidrogenasi katalik dapat dipersulit oleh reaski samping.187. disebut katallis adams).3 Hidrogenasi senhyawa ± senyawa karbonil Bahwa pada reduksi 5.201). dimana hydrogen diserap pada situs aktif dipermukaan katalis. tetapi tidak dapat mereduksi aldehida bila diadsorpsikan pada barium sulfat atau alumina Al2 O3. Platinum mereduksi aldehida bila diadsorpsikan pada karbon atau kalsium karbonat. dan 5.186 dan 5. kecuali jika menggunakan katalis rodium. tetapi senyawa ini tereduksi lebih lanjut menjadi dekalin (5. seperti pada reduksi 5. yaitu sbb: Rh > Ru >> Pt > Pd >> Ni > Co Rodium dan ruthenium digunakan jika menghindari hidrogenolisis. Reduksi Logam Terlarut 49 .205 dengan adanya hydrogen berlebih.185 pemecahan secara reduktif cincin siklopropana berlangsung lebih cepat daripada reduksi keton. tetapi senyawa ini dikonversi menjadi sikloheksanon atau turunan sikloheksanadion.200. Cincin siklopropana tidak dapat direduksi dengam katalis Lindlar.4 Reduksi aromatic dan Hidrokarbon Heteroaromatik Contoh yang paling sederhana adalah reduksi benzene menjadi sikloheksana yang membutuhkan kondisi suhu dan tekanan tinggi. Bila cincin aromatic tersubtitusi.200 merupakan konstituen kecil dari campuran produk akhir. dengan perbandingan 10 : 82. tetapi dapat direduksi dengan katalis heterogen seperti platina oksida (PtO2.185 direduksi dengan katalis adams menghasilkan campuran 5.

intermediate anion hidrazon dapat dibentuk dengan melepakan proton dari pelarut yang bersifat basa.asetilpiridin (5.NR ± C = O dengan satuan O = C ± NHNH ± C = O.2.1 Reduksi Elektrofilik Reaksi reduksi dari logam ± logam alkali melibatkan transfer elktron tunggal dan dapat dilakukan pada sel elektrolitik. dan menghasilkan produk yang tereduksi. Pada keadaan yang serupa. Hidrazin juga digunakan untuk mengkonversi alkil ptalimida menjadi alkilm amina dengan mengantikan satuan O = C.220) dengan hasil 68%.G.214). H. Contohnya elektrolisis aseton. Terdapat dua bentuk kanonikal ketil inn. menghasilkan anion radikal (disbut ketil). ikatan pada 2-butuna menangkap electron yang dihasilkan dari eletrolisis membentuk anion radikal seperti 5. Penggabungan radikal aseton seperti yang dinyatakan diatas ditunjukan pada konversi 2. Reduksi Nonlogam Terdapat sejumlah cafra untuk mereduksi gugus fungsi organic yang menggunakan pereaksi nonlogam. reaksi ini sering disebut sebagai prosedur Ing ± Maske 50 . Proses ini di kenal dengan reduksi Wolf ± Kishner. Salah satunya adalah reduksi dengan hidrazin Dalam keadaan basa. Ketil dapat mengaloami penggabungan radikal .diol (5. elektron ditransfer kekarbonil. sedangkan reaksi yang terakhir berupa reduksi. intermediate anion hidrazon dapat dibentuk dengan melepaskan proton dari pelrut yang bersifat asam. Hidrazin hidrokarbon (N2 H5 HCl) sangat efektif untuk mereduksi khususnya keton yang mempunyai penghalang. yaitu bentuk radikal karbon dan bentuk karbanion (5.218) menjadi 1.215 Paling tidak ada dua tipe produk reaksi yang dihasilkan oelh ketil yang berasal dari aseton.

Usaha ± usaha untuk mengontrol stereokimia yang penting meliputi: 1.) 3. Reaksi ini menghasilkan radikal karbon yang diperoleh mula-mula dari adisi radikal brom pada alkena.maka hidrogen ditransfer pada radikal tersebut. Radikal yang terbentuk distabilkan oleh efek elektronik tiga gugus alkil daripada alternatif radikal primer. Reaksi dengan HBr menghasilkan bromida primer dan menghasilkan radikal brom yang lain pada langkah propagasi rantai. 51 .) 2. Reaksi adisi tipe radikal akan berlangsung dengan bentuk anti±Markonikov. dan produk adisi ditentukan oleh stabilisasi relatif dari intermediet. Jika diinginkan adisi anti-Markonikov. Radikal brom dibentuk berdasarkan pemecahan hormolitik dari peroksida yang ditambahkan. setelah oksidasi terhadap intermediet alkil boran. Reaksi radikal ini berlangsung dengan baik hanya untuk adisi HBr dan tidak untuk HCl atau HI.) 5. Reaksi adisi lain yang berlangsung dengan orientasi anti-Markonikov adalah adisi HBr pada alkena dengan adanya peroksida.) Selektivitas markonikov atau anti markonikov Retensi atau inversi konfigurasi Selektivitas cis-trans Selektivitas syn-anti Pengaruh khelasi heteroatom. Jika reaksi menghasilkan karbokation.BAB VI KONTROL STEREO DAN PEMBENTUKAN CINCIN 6.1 Kontrol Stereo pada Sistem Asiklis. reaksi adisi kation dan radikal menghasilkan intermediet reaktif.1 Selektivitas Markonikov/ anti markonikov Reaksi khas yang menggambarkan adisi markonikov adalah reaksi HBr dengan 2-metil 2-butena yang menghasilkan 2-bromo 2-metil butana. Pengotrolan adisi Markonikov vs anti-Markonikov dapat diprediksi dengan pengontrolan jalur mekanistik adisi. Karena brom pertama tama megadisi alkena yang menghasilkan radikal tersier yang lebih stabil. 6. yang biasanya digunakan untuk suatu usaha menghasilkan satu diastereomer sebagai produk utama dari reaksi. maka pengubahan pada mekanisme reaksi harus terjadi.) 4. Pada umumnya. yang menghasilkan alkohol pimer. Reaksi adisi anti markonikov yang khas adalah adisi boran pada alkena. maka orientasi Markonikov pasti dihasilkan.1. Reaksi pada molekul asiklis dapat menghasilkan diastereomer dan pengertian ³penontrolan stereokimia´. kemudian diikuti reaksi dengan HBr. Ini merupakan reaksi berlawanan regioselektivitas keseluruhan terhadap adisi selektif pada reaksi kationik.

Konversi yang menarik adalah transformasi NH2 Br. Contoh sederhana proses ini adalah konver i (S)-2s pentanol menjadi tosilat yang sesuai. 52 . Reaksi ini diambil dari sintesis tienamisin. Proses ini biasanya melibatkan alkohol atau substrat amina. Retensi vs Inversi Konfigurasi Contoh sederhana untuk menginversi pusat stereokimia adalah mengkonversi gugus fungsi menjadi gugus fungsi lainnya.Reaksi HBr dengan 2-metil-2-butena yang menghasilkan 2-bromo-2-metilbutana. Gugus amino dapat diubah menjadi gugus fungsi yang lain. Ini merupakan metode efektif untuk menginversi pusat stereo dengan pengikatan gugus fungsi yang ber eda. Kontrol stereokimia diperoleh dengan memanipulasi perbedaan -perbedaan pada reaktivitas. dengan retensi konfigurasi secara sempurna. dengan hasil retensi konfigurasi secara sempurna. antibiotik karbapenam. Jika alkohol dikonversi menjadi turunan dengan ikatan C ± O lemah serta adanya kecenderungan yang besar untuk terjadinya penggantian . dengan kontrol sempurna pusat stereogenik.2. Reaksi ini diamati pertama kali oleh Walden. Metode lain untuk mengkonversi atau mengontrol stereokimia ditunjukkan pada konversi D-manitol menjadi (R)-ephiklorohidrin atau (S)-ephiklorohidrin. 6.1. b Metode lain selain reaksi Mitsonobu juga dapat dipeoleh untuk menghasilkan stereokimia. yang dilakukan oleh Salzmann. Reaksi asam amino dengan Natium Nitrit (Na2NO2) dan Kalium Bromida (KBr) menghasilkan asam -bromo.maka tipe S 2 menjadi mungkin N dengan inversi pusat stereogenik tersebut. yang dapat diganti dengan nukleofilik seperti azida dan ada hasil.

Produk-produk akhir dari serangkaian reaksi ini adalah syn diastereomer dan anti diastereomer.Contoh pengontrolan konfigurasi pusat khiral adalah konversi alkohol sekunder khiral menjadi klorida sekunder yang sesuai dengan tionil klorida 6.1. Katalis Lindlar memungkinkan terjadinya reduksi secara selektif terhadap alkuna menjadi cis-alkena. Pada contoh ini. syn diol dibentuk melalui pelepasan nukleofil hidroksida dari sisi belakang ke karbon yang kurang terhalang. yaitu pada contoh konversi alkena menjadi 1. tetapisatu yang perdominan. reaksi alkun dengan logam alkali akan menghasilkan trans-alkena.Metode untuk menghasilkan diol secara stereoselektif dimulai dengan epoksida. Selektivitas syn-anti Reaksi enolat yang dibicarakan sebelumnya merupakan contoh yang baik tentag kemampuan untuk mempengaruhi atau mengontrol distereoselektivitas.3. yang dibentuk dengan mengoksidasi alkena yang dibuka menjadi diol dengan hidroksida (atau dangan nukleofil oksigen lain). Keadaan yang berlawanan. Selektivitas cis-trans Kontrol pada geometri cis-trans telah ditunjukkan pada reduksi alkuna engan hidrogenasi katalitik atau dengan logam alkali.4. dengan mengubah basa atau kondisi reaksi lain. 53 . pengertian utama terhadap perbedaan dua mekanisme reaksi tersebut memungkinkan pengontrolan geometri cis-trans produk akhir.1. 6. Rekasi lain di mana syn dan anti diastereomerdapat dibentuk. Katalis Lindlar memungkinkan terjadinya reduksi secara selektif terhadap alkuna menjadi cis-alkena. Sekali lagi.2diol.

pada dasarnya sama seperti pada sistem asiklis. Dalam beberapa hal. Sukar untuk memisahkan pengaruh regiokimia (cara adisi) dan pengaruh retensi dibandingkan inversi dan isomerisasi cis-trans pada molekul-molekul siklis. Koordinasi dengan oksigen dan pelepasa oksigen elektrofilik dari sisi tersebut menghasilkan alkohol epoksi. Metode untuk menghasilkan diol secara streoselektif dimulai dengan epoksida yang dibentuk dengan mengoksidasi alkena yang dibuka menjadi diol dengan hidroksida 6. tetapi litium aluminium hidrida menunjukan selektivitas yang kurang.pengikatan alkohol alilik pada logam adalah penting untuk pelepasan oksigen elektrofilik dan juga untuk pengontrolan orientasi alkena relatif terhadap agen epoksidsi.5.Hasil yang diperoleh adalah syn-diol.terutama terhadap molekul siklis. Zink borohidrida mengadakan koordinasi yang sangat kuat dengan heteroatom. Adisi pada ikatan tersubtitusi menghasilkan 54 . Epoksidasi asimetris Sharples memanfaatkan selektivitas yang timbul dari koordinasi dengan alkohol alilik oleh penambahan agen khiral untuk mengontrol selektivitas.2 Kontrol Stereo pada Sistem Siklis Cara untuk mengontrol regiokimia Markonikov dan anti-Markonikov.mungkin mengontrol pembukaan cincin epoksida. dan retensi atau inversi konfigurasi. Keadaan ini dapat ditunjukkan pada reaksi alkohol alilik khiral dengan asam peroksi. Kecenderungan terjadinya khelat heteroatom tegantug pada pereaksi yang digunakan. 6.hal ini disebabkan oleh koordinasi yang lemah dengan heteroatom.1. Salah satu faktor utama untuk mengontrol diastereoselektivitas adalah pengaruh khelat gugus-gugus heteroatom tetangga.seperti pada reaksi 1 fenilsikloheksena oksida dengan hidroksida. Khelasi Heteroatom Salah satu faktor utama untuk mengontrol distereoselektivitas adalah pengaruh khelat gugus-gugus heteroatom tetangga (pengaruh gugus tetangga).

hidroborasi metilsiklopentena menghasilkan produk utama anti Markonikov karena untuk adisi dibutuhkan keadaan transisi empat pusat. dan pada sebagian besar sistem siklis akan mengontrol konfigurasi absolut pusat khiral yang dikaitkan dengan isomer-isomer cis-trans dan/atau dengan pembentukan diastereomer.2. 1-bromo-1-metilsiklopentana. Efek yang sama terjadi pada halida siklis seperti cis-2-1. 55 . Sebagai contoh. Hal ini disebabkan sifat termodinamika reaksi dan persyaratan elektronik bahwa kedudukan gugus pergi anti terhadap hidrogen yang dilepaskan. Pengertian syn dan anti tidak mempunyai arti pada sistem siklis.1. Reaksi Hbr dengan metilsiklopentena merupakan regioselektivitas yang tinggi untuk produk Markovnikov yang menghasilkan tersier bromida. Namun demikian. Adisi boran dan oksidasi menghasilkan campuran alkohol dengan perbandingan 86 : 14.2. 6.2. yang bila direaksikan dengan basa menghasilkan metilsiklopentana.metilsiklopentana. dimana yang lebih menguntungkan adalah produk yang kuran tersubtitusi.isomer-isomer geometri. reaksi HBr dengan metilsiklopentena merupakan regioselektivitas yang tinggi untuk produk Markonikov yang menghasilkan tersierbromida. 6. Aturan Bredt Reaksi lain di mana regioselektivitas bersifat penting adalah pembentukan ikatan rangkap pada reaksi eliminasi. Selektivitas Markonikov / anti-Markonikov Masalah-masalah yang berkaitan dengan adisi secara regioselektif pada molekul-molekul siklis pada dasarnya sama seperti pada molekul-molekul asiklis. 1-bromo-1metilsiklopentena. Penambahan pada halida dengan kalium-t-butoksida dalam t-butanol menghasilkan antieliminasi. Regiokontrol pada eliminasi diperoleh dengan pengikatan basa pada molekul (basa internal untuk eliminasi syn) atau dengan pengikatan basa pada molekul seperti pada reaksi biomolekul (basa eksernal untuk eliminasi anti). dan membentuk alkena yang lebih banyak tersubtitusi.

hidrogen. karbon ± karbon kepal jembatan (a dan b) tidak dapat dilibatkan pada ikatan rangkap dua karbon ± karbon. Adanya penghalang pada keadaan syn ini mengakibatkan pendekatan dan pelepasan hidrogen. Pembentukan produk alkena memerlukan penahanan kedudukan ³kepala jembatan (bridgehead)´ menjadi konformasiplanar.Perbedaan utama di sini adalah ketidakmampuan cincin berotasi di sekitar ikatan karbonkarbon. Untuk syn dan anti eliminasi keduanya.pada kedudukan yang kurang tersubtitusi. yang secara energetik lebih menguntungkan.yang mempunyai kedudukan syn terhadap gugus pergi. Pernyataan yang dikemukakan oleh Bredt adalah ³dalam sistem keluarga kamfen dan a pinena serta senyawa ± senyawa yang sekerabat. 56 . Energi keadaan transisi yang dibutuhkan untuk mengeliminasi ± menjadi karbon kepala jembatan dalam sistem kecil ± sangat tinggi. Syn-eliminasi melibatkan basa yag terikat secara intramolekul. Pengamatan menunjukkan bahwa ikatan rangkap dua karbon ± karbon tidak dapat dibentuk pada atom ± atom kepala jembatan dalam cincin ± cincin bisiklis kecil dan keadaan seperti ini pada awalnya disebut aturan Bredt.dan gugus pergi adalah sudah ditentukan oleh regiokimia halida. disebabkan pembentukan geometri planar karbon sp2. dan sistem bisiklis kecil tidak dapat mengakomodasi kenaikan yang besar dalam tegangan ini. diikuti pelepasan hidrogen. tetapi produk yang dihasilkan adalah alkena yang lebih banyak tersubtitusi.

6.contoh: Perbedaan utama antara system siklis dan system ansiklis adalah ketidakmampuan sistem siklis mengalami rotasi disekitar ikatan karbon-karbon yang menghasilkan perbedaan konfigurasi.4 Isomer-isomer cis-trans (diastereoselektivitas) Pada system siklis .kemampuan kekonformasian pada keadaan transisi.Reaksi asida (NaN3) dengan cis .3 Retensi vs invarsi (kontrol diastereo) Reaksi molekuler siklis yang melibatkan pembentukan pusat-pusat khiral mirip seperti yang terjadi pada system asiklik.konformasi cicin.bentuk ekuatorial adalah bentuk yang dominan (dengan perbandingannya adalah <99.pengontrolan geometric cis-trans merupakan persoalan diastereoseletivitas.2.selama reaksi dengan LiAlH4 yang menghasilkan trans-alkohol) 57 . Menurut perhitungan yang dilakukan oleh Corey.89).4 ±t-butil-1-bromosikloheksana.dan stabilitas produk akhir.jika azida di gunakan sebagai nukleofil .merupakan hal yang penting untuk mengkontrol dan memprediksi stereokimia. Menghasilkan azida.dengan inversi konvigurasi penuh Melalui jalur reaksi SN2.88 : 6.karena sudut pendekatan nukleofil terhalangi.2.6.9 : <1 yaitu 6.maka penggantian bromida berdasarkan SN2 melauli peningkatan pada sisi belakang akan sulit terjadi.Contoh : Reduksi 4-t-butilsilkoheksanon menunjukan kemantapan yang ditandai pelapisa hibrida melalui jalur a (perbandingan a : b = 91 : 9).

58 . Ini merupakan pengaruh untuk reaksi asiklis.3 Pengaruh Khelasi dan Gugus Tetangga Pengaruh gugus sederhana yang di pengaruhi pelepasan ³oksigen´ ke ikatan rangkap dua alcohol telah dikemikakan oleh Henberst dan Sharless. 6.dan 2. Mengubah pusat sterio pada produk akhir.100 berlangsung melalui koordinasi asam peroksi dengan alcohol.Epoksidasi senyawa 6. Terdapat banyak cara yang ada untuk emeriksa stereokimia relative pada pusat khiral yang tidak sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Mengubah jalur sintesis untuk menghasilkan intermediet yang menguntukan yang dapat menghasilkan steriokimia yang diinginkan.memungkinkan kita untuk dapat mengubah populasi diastereomer.Para ahli kimia yang melakukan sintesis tidak selalu dipaksa untuk menerima stereokimia tersebut.pelepasan berbedah dengan epoksidasi alitik asetat yang terutma menghasilkan pelepasan oksigen elektofilik dari muka yang kurang berpenghalang.Dengan memanfaatkan perbedaan-perbedaan seperti itu pada stabilitas produk .paling tidak ada dua pilihan : 1.

tidak hanya pengaruh ± pengaruh a dan b hidroksil.Contoh lain : Reaksi oksetana dengan diametil alumenium Nmitel-analin yang merupakan reaksi eleminasi.pengaruh khelasi tersebut pada kenyataannya dapat merupakan pengarahan steriokimia atau regiokimia dan penghambat atau penghentian reaksi yang diharapkan. Alumenium mengadakan koordinasi dengan oksigen oksetana kurang terlarang pada 6.alkoksi. tetapi juga pengaruh-pengaruh yang lebih kuat dari pasangan electron bebas yang berdekatan dengan electron nitrogen. pada muka b yang Pada perencanaan reaksi. 6.dadi pasangan gugus amino yang harus di perhatikan .108.Pengaruh gugus seperti ini disebabkan oleh pengaruh khelasi subtituen heteroatom dengan pereakai.menghasilkan 99% (E)-alkena.oksigen dan belerang.4 Stereo Kontrol Asiklis melalui precursor siklis 59 .107 dan 6. Pengaruh gugus tetangga dapat menjadi jelas dan dapat digunakan untuk mengarahkan steroekimia dari suatu reaksi.merupakan retomer kunci.

Penambahan dan pengaturan gugus fungsi adalah konversi sikloheksanoan menjadi epoksiteron. Contoh penerapan masalah dilakukan dengan cara disintesis senyawa organic secara efektif. 6.Peningkatan atom pada sp2 disebut TRIG (membentuk cicin) dan peningkatan hibridisasi pada atom sp disebut DIG( pembentukan cicin).jika atom yang diikat dinyatakan tet dan cicin yang akan dihasilkan adalah 6.dan proses penutupan cicin kationik.Baldwin mengklasifikasikan penutupan cicin menjadi dua kategori : EXO (aliran electron dari reaksi adalah eksternal terhadap cicin yang akan dibentuk) dan ENDO (aliran elektro didalam cicin yang akan dibntuk).Pendekatan ini didasarkan pada persyaratan -persyaratan steriokimia dan sudut pendekatan yang memungkinkan untuk membawa ersama-sama dua pusat rebktif bila dihubungkan dengan atom-atom (tether).118.Sistem siklis dapat digunakan untuk memprediksikan gugus fungsi.sering dengan control regiokimia dan steriokimia.Penambahan dengan tosilhidrasin dalam asam asetat akan menyebabkan terjadinya pemecahan cicin Eschenmoser dan menghasilkan .homolitik.mempelajari nukleofil. 60 .dan mendapatkan pola reaktifitas yang dapat relativ diprediksi.Hidrogenasi Lindlar memberikan feromon seks utama dari Doglas fir Fussockmoth.dan regioimia dan strereokimia subtituen telah ditetapkan (ditemukan).5 Reaksi Pementukan Cicin Pengenalan dari aturan Baldwin untuk penutpan cicin.Cincin kemudian dibuka untuk memperperoleh system asiklis .

yang haya didasarkan pada substrat.tetapi selama reaksi.Bila kita bicarakan aturan Baldwin.Pengggantian pada karbon sp3 pada umumnya melaui peningkatan dari bagian belakang dan gugus yang akan datang (X) harus mendekati karbon yang mengandung Y [ada sudut yang dekat dengan 180°.disini sudut ikat sekitar 120°.maka yang paling perluh dibicarakan adalah pertamatama adalah persyaratan sudut peningkatan untuk membawa dua ujung raktif molekul bersama-sama.atom sp3 adalah tetrahedral ( dengan sudut ikatan sekitar 109°) 61 .Elliot dan Graham-Richard menyatakan suatu metode untuk memprediksikan sudut pendekatan yang cocok.

Menggunakan analog yang sama seprti pada koversi sp2 -sp3 atom harus mendekati ikatan rangkap tiga pada sudut sekitar 120°.Dalam hal in konversi atop sp menjadi atom sp 2 menghasilkan sudut ikat 120° yang merupakan karekteristik alkena. Contoh siklis endo.Sudut ikat pada ikatan rangkap tiga adalah 180°.karena molekul adalah linear.konversi sitronelal oleh pengaruh katalisator asam H isopulegol 62 © menjadi .

Mengalami

penggantian

exo

Y,tetapi

me

nghasilkan

Konver

Terdapat dua cara untuk meggambarkan pembentukan cicin.Enolat secara kinatik akan membentuk cicin melalui pengganti Exo Y menghasilkan 6.129 Enolat secara termodinamikal akan menghasilkan konversi,di sebut enol endo-exo-tet dan konversi.

bguvvyfiyfiyf Enolat pada umumnya mengalami reaksi 5-endo-tring pada oksigen sedangkan reaksi 6endo-tring disukai pada karbon.untuk membentuk cicin lingkar dari lima dari pasangan electron bebas oksigen harus pada kedudukan yang tepat untuk menggantikan kedudukan brom pada 6.136( produk adalah tetrahidrofuran).

63

Keadaan transisi untuk penggantian in di gambarkan pada 6.140.Agar menghasilkan cicin lingkar-enam,maka orbital-orbital karbon enolat pada 6.138 harus pada sudut ang tepat untuk penggantian.

64

BAB VII GUGUS PELINDUNG

7.1 Pengertian Gugus Pelindung Banyak target senyawa sintetik yang mengandung lebih dari satuu gugus fungsi, dan gugus tersebut dapat mengadakan interaksi dengan pereaksi yang digunakan selama proses sintesis. Jika gugus keton dan aldehida terdapat di dalam molekul yang sama, kedua gugus tersebut dapat bereaksi dengan pereaksi tertentu pada saat yang sama. Adanya alcohol dan amina dalam molekul yang sama juga akan menimbulkan masalah karena kedua gugus fungsi tersebut cepat beraksi dengan asam, basa, dan nukleofil. Cara untuk menanggulangi fungsi tersebut adalah dengan melindungi atau mengeblok sementara satu gugus yang reaktif dengan mentransformasikannya menjadi gugus fungsi baru yang idak akan mengganggu menjadi gugus baru yang berbeda, yang tidak akan bersaing dengan reaksi yang diharapkan. Langkah reaksi kedua adalah mentransformasi gugus fungsi baru (gugus pelindung) kembali menjadi gugus fungsi semula pada tahap akhir sintesis. Proses ini di kenal sebagai perlindungan dn proteksi. 7.2 Gugus Pelindung Umum Untuk Alkohol, Karbonil dan Amina 7.2.1 Proteksi Alkohol Gugus pertama dalam pengembangan gugus pelindung untuk gugus fungsi adalah mengidentifikasi bagian molekul mana yang dapat mengganggu. Dalam hal alcohol, bagian molekul yang hampir selalu dapat mengganggu adalah keasaman hydrogen gugus O-H. jika gugus OH tersebut mengganggu rencana sintesis, maka OH harus dikonversi menjadi gugs fungsi lain (O-X), tetapi reaksi ini harus dapat berlangsung dan menghasilkan produk yang tinggi pada kondisi normal. Alcohol memilki dua reaksi utama yang cocok terhadap criteria tersebut, yaitu konversi alcohol menjadi eter, biasanya berlangsung dengan hasil yang tinggi dan memberikan produk yang relative inert. Karena sifat inert inilah, maka kondisi yang dibutuhkan untuk memecah eter harus kuat. Cara lain adalah mengkonversi alcohol menjadi asetal asilik atau ketal. Juga sangat mungkin mengubah alcohol menjadi ester pada kondisi normal, dan dengan mudah mengembalikannya menjadi alcohol dengan cara menghidrolisis ester. 7.2.2 Gugus Pelindung Eter dan Asetal Gugus pelindung paling sederhana untuk alkohol adalah metil eter (-OCH3). Reaksi alcohol dengan basa (umumnya natrium hidrida (NaH) dalam THF atau DMF) menghasilkan alkoksida. Cara berikutnya adalah mereaksikan alcohol dengan trimetiloksonium tetrafluoro borat. Metil eter stabil terhadap basa kuat, nukeofil, organologam, hidrogenasi, zat pengoksidasi, dan zat pereduksi hidrida. Metil eter stabil pada PH 1-14. Metil eter dapat
65

oksidasi. karena gugus OH primer juga dapat bereaksi dengan KH/CH3 I. dan metilasi yang keudian dilanjutkan dengan deproteksi (hydrogen/paladium) akan menghasilkan 7. Dua cara yang umum untuk melepaskan gugus benzil meliputi pemutusan ikatan O-CH2Ph dengan hidrogenolisis.t-butil sensitive terhadap asam kuat. sedangkan trimetilsilil iodida dapatmemecah pelindung alcohol dalam kloroform dan pada suhu yang relatif tinggi. dimana mula-mula alcohol 7. Sebagai gugus pelindung .dipecah oleh HI pekat. hidrida.O-Bz). hidroborasi.26. oksidasi dan reduksi. Contohnya adalah sintesis monensin yang dilakukan kishi.24 dikonversi menjadi benzil eter (7. biasanya dengan katalis poladium. tetapi stabil pada Ph 1-14.organologam.yang dibuat dengan mereaksikan alkoksida dai alcohol dengan benzil bromida atau klorida. 66 . Cara paling umum pemutusan ikatan C-O benzilik adalah dengan hidrogenasi katalitik. Alkohol dapat dikonversi menjadi t-butil eter (O-C(CH3)3 ) dengan mereaksikan alcohol dengan 2-metil-2-propena (isobutilena).25. Gugus pelindung eter lainnya adalah benzil eter (-OCH2Ph. nukleofil. dengan adanya katalis asam (asam sulfat atau BF3). Benzil eter stabil terhadap sejumlah pereaksi. dn stabil terhadap nukleofilik. Gugus alilik OH akan mengganggu proses pembentukan gugus OCH3 dalam 7. dan beberapa zat pengoksidasi. karbonion dan organologam . meliputi pH 1-14. hidrida. Cara lain dari hidrogenolisis adalah dengan melarutkan logam natrium atau kalium dalam amonia.25) dengan mereaksikan dengan kalium hidrida (KH) dan benzil bromida. hidrogenasi katalitik.

28) dan OH yang lain sebagai benzil eter (7. O-EE).SEM). Variasa gugus MEM adalah 2-(trimetilsilil) etoksi metil eter (-O-CH2 OCH2CH2 Si(CH3)3. Salah satu gugus pelindung asetal yang paling umum adalah 2-metoksi etoksimetil eter (-O-CH2 OCH2CH2 OCH3.28.27 sebagai turunan MOM (pada 7. proteksi OH pada 7. Asetal pertama adalah metoksi metil eter (O-CH2 OCH3.Gugus pelindung eter alternative yang telah di kembangkan oleh Green adalah ³metil eter tersubtitusi´ yang tidak lain adalah asetal (RO-CHR1 -O-R2). Gugus MEM juga dapat melindungi alcohol tersier. sementara gugus hidroksil pada 7.MEM). gugus hidroksi metil pada 7. Gugus MEM juga stabil pada pereaksi-pereaksi seperti terhahdap O-MOM dan O-MTM. shibasaki menggunakan gugus EE untuk melindungi. reaksi selanjutnya menghasilkan alcohol primer baru yang kemudian diproteksi sebagai O-benzil eter (pada 7. Gugus MEM sensitive terhadap asam Lewis dan dapat di pecah dengan asam kuat berair (PH<1).27 perlu di proteksi dan di konversi menjadi turunan OMOM. Sebagai contoh.29).7. O-MOM). Pelepasan gugus EE dengan asam asetat berair menhasilkan 7.29)selanjutnya di ikuti pelepasan gugus O-MOM. Sebagai contoh. Gugus MEM di ikat oleh alcohol setelah alcohol di konversi menjadi alkoksida (umumnya dengan NaH dalam THF atau DMF).33. Anggota yang paling umum adalah 1-etoksil-etil eter (O-CH(OCH2CH3 )CH3.31 diubah menjadi 7. 67 . Tipe lain dari gugus pelindung asetal adalah etil eterr tersubtitusi.32 dengan reaksi wittig. di bentuk dengan mereaksikan alcohol dengan basa (seperti NaH dalam THF) dan ClCH2 OCH3 (klorometil metil eter).

organologam.2. dan zat pengoksida. ketal seperti 7. hidrognasi katalitik.3-diol akan menghaslkan cicin lingkar-6 asetonida.3-dioksana. Gugus ini stabil terhadap basa (Ph 4-12). dengan aam asetat atau dengan asam p-toluennasulfonat dalam methanol.7. tetapi kedudukan hidroksil berkaitan sehingga dapat dpproteksi sebagai ketal siklis. maka akan dibentuk 1.3 Proteksi Diol 1. Gugus tersebut juga stabil terhadap nukleofil. sering disebut asetonida (isopropilidena ketal).34) bereaksi dengan keton seperti aseton.2-diol termasuk alcohol. dengan adanya katalis asam. hidrida.3-butanadiol (7. Gugus pelindung ini biasanya dipecah dengan HC berair. 68 . Bila 1.35).35 yang dibentuk dari aseton. tetapi tidak terhadap asam. atau reaksi diol dengan aseton dengan adanya katalis asam.3-dioksolan (7. Ca umum pembentukan asetonida adalah reaksi iol dengan 2-metoksil-1-propena dengan adanya asam seperti anhydrous HBr. 1. yaitu merupakan turunan 1.2-diol seperti 2.

2. seperti proteksi pada 1. Sebagai contoh sintesis dengan menggunakan asetal untuk memproteksi aldehida adalah pada senyawa 7.38. dan reaksi berikutnya dengan mereaksikan dengan basa membentuk senyawa alkena 7.41. reaksi iol dengan aldehida atau keton lain akan menghasilkan ketal atau asetal. Reaksi utama dari karbonil adalah adisi nukleofilik asil.suatu cara telah dikembangkan untuk memproteksi keton dan aldhida.4 proteksi aldehida dan keton Seperti halnya dengan alcohol.40 sebagai dimetilasetal. 69 . Variasi reaksi ini antara lain meggunakan pereaksi diol yang menghasilkan ditioketal atau ditioasetat.37 dengan mereaksikannya dengan aseton dan kuprisulfat (CuSO4). Dua turunan yang umum adalah benzaldehida (membentuk benzilidena asetal) dan sikloheksanon (membentuk sikloheksilidena ketal).42 proses ini dilakukan oleh Bauman dan Hoffmann dalam sintesis -santalol. bila 7. aldehida diperoleh kembali dengan menambahkan asam ptoluenasulfonat berair menjadi 7.hal ini dilakukan karena ugus karbonil yang merupakan bagian dari gugus fungsi dapat mengganggu salama reaksi berlangsung. Dioksolana selanjutnya memungkinkan untuk mengkonversi ester menjadi gugus alkilidena 7.Asetonida berguna dalam sintesis. dengan menggunakan pereaksi alcohol atau diol. 7.2-diol pada senyawa 7.39).36 yang dikonversi menjadi 7. Cara umum memproteksi gugus karbonil adalah dengan mengkonverinya menjadi ketal atau aseta.38 direaksikan dengan asam berair akan diperoleh kembali diol (7.

48. dan 1.( )-aspidosapermina. proses ini dilanjutkan oleh reaksi olefin 7.2dimetil-1. Sebagai contoh. Turunan 1.49. Deroteksi menghasilakan 7.47 dengan butyl litium dan juga konversi yang menghasilkan produk alcohol menjadi klorida 7.3-propanadiol.44). menggunakan 2.3-propanadiol untuk memproteksi keton 7. yang di ikuti reduksi terhadap laktam menjadi amina.7.3-sdioksana dibuat dengan mereaksikannya dengan 1. tetapi methanol merupakan alcohol yang paling umum digunakan. diproteksi terhadap karbonil menghasilkan kamforenon. 70 . Cara yang paling umum untuk memecah turunan dioksana atau dioksolana adalah dengan mereaksikannya dengan asam berair.46 (yang membentuk 7.meyer memproteksi senyawa keton 7.2-etanadiol. seperti yang dilakukan oleh Money.Dalam kenyataannya banyak jenis alcohol yang dapat digunakan untuk menghasilkan asetal atau ketal. meliputih HCl dalam THF dan asam asetat berair. Proteksi aldehida dan keton juga dapat dilakukan denga menggunakan 1.47).43 sebagai ketal (7. Variasi dapat dilakukan dalam memproteksi ketal dengan memasukkan subtituen alkil pada senyawa diol.3-diol yang membentuk ketal siklis atau asetal siklis.45.3-dioksolana dibentuk dengan mereaksikan karbonil dengan 1.2-diol dan 1.

organologam. N-astil merupakan ggus pelindung amida yang sudah di kenal bak dan N-asilamina dikenal merupakan turunan asetamida (N-COCH3.1 Gugus Pelindung N-Alkil Gugus alkil lain yang digunakan untuk melindungi nitrogen adalah benzil (N-CH2Ph.2 Gugus pelindung N-As Amida merupakan gugus pelindung yang paling umum digunakan untuk memproteksi amina. Cara penentuan lain adalah dengan mereaksikannya dengan natriium dalam amonia cair.7. Gugus ini stabil terhadap asam dan basa (Ph 1-12) dan terhadap nukleofil. biasanya dengan adanya basa seperti kalium karbonat (K2 CO3) atau hidroksida. 7.N-Ac). Amina direaksikan dengan benzil klorida atau benzil bomida. dan asam Lewis.3.3 Proteksi Amina 7. NBz).hidrida.3. Ikatan N-C dapat diputus secaa hidrogenolisis katalitik atau pelarutan logam. Reaksi antara anhidrida asetat atau 71 .

asetil klorida dengan amina. Gugus ini sensitive terhadap asan kuat. 7. pengganti tosilat dengan nukleofil belerang (manghasilkan 7.3.55). Gugus BOC biasanya dilepaskan dengan mereaksikannya dengan HCl berair atau dengan asam trifluoroasetat.N-TFA). Trifluoroasetil umumnya di ikat brtdasarkan reaksi antara amina dengan anhidrida trifluoroastat (CCF3CO)2O) dengan adanya trietilamina atau piridin.54 sebagai turunan BOC (7. akan menghasilkan asetamida.56). dengan adanya basa sperti piridin atau trietilamina.3 Gugus Pelindung N-karbamat Gugus pelindung lain untuk nitrogen adalah karbamat (N-CO-OR). Jenis gugus lain yang memproteksi amina adalah trifluoroasetamida (N-COCF3. dilanjutkan dengan 72 . Contoh sederhana di tunjukkan pada proteksi asam amino 7. Banyak gugus pelindung yang dikembangkan untuk memproteksi asam amino pada sintesis peptida.

terhadap nukleofil. dan gugus hidroksil diganti dengan gugus tiol.Doprteksi dengan asam trifluoroasetat (suhu kamar 30 menit)yang akan menghasilkan amina 7. Gugus ini sensitive terhadap hidrolisis dengan hidrogenasi katalitik (pada karbon merupakan katalis yang umum di gunakan). Karbamat lain yang popular adalahbenzil karbamat (N-CO2CH2Ph. N-CBz benziloksi karbonil). Gugus sangat stabil terhadap asam dan basa (ph 1-12).57. terhadap asam Lewis dan terhadap sebagian besar hidrida (gugus tersebut bereaksi dengan LiAlH4 ). terhadap organologam (tetapi gugus tersebut bereaksi dengan pereaksi organolitium dan pereaksi Grignard). 73 . Gugus diikat oleh reaksi antara amina dengan benzil kloroformat (PhCH2 O2CCl) dengan adanya basa (karbonat berair atau trietilamina).

asetal. Asam karboksilat biasanya diproteksi sebagai ester.diproteksi dengan hydrogen menghasilkan 7.61. KESIMPULAN Gugus pelindung berfungsi memproteksi atau memblokade satu gugus yang reaktis dengan mentransformasikan menjadi gugus fungsi baru yang tida mengganggu terhadap transformasi yang diinginkan.58) dikonversi menjadi turunan CBz (direaksikan dengan benzil kloroformat)dan kemudian direaksikan dengan diazometana menghasilkan diazoketon yang di proteksi CBz (7.59). Langkah reaksi kedua adalah mentransformasikan gugus pelindung tersebut menjadi gugus fungsi semula padatahap akhir sintesis. Keton dan aldehida biasya diproteksi dengan cara mengkonversinya menjadi asetal atau ketal.Fenilalanina (7. Pasangan electron pada amina dapat diproteksi dengan cara mengkonversi menjadi garam amonium. atau ester. menghasilkan 7. 74 . Gugus-gugus fungsi penting sebagian besar menyebabkan masalah reaktivitas adalah alcohol.60. Keasaman hydrogen alcohol dapat diproteksi dengan mengubahnya menjadi eter. keton. gugus fungsi asam di perpanjang dengan satu karbon melalui penataan ulang Wolff. atau turunan hidrazon. tioasetal atau tioketal.dan amina.

Robinson pada tahun 1917 mensintesis tropinom (8. dan aseton.metilamina.1) dalam rangka untuk memastikan struktur sebenarnya dari bahan alam ini. Selama berthun-tahun terjadi peningkatan data tentang ciri ciri struktur dan sterokimia dari senyawa yang semakin kompleks.5) atau strinina (8.BAB VIII STRATEGI SINTESIS 1. Wordward dan Doering mensintesis kuinina (8.Perkin mensintesis terpinol (8. PEN ERTIAN STRTEGIS SINTESIS Corey mencatat Beberapa contoh sintesis untuk menggambarkan sejarah sintesis.2 menjadi bagian -bagian yanga lebih sederhana. Analisis ini ternyata dapat dilakukan dengan cara mendiskoneksi 8.3) yang dilakukan oleh Bachman pada tahun 1990 merupakan sinesis multilangkah pertama terhadap precursor stroid menjadi estron. Sintesis ekuilen(8. Pada tahun 1904. ia menghipotesiskan bahwa hidrolisi yang diperkirakan terhadap substrat (tropin) dapat diubah menjadi suksin aldehida.6). 75  .4) sebagai target yang semula ia mengira bahwa senyawa yang kompleks tersebut tiak di ketahui apakah (8.2).

76 . Sintesis molekul organic biasanya dimulai dengan dua pertanayan : (1) Mengapa molekul ini dipilih sebagai target??dan (2) darimana kita harus memulai?? Jawaba terhadap (1) sering terletak pada n kebutuhan dan ketertarikan dari ahli kimia pensintesis. 2. dan retrosintsis ini dapat mempelajari sintesis suatu molekul sampai pada bahan awal yang relative sederhana yang kemudian skarang dikenal sebagai Pendekatan diskoneksi (atau syntom).1 Alasan atau dasar pemikiran untuk sintesis total Pada dasarnya pemilihan target merupakan titik awal untuk sintesis. sehingga membuatnya menjadi suatu proses yang dapat di mengerti.Corey memformulasikan termilogi untuk pendekatan sintesis ini. Pendekatan ini disebut Retrosintesis. penciptaan. Selama mengamatan tahapan tersebut. Pemilihan Pereaksi-pereaksi yang spesifik 3.Sekarang pendekatan diskoneksi di gunakan oleh sebagian besar ahli kimia bila mereka menghadapi masalah sintesis. Pemilihan atau penentuan percobaan dan analisis. Pemilahan reaksi kimiayang spesifik untuk tranformasi satu intermedit sintesis ke langkah berikutnya 2. Corey melibatkan LHASA (logic Heuristics Applied To Synthetic Anlysis) dengan tujuan membantu ahli kimia dalam perencanaan sintesis dan untuk mensintesis molekul-molekul yang kompleks. Molekul target dpt memiliki siat kimia dan biologi yang unik. ada strategi lain yang dapat ditera pkan pada perencanaan sintesis.yang meliputi: 1. Akan tetapi. Bentuk atau model percobaan 4. Kesempatan belajar memberikan andil yanga besar terhadap langkah-langkah selanjutnya dalam pekerjaan sintesis. PEMILIHAN TARGET 2. penemuan. atau teori-teori baru yang sangat penting dapat dihasilkan.

Banyak informasi yang diperoleh dari pengujian kriteria tersebut yang mungkin berguna untuk pendiskoneksian target. pengertian dasar sifat-sifat alami ikatan dan molekul 5. Bagi ahli kimia. Aktivitas biologis yang penting 3. Persoons mengisolasi 200 µg 77 . Kadang-kadang. yaitu: 1. Verifikasi atau pengubahan struktur 2. Pendekatan diskoneksi dalam jumlah bentuk akan di gunakan dalam menjawab pertanyaan (b). meskipun tidak selalu dalam ringkasan diuraikan mengapa target dipilih.bkriteria tersebut mungkin berharga bagi ahli kimia yang baru pertama kali melakukan sintesis. melihat kembali pemilihan target merupakan pemeriksaan pekerjaan yang sudah pernah dilakukan dan tidak memberikan nilai lebih. Senyawa ini adalah bagian dari eritromisin yang merupakan antibiotik makrolida. Mitomisin C (8.10 dan diberi nama periplanona B.perlu ditambahkan molekul-molekul yang ditunjukan pada pendekatan merupakan contoh-contoh yang dapat mewakili organic yang jenisnya sangat banyak yang telah disintesis sebagai target. Cirri-ciri strukturnya yang berbeda memberika masalah-masalah sintetik yang unik.8) merupakan aglikon lakton makrosiklik.9) merupakan hasil alam alkaloid yang memiliki sifatsifat antitumor. Senyawa 6-deoksieritronolida B (8.2 verifikasi atau pengubahan struktur Feromon seks kecoa amerika.7) merupakan hormone pertumbuhan tanaman dengan kerangka karbon yang kompleks. Pengembangan reaksi dan pereaksi baru. ditunjukan oleh persoons mempunyai struktur 8. Asam gibberelat (8. Bila sintesis seperti tersebut dipublukasikan.Uraian diatas memberikan jawaban yang dapat di terima terhadap pertanyaan (a). Studi analog 4. Criteria yang tertulis dibawah sering disebut sebagai karakteristik target sintesis yang penting. maka serangkaian reaksi langkah demi langkah yang digunakan untuk membentuk setiap molekul dilaporkan. Tantangan struktur dan topologi. Demikian juga ringkasan alasan alasan yang melatarbelakangi sintesis perlu dipublikasikan. meskipun studi yang dekat dengan sintesis tersebut akan memberikan nilai yang besar untuk memahami strategi perencanaan. 2. periplanita Americana.

dengan aktivitas biologis yang bermacam-macam dan manjur.atau usaha-usaha komersial lain atau kemanusian.pertanian. Prostaglandin merupakan kelompok hasil bahan alam yang tidak jenuh. masalah seperti ini dapat diselesaikan dengan membuat semua kemungkinan diastereomer sekaligus. yang akan menghasilkan hanya sedikit produk diastereomer.11 digunakan untuk membuat semua diastereomer periplanona.12. Berbeda dengan still yang fokus pada jalur sintesis.10 dengan jalur multi langkah. Empat stereoisomer disintesis. Jika molekulmenunjukan adanya aktifitas biologis yang signifikan. 78 . tetapi stereokimia 8.000 kecoa betina yang kemudian dilanjutkan dengan determinasi struktur. dari semua produk dengan stereokonrrol yang dapat diterima (masuk akal). tetapi dengan empat pusat simetri sehingga terdapat 24 isomer (16 stereoisomer atau 8 pasang enantiomer) yang selanjutnya harus dipisahkan. Semua prostaglandin (PG) diturunkan dari senyawa induk yang disebut asam prostanoat. 2. dan karakteristik spektra dan sifat fisik dari setiap stereoisomer diuji terhadap cuplikan periplanona B alami untuk menemukan isomer yang benar. Perlu diketahui bahwa adanya isomer E dan Z untuk olefin pada setiap diastereomer akan menambah jumlah produk yang harus dipisahkan. masih merupakan metode yang penting untuk menentukan struktur akhir. Still mensintesis 8. dan dalam hal ini target intermediet kunci 8. Sintesis total semua diastereomer yang dapat diterima dan membandingkannya dengan cuplikan asli. bidang Molekul yang penting dan diminati biasanya di isolasi dari sumber alam yang bsedikit. maka diupayakan menambah senyawa tersebut untuk keperluan pengujian atau struktur. Ini merupakan pendekatan umum. dengan tanpa mengontrol stereokimia. asam lemak terhidroksilasi.3 Aktifitas Biologis Alasan nyata sintesis total adalah pentingnya senyawa target pada kedokteran.senyawa tersebut dari 75.10 belum terelusidasi. Bandingkan cara ini dengan pendekatan diastereoselektif yang digunakan oleh Still. 8.

dan kelompok F (pGF) mempunyai gugus karbonil pada C10. Senyawa tersebut bersifat diuretic dan juga di gunakan untuk mengobati hipertensi. Studi lebih lanjut menunjukan bahwa modifikasi struktur terhadap kerangka dasar dapat menghasilkan molekul dengan karakteristikyang berbeda dan molekul baru yang menjadi target sintesis. PGB. Studi menunjukan bahwa penggantian (modifikasi) yang signifikan dalam profil farmakologis dapat dilakukan dengan penggantian pada cincin heterosiklik. 1.14) aka menghasilkan peningkatan kerja hipotensif dan kerja diuretik.4-benotiadiain-7-sulfonamida6-kloro-1. prostaglandin alami dibagi menjadi tiga kelompok: (1) satu ikatan rangkap dua antara C13 dan C14 (PGl). PGC. bukan pada cincin yang mengandung gugus sulfonamida.Turunan-turunan tersebut adalah PGA.13). dst.2. Modifikasi struktur menantarkan sintesis kloreksolan (8. pGE. (2) ikatan rangkap dua kedua anrara C5 dan C6 (PG2). PGD.14).1-dioksida(8. Modifikasi sintesis terhadap struktur yang diketahui dapat dipakai sebagai model dan mendorong untuk merancang target sintetik. Terdapat juga gugus karbonil pada Cll dan C15 pada prostaglandin alami. Sejumlah prostaglandin menunjukan gejala tersebut. Kelompok E (PGE) mempunyai gugus karbonil pada c9. (3) ikatan rangkap dua ketiga antara CI7 dan Ct8 (pG3). konversi cincin heterosiklik pada (8.13) menjadi senyawa Nsikloheksil laktam (8. Klorotaizid adalah molekul dengan struktur kimia 2H.4 Studi analog Target yang di minati atau yang mempunyai sifat aktif secara komersial sering memberikan akibat samping yang menggunakan atau tidak stabil pada penyimpangan dan penanganannya. 79 . 2.

Studi secara sistematik turunan sintetik 8. Sintesis sering mengajak kita menengok ke belakang.15) terhadap calon-38 tumor pada tikus dan memiliki kemanjuran dosis yang lebih. 2.16 menunjukkan bahwa banyak turunan yang terkait memiliki aktivitas antitumor yang meningkat. dan topologi ( bentuk. Ditunjukan bahwa substituen lipofilik kecil pada kedudukan 5 (lihat 8. Ini merupakan kasus tipikal di mana senyawa yang diketahui dimodifikasi strukturnya berdasarkan pada sifat-sifat aktivitas struktur dari senyawa yang terkait. Asam vlafon-8-asetat (8.16 dan 8.Alasan umum lain untuk pembuatan analog target adalah untuk mempelajari profil aktivitas struktur molekul dengan aktivitas biologi yang diketahui.17) pada dasarnya adalah bentuk bola.15) mempunyai potensi yang besar sebagai agen anti tumor.ciri-ciri structural ) (8. 80 . Dorongan untuk sintesis ini adalah penelitian untuk mendapatkan obat yang manjur (mujarab).17 pertama kali di sintesis oleh paquette. Dodekahedran 8.16c) menaikkan potensi dosis.16a) adalah seaktif (8. menyadari keterbatasan tanang ilmu kimia yang di ketahui dalam pembentukan ikatan atau sifat-sifat dasar untuk molekul organic.5 Studi topologi Kadang-kadang suatu molekul bersifat sebagai target yang sangat menarik sehingga memberikan tantangan untuk dikaji dari segi struktur dan sifat-sifat kimianya. Denny dan Buguley menunjukan bahwa asam 9-okso-9H-xentena-4-asetat (8.

Sekali di kembangkan. Dan biasanya penemuan baru dalam sintesis tersebut dapat diterapkan pada usaha sintetik senyawa iain.17 Senyawa 8. 81 . pekerjaan yang baru tersebut sering menunjukan bahwa pereaksi-pereaksi yang terlibat dapat di gunakan untuk berbagi tujuan lain.8. Pada sintesis yang baru ini. Contohnya adalah Sintesis vitamin B seperi yang dilaporkan oleh Woodward dan Eschenmoser. 2.17 mempunyai topologi sferikal super-polisiklopentanoid. Pengembangan metodelogi baru atau modifikasi reaksi-reaksi yang ada harus di lakukan untuk memperoleh tranformasi yang di inginkan dalam menyempurnakan sintesis. langkah kunci membutukan hidrolisis amida pada inermedit yang memiliki enam gugus eter.18) yang menghasilkan ion vinil nitronium( 8. Kadang-kadang daya cipta dan ilmu kimia baru muncul dari penyelesaian target sintetik seperti 8. Pereaksi yang di kembangkan untuk tranformasi ini adalah -kloronitron (8.6 Reaksi baru dan pereaksi baru Pengembangan tranformasi kunci tidak mungkin seluruhnya dilakukan melalui reaksireaksi kimia seperti yang telah diketahui.17.19) bila direaksi dengan ion perak.

82 . dan hasil adisi siklo (8.20 menghasilkan produk adisi 8.nitron (8.21 dengan hasil 59% dan selanjutnya proses hidrolisis menghasilkan 8. adisi siklo terhadap metilsikloheksena dan 8.22 sebanyak 90%. Produk -produk akhir meliputi furan dan turunan alkuna.20) digunakan sebagai pasangan diena pada reaksi Diels Alder. Sebagai pasangan adisi diubah dari alkena ke alkuna lain.23) ditransformasikan menjadi beberapa molekulsintetik yangberguna. Pada yang khas menunjukan.

Retrosintesis 3. didapat dengan cara kimia yang sederhana. Namun demikian. Koneksi ikatan dengan satu atau lebih pusat asimetri Bilangan-bilangan prioritas tersebut berguna untuk moekul-molekul yang sederhana. dan masing-masing merupakan target sintetik. maka reaksi (serangkaian reaksi) harus tersedia. Pengetahuan dasar reaksi-reaksi kimia 3. Subpohon lebih lanjut menyatakan diskoneksi dari salah satu cabang pohon sintetik. interaksi gugus fungsi. pohon sintetik akan menghasilkan sejumlah bahan awal yang berasal dari satu atau lebih cabang-pertama. Gugus atau atom yang terletak terhadap ikatan 3. skema ini merupakan titik permulaan yang berguna. Pengertian tersebut dikenal dengan ikatan-ikatan strategis. yang akan membentuk ikatan tersebut pada sintesis. sepanjang alas an jalur reaksi kimia dapat diterima. Pengertian dasar stereokimia. atau telah dibuat oleh orang lain. dan stereokimia yang terdapat pada struktur kompleks. Setelah beberapa retroreaksi. Analisis yang mendalam terhadap struktur target 2. Bilangan-bilangan prioritas tidak dapat mengantisipasi masalah struktur kompleks. Pohon sintetik serupa yang dinyatakan oleh Hendrick.3. Pendekatan yang dimulai dengan analisis target akhir dan bekerja kearah belakang (bahan awal) dikenal dengan proses retrosintesis. Proses ini merupakan pohon sintetik untuk reaksi kimia yang harus ditindaklanjuti pada transformasi yang telah direncanakan untuk dilakukan. Penyumbang utama pada bilangan prioritas ini adalah 1. Biasanya terdapat ikatan-ikatan tertentu dalam molekul yang memiliki diskoneksi pada pengarahan retrosintetik yang akan memberikan penyederhanaan struktur secara signifikan. penyederhanaan struktur.1 Pendekatan synthon Bagaimana kita menganalisis target agar dapat menentukan bahan awal yang terbaik? Jawaban terhadap pertanyaan tersebut penting untuk sintesis total. Penyederhanaan berikut (diskoneksi) akhirnya menghasilkan molekul yang dikenal yang tersia di pasaran. Intuisi yang baik tentang perkembangan ilmu kimia Informasi ini kemudian digunakan untuk diskoneksi ikatan-ikatan pada target. Proses penyederhanaan struktur molekul diskoneksi menghasilkan serangkaian fragmen (penggalan) molekul yang bertindak sebagai intermediet kunci. dan jawabannya membutuhkan: 1. yang kemudian dapat digunakan untuk membentuk molekul. Jika satu dari ikatan-ikatan tersebutdidiskoneksi. dan akan digunakan untuk mengenalkan konsep-konsep yang diingankan. 83 . Gugus atom yang terikat pada ikatan 2. ikatan dan reaktivitas 4. (To) didiskoneksi menjadi sekumpulan struktur yang dibatasi secara logika yang dapat dikonversikan menjadi pekerjaan sintetik tunggal (langkah reaksi) dan menjadi target sintetik. Gugus atau atom yang terletak terhadap ikatan 4.

seperti yang ditunjukan pada gambar 8. transformasi gugus funsi 8. diskoneksi ikatan k memberikan diskoneksi yang paling sederhana. beberapa pilihan ini dapat dikembangkan dengan menentukan cabang pohon mana yang akan diikuti.Untuk molekul seperti 8. 4-bromobutan-1-ol.33 menghasilkan bahan awal yang diketahui. 84 . I.30 dan 2-bromobutana (molekul real yang dihasilkan dari diskoneksi). diskoneksi ikatan g menghasikan 8.29.31 paling tidak menghasilkan dua diskoneksi .25 dan konversi menjadi fragmen-fragmen sintetik yang realistic menghasilkan paling tidak dua kemungkinan. protocol prioritas ikatan menghasilkan ikatan -ikatan h.27 atau -kloroketon 8. Dari analisi tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan penting. Pertama.26.34). Analisis ikatan baru 8. I. epoksida 8.32 dan diskoneksi ikatan c menghasilkan dua fragmen yang dapat identik: 4-bromo asetaldehida (8.24.26 menjadi 8.3.29.28. transformasi gugus fungsi diperlukan untuk menkonversi 8. atau j yang memiliki prioritas tertinggi. dan mengkonversi 8. maka analisis ikatan kedua memberikan prioritas diskoneksi untuk ikatan-ikatan k. pohon retrosintetik dapat dikaitkan dengan gambar 8.2. dan a. jika pohon sintetik dipangkas dan terfokus pada 8. Diskoneksi ikatan h menghasikan 8.27 menjadi 8. dan m.33) dan organokuprat yang diturunkan dari 3-bromo siklopentena (8. menghasilkan 8.

1 Penegasan berbagai pendekatan strategi Diketahui bahwa diskoneksi hanya didasarkan pada kemampuan pembentukan kembali ikatan (diskoneksi dengan penomoran) tidak selalu dapat diterapkan pada target-target 85 .24. 4.Strategi sintetik 4.29). maka protocol diskoneksi ini harus dikerjakan lagi. Struktur target baru yang diperoleh dengan diskoneksi pertama dapat menghasilkan sekumpulan ikatan strategis yang berbeda. Juga penting disadari bahwa protocol doskoneksi dengan penomoran hanya diterapkan pada 8. setelah pemiihan ikatan yang akan didiskoneksi dan penentuan fragmen real (seperti 8. pereaksi-pereaksi untuk setiap transformasi gugus fungsi reaksi pembentukan ikatan karbon-karbon harus tersedia.Untuk menyempurnakan sintesis. Proses ini dilanjutkan hingga bahan -bahan awal yang dapat dikenal dapat diperoeh. Hal penting yang peru diperhatikan adalah bahwa analisis retrosintetik hanya memberikan transformasi kunci dan bukan setiap langkah.

kompeks. Corey mendeskripsikan pendekatan yang luwes terhadap masalah-masalah tersebut yang digabung dalam program computer LHASA. Tujuan program ini adalah membantu menganaisis target sintetik yang kompeks. Program ini mendeskripsikan pendekatanpendekatan secara umum untuk membangun pohon sintetik dan juga mendeskripsikan ogika yang digunakan untuk membangun pohon sintetik tersebut. Modifikasi-modifikasi tersebut meliputi: 1. Interkonversi, melepaskan atau memasukan gugus-gugus fungsi 2. Perpanjangan atau penambahan rantai karbon 3. Pembentukan cincin (lingkar atomik) 4. Penataan ulang rantai atau anggota ingkar 5. Pemutusan rantai atau cincin Setiap fragmen struktur kimia yang dihasilkan oleh pohon sintetik harus memiliki sifatsifat kimia yang dapat diprediksi dan memungkinkan kombinasi pemilihan terhadap hanya satu dari banyak cara yang mungkin. Corey mendeskripsikan tiga metodologi untuk sintesis, yaitu asosiatif langsung, asosiatif intermediet, dan logika terpusat. Pendekatan asosiatif langsung melakukan diskoneksi target (seperti 8.34) pada ikatan yang menghasilkan struktur yang mudah dikenal oleh ahli kimia. Contoh, senyawa 8.34 memberikan fragmen-fragnen yang mudah dikenal yang didasarkan pada reaksi-reaksi yang sudah diketahui dengan baik. Reaksi retroDiels-Alder memberikan 8.36 dan 8.37. hidrolisis ester dan amida menghasilkan 8.38, 8.39, dan 8.35 pendekatan ini terbatas pada masalah-masalah sintesis sederhana.

Pendekatan asosiatif intermediet mengenal subunit atom pada target yang sesuai dengan bahan awal yang tersedia atau diketahui. Pendekatan logika terpusat menghasikan sekumpulan struktur yang terbatas yang dapat dikonversi dalam langkah tunggal menjadi target

86

4.2 LHASA LHASA menganalisis molekul dengan mengembangkan skema retrosintetik, dan menyediakan reaksi kimia yang tepat untuk mengerjakan sintesis tersebut. LHASA merupakan program interaktif yang mem perlihatkan target, yang dimanfaatkan oleh ahli kimia untuk memilih strategi sintetik.

5. PENDEKATAN STRATEGI IKATAN Bila sejumlah stategi yang tersedia diterapkan pada tugas pemutusan spesifik maka yang pertama dilakukan adalah terhadap ikatan (ikatan -ikatan) pada target. Corey membuat sejumlah aturan yang mengikat bersama-sama antara strategi dan tujuan analisis retrosintetik menjadi analisis strategi ikatan. Aturan-aturan rersebut memberikan wawasan ke dalam diskoneksi pertama terhadap molekul target yang akan ditentukan jika struktur cocok dengan penyelesaian sederhana. Sebelum strategi ikatan ditentukan, penyederhanaan kemungkinan dapat dilakukan jika molekul memiliki simetri, apakah secara struktural mempunyai kesamaan dengan motekul lain yang telah disi tesis sebelumnya, atau mempunyai satuan n satuan dalam struktur yang dapat diulang. Perlu dipahami bahwa aturan -aturan tersebut hanya merupakan garis besar. Analisis dimulai dengan suatu pemeriksaan untuk menentukan jika ada metode yang dapat menyederhanakan molekul. Penyederhanaan akan memperpendek sintesis dan analisis retrosintetik diperkirakan akan mengikuri jalur tersebut. salah satu contoh penerapan aturan pendekatan,straregi ikatan adalah sebagai berikut. Apakah ada simetri atau hampir simetri pada dua bagian molekul Jika ada, maka sintesis kemungkinan dapat disederhanakan dan kemudian menggabungkanbersama dua atau lebih bagian yang identik. Contoh yang baik adalah molekul C-toksiferin I (8.40) yang memiliki simetri hemisferis. Pada 8.40 bagian atas hemisfer identik dengan hemisfer bagian bawah. Telah diketahui jika 8.40 direaksikan derigan asam sulfat menghasilkan hernisfer tunggal yang menghasilkan kembali dimer bila direaksikan dengan natrium asetat panas. Sintesis satu hemisfer dan kernudian menggabungkan dua bagian yang identik tersebut sangat menyederhanakan sintesis secara keseluruhan.

87

6. STRATEGI SINTESIS TERSELEKSI Seperti yang telah dibahas pada subbab di atas, diskoneksi ikatan tunggal dapat menghasilkan sejurnlah skema sintesis berbeda. Sifat interaktif pendekatan memaksimalkan jalur sintesis, karena banyak jalan pintas sintesis berbeda yang mungkin dijalankan. Hal mi dirunjukkan pada sejumlah sintesis vernolefin, 8.41, suatu emanolida yang ridak umum yang diisolasi dan sejumlah tanaman, meliputi veronia hymenolipsis A. Rich (keluarga Compositea) dan dilaporkan mernpunyai sifat-silat antitumor. Sifat-sifat biologis awal yang menjanjikan mendorong untuk melakukan sintesis total. Ada empat ahli kimia yang melakukan analisis retrosintetik terhadap senyawa vernolepin. Dua analisis retrosintetik di antaranya dilakukan oleh Danishefsky dan Grieco yang masingmasing ditunjukkan pada Gasnbar 8.4 dan 8.5.

Analisis 8.41 melalui aturan Corey menyatakan bahwa 1, 5,7,9, 11, 12, 13, dan 15 sebagai ikatan-ikatan strategis. Ikatan-ikatan 16, 17, dan 18 dapat juga dianggap strategis. Ikatan-ikatan 3 dan 13 merupakan hubungan ester yang labil dan strategis melalui pertukaran antar gugus fungsi. Pada Gambar 8.4, Denishefsky menggunakan ikatan -ikatan 1, 3, 5, 8, 10, 13, 17, 18, dan 15 untuk diskoneksi. Pada awal anaitsis hanya ikatan -ikatan 8, 10, dan 19 tidak strategis, sehingga ikatan-ikatan 8 dan 10 didiskoneksi terakhir pada retrosintesis, dan ikatan 19 didiskoneksi dengan transformasi gugus fiangsi. Diskoneksi pertama melepaskan gugus labil lakton -metilena yang menghasilkan 8.42. Diskoneksi berikutnya adalah penukaran gugus fungsi yang memberikan ekuivalen lakton asiklis (8.43) yang kemudian diikuti diskoneksi menjadi 8.44. Epolcsida berfu ngsi sebagai synthon untuk koneksi cincin lakton C. Gugus vinil didiskoneksi menjadi aldehida, dan didiskoneksi menjadi 8.45 yang terikat kembali dengan vinil dan gugus hidroksil pada cincin B, diikuti diskoneksi cincin A. 8.46 sikloheksena berperan sebaga ekuivalen sintetik untuk cincin lakton A. Diskoneksi i menjadi 8.47 menunjukkan bagaimana gugus fungsi meinbentuk cincin B, dan diskoneksi menjadi 8.48 menunjukkan bahwa cincin B merupakan unit bangunan dasar, yang dapar dibentuk melalui reaksi Diels-Alder dari butadiena dan metil propiolat.

88

3. 13.Pada analisis retrosintetik yang dikerjakan oleh Grieco (Gambar 8. dan 19.42. 18.51 dan 8.51 kenyataannya adalah ekuivalen dengan ikatanikatan 1 dan 2 pada 8. Perlu diperhatikan sikloheksena tidak hanya berfungsi sebagai ekuivalen vinil. 5.41. tetapi juga sebagai bagian untuk cincin A.52. tetapi ikatan ikatan 3 dan 13 kemudian didiskoneksi menghasilkan 8.51 menghasilkan ekuivalen vinil yang berbeda dari yang digunakan Danishefsky. Diskoneksi berikurnya diserta dengan pelepasan ikatan 19 pada 8. Gugus metoksi pada 8. seperti langkah yang dilakukan oleh Danishefsky. Grieco menggunakan ikatan 15.50. Cincin C menggunakan gugus dimetit-2-butenil 89 . Diskoneksi pertama adalah menjadi 8. ikatan -ikatan yan digunakan adalah 1.5). Diskoneksi berikutnya menghasilkan 8. 17.

51.. 1985.56. diskoneksi 8. tetapi benbeda secara signifikan pada diskoneksi.¶diskoneksi tahap terakhir.Soc. 285).Am. J.55 dan 8.Sebagai kerangka karbon yang ekuivalen pada 8. 107.54 menunjukkan bahwa cincin A dan B dibentuk dari 8. Skema keseluruhan ini mirip dengan Danishefsky pada tahapan awal. 90 . Berikut dicontohkan sintesis total dan metil ester dari Vineomisinon B2 sebagai antibiotik antrasiklin (Danishefsky.

Sintesis Organic.2009. Marhan Sitorus) 91 .DAFTAR PUSTAKA y http://www. y Sastrohamidjojo.goggle. Organic Synthesis [Download] Senyawa y (Adapted by: Organic Synthesis :The disconnection Approach. Kimia Organik Fisik. y Stuart Waren.com/sintesis-organic/html.Jakarta : Erlangga. Stuart Warren. Hardjono dkk.

J KUMOKONG FRIMA RINDENGAN MEIVIRA TAMPONGANGOI 92 .NAMA KELOMPOK BAB 1 JULIANUS HONTONG DEYSI RIA TANGIAN RUSPIN ARUNG SAMPE APRIANA MARA BAB II ISAK IWAMONY MERLINA LUMOWA FENI BUBALA NURLELI HASYIM BAB III VIVI C E. TAKASIHAENG ANGGI TUMILANTOW SEPTANI POLII YARDI HARUN BAB IV DIMANUEL ZET BORON ELVANDER ST.

BAB V LEKUNURU KALENSANG JOUN ALLEIN TINDAGE HENDRA PAAT ASTRIA WOWORUNTU BAB VI RANDY LENGKEY RIA TUMAKAKA RADIA KAMALUDIN ANGELINA MANUS BAB VII NANSI MOMONGAN JELTYANI GUMOLUNG EPIL MUNTIA CHRISTEL KORENGKENG BAB VIII IYEN IRALA LINA TASIM RESA GERUNGAN MAYO GANSARENG 93 .

94 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful