No.

Foto Nama

Periode

Keterangan

1.

Asmuni Ali

1999–2001

Penjabat

2.

Dr. Drs. Marthin Billa, MM

2001–2006 2006–2011

Bupati pertama Memenangkan Pilkada Malinau tahun 2006

3.

Dr. Drs. Yansen Tipa Padan, M.Si

2011– sekarang

Terpilih setelah memenangkan Pilkada Malinau tahun 2011

Wednesday, August 19, 2009
Karakteristik anak usia SMP / Remaja

KARAKTERISTIK ANAK USIA SMP / REMAJA
BAB I. PENDAHULUAN

Bagi sebagian besar individu yang baru beranjak dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa, remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. Kenangan terhadap saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan, sebaik atau seburuk apapun saat itu. Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. Banyak konflik yang dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri. Banyak orangtua yang tetap menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di mata orangtua, para anak remaja mereka masih belum siap menghadapi tantangan dunia orang dewasa. Sebaliknya, bagi para remaja, tuntutan internal membawa mereka pada keinginan untuk mencari jati diri yang mandiri dari pengaruh orangtua. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas: remaja adalah waktu yang kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa. BAB II. PEMBAHASAN

Dalam kehidupan anak terdapat dua proses yang terjadi secara kontinue, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini berlangsung secara interdependent, saling bergantung satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan (tidak

otot-otot tubuh bertambah pesat (kekar). Perkembangan menunjukkan pada perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju (Ahmadi. meningkatnya konflik dan pertentangan.. akan mengalami Identity Diffusion (kekaburan identitas). Apabila mengalami kegagalan. Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Remaja Usia SMP 1. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan. 2004) masa remaja juga dikenal dengan masa strom and stress dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi pertumbuhan fisik yang pesat dan pertumbuhan psikis yang bervariasi. 15-18 tahun termasuk masa remaja pertengahan. A.bisa berdiri sendiri). impian dan khayalan. Masa remaja merupakan masa untuk mencari identitas/jati diri. Perubahan ukuran akibat bertambah banyaknya atau bertambah besarnya sel (Edwina. akan tetapi dapat dibedakan (Kartono. Fase-fase masa remaja (pubertas) menurut Monks dkk (2004) yaitu antara umur 12 – 21 tahun. Dalam makalah ini. Pada fase ini remaja memerlukan asupan gizi yang lebih. Pertumbuhan dimaksudkan untuk menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni. Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. S. A. Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan. keterasinagan dari kehidupan dewasa dan norma kebudayaan (Gunarsa. pertumbuhan fisik mengalami perubahan lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Menurut Anna Freud (dalam Yusuf. 1986). tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. bertambahnya berat badan. Pengertian Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. . agar pertumbuhan bisa berjalan secara optimal. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahanperubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulangi. Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu yaitu proses yang menuju kedepan dan tidak dapat diulang kembali. kami hanya akan membahas mengenai tumbuh dan kembang masa remaja khususnya anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu antara usia 12–15 tahun. 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. 1979). B.. Individu ingin mendapat pengakuan tentang apa yang dapat ia hasilkan bagi orang lain. Pertumbuhan fisik Pada masa remaja. Apabila individu berhasil dalam masa ini maka akan diperoleh suatu kondisi yang disebut identity reputation (memperoleh identitas). 1991). Pada masa ini remaja mudah terpengaruh oleh lingkungan dan sebagai akibatnya akan muncul kekecewaan dan penderitaan. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal. serta otot-otot tubuh berkembang pesat. 2004) Misalnya : bertambahnya tinggi badan. tulang kaki dan tangan. pacaran dan percintaan. K.

3. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Pubertas menjadikan seorang anak tibatiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. dll. Luteinizing Hormone (LH). Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua. Pada laki-laki pada lehernya menonjol buah jakun yang bisa membuat nada suaranya pecah. Pinggul membesar bertambah lebar dan bulat akibat dari membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit. otot. . guru. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Sedangkan pada anak perempuan. akibatnya akan menimbulkan kenakalan remaja berupa perkelahian antar pelajar. Pada anak lelaki. Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri ataupun perubahan suara pada remaja putra. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. warnanya pucat dan pori-porinya meluas. didaerah wajah. Cara berfikir kausalitas Hal ini menyangkut tentang hubungan sebab akibat. Sebagai remaja mereka akan menanyakan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan dan jika orang tua tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan maka dia akan tetap melakukannya. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Pada anak perempuan. masih menganggapnya sebagai anak kecil.2. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. hal ini dikarenakan produksi hormon dalam tubuhnya meningkat. kulit menjadi lebih kasar. diwajahnya mulai tumbuh jerawat. Terdapat ciri lain pada anak laki-laki maupun perempuan. Mereka tidak akan terima jika dilarang melakukan sesuatu oleh orang yang lebih tua tanpa diberikan penjelasan yang logis. tidak jernih. ia mengalami masa mimpi yang pertama. dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Pada masa pubertas. bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi yang pertama. Pada anak perempuan. Misalnya. ketiak. Payudara membesar dan rambut tumbuh di daerah ketiak dan sekitar kemaluan. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). dan di sekitar kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu atau rambut. Suara menjadi lebih penuh dan merdu. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Tandatanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya alat reproduksi spermanya mulai berproduksi. Apabila guru/pendidik dan oarang tua tidak memahami cara berfikir remaja. Perkembangan seksual Terdapat perbedaan tanda-tanda dalam perkembangan seksual pada remaja. dan 2). remaja makan didepan pintu. kemudian orang tua melarangnya sambil berkata “pantang”. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. lingkungan.

4. Dalam satu waktu mereka akan kelihatan sangat senang sekali tetapi mereka tiba-tiba langsung bisa menjadi sedih atau marah. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya. Saat melakukan sesuatu mereka hanya menuruti ego dalam diri tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. dan rencana untuk masa depan. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar-mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya. Emosi yang meluap-meluap Emosi pada remaja masih labil. yaitu operasional konkrit. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Pada kenyataan. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. Pada periode ini. Mereka belum bisa mengontrol emosi dengan baik. prediksi. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis. Perkembangan Sosial Sebagai makhluk sosial. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Ketrampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut sejak dini maka akan memudahkan . karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. Contohnya pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang tersinggung perasaannya.Perkembangan kognitif remaja. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. individu dituntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. 5. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak. dsb. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalahmasalah yang kompleks dan abstrak. Semestinya. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. Dengan kemampuan operasional formal ini. memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak. di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini. Ketrampilanketrampilan tersebut biasanya disebut sebagai aspek psikososial. dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi.

Sebaliknya jika remaja tidak diberi peranan. tindakan kekerasan. Jadi tidak mengherankan jika pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari ingkungannya dan berusaha mendapatkan status atau peranan. sedangkan kelompoknya dinomorsatukan. misalnya mengikuti kegiatan remaja dikampung dan dia diberi peranan dimana dia bisa menjalankan peranan itu dengan baik. Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan menyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri. dan bahkan dalam perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa.anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat. maka dia akan lebih memilih untuk pergi dengan teman-teman. mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain. Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan masa remaja madya dan remaja akhir adalah memiliki ketrampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. dsb. Perkembangan Moral . tindakan kriminal. Contohnya. Anak perempuan secara biologis dan karakter lebih cepat matang daripada anak laki-laki. memberi atau menerima kritik. cenderung berperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun anti sosial). Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti dan melarangnya maka akan menimbulkan masalah sehingga remaja cenderung akan bersikap tertutup pada orang tua mereka. Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah penting bagi remaja untuk dapat mengembangkan ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan untuk menyesuaikan diri. menghargai diri sendiri & orang lain. Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan hal tersebut dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan. Apabila keterampilan sosial dapat dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi. dia akan melakukan perbuatan untuk menarik perhatian lingkungan sekitar dan biasanya cenderung ke arah perilaku negatif. Salah satu pola hubungan sosial remaja diwujudkan dengan membentuk satu kelompok. bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. Ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting manakala anak sudah menginjak masa remaja. menjalin hubungan dengan orang lain. apabila seorang remaja dihadapkan pada suatu pilihan untuk mengikuti acara keluarga dan berkumpul dengan teman-teman. dsb. dikucilkan dari pergaulan. Pola hubungan sosial remaja lain adalah dimulainya rasa tertarik pada lawan jenisnya dan mulai mengenal istilah pacaran. Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomorduakan. kenakalan remaja. memberi atau menerima feedback. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal. 6. Hal ini disebabkan karena pada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan.

Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Misalnya. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. dsb. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Perkembangan Kepribadian Secara umum penampilan sering diindentikkan dengan manifestasi dari kepribadian seseorang. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. Dalam hal ini amatlah penting bagi remaja untuk tidak menilai seseorang berdasarkan penampilan . perang. 7. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. misalnya: politik. kemanusiaan. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanak-kanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis. namun sebenarnya tidak. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. keadaan sosial.Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Karena apa yang tampil tidak selalu mengambarkan pribadi yang sebenarnya (bukan aku yang sebenarnya). sederhana. Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Secara kritis. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap "pemberontakan" remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat.

Psikologi Perkembangan. Remaja diharapkan lebih mengerti dirinya sendiri dan dimengerti orang lain. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. Jakarta : PUSTAKA Rineka Cipta Gunarsa. terbentuklah kepribadian yang terpadu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan. Bandung : Alumni Monk. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Zulkifli. Psikologi Perkembangan : pengantar dalam berbagai bagiannya. Bandung : PT Remaja Rosda Karya http://jagad-ilmu. yaitu dari Pertumbuhan fisik. D.blogspot. Jakarta : Erlangga Kartono. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. dkk.html . Karakteristik anak remaja bisa dilihat dalam beberapa aspek. Psikologi Perkembangan : suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. E. 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir. DAFTAR Ahmadi. K. 1986. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Disinilah pentingnya orangtua memberikan penanaman nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan pada hal-hal fisik seperti materi atau penampilan. 1991. Dengan memanfaatkan semua kesempatan yang tersedia. perkembangan sosial. cara berfikir kausalitas.semata. 2004. tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. Fase-fase masa remaja (pubertas) menurut Monks dkk (2004) yaitu antara umur 12 – 21 tahun. 1992. Psikologi Perkembangan. Psikhologi Anak. BK Gunung Mulia Hurlock. 1979. KESIMPULAN Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. sehingga dapat menjalani persiapan masa dewasa dengan lancar. sehingga orang yang memiliki penampilan tidak menarik cenderung dikucilkan. perkembangan seksual.com/2009/08/karakteristik-anak-usia-smp-remajabab. 1980. 15-18 tahun termasuk masa remaja pertengahan. Edisi ke lima. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Yusuf. 2002. L. perkembangan moral dan perkembangan kepribadian. emosi yang meluap-luap. Jakarta : PT. A. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal.. S. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan.

kata Ratna Megawangi.republika. sehingga fitrah setiap anak ang dilahirkan suci dapat berkembang secara optimal.asp?id=247970&kat_id=100> <http://www. dan penuh perhatian. Anak-anak. Banyak orang yang pintar dan berpengetahuan.'' tambah Ratna.id/koran_detail. punya integritas -jujur. ini. akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. ia melihat tiga pihak yang mempunyai peran penting. Pertama. merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa berkembang optimal. Saat itu.. anak mengerti baik dan buruk. pendiri sekaligus direktur eksekutif Indonesia Heritage Foundation ini melihat peran keluarga.id/koran_detail.asp?id=247970&kat_id=100> Persaingan tahun 2021! Itu yang menjadi beban banyak orang tua masa kini. Betapa tidak.. IPB. Seberapa Penting?* di Jakarta. tidak jujur.co. toleransi. dan luwes yang bisa bersaing kelak. dan hubungan interpersonal yang buruk. Yakni..id/koran_detail.ari millist sebelah. komunikator yang efektif.'' kata Dr Ratna Megawangi dalam seminar setengah hari *Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini. mengerti . terampil menyelesaikan masalah. Bagaimana mendidik karakter anak? Menurut Ratna Megawangi. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter.co..republika. jelas Ratna. berani mengambil risiko. dan dapat diandalkan--. dapat dipercaya. keluarga. Itu adalah karakter yang bagus. <http://www. Dalam pembentukan karakter. jelas ketua bagian Tumbuh Kembang Anak. sekolah. Dengan begitu. Untuk itu.co. dan komunitas amat menentukan. dan komunitas. Untuk itu. Adalah orang-orang yang senang belajar. Didukung pula penelitian lain yang menunjukkan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh *emotional quotient*. ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. 3 Mei lalu. Fakultas Ekologi Manusia. *Membentuk karakter* Membentuk karakter. sekolah. `'Karakter adalah kunci keberhasilan individu.asp?id=247970&kat_id=100> Membangun Karakter Anak<http://www.republika. anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai negara di dunia. menciptakan lingkungan yang kondusif. `'Tuntutan kualitas sumber daya manusia tahun 2021 membutuhkan *good character*. Ia lantas mengutip sebuah hasil penelitian di AS bahwa 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab.

tindakan apa yang harus diambil. orang tua harus berupaya menjadikan dirinya *role model* untuk membangun kepercayaan anak. maka bisa lebih dulu diisi pihak lain. `'Salah didik memengaruhi saat ia dewasa. Bekerja maupun tidak. ''Hati-hati. kedisiplinan. baik dan rendah hati. Edy mengingatkan hal itu sebagai pertanda orang tua untuk mengevaluasi diri. bagaimana menanamkan karakter pada anak? Mengutip hasil riset otak mutakhir. menurut Edy. hormat dan santun. menggambarkan betapa balita masih kosong pengalaman. mengupayakan komunikasi dengan anak secara menyenangkan. Edy mengingatkan orang tua agar waspada. mencontohkan. kepedulian. cinta damai. Tapi juga yang lebih dipercaya. yang lebih menyenangkan. Ketiga.'' ujarnya. kejujuran. dan membentak-bentak. Nah. Lalu. keadilan dan kepemimpinan. Bila demikian adanya. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan.''Karena sesungguhnya pendengaran anak itu amat tajam. jika terlambat mengisi pengalaman pada anaknya. Itu bisa terjadi karena dalam benak balita belum ada 'program' penyaring. `'Jika ia melihat sesuatu langsung dimasukkan tanpa dipilih-pilih.'' . Edy juga mengingatkan agar selalu menyediakan waktu bagi anak-anaknya. Selain itu. dan persatuan. Kemudian. dan pantang menyerah. mengkritik. anak tak mau berbohong. dan membenci perbuatan buruk. Saat anak sudah memasuki dunia sekolah. kasi sayang. dan yang berlangsung terus-menerus.'' kata Ratna. ''Anak dirancang Tuhan tidak untuk dibentak-bentak. pada acara yang sama. tidak hanya memerintah-merintah. mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. agar jangan sampai tv menggantikan peran orang tua bagi sang anak. tanggung jawab. `'Karena tahu berbohong itu buruk.'' ujar Edy. kerja keras. Ratna menyebut usia di bawah tujuh tahun merupakan masa terpenting.'' katanya. Sebab. Lewat proses itu. materi yang pertama masuk pada otak anak akan berfungsi sebagai penyaring. mempunyai kecintaan terhadap kebajikan. Ratna menyebut sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak.'' katanya. Karena itu. anak biasanya lebih percaya pada guru. Anak tak hanya merekam materi yang masuk.'' Bagi orang tua bekerja. dan kerja sama.'' katanya. dan kemandirian. dan terbiasa melakukannya. kreatif. percaya diri. Ia memulainya dari cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya. *Mana yang disimpan?* Pendidikan karakter seharusnya dimulai saat anak masih balita. anak mampu melakukan kebajikan. berhati-hatilah. toleransi. Karakter baik ini harus dipelihara. `'Kita harus meningkatkan kemampuan kita untuk lebih dipercaya. ia tidak mau melakukannya karena mencintai kebajikan. Misalnya. ''Orang tua yang jarang berinteraksi dengan anak pada usia ini. Praktisi pendidikan Edy Wiyono.

'' katanya.. ''Gunakan pujian untuk perilaku. dengan metode ''rasa-rasa . dan mau mengalah. berbagi. . ''dulu pernah . selama pertumbuhan anak. memaksakan kehendak. usia TK. Berikut lima dari enam fase yang disampaikannya beberapa waktu lalu: *Usia balita* Ciri-ciri: merasa selalu benar.''. gunakan komentar yang menyenangkan. . Edy menyarankan para orang tua untuk selalu membangun kedekatan dan biasakan berdialog. praktisi *multiple intelligences and holistic learning* ini menyarankan para orang tua agar berupaya menjadi 'konsultan pribadi' mereka. *Usia TK* Ciri-ciri: konflik adaptatif. hingga usia kuliah. Orang tua dan guru hendaknya memahaminya sebagai suatu yang normal. orang tua jangan pernah membuat keputusan untuk anak. marah tidak pernah menyelesaikan masalah dengan baik. ''Agar anak terbiasa untuk meminta pertimbangan dan nasihat dari Anda. berempati terhadap anak dan masalahnya.Berikan kesempatan anak beberapa detik untuk berkuasa.Konsisten dan jangan menggunakan kekerasan baik suara maupun fisik. Peran orang tua: . Ketiga sifat terakhir ini karena anak ingin diterima dalam kelompok. imitatif. ''Bahwa anak sudah pada fasenya..'' katanya. Satu hal yang penting tak boleh dilepaskan dalam masing-masing fase itu. kata Edy. atau perubahan perilaku yang baik. Sebab. usia SD. Dan. . usia SMA.Perkenalkan pada arti boleh dan tidak boleh dengan menggunakan ekspresi wajah. usia SMP. Edy menyarankan. Edy memberi bantuan pada para orang tua untuk menandai dan menyikapi fase-fase pertumbuhan anaknya mulai dari balita. Yakni.Berikan kesempatan beberapa detik untuk memiliki secara penuh. tidak menyela pembicaraan..9* ini. Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan amarah. yang dilalui anak hingga menjadi dewasa. Satu hal yang tak boleh dilupakan. Edy menyarankan kebiasaan yang dilakukan para orang tua. mengganti pernyataan dengan pertanyaan.Untuk mendampingi sang anak yang tengah dalam pertumbuhan. saran Edy. Kalaupun berkomentar. menurut praktisi pendidikan Edy Wiyono. tidak mau berbagi. Tidak juga membanding-bandingkan anak.'' *Melewati Fase Kritis Anak* Ada enam fase kritis. orang tua hendaknya menjadi pendengar yang baik.'' kata narasumber Smart Parenting di *Smart FM 95.''. Bagaimana caranya? Yang paling utama. tidak berkomentar sebelum diminta. Peran orang tua: .. ''Biarkan anak yang memilih. Dalam berkomunikasi. misalnya. ''Stop menghakimi anak dan stop mengungkit-ungkit.

mencoba.Dukunglah anak untuk bisa berbagi dan mengalah.Perhatikan dan luruskan perilaku imitatif yang cenderung negatif. Karena itu. ciri-ciri utamanya punya pendapat berbeda. *Usia SMP* Ciri-ciri: anak memasuki persaingan. bangun ketertarikan dan bantulah dia untuk bisa lebih punya gaya bicara yang menarik. dan bekerja sama. konflik antarkelompok. penampilan berbeda. dan konflik sosial.mail-archive. Peran orang tua: .com/msg121461.com/balita-anda@balita-anda. .Jangan pernah menyela pembicaraan dan ceritanya. .Jadilah pendengar yang baik dan buka menjadi hakim.Meningkatkan proses kedekatan dengan anak melalui dialog dan berbagai cara. . .html .Pujilah hal-hal yang baik dari penampilannya.Ajaklah dialog logika dan pengalaman.Menghargai pendapatnya dan jangan menyalahkan. *Usia** SD* Ciri-ciri: anak ingin mendapat pengakuan diri.. Karena itu anak mengalami konflik antarpersonal. dan hobinya pun berbeda. gaya bicara berbeda. . bantulah dengan kalimat positif untuk bisa tampil lebih baik lagi. .Beri kesempatan untuk memerhatikan. http://www.Jangan langsung menyela gaya bicaranya. . Peran orang tua: . .Jangan beri komentar atau nasihat sebelum tiba waktunya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful