KARAKTERISTIK ANAK REMAJA

No.

Foto Nama

Periode

Keterangan

1.

Asmuni Ali

1999–2001

Penjabat

2.

Dr. Drs. Marthin Billa, MM

2001–2006 2006–2011

Bupati pertama Memenangkan Pilkada Malinau tahun 2006

3.

Dr. Drs. Yansen Tipa Padan, M.Si

2011– sekarang

Terpilih setelah memenangkan Pilkada Malinau tahun 2011

Wednesday, August 19, 2009
Karakteristik anak usia SMP / Remaja

KARAKTERISTIK ANAK USIA SMP / REMAJA
BAB I. PENDAHULUAN

Bagi sebagian besar individu yang baru beranjak dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa, remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. Kenangan terhadap saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan, sebaik atau seburuk apapun saat itu. Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. Banyak konflik yang dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri. Banyak orangtua yang tetap menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di mata orangtua, para anak remaja mereka masih belum siap menghadapi tantangan dunia orang dewasa. Sebaliknya, bagi para remaja, tuntutan internal membawa mereka pada keinginan untuk mencari jati diri yang mandiri dari pengaruh orangtua. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas: remaja adalah waktu yang kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa. BAB II. PEMBAHASAN

Dalam kehidupan anak terdapat dua proses yang terjadi secara kontinue, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini berlangsung secara interdependent, saling bergantung satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan (tidak

Dalam makalah ini. Pertumbuhan fisik Pada masa remaja. serta otot-otot tubuh berkembang pesat. 2004) masa remaja juga dikenal dengan masa strom and stress dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi pertumbuhan fisik yang pesat dan pertumbuhan psikis yang bervariasi. Apabila mengalami kegagalan. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. 1979). Individu ingin mendapat pengakuan tentang apa yang dapat ia hasilkan bagi orang lain. K. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan. tulang kaki dan tangan. Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. pertumbuhan fisik mengalami perubahan lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. 1986). tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. akan mengalami Identity Diffusion (kekaburan identitas). Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu yaitu proses yang menuju kedepan dan tidak dapat diulang kembali. S. Apabila individu berhasil dalam masa ini maka akan diperoleh suatu kondisi yang disebut identity reputation (memperoleh identitas). Pada fase ini remaja memerlukan asupan gizi yang lebih. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal. . impian dan khayalan. pacaran dan percintaan. Masa remaja merupakan masa untuk mencari identitas/jati diri.bisa berdiri sendiri). 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir.. Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Remaja Usia SMP 1. A. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahanperubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulangi. Fase-fase masa remaja (pubertas) menurut Monks dkk (2004) yaitu antara umur 12 – 21 tahun. 2004) Misalnya : bertambahnya tinggi badan. Menurut Anna Freud (dalam Yusuf. otot-otot tubuh bertambah pesat (kekar). keterasinagan dari kehidupan dewasa dan norma kebudayaan (Gunarsa. A. Pertumbuhan dimaksudkan untuk menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni. 1991). meningkatnya konflik dan pertentangan. Perkembangan menunjukkan pada perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju (Ahmadi. Pada masa ini remaja mudah terpengaruh oleh lingkungan dan sebagai akibatnya akan muncul kekecewaan dan penderitaan. agar pertumbuhan bisa berjalan secara optimal. akan tetapi dapat dibedakan (Kartono.. 15-18 tahun termasuk masa remaja pertengahan. Pengertian Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. B. Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan. bertambahnya berat badan. Perubahan ukuran akibat bertambah banyaknya atau bertambah besarnya sel (Edwina. kami hanya akan membahas mengenai tumbuh dan kembang masa remaja khususnya anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu antara usia 12–15 tahun.

Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua. Perkembangan seksual Terdapat perbedaan tanda-tanda dalam perkembangan seksual pada remaja. bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi yang pertama. Pada laki-laki pada lehernya menonjol buah jakun yang bisa membuat nada suaranya pecah. dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. lingkungan. Payudara membesar dan rambut tumbuh di daerah ketiak dan sekitar kemaluan. Misalnya. kulit menjadi lebih kasar. akibatnya akan menimbulkan kenakalan remaja berupa perkelahian antar pelajar. guru. 3. Suara menjadi lebih penuh dan merdu. otot. Pada masa pubertas. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Apabila guru/pendidik dan oarang tua tidak memahami cara berfikir remaja. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Pada anak perempuan. Pada anak lelaki. Sedangkan pada anak perempuan. warnanya pucat dan pori-porinya meluas. Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri ataupun perubahan suara pada remaja putra. masih menganggapnya sebagai anak kecil. Pinggul membesar bertambah lebar dan bulat akibat dari membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. Sebagai remaja mereka akan menanyakan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan dan jika orang tua tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan maka dia akan tetap melakukannya. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. dll. remaja makan didepan pintu. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. dan 2). ia mengalami masa mimpi yang pertama. Luteinizing Hormone (LH).2. . Cara berfikir kausalitas Hal ini menyangkut tentang hubungan sebab akibat. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. Mereka tidak akan terima jika dilarang melakukan sesuatu oleh orang yang lebih tua tanpa diberikan penjelasan yang logis. tidak jernih. diwajahnya mulai tumbuh jerawat. dan di sekitar kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu atau rambut. hal ini dikarenakan produksi hormon dalam tubuhnya meningkat. Pubertas menjadikan seorang anak tibatiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. kemudian orang tua melarangnya sambil berkata “pantang”. ketiak. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Terdapat ciri lain pada anak laki-laki maupun perempuan. Pada anak perempuan. Tandatanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya alat reproduksi spermanya mulai berproduksi. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. didaerah wajah. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja.

Contohnya pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang tersinggung perasaannya. Mereka belum bisa mengontrol emosi dengan baik. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar-mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. prediksi. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak. Perkembangan Sosial Sebagai makhluk sosial. Emosi yang meluap-meluap Emosi pada remaja masih labil. dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. dan rencana untuk masa depan. Pada periode ini. misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Saat melakukan sesuatu mereka hanya menuruti ego dalam diri tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalahmasalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Ketrampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak. 4. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya. Dengan kemampuan operasional formal ini. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut sejak dini maka akan memudahkan . yaitu operasional konkrit. Pada kenyataan. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. individu dituntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Dalam satu waktu mereka akan kelihatan sangat senang sekali tetapi mereka tiba-tiba langsung bisa menjadi sedih atau marah. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis. Ketrampilanketrampilan tersebut biasanya disebut sebagai aspek psikososial. dsb. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak. di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini.Perkembangan kognitif remaja. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. Semestinya. 5. karena erat hubungannya dengan keadaan hormon.

apabila seorang remaja dihadapkan pada suatu pilihan untuk mengikuti acara keluarga dan berkumpul dengan teman-teman. Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan masa remaja madya dan remaja akhir adalah memiliki ketrampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. dan bahkan dalam perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa. bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. dsb. tindakan kriminal. dia akan melakukan perbuatan untuk menarik perhatian lingkungan sekitar dan biasanya cenderung ke arah perilaku negatif. mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain. dsb. Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan hal tersebut dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan. misalnya mengikuti kegiatan remaja dikampung dan dia diberi peranan dimana dia bisa menjalankan peranan itu dengan baik. Hal ini disebabkan karena pada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan. Perkembangan Moral . Contohnya. Pola hubungan sosial remaja lain adalah dimulainya rasa tertarik pada lawan jenisnya dan mulai mengenal istilah pacaran. Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomorduakan. Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti dan melarangnya maka akan menimbulkan masalah sehingga remaja cenderung akan bersikap tertutup pada orang tua mereka. Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan menyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri. Jadi tidak mengherankan jika pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari ingkungannya dan berusaha mendapatkan status atau peranan. memberi atau menerima kritik.anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat. 6. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi. Salah satu pola hubungan sosial remaja diwujudkan dengan membentuk satu kelompok. Sebaliknya jika remaja tidak diberi peranan. maka dia akan lebih memilih untuk pergi dengan teman-teman. kenakalan remaja. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal. Anak perempuan secara biologis dan karakter lebih cepat matang daripada anak laki-laki. Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah penting bagi remaja untuk dapat mengembangkan ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan untuk menyesuaikan diri. menghargai diri sendiri & orang lain. memberi atau menerima feedback. cenderung berperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun anti sosial). Apabila keterampilan sosial dapat dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting manakala anak sudah menginjak masa remaja. dikucilkan dari pergaulan. tindakan kekerasan. sedangkan kelompoknya dinomorsatukan. menjalin hubungan dengan orang lain.

terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam. remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. namun sebenarnya tidak. Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap "pemberontakan" remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar. perang. Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. dsb. Dalam hal ini amatlah penting bagi remaja untuk tidak menilai seseorang berdasarkan penampilan . Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. Secara kritis. 7. kemanusiaan. misalnya: politik. Karena apa yang tampil tidak selalu mengambarkan pribadi yang sebenarnya (bukan aku yang sebenarnya). Perkembangan Kepribadian Secara umum penampilan sering diindentikkan dengan manifestasi dari kepribadian seseorang. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanak-kanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. Misalnya. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain.Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. keadaan sosial. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. sederhana.

semata. A. 1986. 1992. 2004. Jakarta : PUSTAKA Rineka Cipta Gunarsa. Karakteristik anak remaja bisa dilihat dalam beberapa aspek. perkembangan moral dan perkembangan kepribadian. Psikologi Perkembangan..com/2009/08/karakteristik-anak-usia-smp-remajabab. D. KESIMPULAN Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. L. sehingga dapat menjalani persiapan masa dewasa dengan lancar. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. Jakarta : PT. cara berfikir kausalitas. Fase-fase masa remaja (pubertas) menurut Monks dkk (2004) yaitu antara umur 12 – 21 tahun. K. 1979. Edisi ke lima. dkk. 15-18 tahun termasuk masa remaja pertengahan.blogspot. 1991. E. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal. Psikhologi Anak. 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir. 2002. DAFTAR Ahmadi. sehingga orang yang memiliki penampilan tidak menarik cenderung dikucilkan. Psikologi Perkembangan : suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Disinilah pentingnya orangtua memberikan penanaman nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan pada hal-hal fisik seperti materi atau penampilan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Zulkifli. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Alumni Monk. 1980. tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan. perkembangan sosial. terbentuklah kepribadian yang terpadu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan. S. yaitu dari Pertumbuhan fisik. BK Gunung Mulia Hurlock. Dengan memanfaatkan semua kesempatan yang tersedia. Jakarta : Erlangga Kartono. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. perkembangan seksual.html . Psikologi Perkembangan : pengantar dalam berbagai bagiannya. Bandung : PT Remaja Rosda Karya http://jagad-ilmu. emosi yang meluap-luap. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Yusuf. Remaja diharapkan lebih mengerti dirinya sendiri dan dimengerti orang lain. Psikologi Perkembangan.

ari millist sebelah. ini. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter. anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai negara di dunia. *Membentuk karakter* Membentuk karakter.republika. tidak jujur. berani mengambil risiko.'' kata Dr Ratna Megawangi dalam seminar setengah hari *Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini.asp?id=247970&kat_id=100> Persaingan tahun 2021! Itu yang menjadi beban banyak orang tua masa kini. akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula.co. Saat itu. dan luwes yang bisa bersaing kelak.id/koran_detail. kata Ratna Megawangi.id/koran_detail.co.asp?id=247970&kat_id=100> Membangun Karakter Anak<http://www. Bagaimana mendidik karakter anak? Menurut Ratna Megawangi. mengerti . anak mengerti baik dan buruk. Ia lantas mengutip sebuah hasil penelitian di AS bahwa 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab. Betapa tidak. Fakultas Ekologi Manusia. keluarga.. Untuk itu.. Adalah orang-orang yang senang belajar. Seberapa Penting?* di Jakarta.'' tambah Ratna. Pertama. sekolah. `'Karakter adalah kunci keberhasilan individu. merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. dan hubungan interpersonal yang buruk. ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. jelas ketua bagian Tumbuh Kembang Anak.republika. dan komunitas. dan komunitas amat menentukan.. Anak-anak. jelas Ratna. <http://www. IPB. komunikator yang efektif. dapat dipercaya. Yakni. 3 Mei lalu. fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa berkembang optimal. Dengan begitu. dan dapat diandalkan--. Untuk itu. Banyak orang yang pintar dan berpengetahuan. `'Tuntutan kualitas sumber daya manusia tahun 2021 membutuhkan *good character*. Dalam pembentukan karakter.asp?id=247970&kat_id=100> <http://www. dan penuh perhatian. sehingga fitrah setiap anak ang dilahirkan suci dapat berkembang secara optimal. menciptakan lingkungan yang kondusif. pendiri sekaligus direktur eksekutif Indonesia Heritage Foundation ini melihat peran keluarga.id/koran_detail.. terampil menyelesaikan masalah. sekolah.republika. ia melihat tiga pihak yang mempunyai peran penting. toleransi. Didukung pula penelitian lain yang menunjukkan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh *emotional quotient*. punya integritas -jujur.co. Itu adalah karakter yang bagus.

ia tidak mau melakukannya karena mencintai kebajikan. kreatif. Nah. dan kemandirian. dan kerja sama. kerja keras.'' katanya. Saat anak sudah memasuki dunia sekolah. kasi sayang. Ketiga. `'Jika ia melihat sesuatu langsung dimasukkan tanpa dipilih-pilih.''Karena sesungguhnya pendengaran anak itu amat tajam. Karakter baik ini harus dipelihara. mempunyai kecintaan terhadap kebajikan. Edy mengingatkan orang tua agar waspada.'' Bagi orang tua bekerja. Lewat proses itu. dan persatuan. dan membentak-bentak. Selain itu. tidak hanya memerintah-merintah. Praktisi pendidikan Edy Wiyono. mengupayakan komunikasi dengan anak secara menyenangkan. anak mampu melakukan kebajikan. toleransi. Ratna menyebut usia di bawah tujuh tahun merupakan masa terpenting. Edy mengingatkan hal itu sebagai pertanda orang tua untuk mengevaluasi diri. maka bisa lebih dulu diisi pihak lain. Tapi juga yang lebih dipercaya. Ia memulainya dari cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya. dan membenci perbuatan buruk. Sebab. `'Salah didik memengaruhi saat ia dewasa. Ratna menyebut sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak.'' katanya. `'Karena tahu berbohong itu buruk. `'Kita harus meningkatkan kemampuan kita untuk lebih dipercaya.'' ujarnya.'' . Bekerja maupun tidak. Anak tak hanya merekam materi yang masuk. jika terlambat mengisi pengalaman pada anaknya. dan yang berlangsung terus-menerus. pada acara yang sama. Itu bisa terjadi karena dalam benak balita belum ada 'program' penyaring. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan. mengkritik. berhati-hatilah. baik dan rendah hati. menggambarkan betapa balita masih kosong pengalaman. agar jangan sampai tv menggantikan peran orang tua bagi sang anak. anak biasanya lebih percaya pada guru. mencontohkan. bagaimana menanamkan karakter pada anak? Mengutip hasil riset otak mutakhir. Bila demikian adanya. kejujuran. yang lebih menyenangkan. ''Anak dirancang Tuhan tidak untuk dibentak-bentak. menurut Edy. Misalnya. cinta damai. Edy juga mengingatkan agar selalu menyediakan waktu bagi anak-anaknya. Kemudian. hormat dan santun. materi yang pertama masuk pada otak anak akan berfungsi sebagai penyaring. Lalu. orang tua harus berupaya menjadikan dirinya *role model* untuk membangun kepercayaan anak. dan terbiasa melakukannya.'' katanya. mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. tanggung jawab. *Mana yang disimpan?* Pendidikan karakter seharusnya dimulai saat anak masih balita. ''Orang tua yang jarang berinteraksi dengan anak pada usia ini.'' kata Ratna.'' ujar Edy. kepedulian. Karena itu.tindakan apa yang harus diambil. dan pantang menyerah. keadilan dan kepemimpinan. percaya diri. kedisiplinan. anak tak mau berbohong. ''Hati-hati.

. ''Stop menghakimi anak dan stop mengungkit-ungkit. Sebab. mengganti pernyataan dengan pertanyaan. usia SMA. marah tidak pernah menyelesaikan masalah dengan baik.Berikan kesempatan anak beberapa detik untuk berkuasa. berbagi. imitatif. Edy menyarankan. Satu hal yang tak boleh dilupakan.Perkenalkan pada arti boleh dan tidak boleh dengan menggunakan ekspresi wajah. tidak menyela pembicaraan. berempati terhadap anak dan masalahnya.9* ini. Satu hal yang penting tak boleh dilepaskan dalam masing-masing fase itu. ''dulu pernah . Orang tua dan guru hendaknya memahaminya sebagai suatu yang normal.'' katanya. tidak berkomentar sebelum diminta.. Dalam berkomunikasi.'' katanya. tidak mau berbagi. menurut praktisi pendidikan Edy Wiyono. yang dilalui anak hingga menjadi dewasa. Edy memberi bantuan pada para orang tua untuk menandai dan menyikapi fase-fase pertumbuhan anaknya mulai dari balita.. praktisi *multiple intelligences and holistic learning* ini menyarankan para orang tua agar berupaya menjadi 'konsultan pribadi' mereka.Untuk mendampingi sang anak yang tengah dalam pertumbuhan.'' *Melewati Fase Kritis Anak* Ada enam fase kritis. dan mau mengalah. ''Gunakan pujian untuk perilaku. saran Edy. Edy menyarankan para orang tua untuk selalu membangun kedekatan dan biasakan berdialog. dengan metode ''rasa-rasa . . Peran orang tua: . Ketiga sifat terakhir ini karena anak ingin diterima dalam kelompok. Kalaupun berkomentar. ''Bahwa anak sudah pada fasenya.. kata Edy. usia TK. memaksakan kehendak. orang tua hendaknya menjadi pendengar yang baik.'' kata narasumber Smart Parenting di *Smart FM 95. usia SMP. ''Agar anak terbiasa untuk meminta pertimbangan dan nasihat dari Anda.''. selama pertumbuhan anak. usia SD.''. Edy menyarankan kebiasaan yang dilakukan para orang tua. Bagaimana caranya? Yang paling utama. orang tua jangan pernah membuat keputusan untuk anak. Peran orang tua: . . ''Biarkan anak yang memilih. Tidak juga membanding-bandingkan anak. hingga usia kuliah. gunakan komentar yang menyenangkan. Dan. misalnya. .Berikan kesempatan beberapa detik untuk memiliki secara penuh. Yakni. *Usia TK* Ciri-ciri: konflik adaptatif.Konsisten dan jangan menggunakan kekerasan baik suara maupun fisik. Berikut lima dari enam fase yang disampaikannya beberapa waktu lalu: *Usia balita* Ciri-ciri: merasa selalu benar. Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan amarah. atau perubahan perilaku yang baik.

mail-archive. . penampilan berbeda. . mencoba.com/balita-anda@balita-anda. Peran orang tua: . . . gaya bicara berbeda. Karena itu anak mengalami konflik antarpersonal.Menghargai pendapatnya dan jangan menyalahkan.Jangan langsung menyela gaya bicaranya. Karena itu.Pujilah hal-hal yang baik dari penampilannya.html . . http://www. . bantulah dengan kalimat positif untuk bisa tampil lebih baik lagi.Dukunglah anak untuk bisa berbagi dan mengalah. dan konflik sosial. dan bekerja sama.Jangan pernah menyela pembicaraan dan ceritanya.Jadilah pendengar yang baik dan buka menjadi hakim. bangun ketertarikan dan bantulah dia untuk bisa lebih punya gaya bicara yang menarik..Perhatikan dan luruskan perilaku imitatif yang cenderung negatif.com/msg121461.Meningkatkan proses kedekatan dengan anak melalui dialog dan berbagai cara. . . konflik antarkelompok. *Usia** SD* Ciri-ciri: anak ingin mendapat pengakuan diri. Peran orang tua: . dan hobinya pun berbeda. *Usia SMP* Ciri-ciri: anak memasuki persaingan.Jangan beri komentar atau nasihat sebelum tiba waktunya. ciri-ciri utamanya punya pendapat berbeda.Ajaklah dialog logika dan pengalaman.Beri kesempatan untuk memerhatikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful