No.

Foto Nama

Periode

Keterangan

1.

Asmuni Ali

1999–2001

Penjabat

2.

Dr. Drs. Marthin Billa, MM

2001–2006 2006–2011

Bupati pertama Memenangkan Pilkada Malinau tahun 2006

3.

Dr. Drs. Yansen Tipa Padan, M.Si

2011– sekarang

Terpilih setelah memenangkan Pilkada Malinau tahun 2011

Wednesday, August 19, 2009
Karakteristik anak usia SMP / Remaja

KARAKTERISTIK ANAK USIA SMP / REMAJA
BAB I. PENDAHULUAN

Bagi sebagian besar individu yang baru beranjak dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa, remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. Kenangan terhadap saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan, sebaik atau seburuk apapun saat itu. Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. Banyak konflik yang dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri. Banyak orangtua yang tetap menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di mata orangtua, para anak remaja mereka masih belum siap menghadapi tantangan dunia orang dewasa. Sebaliknya, bagi para remaja, tuntutan internal membawa mereka pada keinginan untuk mencari jati diri yang mandiri dari pengaruh orangtua. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas: remaja adalah waktu yang kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa. BAB II. PEMBAHASAN

Dalam kehidupan anak terdapat dua proses yang terjadi secara kontinue, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini berlangsung secara interdependent, saling bergantung satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan (tidak

Masa remaja merupakan masa untuk mencari identitas/jati diri. A. Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu yaitu proses yang menuju kedepan dan tidak dapat diulang kembali. akan tetapi dapat dibedakan (Kartono. A. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahanperubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulangi. impian dan khayalan. 2004) Misalnya : bertambahnya tinggi badan. pertumbuhan fisik mengalami perubahan lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. Individu ingin mendapat pengakuan tentang apa yang dapat ia hasilkan bagi orang lain. Fase-fase masa remaja (pubertas) menurut Monks dkk (2004) yaitu antara umur 12 – 21 tahun. B. tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. Pertumbuhan dimaksudkan untuk menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni. pacaran dan percintaan. Menurut Anna Freud (dalam Yusuf. bertambahnya berat badan... 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir. serta otot-otot tubuh berkembang pesat. Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan. Pertumbuhan fisik Pada masa remaja. S. 2004) masa remaja juga dikenal dengan masa strom and stress dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi pertumbuhan fisik yang pesat dan pertumbuhan psikis yang bervariasi. Perkembangan menunjukkan pada perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju (Ahmadi. tulang kaki dan tangan. 1979). . Pengertian Remaja Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. kami hanya akan membahas mengenai tumbuh dan kembang masa remaja khususnya anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu antara usia 12–15 tahun. akan mengalami Identity Diffusion (kekaburan identitas). 1991). K. otot-otot tubuh bertambah pesat (kekar). Pada masa ini remaja mudah terpengaruh oleh lingkungan dan sebagai akibatnya akan muncul kekecewaan dan penderitaan. Perubahan ukuran akibat bertambah banyaknya atau bertambah besarnya sel (Edwina. Pada fase ini remaja memerlukan asupan gizi yang lebih.bisa berdiri sendiri). Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. 1986). agar pertumbuhan bisa berjalan secara optimal. Dalam makalah ini. meningkatnya konflik dan pertentangan. 15-18 tahun termasuk masa remaja pertengahan. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal. Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Remaja Usia SMP 1. Apabila mengalami kegagalan. Apabila individu berhasil dalam masa ini maka akan diperoleh suatu kondisi yang disebut identity reputation (memperoleh identitas). keterasinagan dari kehidupan dewasa dan norma kebudayaan (Gunarsa.

sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. remaja makan didepan pintu. masih menganggapnya sebagai anak kecil. Sebagai remaja mereka akan menanyakan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan dan jika orang tua tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan maka dia akan tetap melakukannya. ia mengalami masa mimpi yang pertama. bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi yang pertama.2. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Pada anak perempuan. Perkembangan seksual Terdapat perbedaan tanda-tanda dalam perkembangan seksual pada remaja. Anak perempuan akan mendapat menstruasi. yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Terdapat ciri lain pada anak laki-laki maupun perempuan. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. didaerah wajah. 3. Tandatanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya alat reproduksi spermanya mulai berproduksi. dll. guru. Pada anak lelaki. dan 2). Apabila guru/pendidik dan oarang tua tidak memahami cara berfikir remaja. Pada masa pubertas. dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Pubertas menjadikan seorang anak tibatiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Pada laki-laki pada lehernya menonjol buah jakun yang bisa membuat nada suaranya pecah. ketiak. Misalnya. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. dan di sekitar kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu atau rambut. akibatnya akan menimbulkan kenakalan remaja berupa perkelahian antar pelajar. Payudara membesar dan rambut tumbuh di daerah ketiak dan sekitar kemaluan. lingkungan. kulit menjadi lebih kasar. Pinggul membesar bertambah lebar dan bulat akibat dari membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit. Mereka tidak akan terima jika dilarang melakukan sesuatu oleh orang yang lebih tua tanpa diberikan penjelasan yang logis. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Sedangkan pada anak perempuan. Luteinizing Hormone (LH). warnanya pucat dan pori-porinya meluas. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. tidak jernih. diwajahnya mulai tumbuh jerawat. Pada anak perempuan. Cara berfikir kausalitas Hal ini menyangkut tentang hubungan sebab akibat. Suara menjadi lebih penuh dan merdu. Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri ataupun perubahan suara pada remaja putra. Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua. . Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. hal ini dikarenakan produksi hormon dalam tubuhnya meningkat. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. otot. kemudian orang tua melarangnya sambil berkata “pantang”.

Ketrampilanketrampilan tersebut biasanya disebut sebagai aspek psikososial. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak. 4. Dalam satu waktu mereka akan kelihatan sangat senang sekali tetapi mereka tiba-tiba langsung bisa menjadi sedih atau marah. yaitu operasional konkrit. dan rencana untuk masa depan. dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Saat melakukan sesuatu mereka hanya menuruti ego dalam diri tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.Perkembangan kognitif remaja. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya. karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut sejak dini maka akan memudahkan . Pada kenyataan. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalahmasalah yang kompleks dan abstrak. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. dsb. Dengan kemampuan operasional formal ini. misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya. Pada periode ini. Contohnya pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang tersinggung perasaannya. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. 5. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini. Perkembangan Sosial Sebagai makhluk sosial. individu dituntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Ketrampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak. Emosi yang meluap-meluap Emosi pada remaja masih labil. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar-mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. Semestinya. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. prediksi. Mereka belum bisa mengontrol emosi dengan baik.

sedangkan kelompoknya dinomorsatukan. Apabila keterampilan sosial dapat dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal. Anak perempuan secara biologis dan karakter lebih cepat matang daripada anak laki-laki. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi. Pola hubungan sosial remaja lain adalah dimulainya rasa tertarik pada lawan jenisnya dan mulai mengenal istilah pacaran. memberi atau menerima feedback. Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti dan melarangnya maka akan menimbulkan masalah sehingga remaja cenderung akan bersikap tertutup pada orang tua mereka. Sebaliknya jika remaja tidak diberi peranan. dsb. tindakan kriminal. 6. misalnya mengikuti kegiatan remaja dikampung dan dia diberi peranan dimana dia bisa menjalankan peranan itu dengan baik. Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan menyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri. cenderung berperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun anti sosial). Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan hal tersebut dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan. Perkembangan Moral . apabila seorang remaja dihadapkan pada suatu pilihan untuk mengikuti acara keluarga dan berkumpul dengan teman-teman. bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. Hal ini disebabkan karena pada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan. menjalin hubungan dengan orang lain. kenakalan remaja. dikucilkan dari pergaulan. Jadi tidak mengherankan jika pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari ingkungannya dan berusaha mendapatkan status atau peranan. dan bahkan dalam perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa. menghargai diri sendiri & orang lain. Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah penting bagi remaja untuk dapat mengembangkan ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan untuk menyesuaikan diri.anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat. tindakan kekerasan. dia akan melakukan perbuatan untuk menarik perhatian lingkungan sekitar dan biasanya cenderung ke arah perilaku negatif. Contohnya. Ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting manakala anak sudah menginjak masa remaja. Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomorduakan. Salah satu pola hubungan sosial remaja diwujudkan dengan membentuk satu kelompok. dsb. mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain. Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan masa remaja madya dan remaja akhir adalah memiliki ketrampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. memberi atau menerima kritik. maka dia akan lebih memilih untuk pergi dengan teman-teman.

Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. namun sebenarnya tidak. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. Dalam hal ini amatlah penting bagi remaja untuk tidak menilai seseorang berdasarkan penampilan . Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanak-kanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. perang. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Secara kritis. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. Perkembangan Kepribadian Secara umum penampilan sering diindentikkan dengan manifestasi dari kepribadian seseorang. dsb. 7.Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Misalnya. jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar. kemanusiaan. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. keadaan sosial. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap "pemberontakan" remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. sederhana. Karena apa yang tampil tidak selalu mengambarkan pribadi yang sebenarnya (bukan aku yang sebenarnya). Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. misalnya: politik.

blogspot. 2002. sehingga dapat menjalani persiapan masa dewasa dengan lancar. Jakarta : PT. BK Gunung Mulia Hurlock. Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya http://jagad-ilmu. DAFTAR Ahmadi. tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. 15-18 tahun termasuk masa remaja pertengahan. A. Fase-fase masa remaja (pubertas) menurut Monks dkk (2004) yaitu antara umur 12 – 21 tahun. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. S. 1991. cara berfikir kausalitas. Psikologi Perkembangan : suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Karakteristik anak remaja bisa dilihat dalam beberapa aspek. Dengan memanfaatkan semua kesempatan yang tersedia. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Yusuf. sehingga orang yang memiliki penampilan tidak menarik cenderung dikucilkan. D. emosi yang meluap-luap.com/2009/08/karakteristik-anak-usia-smp-remajabab.. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal.semata. L. Psikologi Perkembangan. Edisi ke lima. Jakarta : PUSTAKA Rineka Cipta Gunarsa. KESIMPULAN Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Psikologi Perkembangan : pengantar dalam berbagai bagiannya. K. Jakarta : Erlangga Kartono. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan. 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir. 1980. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Psikhologi Anak. 1992. perkembangan sosial. perkembangan moral dan perkembangan kepribadian. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. terbentuklah kepribadian yang terpadu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan. yaitu dari Pertumbuhan fisik. 2004. 1979. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Zulkifli. E. dkk. perkembangan seksual.html . Disinilah pentingnya orangtua memberikan penanaman nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan pada hal-hal fisik seperti materi atau penampilan. Bandung : Alumni Monk. Remaja diharapkan lebih mengerti dirinya sendiri dan dimengerti orang lain. 1986.

Untuk itu. mengerti . dan hubungan interpersonal yang buruk.id/koran_detail. Didukung pula penelitian lain yang menunjukkan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh *emotional quotient*. Pertama.co.asp?id=247970&kat_id=100> <http://www. 3 Mei lalu.co. kata Ratna Megawangi.asp?id=247970&kat_id=100> Membangun Karakter Anak<http://www. ia melihat tiga pihak yang mempunyai peran penting. fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa berkembang optimal.co. <http://www. `'Tuntutan kualitas sumber daya manusia tahun 2021 membutuhkan *good character*. punya integritas -jujur. `'Karakter adalah kunci keberhasilan individu. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter. jelas Ratna. Adalah orang-orang yang senang belajar.asp?id=247970&kat_id=100> Persaingan tahun 2021! Itu yang menjadi beban banyak orang tua masa kini. Seberapa Penting?* di Jakarta. ini. merupakan proses yang berlangsung seumur hidup.republika. komunikator yang efektif. terampil menyelesaikan masalah. dan penuh perhatian.republika. Ia lantas mengutip sebuah hasil penelitian di AS bahwa 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab. dan komunitas amat menentukan. IPB. tidak jujur.. Fakultas Ekologi Manusia.. Dalam pembentukan karakter.. Saat itu. *Membentuk karakter* Membentuk karakter. Untuk itu. dan komunitas.republika. toleransi. dapat dipercaya.id/koran_detail. Anak-anak.. akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula.'' kata Dr Ratna Megawangi dalam seminar setengah hari *Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini. ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. pendiri sekaligus direktur eksekutif Indonesia Heritage Foundation ini melihat peran keluarga.id/koran_detail. Itu adalah karakter yang bagus. berani mengambil risiko. Yakni. dan luwes yang bisa bersaing kelak. jelas ketua bagian Tumbuh Kembang Anak. Dengan begitu.'' tambah Ratna. anak mengerti baik dan buruk. sekolah.ari millist sebelah. Banyak orang yang pintar dan berpengetahuan. keluarga. Bagaimana mendidik karakter anak? Menurut Ratna Megawangi. menciptakan lingkungan yang kondusif. Betapa tidak. dan dapat diandalkan--. sehingga fitrah setiap anak ang dilahirkan suci dapat berkembang secara optimal. sekolah. anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai negara di dunia.

dan terbiasa melakukannya. mengupayakan komunikasi dengan anak secara menyenangkan. hormat dan santun. dan persatuan. Nah. yang lebih menyenangkan. ''Orang tua yang jarang berinteraksi dengan anak pada usia ini. Itu bisa terjadi karena dalam benak balita belum ada 'program' penyaring. kasi sayang.'' katanya. Anak tak hanya merekam materi yang masuk. `'Jika ia melihat sesuatu langsung dimasukkan tanpa dipilih-pilih. Selain itu. keadilan dan kepemimpinan. mengkritik. Ratna menyebut sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak. Karakter baik ini harus dipelihara. Bila demikian adanya. mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. ''Anak dirancang Tuhan tidak untuk dibentak-bentak. Ia memulainya dari cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya. `'Kita harus meningkatkan kemampuan kita untuk lebih dipercaya. maka bisa lebih dulu diisi pihak lain. `'Karena tahu berbohong itu buruk. percaya diri. Ratna menyebut usia di bawah tujuh tahun merupakan masa terpenting. anak mampu melakukan kebajikan. dan kerja sama. tanggung jawab. baik dan rendah hati. dan membentak-bentak. tidak hanya memerintah-merintah.'' ujar Edy. mempunyai kecintaan terhadap kebajikan. Tapi juga yang lebih dipercaya. toleransi. Bekerja maupun tidak. anak tak mau berbohong. *Mana yang disimpan?* Pendidikan karakter seharusnya dimulai saat anak masih balita. Kemudian. pada acara yang sama. bagaimana menanamkan karakter pada anak? Mengutip hasil riset otak mutakhir. Saat anak sudah memasuki dunia sekolah. ''Hati-hati. ia tidak mau melakukannya karena mencintai kebajikan. kerja keras. dan membenci perbuatan buruk. menggambarkan betapa balita masih kosong pengalaman. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan. dan kemandirian. menurut Edy. berhati-hatilah. materi yang pertama masuk pada otak anak akan berfungsi sebagai penyaring. Karena itu. cinta damai. kejujuran.''Karena sesungguhnya pendengaran anak itu amat tajam. Lalu. `'Salah didik memengaruhi saat ia dewasa.'' Bagi orang tua bekerja. dan yang berlangsung terus-menerus.tindakan apa yang harus diambil.'' kata Ratna.'' ujarnya.'' katanya. Edy mengingatkan hal itu sebagai pertanda orang tua untuk mengevaluasi diri. Edy mengingatkan orang tua agar waspada. orang tua harus berupaya menjadikan dirinya *role model* untuk membangun kepercayaan anak. Lewat proses itu. Edy juga mengingatkan agar selalu menyediakan waktu bagi anak-anaknya. anak biasanya lebih percaya pada guru. Praktisi pendidikan Edy Wiyono. dan pantang menyerah. agar jangan sampai tv menggantikan peran orang tua bagi sang anak. kreatif. mencontohkan. jika terlambat mengisi pengalaman pada anaknya. kedisiplinan. Sebab. Ketiga.'' katanya. Misalnya. kepedulian.'' .

misalnya. Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan amarah.Berikan kesempatan beberapa detik untuk memiliki secara penuh. marah tidak pernah menyelesaikan masalah dengan baik. ''dulu pernah . usia SMA. praktisi *multiple intelligences and holistic learning* ini menyarankan para orang tua agar berupaya menjadi 'konsultan pribadi' mereka. tidak berkomentar sebelum diminta. menurut praktisi pendidikan Edy Wiyono. hingga usia kuliah. Edy menyarankan para orang tua untuk selalu membangun kedekatan dan biasakan berdialog.''.'' kata narasumber Smart Parenting di *Smart FM 95.9* ini. Edy menyarankan. orang tua jangan pernah membuat keputusan untuk anak. kata Edy. berempati terhadap anak dan masalahnya. Orang tua dan guru hendaknya memahaminya sebagai suatu yang normal. . Sebab. Edy memberi bantuan pada para orang tua untuk menandai dan menyikapi fase-fase pertumbuhan anaknya mulai dari balita. Kalaupun berkomentar. memaksakan kehendak.. usia SMP. Satu hal yang tak boleh dilupakan. imitatif. Edy menyarankan kebiasaan yang dilakukan para orang tua.Berikan kesempatan anak beberapa detik untuk berkuasa. ''Gunakan pujian untuk perilaku..'' katanya. ''Biarkan anak yang memilih. yang dilalui anak hingga menjadi dewasa. ''Bahwa anak sudah pada fasenya. tidak menyela pembicaraan. mengganti pernyataan dengan pertanyaan.. ''Stop menghakimi anak dan stop mengungkit-ungkit. ''Agar anak terbiasa untuk meminta pertimbangan dan nasihat dari Anda. . . saran Edy. Satu hal yang penting tak boleh dilepaskan dalam masing-masing fase itu.'' katanya.Konsisten dan jangan menggunakan kekerasan baik suara maupun fisik. Dan. *Usia TK* Ciri-ciri: konflik adaptatif. Dalam berkomunikasi. usia TK. tidak mau berbagi. Bagaimana caranya? Yang paling utama. dengan metode ''rasa-rasa . selama pertumbuhan anak. Tidak juga membanding-bandingkan anak. orang tua hendaknya menjadi pendengar yang baik.''. gunakan komentar yang menyenangkan.Perkenalkan pada arti boleh dan tidak boleh dengan menggunakan ekspresi wajah.. Berikut lima dari enam fase yang disampaikannya beberapa waktu lalu: *Usia balita* Ciri-ciri: merasa selalu benar. Yakni. atau perubahan perilaku yang baik. usia SD. Ketiga sifat terakhir ini karena anak ingin diterima dalam kelompok.Untuk mendampingi sang anak yang tengah dalam pertumbuhan. berbagi. dan mau mengalah. Peran orang tua: . Peran orang tua: .'' *Melewati Fase Kritis Anak* Ada enam fase kritis.

dan hobinya pun berbeda. Karena itu.mail-archive. gaya bicara berbeda. . ciri-ciri utamanya punya pendapat berbeda.Meningkatkan proses kedekatan dengan anak melalui dialog dan berbagai cara.Beri kesempatan untuk memerhatikan. . dan konflik sosial. konflik antarkelompok. penampilan berbeda.Jangan langsung menyela gaya bicaranya. mencoba. bantulah dengan kalimat positif untuk bisa tampil lebih baik lagi.Jangan beri komentar atau nasihat sebelum tiba waktunya.Jadilah pendengar yang baik dan buka menjadi hakim. Karena itu anak mengalami konflik antarpersonal. *Usia SMP* Ciri-ciri: anak memasuki persaingan.Menghargai pendapatnya dan jangan menyalahkan.Jangan pernah menyela pembicaraan dan ceritanya. .. bangun ketertarikan dan bantulah dia untuk bisa lebih punya gaya bicara yang menarik. http://www. Peran orang tua: . *Usia** SD* Ciri-ciri: anak ingin mendapat pengakuan diri.com/msg121461. .Pujilah hal-hal yang baik dari penampilannya.html .Ajaklah dialog logika dan pengalaman. . . .Dukunglah anak untuk bisa berbagi dan mengalah. dan bekerja sama. Peran orang tua: .com/balita-anda@balita-anda.Perhatikan dan luruskan perilaku imitatif yang cenderung negatif. .