KHOTBAH JUMAT

³
Tak ada kata yang layak kita ucapkan selain daripada Puji dan syukur Ke Hadirat Allah SWT Karena pada hari yang berbahagia ini kita masih bisa merasakan nikmat yang diberikan Allah SWT Yang paling utama adalah nikmat iman, nikmat islam hingga nikmat waktu dan kesehatan hingga kita bisa beribadah secara berjamaah melaksanakan ibadah yang dimuliakan Allah SWT ibadah ´Shalat Jum·at: pada hari ini di Masjid Besar Miftahul Jannah. Masjid yang dimuliakan oleh Allah SWT. Shalawat dan salam senantiasa tercurah atas baginda Nabiullah Rasulullah Muhammad SAW keluarga beliau, shahabat-shahabat beliau serta para pejuang islam di seluruh dunia yang sampai dengan saat ini masih tetap berjuang menegakkan izzah islam, berjuang dengan mengorbankan harta dan jiwa mereka. Insya Allah dengan terus bersalawat kita akan istiqomah menegakkan risalah agung yang ditinggalkan beliau sehingga akan tergolong sebagai umatnya dan mendapatkan syafaat dari beliau di yaumul masyar kelak. Pada hari ini pula saya selaku khatib mengajak kepada kita semua untuk selalu berusaha terus dan terus memacu, meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Karena iman dan taqwa inilah sebaik-baik bekal yang dapat kita bawa yang dapat kita pertanggungjawabkan kelak di akhirat nanti

Maasyiral Muslimin rahimakumullah Khotbah jum·ah yang akan saya sampaikan kali ini mengambil Judul ´Fungsi Masjid Dalam Mengatasi berbagai persoalan Umatµ Telah Kita ketahui bersama bahwa masjid kita ini adalah salah satu unsur penting dalam mengembangkan potensi umat islam dan menjadi kunci untuk mengatasi berbagai persoalan yang kita umat Islam alami pada saat sekarang ini. Namun, sayang seribu sayang kenyataan menunjukkan bahwa fungsi masjid kita masih belum berjalan maksimal. Bahkan di tempat lain, Masjid tidak berjalan sebagaimana mestinya bahkan menjadi biang masalah bagi umat islam itu sendiri. Masyarakat Islam pada hari ini lebih mengedepankan pembangunan fisik masjid daripada pembangunan yang lebih bersifat non-fisik. Pada hari ini telah terjadi kesalahan orientasi kesalaham pola pikir dalam memfungsikan masjid untuk membangun umat Islam dan menjadikannya central of solution (pusat solusi) terhadap berbagai krisis yang menimpa umat Islam saat ini. Maasyiral Muslimin rahimakumullah Bangunan fisik masjid yang megah yang indah sering dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan dan kemakmuran sebuah masjid. Padahal, banyak masjid yang megah yang dibangun dengan biaya yang sangat besar tetapi sepi dari sholat berjama'ah, sepi dari kegiatan-kegiatan yang menunjukkan syi'ar Islam, sepi terhadap ilmu islam dan lain sebagainya. Sehingga sampai dengan hari ini banyak masjid hanya menjadi tempat singgah, tempat beristirahat dikala capek beraktivitas, bahkan ada masjid yang hanya dijadikan sebagai simbol bahwa di tempat itu ada komunitas muslim.

ada satu penyakit kronis yang melanda umat Islam yang menjadikan masjid sebagai tempat menuai popularitas. Sehingga terbangun sikap keegoan. Namun semuanya seperti hampa. gempa sampai dengan wabah yang meresahkan masyarakat seperti Wabah ulat bulu bahkan wabah penyakit flu burung yang sudah menjalar sampai ke beberapa kabupaten di provinsi Sulawesi Utara. Sehingga fungsi masjid akan benar-benar terberdayakan dalam mengatasi berbagai persoalan umat islam. semua karena pengelolaan pemerintah kita yang sangat minim lebih banyak mengurus urusan politik daripada urusan ekonomi rakyatnya. tidak ada atau kecil kemungkinan kesempatan bagi yang lain untuk ikut serta berpartisipasi memberdayakan dan mengfungsikan masjid sebagaimana mestinya. Padahal Allah SWT telah berfirman dalam Al Quran : Dari ayat ini maka telah nyatalah akibat-akibat kerusakan dan ketidakseimbangan Alam yang semuanya disebabkan oleh kerakusan nafsu manusia dan kemajuan teknologi yang tidak dilandaskan prinsip menjaga keseimbangan alam ketidakseimbangan bumi yang menjadi tempat tinggal kita semua. sumber minyak dan gas. kesombongan merasa dirinyalah yang paling hebat. global warning sampai dengan ketidakseimbangan stuktur geologi bumi yang semuanya telah menimbulkan dampak yang telah sama-sama kita rasakan saat ini. Dari segi etimologi atau dari segi harfiyah atau bahasa. masjid bermakna tempat sujud atau tempat Shalat. Hal ini banyak kita temui di tengah-tengah masyarakat muslim hari ini. Padahal telah kita ketahui bersama bahwa Negara kita adalah Negara yang kaya akan berbagai sumber daya alam. jumlah pengangguran dan ujung-ujungnya menambah tingkat kejahatan yang terjadi dimasyarakat. yang paling berjasa dan paling berhak untuk mengelola masjid. Mulai dari masalah lingkungan yang semakin hari semakin tidak bersahabat seperti : ancaman akan terjadinya tsunami. Ditambah dengan masalah ekonomi yang tidak menentu. Kondisi seperti ini menambah ketidaknormalan fungsi masjid dalam membangun umat agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi. Sehingga timbullah cuaca ekstrim. Maasyiral Muslimin rahimakumullah Oleh karena itu. Isim ini kemudian berubah bentuk menjadi masjidu (masjid). Demikian pula sebaliknya. kenaikan harga barang secara terus-menerus sampai dengan akan adanya kenaikan harga BBM dalam beberapa waktu dekat ini sehingga kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak diimbangi dengan pendapatan masyarakat hanya akan menambah daftar panjang jumlah kemiskinan. . Asal katanya adalah sajada. Sehingga sampai memunculkan perpecahan di antara jama'ah masjid. Ketika ada satu kelompok yang menjadi pengelola masjid maka kelompok yang lain memboikot bahkan sampai dengan tidak mau melaksanakan shalat berjama'ah di masjid tersebut. Praktis. perlu adanya usaha maksimal dari kita semua untuk kembali menormalkan fungsi masjid sebagaimana dengan melakukan berbagai tindakan praktis dan nyata.Maasyiral Muslimin rahimakumullah Di sisi yang lain.

Hijrah merupakan taktik dan strategi Rasulullah dalam mengembangkan agama dan mengislamkan umat. Namun. Beliau secara gotong royong dengan kaum muslimin yang berada disekitarnya mendirikan masjid. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya masjid adalah tempat ibadah sekaligus pusat bagi umat untuk mengembangkan Islam itu sendiri dan sebagai pusat dalam mengatasi berbagai persoalan yang dialami umat islam. . Mereka yang membangun masjid bekerja dengan dasar takwa. Semua bekerjasama untuk semua. masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat sujud belaka. bahkan sampai dengan pusat politik. Peristiwa mendirikan masjid yang pertama ini memberikan kita makna yang sesungguhnya dikandung oleh masjid. pengertian "tempat Shalat" sangatlah sempit dan sederhana sekali. dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. Ini berarti bahwa seluruh bumi adalah tempat untuk memperhamba diri pada Allah. Bahkan Allah SWT berfirman : "Sesungguhnya masjid yang berdasarkan takwa pada hari-hari permulaan berdirinya. masjid sebagai pusat strategis membangun umat dan mengatasi berbagai persoalan yang melanda umat Islam. Setelah kira-kira 12 tahun beliau menjalankan tugas sebagai rasul di kota Makkah. Maasyiral Muslimin rahimakumullah Hakikinya. Sebagai ilustrasi.Tetapi kalau kita berbicara tentang sebuah bangunan yang diistilahkan masjid dalam agama Islam. (QS. lebih patut engkau mendirikan Shalat di dalamnya. Mereka bekerja bersama-sama bergotong royong membangun masjid dengan penuh keikhlasan. Seluruh jagat adalah masjid (tempat sujud kepada Allah). Artinya Masjid memiliki fungsi yang kompleks bagi umat Islam dan memiliki fungsi solusi menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi pada umat Islam. kita bisa melihat orientasi awal dari Rasulullah SAW dalam mendirikan masjid Quba (at-Taqwa) yang letaknya 5 km/3 mil dari Madinah sebagai masjid yang pertama kali dibangun dalam sejarah Islam. pusat pendidikan. Hijrah merupakan titik awal kebangkitan umat Islam. Ini berarti. Al-Baraah: 108). Logika berpikirnya: "bukankah Tuhan telah menjadikan seluruh jagat ini sebagai masjid (tempat bersujud) ? Jadi. pusat sosial-budaya. Dan langkah pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pertama adalah membangun masjid. Masjid bukan hanya menjadi tempat sholat akan tetapi juga pusat ekonomi. masjid masih memiliki fungsi lain yang sangat banyak. Di dalam masjid itu ada beberapa orang laki-laki yang suka dirinya bersih. tempat meluhurkan Allah SWT. Allah menyuruh Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Maasyiral Muslimin rahimakumullah Dari masjidlah Rasulullah SAW mengatur umat Islam sehingga menjadi komunitas yang besar dan disegani oleh bangsa lain. apa bedanya bangunan kokoh dan mewah sebagai masjid dengan seluruh jagat raya sebagai masjid ?".

dan keamanannya. Menawarkan berbagai kegiatan yang bisa menarik masyarakat untuk datang ke masjid secara kontinu atau berlanjut mutlak diperlukan. Selama ini masih sering terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan sehingga memunculkan konflik di tengah-tengah masyarakat. perayaan hari besar Islam dan lain sebagainya. Masjid membutuhkan pengelolaan secara profesional. Seperti. terutama pada angkatan generasi muda. Perbaikan ini meliputi aspek fisik dan juga non fisik. Aspek non-fisik dari kondisi internal masjid salah satunya adalah perbaikan administrasi dalam pengelolaan masjid. setelah terjadi kontak yang baik antara masjid dan masyarakat maka dilakukan pendidikan masjid.Maasyiral Muslimin rahimakumullah Kesimpulan yang dapat kita tarik dari semua ini adalah bahwa sumber dari masalah kehidupan dan masyarakat Islam dewasa ini ialah masjid yang kehilangan fungsi dan maknanya. Oleh karenanya. masjid harus senantiasa diperhatikan kebersihan. Tidak terjalin kerjasama yang baik antara pengurus masjid sebagai pengelola organisasi. memperbaiki kondisi internal masjid. Dengan demikian. kenyamanan. Generasi yang lebih tua harus mampu mengayomi generasi mudanya dengan memberikan didikan untuk turut andil dalam memakmurkan masjid. Hal ini akan terwujud ketika telah terbangun kepercayaan dari masyarakat terhadap transparansi pengelolaan masjid. pengajian rutin. Fisik masjid yang bagus ditambah sarana pelengkap yang memadai akan menumbuhkan semangat jamaah dan kekhusyu'an dalam beribadah. menumbuhkan (rasa memiliki) dan (rasa tanggung jawab) bagi masyarakat di sekitar masjid untuk mengisi dan memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan agama. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan bersama dalam rangka menormalkan kembali fungsi masjid. antara lain adalah : Pertama. dengan jamaah masjid sebagai anggota organisasi. Sehingga masjid akan terbangun dan berkembang di atas bingkai kesatuan jamaah sehingga kuat dan potensial untuk mengatasi berbagai masalah umat. Dengan terjalinnya koordinasi yang baik antara Pengelolah dengan Jamaah masjid maka masjid dengan komponen di dalamnya akan mampu maksimal menjawab krisis yang dihadapi bersamaan dalam bingkai kesatuan umat Islam. Ketiga. . Maasyiral Muslimin rahimakumullah Kedua.

. Mudah-mudahan dengan Khotbah ini. Jamaah Sholat Jum·ah yang dimuliakan Allah SWT Kita menyaksikan bahwa hari ini banyak masjid di tengah-tengah kita telah kehilangan fungsi dan maknanya. Setelah semuanya telah berjalan dengan baik maka fungsi masjid lebih diluaskan lagi. Salah satu aspek misalnya pemberdayaan ekonomi umat yang berpusat di masjid. Umat Islam harus disadarkan akan fungsi dan makna masjid yang sebenarnya. Setelah itu. akan menjadi langkah maju bagi kita semua untuk menormalkan kembali masjid kita sebagai pusat umat Islam dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dialami oleh umat hari ini. maksimalisasi fungsi masjid. .Maasyiral Muslimin rahimakumullah Keempat. Sehingga ke depan masjid akan benar-benar berfungsi secara maksimal dan sesuai dengan harapan Rasulullah SAW. harapan umat Islam seluruhnya. sehingga masjid akan menjadi sebuah kekuatan dan inspirator kebangkitan umat Islam. Sehingga pada akhirnya. Khotbah Kedua . Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan konkrit dalam rangka mensosialisasikan di tengah-tengah masyarakat muslim akan makna dan fungsi masjid yang sebenarnya. masjid ibarat patung yang tidak bisa berbuat apa-apa ketika ada bahaya datang menghantamnya. masjid betul-betul menjadi pusat kegiatan umat dan mampu mengatasi persoalan yang sedang melanda umat kita hari ini. Masjid hanya dijadikan sebagai tempat singgah sementara setelah lelah dalam bekerja.

. . ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful