DASAR DASAR GOOD GOVERNANCE (KEPEMERINTAHAN YANG BAIK) Bagian I Perubahan paradigma dalam bidang kepemerintahan dalam era

pasca reformasi ini menjadi topik utama dalam paradigma baru kepemerintahan di Indonesia. Aparatur pemerintah merupakan unsur pelayanan masyarakat perlu lebih dahulu menghayati serta menerapkannya sesuai tuntutan zaman yang sudah berubah. Bahwa paradigma lama yang selama ini menjadi aspek pemerintahan dengan kecenderungan dengan kekuasaan dan sekarang berubah menjadi kewenangan untuk pelayanan masyarakat, pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan perubahan era reformasi tersebut baik secara internal maupun perubahan lingkungan strategik yang sudah merupakan keharusan setiap pegawai negeri (aparatur) memahami dan melaksanakan secara baik.
Perubahan paradigma dalam bidang kepemerintahan dalam era pasca reformasi ini menjadi topik utama dalam paradigma baru kepemerintahan di Indonesia. Aparatur pemerintah merupakan unsur pelayanan masyarakat perlu lebih dahulu menghayati serta menerapkannya sesuai tuntutan zaman yang sudah berubah. Bahwa paradigma lama yang selama ini menjadi aspek pemerintahan dengan kecenderungan dengan kekuasaan dan sekarang berubah menjadi kewenangan untuk pelayanan masyarakat, pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan perubahan era reformasi tersebut baik secara internal maupun perubahan lingkungan strategik yang sudah merupakan keharusan setiap pegawai negeri (aparatur) memahami dan melaksanakan secara baik.

Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000, tentang Diklat Jabatan Pegawai Negeri Sipil yang menetapkan salah satu mata diklat yaitu; Dasar-dasar Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) untuk diikuti oleh calon pegawai yang akan menduduki jabatan eselon IV. Untuk menjadikan jabatan pegawai negeri sipil pada jenjang eselon IV sebagai sumber daya manusia aparatur negara yang mempunyai kompentensi yang bersikap dan berperilaku yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Bertolak dari amanat PP tersebut di atas, dalam makalah ini penulis akan berusaha menguraikan apa yang menjadi dasar dari kepemerintahan yang baik tersebut yang dapat diaplikasikan (diterapkan) dalam kehidupan kepemerintahan khususnya di daerah Sumatera Barat. Hal ini mengingat banyak factor yang mempengaruhi perubahan paradigma tersebut dari pemerintah menjadi kepemerintahan yang mempunyai pengertian yang jauh mendalam dan memerlukan waktu untuk penerapannya.

Berselang waktu sekitar 10 tahun, semenjak dimulai reformasi pada tahun 1998 lalu, telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mempunyai implikasi mendalam dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Indonesia umumnya dan di Sumatera Barat khususnya. Melalui demokratisasi dan desentralisasi, keterbukaan, transparansi, akuntabilitas,

Diawali lahirnya istilah pemerintahan semenjak manusia belum mengenal pemerintahan. . dimana manusia hidup secara berkelompok-kelompok kecil yang bersifat bebas melakukan sesuatu sesuai kebutuhankelompok masing-masing sesuka hati mereka. secara struktural dengan demokratisasi yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Sejalan dengan perubahan zaman yang dipengaruh era globalisasi yang menandai proses transformasi dari era orde baru. dirasa perlu memahami pengertian dan beberapa perbedaan antara kepemerintahan (Governance ) dan pemerintah (government) yaitu antara lain : Pemerintahan (Government) Dalam pengertiannya bahwa Pemerintah adalah merupakan salah satu unsur dari tiga unsur berdirinya sebuah negara disamping rakyat dan wilayah. Kekuasaan yang diberikan tersebut merupakan tugas untuk mengatur dan pelaksanaan ketertiban dan keamanan dalam masyarakat serta melakukan pungutan pajak dan retribusi serta mengatur jalannya perekonomian dalam sebuah Negara. penghormatan hak azasi manusia serta perubahan interaksi sosial poitik dan ekonomi antara masyarakat dan pemerintah. Dipihak lain rakyat selama ini diartikan sebagai orang yang diperintah mempunyai hak dan kewajiban tertentu sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan legislatif. Mereka hidup berpindah-pindah dengan memanfaatkan sebagian besar energi hanya untuk mempertahankan diri dari serangan kelompok lain. Dalam kaitan dengan sejarah pemerintahan dengan mulai sejak Kemerdekaan tahun 1945. Pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat di berbagai bidang kehidupan. penegakan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi. PENGERTIAN GOVERNANCE) DAN PARADIGMA KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD Sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut tentang apa pengertian dan menjadi dasar dasar dan prinsip prinsip Good Governance dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.penyelenggaraan pemerintahan di daerah sebagai ciri dari Good Governance atau kepemerintahan yang baik tersebut. Selanjutnya unsur pemerintah merupakan sebuah kekuasaan (power) untuk menjalankan pemerintahan dengan melayani kepentingan rakyat serta bertugas/berhak menjalankan roda pemerintahan dengan peraturan perundangan serta peraturan lainnya untuk mengatur rakyat dengan tujuan tercapainya kesejahteraan rakyat itu sendiri. sudah banyak terjadi perubahan sistem pemerintah termasuk didalamnya pemerintah daerah. Belum ada hukum yang mengatur hubungan antar kelompok tersebut yang merupakan nilai dan etika untuk menentukan sikap dan perilaku masing masing. Disini tampak perbedaan antara pemerintah disuatu sisi dan rakyat disisi lainnya. kolusi dan nepotisme dalam pemerintahan. Dalam pengertian tersebut pemerintah mempunyai kedudukan lebih dominant dibanding rakyatnya sendiri.

Menurut Prof. Kesimpulan pengertian Governance disamping berarti kepemerintahan. fakta. oleh Kooiman (1993) berarti merupakan serangkaian kegiatan (proses) interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan intervensi pemerintah atas kepentingan-kepentingan tersebut. city. Kemudian kutipan pendapat Bondan Gunawan dengan istilah penyelenggaraan sebagai terjemahan dari Governance. Atau sebagai The Governing Body of a Nation. Governance merupakan suatu proses atau kegiatan. juga mengandung arti pengurusan. Atau sebagai lembaga/badan yang menyelenggarakan pemerintahan Negara. pengarahan. sebagaimana kita dengar dalam kehidupan masyarakat primitif dimanapun didunia ini. Seiring dengan perjalanan waktu orang-orang yang kuat (pemimpin) tersebut lama kelamaan mendapat suatu bisikan untuk menjadi manusia bijaksana untuk menciptakan kehidupan yang lebih tertib. state. pola. . Begitu juga dalam pidato Presiden RI tanggal 16 Agustus 2000 istilah Governance diterjemahkan menjadi pengelolaan. Pengertian secara Harfiah bahwa Pemerintah atau government dalam bahasa Inggris berarti ³The Authoritative direction and administration of the affairs of men/women in nation. dari kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. jika diterjemahkan berarti tindakan. pengelolaan. pembinaan. Private Governance. Bintoro Tjokroamidjojo (34:2000) dalam Buku Paradigma Baru Management Pembangunan. penyelenggaraan dan bisa juga diartikan Pemerintahan. of governing´. menguasai. Negara bagian. memerintah. mengemukakan bahwa Governance berarti . Banking Governance kemudian berkembang secara luas secara populer dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat dan bisnis. Corporate Governance. kota dan sebagainya. mengelola. fact. Istilah Public Governance. melalui kesepakatan-kesepakatan untuk mengatur kehidupan masyarakat yang lebih maju. Negara bagian. Sedangkan istilah kepemerintahan dalam bahasa Inggris disebut Governance yang berarti ³Act. manner. etc´. state.Kemudian muncul istilah manusia memakan manusia dan manusia yang kuat akan berkuasa dan manusia yang lemah akan dieksploitasi dan dirampas haknya oleh yang kuat (manusia yang satu menjadi srigala terhadap manusia yang lain). city. mengurusi. etc. atau dalam bahasa Indonesia berarti ³Pengarahan dan administrasi yang berwenang atas kegiatan orang orang dalam sebuah Negara. kota dan sebagainya. Kondisi tersebut akan selalu mengakibatkan terjadi konflik dalam masyarakat mereka. Sedangkan dalam praktek terbaiknya disebut Good Governance (kepemerintahan yang baik) yang sampaikan dalam PP nomor 101 tahun 2000 tentang Diklat Jabatan PNS.

Sedangkan Wujud Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) adalah Penyelenggaraan Negara yang solid dan bertanggung jawab dan efektif dan efisien dengan mensinergikan interaksi yang konstruktif diantara domein domein Negara. J. Peran pemerintah melalui kebijakan-kebijakan publiknya sangat . Koordinasi (aligment) yang baik dan Integrasi. OECD dan World Bank mensinonimkan Good Governance dengan penyelenggaraan manajemen yang solid dan bertanggung jawab.B. sektor swasta dan masyarakat. pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial. cepat tanggap. istilah Governance mengandung arti Praktek Penyelenggaraan Kekuasaan dan Kewenangan oleh Pemerintah dalam mengelola urusan pemerintahan secara umum. membangun konsesus.Kristiadi berpendapat bahwa Good Governance dicapai melalui pengaturan yang tepat diantara dua fungsi pasar dan fungsi organisasi termasuk organisasi publik. menghindarkan korupsi/KKN baik secara politik maupun administrasi. supremasi hukum. kesetaraan. Pendapat Pinto (1994). aspek-aspek fungsional dari pemerintah yang efektif dalam pelaksanakaan tugas untuk mencapai tujuan. Oleh Bagir Manan (1999) menyatakan bahwa Sangat wajar apabila tuntutan penyelengaraan pemerintahan yang baik terutama ditujukan pada pembaharuan adinistrasi negara dan penegakan hukum. Menurut UNDP tentang definisi Good Governance adalah sebagai hubungan yang sinergis dan konstruktif diantara Negara. sedang praktek terbaiknya disebut Good Governance (kepemerintahan yang baik). Profesionalisme serta Etos Kerja dan Moral yang tinggi. 2000) bahwa proses penyelenggaraan kekuasaan Negara dalam menyediakan Public Good and Sevices di sebut Governance (pemerintah atau kepemerintahan). menjalankan disiplin anggaran serta penciptaaan legal and plotical framework bagi tumbuhnya wiraswasta. sejalan dengan demokrasi dan pasar yang efisien. Dituntut dalam pelaksanaan yaitu. sehingga tercapai transaksi transaksi dengan biaya rendah. merupakan nilai-nilai yang sesuai keinginan rakyat atau nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam mencapai tujuan nasional : kemandirian. dalam prinsip-prinsip.Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) Pengertian istilah Good adalah Pertama. Menurut AKIP (LAN & BPKP. dan pembangunan ekonomi khususnya. Mustopadidjaja berpandangan bahwa kridibilitas manajemen Pemerintahan pada negara-negara Demokratis Konstritusional dimasa mendatang akan lebih banyak ditentukan oleh kompetensinya dalam pengelolaan kebijakan publik. Kedua. bertanggungjawab serta visi stratejik. partisipasi. Good Governance bersenyawa dengan Sistem Administrasi Negara dengan berupaya menyempurnakan Sistem administrsi Negara tersebut. transparansi. efektif dan efisien. penghindaran salah alokasi investasi. Mewujudkan pemerintah yang baik diperlukan komitmen dari semua pihak (pemerintah dan masyarakat).

Legitimasi. efektifitas. swasta dan masyarakat yang hidup saling terkait satu sama lain.101 tahun 2000 yaitu . berarti rakyat harus mengikuti kemauan pemerintah melalui aturan dan kebijakan yang diambil. transparansi. Sedangkan ciri ciri Good Governance menurut PP No. Sedangkan paradigma sebelumnya rakyat merupakan sisi lain yang terpisah dari pemerintah. Walau tujuannya adalah sama yaitu ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Perubahan Paradigma Perubahan paradigma dari pengertian pemerintah (government) antara lain . upaya-upaya perwujudan kearah Good Governance dapat dimulai dengan membangun landasan demokratisasi penyelenggaraan Negara dan bersamaan dengan itu dilakukan upaya pembenahan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. a. Accountability. pemerintah. . pelayanan prima. Civilian Control Over Excessive Arms Management and Disarmament. Securing Human Rights. Oleh karena itu. Apa penyalahgunaan wewenang tidak mungkin dilakukan? Apakah ada keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan wewenang? Apakah tugas-tugas dan wewenang para pejabat diuraikan secara jelas? c. Prinsip-Prinsip Kepemerintahan Yang baik Untuk mewujudkan Good Governance tersebut adalah berbagai karakteristik dan ciri ciri ditelaah dan dilaksanakan dan diikuti dengan sebenarnya dalam perwujuduan Good Governance . Local Autonomy and Devolution. akutanbilitas. supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Selanjutnya pengertian tersebut dalam Good Governance terdapat tiga unsure terkait yaitu antara lain . demokrasi. Apakah penyelenggaran otonomi daerah dan pendelegasian wewenang dihormati secara institusional? e.penting dalam memfasilitasi terjadinya mekanisme pasar yang benar sehingga penyimpangan penyimpangan terjadi di dalam pasar dapat dihindari. Profesionalitas. Apa demokrasi dijunjung tinggi dan hukum semestinya mengendalikan kekuasaan dan kedaulatan? Apa prosedur untuk mekanisme penyampaian keberatan perbedaan pendapat dibangun dan berfungsi? b. JICA dalam pembangunan landasan Demokratisasi Penyelenggaraan Negara dengan elemen-elemen menyampaikan beberapa hal. d. efisiensi. dimana unsure kekuasaan (power) dirubah menjadi unsur kewenangan (Authority) yang bertugas melayani masyarakat Atau Public Servise. serta ketertiban dalam masyarakatnya. Apakah hak azasi manusia dihormati? Apakah hak-hak minoritas dihormati? Apakah upaya-upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apakah pengeluaran militer dikendalikan pada proporsional tertentu dari anggaran.

Pemerintah dalam keberadaannya sebagai pelayan terhadap kebutuhan masyarakat di banyak bidang kehidupan masyarakat luas. 6. Pengerahan masyarakat 4. walaupun ada sebagian besar masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan dan bahkan hidup kelaparan di negeri kaya raya ini. mengingat kesiapan aparatur pemerintah sendiri atau kesiapan masyarakat perlu proses dan pentahapan yang baik. Masyarakat yang madani dimaksud disini merupakan kelompok masyarakat yang telah menyadari perbaikan kesejahteraan . melalui fasilitas partisipasi masyarakat dengan cara mobilisasi untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui berbagai bidang sebagai masyarakat yang madani atau (civil society) . Banyak kemajuan diberbagai bidang kehidupan . politik telah semakin meningkatkan kwalitas hidup masyarakat . Bootom Up «««««««««««««««««««««««««««««««««««.Ekonomi Pasar 5. Kewenangan/Pelayanan/modern 2. ekonomi mereka kepada kekuasaan formal (M. Top Down 1. politik dan ekonomi antara pemerintah dan masyarakat. Masalah ini sebagai akibat dari semakin lemahnya ketergantungan social . social budaya . Pembinaan Masyarakat 6. pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang . Bukan berarti rakyat atau masyarakat yang melayani pemerintah seperti pernah terjadi dalam beberapa periode masa lalu. Dominasi ekonomi 5. penghormatan terhadap hak-hak azasi manusia. Transformasi structural tersebut ditandai dengan proses demokratisasi yang semakin tumbuh dan berkembang . Era orde baru hanya sempat bertahan pada tahun 1998 setelah gelombang politik besar dari reformasi muncul setelah kegagalan orde ini dalam mempertahankan . seperti ekonomi. Sedangkan untuk menciptakan masyarakat madani yang merupakan kelompok diantara pemerintah dengan perorangan yang mencakup kelompok atau perorangan yang berinteraksi secara social . tingkat pendidikan dan peradaban masyarakat secara keseluruhan yang tujuannya terbentuk kutup kutup kekuasaan baru dalam masyarakat.Ryaas Rasyid Dalam Buku Berjudul Makna Pemerintahan). Kelompok masyarakat sipil tersebut telah dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat . kolusi dan nepotisme di lingkungan pemerintah . Khusus dibidang perekonomian Indonesia sempat mengalami fluktuasi ekonomi beberapa dasawarsa sebelum akhir tahun 1990 an. Perbedaan antara Pemerintah (Government) dan Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) GOVERNMENT GOOD GOVERNANCE 1. Perubahan paradigma tersebut memang memerlukan waktu . Kekuasaan (Power) klasik 2. dinamika interaksi social .. Kondisi masyarakat sekarang memang jauh berbeda dari kondisi mayarakat sewaktu kemerdekaan lebih setengah abad lalu . penegakan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi . Desentralisasi (otonomi) 3 Pemberdayaan masyarakat 4. dinamis dan sangat beragam. Civil Society. Sentralisasi 3. Kemajuan tersebut semakin kompleks. politik dan ekonomi .

Dari kegagalan tersebut di ataslah muncul dan menguatnya tuntutan aktualisasi peranan masyarakat aktif dalam pembangunan. Monopoli pemerintah semakin kuat dalam akses terhadap sumber ±sumber dan informasi statistic yang menempatkan pemerintah sebagai agen pembaharu (agent of development) yang dewasa ini mulai ditinggalkan di era kepemerintahan yang baik (Good Governance). Dalam perjalanan sejarah pembangunan bangsa bangsa di Negara berkembang di dunia termasuk di Indonesia pada era orde baru . Kemajuan pembangunan msyarakat selama ini telah mendorong terbentuknya kondisi mayarakat seperti yang dimaksud di atas yang mempunyai pola interaksi social piltik antara pemerintah dengan masyarakat cenderung berubah sejalan dengan kompleksitas. Diawali dengan krisis ekonomi dan berlanjut menjadi krisis multi dimensional sebelum lahirnya reformasi . Konsepsi Penyelenggaraan Pemerintahan (Governing) Kontek masyarakat dalam masyarakat kontemporer yang dinamis . kompleks dam aneka ragam (Koinman . 1993 : 255-259) . dan beraneka ragam. dinamis. Dominasi peran pemerintah dalam pembangunan mulai dipertanyakan dan semakin menguatnya kesadaran akan nilai nilai demokrasi yang ditandai dengan kebebasan masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan . mulai dari perencanaan dan pelaksanaan dan evaluasi . kompleks. Tujuan kebijakan public tidak mudah untuk dirumuskan bahwa lebih sering menjadi bahan untuk disempurnakan ketidak pastian menjadi aturan dan bukan sebagai pengecualian. Pengetahuan politis maupun tehnis tentang permasalahan dan kemungkinan pemecahannya diantara banyak factor. . Pola tersebut kemudian berubah menjadi format baru kepemerintahan yang mengubah pandangan klasik yang pemerintah selama ini lebih dominant dalam pembangunan masyarakat. dan keragaman permasalahan yang dihadapi. Sedangkan dalam dunia dengan karekteristik masyarakat seperti tersebut di atas yaitu : Permasalahan social dalam masyarakat umumnya disebabkan interaksi berbagai factor dan tidak bisa dibatasi oleh sebab munculnya suatu factor tertentu secara terisolir. telah menunjukan dominasi yang begitu kuat yang menentukan kondisi social ±ekonomi dan politik dalam kehidupan masyarakat. menyebabkan Negara besar ini masih belum bisa bangkit untuk melepaskan diri dari berbagai krisis tersebut sampai sekarang. Dibidang penyelenggaraan pemerintah banyak negara yang sudah menemukan pola pola baru melalui pendekatan pendekatan pembangunan dengan melibatkan peran aktif msyarakat termasuk didalamnya dunia usaha serta LSM secara lebih besar. dinamika. Konsepsi Kepemerintahan (Governance) Karakteristik masyarakat post modern dewasa ini bersifat .kekuasaannya .

Masyarakat madani (sivil society) . dan membangun lingkungan yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembangunan baik local .sarwa negara´. Peranan dan tanggung jawab Negara atau pemerintah adalah meliputi . proses interaksi antara berbagai actor dalam pemerintahan dengan kelompok sasaran atau berbagai individu masyarakat (Kooiman . Untuk menghindari pola tradisional seperti top down atau pola pendekatan aturan pusat dan daerah selama ini terjadi. hasil dari tindakan administrative dalam berbagai bidang adalah bukan merupakan hasil dari pelaksanaan tugas pemerintah berdasarkan peraturan perundang undang yang ditetapkan sebelumnya .Kegiatan dalam rangka kepemerintahan dapat didefinisikan sebagai berikut ³. pemengaruhan (influence) dan penyeimbangan (balancing) dari setiap hubungan (interaksi) terebut. 255)´. Sedangkan menurut Offe (1985. Penyelenggaraan Pemerintahan (governing) dalam masyarakat dewasa ini pada intinya merupakan proses koordinasi . penyelenggaraan kekuasaan untuk memerintah . pengembangan usaha. Aktor Dalam Kepemerintahan Negara dan Pemerintahan Konsepsi kepemerintahan pada dasarnya adalah kegiatan kenegaraan . sumber penerimaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. 310) menyatakan bahwa ³. peningkatan produksi. investasi . industri manufacturing (pengelolaan).Pengertian Negara /pemerintahan mencakup keseluruhan lembaga politik dan sector public . penyelenggaraan pelayanan public . Sektor Swasta. atau pemerintahan (government) sebagai paradigma klasik pemerintahan negara dan penyelenggaraan pembangunan maupun pelayanan public . pengendalian (steering) . Artinya format pemerintahan yang baru diperlukan untuk dapat memenuhi tuntutan perubahan pola interaksi social politik antara pemerintah dan masyarakat. penyerapan tenaga kerja. perdagangan . tetapi lebih merupakan hasil dari kegiatan produksi bersama (coproduction) antara lembaga pemerintah dengan klien masing masing´. Format interaksi antara pemerintah dengan masyarakat dari semula ³. koperasi dan sector informal lainnya dalam beberapa kegiatan yang bersifat . tetapi lebih jauh dari itu melibatkan sector swasta dan kelembagaan masyarakat madani (civil society). telah bergeser menjadi format baru kepemerintahan yang lebih dikenal dengan istilah Governance. perbankan. sebagai pelaku (actor) Mencakup perusahaan swasta yang aktif dalam interaksi dalam system pasar. nasional dan global.

tetapi format kelembagaan dan pola tindakan mediasi berbagai kepentingan yang berbeda pada kenyataannya masih belum tersedia. demokrasi. tranparancy. Ciri Good Governance meliputi . supremasi hokum dan dapat diterima masyarakat. Diperlukan konvergensi atau kesearahan tujuan dan kepentingan untuk menghasilkan dampak yang bersifat sinergis atau situasi win win solution.politik. Menurut Duclaud Williems dan Kooiman (1993. metode. Kelembagaan masyarakat sipil tersebut dirasakan oleh masyarakat melalui fasilitas partisipasi masyarakat dengan mobilisasi. akutanbilitas. efisiensi. pelayanan prima. Ruang lingkup kegiatan interaksi social politik yang baru telah muncul. limitable dan lainnnya. controlble. Selama ini struktur kekuasaan pemerintah . efektifitas. ekonomi. mencakup baik perseorangan maupun kelompok tersebut yang berinteraksi secara social . . responsible. 4. dan instrument pemerintahan tradsionil menunjukkan kegagalan. 1. Prinsip Prinsip Kepemerintahan Prinsip mendasar dalam melandasi perbedaan antra konsepsi kepemerintahan (Governance) dengan pola pemerintahan yang tradisionil adalah terletak pada adanya tuntutan yang kuat agar peranan pemerintah dikurangi dan peran masyarakat termasuk lembaga dunia usaha dan LSM/ornop semakin ditingkatkan dan terbuka aksesnya.Merupakan kelompok masyarakat dalam kontek kenegaraan pada dasarnya berada diantara pemerintah dan perseorangan . profisional. transparan. accountable. 3. 2. Isi Good Governance meliputi . Terdapat isyu baru yang strategis menjadi pusat perhatian seluruh actor dalam interaksi sospol dalam lingkungan pemerintah dan masyarakat. 251) antara lain . Kondisi objektif tersebut telah mendorong terjadinya format baru kepemerintahan sospol (Social Political Governance ) baru dalam masyarakat modern.