DASAR DASAR GOOD GOVERNANCE (KEPEMERINTAHAN YANG BAIK) Bagian I Perubahan paradigma dalam bidang kepemerintahan dalam era

pasca reformasi ini menjadi topik utama dalam paradigma baru kepemerintahan di Indonesia. Aparatur pemerintah merupakan unsur pelayanan masyarakat perlu lebih dahulu menghayati serta menerapkannya sesuai tuntutan zaman yang sudah berubah. Bahwa paradigma lama yang selama ini menjadi aspek pemerintahan dengan kecenderungan dengan kekuasaan dan sekarang berubah menjadi kewenangan untuk pelayanan masyarakat, pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan perubahan era reformasi tersebut baik secara internal maupun perubahan lingkungan strategik yang sudah merupakan keharusan setiap pegawai negeri (aparatur) memahami dan melaksanakan secara baik.
Perubahan paradigma dalam bidang kepemerintahan dalam era pasca reformasi ini menjadi topik utama dalam paradigma baru kepemerintahan di Indonesia. Aparatur pemerintah merupakan unsur pelayanan masyarakat perlu lebih dahulu menghayati serta menerapkannya sesuai tuntutan zaman yang sudah berubah. Bahwa paradigma lama yang selama ini menjadi aspek pemerintahan dengan kecenderungan dengan kekuasaan dan sekarang berubah menjadi kewenangan untuk pelayanan masyarakat, pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan perubahan era reformasi tersebut baik secara internal maupun perubahan lingkungan strategik yang sudah merupakan keharusan setiap pegawai negeri (aparatur) memahami dan melaksanakan secara baik.

Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000, tentang Diklat Jabatan Pegawai Negeri Sipil yang menetapkan salah satu mata diklat yaitu; Dasar-dasar Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) untuk diikuti oleh calon pegawai yang akan menduduki jabatan eselon IV. Untuk menjadikan jabatan pegawai negeri sipil pada jenjang eselon IV sebagai sumber daya manusia aparatur negara yang mempunyai kompentensi yang bersikap dan berperilaku yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Bertolak dari amanat PP tersebut di atas, dalam makalah ini penulis akan berusaha menguraikan apa yang menjadi dasar dari kepemerintahan yang baik tersebut yang dapat diaplikasikan (diterapkan) dalam kehidupan kepemerintahan khususnya di daerah Sumatera Barat. Hal ini mengingat banyak factor yang mempengaruhi perubahan paradigma tersebut dari pemerintah menjadi kepemerintahan yang mempunyai pengertian yang jauh mendalam dan memerlukan waktu untuk penerapannya.

Berselang waktu sekitar 10 tahun, semenjak dimulai reformasi pada tahun 1998 lalu, telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mempunyai implikasi mendalam dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Indonesia umumnya dan di Sumatera Barat khususnya. Melalui demokratisasi dan desentralisasi, keterbukaan, transparansi, akuntabilitas,

dirasa perlu memahami pengertian dan beberapa perbedaan antara kepemerintahan (Governance ) dan pemerintah (government) yaitu antara lain : Pemerintahan (Government) Dalam pengertiannya bahwa Pemerintah adalah merupakan salah satu unsur dari tiga unsur berdirinya sebuah negara disamping rakyat dan wilayah. . secara struktural dengan demokratisasi yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. dimana manusia hidup secara berkelompok-kelompok kecil yang bersifat bebas melakukan sesuatu sesuai kebutuhankelompok masing-masing sesuka hati mereka. Disini tampak perbedaan antara pemerintah disuatu sisi dan rakyat disisi lainnya. Selanjutnya unsur pemerintah merupakan sebuah kekuasaan (power) untuk menjalankan pemerintahan dengan melayani kepentingan rakyat serta bertugas/berhak menjalankan roda pemerintahan dengan peraturan perundangan serta peraturan lainnya untuk mengatur rakyat dengan tujuan tercapainya kesejahteraan rakyat itu sendiri. PENGERTIAN GOVERNANCE) DAN PARADIGMA KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD Sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut tentang apa pengertian dan menjadi dasar dasar dan prinsip prinsip Good Governance dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Mereka hidup berpindah-pindah dengan memanfaatkan sebagian besar energi hanya untuk mempertahankan diri dari serangan kelompok lain. Kekuasaan yang diberikan tersebut merupakan tugas untuk mengatur dan pelaksanaan ketertiban dan keamanan dalam masyarakat serta melakukan pungutan pajak dan retribusi serta mengatur jalannya perekonomian dalam sebuah Negara. Diawali lahirnya istilah pemerintahan semenjak manusia belum mengenal pemerintahan.penyelenggaraan pemerintahan di daerah sebagai ciri dari Good Governance atau kepemerintahan yang baik tersebut. Dipihak lain rakyat selama ini diartikan sebagai orang yang diperintah mempunyai hak dan kewajiban tertentu sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan legislatif. penegakan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi. Dalam kaitan dengan sejarah pemerintahan dengan mulai sejak Kemerdekaan tahun 1945. kolusi dan nepotisme dalam pemerintahan. sudah banyak terjadi perubahan sistem pemerintah termasuk didalamnya pemerintah daerah. penghormatan hak azasi manusia serta perubahan interaksi sosial poitik dan ekonomi antara masyarakat dan pemerintah. Pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat di berbagai bidang kehidupan. Dalam pengertian tersebut pemerintah mempunyai kedudukan lebih dominant dibanding rakyatnya sendiri. Sejalan dengan perubahan zaman yang dipengaruh era globalisasi yang menandai proses transformasi dari era orde baru. Belum ada hukum yang mengatur hubungan antar kelompok tersebut yang merupakan nilai dan etika untuk menentukan sikap dan perilaku masing masing.

kota dan sebagainya. Atau sebagai lembaga/badan yang menyelenggarakan pemerintahan Negara. melalui kesepakatan-kesepakatan untuk mengatur kehidupan masyarakat yang lebih maju. Begitu juga dalam pidato Presiden RI tanggal 16 Agustus 2000 istilah Governance diterjemahkan menjadi pengelolaan. of governing´. etc.Kemudian muncul istilah manusia memakan manusia dan manusia yang kuat akan berkuasa dan manusia yang lemah akan dieksploitasi dan dirampas haknya oleh yang kuat (manusia yang satu menjadi srigala terhadap manusia yang lain). pengarahan. Private Governance. juga mengandung arti pengurusan. kota dan sebagainya. Atau sebagai The Governing Body of a Nation. Negara bagian. state. Seiring dengan perjalanan waktu orang-orang yang kuat (pemimpin) tersebut lama kelamaan mendapat suatu bisikan untuk menjadi manusia bijaksana untuk menciptakan kehidupan yang lebih tertib. . atau dalam bahasa Indonesia berarti ³Pengarahan dan administrasi yang berwenang atas kegiatan orang orang dalam sebuah Negara. Sedangkan dalam praktek terbaiknya disebut Good Governance (kepemerintahan yang baik) yang sampaikan dalam PP nomor 101 tahun 2000 tentang Diklat Jabatan PNS. mengelola. Corporate Governance. Menurut Prof. pola. Kondisi tersebut akan selalu mengakibatkan terjadi konflik dalam masyarakat mereka. Negara bagian. etc´. Istilah Public Governance. dari kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. fakta. manner. penyelenggaraan dan bisa juga diartikan Pemerintahan. Kesimpulan pengertian Governance disamping berarti kepemerintahan. pengelolaan. oleh Kooiman (1993) berarti merupakan serangkaian kegiatan (proses) interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan intervensi pemerintah atas kepentingan-kepentingan tersebut. city. city. mengemukakan bahwa Governance berarti . sebagaimana kita dengar dalam kehidupan masyarakat primitif dimanapun didunia ini. Governance merupakan suatu proses atau kegiatan. fact. Sedangkan istilah kepemerintahan dalam bahasa Inggris disebut Governance yang berarti ³Act. Kemudian kutipan pendapat Bondan Gunawan dengan istilah penyelenggaraan sebagai terjemahan dari Governance. pembinaan. state. jika diterjemahkan berarti tindakan. menguasai. Pengertian secara Harfiah bahwa Pemerintah atau government dalam bahasa Inggris berarti ³The Authoritative direction and administration of the affairs of men/women in nation. memerintah. Banking Governance kemudian berkembang secara luas secara populer dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat dan bisnis. mengurusi. Bintoro Tjokroamidjojo (34:2000) dalam Buku Paradigma Baru Management Pembangunan.

Peran pemerintah melalui kebijakan-kebijakan publiknya sangat . sehingga tercapai transaksi transaksi dengan biaya rendah. menjalankan disiplin anggaran serta penciptaaan legal and plotical framework bagi tumbuhnya wiraswasta. Oleh Bagir Manan (1999) menyatakan bahwa Sangat wajar apabila tuntutan penyelengaraan pemerintahan yang baik terutama ditujukan pada pembaharuan adinistrasi negara dan penegakan hukum. sedang praktek terbaiknya disebut Good Governance (kepemerintahan yang baik). J. Sedangkan Wujud Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) adalah Penyelenggaraan Negara yang solid dan bertanggung jawab dan efektif dan efisien dengan mensinergikan interaksi yang konstruktif diantara domein domein Negara.Kristiadi berpendapat bahwa Good Governance dicapai melalui pengaturan yang tepat diantara dua fungsi pasar dan fungsi organisasi termasuk organisasi publik. dan pembangunan ekonomi khususnya. transparansi. dalam prinsip-prinsip. Mustopadidjaja berpandangan bahwa kridibilitas manajemen Pemerintahan pada negara-negara Demokratis Konstritusional dimasa mendatang akan lebih banyak ditentukan oleh kompetensinya dalam pengelolaan kebijakan publik. Menurut AKIP (LAN & BPKP. aspek-aspek fungsional dari pemerintah yang efektif dalam pelaksanakaan tugas untuk mencapai tujuan.Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) Pengertian istilah Good adalah Pertama. penghindaran salah alokasi investasi. menghindarkan korupsi/KKN baik secara politik maupun administrasi. partisipasi. bertanggungjawab serta visi stratejik. sektor swasta dan masyarakat. membangun konsesus. Koordinasi (aligment) yang baik dan Integrasi. pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial. Mewujudkan pemerintah yang baik diperlukan komitmen dari semua pihak (pemerintah dan masyarakat). sejalan dengan demokrasi dan pasar yang efisien. 2000) bahwa proses penyelenggaraan kekuasaan Negara dalam menyediakan Public Good and Sevices di sebut Governance (pemerintah atau kepemerintahan). Pendapat Pinto (1994). Good Governance bersenyawa dengan Sistem Administrasi Negara dengan berupaya menyempurnakan Sistem administrsi Negara tersebut. Menurut UNDP tentang definisi Good Governance adalah sebagai hubungan yang sinergis dan konstruktif diantara Negara. Profesionalisme serta Etos Kerja dan Moral yang tinggi. supremasi hukum.B. OECD dan World Bank mensinonimkan Good Governance dengan penyelenggaraan manajemen yang solid dan bertanggung jawab. cepat tanggap. Dituntut dalam pelaksanaan yaitu. istilah Governance mengandung arti Praktek Penyelenggaraan Kekuasaan dan Kewenangan oleh Pemerintah dalam mengelola urusan pemerintahan secara umum. kesetaraan. merupakan nilai-nilai yang sesuai keinginan rakyat atau nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam mencapai tujuan nasional : kemandirian. Kedua. efektif dan efisien.

Local Autonomy and Devolution. a. Walau tujuannya adalah sama yaitu ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. pemerintah. Prinsip-Prinsip Kepemerintahan Yang baik Untuk mewujudkan Good Governance tersebut adalah berbagai karakteristik dan ciri ciri ditelaah dan dilaksanakan dan diikuti dengan sebenarnya dalam perwujuduan Good Governance . Sedangkan paradigma sebelumnya rakyat merupakan sisi lain yang terpisah dari pemerintah.penting dalam memfasilitasi terjadinya mekanisme pasar yang benar sehingga penyimpangan penyimpangan terjadi di dalam pasar dapat dihindari. akutanbilitas. Accountability. demokrasi. . Profesionalitas. Oleh karena itu. Selanjutnya pengertian tersebut dalam Good Governance terdapat tiga unsure terkait yaitu antara lain . upaya-upaya perwujudan kearah Good Governance dapat dimulai dengan membangun landasan demokratisasi penyelenggaraan Negara dan bersamaan dengan itu dilakukan upaya pembenahan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Apakah pengeluaran militer dikendalikan pada proporsional tertentu dari anggaran. swasta dan masyarakat yang hidup saling terkait satu sama lain. efisiensi. JICA dalam pembangunan landasan Demokratisasi Penyelenggaraan Negara dengan elemen-elemen menyampaikan beberapa hal. Sedangkan ciri ciri Good Governance menurut PP No. Apa penyalahgunaan wewenang tidak mungkin dilakukan? Apakah ada keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan wewenang? Apakah tugas-tugas dan wewenang para pejabat diuraikan secara jelas? c. Apa demokrasi dijunjung tinggi dan hukum semestinya mengendalikan kekuasaan dan kedaulatan? Apa prosedur untuk mekanisme penyampaian keberatan perbedaan pendapat dibangun dan berfungsi? b. berarti rakyat harus mengikuti kemauan pemerintah melalui aturan dan kebijakan yang diambil. efektifitas. Securing Human Rights. dimana unsure kekuasaan (power) dirubah menjadi unsur kewenangan (Authority) yang bertugas melayani masyarakat Atau Public Servise. Apakah penyelenggaran otonomi daerah dan pendelegasian wewenang dihormati secara institusional? e.101 tahun 2000 yaitu . supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Legitimasi. pelayanan prima. transparansi. Apakah hak azasi manusia dihormati? Apakah hak-hak minoritas dihormati? Apakah upaya-upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Civilian Control Over Excessive Arms Management and Disarmament. d. Perubahan Paradigma Perubahan paradigma dari pengertian pemerintah (government) antara lain . serta ketertiban dalam masyarakatnya.

Era orde baru hanya sempat bertahan pada tahun 1998 setelah gelombang politik besar dari reformasi muncul setelah kegagalan orde ini dalam mempertahankan .Ryaas Rasyid Dalam Buku Berjudul Makna Pemerintahan). dinamis dan sangat beragam. Kekuasaan (Power) klasik 2. politik telah semakin meningkatkan kwalitas hidup masyarakat . Kemajuan tersebut semakin kompleks. Pengerahan masyarakat 4.Pemerintah dalam keberadaannya sebagai pelayan terhadap kebutuhan masyarakat di banyak bidang kehidupan masyarakat luas. Pembinaan Masyarakat 6. Perbedaan antara Pemerintah (Government) dan Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) GOVERNMENT GOOD GOVERNANCE 1. Bukan berarti rakyat atau masyarakat yang melayani pemerintah seperti pernah terjadi dalam beberapa periode masa lalu. Kewenangan/Pelayanan/modern 2. kolusi dan nepotisme di lingkungan pemerintah . walaupun ada sebagian besar masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan dan bahkan hidup kelaparan di negeri kaya raya ini. penghormatan terhadap hak-hak azasi manusia. Desentralisasi (otonomi) 3 Pemberdayaan masyarakat 4. Dominasi ekonomi 5. Bootom Up «««««««««««««««««««««««««««««««««««. penegakan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi . Sentralisasi 3. Masalah ini sebagai akibat dari semakin lemahnya ketergantungan social . tingkat pendidikan dan peradaban masyarakat secara keseluruhan yang tujuannya terbentuk kutup kutup kekuasaan baru dalam masyarakat. seperti ekonomi. mengingat kesiapan aparatur pemerintah sendiri atau kesiapan masyarakat perlu proses dan pentahapan yang baik. Kelompok masyarakat sipil tersebut telah dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat . ekonomi mereka kepada kekuasaan formal (M. social budaya .Ekonomi Pasar 5. Masyarakat yang madani dimaksud disini merupakan kelompok masyarakat yang telah menyadari perbaikan kesejahteraan . 6. Top Down 1. pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang . Kondisi masyarakat sekarang memang jauh berbeda dari kondisi mayarakat sewaktu kemerdekaan lebih setengah abad lalu .. Sedangkan untuk menciptakan masyarakat madani yang merupakan kelompok diantara pemerintah dengan perorangan yang mencakup kelompok atau perorangan yang berinteraksi secara social . politik dan ekonomi . dinamika interaksi social . Banyak kemajuan diberbagai bidang kehidupan . Perubahan paradigma tersebut memang memerlukan waktu . Transformasi structural tersebut ditandai dengan proses demokratisasi yang semakin tumbuh dan berkembang . Khusus dibidang perekonomian Indonesia sempat mengalami fluktuasi ekonomi beberapa dasawarsa sebelum akhir tahun 1990 an. politik dan ekonomi antara pemerintah dan masyarakat. melalui fasilitas partisipasi masyarakat dengan cara mobilisasi untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui berbagai bidang sebagai masyarakat yang madani atau (civil society) . Civil Society.

kompleks dam aneka ragam (Koinman . Diawali dengan krisis ekonomi dan berlanjut menjadi krisis multi dimensional sebelum lahirnya reformasi . dan keragaman permasalahan yang dihadapi. dinamika. dan beraneka ragam. Konsepsi Kepemerintahan (Governance) Karakteristik masyarakat post modern dewasa ini bersifat . Pengetahuan politis maupun tehnis tentang permasalahan dan kemungkinan pemecahannya diantara banyak factor. Monopoli pemerintah semakin kuat dalam akses terhadap sumber ±sumber dan informasi statistic yang menempatkan pemerintah sebagai agen pembaharu (agent of development) yang dewasa ini mulai ditinggalkan di era kepemerintahan yang baik (Good Governance). Pola tersebut kemudian berubah menjadi format baru kepemerintahan yang mengubah pandangan klasik yang pemerintah selama ini lebih dominant dalam pembangunan masyarakat. Kemajuan pembangunan msyarakat selama ini telah mendorong terbentuknya kondisi mayarakat seperti yang dimaksud di atas yang mempunyai pola interaksi social piltik antara pemerintah dengan masyarakat cenderung berubah sejalan dengan kompleksitas. Dominasi peran pemerintah dalam pembangunan mulai dipertanyakan dan semakin menguatnya kesadaran akan nilai nilai demokrasi yang ditandai dengan kebebasan masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan . Dari kegagalan tersebut di ataslah muncul dan menguatnya tuntutan aktualisasi peranan masyarakat aktif dalam pembangunan. mulai dari perencanaan dan pelaksanaan dan evaluasi . Sedangkan dalam dunia dengan karekteristik masyarakat seperti tersebut di atas yaitu : Permasalahan social dalam masyarakat umumnya disebabkan interaksi berbagai factor dan tidak bisa dibatasi oleh sebab munculnya suatu factor tertentu secara terisolir. Dalam perjalanan sejarah pembangunan bangsa bangsa di Negara berkembang di dunia termasuk di Indonesia pada era orde baru . dinamis. 1993 : 255-259) . kompleks. Konsepsi Penyelenggaraan Pemerintahan (Governing) Kontek masyarakat dalam masyarakat kontemporer yang dinamis . . telah menunjukan dominasi yang begitu kuat yang menentukan kondisi social ±ekonomi dan politik dalam kehidupan masyarakat. Tujuan kebijakan public tidak mudah untuk dirumuskan bahwa lebih sering menjadi bahan untuk disempurnakan ketidak pastian menjadi aturan dan bukan sebagai pengecualian.kekuasaannya . Dibidang penyelenggaraan pemerintah banyak negara yang sudah menemukan pola pola baru melalui pendekatan pendekatan pembangunan dengan melibatkan peran aktif msyarakat termasuk didalamnya dunia usaha serta LSM secara lebih besar. menyebabkan Negara besar ini masih belum bisa bangkit untuk melepaskan diri dari berbagai krisis tersebut sampai sekarang.

telah bergeser menjadi format baru kepemerintahan yang lebih dikenal dengan istilah Governance. sumber penerimaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.sarwa negara´. Artinya format pemerintahan yang baru diperlukan untuk dapat memenuhi tuntutan perubahan pola interaksi social politik antara pemerintah dan masyarakat. atau pemerintahan (government) sebagai paradigma klasik pemerintahan negara dan penyelenggaraan pembangunan maupun pelayanan public . perbankan. pemengaruhan (influence) dan penyeimbangan (balancing) dari setiap hubungan (interaksi) terebut. proses interaksi antara berbagai actor dalam pemerintahan dengan kelompok sasaran atau berbagai individu masyarakat (Kooiman . investasi . sebagai pelaku (actor) Mencakup perusahaan swasta yang aktif dalam interaksi dalam system pasar. Masyarakat madani (sivil society) . Peranan dan tanggung jawab Negara atau pemerintah adalah meliputi . hasil dari tindakan administrative dalam berbagai bidang adalah bukan merupakan hasil dari pelaksanaan tugas pemerintah berdasarkan peraturan perundang undang yang ditetapkan sebelumnya . peningkatan produksi. penyerapan tenaga kerja. nasional dan global. Format interaksi antara pemerintah dengan masyarakat dari semula ³. Sektor Swasta. 310) menyatakan bahwa ³. pengembangan usaha. industri manufacturing (pengelolaan). pengendalian (steering) . 255)´. penyelenggaraan pelayanan public . Untuk menghindari pola tradisional seperti top down atau pola pendekatan aturan pusat dan daerah selama ini terjadi. penyelenggaraan kekuasaan untuk memerintah . Aktor Dalam Kepemerintahan Negara dan Pemerintahan Konsepsi kepemerintahan pada dasarnya adalah kegiatan kenegaraan . tetapi lebih merupakan hasil dari kegiatan produksi bersama (coproduction) antara lembaga pemerintah dengan klien masing masing´. dan membangun lingkungan yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembangunan baik local . tetapi lebih jauh dari itu melibatkan sector swasta dan kelembagaan masyarakat madani (civil society). Sedangkan menurut Offe (1985.Kegiatan dalam rangka kepemerintahan dapat didefinisikan sebagai berikut ³. perdagangan . koperasi dan sector informal lainnya dalam beberapa kegiatan yang bersifat . Penyelenggaraan Pemerintahan (governing) dalam masyarakat dewasa ini pada intinya merupakan proses koordinasi .Pengertian Negara /pemerintahan mencakup keseluruhan lembaga politik dan sector public .

Merupakan kelompok masyarakat dalam kontek kenegaraan pada dasarnya berada diantara pemerintah dan perseorangan . metode. efektifitas. dan instrument pemerintahan tradsionil menunjukkan kegagalan. profisional. . pelayanan prima. 3. Isi Good Governance meliputi . Diperlukan konvergensi atau kesearahan tujuan dan kepentingan untuk menghasilkan dampak yang bersifat sinergis atau situasi win win solution. akutanbilitas. 2. Kondisi objektif tersebut telah mendorong terjadinya format baru kepemerintahan sospol (Social Political Governance ) baru dalam masyarakat modern. supremasi hokum dan dapat diterima masyarakat. accountable. Kelembagaan masyarakat sipil tersebut dirasakan oleh masyarakat melalui fasilitas partisipasi masyarakat dengan mobilisasi. 251) antara lain . transparan. ekonomi. tranparancy. Menurut Duclaud Williems dan Kooiman (1993. demokrasi. Ciri Good Governance meliputi . 1. Terdapat isyu baru yang strategis menjadi pusat perhatian seluruh actor dalam interaksi sospol dalam lingkungan pemerintah dan masyarakat. controlble. mencakup baik perseorangan maupun kelompok tersebut yang berinteraksi secara social . Selama ini struktur kekuasaan pemerintah . efisiensi.politik. Ruang lingkup kegiatan interaksi social politik yang baru telah muncul. Prinsip Prinsip Kepemerintahan Prinsip mendasar dalam melandasi perbedaan antra konsepsi kepemerintahan (Governance) dengan pola pemerintahan yang tradisionil adalah terletak pada adanya tuntutan yang kuat agar peranan pemerintah dikurangi dan peran masyarakat termasuk lembaga dunia usaha dan LSM/ornop semakin ditingkatkan dan terbuka aksesnya. 4. limitable dan lainnnya. tetapi format kelembagaan dan pola tindakan mediasi berbagai kepentingan yang berbeda pada kenyataannya masih belum tersedia. responsible.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful