Jaminan berupa uang atau barang yang dimintakan oleh penggugat kepada pengadilan untuk memastikan agar tuntutan

penggugat terhadap tergugat dapat dilaksanakan/dieksekusi kalau pengadilan mengabulkan tuntutan tersebut. Penyitaan dalam sita jaminan bukan dimaksudkan untuk melelang, atau menjual barang yang disita , namun hanya disimpan (conserveer) oleh pengadilan dan tidak boleh dialihkan atau dijual oleh termohon/tergugat. Dengan adanya penyitaan, tergugat kehilangan kewenangannya untuk menguasai barang, sehingga seluruh tindakan tergugat untuk mengasingkan, atau mengalihkan barang-barang yang dikenakan sita tersebut adalah tidak sah dan merupakan tindak pidana yang dapat dikenakan pidana pasal 231dan 232 KUHP. Di negara yang menganut tradisi common law, sita jaminan (security for costs) lebih sering diminta oleh tergugat. Artinya, jaminan berupa uang atau aset lain yang diserahkan oleh pengugat ke pengadilan yang dapat dipakai untuk mengganti biaya yang diderita oleh termohon jika ternyata permohonan tersebut tidak beralasan. Di Indonesia, instrumen ini dipakai dalam permohonan penetapan sementara.

Daftar isi
1 2 3 4 5

6

Jenis-jenis Sita Jaminan Syarat Pengajuan Sita Jaminan Pemohon Sita Jaminan Obyek Permohonan Proses Permohonan Sita o 5.1 o 5.2 a. Permohonan o 5.3 b. Pemeriksaan 6 Upaya Hukum o 6.1 a. Perlawanan Pihak Tersita o 6.2 b. Perlawanan Pihak Ketiga o 6.3 c. Ganti Rugi

Jenis-jenis Sita Jaminan
Ada banyak jenis sita jaminan, namun secara umum dikenal dua jenis: a. Sita jaminan terhadap harta benda milik penggugat sendiri

dan kata sita revindicatoir mengandung pengertian menyita untuk mendapatkan kembali (barang yang memang miliknya). dikenal juga sita terhadap harta benda penggugat/pemohon sendiri yang ada dalam kekuasaan orang lain (termohon/tergugat). [nyatakan bahwa yang relevan dan akan di bahas di sini adalah revindicatoire dan conservatoire beslag] b. masih juga dikenal beberapa jenis/varian sita jaminan lain. Sita jaminan ini bukanlah untuk menjamin suatu tagihan berupa uang. (ii) sita gadai atau pandbeslag . Sita ini terbagi menjadi dua bagian. (iii) sita conservatoir atas barang-barang debitur yang tidak mempunyai tempat tinggal yang dikenal di Indonesia atau orang asing bukan penduduk Indonesia . Revindicatoir berarti mendapatkan. tanpa perlu ada dugaan yang beralasan bahwa tergugat akan mencoba untuk menggelapkan atau melarikan barang yang bersangkutan selama proses persidangan. pemohon dapat langsung mengajukan permohonan. melainkan untuk menjamin suatu hak kebendaan dari pemohon. . Disamping kedua jenis sita tersebut. sita conservatoir atas pesawat terbang dan sita jaminan pada kepailitan.Berbeda dari conservatoire beslag. 260 Rbg) dan (ii) sita marital (Pasal 823-823j Rv). dan conservatoir beslag menyimpan hak seseorang. Kata conservatoir sendiri berasal dari conserveren yang berarti menyimpan. Maksud sita jaminan ini adalah agar terdapat suatu barang tertentu yang nantinya dapat dieksekusi sebagai pelunasan utang tergugat. misalnya (i) Sita conservatoir terhadap kreditur . Syarat Pengajuan Sita Jaminan Sesuai dengan Pasal 226 HIR . Sita jaminan terhadap harta benda milik tergugat (conservatoir beslag) Sita ini dilakukan terhadap harta benda milik debitur. untuk mengajukan permohonan sita revindicatoir. yaitu: (i) sita revindicatoir (Pasal 226 HIR.

Sehingga dalam sita ini. Pemohon sita revindicatoir tidak dapat memohon sita dijatuhkan terhadap benda tetap . tersita harus didengar untuk mengetahui kebenaran dugaan tersebut. bagi permohon sita conservatoir . b.Sedangkan pada sita jaminan conservatoir. dan untuk itu Pengadilan dapat menentukan penyerahan suatu jaminan dalam jumlah yang dianggap wajar oleh Pengadilan. sesuai Pasal 227 HIR . istri bagi pemohon sita marital.] Buku II Mahkamah Agung mengenai Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan mencoba mendifisikan [apa?] secara lebih konkrit. elemen dugaan yang beralasan. Apabila penggugat tidak memiliki bukti kuat. pemegang hak reklame 2. kreditur. maka sita jaminan tidak akan diberikan. permohonan sita jaminan hanya dapat dikabulkan. Pada proses kepailitan. 3. yang akhirnya hanya merupakan tindakan sia-sia yang tidak mengenai sasaran (vexatoir). apabila hal tersebut diperlukan guna melindungi kepentingan kreditur. [Terminologi adanya dugaan beralasan menyiratkan tidak diperlukannya acara pembuktian menurut undang-undang. merupakan dasar pembenar utama dalam pemberian sita tersebut. Obyek Permohonan Obyek permohonan tergantung kepada jenis sita yang dimintakan. pemilik benda bergerak yang barangnya berada di tangan orang lain . bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barang-barangnya untuk menghindari gugatan penggugat. Syarat ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan agar tidak diadakan penyitaan secara sembarangan. Disini dapat disimpulkan bahwa permohonan pengajuan sita jaminan lebih diarahkan [kepada sedang terjadinya proses pengasingan barang ± ada yang hilang]. harus ada sangka yang beralasan. Pemohon Sita Jaminan Pihak yang berhak untuk mengajukan permohonan sita adalah: 1. Untuk mengabulkan sita conservatoir. pada sita revindicatoir. maka yang dapat disita adalah benda bergerak yang merupakan milik pemohon (atau pemilik hak reklame). untuk permohon sita revindicatoir: a.

sehingga kecil sekali kemungkinan terjadi diasingkannya barang tetap tersebut. sita jaminan pada kepailitan dapat meliputi seluruh maupun sebagian harta dedbitur. sebaliknya.milik pemohon. dan 3. Perlu dicatat juga bahwa Mahkamah Agung pernah membatalkan sita jaminan karena nilai barang yang disita melebihi nilai utang yang menjadi pokok perkara. sehingga nilai sita seimbang dengan yang digugat. barang tetap milik debitur. dan batasan-batasan formil dari persyaratan pengajuan permohonan sita jaminan. Permohonan Permohonan sita jaminan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang wilayah hukumnya meliputi kediaman pihak yang memegang barang obyek sita jaminan. Dari ketentuan Pasal 226 (4) dan 227 (1) terlihat bahwa pada hari pertama persidangan akan sangat menentukan sah atau tidaknya permohonan sita jaminan. Pasal 226 (2) HIR menjelaskan bahwa dalam permohonan sita revindicatoir harus dijelaskan secara lengkap dan nyata. Penyitaan juga hanya dilakukan terhadap barang-barang yang nilainya diperkirakan tidak jauh melampaui nilai gugatan (nilai uang yang menjadi sengketa). jika menurut perkiraan nilai benda-benda tersebut tidak akan mencukupi. Penyitaan juga dilakukan terlebih dulu atas benda-bergerak. pada sita conservatoir. maka penyitaan akan dilanjutkan. Namun hal ini bisa ditelusuri dari ketentuan lainnya dalam HIR. barang bergerak milik debitur yang berada di tangan orang lain (pihak ketiga). . sehingga apabila pada hari pertama gugatan diterima. yang dapat menjadi obyek sita adalah: 1. barang-barang yang dimintakan sita tersebut. barang bergerak milik debitur 2. Sementara itu. Sedikit berbeda. maka sita akan diangkat. karena pengalihan atau pengasingan benda tetap tidak semudah pengalihan benda bergerak. apabila gugatan ditolak. Pasal-pasal 226 (1) dan 227(1) HIR tidak mengatur rinci mengenai prosedur. dan baru diteruskan ke benda-benda tidak bergerak. Proses Permohonan Sita a. sehingga dapat disimpulkan bahwa permohonan sita tentunya diajukan sebelum hari pertama sidang.

5 Tahun 1975 mengatur bahwa dalam setiap penetapan sita conservatoir disebut alasan-alasan yang menyebabkan sita coservatoir tersebut dikabulkan. S. yang berarti bahwa sebelum dikeluarkan penetapan yang mengabulkan sita conservatoir tersebut. yang akan meneruskan surat tersebut kepada Hakim Tinggi atau Majelis Pengadilan Tinggi yang memeriksa perkara tersebut. karena pada dasarnya pemohon adalah pemilik sah atas barang yang dimohonkan sita tersebut. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan permohonan sita diajukan pada sebelum atau pada pertengahan proses pemeriksaan perkara. Retnowulan Sutantio. Pasal 227 (1) HIR juga memberikan kemungkinan bahwa sita jaminan dapat dimohonkan sesudah adanya putusan tapi putusan tersebut belum dapat dijalankan. atau dalam hal telah dijatuhkan putusan contradictoir. Dalam hal penyitaan dianggap mendesak. maka Pengadilan Tinggi dengan penetapan dapat memerintahkan kepada Pengadilan Negeri yang bersangkutan untuk melaksanakan sita tersebut. dimana terhadap putusan verstek tersebut tergugat masih mengajukan perlawanan. Sementara itu pada sita conservatoir. Namun pada kenyataannya. sehingga seringkali menimbulkan silang pendapat. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barang-barangnya untuk menghindari gugatan penggugat. HIR tidak mengatur apakah sita jaminan juga dapat dimohonkan pada saat perkara dalam tahap banding. b. SEMA No. maka harus diadakan µpenelitian¶ . maka wajar apabila pihak termohon tidak perlu didengar dalam proses ini. karena melibatkan upaya pembuktian unsur adanya sangka yang beralasan. Pemeriksaan Pada sita revindicatoir sifatnya pemeriksaannya sangat sumir. Sebagai konsekuensi dari pemikiran ini. sedangkan yang bersangkutan mengajukan permohonan banding. pemeriksaan sedikit lebih rumit. permohonan sita jaminan umumnya diajukan bersama-sama dengan pengajuan gugatan ke pengadilan.Memang dalam prakteknya. berpendapat bahwa dalam hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan surat permohonan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri. Contoh permohonan ini adalah dalam hal telah dijatuhkan putusan verstek. termohon sita tidak perlu didengar.H.

yang tetap harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang yang mungkin berlebihan dari pihak penggugat. praktek] Namun terus terang rumusan ini masih kurang memuaskan. sita jaminan tersebut tetap dapat menimbulkan kerugian terhadap tersita. bahwa penetapan sita jaminan merupakan kewenangan diskresional hakim. Perlawanan ini diajukan dalam suatu pemeriksaan atas [sah dan berharga atau tidaknya sita jaminan. Namun. maka dapat disimpulkan. Upaya Hukum a. [uraikan kebiasaan. dan oleh karena itu. sebelum pemberian permohonan sita jaminan tersebut. tersita lebih memilih mengajukan: . karena berbeda dengan sita revindicatoir. Pada prakteknya. yang harus diadakan 8 hari setelah sita ditetapkan.terlebih dahulu tentang ada tidaknya alasan yang dikemukakan pemohon. Melihat sifat sumir yang ada pada pemeriksaan permohonan sita jaminan. Memang pada dasarnya sita jaminan tidak ditujukan untuk melakukan eksekusi/penjualan terhadap obyek sita dan sekedar melarang tersita untuk melakukan perbuatan hukum terhadap barang tersebut. Penelitian lapangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat menunjukkan bahwa instrumen berdasarkan pasal 724 Rv jarang sekali dipergunakan. Sebaliknya Rv justru memuat ketentuan yang secara khusus mengatur perlawanan terhadap sita jaminan. Perlawanan Pihak Tersita HIR sama sekali tidak mengatur upaya hukum khusus bagi pihak tersita untuk melawan instrumen sita jaminan. Sayang SEMA tersebut tidak menjelaskan apa maksud penelitian. Prof Sudikno menyebutkan bahwa pihak tersita perlu didengar keterangannya. akan penetapannya akan sangat tergantung kepada kasus-per kasus. Pasal 724 dan 725 Rv memberikan kesempatan bagi tersita untuk mengajukan bantahan baik dengan sidang singkat [dihadapan ketua (pengadilan) maupun dihadapan sidang raad van justitite. sita conservatoir berkaitan dengan hak-hak tergugat. Cukup sulit untuk memberikan karakter yang bersifat baku terhadap indikator dikabulkannya sita jaminan.

maka sebenarnya pelawan terhadap sita conservatoir tidak akan dapat memenuhi kriteria perlawanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 195 (6) HIR. Dari konsep ini. b. maupun sita revindicatoir. apabila terbukti barang tersebut adalah miliknya. Namun pada prakteknya. pelawan harus dapat membuktikan bahwa ia adalah pemilik dari barang yang disita. c. sehingga praktis tidak terdapat suatu jaminan yang . Berdasarkan Pasal 207 (1) HIR. dan sita akan dipertahankan. Gugat rekonvensi terhadap pemohon sita. gugat ini berisi permohonan kepada majelis hakim untuk menjatuhkan putusan sela untuk mengangkat atau merubah sita jaminan tersebut. perlawanan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang telah memutuskan dilakukannya penyitaan. baik terhadap sita konservatoir. Pemeriksaan terhadap perlawanan dilakukan melalui acara biasa. dimana kedua belah pihak didengar dan dipanggil secara patut. Oleh karenanya. yurisprudensi perlawanan pihak ketiga selaku pemilik barang yang disita dapat diterima. Konsep dasar dari perlawanan pihak ketiga adalah perlawanan yang didasarkan kepada hak milik. Rbg maupun Rv tidak mengatur prosedur perlawanan terhadap sita jaminan. apabila tidak terbukti. Perlawanan Pihak Ketiga Pada dasarnya baik HIR. karena jelas bahwa perlawanan tersebut bukanlah atas dasar hak milik. maka pelawan tersebut akan dinyakan sebagai pelawan yang benar dan sita akan diperintahkan untuk diangkat.1. maka pelawan akan dinyatakan sebagai pelawan yang tidak jujur. Permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat untuk mengangkat atau merubah sita tersebut. Ganti Rugi HIR maupun Rbg sama sekali tidak mengatur mekanisme tuntutan ganti kerugian terhadap sita jaminan yang kemudian diangkat karena pengadilan menolak pokok perkara. sebaliknya. juga dalam hal sita conservatoir ini belum disyahkan terhadap sita jaminan yang bersifat conservatoir dapat diterima. atau 2. HIR maupun Rbg juga tidak mensyaratkan pemohon sita jaminan untuk menyerahkan jaminan sebagai syarat dikabulkannya sita jaminan.

atau dengan lain perkataan bahwa terhadap barang-barang yang sudah disita tidak dapat dialihkan. Sita Jaminan Sita jaminan mengandung arti. [ada aturan rincinya?] MA pernah memutus bahwa jewajiban ganti rugi oleh kreditur/pemohon didasarkan pada konsep perbuatan melawan hukum. dated 15 Mei1975). Sementara HIR dan Rbg tidak mengatur mekanisme ganti rugi. Pasal 732 Rv. MA juga menegaskan: (i) sita jaminan hanya dapat dianggap sebagai PMH jika sita tersebut meliputi benda yang secara tegas dikecualikan dari sita ± misalnya Pasal 197(8) of the HIR (lihat Putusan MA No 206 K/Sip/1955. kerugian-kerugian. 124 K/Sip/1975. Pengadilan antara lain harus mempertimbangkan ada tidaknya jaminan atas keseluruhan kekayaan debitur. Namun. UU Kepailitan juga mengenal sita jaminan yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan debitur dan kreditur. Dalam menetapkan persyaratan tentang jaminan tersebut. jenis kekayaan debitur dan besarnya jaminan yang harus diberikan dibandingkan dengan kemungkinan besarnya kerugian yang diderita oleh debitur apabila permohonan pernyataan pailit ditolak Pengadilan. dan (ii) PMH tidak otomatis terjadi jika pengadilan kemudian mengangkat sita tersebut (Putusan MA No. mengatur bahwa kreditur/pemohon sita dapat dihukum untuk membayar biaya-biaya. bahwa untuk menjamin pelaksanaan suatu putusan di kemudian hari atas barang-barang milik tergugat baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak selama proses perkara berlangsung terlebih dahulu disita.siap dieksekusi kepada tersita atas kemungkinan kerugian yang mungkin terjadi akibat sita tersebut. jika terdapat alasan untuk itu. Ini adalah menyangkut sita conservatoir ( conservatoir beslag). Untuk itu Pengadilan Niaga dapat mempersyaratkan agar kreditur memberikan jaminan dalam jumlah yang wajar apabila upaya pengamanan tersebut dikabulkan. diperjual-belikan atau dipindah-tangankan kepada orang lain. dan bunga. . A. perlu dicatat bahwa Rv justru memberikan kesempatan ganti rugi bagi tersita. Selain itu. 19 Januari 1957). apabila sita jaminan tersebut kemudian diangkat.

Selain itu bukan hanya barang . Permohonan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang memeriksa perkara yang bersangkutan. Oleh karena itu sita jaminan hendaknya selalu dimohon agar diletakkan terutama dalam perkar-perkara besar.barang tergugat saja yang dapat disita. terhadap barang yang disita itu akan diperintahkan agar diserahkan kepada penggugat. maka apabila sita revindicatoir tersebut dinyatakan sah dan berharga. lebih-lebih pada dewasa ini di mana lembaga pelaksanaan putusan telebih dahulu "tidak berfungsi". b. Barang yang disita itu merupakan barang kepunyaan orang yang terkena sita. Harus ada sangka yang beralasan. Ketentuan yang termuat dalam pasal 178 ayat (3) HIR yaitu bahwa hakim dilarang akan menjatuhkan putusan atas perkara yang tiada dituntut atau akan meluluskan lebih daripada yang dituntut. Hendaknya pula jangan dilupakan untuk memohon agar pensitaan tersbut dinyatakan sah dan berharga. Dalam hal telah dilakukan sita revindicatoir. artinya bukan milik penggugat. . Sita ini dinamakan sita revindicatoir. maka hakim tidak akan memerintahkan untuk meletakkan sita jaminan. Sita Conservatoir dan Sita Revindicatoir Sita conservatoir diatur dalam pasal 227 HIR yang intisari dari pasal tersebut adalah : a. bahwa tergugat sebelum putusan dijatuhkan atau dilaksanakan mencari akal akan menggelapkan atau melarikan barang-barangnya. B. Namun dalam hal pihak penggugat yang dikalahkan. Apabila dengan putusan hakim pihak penggugat dimenangkan dan gugat dikabulkan. c. kecuali kalau dilakukan secara salah. maka sita jaminan yang telah diletakkan akan diperintahkan untuk diangkat. maka sita jaminan tersebut secara otomatis dinyatakan sah dan berharga. Dilakukan atau tidaknya sita jaminan mempunyai makna yang penting. demikian juga halnya terhadap barang bergerak milik penggugta sendiri yang ada dalam kekuasaan tergugat dapat pula diletakkan sita jaminan. Hal ini berarti bahwa apabila sita jaminan telah tidak dimohonkan.

Perkataan conservatoir adalah berasal dari perkataan conserveren. yaitu : a. Permohonan harus diajukan dengan surat tertulis. d. c. yang berada di tangan tergugat dan diajukan atas permintaan penggugat selaku pemilik dari barang tersebut. Permintaan mana dapat diajukan secara lisan atau tertulis. yang berarti menyimpan. Perkataan revindicatoir berasal dari perkataan revindiceer yang artinya mendapatkan. Sedangkan Sita Revindicatoir diatur dalam pasal 226 HIR.d. Untuk menjamin gugatan apabila di kemudian hari ternyata dikabulkan. . Penyitaan tersebut harus atas barang bergerak tertentu. b. e. b. Persamaan dari sita revindicatoir dan sita conservatoir terletak dalam maksudnya. Dari pasal 226 HIR. Maksud penyitaan ini adalah agar barang yang digugat itu jangan sampai dihilangkan selama proses berlangsung. Harus berupa barang bergerak. bahwa untuk dapat diletakkan sita revindicatoir itu adalah : a. Dapat dinyatakan sah dan berharga apabila dilakukan menurut cara yang ditentukan undangundang dan dalam hal gugat dikabulkan. Makna perkataan conservatoir beslag ialah untuk menyimpan hak seseorang yaitu untuk menjaga agar penggugat tidak dirugikan oleh perbuatan tergugat. Sita Conservatoir dapat dilakukan atau diletakkan baik terhadap barang yang bergerak dan yang tidak bergerak. Perkataan revindicatoir beslag mengandung pengertian penyitaan untuk mendapatkan hak kembali. Barang tersebut harus diterangkan dengan seksama dan terperinci. Permintaannya harus diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri. terperinci. e. Barang bergerak tersebut adalah merupakan barang milik penggugat yang berada di tangan tergugat.

c. yang nama. . tidak boleh disita. hal ini berarti. menjalankan pensitaan itu. pekerjaan dan tempat tinggalnya disebutkan dalam berita acara itu dan para saksi ikut menandatangani berita acara. d. akan tetapi hewan dan perkakas yang sungguh-sungguh berguna bagi yang disita untuk menjalankan pencaharian. c. 198 dan 199 HIR. Dalam hal gugat ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima. Saksi-saksi tersebut biasanya pegawai Pengadilan. g. serta akibat hukumnya suatu pensitaan diatur dalam pasal 197. ia diganti oleh orang lain yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan Negeri. Pensitaan boleh dilakukan atas barang-barang yang bergerak yang juga berada di tangan orang lain. maka baik sita conservatoir maupun sita revindicatoir akan diperintahkan untuk diangkat. b. Apabila Panitera berhalangan. apabila ia hadir. dalam praktek biasanya dijalankan oleh Panitera luar biasa. Barang-barang yang tidak tetap yang disita itu seluruhnya atau sebagiannya harus dibiarkan berada di tangan orang yang disita atau barang-barang itu dibawa untuk disimpan di tempat yang patut. Panitera atau penggantinya dalam melakukan pensitaan harus disertai oleh dua orang saksi. bahwa sebelum pensitaan dilakukan harus terlebih dahulu ada surat perintah dari Ketua. f. Tentang cara dan siapa yang harus melakukan. Yang pada pokoknya adalah : a. Pensitaan dijalankan oleh Panitera Pengadilan Negeri. Tentang dilakukannya pensitaan harus dibuat berita acaranya dan isi berita acara tersebut harus diberitahukan kepada orang yang disita barangnya. e. h. Cara penunjukannya cukup dilakukan dengan penyebutan dalam perintah. setidak-tidaknya harus sudah dewasa dan harus orang yang dapat dipercaya.

menghipotikkan. dan kepada peminta harus diberitahukan akan menghadap persidangan pengadilan negeri yang pertama sesudah itu untuk memajukan dan menguatkan gugatannya. selagi belum dijatuhkan keputusan atasnya. Ketentuan sita jaminan terdapat pada pasal 227 HIR (RIB-S. k. atau selagi putusan yang mengalahkannya belum dapat dijalankan. Sejak berita acara penyitaan diumumkan. bulan dan tahun dilakukannya. l. tanggal. hari. dengan menyebut jam. hal itu diberitahukan kepada Pamong desa supaya ikut mengawasi agar jangan sampai barangbarang tersebut dipindah tangankan atau dibawa lari oleh orang tersebut. supaya disita barang itu untuk menjaga hak orang yang memasukkan permintaan itu. Terhadap penyitaan barang tetap. menggadaikan. Bangunan rumah orang-orang Indonesia yang tidak melekat kepada tanah ( Opstal Bumiputera ). Perkataan memberatkan di atas berarti pula memborgkan. tidak boleh dibawa ke tempat lain. dicatat dalam buku letter C di desa.i. dinyatakan bahwa: ³Jika terdapat persangkaan yang beralasan.1941 No. 44). dicatat dalam buku tanah di Kantor Kadaster dan salinan berita acara dimuat dalam buku yang khusus disediakan untuk maksud itu di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri. Pegawai yang melakukan penyitaan harus memberi perintah kepada Kepala Desa supaya perihal adanya pensitaan barang yang tidak bergerak itu diumumkan sehingga diketahui khalayak ramai.´ . maka berita acaranya harus diumumkan. Dalam hal barang-barang tersebut tetap dibiarkan di tangan orang yang disita. j. memberatkan atau menyewakan barang tetapnya yang telah disita itu kepada orang lain. bahwa seorang yang berhutang. Pada ayat (1) pasal 227 tersebut. maka atas surat permintaan orang yang berkepentingan ketua pengadilan negeri dapat memberi perintah. pihak yang disita barangnya itu tidak boleh lagi memindahkan. mencari akal akan menggelapkan atau membawa barangnya baik yang tidak tetap maupun yang tetap dengan maksud akan menjauhkan barang barang itu dari penagih hutang. m.

Tetapi . Untuk memahami ³hak´ tersebut maka kita harus melihat ketentuan pasal 1131 BW yang menyatakan bahwa. baik yang berupa jaminan umum ataupun dapat pula jaminan yang bersifat istimewa dan didahulukan. oleh karena keseluruhan harta debitur. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. baik sebagai kreditur biasa ataupun kreditur yang diistimewakan. menyatakan diperbolehkannya hak jaminan yang bersifat istimwa dan didahulukan. baik yang telah ada maupun yang akan ada adalah jaminan untuk keseluruhan kreditur. yang dahulu dikenal dengan Hipotik. Siapakah pihak dan apa hak yang dimaksudkan diatas? ³Pihak´ yang dimaksudkan ketentuan pasal tersebut adalah Pihak yang memiliki piutang (kreditur) terhadap pihak yang dimintakan sita jaminan.Untuk menjawab pertanyaan ini. Jaminan berdasar pasal 1131 BW tersebut bersifat umum. baik yang bergerak ataupun yang tidak bergerak. Dengan demikian. Dengan demikian jelaslah. Tujuannya adalah untuk ³. baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari. Pada pasal tersebut jelas tertulis tujuannya adalah ³untuk menjaga hak orang yang memasukkan permintaan«´. misalnya dalam bentuk Hak Tanggungan. Sedangkan ³hak´ yang dimaksudkan pada pasal tersebut adalah hak kreditur. Dengan demikian.menjaga hak«´ bukan menciptakan atau memberikan hak baru. kita harus memahami terlebih dahulu tujuan dari dikeluarkannya perintah sita jaminan. seorang kreditur yang tidak memiliki jaminan istimewa dan didahulukan. Kembali kepada tujuan dari sita jaminan yang sudah kita bahas diatas. Sedangkan pasal 1132 BW. baik yang telah dijaminan secara istimewa dan didahulukan kepada pihak lain (bank) ataupun tidak. tetap dapat mengajukan permohonan sita jaminan atas harta debitur. berlaku untuk seluruh kreditur. bahwa setiap kreditur memiliki hak jaminan atas piutangnya.. maka setiap kreditur berhak untuk mengajukan permohonan sita jaminan atas keseluruhan harta debitur baik yang telah dijaminan secara istimewa dan didahulukan ataupun tidak. setiap kreditur mempunyai hak jaminan atas piutangnya berupa segala kebendaan si berhutang.

.penetapan sita jaminan tersebut tidak merubah kedudukan kreditur tersebut terhadap benda yang disita jaminankan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful