Jaminan berupa uang atau barang yang dimintakan oleh penggugat kepada pengadilan untuk memastikan agar tuntutan

penggugat terhadap tergugat dapat dilaksanakan/dieksekusi kalau pengadilan mengabulkan tuntutan tersebut. Penyitaan dalam sita jaminan bukan dimaksudkan untuk melelang, atau menjual barang yang disita , namun hanya disimpan (conserveer) oleh pengadilan dan tidak boleh dialihkan atau dijual oleh termohon/tergugat. Dengan adanya penyitaan, tergugat kehilangan kewenangannya untuk menguasai barang, sehingga seluruh tindakan tergugat untuk mengasingkan, atau mengalihkan barang-barang yang dikenakan sita tersebut adalah tidak sah dan merupakan tindak pidana yang dapat dikenakan pidana pasal 231dan 232 KUHP. Di negara yang menganut tradisi common law, sita jaminan (security for costs) lebih sering diminta oleh tergugat. Artinya, jaminan berupa uang atau aset lain yang diserahkan oleh pengugat ke pengadilan yang dapat dipakai untuk mengganti biaya yang diderita oleh termohon jika ternyata permohonan tersebut tidak beralasan. Di Indonesia, instrumen ini dipakai dalam permohonan penetapan sementara.

Daftar isi
1 2 3 4 5

6

Jenis-jenis Sita Jaminan Syarat Pengajuan Sita Jaminan Pemohon Sita Jaminan Obyek Permohonan Proses Permohonan Sita o 5.1 o 5.2 a. Permohonan o 5.3 b. Pemeriksaan 6 Upaya Hukum o 6.1 a. Perlawanan Pihak Tersita o 6.2 b. Perlawanan Pihak Ketiga o 6.3 c. Ganti Rugi

Jenis-jenis Sita Jaminan
Ada banyak jenis sita jaminan, namun secara umum dikenal dua jenis: a. Sita jaminan terhadap harta benda milik penggugat sendiri

yaitu: (i) sita revindicatoir (Pasal 226 HIR. . pemohon dapat langsung mengajukan permohonan. 260 Rbg) dan (ii) sita marital (Pasal 823-823j Rv). Sita jaminan terhadap harta benda milik tergugat (conservatoir beslag) Sita ini dilakukan terhadap harta benda milik debitur. (ii) sita gadai atau pandbeslag . Maksud sita jaminan ini adalah agar terdapat suatu barang tertentu yang nantinya dapat dieksekusi sebagai pelunasan utang tergugat. Sita ini terbagi menjadi dua bagian. sita conservatoir atas pesawat terbang dan sita jaminan pada kepailitan. Kata conservatoir sendiri berasal dari conserveren yang berarti menyimpan. tanpa perlu ada dugaan yang beralasan bahwa tergugat akan mencoba untuk menggelapkan atau melarikan barang yang bersangkutan selama proses persidangan.Berbeda dari conservatoire beslag. Revindicatoir berarti mendapatkan. untuk mengajukan permohonan sita revindicatoir. [nyatakan bahwa yang relevan dan akan di bahas di sini adalah revindicatoire dan conservatoire beslag] b. (iii) sita conservatoir atas barang-barang debitur yang tidak mempunyai tempat tinggal yang dikenal di Indonesia atau orang asing bukan penduduk Indonesia . Disamping kedua jenis sita tersebut. masih juga dikenal beberapa jenis/varian sita jaminan lain. dan kata sita revindicatoir mengandung pengertian menyita untuk mendapatkan kembali (barang yang memang miliknya). dikenal juga sita terhadap harta benda penggugat/pemohon sendiri yang ada dalam kekuasaan orang lain (termohon/tergugat). dan conservatoir beslag menyimpan hak seseorang. melainkan untuk menjamin suatu hak kebendaan dari pemohon. Sita jaminan ini bukanlah untuk menjamin suatu tagihan berupa uang. Syarat Pengajuan Sita Jaminan Sesuai dengan Pasal 226 HIR . misalnya (i) Sita conservatoir terhadap kreditur .

kreditur. Pemohon Sita Jaminan Pihak yang berhak untuk mengajukan permohonan sita adalah: 1.] Buku II Mahkamah Agung mengenai Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan mencoba mendifisikan [apa?] secara lebih konkrit. Sehingga dalam sita ini. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barang-barangnya untuk menghindari gugatan penggugat. yang akhirnya hanya merupakan tindakan sia-sia yang tidak mengenai sasaran (vexatoir). maka yang dapat disita adalah benda bergerak yang merupakan milik pemohon (atau pemilik hak reklame). Apabila penggugat tidak memiliki bukti kuat. Pada proses kepailitan. 3. harus ada sangka yang beralasan. sesuai Pasal 227 HIR . pemegang hak reklame 2. Syarat ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan agar tidak diadakan penyitaan secara sembarangan. untuk permohon sita revindicatoir: a. [Terminologi adanya dugaan beralasan menyiratkan tidak diperlukannya acara pembuktian menurut undang-undang. Disini dapat disimpulkan bahwa permohonan pengajuan sita jaminan lebih diarahkan [kepada sedang terjadinya proses pengasingan barang ± ada yang hilang]. pada sita revindicatoir. b.Sedangkan pada sita jaminan conservatoir. Untuk mengabulkan sita conservatoir. bagi permohon sita conservatoir . istri bagi pemohon sita marital. Pemohon sita revindicatoir tidak dapat memohon sita dijatuhkan terhadap benda tetap . pemilik benda bergerak yang barangnya berada di tangan orang lain . dan untuk itu Pengadilan dapat menentukan penyerahan suatu jaminan dalam jumlah yang dianggap wajar oleh Pengadilan. tersita harus didengar untuk mengetahui kebenaran dugaan tersebut. maka sita jaminan tidak akan diberikan. merupakan dasar pembenar utama dalam pemberian sita tersebut. apabila hal tersebut diperlukan guna melindungi kepentingan kreditur. Obyek Permohonan Obyek permohonan tergantung kepada jenis sita yang dimintakan. elemen dugaan yang beralasan. permohonan sita jaminan hanya dapat dikabulkan.

milik pemohon. pada sita conservatoir. Penyitaan juga hanya dilakukan terhadap barang-barang yang nilainya diperkirakan tidak jauh melampaui nilai gugatan (nilai uang yang menjadi sengketa). . sita jaminan pada kepailitan dapat meliputi seluruh maupun sebagian harta dedbitur. Namun hal ini bisa ditelusuri dari ketentuan lainnya dalam HIR. Penyitaan juga dilakukan terlebih dulu atas benda-bergerak. Perlu dicatat juga bahwa Mahkamah Agung pernah membatalkan sita jaminan karena nilai barang yang disita melebihi nilai utang yang menjadi pokok perkara. barang bergerak milik debitur yang berada di tangan orang lain (pihak ketiga). barang bergerak milik debitur 2. Sedikit berbeda. sehingga nilai sita seimbang dengan yang digugat. dan batasan-batasan formil dari persyaratan pengajuan permohonan sita jaminan. barang-barang yang dimintakan sita tersebut. maka penyitaan akan dilanjutkan. Pasal-pasal 226 (1) dan 227(1) HIR tidak mengatur rinci mengenai prosedur. sehingga kecil sekali kemungkinan terjadi diasingkannya barang tetap tersebut. Proses Permohonan Sita a. dan baru diteruskan ke benda-benda tidak bergerak. sebaliknya. yang dapat menjadi obyek sita adalah: 1. sehingga dapat disimpulkan bahwa permohonan sita tentunya diajukan sebelum hari pertama sidang. Pasal 226 (2) HIR menjelaskan bahwa dalam permohonan sita revindicatoir harus dijelaskan secara lengkap dan nyata. Dari ketentuan Pasal 226 (4) dan 227 (1) terlihat bahwa pada hari pertama persidangan akan sangat menentukan sah atau tidaknya permohonan sita jaminan. apabila gugatan ditolak. karena pengalihan atau pengasingan benda tetap tidak semudah pengalihan benda bergerak. sehingga apabila pada hari pertama gugatan diterima. barang tetap milik debitur. Sementara itu. jika menurut perkiraan nilai benda-benda tersebut tidak akan mencukupi. Permohonan Permohonan sita jaminan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang wilayah hukumnya meliputi kediaman pihak yang memegang barang obyek sita jaminan. maka sita akan diangkat. dan 3.

sedangkan yang bersangkutan mengajukan permohonan banding.Memang dalam prakteknya. HIR tidak mengatur apakah sita jaminan juga dapat dimohonkan pada saat perkara dalam tahap banding. maka Pengadilan Tinggi dengan penetapan dapat memerintahkan kepada Pengadilan Negeri yang bersangkutan untuk melaksanakan sita tersebut. karena melibatkan upaya pembuktian unsur adanya sangka yang beralasan. Contoh permohonan ini adalah dalam hal telah dijatuhkan putusan verstek. karena pada dasarnya pemohon adalah pemilik sah atas barang yang dimohonkan sita tersebut. Pasal 227 (1) HIR juga memberikan kemungkinan bahwa sita jaminan dapat dimohonkan sesudah adanya putusan tapi putusan tersebut belum dapat dijalankan.H. SEMA No. pemeriksaan sedikit lebih rumit. Retnowulan Sutantio. bahwa tergugat sedang berdaya upaya untuk menghilangkan barang-barangnya untuk menghindari gugatan penggugat. termohon sita tidak perlu didengar. atau dalam hal telah dijatuhkan putusan contradictoir. b. yang akan meneruskan surat tersebut kepada Hakim Tinggi atau Majelis Pengadilan Tinggi yang memeriksa perkara tersebut. maka harus diadakan µpenelitian¶ . berpendapat bahwa dalam hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan surat permohonan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri. Sebagai konsekuensi dari pemikiran ini. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan permohonan sita diajukan pada sebelum atau pada pertengahan proses pemeriksaan perkara. sehingga seringkali menimbulkan silang pendapat. permohonan sita jaminan umumnya diajukan bersama-sama dengan pengajuan gugatan ke pengadilan. Namun pada kenyataannya. yang berarti bahwa sebelum dikeluarkan penetapan yang mengabulkan sita conservatoir tersebut. Pemeriksaan Pada sita revindicatoir sifatnya pemeriksaannya sangat sumir. Dalam hal penyitaan dianggap mendesak. Sementara itu pada sita conservatoir. dimana terhadap putusan verstek tersebut tergugat masih mengajukan perlawanan. S. 5 Tahun 1975 mengatur bahwa dalam setiap penetapan sita conservatoir disebut alasan-alasan yang menyebabkan sita coservatoir tersebut dikabulkan. maka wajar apabila pihak termohon tidak perlu didengar dalam proses ini.

Sayang SEMA tersebut tidak menjelaskan apa maksud penelitian. yang harus diadakan 8 hari setelah sita ditetapkan. Pada prakteknya. dan oleh karena itu. Melihat sifat sumir yang ada pada pemeriksaan permohonan sita jaminan. sebelum pemberian permohonan sita jaminan tersebut. Sebaliknya Rv justru memuat ketentuan yang secara khusus mengatur perlawanan terhadap sita jaminan.terlebih dahulu tentang ada tidaknya alasan yang dikemukakan pemohon. Pasal 724 dan 725 Rv memberikan kesempatan bagi tersita untuk mengajukan bantahan baik dengan sidang singkat [dihadapan ketua (pengadilan) maupun dihadapan sidang raad van justitite. Cukup sulit untuk memberikan karakter yang bersifat baku terhadap indikator dikabulkannya sita jaminan. tersita lebih memilih mengajukan: . Memang pada dasarnya sita jaminan tidak ditujukan untuk melakukan eksekusi/penjualan terhadap obyek sita dan sekedar melarang tersita untuk melakukan perbuatan hukum terhadap barang tersebut. bahwa penetapan sita jaminan merupakan kewenangan diskresional hakim. Upaya Hukum a. [uraikan kebiasaan. sita jaminan tersebut tetap dapat menimbulkan kerugian terhadap tersita. akan penetapannya akan sangat tergantung kepada kasus-per kasus. Perlawanan Pihak Tersita HIR sama sekali tidak mengatur upaya hukum khusus bagi pihak tersita untuk melawan instrumen sita jaminan. Prof Sudikno menyebutkan bahwa pihak tersita perlu didengar keterangannya. karena berbeda dengan sita revindicatoir. Perlawanan ini diajukan dalam suatu pemeriksaan atas [sah dan berharga atau tidaknya sita jaminan. Namun. yang tetap harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang yang mungkin berlebihan dari pihak penggugat. praktek] Namun terus terang rumusan ini masih kurang memuaskan. maka dapat disimpulkan. sita conservatoir berkaitan dengan hak-hak tergugat. Penelitian lapangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat menunjukkan bahwa instrumen berdasarkan pasal 724 Rv jarang sekali dipergunakan.

Oleh karenanya. sebaliknya. yurisprudensi perlawanan pihak ketiga selaku pemilik barang yang disita dapat diterima. Namun pada prakteknya. juga dalam hal sita conservatoir ini belum disyahkan terhadap sita jaminan yang bersifat conservatoir dapat diterima. atau 2. HIR maupun Rbg juga tidak mensyaratkan pemohon sita jaminan untuk menyerahkan jaminan sebagai syarat dikabulkannya sita jaminan. perlawanan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang telah memutuskan dilakukannya penyitaan. Perlawanan Pihak Ketiga Pada dasarnya baik HIR. Rbg maupun Rv tidak mengatur prosedur perlawanan terhadap sita jaminan. maupun sita revindicatoir. maka pelawan tersebut akan dinyakan sebagai pelawan yang benar dan sita akan diperintahkan untuk diangkat. Dari konsep ini. Ganti Rugi HIR maupun Rbg sama sekali tidak mengatur mekanisme tuntutan ganti kerugian terhadap sita jaminan yang kemudian diangkat karena pengadilan menolak pokok perkara. apabila tidak terbukti. Permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat untuk mengangkat atau merubah sita tersebut. maka sebenarnya pelawan terhadap sita conservatoir tidak akan dapat memenuhi kriteria perlawanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 195 (6) HIR.1. dimana kedua belah pihak didengar dan dipanggil secara patut. Gugat rekonvensi terhadap pemohon sita. c. karena jelas bahwa perlawanan tersebut bukanlah atas dasar hak milik. b. Berdasarkan Pasal 207 (1) HIR. dan sita akan dipertahankan. maka pelawan akan dinyatakan sebagai pelawan yang tidak jujur. Pemeriksaan terhadap perlawanan dilakukan melalui acara biasa. sehingga praktis tidak terdapat suatu jaminan yang . pelawan harus dapat membuktikan bahwa ia adalah pemilik dari barang yang disita. apabila terbukti barang tersebut adalah miliknya. Konsep dasar dari perlawanan pihak ketiga adalah perlawanan yang didasarkan kepada hak milik. gugat ini berisi permohonan kepada majelis hakim untuk menjatuhkan putusan sela untuk mengangkat atau merubah sita jaminan tersebut. baik terhadap sita konservatoir.

Pasal 732 Rv. dated 15 Mei1975). 124 K/Sip/1975. [ada aturan rincinya?] MA pernah memutus bahwa jewajiban ganti rugi oleh kreditur/pemohon didasarkan pada konsep perbuatan melawan hukum. Sementara HIR dan Rbg tidak mengatur mekanisme ganti rugi. Selain itu. kerugian-kerugian. perlu dicatat bahwa Rv justru memberikan kesempatan ganti rugi bagi tersita. MA juga menegaskan: (i) sita jaminan hanya dapat dianggap sebagai PMH jika sita tersebut meliputi benda yang secara tegas dikecualikan dari sita ± misalnya Pasal 197(8) of the HIR (lihat Putusan MA No 206 K/Sip/1955. . mengatur bahwa kreditur/pemohon sita dapat dihukum untuk membayar biaya-biaya. Sita Jaminan Sita jaminan mengandung arti. bahwa untuk menjamin pelaksanaan suatu putusan di kemudian hari atas barang-barang milik tergugat baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak selama proses perkara berlangsung terlebih dahulu disita. jenis kekayaan debitur dan besarnya jaminan yang harus diberikan dibandingkan dengan kemungkinan besarnya kerugian yang diderita oleh debitur apabila permohonan pernyataan pailit ditolak Pengadilan. atau dengan lain perkataan bahwa terhadap barang-barang yang sudah disita tidak dapat dialihkan. Namun. A. UU Kepailitan juga mengenal sita jaminan yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan debitur dan kreditur. dan bunga. Ini adalah menyangkut sita conservatoir ( conservatoir beslag). Pengadilan antara lain harus mempertimbangkan ada tidaknya jaminan atas keseluruhan kekayaan debitur. 19 Januari 1957). jika terdapat alasan untuk itu. Untuk itu Pengadilan Niaga dapat mempersyaratkan agar kreditur memberikan jaminan dalam jumlah yang wajar apabila upaya pengamanan tersebut dikabulkan.siap dieksekusi kepada tersita atas kemungkinan kerugian yang mungkin terjadi akibat sita tersebut. dan (ii) PMH tidak otomatis terjadi jika pengadilan kemudian mengangkat sita tersebut (Putusan MA No. apabila sita jaminan tersebut kemudian diangkat. diperjual-belikan atau dipindah-tangankan kepada orang lain. Dalam menetapkan persyaratan tentang jaminan tersebut.

Sita Conservatoir dan Sita Revindicatoir Sita conservatoir diatur dalam pasal 227 HIR yang intisari dari pasal tersebut adalah : a. Oleh karena itu sita jaminan hendaknya selalu dimohon agar diletakkan terutama dalam perkar-perkara besar. maka hakim tidak akan memerintahkan untuk meletakkan sita jaminan. B. kecuali kalau dilakukan secara salah. Apabila dengan putusan hakim pihak penggugat dimenangkan dan gugat dikabulkan. bahwa tergugat sebelum putusan dijatuhkan atau dilaksanakan mencari akal akan menggelapkan atau melarikan barang-barangnya. b.Selain itu bukan hanya barang . lebih-lebih pada dewasa ini di mana lembaga pelaksanaan putusan telebih dahulu "tidak berfungsi". demikian juga halnya terhadap barang bergerak milik penggugta sendiri yang ada dalam kekuasaan tergugat dapat pula diletakkan sita jaminan. Dilakukan atau tidaknya sita jaminan mempunyai makna yang penting. Barang yang disita itu merupakan barang kepunyaan orang yang terkena sita. maka apabila sita revindicatoir tersebut dinyatakan sah dan berharga. maka sita jaminan tersebut secara otomatis dinyatakan sah dan berharga. Harus ada sangka yang beralasan. . Permohonan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang memeriksa perkara yang bersangkutan. Hal ini berarti bahwa apabila sita jaminan telah tidak dimohonkan. maka sita jaminan yang telah diletakkan akan diperintahkan untuk diangkat. Hendaknya pula jangan dilupakan untuk memohon agar pensitaan tersbut dinyatakan sah dan berharga. c. Ketentuan yang termuat dalam pasal 178 ayat (3) HIR yaitu bahwa hakim dilarang akan menjatuhkan putusan atas perkara yang tiada dituntut atau akan meluluskan lebih daripada yang dituntut. terhadap barang yang disita itu akan diperintahkan agar diserahkan kepada penggugat. Namun dalam hal pihak penggugat yang dikalahkan. artinya bukan milik penggugat.barang tergugat saja yang dapat disita. Dalam hal telah dilakukan sita revindicatoir. Sita ini dinamakan sita revindicatoir.

c. . d. Barang tersebut harus diterangkan dengan seksama dan terperinci. yang berarti menyimpan.d. Perkataan revindicatoir beslag mengandung pengertian penyitaan untuk mendapatkan hak kembali. terperinci. Permohonan harus diajukan dengan surat tertulis. bahwa untuk dapat diletakkan sita revindicatoir itu adalah : a. Penyitaan tersebut harus atas barang bergerak tertentu. Harus berupa barang bergerak. Perkataan conservatoir adalah berasal dari perkataan conserveren. yang berada di tangan tergugat dan diajukan atas permintaan penggugat selaku pemilik dari barang tersebut. e. Permintaan mana dapat diajukan secara lisan atau tertulis. e. Sita Conservatoir dapat dilakukan atau diletakkan baik terhadap barang yang bergerak dan yang tidak bergerak. Barang bergerak tersebut adalah merupakan barang milik penggugat yang berada di tangan tergugat. yaitu : a. Perkataan revindicatoir berasal dari perkataan revindiceer yang artinya mendapatkan. b. Untuk menjamin gugatan apabila di kemudian hari ternyata dikabulkan. b. Persamaan dari sita revindicatoir dan sita conservatoir terletak dalam maksudnya. Dari pasal 226 HIR. Dapat dinyatakan sah dan berharga apabila dilakukan menurut cara yang ditentukan undangundang dan dalam hal gugat dikabulkan. Makna perkataan conservatoir beslag ialah untuk menyimpan hak seseorang yaitu untuk menjaga agar penggugat tidak dirugikan oleh perbuatan tergugat. Permintaannya harus diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri. Sedangkan Sita Revindicatoir diatur dalam pasal 226 HIR. Maksud penyitaan ini adalah agar barang yang digugat itu jangan sampai dihilangkan selama proses berlangsung.

Pensitaan dijalankan oleh Panitera Pengadilan Negeri. hal ini berarti. f. c. Barang-barang yang tidak tetap yang disita itu seluruhnya atau sebagiannya harus dibiarkan berada di tangan orang yang disita atau barang-barang itu dibawa untuk disimpan di tempat yang patut. yang nama. dalam praktek biasanya dijalankan oleh Panitera luar biasa. Tentang dilakukannya pensitaan harus dibuat berita acaranya dan isi berita acara tersebut harus diberitahukan kepada orang yang disita barangnya. e.c. . setidak-tidaknya harus sudah dewasa dan harus orang yang dapat dipercaya. bahwa sebelum pensitaan dilakukan harus terlebih dahulu ada surat perintah dari Ketua. Saksi-saksi tersebut biasanya pegawai Pengadilan. apabila ia hadir. 198 dan 199 HIR. g. Panitera atau penggantinya dalam melakukan pensitaan harus disertai oleh dua orang saksi. tidak boleh disita. h. serta akibat hukumnya suatu pensitaan diatur dalam pasal 197. Tentang cara dan siapa yang harus melakukan. Dalam hal gugat ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima. Yang pada pokoknya adalah : a. pekerjaan dan tempat tinggalnya disebutkan dalam berita acara itu dan para saksi ikut menandatangani berita acara. menjalankan pensitaan itu. d. maka baik sita conservatoir maupun sita revindicatoir akan diperintahkan untuk diangkat. ia diganti oleh orang lain yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan Negeri. Cara penunjukannya cukup dilakukan dengan penyebutan dalam perintah. akan tetapi hewan dan perkakas yang sungguh-sungguh berguna bagi yang disita untuk menjalankan pencaharian. Apabila Panitera berhalangan. Pensitaan boleh dilakukan atas barang-barang yang bergerak yang juga berada di tangan orang lain. b.

dengan menyebut jam.i. Dalam hal barang-barang tersebut tetap dibiarkan di tangan orang yang disita. bahwa seorang yang berhutang.´ . Perkataan memberatkan di atas berarti pula memborgkan. Pegawai yang melakukan penyitaan harus memberi perintah kepada Kepala Desa supaya perihal adanya pensitaan barang yang tidak bergerak itu diumumkan sehingga diketahui khalayak ramai. dicatat dalam buku letter C di desa. mencari akal akan menggelapkan atau membawa barangnya baik yang tidak tetap maupun yang tetap dengan maksud akan menjauhkan barang barang itu dari penagih hutang. Ketentuan sita jaminan terdapat pada pasal 227 HIR (RIB-S. menghipotikkan. tanggal. l. Terhadap penyitaan barang tetap. pihak yang disita barangnya itu tidak boleh lagi memindahkan. dinyatakan bahwa: ³Jika terdapat persangkaan yang beralasan. 44). atau selagi putusan yang mengalahkannya belum dapat dijalankan. memberatkan atau menyewakan barang tetapnya yang telah disita itu kepada orang lain. selagi belum dijatuhkan keputusan atasnya. m. tidak boleh dibawa ke tempat lain. Pada ayat (1) pasal 227 tersebut. supaya disita barang itu untuk menjaga hak orang yang memasukkan permintaan itu. menggadaikan. j. maka atas surat permintaan orang yang berkepentingan ketua pengadilan negeri dapat memberi perintah. maka berita acaranya harus diumumkan. dan kepada peminta harus diberitahukan akan menghadap persidangan pengadilan negeri yang pertama sesudah itu untuk memajukan dan menguatkan gugatannya. hari. dicatat dalam buku tanah di Kantor Kadaster dan salinan berita acara dimuat dalam buku yang khusus disediakan untuk maksud itu di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri. Sejak berita acara penyitaan diumumkan. k. hal itu diberitahukan kepada Pamong desa supaya ikut mengawasi agar jangan sampai barangbarang tersebut dipindah tangankan atau dibawa lari oleh orang tersebut.1941 No. Bangunan rumah orang-orang Indonesia yang tidak melekat kepada tanah ( Opstal Bumiputera ). bulan dan tahun dilakukannya.

Untuk menjawab pertanyaan ini. baik yang telah ada maupun yang akan ada adalah jaminan untuk keseluruhan kreditur. baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari. seorang kreditur yang tidak memiliki jaminan istimewa dan didahulukan. baik sebagai kreditur biasa ataupun kreditur yang diistimewakan. Sedangkan ³hak´ yang dimaksudkan pada pasal tersebut adalah hak kreditur. Sedangkan pasal 1132 BW.. maka setiap kreditur berhak untuk mengajukan permohonan sita jaminan atas keseluruhan harta debitur baik yang telah dijaminan secara istimewa dan didahulukan ataupun tidak. oleh karena keseluruhan harta debitur. yang dahulu dikenal dengan Hipotik. Siapakah pihak dan apa hak yang dimaksudkan diatas? ³Pihak´ yang dimaksudkan ketentuan pasal tersebut adalah Pihak yang memiliki piutang (kreditur) terhadap pihak yang dimintakan sita jaminan. baik yang berupa jaminan umum ataupun dapat pula jaminan yang bersifat istimewa dan didahulukan. misalnya dalam bentuk Hak Tanggungan. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. baik yang bergerak ataupun yang tidak bergerak. setiap kreditur mempunyai hak jaminan atas piutangnya berupa segala kebendaan si berhutang.menjaga hak«´ bukan menciptakan atau memberikan hak baru. berlaku untuk seluruh kreditur. Tujuannya adalah untuk ³. Dengan demikian. Dengan demikian. baik yang telah dijaminan secara istimewa dan didahulukan kepada pihak lain (bank) ataupun tidak. Untuk memahami ³hak´ tersebut maka kita harus melihat ketentuan pasal 1131 BW yang menyatakan bahwa. bahwa setiap kreditur memiliki hak jaminan atas piutangnya. kita harus memahami terlebih dahulu tujuan dari dikeluarkannya perintah sita jaminan. menyatakan diperbolehkannya hak jaminan yang bersifat istimwa dan didahulukan. Tetapi . Kembali kepada tujuan dari sita jaminan yang sudah kita bahas diatas. Jaminan berdasar pasal 1131 BW tersebut bersifat umum. Pada pasal tersebut jelas tertulis tujuannya adalah ³untuk menjaga hak orang yang memasukkan permintaan«´. tetap dapat mengajukan permohonan sita jaminan atas harta debitur. Dengan demikian jelaslah.

penetapan sita jaminan tersebut tidak merubah kedudukan kreditur tersebut terhadap benda yang disita jaminankan. .